P. 1
Hak Dan Kewajiban Seorang Bidan Dalam

Hak Dan Kewajiban Seorang Bidan Dalam

|Views: 3,778|Likes:
Published by Ikwan Repsol

More info:

Published by: Ikwan Repsol on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2013

pdf

text

original

HAK DAN KEWAJIBAN SEORANG BIDAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN DALAM MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Sejarah menunjukkan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik.

Sejak zaman pra sejarah, dalam naskah kuno sudah tercatat bidan dari Mesir yang berani ambil resiko membela keselamatan bayi-bayi laki-laki bangsa Yahudi yang diperintahkan oleh Firaun untuk di bunuh. Mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada dalam posisi yang lemah, yang pada zaman modern ini, kita sebut peran advokasi.

Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut, keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya. H AK DAN KEWAJIBAN SEORANG BIDAN DALAM

Tujuan 1. keilmuan. yang pada zaman modern ini. metode kerja. Sejak zaman pra sejarah. Tujuan Umum Untuk menambah pengetahuan tentang bidan sebagai profesi . Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya. memberi semangat. standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya. mendampingi. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. B. Mereka sudah menunjukkan sikap etika moral yang tinggi dan takwa kepada Tuhan dalam membela orang-orang yang berada dalam posisi yang lemah.MEMBERIKAN PELAYANAN DALAM MASYARAKAT BAB I PENDAHULUAN A. kita sebut peran advokasi. serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. dalam naskah kuno sudah tercatat bidan dari Mesir yang berani ambil resiko membela keselamatan bayi-bayi laki-laki bangsa Yahudi yang diperintahkan oleh Firaun untuk di bunuh. bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut. membesarkan hati. Latar Belakang Sejarah menunjukkan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban umat manusia.

Bidan merupakan salah satu profesi tertua didunia sejak adanya peradaban umat manusia. kata Midwife (Bidan) berarti “with woman”(bersama wanita. Menurut churchill.sedangkan dalam bahasa latin. 4. mid = together. wife = a woman. . Dalam bahasa Perancis. Ciri-ciri bidan sebagai profesi dan 5. Definisi Bidan (ICM) : bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal. sage femme (Bidan) berarti “ wanita bijaksana”. Pengertian bidan. yang membantu pelahiran bayi serta memberi perawatan maternal terkait). 2. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. that delivers babies and provides associated maternal care” (seorang petugas kesehatan yang terlatih secara formal ataupun tidak dan bukan seorang dokter. Kewajiban bidan sebagai profesinya BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tujuan Khusus Tujuan khusus dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui: 1. cum-mater (Bidan) bearti ”berkaitan dengan wanita”.2. 3. Pengertian Bidan Dalam bahasa inggris. Ciri-ciri karakteristik profesi. Pengertian profesi. bidan adalah ” a health worker who may or may not formally trained and is a physician.

kode etik.Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan. Pengertian Profesi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. B. Contoh profesi adalah pada bidang hukum. yang terakreditasi. asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan. memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak. yang terakreditasi. sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk praktek kebidanan. Yang diakui sebagai seorang profesional yang bertanggungjawab. persalinan dan nifas. sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi . INTERNATIONAL CONFEDERATION of MIDWIFE Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk melaksanakan praktek kebidanan di negara itu. bermitra dengan perempuan dalam memberikan dukungan. keuangan. Menurut WHO bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis. memenuhi kualifikasi untuk diregister. kedokteran. C. dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan. KEPMENKES NOMOR 900/ MENKES/SK/ VII/2002 bab I pasal 1: Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku . militer. Bidan Sebagai Profesi Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi. memenuhi kualifikasi untuk diregister. dan teknik. serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. dimana ia ditempatkan dan telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan memperoleh izin melaksanakan praktek kebidanan. bermitra dengan perempuan dalam memberikan dukungan. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi. B.untuk praktek kebidanan. Pengertian Profesi Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Yang diakui sebagai seorang profesional yang bertanggungjawab. Menurut WHO bidan adalah seseorang yang telah diakui secara regular dalam program pendidikan kebidanan sebagaimana yang telah diakui skala yuridis. Contoh profesi adalah pada bidang hukum. kedokteran. yaitu: . dan teknik. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. INTERNATIONAL CONFEDERATION of MIDWIFE Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk melaksanakan praktek kebidanan di negara itu. persalinan dan nifas. memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak. asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan. C. kode etik. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik. KEPMENKES NOMOR 900/ MENKES/SK/ VII/2002 bab I pasal 1: Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus ujian sesuai persyaratan yang berlaku . keuangan. militer. Bidan Sebagai Profesi Sebagai anggota profesi.

