P. 1
Hidrokarbon

Hidrokarbon

1.0

|Views: 7,137|Likes:

More info:

Published by: Luph Andra Itu April on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

Sections

  • KIMIA ORGANIK DAN POLIMER
  • 1. Senyawa Hidrokarbon
  • 1.1 Hidrokarbon Jenuh
  • 1.1.2 Sifat dan Struktur Turunan Alkana
  • 1.1.3 Sifat Fisika Metana
  • 1.1.4 Sifat Kimia dan Struktur Molekul Metana
  • 1.2 Ikatan karbon Hidrogen dalam Metana
  • 1.2.1 Ikatan karbon-Karbon
  • 1.2.2 Homolog ±homolog Alkana
  • 1.2.3 Tata Nama Senyawa Alkana
  • 1.3 Hidrokarbon tidak Jenuh
  • a. Alkena
  • Contoh:
  • ISOMER ALKUNA
  • Gambar 2.3. siklopropana, dengan Model Bola-Bola Tongkat
  • Gambar 2.4. Siklobutana, dengan Model Bola dan Tongkat
  • Gambar 2.5. Siklopentana, dengan Model Bola-dan-Tongkat
  • Gambar 2.6 . Sikloheksana Dalam Struktur Data dan Tertekuk
  • Gambar 2. 7. Bentuk-Bentuk Pelipatan Cincin Skloheksana
  • Gambar 2.8. Konformasi Kursi dan Perahu Sikloheksana, Dalam Model
  • Bola-dan-Tongkat dan Proyeksi Newman
  • Gambar 2.9.`Konformasi kursi pada sikloheksana yang menunjukkan
  • Gambar 2.10. Peralihan antara dua konformasi kursi yang stabil
  • dari sikloheksana disertai oleh perubahan atom-atom
  • konformasi perahu yang tidak stabil sebagai bentuk
  • Gambar 2.11. Gugus metil dalam derajat ekuatorial dan aksial yang
  • C. Isomer Geometrik Pada Sikloalkana
  • Gambar 2.13. Beberapa persentase berlainan dari senyawa
  • Gambar 2.14. Konformer Cis 1.2-dimetilsikloheksana dalam
  • kesetimbangan 50 : 50 ekuatorial-aksial dan aksial-
  • Gambar 2.15. Representase Beberapa Konformasi Yang Berlainadari
  • D. Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Besar
  • Gambar 2.17. Beberapa Hodrokarbon Siklik Cincin Besar
  • E. Senyawa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu
  • Gambar 2.18. Beberapa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu
  • Dalam Bentuk Datar dan Konformasi cis dan trans
  • 1.5 Hidrokarbon Aromatik
  • Fenil
  • Golongan aromatik dengan suatu golongan terikat pada cincin benzen
  • Kasus dimana penamaan didasarkan pada benzen
  • Klorobenzen
  • Kasus dimana penamaan berdasarkan Fenil
  • Senyawa Aromatik dengan lebih dari suatu golongan terikat pada cincin
  • benzen
  • Menomori cincin
  • A. Senyawa heterosiklis non aromatik
  • Struktur Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima
  • Penjelasan Struktur berdasarkan Teori Ikatan Valensi
  • A. Senyawa Pirol
  • C. Senyawa Tiofen
  • Sifat Karakteristik Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima
  • B. Senyawa Furan
  • Reaksi-reaksi pada Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima
  • Reaksi-reaksi pada pirol
  • 1. Nitrasi
  • 3. Reaksi coupling diazo
  • 4. Pembentukan 2-pirol karbokaldehida
  • 5. Asilasi Friedel-Craft
  • Reaksi-reaksi Furan
  • 1. Reaksi reduksi
  • 2. Reaksi halogenasi
  • Reaksi substitusi elektrofilik
  • 1. Reaksi Nitrasi
  • 2. Reaksi Sulfonasi
  • Kesimpulan
  • Piridin
  • Perhatikan perbedaan antara benzena dan piridin
  • Substitusi Nukleofilik pada Cincin Piridin
  • Posisi 2 (disukai)
  • Posisi 3 (tidak disukai)
  • Kuinolin dan Isokuinolin
  • Porfirin
  • Keasaman Fenol
  • Aldehid dan Keton
  • Contoh-contoh aldehid
  • Contoh-contoh keton
  • Ikatan dan Kereaktifan
  • Ikatan pada gugus karbonil
  • Reaksi-reaksi penting dari gugus karbonil
  • Perbedaan aldehid dan keton
  • Sifat-sifat fisik
  • Titik didih
  • Kelarutan dalam air
  • Mengapa aldehid dan keton memiliki sifat yang berbeda?
  • Apa yang terbentuk apabila aldehid dioksidasi?
  • Menuliskan persamaan reaksi untuk reaksi-reaksi oksidasi
  • Contoh-contoh spesifik
  • Penggunaan larutan kalium dikromat(VI) asam
  • Penggunaan pereaksi Tollens (uji cermin perak)
  • Penggunaan larutan Fehling atau larutan Benedict
  • Reaksi dengan 2,4-dinitrofenilhidrazin
  • Pengertian 2,4-dinitrofenilhidrazin
  • Melangsugkan reaksi
  • Sifat kimiawi reaksi
  • Kegunaan reaksi
  • Beberapa reaksi mirip lainnya
  • dengan hidrazin
  • dengan fenilhidrazin
  • dengan hidroksilamin

KIMIA ORGANIK DAN POLIMER 1.

Senyawa Hidrokarbon Komponen utama minyak bumi dan gas alam, yaitu sumber daya yang sekarang memasok sebagian besar sumber energi kita, ialah hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya mengandung karbon dan hidrogen. Ada tiga golongan hidrokarbon berdasarkan jenis ikatan karbon-karbonnya, yaitu hidrokarbon jenuh (saturated hydrocarbon), hidrokarbon tak jenuh (unsaturated hydrocarbon), dan aromatik. Hidrokarbon jenuh hanya mengandung ikatan tunggal karbon-karbon, hidrokarbon tak jenuh mengandung ikatan majemuk karbon-karbon, baik ikatan rangkap, ikatan rangkap tiga, atau keduanya, sedangkan hidrokarbon aromatik ialah golongan senyawa siklik tak jenuh namun sifatnya berbeda dengan alkena. Sifat dari kelompok senyawa ini secara umum dicirikan oleh benzena. 1.1 Hidrokarbon Jenuh Hidrokarbon jenuh terdiri dari dua kelompok utama, yakni alkana dan sikloalkana. Pada bagian ini pembahasan khusus tentang senyawa alkana (alkana rantai lurus). Senyawa alkana juga dikenal sebagai paraffin, yang berasal dari bahasa latin ³parum afinis´ yang berarti afinitasnya kecil. Jadi paraffin berarti suatu senyawa yang afinitasnya kecil. Jadi paraffin merupakan senyawa yang sukar bereaksi, atau suatu senyawa yang stabil. Hidrokarbon, selain terdapat di alam dapat juga disintesis dilaboratorium. Berikut kita lihat struktur dan sifat dari hidrokarbon jenuh. 1.1.2 Sifat dan Struktur Turunan Alkana Rumus umum dari homolog alkana adalah CnH2n+2 dimana n menyatakan jumlah atom karbon. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan formula CH4, sedangkan struktur tiga dimensi dari metana akan dibahas kemudian. Metana dapat dihasilkan dan ditemukan pada berbagai tempat seperti: 1. Sebagai hasil dekomposisi (perubahan struktur)dari bahan organic seperti daun-daun busuk didasar rawa, sehingga gas metana dikenal pula sebagai gas rawa. 2. Di dalam arang batu bara, gas metana ini sering menimbulkan ledakan ledakan pada daerah tambang, oleh karena itu gas me tana juga dikenal sebagai gas tambang.

3. Sebagai hasil tambang, yang bercampur dengan sedikit etana, propana dan butana juga termasuk sebagai gas alam. Atau bercampur dengan minyak bumi pada pertambangan minyak bumi. 4. Pada proses pencernaan dalam tubuh manusia juga memungkinkan terbentuk gas metana. 5. Pada atmosfer yupiter juga mengandung banyak metana. 1.1.3 Sifat Fisika Metana Metana merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sangat sukar larut dalam air, mudah larut dalam alcohol. Titik didih dan titik leburnya rendah, dibawah 0oC. 1.1.4 Sifat Kimia dan Struktur Molekul Metana Metana berupa senyawa yang amat stabil tidak dapat bereaksi dengan asam, basa dan pereaksi-pereaksi yang umum terdapat dilaboratorium, pereaksi mana dengan mudah dapat bereaksi dengan senyawa hidrokarbon tak jenuh. Reaksi oksidasi terhadap metana dapat berlangsung dengan jalan pembakaran yang akan menampakkan nyala warna kuning. Bila dicampur dengan udara pada konsentrasi tertentu (5,3-13,9%) dapat menimbulkan ledakan. Ledakan dapat juga terjadi jika gas metana dicampur dengan gas klorida dalam perbandingan 1:2 dan diberi sinar matahari, akan tetapi jika penambahan klorida sedikit demi sedikit akan terjadi reaksi klorinasi berantai. Apabila dipanaskan pada uap temperature 1000 oC dengan katalisator Nitrogen, akan membentuk karbon monoksida hydrogen. Reaksi antara gas metana dengan klor cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena reaksi tersebut merupakan metode kimiawi yang cukup akurat untuk menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron bukan struktur planar atau datar, dan dapat pula menggambarkan kesetaraan derajat dari tiap-tiap atom hidrogen dalam metana. CH4 HCl inar matahari CH3 Cl
Metil klorida

CHCl2 metilen klorida

CHCl3 kloro orm

CCl4 HCl karbon tetra klorida

Gambar 1.1 Reaksi metana dengan klor menggunakan katalis sinar matahari membentuk campuran senyawa monokloro, dikloro, trikloro dan tetraklorometana. Campuran hasil reaksi yang diperoleh dari klorinasi metana diatas dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dan dapat diidentifikasi, karena kesemuanya mempunyai titik didih yang berbeda. Sebagaimana yang terlihat pada metana yang telah mengalami klorinasi, menunjukkan bahwa 1,2,3 dan 4 atom hidrogen dari metana diganti oleh ato klor secara beruntun dan menghasilkan senyawa klorometana (metilklorida), diklorometana (metilen klorida),

triklorometana (kloroform) dan tetraklorometan (karbon tetra klorida). Masing masing senyawa dapat dibuat dari berbagai cara dengan menggunakan beberapa reaksi yang lain. Kenyataan menarik adalah bahwa bagaimanapun cara yang dipakai dalam pembentukannya, ternyata hanya ada satu jenis senyawa yang sesuai bagi masing-masing rumus. Mari kita tinjau CH3Cl, molekul ini diperoleh dari hasil pertukaran salah satu dari keempat atom hydrogen metana dengan satu atom klor akan menghasilkan hanya satu macam klorometana, dengan kata lain atom hidrogen manapun yang diganti oleh klor tetap akan menghasilkan klorometana yang sama. Dari kenyataan tersebut maka disampaikan bahwa : keempat atom hidrogen dalam metana mempunyai derajat yang sama (ekuivalen). Walaupun kesamaan derajat dari keempat atom hidrogen dalam metana dapat diungkapkan lewat pengamatan molekul klorometana, namun tidak dapat digunakan untuk melacak keadaan struktur stereokimia metana. Hal ini dapat ditunjukkan pada (Gambar 1.2) kedua struktur tersebut baik bujursangkar maupun tetrahedron masing-masing

menunjukkan bahwa keempat atom hidrogen ekivalen. Keadaan tersebut tidak menunjukkan kepastian tentang struktur metana yang lebih tepat.
H

H

H

H H

C
H H

C
Cl

ujur sangkar metana

klorometana

Selanjutnya ditetapkan suatu postulat bahwa semua aspek stereokimia dari molekul-molekul senyawa hidrokarbon hanya dapat dijelaskan jika kita berpegang pada asumsi bahwa kapan saja bila suatu atom karbon berikatan dengan empat atom. satu diantaranya menunjukkan letak atom-atom klornya berdampingan satu dengan yang lain (1).3). Jika digambarkan sebagai struktur bujursangkar maka dapat meramalkan adanya dua rumus yang berbeda dari diklorometana (CH2Cl). (lihat Gambar 1. namun ketiganya adalah identik. Perhatikan bahwa penggambaran dengan struktur bujur sangkar (1. Namun bila struktur diklorometana dipandang sebagai tetrahedron (1.H H C Tetrahedron H H H H H C Cl metana klorometana Gambar 1.3 B) maka hanya ada satu rumus untuk itu. maka kelima atom itu tersusun dalam bentuk tetrahedron. (b). (c). yakni struktur bujursangkar dan struktur tetrahedron.3 A) menunjukkan bahwa posisi atom-atom klor dari kedua rumus yang dituliskan berbeda yakni. dan yang satu lagi menunjukkan posisi kedua atom-atom klor berlawanan arah (2). meskipun dapat dituliskan dengan 3 bentuk (a). Pembuktian tersebut di atas melahirkan kesimpulan bahwa stereokimia molekul metana adalah tetrahedron. Dualisme tentang struktur metana tersebut diatas dapat dipecahkan dengan menggunakan diklorometana (CH2Cl2) dapat ditunjukkan oleh dua bentuk struktur yang mungkin. .2 Dua kemungkinan struktur metana dapat menggambarkan kesaaan derajat dari atom-atom hydrogen dalam metana.

. Keadaan ini sesuai dengan pengamatan terhadap hasil klorinasi metana sebagaimana telah dibahas sebelumnya.H H H Cl Bujur sangkar (A) C H H Cl C H metana Cl Cl klorometana Cl Tetrahedron (B) H C Cl H H C H Cl Cl C H H (a) (b) (c) Gambar 1. Struktur tetrahedron menggambarkan bahwa semua struktur (a). pada orbital 2p. maka dalam pembentukan senyawa selalu ada empat ikatan kovalen. Struktur bujur sangkar nmenunjukkan ada dua jenis diklorometana (1) dan (2). 1.2 Ikatan karbon Hidrogen dalam Metana Atom karbon mempunyai empat electron valensi membentuk empat ikatan kovalen karbon hidrogen dengan empat atom hidrogen yang masing-masing memiliki satu electron valensi. bagaimanapun rumitnya molekul tersebut. (b). (c) adalah identik dan menunjukka satu wujud senyawa CH2Cl2. Prinsip ini memudahkan anda menulis struktur molekul organic dengan lengkap dan benar. Teori tolakan pasangan electron meramalkan bentuk tetrahedron untuk molekul metana. H   H H H atom karbon atom hidrogen molekul metana Karena atom karbon mempunyai empat electron valensi. Sesungguhnya mengandalkan asumsi tatanan electron atom karbon dalam keadaan dasar (ground state).3. karena atom karbon hanya mempunyai dua elektron tak berpasangan.

Tahap kedua. 2 C atom karbon C C ikatan adalah pasangan elektron . Struktur molekul metana yang dihasilkan seuai dengan hasil penelitian empat ikatan C-H yang setara. ini mengakibatkan ikatan kovalen yang amat kuat. Sudut tetrahedron diantara dua orbital hibrida meminimumkan interaksi yang tidak diinginkan diantara sesama orbital. Karena orbital sp3 lebih menjorok keluar jika dibandingkan dengan orbital p dari karbon dan orbital 1s dari hydrogen lebih dimungkinkan dan lebih besar. orbital 2s dan 3 orbital 2p dari atom karbon berhibrida membentuk empat orbital atom hibrida sp3 yang berbentuk balon mengarah ke sudut-sudut tetrahedron. adalah penghibridian yang lebih dikenal dengan istilah hibridisasi yaitu pencampuran dua atau lebih orbital yang berbeda. 1. adalah pembentukan empat buah orbital molekul ikatan 3 (sigma) melalui tumpang tindih empat buah orbital sp dari karbon dengan empat orbital 1s dari empat atom hydrogen. maka delapan electron valensi diperlukan untuk mengisi orbital molekul ikatan agar terbentuk empat ikatan sigma C-H yang setara.2. jumlah ini bertepatan dengan electron yang tersedia. Terhadap struktur metana. Sehingga setiap usaha untuk membuat pertumpangtindihan orbital p dari karbon dengan orbital s1 dari hidrogen. sebagai berikut: tahap pertama. Melalui dua tahap hipotesis dapat dijelaskan mekanisme pembentukan metana. Etana adalah alkana yang paling sederhana setelah metana.1 Ikatan karbon-Karbon Kemampuan karbon yang unik dalam membentuk ikatan kerbon-karbon yang mantap serta membentuk rantai adalah alasan utama melimpahnya senyawa organik. juga berupa gas dalam suhu dan tekanan baku. akan menghasilkan molekul dengan rumus CH2. yakni empat dari karbon masing-masing satu dari empat hidrogen.sebagaimana dapat dituliskan C:1s2 2s2 2px1 2py1 2pz1. dan tetrahedron. Berkat perkembangan mekanika kuantum maka kesulitan ini kemudian dapat diatasi. Dengan selesainya kerangka orbital molekul metana.

salah satu senyawa organic yang cukup fungsional dan banyak ditemukan dalam senyawa anorganik alam.2. dimana akhiran ana dari alkana bersangkutan diganti il.Dua atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen melalui sepasang electron patungan.2 Homolog ±homolog Alkana Penambahan satu unit CH3 terhadap senyawa hidrokarbon semula mengakibatkan terjadinya perpanjangan rantai karbon. Setiap perpanjangan atom karbon selalu berakibat pada kecenderungan perubahan. ±CH3 . Demikian seterusnya anggota-anggota berikutnya selalu bertambah dengan unit -CH2. sifat-sifat terutama sifat fisika dari senyawa karbon tersebut. Etana adalah homolog berikut setelah metana. Tiap-tiap atom karbon dalam molekul etana memiliki tiga ikatan sigma ( ) antara atom karbon dengan atom karbon tetangganya. yakni pada atom pertama atau pada atom kedua yang akan menghasilkan gugus alkil berturut-turut disebut n-butil dan isobutyl. Hal ini dapat terjadi secara tak terhingga menghasilkan suatu makromolekul. Penggantian satu atau lebih atom hydrogen alkana dengan halogen akan menghasilkan senyawa organohalida. . terbentuk dengan jalan penggantian salah satu atom hidrogen dari metana dengan gugus metil. Jika senyawa alkana kehilangan suatu atom hydrogen maka akan terbentuk suatau radikal yang dikenal sebagai gugus alkil. berbeda satu unit metilen dan berat molekulnya lebih besar daripada metana. propane dapat diperoleh dari dua gugus alkil yang berbeda sesuai dengan posisi atom hidrogen yang dilepaskan. Sisa dari electron valensi masing-masing atom karbon dapat berpasangan dengan enam electron dari enam atom hydrogen untuk membentuk molekul etana. H H H H H 6 H etana 1. Penamaan dari gugus alkil tersebut disesuaikan dengan nama alkana asalnya.dinamakan sebagai gugus metil karena merupakan turunan dari metana oleh pelepasan satu atom hydrogen.. Homolog berikutnya setelah etana adalah propane.

dimulai dari ujung yang dekat dengan rantai cabang y gugus yang menempel pada rantai utama disebut subtituen.2. ¡ H3 ¡ H2 H2 H3C H3 4-etil. nomor-nomor dipisahkan satu sama lain dengan tanda baca koma. prop-.4-dimetil heptana Penggantian atom-atom hydrogen suatu senyawa alkana dengan gugus alkil akan menyebabkan terbentuknya kedudukan baru (tipe-tipe) atom karbon sesuai dengan jumlah atom karbon lain yang terikat padanya. pent dst.-kloro-2. Menunjukkan panjang rantai y berikan angka pada rantai pokok.3 Tata Nama Senyawa Alkana Dengan semakin banyaknya senyawa alkana yang ditemukan maka sangat diperlukan cara-cara penamaan yang sistematik dan mudah dipahami system penamaan yang demikian itu kemudian dirintis oleh International Union of Chemistry di Geneva 1982. Berdasarkan hal diatas maka kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut: y y y atom C primer yaitu atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain atom C sekunder yaitu atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain atom C tersier yaitu atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain ¡ ¡ H H l ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ H3 H3 H2 ¡ .1. y Nama ditulis dalam satu baris. Setiap subtituen harus diberi nama dan nomor sekalipun dua subtituen yang identik menempel pada atom karbon yang sama. Aturan IUPAC untuk penamaan senyawa alkana meliputi tahap-tahap berikut ini: y y tentukan rantai yang paling panjang sebagai rantai pokok alkana tanpa cabang diberi nama berdasarkan jumlah atom karbonnya dengan akar kata met-. yang kemudian dikembangkan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC).

teroksidasi hanya sampai pada tingkat karbon monoksida atau bahkan hanya sampai pada karbon saja. b.y at C art r yait at karbon yang mengikat empat atom karbon lainnya. jika oksigen tidak mencukupi untuk berlangsungnya reaksi yang sempurna. CH4 + 2O2 13/2O2 CO2 4CO2 + + 2H2 5H2 + + 2 2 kkal C4H10 + 688.2. maka pembakaran tidak sempurna terjadi Dalam hal ini. Subtitusi . Oksi asi Hasil oksi asi sempurna dari alkana adalah gas karbon dioksida dan sejumlah air dan sejumlah energy.4 Konformasi Al ana 1.2.5 Reaksi reaksi Alkana a.0 kkal Reaksi pembakaran ini merupakan dasar penggunaan hidrokarbon sebagai penghasil kalor (gas alam dan minyak pemanas) dabn tenaga (bensin). Alkana terbakar dalam keadaan oksigen berlebihan reaksi ini menghasilkan sejumlah kalor (misalnya eksoterm). karbon pada hidrokarbon . 1.

reaksi berlanjut dan memberikan hasil-hasil yang mengandung banyak halogen berupa diklorometana. Reaksi umum Reaksi metana R-H CH4 + + Cl-Cl Cl-Cl R-Cl + HCl HCl CH3Cl + Reaksi subtitusi di atas dikenal dengan klorinasi. Dalam reaksi klorinasi. karena atom klor menggantikan atom hydrogen. Iodium. . Keadaan reaksi dan perbandingan antara klor dan metana dapat diatur untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. dan tetraklorometana. berlangsungnya dengan mekanisme subtitusi. Kedua kelompok senyawa ini disebut hidrokarbon tidak jenuh karena memiliki atom hydrogen per-karbon lebih sedikit disbanding alkana. Dari olifiant gas (gas yang membentuk minyak). Reaksi yang serupa dapat juga berlangsung terhadap Brom. Suatu alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung ikatan rangkap tiga karbon-karbon. Proses pirolisasi juga digunakan untuk memperbaiki struktur bahan bakar minyak. Proses pirolisis dari metana secara industry dipergunakan dalam pembuatan karbon-black.3 Hidrokarbon tidak Jenuh Alkena adalah suatu hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap dua karbon-karbon. c. yaitu berfungsi untuk menaikkan bilangan oktannya dan mendapatkan senyawa alkena yang dipergunakan sebagai bahan pembuatan plastik.Jika campuran alkana dan gas klor disimpan pada suhu rendah dalam keadaan gelap. Jika halogen berlebihan. 1. maka terjadi reaksi yang eksoterm. pirolisis Proses pirolisis atau cracking adalah proses pemecahan alkana dengan jalan pemanasan pada temperature tinggi. akan dihasilkan alkana dengan rantai karbon lebih pendek. Jika campuran tersebut dalam kondisi suhu tinggi atau dibawah sinar. sekitar 1000oC tanpa oksigen. triklorometana. Alkena dikenal pula sebagai olefin dari kata olivine. reaksi tidak berlangsung. satu atau lebih atom hidrogen diganti oleh atom klor.

tetraena dan seterusnya hingga poliena. dan seterusnya. -triena. senyawa hidrokarbon yang demikian itu dikenal sebagai alkadiena atau diena. a. Ketentuan ini berlaku jika rantai utama alkena bersangkutan memiliki empat atau lebih atom karbon. Ikatan rangkap menjadi patokan dalam menentukan rantai utama.Dengan demikian alkana sesungguhnya dapat diperoleh dengan jalan penambahan sejumlah hydrogen terhadap alkena maupun alkuna. dan bila terdapat lebih dari satu ikatan ganda dua dalam satu senyawa. Pada etena. Akibatnya senyawa-senyawa alkena tersebut mempunyai sifat maupun sifat fisika yang berbeda dengan golongan hidrokarbon lainnya. tumpang tindih satu orbital hibrida sp2 dari sebuah karbon dengan karbon yang lainnya membentuk orbital molekul ikatan (sigma) karbonkarbon. dan penomorannya sedemikian rupa sehingga karbon yang terikat pada ikatan rangkap mendapatkan nomor yang terendah. kecuali ada tiga ketentuan tambahan untuk senyawa alkena sebagai berikut: 1. Seringpula ditemukan suatu hidrokarbon memiliki dua ikatan rangkap dua. 2. Demikian juga halnya dengan senyawa hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap tiga. y Struktur dan Sifat Alkena Sebagaimana halnya alkana alkena pun memiliki struktur stereokimia tersendiri. atau kombinasi antara rangkap dua dengan rangkap tiga cukup banyak ditemukan. Dikenal pula adanya triena. Ikatan rangkap dua karbon-karbon diberi akhiran ena. demikian pula antara orbital 1s dari hydrogen dengan orbital sp2 sisa milik masing-masing karbon menghasilkan empat orbital molekul ikatan sigma . Masing-masing orbital saling dipisahkan dengan sudut 120o. Kedudukan ikatan rangkap dinyatakan menurut nomor atom karbon yang paling rendah dari setiap ikatan ganda. 3. orbital 2s dari karbon bercampur dengan dua orbital p membentuk tiga orbital sp2 hibrida. Nomor-nomor tersebut dituliskan di depan nama senyawa. maka nama senyawa alkena tersebut diberi akhiran ±diena. Alkena y Tata nama alkena Pemberian nama terhadap alkena serupa dengan yang berlaku terhadap alkana.

karbon-hidrogen. Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi daripada alkana yang jumlah atom karbonnya sama. digambarkan dengan garis seperti ikatan kovalen yang lain. polimerisasi dan pembakaran. tiga suku yang pertama adalah gas. y Sifat Fisika Alkena 1. Namun ikatan lebih lemah dibandingkan ikatan . Pada adisi alkena 2 atom/gugus atom ditambahkan pada ikatan rangkap C=C sehingga diperoleh ikatan tunggal C-C. Pada suhu kamar. Alkena dapat mengalami adisi Adisi adalah pengubahan ikatan rangkap (tak jenuh) menjadi ikatan tunggal (jenuh) dengan cara menangkap atom/gugus lain. Sebagaimana halnya ikatan . suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat. Berarti setiap karbon mempunyai satu orbital p yang berisi electron tidak berpasangan. Beberapa contoh reaksi adisi pada alkena: a. yakni empat dari masing-masing atom karbon dan empat dari hydrogen. 2. hal ini sesuai dengan jumlah electron yang tersedia. maka memungkinkan kedua orbital tersebut bertumpangtindih melalui sisi-sisi kedua orbital px membentuk orbital molekul ikatan molekul ikatan (pi). Jika diasumsikan orbital tersebut adalah orbital p x yang sejajar antara satu dengan yang lainnya. ikatan (sigma) dan satu ikatan juga merupakan ikatan kovalen dari dua electron. yaitu adisi. Maka dari sudut pandang orbital molekul etena adalah molekul yang terdiri dari lima molekul ikatan (pi). Jadi ada lima orbital molekul ikatan sigma dan satu orbital pada etena. sehingga dalam reaksi kimia ikatan lebih mudah putus dibandingkan ikatan . Berarti dibutuhkan dua belas electron. Jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur. Karena kerpatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas lapisan air. 1. Ikatan rangkap dua ini merupakan gugus fungsional dari alkena sehingga menentukan adanya reaksi-reaksi yang khusus bagi alkena. Reaksi alkena dengan halogen (halogenisasi) y . Sifat kimia Sifat khas dari alkena adalah terdapatnya ikatan rangkap dua antara dua buah atom karbon.

