P. 1
Laporan Gabungan Kimia Dasar 1 Kelompok 1B

Laporan Gabungan Kimia Dasar 1 Kelompok 1B

|Views: 3,856|Likes:
Published by Aswar
kimia dasar 1 universitas mulawarman
kimia dasar 1 universitas mulawarman

More info:

Published by: Aswar on Dec 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

Dik ; M1 = 1 M , M2 = 18 M
V1 = 100 mL
Dit = V2=....mL?
Penyelsaian:

V1 x M1= V2 M2
100 (1) = V2 x M2
100 = V2 x 18
V2 = 100/18
V2 = 5,6 mL

4.3 Pembahasan

30

Larutan merupakan campuran homogen dari molekul atom ion dari dua zat
atau lebih, karena susunannya dapat berubah-ubah larutan sering disebut juga
sebagai campuran. Larutan terdiri dari zat yang terlarut(solute) dan
pelarut(solvent). Solute disebut sebagai fase dalam (fase terdispersi) karena
berada dalam jumlah sedikit sedangkan solvent di sebut sebagai fase luar (fase
pendispersi) karena memiliki jumlah lebih banyak di bandingkan solute.
Dalam percobaan yang dilakukan adalah pembuatan larutan BaCl2 yang
dilarutkan dalam air dan pembuatan H2SO4 yang diencerkan dengan air,
dimana BaCl2 dan H2SO4 pekat adalah solute dan air adalah solvent.
Campuran adalah penggabungan dia atau lebih zat dimana dalam
penggabungan ini, zat-zat tersebut mempertahankan identitas masing-masing.
Berdasarkan sifatnya, campuran dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.Campuran homogen, merupakan campuran yang tidak bisa dibedakan
antara zat-zat yang bercampur didalamnya. Seluruh bagian dalam
campuran homogenmempunyai sifat yang sama.
2.Campuran heterogen, merupakan campuran yang mengandung zat-zat
yang tidak dapat bercampur satu dengan yang lain secara sehingga dapat
dibedakan partikel sifat dari zat yang tercampur tersebut, seperti bentuk
dan warna.
Untuk membuat suatu larutan perlu dihitung konsentrasinya terlebih
dahulu. Dalam menghitung knsentrasi dapat dinyatakan dengan molaritas,
molalitas, normalitas, fraksi mol (x), persen beratppm dan mg persen.
Konsentrasi merupakan perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah total
zat dalam larutan, atau perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah
pelarut.
1.Molaritas

Molaritas ialah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Dimensi
molaritas ialah mol/L atau mol L-1

, disingkat M dan diucapkan molar.
Larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan disebut 1
molar dan ditulis 1 M.
Rumus Molaritas

31

n

M =

V

Ket

Ket : M = Molarits
n = mol
V = volume dalam larutan

atau

Ket : g = massa zat terlarut
Mr = massa relatif zat terlarut
V = volum dalam ml

Molaritas ialah cara yang paling lazim untuk menyatakan komposisi
larutan encer. Untuk pengukur yang cermat cara ini kurang
menguntungkan karena sedikit ketergantungan pada suhu. Jika larutan
dipanaskan atau didinginkan, volume berubah sedangkam mol akan tetap
sehingga molaritas akan berubah.

2.Molalitas

Molalitas ialah jumlah zat terlarut pada tiap kilogram pelarut, dalam
molalitas tidak ada volume, namun massa yang tidak berepengaruh pada
suhu.
Rumus molalitas

Ket : m = molalitas
n = mol
P = massa pelarut (Kg)

atau

Ket : g = massa terlarut
Mr = massa relatif terlarut
P = massa pelarut (Kg)

3.Persen Massa

32

g 1000

M = X
Mr V

m = n
P

g 1000

m = X

Mr P

Persen massa atau sering disebut persen bobot per bobot (% b/b),
menyatakan jumlah massa zat terlarut dalam 100 bagian massa larutan
Rumus persen massa :

massa zat terlarut
massa larutan

4.Persen Volume

Persen volume atau persen volum per volum (% V/V) menyatakan jumlah
zat terlarut dalam 100 bagian volume larutan.
Rumus persen volume

Volume zat terlarut
Volume larutan

5.ppm

ppm (part per million) menyatakan jumlah bagian komponen dalam sejuta
bagian campuran.
Rumus ppm :

massa zat terlarut (komponen)
massa larutan (campuran)

massa zat terlarut (komponen)
massa larutan (campuran)

6.Fraksi Mol

Fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut dengan jumlah mol
seluruh larutan (mol terlarut + mol pelarut).
Rumus Fraksi mol :
larutan terhadap jumlah seluruh zat dalam larutan.

nA

Ket : XA = fraksi mol pelarut
nA + nB nA = mol zat terlarut
nB = mol zat pelarut

7.Normalitas

33

x 100 %

% massa =

% volume =

x 100 %

x 100 %

x 100 %

ppm massa =

ppm volume =

XA =

Normalitas menyatakan jumlah garam ekuivelen zat terlarut dalam 1 liter
larutan. Satuannya dilambangkan dengan N dan disebut Normal.
Rumus Normalitas :
N = grek atau N = 1000 x gr x valensi
V V Mr
Valensi menyatakan banyaknya ion H+

atau OH-

(dalam larutan asam dan

basa) yang dilepaskan.

Proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi)
dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih
besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan, kadang-
kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada
pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini dapat dihilangkan dengan
aman, asam sulfat pekat yang harus ditambahkan ke dalam air, tidak boleh
sebaliknya. Jika air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, panas yang
dilepaskan sedemikian besar yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih
dan menyebabkan asam sulfat memercik. Pelarut harus ditambahkan sedikit
demi sedikit sampai volume larutan mencapai tanda batas labu takar. Saat
pembuatanlarutan H2SO4 terjadi reaksi eksoterm yaitu melepaskan panas dari
sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi
potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Sedangkan untuk
reaksi endoterm yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur
dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat imia tersebut
akan naik.

Proses pembuatan larutan di awali dengan menghitung berapa massa
larutan BaCl2 yang dibutuhkan, setelah itu ditimbang agar massa yang
dibutuhkan tepat, kemudian dilarutkan dengan aquades dengan tujuan agar
larutan BaCl2 larut dengan aquades, dan dimasukkan kedalam labu takar
kemudian dihomogenkan berfungsi untuk membuat larutan tercampur dengan
sempurna.

34

Adanya adhesi dan kohesi partikel-partikel atau molekul-molekul zat
mengakibatkan adanya sifat-sifat khusus zat cair yang ditempatkan kedalam
labu takar yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung. Meniskus cekung
merupakan tanda batas bawah dimana air dalam labu takar permukaannya
cekung, hal ini disebabkan karena kohesi air lebih kecil daripada adhesi air
dengan kaca. Meniskus cembung merupakan tanda batas atas dimana air
dalam labu takar permukaannya cembung, hal ini disebabkan karena kohesi
raksa lebih besar dari adhesi raksa dengan kaca.
Prinsip percobaan pembuatan larutan di dasarkan pada konsentrsi suatu zat
yang akan dibuat, serta menggunakan ketelitian tinggi, karena jika terjadi
kesalahan yang kecil, maka larutannya tidak akan menjadi larutan yang
diinginkan.

Larutan standar primer adalah larutan yang dapat digunakan untuk
menghasilkan larutan yang stabil dan konsentrasinya dapat diukur. Larutan ini
normalitasnya dapat diketahui dari hasil penimbangan dan pelarutan volume
tertentu. Contohnya asam oksalat, boraks, NaCl, seng sulfat.
Larutan standar sekunder adalah larutan yang stabil atau konsentrasinya
tidak dapat dipastikan, normalitsnya baru akan diketahui setelah dilakukan
pembakaran dengan larutan standar primer. Contohnya NaOH, H2SO4 dan
HCl.

Dalam melakukan percobaan pembuatan larutan terdapat beberapa
kesalahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
−Kurang teliti dalam menakar dan menambahkan quades, sehingga
melebihi batas ukuran yang telah ditentukan.
−Alat-alat yang telah digunakan,

Pembuatan larutan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,

contohnya:
−Pembuatan larutan cuka
−Pembuatan kaldu ayam
−Pembuatan sirup dan jus

35

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Untuk membuat larutan dari bahan cair dan padat dilakukan
dengan cara mencampurkan bahan cair dan padat kedalam gelas kimia,
kemudian diaduk.

Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute kurang
dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Sedangkan larutan
jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan
mengadakan kesetimbangan dengan solute padatnya.

Larutan homogen adalah suatu keadaan larutan dimana dua zat
menjadi sama sifatnya karena bergabung, sedangkan larutan heterogen
adalah suatu keadaan larutan dimana dua zat bercampur, namau masih
dapat dibedakan unsur-unsurnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->