P. 1
Tugas+Filsafat+Ilmu+-+Resume+Thomas+Kuhn

Tugas+Filsafat+Ilmu+-+Resume+Thomas+Kuhn

|Views: 202|Likes:
Published by Saidah Rasya

More info:

Published by: Saidah Rasya on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2015

pdf

text

original

RESUME PERAN PARADIGMA DALAM REVOLUSI SAIN “THE STUCTURE OF SCIENTIFIC REVOLUTIONS”

Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu Program Studi Pascasarjana (S2) STHB Oleh : Ranto Sitanggang, SH.

I.

Pengantar : Sebuah Peran Bagi Sejarah Para Ilmuwan berusaha untuk menyumbangkan suatu unsur ke dalam konstelasi tertentu, perkembangan sains menjadi proses sedikit demi sedikit yang menambahkan item-item ini, satu persatu atau dalam bentuk gabungan yang semakin membesar yang membentuk teknik dan pengetahuan sains. Karenanya sejarah mempunyai dua tugas utama, di satu pihak ia harus menetapkan oleh orang apa dan pada saat mana fakta, dalil dan teori sains kontemporer itu ditemukan atau diciptakan. Di pihak lain ia harus menguraikan dan menerangkan penumpukan kekeliruan, mitos dan takhyul yang telah mengisi akumulasi yang lebih cepat dari unsure-unsur pokok buku teks sains modern. Sains telah mencakup kumpulan kepercayaan yang sangat bertentangan dengan apa yang kita akui hari ini, jika

alternative-alternatif

diberikan

maka

sejarahwan

harus

memilih yang terakhir. Namun pilihan itu menyebabkan sulitnya melihat perkembangan sains sebagai proses

pertambahan. Semua keraguan dan kesulitan ini mengakibatkan revolusi historiografis dalam studi sains meskipun masih dalam tahap awal. Para sejarahwan sains telah memulai mengajukan jenisjenis pertanyaan y ang baru dan menelusuri garis-garis

perkembangan yang berbeda dan sering lebih sedikit dari yang kumulatif bagi berbagai sains. Diantara kemungkinan yang masuk akal itu, kesimpulan tertent u yang dicapainya bisa jadi ditentukan oleh pengalamannya yang lalu dalam bidang-bidang lain atau oleh peristiwa kebetulan dalam penyelidikan atau oleh keadaan individualnya. Pengamatan dan pengalaman dapat dan harus membatasi keanekaragaman kepercayaan ilmiah yang diperbolehkan, kalau tidak maka tidak akan ada sains. Sains yang normal kegiatan yang tak dapat dihindari menyerap hampir seluruh waktu kebanyakan ilmuwan didasarkan atas asumsi bahwa masyarakat ilmiah itu tahu seperti apa dunia ini dan sering menekan hal-hal baru yang fundamental karena hal-hal baru itu memerlukan diruntuhkannya komitmen-komitmen mendasar. Revolusi sains adalah episode-episode yang termahsyur

dalam perkembangan sains yang sebelumnya dinamakan revolusi yang terkait dengan nama-nama Copernicus, Newton, Lavoisier dan Einstein. Masing-masi ng : memerlukan penolakan masyarakat ilmiah terhadap teori sains yang pada suatu ketika mendapat kehormatan demi teori yang bertentangan dengannya ; menghas ilkan perubahan sebag ai akibatnya dalam masalah yang tersedia bagi penelitian ilmiah; mentransformasikan

imajinasi ilmiah dengan cara-cara yang pada akhirnya dilukiskan sebagai transformasi dunia yang didalamnya dilakukan karya ilmah. Penemuan baru dalam teori juga bukan satu-satunya peristiwa ilmiah yang mempunyai dampak revolusioner terhadap para spesialisasi yang wilayahnya menjadi tempat terjadinya peristiwa itu.

II.

Jalan Menuju Sains Yang Normal Sains yang normal berarti riset berdasar atas satu atau lebih pencapaian ilmiah yang lalu, pencapaian yang oleh

masyarakat ilmiah tertentu pada suatu ketika dinyatakan sebagai pemberi fundasi bagi praktek selanjutnya. Physica karya dan Opticks

Aristoteles, Almagest karya Ptolemaeus, Principia

karya Newton, Electricity karya Franklin, Chemistry karya Lavoisier dan Geology karya Lyell, pencapaian mereka cukup baru belum pernah ada sebelumnya sehingga dapat menghindarkan

Gray. Nollett. Semua konsep kelistrikan mempunyai sesuatu yang sama yang seluruh riset ilmiah pada zaman menjadi pedoman itu. Du Fay. maka lebih banyak yang perlu dikatakan tentang alasan penggunaannya.Di antara zaman kuno yang jauh dan akhir abad ke-17 tidak ada periode yang memperlihatkan suatu pandangan tersendiri yang diterima secara umum tentang sifat cahaya sebaliknya ada yang mendukung teori Epicurus. Suatu kelompok teori dini setelah praktek abad ke-17 menganggap pembangkitan tarikan dan gesekan sebagai gejala kelistrikan yang fundamental. Watson. Desaguliers. tolakan sebagai Kelompok ini cenderung untuk memperlakukan efek sekunder yang diakibatkan oleh suatu jenis pantulan mekanis dan juga untuk menangguhkan selama mungkin diskusi maupun . Pada abad ke-18 paradigma disajikan oleh Opticks karya Newton yang mengajarkan bahwa cahaya adalah partikel yang sangat halus. Orang-orang yang risetnya didasarkan atas paradigma bersama terikat pada kaidah-kaidah dan standarstandar praktek ilmiah yang sama. Pada masa itu banyak pandangan tentang sifat listrik dengan pengeksperimen seperti Hauksbee. atau teori Plato. Franklin dan lain-lain.kelompok penganut yang kekal dari mempersaingkan cara melakukan kegiatan ilmiah. teori Aristoteles. Konsep paradigma akan sering menggantikan berbagai gagasan yang dikenal.

