P. 1
Materi Kimia Kelas Xi-2

Materi Kimia Kelas Xi-2

|Views: 12,671|Likes:
Published by srisurahno

More info:

Published by: srisurahno on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/11/2015

pdf

text

original

Obat-obatan, karet, kosmetika, film, kabut, awan, em-
bun, asap, dan buih merupakan suatu sistem koloid. Begitu
banyak contoh koloid dalam kehidupan sehari-hari, maka perlu
dipelajari dan dipahami sistem koloid ini.

air gula
Gelas I

air + pasir
Gelas II

air sabun
Gelas III

Gambar 9.2

Sumber: Penerbit

238

KIMIA SMA Jilid 2

merata dan sabun tidak terpisah lagi dengan air. Sabun dan air
tidak dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Campuran itu
disebut sistem koloid atau dispersi koloid. Kata koloid diambil
dari bahasa Yunani yaitu kolla artinya lem (glue) dan oidos artinya
seperti yang pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham
pada tahun 1861.

Sistem koloid adalah campuran antara campuran
homogen dan campuran heterogen. Diameter partikel koloid
lebih besar daripada partikel larutan sejati, tetapi lebih kecil
daripada partikel suspensi kasar. Partikel koloid mempunyai
diameter lebih besar daripada 10–7

cm dan lebih kecil daripada

10–5

cm atau antara 1–100 nm (1 nm = 10–9

m = 10–7

cm).
Partikel koloid dapat menembus pori-pori kertas saring tetapi
tidak dapat menembus selaput semipermeabel.
Gelas I:larutan jernih, air dan gula tidak terpisah.
Gelas II:larutan keruh, ada endapan dan dapat dipisahkan
dengan disaring.
Gelas III:larutan keruh, tidak ada endapan, tidak dapat dipi-
sahkan dengan penyaringan.
Campuran air dan gula membentuk larutan homogen
yang disebut larutan sejati. Air dan pasir membentuk campuran
heterogen yang disebut suspensi kasar. Sedangkan larutan
sabun mempunyai sifat antara homogen dan heterogen yang
disebut sistem koloid atau dispersi koloid. Dispersi koloid, yaitu
suspensi dari partikel-partikel yang sangat halus yang tersebar
merata dalam suatu medium.
Partikel-partikel yang tersebar dalam sistem dispersi
koloid disebut fase terdispersi dan mediumnya disebut medium
pendispersi. Ukuran diameter partikel-partikel koloid lebih besar
daripada diameter partikel larutan sejati tetapi lebih kecil daripada
partikel suspensi kasar, yaitu sebesar 10–7

cm–10–5

cm.

Ukuran partikel koloid:

Larutan sejati

Dispersi kasar

Koloid

10–7

cm

10–5

cm

239

Sistem Koloid SMA Jilid 2

No.

1
2
3
4
5

6
7
8

Larutan sejati

diameter partikel
< 10–7

cm
satu fase
jernih
homogen

tidak dapat disaring
tidak mengendap
stabil
amikron, dapat dilihat
dengan mikroskop elek-
tron, tetapi tidak dapat
dilihat dengan mikros-
kop ultra

Sistem koloid

diameter partikel
10–7

cm–10–5

cm

dua fase
agak keruh
antara homogen dan he-
terogen
tidak dapat disaring
sukar mengendap
relatif stabil
submikron, dapat dilihat
dengan mikroskop ultra,
tetapi tidak dapat dilihat
dengan mikroskop biasa

Suspensi

diameter partikel
> 10–5

cm
dua fase
keruh
heterogen

dapat disaring
mudah mengendap
tidak stabil
mikron, dapat dilihat de-
ngan mikroskop biasa

Tabel 9.1 Perbedaan larutan sejati, sistem koloid, dan suspensi

Untuk lebih jelas melihat perbedaan antara sistem
koloid dengan larutan dan suspensi, marilah kita perhatikan
tabel di bawah ini.

Percobaan

Sistem Koloid
Tujuan:
mengetahui perbedaan ketiga bentuk campuran
(larutan, koloid, dan suspensi).

Alat dan Bahan

-Gelas kimia 100 mL

12 buah

-Pengaduk

1 buah

-Corong

1 buah

-Kertas saring

6 helai

-Gula tebu

1 gram

-Terigu

1 gram

-Susu instan/susu kental manis

1 gram/ 1 mL

-Urea

1 gram

Lakukan percobaan berikut untuk lebih memperjelas
perbedaan antara sistem koloid dengan larutan dan suspensi.

240

KIMIA SMA Jilid 2

-Sabun/serbuk detergen

1 gram

-Serbuk belerang

1 gram

-Akuades

300 mL

Cara Kerja

1.Isilah 6 gelas kimia masing-masing dengan kira-kira
50 mL akuades.
2.Tambahkan ke dalam gelas:
±1 gram gula tebu ke dalam gelas ke-1
±1 gram terigu ke dalam gelas ke-2
±1 gram susu instan/± 1 mL susu kental manis ke
dalam gelas ke-3
±1 gram urea ke dalam gelas ke-4
±1 gram sabun/serbuk detergen ke dalam gelas ke-5
±1 gram serbuk belerang ke dalam gelas ke-6
3.Aduklah setiap campuran (batang pengaduk harus
dibilas dan dikeringkan lebih dahulu sebelum diguna-
kan untuk mengaduk isi gelas yang berbeda). Perhati-
kan dan catat apakah zat yang “dilarutkan” larut atau
tidak larut.
4.Diamkan campuran-campuran itu. Perhatikan dan
catat apakah campuran stabil atau tidak stabil; bening
atau keruh.
5.Saringlah campuran pada setiap gelas masing-masing
ke dalam gelas kimia yang bersih. Perhatikan dan
catat, campuran manakah yang meninggalkan residu;
apakah hasil penyaringan bening atau keruh.

Catatan:Corong harus dibilas dan dikeringkan sebelum
digunakan untuk menyaring campuran yang
berbeda.

Pengamatan

Campuran air dengan

Gula

Sifat Campuran

Larut/Tidak
Stabil/Tidak
Bening/Keruh
Meninggalkan residu/tidak
Filtrat bening/keruh

TeriguSusu

UreaSabunBelerang

241

Sistem Koloid SMA Jilid 2

Pertanyaan

Kelompokkan campuran urea dengan air, sabun/deter-
gen dengan air, dan belerang dengan air ke dalam
larutan, suspensi, atau koloid!

Kesimpulan

Buatlah kesimpulan mengenai sistem koloid (apakah
sistem koloid itu?)

Kadang-kadang sangat sukar untuk membedakan la-
rutan sejati dengan sistem koloid jika hanya dilihat wujud fisis-
nya saja. Cara yang sederhana untuk membedakannya, yaitu
dengan mengamati pengaruh cahaya yang dilewatkan pada
kedua sistem tersebut. Pada larutan sejati, partikel dalam
larutan tidak menghamburkan cahaya, tetapi pada sistem koloid
partikel dalam larutan menghamburkan cahaya. Peristiwa ini
disebut Efek Tyndall.

Bagaimanakah cara mengenali sistem koloid? Salah
satu cara yang sangat sederhana adalah dengan menjatuhkan
seberkas cahaya pada objek. Larutan sejati meneruskan
cahaya (transparan) sedangkan koloid menghamburkannya.
Oleh karena itu, berkas cahaya yang melalui koloid dapat
diamati dari arah samping walaupun partikel koloidnya sendiri
tidak tampak. Jika partikel terdispersinya juga kelihatan maka
sistem itu bukan koloid melainkan suspensi. Untuk lebih me-
ngerti hal ini lakukanlah percobaan berikut.

Percobaan

Efek Tyndall
Tujuan:
mempelajari koloid terhadap cahaya.
Alat dan Bahan

-Tabung reaksi besar

6 buah

-Lampu senter kecil

1 buah

-Larutan gula

10 mL

242

KIMIA SMA Jilid 2

-Larutan sabun

10 mL

-Larutan K2CrO4 5%

10 mL

-Sol As2S3

10 mL

-Larutan I2

10 mL

-Sol Fe(OH)3

10 mL

Cara Kerja

1.Siapkanlah 6 tabung reaksi besar yang bersih, kemu-
dian isilah dengan larutan-larutan masing-masing
setinggi kira-kira 5 cm seperti berikut.
-tabung 1 dengan larutan gula,
-tabung 2 dengan larutan sabun (air sabun),
-tabung 3 dengan larutan K2CrO4,
-tabung 4 dengan sol As2S3,
-tabung 5 dengan larutan I2,
-tabung 6 dengan sol Fe(OH)3.
Catatlah warna dan keadaan larutan-larutan itu (be-
ning atau keruh).
2.Arahkan berkas cahaya lampu senter pada masing-
masing tabung satu per satu. Amati berkas cahaya itu
dengan arah yang tegak lurus. Pada tabung keberapa
saja berkas cahaya dapat terlihat? Catat peng-
amatanmu.

Data Pengamatan

Pertanyaan

1.Bagaimanakah sifat koloid terhadap cahaya?
2.Apa yang dimaksud efek Tyndall?
3.Apakah sistem koloid selalu keruh? Jelaskan!

Larutan
gula

Sifat Campuran

-Warna larutan/campuran
bening atau keruh?
-Menghamburkan/mene-
ruskan cahaya?

Larutan
sabun

Larutan
K2CrO4

Sol
As2S3

Larutan
I2

Sol
Fe(OH)3

243

Sistem Koloid SMA Jilid 2

Jika suatu larutan tersusun dari komponen-komponen
zat terlarut dan pelarut, maka suatu sistem koloid juga ter-
susun dari dua komponen, yaitu fase terdispersi (zat terlarut)
dan medium pendispersi (pelarut). Contohnya, dispersi tanah
liat; partikel tanah liat sebagai fase terdispersi, sedangkan
air merupakan medium pendispersi.
Dalam sistem koloid, baik fase terdispersi maupun
medium pendispersi dapat berupa gas, cair, atau padat. Oleh
karena itu, kita mengenal delapan macam sistem koloid. Lihat
tabel berikut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->