Polimerisasi adalah penggabungan molekul-molekul sejenis menjadi molekul-molekul raksasa sehingga rantai . Reaksi alkena dengan hidrogen halida (hidrohalogenasi) Hasil reaksi antara alkena dengan hidrogen halida dipengaruhi oleh struktur alkena. 1.y b. c. alkena simetris : akan menghasilkan satu haloalkana. y alkena asimetris akan menghasilkan dua haloalkana. Alkena dapat mengalami polimerisasi. 2. Reaksi alkena dengan hidrogen (hidrogenasi) Reaksi ini akan menghasilkan alkana. Produk utana reaksi dapat diramalkan menggunakan aturan Markonikov. maka produk utama reaksi adalah molekul dengan atom H yang ditambahkan ke atom C dalam ikatan rangkap yang terikat dengan lebih banyak atom H. apakah alkena simetris atau alkena asimetris. yaitu: Jika suatu HX bereaksi dengan ikatan rangkap asimetris.

54A). yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap. 2. lebih lemah lagi tarikan oleh hanya sepasang electron yang terjadi pada alkana.karbon sangat panjang. Alkuna Senyawa alkuna adalah kelompok hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda tiga yang terjadi antara karbon-karbon. Oleh sebab itu ikatan pada alkana lebih panjang dari alkena dan lebih panjang dari alkena dan lebih panjang dari alkuna. jadi keadaan 3. sedangkan molekul raksasa yang terbentuk disebut polimer. Tata nama alkena Tata nama alkuna menurut IUPAC sama dengan tatanama alkena. dengan sudut ikatan 180. panjang ikatan rangkap dua (1. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.21 A) dan jauh lebih pendek dari ikatan tunggal (1. pembakaran alkena Pembakaran alkena (reaksi alkena dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O. Penomoran. Tentukan rantai induk. berilah nama alkuna sesuai jumlah atom C pada rantai induk. . ikatan ganda tiga o berhubungan dengan dua atom lain. stereokimia asetilen adalah linier. disbanding hanya dua pasang electron pada ikatan rangkap dua. Molekul yang bergabung disebut monomer. kenyataan ini mengga mbarkan bahwa kedua atom karbon yang terikat dalam ikatan rangkap tersebut ditarik lebih kuat oelh tiga pasang electron sehingga lebih mendekat. lang -kahlangkah untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut: 1. 2CO2 + 2H2O CH2 CH2 + 2 O2 b.

tetapi tidak melewati rangkap. aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana. Contoh: Penentuan rantai induk salah Meskipun mempunyai rantai terpanjang. ISOMER ALKUNA Etuna (C2H2). Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. 4. propena (C3H4) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur. Isomer dari butuna (C4H6): Isomer pentuna (C5H8) . Jika terdapat lebih dari satu cabang.3.

Sifat Kimia Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi. a. tiga suku pertama berwujud gas. Pada suhu kamar. tetapi jika pada reaksi alkena dan alkuna ditambahkan peroksida maka akan berlaku aturan antimarkonikov. reaksi pada tahap 2 berlaku aturan markonikov. substitusi dan pembakaran. Sifat fisis Semakin tinggi suku alkena. polimerisasi. titik didih semakin besar. Perhatikan reaksi berikut: y Reaksi alkuna dengan hidrogen . b. y reaksi adisi pada alkuna Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi) Perhatikan reaksi di atas.- Sifat Alkuna Sifat fisis alkuna. yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. 1. suku berikutnya berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat. y Reaksi alkuna dengan hidrogen halida Reaksi di atas mengikuti aturan markonikov.

Ujung-ujung rantai suatu hidrokarbon rantai lurus dapat terhubungkan membentuk suatu rantai karbon yang tertutup atau cincin. dan lain -lain. . Jika atom-atom pembentuk cincin semua terdiri dari karbon maka dikenal sebagai ali i li .2. seperti senyawa terpen siklik. Polimerisasi alkuna 3. steroid. Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna dilakukan dengan menggantikan satu atom H yang terikat pada C C di ujung rantai dengan atom lain. Penulisan senyawa hidrokarbon siklik yang lazim adalah menggambarkan satu system siklik tanpa menuliskan atom karbon dan hidrogennya. 4. a. namun jika terdapat satu atau lebih atom lain (selain karbon) sebagai penyusun rantai utama dari cincin tersebut maka disebut dengan £ §£¢ £ £ ¢§¦¥ ¥¤ £ £¢ t i li . menyerupai formula alkena. Selanjutnya apabila rantai karbon siklik yang ¥£ § £ bersangkutan berupa hidrokarbon jenuh maka disebut i l al ana. dan jika terdapat ikatan rangkap maka disebut dengan si l al na. maka sikloalkana memiliki atom hidrogen lebih sedikit(kurang dua). kecuali terdapat heteroatom. Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O. dengan formula CnH2n. Tatanama Senyawa Hi rokarbon Siklik Di bawah ini disajikan beberapa senyawa siklik yang sederhana dan tata cara penamaannya. Jika dibandingkan dengan alkana rantai terbuka dengan jumlah atom karbon yang sama.4 Hi rokarbon Siklik Senyawa hidrokarbon siklik banyak dijumpai sebagai komponen kimia bahan alam. 2CH=CH + 5 O2 4CO2 + 2H2O 1.

kecuali siklo heksana. Maka semua senyawa siklik menderita tarikan(tegangan). mengemukakan teori bahwa senyawa siklik membentuk cincin-cincin datar. Penumoran diperlukan jika terdapat lebih dari satu substituent terikat pada cincin. seorang kimiawan jerman. demikian juga ikatan rangkap selalu menjadi patokan awal penomoran. b.50 kimiawan tersebut meyatakan bahwa karena sudut cincin luar biasa kecilnya maka siklopropana lebih reaktif daripada alkana rantai terbuka. dan jika terdapat dua atau lebih subtituen ang berbeda masing-masing subtituen disebutkan berturut-turut berdasarkan abjad dilihat dari huruf awal subtituen tersebut. Karena sudut-sudut ikatannya menyimpang dari sudut tetrahedral 109. Subtituen disebutkan lebih awal mendahului nama induk. yclohe ane  yclopentane ycloheptane  yclopropane yclobutane yclooctane  ¨    ©©¨   ©¨ imeth l-c clohe ane -Dimeth l-c clohe ane -Trimeth l-c clohe ene -Bromo-3-meth l-c clohe ane           ¨ ©¨  . Tarikan dan Kestabilan Cincin Adolf Von Baeyer. sedemikian rupa sehingga berada pada nomer-nomer terendah.H2 C H2 C CH2 CH2 H2C H 2C C H2 CH2 CH2 standar lazim standar lazim Penamaan hidrokarbon siklik didasarkan pada jumlah atom karbon sebagaimana hidrokarbon rantai lurus dan ditambah awalan siklo. CH3 CH3 CH3 H3C CH3 CH3 H3C H3C Br Penomoran didasarkan pada subtituen.

Siklopropana jauh lebih reaktif dibanding yang mungkin anda kira.5°.H 3 . Siklopropana adalah senyawa siklik yang paling reaktif.Sekarang telah diketahui bahwa sikloheksana bukanlah suatu cincin datar dengan sudut ikatan 120o. Dengan pasangan-pasangan elektron yang saling berdekatan. melainkan suatu cincin yang dapat tertekuk sehingga sudut ikatan mencapai sudut ikatan tetrahedron normal. maka sudut-sudut ikatannya adalah sekitar 109. tiga atom hidrongen tersebut berorientasi di atas bidang dan tiga yang lainnya ke bawah bidang datar molekul. apabila karbon membentuk empat ikatan tunggal. Alasannya karena sudut-sudut ikatan dalam cincin. Sikloalkana memiliki kereaktifan yang sangat mirip dengan alkana. kecuali untuk sikloalkana yang sangat kecil ± khususnya siklopropana. Pada siklopropana sudut ini sebesar 60°. terjadi tolak menolak antara pasangan-pasangan elektron yang menghubungkan atom-atom karbon. siklopropana. Kenyataan tersebut dapat dilihat pada reaksi di bawah ini H2 C H 2C H 2C CH 2 CH 2 katalis + H2 tidak ada reaksi siklopentana H2 C katalis CH 2 H 2C propana siklopropana    + H2 H 3.H 2 . tegangan dalam dari molekul sangat besar.3. koplanar dengan sudut ikatan C-C-C adalah 60o jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sudut ideal tetrahedron normal.109 o. a. dengan Model Bola -Bola Tongkat Tegangan cincin yang ditimbulkan oleh sudut molekul yang kecil mengakibatkan siklopropana dalam reaksinya cendrung untuk memutuskan cincinya. Pengaruh dari tolak-menolak ini akan dibahas lebih lanjut pada halaman tentang reaksi-reaksi dari senyawa-senyawa ini dengan halogen. Atom-atom hidrongen yang terikat pada karbon yang bersebelahan terletak secara eklipsed Gambar 2. Siklopropana Pada senyawa siklik dengan cincin yang lebih kecil memang terjadi tarikan cincin. Ketiga atom karbon siklopropana berada dalam satu bidang datar. Ini membuat ikatan-ikatan lebih mudah terputus. Normalnya. keenan atom hidrongen terletak di atas dan di bawah bidang.

2) Karena atom-atom yang terikat pada cincin siklopropana terletak secara eklips satu terhadap yang lain b. yakni: 1) Terjadinya tegangan sudut molekul. Siklopropana juga lebih reaktif pada n-propan. akibatnya adanya deviasi sudut dibandingkan dengan sudut tetrahedron. Siklobutana Siklobutana dengan sudut 90o. dan membentuk bromobutana jika direaksikan  . dengan Model Bola dan Tongkat Tekukan molekul dimaksudkan agar proyeksi atom-atom hidrongen yang terikat pada karbon yang bertetangga menghindari perhimpitan (konformasi eklipased) dan mendekati konfromasi staggered. Siklobutana tidaklah datar.Jika siklopropana diolah dengan hidrogenbromida akan menghasilkan bromopropana. siklobutanapun dapat bereaksi dengan hidrongen membentuk butana. Gambar 2. Sebagaimana halnya siklopropana.4. Siklobutana.28. sedikit mengalami tekukan. akibatnya sudut C-C-C lebih kecil jika dibandingkan dengan apabila molekulnya dalam keadaan datar.Reaksi tersebut menunjukkan betapa siklopropana tidak stabil sehingga mudah putus (mengalami pembukaan cincin) membentuk rantai terbuka yang lebih stabil. juga mengalami ketegangan akibat deviasinya dari sudut tetrahedron. tipe reaksi ini tidak terjadi pada propana H2   katalis + HBr CH3-CH2-CH2Br bromopropana H2 H2 siklopropana CH3-CH2-CH3 + HBr tidak bereaksi Setidaknya ada dua faktor yang mengakibatkan ketidakstabilan siklopropana. Sudut siklopropana 60o menyimpang jauh dari sudut 109-o.

namun dengan bantuan sinar keduanya dapat bereaksi dengan halogen melalui reaksi substitusi terhadap satu atom hidrongen atau lebih.dengan hidrongen bromida. Siklopentana. maka akan membentuk suatu segi lima yang beraturan secara sempurna dengan sudut CC-C sebesar 108o. reaksi semacam itu tidak dapat terjadi pada n-butana. dengan Model Bola -dan-Tongkat Siklopentana memiliki sifat yang hampir sama dengan n-pentana. Akibat dari tekukan cincin tersebut sehingga sudut molekulnya mengecil. namun siklobutana masih lebih stabil dibanding siklopropana c. Siklopentana Siklopentana merupakan senyawa alisiklik yang paling kecil tegangannya jika atom-atom karbon dari molekul ini ditempatkan pada bidang datar. kecuali bahwa n-pentana memiliki atom hidrongan lebih banyak (lebih dua) dibanding siklopentana. menjadi 105o. Gambar 2. . Meskipun secara kimiawi kedua senyawa ini kurang reakltif. Hal itupun menunjukkan bahwa siklobutana lebih reaktif jika dibandingkan dengan n-butana Meskipun siklobutana juga stabil karena memiliki tegangan molekul.5. Sebagaimana halnya siklobutana maka siklopentanapun mengalami sedikit tekukan mengikuti kecendrungan atom-atom hidrongennya untuk mencapai kedudukan staggered antara satu dengan yang lainnya.

H 2. Sikloheksana Dalam Struktur Data dan Tertekuk Sesungguhnya cincin sikloheksana dapat memiliki banyak bentuk akibat pelipatan cincin.6 .H 3 hv l2 kloropentana CH 3-CHCl-CH 2-CH 2-CH 3 2-kloropentana CH 3-CH 2-CHCl-CH 2-CH 3 3-kloropentana H2 C H2 C H2 C CH 2 CH 2 Cl2 hv H2 C H2 C H 2C CHCl CH 2 siklopentana klorosiklopentana Karena struktur siklik memiliki derajat kesimetrisan yang tinggi terhadap molekul. sehingga hidrongen pada sikloheksana dalam posisi stagger. Disinilah perbedaan yang menjolok antara siklopentana dengan n-pentana.H 2. maka sudut dalam C-C-C adalah 120 o dan semua atom hidrongen pada karbon-karbon cincin akan tereklipskan. Energi konfermer hasil tekukan dari sikloheksana lebih rendah daripada energi sikloheksana datar. sebab setiap hidrogen berkedudukan stagger (goyang) Gambar 2.H 2. Sikloheksana Seandainya cincin sikloheksana datar. dimana pada klorinasi n-pentana dapat menghasilkan tiga macam kloropentana.H2Cl-CH2-CH2-CH2-CH3 + H 3. Apalagi tolak-menolak antar hydrogen lebih kecil dalm konformer. d. sebagai berikut .28). karena sudut-sudut sp3 pada konfermer lebih pantas (ditinjau dari sudut 109o. Tapi pada kenyataannya bahwa adanya tarikan cincin yang mengakibatkan adanya tekukan cincin membentukl konformer. maka hanya ada satu jenis monoklorosiklopentana yang diperoleh dari reaksi tersebut di atas.

7. Konformasi Kursi dan Perahu Sikloheksana. Gambar 2. Karena semua sudut C-C-C dalam keadaan normal 109o.28 dan semua proyeksi. Bentuk-Bentuk Pelipatan Cincin Skloheksana Pembahasan selanjutnya dalam modul ini mengenai bentuk sikloheksana. dan konformasi perahu (boat conformation). karena mengalami tegangan dalam molekul sehingga energinya lebih tinggi. posisi atom-atom hidrogennya dalam keadaan stagger terhadap hidrogen tetangganya secara sempurna. Dalam Model Bola-dan-Tongkat dan Proyeksi Newman Dari kedua konformasi tersebut. Konformasi perahu tidak mantap (tidak stabil).8. dibatasi hanya pada dua bentuk konformasi yang ekstrim yakni : Konformasi kursi (chair conformation).kursi setengah kursi biduk-belit biduk Gambar 2. yang paling disukai (lebih stabil) adalah konformasi kursi. Tegangan dalam molekul tersebut dikenal sebagai efek sterik (tegangan ruang) yang ditimbulkan oleh karena adanya penetrasi interaksi elektronik antara dua atom hidrogen .

Kejadian tersebut menunjukkan bahwa: keenam atom hydrogen pada sikloheksana mengalami keadaan aksial pada separuh waktu dan mengalami keadaan ekuatoril pada seperuh waktu yang lain. ini dikarenakan adanya sterik efek yang besar terutama karena gugus gugus ± CH2 . Selain itu. keenam hidrogen tersebut terletak searah dengan arah bidang cincin sikloheksana. jika ini terjadi maka atom-atom hidrogennya juga mengalami perubahan (pertukaran) derajat.puncak yang dikenal dengan istilah hidrogen tiang bendera. Konformasi kursi dapat menunjukkan derajat tiap-tiap atom hidrogen pada sikloheksana. Semua hidrogen aksial pada satu konformasi berobah menjadi hidrogen ekuatorial pada konformasi yang lain. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan model bola-dan-tongkat dan proyeksi Newman.9. Tentu saja intermediate itu tidak stabil. ak sial H H e k u ato rial H u ju n g in i b erg era k k e atas u ju n g in i b ergerak k e b a w ah . Begitupun sebaliknya hydrogen ekuatorial pada konformasi kursi yang baru. Enam atom hidrogen lainnya dalam derajat ekuatorial.puncak cincin yang berposisi cis.terletak dalam posisi cis (sebidang). Gambar 2.`Konformasi kursi pada sikloheksana yang menunjukkan posisi atom-atom hidrogen aksial dan ekuatorial Konformasi kursi dapat berubah menjadi konformasi kursi yang lain. tegangan dalam molekul sikloheksana dalam konformasi perahu juga disebabkan oleh karena adanya hidrogen yang berkedudukan eklips antara satu terhadap yang lainnya. dengan kata lain masing-masing atom hidrongen dalam sikloheksana separuh waktu aksial dan separuh waktu ekuatorial Perubahan konformasi kursi menuju konformsi kursi yang lain melalui konformasi perahu sebagai intermediate. yang masing-masing terikat sebagai ±CH2 pada dua ±CH2. akibatnya konformasi perahu ini tidak disukai.

lain halnya dengan senyawa alkana yang ikatannya dapat berputar membentuk konformasikonformasi sehingga padanya ditemukan isomer geometrik.11. C. Gambar 2. sehingga keduanya dapat dipisahkan.10.3. Pada suhu kamar. maka gugus metil tersebut akan saling berinteraksi atau tolak-menolak dengan dua atom hidrogen yang berkedudukan aksial. disebut antaraksi aksial-aksial atau dikenal juga sebagai antaraksi 1. jadi konformer dengan gugus metil pada posisi ekuatorial memiliki energi lebih rendah. Peralihan antara dua konformasi kursi yang stabil dari sikloheksana disertai oleh perubahan atom-atom hydrogen aksial ke ekuatorial. 95% molekul metilsikloheksana berada dalam konformsi dimana gugus metil berkedudukan ekuatorial. peralihan tersebut melalui konformasi perahu yang tidak stabil sebagai bentuk antara. Isomer geometrik di kenal juga sebagai isomer cis-trans. baik secara fisik maupun secara kimiawi. Posisi ekuatorial lebih stabil dan lebih disukai.3 diaksial pada molekul metilsikloheksana Makin meruah gugus yang terikat makin besar selisih energi antara konformasi aksial dengan ekuatorial. interaksi tersebut akan menaikkan energi. Antara isomer cis dan trans berbeda satu dengan yang lain. Bila gugus metil dalam metil sikloheksana berada dalam posisi aksial. . Tolak menolak ini akan hilang atau menjadi minimal jika gugus metil tersebut terhindar dari antaraksi 1. lebih stabil. dan mengurangi kemantapan molekul. Interaksi antara gugus-gugus yang berkedudukan aksial.3. yang terikat pada atom-atom karbon ketiga terhadap posisi gugus metil tersebut. Gugus metil dalam derajat ekuatorial dan aksial yang menunjukkan adanya antaraksi 1. ikatan-ikatannya tidak dapat berotasi bebas. Isomer geometrik ini lazim terdapat pada senyawa alkena dan senyawa siklik. Sebuah gugus metil jauh lebih meruah daripada hidrogen. Isomer Geometrik Pada Sikloalkana Steroisomer berkenan dengan molekul-molekul yang memiliki ikatan-ikatan atom yang sama. tetapi berbeda dalam penyusunan ruang. Hal ini dimungkinkan karena kedua golongan tersebut. sehingga setiap substituen besar pada cincin sikloheksana selalu mengambil posisi ekuatorial.Gambar 2. begitupun sebaliknya ekuatorial ke aksial.

Keduanya ³Ke bawah´ keduanya ³ke bawah) keduanya ³ ke atas ³ Gambar 2.2. Dalam senyawa ini ditemukan dua macam isomer. selalu terdapat satu metil berkedudukan aksial dan metil berkedudukan ekuatorial.3diklorosiklopentana.1-diklorosiklopentana.dimetilsiklokheksana.2-diklorosiklopentana dan 1.3diklorosiklopentana masing-masing memiliki dua isomer. arah yang sama. Sebagai contoh adalah dua bentuk konformasi kursi dari cis-1. Hal yang serupa juga terjadi pada cis dan trans 1.2dimetil sikloheksana Perhatikan gambar 12 bahwa gugus metil terikat pada kerbon-1 dan karbon-2 menunjukkan bahwa gugus-gugus metil pada kedua struktur adalah cis.2 -dikloropentana atau 1. yaitu isomer struktur dan isomer geometrik. Cis-1.2diklorosiklopentana jika kedua atom klor terletak pada arah bidang yang berlawanan.e). 1. isomer trans lebih stabil dari pada isomer cis. bila cincin membalik maka . maupun terikat pada atom karbon yang berbeda yakni 1. karena pada isomer cis.3-diklorosiklopentana. Dalam setiap konformasi kursi yang dapat digambarkan. Beberapa persentase berlainan dari senyawa cis 1. Antara ketiganya satu dengan yang lain merupakan isomer struktur. kita tinjau semua isomer yang dapat dihasilkan oleh dimetilsiklopentana. Kedua atom klor pada diklorosiklopentana dapat terikat pada atom karbon yang sama menghasilkan 1. Perhatikan bahwa 1. sedangkan trans-1. Perhatikan konformasi sebelah kiri gugus metil pada C-1 adalah h ekuatorial dan gugus metil pada C-2 adalah aksial (konformasi a. Sikloheksana tersubtitusi Jika dua gugus metil terikat pada satu cincin sikloheksana dapat berkedudukan cis ataupun Trans.Sebagai contoh. Akan tetapi masing-masing isomer dapat memiliki beberapa konformasi.2-dikloropentana jika kedua klor terletak pada bidang. Cincin-cincin disubtituen cis dan trans adalah isomer-isomer geometric yang tak dapat dirubah dari salah satu menjadi yang lain pada temperatur kamar.13.

metil pada C-1 menjadi aksial dan metil pada C-2 menjadi ekuatorial (konformasi e. terlihat pada kedua konformasi bahwa masing-masing memiliki satu gugus metil ekuatorial dan satu aksial.2-dimetilsikloheksan . Gambar 2.15.2-dimetilsikloheksana. berkedudukan aksial (a. sehingga keduanya mempunyai derajat kestabilan yang sama. Kesetimbangan yang berlaku pada kedua konformer tersebut 50 : 50 Gambar 2.a) atau keduanya ekuatorial (e.2-dimetilsikloheksana kedua gugus metil berada pada sisi yang berlawanan satu dengan yang lain terhadap bidang cincin. Konformer trans 1. keduanya selalu Bagaimanapun gugus-gugus trans itu diperagakan. Dalam trans 1. Representase Beberapa Konformasi Yang Berlainadari trans 1. Gambar 2. Konformer Cis 1.14. Dalam bentuk kursi dari trans isomer.16.a).e).2-dimetilsikloheksana dalam kesetimbangan 50 : 50 ekuatorial-aksial dan aksialekuatorial. satu gugus terikat dengan arah ke atas dan gugus yang lain terikat dengan arah ke bawah bidang cincin.

Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Besar. Pada kedua konformasi sebelah kiri kedua metil adalah aksil (a. Kadangkala dua cincin menyatu melalui/terikat pada dua atom karbon yang sama. . sedangkan pada konformasi sebelah kanan kedua metil berkedudukan ekuatorial (e. Senyawa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu. senyawa trans 1. Senyawa-senyawa tersebut terjadi secara alami dan banyak diantaranya mempunyai manfaat besar dan nilai ekonomi tinggi. konformasi sebelah kanan (e. E.Pada kedua konformasi gugus metil berada pada kedudukan trans. dalam jumlah yang banyak berbau tajam dan tidak menyegarkan. alkaloida dan lain-lain. Civetone juga merupakan senyawa siklik dengan cincin besar. Karena nilai ekonomi senyawa siklik tersebut semakin tinggi. antara lain terpena.e). Salah satu contoh yang menarik adalah moscon dengan cincin yang terdiri dari atas 15 atom karbon. maka kimiawan mencoba mempelajari sifat-sifatnya dan mencoba mensintesanya. Gambar 2.17. dikenal sebagai senyawa bahan alam. Senyawa ini kemudian banyak digunakan sebagai bahan dasar wangi wangian yang mahal. Senyawa ini diperoleh dari kelenjar kecil muskdeer (sejenis musang) jantan yang merupakan suatu attractant (zat penarik) bagi betinanya. Beberapa Hodrokarbon Siklik Cincin Besar.2dimetilsikloheksana sehingga keseimbangan pada keduanya lebih cenderung berlangsung ke arah kanan. sama halnya dengan musang betina terhadap musang jantan. cincin semacam itu dikenal sebagai cincin-cincin terpadu. steroida. Beberapa contoh senyawa bahan alam dengan cincin terpadu. Hidrokarbonsiklik semacam ini banyak terdapat di alam. D.a).e) adalah struktur yang lebih disukai. akan tetapi jika diencerkan secukupnya akan mempunyai efek attractant bagi laki laki terhadap wanita. Telah diketahui banyak senyawa hidrokarbon siklik dengan cincin yang lebih besar dari pada sikloheksana.

Cincin-cincin terpadupun dapat mengalami tekukan untuk mencapai keadaan yang lebih mantap. Cincin dengan enam atom karbon dengan konformasi kursi dapat terpadu secara sempurna dan terjalin tanpa tegangan. dapat berada dalam bentuk cis dan trans. Tiga buah cincin sikloheksana dan sebuah cincin siklopentana dapat terpadu membentuk 1.18. sebagaimana telah dibahas pada struktur konformasi sikloheksan.Gambar 2. Beberapa Hidrokarbon Siklik Dengan Cincin Terpadu a. Dekalin dan 1. Mengacu pada azas kestabilan struktur molekul. Senyawa congressane yang berbentuk sangkar telah disintesis oleh seorang kimiawan yang kemudian mendapat penghargaan dari IUPAC pada tahun 1963. Tiga buah cincin sikloheksana yang terpadu. Kalau senyawa tersebut dimodifikasi lebih lanjut dengan memadukan cincin dengan enam atom ke segala arah sehingga semua atom hidrogennya terganti oleh karbon dari cincin tersebut sehingga diperoleh karbon murni. Kekerasan yang tinggi dan kestabilan intan disebabkan oleh peleburan atom ±atom ke dalam cincin sikloheksana dalam jumlah tak terhingga dan semuanya dalam bentuk kursi yang stabil.2-siklopentanoperhidro penantrene yang merupakan kerangka dasar dari senyawa steroid dan berbagai hormon (akan dibahas pada bab berikutnya) Gambar 2. intan. Konformasi Cincin-cincin Terpadu. dapat berada dalam bentuk cis dan trans.2-siklopentanoperhidropenantren Dalam Bentuk Datar dan Konformasi cis dan trans. .19. Dekalin mengandung dua cincin sikloheksana yang terpadu.

walaupun benzene memiliki ketidakjenuhan.2.1. yang diberi nama acidium benzoicum (asam benzoat). karbon tetraklorida atau heksan. Benzene berupa cairan dalam suhu normal. Molekul benzene banyak mempunyai cincin karbon beranggotakan enam dimana tiap-tiap karbon mengikat satu hydrogen. Pengelompokan senyawa ini berdasarkan pada sifat-sifat kimia maupun fisiknya akan tetapi dari : Ikatan rangkap (electron ) terkonyugasi secara sempurna dalam cincin Memenuhi hokum Huckle.5 Hidrokarbon Aromatik Terdapat satu kelas senyawa hidrokarbon yang unik jika dibandingkan dengan dua kelas senyawa hidrokarbon yang disebutkan diatas. tidak bercampur dengan air namun dapat bercampur dengan pelarut organic lainnya seperti dietil eter. sikloheksana C6 H12. Salah satunya adalah kemenyan Sumatera (Styrax sumatrana L) yang harganya tinggi di kalangan masyarakat sekitar Laut Tengah. banyak digunakan sebagai pelarut organic. Sifatnya non-polar. rang Arab menyebutnya luban jawi = 4n + 2 dimana n=1. Yaitu hidrokarbon aromatic. Pada abad ke-17 para ilmuan berhasil mengisolasi suatu asam dari kemenyan tersebut. Saat zaman Sriwijaya para pedagang Arab mendatangi Kepulauan Nusantara untuk mencari bahan-bahan alami. Senyawa aromatic adalah senyawa yang menyerupai senyawa benzene yang merupakan hidrokarbon induk dari kelompok senyawa aromatik. Benzene dan turunannya banyak diperoleh dari batu bara dan minyak bumi. Umumnya senyawa ini mempunyai bau yang harum namun demikian tidak berarti bahwa nama aromatic ini semata-mata didasarkan pada baunya yang harum. dan lidah Eropa menjadi benjui atau benjoin. sampai akhirnya menjadi benzoe atau benzoin dalam bahasa Latin. Dengan rumus empiris C6 H6. Kemudian pada tahun 1834 Eilhart Mitscherlich dari Jerman mengeluarkan atom-atom oksigen dari molekul asam benzoat sehingga ia memperoleh senyawa . Sejarah Benzena Nama ³benzena´ memiliki perjalanan sejarah yang panjang yang dimulai dari tanah air kita.3 (³kemenyan nusantara´). bahwa electron (bilangan bulat). namun sifat benzene lebih mendekati hidrokarbon jenuh dibandingkan dengan alkena dan alkuna.

Karbon tersusun dalam bentuk hexagon (segienam) dan ia mengemukakan ikatan tunggal dan rangkap yang bergantian diantara karbon karbon tersebut. para pakar kimia saat itu berpendapat bahwa senyawa ini memiliki ikatan tak jenuh yang lebih banyak dari alkena atau alkuna. Faraday membuat senyawa tersebut dari gas asetilena yang saat itu dipakai untuk lampu penerangan. . Berdasarkan rumus molekulnya. Friedich August Kekule dari Jerman berhasil menerangkan struktur benzena. maka sejak tahun 1845 nama benzol diubah menjadi benzena. Ternyata senyawa ³benzol´ itu sama dengan senyawa yang disintesis oleh Michael Faraday dari Inggris pada tahun 1825.baru berwujud cair yang hanya mengandung atom-atom C dan H. benzena seperti: leh karena itu. Diagram berikut ini merupakan penyederhanaan dengan menghilangkan karbon dan hydrogen. Setiap karbon terikat pada sebuah hydrogen. Kekule adalah orang pertama yang mengemukakan struktur benzene yang dapat diterima. diusulkanlah beberapa rumus struktur Akan tetapi alangkah kagetnya para ilmuan saat itu ketika mengamati bahwa benzena tidak dapat mengalami adisi dan justru reaksi-reaksi benzena umumnya reaksi substitusi. sedangkan akhiran ±ol hanya lazim untuk alkohol-alkohol. sebab akhiran ±ena lebih tepat untuk senyawa-senyawa tak jenuh. Setelah diketahui bahwa senyawa ini memiliki rumus molekul C6 H6 dan mengandung ikatan tak jenuh. C6H6. Akhirnya pada tahun 1865. Keenam atom karbon pada benzena tersebut melingkar berupa segi enam beraturan dengan sudut ikatan 120 derajat. Mitscherlich menamai senyawa itu benzol.

dengan sisi yang panjang dan pendek secara bergantian. energi sebesar 120 kJ dilepaskan.3-diene akan menjadi 2 kali lipat dari perubahan entalpi pada sikloheksen yaitu. Artinya bentuk heksagon akan menjadi tidak beraturan jika menggunakan struktur Kekule. hekesena dan senyawa dengan ikatan karbonrangkap dua lainnya. maka benzena akan dibandingkan dengan sikloheksen C6H10. dua kali lipat ikatan yang harus diputuskan dan dibentuk. 2. Kestabilan ini dapat dijelaskan berdasarkan perubahan entalpi pada hidrogenasi. Saat hirogen ditambahkan pada siklohesena mana akan terbentuk sikloheksana.139 nm. Persamaan hidrogenasi dari siklohesen dapat ditulis sebagai berikut: Perubahan entalpi pada reaksi ini -120 kJ/mol. Benzen yang sebenarnya berbentuk segienam sama sisi. dan hal itu sesuai dengan struktur Kekule.Meskipun Struktur Kekule merupakan struktur benzena yang dapat diterima. Sikloheksen adalah senyawa siklik heksena yang mengadung satu ikatan rangkap 2. Dengan kata lain Perubahan entalpi pada hidrogenasi cyclohexa-1.154 nm C=C 0. Pada struktur Kekule.134 nm 3. benzena digambarkan memiliki 3 ikatan rangkap yang seharusnya mudah mengalami adisi seperti etena. namun ternyata terdapat beberapa kelemahan dalam struktur tersebut. Tetapi pada kenyataanya Benzena sukar diadisi dan lebih mudah disubstitusi. Untuk mendapatkan perbandingan yang baik dengan benzene. Jika cincin memiliki dua ikatan rangkap (Cyclohexa-1. -240 kJ/mol. Yang menjadi masalah adalah ikatan tunggal dan rangkap dari karbon memiliki panjang yang berbeda. Dengan kata lain setiap 1 mol sikloheksen bereaksi. Bagian "CH" menjadi CH2 dan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Kelemahan itu diantaranya: 1. Hidrogenasi adalah penambahan hidrogen pada sesuatu. Pada benzene yang sebenarnya semua ikatan memiliki panjang yang sama yaitu diantara panjang C-C and C=C disekitar 0. Bentuk benzene adalah molekul planar (semua atom berada pada satu bidang datar). 4. . C6H12. C-C 0.3-diene). Benzena yang sebenarnya lebih stabil dari benzena dengan struktur yang diperkirakan Kekule.

sangat jauh dari prediksi. bahwa benzena yang sebenarnya memiliki struktur yang lebih stabil dari prediksi yang dibentuk oleh struktur Kekule. Namun ternyata hasil yang benar adalah sekitar -208 kJ/mol.Namun perubahan entalpi ternyata sebesar -232 kJ/mol yang jauh berbeda dari yang diprediksikan.3. sehingga perubahan entalpi hidrogenasinya lebih rendah dibanding dari perubahan entalpi dari hidrogenasi struktur kekule. Hal yang penting dari diagram ini adalah. Bila hal yang sama diterapkan pada struktur Kekule dari benzen (yang juga disebut Cyclohexa-1. Sedangkan garis titik-titik melambangkan perubahan yang diprediksikan. panah dan tulisan yang di cetak tebal melambangkan perubahan yang sebenarnya. karena 3 kali lipat ikatan pada kasus sikloheksen yang diputuskan dan dibentuk. perubahan entalpi dapat diprediksi sebesar -360 kJ/mol. Diagram perubahan entalpi diatas menunjukkan bahwa benzene yang sebenarnya lebih stabil sekitar150 kJ/ mol dibandingkan dengan perkiraan perubahan entalpi dari struktur benzena yang diperkirakan Kekule. Peningkatan stabilisasi ini disebut juga sebagai delokalisasi energi atau resonansi energi dari benzene. Hal ini akan lebih mudah untuk dimengerti dengan membaca diagram enthalpi di bawah ini: Garis. Gambaran orbital benzena .5-triene).

Elekron-elektron tersebut terdelokalisasi (tersebar merata) dalam orbital molekul mencakup seluruh cincin. ini menunjukkan bahwa tiap-tiap dari keenam electron-elektron ikatan merupakan ikatan rangkap satu setengah Ikatan dalam benzene berbeda . yang memiliki enam karbon 6 dan simbol sebagai berikut: . Keadaan menghasilkan suatu kesinambungan awan electron heksagonal. membentuk ikatan . dengan ikatan rangkap dalam senyawa alkena dan alkuna. Cincin Benzene Semua senyawa aromatis berdasarkan benzen.Orbital p setiap atom karbon bertumpang tindih dengan orbital-orbital p kedua atom tetangganya. Untuk menggambarkan delokalisasi dalam benzene maka rumus benzene kadang kadang digambarkan sebagai segienam beraturan dengan lingkaran ditengahnya. Electron-elektron diatas dan dibawah bidang tidak terlokalisasi diantara pasangan atom karbon tertentu sebagaimana ikatan rangkap dua pada senyawa alkena. C H6. semua ikatan C-C identik mengandung satu pasangan electron dalam ikatan yang terbentuk cincin dan juga mengandung seperenam bagian dari molekul. Seringkali lebih dari satunama dapat diterima dan tidak langka jika nama lama masih digunakan. Semua tumpang tindih antara orbitalorbital p dari keenam atom karbon terjadi dalam derajat yang sama. Penamaan senyawa Aromatis Penamaan senyawa aromatis tidak secara langsung seperti pada rantai karbon.

Golongan alkil yang lain juga mengikuti cara penamaan yang sama. Penyederhanaannya menjadi C6H5Cl. Formula sederhananya C6 H5N 2. CH4. Nama lama dari metilbenzen adalah toluen. Fenil Ingat bahwa anda mendapatkan metil .Contoh. C6H5. Fenil selalu terikat pada yang lain. Kasus dimana penamaan didasarkan pada benzen Klorobenzen Ini merupakan contoh sederhana dimana sebuah halogen terikat pada cincin benzen.Setiap sudut dari segienam memiliki atom karbon yang terikat dengan hidrogen. dengan menghilangkan sebuah hidrogen dari benzen. CH3. dengan mengingkkirkan sebuah hidrogen pada metan. Metilbenzen Satu lagi nama yang jelas. Ini agar anda dapat mengerti bahwa klorin adalah bagian dari metil dan bukan berikatan dengan cincin. Benzen dengan metil terikat padanya. (Klorometil)benzen Variasi dari metilbensen dimana satu atom hidrogen digantikan dengan atom klorida. Dan anda mendapatkan Fenil . terikat pada rantai benzen. etilbenzen. anda mungkin masih akan menemui itu. Golongan aromatik dengan suatu golongan terikat pada cincin benzen. Nitrobenzen Golongan nitro. . Perhatikan tanda dalam kurung. Seperti metil atau etil . Penamaan sudah sangat jelas. Setiap kalo anda menggambar cincin benzen dengan sesuatu terikat padanya sebenarnya anda menggambar fenil. C6 H6. Untuk mengikat sesuatu anda harus membuang sebuah hidrogen sehingga menghasilkan fenil.(klorometil) . N 2. Formula sederhananya C6 H5CH3. Sehingga anda dapat (walau mungkin tidak!) menamainya fenilklorida.

Atom hidrogen pada -C golongan fenil. Karena itu fenileten berupa: Nama lamanya Stiren -monomer dari polystyren. penamaan akan menjadi (diklorometil)benzene atau (triklorometil) benzen. Nama lama dari fenilamin adalah anilin. Merupakan golongan adalah keton sehingga ada C= pada bagian tengah. dan anda juga dapat menamakanya aminobenzene. fenilamine Fenilamin adalah amin primer yang mengandung -NH2 terikat pada benzen. Terikat pada rantai karbon adalah fenil. Kasus dimana penamaan berdasarkan Fenil Ingat bahwa golongan fenil adalah cincin benzen yang kehilangan satu atom karbon ± C6 H5. asam benzoik (benzenecarboxylic acid) Asam benzoik merupakan nama lama. namun masih umum digunakan -lebih mudah diucapkan dan ditulis. Eten adalah rantai dengan dua karbon dengan ikatan rangap. H digantikan dengan . terikat pada cincin benzen. feniletanon Mengandung rantai dengan dua karbon tanpa ikatan rangkap. Apapun sebutannya terdapat asam karboksilik. C H. fenileten Molekul eten dengan fenil berikatan padanya. feniletanoat Ester dengan dasar asam etanoik.Jika lebih dari satu hidrogen digantikan dengan klorin. Sekali lagi perhatikan pentingnya tanda kurung.

H terikat pada benzen sehingga formulanya menjadi C6 H5 H. Anda dapat menomorinya searah atau berlawanan arah dengan jarum jam. Pada posisi disampingnya terdapat hidroksi . . Menomori cincin Salah satu golongan yang terikat pada cincin diberi nomor satu. Ada -C H terikat pada cincin dan karena penamaan berdasarkan benzoik maka golongan benzoik menjadi nomor satu. asam 2-hidrobenzoik Juga disebut sebagai asam 2-hidroksibenzenkarbolik.4-dikarboksilik ³di´ menunjukkan adanya dua asam karboksilik dan salah satunya berada diposidi 1 sedangkan yang lainnya berada pada posisi nomor 4. asam benzene-1.fenol Fenol memiliki .H dengan nomor 2. Lihat contoh untuk lebih jelas Contoh: Menambah atom klorin pada cincin Lihat pada senyawa berikut: Semuanya berdasar pada metilbenzen dan dengan itu metil menjadi nomor 1 pada cincin. Posisi yang lain diberi nomor 2 sampai 6. Senyawa Aromatik dengan lebih dari suatu golong an terikat pada cincin benzen. Sehingga menghasilkan nomor yang terkecil. Mengapa 2-Klorometilbenzen dan bukan 6-klorometil benzen? Cincin dinamai searah jarum jamdalam kasus ini karena angka 2 lebih kcil dari angka 6.