riset yang sistematis tentang efek yang baru Gray yaitu kondisi listrik. ditemukan oleh Kumpulan fakta yang dihas ilkan berisi fakta-fakta yang yang dapat dijangkau oleh eksperimen dan pengamatan dari beberapa data yang dapat ditelusuri dari keterampilan yang mapan seperti obat-obatan.prinsip pertama dan . sebuah teori harus tampak lebih baik daripada saingannya. fakta-fakta yang dikumpulkan dengan begitu sedikit bimbingan dari teori yang telah dikukuhkan sebelumnya. ketika ilmuwan mempercayai paradigma dalam karya utamanya tidak perlu lagi membangun kembali bidangnya. pembuatan kalender dan metalurgi. maka secara berangsur-angsur aliran aliran lama hilang. Definisi yang kaku dari kelompok sains mempunyai konsekuensi -konsekuensi lain. Supaya diterima sebagai paradigma. dinamika dan optika geometris kuno. paradigma yang baru itu menyiratkan suatu definisi baru yang lebih kaku tentang - bidangnya. berbicara dengan kejelasan yang cukup untuk memungkinkan munculnya paradigma yang pertama. Hanya dalam hal statistika. Jika dalam perkembangan sains seseorang atau suatu kelompok mampu menarik kebanyakan dari pemraktek generasi berikutnya. memulai dari prinsip. Hilangnya aliran-aliran itu sebagian disebabkan oleh pembelotan anggota anggotanya kepada paradigm yang baru.

membenarkan penggunaan setiap konsep yang diperkenalkan.Transisi kepada kematangan ini jarang begitu mendadak atau begitu tegas seperti yang mungkin telah disiratkan oleh pembahasan yang skematis. Sebagai kelompok mereka telah mencapai apa yang didapat oleh para astronom zaman kuno oleh para peneliti gerak abad pertengahan artinya mereka telah memperoleh paradigma . Sebaliknya mereka biasanya akan tampil sebagai artikel-artikel singkat yang ditujukan hanya kepada rekan-rekan professional. Sejak zaman prasejarah bidang-bidang studi bergiliran menyeberangi pembagi diantara apa yang sejarahwan bisa menyebutnya prasejarahnya sebagai suatu sains dan sejarahnya yang khas. Meskipun demikian dalam hal yang penting tulisan mengenai listrik dari Cavendish. Akan tetapi transisi ini juga tidak pernah secara historis bertahap. Du Fay dan bahkan Franklin dibandingkan dengan tulisan para penemu kelistrikan dari awal abad ke-18 dari tulisan-tulisan abad ke-16. orang-orang yang pengetahuannya tentang paradigma bersama dapat diakui dan yang terbukti bahwa hanya mereka yang mampu membaca makalah-makalah yang ditujukan kepada mereka. menyebabkan perluasan yaitu dengan keseluruhan perkembangan bidang-bidang tempat terjadinya transis Itu. Coulomb dan Volta dari abad ke-18 tampak lebih jauh dari tulisan-tulisan Gray.

bisa dilakukan melalui . Untuk mengetahui apa yang dimaksud riset normal atau riset berdasarkan paradigma.yang terbukti mampu menjadi pedoman bagi seluruh riset kelompok itu. III. profesi telah berhasil memecahkan masalah-masalah yang hampir tidak dapat dilakukan dibayangkan oleh para anggotanya dan tidak akan pernah tanpa komitmen dengan paradigma itu sekurang-kurangnya bagian dari pencapaian itu selalu ternyata permanen. namun dalam periode ketika paradigma itu berhasil. Pada saat itu para ilmuwan berprilaku lain dan sifat masalah-masalah riset mereka berubah. Keberhasilan sebuiah paradigma pada mulanya sebagian besar adalah janji akan keberhasilan yang dapat ditemukan dalam contoh-contoh pilihan adan yang belum lengkap. Sains yang normal memiliki mekanisme yang melekat yang memastikan pelonggaran pembatasan yang mengikat riset manakala paradigma yang menurunkannya itu tidak lagi berfungsi secara efektif. Sifat Sains Yang Normal Paradigma memperoleh statusnya karena lebih berhasil daripada singannya dalam memecahkan mulai diakui oleh kelompok pemraktek beberapa masalah yang bahwa masalah-masalah itu rawan.

Tanpa principia misalnya. seringkali teori paradigma itu terlibat langsung di dalam desain peralatan yang mampu memecahkan masalah tersebut. Sebagian dari karya teoritis yang normal meskipun hanya sebagian kecil hanya tercapai karena menggunakan teori yang ada untuk memprakirakan informasi faktual dengan nilai yang sebenarnya. bukan karena prakiraan-prakiraan yang dihasilkan di dalamnya memiliki nilai yang nyata melainkan karena prakiraaneksperimen. pengukuran dengan mesin Atwood akan tidak berarti sama sekali.pengumpulan fakta yakni dengan melakukan eksperimeneksperimen dan pengamatan-pengamatan yang diuraikan ilmuwan dalam berkala-kala teknis yang digunakan oleh para untuk memberikan informasi tentang hasil-hasil riset mereka yang berkesinambungan kepada rekan-rekan professional mereka. kelas yang ketiga menyerap seluruh kegiatan pengumpulan fakta sains yang normal. prakiraan itu dapat langsung dihadapkan dengan . Adanya paradigma itu menetapkan masalah yang harus dipecahkan. memecahkan beberapa ambiguitasnya yang masih tersisa dan memungkinkan pemecahan masalah yang sebelumnya hanya menarik perhatiannya. Kelas ini terdiri atas karya empiris yang dilaksanakan untuk mengartikulasikan teori paradigm.

karena tidak memberikan hasil yang konsisten maupun yang sederhana. konseptual atau hebat. Mengantarkan masalah riset yang normal kepada kesimpulan adalah mencapai apa yang diantisipasi dengan suatu cara baru dan hal ini memerlukan pemecahan segala jenis teka-teki instrumental. konseptual dan matematis yang rumit. Sains Normal Sebagai Pemecah Teka-teki Ciri yang menonjol dari masalah riset yang normal ialah betapa sedikitnya masalah-masalah itu ditujukan untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru yang besar. Jika kita dapat menerima penggunaan istilah “kaidah” yang sangat diperluas maka masalah masalah yang dapat dijangkau di dalam tradisi riset tertentu memperlihatkan sesuatu . eksperimen itu tidak dapat digunakan untuk mengartikulasikan paradigm yang menurunkannya . Pada abad ke-18 misalnyahanya sedikit perhatian yang diberikan kepada eksperimen-eksperimen yang mengukur tarikan listrik dengan peranti seperti neraca.IV. namun hal tersebut tidak dapat menyebabkan kegairahan dan ketekunan yang diperlihatkan oleh para ilmuwan terhadap masalah-masalah riset yang normal.Hasil-hasil yang diperoleh dalam riset yang normal itu signifikan karena merupakan tambahan bagi ruang lingkup dan presisi yang dapat diterapkan oleh paradigma itu.

Selama abad ke-18 para ilmuwan mencoba menurunkan gerakan- gerakan bulan yang diamati dari hukum-hukum Newton tentang gerak dan gravitasi tetapi tidak selalu berhasil . dan tradisi ini memberikan banyak informasi tentang komitmen-komitmen yang diturunkan dari paradigma- paradigma mereka. Kumpulan komitmen itu ternyata metafisis maupun metodologis : Sebagai metafisis ia ilmuwan jenis-jenis maujud (entity) apa mengatakan kepada para yang terkandung dan yang tidak terkandung didalam alam semesta. Studi tentang tradisi-tradisi sains yang normal menyingkapkan banyak kaidah tambahan.yang sangat mirip dengan perangkat karakteristik teka-teki ini. hukum harus merinci gerakan dan interaksi korpuskel dan keterangan harus mengubah setiap gejala alam menjadi tindakan korpuskel menurut hokum- . Pada suatu tingkat yang lebih rendah atau lebih konkret daripada tingkat hukum dan teori misalnya terdapat banyak komitmen kepada tipe-tipe instrumentasi yang dipilih dan kepada instrument yang diterima boleh digunakan secara sah. Sebagai metodologis ia mengatakan harus seperti apa hokum hukum tertinggidan keterangan-keterangan fundamental itu. Akibatnya beberapa orang menganjurkan untuk menggantikan hukum berbanding terbalik dengan kuadratnya dengan hokum yang menyimpang daripadanya pada jarak yang dekat.

Adanya jaringan komitmen yang kuat merupakan sumber utama metafora yang menghubungkan sains yang normal kepada pemecahan teka-teki karena menyajikan kaidah-kaidah yang mengatakan kepada pemraktek spesialisasi yang telah matang seperti apa dunia dan sainsnya itu. yang tanpa itu siapapun tidak bias disebut sebagai ilmuwan.hukum ini. Ilmuwan harus bisa memahami dunia serta menambah ketepatan dan ruang lingkup yang menatanya. Pada gilirannya komitmen harus menyebabkan meneliti dengan cermat. tujuannya adalah menemukan unsure-unsur yang dapat diisolasi . baik bagi dirinya sendiri maupun melalui rekan- rekannya suatu segi dari alam dengan rincian empiris yang teliti. Pada tingkat yang lebih tinggi lagi terdapat perangkat komitmen yang lain. Keunggulan Paradigma Sejarahwan harus membandingkan paradigma-paradigma masyarakat itu satu sama lain dengan laporan riset pada masa itu. Kaidah diturunkan dari paradigma tetapi paradigma dapat menjadi pedoman bagi riset bahkan tanpa adanya kaidah. V. Sains yang normal adalah kegiatan yang sangat ditentukan tetapi tidak perlu seluruhn ya ditentukan oleh kaidah kaidah.

pencarian kumpulan kaidah yang berwenang membentuk tradisi riset normal tertentu menjadi sumber frustasi yang dalam dan berkesinambungan. Lavoisier.secara gambling atau tersirat yang oleh para anggota paradigma- masyarakat bisa jadi telah diringkaskan dari paradigma yang lebih global dan digunakan sebagai kaidah-kaidah dalam riset mereka. Para ilmjuwan bisa sepakat bahwa Newton. Sesuatu yang jenisnya sama bisa saja berlaku bagi berbagai teknik dan masalah riset yang normal. diperkukan beberapa rincian tentang dasar bersama dalam bidang yang sesuai akibatnya. Meskipun demikian jika kepaduan tradisi riset akan dipahami dari segi kaidah-kaidah. Artinya mereka bisa sepakat dalam identifikasi tentang suatu paradigma tanpa sepakat dalam atau bahkan berupaya untuk menghasilkan interpretasi atau rasionalisasi yang bulat tentang paradigm itu. Para ilmuwan bekerja berdasarkan model-model yang diperoleh melalui pendidikan dan selanjutnya melalui terpaan yang timbul dalam suatu tradisi sains . Maxwell atau Einstein telah menghasilkan pemecahan yang tampaknya permanen bagi sekelompok masalah penting namun tidak sepakat tentang karakteristik-karakteristik abstrak tertentu yang menjadikan pemecahan-pemecahan itu permanen.

Proses belajarteori bergantung pada studi penerapannya termasuk praktek pemecahan masalah baik dengan potlot dan kertas maupun dengan instrument di laboratorium. Anomali Dan munculnya penemuan sains . Sains yang normal hanya masyarakat bisa berjalan tanpa kaidah-kaidah selama yang relevan menerimanya tanpa ilmiah mempertanyakan pemecahan masalah tertentu yang telah dicapainya.Para ilmuwan menanyakan memperdebatkan apa yang membuat suatu masalah atau pemecahan tertentu itu sah mendorong kita untuk menduga bahwa sekurang-kurangnya secara naluriah mereka mengetahui jawabannya. Paradigm-paradigma bisa lebih unggul.kepustakaan sering tanpa mengetahui atau merasa perlu mengetahui karakteristik-karakteristik apa yang telah diberikan oleh model-model ini bagi tidak status biasa paradigma paradigma atau masyarakat. lebih mengikat dan lebih lengkap daripada perangkat manapun dari kaidah-kaidah untuk riset yang tidak diragukan pasti disarikan dari paradigma-paradigma itu. VI. Oleh sebab itu kaidah-kaidah harus menjadi penting dan ketakpedulian yang khas terhadapnya akanlenyap bilamana paradigma paradigma tau model-model dibiarkan tidak kukuh.

yakni kegiatan pemecahan masalah yang baru saja kita teliti. Kenyataan bahwa . perluasan secara tetap ruang lingkup dan persisi pengetahuan sains. sinar X. benar-benar berhasil dalam tujuannya.Sains yang normal . Semakin tepat paradigma yang dijangkaunya jauh itu. jika berhasil tidak menemukan hal2 tersebut. dan karena itu terhadap peristiwa perubahan paradigma. Anomaly hanya muncul dengan latar belakang yang disajikan oleh paradigma. Ada harapan instrumental dan memainkan peran pengharapan teoritis dan kedua-duanya sering yang menentukan dalam perkembangan sains. Sains yang normal tidak ditujukan kepada kebaruan-kebaruan fakta atau teori dan. perhatikan contoh yang sangat terkenal yaitu penemuan oksigen. ahli fisika Roentgen penemuan bejana Leyden. semakin peka indicator yang disediakannya terhadap anomali. Untuk mengetahui betapa eratnya kebaruan factual dan teoritis itu saling terjalin dalam penemuan ilmiah. Disadari atau tidak putusan untuk mengunakan peralatan tertentu dan dengan cara tertentu membawa asumsi bahwa hanya jenis keadaan tertentu yang akan timbul. Jika karakteristik sains ini akan diselaraskan dengan apa yang telah dikatakan. adalah kegiatan yang sangat kumulatif. maka riset yang mengikuti suatu paradigma harus merupakan cara yang sangat efektif untuk mendorong perubahan paradigma.

Pentingnya kritik ialah karena . sains maju paling cepat dan menembus paling dalam melalui penggunaan alat-alat itu yang disertai keyakinan. Sejarah sains menunjukan bahwa. bahkan tidak begitu sulit untuk menciptakan alternative seperti itu. terutama pada tahap-tahap awal perkembangan suatu paradigma baru. VII. Alasannya jelas. Krisis dan Munculnya teori Sains Para filosof sains telah berulang-ulang mendemonstrasikan bahwa terhadap sekelompok data lebih dari satu kontruksi tertentu selalu dapat diberikan teoritis . Pada sains tidak berbeda dengan di dalam pabrik pembaruan alat merupakan pemborosan yang harus dicadangkan bagi saat-saat yang benar-benar memerlukannya. baik kepada sifat sains normal yang sangat tradisional maupun kepada ketuntasannya yang digunakan oleh pencarian tradisional untuk merintisjalan bagi perubahannya sendiri.suatu kebaruan ilmiah yang signifikan begitu sering muncul serempak dari berbagai labolatorium merupakan penunjuk. Selama alat-alat yang disediakan oleh paradigma itu masih tetap mampu memecahkan masalah-masalah yang ditetapkannya. Akan tetapi penciptaan alternative itu justru yang jarang dilakukan oleh para ilmuwan kecuali pada tahap paradigma dari perkembangan sains dan pada peristiwa- peristiwa yang sangat khusus selama evolusi selanjutnya.

Bagaimana ilmuwan menanggapi kesadaran akan anomial dalam kecocokan antara teori dan alam.petunjuk yang diberikannya bahwa saat untuk pembaruan alat sudah tiba. VIII. tindakan mempertimbangkan yang mengakibatkan para ilmuwan menolak teori yang semula diterima itu selalu didasarkan atas lebih daripada perbandingan teori itu dengan dunia. Putusan untuk menolak sebuah paradigma selalu sekaligus merupakan putusan untuk menerima yang lain. Disamping itu ada alas an kedua untuk meragukan bahwa para ilmuwan menolak paradigma karena dihadapkan kepada anomial-anomial atau penggantinya. Bahkan yang paling bandel pun biasanya pada akhirnya menanggapi praktek yang normal. Ketaksesuaian yang jauh lebih besar pun daripada yang dialami dalam penerapan lain dari teori itu sama sekali tidak perlu menarik tanggapan yang sangat besar. dan pertimbangan yang mengakibatkan putusan itu melibatkan perbandingan paradigmaparadigma dengan alam maupun satu sama lain. . Ketaksesuaian itu selalu ada. Tanggapan Terhadap Kritis Krisis itu merupakan prakondisi yang diperlukan dan penting bagi munculnya teori-teori baru.

revolusi sains. Marilah kita percayai saja bahwa perbedaan-perbedaan di antara paradigma-paradigma yang bertautan itu diperlukan serta tidak dapat diselaraskan. Artinya seperti mereka semesta dan tentang berbeda disekitar pertanyaan-pertanyaan adanya pertikel-pertikel subatomic bahwa cahaya itu materi dan penghematan panas atau . criteria yang sama sekali tidak bergantung pada apakah kemacetan itu diikuti oleh revolusi. Sifat dan Perlunya Revolusi Sains Revolusi sains dianggap sebagai episode perkembangan nonkumulatif yang didalamnya paradigma yang lama diganti seluruhnya atau sebagaian oleh paradigma baru bertentangan. Selalu ada alam kebanyakan harus lebih dari pada sekadar sebuah kesulitan dalam kecocokan paradigma diantaranya cepat atau lambat diluruskan. Paradigma paradigma yang berurutan mengatakan kepada kita hal-hal yang berbeda tentang populasi alam perilaku populasi itu. subjek yang pada akhirnya kita siap mendekatinya secara langsung. Transisi kepada paradigma baru yang dihasilkannya adalah revolusi sains.Jika suatu anomali akan menimbulkan krisis. IX. sering kali dengan proses-proses yang tidak mungkin telah diramalkan. biasanya anomial. Banyak criteria kemacetan dalam kegiatan sains normal. Revolusi politik.

energi. kita bisa jadi ingin mengatakan bahwa setelah revolusi. Bila latihan seperti itu tidak ada. Paradigma-paradigma itu juga esensial bagi alam. Paradigma-paradigma adalah esensial bagi sains. X. maka hanya ada “kekacauan sialan yang bersimpang siur” seperti yang diungkapkan oleh William James. memandang Sepanjang satu-satunya jalan lain mereka ke dunia itu hanya melalui apa yang mereka lihat dan lakukan. Eksperimen- eksperimen itu juga memperagakan karakteristik-karakteristik persepsi yang bisa merupakan sentral bagi perkembangan . Apa yang dilihat orang bergantung pada apa yang dipandangnya dan juga pada apa yang diajakannya kepadanya untuk terlihat oleh pengalaman konsep visual terdahulu. Namun kendati eksperimen-eksperimen psikologis itu sugestif. menurut sifatnya tidak bisa lebih dari itu. para ilmuwan menanggapi dunia yang berbeda. Inilah perbedaan-perbedaan yang sesungguhnya diantara paradigma-paradigma yang berurutan. Sifat dan Perlunya Revolusi Sains Perubahan-perubahan ilmuwan berbeda paradigma dunia menyebabkan kegiatan para risetnya . dan mereka tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

seperti pemanfaatan dinamika sendiri. Ilmuwan yang menganut paradigma yang baru itu bukannya menjadi penafsir. Jika dapat dicari bantuan autoritas yang lebih tinggi sehingga dapat diperlihatkan bahwa penglihatannya telah berubah. Ketika . Namun. dan perilaku penglihatannya akan menjadi sumber masalah (seperti subjek eksperimen bagi psikolog). Ilmuwan dapat mencari bantuan di atas atau yang melebihi apa yang dilihatnya dengan mata dan instrumennya. Paradigma itu telah sangat berguna. maka autoritas itu sendiri akan menjadi sumber datanya. Apa yang terjadi selama revolusi sains tidak dapat sepenuhnya direduksi menjadi reinterpretasi data-data individual yang stabil. melainkan menjadi seperti orang yang mengenakan kaca mata dengan lensa pembalik. baik bagi sains maupun bagi filsafat. Pemanfaatannya. tetapi tidak mendemonstrasikan bahwa pengamatan yang cermat dan terkontrol yang dilakukan oleh ilmuwan riset benar-benar turut menjadi karakteristik itu. dengan tidak pengamatan ilmiah situasi itu tepat sebaliknya.sains. Dan paradigma para ilmuwan mengenai sain pengetahuan berubah dan tidak mengkotakkan lagi ilmu tersebut setelah terjadi revolusi sain. telah berguna bagi pemahaman fundamental yang mungkin tidak akan dapat dicapai dengan cara lain.

XI. Dengan adanya revolusi sains. semuanya adalah bagian-bagian dari sains yang normal.menghadapi konstelasi objek yang sama dengan sebelumnya. dan tahu bahwa ia berbuat demikian. Jika paradigma ditentukan. kegiatan memperluas . dan yang seperti itu bertujuan memperbaiki. Berkat paradigma yang kita terima. tampaknya tidak hanya mengkhususkan . Tak Tampaknya Revolusi Kita masih harus bertanya. sebelum mengajukan pertanyaan itu. Setiap interpretasi ini mensyaratkan suatu paradigma. Namun. maka interpretasi data merupakan pokok kegiatan yang mengeksplorasinya. bagaimana berakhirnya revolusi sains. bagaimana pun ia menemukan mereka dalam banyak rinciannya bertransformasi secara menyeluruh. bukan mengoreksinya. Paradigma sama sekali tidak dapat dikoreksi oleh sains yang normal. kita dapat mengetahui apa itu data. para ilmuwan bekerja dalam dunia yang berbeda sehingga pada bidang keilmuannya belaka. dan konsep mana yang relevan dengan interpretasinya. akan tetapi kegiatan menginterpretasikan itu hanya bisa mengartikulasikan paradigma. mengartikan paradigma yang sudah ada. instrumen apa yang bisa digunakan untuk menelusurinya.

dan teori yang kepada perangkat paradigma tertentu tempat berkomitmennya masyarakat sains pada saat mereka ditulis. paling sering masalah. data. menunjukkan kepada kumpulan sudah diartikulasikan.perlu melakukan upaya terakhir untuk memperkuat keyakinan tentang kehadiran dan sifatnya. buku teks tentang sains bersama-sama dengan popularisasinya maupun karya filosofis yang sudah akan tentu mencontoh para ilmuwan terdahulu. Kita hanya berharap untuk membuat contoh historis yang benar-benar efektifjika kewenangan itu diakui dan dianalisis. Melalui praktek riset. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua argumen yang paling signifikan dan persuasif bagi paradigma yang menghasilkan paradigma baru didasarkan atas kemampuan komparatif para Sebagai sumber autoritas. Namun hingga saat ini tidak ada sumber informasi lain yang penting tentang sains yang tersedia kecuali melalui praktek riset. Buku-buku teks sendiri bertujuan mengkomunikasikan kosakata dan sintaksis . Baik ilmuwan maupun orang awam mengambil banyak dari citra para ilmuwan terdahulu berwenang tentang kegiatan sains yang kreatif dari sumber yang yang secara sistematis menyamarkan (sebagian karena alasanalasan fungsional yang penting) adanya dan pentingnya revolusi sains.

Perubahan paradigma tersebut diperoleh melalui praketk riset. baik itu melalui pengujian. verifikasi. bisa coba sejumlah pendekatan alternatif. bila ada. menolak yang gagal. tidak akan memberi fungsi kepada revolusi. ketika melakukan hal itu ia bukan menguji paradigma. Hal ini diakibatkan perkembangan zaman yang diikuti dengan perubahan paradigma para ilmuwan terhadap teori-teori maupun sains secara keseluruhan yang telah diungkapkan para ilmuwan pendahulunya. memberikan hasil yang diharapkan. Namun apabila terdapat penyimpangan terhadap suatu konstruksi pemikiran tentang menyebabkan sains oleh para ilmuwan 9dalam buku-bukunya) revolusi sain tidak tampak. Pemecahan Revolusi Buku-buku teks mengenai sains dihasilkan sebagai akibat dari revolusi sains yang merupakan dasar bagi tradisi baru sains yang normal. meskipun menguji selama mencari pemecahan teka-teki tersebut. Upaya dalam melakukan percobaan .bahasa sains yang kontemporer. Pekerja riset adalah pemecah teka-teki dan bukan sebagai penguji paradigma. XII. atau falsifikasi teori-teori sains yang mapan. penyusunan bahan yang masih tampak menyiratkan suatu proses yang.

XIII. Dan kendatipun demikian. situasi pengujian tidak pernah terjadi semata-mata karena perbandingan suatu paradigma dengan alam. dapat membantu kita dalam para ilmuwan proses dalam memecahkan verifikasi. Oleh karena itu. pengujian terjadi sebagai bagian dari kompetisi di antara dua paradigma yang bersaingan dalam memperebutkan kesetiaan masyarakat sains. suatu dan melalui pengujian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua argumen yang paling signifikan dan persuasif bagi paradigma yang menghasilkan paradigma baru didasarkan atas kemampuan komparatif permasalahan falsifikasi.pemecahan teka-teki hanyalah untuk menguji diri sendiri. Kemajuan Melalui Revolusi Melalui revolusi. berbeda dengan dalam pemecahan teka-teki. ia hanya terjadi setelah kesadaran akan krisis memunculkan calon pengganti paradigma. pengujian paradigma hanya terjadi setelah kegagalan yang berlarut-larut dalam memecahkan teka-teki yang penting menimbulkan krisis. Akan tetapi. . Hal ini hanya mungkin dilakukan selama paradigma itu sendiri dianggap semestinya benar. dan bukan mencoba untuk menguji paradigma yang berlaku. Dalam sains.

pemecahannya sebagian akan bergantung pada pembalikan penglihatan kita yang normal terhadap hubungan antara kegiatan sains dan masyarakat yang mempraktekkannya. Masyarakat sains yang mapan memulai pekerjaan dari satu paradigma tunggal atau dari perangkat yang hubungannya erat. Kita harus belajar menyadari apa yang biasanya kita anggap efek itu sebagai penyebab. XIV. Pascawacana -1969 . yang berimplikasi kepada “kemajuan sains” dan “objektifitas sains”. Jarang sekali masyarakat sains yang berbeda menyelidiki masalah-masalah yang sama. dan karya kreatif tersebut adalah kemajuan.memperlihatkan hubungan yang tak bisa dilepaskan di antara gagasan tentang sains dan kemajuan. Kita cenderung selalu melihat setiap bidang itu ditandai dengan kemajuan sains. Dalam kasus-kasus istimewa itu pengagungan kelompok-kelompok menganut beberapa paradigma utama bersama-sama untuk menghasilkan karya kreatif yang berhasil. padahal disana masih terdapat masalah pemahaman mengapa kemajuan merupakan karakteristik yang pantas begitu diperhatikan dari kegiatan yang dilakukan dengan teknik-teknik dan tujuan-tujuan tertentu. Dalam semua kasu bidang keilmuan.

istilah “paradigma” digunakan dalam dua arti yang berbeda. terutama untuk pernyataan mengenai sains menjadi kegiatan yang subjektif dan irasional. pemecahan teka-teki yang kongkret. Di pihak lain. dan klaim yang dibuat atas namanya merupakan sumber utama berbagai kontroversi dan kesalahpahaman. . Pascawacana -1969 Istilah “paradigma” ialah apa yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota suatu masyarakat sains. dapat menggantikan kaidah-kaidah yang eksplisit sebagai dasar bagi pemecahan teka-teki sains yang normal yang masih tertinggal. Setidak-tidaknya secara filosofis. teknik. arti kedua dari “paradigma” ini adalah yang lebih dalam dari yang dua. 1. dan sebagainya yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota masyarakat tertentu. nilai. Di satu pihak. yang jika digunakansebagai model atau contoh.Apabila paradigma-paradigma dicari dengan meneliti perilaku anggota-anggota masyarakat sains yang ditetapkan sebelumnya dapat dengan cepat menyingkapkan bahwa sebagian besar buku. ia menunjukkan sejenis unsur dalam konstelasi itu. ia berarti keseluruhan konstelasi kepercayaan.

juga tidak perlu tampak revolusioner bagi mereka yang berada di luar . dalam proses ini mereka telah menyerap kepustakaan teknik yang sama dan mengambil banyak pelajaran yang sama daripadanya. Revolusi adalah jenis khusus perubahan yang melibatkan jenis tertentu rekonstruksi komitmen- komitmen kelompok tertentu. masyarakat sain terdiri atas pemraktek sosialisasi sains. Akan tetap. masyarakat sains terdiri atas orangorang yang memiliki suatu paradigma bersama. Dalam pandangan ini. Masyarakat sains dapat dan seharusnya diisolasi tanpa terlebih dulu meminta bantuan kepada paradigma. Sampai tingkat yang tak ada bandingannya dalam kebanyakan bidang lain. yang belakangan ini kemudian dapat ditemukan dengan meneliti perilaku anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan. mereka telah mengalami pendidikan dan memulai profesi yang serupa. ia tidak perlu merupakan perubahan besar. Biasanya batas-batas kepustakaan standar itu menandai batas materi subjek sains.dan sebaliknya. dan setiap masyarakat biasanya memiliki materi subjek sendiri.

menyiapkan indeks analitik parsial dan menyimpulkan bahwa istilah itu digunakan dengan cara-cara yang berbeda yang disebabkan oleh inkonsistensi gaya penulisan. begitu perlu dipahami. bagian-bagian paradigma. maka perubahan revolusioner.masyarakat. “matriks” karena ia terdiri atas berbagai jenis unsur yang tertata yang masingmasing memerlukan spesifikasi lebih lanjut. sebagai lawan kumulatif. Paradigma sebagai konstelasi komitmen kelompok Paradigma menyebutkan unsur-unsur filosofis yang menjadi pokok bahasan literatur ini. yang tidak banyak dikenal atau dibahas dalam kepustakaan filsafat sains. Semua atau kebanyakan objek kelompok yang oleh teks asli saya dijadikan paradigma. Untuk maksu-maksud tersebut dikemukakan “matriks disipliner” : “disipliner” karena ia mengacu kepada dimilikinya disiplin tertentu oleh para pemraktek bersama-sama. 2. Justru karena tipe perubahan ini. terjadi begitu teratur dalam skala yang lebih kecil. atau paradigmatik adalah unsur-unsur yang membentuk .

