P. 1
Dasar Fisika Radiasi

Dasar Fisika Radiasi

|Views: 827|Likes:
Published by in_dr1ck@yahoo.com

More info:

Published by: in_dr1ck@yahoo.com on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Materi bahasan dalam modul ini merupakan pengetahuan teoritis yang tidak berkaitan langsung secara praktis di lapangan, walaupun begitu materi ini menjadi dasar bagi materi modul yang lain, termasuk praktikum. Modul ini akan membahas proses terjadinya radiasi dari atom atau inti atom yang tidak stabil, peluruhan inti atom yang tidak stabil, interaksi radiasi bila mengenai materi, serta beberapa sumber radiasi baik sumber radiasi alam maupun sumber radiasi buatan. Tujuan lnstruksional Umum: Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan mampu menguraikan proses terjadinya radiasi, proses peluruhan inti atom, interaksi radiasi dengan materi, serta prinsip dari beberapa sumber radiasi buatan. Tujuan lnstruksional Khusus: Setelah mempdlajari materi ini peserta diharapkan mampu: 1. Menggambarkan struktur atom berdasarkan model atom Bohr; 2. Menguraikan proses transisi elektron; 3. Membedakan isotop, isobar, isoton, dan isomer; 4. Menentukan kestabilan inti atom berdasarkan tabe l nuklida; 5. Menyebutkan tiga jenis peluruhan radioaktif dan sifat radiasi yang dipancarkannya; 6. Menghitung aktivitas suatu bahan radioaktif menggunakan konsep waktu paro; 7. Menguraikan proses interaksi radiasi alpha dan beta bila mengenai materi; 8. Menguraikan proses interaksi radiasi gamma dan sinar -X bila mengenai materi; 9. Menguraikan proses interaksi radiasi neutron bila mengenai materi; 10. Membedakan sumber radiasi alam dan buatan;

BAB II STRUKTUR ATOM DAN INTI ATOM Radiasi pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Radiasi yang akan dibahas di sini adalah radiasi yang berasal dari proses fisika yang terjadi di dalam atom. Semua bahan (materi) yang ada di alam ini tersusun dari berjuta -juta molekul, sedangkan molekul itu sendiri terdiri atas beberapa atom. Sebagai contoh, segelas air terdiri atas molekul-molekul H2O, sedang sebi.rah molekul H2O terdiri atas dua buah atom hidrogen (dengan lambang H) dan sebuah atom oksigen (dengan lambang O). Jadi, atom itu sendiri dapat didefinisikan sebagai bagian terkecil dari suatu materi yang masih memiliki sifat dasar materi tersebut. Atom mempunyai ukuran sekitar 10-10 m atau 'l angstrom (= 1 Å). Istitan lain yang sering digunakan untuk menyatakan jenis atom adalah unsur. Sampai saat ini telah diketemukan 107 jenis unsur sebagaimana tertera pada tabel periodik (lihat la mpiran l). Atom terdiri atas inti atom dan elektron. lnti atom yang sering disebut sebagai nuklir ataupun nuklida merupakan bagian dari atom yang memiliki massa terbesar (masif) dan berukuran sekitar 10-14 m atau 10-14 Å, sedangkan elektron yang mempunyai massa sangat ringan bertebaran memenuhi proton dan neutron. Elektron merupakan panikel yang mempunyai muatan listrik negatif sebesar 1,6 x 10-19 Coulomb dan mempunyai massa sebesar 9,1 x 10-31 kg. Proton mempunyai muatan listrik positif dan massa 1,67 x 10-27 kg. Sedangkan neutron yang mempunyai massa 1,675 x 10 -27 kg dan tidak bermuatan listrik. Karena yang sangat kecil, maka berhubungan dengan nilai muatan dan massa ruangan atom. Perkembangan selanjutnya juga menemukan bahwa inti atom terdiri atas dua jenis partikel yaitu

diperkenalkan suatu konstanta yang disebut sebagai muatan elementer (e) sebesar 1,6 x 10 -19 Coulomb yang sering dituliskan sebagai satuan massa atom (sma) sebesar 1,6 x 10 -27 kg.

A. Struktur Atom

Untuk mempelajari struktur atom, sebenarnya terdapat beberapa modelpendekatan mulai dari yang pating sederhana hingga yang sangat rumit. Model atom Bohr merupakan model yang paling sering digunakan karena sederhana tetapi dapat menjelaskan banyak hal. Model ini menggambarkan bahwa atom terd iri atas inti atom dan elektron-elektron yang mengelilingi inti atom dengan lintasan -lintasan atau kulit-kulit tertentu (lihat Gambar ll.1). lnti atom itu sendiri terdiri atas proton dan neutron. Jenis atom yang sama mempunyai jumlah proton yang sama, sebaliknya atom yang berbeda memiliki jumlah proton yang berbeda. Sebagai contoh, unsur hidrogen (H) mempunyai sebuah proton, sedang unsur emas (Au) mempunyai 79 buah proton. Sebagai suatu konvensi, setiap jenis atom diberi suatu nomor ±yang disebut sebagai nomor atomberdasarkan jumlah proton yang dimilikinya. Sebagai contoh, nomor atom dari unsur hidrogen adalah 1 sedang nomor atom dari unsur emas adalah 79.

Dipandang dari segi beratnya, massa suatu atom terkonsentrasi pada intinya, karena massa elektron dapat "diabaikan" bila dibandingkan dengan massa proton maupun neutron. Tetapi bila dipandang dari segi muatan listriknya, muatan atom ditentukan oleh jumlah proton dan jumlah elektronnya. Bila jumlah proton dan jumlah elektron di dalam suatu atom sama, maka muatan atom tersebut nol sehingga dinamakan atom netral, sedangkan bila jumlahnya tidak sama maka dinamakan

Setiap lintasan elektron mempunyai tingkat energi tertentu. Energi yang dipancarkan oleh proses transisi elektron dari lintasan yang lebih luar ke lintasan lebih dalam berbentuk radiasi sinar -X karakteristik. Sebaliknya. Transisi elektron dari lintasan luar ke dalam (kiri) dan dari lintasan dalam ke luar (kanan) . lintasan berikutnya L dan seterusnya.atom tidak netral atau ion. Transisi Elektron Perpindahan elektron dari satu lintasan ke lintasan yang lain disebut sebagai transisi elektron. Sebagai contoh. maka akan dipancarkan energi. Bila transisi tersebut berasal dari lintasan yang lebih luar ke lintasan yang lebih dalam. Jumlah elektron yang dapat menempati setiap lintasan dibatasi oleh suatu aturan tertentu (2xn 2 ). bila suatu lintasan elektron mas ih belum penuh tetapi terdapat elektron di lintasan yang lebih luar. Sebagai contoh suatu atom yang tidak stabil adalah bila lintasan K dari suatu atom hanya berisi sebuah elektron sedang pada lintasan L nya beris i enam elektron. Lintasan elektron yang paling dalam dinamakan lintasan K. maka atom tersebut dikatakan tidak stabil.2. Semakin luar tingkat energinya semakin tinggi. Gambar II. se baliknya untuk transisi dari lintasan dalam ke lintasan yang lebih luar dibutuhkan energi. unsur emas memiliki 79 buah proton maka sebuah atom emas yang netral akan mempunyai 79 proton dan 79 elektron. Lintasan K (n = 1) hanya dapat ditempati oleh dua buah elektron sedang lintasan L (n = 2) delapan elektron. Atom ada dalam keadaan stabil bila setiap lintasan yang lebih dalam berisi penuh dengan elektron sesuai dengan kapasitasnya. Oleh karena itu elektron -elektron di dalam atom selalu berusaha untuk menempati lintasan elektron yang lebih dalam.

oleh karena itu suatu unsur (1enis atom) yang sama mungkin saja terdiri atas inti atom yang berbeda. yang akan dibahas lebih lanjut pada Bab IV. A ZX . energi sinar -X yang dipancarkan oleh transisi elektron di dalam atom perak (Ag) akan berbeda dengan energi yang dipancarkan oleh atom tungsten (W). karena unsur yang sama mungkin saja terdiri atas nuklida yang berbeda. Proses ini disebut sebagai proses eksitasi. energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya proses transisi elektron dari kulit yang lebih dalam ke kulit yang lebih luar harus lebih besar dari pada selisih tingkat energi dari lintasan asal dan lintasan tujuan. mungkin saja terjadi transisi dari lintasan M ke lintasan K dengan memancarkan radiasi sinar-X.Energi radiasi sinar-X (Ex) yang dipancarkan dalam proses transisi elektron ini adalah sama dengan selisih tingkat energi dari lintasan asal (E a. Ex = E a-Et Sebaliknya. Tingkat energi lintasan dari setiap atom tidak sama. Sedangkan penulisan suatu nuklida atau jenis inti atom harus diikuti dengan jumlah neutronnya sebagaimana konvensi penulisan sebagai berikut. Jumlah proton dan jumlah neutron di dalam inti atom tidak selalu sama. Energi yang dipancarkan oleh transisi electron dari lintasan M ke K lebih besar daripada transisi dari lintasan L ke K. Proses transisi elektron tidak hanya terjadi pada lintasan -lintasan yang berurutan.) dan lintasan tujuan (Et). Identifikasi lnti Atom (Nuklida) Nuklida adalah istilah lain yang digunakan untuk menyatakan suatu jenis inti atom. Unsur dituliskan dengan lambang atomnya. Nuklida atau jenis inti atom yang ada di alam ini jauh lebih banyak daripada unsur. misalnya unsur emas adalah Au dan unsur besi adalah Fe. lnti Atom Sebagaimana telah dibahas sebelumnya. B. Sebagai contoh. 1. yaitu bila jumlah protonnya sama tetapi jumlah neutronnya berbeda. inti atom atau nuklir terdiri atas proton dan neutron yang disebut sebagai nukleon (partikel penyusun inti atorn).

sedang A adalah nomor massa yang menunjukkan jumlah nukleon (umlah proton + jumlah neutron). Salah satu cara penulisan lain yang paling sering dijumpai adalah tanpa menuliskan nomor atomnya sepert i berikut ini.Z = 2). 1H2: 1H3: Gambar II. isobar. lsotop adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor atom (jumlah proton sama. Z adalah nomor atom yang menunjukkan jumlah proton di dalam inti atom. jumlah neutron dapat dituliskan sebagai N dengan hubungan N = A-Z Sebagai contoh nuklida 2He4 adalah inti atom helium (He) yang mempunyai dua buah proton (Z = 2) dan dua buah neutron (N = A . atomnya.3 lsotop Hidrogen . setiap unsur mungkin saja terdiri atas beberapa jenis nuklida yang sama. tetapi mempunyai nomor massa (jumlah neutron) berbeda. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan komposisl jumlah protor dan jumlah neutron di dalam inti atom yaitu. Jadi. Cara penulisan nuklida tersebut di atas merupak an konvensi atau kesepakatan saja dan bukan suatu ketentuan sehingga masih terdapat beberapa cara penulisan yang berbeda. isoton dan isomer. Setiap atom yan( berbeda akan memiliki jumlah proton yang berbeda sehingga nomor atomnya pun berbeda (Lihat tabel periodik di Lampiran l). isotop. Meskipun tidak dituliskan pada simbol nuklida. XA atau X-A Contohnya nuklida He4 atau He-4 dan Co60 atau Co-60. Sebaga i contoh adalah isotop hidrogen sebagai berikut 1H1. Nomor atom tidal dituliskan karena dapat diketahui dari jenis .X adalah simbol atom.

2. 14 6C .4. tetapi mempunyai nomor berbeda. 14 6C massa( jumlah proton + dan 7N 14 lstoton adalah nuklida -nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama. Hubungan Z dan N untuk isotop stabil . 7N14 dan 8O16 lsomer adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor atom maupun nomor massa sama. Kestabilan lnti Atom Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom tersebut.lsobar adalah nuklida-nuklida yang mempunyai nomor jumlah neutron) sama. Gambar II. tetapi mempunyai nomor atom (jumlah proton) ber beda. Sedangkan inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya "tidak seimbang" atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. lnti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah "seimbang" serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. 28Ni 60 dan 28Ni 60 * atau 28Ni 60m Kedua nuklida tersebut di atas mempunyai jumlah proton dan jumlah neutron yang sama tetapi tingkat energinya berbeda. lnti atom yang memiliki tingkat energi lebih tinggi daripada tingkat energi dasarnya biasanya diberi tanda asterisk (*) atau m. tetapi mempunyai tingkat energi yang berbeda. Tingkat energi Ni60 berada'pada keadaan dasarnya sedang Ni60* tidak pada keadaan dasarnya atau pada keadaan tereksitasi (excited-sfate).

sedang kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron mendekati 1. . merupakan gambar kurva kestabilan (Gambar ll. Al.Gambar ll. Gambar 11. petak-petak yang diarsir gelap menunjukkan posisi dari nuklida yang stabil sedang petak-petak lainnya adalah nuklida yang tidak stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.4 di atas menunjukkan posisi (koordinat dari jumlah proton dan jumlah neutron) dari nuklida yang stabil.5. Nuklida-nuklida yang tidak stabil (kotak tidak diarsir gelap) disebut sebagai radionuklida. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif. Sebagai contoh Al-27 (13A27) adalah nuklida yang stabil sedang nuklida Al lainnya (Al-24. yang disebut sebagai tabel nuklida. Dari tabel nuklida tersebut.4) yang lebih rinci. lsotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop.5 di atas. Sebagian Tabel Nuklida Gambar ll. Secara umum. kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya.5 kali jumlah protonnya. Bila posisi suatu nuklida tidak berada pada posisi sebagaimana kurva kestabilan maka nuklida tersebut ti dak stabil. yaitu menunjukkan inti -inti atom yang tidak stabil. Radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama. terlihat bahwa posisi nuklida berhimpit dengan garis / = N. Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa tingkatan intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. Sedangkan bahan yang terdiri atas rad ionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.25 dan seterusnya) tidak stabil.

dan peluruhan gamma ( ). Dalam peluruhan ini akan dipancarkan partikel alpha (c) yaitu suatu partikel yang terdiri atas dua proton dan dua neutron. Jenis Peluruhan Terdapat tiga jenis peluruhan radioaktif secara spontan yaitu peluruhan alpha ( ). yang berarti mempunyai massa 4 sma dan muatan 2 muatan elementer positif. Radionuklida yang melakukan peluruhan akan kehilangan dua proton dan dua . Dalam setiap proses peluruhan akan dipancarkan radiasi. Ini dapat dituliskan secara neutron serta membentuk nuklida baru. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang. 1. Peristiwa peluruhan secara simbolik melalui reaksi inti sebagai berikut: A ZX A-4 + Z-2Y Contoh peluruhan partikel Alpha yang terjadi di alam adalah: 238 92U > 90Th234 + . Jenis peluruhan atau jenis radiasi yang dipancarkan dari suatu proses peluruhan ditentukan dari posisi inti atom yang tidak stabil tersebut dalam diagram N-Z. Peluruhan Alpha ( ) Peluruhan alpha dominan terjadi pada inti -inti tidak stabil yang relatif berat (nomor atom lebih besar dari 80). peluruhan beta ( ). A. Partikel simbolik dinyatakan dengan simbol 2He4.BAB III PELURUHAN RADIOAKTIF lnti atom yang tidak stabil secara spontan akan berubah menjadi inti atom yang lebih stabil. Proses perubahan tersebut dinamakan peluruhan radioaktif (radioactive decay). maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma ( ). maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha( ) atau radiasi beta ( ). Sedangkan kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasar.

Dalam peluruhan ini akap dipancarkan partikel beta yang mungkin bermuatan negative ( bermuatan positif ( N-Z. - Dalam proses peluruhan terjadi perubahan neutron menjadi proton di dala m inti A zX A z+1Y + - atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan inti berikut. bergantung pada energinya. Partike - identik dengan elektron sedangkan partikel identik dengan elektron yang bermuatan positif (positron).000 kali daya ionisasi sinar . A zX terjadi perubahan proton menjadi neutron di dalam inti atom sehingga proses peluruhan ini dapat dituliskan sebagai persamaan A z-1Y + + + Contohnya adalah 8O 15 15 + 7Y + + Neutrino (v) dan antineutrino ( yg selalu mengiringi peluruhan ) adalah partikel yg tidak bermassa tetapi berenergi . Peluruhan Beta (B) Peluruhan beta terjadi pada inti tidak stabil yang relatif ringan. d. hanya beberapa mm udara. +v - Contohnya adalah 32 15P 32 16S + + +v Sedangkan dalam proses peluruhan inti berikut. Pada diagram terjadi bila nuklida tidak stabil berada di atas kurva kestabilan + sedangkan peluruhan terjadi bila nuklidanya berada di bawah kurva kestabilan. kurang lebih 100 kali daya ionisasi partikel dan 10. Partikel akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik. peluruhan + - ) atau + ).Sifat Radiasi Alpha a. . Daya ionisasi partikel sangat besar. bervariasi antara 1/100 hingga 1/10 kecepatan cahaya. Jarak jangkauan (tembus) nya sangat pendek. Kecepatan partikel 2. c. b.

Biasanya.5 . Energi partikel . e. sinar medan magnit.005 b. Kecepatan partikel p berkisar antara 11100 hingga 99/100 kecepatan cahaya. atau . A zX A zY + ataupun . Peluruhan ini dapat terjadi bila energi inti atom tidak berada pada keadaan dasar (ground state). karena radiasi yang dipancarkan dalam peluruhan ini berupa gelombang elektromagnetik (foton). peluruhan gamma tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun nomor massa.Sifat Radiasi Beta a. Peluruhan ini dapat terjadi pada inti berat maupun ringan. rata-rata = 1/3 energi maksimum f. di atas maupun di bawah kurva kestabilan. Peluruhan Gamma ( ) Berbeda dengan dua jenis peluruhan sebelumnya. Daya ionisasinya di udara 1/100 kali dari partikel . Partikel akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik. mudah sekali dihamburkan jika melewati 3. b. Sinar dipancarkan oleh nuklida tereksitasi (isomer) dengan panjang hingga 0. Karena tidak bermuatan. maka partikel medium. c. tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun . Karena sangat ringan. Jarak jangkauannya lebih jauh daripada partikel d. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya tembusnya sangat besar bila dibandingkan dengan daya tembus partike l c. peluruhan ini mengikuti peluruhan Peluruhan dapat dituliskan sebagai berikut. atau pada bab sebelumnya dikatakan sebagai inti atom yang isomer. gelombang antara 0. Salah satu contoh peluruhan gamma yang mengikuti peluruhan 27Co 60 28Ni 60 60 + - 60 27Ni 28Ni +  Sifat Radiasi Gamma a. di udara dapat beberapa cm.

2) Dari dua persamaan di atas.1) Aktivitas radiasi didefinisikan sebagai jumlah peluruhan yang terjadi dalam satu   disebut sebagai hukum peluruhan yaitu: (III. adalah konstanta peluruhan sedangkan t adaiah selang waktu antara saat mula -mula sampai saat ini. Ne adalah jumlah inti atom yang tidak stabil saat mula-mula. (III. Laju peluruhan .3) di mana N adalah jumlah inti atom yang tidak stabil saat ini. Aktivitas Radiasi Sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya bahwa inti yang tidak stabil akan berubah menjadi stabil dengan memancarkan radiasi (proses peluruhan). secara matematis akan diperoleh persamaan yang    (III. Persamaan lll.jumlah proses peluruhan per satuan waktu ( N/ t) .4 di atas dapat digambarkan dalam grafik eksponensia l yang menunjukkan hubungan antara aktivitas radioaktif terhadap waktu.sebanding dengan jumlah inti yang tidak stabil (N) dan suatu konstanta yang disebut sebagai konstanta peluruhan ( ). 2.   detik. Persamaan di atas dapat diubah menjadi bentuk aktivitas sebagai berikut. atau dengan kata lain a dalah laju peluruhan itu sendiri. Gambar lll.B.    (III. Aktivitas radioaktif sebagai fungsi dari waktu . sedangkan A0 adalah aktivitas mula-mula.4) di mana A adalah aktivitas pada saat t.

Gambar lll-3: Aktivitas radioaktif setelah waktu paro Nilai waktu paro suatu radionuklida dapat ditentukan dengan persamaan berikut ini.Satuan Aktivitas Sejak tahun 1976 dalam sistem satuan internasional (Sl) aktivitas radiasi dinyatakan dalam satuan Bequerel (Bq) yang didefinisika n sebagai: 1 Bq = 1 peluruhan per detik Sebelum itu digunakan satuan Curie (Ci) untuk menyatakan aktivitas radia si yang didefinisikan sebagai: 1 Ci = 3.27 tahun dan lr-192 adalah 74 hari.7 x 1010 peluruhan per detik dan satuan-satuan berkaitan yang lebih kecil yaitu miliCurie (mCi) dan mic ro Curie ( Ci). Waktu Paro Waktu paro (T1/2) didefinisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan agar aktivitas suatu radioaktif menjadi separuhnya. Co-60 mempunyai waktu paro 5. Setiap radionuklida mempunyai waktu paro yang unik dan tetap. 1 mCi = 10 -3 Ci 1 Ci = 10 -6 Ci c.   Konsep waktu paro ini sangat bermanfaat untuk menghitung aktivitas suatu radionuklida dibandingkan bila harus menggunakan persamaan matematis (lll-4).5 nya. . Sebagai contoh. Bila selang waktunya sama dengan satu kali T1/2 maka aktivitasnya tinggal 0.

Makin pendek waktu paro unsur radioaktif. Berapa waktu paro ( T ½ ) bahan radioaktif tersebut? Jawab: Ao = 100 MBq. 2 x T½ = 6 jam.25 nya. 1. . Beberapa aktivitasnya pada tanggal 28 mei 1999 jika Ir -192 mempunyai waktu paro (T ½) = 74 hari ? Jawab: Selang waktu t=1 januari ± 28 mei 1999 = 148 hari n = 148/74 = 2 A = ( ½ )2 . dan seterusnya.   dimana t adalah selang waktu antara saat mula-mula sampai saat pengukuran.00 WlB. 100 MBq = 25 MBq Jadi aktivitas lr-192 pada tanggal 28 Mei '99 adalah 25 MBq . Sumber Ir-192 mempunyai aktivitas 100 MBq pada tanggal 1 januari 1999. dan waktu t = 6 jam Setelah 6 jam aktivitasnya tinggal 25/100 = ¼ kali yang berarti telah mencapai 2 kali T½ . A(t)= 25 MBq. maka T ½ = 3 jam.sedang kalau dua kali T1/2 maka aktivitasnya tinggal 0. Dapat juga menggunakan hubungan berikut ini. makin besar aktivitas jenisnya. Sedangkan pada pukul 14. Suatu bahan radioaktif mempunyai aktivitas 100 MBq pada pukul 08.00 WlB aktivitasnya tinggal 25 MBq. biasanya dinyatakan dalam satuan Ci/gram. 2.sedangkan Contoh Soal : adalah waktu paro radionuklida . D: Aktivitas Jenis Aktivitas jenis radioaktif ( Asp ) didefinisikan sebagai aktivitas dari satu gram zat radioaktif tersebut.

Asp= xNsp Nsp = nomor massanya. Skema Peluruhan Cs-137 dan Co-60 Terlihat dari skerna peluruhan di atas bahwa dalam perjalanannya menuju stabil Cs137 memancarkan 2 jenis radiasi memancarkan 2 jenis radiasi - dan sebuah radiasi sedangkan Co-60 dan 2 jenis radiasi . Contoh Soal   (III.8 ) Nsp adalah jumlah atom dalam satu gram zal radioaktif.97 Ci/gram . Gambar lll. 7) ( III. . sedang A adalah Aktivitas jenis Ra-226 yang mempunyai waktu paro 1620 tahun adalah : Asp = A = 0. Skema Peluruhan Proses peluruhan suatu radionuklida dari keadaan tidak stabil menjadi stabil ternyata menempuh tahapan tertentu yang dapat digambarkan dalam suatu skema peluruhan. Gambar berikut ini menunjukkan dua contoh yaitu skema peluruhan Cs137 dan Co-60.4. Dari skema peluruhan tersebut juga dapat diketahui tingkat energi dari setial radiasi yang dipancarkan maupun probabilitas jumlah (kuantitas ) pancarannya. E.

partikel o ini sangat mempengaruhi elektron-elektron orbit dari atom-atom bahan penyerap karena adanya gaya Coulomb. partikel o Secdr? fisik maupun elektrik relatif besar. Proses lonisasi Ketika radiasi o (bermuatan positif. lnteraksi Partikel Alpha Dibandingkan dengan radiasi yang lain. lnteraksi lainnya dengan probabilitas jauh lebih kecil adalah reaksi inti. Oleh karena itu. Proses terlepasnya elektron dari suatu at om dinamakan sebagai proses ionisasi. yaitu perubahan inti atom materi yang dilaluinya menjadi inti atom yang lain.BAB IV INTERAKSI RADIASI DENGAN MATERI Pada bagian ini akan dibahas interaksi yang terjadi antara radiasi dengan materi yang dilaluinya.5 materi atau daya tembusnya sangat rendah. . biasanya berubah menjadi int i atom yang tidak stabil. melalui materi maka terdapat beberapa elektron (bermuatan negatif) yang akan terlepas dari orbitnya karena adanya gaya tarik Coulomb. radiasi sangdt mudah diserap di dalam  yang mempunyai energi 3. dan radiasi gelombang elektromagnetik seperti A.03 mm jaringan tubuh. Radiasi MeV hanya dapat menembus 20 mm udara atau hanya dapat menembus 0. seperti radiasi radiasi dan sinar-X. lnteraksi radiasi a dengan materi yang dominan adalah proses ionisasi dan eksitasi. Selama melintas di dalam bahan penyerap. dan . radiasi partikel tidak bermuatan yaitu radiasi neutron. Secara umum interaksr radiasi dapat dibedakan atas tiga jenis radiasi yaitu radiasi partikel bermuatan. 1.

1. elektron tidak sam. Gambar 1V. maka energy radiasinya akan habis. 2.2.Gambar |V. berkurang sebesar energy yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses ionisasi.pai lepas dari atomnya hanya berpindah ke lintasan yang lebih luar. Setelah terjadi ionisasi maka atomnya akan bermuatan positif dan disebut sebagai ion positif. Setelah melalui beberapa kali (beribu -ribu) proses ionisasi. Proses eksitasi . perbedaannya dalam proses eksitasi. Proses ionisasi Energi radiasi setelah melakukan sebuah proses ionisasi ( Eo ) akan lebih kecil dibandingkan dengan energi mula -mura ( Ei ). Proses Eksitasi Proses ini mirip dengan proses ionisasi.

5 MeV dapat melintas di udara sejauh 11 meter atau dapat mencapai jarak sekitar 15 mm di dalam jaringan tubuh. Partikel beta dengan energi sebesar 3. Proses reaksi inti Proses reaksi inti akibat lnteraksi radiasi cr dengan bahan dapat berlangsung jika radiasi a mampu menembus atom hingga berdekatan dengan inti atom bahan. lnteraksi Partikel Beta Dibandingkan dengan partikel alpha. Contoh dari reaksi inti ini ditunjukka n oleh persamaan reaksi di bawah ini. . massa dan muatan partikel beta lebih kecil sehingga kurang diserap oleh materi atau daya tembusnya lebih jauh. 12 B. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan eksitasi tidak sebesar energi yang dibutuhkan untuk mengionisasi. maka energy radiasinya akan habis. Hasil dari reaksi inti akan tercipta inti lain yang berbeda inti atom aslinya. Fenomena reaksi inti oleh radiasi . Proses eksitasi ini selalu diikuti oleh proses de -eksitasi yaitu proses transisi elektron dari kulit yang lebih luar ke kulit yang lebih dalam dengan memancarkan radiasi sinar-X karakteristik. digunakan untuk menciptakan sumber radiasi buatan seperti sumber radiasi neutron. energi radiasi setelah melakukan proses eksitasi (Eo) juga berkurang sebesar energi yang dibutuhkan untuk melangsungkan proses eksitasi. 3.Sebagaimana proses ionisasi. lnti berilium ( 4Be ) berubah menjadi inti carbon (6C ) dan radiasi neutron dipancarkan. Setelah melakukan beberapa kali (beribu -ribu) proses eksitasi. 9 4Be + 12 6C + n 9 Setelah Oerinteraksi dengan radiasi cr .

Proses terbentuknya Sinar-X bremstrahlung Fraksi energi ( f ) dari sinar -X bremstrahlung yang dihasilkan dapat ditentukan menggunakan persamaan empiris berikut ini.5 x 10-4 . Z . yaitu pemancaran radiasi elektromagnetik (sinar-X kontinyu) ketika radiasi . F = 3. 2.Emaks ( IV. Dari persamaan (lV-1) di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. jauh lebih kecil dan kecepatannya sehingga partikel dapat "masuk" Gambar lV. Energi partikel lebih besar.1 ) dengan Z adalah nomor atom bahan penyerap sedangkan E maks adalah energi maksimum dari partikel beta (dalam MeV). Ukuran partikel jauh lebih tinggi dib andingkan dengan partikel mendekati inti atom.lnteraksi radiasi radiasi dengan materi adalah proses ionisasi dan eksitasi sebagaimana gelombang serta proses bremstrahlung. dibelokkan atau diperlambat oleh inti atom yang bermuatan positif. yang lebih besar akan menghasilkan radias bremsstrahlung yang .3. Semakin besar nomor atom bahan penyerap (semakin berat) akar menghasilkan radiasi sinar-X yang lebih besar.

42% C. Probabilitas terjadinya antara tiga proses tersebut sangat ditentukan oleh energi radiasi dan jenis materi (nomor atom) penyerapnya. Oleh karena itu.7 = 0.049 =4. .7 MeV) ketika mengenai timah hitam (Z = 82) dan kalau mengenai perspex (Z=7). Efek Fotolistrik Pada efek fotolistrik. Jawaban: 1 f = 3. energi foton diserap seluruhnya oleh elektron orbit. Elektron yang dilepaskan dalam proses ini.9% 2. disebut fotoelektron. sinar Proses interaksi antara sinar sangat sukar untuk diserap oleh materi. dan sinar-X dengan materi adalah efek fotolistrik. f = 3.82. mempunyai energi sebesar energy foton yang mengenainya .7 = 0.Contoh : Tentukan fraksi energi dari sinar-X bremstrahlung yang dihasilkan oleh radiasi B dari P-32 (E-'ks = 1. lnteraksi Sinar Gamma dan Sinar-X Sinar dan sinar-X merupakan radiasi gelombang elektromagnetik yang berarti tidak dan sinar-X mempunyai massa maupun muatan listrik. 7. 1. Probabilitas interaksi foton dengan materi 1. 1. Gambar 1V. efek Compton dan produksi pasangan. atau daya tembusnya sangat besar.5 x '10 -4.0042 = O.5x 10 -4 .4. sehingga elektron tersebut terlepas dari atom.

5 MeV dan lebih banyak terjadi pada material dengan Z yang besar . Energi kinetik elektron (Ee) sebesar selisih energi foton masuk dan foton keluar. selanjutnya foton dengan energi hvo dihamburkan dan sebuah fotoelektron lepas dari ikatannya. 2. foton dengan energi hvi berinteraksi dengan electron terluar dari atom.Gambar |V. Efek Fotolistrik Efek fotolistrik sangat dominan terjadi bila foton berenergi rendah di bawah 0. Hamburan Compton Pada hamburan Compton.6. . Sebagai contoh efek fotolistrik lebih banyak terjadi pada timah hitam (Z=82) daripada tembaga (Z=29).5. Hamburan Compton Gambar 1V.

Positron adalah partikel yang identik dengan elektron te tapi bermuatan positif. .= hvi ± 1.2) Hamburan Compton sangat dominan terjadi bila foton berenergi sedang (di atas 0. Ketika foton "sampai" ke dekat inti atom maka foton tersebut akan lenyap dan berubah menjadi sepasang elektron -positron.Ee=hvi ±hvo MeV) dan lebih banyak terjadi pada material dengan Z yang rendah. lonisasi Tidak Langsung Dari tiga interaksi gelombang elektromagnetik tersebut di atas terlihat bahwa semua interaksi menghasilkan partikel bermuatan (elektron atau positron) yang berenergi. Energi kinetik total dari dua partikel tersebut sama dengan energi foton yang datang dikurangi 1.02 MeV Ee+ adalah energi kinetik positron dan Ee . Produksi Pasangan 4.3) Gambar 1V.7. Ee+ + Ee. (IV.02 MeV. Produksi Pasangan Proses produksi pasangan hanya terjadi bila energi foton datang h vi lebih besar dari 1.energi kinetik electron.02 MeV.5 3. Elektron atau positron yang berenergi tersebut dalam mengionisasi atom-atom bahan yang dilaluinya sehingga pergerakannya akan dengan kata lain. (IV.

cm) ataupun dalam satuan massa persatuan luas (gr/cm 2). daya tembus radiasi gamma dan sinar-X sangat tinggi bahkan tidak dapat diserap secara keseluruhan. Sedangkan sumber radiasi dengan berkas menyebar (broad -beam) dan atau bahan penyerap yang tebal.gelombang elektromagnetik juga dapat mengionisasi bahan tetapi secara tidak langsung. Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik Hubungan antara intensitas radiasi yang datang (lo) dan intensitas yang diteruskan (Ix) setelah melalui bahan penyerap setebal x adalah sebagai berikut.e- . sangat dipengaruhi oleh jenis bahan penyerap dan densitas (p) serta energi radiasi yang mengenainya (iihat Tabel lV. Rumus (1V. Nilai tebal bahan penyerap dapat dal'am satuan panjang (mm .8.x (IV 4) adalah koefisien atenuasi linier bahan terhadap radiasi gamma dan sinar -X dengan satuan cm-1 . Ix = 10.4) di atas berlaku untuk sumber radiasi berbentuk titik (narrow-beam) dengan bahan penyerap yang tipis. Penyerapan Radiasi Gelombang Elektromagnetik Berbeda dengan radiasi partikel bermuatan ( atau ). 5. rumus (1V.4) berubah menjadi: .1). Gambar 1V.

materi akan menyerap energi neutron sehingga setelah beberapa kali tumbukan maka energy neutron akan "habis". berubah. sebagian energi neutron diberikan kepada inti atom yang ditumbuknya . 1. yaitu tumbukan antara neutron dengan atom (inti atom) bahan penyerap.Ix = B. Dalam tumbukan elastik antara neutron cepat dan inti atom bahan penyerap. Setiap tumbukan. tebal bahan. lntroduction to Health Physics D. densitas (p). adalah reaksi inti atau penangkapan neutron oleh inti atom bahan penyerap dan reaksi fisi atau pembelahan inti. lnteraksi lain yang mungkin muncul.lnteraksi Radiasi Neutron Neutron merupakan partikel yang mempunyai massa tetapi tidak bermuatan listrik sehingga interaksinya dengan materi lebih banyak bersifat mekanik.Io.x (IV. Tumbukan Elastik Tumbukan elastik adalah tumbukan antara neutron cepat dengan inti atom di mana total energi kinetik dan momentum paftikel -partikel sebelum dan sesudah tumbukan tidak. Koefisien atenuasi linier (cm -l)* * H Cember. dan energi radiasi yang mengenainya. bila energi neutron sudah sangat rendah.5) dengan B adalah build up factor. Build up factor dipengaruhi oleh jenis bahan penyerap.1. e- . baik secara elastik maupun tak elastik. Tabel |V.

Maka air. tetapi energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan berbeda.10. bahan yang mengandung atom-atom dengan nomor atom besar tidak efektif sebagai penahan radiasi neutron . atau hampir sama dengan massa neutron (misalnya atom Hidrogen). Tumbukan Tak Elastik Proses tumbukan tak elastik sebenarnya sama saja dengan tumbukan elastic. Setelah tumbukan. sedang neutronnya terhamburkan. merupakan bahan yang efektif sebagai bahan moderasi neutron. Dalam peristiwa ini.'inti atom tersebut tidak terpental.sehingga inti atom tersebut terpental sedangkan neutronnya dibelokkan/dihamburkan. lnti atom yang tereksitasi menuju kondisi normal dengan memancarkan radiasi . Peristiwa tumbukan elastic Tumbukan elastik terjadi bila atom yang ditumbuk oleh neutron cepat mempunyai massa yang sama. . . sehingga fraksi energi neutron yang terserap atom tersebut cukup besar. lni terjadi massa atom yang ditumbuk neutron jauh lebih besar dari massa neutron. oleh karena itu. yang mengandung banyak atom Hidrogen. energi neutron yang diberikan ke atom yang ditumbultidak terlalu besar sehingga setelah tumbukan. energi neutron tidak banyak berkurang. 2. tetapi inti atom terstereksitasi. Gambar IV.

lV. . t l Bil E it i l < . £ t ¤   Y Y . i tif. P i ti t i i il j t t t t t i i ti i i t i t il. it . P i ti t l ti . . i. ti i i i t t t i t i ti t i t t t . i l ti P i t V. P i ti t . . V. i i ¢¡  i fi i t t j i i fi i i l i t. l i i ti t t i ti t . Q . . .

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa interaksi neutron denga. Dari mekanisme reaksi fisi di atas terlihat bahwa setiap reaksi akan menghasilkan dua atau lebih neutron cepat baru.Suatu inti atom yang dapat belah (fisil) seperti U -235 ketika ditembak dengan neutron termal (n t) akan rnembelah menjadi dua inti radioaktif Y 1 dan Y2(inti hasil belah). proses reaksi berantai ini dikendalikan secara cerma t sehingga tidak berbahaya. perlu dipasang Pb mengeliling parafin .n hidrogen di dalam air akan juga menghasilkan radiasi y . Maka untuk menahan radiasi atau air. Dalam reaksi pembelahan tersebut juga dilepaskan 2 atau 3 buah neutron cepat (nc) dan sejumlah energi panas ( ). yang energinya dapa t diturunkan menjadi neutron lambat (termal). hasil interaksi tersebut. Material penahan neutron yang efektif adalah material yang mengandung banyak unsur hidrohen ( H ) seperti parafin dan air. Dalam reaktor nuklir. Oleh karena Y1 danY2 merupakan inti-inti yang aktif maka dalam proses tersebut juga dipancarkan berbagai macam radiasi ( atau dan ). Neutron lambat (termal ) akan berhenti setelah menempuh jarah 3 cm di dalam air. Neutron termal yang baru tersebut dapat menyebabkan reaksi fisi berikutnya. meskipun probabilitasnya sangat kecil. Proses ini berlangsung terus menerus dan disebut sebagai proses reaksi berantai (chain reaction ). sedangkan pada bom atau senjata nuklir reaksi ini dibiarkan tanpa kendali.

sumber radiasi kosrnik yang berasal dari benda langit di dalam dan.luar tata surya kita. Be-7. sumber radiasi inter:nal ya ng berasal dari dalam tubuh manusia sendiri. Radionuklida yang terjadi karena interaksi dengan radiasi kosmik ini disebut radionuklida cosmogenic. sumber radiasi terestrial yang berasal dari kerak bumi. Sumber Radiasi Kosmik Radiasi kosmik berasal dari angkasa luar. A. Radiasi yang dipancarkan oleh sumber radiasi alam disebut radiasi latar belakang. y y 1. Radiasi latar belakang yang diterima oleh seseorarig dapat berasal dari tiga sumber utama berikut: y .. Radiasi kosmik ini terdiri dari par{ikel dan sinar yang berenergi tinggi (1011 eV) dan berinteraksi dengan inti atom stabil di atmosfir membentuk inti radioaktif seperti C-14. sebagian berasal dari ruang antarbintang dan matahari.macam sumber radiasi alam dan prinsip kerja secara umum dari beberapa sumber radiasi buatan. Sumber Radiasi Alam Setiap hari manusia terkena radiasi dari alam dan radiasi dari alam ini merupakan bagian terbesar yang diterima oleh manusia yang tidak bekerja ditempat yang menggunakan radioaktif atau yalg tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan.BAB V SUMBER RADIASI Sumber radiasi dapat dibedakan berdasarkan asalnya yaitu sumber radiasi alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya. Pada bab ini akan dibahas beberapa. dan sumber radiasi buatan yang sengaja dibuat oleh manusia. Na-22 dan H-3. . .

yang mulai dari U-235 sampai Pb-207. dan radiasi ini dipancarkan oleh radionulida yang disebut primordial dengan waktu paro berorde milyar (109) tahun. Ada beberapa tempat di bumi ini yang memiliki tingkat radiasi di atas rata-rata seperli Pocos de Caldas dan Guarapari (Brazil). yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi. Kerala dan Tamil Nadu (lndia) dan Ramsar (lran). Dalam setiap proses peluruhan berantai di atas dipancarkan berbagai jenis energi ( dengan berbagai tingkatan energi. dan ) 3.Sumber Radiasi di Dalam Tubuh . yartu peluruhan berantai mulai dari U-238 sampai Pb-206 yang stabil.terutama adalah deret Uranium. Radiasi terestrial terbesai yang diterima manusia berasal dari Radon (Ra-222) dan Thoron (Ra-220) karena dua radionuklida ini berbentuk gas sehingga bisa menyebar kemana-mana. Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi terestrial ini berbeda -beda dari satu tempat ke ternpat lain bergantung kepada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak bumi. . deret Actinium. karena radiasi kosmik ini dipengaruhi oleh medan magnet bumi. Radionuklida ini ada sejak terbentuknya bumi maka sering disebut Natural Occurring Radioactive Materials (NORM). mulai dari Th-232 sampai Pb-208. Sumber Radiasi Terestrial Radiasi terestrial secara natural dipancarkan bleh radionuklida di dalam kerak bumi. maka radiasi yang diterima di kutub lebih kecil daripada di daerah katulistiwa. dan deret Thorium. 2. Karena medan magnet bumi di daerah kutub lebih kuat.Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat radiasi yang diterima seseorang juga bergantung pada garis lintangnya di bumi. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketlnggian. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi.

Pemancar Alpha Salah satu contoh reaksi inti untuk menghasilkan radionuklida pemancar alpha adalah: 27 13AL + on1 24 11Na + Salah satu aplikasinya adalah untuk menghasilkan radiasi neutron melalui reaksi ( . K-40. Roentgent. b. Pu-239 dan Am-241. misalnya akselerator.n). Sumber Radiasi Buatan Sumber radiasi buatan mulai diproduksi pada abad ke 20 diketemukannya sinar-X oleh W. Po-210. Buah-buahan biasanya mengandung unsur K -40.Radionuklida buatan ini bisa memancarkan jenis radiasi alpha. gamma dan neutron. atau berdasarkan penembakan nuklida yang tidak radioaktif dengan partikel atau ion cepat (didalam alat -alat pemercepat partikel. siklotron). dan reaktor nuklir. Saat ini sudah banyak sekali jenis dari sumber radiasi buatan baik yang berupa zal radioaktif. aktivasi neutron. Zat Radioaktif Dewasa ini telah banyak sekali unsur radioaktif berhasil dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida 'yang tidak radioaktif dengan neutron (reaksi fisi didalam reaktor atom). radon. radionuklida yang sering dipakai adalah Ra -226. pesawat pembangkit radiasi. Sumber radiasi ini berada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan atau masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Radiasi internal ini terutama diterima dari radionuklida C-14. minuman. 1. Selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-210 dan Po-210 yang banyak berasal dari ikan dan kerang-kerangan. a.Sumber radiasi alam lain adalah radionuklida yang ada di dalam tubuh manusia. beta. H-3. B. pernafasan. . Pemancar Beta . atau luka.

Salah satu contoh sumber neutron ini adalah serbuk Am -241 yang dicampur dengan serbuk Be. Oleh karena itu di dalam reaktor nuklir didapatkan berbagai macam pemancar beta. P-32. lrradiator banyak digunakan di rumah sakit (irradiator Co -60 dan Cs-137) dan dalam industry (irradiator Co-60). pemancar gamma beraktivitas tinggi sering digunakan sebagai sumber radiasi di rumah sakit dan industri. Re-188. Pemancar Gamma I Sebenarnya jarang sekali sumber radioaktif yang hanya memancarkan radiasi gamma saja. Sumber neutron ini merupakan campuran antara bahan radioaktif pemancar c dengan unsur Be. karena radiasi gamma biasanya mengikuti proses peluruhan Berikut ini sebuah reaksi inti untuk menghasilkan radionuklida pemancar adalah: 59 atau . Y90. sehingga terjadi reaksi sebagai berikut. Pemancar Neutron Radiasi neutron dapat dihasilkan melalui interaksi radiasi a dengan bahan yang dapat melangsungkan reaksi ( . kemudian dibungkus dalam sebuah kapsul. .n) seperti unsur Be. P-32. Energi radiasi beta bersifat kontinu. Pemancar beta sering digunakan dalam kedokteran dan juga dalam industry untuk mengukur ketebalan materi. sedangkan untuk industri sering digunakan Sr -90. Pemancar beta yang sering digunakan dalam kedokteran misalnya Sr-90. Contoh reaksi inti untuk men ghasilkan pemancar beta adalah : 31 1 32 11si +on 15P + c.Sebagian besar pemancar beta ini dihasilkan melalui penembakan partikel neutron pada nuklida stabil. dan 27co + on1 60 28Ni + - + Dalam pemakaiannya. Tl-208. d.

Salah satu pesawat pembangkit radiasi adalah akselerator yaitu alat yang digunakan untuk mempercepat partikgl bermuatan (electron. Partikel bermuatan dengan kecepatan sangat tinggi yang dipancarkan oleh akselerator dapat digunakan untuk berbagai keperluan. neutron. lon deuterium ( 1H2. Cf-252 disamping meluruh dengan memancarkan radiasi a juga mengalami proses fisi secara spontan. 2. proton. proton. Radiasi yang dibangkitkan oleh alat ini sangat bervariasi seperti electron.241 95Am 9 4Be 93Np 237 + n + 12 6C + Zat radioaktif pemancar neutron lainnya berasal dari proses fisi spontan yang dialami oleh Califormium 252 (Cf-252). misalnya elektron. Pesawai pembangkit radiasi Pesawat pembangkit radiasi bekerja dengan menggunakan arus dan tegangan listrik. Elektron yang dipercepat dapat digunakan untuk memproduksi sinar-X berenergi tinggi. dipercepat menggunakan medan listrik atau medan magnit sehingga mencapai kecepatan yang sangat tinggi. Partikel bermuatan. Keuntungan dari alat ini adalah tidak diperlukan penanganan khusus jika sedang tidak digunakan. dan sinat-X. Pada proses fisi spontan tersebut 2 neutron atau lebih akan dipancarkan keluar dari inti Cf-252. partikel proton yang telah dipercepat oleh akselerator dapat dimanfaa tkan untuk memproduksi zat radioaktif. Disamping LINAC dan Cyclotron. Beberapa contoh akselerator yang banyak digunakan adalah aks elerator linier (LINAC = linear accelerator) yang rnempunyai lintasan berbentuk lurus dan cyclotron yang mempunyai lintasan berbentuk lingkaran. Sebagai contoh. . dan deuterium). Tidak seperti zat radioaktif. yang dipercepat dapat memproduksi radiasi neutron. alat ini tidak memancarkan radiasi pada saat tidak dioperasikan.

Reaktor Nuklir Reaktor nuklir merupakan sumber radiasi neutron yang sangat besar dengan fluks sebesar 1014 neutron/cm 2-detik. seperti untuk keperluan produksi zat radioaktif dan analisis bahan.pesawat pembangkit radiasi lainnya adalah pesawat sinar -x. 3. Dalam reaksi fisi tersebut juga dilepaskan 2 atau 3 buah neutron cepat (nc) dan sejumlah energi panas ( ). dan mesin berkas electron (MBE). Neutron yang dihasilkan pada reaktor riset dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi dan penelitian. Mekanisme terbentuknya neutron di dalam reaktor nuklir adalah hasil dari reaksi fisi dengan persamaan reaksi sebagai berikut: U235 + nt Y1 + Y2+ (2-3)n + Q Suatu inti atom U-235 yang dapat belah (fisil) ketika ditembak dengan neutron termal (nt) akan belah menjadi dua inti radioaktif Y 1dan Y2. .

lnti atom yang atom yang tidak stabil dapat disebut sebagai . Atom adalah bagian terkecil dari suatu materi yang masih memiliki sifat rnateri tersebut. Transisi elektron dari lintasan yang lebih luar ke lintasan yang lebih dalam akan memancarkan radiasi sinar-X karakteristik. transisi elektron dari lintasan yang lebih dalam ke lintasan yang lebih luar akan membutuhkan energi eksternal. 6. 10. Sebaliknya. 5. isotop adalah inti-inti atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi mempunyai nomor massa berbeda.RANGKUMAN 1. Z adalah nomor atom (umlah proton). . 8. 2. lsobar adalah inti-inti atom yang mempunyai nomor massa sama tetapimempunyai nomor atom berbed a.1 Nilai muatan dan massa dari partikel elementer 4. Penulisan nuklida adalah zX A dengan X adalah simbol atom. lsomer adalah inti-inti atom yang mempunyai nomor atom maupun nomor massa sama tetapi mempunyai tingkat energy yang berbeda. proton dan neutron adalah sebagaimana tabel berikut. 9. 7. lsoton adalah inti-inti atom atau nuklida -nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama tetapi mempunyai nomor atom berbeda.Atom terdiri dari inti atom (berisi proton dan neutron) serta elektron yang mengelilingi inti atom pada lintasan tertentu. A adalah nomor massa jumlah proton ditambah jumlah neutron). Peluruhan radioaktif adalah perubahan inti atom yang tidak stabil menjadi inti atom yang stabil. Muatan dan massa dari elektron. Tabel ll. 3.

Sebaliknya dalam peluruhan 0* .radionuklida atau radioisotope.ea:aa: :ei -eksitasi (isomer). Waktu paro suatu zat 40 20. Radiasi yang dipancarkan dalam peluruhan spontan eerupa partikel bermuatan seperti partikel a dan p atau gelombang eiektromagnetik seperti sinar 1.identik dengan elektron sedar: : . bermuatan dua positif dan bermassa 4 sma. sehingga mernbentuk nuklida baru. 13. peluruhan beta . 11. 11. 1B 19.a :rca berubah menjadi nuklida baru. dan peluruhan gamma. Dikenal tiga jenis peluruhan spontan yaitu pe luruhan alpha. 21. 15.: positron (elektron yang bermuatan positifl.:e-. 26 dengan . 24 25 1. Radionuklida meluruh me ngikuti persamaan eksponensial cerikut A 17. Bahan yang terdiri atas inti atom yang tidak stabil dengan jumlah yang cukup banyak disebut bahan radioaktif . 16. Dalam peluruhan B-.. 12. Partikel p. a2 LJ. Nuklida yang mengalami peluruhan garnr. terjadi perubahan neutron men.a: ::oio. 22. Nuklida yang meluruh akan kehilangan dua proton dan neutron. Peluruhan gamma terjadi pada nuklida yang dalair . io:cn menjadi neutron. terjadi peruba:a: .r di dalam nuklida yang meluiuh sehingga berubah rnen a: rukirCa baru. Dalam peluruhan akan dipancarkan partikel yang identik dengan inti atom Helium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->