P. 1
KTI IPS bag 1

KTI IPS bag 1

|Views: 703|Likes:
Published by hafiedragil
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini (format file Microsoft Word 2007) download link http://bit.ly/gYkB6D
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini (format file Microsoft Word 2007) download link http://bit.ly/gYkB6D

More info:

Published by: hafiedragil on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

Prestasi belajar adalah keberhasilan yang dicapai dalam belajar dapat
ditunjukkan dengan adanya perubahan tingkah laku yang mengarah penguasaan
pengetahuan, kecakapan dan kebiasaan serta sikap, berkat adanya pengalaman
latihan. Prestasi belajar atau hasil yang telah dicapai sebagai akibat dari kegiatan
belajar dapat dilihat dari perubahan tingkah laku siswa. Perubahan itu terjadi
melalui proses dari belum tahu menjadi tahu. Jadi seseorang yang telah banyak
mengalami perubahan berarti dia sudah banyak belajar. Akan tetapi bukan berarti
bahwa setiap perubahan merupakan hasil dari belajar. Perubahan-perubahan hasil
tersebut adalah perubahan dalam bidang pemahaman, kebiasaan dan sikap.
Sebagaimana dikemukakan oleh Roestiyah (1982 : 140) bahwa, “hasil belajar
adalah perubahan individu dalam hal kebiasaan, pengetahuan dan sikap”.
Disamping itu menurut Winkel (1986:102) “perubahan hasil belajar adalah
terjadinya perubahan yang dapat diketahui dalam prestasi belajar yang dihasilkan
oleh siswa terhadap pertanyaan atau soal atau tugas-tugas yang diberikan oleh
guru”. Sumartono (1991:18) juga berpendapat bahwa “prestasi belajar adalah
suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar yang dicapai sesuai dengan
kemampuan siswa dalam mengerjakan sesuatu pada saat tertentu”.
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar mata
pelajaran IPS adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai sebagai hasil belajar
atau pengalaman latihan pada program IPS. Sedangkan prestasi belajar yang
digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini meliputi nilai harian.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR

17

Prestasi belajar merupakan hasil dari perbuatan individu sendiri yang
belajar. Sebab pada dasarnya prestasi merupakan hasil belajar siswa yang dicapai
dari kegiatan belajar mata pelajaran IPS di sekolah. Dalam kegiatan sudah barang
tentu akan ada faktor penghambat atau penunjang, maka seberapa jauh faktor-
faktor tersebut saling mempengaruhi tergantung dari jenis kegiatan yang
dilakukan.

Dengan mempengaruhi faktor-faktor penghambat dalam belajar, maka
guru siswa hendaknya mampu mengatasi hambatan-hambatan itu untuk mencapai
tujuan pengajaran atau tujuan pendidikan. Sumadi Suryabrata (1982 : 6-13)
mengatakan bahwa, “faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar
adalah faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar siswa”.

Secara rinci faktor-faktor tersebut diuraikan sebagai berikut :
1.Faktor dari dalam diri siswa
Faktor dari dalam diri siswa meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.
Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan jasmaniah siswa,
sedangkan faktor psikologis adalah faktor yang berhubungan dengan rohaniah
siswa.

Faktor fisiologis
Hal ini sangat berpengaruh pada umumnya adalah faktor kesegaran
jasmaniah, misalnya kelelahan, kekurangan gizi dan tidak kalah
pentingnya adalah kondisi panca indra. Seseorang yang belajar dalam
keadaan lelah akan berbeda dengan orang yang belajar dengan kondisi
segar. Demikian juga anak yang kekurangan gizi akan lekas lelah dan
mudah mengantuk pada waktu menerima pelajaran jika dibanding dengan
anak yang tidak kekurangan gizi. Pendengaran dan penglihatan juga sangat
berpengaruh, karena dalam belajar kita memfungsikan kedua alat indera
tersebut untuk membaca, melihat contoh atau metode, mendengarkan
penjelasan guru, mendengarkan ceramah dan lain sebagainya.

Faktor psikologis

18

Hal yang utama berpengaruh dalam belajar adalah minat, kecerdasan,
bakat, motivasi dan kemampuan berpikir kognitif. Secara singkat faktor-
faktor tersebut diuraikan sebagai berikut :

Minat
Seseorang yang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu tidak dapat
diharapkan bahwa dia akan berhasil dengan baik dalam mempelajari
hal tersebut.

Kecerdasan
Kecerdasan besar peranannya dalam berhasil tidaknya seseorang
mempelajari sesuatu atau mengikuti program pendidikan. Orang cerdas
cenderung lebih mampu belajar daripada yang tidak.

Bakat
Selain kecerdasan faktor lain yang menunjang adalah bakat, seseorang
yang belajar sesuai dengan bakatnya lebih besar kemungkinan ia akan
berhasil.