Pengetahuan diam- . 4. Paradigma dan Contoh Bersama Para filosof sains tidak biasa mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan oleh mahasiswa di laboratorium atau dalam teks sains karena dianggap hanya memasok praktek dalam penerapan apa yang telah diketahui oleh mahasiswa itu. dan dalam keadaan demikian mereka membentuk keseluruhan dan berfungsi bersama-sama. 3. Pengetahuan sains tertanam dalam teori dan kaidah. masalah-masalah diberikan untuk memperoleh kemudahan dalam penerapannya.matriks disipliner. Pengetahuan diam-diam dan naluri Acuan kepada kepada pengetahuan kaidah-kaidah masalah kritikus tuduhan diam-diam yang yang dan penolakan terjadi telah bersamaan mengisolasi banyak dasar bagi lain dan menyusahkan menyajikan tampaknya dan subjektivitas irasionalitas dan pada prinsipnya naluri itu sesuatu yang bukannya tidak dapat dianalisis. Dikatakan bahwa ia sama sekali tidak dapat memecahkan masalah-masalah kecuali jika ia belajar dulu teori dan beberapa kaidah untuk menerapkannya.

sama sekali tak dapat berkomunikasi satu sama lain. Sedangkan Pengetahuan naluri didapat karena adanya hasrat manusia yang selalu ingin tahu dan mencoba menganalisi suatu peristiwa yang dirasakan janggal dan aneh yang memerlukan riset untuk memperolehnya. Eksemplar. pihak-pihak dalm debat tersebutdapat menelusuri kembali langkah-langkah mereka satu per satu. Pada akhir proses itu salah satu pihak harus mengakui bahwa ia telah . teori harus dipilih karena alasan yang akhirna personal dan subjektif. alih-alih. dalam perdebatan tentang pilihan teori tidak dapat menggunakan bantuan alasan yang baik. akibatnya.diam didapat dari kejadian-kejadian di luar kekuasaan kita. yang tanpa kita sadari menyebabkan bertambahnya pengetahuan kita. kemustahilan dibandingkan. Jika ada ketidaksepakatan tentang kesimpulan. membandingkan masing-masing dengan ketetapan semula. sejenis appersepsi mistis menjadi penyebab dicapainya keputusan yang sebenar-benarnya. dan revolusi Para pendukung teori yang tak mungk in dibandingkan. 5. hal tersebut terjadi begitu saja.

dan bantuan yang bisa dimintanya adalah persuasi sebagai pendahuluan bagi kemungkinan bukti. Praktek sains yang normal bergantung pada kemampuan. diperoleh adri eksemplar-eksemplar. Hanya jika kedua pihak alih-alih menemukan. bahwa mereka berbeda tentang makna atau penerapan kaidah yang ditetapkan. kepada objek-objek dan situasi kelompok ke dalam perangkatperangkat kemiripan yang primitif dalam arti bahwa pengelompokan itu dilakukan tanpa jawaban atas pertanyaan. dan kemudian bukti lawannya itu mempunyai kekuatan memaksa. Debat tersebut tentang premis. melanggar kaidah yang telah diterima sebelumnya.melakukan kekeliruan. bahwa kesepakatan sebelumnya tidak menyajikan dasar yang cukup untuk bukti. maka satu aspek sentral dari setiap revolusi adalah bahwa beberapa hubungan kemiripan itu mengalami perubahan. 6. maka perdebatan diteruskan dalam bentuk yang tak dapat dihindari diambilnya selama revolusi sains. Setelah pengakuan itu ia tidak bisa berpaling kepada bantuan lain. Revolusi dan Relativisme .

para pemraktek sain yang berkembang yang pada dasarnya adalah pemecah teka-teki. tetapi juga karena ia. 7. Sifat Sains Bahwasannya sifat sains yang pertama adalah kritis. Akan tetapi jika diterapkan pada sains. bagaimana pun. dan bagaimanapun ia jauh dari sekadar relativisme dalam hal bahwa kritikusnya tidak bisa melihat. bisa jadi tidak demikian. dan yang kedua menguntungkan. posisi itu relativistik. Bila dianggap sebagai kelompok atau kelompok dalam. Mengenal paralelisme menunjukkan bahwa dalam arti tertentu kedua kelompok itu bisa jadi benar. dan diantara . Teori sains biasanya dirasakan lebih baik daripada pendahulunya tidak hanya dalam arti bahwa ia adalah instrumen yang lebih baik untuk menemukan dan memecahkan teka-teki.Para pendukung teori-teori yang berbeda adalah seperti anggota-anggota masyarakat budaya bahasa yang berbeda. merupakan penggambaran yang lebih baik tentang seperti apa alam itu sebenarnya. Bila diterapkan pada budaya dan perkembangannya.

tidak dapat sama sekali salah. misalnya. Untuk mengatakan. ia juga berbeda secara menyolok. keduaduanya cukup umum untuk menuntut sekurang- kurangnya suatu tanggapan. berupa apa pun kemajuan itu. Meskipun perkembangan sains bisa lebih mirip dengan perkembangan bidang lain daripada yang sering diduga. . bahwa sains. maju dengan cara yang tidak terdapat dalam bidang lain. setidak-tidaknya setelah tahap tertentu dalam perkembangannya.kedua-duanya tidak berhubungan satu sama lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->