A.

ANALISIS

KURIKULUM

PENDIDIKAN

SD

1994

DAN

PROSEDUR

DASAR

PENGEMBANGAN INTRUKSIONAL

Istilah kurikulum sekarang telah menjadi istilah teknis dalam ilmu pendidikan yang secara umum diartikan sebagai program pendidikan yang harus ditempuh untuk mendapatkan status dan atau kemampuan tertentu. Setiap jenjang pendidikan (pendidikan dasar, menengah, dan tinggi ) pasti memiliki kurikulum atau program pendidikan yang sengaja dibuat. Mulai tahun 1994 untuk jenjang pendidikan dasar telah ditetapkan Kurikulum Pendidikan Dasar 1994. Karena Pendidikan dasar terdiri atas pendidikan sekolah dasar 6 tahun dan sekolah menengah lanjutan pertama ( SLTP 3 tahun). SD dan SLTP memiliki kurikulum masing-masing. a. Karakteristik Kurikulum SD 1994 Tujuan : Pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengambangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (pasal 3 PP.No.28 Tahun 1990 tentang pendidikan dasar). Pendidikan dasar yang menyelenggarakan di sekolah dasar (SD) bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar “Baca Tulis-Hitung”, pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermamfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat keterampilan dasar yang bermamfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan di SLTP. Isi Program : Khusus untuk SD, disusun mata pelajaran sebagai berikut : 1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2. Pendidikan Agama 3. Bahasa Indonesia 4. Matematika 5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 7. Kerajinan Tangan dan Kesenian 8. Pendidikan Jasmani dan Rohani 9. Bahasa Inggris (hanya bila diperlukan) dan
1

10. Muatan local Mengenai sebaran beban waktu setiap kelas dapat dilihat pada table berikut : Susunan Program Pengajaran Pada Kurikulum Pendidikan Dasar (SD)
Jenjang kelas Mata pelajaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Agama Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kerajinan Tangan dan Kesenian Pendidikan Jasmani dan Rohani Bahasa Inggris (hanya bila diperlukan) dan Muatan local JUMLAH SD I 2 2 10 10 2 2 2 30 II 2 2 10 10 2 2 2 30 III 2 2 10 10 3 3 2 2 4 38 IV 2 2 8 8 6 5 2 2 5 400 V 2 2 8 8 6 5 2 2 7 42 VI 2 2 8 8 6 5 2 2 7 42

KETERANGAN : Lamanya 1 jam pelajaran : a. Di kelas I SD, 1 jam pelajaran = 30 menit b. Di kelas III s.d. VI SD, 1 jam pelajaran = 40 menit

Kegiatan belajar mengajar : Guna mencapai tujuan belajar mengajar diharuskan adanya perencanaan program tahunan, program caturwulan, dan persiapan mengajar (PM) System pengajaran bersifat klasikal yang mengelompokkan anak dalam usia dan kemampuan rata-rata. Bila diperlukan , demikian ditugaskan dapat dibentuk pengelompokkan sesuai dengan tujuan keperluan pengajaran. Dengan adanya penegasan tersebut, pembelajaran kelas rangkap sudah mendapat tempat. Perlu dicatat bahan PKR dikembangkan bukan semata-mata sebagai upaya masalah kekurangan guru. Lebih mendasar PKR dikembangkan dalam rangka penigkatan efisiansi dan efektivitas pendidikan. Penilaian kemajuan belajar :

2

Tujuan penilaian di SD adalah mengetahui kemajuan belajar siswa untuk keperluan perbaikan dan peningkatan belajar siswa, dan untuk memperoleh umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Secara khusus penilaian hasil belajar merupakan upaya pengumpulan informasi untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan kemampuan yang telah dicapai oleh siswa pada akhir setiap cautrwulan, akhir tahun ajaran, atau akhir pendidikan SD.

b. Prosedur dasar pengembangan pembelajaran Istilah pembelajaran merupakan terjemahan dari instructional berasal dari kata instruction yang secara khusus diartikan sebagai upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan seseorang belajar. Prosedur dasar pengembangan instruksional

merupakan desain atau setak biru pembelajaran. Sebagai sebuah prosedur desain instruksional merupakan langkah sistematis untuk menyusun rencana atau persiapan pembelajaran dan bahan pembelajaran. Jadi produk dari desain instruksional dapat berupa persiapan pembelajaran, modul, tutorial, dan bentuk sarana pedagogis lainnya. Proses pengembangan pembelajaran terkait erat pada unsure-unsur dasar kurikulum yakni tujuan materi pelajaran, pengalaman belajar dan penilaiann hasil belajar (Tyler:1954,Taba:1962). Bagaimana semua unsure tersebut seharusnya

dikembangkan, kita dapat mengkaji berbagai model desain instruksional. Model Dick dan Carey (1985) yang menetapkan pendekatan system (system approach). Pendekatan ini melihat pembelajaran sebagai suatu kesatuan untuk yang memiliki komponen-komponen (tujuan, materi, pengalaman belajar, dan evaluasi) yang satu sama lian saling berinteraksi.

Marilah kita menyimak diagram sebagai berikut :
Merumuskan tujuan belajar Memilih dan menata bahan belajar

Menyusun rancangan kegiatan belajar

3

Menyusun langkah dan alat evaluasi

Gambar 5.1 prosedur dasar pengembangan rencana pembelajaran (RP)

Untuk melakukan pengembangan rencana pembelajaran sesuai dengan diagram di atas, secara praktis dapat diuraikan dalam matriks berikut ini.

Komponen RP Merumuskan tujuan belajar

Rincian Kegiatan Perhatikan dan pahami isi GBPP Rumuskan tujuan pembelajaran khusus

Sumber/bahan GB PP masingmasing mata pelajaran Pedoman rumusan tujuan

Contoh Siswa dapat membaca puisi Siswa dapat menghitung perkalian pecahan Siswa dapat orang lain Kependudukan Kejujuran Lingkungan Air Bilangan

Memilih dan menata bahan belajar

Menyusun rancangan kegiatan belajar

Pilih konsep, tema, nilai, pokok bahasan Buat rincian materi pelajaran Tentukan urutan materi tersebut Tentukan kegiatan belajar siswa Siapkan sumber belajar dan media belajar

Tujuan belajar Perilaku awal Buku pelajaran Lingkungan

Tujuan belajar Ketersediaan media dan sumber Metode, teknik mengajar yang tepat

Menyusun langkah dan alat evaluasi

Tes awal Observasi program belajar Tes akhir Penugasan

Tujuan belajar Buku pelajaran Pedoman penilaian

Pendahuluan Kegiatan inti Metode diskusi Metode percobaan Metode simulasi Metode kerja kelompok Kegiatan penutup Buku pelajaran Alat bantu mengajar berupa benda, gambar Tes lisan Tes tulisan Tes perbuatan Tugas mencatat keadaan lingkungan keluarga masingmasing

4

Perlu anda ingat bahwa prosedur dasar pembelajaran tersebut generik artinya berlaku umum untuk setiap mata pelajaran. Ada yang perlu diingat, walaupun setiap mata pelajaran memiliki kekhasan, semua mata pelajaran pada dasar nya mengacu pada hal-hal berikut ini : 1. Tetuju pada pencapaian tujuan yang dirumuskan lebih dulu oleh guru atas dasar GBPP (prinsip berorientasi kepada tujuan) 2. Tujuan belajar dirumuskan dalam perilaku ( umum dan khusus) yang dapat dikaji ketercapaiannya pada akhir pembelajaran (Prinsip akontabilitas) 3. Pembelajaran bertolak dari pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dimiliki siswa (prinsip prilaku awal) 4. Proses pembelajaran menitikberatkan pada kegiatan pikiran dan perasaan (mental dan intelektual) serta perbuatan siswa melalui proses belajar yang bersifat aktif 5. Pemamfaatan aneka media dan sumber belajar untuk mendukung proses belajar aktif sesuai dengan lingkungan 6. Penilain ditujukan untuk melihat dan memperoleh informasi seberapa jauh terjadi perubahan perilaku siswa baik yang direncanakan maupun tidak direncanakan.

5

B. PERUMUSAN

TUJUAN,

PENATAAN

MATERI

DAN

KEGIATAN

PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP Untuk dapat menggapai proses belajar yang efektif dan bermakna dalam situasi pembelajaran merangkap kelas seorang guru perlu melakukan perencanaan yang baik. Dalam perencanaan ini tercakup serangkaian kegiatan sebagai berikut : a. Menggunakan garis-garis Besar Program Pengajaran b. Merumuskan tujuan belajar c. Memilih bahan ajar d. Menyusun rancangan kegiatan belajar e. Memilih sumber dan media belajar

a. Menggunakan GBPP GBPP atau Garis-Garis Besar Program Pengajaran merupakan : 1) Dokumen tertulis rencana umum pembelajaran 2) Rujukan tertulis mengenai tujuan, materi, proses pembelajaran, dan penilaian setiap mata pembelajaran 3) Pedoman pembelajaran bagi guru dan acuan belajar siswa 4) Pedoman pengelolaan pendidikan bagi para pengelola atau administrasi (Kepala Sekolah, Pengawas, Kepala kantor Depdikbud) 5) Titik tolak dan rambu-rambu penyususnann rencana pembelajaran (per caturwulan dan harian guru), dan sebagai 6) Pedoman dan rujukan para penulis bahan belajar seperti buku pelajaran dan lembaran kerja

GBPP SD 1994 berbeda dalam penyajiannya dengan kurikulum SD 1984/1986. Mari sekarang kita lihat sepintas dari kutipan GBPP kurikulum SD 1986 dan GBPP kurikulum SD 1994

6

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN 1986 BIDANG STUDI JENJANG KELAS : : : LMU PENGETAHUAN SOSIAL SEKOLAH DASAR III

Tujuan kurikuler

Tujuan instruksional umum

Bahan pengajaran Pokok bahasan Uraian
Kelas

Program Cawu Jam pel

Metode (8)
-proyek -pemberian tugas -pemeran -bercerita -diskusi

Sarana/ sumber (9)
-buku paket lain yang relevan -keluarga Rumah dalam lingkung an tertentu

Penilai an (10)
-tes tertulis berbent uk uraian - tes tertulis berbent uk objektif -tes lisan -tugas

keterang an (11)
Metode yang penilaian yang digunaka n dengan tingkat kemamp uan anak serta saran dan sumber yang ada

(1)

(2)

(3)

(4)
Anggota keluarga terdiri dari bapak, ibu, anak pembagian kerja anggota keluarga terdiri dari tugas bapak, ibu, tugas anak dan tugas anggota keluarga lainnya. Silsilah mulai dari generasi anak, bapak, ibu, kakek, nenek, sampai dengan generasi buyut. Menuliska n nama ayah, ibu, kakak, adik serta anggota keluarga lain, membuat daftar tugas

(5)
III

(6)
I

(7)
8

Siswa memaha mi dan menyada ri bahwa manusia dalam lingkung an dan mampu berperan serta memamf aat kan nya

siswa menganal dan menghargai lengkungan keluarga dan lingkungan sekolah melalui pengalaman

Siswa mengenal dan mengharga i lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah melalui pengalama n

7

masingmasing anggota keluarga, membuat bagan silsilah anak.

Topik Lingkungan Keluarga untuk diajarkan di kelas III

8

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN 1986 BIDANG STUDI JENJANG KELAS
Tujuan kurikuler Tujuan instruksional umum

: : :

BAHASA INDONESIA SEKOLAH DASAR VI
Program
Kelas

Bahan pengajaran Pokok bahasan Uraian

Cawu

Jam pel

Metode (8)
-penugasan -latihan -tanya jawab -diskusi

Sarana/ sumber (9)
-buku paket -buku pelengkap

Penilai an (10)
-buku paket -buku pelengk ap

keterang an (11)
-tes tertulis (objektif) /uraian -tes perbuata n

(1)
Siswa memiliki kemampua n berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayat i bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan serta tingkat pengalama n siswa sekolah dasar (SD)

(2)
1.siswa dapat memahami isi wacana dan prosa, narasi kepahlawana n serta dapat mengkomuni kasikan secara lisan/tertulis 2.siswa memahami dapat menerapkan kata umum berhubungan dengan adatistiadat.

(3)
1.1 membaca 1.1.1 membaca pemahama n

(4)
-membaca dan melaporka n isi prosa tentang ccerita kepahlawa nan. Misalnya pengeran Jayakarta -siswa mendatfar kata-kata umum bidang adatistiadat di daerah masingmasing. Misalnya di daerah kami ada tari tondok

(5)
VI 1

(6)

(7)
4

1.2 kosakata 1.2.1 kata umum

VI

1

2

-penugasan -latihan -tanya jawab -diskusi -widya wisata

-penugasan -latihan Tanya jawab -diskusi

-buku paket -buku pelengk ap

-tes tertulis (objektif) /uraian -tes lisan

Topik Lingkungan Keluarga untuk diajarkan di kelas IV

9

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN 1986 BIDANG STUDI JENJANG KELAS
Tujuan kurikuler Tujuan instruksional umum

: : :

PENDIDIKAN MORAL PANCASILA SEKOLAH DASAR III
Program
Kelas

Bahan pengajaran Pokok bahasan Uraian

Cawu

Jam pel

Metode (8)
Karya wisata

Sarana/ sumber (9)
Buku paket alam sekitar

Penilai an (10)
Tes perbuat an

keterang an (11)

(1)
Siswa memaha mi, menghay ati dan mengam alkan sila Ketuhana n Yang Maha Esa

(2)
1.siswa bahwa percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan nya masingmasing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab melalui pengamalan, penerapan dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari

(3)
1.1 pemelihara an alam sekitar

(4)
-mem perkenal kan alam sekitar dan mamfaat nya bagi manusia serta menumbuh kan kesediaan memelihar a dan melestarik an berbagai per wujudan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

(5)
III 1

(6)

(7)
6

10

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN 1986 BIDANG STUDI JENJANG KELAS
Tujuan kurikuler Tujuan instruksional umum

: : :

PENDIDIKAN MORAL PANCASILA SEKOLAH DASAR VI
Program
Kelas

Bahan pengajaran Pokok bahasan Uraian

Cawu

Jam pel

Metode (8)

Sarana/ sumber (9)

Penilai an (10)

keterang an (11)

(1)
Siswa memaha mi, meng hayati dan me ngamal kan sila Ketuhana n Yang Maha Esa

(2)
1.siswa menyadari dan menetapkan prinsip tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain

(3)
1.1 hak hidup ber kembang nya setiap agama yang di akui negara dan ke percayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 1.1.1 sikap tidak memaksa kan agama dan ke percayaan kepada orang lain

(4)

(5)

(6)

(7)

-menanam kan sikap dan perbuatan tidak me maksakan agama kepada orang lain

VI

1

8

-diskusi (sumber, saran) -bermain peran

Buku paket

Tes perbuat an

11

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN Mata pelajaran : Caturwulan Waktu Kelas : : : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pertama 24 jam pelajaran 4(empat) : keserasian; tenggang rasa; percaya diri; kebebasan; dan

Pokok bahasan kedisiplinan

Uraian :

Keserasian 1. Mengetahui perlunya hidup selaras, serasi dan seimbang dalam berbagai kegiatan sehari-hari 2. Membiasakan belajar,bekerja, serta berdoa dilaksanakan secara sejalan/ seimbang. Tenggang rasa 1. Mengetahui perlunya sikap tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat 2. Membiasakan berprilaku lapang dada dan menghargai perasaan orang lain

Percaya diri 1. Mengetahui perlunya memiliki rasa percaya diri dalam kehidupan. 2. Membiasakan percaya diri dalam melaksanakan hak dan kewajiban dikeluarga, sekolah dan lingkungannya. Kebebasan 1. Mengetahui perlunya memiliki kebebasan dalam kehidupan sehari-hari atas dasar aturan dan kebiasan yang berlaku di lingkungannya. 2. Membiasakan malakukan kegiatan dengan bebas sesuai dengan aturan dan kebiasan yang berlaku Kedisiplinan 1. Mengetahui perlunya sikap disiplin dalam melaksanakan tugas. 2. Emmbiasakan melaksanakan tugas dan kewajiban selaku warga desa atau masyarakat dengan disiplin.

12

Caturwulan Waktu

: :

kedua 24 jam pelajaran saling menghormati, kemanusian, kepuasan hati, tanggung jawab, dan kepentingan umum

Pokok bahasan:

Uraian :

saling menghormati 1. Mengetahui perlunya saling menghormati dalam kehidupan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. 2. Membiasakan berprilaku saling menghormati dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan secara manusiawi. Kemanusiaan 1. Mengetahui perlunya sikap manusiawi dalam kehidupan sehari-hari. 2. Membiasakan memperlakukan orang lain dan sesama makhluk ciptaan Tuhan secara manusiawi Kepuasan hati 1. Mengetahui perlunya kepuasan hati dalam kehidupan. 2. Membiasakan mensyukuri hasil kerja sebagai dasar untuk mencapai hasil yang lebih baik. Tanggung jawab 1. Mengetahui perlunya memiliki rasa tanggung jawab dalam melaksanakan hak dan kewajiban 2. Membiasakan menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab Kepentingan umum 1. Mengetahui perlu adanya lembaga yang membina dan melayani kepentingan umum 2. Membiasakan berprilaku mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dan kelompok

13

Caturwulan Waktu

: :

ketiga 20 jam pelajaran : keindahan, keingintahuan, kesiapsiagaan, kejujuran, dan

Pokok bahasan ketekunan

Uraian :

keindahan 1. Mengetahui perlunya memiliki rasa keindahan dalam kehidupan 2. Membiasakan untuk memelihara kebersihan dan keindahan rumah, seolah dan lingkungan Keinginantahuan 1. Mengetahui perlunya memiliki rasa keingintahuan untuk meningkatkan kemampuan diri. 2. Membiasakan gemar mencari pengalaman dan menimba ilmu. Kesiapsiagaan 1. Mengetahui perlunya memiliki kesadaran untuk jujur dalam berbicara dan bekerja. 2. Membiasakan diri untuk melaksanakan tugas dan kewajiban, serta mampu mengatasi berbagai hambatan Kejujuran 1. Mengenal perlunya memiliki kesadaran untuk jujur dalam berbicara dan bekerja 2. Membiasakan berkata dan bekerja dengan jujur. Ketekunan 1. Menyadari perlunya belajar dengan tekun demi diri, keluarga dan masyarakat 2. Membiasakan belajar dengan tekun untuk meningkatkan pengetahuan yang dimiliki

14

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Mata Pelajaran Caturwulan Waktu Kelas : : :

:

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pertama 24 jam pelajaran V(lima) ketaatan, persamaan hak dan kewajiban, keteguhan hati, kebebasan, dan tata karma

Pokok bahasan:

Uraian :

ketaatan 1. Mengetahui perlunya kesadaran untuk taat terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari 2. Membiasakan diri taat melaksanakan ibadah dan menjalankan kewajiban dalam sehari-hari Persamaan hak dan Kewajiban 1. Mengetahui perlu adanya hak dan kewajiban sebagai warga Negara 2. Membiasakan diri mendahulukan memenuhi kewajiban sebelum menuntut hak Keteguhan hati 1. Mengetahui perlunya memiliki keteguhan hati dalam memelihara persatuan dan kesatuan 2. Membiasakan diri untuk tidak mudah putus asa dalam pergaulan Kebebasan 1. Mengetahui perlunya memiliki kebebasan yang diiringi rasa tanggung jawab 2. Membiasakan diri menghormati kebebasan orang lain untuk

melaksanakan hak dan kewajiban. Tata karma 1. Mengetahui perlunya tata karma dalam pergaulan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2. Membiasakan diri berprilaku sopan dalam pergaulan bermasyarakat dan berteman sesuai dengan aturan yang berlaku

15

Caturwulan Waktu

: :

kedua 24 jam pelajaran : tenggang rasa, percaya diri, ketahanan, ketertiban dan kerajinan

Pokok bahasan

Uraian :

tenggang rasa 1. Mengetahui perlunya tenggang rasa antar berumat beragaman dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 2. Membiasakan diri berprilaku menghormati dan menghargai pendangan, kepercayaan, dan kebiasaan hidup yang berbeda dari pendirian sendiri. Percaya diri 1. Memahami perlunya rasa percaya diri dalam melaksanakan tugas dan kegiatan sehari-hari 2. Membiasakan diri melakukan tugas atau kegiata dengan penuh keyakinan Ketahanan 1. Memahami perlunya memilki ketahanan dalam kehidupan berbangsa dan Negara 2. Membiasakan diri untuk tidak mudah terpengaruh oleh pendapat dan

tindakan orang lain yang merugikan diri sendiri, masyarakat,bangsa dan Negara Ketertiban 1. Memahami perlunya mewujudkan ketertiban dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan Negara 2. Membiasakan diri berprilaku tertib di lingkungan tempat tinggal dan tempat umum lainnya. Kerajinan 1. Memahami perlunya keuletan dan kerajinan dalam berbagai kegiatan 2. Membiasakan diri gemar belajar dan bekerja dengan rajin dalam kehidupan sehari-hari

16

Caturwulan Waktu

: :

ketiga 20 jam pelajaran : kebersihan, ketulusan, kepahlawanan, pengendalian diri,

Pokok bahasan tolong-menolong

Uraian :

kebersihan 1. Memahami perlunya menghindarkan dari perbuatan- perbuatan tercela dn menyalahi peraturan 2. Membiasakan diri berprilaku jujur dan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam masyarakat dan Negara Ketulusan 1. Memahami perlunya ketulusan dalam sehari-hari 2. Membiasakan diri terus-terang, bersungguh-sungguh, tidak dendam, bersih hati, dan tidak berpura-pura. kepahlawanan 1. Memahami perlunya kemauan untuk kepahlawanan dalam kehidupan keluarga masyarakat, bangsa, dan Negara 2. Membiasakan diri berperilaku ksatria, berani dan terpuji Pengendalian diri 1. Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam pergaulan 2. Membiasakan diri bersikap sabar, tidak cepat marah dan tidak serakah Tolong-monolong 1. Memahami perlunya kesediaan untuk tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari 2. Membiasakan diri untuk membantu sesama yang memerlukan pertolongan

Analisis Materi Pelajaran Bahasa Indonesia IV Unit 1 Tema Wacana : : lingkungan - oh, lingkungan ku Pembelajaran :
17

Enaknya lingkungan yang bersih dan indah Yuk, mengenal cerpen

-

mendengarkan atau membaca cerita pendek anak-anak dan membicarakan bagian-bagian menarik.

-

Membaca

tekss

bacaan

dan

menjawab

pertanyaan-

pertanyaan yang diajukan Menceritakan kembali secara tertulis cerita lisan atau isi suatu percakapan Memberikan kembali secara tertulis cerita lisan atau isi suatu percakapan Tujuan pembelajaran Khusus : Kebahasaan : Siswa dapat megungkapkan kata dengan lafal yang wajar Siswa dapat melafalkan kalimat dengan intonasi yang wajar dan sesuai dengan konteksnya Siswa dapat melengkapi kalimat yang belum sempurna Siswa dapat menggabungkan kalimat yang belum sempurna Siswa dapat menggabungkan kalimat dengan kata dan Siswa dapat menggunakan tanda koma(,)dalam kalimat Siswa dapat menjelaskan makna ungkapan Memberikan tanggapan suatu peristiwa Menggabungkan kalimat dengan kata sambung dan Menggunakan tanda koma untuk memisahkan persepuluhan

Pemahaman Siswa mampu memahami isi bacaan dengan tepat Siswa dapat member tanggapan dengan tepat tentang cerpen yang dibaca Siswa mampu menyerap arti ungkapan

Penggunaan Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan berdasarkan wacana

18

-

Siswa mampu membicarakan bagian-bagian yang menarik dari cerita pendek anak-anak

-

Siswa mampu menceritakan kembali dan dengan membuat ringkasan isi suatu percakapan atau wacana

-

Siswa mampu memberikan tanggapan atau komentar tentang suatu peristiwa

Materi

: Membaca wacana, menjawab pertanyaan, menyebutkan nama gambar dan mamfaat/kerugiannya, menyempurnakan kalimat dan membuat kalimat Membaca wacana, menjawab pertanyaan. Membuat

ringkasan, menggabungkan kalimat dengan kata sambung dan Menikmati cerpen, mengungkapkan kesan, mengenal ungkapan, tanda koma (,) berkomentar heran Alokasi waktu : 16 jam pelajaran

Unit 2

Tema Wacana

:

hidup hemat : Menabung akan mendapat untung Terimakasih ayah ibu Serba baru

Pembelajaran

: Membaca teks bacaan dan menjawab pertanyaan-

pertanyaan yang diajukan Membacakan yang diajukan Membacakan dialog antara dua orang atau lebih secara perorangan, pasangan atau kelompok Menceritakan kembali secara tertulis cerita lisan atau isi suatu percakapan Mendeklamasikan puisi yang sesuai untuk anak-anak
19

-

Menggabungkan kalimat dengan kata sambung dan Mengunakan tanda koma untuk memisahkan persepuluhan

Tujuan pembelajaran : Kebahasaan Siswa dapat mengucapkan kata dengan lafal yang wajar Siswa dapat melafalkan kalimat dialog dengan intonasi yang wajar dan sesuai dengan konteks nya Siswa dapat melengkapi kalimat yang belum sempurna Siswa dapat menggabungkan kalimat dengan kata sambung dan Siswa dapat menggunakan tanda koma (,) dalam kalimat Siswa dapat mencari kata yang bersamaan arti/ sinonim dengan mengisi teka-teki silang

Pemahaman Siswa mampu memahami isi bacaan dengan tepat Siswa mampu menerima informasi yang disampaikan secara lisan dan tertulis Siswa mampu menyerap pesan yang disampaikan dari puisi yang dibaca

Penggunaan Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan berdasarkan wacana Siswa mampu membacakan dialog antara dua orang atu lebih secara perseorangan, berpasangan atau kelompok Siswa mampu menceritakan kembali cerita lisan atau isi suatu percakapan Siswa mampu mendeklamasikan pusi yang sesuai untuk anak Alokasi waktu : - 16 jam pelajaran

20

Unit 3 Tema Wacana : tempat umum : Pembelajaran : Membaca teks bacaan dan menjawab pertanyaanTerminal bus yang tak pernah sepi Pesan saja lewat telepon Ayo, menulis cerita

pertanyaan yang diajukan Menyampaikan pesan/hal-hal yang penting melalui telepon Mengisi daftar isian (formulir) sederhana Menggunakan gambar seri untuk menuliskan cerita Menggabungkan kalimat dengan kata sambung tetapi Menggunakan tanda pisah untuk menunjukkan dua bilangan atau tanggal dengan arti samapi kea tau sampai dengan Tujuan pembelajaran Khusus : kebahasaan Siswa dapat mengucapkan kata dengan lafal yang wajar Siswa dapat melafalkankalimat dengan intonasi yang wajar dan sesuai dengan konteksnya Siswa dapat menggunakan tanda pisah (-) dalam kalimat Siswa dapat menjelaskan ungkapan kekaguman Siswa dapat menggunakan kata sambung tetapi dalam kalimat

Pemahaman Siswa mampu memahami isi bacaan dengan tepat
21

-

Siswa dapat member tanggapan atas suatu peristiwa yang mengagumkan

-

Siswa mamau menyerap informasi lewat telepon

Penggunaan Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan berdasarkan wacana Siswa mampu menyampaikan pesan/hal-hal penting melalui telepon Siswa mampu mengisi daftar isian (formulir) sederhana Siswa mampu menulis cerita dengan menggunakan gambar berseri Alokasi waktu : 16 jam pelajaran

Unit 4

Tema Wacana

:

kegemaran : Inilah kegemarannya Dia pantas menjadi pemenang Inilah hasil karya ramli

Pembelajaran

: Membaca teks bacaan dan menjawab pertanyaan-

pertanyaan yang diajukan Membacakan dialog antara dua orang atau lebih secara perorangan, pasangan atau kelompok Tujuan pembelajaran Khusus
22

Mendeklamasikan puisi sesuai untuk anak-anak Memberikan tanggapan tentang suatu peristiwa Menggabungkan kalimat dengan kata sambung tetapi

kebahasaan Siswa dapat mengucapkan kata dengan lafal yang wajar Siswa dapat melafalkan kalimat dengan intonasi yang wajar dan sesuai dengan konteksnya Siswa dapat melengkapi kalimat yang belum sempurna Siswa dapat menggabungkan kalimat dengan kata sambung tetapi Siswa dapat merangkai huruf menjadi kata yang bermakna Siswa dapat menjelaskan arti puisi

Pemahaman Siswa mampu memahami isi bacaan dengan tepat Siswa dapat member tanggapan dengan tepat tentang puisi yang dibaca Siswa mampu menyerap arti ungkapan

Penggunaan Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan berdasarkan wacana Siswa mampu membacakan dialog antara dua orang Siswa mampu memperagakan percakapan dengan benar Siswa mampu mendeklamasikan puisi Siswa mampu member tanggapan tentang suatu peristiwa

Alokasi waktu

:

-

16 mata pelajaran

Unit 5

Tema Wacana

:

disiplin : Saya tidak mau terlambat lagi Kancil dan harimau Cerita dari timor
23

Pembelajaran

: Membaca teks bacaan dan menjawab pertanyaan-

pertanyaan yang diajukan Membaca cerita rakyat atau cerita binatang dan

membicarakan tokoh-tokohnya Menirukan atau menggambarkan (mendeskrifsikan) tingkah laku orang, binatang, benda atau suasana tertentu Menyampaikan informasi/ pesan dan menyatakan perasaan, pendapat kepada teman secara tertulis Menggunakan tanda pisah untuk menunjukkan dua bilangan atau tanggal dengan arti sampai kea tau sampai dengan Tujuan pembelajaran Khusus : kebahasaan Siswa dapat mengucapkan kata dengan lafal yang wajar Siswa dapat melafalkan kalimat dengan intonasi yang wajar dan sesuai dengan konteksnya Siswa dapat melengkapi kalimat yang belum sempurna Siswa dapat menggabungkan kalimat dengan kata sambung tetapi Siswa dapat menggunakan tanda pisah (-) dalam kalimat Menggabungkan kalimat dengan mengguknakan kata tetapi

Pemahaman Siswa dapat memahami isi bacaan dengan tepat Siswa dapat member tanggapan dengan tepat tentang cerpen yang dibaca Siswa mampu menyerap arti ungkapan

Penggunaan Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan berdasarkan wacana

24

-

Siswa mampu mengambil pelajaran dari membaca cerita rakyat atau cerita binatang dan mampu member tanggapan tentang tokoh-tokoh nya

-

Siswa

mampu

menirukan

atau

menggambarkan

(mendeskripsikan) tingkah laku orang, binatang, benda atau suasana tertentu Siswa mampu menyampaikan informasi atau pesan dan menyatakan perasaan, pendapat kepada teman secara tertulis tentang peristiwa Siswa dapa membuat dan menulis surat undangan

Alokasi waktu

:

-

16 jjam pelajaran

Unit 6

Tema Wacana

:

pertanian : Ssst, ternyata ada cara mudah menanam kangkung Asyik menanam kangkung dengan cara hidroponik Yuk, kita mendengar cerita

Pembelajaran

: Menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Menceritakan kembali secara lisan atau tertulis cerita rakyat dari daerah sendiri atau daerah lain yang telah dibaca atau didengar, kemudian membicarakannya Membaca buku cerita yang sesuai untuk anak, kemudian membicarakan hal-hal yang menarik

Tujuann pembelajaran Khusus : Siwa mampu menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan

25

-

Siswa mampu menceritakan kembali secara lisan atau tertulis cerita rakyat dari daerah sendiri atau daerah lain yang telah dibaca atau didengar, kemudian

membicarakannya Siswa mampu membaca buku cerita yang sesuai untuk anak, kemudian membicakan hal-hal yang menarik Siswa mampu memilih ringkasan wacana Siswa mampu menggunakan kata Tanya untuk kalimat pertanyaan Siswa mampu mempertanyakan percakapan Siswa mampu menggunakan tanda titik du (: ) dalam kalimat Materi : Membaca wacana, menjawab pertanyaan, penyempurnakan kalimat, mengajukan pertanyaan, melengkapi cerita Membaca wacana, menjawab pertanyaan, menggunakan kata Tanya : berapa, apakah, dan adakah Membaca cerita, menjawab pertanyaan, menceritakan kembali, menyatakan kemungkinan dan ketidakmungkinan.

Sarana

:

-

wacana, cuplikan cerita, dan latihan tertuntun

Alokasi waktu

:

-

16 jam pelajaran

26

Analisis materi pelajaran bahasa Indonesia kelas V

Unit 1

Tema Wacana

:

hiburan : Menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok- pokok isi bacaan Menyusun kalimat-kalimat acak menjadi paragraph padu Membaca buku cerita yang sesuai untuk anak, kemudian membicarakan hal-hal yang menarik Menceritakan hal-hal yang menarik Menceritakan kembali secara tetulis dongeng atau cerita yang telah dibaca

Tujuan pembelajaran : Siswa mampu menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Siswa mampu mennyusun kalimat-kalimat acak menjadi paragraph padu Siswa mampu membicarakan hal-hal menarik dari buku cerita yang dibacanya Siwa mampu menjawab dan membuat pertanyaan Siswa mampu menyatakan belasungkawa Siswa mampu menggunakan tanda titik dua ( : ) dalam kalimat

Materi

: Membaca wacana, menjawab pertanyaan, menyempurnakan kalimat, mengajukan pertanyaan , melengkapi cerita Membaca wahana, menjawab pertanyaan, memceritakan kembali pengalaman, menyusun kalimat perintah ajakan

27

-

Mendengarkan cerita, mengungkapkan kesan, teka-teki, menyatakan dan menanyakan belasungkawa, menggunakan tanda titik dua ( : )

Sarana

:

-

wacana, cuplikan berita, dan latihan tertuntun

Alokasi waktu Unit 2

:

-

16 jam pelajaran

Tema Wacana

:

kependudukan : Kita harus punya bekal Rakyat Indonesia harus terampil dan pintar Penduduk Indonesia tahun 2001

Pembelajaran

: Menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Mengurutkan gambar seri yang dilacak dan membuat ceritanya Menceritakan peristiwa yang dilihat atau dialami Membaca puisi dan menafsirkan isinya

Tujuan pembelajaran : Siswa mampu menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Siswa mampu menceritakan gambar seri dan

menuliskannya dalam bentuk karangan siswa dapat menceritakan peristiwa yang dilihat atau dialami siswa mampu membaca pusi dan menafsirkan isinya siswa mampu menggunakan kalimat permohonan siswa mampu menggunakan kalimat ungkapan terima kasih dan rasa syukur siswa mampu mengartikan peribahasa
28

-

siswa mampu menggunakan tanda titik dua (:) dalam kalimat

materi

: membaca dialog, menjawab pertanyaan, menyempurnakan kalimat, mengajukan pertanyaan, membaca wacana, menjawab pertanyaan menuturkan pengalaman, mengunakan kalimat permohonan membaca puisi mengungkapkan kesan setelah membaca puisi, memahami peribahasa, menyatakan rasa syukur, menggunakan tanda titik dua ( : )

sarana

:

-

wacana, cuplikan cerita, dan latihan tertuntun

alokasi waktu

:

-

16 jam pelajaran

unit 3

tema wacana

: :

keamanan dan keselamatan

pembelajaran : -

semoga tidak terulang lagi warga duta puri meningkatkan keamanan sarah dan seekor merpati

menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan

-

menceritakan yang dilihat atau dialami membuat catatan ringkas dari pembicaraan, sambutan, atau pidato yang didengar

-

membaca buku cerita yang sesuai untuk anak, kemudian membicarakan hal-hal yang menarik

29

tujuan pembelajaran : siswa mampu menentukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan siswa mampu menceritakan peristiwa yang dilihat atau dialami siswa mampu memua catatan ringkas demi pembicaraan, sambutan, atau pidato yang didengar materi : membaca wacana, menjawab pertanyaan, menyempurnakan kalimat, membuat pertanyaan, menangkap pencuri membaca sambutan, menjawab pertanyaan, membuat catatan ringkas, membuat kalimat perintah permintaan membaca dan mendengarkan cerita, mengungkapkan kesan, menggunakan tanda koma (,) siswa mampu menggunakan tanda koma (,) dalam kalimat

sarana alokasi waktu

: :

- wacana, cuplikan cerita, dan latihan tertuntun - 16 jam pelajaran

unit 4

Tema Wacana

:

ekonomi : aku ingin meringkankan beban ekonomi keluargaku wah, potongan harga dimana-mana upacara kasodo di gunung Bromo

pembelajaran

: menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan

30

-

mengurutkan gambar seri yang diacak dan membuat seritanya

-

memceritakan peristiwa yang dilihat atau dialami (seperti : uapacara adat, peringatan hari besar)

-

menceritakan kembali secara lisan atau tertulis cerita rakyat dari daerah sendiri atau daerah lain yang telah dibaca atau didengar, kemudian menbicarakannya.

-

Mendengarkan pembacaan pantun yang sesuai untuk anak, kemudian bertanya jawab

Tujuan pembelajaran Khusus : Siswa mampu menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Siswa mampu mengurutkan gambar seri yang diacak dan membuat ceritanya Siswa mampu menceritakan peristiwa yang dilihat atau dialami (seperti : upacara adat, peringatan hari besar) Siwa mampu menceritakan kembali secara lisan atau tertulis cerita rakyat dari daerah sendiri atau daerah lain yang telah dibaca atau didengar, kemudian

membicarakannya Materi : Membaca wacana, menjawab pertanyaan, menyempurnakan hasil, membuat pertanyaan, melengkapi cerita Membaca dialog, memjawab pertanyaan, mengurutkan dan menceritakan gambar berseri, membuat kalimat perintah harapan Membaca upacara adat, mengungkapkan kesan, ada gulanada semut, menyatakan dan menanyakan kewajiban dan ketidakwajiban, kalimat bersinonim, berantonim
31

Siswa mampu mengartikan peribahasa Siswa mempu menggunakan kalimat pengharapan

Sarana tertuntun

:

-

wacana, cuplikan cerita, gambar berseri, dan laitahn

Alokasi waktu

:

- 16 jam pelajaran

Unit 5

Tema Wacana

:

Kepahlawan : Teuku umar Mengunjungi museum kartini Puisi “pahlawanku”

