P. 1
Bab 3 Rangkaian Listrik

Bab 3 Rangkaian Listrik

|Views: 301|Likes:
Published by Deni Muhamad Ikbal

More info:

Published by: Deni Muhamad Ikbal on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

RANGKAIAN LISTRIK

KODE : RF 1325
3 SKS
SEMESTER II
TUJUAN DAN KOMPETENSI

Tujuan :

Memahami konsep rangkaian listrik dan menggunakan
konsep tersebut untuk menyelesaikan problem dalam
rangkaian RLC.

Kompetensi :
Mahasiswa mampu :

Memahami konsep rangkaian

Menggunakan Hukum Ohm dan Kirchoff untuk
menyelesaikan problem dalam rangkaian

Menghitung daya dalam rangkaian.

Menganalisa rangkaian dengan analisa Mesh dan Node
serta mampu membangun rangkaian ekivalen Thevenin dan
Norton.

Menganalisa rangkaian tiga fasa.
Materi

Konsep Dasar Rangkaian : Sistem Satuan, Komponen RLC,
Sumber Arus, Sumber Tegangan ; Hukum Ohm, Hukum
Kirchoff I dan II ; Hubungan Seri, Paralel ; Pembagian
Tegangan dan Pembagian Arus.

Rangkaian RLC : Aljabar Fasor ; Impedansi ; Admitansi ;
Resonansi.

Daya Rangkaian RLC : Daya Rata-rata; Daya Efektif ;
Faktor Daya.

Analisa Rangkaian : Analisa Mesh ; Analisa Node; Teorema
Thevenin ; Theorema Norton

Rangkaian Tiga Fasa : Sistem Satu Fase ; Sistem Tiga Fasa Y-
Y ; Koneksi Delta ; Transformasi Y-∆ ; Pengukuran Daya
PRASYARAT DAN PUSTAKA

Prasyarat : Fisika Dasar II

Pustaka Utama :

Johnson, David E, et all, “ Electric Circuit Analysis”,
Prentice-Hall International Edition, 1989.

Pustaka Pendukung :

Hayt JR, Kemmerly, “ Engineering Circuit Analysis”,
Mc Graw Hill, 1993

Donald E Scott, “ An Introduction to Circuit
Analysis”, Mc Graw Hill, 1987.
PUSTAKA PENDUKUNG
PUSTAKA PENDUKUNG
1. 1.
Prof.K.A.Gangadhar
Prof.K.A.Gangadhar
,
,
Circuit Theory
Circuit Theory
,
,
Khanna
Khanna
Publisher, 1994.
Publisher, 1994.
2. 2.
Sudaryatno Sudirham,
Sudaryatno Sudirham,
Analisis Rangkaian Listrik
Analisis Rangkaian Listrik
,
,
Penerbit ITB,2002
Penerbit ITB,2002
3. 3.


.. (Download dari internet),
.. (Download dari internet),
Electric Circuit
Electric Circuit
,
,
Chap 4:
Chap 4:
Sinusoidal Steady State Analysis
Sinusoidal Steady State Analysis
4. 4.
Kithsiri M.Liyanage (Download dari internet),
Kithsiri M.Liyanage (Download dari internet),
Electric
Electric
Circuits,
Circuits,
Lecture Notes : QE
Lecture Notes : QE
108 Electricity
108 Electricity
,
,
Departement of Electrical and Electronic Engineering
Departement of Electrical and Electronic Engineering
University of Peradeniya,
University of Peradeniya,
December 2005.
December 2005.
BAB I :
BAB I :
DASAR-DASAR RANGKAIAN LISTRIK
DASAR-DASAR RANGKAIAN LISTRIK
1.1 Istilah, Definisi, dan Sifat-sifat
1.1 Istilah, Definisi, dan Sifat-sifat

Konduktor
Konduktor
(Conductor) : Suatu benda yang dapat
(Conductor) : Suatu benda yang dapat
menghantarkan arus listrik
menghantarkan arus listrik

Rangkaian
Rangkaian
(Circuit) : Suatu rangkaian listrik adalah
(Circuit) : Suatu rangkaian listrik adalah
jalan dari arus listrik atau bagian-bagian sistem
jalan dari arus listrik atau bagian-bagian sistem
dimana arus dialirkan
dimana arus dialirkan

Elemen Rangkaian
Elemen Rangkaian
(cirduit element) ; Setiap
(cirduit element) ; Setiap
komponen dari rangkaian dengan dua terminal
komponen dari rangkaian dengan dua terminal
(ujung) yang dapat dihubungkan dengan komponen
(ujung) yang dapat dihubungkan dengan komponen
lainnya. Contoh : resistor, kapasitor, induktor,
lainnya. Contoh : resistor, kapasitor, induktor,
transformator, dioda, transistor, op-amp, baterry,
transformator, dioda, transistor, op-amp, baterry,
generator.
generator.

Cabang
Cabang
(Branch) : Suatu grup elemen, biasanya
(Branch) : Suatu grup elemen, biasanya
dalam hubungan seri, yang mempunyai dua ujung
dalam hubungan seri, yang mempunyai dua ujung

Titik Cabang
Titik Cabang
(Node) :
(Node) :
Suatu titik pertemuan
Suatu titik pertemuan
antara minimum tiga ujung elemen-elemen
antara minimum tiga ujung elemen-elemen
rangkaian
rangkaian

Jaringan
Jaringan
(Network) : Suatu interkoneksi (saling
(Network) : Suatu interkoneksi (saling
hubung) dari elemen rangkaian atau cabang-
hubung) dari elemen rangkaian atau cabang-
cabang
cabang
CABANG (BRANCH)
CABANG (BRANCH)
CABANG CABANG
CABANG CABANG
CABANG
Elemen
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
Elemen
Elemen
Elemen
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
Elemen
Node
Node
Elemen
Node
Node
Elemen
Rangkainan
Rangkainan
CABANG CABANG
CABANG CABANG
CABANG
Elemen
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
Elemen
Elemen
Elemen
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
E
l
e
m
e
n
Elemen
1.2 Sistem Satuan
1.2 Sistem Satuan

Sistem Satuan Internasional (SI) : (MKS)
Sistem Satuan Internasional (SI) : (MKS)

Panjang : Meter (M)
Panjang : Meter (M)

Massa : Kilogram (K)
Massa : Kilogram (K)

Waktu : Sekon (S)
Waktu : Sekon (S)

Sistem satuan Inggris
Sistem satuan Inggris

Panjang : Inchi, Feet,
Panjang : Inchi, Feet,

Massa : Pound
Massa : Pound

Waktu : Sekon
Waktu : Sekon
1 pound mass = 0,45359237 kg = 0,45 kg
1 pound mass = 0,45359237 kg = 0,45 kg
1 inchi = 2,54 cm = 0,0254 m
1 inchi = 2,54 cm = 0,0254 m
Awalan Dalam satuan SI :
Awalan Dalam satuan SI :
10
10
9 9
= Giga (G)
= Giga (G)
10
10
6 6
= Mega (M)
= Mega (M)
10
10
3 3
= Kilo (k)
= Kilo (k)
10
10
-3 -3
= Milli (m)
= Milli (m)
10
10
-6 -6
= Micro (
= Micro (
µ)
µ)
10
10
-9 -9
= Nano (n)
= Nano (n)
10
10
-12 -12
= Pico (p)
= Pico (p)
1.3 Elemen Pasif dan Elemen Aktif
1.3 Elemen Pasif dan Elemen Aktif
Elemen-elemen Pasif, menyedot energi listrik
Elemen-elemen Pasif, menyedot energi listrik

Resistor (Hambatan) : mempunyai nilai resistansi,
Resistor (Hambatan) : mempunyai nilai resistansi,
notasi R, simbol
notasi R, simbol