Motivasi
Motivasi adalah kondisi psikologis yag mendorong seseorang
melakukan sesuatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar
akan meningkat jika motivasi belajar bertambah. Ada dua motif yaitu :
motif intrinsik yang ditimbulkan dari dalam diri orang yang
bersangkutan, sedangkan motif ekstrinsik adalah motif yang berasal
dari luar diri orang bersangkutan.

Kemampuan kognitif
Hal yang utama dalam hal ini adalah persepsi, ingatan dan berpikir.
Karena kemampuan seseorang dalam melakukan persepsi, dalam
mengingat dan dalam berpikir besar pengaruhnya terhadap hasil
belajar.
2.Faktor dari luar diri siswa
Sumadi Suryabrata (1989 : 8-10) mengatakan bahwa “faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar dari luar diri siswa terdiri dari faktor
lingkungan dan instrumental”. Secara singkat faktor-faktor tersebut adalah
sebagai berikut :

19

Faktor lingkungan
Faktor lingkungan dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan alami dan
sosial. Lingkungan alami meliputi keadaan suhu dan kelembaban, karena
seseorang yang belajar dalam keadaan suhu yang segar akan mendapatkan
hasil yang lebih baik. Di Indonesia orang cenderung berpendapat bahwa
belajar pada pagi hari akan lebih baik hasilnya daripada belajar pada sore
hari. Sedangkan lingkungan sosial yang mempengaruhi belajar seperti
suara pabrik, hiruk-pikuk lalu lintas dan orang mondar-mandir di sekitar
orang yang sedang belajar. Oleh karena itu dalam belajar hendaknya
diusahakan untuk memperhatikan kondisi lingkungan sosial ini.

Faktor instrument
Faktor instrument dibedakan menjadi dua bagian yaitu faktor yang
berwujud keras seperti gedung, perlengkapan belajar, dan alat-alat
praktikum dan sebagainya. Sedangkan kedua faktor lunak seperti
kurikulum program, pedoman-pedoman belajar dan sebagainya. Pada
faktor ini hendaknya penggunaannya disesuaikan dengan hasil belajar
yang diharapkan.
Kualitas pembelajaran adalah kualitas proses pembelajaran dan hasil
belajar. Kualitas proses dapat diketahui dari keaktifan siswa dalam proses belajar
mengajar, kualitas hasil dapat diketahui dari tes hasil belajar atau ketuntasan hasil
belajar.

Ketuntasan hasil belajar adalah penguasaan penuh dari peserta didik
terhadap bahan yang telah diajarkan. Untuk mengetahui sampai sejauh mana
proses belajar mengajar mencapai ketuntasan hasil belajar maka perlu dilakukan
tes hasil belajar (Arikunto, 1989: 228).
Tes hasil belajar adalah salah satu alat ukur yang paling banyak digunakan
untuk menentukan efektivitas dalam proses pembelajaran. Menurut Winataputra
dan Rosita adalah sebagai berikut :
a.Tes hasil belajar harus dapat mengukur apa-apa yang dipelajari dalam
proses pembelajaran sesuai dengan tujuan institusional yang tercantum
dalam kurikulum yang berlaku.

20

b.Tes hasil belajar disusun sedemikian rupa sehingga benar-benar
mewakili bahan yang telah dipelajari.
c.Bentuk pertanyaan tes hasil belajar hendaknya disesuaikan dengan
aspek-aspek tingkat belajar yang diharapkan.
d.Tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki
proses belajar mengajar berikutnya.
Menurut Rosyada (2004 :60-73) bahwa tujuan pendidikan yang ingin
dicapai dalam suatu pembelajaran terdiri dari 3 aspek yaitu : bidang kognitif,
afektif dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang
tidak terpisahkan yang harus nampak sebagai hasil belajar. Adapun unsur-unsur
yang terdapat dalam ketiga aspek tersebut adalah sebagai berikut :
1.Kompetensi kognitif
a.

Pengetahuan hafalan (knowledge) yaitu pengetahuan yang sifatnya
faktual, merupakan jembatan untuk menguasai tipe hasil belajar lainnya.
b.

Pemahaman (comprehention) yaitu kemampuan menangkap makna

atau arti dari suatu konsep.
c.

Penerapan (application), kesanggupan menerapkan dan
mengabtraksikan suatu konsep, ide, rumus, hukum, dalam situasi yang
baru, misalnya memecahkan persoalan dengan menggunakan rumus
tertentu.
d.

Analisa, yaitu kesanggupan memecahkan, menguasai, suatu
integritas (kesatuan yang utuh) menjadi unsur atau bagian yang
mempunyai arti
e.

Sintesis, yaitu kesanggupan menyatukan unsur atau bagian menjadi

satu integritas
f.

Evaluasi, yaitu kesanggupan memberikan keputusan tentang nilai
sesuatu berdasarkan pendapat yang dimilikinya dan kriteria yang
dipakainya.
2.Kompetensi afektif
Perilaku atau kecakapan afektif terbagi lima level, yang secara graduatif level
yang lebih tinggi dipengaruhi level-level di bawahnya. Adapun kelima level
tersebut antara lain :

21

a.