Pembelajaran

: Menemukan informasi tertentu dari bacaan dan mencatat pokok-pokok isi bacaan Siwa mampu melaporkan hasil kunjungan Siswa mampu mendeklamasikan puisi dan dan menafsirkan isinya. Siswa mampu mengartikan peribahasa Siswa mampu menggunakan kalimat pernyataan

kemampuan dan ketidakmampuan Siswa mampu membuat kalimat aktif dan kalimat pasif

Materi

: Membaca wacana, menjawab pertanyaan, menyempurnakan kalimat, mengajukan pertanyaan, melengkapi cerita Membca laporan hasil kunjungan, menjawab pernyataan, melaporkan hasil kunjungan, menggunkan kalimat perintah

32

-

Membaca puisi, mengungkapkan kesan, membaca dan memahammi peribahasa, menyatakan dan menanyakan kalimat aktif dan pasif

Sarana

:

-

wacana, cuplikan certia, puisi, dan latihan tertuntun

Alokasi waktu

:

-

16 jam pelajaran

33

CATURWULAN PERTAMA GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN 1994

Bidang studi : Jenjang Kelas Waktu : : :

Ilmu Pengetahuan sosial Sekolah Dasar 4 (empat) 60 jam pelajaran ; geografi : 36 jam : 24 jam (SD)

Alokasi waktu

Sejarah

Pengetahuan sosial 1. Siswa mengenal ciri khas propinsi setempat dan dapat mengunakan peta Indonesia

1.1.

Pengetahuan Propinsi setempat dan Peta Indonesia

1.1.1. Propinsi setempat Menggambar peta sederhana propinsi setempat Menggunakan peta propinsi setempat untuk membuat daftar kota, sungai, danau, gunung, dan batas-batasnya serta simbol-simbolnya Menemutunjukkan keadaan alam di propinsi setempat (pegunungan, dataran, sungai, danau, tumbuhan, hewan, bukit, lereng, selat dan teluk) Menggunakan peta / atlas propinsi untuk menemukan daerah barang tambang, wisata beserta mamfaatnya. Menceritakan budaya daerah / propinsi misalnya, pakaian adat, tarian daerah, nyanyian daerah, ungkapan-ungkapan/bahsa, dan makanan khas daerah) Menutunjukkan jenis penangangkutan didesa dan kota serta permasalahannya Membuat model kenmpakan alam (lembah, sungai, dunia, gunung, pegunungan, teluk, semanjung) dalam bak pasir. 1.1.2. Pengetahuan peta Indonesia Mengamati peta Indonesia (peta dinding atau atlas) Mencari dalam peta Indonesia untuk mengenal Indonesia sebagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Menggambar peta Indonesia dengan skala Menceritakan arti dan pentingnya skala dalam peta
34

Sejarah 1. Siswa mengenal perkembangan sejarah local, kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, kejayaan Sriwijaya dan Majapahit sebagai kerajaan nusantara

2.1.

Sejarah local dan kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

2.1.1. Sejarah local Menceritakan mitos-mitos dan cerita rakyat berhubungan dengan daerah setempat Menceritakan bangunan-bangunan bernilai sejarah yang terdapat didaerah masing-masing dengan menggunakan peta untuk menunjukkan lokasi bangunanbangunan tersebut Menemutunjukkan jenis dan alat pengangkatan yang digunakan pada masa lalu di daerah masing-masing.

2.1.2. Kerajaan hindu-Budha Menceritakan tentang letak, raja-raja, dan peniggalan kerajaan kutai dan tarumanegara Menceritakan secara singkat kerajaan Kediri dan Singosari Menemutunjukkan dalam peta letak kerajaan-kerajaan tersebut

2.1.3. Sriwijaya Menceritakan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim/bahari dan pusat perdagangan di Asia Tenggara Menceritakan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Budha Menemutunjukkan pad letak kejayaan sriwijaya

2.1.4. Majapahit Menceritakan kejayaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk Menceritakan peranan Gajah Mada dalam mewujudkan kebesaran majapahit dan “sumpah palapa”, dalam upaya menyatukan nusantara Menyebutkan karya sastra (misalnya Negara Kertagama, dan Pararaton) Menujukkan pada peta letak kerajaan Majapahit

35

Selanjutnya marilah kita perhatikan contoh persiapan pembelajaran harian mata pelajaran PPKN dan IPA

Contoh persiapan pengajaran PPKN Kelas Cawu Hari/tanggal
Jam pertama pelajaran PPKn

: : :

IV 1 29 agustus 1994
Pokok bahasan SPB Kegiatan belajar Sumber pel. Tujuan mengajar / Alat peraga Pelajaran jalan pelajaran -siswa -penjelasan -buku paket memiliki tentang rasa percaya perlunya diri memiliki rasa percaya diri -menunjuk kan contoh perilaku percaya diri dalam kehidupan sehari-hari disekolah, di rumah, di lingkungan -siswa dapat melakukan hak dan kewajiban secara seimbang dengan penuh ras percaya diri -memberi contoh pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai siswa maupun sebagai anggota keluarga

Penilaian

keterangan

Percaya diri

-tes perbuatan

Pertemuan II

-gambar -tes tertulis anak yang pengamatan sedang melakukan tugas piket kebersihan

36

-men simulasi perilaku dalam pelaksanaan hak dan kewajiban

Mengetahui Kepala sekolah

Jakarta, Guru Kelas IV

1994

(…………………) NIP.

(………………………..) NIP.

37

Contoh Persiapan Mengajar Kelas Cawu Hari/ tanggal
Jam pertama pelajaran 4-5 PPKN Pokok bahasan SPB Kepuas an hati

: : :

IV 2 12 Desember 1994
Tujuan pelajaran Siswa dapat menerima perbuatan yang mencermink an sikap puas terhadap hasil kerja yang diperoleh Kegiatan belajar mengajar/jalan pelajaran Apersepsi Pembaca teks buku paket Penjelasan materi Peragaan Tanya jawab Buku penunjang hal…. Sumber pelajaran. Alat peraga Buku hal….. penilaian keterangan

paket Tes lisan dan perbuatan

Pertemuan I

Siswa dapat menolak perbuatan yang kurang memuaskan terhadap hasil kerja

Siswa dapat mensyukuri hasil kerja yang diperoleh

Mengetahui : Kepala Sekolah (……………………..) NIP.
38

Jakarta, 14 juni 1994 Guru Kelas IV (………………………………..) NIP.

Contoh persiapan mengajar harian IPA Kelas Cawu Hari tanggal : : : IV 1 Senin/ 19-9-1994

Jam Pertama Pelajaran 1-2 IPA

Pokok bahasan/sub pokok bahasan

Tujuan pelajaran

Kegiatan belajar mengajar

Sumber alat peraga

penilaian

keterangan

2.1 perancangan dan pembuatan karya untuk menerapkan konsep air

1. Siswa dapat menerapkan konsep bahwa air meresap melalui celah-celah kecil dengan membuat sumbu kompor dari bertbagai bahan . S Siswa dapat menerapkan konsep air berubah wujud jika dipanaskan atau didinginkan dengan membuat alat penyuling air persepsi tentang sifat air 2. enjelasan guru tentang alat bekerjanya dengan menggunakan sifat air meresap melalui celahcelah kecil

A

P

Penilaian M Materi yang melalui dibuat/ pengamatan disiapkan proses dan guru hasil kerjanya S Sumbu kompor P Pembuatan sumbu kompor dengan memperhati kan perencanaan tertulis yang mencakup pemilihan alat dan bahan daya cipta kreasi cara kerja serta keindahan .

M 3-4 BI 1. Apersepsi tentang sifat air bahan ateri yang dibuat/ disiapkan guru K

39

IT IPA B 2. Penjelasan guru tentang alat yang bekerjanya dengan menggunaka n sifat air berubah wujud bila dipanaskan/ didinginkan Pembuatan alat penuling air dengan memperhatik an perancanaan tertulis yang mencakup pemilihan bahan dan alat daya cipta cara kerja alat serta keindahan ahan-bahan yang ada di lingkungan

3.

2.1 perencanaan dan pembuatan karya untuk menerapkan konsep air 2

Penilaian melaui pengamatan proses dan hasil kerjanya

A.

Pemetaan topik sesuai GBPP Baik di kelas 3 maupun kelas 6 yang menjadi tujuan kulikulernya berisikan pemahaman dan penghayatan sila ketuhanan yang maha esa, namun tujuan instruksionalnya berbeda. Di kelas 3 tertuju pada penerapan keyakinan dan ketaqwaan, sedang di kelas 6 terpusat pada penerapan prinsip toleransi dalam beragama dan bekepercayaan terhadap tuhan yang maha esa. Secara teori ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam menetapkan topik pembelajaran, khususnya pembelajaran kelas rangkap Pertama : berorientasi kepada tujuan Kedua : disesuaikan dengan karakteristik murid (kelas, usia, kemampuan)

40

Ketiga

: disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan guru

Keempat : layak sarana pendukung Kelima : tidak bersifat dipaksan

Prinsip pertama mengandung arti bahwa topic yang dipilih harus bertolak dari tujuan dan terarah pada tujuan. Dalam PKR dengan dua mata pelajaran untuk dua kelas yang berbeda dan dilakukan dalam satu ruangan, pengintegrasian atau perpaduan dalam satu topic besar tidaklah marupakan keharusan. Kecuali bila kedua mata pelajaran tersebut mempunyai inti dan arah tujuan yang sama. Prinsip kedua mengandung arti bahwa topik yang tepadu atau terpisah selalu mengingat dan memperhatikan keadaan murid. Bila suatu rencana PKR mencakup perangkapan kelas I, II, III, IV, V, VI penetapan topik yang terpadu dilakukan. Tetapi bila perangkapan kelas itu akan dilakukan antara kelas I atau II atau III atau IV atau V atau VI, penetapan topic yang terpisdah kelihatan lebih bias dipertanggung jawabkan secara kependidikan. Hal tersebut berlaku apabila PKR itu berkenaan denga dua mata pelajaran yang berbeda hakikatnya. Prinsip ketiga mengandung maksud perlunya guru untuk menyadari

kemampuannya dalam mengelola PKR dengan topik yang telah dipilihnya. PKR dengan satu topik yang terpadu tentu cara berbeda dari PKR dua topik yang berbeda . Prinsip keempat mengingatkan guru akan perlunya memanfaatkan sarana pendukung belajar murid yang tersedia dan atau dapat diadakan. Prinsip kelima memperingatkan kita sebagai tidak memaksakan diri karena dorongan atau desakan pihak luar hanya karena sekedar untuk ramai-ramai. Ada dua model atau kertangka berpikir yang dapat dipertimbangkan yakni pemikiran Fogarty tahun 1979 dan pemikiran Grisworld tahun 1987

41

Gambar : Model Fogarty dapat digambarkan sebagai berikut :

TOPIK DALAM SUATU BIDANG STUDI MISALNYA TENTANG MAKHLUK HIDUP DI LAUT

Mewarnai dan member nama makhluk laut Kelas I dan II

Subtropik dan kegiatan

Berkelas

Membaca cerita tentang lumbalumba dan menuliskan cirri utama Kelas III Menggambar dan mendiskusikan beberapa jenis makhluk hidup Kelas IV

Meneliti salah satu jenis makhluk laut dan menyuun laporan penelitian tsb. Kelas V dan VI

42

Model Griswold tahun 1987 dikembangkan Cathy Grisworld seorang guru PKR di Negara bagian Oregon USA dengan maksud memetakan topik-topik yang mencerminkan integrasi berbagai bidang studia yang berbeda. Penggugusan topik adalah penataan topik-topik materi pelajaran secara terurai menurut unsur-unsur atau bagian dari topik besar seperti tergambar dalam contoh dibahwah ini. Gambar 2 : Pengembangan topik menurut gugus Tanah Liat Bahan Lain Laporan Kelompok

Model Ikan Paus

Bunyi dan Lagu Makanan

Perlindungan hukum

Macam-macam ikan paus Daur hidup

bahaya

Penelitian

Cara Hidup

Alur perpindahan

Ikan Paus Sejarahnya

Wawancara dengan penangkap ikan paus

Peta

Penagngkapan Ikan paus Ukuran Ikan Paus perkiraan

Dahulu

Grafik

Suku asli

Legenda

43

Perbandingan dengan binatang lain

Skala

Gambar diatas melukiskan suatu topik ikan paus dijabarkan ke dalam topic-topik yang lebi kecil mengenai sejarahnya, penelitian terhadapnya, cara hidupnya dan ukurannya. Dengan dikembangkannya gugus topik tersebut guru dapat mengembangkan menjadi jaringan topic baik itu PKR maupun PMA Dewasa ini GBPP diterima oleh para guru sebagai patokan dasar materi dan prosedur pembelajaran yang sudah baku dan harus diikuti sepenuhnya tanpa perubahan. GBPP yang ada sekarang ini merupakan bahan konsumsi nasional adalam penggunaannya memerlukan cara yang berbeda-beda. Untuk pembelajaran topik yang berorientasi bidan studi tunggal atau monodisipliner tentu berbeda dengan topik yang diangkat secara antar disiplin atau interdisipliner dalam vara guru menggunakan GBPP tersebut, demikian pula perbedaan akan timbul dalam menetapkan topik yang dikelola dengan pendekatan PKR. GBPP harus diterima sebagai patokan dasar takaran materi. Sedangkan cara penataannya dalam hal tertentu seperti penggugusan topic dan penetapan aras materi dan kegiatan untuk kepentingan PKR merupakan bagian dari tugas frofesional guru. B. Bagaimana merumuskan tujuan belajar Dengan model ini keseluruhan kegiatan perencanaan, pembelajaran, dan penilaian harus bertolak pada tujuan dan tertuju pada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Karena tujuan pendidikan memiliki banyak aras (banyak tingkat) mulai dari aras tertinggi tujuan pendidikan nasional sampai tujuan instraksional khusus yang terendah, semua tujuan yang lebih rendah harus menunjang ketercapaian tujuan yang lebih tinggi. Untuk itu maka tujuan yang lebih rendah harus dijabarkan dari tujuan yang lebih tinggi. Dengan demikian diperoleh rumusan tujuan multi aras yang satu sama lain saling memiliki ketergantungan. Sampai saat ini dalam hal perumusan tujuan pembelajaran kita sudah mengenal dan memahami konsep penggugusan tujuan atas dasar konsp “ Bloom Taxonomy” atau penggugusan tujuan dari tuan Bloom. Taksonomi tujuan dari bloom tersebut member rambu-rambu bagi kita dalam mengungkapkan jenis perilaku hasil belajar murid yang ingin kita lihat setelah pembelajaran suatu topik berakhir. Hasil pembelajaran yang
44

terkait tujuan ini adalah Bruce Joyce dan Marsha Weil tahun 1986 disebut dampak instruksional. Menurut bloom tujuan pendidikan dapat diguguskan kedalam tiga ranah atau gugus kognitif, afektif, dan psikomotori. Ranah kognitif berkenaan dengan kemampuan seseorang untuk mengetahui dan mengerti ranah afektif berkenaan penghayata, nilai, dan sikap. Sedang ranah psikomotorik berkenaan dengan gerak fisik yang didorong oleh aspek psikologis. Ketiga ranah ini bukan sesuatau yang terpisah satu sama lain, akan tetapi merupakan tiga gugus paerilaku yang disamping memilki keunikan atau kekhususan juga memiliki komonalitas atau kesamaan secara umum. Secara konseptual pada setiap ranah terdapat gugus pewrilaku yang lebih kecil sering disebut sub-ranah. Berbeda dengan keterkaitan antar ranah satu sama lain setara dan saling tumpang tindih, keterkaitan antar subranah melukiskan “aras progresif”. Aras progresif ini mengandung makna bahwa sub-ranah pada suatu ranah melukiskan aras yang bertetangga. Artinya subranah yang berda di aras yang lebih tinggi secara kualitatif mencakup karakteristik atau cirri-ciri dari subranah lainnya yang berada di aras yang lebih rendah. Gambar 4 ranah Kognitif

6 5 4 3 2
Keterangan
45

Evaluasi

Sintesis

Analisis

Penerapan

Pemahaman

1

Ingatan

1. Subdomain yang lebih tinggi mengundang proses kognitif dibawahnya 2. Semakin tinggi proses kognitif semakin kompleks proses itu 3. Dalam ranah kognitif terkandung enam subranah, yakni proses ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambar 5 : Ranah Afektif (afektif domain) (Kratzwohl : 1967)

5 4 3 2 1
Keterangan :

Karakteristik

Pengorganisasian

Penghargaan

Penanggapan

Penerimaan

1. Dalam ranah afektif terkandung lima subranah yakni penerimaan, penanaggapan, penghargaan, pengorganisasian, dan karakterisasi.

46

Gambar 6 : Domain Psikomotorik (Psychomotor Domain) (Sympson : 1974)

7 6 5 4 3 2 1
Keterangan :

Originasi

Adaptasi

Respon kompleks Mekanisme

Respon terbimbing Kesiapan

Persepsi

1. Dalam ranah psikomotorik terkandung tujuh subranah yakni persepsi, kesiapan, respon terbimbing, gerakan mekanis, respon kompleks, gerakan adaptasi, gerakan mencipta (organisasi)

47

Pengarasan menuntun kita dalam menetapkan topic-topik secara vertical atas dasar perbedaan kelas, sedang penggugusan memandu kita dalam menggambarkan sebaran topik-topik secar horizontal antar bidang studi. Dalam perumusan ini tujuan pembelajaran PKR aras dan gugus topik memegang peranan yang sangat penting dalam menetapkan arah dan tujuan belajar. Karena rumusan tujuan harus mencerminkan aras dan gugus perilaku, guru PKR harus dapat memilih ungkapan perilaku ( dalam bentuk pilihan kata kerja operasional ) yang mewadahi materi yang terkandung dalam topik yang dipilih sesuai dengan aras dan gugusnya. C. Bagaimana memilih bahan ajar ? Yang dimaksud bahan belajar adalah rincian materi yang dapat berupa fakta, konsep, teori, nilai, prosedur dan kegiatan belajar yang dijabarkan dari tujuan dan topik PKR yang telah dipilih. Bila dari pemetaan gugus materi itu kita sudah merasa telah memperoleh wawasan, selanjutnya kita harus memilih materi mana yang akan disampaikan secara lisan, yang harus digali dari bahan tertulis, yang memerlukan pengamatan, atau yang menuntut percobaan. Untuk dapat melakukan pemilihan materi yang memadai perlu memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut : 1. Mendukung ketercepatan tujuan belajar 2. Berkaitan erat dengan materi sebelumnya 3. Didukung oleh sarana dan sumber belajar yang tersediaatau dapat disediakan 4. Sesuai dengan perkembangan mental murid 5. Menjadi dasar bagi studi lanjut Bahan belajar yang dipilih harus sesuai dengan tujuan yang telah dirmuskan sebelumnya. Hal ini merupakan prinsip dari kurikulm model tujuan yang kita anut. Bahan belajar harus berkaitan erat dengan bahan belajar lain yang telah dipelajarinya atau prior learning. Dengan demikian pada diri murid akan terjadi proses belajar yang bermaknaatau meaningful. Bahan belajar juga harus diperhitungkan sarana

pendukungnya yang tersedia atau yang dapat disediakan. Yang terakhir, bahan belajar

48

harus dapat dijadikan dasar untuk belajar lebih lanjut. Dalam hubungan inilah pemetaan penguraian gugus terasa sangat penting. D. Bagaimana menyusun rancangan kegiatan belajar ? Kita harus yakin bahwa proses belajar adalah intinya dari kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran harus mengahasilkan terjadinya proses belajar pada diri murid. Bila tidak, hal itu bukanlah kegiatan pembelajaran atau dapat diseburt sebagai pembelajaran yang gagal. Agar kegiatan pembelajaran tidak gagal, sejak awal harus dirancang Yang dimaksud rancangan atau desain dalam kegiatan pembelajaran adalah kerangka berpikir yang melukiskan bentuk penataan interaksi guru-murid, muridsumber belajar dalam rangka pencapaian tujuan belajar. Bruce Joyce dan Marsha Weil tahun 1986 menyebut bahwa rancangan ini dengan istilah model. Sebanyak empat kelompok besar model pembelajaran yakni model pengolahan informasi, model social, model personal, dan model pengubahan perilaku diperkenalkan dalam bukunya. Hamper semua model tersebutdirancang untuk pembelajaran kelas tunggal, namun dalam banyak hal dapat disesuaikan untuk PKR. Diluar model-model tersebut ada model dasar pembelajaran yang mengaitkan seluruh model yakni model Weil Murphy dan McGreal tahun 1986. Model dasar ini memiliki laima langkah sebagai berikut : 1. Orientasi atau Pendahuluan Guru menetapkan tujuan, langkah, dan materi 2. Pengembangan Guru menjelaskan konsep atau keterampilan, mendemonstrasikan model atau langkah, dan mengecek pengertian murid. 3. Latihan Terstruktur Guru memandu kegiatan kelompok murid, dan member balikan kepada murid, murid member tanggapan 4. Latihan terbimbing Murid-murid berlatih memahami konsep baru atau keterampilan, guru memantaunya, dan selanjutnya murid-murid berlatih lebih blanjut di luar kelas 5. Latihan bebas atau mandiri
49

Guru memeriksa dan membetulkan hasil latihan di luar kelas dan murid melanjutkan latihan mandiri. Secara umum ada dua gugus model pembelajaran merangkap kelas, yakni proses belajar arahan sendiri (PBAS) dan proses Belajar Melalui kerja sama (PBMKS). PBAS ditandai oleh kemandirian murid, sumber belajar yang memadai, berorientasi tugas dan masalah, dan motivasi instrinsik yang berdasarkan perasaan ingin tahu. Dilain pihak, meurut kagan (dalam Miller, 1991 ;210) PBMKS ditandai oleh proses berbagai ide dan pengalaman melalui pengelolaan suasana keterbukaan, komunikasi, pemecahan masalah secara bersama, pencapaian ide terbaik, dan saling mendorong dan menghargai, dan pembinaan kerja sama kelompok. Kedau format pembelajaran ini merupakan sarana konseptual yang sangat tepat untuk digunakan dalam PKR. E. Bagaimana memilih sumber dan media belajar ? Seperti kita ketahui dalam PKR sumber media belajar memiliki kegunaan yang sangat penting karena seorang guru harus mengelola kegiatan belajar dari dua kelas atau lebih, untuk satu mata pelajaran atau lebih dalam satu atau lebih dari satu tuangan belajar. Secara sederhana media belajar mencakup bahan dan alat audio seperti kaset audio dan siaran radio, bahan dan alat visul seperti siaran TV, gambar, dan diagram, benda tiruan dan benda sesungguhnya Semua bahan dan alat tersebut digunakan untuk membantu murid dalam memahami, menghayati, dan menerapkan bahan belajar yang disiapkan untuk mencapai tujuan. Dengan kata lain kehadiran media alam pembelajaran mengandung manfaat dalam membantu murid untuk belajar. Dalam pelaksanaan PKR terutam di SD kecil dan memiliki banyak kekurangan dalam sarana belajar, pemilihan media haruslah sesuai dengan lingkungan dan tepat guna. Layak lingkungan artinya media yang dipakai itu tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian guru atau murid dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baik mungkin sesuai dengan keadaan. Tepat guna artinya meskipun media tersebut tidak spenuhnya memenuhi persyaratan ideal tapi masih tetap berfungsi
50

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful