P. 1
proses produksi

proses produksi

|Views: 281|Likes:
Published by sefnat

More info:

Published by: sefnat on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2013

pdf

text

original

DIKTAT

KULIAH

PROSES PRODUKSI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARMA PERSADA 2008

I

I

P

SES P

DUKSI

Disusun :

ASYARI DARYUS
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Jakarta.
Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada Jakarta

KATA PENGANTAR
Untuk memenuhi buku pegangan dalam perkuliahan, terutama yang

menggunakan bahasa Indonesia dalam bidang teknik, maka kali ini penulis meny untuk ikut membuat sebuah buku/diktat yang bisa digunakan oleh maha terutama mahasiswa jurusan teknik mesin dan teknik industri. K menyiapkan diktat yang ditujukan untuk mata kuliah Proses Produksi.

Dalam penyusunan buku ini penulis berusaha menyesuaikan materinya deng di jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri, Universitas Darma Persada Indo Perlu ditekankan bahwa buku ini belum merupakan referensi lengkap Proses Produksi, sehingga mahasiswa perlu untuk membaca bukubuku untuk melengkapi pengetahuannya tentang materi buku ini.

d r

Akhir kata, mudah-mudahan buku ini bisa menjadi penuntun ba dan memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan. Tak lupa mengucapkan banyak-banyak terima-kasih kepada pihak-pihak yang telah banya dalam penyelesaian pembuatan buku ini.

Jakarta, 14 Maret 2008 IR. ASYARI DARYUS SE. MSc.

iii

Pengerjaan Panas Logam. iv . Pengerjaan Dingin Logam. 27 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada . 1 BAB 2. Pengelasan. 47 4. Proses Pengolahan Logam. 72 92 BAB 5. Pengecoran.JakartaBAB BAB 3.DAFTAR ISI BAB 1.

Logam-logam besi terdiri atas : . Sifat-sifat yang diperlukan di dalam aplikasi sangat dipengaruhi oleh struktur bahan tersebut.baja spesial (specialty steel) Keempat kelompok besi diatas terbagi lagi atas pengelompokan yang lebih kecil yang diperlihatkan pada tabel 1.Jakarta . Pendahuluan Secara umum logam bisa dibedakan atas dua yaitu : logamlogam besi (ferous) dan logam -logam bukan besi (non feorus). kekuatan lelah.baja karbon (carbon steel) .baja paduan (alloy steel) . Untuk logam bukan besi contohnya adalah logam dan paduan seperti : aluminium. tembaga. sedangkan logam -logam bukan besi adalah logam yang tidak atau sedikit sekali mengandung besi. Dalam penggunaannya pada bidang teknik diharuskan memilih bahan logam yang sesuai dengan keperluan aplikasi dalam hal keku atan. ketahan korosi dan sebagainya sehingga dalam pemakaiannya akan memberikan hasil yang paling optimal. sedangkan struktur yang terbentuk dipengaruhi oleh komposisi kimia. timah. Sesuai dengan namanya logam-logam besi adalah logam atau paduan yang mengandung besi sebagai unsur utamanya.BAB I PROSES PENGOLAHAN LOGAM 1.besi tuang (cast iron) . emas. Secara Asyari Daryus ± Proses Produksi 1 Universitas Darma Persada . teknik/proses pembuatan serta proses perlakuan panas yang diberikan kepada logam tersebut. magnesium dsb.1. kekerasan.

B a j a p a d u a n : B a j a p a d u a n r e n d a h S e p e r t i p a d a b a j a k a r b o n r e n d a h + unsur-unsur pemadu kurang dari 4 % seperti : Cr. B. ______________________________________________________________________ No. Tabel 1: Pembagian Paduan Besi dan Baja Menurut Komposisinya. Baja Spesial : . W dll. Pada produk rekayasa. sifat mekanik dan kualitas yang diberikan logam diperlihatkan pada gambar 1. 5 5 . . 2 .u n s u r p e m a d u : C r . Martensitik (12-17 %Cr dan 0.Jakarta 2 . M o . 4.Besi tuang noduler besi tuang ditentukan oleh struktur mikro karena proses pembuatan atau karena p r o s e s p e r l a k u a n p a n a s .0 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .Seperti pada baja paduan rendah tetapi jumlah unsur-unsur pemadu diatas 4%. N i .skematik hubungan antara struktur. 3 5 .Baja paduan medium . selain pengaruh faktor -faktor diatas. Pada dewasa ini penggunaan logam yang paling banyak masih didominasi oleh logam besi dan paduannya terutama di bidang permesinan.l o g a m l a i n n y a . 3 0 % S i B a j a k a r b o n t i n g g i 0 .10 %P (maks). V.Besi tuang putih dari segi komposisi. Ti. 2 5 . 3 5 % C | 0 . Ni. Paduan besi dan Baja Komposisi kimia (dalam %) ____________________________________________________________________ 1. 7 % C | 0 .05% S (maks). 5 0 % C p l u s | 0 . Nb. A l a t a u l o g a m . 1-3 %Si. 2 5 . .1 . 0 4 % P ( m a k s ) | 0 .80 %Mn (maks) 0. 0. Feritik (12 -30 %Cr dan kadar karbon rendah) b.Besi tuang kelabu Disamping terdapat perbedaan yang kecil . Mo. Cu. B a j a k a r b o n : B a j a k a r b o n r e n d a h 0 . kualitasnya juga dipengaruhi oleh faktor desain (perencanaan) dan kondisi pengoperasian.0 . Logam aluminium dan paduannya juga mengalami penggunaan yang meningkat akhir-akir ini karena beberapa sifatsifatnya yang disukai yang salah satunya adalah bobotnya yang ringan.0 . perbedaan sifat -sifat . 0. Besi tuang 2-4 %C.0 .Baja stainless : a. Al.1 . 5 0 % M n B a j a k a r b o n s e d a n g 0 . 0 8 . B e s i t u a n g p a d u a n U n s u r .1-1. 0 5 % S ( m a k s ) 3 .

% k s a e s i t G s s s . Industri antara : industri yang mengolah logam dasar baik yang berbentuk ingot primer atau masih berupa logam cair menjadi produk antara seperti billet.proses Gambar 1: Faktor. % % . rod atau ingot paduan untuk industri pengecoran. . bloom. % .2. a l s s s t i i . . V : . . . Industri hulu : industri yang mengolah bahan tambang berupa biji logam menjadi logam dasar melalui proses pemurnian dan proses reduksi/peleburan. a i i e s .Jakarta £ ¤ ¢   n Logam . Dari gambar tersebut proses pengolah an logam dibagi atas 3 bagian pokok yaitu : 1. ¡ ¡ ¡ ¡   1. i t i % % l % i . ____________________________________________________________________ . slab. si at mekanis dan mutu/performans lo am. Teknologi Pengol ¢ Proses pen olahan lo am secara garis besar diperlihatkan pada gambar 2. Asyari aryus ± Proses Produksi 3 Uni ersitas Darma Persada . . t A a l i l j a l l l . . l .aktor yan mempen aruhi hubun an antara struktur. t t t e e e e e e . p e e d % % .komposisi kimia . 2. 9 .teknik/proses pembuatan & pabrikasi perlakuan panas Performans/mutu Sifat Mekanik Struktur mikro .% . B P A t l % i i i t t i i t i . H .

Proses pengolahan logam pada ke tiga industri tersebut diatas akan dijelaskan berikut ini. 4 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada . Proses Pembuatan Besi dan Baja Secara singkat proses pembuatan besi dan baja dapat dilihat pad a gambar 3 dan 4.Jakarta .3. dengan penekanan pada pembuatan besi dan baja serta pembuatan aluminium.2. Industri hilir : industri yang mengolah lebih lanjut produk industri antara menjadi produk setengah jadi dan selanjutnya melalui proses pabrikasi dan pengerjaan akhir menjadi produk jadi. Uraian singkat mengenai tahapan proses pengolahan besi dan baja tersebut diuraikan dibawah ini. 1.1.

Gambar . 5 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .Jakarta ¥ . Diagram alir Proses Pengolahan Logam Dalam Industri.

6 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .Gambar 3. Aliran Proses/Pembuatan Besi & Baja Menurut Kelompok Industri.Jakarta .

7 Asyari Daryus ± Proses Produksi Uni versitas Darma Persada Jakarta . Mulai Dari Biji Besi Sampai Menjadi Produk Jadi Dengan Menggunakan Dapur Tinggi (Blast Furnace). Proses Pembuatan Besi dan Baja.Gambar 4.

Penambangan biji besi tergantung keadaan dimana biji besi tersebut ditemukan. Pembentukan senyawa bes i oksida tersebut sebagai proses alam yang terjadi selama beribu -ribu tahun. pellet biji besi dipanaskan melalui proses sinter/pemanasan hingga temperatur 1300 C agar pellet tersebut menjadi keras dan kuat sehingga tidak mudah rontok. Proses pemurnian ini dilakukan dengan metode : crush ng.65%) serta memudahkan dalam penanganan berikutnya. limonite (Fe 2 O3 ).Jakarta ¦ ¨ ¦ §§ ¦ . Karena biji besi didapatkan dalam bentuk senyawa dan bercampur dengan kotoran-kotoran lainnya maka sebelum dilakukan peleburan biji besi tersebut terlebih dahulu harus dilakukan pemurnian untuk mendapatkan konsentrasi biji yang lebih tinggi (25 .1.1. dan jika biji besi berada didalam tanah maka penambangan dilakukan dibawah tanah (underground mining). dan w sh ng (pencucian).2. Biji besi yang didapatkan dari alam umumnya merupakan senyawa besi dengan oksigen seperti hematite (Fe2 O3 ). dilakukan proses agglomerasi dengan langkah-langkah sebagai berikut : .Serbuk biji besi selanjutnya dibentuk menjadi pellet berupa bola -bola kecil berdiameter antara 12.40%).Biji besi dihancurkan menjadi partikel -partikel halus (serbuk). Partikel-partikel biji besi kemudian dipisahkan dari kotoran kotoran dengan cara pemisahan magnet (magnetic separator) atau metode lainnya. Asyari Daryus ± Proses Produksi 8 Universitas Darma Persada .1.5 . Untuk meningkatkan kemurnian menjadi lebih tinggi (60 .20 mm. atau siderite (Fe 2CO 3). Penambangan dan Pengolahan Biji Besi Terlihat dari gambar 3 dan 4 bahwa bahan baku awal dalam pembuatan besi dan baja adalah biji besi (i ron core).Terakhir. Jika biji besi ada di permukaan bumi maka penambangan dilakukan dipermukaan bumi (open -pit mining). scr n ng . . Kandungan senyawa besi dibumi ini mencapai 5 % dari seluruh kerak bumi ini. o. magnetite (Fe3 O 4).

1.Jakarta . Proses reduksi ini memerlukan gas redukto r seperti hidrogen atau gas karbon monoksida (CO). Sketsa tanur tinggi Asyari Daryus ± Proses Produksi 9 Universitas Darma Persada . Proses Reduksi idak angsung Proses ini dilakukan dengan menggunakan tungku pelebur yang disebut juga tanur tinggi (blast furnace). Reduksi Proses Tujuan proses reduksi adalah untuk menghilangkan ikatan oksigen dari biji besi. angsung Proses Reduksi Proses ini biasanya digunakan untuk merubah pellet menjadi besi spons (sponge iron) atau sering disebut: besi hasil reduksi langsung (direct reduced iron). a. Proses reduksi ini ada 2 macam yaitu proses reduksi langsung dan proses reduksi tidak langsung.1. Gas reduktor yang dipakai biasanya berupa gas hidrogen atau gas CO yang dapat dihasilkan melalui pemanasan gas alam cair (LNG) dengan uap air didalam suatu reaktor yaitu melalui reaksi kimia berikut : CH4 CO + 3H2 + H2 O (g s hidro (u p ir(g s p n s) reduktor) k rbon) Dengan menggunakan gas CO atau hidrogen dari persamaan diatas maka proses reduksi terhadap pellet biji besi dapat dicapai melalui reaksi kimia berikut ini : Fe2 O3 2Fe + 3H2 O (pellet) (g s hidrogen) (u p ir) spons) tau Fe 2O 3 + 3CO + 3CO 2 + 3H2 (Besi 2Fe b.2.2.

Untuk mengurangi kotoran-kotoran (impuritas) dari logam cair.diperlihatkan pada gambar 5. Karena berat jenis terak lebih rendah dari berat jenis cairan besi maka terak tersebut berada dipermukaan logam cair sehingga dapat dikeluarkan melalui lubang terak (lihat gambar 5). Untuk menimbulkan proses pembakaran maka ke dalam tanur tersebut ditiupkan udara dengan menggunakan blower (gambar 5) sehingga terjadi proses oksidasi sebagai berikut : 2C + O 2 2CO + Panas Gas CO yang terjadi dapat menimbulkan reaksi reduksi terhadap biji yang dimasukkan ke dalam tanur tersebut. Batu kapur tersebut akan membentuk terak (slag) dan dapat mengikat kotoran -kotoran yang ada didalam logam cair. 10 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada . Biji besi hasil penambangan dimasukkan ke dalam tanur tinggi tersebut dan didalam tanur tinggi dilakukan proses reduksi tidak langsung yang cara kerjanya sebagai berikut : Bahan bakar yang digunakan untuk tanur tinggi ini adalah batu bara yang telah dikeringkan (kokas). Kokas dengan kandungan karbon (C) diatas 80%. tetapi juga b erfungis sebagai pembentuk gas CO yang berfungsi sebagai reduktor. tidak hanya berfungsi sebagai bahan bakar.Jakarta . Sedangkan panas yang ditimbulkan berguna untuk mencairkan besi yang telah tereduksi tersebut. ke dalam tanur biasanya ditambahkan sejumlah batu kapur (limestone).

maka besi kasar mempunyai sifat yang sangat rapuh dengan kekuatan rendah serta menampakkan wujud seperti grafit. Karena kadar karbonnya tinggi. Besi kasar ini merupakan bahan dasar untuk membuat besi tuang (cast iron) dan baja (steel). 1-3 %Si dan sejumlah unsur-unsur lainnya.Jakarta . Untuk pembuatan besi tuang. 0. 0.06-0. Komposisi kimia unsur -unsur pemadu dalam besi kasar ini terdiri dari 3-4 %C. besi kasar tersebut biasanya dicetak dalam bentuk lempengan-lempengan (ingot) yang kemudian di lebur kembali oleh pabrik pengecoran (foundry). sebagai bahan impuritas. Besi hasil proses tanur tinggi ini disebut juga besi kasar (pig iron).50 %P. besi kasar dalam keadaan cair langsung dipindahkan Asyari Daryus ± Proses Produksi 11 Universitas Darma Persada . Konstruksi sebuah tanur tinggi (Blast Furnace).100.10 %S.Gambar 5. Sedangkan untuk pembuatan baja.

Dilihat dari 1. Perbedaan kadar C dan Si menyebabkan titik lebur besi tuang lebih rendah dari baja.3. Proses Peleburan Besi uang Peleburan besi tuang biasanya dilakukan dalam tungku yang sering disebut : Kupola. ditambah dengan skrap baja ataupun skrap besi tuang (return scrap).2. sedangkan besi tuang termasuk sistem Fe -C-Si. Karena itu dilihat dari sistem paduan. sehingga proses peleburannya berbeda. a.1. Asyari Daryus ± Proses Produksi 12 Universitas Darma Persada . maka baja karbon termasuk sistem Fe . Tetapi perbedaannya terletak pada kadar karbon (C) dan kadar Silikon (Si) dimana kadar dari kedua elemen ini dalam besi tuang lebih timggi dari baja karbon. Bahan baku yang dilebur terdi ri dari ingot besi kasar yang dihasilkan dari proses tanur tinggi. Bentuk dan konstruksi Kupola tersebut hampir sama dengan konstruksi tanur tinggi (blast furnace) seperti yang telah ditunjukkan dalam gambar 4.dari tanur tinggi ke dalam tungku pelebur lainnya yang sering disebut : tungku oksigen basa (basic oxygen furnace.Jakarta . Karena perbedaan kadar C dan Si tersebut maka struktur dan sifat -sifat besi tuang berbeda dengan struktur dan sifat -sifat baja karbon. atau disingkat BOF).C. Karena adanya grafit ini maka besi tuang mempunyai sifat kurang kuat dan rapuh sedangkan baja pada umumnya mempunyai sifat kuat dan lebih ulet. Proses Peleburan Besi uang dan Baja komposisi kimia yaitu dari unsur-unsur yang terkandung antara besi tuang dan baja karbon tidak menunjukkan perbedaan (lihat tabel 1). Berikut ini dijelaskan secara singkat cara peleburan besi tuang dan baja. Struktur besi tuang pada umumnya mengandung grafit sedangkan pada baja tidak terjadi grafit. Dalam tungku BOF ini kadar karbon besi kasar akan diturunkan sehingga menc apai tingkat kadar karbon baja.

ke dalam Kupola juga ditambahkan sejumlah batu k apur. Disamping itu kekurangan lainnya pada proses peleburan dengan Kupola yaitu logam cair mudah mengalami kontaminasi oleh sulfur atau unsur-unsur lainnya yang disebabkan oleh bahan bakar kokas. Proses pembakaran terjadi dengan meniupkan udara ke dalam Kupola dengan menggunakan Blow r. Pengotoran karena sulfur ini dapat menurunkan sifat-sifat besi tuang. Dengan proses peleburan seperti itu maka sering kali mempersulit un tuk melakukan pengaturan komposisi kimia. Hal ini dimaksudkan untuk menaikkan kembali kadar Si dan Mn dalam besi tuang karena sebagian dari kedua unsur tersebut biasanya berku rang (hilang) akibat oksidasi pada saat peleburan.Disamping itu penambahan bahan -bahan seperti ferosilikon (FeSi) dan feromangan (FeMn) sering pula dilakukan. Untuk mendapatkan proses peleburan yang baik maka perbandingan antara muatan logam. bahan bakar dan kebutuhan udara harus dijaga sebaik mungkin. maka dewasa ini banyak pabrik pengecoran menggunakan tungku listrik untuk Asyari Daryus ± Proses Produksi 13 Universitas Darma Persada . Bahan ini dapat membantu pembentukan terak (slag) yang dapat mengikat kotoran-kotoran sehingga memisahkannya dari besi cair. Bahan bakar yang digunbakan adalah kokas dan dimasukkan ke dalam Kupola selang seling dengan muatan logam. Proses peleburan besi tuang dengan Kupola biasanya terjadi secara kontinyu artinya begitu muatan logam mencair maka langsun g mengalir keluar tungku. Karena kekurangan-kekurangan di atas. Hal ini dapat mengakibatkan daerah komposisi kimia yang dihasilkan menjadi lebar sehingga memberikan variasi pula terhadap kualitas produk yang dibuat.Jakarta © . Disamping membutuhkan bahan -bahan seperti yang disebutkan diatas. Logam cair yang keluar dari Kupola ditampung pada alat perapian depan (forehearth) yang kemudian diangkut dengan menggunakan ladel untuk dituang ke dalam cetakan.

maka untuk menaikkan kadar karbon agar mencapai kadar yang sesuai untuk besi tuang biasanya dilakukan dengan memasukkan sejumlah arang kayu ke dalam tungku.3.10 % (maksimum). besi tuang ulet atau besi tuang nodular (nodular cast iron) da n besi tuang putih (white cast iron). 1-3 %Si. Bahan baku yang dilebur pada umumnya tidak menggunakan besi kasar melainkan sebagian besar berupa skrap baja atau skrap besi tuang. ada tiga jenis besi tuang yang banyak digunakan. feromangan dan batu kapur.05-0.55 . yaitu : besi tuang kelabu (grey cast iron). b. Mn kurang dari 1% sedangkan S dan P dibatasi antara 0. Walaupun komposisi kimianya hampir sam a. Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada Jakarta . proses peleburan baja pada umumnya mempunyai tiga tujuan utama. Tanpa memperhatikan tungku atau proses yang diterapkan. tetapi karena prosesnya berbeda maka struktur dan sifat-sifat dari ketiga besi tuang tersebut berbeda. Disampin itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan -bahan penambah seperti ingot ferosilikon. Proses Peleburan Baja Pada gambar 3 dan 4 ditunjukkan proses peleburan baja dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (pig iron) atau berupa besi spons (sponge iron). Peleburan dengan tungku ini dapat menghasilkan logam cair dengan komposisi kimia yang lebih konsisten dengan kadar impuritas yang lebih rendah karena bahan baku yang dilebur biasanya berupa skrap baja.menggantikan Kupola.mengurangi sebanyak mungkin bahan -bahan impuritas.5 %C. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) atau pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF). Dalam pemakaian di industri. yaitu : 14 . Tungku listrik yang banyak digunakan adalah dari jenis tungku induksi. Ketiga jenis besi tuang ini mempunyai komposisi kimia yang hampir sama yaitu : 2.

Gambar sketsa dari tungku ini ditunjukkan dalam gambar 7. Pada saat oksidasi berlangsung. Terlihat bahwa dalam gambar tersebut bahwa konstruksi BOF relatif sederhana. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur dengan bahan-bahan impuritas (termasuk bahan-bahan yang teroksidasi) membentuk terak yang terapung diatas baja cair.Jakarta . bagian luarnya dibuat dari pelat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api (firebrick). oTingkat efisiensi yang demikian tinggi dari BOF ini disebabkan oleh pemakaian gas oksigen dengan kemurnian yang tinggi sebagai gas oksidator utama untuk memurnikan baja. Bahan-bahan utama yang digunakan dalam proses peleburan dengan BOF adalah : besi kasar cair (65-85%). .mengatur kadar karbon agar sesuai dengan tingkat grade/spesifikasi baja yang diinginkan. Kapasitas BOF ini biasanya bervariasi antara 35 ton sampai dengan 200 ton. ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Proses Peleburan Baja Dengan BOF Proses ini termasuk proses yang paling baru dalm industri pembuatan baja.5%).menambah elemen-elemen pemadu yang diinginkan.. Keunggulan proses BOF dibandingkan proses pembuatan baja lainnya adalah dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan. Gas oksigen dialirkan ke dalam tungku melalui pipa pengalir (oxygen lance) dan bereaksi dengan cairan logam di dalam tungku. batu kapur dan gas oksigen (kemurnian 99. skrap baja (15-35%). Disamping itu. Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur-angsur turun sampai mencapai tingkat baja yang dibu at. selama proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 1650 C. Asyari Daryus ± Proses Produksi 1 Universitas Darma Persada .

200 ton dengan waktu peleburannya berkisar antara 3 . Penggunaan besi spons dimaksudkan untuk menghasilkan kualitas baja yang lebih baik. Konstruksi tungku ini ditunjukkan dalam gambar 8. Panas dihasilkan dari busur listrik yang terjadi pada ujung bawah dari elektroda.Jakarta . Tetapi dalam banyak hal (terutama untuk pertimbangan biaya) bahan baku yang dilebur seluruhnya berupa skrap baja. 1 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada . oBila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping). karena skrap baja lebih murah dibandingkan dengan besi spons.Bila proses oksidasi selesai maka aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat/dikeluarkan dari tungku. Energi panas yang terjadi sangat tergantung pada jarak antara elektroda dengan muatan logam di dalam tungku. Metal treatment tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen -elemen pemadu atau lainnya dengan maksud untuk memperbaiki kualitas baja cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahanlahan sehingga cairan baja akan tertuang masuk kedalam ladel. Proses Peleburan Baja Dengan EAF Proses peleburan dalam EAF ini menggunakan energi listrik. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment).6 jam. Bahan elektroda biasanya dibuat dari karbon atau gra fit. Penuangan tersebut dilakukan ketika temperatur baja cair sekitar 1600 C. Kapasitas tungku EAF ini dapat berkisar antara 2 . Bahan baku yang dilebur biasanya berupa besi spons (sponge iron) yang dicampur dengan skrap baja. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia.

Gambar sketsa sebuah tungku BOF. Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada Jakarta .1 Gambar 7.

Disamping bahan baku diatas. Proses basa dan asam dapat diterapkan dalam EAF. seperti halnya pada proses BOF. feromangan. Gambar sketsa sebuah tungku listrik dari jenis electric arc furnace (EAF). 18 Proses Peningkatan Kualitas Baja Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada Jakarta . Untuk pem buatan baja berupa produk cor maka biasanya digunakan proses asam. dan lain -lain dengan maksud yang sama pula. sedangkan untuk pembuatan baja spesial biasanya digunakan proses basa. bahan-bahan lainnya yang ditambahkan pada EAF adalah batu kapur. Peleburan baja dengan EAF ini dapat menghasilkan kualitas baja yang lebih baik karena tidak terjadi kontaminasi oleh bahan bakar atau gas yang digunakan untuk proses pemanasannya.Gambar 8. ferosilikon.

proses vacuum-degassing. bebas dari inklusi -inklusi seperti oksida-oksida atau nitrida. Vacuum degassing dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar gas hidrogen dalam baja cair sehingga dapat menghindari terbentuknya rongga-rongga udara di dalam baja ketika proses pembekuan. Asyari Daryus ± Proses Produksi 19 Universitas Darma Persada .proses de-oksidasi.Jakarta . Berdasarkan tingkat proses deoksidasi yang dilakukan. Proses deoksidasi dilakukan dengan menambahkan bahan bahan deoksidator seperti ferosilikon dan aluminium ke dalam ladel sesaat sebelum logam cair dituang. killed steel dan capped steel . Bahan deoksidator tersebut dapat mengurangi pembentukan gas yang disebabkan oleh reaksi karbon dengan oksigen serta mengurangi pembentukan oksida -oksida yang dapat menimbulkan inklusi ketika logam membeku. baja dapat dibagi menjadi empat janis yaitu : rimmed steel. Teknik vacuum degassing ini ditunjukkan dalam gambar 9. proses vacuum degassing juga dimaksudkan untuk menurunkan kadar oksigen dan nitrogen di dalam baja sehingga baja menjadi lebih bersih. bloom atau slab. Disamping mengurangi kadar hidrogen. seringkali dilakukan proses -proses seperti : . atau . semikilled steel.Untuk memperoleh kualitas baja yang tinggi maka sebelum cairan baja dituang membentuk ingot atau bentuk antara lainnya seperti : billet.

20 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .Gambar 9. Teknik Vacuum Degassing untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi (baja yang bersih).Jakarta .

. brazing . adhesive bonding . Digunakan untuk pembuatan produk yang memerlukan kekuatan tinggi seperti : pesawat terbang.Tahan korosi : sifatnya durabel sehingga baik dipakai untuk lingkungan yang dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti air.Kuat : terutama bila dipadu dengan logam lain.1. konstruksi. . maka aluminium sangat baik untuk kabel -kabel listrik overhead maupun bawah tanah. . sambungan mekanis. atau dengan teknik penyambungan lainnya. Penggunaan aluminium yang luas disebabkan aluminium memiliki sifat-sifat yang lebih baik dari logam lainnya seperti : .Konduktor listrik : setiap satu kilogram aluminium dapat menghantarkan arus listrik dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan tembaga. Mudah dirakit karena dapat disambung dengan logam/material lainnya melalui pengelasan. atau tembaga dan karenanya banyak digunakan dalam industri transportasi seperti angkutan udara. Asyari Daryus ± Proses Produksi 21 Universitas Darma Persada . Karena aluminium relatif tidak mahal dan ringan.Ringan : memiliki bobot sekitar 1/3 dari bobot besi dan baja.Konduktor panas : sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada mesin-mesin/alat-alat pemindah panas sehingg a dapat memberikan penghematan energi. solder. bejana tekan. listrik. udara. kapal laut. suhu dan unsur-unsur kimia lainnya. baik di ruang angkasa atau bahkan sampai ke dasar laut.Jakarta . kendaraan dan lainlain. Proses Pembuatan Aluminium Dalam tiga dasawarsa terakhir ini aluminium telah menjadi salah satu logam industri yang paling luas penggunaannya di dunia. .Mudah dibentuk dengan semua proses pengerjaan logam. peti kemas dan kemasan.3. Aluminium banyak digunakan didalam semua sektor utama industri seperti angkutan. alat rumah tangga serta peralatan mekanis. .

Sifat pantul ini menjadikan aluminium sangat baik untuk peralatan penahan radiasi panas. Proses ini menghasilkan lapisan yang juga dapat melindungi logam dari goresan dan jenis abrasi lainnya. disikat atau dicat dengan berbagai warna. . yaitu untuik peti kemas dan pembungkus. bahan bangunan dan mobil. modal dan bahan baku yang berharga. . dan juga diberi proses anodisasi. pemancar radio/TV. dimana diperlukan faktor magnetisasi negatif.Tak beracun : dan karenanya sangat baik untuk penggunaan pada industri makanan.. Tampak permukaan aluminium sangat menarik dan karena itu cocok untuk perabot rumah (hiasan). minuman.Memiliki ketangguhan yang baik : dalam keadaan dingin dan tidak seperti logam lainnya yang menjadi getas bila didinginkan. Sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada pemrosesan maupun transportasi LNG dimana suhu gas cair LNG ini dapat mencapai dibawah -150 oC. dapat dikilapkan.Jakarta . . . dan obat-obatan. Disamping itu aluminium dapat diberi surface treatment. dan lainlain.Menarik : dan karena itu aluminium sering digunakan tanpa diberi proses pengerjaan akhir. .Mampu diproses ulang guna yaitu dengan mengolahnya kembali melalui proses peleburan dan selanjutnya dibentuk menjadi produk seperti yang diinginkan Proses ulang -guna ini dapat menghemat energi. 22 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .Memantulkan sinar dan panas : Dapat dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan pantul yang tinggi yaitu sekitar 95% dibandingkan dengan kekuatan pantul sebuah cermin.Non magnetik : dan karenanya sangat baik untuk penggunaan pada peralatan listrik/elektronik.

Pertama-tama bauksit dicampur dengan larutan kimia seperti kaustik soda. Aliran listrik diberikan melalui anoda dan Asyari Daryus ± Proses Produksi 23 Universitas Darma Persada . Campuran tersebut kemudian dipompa ke tabung tekan dan kemudian dilakukan pemanasan. Proses Pem urnian Aluminium Proses pemurnian bauksit dilakukan dengan metode Bayer dan hasil akhir adalah alumina.1.3.Jakarta . Proses selanjutnya dilakukan penyaringan dan diikuti dengan proses penyemaian untuk membentuk endapan alumina basah (hydrated alumina).2. Bagian luar pot terbuat dari baja. Hasil akhir adalah partikel-partikel alumina dengan rumus kimianya adalah Al2 O3. Peleburan alumina dilakukan dengan proses reduksi elektrolitik (gambar 11).3. Alumina dilarutkan dalam larutan kimia yang diseb ut kriolit pada sebuah tungku yang disebut pot. Pot ini mempunyai dinding yang dibuat dari karbon. Kemudian dilakukan proses pemanasan untuk mengurangi kadar air yang ada. Tahapan pemurnian aluminium bisa dilihat pada gambar 10. Setelah ditambang biji bauksit digiling dan dihancurkan supaya halus dan merata. Proses Penambangan Aluminium Aluminium ditambang dari biji bauksit yang banyak terdapat di permukaan bumi.3. Proses Peleburan Aluminium Alumina yang dihasilkan dari proses pemurnian masih mengandung oksigen sehingga harus dilakukan proses selanjutnya yaitu peleburan. Proses peleburan ini memakai metode HallHeroult. Alumina basah kemudian dicuci dan diteruskan dengan proses pengeringan dengan cara memanaskan sampai suhu 1200 C. Selanjutnya bauksit mengalami proses pemurnian. 1.1. Bauksit yang ditambang untuk keperluan industri mempunyai kadar aluminium 40 -60%. o 1.3.

Jakarta . Aluminium cair dari hasil elektrolisa akan turun ke dasar pot dan selanjutnya dialirkan dengan prinsip siphon ke krusibel yang kemudian diangkut menuju tungku -tungku pengatur (holding furnace). Satu kg aluminium dihasilkan dari 2 kg alumina dan ½ kg karbon.150 kiloampere. Pada proses ini dibutuhkan arus listrik searah sebesar 50 .katoda. Arus listrik akan mengelektrolisa alumina menja di aluminium dan oksigen bereaksi membentuk senyawa CO 2 . Proses reduksi memerlukan karbon yang diambil dari anoda. Reaksi permunian alumina menjadi aluminium adalah sbb: 24 970 C 2 Al2O3 + 3 C kriolit 4 Al + 3 CO 2 Asyari Daryus ± Proses Produksi Universitas Darma Persada .15 kWh. Kebutuhan listrik yang dihabiskan untuk menghasilkan 1 kg aluminium berkisar sekitar 12 .

Gambar 10.Jakarta . 5 Asyari Daryus ± Proses Produksi Uni versitas Darma Persada . Tahapan proses pemurnian bauksit menjadi alumina.

26 Asyari Daryus ± Proses Produksi Uni ersitas Darma Persada . Proses peleburan alumina menjadi aluminium dengan cara elektrrolitis.Jakarta  .Gambar 11.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->