P. 1
Makalah Malaria

Makalah Malaria

|Views: 11,107|Likes:
Published by fitriyudi

More info:

Published by: fitriyudi on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................1 BAB I......................................................................................................................3 PENDAHULUAN......................................................................................................3 Latar Belakang.......................................................................................................3 TUJUAN.................................................................................................................. 4 BAB II.....................................................................................................................5 TINJAUAN PUSTAKA................................................................................................5 Definisi Malaria...................................................................................................... 5 Klasifikasi Malaria.................................................................................................. 5 Jenis-jenis Malaria..................................................................................................6 Karakteristik nyamuk.............................................................................................8 ETIOLOGI................................................................................................................ 9 Manifestasi Klinis................................................................................................. 14 Pemeriksaan diagnostic.......................................................................................17 Asuhan keperawatan...........................................................................................19 Diagnosa Keperawatan........................................................................................20 Diagnosa keperawatan pada pasien dengan malaria berdasarkan dari tanda dan gejala yang timbul dapat diuraikan seperti dibawah ini:...................................20 Perencanaan Keperawatan..................................................................................21 BAB III..................................................................................................................26 PENUTUP..............................................................................................................26 Kesimpulan.......................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 27

1

2

di Indonesia setiap tahunnya terdapat sekitar 15 juta penderita malaria klinis yang mengakibatkan 30.000 orang dengan 74 kematian.62 per 1000 penduduk pada tahun 2001 dan 0.2 per 1000 penduduktahun 2001 dan 19. Setiap tahun jumlah kasus malaria berjumlah 300-500 juta dan mengakibatkan 1. Indonesia yang merupakan negara yang beriklim tropis yang mengakibatkan resiko terhadap penyakit malaria.000 penduduk pada tahun 2002. serta dapat menurunkan produktivitas tenaga kerja.0 per 1000 penduduk pada tahun 1997 menjadi 25. Di Jawa dan Bali dari 0. Penduduk yang berisiko terkena malaria berjumlah sekitar 2. Selama tahun 1998-2000 kejadian luar biasa (KLB) malaria terjadi di 11 provinsi meliputi 13 kabupaten di 93 desa dengan jumlah penderita hampir 20. anak.65 kasus per 1.12 per 1000 penduduk pada tahun 1977 menjadi 0.7 juta kematian (Harijanto. 2000).47 kasus per 1.3 miliar atau 41% dari penduduk dunia.000 penduduk pada tahun 2002. Angka kesakitan malaria sejak 4 tahun terakhir menunjukkan peningkatan.0 per 1000 penduduk pada tahun 1999 dan 26. Di daerah transmigrasi dan daerah lain yang didatangi penduduk baru daerah non3 . Di luar Jawa dan Bali dari 16. Malaria adalah salah satu penyakit menular yang mempengaruhi angka kematian bayi.5-2. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Depkes 2001.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Malaria adalah penyakit yang penyebarannya di dunia sangat luas yaitu pada negara yang beriklim tropis dan sub tropis. dan ibu melahirkan.52 per 1000 penduduk pada tahun 1999 dan 0.000 orang meninggal dunia. Pada umumnya malaria ditemukan pada daerahdaerah terpencil dan sebagian besar penderitanya dari golongan ekonomi lemah.

TUJUAN Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam pembuatan makalah ini sebagai berikut : 1. komplikasi. 4 . seperti pekerja migran.endemik sering terjadi letusan atau wabah yang menimbulkan banyak kematian. dan penanganan. manifestasi klinik. seperti definisi. transmigran. Melihat keseriusan masalah ini. klasifikasi. etiologi. dan wisatawan. sehingga berisiko tertular malaria. pencegahan. diagnosis banding. dan penduduk non-immun yang mengunjungi daerah endemic malaria. 2. Mengetahui asuhan keperawatan yang tepat yang harus diberikan pada penderita malaria. terutama anak balita. Mengetahui tentang penyakit malaria. patofisiologi. siapa pun berisiko untuk terkena malaria. wanita hamil. pemeriksaan penunjang. pengungsi. Lebih dari setengah penduduk Indonesia masih tinggal di daerah yang merupakan tempat terjadinya penularan malaria. cara penularan. pathways.

Sebaliknya. malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamsuk malaria (anopeles) betina. Selain berasal dari vektor nyamuk. namun kejadian ini jarang terjadi. Malaria kongenital disebabkan oleh penularan agen penyebab melalui barier plasenta. malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah atau jarum suntik yang terkontaminasi darah penderita malaria. Klasifikasi Malaria Berikut ini merupakan klasifikasi parasit malaria Phylum Kelas Subkelas Ordo Sub-ordo Famili Genus Sub-genus Spesies : Apicocomplexa : Sporozoa : Coccidiida : Eucoccidies : Haemosporidiidea : Plasmodiidae : Plasmodium : Laverania : Plasmodium falciparum Plasmodium vivax Plasmodium malariae 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA Definisi Malaria Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya. malaria neonatus. agak sering terjadi dan merupakan akibat dari pencampuran darah ibu yang terinfeksi dengan darah bayi selama proses kelahiran.

splenomegali. Plasmodium ini berupa Ring/ cincin kecil yang berdiameter 1/3 diameter eritrosit normal dan merupakan satu-satunya spesies yang memiliki 2 kromatin inti (Double Chromatin).Plasmodium ovale Untuk tujuan klinis dan diagnostik malaria dapat dianggap sebagai dua wujud penyakit. Plasmodium ovale. dan Plasmodium malariae. Masa inkubasi 9-14 hari. Malaria yang paling berbahaya disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan disebut sebagai malaria tertiana maligna. Malaria ini menyebabkan timbulnya berbagai manifestasi klinis akut yang bila tidak diobati dapat mematikan dalam beberapa hari sejak mulai terinfeksinya. ditandai dengan panas yang ireguler. Infeksi Plasmodium Falcifarum sering kali menyebabkan sel darah merah yang mengandung parasit menghasilkan banyak tonjolan untuk melekat pada lapisan endotel dinding kapiler dengan akibat obstruksi trombosis dan iskemik lokal. Malaria tropika menyerang semua bentuk eritrosit. karena malaria tersebut hampir tidak pernah mematikan penderitanya. Infeksi ini sering kali lebih berat dari infeksi lainnya dengan angka komplikasi 6 . Disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Malaria tersebut disebut dengan malaria tertiana benigna. Malaria jenis kedua yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Jenis-jenis Malaria Menurut Harijanto (2000) pembagian jenis-jenis malaria berdasarkan jenis plasmodiumnya antara lain sebagai berikut : a. anemia. Klasifikasi penyebaran Malaria Tropika: Plasmodium Falcifarum menyerang sel darah merah seumur hidup. Malaria Tropika (Plasmodium Falcifarum) Malaria tropika/ falciparum malaria tropika merupakan bentuk yang paling berat. parasitemia yang banyak dan sering terjadi komplikasi.

Tropozoit matur mempunyai granula coklat tua sampai hitam dan kadang-kadang mengumpul sampai membentuk pita. Pada pemeriksaan akan di temukan edema. Masa inkubasi 11-16 hari. Malaria Kwartana (Plasmoduim Malariae) Plasmodium Malariae mempunyai tropozoit yang serupa dengan Plasmoduim vivax. 7 .tinggi (Malaria Serebral. asites. tanpa uremia dan hipertensi. c. Skizon Plasmodium malariae mempunyai 8-10 merozoit yang tersusun seperti kelopak bunga/ rossete. dan malaise umum. proteinuria. b. Algid Malaria. lebih kecil dan sitoplasmanya lebih kompak/ lebih biru. dan Black Water Fever). Bentuk gametosit sangat mirip dengan Plasmodium vivax tetapi lebih kecil. Malaria Ovale (Plasmodium Ovale) Malaria Tersiana (Plasmodium Ovale) bentuknya mirip Plasmodium malariae. Ciri-ciri demam tiga hari sekali setelah puncak 48 jam. pembesaran limpa. gangguan gastrointestinal. mual. Komplikasi yang jarang terjadi namun dapat terjadi seperti sindrom nefrotik dan komplikasi terhadap ginjal lainnya. Malaria ovale merupakan bentuk yang paling ringan dari semua malaria disebabkan oleh Plasmodium ovale. Serangan paroksismal 3-4 hari dan jarang terjadi lebih dari 10 kali walau pun tanpa terapi dan terjadi pada malam hari. skizonnya hanya mempunyai 8 merozoit dengan masa pigmen hitam di tengah. Karakteristik yang dapat di pakai untuk identifikasi adalah bentuk eritrosit yang terinfeksi Plasmodium Ovale biasanya oval atau ireguler dan fibriated. walau pun periode laten sampai 4 tahun. hipoproteinemia. Gejala lain nyeri pada kepala dan punggung.

tropozoit vivax berubah menjadi amoeboid.d. Terdiri dari 12-24 merozoit ovale dan pigmen kuning tengguli. anemia. Hidup di daerah tropic dan sub tropic. air payau dan ada pula yang bersarang pada genangan air pada cabang-cabang pohon yang besar (Slamet. Menggigit antara waktu senja (malam hari) dan subuh hari 8 . kromatinin eksentris. splenomegali. Gametosit berbentuk oval hampir memenuhi seluruh eritrosit. Dari semua jenis malaria dan jenis plasmodium yang menyerang system tubuh. hanya sekitar 67 yang terbukti mengandung sporozoit dan dapat menularkan malaria. namun seiring dengan maturasi. Karakteristik nyamuk Anopeles adalah sebagai berikut : a. ada yang di air tawar. parasitemis yang banyak. dan sering terjadinya komplikasi. Sarang nyamuk Anopheles bervariasi. pigmen kuning. Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax) Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax) biasanya menginfeksi eritrosit muda yang diameternya lebih besar dari eritrosit normal. Bentuknya mirip dengan plasmodium Falcifarum. Lebih dari 400 spesies Anopheles di dunia. malaria tropika merupakan malaria yang paling berat di tandai dengan panas yang ireguler. Gejala malaria jenis ini secara periodik 48 jam dengan gejala klasik trias malaria dan mengakibatkan demam berkala 4 hari sekali dengan puncak demam setiap 72 jam. hal 103). 2002. Di Indonesia telah ditemukan 24 spesies Anopheles yang menjadi vektor malaria. Karakteristik nyamuk Menurut Harijanto (2000) malaria pada manusia hanya dapat ditularkan oleh nyamuk betina Anopheles. ditemukan hidup di dataran rendah b.

