Supari Muslim, dkk.

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3 SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

TEKNIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
JILID 3
Penulis

Untuk SMK
: Supari Muslim Joko Puput Wanarti R

Perancang Kulit

: TIM

Ukuran Buku MUS t

:

17,6 x 25 cm

MUSLIM, Supari Teknik Pembangkit Tenaga Listrik Jilid 1 untuk SMK /oleh Supari Muslim, Fahmi PoernJoko, Puput Wanarti R ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. vii, 580 hlm Daftar Pustaka : Lampiran. A Daftar Istilah : Lampiran. B dst ISBN : 978-979-060-097-3 ISBN : 978-979-060-100-0

Diterbitkan oleh

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Tahun 2008

KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK. Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45 Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan hidayahnya sehingga penulisan buku dengan judul: Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini dapat kami selesaikan sesuai dengan jadwal waktu yang diberikan. Buku Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik ini terdiri dari 13 Bab, yaitu: Bab I : Pendahuluan, berisi tentang pembangkitan tenaga listrik, jenis-jenis pusat pembangkit listrik, instalasi pada pusat pembangkit listrik, masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik, sistem interkoneksi, proses penyaluran tenaga listrik, dan mutu tenaga listrik. dan diuraikan juga mengenai pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab II : Instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik, berisi tentang instalasi pada pusat pembangkit listrik, jenis peralatan, prinsip kerja, pemeliharaan dan perbaikannya, termasuk di dalamnya berisi keselamatan kerja, latihan dan tugas. Bab III : Masalah operasi pada pusat-pusat listrik, berisi tentang cara pengoperasian dan pemeliharaannya pada pusat-pusat listrik, dan keselamatan kerja. Bab IV : Pembangkit dalam sistem interkoneksi, berisi tentang operasionalisasi dan pemeliharaan pada sistem interkoneksi, latihan dan tugas. Bab V : Manajemen pembangkitan, berisi tentang: manajemen biaya operasi, manajemen pemeliharaan, suku cadang, laporan pemeliharaan, dan laporan kerusakan, latihan dan tugas. Bab VI : Gangguan, pemeliharaan dan perbaikan mesin listrik, berisi tentang gangguan, pemeliharaan, dan perbaikan mesin listrik. Materi yang disajikan berbasis kondisi riil dilapangan dan didalamnya juga berisi format-format yang berlaku di perusahaan, latihan dan tugas. BAB VII : Pemeliharaan sumber arus searah, berisi tentang: pemakaian baterai akumulator dalam pusat pembangkit listrik dan pemeliharaannya, gangguan-gangguan dan pemeliharaan mesin listrik generator arus searah, latihan dan tugas. Bab VIII : Sistem pemeliharaan pada pembangkit listrik tenaga air, berisi tentang kegiatan pemeliharaan generator dan governor, pemeliharaan transformator, alat pengaman, pemeliharaan accu, keselamatan kerja, latihan dan tugas. Bab IX: Standart operational procedure (SOP), berisi tentang beberapa SOP pada PLTU, pengoperasian, pemeliharaan pusat pembangkit, SOP genset, pemeliharaan genset, latihan dan tugas. Bab X: Transformator tenaga, switchgear, pengaman relay (proteksi), sistem excitacy, unit AVR, dan pemeliharaannya serta latihan dan tugas. iii

Bab XI: Crane dan elevator/lift, berisi tentang: tentang jenis motor yang digunakan, sistem pengereman, sistem kontrol, sistem instalasi dan rumus-rumus yang berkaitan dengan crane dan lift. Selain itu juga berisi tentang cara pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab XII: Telekomunikasi untuk industri tenaga listrik, berisi tentang klasifikasi telekomunikasi untuk industri tenaga listrik, komunikasi dengan kawat, komunikasi dengan pembawa saluran tenaga, rangkaian transmisi, komunikasi radio, komunikasi gelombang mikro, pemeliharaan, latihan dan tugas. Bab XIII Alat-alat ukur, berisi tentang prinsip kerja, cara penggunaan dan pemakaian, cara pemeliharaan alat ukur pada sistem tenaga listrik serta latihan dan tugas. Selain ke tiga belas bab di atas, pada lampiran juga dibahas tentang undang-undang keselamatan kerja dan penaggulangan kebakaran yang terkait dengan pembangkitan tenaga listrik. Kesemua isi dalam ke tiga belas bab mencerminkan secara lebih lengkap untuk mencapai kompetensi program keahlian pembangkitan tenaga listrik, walaupun tidak setiap sub kompetensi diuraikan sendirisendiri tetapi juga saling berkaitan, tetapi isi buku materi telah membahas: Dasar Dasar Kelistrikan dan Elektronika, Memelihara Instalasi Listrik Unit, Memelihara Peralatan Elektronik, Memelihara DC Power, Memelihara Peralatan Komunikasi, Memelihara Gen-set, Memelihara Crane, Memelihara Generator, Memelihara Transformator, Memelihara Proteksi, Memelihara Kontrol Instrumen, dan Memelihara Switchgear dan implementasinya. Susunan buku dari awal sampai akhir secara lengkap, seperti yang tercantum dalam daftar isi. Susunan Bab tersebut di atas disusun berdasarkan Kurikulum 2004 beserta kompetensinya, sehingga dengan merujuk kepada referensi yang digunakan, serta Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP), buku Teknik Pembangkit Tenaga Listrik berujud seperti keadaannya sekarang. Buku dapat disusun atas bantuan berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan yang berharga ini kami sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan, termasuk ucapan terimakasih disampaikan kepada saudara Indra Wiguna dan Gigih Adjie Biyantoro yang teah banyak membantu. Disadari bahwa isi maupun susunan buku ini masih ada kekurangan. Bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati dan ucapan terima kasih. Penulis

iv

Pembangkitan Tenaga Listrik

DAFTAR ISI
Halaman SAMBUTAN DIREKTORAT PSMK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN A. Pembangkitan Tenaga Listrik B. Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik C. D. E. F. G. H. I. Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem Interkoneksi Proses Penyaluran Tenaga Listrik Mutu Tenaga Listrik Latihan Tugas Iii V vii 1 1 10 14 16 20 21 23 24 24 25 25 43 48 49 72 75 78 81 104 105 108 109 113 116 117 118 122 123 126 129 133 144 144 145

BAB II. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK A. Instalasi listrik Generator sinkron 3 phasa B. Rel (Busbar) C. Saluran Kabel antara Generator sinkon 3 phasa dan Rel D. Jenis-jenis Sakelar Tenaga E. Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) F. Instalasi Pemakaian Sendiri G. Baterai Aki H. Transformator I. Pembumian Bagian-Bagian Instalasi J. Sistem Excitacy K. Sistem Pengukuran L. Sistem Proteksi M. Perlindungan Terhadap Petir N. Proteksi Rel (Busbar) O. Instalasi Penerangan bagian vital P. Instalasi Telekomunikasi Q. Arus Hubung Singkat R. Pengawatan Bagian Sekunder S. Cara Pemeliharaan T. Perkembangan Isolasi Kabel U. Generator Asinkron V. Latihan W. Tugas BAB III MASALAH OPERASI PADA PUSAT-PUSAT LISTRIK

Daftar Isi

vii

A. B. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M. N. O. P.

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Unit Pembangkit Khusus Pembangkit Listrik Non Konvensional Bahan Bakar Turbin Cross Flow Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Pemadam Kebakaran Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Latihan Tugas

145 160 180 184 189 198 206 209 211 213 224 225 228 230 234 234 235 235 242 244 246 248 249 252 259 261 262 264 264 265 265 267 271 272 273 280 280 281 281 284

BAB IV PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI A. C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. M Sistem Interkoneksi dan Sistem yang Terisolir Koordinasi Pemeliharaan Faktor-faktor dalam Pembangkitan Neraca Energi Keandalan Pembangkit Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Prosedur Pembebasan Tegangan dan Pemindahan Beban Konfigurasi Jaringan Otomatisasi Kendala-Kendala Operasi Latihan Tugas

BAB V MANAJEMEN PEMBANGKITAN A. Manajemen Operasi B. Manajemen Pemeliharaan C. Suku Cadang D. Laporan Pemeliharaan E. Laporan Kerusakan F. Latihan G. Tugas BAB VI GANGGUAN, PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN-MESIN LISTRIK A. Gangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan Generator Sinkron B. Gangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Sinkron

viii

Pembangkitan Tenaga Listrik

C. Gangguan, Pemeliharaan, dan Perbaikan Motor Asinkron DPemeriksaan Motor Listrik EGangguan, Pemeliharaan dan Perbaikan pada Motor Induksi 1 phasa FMembelit Kembali Motor Induksi 3 Phasa GLatihan HTugas BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH A. Pemakaian Baterai Akumulator dalam Pusat Pembangkit Tenaga Listrik B. Ganguan-gangguan dan pemeliharaan Mesin Listrik Generator Arus Searah C. Latihan D. Tugas BAB VIIII SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) A. Kegiatan Pemeliharaan Generator dan Governor Unit I B. Kegiatan Pemeliharaan Transformator I (6/70 kV) C. Kegiatan Pemeliharaan Mingguan ACCU Battery D. Keselamatan Kerja E. Latihan F. Tugas BAB IX STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) A. Umum B. Prosedur Operasi Start Dingin PLTU Perak Unit III/IV C. BFP dan CWP C. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down D. UNIT Start Up Very Hot Condition E. Prosedur Start Kembali Setelah Gangguan Padam Total F. Normal Stop Untuk Electrical Control Board G. Shut Down Unit (Operator BTB) H. Shut Down I. Pengoperasian PadaTurning Gear J. Shut Down Unit (Operator Boiler Lokal) K. Pemeliharaan dan SOP Pada Pusat Pembangkit L. SOP Genset M. Latihan N. Tugas BAB X TRANSFORMATOR DAYA, SWITCHGEAR, RELAY PROTECTION, EXCITACY DAN SYSTEM CONTROL A. Tansformator Tenaga B. Switchgear C. Relay Proteksi

287 293 299 307 345 345 347 347 364 390 390 391 393 395 396 398 399 399 401 401 412 415 417 419 421 422 424 425 426 426 437 449 450

451 451 467 478

Daftar Isi

ix

Pengukuran Frekuensi F. DAFTAR RUMUS LAMPIRAN F. Penanggulangan Kebakaran x Pembangkitan Tenaga Listrik . DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN E. Avometer J. SOAL-SOAL LAMPIRAN 1. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga D. Sistem Excitacy Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) Pemeliharaan Sistem Kontrol Latihan Tugas 479 483 489 492 492 493 493 513 520 523 523 524 524 525 526 531 534 538 541 542 542 544 544 548 551 554 559 563 567 579 580 580 582 582 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. Latihan E. Crane B.D. Komunikasi Gelombang Mikro G. F. Amperemeter B. Pengukuran Faktor Daya E. Tugas BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK A. Klasifikasi Telekomunikasi Untuk Industri Tenaga Listrik B. H. Pemeliharaan Crane dan Lift D. E. UU Keselamatan Kerja LAMPIRAN 2. Rangkaian Transmisi E. Pemeliharaan Alat Ukur K. Alat-Alat Ukur Digital H. Pengukuran Daya Listrik D. Tugas BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Megger I. Komunikasi dengan Kawat C. Latihan L. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN B. Latihan I. Komunikasi Radio F. DAFTAR ISTILAH LAMPIRAN C. Tugas LAMPIRAN A. DAFTAR TABEL LAMPIRAN D. Pengukuran Tegangan Tinggi C. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik H. Instalansi Lift/Elevator C. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik G. G.

Dalam operasi umumnya. Excitacy dan Control System Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan) dengan frekuensi sama).Pembangkitan Tenaga Listrik 451 BAB X Transformator Daya. 1. Tansformator Tenaga 1. Pemasangan § Pemasangan dalam § Pemasangan luar menurut sistem 2. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan. transformator-transformator tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Fungsi dan pemakaian § Transformator mesin (untuk mesin-mesin listrik) § Transformator Gardu Induk § Transformator Distribusi 2) Kapasitas dan Tegangan Contoh transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan daya di atas 1000 MVA ditunjukkan pada Gambar X.1 . Sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV. Klasifikasi transformator tenaga Transformator tenaga dapat di klasifikasikan pemasangan dan cara pendinginannya. dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. A. Relay Protection. Switchgear.

2. untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau eddy current. transformator sedang. transformator dapat dibagi menjadi: transformator besar.1 Contoh Transformator 3 Phasa dengan Tegangan Kerja di Atas 1100 kV dan Daya di Atas 1000 MVA Dalam usaha mempermudah pengawasan dalam operasi. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi. . Cara kerja dan fungsi tiap-tiap bagian transformator Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing a. Bagian utama 1) Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi. dan transformator kecil.452 Pembangkitan Tenaga Listrik (a) transformator 1100MVA (b) transformator 4500MVA (c ) Transformator 1000MVA Gambar X. yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan.

namun demikian tidak semua transformator daya mempunyai kumparan tertier. karena minyak transformator mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi dan minyak transformator harus memenuhi persyaratan. 4) Minyak transformator Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparankumparan yang intinya direndam dalam minyak transformator. Pada transformator terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone. baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan isolasi padat seperti karton. kumparan tertier selalu dihubungkan delta atau segitiga. sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat § viskositas yang rendah. terutama pada transformator-transformator tenaga yang berkapasitas besar. bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut. 3) Kumparan tertier Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut. dan kumparan tersebut diisolasi.Pembangkitan Tenaga Listrik 453 2) Kumparan transformator Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. Jika kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menimbulkan induksi tegangan. agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan pendinginan menjadi lebih baik § titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan baha § tidak merusak bahan isolasi padat § sifat kimia yang stabil . yaitu: § kekuatan isolasi tinggi § penyalur panas yang baik. kapasitor shunt dan reactor shunt. pertinax dan lain-lain. sehingga kumparan ini berfungsi sebagai alat transformasi tegangan dan arus. berat jenis yang kecil.

454 Pembangkitan Tenaga Listrik Minyak transformator baru harus memiliki spesifikasi seperti tampak pada Tabel X. Angka Kenetralan b.1 di bawah ini.40 < 0.(30 C) Titik Nyala Titik Tuang Angka Kenetralan Korosi Belerang Satuan 3 g/cm cSt cSt cSt o C o C mgKOH/g Klas I/ Klas II Jernih <0. yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator.(15 C) o Kinematik . . yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.2. 5) Bushing Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing.05 Dielektrik Ketahanan Oksidasi a.5mm > 30 > 50 Faktor Kebocoran < 0.1 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru No 1 3 Sifat Minyak Isolasi Kejernihan o Masa Jenis (20 C) o Vikositas (20 C) o Kinematik .10 10 IEC156& IEC 296 IEC 250 IEC 474 & IEC 74 IEC 74 Lab Lab Lab Lab Ditempat/ Lab Ditempat/ Lab Lab Sumber: Crostech Oil Tes Report Untuk minyak isolasi pakai berlaku untuk transformator berkapasitas > I MVA atau bertegangan > 30 kV sifatnya seperti ditunjukkan pada Tabel X. Kotoran mgKOH/ g% < 0.03 Tidak Korosif Metode Uji IEC 296 IEC 296 IEC 296 Tempat Uji Di tempat Lab Lab 4 5 6 7 8 9 IEC 296A IEC 296A IEC 296 IEC 296 Tegangan Tembus kV/2. Tabel X.895 <40 <25 <800 <1800 >140 >100 <30 < 40 <0.

2 . diantaranya adalah: a) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang menjalani penekukan. pemotongan dan proses pengelasan otomatis.5mg/KOH Tidak terukur penurunan maximum o 15 C >15 x103 -1 Nm > 170kV 9 6) Tangki dan konservator Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendan minyak transformator berada atau (ditempatkan) di dalam tangki.5 70-170 kV mm < 70 kV > 30 kV/2.0 All Voltage G/mm Lab Ditempat/ Lab Lab Lab Lab Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC 5 6 7 8 All Voltage < 0.2.2 Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Sifat Minyak Isolasi Tegangan tembus Kandungan Air Tegangan Peralatan Batas yang diperbolehkan Metode Uji IEC 156 ISO 760 IEC 93 & IEC 250 o (90 ) IEC 93& IEC 247 IEC 93 & IEC 247 IEC 296 IEC 296 IEC 296 Sedang dikerjakan IEC Sedang dikerjakan IEC No 1 2 Tempat Uji Di tempat/ Lab Lab 3 4 Faktor Dielektrik Tahanan Jenis Angka Kenetralan Sedimen Titik Nyala Tegangan Permukaan Kandungan Gas > 170 kV > 50 kV/2.Pembangkitan Tenaga Listrik 455 Tabel X. untuk membentuk badan tangki bersirip dengan siripnya . Terdapat beberapa jenis tangki. pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator. Untuk menampung pemuaian pada minyak transformator.5 > 170 kV mm < 170 kV < 20 mg/L < 30mg/L All Voltage < 0.

2.456 Pembangkitan Tenaga Listrik berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat bernapas pada saat yang sama. sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat baja bercanai dingin (cold rolled steel sheets). Transformator ini umumnya dilengkapi dengan konservator dan digunakan untuk 25.000. Umumnya transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk tangki corrugated. . yang ditunjukkan pada Gambar X. b) Jenis tangki Conventional Beradiator Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk dibangun sesuai dimensi yang diinginkan.00 kVA. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai panas yang kemudian dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki corrugated ini.

2 Transformator Tipe Conventional Beradiator (Sumber Trafindo.Pembangkitan Tenaga Listrik 457 Keran Pengisi Minyak Bushing) Tangki Arester Radiator Sensor Minyak Kipas Angin Keran pembuang minyak Sensor Tekanan Gas Sensor Suhu Tap Changer Gambar 2 Gambar X. 2005) c) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined Tipe tangki ini sama dengan jenis conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah kontak antara minyak dengan udara luar .

Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa udara. sebaliknya bila suhu minyak turun. maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan. Permukaan minyak transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus pada minyak transformator. minyak dan air. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load). maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang berlebihan tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang bergungsi untuk menyalurkan panas keluar transformator. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. gas. Bila suhu minyak tinggi. c) Alat pernapasan Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar. b) Tap Changer (perubah tap) Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah.458 Pembangkitan Tenaga Listrik b. akan merusak isolasi transformator. d) Indikator Untuk mengawasi selama transformator beroperasi. minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. dan tergantung jenisnya. Peralatan Bantu a) Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara: § Alamiah (natural) § Tekanan/paksaan (forced). maka untuk mencegah hal tersebut. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. Indikator tersebut adalah sebagai berikut: § indikator suhu minyak § indikator permukaan minyak . maka perlu adanya indikator yang dipasang pada transformator.

plastik. c. tembaga atau katup berpegas. Pengaman tekanan lebih. b) Relai tekanan lebih Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relai Bucholz. diantaranya adalah: § Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa § Hubung singkat antar phasa § Hubung singkat antar phasa ke tanah § Busur api listrik antar laminasi § Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. dan sebagainya. sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kekuatan tangi transformator. Bedanya relai ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT). . Peralatan Proteksi a) Relai Bucholz Relai Bucholz adalah relai alat atau relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan transformator yang menimbulkan gas. d) Relai Arus lebih Berfungsi mengamankan transformator arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari transformator tersbut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. alat ini berupa membran yang terbuat dari kaca.Pembangkitan Tenaga Listrik 459 § indikator sistem pendingin § indikator kedudukan tap. Fungsinya adalah mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator. antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal. c) Relai Diferensial Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator.

460 Pembangkitan Tenaga Listrik e) Relai tangki tanah Alat ini berfungsi untuk mengamankan transfor-mator bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator. untuk menunjukkan bahwa semua transformator jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin. Pengujian atau pemeliharaan transformator Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian. 3. sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976). Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan temperatur. Pengujian Jenis Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah transformator yang mewakili transformator lainnya yang s ejenis. f) Relai Hubung tanah Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah. b. g) Relai Termis Alat ini b erfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan. Pengujian Rutin Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator. Pengujian jenis terdiri dari pengujian: § pengujian kenaikan suhu § pengujian impedansi . akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. meliputi: • pengujian tahanan isolasi • pengujian tahanan kumparan • pengujian perbandingan belitan • pengujian vector group • pengujian rugi besi dan arus beban kosong • pengujian rugi tembaga dan impedansi • pengujian tegangan terapan (Withstand Test) • pengujian tegangan induksi (Induce Test). yaitu: a.

lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil. oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil. . Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi transformator. pengukuran dilakukan antara: • sisi HV-LV • sisi HV-Ground • sisi LV-Groud • X1/X2-X3/X4 (transformator 1 phasa) • X1-X2 dan X3-X4 ) transformator 1 phasa yang dilengkapi dengan circuit breaker. juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat. Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar. dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pembeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih transformator dari sejumlah transformator yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger. Pengujian rutin Yang termasuk pengujian rutin adalah pengukuran tahanan isolasi.Pembangkitan Tenaga Listrik 461 c. untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya. Pengujian khusus meliputi : § pengujian dielektrik § pengujian impedansi urutan nol pada transformator tiga phasa § pengujian hubung singkat § pengujian harmonik pada arus beban kosong § pengujian tingkat bunyi akuistik § pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak. Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya transformator. d. Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga transformator. Pengujian khusus Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis. Pengukuran tahanan kumparan Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus. e.

sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh transformator sesuai dengan yang dikehendaki. Pemeriksaan vector group .phasa B . misalnya merk Jemes G.phasa c .462 Pembangkitan Tenaga Listrik Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 Ohm adalah Wheatstone Bridge.phasa a .phasa C . No.phasa A . f. setelah coil transformator diassembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang.phasa B .phasa a d) Transformator 1 phasa (terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat).phasa b .55005 atau Cat.5 % dari rasio tegangan atau b. yaitu antara terminal: 1) Pengukuran pada terminal tegangan tinggi a) Pada transformator 3 phasa . Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR). 0. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.phasa b . Biddle Co Cat. pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap transformator telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group transformator. Pengukuran perbandingan belitan Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping. Pengukuran dilakukan pada setiap phasa transformator. g. Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu.phasa C . sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge. toleransi yang diijinkan adalah: a.phasa A b) Transformator 1 phasa Terminal H1-H2 untuk transformator double bushing dan Terminal H dengan Ground untuk transformator single bushing dan pengukuran sisi tegangan rendah c) Pada transformator 3 phasa . No. 550100-47.phasa c .

Lama pengujian tergantung pada besarnya frekuensi pengujian dan waktu pengujian maksimum adalah 60 detik. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai dengan standar uji dan dilakukan pada: § sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan § sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan § waktu pengujian 60 detik j. suhu acuan 75ºC. i. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. Pengukuran rugi dan arus beban kosong Pengukuran dilakukan untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi ( core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. h. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekuensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Pengujian tegangan terapan (Withstand Test) Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las transformator. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan. Standar dari notasi yang dipakai adalah Additive dan Subtractive. k. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Pengujian kebocoran tangki Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen transformator sudah terpasang. Pengujian tegangan induksi Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan transformator. .Pembangkitan Tenaga Listrik 463 Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal transformator positif atau negatif.

antar lilitan transformator . maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada : .1 : 1982. Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 . Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari transformator. pada transformator dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal. b) Pengujian tegangan impulse Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi transformator terhadap tegangan surja petir. Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu. Bila transformator mengalami tegangan lebih.antara coil dengan ground c) Pengujian tegangan tembus oli Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan mengetahui kemampuan dielektrik oli.5 mm sebelum purifying > = 50 KV/2. Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh. IEC 158 dan IEC 296 yaitu: > = 30 KV/2. oli juga berfungsi sebagai isolasi. Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas transformator sudah cukup effisien atau belum. Pengujian jenis (Type Test) a) Pengujian kenaikan suhu Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan transformator yang disebabkan oleh rugi-rugi transformator apabila transformator dibebani.antar layer transformator .5 mm setelah purifying Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk hipotronics type EP600CD. Pada transformator dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi).464 Pembangkitan Tenaga Listrik l. pengujian dilakukan dengan memberikan arus transformator sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi transformator. yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong. .

usahakan pada saat pengambilan contoh oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sangat sensitive § tempatkan contoh oli pada alat tetes § nyalakan power alat tetes § tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. Sifat yang diuji adalah berat jenis pada 20 derajat celcius. PLN sebagai perusahaan penyedia an listrik nasional beserta LMK menetapkan bahwa minyak transformator standar yang digunakan di Indonesia adalah Shell Diala B. Filterisasi Pencampuran kedua jenis minyak ini dilakukan dengan mengacu hasil pengujian atau pemeriksaan terhadap sampel-sampel yang dilakukan di Laboratorium PLN. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala. Pembukaan inlet dan outlet valve 4. Penambahan minyak transformator dari additional oil hose 5. Proses pencampuran minyak transformator shell Diala B dengan Univolt 8. Univolt 80 dan campurannya dilakukan pengujian terhadap tujuh sampel dari minyak baru tersebut. Shel Diala B dan Oil additional oil hose memiliki merk Univolt 80. Pengel udara dalam pipa 3. Pencampuran Minyak Transformator Shell Diala B dengan Univolt 80 Minyak transformator memiliki dua fungsi yang sangat signifikan. 4.Pembangkitan Tenaga Listrik 465 Cara pengujian adalah sebagai berikut: § bersihkan tempat contoh oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih § ambil contoh oli yang akan diuji. titik nyala. Pemasangan pipa-pipa penghubung antara transformator dengan mesin purifikasi 2. Untak mengetahui keandalan dari penggunaan minyak Shell Diala B. angka kenetralan. viskositas kinematik pada 20 derajat celcius. uji korosi . yaitu sebagai pendingin d isolator. Pencampuran terjadi ketika minyak transformator di dalam transformator memiliki merk. Berikut adalah langkahlangkah atau proses purifikasi minyak transformator: 1. Tetapi pada praktiknya di lapangan masih ditemui penggunaan dan pencampuran minyak transformator antara merk Shell Diala B dengan Univolt 80.0 terjadi pada saat proses purifikasi. tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula § hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit.

Berdasarkan hasil uji viskositasnya. minyak masih berada diantara sifat-sifat kedua minyak. Bila mengadakan perbaikan dan pemeliharaan sebuah transformator yang perlu dan penting untuk diperhatikan adalah melepaskan transformator dari semua hubungan pada sisi primer maupun pada sisi sekunder. Walaupun jaraknya lebih jauh. harus dan perhatikan bahwa di dalam bejana tidak akan terdapat suatu tekanan. Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B Shell Diala B 20% 40% 50% 60% 80% Minyak Univolt 80. kumparan primer dan skunder dihubungkan dengan tanah untuk menghilangkan kemungkinan masih adanya sisa. Maksud melepaskan sisi sekunder menjaga kemungkinan terjdinya suatu umpan balik setelah dilepaskan. pentanahan bejana transformator diperiksa apakah berada dalam keadaan baik. Pencampuran memiliki perbandingan.466 Pembangkitan Tenaga Listrik pengeringan tembaga. Hal ini dilakukan dengan bantuan sebuah katup yang terletak di atas cairan isolasi. Jika . campuran minyak Shell Diala B dengan Univolt 80 dalam berbagai perbandingan termasuk dalam kelas satu. yaitu: Kode Contoh I Kode Contoh II Kode Contoh III Kode Contoh IV Kode Contoh V Kode Contoh VI Kode Contoh VII Univolt 80 100% Univolt 80 80% Univolt 80 60% Univolt 80 50% Univolt 80 40% Univolt 80 20% Shell Diala B 100%. alat pembukannya dikunci dalam posisi terbuka. Pentanahan ini baru dilepaskan setelah semua pekerjaan selesai. Kedua jenis minyak ini memiliki sifat-sifat awal yang sesuai dengan spesifikasi minyak isolasi berdasarkan SPLN 49-1. ini berarti tidak ada pengaruh reaksi antara rninyak Shell Diala B dengan Univolt 80 yang dapat menyebabkan sifat-sifat bergeser dari sifat-sifat awalnya. Setelah dilepaskan. tegangan tembus dan ketahanan oksidasi (kadar kotoran).1982. Dari viskositasnya tampak bahwa kedua jenis minyak transformator ini termasuk kelas satu. Jika bejana akan dibuka karena diperlukan pemeriksaan didalamnya. 5. Jika mempergunakan sekering kawat lebur ini perlu disimpan untuk menjaga sengaja dipasang lagi oleh orang lain. Berdasarkan hasil pengupan nampak bahwa sifat-sifat campuran kedua. Keselamatan Kerja Peraturan-peraturan dasar yang menyangkut semua peralatan listrik berlaku pula untuk nsformator dengan berapa ciri khas. Shell Diala B dan campurannya memiliki sifat penyerapan terhadap udara luar yang relatif sama. energi di dalam transformator.

Jika tidak dapat dihindari untuk membuka transformator dalam keadaan panas. ditunjukkan pada Gambar X. setelah pekerjaan selesai dan sebelum disambungkan pada sumber pada sumber listrik. Gambar X.Pembangkitan Tenaga Listrik 467 dipergunakan gas. agar dijaga dan dibantu oleh seorang lain yang berada di luarnya. dan personil perlu dihindari dari kena uapnya.2. Vacuum Interrupter (VI) Beberapa peralatan pengaman pada system pembangkitan tenaga listrik antara lain adalah Vacuum Interrupter (VI). Transformator yang berisi askarel hendaknya juga jangan dibuka jika masih berada dalam keadaan pahas. tang dan lain sebagainya tidak tertinggal di dalam jika pekerjaan selesai. Switchgear 1. B. dan yang tepat diperiksa. hidung dan bibir yang dapat menjadi serius. terutama pada mata. perlu diperhatikan bahwa semua keadaan telah aman dan baik. karena uapnya racun. Bahan askarel ini hendaknya jangan terkena kulit karena mempunyai efek. Perhatian agar alat-alat seperti obeng. Sebaliknya disusun suatu daftar peralatan yang dipakai. mulai bejana transformator harus dikosongkan dan diisi dengan udara bersih. Perlu merupakan suatu prosedur tetap bila seseorang memasuki sebuah bejana transformator. agar hal itu dilakukan ditempat yang mempunyai ventilasi yang baik.2 Contoh Vacuum Interrupter . Perhatian yang khusus harus diberikan bila transformator mempergunakan bahan askarel sebagai cairan isolasi.

(a) Gas Insulated Switchgear (GIS) 550kV (b) Gas Insulated Switchgear (GIS) 300kV (c) Gas Insulated Switchgear (GIS) 84kV (d) Gas Insulated Switchgear (GIS) 72.468 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. dan 72.5kV.5kV Gambar X.4.3 Gas Insulated Switchgear (GIS) Gambar X. Switchgear Macam-macam switchgear antara lain adalah Gas Insulated Switchgear (GIS) seperti ditunjukkan pada Gambar X. 300kV. 245 kV. 84kV. dan 72. 4 (a) Gas Switchgear Combined (GSC) 550kV . Gas Switchgear Combined (GSC) yang memiliki tegangan kerja 550kV.5kV seperti ditunjukkan pada Gambar X.3 yang memiliki tegangan kerja 550kV. 300 kV.

5 kV .4 (d) Gas Switchgear Combined (GSC) 72.4 (c) Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV Gambar X.Pembangkitan Tenaga Listrik 469 Gambar X. 4 (b) Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV Gambar X.

5 Gas Combined Swithgear (GCS) 550kV.5kV .470 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.6 (a) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.5 menunjukkan Gas Combined Swithgear (GCS) yang memiliki tegangan kerja 550kV. 4000A Gambar X. 4000A Gambar X. 6 menunjukkan C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) Gambar X.

7 Dry Air Insulated Switchgear 72.6 (c) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 12kV Gambar X.6 (b) C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24kV Gambar X.5 .Pembangkitan Tenaga Listrik 471 Gambar X.

5 kV Current: 1250 to 2000A Rated breaking current: up to 31. (liquefaction point: -180 deg C) longer life & Easier maintenance than GCB .8 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145kV Gambar X.5kA Features no usage of SF6 gas no gas-liquefaction in any ambient temp.9 Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72.472 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X.

ES BCT.5kA Features superb interrupting performance compact low pressure of SF6 insulation gas reduction of maintenance and installation costs optimal arrangement of major equipments (VCB.Pembangkitan Tenaga Listrik 473 Gambar X. VT and LA) reduction of installation spac 72. 11 VCS (Vacuum Combined Switchgear) .10 Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.5kV Gambar X.5kV current : up to 2000A rated breaking current : up to 31. DS.

such as out-of-phase breaking high speed re-closing duty server circuit conditions switching capacitors reducted maintenance costs no fire hazard compact and light weight Gambar X.13 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit voltage 24 kV .5kV .6kV to 36kV Gambar X. current : 630 to 3150A rated breaking current : up to 25kA/ 40kA Features high performance even in the worst case scenario. 12 VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door unit voltage : 3.474 Pembangkitan Tenaga Listrik voltage : 72.

Gangguan-gangguan pada Pemutus (Pemutus Tenaga Rusak atau Meledak) Penyebab kerusakan pada pemutus tenaga antara lain adalah: a.2kV to 36kV power : 750kVA to 3000kVA Gambar X.15 SF6 Gas-Insulated Transformer 3. Arus hubung singkat melewati kemampuan pemutus tenaga (PMT) L a n g k a h p e n c e g a h a n n y a adalah mengganti PMT yang memiliki kemampuan memutus arus hubung singkat yang lebih besar dengan tingkat hubung singkat.14 Oil-Immersed Distribution Transformers voltage : 7.Pembangkitan Tenaga Listrik 475 Gambar X. b. Kegagalan pada sistem proteksinya Penyebab kegagalan pada sistem proteksi antara lain: 1) Baterai accu tegangannya lemah 2) Relay tidak bekerja dan atau terbakar 3) Pengawatan pada bagian s k u n d e r u n t u k s i s t e m proteksi hubung singkat 4) Kerusakan pada kont ak-kontak dalam PMT 5) Mekanisme penggerak (motor listrik) pada PMT macet .

aluminum optional.16 Cast Resin Transformer Gambar X. copper) 3-phase 50Hz 10. 17 Sheet-Winding (standard.000kVA 22/6.476 Pembangkitan Tenaga Listrik Langkah untuk mencegah kegagalan antara lain adalah pada sistem proteksi perlu dilakukan pengecekan secara menyeluruh dan secara periodik.6kV . Gambar X.

Pembangkitan Tenaga Listrik 477 Gambar X. 18 Gambar-Gambar Short Circuit Breaking Tests Gambar X.19 Short-Time Withstand Current Test .

RELAI PROTEKSI Relai adalah sebuah alat yang bekerja secara otomatis mengatur/ memasukkan suatu rangkaian listrik (rangkaian trip atau alarm) akibat adanya perubahan rangkaian yang lain Relai proteksi adalah suatu relai listrik yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik terhadap kondisi abnormal. 20 Alternating Current Withstand Voltage Test Gambar X.21 Internal Arc Test of Cubicle C.478 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar X. .

Pembangkitan Tenaga Listrik 479 Relai proteksi pembangkit adalah suatu relai proteksi yang digunakan untuk mengamankan peralatan peralatan listrik seperti generator. Battery dan Pengawatan. Disconnecting Switch – PMT/PMB (Pemutus Tenaga dan Pemutus Beban). sehingga menghasilkan tenaga listrik dan besar tegangan output bergantung pada besarnya arus excitacy. sumber tenaga listrik berasal dari sumber listrik yang berasal dari generator arus searah (DC) atau generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan rectifier. transformator bantu dan motor-motor listrik pemakaian sendiri suatu pembangkit listrik. Fungsi dan peranan relai proteksi adalah mengamankan operasi peralatan pembangkit dari kecelakaan atau kerusakan yang fatal. Sistem eksitasi pada generator listrik terdiri dari 2 macam. transformator utama. Circuit Breaker. yaitu: (1) Sistem eksitasi dengan menggunakan sikat (brush excitation) dan (2) Sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation). . Jka menggunakan sumber listrik listrik yang berasal dari generator AC atau menggunakan Permanent Magnet Generator (PMG) medan magnetnya adalah magnet permanent. 1. Trafo tegangan (PT/ Potential Transformer) dan Trafo arus (CT/Current Transformer). Gambar X. Sistem Excitacy Sistem excitacy adalah sistem mengalirnya pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator listrik.22 Slide Shows D. Sistem excitacy dengan sikat Sistem excitasi menggunakan sikat. Yang dimaksud dengan perangkat sistem proteksi adalah: Relai.

sebab aluran udara dan bus exciter atau kabel tidak memerlukan pondasi 3.480 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam lemari penyearah. demikian juga penyaluran arus yang berasal dari pilot exciter ke main exciter. tegangan listrik arus bolak balik diubah atau disearahkan menjadi tegangan arus searah untuk mengontrol kumparan medan exciter utama (main exciter). antara lain adalah: 1) Energi yang diperlukan untuk excitacy diperoleh dari poros utama (main shaft). field generator dan bus exciter atau kabel tidak diperlikan lagi 7) Biaya pondasi berkurang. Untuk mengalirkan arus eksitasi dari main eksiter ke rotor generator menggunakan slip ring dan sikat arang. Bagian-bagian dari sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) pada PLTU Secara garis besar sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) adalah sebagai berikut: a. sehingga keandalannya tinggi 2) Biaya perawatan berkurang karena pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terdapat sikat. merupakan belitan jangkar. Sistem excitacy tanpa sikat (brushless excitation) Penggunaan sikat atau slip ring untuk menyalurkan arus excitasi ke rotor generator mempunyai kelemahan karena besarnya arus yang mampu dialirkan pada sikat arang relative kecil. Fungsinya adalah sebagai bahan magnit karena ada arus yang mengalir . sehingga menngkatkan keandalan operasi dapat berlangsung kontinyu pada waktu yang lama 6) Pemutus medan generator (Generator field breaker). komutator dan slip ring 3) Pada system excitacy tanpa sikat (brushless excitation) tidak terjadi kerusakan isolasi karena melekatnya debu karbon pada farnish akibat sikat arang 4) Mengurangi kerusakan (trouble) akibat udara buruk (bad atmosfere) sebab semua peralatan ditempatkan pada ruang tertutup 5) Selama operasi tidak diperlukan pengganti sikat. 2. sebagai contoh. pada PLTU menggunakan tipe MEC-3200. Keuntungan system excitation tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). Untuk mengatasi keterbatasan sikat arang. pada generator pembangkit menggunakan system eksitasi tanpa menggunakan sikat (brushless excitation). Pilot exciter Pilot exciter merupakan bagian stator exciter.

e. 2) Stator Stator merupakan again dari PMG yang tidak bergerak dan berfungsi membangkitkan tegangan AC dan tegangan tersebut dipakai untuk beban. Sifat kemagnitan ini akan membangkitkan GGL (Gaya Gerak Listrik) pada jangkar akibat induksi magnit dan daya yang dihasilkan sesuai dengan nilai kemagnitan yang dimiliki. Permanen Magnet Generator (PMG) Permanen Magnet Generator (PMG) seporos dengan poros generator utama sehingga PMG dapat menghasilkan daya apabila generator berputar. Rotating rectifier terletak pada poros utama. b. c. Rotating Rectifier Rotating rectifier merupakan rangkaian penyearah gelombang penuh tiga fasa dua arah kirim kembali. pada saat ini turbin beroperasi pada kecepatan rendah kondisi rangkaian breaker pada kondisi terbuka (open) karena generator . Kondisi terbuka terjadai pada saat turbin akan berhenti atau mati (triping). PMG memiliki dua bagian utama. AC rectifier AC rectifier adalah bagian exciter yang berputar seporos dengan kumparan jangkar generator. Breaker rangkaian medan harus pada kondisi tertutup (close) ketika generator mencapai kecepatan tinggi dengan nilai yang telah diseting. Generator AC yang berfungsi sebagai AC exciter adalah generator sinkron. Tentunya penyetingan ini telah diatur oleh perusahaan.Pembangkitan Tenaga Listrik 481 pada kumparan tersebut dengan menggunakan PMG (permanent magnet generator) sebagai sumber tegangan utamanya. d. Field circuit breaker Breaker rangkaian medan (41E) dioperasikan oleh motor listrik yang dioperasikan secara manual. Setiap phasa mempunyai dua pasang rectifier sebagai jalan keluar masuknya arus. Jadi total semua rectifier untuk 3 phasa yang dipergunakan adalah 18 buah karena pada tiap-tiap phasa memiliki 6 buah kirim dan masuk Tegangan dari generator AC yang berfungsi sebagai Exciter disearahkan sebagai sumber Excitacy genartor utama. yaitu: 1) Magnit permanen Merupakan bagian rotor dari PMG yang sejenis dengan generator utama yang terbuat dari besi yang memiliki sifat kemagnitan yang kuat atau sering disebut magnit permanent.

yang berarti Voltage adjuster (90 R) merupakan alat untuk menseting besar tegangan output generator utama dan juga bila sebaliknya. Voltage output Merupakan pengatur tegangan exscitacy. f. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator.5 KV seperti tegangan Generator pembangkit PLTU Perak saat ini. Besarnya tegangan output pada rangkaian ini identik dengan besar tegangan output pada generator. Alat ini menyerupai trafo step down dalam fungsinya untuk menurunkan tegangan dari 110 volt menjadi tegangan 6 volt. yaitu pada saat pembangkit mulai running atau berhenti (triping). 15V. Alat ini mengatur atau menyeting besarnya masukan pada AVR yang untuk menentukan besarnya tegangan induksi generator. Cross current compensator (CCC) Cross current compensator dioperasikan pararel pada generator. g. Manual voltage regulator (70 E) Digunakan untuk pengaturan tegangan penguatan secara manual. 15V dan untuk nilai tegangan yang lainnya. sehingga yang dipilih tegangan 9 Volt. h. i. 9V.482 Pembangkitan Tenaga Listrik utama tidak berbeban dan tidak membutuhkan tegangan untuk menghasilkan output. 13V. yang berarti tegangan tep dipilih 9 V maka tegangan output generator 13. 12V. Apabila tegangan tepat diatas 9 V maka output generator akan bertambah besar. 9V. tentunya dengan putaran sama. Yang tentunya alat ini berbentuk tep-tep untuk memilih besar tegangan outpunya. . Voltage adjuster (90 R) Merupakan pengatur tegangan excitacy. 12V. Alat ini berfungsi untuk mengatur atau menseting besarnya masukan pada AVR yang digunakan untuk mengatur besarnya tegangan generator AC. Sehingga output generator mempunyai tegangan yang sama untuk memikul beban yang sama pula. yaitu bila menggunakan dua generator atau lebih. Alat ini seperti halnya trafo step down dikarenakan alat ini menurunkan tegangan dari 110V menjadi 6V. saat ini tegangan output PMG tidak dapat menyuplai tegangan yang dibutuhkan oleh AVR sehingga exsitacy pada generator harus dioperasikan secara manual. Manfaat dari ini adalah untuk menyeimbangkan tegangan induksi generator satu dengan yang lainnya. Biasanya alat ini dioperasikan pada saat AVR belum bekerja secara maksimal akibat belum adanya sumber tegangan untuk bekerja secara optimal. dan lain-lain.

: DC 20A. 20A. Data-data automatic voltage regulator (AVR) pada unit III dan IV sebagai berikut : Model Tipe Regulation Input Voltage Output Voltage Output Current : Of Tyrystor Auxomatic Voltage Regulator System : VRG-PMH II. E. Sistem pengoperasian Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi untuk menjaga agar tegangan generator tetap konstan dengan kata lain generator akan tetap mengeluarkan tegangan yang selalu stabil tidak terpengaruh pada perubahan beban yang selalu berubah-ubah dikarenakan beban sangat mempengaruhi tegangan output generator. AVR secara otomatis dikarenakan dilengkapi dengan peralatan seperti alat yang digunakan untuk pembatasan penguat minimum ataupun maximum yang bekerja secara otomatis. AVR dioperasikan dengan mendapat satu daya dari permanen magnet generator (PMG) dengan tegangan 110V. Ini terdapat suatu indikator tegangan excitacy. Dan juga sebaliknya apabila tegangan output Generator melebihi tegangan nominal generator maka AVR akan mengurangi arus penguatan (excitacy) pada exciter. 400Hz. . Apabila tegangan output generator di bawah tegangan nominal tegangan generator maka AVR akan memperbesar arus penguatan (excitacy) pada exciter. Prinsip kerja dari AVR adalah mengatur arus penguatan ( excitacy) pada exciter. : DC 130 V. Alat ini bilamana diputar searah jarum jam untuk menambah sumber tegangan excitacy dan sebaliknya diputar berlawanan bilamana untuk mengurangi tegangan excitacy. : AC 125 V 350 420 HZ. Unit AVR (Automatic Voltage Regulator) 1. Yang tentunya alat ini seperti regulator pada umumnya dengan cara mengubah jumlah kutub untuk mengubah besar tegangan. : Within ± 1 %. Dengan demikian apabila terjadi perubahan tegangan output Generator akan dapat distabilkan.Pembangkitan Tenaga Listrik 483 Untuk bekerja 70E ini dengan putar searah jarum jam atau berlawanan. Serta mendapat sensor dari potencial transformer (PT) dan current transformer (CT).

Amplifier circuit Aliran arus dari D11. Ini akan dihilangkan dengan cara memasang VR (variable resistance) pada set voltage dan sensing voltage. Sensing circuit Tegangan tiga phasa generator diberikan pada sensing circuit melewati PT dan 90R terlebih dahulu. Besar sensing voltage dengan set voltage tidak mempunyai nilai yang sama sehingga selisih/rentang besar tegangan tersebut.23. dan tegangan tiga phasa keluaran dari 90R diturunkan kemudian disearahkan dengan rangkaian dioda. dan diratakan oleh rangkaian kapasitor dan resistor dan tegangan ini dapat diatur dengan VR (Variable Resistan). Ketika over excitation limiter (OEL) atau minimum excitation limiter (MEL) tidak operasi maka keluaran dari comparative amplifier dikuatkan oleh OP201 dan . Sensing voltage Output voltage of generator Gambar X. Comparative amplifier Rangkaian comparative amplifier digunakan sebagai pembanding antara sensing circuit dengan set voltage. Keuntungan dari sensing circuit adalah mempunyai respon yang cepat terhadap tegangan output generator.484 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Output tegangan respon berbanding lurus dengan output tegangan Generator berbanding lurus seperti ditinjukkan pada Gambar X. c. Keluaran dari comparative amplifier dan keluaran dari over excitation limiter (OEL) adalah tegangan negative dan dari tegangan negatif kemudian pada masukan OP201. D12. Selisih tegangan disebut dengan error voltage. Bagian-bagian pada unit AVR a.23 Grafik hubungan sensing tegangan terhadap output of Generator b. dan R34 adalah rangkaian penguat utama atau penguatan tingkat terendah.

Dan apabila rangkaian ini pada kondisi auto maka AVR sudah dapat bekerja untuk mengatur besar arus medan generator. Phase syncronizing circuit Unit tyristor digunakan untuk mengontrol tegangan output tyristor dengan menggunakan sinyal kontrol yang diberikan pada gerbang tyristor dengan cara mengubah besarnya sudut sinyal pada gerbang tyristor.Pembangkitan Tenaga Listrik 485 OP301 masukan dari OP301 dijumlahkan dengan keluaran dari dumping circuit. Limited circuit Limited circuit adalah untuk penentuan pembatasan lebih dan kurang penguatan (excitation) untuk pengaturan tegangan output pada sistem excitacy. Auto-manual change over and mixer circuit pada operasi manual pengaturan tegangan penguatan medan generator dilakukan oleh 70E. VR125 untuk pembatas lebih dari keluaran terminal C6 dan VR126 untuk pembatas minimal dari keluaran terminal C6. OP401 adalah Amplifier untuk balance meter hubungan antara tegangan masuk dan tegangan keluaran dari OP201 dan OP401 diperlihatkan pada bagan berikut. f. dan pada saat automatic manual change over and mixer circuit beroperasi manual maka AVR (automatic voltage Rregulator) belum dapat beroperasi. R34 R35 D11 D13 OP201 OP301 D14 Comparative Amplyfier D12 Auto Manual Cange Over and Mixer Circuit OEL MEL Damping Circuit OP401 Balance Meter Gambar X. e. Rangkaian phase sinkronisasi berfungsi untuk mengubah sudut gerbang tyristor yang sesuai dengan tegangan output dari batas sinkronisasi dan juga sinyal kontrol yang diberikan pada tyristor di bawah ini terdapat gambar sinkronisasi . Auotomatic manual change over and mixer circuit Rangkaian ini disusun secara Auto-manual pemindah hubungan dan sebuah rangkaian untuk mengontrol tegangan penguatan medan generator.24 Rangkaian Amplifier d.

Dan juga menggunakan fuse (sekring) yang digunakan sebagai pengaman lebur dan juga dilengkapi dengan indikator untuk memantau kerja dari tyristor yang dipasang pada bagian depan tyristor untuk tiap phase diberikan dua fuse yang disusun pararel dan ketika terjadi kesalahan atau putus salah satunya masih dapat beroperasi. Current Fa ctor Ke AVR Voltage Factor Amplifier Gambar X. i. MEL (minimum excitacy limiter) MEL (minimum eksitasi limiter) yaitu untuk mencegah terjadinya output yang berlebihan pada generator dan adanya penambahan penguatan (excitacy) untuk meningkatkan tegangan terminal generator pada level konstan.25 Diagram Minimum Excitasi Limiter . Rangkaian ini digunakan untuk mendeteksi operasional dari generator yaitu dengan mendeteksi keluaran tegangan dan arus pada generator. Rangkaian ini akan m emberikan batas sinyal pada rangkaian AVR apabila melebihi eksitasi minimum. Unit tyristor Merupakan susunan dari tyristor dan dioda. j. kemudian output dari MEL ( Minimum Eksitasi Limiter) dikuatkan oleh amplifier. h. Rangkaian inijuga digunakan untuk membandingkan keluaran tegangan generator dengan eksitasi minimum yang telah diseting. Thyristor firing circuit Rangkaian ini sebagai pelengkap tyristor untuk memberikan sinyal kontrol pada gerbang tyristor.486 Pembangkitan Tenaga Listrik g. Dumping circuit Dumping circuit akan memberikan sensor besarnya penguatan tegangan dari AC exciter dan untuk diberikan ke amplifier circuit dengan dijadikan feed back masukan terminal OP301.

Amplifier Circuit Discrimination Circuit 70E Raising Circuit 70E M 70E Raising Circuit Amplifier Circuit Gambar X. Untuk menyesuaikan pengoperasian generator dalam pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal error. Dengan cara memutar 70E untuk mengendalikan sinyal pada rangkaian ini. Hal tersebut dijadikan pegangan untuk menjaga kestabilan tegangan pada generator dengan adanya perubahan beban. Automatic Ffollower digunakan untuk mendeteksi keluaran regulator dari sinyal tegangan error dan pengoperasian otomatis manual adjuster dengan membuat nilai nol. Automatic follower Prinsip kerja dari alat ini adalah untuk melengkapi penguatan dengan pengaturan secara manual oleh 70E. Hal tersebut digunakan untuk menjaga kesetabilan tegangan pada generator.26 Blok Diagram Automatic Follower .Pembangkitan Tenaga Listrik 487 k. Pengoperasian ini digunakan untuk pengaturan manual (70E) untuk ketepatan tingkatan excitacy yang telah disesuaikan. Rangkaian ini untuk menaikkan sinyal dan menurunkan sinyal yang dikendalikan oleh 70E. Kondisi pengoperasian generator dan pembandingan fluktuasi dari tegangan terminal oleh sinyal tegangan error.

488 Pembangkitan Tenaga Listrik CCC 90R MEL AVR 70E Auto-Manual Mixer Automatic Field Follower Tyrister Amplifier Mixer 41E G Generator AC Exciter PMG Gambar X.27 Diagram Excitacy .

Pembangkitan Tenaga Listrik 489 Sensing Circuit Comparative Amplifier Amplifier Circuit Auto-Manual Change Over And Mixer Circuit 70E CEL MBL Dumping Circuit Automatic Follower Thyristor Firing Circuit Phasa Syncronizing Circuit Thyristor Firing Circuit G Generator AC Exiter PMG Gambar X. Contoh: Ada sebuah transformator sistem kontrol magnetis. pengawatan rangkaian dan pengotrolan suatu transformator. tergantung dari tingkat keandaiannya. Lain halnya dengan alat proteksi. rangkaian dan pengontrolan suatu transformator sangat spesifik dan satu sama lain berbeda.28 Diagram AVR F. elektronik/digital dan bahkan kontrol sistem komputer. kontrol . Secara spesifik kumparan dan bagian mekanik setiap transformator sama. Pemeliharaan Sistem Kontrol Yang dibahas dalam topik ini tentang rangkaian dan kontrol transformator yang meliputi perbaikan relai-relai (proteksi).

490 Pembangkitan Tenaga Listrik Jadi disini gamba-gambar rangkaian. indikator pendingin. bongkar pasang bagian mekanik. bagian mekanik macet. Tindakan perbaikan adalah dengan m emperbaiki sambungan/terminal pengawatan. pendingin dan temperatur. circuit breaker dan pengaman arus lebih. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. antara lain: a. 1) Kerusakan tap changer (perubah tap). kontrol dan rangkaian transformator tidak akan terjadi. maka kerusakan terhadap alat proteksi. dan rangkaian Kerusakan pada sumber tenaga dan pengawatan. Kerusakan pada terminal utama dan pentanahan. dan mengganti alat-alat sensor permukaan minyak. Kerusakan umumnya pada dudukan kontak utama. b. mengkalibrasi counter dan menguji serta menyeting regulator dengan relai maupun manual. Kerusakan pada umumnya pada penyambungan pengawatan. sensor indikator pendingin dan sensor temperatur. bongkar pasang/mengganti circuit breaker dan menguji atau mengganti pengaman arus lebih. memperbaiki atau mengganti pengawatan dan . 2) Kerusakan indikator minyak. Selain itu juga memeriksa. kontrol transformator serta perbaikannya. Tindakan perbaikan adalah dengan menyetel posisi kontak point dan atau mengganti. Tindakan perbaikan adalah dengan mengganti terminal sambungan kabel. Dan memperbaiki pentanahan dengan memeriksa elektroda dan mengganti terminal sambungnya. dan indikator temperatur tidak menunjuk angka. Adapun kerusakan alat proteksi. Kerusakan umumnya pada indikator minyak. counter dan regulator. Apabila pengelolaan perawatan tentang perawatan rangkaian dan terminal transformator dilaksanakan dengan intensif. Tetapi walaupun demikian dapat saja terjadi kerusakan-kerusakan di luar perhitungan. memperbaiki. kontrol dan relai-relai (proteksi) serta buku petunjuk pemeliharaan sangat menentukan dan diperlukan dalam perbaikan transformator. Kerusakan umumnya terjadi pada sambungan kabel pada terminal terlepas dan tahanan pentanahan di atas standar.

4) Kerusakan kontaktor-kontaktor. memeriksa atau memperbaiki relai-relai serta memeriksa atau memperbaiki serta mengganti penyearah dan pengontrol sumber daya DC serta perbaiki penguatannya. Data transformator seperti ditunjukkan di bawah ini.Pembangkitan Tenaga Listrik 491 memeriksa relairelai yang berhubungan dengan indikator. prosentase impedansi sama. 3) K e r u s a k a n alarm proteksi. relairelai tidak sesuai setting atau tidak bekerja dan sumber daya DC tidak m e n g e l u a r k a n t e g a n g a n a t a u t e g a n g a n d i bawah n o r m a l .000-6. Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. Tindakan perbaikan adalah dengan mengkalibrasi. 5) Alat-alat ukur tidak mununjuk sempurna atau rusak Kerusakan umumnya pada penunjukan yang tidak akurat atau tidak m e n u n j u k d a n t r a n s f o r m a t o r u k u r t i d a k b e r f u n g s i . r e l a i . Tindakan perbaikan adalah dengan memeriksa. memperbaiki dan atau mengganti kontak point kontaktor. Transformator I Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 150 kVA Tegangan Primer 5. memeriksa atau menyetel dan memperbaiki limit switch dan memeriksa atau memperbaiki serta mengganti terminalterminal.75% . menseting. memperbaiki atau mengganti alat-alat ukur dan memeriksa serta memperbaiki pengawatannya serta memeriksa atau dapat melakukan perbaikan transformator ukur.740-6. memperbaiki alarm. Contoh soal Transformator yang dipararel syaratnya adalah perbandingan tegangan.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 3. Bagaimana pengaruhnya terhadap keseimbangan muatan jika dua transformator yang memiliki prosentase impedansi tidak sama. limit switch dan terminal-terminalnya. limit switch dan terminal control Kerusakan umumnya pada kontaktor. sehingga didpatkan muatan yang seimbang. sumber daya DC dan pengawatannya Kerusakan umumnya pada alarm tidak mengeluarkan sinyal.

000 V Tegangan skunder 231 V Transformator II Pabrik Willem Smith sambungan CT Daya = 100 kVA Tegangan Primer 5.492 Pembangkitan Tenaga Listrik Saklar pada transformator I =6.4% Saklar pada transformator I =6.4 x 250 = 90kVA 64. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung pada rel pengumpul adalah 150 sebesar x 250 = 240kVA 155 G. dan system pengaman yang ada di bengkel anda dengan bimbingan guru dan teknisi H.000 V Tegangan skunder 231 V Penyelesaian: PI PII 150 100 : = : = 40 : 24.740-6. 4 Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator II adalah sebesar: 24.4 ZtrafoI ZtrafoII 3.1 Jumlah daya transformator I dan II =150 + 100 = 250 kVA Daya yang diperbolehkan ditanggung oleh transformator I adalah sebesar: 40 x250 = 155kVA 64. Tugas Buat laporan kegiatan yang anda lakukan dan diskusikandengan teman anda dengan didampingi guru .000-6.240 kV tiga trap Prosentase impedansi 4. Latihan Laksanakan pemeliharaan transformator. excitacy.75 4.

Crane dan Elevator (Lift) 493 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) A. kecepatan putaran dapat diatur. Dengan pengontrolan. crane yang dimiliki PT Dok dan Perkapalan (Persero). Namun demikian jika dikehendaki dengan kecepatan putaran yang tinggi. Crane Tower. pipa dan peralatan kapal lainnya. 2. maka menggunakan putaran dengan kecepatan rendah. Misalnya untuk mengangkat beban dengan kecepatan putaran tunggi atau rendah atau menurunkan beban dengan menggunakan kecepatan putaran tinggi atau rendah. Pengantar Crane adalah alat untuk pelayan beban mekanis atau muatan yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat benda dan berfungsi juga untuk menggerakkan benda yang diangkat melalui ruangan. Motor listrik untuk mengangkat beban pada crane Motor listrik yang digunakan memiliki dapat diatur arah putarannya. Macammacam crane adalah: Crane Gantung berjalan. karena crane yang dimiliki kapasitas 16 ton. Sistem kontrol yang dignakan pada crane jenis ini adalah menggunakan pengendal (pengontrolan) dengan kontaktor-kontaktor yang dilengkapi dengan saklar push-button. Besar kecilnya daya motor listrik bergantung dari berdasarkan daya beban. satu motor listrik untuk keperluan berjalan dan 1 (satu) motor listrik lainnya untuk jalan rel. Crane 1. sehingga motor listrik dapat beroperasi secara maksimal. dalam hal ini putaran kanan dan kiri. maka tinggal mengubah bentuk belitannya . Contoh penggunaan adalah pada PT DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk mengangkat plat baja. Sedangkan untuk kecepatan putaran yang dipilih adalah bergantung dari berat beban. Crane gantung berjalan adalah mesin berjalan mesin yang berjalan di rel yang ditopang oleh bangunan yang memiliki troli dan diperlengkapi dengan kerekan yang berjalan melintang di rel yang bertumpu pada bangnan untuk mengangkat beban. Pada crane di perusahaan ini menggunakan 3 (tiga buah) motor listrik yang masing-masing satu motor untuk mengangkat beban. Sebagai contoh. dan Crane Derek.

494

Pembangkitan Tenaga Listrik

(karena motor listrik yang dimiliki jenis belitannya dahlander) belitannya dahlander dengan tujuan jika bebannya besar.

dan

3. Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor Listrik Dahlander Untuk mengatur hubungan belitan digunakan alat yang disebut main winding menggunakan rangkaian kontaktor. Gambar X.1 menunjukkan gambar pengawatan untuk mengatur kecepatan (rendah dan tinggi) pada motor listrik untuk crane.

Gambar XI.1
Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane
Keterangan gambar K1 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kanan K2 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kiri K3 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kanan K4 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kiri

Crane dan Elevator (Lift)

495

Gambar XI.2
Single Line Diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane

Jika tombol S2 ditekan, kontaktor K1 bekerja karena pada sistem control ini tidak memakai sistem penguncian maka operator harus menekan terus menerus supaya motor listrik dapat bekerja terus menerus juga. Pada kondisi ini, putaran motor listrik kearah kiri. Dengan menekan tombol S terus menerus maka motor akan berputar 4 dengan kecepatan tinggi kearah kanan dengan ketentuan tidak boleh menekan tombol lain selain S4. dan untuk mengoperasikan motor dengan kecepatan tinggi kearah kiri maka kita harus menekan S maka motor 5 akan berputar cepat kearah kiri dengan syarat tidak menekan tombol selain S5. 4. Rumus-rumus yang terkait dengan crane a. Untuk menentukan tenaga atau force gravitasi bumi adalah: F = 9,8m (11-1)
Keterangan: F = Gaya benda(N-Newton) M = masa tau berat (kg) 9,8 = grafitasi bumi

496

Pembangkitan Tenaga Listrik

Contoh: Hitung nilai tenaga pada masa 12 kg Penyelesaian:

F = 9,8m F = 9,8 x12 F = 177,6 N

b. Torsi mekanik T = F.d. (N-m)
F d

(11-2)

Gambar XI. 3 Contoh gambar menentukan torsi mekanik Keterangan: T = Torsi dalam Newton Meter (NM) F = gaya (Force) dalam Newton (N) d = Jarak benda dalam satuan meter

Contoh: Torsi motor pada saat start 150 N -M, dengan diameter pully 1 meter, hitung jarak pengereman jika motor berhenti 2 m dan gaya pengereman Penyelesaian: F = T/R=150/0,5 =300 N Gaya pada saat pengereman dengan jarak 2 meter adalah T = 150/2 = 75 N c. Tenaga Mekanik W = F . d Joule
Keterangan: W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) d = jarak pemindahan benda dalam meter (m)

(11-3)

Contoh:

Crane dan Elevator (Lift)

497

Jika berat benda 50 kg pada ketinggian 10 m seperti ditunjukkan pada Gambar 5 di bawah ini, tentukan gaya dan tenaga pada benda.

Gambar XI. 4 Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik

F = 9,8. m = 9,8.50 = 490 N W = F. d = 490.10 = 4. 900 J d. Daya mekanik P=W.t Watt (11-4)

Keterangan P = daya mekanik dalam Watt (W) W = tenaga mekanik dalam Joule F = Gaya (Force) dalam Newton (N) t = waktu kerja dalam detik

Contoh: Motor untuk lift dengan berat benda 500 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power, 1 HP = 746 Watt).

Gambar XI. 5

6 Contoh Gambar Menentukan Daya Motor Listrik .25 kW P = 12.900 x 30 = 147.8. Daya motor listrik P= nT Watt 9.900 N W=F.000 J Daya motor P = W/t P = 147.000/12 = 12.250 /746 = 16.d = 4.498 Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh gambar menentukan daya mekanik Penyelesaian: F = 9. m = 9.55 (11-5) Keterangan P = daya mekanik motor (W) T = Torsi motor (N-m) N = kecepatan motor dalam radial per menit (rpm) 9.250 Watt = 12.8 x 500 = 4.4 HP e.55= konstanta Contoh Gambar XI.

95) = 356 W Motor yang dipilih untuk mengangkat beban adalah 0.000/92 = 163 kW Output mekanik motor = 150 kW Rugi-rugi pada motor P1-Po = 163 kW-150 kW = 13 kW . Penyelesaian P1= Po/ ? = 150.5 HP f.95) = 1. Efisiensi mesin listrik η= Po x100% P1 (11-6) Keterangan ? = efisiensi dalam satuan persen (%) Po = daya output (W) P1 = daya input Contoh: Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Hitung daya output jika putaran motor 1.Crane dan Elevator (Lift) 499 Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 25 N dan pemberat 5 N.1 = 2 N-m P = n. Jari-jari pully 0.700 rpm.700 x (2/9.1 m. Penyelesaian: T= F/R = (25-5) x 0. (T/9.

Penyelesaian Total berat bus M = 6.400 = 8.000 + 2.245.8 m/s Besarnya Energi kinetik Ek =1/2 m. Energi kinetik pada putaran dan momen enersi Ek =5.82 = 3. H itung total energi kinetiknya dan hitung energi kinetik sampai bus berhenti.25 Mega Joule (MJ) h.48 x 10-3 Jn 2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule 2 J = Momen Enersi dalam kg-m n = kecepatan putara (rpm) -3 2 5.400 kg Kecepatan V = 100 km/jam = (100x1000)/3600 detik = 27.928 J = 3.V2 = ½ x 8. Energi Kinetik Ek =1/2 m.V2 Keterangan Ek = Energi kinetik dalam Joule M = masa benda dalam kg V = kecepatan benda dalam m/s (meter/detik} (11-7) Contoh: Bus dengan berat 600 kg memindah benda dengan kecepatan 100 km/jam dan berpenumpang 40 orang dengan berat 2400 kg.400 x 27.500 Pembangkitan Tenaga Listrik g.48 x 10 constanta dari (p /1800) (11-8) .

8 Contoh gambar menentukan energi kinetik pada putaran dan momen enersi pada roda 2 pully . Pada ring diberi beban 80 kg dan 20 kg Tentukan momen enersi pada roda Gambar XI. Momen inersia J = m.48 x 10-3 Jn 2 = 5.r2 = (1. 7 Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Penyelesaian a.8002 = 3.8. Energi kinetik Ek = 5. Momen inersia b.52)/2 = 175 kg-m 2 b. Hitung a.400 kg diameter 1 m dan lebar atau ketinggian 225 mm.400 x 0.Crane dan Elevator (Lift) 501 Contoh Roda berbentuk tabung dari logam dengan berat 1.1 Mega Joule (MJ) Contoh Roda memiliki 2 ring dan poros seperti pada Gambar XI.800 rpm Gambar XI.48x10-3x175x 1. Energi kinetik pada roda jika kecepatannya 1.

2.700 rpm.42 + 0.32)/2 = 10 kg-m 2 Pada ring dalam J2 = m L2/12 = 20 (0. . Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh.502 Pembangkitan Tenaga Listrik Penyelesaian Enersi pada ring luar J1 = m (R12 + R22)/2 = 80 (0.62)/12 = 0. Hitung daya output jika putaran motor 1. Radius pully 0.6 kg-m 2 Soal latihan 1.6 kg-m 2 Total momen enersi pada roda adalah: J = J1 + J2 = 10 + 0. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut.6 = 10. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N.1 m.

Pengereman Motor AC Sebuah motor akan berhenti bergerak bila diputus hubungkan dari suplai daya. beban dan friksi motor itu sendiri. Metode pengereman diterapkan berdasarkan pada . Waktu yang dibutuhkan oleh motor tersebut untuk benar-benar berhenti tergantung pada kelembaman motor.1 Momen Inersi Gerak dan Putaran 5. Apa bila kita berkeinginan mengontrol rate/tingkat gerak motor waktu bergerak pelan atau berhenti.Crane dan Elevator (Lift) 503 Tabel XI. maka memerlukan tindakan pengereman.

Dinamik 3. Stop F Start R F OL’s O F4 Zero Speed Switch F R Gambar XI. Empat macam metoda pengereman yang banyak dipakai adalah sebagai berikut: 1.504 Pembangkitan Tenaga Listrik aplikasi. Motor hanya digerakkan dalam satu arah dan harus benar-benar berhenti pada saat tombol stop ditekan. biaya dan hasil yang diharapkan. dan (4) Mengandalkan energi yang dihasilkan motor pada saat motor tersebut digerakkan beban.9 Rangkaian Control Plug .daya yang ada.9 ditununjukkan susunan Plug. Regeneratif 4. Pada Gambar XI. Mekanik 2. kebutuhan akan rangkaiaan. Plug Prinsip kerja dan gambar diagram rangkaian masing-masing metoda diuraikan sebagai berikut: 1) Plug Breaking Plug Braking merupakan pengereman motor dengan cara membalikkan arah motor sehingga motor dapat menghasilkan daya torsi penyeimbang dan membentuk daya perlambatan. Terdapat berbagai cara agar pengereman motor bisa dilakukan termasuk cara-cara berikut: (1) Dengan memakai perangkat friksi mekanik untuk memberhentikan dan menahan beban. (3) Dengan menggunakan DC terhadap lilitan motor pada saat suplay ac diputus hubungkan. (2) Dengan memberi arus gerak rotasi motor.

.Crane dan Elevator (Lift) 505 L1 L2 L3 1 4 6 L L L K1 2 3 5 L L L 1 4 6 L L L K2 2 3 5 L L L M 3~ Gambar XI.10 menunjukkan Rangkaian Daya Plugging. Gambar XI.10 Rangkaian Daya Plugging Untuk diperhatikan bahwa saklar kecepatan nol digunakan pada rangkaian ini. Pengereman dinamik terkadang disebut juga sebagai pengereman elektronik. Saklar kecepatan nol tersebut dioperasikan dengan motor. Secara normal saklar tersebut pada keadaan tidak beroperasi. 2) Pengereman Dinamik Pengereman Dinamik adalah sebuah metoda pengereman untuk motor induksi AC dengan cara menerapkan sebuah sumber DC pada lilitan stator dari sebuah motor setelah suplai diputus hubungkan. Pada saat motor berrotasi kontak-kontak saklar menutup dan tetap menutup sampai motor berhenti secara total.

11 menunjukkan contoh rangkaian daya dan k ontrol pengereman dinamik. motor bertindak seperti sebuah generator induksi dan membentuk daya torsi pengereman. Untuk pengereman dinamik. Sumber DC disambungkan melalui sebuah step-down transformer (penurun tegangan) dan rectifier. Single diagram rangkaian daya pengereman dinamik ditunjukkan pada Gambar XI. Pengereman dinamik tidak menghentikan motor secara total tetapi hanya memperlambat motor secara tiba-tiba.11 Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik . Ukuran sebenarnya hanya ditentukan oleh resistansi lilitan stator sehingga tegangan harus berukuran rendah. Energi yang dibentuk motor dialirkan kembali menuju saluran suplay.12. setelah dilakukan pengereman dinamik. Pada saat motor digerakkan pada kecepatan sinkron tersebut. prinsip penggunaannya sama dengan yang digunakan terhadap motor jangkar hubung singkat (sequirrel-cage). motor rotor lilit. 3) Pengereman Regeneratif Pengereman jenis regeneratif motor AC adalah sebuah sistem pengoperasian dimana motor induksi digerakkan oleh beban diatas kecepatan sinkron.3 kali arus terukur. Biasanya sistem mekanik yang harus digunakan untuk menghentikan motor. K1 L3 L2 L1 Step Down orTransfmator 1 3 5 2 4 6 W V U M 3~ 1 3 2 4 6 K2 5 Gambar XI. Gambar XI.506 Pembangkitan Tenaga Listrik Sistem pengereman ini biasanya digunakan dengan. agar bisa menghasilkan daya torsi pengereman yang sesuai maka ukuran sumber dc diperkirakan 1.

12 Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Contoh pengereman regeneratif diterapkan pada Trem. 2 M3~ DC Machine No 1 Lift Counter Weight Gambar XI.13 menunjukkan pengereman regeneratif diterapkan L1 L2 L3 Rectifier DC Supply DC Supply Ke Belitan Penguat DC Machine No.Crane dan Elevator (Lift) 507 Gambar XI. Gambar XI.13 Pengereman Regeneratif .

15. . pegas tertahan balik sehingga tetap mengerem motor. Dengan armature tertutup. dengan rem dinamik tidak akan bisa memberhentikan motor secara total sehingga diperlukan penggunaan rem mekanik menahan motor setelah daya diputus hubungkan. Pada saat daya dihubungkan. Friksi tersebut diterapkan dengan cara yang sama seperti halnya blok rem mobil seperti ditunjukkan pada Gambar XI. solenoid diberi energi menjaga agar armature atau jangkar tetap tertutup. Solenoid tersebut disambungkan secara langsung pada saluran suply motor seperti ditunjukkan pada Gambar XI. Spiral dengan sepatu untuk mengunci motor Sepatu Rem Jangkar Selenoid Gambar XI.508 Pembangkitan Tenaga Listrik 4) Pengereman Mekanik Sesuai dengan namanya.14. Solenoid rem dapat disambungkan antara dua saluran suplai atau antara satu dari suplai tersebut dan netral. Contoh. pengereman mekanik adalah cara memberhentikan motor listrik dengan memberlakukan gesekan atau friksi motor. yaitu blok rem mengunci motor dengan daya kerja pegas.14 Pengereman Dinamik Rem tersebut bekerja setelah daya hilang. Rem mekanik dipakai pada sistem pengereman yang ada tidak cukup untuk membawa motor sehingga benar-benar berhenti.

15 Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL 6. Motor Area 1) Pengereman pada Motor Area Motor yang dipergunakan untuk crane. pengereman secara mekanik dengan menggunakan friksi mekanik yaitu kampas sangatlah diperlukan sebagai penahan beban apabila motor itu dalam keadaan tidak bekerja. Pengereman mekanik sendiri pada dasarnya hampir sama dengan rem tromol pada kendaraan. kebanyakan dipergunakan motor tak serempak. Karena perjalanan troli dan perjalanan crane sering tidak memerlukan kendali kecepatan. maka motor ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan ini.Crane dan Elevator (Lift) 509 Gambar XI. sehingga motor ini harus kuat secara elektrik dan mekanik. Karena ditakutkan pada saat motor tersebut menahan beban. termasuk motor arus bolak-balik dan arus searah. Akan tetapi untuk keluaran nominal dari 200kW atau kurang. beban akan j tuh ke bawah akibat adanya a gaya gravitasi bumi karena tidak adanya pengereman tersebut. pelayanan dan perawatan sederhana dan biaya instalasi rendah. Khusus pada motor sebagai pengangkat beban seperti pada motor area. Pada . hanya saja cara kerjanya yang berbeda. pengereman dan pembalikan putaran dan sewaktu-waktu berbeban lebih. Motor crane sering mengalami berulang kali pengasutan.

Secara garis besar konstruksi dan pengereman motor area ditunjukkan pada Gambar XI.16 Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area 2) Sistem Kerja Perlu ditekankan sebelumnya. motor area akan melakukan pengereman pada saat motor tidak dalam bekeja. Belitan Stator Pondasi Motor Besi Pendorong 100 VDC As Rotor Sangkar Kampas Rem Pegas Spool Gambar XI. Jadi pengereman ini mengandalkan pegas untuk mendorong kampas ke pondasi motor. cara kerjanya secara elektrik. yaitu dengan cara elektro magnetik. dan ada juga yang menggunakan sistem hidrolik. Akibatnya. penyearah tegangan karena rangkaian magnet (spool) tersebut membutuhkan sumber tegangan DC. Dalam posisi seperti ini motor dalam keadaan tidak bekerja atau mendapatkan tegangan. sehingga kemagnetan pada spool akan hilang. Untuk motor yang menggunakan pengereman mekanik seperti yang dijelaskan di atas. Spool rem membutuhkan tegangan DC agar supaya dapat menghasilkan magnet yang kemudian menarik besi pendorong kampas sehingga motor tidak berputar dan keadaaan mengerem.510 Pembangkitan Tenaga Listrik Motor. Tetapi dalam penjelasan ini dibahas tentang pengereman mekanik dengan cara elektro magnetik. kampas terdorong oleh besi pendorong akibat gaya pegas dari pegas yang dipasang sedemikian rupa sehingga kampas rem mendesak pondasi motor dan motor akan mengerem. . Sedangkan pada saat pengereman itu sendiri telah ditekankan di depan bahwa motor dalam keadaan tidak bekerja atau tidak mendapatkan tegangan. arus juga tidak mengalir pada spul.16. motor tersebut dilengkapi dengan komponen penghasil magnet. Secara otomatis.

5. Daya :11 kW Arus nominal: 29 Ampere Tegangan : 380 V AC Frequensi : 50 Hz Putaran : 1450 rpm dan 2940 rpm Gambar XI. 2. mempunyai laju rendah. akan tetapi mempunyai kerugian remnya mudah aus. 3. 4. Cara ini sesuai bagi motor dengan keluaran sampai sekitar 75 kW.Crane dan Elevator (Lift) 511 Pada cara ini motor pengangkat juga dijalankan untuk penurunan. Maka sistem pengereman seperti ini sangat cocok untuk motor area pada crane 10 T yang memiliki spesifikasi sebagai berikut 1.17 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton .

512 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.19 Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton Untuk mengangkat Kapal .18 Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Gambar XI.

Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box yang dipasang: a) Cabine lift berukuran 1400x350x2100mm . turun ke bawah selanjutnya diikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar. pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman. mulai dari PHB utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang.20. yaitu sebesar 45% lebih. Untuk menjaga keselamatan para penumpang. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz dengan tenaga 3 sampai dengan 5 PK dan bahkan dalam perkembangannya dayanya lebih besar. Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang bdigerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar XI. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman c) Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Salah satu ujungnya diikat ada sangkar (lift cabine) sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas. Instalasi Lift/ Elevator Pemberian tenaga listrik pada lift dan atau elevator harus berasal dari cabang tersendiri. baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. 1) Bagian-bagian Lift Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift dan elevator adalah: a) Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi susunan gedung b) Sangkar Lift Cabine berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Dalam cabine lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift.Crane dan Elevator (Lift) 513 B. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan cabine lift tidak memerlukan tenaga yang besar d) Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk).

e. Penentuan berat cabine dipengaruhi oleh berat cabine ditambah dengan 45% muatan = 2. masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada kereta api) . Untuk kapasitas daya yang lebih tinggi maka jumah lantai yang dapat dilayani lift lebih besar atau banyak g) Instalasi lift melayani bebarapa lantai pada contoh ini.5 PK. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. sedang pada kedudukan paling bawah. masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm c. Pada saat cabine berkedudukan di tempat yang paling atas. masih ada ruang bebas setinggi 175 cm.514 Pembangkitan Tenaga Listrik b) Kekuatan penumpang maximum 6 orang (450 kg) dan atau bergantung kapasitas daya lift c) Kecepatan lift 45m/menit d) Pintu lorong dan pintu cabine memiliki daun pintu sendiri-sendiri berupa pintu ginsir atau yang terbaru hanya pintu lorong e) Diantara pintu tersebut masih ada pintu pengaman f) Motor listrik sebagai penggeraknya memiliki daya 2. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman berganda d. dan bergantung jumlah lantai bangunan 2) Macam peralatan dan pengaman pada lift a. dan 1450 rpm.000kg+45% x 2 ton=2. Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman. lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti. 380V.202 kg b. 3 phasa. Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah. 50 Hz.

Pada cabine terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu cabine terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika. Pada saat lift berhenti. pintu macet.Crane dan Elevator (Lift) 515 f. g. . dan lain-lainnya. sumber tegangan mati. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik. pintu lorong dan pintu cabine akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang. Pada cabine terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.

516 Pembangkitan Tenaga Listrik PT KM Tiga alur kabel baja TP P Pintu PP DC A BP B C D Pintu PPN Balancee Gambar XI.20 TP Konstruksi Lift .

Crane dan Elevator (Lift) 517 Keterangan Gambar XI.20 PT PP TP PPN KM DC BP TP A B C D E KB : : : : : : : : : : : : : : Piringan traksi untuk 3 kabel baja Piringan pengatur jalannya sangkar cabine (tempat beban) Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman Piringan penegang Kamar mesin tepat di atas lorong lift Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem Batang peluncur Tonggak pengaman Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B Tabung besi cor Kerangka cabine bagian atas (frame atas) Pegas (pir) penyerap getaran Moer pemasang pegas atau pir dengan kunci pengaman Kabel baja Contoh gambar pengawatan pada lift ditunjukkan pada Gambar XI.21 di halaman berikut. .

518 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XI.21 Contoh Pengawatan Lift C. Pemeliharaan Crane dan Lifft .

sistem kelistrikan dan sistem keamanan manusia serta kesehatan dan keselamatan kerja 1. apakah sudah ada bagian kawat yang sudah terputus sebagian. meliputi pemeriksaan kelenturan kawat baja dan jika sudah kering beri tambahan pelumas sehingga kelenturannya meningkat d. Periksa bagian sistem pengereman (khususnya pengerema mekanik) dan pengereman mekanik maupun elektrik. periksa apakah rem sudah aus dan kekerasan pegas apakah masih cukup atau sudah lembek dan apakah gerakannya tidak terhalang benda lain. Pemeliharaan rel sebagai tumpuan. Selain pemeriksaan juga dilakukan pembersihan pada landasan luncur atau pacu dan ril. karena jika tidak ditangani akan cepat menyebar ke kawat lainnya e. Periksa ikatan pada cabine. apakah ikatan cukup kuat atau sebaliknya. Jika pengereman dengan menggunakan sistem mekanis. diantaranya adalah: a. Jika pegasnya sudah lembek. Periksa kawat baja. Pemeliharaan kawat baja penarik. baik pada crane maupun lift. segera lakukan penggantian dan jika teromol remnya sudah aus segera lakukan penggantian h. Pemeliharaan pada sistem mekanik Pemeliharaan sistem mekanik. Apakah masih kuat atau sudah mengalami kelembekan ikatan f. baik pengaman mekanik maupun pengaman sistem kelistrikan serta pengaman manusia. Pemeliharaan sistem mekanik maju mundur. hanya jika pada lift sistem pengamannya lebih banyak. Segera lakukan perbaikan jika ditemukan bagian yang tidak beres. dalam hal ini pemeriksaan sistem pelumasan antara talang atau ril sebagai landasan meluncur dari gesekan crane dan lift. Periksa bagian cabine.Crane dan Elevator (Lift) 519 Pemeliharaan crane dan lift secara umum hampir sama. Apakah kekuatan mekanis cabine masih memenuhi syarat dan apakah gerakan cabine tidak terhalang oleh benda lain . Jenis pengereman dan prinsip kerja serta komponen lainnya g. pemberat dan kelengkapan lainnya. pemeriksaan keausan dan kekerasan baut mur sistem mekanik b. meliputi pemeriksaan sistem pelumas. Selain itu ruang gerak untuk pekerjaan pemeliharaan lift lebih kurang leluasa. putar kanan kiri dan naik turun. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pada sistem mekanik. Bersihkan talang atau ril landasan gerakan dan beri pelumasan c.

2. tespen. obeng. Gunakan tool kit untuk teknisi listrik agar peralatan lebih lengkap dan digunakan berdasarkan kebutuhannya b. Pelihara bagian motor listrik (sesuai prosedur) yang ada untuk pemeliharaan motor listrik di bab lain buku ini c. prosedurnya sesuai dengan pemeliharaan yang ada dalam bab lain buku ini . apakah masih memilki kekuatan sesuai dengan benda yang diangkut dan atau dipindahkan j. Pemeliharaan pada sistem kelistrikan. Buat laporan secara tertulis kegiatan pemeliharaan dan kejadiankejadian yang ditemui sesuai format yang sudah disediakan selama pada saat pemeriksaan atau pemeliharaan. Lakukan perbaikan ringan maupun sedang dengan diketahui dan disetujui atasan langsung Pemeliharaan dilakukan secara rutin tiap hari karena jika tidak dilakukan faktor resikonya sangat tinggi. Pemeliharaan pada generator pembangkit listrik. Kerusakan pada sistem k elistrikan akan berdampak pada sistem mekanik serta dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan benda yang diangkat dan dipindahkan serta keselamatan benda di sekitarnya 3. multi tester.520 Pembangkitan Tenaga Listrik i. Periksa pada sistem penggeraknya. Periksa kecepatan sistem penggeraknya. Selain itu kerusakan mekanis akan berdampak pada kerusakan pada sistem kelistrikannya dan sebaliknya. Pemeliharaan sistem kelistrikannya Pemeliharaan pada sistem kelistrikan sangat diperlukan dan diharuskan karena jika tidak dipelihara akan terjadi kerusakan. baik bagi keselamatan dan keamanan manusia maupun keamanan barang yang diangkat dan atau dipindahkan. apakah sudah mengalami penurunan yang besar atau tidak. Laporan disampaikan secara tertulis dan lisan kepada atasan langsung untuk mendapat perhatian dan di analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan m. meliputi: a. lakukan pemeriksaan apakah pengaman masih dapat bekerja dengan sempurna menggunakan alat kerja listrik (tespen. Jika sudah mengalami penurunan lakukan perbaikan k. palu. Pemeriksaan pada sistem pengaman pintu keluar masuk barang dan manusia (khusus untuk lift) dan apakah pintu darurat masih bekerja dengan optimal atau tidak l. Sistem pengaman. tang dan lainnya.

alarm. Apakah kinerja sistem pengendali masih baik atau mengalami kerusakan f. lakukan penggantian kabel. sepatu pengaman b. . sambungan dan pengawatannya masih rapi atau tidak. dan melakukan pemeliharaan lebih mudah serta memperkecil faktor kelupaan bekerja dengan peralatan yang lengkap c. Keselamatan kerja Keselamatan kerja sangat perlu diperhatikan dan ditaati dalam bekerja atau beraktivitas lainnya. termasuk lift macet 4. Jika tahanan isolasi sudah rendah. kaca pengaman. Jika terlalu rendah maka kinerja sistem tidak optimal. baik sumber listrik arus bolak balik sebagai penggerak motor maupun sumber listrik arus searah dan penyearah karena sumber listrik arus searah sebagai sumber listrik bagi sistem alarm dan lampu indikator dan keperluan lainnya. Periksa alat komunikasi. karena jika tidak dipelihara juga berpengaruh pada kinerja sistem.Crane dan Elevator (Lift) 521 d. Lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan. yang perlu diperhatikan adalah apakah tahanan isolasi. pengontrolan kelengkapan. diantaranya adalah helm pengaman. Pemeliharaan pada sistem instalasi. Pakai seragam kerja sesuai dengan standart yang ditentukan. Pemeliharaan sebaiknya dilakukan pada saat crane dan lift tidak beroperasi d. g. Pemeriksaan terkait dengan besar tegangan sumber apakah terjadi kenaikan atau penurunan karena jika terlalu tinggi dapat merusak peralatan kelistrikan dan kontrol serta indikator dan alrm serta penerangan. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. dan lampu indikator yang ada pada cabine lift karena ada kemungkinan gangguan darurat pada cabine. Lakukan pemeriksaan besarnya sumber tenaga listrik. Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan crane dan lift. Sediakan dan pelihara peralatan serta kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja e. Pemeliharaan sistem pengendali crane atau lift. karena lebih mudah pemeliharaan. Bekerjalah dengan peralatan yang memadai (bawa toll kit). baik SOP untuk manusia di tempat kerja maupun SOP peralatan yang dipelihara dan diperbaiki. Pemeriksaan sambungan diperlukan karena jika kurang kuat akan terjadi loncatan bunga api dan akan berpengaruh pada sistem kelistrikan e. Pemeliharaan sumber tenaga listrik.

Sabuk ini akan bekerja terus menerus dengan kecepatan 1.43kg / menit 960 Kecepa tan 2π ϖ m = 60 . Panjang sabuk 90 m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm.Tentukan momen pada poros motor listrik Penyelesaian Pada saat panjang saat panjang sabuk 90 meter dengan kecepatan 1.5m/detik.72 = 5.sudut = 32πmeter.026 kg/jam.5 m/s Jadi momen inersia pada poros motor listrik adalah 0. J . Lakukan tugas praktik kerja lapangan di industri perbaikan dan pemeliharaan lift atau pada kantor dan sejenisnya yang memiliki teknisi crane dan lift serta dan buat laporan kegiatan . v = .048.048. J 114. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.11.5 = 90 = 60 det t= momen 60.0227 kg/m E. Tugas 1.522 Pembangkitan Tenaga Listrik D. 2. Latihan 1. 2 Jelaskan langkah dan tata cara pemeliharaan dan perbaikan pada crane dan lift.026 60 = 1000.rad / sec Momen = 1 1 2 .11 = 0.m.43 kg v s 1.ϖ 2 m 2 2 114.5 m/detik untuk memindahkan beban seberat 1000.0227kgm 2 90 m 1.72 J = 5.5 m/detik dengan dibebani 60. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1.

Klasifikasi Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik Yang termasuk dalam telekomunikasi untuk industri tenaga listrik adalah semua fasilitas telekomunikasi yang diperlukan dalam pengelolaan perusahaan tenaga listrik. bencana alam atau bencana-bencana lainnya. untuk pemeliharaan dan untuk keperluan administratif. sistem telekomunikasi harus tetap dapat bekerja dengan sempurna. Jenis telekomunikasi yang digunakan adalah telekomunikasi dengan kawat bagi sistem tenaga yang kecil dan telekomunikasi dengan radio atau dengan pembawa saluran tenaga Power Line Carrier (PLC) bagi sistem tenaga listrik yang besar. Makin maju perusahaan makin penting adanya fasilitas yang dapat diandalkan dan komunikasi yang cepat dan handal. Bahkan perlu disediakan suatu sistem telekomunikasi cadangan. dan lainnya. saluran distribusi dan lainnya berjalan dengan baik dan lancar.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 523 BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK A. Telekomunikasi untuk kebutuhan ini sistemnya tidak boleh digunakan bersama dengan kebutuhan lainnya. 2. operasi. antara lain adalah penyediaan dan kebutuhan. Komunikasi radio mobil sangat berguna dalam pemeliharaan saluran transmisi. gardu (substation). Fasilitas peralatan telekomunikasi yang sesuai untuk pembagian beban adalah komunikasi radio. 1. Jaringan telekomunikasi merupakan sistem syaraf dalam pengelolaan perusahaan. pengamanan dan pemeliharaan. Komunikasi untuk Pembagian Beban Komunikasi untuk pembagian beban digunakan dengan maksud untuk memungkinkan pembagian beban secara cepat dan tidak terganggu. yaitu komunikasi untuk pembagian beban (loaddispatching). Komunikasi untuk Pemeliharaan Komunikasi untuk pemeliharaan dengan maksud agar komunikasi antara pusat listrik (power station). saluran transmisi. . Dalam keadaan terjadi gangguan pada sistem tenaga. Sistem telekomunikasi ini dapat dibagi menjadi 3 macam. telekomunikasi lewat pembawa PLC.

. Sistem Transmisi Alat Komunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat dapat dibagi menjadi dua sistem. Saluran udara dapat dipasang pada tiang-tiang yang khusus dan dapat dipasang pada tiang-tiang yang juga dipakai untuk keperluan lain. kantor daerah dan kantor cabang.60 kHz dengan jumlah saluran bicara antara 1-3. interferensi dari saluran tenaga terhadap kawat komunikasi.524 Pembangkitan Tenaga Listrik 3. Saluran Telekomunikasi Komunikasi dengan menggunakan kawat tidak sesuai untuk pemakaian pada rangkaian yang penting atau pemakaian jarak jauh.dilihat pada Gambar XII. Pada sistem transmisi pembawa dengan menyalurkannya sesudah mengubah frekuensi suara menjadi frekuensi gelombang pembawa. Saluran telepon yang dipasang pada tiang saluran tenaga berupa kabel. Komunikasi dengan Kawat 1.1. komunikasi jenis ini masih dipakai pada jarak pendek karena pertimbangan ekonomis. Kadang-kadang yang dipakai untuk keperluan terakhir ini adalah saluran komunikasi cadangan guna tugas-tugas tersebut terdahulu. Frekuensi untuk komunikasi pembawa adalah antara 3 . B. banjir. Meskipun demikian. Sistem transmisi suara dilakukan dengan cara menyalurkan arus listrik untuk komunikasi sesuai dengan frekuensi suara. Sering saluran komunikasi untuk pemeliharaan digunakan juga untuk keperluan administratif. misalnya tiang distribusi. Kelemahannya adalah komunikasi dengan kabel lebih mahal dan lebih menyulitkan apabila terjadi kerusakan. 2. yakni sistem transmisi suara dan sistem transmisi pembawa. karena karakteristik kelistrikannya lebih baik dan lebih kuat.1. Beberapa keterangan mengenai kabel telekomunikasi ditunjukkan pada Tabel XII. gempa. karena pengaruh yang besar dari angin ribut. Komunikasi untuk Administratif Komunikasi untuk keperluan administratif digunakan dalam hubungan antara kantor pusat. angin topan. Komunikasi dengan kabel dipakai karena stabilitasnya lebih terjamin dibandingkan dengan komunikasi lewat saluran udara. Jenis-jenis fasilitas telekomunikasi yang ada pada industri tenaga listrik secara bagan dapat. Dengan menggunakan tiang distribusi sebagai saluran udara telekomunikasi maka biayanya lebih murah.

antara 10 sampai 500 kHz. tetapi pada industri tenaga listrik lebih senang menggunakan komunikasi dengan pembawa pembawa saluran tenaga (Power Line Carrier. Ada dua jenis pengaitan dengan kapasitor yaitu sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penala (tuning type). Jangkauan frekuensinya berbeda untuk setiap Negara. . Sistem pengaitan (coupling system ) diklasifikasikan menurut pengaitan induktif dan pengaitan kapasitif.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 525 Untuk komunikasi pembawa dapat dipakai saluran udara maupun kabel. Untuk memungkinkan komunikasi dengan cara ini secara effisien. Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Telekomunikasi dengan pembawa saluran tenaga (PLC) adalah komunikasi dengan cara arus pembawa (carrier current) ditumpukkan (superposed) pada saluran transmisi tenaga. C. maka jebakan ini diserikan dengan saluran transmisi tenaga untuk memperbaiki karakteristik penyaluran gelombang-gelombang pembawa. dimana rangkaian penala (termasuk kapasitor pengait) dikaitkan secara seri dengan saluran transmisi dan jenis yang kedua adalah sistem pengaitan dengan kapasitor jenis penyaring (filter) pengaitan peralatan. yaitu dimana karakteristik penyaluran syarat lewat pembawa digabungkan dengan karakteristik penyaluran tenaga pada tegangan tinggi diperlukan peralatan pengait (link coupling equipment). Sistem ini sekarang jarang digunakan. Karena jebakan saluran (line trap) merupakan impedansi tinggi terhadap frekuensi pembawa. disingkat PLC) dan komunikasi radio. sehingga saluran tenaga imenjadi rangkaian transmisi frekuensi tinggi. Pengaitan induktif lewat udara menggunakan penghantar yang dipasang sejajar dengan jarak tertentu dari saluran transmisi. Sistem ini dipakai untuk mengaitkan peralatan PLC dengan saluran transmisi pada frekuensi tinggi.

1 Bagan jenis-jenis fasilitas telekomunikasi pada industri Tenaga listrik .526 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

000 V untuk 1 menit AC 4.0 ?/Km Di atas 10.000 M?/Km Di bawah 50 µF/Km AC 2.000V untuk 1 menit Antara 73+5 Ω −1 Tegangan Ketahanan (Withstand) Di bawah 3.2 (Standart) .000 V untuk 1 menit AC 2.7 dB/Km Di bawah 29. Karakteristik Listrik Tabel XII.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 527 a.1 Karakteristik dan Struktur Kabel Telekomunikasi Hal Tahanan Isolasi Tahanan Penghantar Antara penghantar dalam dan luar Antara penghantar luar dan kulit luar Impedansi Karakteristik Attenuasi Tahanan Penghantar Tahanan Isolasi Kapasitansi Elektrostatik Antara Penghantar Antara Penghantar dan Tanah (tanpa perisai) Antara Penghantar dan Perisai Antara Perisai dan Tanah Antara Kawat Penolong dan Tanah Impedansi Karakteristik 1 KHz (? ) 10 KHz 30 KHz Attenuasi (dB/Km) 1 KHz 10 KHz 30 KHz Karakteristik Di atas 10 M?/Km Di bawah 20.75 (Standart) 1.000 V untuk 1 menit 450 (Standart) 150 (Standart) 130 (Standart) 0.000 V untuk 1 menit AC 1.000 V untuk 1 menit AC 4.000V untuk 1 menit AC 3.7 ?/Km AC 3.7 (Standart) 2.

2 mm Maksimum 14 mm Kira-kira 220 kg/km .3 mm Soft copper wire braid 2.9 0. Komunikasi dengan pembawa saluran tenaga Diameter Luar dari Penghantar (mm) Tebal Isolasi Polythylene (mm) Tenal Vinyl Seath (mm) Diameter Luar (mm) Berat Kira-Kira (kg/km Jumlah Pasangan 5 10 15 20 30 50 0. Struktur Kabel PVC Tabel XII. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Tabel XII.5 mm Standar 13.5 14 18 20 23 27 34 240 335 455 570 820 1.5 0.5 0.9 0.5 0. Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Hal Penghantar Dalam Isolasi Penghantar Luar Sarung Vinyl (sheath) Berat Material Diameter Luar Material Tebal Diameter Luar Material Tebal Standart Diameter Luar Standar Soft copper berlilit Kira-kira 1.220 c.2.9 0.0 2.5 2.2 mm (7/0.3.1 2.9 0.5 0.5 0.4mm) Polyethyline (field type) Kira-kira 3 mm Standart 7.0 2.3 2.528 Pembangkitan Tenaga Listrik b.9 0.9 0.0 2.

2 Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) .Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 529 (a) Diagram Peralatan Pengait Ke Peralatan PLC CC G KS Dr Penyaring Pengait Feeder Pengaitan Fasa ke Tanah CC 600? -75? Dr G KS C KS Alat Pelindung 400? -75? C KS P1 F1 F2 F1 Ars P1 Feeder P1 F1 P1 F1 Ars P1 Feeder CC Dr Dr 130? Penyaring Pengait Feeder Alat Pelindung G KS Pengalihan Fasa ke Fasa (b) Diagram Rangkaian Kapasitor Pengait LT L1 (c) Diagram Rangkaian Wide band Type Line Trap Gambar XII.

P 2. Sistem kedua ini sekarang banyak dipakai seperti ditunjukkan pada Gambar XII.1 . .530 Pembangkitan Tenaga Listrik Keterangan Gambar XII.2.2. Rangkaian Transmisi Peralatan pengait (Coupling Equipment) dalam Gardu terdiri dari jebakan saluran (Line Trap). D. Sebagai penyaring dipakai "band-pass filter". Rangkaiannya dari jenis trafo seperti ditunjukkan pada Gambar XII. Contoh rangkaiannya ditunjukkan dalam Gambar XII. sedang impedansi frekuensi tingginya memiliki tahanan effektif antara 400 .600 Ohm. dan penyaring pengait (Coupling Filter). Yang dipakai adalah kapasitor kertas terisi minyak dengan kapasitansi elektrostatis 0.5 dB ke bawah. Kapasitor pengait memisahkan saluran transmisi dari peralatan PLC dan bersama penyaring pengait merupakan jaringan empat kutub yang meneruskan frekuensi tinggi. Induktansi kumparan utamanya kira-kira 0. Jebakan saluran terdiri dari kumparan utama yang meneruskan frekuensi siaga. kapasitor pengait (Coupling Capacitor).2 CC CF LT LS CB F P PL PS KS O.001-0.1. Kerugian pada daerah frekuensi yang diteruskan (passing band) 1 .I mH. alat penala yang memberikan impedansi frekuensi tinggi yang dikehendaki serta arester yang melindungi peralatan. P1 . F2 LC Kapasitor pengait (Coupling Capacitor) Penyaring Pengait (Coupling Fixer) Jebakan saluran Pemilah Pemutus Beban Feeder Alat Pelindung Peralatan Komunikasi Pembawa (PLC) Sumber Tenaga Listrik Saklar Pengetanahan Arester Drive Coil Sekring Main Coil PLC dengan saluran dilakukan melalui penyaring pengait dan kapasitor pengait.002 uF. ARS Dr F1.2 (b).

Contoh spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel XII. Impedansi frekuensi tinggi dari saluran transmisi berubah menurut komposisi rangkaian dan konstruksi salurannya.3. Namun harga-harga berikut ini dapat dipakai sebagai patokan: Untuk pengaitan fasa-tanah Untuk pengaitan antar-fasa Z = 400 ? Z = 600 ? Gambar XII.3 Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Lx adalah rugi tambahan dalam pengait fasa-tanah (dB). Peralatan PLC yang dipakai adalah jenis satu saluran dan jenis tiga saluran. diambil 5 dB.3. Untuk ke empat sistem ini karakteristik transmisinya berbeda.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 531 Ada 4 sistem rangkaian transmisi PLC seperti ditunjukkan pada Gambar XII. .

532 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.4 Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) . 4 Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Tabel XII.

sering kekuatan medan gelombang lenturan besar sekali. Penggunaannya tetap akan memegang peranan penting. . yaitu kira-kira 100 km di luar jarak yang dapat dilihat. Spesifikasinya berubah dengan frekuensi kerja yang digunakan.70 MHz dan 150 . banjir) dibandingkan dengan komunikasi melalui kawat. Pancaran gelombang radio VHF (30 . Dalam hal demikian. terutama karena keunggulannya dalam keadaan bencana alam (angin topan.300 MHZ) merupakan pancaran dengan gelombang langsung (direct wave). Namun.5 Frekuensi yang paling sering dipakai adalah antara 40 . maka komunikasi ini tidak dapat dipakai untuk jarak jauh.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 533 E. komunikasinya dimungkinkan untuk jarak jauh.160 Hz. dan gelombang lenturan (diffracted wave) di luar jarak yang dapat dilihat (beyond line-of-sight-distance). Karena jarang ada pancaran ionosfir untuk gelombang pendek. misalnya bila jalan pancaran itu dipotong oleh gunung yang ideal. Komunikasi Radio Telekomunikasi dengan pesawat radio banyak juga dipakai dalam industri tenaga listrik. Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio tertera pada Tabel XII. yaitu frekuensi tinggi sekali (VHF) ke atas. gelombang pantulan (reflected wave) dalam jarak yang masih dapat dilihat (with in line-off-sight distance).

534 Pembangkitan Tenaga Listrik Tabel XII.5 Contoh spesifikasi peralatan komunikasi radio .

Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 535 Gambar XII.5 Contoh Peralatan Radio .

6 saluran (CH). Contoh pemancar.6 .6 Contoh Pemancar Komunikasi radio VHF dari stasion ke stasion digunakan untuk kepentingan lokal dengan I .5 dan Gambar XII. penerima dan antena radio ditunjukkan pada Gambar XII.536 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII.

Frekuensi yang biasanya digunakan oleh perusahaan listrik adalah frekuensi sekitar (band) 400 MHz. Pancaran gelombangnya terbatas pada jarak yang dapat dilihat. biaya pembangunan dengan metoda komunikasi yang lain.000 MHz.4. Dibandingkan dengan komunikasi PLC. komunikasi gelombang mikro lebih murah.000 MHz dan 7. Telekomunikasi dengan gelombang mikro digunakan untuk saluransaluran komunikasi yang terpenting yang memerlukan saluran bicara banyak. Akhir-akhir ini. Cara kerjanya sama dengan komunikasi VHF. Komunikasi Gelombang Mikro Jangkauan frekuensi untuk komunikasi dengan gelombang mikro (microwave) adalah 300 – 3.000-30.000 MHz. Spesifikasi peralatan yang digunakan untuk komunikasi radio pada frekuensi sekitar 400 MHz ditunjukkan pada Tabel XII. 2. disingkat SHF). sistem ini banyak dipakai guna komunikasi radio mobil untuk pemeliharaan saluran tenaga di sekitar kota).000 MHz (dinamakan super-high frequency.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 537 Gambar XII. disingkat UHF) dan 3. meskipun ada juga yang menggunakan batas 1.7 Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan F. karena harga kapasitor pengait dan jebakan saluran pada . yaitu untuk komunikasi antara stasiun dengan rangkaian komunikasi multiplek di bawah 24 saluran (CH). Dalam hal demikian. Keuntungan yang lain adalah bahwa berisiknya sedikit.000 MHz (dinamakan ultra-high frequency. Frekuensi UHF ke atas dinamakan gelombang mikro. mutu suaranya baik dan keandalannya tinggi.

000 MHz. komunikasi gelombang mikro lebih ekonomis dan lebih stabil. atau bulat dipikai untuk frekuensi sekitar 7.538 Pembangkitan Tenaga Listrik komunikasi PLC mahal. stasion radionya harus diletakkan di tempat dimana gejala menghilang tidak akan banyak terjadi. untuk memungkinkan pemantulan gelombang menurut arah tertentu digunakan reflektor logam datar yang digunakan reflektor pasif. untuk PLC dibutuhkan peralatan yang penguatannya besar karena besarnya tegangan berisik korona terutama pada tegangan tinggi. Oleh karena itu pancaran gelombang mikro terbatas pada pancaran gelombang langsung dalam batas jarak yang dapat dilihat (kecuali pancaran gelombang terpencar di troposfir). Ini berati. bahwa rugi pancaran antara titik pancaran dan titik penerima berubah-ubah tergantung dari refraksi di udara (yang merupakan fungsi dari suhu di tanah. makin besar gejala menghilangnya. tekanan udara. Sebagai saluran penghubung (feeder line) dipakai kabel koaksial untuk frekuensi sekitar 2.000 MHz.8. Gelombang mikro dipancarkan menurut garis lurus (seperti cahaya). kedudukan geografis) serta pengaruh gelombang pantulan (reflected). Karena pertimbangan ekonomis antena yang terakhir banyak dipakai oleh perusahaanperusahaan listrik. pengaruh apapun terhadap pancaran gelombang tidak ada. Sebagai antena gelombang mikro digunakan lensa elektromagnetik. Dalam pembangunan rangkaian gelombang mikro. Fluktuasi ini dinamakan geiala menghilang (fading). Di angkasa bebas (free space). kelembaban. Setiap antena ini dapat disesuaikan dengan kearahan (directivity) yang teliti dan perolehan daya yang tinggi. Seperti terlihat pada Gambar XII. Oleh karena itu. pesawat pengulang (repeater) dan alat frekuensi . Seperti terlihat pada Gambar XII. antena reflektor tanduk atau antena parabolis. Kecuali itu. 4 m x 6 m atau 6 m x 8 m.6. Peralatan telekomunikasi gelombang mikro terdiri dari pesawat pemancar dan penerima radio. sedang penuntun gelombang (wave guide) persegi. bila saluran bicaranya enam atau lebih. Gelombang-gelombang radio yang direfieksikan kemudian dipancarkan ke depan dengan arah yang tepat. Rangkaian itu juga harus direncanakan dengan memperhitungkan terjadinya rugi pancaran karena gejala menghilang tadi. Makin jauh jarak pancaran gelombang radio dan makin tinggi frekuensinya. Reflektor ini biasanyaberukuran 3 m x 4 m. eliptis. Ciri telekomunikasi gelombang mikro dimungkinkan oleh mutu antena ini. antena parabolis (parabolic antenna) terdiri dari reflektor parabolis dan radiator primer yang meradiasikan gelombang-gelombang ke reflektor.

Dewasa ini semua peralatan ini sudah ditransistorkan.8.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 539 pembawa.8 Lintasan Gelombang Mikro yang Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Panah Menunjukkan Lintasan Gelombang . Contoh pesawat pengulang keadaan padat (solid state) ditunjukkan pada XII. Sistem terakhir ini jarang dipakai oleh perusahan-perusahaan listrik. Ada juga sistem heterodin. lalu memancarka kembali sesudah merubah frekuensinya menjadi gelombang mikro. mendemodulasikannya. yang menguatkan gelombang mikro yang diterima sesudah mengubah frekuensinya menjadi VHF. Pesawat pengulang menggunakan sistem relai detektif (detective relay system ) yang menerima gelombang mikro. lalu memancarkannya kembali sesudah memodulasikannya lagi. Gambar XII. mengambil bagian videonya.

. sehingga memerlukan pemeliharaan rutin. Selain itu pemeliharaan pada antene penerima dan antene pemancar. membersihkan permukaan antene yang berasal dari bahan almunium dari kotoran debu dan pengaruh kelembaban terhadap permukaan antene. sedangkan kualitas suara berkaitan dengan k ejelasan atau suar jelas dan tidak banyak noise Pemeliharaan antene diantaranya adalah melakukan pengecekan arah antene dan atau parabola. Pemeliharaan antene juga berkaitan dengan pengecekan posisi antene dan arah antene. Hal ini terkait dengan kualitas suara dan sinyal. Karena gerakan angin maka dapat mempengaruhi posisi dan arah antene. Pemeliharaan Alat Komunikasi Pada Pusat Pembangkit Listrik Pemeliharaan alat komunikasi lebih ditekankan pada pemeliharaan alat yang menghasilkan tenaga listrik DC sebagai sumber tenaga alat komunikasi.540 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XII. 9 Bagian-Bagian Pemancar (A ) Antena Reflektor Pasif Parabola (B) Gelombang Mikro G. Kualitas sinyal berkaitan dengan kekuatan suara.

karena jika alat pendingi tidak bekerja dengan baik. Selain itu. tetapi dalam pemeliharaannya banyak terkait dengan program dan tidak memerlukan pekerjaan mekanik yang banyak. Pemeriksaan dan pemeliharaan alat pendingin pada peralatan pemancar merupakan masalah yang penting juga pada alat komunikasi. baik terhadap debu maupun korosi dan oksidasi. H. pemeriksaan pada kontak-kontak sambungan kawat juga harus dipelihara. Kegiatan pada pemeliharaan alat komunikasi melalui kawat diantaranya dapat dilakukan mealalui pemeriksaan kawat yang digunakan.Telekomunikasi untuk Industri Tenaga Listrik 541 Pengecekan pada baterai pada pesawat penerima juga sangat memerlukan pemeliharaan. penggantian jika kondisi kawat sudah cacat dan atau terluka. . tingkat keregangan pegas penjepit baterai pada pesawat penerima. Tugas Buat laporan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang telah anda lakukan dan selanjutnya lakukan diskusi dengan didampingi guru. Pemeriksaan dan pemeliharaan pada alat komunikasi jenis kabel juga memerlukan perhatian. Hal ini juga berlaku untuk alat komunikasi yang lebih canggih. termasuk pembersihan kontak-kontak baterai. alat pemancarnya cepat panas dan bahkan dapat terbakar sehingga dampaknya sangat besar terutama alat komunikasi untuk kebutuhan pemeliharaan. Latihan Lakukan pekerjaan mekanis dan elektronik untuk memelihara sistem peralatan komunikasi yang ada di sekolah dengan bimbingan guru dan teknisi bidang sistem telekomunikasi I.

542 Pembangkitan Tenaga Listrik .

60 Hz dengan isolasi untuk tegangan 36 kV . maka dayanya antara 15 VA sampai dengan 200 VA. tetapi pada bagian ini hanya dibahas Alat Ukur yang berkaitan secara langsung dengan pusat pembangkit listrik.1 menunjukkan contoh pengukuran arus dilengkapi transformator arus.2 menunjukkan desain transformator arus 500 VA. Transformator arus memiliki rasio 150 A/5 Transformator arus cukup aman untuk digunakan pengukuran line jaringan transmisi tegangan tinggi.Alat Ukur Listrik 543 BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK Alat ukur listrik banyak macamnya. Transformator arus digunakan untuk mengukur dan memonitor arus line dan juga digunakan untuk hubungan ke relai dan terhubung pada sisi skunder. Arus nominal transformator sebesar 5 A. Gambar XIII. Batas ukur amperemeter masih terbatas di lapangan. Gambar XIII. Transformator arus tersebut berfungsi untuk menurunkan besarnya arus listrik dan selanjutnya diukur dengan amperemater. khusunya untuk mengukur arus listrik yang besar dan sistemnya menggunakan tegangan tinggi. A. sehingga harus menggunakan alat transformator arus. 100 A/5 A untuk line sedang Gambar XIII. Transformator Arus Transformator arus harus memiliki tingkat kepresisian yang tinggi sehingga rasio arus primer dan skunder konstan. 2. Pengertian ampermeter Ampermeter adalah alat untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada rangkaian berbeban. dan besarnya arus yang terukur bergantung pada besarnya arus primer line. Ampermeter 1.3 menunjukkan transformator arus 50 VA. Karena transformator arus hanya digunakan untuk pengukuran dan sistem proteksi. 400 A/5 A.

1 Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Gambar XIII. .4 kV.2 Desain Transformator Arus 500 VA. Ampermeter. 36 kV dihubungkan pada tegangan AC antara line dan netral tegangannya 14.544 Pembangkitan Tenaga Listrik Tegangan Line 69 kV Ip Primer Transformator Arus BEBAN Skunder Is A Amperemeter 0 -5 A Gambar XIII. 400 A/5 A. 100 A/5 A untuk Line 230 kV Contoh Transformator dengan 500 VA.

2 V c.2/80 = 52.3 Transformator Arus 50 VA.2 = 4. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV . 400 A/5 A. Rugi tegangan terminal skunder c. Arus skunder b.5 mV Gambar XIII. Hitung: a. Tegangan primer = 4.2 V Rugi tegangan pada sisi skunder adalah 4.5 x 1. Perbandingan arus I1/I2 = 400/5 = 80 A Perbandingan belitan N1/N2 = 1:80 Arus skunder = 280/80 = 3.R = 3.Alat Ukur Listrik 545 relai dan sambungan kabel pada sisi skunder dengan total impedansi 1.5 A b.2 Ohm. Drop tegangan pada primer Penyelesaian: a. Arus transmisi 280 A. E2 = I .

1. Toroida CT sederhana dan digunakan pada tegangan rendah.546 Pembangkitan Tenaga Listrik Selain transformator arus seperti ditunjukkan pada Gambar XIII. ada jenis lain tentang transformator arus.4.000 A/5A untuk Mengukur Arus Line . Laminasi berbentuk ring poros inti. Gambar XIII.4 Transformator Toroida 1. Alat tersebut sedang dipasang pada line dengan arus line 100 A pada setiap saat. yaitu transformator arus toroida seperti ditunjukkan pada Gambar XIII. Gambar XIII.5 Transformator toroida tersambung dengan bushing. Posisi konduktor primer panjang berada d ( LV) dan tegangan menengah dengan isolasi dalam ditengah. Toroida memiliki perbandingan transformasi N dan CT memiliki rasio 1000 A/5 A dan 300 belitan pada belitan skunder.

Jika voltmeter menunjuk 111 V dan ampermeter menunjukkan 3 A. hitung tegangan dan arus line.900 V Besarnya arus line adalah I = 3 X (75/5) = 45 A B.400/115) = 13. Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi digunakan alat bantu transformator tegangan. Pengukuran Tegangan Tinggi Untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi tidak dapat dilakukan secara langsung karena keterbatasan skala voltmeter dan demi menjaga keselamatan manusia.Alat Ukur Listrik 547 Gambar XIII.400 V/115 V. . rating arus transformator 75/5 A digunakan mengukur pada line transmisi. Penyelesaian Besarnya tegangan line adalah E = 111 x (14.5 Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Contoh Transformator tegangan 14.

6 Transformator Tegangan pada Line 69 kV Hubungan antara jumlah belitan primer dan skunder terhadap besarnya tegangan primer dan skunder pada transformator tegangan dirumuskan sebagai berikut: N 1 E1 = N2 E2 Keterangan N1 adalah jumlan belitan primer N2 adalah jumlan belitan skunder E1 adalah jumlan tegangan primer E2 adalah jumlan tegangan skunder (13-1) Contoh transformator tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. Jumlah perbandingan belitan primer dan skundernya adalah 60:1 Tegangan Line 69 kV Primer Transformator tegangan Skunder V Voltmeter AC 0-150 V Gambar XIII. Terminal primer berada pada bushing yang dihubungkan pada tegangan tinggi dan dihubungkan pada ground.7.5 kV. 80. 50/60 Hz dengan tingkat kepresisian 0. Tegangan belitan skunder 115 V dengan tegangan pada masing-masing .6.000 VA. Contoh transformator tegangan yang digunakan untuk mengukur tegangan ditunjukkan pada Gambar XIII. dengan menggunakan perbandingan belitan.3% dan BIL 650 kV. Pada sisi tegangan tinggi jumlah belitannya lebih banyak jika dibandingkan jumlah belitan pada sisi skunder. Besarnya daya 7.548 Pembangkitan Tenaga Listrik Transformator tegangan berfungsi untuk menurunkan tegangan pada sisi tegangan tinggi (primer) menjadi tegangan rendah (skunder).

500 A produksi General Electric ditunjukkan pada Gambar XIII.8 Gambar XIII. Gambar XIII.7 Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh bentuk voltmeter dengan range 9.880 mm dengan oli 250 L dan berat 740 kg.Alat Ukur Listrik 549 tap 4 V dengan tinggi 2565 mm. tinggi porselin bushing 1.8 Contoh Bentuk Amperemeter dan Volmeter .000 V dan ampermeter dengan range 2.

550 Pembangkitan Tenaga Listrik C.9 Kontruksi dasar Watt Meter Keterangan : L – medan lapan (spool arus) P – medan putar (spool tegangan) Gambar XIII.9. Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai. I. Pengukuran Daya Listrik Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper). Gambar XIII. Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E . I. besarnya daya (P) adalah: P = E . Cos f watt. Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika faktor daya atau cos f diperhitungkan. Cos f .10 Pengukur Daya (Watt-meter 1 phasa) . Lihat skema gambar pengukur daya pada Gambar XIII. Dalam uraian secara perhitungan. 3 Watt untuk daya arus bolak–balik tiga phasa.

11 Pengukur Daya (Watt-Meter 1 Phasa/3 Phasa) A Gambar XIII.12 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Gambar XIII.13 Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa .Alat Ukur Listrik 551 Gambar XIII.

552 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.15 Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 2 Wattmeter Gambar XIII.16 Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat .14 Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Gambar XIII.

Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah. Untuk menghitung Cos f dengan menggunakan rumus: Cos f = P V . . prinsip seperti pengukur Watt.17 Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi D.I (13-2) Keterangan: P = daya dalam satuan watt V = tegangan dalam satuan volt I = arus listrik dalam satuan amper Pengukuran Cos f berdasarkan pada dasar–dasar gerak listrik dapat dianggap sebagai Pengukuran kumparan silang.Alat Ukur Listrik 553 Gambar XIII. Kumparan didalamnya terdiri dari kumparan arus dan kumparan tegangan. Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi. memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan. Pengukuran Faktor Daya Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f ).

VI.I3.Cos (90–f ) = C4.I1. K2=C3. K1= C1.I sin α (13-3) (13-4) (13-5) . Cos f Gaya pada kumparan S2 besarnya. Menurut petunjuk–petunjuk dari pembuat atau yang memproduksi alat ukur. prinsip pengukuran bukanlah dituntut hasil yang persis.Cos f Q = C2. kesalahan yang diizinkan adalah dua derajat.18 Alat Pengukur Cos F Gambar XIII.19 Kopel yang Ditimbulkan Pada kumparan S1 bekerja suatu gaya.I2 I3.V. sudut skala penunjukan.554 Pembangkitan Tenaga Listrik Dalam proses pengukuran Cos f . Gambar XIII.

V.20 Pengukur Cos F dengan Kumparan Tegangan yang Tetap dan Inti Besi .cos α Atau tg α = C.I. memberi penunjukan yang langsung berbanding 2 lurus dengan f . Gambar XIII. M2=C6. dimana kumparan S2 dengan jarumnya berhenti di muka sudut negatif f berarti di sebelah kiri dari garis tengah yang tegak.Alat Ukur Listrik Kopel yang ditimbulkan oleh k1 adalah.sinf . cos f sin α Kopel k2 adalah.19. kopel ditimbulkan oleh gaya I2 dari I3 karena itu kedua gaya kopel bekerja bersama–sama. Gambar XIII. f 555 (13-6) (13-7) (13-8) Akibatnya bahwa dengan jarum yang dihubungkan dengan kumparankumparan yang dapat bergerak dan yang sikapnya selalu sesuai dengan kumparan S .I. Kalau arus mendahului. tg . M1 = C5.V.

22 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Gambar XIII .20 Gambar XIII.21 Diagram Vektor Ambar XIII.23 Cosphimeter dengan Azas Kumparan Silang .556 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.

25 Skala Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII.26 Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-Garis Gambar XIII.24 Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Gambar XIII.28 Sambungan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa .Alat Ukur Listrik 557 Gambar XIII.27 Sambungan Cosphimeter 1 phasa Gambar XIII.

Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik.29 Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Gambar XIII. hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan. Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. Penyambungan frekuensi meter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. Mengapa getaran ini perlu diketahui. Pengukuran Frekuensi Tujuan alat ini adalah untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik. Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB. tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik mudah merakitnya. mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz.558 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. . Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika. dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya.30 Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga E.p 120 (13-9) Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis. tertera rumus: Frekuensi f = n. Frekunsi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang temukan. Perlu diingat pada teori dasar dari generator listrik.

Alat Ukur Listrik 559 1.32 menunjukkan prinsip kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. Getaran dapat dilihat pada tipe lidah bergetar. bila jarak dari perbedaan frekuensinya 0.32 Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar . masing–masing memiliki perbedaan frekuensinya. Gambar XIII. salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi. Frekuensi meter Lidah Bergetar Gambar XIII. telah ditetapkan bahwa amplitudo dari defleksinya akan menurun sampai kira–kira 60%. dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik. Gambar XIII.31 Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Dalam perencanaan susunan lidah–lidah bergetar.31 menunjukkan sistem kerja suatu frekuensimeter jenis batang bergetar. 25 Hz dari frekuensinya. memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik. Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar. Gambar XIII. relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya.

Sin ? t–½ Φ m . Arus yang mengalir melalui kumparan M1 dan M2 adalah I1 dan I2 . dan frekuensi yang akan diukur dapat diketahui pada skala petunjuk. Konstanta–konstanta dipilih sedemikian rupa.32) dengan demikian: (Φ + Φ m .Φ m .sin ?t) 2=Φ 2 +½ Φ m +2.33. Alat ukur frekuensi lidah bergetar atau tipe alat ukur rasio terbatas. Alat Pengukur Frekuensi dari Type Rasio Gambar XIII. disuperposisikan kepadanya (Gambar XIII. Sin ?t. Agar daerah petunjukkan dapat lebih . Maka rasio dari I1 dan I akan berubah secara monoton dengan frekuensi–frekuensi 2 yang berubah diatas.Φ. atau dibawah 50 Hz.cos 2 ?t (13-10) 2. sehingga menyebabkan arus–arus mempunyai resonansi pada masing–masing 42 Hz.560 Pembangkitan Tenaga Listrik Gaya yang bekerja pada lidah–lidah bergetar berbanding lurus dengan kuadrat dari fruksi magnet yang tetap Φ yang disebabkan oleh fluksi magnet permanen dan fluksi arus bolak–balik Φ m . dalam daerah pengukurannya. 33 Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Alat ukur frekuensi dengan skala penunjukkan sering dibuat sebagai alat ukur rasio (elektro dinamis) lihat Gambar XIII. Maka petunjuk akan bergetar sesuai dengan rasio tersebut.

V.35 Kontruksi Frekuensi Lidah .134.Alat Ukur Listrik 561 besar. maka muatan C.C. Gambar XIII. C.at ukur amper pada setiap periode. Arus yang melalui meter amper.V mengalir melalui a. Karena terdapat suatu hubungan antara I dan f. maka sumber daya yang dipergunakan sebagai yang diperlihatkan Gambar XIII. maka alat pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi. maka pengukur amper tersebut dapat dikalibrasikan dengan frekuensi. I = f. V (13-11) Karena terdapat suatu hubungan yang linier abtar I dan f. Gambar XIII. dan demikian arus I yang mengalir melalui alat ukur amper diberikan I = f.34 Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis Pengisisan-Pengosongan Kapasitor Cara kerja alat ukur Bila kontak–kontak dari relai pada gambar terbuka atau menutup pada frekuensi f .

m didalam kepingan alumunium tersebut. maka D hubungan di bawah berlaku: Kd.38.? . Perbedaan ini ditunjukkan oleh Gambar XIII. arus 1 mengalir melalui Wc mengakibatkan terjadinya fluksi Φ 1.V.37. terjadi momen gerak TD yang berbanding lurus terhadap daya beban yang diperlihatkan dalam persamaan. dan Cc adalah inti kumparan arus.Cosf =Km. sambil berputar D akan memotong garis–garis fruksi qm dari magnet permanen.36 Skala Frekuensimeter Lidah F. Wc adalah arus (lilitan arus). W p mempunyai sejumlah kumparan yang banyak dan mempunyai penampang kawat spot yang kecil dibandingkan dengan penampang kawat spot arus. Lihat Gambar XIII. Wp adalah lilitan kumparan tegangan.co? = Km . bila Φ momen tersebut yaitu T dan Td ada dalam keadaan seimbang. Prinsip Kerja Untuk pengukur energi arus bolak–balik mempergunakan alat ukur type induksi.I.I.N. Cp adalah inti kumparan tegangan.N. Alat Pengukur Energi Arus Bolak-Balik 1. Arus–arus putar ini akan Φ memotong gari–garis fluksi Φ m . Dengan demikian kepingan alumunium D.562 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII. dan hasil dari Wp adalah fluksi magnet Φ 2 antara arus yang melalui W c dan W p berbeda 90o. menyebabkan terjadinya arus–arus putar yang berbanding lurus terhadap n.V. karena alat ukur ini mempunyai peralatan yang berprinsip kerjanya.Φ m 2 (13-12) . Bila kepingan alumunium berputar dengan kecepatan n. sehingga kepingan D akan mengalami suatu momen rendaman Td yang berbanding lurus terhadap n? m 2.Φ m 2 f Kd.

38 Arus Eddy pada Suatu Piringan I cos f .M 2 (13-13) Kd dan Km sebagai suatu konstanta.37 Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus Bolak-Balik (Jenis Induksi) Gambar XIII. dari kepingan D adalah berbanding lurus dengan beban V. Gambar XIII. maka perputaran dari keping D ditransformasikan melalui .Alat Ukur Listrik 563 N= Kd V.Φ. Untuk mencapai perputaran tertentu. perputaran dari kepingan tersebut untuk jangka waktu tertentu berbanding dengan energi yang akan diukur. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa kecepatan putar n.I Kd .

suatu penyesuaian phasa di tempatkan pada kumparan itu.39 Prinsip Pengatur Phasa . Hal ini dicapai dengan melilitkan kumparan F dengan beberapa lilitan terhadap inti lilitan tegangan dan dihubungkan tahanan R. diperlukan memuat F 2 agar phasanya tertinggal 90o terhadap V. Kesalahan dan cara kompensasinya a.39 terlihat bahwa arus I yang mengalir disebabkan oleh fluksi magnetis F2 dan ini membangkit pula fluksi magnetis Fs. Untuk mengkompensasikan ini. Penyesuaian phasa Agar kepingan bisa diberikan suatu momen yang berbanding lurus terhadap daya beban. 2. lihat gambar XIII.564 Pembangkitan Tenaga Listrik sistem mekanis tertentu. Akan tetapi dalam praktiknya sudut phasa lebih kecil 90o yang disebabkan adanya tahanan–tahanan dan kerugian–kerugian isi besi pada inti dari kumparan tegangan W p. hal ini mengakibatkan fluksi kombinasi F2 dari F 2 dan F s mempunyai phasa tinggal terhadap V dengan sudut 90o. kepada alat penunjuk roda–roda angka transformasi dari kecepatan putar roda angka berputar lebih lambat dibanding dengan kepingan C. Gambar XIII. Dengan demikian maka alat penunjuk atau roda angka menunjukkan energi yang diukur dalam kWH (kilo Watt Jam) setelah melalui kalibrasi tertentu.

n . Jadi fluksi magnetis yang disebabkan arus dan memotong kepingan D berkurang F1 menjadi (F 1 – F 1).40 Gambar XIII. Penyesuaian pada beban berat Kepingan D pada saat berputar memotong medan Φ 1 dan Φ 2 selain dari qm akan membangkitkan momen k1. F 2 besar dan perputarannya kecil.F 1 2 akan terjadi.F 12 dan k2 . pada saat kejenuhan dari fluksi magnet terjadi.Alat Ukur Listrik 565 b. Momen tersebut akan bekerja berlawanan arahnya dari perputaran. maka shunt magnet akan memungkinkan fluksi yang berbentuk F1 dari F1 untuk mengalir. n . akan tetapi pada saat I besar. F 22 . Jadi dengan demikian pada beban–beban berat kesalahan negatif yang disebabkan oleh K1 . Suatu shunt magnetis dipasang di dalam inti kumparan arus ditunukkan pada Gambar XIII.40 Prinsip Suatu Beban Berat Gambar XIII. Untuk mengurangi kesalahan ini F 1 dibuat kecil. sehingga . Dengan demikian momen gerak yang akan dihasilkan akan bertambah secara perbandingan lebih besar terhadap arus. akan menimbulkan perlawanan dan menyebabkan kesalahan negatif. maka F 1 akan besar pula sampai F1m.41 Prinsip Suatu Beban Ringan Pada saat arus I kecil demikian pula F1 kecil.n.

lihat Gambar XIII.566 Pembangkitan Tenaga Listrik suatu kompensasi untuk kesalahan negatif pada beban–beban berat akan terjadi. Untuk menghindari hal ini. Penyesuaian Beban–Beban Ringan Bila kepingan D berputar. Dengan mengatur posisi dari cincin pendek.41. kemungkinan untuk meniadakan pengaruh dari momen-momen gesekan. bahkan sampai angka desimal dan sangat kecil masih dapat ditera dengan teliti. Alat-Alat Ukur Digital Alat ukur digital menunjukkan kebesaran yang diukur dalam bentuk angka. Disamping ini ada keuntungan–keuntungan lain seperti penggunaan sinyal-sinyal digital untuk pencetakan atau perekaman langsung pada pita magnetis .42 Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) G. Mengelakkan putaran pada Beban Kosong Dalam posisi tidak berfungsi atau beban kosong atau tidak ada beban maka kumparan tegangan akan tersambung pada tegangan ini menyebabkan timbulnya medan magnet pada medan putar dan mengakibatkan keping D berputar secara pelan. Gambar XIII. Dengan pengaturan bagian dari fluksi magnetis q2 yang melalui cincin pendek. Dan alat ini penunjukkan secara langsung dapat dibaca. c. maka momen gesekan akan terjadi dan menyebabkan kesalahan–kesalahan negatif. akan mempunyai phasa terlambat bagian lainnya yang tidak melalui cincin pendek ini. d. maka dilakukan dengan jalan membuat lubang kecil pada keping D dan ini berfungsi bila keping D berputar pada saat bagian dilubang melewati medan dari kumparan putar. Untuk mengatasi ini ditempatkan cincin tembaga yang pendek. maka keping–keping D akan mati. Alat ukur ini sangat peka sekali.

Gambar XIII.43 menunjukkan Prinsip votmeter digital dengan metode perbandingan.Alat Ukur Listrik 567 selanjutnya untuk penghubung langsung komputer–komputer alat–alat digital untuk menambah efisiensi pengolahan data. Gambar XIII.43 Prinsip Votmeter Gigital dengan Metode Perbandingan Gambar XIII. jika dipergunakan alat ukur digital untuk gejala–gejala tersebut maka perlu diubah pada setiap tempat menjadi besaran digital. Gejala-gejala yang akan diukur kebanyakan berubaf secara kontinu (dalam bentuk analog).44 Beda Antara Metoda Perbandingan dan Metoda Integrasi .44 menunjukkan beda antara metoda perbandingan dan metoda integrasi Gambar XIII. Alat yang untuk mengubah ini disebut pengubah analog digital (A–D converter) dan ini merupakan elemen yang penting bagi alat ukur digital.

Karena tegangan input diintegrasikan melalui suatu waktu periode sebanding dengan periode frekuensi gelombang daya jala–jala. Selain mengukur tegangan. terutama peneraan tegangan listrik diciptakan Voltmeter digital. Jenis pengubah tegangan frekuensi Jenis ini merupakan kombinasi dari suatu pengubah tegangan frekuensi dan suatu frekuensimeter jenis penghitung (counter type) jika tegangan yang diukur dipasang pada terminal input. kemudian tegangan standar berkode ini ditunjukkan secara bilangan. Metoda yang dipakai secara garis besar dapat dibagi dalam metoda perbandingan. Perbandingan tegangan luar dengan tegangan yang diukur dapat diukur dengan teliti dan tepat dan output berkode dapat dipakai untuk perekaman otomatis dari harga yang diukur.568 Pembangkitan Tenaga Listrik 1. Metoda Integrasi Dengan metoda ini tegangan diintegrasikan oleh suatu rangkaian integrasi yang mempunyai kelinieran sangat baik. Metoda integrasi ini dapat disub klasifikasikan dalam tiga jenis sabagai berikut: 2. tegangan yang diukur dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding. metoda integrasi dan metoda potensiometer integrasi. voltmeter digital dapat pula mengukur tahanan (meter–meter Volt Ohm) atau dapat kedua-duanya tegangan DC dan AC (multi meter). sehingga pengaruh dari noise pada petunjuk meter dapat dikurangi. b. Metode perbandingan Voltmeter berdasarkan metoda ini mempunyai suatu tegangan yang standar berkode berubah–ubah. ini sangat pesat sekali dan diciptakan bermacam –macam jenis. Demikian pula noise lain. maka harga rata–rata “noise” dengan frekuensi jala–jala yang tercampur dalam tegangan input adalah nol. hasilnya diubah menjadi pulsa–pulsa yang kemudian diukur. a. Voltmeter Digital Masa sekarang perkembangan penggunaan alat–alat ukur listrik yang serba praktis dan canggih selalu dicari. pengubah tegangan frekuensi menghasilkan suatu deretan pulsa sebanding dengan tegangan input dan . Metoda ini mempunyai sifat demikian rupa sehingga perbandingan langsung antara tegangan yang diukur dan tegangan standar menjamin ketelitian dan ketepatan pengukuran. Tegangan yang dibandingkan oleh suatu amplifier pembanding mengatur suatu rangkaian pengatur (witching circuit) melalui suatu rangkaian logik sehingga tegangan standar dapat berubah secara otomatis sampai menyamai tegangan yang diukur.

Gambar XIII. Karena (t1+t2) telah diambil sama dengan perioda dari frekuensi gelombang jala–jala. jadi dengan mengukur t2 dan v2 secara teliti dan t1 konstan. V x 1 dan tegangan refernsi +Vs atau –Vs . Jika v dipasang sampai output integrator nol 2 disebut t2 maka berlaku. Tegangan yang yang diukur dikecilkan atau diperkuat sampai suatu nilai tegangan yang sesuai v1. maka vx dapat ditentukan dengan mengukur beda antara lebar antara lebar pulsa–pulsa (t1–t2). Metoda Potensiometer Integrasi Metoda ini merupakan suatu kombinasi dari metoda perbandingan dan metoda integrasi. Sebagai contoh anggap keadaan dimana harus diperlihatkan suatu harga pengukuran 6 digit. Selain itu.Alat Ukur Listrik 569 frekensimeter jenis penghitung menghitung pulsa–pulsa dalam suatu perioda waktu tertentu. kedua digit terakhir didapat dengan mengukur beda antara input dan kebesaran analog yang sedang diukur dengan metoda perbandingan. i. (Vx /Vs )(R2/R10=(t1–t2)(t1+t2). maka terjadi pembalikkan polaritas dari sakelar k oleh pembanding (comparator). maka berlaku hubungan. Output integrator v1 mempunyai “slope“ yang merupakan j mlah “slope“ dari u tegangan yang diukur. yaitu ketelitian dan metoda integrasi diperbaiki dengan menggabungkannya dengan metoda potensiometer. 5. maka output integrator mula– 1 mula nol akan mencapai suatu nilai tertentu dan kembali menjadi nilai nol jika v2 diintegrasikan. v2/v1 = t2/ t1. 4. Karena dalam pengubah ini dipakai rangkaian integrasi. Unit pengubah menggunakan suatu rangkaian integrasi. jika perioda waktu dimana sakelar k berada pada –Vs adalah t1 dan berada pada +Vs adalah t 2. maka tegangan yang diukur v1 dapat ditentukan. keempat digit pertama didapat dengan jenis pengubah tegangan frekuensi dan kebesaran digitalnya diubah menjadi suatu kebesaran analog yang diteliti lalu dimasukkan kembali ke input. 3. Jenis modulasi lebar pulsa (jenis feedback) Pada jenis ini.45 . tegangan analog diubah ke lebar waktu (time–width). Jika v diintegrasikan. Jenis “Dual Slope“ Pada jenis ini. lalu diintegrasikan selama satu periode waktu tertentu t1 dan kemudian suatu tegangan referensi v2 dengan polaritas berlawanan dari v1 diintegrasikan. pegangan input dimodulasikan dengan lebar pulsa secara teliti dan dihitung beda antara lebar pulsa positif dan negatif. suatu tegangan segitiga v dengan perioda antara frekuensi 2 gelombang jala–jala dilakukan berulang–ulang dan jika v2 sama dengan v1. maka jenis ini mempunyai keunggulan dari metoda integrasi.

biasanya “recorder“ (perekam). Penulisan boleh dengan pena atau pemetaan. a. maka kopel penggerak haruslah lebih besar dibandingkan dengan meter listrik yang bergerak bebas. b. Karena itu tidak mempunyai sensitivitas yangtinggi seperti mikro amper meter. melalui pengisap tinta. . diteliti atau direkam.570 Pembangkitan Tenaga Listrik menunjukkan prinsip sistem penghitung dengan cara modulasi lebar pulsa Gambar XIII. disebut direct writing type recorder. Pena yang dipakai di tunjukkan oleh Gambar XIII. Perekam Jenis Langsung (Direct Writing Type Recorder) Pada alat penunjuk listrik. Tinta diisap oleh tempat tinta yang diam.45 Prinsip Sistem Penghitung dengan Cara Modulasi Lebar Pulsa 6. arus atau lainnya yang diukur direkam secara otomatis untuk suatu waktu yang panjang. dimana setiap titik pergerakan direkam pada kertas. Recorder Alat–alat ukur dengan mana harga tegangan.46. Penulisan pena Ini dikerjakan dengan mengikat pena pada titik yang ditunjukkan oleh alat listrik. atau bentuk gelombang. Oleh karena pergerakan pena disertai dengan penggesekan antara pena dan kertas.

Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 571 Gambar XIII.46 Alat Pencatat Penulis Pena Gambar XIII.47 menunjukkan contoh cara kerja garis lurus alat pencatat penulis langsung .47 Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Biasanya perekaman didapat dalam pena berbentuk busur lingkaran dan beberapa alat dilengkapi dengan alat mekanis untuk mengubah busur ini ke koordinat orthogonal cara pendekatan.

49 menunjukkan cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) Gambar XIII. Gambar XIII. Tambahan dengan pergantian warna pita untuk setiap plotting. Jenis Pemetaan (Plotting) Titik defleksi yang ditunjukkan oleh instrumen penunjuk listrik dipetakan pada 10 s/d 30 sekon interval pada kertas. Bentuk mekanis plotting digambar pada Gambar III. disini tidak ada gesekan antara pena dan kertas.572 Pembangkitan Tenaga Listrik c.49 Cara kerja alat pencatat pencatat penulis langsung (jenis pemetaan) .48 Alat Pencatat Penulis Langsung Gambar XIII. oleh karena itu sensitifitasnya lebih dibandingkan dengan pen. berbeda halnya dengan penulisan pena. kecuali untuk pemetaan.48.

Alat Ukur Listrik 573 7. Oscilloscope Pemakaian oscillosgraph elektromagnetis dibatasi sampai frekuensi 10 KHz. bintik pada screen akan menunjukkan gelombang sinus. Gambar XIII. signal arus dipakai dalam sistem kumparan penggerak untuk menghasilkan medan magnet yang kemudian digunakan menggerakkan sinar cahaya elektron. Gerakan elektromagnet.50 menunjukkan blok diagram suatu alat pencatat X-Y. Gambar XIII.50 Blok diagram suatu alat pencatat X -Y . Jika 2 set elektroda penggerak (deflecting elektrode) diikatkan pada sudut yang benar satu sama lainya seperti gambar. Gambar XIII. Dengan adanya elektron yang berpindah diantara elektroda penggerak. dan untuk gejala frekuensi tinggi dipakai tabung katoda ray untuk mendefleksikan sinar cahaya elektron. sinar cahaya elektron dalam perjalanan yang lalu pada elektro dan penggerak ini akan bergerak vertikal maupun horizontal dan memukul satu titik pada screen dan ini menyebabkan material screen ber-flourescense dan bintik terang akan kelihatan pada screen. Pada oscilloscope gejala yang disebutkan diatas digunakan untuk melukiskan bentuk gelombang. Sint. Pada elektroda penggerak horizontal dan tegangan v = V. sinar cahaya elektron akan bergerak dengan adanya tegangan pada elektroda penggerak. dipakai pada elektroda penggerak vertikal.51 menunjukkan penyimpanan suatu sinar elektron dalam suatu CRT.

52 menunjukkan “Blok Diagram” suatu oscilloscope (system ”repetitive sweep”) Gambar XIII.574 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Oscilloscope (System”Repetitive Sweep”) .51 Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT Gambar XIII.

54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” .53 Hubungan Antara Bentuk Geombang yang Terlibat dan Bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” Gambar XIII.Alat Ukur Listrik 575 Gambar XIII.

55 Contoh dari Samping Osciloskop Gambar III.576 Pembangkitan Tenaga Listrik Gambar III.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII.106 .56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator Gambar XIII.

Megger Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi. .Alat Ukur Listrik 577 Gambar XIII.59 di bawah ini. dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga.58 Peredam Reaktansi H. Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan. Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar. Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa. antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama ditunjukkan pada Gambar XIII.

578 Pembangkitan Tenaga Listrik U X Y W Z V Mengger ~ 0 Z X Y U V W Gambar XIII. dan mengukur arus listrik (AC dan DC). diharapkan .60.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer J. Pada saat mengukur belitan. besar tegangan listrik (AC dan DC). Pemeliharaan Alat Ukur Alat-alat yang yang ada di laboratorium dan bengkel listrik banyak jenis. tebal garis sama A A D D C B B AVO Avometer Gambar XIII. hubungan bintang atau segitiga pada terminal motor harus dilepas. macam dan spesifikasinya. sehingga perlu penanganan khusus terhadap alat-alat. Untuk menunjang pemeliharaan dibutuhkan petugas laboran dan teknisi. Dengan adanya petugas laboran teknisi.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger I. Salah satu contoh penggunaan AVOmeter ditunjukkan pada Gambar XIII. Avometer Avometer atau multitester berfungsi untuk mengukur besarnya tahan listrik. Diberi warna.

Penempatan penyimpanan alat merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. Jika dicermati. menyimpan dengan benar sesuai dengan fungsinya. memperlakukan dengan benar. Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan menukang. alat ini harus ditempatkan diruangan tertutup yang terbebas dari sinar matahari langsung. Laboran harus betul-betul memahami jenis. Dari uraian ini. pemberian minyak pelumas pada alat ukur listrik jarum.Alat Ukur Listrik 579 laboratorium dan bengkel listrik terpelihara dengan baik sehingga umur peralatan menjadi lebih panjang. suhu udara kurang lebih 30 oC. terlalu lembab. Misalnya seperangkat komputer. terbebas dari suhu ruangan yang terlalu tinggi. pembersihan kotoran pada solder. dan terbebas dari debu. . dan bebas dari debu. Ruang lingkup pemeliharaan atau perawatan lebih kurang adalah meliputi penempatan penyimpanan alat-alat. dan spesifikasi alat-alat akan membantu mempermudah laboran dalam memeliharanya. Penempatan penyimpanan alat disesuaikan dengan jenis. Alat yang peka terhadap terhadap kondisi lingkungan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga terbebas dari sinar matahari langsung. agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi. macam. menangani alat-alat laboratorium dan bengkel tidak dapat dilakukan dengan cara serampangan. dan pembersihan disc drive pada komputer). Pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga khusus yang memahami karakteristik peralatan yang ada. Maksud pemeliharaan adalah agar peralatan menukang. dan spesifikasi alat laboratorium atau bengkel. pembersihan alat. perlindungan peralatan dari pengaruh suhu dan lingkungan. macam dan spesifikasinya. Pemeliharaan mempunyai tujuan agar supaya alat-alat laboratorium atau bengkel dapat digunakan secara optimal dalam jangka waktu yang relatif lama. komponenkomponen. menejemen penggunaan alat. mesin-mesin listrik dan peralatan listrik laboratorium atau bengkel tidak mudah cepat rusak dan efisien kerjanya tinggi. komponen-komponen. dan peralatan listrik yang ada di laboratorium atau bengkel. Pemeliharaan merupakan salah satu pekerjaan yang harus ada dalam kegiatan dilaboratorium dan bengkel. Dengan memahami jenis. posisi letak penyimpanan. artinya cara menangani alat laboratorium atau bengkel harus dilakukan dengan cara professional. dan pengecekan kondisi peralatan secara berkala (misal pemberian vet secara berkala pada bantalan motor listrik. macam. dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan berarti merawat.

Ada beberapa alat ukur listrik. cepat atau lambat akan berpengaruh pada tingkat ketelitian hasil pengukuran. alat ini ada yang cara meletakkanya dengan posisi tegak lurus. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit j dengan didampingi guru pembina dan teknisi 2. Posisi letak penyimpanan alat juga merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan. misalnya alat harus diletakkan tegak lurus. Sebagai contoh adalah meter-meter listrk (alat pengukuran listrik). alat ini tidak ada petunjuk khusus posisi meletakkannya. . mndatar. dan miring dengan sudut tertentu. misalnya AVO meter. Posisi letak penyimpanan alat harus diperhatikan petunjuk posisi cara meletakkan alat. Lakukan observasi terkait dengan proses pemeliharaan alat ukur dilaboratorium selama 1x50 menit janm dengan didampingi guru pembina dan teknisi L. maka pekerjaan pemeliharaan komputer telah dilakukan. Apabila petunjuk cara meletakkan penyimpanan alat dilanggar. Latihan 1.580 Pembangkitan Tenaga Listrik Jika pekerjaan seperti ini telah dilakukan. atau posisi lain sesuai dengan petunjuk cara meletakkannya. Keadaan ini dapat diatasi dengan meletakkan AVO meter sedemikian rupa sehingga mudah untuk melihat jenis alat ukur dan mudah dibaca (tidak terbalik) jika dibaca secara langsung K. Tugas Buat laporan langkah-langkah pemeliharaan yang telah dilakukan di Laboratorium atau bengkel dan kendala-kendalanya. mendatar. Tugas dikumpulkan pada pertemuan Ke 3.

2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Universitas Indonesia. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Pembangkitan Energi Listrik. 1998. 2003 . 2006. 2003. 2005. Surabaya Djiteng Marsudi. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Teknik Elektro FT Unesa. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Laporan PI. Suralaya. Jakarta Andriyanto. Laporan PI. Transformator Tenaga. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. Penanganan Bahan Bakar. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Suralaya. Teknik Elektro FT Unesa. Suralaya. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003 Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Surabaya Davit Setyabudi. Suralaya. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik. Suralaya. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. PLN Persero. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Erlangga. Unit Pendidikan dan Pelatihan.Daftar Pustaka LAMPIRAN A1 DAFTAR PUSTAKA Abdul Kadir. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Suralaya. Transmisi Tenaga Listrik. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA.

New York. 1996. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. America. 2004.blogspot.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A2 Ermanto.org http://www. the General Electric Company.bumn-ri.com/jasa_tirta1/graphics.al.web. et. 1963 .indonesiapower. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default. Singapore Toronto Joel Weisman.com http://www.aspx http://www. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan.firstelectricmotor. 1985. 1987 Hedore Wildi.com http://www.al.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://www. New Jersly http://faizal. Modern Power and Planning System.harianbatampos.gtkabel. Surabaya IEC 156/1963. 2002. GBC Measurement. Prentice Hall. Printed in the United Soth of America. Joko. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin. Tim Alih Bahasa.co. Protective Relay Aplication Guide.com/ Jan Machrowski.blogberita. Power System Dynamic and Stability.html http://www.com http://www.ekaristi.motor-rundirect. et.com http://members.sitohangdaribintan. Electrical Machines & Power System.com http://www. Stafford England.

Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. 2005 M. Laporan PI. Teknik Elektro. Hakim. 2006. Sistem Kelistrikan (L.T. Surabaya 1995. Surabaya Kurikulum SMK Tahun 2004. Direktorat Pendidikan Menegah Kejuruan. Bambang Djaya. 2004 Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L. V. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya.201 (1) A). Bambang Djaya.Daftar Pustaka LAMPIRAN A3 IEC 76/1976. Joko. 2000. Jakarta 1981 Rachma Dewi O. Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. 1976 Indrati Agustinah. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Power Transformer. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta.T. PLN. FT Unesa. Teknik Elektro. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. Jakarta. 2004. P. P.KKG/M.KUG/M. PT. Conductorjasa Suryapersada. Surabaya MS.T. PT. 2006. Azwar Charis. Laporan PI.803 (1) A). 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. 2006. Printed in Singapore P. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). Teknik Elektro FT Unesa. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. Nurdin. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. Laporan PI. Kamuraju.OUI. Surabaya . FT Unesa.OUI. High Voltage Enginering. Perusahaan Umum Listrik Negara. Surabaya Rahmat R.

2006. Jakarta. Japan AE Power Systems Corporation. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. PT.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik A4 SPLN 17: 1979. 2006. . Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. 2003 Turan. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Laporan PI. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Surabaya Yugo F. Teknik Elektro FT Unesa. Jakarta. Teknik Elektro FT Unesa. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. John Wiley & Sons Yudi Widya N. Surabaya. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. 1998 Standar Kompetensi Nasional. Depdiknas RI. Jakarta. Surabaya Copyright 2003. G. SPLN 50 – 1982. Modern Power System Analysis. 1979. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Laporan PI. 1982. Pengujian Transformator. 1987. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. All Rights Reserved.

119 angka oktan. 143 amperemeter.. 85 delta-bintang. 5 beban rata-rata. 5 beban puncak. 396 accu zuur. 7 dokumen sop. 129 condition based maintenance. 544 arus keluar ke line. 353 arus pengisian . 17. 142 daya. 555 circuit breaker. 5 belitan. 179 delta-delta. 109 daya reaktif. 541. 524 crane. 78. 2 beban tahunan. 518 belitan primer. 95 accu battery. 193 centrifuge reclaiming. 27 carrier current.99 buffer baterey. 183 agregat dan piranti. 96 dekarbonator. 492 ct/ppt avr.Daftar Istilah LAMPIRAN B1 DAFTAR ISTILAH absorben. 5. 52 circulating water pump. 488 diagram beban. 481 data acquisition. 13 deenergized. 401 compression joint. 540 arus hubung singkat. 348 bushing. 351 asam sulfat (H2SO4). 401 avometer. 567 . 402 dual slope. 272 control room. 84. 530 deaerator.482 baterai aki. 27 distribution planning. 81 aero derivative. 37 current compensator. 88 delta-wye. 94 chosphimeter. 223 antene. 175 debit air. 552 coupling capacitor. 501 cathodic protection. 122 arus line.528 busur listrik. 2 daya aktif.79 cellars.546 belitan skunder. 226 cd (cadmium). 487 dinamo exciler. 76. 5 black start. 363 air gap.576 AVR. 349 baterai buffer. 115 alarm. 157 bleaching earth. . 147 boiler. 391 consumable parts. 547 amplifier mekanis. 180. 564 ambient temperature. 88 diagram AVR. 359 beban harian.2 diagram excitacy. 39 disconnecting switch. 529 coupling system. 312 automatic follower. 338 baterai akumulator. 123 alat ukur digital. 64 cable duct. 110 dB. 37. 546 biaya poduksi. 144 cos φ. 96 blow down (air ketel). 85. 486 auxiliary transformer. 79 assembling. 143 AMSSB. 412 breakdown voltage .

233 filtering. 133. 29 generator dc dengan 2 kutub. 18 heat recovery steam generator.133 generator arus searah shunt. 5 interferensi. 213 gangguan belitan kutub. 371 gangguan dan kerusakan. 189 glowler. 373 grindability test. 28. 28. 282. 24 hazard triangle. 174. 370 gangguan mekanis generator. 245 faktor utilisasi. 5 instalasi lift/elevator. 512 energi listrik. 5 jenis saklar tenaga. 184 heat shrink. 5 instalasi tegangan rendah. 234 ground.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B2 duga muka air (DMA). 119 instalasi sumber energi. 5 energi mekanik. 94. 110 frekuensi getar. 551 faktor disipasi. 229 heat exchanger. 29 generator penguat utama. 480 fire. 227 kerja pararel transformator. 97 faktor kapasitas. 137 grounding plate. 350 hygroscopicity. 5 instalasi telekomunikasi. 95 flashover. 427 kebenaran OR. 432 . 159 economizer. 197 forced outage rate (for). 3. 37 harmonisa. 115 frekuensi. 5 instalasi bahan bakar. 15 faktor beban.1 generator main excitacy. 163 elektroda. 5 generator. 16 exitacy. 5 instalasi baterai aki.557 frekuensi lidah bergetar. 512 instalasi pemakain sendiri. 285 gangguan. generator sinkron 3 phasa. 37 generator buffer. 396 kemiringan tegangan. 24 klasifikasi transformator tenaga. 246 fuel cell. 40 generator dc shunt 4 kutup. 450 kendala operasi. 184 hubungan jajar baterai akumulator dan generator sunt. 546 grounding mesh. 75 instalasi pendingin. 40 generator dc tidak keluar tegangan. 2. 556 flused stem system. 137 hand wheel (shunt regullar). 364 generator listrik. 428. 5 instalasi tegangan tinggi. 38 generator penguat pilot. 5 instalasi penerangan. 93.428 gerbang NOT. 364 gangguan. 248 kebenaran AND. 428 kedip tegangan. 87 elevator. 360 generator dc. 37 jointing sleeve. 553 generation planning. 288 gangguan pada mesin dc. 24 kegiatan pemeliharaan. geothermal. 24. pemeliharaan dan perbaikan generator sinkron. 556 frekuensi meter. 5. 246 field circuit breaker. 458 feeder (saluran). 49 juster werstand. 6 insulating switch. 429 gerbang OR. 95 instalasi arus searah. 29 generator sinkron. 350 generator asinkron. 19 gangguan elektrik generator. 128 kapasitor penguat. 4 energi primer. 27. 523 interkoneksi. 277 gerbang AND. 529 kendalan pembangkit. generator terbakar. 244 faktor daya. pemeliharaan dan perbaikan motor asinkron. 50 investasi. 364 gelombang mikro.

492 motor listrik. 193 metode integrasi. 21 NiOH (nikel oksihidrat). 484 line matching unit. 268 medan magnet. 575 mekanisme pemutus tenaga. 274 laporan pemeliharaan. 5 loss of load probability (LOLP). 249 lama pemakaian. 518 pemeliharaan dan sop. 105 pemeliharaan alat ukur. 532 konsumen. 522 komunikasi untuk pemeliharaan. 119 load forecast.522 komunikasi radio. 116 line. 72 membelit motor listrik. 36 over circuit breaker. 536 komunikasi dengan kawat. 394 main exciter. 242. 549 motor area. 565 mika saklar. 1 konstruksi jaringan distribusi. 464 modulasi lebar pulsa. 567 lighting arrester. 23 K3. 79 komunikasi gelombang mikro. 357 oscilloscope. 283 menentukan letak kerusakan motor dc. 63 main generator. 36 output. 278 motor tidak mau berputar. 229 pembangkitan tenaga listrik. 271 pemadam kebakaran. 252 pembumian. 272 laporan dan analisis gangguan. 354 minyak transformator. 7 operasi. 565 metode perbandingan. 511 lift. 63 megger. 306 mencari kerusakan generator sinkron. 394 over heating. 79 ohmsaklar. 386 mesin diesel. 429 operator system. 512 limited circuit. 105 operation planning. 4 koordinasi pemeliharaan. 236 kualitas tenaga listrik. 523 komunikasi untuk pembagian beban. 88 line trap. 523 komunikasi dengan pembawa saluran tenaga. 513 koh (potas kostik). 279 lebar pulsa. 429 on delay.571 otomatisasi. 1 kumparan silang. . 394 motor listrik terbakar. 433 motor listrik bantu. 391 pemeliharaan alat komunikasi pada pusat pembangkit. 576 pemeliharaan crane dan lift. 261 output pilot exciter. 37. 249 magnetic circuit breaker (MCB). 465 kilo Watt jam. 382 motor terlalu cepar putarannya. 276 partial discharge. 554 KWH meter. 391 manajemen operasi. 539 .Daftar Istilah LAMPIRAN B3 keselatanan kerja. 508 motor dahlander. 17 operasi unit pembangkit. 236 opjager. 1 pembebasan tegangan. 531 komunikasi gelombang mikro. 398. 266 manajemen pemeliharaan. 7 konversi energi primer. 384 multiple grounding rod. 393 maintenance. 444. 351 off delay. 524 komunikasi untuk administratif. 427 pemeliharaan bulanan.137 mutu tenaga listrik. 2 laporan kerusakan.

11. 259 saklar. 113 relai diferensial. 1. 160 PMT gas SF6. 47.529 recorder. 562 pengereman dinamik. 570 pengatur phasa. 12 putaran motor terbalik. 432 pengujian transformator. 507 pengereman plug. 112 relai proteksi.11. 391 perkiraan beban. 393 piston ring. 341 primover. 391 pemeliharaan instalasi pada pusat pembangkit listrik. pemeliharaan periodik. 15. 170 pemeliharaan rutin. 393 pemeliharaan harian. 279 pemutus tenaga. 50 penyimpanan alat ukur. 37. 572 rotating rectifier. 529 penyediaan tenaga listrik. 8 power network analyzer. 392 pemeriksaan transformator.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik B4 pemeliharaan generator dan governor. 180 PLTGU. 545 penulisan pena. 1 peramalan beban. 43 rel ganda. 506 penggerak mula. 106. 268. 4 prinsip kerja alat ukur. 23. 24 predictive maintenance. 432 pencatat langsung. 11. 14. 147 sutm. 477 repetitive. 17 rangkaian transmisi suara. 238 rel (busbar). 3. 7 perencanaan subtransmisi. 110. 575 perencanaan distribusi. 391 pemeliharaan sistem kontrol. 488 pemeliharaan sumber dc. 9 perbaikan dan perawatan genset.3. 568 penunjuk (register). 474 pemutus tenaga meledak. 43 relai hubung tanah. 7 performance test. 21 penyaring pengait. 11. 78.119. 44 rel tunggal. 50 pemutus tenaga (PMT). 184 PLTN. 568 region. 548 pengukuran faktor daya. 282 peredam reaktansi. 474 pemeliharaan PLTU. 560 program automatic control. 198 PLTG. 393 pemeliharaan pmt. 126 pemeliharaan mingguan. 507 pengereman motor. 1. 560 pengukuran daya listrik. 347 pemeliharaan transformator. 504 pengereman mekanik. 78. 63 PMT vacum. 49 . 18 plate tectonic. 503 pengereman regeneratif. 480 rotor turbogenerator. 459 pengukuran. 145 PLTD. 567 power generator. 459 pemeliharaan triwulan. 564 penyaluran tenaga listrik. 1. 557 pengukuran tegangan tinggi. 57 PMS (Saklar pemisah). 551 pengukuran frekuensi. 208 PLTP. 391. 578 potensiometer. 180 primer proteksi. 4 power line carrier (PLC). 398 pilot exciter. 392 pemeliharaan pada plta. 385 radiator. 142 pusat listrik tenaga thermo. 190 PLTA. 443 perbaikan generator sinkron. 11 pusat listrik tenaga hydro. 236 perubahan temperatur. 1 penghubung. 101 pemetan (plotting). 256 pemutus beban (PMB). 189 PLTU.522 power plant. 569 pemindahan beban. 546 pengukur energi.395. 63 PMT medan magnit. 3. 30 run off river. 1. 5.

37 waduk. 450 transformator toroida. 429 single grounding rod. 503 wattmeter 1 phasa. 565 VVA. 151 turbin gas 4. 478 sistem excitacy dengan sikat . 524 ultra-high frequency (UHF). 10 signal generator. 446 viskositas. 159 wattmeter. 150 switchgear. 8 system logic. 102. 20. 5 turbocharger. 393. 550 wiring diagram. 74 turbin francis. 154 turbin crossflow.. 81 transformator arus. 479 sistem interkoneksi. 109 sistem proteksi. 137 sistem excitacy. 484 simbol gerbang AND. 6 trichloroethylene. 27 transmisi. 429 . 96 threshold values. 235 sistem pengukuran. 348 selenoid. 6. 427 system planning. transformator tegangan. 106. 412. 395 tegangan line. 142 thyristor circuit.Daftar Istilah LAMPIRAN B5 saklar pemisah (PMS). 482 sel berbentuk lurus. 558 vacuum interrupter (VI). 203 turning type. 400 storage. 225 turbin air.5 trip coil. 427 system logic and wiring diagram. 523 thermal siphon filter. 466 switching. 429 top overhaul. 36 tahanan isolasi. 110 sistem yang terisolir. 422 sistem distribusi. 20 telekomunikasi. 152 turbin uap. 478 sistem excitacy tanpa sikat. 485 time based maintenance. 93 voltage adjuster. 273 sop operator boiler lokal. 427 tahanan geser. 269 transformator. 35 type rasio. 548. 119 sentral telepon. 426 sop sistem kelistrikan. 541 transformator rusak. 482 unit tyristor. 403 type brushlees exiter system. 545 transformator 3 phasa. 72. 37 start nor mal stop. 5 tabel kebenaran. 545 perkembangan teknologi pembangkitan. 272 super heater. 574 sincronizing circuit.573 suku cadang. 48 scada. 429 simbol gerbang OR. 508 shut down unit. 278. 100 turbin pelton. 549 wattmeter 1 phasa dan 3 phasa. 529 saluran kabel. 552 telekomunikasi melalui kawat. 235 sop blower. 4. 493 unit avr. 4. 481 voltmeter digital. 485 urutan kerja dan tanggungjawab.548 wattmeter 3 phasa. 428 stator pilot exciter. 545 transmission planning.5 turning gear. 347 sensing circuit.49 saluran jebakan. 546 transformator tenaga. 425 turbin kaplan. 256 system grid operation. 391 timer.

11 VI.4 III.4 VIII.2 III.1 II.6 VI.6 IV.12 VI.9 VI.3 VIII.2 VIII. Pengaman Lebur.5 VI.2 III.5 III.1 VIII.4 VI.2 VI.2 VI. Berat dalam kg/km.3 VI.13 VIII.7 VI.1 III.5 Komponen dan Cara Pemeriksaan Transformator Tenaga Tahanan Jenis Berbagai Macam Tanah Serta Tahanan Pentanahan Klasifikasi Serta Data Batu Data Teknis Bahan Bakar Minyak Struktur Molekul Hydrocarbon Aliphatic Komposisi BBM Diesel Produk Soviet Hubungan Tekanan Uap dengan Suhu Komposisi Gas Alam dari Berbagai Tempat Neraca Daya Sistem Neraca Energi Sistem Standar Kebutuhan Hantaran. dan Diameter Pipa untuk Penyambungan Motor Induksi Standart Kabel dengan Isolasi Karet dalam Pipa sesuai Standart American Wire Gauge Pemakaian Arus dan Tegangan pada Motor DC dan Motor AC 3 Phasa menurut AEG Format dan Data Fisik yang Dicatat Pada Proses Penerimaan Hasil Inspeksi Kelistrikan Dismanting Data Striping Data Format Data Hasil Pengukuran dan Tes Running Format Proses Pencatatan Tes Kelistrikan Laporan Tes Kelistrikan Inti Stator Laporan Waktu & Kinerja Karyawan Laporan Inspeksi Daftar Diameter. Penampang.1 VI. dan Besarnya Nilai Tahanan pada Suhu 150C Ohm/km Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Pilot Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Exciter Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada Main Generator Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada Motor Listrik Bantu Unit I Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Unit I 101 139 216 217 222 222 224 225 244 248 298 299 300 310 311 312 321 336 337 338 339 340 341 393 393 394 394 395 Pembangkitan tenaga listrik LAMPIRAN C1 .1 IV.3 III.8 VI.DAFTAR TABEL Hal II.10 VI.

14 X.3 IX.8 VIII.VIII.3 XII.1 IX.11 IX.1 XII.5 Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Transformator I (6/70 kV) Contoh Hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi pada OCB Transformator 70 kV Contoh hasil Pengukuran Besar Nilai Tahanan Isolasi Pada OCB Generator 6 kV Contoh Hasil Pemeliharaan Accu Istilah-Istilah yang ada Pada SOP PLTU Perak Format Pengesahan Dokumen Daftar Dokumen Terkait Daftar Penerimaan Awal Dokumen Terkendali Daftar Perubahan Dokumen Daftar Induk Perubahan Dokumen Lembar Tanda Terima Dokumen Bagan Alir Dokumen Mutu Kebenaran “AND” Kebenaran “OR” Kebenaran “NOT” Data Transformator Pengaturan Tap Changer Trafo Daya Instruksi Kerja Pemeliharaan Genset Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Baru Tabel Spesifikasi Minyak Transformator Bekas Momen Inersi Gerak dan Putaran Karakteritik dan Struktural Kabel Telekomunikasi Komunikasi dengan Pembawa Saluran Tenaga Struktur Kabel Koaksial Frekuensi Tinggi untuk Pembawa (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Pembawa Saluran Tenaga (PLC) Contoh Spesifikasi Peralatan Komunikasi Radio 395 396 396 398 401 402 405 406 408 409 410 411 427 428 428 439 439 446 453 454 502 526 527 527 531 533 LAMPIRAN C2 .6 VIII.4 IX.2 XI.7 VIII.13 IX.9 IX.2 XII.1 X.5 IX.9 IX.10 IX.4 XII.2 IX.1 XII.8 IX.6 IX.7 IX.12 IX.

4 I.6 I.3 I.6 II.2 I.4 II.14 I.10 I.15 I.7 I. 15 kV. Pengutan 2400 ADC Hasil Penyearahan Listrik 330 Volt AC 2 3 4 6 7 7 8 9 9 10 12 13 15 21 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 30 31 31 32 32 33 33 Daftar Isi LAMPIRAN D1 .13 II.17 II.5 II.DAFTAR GAMBAR Halaman I.12 II.13 I.10 II.11 I.3 II.9 II.12 I.5 I.14 Diagram Proses Pembangkitan Tenaga Listrik Contoh Diagram Beban Listrik Harian Contoh Power Generator Comersial di India Pengangkatan Transformator Menggunakan Crane Untuk Pengembangan Pusat Pembangkit Listrik Contoh Konstruksi Transmisi Contoh Konstruksi Jaringan Distribusi Sistem Grid Operation pada Power Plant Pembangunan PLTD yang Memperhatikan Lingkungan Aktivitas yang Harus Dilakukan Pada Perencanaan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Blok Diagram Proses Merencanakan Bentuk Sistem Distribusi PLTA Mini Hydro Memanfaatkan Debit Air Proses Penyaluran Air PLTA Mendalan Memanfaatkan Tinggi Jatuh Air Diagram Satu Garis Instalasi Tenaga Lstrik pada Pusat Pembangkit Listrik Sederhana Sebagian dari Sistem Interkoneksi (Sebuah Pusat Pembangkit Listrik Dua Buah GI dan Sub System Distribusi) Propses Penyediaan Tenaga Listrik (Pembangkitan dan Penyaluran) Proses Penyediaan Tenaga Listrik Bagi Konsumen Power Nertweork Analiser Type Topas 1000 Buatan LEM Belgia Generator Sinkron 3 Phasa Pasa Rangkaian Listrik Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Kumparan Stator generator Sinkron ke Phasa Hubvungan Y Hubungan Klem Generator Sinkron 3 Phasa Hubungan Y Diagram Hubungan Generator dan Transformator 3 Phasa Prinsip Penguatan Pada Generator Sinkron 3 Phasa Generator Sebuah PLTU Buatan Siemen dengan 2 Kutub Rotor Turbo Generator Berkutub Dua Rotor Generator PLTA Kota Panjang (Riau) Berkutub Banyak 57 MW Stator dari Generator Sinkron Diagram Generator Sinkron 500 MW Dengan Penguat Generator DC 2400 kW Stator Generator Sinkron 3 Phasa 500 MVA.7 II.9 I. 378 Slots Stator Steam Turbin Generator Sinkron 722 MVA 3600 RPM 19kV Rotor Generator 36 Kutub.16 I.2 II.8 II.1 I. 200 RPM.1 II.8 I.11 II.

42 PMT Minyak Sedikit 70 kV II.32 Dua PMT (PMT Ganda) II.41 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT minyak Banyak II. Generator Shunt dengan Penguatan Sendiri II.21 Gambar pengawatan system penguatan generator unit I PLTA di Daerah Mendalan Sumber (PLTA Mendalan) II. Generator Abad 20 Awal II.16 Generator Sinkron Rotor Sangkar Kutub Menonjol 12 Slot II. 27 kV.37 Pemutus Tenaga dari Udara II 38 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Banyak Sederhana II.40 PMT 150 kV Minyak Banyak di CB Sunyaragi II.27 b. 4 Kutup. 250V.30 PMS Seksi II.46 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT/S 34 34 35 35 36 37 38 39 40 40 41 41 42 42 43 44 45 46 47 48 51 51 52 52 53 53 54 55 56 56 58 58 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D2 .2 kA 600V DC Brushlees II.19 Type Brushlees Excitacy System II.24 Generator DC Shunt 4 Kutup II.17 Rotor 3 Phasa Steam Turbine Generator 1530 MVA.39 Konstruksi Kontak-Kontak PMT Minyak Banyak Sederhana II.35 Satu PMT dan Tiga PMS II.31 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT Tunggal Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan II.22 Prinsip Kerja AVR Brown & Cie II.44 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Minyak Sedikit Secara Sederhana II. Generator Portable (Pandangan Samping) c. Diagram Skema Generator Shunt a.43 Konstruksi Ruang Pemadaman Pada PMT Minyak Sedikit Secara Umum II.29 b.15 Belitan Rotor Salient Pool (Kutub Menonjol) Generator Sinkron 250 MVA II.20 Penguatan Generator Unit I PLTA Mendalan II.36 Konstruksi Alat Pentahanan II. Generator Kompon Panjang Berbeban II.26 Generator DC 2 Kutup dengan Penguatan Tersendiri a.x II.18 Rotor Belit 4 Kutup. 50 Hz II. 1500 rpm. Skema Diagram Generator Kompon a. Generator Portable (Pandangan Sudut) Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Tunggal Menggunakan II.28 b. 1275 rpm (Courtesy of Generator Electric Company USA) II.45 PMT SF6 500 kV Buatan BBC di PLN SeKtor TET 500 kV Gandul II.34 Saluran antara Generator dan Rel II.25 Bagian–Bagian Generator DC 100 kW.33 Pusat Pembangkit Listrik dengan Rel Ganda Menggunakan PMT 1½ II. Penguatan 11.23 Bagian–Bagian Generator DC dengan 2 Kutup II.

55 II.70 II. Instalasi Pemakaian Sendiri Pusat Pembangkit Listrik Kapasitas di Bawah 5 MW b.63 II.50 II.71 II.64 II. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) Circuit Breaker Oil minimum untuk intalasi 420 kV.54 II.5 –245 kV Konstruksi Ruang Pemadaman PMT SF6 Secara Sederhana PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi dan Mekanisme PMT Vakum Buatan ABB Tipe VD4 Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Secara Umum Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Radial Kontak PMT Vakum dengan Medan Magnit Aksial PMT Medan Magnit PMT 500 kV Buatan BBC yang Dilengkapi Resistor PMT 500 kV Buatan BBC Tanpa Dilengkapi Resistor Konstruksi Ruang Pemadaman PMT Vakum Buatan Siemens PMT Udara Hembus dengan Ruang Pemadaman Gas secara Keseluruhan Hubungan Resistor dan Kapasitor dengan Kontak-Kontak Utama PMT Udara Tekan 500 kV Buatan BBC Kondisi Kontak dari Sebuah Saklar Dalam Keadaan Tertutup (a).73 II. Mulai Membuka (b) dan (c) Sudah Terbuka Lebar Penampung Udara. Ruang Pemutus.67 II.II.69 II.72 II.51 II.8 kV Dapat Memotong Arus 25 kA Dalam 3 Siklus untuk Sistem 60 Hz (Courtesy of General Electric) Hom-gap Disconnecting Switch 1 kutup 3 phase 725 kV 60 Hz. 50 Hz (Courtesy of ABB) Air Blast Circuit Breaker 2.65 II. Instalasi Sendiri Pada Pusat Listrik dengan Kapasitas di Atas 15 MW Instalasi Baterai dan Pengisiannya 59 59 60 60 61 61 62 63 63 65 65 66 66 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 73 73 75 76 76 77 78 Daftar Isi LAMPIRAN D3 . II.73 II.58 II.49 II. dan Katup Penghembus dari Air Blast Circuit Breaker Contoh Circuit Breaker Tiga Phase 1200A 115 kV.53 II.57 II.60 II.74 XX Potongan PMT untuk Rel Berisolasi Gas SF6 72.61 .73 II. Instalasi Pusat Listrik Kapasitas 5 MW Sampai 15 MW c.52 II.56 II. kiri posisi terbuka dan kanan tertutup 10 siklus 1200 kA Bill 2200 kV (Courtesy of Kearney) Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas dalam Keadaan Tertutup Dilihat dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT yang Menggunakan Pegas Keadaan Terbuka Dilihat Dari Sisi Depan Mekanisme Penggerak PMT Menggunakan Pegas Dilihat Dari Samping a.66 II.47 II.59 II.62 II.68 II.000 A 362 kV (Courtesy of General Electric) Switchgear High Density MV Circuit Breaker Enclosed 15 Group Enclosed SF6 Vacum Circuit Beaker memiliki Rating 1200 A pada 25.48 II.

105 II.78 II.79 II.90 II.Macam Transformator Pada Unit Pembangkit Listrik Transformator 2 Phase Type OA Transformator 3 Phase Type 1000 MVA Transformator 3 Phasa Transformator 4500 MVA yang Digunakan untuk Station Pembangkit Nuklir Transformator Special pada Pembangkit Tenaga Panas Produksi ABB Transformator 3 Phasa dengan Daya 36 MVA 13.104 II.100 II.94 II.103 II.93 II.98 II.91 II.88 II.87 II.86 II.80 II.107 X Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki Grafik Kapasitas Aki Macam .76 II.82 II.83 II.101 II.106 II.99 II.77 II.92 II.96 II. dan C Dihubungkan Pada Pembangkit Listrik Diagram Hubungkan Delta-Delta Transformator 3 Phasa Dihubungkan Pembangkit Listrik dan Beban (Load) Transformator 3 Phase Hubungan Delta – Bintang yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa Skema Diagram Hubungan Delta-Bintang dan Diagram Phasor Diagram Gambar Contoh Soal Transformator 3 Phase Hubungan Bintang-Bintang Transformator Hubungan Bintang-Bintang dengan Tersier Open Delta Conection Transformator Hubungan Open Delta Susunan Elektroda Untuk Tegangan Searah Jembatan Schering Untuk Mengukur Kapasitansi dan Factor Disipasi Jembatan Schering Pentahanan pada Transformator 3 Phasa Petanahan pada Transformator 3 phasa Pengaturan Tegangan Generator Utama dengan Potensiometer Sistem Excitacy Tanpa Sikat PMT Medan Penguat dengan Tahanan R Pengukuran Daya Aktif Pada Rangkaian Tegangan Tinggi Diagram Pengukuran pada Generator dan Saluran Keluar Bagan Rangkaian Llistrik untuk Sistem Proteksi Kontruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Luar Gedung Lighting Arrester Tegangan Rendah Untuk Dipasang di Dalam Gedung Skematik Prinsip Kerja PLC Diagram Blok Remote Terminal Unit (RTU) 79 80 82 82 83 83 84 84 86 87 89 89 90 91 91 92 92 97 98 98 105 106 106 107 108 110 111 112 116 116 117 120 121 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D4 .81 II.X II.95 II.85 II.B.97 II.84 II.38 kV Transformator 3 Phasa Hubungan Delta-Delta yang Disusun dari 3 Buah Transformator Satu Phasa A.102 II.89 II.75 II.

11 Turbin Kaplan III.20 Coal Yard PLTU Surabaya 121 123 125 132 134 135 135 138 138 139 140 140 141 142 143 144 145 146 148 148 149 149 150 150 151 152 152 153 153 154 155 157 158 159 161 165 Daftar Isi LAMPIRAN D5 .16 Hutan Beserta Lapisan Humus & DAS III.118 Cara Mengukur Tahanan Pentanahan II.119 Penggunaan Transformator Arus Klem II.110 Prinsip Kerja Kontak Reset II.14 Turbin Francis dan Generator 4190 M III. di Atas 200 MW III.108 Contoh dari Sebuah PLTU Berdiri Sendiri dengan 3 Unit II. Beban Diusahakan Maksimal tetapi Disesuaikan dengan Tersedianya Air III.7 Intake PLTA di Jawa Barat dengan Kapasitas 4x175 MW III.18 Duga Muka Air Kolam III.2 Instalasi Tenaga Air PLTA Bila Dilihat Dari Atas III.115 Empat Alat Pentanahan II.8 Pipa Pesat dan Gedung PLTA di Jawa Barat III.6 Bendungan Waduk PLTA Saguling 4x175 MW dan tampak Rock Fill Dam (sisi kiri) dan Pelimpasan (bagian tengah) serta Pintu Air untuk keamanan III.121 Amplifier Hidrolik II.II.19 Siklus Uap dan Air yang Berlangsung dalam PLTU.117 Batang Petanahan dan Lingkaran Pengaruhnya II.13 Turbin Francis dan Generator 3600 M III.116 Batang Pentanahan Beserta Aksesorinya II.12 Turbin Francis Buatan Toshiba III.5 Bendungan II ETA Mrica di Jawa Tengah dengan kapasitas 3 x 60. Bendungan Beserta Pelimpasannya (Sisi Kiri) dan Gedung PLTA Beserta Air Keluarnya (Sisi Kanan).4 Potongan Memanjang Pipa Pesat PLTA Sutami (PLTA dengan Kolam Tando Reservoir) III.3 MW.10 Ruang Turbin PLTA Cirata di Jawa Barat 6x151 MW III.113 Foto Dari Sebuah Alat Perekam Kerja (Untuk Pengujian) PMT Buatan Euro SMC II. yang Dayanya Relatif Besar. III.1 Proses Konversi Energi Dalam Pusat Listrik Tenaga Air III.111 Berbagai Macam Kabel.17 Pembebanan PLTA.109 Pengawatan Skunder dari Suatu Penyulang (Saluran Keluar) yang Diproteksi oleh Relai Arus Lebih dan Relai Gangguan Hubung Tanah II.123 Komponen Peralatan Untuk Pengaturan Hidrolik III.120 Bagan Intalasi Pneumatik (Udara Tekan) Sebuah PLTD II.112 Diagram Satu Garis dari PLTGU.9 Pipa Pesat PLTA Lamojan III.3 Prinsip Kerja PLTA Run Off River III. Turbin Gas Distart Oleh Generatornya yang Dijadikan Motor Start II.122 Reservoir Minyak Bertekanan Untuk SIstem kontrol II.114 Data Hasil Pengujian Pemutusan Tenaga II.15 Turbin Peiton Buatan Toshiba III. Baik Untuk Penyalur Daya Maupun Untuk Pengawatan Skunder dan Kontrol II.

45 III 46 III.48 III. Dengan Susunan Silinder Baris 165 166 166 167 167 168 169 177 178 178 181 183 184 185 187 187 188 188 188 197 198 200 200 203 204 204 205 206 207 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D6 .31 III.500 MW. IP (Intermediate Pressure). Keluran Blok: 526.39 III.32 III.25 III. Pondasi Mesin Berada di atas Permukaan Tanah dan Jumlah Silinder 16 dalam Susunan V Kurva Efisiensi Unit Pembangkit Diesel Pompa Pengatur Injeksi BBM a.41 III.30 III.33 III. Posisi 1 b. Kompresor Disebelah Kanan dan Turbin di Sebelah Kiri Skema Sebuah Blok PLTGU yang Terdiri dari 3 Unit PLTG dan Sebuah UniT PLTU Diagram Aliran Uap Pada Sebuah PLTGU yang Menggunakan 3 Macam Tekanan Uap.47 III. 189. Turbin Gas : 112.42 III.23 III.28 III.40 III.35 III.450 MW x 3.29 III.44 III.38 III. Dengan Susunan Silinder V. Turbin Uap.43 III.450 MW x 3. Posisi 3 Turbochanger Bersama Intercooler Gambar potongan dan Rotor Turbochanger Buatan MAN (a) Kompresor (b) Turbin gas Mesin Diesel Buatan MAN dan B & W a. Posisi 2 c. HP (High Pressure).850 MW Bagian dari HRSG yang BerseNtuhan dengan Gas Buang Blok PLTGU Buatan Siemens yang Terdiri dari Dua Buah PLTG dan Sebuah PLTU Skematik Diagram PLTP Flused Stem Sistem PLTP Siklus Binary Prinsip kerja Mesin Diesel 4 Langkah Prinsip kerja Mesin Diesel 2 Langkah PLTD Sungai Raya Pontianak (Kalimantan Barat 4 x 8 MW.24 III.26 III 27 III. b.49 X PLTU Paiton Milik PLN Ruang Turbin PLTU Surabaya Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN Jawa Timur Unit 400 MW PLTU Paiton Milik PLN 36 Sudu Jalur Jawa Timur Generator dan Turbin 400 MW di Jawa Timur Turbin Uap dan Kondensor Boiler PLTU Perak Rangkaian Proses Demineralisasi Rangkaian Air Ketel Uap Rangkaian Air Ketel Uap Prinsip Kerja Unit Pembangkit Turbin Gas Produk-Produk Turbin Gas Buatan Aistom dan Siemens Konstruksi Ruang Bakar Turbin Gas Buatan Aistom.36 III.21 III.37 III. dan LP (Low Pressure) buatan Siemens Heat-Recovery Steam Generator PLTGU Tambak Lorok Semarang dari Unit PLTG 115 MW PLTGU Grati di Jawa Timur (Pasuruan) Terdiri Dari: Turbin Gas : 112.X III.34 III.22 III.

1 IV.2001 Pukul 20. 13 November 2001 Pukul 18.00 = 12.000 = 11.00 = 10.57 III.00 = 8.1 IV.30 = 12.2 Skema Prinsip Kerja PLTN Proses Emulsion Pada Reactor Nuklir Reaktor dengan Air Bertekanan dan Mendidih Sirkuit Dasar Uninterrupted Power Supply Skema dan Prinsip Kerja Short Break Diesel Generating Set Skema dan Prinsip Kerja Short Break Switch Skema Unit Pembangkit Tenaga Angin Prinsip Kerja Fuel Cell a. Struktur Molekul Benzene C6H6 Isooctane C8H18 dengan Cabang Methyl CH3+ Struktur Molekul Toluene.577 MW (Netto) d. Kurva Beban Sistem dan Region Senin. Kurva Beban Sistem dan Region (Idul Fitri Hari Ke 1) minggu.500 MW (Netto) e. 17 November 2001 pukul 20. Kurva Beban Sistem dan Region Selasa.30 = 11.54 III.00 = 12.65 IV.384 MW (Netto) i. Kurva Beban Sistem dan Region Kamis. Kurva Beban Sistem dan Region Rabu.62 III. Struktur Molekul Cyclopentane C5H1O b.53 III.30 = 12.495 MW (Netto) c. Struktur Molekul Cyclopentene C5H8 c. Kurva Beban Sistem dan Region Jumat. 15 November 2001 Pukul 18. Kurva Beban Sistem dan Region Natal Selasa. 25 Desenber 2001 Pukul 19.51 III.III.64 III. Kantong Gas Berada di atas Kantong Minyak (Petroleum Gas) Turbin Cross Flow Buatan Toshiba Aliran Air Pendingin dan Uap dalam Kondensor PLTU Pelindung Katodik pada Instalasi Air Pendingin Transformator yang Sedang Mengalami Kebakaran dan Sedang Diusahakan Untuk Dipadamkan dengan Menggunakan Air Sebuah Sistem Interkoneksi yang Terdiri dari 4 Buah Pusat Listrik dan 7 Buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV Gambar Sebuah Sistem Interkoneksi yang terdiri dari 4 buah Pusat Listrik dan 7 buah Gardu Induk (GI) dengan Tegangan Transmisi 150 kV a.59 III.215 MW (Netto) f. 11 November 2001 pukul 19.58 III.099 MW (Netto) 209 209 210 211 212 212 213 214 219 219 219 220 221 224 224 227 227 228 231 235 235 237 237 238 238 239 239 240 240 241 X Daftar Isi LAMPIRAN D7 .61 III.63 III.55 III.60 III.625 MW (Netto) h. Salah Satu Atom H Giganti dengan Rantai Methyl CH3+ a. 16 November 2001 Pukul 18. Kurva Beban Sistem dan Region Sabtu. Kantong Gas Berisi Gas Saja b.50 III.00 = 12. 14 November 2001 pukul 19. Kurva Beban Sistem dan Region Minggu.52 III.096 MW (Netto) g.56 III. 16 Des. 12 November 2001 Pukul 19.454 MW (Netto) b.

19 VI.5 VI. Kurva Beban Puncak Idul Fitri 1422 H. Prosedur Pembebasan Tegangan Pada Penghantar No.6 IV.4 VI.23 VI.PMT AB2 berfungsi sebagai PMT Kopel Disturbance Fault Recorder Tipe BEN 5000 buatan LEM (Belgia) Cara Mencari Kerusakan Rangkaian Kutub Cara Memeriksa Kerusakan pada Belitan Kutub Avometer Pemeriksaan Belitan Mesin Listrik 3 Phasa Menggunakan Megger Cara Memeriksa Belitan Kutub Menggunakan Avometer Cara Memeriksa Kutup Motor Sinkron Menggunakan Kompas Motor Induksi Phasa Belah Motor Kapasitor Bagan Proses Produksi Pada Usaha Jasa Perbaikan Simbol Group Belitan Langkah Belitan Nomal dan Diperpendek Belitan Gelung dan Rantai Bentuk Alur dan Sisi Kumparan Jumlah Rangkaian Group pada Satu Phasa Belitan Stator Terpasang pada Inti Jenis Hubungan Antar Group Hubungan antar Group 1 Phasa Belitan Rantai Single Layer Contoh Bentangan Belitan Rantai Lapis Tunggal Contoh Betangan Belitan Notor Induksi 3 Phasa 36 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 Phase 48 Alur Contoh Bentangan Belitan Motor Induksi 3 phasa 24 alur Gambar Skema Langkah Belitan pada Alur Motor Induksi 3 phasa 36 Alur Proses Pemberian Red Oxyde Isolasi Alur Stator Alat Pelindung dan Alat Bantu Memasukkan Belitan pada 241 242 245 247 249 253 257 258 258 260 261 272 283 284 286 287 287 289 301 302 309 312 314 315 316 317 319 320 320 321 322 322 323 324 324 326 327 328 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D8 . Prosedur memindah Transformator PS dari Rel 1 ke Rel 2 c.3 VI. Kurva Beban Puncak Tahun Baru Selasa.18 VI.14 VI.IV.26 j.6 VI.1 VI.10 VI. 1 Januari 2002 pukul 19.8 VI. Sistem Rel Ganda dengan PMT Ganda Sistem Kubikal a.20 VI.13 VI.30 = 9.3 IV.2 VI. Konfigurasi Rel Ganda pada Pusat Listrik dengan Kondisi PMT Kopel masih Terbuka b. Konfigurasi Rel PMT 1½ pada Pusat Listrik. Natal 2001 Dan Tahun Baru 2002 Beban Puncak dan Beban Rata-rata Sistem Hal-hal yang dialami unit pembangkit dalam satu tahun (8760 jam) Penggambaran LOLP = p x t dalam Hari per Tahun pada Kurva Lama Beban a. Gambar Prinsip dari PMT dalam Sistem Kubikel d.660 MW (Netto) k.7 V.24 VI.12 VI.5 IV.25 VI.9 VI.15 VI.17 VI.4 IV.16 VI.11 VI.22 VI. 1 Antara Pusat Listrik A dan GI B b.1 VI.7 VI.21 VI.

15 Cara Mencari Belitan Kutub yang Putus VII.13 Pengikat Inti Kutub Terhadap Rangka Mesin Listrik Arus Searah pada Umumnya VII.4 Pengisian Baterai aAkumulator Terbagi Beberapa Bagian VII.22 Mencari Putusnya Belitan dengan Jarum Magnet VII.17 Mencari Hubung Singkat Belitan Terhadap Badan VII.27 Pemasukan Belitan Kedalam Alur Stator VI.Alur VI.5 Skema Pemasangan Mika Saklar VII.20 Mencari Hubung Singkat terhadap Badan dengan Growler dan Milivoltmeter VII.30 Skema dan Rangkaian Seri Atas-Bawah.21 Mencari Putusnya Belitan dengan Growler dan Cetusan Bunga Api VII.26 Keadaan Teoritis Reaksi Jangkar pada Motor Arus Searah VII.19 Mencari Hubungan Singkat dengan Badan VII.24 Reaksi Jangkar yang Menyebabkan Muculnya Bunga Api VII.32 Belitan Motor AC 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.25 Arah Menggeser Sikat Setelah Timbul Reaksi Jangkar VII.35 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa 24 Alur 1500 Rpm VII.23 Mencari Putusnya Belitan dengan Mili-Voltmeter VII.10 Medan Differensial VII.6 Pusat Tenaga Listrik dc Memakai Saklar Sel Berganda VII.3 Hubungan Jajar Baterai Akumulator dengan Dua buah Generator Shunt dan Memakai Tiga Hantaran VII.7 Opjager VII.27 Menggeser Sikat pada Motor Listrik Setelah Timbul Bunga Api VII.1 Kontruksi dari Sebuah Saklar Sel Berbentuk Lurus VII.9 Penambahan Belitan Magnet VII.34 Belitan Motor induksi 3 Phasa 24 Alur 3000 rpm VI.18 Gambar Mencari Belitan Jangkar yang Hubung Singkat dengan Badan VII.12 Rangkaian Magnet dari Mesin Arus Searah pada Umumnya VII.28 Untuk Mencari Bagian Mana yang Rusak Gunakanlah Avometer 329 330 342 343 344 344 345 345 346 348 350 352 352 354 355 357 359 362 362 363 365 369 369 371 374 374 375 375 376 376 376 377 378 379 380 381 383 Daftar Isi LAMPIRAN D9 .11 Skema Agregat dari Piranti VII.29 Langkah Belitan Motor Induksi 3 Phasa untuk Crane Double Speed 720 rpm dan 3320 rpm Star Dalam VI.28 Bentuk Belitan dalam Stator dan Proses Pemvarnisan VI.31 Skema Langkah Belitan Motor 3 Phasa 36 Alur 1500 rpm VI.8 Skema Sebuah Generator dengan Baterai Buffer VII.16 Mencari Hubung Singkat Belitan Jangkar dengan Growler VII.14 Rangka Mesin Listrik Arus Searah yang Retak Rangkanya VII.33 Belitan Motor Induksi Phasa 36 Alur 3000 rpm VI.2 Hubungan Jajar dari Baterai Akumulator dan Generator VII. Atas-Atas Motor Induksi 3 Phasa Crane Double Speed 720 dan 3320 rpm VI.

6 X.5 kV b.7 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 72.4 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 72.3 X.6 IX.2 X. C-GIS (Cubicle type Gas Insulated Switchgear) 24 kV c.18 X.5 X.20 X.10 X.23 X.5 kV VCS (Vacuum Combined Switchgear) VCB (Vacuum Circuit Breaker) In Door Unit VCB (Vacuum Circuit Breaker) Indoor Unit Oil-Immersed distribution transformers SF6 Gas – Insulated Transformer Cast Resin Transformer Sheet – Winding (standart: Aluminum Optional Copper) Gambar gambar Short Circuit Breaking Tests Short – Time Witstand Current Test Alternating Current With Stand Voltage Test Internal Arc Test of Cubicle Slide Shows Grafik Hubungan Sensing Tegangan Terhadap Output of Generator Rangkaian Amplifier Diagram Minimum Excitay Limiter Blok Diagram Automatic Follower Diagram Excitacy Diagram AVR Single Line diagram Pengatur Kecepatan Motor Dahlander pada Crane Power Diagram Line Pengatur Kecepatan Motor Dahlander 387 387 407 425 427 428 428 429 436 451 466 467 467 468 468 468 469 469 469 470 470 470 471 471 472 472 473 473 474 474 475 445 476 476 477 477 478 483 484 485 486 487 488 494 493 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D10 .9 X.21 X.2 XI. Gas Switchgear Combined (GSC) 550 kV b.15 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 245 kV d.22 X.VII.8 X.13 X. Gas Switchgear Combined (GSC) 300 kV c.30 VIII.1 IX.17 X.26 X.4 IX.1 X.5 IX.5 VCB (Vacuum Circuit Breaker) Out Door 145 kV Reduced Gas Dead Tank Type VCB 72.1 Bentuk Lempeng lemel Potongan Kolektor Bagian Alir Start-Stop PLTU PERAK III & IV Grafik Pengoperasian pada Turning Gear Simbol Gerbang AND Simbol Gerbang OR Simbol Gerbang NOT On Delay dan Off Delay pada Timer Contoh Wiring Diagram Sistem Kelistrikan PLTU Perak Contoh Transformator 3 phasa dengan tegangan kerja di atas 1100 kV dan Daya di atas 1000 MVA Contoh Vacuum Interrupter Gas Insulated Switchgear (GIS) a. C-GIS (Cubicle type Insulated Switchgear) 12 kV Dry Air Insulated Switchgear 72.25 X.24 X.28 XI.16 X.12 X.14 X.6 X.19 X.2 IX.7 X.3 IX.11 X. 4000A Menunjukkan C-GIS (Cubicle Type Gas Insulated Switchgear) a.5 kV Gas Combined Swithgear (GCS) 550 kV.5 kV Dry Air Insulated Dead Tank Type VCB 72.29 VII.27 X.

5 XII.6 XII.3 XII.XI.3 XI.3 XIII.9 Pada Crane Contoh Gambar Menentukan Torsi Mekanik Contoh Gambar Menentukan Tenaga Mekanik Contoh Gambar Menentukan Daya Mekanik Contoh Gambar Menetukan Daya Motor Listrik Contoh Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi Contoh Gambar Menentukan Energi Kinetik pada Putaran dan Momen Enersi pada Roda 2 Pully Rangkaian Control Plug Rangkaian Daya Plugging Contoh Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Single Diagram Rangkaian Daya Pengereman Dinamik Pengereman Regeneratif Pengereman Dinamik Sambungan Solenoid Rem untuk Pengasutan DOL Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Jembatan 10 Ton Motor Area pada Crane Gantung 10 Ton untuk Mengangkat Kapal Konstruksi Lift Contoh Pengawatan Lift Bagan Jenis-Jenis Fasilitas Telekomunikasi pada Industri Tenaga Listrik Peralatan Pengait untuk Komunikasi Pembawa (PLC) Sistem Rangkaian Transmisi dengan Pembawa (PLC) Contoh Konstanta Attenuasi Saluran Transmisi Contoh Peralatan Radio Contoh Pemancar Contoh Komunikasi Radio untuk Pemeliharaan Lintasan Gelombang Mikro Dipantulkan oleh Reflektor Pasif Bagian-bagian Pemancaran (A) Antena Reflektor pasif Parabola (B) Gelombang Mikro Contoh Pengukuran Arus Dilengkapi Transformator Arus Desain Transformator Arus 500 VA.1 XIII.19 XI.13 XI.6 XI.16 XI. 400 A/5 A.20 XI.15 XI.6 XIII.5 XIII.9 XIII.2 XII.8 XI.4 XI.7 XI.17 XI. 100A/5 A untuk Line 230 kV Transformator Arus 50 VA.21 XII.000 A/4A untuk Mengukur Arus Line Transformator Toroida Tersambung dengan Bushing Transformator Tegangan pada Line 69 kV Contoh Aplikasi Transformator Tegangan pada Pengukuran Tegangan Tinggi Contoh Bentuk Amperemeter dan Voltmeter Kontruksi dasar Watt Meter 495 496 496 497 500 500 503 504 505 506 506 507 508 509 510 511 511 515 517 525 528 530 531 534 535 536 538 539 542 542 543 544 545 546 547 547 548 Daftar Isi LAMPIRAN D11 .7 XIII.9 XI.8 XIII.8 XII.7 XII.14 XI. 60 Hz dengan Isolasi untuk Tegangan 36 kV Transformator Toroida 1.10 XI.5 XI.11 XI.4 XII.12 XI.2 XIII.4 XIII.18 XI.1 XII.

13 XIII.27 XIII.43 XIII.46 XIII.40 XIII.37 XIII.35 XIII.24 XIII.49 XIII.12 XIII.25 XIII.22 XIII.41 XIII.19 XIII.33 XIII.23 XIII.39 XIII.31 XIII.28 XIII.10 XIII.51 Pengukuran daya (Watt-Meter 1 phasa) Pengukuran Daya (Watt-Meter 1 Phasa / 3 Phasa) Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa Skema Bagan Watt-Meter 1 Phasa dan 3 Phasa Cara penyambungan Wattmeter 1 phasa Cara Pengukuran Daya 3 Phasa dengan 3 Wattmeter Rangkaian Pengukuran Daya 3 Phasa 4 Kawat Rangkaian Pengukuran Daya Tinggi Alat Pengukuran Cos Ф Kopel yang Ditimbulkan Pengukuran Cos Ф dengan Kumparan yang Tetap dan Inti Besi Diagram Vektor Ambar XIII.47 XIII.32 XIII.21 XIII.30 XIII.26 XIII.48 XIII.44 XIII.50 XIII.11 XIII.14 XIII.20 XIII.15 XIII.38 XIII.20 Prinsip Cosphimeter Elektro Dinamis Cosphimeter dengan Azaz Kumparan Siang Vektor Diagram Arus dan Tegangan pada Cosphimeter Skala Cosphimeter 3 phasa Kontruksi Cosphimeter dengan Garis-garis Sambungan Cosphimeter 1 phasa Sambungan Secara tidak Langsung Cosphimeter 1 Phasa Pemasangan Cosphimeter 3 phasa Pemasangan Secara Tidak Langsung Cosphimeter 3 Phasa Kerja Suatu Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Jenis Batang Bergetar Prinsip Kerja Frekuensimeter Tipe Elektro Dinamis Prinsip Suatu Frekuensi Meter Jenis PengisianPengosongan kapasitor Kontruksi Frekuensi Lidah Skala Frekuensimeter Lidah Prinsip Kerja Meter Penunjuk Energi Listrik Arus BolakBalik (Jenis Induksi) Arus Eddy pada Suatu Piringan Prinsip Pengatur Phasa Prinsip Suatu Beban Berat Prinsip Suatu Beban Ringan Bentuk Bentuk Penunjuk (Register) Prinsip Voltmeter Digital dengan Metode Perbandingan Beda Antara Metode Perbandingan dan MetodeIntegrasi Prinsip Sistem Penghitungan dengan Cara Modulasi Lebar Pulsanya Alat Pencatat Penulis Pena Contoh Cara Kerja Garis Lurus Alat Pencatat Penulis Langsung Alat Pencatat Penulis Langsung Cara Kerja alat Pencatat Penulis Langsung (jenis pemetaan) Blok Diagram Suatu Alat Pencatat X-Y Penyimpanan Suatu Sinar Elektron dalam Suatu CRT 548 549 549 549 550 550 550 551 552 522 533 554 554 554 555 555 555 555 555 556 556 557 557 558 559 559 560 561 561 562 563 563 564 565 565 568 569 569 570 570 571 572 LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik D12 .42 XIII.18 XIII.XIII.34 XIII.16 XIII.36 XIII.17 XIII.45 XIII.29 XIII.

XIII.59 Pengujian Belitan Mesin Listrik 3 Phasa dengan Menggunakan Megger XIII.52 “Blok Diagram” Suatu Osciloscope (System “Repetitive Sweep”) XIII. 106 XIII.53 Hubungan Antara Bentuk Gelombang yang terlibat dan bentuk Gelombang “Saw-Tooth” dalam Sistem “Triggered Sweep” XIII.57 “Blok Diagram” Untuk Rangkaian Gambar XIII.54 Prinsip penyimpanan “Storage CRT” XIII.56 Bentuk Suatu 1800-4500 MHz Band Signal Generator XIII.55 Contoh dari Samping Osciloskop XIII.58 Peredam Reaktansi XIII.60 Cara Mengukur Belitan Kutub dengan Menggunakan Avometer 572 573 573 574 574 574 575 576 576 Daftar Isi LAMPIRAN D13 .

kp.400.f.kd. 10–8 Volt E=2.ω. f.E K = ( LS ) / UA 2w P diel = U C tan d P = k .A.44.kp.ω.N.kd. φ . Persamaan 2-1 2-2 2-3 2-4 3-1 3-2 Halaman 96 96 97 97 146 195 201 223 S 1 = q1 .44. 10–8 . E = C. φ . 96 Pm = S. φ .kd.520.kd.N.760 4-1 4-2 244 245 Faktor kapasitas = Faktor utilitas = 11 12 13 14 15 16 17 18 Beban alat tertinggi Kemampuan alat Jmlh jam gangguan FOR = Jmlh jam operasi + Jmlh jam gangguan 4-3 4-4 4-5 6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 245 246 249 282 282 282 282 282 LOLP = p x t z .102 0 .22.Daftar Rumus LAMPIRAN E1 DAFTAR RUMUS N0. 10–8 .η .Vm 30tm + 460 Faktor beban = n xk 2 atau 1 3-3 3-4 9 10 Beban rata .kp. 1 2 3 4 5 6 7 8 Rumus No. z .H .ω.kp.ω.BMEP x pm . φ . n1 v1 S 1 = q1 . p h 1.22. Volt a E = 4.pn.qkW G= 11. n1 . f.I.rata Beban Puncak Produksi 1 tahun Daya terpasang x 8.f. Volt . φ .Volt a E = 4. 10–8 Volt E=2.

2 p S V konstan V keluar arus Jumlah sel = 7-1 7-2 7-3 7-4 7-5 7-6 7-7 7-8 I = IG + IB E − EK EG = G RG EG − ( EK − dEK ) IG+dIG = RG (IG + dIG) .60 n 50. Persamaan 6-6 6-7 6-8 6-9 6-10 Halaman 313 313 313 315 319 349 358 359 360 360 360 360 360 f . Volt 7-9 7-10 7-11 7-12 360 366 360 367 . 10 −8 = C a 60 dIG : dIB = E = C . φ .IG E − EK + dEK dIB = B RB dIB = dE K RB 32 33 34 35 dE K dE K : RB RG 1 1 dIG : dIB = : RG RB p n E= . 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rumus S/phasa = p= S = 12 alur 3 No. 10 −8 Volt a 60 p n . z .60 = 2. φ . z . .… p= 1470 fp = sin ω/Tp.π/2 R= 180.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E2 N0. .

C n= k E= φ S20 = St + 0.q ι µ Gauss No.4 π N . φ . Im φ = B.A garis – garis Rm C1 φ = garis – garis Rm C1 Volt E=C Rm C .4 π N . z . Volt.Daftar Rumus LAMPIRAN E3 36 H= 0. Persamaan 7-14 7-15 Halaman 367 367 367 367 368 367 368 370 370 381 384 384 397 431 432 434 434 494 495 495 496 φ= φ 0. Im ι µ .d (N .0007(t .10 −8 Volt a 60 p n .d Joule P = W.V F = 9.44. C1 Volt E= Rm = E= C.N F = B. Im ι Oersted 7-13 367 N0.10 −8 Volt E= a 60 E .4 π N . f . φ = CI . z .t wat t . φ .m) W = F.8 m T = F. f (Im) garis-garis p n . .20) e(t ) = − N (dφ / dt ) Vp / Vs = Np / Ns V = 4. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 B= Rumus 0. .L.q garis-garis 7-16 7-17 7-18 7-19 7-20 7-21 7-22 7-23 7-24 7-25 8-1 9-1 9-2 9-3 9-4 11-1 11-2 11-3 11-4 B. φ .

55 11-5 497 .LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik E4 58 P= nT Watt 9.

dan mana yang paling dominan? 6. Bagaimana cara melakukan instalasi kelistrikan pada transformator dan generator sinkron 3 phasa? 3. Jelaskan prinsip kerja switchgear pada pusat pembangkit? 8. PLTPB. Bagaimana cara melakukan instalasi pada generator sinkron dan transformator 3 phasa pada pusat pembangkit. Jelaskan cara dan proses melakukan instalasi excitacy pada generator sinkron 3 phasa 5. Gambarkan proses penyaluran tenaga listrik di Indonesia dengan disertai fungsi masing-masing bagian 10. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pengembangan pusat pembangkit tenaga listrik? 4. jawaban dengan disertai gambar 2.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F1 SOAL-SOAL LATIHAN BAB I. jawaban disertai dengan penjelasan 3. Jelaskan faktor apa saja yang menjadi indikator mutu tenaga listrik? BAB II. Jelaskan 2 (dua) keuntungan sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik? 9. Apa yang dimaksud instalasi listrik pada pusat pembangkit listrik? 7. PLTU. Bagaimana proses melakukan instalasi dari pusat pembangkit sampai ke transformator? 4. PENDAHULUAN 1. Jelaskan perbedaan antara rel tunggal dan rel ganda pada pusat pembangkit listrik dengan disertai gambar 6. Sebutkan 9 masalah utama dalam pembangkitan tenaga listrik. Apa yang dimaksud instalasi sendiri pada pusat pembangkit listrik . Pusat pembangkit jenis apa yang banyak dikembangkan di Indonesia. PLTD. Sebutkan 5 (lima) kelengkapan pada pusat pembangkit listrik dan fungsinya? 5. INSTALASI LISTRIK PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Faktor apa saja yang dipertimbangkan dalam memilih jenis penggerak mekanis pada pusat pembangkit listrik 8. Sebutkan jenis dan fungsi saklar tenaga pada pusat pembangkit listrik 7. Jelaskan secara ringkas proses pembangkitan tenaga listrik pada PLTA. dan PLTN 2.

Jelaskan mengapa pemutus tenaga dari sistem arus penguat (exitacy) generator harus dilengkapi tahanan yang harus dihubungkan dengan kumparan penguat generator 14. Bagaimana cara melakukan pengukuran besaran listrik pada pusat pembangkit listrik 23. Sebutkan cara untuk memutus busur listrik dalam pemutus tenaga. Sebutkan macam-macam transformator dan fungsinya masingmasing 21. Pada bagian depan dan belakang PMT harus dipasang pemisah. Sebutkan 2 macam keuntungan dan kerugian antara pemutus tenaga menggunakan gas SF 6 dibandingkan pemutus tenaga hampa 13. Apa yang dimaksud dengan proteksi rel? 28. Semua bagian instalasi pusat listrik yang terbuat dari logam harus ditanahkan. Bagaimana proses melakukan pemeliharaan accu zuur? 20. Jelaskan proses kerja pengatur otomatis dari generator berdasarkan prinsip mekanis maupun yang berdasar prinsip elektronik. Bagaimanakah pengaruh besarnya arus excitacy terhadap besar output tegangan generator sinkron 3 phasa dengan jumlah putaran tetap. baik untuk penguatan tersendiri . Bagaimana cara melakukan instalasi pada bagian vital pada pusat pembangkit listrik 29.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F2 9. Uraikan proses pengujian minyak transformator 22. 10. 15. Apa yang mempengaruhi berat jenis accu zuur? 19. Sebutkan jenis-jenis dan fungsi sistem proteksi pada pusat pembangkit listrik 24. apa sebabnya? Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar. Bagaimana cara melakukan pengamanan pusat pembangkit listrik terhadap gangguan petir 27. Sebutkan pokok-pokok spesifikasi teknik yang diperlukan dalam membeli pemutus tenaga! 16. Jenis-jenis kabel apa saja yang digunakan untuk instalasi kelistrikan pada pusat pembangkit listri 26. Mengapa pada rel bus dipasang proteksi? 31. apa sebabnya? 11. Bagaimana cara memelihara pusat pembangkit tenaga listrik 25. Jelaskan prinsip kerja generator sinkron 30. 12. Apa fungsi yang terpenting dari baterai dalam instalasi listrik pusat listrik? 18. Sebutkan relai-relai yang penting untuk memproteksi generator dengan daya di atas 10 MVA! 17.

OPERASI PADA PUSAT PEMBANGKIT LISTRIK 1. Apa fungsi saluran pesat pada PLTA? 3. Sebuah PLTA memiliki tinggi terjun 200 meter dan instalasinya maksimum bisa dilewati air sebanyak 25 m3/detik. Apa sebabnya bahan bakar minyak dari PERTAMINA yang dapat dipakai untuk turbin gas hanyalah high speed Diesel oil (HSD)? 10. Berapa besar produksi kWh yang bisa dicapai PLTA ini dalam satu tahun? e. Berapa besar daya yang dibangkitkan PLTA? b. Sebuah PLTGU menggunakan gas sebagai bahan bakar memiliki kapasitas 430 MW beroperasi dengan beban 400 MW selama 24 jam perhari. PLTA mempunyai kolam tando tahunan. Jika setiap s t an d a r d c u b i c f o o t me ngand ung 922 Bt u dan ha rg a 1 MSCF gas US$ 2.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F3 BAB III. berapa hari dapat dilakukan dalam 1 tahun? 4. Mengapa hutan di daerah aliran sungai penggerak PLTA perlu dilestarikan? 2. 7. Langkah-langkap apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri pada batubara yang ditumpuk di lapangan? 5. langkah apa yang harus dilakukan? 6. Jika PLTA dioperasikan penuh. Efisiensinya pada beban 400 MW 46%. Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kWh? c. Apa kelebihan dan kekurangan unit PLTD dibandingkan unit pembangkit lainnya? 9. Berapa besar volume kolam tando yang diperlukan jika PLTA selalu siap operasi penuh sepanjang tahun? d. Debit air sungai penggerak PLTA ini dalam satu tahun (365 hari) adalah sebagai berikut: Selama 240 hari rata-rata = 60 m3/det Selama 120 hari rata-rata = 10 m3/del Efisiensi rata-rata PLTA i = 80% Ditanya (penguapan air dalam kolam diabaikan): a. Jika daya hantar listrik air ketel melampaui batas yang diperbolehkan. Apa yang terjadi jika derajat keasaman air ketel PLTU melampaui batas.0 denga n k urs US$ 1 . Jelaskan prosedur mengoperasikan genset? 8.

be rap a besar t egang an ya ng di ba ngkitkan 12.00. PLTU dengan 4 unit yang sama 4 x 600 MW c. J i k a e x c i t a c y pad a gene rato r sinkro n lepas d an Ge nset tetap be rputa r da n berb eba n.413 Btu. Susunlah neraca daya sistem untuk bulan Januari sampai dengan April b. Berapa biaya pembelian gas per hari dan biaya gas per kWh. jika air untuk PLTA diperkirakan bisa memproduksi 360 MWH. PLTG dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW.00/kWh Batasan jam nyala bulanan adalah: PLTA : 700 jam PLTGU : 660 jam PLTU : 660 jam PLTG : 500 jam Faktor beban sistem : 0. unit ke 4 baru Selesai terpasang bulan Maret Jadwal pemeliharaan unit unit adalah sebagai berikut: Januari Februari Maret April : : : : 1 unit PLTU selama 1 bulan 2 buah unit PLTG selama I bulan 1 blok PLTGU selama 1 bulan 1 unit PLTA selama 1 bulan Perkiraan beban puncak adalah: Januari : 3600 MW Februari : 3610 MW Maret : 3630 MW April : 3650 MW a. Bagi an-ba gian apa saja ya ng ha rus dipeli ha ra p ada genset Bab IV.00/kWh Biaya bahan bakar PLTGU (gas) rata-rata = Rp l80. Sebuah sistem tenaga listrik interkoneksi terdiri dari: a. 11. Susunlah neraca energi dan perkiraan biaya bahan bakar sistem untuk bulan Januari.00/kWh Biaya bahan bakar (minyak) PLTG rata-rata = Rp 800. Catatan 1 kWh = 3. PEMBANGKITAN DALAM SISTEM INTERKONEKSI 1.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F4 Rp 9.300. Biaya bahan bakar PLTU (batubara) rata-rata = Rp l20.76 . PLTGU dengan 2 blok yang sama 2 x (3 x 100 MW + 150 MW) d. PLTA dengan 4 unit yang sama 4 x 100 MW b.

Jenis pekerjaan apa yang dapat dilakukan secara otomatisasi pada pusat pembangkit listrik 18. angka apa yang perlu diamati untuk menentukan jual beli energi listrik? 7. bagaimana langkah-langkah dalam melakukan koordinasi pemeliharaan pada sistem interkoneksi pusat pembangkit listrik 13. Dalam sistem interkoneksi antar perusahaan (negara). Bagaimanakan syarat-syarat untuk melakukan kerja jajar 2 (dua) generator sinkron 3 phasa? 10. bagaimana prosedur dalam pembebasan tegangan dan pemindahan beban pada pusat pembangkit listrik 17. misalnya untuk bulan Januari 31 x 24 jam = 744 jam? 3. 3. spesifikasi. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam pembangkitan? 14. Apa tugas utama pusat pengatur beban dalam sistem interkoneksi? 6. Bagaimana langkah-langkah dalam memperkirakan besar beban? 12.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F5 2. segi listrik dan kesehatan kerja 16. Apa tujuan dari manajemen operasi pembangkitan energi listrik? Apa tujuan pemeliharaan unit pembangkitan? Apa yang harus dilaporkan pada pemeliharaan unit pembangkit? Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan operasi pembangkitan? . Tindakan apa saja yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja ditinjau dari segi mekanis. Kendala-kendala apa yang harus diperhatikan dalam operasi sistem interkoneksi? 8. MANAJEMEN PEMBANGKITAN 1. Apa manfaat penggunaan SCADA serta komputerisasi dan otomatisasi dalam sistem interkoneksi? 9. Buat data dalam bentuk tabel yang berisi nama. dan jumlah bahan serta alat untuk melakukan kerja jajar 2 generator sinkron 3 phasa 11. Mengapa dalam pelayanan tenaga listrik harus memperhatikan kontinuitas pelayan beban 15. Jelaskan bagaimana prosedur membebaskan tegangan sebuah saluran yang keluar dari pusat listrik dalam rangka melaksanakan pekerjaan pemeliharaan? 5. Mengapa jam nyala unit pembangkit tidak bisa dihitung penuh. Angka apa yang menggambarkan tingkat keandalan sistem interkoneksi? 4. 4. Kendala-kendala apa saja yang terjadi pada operasi pusat pembangkit listrik BAB V. Dalam rangka untuk tujuan pemeliharaan. 2.

Dalam melakukan pemeliharaan secara prediktif. besaran-besaran apa yang harus dianalisis hasilnya? 8. Apa yang dilakukan jika terjadi pada belitan penguat generator sinkron 3 phasa? 3. c. jelaskan apa penyebab dan cara pemeliharaannya 8. jawaban disertai penjelasan. Lilitan stator generator terbakar b. Bagaimana cara memelihara motor listrik yang berfungsi sebagai penggerak mesin pendingin? 11. Apa yang harus dilaporkan dalam laporan kejadian gangguan pada unit pembangkit? 7. Jenis kerusakan pada bagian apa yang dapat dikategorikan keruskan berat pada motor listrik 3 phasa 10. Siapa yang memberi rekomendasi untuk operasi dan pemeliharaan yang waktu akan datang BAB VI. Sebutkan jenis gangguan dan gejala pada generator sinkron dan bagaimana cara mengatasinya? 2. Transformator penaik tegangan rusak. 5. Apa yang harus dilaporkan dalam membuat laporan kerusakan unit pembangkit? 6. Bagaimana cara memperbaiki dan memelihara a. GANGGUAN. Sebutkan langkah-langkah dalam memelihara generator sinkron 3 phasa 6. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan pemeliharaaan motor induksi 3 phasa 9. Jenis kerusakan apa yang sering terjadi pada generator sinkron 3 phasa 4. Pemutus tenaga meledak/rusak . Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan unit pembangkit diesel dan PLTU? 9. Lilitan stator motor listrik terbakar d.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F6 5. Jika sekring pada motor induksi sering terputus. Dimana suku cadang pada pembangkit disimpan 10. Gangguan dan gejala gangguan apa saja yang sering terjadi pada motor induksi 3 phasa dan bagaimana cara mengatasinya? 7. PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN MESIN ARUS BOLAK BALIK 1. Sebutkan jenis penguat pada generator sinkron 3 phasa.

Untuk pemilihan generator dan motor listrik arus searah (DC). faktor apa saja yang harus dipertimbangkan 2. Apa yang harus dilakukan jika motor DC tidak berputar jika dibebani? 11. Apa yang harus dilakukan jika kumparan kutub atau kumparan maknit putus? 12. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada transformator yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 5. jelaskan faktor apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya 4. Kapan harus dilakukan pemeliharaan pada Accu dan generator DC? BAB VIIII. Bagaimana cara mengetahui jika kumparan kutup ada yang putus? 13. Apa yang harus dilakukan jika motor DC putarannya rendah? 10. Sebutkan persyaratan untuk menghubungkan jajar generator arus searah dengan baterai akumulator 5. Jelaskan fungsi generator arus searah dalam pusat pembangkit listrik arus searah 3. Mengapa dilakukan pemeliharaan Accu Battery yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 6. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara generator arus searah pada pusat pembangkit listrik arus searah? 7. Jelaskan fungsi baterai pada pusat pembangkit tenaga listrik arus searah 6. SISTEM PEMELIHARAAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR 1. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada transformator? tindakan apa yang harus dilakukan jika besar tahanan isolasi tidak memenuhi persyaratan minimal? .Soal-Soal Latihan BAB VII PEMELIHARAAN SUMBER ARUS SEARAH LAMPIRAN F7 1. Apa yang harus dilakukan jika generator DC. Mengapa pada generator pembangkit dilakukan pengukuran tahanan isolasi dan kapan harus dilakukan? 3. tegangan yang keluar polaritasnya terbalik? 9. Jika generator arus searah tidak keluar tegangan. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam memelihara baterai akumulator pada pusat pembangkit listrik arus searah? 8. Mengapa dilakukan pengujian tahanan isolasi pada motor listrik yang ada di PLTA dan kapan harus dilakukan? 4. Jelaskan langkah-langkah dalam memeriksa dan memelihara jangkar motor DC? 14. Kegiatan pemeliharaan apa saja yang harus dilakukan pada generator DC dan Sinkron di PLTA? 2.

Apa yang dimaksud BFP dan CWP C. Sebutkan jenis switchgear dan cara memeliharanya 5. Bagaimana cara melakukan pemeriksaan. Sebutkan bagian-bagian dari sistem excitasi tanpa sikat (Brushless Excitation) pada PLTU 8. perbaikan dan pemeliharaan minyak transformator? BAB IX. Apa maksud harus mengikuti SOP dalam melakukan pekerjaan? 2. Sebutkan jenis relay proteksi pada pusat pembangkit listri dan fungsi serta prosedur pemeliharaannya 6. Sebutkan klasifikasi tansformator tenaga dengan diserta penjelasan 2. RELAY PROTECTION. SWITCHGEAR. Apa tujuan kita harus menggunakan SOP dalam melakukan pekerjaan? 3. STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) 1. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) transformator? 8. Apa definisi dari SOP? 4. Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan pemeliharaan Accu Battery? 10.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F8 7. Jeaskan prosedur pemeliharaan sistem kontrol pada pusat pembangkit listrik . Jelaskan proses kerja alat pengatur tegangan otomatis (Automatic Voltage RegulatorVR) dan prosedur pemeliharaannya 9. Apa yang dimaksud system excitasi dengan sikat dan prosedur kerja serta pemeliharaannya 7. Unit Start Up After 10 Hours Shut Down 6. Bagaimana cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi pada Oil Circuit Breaker (OCB) generator? 9. Jelaskan langkah-langkah pada pemeliharaan Genset dengan menggunakan SOP BAB X TRANSFORMATOR DAYA. Sebutkan bagian-bagian dari unit AVR dengan fungsinya masingmasing 10. Jelaskan prosedur start dingin pada PLTU? 5. Sebutkan bagian-bagian transformator tenaga dan fungsi tiap-tiap bagian 3. Bagaimana prosedur pengujian atau pemeliharaan transformator 4. EXCITACY DAN SYSTEM KONTROL 1. Jelaskan langkah-langkah pada Turning Gear 7.

2. Motor untuk lift seperti gambar di bawah ini tetapi berat benda 600 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Jari-jari pully 0. n= 1425 rpm P1=25 n= 1425 8. Sebuah motor listrik dengan tenaga 150 DK (1DK = 736 Watt). Berapakah besarnya arus yang diambil oleh dynamo atau generator KEM? 6. Panjang 1. Pada motor listrik terjadi kerugian sebesar 40%. Motor listrik dihubungkan pada dynamo (generator) KEM dengan tegangan 400 V.Tentukan momen pada poros motor listrik 5. 7. 4. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di samping.5 m/detik dengan dibebani 750 kg/jam. 3. 1 HP = 746 Watt).1 m.5 m/s sabuk 90m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Sebutkan bagian-bagian lift dan fungsinya 9. Sebutkan fungsi crane pada pusat pembangkit listrik sebutkan jenis-jenis motor listrik ysng sering digunakan pada crane Apa fungsi magnetic contactor mada rangkaian pengendali crane Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada 90 m dengan 1. Jelaskan prinsip kerja lift. Hitung daya output jika putaran motor 1. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power. Penjelasan dengan disertai gambar .Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F9 BAB XI CRANE DAN ELEVATOR (LIFT) 1.425 rpm. Motor ini dipakai untuk mengangkat barang. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem transmisi alat komunikasi 4.1 m. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran tegangan tinggi pada jaringan listrik. 11. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan rangkaian transmisi 6.800 rpm. Hitung daya output jika putaran motor 1. Jawaban dengan disertai penjelasan dan gambar BAB XII TELEKOMUNIKASI UNTUK INDUSTRI TENAGA LISTRIK 1. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 4. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 2. 15. dan jelaskan perbedaannya 2. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phas.5 m/detik dengan dibebani 50. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi radio 7. 14. Jari-jari pully 0. 12. dengan diameter pully 1 meter.LAMPIRAN Pembangkitan Tenaga Listrik F10 10. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan komunikasi gelombang mikro 8. Sebukan 2 cara untuk mengukur daya listrik pada jaringan 3 phasa.Tentukan momen pada poros motor listrik Sebutkan 3 jenis cara pengereman pada motor listrik. Bagaimana cara untuk melakukan pengukuran arus dengan kapasitas tinggi pada jaringan listrik. 13. Jelaskan apa yang dimaksud dengan saluran telekomunikasi dengan kawat 3.. Jelaskan prosedur pemeliharaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik BAB XIII ALAT UKUR LISTRIK 1. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut. Sebutkan prosedur pemeliharaan pada lift dan tindakan keselamatan kerja yang harus dilakukan Torsi motor pada saat start 140 N-M. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 90 persen dioperasikan dengan beban penuh. Jelaskan kelebihan dan kekurangan komunikasi dengan pembawa saluran tenaga 5. Jawaban disertai gambar dan penjelasan 3. Jawaban disertai penjelasan dan gambar . Panjang sabuk 240m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Sebutkan klasifikasi penggunaan telekomunikasi untuk industri tenaga listrik. hitung jarak pengereman jika motor berhenti 3 m dan gaya pengereman Untuk pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan dengan gaya P1 20 N dan pemberat 5 N.000 kg/jam.

Bagaimana cara mengukur besarnya tahanan isolasi dengan menggunakan megger (megger dengan dynamo dan diputar engkol dan megger dengan menggunakan baterai 7. Jelaskan prinsi pencatatan besarnya energi listrik. Bagaimana prosedur pengukuran faktor daya menggunakan cosphimeter 9. Jawaban disertai penjelasan dan gambar 6. Jelaskan prosedur pemeriksaan alat ukur listrik dan cara perbaikannya . Jelaskan prosedur memeliharaan alat ukur listrik 10. Jelaskan prosedur pengukuran besaran istrik dengan menggunakan oscilloscope 8.Soal-Soal Latihan LAMPIRAN F11 5.

MENJELASKAN ASPEK-ASPEK P3K 6. MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN DAN TINDAKAN PENCEGAHANNYA 4.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1 Pembangkitan Tenaga Listrik Lampiran : 1 UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA TUJUAN SETELAH MENYELESAIKAN MATA PELAJARAN PESERTA DIHARAPKAN MAMPU : 1. MENJELASKAN ASPEK-ASPEK HOUSE KEEPING . MENJELASKAN UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA YANG BERLAKU DI PLN DAN ANAK PERUSAHAANNYA 2. MENJELASKAN CARA-CARA MELAKUKAN PERNAFASAN BUATAN 7. MENJELASKAN MACAM-MACAM BAHAYA KECELAKAAN KERJA 3. MENJELASKAN TINDAK LANJUT JIKA TERJADI KECELAKAAN 5.

KESELAMATAN KERJA ADALAH SUATU BIDANG KEGIATAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENCEGAH SUATU BENTUK KECELAKAAN KERJA DILINGKUNGAN DAN KEADAAN KERJA .2 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik KECELAKAAN KERJA ADALAH SUATU KECELAKAAN YANG TERJADI PADA SESEORANG KARENA HUBUNGAN KERJA DAN KEMUNGKINAN DISEBABKAN OLEH BAHAYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PEKERJAAN.

1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG MENDASARI TERBITNYA UNDANG-UNDANG INI ANTARA LAIN : BAHWA SETIAP TENAGA KERJA BERHAK MENDAPATKAN PERLINDUNGAN KESELAMATANNYA.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 3 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. MEWUJUDKAN UNDANG-UNDANG YANG MEMUAT TENTANG KESELAMATAN KERJA YANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN MASYARAKAT . PEMANFAATAN SUMBER PRODUKSI SECARA AMAN DAN EFISIEN. BAHWA SETIAP ORANG LAIN YANG BERADA DITEMPAT KERJA PERLU TERJAMIN KESELAMATANNYA. . INDUSTRIALISASI. PEMBINDAAN NORMA-NORMA PERLINDUNGAN KERJA. TEKNIK DAN TEKNOLOGI.

4 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TERDIRI XI BAB YANG MENGATUR : BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB BAB I II III IV V VI VII VIII IX X XI TENTANG ISTILAH-ISTILAH RUANG LINGKUP SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA PENGAWASAN PEMBINAAN PANITIA PEMBINAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KECELAKAAN KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA KEWAJIBAN PENGURUS KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP .

MENCEGAH DAN MENGURANGI KECELAKAAN BAHAYA PELEDAKAN DAN MENADAMKAN KEBAKARAN 2. GAS. SUARA DAN GETARAN TIMBULNYA PENYAKIT AKIBAT KERJA : PHISIK MAUPUN PSIKIS. RADIASI. 1 TAHUN 1970 BAB II RUANG LINGKUP ANTARA LAIN MEMUAT : 1. KOTORAN. SINAR. KERACUNAN INFEKSI DAN PENULARAN . MEMBERI : JALAN PENYELAMATAN DIRI PERTOLONGAN PADA KECELAKAAN ALAT-ALAT PELINDUNG PADA PEKERJA 3. ASAP.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 5 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO. UAP. MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN PENYEBARLUASAN : DEBU PRESIFIKATOR.

MEMPEROLEH : PENERAPAN YANG CUKUP DAN SESUAI KEBERSIHAN LINGKUNGAN ALAT KERJA.Produktivitas .Fungsi . KESEHATAN DAN KETERTIBAN 6. PERLAKUAN DAN PENYIMPANAN.KK . MEMELIHARA : PENYEGARAN UDARA.Alat . 7. CARA DAN PROSES KERJA 5.6 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik 4.Lingkungan . KEBERSIHAN. ALAT KERJA : . MENGAMANKAN DAN MEMPERLANCAR PEKERJAAN BONGKAR MUAT.

1 TAHUN 1970 BAB III KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA ANTARA LAIN MEMUAT : 1. MEMAKAI ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN 3. MEMINTA PENGURUS AGAR DILAKSANAKAN SEMUA SYARAT K3 YANG DIWAJIBKAN 5. MENYATAKAN KEBERATAN KERJA PADA PEKERJAAN DIMANA TEMPAT KERJA SERTA ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN DIRAGUKAN . MEMENUHI DAN MENTAATI SEMUA SYARAT K-3 YANG DIWAJIBKAN 4. MEMBERI KETERANGAN YANG BENAR BILA DIMINTA OLEH PEGAWAI PENGAWAS ATAU AHLI KESELAMATAN KERJA 2.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 7 Pembangkitan Tenaga Listrik UNDANG-UNDANG NO.

SURAT EDARAN NO. 3. 005/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANGSINYA.8 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik DASAR-DASAR KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA PLN 1. 002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN DILINGKUNGAN PLN. . PENGUMUMAN DIREKSI NO. UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA. INSTRUKSI DIREKSI NO. DAN BEBERAPA SE DIREKSI YANG LAIN. 5. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK. 2. 4.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 9 Pembangkitan Tenaga Listrik PENGUMUMAN NO. 023/PST/75 TENTANG KESELAMATAN MEMASUKI DAN BEKERJA DIDALAM RUANGAN SENTRAL PEMBANGKIT TENAGA KERJA MENGGUNAKAN PAKAIAN DINAS MENGGUNAKAN SEPATU KULIT YANG TELAPAKNYA TIDAK PAKAI PAKU CERMAI ( PAKUNYA TIDAK MENONJOL ) MENGGUNAKAN SARUNG TANGAN KULIT PENDEK MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG TELINGA DILARANG MEROKOK PEKERJA HARUS TERDIRI MINIMAL 2 0 ORANG .

10 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik SURAT EDARAN NO. 055/PST/82 TENTANG KEWAJIBAN MEMAKAI ALAT PENGAMAN KERJA DAN SANSIKNYA AGAR PADA DIREKTUR/PEMIMPIN/KEPALA SATUAN PLN AGAR SECEPATNYA MENGAMBIL LANGKAH : SECARA BERTAHAP MEMENUHI KEBUTUHAN ALAT PENGAMAN KERJA MEWAJIBKAN PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN BAGI SETIAP PEGAWAI SESUAI DENGAN PEKERJAANNYA MEWAJIBKAN KEPADA SEMUA PENGAWAS UNTUK .

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 11 Pembangkitan Tenaga Listrik .Tidak diberi tunjangan kecelakaan dinas bila petugas celaka tanpa memakai alat pengaman kerja .Memberi peringatan bagi pegawai yang tidak memakai alat pengaman .Tetap berada ditempat kerja .Memberikan petunjuk lisan tertulis tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk melaksanakan suatu pekerjaan PELANGGARAN TERHADAP KETENTUAN DIATAS DIKENAKAN SANKSI : . pensiun dini dan cuti kerja . peningkat.Tindakan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

002/84 TENTANG MEMBUDAYAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DILINGKUNGAN PLN MELAKSANAKAN KAMPANYE NASIONAL DALAM MEMASYARAKATKAN K3 UNTUK MEWUJUDKAN K3 YANG BAIK DI PLN DIPERLUKAN PEMBENTUKAN ORGANISASI KK SEJAJAR DENGAN TINGKATAN SEKSI MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN PENGAWASAN SECARA EFEKTIF MENGAJUKAN KEBUTUHAN POSTER-POSTER BUKU-BUKU PEDOMAN K3 MELENGKAPI ALAT PENGAMAN KERJA .12 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik INSTRUKSI DIREKSI NO.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja 13 Pembangkitan Tenaga Listrik ALASAN UTAMA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA KEMANUSIAAN EKONOMI MANAJEMEN Manusia adalah makluk Tuhan yang tertinggi Aset perusahaan yang harus dijaga Menjaga supaya perusahaan mendapat untung Management harus baik maka management harus dijaga .

14 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TIGA SUMBER KECELAKAAN K E M B A L I K E M A N U S I A MANUSIA Karena manusia sifatnya Fleksible Sehingga kawan dalam kegiatan Kerja Methode waktu kerja yang Kurang baik Tempat kerja yang tidak mendukung METHODE KERJA TEMPAT KERJA .

SENDA GURAU.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 15 Pembangkitan Tenaga Listrik MANUSIA TIDAK MENGETAHUI CARA KERJA YANG BENAR DAN AMAN TIDAK MENGERTI BAHAYA YANG AKAN TIMBUL AKIBAT PEKERJAANNYA TIDAK MENGERTI MAKSUD DAN FUNGSI DARI PEMAKAIAN ALAT PENGAMAN KURANG MENDAPAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KESELAMATAN KERJA KURANG KOORDINASI DALAM TEAM ATAU ANTAR TEAM CEROBOH. BIMBANG/RAGU TIDAK MENTAATI RAMBU-RAMBU PERINGATAN .

BAGIAN YANG BERPUTAR DIBERI TUTUP PENEMPATAN PERALATAN SECARA SEMBARANGAN MENGGUNAKAN ALAT TIDAK SEBAGAIMANANYA MESTINYA TEMPAT KERJA RUANG DAN DAERAH SEKITAR KOTOR TATA RUANG DAN PENERANGAN KURANG MEMADAI LANTAI DAN JALAN BANYAK HAMBATAN DAN TUMPAHAN MINYAK PROSEDUR KESELAMATAN KERJA TIDAK DIPENUHI RAMBU-RAMBU PERINGATAN TIDAK LENGKAP .16 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik METHODE KERJA TIDAK MENDAPAT PENJELASAN MENGENAI PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PERALATAN KERJA ATAU MESIN TIDAK DILENGKAPI DENGAN PENGAMAN YANG MEMADAI.

KEBAKARAN DAN LEDAKAN AKIBAT KECELAKAAN KARYAWAN PERUSAHAAN .Kesehatan dan Keselamatan Kerja 17 Pembangkitan Tenaga Listrik MACAM BAHAYA MEKANIK PHISIK KIMIA LISTRIK Benda yang berputar Sakit. pemasokan area Pada sektor max. Lingkungan Bahan Kimia Menjalankan Mesin Karena Over load.

18 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik TINDAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN KENALI ADANYA YANG DAPAT DITEMPAT KERJA DAN TINDAKAN PENGAMANANNYA HINDARI SITUASI YANG DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN DENGAN MEMBERI TANDATANDA PERINGATAN PADA DAERAH TERTENTU LAKUKAN PERBAIKAN/MODIFIKASI PADA LOKASI YANG DAPAT MENIMBULKAN KECELAKAAN BILA MEMUNGKINKAN SESUAIKAN METHODE KERJA DENGAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA GUNAKAN PERALATAN PENGAMAN YANG SESUAI DENGAN SIFAT KERJANYA TINGKATKAN ASPEK KESELAMATAN DENGAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG BAIK HINDARI TINDAKAN YANG TIDAK AMAN .

KEINDAHAN DAN KERAPIHAN KEINDAHAN. ATAU MEMELIHARAAN TEMPAT KERJA Bahan bakar Hasil aliran listrik HUBUNGAN HOUSE KEEPING DENGAN KESELAMATAN KERJA SEMUA ORANG PADA DASARNYA MENYENANGI KEBERSIHAN.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 19 Pembangkitan Tenaga Listrik HAUSE KEEPING BISA DIARTIKAN SEBAGAI : PEMELIHARAAN RUMAH TANGGA. PERUSAHAAN. KEBERSIHAN DAN KERAPIHAN AKAN MENIMBULKAN RASA NYAMAN TANPA DISADARI RASA NYAMAN AKAN MENINGKATKAN GAIRAH KERJA GAIRAH KERJA MENINGKAT BERARTI PRODUKTIVITAS MENINGKAT .

BERSERAKAN. SAMPAH CECERAN MINYAK DLL MERUPAKAN : SUMBER PENYAKIT SUMBER KEBAKARAN BERBAHAYA TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA .20 Pembangkitan Tenaga Listrik Pembangkitan Tenaga Listrik PRINSIP – PRINSIP MELAKSANAKAN HOUSE KEEPING BARANG YANG TIDAK BERGUNA.

KABEL LISTRIK. MEMINDAHKAN DAN MENUMPUK BARANG HARUS SESUAI PROSEDUR KAMAR GANTI PAKAIAN. TALI TAMBANG HARUS DIGULUNG DENGAN RAPI MENGANGKAT. BERSIH. TERMASUK SISA-SISA MATERIAL SLANG. TOILET HARUS DIJAGA TETAP BERSIH KEBERSIHAN ADALAH PANGKAL KESELAMATAN JADIKAN KEBIASAAN HIDUP : TERTIB.Kesehatan dan Keselamatan Kerja 21 Pembangkitan Tenaga Listrik OLEH KARENA ITU BERSIHKAN DAN BUANGLAH DI TEMPAT YANG TELAH DITENTUKAN SETELAH SELESAI BEKERJA KUMPULKAN ALAT DAN BERSIHKAN DAN SIMPAN DITEMPATNYA BERSIHKAN LOKASI TEMPAT KERJA. INDAH & RAPI .

Penangggulangan kebakaran Lampiran: 2 KEBAKARAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI KEBERADAANNYA.Panas AKIBAT KEBAKARAN TIMBUL KERUGIAN : HARTA BENDA JIWA KERUSAKAN LINGKUNGAN Tata Kota Pembangkitan Tenaga Listrik 1 . YANG DISEBABKAN OLEH API BESAR YANG TIDAK TERKENDALIKAN DAN MERUPAKAN SUATU BERTANDA YANG MENYEBABKAN : .Bahan bakar .Udara .

TIDAK MENGETAHUI CARA/TEKNIK PEMADAMAN YANG BENAR 2 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran SEBAB-SEBAB TERJADINYA KEBAKARAN KEGAGALAN PADA PEMADAM AWAL / API KETERLAMBATAN DALAM MENGETAHUI AWAL TERJADINYA KEBAKARAN TIDAK ADANYA ALAT PEMADAMAN KEBAKARAN YANG SESUAI TIDAK ADA ATAU KURANG BERFUNGSINYA SISTEM DETEKSI API Relay Alrm/ Detector PERSONIL YANG ADA.

Penangggulangan kebakaran TERJADI API UNSUR API PANAS TITIK NYALA CAMPUR BIASA TERBAKAR PANAS PANAS Pembangkitan Tenaga Listrik 3 .

6% .7.6 % BATAS BAWAH = 1.6 % = 1.4 % Kerosin Diesel Oil = 1.4 % .3 % .b = 7.6 % BATAS ATAS GAS b.6.05 % TAHAPAN PROSES TERJADINYA API 4 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran BATAS BISA TERBAKAR ADALAH BATAS KOSENTRASI CAMPURAN ANTARA UAP BAHAN BAKAR DENGAN UDARA YANG DAPAT TERBAKAR/MENYALA BILA DIKENAI SUMBER PANAS YANG CUKUP CONTOH : BENSIN = 1.

TAHAP PEMBAKARAN TANPA NYALA ( SMOLDERING ) 3. TAHAPAN PERMULAAN ( INCIPIENT ) 2.Penangggulangan kebakaran 1. TAHAP PEMBAKARAN DIBARENGI DENGAN NYALA ( FLAME STAGE ) Pembangkitan Tenaga Listrik 5 .

SBB : KLAS KEBAKARAN JENIS KEBAKARAN 6 Pembangkitan Tenaga Listrik . CEPAT DAN TEPAT DALAM PEMILIHAN MEDIA PEMADAMAN DIATUR OLEH: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NO.Penangggulangan kebakaran KLASIFIKASI KEBAKARAN TUJUANNYA : UNTUK LEBIH MEMUDAHKAN.04/MEN/1980 TANGGAL 14 APRIL 1980. PER.

Penangggulangan kebakaran A B C D BAHAN BAKARNYA BILA TERBAKAR AKAN MENINGGALKAN ARANG DAN ABU BAHAN BAKARNYA CAIR ATAU GAS YANG MUDAH TERBAKAR KEBAKARAN INSTALASI LISTRIK BERTEGANGAN KEBAKARAN LOGAM PRINSIP TEKNIK PEMADAMAN Pembangkitan Tenaga Listrik 7 .

Penangggulangan kebakaran DENGAN KETEPATAN MEMILIH MEDIA PEMADAM. MENGAMBIL YANG BELUM TERBAKAR Ladang minyak 8 Pembangkitan Tenaga Listrik . MAKA AKAN DIDAPAT PEMADAM KEBAKARAN YANG EFEKTIF DENGAN MERUSAK/MEMUTUS KESEIMBANGAN CAMPURAN KETIGA UNSUR DIDALAM SEGI-TIGA API ( BAHAN BAKAR – PANAS – UDARA ) INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA : STARVATION : MENGHILANGKAN ATAU MENGURANGI BAHAN BAKAR.

Penangggulangan kebakaran SMOTHERING DILLUTION COOLING KIMIA DAN TEKNIK : : : : MEMISAHKAN UDARA DARI BAHAN BAKAR MENGURANGI KADAR O2 DALAM UDARA MENDINGINKAN ATAU MENGURANGI PANAS BAHAN YANG TERBAKAR. SAMPAI SUHU DIBAWAH TITIK NYALA MEMUTUSKAN RANTAI REAKSI PEMBAKARAN ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 1. PASIR / TANAH Solar & bensin Pembangkitan Tenaga Listrik 9 .

SELIMUT API 3. KAMPAK 3.Air : minimum 1 drum 10 Pembangkitan Tenaga Listrik .Pasir :1 – 2 m3 . GALAH/PENGKAIT 2. AIR Pendinginan PERLENGKAPAN APAT 1. TALI MANILA 5. Air dan Peralatan Tambahan Ukuran : .Penangggulangan kebakaran 2. LINGGIS ALAT PEMADAM API TRADISIONAL Sesuai SPLN 66 – 1986 Kegunaan : Memadamkan Kebakaran Jenis A Bahan : Pasir. TANGGA BAMBU 4.

4 ember 3 karung Goni. tangga 4 m PASIR / TANAH SANGAT EFEKTIF UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN LANTAI TERUTAMA UNTUK KEBAKARAN MINYAK DAPAT JUGA UNTUK PEMADAMAN AWAL SEMUA JENIS KEBAKARAN Pembangkitan Tenaga Listrik 11 . tambang min 20 meter. kapak. Galah 5 m berkait.Penangggulangan kebakaran .Perlengkapan tambahan : sekop.

MURAH HARGANYA DAN MUDAH DALAM PENGGUNAANNYA 12 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran MEMBENDUNG MINYAK AGAR TIDAK MELUAS PRINSIP PEMADAMAN SMOTHERING COOLING : MENGISOLASI O2 : PENDINGINAN SELIMUT API MEDIANYA KARUNG GONI (BUKAN PLASTIK) YANG DICELUPKAN DALAM AIR SANGAT EFEKTIF UNTUK PEMADAMAN SEMUA JENIS KEBAKARAN KECUALI KEBAKARAN LISTRIK MUDAH DIDAPAT.

Penangggulangan kebakaran PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTAN AIR MEDIA PEMADAM YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN. KARENA : MUDAH DIDAPAT MUDAH DIANGKUT DAYA SERAP PANAS YANG TINGGI Pembangkitan Tenaga Listrik 13 .

TIDAK BISA DIGUNAKAN SECARA LANGSUNG DAN HARUS DIKABUTKAN PRINSIP PEMADAMAN PENDINGINAN PENYELIMUTI APAR 14 Pembangkitan Tenaga Listrik .Penangggulangan kebakaran DAYA MENGEMBANG MENJADI UAP YANG TINGGI KELEMAHAN LOKASI HARUS BEBAS DARI LISTRIK UNTUK KEBAKARAN MINYAK.

BAHAN PADAT BAHAN CAIR : DRY POWDER. DRY CHEMICAL MULTI PURPOSE : . B. DIGUNAKAN DAN DIOPERASIKAN OLEH SATU ORANG COCOK UNTUK PEMADAMAN AWAL PADA LOKASI YANG ALIRAN UDARANYA TIDAK DERAS BANYAK JENIS DAN MACAMNYA MUDAH DIDAPAT DIPASARAN UMUM JENIS APAR A.AIR BERTEKANAN Pembangkitan Tenaga Listrik 15 .Alat pemadam ringan yaitu : YAITU SUATU ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG DAPAT DIBAWA.Penangggulangan kebakaran .

BUSA MEKANIK D.BUSA KIMIA . GAS : . CBM.CAIRAN MUDAH MENGUAP ( BCF. BUSA ( FOAM ) : .Penangggulangan kebakaran .CO2 16 Pembangkitan Tenaga Listrik . BTM ) C.

Penangggulangan kebakaran

Pembangkitan Tenaga Listrik

17

Penangggulangan kebakaran

18

Pembangkitan Tenaga Listrik

Penangggulangan kebakaran

Pembangkitan Tenaga Listrik

19

Penangggulangan kebakaran

LANGKAH PENGOPERASIKAN APAR TURUNKAN DRY CHEMICAL DARI TEMPATNYA BUKA SLANG DARI JEPITNYA CABUT LEAD SEAL (SEGEL) CABUT PEN PENGUNCI PEGANG HORN DENGAN TANGAN KIRI DAN ARAHKAN KEATAS COBA DITEMPAT SECARA SESAAT, (TANGAN KANAN MENEKAN KATUB) KET : JIKA KOSONG JIKA BAIK BAWA APAR KELOKASI KEBAKARAN SEMPROTKAN DRY CHEMICAL DENGAN MENGIBAS-IBAS HORN INGAT : POSISI HARUS SELALU BERADA DIATAS ANGIN CARI YANG LAIN BAWA KE LOKASI PEMADAMAN

20

Pembangkitan Tenaga Listrik

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 21 .

POMPA UTAMA 2. NOZZEL PENYEMPROT Menyalurkan air 22 Pembangkitan Tenaga Listrik . YARD HYDRANT HOSE CABINET 5. SLANG / HOSE 6.Penangggulangan kebakaran PERALATAN UTAMA FIRE HYDRANT 1. PIPA DISTRIBUSI / PENYALUR 4. POMPA JOCKY Pompa yang pertama mengambil air dari sumber air Untuk mempertahankan tekanan air pada pipa distribusi Untuk menyalurkan air bertempat Tempat dibelakang selang & menyimpan fire Hydrant Alat yang diletakan di akhir output air yang Fungsinya untuk membentuk air 3.

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 23 .

Penangggulangan kebakaran PENGAMAN TANKI MINYAK DARI BAHAYA KEBAKARAN TANKI MINYAK BBM DILENGKAPI DENGAN BEBERAPA PENGAMAN : TANGGUL / TEMBOK KELILING TANGKI GUNANYA UNTUK MENCEGAH MELUAPNYA MINYAK APABILA TANGKI BBM BOCOR SISTEM HYDRANT DIPASANG PADA KELILING LUAR DARI TANGGUL/TEMBOK PENGAMAN TANGKI SISTEM BUSA BUSA YANG DIBANGKITKAN OLEH PEMBANGKIT BUSA DIALIRKAN MASUK KEDALAM TANGKI TERBAKAR SISTEM PENGABUT SISTEM INI BIASANYA DIGUNAKAN UNTUK MENGAMANKAN KE TANGKI MINYAK RINGAN. DAN DIPASANG SISI LUAR DINDING TANGKI 24 Pembangkitan Tenaga Listrik .

Penangggulangan kebakaran Pembangkitan Tenaga Listrik 25 .

BAIK SECARA TEORI MAUPUN PRAKTEK. TIDAK MEROKOK DAN MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS DIDEKAT BARANG-BARANG YANG SUDAH TERBAKAR 5. MAUPUN PEMADAM API TRADISIONAL 2. MEMBAKAR SAMPAH/KOTORAN DITEMPAT YANG DISEDIAKAN DAN TIDAK DILAKUKAN DIDEKAT BANGUNAN/ GUDANG/TUMPUKAAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR 26 Pembangkitan Tenaga Listrik . MENEMPATKAN ANAK-ANAK KUNCI RUANGAN/GUDANG SECARA TERPUSAT (MISALNYA DIPOS SATPAM) 4.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN KEBAKARAN : USAHA/TINDAKAN PREVENTIF UNTUK MENGHINDARKAN ANCAMAN BAHAYA KEBAKARAN YANG MUNGKIN TIMBUL DAPAT DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. MULAI DARI UNSUR PIMPINAN. MENEMPATKAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR DITEMPAT YANG AMAN 3. MEMBERIKAN PENDIDIKAN/LATIHAN MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN. BAIK MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN ATAU HYDRANT. KARYAWAN DAN SISWA.

ANTARA LAIN DILARANG MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS/MEMBUAT API DILARANG MEROKOK. DLL YANG SEJENIS SERTA MENTAATI LARANGAN TERSEBUT 9. PENERANGAN. DLL) JIKA PERALATAN TERSEBUT TIDAK DIGUNAKAN ) 10.Penangggulangan kebakaran 6. SISA OLI 11. PENYEDIAAN DAN PEMASANGAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI UNTUK LINGKUNGAN KANTOR. MATIKAN ALIRAN LISTRIK ( AC.BARANG-BARANG TAK TERPAKAI JANGAN DIBIARKAN BERSERAKAN DISEKITAR PERALATAN MESIN. ATAU DITEMPAT KERJA MISALNYA BAHAN SERAT. PEMASANGAN TANDA-TANDA PERINGATAN PADA TEMPAT-TEMPAT YANG RESIKO BAHAYA KEBAKARANNYA TINGGI.ALAT PEMADAM API RINGAN HARUS DILETAKAN DITEMPAT YANG MUDAH DIAMBIL DAN JANGAN DIHALANGI BENDA LAIN Pembangkitan Tenaga Listrik 27 . LAP KOTOR. TIDAK MEMBUAT SAMBUNGAN LISTRIK SECARA SEMBARANGAN DAN TIDAK MEMASANG STEKER SECARA BERTUMPUK-TUMPUK 7. PERALATAN PENGAJARAN. BAIK JUMLAH MAUPUN JENISNYA 8.

JANGAN MENUMPUK BARANG DIDEPAN PINTU KELUAR 13.BOTOL KALENG DAN TEMPAT PENYIMPANG BAHAN MUDAH TERBAKAR JANGAN BIARKAN TERBUKA 14. LOKASI PENEMPATANNYA DIBUAT SAMA 28 Pembangkitan Tenaga Listrik . PERIKSA DENGAN SEKSAMA TERUTAMA HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN KEBAKARAN MISALNYA : PERALATAN LISTRIK DAN TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH 16.Penangggulangan kebakaran 12.JAUHKAN TABUNG GAS DARI BAHAN PANAS/SUMBER API 15.MENEMPATKAN ALAT-ALAT PEMADAM API PADA TEMPAT YANG MUDAH DIKETAHUI DAN SIAP DIPERGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN PEMADAMAN UNTUK GEDUNG BERTINGKAT.SEBELUM TEMPAT KERJA DITUTUP.BUANG PUNTUNG ROKOK DAN SISA KOREK API PADA ASBAK YANG ADA DAN MATIKAN LEBIH DULU API PADA PUNTUNG ROKOK TERSEBUT 17.

4. SEBAGAI BERIKUT : 1. PMI/AMBULANCE SESUAI DENGAN KONDISI SITUASI LAPANGAN LAPORKAN DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PELAPOR . APAT. 2. JENIS YANG TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 29 . MEMADAMKAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT PEMADAM API YANG SESUAI ( APAR. 3. HYDRAN ) MEMBUNYIKAN ALARM/TANDA BAHAYA ( SESUAI DENGAN KETENTUAN ) SECEPATNYA MEMBERITAHUKAN/MENGHUBUNGI PERTELEPON KEPADA SATPAM. KEPOLISIAN SETEMPAT. NOMOR TELEPON YANG DIPAKAI (KECUALI TELEPON UMUM) TEMPAT KEJADIAN KEBAKARAN.Penangggulangan kebakaran LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN USAHA/TINDAKAN YANG CEPAT DAN TEPAT UNTUK MENANGGULANGI MENCEGAH MELUASNYA BAHAYA KEBAKARAN DENGAN MENGGUNAKAN SARANA/ALAT-ALAT PEMADAM KEBAKARAN YANG ADA.

JANGANLAH MENGORBANKAN JIWA HANYA UNTUK MENGAMANKAN BENDA YANG PERLU DIPERHATIKAN 30 Pembangkitan Tenaga Listrik . Parit. WADUK. 8. DILOKASI KEBAKARAN DIHARAP KARYAWAN MENGAMANKAN LOKASI DARI HAL YANG MENGHABAT KELANCARAN PETUGAS MISALNYA JALAN MASUK KELOKASI MEMBUKA PORTAL MENGUSAHAKN PEMADAMAN SEMAMPU MUNGKIN.Penangggulangan kebakaran 5. DLL) YANG ADA DISEKITAR LOKASI (HYDRANT. 9. SELAMATKAN JIWA DAN BARANG BENDAYANG MASIH BISA DIAMANKAN JIWA NILAINYA JAUH LEBIH BESAR DARI BENDA. 6. 7. DENGAN PERALATAN YANG ADA BERITAHU PETUGAS TGENTANG SUMBER AIR KOLAM.

Penangggulangan kebakaran DALAM PEMADAMAN ARAH ANGIN JENIS BAHAN YANG TERBAKAR SITUASI DARI LINGKUNGAN VOLUME BAHAN YANG TERBAKAR ALAT PEMADAM YANG TERSEDIA LAMA TELAH TERBAKAR Pembangkitan Tenaga Listrik 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful