P. 1
TRANSFORMATOR

TRANSFORMATOR

|Views: 92|Likes:
Published by robingah

More info:

Published by: robingah on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2010

pdf

text

original

TRANSFORMATOR

A. DEFINISI Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah besaran tegangan arus listrik bolak-balik (AC), seperti menaikkan atau menurunkan tegangan listrik (voltase). B. JENIS 1) Step-Up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak

2)

3)

4)

5)

6)

daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan . Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Step-Down Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan . Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC. Autotransformator Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beber apa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali). Autotransformator variable Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah, memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah Transformator isolasi Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Transformator pulsa Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi

Transformator

Page 1

J a pada a ah a u u pa an pada an o a o d b a u bo a -ba (AC) a a ju ah ga ga a agn a an b ubah -ubah. au dapa n bu an dan agn dan ba n a dan agn dapa n bu an au . A ba n a pada p jad ndu . yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder          ¨ © §¦ ©   Prinsip kerja transformator adalah berdasarkan m Ampere dan hukum Faraday yaitu : . yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan (lilitan kawat).pe fluks magne transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh. Rumus yang digunakan adalah : "" " "" $ % & $! $ " $ # %" &% ! # & " " $"! # $ ! ' & #  &  &%"  " " # "!"! # &   % " & " % $ &%  !% # % ( ' # ' &%" "$ #   # # " " " & ' #  % "$ # & & % $ &% ) " $ % $ # ' $! # " ! & ! %" &% " # %" % %"  & &%  & ' # $" & " !% #  $"  "! #  $"  "! $& $& " " # & Keterangan : Np Jumlah lilitan primer Ns Jumlah lilitan sekunder Vp Tegangan primer (input) Vs Tegangan sekunder (output) Tr s r t r P 2 ' $"! &     ¥£ ¤£ ¡ ¢   . Ma a d und juga bu ndu a ba n a an a a dua ujung u pa an ( an) dapa b da gangan. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah 7) Transformator tiga fasa Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta ( ) 8) Trafo p ny suai frekuensi 9) Trafo penyaring frekuensi 10) Trafo penyesuai impedansi C CA A KERJA li tri dan magnet dimana antara sisi sumber Transformator bekerja berdasarkan pri ip fl (primer) dan beban (sekunder) tidak terdapat hubungan secara fisik tetapi secara elektromagnetik (induksi-elektromagnet) Transformator terdiri atas sebuah inti. Dalam transformator terdapat perhitungan untuk menentukan jumlah lilitan primer dan sekunder agar dapat dihasilkan keluaran dengan tegangan rendah dan arus besar. S und n a ga ga a agn da p ang ju ahn a b ubah -ubah pu a.

5 W.Ip Arus primer (input) Is Arus sekunder (output) Trafo ideal Pada transformator ideal.5W = 75% Dit Ip = Jawab = 0 = (Ps/Pp)X100 % 75 % = 7. berapakah arus listrik pada kumparan primer? Jawab : Diket: Np : Ns = 10:1 Vp = 100 V Ps = 7.75 = 7.75 = 10 W Pp = Vp . Ip Ip = 0. C NTOH SOAL Sebuah trafo memiliki perbandingan lilitan kumparan 10:1 dihubung-kan ke listrik 100 V untuk menyalakan sebuah lampu 7. untuk transformator ideal berlaku persamaan sebagai berikut : Trafo tidak ideal Pada trafo jenis ini.1 A Nama : Antonius Heru Setiawan (05) Apriliana (06) Ilham Cahyo Kumolo (18) Robingah Ngadawiyah (28) Kelas : XII T. Jika efisiensi trafo 75 %. Komputer dan Jaringan Tr s r t r P 3 .5/Pp X 100% 0. tidak seluruh daya listrik pada kumparan primer diteruskan ke kumparan sekunder sehingga daya sekunder lebih kecil dari daya primer (Ps < Pp) dan efisiensinya sebesar : D. Ip 10 = 100 . tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan da listrik pada kumparan ya primer. Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator ideal adalah 100 persen.7/0.5/Pp Pp = 7.

Transformator Page 4 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->