Lebih senang hidup di daerah rawa ETIOLOGI Malaria biasanya didapat dari gigitan nyamuk anopeles betina yang sebelumnya terinfeksi. dimana keduanya melewati fasepreeritrositer perkembangan parasit dalam hati. di luar rumah. Malariae 27-37 hari. membuka jalan untuk relaps. pada P. Jarak terbangnya tidak lebih dari 2-3 km e. Sporozoit yang di injeksikan ke dalam aliran darah oleh gigitan nyamuk mencapai sinusoid hati dan memasuki sitoplasma sel hati. Masa inkubasi (antara gigitan nyamuk yang terinfeksi dan adanya parasit dalam darah) bervariasi sesuai dengan species pada P. Vivak dan P. Vivak dan P. Daur hidupnya memerlukan waktu ± 1 minggu . Ovale. tergantung pada ukuran inokulum manifestasi klinis infeksi yang di induksi oleh salah 9 . Pertumbuhan dan pembelahan sel cepat dan terbentuk kista mikroskopik (Schizont) yang mengandung merozoit. Ovale tetap dalam hati selama beberapa minggu atau beberapa bulan. malaria berkembang pasca-penularan transplasenta atau sesudah tranfusi darah yang terinfeksi. Biasanya tinggal di dalam rumah. Melepaskan beribu-ribu merozoit untuk menembus sel darah merah. Evolusi penyakit pada umumnya sebagai berikut : Fase Pre-Eritrositer. dan apda P. 12-16 hari . g. Pada keadaan umum. Kebanyakan kista dari semua spesies pecah pada akhir 6-15 hari perkembangan. Pada saat menggigit bagian belakangnya mengarah ke atas dengan sudut 48 derajat f. dan senang mengigit manusia (menghisap darah) d.c. Namun beberapa bentuk P. Falciparum masa inkubasinya 10-13 hari.

Bentuk organisme bervariasi selama pertumbuhan sampai ia menjadi bulat. nukleus tetap utuh selama masa maturasi. dan yang muncul bersamaan pada sel darah merah adalah granula pigmen kuning-coklat yang terdiri atas hematin yang berasal dari hemoglobin yang di konsumsi parasit untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Merozoit yang lolos dari inaktivasi oleh imunoglobulin atau fagositosis masuk ke dalam sel darah merah segar.satu cara dapat di tekan selama beberapa bulan dengan pengobatan subkuratif . yang tidak penting secara klinis tetapi mampu menginfeksi nyamuk yang menghisap penderita. Siklus ini yang lamanya sangat penting secara klinis . Merozoit yang menginvasi sel darah merah mula-mula tampak pada sedian berwarna sebagai cincin kebiru-biruan atau pita sitoplasma (P. Dengan demikian siklus aseksual di mulai setiap saat kelompok baru merozoitmenginvasi sel darah merah. dengan falsiparum mendominasi vivak dan vivak mendomonasai quartana hanya bila berkembag imunitas cukup terhadap strain dominan yang lainm mulai menimbulkan manisfesasi klinis. Parasit yang sedang tumbuk di beri nama trophozoit. Mereka dideferensiasi menjadi bentuk jantan dan betina yang di sebut gametosit. Infeksi Campuran Atau Kelompok Pada infeksi campuran biasanya hanya satu spesies yang menimbulkan pola klinis. Eritrosit yang mengandung merozoid pecah dan merozoid bebas pigmen dan puingpuing eritrosit di bebaskan ke dalam plasma. beberapa kelompok parasit memulai 10 . Pertumbuhan parasit tertentu gagal membelah. sitoplasmanya tersusun di sekeliling nukleus baru dan pigmen mengelompok dalam kelompok besar.terutama pada kasus malaria vivax dan quartana. Pada infeksi dengan satu spesies kelompok yang berbeda dapat berkembang karena merozoit dalam hati tidak di bebaskan secara silmutan dan skizon eritrositer tidak semuanya pecah pada saat yang sama. Nukleus parasit sekarang membelah secara aseksual beberapa kali. Malariae) dengan satu atau kadang-kadang dengan dua titik kromatin inti.

A. sebelum atau yang sesudah mayoritas dimana sering matag dalam jumlah yan cukup untuk menimbulka reaksi klinis tersendiri. Pada malaria palsiparum gambaran klasik demam intermiten mungkin segera terganggu juga. Pada infeksi vivak satu kelompok akan menghasilkan reaksi demam selang sehari. Patofisiologi 11 . sedang jika dua kelopok yang berkembang akan ada paroksismal tiap hsri.keberadaannya dalam sel darah merah. PATHWAYS Sporozoit Masuk jaringan Membelah menjadi merozoit Infeksi organ lain Masuk sirkulasi resiko tinggi infeksi TNF meningkat konsentrasi Interleukin Stimulus zat pirogen Hipothalamus mencapai setpoint Invasi elektrolit panas tubuh meningkat Hipertermi  Eritrosit lisis anemia  anoksia  penurunan komponen seluler anoreksia pengirim O2 dan nutrisi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan kompensasi menggigil Penurunan suplai O2 Berkeringat berlebih perubahan perfusi jaringan Kelelahan Rasa haus positif Dehidrasi Kekurangan vol. cairan B.

c. Penghancuran eritrosit. mungkin berasal dari rongga saluran cerna. Sekuestrasi eritrosit yang terinfeksi. hiperparasitemia dan beratnya penyakit. TNF adalah suatu monokin . Dengan hemolisis intra vaskular yang berat. Mediator endotoksin-makrofag. Patofisiologi malaria adalah multifaktorial dan mungkin berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut : a. dapat terjadi hemoglobinuria (blackwater fever) dan dapat mengakibatkan gagal ginjal. TNF dan sitokin lain yang berhubungan. tetapi juga oleh fagositosis eritrosit yang mengandung parasit dan yang tidak mengandung parasit. menimbulkan demam. Konsentrasi TNF dalam serum pada anak dengan malaria falciparum akut berhubungan langsung dengan mortalitas. b. TNF dapat juga menghancurkan plasmodium falciparum in vitro dan dapat meningkatkan perlekatan eritrosit yang dihinggapi parasit pada endotelium kapiler. eirtosit yang mengandung parasit memicu makrofag yang sensitif endotoksin untuk melepaskan berbagai mediator yang berperan dalam perubahan patofisiologi malaria. Penghancuran eritrosit ini tidak saja dengan pecahnya eritrosit yang mengandung parasit. Parasit malaria itu sendiri dapat melepaskan faktor neksoris tumor (TNF).Patofisiologi pada malaria belum diketahui dengan pasti. Tonjolan tersebut mengandung antigen malaria dan bereaksi dengan antibodi malaria dan berhubungan dengan afinitas eritrosit yang mengandung plasmodium 12 . Endotoksin tidak terdapat pada parasit malaria. hipoglimeia dan sindrom penyakit pernafasan pada orang dewasa (ARDS = adult respiratory distress syndrome) dengan sekuestrasi sel neutrofil dalam pembuluh darah paru. sehingga menyebabkan anemia dan anoksia jaringan. Pada saat skizogoni. ditemukan dalam darah hewan dan manusia yang terjangkit parasit malaria. Eritrosit yang terinfeksi plasmodium falciparum stadium lanjut dapat membentuk tonjolan-tonjolan (knobs) pada permukaannya. hipoglikemia.

Proses berlanjut menjadi trofozoit. menempel pada endotelium kapiler darah dan membentuk gumpalan (sludge) yang membendung kapiler dalam alam-alat dalam. dan di dalam tubuh nyamuk (Sporogoni). Setelah 2. sebagian merozoit berubah menjadi bentuk seksual. yang kemudian mempenetrasi dinding lambung dan berkembang menjadi Ookista. Fase eritrosit dimulai dan merozoid dalam darah menyerang eritrosit membentuk tropozoid. sebagian merozoit di dalam eritrosit dapat berkembang menjadi bentuk. Daur hidup spesies malaria pada manusia yaitu: a. Masa antara permulaan infeksi sampai ditemukannya parasit dalam darah tepi adalah masa prapaten.skizonmerozoit. bukan di sirkulasi perifer. Anoksia jaringan yang cukup meluas dapat menyebabkan kematian. falciparum. sehingga skizogoni berlangsung di sirkulasi alat dalam. sporozoit kecil yang memasuki kelenjar ludah nyamuk. Eritrosit yang terinfeksi. Protein dan cairan merembes melalui membran kapiler yang bocor (menjadi permeabel) dan menimbulkan anoksia dan edema jaringan. sekurang-kurangnya ada empat macam protein untuk sitoaherens eritrosit yang terinfeksi plasmodium P. Protein kaya histidin P.falciparum terhadap endotelium kapiler darah dalam alat dalam. 13 . Di dalam lambung nyamuk terjadi penggabungan dari gametosit jantan dan betina menjadi zigote. Fase seksual Fase ini terjadi di dalam tubuh manusia (Skizogoni). falciparum ditemukan pada tonjolan-tonjolan tersebut. Gametosit ini tidak berkembang akan mati bila tidak di hisap oleh Anopeles betina.bentuk seksual jantan dan betina. Dalam waktu 3 minggu.3 generasi merozoit dibentuk. sedangkan masa tunas/ incubasi intrinsik dimulai dari masuknya sporozoit dalam badan hospes sampai timbulnya gejala klinis demam. Setelah beberapa siklus.

Secara garis besar semua jenis Plasmodium memiliki siklus hidup yang sama yaitu tetap sebagian di tubuh manusia (aseksual) dan sebagian ditubuh nyamuk. Sel darah mengandung hemoglobin yang dapat mengangkut 20 ml O2 dalam 100 ml darah. penularan terjadi bila nyamuk betina yang terinfeksi parasit. menyengat manusia dan dengan ludahnya menyuntikkan “ sporozoit “ ke dalam peredaran darah yang untuk selanjutnya bermukim di sel-sel parenchym hati (Preeritrositer). Dalam waktu 48 -72 jam.Vivax dan P. Eritrosit diproduksi oleh hormon eritropoitin di dalam ginjal dan hati. Sebagian lainnya memasuki jaringan lain. hal ini di sebabkan oleh merozoit dan protein asing yang di pisahkan. Pada Malaria Tertiana (P. penderita merasa kedinginan dan demam. Fase di dalam hati ini di namakan “ Pra -eritrositer primer. sel-sel darah merah pecah dan merozoit yang di lepaskan dapat memasuki siklus di mulai kembali. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala yang di temukan pada klien dngan malaria secara umum menurut Mansjoer (1999) antara lain sebagai berikut : a. Sel darah di hancurkan di limpa yang mana proses penghancuran yang di keluarkan diproses kembali untuk mensintesa sel eritrosit yang baru dan pigmen bilirubin yang dikelurkan bersamaan dari usus halus. Parasit tumbuh dan mengalami pembelahan (proses skizogoni dengan menghasilakn skizon) 6-9 hari kemudian skizon masak dan melepaskan beriburibu merozoit. Fase Aseksual Terjadi di dalam hati. pematangan skizon tiap 48 jam 14 . Dari sebagian merozoit memasuki selsel darah merah dan berkembang di sini menjadi trofozoit. Demam Demam periodik yang berkaitan dengan saat pecahnya skizon matang (sporolasi). antara lain limpa atau terdiam di hati dan di sebut “eksoeritrositer sekunder“.b. Ovale).” Terjadi di dalam darah. Sel darah merah berada dalam sirkulasi lebih kurang 120 hari. Setiap saat sel darah merah pecah.

Periode ini lebih lama dari fase dingin. respirasi meningkat. penderita merasa capai dan sering tertidur. Pembesaran limpa terjadi pada beberapa infeksi ketika membesar sekitar 3 15 . 2) Periode panas. hal. Malariae) pematangannya tiap 72 jam dan periodisitas demamnya tiap 4 hari. pucat sampai sianosis seperti orang kedinginan. diikuti seluruh tubuh. kesadaran delirium sampai terjadi kejang (anak). kulit panas dan kering. nadi cepat dan panas tetap tinggi sampai 40oC atau lebih. kulit kering dan dingin. penderita sering membungkus diri dengan selimut atau sarung dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan gigi-gigi saling terantuk. temperatur turun. nyeri kepala. b. Limpa mengalami kongesti. Bila penderita bangun akan merasa sehat dan dapat melakukan pekerjaan biasa. Tiap serangan di tandai dengan beberapa serangan demam periodik. sampai basah. dapat terjadi syok (tekanan darah turun). Periode ini berlangsung 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan meningkatnya temperatur. menghitam dan menjadi keras karena timbunan pigmen eritrosit parasit dan jaringan ikat bertambah (Corwin . Muka merah. 571). Splenomegali Splenomegali adalah pembesaran limpa yang merupakan gejala khas Malaria Kronik. diikuti dengan keadaan berkeringat. sedangkan Malaria Kuartana (P. Penderita berkeringat mulai dari temporal.maka periodisitas demamnya setiap hari ke-3. Mulai menggigil. dapat sampai 2 jam atau lebih. nyeri retroorbital. Gejala umum (gejala klasik) yaitu terjadinya “Trias Malaria” (malaria proxysm) secara berurutan : 1) Periode dingin. muntahmuntah. 3) Periode berkeringat. 2000.

mendekat umbilicus dan fossa iliaca dekstra. Lien dapat teraba di bawah arkus costa kiri. 3) Ikterus Obstruktif Sumbatan terhadap aliran darah ke empedu keluar hati atau melalui duktus biliaris di sebut dengan ikterus obstuktif . 16 . Ikterus Ikterus adalah diskolorasi kuning pada kulit dan skIera mata akibat kelebihan bilirubin dalam darah. Gangguan pembentukan eritrosit karena depresi eritropoesis dalam sumsum tulang. Ikterus ini dapat terjadi pada destruksi sel darah merah yang berlebihan dan hati dapat mengkonjugasikan semua bilirubin yang di hasilkan 2) Ikterus hepatoseluler Penurunan penyerapan dan konjugasi bilirubin oleh hati terjadi pada disfungsi hepatosit dan di sebut dengan hepatoseluler. lekukan pada batas anterior. Bilirubin adalah produk penguraian sel darah merah. Terdapat tiga jenis ikterus antara lain : 1) Ikterus hemolitik Disebabkan oleh lisisnya (penguraian) sel darah merah yang berlebihan. Pada batasan anteriornya merupakan gambaran pada palpasi yang membedakan jika lien membesar lebih lanjut. Anemia Derajat anemia tergantung pada spesies penyebab. d. yang paling berat adalah anemia karena Falcifarum.kali lipat. c. Lien akan terdorong ke bawah ke kanan. Anemia di sebabkan oleh penghancuran eritrosit yang berlebihan Eritrosit normal tidak dapat hidup lama (reduced survival time).

0-4. Uji imunoserologis yang dirancang dengan bermacam-macam target dianjurkan sebagai pelengkap pemeriksaan mikroskopis dalam menunjang diagnosis malaria atau ditujukan untuk survey epidemiologi di mana pemeriksaan mikrokopis tidak dapat dilakukan.Pemeriksaan diagnostic a. Waktu pengambilan sampel harus tepat yaitu pada akhir periode demam memasuki periode berkeringat. uji imunoserologis dan ditemukannya parasit (plasmodium) di dalam penderita. 2. yaitu darah kapiler (finger prick) dengan volume 3. Pemeriksaan mikroskopis malaria Diagnosis malaria sebagai mana penyakit pada umumnya didasarkan pada manifestasi klinis (termasuk anamnesis). Diagnosis definitif demam malaria ditegakan dengan ditemukanya parasit plasmodium dalam darah penderita. Untuk itu diperlukan pemeriksaan serial dengan interval antara pemeriksaan satu hari. Pada periode ini jumlah trophozoite dalam sirkulasi dalam mencapai maksimal dan cukup matur sehingga memudahkan identifikasi spesies parasit. . Pemeriksaan mikrokropis satu kali yang memberi hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis deman malaria. 3. Identifikasi morfologi sangat penting untuk menentukan spesies 17 plasmodium dan selanjutnya digunakan sebagai dasar pemilihan obat. 1.0-1. Volume yang diambil sebagai sampel cukup.0 mikro liter untuk sediaan tebal dan 1. Kualitas perparat harus baik untuk menjamin identifikasi spesies plasmodium yang tepat.5 mikro liter untuk sedian tipis. Identifikasi spesies plasmodium 5. 4. Pemeriksaan mikroskropis membutuhkan syarat-syarat tertentu agar mempunyai nilai diagnostik yang tinggi (sensitivitas dan spesifisitas mencapai 100%).

menurut Tjay & Rahardja (2002) antara lain sebagai berikut: a.kasus malaria dapat diberikan tergantung dari jenis plasmodium. C. Terapi ini disusul dengan pemberian primaquin 15 mg /hari selama 14 hari) b.b. Malaria Ovale 18 . QBC merupakan teknik pemeriksaan dengan menggunakan tabung kapiler dengan diameter tertentu yang dilapisi acridine orange tetapi cara ini tidak dapat membedakan spesies plasmodium dan kurang tepat sebagai instrumen hitung parasit. QBC (Semi Quantitative Buffy Coat) Prinsip dasar: tes floresensi yaitu adanya protein pada plasmodium yang dapat mengikat acridine orange akan mengidentifikasi eritrosit terinfeksi plasmodium. Pemeriksan Biomolekuler Pemeriksaan biomolekuler digunakan untuk mendeteksi DNA spesifik parasit/ plasmodium dalam darah penderita malaria. d. c.tes ini menggunakan DNA lengkap yaitu dengan melisiskan eritrosit penderita malaria untuk mendapatkan ekstrak DNA.c (atau kinin 3 dd 600 mg selama 4-7 hari). Pemeriksaan imunoserologis Pemeriksaan imunoserologis didesain baik untuk mendeteksi antibodi spesifik terhadap paraasit plasmodium maupun antigen spesifik plasmodium atau eritrosit yang terinfeksi plasmodium teknik ini terus dikembangkan terutama menggunakan teknik radioimmunoassay dan enzim immunoassay. Malaria Tersiana/ Kuartana Biasanya di tanggulangi dengan kloroquin namun jika resisten perlu di tambahkan mefloquin single dose 500 mg p. Penatalaksanaan Penatalaksanaan khusus pada kasus.

Tanda : Tekanan darah normal atau sedikit menurun. Sirkulasi Gejala Tanda b. c.Berikan kinin dan doksisklin (hari pertama 200 mg. penurunan haluaran urine : Distensi abdomen Makanan dan cairan 19 Gejela Tanda d. Kina 3 x 650 mg selama 7 hari.penurunan aliran darah. hipovolemia. diuresis (diaphoresis ) karena vasodilatasi. Eliminasi :Diare atau konstipasi. Denyut perifer kuat dan cepat (fase demam) Kulit hangat. . Antibiotik seperti tetrasiklin 4 x 250 mg/ hari selama 7-10 hari dan aminosiklin 2 x 100 mg/ hari selama 7 hari Asuhan keperawatan 1. kelemahan. Pucat dan lembab (vaso kontriksi). c. Kelemahan otot dan penurunan kekuatan. Pirimethamin-sulfadoksin (dosis tunggal dari 3 tablet ) yang biasanya di kombinasikan dengan kinin (3 dd 600 mg selama 3 hari). Aktivitas/ istirahat :Keletihan. malaise umum :Takikardi. Pengkajian Dasar data pengkajian a. Atau mefloquin (2 dosis dari masing-masing 15 dan 10 mg/ kg dengan interval 4-6 jam). lalu 1 dd 100 mg selama 6 hari). Malaria Falcifarum Kombinasi sulfadoksin 1000 mg dan pirimetamin 25 mg per tablet dalam dosis tunggal sebanyak 2-3 tablet.

20 . riwayat splenektomi. kacau mental. Penurunan haluaran urine. d. ketakutan. baru saja menjalani operasi/ prosedur invasif. prosedur tindakan invasive c. pusing dan pingsan. dehidrasi. f. misalnya hati. Pernapasan. ginjal. mual/muntah b. kosentrasi urine. dan Penurunan masa otot. Neuro sensori Gejala : Sakit kepala. Tanda : Gelisah. keracunan alkohol. penurunan lemak subkutan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan yang tidak sdekuat . luka traumatik. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrient dalam tubuh. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan pada pasien dengan malaria berdasarkan dari tanda dan gejala yang timbul dapat diuraikan seperti dibawah ini: a.Gejala : Anoreksia mual dan muntah Tanda : Penurunan berat badan. efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus. : Napas pendek pada istirahat dan aktivitas Penyuluhan/ pembelajaran Gejala : Masalah kesehatan kronis. Tanda Gejala g. : Tackipnea dengan penurunan kedalaman pernapasan . Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. anorexia. e. Hipertermia berhubungan dengan peningkatan metabolisme. disorientas deliriu atau koma.

Rasional : Mengawasi penurunan berat badan atau efektifitas nitervensi nutrisi 4) Diskusikan yang disukai klien dan masukan dalam diet murni. dan gejala lain yang berhubungan Rasional : Gejala GI dapat menunjukan efek anemia (hipoksia) pada organ 6) Kolaborasi untuk melakukan rujukan ke ahli gizi 21 . Observasi dan catat masukan makanan klien Rasional : mengawasi masukan kalori atau kualitas kekeurangan konsumsi makanan. anorexia. mengenai penyakit. Perencanaan Keperawatan Rencana keperawatan malaria berdasarkan masing-masing diagnosa diatas adalah : a. Tindakan/ Intervensi : 1) Kaji riwayat nutrisi. prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/ mengingat kesalahan interprestasi informasi. mual/muntah . Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan asupan makanan yang tidak sdekuat. Rasional : Dapat meningkatkan masukan.e. Kurang pengetahuan. keterbatasan kognitif. termasuk makanan yang disukai. meningkatkan rasa berpartisipasi/ kontrol 5) Observasi dan catat kejadian mual/ muntah. 2) Berikan makan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat Rasional : Dilatasi gaster dapat terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode anoreksia 3) Pertahankan jadwal penimbangan berat badan secara teratur.

tanda penyimpangan kondisi/ kegagalan untuk memperbaiki selama masa terapi Rasional : Dapat menunjukkan ketidak tepatan terapi antibiotik atau pertumbuhan dari organisme. 4) Berikan obat anti infeksi sesuai petunjuk. Hipertermia berhubungan dengan peningkatan metabolisme dehirasi efek langsung sirkulasi kuman pada hipotalamus. b.Rasional : Perlu bantuan dalam perencanaan diet yang memenuhi kebutuhan nutrisi. prosedur invasif. 2) Amati adanya menggigil dan diaforosis. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan sistem tubuh (pertahanan utama tidak adekuat). Rasional : Menggigil sering kali mendahului memuncaknya suhu pada infeksi umum. Rasional : Identifikasi terhadap penyebab jenis infeksi malaria c. Rasional : Demam disebabkan oleh efek endoktoksin pada hipotalamus dan hipotermia adalah tanda tanda penting yang merefleksikan perkembangan status syok/ penurunan perfusi jaringan. Tindakan/ Intervensi : 1) Pantau terhadap kecenderungan peningkatan suhu tubuh. Rasional : Dapat membasmi/ memberikan imunitas sementara untuk infeksi umum 5) Dapatkan spisemen darah. 3) Memantau tanda . Tindakan/ intervensi : 22 .

Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman oksigen dan nutrient dalam tubuh Tindakan/ intervensi : 1) Pertahankan tirah baring bantu dengan aktivitas perawatan. 2) Pantau terhadap kecenderungan tekanan darah. Pola demam menunjukkan diagnosis. Rasional : Dapat membantu mengurangi demam. Rasional : Digunakan untuk mengurangi demam dengan hipertermi. Rasional : Menurunkan beban kerja miokard dan konsumsi oksigen. 4) Berikan antipiretik. memaksimalkan efektifitas dari perfusi jaringan. 3) Berikan kompres mandi hangat. Rasional : Hipotensi akan berkembang bersamaan dengan kuman yang menyerang darah 23 . Rasional : Suhu ruangan/ jumlah selimut harus diubah untuk mempertahankan suhu mendekati normal. d. Rasional : Hipertermi menunjukan proses penyakit infeksius akut. perhatikan menggigil.1) Pantau suhu pasien (derajat dan pola). mencatat perkembangan hipotensi dan perubahan pada tekanan nadi. Selain itu alkohol dapat mengeringkan kulit. 2) Pantau suhu lingkungan. Rasional : Digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya pada hipotalamus. penggunaan es/alkohol mungkin menyebabkan kedinginan. 5) Berikan selimut pendingin. hindari penggunaan alkohol.

Rasional : Untuk mempertahankan perfusi jaringan. sejumlah besar cairan mungkin dibutuhkan untuk mendukung volume sirkulasi. 5) Berikan cairan parenteral. efek samping dan ketaatan terhadap program.3) Perhatikan kualitas. Kurang pengetahuan mengenai penyakit. e. keterbatasan kognitif. Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pilihan. Rasional : Peningkatan pernafasan terjadi sebagai respon terhadap efekefek langsung dari kuman pada pusat pernafasan. kekuatan dari denyut perifer. interaksi obat. Perhatikan dispnea berat. nadi dapat lemah atau lambat karena hipotensi yang terus menerus. prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/ mengingat kesalahasn interprestasi informasi.obatan. Tindakan/ intervensi: 1) Tinjau proses penyakit dan harapan masa depan. 2) Berikan informasi mengenai terapi obat . 24 . Pernafasan menjadi dangkal bila terjadi insufisiensi pernafasan. 4) Kaji frukuensi pernafasan kedalaman dan kualitas. menimbulkan resiko kegagalan pernafasan akut. penurunan curah jantung dan vaso kontriksi perifer. Rasional : Pada awal nadi cepat kuat karena peningkatan curah jantung. Rasional : Meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kerja sama dalam penyembuhan dan mengurangi kambuhnya komplikasi.

3) Diskusikan kebutuhan untuk pemasukan nutrisional yang tepat dan seimbang. Rasional : Pengenalan dini dari perkembangan / kambuhnya infeksi. Rasional : Pengguaan terhadap pencegahan terhadap infeksi 25 . 4) Dorong periode istirahat dan aktivitas yang terjadwal. penghematan energi dan meningkatkan penyembuhan. 5) Tinjau perlunya kesehatan pribadi dan kebersihan lingkungan. Rasional : Mencegah pemenatan. 6) Identifikasi tanda dan gejala yang membutuhkan evaluasi medis. 7) Tekankan pentingnya terapi antibiotik sesuai kebutuhan. Rasional : Perlu untuk penyembuhan optimal dan kesejahteraan umum. Rasional : Membantu mengontrol pemajanan lingkungan dengan mengurangi jumlah penyebab penyakit yang ada.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya. 26 . Ada 4 jenis malaria: Malaria Tropika (Plasmodium Falcifarum). Malaria yang paling berbahaya disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan disebut sebagai malaria tertiana maligna. Malaria Tersiana (Plasmodium Vivax). Malaria Ovale (Plasmodium Ovale) . malaria disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamsuk malaria (anopeles) betina. malaria juga dapat ditularkan melalui transfusi darah atau jarum suntik yang terkontaminasi darah penderita malaria. Malaria Kwartana (Plasmoduim Malariae). Selain berasal dari vektor nyamuk.

Suzaanne C. 1999).depkes. 2002. Jakarta : EGC http://www.Ahli Bahasa: I Made Kariasa.int/topics/malaria/en/ 27 .RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN EDISI 3.. A.php/berita/press-release/516-penyakit-malaria-dan-tbcmenyebabkan-170000-kematian-setiap-tahun-di-indonesia.dkk.go.. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN EDISI TIGA JILID SATU. S.Kp. ME. (1999).Kp.. Jakarta: EGC Mansjoer. S.id/index. BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH.who. Ni Made Sumarwati.html http://www. Jakarta:FKUI Smeltzer.DAFTAR PUSTAKA Doenges..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->