2. Ester ini berdasarkan asam T. metil 3-nitrobenzoat Nama ini merupakan nama yang akan anda temui pada soal-soal latihan me-nitratkan cincin benzen. untuk menghasilkan ester sebuah hidrogen pada -C H degantikan dengan metil.6-triklorofenol adalah antiseptik terkenal TCP.6-trikloofenol Berdasarkan dengan fenol dengan .H terikat pada nomor 1 dari rantai karbon dan klorin pada posisi nomor 2. Dan metil tertulis terpisah.4 dan 6 dari cincin karbon.4. asam 3-nitrobenzoik -dan kita mulai dari sana.4. Metil 3-nitrobenzoat menjadi: Reaksi reaksi pada benzene . Dari namanya ditunjukkan bahwa metil 3-nitrobenzoat merupakan golongan ester (akhiran oat). Akan ada cincin benzen dengan -C H pada nomor satu dari cincin dan nitro pada nomor 3. 2.

Bro inasi Br Br2 Bro obenzena Sulfonasi SO3H H 2SO4 SO3 Nitrasi NO2 HNO3 H2SO4 Alkilasi CH3 CHCl3 AlCl3 A. Senyawa heterosiklis non aromatik Senyawa-senyawa yang dalam lingkar heterosiklisnya mengandung atom selain karbon. namun sifat-sifatnya sama dengan senyawa-senyawa rantai terbuka (alifatik) Contohnya : O C C O CH C OO C O O O CC O R O C NH C O O O O R anhidrida asam suksinat gamma-lakton " ! " eBr3 HBr H 2O Benzelsulfonat H2O Nitrobenzena HCl Toluena NH R O phtal-imida asetal lingkar suksin-imida dioxan turunan epoksida .

Harus terdapat (4n + 2) elektron T dalam sistem cincin (aturan Huckel). berhibridisasi sp2.B. terdapat tiga kriteria yang harus dipenuhi : 1. Senyawa eterosiklis aromatik Senyawa-senyawa yang dalam lingkar heterosiklisnya mengandung atom selain karbon. Penomoran beberapa senyawa heterosiklik adalah sbb : 4 4 5 6 3 4 5 N N1 3 2 6 7 5 4 3 6 7 5 4 3 N S 3 2 5 N 1 2 1 P ir idin T ia zo l H Imida zo l 8 N 1 2 N 8 1 2 Ku in o lin Iso ku in o lin Bila suatu senyawa heterosiklik. namun sifat-sifatnya sama dengan senyawa-senyawa aromatik lainnya. penomoran pada cincin heterosiklik ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah bagaimanapun posisi substituennya. Berbeda dengan senyawa lainnya. 2. Agar suatu sistem cincin bersifat aromatik. Sistem cincin mengandung elektron T (pi) yang terdelokalisasi (terkonyugasi). Contohnya : N H Pirol O Furan S Tiofen N 5 6 7 4 3 5 6 7 8 4 3 N N 8 N 1 2 N2 1 piri i pir zi Kuinolin Isokuinolin Tata Nama Senyawa Heterosiklik Aromatik Sistem cincin senyawa aromatik heterosiklik juga mempunyai tata nama tersendiri. Sistem cincin harus datar (planar). 3. maka huruf Yunani dapat juga digunakan untuk menandai posisi cincin . hanya mengandung satu heteroatom.

sehingga dapat bersifat aromatik. furan dan tiofen semuanya memenuhi persyaratan ini. heteroatom itu harus memiliki dua elektron untuk disumbangkan ke awan pi aromatik.K F E F N E Piridin F E N H Pirol F E Struktur Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Agar suatu heterosiklik dengan cincin lima anggota bersifat aromatik. Senyawa Pirol Konfigurasi elektron keadaan dasar : 6 keadaan tereksitasi : 11 1 1 11 11 11 1 1 s 2 1 H + H _ H _ _ + _ H + N _ H B. N H Pirol O Furan S Tiofen Penjelasan Struktur berdasarkan Teori Ikatan Valensi A. Pirol. Senyawa Furan Konfigurasi elektron keadaan dasar : keadaan tereksitasi : 11 1 1 1 11 11 11 1 s 3 1 1 $ $ $ 2 7 N : 1s 11 2s2 2 3 1s2 2s1 ' ' ' & % ' satu e e ktron p dar karbon + + ua e e ktron p dar n trogen 2 4 11 $ $ $ ' & # : 1s2 11 2s2 2 2 1s2 2s1 2 3 1 .

+ H _ + H _ O _ dua ele t on mandi i da i o igen C. Senyawa Tiofen Konfi r i lektron keadaan tereksitasi : 2p 4 11 1 1 1s2 11 11 2s1 1 11 1 sp 3 2p 5 11 1 1 2s2 11 keadaan dasar : 2 8 O : 1s 11 + H _ + H _ S _ dua ele t on mandi i da i ulfu Struktur Hibrid Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Pi ol _ _ Fu an _ _ N H _ N H _ + N H + O O + _ _ N H + + N H O + O + ) 0 ) ) )( _ _ + ) 0 ) H H dua ele t on pi da i ulfu )( a tu ele t on pi da i a bon + + ) )( _ _ + 0 ( ) ) H H dua ele t on pi da i o igen 0 ( )( atu ele t on pi da i a bon 5 43 21 ) ( ) )( ) ( ) )( 0 6 0 + + + O .

Tio en _ _ _ _ Makin besar jarak pemisahan muatan positif dengan negatif pada struktur hibrid menyebabkan keadaan semakin kurang stabil. io Hal ini berdampak. Sifat Karakteristik Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima A. Senyawa Pirol Karena atom nitrogen dalam pirol menyumbangkan dua elektron ke awan pi aromatik. Kerapatan elektron pada atom C nomor 2 dan nomor 5 lebih besar dari kerapatan elektron pada atom C nomor 3 dan 4. cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) H N H+ H 7 7 7 7 + + 7 7 7 + 7 + . Kemungkinan terjadinya substitusi elektrofilik yang paling besar berada pada atom C nomor 2 dan 5. maka atom nitrogen bersifat tuna elektron.

Tidak seperti piridin dan amina. N H irol + H+ tida ada kation stabil B. Senyawa Furan Karena atom oksigen dalam furan menyumbangkan dua elektron (sepasang elektron) ke awan pi aromatik. Hal ini berdampak. C. S Hal ini berdampak. pirol (pKb = b 14) tidak bersifat basa. maka atom sulfur bersifat tuna elektron. cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) . cincin menjadi kaya elektron (bermuatan negatif parsial) H OH+ Berbeda dengan pirol. puran menunjukkan sifat basa yang amat lemah. maka atom oksigen bersifat tuna elektron. Senyawa Tiofen Karena atom sulfur dalam tiofen menyumbangkan dua elektron (sepasang elektron) ke awan pi aromatik.

H S H+ Berbeda dengan pirol. maka pirol tidak dapat bersifat basa. sehingga dapat bereaksi dengan NaNH2 ataupun K H KOH N H _ N K + + H2 O + CH3 I N CH3 Dapat pula bereaksi dengan reagen grignard dengan membebaskan alkana. + N CH3 MgBr ‡ H Mengalami reaksi substitusi elektrofilik _ N + MgBr + CH4 1. Nitrasi O CH3 C ONO2 O + N H NO2 CH3 C OH O CH3 CH3 C O C O 5oC 2. tiofen juga menunjukkan sifat basa yang amat lemah. Reaksi-reaksi pada Senyawa Heterosiklik Lingkar Lima Reaksi-reaksi pada pirol Walaupun mempunyai sepasang elektron bebas. Sulfonasi N H . tetapi karena adanya delokalisasi elektron dalam cincin aromatis. malahan bersifat asam yang sangat lemah.

H l 2.4. Pembentukan 2-pirol karbokaldehida 1. 250 o H3 B B B H3 B H3 O O O O + H3 OH A A N H NH 9 H 2-piroldia oniu klorida O N @ 8 A B B A @ NO2 . H N.3. H2 O N H H H H 2-pirol karbokaldehida 5.5-tetrabromopirol B B B B N Al l 3 .N SO 3 sulfopiridin N H 90 o N SO3 H asa -2-pirolsulfonat 3. Reaksi coupling diazo + N H _ lN + N N N N NO2 + H l 4. Asilasi Friedel-Craft O N H H ‡ Mengalami reaksi halogenasi (brominasi) Br Br2 2 H5 OH Br N H Br N Br H 2.

karena makin banyak dapat membentuk ikatan hidrogen.3-butadiena . HCl N H 3-pirolin Reaksi-reaksi Furan 1. N H piro b = 2.5 H2 Ni / Pt 200 . pada temperatur tinggi. _H O 2 O tetra hidro f ran CH2 + O tetra hidro furan NH3 N H pirolidin G 10 -14 D C N H piro i din Kb = 10 - F D E 90 -93 % CH CH CH2 1.250o Zn . Reaksi reduksi Sifat aromatis furan dapat dihilangkan dengan mereduksi furan menjadi tetra hidro furan H2 .‡ Mengalami reaksi reduksi ‡ Sifat kearomatikan dari pada pirol dapat dihilangkan dengan mereduksinya dengan hidrogen. Ni / Pd 50 o C O f ran td 31 o O tetra hidro f ran td 65 o Makin berkurang sifat aromatisnya makin tinggi titik didihnya.

O asa V C OH furoat Senyawa halo-furan juga dapat diperoleh dengan reaksi sebagai berikut : HgCl 2 O O furan CH3 C ONa O Dari reaksi ini. O HgCl Tetapi umumnya. juga dapat diturunkan senyawa furan yang tersubstitusi dengan gugus asetil. 2-asetil furan dibuat dengan larutan asam asetat anhidrid yang diri garam boron triflourida eterat. O + O HgCl CH3 CH3 C O C O O 2-asetil furan C CH3 C2 H5 BF3 O C2 H5 O U O Br O + CO 2 Br O C OH bromo furan Br O X2 HgCl O halo-furan X O R C Cl 2-asetil furan O C W HV H O Q PI H O R US T US T US T + l US T S T OH . Reaksi halogenasi Senyawa turunan furan (asam furoat) dapat bereaksi dengan halogen.Cl t tra R tilen lorohidrin t t idr furan 2. dan setelah dipanaskan terbentuklah 2-bromo furan.

‡ Posisi 2 (disukai). Reaksi Sulfonasi O furan NSO 3 O SO 3 H 2-furan sulfona Kesimpulan ‡ Substitusi elektrofilik berlangsung terutama pada posisi 2. Reaksi Nitrasi O O O furan CH3 C ONO2 O 2-ni ro furan NO2 CH3 C OH 2. + NO 2 + N H H NO2 + N H H NO2 + N H H NO2 + -H N H N H NO 2 ‡ Posisi 3 (tidak disukai). H + NO 2 H NO2 + NO2 + N H + -H NO2 N H N H N H . Reaksi substitusi elektrofilik 1.

Piridin Piridin mempunyai struktur yang serupa dengan benzena atau Piridin Piridin Masing-masing atom penyusun cincin. terhibridisasi sp2 dan mempunyai satu elektron dalam orbital p yang disumbangkan ke awan elektron T aromatik. tetapi piridin mengandung satu nitrogen yang bersifat elektronegatif. sehingga bersifat polar. H+ N H- Pembentukan kation menyebabkan cincin semakin bersifat tuna elektron H+ N+ _ F Br ` X a Y . + _ + _ + _ + _ + + _ _ Perhatikan perbedaan antara benzena dan piridin Benzena bersifat simetris dan nonpolar.

75) jauh dari kebasaan amina alifatik (pKb = 4). akan berlangsung pada posisi 3. Pasangan elektron ini dapat disumbangkan ke suatu ion hidrogen.5-dibromopiridi Br Br N Perbedaan lainnya. tetapi piridin menjalani banyak reaksi khas amina + N H Clpiridi i m lorida CH 3 I HC l N e p irid i + NCH3 Icb Seperti benzena. Brominasi berlangsung hanya pada temperatur tinggi dalam fase uap dan agaknya berlangsung dengan jalan radikal bebas. nitrogen dalam piridin mengandung sepasang elektron mandiri dalam orbital sp2. H2O.Cincin piridin mempunyai kereaktivan rendah terhadap substitusi elektrofilik dibandingkan dengan benzena. Br2 300o Br + N 3-bromopiri i N 3. H+ N-metilpiridi i m iodida KMnO4. Piridin tidak mengalami alkilasi atau asilasi Friedel-Crafts maupun kopling garam diazonium. CH3 tol ena CH 3 KMnO4. cincin aromatik piridin bertahan terhadap oksidasi. H2O. sehingga piridin bersifat basa. Bila terjadi substitusi. Kebasaan piridin (pKb = 8. tetapi rantai samping dapat dioksidasi menjadi gugus karboksil. H+ asam benzoat COOH N asam 3-piridinakarboksilat (asam nikotinat) N 3-metilpiridin d cb COOH .

sehingga piridin juga mengalami substitusi nukleofilik. terstabilkan oleh sumbangan struktur resonansi dalam mana nitrogen mengemban muatan negatif. N Br NH3 kalor N NH2 2-bro opiri in Cl NH3 kalor 2-a inopiri in NH2 N -kloropiri in N -a inopiri in Posisi 2 (disukai) NH 3 g gf N Br peny bang uta a N NH2 -H+ N _ NH 2 Br h _ N NH 2 Br N _ NH2 Br . NO2 O2N Cl NH3 NO2 O2N NH2 Nitrogen dalam piridin menarik rapatan elektron dari bagian lain cincin itu. seperti ± N 2 maka substitusi nukleofilik aromatik sangat dimungkinkan.Br- truktur-struktur resonansi untuk zat antara Zat antara pada substitusi C-2. diikuti oleh posisi 4.Substitusi Nukleofilik pada Cincin Piridin Bila suatu cincin benzena disubstitusi dengan gugus penarik elektron. . tetapi tidak pada posisi 3. Substitusi berlangsung paling mudah pada posisi 2.

 Benzena tanpa subtituen.Posisi 3 (tidak disukai) NH2 Br NH 2 N N NH2 -H + N _ Br _ N struktur-struktur resonansi untuk zat antara NH2 Br _ NH 2 Br N . jika digunakan basa yang sangat kuat.H2 N _ H2 NH o Li 100 N 2.Br- Substitusi pada posisi C-3 berlangsung lewat zat antara dalam mana nitrogen tak dapat membantu menstabilkan muatan negatif. _ + NH2 100o ti a k a a reaksi  Piridin mengalami substitusi nukleofilik. _ + N + N 100o . yang kemudian diolah dengan air. tidak mengalami substitusi nukleofilik. sehingga memiliki energi yang lebih tinggi yang menyebabkan laju reaksi lebih lambat. seperti reagensia litium atau ion amida.enil iri in s r q Dalam reaksi antara piridin dengan ion amida (NH2-). produk awal terbentuk adalah anion dari 2-aminopiridin. p NH2 i i + N NH2 2-a ino iri in + LiH H- . sehingga menghasilkan amina bebas.

Tahap 1 (serangan NH2-)

_

H _ H _ H
str kt r-str kt r res

_ H H
ansi nt k zat antara

H H

- H-

_ + H H H
x w u

ani n ari -aminopiridin

Tahap 2 (pengolahan dengan air)
_ H

Kuinolin dan Isokuinolin

2-aminopiridin

Kuinolin dan isokuinolin, keduanya merupakan basa lemah (pKb masing-masing 9,1 dan 8,6). Kuinolin dan isokuinolin, keduanya menjalani substitusi elektrofilik dengan lebih mudah dari piridin, tetapi dalam posisi 5 dan 8 (pada cincin benzenoid, bukan pada cincin ntrogen)
O2
H O3 H2 O4 0o

]
‡ ˆ

Isokuinolin

5-nitroisokuinolin (90% )

O2 +

H

H2

4

‚

Kuinolin

5-nitrokuinolin (52% )

O2 8-nitrokuinolin (48% )

‚

‚

0o

y 

‚



_ H

+

H

+ H

+ O2 8-nitroisokuinolin (10% )

€

t t

vu

t t

„† …„ƒ

t t

_+ H H

€y

‚





Seperti piridin, cincin kuinolin dan isokuinolin yang mengandung nitrogen dapat menjalani substitusi nukleofilik.
(1) (2)

I

i

i

1-me i i

Posisi serangan adalah E terhadap nitrogen dalam kedua sistem cincin itu, tepat sama seperti di dalam piridin. Porfirin Sistem cincin porfirin terdiri dari empat cincin pirol yang dihubungkan oleh gugus =C-. Sistem cincin keseluruhan bersifat aromatik.

P

firi

Sistem cincin porfirin merupakan satuan yang secara biologis sangat penting khususnya dalam : heme, komponen hemoglobin yang mengangkut oksigen.
˜

O2CC 2C 2
˜ ˜

C 3
—

eme

˜

˜

˜

C 2=C
˜

—

C 3
˜

C 3

˜

˜

—

Fe

C =C

˜

O2CC 2C 2
— ˜ ˜

l mil kjih m o p

q

n

(2)

2O

C 3 i i

C 3

g

n

u

q

r

r

q

ts

g

” –•” “ ’

i

i

2

(1) C 3 Li

” – • ” “f • ” e ™ d ˜— —

 ‘ ‰
2 2O

l m il kjih

— q

2

i

i

i

˜ ˜

2

Klorofil, suatu pigmen tumbuhan.
CH3 CH N N C H O CCH CH 20 39 2 2 2 CH O C 3 2 O Mg N N CH2-CH3 CH=CH 2 CH3

3

CH 3 Klo ofil-a

Sitokrom, senyawa yang terlibat dalam pemanfaatan 2 oleh hewan.
CH3 HO2CCH2CH2 HO2CCH2CH2 N CH3 CO CHCH 2S NH Sitok o c CH3 N Fe N N CH3 CO CHSCH2CH CH3 NH

Hidrogen-hidrogen pirol dalam cincin porfirin dapat digantikan oleh aneka ragam ion logam (kelat) Fenol

Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas. Rumus kimianya adalah C6 H5 H dan strukturnya memiliki gugus hidroksil (- H) yang berikatan dengan cincin fenil. Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara. Pembuatan fenol 1. Pertama tama benzene diubah menjadi asam benzene sulfonat, kemudian direaksikan dengan Na H pada temperature tinggi.

v

Saat ikatan hidrogen-oksigen pada fenol terputus. C6H5 -. xz y x x w at ONa Na2SO3 H2O OH Na . anda mendapatkan ion fenoksida .H terikat pada rantai benzennya.SO3H HOSO2OH H2O asam e ze su f SO3 H 2NaOH Kemudian natrium fenolat direaksikan dengan asam. Pada saat ini. dari atom oksigen tertarik ke dalam inti benzene dan terdistribusi merata ke seluruh molekul akibatnya atom oksigen bermuatan positif dan melepaskan proton. Delokalisai juga terjadi pada ion ini. salah satu dari antara elektron bebas dari atom oksigen overlap dengan elektron dari rantai benzen. ONa H Keasaman Fenol Keasaman dari fenol dapat dilihat dari resonansi molekul fenol Electron bebas . verlap ini mengakibatkan dislokalisasi. Dan sebagai hasil muatan negatif tidak hanya berada pada oksigen tetapi tersebar ke seluruh molekul. Fenol memiliki .

Delokalisasi membuat ion fenoksida lebih stabil dari seharusnya sehingga fenol menjadi asam. . Pada ion fenoksida. sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung sebuah cincin benzen. Tidak ada oksigen yang lebih kuat menarik hidrogen ion.Lalu mengapa fenol lebih lemah daripada asam etanoik? Pada ion etanoat. Sehingga itu fenol merupakan asam yang sangat lemah. Namun delokalisasi belum membagi muatan dengan efektif. Pada pembahasan kali ini. Sehingga atom oksigen memiliki muatan yang paling negatif. leh karena itu tidaklah mengherankan jika kebanyakan sifat-sifat dari senyawa-senyawaini adalah mirip satu sama lain. yang lebih umum. Semua senyawa yang mengandung gugus ini disebut senyawa karbonil. kita tidak akan menyinggung tentang aldehid yang mengandung cincin benzen. Aldehid dan Keton Aldehida dan keton adalah senyawa-senyawa yang mengandung salah satu dari gugus-gugus penting dalam kimia organic. walaupun sebenarnya tidak memiliki muatan sebanyak itu apabila delokalisasi tidak terjadi. delokalisasi terpusat pada daerah antara 2 atom oksigen. Gugus karbonil adalah gugus yang paling menentukan sifat kimia aldehida dan keton. yaitu gugus karbonil C= . Muatan negatif disekitar oksigen akan tertarik pada ion hidrogen dam membuat lebih mudah terbentuknya fenol kembali. gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya bersama dengan salah satu dari gugus berikut: y atom hidrogen lain y atau. Contoh-contoh aldehid Pada aldehid.Sistem yang terdelokalisasi membagi muatan negatif diantara kedua atom oksigen. atom oksigen tunggal masih merupakan yang paling elektronegatif dan sistem yang terdelokalisasi terpusat pada daerah oksigen tersebut.

Penamaan aldehid didasarkan pada jumlah total atom karbon yang terdapat dalam rantai terpanjang ± termasuk atom karbon yang terdapat pada gugus karbonil. Misalnya etanal dituliskan sebagai CH3CHO dan metanal sebagai HCHO. menyebabkan ikatan rangkap C=O sangat polar. gugus tersebut bisa berupa gugus alkil atau gugus yang mengandung cincin benzen.Pada gambar di atas kita bisa melihat bahwa keduanya memiliki ujung molekul yang sama persis. Ikatan dan Kereaktifan Ikatan pada gugus karbonil Atom oksigen jauh lebih elektronegatif dibanding karbon sehingga memiliki kecenderungan kuat untuk menarik elektron-elektron yang terdapat dalam ikatan C=O kearahnya sendiri. Jika ada gugus samping yang terikat pada rantai terpanjang tersebut. pasangan elektron bebas pada sebuah atom nitrogen dalam molekul amonia NH3 ). Reaksi-reaksi penting dari gugus karbonil Atom karbon yang sedikit bermuatan positif pada gugus karbonil bisa diserang oleh nukleofil. penulisan rumus molekul aldehid terkadang sulit dibedakan dengan alkohol. Contoh-contoh keton Pada keton. maka gugus aldehid (gugus karbonil yang mengikat atom hidrogen) selalunya dituliskan sebagai -CHO ± dan tidak pernah dituliskan sebagai COH. ion sianida. Nukleofil merupakan sebuah ion bermuatan negatif (misalnya. Salah satu dari dua pasang elektron yang membentuk ikatan rangkap C=O bahkan lebih mudah tertarik ke arah oksigen Ini . Yang membedakan hanya kompleksitas gugus lain yang terikat. . Propanon biasanya dituliskan sebagai CH3COCH3. Pada pentanon. CN-). Diperlukannya penomoran atom karbon pada keton-keton yang lebih panjang harus selalu diperhatikan. Jika kita menuliskan rumus molekul untuk molekul-molekul di atas. Sekali lagi. maka atom karbon pada gugus karbonil harus selalu dianggap sebagai atom karbon nomor 1. Disini kita hanya akan berfokus pada keton yang mengandung gugus alkil untuk menyederhanakan pembahasan. Oleh karena itu. gugus karbonil bisa terletak di tengah rantai atau di samping karbon ujung ± menghasilkan pentan-3-ena atau pentan-2-on. atau bagian yang bermuatan negatif dari sebuah molekul (misalnya. gugus karbonil memiliki dua gugus hidrokarbon yang terikat padanya. Perlu diperhatikan bahwa pada keton tidak pernah ada atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonil.

dengan titik didih yang semakin meningkat apabila molekul semakin besar. Aladehid dan keton lainnya berwujud cair. seringkali diikuti dengan hilangnya sebuah molekul air. CH3CHO. Aldehid dan keton mengandung sebuah gugus karbonil. juga akan ada gaya tarik antara dipol dipol permanen pada molekul-molekul yang berdekatan. molekul CH3CH2 CH3 tipe alkana titik didih (°C) -42 . Sifat-sifat fisik Titik didih Aldehid sederhana seperti metanal memiliki wujud gas (titik didih -21°C). dan etanal memiliki titik didih +21°C. Ini berarti bahwa reaksi keduanya sangat mirip jika ditinjau berdasarkan gugus karbonilnya. CH3COOH. etanal. Gaya dispersi van der Waals Gaya tarik ini menjadi lebih kuat apabila molekul menjadi lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. Ini berarti bahwa titik didih akan menjadi lebih tinggi dibanding titik didih hidrokarbon yang berukuran sama ± yang mana hanya memiliki gaya dispersi. atau ion etanoat. Keton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi. Besarnya titik didih dikendalikan oleh kekuatan gaya-gaya antar-molekul. Seperti halnya gaya-gaya dispersi. Oksidasi aldehid dan keton juga dibahas dalam modul belajar online ini pada sebuah halaman khusus di topik aldehid dan keton. Efek murni dari pemutusan ikatan ini adalah bahwa gugus karbonil akan mengalami reaksi adisi. Ketiga senyawa ini memiliki panjang rantai yang sama. Gaya tarik dipol-dipol van der Waals Aldehid dan keton adalah molekul polar karena adanya ikatan rangkap C=O. ikatan rangkap C=O terputus. Ini menghasilkan reaksi yang dikenal sebagai adisi-eliminasi atau kondensasi. Peningkatan gaya tarik ini akan meningkatkan ukuran dipol-dipol temporer yang terbentuk. Sebagai contoh. Ini berarti bahwa etanal akan mendidih pada suhu yang mendekati suhu kamar. Ini menyebabkan aldehid sangat mudah teroksidasi. Mari kita membandingkan titik didih dari tiga senyawa hidrokarbon yang memiliki besar molekul yang mirip. Keton hanya bisa dioksidasi dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang memiliki kemampuan untuk memutus ikatan karbon-karbon. Perbedaan aldehid dan keton Aldehid berbeda dengan keton karena memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. Inilah sebabnya mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai juga meningkat ± baik pada aldehid maupun pada keton. CH3COO-. sangat mudah dioksiasi baik menjadi asam etanoat. Dalam pembahasan tentang aldehid dan keton anda akan menemukan banyak contoh reaksi adisi sederhana dan reaksi adisi-eliminasi. dan jumlah elektronnya juga mirip (walaupun tidak identik).Selama reaksi berlangsung.

ekor-ekor hidrokarbon tersebut memutus ikatan hidrogen yang relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa menggantinya dengan ikatan yang serupa. Walaupun aldehid dan keton merupakan molekul yang sangat polar. Pada alkohol. metanal. namun keduanya tidak memiliki atom hidrogen yang terikat langsung pada oksigen. Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen. Alasan mengapa aldehid dan keton yang kecil dapat larut dalam air adalah bahwa walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya.CH3CHO CH3CH2 OH aldehid alkohol +21 +78 Pada tabel di atas kita bisa melihat bahwa aldehid (yang memiliki gaya tarik dipol-dipol dan gaya tarik dispersi) memiliki titik didih yang lebih tinggi dari alkana berukuran sebanding yang hanya memiliki gaya dispersi. Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi yang membantu menyuplai energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid atau keton satu sama lain sebelum bisa bercampur. titik didih aldehid lebih rendah dari titik didih alkohol. Apabila panjang rantai meningkat. Mengapa aldehid dan keton memiliki sifat yang berbeda? Anda akan mengingat dari pembahasan lain di topik aldehid keton bahwa perbedaan antara aldehid dan keton adalah keberadaan sebuah atom hidrogen . terdapat ikatan hidrogen ditambah dengan dua jenis gaya-tarik antar molekul lainnya (gaya-tarik dipol-dipol dan gaya-tarik dispersi). etanal dan propanon ± yang merupakan aldehid dan keton berukuran kecil ± dapat bercampur dengan air pada semua perbandingan volume. sehingga kelarutan berkurang. Sebagai contoh. Tentunya juga terdapat gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol antara aldehid atau keton dengan molekul air. Dengan menekan diri diantara molekul-molekul air. Kelarutan dalam air Aldehid dan keton yang kecil dapat larut secara bebas dalam air tetapi kelarutannya berkurang seiring dengan pertambahan panjang rantai. namun keduanya bisa berikatan hidrogen dengan molekul air. sehingga tidak bisa membentuk ikatan hidrogen sesamanya. Ini menjadi proses yang tidak bermanfaat dari segi energi. maka "ekor-ekor" hidrokarbon dari molekulmolekul (semua hidrokarbon sedikit menjauh dari gugus karbonil) mulai mengalami proses di atas. Akan tetapi.

Rincian reaksi-reaksi ini akan dibahas lebih lanjut pada bagian-bagian bawah halaman ini. Pada kondisi asam. anda bisa dengan mudah menjelaskan perbedaan antara sebuah aldehid dengan sebuah keton. Olehnya itu yang terbentuk adalah garam dari asam karboksilat. persamaan setengah reaksinya adalah: dan pada kondisi basa: . asam karboksilat tidak bisa terbentuk karena dapat bereaksi dengan logam alkali. dengan memutus ikatan-ikatan C-C.yang terikat pada ikatan rangkap C=O dalam aldehid. sedangkan keton tidak. Karena keton tidak memiliki atom hidrogen istimewa ini. maka keton sangat sulit dioksidasi. Atau dengan kata lain. Pada kondisi asam. Keberadaan atom hidrogen tersebut menjadikan aldehid sangat mudah teroksidasi. aldehid adalah agen pereduksi yang kuat. Hanya agen pengoksidasi sangat kuat seperti larutan kalium manganat(VII) (larutan kalium permanganat) yang bisa mengoksidasi keton ± itupun dengan mekanisme yang tidak rapi. Persamaan setengah reaksi untuk oksidasi aldehid berbeda-beda tergantung pada kondisi reaksi (apakah asam atau basa). sedangkan pada keton tidak ditemukan hidrogen seperti ini. aldehid dioksidasi menjadi sebuah asam karboksilat. Dengan tidak memperhitungkan agen pengoksidasi yang kuat ini. Pada kondisi basa. Apa yang terbentuk apabila aldehid dioksidasi? Hasil yang terbentuk tergantung pada apakah reaksi dilakukan pada kondisi asam atau basa. Aldehid dapat dioksidasi dengan mudah menggunakan semua jenis agen pengoksidasi. Menuliskan persamaan reaksi untuk reaksi -reaksi oksidasi Jika anda ingin mengetahui persamaan untuk reaksi-reaksi oksidasi ini. maka satu-satunya cara yang tepat digunakan untuk menuliskannya adalah dengan menggunakan persamaan setengah reaksi.

dan dipanaskan secar a perlahan dalam sebuah penangas air panas selama beberapa menit. . Contohnya dijelaskan secara rinci berikut ini. Penggunaan larutan kalium dikromat(VI) asam Sedikit larutan kalium dikromat(VI) diasamkan dengan asam sulfat encer dan beberapa tetes aldehid atau keton ditambahkan. keton aldehid Tidak ada perubahan pada larutan yang tidak berwarna. pada masing-masing contoh. Untuk melakukan uji dengan pereaksi Tollens.Persamaan-persamaan setengah reaksi ini selanjutnya digabungkan dengan persamaan setengah reaksi dari agen pengoksidasi yang digunakan. Dengan mengasumsikan bahwa anda mengetahui apa yang harus te rbentuk (aldehid atau keton). Hanya aldehid yang memberikan hasil positif. Caranya dengan memasukkan setetes larutan natrium hidroksida ke dalam larutan perak(I) nitrat yang menghasilkan sebuah endapan perak(I) oksida. kami berasumsi bahwa anda telah mengetahui apakah yang terbentuk adalah aldehid atau keton. Ion-ion dikromat (VI) telah direduksi menjadi ion-ion kromium(III) yang berwarna hijau oleh aldehid. [Ag(NH3 )2]+. yakni akan menghasilkan persamaan lengkap sebagai berikut: Penggunaan pereaksi Tollens (uji cermin perak) Pereaksi Tollens mengandung ion diamminperak(I). campuran dipanaskan secara perlahan selama beberapa menit ± misalnya. atau sebuah cermin perak pada tabung uji. Jika tidak ada yang terjadi pada suhu biasa. Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion-ion dikromat(VI) adalah: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi dari oksidasi sebuah aldehid pada kondisi asam. keton tidak memberikan hasil positif. Contoh-contoh spesifik Pada masing-masing contoh berikut. Ada banyak hal lain yang juga dapat memberikan hasil positif. beberapa tetes aldehid atau keton dimasukkan ke dalam pereaksi Tollens yang baru dibuat. keton aldehid Tidak ada perubahan warna pada larutan oranye. Ion ini dibuat dari larutan perak(I) nitrat. dan selanjutnya tambahkan larutan amonia encer secukupnya untuk melarutkan ulang endapan tersebut. Larutan oranye berubah menjadi biru. dalam sebuah labu kimia berisi air panas. Larutan tidak berwarna menghasilkan sebuah endapan perak berwarna abu-abu. Selanjutnya aldehid dioksidasi menjadi asam karboksilat yang sesuai.

yakni akan menghasilkan persamaan reaksi lengkap: Penggunaan larutan Fehling atau larutan Benedict Larutan Fehling dan larutan Benedict adalah varian dari larutan yang secara ensensial sama. Lagi-lagi. Keduanya mengandung ion-ion tembaga(II) yang dikompleks dalam sebuah larutan basa.Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Persamaan setengah-reaksi untuk larutan Fehling dan larutan Benedict bisa dituliskan sebagai: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi untuk oksidasi aldehid pada kondisi basa yakni akan menghasilkan persamaan lengkap: Reaksi Adisi-Eliminasi Aldehid dan Keton . Larutan Fehling mengandung ion tembaga(II) yang dikompleks dengan ion tartrat dalam larutan natrium hidroksida. Larutan Fehling dan larutan Benedict digunakan dengan cara yang sama. Persamaan untuk reaksi-reaksi ini selalu disederhanakan untuk menghindari keharusan menuliskan ion tartrat atau sitrat pada kompleks tembaga dalam rumus struktur. maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai. pengompleksan ion-ion tembaga(II) dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan ± kali ini endapan tembaga(II) karbonat. Pengompleksan ion tembaga(II) dengan ion tartrat dapat mencegah terjadinya endapan tembaga(II) hidroksida. keton aldehid Tidak ada perubahan warna pada larutan biru. Aldehid mereduksi ion tembaga(II) menjadi tembaga(I) oksida. Beberapa tetes aldehid atau keton ditambahkan ke dalam reagen. Persamaan setengah reaksi untuk reduksi ion diamminperak(I) menjadi perak adalah sebagai berikut: Menggabungkan persamaan di atas dengan persamaan setengah reaksi dari oksidasi sebuah aldehid pada kondisi basa. Karena larutan bersifat basa. Karena larutan bersifat basa. dan campurannya dipanaskan secara perlahan dalam sebuah penangas air panas selama beberapa menit. maka aldehid dengan sendirinya teroksidasi menjadi sebuah garam dari asam karboksilat yang sesuai. Larutan biru menghasilkan sebuah endapan merah gelap dari tembaga(I) oksida. Larutan Benedict mengandung ion-ion tembaga(II) yang membentuk kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan natrium karbonat.

anggap kita menggunakan 2.4-dinitrofenilhidrazin. Pengertian 2. yaitu sebagai berikut: Pada fenilhidrazin.4-dinitrofenilhidrazin dalam sebuah campuran metanol dan asam sulfat dikenal sebagai pereaksi Brady.4-dinitrofenilhidrazin sedikit bervariasi tergantung pada sifat-sifat aldehid atau keton yang terlibat.4-dinitrofenilhidrazin dalam bentuk pereaksi Brady (sebuah larutan 2. namun sebenarnya sangat mudah untuk dibuat.4-dinitrofenilhidrazin. Sudut yang padanya terikat nitrogen dianggap sebagai atom karbon nomor 1. Melangsugkan reaksi Rincian reaksi antara aldehid atau keton dengan 2. dan pelarut yang didalamnya dilarutkan 2.4-dinitrofenilhidrazin dalam metanol dan asam sulfat): Masukkan beberapa tetes aldehid atau keton. C6 H5.4-dinitrofenilhidrazin Walaupun namanya kedengaran rumit.Reaksi dengan 2. yang terikat pada gugus fenil di posisi karbon 2 dan 4.4-DNPH. salah satu atom hidrogen dalam hidrazin digantikan oleh sebuah gugus fenil. Larutan 2.4-DNP atau 2. atau bisa juga larutan aldehid atau keton dalam metanol. ke dalam pereaksi Brady. dan perhitungan dilakukan searah arah jarum jam. Terbentuknya endapan kuning atau oranye terang mengindikasikan adanya ikatan rangkap C=O dalam sebuah aldehid atau keton. ada dua gugus nitro.4-dinitrofenilhidrazin sering disingkat menjadi 2. Pada prosedur berikut. Ini didasarkan pada sebuah cincin benzen. . dan strukturnya terlihat agak kompleks. Pertama-tama gambarkan rumus molekul dari hidrazin. NO2. Pada 2.4-dinitrofenilhidrazin 2.

4-dinitrofenilhidrazon ± dan seterusnya. Jika kedua molekul pereaksi digambarkan berderet. maka senyawa asalnya adalah aldehid. Ini kemungkinan membingungkan. Jika kedua gugus tersebut adalah gugus hidrokarbon. maka struktur produk reaksi dapat ditentukan dengan mudah. maka senyawa asalnya adalah keton. Ini tidak terlalu sulit. Produk reaksi dikenal sebagai "2. produk dari reaksi dengan propanon disebut propanon 2.Reaksi uji ini adalah yang paling sederhana untuk sebuah aldehid atau keton. Reaksi kondensasi merupakan reaksi dimana dua molekul bergabung bersama disertai dengan hilangnya sebuah . Reaksi ini dikenal sebagai reaksi kondensasi.4-dinitrofenilhidrazon. Jika sekurang-kurangnya satu dari kedua gugus tersebut adalah hidrogen. Produk dari reaksi dengan etanal disebut sebagai etanal 2. Sifat kimiawi reaksi Reaksi keseluruhan dituliskan dengan persamaan berikut: R dan R¶ bisa berupa kombinasi dari gugus-gugus hidrogen atau hidrokarbon (seperti gugus alkil).4-dinitrofenilhidrazon". Perhatikan secara seksama mekanisme yang terjadi. Perlu diperhatikan bahwa yang berubah hanya akhiran saja. dari akhiran "-in" menjadi "-on".

misalnya. Jika anda mengetahui titik lebur kristal-kristal. Kristal-kristal ini akan menjadi murni. Pada masing-masing kasus.4dinitrofenilhidrazin pertama-pertama memasuki ikatan rangkap C=O (tahap adisi) menghasilkan sebuah senyawa intermediet yang selanjutnya kehilangan sebuah molekul air (tahap eliminasi). Kegunaan reaksi Reaksi adisi-eliminasi aldehid dan keton memiliki dua kegunaan dalam pengujian aldehid dan keton. dicuci dengan sedikit pelarut dan dikeringkan. reaksi ini adalah reaksi adisi-eliminasi nukleofilik. Dari segi mekanisme. Kristal-kristal yang terbentuk dilarutkan dalam pelarut panas dengan jumlah yang minimum. reaksi akan terlihat sebagai berikut: .4-dinitrofenilhidrazin selama reaksi kecuali gugus -NH2. Sebagai contoh. kristal-kristal diendapkan ulang dan bisa disaring. dimana pelarut ini bisa bereda-beda tergantung pada sifat aldehid dan keton. Reaksi yang serupa bisa dihasilkan jika gugus -NH2 terikat pada sesuatu yang lain. molekul kecil tersebut adalah air. Dalam hal ini. Endapan disaring dan dicuci dengan. Beberapa reaksi mirip lainnya Jika anda melihat kembali persamaan-persamaan reaksi yang telah disebutkan di atas. tidak ada yang berubah pada 2. reaksi ini bisa digunakan untuk menguji keberadaan ikatan rangkap C=O. reaksi ini bisa digunakan untuk membantu mengidentifikasi aldehid atau keton tertentu. y y Pertama.molekul kecil dalam proses tersebut. Kedua. 2. Jika larutan telah dingin. Ikatan rangkap C=O dalam sebuah aldehid atau keton hanya memiliki endapan berwarna oranye atau kuning. maka anda bisa membandingkannya dengan tabel-tabel titik lebur 2.4-dinitrofenilhidrazon dari semua aldehid dan keton umum untuk mencari aldehid atau keton mana yang diperoleh. kita bisa merekristalisasi produk-produk aldehid dan keton kecil dari sebuah campuran etanol dan air. metanol dan selanjutnya direkristalisasi dari sebuah pelarut yang cocok.

etanal oksim.Dengan pereaksi berikut. dengan hidrazin Produk di atas adalah "hidrazon". yang berubah hanyalah sifat "X". dengan fenilhidrazin Produk di atas adalah sebuah "fenilhidrazon". . maka produk itu adalah propanon hidrazon. Jika anda menggunakan propanon. dengan hidroksilamin Produk di atas adalah sebuah"oksim" ± misalnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->