BOOK REVIEW PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

KELOMPOK 2 (3D)
Farah Fauzia (108070000146) Megatasya K. Serena (108070000160) Serdo Mayendi (108070000161) Atika Sari (108070000175) Yunita Syahrdiyanti S. (108070000192)

FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2009

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya bagi kami melalui ilmuNya yang Maha luas dan tak terkira, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tercurah pada junjungan besar Nabi Muhammad SAW serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Amin. Kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini masih dalam pembelajaran yang tentunya terdapat kekurangan, oleh karena itu kami meminta maaf apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat pada kami khususnya, penyusun dan para pembaca pada umumnya. Terima kasih.

Ciputat, 5 Oktober 2009

Penyusun

Pada usia 15 tahun Piaget mengalami krisis intelektual yang membuatnya sadar bahwa keyakinan agama dan filosofisnya kekurangan pondasi ilmiah. Dia menyebut proyek ini “epistemologi genetik”. Piaget menjadi tertarik pada responrespon anak-anak kecil ini. sebuah kota universitas kecil di Swiss. Dia menggunakan penemuan-penemuan ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lebih luas didalam epistemologi. Ketika masih bersekolah di STMU. khususnya tentang jawaban-jawaban mereka yang keliru. Kesalahan mereka. Pada usia 10 tahun ia menulis sebuah artikel tentang burung albino yang dilihatnya di taman. Piaget meninggalkan tes-tes standar yang menurutnya memaksa respons anak menjadi “saluran-saluran artifisial bagi seperangkat pertanyaan dan jawaban”. Untuk mempelajari ide-ide unik anak-anak yang potensial ini. Akhirnya. begitulah yang dilihatnya. pada usia 23 tahun dia mulai menetapkan sebuah rencana. yaitu persoalanpersoalan filosofis berkenaan asal-usul pengatahuan. penelitiannya tentang kerang telah membawanya berkenalan dengan para kolega dari luar negeri dan sebuah tawaran kerja sebagai kurator sebuah museum (yang kemudian dibatalkan karena mengingat usianya belum cukup. namun pencarian Piaget yang lebih luas terjadi ketika dia merasa kebingungan dan kehabisan tenaga. Sejak kecil . dimana ayahnya adalah sejarawan abad pertengahan di universitas tersebut. Dia mencoba meraih gelar doktornya didalam ilmu-ilmu alam pada usia 21 tahun. Piaget menunjukkan kemampuan sebagai ilmuan yang sangat menjanjikan dimasa depan.TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET BIOGRAFI JEAN PIAGET (1896-1980) Piaget lahir di Neuchatel. Piaget memutuskan untuk mempelajari anak pada 1920 ketika bekerja di laboratorium Binet di Paris. dan menggunakan sebuah wawancara klinis yang lebih terbuka untuk “menguatkan . Hal ini membuatnya mencari cara untuk mengawinkan filsafat dengan sains. memiliki pola konsisten yang mengatakan bahwa pikiran mereka memilki sifat sendiri yang unik.

pendekatan biologi. Piaget merasa bisa menemukan jawabannya pada masalah . EPISTIMOLOGI GENETIK Sebagaimana Piaget berpendapat. “Genetik tidak berarti pada pembawaan lahir. dan metodelogi. Riset Piaget telah memunculkan respons yang berbeda-beda dari pada psikolog segala zaman. Dengan mempelajari perubahan dalam perkembangan dan yang sedang berkembang dalam proses untuk mengetahui dan dalam susunan pengetahuan. 1. Piaget banyak dikritik berkenaan dengan metodologinya. namun tahun 1960-an menyaksikan ketertarikan kembali yang sangat besar pada karya-karyanya. Jacqueline. cara ini. Pada 1925. mengganggu aturan standar wawancara.aliran kecenderungan-kecenderungan spontan mereka”. Piaget juga menghabiskan masalah-masalah tertentu seperti melaporkan ukuran samplenya dan memberikan ringkasan-ringkasan statistik hasil pertemuaannya. tingkatan pendekatan. Piaget mengubah pertanyaannya selama wawancara dilakukan jika menurutnya hal ini bisa membantu memahami pikiran tertentu pada anak. lahir—sebuah peristiwa yang mengawali serangkaian studi penting mengenai tingkah laku kognitif. Percarian Piaget tentang psikologi pengembangan membawa kita pada “genetik” bagian istilah genetik epistimologi. moral dan topik-topik yang lain. Dengan melalui beberapa karakteristik teori: Genetik epistimologi. strukturalisme. ORIENTASI UMUM TERHADAP TEORI Dikarenakan teori Piaget sangat kompleks dan sulit dipahami kita melakukan pendekatan dari yang umum ke yang khusus. tapi kepada “perkembangan atau kemunculan”. epistimologi adalah “hubungan antara tindakan atau pemikiran subjek dan objek terhadap pengalamannya”. banyak psikolog mengeluhkannya. Piaget secara khusus mewawancarai anak-anak yang berusia 4-12 tahun dan menemukan bahwa anak-anak yang usainya dibawah tujuh tahun secara kualitatif berfikir dengan cara yang berbeda mengenai mimpi. arti yang secara umum. putri pertama Piaget.

Kepeduliaannya terhadap persoalan yang klasik dan epistimologi menjelasakan kepeduliannya dengan apa yang para filosof menyakini dasar kategori pemikiran: waktu. PENDEKATAN BIOLOGI Berawal pada masa ketertarikan pada masa kanak-kanaknya terhadap kerang dan burung. Dalam kesederhanaan kerang-kerangan. 2. hubungan sebab dan akibat. Kerang-kerang itu mengatur diri mereka sendiri terhadap lingkungan dan secara aktif berasimilasi menerima dengan cara yang diizinkan oleh struktur biologis mereka. Sebuah pemikiran anak bukanlah seperti kamera yang mengambil gambar secara nyata dan utuh. Sebagaimana si pengetahu berubah. dan . dan kuantitas. pendekatan Tidak seperti dan kebanyakan para epistimologis yang menggunakan argumen logisnya untuk pendapatnya. Perbedaan Piaget adalah ia melihat lebih banyak meneliti kerang-kerangan dibanding para biologis lainnya. tetapi para revolusinori manyatakan bahwa pengetahuan itu sebuah keadaan. armchair memformulasikan hipotesa empiris yang bisa diuji. Kategori pemikiran tersebut sangat jelas pada orang-orang dewasa. pemikiran Piaget sangat mengacu kepada ilmu biologi. begitu juga yang diketahuinya. Sebagaimana juga manusia. Sebagaimana pikiran berkembang. Pengetahuan anak terhadap dunia berubah sesuai dengan berkembangnya sistem kognitif mereka. Devinisi umumnya yang sangat terkenal tentang intelegent adalah adaptasi terhadap lingkungan. ia melihat prinsip-prinsip dasar bagaimana kehidupan organisme beradaptasi dengan dunia. bagaimanpun juga itu akan menjadi harmoni dan kenyataan. ruang. tetapi dalam pemikiran Piaget sangatlah tidak jelas untuk anak-anak. Piaget mendukung dikenal sebagai epistimologis Piaget menolak eksperimental. Piaget bertannya-tanya kapan dan bagaiman anak kecil mengerti bhwa tidak mungkin dua benda atau dua objek bisa menempati tempat yang sama. Solusi Piaget terhadap permasalahan epistimologi meliputi yang mudah. Piaget merasa bahwa prinsip-prinsip tersebut juga berlaku pada pemikiran manusia.epistimologi tradisional.

Dalam hal ini. mereka peduli terhadap bagian dan keseluruhan serta antara keadaan awal dan nanti. hakikat perubahan struktur mental sebagaimana struktur itu berkembang. Dimana mereka melihat properti yang tersusun dari apa yang mereka pelajari. dijabarkan dalam arti daya kerja mental abstrak yang tersusun sama seperti sistem logikomatematis. schemes adalah segala sesuatu apapun yang bisa diulang-ulang dan bisa disamaratakan dalam sebuah tindakan.organisme yang bukan manusia atau lainnya beradaptasi secara fisik dengan lingkungan. stage adalah masa di mana anak berpikir dan berprilaku dalam situasi yang beraneka ragam dan mencermikan sebuah tipe yang mendasari struktur mental. STRUKTURALISME Pendekatan yang strukturalisme termasuk kedalam pendekatan yang dilakukan oleh Piaget. 3. Piaget mengusulkan bahwa sebuah pengaturan kecil operasi mental menggarisbawahi pemikiran luas yang bermacam-macam. Menurut Piaget. Struktur kognitif pada masa anak-anak akhir. 4. pada usia 7 tahun ke atas. 1. Piaget sang strukturalis melihat stage sebagai suatu keseluruhan yang menyusun bagian-bagian. begitu juga pemikiran beradaptasi dengan lingkunagn pada taraf psikologi. Pada strukturalis melihat bagaimana suatu bagian disusun menjadi keseluruhan. Dalam hal ini kerangka pemikiran strukturalis bisa dilihat dalam hal schemes dan operasi mengatur diri mereka sendiri menjadi satu kesatuan utuh dan bisa digunakan dalam berbagai macam konteks. dan mereka memisahkan pola-pola perubahan. Menurut strukturalis Piaget. PENDEKATAN TAHAPAN Menurut Piaget. Piaget terkadang merujukkan perkembangan kognitif sebagai embriolog mental. yang mencerminkan suatu cara berinteraksi dengan lingkungan. Struktur kognitif bayi disebut “schemes”. Schemes adalah sebuah bentuk organisasi prilaku. Shcemes atau operasi di tiap tahapan saling . A stage adalah keseluruhan yang tersusun dalam sebuah keadaan seimbang.

berhubungan untuk membentuk sebuah keseluruhan yang terorganisir. Stage sebelumnya membuka jalan untuk stage yang baru. mengikuti tingkatan yang menyeluruh dan tidak berlainan. Sekali-kali menemukan stage baru tak berselang lama dengan stage sebelumnya. kecepatan. Piaget tertarik pada bagaimana manusia sebagai makhluk yang beradaptasi secara psikologi terhadap lingkungan mereka. 5. ketika stage pertama tidak memiliki seluruh material penyusun yang dibutuhkan untuk stage ketiga. stage sebelumnya digunakan kembali. yang menyediakan berbagai tipe interaksi antara anak dan lingkungan. 3. 4. Stage harus mengikuti susunan yang ada. 2. dan beralih dari masa transisi yang tidak stabil ke masa akhir yang stabil. dan mempersiapkan stage selanjutnya. ia fokus terhadap struktur dan konsep yang diperoleh semua manusia. stage adalah keseluruhan struktur yang di mulai dari stage awal dan membentuk stage selanjutnya. Sekalipun skil sebelumnya tetap. atau efisiansi). Tiap stage meliputi yang akan terjadi dan menjadi. gambaran pada tiap stage dalam bab ini merujuk kepada hasil akhir. Stage itu menyeluruh. stabil atau tetap. struktur organisasi yang terikat di setiap stage. Tiap stage berasal dari tingkatan sebelumnya. maka stage kedua dibutuhkan. . Tak ada stage yang terlewati. Pokok dari langkah pendekatan Piaget adalah pergerakan melalui tingkatan-tingkatan yang lebih mencakup perubahan struktural yang kualitatif (perubahan dalam bentuk tipe atau jenis) daripada yang kuantitatif (perubahan dalam bentuk tingkatan. dan secara konsekuen memperbolehkan pandangan-pandangan yang berbeda terhadap dunia secara mendasar. Dengan kata lain. Stage mengikuti tingkatan yang tidak berlainan. Tiap tingkatan memiliki struktur yang berbeda. posisi atau peran mereka di dalam susunan berubah. saling berhubungan dan membentuk stage tersebut. Dalam proses penerimaan stage baru ini. Terdapat sebuah inisial masa persiapan dan masa final pencapaian di setiap stage. sama rata. Ringkasan. jumlah.

tindakan fisik terhadap dunia. Kemudian mereka bisa menggunakan simbol (kesan-kesan. Mereka bergerak dari gerakan refleks yang simpel melalui beberapa tahap kesatuan skema yang tersusun atau prilaku yang tersusun. Di bawah ini merupakan penjabaran dari stage yang dilengkapi dengan data yang lebih detail. Periode operasional konkret (usia 7 sampai 11 tahun). Anak-anak memperoleh beberapa struktur logis yang memperbolehkan mereka untuk menunjukkan berbagai macam operasi mental. Periode preoperasional (sejak usia 2 sampai 7 tahun). Masa sensorimotor (dari lahir sampai 2 tahun). si peneliti mencoba memahami alasan yang mendasari alasan jawaban si anak. GAMBARAN STAGE Untuk memahami setiap stage. Mereka bisa digunakan dari . Seorang penanya yang berbakat memberikan pendapat yang banyak untuk menghindari jawaban anak yang berupa sanggahan. Dalam kinerja Piaget berikutnya. 3. biasanya menggunakan metode klinis yang berarti interaksi verbal yang berhubungan antara si peneliti dan si anak. gerak isyarat) menghadirkan objek dan keadaan. Operasi mental tak lama kemudian terbatas menjadi objek konkrit. tetapi pertanyaan berikutnya diikuti dengan jawaban si anak untuk pertanyaan selanjutnya. Si peneliti mulai dengan menanyakan pertanyaan atau mengajukan suatu masalah. Para bayi memahami dunia pada masa kelahirannya.5. Tak lama si anak secara sederhana membuat penyesuaian diri terhadap benda dan keadaan. pertanyaanpertanyaan tersebut dikombinasi dengan manipulasi objek oleh si anak atau si peneliti. 1. METODOLOGI Piaget awalnya bekerja dengan preschool dan sekolah anak. Dengan ini. kita perlu mengetahui tidak hanya dari mana dia muncul akan tetapi juga kemana ia akan pergi. kata-kata. Periode operasional formal (usia 11 sampai 15 tahun). yang merupakan tindakantindakan internalisasi yang bisa disediakan. 2. 4.

dia mulai membuat gerakan-gerakan menghisap padahal tidak ada yang memicu refleks ini. bayi-bayi harus belajar menyesuaikan gerakan kepala dan bibir untuk menemukan dada dan perawat. Secara kebetulan. Contoh yang paling menyolok adalah menghisap jempol. Sebagai contoh. Menjadi yang mungkin sebagaimana kenyataan. Meskipun asimilasi adalah aktifitas yang paling jelas selama tahap satu. mereka mengasimilasikan semua jenis objek menjadi skema menghisap. Walaupun Piaget mengacu kepada stage dari perkembangan . bantal. menggenggam. KEPANDAIAN SENSORI –MOTORIK (LAHIR-2 TAHUN) 1. Piaget menyatakan bahwa sekali kita memiliki sebuah skema. memukul. Mereka juga menghisap pakaian. seperti menatap. dia menggunakan istilah scheme. ketika putra bungsunya Lauren baru berumur dua hari. Sebuah skema bisa menjadi pola tindakan apapun untuk menghadapi lingkungan. kita juga memiliki kebutuhan untuk membuatnya aktif. atau menendang. Sebagai contoh. Periode pertama perkembangan Piaget terdiri atas enam tahapan. karena Lauren melakukan gerakan ini diluar jam makan. untuk masa depan yang sama baiknya dengan sekarang. kita juga dapat mendeteksi permulaan akomodasi. ketika ia belum lapar. Menurut istilah Piaget. tangan si bayi bersentuhan dengan mulutnya.statement logis atau verba yang murni. dan apapun yang bisa mereka temui. dan . Bayi-bayi tidak membatasi diri hanya pada menghisap puting susu. selimut. • Tahap Dua (1 – 4 bulan) : Reaksi-reaksi sirkuler primer Reaksi sirkuler terjadi ketika bayi menghadapi sebuah pengalaman baru dan berusaha mengulanginya. Piaget menunjukkan refleks seprti menghisap dengan cepat menjadi bagian dari aktifitas yang diinisiatifkan sendiri oleh bayi. contohnya periode sensori-motorik. • Tahap Satu (lahir -1 bulan) : penggunaan refleks-refleks Ketika Piaget membicarakan stuktur tindakan bayi. setiap 4 periode yang di atas terdapat pembahasan lebih rinci tentang periode tersebut. dia mulai melakukan gerakan-menghisap menghisap.

si bayi ingin membawanya kembali. Mereka mengembangkan skema mereka sematamata dari keingintahuan intristik tentang dunia. mereka tidak mampu membuat akomodasi yang dibutuhkan untuk mengasimilasikan tangan kepada tindakan menghisap. Di dalam bahasa Piaget. sebelum akhirnya bertindak. • Tahap Tiga ( 4-10 bulan): Reaksi sirkuler sekunder Reaksi sirkuler sekunder terjadi ketika bayi menemukan dan menghasilkan kembali peristiwa menarik diluar dirinya. Reaksi-reaksi ini menyediakan ilustrasi yang baik tentang yang dimaksudkan Piaget dengan perkembangan intelektual sebagai ‘proses konstruksi’. Piaget kadang-kadang menyebut reaksireaksi sirkuler sekunder ini sebagai “ membuat pemandangan yang menarik bertahan lama”. • Tahap Lima ( 12-18 bulan): Reaksi-reaksi sirkuler tersier dua skema terpisah demi mendapatkan sau hasil. Kebanyakan reaksi sirkuler primer melibatkan pengorganisasian dua tindakan atau gerakan tubuh yang sebelumnya terpisah. saat kita melihat bayi perempuan berulang-ulang membawa tangannya ke dekat wajah dan menatapnya.ketika tangan itu jatuh. dia belajar untuk mengkoordinasikan rintangan. Namun untuk beberapa saat. Sebagai contoh. anak-anak kelihatan kelihatannya mulai memikirkan situasi secara lebih internal. bayi bereksperimen dengan tindakan-tindakan yang berbeda-beda untuk mengamati hasil yang berbeda-beda. Pencapaian baru ini paling tampak ketika bayi berhadapan dengan rintangan- Sekarang pada tahap lima. tindakan bayi menjadi lebih terbedakan. Piaget mencatat bahwa di . Dia sedang mengkoordinasikan pengamatan dengan gerakan tangan. • Tahap Empat ( 10-12 bulan): koordinasi skema-skema sekunder Pada tahap empat. • Tahap Enam (18 bulan-2 tahun): Permulaan berpikir Pada tahap enam. bayi tidak bisa langsung melakukan yang diinginkannya. tanpa perlu diajari orang dewasa. Sangat penting untuk dicatat bahwa bayi-bayi sepenuhnya belajar dari mereka sendiri.

Anak-anak . yaitu simbol-simbol (termasuk citraan dan kata-kata).tahap lima. Periode II dan III Pikiran Pra-operasional (2-7 tahun) Dan Operasi-operasi Berfikir Konkret ( 7 -11 tahun) Di akhir periode sensori-motorik. Piaget mengamati bahwa anak-anak hanya bisa mereproduksi tindakan-tindakan yang sudah ada dalam daftar tingkah laku mereka. PERTUMBUHAN AKTIVITAS SIMBOLIK Anak-anak mulai menggunakan simbol-simbol ketika mereka menggunakan simbol-simbol ketika mereka menggunakan sebuah objek atau tindakan untuk mempresentasikan sesuatu yang tidak hadir. yaitu permulaan operasi-operasi berfikir konkret. pikiran anak pada dasarnya tidak sistematis dan tidak logis. anak harus mengorganisasikan seluruh pemikirannya sekali lagi. Hanya pada tahap enam anak-anak sanggup membuat imitasi yang tertunda (diferred imitation) — imitasi terhadap model-model yang tidak hadir lagi.pemikiran jadi terorganisasikan di atas sebuah landasan mental. mereka dapat menghidupkan kembali masa lalu. anak mungkin akan memperoleh rantai lewat proses pengalaman yang lambat dan coba-coba (trail dan error) bagi tindakan yang berbeda-beda. mengantisipasi masa depan. Bahasa mengembangkan cakrawala anak-anak. yang berkembang cepat selama tahun-tahun praoperasional awal (sekitar 2-4 tahun).dan mengomunikasikan peristiwa-peristiwa kepada orang lain. anak telah mengembangkan tindakan- tindakan yang efisien dan terorganisasikan dengan baik untuk menghadapi lingkungan di hadapannya. Lewat bahasa. Pikiran anak berkembang cepat ke sebuah tatanan baru. Di periode berikutnya—yaitu periode pikiran praoperasional— terjadi perubahn cukup besar. Kemajuan anak-anak di tahap enam bisa dilihat sebagai upaya bentuk berimitasi. Akibatnya. Selama seluruh periode pra-operasional. Baru pada usia tujuh tahun atau lebih. 2. Salah satu sumber utama simbol ini adalahbahasa.

meskipun bahasa sangat penting. yaitu menyediakan bagi kita simbol-simbol umum untuk untuk berkomunikasi dengan orang lain. berpindah dari hal-hal khusus ke hal khusus lainnya. Bayi sudah mengembagkan sistem-sistem tindakan yang koheren secara logis selama periode sensori-motorik sebelum mereka bisa bicara. Pertama. Kemudian. bagaimanapun berasal dari tindakan. PENALARAN ILMIAH Ekperimen Piaget yang paling terkenal adalah Pengkonservasian kuantitas – kuantitas (benda cair) yang bersambungan. respon anak terbagi dua. tidak berarti dia menyediakan struktur berpikir logis itu sendiri. Untuk mempelajari bagaimana tindakan-tindakan internal ini membentuk sistem-sistem logis. penalaran mereka sering kali bersifat transduktif. Mereka ditanya apakah dua gelas ini mengandung jumlah cairan yang sama. mereka menuang cairan dari gelas A2 ke gelas P yang lebih rendah dab lebar bentuknya. anak-anak diberi dua gelas A1 dan A2 yang dipenuhi air dengan ketinggian yang sama. Kedua. melainkan hanya sebagai pra-konsepsi. Beberapa psikolog percaya kalau anak-anak belajar berfikir secara lebih logis ketika mereka menguasai bahasa. anak gagal untuk mengkonservasi. M ereka ditanya lagi apakah jumlah cairan itu masih sama. artinya mereka gagal bahwa kuantitasnya masih sama. Namun Piaget tidak setuju.tidak menggunakan kata-kata sebagai kelas-kelas objek yang benar. anak-anak ‘memusatkan‘ hanya pada satu dimensi persepsi tersebut—cara melihat sesuatu—sehingga gagal memahami kalau secara logis cairan itu mestinya tetap sama. Anak ini menunjukan suatu ‘regulasi intuitif’ dia mulai memahami adanya dua dimensi . Karena anak-anak tidak memiliki pengkatagorian umum. dan semuanya setuju. mereka mengatakan bahwa A1 sekarang memiliki cairan yang lebih banyak karena bentuk gelasnya lebih tinggi. Alam kedua kasus ini. Piaget memberikan bermacam-macam tugas ilmiah. Logika. Pada tingkatan pra-operasional. anak-anak sanggup mengambil satu langkah maju menuju pengkonservasian namun tidak bisa mencapainya. Biasanya. sehingga logika sesungguhnya tindakan-tindakan yang cukup terorganisasikan dari jenis tindakan yang lebih internal.

anak cenderung bermain sendiri di samping teman-temanya. seperti ketika mereka terlibat dalam ‘monolog bersama’. anak-anak dapat melakukan egosentrisme ketika mereka mengurangi interaksi dengan orang dewasa dan lebih banyak bergaul dengan teman-teman sebayanya. namun meralatnya dengan alasan yang lain yang lebih lebar. PEMIKIRAN SOSIAL Egosentrisme. mereka belajar untuk memahami sudut pandang orang lainuntuk membuat diri merekadipahami juga. Ketika anak pertama-tama mengatakan satu gelas memiliki isi lebih banyak karena berukuran lebih tinggi. Egosentrisme juga bisa mempengaruhi ucapan anak-anak kecil. Anak ini mengalami Kontradiksi internal. sementara temen-temannya tidak. Dengan kata lain. Piaget percaya bahwa disetiap periode terdapat kaitan umum antara pemikiran ilmiah dan pemikiran sosial.perseptual. Egosentrisme. dan kemudian mereka jadi merasa bingung sendiri. anak-anak mulai mengkoordinasikan sudut pandang alternatif dengan . Piaget berspekulasi. Piaget berpendapat bahwa anak-anak menguasai pengkonservasian secara spontan. Kebanyakan interaksi pertemanan. Penting untuk dicatat bahwa operasi-operasi berfikir adalah suatu tindakan mental. Selama anak bersikap egosentris. Konsekuensinya. Anak-anak yang berpikiran pra-operasional sering kali egosentrik. mengacu kepada ketidakmampuan untuk membedakan persepektifnya sendiri dari persepektif orang lain. awalnya bersifat egosentris. Namun. menganggap segala sesuatu berasal dari satu titik pandang saja. dimana dia menjawab pertanyaan dengan melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi. Meskipun begitu. egosentrisme bukan berarti tidak mengandung pementingan diri atau kesombongan. Mereka menemukan kenyataan bahwa orang dewasa kelihatannya mengerti apapun yang terlintas dipikiran mereka. Sebagaimana contoh sama seperti anak-anak yang berpikiran pra-operasional gagal menyadari dua dimensi pada tugas-tugas pengkonservasian. namun belum bisa memikirkan keberadaan keduanya secara serempak sehingga baginya perubahan pada satu dimensi membatalkan perubahan pada dimensi lainnya.

Namun. Setelah itu piaget meneliti pemikiran anak-anak tentang aturan karena aturan itu bisa diubah baginya. karakteristik anak yang lebih muda usianya adalah heteronomi moral. Entah anak-anak sanggup menaklukan egosentrisme lewat interaksi dengan teman sebaya atau tidak. paling tidak krusial di dalam teori piaget adalah anak-anak memainkan peranan yang aktif dengan sendirinya untuk memahami fakta tentang sudut pandang alternatif. Moralitas ini menganggap aturan-aturan sebagai piranti manusia yang diproduksi oleh kesetaraan semata-mata demi kerja sama. disebut otonomi moral. Piaget juga menyebut pandangan tentang dunia fisik sebagai keberjiwaan dunia(world animistic).kepentingan alternatif. termasuk moralitas. yang berasal dari anak yang lebih tua usianya. Pertama. namun yang penting dia menyadari bahwa apapun langkah yang dibuatnya. Ia mengamati bahwa anak muda tidak membuat perbedaan yang sama antara benda hidup dan tidak hidup seperti yang biasanya dilakukan orang dewasa. anak-anak menyamakan hidupnya dengan bentuk aktivitas yang lain. . anak-anak secara bertahap meninggalkan animisme mereka dan sampai pada karakteristik pembeda. Piaget juga lebih tertarik pada konsep dan definisi tentang hidup. PENILAIAN MORAL Piaget meneliti pemikiran sosial anak-anak di banyak wilayah. Dimana awalnya anak-anak percaya bahwa sebuah objek memiliki perasaan jika bereaksi dengan suatu cara. Dia mungkin belum bisa menaklukan egosentrisme sepenuhnya secara instan.konsepsi yang berbeda-beda tentang aturan ini kata piaget. Kepercayaan pada animisme didalam teori piaget ini berarti animisme ini ditaklukan sepenuhnya. Piaget juga menemukan tahapan didalam pemikiran tentang jenis-jenis objek yang memiliki perasaan dan kesadaran. menyingkapkan dua sikap moral mendasar. ANIMISME ATAU KEBERJIWAAN Piaget melukiskan cara-cara lain yang di dalamnya terdapat pikiran anak kecil. Seperti yang ditemukan piaget. moralitas kedua. dia selalu melangkah dengan caranya sendiri.

anak-anak kemudian sadar kalau mimpi bukan hanya tidak nyata. Mimpi merupakan studi awal piaget. secara bertahap. Maka bisa dikatakan pandangan orang dewasa bukanlah satu-satunya penentu dalam proses pembelajaran ini. Awalnya anak-anak percaya kalau mimpi itu nyata. ada keterbatasan bagi kemampuan ini. Namun. 3. dimana ia telah memperbaiki urutan mimpi. memandang mimpi sebagai peristiwa diluar dirinya. pemikiran membumbung tinggi ke wilayah abstrak murni dan hipotesis. Pikiran pra-operasional dicirikan oleh egosentrisme. mereka awalnya menganggap mimpi itu nyata. Periode IV Operasi-operasi berpikir formal (11 tahun . Piaget sangat tertarik dengan kemampuan untuk menalar terkait dengan kemungkinan-kemungkinan hipotesis. RINGKASAN DAN KESIMPULAN Piaget berpendapat bahwa pikiran anak-anak selama periode pra-operasional sangat berbeda dari pikiran orang dewasa. sebaliknya. mengadopsi pandangan bahwa mimpi itu nyata apapun anggapan orang. berasal dari dalam.MIMPI-MIMPI Salah satu studi paling awal piaget menguji konsepsi anak-anak adalah tentang mimpi. kemudian mimpi itu tidak kelihatan dan seterusnya. bertempat di dalam. Ketika mencapai tahap mimpi terakhir. anak-anak dapat berpikir sistematik berdasarkan tindakan-tindakan mentalnya. Mereka bisa bepikir logis dan sistematis hanya selama mengacu kepada objek-objek yang bisa diindera yang tunduk kepada aktivitas riil. Selama operasi-operasi berpikir formal. namun juga tidak terlihat dari luar. dan banyak lagi. dan memiliki karakterisitik lain yang juga disetujui orang dewasa. kurangnya kemampuan pengkonservasian. Kaum Piagetian yakin kalau anak-anak biasanya menemukan beragam sifat mimpi dengan cara mereka sendiri. animisme. Pada tingkat kepandaian pra-opersional . Artinya. mereka merasakan pengaruh dari pandangan orang dewasa dan mengubah pemikiran mereka. heteronomi moral.dewasa) Di tahapan operasi berpikir konkret.

Piaget memperkenalkan model-model logika. didalam teori pentahapan yang ketat.anak-anak langsung membuat kekacauan. Sama seperti periode lainnya. Pentahapan Piaget mengacu kepada pola-pola umum berpikir. Piaget percaya kalau pentahapannya mempresentasikan integrasiintegrasi hirarkis. Jika perkembangan intelektual merupakan seuah proses yang terus menerus dan kuantitatif. Akhirnya remaja memasuki sebuah dunia yang lebih luas dan egosentrisme muncul lagi disini yang melekatkan kekuatan tak terbatas pada pikiran mereka sendiri. dan jika kita tahu bahwa seorang anak berada ditahapan tertentu. Dengan kata lain. maka kita akan bisa memprediksi tingkah laku waktu menjalani beragam tes. Model-model ini sangat kompleks. Ketiga. pentahapan mengacu pada karateristik umum. kita harus mengkaji bagaimana egosentrisme tampak ketika anak memasuki wilayah baru kehidupan intelektual. Para remaja mulai memikirkan masalah-masalah yang lebih jauh dari jangkauannya didalam proses ini kekuatan baru kognitif mereka bisa mengarah kepada idealisme dan utopianlisme yang mengejutkan. Pada tingkat pengoperasian formal. Pada tingkat pengoperasional kongkret. Pertama. Mereka belajar bahwa konstruksi teoritis ataupun visi utopian bernilai hanya jika terkait dengan bagaiman keduanya beroperasi didalam realitas. pentahapan lebih rendah tidak akan lenyap begitu saja namun terintegrasikan kedalam—dan didominasi oleh—kerangka . MASALAH-MASALAH TEORITIS Konsep pentahapan konsep pentahapan Piagetian mengimplikasian sejumlah pandangan kuat tentang hakikat perkembangan. Tidak seperti anak-anak ditahapan operasi kongkret yang utamanya hidup saat ini. dan kita tidak akan membahas semuannya disini. Keempat. Untuk mengapresiasi sepenuhnya egosentrisme baru ini. Kedua. maka pembagian apapun menjadi pentahapan yang terpisah-pisah sehingga menjadi arbitrer. pentahapan mengakibatkan pertumbuahan terbagi menjadi sejumlah periode yang berbeda-beda secara kualitatif. matematis untuk melukiskan operasi berpikir formal. Piaget menyebut ketidakteraturan ini decalages. tindakan anak-anak lebih terorganisasikan. urutan pentahapan mestinya tidak berubah-ubah. para remaja bekerja dengan sistematis mencoba semua kemungkinan.

Pengalaman-pengalaman yang mendorong perkembangan kognitif tidak hanya menarik. melainkan sesuatu yang berasal dari dalam diri anak itu sendiri. namun hanya sebagian. Konsep konflik dimasukkan kedalam model perubahan perkembangan yang disebut Piaget sebagai equilibrasi. Dan ditekankan bahwa perkembangan selalu merupakan sebuah proses yang spontan. Bagi Piaget. lingkungan memang penting. Konflik memotivasi anak untuk menyadari bahwa satu perubahan membatalkan perubah lain. Kemampuan mengkoordinasikan sudut pandang ini bisa membantu pertumbuhan pikiran ilmiah. yang Piaget juga menekankan tingkat pentingngnya pemberian disesuaikan dengan perkembangan anak tertentu. IMPLIKASI-IMPLIKASI BAGI PENDIDIKAN Piaget memberikan beberapa rekomendasi tentang pendididkan. dimana koordinasi dimensi-dimensi juga penting. namun biasanya menempatkan anak dalam situasi konflik. Kelima. seperti teorisi pentahapan lainnya yang ketat mengklaim bahwa pentahapannya berlangsung dalam urut-urutan yang sama disemua budaya. Sumber lain bagi informasi baru yang berkonflik ini adalah lingkungan sosial. Belajar merupakan sebuah proses penyelidikan dan penemuan instruksi spontan. dan akhirnya keduanya. Piaget. membawa kepada penemuan percakapan. belajar yang sebenarnya buakn sesuatu yang diturunkan oleh guru. kemudian yang lain. Piaget berusaha mengindikaskan cara-cara berbeda yang didalamnya terdapat potongan-potongan informasi yang menarik sekaligus berkonflik mendorong anak-anak mengembangkan struktur-struktur kognitif baru. Model equilibrasi Piaget berusaha melacak kemungkinan numerik pada kesempatan-kesempatan dimana anak menerima keberadaan satu dimensi. GERAKAN DARI TAHAPAN-KETAHAPAN Menurut Piaget. Piagetian adalah teori tidak berkaitan dengan kepercayaan spesifik manapun selain dengan kemampuan-kemampuan kognitif yang melandasinya. Prinsip yang menyesuaikan pendidikan dengan .kerja baru yang lebih luas.

Kita bisa mengamati beberapa kecenderungan dan masalah yang mengemuka didalamnya. Piaget telah menstimulasi sejumlah besar riset dan diskusi teoritis. Piaget percaya kalau belajar mestinya menjadi proses penemuan aktif dan disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Pentahapan ini telah membantu kita memahami periode sensori-motorik di periode awal. Dengan mendasarkan diri kepada temuan-temuan negatif sepaerti ini. Harus ditambahkan juga bahwa riset replikasi ini secara khusus menggunakan tugastugas perkembangan Piaget sendiri. Sayangnya. EVALUASI Sejak tahun 1960. Karena cara belajar yang aktif selalu mensyaratkan adanya minat berkeinginan belajar. riset replikasi yang menggunakan tugas-tugas perkembangan Piaget telah mendukung urutan pentahapannya. namun pendapatnya bahwa pentahapan adalah mode-mode berpikir umum kurang begitu bisa diverivikasi. Yang dibutuhkan disini adalah kepekaan dan fleksibilitas guru. dan penalaran ilmiah matematis di periode kemudian. Sebuah pengetahuan tentang pentahapan kognitif memang bisa membantu. dia menyebutnya unevenness decalage – namun dia melihat konsistensi yang lebih besar daripada yang sudah ditemukan. Piaget sendiri mengakui bahwa anak-anak akan menguasai tugas-tugas yang berbeda pada tingkatan yang berbeda-beda pula. namun anak-anak terkadang memilki pentahapan yang berbeda-beda sesuai perbedaan wilayah tempat tinggalnya.tahap perkembangan anak-anak yang disebut sebuah self-evident. secara keseluruhan. banyak psikolog menyarankan kita untuk menginggalkan seluruh teori pentahapan Piaget. Sudahkah Riset Mendukung Piaget? Urutan Pentahapan. Generalitas Pentahapan. Kebenaran pentahapan Piaget memang banyak didukung oleh riset. Dan penolakan terhadap pantahapan Piagetian ini menjadi sangat populer di dalam . tidak selalu bisa kita mencapainya. Piaget melihat adanya nilai pendidikan yang sangat besar didalam interaksi-interaksi sosial.

utamanya bagi mereka yang mempelajari kognisi bermodel komputer. dan jelas membutuhkan pengerjaan kembali secara serius. Ketika Piaget mengatakan bahwa anak-anak belajar dengan caranya sendiri. Kemudian Piaget menyimpullkan bahwa di tahapan tertinggi orang tidak harus konsisten menjalankan semua tugas intelektual—bukan dalam derajat konsistensi yang sama seperti yang diharapkan bagi tahapan sebelumnya. Meskipun begitu pembelajaran yang benar berasal dari pengalaman-pengalaman yang memunculkan keingintahuan anak-anak dan memberi mereka kesempatan untuk mencari solusi dengan cara mereka sendiri. Namun begitu. Pentahapan Piaget atas operasi berpikir konkret memiliki nilai yang sangat potensial. Piaget (1970) melengkapi beberapa pemikiran tamabahan yang relevan. Hanya teori Piaget yang bisa membantu kita menjelaskannya. Walaupun demikian. Anak-anak lain bisa menstimulasikan dan menantang pikiran si anak. penolakan semacam ini bisa dikatan masih terlalu prematur. Karena ternyata orang menggunakan kemampuan berpikir tertinggi hanya di wilayah-wilayah yang sangat menarik minat mereka. pengkonservasian memang bisa diajarkan. Benarkah Anak – Anak Belajar dengan Cara Mereka Sendiri ? Mungkin klaim Piaget yang paling kontroversional adalah perkembangan kognitif merupakan sebuah proses spontan.anak mulai mendekati kehidupan secara lebih rasional dan konseptual karena mereka sedang mengembangkan operasi berpikir konkret pada anak-anak. Bisakah Orang Mencapai Tahapan Tertinggi? Piaget (1972) berusaha menganggapi temuan-temuan diatas.psikologi. Anak. Piaget menunjukan bahwa ketika Gruber menguji . Kebanyakan orang bisa mencapai derajat tertentu dari cara kerja berpikir formal. pentahapan Piaget terlalu berharga untuk diabaikan. Sebagian besar penemuan studi ini menyebutkan ternyata mengajarkan pengkonservasian sangat sulit dilakukan. namun mereka menggunakannya hanya di wilayah tertentu terutama pada yang sesuadengan minat dan kemampuan. Piaget tidak percaya bahwa upaya ini produktif untuk mengajarkan anak-anak akan jawaban atau prosedur yang benar.

karena dia menghargai kekuatan yang unik. karena dia berfokus hanya pada kelemahan logika mereka jika .perkembangan permanensi obyek pada bayi kucing. Piaget merespon dengan singkat semua tuduhan kalau dia mengkarekterisasikan anak kecil terlalu negatif. Piaget tidak membatasi pikiran pra-operasional sesuai istilahnya itu. Pandangan Piaget terhadap anak-anak di tahapan berpikir pra-operasiaonal terlalu negatif. dan Piaget bertanya-tanya apakah kelambanan harus menjadi kondisi utama bagi sebuah penemuan besar. Karena itu Piaget mempertanyakan asumsi bahwa setiap anak mungkin memiliki tingkat optimalnya sendiri untuk membuat serangkaian transisi lewat pentahapan. Piaget menjadi terlalu asik dengan logika formal sehingga dia menolak kemungkinan pengembangan gagasan di wilayah ini. membuat anak kecil terlihat tidak memiliki kemampuan kognitif. Piaget menulis halhal ini untuk merespon studi-studi pelatihan. Deskripsi Piaget tenteng pikiran pra-operasional khususnya. Karena itulah Piaget mungkin menunjukan bahwa pikiran pra-operasional tidak begitu bersifat inferior ketimbang logika orang dewasa karena secara kualitatif hal ini memang suatu cara pandang dunia yang berbeda. hanya menyoroti kelemahan-kelemahan anak. Jika demikian yang dikatakan Piaget adalah bahwa setiap periode memiliki jenis kesempurnaannya sendiri. Sayangnya. dia menemukan bahwa mereka bergerak maju dalam urut-urutan yang sama namun jauh lebih cepat dari pada bayi manusia. Dia menunjukan bahwa pikiran pra-operasional selama periode ini juga mengandung beberapa komponen positif. Piaget juga mengamati bahwa Darwin memerlukan waktu yang lama sekali untuk merumuskan ide-ide dasarnya.dan harus dipandangi menurut sudut pandang periode tersebut. Apakah Piaget Membuat Anak Kecil Tampak Tidak Berkemampuan Kognitif ? Piaget menuduh mereka. Piaget memulai risetnya dengan menyediakan sebuah gambaran yang mengesankan tentang bagaimana pikiran pra-operasional dapat berbeda. egosentri dan sebagainya. Di akhir kariernya. tidak dapat mengklasifikasikan objek. mereka dianggap gagal mengkonservasi. Piaget tidak pernah membuat jawaban akurat atas tuduhan bahwa pandangannya tentang pikiran pra-operasional bersifat negatif dan pesimistik.

