P. 1
Kumpulan Kultum 10 Penyejuk Seluruh Hati

Kumpulan Kultum 10 Penyejuk Seluruh Hati

|Views: 13,345|Likes:
Published by Eross Chandra

More info:

Published by: Eross Chandra on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

1

MUKADIMAH Segala puji bagi Allah, Maha suci Zat yang seluruh langit dan isinya bertasbih kepadanya. Maha suci Zat yang seluruh laut dan isinya bertasbih kapadaNya. Maha suci Zat yang seluruh gunung dan yang ada padaNya bertasbih kepadaNya. Maha suci zat yang seluruh bintang bertasbih kepadaNya. Maha suci Zat yang langit dan seluruh galaksinya bertasbih kepadaNya. Maha suci Zat yang seluruh pohon dan akar serta buahNya bertasbih kapadaNya. Maha suci Zat yang tujuh lapis langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya bertasbih kepadaNya. Maha suci zat yang seluruh makhluknya bertasbih kepadaNya. Sungguh Engkau Maha Mulia lagi Maha Tinggi. Maha suci Engkau, Maha Suci Engkau. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammmad SAW, beserta kerabat, sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman. Buku ini berisi tentang kisah kisah teladan pembawa hikmah, gagasan gagasan cerdas,dan pengalaman pengalaman yang

mencerahkan,yang diambil penyusun dari karya karya istimewa dari orang orang pilihan. Dalam penyusunan buku ini penyusun banyak mendapatkan bantuan serta kerjasama dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga buku ini dapat terselesaikan. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat Bapak Drs. H Fansuri MPd ayah kami tercinta yang selalu setia memberikan bimbingan, arahan serta bantuan baik moril maupun materiil. serta pada pihak pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
2

Penyusun menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi bahasa maupun segi sistematika yang digunakan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan dan pengetahuan serta keterampilan penulis selaku mahasiswa masih dangkal. Oleh karena itu, penyusun

mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi menyempurnakan dan memperbaiki buku ini. Akhirnya penyusun berharap semoga buku ini dapat menjadi pencerah dan sarana mendekatkan bermanfaat baik untuk penulis maupun semua pihak. Amin Ya Rabbal „Alamin.

Banjarbaru,

Agustus 2010

Penyusun

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

3

DAFTAR ISI

Mukadimah ............................................................................ Daftar isi ................................................................................ Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (1)....................... Langkah-Langkah Menguatkan Tauhid.................. Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (2)....................... Cabang-Cabang Iman.............................................. Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (3)....................... Isti‟jal ...................................................................... Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (4)....................... Niat dan Ikhlas ........................................................ Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (5)....................... Berbuat Taat untuk Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat .......................................................... Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (6)....................... Kucing dan Rumah Kayu Berdinding Cermin ....... Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (7)....................... Usia.......................................................................... Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (8)....................... Menanam Rasa Takut Kepada Allah ...................... Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (9)....................... Anjing-Anjing Neraka ............................................ Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati (10).....................
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

1 4 6 7 10 11 16 17 26 27 34

35 40 41 43 44 50 51 56 57 59
4

Kekuatan Sebuah Doa ............................................. Kultum Bapak H. Drs. H. Fansuri, M. Pd .............. Kultum Bapak H. Soemidjan, B. Sc ....................... Biodata Penyusun ..................................................................

60 65 69 75

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

5

Sabar… Dibalik kesedihan, ada kebahagiaan Dibalik kesulitan, ada kelapangan Semua akan menjadi indah pada waktunya Aulia Rahman LANGKAH-LANGKAH MENGUATKAN TAUHID

Tauhidullah atau mengesakan Allah dalam segala hal, baik dengan hati, lisan (ucapan), maupun amal perbuatan sehari-hari adalah merupakan inti utama ajaran Islam. Karena, hal itu menjadi inti utama ajaran para Rasul Allah, sejak dari rasul pertama sampai terakhir. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT QS Al-Anbiya: 25, ''Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: 'Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku'.'' Tauhidullah ini harus termanifestasikan melalui keinginan yang kuat untuk membangun persaudaraan dan menebarkan cita-cita ukhuwah Islamiyyah dalam bingkai wihdatul ummah (kesatuan umat). Sebab, harus disadari bahwa hanya dengan kedua pilar inilah (tauhidullah dan wihdatul ummah), umat Islam tidak akan pernah mendapatkan kehinaan dan kemiskinan kapan dan di manapun berada. Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imran: 112, ''Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia ....'' Semua praktik ibadah dalam syariat Islam selalu mencerminkan kedua hal ini. Shalat, sebagai contoh, diawali dengan takbiratul ihram yang
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
6

bermakna meyakini bahwa tidak ada yang mahabesar kecuali hanya Allah SWT, dan karena itu tidaklah pantas beribadah, ruku, dan sujud kecuali hanya kepada-Nya. Diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri yang bermakna menebarkan salam kedamaian bagi semua umat. Karena itu, orang yang shalatnya khusyuk akan semakin rendah hati pada Allah SWT dan semakin mencintai sesama umat yang rukuk dan sujud bersama-sama. Ibadah puasa yang wajib dilakukan selama bulan Ramadhan maupun puasa sunah lainnya, mencerminkan keikhlasan yang sungguh-sungguh untuk selalu diawasi oleh Allah SWT dalam segala tindakan dan perbuatan. Implementasinya, orang yang berpuasa dengan penuh kesungguhan akan menjadi orang yang jujur dalam hidupnya dan memberikan kebaikan kepada sesamanya. Bahkan, di akhir bulan Ramadhan, kaum Muslimin diperintahkan untuk membayar zakat fitrah sebagai simbol kepedulian dan perhatian yang penuh terhadap kelompok fakir miskin. Demikian pula ibadah zakat maal lainnya penuh dengan simbolisasi kecintaan kepada sesama umat manusia dan terutama kepada kelompok dhuafa yang sedang mengalami kesulitan dan masalah dalam hidupnya. Praktik ibadah haji yang merupakan rukun Islam terakhir, yang diawali dengan berpakaian ihram dan diakhiri dengan tahallul, semuanya menggambarkan kecintaan kepada Allah SWT dan kerinduan untuk membangun kesatuan umat dari manapun jamaah haji itu berasal. Predikat haji mabrur, seperti kata para ulama, adalah orang yang kecintaannya kepada Allah SWT menjadi bertambah kokoh dan kedekatan kepada sesama manusia semakin kuat.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

7

Karena itu, penguatan tauhidullah harus disertai dengan penguatan wihdatul ummah, yaitu umat yang menyatu dalam keyakinan, keimanan, dan ibadah kepada Allah SWT, serta memberikan kemanfaatan pada sesama manusia. Wa Allahu a‟lam.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

8

Kenalilah isi dunia untuk kehidupan mu Tapi jangan lupa, kenalilah pencipta isi dunia ini

Ahmad Syadzali

Cabang-Cabang Iman “Iman itu lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan, "Laa ilaaha illallah" dan cabang yang paling rendah yaitu menyingkirkan kotoran dari jalan."(HR. Muslim) Al-Hafizh Ibnu Hajar telah meringkas hal tersebut dalam kitab-nya Fathul Baari, sesuai keterangan Ibnu Hibban, beliau berkata, "Cabang-cabang ini terbagi dalam amalan hati, lisan dan badan." Amalan Hati: Adapun amalan hati adalah berupa i'tikad dan niat. Dan ia terdiri dari dua puluh empat sifat (cabang); iman kepada Allah, termasuk di dalamnya iman kepada Dzat dan Sifat-sifat-Nya serta pengesaan bahwasanya Allah adalah: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat."(Q. S. As-Syuraa: 11). Serta ber'itikad bahwa selain-Nya adalah baru, makluk. Beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat-malaikat, kitab-kitab dan para rasul-Nya. Beriman kepada qadar (ketentuan) Allah, yang baik mau-pun yang buruk. Beriman kepada hari Akhirat: Termasuk di dalamnya pertanyaan di dalam kubur, kenikmatan dan adzab-Nya, kebangkitan dan pengumpulan di

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

9

Padang Mahsyar, hisab (perhitungan amal), mizan (tim-bangan amal), shirath (titian di atas Neraka), Surga dan Neraka. Kecintaan kepada Allah, cinta dan marah karena Allah. Kecintaan kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam dan yakin atas keagungan beliau, termasuk di dalamnya bershalawat atas Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam dan mengikuti sunnahnya. Ikhlas, termasuk di dalamnya meninggalkan riya dan nifaq. Taubat dan takut, berharap, syukur dan menepati janji, sabar, ridha dengan qadha dan qadhar, tawakkal, kasih sayang dan tawadhu (rendah hati), termasuk di dalamnya menghormati yang tua, mengasihi yang kecil, meninggalkan sifat sombong dan bangga diri, meninggalkan dengki, iri hati dan emosi. Perbuatan Lisan: Ia terdiri dari tujuh cabang: Mengucapkan kalimat tauhid, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah, membaca Al-Qur'an, belajar ilmu dan mengajarkannya, berdo'a, dzikir, termasuk di dalamnya istighfar (memohon ampun kepada Allah), bertasbih (mengucapkan, "Subhanallah", dan menjauhi perkataan yang sia-sia. Amalan Badan: Ia terdiri dari tiga puluh delapan cabang: Yang berkaitan dengan materi Bersuci baik secara lahiriyah maupun hukumiah: termasuk di dalamnya menjauhi barang-barang najis, menutup aurat, shalat fardhu dan sunnat, zakat, memerdekakan budak.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

10

Dermawan: termasuk di dalamnya memberikan makan orang lain, memuliakan tamu. Puasa baik fardhu maupun sunnat, i'tikaf, mencari lailatul qadar, haji, umrah dan thawaf. Lari dari musuh untuk mempertahankan agama: termasuk di dalamnya hijrah dari negeri musyrik ke negeri iman. Memenuhi nadzar, berhati-hati dalam soal sumpah (yakni bersumpah dengan nama Allah secara jujur, hanya ketika sangat membutuhkan hal itu), memenuhi kaffarat (denda), misalnya kaffarat sumpah, kaffarat hubungan suami-istri di bulan Ramadhan. Yang berkaitan dengan nafsu Ia terdiri dari enam cabang: menjaga diri dari perbuatan maksiat (zina) dengan menikah, memenuhi hak-hak keluarga, berbakti kepada kedua orang tua: termasuk di dalamnya tidak mendurhakainya, mendidik anak.Silaturahim, taat kepada penguasa (dalam hal-hal yang tidak merupakan maksiat kepada Allah), dan kasih sayang kepada hamba sahaya. Yang berkaitan dengan hal-hal umum Ia terdiri dari tujuh belas cabang: menegakkan kepemimpinan secara adil, mengikuti jama'ah, taat kepada ulil amri, melakukan ishlah (perbaikan dan perdamaian) di antara manusia termasuk di dalamnya memerangi orangorang Khawarij dan para pemberontak. Tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, termasuk di dalam-nya amar ma'ruf nahi munkar (memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran), melaksanakan hudud (hukuman-hukuman yang telah ditetapkan Allah). Jihad, termasuk di dalamnya menjaga wilayah Islam dari serangan musuh, melaksanakan amanat, di antaranya merealisasikan pembagian seperlima
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
11

dari rampasan perang: Utang dan pembayaran, memuliakan tetangga, bergaul secara baik, termasuk di dalamnya mencari harta secara halal. Menginfakkan harta pada yang berhak, termasuk di dalamnya

meninggalkan sikap boros dan foya-foya. Menjawab salam, mendo'akan orang bersin yang mengucapkan alham-dulillah, mencegah diri dari menimpakan bahaya kepada manusia, menjauhi perkara yang tidak bermanfaat serta menyingkirkan kotoran yang mengganggu manusia dari jalan. Hadits di muka menunjukkan, bahwa tauhid (kalimat laa ilaaha illallah) adalah cabang iman yang paling tinggi dan paling utama. Oleh karena itu, para da'i hendaknya memulai dakwahnya dari cabang iman yang paling utama, kemudian baru cabang-cabang lain yang ada di bawahnya. Dengan kata lain, membangun fondasi terlebih dahulu (tauhid), sebelum mendirikan bangunan (cabang-cabang iman yang lain). Mendahulukan hal yang terpenting, kemudian disusul hal-hal yang penting.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

12

Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa” (QS. 17:11). Kemuliaan hanya akan diberikan kepada mereka yang bersabar bukan yang tergesa-gesa.

Ita ISTI’JAL (TERGESA-GESA) Isti‟jal merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh parada‟i, sehingga seringkali hal ini meskipun diiringi dengan niat yang ikhlas dan semangat yang tinggi membuat potensi dakwah dan harakah terhambat, bahkan tidak jarang mundur ke belakang. Bahkan yang lebih parah lagi lahirnya sikap antipati dan „rasa ngeri‟ yang dialamatkan kepada dunia dakwah dan harakah secara keseluruhan. Untuk itu perlu sekali masalah ini dipahami baik-baik, penyebab dan cara penanggulangannya. Sebetulnya Islam memandang sifat tergesa-gesa adalah bagian dari watak dasar manusia, seperti yang telahAllah nyatakan : “Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa” (QS. 17:11). “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa” (QS. 21:37) Oleh karena itu Islam tidak “saklek” memandang isti‟jal sebagai suatu hal yang dibuang jauh-jauh. Sebab ada kalanya sifat ini dibolehkan manakala persiapannya telah matang dan telah menguasai medan serta

mempertimbangkan masak-masak akibat-akibat yang akan terjadi, sebagaimana kisah nabi Musa as.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

13

“Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa. Berkata Musa : Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepadaMu ya Rabb-ku supaya Engkau ridha (padaku)” (QS. 20: 83-84) Sebaliknya, jika hanya bermodalkan semangat dan dorongan jiwa yang belum memungkinkan, maka di sinilah isti‟jal merupakan sebuah „penyakit‟. Sebab-Sebab Isti’jal 1. Dorongan jiwa. Sebagaimana yang telah diutarakan, bahwa isti‟jal adalah bagian dari watak dasar manusia, maka jika seorang da‟i tidak bisa mengendalikan dirinya dan berfikir realistis, kemungkinan besar dia akan terperangkap dalam isti‟jal. 2. Semangat dan gejolak Keimanan. Seseorang yang imannya telah menancap kuat dalam dirinya maka dia akan melahirkan kekuatan yang amat besar. Jika tidak diarahkan dengan tepat maka dia akan meledak tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi. Dalam kerangka inilah dakwah Rasul pada marhalah (fase) Makkiyah lebih dikonsentrasikan pada kesabaran dan ketabahan. 3. Era Globalisasi. Zaman dimana kita hidup kini adalah zaman dimana segala sesuatu bergerak dengan cepat. Seseorang yang pagi harinya berada di Jakarta beberapa saat kemudian sudah bisa berada di Cairo, berita yang terjadi di belahan dunia bisa kita saksikan pada saat yang bersamaan. Gejala seperti inilah yang menjalar ke arah dunia harakah dimana segala sesuatu harus dirampungkan secepatnya.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

14

4. Keberhasilan yang dicapai oleh musuh dan kurangnya pemahaman tentang metode-metode yang mereka gunakan. Tak dapat disangkal lagi bahwa dunia sekarang ini lebih banyak dikendalikan oleh orang-orang kafir, sehingga banyak sekali programprogram mereka yang terlaksana. Berdirinya negara Israel adalah salah satu (dari sekian banyak) bukti keberhasilan mereka seiring dengan keruntuhan khilafah Usmaniyah. Padahal sebelum itu negara Israel tak lebih dari angan-angan semata, tetapi setelah merampas sebagian dari bumi Islam-Palestina- mereka sudah dapat mewujudkan keinginannya, bahkan sesudah mulai menjalar ke Lebanon dan bukan tidak mungkin seluruh negeri Arab lainnya, sesuai dengan impian mereka (orangorang Yahudi):Israel Raya dari sungai Nil sampai sungai Eufrat. Belum lagi penderitaan dan penindasan yang banyak dialami oleh umat Islam di banyak belahan dunia , kerugian moral ataupun fisik dan hukumhukum Allah yang dimulai disingkirkan sedikit demi sedikit, adalah bagian yang tak terpisahkan dari makar yang terus menerus mereka lakukan di samping tentu saja kondisi kaum muslim yang semakin jauh dari Dinnnya 5. Meluasnya kemungkaran, tetapi tak paham, cara penanggulangannya yang paling tepat. Di zaman sekarang ini kemungkaran memang sangat merajalela apalagi sarana dan suasana untuk itu sangat tersedia (atau justru disediakan?). bagi orang-orang tertentu yang ingin hidup jauh dari dosa dan penuh dengan nilai –nilai keimanan, suasana seperti itu sudah barang tentu sangat menyiksa. Sikap seperti itu tentu akan melahirkan keinginan yang besar untuk menghapus kemungkaran, apalagi ketika
15

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

diketahuinya banyak ayat-ayat atau hadits nabi yang menunjukkan betapa pentingnya kemungkaran dihilangkan. Bahwa menghilangkan kemungkaran wajib bagi setiap muslim adalah hal yang tak perlu diragukan lagi. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa tidak setiap kemungkaran dapat dihilangkan harus tidak berakibat kepada lahirnya kemungkaran harus tidak berakibat kepada lahirnya

kemungkaran yang lebih besar. 6. Kerja dengan mengabaikan pengalaman sebelumnya. Pengalaman adalah guru yang terbaik, orang yang tidak mau belajar dari pengalaman akan terjebak dua kali di tempat yang sama. Dalam sejarah seringkali isti‟jal yang tidak didahului oleh pembinaan yang mantap hanya memberikan kesempatan yang lebih besar bagi musuhmusuh Allah untuk segera menumpas lajunya dakwah dan harakah. 7. Tak kuat menanggung cobaan dan jalan dakwah yang panjang. Cobaan dan waktu yang terpisahkan dari dakwah itu sendiri, seseorang yang tidak siap menghadapi hal ini akan sulit bertahan dan akhirnya akan mengambil jalan pintas. Padahal di zaman Rasul sahabat Kahabbab bi Arit pernah mengadu dan mohon agar dia berdoa kepada Allah SWT agar cepat-cepat menurunkan bantuannya setelah beratnya derita dan siksaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir kepadanya dan sahabat-sahabatnya. Tetapi untuk pengaduannya itu Rasul masih menganggapnya „tergesa-gesa‟ sambil membandingkannya dengan umat terdahulu yang tabah dan tsabat (eksis) di atas jalan Allah meskipun ada yang harus menggali kuburan untuk dirinya sendiri, di gergaji kepalanya dan tubuhnya dibelah dua atau ada juga yang disisir

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

16

dengan sisir besi hingga terkelupas dagingnya sampai ke tulangtulangnya. 8. Melupakan ghayah (tujuan) seorang muslim. Banyak da‟i yang keliru menjadikan natijah (hasil) sebagai ghayah dari setiap usahanya dalam dakwah , sehingga tatkala natijah tak kunjung datang, hatinya menjadi tak tenteram dan akhirnya mengarah pada sikap isti‟jal. Padahal ghayah seorang muslim adalah mardhotillah dan itu akan terwujud manakala seorang da‟i selalu I‟tizam dalam manhajNya serta tsabat hingga akhir hayat, terlepas apakah dia berhasil atau tidak, karena yang Allah tuntut adalah usaha seseorang bukan natijahnya. 9. Melupakan sunnatullah terhadap orang-orang kafir. Salah satu sunnatullah terhadap mereka adalah menangguhkan azabnya dan mengulur-ulur keruntuhannya. “Dan Aku memberi tangguh kepada mereka, sesungguhnya rencanaKu amat teguh’(Q.S. 68:45) 10. Keberhasilan yang diraih pada tahap-tahap permulaan. Adakalanya seseorang terpedaya oleh keberhasilannya sendiri, seperti jumlah pengikut yang cepat bertambah atau berhasilnya beberapa program yang dia canangkan, dengan itu dia kira segalanya terbuka lebar untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan berikutnya selekaslekasnya. Padahal musuh setiap saat selalu mengintai dan mencari kesempatan yang paling tepat untuk menghancurkan gerakan dakwah. 11. Berteman dengan seorang yang memiliki sifat isti‟jal. Pengaruh seorang teman sangat besar sekali dalam membentuk pribadi seseorang, apalagi jika teman tersebut memiliki pribadi yang kuat.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
17

Kemungkinan isti‟jal akibat pengaruh teman adalah bukan hal yang mustahil. Penanggulangan Isti’jal 1. Memperhatikan kembali dengan cermat dampak negatif yang ditimbulkan oleh sikap isti‟jal yang tanpa perhitungan (tanpa harus menuding siapa-siapa) 2. Mengambil ibrah dari proses penciptaan alam ini, dimana Allah SWT dengan segala kekuasaanya mampu menciptakan segala sesuatu dalam sekejap, tetapi menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari (Q.S. 7:54) 3. Memperhatikan kembali sirah nabawiyah dan para sahabatnya, bagaimana sabar dan konsistennya mereka dalam jalan Allah walau menghadapi cobaan yang berat dan jalan yang amat panjang. Begitu pula sejarahnya pada ulama dan para da‟i yang iltizam. Dengan manhaj Allah dan Rasul-Nya serta sabar di atasnya. 4. Berdakwah atas dasar manhaj yang jelas, memiliki sasaran jangka pendek dan jangka panjang lengkap dengan marhalah-marhalah yang harus dilalui. Dengan hal semacam ini potensi yang besar jadi terserap dalam kerja yang efektif dan efisien tidak diarahkan kepada hal yang malam memperlemah potensi itu sendiri. 5. Memahami strategi dan metode musuh-musuh Allah dalam

menjalankan usaha mereka. 6. Tidak takut dan gentar dengan kondisi musuh-musuh Allah yang telah mapan dan telah menancapkan kukunya kuat-kuat di dunia Islam,

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

18

berdasarkan keyakinan bahwa Allah SWT dapat dengan mudah menghilangkan semua itu. 7. Melatih diri sendiri untuk selalu bersikap hati-hati dalam melakukan tindakan dan punya pandangan jauh ke depan. 8. Mempelajari baik-baik cara menghilangkan kemungkaran supaya tidak melahirkan kemungkaran baru yang lebih besar dan tentu saja dapat menghindari sikap isti‟jal memperhatikan kembali ghayah yang harus diraih oleh seorang muslim supaya tidak terburu-buru ingin melihat hasil yang belum waktunya dan memaksakan kedatangannya.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

19

“Pelajarilah niat, sebab ia lebih berpengaruh dan sulit daripada amalan itu sendiri” (Yahya Bin Katsir)

Nana Norliani

NIAT DAN IKHLAS

Firman Allah SWT : (Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan siasialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16 Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq 'alaih. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
20

yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan (kamu telak dipujipuji sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka. Seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal alQur'an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur'an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur'an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur'an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka (HR Muslim).

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

21

NIAT Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan

mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barangsiapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya. Hikmah yang dapat diambil dari ayat dan hadits di atas : 1. Bahwa dari syarat diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu karena Allah Ta'ala. 2. Pentingnya ikhlas, karena amal tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia ( seperti memberikan sedekah, membaca al-Qur'an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahkan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir). 3. Bahwa baiknya bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas. 4. Wajibnya memperbaiki niat dalam segala perbuatan, dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

22

IKHLAS "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dengan lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5) 1. Ikhlas merupakan suatu sifat yang sangat agung, suatu rahasia dari rahasia-rahasia yang dititipkan hanya di qalbu para hamba yang dicintai-Nya. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang benar-benar murni ketha'atannya serta bersih dari noda-noda syirik, terlindung dari karat-karat jahiliyyah, terbebas dari penyakit-penyakit jiwa. 2. Mereka adalah jiwa yang senantiasa berada dalam kecintaan kepada AlHaq. Gerak-geriknya adalah dzikru 'l-Laah. Senyum dan tangisnya hanya karena Allah. Desah dan resahnya-pun karena Dia semata-mata. Shalatnya, 'ibadahnya, hidupnya, matinya, dan semuanya demi Allah Rabbu 'l-'Aalamiin. Ikhlas adalah tingkat ihsan, yang meyakini sekalipun dirinya tidak dapat melihat Allah, tapi Allah melihat apa saja yang ia kerjakan. Ia meyakini Allah bersama dengannya dimanapun ia berada. Desah nafasnya, getar hatinya, lintasan berfikirnya, resah jiwanya selalu merasa dalam pengawasan Allah, sang Kekasih. "Dan Dia bersama dengan kalian dimanapun kalian berada, dan Allah Maha Melihat akan apa-apa yang kalian kerjakan."(QS.Al-Hadiid:4) Ikhlas itu tidak pernah memandang, menghitung-hitung apa-apa yang telah diperbuat, tidak mengharap-harap balasan/ganjaran dan tidak pernah merasa puas dengan 'amal-'amal yang telah dikerjakannya. Ia tidak membutuhkan pengakuan dirinya, hawa nafsunya, apalagi orang lain. Ia tidak mencari keindahan. keuntungan, pujian, popularitas, fasilitas apalagi isi tas.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
23

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan kekayaan kalian, tapi Allah melihat kepada qalbu kalian dan 'amal-'amal kalian." (H.R. Imam Muslim) 3. Riya' merupakan penyakit yang tidak akan berjangkit didalam hati hamba Allah yang selalu ikhlas, karena keduanya bertolak belakang. Penyakit Riya' membuat seseorang ternoda dan tertolak 'amal-'amalnya, karena Allah tidak suka disaingi oleh apapun dan siapapun. "Janganlah sekali-sekali kamu menyangka bahwa orang- orang yang gembira dengan apa yang telah mereka perbuatan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan. Janganlah kamu menyangka bahwa terlepas dari siksa dan bagi mereka siksa yang paling pedih." (QS. Ali 'Imraan:188) 4. Demikian pula nifaq, sikap pura-pura yang menampilkan wajah suci Islam tetapi sebenarnya kafir dan membenci Islam. Munafiq kategori ini jelas-jelas kafir. "Allah menjanjikan bagi orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, dan orang-orang kafir neraka jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka jahanam itu bagi mereka, Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab neraka jahannam yang kekal." (QS.At-Taubah:68) "Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka dan kamu tak akan memperoleh seorang penolongpun bagi mereka." (QS. AnNisaa':145)

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

24

“Siapa saja yang menginginkan kebaikan, Allah akan memberinya kebaikan. Siapa saja yang menjauhi keburukan Allah akan melindunginya. Siapa saja yang meminta kesabaran Allah akan membuatnya sabar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Aulia Rahmi BERBUAT TAAT UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT Manusia mau tidak mau harus terikat dengan hukum syara‟ jika ingin bahagia dunia akhirat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perspektif, yaitu: 1. Manusia itu lemah dan terbatas Setiap manusia memiliki jantung yang senantiasa berdetak, tahukah ia berapa kali jantungnya itu berdetak pada menit pertama, kedua, dan sterusnya?berapa banyak air yang telah ia habiskan selama

hidup?banyak lagi pertanyaan sulit yang bahkan tidak dapat dijawab. Kalaupun mampu mungkin hanya berupa jawaban kira-kira atau belum pasti. Dalam perkara materil yang lebih kompleks manusiapun kesulitan untuk menjawabnya. Mengapa manusia memiliki rasa kasihan sekaligus rasa arogan?mengapa manusia memiliki rasa sayang sekaligus benci?mengapa manusia memiliki rasa ingin

memilki?mengapa manusia memilki rasa takut?manusia tidak bisa menjawabnya. Kalupun bisa member jawaban hanyalah bersifat
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
25

dugaan, bukan bersifat tepat dan pasti, itu dikarenakan manusia lemah dan terbatas. Apalagi dalam perkara gaib. Bagaimana sebenarnya jin itu?siapakah malaikat itu?bagaimana arsy itu?dan seribu satu macam pertanyaaan lainnya. Dengan semata mengandalkan akalnya, manusia tidak mampu untuk menjawab. Andai memaksakan diri untuk menjawabnya, jawaban itu akan berbeda satu orang dengan orang yang lain. Bahkan mungkin bertentangan. Akhirnya kebenaran pun menjadi relative tergantung masa dan tempat. Demikianlah perbedaan dan pertentangan terjadi antar sesama manusia. Bahkan seseorang memiliki pemikiran dan pendapat berbeda untuk satu persoalan dalam saat yang berbeda. Iulah realitas manusia lemah dan kurang, apalagi dalam hal menentukan kebaikan-kebaikan dunia akhirat bagi umat manusia. Persoalan ini bagi seorang muslim bukan semata didasarkan pada realitas yang dilihatnya. Dia meyakini betul firman Allah SWT dalam Al-Qur‟an yang menjelaskan bahwa pengetahuan manusia itu amatlah terbatas, yaitu: ”Dan tidaklah kalian Aku beri ilmu melainkan sedikit” (QS.Al-Isra:5) “Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh”(QS.AlAhzab:72) Berdasarkan realitas kelemahan dan keserbakekurangan manusia ini maka manusia menyerahkan pengaturan kehidupan kepada hukum dan peraturan yang diproduksi oleh manusia itu sendiri hanya kan mendatangkan kerusakan. 2. Allah Maha Tahu segala sesuatu Dia sendiri yang menjelaskan kepada kita dalam firmannya:
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
26

“Dan Dia maha mengetahui atas segala sesuatu” (QS.Al-Baqarah :29) Dalam surah lain Allah juga berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Dia maha mengetahui tentang apa yang ada dalam dada” (QS. Al-Anfal: 43) Dalam surah Yunus Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Allah maha mengetahui atas apa yang mereka perbuat”. (QS. Yunus: 36) 3. Perintah Allah untuk terikat dengan hukum-Nya Allah berfirman: “Maka demi Rabb-Mu, (mereka pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka kemudian mereka tidaka merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang mereka berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. Al-Baqarah). Islam telah menerapkan satu tolak ukur untuk menilai segala sesuatu sehingga dapat diketahui mana perbuatan terpuji (baik) yang harus segera dilaksanakan dan mana perbuatan yang tercela (buruk) yang harus segera ditinggalkan. Tolak ukur ini adalah hukum syara‟ yakni aturan-aturan Allah yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dan bukan akal dan hawa nafsu manusia. Sehingga apabila syara menilai suatu perbuatan itu terpuji, maka itulah terpuji. Sebaliknya, jika perbuatan itu buruk (tercela) maka itulah tercela. Berdasarkan paparan di atas jelaslah bahwa manusia lemah dan terbatas. Seluruh perbuatannya akan dihisab oleh Allah. Sementara Allah Maha cepat hisab-Nya, Allah maha tahu perbuatan manusia,
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
27

malaikat pun mengawasi, Dia pun memerintahkan kepada kita untuk selalu terikat dengan hukum syara. Untuk itu kita perlu memahaminya, caranya dengan pengkajian islam dengan lebih mendalam. Semoga kita tergolong ke dalam hamba Allah yang selalu mempelajari islam secara lebih mendalam. Semoga kita semua dapat menjadi hamba Allah yang berbahagia dunia dan akhirat. Amin.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

28

Sebuah benih kecil di tanah segera mulai bertunas "Dari semua jenis bunga yang tumbuh di sekelilingku, akan menjadi bunga apakah aku? Aku tidak mau menjadi bunga mawar ; ia berduri Aku tidak ingin menjadi bunga lili ; warnanya terlalu pucat dan Aku tentu tidak mau menjadi bunga violet ; ia terlalu kecil dan tumbuh terlalu dekat ke tanah" Demikianlah benih yang sombong itu mengkritik setiap bunga, sampai suatu hari di musim panas ia terbangun, dan mendapati dirinya tumbuh menjadi ilalang! Created. By Heksa

Nurhidayati KUCING DAN RUMAH KAYU BERDINDING CERMIN

Disebuah perkampungan hiduplah seekor kucing dengan dua ekor anaknya. Walaupun berasal dari rahim yang sama sang anak memiliki tabiat yang berbeda. Yang sulung selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun. Semantara adiknya memiliki perilaku yang berbeda sama sekali. Ia selalu marah marah. Usut punya usut , ternyata semuanya berawal dari ketika keduanya bermain ke dalam sebuah hutan. Disana ada sebuah rumah kayu dengan dinding cermin. Yang terkenal dengan sebutan rumah dinding cermin. Ketika si sulung masuk ke dalam rumah tersebut, ia tersenyum hangat. Ternyata semua kucing yang ada di dalamnya tersenyum, lebih hangat, ia
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
29

pun melompat lompat dengan ceria. Kucing yang lainpun ikut melompa. Ia mengangkat tangan menyapa. Ternyata yang lainpun menyapa. Ia pun keluar dengan lambaian tangan mesra yang dibalas dengan mesra. Berbeda dengan yang kucing kedua. Ia masuk dengan kening mengernyit, ternyata semua kucing berprilaku sama. Ia mulai bingung dan kesal. Ia pun melotot, kucing lain pun melotot. Ketika ia menggeram, yang lain pun menggeram. Ia pun pasang kuda kuda untuk menangkis setiap serangan dan menyerang. Yang lain pun sama, akhirnya ia berlari keluar untuk menghindari terkaman dari kucing kucing yang ada dalam rumah kayu itu. Dari kisah tersebut dapat kita ambil hikmah bahwa apa yang diberikan orang lain kepada kita adalah cerminan dari apa yang kita berikan kepada mereka. Bagai anak kucing yang melihat bayangannya sendiri. Wajah orang lain adalah cerminan wajah kita Oleh karena itu tersenyumlah maka seisi dunia ini akan tersenyum. Tersenyumlah di asrama maka seisi asrama akan tersenyum. Ucapkan salam maka seisi asrama akan mendoakan kita, bila kita berada di asrama dengan keceriaan dan keramahan maka yang muncul adalah keramahan dan keceriaan pula. Begitu sebaliknya bila kita melangkahkan kaki dengan wajah cemberut, marah marah, maka yang keluar adalah cemberut dan kemarahan Seperti pernyataan Andrew T Somers “perlakukan setiap orang dengan baik hati dan hormat, meski mereka berbuat buruk terhadap kita, ingatlah bahwa kita memberikan penghargaan kepada orang lain bukan karena siapa mereka, tetepi karena diri kita sendiri ”

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

30

Gunakanlah waktu selagi masih bisa Untuk bersujud dan memohon ampunan

Ukhti Fada Uhara USIA ”Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (As Sajdah : 5). ”Allah bertanya : ”Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab : ”Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. Allah berfirman : ”Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mu‟minun :112 – 114). Berapa lama manusia hidup di dunia? Memperhatikan usia Rasulullah Saw, yaitu 63 tahun, dapat diambil asumsi bahwa rata-rata usia manusia adalah 63 tahun. Dengan ketentuan yang telah Allah firmankan dalam As Sajdah : 5, yang menyebutkan bahwa satu hari akhirat sama dengan seribu tahun dunia, maka usia manusia hanya 63/1.000 hari akhirat, atau kurang lebih hanya 1,5 jam akhirat. Betapa singkatnya!!!!!!

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

31

Mengapa Allah memberi usia yang pendek tersebut? Waktu yang singkat tersebut untuk menguji manusia sejauh mana ketaatan manusia pada kehendak-kehendakNya, yaitu agar menjadi jelas, siapa yang akan menempati surga dan siapa yang akan menjadi penghuni kekal neraka. Bila manusia diberi usia panjang, tentulah akan lebih menderita, karena ujian yang diterimapun akan menjadi lama. Karena hidup yang sangat singkat inilah, tentunya amat rugi orang-orang yang tidak berperilaku sebagaimana yang diinginkanNya. Memang sulit, bahkan mungkin mustahil, dapat begitu saja berperilaku hidup sesuai dengan aturan main Allah, bila manusia tidak mempunyai bekal yang cukup. Bekal yang diperlukan adalah keyakinan Ilahiah. Sebagaimana Rasulullah bersabda : ”Sebaik-baik yang tertanam di dalam hati itu adalah keyakinan”. Semakin banyak dan dalam keyakinan-keyakinan yang dimiliki, maka semakin memudahkan manusia untuk berperilaku hidup sesuai dengan aturan main yang ditentukanNya. Adapun yang menjadi bahan dasar terbentuknya keyakinan Ilahiah itu adalah ilmu. Dan agar ilmu itu dapat menjadi suatu keyakinan, maka harus digodok lebih lanjut dengan tafakur. Pentingnya tafakur ini dapat diketahui dari besarnya balasan yang diterima dari Allah, sebagimana disampaikan oleh Rasulullah Saw: ”Bertafakur sejenak lebih baik daripada ibadah satu tahun”. Keyakinan, kunci untuk memudahkan berperilaku hidup sesuai aturan Allah 1. Keyakinan akan adanya akhirat “Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,

mempunyai sifat yang buruk; Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi;
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
32

dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (An Nahl : 60). Manusia yang haqqul yakin dengan adanya kehidupan akhirat, yaitu tempat dimana harus mempertanggungjawabkan perilaku hidupnya sewaktu di dunia, pastilah akan mempunyai akhlak yang baik. Karena keyakinannya akan menjadi perisai bagi dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang menyimpang dari yang ditentukan Allah, seperti bersikap sombong, culas, zholim, kikir, budaya mumpung yang tidak terpuji dan lain sebagainya. Seorang tokoh sufi yang bernama Abdullah bin Khubaiq berkata : “Janganlah kamu bersedih hati kecuali karena sesuatu yang akan mencelakakanmu esok (di akhirat); dan janganlah pula kamu bersenang hati, kecuali karena sesuatu yang akan menyenangkanmu di alam keabadian nanti”. 2. Keyakinan akan mati “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah” (Luqman : 33). Manusia yang mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa dirinya suatu waktu pasti akan mati, akan terlindung dari sifat-sifat yang amat mencintai dunia. Karena sesungguhnyalah, rusaknya akhlak manusia dimulai dari rasa cinta yang berlebihan terhadap dunia. Nabi Muhammad Saw bersabda : ”Barangsiapa mencintai dunia, maka Allah tidak akan menolongnya dalam hal apapun. Disamping itu, Allah akan menetapkan di dalam hatinya empat hal : kesusahan yang
33

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

berkepanjangan, kesibukan yang tiada henti, kefakiran yang untuk selamanya dan angan-angan yang tidak ada batasnya”. Agar kecintaan yang berlebihan terhadap dunia ini dapat dikendalikan, Rasulullah Saw memberikan kiat, yaitu : “Perbanyaklah mengingat hal yang dapat menghancurkan segala macam kelezatan”. Dalam hadits lain, seorang sahabat bertanya : “Ya Rasulullah apakah ada orang yang dikumpulkan bersama syuhada di akhirat?”, menjawab Rasulullah : “Ya ada, yaitu orang yang selalu mengingat mati duapuluh kali dalam sehari1” (Rawi Baihaqi). 3. Keyakinan akan adanya setan “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyalanyala” (Fatir : 6). Manusia yang mempunyai keyakinan bahwa selama hidupnya di dunia akan selalu dihasut oleh setan (baik setan yang berasal dari manusia maupun jin atau perwujudan nafsu jeleknya sendiri), maka hatinya akan selalu siap siaga untuk melawan himbauan yang sesat. 4. Keyakinan bahwa di dunia hanya penentu kehidupan selanjutnya “Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Al Mulk : 1 – 2). “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan mainmain. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (Al ‟Ankabut : 64).
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

Manusia yang
34

mempunyai keyakinan bahwa hidup ini adalah semata-mata arena pengujian bagi ketaatannya dalam mengabdi kepada Allah Yang Maha Pencipa, akan mudah berperilaku sesuai dengan keinginan Allah, meskipun ia mengalami ujian demi ujian. Rasulullah bersabda : “Hidup ini adalah perjuangan, yaitu perjuangan untuk dapat selalu taat melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganlaranganNya”.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

35

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pandangan, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungjawabannya. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong karena sesunguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.“ (QS. Al Isra’ : 36-37)

Salasiah MENANAM RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Sebagai seorang muslim yang beriman telah meyakini bahwa Allah itu berkuasa memberi siksa kepada kita jika kita telah durhaka atau berbuat maksiat kepada-Nya. Sedangkan jika di dalam hati kita sudah ada rasa takut kepada Allah, maka hal itu merupakan bekal untuk mencapai keselamatan. Artinya, dengan memiliki rasa takut kepada Allah, maka kita akan takut untuk berbuat dosa. Jika kita takut berbuat dosa, maka akan selamat dari siksa Allah SWT. Seseorang yang merasa takut terhadap laknat dan siksa dari Allah, maka ia memiliki keyakinan bahwa perintah Allah jika tidak dilaksanakan maka ia akan menjadi durhaka dan tentu Allah akan mengancamnya dengan siksa. Dengan demikian sedapat-dapatnya ia menjauhi semua larangan-larangan Allah. Sebab dia menyadari bahwa sesuatu yang dilarang itu dibenci oleh Allah.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
36

Rasa takut kepada Allah hendaknya kita tanamkan di dalam hati. Begitu juga rasa harap harus pula ditanamkan dalam hati. Rasa harap adalah ada harapan pahala dan dan rahmat-Nya apabila kita menjalankan perintahperintah-Nya. Kedua faktor itu bila sudah kita miliki dan berpengaruh kuat pada jiwa kita maka akan mudahlah kita untuk menjalankan ibadah. Orang yang takut kepada Allah tentu akan merasa risau jika mengingat kematian. Bukan karena takut mati dan enggan meninggalkan dunia ini, bukan pula enggan berpisah dengan orang-orang yang dicintai. Kerisauan yang dirasakan karena dia menyadari bahwa dirinya banyak dosa dan khawatir bisa sewaktu-waktu ajal menjemputnya. Perasaan yang demikian itu, dipengaruhi pula bahwa amal kebaikan, kepada Allah yang dilakukan masih belum sempurna. Rasa takut yang demikian itu adalah ciri-ciri orang yang beriman. Sebaliknya, orang yang merasa aman dari Allah ialah mereka yang tidak mau tahu terhadap kematiannya. Sebaliknya, orang yang merasa aman dari Allah adalah mereka yang tidak mau tahu terhadap kematiannya. Ia lupa mengingat mati karena tenggelam dalam kesenangan dunia dan kemaksiatan. Dia merasa bebas berbuat apa saja sesuai dengan keinginan hatinya. Sesungguhnya orang yang di dunia merasa aman dari siksa, maka kelak di hari akhirat dia akan merasakan ketakutan yang luar biasa. Berbeda dengan orang yang beriman, jika ia mengingat dosanya, meskipun dosa itu kecil, ia tetap merasa ketakutan. Kemudian mendorong dirinya untuk memperbaiki amal ibadah dan menyegerakan taubat. Sikap yang demikian inilah yang dimaksudkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “ Ketika hati seorang mukmin bergetar karena takut kepada Allah, maka berjatuhanlah dosa-dosanya seperti daun kering yang berguguran dari tangkainya. “
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
37

Dalam hadits lain diterangkan bahwa suatu ketika Rasulullah ditanya tentang siapakah yang termasuk dalam kerabatnya? Beliau menjawab, “Keluargaku ialah setiap mukmin yang bertakwa, yaitu yang memiliki rasa takut dan rasa harap sampai di hari kiamat. Sedangkan wali-waliku adalah para mutaqin, dan masing-masing mampunyai kelebihan, kecuali takwa kepada Allah.” Hendaknya kita dapat membedakan antara perasaan takut kepada Allah dengan takut kepada sesama makhluk. Kalau takut kepada sesama makhluk, maka kita akan mempunyai kecenderungan untuk menghindari atau menjauhi. Karena menghindari atau menjauhi terhadap apa yang kita takutkan akan dapat menyelamatkan diri. Namun tidak demikian makna rasa takut kepada Allah. Takut kepada Allah bukan menjauhi atau menghindari-Nya. Bukan berarti enggan melaksanakan perntah-Nya dan tak menghiraukan larangan-Nya. Takut kepada Allah adalah taat. Jika kita sudah taaatmaka tak akan pernah melanggar ketentuan Allah, tapi dengan istiqamah dan ikhlas kita selalu menunaikan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Hendaknya kita benar-benar menyadari bahwa setiap detik kita selalu digoda oleh hawa nafsu, yang merupakan musuh jiwa orang-orang yang beriman. Sedetik saja kita terlena, maka kita akan diombang-ambingkan oleh hawa nafsu tersebut sehingga rasa takut kepada Allah menjadi berkurang, bahkan menjadi sirna. Kalau sudah demikian, maka jalan untuk berbuat maksiat begitu lapang dan mudah untuk kia lakukan. Hawa nafsu tidak pernah mendorong kita agar kita menjalankan kebaikan, tetapi selalu menjerumuskan kepada perbuatan dosa. Hawa nafsu berbeda dengan kata hati, sebab hawa nafsu membuat seseorang tidak merasa takut
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
38

sedikitpun kepada Allah. Sedangkan hati, memiliki rasa malu dan rasa takut untuk melakukan perbuatan maksiat. Jika ada dorongan untuk berbuat maksiat, maka hati kita akan berkata bahwa perbuatan itu tercela. Tetapi jika hawa nafsu di dada kita lebih kuat, maka dorongan berbuat maksiat akan lebih kita pilih. Orang-orang yang gemar melakukan maksiat dan berbuat dosa, hatinya telah dikuasai oleh hawa nafsu. Setiap saat pendirian diombangambingkan dan syaitan pun akan mengambil kesempatan dengan cara membisikkan sesuatu yang jahat. Jika kita hendak beramal baik dan taat , maka nafsu selalu mencegah dan setan membisikkan rasa malas. Karena itu, jika hati tidak ada perasaan takut kepada Allah, maka sulitlah untuk melaksanakan ibadah dan amal taat. Jika di dalam hati kita sudah tertanam rasa takut, maka untuk berbuat dosa atau maksiat, maka kita akan selalu ingat Allah dan siksa yang

diancamkan untuk kita. Dengan demikian, kita pun mengurungkan niat untuk melakukan dosa tersebut. Kita juga selalu mengekang perilaku buruk dengan alasan takut bahwa Allah melihat dan mengancam siksa.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

39

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih banyak dari apa yang telah mereka kerjakan” (An-Nahl 16:97)

Aulia Azizah ANJING-ANJING NERAKA

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
1.

Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

2. 3.

Bacalah Al-Qur'an Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

4. 5. 6.

Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain. Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka. Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

7.

Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

8. 9. 10.

Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain. Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain. Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.
40

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain." Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya." Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?" Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

41

“Kita Bukanlah Manusia Yang Mengalami Pengalaman-Pengalaman Spritual, Kita Adalah Makhluk Spiritual Yang Mengalami Pengalaman-Pengalaman Manusiawi. Manusia Bukanlah “Makhluk Bumi” Melainkan “Makhluk Langit”. (Arvan Pradiansyah)

Khusnul Qotimah KEKUATAN SEBUAH DOA

"Ya Allah, jangan kembalikan aku ke keluargakau, dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan." Doa itu keluar dari mulut `Amru bin Jamuh, ketika ia bersiap-siap mengenakan baju perang dan bermaksud berangkat bersama kaum Muslimin ke medan Uhud. Ini adalah kali pertama bagi `Amru terjun ke medan perang, karena dia kakinya pincang. Di dalam AlQuran disebutkan: "Tiada dosa atas orang-orang buta, atas orang-orang pincang dan atas orang sakit untuk tidak ikut berperang." (Qs Al-Fath:17) . Karena kepincangannya itu maka `Amru tidak wajib ikut berperang, di samping keempat anaknya telah pergi ke medan perang. Tidak seorangpun menduga `Amru dengan keadaannya yang seperti itu akan memanggul senjata dan bergabung dengan kaum Muslimin lainnya untuk berperang. Sebenarnya, kaumnya telah mencegah dia dengan mengatakan: "Sadarilah hai `Amru, bahwa engkau pincang. Tak usahlah ikut berperang bersama Nabi saw." Namun `Amru menjawab: "Mereka semua pergi ke surga, apakah aku harus duduk-duduk bersama kalian?" Meski `Amru berkeras, kaumnya tetap mencegahnya pergi ke medan perang. Karena itu `Amru kemudian menghadap Rasulullah Saw dan
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
42

berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah. Kaumku mencegahku pergi berperang bersama Tuan. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini." "Engkau dimaafkan. Berperang tidak wajib atas dirimu." Kata Nabi mengingatkan. "Aku tahu itu, wahai Rasulullah. Tetapi aku ingin berangkat ke sana." Kata `Amru tetap berkeras. Melihat semangat yang begitu kuat, Rasulullah kemudian bersabda kepada kaum `Amru: "Biarlah dia pergi. Semoga Allah

menganugerahkan kesyahidan kepadanya." Dengan terpincang-pincang `Amru akhirnya ikut juga berperang di barisan depan bersama seorang anaknya. Mereka berperang dengan gagah berani, seakan-akan berteriak: "Aku mendambakan surga, aku

mendambakan mati: sampai akhirnya ajal menemui mereka. Setelah perang usai, kaum wanita yang ikut ke medan perang semuanya pulang. Di antara mereka adalah "Aisyah. Di tengah perjalanan pulang itu `Aisyah melihat Hindun, istri `Amru bin Jamuh sedang menuntun unta ke arah Madinah. `Aisyah bertanya: "Bagaimana beritanya?" "Baik-baik , Rasulullah selamat Musibah yang ada ringan-ringan saja. Sedang orang-orang kafir pulang dengan kemarahan, "jawab Hindun. "Mayat siapakah di atas unta itu?" "Saudaraku, anakku dan suamiku." "Akan dibawa ke mana?" "Akan dikubur di Madinah."

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

43

Setelah itu Hindun melanjutkan perjalanan sambil menuntun untanya ke arah Madinah. Namun untanya berjalan terseot-seot lalu merebah. "Barangkali terlalu berat," kata `Aisyah. "Tidak. Unta ini kuat sekali. Mungkin ada sebab lain." Jawab Hindun. Ia kemudian memukul unta tersebut sampai berdiri dan berjalan kembali, namun binatang itu berjalan dengan cepat ke arah Uhud dan lagilagi merebah ketika di belokkan ke arah Madinah. Menyaksikan pemandangan aneh itu, Hindun kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya: "Hai Rasulullah. Jasad saudaraku, anakku dan suamiku akan kubawa dengan unta ini untuk dikuburkan di Madinah. Tapi binatang ini tak mau berjalan bahkan berbalik ke Uhud dengan cepat." Rasulullah berkata kepada Hindun: "Sungguh unta ini sangat kuat. Apakah suamimu tidak berkata apa-apa ketika hendak ke Uhud?" "Benar ya Rasulullah. Ketika hendak berangkat dia menghadap ke kiblat dan berdoa: "Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku ke keluargaku dan limpahkanlah kepadaku kesyahidan." "Karena itulah unta ini tidak mau berangkat ke Medinah. Allah SWT tidak mau mengembalikan jasad ini ke Madinah" kata beliau

lagi."Sesungguhnya diantara kamu sekalian ada orang-orang jika berdoa kepada Allah benar-benar dikabulkan. Diantara mereka itu adalah suamimu, `Amru bin Jumuh," sambung Nabi. Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar ketiga jasad itu dikuburkan di Uhud. Selanjutnya beliau berkata kepada Hindun: "Mereka akan bertemu di surga. `Amru bin Jumuh, suamimu; Khulad, anakmu; dan Abdullah, saudaramu."
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
44

"Ya Rasulullah. Doakan aku agar Allah mengumpulkan aku bersama mereka,: kata Hindun memohon kepada Nabi.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

45

Ilmu itu laksana binatang buruan, dan tulisan adalah pengikatnya Maka ikatlah binatang buruanmu dengan pengikat yang kuat

Drs. H. Fansuri, M. Pd Dengan nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan meminta ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan perbuatan-perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki Allah, tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Begitu pun siapa yang disesatkan Allah tiada siapa pun dapat menunjukinya.

Jagalah Allah, niscaya kamu mendapati –Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Allah dalam kelapangan, niscaya Dia mengenalmu dalam kesempitan jika kamu memohon, memohonlah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah kering dengan apa yang telah diciptakan, kalau semua makhluk ingin memberikan manfaat kepadamu, sementara orang tidak menetapkannya, niscaya mereka tidak mampu melakukannya. Kalau mereka ingin menimpakan bahaya kepadamu, sementara Allah tidak menetapkan untukmu, niscaya mereka tidak mampu melakukannya. Ketahuilah bahwa sabar terhadap apa yang tidak kamu kuasai, terdapat banyak kebaikan; kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan; dan bersama kesulitan ada kemudahan.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

46

ASYROQOL BADRU ALAINA (MARHABAN & TOLA’AL BADRU) Yaa Nabi, salam untukMu, Yaa Rasuul, kedamaian bagiMu Wahai Kekasih Allah, salam atasMu – Sholawat Allah atasMu Bulan purnama sempurna telah tampak bagi kita beringsutlah purnam-purnama yang lain

KeindahanMu tidak tertandingi Wahai wajah yang senantiasa berseri Engkaulah matahari, Engkaulah Purnama Sempurna Engkaulah Nuur yang mengungguli semua cahaya

Engkaulah Sang Penawar Engkaulah Pelita Hati Wahai kekasihku, Wahai Muhammad, Wahai Penghias Langit dan Bumi Wahai Sang Penolong, Wahai Yang Dimulyakan, Wahai Imam Dua Kiblat

Siapa memandang wajahMu mereguk kebahagiaan, Wahai yang mulia kedua orang tuanya TelagaMu jernih dan sejuk, tempat kami melepas dahaga dihari kebangkitan

Marhaban, Selamat Datang wahai Cahaya Mataku
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
47

Marhaban, Selamat Datang Datuk AlHusain

Awan pun bergegas memayungiMu pepohonan menangis gembira mendatangiMu Seluruh Makhluk bersimpuh diharibaanMu dan bersholawat atasMu

Bulan purnama sempurna itu telah datang dari Thaniyatilwada Wajiblah kita senantiasa bersyukur menyeru Allah Utusan Allah itu telah berada di tengah kita, membawa amanat yang wajib ditaati

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

48

Tidak ada yang pasti dalam kehidupan dunia ini, semua akan berubah Yang pasti hanyalah perubahan itu sendiri…..