Receiving (attending) yaitu kepekaan dalam menerima rangsangan
dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah, situasi dan
gejala.
b.

Responding yaitu reaksi yang diberikan seseorang terhadap

stimulus dari luar.
c.

Valuing yaitu berhubungan dengan nilai dan kepercayaan terhadap

stimulus.
d.

Organisasi yaitu pengembangan nilai kedalam satu system
organisasi, termasuk menentukan hubungan satu nilai dengan nilai lainnya
dan kemantapan prioritas yang dimilikinya.
e.

Karakteristik nilai yaitu keterpaduan dari semua nilai yang telah
dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah laku.
3.Kompetensi psikomotorik
Hasil belajar bidang psikomotorik tampak dalam bentuk ketrampilan dan
kemampuan bertindak individu. Psikomotorik lebih pada implementasi nilai
dalam bentuk tindakan dan perilaku yang dimulai dari pengamatan, peniruan,
pembiasaan dan penyesuaian. Kompetensi psikomotorik terbagi empat level
dan secara graduatif yang lebih tinggi dipengaruhi oleh level-level di
bawahnya. Adapun empat level psikomotorik yaitu sebagai berikut :

a.

Abserving; yakni mengamati proses, memberikan perhatian
terhadap step-step dan teknik-teknik yang dilalui dan yang digunakan
dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan atau mengartikulasikan sebuah
perilaku.
b.

Imitating, yakni mengikuti semua arahan, tahap-tahap dan teknik-
teknik yang diamatinya dalam menyelesaikan sesuatu, dengan penuh
kesadaran dan dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk level ini perlu
dukungan yang sungguh-sungguh.
c.

Practicising, mengulang tahap-tahap dan teknik-teknik yang dicoba
diikutinya itu, sahingga menjadi kebiasaan.
d.

Adapting , yakni melakukan penyesuaian individual terhadap
tahap-tahap dan teknik-teknik yang telah dibiasakan, agar sesuai dengan
kondisi dan situasi pelaku sendiri.

22

Berkenaan dengan uraian di atas, Hariyono mengatakan (1945:6-14)
bahwa hasil belajar yang sangat serius dapat bermanfaat dalam mengantisipasi
kehidupan sehari-hari dan dimasa mendatang. Belajar yang berhasil mendorong
kita melatih semua aspek intelektual yaitu rasa ingin tahu dan semangat meneliti,
memiliki seperangkat logika, ekspresi diri dan komunikasi serta kebiasaan
skeptisme dan kritisme.

Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Keberhasilan seseorang setelah ia mengalami proses belajar selama satu
periode tertentu disebut hasil belajar ( Nurkancana dan Sumartana 1992:11 ).
Pendapat lain menyatakan bahwa hasil peserta didik setelah ia menerima
pengalaman belajarnya atau pada hakekatnya belajar adalah perubahan tingkah
laku peserta didik setelah melakukan belajar yang biasanya ditunjukkan dengan
angka atau nilai ( sudjana, 2002: 22 )
Jadi hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial adalah keberhasilan setelah
mengalami proses belajar berupa materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Peserta didik dinyatakan berhasil dalam proses perkembangan apabila
tujuan pembelajarannya tercapai sebagai kegiatan yang berupaya untuk
mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan yang
ditetapkan, dalam mencapai tujuan yang ditetapkan maka evaluasi hasil belajar
peserta didik secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu kognitif,
afektif, psikomotorik.

Hasil belajar yang akan diukur dalam penelitian ini , adalah ranah kognitif.
Hal ini dilakukan karena ranah kognitif yang paling cocok dengan materi yang
diterapkan. Menurut Bloom ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar
intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman,
analisis, penilaian dan aplikasi. Sedangkan menurut Depdiknas ( 2004 : 2 )
menyebutkan bahwa kemampuan kognitif adalah kemampuan berpikir secara
hirarkis terdiri dari pengetahuan, pemahaman aplikasi, analisis, sintesis dan
evaluasi.

Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial adalah keberhasilan siswa setelah
mengalami proses belajar berupa materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Siswa

23

dinyatakan berhasil dalam proses pembelajaran apabila tujuan pembelajarannya
tercapai. Sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan
siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, maka evaluasi hasil belajar
memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan. Ranah tujuan
pendidikan berdasarkan hasil belajar siswa secara umum dapat diklasifikasikan
menjadi tiga yaitu : ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik
(Dimyati dan Moedjiono, 2002: 201).
Menurut Bloom ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar, intelektual
yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan dan ingatan, pemahaman,
analisis, sintesis, penilaian, dan aplikasi. Ranah afektif terdiri dari lima aspek,
yaitu sikap menerima, memberikan respon, penilaian, organisasi dan internalisasi.
Sedangkan untuk ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil balajar ketrampilan
atau kemampuan bertindak. Ranah ini terdiri dari enam aspek, yaitu gerakan
reflek, ketrampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan, atau
ketepatan gerakan, ketrampilan komplek, dan gerakan ekpresif dan interaktif
(Sardirman, 2000: 23-24).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->