P. 1
Pengertian Belajar

Pengertian Belajar

|Views: 701|Likes:
Published by DiCiAlgebra

More info:

Published by: DiCiAlgebra on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Pengertian Belajar Matematika

13 Januari 2010 hafis muaddab Oleh: Hafis Mu¶addab Ada beberapa pendapat tentang belajar matematika seperti yang dikemukakan oleh Herman Hudoyo (1990:25-27) : (1) Robert Gane Belajar matematika harus didasarkan kepada pandangan bahwa tahap belajar yang lebih tinggi berdasarkan atas tahap belajar yang lebih rendah. (2) J. Bruner Belajar matematika ialah belajar tentang konsep-konsep dan struktur matematika yang terdapat dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika. (3) Z.P Dienes Berpendapat bahwa setiap konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna hanya jika pertama-tama disajikan kepada siswa dalam bentuk konkrit. Sementara itu Sri Wardani (2003:3-4) mengemukakan pendapat beberapa pakar: (1) Kolb (1949) Mendefinisikan belajar matematika sebagai proses memperoleh pengetahuan yang diciptakan atau dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui transformasi pengalaman individu siswa. Pendapat Kolb ini intinya menekankan bahwa dalam belajar siswa harus diberi kesempatan seluas-luasnya mengkontruksi sendiri pengetahuan yang dipelajari dan siswa harus didorong untuk aktif berinteraksi dengan lingkungan belajarnya sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih tinggi dari sebelumnya. (2) Heuvel-Panhuizen (1998) dan Verchaffel-De Corte (1977) Pendidikan matematika seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk ³menemukan kembali´ matematikan dengan berbuat matematika. Pembelajaran matematika harus mampu mmeberi siswa situasi masalah yang dapat dibanyangkan atau mempunyai hubungan dengan dunia nyata. Lebih lanjut mereka menemukan adanya kecenderungan kuat bahwa dalam memecahkan masalah dunia nyata siswa tergantung pada pengetahuan pada pengetahuan yang dimiliki siswa tentang dunia nyata tersebut. (4) Goldin (1992)

Matematika ditemukan dan dibangun oleh manusia sehingga dalam pembelajaran matematika harus lebih dibangun oleh siswa daripada ditanamkan oleh guru. Pembelajaran matematikan menjadi lebh aktif bila guru membantu siswa menemukan dan memecahkan masalah dengan menerapkan pembelajaran bermakna. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa belajar matematika adalah belajar tentang rangkaian-rangkaian pengertian (konsep) dan rangkaian pertanyaan-pertanyaan (sifat, teorema, dalili, prinsip). Untuk mengungkapkan tentang pengertian dan pernyataan diciptakan lambang-lambang, nama-nama, istilah dan perjanjian-perjanjian (fakta). Konsep yaitu pengertian abstrak yang memungkinkan seseorang dapat membedakan suatu obyek dengan yang lain.

Penerapan Peta Konsep Segitiga pada Siswa SMA
Ditulis oleh Yunia Mulyani Azia

Abstrak Matematika yang dipelajari oleh siswa selama ini adalah matematika abstrak, sehingga dalam proses pemahamannya seringkali siswa mengalami kendala yang berkepanjangan. Seringkali siswa belum dapat memahami suatu materi diakibatkan ketidakpahamannya dalam materi penunjang sebelumnya, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu penyusunan kurikulum yang memperhatikan peta konsep pelajaran. Tujuan dari peta konsep ini adalah agar para siswa dapat memperoleh ilmu matematika secara berjenjang mulai dari materi dasar hingga materi lanjutan. Dalam penyusunan peta konsep ini diharapkan siswa mempunyai alur pikir yang benar dan sistimatis didalam menyelesaikan suatu soal matematika. A. Pendahuluan Penjelasan materi mata pelajaran matematika yang diberikan pada siswa seringkali dirasakan menyulitkan siswa di dalam memahaminya. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pemahaman siswa tersebut, misalnya pola materi yang disampaikan guru tidak melalui langkah yang terstruktur, padahal matematika mempunyai ciri utama penalaran deduktif dimana kebenaran suatu konsep dari akibat logis suatu kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika harus bersifat konsisten. Untuk itu siswa harus dibiasakan mendapatkan materi matematika yang sistimatis dan terstruktur. Standar Kompetensi Kurikulum 2004 menuliskan bahwa matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel. Sedangkan tujuan pembelajaran matematika adalah, 1. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikian, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi. 2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba. 3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. 4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan. Berdasarkan fungsi dan tujuan tersebut maka siswa harus mendapat pola penyusunan materi matematika secara berjenjang mulai dari yang termudah hingga meningkat pada yang lebih sulit. Pola penyampaian tersebut bertujuan agar dalam pemahamannya siswa tidak mengalami keterputusan materi sehingga menyulitkan siswa dalam memahami matematika. Pola penyampaian yang terstruktur tersebut biasa kita kenal dengan istilah Peta Konsep.

dimana kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai dari SD dan MI sampai SMA dan MA adalah sebagai berikut. maka diperlukan penyusunan kurikulum yang berkesinambungan sehingga pembelajaran matematika di kelas lebih ditekankan pada keterkaitan antara konsepkonsep matematika mulai dari yang paling mudah. Dalam penyusunan kurikulum bank dunia mensyaratkan semestinya. 2. 1. Hal ini dimaksudkan agar kelak siswa/mahasiwa yang telah lulus dapat mengikuti setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik dan siap untuk menghadapi perkembangan selanjutnya. Rendahnya prestasi matematika siswa disebabkan oleh faktor siswa yaitu mengalami masalah secara komprehensif atau secara parsial dalam matematika. 3. sifat atau melakukan . menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. Untuk mengatasi lemahnya konsep matematika yang dialami oleh siswa. 3. Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa rata-rata skor matematika siswa tingkat 8 (tingkat II SLTP) Indonesia jauh di bawah rata-rata skor matematika siswa internasional dan berada pada ranking 34 dari 38 negara (TIMSS. akurat. Lebih penting lagi adalah agar kita mampu mengatasi persaingan ketat dalam era globalisasi yang sedang dan akan kita rasakan pengaruhnya. hingga sulit.1999). 2. sehingga pengertian siswa tentang konsep sangat lemah. sedang. efisien.Tujuan pendidikan tentulah memuat unsur penyusunan kurikulum yang telah dibuat dengan sistematis dan terencana. Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari. tabel. Selain itu belajar matematika siswa belum bermakna. kurikulum memenuhi sejumlah kompetensi guna menjawab tuntutan dan tantangan arus globalisasi. grafik atau diagram untuk memperjelas keadaan atau masalah. dalam pemecahan masalah. dan tepat. Menggunakan penalaran pada pola. secara luwes. kurikulum berkontribusi pada pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Prestasi matematika siswa baik secara nasional maupun internasional belum menggembirakan. 1. Djojonegoro (1992) mengatakan bahwa mutu pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih harus diperbaiki agar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain tidak semakin jauh. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol. Selain memperhatikan perkembangan yang terjadi di masyarakat penyusunan kurikulum juga mengacu kepada kebutuhan pasar. Sifat abstrak ini menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Dalam penyusunan kurikulum juga harus mengacu kepada Standar Kompetensi Bahan Kajian Matematika seperti yang tertulis dalam Standar Kompetensi Kurikulum 2004. Suharta (2001) menjelaskan bahwa salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak. Penyusunan kurikulum yang baik dimaksudkan agar terjadi perbaikan atau peningkatan dalam mutu pendidikan di Indonesia. kurikulum bersifat lentur dan adaptif terhadap perubahan. Penyusunan kurikulum yang selama ini terjadi adalah dengan memperhatikan berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat.

e-fkipunla. Menunjukkan kemampuan strategik dalam membuat (merumuskan). Peta konsep ini diusahakan berkesinambungan sehingga proses pemahaman siswa tentang suatu materi tidak terputus. dan transformasi. Geometri dianggap penting untuk dipelajari oleh siswa. karena dalam geometri dibahas objek-objek yang berhubungan dengan bidang dan ruang. Mengacu pada penjelasan di atas. Mengaplikasikan konsep geometri dalam menentukan posisi. dan satuan pengukuran 3. Melakukan operasi hitung yang melibatkan keliling. 4.Untuk menyeimbangkan pertumbuhan otak sebelah kiri dan kanan. atau kesebangunannya 2. Otak bagian kiri lebih banyak berkenaan dengan peranan berfikir logik dan analitik sedangkan otak bagian kanan berhubungan banyak dengan peranannya tentang ruang dan holistik (global)&rdquo. dalam pemecahan masalah EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http://educare. menafsirkan. Sedangkan Hoffer (Ruseffendi. Dalam matematika geometri kecakapan tersebut dicapai dengan aspek berikut. 2010. Sutrisno (2002) menuliskan bahwa geometri dianggap penting untuk dipelajari karena di samping geometri menonjol pada struktur yang berpola deduktif. Peta konsep juga akan membuat suatu keterkaitan materi dapat tergambar dengan jelas dan bisa dipahami oleh para pendidik. Van De Walle (dalam Kahfi. 08:52 Berdasarkan persyaratan di atas. tinggi sebuah gedung. Mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang menurut sifat. 1996) mengemukakan bahwa ada lima alasan mengapa geometri . luas. unsur. Pengambilan materi matematika geometri khususnya segitiga dalam pembuatan makalah ini. &ldquo. 1. Sehingga dalam pembuatan peta konsep diperlukan pemikiran yang mendalam tentang keterkaitan setiap bidang materi agar siswa bisa menerima dan memahaminya dengan mudah. geometri juga menonjol pada teknik-teknik geometris yang efektif dalam membantu penyelesaian masalah dari banyak cabang matematika serta menunjang pembelajaran mata pelajaran lain. misalnya tingkat pemberian materi yang bertingkat dari yang mudah ke tingkat yang sulit sehingga diharapkan siswa dapat memahami dan menguasai materi secara berjenjang sesuai kelas dan usianya. volume) dari benda atau bangun geometri 4. Misalnya dengan geometri siswa dapat menghitung luas trapesium. sudut. jarak tempuh pesawat dari kota A ke kota B dan lain-lain. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. disebabkan geometri merupakan bagian dari matematika dan juga merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari siswa di sekolah. luas.manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. Agar hal ini bisa tercapai maka para penyusun kurikulum mencoba membuat suatu peta konsep untuk setiap bidang materi bahasan. 1990) mengemukakan bahwa geometri penting untuk dipelajari dengan tujuan. menyusun bukti. dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah 5. jarak. volume. penulis mencoba meninjau peta konsep tentang segitiga yang dipelajari di SMA untuk mengetahui apakah peta konsep tentang segitiga sudah cocok untuk diterapkan di SMA?.. maka dalam penyusunan kurikulum ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Menaksir ukuran (misal: panjang.net Generated: 19 December. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.

Sementara itu Hudojo. maka manusia bisa memperoleh ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. B. Dari pengertian konsep yang telah diuraikan di atas. D. bekerja secara sistematis serta dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berinovasi. C. dan SMA masih baik karena berfungsi antara lain: 1. Sedangkan menurut Gagne (dalam Ruseffendi. Geometri membantu manusia memiliki apresiasi yang utuh tentang dunianya. Sedangkan menurut Suparno (dalam Basuki. Geometri memainkan peranan utama dalam bidang matematika lainnya. . Pengertian Konsep Ada beberapa pengertian tentang konsep menurut para ahli. diantaranya adalah menurut Soejadi (dalam Basuki 2000) yang mendefinisikan konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata. SMP. dapat dipergunakan untuk menyiapkan urutan konsep-konsep dan pengorganisasian pembelajaran menjadi sistematik. asal usulnya maupun pengalaman sehari-hari yang didapatnya. 4. et al (1988) menyatakan bahwa konsep sebagai suatu ide/gagasan yang dibentuk dengan memandang sifatsifat yang sama dari sekumpulan eksemplar yang cocok. memberikan gambaran tentang kedalaman dan keluasan suatu konsep yang perlu diajarkan kepada siswa. Untuk menjembatani perbedaan latar belakang yang mempengaruhi siswa dalam kemampuan konsep matematikanya maka penyusunan peta konsep sangatlah diperlukan. Eksplorasi geometri dapat membantu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Dengan penguasaan konsep yang baik. 3. 2. Geometri penuh teka teki dan menyenangkan. 1988) pengertian konsep dalam matematika sebagai ide abstrak yang memungkinkan kita mengelompokkan obyek-obyek kedalam contoh dan bukan contoh. et al (2002) peta konsep adalah saling keterkaitan antara konsep dan prinsip yang direpresentasikan bagai jaringan konsep yang perlu dikonstruk dan jaringan konsep hasil konstruksi inilah yang disebut peta konsep. Dengan demikian maka dengan mempelajari geometri. Pengertian Peta Konsep Menurut Hudojo. seperti dikemukan oleh Hudojo. diharapkan siswa dapat terlatih dalam berpikir logis. Alasan Pembuatan Peta Konsep Seperti sudah kita ketahui bahwa setiap siswa mempunyai latar belakang yang berbeda baik itu dari aspek kebudayaan. 5. Oleh karena itu konsep sangatlah penting bagi manusia karena selain sebagai alat untuk berkomunikasi dengan sesamanya juga merupakan alat dalam belajar untuk penguasaan materi. Dengan pembuatan peta konsep ini diharapkan para siswa bisa memiliki konsep-konsep pengetahuan sehingga siswa bisa lebih mudah dalam belajarnya. 1.sangat penting untuk dipelajari. maka dapat disimpulkan bahwa konsep adalah ide abstrak untuk mengklasifikasikan obyek-obyek yang biasanya dinyatakan dengan dalam istilah kemudian dituangkan kedalam contoh dan bukan contoh. Hal tersebut bisa mempengaruhi kemampuan siswa untuk memahami suatu konsep matematika. Geometri digunakan oleh banyak orang dalam kehidupan mereka sehari-hari. 2. et al (2002) bahwa penyusunan peta konsep menyeluruh untuk matematika sekolah dari SD.

Martin (dalam Basuki.2000. Sedangkan menurut Arends (dalam Basuki. Penyajian peta konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi dalam suatu topik pada bidang studi. Pemahaman instruksional (instructional understanding) Pada tingkatan ini dapat dikatakan bahwa siswa baru berada di tahap tahu atau hafal suatu rumus dan dapat menggunakannya untuk menyelesaikan suatu soal. belajar menjadi bermakna karena pengetahuan/informasi &ldquo. Peta konsep bukan hanya menggambarkan konsepkonsep yang penting. sehingga dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi yang diajarkan.net Generated: 19 December.e-fkipunla. Skemp membedakan tingkatan pemahaman siswa terhadap matematika menjadi dua yaitu. dengan pengetahuan terstruktur yang telah dimiliki siswa tersambung sehingga menjadi lebih EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http://educare. melainkan juga menghubungkan antara konsep-konsep itu. 2000) mengungkapkan bahwa peta konsep merupakan petunjuk bagi guru. h.9) peta konsep merupakan suatu bagan skematik untuk menggambarkan suatu pengertian konseptual seseorang dalam suatu rangkaian pernyataan. Manfaat Peta Konsep dalam Pembelajaran Pembelajaran dengan menggunakan peta konsep mempunyai banyak manfaat diantaranya menurut Ausubel (dalam Hudojo. 3. Dalam menghubungkan konsepkonsep tersebut dapat digunakan dua prinsip yaitu prinsip diferensial progresif dan prinsip penyesuaian integratif. Dengan mengacu pada peta konsep maka guru dapat membuat suatu program pengajaran yang lebih terarah dan berjenjang. Dahar (1989) mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut : 1. Peta konsep merupakan gambar yang menunjukkan hubungan konsep-konsep dari suatu topik pada bidang studi. E. 1. maka terbentuklah suatu hirarki pada peta konsep itu. Sedangkan menurut Williams (dalam Basuki. Siswa pada tahapan ini juga belum atau tidak bisa menerapkan rumus tersebut pada keadaan baru . 2000) menuliskan bahwa penyajian peta konsep merupakan suatu cara yang baik bagi siswa untuk memahami dan mengingat sejumlah informasi baru. 08:52 mudah terserap siswa. untuk menunjukkan hubungan antara ide-ide yang penting dengan rencana pembelajaran. 2. 2010. 2000) menuliskan bahwa peta konsep dapat dijadikan sebagai alat untuk mengetahui pemahaman konseptual seseorang. tetapi dia belum atau tidak tahu mengapa rumus tersebut dapat digunakan. Bila dua konsep atau lebih digambarkan dibawah suatu konsep lainnya. Pernyataan ini sesuai dengan yang dikemukakan Skemp (dalam Wahyudi 2001) dimana Skemp mengajukan gagasannya tentang tingkatantingkatan pemahaman atau daya serap (the levels of understanding) siswa pada pembelajaran matematika.baru&rdquo. Dengan penyajian peta konsep yang baik maka siswa dapat mengingat suatu materi dengan lebih lama lagi. et al 2002) menyatakan dengan jaringan konsep yang digambarkan dalam peta konsep. Peningkatan daya serap siswa berdasarkan menyampaikan jenjang materi yang terstruktur dapat membuat siswa akan lebih kuat lagi memorinya dan akan lebih mudah mengaplikasikan konsep-konsep yang telah dipelajarinya.

dan 220 km ke Utara. Hubungan antara sisi a. Tentukan dahulu topiknya. 2. 4. Lebih lanjut. . Sebagai contoh adalah pada penguasaan konsep luasan segi tiga siku-siku dan luasan empat persegi panjang. 2000) berpendapat bahwa untuk menyusun suatu peta konsep dalam matematika bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.yang berkaitan. Hal ini bertujuan agar siswa mempunyai pemahaman yang terstruktur tentang segitiga sehingga bisa terekam lama dalam ingatannya. Mengevaluasi keterkaitan konsep-konsep yang telah dibuat. Membuat daftar konsepkonsep yang relevan untuk konsep tersebut. F. Menyusun konsep-konsep menjadi sebuah bagan. siswa pada tingkatan pemahaman instruksional akan mengalami kendala dalam menyelesaikan soal-soal yang lebih pelik tadi. siswa pada tahapan pemahaman relasional tidak akan mengalami hambatan yang berarti. 4. dia dapat menggunakannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait pada situasi lain. Hitunglah panjang diagonal dari persegi panjang di bawah ini ! 3. DDEF. jika PQ2 + QR2 = PR2 4. siswa yang sudah berada pada tingkatan pemahaman relasional akan dapat menurunkan sendiri luasan empat persegi panjang dari rumus luasan segitiga siku-siku. DPQR. 1. penulis menilai telah cukup baik untuk diterapkan di SMP dan SMA. menurut Skemp. Sebaliknya. karena dia dapat melihat hubungan bahwa bangun empat persegi panjang dapat dibentuk oleh dua buah bangun segitiga siku-siku yang sama. misalnya mencari luasan bentuk bangun baru yang tersusun oleh kombinasi bangun segitiga siku-siku dan empat persegi panjang.cosinus yang diberikan di SMA. Pemahaman relasional (relational understanding) Pada tahapan tingkatan ini. Jika panjang sisi-sisi segitiga adalah AB = 8 cm. Pada situasi-situasi yang lebih pelik. siswa tidak hanya sekedar tahu dan hafal tentang suatu rumus. dan belum atau tidak tahu hubungan kedua rumus luasan. 2. periksalah apakah segitiga tersebut siku-siku atau bukan. 5. Sebutkan sudut siku-siku dari segitiga di bawah ini ! a. maka pada peta konsep segitigapun proses penyusunannya haruslah berkesinambungan mulai sekolah dasar yaitu pengenalan tentang segitiga hingga tentang aturan sinus. Sebaliknya. 3. serta tentukan hipotenusanya ! 5. Sebuah pesawat bergerak 150 km ke Selatan. Di bawah ini disajikan suatu contoh peta konsep tentang segitiga : G. karena hanya hafal saja. Siswa yang berada pada tingkatan pemahaman instruksional baru hafal rumus-rumus luasan kedua bangun tersebut. Menghubungkan konsep-konsep itu dengan kata-kata supaya bisa terbentuk suatu proposisi. Berapakah jarak pesawat itu dari tempat pemberangkatannya? Untuk konsep segitiga ini. AC = 6 cm dan BC = 10 cm. kemudian 240 km ke Timur. tetapi dia juga tahu bagaimana dan mengapa rumus itu dapat digunakan. Menyusun Peta Konsep Ernest (dalam Basuki. jika DE2 + DF2 = EF2 b.b. dan c pada gambar di bawah ini adalah ? 2. Konsep pemahaman awal siswa tentang materi segitiga dapat dikatakan berhasil apabila siswa mampu mengerjakan soal seperti. Tinjauan Peta Konsep Segitiga Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa suatu peta konsep haruslah mempunyai keterkaitan yang relevan.

tetapi ada beberapa materi yang biasanya guru lupa untuk menyajikan keterkaitannya dengan konsep segitiga. dan siku-siku yang kemudian meningkat pada perhitungan Pythagoras dan diakhiri dengan aturan sinus. 1. Pemahaman yang mendalam dari siswa terhadap materi segitiga karena adanya peta konsep memungkinkan siswa dapat. Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga.net Generated: 19 December. 6. 1. 5. 7.e-fkipunla. diagonal bidang. EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http://educare. Mengenal dan menyebutkan bidang. Menghitung besar perubahan volume bangun kubus dan balok jika ukuran rusuknya berubah. 2. Kesalahan prinsip dan . Hal ini perlu dikemukakan kepada siswa. misalnya siswa dapat menghitung panjang diagonal ruang dari gambar di bawah ini ! 7. 2. Menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun yang sama sebangun atau dua bangun sebangun. rusuk. Meskipun cukup baik untuk diterapkan. Menghitung besaran-besaran pada kubus dan balok. 8. dimana siswa dapat lebih mudah memahami materi tentang geometri lainnya misalnya. samasisi. Mengenal. bidang diagonal. Menentukan luas permukaan limas dan prisma tegak. 10. memeriksa apakah suatu segitiga siku-siku atau bukan. 9. 4. bidang diagonal. 8. Menyelesaikan soal yang melibatkan kubus dan balok. 08:52 Kesalahan konsep. Menyebutkan syarat dua segitiga adalah sebangun. 9. yaitu kesalahan yang dilakukan siswa dalam menentukan suatu diagonal. Hal yang perlu juga disampaikan kepada siswa sebelum mempelajari materi segitiga ini adalah mengajak siswa untuk mengingat kembali tentang materi akar dan pengkuadrat. 6. 3. Menghitung besaranbesaran pada limas dan prisma tegak. Menyebutkan syarat dua segitiga kongruen. rusuk. 1. Penyusunan peta konsep yang terarah seperti di atas dapat membawa akibat yang positif kepada siswa. Dalam penyusunan peta konsep ini siswapun diajak untuk memahami tentang materi yang dapat mendukung dalam pemahaman segitiga seperti. dan menghitung bidang. 2010. 2. Menentukan perbandingan sisi dua segitiga sebangun dan menghitung panjangnya. yaitu materi tentang vektor yang bisa membangun suatu konsep ketidaksamaan segitiga dan materi transformasi yang menghasilkan kekonkruenan. Menentukan perbandingan sisi-sisi dua segitiga yang sama sebangun dan menghitung panjangnya. Membuktikan dua segitiga sama sebangun. diagonal ruang kubus dan balok. diagonal bidang. Memecahkan masalah yang melibatkan konsep kesebangunan. yaitu pengenalan tentang segitiga samakaki. 3. Menyatakan akibat dari dua segitiga kongruen. diagonal ruang dan tinggi dari limas dan prisma tegak. Menjelaskan bagian-bagian limas dan prisma tegak. Menjelaskan bagian-bagian kubus dan balok. menyebutkan sudut sikusiku dan hipotenusa dari segitiga.Hal ini disebabkan dalam peta konsep tersebut telah memuat setiap konsep segitiga mulai dari dasar. 4. cosinus. karena dalam penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa pada saat menjawab tes meliputi. menyebutkan. 5. Mengidentifikasi bangun ruang sisi datar serta dapat menentukan besaran-besaran di dalamnya.

Peta Konsep. I. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentase jenis kesalahan jawaban adalah sebagai berikut. Peta konsep segitiga telah menunjukkan keterkaitan yang relevan untuk setiap materinya. 1. sehingga bisa lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa. (1992).38 28. EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http:// . 3. Malang: IKIP Malang. (1988). Penulis melakukan penelitian kepada 80 siswa dengan cara memerintahkan siswa mengerjakan enam contoh soal yang ada di atas. c. M. Pengantar kepada Membantu Guru dalam Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. I.86 6 2. (2001). Peta konsep segitiga dapat diberikan setelah siswa memahami betul konsep awal tentang pengkuadratan. (2002). S. Misalnya . (1996). (2000). H.38 42. Peta konsep segitiga cukup baik untuk diajarkan kepada siswa SMP dan SMA.29 5 2. Disajikan pada Seminar Nasional Hasil Penelitian MIPA Bandung: FPMIPA IKIP Bandung. Tesis. e.57 Prosentase rata-rata 6. Jakarta: Erlangga Djojonegoro. 2. Geometri Sekolah Dasar dan Pengajarannya. Tingkatan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pembelajaran IPA. misalnya mengingatkan kembali siswa tentang. Sutrisno. Bandung: Tarsito.59 H.38 35. W.P. Pengajaran MIPA di Sekolah Dasar dan Menengah.konsep pengkuadratan. Jakarta: Makalah disajikan dalam Forum Diskusi Pusat Perbukuan Depdiknas. Hudojo. DAFTAR PUSTAKA T.05 14. Ruseffendi.14 9. Bandung: PPS UPI Wahyudi (2001). Kesimpulan Berdasarkan tinjauan di atas maka akhirnya dapat disimpulkan bahwa.G. Suharta. (2002). Dahar.76 4 19. Balitbang Dikdasmen Dikti PLSP Kebudayaan Setjen Itjen. T.71 2 7.et al. Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Geometri Melalui Model Pembelajaran Investigasi Kelompok. J. Pembelajaran Matematika Disertai Penyusunan Peta Konsep. No Soal Jenis Kesalahan Konsep Prinsip dan Konsep Pengkuadratan 1 2. 3. E. Bandung: PPS UPI Bandung.. (1989).90 4. Balitbang Dikdasmen Dikti PLSP Kebudayaan Setjen Itjen. Menyongsong Keperluan IPTEK di Masa Depan: Sebuah Sumbangan Pikiran Makalah. R. Suatu Pola Penyajian Berdasarkan Teori Piaget dan Teori Van Hiele.25 25. 32 = 3 x 3 d. Matematika Realistik : Apa dan Bagaimana?.52 3 11. yaitu kesalahan dalam menentukan posisi segitiga siku-siku apabila segitiga siku-siku tersebut diubah posisinya dan kesalahan dalam menghitung kuadrat. Kahfi. Teori-Teori Belajar.

Jadi supaya belajar jadi bermakna. Abstraksi berarti suatu proses pemusatan perhatian seseorang pada situasi tertentu dan mengambil elemen-elemen tertentu. supaya belajar bermakna berlangsung dapat dilakukan dengan pertolongan peta konsep.strategi ini juga terdiri dari pengidentifikasian ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. konsep-konsep itu tidak dapat diamati. Peta konsep digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Dahar menyatakan bahwa konsep merupakan dasar untuk berpikir. maka konsep baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif siswa (Suryadi menambahkan di sini ±> Ini yang disebut Teknik Konstruktivisme). Strategi-strategi organisasi dapat terdiri dari pengelompokan ulang ide-ide atau istilah-istilah atau membagi ideide atau istilah-istilah itu menjadi subset yang lebih kecil. Pengertian Konsep Konsep dapat didefenisikan dengan bermacam-macam rumusan. serta mengabaikan elemen yang lain. Oleh karena itu konsep-konsep itu merupakan penyajian internal dari sekelompok stimulus. Salah satu pernyataan dalam teori Ausubel adalah µbahwa faktor yang paling penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah apa yang telah diketahui siswa (pengetahuan awal). Tidak ada satu pun definisi yang dapat mengungkapkan arti yang kaya dari konsep atau berbagai macam konsep-konsep yang diperoleh para siswa. dan harus disimpulkan dari perilaku.Peta Konsep untuk Mempermudah Konsep Sulit dalam Pembelajaran Oleh: Anwar Holil Peta konsep merupakan salah satu bagian dari strategi organisasi. Ausubel belum menyediakan suatu alat atau cara yang sesuai yang digunakan guru untuk mengetahui apa yang telah diketahui oleh para siswa (Dahar. Proposisi merupakan dua atau lebih konsep yang dihubungkan oleh katakata dalam suatu unit semantik (Novak dalam Dahar 1988: 150). Strategi organisasi bertujuan membantu pebelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan organisasi bertujuan membantu pebelajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru. Pemetaan konsep merupakan suatu alternatif selain outlining. Dengan demikian konsep itu sangat penting bagi manusia dalam berpikir dan belajar. 1988: 149). a. Strategi. dan dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining dalam mempelajari hal-hal yang lebih kompleks. Berkenaan dengan itu Novak dan Gowin (1985) dalam Dahar (1988: 149) mengemukakan bahwa cara untuk mengetahui konsep-konsep yang telah dimiliki siswa. untuk belajar aturan-aturan dan akhirnya untuk memecahkan masalah. . Salah satunya adalah defenisi yang dikemukakan Carrol dalam Kardi (1997: 2) bahwa konsep merupakan suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok obyek atau kejadian. terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur pengorganisasian baru pada bahan-bahan tersebut.

Peta konsep yang dibuat murid dapat membantu guru untuk mengetahui miskonsepsi yang dimiliki siswa dan untuk memperkuat pemahaman konseptual guru sendiri dan disiplin ilmunya. kadang peta konsep itu memfokus pada hubungan sebab akibat. yaitu diferensiasi progresif dan penyesuaian integratif. Hal inilah yang membedakan belajar bermakna dari belajar dengan cara mencatat pelajaran tanpa memperlihatkan hubungan antara konsep-konsep.George Posner dan Alan Rudnitsky dalam Nur (2001b: 36) menyatakan bahwa peta konsep mirip peta jalan. Ini berarti bahwa ada beberapa konsep yang lebih inklusif dari pada konsep-konsep lain. matematika dan lain-lain. Dalam menghubungkan konsep-konsep itu dapat digunakan dua prinsip. Oleh karena itu belajar bermakna lebih mudah berlangsung. terbentuklah suatu hirarki pada peta konsep tersebut. kimia. Menurut Ausubel dalam Sutowijoyo (2002: 26) diferensiasi progresif adalah suatu prinsip penyajian materi dari materi yang sulit dipahami. Cara Menyusun Peta Konsep Menurut Dahar (1988:154) peta konsep memegang peranan penting dalam belajar bermakna. Langkah-langkah berikut ini dapat diikuti untuk menciptakan suatu peta konsep. biologi. Bila dua atau lebih konsep digambarkan di bawah suatu konsep yang lebih inklusif. Peta konsep dapat menunjukkan secara visual berbagai jalan yang dapat ditempuh dalam menghubungkan pengertian konsep di dalam permasalahanya. maka Dahar (1988: 153) mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut: 1) Peta konsep (pemetaan konsep) adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi. Selain itu peta konsep merupakan suatu cara yang baik bagi siswa untuk memahami dan mengingat sejumlah informasi baru (Arends. Ciri inilah yang memperlihatkan hubungan-hubungan proposisional antara konsep-konsep. Sedang penyesuaian integratif adalah suatu prinsip pengintegrasian informasi baru dengan informasi lama yang telah dipelajari sebelumnya. bukan hubungan antar tempat. b. 3)Ciri yang ketiga adalah mengenai cara menyatakan hubungan antara konsep-konsep. jika konsep-konsep baru dikaitkan dengan konsep yang inklusif. namun peta konsep menaruh perhatian pada hubungan antar ide-ide. Kadangkadang peta konsep merupakan diagram hirarki. Peta konsep bukan hanya meggambarkan konsep-konsep yang penting melainkan juga menghubungkan antara konsep-konsep itu. siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. apakah itu bidang studi fisika. 1997: 251). Langkah 1: mengidentifikasi ide pokok atau prinsip yang melingkupi sejumlah konsep. 2)Suatu peta konsep merupakan suatu gambar dua dimensi dari suatu bidang studi atau suatu bagian dari bidang studi. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas. Untuk membuat suatu peta konsep. Langkah 2: mengidentifikasi ide-ide atau konsep-konsep sekunder yang menunjang ide utama Langkah 3: menempatkan ide utama di tengah atau di puncak peta tersebut . 4) Ciri keempat adalah hirarki. dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna. Oleh karena itu siswa hendaknya pandai menyusun peta konsep untuk meyakinkan bahwa siswa telah belajar bermakna. Dengan membuat sendiri peta konsep siswa ³melihat´ bidang studi itu lebih jelas. Tidak semua konsep memiliki bobot yang sama.

Langkah 4: mengelompokkan ide-ide sekunder di sekeliling ide utama yang secara visual menunjukan hubungan ide-ide tersebut dengan ide utama. yang biasanya menggunakan material atau suatu peralatan (equipment). Kedua. Peta Konsep sebagai Alat Ukur Alternatif Tes seperti pilihan ganda yang selama ini dipandang sebagai alat ukur (uji) keberhasilan siswa dalam menempuh jenjang pendidikan tertentu. Yang paling penting. Penilaian kinerja dapat digunakan terutama untuk mengukur tujuan pembelajaran yang tidak dapat diukur dengan baik bila menggunakan tes obyektif. Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan langkah-langkah menyusun peta konsep sebagai berikut: 1)Memilih suatu bahan bacaan 2)Menentukan konsep-konsep yang relevan 3)Mengelompokkan (mengurutkan ) konsep-konsep dari yang paling inklusif ke yang paling tidak inklusif 4)Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan. dan dibuat lebih inklusif. skoring didasarkan atas preposisi yang valid. maka diperlukan alat ukur yang beragam. ³dengan´. Struktur hirarkis. Jadi konsep-konsep tidak pernah tuntas dipelajari. rekonsiliasi integratif ini diperlihatkan dengan kaitan-kaitan silang antara kumpulan-kumpulan konsep (Dahar. Dalam menghubungkan konsep-konsep tersebut dihubungkan dengan kata hubung. dan lain-lain. yaitu struktur kognitif yang diatur secara hirarki dengan konsep-konsep dan proposisi-proposisi yang lebih inklusif. pemahaman terhadap apa yang mereka perlu ketahui dan yang dapat mereka kerjakan. dimana konsep-konsep baru memperoleh lebih banyak arti dengan bentuk lebih banyak kaitan-kaitan proporsional. Pertama. konsep-konsep yang paling inklusif diletakkan di bagian atas atau di pusat bagan tersebut. Perbedaan progresif menyatakan bahwa belajar bermakna merupakan proses yang kontinyu. penilaian kinerja dapat memberi motivasi untuk meningkatkan pengajaran. bukanlah satu-satunya alat ukur untuk menentukan keberhasilan siswa. Novak dan Gowin (1984) dalam Dahar (1988: 143) menawarkan skema penilaian yang terdiri atas: Struktur hirarki. lebih umum. perbedaan progresif. Misalnya ³merupakan´. Penilaian kinerja adalah bentuk penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan dan keterampilan siswa berdasarkan pada pengamatan tingkah lakunya selama melakukan penilaian terhadap hasil kerja siswa selama kegiatan. Menurut Tukman dalam Sutowijoyo (2002: 31) penilaian kinerja adalah penilaian yang meliputi hasil dan proses. dimodifikasi. Peta konsep adalah salah satu bentuk penilaian kinerja yang dapat mengukur siswa dari sisi yang berbeda. Tingkat keberhasilan siswa dalam menyerap pengetahuan sangat beragam. Penilaian kinerja mengharuskan siswa secara aktif mendemonstrasikan apa yang mereka ketahui. ³diperoleh´. tetapi selalu dipelajari. Berdasarkan teori belajar kognitif Ausubel.1988: 162) Selanjutnya Novak dan Gowin memberikan suatu aturan untuk mengikuti penilaian numerik jika skoring dipandang perlu. dan rekonsiliasi integratif. Rekonsiliasi integratif menyatakan bahwa belajar bermakna akan meningkat bila siswa menyadari akan perlunya kaitan-kaitan baru antara kumpulan-kumpulan konsep atau proposisi. c. superordinat terhadap konsep-konsep dan proposisi-proposisi yang kurang inklusif dan lebih khusus. Dalam peta konsep. untuk .

Gambar 2. karena mungkin saja ini pertanda adanya penyesuaian yang integratif. diharapkan siswa dapat memberikan contoh yang spesifik dalam beberapa kasus untuk meyakinkan bahwa siswa mengetahui peristiwa atau obyek yang ditunjukan oleh label konsep. Seterusnya kejadian akhir itu menhubungkan kembali ke kejadian awal siklus itu berulang dengan sendirinya dan tidak ada akhirnya. Cabangkan konsep-konsep yang berkaitan itu dari konsep utama dan berikan hubungannya pada garis-garis itu (Nur dalam Erman 2003: 25) Pohon jaringan cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: . Keempat. Nur dalam Erman (2003:26) mengemukakan bahwa peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memerikan suatu urutan kejadian. crosslink yang menunjukan hubungan valid antara dua kumpulan (segmen) yang berbeda adalah lebih penting daripada level hirarkis. tulislah topik itu dan daftar konsep-konsep utama yang berkaitan dengan topik itu. . rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil akhir. Daftar dan mulailah dengan menempatkan ide-ide atau konsep-konsep dalam suatu susunan dari umum ke khusus. Pada saat mengkonstruksi suatu pohon jaringan. Kata-kata pada garis penghubung memberikan hubungan antara konsep-konsep.Menunjukan informasi sebab-akibat .Suatu hirarki . Jenis-jenis Peta Konsep Menurut Nur (2000) dalam Erman (2003: 24) peta konsep ada empat macam yaitu: pohon jaringan (network tree). Kejadian akhir pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. dan peta konsep laba-laba (spider concept map). atau tahap-tahap dalam suatu proses. sedangkan beberapa kata lain dihubungkan oleh garis penghubung. Peta konsep siklus cocok diterapkan untuk menunjukan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang. Misalnya dalam melakukan eksperimen.5 memperlihatkan siklus tentang hubungan antara siang dan malam.Prosedur yang bercabang Istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan. Ketiga. peta konsep siklus (cycle concept map). 1) Pohon Jaringan. Rantai kejadian cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: .Memerikan tahap-tahap suatu proses . Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat.Suatu urutan kejadian 2) Peta Konsep Siklus Dalam peta konsep siklus. rantai kejadian (events chain). langkah-langkah dalam suatu prosedur. 1) Rantai Kejadian.menghitung level hirarkis yang valid dan untuk menskor tiap level sebanyak hubungan yang dibuat.Langkah-langkah dalam suatu prosedur .

sehingga mereka dapat menggunakan berbagai macam strategi secara efektif. Tahap 3 Melatihkan siswa menggunakan strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep dibawah bimbingan guru. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Peta konsep laba-laba cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: a) Tidak menurut hirarki. Pengajaran langsung merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. sehingga dapat memperoleh sejumlah besar ide yang bercampur aduk. Salah satu alasan menggunakan pengajaran langsung dalam mengajarkan strategi belajar adalah karena pengajaran langsung diciptakan secara khusus untuk mempermudah siswa dalam mempelajari pengetahuan deklaratif dan prosedural yang telah direncanakan dengan baik serta dapat mempelajarinya selangkah demi selangkah (Arends 1997) dalam Nur (2000b: 46). Pada Tabel 2. Secara klasikal menjelaskan strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep. Siswa juga memerlukan pengetahuan prosedural. 2. mengapa strategi itu berhasil. 2. dan dilengkapi dengan teori yang mendukung sebagai landasan pelaksanaan pengajaran strategi belajar.3) Peta Konsep Laba-laba Peta konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat. dan kondisional tentang strategi-strategi belajar. prosedural. Kita dapat memulainya dengan memisah-misahkan dan mengelompokkan istilah-istilah menurut kaitan tertentu sehingga istilah itu menjadi lebih berguna dengan menuliskannya di luar konsep utama. Di samping itu juga menggunakan pengetahuan kondisional untuk mengetahui kapan dan mengapa menggunakan strategi tertentu. dan bagaimana strategi itu serupa atau berbeda dengan strategi-strategi lain. Dalam melatihkan strategi belajar secara efektif memerlukan pengetahuan deklaratif.2 sintaks pengajaran langsung yang diadaptasikan untuk mengajarkan strategi belajar. Memotivasi siswa. kecuali berada dalam suatu kategori b) Kategori yang tidak paralel c) Hasil curah pendapat Proses mengajarkan strategi belajar digunakan dua pendekatan pengajaran utama. Tahap 2 1. . Pengetahuan deklaratif tentang strategi-strategi tertentu termasuk bagaimana strategi itu didefinisikan. Banyak dari ide-ide tersebut berkaitan dengan ide sentral namun belum tentu jelas hubungannya satu sama lain. Memodelkan strategi Mengarisbawahi dan membuat peta konsep. Tahap-tahap Pengajaran Langsung dalam Melatihkan Strategi Belajar Tahap 1 1. yaitu pengajaran langsung dan pengajaran terbalik (Nur 2000b: 45). Dalam melakukan curah pendapat ide-ide berasal dari suatu ide sentral.

Tahap 5 Melatih sisawa untuk menerapkan strategi belajar menggarisbawahi dan membuat peta konsep secara mandiri. Tahap 6 1. Mengevaluasi tugas latihan menggarisbawahi dan membuat peta konsep. Memberi umpan balik hasil pemahaman siswa terhadap strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep. Memeriksa pemahaman siswa terhadap strategi menggarisbawahi dan pemetaan konsep 2. 2.Tahap 4 1. Membimbing siswa untuk merangkum pelajaran Sumber: MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR .

Diawali dengan hal-hal atau konsep yang umum. Jerome Bruner juga memperkenalkan konsep perkembangan kognisi anak-anak yang mewakili 3 bentuk representasi: 1. disertai dengan contohcontoh. Advance Organizer (Handout) Penyampaian awal tentang materi yang akan dipelajari siswa diharapkan siswa secara mental akan siap untuk menerima materi kalau mereka mengatahui sebelumnya apa yang akan disampaikan guru. Teori Belajar Bermakna Teori yang disampaikan oleh David Ausebel (1969). Langkah-langkah yang biasanya dilakukan untuk menerapkan belajar bermakna Ausebel sebagai berikut : 1. maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Bermakna yaitu materi pelajaran yang baru match dengan konsep yang ada dalam struktur kognisi siswa. Progressive Differensial Materi pelajaran yang disampaikan guru hendaknya bertahap. Beliau berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kongitif siswa melalui proses belajar yang bermakna. diagram dan ilustrasi. 2. (Prinsip belajar : selidiki/inquiri dan temukan/discover). kemudian dilanjutkan ke hal-hal yang khusus. peta konsep. Integrative Reconciliation Penjelasan yang diberikan oleh guru tentang kesamaan dan perbedaan konsep-konsep yang telah . Merupakan suatu pendekatan dalam belajar. Iconic: Masa ketika pengetahuan anak diperoleh melalui sajian gambar atau grafis lainnya seperti film dan gambar statis. demonstrasi. Enactive: Pengetahuan anak diperoleh dari aktivitas gerak yang dilakukannya seperi pengalaman langsung atau kegiatan konkrit 2. Namun siswa pada pendidikan lebih tinggi. Untuk mereka. bergulat dengan sejumlah pertanyaan dan kontroversi atau melakukan percobaan. terutama meraka yang berada di tingkat pendidikan dasar akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung.Konsep Belajar Dalam Dunia Pendidikan Oleh: Rinda Arsianah Teori Belajar Kogntif: Konsep Dasar dan Strateginya. Ide dasar dari teori ini adalah siswa akan mudah mengingat suatu konsep jika konsep tersebut mereka dapatkan sendiri melalui proses belajar penemuan. lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan. Sama seperti Bruner dan Gagne. Teori ini disampaikan oleh Jerome Bruner (1966). 3. Symbolic: Suatu tahap dimana anak mampu memahami atau membangun pengetahuan melalui proses bernalar dengan menggunakan simbol bahasa seperti kata-kata atau simbolisasi abstrak lainnya. dimana siswa berinteraksi dengan lingkungannya dengan jalan mengeksplor dan memanipulasi obyek. Teori Belajar Penemuan (Discovery Learning). Ausebel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa. 3.

Problem Solving Siswa mampu menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari untuk mencapai satu sasaran. maupun materinya. 5. 2. 6. dimana kemampuan belajar pada tingkat tertentu ditentukan oleh kemampuan belajar ditingkat sebelumya. Multiple Discrimination Kemampuan siswa untuk menghubungkan beberapa kemampuan chainning sebelumnya. Chaining Kemampuan anak untuk menggabungkan dua atau lebih hasil belajar stimulus ± respon yang sederhana. 7. yaitu : MEMORI JANGKA PENDEK MEMORI JANGKA PANJANG REGISTER PENGINDERAAN . 4. warna. Stimulus ± Response Learning Seorang anak yang memberikan respon fisik atau vokal setelah mendapat stimulus ± respon yang sederhana 3. Verbal Association Bentuk penggabungan hasil belajar yang melibatkan unit bahasa seperti memberi nama sebuah objek / benda. Concept Learning Belajar konsep artinya anak mampu memberi respon terhadap stimulus yang hadir melalui karakteristik abstraknya. Model Pemrosesan Informasi Teori ini disampaikan oleh Robert Gagne (1970) dan berpendapat bahwa proses belajar adalah suatu proses dimana siswa terlibat dalam aktivitas yang memungkinkan mereka memiliki kemampuan yang tidak dimiliki sebelumnya.mereka ketahui dengan konsep yang baru saja dipelajari. Melalui pemahaman konsep siswa mampu mengidentifikasikan benda lain yang berbeda ukuran. namun masih memiliki kararkteristik dari objek itu sendiri. Consolidation Pemantapan materi dalam bentuk menghadirkan lebih banyak contoh atau latihan sehingga siswa bisa lebih paham dan selanjutnya siap menerima materi baru. anak akan memberi respon tertentu. Adapun terdapat tiga komponen utama dalam pemrosesan informasi. Principle Learning Kemampuan siswa untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya. 8. 4. Channing terbatas hanya pada serangkaian gerak (bukan serangkaian produk bahasa lisan. Signal Learning Dari signal yang dilihat/didengarnya. Terdapat 8 tingkatan kemampuan belajar. Adapun 8 tingkatan belajar tersebut antara lain : 1.

proses berpikir. Adapun jenis Strategi Kognitif. (mnemonic system. Strategi mengingat kembali (retrival). Sebelum usia 8 bulan bayi pada umumnya beranggapan bahwa benda yang tidak mereka lihat berarti tidak ada. Perilaku bayi pada tahap ini semata-mata berdasarkan pada stimulus yang diterimanya. Menurut Piaget ada empat tahapan perkembangan kognisi manusia. bayi memiliki dunianya berdasarkan pengamatannya atas dasar gerakan/aktivitas yang dilakukan orang-orang disekelilingnya. visual images. . Sekitar usia 8 bulan. yaitu : PENYEBAB LUPA Hambatan Proaktif : Dimana berinterferensi dengan tugas yang dipelajari kemudian Hambatan Retroaktif : Dimana apabila mempelajari suatu tugas kedua membuat seseorang lupa apa yang telah dipelajari sebelumnya Strategi Kognitif Strategi kognitif merupakan keterampilan yang terorganisasi dari dalam yang fungsinya untuk mengatur dan memonitor penggunaan konsep dan aturan atau kemampuan internal yang terorganisasi yang dapat membantu siswa dalam proses belajar. Strategi memperhatikan dan melakukan pengamatan secara efektif 2.Penyebab lupa yang terjadi pada proses interferensi. scanning dsb) 3. Kondisi dalam diri pelajar Memahami konsep dengan mengatakan berkali-kali dalam hal menghafal 2. memecahkan masalah dan mengambil keputusan (Gagne. focusing. tidak berarti objek tersebut tidak ada. rhyming) 4. Stretegi kognitif merupakan kemampuan tertinggi dari domain kognitif (Gagne¶s Taxonomy) setelah analisis. Strategi pemecahan masalah Pemerolehan Strategi Kognitif Pemerolehan kerapkali segera diperoleh dan penggunaannya makin dapat diandalkan melalui latihan dan praktek. Strategi meng-encode materi yang dihadapi untuk penyimpanan jangka panjang (image forming. 1974). Tingkat Sensorimotor (0-2 thn) Anak mulai belajar dan mengendalikan lingkungannya melalui kemampuan panca indra dan gerakannya. Pada tahap ini. sebagai berikut : 1. antara lain : 1. ditentukan oleh dua hal : 1. Kondisi belajar untuk strategi kognitif. bayi memilki pengetahuan object permanence yaitu walaupun object pada suatu saat tidak terlihat didepan matanya. sintesis dan evaluasi (Bloom Taxonomy). Kondisi dalam situasi belajar Strategi yang berorientasi pada tugas dan ditemukan sendiri oleh pembelajar Cognitive Development Model Model ini disampaikan oleh Jean Piaget (1896-1980).

Pengetahuan tersebut dibentuk melalui interaksi dengan lingkungannya. Bettencourt. Namun kenyataan membuktikan bahwa banyak siswa SMU bahkan sebagian orang dewasa sekali pun tidak memiliki kemampuan berpikir dalam tingkat ini. Teori Kognitif: Pendekatan Konstruktivisme Pada dasarnya pengetahuan yang kita miliki adalah konstruktivisme (bentukan) kita sendiri (Von Glaseserfeld. meskipun kemampuan berpikirnya belum sampai pada tingkat kemampuan berpikir logis. 4. mengemukakan dan memikirkan suatu konsep atau kejadian dalam . ia tidak hanya meniru atau mencerminkan apa yang diajarkan atau yang ia baca.2. 3. jumlah atau volumenya adalah tetap. sehingga mereka juga hanya mampu menyelesaikan soal-soal pelajaran yang bersifat konkrit. Masa 2-7 thn. 1983 . siswa pada tahap perkembangan formal operational mampu memformulasikan semua kemungkinan dan menentukan kemungkinan yang mana yang paling mungkin terjadi berdasarkan kemampuan berpikir analistis dan logis. 1989). Karena belum berpikir abstrak. Walaupun pada mulanya. maka pembelajar harus bisa menemukan. jumlah atau volume yang tetap walaupun bentuknya berubah-ubah. maka anak-anak di usia ini lebih mudah belajar jika guru melibatkan penggunaan benda yang konkrit daripada menggunakan hanya kata-kata saja. 1996). mereka belum mampu berpikir abstrak. melainkan menciptakan pengertian baik secara personal maupun sosial (Resnick. pada tahap ini anak-anak sudah memiliki kemampuan memahami konsep konservasi (concept of conservacy). yaitu meskipun suatu benda berubah bentuknya. Tahap Preoporational (2-7 thn) Anak-anak pada tahap ini sudah mampu berpikir sebelum bertindak. mengorganisir. Mereka mampu mengajukan hipotesa. Kemampuan berpikir anak pada tahap ini masih dalam bentuk konkrit. Ciri lain dari anak yang perkembangan kognisinya ada pada tahap preporational adalah ketidakmampuannya membedakan bahwa 2 objek yang sama memiliki masa. dimana mereka berpikir subyektif dan tidak mampu melihat obyektifitas pandangan orang lain. Tahap Formal Operations (11 thn ke atas) Pada tahap ini. Anak juga sudah mampu melakukan observasi. piaget beranggapan bahwa pada usia sekitar 15 tahun. sehingga mereka sukar menerima pandangan orang lain. Aktifitas pembelajaran yang melibatkan siswa dalam melibatkan siswa dalam pengalaman langsung sangat efektif dibandingkan dengan penjelasan guru dalam bentuk verbal (kata-kata). kemampuan siswa sudah berada pada tahap berpikir abstrak. kehidupan anak juga ditandai dengan sikap egosentris. hampir semua remaja akan mencapai tahap perkembangan formal operation ini. Seseorang yang belajar akan membentuk pengertian. menyimpan. menilai dan mengevaluasi sehingga mereka tidak se-egosentris sebelumnya. Kalau dihadapkan pada suatu persoalan. menghitung konsekuensi yang mungkin terjadi serta menguji hipotesa yang mereka buat. Tahap Concrete (7-11 thn) Pada umumnya. namun masa. Agar dapat mengerti sesuatu yang dipelajari.

Gagasan Konstruktivisme Tentang Pengetahuan Siswa mengkonstruksi skema kognitif. Menyediakan sarana yang membuat mahasiswa berpikir produktif d. dinamika kelompok. Belajar bukan kegiatan mengumpulkan fakta. studi kasus dan performance appraisal . Berpikir yang baik lebih penting daripada mempunyai jawaban yang benar (Von Glasersfeld. 1989). Belajar berarti membentuk makna b. membangun ide baru dan mengevaluasi ide baru) Evaluasi Dalam Pembelajaran Konstruktivisme Alternative Assesment. tetapi proses pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian Peran Dalam Pembelajaran Konstruktivisme a. dengan menggunakan potofolio. Jaringan struktur kognitif (Existing Cognitive Structure) Makna Belajar Dalam Konstruktivisme a. Menyediakan pengalaman belajar b. Domain pengalaman (Domain Of Experience) 3. melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya (Bettencourt. Konstruksi merupakan proses yang terus menerus c. Pengungkapan ide siswa c. Memberikan kegiatan yang merangsang keingintahuan mahasiswa c.proses yang aktif dan konstruktif. 1989). Orientasi (Apersepsi) b. kategori. kategori dan struktur yang berbeda Proses abstraksi dan refleksi seseorang menjadi sangat berpengaruh dalam kontribusi pengetahuan (Reflection/abstraction as primary). Restrukturisasi ide : (menjelaskan ide. Pandangan Konstruktivisme Mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru ke murid. Hasil konstruksi yang telah dimiliki (Constructed Knowledge) 2. Melalui proses pembentukan konsep yang terus menerus maka pengertian bisa dibangun (Bettencourt. 1989). berargumentasi. sehingga setiap siswa memiliki skema kognitif. simulasi dan permainan. observasi proses. konsep dan struktur dalam membangun pengetahuan. Faktor Yang Mempengaruhi Konstruksi Pengetahuan 1. Elisitasi. Memonitor dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa Proses Pembelajaran Konstruktivisme a.

Pengalaman-pengalaman apa yang harus disediakan bagi para siswa supaya dapat memperlancar proses belajar 2. maka guru hendaknya mengusahakan agar murid aktif berpartisipasi dalam membangun atau mengkonstruksi pengetahuannya. self-regulated learning dan generative learning. mengungkapkan pertanyaan dan sanggahan terhadap apa yang disampaikan guru. berdiskusi dengan para ahli. Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri (Von Glaserfeld). Pengetahuan bukan tiruan dari realitas. pengetahuan sebagai konstruksi aktif yang dibuat siswa. belajar mandiri. Implikasi Konstruktivisme terhadap Proses Belajar Berdasarkan prinsip bahwa ´Dalam belajar seseorang harus mengkonstruksi sendiri pengetahuannya´. Jika behaviorisme menekankan ketrampilan atau tingkah laku sebagai tujuan pendidikan. 1994) Model pembelajaran yang menggambarkan prinsip konstruktivisme : kesempatan yang luas bagi siswa untuk mengungkapkan gagasan dan pemikirannya. siswa dibantu untuk lebih berpikir dan merefleksikan pengetahuan mereka dalam kegiatan seperti : diskusi kelompok. menulis paper. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur. bahkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pun tak luput dari pengaruh teori ini. melainkan suatu proses yang berkembang terus-menerus. Pengetahuan juga bukan sesuatu yang sudah ada. meneliti dilapangan. Ada dua pertanyaan yang perlu dicermati guru. sementara konstruktivisme menekankan perkembangan konsep dan pengertian yang mendalam.Strategi Pembelajaran Konstruktivisme Antara lain Student-Centered Learning Strategis. konsep. Bagaimana pembelajar dapat mengungkapkan atau menyajikan apa yang telah mereka ketahui untuk memberi arti pada pengalaman-pengalaman itu (Tobin. dll. bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. yaitu : 1. Pengetahuan tidak bisa ditransfer begitu saja. Jika seseorang tidak aktif membangun pengetahuannya. . meskipun usianya tua tetap tidak akan berkembang pengetahuannya. kategori. Trippin dan Gallard. membuat laporan penelitian dimajalah. belajar kooperatif dan kolaboratif. debat. Suatu pengetahuan dianggap benar bila pengetahuan itu berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan atau fenomena yang sesuai. dunia pendidikan mendapat sumbangan pemikiran dari teori konstruktivisme sehingga banyak negara mengadakan perubahan-perubahan secara mendasar terhadap sistem dan praktik pendidikan mereka. sedangkan maturasionisme menekankan pengetahuan yang berkembang sesuai dengan usia. dan skema yang diperlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut. Dalam proses itu keaktivan seseorang sangat menentukan dalam mengembangkan pengetahuannya. melainkan harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang. Paul Suparno dalam ³Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan´ mencoba mengurai implikasi filsafat konstruktivisme dalam praktik pendidikan. Teori Konstruktivisme Lebih dua dasa warsa terakhir ini. dimana siswa belajar aktif.

Skema/skemata adalah struktur kognitif yang dengannya seseorang beradaptasi dan terus mengalami perkembangan mental dalam interaksinya dengan lingkungan. 2. 3. Proses perkembangan intelek seseorang berjalan dari disequilibrium menuju equilibrium melalui asimilasi dan akomodasi. pengalaman. Untuk itu. Sama halnya dengan setiap organisme harus beradaptasi secara fisik dengan lingkungan untuk dapat bertahan hidup. pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Jelaslah bahwa teori belajar bermakna Ausubel bersifat konstruktif karena menekankan proses asimilasi dan asosiasi fenomena. demikian juga struktur pemikiran manusia. dan persoalan yang harus ditanggapinya secaca kognitif (mental). Akomodasi adalah proses pembentukan skema atau karena konsep awal sudah tidak cocok lagi. pengetahuan pembelajar selalu diperbarui dan dikonstruksikan terus-menerus. Manusia berhadapan dengan tantangan. Dengan cara itu. Dengan cara demikian. Asimilasi adalah proses kognitif perubahan skema yang tetap mempertahankan konsep awalnya. sedangkan teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif. hanya menambah atau merinci. Equilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sehingga seseorang dapat menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamya (skemata). atau perlu perubahan. ada dua macam proses belajar yakni belajar bermakna dan belajar menghafal. 4. Belajar bermakna berarti informasi baru diasimilasikan dalam struktur pengertian lamanya. gejala baru. Belajar menghafal hanya perlu bila pembelajar mendapatkan fenomena atau informasi yang sama sekali baru dan belum ada hubungannya dalam struktur pengertian lamanya. . dan terus berkembang. dan fakta baru ke dalam konsep atau pengertian yang sudah dimiliki siswa sebelumnya. Skema juga berfungsi sebagai kategori-kategori utnuk mengidentifikasikan rangsangan yang datang. pengalaman.Jean Piaget adalah psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme. manusia harus mengembangkan skema pikiran lebih umum atau rinci. Baca posting Lebih Baik Paham daripada Hafal. Bermakna dan Menghafal Menurut Ausubel. menjawab dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Proses tersebut meliputi: 1.

New York. maka ia harus membuat perubahan konsep secara radikal. Paul. dan sains. Praktik pendidikan yang bersifat hafalan seperti yang selama ini berlangsung jelas sudah tidak memadai lagi. M. Konstruktivisme bisa dijadikan alat refleksi kritis bagi para penyusun kurikulum. Learning and Instruction: Theory Into Practice. Kita tak perlu pongah dengan mengatakan bahwa ada anak-anak Indonesia yang berhasil menyabet kejuaraan dunia sejenis Olimpiade Matematika dan lain-lain. membaca. Posner dkk lantas mengembangkan teori belajar yang dikenal dengan teori perubahan konsep. 1997 Subiyanto. Sumber: PerMaTa . namun menukik ke ³roh´ pendidikan itu sendiri. Allyn and Bacon Paramount Publishing. Teori Belajar. 1986. pengambil kebijakan. Depdikbud. buku pelajaran. Prasetya. Untuk Direfleksikan Selama ini praktik pendidikan kita masih sibuk dengan UAN. suatu ketika siswa dihadapkan fenomena baru yang tak bisa dipecahkan dengan pengetahuan lamanya. dengan terus manusia berani mengubah ide-idenya. Namun demikian.Berlandaskan teori Piaget dan dipengaruhi filsafat sainsnya Toulmin yang mengatakan bahwa bagian terpenting dari pemahaman manusia adalah perkembangan konsep secara evolutif. Educational Psychology: Theory and Practice (Development During Childhood and Adolescence). Justru lebih parah lagi apabila orientasi pendidikan tertuju hanya untuk meraih juara sambil menutup mata terhadap kenyataan yang ada secara umum. 1994. Tidak mengherankan bila hasil survei Unesco terhadap anak usia 15 tahun di 43 negara menempatkan Indonesia sebagai yang terendah bersama Albania dan Peru dalam hal basic skills yang meliputi kemampuan matematika. yang orientasinya hanya praktik penjejalan materi pelajaran dan hasil yang akan dicapai dengan mengabaikan proses berpikir dan pembentukan pengetahuan oleh siswa sendiri secara aktif. Tugas pendidikan adalah bagaimana dua tahap tersebut bisa terus berlangsung dengan terus memberi tantangan sehingga ada ketidakpuasan terhadap konsep yang telah ada. Macmillan Publishing Company. Irawan. Massachusetts. inilah yang disebut tahap akomodasi. les tambahan. dan pendidik untuk membuat pembaruan sistem dan praktik pendidikan kita sehingga perubahan-perubahan yang ada bukan sekadar di permukaan. seragam. yakni siswa menggunakan konsep yang sudah dimilikinya untuk menghadapi fenomena baru. Program Pengembangan Keterampilan DAsar Teknik Instruksional (PEKERTI) Untuk Dosen MUda. Pusat Antar Universitas_Dikti. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA y y y y Bell-Geller. Slavin. Tahap pertama dalam perubahan konsep disebut asimilasi. bahkan bertentangan dengan hakikat pengetahuan dan proses belajar itu sendiri. Robert E.E. karena ³anak unggul´ semacam itu jumlahnya hanya satu dua di antara jutaan anak Indonesia lainnya.

Ahmad adalah saudara sepupu Mahmud. bibi. tumbuhan. Hanya dirasakan adanya melalui proses mental. tetapi tidak langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan hidup fisik. Kata ³saudara sepupu´ dijelaskan. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. merupakan kenyataan {realitas}. belajar. Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan. rumah. Misalnya. dan sebagainya. paman. Penjelasan atas kata ³saudara sepupu´ itulah yang dimaksudkan disini dengan konsep . karena realitas itu tidak berbadan. adalah kata-kata yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Konsep yang didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup. mobil. Konsep sendiri pun dapat dilambangkan dalam bentuk suatu kata {lambang bahasa}. perkawinan. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. kursi.Belajar Konsep Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. Kenyataan itu dapat diketahui dengan menggunakan lambang bahasa. Objek-objek dihadirkan dalam kesadaran orang dalam bentuk repressentasi mental tak berperaga. bahkan dengan mikroskop sekalipun. sepeda motor dan sebagainya. saudara sepupu. seperti meja. Untuk memberikan pengertian pada semua kata itu diperlukan konsep yang didefinisikan dengan menggunakan lambang bahasa. tetapi tidak dapat diketahui dengan mengamati Ahmad dan Mahmud. Konsep ini mewakili benda tertentu. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada objek-objek dalam lingkungan fisik. saudara kandung.

yang didefinisikan. belajar konsep adalah berfikir dalam konsep dan belajar pengertian. yaitu belajar reseptif atau menerima. sauadara sepupu adalah anak dari paman atau bibi. Taraf pertamanya adalah taraf pengetahuan. Taraf kedua dalam taraf berfikir. Taraf ini adalah taraf konprehensif. Berdasarkan konsep yang didefinisikan. didapatkan pengertian. Akhirnya. .

dan seterusnya. Hubungan terhadap matematika yang umum diterima sama saja seperti hubungan antara ilmu pengetahuan semu dan ilmu pengetahuan yang sebenarnya. dan jarang dilakukan matematikawan. Matematika bukan pula akuntansi. terhadap kepustakaan yang telah ada. di mana segala sesuatunya selalu saja berkembang.. Matematika semu (pseudomatematika) adalah sebentuk kegiatan mirip matematika yang dilakukan di luar akademia.. Matematika semu berisi serangan-serangan yang telah ditentukan mengenai pertanyaan-pertanyaan terkenal. matematika banyak berutang budi kepada penyumbang amatir seperti Fermat dan Mersenne. dan oleh karenanya peremehan. tidak memusatkan perhatian pada sifat-sifat "supernatural" bilangan. kali dan bagi. 29 Januari 2010 Kesalahpahaman dan kesalahan konsep yang umum terjadi Matematika sangatlah sulit didefinisikan secara akurat. berisikan upaya-upaya pembuktian yang dibuat di dalam cara yang tertutup (yakni.2. y Seperti astronomi. Silakan baca kutipan-kutipan lama atau kuno di: y y Is Mathematics Beautiful? Do We Need Mathematics? Matematika bukanlah sistem kecerdasan tertutup. Para matematikawan menerbitkan ribuan makalah yang menjelaskan temuan-temuan baru di matematika tiap bulannya. 1. Kesalahan konsep yang dilibatkan biasanya didasarkan pada: y y kesalahpahaman dampak atau akibat kekakuan matematika. Lihatlah lebih jauh lagi Daftar matematikawan amatir. atau cuma sekadar aritmetika (ilmu hitung). upaya-upaya untuk untuk mengelakkan kriteria wajar penerbitan makalah matematika di dalam suatu jurnal ilmiah setelah tinjauan sepadan. seringkali di dalam keyakinan bahwa jurnal itu dibiaskan melawan penulisnya. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer yang disebut aritmetika atau ilmu hitung yang secara informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan yang bisa langsung diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0. kekurangakraban dengan. melalui beberapa operasi dasar: tambah. -1. 2. . kurang. Matematika bukanlah numerologi (ilmu bilangan). .. Tiada kemiskinan akan masalah terbuka. makalah-makalah panjang yang tidak disokong oleh teori-teori yang pernah diterbitkan).Jumat. .

Dari pernyataan di atas.inilah beberapa Kekeliruan Konsep Matematikanya dan penjelasan lebih lanjutnya : 1. Konsep Perkalian Banyak orang beranggapan bahwa Konsep a x b = b x a. berbeda. tetapi secara konseptual berbeda.ingat hasil!tapi secara konsep berbeda!jika 3x1 ini berarti obat harus diminum sebanyak 3 tablet masing-masing 1 kali atau 3x1=1+1+1.Secara matematis. Sedangkan 1x3 berarti 3 saja. Yang kita garis bawahi agan2. maka obat tersebut harus diminum sebanyak 3 tablet sekaligus. Keempat sudutnya merupakan sudut siku ± siku. Ane dapat mempertanggungjawabkan dan ane dapat memberikan penjelasan sebagai berikut : Setiap bangun datar apapun bentuknya hanya memiliki sebuah sisi yaitu sisi yang berwarna putih saat kita menggambar persegi pada kertas gambar. Begitupun dalam penerapan sehari-harinya. rumus Luas persegi = rusuk x rusuk.inilah yang saya sebut Konsep Matematika.Kesalahan Fatal Konsep Matematika yang di ajarkan Turun Temurun Oke gan. Ingat hasil!tetapi walaupun hasil akan sama. kesalahan2 ini parahnya di ajarkan turun temurun sebagai Konsep yang dianggap benar.Dengan harapan Stigma salah ini tidak lagi kita anut. Konsep bangun datar (luas persegi) : Persegi adalah bangun datar yang memiliki ciri ± ciri sebagai berikut : a. memang keduanya mempunyai hasil sama. Sebagai contoh : Bila dikaitkan dengan resep obat yang sering ditulis oleh dokter biasanya tertulis 3x1 sehari apa bedanya dengan 1x3?Secara perhitungan matematis. (Ane menyatakan kebenarannya) b. dalam sekali minum. adalah hasil.(Wah bakal Overdosis dong gan). (Ane menyatakan kebenarannya) Akibat dari kesalahan konsep diatas : Pada saat agan diinformasikan oleh pengajar yang sebelumnya pengajar tersebut memberikan pembuktian pada agan bahwa rumus ³Luas persegi adalah sisi x sisi´.Tanpa sedikitpun menyalahkan Guru2 kita. kali ini kelincihilang cuma sekedar berbagi cerita dan pengalaman pribadi. (ane menyatakan konsep ini adalah suatu kesalahan yang sangat fatal) c. atau ditulis 1x3=3. Memiliki 4 simetri lipat dan 4 simetri putar. Jadi yang benar. Sehingga bila dokter menulis resep obat 1x3 sehari misalnya. mulailah saat kesalahan konsep tersebut terjadi.Simak gan: Disadari atau tidak disadari banyak sekali kesalahan-kesalahan dalam pemahaman konsep matematika yang kita pelajari dari semasa kecil hingga sekarang.hasilnya sama. padahal jelas ini sebuah kekeliruan besar. . 2. sedangkan garis yang membentuk persegi tersebut namanya rusuk. Keempat sisinya sama panjang.Jadi harusnya sifat diatas harusnya diganti menjadi keempat rusuknya sama panjang. ane cuma pengen share dan berbagi ilmu buat agan.Terketuk hati dari situ.

A= Himpunan Bilangan Asli A={1.. Bilangan dan Nomor Banyak juga yang beranggapan arti dari 3 kata tersebut diatas mempunyai arti yang sama. 4.Kemudian di ukur. lebar dan tinggi Agan pasti setuju yh kalau Panjang. 2. Konsep Panjang. dst... sedangkan Nomor artinya beda lagi. Sebagai contoh : kita kalau mengukur tinggi Tiang bendera.Jelas ini merupakan kekeliruan.} Angka 1 dan Angka 2 termasuk Bilangan Asli.2. Jadi kata nomor sangat erat terkait dengan pengertian 'urutan'.Kata nomor biasanya menunjuk satu atau lebih angka yang melambangkan sebuah bilangan Asli dalam suatu barisan bilangan-bilangan Asli yg berurutan.3. cabut tiangnya kemudian jatuhkan dan tidurkan dulu ditanah. Perbedaan Angka.jadi jangan sampai kita menyebut 0 dengan kata kosong yh gan? Sekedar Hiburan : 5.Paham yh gan? Nah.Langsung aja untuk Penjelasannya: Sebuah angka digunakan untuk melambangkan bilangan.4.Nah.Sedangkan Bilangan adalah susunan dari beberapa Angka yang dapat mejelaskan suatu entitas Abstrak dalam ilmu matematika.ni dah salah gan?kalau Sejajar dengan tanah bukan Tinggi dong nmanya gan?padahal kita disuruh mengukur tingginya. Misalnya kata 'nomor 3' menunjuk salah satu posisi urutan dalam barisan bilanganbilangan 1. 3. . Perbedaan 0 (nol) dan kosong Yang ini ane yakin agan pasti paham.. Setubuh ga gan? .. lebar dan tinggi berbeda?Namun secara tidak sadar kita biasanya menyalahi Konsep tersebut. 4. suatu entitas abstrak dalam ilmu matematika.sebagai contoh.3.Biasanya kita turunkan dulu benderanya.5 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->