Dalam konteks inilah jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional. Sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan. dan selalu berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan. pelatihan. yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional. kode etik. sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan negara. Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Hal tersebut akan terus diupayakan oleh para bidan sehubungan dengan anggota profesi yang harus memberikan pelayanan profesional. Bidan sebagai profesi memiliki ciri-ciri tertentu. jabatan fungsional juga berorientasi kwalitatif. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi. perlu dibahas bahwa bidan tergolong jabatan profesional. dan wajarlah apabila bidan tersebut mendapat tunjangan profesional.dan etika kebidanan . yaitu standar pelayanan kebidanan. Tentunya harus diimbangi dengan kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan. 4. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi. Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Selain fungsi dan perannya yang vital dalam kehidupan masyarakat. Bidan memiliki alat yang dijadikan panduan dalam menjalankan profesinya. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu 3. yaitu : 1. Bidan disiapkan melalui pendidikan formal agar lulusannya dapat melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya secara profesional 2. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek. 2.1.

sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya. dapat memecahkan masalah teknis dalam bidang kerjanya). D. Arti dan Ciri Jabatan Profesional Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu. Baik pekerja profesional maupun teknisi dapat saja terampil dalam unjuk kerja (misalnya menguasai teknik kerja yang sama. Bidan memiliki kewenangan dalam menjalankan tugasnya 5. seorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari . Profesi bidan dijadikan sebagai suatu pekerjaan dan sumber utama penghidupan. istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran. Bidan memiliki organisasi profesi 7. Pengertian jabatan profesional perlu dibedakan dengan predikat profesional yang diperoleh dari jenis pekerjaan hasil pembiasaan melakukan keterampilan tertentu ( melalui magang/ keterlibatan langsung dalam situasi kerja tertentu dan mendapatkan keterampilan kerja sebagai warisan orang tuanya atau pendahulunya. Akan tetapi. Bidan memiliki karakteristik yang khusus dan dikenal serta dibutuhkan masyarakat 8. Seorang pekerja profesional dalam bahasa keseseharian adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya meskipun keteranpilan atau kecakapan tersebut merupakan hasil minat dan belajar dan kebiasaan. Secara populer. Bidan memberi pelayanan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan masyarakat 6. Walaupun begitu. sebagai lawan kata dari amatir.3. disebut profesional. Bidan memiliki kelompok pengetahuan yang jelas dalam menjalankan profesinya 4. Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi. seseorang yang bekerja dibidang apapun sering diberi predikat profesional.

4. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. 2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya. Pelatihan institutional: Selain ujian. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek. . yaitu : memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi pelakunya (membutuhkan pendidikan prajabatan yang relevan). Secara rinci ciri-ciri jabatan profesional adalah sebagai berikut : 1. yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. serta jabatan tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat dan negaranya.keterampilannya yang menyangkut wawasan filosofis. konsorsium. dan pemerintah). Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional. 3. 5.V Good menjelaskan bahwa jenis pekerjaan profesional memiliki ciri-ciri tertentu. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. pertimbangan rasional dan memiliki sikap yang positif dalam melaksanakan serta mengembangkan mutu karyanya. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. kecakapannya memenuhi persyaratan yang telah dibakukan oleh pihak yang berwenang (misalnya: organisasi profesional. C. juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi. seorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari keterampilannya yang menyangkut wawasan filosofis. yaitu : memerlukan persiapan atau pendidikan khusus bagi pelakunya (membutuhkan pendidikan prajabatan yang relevan). Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis. Secara rinci ciri-ciri jabatan profesional adalah sebagai berikut : 1. dan pemerintah).V Good menjelaskan bahwa jenis pekerjaan profesional memiliki ciri-ciri tertentu. kecakapannya memenuhi persyaratan yang telah dibakukan oleh pihak yang berwenang (misalnya: organisasi profesional. serta jabatan tersebut mendapat pengakuan dari masyarakat dan negaranya. 5. Pelatihan institutional: Selain ujian. pertimbangan rasional dan memiliki sikap yang positif dalam melaksanakan serta mengembangkan mutu karyanya. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya. konsorsium. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek. dapat memecahkan masalah teknis dalam bidang kerjanya). Baik pekerja profesional maupun teknisi dapat saja terampil dalam unjuk kerja (misalnya menguasai teknik kerja yang sama. 2. 4. Akan tetapi. C. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. 3. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional. yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum .

Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. 8. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi. dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. praktisi yang dihormati. Kewajiban Bidan terhadap Profesinya 1. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu pada masyarakat. atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi. seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Perilaku profesional Bidan 1. prestise. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. 10. 7. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 9. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. F. 6. E. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior. 2. 3. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya. 11. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik.menjadi anggota penuh organisasi. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat. Bertindak sesuai keahliannya . Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

yang merupakan prakarsa bidanbidan senior yang berdomisili di Jakarta.8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan. Mengadvokasi pilihan ibu G. Bersifat jujur 4. Mengenal batas kemampuan 9. hingga saat ini IBI tetap aktif mendukung program-program KOWANI bersama organisasi wanita lainnya dalam meningkatkan derajat kaum wanita Indonesia. berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dalam sejarah Bidan Indonesia menyebutkan bahwa 24 Juni 1951 dipandang sebagai hari lahir IBI. Terampil berkomunikasi 8. Konferensi bidan pertama tersebut telah berhasil meletakkan landasan yang kuat serta arah yang benar bagi perjuangan bidan selanjutnya. IBI telah memiliki 30 pengurus daerah. 342 cabang IBI (di tingkat Kabupaten / Kodya) dan 1. bersifat Nasional. Tidak memberikan janji yang berlebihan 6. Tidak melakukan coba-coba 5. maka IBI dengan nomor 133 terdaftar sebagai salah satu Lembaga Sosial Masyarakat di Indonesia. Pengukuhan hari lahirnya IBI tersebut didasarkan atas hasil konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta 24 Juni 1951. Mengembangkan kemitraan 7. Organisasi Bidan 1. Gerak dan langkah IBI di semua tingkatan dapat dikatakan semakin maju dan berkembang dengan baik. .2. Mempunyai moral yang tinggi 3. IBI yang seluruh anggotanya terdiri dari wanita telah diterima menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tahun 1951.772 orang. yaitu: mendirikan sebuah organisasi profesi bernama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) berbentuk kesatuan. Selain itu sesuai dengan Undang-undang RI No. Sampai dengan tahun 2003.703 ranting IBI (di tingkat kecamatan) dengan jumlah anggota sebanyak 68.

apabila bekerja dibidang perawatan harus mengikuti pendidikan perawat selama dua tahun. Meniadakan bidan kelas satu maupun bidan kelas dua. Membentuk organisasi Ikatan Bidan Indonesia yang bersifat nasional. yang ada hanya bidan 4. Pengurus besar IBI berkedudukan di Jakarta atau dimana pusat pemerintahan berada 3. Bidan harus bekerja sesuai dengan profesi. Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat. International Confederation of Midwifes (ICM) ICM merupakan organisasi kebidanan dari berbagai negara (60 negara) yang markas besarnya berada di London Inggris. 2. demikian apabila perawata bekerja di kebidanan harus mengikuti pendidikan bidan selama dua tahun. Visi dan Misi IBI antara lain : 1. 4. Tujuan umum dari ICM yaitu memperbaiki standar pelayanan kebidanan pada ibu bayi dan keluarga dan pendidikan yang berguna untuk peningkatan profesionalisme. Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan khususnya dalam pelayanan KIA serta kesejahteraan keluarga 3. 5. sebagai satusatunya organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan bidan di Indonesia. Membentuk pengurus didaerah-daerah.Tujuan IBI adalah sebagai berikut : 1. Dengan demikian organisasi/ perkumpulan yang bersifat lokal yang ada sebelum konferensi ini semuanya membubarkan diri dan selanjutnya menjadi anggota cabang yang dikoordinir oleh pengurus daerah tingkat propinsi. terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sedangkan tujuan khusus dari ICM adalah: . Menggalang persatuan dan persaudaraan antara sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa 2. 2. Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional.

Kesimpulan Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal. Memperbaiki standar asuhan kepada ibu. . dan keluarga diseluruh dunia. Sebagai pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. keterampilan dan informasi dengan kolega dan pasien untuk membantu bidan mengembangkan perannya agar dapat memperoleh jaminan untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan maternitas selain itu ARM juga memberikan dukungan kepada para bidan dalam memberikan pelayanan yang berkesinambungan.Sebagai anggota profesi. bayi. Mengembangkan peranan kebidanan sebagai praktisi profesional dengan hak-haknya sendiri. BAB III PENUTUP A. Association of Radical Midwifes (ARM) ARM adalah organisasi yang beranggotakan para bidan. Tujuan dari ARM adalah agar dapat melakukan tukar wawasan. Meningkatkan penerapan asuhan kebidanan. 4. Meningkatkan secara global potensi dan nilai kebidanan untuk menurunkan morbiditas dan moetalitas ibu dan bayi. 2. 3. dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan.1. menggali pola pelayanan alternatif dan mengevaluasi perkembangan lingkup praktek kebidanan. bidan mempunyai ciri khas yang khusus. pendapat. 3. mahasiswa bidan pada komite UK (United Kingdom) untuk memperbaiki pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA http://www.co.google. Saran · Agar pemerintah terus berupaya mendukung profesi bidan dengan cara meningkatkan kwalitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas pendidikan bagi bidan. C.mozilla%3Aen-US %3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp . · Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif dalam organisasi dan mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan etika profesi.id/search?client=firefox-a&rls=org. B. · Bagi organisasi diharapkan agar terus berupaya mengembangkan pelayanan dan pengetahuan bagi semua bidan secara adil dan merata.Kebidanan sebagai profesi merupakan komponen yang paling penting dalam meningkatkan kesehatan perempuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->