Induktor : mempunyai nilai induktansi, notasi L,
Induktor : mempunyai nilai induktansi, notasi L,
simbol
simbol

Kapasitor : mempunyai nilai kapasitansi, notasi C,
Kapasitor : mempunyai nilai kapasitansi, notasi C,
simbol
simbol
Elemen-elemen Aktif, mentransfer energi
Elemen-elemen Aktif, mentransfer energi
listrik
listrik

Batery, generator; mempunyai nilai tegangan
Batery, generator; mempunyai nilai tegangan
listrik, v, dan arus listrik, i
listrik, v, dan arus listrik, i
4 3 2 1
R
1
R
1
R
1
R
1
R
1
+ + + ·
RANGKAIAN RESISTOR EKUIVALEN HUBUNGAN PARALEL
V = V
1
= V
2
= V
3
= V
4
R
R
1
R
2
R
3
R
4
V
V
RANGKAIAN RESISTOR SERI
RANGKAIAN RESISTOR SERI
R
`
R
4`
R
3`
R
2`
R
1`
4 3 2 1
V V V V V + + + ·
4 3 2 1
R R R R R + + + ·
V
V
V
1
V
2
V
3
V
4
Sumber Tegangan dan Sumber Arus
Sumber Tegangan dan Sumber Arus
v
V
Sumber tegangan :
a. Bolak balik (AC), berubah
thd waktu
b. Searah (DC), konstan
Sumber arus bebas
i
a
b
Sumber Tegangan dan Sumber Arus
Sumber Tegangan dan Sumber Arus
v V
i
Sumber tegangan :
a. Bervariasi thd waktu
b. searah
Sumber arus bebas
Sumber tegangan tak bebas :
Tegangan di kontrol tegangan
Sumber tegangan tak bebas :
Tegangan di kontrol arus
Sumber arus tak bebas :
Arus di kontrol tegangan
Sumber arus tak bebas :
Arus di kontrol arus
i
a b
ARUS LISTRIK

Arus listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik
yang melewati luasan penampang persatuan waktu
dt
dq
i ·
3A
-3A

Arus listrik diberi nilai negatif bila mengalir pada arah
jalan (pada konduktor) yang berlawanan dengan arah
jalan arus yang telah ditetapkan lebih dulu
Ada beberapa tipe arus listrik dalam pemakaian umum :
Arus searah (direct current, dc) contohnya
pada flashlight dan power supply
Arus bolak balik (alternating current,
ac), contohnya pada bangunan (rumah)
Arus eksponensial (exponential current),
contohnya pada saat dilakukan on atau off
pada suatu rangkaian listrik
Arus gigi gergaji (sawtooth current), contoh
penggunaannya pada osciloscop untuk
menampilkan karakteristik kelistrikan pada
suatu layar
a
i
t
b
i
t
c
i
t
d
i
t
DAYA LISTRIK
5V
2A
a
5V
2A
c
5V
2A
b
5V
2A
d
Pada gambar a): elemen menyerap energi, arus positif masuk ke
ujung/terminal positif; demikian juga pada gambar b). Pada gambar
c) dan d), arus positip masuk ke ujung negatif, sehingga elemen
menstransfer energi.
Besarnya energi, w yang diserap atau ditransfer oleh elemen per
detik,t disebut daya, p
vi
dt
dw
p · ·
Dengan v adalah tegangan antara ujung
dan I adalah arus yang mengalir pada
elemen
HUKUM OHM
HUKUM OHM
V = iR
V
R
i
V
Beda potensial antara dua ujung elemen resistor
sama dengan besar nilai resistansinya dikalikan
dengan besar arus yang mengalir pada resistor
tersebut
Bila sumber tegangan dan arus searah
v = iZ
i = vG
Bila sumber tegangan dan arus bolak-balik.
dengan Z adalah impedansi
Dalam penulisan lain, kedua persamaan diatas adalah
Bila sumber tegangan dan arus
searah dengan G = 1/R adalah
konduktansi
Bila sumber tegangan dan arus bolak-balik
dengan Y = 1/Z adalah admitansi
i = vY
v
C
i
v
Beda potensial antara dua ujung elemen
kapasitor sama dengan integral arus yang
melewatinya dibagi dengan besar nilai
kapasitansinya

·
2
1
t
t
dt ) t ( i
C
1
v
Bila sumber tegangan adalah konstan (bukan fungsi
waktu) atau tegangan searah, maka arus yang
mengalir = 0, ini berarti kapasitor berfungsi sebagai
skakelar yang terbuka (open circuit).
dt
dv
C ) t ( i ·
atau
v v
v
L
i
v
Beda potensial antara dua ujung elemen induktor
sama dengan besar nilai induktansinya dikalikan
dengan diferensial arus yang mengalir pada
induktor tersebut terhadap waktu
dt
di
L v ·
Bila arus yang mengalir pada rangkaian adalah
konstan, maka tegangan antara ujung-ujung
induktor = 0, ini berarti induktor berfungsi
sebagai penghubung pendek (short circuit)
v v
Pembagi Tegangan
Pembagi Tegangan
2 1
2 1
2 2
1 1
2 1
R R
v
i
i R i R v
i R v
i R v
v v v
+
− ·
− − ·
− ·
− ·
+ ·
v
R
s
v
s
v
v
1
R
2
v
2
i
R
1
i
2 1 s
2 1 s s
s s
s
R R R
i ) R R ( v i R v
i R v
v v
+ ·
+ − · · − ·
− ·
·
R
S
= Resistansi ekuivalen (pengganti)
Arah i
Melawan
Arah jarum
jam
2 1
2 1
2 2
1 1
2 1
R R
v
i
i R i R v
i R v
i R v
v v v
+
·
+ ·
·
·
+ ·
v
v
1
R
2
v
2
i
R
1
Kalau dipilih arah i searah jarum jam, maka
v
R R
R
v
dan
v
R R
R
i R v
2 1
2
2
2 1
1
1 1
+
·
+
· ·
Tegangan v
1
atau v
2
sama dengan
tahanan yang bersangkutan dibagi
dengan tahanan total dikalikan
dengan tegangan total
6V
v
1
R
3
= 4Ω v
2
i
6 Ω
2 Ω
Contoh soal : Tentukan a) resistansi ekuivalen, b)
arus I, c) daya yang dikirim oleh sumber, d) v
1
, e) v
2
,
f) daya minimum untuk tahanan R
3
= 4 Ω
Penyelesaian :
a) Tahanan pengganti adalah R = 2 + 6 + 4 = 12 Ω
b) Arus i = v/R = 6/12 = 0,5 A
c) Daya yang dikirim sumber, P = v x I
= 6 x 0,5 = 3 Watt
d) v
1
= (6/12) x 6 = 3 V
e) v
2
= (4/12) x 6 = 2 V
f) Daya minimum untuk R
3
, P = v
2
x i
= 2 x 0,5 = 1 Watt
Pembagi Arus
Pembagi Arus
2 1
i i i + ·
v G i
1 1
·
i R
2
= 1/G
2
v
R
i
1
i
2
R
1
= 1/G
1
v G i
2 2
·
v G v G i
2 1
+ ·
2
2
1
1
2 1
G
1
i
G
1
i
G G
i
v · ·
+
·
i R
p
= 1/G
p
v
p
i
p
2 1
p
G G
i
v
Gp
i
v
+
· · ·
2 1
2 1
p
p
R
1
R
1
G G
R
1
G + · + · ·
2 1
2 1
p
R R
R R
R
+
·
R
p
= Resistansi ekuivalen (pengganti)
G = Konduktansi
i
G G
G
i dan i
G G
G
i
2 1
2
2
2 1
1
1
+
·
+
·
HUKUM KIRCHOFF
HUKUM KIRCHOFF

Hukum Arus Kirchoff
Hukum Arus Kirchoff
(HAK):
(HAK):
Jumlah aljabar dari arus yang
Jumlah aljabar dari arus yang
melewati suatu titik cabang sama
melewati suatu titik cabang sama
dengan nol
dengan nol

Hukum Tegangan Kirchoff
Hukum Tegangan Kirchoff
(HTK):
(HTK):
Jumlah aljabar dari sumber tegangan
Jumlah aljabar dari sumber tegangan
pada suatu loop (mesh) sama dengan
pada suatu loop (mesh) sama dengan
nol
nol
0 i
n
1 i
i
·

·
0 v
n
1 i
i
·

·
I
2
I
5 I
1
I
4
O
I
3
Arus yang melewati
titik cabang O adalah
I
1
+ I
2
+ I
4
– I
3
– I
5
= 0
Atau
I
1
+ I
2
+ I
4
= I
3
+ I
5
Tegangan antara ujung-ujung :
sumber adalah –v, R
1
adalah v
1
,
R
2
adalah -v
2
, R
3
adalah v
3
, R
4

adalah -v
4
-v +v
1
- v
2
+ v
3
- v
4
= 0
v = v
1
- v
2
+ v
3
- v
4
Atau dengan melihat arah arus
pada mesh (loop), dihubungkan
dengan hukum Ohm, maka
v = R
1
I
1
– R
2
I
2
+ R
3
I
3
- R
4
I
4
R
4
R
3
R
2
R
1
I
4
I
3
I
2
I
1
v
Arah arus
positif
Berdasarkan arah arus yang dipilih,
maka nilai tegangan adalah positif
bila arahnya masuk ke ujung positif
keluar dari ujung negatif, sedangkan
sebaliknya adalah negatif
Penulisan pada satu sisi tanda =
Penulisan pada dua sisi tanda =
Contoh soal 1 :
12V
6A 1A
1A
i
a
b

5Ω 2Ω 3Ω
Hitunglah i dan v
ab
pada cabang
rangkaian ini
x
y
z
12V
6A 1A
1A
i
a
b

5Ω 2Ω 3Ω
i
1
i
2
i
3
Penyelesaian
Berilah titik titik cabang dengan nama
x, y, z, dan arus yang mengalir adalah
i
1,
i
2,
i
3

v
zb
= 12 V = i
3
4 atau i
3
= 12/4 = 3 A

MENGHITUNG ARUS i

Pada node z : menurut HAK : i
2
–i
3
– 1 = 0 atau i
2
= i
3
+ 1 = 3 + 1 = 4 A

Pada node y : menurut HAK : -i
2
+ i
1
+ 6 = 0 atau i
1
= i
2
– 6 = 4 – 6 = -2 A

Pada node x : menurut HAK : 1 – i
1
– i = 0 atau i = 1 – i
1
= 1 – (-2) = 3 A
Jadi arus i = 3 A

MENGHITUNG TEGANGAN v
ab
: Menurut pembagi tegangan :
v
ab
= v
ax
+ v
xy
+ v
yz
+ v
zb
= i.3 + i
1
.2 + i
2
.5 + 12
= (-3).3 + (-2).2 + 4.5 + 12 = 19 V
Jadi tegangan v
ab
= 19 V
x
i
a

v
ax
= -v
xa
x
y
z
12V
6A 1A
1A
i
a
b

5Ω 2Ω 3Ω
i
1
i
2
i
3
Contoh Soal 2 : Hitung i, v
1
, v
ab
, dan daya yang
ditransfer oleh sumber tegangan
30 V
b
20 V
20 Ω 30 Ω
a
i
50 Ω
V
1
Penyelesaian
Menurut HTK :
-20 + 20 i + 30 i + 30 + 50 i = 0
100 i = - 10
i = - 0,1 A
V
1
= 30 i = 30 (-0,1) = -3 V
-20 + 20 i + V
ab
= 0
V
ab
= 20 – 20 (-0,1)
V
ab
= 22 V
Daya yang ditransfer oleh sumber tegangan :
p = v i = (-20 + 30)(-0,1) = 1 W
Contoh soal 3 : hitung i
1
, i
2
, dan v
2A
1 A
4 Ω
v
3 Ω
8 Ω 6 Ω
4 A
i
1
i
2
3A
2A
1 A
4 Ω
v
3 Ω
8 Ω 6 Ω
4 A
i
1
i
2
3A
c b a
Penyelesaian : beri tanda pada setiap node dengan huruf
a, b, c, d; serta misal arus mengalir
pada resistor 8 Ω adalah i
3
ke kiri
i
3
2A
1 A
4 Ω
v
3 Ω
8 Ω 6 Ω
4 A
i
1
i
2
3A
c b a
i
3
Pada node c :
Menurut HAK
i
3
- 2 - 1 = 0
i
3
= 3 A
Pada node b :
Menurut HAK
- i
3
+ 4 - i
1
= 0
i
1
= - i
3
+ 4
i
1
= - 3 + 4 = 1 A
Pada node a :
Menurut HAK
i
2
+ i
1
- 3 = 0
i
2
= - 1 + 3
i
2
= 2 A
Jadi :
i
1
= 1 A mengalir ke kanan
i
2
= 2 A mengalir ke kiri
Selanjutnya di dalam
mesh pilih arah arus
berlawanan dengan
arah jarum jam
Menurut HTK
-v -3.4 - i
1
.6 + i
3
.8 +1.3 = 0
v = -3.4 - i
1
.6 + i
3
.8 +1.3
v = -3.4 - 1.6 + 3.8 +1.3
v = -12 - 6 + 24 + 3 = 9 V
2A
1 A
4 Ω
v
3 Ω
8 Ω 6 Ω
4 A
i
1
i
2
3A
c b a
i
3
Jadi tegangan v = 9 V
Contoh Soal 4 : Hitung tegangan antara X dan Y
X
4V



A Y
B

10 V
6V
Penyelesaian :
Batere 6V tidak mempunyai peran dalam perhitungan arus
pada loop kiri maupun kanan, tetapi berperan dalam
penghitungan tegangan antara X dan Y.
Misal arah arus searah dengan arah jarum jam pada kedua
loop

Pada loop sebelah kiri :
- 4 + 3I
1
+ 5I
1
= 0 diperoleh I
1
= 0,5 A
V
AX
= 5I
1
= 5.0,5 = 2,5 V V
A
> V
X

Pada loop sebelah kanan
-10 + 6I
2
+ 4I
2
= 0 diperoleh I
2
= 1 A
V
BY
= 4I
2
=4.1 = 4 V V
B
> V
Y
Dari batere 6 V, V
BA
= 6 V
X
4V



A Y
B

10 V
6V
I
1
I
2
B
4V
A
Y
X
6V
4,5V
2,5V
Dan dari gambar disamping, maka dapat diketahui
V
XY
= V
XA
+ V
AB
- V
YB
= - 2,5 - 6 + 4 V = - 4,5 V
Contoh Soal 5 : Hitung arus yang melewati Galvanometer
2V

G
10Ω
10Ω

10Ω
Penyelesaian :
Pilih arah arus
seperti pada gambar
I
1
I
2
I
3
Pada loop 1 : -2 +20I
1
– 10I
2
– 20I
3
=0
Atau 20 I
1
- 10 I
2
- 20 I
3
= 2
Pada loop 2 : -10 I
1
+ 25 I
2
+ 15 I
3
= 0
Pada loop 3 : -20 I
1
+ 15 I
2
+ 33 I
3
=0
Ketiga persamaan tsb dapat ditulis bentuk matrik :
]
]
]
]
]

·
]
]
]
]
]

]
]
]
]
]



− −
0
0
2
I
I
I
33 15 20
15 25 10
20 10 20
3
2
1
Resistansi x arus = tegangan
Determinan Resistansi adalah :

R
= 20 (25x33 -15x15) + 10(-10x33 +20x15) -20(-10x15 + 20x25)
= 4700
arus I
2
dapat dicari dengan :
mA I 77 , 12
4700
60
) 300 330 ( 20 [
4700
1
33 0 20
15 0 10
20 2 20
4700
1
2
· · + − − ·
]
]
]
]
]




·
Jadi arus yang melewati Galvanometer adalah 12,77 mA
i
1
i
2
i
3
5 Ω
10v
3 Ω
0.25 Ω
6 Ω
0.25 Ω
5 Ω
15v
Pada rangkaian ini , hitunglah arus
yang mengalir pada setiap resistor
Penyelesaian :
Pilih arus pada setiap loop seperti
pada ditunjukkan
Pada loop arus i
1
:
-10 + 8,25 i
1
– 3 i
2
+ 5 i
3
= 0
8,25 i
1
– 3 i
2
+ 5 i
3
= 10 ………….a)
Pada loop arus i
2
:
-3 i
1
+ 14 i
2
+ 6 i
3
= 0 ………….b)
-15 + 5 i
1
+ 6 i
2
+ 11,25 i
3
= 0
5i
1
+ 6i
2
+ 11,25 i
3
= 15 ………….c)
Pada loop arus i
2
:
¹
¹
¹
'
¹
¹
¹
¹
'
¹
·
¹
¹
¹
'
¹
¹
¹
¹
'
¹
]
]
]
]
]



15
0
10
i
i
i
25 , 11 6 5
6 14 3
5 3 25 , 8
3
2
1
Persamaan a), b), c) dapat ditulis
dalam bentuk matrik
tahanan arus tegangan
Contoh Soal 6 :
Ω ·
− − + − − − − − ·


371,125
) 14 x 5 6 x 3 ( 5 ) 6 x 5 25 , 11 x 3 )( 3 ( ) 6 x 6 25 , 11 x 14 ( 25 , 8
25 , 11 6 5
6 14 3
5 3 25 , 8
tahanan an min Deter
{ ¦
dipilih yang arah dengan berlawanan i arah Jadi
A 283 , 0 -105) ( x
125 , 371
1
) 14 x 5 6 x 3 ( 15 ) 6 x 6 25 , 11 x 14 ( 10 x
125 , 371
1
25 , 11 6 15
6 14 0
5 3 10
x
125 , 371
1
i
adalah i Arus
1
1
1
− · ·
− − + − ·

·
{ ¦
dipilih yang arah dengan berlawanan i arah Jadi
A 0,889 -330) ( x
125 , 371
1
) 0 6 x 10 ( 5 ) 15 x 5 25 , 11 x 10 )( 3 ( ) 15 x 6 0 ( 25 , 8 x
125 , 371
1
25 , 11 15 5
6 0 3
5 10 25 , 8
x
125 , 371
1
i
adalah i Arus
2
2
2
− · ·
− + − − − − ·
− ·
{ ¦
dipilih yang arah dengan sesuai i arah Jadi
A 1,933 717,5) ( x
125 , 371
1
) 14 x 10 0 ( 5 ) 6 x 10 15 x 3 )( 3 ( ) 0 15 x 14 ( 25 , 8 x
125 , 371
1
15 6 5
0 14 3
10 3 25 , 8
x
125 , 371
1
i
adalah i Arus
1
3
3
· ·
− + − − − − − ·


·
5 Ω
10v
3 Ω
0.25 Ω
6 Ω
0.25 Ω
5 Ω
15v
Arus yang mengalir pada setiap elemen dapat dilihat pada gambar
0,889 A
0,283 A
1,933 A
0,889 A
0,606 A
1,044 A
1,933 A
1,65 A

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->