P. 1
Perbedaan Tingkat Kedisiplinan Shalat Berjamaah Mahasiswa S1 PGSD Berasma Yang Laki-laki Dan Yang Perempuan

Perbedaan Tingkat Kedisiplinan Shalat Berjamaah Mahasiswa S1 PGSD Berasma Yang Laki-laki Dan Yang Perempuan

|Views: 573|Likes:
Published by Eross Chandra

More info:

Published by: Eross Chandra on Dec 19, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Upaya strategis dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah pendidikan.

Pendidikan hanya akan berarti dan dapat

meningkatkan kualitas sumber daya manusia bilamana pendidikan tersebut memiliki sistem yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah melakukan berbagai cara. Diantaranya adalah perluasan dan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan yang relevan dengan keperluan pembangunan. Pendidikan merupakan kunci keberhasilan dan kemajuan suatu Negara. Lembaga pendidikan memegang peranan penting untuk mewujudkan tujuan yanga diharapkan. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berasrama merupakan salah satu lembaga yang mendidik mahasiswanya menjadi guru yang berilmu pengetahuan dan tekhnologi serta beriman dan bertakwa, sehingga diharapkan bisa memajukan dunia pendidikan. Pendidikan yang diberikan bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan tetapi juga pendidikan karakter. Salah satunya adalah pembinaan kedisiplinan mahasiswa. Untuk mewujudkan mahasiswa yang berimtaq banyak kegiatan keagamaan yang dilakukan salah satunya adalah shalat berjamaah yang wajib di ikuti oleh setiap mahasiswa yang muslim. Mahasiswa sebagai penerus dan pemegang tampuk perjuangan bangsa harus memiliki etos kerja yang tinggi, kedisiplinan yang tinggi dan pengetahuan yang dalam. Oleh sebab itu pendidikan di perguruan tinggi harus ditekankan pada ketiga hal tersebut, terutama disiplin. Disiplin itu berupa disiplin dalam kehidupan bermasyarakat maupun disiplin pribadi atau diri sendiri. Sikap disiplin harus dibiasakan sejak dini, dari hal-hal yang kecil dan mulai saat ini. Disiplin merupakan kunci kesuksisan, suatu pekerjaan yang dilaksanakan tanpa adanya disiplin tidak

1

akan membuahkan hasil yang maksimal. Begitu dalam hal beragama, semua yang diperintahkan sang Khalik harus dijalankan sesuai denagn aturannya. Indikator kesuksesan dalam hal beragama dapat dilihat dari tingkat ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya. Takwa adalah menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Mahasiswa sebagai seorang hamba diperintahkan untuk bertakwa kepada Tuhannya. Bagi seorang muslim ibadah shalat merupakan kewajiban utama yang tidak bisa ditinggalkan karena shalat merupakan Indikator diterima atau ditolaknya amal ibadah seorang muslim di sisi Allah SWT. Dengan kata lain jika Ibadah shalat diterima oleh Allah maka Ibadah-ibadah yang lain akan diterima tanpa dihisab begitu juga sebaliknya bila Ibadah shalatnya tidak diterima maka ibadah-ibadah yang lain juga akan sulit diterima dan harus dihisab. Shalat berjamaah bagi setiap muslim hukumnya adalah sunah mu’akad, jadi baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan pahala yang sama bila melaksanakan shalat berjamaah. Mahasiswa yang muslim yang laki-laki maupun perempuan di PGSD Berasrama Banjarbaru diwajibkan untuk mengikuti shalat berjamaah untuk membina kedisiplinan,

kebersamaan, dan kekeluargaan para mahasiswa. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis mencoba melakukan penelitian yang berjudul :” Perbandingan Tingkat Kedisiplinan Shalat Berjamah Mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang laki-laki dengan perempuan”

B. IDENTIFIKASI MASALAH Peraturan yang berlaku di lingkungan asrama mahasiswa PGSD Banjarbaru mewajibkan setiap mahasiswanya untuk disiplin dalam menjalankan tugas akademik perkuliahan, sosial kemasyarakatan dan juga tugas keagamaan. Disiplin dalam hal tugas keagaam ditekankan pada kewajiban menjalankan shalat 5 waktu secara berjamaah terutama shalat subuh,

2

magrib dan isya. Akan tetapi pada

kenyataannya terdapat

sebagian

mahasiswa yang kadang melanggar peraturan tersebut. Dengan demikian masalah-masalah yang diidentifikasi dalam penelitan adalah sebagai berikut : 1. Terdapat mahasiswa yang melanggar peraturan dalam hal kedisiplinan beribadah. 2. perbedaan tingkat kedisiplinan shalat berjamaah mahasiswa S1 PGSD berasrama yang laki-laki dan perempuan 3. faktor penyebab sebagian mahasiswa tidak disiplin

menjalankan tugasa keagamaan 4. Apa dampak disiplin terhadap perilaku sosial mahasiswa yang melanggar disiplin beragama. 5. Berapa banyak persentasi antara mahasiswa dan mahasiswi yang melanggar peraturan kegamaan 6. Bagaimana cara mengatasi ketidakdisiplinan dalam mematuhi peraturan yang berlaku di PGSD berasrama banjarbaru khususnya dalam hal beribadah

C. BATASAN MASALAH Dari identifikasi masalah di atas maka peneliti hanya dibatasi pada masalah perbedaan tingkat kedisiplinan shalat berjamaah mahasiswa S1 PGSD berasrama yang laki-laki dan perempuan.

D. RUMUSAN MASALAH Oleh karena itu naka masalah dalam penelitian ini dirumuskan menjadi “Apakah ada perbedaan tingkat kedisiplinan shalat berjamaah mahasiswa S1 PGSD berasma yang laki-laki dan yang perempuan ?”

3

E. TUJUAN DARI PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kedisiplinan shalat berjamaah mahasiswa S1 PGSD berasma yang laki-laki dan yang perempuan

F. MANFAAT Hasil penelitian ini diharapkan bisa membawa manfaat bagi : 1. Mahasiswa yaitu bisa menumbuhkan sifat disiplin terutama disiplin dalam hal shalat berjamaah 2. Dosen agar bisa menjadi masukan untuk membina dan mendidik sikap disiplin mahasiswa dalam menjalankan ibadah 3. PGSD sebagai lembaga lebeih memperketatan peraturan dan mempertegas tindakan bagi mahasiswa yang melanggar 4. Orang tua sebagai masukan untuk member dukungan dan bimbingan dalam beribadah 5. Masyarakat sebagai masukan untuk membiasakan shalat berjamaah dan disiplin dalam menjalankan shalat

4

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Kedisiplinan a. Pengertian kedisiplinan Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada

pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. (http://starawaji.wordpress.com/2009/04/19/pengertian-kedisiplinan) Sedangkan menurut Greenberg dan Baron (1993:104) memandang disiplin melalui adanya hukuman.

(http://www.damandiri.or.id/file/kusnanunairbab2.pdf) secara umum disiplin banyak diartikan sebagai “kerja tepat waktu”. Definisi tersebut memang benar tetapi terasa sangat sempit, karena indikatornya kurang lengkap. Sehingga untuk melaksanakan kedisiplinan secara tepat dan menyeluruh pun terasa sulit. (http://karso.mulyo.blog.plasa.com/2009/02/01/menggagas-artidisiplin) kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.

(http://semangat.blogsome.com/2006/12/06/membudayakan-disiplindiri/) b. Macam-macam kedisiplinan

5

1) Disiplin dalam Menggunakan Waktu Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik 2) Disiplin dalam Beribadah Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

Artinya: “ Maka kecelakaanlah bagai orang-orang yang salta, (situ) orang-orang yang lalai dari shalatnya” ( QS. Al-Ma`un:4-5 ) 3) Disiplin dalam Masyarakat 4) Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah : a) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup b) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya c) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah d) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun e) Longgarnya peraturan yang ada Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru memerlukan

6

pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin. Macam-macam bentuk disiplin selain seperti yang disebutkan diatas, disiplin juga terbagi menjadi: 1) Disiplin Diri Pribadi Apabila dianalisi maka disiplin menganung beberapa unsur yaitu adanya sesuatu yang harus ditaati atau ditinggalkan dan adanya proses sikap seseorang terhadap hal tersebut. Disiplin diri merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah meninggalkan Ibadan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa 2) Disiplin Sosial Pada hakekatnya disiplin sosial adalah Disiplin dari dalam kaitannya dengan masyarakat atau dalam hubunganya dengan. Contoh prilaku disiplin social hádala melaksanakan siskaling verja bakti. Senantiasa menjaga nama baik masyarakat dan sebagaiannya. 3) Disiplin Nasional Berdasarkan hasil perumusan lembaga pertahanan nasional, yang diuraikan dalam disiplin nasional untuk

mendukung pembangunan nasional. Disiplin nasional diartikan sebagai status mental bangsa yang tercemin dalam perbuatan berupa keputusan dan ketaatan. Baik secara sadar maupun melalui pembinaan terhadap norma-norma kehidupan yang berlaku. Disiplin Nasional pada hakekatnya mencakup hal-hal : a) Terbitnya kesadaran masyarakat dan aparat penyelenggaraan terhadap arti pentingnya disiplin negara. b) Tertibnya ketaatan bangsa kepada aturan hukum c) Terbentuk sistem perilaku demokrasi Konstitusi yang efektif dan efisien Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin nasional

7

(1) Menerima pancasila sebagai satu-satunya asas dalam berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. (2) Kita telah memiliki berbagai peraturan yang kita yakini kebenarannya (3) Kita telah memahami. menghayati dan mengamalkan Pancasila (4) Partisipasi masyarakat terhadap pembangunan Faktor-faktor penghambat terhadap disiplin nasional (1) Banyaknya pengaruh liberalisme, sosialisme,

komunisme, panatisme yang berlebihan (2) Teladan pemimpinan yang tidak memuaskan (3) Banyaknya aspirasi masyarakat yang tidak terpenuhi. Upaya menumbuhkan disiplin nasional (1) Keteladanan (2) Teguran (3) Sanksi yang tepat Contoh pelaksanaan disiplin nasional dalam kehidupan seharihari: (1) Masuk dan keluar kantor sesuai waktunya (2) Menindak pelanggaran peraturan lalu lintas (3) Mengenakan sanksi bagi wajib pajak yang tidak patuh.

Pada dasarnya ada dua dorongan yang mempengaruhi disiplin : (1) Dorongan yang datang dari dalam diri manusia yaitu dikarenakan adanya pengetahuan, kesadaran, keamanan untuk berbuat disiplin (2) Dorongan yang datangnya dari luar yaitu dikarenakan adanya perintah, larangan, pengawasan, pujian,

ancaman, hukuman dan sebagainya. c. Cara menanamkan kedisiplinan langkah-langkah untuk menanamkan kedisiplinan guru disekolah yang meliputi :

8

1) Dengan Pembiasaan Kebiasaan-kebiasaan ini akan berpengaruh besar terhadap ketertiban dan keteraturan dalam hal-hal lain 2) Dengan contoh dan teladan Jangan membiasakan sesuatu kepada anak tetapi dirinya sendiri tidak melaksanakan hal tersebut. Hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak adil dihati anak, rasa tidak senang dan tidak ikhlas melakukan sesuatu yang dibiasakan, akan berakibat bawha pembiasaan itu sebagai pembiasaan yang dipaksakan dan sulit sekali menjadi disiplin yang tumbuh secara alami dari dalam diri atau dari dalam lubuk hati nurani sebagai pembiasaan lingkunganya 3) Dengan Penyadaran Diberikan penjelasan-penjelasan tentang pentingnya nilai dan fungsi dari peraturan-peraturan itu dan apabila kesadaran itu lebih timbul berarti pada guru telah timbul disiplin 4) Dengan Pengawasan Pengawasan bertujuan untuk menjaga atau mencegah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Pengawasan harus terus-menerus dilakukan, terlebih lagi dalam situasi-situasi yang sangat memungkinkan mahasiswa untuk berbuat sesuatu yang melanggar tata tertib asrama. Menurut Aim Abdul Karim dalam Buku PPKN 2 untuk SMU kelas 2 menyebutkan bahwa ada beberapa indikator untuk menanamkan Disiplin dalam kehidupan yaitu : 1) Pembiasaan 2) Pengawasaan 3) Perintah 4) Larangan 5) Ganjaran hukuman

9

Langkah-langkah tersebut umumnya dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, lalu apa yang harus ditempuh untuk menanamkan kedisiplinan tapin telah ”Telanjur” melakukan

pelanggaran (Titik Disiplin). Sehubungan dengan itu dikemukakan alat pendidikan represif. Alat pendidikan represif diadakan bila terjadi sesuatu perbuatan yang dianggap bertentangan dengan peraturan-peraturan. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan langkahlangkah seperti : 1) Pemberitahuan Pemberitahuan di sini adalah pemberitahuan kepada mahasiswa yang telah melanggar peraturan tetapi ia belum mengetahui bahwa perbuatannya itu adalah melanggar. 2) Teguran Teguran diberikan kepada mahasiswa baru satu dua kali melakukan pelanggaran atau tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya. 3) Peringatan Peringatan diberikan kepada mahasiswa yang telah beberapa kali melakukan pelanggaran dan telah diberikan teguran pula atas pelanggarannya. Dalam memberikan peringatan ini biasanya disertai dengan ancaman akan sangsinya, bilamana terjadi pelanggaran lagi. 4) Hukuman Hukuman ialah tindakan yang paling akhir diambil apabila teguran dan peringatan belum mampu untuk dicegah oleh mahasiswa tidak diindahkan hal-hal yang mengarah kepada disiplin guru. 5) Ganjaran Ganjaran adalah alat pendidikan yang paling

menyenangkan. Ganjaran yang telah diberikan kepada masiswa yang telah menunjukan hasil baik dalam melaksanakan kegiatan

10

belajar mengajar sekaligus menerapkan prilaku dan kepribadian yang mulia. Demikian beberapa indikator yang amat perlu

diperhatikan supanya kedisiplinan mahasiawa dapat tumbuh dan berkembang pada hati nurani mahasiswa. Sehingga tujuan dari pada pendidikan mudah tercapai. Disiplin merupakan salah satu alat penentuan keberhasilan pencapaian tujuan dari pendidikan.

Allah

SWT pada dasarnya telah mengajarkan

kepada manusia tentang kedisiplinan. Sebagai contoh kita perhatikan Firman-Nya

Artinya: ”Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat-mu ingatlah Allah di waktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. Kemudian apabil kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” An-Nisa: 103 ) Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya. 2. Shalat berjamaah a. Pengertian shalat Asal makna shalat menurut bahasa Arab ialah “doa”, tetapi yang dimaksud di sini adalah ibadat yang tersusun dari beberapa perkataan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, serta memenuhi beberapa syarat yang ditentukan. ( QS.

11

Banyakdalil yang meajibkan shalat diantaranya surah a) QS. An-Nisa ayat :103 “dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada waktunya atas sekalian orang mukmin” b) QS.Al- ankabut : 45 “dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari (perbuatan-perbuatan )yang keji dan munkar” c) QS. Thaha ayat : 14 “dirikanlah shalat untuk mengingatku” Dalam mendirikan shalat perlu memperhatikan beberapa ketentuan yaitu : 1) Syarat wajib shalat a) Beragama islam b) Sudah baligh c) Suci dari haid (kotoran) dan nifas d) Berakal sehat e) Telah sampai dakwah f) Melihat atau mendengar g) jaga 2) Selain itu juga terdapat syarat sahnya shalat a) Dalam keadaan suci baik dari hadats besar maupun kecil b) suci dari najis baik badannya, pakaian maupun tempatnya c) tertutup auratnya, yakni laki-laki antara pusat dengan lutut, sedangkan bagi wanita yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan d) telah masuk waktu shalat yang dimaksud e) menghadap kearah kiblat f) mengetahui tata cara mengerjakan shalat, termasuk mana yang rukun dan mana yang sunat

12

3) Rukun-rukun shalat a) Niat b) Berdiri bagi yang mampu, tapi jika tidak mampu boleh mengerjakannya dengan duduk, berbaring, telentang atau hanya dengan menggunakan isyarat c) Melakukan takbiratul ihram d) Membaca surah Al – Fatihah pada tiap-tiap rakaat e) Ruku’ dengan thumakninah f) Melakukan dua kali sujud dengan thumaninah g) Duduk diantara dua sujud dengan thumaninah h) Duduk pada tasyahud akhir dengan tumaninah i) Membaca tasyahud akhir j) Mengucap slam yang pertama k) Tertib, yakni sesuai dengan tata cara shalat yang telah ditetapkan 4) Sunat-sunat shalat a) Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan telinga ketika takbiratul ihram, ruku, dan ketika bangun dari duduk. b) Bersedekap, yaitu meletakkan tangan kanan di atas telapak tangan kiri yang ditempelkan di depan dada c) Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram d) Membaca taawudz sebelum membaca surah Al- Fatihah e) Mengucapkan “amin” sesudah membaca surah A-fatihah f) Membaca surat atau ayat-ayat Al-Quran sesudah membaca surah al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua g) Membaca dengan keras(nyaring) surah Al-Fatihah dan susrat-surat lain dalam al-Quran pada shalat magrib, isya, subuh, shalat jumat dan shalat dua hari raya h) Melakukan takbir pada setiap pindah dari gerakan shalat i) Membaca doa setelah bangun dari ruku j) Membaca tasbih ketika ruku dan sujud k) Meletakkan kedua telapak tangan di atas paha ketika duduk

13

l) Menegakkan telunjuk m) Mengucapkan salam yang kedua 5) Makruh-makruh shalat a) Meletakkan telapak tangan di dalam lengan baju b) Memejamkan mata c) Menoleh ke kanan dank e kiri d) Menahan kencing, berak, kentut dan hadats-hadats lainnya e) Mendongak ke atas f) Terbuka kepalanya g) Meludah h) Bertolak pinggang i) Melakukan shalat di atas kuburan j) Melakukan atau membawa sesuatu yang bisa mengganggu kekhusyukan dalam shalat 6) Hal-hal yang membatalkan shalat a) Meninggalkan slah satu ruun shalat b) Terkena najis yang tidak dimaafkan c) Terbuka auratnya d) Makan dan minum walaupun hanya sedikit e) Berhadats f) Mengeluarkan kata-kata selain bacaan shalat walau hanya satu huruf g) Tertawa terbahak-bahak h) Mengubah niat misalnya ingin menghentikan shalat i) Membelakangi kiblat j) Menambah rukun shalat berupa perbuatan seperti ruku sujud dan sebagainya k) Melakukan gerakan selain dari gerakan-gerakan shalat tiga kali berturut-turut l) Mendahului gerakan imam sedikitnya dua rukun m) Murtad, yakni keluar dari agama islam 7) Tata cara dan bacaan di dalam shalat

14

a) Menghadapkan seluruh badan kea rah kiblat b) Niat di dalam hati untuk melakukan shalat yang dimaksudkan c) Melakukan takbiratul ihram, yakni dengan mengucapkan “Allahu akbar” seraya mengangkat kedua tangan setinggi pundak dan telinga d) Bersedekap e) Membaca doa iftitah f) Membaca taawudz g) Membaca surah al-fatihah h) Membaca salah satu surat atau ayat-ayat Al-quran i) Melakukan ruku dan membaca tasbih “ j) Bangun dari ruku dan mengucapakan “sami’allahulimah hamidah” dan rabbanaa wa lakal hamdu” k) Melakukan sujud yang pertama dengan membaca tasbih l) Duduk diantara dua sujud denganposisi duduk iftirasy, yakni kedua telapak tangan di atas lutut, telapak kaki kiri didududki dan telapak kaki kanan tegak di atas lantai dengan jari-jari dihadapkan kea rah kiblat, dan membaca “rabbigfirliii warhamni wazuburnii warfa’nii wahdinii wa’afini wa’fu’anni m) Melakukan sujud yang kedua yang ucapan, perbuatannya sama seperti pada sujud yang pertama n) Berdiri dari sujud yang kedua seraya membaca “Allahu akbar” o) Setelah melakukan dua kali sujud pada rakat kedua maka hendaklah duduk untuk membaca tasyahud awal bila rakatnya lebih dari dua. Bila hanya dua langsung tasyahud akhir p) Melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan kekiri b. Macam-macam shalat

15

Shalat terdiri dari 2 macam yaitu shalat fardu dan shalat sunat. 1) Shalat fardu Shalat fardu adalah shalat yang diwajibkan bagi tiaptiap muslim yang sudah baligh dan berakal sebanyak lima kali sehari semalam. a) Macam-macam shalat fardu dan waktu mengerjakanna (1) Shalat dzuhur Waktu mengerjakannya yaitu sejak matahari sampai tergelincir smpai baying-bayang suatu benda sama panjangnya dengan ukuran panjang benda yang sebenarnaya. (2) Shalat Ashar Waktu mengerjakannya yaitu sejak berakhirnya waktu shalat Dzuhur sampai terbenamnya matahari (3) Shalat Maghrib Waktu mengerjakannya yaitu sejak terbenamnya matahari sampai hilangnya cahaya mega merah di ufuk barat (4) Shalat Isya Waktu mengerjakannya yitu sejak berakhirnya waktu shalat Maghrib sampai terbit fajar shadiq (5) Shalat subuh Waktu mengerjkannya yaitu sejak terbit fajar shadiq sampai terbit matahari di ufuk timur b) Waktu-waktu yang diharamkan melakukan shalat (1) Sesudah shalat subuh sampai terbitnya matahari (2) Ketika terbit matahari hingg naik kirakira 10o dari permukaan bumi (3) Ketika matahari tepat berada di atas kepala hingga tergelincir sedikit kea rah barat (4) Sesudah shalat ashar hingga tiba saat shalat maghrib

16

(5) Ketika matahari hamper terbenam hingga betul-betul terbenam 2) Shalat sunnat Shalat sunat adalah shalat yang apabila dikerjakan

mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa. Macam-macam shalat sunnat yaitu ; a) Shalat sunnat Rawathib Adalah shalat sunnat yang mengiringi shalat-shalat fardu, baik yang dikerjakan sebelumnya maupun sesudahnya b) Shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) Adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada pagi hari raya (Idul fitri dan idul adha) dan hukumnya dalah sunnat muakad atau sangat dianjurkan c) shalat gerhana matahari shalat yang dilakukan ketika gerhana matahari.

Hukumnya sunnat muakad dan waktu melakukan sejak terjadinya gerhana sampai berakhirnya gerhana matahari d) Shalat Istisqa Adalah shalat sunnat yang dilakukan untuk memohon hujan e) Shalat tarawih Adalah shalat malam yang dikerjakan pada tiap-tiap malam di bulan ramadhan yang waktunya setelah shalat isya hingga terbit fajar f) Shalat Witir Yaitu shalat sunat yang bilangan rakaatnya ganjil yang waktuunya antara isya hingga terbit fajar. Shalat witir ini biasanya dilakukan setelah shalat tarawih g) Shalat tahjjud Yaitu shalat sunat yang dikerjakan sesudah bangun dari tidur di malam hari, wlaupun tidurnya hanyasebentar. Jika dilakukan sebelum tidur, walupun di tengah malam

17

sekalipin, maka hal itu bukanlah disebut shalat tahajjud melainkan shalat sunat biasa h) Shalat tahiyyatul mesjid Yaitu shalat yang dikerjakan ketika memasuki mesjid baik pada hari jumat maupun hari-hari biasa i) Shalat dhuha Yaitu shalat sunat yang waktunya dimulai sejak matahari naik kira-kira setinggi krang lebih 7 hasta sampai denan masuknya shakat dzuhur. j) Shalat istikharah Yaitu shalat sunat sebanyak 2 rakaat yang dilakukan untuk memohon kepada Allah agar diberi petunjuk dan ketetapan hati dalam memilih satu yang terbaik diantara beberapa pilihan. k) Shalat safar Yaitu shalat sunat yang dikerjakan jika seseorangg melakukan bepergian jauh l) Shalat hajat Yaitu shalat sunat yang dilakukan untuk mengharap kepada Allah, agar hajat atau keperluan yang diinginkan dapat terpenuhi m) shalat tasbih Disebut shalat tasbih karena di dalamnya dibacakan kalimat-kalimat tasbih yang pada tiap-tiap rakaatnya sebanyak 75 kali. n) Shalat sunat taubah Yaitu shalat yang dilkukan setelah seseorang bertaubat atas segala macam kesalahan yang telah dilakukan. Tujuannya adalah memperoleh pengampunan dari allah SWT.

18

c. Shalat berjamaah 1) Pengertian shalat berjamah Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama-sama, yakni paling sedikit terdiri dari 2 orang dan banyaknya tidak terbatas (satu menjadi imam dan yang lain menjadi makmum. Orang yang di ikuti (dihadapan) dinamakan imam sedangkan yang mengikuti di belakang dinamakan makmum. 2) Hukum shalat berjamah Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa hukum shalat berjamah adalah fardhu ain (wajib bagi tiap-tiap orang), sebagian berpendapat bahwa shalat berjamah itu fardu kifayah dan sebagian lagi berpendapat sunat muakkad (yang istimewa0 yang akhir inilah hukum yang lebih layak kecuali untuk shalat jumat. Menurut kaidah pesesuaian beberapa dalil dalam masalah ini seperti yang telah disebutkan di atas, pengarang nailul autar berpendapat “pendapat yang seadil-adilnya dan lebih dekat kepada yang betul ialah shalt berjamah itu sunat muakkad” (Rasyid, Sulaiman. H ; Fiqih Islam:107) Bagi laki-laki shalat lima waktu berjamaah dimesjid lebih baik daripada shalat berjamaah dirumah kecuali shalat sunat, maka dirumah lebih baik, sedangkan bagi perempuan shalat berjamaah di rumah lebih baik karena itu lebih aman bagi mereka. Sabda rasulullah SAW. “hai manusia shalatlah kamu dirumah kamu masing-masin. Sesungguhnya sebaik-baik shalat ialah shalat seseorang dirumahnya kecuali shalat lima waktu (maka di mesjid lebih baik)” (riwayat Bukhari dan muslim) Sabda Rasullah SAW

19

“janganlah kamu melarang perempuan-perempuan ke mesjid walaupu rumah mereka (perempuan) lebih baik bagi mereka buat beribadat “ (riwayat Abu Dawud) 3) Keutamaan shalat berjamaah Rasulullah SAW bersabda “Dari Ibnu Umar. Ra, Ia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda kebaikan shalat berjaam melebihi salat sendirian sebanyak 27 derajat (Riwayat Bukhari dan Muslim)

3. Mahasiswa Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Mahasiswa adalah sebutan untuk lak-laki sedang kuliah di universitas sedangkan mahasiswi panggilan untuk yang permpuan. Berbagai perbedaan individu dilihat dari perbedaan fisik, psikis. Anak laki-laki biasanya lebih kuat dan cenderung

membangkang terhadap suatu peraturan itu lebih besar disbanding anak perempuan. Anak perempuan biasanya takut untuk melanggar peraturan dan rasa malu yang sangat besar pada perempuan membuat dia tidak mau dipermalukan dihadapan orang banya akibat kesalahannya melanggar sebuah peraturan selain itu juga biasanya perempuan tajut akan hukuman yang akan diberikan.

(http://blog.spot.com) Menurut piaget perkembangan kognitif mengikuti beberapa tahapan yaitu a. Masa sensori motor ( 0.0-2,5 tahun) b. Masa pra operasional konkrit (2 – 7 tahun) c. Masa konkreto prerasional (7-11 tahun) d. Masa operasiaonal (11-dewasa)
20

Mahasiswa bisa digolongkan dalam masa operasional dimana seseorang sudah mampu berpikir abstrak dan hepotesis. Pada tahab ini seseorang sudah mampu memperkirakan apa yang akan terjadi dan mampu menarik kesimpulan . 4. Asrama Asrama adalah bangunan berpetak-petak untuk tempat tinggal kelompok orang yang terdiri atas jenis dan sifat dan setiap penghuninya diwajibkan mentaati peraturan yang telah ditetapkan dalam asarama tersebut.

(http:/arsipmakalahkiata.blogspot.com/2009/07/makalahasrama.html)

B. Kerangka berpikir Berdasarkan beberapa kajian dan teori yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh di atas, maka kerangka berpikir dalam hal ini dinyatakan bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu serta mentaati peraturan dengan tujuan mengembangkan diri agar bisa berperilaku tertib. Dalam agama islam juga dianjurkan untuk disiplin salah satunya dalam menjalankan shalat. Orang yang disiplin akan menjalankan shalat tepat waktu tidak melalaikannya serta menjalankan shalat itu sesuai

aturannya. Salah satunya adalah shalat berjamah yang dikerjakan bersamasama dan sesuai tata caranya. Mahasiswa yang muslim sudah wajib melaksanakan shalat. Asrama yang merupakan salah satu tempat tinggal mahasiswa,

mewajibkan mahasiswanya mentaati peraturan, salah satu peraturan yang ada di asrama PGSD Banjarbaru adalah shalat berjamah terutama shalat maghrib, Isya dan subuh, Wajib diikuti mahasiswa yang laki-laki dan perempuan.

21

C. Hipotesis Berdasarkan kerangka teoritis tersebut, maka hipotesis dari penelitian ini adalah “ada perbedaan tingkat kedisiplinan shalat berjamaah mahasiswa S1 PGSD yag laki-laki dengan perempuan”

22

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan disini adalah penelitian komparatif. Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan
(http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pengertian-penelitian.htm)

Penelitian ini bertujuan untuk menetahui apakah ada perbedaan kedisiplinan shalat berjamah mahasiswa S1 PGSD berasrama yang lakilaki dan yang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di asrama PGSD Banjarbaru. populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok, serta unit analisisnya adalaah Individu.” Dalam penelitian ini mengkaji masalah tingkat kedisiplinan mahasiswa PGSD berasrama laki-laki dan perempuan Kemudian dicari perbedaannya. Tingkat kedisiplinan shalat berjamah dipengaruhi oleh penghargaan

terhadap waktu, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, sikap dan perilaku saat menjalankan ibadah serta pengetahuan tentang ibadah shalat. Yang digambarkan dengan skema berikut :

X1

KETERANGAN X1 = penghargaan terhadap waktu

X2

X2= tanggung jawab dalam

X3

Y

melaksanakan tugas X3= pengetahuan tentang ibadah shalat Y= kedisiplinan berjamaah shalat

23

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi adalah keseluhan objek penelitian. (Suharsimi Arikonto, 2006) Sasaran penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 PGSD Berasrama Banjarbaru yang beragama islam selain penulis yang berjumlah 59 orang dengan rincian sebagai berikut JENIS KELAMIN BLOK LAKILAKI A B D jumlah 21 PEREMPUAN 19 19 19 19 21 58 JUMLAH

2. Sampel Sampel haruslah dipilih dengan menggunakan metode yang tepat sehingga anggota populasi mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun dan Effendi, 1995). Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik sampel total artinya seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian.

C. Teknik Pengumpulan Data 1. Identifikasi Variable Variabel yang diteliti terdiri dari 1 variabel terikat (dependen ) dan 4 variabel bebas (independen) yaitu adalah sebagai berikut : a. Variabel terikat : kedisiplinan shalat berjamaah (Y)

b. Variable bebas : 1) penghargaan terhadap waktu (X1) 2) tanggung jawab dalam melaksanakan tugas (X2) 3) pengetahuan tentang ibadah shalat (X3)

24

2. Defenisi operasional Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat

membantu peneliti lang ingin melaksanakan variable yang sama Beberapa batasan opersional : a. Penghargaan terhadap waktu Maksudnya adalah bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik b. Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas adalah menjalankan tugas yang telah ditetapkan dan telah disepakati bersama dengan sungguh-sungguh. c. Sikap dan perilaku Sikap dan perilaku adalah perbuatan yang dilakukan seseorang sesuai atau tidak dengan peraturan yang ada, dengan tidak menyalahi aturan yang telah d. Pengetahuan tentang shalat 1) Pengertian shalat Asal makna shalat menurut bahasa Arab ialah “doa”, tetapi yang dimaksud di sini adalah ibadat yang tersusun dari beberapa perkataan yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, serta memenuhi beberapa syarat yang ditentukan. Banyak dalil yang meajibkan shalat diantaranya surah d) QS. An-Nisa ayat :103 “dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu diwajibkan untuk melakukannya pada waktunya atas sekalian orang mukmin” e) QS.Al- ankabut : 45 “dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat mencegah dari (perbuatan-perbuatan )yang keji dan munkar” f) QS. Thaha ayat : 14 “dirikanlah shalat untuk mengingatku”

25

untuk menguji pengetahuan dalam hal shalat makahal-hal yag harus diketahui adalah : a) Syarat wajib shalat b) Rukun-rukun shalat c) Selain itu juga terdapat syarat sahnya shalat d) Sunat-sunat shalat e) Makruh-makruh shalat f) Hal-hal yang membatalkan shalat g) Tata cara dan bacaan di dalam shalat h) Macam-macam shalat fardu dan waktu mengerjakanna i) Waktu-waktu yang diharamkan melakukan shalat j) Hukum shalat berjamaah 3. Pengembangan instrument penelitian dan pengukuran Kegiatan penelitian dan pengumpulan data dilakukan terhadap mahasiswa S1 PGSD Berasrama UNLAM dengan

menggunakan Kuesionir dan tes dalam bentuk soal ingatan. Untuk menyamakan persepsi antar subjek penelitian dalam menafsirkan kuesioner dan soal tes maka sebelumnya dilakukan penjelasan dan latihan tentang kriteria penilaian. Kuesionir adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampila, pengetahuan dan intelejensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Kuesioner diberikan untuk mengungkapkan variabel

penghargaan terhadap waktu, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, sikap dan perilaku saat menjalankan ibadah serta pengetahuan tentang ibadah shalat.pada kuesioner penghargaan terhadap waktu, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, sikap dan perilaku saat menjalankan ibadah digunakan angket tertutup yang mempunyai 5 alternatif jawaban, dan untuk pengetahuan tentang shalat

menggunakan tes soal ingatan.

26

a. Indikator Instrumen menghargai waktu Untuk mengungkap penghargaan terhadap waktu dalam penelitian ini digunakan kuesionir atau angket dengan skala Likert yang terdiri dari 5 alternatif jawaban. Instrument ini dikembangkan dari landasan teori dengan indikator yang meliputi : datang ke mushala sebelum adzan, datang ke mushala saat adzan, datang ke mushala setelah adzan, datang ke mushala saat iqamah, datang ke mushala setelah iqamah, datang ke mushala setelah iqamah, dan tidak datang ke mushala.

Tabel 1 Indikator menghargai waktu

Aspek yang diamati menghargai waktu datangnya shalat (x1)

Indikator Datang ke mushala sebelum adzan Datang ke mushala saat adzan Datang ke mushala setelah adzan Datang ke mushala saat iqamah Datang ke mushala setelah Iqamah Datang ke mushala saat shalat sudah dimulai Tidak datang ke mushala

No. Item 1 2 3 4 5 6 7

b. Indikator sikap dan perilaku dalam menjalankan ibadah shalat. Untuk mengungkap penghargaan terhadap waktu dalam penelitian ini digunakan kuesionir atau angket dengan skala Likert yang terdiri dari 5 alternatif jawaban. Instrument ini dikembangkan dari landasan teori dengan indikator yang meliputi : kerapian berpakaian dan adab masuk mushala.

27

c. Indikator Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas Untuk mengungkap penghargaan terhadap waktu dalam penelitian ini digunakan kuesionir atau angket dengan skala Likert yang terdiri dari 5 alternatif jawaban. Instrument ini dikembangkan dari landasan teori dengan indikator yang meliputi : menjadi imam, menjadi muadzin, pembaca doa, kultum.

Tabel 2 Indikator Tanggung jawab dalam melaksanakan tugas

Aspek yang diamati Tanggung Menjdi imam*

Indikator

No. Item 1 2 3

jawab dalam Menjadi muadzin* melaksanakan Pembaca kultum tugas di Pembaca doa* mushala (X3)

4

Catatan : * : hanya diisi oleh laki-laki

d. Indikator Pengetahuan tata cara shalat Untuk mengungkap penghargaan terhadap waktu dalam penelitian ini digunakan soal tes ingatan untuk jawaban yang benar. Instrument ini dikembangkan dari landasan teori dengan indikator yang meliputi : Rukun, syarat wajib shalat, syarat sah shalat, hal-hal yang membatalkan shalat, sunat-sunat shalat, makruh-makruh shalat tata cara dan bacaan dalam shalalat, Waktu-waktu yang diharamkan melakukan shalat, macam shalat fardu dan waktu mengerjakannya. Macam-

28

Tabel 4 Indikator pengetahuan tentang shalat Aspek yang diamati pengetahuan tentang shalat (X4) 2. Syarat wajib shalat 3. syarat sah shalat 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1. Rukun 1 Indikator No. Item

4. hal-hal yang membatalkan shalat 5. sunat-sunat shalat 6. makruh-makruh shalat 7. tata cara dan bacaan dalam shalalat 8. Waktu-waktu yang diharamkan melakukan shalat 9. Macam-macam mengerjakannya. 10. Hukum shalat berjamaah shalat fardu dan waktu

4. Analisis dan Interprestasi Data Sesuai dengan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini, maka semua data yang terkumpul dianalisa secara kuantitatif dan dibuat prosentasi sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dan memberikan gambaran secara umum tentang kedisiplinan mahasiswa dalam shalat berjamaah baik laki-laki maupun perempuan. Sebagai perangkat ukur

digunakan skala likert merupakan butir skala sikap yang sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Pemberian skor pada skala likert berkisar dalam angka 5, 4, 2, 1, dengan kategori nilai sangat positif, positif, netral, negative, sangat negatif. Penulis merancang jawaban angket “1” sampai dengan “5” berdasar tingkat nilai tersebut. juga penilaian essay untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang shalat yang skornya berkisar antara 0-10

29

Khusus untuk essay, kriteria penilaian dari jawaban-jawaban reponden adalah sebagai berikut : 80 % -100% jawaban benar nilai 10 60 %-70 jawaban benar nilai 9 40 %-50 jawaban benar nilai 8 30 % jawaban benar nilai 6 20 % jawaban benar nilai 5 10 % jawaban benar nilai 2-4 Jawaban ada tapi salah nilai 1 Jawaban kosong nilai 0 Untuk angket menghargai waktu, item pertanyaan 1-4 cara menganalisis datanya adalah sebagai berikut Kategori
tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering

kriteria
sangat kurang kurang sedang baik sangat baik

Untuk angket menghargai waktu, item pertanyaan 5-7 cara menganalisis datanya adalah sebagai berikut Kategori
tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering

kriteria
sangat baik baik sedang kurang sangat kurang

30

Untuk mendapatkan gambaran

persentase agar dapat menarik

kesimpulan maka data yang diperoleh melalui angket dan dokumentasi absen shalat berjamaah diolah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

P=

x 100 (Sudijono dalam Slamet Hadi Trianto, 2007: 35)

P = angka prosentase F = frekuensi resonden N = jumlah sampel yang diteliti

Data yang diperoleh dalam bentuk prosentase, selanjutnya di interprestasikan dengan menggunakan sebagai berikut : 0 % sampai dengan 20 % adalah sebagian kecil 21% sampai dengan 40% adalah sebagian kecil 41% sampai dengan 60% adalah sebagian berimbang 61% sampai dengan 80% adalah sebagian besar 81% sampai denagn 100% adalah sebagian terbesar (Harahap dalam Slamet Hadi Trianto, 2007: 133) kriteria rentangan preosentase

31

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Persiapan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, penulis terlebih dahulu

mengumpulkan dan membaca buku-buku yang ada hubungannya dengan judul tulisan. Penulis juga berkonsultasi kepada dosen pembimbing. Berdasarkan informasi dosen dan berbagai buku yang dibaca, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana tingkat kedisiplilan shalat berjamaah para mahasiswa di PGSD Berasrama Banjarbaru yang poin-poinnya penulis cantumkan dalam bentuk pertanyaan agket dan dokumentasi absen shalat berjamah.

B. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di asrama PGSD Banjarbaru dengan melibatkan mahasiswa S1 PGSD Berasrama yang beragama muslim sejumlah 58 orang dengan angket tentang menghargai waktu; melaksanakan tugas; pengetahuan tentang shalat dan pengumpulan rekab absen shalat berjamaah.

C. Pengolahan Data Data yang terkumpul selanjutnya diolah menurut kriteria jawaban yang disediakan pada nomer butir-butir angkry. Data yang diperoleh Kemudian diinterpretasikan dengan menetapkan kriteria alternative. Berdasar 58 angket dan rekab absen yang ada dibuat rekapitulasi poin tanggapan terhadap tiap butir pertanyaan sebagaimana terlihat pada tabel.

32

1.

Rekapitulasi tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu 1.1 rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu bagi mahasiswa laki-laki

Tabel 1 Rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu oleh mahasiswa yang laki-laki.
KATEGORI BUTIR PERTANYAAN

datang kemushala sebelum adzan tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering Jumlah responden 0 7 12 2 0 21

datang kemushala saat adzan

datang kemushala setelah adzan 0 2 10 8 1 21 0 5 6 9 1 21

datang kemushala saat iqamah 0 5 9 6 1 21

datang kemushala setelah iqamah 0 7 10 3 1 21

datang ke mushala saat shalat sudah dimulai 0 9 8 3 1 21

tidak datang ke mushala 0 16 2 1 2 21

Tabel 2 prosentase per poin tanggapan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu oleh mahasiswa yang laki-laki.
BUTIR PERTANYAAN datang KATEGORI kemushala sebelum adzan tidak pernah jarang 0,00 33,33 0,00 9,52 datang kemushala saat adzan datang kemushala setelah adzan 0,00 23,81 datang kemushala saat iqamah 0,00 23,81 datang kemushala setelah iqamah 0,00 33,33 datang ke mushala saat shalat sudah dimulai 0,00 42,86 tidak datang ke mushala 0,00 76,19

33

cukup sering sering sangat sering Jumlah (dalam %)

57,14 9,52 0,00 100

47,62 38,10 4,76 100 100

28,57 42,86 4,76 100

42,86 28,57 4,76 100

47,62 14,29 4,76 100

38,10 14,29 4,76 100

9,52 4,76 9,52

Grafik menghargai waktu bagi mahasiswa laki-laki
18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering

1.1.1

sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan cukup sering datang kemusahala sebelum adzan. Dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah dan sangat sering datang ke mushala sebelum adzan

34

1.1.2

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan cukup sering datang ke mushala saat adzan dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat adzan

1.1.3

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan sering datang ke mushala setelah adzan dan sebagian terkecil menyatakan datang ke mushala setelah adzan

1.1.4

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan cukup sering datang ke mushala saat iqamah dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat iqamah

1.1.5

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan sering datang ke mushala setelah iqamah dan sebagian terkecil mahasiswa menyatakan tidak pernah datang ke mushala setelah iqamah

1.1.6

Sebagian besar mahasiswa laki-laki menyatakan jarang datang ke mushala saat shalat sudah dimulai dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat shalat sudah dimulai

1.1.7

Sebagian besar mahasiswa laki-laki menyatakan jarang tidak untuk tidak datang ke mushala dan sebagian terkecil

menyatakan tidak pernah untuk tidak datang ke mushala.

Tabel.3 rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu oleh mahasiswa yang perempuan
KATEGORI BUTIR PERTANYAAN

datang kemushala sebelum adzan tidak pernah jarang 2 14

datang kemushala saat adzan

datang kemushala setelah adzan 0 4 0 10

datang kemushala saat iqamah 0 14

datang kemushala setelah iqamah 2 20

datang ke mushala saat shalat sudah dimulai 2 23

tidak datang ke mushala 2 29

35

cukup sering sering sangat sering Jumlah responden

12 7 3

18 12 2

14 11 3

20 3 1

12 3 1

12 1 0

6 0 1

38

38

38

38

38

38

38

Tabel 4 terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu oleh mahasiswa yang perempuan

KATEGORI

BUTIR PERTANYAAN

datang kemushala sebelum adzan tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering Jumlah (dalam %) 5,26 36,84 31,58 18,42 7,89 100

datang kemushala saat adzan

datang kemushala setelah adzan

datang kemushala saat iqamah 0,00 0,00 36,84 52,63 7,89 2,63 100

datang kemushala setelah iqamah 5,26 52,63 31,58 7,89 2,63 100

datang ke mushala saat shalat sudah dimulai 5,26 60,53 31,58 2,63 0,00 100

tidak datang ke mushala 5,26 76,32 15,79 0,00 2,63 100

0,00 10,53 47,37 31,58 5,26 100 100

26,32 36,84 28,95 7,89

36

Data tersebut dalam grafik : menghargai waktu untuk perempuan

30 25 banyak frekuansi 20 15 10 5 0

tidak pernah jarang cukup sering sering sangat sering

Item pertanyaan

1.2.1 Sebagian terkecil mahasiswa perempuan memilih jarang datang kemushala sebelum adzan dan sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala sebelum adzan 1.2.2 Sebagian berimbang mahasiswa perempuan memilih cukup sering datang ke mushala saat adzan dan sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat adzan 1.2.3 Sebagian kecil mahasiswa perempuan memilih cukup sering datang ke mushala saat adzan sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala setelah adzan 1.2.4 Sebagian berimbang mahasiswa perempuan memilih cukup sering datang kemushala saat iqamah sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat iqamah

37

1.2.5 sebagian berimbang mahasiswa perempuan memilih jarang datang ke mushala setelah Iqamah sebagian terkecil mahasiswa

perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala setelah iqamah 1.2.6 Sebagian berimbang mahasiswa perempuan memilih jarang datang ke mushala saat shalat sudah dimulai sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah datang ke mushala saat shalat sudah dimulai 1.2.7 sebagian besar mahasiswa perempuan memilih jarang tidak datang ke mushala sebagian terkecil mahasiswa perempuan menyatakan tidak pernah tidak datang ke mushala

Dari data tentang tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat penghargaan terhadap waktu maka dapat disimpulkan laki-laki lebih menghargai datangnya waktu shalat.

2.

Rekapitulasi tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tanggung jawab dalam melaksanakan tugas

Tabel 5 rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tanggung jawab dalam melaksanakan tugas oleh mahasiswa laki-laki
kategori tidak pernah melaksanakan jarang melaksanakan cukup sering melaksanakan sering melaksanakan selalu melaksanakan 7 8 8 9 7 11 6 4 0 5 0 3 0 3 1 9 menjadi imam 1 menjadi muadzin 1 pembaca kultum 0 pembaca doa 1

38

Tabel 6. Persentase tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tanggung jawab dalam melaksanakan tugas
kategori tidak pernah melaksanakan jarang melaksanakan cukup sering melaksanakan sering melaksanakan selalu melaksanakan 23,81 33,33 38,10 14,29 38,10 42,86 14,29 33,33 52,38 42,86 28,57 19,05 4,76 0,00 4,76 0,00 0,00 0,00 4,76 4,76 menjadi imam menjadi muadzin pembaca kultum pembaca doa

Data tabel 6 dalam grafik
12 10 8 6 4 2 0

menjadi imam menjadi muadzin pembaca kultum pembaca doa

1.1.1

Sebagian kecil mahasiswa laki-laki menyatakan selalu melaksanakan tugas menjadi imam dan sebagian terkecil menyatakan jarang melaksanakan

1.1.2

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan selalu melaksanakan tugas menjadi muadzin dan sebagian terkecil menyatakan jarang melaksanakan

39

1.1.3

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan selalu melaksanakan tugas sebagai pembaca kultum dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah serta jarang melaksanakan

1.1.4

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki menyatakan cukup sering melaksanakan tugas menjadi pembaca doa dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah serta jarang melaksanakan Tabel 7

rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tanggung oleh
perempuan kategori tidak pernah melaksanakan jarang melaksanakan cukup sering melaksanakan sering melaksanakan selalu melaksanakan 0 16 22 menjadi imam menjadi muadzin 0 0 pembaca kultum pembaca doa -

Tabel 8.

rekapitulasi persentase tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tanggung
kategori tidak pernah melaksanakan jarang melaksanakan cukup sering melaksanakan sering melaksanakan selalu melaksanakan 0,00 42,11 57,89 menjadi imam menjadi muadzin 0,00 0,00 pembaca kultum pembaca doa -

40

Data tabel 6 dalam grafik

melaksanakan tugas
25 20 15 10 5 0

pembaca kultum

Sebagian

berimbang

mahasiswa

perempuan

menyatakan

selalu

melaksanakan tugas menjadi pembaca kultum dan sebagian terkecil menyatakan tidak pernah, jarang, dan cukup sering melaksanakan tugas menjadi pembaca kultum. Dari data tentang tanggung jawab dalam melaksanakan tugas maka perempuan lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya.

2.

Rekapitulasi

tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat

pengetahuan tentang shalat 3.1 Rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang shalat oleh mahasiswa laki-laki Tabel 9 Pengetahuan shalat
NILAI 0 1 2 3 4 8 0 0 0 0 8 0 0 0 0 8 0 0 0 0 8 0 2 0 3 9 0 0 0 0 5 6 7 8 9 10 0 1 1 5 1 1 1 0 1 4 0 2 3 3 0 0 5 0 1 0 2 5 1 0 0 5 6 5 2 4

Pengetahuan yang di uji syarat wajib sahalat rukun-rukun shalat syarat sahnya shalat sunat-sunat shalat makruh-makruh shalat

41

hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat hukum shalat berjamaah

5 0 0 0 0 17 0 0 0 1 10 0 0 0 0 11 0 0 0 0 8 0 0 0 0

1 4 2 4 0 0 0 2 1 0 0 0 0 6 0 0 2 0 5 0

5 0 5 3

0 0 0 1 0 12

Tabel 9 Pengetahuan shalat
Pengetahuan yang diuji 0 1 2 0,00 0,00 0,00 9,52 0,00 3 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 4 0,00 0,00 0,00 14,29 0,00 NILAI 5 0,00 4,76 0,00 0,00 9,52 6 4,76 4,76 9,52 23,81 23,81 7 4,76 0,00 8 23,81 4,76 9 4,76 10 23,81

syarat wajib sahalat 38,10 0,00 rukun-rukun shalat syarat sahnya shalat sunat-sunat shalat makruh-makruh shalat hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat hukum shalat berjamaah Jumlah dalam persen 38,10 0,00 52,38 0,00 47,62 0,00 80,95 0,00 23,81 0,00 38,10 0,00 38,10 0,00 38,10 0,00 42,86 0,00

19,05 28,57 0,00 0,00 0,00 23,81 9,52 19,05

14,29 14,29 0,00 4,76 4,76 0,00

0,00

0,00

0,00

4,76

19,05

9,52

19,05

0,00

23,81

0,00

0,00

4,76

0,00

0,00

9,52

4,76

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

28,57

0,00

23,81

0,00

0,00

0,00

0,00

9,52

0,00

23,81

0,00

14,29

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

4,76

0,00

57,14

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

42

Grafik Pengetahuan shalat bagi mahasiswa laki-laki
18 syarat wajib sahalat rukun-rukun shalat 14 syarat sahnya shalat 12 sunat-sunat shalat 10 makruh-makruh shalat hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat 2 hukum shalat berjamaah 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

16

8

6

4

43

2.1.1

sebagian terkecil mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan syarat wajib shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.2

sebagian terkecil mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan rukun-rukun shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.3

sebagian terkecil mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan syarat sahnya shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.4

sebagian terkecil mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan sunat-sunat shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.5

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan makruh-makruh shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.6

Sebagian kecil mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan hal-hal yang membatalkan shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.7

Sebagian besar mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan tata cara dan bacaan shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.8

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.9

Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir waktu diharamkannya shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

2.1.10 Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki mendapat nilai sepuluh (10) untuk butir pertanyaaan hukum shalat berjamaah dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

44

3.2 Rekapitulasi poin tanggapan terhadap pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang shalat oleh mahasiswa perempuan
tabel.10 pengetahuan shalat oleh perempuan NILAI 15 18 22 23 23 18 27 20 1 1 3 0 0 1 0 1 3 1 0 3 4 5 1 0 1 0 0 4 0 0 0 0 2 3 4 2 2 3 1 0 0 0 0 0 1 1 3 3 1 4 1 2 1 0 2 1 2 1 0 3 2 1 7 0 3 0 0 3 0 3 2 4 1 0 5 1 3 0 2 7 2 1 3 1 2 2

PERTANYAAN syarat wajib sahalat rukun-rukun shalat syarat sahnya shalat sunat-sunat shalat makruh-makruh shalat hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat hukum shalat berjamaah Jumlah responden 27 18 1 0 4 1 0 0 1 0

0 11

1 0

2 0

0 0

1 1

0 0

1 18

38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38

45

Pengetahuan yang di uji syarat wajib sahalat rukun-rukun shalat syarat sahnya shalat sunat-sunat shalat makruh-makruh shalat hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat hukum shalat berjamaah Jumlah responden 100 100 100 100 100 47,37 0,00 2,63 0,00 0,00 71,05 2,63 10,53 0,00 2,63 52,63 2,63 0,00 0,00 71,05 0,00 2,63 0,00 2,63 47,37 2,63 13,16 0,00 7,89 60,53 0,00 10,53 0,00 5,26 60,53 0,00 7,89 10,53 5,26 57,89 7,89 0,00 0,00 10,53 47,37 2,63 2,63 0,00 7,89 39,47 2,63 7,89 2,63 5,26 0 1 2 3 4

NILAI 5 6 7 8 9 10

0,00

7,89 5,26 18,42

5,26

5,26

0,00

7,89 2,63

0,00 10,53 18,42

0,00

2,63 5,26

7,89

2,63

5,26

0,00 10,53 2,63

0,00

0,00

2,63

0,00

2,63 0,00

0,00 13,16

7,89

2,63

5,26 7,89

7,89

2,63

2,63

2,63

2,63 5,26

0,00

7,89

5,26

0,00 28,95

0,00 2,63

7,89

0,00

5,26

2,63

5,26 0,00

2,63

0,00

2,63

0,00 100

0,00 0,00 100 100

2,63

0,00 47,37

18,42

5,26

5,26

46

Grafik pengetahuan shalat bagi perempuan
30

25

syarat wajib sahalat rukun-rukun shalat syarat sahnya shalat sunat-sunat shalat makruh-makruh shalat

20

15 hal-hal yang membatalkan shalat tata cara dan bacaan dalam shalat 10 macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya waktu diharamkannya shalat 5 hukum shalat berjamaah

0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

47

3.2.1

sebagian kecil mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan syarat wajib shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.2

sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan rukun-rukun shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.3

sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan syarat sahnya shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.4

sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan sunat-sunat shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.5

Sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan makruh-makruh shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.6

Sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan hal-hal yang membatalkan shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.7

Sebagian besar mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan tata cara dan bacaan shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.8

Sebagian berimbang mahasiswa perempuan mendapat nilai nol (0) untuk butir pertanyaan macam-macam shalat fardu dan waktu melaksanakannya shalat shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.9

Sebagian besar mahasiswa laki-laki mendapat nilai nol (0) untuk butir waktu diharamkannya shalat dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

3.2.10 Sebagian berimbang mahasiswa laki-laki mendapat nilai sepuluh (10) untuk butir pertanyaaan hukum shalat berjamaah dan sebagian terkecil mendapat nilai 0

48

Kesimpulannya adalah baik lak-laki maupun perempuan sama-sama kurang pengetahuan shalatnya tapi dari data yang diperoleh maka perempuan sedikit lebih menguasai pengetahuan tentang shalat. 4. Rekapitulasi persentase absen shalat berjamaah bagi mahasiswa 4.1 Rekapitulasi persentase absen shalat berjamaah bagi mahasiswa laki-laki

No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Jumlah persentase Rata-rata persentase

Februari
90,7 96 66,7 90,7 97,3 90,7 77,3 94,7 96 97,3 82,7 73,3 89,3 92 100 74,7 86,7 100 50,7 68 89,3 1804,1

Maret
38,7 97,3 96 94,7 96 85,3 90,7 86,7 92 92 92 66,7 88 94,7 73,3 74,7 57,3 33,3 73,3 42,7 100 1665,4

April
38,7 97,3 96 94,7 96 85,3 90,7 86,7 92 92 92 66,7 88 94,7 73,3 74,7 57,3 33,3 73,3 42,7 100 1665,4

Mei
77,3 94,7 86,7 68 90 53 64 89,3 78,7 100 92 65,3 93,3 90,7 85,3 57,3 78,7 90,7 48 41,3 98,7 1643

85,91

79,30

79,30

78,24

49

Grafik rekap persentase absen shalat berjamaah bagi mahasiswa laki-laki dari bulan Februari 2010-Mei 2010
88.00 86.00 84.00 82.00 80.00 78.00 76.00 74.00 Februari maret april mei

4.2 Rekapitulasi persentase absen shalat berjamaah bagi mahasiswa perempuan

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Februari 100 98,7 100 98,7 100 100 97,3 70,7 98,7 93,3 98,7 93,3

Maret 97,3 97,3 94,7 92 96 96 92 97,3 94,7 97,3 97,3 98,7

Apri 93,3 93,3 70,7 92 98,7 86,7 100 92 98,7 93,3 90,7 93,3

Mei 96 93,3 96 92 90,7 81,3 93,3 89,3 90,7 97,3 98,7 92

50

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Jumlah persentase Rata-rata persentase

84 94,7 100 64 94,7 97,3 100 94,7 98,7 92 97,3 12 100 100 98,7 100 100 100 94,7 100 100 100 97,3 97,3 97,3 97,3 3561,4

73,3 88 98,7 88 73,3 90,7 89,3 84 92 98,7 84 0 86,7 96 98,7 97,3 80 96 97,3 93,3 100 100 89,3 98,7 97,3 98,7 3439,9

81,3 86,7 96 84 84 85,3 100 92 92 100 93,3 0 96 100 94,7 100 100 100 100 89,3 98,7 100 62,7 100 88 98,7 3425,4

90,7 78,7 94,7 76 82,7 84 89,3 96 96 97,3 94,7 94,7 93,3 94,7 98,7 86,7 88 94,7 97,3 97,3 100 100 84 94,7 97,3 97,3 3509,4

93,72

90,52

90,14

92,35

51

94.00 93.00 92.00 91.00 90.00 89.00 88.00 februari Maret April Mei

Dari data persentase rekap absen terlihat bahwa mahasiswa perempuan lebih banyak kehadiranna untuk mengikuti shalat berjamaah

52

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Sikap menghargai waktu shalat maka laki-laki lebih bisa menghargai waktu datannya shalat 2. Dalam menjalankan tugas terlihat mahasiswa perempuan yang lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya 3. Untuk pengetahuan tentang shalat peneliti melihat bahwa mahasiswa lakilaki maupun perempuan sama-sama masih kurang penguasaannya terhadap ilmu shalat tersebut, namun masih terlihat ada perbedaan tingkatan pengetahuannya yaitu perempuannya sedikit lebih tahu disbanding laki-laki 4. Rekap absen shalat berjamaah dari bulan Februari 2010-Mei 2010 menunjukkan bahwa tingkat kehadiran mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan sama-sama tinggi namun masih terlihat di sana bahwa tingkat kehadiran shalat berjamaah perempuan tinggi disanding dengan laki-laki. jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat kedisipianan shalat berjamaah antara laki-laki dan permpuan B. Saran Peneliti disina memberikan saran supaya ilmu tentang shalatnya lebih ditingkatkan karena tanpa ilmu ibadah apapun tidak berarti apa-apa. Karena Rasulullah pernah bersabda bahwa ibadah yang dikerjakan hanya 1 kali tapi dengan ilmu lebih baik dari ibadah seribu kali.

53

54

55

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->