H. Soemidjan, B. Sc Indahnya Nasehat Kalau ada pertanyaan kenapa seorang suami gagal dalam menasehati istrinya ?, kenapa seorang ibu susah menasehati anaknya ?, kenapa seorang guru susah menasehati muridnya ?, kenapa seorang pimpinan sulit menasehati bawahannya ? , jawabannya sederhana Orang hanya bisa memberikan nasehat dengan mantap ! kalau dia termasuk orang yang cinta dinasehati oleh oranglain Repotnya kita ketika memberikan nasehat semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika memberikan koreksi semangat tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasehat syarat utamanya adalah kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasehat, terlatih untuk menerima kritik dan terlatih untuk menerima koreksi.Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali kita akan memiliki nasehat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan merubah.Harusnya kita melihat saran, kritik dan nasehat dan koreksi itu menjadi sebuah kebutuhan.. Rahasia sukses dalam menerima nasehat atau kritik yaitu : 1.Rindu kritik dan nasehat, Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus.Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu rindu dikoreksi oleh anggota atau bawahannya, seorang guru yang senantiasa mengharapkan saran agar lebih baik dalam cara mengajarnya tidak akan pernah menjadi hina jika ia meminta saran atau kritik dari murid-muridnya, bahkan
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
49

Khalifah Umar Bin Khatab RA jauh lebih menghargai kritik dan koreksi dibandingkan pujian. 2.Cari dan tanya, Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan, milikilah teman yang mau jujur mengoreksi, tanya pula kepada istri, suami, anak-anak, karyawan dan lain-lain. 3.Rahasia kita agar sukses ketika menerima kritik adalah nikmati kritik itu sebagai karunia Allah ; karena seseorang tidak akan mati karena dikritik, maka oleh karena itu jika di koreksi maka dengarkanlah, jangan sibuk membela diri karena makin sibuk membela diri maka tidak akan mendapatkan sesuatu. Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orang-orang yang penuh kebencian itu tidak pernah tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju. Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita. Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus ? jangan risau , karena semua orang yang sukses dan mulia itu pasti ada yang menghina, tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi, makanya jangan takut ! kalau kita dihina justru kita harus sibuk memperbaiki diri. 4.Biasakanlah kita untuk menjadi orang yang berterima kasih, kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
50

Jadi sahabat-sahabat sekalian , cita-cita kita nanti ciri khas seorang pemimpin negeri ini adalah seorang pemimpin yang rindu di nasehati,jadi ketika masyarakatnya melakukan koreksi justru pemimpin tersebut senang, kelihatannya kita jangan pernah mau memiliki pemimpin dalam level manapun yang tidak bisa dikoreksi,nanti dia akan menipu dirinya sendiri , orang yang tidak bisa dikoreksi itu adalah orang yang sombong, merasa pintar sehingga menganggap rendah setiap nasehat. Ciri pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang mencintai nasehat. Jadi memang seharusnya kita harus sadar ,bahwa keuntungan kita adalah ketika kita menerima nasehat dari orang lain dengan lapang dada dan rasa syukur , Belajarlah berterima kasih kepada orang yang mengoreksi, karena koreksi itu adalah bagian dari yang kita minta kepada Allah seperti yang sering kita ucapkan dalam bacaan shalat \" Ihdinashiraathal mustaqiim\" (tunjukilah kami jalan yang lurus)[Q.S1 ; 6] Dlam berkomentar atau melakukan kritik itu harus hati-hati , karena setiap kita mengkritik dan mengoreksi sesorang sebetulnya yang keluar itu adalah diri kita.Nabi Muhammad SAW itu adalah seorang penasehat, tetapi nasehatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan dan kematangan. Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan. Dengan nasehat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar menjadi semangat , yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga. Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar, Ali Bin Abi Thalib .RA mengatakan \" kalau kita memberi nasehat tetapi di depan umum itu sama dengan memaki-maki atau mempermalukan seseorang\" , maka resep selanjutnya kalau kita ingin memberikan nasehat, nasehatilah dengan lemah lembut.
10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati
51

\"Tiadalah kelembutan itu ada pada seseorang kecuali memperindah \". Rasullulah SAW memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan ,kita butuh nasehat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak menggurui, tidak mempermalukan, tidak memojokan sehingga orang berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh oleh kata-kata kita. Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber yang utama agar nasehat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan. Dan sebaik-baik nasehat adalah dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasehat adalah ketika apa yangdia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

52

BIODATA Nama NIM Tempat, Tanggal Lahir Alamat : Aulia Rahman : A1E307927 : Pelaihari, 20 Januari 1989 : Jalan A. Yani Gang Telaga Budi RT 6 RW 2 No 18 Angsau, Pelaihari 70814

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Khusnul Qotimah : A1E307917 : Tanah Laut : Pabahanan, 01 Agustus 1989 : Jalan Padang Raya RT 10 RW 04 No 22 Pabahanan, Pelaihari 70815

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Aulia Rahmi : A1E307913 : Barito Kuala : Barabai, 29 Januari 1990 : Jalan Trans Kalimantan Km. 27,5 RT. 04 NO. 06 Kec.Anjir Pasar Kab.Barito Kuala 70565

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Salasiah : A1E307914 : Barito Kuala : Batola, 30 Maret 1987 : Jalan Puntik Luar, RT. 10 NO. 04 Kec. Mandastana, Kab.Barito Kuala 70581

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Nurhidayati : A1E307916 : Tanah Laut : Pelaihari, 11 Juni 1989 : Jalan Balirejo RT. 17 RW.05 NO. 21 Angsau, Pelaihari 70814 BIODATA

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Ahmad Syadzali : A1E307915 : Barito Kuala : Banjarmasin, 18 Oktober 1989 : Komp. Griya Permata Jln. Zamrud III RT. 11 NO. 50 Kec.Alalak Kab.Barito Kuala 70582

Nama

: Aulia Azizah

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

53

NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: A1E307911 : Barito Kuala : Marabahan, 28 Maret 1989 : Jl. Haryono MT RT III No. 63 Desa Penghulu Marabahan Kabupaten Barito Kuala 70511

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Ita : A1E307926 : Tanah Laut : Batakan, 07 September 1986 : Batakan RT 11 RW 03 NO 429 Kec Panyipatan Kab.Tanah Laut 70872.

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Nana Norliani : A1E307918 : Tanah Laut : Kurau, 18 Agustus 1989 : Jln. Handil Gayam, RT 5 RW 3 No. 138, Kec. Bumii Makmur, Kab. Tanah Laut

Nama NIM Asal Tempat, Tanggal Lahir Alamat

: Ukhti Fada Uhara : A1E307928 : Tanah Laut : Pelaihari, 08 Maret 1989 : Jln. Abadi no.3 RT/RW. 03/01 Pelaihari Kab.Tanah Laut

BIODATA
Nama NIP Jabatan : Drs. H. Fansuri, M. Pd : 19491225 197503 1 001 : Ketua UPP PGSD Unlam Banjarbaru/ Pembina Asrama

Nama Jabatan

: Drs. H. Soemidjan, B. Sc : Ketua Asrama PGSD Unlam Banjarbaru (2007-2010)

10 Sentuhan Penyejuk Seluruh Hati

54

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->