Supari Muslim, dkk.

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3
Penulis

Untuk SMK
: Supari Muslim Joko Puput Wanarti R

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUS t

:

17,6 x 25 cm

MUSLIM, Supari Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK /oleh Supari Muslim, Fahmi PoernJoko, Puput Wanarti R ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vii, 580 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B dst ISBN : 978-979-060-097-3 ISBN : 978-979-060-100-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan hidayahnya sehingga penulisan buku dengan judul: Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini dapat kami selesaikan sesuai dengan jadwal waktu yang diberikan. Buku Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini terdiri dari 13 Bab, yaitu: Bab I : Pendahuluan, berisi tentang pembangkitan tenaga listrik, jenis-jenis pusat pembangkit listrik, instalasi pada pusat pembangkit listrik, masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik, sistem interkoneksi, proses penyaluran tenaga listrik, dan mutu tenaga listrik. dan diuraikan juga mengenai pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab II : Instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik, berisi tentang instalasi pada pusat pembangkit listrik, jenis peralatan, prinsip kerja, pemeliharaan dan perbaikannya, termasuk di dalamnya berisi keselamatan kerja, latihan dan tugas. Bab III : Masalah operasi pada pusat-pusat listrik, berisi tentang cara pengoperasian dan pemeliharaannya pada pusat-pusat listrik, dan keselamatan kerja. Bab IV : Pembangkit dalam sistem interkoneksi, berisi tentang operasionalisasi dan pemeliharaan pada sistem interkoneksi, latihan dan tugas. Bab V : Manajemen pembangkitan, berisi tentang: manajemen biaya operasi, manajemen pemeliharaan, suku cadang, laporan pemeliharaan, dan laporan kerusakan, latihan dan tugas. Bab VI : Gangguan, pemeliharaan dan perbaikan mesin listrik, berisi tentang gangguan, pemeliharaan, dan perbaikan mesin listrik. Materi yang disajikan berbasis kondisi riil dilapangan dan didalamnya juga berisi format-format yang berlaku di perusahaan, latihan dan tugas. BAB VII : Pemeliharaan sumber arus searah, berisi tentang: pemakaian baterai akumulator dalam pusat pembangkit listrik dan pemeliharaannya, gangguan-gangguan dan pemeliharaan mesin listrik generator arus searah, latihan dan tugas. Bab VIII : Sistem pemeliharaan pada pembangkit listrik tenaga air, berisi tentang kegiatan pemeliharaan generator dan governor, pemeliharaan transformator, alat pengaman, pemeliharaan accu, keselamatan kerja, latihan dan tugas. Bab IX: Standart operational procedure (SOP), berisi tentang beberapa SOP pada PLTU, pengoperasian, pemeliharaan pusat pembangkit, SOP genset, pemeliharaan genset, latihan dan tugas. Bab X: Transformator tenaga, switchgear, pengaman relay (proteksi), sistem excitacy, unit AVR, dan pemeliharaannya serta latihan dan tugas. iii

Bab XI: Crane dan elevator/lift, berisi tentang: tentang jenis motor yang digunakan, sistem pengereman, sistem kontrol, sistem instalasi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan crane dan lift. Selain itu juga berisi tentang cara pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab XII: Telekomunikasi untuk industri tenaga listrik, berisi tentang klasifikasi telekomunikasi untuk industri tenaga listrik, komunikasi dengan kawat, komunikasi dengan pembawa saluran tenaga, rangkaian transmisi, komunikasi radio, komunikasi gelombang mikro, pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab XIII Alat-alat ukur, berisi tentang prinsip kerja, cara penggunaan dan pemakaian, cara pemeliharaan alat ukur pada sistem tenaga listrik serta latihan dan tugas. Selain ke tiga belas bab di atas, pada lampiran juga dibahas tentang undang-undang keselamatan kerja dan penaggulangan kebakaran yang terkait dengan pembangkitan tenaga listrik. Kesemua isi dalam ke tiga belas bab mencerminkan secara lebih lengkap untuk mencapai kompetensi program keahlian pembangkitan tenaga listrik, walaupun tidak setiap sub kompetensi diuraikan sendirisendiri tetapi juga saling berkaitan, tetapi isi buku materi telah membahas: Dasar Dasar Kelistrikan dan Elektronika, Memelihara Instalasi Listrik Unit, Memelihara Peralatan Elektronik, Memelihara DC Power, Memelihara Peralatan Komunikasi, Memelihara Gen-set, Memelihara Crane, Memelihara Generator, Memelihara Transformator, Memelihara Proteksi, Memelihara Kontrol Instrumen, dan Memelihara Switchgear dan implementasinya. Susunan buku dari awal sampai akhir secara lengkap, seperti yang tercantum dalam daftar isi. Susunan Bab tersebut di atas disusun berdasarkan Kurikulum 2004 beserta kompetensinya, sehingga dengan merujuk kepada referensi yang digunakan, serta Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), buku Teknik Pembangkit Tenaga Listrik berujud seperti keadaannya sekarang. Buku dapat disusun atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan yang berharga ini kami sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan, termasuk ucapan terimakasih disampaikan kepada saudara Indra Wiguna dan Gigih Adjie Biyantoro yang teah banyak membantu. Disadari bahwa isi maupun susunan buku ini masih ada kekurangan. Bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati dan ucapan terima kasih. Penulis

iv

Pembangkitan Tenaga Listrik

DAFTAR ISI
Halaman SAMBUTAN DIREKTORAT PSMK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN A. Pembangkitan Tenaga Listrik B. Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik C. D. E. F. G. H. I. Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem Interkoneksi Proses Penyaluran Tenaga Listrik Mutu Tenaga Listrik Latihan Tugas Iii V vii 1 1 10 14 16 20 21 23 24 24 25 25 43 48 49 72 75 78 81 104 105 108 109 113 116 117 118 122 123 126 129 133 144 144 145

BAB II. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK A. Instalasi listrik Generator sinkron 3 phasa B. Rel (Busbar) C. Saluran Kabel antara Generator sinkon 3 phasa dan Rel D. Jenis-jenis Sakelar Tenaga E. Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) F. Instalasi Pemakaian Sendiri G. Baterai Aki H. Transformator I. Pembumian Bagian-Bagian Instalasi J. Sistem Excitacy K. Sistem Pengukuran L. Sistem Proteksi M. Perlindungan Terhadap Petir N. Proteksi Rel (Busbar) O. Instalasi Penerangan bagian vital P. Instalasi Telekomunikasi Q. Arus Hubung Singkat R. Pengawatan Bagian Sekunder S. Cara Pemeliharaan T. Perkembangan Isolasi Kabel U. Generator Asinkron V. Latihan W. Tugas BAB III MASALAH OPERASI PADA PUSAT-PUSAT LISTRIK

Daftar Isi

vii

A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M. N. O. P.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Unit Pembangkit Khusus Pembangkit Listrik Non Konvensional Bahan Bakar Turbin Cross Flow Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Pemadam Kebakaran Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Latihan Tugas

145 160 180 184 189 198 206 209 211 213 224 225 228 230 234 234 235 235 242 244 246 248 249 252 259 261 262 264 264 265 265 267 271 272 273 280 280 281 281 284

BAB IV PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI A. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M Sistem Interkoneksi dan Sistem yang Terisolir Koordinasi Pemeliharaan Faktor-faktor dalam Pembangkitan Neraca Energi Keandalan Pembangkit Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Prosedur Pembebasan Tegangan dan Pemindahan Beban Konfigurasi Jaringan Otomatisasi Kendala-Kendala Operasi Latihan Tugas

BAB V MANAJEMEN PEMBANGKITAN A. Manajemen Operasi B. Manajemen Pemeliharaan C. Suku Cadang D. Laporan Pemeliharaan E. Laporan Kerusakan F. Latihan G. Tugas BAB VI GANGGUAN, PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN-MESIN LISTRIK A. Gangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan Generator Sinkron B. Gangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Sinkron

viii

Pembangkitan Tenaga Listrik

C. Gangguan, Pemeliharaan, dan Perbaikan Motor Asinkron DPemeriksaan Motor Listrik EGangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Induksi 1 phasa FMembelit Kembali Motor Induksi 3 Phasa GLatihan HTugas BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH A. Pemakaian Baterai Akumulator dalam Pusat Pembangkit Tenaga Listrik B. Ganguan-gangguan dan pemeliharaan Mesin Listrik Generator Arus Searah C. Latihan D. Tugas BAB VIIII SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) A. Kegiatan Pemeliharaan Generator dan Governor Unit I B. Kegiatan Pemeliharaan Transformator I (6/70 kV) C. Kegiatan Pemeliharaan Mingguan ACCU Battery D. Keselamatan Kerja E. Latihan F. Tugas BAB IX STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) A. Umum B. Prosedur Operasi Start Dingin PLTU Perak Unit III/IV C. BFP dan CWP C. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down D. UNIT Start Up Very Hot Condition E. Prosedur Start Kembali Setelah Gangguan Padam Total F. Normal Stop Untuk Electrical Control Board G. Shut Down Unit (Operator BTB) H. Shut Down I. Pengoperasian PadaTurning Gear J. Shut Down Unit (Operator Boiler Lokal) K. Pemeliharaan dan SOP Pada Pusat Pembangkit L. SOP Genset M. Latihan N. Tugas BAB X TRANSFORMATOR DAYA, SWITCHGEAR, RELAY PROTECTION, EXCITACY DAN SYSTEM CONTROL A. Tansformator Tenaga B. Switchgear C. Relay Proteksi

287 293 299 307 345 345 347 347 364 390 390 391 393 395 396 398 399 399 401 401 412 415 417 419 421 422 424 425 426 426 437 449 450

451 451 467 478

Daftar Isi

ix

Pengukuran Frekuensi F. Komunikasi Gelombang Mikro G. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik H. SOAL-SOAL LAMPIRAN 1. Klasifikasi Telekomunikasi Untuk Industri Tenaga Listrik B. G. Crane B.D. Latihan L. UU Keselamatan Kerja LAMPIRAN 2. H. Instalansi Lift/Elevator C. Pemeliharaan Alat Ukur K. Pengukuran Faktor Daya E. Tugas BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik G. Tugas BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK A. Alat-Alat Ukur Digital H. DAFTAR RUMUS LAMPIRAN F. Avometer J. DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN E. Rangkaian Transmisi E. Komunikasi Radio F. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga D. Megger I. Penanggulangan Kebakaran x Pembangkitan Tenaga Listrik . DAFTAR ISTILAH LAMPIRAN C. Komunikasi dengan Kawat C. F. Tugas LAMPIRAN A. Sistem Excitacy Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) Pemeliharaan Sistem Kontrol Latihan Tugas 479 483 489 492 492 493 493 513 520 523 523 524 524 525 526 531 534 538 541 542 542 544 544 548 551 554 559 563 567 579 580 580 582 582 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Latihan I. Pengukuran Daya Listrik D. Latihan E. Amperemeter B. Pemeliharaan Crane dan Lift D. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B. E. DAFTAR TABEL LAMPIRAN D. Pengukuran Tegangan Tinggi C.

Relay Protection. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan. Switchgear. Dalam operasi umumnya. transformator-transformator tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Tansformator Tenaga 1.Pembangkitan Tenaga Listrik 451 BAB X Transformator Daya.1 . Sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV. A. Pemasangan § Pemasangan dalam § Pemasangan luar menurut sistem 2. Klasifikasi transformator tenaga Transformator tenaga dapat di klasifikasikan pemasangan dan cara pendinginannya. Excitacy dan Control System Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dengan frekuensi sama). 1. Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Fungsi dan pemakaian § Transformator mesin (untuk mesin-mesin listrik) § Transformator Gardu Induk § Transformator Distribusi 2) Kapasitas dan Tegangan Contoh transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan daya di atas 1000 MVA ditunjukkan pada Gambar X. dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya.

. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi. yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. transformator sedang. 2.1 Contoh Transformator 3 Phasa dengan Tegangan Kerja di Atas 1100 kV dan Daya di Atas 1000 MVA Dalam usaha mempermudah pengawasan dalam operasi. dan transformator kecil. untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau eddy current. Bagian utama 1) Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi. Cara kerja dan fungsi tiap-tiap bagian transformator Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing a.452 Pembangkitan Tenaga Listrik (a) transformator 1100MVA (b) transformator 4500MVA (c ) Transformator 1000MVA Gambar X. transformator dapat dibagi menjadi: transformator besar.

Untuk kedua keperluan tersebut. sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat § viskositas yang rendah. sehingga kumparan ini berfungsi sebagai alat transformasi tegangan dan arus. agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan pendinginan menjadi lebih baik § titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan baha § tidak merusak bahan isolasi padat § sifat kimia yang stabil . karena minyak transformator mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi dan minyak transformator harus memenuhi persyaratan. dan kumparan tersebut diisolasi.Pembangkitan Tenaga Listrik 453 2) Kumparan transformator Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut. kumparan tertier selalu dihubungkan delta atau segitiga. terutama pada transformator-transformator tenaga yang berkapasitas besar. Pada transformator terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone. 3) Kumparan tertier Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. kapasitor shunt dan reactor shunt. namun demikian tidak semua transformator daya mempunyai kumparan tertier. 4) Minyak transformator Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparankumparan yang intinya direndam dalam minyak transformator. yaitu: § kekuatan isolasi tinggi § penyalur panas yang baik. baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan isolasi padat seperti karton. berat jenis yang kecil. pertinax dan lain-lain. Jika kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menimbulkan induksi tegangan.

5) Bushing Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing.454 Pembangkitan Tenaga Listrik Minyak transformator baru harus memiliki spesifikasi seperti tampak pada Tabel X.895 <40 <25 <800 <1800 >140 >100 <30 < 40 <0. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.(30 C) Titik Nyala Titik Tuang Angka Kenetralan Korosi Belerang Satuan 3 g/cm cSt cSt cSt o C o C mgKOH/g Klas I/ Klas II Jernih <0.2.40 < 0.(15 C) o Kinematik .03 Tidak Korosif Metode Uji IEC 296 IEC 296 IEC 296 Tempat Uji Di tempat Lab Lab 4 5 6 7 8 9 IEC 296A IEC 296A IEC 296 IEC 296 Tegangan Tembus kV/2. Kotoran mgKOH/ g% < 0.1 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru No 1 3 Sifat Minyak Isolasi Kejernihan o Masa Jenis (20 C) o Vikositas (20 C) o Kinematik . .1 di bawah ini. Angka Kenetralan b.10 10 IEC156& IEC 296 IEC 250 IEC 474 & IEC 74 IEC 74 Lab Lab Lab Lab Ditempat/ Lab Ditempat/ Lab Lab Sumber: Crostech Oil Tes Report Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk transformator berkapasitas > I MVA atau bertegangan > 30 kV sifatnya seperti ditunjukkan pada Tabel X. Tabel X.05 Dielektrik Ketahanan Oksidasi a. yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator.5mm > 30 > 50 Faktor Kebocoran < 0.

0 All Voltage G/mm Lab Ditempat/ Lab Lab Lab Lab Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC 5 6 7 8 All Voltage < 0.5 70-170 kV mm < 70 kV > 30 kV/2. pemotongan dan proses pengelasan otomatis.2 .2 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Sifat Minyak Isolasi Tegangan tembus Kandungan Air Tegangan Peralatan Batas yang diperbolehkan Metode Uji IEC 156 ISO 760 IEC 93 & IEC 250 o (90 ) IEC 93& IEC 247 IEC 93 & IEC 247 IEC 296 IEC 296 IEC 296 Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC No 1 2 Tempat Uji Di tempat/ Lab Lab 3 4 Faktor Dielektrik Tahanan Jenis Angka Kenetralan Sedimen Titik Nyala Tegangan Permukaan Kandungan Gas > 170 kV > 50 kV/2.5 > 170 kV mm < 170 kV < 20 mg/L < 30mg/L All Voltage < 0. pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator. Untuk menampung pemuaian pada minyak transformator. untuk membentuk badan tangki bersirip dengan siripnya .5mg/KOH Tidak terukur penurunan maximum o 15 C >15 x103 -1 Nm > 170kV 9 6) Tangki dan konservator Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendan minyak transformator berada atau (ditempatkan) di dalam tangki. Terdapat beberapa jenis tangki. diantaranya adalah: a) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang menjalani penekukan.2.Pembangkitan Tenaga Listrik 455 Tabel X.

Umumnya transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk tangki corrugated. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai panas yang kemudian dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki corrugated ini. yang ditunjukkan pada Gambar X.000.00 kVA.2.456 Pembangkitan Tenaga Listrik berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat bernapas pada saat yang sama. sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat baja bercanai dingin (cold rolled steel sheets). . b) Jenis tangki Conventional Beradiator Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk dibangun sesuai dimensi yang diinginkan. Transformator ini umumnya dilengkapi dengan konservator dan digunakan untuk 25.

2005) c) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined Tipe tangki ini sama dengan jenis conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah kontak antara minyak dengan udara luar .Pembangkitan Tenaga Listrik 457 Keran Pengisi Minyak Bushing) Tangki Arester Radiator Sensor Minyak Kipas Angin Keran pembuang minyak Sensor Tekanan Gas Sensor Suhu Tap Changer Gambar 2 Gambar X.2 Transformator Tipe Conventional Beradiator (Sumber Trafindo.

Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load). d) Indikator Untuk mengawasi selama transformator beroperasi. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara: § Alamiah (natural) § Tekanan/paksaan (forced). sebaliknya bila suhu minyak turun.458 Pembangkitan Tenaga Listrik b. Peralatan Bantu a) Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Permukaan minyak transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus pada minyak transformator. b) Tap Changer (perubah tap) Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah. c) Alat pernapasan Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. Indikator tersebut adalah sebagai berikut: § indikator suhu minyak § indikator permukaan minyak . pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis. maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang berlebihan tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang bergungsi untuk menyalurkan panas keluar transformator. Bila suhu minyak tinggi. maka perlu adanya indikator yang dipasang pada transformator. dan tergantung jenisnya. Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa udara. minyak dan air. akan merusak isolasi transformator. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. gas. maka untuk mencegah hal tersebut. minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut.

alat ini berupa membran yang terbuat dari kaca.Pembangkitan Tenaga Listrik 459 § indikator sistem pendingin § indikator kedudukan tap. Fungsinya adalah mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator. b) Relai tekanan lebih Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relai Bucholz. . dan sebagainya. tembaga atau katup berpegas. Bedanya relai ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT). sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kekuatan tangi transformator. Peralatan Proteksi a) Relai Bucholz Relai Bucholz adalah relai alat atau relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan transformator yang menimbulkan gas. d) Relai Arus lebih Berfungsi mengamankan transformator arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari transformator tersbut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. Pengaman tekanan lebih. plastik. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal. diantaranya adalah: § Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa § Hubung singkat antar phasa § Hubung singkat antar phasa ke tanah § Busur api listrik antar laminasi § Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. c. c) Relai Diferensial Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator.

yaitu: a. Pengujian Rutin Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator. Pengujian jenis terdiri dari pengujian: § pengujian kenaikan suhu § pengujian impedansi . untuk menunjukkan bahwa semua transformator jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin. Pengujian atau pemeliharaan transformator Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian. sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976). Pengujian Jenis Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah transformator yang mewakili transformator lainnya yang s ejenis.460 Pembangkitan Tenaga Listrik e) Relai tangki tanah Alat ini berfungsi untuk mengamankan transfor-mator bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator. b. meliputi: • pengujian tahanan isolasi • pengujian tahanan kumparan • pengujian perbandingan belitan • pengujian vector group • pengujian rugi besi dan arus beban kosong • pengujian rugi tembaga dan impedansi • pengujian tegangan terapan (Withstand Test) • pengujian tegangan induksi (Induce Test). g) Relai Termis Alat ini b erfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan. akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. 3. f) Relai Hubung tanah Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah. Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan temperatur.

Pengukuran tahanan kumparan Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus. untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya. Pengujian rutin Yang termasuk pengujian rutin adalah pengukuran tahanan isolasi. Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya transformator. Pengujian khusus meliputi : § pengujian dielektrik § pengujian impedansi urutan nol pada transformator tiga phasa § pengujian hubung singkat § pengujian harmonik pada arus beban kosong § pengujian tingkat bunyi akuistik § pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak. Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi transformator. d. pengukuran dilakukan antara: • sisi HV-LV • sisi HV-Ground • sisi LV-Groud • X1/X2-X3/X4 (transformator 1 phasa) • X1-X2 dan X3-X4 ) transformator 1 phasa yang dilengkapi dengan circuit breaker. lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil. . juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat.Pembangkitan Tenaga Listrik 461 c. dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pembeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih transformator dari sejumlah transformator yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengujian khusus Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis. e. oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil. Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga transformator. Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger.

phasa b .phasa C . pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap transformator telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group transformator.phasa A b) Transformator 1 phasa Terminal H1-H2 untuk transformator double bushing dan Terminal H dengan Ground untuk transformator single bushing dan pengukuran sisi tegangan rendah c) Pada transformator 3 phasa .462 Pembangkitan Tenaga Listrik Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 Ohm adalah Wheatstone Bridge.55005 atau Cat. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.5 % dari rasio tegangan atau b. Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu. No. g.phasa c . Pengukuran perbandingan belitan Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping.phasa a d) Transformator 1 phasa (terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat). sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki.phasa b . No. 550100-47.phasa B .phasa B . 0. toleransi yang diijinkan adalah: a. Biddle Co Cat. Pengukuran dilakukan pada setiap phasa transformator.phasa c .phasa C . setelah coil transformator diassembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang. f. yaitu antara terminal: 1) Pengukuran pada terminal tegangan tinggi a) Pada transformator 3 phasa . misalnya merk Jemes G. sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge. Pemeriksaan vector group .phasa a . Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR).phasa A .

i. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. Pengujian tegangan induksi Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan transformator. Pengujian tegangan terapan (Withstand Test) Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan. Lama pengujian tergantung pada besarnya frekuensi pengujian dan waktu pengujian maksimum adalah 60 detik. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Standar dari notasi yang dipakai adalah Additive dan Subtractive. Pengukuran rugi dan arus beban kosong Pengukuran dilakukan untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi ( core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las transformator. . Pengujian kebocoran tangki Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen transformator sudah terpasang. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekuensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai dengan standar uji dan dilakukan pada: § sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan § sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan § waktu pengujian 60 detik j. suhu acuan 75ºC. h. k.Pembangkitan Tenaga Listrik 463 Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal transformator positif atau negatif. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka.

b) Pengujian tegangan impulse Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi transformator terhadap tegangan surja petir. Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh. maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada : .464 Pembangkitan Tenaga Listrik l.5 mm setelah purifying Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk hipotronics type EP600CD. yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong. Pada transformator dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi). IEC 158 dan IEC 296 yaitu: > = 30 KV/2.antar lilitan transformator . Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 .1 : 1982.antar layer transformator . Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu. Bila transformator mengalami tegangan lebih. Pengujian jenis (Type Test) a) Pengujian kenaikan suhu Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan transformator yang disebabkan oleh rugi-rugi transformator apabila transformator dibebani.antara coil dengan ground c) Pengujian tegangan tembus oli Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan mengetahui kemampuan dielektrik oli. .5 mm sebelum purifying > = 50 KV/2. pada transformator dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal. Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas transformator sudah cukup effisien atau belum. oli juga berfungsi sebagai isolasi. pengujian dilakukan dengan memberikan arus transformator sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi transformator. Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari transformator.

Shel Diala B dan Oil additional oil hose memiliki merk Univolt 80. yaitu sebagai pendingin d isolator.Pembangkitan Tenaga Listrik 465 Cara pengujian adalah sebagai berikut: § bersihkan tempat contoh oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih § ambil contoh oli yang akan diuji. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala. Tetapi pada praktiknya di lapangan masih ditemui penggunaan dan pencampuran minyak transformator antara merk Shell Diala B dengan Univolt 80. Pemasangan pipa-pipa penghubung antara transformator dengan mesin purifikasi 2. titik nyala. Proses pencampuran minyak transformator shell Diala B dengan Univolt 8. Univolt 80 dan campurannya dilakukan pengujian terhadap tujuh sampel dari minyak baru tersebut. angka kenetralan. Pencampuran Minyak Transformator Shell Diala B dengan Univolt 80 Minyak transformator memiliki dua fungsi yang sangat signifikan. Penambahan minyak transformator dari additional oil hose 5. PLN sebagai perusahaan penyedia an listrik nasional beserta LMK menetapkan bahwa minyak transformator standar yang digunakan di Indonesia adalah Shell Diala B. viskositas kinematik pada 20 derajat celcius. tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula § hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit. Pengel udara dalam pipa 3. usahakan pada saat pengambilan contoh oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sangat sensitive § tempatkan contoh oli pada alat tetes § nyalakan power alat tetes § tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. Berikut adalah langkahlangkah atau proses purifikasi minyak transformator: 1. Pencampuran terjadi ketika minyak transformator di dalam transformator memiliki merk. uji korosi . Pembukaan inlet dan outlet valve 4. Untak mengetahui keandalan dari penggunaan minyak Shell Diala B.0 terjadi pada saat proses purifikasi. Filterisasi Pencampuran kedua jenis minyak ini dilakukan dengan mengacu hasil pengujian atau pemeriksaan terhadap sampel-sampel yang dilakukan di Laboratorium PLN. Sifat yang diuji adalah berat jenis pada 20 derajat celcius. 4.

Hal ini dilakukan dengan bantuan sebuah katup yang terletak di atas cairan isolasi. Bila mengadakan perbaikan dan pemeliharaan sebuah transformator yang perlu dan penting untuk diperhatikan adalah melepaskan transformator dari semua hubungan pada sisi primer maupun pada sisi sekunder. Setelah dilepaskan. Jika bejana akan dibuka karena diperlukan pemeriksaan didalamnya. Keselamatan Kerja Peraturan-peraturan dasar yang menyangkut semua peralatan listrik berlaku pula untuk nsformator dengan berapa ciri khas. Pentanahan ini baru dilepaskan setelah semua pekerjaan selesai. Berdasarkan hasil uji viskositasnya. energi di dalam transformator. Shell Diala B dan campurannya memiliki sifat penyerapan terhadap udara luar yang relatif sama. Walaupun jaraknya lebih jauh. campuran minyak Shell Diala B dengan Univolt 80 dalam berbagai perbandingan termasuk dalam kelas satu. minyak masih berada diantara sifat-sifat kedua minyak. pentanahan bejana transformator diperiksa apakah berada dalam keadaan baik. yaitu: Kode Contoh I Kode Contoh II Kode Contoh III Kode Contoh IV Kode Contoh V Kode Contoh VI Kode Contoh VII Univolt 80 100% Univolt 80 80% Univolt 80 60% Univolt 80 50% Univolt 80 40% Univolt 80 20% Shell Diala B 100%. ini berarti tidak ada pengaruh reaksi antara rninyak Shell Diala B dengan Univolt 80 yang dapat menyebabkan sifat-sifat bergeser dari sifat-sifat awalnya. Maksud melepaskan sisi sekunder menjaga kemungkinan terjdinya suatu umpan balik setelah dilepaskan. alat pembukannya dikunci dalam posisi terbuka.1982. Kedua jenis minyak ini memiliki sifat-sifat awal yang sesuai dengan spesifikasi minyak isolasi berdasarkan SPLN 49-1. Jika . Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B 20% 40% 50% 60% 80% Minyak Univolt 80. Berdasarkan hasil pengupan nampak bahwa sifat-sifat campuran kedua. tegangan tembus dan ketahanan oksidasi (kadar kotoran). harus dan perhatikan bahwa di dalam bejana tidak akan terdapat suatu tekanan. 5. Dari viskositasnya tampak bahwa kedua jenis minyak transformator ini termasuk kelas satu. Pencampuran memiliki perbandingan.466 Pembangkitan Tenaga Listrik pengeringan tembaga. kumparan primer dan skunder dihubungkan dengan tanah untuk menghilangkan kemungkinan masih adanya sisa. Jika mempergunakan sekering kawat lebur ini perlu disimpan untuk menjaga sengaja dipasang lagi oleh orang lain.

Pembangkitan Tenaga Listrik 467 dipergunakan gas. tang dan lain sebagainya tidak tertinggal di dalam jika pekerjaan selesai. agar dijaga dan dibantu oleh seorang lain yang berada di luarnya. mulai bejana transformator harus dikosongkan dan diisi dengan udara bersih.2 Contoh Vacuum Interrupter . Perlu merupakan suatu prosedur tetap bila seseorang memasuki sebuah bejana transformator. dan personil perlu dihindari dari kena uapnya. perlu diperhatikan bahwa semua keadaan telah aman dan baik. setelah pekerjaan selesai dan sebelum disambungkan pada sumber pada sumber listrik. dan yang tepat diperiksa. B. Bahan askarel ini hendaknya jangan terkena kulit karena mempunyai efek. karena uapnya racun. terutama pada mata. Switchgear 1. Transformator yang berisi askarel hendaknya juga jangan dibuka jika masih berada dalam keadaan pahas. Perhatian agar alat-alat seperti obeng. Vacuum Interrupter (VI) Beberapa peralatan pengaman pada system pembangkitan tenaga listrik antara lain adalah Vacuum Interrupter (VI). Sebaliknya disusun suatu daftar peralatan yang dipakai.2. ditunjukkan pada Gambar X. Gambar X. agar hal itu dilakukan ditempat yang mempunyai ventilasi yang baik. Perhatian yang khusus harus diberikan bila transformator mempergunakan bahan askarel sebagai cairan isolasi. hidung dan bibir yang dapat menjadi serius. Jika tidak dapat dihindari untuk membuka transformator dalam keadaan panas.

84kV. 300kV. Switchgear Macam-macam switchgear antara lain adalah Gas Insulated Switchgear (GIS) seperti ditunjukkan pada Gambar X.3 yang memiliki tegangan kerja 550kV.468 Pembangkitan Tenaga Listrik 2.4. 245 kV.3 Gas Insulated Switchgear (GIS) Gambar X. 300 kV.5kV Gambar X. Gas Switchgear Combined (GSC) yang memiliki tegangan kerja 550kV. dan 72.5kV seperti ditunjukkan pada Gambar X.5kV. dan 72. (a) Gas Insulated Switchgear (GIS) 550kV (b) Gas Insulated Switchgear (GIS) 300kV (c) Gas Insulated Switchgear (GIS) 84kV (d) Gas Insulated Switchgear (GIS) 72. 4 (a) Gas Switchgear Combined (GSC) 550kV .

4 (c) Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV Gambar X.Pembangkitan Tenaga Listrik 469 Gambar X.4 (d) Gas Switchgear Combined (GSC) 72. 4 (b) Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV Gambar X.5 kV .

4000A Gambar X.6 (a) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72. 4000A Gambar X.5 menunjukkan Gas Combined Swithgear (GCS) yang memiliki tegangan kerja 550kV.5 Gas Combined Swithgear (GCS) 550kV. 6 menunjukkan C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) Gambar X.5kV .470 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.

5 .Pembangkitan Tenaga Listrik 471 Gambar X.6 (b) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24kV Gambar X. 7 Dry Air Insulated Switchgear 72.6 (c) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 12kV Gambar X.

8 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145kV Gambar X.9 Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72. (liquefaction point: -180 deg C) longer life & Easier maintenance than GCB .472 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.5 kV Current: 1250 to 2000A Rated breaking current: up to 31.5kA Features no usage of SF6 gas no gas-liquefaction in any ambient temp.

5kV current : up to 2000A rated breaking current : up to 31.5kA Features superb interrupting performance compact low pressure of SF6 insulation gas reduction of maintenance and installation costs optimal arrangement of major equipments (VCB.10 Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72. 11 VCS (Vacuum Combined Switchgear) . DS.5kV Gambar X. VT and LA) reduction of installation spac 72. ES BCT.Pembangkitan Tenaga Listrik 473 Gambar X.

5kV . such as out-of-phase breaking high speed re-closing duty server circuit conditions switching capacitors reducted maintenance costs no fire hazard compact and light weight Gambar X. current : 630 to 3150A rated breaking current : up to 25kA/ 40kA Features high performance even in the worst case scenario.474 Pembangkitan Tenaga Listrik voltage : 72. 12 VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door unit voltage : 3.6kV to 36kV Gambar X.13 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit voltage 24 kV .

Arus hubung singkat melewati kemampuan pemutus tenaga (PMT) L a n g k a h p e n c e g a h a n n y a adalah mengganti PMT yang memiliki kemampuan memutus arus hubung singkat yang lebih besar dengan tingkat hubung singkat.14 Oil-Immersed Distribution Transformers voltage : 7. b.15 SF6 Gas-Insulated Transformer 3. Gangguan-gangguan pada Pemutus (Pemutus Tenaga Rusak atau Meledak) Penyebab kerusakan pada pemutus tenaga antara lain adalah: a.2kV to 36kV power : 750kVA to 3000kVA Gambar X.Pembangkitan Tenaga Listrik 475 Gambar X. Kegagalan pada sistem proteksinya Penyebab kegagalan pada sistem proteksi antara lain: 1) Baterai accu tegangannya lemah 2) Relay tidak bekerja dan atau terbakar 3) Pengawatan pada bagian s k u n d e r u n t u k s i s t e m proteksi hubung singkat 4) Kerusakan pada kont ak-kontak dalam PMT 5) Mekanisme penggerak (motor listrik) pada PMT macet .

16 Cast Resin Transformer Gambar X. Gambar X. aluminum optional.6kV . copper) 3-phase 50Hz 10.000kVA 22/6. 17 Sheet-Winding (standard.476 Pembangkitan Tenaga Listrik Langkah untuk mencegah kegagalan antara lain adalah pada sistem proteksi perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh dan secara periodik.

18 Gambar-Gambar Short Circuit Breaking Tests Gambar X.19 Short-Time Withstand Current Test .Pembangkitan Tenaga Listrik 477 Gambar X.

20 Alternating Current Withstand Voltage Test Gambar X. . RELAI PROTEKSI Relai adalah sebuah alat yang bekerja secara otomatis mengatur/ memasukkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya perubahan rangkaian yang lain Relai proteksi adalah suatu relai listrik yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik terhadap kondisi abnormal.478 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.21 Internal Arc Test of Cubicle C.

Trafo tegangan (PT/ Potential Transformer) dan Trafo arus (CT/Current Transformer). sehingga menghasilkan tenaga listrik dan besar tegangan output bergantung pada besarnya arus excitacy. transformator utama. Sistem Excitacy Sistem excitacy adalah sistem mengalirnya pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik. yaitu: (1) Sistem eksitasi dengan menggunakan sikat (brush excitation) dan (2) Sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation). Gambar X. Jka menggunakan sumber listrik listrik yang berasal dari generator AC atau menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) medan magnetnya adalah magnet permanent. Yang dimaksud dengan perangkat sistem proteksi adalah: Relai. . sumber tenaga listrik berasal dari sumber listrik yang berasal dari generator arus searah (DC) atau generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier. Fungsi dan peranan relai proteksi adalah mengamankan operasi peralatan pembangkit dari kecelakaan atau kerusakan yang fatal. transformator bantu dan motor-motor listrik pemakaian sendiri suatu pembangkit listrik. Circuit Breaker. Battery dan Pengawatan.22 Slide Shows D. Sistem eksitasi pada generator listrik terdiri dari 2 macam. Sistem excitacy dengan sikat Sistem excitasi menggunakan sikat.Pembangkitan Tenaga Listrik 479 Relai proteksi pembangkit adalah suatu relai proteksi yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik seperti generator. 1. Disconnecting Switch – PMT/PMB (Pemutus Tenaga dan Pemutus Beban).

sehingga menngkatkan keandalan operasi dapat berlangsung kontinyu pada waktu yang lama 6) Pemutus medan generator (Generator field breaker). merupakan belitan jangkar. Bagian-bagian dari sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) pada PLTU Secara garis besar sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) adalah sebagai berikut: a. Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang. sebagai contoh. tegangan listrik arus bolak balik diubah atau disearahkan menjadi tegangan arus searah untuk mengontrol kumparan medan exciter utama (main exciter). Fungsinya adalah sebagai bahan magnit karena ada arus yang mengalir .480 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam lemari penyearah. field generator dan bus exciter atau kabel tidak diperlikan lagi 7) Biaya pondasi berkurang. Sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) Penggunaan sikat atau slip ring untuk menyalurkan arus excitasi ke rotor generator mempunyai kelemahan karena besarnya arus yang mampu dialirkan pada sikat arang relative kecil. antara lain adalah: 1) Energi yang diperlukan untuk excitacy diperoleh dari poros utama (main shaft). Pilot exciter Pilot exciter merupakan bagian stator exciter. sebab aluran udara dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan pondasi 3. pada generator pembangkit menggunakan system eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). sehingga keandalannya tinggi 2) Biaya perawatan berkurang karena pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terdapat sikat. 2. Untuk mengalirkan arus eksitasi dari main eksiter ke rotor generator menggunakan slip ring dan sikat arang. komutator dan slip ring 3) Pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi karena melekatnya debu karbon pada farnish akibat sikat arang 4) Mengurangi kerusakan (trouble) akibat udara buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan ditempatkan pada ruang tertutup 5) Selama operasi tidak diperlukan pengganti sikat. pada PLTU menggunakan tipe MEC-3200. Keuntungan system excitation tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). demikian juga penyaluran arus yang berasal dari pilot exciter ke main exciter.

Tentunya penyetingan ini telah diatur oleh perusahaan. Kondisi terbuka terjadai pada saat turbin akan berhenti atau mati (triping). Breaker rangkaian medan harus pada kondisi tertutup (close) ketika generator mencapai kecepatan tinggi dengan nilai yang telah diseting. Permanen Magnet Generator (PMG) Permanen Magnet Generator (PMG) seporos dengan poros generator utama sehingga PMG dapat menghasilkan daya apabila generator berputar. Jadi total semua rectifier untuk 3 phasa yang dipergunakan adalah 18 buah karena pada tiap-tiap phasa memiliki 6 buah kirim dan masuk Tegangan dari generator AC yang berfungsi sebagai Exciter disearahkan sebagai sumber Excitacy genartor utama. Sifat kemagnitan ini akan membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada jangkar akibat induksi magnit dan daya yang dihasilkan sesuai dengan nilai kemagnitan yang dimiliki. e. PMG memiliki dua bagian utama. d. Rotating Rectifier Rotating rectifier merupakan rangkaian penyearah gelombang penuh tiga fasa dua arah kirim kembali. Rotating rectifier terletak pada poros utama. b. Field circuit breaker Breaker rangkaian medan (41E) dioperasikan oleh motor listrik yang dioperasikan secara manual. yaitu: 1) Magnit permanen Merupakan bagian rotor dari PMG yang sejenis dengan generator utama yang terbuat dari besi yang memiliki sifat kemagnitan yang kuat atau sering disebut magnit permanent. AC rectifier AC rectifier adalah bagian exciter yang berputar seporos dengan kumparan jangkar generator. 2) Stator Stator merupakan again dari PMG yang tidak bergerak dan berfungsi membangkitkan tegangan AC dan tegangan tersebut dipakai untuk beban. Setiap phasa mempunyai dua pasang rectifier sebagai jalan keluar masuknya arus.Pembangkitan Tenaga Listrik 481 pada kumparan tersebut dengan menggunakan PMG (permanent magnet generator) sebagai sumber tegangan utamanya. c. Generator AC yang berfungsi sebagai AC exciter adalah generator sinkron. pada saat ini turbin beroperasi pada kecepatan rendah kondisi rangkaian breaker pada kondisi terbuka (open) karena generator .

Apabila tegangan tepat diatas 9 V maka output generator akan bertambah besar. tentunya dengan putaran sama. h. Alat ini menyerupai trafo step down dalam fungsinya untuk menurunkan tegangan dari 110 volt menjadi tegangan 6 volt. yang berarti Voltage adjuster (90 R) merupakan alat untuk menseting besar tegangan output generator utama dan juga bila sebaliknya. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. Alat ini berfungsi untuk mengatur atau menseting besarnya masukan pada AVR yang digunakan untuk mengatur besarnya tegangan generator AC.5 KV seperti tegangan Generator pembangkit PLTU Perak saat ini. i. 15V. 13V. . 9V. g. Voltage output Merupakan pengatur tegangan exscitacy. saat ini tegangan output PMG tidak dapat menyuplai tegangan yang dibutuhkan oleh AVR sehingga exsitacy pada generator harus dioperasikan secara manual. Sehingga output generator mempunyai tegangan yang sama untuk memikul beban yang sama pula. yaitu pada saat pembangkit mulai running atau berhenti (triping). dan lain-lain. 9V. Alat ini mengatur atau menyeting besarnya masukan pada AVR yang untuk menentukan besarnya tegangan induksi generator. 15V dan untuk nilai tegangan yang lainnya. yang berarti tegangan tep dipilih 9 V maka tegangan output generator 13. sehingga yang dipilih tegangan 9 Volt. yaitu bila menggunakan dua generator atau lebih. Voltage adjuster (90 R) Merupakan pengatur tegangan excitacy. Yang tentunya alat ini berbentuk tep-tep untuk memilih besar tegangan outpunya. Manual voltage regulator (70 E) Digunakan untuk pengaturan tegangan penguatan secara manual. f.482 Pembangkitan Tenaga Listrik utama tidak berbeban dan tidak membutuhkan tegangan untuk menghasilkan output. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. 12V. Manfaat dari ini adalah untuk menyeimbangkan tegangan induksi generator satu dengan yang lainnya. Cross current compensator (CCC) Cross current compensator dioperasikan pararel pada generator. Biasanya alat ini dioperasikan pada saat AVR belum bekerja secara maksimal akibat belum adanya sumber tegangan untuk bekerja secara optimal. Alat ini seperti halnya trafo step down dikarenakan alat ini menurunkan tegangan dari 110V menjadi 6V. 12V.

Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) 1. Serta mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT). Dan juga sebaliknya apabila tegangan output Generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis. Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan ( excitacy) pada exciter. Ini terdapat suatu indikator tegangan excitacy. : DC 130 V. E. Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan output generator. : Within ± 1 %. AVR dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator (PMG) dengan tegangan 110V. . 20A.Pembangkitan Tenaga Listrik 483 Untuk bekerja 70E ini dengan putar searah jarum jam atau berlawanan. : DC 20A. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan. : AC 125 V 350 420 HZ. Alat ini bilamana diputar searah jarum jam untuk menambah sumber tegangan excitacy dan sebaliknya diputar berlawanan bilamana untuk mengurangi tegangan excitacy. Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. Yang tentunya alat ini seperti regulator pada umumnya dengan cara mengubah jumlah kutub untuk mengubah besar tegangan. 400Hz. Data-data automatic voltage regulator (AVR) pada unit III dan IV sebagai berikut : Model Tipe Regulation Input Voltage Output Voltage Output Current : Of Tyrystor Auxomatic Voltage Regulator System : VRG-PMH II.

Ketika over excitation limiter (OEL) atau minimum excitation limiter (MEL) tidak operasi maka keluaran dari comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan . dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau penguatan tingkat terendah. c. Comparative amplifier Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit dengan set voltage. Bagian-bagian pada unit AVR a. Ini akan dihilangkan dengan cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga selisih/rentang besar tegangan tersebut. Sensing voltage Output voltage of generator Gambar X.23. dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable Resistan).23 Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator b.484 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan output generator. Selisih tegangan disebut dengan error voltage. Keluaran dari comparative amplifier dan keluaran dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan negatif kemudian pada masukan OP201. Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator berbanding lurus seperti ditinjukkan pada Gambar X. Sensing circuit Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati PT dan 90R terlebih dahulu. D12. dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian disearahkan dengan rangkaian dioda. Amplifier circuit Aliran arus dari D11.

f. Limited circuit Limited circuit adalah untuk penentuan pembatasan lebih dan kurang penguatan (excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy. dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. R34 R35 D11 D13 OP201 OP301 D14 Comparative Amplyfier D12 Auto Manual Cange Over and Mixer Circuit OEL MEL Damping Circuit OP401 Balance Meter Gambar X. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor di bawah ini terdapat gambar sinkronisasi .24 Rangkaian Amplifier d. Phase syncronizing circuit Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor.Pembangkitan Tenaga Listrik 485 OP301 masukan dari OP301 dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. Auto-manual change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan penguatan medan generator dilakukan oleh 70E. Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus medan generator. e. VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas minimal dari keluaran terminal C6. OP401 adalah Amplifier untuk balance meter hubungan antara tegangan masuk dan tegangan keluaran dari OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut. Auotomatic manual change over and mixer circuit Rangkaian ini disusun secara Auto-manual pemindah hubungan dan sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator.

Unit tyristor Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. i. Thyristor firing circuit Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada gerbang tyristor. Dan juga menggunakan fuse (sekring) yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari tyristor yang dipasang pada bagian depan tyristor untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika terjadi kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi. MEL (minimum excitacy limiter) MEL (minimum eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator dan adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan.25 Diagram Minimum Excitasi Limiter . Dumping circuit Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya penguatan tegangan dari AC exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back masukan terminal OP301. h.486 Pembangkitan Tenaga Listrik g. Rangkaian ini akan m emberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi minimum. j. Current Fa ctor Ke AVR Voltage Factor Amplifier Gambar X. Rangkaian inijuga digunakan untuk membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang telah diseting. kemudian output dari MEL ( Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier. Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator.

26 Blok Diagram Automatic Follower . Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal tegangan error. Hal tersebut digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal pada rangkaian ini. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya perubahan beban. Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy yang telah disesuaikan. Amplifier Circuit Discrimination Circuit 70E Raising Circuit 70E M 70E Raising Circuit Amplifier Circuit Gambar X. Automatic follower Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan secara manual oleh 70E.Pembangkitan Tenaga Listrik 487 k. Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Automatic Ffollower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol.

27 Diagram Excitacy .488 Pembangkitan Tenaga Listrik CCC 90R MEL AVR 70E Auto-Manual Mixer Automatic Field Follower Tyrister Amplifier Mixer 41E G Generator AC Exciter PMG Gambar X.

Secara spesifik kumparan dan bagian mekanik setiap transformator sama. kontrol . pengawatan rangkaian dan pengotrolan suatu transformator.28 Diagram AVR F. Pemeliharaan Sistem Kontrol Yang dibahas dalam topik ini tentang rangkaian dan kontrol transformator yang meliputi perbaikan relai-relai (proteksi). Contoh: Ada sebuah transformator sistem kontrol magnetis. Lain halnya dengan alat proteksi. tergantung dari tingkat keandaiannya. rangkaian dan pengontrolan suatu transformator sangat spesifik dan satu sama lain berbeda. elektronik/digital dan bahkan kontrol sistem komputer.Pembangkitan Tenaga Listrik 489 Sensing Circuit Comparative Amplifier Amplifier Circuit Auto-Manual Change Over And Mixer Circuit 70E CEL MBL Dumping Circuit Automatic Follower Thyristor Firing Circuit Phasa Syncronizing Circuit Thyristor Firing Circuit G Generator AC Exiter PMG Gambar X.

maka kerusakan terhadap alat proteksi. kontrol dan relai-relai (proteksi) serta buku petunjuk pemeliharaan sangat menentukan dan diperlukan dalam perbaikan transformator. Kerusakan umumnya terjadi pada sambungan kabel pada terminal terlepas dan tahanan pentanahan di atas standar. Kerusakan umumnya pada dudukan kontak utama. Tindakan perbaikan adalah dengan menyetel posisi kontak point dan atau mengganti. mengkalibrasi counter dan menguji serta menyeting regulator dengan relai maupun manual. indikator pendingin. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. bagian mekanik macet. circuit breaker dan pengaman arus lebih. Adapun kerusakan alat proteksi. pendingin dan temperatur. antara lain: a.490 Pembangkitan Tenaga Listrik Jadi disini gamba-gambar rangkaian. dan indikator temperatur tidak menunjuk angka. Kerusakan umumnya pada indikator minyak. b. Selain itu juga memeriksa. sensor indikator pendingin dan sensor temperatur. Tindakan perbaikan adalah dengan m emperbaiki sambungan/terminal pengawatan. kontrol transformator serta perbaikannya. memperbaiki. Dan memperbaiki pentanahan dengan memeriksa elektroda dan mengganti terminal sambungnya. dan mengganti alat-alat sensor permukaan minyak. Kerusakan pada terminal utama dan pentanahan. Apabila pengelolaan perawatan tentang perawatan rangkaian dan terminal transformator dilaksanakan dengan intensif. bongkar pasang bagian mekanik. dan rangkaian Kerusakan pada sumber tenaga dan pengawatan. Kerusakan pada umumnya pada penyambungan pengawatan. 2) Kerusakan indikator minyak. Tindakan perbaikan adalah dengan mengganti terminal sambungan kabel. 1) Kerusakan tap changer (perubah tap). kontrol dan rangkaian transformator tidak akan terjadi. counter dan regulator. bongkar pasang/mengganti circuit breaker dan menguji atau mengganti pengaman arus lebih. memperbaiki atau mengganti pengawatan dan . Tetapi walaupun demikian dapat saja terjadi kerusakan-kerusakan di luar perhitungan.

240 kV tiga trap Prosentase impedansi 3. 5) Alat-alat ukur tidak mununjuk sempurna atau rusak Kerusakan umumnya pada penunjukan yang tidak akurat atau tidak m e n u n j u k d a n t r a n s f o r m a t o r u k u r t i d a k b e r f u n g s i . 4) Kerusakan kontaktor-kontaktor. Transformator I Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 150 kVA Tegangan Primer 5. memperbaiki atau mengganti alat-alat ukur dan memeriksa serta memperbaiki pengawatannya serta memeriksa atau dapat melakukan perbaikan transformator ukur. Data transformator seperti ditunjukkan di bawah ini. memeriksa atau memperbaiki relai-relai serta memeriksa atau memperbaiki serta mengganti penyearah dan pengontrol sumber daya DC serta perbaiki penguatannya.000-6. 3) K e r u s a k a n alarm proteksi. relairelai tidak sesuai setting atau tidak bekerja dan sumber daya DC tidak m e n g e l u a r k a n t e g a n g a n a t a u t e g a n g a n d i bawah n o r m a l . menseting. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. r e l a i . memperbaiki dan atau mengganti kontak point kontaktor. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. limit switch dan terminal control Kerusakan umumnya pada kontaktor. sehingga didpatkan muatan yang seimbang. sumber daya DC dan pengawatannya Kerusakan umumnya pada alarm tidak mengeluarkan sinyal. Bagaimana pengaruhnya terhadap keseimbangan muatan jika dua transformator yang memiliki prosentase impedansi tidak sama.740-6. Tindakan perbaikan adalah dengan mengkalibrasi. memperbaiki alarm. limit switch dan terminal-terminalnya. memeriksa atau menyetel dan memperbaiki limit switch dan memeriksa atau memperbaiki serta mengganti terminalterminal. prosentase impedansi sama.Pembangkitan Tenaga Listrik 491 memeriksa relairelai yang berhubungan dengan indikator. Contoh soal Transformator yang dipararel syaratnya adalah perbandingan tegangan.75% .

4 ZtrafoI ZtrafoII 3.000-6. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung pada rel pengumpul adalah 150 sebesar x 250 = 240kVA 155 G.75 4. Tugas Buat laporan kegiatan yang anda lakukan dan diskusikandengan teman anda dengan didampingi guru .492 Pembangkitan Tenaga Listrik Saklar pada transformator I =6.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 4.000 V Tegangan skunder 231 V Penyelesaian: PI PII 150 100 : = : = 40 : 24.000 V Tegangan skunder 231 V Transformator II Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 100 kVA Tegangan Primer 5.4 x 250 = 90kVA 64.1 Jumlah daya transformator I dan II =150 + 100 = 250 kVA Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator I adalah sebesar: 40 x250 = 155kVA 64. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator II adalah sebesar: 24.4% Saklar pada transformator I =6.740-6. Latihan Laksanakan pemeliharaan transformator. excitacy. dan system pengaman yang ada di bengkel anda dengan bimbingan guru dan teknisi H.

sehingga motor listrik dapat beroperasi secara maksimal. Besar kecilnya daya motor listrik bergantung dari berdasarkan daya beban. dan Crane Derek. 2. Crane Tower. Sedangkan untuk kecepatan putaran yang dipilih adalah bergantung dari berat beban. Namun demikian jika dikehendaki dengan kecepatan putaran yang tinggi. maka tinggal mengubah bentuk belitannya . Pengantar Crane adalah alat untuk pelayan beban mekanis atau muatan yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat benda dan berfungsi juga untuk menggerakkan benda yang diangkat melalui ruangan. Sebagai contoh.Crane dan Elevator (Lift) 493 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Motor listrik untuk mengangkat beban pada crane Motor listrik yang digunakan memiliki dapat diatur arah putarannya. Crane gantung berjalan adalah mesin berjalan mesin yang berjalan di rel yang ditopang oleh bangunan yang memiliki troli dan diperlengkapi dengan kerekan yang berjalan melintang di rel yang bertumpu pada bangnan untuk mengangkat beban. Contoh penggunaan adalah pada PT DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk mengangkat plat baja. Dengan pengontrolan. Pada crane di perusahaan ini menggunakan 3 (tiga buah) motor listrik yang masing-masing satu motor untuk mengangkat beban. Misalnya untuk mengangkat beban dengan kecepatan putaran tunggi atau rendah atau menurunkan beban dengan menggunakan kecepatan putaran tinggi atau rendah. dalam hal ini putaran kanan dan kiri. karena crane yang dimiliki kapasitas 16 ton. maka menggunakan putaran dengan kecepatan rendah. kecepatan putaran dapat diatur. Macammacam crane adalah: Crane Gantung berjalan. crane yang dimiliki PT Dok dan Perkapalan (Persero). pipa dan peralatan kapal lainnya. satu motor listrik untuk keperluan berjalan dan 1 (satu) motor listrik lainnya untuk jalan rel. Crane 1. Sistem kontrol yang dignakan pada crane jenis ini adalah menggunakan pengendal (pengontrolan) dengan kontaktor-kontaktor yang dilengkapi dengan saklar push-button.

494

Pembangkitan Tenaga Listrik

(karena motor listrik yang dimiliki jenis belitannya dahlander) belitannya dahlander dengan tujuan jika bebannya besar.

dan

3. Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor Listrik Dahlander Untuk mengatur hubungan belitan digunakan alat yang disebut main winding menggunakan rangkaian kontaktor. Gambar X.1 menunjukkan gambar pengawatan untuk mengatur kecepatan (rendah dan tinggi) pada motor listrik untuk crane.

Gambar XI.1
Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane
Keterangan gambar K1 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kanan K2 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kiri K3 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kanan K4 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kiri

Crane dan Elevator (Lift)

495

Gambar XI.2
Single Line Diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane

Jika tombol S2 ditekan, kontaktor K1 bekerja karena pada sistem control ini tidak memakai sistem penguncian maka operator harus menekan terus menerus supaya motor listrik dapat bekerja terus menerus juga. Pada kondisi ini, putaran motor listrik kearah kiri. Dengan menekan tombol S terus menerus maka motor akan berputar 4 dengan kecepatan tinggi kearah kanan dengan ketentuan tidak boleh menekan tombol lain selain S4. dan untuk mengoperasikan motor dengan kecepatan tinggi kearah kiri maka kita harus menekan S maka motor 5 akan berputar cepat kearah kiri dengan syarat tidak menekan tombol selain S5. 4. Rumus-rumus yang terkait dengan crane a. Untuk menentukan tenaga atau force gravitasi bumi adalah: F = 9,8m (11-1)
Keterangan: F = Gaya benda(N-Newton) M = masa tau berat (kg) 9,8 = grafitasi bumi

496

Pembangkitan Tenaga Listrik

Contoh: Hitung nilai tenaga pada masa 12 kg Penyelesaian:

F = 9,8m F = 9,8 x12 F = 177,6 N

b. Torsi mekanik T = F.d. (N-m)
F d

(11-2)

Gambar XI. 3 Contoh gambar menentukan torsi mekanik Keterangan: T = Torsi dalam Newton Meter (NM) F = gaya (Force) dalam Newton (N) d = Jarak benda dalam satuan meter

Contoh: Torsi motor pada saat start 150 N -M, dengan diameter pully 1 meter, hitung jarak pengereman jika motor berhenti 2 m dan gaya pengereman Penyelesaian: F = T/R=150/0,5 =300 N Gaya pada saat pengereman dengan jarak 2 meter adalah T = 150/2 = 75 N c. Tenaga Mekanik W = F . d Joule
Keterangan: W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) d = jarak pemindahan benda dalam meter (m)

(11-3)

Contoh:

Crane dan Elevator (Lift)

497

Jika berat benda 50 kg pada ketinggian 10 m seperti ditunjukkan pada Gambar 5 di bawah ini, tentukan gaya dan tenaga pada benda.

Gambar XI. 4 Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik

F = 9,8. m = 9,8.50 = 490 N W = F. d = 490.10 = 4. 900 J d. Daya mekanik P=W.t Watt (11-4)

Keterangan P = daya mekanik dalam Watt (W) W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) t = waktu kerja dalam detik

Contoh: Motor untuk lift dengan berat benda 500 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power, 1 HP = 746 Watt).

Gambar XI. 5

8 x 500 = 4. Daya motor listrik P= nT Watt 9. 6 Contoh Gambar Menentukan Daya Motor Listrik .25 kW P = 12.55= konstanta Contoh Gambar XI.250 /746 = 16.000/12 = 12.55 (11-5) Keterangan P = daya mekanik motor (W) T = Torsi motor (N-m) N = kecepatan motor dalam radial per menit (rpm) 9.4 HP e.900 x 30 = 147.250 Watt = 12.900 N W=F.8.498 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh gambar menentukan daya mekanik Penyelesaian: F = 9.d = 4.000 J Daya motor P = W/t P = 147. m = 9.

000/92 = 163 kW Output mekanik motor = 150 kW Rugi-rugi pada motor P1-Po = 163 kW-150 kW = 13 kW . Penyelesaian: T= F/R = (25-5) x 0.95) = 356 W Motor yang dipilih untuk mengangkat beban adalah 0.1 = 2 N-m P = n. Jari-jari pully 0. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Penyelesaian P1= Po/ ? = 150.5 HP f.Crane dan Elevator (Lift) 499 Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 25 N dan pemberat 5 N.1 m.700 rpm. Efisiensi mesin listrik η= Po x100% P1 (11-6) Keterangan ? = efisiensi dalam satuan persen (%) Po = daya output (W) P1 = daya input Contoh: Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh.95) = 1. Hitung daya output jika putaran motor 1.700 x (2/9. (T/9.

Energi Kinetik Ek =1/2 m.48 x 10 constanta dari (p /1800) (11-8) .500 Pembangkitan Tenaga Listrik g.V2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule M = masa benda dalam kg V = kecepatan benda dalam m/s (meter/detik} (11-7) Contoh: Bus dengan berat 600 kg memindah benda dengan kecepatan 100 km/jam dan berpenumpang 40 orang dengan berat 2400 kg. Penyelesaian Total berat bus M = 6. H itung total energi kinetiknya dan hitung energi kinetik sampai bus berhenti.400 x 27.400 = 8.928 J = 3.82 = 3.400 kg Kecepatan V = 100 km/jam = (100x1000)/3600 detik = 27. Energi kinetik pada putaran dan momen enersi Ek =5.8 m/s Besarnya Energi kinetik Ek =1/2 m.48 x 10-3 Jn 2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule 2 J = Momen Enersi dalam kg-m n = kecepatan putara (rpm) -3 2 5.V2 = ½ x 8.25 Mega Joule (MJ) h.245.000 + 2.

Crane dan Elevator (Lift) 501 Contoh Roda berbentuk tabung dari logam dengan berat 1.8002 = 3.400 kg diameter 1 m dan lebar atau ketinggian 225 mm. Momen inersia b. Hitung a.52)/2 = 175 kg-m 2 b. 7 Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Penyelesaian a.r2 = (1. Pada ring diberi beban 80 kg dan 20 kg Tentukan momen enersi pada roda Gambar XI.400 x 0.8.48 x 10-3 Jn 2 = 5. Momen inersia J = m. Energi kinetik pada roda jika kecepatannya 1.800 rpm Gambar XI. 8 Contoh gambar menentukan energi kinetik pada putaran dan momen enersi pada roda 2 pully . Energi kinetik Ek = 5.48x10-3x175x 1.1 Mega Joule (MJ) Contoh Roda memiliki 2 ring dan poros seperti pada Gambar XI.

6 kg-m 2 Total momen enersi pada roda adalah: J = J1 + J2 = 10 + 0.700 rpm.6 = 10.42 + 0. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N.62)/12 = 0. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh.1 m.502 Pembangkitan Tenaga Listrik Penyelesaian Enersi pada ring luar J1 = m (R12 + R22)/2 = 80 (0. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. .6 kg-m 2 Soal latihan 1. 2. Hitung daya output jika putaran motor 1. Radius pully 0.32)/2 = 10 kg-m 2 Pada ring dalam J2 = m L2/12 = 20 (0.

beban dan friksi motor itu sendiri. Pengereman Motor AC Sebuah motor akan berhenti bergerak bila diputus hubungkan dari suplai daya.Crane dan Elevator (Lift) 503 Tabel XI.1 Momen Inersi Gerak dan Putaran 5. Metode pengereman diterapkan berdasarkan pada . maka memerlukan tindakan pengereman. Apa bila kita berkeinginan mengontrol rate/tingkat gerak motor waktu bergerak pelan atau berhenti. Waktu yang dibutuhkan oleh motor tersebut untuk benar-benar berhenti tergantung pada kelembaman motor.

dan (4) Mengandalkan energi yang dihasilkan motor pada saat motor tersebut digerakkan beban.9 Rangkaian Control Plug .504 Pembangkitan Tenaga Listrik aplikasi. Motor hanya digerakkan dalam satu arah dan harus benar-benar berhenti pada saat tombol stop ditekan.9 ditununjukkan susunan Plug. Dinamik 3. Stop F Start R F OL’s O F4 Zero Speed Switch F R Gambar XI. (3) Dengan menggunakan DC terhadap lilitan motor pada saat suplay ac diputus hubungkan. Mekanik 2. Terdapat berbagai cara agar pengereman motor bisa dilakukan termasuk cara-cara berikut: (1) Dengan memakai perangkat friksi mekanik untuk memberhentikan dan menahan beban. biaya dan hasil yang diharapkan. Pada Gambar XI.daya yang ada. Plug Prinsip kerja dan gambar diagram rangkaian masing-masing metoda diuraikan sebagai berikut: 1) Plug Breaking Plug Braking merupakan pengereman motor dengan cara membalikkan arah motor sehingga motor dapat menghasilkan daya torsi penyeimbang dan membentuk daya perlambatan. kebutuhan akan rangkaiaan. Regeneratif 4. (2) Dengan memberi arus gerak rotasi motor. Empat macam metoda pengereman yang banyak dipakai adalah sebagai berikut: 1.

Secara normal saklar tersebut pada keadaan tidak beroperasi. Pengereman dinamik terkadang disebut juga sebagai pengereman elektronik.Crane dan Elevator (Lift) 505 L1 L2 L3 1 4 6 L L L K1 2 3 5 L L L 1 4 6 L L L K2 2 3 5 L L L M 3~ Gambar XI. Saklar kecepatan nol tersebut dioperasikan dengan motor. Gambar XI. . Pada saat motor berrotasi kontak-kontak saklar menutup dan tetap menutup sampai motor berhenti secara total.10 menunjukkan Rangkaian Daya Plugging.10 Rangkaian Daya Plugging Untuk diperhatikan bahwa saklar kecepatan nol digunakan pada rangkaian ini. 2) Pengereman Dinamik Pengereman Dinamik adalah sebuah metoda pengereman untuk motor induksi AC dengan cara menerapkan sebuah sumber DC pada lilitan stator dari sebuah motor setelah suplai diputus hubungkan.

12.3 kali arus terukur. K1 L3 L2 L1 Step Down orTransfmator 1 3 5 2 4 6 W V U M 3~ 1 3 2 4 6 K2 5 Gambar XI. Single diagram rangkaian daya pengereman dinamik ditunjukkan pada Gambar XI. setelah dilakukan pengereman dinamik. Biasanya sistem mekanik yang harus digunakan untuk menghentikan motor. Pada saat motor digerakkan pada kecepatan sinkron tersebut. Gambar XI. Untuk pengereman dinamik. Sumber DC disambungkan melalui sebuah step-down transformer (penurun tegangan) dan rectifier. Ukuran sebenarnya hanya ditentukan oleh resistansi lilitan stator sehingga tegangan harus berukuran rendah. Pengereman dinamik tidak menghentikan motor secara total tetapi hanya memperlambat motor secara tiba-tiba. motor rotor lilit. motor bertindak seperti sebuah generator induksi dan membentuk daya torsi pengereman. Energi yang dibentuk motor dialirkan kembali menuju saluran suplay. agar bisa menghasilkan daya torsi pengereman yang sesuai maka ukuran sumber dc diperkirakan 1.11 menunjukkan contoh rangkaian daya dan k ontrol pengereman dinamik.11 Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik .506 Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem pengereman ini biasanya digunakan dengan. prinsip penggunaannya sama dengan yang digunakan terhadap motor jangkar hubung singkat (sequirrel-cage). 3) Pengereman Regeneratif Pengereman jenis regeneratif motor AC adalah sebuah sistem pengoperasian dimana motor induksi digerakkan oleh beban diatas kecepatan sinkron.

Gambar XI.12 Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Contoh pengereman regeneratif diterapkan pada Trem.13 Pengereman Regeneratif .Crane dan Elevator (Lift) 507 Gambar XI.13 menunjukkan pengereman regeneratif diterapkan L1 L2 L3 Rectifier DC Supply DC Supply Ke Belitan Penguat DC Machine No. 2 M3~ DC Machine No 1 Lift Counter Weight Gambar XI.

pengereman mekanik adalah cara memberhentikan motor listrik dengan memberlakukan gesekan atau friksi motor. solenoid diberi energi menjaga agar armature atau jangkar tetap tertutup. . Friksi tersebut diterapkan dengan cara yang sama seperti halnya blok rem mobil seperti ditunjukkan pada Gambar XI.14. yaitu blok rem mengunci motor dengan daya kerja pegas.15. pegas tertahan balik sehingga tetap mengerem motor. Spiral dengan sepatu untuk mengunci motor Sepatu Rem Jangkar Selenoid Gambar XI. Rem mekanik dipakai pada sistem pengereman yang ada tidak cukup untuk membawa motor sehingga benar-benar berhenti. dengan rem dinamik tidak akan bisa memberhentikan motor secara total sehingga diperlukan penggunaan rem mekanik menahan motor setelah daya diputus hubungkan. Solenoid rem dapat disambungkan antara dua saluran suplai atau antara satu dari suplai tersebut dan netral. Dengan armature tertutup. Solenoid tersebut disambungkan secara langsung pada saluran suply motor seperti ditunjukkan pada Gambar XI.14 Pengereman Dinamik Rem tersebut bekerja setelah daya hilang. Pada saat daya dihubungkan. Contoh.508 Pembangkitan Tenaga Listrik 4) Pengereman Mekanik Sesuai dengan namanya.

termasuk motor arus bolak-balik dan arus searah. Khusus pada motor sebagai pengangkat beban seperti pada motor area. hanya saja cara kerjanya yang berbeda. maka motor ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan ini. sehingga motor ini harus kuat secara elektrik dan mekanik. Motor crane sering mengalami berulang kali pengasutan. Akan tetapi untuk keluaran nominal dari 200kW atau kurang. Karena perjalanan troli dan perjalanan crane sering tidak memerlukan kendali kecepatan. Pada .Crane dan Elevator (Lift) 509 Gambar XI. kebanyakan dipergunakan motor tak serempak. Karena ditakutkan pada saat motor tersebut menahan beban. pelayanan dan perawatan sederhana dan biaya instalasi rendah. Motor Area 1) Pengereman pada Motor Area Motor yang dipergunakan untuk crane.15 Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL 6. Pengereman mekanik sendiri pada dasarnya hampir sama dengan rem tromol pada kendaraan. pengereman dan pembalikan putaran dan sewaktu-waktu berbeban lebih. beban akan j tuh ke bawah akibat adanya a gaya gravitasi bumi karena tidak adanya pengereman tersebut. pengereman secara mekanik dengan menggunakan friksi mekanik yaitu kampas sangatlah diperlukan sebagai penahan beban apabila motor itu dalam keadaan tidak bekerja.

510 Pembangkitan Tenaga Listrik Motor. penyearah tegangan karena rangkaian magnet (spool) tersebut membutuhkan sumber tegangan DC. dan ada juga yang menggunakan sistem hidrolik. arus juga tidak mengalir pada spul. Jadi pengereman ini mengandalkan pegas untuk mendorong kampas ke pondasi motor. Secara garis besar konstruksi dan pengereman motor area ditunjukkan pada Gambar XI. motor tersebut dilengkapi dengan komponen penghasil magnet.16. Secara otomatis. sehingga kemagnetan pada spool akan hilang. Dalam posisi seperti ini motor dalam keadaan tidak bekerja atau mendapatkan tegangan. cara kerjanya secara elektrik. Spool rem membutuhkan tegangan DC agar supaya dapat menghasilkan magnet yang kemudian menarik besi pendorong kampas sehingga motor tidak berputar dan keadaaan mengerem. Untuk motor yang menggunakan pengereman mekanik seperti yang dijelaskan di atas. motor area akan melakukan pengereman pada saat motor tidak dalam bekeja. Sedangkan pada saat pengereman itu sendiri telah ditekankan di depan bahwa motor dalam keadaan tidak bekerja atau tidak mendapatkan tegangan. kampas terdorong oleh besi pendorong akibat gaya pegas dari pegas yang dipasang sedemikian rupa sehingga kampas rem mendesak pondasi motor dan motor akan mengerem. yaitu dengan cara elektro magnetik.16 Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area 2) Sistem Kerja Perlu ditekankan sebelumnya. Tetapi dalam penjelasan ini dibahas tentang pengereman mekanik dengan cara elektro magnetik. Belitan Stator Pondasi Motor Besi Pendorong 100 VDC As Rotor Sangkar Kampas Rem Pegas Spool Gambar XI. Akibatnya. .

mempunyai laju rendah. 3. Cara ini sesuai bagi motor dengan keluaran sampai sekitar 75 kW. 4.Crane dan Elevator (Lift) 511 Pada cara ini motor pengangkat juga dijalankan untuk penurunan.17 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton . Maka sistem pengereman seperti ini sangat cocok untuk motor area pada crane 10 T yang memiliki spesifikasi sebagai berikut 1. 2. Daya :11 kW Arus nominal: 29 Ampere Tegangan : 380 V AC Frequensi : 50 Hz Putaran : 1450 rpm dan 2940 rpm Gambar XI. akan tetapi mempunyai kerugian remnya mudah aus. 5.

19 Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton Untuk mengangkat Kapal .18 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Gambar XI.512 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.

pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman. mulai dari PHB utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Salah satu ujungnya diikat ada sangkar (lift cabine) sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas. yaitu sebesar 45% lebih.Crane dan Elevator (Lift) 513 B. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan cabine lift tidak memerlukan tenaga yang besar d) Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk). Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang bdigerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz dengan tenaga 3 sampai dengan 5 PK dan bahkan dalam perkembangannya dayanya lebih besar. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box yang dipasang: a) Cabine lift berukuran 1400x350x2100mm . satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift.20. 1) Bagian-bagian Lift Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift dan elevator adalah: a) Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi susunan gedung b) Sangkar Lift Cabine berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman c) Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. turun ke bawah selanjutnya diikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar. Dalam cabine lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. Instalasi Lift/ Elevator Pemberian tenaga listrik pada lift dan atau elevator harus berasal dari cabang tersendiri. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar XI. baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. Untuk menjaga keselamatan para penumpang.

000kg+45% x 2 ton=2. Untuk kapasitas daya yang lebih tinggi maka jumah lantai yang dapat dilayani lift lebih besar atau banyak g) Instalasi lift melayani bebarapa lantai pada contoh ini. lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti.514 Pembangkitan Tenaga Listrik b) Kekuatan penumpang maximum 6 orang (450 kg) dan atau bergantung kapasitas daya lift c) Kecepatan lift 45m/menit d) Pintu lorong dan pintu cabine memiliki daun pintu sendiri-sendiri berupa pintu ginsir atau yang terbaru hanya pintu lorong e) Diantara pintu tersebut masih ada pintu pengaman f) Motor listrik sebagai penggeraknya memiliki daya 2. 50 Hz. sedang pada kedudukan paling bawah. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada kereta api) .5 PK. 3 phasa.202 kg b. dan 1450 rpm. Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman berganda d. e. 380V. Pada saat cabine berkedudukan di tempat yang paling atas. Penentuan berat cabine dipengaruhi oleh berat cabine ditambah dengan 45% muatan = 2. masih ada ruang bebas setinggi 175 cm. Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah. masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm c. dan bergantung jumlah lantai bangunan 2) Macam peralatan dan pengaman pada lift a. masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga.

dan lain-lainnya. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik. Pada saat lift berhenti. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu cabine terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika. Pada cabine terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. pintu lorong dan pintu cabine akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang. Pada cabine terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.Crane dan Elevator (Lift) 515 f. sumber tegangan mati. g. pintu macet. .

20 TP Konstruksi Lift .516 Pembangkitan Tenaga Listrik PT KM Tiga alur kabel baja TP P Pintu PP DC A BP B C D Pintu PPN Balancee Gambar XI.

21 di halaman berikut. .Crane dan Elevator (Lift) 517 Keterangan Gambar XI.20 PT PP TP PPN KM DC BP TP A B C D E KB : : : : : : : : : : : : : : Piringan traksi untuk 3 kabel baja Piringan pengatur jalannya sangkar cabine (tempat beban) Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman Piringan penegang Kamar mesin tepat di atas lorong lift Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem Batang peluncur Tonggak pengaman Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B Tabung besi cor Kerangka cabine bagian atas (frame atas) Pegas (pir) penyerap getaran Moer pemasang pegas atau pir dengan kunci pengaman Kabel baja Contoh gambar pengawatan pada lift ditunjukkan pada Gambar XI.

Pemeliharaan Crane dan Lifft .21 Contoh Pengawatan Lift C.518 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.

Pekerjaan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pada sistem mekanik. dalam hal ini pemeriksaan sistem pelumasan antara talang atau ril sebagai landasan meluncur dari gesekan crane dan lift. baik pengaman mekanik maupun pengaman sistem kelistrikan serta pengaman manusia. pemeriksaan keausan dan kekerasan baut mur sistem mekanik b. Periksa bagian cabine. Jika pegasnya sudah lembek. Bersihkan talang atau ril landasan gerakan dan beri pelumasan c. segera lakukan penggantian dan jika teromol remnya sudah aus segera lakukan penggantian h. Periksa ikatan pada cabine. diantaranya adalah: a. baik pada crane maupun lift. Segera lakukan perbaikan jika ditemukan bagian yang tidak beres. meliputi pemeriksaan sistem pelumas. sistem kelistrikan dan sistem keamanan manusia serta kesehatan dan keselamatan kerja 1. Selain itu ruang gerak untuk pekerjaan pemeliharaan lift lebih kurang leluasa. Pemeliharaan rel sebagai tumpuan. Pemeliharaan pada sistem mekanik Pemeliharaan sistem mekanik. putar kanan kiri dan naik turun. Apakah kekuatan mekanis cabine masih memenuhi syarat dan apakah gerakan cabine tidak terhalang oleh benda lain . Pemeliharaan sistem mekanik maju mundur. meliputi pemeriksaan kelenturan kawat baja dan jika sudah kering beri tambahan pelumas sehingga kelenturannya meningkat d. Selain pemeriksaan juga dilakukan pembersihan pada landasan luncur atau pacu dan ril. Periksa bagian sistem pengereman (khususnya pengerema mekanik) dan pengereman mekanik maupun elektrik. periksa apakah rem sudah aus dan kekerasan pegas apakah masih cukup atau sudah lembek dan apakah gerakannya tidak terhalang benda lain. hanya jika pada lift sistem pengamannya lebih banyak. Jenis pengereman dan prinsip kerja serta komponen lainnya g. pemberat dan kelengkapan lainnya. Periksa kawat baja. Apakah masih kuat atau sudah mengalami kelembekan ikatan f. karena jika tidak ditangani akan cepat menyebar ke kawat lainnya e. apakah ikatan cukup kuat atau sebaliknya. Jika pengereman dengan menggunakan sistem mekanis. apakah sudah ada bagian kawat yang sudah terputus sebagian.Crane dan Elevator (Lift) 519 Pemeliharaan crane dan lift secara umum hampir sama. Pemeliharaan kawat baja penarik.

2. apakah masih memilki kekuatan sesuai dengan benda yang diangkut dan atau dipindahkan j. Laporan disampaikan secara tertulis dan lisan kepada atasan langsung untuk mendapat perhatian dan di analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan m. baik bagi keselamatan dan keamanan manusia maupun keamanan barang yang diangkat dan atau dipindahkan. Sistem pengaman. Jika sudah mengalami penurunan lakukan perbaikan k. prosedurnya sesuai dengan pemeliharaan yang ada dalam bab lain buku ini . tang dan lainnya.520 Pembangkitan Tenaga Listrik i. multi tester. Pemeliharaan pada sistem kelistrikan. Pemeliharaan pada generator pembangkit listrik. Kerusakan pada sistem k elistrikan akan berdampak pada sistem mekanik serta dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan benda yang diangkat dan dipindahkan serta keselamatan benda di sekitarnya 3. obeng. Gunakan tool kit untuk teknisi listrik agar peralatan lebih lengkap dan digunakan berdasarkan kebutuhannya b. tespen. Periksa kecepatan sistem penggeraknya. Pelihara bagian motor listrik (sesuai prosedur) yang ada untuk pemeliharaan motor listrik di bab lain buku ini c. Pemeriksaan pada sistem pengaman pintu keluar masuk barang dan manusia (khusus untuk lift) dan apakah pintu darurat masih bekerja dengan optimal atau tidak l. palu. Pemeliharaan sistem kelistrikannya Pemeliharaan pada sistem kelistrikan sangat diperlukan dan diharuskan karena jika tidak dipelihara akan terjadi kerusakan. Periksa pada sistem penggeraknya. meliputi: a. Lakukan perbaikan ringan maupun sedang dengan diketahui dan disetujui atasan langsung Pemeliharaan dilakukan secara rutin tiap hari karena jika tidak dilakukan faktor resikonya sangat tinggi. lakukan pemeriksaan apakah pengaman masih dapat bekerja dengan sempurna menggunakan alat kerja listrik (tespen. apakah sudah mengalami penurunan yang besar atau tidak. Selain itu kerusakan mekanis akan berdampak pada kerusakan pada sistem kelistrikannya dan sebaliknya. Buat laporan secara tertulis kegiatan pemeliharaan dan kejadiankejadian yang ditemui sesuai format yang sudah disediakan selama pada saat pemeriksaan atau pemeliharaan.

dan melakukan pemeliharaan lebih mudah serta memperkecil faktor kelupaan bekerja dengan peralatan yang lengkap c. g. karena lebih mudah pemeliharaan. Keselamatan kerja Keselamatan kerja sangat perlu diperhatikan dan ditaati dalam bekerja atau beraktivitas lainnya. Pemeliharaan pada sistem instalasi. Sediakan dan pelihara peralatan serta kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja e. yang perlu diperhatikan adalah apakah tahanan isolasi. termasuk lift macet 4. Pemeliharaan sistem pengendali crane atau lift.Crane dan Elevator (Lift) 521 d. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. sepatu pengaman b. lakukan penggantian kabel. sambungan dan pengawatannya masih rapi atau tidak. diantaranya adalah helm pengaman. Lakukan pemeriksaan besarnya sumber tenaga listrik. baik sumber listrik arus bolak balik sebagai penggerak motor maupun sumber listrik arus searah dan penyearah karena sumber listrik arus searah sebagai sumber listrik bagi sistem alarm dan lampu indikator dan keperluan lainnya. Pemeliharaan sumber tenaga listrik. karena jika tidak dipelihara juga berpengaruh pada kinerja sistem. Lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan. . Periksa alat komunikasi. kaca pengaman. Pemeriksaan sambungan diperlukan karena jika kurang kuat akan terjadi loncatan bunga api dan akan berpengaruh pada sistem kelistrikan e. Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan crane dan lift. Bekerjalah dengan peralatan yang memadai (bawa toll kit). pengontrolan kelengkapan. Pemeriksaan terkait dengan besar tegangan sumber apakah terjadi kenaikan atau penurunan karena jika terlalu tinggi dapat merusak peralatan kelistrikan dan kontrol serta indikator dan alrm serta penerangan. alarm. Apakah kinerja sistem pengendali masih baik atau mengalami kerusakan f. Pakai seragam kerja sesuai dengan standart yang ditentukan. dan lampu indikator yang ada pada cabine lift karena ada kemungkinan gangguan darurat pada cabine. Pemeliharaan sebaiknya dilakukan pada saat crane dan lift tidak beroperasi d. Jika tahanan isolasi sudah rendah. Jika terlalu rendah maka kinerja sistem tidak optimal. baik SOP untuk manusia di tempat kerja maupun SOP peralatan yang dipelihara dan diperbaiki.

048.sudut = 32πmeter.43kg / menit 960 Kecepa tan 2π ϖ m = 60 .522 Pembangkitan Tenaga Listrik D.ϖ 2 m 2 2 114.0227kgm 2 90 m 1.m. Sabuk ini akan bekerja terus menerus dengan kecepatan 1. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.0227 kg/m E.Tentukan momen pada poros motor listrik Penyelesaian Pada saat panjang saat panjang sabuk 90 meter dengan kecepatan 1.rad / sec Momen = 1 1 2 . J 114.11 = 0.5 = 90 = 60 det t= momen 60.048.11. 2. Lakukan tugas praktik kerja lapangan di industri perbaikan dan pemeliharaan lift atau pada kantor dan sejenisnya yang memiliki teknisi crane dan lift serta dan buat laporan kegiatan . Panjang sabuk 90 m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. 2 Jelaskan langkah dan tata cara pemeliharaan dan perbaikan pada crane dan lift. Latihan 1.026 kg/jam. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1.5 m/detik dengan dibebani 60. v = .5 m/detik untuk memindahkan beban seberat 1000.72 = 5.026 60 = 1000.5 m/s Jadi momen inersia pada poros motor listrik adalah 0. Tugas 1. J .72 J = 5.5m/detik.43 kg v s 1.

gardu (substation). Telekomunikasi untuk kebutuhan ini sistemnya tidak boleh digunakan bersama dengan kebutuhan lainnya. antara lain adalah penyediaan dan kebutuhan. dan lainnya. sistem telekomunikasi harus tetap dapat bekerja dengan sempurna. untuk pemeliharaan dan untuk keperluan administratif. Jenis telekomunikasi yang digunakan adalah telekomunikasi dengan kawat bagi sistem tenaga yang kecil dan telekomunikasi dengan radio atau dengan pembawa saluran tenaga Power Line Carrier (PLC) bagi sistem tenaga listrik yang besar. . operasi.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 523 BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Bahkan perlu disediakan suatu sistem telekomunikasi cadangan. Komunikasi untuk Pembagian Beban Komunikasi untuk pembagian beban digunakan dengan maksud untuk memungkinkan pembagian beban secara cepat dan tidak terganggu. pengamanan dan pemeliharaan. 2. yaitu komunikasi untuk pembagian beban (loaddispatching). telekomunikasi lewat pembawa PLC. bencana alam atau bencana-bencana lainnya. saluran distribusi dan lainnya berjalan dengan baik dan lancar. Sistem telekomunikasi ini dapat dibagi menjadi 3 macam. saluran transmisi. Jaringan telekomunikasi merupakan sistem syaraf dalam pengelolaan perusahaan. Makin maju perusahaan makin penting adanya fasilitas yang dapat diandalkan dan komunikasi yang cepat dan handal. Komunikasi radio mobil sangat berguna dalam pemeliharaan saluran transmisi. Komunikasi untuk Pemeliharaan Komunikasi untuk pemeliharaan dengan maksud agar komunikasi antara pusat listrik (power station). Klasifikasi Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik Yang termasuk dalam telekomunikasi untuk industri tenaga listrik adalah semua fasilitas telekomunikasi yang diperlukan dalam pengelolaan perusahaan tenaga listrik. Dalam keadaan terjadi gangguan pada sistem tenaga. Fasilitas peralatan telekomunikasi yang sesuai untuk pembagian beban adalah komunikasi radio. 1.

60 kHz dengan jumlah saluran bicara antara 1-3. Jenis-jenis fasilitas telekomunikasi yang ada pada industri tenaga listrik secara bagan dapat. Komunikasi dengan kabel dipakai karena stabilitasnya lebih terjamin dibandingkan dengan komunikasi lewat saluran udara. Komunikasi dengan Kawat 1. interferensi dari saluran tenaga terhadap kawat komunikasi. yakni sistem transmisi suara dan sistem transmisi pembawa.524 Pembangkitan Tenaga Listrik 3. 2. Komunikasi untuk Administratif Komunikasi untuk keperluan administratif digunakan dalam hubungan antara kantor pusat. komunikasi jenis ini masih dipakai pada jarak pendek karena pertimbangan ekonomis.1. Kelemahannya adalah komunikasi dengan kabel lebih mahal dan lebih menyulitkan apabila terjadi kerusakan.1. angin topan. Saluran Telekomunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat tidak sesuai untuk pemakaian pada rangkaian yang penting atau pemakaian jarak jauh. banjir. Beberapa keterangan mengenai kabel telekomunikasi ditunjukkan pada Tabel XII. karena karakteristik kelistrikannya lebih baik dan lebih kuat. kantor daerah dan kantor cabang. Sistem transmisi suara dilakukan dengan cara menyalurkan arus listrik untuk komunikasi sesuai dengan frekuensi suara. Sistem Transmisi Alat Komunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat dapat dibagi menjadi dua sistem. Saluran udara dapat dipasang pada tiang-tiang yang khusus dan dapat dipasang pada tiang-tiang yang juga dipakai untuk keperluan lain. Pada sistem transmisi pembawa dengan menyalurkannya sesudah mengubah frekuensi suara menjadi frekuensi gelombang pembawa.dilihat pada Gambar XII. B. gempa. karena pengaruh yang besar dari angin ribut. Meskipun demikian. Saluran telepon yang dipasang pada tiang saluran tenaga berupa kabel. Kadang-kadang yang dipakai untuk keperluan terakhir ini adalah saluran komunikasi cadangan guna tugas-tugas tersebut terdahulu. Dengan menggunakan tiang distribusi sebagai saluran udara telekomunikasi maka biayanya lebih murah. . Frekuensi untuk komunikasi pembawa adalah antara 3 . misalnya tiang distribusi. Sering saluran komunikasi untuk pemeliharaan digunakan juga untuk keperluan administratif.

Sistem ini sekarang jarang digunakan. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Telekomunikasi dengan pembawa saluran tenaga (PLC) adalah komunikasi dengan cara arus pembawa (carrier current) ditumpukkan (superposed) pada saluran transmisi tenaga. Jangkauan frekuensinya berbeda untuk setiap Negara. dimana rangkaian penala (termasuk kapasitor pengait) dikaitkan secara seri dengan saluran transmisi dan jenis yang kedua adalah sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penyaring (filter) pengaitan peralatan. yaitu dimana karakteristik penyaluran syarat lewat pembawa digabungkan dengan karakteristik penyaluran tenaga pada tegangan tinggi diperlukan peralatan pengait (link coupling equipment). Sistem pengaitan (coupling system ) diklasifikasikan menurut pengaitan induktif dan pengaitan kapasitif. C. maka jebakan ini diserikan dengan saluran transmisi tenaga untuk memperbaiki karakteristik penyaluran gelombang-gelombang pembawa. antara 10 sampai 500 kHz. Untuk memungkinkan komunikasi dengan cara ini secara effisien. sehingga saluran tenaga imenjadi rangkaian transmisi frekuensi tinggi. Sistem ini dipakai untuk mengaitkan peralatan PLC dengan saluran transmisi pada frekuensi tinggi. Karena jebakan saluran (line trap) merupakan impedansi tinggi terhadap frekuensi pembawa. . disingkat PLC) dan komunikasi radio.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 525 Untuk komunikasi pembawa dapat dipakai saluran udara maupun kabel. tetapi pada industri tenaga listrik lebih senang menggunakan komunikasi dengan pembawa pembawa saluran tenaga (Power Line Carrier. Ada dua jenis pengaitan dengan kapasitor yaitu sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penala (tuning type). Pengaitan induktif lewat udara menggunakan penghantar yang dipasang sejajar dengan jarak tertentu dari saluran transmisi.

526 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.1 Bagan jenis-jenis fasilitas telekomunikasi pada industri Tenaga listrik .

7 (Standart) 2.75 (Standart) 1.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 527 a.000 M?/Km Di bawah 50 µF/Km AC 2.000 V untuk 1 menit AC 1.7 dB/Km Di bawah 29.1 Karakteristik dan Struktur Kabel Telekomunikasi Hal Tahanan Isolasi Tahanan Penghantar Antara penghantar dalam dan luar Antara penghantar luar dan kulit luar Impedansi Karakteristik Attenuasi Tahanan Penghantar Tahanan Isolasi Kapasitansi Elektrostatik Antara Penghantar Antara Penghantar dan Tanah (tanpa perisai) Antara Penghantar dan Perisai Antara Perisai dan Tanah Antara Kawat Penolong dan Tanah Impedansi Karakteristik 1 KHz (? ) 10 KHz 30 KHz Attenuasi (dB/Km) 1 KHz 10 KHz 30 KHz Karakteristik Di atas 10 M?/Km Di bawah 20.000 V untuk 1 menit AC 4.000 V untuk 1 menit AC 4.000V untuk 1 menit AC 3.000 V untuk 1 menit 450 (Standart) 150 (Standart) 130 (Standart) 0. Karakteristik Listrik Tabel XII.7 ?/Km AC 3.000V untuk 1 menit Antara 73+5 Ω −1 Tegangan Ketahanan (Withstand) Di bawah 3.2 (Standart) .0 ?/Km Di atas 10.000 V untuk 1 menit AC 2.

3 mm Soft copper wire braid 2.5 mm Standar 13.5 0.2 mm (7/0.0 2.9 0.220 c. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Tabel XII.5 2.9 0.3 2. Struktur Kabel PVC Tabel XII.528 Pembangkitan Tenaga Listrik b.0 2.9 0.9 0.9 0.5 14 18 20 23 27 34 240 335 455 570 820 1.2.5 0.0 2.5 0. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Hal Penghantar Dalam Isolasi Penghantar Luar Sarung Vinyl (sheath) Berat Material Diameter Luar Material Tebal Diameter Luar Material Tebal Standart Diameter Luar Standar Soft copper berlilit Kira-kira 1.4mm) Polyethyline (field type) Kira-kira 3 mm Standart 7.1 2. Komunikasi dengan pembawa saluran tenaga Diameter Luar dari Penghantar (mm) Tebal Isolasi Polythylene (mm) Tenal Vinyl Seath (mm) Diameter Luar (mm) Berat Kira-Kira (kg/km Jumlah Pasangan 5 10 15 20 30 50 0.3.5 0.2 mm Maksimum 14 mm Kira-kira 220 kg/km .5 0.9 0.

2 Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) .Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 529 (a) Diagram Peralatan Pengait Ke Peralatan PLC CC G KS Dr Penyaring Pengait Feeder Pengaitan Fasa ke Tanah CC 600? -75? Dr G KS C KS Alat Pelindung 400? -75? C KS P1 F1 F2 F1 Ars P1 Feeder P1 F1 P1 F1 Ars P1 Feeder CC Dr Dr 130? Penyaring Pengait Feeder Alat Pelindung G KS Pengalihan Fasa ke Fasa (b) Diagram Rangkaian Kapasitor Pengait LT L1 (c) Diagram Rangkaian Wide band Type Line Trap Gambar XII.

Sistem kedua ini sekarang banyak dipakai seperti ditunjukkan pada Gambar XII.I mH. Kerugian pada daerah frekuensi yang diteruskan (passing band) 1 .5 dB ke bawah. Kapasitor pengait memisahkan saluran transmisi dari peralatan PLC dan bersama penyaring pengait merupakan jaringan empat kutub yang meneruskan frekuensi tinggi. kapasitor pengait (Coupling Capacitor).600 Ohm.2 (b).530 Pembangkitan Tenaga Listrik Keterangan Gambar XII. Rangkaian Transmisi Peralatan pengait (Coupling Equipment) dalam Gardu terdiri dari jebakan saluran (Line Trap).002 uF. Sebagai penyaring dipakai "band-pass filter". Rangkaiannya dari jenis trafo seperti ditunjukkan pada Gambar XII. Contoh rangkaiannya ditunjukkan dalam Gambar XII. Induktansi kumparan utamanya kira-kira 0.2 CC CF LT LS CB F P PL PS KS O. Jebakan saluran terdiri dari kumparan utama yang meneruskan frekuensi siaga.1. . P1 .1 . P 2. alat penala yang memberikan impedansi frekuensi tinggi yang dikehendaki serta arester yang melindungi peralatan.001-0.2. Yang dipakai adalah kapasitor kertas terisi minyak dengan kapasitansi elektrostatis 0. sedang impedansi frekuensi tingginya memiliki tahanan effektif antara 400 .2. ARS Dr F1. dan penyaring pengait (Coupling Filter). D. F2 LC Kapasitor pengait (Coupling Capacitor) Penyaring Pengait (Coupling Fixer) Jebakan saluran Pemilah Pemutus Beban Feeder Alat Pelindung Peralatan Komunikasi Pembawa (PLC) Sumber Tenaga Listrik Saklar Pengetanahan Arester Drive Coil Sekring Main Coil PLC dengan saluran dilakukan melalui penyaring pengait dan kapasitor pengait.

Contoh spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel XII. .3. Untuk ke empat sistem ini karakteristik transmisinya berbeda. Peralatan PLC yang dipakai adalah jenis satu saluran dan jenis tiga saluran. Namun harga-harga berikut ini dapat dipakai sebagai patokan: Untuk pengaitan fasa-tanah Untuk pengaitan antar-fasa Z = 400 ? Z = 600 ? Gambar XII. diambil 5 dB.3.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 531 Ada 4 sistem rangkaian transmisi PLC seperti ditunjukkan pada Gambar XII. Impedansi frekuensi tinggi dari saluran transmisi berubah menurut komposisi rangkaian dan konstruksi salurannya.3 Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Lx adalah rugi tambahan dalam pengait fasa-tanah (dB).

532 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII. 4 Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Tabel XII.4 Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) .

Pancaran gelombang radio VHF (30 . gelombang pantulan (reflected wave) dalam jarak yang masih dapat dilihat (with in line-off-sight distance). Komunikasi Radio Telekomunikasi dengan pesawat radio banyak juga dipakai dalam industri tenaga listrik. Spesifikasinya berubah dengan frekuensi kerja yang digunakan. Dalam hal demikian. yaitu frekuensi tinggi sekali (VHF) ke atas.300 MHZ) merupakan pancaran dengan gelombang langsung (direct wave). yaitu kira-kira 100 km di luar jarak yang dapat dilihat. banjir) dibandingkan dengan komunikasi melalui kawat.70 MHz dan 150 . . terutama karena keunggulannya dalam keadaan bencana alam (angin topan.5 Frekuensi yang paling sering dipakai adalah antara 40 .Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 533 E.160 Hz. maka komunikasi ini tidak dapat dipakai untuk jarak jauh. Penggunaannya tetap akan memegang peranan penting. Namun. Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio tertera pada Tabel XII. dan gelombang lenturan (diffracted wave) di luar jarak yang dapat dilihat (beyond line-of-sight-distance). misalnya bila jalan pancaran itu dipotong oleh gunung yang ideal. Karena jarang ada pancaran ionosfir untuk gelombang pendek. sering kekuatan medan gelombang lenturan besar sekali. komunikasinya dimungkinkan untuk jarak jauh.

534 Pembangkitan Tenaga Listrik Tabel XII.5 Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio .

5 Contoh Peralatan Radio .Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 535 Gambar XII.

penerima dan antena radio ditunjukkan pada Gambar XII.6 saluran (CH).6 Contoh Pemancar Komunikasi radio VHF dari stasion ke stasion digunakan untuk kepentingan lokal dengan I .536 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.5 dan Gambar XII. Contoh pemancar.6 .

disingkat UHF) dan 3. Komunikasi Gelombang Mikro Jangkauan frekuensi untuk komunikasi dengan gelombang mikro (microwave) adalah 300 – 3. 2. meskipun ada juga yang menggunakan batas 1. disingkat SHF). Frekuensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan listrik adalah frekuensi sekitar (band) 400 MHz. sistem ini banyak dipakai guna komunikasi radio mobil untuk pemeliharaan saluran tenaga di sekitar kota).7 Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan F.4. Telekomunikasi dengan gelombang mikro digunakan untuk saluransaluran komunikasi yang terpenting yang memerlukan saluran bicara banyak. Frekuensi UHF ke atas dinamakan gelombang mikro.000-30.000 MHz dan 7. yaitu untuk komunikasi antara stasiun dengan rangkaian komunikasi multiplek di bawah 24 saluran (CH). Dalam hal demikian. karena harga kapasitor pengait dan jebakan saluran pada .Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 537 Gambar XII.000 MHz (dinamakan ultra-high frequency. Spesifikasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi radio pada frekuensi sekitar 400 MHz ditunjukkan pada Tabel XII. Akhir-akhir ini.000 MHz. Dibandingkan dengan komunikasi PLC. komunikasi gelombang mikro lebih murah. biaya pembangunan dengan metoda komunikasi yang lain. Keuntungan yang lain adalah bahwa berisiknya sedikit. mutu suaranya baik dan keandalannya tinggi.000 MHz (dinamakan super-high frequency.000 MHz. Pancaran gelombangnya terbatas pada jarak yang dapat dilihat. Cara kerjanya sama dengan komunikasi VHF.

antena reflektor tanduk atau antena parabolis. untuk memungkinkan pemantulan gelombang menurut arah tertentu digunakan reflektor logam datar yang digunakan reflektor pasif. Sebagai saluran penghubung (feeder line) dipakai kabel koaksial untuk frekuensi sekitar 2. Kecuali itu. Karena pertimbangan ekonomis antena yang terakhir banyak dipakai oleh perusahaanperusahaan listrik. bila saluran bicaranya enam atau lebih. Di angkasa bebas (free space). Setiap antena ini dapat disesuaikan dengan kearahan (directivity) yang teliti dan perolehan daya yang tinggi. sedang penuntun gelombang (wave guide) persegi. Fluktuasi ini dinamakan geiala menghilang (fading). komunikasi gelombang mikro lebih ekonomis dan lebih stabil.538 Pembangkitan Tenaga Listrik komunikasi PLC mahal. Seperti terlihat pada Gambar XII. eliptis. Gelombang-gelombang radio yang direfieksikan kemudian dipancarkan ke depan dengan arah yang tepat. pengaruh apapun terhadap pancaran gelombang tidak ada. Makin jauh jarak pancaran gelombang radio dan makin tinggi frekuensinya.6. Rangkaian itu juga harus direncanakan dengan memperhitungkan terjadinya rugi pancaran karena gejala menghilang tadi. antena parabolis (parabolic antenna) terdiri dari reflektor parabolis dan radiator primer yang meradiasikan gelombang-gelombang ke reflektor. Reflektor ini biasanyaberukuran 3 m x 4 m. atau bulat dipikai untuk frekuensi sekitar 7. Oleh karena itu. untuk PLC dibutuhkan peralatan yang penguatannya besar karena besarnya tegangan berisik korona terutama pada tegangan tinggi.000 MHz.000 MHz. Sebagai antena gelombang mikro digunakan lensa elektromagnetik. kedudukan geografis) serta pengaruh gelombang pantulan (reflected). kelembaban. stasion radionya harus diletakkan di tempat dimana gejala menghilang tidak akan banyak terjadi. makin besar gejala menghilangnya. Peralatan telekomunikasi gelombang mikro terdiri dari pesawat pemancar dan penerima radio. Gelombang mikro dipancarkan menurut garis lurus (seperti cahaya). tekanan udara. bahwa rugi pancaran antara titik pancaran dan titik penerima berubah-ubah tergantung dari refraksi di udara (yang merupakan fungsi dari suhu di tanah.8. Dalam pembangunan rangkaian gelombang mikro. Seperti terlihat pada Gambar XII. Ciri telekomunikasi gelombang mikro dimungkinkan oleh mutu antena ini. pesawat pengulang (repeater) dan alat frekuensi . Ini berati. 4 m x 6 m atau 6 m x 8 m. Oleh karena itu pancaran gelombang mikro terbatas pada pancaran gelombang langsung dalam batas jarak yang dapat dilihat (kecuali pancaran gelombang terpencar di troposfir).

mengambil bagian videonya.8 Lintasan Gelombang Mikro yang Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Panah Menunjukkan Lintasan Gelombang . Contoh pesawat pengulang keadaan padat (solid state) ditunjukkan pada XII. Sistem terakhir ini jarang dipakai oleh perusahan-perusahaan listrik. Dewasa ini semua peralatan ini sudah ditransistorkan.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 539 pembawa. mendemodulasikannya. yang menguatkan gelombang mikro yang diterima sesudah mengubah frekuensinya menjadi VHF. Pesawat pengulang menggunakan sistem relai detektif (detective relay system ) yang menerima gelombang mikro.8. lalu memancarkannya kembali sesudah memodulasikannya lagi. lalu memancarka kembali sesudah merubah frekuensinya menjadi gelombang mikro. Gambar XII. Ada juga sistem heterodin.

Pemeliharaan antene juga berkaitan dengan pengecekan posisi antene dan arah antene. sedangkan kualitas suara berkaitan dengan k ejelasan atau suar jelas dan tidak banyak noise Pemeliharaan antene diantaranya adalah melakukan pengecekan arah antene dan atau parabola. . membersihkan permukaan antene yang berasal dari bahan almunium dari kotoran debu dan pengaruh kelembaban terhadap permukaan antene. Selain itu pemeliharaan pada antene penerima dan antene pemancar. Karena gerakan angin maka dapat mempengaruhi posisi dan arah antene. Kualitas sinyal berkaitan dengan kekuatan suara. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik Pemeliharaan alat komunikasi lebih ditekankan pada pemeliharaan alat yang menghasilkan tenaga listrik DC sebagai sumber tenaga alat komunikasi. sehingga memerlukan pemeliharaan rutin. Hal ini terkait dengan kualitas suara dan sinyal.540 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII. 9 Bagian-Bagian Pemancar (A ) Antena Reflektor Pasif Parabola (B) Gelombang Mikro G.

Selain itu. Pemeriksaan dan pemeliharaan pada alat komunikasi jenis kabel juga memerlukan perhatian. Tugas Buat laporan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang telah anda lakukan dan selanjutnya lakukan diskusi dengan didampingi guru. H. baik terhadap debu maupun korosi dan oksidasi.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 541 Pengecekan pada baterai pada pesawat penerima juga sangat memerlukan pemeliharaan. Hal ini juga berlaku untuk alat komunikasi yang lebih canggih. tingkat keregangan pegas penjepit baterai pada pesawat penerima. Latihan Lakukan pekerjaan mekanis dan elektronik untuk memelihara sistem peralatan komunikasi yang ada di sekolah dengan bimbingan guru dan teknisi bidang sistem telekomunikasi I. Pemeriksaan dan pemeliharaan alat pendingin pada peralatan pemancar merupakan masalah yang penting juga pada alat komunikasi. alat pemancarnya cepat panas dan bahkan dapat terbakar sehingga dampaknya sangat besar terutama alat komunikasi untuk kebutuhan pemeliharaan. Kegiatan pada pemeliharaan alat komunikasi melalui kawat diantaranya dapat dilakukan mealalui pemeriksaan kawat yang digunakan. penggantian jika kondisi kawat sudah cacat dan atau terluka. pemeriksaan pada kontak-kontak sambungan kawat juga harus dipelihara. . karena jika alat pendingi tidak bekerja dengan baik. tetapi dalam pemeliharaannya banyak terkait dengan program dan tidak memerlukan pekerjaan mekanik yang banyak. termasuk pembersihan kontak-kontak baterai.

542 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Arus nominal transformator sebesar 5 A. sehingga harus menggunakan alat transformator arus. 60 Hz dengan isolasi untuk tegangan 36 kV . 2. Transformator Arus Transformator arus harus memiliki tingkat kepresisian yang tinggi sehingga rasio arus primer dan skunder konstan. khusunya untuk mengukur arus listrik yang besar dan sistemnya menggunakan tegangan tinggi. Transformator arus tersebut berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik dan selanjutnya diukur dengan amperemater. Pengertian ampermeter Ampermeter adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian berbeban. 100 A/5 A untuk line sedang Gambar XIII. tetapi pada bagian ini hanya dibahas Alat Ukur yang berkaitan secara langsung dengan pusat pembangkit listrik. Gambar XIII. Batas ukur amperemeter masih terbatas di lapangan. Ampermeter 1.Alat Ukur Listrik 543 BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK Alat ukur listrik banyak macamnya.1 menunjukkan contoh pengukuran arus dilengkapi transformator arus. 400 A/5 A. Transformator arus digunakan untuk mengukur dan memonitor arus line dan juga digunakan untuk hubungan ke relai dan terhubung pada sisi skunder. Transformator arus memiliki rasio 150 A/5 Transformator arus cukup aman untuk digunakan pengukuran line jaringan transmisi tegangan tinggi. A. Gambar XIII. dan besarnya arus yang terukur bergantung pada besarnya arus primer line. Karena transformator arus hanya digunakan untuk pengukuran dan sistem proteksi.2 menunjukkan desain transformator arus 500 VA. maka dayanya antara 15 VA sampai dengan 200 VA.3 menunjukkan transformator arus 50 VA.

2 Desain Transformator Arus 500 VA.1 Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Gambar XIII. . 100 A/5 A untuk Line 230 kV Contoh Transformator dengan 500 VA. 36 kV dihubungkan pada tegangan AC antara line dan netral tegangannya 14.544 Pembangkitan Tenaga Listrik Tegangan Line 69 kV Ip Primer Transformator Arus BEBAN Skunder Is A Amperemeter 0 -5 A Gambar XIII. Ampermeter.4 kV. 400 A/5 A.

2 Ohm.2/80 = 52.R = 3. E2 = I .5 x 1. Drop tegangan pada primer Penyelesaian: a. Arus skunder b.Alat Ukur Listrik 545 relai dan sambungan kabel pada sisi skunder dengan total impedansi 1. 400 A/5 A.5 mV Gambar XIII.2 = 4. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV .3 Transformator Arus 50 VA.2 V Rugi tegangan pada sisi skunder adalah 4. Tegangan primer = 4. Hitung: a. Rugi tegangan terminal skunder c.5 A b. Perbandingan arus I1/I2 = 400/5 = 80 A Perbandingan belitan N1/N2 = 1:80 Arus skunder = 280/80 = 3.2 V c. Arus transmisi 280 A.

Alat tersebut sedang dipasang pada line dengan arus line 100 A pada setiap saat.4. Gambar XIII.5 Transformator toroida tersambung dengan bushing. Toroida CT sederhana dan digunakan pada tegangan rendah.1.4 Transformator Toroida 1. Posisi konduktor primer panjang berada d ( LV) dan tegangan menengah dengan isolasi dalam ditengah. Toroida memiliki perbandingan transformasi N dan CT memiliki rasio 1000 A/5 A dan 300 belitan pada belitan skunder. Gambar XIII.546 Pembangkitan Tenaga Listrik Selain transformator arus seperti ditunjukkan pada Gambar XIII. Laminasi berbentuk ring poros inti.000 A/5A untuk Mengukur Arus Line . ada jenis lain tentang transformator arus. yaitu transformator arus toroida seperti ditunjukkan pada Gambar XIII.

400/115) = 13. Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi digunakan alat bantu transformator tegangan. hitung tegangan dan arus line. Penyelesaian Besarnya tegangan line adalah E = 111 x (14. Pengukuran Tegangan Tinggi Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi tidak dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan skala voltmeter dan demi menjaga keselamatan manusia. rating arus transformator 75/5 A digunakan mengukur pada line transmisi.Alat Ukur Listrik 547 Gambar XIII.900 V Besarnya arus line adalah I = 3 X (75/5) = 45 A B. Jika voltmeter menunjuk 111 V dan ampermeter menunjukkan 3 A.5 Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Contoh Transformator tegangan 14.400 V/115 V. .

6. 50/60 Hz dengan tingkat kepresisian 0.5 kV. Tegangan belitan skunder 115 V dengan tegangan pada masing-masing . 80.6 Transformator Tegangan pada Line 69 kV Hubungan antara jumlah belitan primer dan skunder terhadap besarnya tegangan primer dan skunder pada transformator tegangan dirumuskan sebagai berikut: N 1 E1 = N2 E2 Keterangan N1 adalah jumlan belitan primer N2 adalah jumlan belitan skunder E1 adalah jumlan tegangan primer E2 adalah jumlan tegangan skunder (13-1) Contoh transformator tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. Contoh transformator tegangan yang digunakan untuk mengukur tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII.7. Pada sisi tegangan tinggi jumlah belitannya lebih banyak jika dibandingkan jumlah belitan pada sisi skunder. Jumlah perbandingan belitan primer dan skundernya adalah 60:1 Tegangan Line 69 kV Primer Transformator tegangan Skunder V Voltmeter AC 0-150 V Gambar XIII.000 VA. dengan menggunakan perbandingan belitan.548 Pembangkitan Tenaga Listrik Transformator tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan pada sisi tegangan tinggi (primer) menjadi tegangan rendah (skunder). Terminal primer berada pada bushing yang dihubungkan pada tegangan tinggi dan dihubungkan pada ground. Besarnya daya 7.3% dan BIL 650 kV.

tinggi porselin bushing 1.000 V dan ampermeter dengan range 2.7 Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh bentuk voltmeter dengan range 9.Alat Ukur Listrik 549 tap 4 V dengan tinggi 2565 mm. Gambar XIII.8 Gambar XIII. 500 A produksi General Electric ditunjukkan pada Gambar XIII.880 mm dengan oli 250 L dan berat 740 kg.8 Contoh Bentuk Amperemeter dan Volmeter .

Cos f . Cos f watt. Lihat skema gambar pengukur daya pada Gambar XIII. Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. Dalam uraian secara perhitungan. untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E .550 Pembangkitan Tenaga Listrik C. besarnya daya (P) adalah: P = E . I. Pengukuran Daya Listrik Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper).9 Kontruksi dasar Watt Meter Keterangan : L – medan lapan (spool arus) P – medan putar (spool tegangan) Gambar XIII. 3 Watt untuk daya arus bolak–balik tiga phasa. Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika faktor daya atau cos f diperhitungkan.10 Pengukur Daya (Watt-meter 1 phasa) . I. Gambar XIII.9. Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai.

12 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Gambar XIII.11 Pengukur Daya (Watt-Meter 1 Phasa/3 Phasa) A Gambar XIII.13 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa .Alat Ukur Listrik 551 Gambar XIII.

15 Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 2 Wattmeter Gambar XIII.16 Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat .14 Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Gambar XIII.552 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

. prinsip seperti pengukur Watt. Pengukuran Faktor Daya Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f ). Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi. Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah.17 Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi D.I (13-2) Keterangan: P = daya dalam satuan watt V = tegangan dalam satuan volt I = arus listrik dalam satuan amper Pengukuran Cos f berdasarkan pada dasar–dasar gerak listrik dapat dianggap sebagai Pengukuran kumparan silang. Kumparan didalamnya terdiri dari kumparan arus dan kumparan tegangan. Untuk menghitung Cos f dengan menggunakan rumus: Cos f = P V . memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan.Alat Ukur Listrik 553 Gambar XIII.

Cos f Gaya pada kumparan S2 besarnya.18 Alat Pengukur Cos F Gambar XIII.Cos f Q = C2.I sin α (13-3) (13-4) (13-5) .554 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam proses pengukuran Cos f . prinsip pengukuran bukanlah dituntut hasil yang persis.I1. Gambar XIII.VI. Menurut petunjuk–petunjuk dari pembuat atau yang memproduksi alat ukur. K1= C1. K2=C3. kesalahan yang diizinkan adalah dua derajat. sudut skala penunjukan.I2 I3.V.Cos (90–f ) = C4.19 Kopel yang Ditimbulkan Pada kumparan S1 bekerja suatu gaya.I3.

sinf . Gambar XIII.I.V.19. Gambar XIII. memberi penunjukan yang langsung berbanding 2 lurus dengan f .cos α Atau tg α = C. M2=C6.20 Pengukur Cos F dengan Kumparan Tegangan yang Tetap dan Inti Besi . tg .V.I. cos f sin α Kopel k2 adalah.Alat Ukur Listrik Kopel yang ditimbulkan oleh k1 adalah. Kalau arus mendahului. M1 = C5. dimana kumparan S2 dengan jarumnya berhenti di muka sudut negatif f berarti di sebelah kiri dari garis tengah yang tegak. f 555 (13-6) (13-7) (13-8) Akibatnya bahwa dengan jarum yang dihubungkan dengan kumparankumparan yang dapat bergerak dan yang sikapnya selalu sesuai dengan kumparan S . kopel ditimbulkan oleh gaya I2 dari I3 karena itu kedua gaya kopel bekerja bersama–sama.

556 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.22 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Gambar XIII .20 Gambar XIII.21 Diagram Vektor Ambar XIII.23 Cosphimeter dengan Azas Kumparan Silang .

24 Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Gambar XIII.28 Sambungan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa .26 Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-Garis Gambar XIII.25 Skala Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.27 Sambungan Cosphimeter 1 phasa Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 557 Gambar XIII.

Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB.p 120 (13-9) Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis.30 Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga E. Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika. . tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik mudah merakitnya. dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya. tertera rumus: Frekuensi f = n. Frekunsi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang temukan.558 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. Pengukuran Frekuensi Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik. Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. Mengapa getaran ini perlu diketahui. Penyambungan frekuensi meter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan. mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz. Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik. Perlu diingat pada teori dasar dari generator listrik.29 Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.

bila jarak dari perbedaan frekuensinya 0.31 menunjukkan sistem kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. Getaran dapat dilihat pada tipe lidah bergetar. Gambar XIII. Gambar XIII. memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik.32 menunjukkan prinsip kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. telah ditetapkan bahwa amplitudo dari defleksinya akan menurun sampai kira–kira 60%. Frekuensi meter Lidah Bergetar Gambar XIII.32 Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar . masing–masing memiliki perbedaan frekuensinya. salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi. Gambar XIII.31 Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Dalam perencanaan susunan lidah–lidah bergetar. dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik. Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar.Alat Ukur Listrik 559 1. relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya. 25 Hz dari frekuensinya.

Arus yang mengalir melalui kumparan M1 dan M2 adalah I1 dan I2 . dan frekuensi yang akan diukur dapat diketahui pada skala petunjuk.Φ. atau dibawah 50 Hz.Φ m .560 Pembangkitan Tenaga Listrik Gaya yang bekerja pada lidah–lidah bergetar berbanding lurus dengan kuadrat dari fruksi magnet yang tetap Φ yang disebabkan oleh fluksi magnet permanen dan fluksi arus bolak–balik Φ m . Agar daerah petunjukkan dapat lebih . dalam daerah pengukurannya.33.cos 2 ?t (13-10) 2. Maka rasio dari I1 dan I akan berubah secara monoton dengan frekuensi–frekuensi 2 yang berubah diatas.32) dengan demikian: (Φ + Φ m . 33 Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Alat ukur frekuensi dengan skala penunjukkan sering dibuat sebagai alat ukur rasio (elektro dinamis) lihat Gambar XIII. disuperposisikan kepadanya (Gambar XIII.sin ?t) 2=Φ 2 +½ Φ m +2. Maka petunjuk akan bergetar sesuai dengan rasio tersebut.Sin ? t–½ Φ m . Alat ukur frekuensi lidah bergetar atau tipe alat ukur rasio terbatas. Konstanta–konstanta dipilih sedemikian rupa. Sin ?t. Alat Pengukur Frekuensi dari Type Rasio Gambar XIII. sehingga menyebabkan arus–arus mempunyai resonansi pada masing–masing 42 Hz.

C.at ukur amper pada setiap periode. V (13-11) Karena terdapat suatu hubungan yang linier abtar I dan f.134. maka alat pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi.Alat Ukur Listrik 561 besar. dan demikian arus I yang mengalir melalui alat ukur amper diberikan I = f. Gambar XIII. maka sumber daya yang dipergunakan sebagai yang diperlihatkan Gambar XIII. I = f.V mengalir melalui a.35 Kontruksi Frekuensi Lidah . Karena terdapat suatu hubungan antara I dan f. maka muatan C.V. C. maka pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi. Gambar XIII.34 Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis Pengisisan-Pengosongan Kapasitor Cara kerja alat ukur Bila kontak–kontak dari relai pada gambar terbuka atau menutup pada frekuensi f . Arus yang melalui meter amper.

38. W p mempunyai sejumlah kumparan yang banyak dan mempunyai penampang kawat spot yang kecil dibandingkan dengan penampang kawat spot arus.N. menyebabkan terjadinya arus–arus putar yang berbanding lurus terhadap n.co? = Km .V. Lihat Gambar XIII. Bila kepingan alumunium berputar dengan kecepatan n. Arus–arus putar ini akan Φ memotong gari–garis fluksi Φ m . maka D hubungan di bawah berlaku: Kd.m didalam kepingan alumunium tersebut.562 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.I. Wp adalah lilitan kumparan tegangan.V.? .Cosf =Km.37. dan hasil dari Wp adalah fluksi magnet Φ 2 antara arus yang melalui W c dan W p berbeda 90o. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik 1. dan Cc adalah inti kumparan arus. sambil berputar D akan memotong garis–garis fruksi qm dari magnet permanen. terjadi momen gerak TD yang berbanding lurus terhadap daya beban yang diperlihatkan dalam persamaan. bila Φ momen tersebut yaitu T dan Td ada dalam keadaan seimbang. karena alat ukur ini mempunyai peralatan yang berprinsip kerjanya. Wc adalah arus (lilitan arus). arus 1 mengalir melalui Wc mengakibatkan terjadinya fluksi Φ 1.36 Skala Frekuensimeter Lidah F. sehingga kepingan D akan mengalami suatu momen rendaman Td yang berbanding lurus terhadap n? m 2. Perbedaan ini ditunjukkan oleh Gambar XIII.Φ m 2 (13-12) .N. Dengan demikian kepingan alumunium D.I.Φ m 2 f Kd. Cp adalah inti kumparan tegangan. Prinsip Kerja Untuk pengukur energi arus bolak–balik mempergunakan alat ukur type induksi.

maka perputaran dari keping D ditransformasikan melalui .38 Arus Eddy pada Suatu Piringan I cos f .I Kd . dari kepingan D adalah berbanding lurus dengan beban V. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa kecepatan putar n.M 2 (13-13) Kd dan Km sebagai suatu konstanta.37 Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus Bolak-Balik (Jenis Induksi) Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 563 N= Kd V. Gambar XIII. perputaran dari kepingan tersebut untuk jangka waktu tertentu berbanding dengan energi yang akan diukur.Φ. Untuk mencapai perputaran tertentu.

2. diperlukan memuat F 2 agar phasanya tertinggal 90o terhadap V.39 terlihat bahwa arus I yang mengalir disebabkan oleh fluksi magnetis F2 dan ini membangkit pula fluksi magnetis Fs.564 Pembangkitan Tenaga Listrik sistem mekanis tertentu. Gambar XIII. Hal ini dicapai dengan melilitkan kumparan F dengan beberapa lilitan terhadap inti lilitan tegangan dan dihubungkan tahanan R. hal ini mengakibatkan fluksi kombinasi F2 dari F 2 dan F s mempunyai phasa tinggal terhadap V dengan sudut 90o. Penyesuaian phasa Agar kepingan bisa diberikan suatu momen yang berbanding lurus terhadap daya beban.39 Prinsip Pengatur Phasa . suatu penyesuaian phasa di tempatkan pada kumparan itu. kepada alat penunjuk roda–roda angka transformasi dari kecepatan putar roda angka berputar lebih lambat dibanding dengan kepingan C. Akan tetapi dalam praktiknya sudut phasa lebih kecil 90o yang disebabkan adanya tahanan–tahanan dan kerugian–kerugian isi besi pada inti dari kumparan tegangan W p. Untuk mengkompensasikan ini. Dengan demikian maka alat penunjuk atau roda angka menunjukkan energi yang diukur dalam kWH (kilo Watt Jam) setelah melalui kalibrasi tertentu. Kesalahan dan cara kompensasinya a. lihat gambar XIII.

akan menimbulkan perlawanan dan menyebabkan kesalahan negatif.Alat Ukur Listrik 565 b.40 Prinsip Suatu Beban Berat Gambar XIII. akan tetapi pada saat I besar. Jadi fluksi magnetis yang disebabkan arus dan memotong kepingan D berkurang F1 menjadi (F 1 – F 1).F 1 2 akan terjadi. pada saat kejenuhan dari fluksi magnet terjadi. Untuk mengurangi kesalahan ini F 1 dibuat kecil. Momen tersebut akan bekerja berlawanan arahnya dari perputaran.41 Prinsip Suatu Beban Ringan Pada saat arus I kecil demikian pula F1 kecil. Jadi dengan demikian pada beban–beban berat kesalahan negatif yang disebabkan oleh K1 . sehingga .40 Gambar XIII. maka shunt magnet akan memungkinkan fluksi yang berbentuk F1 dari F1 untuk mengalir.F 12 dan k2 .n . Penyesuaian pada beban berat Kepingan D pada saat berputar memotong medan Φ 1 dan Φ 2 selain dari qm akan membangkitkan momen k1. n . F 2 besar dan perputarannya kecil. maka F 1 akan besar pula sampai F1m. Suatu shunt magnetis dipasang di dalam inti kumparan arus ditunukkan pada Gambar XIII. F 22 . Dengan demikian momen gerak yang akan dihasilkan akan bertambah secara perbandingan lebih besar terhadap arus.n.

566 Pembangkitan Tenaga Listrik suatu kompensasi untuk kesalahan negatif pada beban–beban berat akan terjadi. Dengan mengatur posisi dari cincin pendek. kemungkinan untuk meniadakan pengaruh dari momen-momen gesekan.41. Mengelakkan putaran pada Beban Kosong Dalam posisi tidak berfungsi atau beban kosong atau tidak ada beban maka kumparan tegangan akan tersambung pada tegangan ini menyebabkan timbulnya medan magnet pada medan putar dan mengakibatkan keping D berputar secara pelan. d. Penyesuaian Beban–Beban Ringan Bila kepingan D berputar. Alat-Alat Ukur Digital Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka. c. Untuk mengatasi ini ditempatkan cincin tembaga yang pendek. akan mempunyai phasa terlambat bagian lainnya yang tidak melalui cincin pendek ini. Untuk menghindari hal ini. Dengan pengaturan bagian dari fluksi magnetis q2 yang melalui cincin pendek.42 Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) G. Dan alat ini penunjukkan secara langsung dapat dibaca. Alat ukur ini sangat peka sekali. Gambar XIII. maka keping–keping D akan mati. lihat Gambar XIII. maka momen gesekan akan terjadi dan menyebabkan kesalahan–kesalahan negatif. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. Disamping ini ada keuntungan–keuntungan lain seperti penggunaan sinyal-sinyal digital untuk pencetakan atau perekaman langsung pada pita magnetis . maka dilakukan dengan jalan membuat lubang kecil pada keping D dan ini berfungsi bila keping D berputar pada saat bagian dilubang melewati medan dari kumparan putar.

44 menunjukkan beda antara metoda perbandingan dan metoda integrasi Gambar XIII. Gejala-gejala yang akan diukur kebanyakan berubaf secara kontinu (dalam bentuk analog). Gambar XIII.44 Beda Antara Metoda Perbandingan dan Metoda Integrasi . Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A–D converter) dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital.43 menunjukkan Prinsip votmeter digital dengan metode perbandingan.Alat Ukur Listrik 567 selanjutnya untuk penghubung langsung komputer–komputer alat–alat digital untuk menambah efisiensi pengolahan data. jika dipergunakan alat ukur digital untuk gejala–gejala tersebut maka perlu diubah pada setiap tempat menjadi besaran digital. Gambar XIII.43 Prinsip Votmeter Gigital dengan Metode Perbandingan Gambar XIII.

ini sangat pesat sekali dan diciptakan bermacam –macam jenis.568 Pembangkitan Tenaga Listrik 1. Perbandingan tegangan luar dengan tegangan yang diukur dapat diukur dengan teliti dan tepat dan output berkode dapat dipakai untuk perekaman otomatis dari harga yang diukur. Selain mengukur tegangan. Voltmeter Digital Masa sekarang perkembangan penggunaan alat–alat ukur listrik yang serba praktis dan canggih selalu dicari. terutama peneraan tegangan listrik diciptakan Voltmeter digital. Metoda yang dipakai secara garis besar dapat dibagi dalam metoda perbandingan. Karena tegangan input diintegrasikan melalui suatu waktu periode sebanding dengan periode frekuensi gelombang daya jala–jala. sehingga pengaruh dari noise pada petunjuk meter dapat dikurangi. Demikian pula noise lain. tegangan yang diukur dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding. Metoda Integrasi Dengan metoda ini tegangan diintegrasikan oleh suatu rangkaian integrasi yang mempunyai kelinieran sangat baik. metoda integrasi dan metoda potensiometer integrasi. voltmeter digital dapat pula mengukur tahanan (meter–meter Volt Ohm) atau dapat kedua-duanya tegangan DC dan AC (multi meter). Metode perbandingan Voltmeter berdasarkan metoda ini mempunyai suatu tegangan yang standar berkode berubah–ubah. Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis ini merupakan kombinasi dari suatu pengubah tegangan frekuensi dan suatu frekuensimeter jenis penghitung (counter type) jika tegangan yang diukur dipasang pada terminal input. Metoda integrasi ini dapat disub klasifikasikan dalam tiga jenis sabagai berikut: 2. a. hasilnya diubah menjadi pulsa–pulsa yang kemudian diukur. maka harga rata–rata “noise” dengan frekuensi jala–jala yang tercampur dalam tegangan input adalah nol. Metoda ini mempunyai sifat demikian rupa sehingga perbandingan langsung antara tegangan yang diukur dan tegangan standar menjamin ketelitian dan ketepatan pengukuran. b. kemudian tegangan standar berkode ini ditunjukkan secara bilangan. Tegangan yang dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding mengatur suatu rangkaian pengatur (witching circuit) melalui suatu rangkaian logik sehingga tegangan standar dapat berubah secara otomatis sampai menyamai tegangan yang diukur. pengubah tegangan frekuensi menghasilkan suatu deretan pulsa sebanding dengan tegangan input dan .

Gambar XIII. Tegangan yang yang diukur dikecilkan atau diperkuat sampai suatu nilai tegangan yang sesuai v1. Metoda Potensiometer Integrasi Metoda ini merupakan suatu kombinasi dari metoda perbandingan dan metoda integrasi. maka tegangan yang diukur v1 dapat ditentukan. yaitu ketelitian dan metoda integrasi diperbaiki dengan menggabungkannya dengan metoda potensiometer. Karena dalam pengubah ini dipakai rangkaian integrasi.Alat Ukur Listrik 569 frekensimeter jenis penghitung menghitung pulsa–pulsa dalam suatu perioda waktu tertentu. Jenis “Dual Slope“ Pada jenis ini. i. lalu diintegrasikan selama satu periode waktu tertentu t1 dan kemudian suatu tegangan referensi v2 dengan polaritas berlawanan dari v1 diintegrasikan. 4. Output integrator v1 mempunyai “slope“ yang merupakan j mlah “slope“ dari u tegangan yang diukur. (Vx /Vs )(R2/R10=(t1–t2)(t1+t2). maka output integrator mula– 1 mula nol akan mencapai suatu nilai tertentu dan kembali menjadi nilai nol jika v2 diintegrasikan. keempat digit pertama didapat dengan jenis pengubah tegangan frekuensi dan kebesaran digitalnya diubah menjadi suatu kebesaran analog yang diteliti lalu dimasukkan kembali ke input. Jika v diintegrasikan. 3. kedua digit terakhir didapat dengan mengukur beda antara input dan kebesaran analog yang sedang diukur dengan metoda perbandingan. Unit pengubah menggunakan suatu rangkaian integrasi. jadi dengan mengukur t2 dan v2 secara teliti dan t1 konstan. jika perioda waktu dimana sakelar k berada pada –Vs adalah t1 dan berada pada +Vs adalah t 2. Karena (t1+t2) telah diambil sama dengan perioda dari frekuensi gelombang jala–jala. pegangan input dimodulasikan dengan lebar pulsa secara teliti dan dihitung beda antara lebar pulsa positif dan negatif. suatu tegangan segitiga v dengan perioda antara frekuensi 2 gelombang jala–jala dilakukan berulang–ulang dan jika v2 sama dengan v1. maka terjadi pembalikkan polaritas dari sakelar k oleh pembanding (comparator).45 . 5. v2/v1 = t2/ t1. Selain itu. maka berlaku hubungan. maka vx dapat ditentukan dengan mengukur beda antara lebar antara lebar pulsa–pulsa (t1–t2). maka jenis ini mempunyai keunggulan dari metoda integrasi. Sebagai contoh anggap keadaan dimana harus diperlihatkan suatu harga pengukuran 6 digit. V x 1 dan tegangan refernsi +Vs atau –Vs . Jika v dipasang sampai output integrator nol 2 disebut t2 maka berlaku. tegangan analog diubah ke lebar waktu (time–width). Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Pada jenis ini.

Tinta diisap oleh tempat tinta yang diam. Oleh karena pergerakan pena disertai dengan penggesekan antara pena dan kertas.45 Prinsip Sistem Penghitung dengan Cara Modulasi Lebar Pulsa 6. diteliti atau direkam. Penulisan pena Ini dikerjakan dengan mengikat pena pada titik yang ditunjukkan oleh alat listrik. Karena itu tidak mempunyai sensitivitas yangtinggi seperti mikro amper meter. dimana setiap titik pergerakan direkam pada kertas. Perekam Jenis Langsung (Direct Writing Type Recorder) Pada alat penunjuk listrik. . maka kopel penggerak haruslah lebih besar dibandingkan dengan meter listrik yang bergerak bebas. biasanya “recorder“ (perekam). Penulisan boleh dengan pena atau pemetaan. melalui pengisap tinta. b. Pena yang dipakai di tunjukkan oleh Gambar XIII.570 Pembangkitan Tenaga Listrik menunjukkan prinsip sistem penghitung dengan cara modulasi lebar pulsa Gambar XIII. atau bentuk gelombang. a. disebut direct writing type recorder. arus atau lainnya yang diukur direkam secara otomatis untuk suatu waktu yang panjang.46. Recorder Alat–alat ukur dengan mana harga tegangan.

46 Alat Pencatat Penulis Pena Gambar XIII.47 Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Biasanya perekaman didapat dalam pena berbentuk busur lingkaran dan beberapa alat dilengkapi dengan alat mekanis untuk mengubah busur ini ke koordinat orthogonal cara pendekatan.Alat Ukur Listrik 571 Gambar XIII. Gambar XIII.47 menunjukkan contoh cara kerja garis lurus alat pencatat penulis langsung .

572 Pembangkitan Tenaga Listrik c.48 Alat Pencatat Penulis Langsung Gambar XIII. Gambar XIII. Bentuk mekanis plotting digambar pada Gambar III.48. kecuali untuk pemetaan. oleh karena itu sensitifitasnya lebih dibandingkan dengan pen.49 menunjukkan cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) Gambar XIII. Jenis Pemetaan (Plotting) Titik defleksi yang ditunjukkan oleh instrumen penunjuk listrik dipetakan pada 10 s/d 30 sekon interval pada kertas. disini tidak ada gesekan antara pena dan kertas. Tambahan dengan pergantian warna pita untuk setiap plotting.49 Cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) . berbeda halnya dengan penulisan pena.

Jika 2 set elektroda penggerak (deflecting elektrode) diikatkan pada sudut yang benar satu sama lainya seperti gambar.51 menunjukkan penyimpanan suatu sinar elektron dalam suatu CRT. dan untuk gejala frekuensi tinggi dipakai tabung katoda ray untuk mendefleksikan sinar cahaya elektron. Gerakan elektromagnet. Oscilloscope Pemakaian oscillosgraph elektromagnetis dibatasi sampai frekuensi 10 KHz. Gambar XIII.50 menunjukkan blok diagram suatu alat pencatat X-Y. Pada oscilloscope gejala yang disebutkan diatas digunakan untuk melukiskan bentuk gelombang. sinar cahaya elektron dalam perjalanan yang lalu pada elektro dan penggerak ini akan bergerak vertikal maupun horizontal dan memukul satu titik pada screen dan ini menyebabkan material screen ber-flourescense dan bintik terang akan kelihatan pada screen. dipakai pada elektroda penggerak vertikal. Dengan adanya elektron yang berpindah diantara elektroda penggerak. sinar cahaya elektron akan bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak. Pada elektroda penggerak horizontal dan tegangan v = V. Gambar XIII. Sint. Gambar XIII. bintik pada screen akan menunjukkan gelombang sinus.50 Blok diagram suatu alat pencatat X -Y . signal arus dipakai dalam sistem kumparan penggerak untuk menghasilkan medan magnet yang kemudian digunakan menggerakkan sinar cahaya elektron.Alat Ukur Listrik 573 7.

52 “Blok Diagram” Suatu Oscilloscope (System”Repetitive Sweep”) .51 Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT Gambar XIII.52 menunjukkan “Blok Diagram” suatu oscilloscope (system ”repetitive sweep”) Gambar XIII.574 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

53 Hubungan Antara Bentuk Geombang yang Terlibat dan Bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 575 Gambar XIII.54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” .

106 .57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator Gambar XIII.576 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar III.55 Contoh dari Samping Osciloskop Gambar III.

. Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan. Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar. Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa.Alat Ukur Listrik 577 Gambar XIII.58 Peredam Reaktansi H.59 di bawah ini. Megger Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi. antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama ditunjukkan pada Gambar XIII. dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga.

60. macam dan spesifikasinya. dan mengukur arus listrik (AC dan DC). Dengan adanya petugas laboran teknisi. Pemeliharaan Alat Ukur Alat-alat yang yang ada di laboratorium dan bengkel listrik banyak jenis. Avometer Avometer atau multitester berfungsi untuk mengukur besarnya tahan listrik. hubungan bintang atau segitiga pada terminal motor harus dilepas. tebal garis sama A A D D C B B AVO Avometer Gambar XIII. sehingga perlu penanganan khusus terhadap alat-alat. Salah satu contoh penggunaan AVOmeter ditunjukkan pada Gambar XIII. Pada saat mengukur belitan.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer J. Diberi warna. diharapkan . Untuk menunjang pemeliharaan dibutuhkan petugas laboran dan teknisi.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger I.578 Pembangkitan Tenaga Listrik U X Y W Z V Mengger ~ 0 Z X Y U V W Gambar XIII. besar tegangan listrik (AC dan DC).

menyimpan dengan benar sesuai dengan fungsinya. artinya cara menangani alat laboratorium atau bengkel harus dilakukan dengan cara professional. dan pembersihan disc drive pada komputer). dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan berarti merawat. terlalu lembab. Penempatan penyimpanan alat disesuaikan dengan jenis. menejemen penggunaan alat. macam. macam dan spesifikasinya. Laboran harus betul-betul memahami jenis. posisi letak penyimpanan. komponenkomponen. pembersihan alat. Misalnya seperangkat komputer. komponen-komponen. pemberian minyak pelumas pada alat ukur listrik jarum. pembersihan kotoran pada solder. dan terbebas dari debu. dan pengecekan kondisi peralatan secara berkala (misal pemberian vet secara berkala pada bantalan motor listrik. Alat yang peka terhadap terhadap kondisi lingkungan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terbebas dari sinar matahari langsung. Dengan memahami jenis. terbebas dari suhu ruangan yang terlalu tinggi.Alat Ukur Listrik 579 laboratorium dan bengkel listrik terpelihara dengan baik sehingga umur peralatan menjadi lebih panjang. dan peralatan listrik yang ada di laboratorium atau bengkel. suhu udara kurang lebih 30 oC. dan spesifikasi alat laboratorium atau bengkel. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan menukang. Jika dicermati. Maksud pemeliharaan adalah agar peralatan menukang. . memperlakukan dengan benar. Ruang lingkup pemeliharaan atau perawatan lebih kurang adalah meliputi penempatan penyimpanan alat-alat. perlindungan peralatan dari pengaruh suhu dan lingkungan. agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. Pemeliharaan merupakan salah satu pekerjaan yang harus ada dalam kegiatan dilaboratorium dan bengkel. alat ini harus ditempatkan diruangan tertutup yang terbebas dari sinar matahari langsung. Pemeliharaan mempunyai tujuan agar supaya alat-alat laboratorium atau bengkel dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan yang ada. menangani alat-alat laboratorium dan bengkel tidak dapat dilakukan dengan cara serampangan. macam. Penempatan penyimpanan alat merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. dan spesifikasi alat-alat akan membantu mempermudah laboran dalam memeliharanya. dan bebas dari debu. mesin-mesin listrik dan peralatan listrik laboratorium atau bengkel tidak mudah cepat rusak dan efisien kerjanya tinggi. Dari uraian ini.

dan miring dengan sudut tertentu.580 Pembangkitan Tenaga Listrik Jika pekerjaan seperti ini telah dilakukan. Tugas Buat laporan langkah-langkah pemeliharaan yang telah dilakukan di Laboratorium atau bengkel dan kendala-kendalanya. alat ini tidak ada petunjuk khusus posisi meletakkannya. mndatar. Ada beberapa alat ukur listrik. misalnya AVO meter. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit j dengan didampingi guru pembina dan teknisi 2. Apabila petunjuk cara meletakkan penyimpanan alat dilanggar. Posisi letak penyimpanan alat juga merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. cepat atau lambat akan berpengaruh pada tingkat ketelitian hasil pengukuran. maka pekerjaan pemeliharaan komputer telah dilakukan. atau posisi lain sesuai dengan petunjuk cara meletakkannya. . Sebagai contoh adalah meter-meter listrk (alat pengukuran listrik). Latihan 1. misalnya alat harus diletakkan tegak lurus. Posisi letak penyimpanan alat harus diperhatikan petunjuk posisi cara meletakkan alat. Keadaan ini dapat diatasi dengan meletakkan AVO meter sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat jenis alat ukur dan mudah dibaca (tidak terbalik) jika dibaca secara langsung K. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit janm dengan didampingi guru pembina dan teknisi L. Tugas dikumpulkan pada pertemuan Ke 3. alat ini ada yang cara meletakkanya dengan posisi tegak lurus. mendatar.

2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Suralaya. Unit Pendidikan dan Pelatihan. PLN Persero. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Suralaya. Jakarta Andriyanto. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. 2006. Teknik Elektro FT Unesa. Erlangga. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Penanganan Bahan Bakar. 2003. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Transformator Tenaga. Suralaya. 1998. Laporan PI. Teknik Elektro FT Unesa. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Suralaya. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Surabaya Djiteng Marsudi. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA.Daftar Pustaka LAMPIRAN A1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir. Suralaya. Pembangkitan Energi Listrik. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. 2005. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Universitas Indonesia. Suralaya. Laporan PI. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Surabaya Davit Setyabudi. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003 . Suralaya. Transmisi Tenaga Listrik. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik.

et.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.com http://www. the General Electric Company. Joko.al. New York. Power System Dynamic and Stability. Printed in the United Soth of America.web. Prentice Hall.com/jasa_tirta1/graphics.sitohangdaribintan.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A2 Ermanto. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils.org http://www. 1987 Hedore Wildi.firstelectricmotor. Stafford England. 2002.gtkabel. Electrical Machines & Power System.blogberita. America. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. 1985.com http://www.com http://www. 1996. Modern Power and Planning System.motor-rundirect.aspx http://www. 2004. Surabaya IEC 156/1963.com/ Jan Machrowski. New Jersly http://faizal.co. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan.harianbatampos.com http://www.bumn-ri. 1963 .com http://members.al. Tim Alih Bahasa.blogspot.html http://www. et. Protective Relay Aplication Guide. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. GBC Measurement.indonesiapower. Singapore Toronto Joel Weisman.ekaristi.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://www.

2006. Laporan PI. Teknik Elektro. Power Transformer. PT. Laporan PI.803 (1) A). Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. Joko. Bambang Djaya. Teknik Elektro. 2004 Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan).OUI. FT Unesa. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. Hakim.Daftar Pustaka LAMPIRAN A3 IEC 76/1976. V. Azwar Charis. Surabaya Rahmat R. 2006. 2006. Printed in Singapore P. Kamuraju. Direktorat Pendidikan Menegah Kejuruan. Conductorjasa Suryapersada. 2005 M. Surabaya Kurikulum SMK Tahun 2004. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. Sistem Kelistrikan (L. Surabaya . 2004. PLN. 1976 Indrati Agustinah.KKG/M. Perusahaan Umum Listrik Negara. Jakarta 1981 Rachma Dewi O. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. Laporan PI. Bambang Djaya. Jakarta. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. Teknik Elektro FT Unesa. FT Unesa. PT. Methode Pengujian Transformator Distribusi.T. P.T. Nurdin. 2000. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. Surabaya 1995.T.201 (1) A).OUI. Surabaya MS. High Voltage Enginering.KUG/M. P. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga.

John Wiley & Sons Yudi Widya N. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Modern Power System Analysis. All Rights Reserved. 2003 Turan. SPLN 50 – 1982. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. 2006. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Teknik Elektro FT Unesa. Surabaya Yugo F. 1987. Jakarta. Pengujian Transformator. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Depdiknas RI. Laporan PI. G. Surabaya. Jakarta. 1979. . Sistem Pengoperasian Genset di PT. Jakarta. 1998 Standar Kompetensi Nasional. PT. Laporan PI. 2006. Surabaya Copyright 2003. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. 1982. Japan AE Power Systems Corporation.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A4 SPLN 17: 1979. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Teknik Elektro FT Unesa.

79 assembling. 338 baterai akumulator. 481 data acquisition. 88 delta-wye. 52 circulating water pump. 13 deenergized. 312 automatic follower. 524 crane.. 180. 144 cos φ. 5. 396 accu zuur.546 belitan skunder. 76. 544 arus keluar ke line. 17. 115 alarm. 88 diagram AVR. 96 blow down (air ketel). 530 deaerator. 401 compression joint. 488 diagram beban.576 AVR. 5 belitan. 110 dB.99 buffer baterey. 183 agregat dan piranti. 226 cd (cadmium). 547 amplifier mekanis. 123 alat ukur digital. 272 control room. 122 arus line. 529 coupling system. 564 ambient temperature. 402 dual slope. 359 beban harian.528 busur listrik. 96 dekarbonator. 64 cable duct. 401 avometer.2 diagram excitacy. 179 delta-delta. 109 daya reaktif. 223 antene.Daftar Istilah LAMPIRAN B1 DAFTAR ISTILAH absorben. 555 circuit breaker. 143 AMSSB. 143 amperemeter. 492 ct/ppt avr. 119 angka oktan. 567 .482 baterai aki. 540 arus hubung singkat. 363 air gap. 412 breakdown voltage .79 cellars. . 5 black start. 518 belitan primer. 391 consumable parts. 175 debit air. 27 distribution planning. 5 beban puncak. 85 delta-bintang. 94 chosphimeter. 157 bleaching earth. 78. 5 beban rata-rata. 552 coupling capacitor. 487 dinamo exciler. 37 current compensator. 129 condition based maintenance. 95 accu battery. 541. 142 daya. 7 dokumen sop. 353 arus pengisian . 85. 84. 486 auxiliary transformer. 81 aero derivative. 193 centrifuge reclaiming. 546 biaya poduksi. 147 boiler. 39 disconnecting switch. 37. 348 bushing. 501 cathodic protection. 349 baterai buffer. 351 asam sulfat (H2SO4). 27 carrier current. 2 daya aktif. 2 beban tahunan.

428 gerbang NOT. 5 instalasi penerangan. 5 interferensi. 282. 246 field circuit breaker. 450 kendala operasi. 37 jointing sleeve. 110 frekuensi getar. 163 elektroda. 370 gangguan mekanis generator. 38 generator penguat pilot. 553 generation planning. 2. 15 faktor beban. 28. 523 interkoneksi. 6 insulating switch. 480 fire. 364 gangguan. 244 faktor daya. 37 harmonisa. 95 instalasi arus searah. 234 ground. 4 energi primer. 87 elevator. 5. 40 generator dc shunt 4 kutup. 5 jenis saklar tenaga. 5 energi mekanik. 371 gangguan dan kerusakan. 24 klasifikasi transformator tenaga. 159 economizer. 97 faktor kapasitas. 137 hand wheel (shunt regullar). 246 fuel cell. 373 grindability test. 174. 119 instalasi sumber energi. 29 generator sinkron. 24. 128 kapasitor penguat. 37 generator buffer. 229 heat exchanger. 16 exitacy. 27.1 generator main excitacy. 24 hazard triangle. 3. 428 kedip tegangan. 350 generator asinkron. 115 frekuensi. 50 investasi. 546 grounding mesh. 95 flashover. 350 hygroscopicity. 75 instalasi pendingin. 529 kendalan pembangkit. 248 kebenaran AND.133 generator arus searah shunt. 5 instalasi telekomunikasi. 5 instalasi tegangan tinggi. 428. 24 kegiatan pemeliharaan. 5 instalasi lift/elevator. 429 gerbang OR. 29 generator dc dengan 2 kutub. geothermal. 396 kemiringan tegangan. 5 instalasi baterai aki. 5 instalasi tegangan rendah. 277 gerbang AND. 360 generator dc. 5 instalasi bahan bakar. 551 faktor disipasi. 137 grounding plate. 458 feeder (saluran). 556 frekuensi meter. 189 glowler.233 filtering. 133. 364 generator listrik. pemeliharaan dan perbaikan generator sinkron. 28. 18 heat recovery steam generator. 184 hubungan jajar baterai akumulator dan generator sunt. 227 kerja pararel transformator. 512 instalasi pemakain sendiri. 427 kebenaran OR. 40 generator dc tidak keluar tegangan. generator sinkron 3 phasa. pemeliharaan dan perbaikan motor asinkron. 364 gelombang mikro. 432 . 5 generator. 94. 285 gangguan.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B2 duga muka air (DMA). 49 juster werstand. 184 heat shrink. 197 forced outage rate (for).557 frekuensi lidah bergetar. 288 gangguan pada mesin dc. 213 gangguan belitan kutub. 512 energi listrik. generator terbakar. 19 gangguan elektrik generator. 245 faktor utilisasi. 29 generator penguat utama. 93. 556 flused stem system.

565 metode perbandingan. 261 output pilot exciter. 21 NiOH (nikel oksihidrat). 36 over circuit breaker. 272 laporan dan analisis gangguan. 229 pembangkitan tenaga listrik. 5 loss of load probability (LOLP). 539 . 393 maintenance. 249 lama pemakaian. 576 pemeliharaan crane dan lift. 484 line matching unit. 116 line. 279 lebar pulsa. 236 kualitas tenaga listrik. 512 limited circuit. 119 load forecast. 79 ohmsaklar. 268 medan magnet. 79 komunikasi gelombang mikro. 575 mekanisme pemutus tenaga. 429 operator system.Daftar Istilah LAMPIRAN B3 keselatanan kerja. 394 motor listrik terbakar. 444. 306 mencari kerusakan generator sinkron. 37. 7 operasi. 433 motor listrik bantu. 23 K3. 523 komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. 354 minyak transformator. 242. 1 kumparan silang. 524 komunikasi untuk administratif. 567 lighting arrester. 394 over heating. 271 pemadam kebakaran. 1 pembebasan tegangan. 252 pembumian. 465 kilo Watt jam. 236 opjager. 554 KWH meter. 429 on delay. 532 konsumen.522 komunikasi radio. 4 koordinasi pemeliharaan.571 otomatisasi. 531 komunikasi gelombang mikro. 391 pemeliharaan alat komunikasi pada pusat pembangkit. 63 megger. 274 laporan pemeliharaan. 351 off delay. 283 menentukan letak kerusakan motor dc. 427 pemeliharaan bulanan. . 394 main exciter. 88 line trap. 382 motor terlalu cepar putarannya. 193 metode integrasi. 2 laporan kerusakan. 266 manajemen pemeliharaan. 384 multiple grounding rod. 1 konstruksi jaringan distribusi. 511 lift. 492 motor listrik. 357 oscilloscope. 508 motor dahlander. 398.137 mutu tenaga listrik. 276 partial discharge. 565 mika saklar. 518 pemeliharaan dan sop. 63 main generator. 513 koh (potas kostik). 522 komunikasi untuk pemeliharaan. 36 output. 549 motor area. 249 magnetic circuit breaker (MCB). 523 komunikasi untuk pembagian beban. 72 membelit motor listrik. 105 operation planning. 278 motor tidak mau berputar. 105 pemeliharaan alat ukur. 386 mesin diesel. 7 konversi energi primer. 536 komunikasi dengan kawat. 17 operasi unit pembangkit. 391 manajemen operasi. 464 modulasi lebar pulsa.

1. 575 perencanaan distribusi. 1. 459 pengukuran. 11 pusat listrik tenaga hydro. 392 pemeliharaan pada plta. 507 pengereman plug. 391 pemeliharaan sistem kontrol. 14. 5. 180 PLTGU. 459 pemeliharaan triwulan. 393 pemeliharaan harian. 63 PMT vacum. 23. 198 PLTG. 1. 184 PLTN. 236 perubahan temperatur. 391. 551 pengukuran frekuensi. 106. 474 pemutus tenaga meledak. 560 pengukuran daya listrik. 259 saklar. 279 pemutus tenaga. 170 pemeliharaan rutin. 18 plate tectonic. 385 radiator.119. 11. 480 rotor turbogenerator. 63 PMT medan magnit. 30 run off river. 12 putaran motor terbalik. 3. 78. 4 prinsip kerja alat ukur. 569 pemindahan beban. 126 pemeliharaan mingguan. 37. 24 predictive maintenance. 15. 101 pemetan (plotting). 507 pengereman motor. 474 pemeliharaan PLTU. 9 perbaikan dan perawatan genset.11. 392 pemeriksaan transformator. 477 repetitive. pemeliharaan periodik. 572 rotating rectifier. 546 pengukur energi. 393 pemeliharaan pmt. 43 rel ganda. 1.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B4 pemeliharaan generator dan governor.529 recorder. 7 performance test. 347 pemeliharaan transformator. 504 pengereman mekanik. 568 penunjuk (register). 562 pengereman dinamik. 11. 391 perkiraan beban.395. 112 relai proteksi. 1 penghubung. 1 peramalan beban. 391 pemeliharaan instalasi pada pusat pembangkit listrik. 3. 47. 432 pengujian transformator. 147 sutm. 7 perencanaan subtransmisi. 503 pengereman regeneratif. 256 pemutus beban (PMB). 11. 545 penulisan pena. 570 pengatur phasa. 238 rel (busbar). 432 pencatat langsung. 49 . 557 pengukuran tegangan tinggi. 180 primer proteksi.3. 142 pusat listrik tenaga thermo. 560 program automatic control. 529 penyediaan tenaga listrik. 282 peredam reaktansi. 506 penggerak mula. 443 perbaikan generator sinkron. 578 potensiometer. 190 PLTA. 8 power network analyzer. 189 PLTU. 568 region. 57 PMS (Saklar pemisah). 398 pilot exciter. 341 primover. 113 relai diferensial. 145 PLTD. 488 pemeliharaan sumber dc. 50 penyimpanan alat ukur. 393 piston ring. 17 rangkaian transmisi suara. 43 relai hubung tanah.522 power plant. 78. 548 pengukuran faktor daya. 4 power line carrier (PLC). 21 penyaring pengait. 268. 44 rel tunggal. 160 PMT gas SF6. 50 pemutus tenaga (PMT). 110. 208 PLTP. 567 power generator. 564 penyaluran tenaga listrik.

272 super heater. 37 start nor mal stop. 151 turbin gas 4. 427 tahanan geser. 479 sistem interkoneksi. 546 transformator tenaga. 450 transformator toroida. 93 voltage adjuster. 481 voltmeter digital. transformator tegangan. 466 switching. 427 system planning. 142 thyristor circuit. 478 sistem excitacy tanpa sikat. 203 turning type. 484 simbol gerbang AND. 482 unit tyristor. 493 unit avr. 4. 106. 478 sistem excitacy dengan sikat . 426 sop sistem kelistrikan. 159 wattmeter. 541 transformator rusak. 152 turbin uap. 524 ultra-high frequency (UHF). 393. 429 simbol gerbang OR. 8 system logic. 508 shut down unit. 558 vacuum interrupter (VI). 35 type rasio. 5 turbocharger. 20 telekomunikasi. 429 top overhaul. 565 VVA. 37 waduk. 549 wattmeter 1 phasa dan 3 phasa. 422 sistem distribusi. 137 sistem excitacy.548 wattmeter 3 phasa. 102. 395 tegangan line. 96 threshold values. 574 sincronizing circuit. 391 timer. 6 trichloroethylene.Daftar Istilah LAMPIRAN B5 saklar pemisah (PMS). 503 wattmeter 1 phasa. 36 tahanan isolasi. 429 . 256 system grid operation. 235 sop blower. 485 urutan kerja dan tanggungjawab. 273 sop operator boiler lokal.5 trip coil. 154 turbin crossflow.573 suku cadang. 400 storage. 545 transformator 3 phasa. 485 time based maintenance. 482 sel berbentuk lurus. 74 turbin francis. 119 sentral telepon. 529 saluran kabel. 225 turbin air. 100 turbin pelton. 347 sensing circuit. 545 perkembangan teknologi pembangkitan. 150 switchgear. 269 transformator. 429 single grounding rod. 20.49 saluran jebakan. 81 transformator arus. 72. 552 telekomunikasi melalui kawat. 6. 348 selenoid. 27 transmisi. 412. 109 sistem proteksi. 523 thermal siphon filter. 235 sistem pengukuran. 446 viskositas. 428 stator pilot exciter. 548. 4.5 turning gear. 545 transmission planning. 5 tabel kebenaran. 403 type brushlees exiter system. 427 system logic and wiring diagram.. 425 turbin kaplan. 110 sistem yang terisolir. 278. 48 scada. 550 wiring diagram. 10 signal generator.

4 VI.6 IV.2 III.2 VIII.1 VI.3 III.11 VI.DAFTAR TABEL Hal II.6 VI.4 III.1 VIII.9 VI. Penampang.2 III.2 VI.1 II.13 VIII.3 VIII.5 VI. Pengaman Lebur.1 III. dan Diameter Pipa untuk Penyambungan Motor Induksi Standart Kabel dengan Isolasi Karet dalam Pipa sesuai Standart American Wire Gauge Pemakaian Arus dan Tegangan pada Motor DC dan Motor AC 3 Phasa menurut AEG Format dan Data Fisik yang Dicatat Pada Proses Penerimaan Hasil Inspeksi Kelistrikan Dismanting Data Striping Data Format Data Hasil Pengukuran dan Tes Running Format Proses Pencatatan Tes Kelistrikan Laporan Tes Kelistrikan Inti Stator Laporan Waktu & Kinerja Karyawan Laporan Inspeksi Daftar Diameter. Berat dalam kg/km.5 Komponen dan Cara Pemeriksaan Transformator Tenaga Tahanan Jenis Berbagai Macam Tanah Serta Tahanan Pentanahan Klasifikasi Serta Data Batu Data Teknis Bahan Bakar Minyak Struktur Molekul Hydrocarbon Aliphatic Komposisi BBM Diesel Produk Soviet Hubungan Tekanan Uap dengan Suhu Komposisi Gas Alam dari Berbagai Tempat Neraca Daya Sistem Neraca Energi Sistem Standar Kebutuhan Hantaran.5 III. dan Besarnya Nilai Tahanan pada Suhu 150C Ohm/km Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Pilot Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Generator Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada Motor Listrik Bantu Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Unit I 101 139 216 217 222 222 224 225 244 248 298 299 300 310 311 312 321 336 337 338 339 340 341 393 393 394 394 395 Pembangkitan tenaga listrik LAMPIRAN C1 .8 VI.3 VI.4 VIII.10 VI.1 IV.7 VI.2 VI.12 VI.

11 IX.2 XI.13 IX.5 IX.2 XII.7 IX.7 VIII.9 IX.12 IX.4 XII.10 IX.8 IX.5 Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Transformator I (6/70 kV) Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada OCB Transformator 70 kV Contoh hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Contoh Hasil Pemeliharaan Accu Istilah-Istilah yang ada Pada SOP PLTU Perak Format Pengesahan Dokumen Daftar Dokumen Terkait Daftar Penerimaan Awal Dokumen Terkendali Daftar Perubahan Dokumen Daftar Induk Perubahan Dokumen Lembar Tanda Terima Dokumen Bagan Alir Dokumen Mutu Kebenaran “AND” Kebenaran “OR” Kebenaran “NOT” Data Transformator Pengaturan Tap Changer Trafo Daya Instruksi Kerja Pemeliharaan Genset Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Bekas Momen Inersi Gerak dan Putaran Karakteritik dan Struktural Kabel Telekomunikasi Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Komunikasi Radio 395 396 396 398 401 402 405 406 408 409 410 411 427 428 428 439 439 446 453 454 502 526 527 527 531 533 LAMPIRAN C2 .VIII.8 VIII.4 IX.6 IX.9 IX.1 XII.1 IX.3 XII.1 XII.2 IX.14 X.3 IX.6 VIII.1 X.

200 RPM.1 I.13 I.4 II.13 II.DAFTAR GAMBAR Halaman I.8 II.5 I.17 II.1 II.9 I.16 I.2 II.15 I.6 I.5 II.14 Diagram Proses Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh Diagram Beban Listrik Harian Contoh Power Generator Comersial di India Pengangkatan Transformator Menggunakan Crane Untuk Pengembangan Pusat Pembangkit Listrik Contoh Konstruksi Transmisi Contoh Konstruksi Jaringan Distribusi Sistem Grid Operation pada Power Plant Pembangunan PLTD yang Memperhatikan Lingkungan Aktivitas yang Harus Dilakukan Pada Perencanaan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Blok Diagram Proses Merencanakan Bentuk Sistem Distribusi PLTA Mini Hydro Memanfaatkan Debit Air Proses Penyaluran Air PLTA Mendalan Memanfaatkan Tinggi Jatuh Air Diagram Satu Garis Instalasi Tenaga Lstrik pada Pusat Pembangkit Listrik Sederhana Sebagian dari Sistem Interkoneksi (Sebuah Pusat Pembangkit Listrik Dua Buah GI dan Sub System Distribusi) Propses Penyediaan Tenaga Listrik (Pembangkitan dan Penyaluran) Proses Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Konsumen Power Nertweork Analiser Type Topas 1000 Buatan LEM Belgia Generator Sinkron 3 Phasa Pasa Rangkaian Listrik Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Kumparan Stator generator Sinkron ke Phasa Hubvungan Y Hubungan Klem Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Diagram Hubungan Generator dan Transformator 3 Phasa Prinsip Penguatan Pada Generator Sinkron 3 Phasa Generator Sebuah PLTU Buatan Siemen dengan 2 Kutub Rotor Turbo Generator Berkutub Dua Rotor Generator PLTA Kota Panjang (Riau) Berkutub Banyak 57 MW Stator dari Generator Sinkron Diagram Generator Sinkron 500 MW Dengan Penguat Generator DC 2400 kW Stator Generator Sinkron 3 Phasa 500 MVA.14 I.11 I. Pengutan 2400 ADC Hasil Penyearahan Listrik 330 Volt AC 2 3 4 6 7 7 8 9 9 10 12 13 15 21 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 Daftar Isi LAMPIRAN D1 .6 II.12 II. 15 kV.7 I.12 I.4 I.9 II.10 II.11 II.10 I.7 II. 378 Slots Stator Steam Turbin Generator Sinkron 722 MVA 3600 RPM 19kV Rotor Generator 36 Kutub.3 I.3 II.8 I.2 I.

18 Rotor Belit 4 Kutup.30 PMS Seksi II. 50 Hz II.45 PMT SF6 500 kV Buatan BBC di PLN SeKtor TET 500 kV Gandul II.43 Konstruksi Ruang Pemadaman Pada PMT Minyak Sedikit Secara Umum II. Skema Diagram Generator Kompon a. Generator Shunt dengan Penguatan Sendiri II. Generator Kompon Panjang Berbeban II.46 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT/S 34 34 35 35 36 37 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 45 46 47 48 51 51 52 52 53 53 54 55 56 56 58 58 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D2 . 1275 rpm (Courtesy of Generator Electric Company USA) II. Generator Portable (Pandangan Sudut) Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Tunggal Menggunakan II.24 Generator DC Shunt 4 Kutup II.25 Bagian–Bagian Generator DC 100 kW. Generator Abad 20 Awal II.17 Rotor 3 Phasa Steam Turbine Generator 1530 MVA.16 Generator Sinkron Rotor Sangkar Kutub Menonjol 12 Slot II. Generator Portable (Pandangan Samping) c.23 Bagian–Bagian Generator DC dengan 2 Kutup II.37 Pemutus Tenaga dari Udara II 38 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Banyak Sederhana II.28 b.33 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT 1½ II.19 Type Brushlees Excitacy System II. Penguatan 11.40 PMT 150 kV Minyak Banyak di CB Sunyaragi II.20 Penguatan Generator Unit I PLTA Mendalan II.x II.34 Saluran antara Generator dan Rel II.27 b.26 Generator DC 2 Kutup dengan Penguatan Tersendiri a.42 PMT Minyak Sedikit 70 kV II.22 Prinsip Kerja AVR Brown & Cie II.15 Belitan Rotor Salient Pool (Kutub Menonjol) Generator Sinkron 250 MVA II.29 b. 250V.31 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT Tunggal Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan II.2 kA 600V DC Brushlees II.21 Gambar pengawatan system penguatan generator unit I PLTA di Daerah Mendalan Sumber (PLTA Mendalan) II. Diagram Skema Generator Shunt a.36 Konstruksi Alat Pentahanan II.32 Dua PMT (PMT Ganda) II.39 Konstruksi Kontak-Kontak PMT Minyak Banyak Sederhana II.44 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Sedikit Secara Sederhana II. 4 Kutup. 27 kV.35 Satu PMT dan Tiga PMS II. 1500 rpm.41 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT minyak Banyak II.

000 A 362 kV (Courtesy of General Electric) Switchgear High Density MV Circuit Breaker Enclosed 15 Group Enclosed SF6 Vacum Circuit Beaker memiliki Rating 1200 A pada 25.74 XX Potongan PMT untuk Rel Berisolasi Gas SF6 72.5 –245 kV Konstruksi Ruang Pemadaman PMT SF6 Secara Sederhana PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi dan Mekanisme PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Secara Umum Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Radial Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Aksial PMT Medan Magnit PMT 500 kV Buatan BBC yang Dilengkapi Resistor PMT 500 kV Buatan BBC Tanpa Dilengkapi Resistor Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Buatan Siemens PMT Udara Hembus dengan Ruang Pemadaman Gas secara Keseluruhan Hubungan Resistor dan Kapasitor dengan Kontak-Kontak Utama PMT Udara Tekan 500 kV Buatan BBC Kondisi Kontak dari Sebuah Saklar Dalam Keadaan Tertutup (a).II.73 II.8 kV Dapat Memotong Arus 25 kA Dalam 3 Siklus untuk Sistem 60 Hz (Courtesy of General Electric) Hom-gap Disconnecting Switch 1 kutup 3 phase 725 kV 60 Hz.65 II.63 II.72 II.59 II.66 II.51 II. 50 Hz (Courtesy of ABB) Air Blast Circuit Breaker 2. Instalasi Pemakaian Sendiri Pusat Pembangkit Listrik Kapasitas di Bawah 5 MW b.70 II.47 II.67 II.73 II. dan Katup Penghembus dari Air Blast Circuit Breaker Contoh Circuit Breaker Tiga Phase 1200A 115 kV.52 II. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) Circuit Breaker Oil minimum untuk intalasi 420 kV.71 II.73 II.49 II.57 II.62 II.53 II.55 II.69 II.64 II.58 II. II.50 II.56 II.54 II. Ruang Pemutus. Instalasi Sendiri Pada Pusat Listrik dengan Kapasitas di Atas 15 MW Instalasi Baterai dan Pengisiannya 59 59 60 60 61 61 62 63 63 65 65 66 66 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 73 73 75 76 76 77 78 Daftar Isi LAMPIRAN D3 . Mulai Membuka (b) dan (c) Sudah Terbuka Lebar Penampung Udara. Instalasi Pusat Listrik Kapasitas 5 MW Sampai 15 MW c.61 .60 II.68 II. kiri posisi terbuka dan kanan tertutup 10 siklus 1200 kA Bill 2200 kV (Courtesy of Kearney) Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas dalam Keadaan Tertutup Dilihat dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT yang Menggunakan Pegas Keadaan Terbuka Dilihat Dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas Dilihat Dari Samping a.48 II.

X II.107 X Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki Grafik Kapasitas Aki Macam .B.95 II.83 II.96 II.80 II.94 II.77 II.99 II.92 II.105 II.106 II.Macam Transformator Pada Unit Pembangkit Listrik Transformator 2 Phase Type OA Transformator 3 Phase Type 1000 MVA Transformator 3 Phasa Transformator 4500 MVA yang Digunakan untuk Station Pembangkit Nuklir Transformator Special pada Pembangkit Tenaga Panas Produksi ABB Transformator 3 Phasa dengan Daya 36 MVA 13.93 II.104 II.86 II.90 II.98 II.76 II.75 II.89 II.88 II.100 II.102 II. dan C Dihubungkan Pada Pembangkit Listrik Diagram Hubungkan Delta-Delta Transformator 3 Phasa Dihubungkan Pembangkit Listrik dan Beban (Load) Transformator 3 Phase Hubungan Delta – Bintang yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa Skema Diagram Hubungan Delta-Bintang dan Diagram Phasor Diagram Gambar Contoh Soal Transformator 3 Phase Hubungan Bintang-Bintang Transformator Hubungan Bintang-Bintang dengan Tersier Open Delta Conection Transformator Hubungan Open Delta Susunan Elektroda Untuk Tegangan Searah Jembatan Schering Untuk Mengukur Kapasitansi dan Factor Disipasi Jembatan Schering Pentahanan pada Transformator 3 Phasa Petanahan pada Transformator 3 phasa Pengaturan Tegangan Generator Utama dengan Potensiometer Sistem Excitacy Tanpa Sikat PMT Medan Penguat dengan Tahanan R Pengukuran Daya Aktif Pada Rangkaian Tegangan Tinggi Diagram Pengukuran pada Generator dan Saluran Keluar Bagan Rangkaian Llistrik untuk Sistem Proteksi Kontruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Luar Gedung Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Dalam Gedung Skematik Prinsip Kerja PLC Diagram Blok Remote Terminal Unit (RTU) 79 80 82 82 83 83 84 84 86 87 89 89 90 91 91 92 92 97 98 98 105 106 106 107 108 110 111 112 116 116 117 120 121 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D4 .87 II.79 II.84 II.101 II.78 II.91 II.81 II.82 II.38 kV Transformator 3 Phasa Hubungan Delta-Delta yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa A.97 II.103 II.85 II.

117 Batang Petanahan dan Lingkaran Pengaruhnya II.112 Diagram Satu Garis dari PLTGU.119 Penggunaan Transformator Arus Klem II.9 Pipa Pesat PLTA Lamojan III.111 Berbagai Macam Kabel.19 Siklus Uap dan Air yang Berlangsung dalam PLTU.14 Turbin Francis dan Generator 4190 M III.20 Coal Yard PLTU Surabaya 121 123 125 132 134 135 135 138 138 139 140 140 141 142 143 144 145 146 148 148 149 149 150 150 151 152 152 153 153 154 155 157 158 159 161 165 Daftar Isi LAMPIRAN D5 .11 Turbin Kaplan III. Baik Untuk Penyalur Daya Maupun Untuk Pengawatan Skunder dan Kontrol II. Turbin Gas Distart Oleh Generatornya yang Dijadikan Motor Start II.15 Turbin Peiton Buatan Toshiba III.2 Instalasi Tenaga Air PLTA Bila Dilihat Dari Atas III.122 Reservoir Minyak Bertekanan Untuk SIstem kontrol II.12 Turbin Francis Buatan Toshiba III.4 Potongan Memanjang Pipa Pesat PLTA Sutami (PLTA dengan Kolam Tando Reservoir) III.5 Bendungan II ETA Mrica di Jawa Tengah dengan kapasitas 3 x 60.109 Pengawatan Skunder dari Suatu Penyulang (Saluran Keluar) yang Diproteksi oleh Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Hubung Tanah II.118 Cara Mengukur Tahanan Pentanahan II.1 Proses Konversi Energi Dalam Pusat Listrik Tenaga Air III.10 Ruang Turbin PLTA Cirata di Jawa Barat 6x151 MW III.110 Prinsip Kerja Kontak Reset II.3 MW.17 Pembebanan PLTA. yang Dayanya Relatif Besar. di Atas 200 MW III. Beban Diusahakan Maksimal tetapi Disesuaikan dengan Tersedianya Air III.13 Turbin Francis dan Generator 3600 M III.120 Bagan Intalasi Pneumatik (Udara Tekan) Sebuah PLTD II.II.18 Duga Muka Air Kolam III.6 Bendungan Waduk PLTA Saguling 4x175 MW dan tampak Rock Fill Dam (sisi kiri) dan Pelimpasan (bagian tengah) serta Pintu Air untuk keamanan III.123 Komponen Peralatan Untuk Pengaturan Hidrolik III.115 Empat Alat Pentanahan II.108 Contoh dari Sebuah PLTU Berdiri Sendiri dengan 3 Unit II. III.114 Data Hasil Pengujian Pemutusan Tenaga II.8 Pipa Pesat dan Gedung PLTA di Jawa Barat III.16 Hutan Beserta Lapisan Humus & DAS III.113 Foto Dari Sebuah Alat Perekam Kerja (Untuk Pengujian) PMT Buatan Euro SMC II. Bendungan Beserta Pelimpasannya (Sisi Kiri) dan Gedung PLTA Beserta Air Keluarnya (Sisi Kanan).121 Amplifier Hidrolik II.116 Batang Pentanahan Beserta Aksesorinya II.3 Prinsip Kerja PLTA Run Off River III.7 Intake PLTA di Jawa Barat dengan Kapasitas 4x175 MW III.

33 III.22 III. Pondasi Mesin Berada di atas Permukaan Tanah dan Jumlah Silinder 16 dalam Susunan V Kurva Efisiensi Unit Pembangkit Diesel Pompa Pengatur Injeksi BBM a.37 III. Dengan Susunan Silinder V.X III. Posisi 2 c.49 X PLTU Paiton Milik PLN Ruang Turbin PLTU Surabaya Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN Jawa Timur Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN 36 Sudu Jalur Jawa Timur Generator dan Turbin 400 MW di Jawa Timur Turbin Uap dan Kondensor Boiler PLTU Perak Rangkaian Proses Demineralisasi Rangkaian Air Ketel Uap Rangkaian Air Ketel Uap Prinsip Kerja Unit Pembangkit Turbin Gas Produk-Produk Turbin Gas Buatan Aistom dan Siemens Konstruksi Ruang Bakar Turbin Gas Buatan Aistom. Turbin Uap.450 MW x 3.47 III.29 III.41 III.38 III. Turbin Gas : 112.40 III.30 III. dan LP (Low Pressure) buatan Siemens Heat-Recovery Steam Generator PLTGU Tambak Lorok Semarang dari Unit PLTG 115 MW PLTGU Grati di Jawa Timur (Pasuruan) Terdiri Dari: Turbin Gas : 112.32 III.24 III. IP (Intermediate Pressure).25 III.45 III 46 III. Posisi 3 Turbochanger Bersama Intercooler Gambar potongan dan Rotor Turbochanger Buatan MAN (a) Kompresor (b) Turbin gas Mesin Diesel Buatan MAN dan B & W a.28 III. Keluran Blok: 526.42 III.23 III.36 III.39 III. Dengan Susunan Silinder Baris 165 166 166 167 167 168 169 177 178 178 181 183 184 185 187 187 188 188 188 197 198 200 200 203 204 204 205 206 207 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D6 . b.43 III. Posisi 1 b.31 III.21 III. Kompresor Disebelah Kanan dan Turbin di Sebelah Kiri Skema Sebuah Blok PLTGU yang Terdiri dari 3 Unit PLTG dan Sebuah UniT PLTU Diagram Aliran Uap Pada Sebuah PLTGU yang Menggunakan 3 Macam Tekanan Uap.34 III. HP (High Pressure). 189.26 III 27 III.48 III.500 MW.850 MW Bagian dari HRSG yang BerseNtuhan dengan Gas Buang Blok PLTGU Buatan Siemens yang Terdiri dari Dua Buah PLTG dan Sebuah PLTU Skematik Diagram PLTP Flused Stem Sistem PLTP Siklus Binary Prinsip kerja Mesin Diesel 4 Langkah Prinsip kerja Mesin Diesel 2 Langkah PLTD Sungai Raya Pontianak (Kalimantan Barat 4 x 8 MW.35 III.44 III.450 MW x 3.

59 III.500 MW (Netto) e. Salah Satu Atom H Giganti dengan Rantai Methyl CH3+ a.384 MW (Netto) i.099 MW (Netto) 209 209 210 211 212 212 213 214 219 219 219 220 221 224 224 227 227 228 231 235 235 237 237 238 238 239 239 240 240 241 X Daftar Isi LAMPIRAN D7 . 16 Des.53 III. 13 November 2001 Pukul 18.00 = 12.56 III.52 III.625 MW (Netto) h.000 = 11.30 = 12.577 MW (Netto) d. Kurva Beban Sistem dan Region Senin.1 IV. Struktur Molekul Benzene C6H6 Isooctane C8H18 dengan Cabang Methyl CH3+ Struktur Molekul Toluene.60 III.64 III. Struktur Molekul Cyclopentene C5H8 c. Kurva Beban Sistem dan Region Jumat.00 = 8.65 IV. Kantong Gas Berisi Gas Saja b. 14 November 2001 pukul 19.30 = 12.57 III.50 III. Kurva Beban Sistem dan Region Sabtu.00 = 10. Kurva Beban Sistem dan Region Minggu. Kurva Beban Sistem dan Region Selasa. 25 Desenber 2001 Pukul 19.55 III. 11 November 2001 pukul 19. Kurva Beban Sistem dan Region Natal Selasa.III.2 Skema Prinsip Kerja PLTN Proses Emulsion Pada Reactor Nuklir Reaktor dengan Air Bertekanan dan Mendidih Sirkuit Dasar Uninterrupted Power Supply Skema dan Prinsip Kerja Short Break Diesel Generating Set Skema dan Prinsip Kerja Short Break Switch Skema Unit Pembangkit Tenaga Angin Prinsip Kerja Fuel Cell a.1 IV. 12 November 2001 Pukul 19. 17 November 2001 pukul 20.215 MW (Netto) f.00 = 12.62 III. 16 November 2001 Pukul 18. Struktur Molekul Cyclopentane C5H1O b. Kurva Beban Sistem dan Region Kamis. Kurva Beban Sistem dan Region Rabu.30 = 11.54 III.2001 Pukul 20.58 III. Kantong Gas Berada di atas Kantong Minyak (Petroleum Gas) Turbin Cross Flow Buatan Toshiba Aliran Air Pendingin dan Uap dalam Kondensor PLTU Pelindung Katodik pada Instalasi Air Pendingin Transformator yang Sedang Mengalami Kebakaran dan Sedang Diusahakan Untuk Dipadamkan dengan Menggunakan Air Sebuah Sistem Interkoneksi yang Terdiri dari 4 Buah Pusat Listrik dan 7 Buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV Gambar Sebuah Sistem Interkoneksi yang terdiri dari 4 buah Pusat Listrik dan 7 buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV a.096 MW (Netto) g.63 III. Kurva Beban Sistem dan Region (Idul Fitri Hari Ke 1) minggu.51 III.00 = 12.454 MW (Netto) b.61 III.495 MW (Netto) c. 15 November 2001 Pukul 18.

Sistem Rel Ganda dengan PMT Ganda Sistem Kubikal a.20 VI.7 VI.4 IV. 1 Januari 2002 pukul 19. 1 Antara Pusat Listrik A dan GI B b.4 VI.16 VI.13 VI. Gambar Prinsip dari PMT dalam Sistem Kubikel d.5 IV.8 VI.21 VI.30 = 9.660 MW (Netto) k.26 j.10 VI.1 VI.1 VI. Prosedur Pembebasan Tegangan Pada Penghantar No.24 VI.14 VI.6 VI.25 VI.19 VI.6 IV.22 VI.5 VI.18 VI.PMT AB2 berfungsi sebagai PMT Kopel Disturbance Fault Recorder Tipe BEN 5000 buatan LEM (Belgia) Cara Mencari Kerusakan Rangkaian Kutub Cara Memeriksa Kerusakan pada Belitan Kutub Avometer Pemeriksaan Belitan Mesin Listrik 3 Phasa Menggunakan Megger Cara Memeriksa Belitan Kutub Menggunakan Avometer Cara Memeriksa Kutup Motor Sinkron Menggunakan Kompas Motor Induksi Phasa Belah Motor Kapasitor Bagan Proses Produksi Pada Usaha Jasa Perbaikan Simbol Group Belitan Langkah Belitan Nomal dan Diperpendek Belitan Gelung dan Rantai Bentuk Alur dan Sisi Kumparan Jumlah Rangkaian Group pada Satu Phasa Belitan Stator Terpasang pada Inti Jenis Hubungan Antar Group Hubungan antar Group 1 Phasa Belitan Rantai Single Layer Contoh Bentangan Belitan Rantai Lapis Tunggal Contoh Betangan Belitan Notor Induksi 3 Phasa 36 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 Phase 48 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 phasa 24 alur Gambar Skema Langkah Belitan pada Alur Motor Induksi 3 phasa 36 Alur Proses Pemberian Red Oxyde Isolasi Alur Stator Alat Pelindung dan Alat Bantu Memasukkan Belitan pada 241 242 245 247 249 253 257 258 258 260 261 272 283 284 286 287 287 289 301 302 309 312 314 315 316 317 319 320 320 321 322 322 323 324 324 326 327 328 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D8 .7 V.3 VI.15 VI.17 VI. Prosedur memindah Transformator PS dari Rel 1 ke Rel 2 c.12 VI.11 VI.3 IV.9 VI.2 VI. Kurva Beban Puncak Tahun Baru Selasa. Natal 2001 Dan Tahun Baru 2002 Beban Puncak dan Beban Rata-rata Sistem Hal-hal yang dialami unit pembangkit dalam satu tahun (8760 jam) Penggambaran LOLP = p x t dalam Hari per Tahun pada Kurva Lama Beban a. Kurva Beban Puncak Idul Fitri 1422 H. Konfigurasi Rel PMT 1½ pada Pusat Listrik.23 VI. Konfigurasi Rel Ganda pada Pusat Listrik dengan Kondisi PMT Kopel masih Terbuka b.IV.

12 Rangkaian Magnet dari Mesin Arus Searah pada Umumnya VII.30 Skema dan Rangkaian Seri Atas-Bawah.9 Penambahan Belitan Magnet VII.5 Skema Pemasangan Mika Saklar VII.18 Gambar Mencari Belitan Jangkar yang Hubung Singkat dengan Badan VII.29 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa untuk Crane Double Speed 720 rpm dan 3320 rpm Star Dalam VI.7 Opjager VII.20 Mencari Hubung Singkat terhadap Badan dengan Growler dan Milivoltmeter VII.22 Mencari Putusnya Belitan dengan Jarum Magnet VII.19 Mencari Hubungan Singkat dengan Badan VII.27 Pemasukan Belitan Kedalam Alur Stator VI.24 Reaksi Jangkar yang Menyebabkan Muculnya Bunga Api VII.34 Belitan Motor induksi 3 Phasa 24 Alur 3000 rpm VI.33 Belitan Motor Induksi Phasa 36 Alur 3000 rpm VI.4 Pengisian Baterai aAkumulator Terbagi Beberapa Bagian VII.14 Rangka Mesin Listrik Arus Searah yang Retak Rangkanya VII.8 Skema Sebuah Generator dengan Baterai Buffer VII.16 Mencari Hubung Singkat Belitan Jangkar dengan Growler VII.27 Menggeser Sikat pada Motor Listrik Setelah Timbul Bunga Api VII.Alur VI.23 Mencari Putusnya Belitan dengan Mili-Voltmeter VII.11 Skema Agregat dari Piranti VII.31 Skema Langkah Belitan Motor 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI. Atas-Atas Motor Induksi 3 Phasa Crane Double Speed 720 dan 3320 rpm VI.3 Hubungan Jajar Baterai Akumulator dengan Dua buah Generator Shunt dan Memakai Tiga Hantaran VII.1 Kontruksi dari Sebuah Saklar Sel Berbentuk Lurus VII.35 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa 24 Alur 1500 Rpm VII.13 Pengikat Inti Kutub Terhadap Rangka Mesin Listrik Arus Searah pada Umumnya VII.26 Keadaan Teoritis Reaksi Jangkar pada Motor Arus Searah VII.25 Arah Menggeser Sikat Setelah Timbul Reaksi Jangkar VII.15 Cara Mencari Belitan Kutub yang Putus VII.6 Pusat Tenaga Listrik dc Memakai Saklar Sel Berganda VII.21 Mencari Putusnya Belitan dengan Growler dan Cetusan Bunga Api VII.28 Untuk Mencari Bagian Mana yang Rusak Gunakanlah Avometer 329 330 342 343 344 344 345 345 346 348 350 352 352 354 355 357 359 362 362 363 365 369 369 371 374 374 375 375 376 376 376 377 378 379 380 381 383 Daftar Isi LAMPIRAN D9 .28 Bentuk Belitan dalam Stator dan Proses Pemvarnisan VI.2 Hubungan Jajar dari Baterai Akumulator dan Generator VII.10 Medan Differensial VII.32 Belitan Motor AC 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.17 Mencari Hubung Singkat Belitan Terhadap Badan VII.

7 X. C-GIS (Cubicle type Insulated Switchgear) 12 kV Dry Air Insulated Switchgear 72.6 X.18 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV d.1 Bentuk Lempeng lemel Potongan Kolektor Bagian Alir Start-Stop PLTU PERAK III & IV Grafik Pengoperasian pada Turning Gear Simbol Gerbang AND Simbol Gerbang OR Simbol Gerbang NOT On Delay dan Off Delay pada Timer Contoh Wiring Diagram Sistem Kelistrikan PLTU Perak Contoh Transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan Daya di atas 1000 MVA Contoh Vacuum Interrupter Gas Insulated Switchgear (GIS) a.4 IX.8 X.3 IX.26 X.7 X.2 X.28 XI.5 kV b.27 X.1 IX. Gas Switchgear Combined (GSC) 550 kV b.5 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145 kV Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72. Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV c. Gas Switchgear Combined (GSC) 72.10 X.23 X.5 kV VCS (Vacuum Combined Switchgear) VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door Unit VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit Oil-Immersed distribution transformers SF6 Gas – Insulated Transformer Cast Resin Transformer Sheet – Winding (standart: Aluminum Optional Copper) Gambar gambar Short Circuit Breaking Tests Short – Time Witstand Current Test Alternating Current With Stand Voltage Test Internal Arc Test of Cubicle Slide Shows Grafik Hubungan Sensing Tegangan Terhadap Output of Generator Rangkaian Amplifier Diagram Minimum Excitay Limiter Blok Diagram Automatic Follower Diagram Excitacy Diagram AVR Single Line diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander 387 387 407 425 427 428 428 429 436 451 466 467 467 468 468 468 469 469 469 470 470 470 471 471 472 472 473 473 474 474 475 445 476 476 477 477 478 483 484 485 486 487 488 494 493 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D10 .13 X. 4000A Menunjukkan C-GIS (Cubicle Type Gas Insulated Switchgear) a.29 VII.30 VIII.3 X.VII.24 X.21 X.2 IX.14 X.6 X.17 X.11 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24 kV c.15 X.25 X.16 X.5 kV Gas Combined Swithgear (GCS) 550 kV.6 IX.1 X.5 X.9 X.19 X.5 IX.4 X.12 X.2 XI.22 X.20 X.5 kV Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.

5 XII.5 XIII.9 XI.1 XII.12 XI.8 XIII. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV Transformator Toroida 1.4 XI.18 XI.3 XI.2 XII.000 A/4A untuk Mengukur Arus Line Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Transformator Tegangan pada Line 69 kV Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh Bentuk Amperemeter dan Voltmeter Kontruksi dasar Watt Meter 495 496 496 497 500 500 503 504 505 506 506 507 508 509 510 511 511 515 517 525 528 530 531 534 535 536 538 539 542 542 543 544 545 546 547 547 548 Daftar Isi LAMPIRAN D11 .8 XI.XI.7 XIII.21 XII.6 XII.10 XI.5 XI.3 XII.16 XI.15 XI.19 XI.6 XI.2 XIII.17 XI.4 XIII.6 XIII.11 XI.20 XI.7 XI.13 XI.14 XI.7 XII. 400 A/5 A. 100A/5 A untuk Line 230 kV Transformator Arus 50 VA.8 XII.3 XIII.4 XII.9 Pada Crane Contoh Gambar Menentukan Torsi Mekanik Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik Contoh Gambar Menentukan Daya Mekanik Contoh Gambar Menetukan Daya Motor Listrik Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Contoh Gambar Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi pada Roda 2 Pully Rangkaian Control Plug Rangkaian Daya Plugging Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Pengereman Regeneratif Pengereman Dinamik Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton untuk Mengangkat Kapal Konstruksi Lift Contoh Pengawatan Lift Bagan Jenis-Jenis Fasilitas Telekomunikasi pada Industri Tenaga Listrik Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Contoh Peralatan Radio Contoh Pemancar Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan Lintasan Gelombang Mikro Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Bagian-bagian Pemancaran (A) Antena Reflektor pasif Parabola (B) Gelombang Mikro Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Desain Transformator Arus 500 VA.1 XIII.9 XIII.

42 XIII.20 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Cosphimeter dengan Azaz Kumparan Siang Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Skala Cosphimeter 3 phasa Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-garis Sambungan Cosphimeter 1 phasa Sambungan Secara tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Pemasangan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 3 Phasa Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis PengisianPengosongan kapasitor Kontruksi Frekuensi Lidah Skala Frekuensimeter Lidah Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus BolakBalik (Jenis Induksi) Arus Eddy pada Suatu Piringan Prinsip Pengatur Phasa Prinsip Suatu Beban Berat Prinsip Suatu Beban Ringan Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) Prinsip Voltmeter Digital dengan Metode Perbandingan Beda Antara Metode Perbandingan dan MetodeIntegrasi Prinsip Sistem Penghitungan dengan Cara Modulasi Lebar Pulsanya Alat Pencatat Penulis Pena Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Alat Pencatat Penulis Langsung Cara Kerja alat Pencatat Penulis Langsung (jenis pemetaan) Blok Diagram Suatu Alat Pencatat X-Y Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT 548 549 549 549 550 550 550 551 552 522 533 554 554 554 555 555 555 555 555 556 556 557 557 558 559 559 560 561 561 562 563 563 564 565 565 568 569 569 570 570 571 572 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D12 .46 XIII.12 XIII.30 XIII.18 XIII.17 XIII.14 XIII.48 XIII.35 XIII.43 XIII.25 XIII.44 XIII.22 XIII.27 XIII.29 XIII.40 XIII.37 XIII.13 XIII.36 XIII.26 XIII.34 XIII.28 XIII.24 XIII.XIII.32 XIII.31 XIII.15 XIII.39 XIII.38 XIII.47 XIII.49 XIII.19 XIII.51 Pengukuran daya (Watt-Meter 1 phasa) Pengukuran Daya (Watt-Meter 1 Phasa / 3 Phasa) Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 3 Wattmeter Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi Alat Pengukuran Cos Ф Kopel yang Ditimbulkan Pengukuran Cos Ф dengan Kumparan yang Tetap dan Inti Besi Diagram Vektor Ambar XIII.33 XIII.20 XIII.16 XIII.45 XIII.50 XIII.21 XIII.23 XIII.10 XIII.11 XIII.41 XIII.

55 Contoh dari Samping Osciloskop XIII.58 Peredam Reaktansi XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Gelombang yang terlibat dan bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” XIII.XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Osciloscope (System “Repetitive Sweep”) XIII.54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” XIII.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger XIII.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator XIII.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII. 106 XIII.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer 572 573 573 574 574 574 575 576 576 Daftar Isi LAMPIRAN D13 .

Volt . n1 .H .ω. E = C. 10–8 .ω.102 0 .f.22. 10–8 Volt E=2.44.kp.ω.22. φ . f.f.kd. φ .N.I.Vm 30tm + 460 Faktor beban = n xk 2 atau 1 3-3 3-4 9 10 Beban rata .kp. Volt a E = 4.N.kd.Volt a E = 4. n1 v1 S 1 = q1 .qkW G= 11. Persamaan 2-1 2-2 2-3 2-4 3-1 3-2 Halaman 96 96 97 97 146 195 201 223 S 1 = q1 .kd.Daftar Rumus LAMPIRAN E1 DAFTAR RUMUS N0. 10–8 .ω. 1 2 3 4 5 6 7 8 Rumus No.E K = ( LS ) / UA 2w P diel = U C tan d P = k . φ .A. z .kd.pn.kp. f.760 4-1 4-2 244 245 Faktor kapasitas = Faktor utilitas = 11 12 13 14 15 16 17 18 Beban alat tertinggi Kemampuan alat Jmlh jam gangguan FOR = Jmlh jam operasi + Jmlh jam gangguan 4-3 4-4 4-5 6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 245 246 249 282 282 282 282 282 LOLP = p x t z . 96 Pm = S.520.400.rata Beban Puncak Produksi 1 tahun Daya terpasang x 8.44. φ .BMEP x pm . 10–8 Volt E=2.η . φ .kp. p h 1.

. z . φ .60 = 2.60 n 50. Persamaan 6-6 6-7 6-8 6-9 6-10 Halaman 313 313 313 315 319 349 358 359 360 360 360 360 360 f .LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E2 N0. 10 −8 Volt a 60 p n . z . . φ .π/2 R= 180.… p= 1470 fp = sin ω/Tp. 10 −8 = C a 60 dIG : dIB = E = C .IG E − EK + dEK dIB = B RB dIB = dE K RB 32 33 34 35 dE K dE K : RB RG 1 1 dIG : dIB = : RG RB p n E= .2 p S V konstan V keluar arus Jumlah sel = 7-1 7-2 7-3 7-4 7-5 7-6 7-7 7-8 I = IG + IB E − EK EG = G RG EG − ( EK − dEK ) IG+dIG = RG (IG + dIG) . 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rumus S/phasa = p= S = 12 alur 3 No. Volt 7-9 7-10 7-11 7-12 360 366 360 367 .

z .A garis – garis Rm C1 φ = garis – garis Rm C1 Volt E=C Rm C . Im φ = B.q garis-garis 7-16 7-17 7-18 7-19 7-20 7-21 7-22 7-23 7-24 7-25 8-1 9-1 9-2 9-3 9-4 11-1 11-2 11-3 11-4 B. f (Im) garis-garis p n .N F = B. Im ι Oersted 7-13 367 N0. C1 Volt E= Rm = E= C. Persamaan 7-14 7-15 Halaman 367 367 367 367 368 367 368 370 370 381 384 384 397 431 432 434 434 494 495 495 496 φ= φ 0.t wat t . 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 B= Rumus 0. φ = CI .4 π N . f .4 π N . . Volt. φ . Im ι µ .10 −8 Volt a 60 p n . φ .m) W = F.20) e(t ) = − N (dφ / dt ) Vp / Vs = Np / Ns V = 4.V F = 9.Daftar Rumus LAMPIRAN E3 36 H= 0.10 −8 Volt E= a 60 E .C n= k E= φ S20 = St + 0.4 π N .L. z . .0007(t .d Joule P = W.d (N . φ .8 m T = F.44.q ι µ Gauss No.

55 11-5 497 .LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E4 58 P= nT Watt 9.

Jelaskan 2 (dua) keuntungan sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik? 9. PLTU. Sebutkan 5 (lima) kelengkapan pada pusat pembangkit listrik dan fungsinya? 5. Sebutkan jenis dan fungsi saklar tenaga pada pusat pembangkit listrik 7. Bagaimana cara melakukan instalasi pada generator sinkron dan transformator 3 phasa pada pusat pembangkit. Apa yang dimaksud instalasi sendiri pada pusat pembangkit listrik . Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengembangan pusat pembangkit tenaga listrik? 4. Sebutkan 9 masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. PLTPB. Jelaskan secara ringkas proses pembangkitan tenaga listrik pada PLTA. PENDAHULUAN 1. dan mana yang paling dominan? 6. Jelaskan cara dan proses melakukan instalasi excitacy pada generator sinkron 3 phasa 5.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F1 SOAL-SOAL LATIHAN BAB I. Bagaimana proses melakukan instalasi dari pusat pembangkit sampai ke transformator? 4. Jelaskan prinsip kerja switchgear pada pusat pembangkit? 8. Apa yang dimaksud instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik? 7. Pusat pembangkit jenis apa yang banyak dikembangkan di Indonesia. Gambarkan proses penyaluran tenaga listrik di Indonesia dengan disertai fungsi masing-masing bagian 10. PLTD. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Jelaskan perbedaan antara rel tunggal dan rel ganda pada pusat pembangkit listrik dengan disertai gambar 6. Faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam memilih jenis penggerak mekanis pada pusat pembangkit listrik 8. dan PLTN 2. Jelaskan faktor apa saja yang menjadi indikator mutu tenaga listrik? BAB II. jawaban dengan disertai gambar 2. Bagaimana cara melakukan instalasi kelistrikan pada transformator dan generator sinkron 3 phasa? 3. jawaban disertai dengan penjelasan 3.

Jenis-jenis kabel apa saja yang digunakan untuk instalasi kelistrikan pada pusat pembangkit listri 26. Bagaimana cara melakukan pengukuran besaran listrik pada pusat pembangkit listrik 23. Apa fungsi yang terpenting dari baterai dalam instalasi listrik pusat listrik? 18. 12. Sebutkan relai-relai yang penting untuk memproteksi generator dengan daya di atas 10 MVA! 17. Jelaskan proses kerja pengatur otomatis dari generator berdasarkan prinsip mekanis maupun yang berdasar prinsip elektronik. Mengapa pada rel bus dipasang proteksi? 31. Pada bagian depan dan belakang PMT harus dipasang pemisah. Jelaskan mengapa pemutus tenaga dari sistem arus penguat (exitacy) generator harus dilengkapi tahanan yang harus dihubungkan dengan kumparan penguat generator 14. Sebutkan jenis-jenis dan fungsi sistem proteksi pada pusat pembangkit listrik 24. Bagaimana cara melakukan pengamanan pusat pembangkit listrik terhadap gangguan petir 27. Semua bagian instalasi pusat listrik yang terbuat dari logam harus ditanahkan. Apa yang dimaksud dengan proteksi rel? 28. Sebutkan 2 macam keuntungan dan kerugian antara pemutus tenaga menggunakan gas SF 6 dibandingkan pemutus tenaga hampa 13. 10. Bagaimana proses melakukan pemeliharaan accu zuur? 20. Apa yang mempengaruhi berat jenis accu zuur? 19. 15. baik untuk penguatan tersendiri . apa sebabnya? Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar. apa sebabnya? 11. Uraikan proses pengujian minyak transformator 22. Sebutkan pokok-pokok spesifikasi teknik yang diperlukan dalam membeli pemutus tenaga! 16. Bagaimanakah pengaruh besarnya arus excitacy terhadap besar output tegangan generator sinkron 3 phasa dengan jumlah putaran tetap. Sebutkan macam-macam transformator dan fungsinya masingmasing 21.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F2 9. Bagaimana cara melakukan instalasi pada bagian vital pada pusat pembangkit listrik 29. Sebutkan cara untuk memutus busur listrik dalam pemutus tenaga. Jelaskan prinsip kerja generator sinkron 30. Bagaimana cara memelihara pusat pembangkit tenaga listrik 25.

Apa kelebihan dan kekurangan unit PLTD dibandingkan unit pembangkit lainnya? 9. Mengapa hutan di daerah aliran sungai penggerak PLTA perlu dilestarikan? 2. Berapa besar daya yang dibangkitkan PLTA? b. OPERASI PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Jika setiap s t an d a r d c u b i c f o o t me ngand ung 922 Bt u dan ha rg a 1 MSCF gas US$ 2. Jelaskan prosedur mengoperasikan genset? 8. 7. berapa hari dapat dilakukan dalam 1 tahun? 4. Efisiensinya pada beban 400 MW 46%. Sebuah PLTGU menggunakan gas sebagai bahan bakar memiliki kapasitas 430 MW beroperasi dengan beban 400 MW selama 24 jam perhari. langkah apa yang harus dilakukan? 6. Apa sebabnya bahan bakar minyak dari PERTAMINA yang dapat dipakai untuk turbin gas hanyalah high speed Diesel oil (HSD)? 10. Langkah-langkap apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri pada batubara yang ditumpuk di lapangan? 5.0 denga n k urs US$ 1 . Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kWh? c. Berapa besar volume kolam tando yang diperlukan jika PLTA selalu siap operasi penuh sepanjang tahun? d.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F3 BAB III. Sebuah PLTA memiliki tinggi terjun 200 meter dan instalasinya maksimum bisa dilewati air sebanyak 25 m3/detik. Debit air sungai penggerak PLTA ini dalam satu tahun (365 hari) adalah sebagai berikut: Selama 240 hari rata-rata = 60 m3/det Selama 120 hari rata-rata = 10 m3/del Efisiensi rata-rata PLTA i = 80% Ditanya (penguapan air dalam kolam diabaikan): a. Apa yang terjadi jika derajat keasaman air ketel PLTU melampaui batas. Jika PLTA dioperasikan penuh. Apa fungsi saluran pesat pada PLTA? 3. PLTA mempunyai kolam tando tahunan. Jika daya hantar listrik air ketel melampaui batas yang diperbolehkan. Berapa besar produksi kWh yang bisa dicapai PLTA ini dalam satu tahun? e.

J i k a e x c i t a c y pad a gene rato r sinkro n lepas d an Ge nset tetap be rputa r da n berb eba n. jika air untuk PLTA diperkirakan bisa memproduksi 360 MWH. PLTGU dengan 2 blok yang sama 2 x (3 x 100 MW + 150 MW) d.00/kWh Biaya bahan bakar (minyak) PLTG rata-rata = Rp 800. Susunlah neraca energi dan perkiraan biaya bahan bakar sistem untuk bulan Januari. PLTG dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW. PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI 1.300.00. Biaya bahan bakar PLTU (batubara) rata-rata = Rp l20.413 Btu. PLTU dengan 4 unit yang sama 4 x 600 MW c. Berapa biaya pembelian gas per hari dan biaya gas per kWh.00/kWh Batasan jam nyala bulanan adalah: PLTA : 700 jam PLTGU : 660 jam PLTU : 660 jam PLTG : 500 jam Faktor beban sistem : 0.76 . PLTA dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW b. Susunlah neraca daya sistem untuk bulan Januari sampai dengan April b. Catatan 1 kWh = 3. Sebuah sistem tenaga listrik interkoneksi terdiri dari: a. 11. unit ke 4 baru Selesai terpasang bulan Maret Jadwal pemeliharaan unit unit adalah sebagai berikut: Januari Februari Maret April : : : : 1 unit PLTU selama 1 bulan 2 buah unit PLTG selama I bulan 1 blok PLTGU selama 1 bulan 1 unit PLTA selama 1 bulan Perkiraan beban puncak adalah: Januari : 3600 MW Februari : 3610 MW Maret : 3630 MW April : 3650 MW a. Bagi an-ba gian apa saja ya ng ha rus dipeli ha ra p ada genset Bab IV. be rap a besar t egang an ya ng di ba ngkitkan 12.00/kWh Biaya bahan bakar PLTGU (gas) rata-rata = Rp l80.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F4 Rp 9.

Kendala-kendala apa saja yang terjadi pada operasi pusat pembangkit listrik BAB V. Bagaimana langkah-langkah dalam memperkirakan besar beban? 12. Mengapa dalam pelayanan tenaga listrik harus memperhatikan kontinuitas pelayan beban 15. Buat data dalam bentuk tabel yang berisi nama. Dalam sistem interkoneksi antar perusahaan (negara). Dalam rangka untuk tujuan pemeliharaan. 2. spesifikasi. Jenis pekerjaan apa yang dapat dilakukan secara otomatisasi pada pusat pembangkit listrik 18. segi listrik dan kesehatan kerja 16.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F5 2. 3. bagaimana langkah-langkah dalam melakukan koordinasi pemeliharaan pada sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik 13. misalnya untuk bulan Januari 31 x 24 jam = 744 jam? 3. Jelaskan bagaimana prosedur membebaskan tegangan sebuah saluran yang keluar dari pusat listrik dalam rangka melaksanakan pekerjaan pemeliharaan? 5. Angka apa yang menggambarkan tingkat keandalan sistem interkoneksi? 4. Tindakan apa saja yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja ditinjau dari segi mekanis. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pembangkitan? 14. Mengapa jam nyala unit pembangkit tidak bisa dihitung penuh. angka apa yang perlu diamati untuk menentukan jual beli energi listrik? 7. MANAJEMEN PEMBANGKITAN 1. Apa tugas utama pusat pengatur beban dalam sistem interkoneksi? 6. Apa tujuan dari manajemen operasi pembangkitan energi listrik? Apa tujuan pemeliharaan unit pembangkitan? Apa yang harus dilaporkan pada pemeliharaan unit pembangkit? Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan operasi pembangkitan? . dan jumlah bahan serta alat untuk melakukan kerja jajar 2 generator sinkron 3 phasa 11. bagaimana prosedur dalam pembebasan tegangan dan pemindahan beban pada pusat pembangkit listrik 17. Apa manfaat penggunaan SCADA serta komputerisasi dan otomatisasi dalam sistem interkoneksi? 9. Kendala-kendala apa yang harus diperhatikan dalam operasi sistem interkoneksi? 8. Bagaimanakan syarat-syarat untuk melakukan kerja jajar 2 (dua) generator sinkron 3 phasa? 10. 4.

jawaban disertai penjelasan. Dimana suku cadang pada pembangkit disimpan 10. Siapa yang memberi rekomendasi untuk operasi dan pemeliharaan yang waktu akan datang BAB VI. Transformator penaik tegangan rusak. Sebutkan jenis penguat pada generator sinkron 3 phasa. Lilitan stator generator terbakar b. jelaskan apa penyebab dan cara pemeliharaannya 8. Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan kerusakan unit pembangkit? 6. Jenis kerusakan pada bagian apa yang dapat dikategorikan keruskan berat pada motor listrik 3 phasa 10. GANGGUAN. Apa yang dilakukan jika terjadi pada belitan penguat generator sinkron 3 phasa? 3. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan unit pembangkit diesel dan PLTU? 9. 5. Gangguan dan gejala gangguan apa saja yang sering terjadi pada motor induksi 3 phasa dan bagaimana cara mengatasinya? 7. Bagaimana cara memperbaiki dan memelihara a. Lilitan stator motor listrik terbakar d. Pemutus tenaga meledak/rusak . Dalam melakukan pemeliharaan secara prediktif. Bagaimana cara memelihara motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak mesin pendingin? 11. Sebutkan langkah-langkah dalam memelihara generator sinkron 3 phasa 6. besaran-besaran apa yang harus dianalisis hasilnya? 8. Apa yang harus dilaporkan dalam laporan kejadian gangguan pada unit pembangkit? 7. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan pemeliharaaan motor induksi 3 phasa 9. Sebutkan jenis gangguan dan gejala pada generator sinkron dan bagaimana cara mengatasinya? 2. Jenis kerusakan apa yang sering terjadi pada generator sinkron 3 phasa 4.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F6 5. c. PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN ARUS BOLAK BALIK 1. Jika sekring pada motor induksi sering terputus.

Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada transformator? tindakan apa yang harus dilakukan jika besar tahanan isolasi tidak memenuhi persyaratan minimal? . Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada transformator yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 5. Bagaimana cara mengetahui jika kumparan kutup ada yang putus? 13. Sebutkan persyaratan untuk menghubungkan jajar generator arus searah dengan baterai akumulator 5. Jelaskan fungsi generator arus searah dalam pusat pembangkit listrik arus searah 3. Jika generator arus searah tidak keluar tegangan. SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR 1. Mengapa pada generator pembangkit dilakukan pengukuran tahanan isolasi dan kapan harus dilakukan? 3. Kapan harus dilakukan pemeliharaan pada Accu dan generator DC? BAB VIIII. Apa yang harus dilakukan jika motor DC putarannya rendah? 10. faktor apa saja yang harus dipertimbangkan 2. tegangan yang keluar polaritasnya terbalik? 9. Apa yang harus dilakukan jika motor DC tidak berputar jika dibebani? 11.Soal-Soal Latihan BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH LAMPIRAN F7 1. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada motor listrik yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 4. Untuk pemilihan generator dan motor listrik arus searah (DC). Apa yang harus dilakukan jika generator DC. Apa yang harus dilakukan jika kumparan kutub atau kumparan maknit putus? 12. Mengapa dilakukan pemeliharaan Accu Battery yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 6. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara baterai akumulator pada pusat pembangkit listrik arus searah? 8. Kegiatan pemeliharaan apa saja yang harus dilakukan pada generator DC dan Sinkron di PLTA? 2. jelaskan faktor apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya 4. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara generator arus searah pada pusat pembangkit listrik arus searah? 7. Jelaskan langkah-langkah dalam memeriksa dan memelihara jangkar motor DC? 14. Jelaskan fungsi baterai pada pusat pembangkit tenaga listrik arus searah 6.

Apa yang dimaksud BFP dan CWP C. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan Accu Battery? 10. EXCITACY DAN SYSTEM KONTROL 1. Apa yang dimaksud system excitasi dengan sikat dan prosedur kerja serta pemeliharaannya 7. Sebutkan jenis switchgear dan cara memeliharanya 5. Sebutkan bagian-bagian dari unit AVR dengan fungsinya masingmasing 10. STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) 1. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) transformator? 8. Jelaskan langkah-langkah pada Turning Gear 7. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down 6. Bagaimana prosedur pengujian atau pemeliharaan transformator 4. Sebutkan bagian-bagian dari sistem excitasi tanpa sikat (Brushless Excitation) pada PLTU 8. Apa definisi dari SOP? 4. Jelaskan langkah-langkah pada pemeliharaan Genset dengan menggunakan SOP BAB X TRANSFORMATOR DAYA. Sebutkan bagian-bagian transformator tenaga dan fungsi tiap-tiap bagian 3. Apa tujuan kita harus menggunakan SOP dalam melakukan pekerjaan? 3. Apa maksud harus mengikuti SOP dalam melakukan pekerjaan? 2. Sebutkan klasifikasi tansformator tenaga dengan diserta penjelasan 2. perbaikan dan pemeliharaan minyak transformator? BAB IX. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) generator? 9. Jelaskan prosedur start dingin pada PLTU? 5.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F8 7. Jeaskan prosedur pemeliharaan sistem kontrol pada pusat pembangkit listrik . RELAY PROTECTION. Jelaskan proses kerja alat pengatur tegangan otomatis (Automatic Voltage RegulatorVR) dan prosedur pemeliharaannya 9. Sebutkan jenis relay proteksi pada pusat pembangkit listri dan fungsi serta prosedur pemeliharaannya 6. SWITCHGEAR.

Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di samping. Sebutkan fungsi crane pada pusat pembangkit listrik sebutkan jenis-jenis motor listrik ysng sering digunakan pada crane Apa fungsi magnetic contactor mada rangkaian pengendali crane Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada 90 m dengan 1. 4. Jari-jari pully 0. 2. 7. Sebutkan bagian-bagian lift dan fungsinya 9. Motor untuk lift seperti gambar di bawah ini tetapi berat benda 600 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Sebuah motor listrik dengan tenaga 150 DK (1DK = 736 Watt). Motor listrik dihubungkan pada dynamo (generator) KEM dengan tegangan 400 V.425 rpm.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F9 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) 1. Pada motor listrik terjadi kerugian sebesar 40%. Hitung daya output jika putaran motor 1. n= 1425 rpm P1=25 n= 1425 8.Tentukan momen pada poros motor listrik 5. 3. Penjelasan dengan disertai gambar . Motor ini dipakai untuk mengangkat barang.1 m. 1 HP = 746 Watt). Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N. Panjang 1.5 m/detik dengan dibebani 750 kg/jam. Jelaskan prinsip kerja lift. Berapakah besarnya arus yang diambil oleh dynamo atau generator KEM? 6.5 m/s sabuk 90m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm.

000 kg/jam. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi radio 7. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan pembawa saluran tenaga 5. dan jelaskan perbedaannya 2. Sebutkan prosedur pemeliharaan pada lift dan tindakan keselamatan kerja yang harus dilakukan Torsi motor pada saat start 140 N-M. Jari-jari pully 0.Tentukan momen pada poros motor listrik Sebutkan 3 jenis cara pengereman pada motor listrik.800 rpm. Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK 1.1 m. 15. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Jelaskan prosedur pemeliharaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK 1. Sebutkan klasifikasi penggunaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi gelombang mikro 8.5 m/detik dengan dibebani 50. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phasa. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 90 persen dioperasikan dengan beban penuh. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 2. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan rangkaian transmisi 6. 13. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi pada jaringan listrik.. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran arus dengan kapasitas tinggi pada jaringan listrik.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F10 10. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 4. Panjang sabuk 240m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phas. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. dengan diameter pully 1 meter. Jawaban disertai penjelasan dan gambar . Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem transmisi alat komunikasi 4. 12. hitung jarak pengereman jika motor berhenti 3 m dan gaya pengereman Untuk pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 20 N dan pemberat 5 N. 11. Jelaskan apa yang dimaksud dengan saluran telekomunikasi dengan kawat 3. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 3. 14. Hitung daya output jika putaran motor 1.

Bagaimana cara mengukur besarnya tahanan isolasi dengan menggunakan megger (megger dengan dynamo dan diputar engkol dan megger dengan menggunakan baterai 7. Jelaskan prosedur pemeriksaan alat ukur listrik dan cara perbaikannya . Jawaban disertai penjelasan dan gambar 6. Jelaskan prosedur memeliharaan alat ukur listrik 10. Jelaskan prosedur pengukuran besaran istrik dengan menggunakan oscilloscope 8. Jelaskan prinsi pencatatan besarnya energi listrik.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F11 5. Bagaimana prosedur pengukuran faktor daya menggunakan cosphimeter 9.

MENJELASKAN ASPEK-ASPEK P3K 6. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK HOUSE KEEPING . MENJELASKAN MACAM-MACAM BAHAYA KECELAKAAN KERJA 3. MENJELASKAN CARA-CARA MELAKUKAN PERNAFASAN BUATAN 7. MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN DAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA 4. MENJELASKAN UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA YANG BERLAKU DI PLN DAN ANAK PERUSAHAANNYA 2.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 Pembangkitan Tenaga Listrik Lampiran : 1 UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA TUJUAN SETELAH MENYELESAIKAN MATA PELAJARAN PESERTA DIHARAPKAN MAMPU : 1. MENJELASKAN TINDAK LANJUT JIKA TERJADI KECELAKAAN 5.

2 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KECELAKAAN YANG TERJADI PADA SESEORANG KARENA HUBUNGAN KERJA DAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH BAHAYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEKERJAAN. KESELAMATAN KERJA ADALAH SUATU BIDANG KEGIATAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENCEGAH SUATU BENTUK KECELAKAAN KERJA DILINGKUNGAN DAN KEADAAN KERJA .

BAHWA SETIAP ORANG LAIN YANG BERADA DITEMPAT KERJA PERLU TERJAMIN KESELAMATANNYA. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG MENDASARI TERBITNYA UNDANG-UNDANG INI ANTARA LAIN : BAHWA SETIAP TENAGA KERJA BERHAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN KESELAMATANNYA. MEWUJUDKAN UNDANG-UNDANG YANG MEMUAT TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT . INDUSTRIALISASI. . PEMBINDAAN NORMA-NORMA PERLINDUNGAN KERJA. PEMANFAATAN SUMBER PRODUKSI SECARA AMAN DAN EFISIEN. TEKNIK DAN TEKNOLOGI.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 3 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO.

4 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TERDIRI XI BAB YANG MENGATUR : BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB I II III IV V VI VII VIII IX X XI TENTANG ISTILAH-ISTILAH RUANG LINGKUP SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA PENGAWASAN PEMBINAAN PANITIA PEMBINAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KECELAKAAN KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA KEWAJIBAN PENGURUS KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP .

SUARA DAN GETARAN TIMBULNYA PENYAKIT AKIBAT KERJA : PHISIK MAUPUN PSIKIS. KERACUNAN INFEKSI DAN PENULARAN . GAS. MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN PENYEBARLUASAN : DEBU PRESIFIKATOR. UAP. SINAR. KOTORAN. MEMBERI : JALAN PENYELAMATAN DIRI PERTOLONGAN PADA KECELAKAAN ALAT-ALAT PELINDUNG PADA PEKERJA 3. RADIASI.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 5 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. ASAP. MENCEGAH DAN MENGURANGI KECELAKAAN BAHAYA PELEDAKAN DAN MENADAMKAN KEBAKARAN 2. 1 TAHUN 1970 BAB II RUANG LINGKUP ANTARA LAIN MEMUAT : 1.

6 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik 4. MEMELIHARA : PENYEGARAN UDARA. ALAT KERJA : . KESEHATAN DAN KETERTIBAN 6.Lingkungan .Produktivitas . 7. KEBERSIHAN.Fungsi .KK . MEMPEROLEH : PENERAPAN YANG CUKUP DAN SESUAI KEBERSIHAN LINGKUNGAN ALAT KERJA.Alat . MENGAMANKAN DAN MEMPERLANCAR PEKERJAAN BONGKAR MUAT. PERLAKUAN DAN PENYIMPANAN. CARA DAN PROSES KERJA 5.

MEMBERI KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI PENGAWAS ATAU AHLI KESELAMATAN KERJA 2. MEMAKAI ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN 3.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. MEMINTA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN SEMUA SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN 5. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN DIMANA TEMPAT KERJA SERTA ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN . MEMENUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT K-3 YANG DIWAJIBKAN 4. 1 TAHUN 1970 BAB III KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA ANTARA LAIN MEMUAT : 1.

5. 005/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANGSINYA. 002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN DILINGKUNGAN PLN. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA. SURAT EDARAN NO. INSTRUKSI DIREKSI NO. DAN BEBERAPA SE DIREKSI YANG LAIN. PENGUMUMAN DIREKSI NO. . 3. UNDANG-UNDANG NO. 2. 4.8 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik DASAR-DASAR KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PLN 1. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 9 Pembangkitan Tenaga Listrik PENGUMUMAN NO. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA KERJA MENGGUNAKAN PAKAIAN DINAS MENGGUNAKAN SEPATU KULIT YANG TELAPAKNYA TIDAK PAKAI PAKU CERMAI ( PAKUNYA TIDAK MENONJOL ) MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN KULIT PENDEK MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG TELINGA DILARANG MEROKOK PEKERJA HARUS TERDIRI MINIMAL 2 0 ORANG .

10 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik SURAT EDARAN NO. 055/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANSIKNYA AGAR PADA DIREKTUR/PEMIMPIN/KEPALA SATUAN PLN AGAR SECEPATNYA MENGAMBIL LANGKAH : SECARA BERTAHAP MEMENUHI KEBUTUHAN ALAT PENGAMAN KERJA MEWAJIBKAN PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN BAGI SETIAP PEGAWAI SESUAI DENGAN PEKERJAANNYA MEWAJIBKAN KEPADA SEMUA PENGAWAS UNTUK .

Memberi peringatan bagi pegawai yang tidak memakai alat pengaman . peningkat.Memberikan petunjuk lisan tertulis tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk melaksanakan suatu pekerjaan PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN DIATAS DIKENAKAN SANKSI : . pensiun dini dan cuti kerja .Tindakan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 11 Pembangkitan Tenaga Listrik .Tetap berada ditempat kerja .Tidak diberi tunjangan kecelakaan dinas bila petugas celaka tanpa memakai alat pengaman kerja .

002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DILINGKUNGAN PLN MELAKSANAKAN KAMPANYE NASIONAL DALAM MEMASYARAKATKAN K3 UNTUK MEWUJUDKAN K3 YANG BAIK DI PLN DIPERLUKAN PEMBENTUKAN ORGANISASI KK SEJAJAR DENGAN TINGKATAN SEKSI MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENGAWASAN SECARA EFEKTIF MENGAJUKAN KEBUTUHAN POSTER-POSTER BUKU-BUKU PEDOMAN K3 MELENGKAPI ALAT PENGAMAN KERJA .12 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik INSTRUKSI DIREKSI NO.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 13 Pembangkitan Tenaga Listrik ALASAN UTAMA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KEMANUSIAAN EKONOMI MANAJEMEN Manusia adalah makluk Tuhan yang tertinggi Aset perusahaan yang harus dijaga Menjaga supaya perusahaan mendapat untung Management harus baik maka management harus dijaga .

14 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TIGA SUMBER KECELAKAAN K E M B A L I K E M A N U S I A MANUSIA Karena manusia sifatnya Fleksible Sehingga kawan dalam kegiatan Kerja Methode waktu kerja yang Kurang baik Tempat kerja yang tidak mendukung METHODE KERJA TEMPAT KERJA .

SENDA GURAU.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 15 Pembangkitan Tenaga Listrik MANUSIA TIDAK MENGETAHUI CARA KERJA YANG BENAR DAN AMAN TIDAK MENGERTI BAHAYA YANG AKAN TIMBUL AKIBAT PEKERJAANNYA TIDAK MENGERTI MAKSUD DAN FUNGSI DARI PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN KURANG MENDAPAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KESELAMATAN KERJA KURANG KOORDINASI DALAM TEAM ATAU ANTAR TEAM CEROBOH. BIMBANG/RAGU TIDAK MENTAATI RAMBU-RAMBU PERINGATAN .

BAGIAN YANG BERPUTAR DIBERI TUTUP PENEMPATAN PERALATAN SECARA SEMBARANGAN MENGGUNAKAN ALAT TIDAK SEBAGAIMANANYA MESTINYA TEMPAT KERJA RUANG DAN DAERAH SEKITAR KOTOR TATA RUANG DAN PENERANGAN KURANG MEMADAI LANTAI DAN JALAN BANYAK HAMBATAN DAN TUMPAHAN MINYAK PROSEDUR KESELAMATAN KERJA TIDAK DIPENUHI RAMBU-RAMBU PERINGATAN TIDAK LENGKAP .16 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik METHODE KERJA TIDAK MENDAPAT PENJELASAN MENGENAI PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PERALATAN KERJA ATAU MESIN TIDAK DILENGKAPI DENGAN PENGAMAN YANG MEMADAI.

Lingkungan Bahan Kimia Menjalankan Mesin Karena Over load. pemasokan area Pada sektor max. KEBAKARAN DAN LEDAKAN AKIBAT KECELAKAAN KARYAWAN PERUSAHAAN .Kesehatan dan Keselamatan Kerja 17 Pembangkitan Tenaga Listrik MACAM BAHAYA MEKANIK PHISIK KIMIA LISTRIK Benda yang berputar Sakit.

18 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TINDAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN KENALI ADANYA YANG DAPAT DITEMPAT KERJA DAN TINDAKAN PENGAMANANNYA HINDARI SITUASI YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DENGAN MEMBERI TANDATANDA PERINGATAN PADA DAERAH TERTENTU LAKUKAN PERBAIKAN/MODIFIKASI PADA LOKASI YANG DAPAT MENIMBULKAN KECELAKAAN BILA MEMUNGKINKAN SESUAIKAN METHODE KERJA DENGAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA GUNAKAN PERALATAN PENGAMAN YANG SESUAI DENGAN SIFAT KERJANYA TINGKATKAN ASPEK KESELAMATAN DENGAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG BAIK HINDARI TINDAKAN YANG TIDAK AMAN .

KEINDAHAN DAN KERAPIHAN KEINDAHAN. PERUSAHAAN.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 19 Pembangkitan Tenaga Listrik HAUSE KEEPING BISA DIARTIKAN SEBAGAI : PEMELIHARAAN RUMAH TANGGA. ATAU MEMELIHARAAN TEMPAT KERJA Bahan bakar Hasil aliran listrik HUBUNGAN HOUSE KEEPING DENGAN KESELAMATAN KERJA SEMUA ORANG PADA DASARNYA MENYENANGI KEBERSIHAN. KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN AKAN MENIMBULKAN RASA NYAMAN TANPA DISADARI RASA NYAMAN AKAN MENINGKATKAN GAIRAH KERJA GAIRAH KERJA MENINGKAT BERARTI PRODUKTIVITAS MENINGKAT .

BERSERAKAN. SAMPAH CECERAN MINYAK DLL MERUPAKAN : SUMBER PENYAKIT SUMBER KEBAKARAN BERBAHAYA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA .20 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik PRINSIP – PRINSIP MELAKSANAKAN HOUSE KEEPING BARANG YANG TIDAK BERGUNA.

TALI TAMBANG HARUS DIGULUNG DENGAN RAPI MENGANGKAT. BERSIH. INDAH & RAPI . TERMASUK SISA-SISA MATERIAL SLANG.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 21 Pembangkitan Tenaga Listrik OLEH KARENA ITU BERSIHKAN DAN BUANGLAH DI TEMPAT YANG TELAH DITENTUKAN SETELAH SELESAI BEKERJA KUMPULKAN ALAT DAN BERSIHKAN DAN SIMPAN DITEMPATNYA BERSIHKAN LOKASI TEMPAT KERJA. TOILET HARUS DIJAGA TETAP BERSIH KEBERSIHAN ADALAH PANGKAL KESELAMATAN JADIKAN KEBIASAAN HIDUP : TERTIB. MEMINDAHKAN DAN MENUMPUK BARANG HARUS SESUAI PROSEDUR KAMAR GANTI PAKAIAN. KABEL LISTRIK.

Udara .Bahan bakar .Penangggulangan kebakaran Lampiran: 2 KEBAKARAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI KEBERADAANNYA.Panas AKIBAT KEBAKARAN TIMBUL KERUGIAN : HARTA BENDA JIWA KERUSAKAN LINGKUNGAN Tata Kota Pembangkitan Tenaga Listrik 1 . YANG DISEBABKAN OLEH API BESAR YANG TIDAK TERKENDALIKAN DAN MERUPAKAN SUATU BERTANDA YANG MENYEBABKAN : .

TIDAK MENGETAHUI CARA/TEKNIK PEMADAMAN YANG BENAR 2 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEBAKARAN KEGAGALAN PADA PEMADAM AWAL / API KETERLAMBATAN DALAM MENGETAHUI AWAL TERJADINYA KEBAKARAN TIDAK ADANYA ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN YANG SESUAI TIDAK ADA ATAU KURANG BERFUNGSINYA SISTEM DETEKSI API Relay Alrm/ Detector PERSONIL YANG ADA.

Penangggulangan kebakaran TERJADI API UNSUR API PANAS TITIK NYALA CAMPUR BIASA TERBAKAR PANAS PANAS Pembangkitan Tenaga Listrik 3 .

6 % BATAS BAWAH = 1.Penangggulangan kebakaran BATAS BISA TERBAKAR ADALAH BATAS KOSENTRASI CAMPURAN ANTARA UAP BAHAN BAKAR DENGAN UDARA YANG DAPAT TERBAKAR/MENYALA BILA DIKENAI SUMBER PANAS YANG CUKUP CONTOH : BENSIN = 1.6 % = 1.6.3 % .7.4 % Kerosin Diesel Oil = 1.6% .6 % BATAS ATAS GAS b.b = 7.4 % .05 % TAHAPAN PROSES TERJADINYA API 4 Pembangkitan Tenaga Listrik .

TAHAPAN PERMULAAN ( INCIPIENT ) 2. TAHAP PEMBAKARAN DIBARENGI DENGAN NYALA ( FLAME STAGE ) Pembangkitan Tenaga Listrik 5 .Penangggulangan kebakaran 1. TAHAP PEMBAKARAN TANPA NYALA ( SMOLDERING ) 3.

04/MEN/1980 TANGGAL 14 APRIL 1980.Penangggulangan kebakaran KLASIFIKASI KEBAKARAN TUJUANNYA : UNTUK LEBIH MEMUDAHKAN. CEPAT DAN TEPAT DALAM PEMILIHAN MEDIA PEMADAMAN DIATUR OLEH: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO. SBB : KLAS KEBAKARAN JENIS KEBAKARAN 6 Pembangkitan Tenaga Listrik . PER.

Penangggulangan kebakaran A B C D BAHAN BAKARNYA BILA TERBAKAR AKAN MENINGGALKAN ARANG DAN ABU BAHAN BAKARNYA CAIR ATAU GAS YANG MUDAH TERBAKAR KEBAKARAN INSTALASI LISTRIK BERTEGANGAN KEBAKARAN LOGAM PRINSIP TEKNIK PEMADAMAN Pembangkitan Tenaga Listrik 7 .

MENGAMBIL YANG BELUM TERBAKAR Ladang minyak 8 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran DENGAN KETEPATAN MEMILIH MEDIA PEMADAM. MAKA AKAN DIDAPAT PEMADAM KEBAKARAN YANG EFEKTIF DENGAN MERUSAK/MEMUTUS KESEIMBANGAN CAMPURAN KETIGA UNSUR DIDALAM SEGI-TIGA API ( BAHAN BAKAR – PANAS – UDARA ) INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA : STARVATION : MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI BAHAN BAKAR.

PASIR / TANAH Solar & bensin Pembangkitan Tenaga Listrik 9 .Penangggulangan kebakaran SMOTHERING DILLUTION COOLING KIMIA DAN TEKNIK : : : : MEMISAHKAN UDARA DARI BAHAN BAKAR MENGURANGI KADAR O2 DALAM UDARA MENDINGINKAN ATAU MENGURANGI PANAS BAHAN YANG TERBAKAR. SAMPAI SUHU DIBAWAH TITIK NYALA MEMUTUSKAN RANTAI REAKSI PEMBAKARAN ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 1.

TALI MANILA 5. LINGGIS ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 Kegunaan : Memadamkan Kebakaran Jenis A Bahan : Pasir. SELIMUT API 3.Penangggulangan kebakaran 2. AIR Pendinginan PERLENGKAPAN APAT 1. KAMPAK 3.Air : minimum 1 drum 10 Pembangkitan Tenaga Listrik . GALAH/PENGKAIT 2. Air dan Peralatan Tambahan Ukuran : . TANGGA BAMBU 4.Pasir :1 – 2 m3 .

Penangggulangan kebakaran . kapak. 4 ember 3 karung Goni.Perlengkapan tambahan : sekop. tangga 4 m PASIR / TANAH SANGAT EFEKTIF UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN LANTAI TERUTAMA UNTUK KEBAKARAN MINYAK DAPAT JUGA UNTUK PEMADAMAN AWAL SEMUA JENIS KEBAKARAN Pembangkitan Tenaga Listrik 11 . Galah 5 m berkait. tambang min 20 meter.

Penangggulangan kebakaran MEMBENDUNG MINYAK AGAR TIDAK MELUAS PRINSIP PEMADAMAN SMOTHERING COOLING : MENGISOLASI O2 : PENDINGINAN SELIMUT API MEDIANYA KARUNG GONI (BUKAN PLASTIK) YANG DICELUPKAN DALAM AIR SANGAT EFEKTIF UNTUK PEMADAMAN SEMUA JENIS KEBAKARAN KECUALI KEBAKARAN LISTRIK MUDAH DIDAPAT. MURAH HARGANYA DAN MUDAH DALAM PENGGUNAANNYA 12 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTAN AIR MEDIA PEMADAM YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN. KARENA : MUDAH DIDAPAT MUDAH DIANGKUT DAYA SERAP PANAS YANG TINGGI Pembangkitan Tenaga Listrik 13 .

Penangggulangan kebakaran DAYA MENGEMBANG MENJADI UAP YANG TINGGI KELEMAHAN LOKASI HARUS BEBAS DARI LISTRIK UNTUK KEBAKARAN MINYAK. TIDAK BISA DIGUNAKAN SECARA LANGSUNG DAN HARUS DIKABUTKAN PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTI APAR 14 Pembangkitan Tenaga Listrik .

BAHAN PADAT BAHAN CAIR : DRY POWDER. DIGUNAKAN DAN DIOPERASIKAN OLEH SATU ORANG COCOK UNTUK PEMADAMAN AWAL PADA LOKASI YANG ALIRAN UDARANYA TIDAK DERAS BANYAK JENIS DAN MACAMNYA MUDAH DIDAPAT DIPASARAN UMUM JENIS APAR A.Alat pemadam ringan yaitu : YAITU SUATU ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG DAPAT DIBAWA.AIR BERTEKANAN Pembangkitan Tenaga Listrik 15 .Penangggulangan kebakaran . DRY CHEMICAL MULTI PURPOSE : . B.

CAIRAN MUDAH MENGUAP ( BCF. CBM.BUSA MEKANIK D. GAS : .CO2 16 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran . BTM ) C. BUSA ( FOAM ) : .BUSA KIMIA .

Penangggulangan kebakaran

Pembangkitan Tenaga Listrik

17

Penangggulangan kebakaran

18

Pembangkitan Tenaga Listrik

Penangggulangan kebakaran

Pembangkitan Tenaga Listrik

19

Penangggulangan kebakaran

LANGKAH PENGOPERASIKAN APAR TURUNKAN DRY CHEMICAL DARI TEMPATNYA BUKA SLANG DARI JEPITNYA CABUT LEAD SEAL (SEGEL) CABUT PEN PENGUNCI PEGANG HORN DENGAN TANGAN KIRI DAN ARAHKAN KEATAS COBA DITEMPAT SECARA SESAAT, (TANGAN KANAN MENEKAN KATUB) KET : JIKA KOSONG JIKA BAIK BAWA APAR KELOKASI KEBAKARAN SEMPROTKAN DRY CHEMICAL DENGAN MENGIBAS-IBAS HORN INGAT : POSISI HARUS SELALU BERADA DIATAS ANGIN CARI YANG LAIN BAWA KE LOKASI PEMADAMAN

20

Pembangkitan Tenaga Listrik

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 21 .

POMPA UTAMA 2. PIPA DISTRIBUSI / PENYALUR 4. SLANG / HOSE 6. YARD HYDRANT HOSE CABINET 5. POMPA JOCKY Pompa yang pertama mengambil air dari sumber air Untuk mempertahankan tekanan air pada pipa distribusi Untuk menyalurkan air bertempat Tempat dibelakang selang & menyimpan fire Hydrant Alat yang diletakan di akhir output air yang Fungsinya untuk membentuk air 3. NOZZEL PENYEMPROT Menyalurkan air 22 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran PERALATAN UTAMA FIRE HYDRANT 1.

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 23 .

Penangggulangan kebakaran PENGAMAN TANKI MINYAK DARI BAHAYA KEBAKARAN TANKI MINYAK BBM DILENGKAPI DENGAN BEBERAPA PENGAMAN : TANGGUL / TEMBOK KELILING TANGKI GUNANYA UNTUK MENCEGAH MELUAPNYA MINYAK APABILA TANGKI BBM BOCOR SISTEM HYDRANT DIPASANG PADA KELILING LUAR DARI TANGGUL/TEMBOK PENGAMAN TANGKI SISTEM BUSA BUSA YANG DIBANGKITKAN OLEH PEMBANGKIT BUSA DIALIRKAN MASUK KEDALAM TANGKI TERBAKAR SISTEM PENGABUT SISTEM INI BIASANYA DIGUNAKAN UNTUK MENGAMANKAN KE TANGKI MINYAK RINGAN. DAN DIPASANG SISI LUAR DINDING TANGKI 24 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 25 .

MULAI DARI UNSUR PIMPINAN. TIDAK MEROKOK DAN MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS DIDEKAT BARANG-BARANG YANG SUDAH TERBAKAR 5. MEMBERIKAN PENDIDIKAN/LATIHAN MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN. KARYAWAN DAN SISWA. MEMBAKAR SAMPAH/KOTORAN DITEMPAT YANG DISEDIAKAN DAN TIDAK DILAKUKAN DIDEKAT BANGUNAN/ GUDANG/TUMPUKAAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR 26 Pembangkitan Tenaga Listrik . BAIK SECARA TEORI MAUPUN PRAKTEK. MAUPUN PEMADAM API TRADISIONAL 2. BAIK MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN ATAU HYDRANT. MENEMPATKAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR DITEMPAT YANG AMAN 3. MENEMPATKAN ANAK-ANAK KUNCI RUANGAN/GUDANG SECARA TERPUSAT (MISALNYA DIPOS SATPAM) 4.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN KEBAKARAN : USAHA/TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENGHINDARKAN ANCAMAN BAHAYA KEBAKARAN YANG MUNGKIN TIMBUL DAPAT DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1.

ALAT PEMADAM API RINGAN HARUS DILETAKAN DITEMPAT YANG MUDAH DIAMBIL DAN JANGAN DIHALANGI BENDA LAIN Pembangkitan Tenaga Listrik 27 . PENYEDIAAN DAN PEMASANGAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI UNTUK LINGKUNGAN KANTOR. BAIK JUMLAH MAUPUN JENISNYA 8. DLL YANG SEJENIS SERTA MENTAATI LARANGAN TERSEBUT 9. PERALATAN PENGAJARAN. PEMASANGAN TANDA-TANDA PERINGATAN PADA TEMPAT-TEMPAT YANG RESIKO BAHAYA KEBAKARANNYA TINGGI. TIDAK MEMBUAT SAMBUNGAN LISTRIK SECARA SEMBARANGAN DAN TIDAK MEMASANG STEKER SECARA BERTUMPUK-TUMPUK 7. PENERANGAN. SISA OLI 11. DLL) JIKA PERALATAN TERSEBUT TIDAK DIGUNAKAN ) 10. MATIKAN ALIRAN LISTRIK ( AC.BARANG-BARANG TAK TERPAKAI JANGAN DIBIARKAN BERSERAKAN DISEKITAR PERALATAN MESIN. ANTARA LAIN DILARANG MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS/MEMBUAT API DILARANG MEROKOK. ATAU DITEMPAT KERJA MISALNYA BAHAN SERAT.Penangggulangan kebakaran 6. LAP KOTOR.

JAUHKAN TABUNG GAS DARI BAHAN PANAS/SUMBER API 15.Penangggulangan kebakaran 12.MENEMPATKAN ALAT-ALAT PEMADAM API PADA TEMPAT YANG MUDAH DIKETAHUI DAN SIAP DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN PEMADAMAN UNTUK GEDUNG BERTINGKAT.JANGAN MENUMPUK BARANG DIDEPAN PINTU KELUAR 13.SEBELUM TEMPAT KERJA DITUTUP. LOKASI PENEMPATANNYA DIBUAT SAMA 28 Pembangkitan Tenaga Listrik .BOTOL KALENG DAN TEMPAT PENYIMPANG BAHAN MUDAH TERBAKAR JANGAN BIARKAN TERBUKA 14. PERIKSA DENGAN SEKSAMA TERUTAMA HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN MISALNYA : PERALATAN LISTRIK DAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH 16.BUANG PUNTUNG ROKOK DAN SISA KOREK API PADA ASBAK YANG ADA DAN MATIKAN LEBIH DULU API PADA PUNTUNG ROKOK TERSEBUT 17.

JENIS YANG TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 29 . 3. APAT. MEMADAMKAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI ( APAR. SEBAGAI BERIKUT : 1. 4. HYDRAN ) MEMBUNYIKAN ALARM/TANDA BAHAYA ( SESUAI DENGAN KETENTUAN ) SECEPATNYA MEMBERITAHUKAN/MENGHUBUNGI PERTELEPON KEPADA SATPAM. KEPOLISIAN SETEMPAT.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN USAHA/TINDAKAN YANG CEPAT DAN TEPAT UNTUK MENANGGULANGI MENCEGAH MELUASNYA BAHAYA KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SARANA/ALAT-ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG ADA. 2. NOMOR TELEPON YANG DIPAKAI (KECUALI TELEPON UMUM) TEMPAT KEJADIAN KEBAKARAN. PMI/AMBULANCE SESUAI DENGAN KONDISI SITUASI LAPANGAN LAPORKAN DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PELAPOR .

Penangggulangan kebakaran 5. 7. SELAMATKAN JIWA DAN BARANG BENDAYANG MASIH BISA DIAMANKAN JIWA NILAINYA JAUH LEBIH BESAR DARI BENDA. 8. WADUK. Parit. JANGANLAH MENGORBANKAN JIWA HANYA UNTUK MENGAMANKAN BENDA YANG PERLU DIPERHATIKAN 30 Pembangkitan Tenaga Listrik . DILOKASI KEBAKARAN DIHARAP KARYAWAN MENGAMANKAN LOKASI DARI HAL YANG MENGHABAT KELANCARAN PETUGAS MISALNYA JALAN MASUK KELOKASI MEMBUKA PORTAL MENGUSAHAKN PEMADAMAN SEMAMPU MUNGKIN. DLL) YANG ADA DISEKITAR LOKASI (HYDRANT. DENGAN PERALATAN YANG ADA BERITAHU PETUGAS TGENTANG SUMBER AIR KOLAM. 9. 6.

Penangggulangan kebakaran DALAM PEMADAMAN ARAH ANGIN JENIS BAHAN YANG TERBAKAR SITUASI DARI LINGKUNGAN VOLUME BAHAN YANG TERBAKAR ALAT PEMADAM YANG TERSEDIA LAMA TELAH TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful