P. 1
MAKALAH KURIKULUM

MAKALAH KURIKULUM

|Views: 3,004|Likes:
Published by chachanisa

More info:

Published by: chachanisa on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2015

pdf

text

original

MAKALAH KURIKULUM KOMPONEN KOMPONEN KURIKULUM

DISUSUN : y y ANNISA NURUL HIDAYATI y HENNY SYAFITRI PURNA YULIAWARDHANY

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2010 / 2011

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis. melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam Dan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Apakah maksud kurikulum sebagai sistem? 2. maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat. Apa saja komponen-komponen dalam kurikulum? . Melihat bahwa sangat pentingnya komponen-komponen dalam kurikulum maka kami akan mencoba membahas tentang komponen-komponen dalam kurikulum Rumusan Maslah 1. karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentral kegiatan pendidikan.

kegiatan. . artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan. susunan materi/pengalaman belajar. d). c). evaluasi apakah tujuan yang ditetapkan tercapai (Tyler. informasi. Jika pemahaman sistem diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Organisasi kurikulum dan e). manusia. dsb) yang terkait dalam proses atau struktur dan dianggap berfungsi sebagai satu kesatuan organisasai dalam mencapai satu tujuan. tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian. dipandang sistem terhadapa kurikulum. Komponen yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Komponen-komponen kurikulum Dalam komponen kurikulum ada hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.BAB II PEMBAHASAN Kurikulum sebagai sistem Sistem adalah suatu kesatuan sejumlah elemen (objek. 1949). Definisi diatas memberikan gambaran bahwa pendekatan sistem dalam pengembangan kurikulum merupakan bentuk berputar dan dinamis dimana empat komponen dari suatu model saling berhubungan. Jadi dapat disimpulkan dilihat dari gambar diatas bahwa anatara satu komponen dengan komponen yang lain mempunyai hubungan erat dan tidak dapat dipisahahkan hal itu ditunjukkan dengan tanda panah yang memiliki dua mata panah. materi yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan. b). sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. yaitu: a).

cakap.Tujuan Materi/Pengalaman Belajar Organisasi Evaluasi Organisasi Bagan diatas menggambarkan bahwa system kurikulum terbentuk oleh komponenkomponen yang menyatu menjadi suatu kesatuan system yang menjadikan saling keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lain dan tidak dapat dipisahkan. contoh : SD. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab". Komponen-komponen kurikulum antara lain: 1. tujuan pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. SMP. apabila salah satu komponen terganggu atau tidak berkaitan maka system kurikulum pun akan terganggu juga. Tujuan pendidikan antara lain: 1) Tujuan Institusional (Kompetensi Lulusan) Adalah tujuan yang yang harus dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. SMA 2) Tujuan kurikuler (Standart Kompetensi) Adalah tujuan bidang studi atau mata pelajaran sehingga mencapai hakikat keilmuan yang ada didalamnya. . berakhlak mulia. bahwa : " Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. mandiri. Komponen Tujuan Kurikulum Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan pada anak didik Dalam perspektif pendidikan nasional. berilmu. sehat. kreatif. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

yaitu. y Tujuan instruksional Umum (Indikator Umum) Kemampuan tersebut sifatnya lebih luas dan mendalam. mengorganisasi dan karakterisasi nilai. Domain Afektif Afektif berkenaan dengan sikaf. sintesis dan evaluasi. c. bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam 3 domain. persepsi (perception). nilai-nilai dan afresiasi. pengetahuan (knowledge). Kaitan Tujuan-tujuan Pendidikan Menurut Bloom. meniru . Dan tingkatannya yaitu . Domain Psikomotor Psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterampilan atau skill seseorang. yaitu: a. merespon. penerapan (application). analisa. Sedangkan di dalam KBK tujuan kurikulum : Dalam pendidikan terdapat 2 jenis standart yaitu standart akademis (academic content standarat) dan standart kompetensi (performance standart). pemahaman (comprehension). Domain kognitif terbagi menjadi 6 tingkatan yaitu. Domain ini memiliki tingkatan.3) Tujuan instruksional (Kompetensi Dasar) Tujuan instruksional (Kompetensi Dasar) dirumuskan sebagai kemampuankemampuan yang diharapkan dimiliki anak didik setelah mereka menyelesaikan prosesbelajar mengajar. Domain Kognitif Kognitif adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan kemampuan intelektual seperti mengingat dan memecahkan masalah. kesiapan. y Tujuan instruksional khusus (Indikator khusus) Kemampuan lebih terbatas dan harus dapat diukur pada saat berlangsunganya prose belajar mengajar. menghargai. dengan bukunya Taxonomy of Educational Objectives terbitan 1965. b. penerimaan.

jenjang maupun jalur pendidikan yang ada. artinya menggambarkan pengetahuan mutakir. yaitu pengetahuan tentang baik buruk. membiasakan (habitual). Relevan dengan kenyataan social dan kultur agar anak lebih memahaminya. Terdapat beberapa criteria dalam menyusun kurikulum. menyesuaikan (adaption) dan menciptakan (organization). kriteria untuk memilih isi materi kurikulum yaitu : y y y y y y Materi harus sahih dan signifikan. Materi harus mencakup berbagai ragam tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Isi / materi kurikulum hakikatnya adalah semua kegiatan dan pengalaman yang dikembangkan dan disusun untuk mencapai tujuan pendidikan. Materi harus seimbang antara keluasan dan kedalaman. Materi harus sesuai kebutuhan dan minat peserta didik.(imitation). Komponen Isi/Materi Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. nilai dan moral  Estetika. pengetahuan tentang indah-jelek.  Etika. yang ada nilai seninya. Hilda Taba (1962:267). 2. Pengembangan materi kurikulum harus berdasarkan prinsif-prinsif sebagai berikut: . Bidangbidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis. Sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik. yaitu pengetahuan tentang benar salah berdasarkan prosedur keilmuan. Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum yang dikembangkan dan disusun dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :  Materi kurikulum berupa bahan pelajaran terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses pembelajaran  Mengacu pada pencapaian tujuan setiap satuan pelajaran  Diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Secara umum isi kurikulum itu dapat dikelompokan menjadi :  Logika.

5. yaitu hal atau tindakan atau proses yang bertujuan untuk memperjelas suatu uraian atau pendapat. suatu abstraksi yang dibentuk oleh organisasi dari kekhususan-kekhususan. Contoh/ilustrasi. sejumlah informasi khusus dalam materi yang dianggap penting. Teori. 2. 8. Materi pembelajaran disusun secara logis dan sistematis. terdiri dari terminologi. sesuai dengan hirarki tujuan pendidikan. yaitu cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.Mengandung bahan kajian yang dapat dipelajari siswa dalam pembelajaran. 3. definisi atau preposisi yang saling berhubungan. Istilah. orang dan tempat serta kejadian. Definisi:yaitu penjelasan tentang makna atau pengertian tentang suatu hal/kata dalam garis besarnya. pendapat atau pembuktian dalam penelitian. Konsep. 10. Preposisi. 9. kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yang khusus. Prinsip. seperangkat konstruk atau konsep. yang menyajikan pendapat sistematik tentang gejala dengan menspesifikasi hubungan hubungan antara variabel-variabel dengan maksud menjelaskan dan meramalkan gejala tersebut. dalam bentuk : 1. yaitu seri langkah-langkah yang berurutan dalam materi pelajaran yang harus dilakukan peserta didik. Generalisasi. 4. yaitu ide utama. 6. bersumber dari analisis. pola skema yang ada dalam materi yang mengembangkan hubungan antara beberapa konsep. Prosedur. merupakan definisi singkat dari sekelompok fakta atau gejala. . Berorientasi pada tujuan. 7. Fakta. kata-kata perbendaharaan yang baru dan khusus yang diperkenalkan dalam materi.

serta strategi Groups dan individual learning. jika pelaksanaannya tidak menghasilkan sesuatu yang baik bagi anak didik. Dalam kajian ini ada 3 alternatif pendekatan yang dapat digunakan yaitu : a. Pembicaraan strategi pengajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaan.. discovery inquiri dan sejenisnya. Pendekatan Ekspositorik.. mengadakan penilaian. ada beberapa pendekatan yaiti. Rowntree (1974). Komponen Strategi pelaksanaan kurikulum Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran. Dalam exposition. bahan ajar tidak dikemas dalam bentuk yang sudah jadi. Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran (subject oriented) b. yang harus diwujudkan secara nyata disekolah. bahan ajar sudah dikemas sedemikian rupa sehingga mahasiswa tinggal menguasai saja dan metode yang banyak digunakan adalam ceramah.3. namun metode pembelajaran hendaknya bersipat multi metode . mencari dan . adalah pendekatan yang sifatnya menyampaikan informasi termasuk metode ceramah dan sejenisnya. harapan. baik yang secara \umum berlaku maupun yang bersifat khusus dalam pengajaran. Karena itu penyusunannya harus berdasarkan analisis tugas yang mengacu pada tujuan kurikulumdan berdasarkan perilaku awal siswa (entry behavior). termasuk percobaan. Metode pmbelajaran mempunyai fungsi penting dalam kurikulum. c. Untuk memilih metode perlu pendekatan sebagai pedoman. pelaksanaan bimbiungan dan mengatur kegiatan. Strategi pelaksanaan kurikulum berhubungan dengan bagaimana kurikulum itu dilaksanakan disekolah. Kurikulum yang baik tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Dalam discovery learning. sehingga mampu mampu mengantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan. Tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat (social oriented). Kurikulum merupakan rencana. ide. Landasan dalam tolak ukur untuk pemakaian jenis metode yaitu bahwa tidak ada metode satupun yang dapat dikatakan lebih baik. observasi. Pendekatan yang berpusat siswa (student oriented). Pendekatan Heuristik. yaitu pendekatan yang sifatnya praktek. strategi pembelajaran dibagi atas Strategi Exposition dan Discovery Learning. tetapi mahasiawa harus kreativ secara penuh.

kurikulum terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah. Inti Masalah (core program). Prosedur yang ditempuh adalah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan peserta didik memahami pelajaran tertentu. Setidaknya terdapat enam ragam pengorganisasian kurikulum. menganalisa. Mata pelajaran berkorelasi. dan sebagainya maka itu metode yang sering dipakai adalah metode pemecahan masalah. yaitu: 1. Bidang studi (broad field). 3. Beragamnya pandangan yang mendasari pengembangan kurikulum memunculkan terjadinya keragaman dalam mengorgansiasikan kurikulum. membandingkan. korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahankelemahan sebagai akibat pemisahan mata pelajaran. bukan pada mata pelajaran. dimana masalah-masalah diambil dari suatu mata pelajaran tertentu. kebutuhan. semua materi diberikan sama 2. . Program yang berpusat pada anak (child centered). 4.mengumpulkan informasi. Organisasi materi dan pengalaman belajar memiliki dua dimensi : horizontal dan vertikal. Organisasi vertikal mencakup urutan dan kesinambungan materi pelajaran berupa hubungan longitudinal/pengalaman belajar peserta didik. Salah satu mata pelajaran dapat dijadikan core subject . yaitu program kurikulum yang menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik. dan mata pelajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalahnya. Organisasi horizontal menyangkut ruang lingkup dan keterpaduan dari keseluruhan materi. Komponen Organisasi Kurikulum Komponen organiasi berkaitan dengan bagaimana materi disusun (diorganisasikan) sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar untuk mencapai tujuan. yaitu organisasi kurikulum yang berupa pengumpulan beberapa mata pelajaran yang sejenis serta memiliki ciri-ciri yang sama dan dikorelasikan (difungsikan) dalam satu bidang pengajaran. Mata pelajaran-mata pelajaran yang menjadi pisau analisisnya diberikan secara terintegrasi. Mata pelajaran terpisah (isolated subject). Masing-masing diberikan pada waktu tertentu dan tidak mempertimbangkan minat. 4. yang diajarkan sendiri-sendiri tanpa ada hubungan dengan mata pelajaran lainnya. dan mata pelajaran lainnya dikorelasikan dengan core tersebut. Organisasi horizontal merupakan kaitan antara satu mata pelajaran dengan pelajaran lain pada kelas yang sama. dan kemampuan peserta didik. yaitu suatu program yang berupa unit-unit masalah. 5.

Menyangkut jawaban atas pertanyaan : materi dan pengalaman belajar apa yang harus diajarkan? Berapa jauh ruang lingkup dan organisasi materi itu harus ditetapkan untuk mencapai tujuan? b) Kriteria integrasi menyangkut mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain yang terkait.6. (4) kelompok mata pelajaran estetika. Keseimbangan dicapai kalau semua peserta didik berkesempatan memahami materi. yang terbagi ke dalam lima kelompok mata pelajaran. Ecletic Program. e) Kriteria keseimbangan. olahraga dan kesehatan Kelompok-kelompok mata pelajaran tersebut selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam sejumlah mata pelajaran tertentu. yaitu : (1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Bertujuan untuk membantu peserta didik melihat kesatuan yang ada antara semua materi pelajaran yang terkait. tampaknya lebih cenderung menggunakan pengorganisasian yang bersifat eklektik. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk latihan terus-menerus dan berulang-ulang. mencakup materi dan pengalaman belajar. (3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. d) Kriteria kontinuitas. Di samping itu. baik pada asfek personal. Umpama untuk mengembangkan kemampuan menulis. c) Kriteria urutan menyangkut usaha untuk menghasilkan belajar kumulatif dan berkelanjutan secara vertikal. memperhatikan agar ada tekanan yang seimbang pada semua asfek yang ada. Ada 5 kriteria organisasi materi pelajaran / pengalaman belajat yaitu : a) Kriteria ruang lingkup. sosial maupun intelektual. dan (5) kelompok mata pelajaran jasmani. menyangkut hubungan vertikal materi/kegiatan belajar. untuk memenuhi kebutuhan lokal disediakan mata pelajaran muatan lokal serta untuk kepentingan penyaluran bakat dan minat peserta didik disediakan kegiatan pengembangan diri. . yang disesuaikan dengan jenjang dan jenis sekolah. (2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. yaitu suatu program yang mencari keseimbangan antara organisasi kurikulum yang terpusat pada mata pelajaran dan peserta didik Berkenaan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

obyektivitas. . juga digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang ditetapkan. Jenis-jenis penilaian meliputi : a) Penilaian awal pembelajaran (Input program) b) Penilaian proses pembelajaran (Program) c) Penilaian akhir pembelajaran. guru dan proses pembelajaran itu sendiri. rencana terkait dengan pelaksanaan kurikulum sesuai tujuan dan materi kurikulum dengan alat ukur yang handal dan mudah dilaksanakan serta memberikan hasil yang akurat. kepraktisan dan pembedaan. Komponen Evaluasi kurikulum Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektifitas pencapaian tujuan. Penilaian harus bernilai objektif. Tes berdasarkan jumlah peserta dibedakan jadi tes kelompok yaitu dilakukan terhadap sejumlah siswa secara bersama-sama dan tes individu adalah tes yang dilakukan kepada seorang individu secara perorangan. dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran.5. dilakukan berdasarkan tanggung jawab kelompok guru. Dalam evaluasi dapat dukelompokan kedalam dua jenis yaitu: 1. Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. kesulitan dan upaya bimbingan yang diperlukan. pembelajaran. Tes Tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam asfek kognitif. Kedua memiliki tingkat reliabilitas/kendalan jika tes tersebut bias menghasilkan informasi yang konsisten. Berdasarkan hasil evaluasi dapat dibuat keputusan kurikulum itu sendiri.(output program) Persyaratan suatu instrument penilaian adalah aspek validitas. Tes memiliki dua kriteria yaitu tes memiliki tingkat validitas seandainya dapat mengukur yang hendak diukur. keberhasilah siswa. realiabilitas. Dalam konteks kurikulum evaluasi dapat berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum.

b. Studi kasus Studi kasus dilaksanakan untuk mempelajari individu dalam periode tertentu secara terus menerus. d. . Tes dilihat dari pelaksanaannya dibedakan menjadi tes tertulis adalah dengan cara siswa menjawab sejumlah soal secara tertulis dan tes lisan adalah tes yang dilakukan langsung komunikasi dengan siswa secara verbal. sehingga pada skala tersebut penilai tunggal membubuhi tanda. Non Tes Non tes adalah alat evaluasi yang biasanya digunakan untuk asfek tingkah laku termasuk sikap. 2. Skala Penilaian Skala penilaian/rating acale adalah salah satu alat penilaian dengan mengunakan alat yang telah disusun dari yang negatif sampai positif. Observasi dibedakan jadi observasi partisipatif yaitu dimana observer ikut kedalam objek yang sedang dia observasi. c. Wawancara tidak langsung apabila pewawancara mengumpulkan data subjek melalui pelantara.Tes dilihat dari cara penyusunannya yaitu tes buatan guru yaitu untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh guru bersangkutan dan tes standar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dan memprediksi kemampuan siswa pada masa yang akan datang. Wawancara Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara dan yang diwawancarai. minat dan motivasi. Beberapa jenis non tes yaitu : a. Observasi non partisipatif yaitu observasi yang dilakukan dengan cara observer murni sebagai pengamat. Ada dua jenis wawancara yaitu wawancara langsung apabila pewawancara melakukan komunikasi dengan subjek yang akan dievaluasi. Observasi Observasi adalah penilaian dengan cara mengamati tingkah laku pada situasi tertentu.

.BAB III PENUTUP Kesimpulan sistem terhadapa kurikulum. susunan materi/pengalaman belajar dan d. yaitu: a. 1949). materi yang perlu disiapkan untuk mencapai tujuan. b. Dalam komponen kurikulum ada hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. c. tujuan yang ingin dicapai. sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponenkomponen yang saling berhubungan. evaluasi apakah tujuan yang ditetapkan tercapai (Tyler.

Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. ________. karakteristik. 1991 Mulyasa. Jakarta: Puskur Balitbang. 2003. 2003 http://akhmadsudrajat. Pembinaan dan pengembangan kurikulum disekolah Bandung: Sinar Baru. 1991. Nurtain.wordpress. Kurikulum Berbasis Kompetensi konsep. Jakarta : DEPDIKBUD DIKTI Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Tim Pengembang MKDK Kurikulum & Pembelajaran. Kurikulum dan Pembelajaran. 2003. 2002. . ________. 2003. 2006. Mohd & H. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif.com/2008/01/22/komponen-komponen-kurikulum E. Pengembanagan kurikulum Pasuruan: garoeda buana indah. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang. Kurikulum Pembelajaran.REFERENSI Hamid syarif. Model Pelatihan dan Pengembangan Silabus. ³Kurikulum Berbasis Kompetensi´.dkk. Jakarta: Puskur Balitbang ________. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI Depdiknas. Sukiyudi. Mulyasa. 2003. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. dan implementasi Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Remaja Rosda Karya Didi. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. 2002. Jakarta: Puskur Balitbang. 1993 Nana Sudjan. Bandung : UPI Press Ansyar. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Standar Kompetensi Bahan Kajian.

22. _________.T. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: P.. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. 2006. Permendiknas No.2003.________. Penilaian Kelas. 2003. ________. _________. Kurikulum yang Disempurnakan.1994. Pengembangan Kurikum. Jakarta: Puskur Balitbang. Panduan Pembelajaran KBK. E. Mulyasa. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran.T. Bandung : P. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: P. Pengelolaan Kurikulum di Tingkat Sekolah.T. 2002. Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya Nana Syaodih Sukmadinata. Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. Bandung : P. Remaja Rosdakarya. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi.T. 23 dan 24 Tahun 2007 Tim Pengembang MKDK. Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pengantar Filsafat Pendidikan. 1997. Bandung : P. Jakarta: Puskur Balitbang.T. Uyoh Sadulloh. Konsep. Media Iptek =========== . Karakteristik dan Implementasi. 2003.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->