Ini semua ujian yang sesungguhnya bagi kokoh tidaknya teori Piaget. a) Asimilasi. yaitu kecenderungan organisme untuk mengubah lingkungan guna menyesuaikan dengan dirinya sendiri. dia masih dianggap dapat menangkap aspek – aspek paling esensial dari perkembangan kognitif manusia yang paling dini. . Namun demikian cara terbaik untuk menyeimbangkan gambar ini bukan dengan mengikuti saran para pengkritiknya yang berusaha menunjukan kalau pikiran ank kecil sama logisnya dengan pikiran kita. Sebaliknya. MEKANISME PERKEMBANGAN Menurut teori kognitif pada psikologi perkembangannya piaget juga membahas adaptasi mekanisme dan organisasi merupakan dasar awal intelektual dalam Dan ia juga mengatakan bahwa dalam perkembangan. Teori Adaptasi Piaget Menurut Piaget ialah proses intelektual dimana pengalaman dan ide baru di interaksikan dengan apa yang sudah diketahuai untuk membentuk struktur pengertian yang baru. kita perlu memahami kemungkinan kalau pikiran ank kecil memiliki kualitas dan kebaikannya sendiri yang sangat berbeda dari kualitas dan kebaikan pikiran orang dewasa. Piaget sendiri menyadari bahwa teori pengetahuan adalah teori adaptasi pikiran kedalam suatu realitas. perkembangan manusia itu perlu beradaptasi dengan lingkungannya untuk dapat melestarikan dan tetap berlangsungnya hidup manusia itu sendiri. Kecenderungan ini mempunyai dua komponen atau dua proses yang komplementer.dibandingkan logika orang dewasa. Adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. KESIMPULAN Dewasa ini cukup penting untuk kita perhatikan bahwa hampir setiap orang sudah mengembangkan idenya masing-masing untuk melawan Piaget. yaitu . Apapun kekurangan teorinya Piaget. 1.

melainkan ada di dalam diri seseorang yang membentuknya. 2. Hal ini terutama pada perkembangan kognisi anak.b) Akomodasi. Menurut Piaget pengetahuan adalah suatu kontruksi (bentukan) kegiatan atau tindakan seseorang. Menurutnya juga bahwa pemikiran atau pengetahuan manusia itu pada dasarnya aktif. Kontibusi dari teori yang mana menggambarkan perubahan pada kognisi dan sosial anak dan juga bagaimana anak memperoleh pengetahuan tentang dunia. beberapa diantaranya adalah: 1. KONTRIBUSI TEORI TERHADAP PERKEMBANGAN Teori Piaget adalah teori yang paling berpengaruh dalam psikologi perkembangan. karena pengetahuan bukanlah sesuatu yang ada di luar. Pembagian-pembagian tahapan pada perkembangan kini sangat banyak membantu mengenai gambaran dan dasar utama untuk dikembangkan oleh para peneliti selanjutnya. Equilibrasi merupakan unsur paling penting dalam perkembangan pemikiran anak. Pemikiran ilmiah ini merupakan proses konstuksi dan reorganisasi yang terus menerus. 2. yaitu kecenderungan organisme untuk merubah dirinya sendiri guna menyesuaikan diri dengan keliling. Teori Organisme Kognitif Teori ini lebih merujuk kepada kecenderungan pemikiran yang terdiri dari sistem-sistem yang berhubungan menjadi satu kesatuan. Penerapan model logika matematika oleh Piaget pada metode-metode penelitian sangat membantu untuk perkembangan berpikir atau kognisi anak. Pengetahuan ilmiah itu berubah semakin berkembang dari waktu kewaktu. 3. KELEMAHAN DAN KELEBIHAN TEORI PIAGET DALAM PSIKOLOGI PERKEMBANGAN . karena mengetahui adalah mengasimilasikan realitas dalam sistem transformasi. karena dianggap sebagai motivasi dasar seseorang untuk mengembangkan pikiran dan pengetahuannya.

Kurangnya menyatakan bahwa terdapat peristiwa. Fokusnya yaitu pada adaptasi anak pada dunia yang mereka jumpai tiap hari. 2.Kelemahan dari Teori Piaget 1. Pembahasan Piaget terhadap yahapan-tahapan itu didalamnya menggambarkan tentang organisasi kejiwaan pada pengetahuan anak dan memprediksi pengetahuan anak tentang objek dan psikologi Piaget. apakah teori Piaget mengenai tahapan dapat diaplikasikan dalam kenyataan. Teori Piaget sangat radikal dalam menggambarkan susunan tingkah laku individu dan refleks susu ibu sampai struktur-struktur operasional formal. Kurangnya dukungan untuk pemikiran mengenai tahapan-tahapan terdapat keraguan. Para ahli dalam ketidakparasan mempergunakan batasan kandungan konsep tahapan-tahapan dalam teori perhitungan mengenai proses transisi kognitif dari tahapan sebelumnya ke tahapan selanjutnya dan Piaget pun masih meragukan konsep belajar intensif terhadap anak sedangkan salah satu cara untuk menjelaskan mengenai perubahan mekanisme perkembangan yaitu dengan menyuplai pengalamanpengalaman dan melihat apakah hal-hal itu akan mengakibatkan perubahan kognitif. Teori ini tidak hanya menjelaskan kognisi tetapi juga mengikutsertakan dalam implikasi bagian perkembangan lainnya seperti: interaksi sosial. Kelebihan Teori Piaget 1. 5. Meremehkan aspek sosial dan emosional pada perkembangan. Memiliki cakupan yang luas pada teorinya. Menggunakan teori ekologi. 2. 3. Teori Penampilan 4. pembelajaran. Kekurangan metodelogi dan gaya bahasa. Kurangnya mekanisme untuk psikologi perkembangan. . emosi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful