P. 1
Jurnal4 DW Metode+Simpleks+Dalam+Linier+Programming

Jurnal4 DW Metode+Simpleks+Dalam+Linier+Programming

|Views: 226|Likes:
Published by Arie Midin

More info:

Published by: Arie Midin on Dec 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2014

pdf

text

original

JurnaI SAINTIKOM

1
Metode Simpleks Dalam Program Linier
Dian Wirdasari, S.Si., M.Kom

Abstrak

Metode simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam program linier
yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan dalam permasalahan yang
berhubungan dengan pengalokasian sumberdaya secara optimal. Metode simpleks
digunakan untuk mencari nilai optimal dari program linier yang melibatkan banyak
constraint (pembatas) dan banyak variabel (lebih dari dua variabel). Penemuan
metode ini merupakan lompatan besar dalam Riset Operasi dan digunakan sebagai
prosedur penyelesaian dari setiap program komputer

Kata Kunci Program linier. Metode simpleks


1. Pendahuluan
Metode penyelesaian program linier dengan metode simpleks pertamakali
dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Metode ini meniadi terkenal
ketika diketemukan alat hitung elektronik dan meniadi poluler ketika munculnya
komputer. Proses perhitungan metode ini dengan melakukan iterasi berulang-ulang
sampai tercapai hasil optimal dan proses perhitungan ini meniadi mudah dengan
komputer. Selaniutnya berbagai alat dan metode dikembangkan untuk menyelesaikan
masalah program linear bahkan sampai pada masalah riset operasi hingga tahun 1950
an seperti pemrograman dinamik, teori antrian, dan persediaan.
Program Linier merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber
daya yang langka untuk mencapai tuiuan tunggal seperti memaksimumkan
keuntungan atau meminimumkan biaya. LP (inier Programming) banyak diterapkan
dalam membantu menyelesaikan masalah ekonomi, indutri, militer, social dan lain-
lain.
Karakteristik persoalan dalam program linier adalah sebagai berikut:
a. da tuiuan yang ingin dicapai
b. Tersedia beberapa alternatiI untuk mencapai tuiuan
c. Sumberdaya dalam keadaan terbatas
JurnaI SAINTIKOM

d. Dapat dirumuskan dalam bentuk matematika (persamaan/ketidaksamaan)

Contoh pernyataan ketidaksamaan:
Untuk menghasilkan seiumlah meia dan kursi secara optimal, total biaya yang
dikeluarkan tidak boleh lebih dari dana yang tersedia.

da dua metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam program linier,
yaitu metode graIis (untuk variabel) dan metode simpleks (untuk variabel atau
lebih). Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian metode
simpleks:
1. Nilai kanan Iungsi tuiuan harus nol (0)
. Nilai kanan Iungsi kendala harus positiI. pabila negatiI, nilai tersebut harus
dikali dengan -1
3. Fungsi kendala dengan tanda '<¨ harus diubah ke bentuk '÷¨ dengan
menambahkan variabel slack/surplus. Variabel slack/surplus disebut iuga
variabel dasar. Penambahan slack variabel menyatakan kapasitas yang tidak
digunakan atau tersisa pada sumber daya tersebut. Hal ini karena ada
kemungkinan kapasitas yang tersedia tidak semua digunakan dalam proses
produksi.
4. Fungsi kendala dengan tanda '>¨ diubah ke bentuk '<¨ dengan cara
mengkalikan dengan -1, lalu diubah ke bentuk persamaan (÷) dengan
ditambah variabel slack. Kemudian karena nilai kanan-nya negatiI, dikalikan
lagi dengan -1 dan ditambah artificial variabel (M). Artificial variabel ini
secara Iisik tidak mempunyai arti, dan hanya digunakan untuk kepentingan
perhitungan saia.
5. Fungsi kendala dengan tanda '֬ harus ditambah artificial variabel (M)

Metode simplex merupakan prosedur aliabar yang bersiIat iteratiI, yang
bergerak selangkah demi selangkah, dimulai dari suatu titik ekstrem pada daerah
Iisibel ( ruang solusi) menuiu ke titik ekstrem optimum.

JurnaI SAINTIKOM
3
. Formulasi Model Program Linier
Masalah keputusan yang sering dihadapi analis adalah mengalokasikan secara
optimum keterbatasan/kelangkaan sumber daya. Sumber daya dapat berupa uang,
tenaga keria, bahan mentah, kapasitas mesin, waktu, ruang atau teknologi. Tugas
analis adalah mencapai hasil terbaik yang mungkin dengan keterbatasan sumber daya
itu. Hasil yang dinginkan mungkin dituniukkan sebagai maksimasi dari beberapa
ukuran proIit, peniualan dan keseiahteraan, atau minimisasi pada biaya, waktu dan
iarak. Masalah optimasi ini dapat diselesaikan dengan program linier.
Langkah-langkah dalam perumusan model program linier adalah sebagai
berikut:
i) DeIinisikan Variabel Keputusan (Decision Variable)
Variabel yang nilainya akan dicari
ii) Rumuskan Fungsi Tuiuan:
Maksimisasi atau Minimisasi
Tentukan koeIisien dari variabel keputusan
iii)Rumuskan Fungsi Kendala Sumberdaya:
Tentukan kebutuhan sumberdaya untuk masing-masing peubah
keputusan.
Tentukan iumlah ketersediaan sumberdaya sbg pembatas.
iv) Tetapkan kendala non-negatiI
Setiap keputusan (kuantitatiI) yang diambil tidak boleh mempunyai nilai
negatiI.

Contoh Persoalan: (Perusahaan Meubel)
Suatu perusahaan menghasilkan dua produk, meia dan kursi yang diproses melalui
dua bagian Iungsi: perakitan dan pemolesan. Pada bagian perakitan tersedia 60 iam
keria, sedangkan pada bagian pemolesan hanya 48 iam keria. Untuk menghasilkan 1
meia diperlukan 4 iam keria perakitan dan iam keria pemolesan, sedangkan untuk
menghasilkan 1 kursi diperlukan iam keria perakitan dan 4 iam keria pemolesan.
Laba untuk setiap meia dan kursi yang dihasilkan masing-masing Rp. 80.000 dan Rp.
60.000,- Berapa iumlah meia dan kursi yang optimal dihasilkan?
JurnaI SAINTIKOM
4

Penyelesaian:
DeIinisi variabel keputusan:
Keputusan yang akan diambil adalah berapakah iumlah meia dan kursi yg akan
dihasilkan. Jika meia disimbolkan dengan M dan kursi dengan K, maka deIinisi
variabel keputusan:
M ÷ iumlah meia yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
K ÷ iumlah kursi yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)

Perumusan persoalan dalam bentuk tabel:

PROSES
Waktu yang dibutuhkan
per unit
Total 1am
Tersedia
Meja Kursi
Perakitan 4 60
Pemolesan 4 48
Laba/unit 80000 60000

Perumusan Iungsi tuiuan:
Laba untuk setiap meia dan kursi yg dihasilkan masing-masing Rp.80.000 dan Rp.
60.000. Tuiuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan laba dari seiumlah meia
dan kursi yang dihasilkan. Dengan demikian, Iungsi tuiuan dapat ditulis:
Fungsi Maks.:
Laba ÷ 8 M ¹ 6 K (dalam satuan Rp.10. 000)
Perumusan Iungsi kendala:
Dengan kendala:
1) 4M ¹ K A 60
) M ¹ 4K A 48
Kendala non-negatiI:
Meia dan kursi yang dihasilkan tidak memiliki nilai negatiI.
M > 0
K > 0
JurnaI SAINTIKOM
5

3. Ketentuan Penggunaan Tabel Simpleks
Fungsi Iungsi batasan menggunakan notasi <
Fungsi Batasan harus diubah dari < ke bentuk '÷' dengan menambahkan
slack variable (variabel surplus) yang dimulai dari X
n¹1
, X

. X
n¹m

Proses pengulangan dihentikan apabila koeIisienkoeIisien dari Iungsi tuiuan
sudah tidak ada yang negatiI.

Bentuk tabel simpleks adalah sebagai berikut:


'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel Nilai Kanan
(NK)
Z X
1
X

X
n
X
n¹1
X

X
n¹m


Z
X
n¹1
X

.
.
.
X
n¹m


1
0
0



0
-C
11
-C
.
-C
n
0 0 0

a
11
a
1
a
n
1 0 0



a
m1
a
m
a
mn
0 0 1
0
b
1


b
m


Dimana :
m ÷ Banyaknya Iungsi Batasan (kendala)
n ÷ Banyaknya variable Ouput
b
1
÷ Batasan sumber 1
b

÷ Batasan sumber
b
m
÷ batasan sumber m


4. Metode Simpleks Maksimisasi

Tabel 1. Bentuk Tabel Simpleks
JurnaI SAINTIKOM
6
Untuk implementasi metode simpleks maksimisasi, kasus yang diambil adalah
contoh pada perusahaan meubel pada bagian . Tahapan-tahapannya diielaskan pada
bagian berikut.

4.1 Menentukan fungsi tujuan dan fungsi-fungsi kendala
Misalkan X
1
÷ Meia dan X

÷ Kursi
Fungsi Tuiuan : Z ÷ 8X
1
¹ 6X

Fungsi-Iungsi Kendala:
1) 4 X
1
¹ X

A 60
) X
1
¹ 4 X

A 48

4. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala ke bentuk standar
Bentuk Standar Simpleks:
Z - 8X
1
- 6X

÷ 0
4 X
1
¹ X

¹ X
3
÷ 60
X
1
¹ 4 X

¹ X
4
÷ 48
Dengan X
3
dan X
4
adalah variabel slack.

4.3 Membuat tabel simpleks awal
Menentukan Kolom Kunci dan Baris Kunci sebagai dasar iterasi.
Kolom kunci ditentukan oleh nilai Z yang paling kecil (NegatiI)
Baris Kunci ditentukan berdasarkan nilai indeks terkecil.

Cara menentukan indeks ÷

Menentukan nilai elemen cell yaitu nilai perpotongan antara kolom kunci
dengan baris kunci.


Langkah-langkah di atas disaiikan pada tabel simpleks berikut ini.

Nilai Kanan (NK)
Kolom Kunci (KK)
JurnaI SAINTIKOM
7


'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel
Nilai Kanan
(NK)
Indeks
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
3
X
4
1
0
0
-8

-6

0 0
4 1 0
4 0 1
0
60
48
0
15
4



4.4 Melakukan Iterasi
Dengan menentukan baris kunci baru dan baris-baris lainnya termasuk Z.

Membuat baris kunci baru

Baris Kunci Baru ÷


Baris Kunci Baru (X
1
) ÷

X
1
÷ 1 ½ / 0 15

Membuat baris Z baru
Baris Z Baru ÷ Baris Z Lama (Nilai Kolom Kunci Baris yang Sesuai *
Baris Kunci Baru)

Baris Z Baru ÷ ( -8 -6 0 0 0 ) (-8)*( 1 ½ / 0 15 )
÷ 0 - 0 10


Membuat baris variabel baru
Baris Kunci Lama
Elemen Cell
4 1 0 60
4
Kolom
Kunci
(KK)
Baris
Kunci
(BK)
Elemen
Cell
Tabel . Tabel Simpleks wal
JurnaI SAINTIKOM
8
Baris X
4
Baru ÷ Baris X
4
Lama (Nilai Kolom Kunci Baris yang Sesuai
* Baris Kunci Baru)

Baris X
4
Baru ÷ ( 4 0 1 48 ) ()*( 1 ½ / 0 15 )
÷ 0 3 -1/ 1 18

Baris kunci baru (X
1
), baris Z baru, baris X
4
baru, nilai-nilainya disaiikan
pada tabel simpleks berikut. Tabel simpleks ini adalah tabel simpleks hasil iterasi
pertama.


'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel
Nilai Kanan
(NK)
Indeks
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
1
X
4
1
0
0
0

-

0
1 ½ / 0
0 3 ½ 1
10
15
18
-60
7,5
6



4.5 Lakukan Iterasi Kembali sampai tidak ada nilai baris Z yang negatif

Membuat baris kunci baru

Baris Kunci Baru (X

) ÷


X

÷ 0 1 -1/6 1/3 6

Membuat baris Z baru
Baris Z Baru ÷ ( 0 - 0 10 ) (-)*( 0 1 -1/6 1/3 6)
÷ 0 0 5/3 /3 13


Membuat baris variabel baru
Baris
Kunci
(BK)
Kolom
Kunci
(KK)
Elemen
Cell
Tabel 3. Tabel Simpleks Hasil Iterasi-1
0 3 ½ 1 18
3
JurnaI SAINTIKOM
9
Baris X
1
Baru ÷ ( 1 ½ / 0 15 ) ( ½ )*( 0 1 -1/6 1/3 6)
÷ 1 0 1/3 -1/6 1

Baris kunci baru (X

), baris Z baru, baris X
1
baru, nilai-nilainya disaiikan
pada tabel simpleks berikut. Tabel simpleks ini adalah tabel simpleks hasil iterasi
kedua.



'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel
Nilai Kanan
(NK)
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
1
X

1
0
0
0

0

5/3 /3
1 0 1/3 -1/6
0 1 -1/6 1/3
13
1
6


4.6 Hasil
Karena nilai-nilai pada baris Z sudah tidak ada yang negatiI, berarti iterasi
selesai, dan solusi yang diperoleh adalah: X
1
÷ Meia ÷ 1, X

÷ Kursi ÷ 6 dan Nilai
Iungsi tuiuan Z (laba) ÷ 13 (dalam puluhan ribu rupiah). rtinya, untuk memperoleh
keuntungan yang maksimum sebesar Rp.1.30.000, maka perusahaan sebaiknya
memproduksi meia sebanyak 1 unit dan kursi sebanyak 6 unit. Dari tabel tersebut
iuga diketahui nilai X
3
dan X
4
tidak ada (X
3
dan X
4
÷ 0), artinya seluruh waktu keria
(Perakitan dan Pemolesan) sudah habis digunakan, tidak ada waktu yang tersisa.


5. Penyimpangan - Penyimpangan Bentuk Standar
a. Fungsi batasan dengan tanda sama dengan (÷) maka harus ditambah dengan
variabel buatan (artificial variable)


Contoh :
Tabel 4. Tabel Simpleks Hasil Iterasi-
JurnaI SAINTIKOM
10
Tabel 5. Tabel Simpleks wal Untuk Penyimpangan Bentuk Standar
1. Fungsi kendala:
1) 4X
1
¹ X

A 60 meniadi 4X
1
¹ X

¹ X
3
÷ 60
) X
1
¹ 4X

÷ 48 meniadi X
1
¹ 4X

¹ X
4
÷ 48

. Fungsi tuiuan:
Z ÷ 8X
1
¹ 6X

meniadi Z 8X
1
6X

¹ MX
4
÷ 0

Nilai setiap variabel dasar (X
4
) harus sebesar 0, sehingga Iungsi tuiuan harus
dikurangi dengan nilai M dikalikan dengan Iungsi batasan yang bersangkutan ().
Diperoleh nilai baris Z sebagai berikut:
( -8 -6 0 M 0 )
M( 4 0 1 48 ) -
(-M-8) (-4M-6) 0 0 -48M

Bentuk tabel simpleks awal adalah sebagai berikut:


'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel Nilai
Kanan
(NK)
Indeks
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
3
X
4
1
0
0
-M-8

-4M-6

0 0
4 1 0
4 0 1
-48M
60
48

15
4


Membuat baris kunci baru

Baris Kunci Baru (X
1
) ÷

X
1
÷ 1 ½ / 0 15

Membuat baris Z baru
Baris Z Baru ÷ (-M-8 -4M-6 0 0 -48M) (-M-8)*(1 ½ / 0 15)
÷ 0 -3M- ½ M¹ 0 -18M¹10
4 1 0 60
4
JurnaI SAINTIKOM
11
Tabel 6. Tabel Simpleks Iterasi-1 Untuk Penyimpangan Bentuk Standar
Tabel 7. Tabel Simpleks Iterasi- Untuk Penyimpangan Bentuk Standar
Membuat baris variabel baru
Baris X
4
Baru ÷ ( 4 0 1 48 ) ( )*( 1 ½ / 0 15 )
÷ 0 3 -1/ 1 18

Baris kunci baru (X
1
), baris Z baru, baris X
4
baru, nilai-nilainya disaiikan pada
tabel simpleks berikut. Tabel simpleks ini adalah tabel simpleks hasil iterasi
pertama.


'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel Nilai
Kanan
(NK)
Indeks
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
1
X
4
1
0
0
0

-3M-

½M¹ 0
1 ½ / 0
0 3 -1/ 1
-18M¹10
15
18

7,5
6

Hasil iterasi kedua disaiikan pada Tabel 7 berikut:

'ariabel Dasar
('D)
Slack 'ariabel Nilai
Kanan
(NK)
Indeks
Z X
1
X

X
3
X4
Z
X
1
X

1
0
0
0

0

5/3 M¹/3
1 0 1/3 -1/6
0 1 -1/6 1/3
13
1
6



Diperoleh hasil: X
1
÷ Meia ÷ 1, X

÷ Kursi ÷ 6 dan Z (laba) ÷ 13 (dalam
puluhan ribu rupiah).

b. Fungsi Tuiuan : Minimisasi
Soal minimisasi harus diubah meniadi maksimisasi dengan cara mengganti tanda
positiI dan negatiI pada Iungsi tuiuan.
Contoh :
JurnaI SAINTIKOM
1
Minimumkan Z ÷ 3X1 ¹ 5X
Fungsi batasan:
1) X1 ÷ 8
) 3X A 15
3) 6X1 ¹ 5X > 30

Penyelesaian:
Fungsi batasan:
1) X1 ¹ X3 ÷ 8
) 3X ¹ X4 ÷ 15
3) 6X1 ¹ 5X -X5 ¹ X6 ÷ 30

Fungsi tuiuan meniadi: maksimumkan (-Z) ÷ -3X1 5X MX3 MX6
diubah meniadi Iungsi implisit ÷~ -Z ¹ 3X1 ¹ 5X ¹ MX3 ¹ MX6 ÷ 0

Nilai nilai variabel dasar (X3 dan X6 ) harus ÷ 0, maka:

( 3 5 M 0 0 M 0 )
-M( 0 1 0 0 0 8 )
-M( 6 5 0 0 -1 1 30 )
(-8M¹3) (-5M¹5) 0 0 M 0 -38M

Tabel hasil iterasinya sebagai berikut:
'D Z X
1
X

X
3
X
4
X
5
X
6
NK Indeks
Z
X
3
X
4
X
6
-1
0
0
0
-8M¹3

0
6
-5M¹5
0
3
-5
0
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
-1
0
0
0
1
-38M
8
15
30

4
~
5

JurnaI SAINTIKOM
13
'D Z X
1
X

X
3
X
4
X
5
X
6
NK Indeks
Z
X
1
X
4
X
6
-1
0
0
0
3
1
0
0
-5M¹5
0
3
5
4M-3/
½
0
-3
0
0
1
0
M
0
0
-1
0
0
0
1
-6M-1
4
15
6

~
5
6/5


'D Z X
1
X

X
3
X
4
X
5
X
6
NK Indeks
Z
X
1
X
4
X

-1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
M¹3/
½
9/5
-3/5
0
0
1
0
1
0
3/5
-1/5
M¹1
0
-3/5
1/5
-18
4
5 /5
6/5
min

Karena -Z ÷ -18, maka Z ÷ 18
Penyelesaian optimal: X
1
÷ 4, X

÷ 6/5 dan Z
min
÷ 18


6. Kesimpulan
Ringkasan Prosedur Metode Simpleks
1. Formulasikan persoalan ke dalam model linear
. Tambahkan variabel Slack pada masing-masing constraint (pembatas) untuk
memperoleh bentuk standar. Model ini digunakan untuk identiIikasi solusi
Ieasible awal dari pembatas bertanda lebih kecil atau sama dengan.
3. Buat tabel simpleks awal (initial simplex table)
4. Pilih Kolom Kunci, yang memiliki nilai Z terkecil.
5. Pilih Baris Kunci yang memiliki nilai indeks terkecil. Nilai indeks adalah
perbandingan antara nilai kanan dengan kolom kunci.
6. Menentukan nilai elemen cell yaitu nilai perpotongan antara kolom kunci
dengan baris kunci.
JurnaI SAINTIKOM
14
7. Lakukan iterasi, dengan membuat baris kunci baru, baris Z baru, dan baris
variabel-variabel slack baru.
Baris kunci baru ditentukan dengan Membagi baris kunci lama dengan
elemen cell.
Baris Z Baru dan baris-baris lainnya ditentukan dengan cara ÷ Baris
Lama (Nilai Kolom Kunci Baris yang Sesuai * Baris Kunci Baru)
Letakkan nilai-nilai baris yang baru diperoleh tadi ke dalam tabel.
8. Jika pada baris Z masih terdapat nilai negatiI, maka ulangi prosedur 4
kembali.


. Pustaka
Hillier, Frederick S. and Lieberman, Gerald J. ntroduction to Operations Research
eighth edition, 005.


 5078..2.9.3/./  .9/7:2:8.2-039:2.902.3..5.

3 2094/0 82508 :39:  .3 507: /507..3 203.3 :78 80.3    :38 03/.3. 4592.390780/.3 80:2.3/.3/.8...2094/0503008.3.-0 8.3..39/.32..9.8.9.3 .3/:3.7.9: 2094/0 7.09/. -.2.-... /03.-400-/.31:3803/..-0  /.-0 ..3 2094/0 82508   ..90780-:9.2307  ..: 0-  0-07.   /..3 /0:.7:834    .8.2-.7.3 9..7.91 3.7:854891 5./:.7..3 &39: 203.3 ..2.30.31:389::.7.. 20.. 09039:.3 /.  949. 0 -039:   /03. /.309/..9..3.25747.2 503008. ..7:8 /:-.5...3   43945073.7:8 /../03.7/. ^  .18 :39:  .8..

7...8:75:8  '.-0 8.

 18-0 7:. .$%   .9./..2..2-.7 ..3.: 90788...  .8 .3 :39: 050393.3/.... 8:2-07 /.703.3 . /03... /:3.3 . .7.3   ..9: 99 089702 5.3/...7.7. 2025:3.384:8 203::0990897024592:2   :73.2-.07.3.9 907.  /2:. 02:33.79  /.-0 /.3 /.3.3 .8..7../. 0 -039: ^  /03.5.-0   791. 02:/.3 . 0 -039: 5078.89. /.3 9..3 /9.7././03..3   /03..3 -0707.5.3  /..9.3 5079:3.. .3 90780/. 5.791.7:8/9.2-. 90780-:9  ..791..: /:-. . . 80.7  !03.39.3 .3 57480/:7 . /03.3.-08.3.-0 3 80. 3. 802:.. .89..-.7 8:.-0    094/0 8250 207:5.91 /. .8:75:8 /80-:9 :.3 .3 /03. 203...7.703..2 574808 574/:8    :38 03/. 18 9/.. /02 80. /:3.3 9/. 9/. 3 .3 3. /:3.8 .3 -0781.2-...3 8.91  .7.    :3803/.38. 30. /.-0 203.. _  /:-.7.3 /9. .

8.3.8./..2307 . 4592:2 0907-.84/0!747.38073/..5.3.7.05:9:8.380.4.8.8.9.  472:.203.3./..

./.828..5. .3../.7.520.5..-005:9:8.5.83#5  /.399.. ::7.-..32:33/03.5 05:9:8.3 /574808 20. 80-.7.9:  7:.2 07. -.303/.3 0-:9:.8 5.8 ..8.3 :73.3:39: 203.8.3/03.7 -0-07. -.3  ..3.. 574/:  20.3/..:2.  . 05:9:8.30:-0  $:.3 57419  503:.: 2328.502408.9.3   %039:.38:2-07/.9: 507:8.2 07.  $:2-07 /.:39:809.3 20..3:2.3 /.9.$%   .3 :78 ..8 /.$:2-07/.-005:9:8./.2 307 .: 90344  %:.7.34592.3 502408.3 8:2-07 /.3 80/.35747.3:78.82./..207.3 .8.3  .207.35.3 !07:8.5.9.9.  %09.83 2.3502408.91   4394!0784.3  :78 /507:.8  .7..2 07.9.5.83 50:-...83/.3.3/.3 24/0 5747./...91  $09.3  .4592.9/8008.3#5   07.3  !.8 2083  .203.507.8-502-.. .3 203.. :.3.3..3.3 ..3  #:2:8..83 2.3:3803/. :39: 2.3:78.7.8.8907-. 2.  %039:..2307  . 507. &39:203...3  .7   #:2:8.2 07. 502408.0./.343 30.3. -07:9   0138. 3.8.3 080.3.-0.3  ..3 /:.3 /. -.89.3 /.8 .9: /.9...8  %039:. /.33.090780/. /.20. 07. 30.3 2:33 /9:3:./.3 80-.3401803/.:328.38:2-07/.843'.8.91  .3'.3.8. 80/.3/.30907-. 9:  .3 2039... -40 2025:3.32./.7.: /:..2 507:2:8.3 /.  -.5.3  903.3 507.   .3 1:38 507.-.3 .3:38%::.8.9.3 0.2- 9/..8.3 .9.  .. /./507:.9..907.3 90780/.9 -07:5.5..-0   '.3 /33.3 :..3 8:2-07/..

3.3 /03...3:39  :2.. 20.:78..3/..28.2-039:9. !03008.3 !02408.8.3 :78 /03...8.8.9:.3 :2. :2.3.7.-005:9:8.3  /.28.-0  .. /0138 .3 0138.3 ..-../.3/-:9:.-005:9:8.9:. /.7.. -07. 20.350784.3 /.3 ..2- .9:.3/.3 /.5.3 /. :78 !07.3/.3   2. /82-4.3 507:39 !# $$ 0.3 :78  ..3  .3 /.3:39   !07:2:8.3 .3 05:9:8...9.20.

.83 2.91  _   _  :73.....343 30.31:389::.3/.303/.9/9:8   :38.7 80:2. :39: 809. 03.91 0.:39  !07:2:8.31:3803/.-.3/.8  .28. 20.39/.  /. /.3/02.8.83 #5   /.2 %0780/.5 20..3 .3 #5    %::. :39: 202.3 :78  /.3#5            %49.3 03. /.3 .5.3 2.-.-. /.$%   .3 1:389::.     A    A 03/.3:78./.30.3:78.8..3 .82:2../.3 507:8.     !07:2:8.9:.3/.2023.8.

828.1:38.3349.73  3  3 2  !74808503:..8  :73..401803 401803/.38:2-07 -.38:2-072    094/0$2508.8.3..8..7.9.-0 ..-082508.-0$2508  :38 1:38-.3    -  -2 2..3.7 ^ 0 -039:   /03.3/2:.'. .7.3./..3.-08:75:8 .3 .3 8:/.71:389::..7:8 /:-.3.  3..3!03:3.8.9.-0 :5:9 -.-0$2508 '.8..8.9.2.7.3      .80-.3/039..9.-0.3 03/.2-..9.    ..3.23    3 2   3     $.7.-0 039:%.8.  09039:./.3203:3.91   039:9.-0 3 3  3  .9/.7 '   3  3                 3 2   2.38:2-07 -2-.3%.330..-07:9   %.3.-.7.2.8.8^  :38 . /.9.$%   .5.3 8../...3.3 203.

8..-08.     03039:.82094/0825082. -.1:389::./..-. 00203 ./9039:..9.30.3-./.35. . 50754943.78:3.99.91   .3-07:9    03039:.7.33.8:8.8   442:3.    .7907.8.3 9.3:78 :38%::.7$2508             02-:..8/8. 8.3./.7.3/.9: 3.   A     03:-.7 039:$9./.5./.3.3/.8 .-082508-07:93          A 03./.320:-05.828.0-039:89..7.203039:.9.&39:2502039.   .31:389::.3/.507:8./.3/./...2-.3403.78:3... 442 :3.3/.33/08  442:3.  :73./0.31:38 1:3803/.3/.3 .35. .3 3.33.. 0./9039:./.3 %.3.35.3..7..3-07/.5.8.30.78:3....43945.3  :38 1:3803/..31:3803/.80-.3/089070.0 .3442:3... /03.$%   .3..39..-082508./.  03039:.3   .

78:3.  .7.3       3/08    .. '.7:  02030   .-.7.7:/.-0$2508.7.$%        $.   442 :3..78-.8.78.9-.442:3.-0 %.7:   .78:3.9-.78.7:              02-:.3907.   0203 0                 .2.7: .8:    02-:.9-.7:           02-:.78:3.78 -.7: .3-.7 '         0.:. ..-.3.-0.'.78 :3.2.9072.3$08:.  .  %.7: :73.3-.8 03.-0               .78:3.7:.78:3.78..3203039:..78..-0-...78.78.78:3.33.

'.8.    %.7:  3.2.-0 82508 -07:9  %.-0 %.8 907.-0..  .2.78:3.7:  -. /8.7:   -.78. -.442:3.-0$2508.78..-0                  ./.78.78  -.   0203 0       $...78 :3./.-0 82508 .  .7:   .78. 9.3.8907.7:.7:        .3.3 5.8 5079.3$08:.8  '.7 '        442 :3. 3.-0 82508 3 ..78  -.7..7..3          . 9.

    .25.9/.3907.9-.802-.-./.8.330.3.-.78:3.78:3.78 :3.78..:..7:    .91   02-:.7:        .      3/08      .

.

.78.9-.9-.7.7:             02-:.78-.78.-0-.7: .   02-:.7:    .

.

   .

.

  :73.$%   .

7:             ..78.

 .

   .

.

7.-0 82508 -07:9  %.-0$2508. 1:389::.8.2-.3 9/..25::..3. 202574/:8 20. /. /03. 5.-0 %.7. 3.80:7:. 80-.7:  -.3/.78  -. 793.3 80-.7 #5    2..-0 82508 3 .3 . 9/... /8.390788.3.79 907. :39:20250740 0:39:3. 3.8 907.-0-:.3/..82:2 80-08. -.7 .3 8:/.7:8 /9./09.91  -07..78  8:/.3!02408.  /.78 :3. :78/..-8/:3. !07.'.-0 82508 .3 :78 80-.0.7 9. 9.3 /03.3/. 3.9./...  :39 /./.3 .  :38 -.:3. -.3        .3 5.3.3/50740.9.9../.384:8.78  -.3.7:  3.7.. /03.9:.3 30.3 2.3.3 9.3 !0325...703.-0..8 0/:.7.3.8     $.8. /.9:07.8 .     !0325.3. 507:8.37-:7:5.39/...-0    4394    .3 .7:   -..3 ./.-0 90780-:9 :.3039:$9. .3   2. 9.  :39  .7        '        .793.    %.8 8008.8907.2./. ../.3. 8.-./.-0 '.3 . .791.  ./.

.

  .

 .

   .

.

$%   . :73.

3.8.3/03.&39:!0325.7  '.78..-0 /..7   .78-.7:           02-:.7./       :389::./.   A 203.-.-082508.3 .7:8 80-08.7:     .9-.31:38-.7: .7..8. :3803/.3.3.5 .3039:$9.$%    .3-078.7:                                     $.. 809./.78:3.7880-... 1:38 9::./      .-0$2508.80-.-0     .'.-0. .7 '        02-:./                      :73.3:9.3        3/08                    203.8.78:3..9-.33..-07:9  %.3   507403.9.3/..-07:9        039:9.7:8 /:7.7  803.7.-0 %..3/03.3   203.-.

 02-:.9-.7..-0-.7: .78.7:         .78.

-0 %. .7 '                $.7.-0$2508907.3             3/08      .7  '.7:   -.8 &39:!0325.-0 82508 -07:9  %.3..-0$2508907./8.3/.7  '.-0.35.-0                 $.8 5079.8.-0 82508 3 . -..7:  3.78 :3.8 &39:!0325.2.-0-07:9  %.8.7 '       .'.78  -. 3..3039:$9.-0. 9.7:  -.3.-0 %.8907./.%..  .8 907.3 5.3.3.   %.7..78  -.-0              .3039:$9.80/:.7.-0 82508 .7.3/./. 9. /8./.'.

    .

3. . .3    .

    3/08      .

 .

  .

.

  50740 .399.8   0.3/..330.8 $4.7.2 5::.7:8/:-.3  4394 :73.2328.828.8.37-:7:5.-.    /.1:389::.3   .$%   ..203.203.   -  :38%::.3./.8/03.3328. 54891/./2.915.       :78   /.

/2.7 /.3 :38-.203..32:2.3       /:-..7.3 .3  :38-.3203.7:8 2.8.3    A   _   !03008...                                          %.9.8907.83.3              :389::.8.$%   .8.82:2.80-.-07:9 '                                                 3/08   =  :73.-0. 3./1:382589        .9.-0/..

'       '                        .

                         3/08  =  .

                  .

  .

 .

         .

 .

     .

 .

    .

 .

 !03008.34592.703.. 3/08 23 .   2.. .

3/.0 .8.3 202 3.224/030.3.3 . .3/03./. 507-.7502-.39. 39.83 2.9070.8-0.3/3.9. 442 :3.83 .8  :39: 20250740 -039: 89.3 3...7   %.3    :..-0 $.9: 3./...:8.2.82509. .39 502-.99.-082508.7.3 #3.78:3.3 :39: /0391. /03.7  4/0 3 /:3. 2.7.7.8 84:8 10..9.8.3 . 00203 . 3/08 .3!7480/:7094/0$2508   472:.8-079.3442:3.3.9.  :73.0-0. 5.. 3/08 9070.    03039:.323    0825:..30/.2-../.350784.43897./03.32023..39./.. 50754943.    ! .3-.  .-0    !442:3.3.78 :3.$%   .3/.

78  -.7:/9039:./03. 07 70/07..  090/943       :73.78 -.33.78:3..3 202-:.3 07.-0 .8 907/.3/0-072..78 :3. -.8  /03.$%   .3$08:.-.7:  /.7.33.29.7: /.3 907./0/.  .78.3 00203.78:3.2.-./.     !:89.7.78  ..78:3.7:   .9438#080.3-.-.3 -.9 3..3/03.0   .442:3.-. /9039:.94394 507. 30.$ .91  2...78.2.78 .7:   09.7. :.7./ 3974/:. 3.3 ..78  2..:. .-08..7:/507409.7:  -.78 .3 /03..3 57480/:7  02-. 5.  . -.-0    .  .9 -.3 -.78 .302-.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->