Pembuatan Gas Mulia Gas Helium Helium (He) ditemukan terdapat dalam gas alam di Amerika Serikat.

Gas helium mempunyai titik didih yang sangat rendah, yaitu -268,8 0C sehingga pemisahan gas helium dari gas alam dilakukan dengan cara pendinginan sampai gas alam akan mencair (sekitar -156 0C) dan gas helium terpisah dari gas alam. Gas Argon, Neon, Kripton, dan Xenon Udara mengandung gas mulia argon (Ar), neon (Ne), krypton (Kr), dan xenon (Xe) walaupun dalam jumlah yang kecil. Gas mulia di industri diperoleh sebagai hasil samping dalam industri pembuatan gas nitrogen dan gas oksigen dengan proses destilasi udara cair. Pada proses destilasi udara cair, udara kering (bebas uap air) didinginkan sehingga terbentuk udara cair. Pada kolom pemisahan gas argon bercampur dengan banyak gas oksigen dan sedikit gas nitrogen karena titik didih gas argon (-189,4 0C) tidak jauh beda dengan titik didih gas oksigen (-182,8 0C). Untuk menghilangkan gas oksigen dilakukan proses pembakaran secara katalitik dengan gas hidrogen, kemudian dikeringkan untuk menghilangkan air yang terbentuk. Adapun untuk menghilangkan gas nitrogen, dilakukan cara destilasi sehingga dihasilkan gas argon dengan kemurnian 99,999%. Gas neon yang mempunyain titik didih rendah (-245,9 0C) akan terkumpul dalam kubah kondensor sebagai gas yang tidak terkonsentrasi (tidak mencair). Gas kripton (Tb = -153,2 0C) dan xenon (Tb = -108 0C) mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari gas oksigen sehingga akan terkumpul di dalam kolom oksigen cair di dasar kolom destilasi utama. Dengan pengaturan suhu sesuai titik didih, maka masing-masing gas akan terpisah. Pembentukan Senyawa Gas Mulia Sampai dengan tahun 1962, para ahli masih yakin bahwa unsur-unsur gas mulia tidak bereaksi. Kemudian seorang ahli kimia kanada bernama Neil Bartlet berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu XePtF6. Keberhasilan ini didasarkan pada reaksi: PtF6 + O2 → (O2)+ (PtF6)PtF6 ini bersifat oksidator kuat. Molekul oksigen memiliki harga energi ionisasi 1165 kJ/mol, harga energi ionisasi ini mendekati harga energi ionisasi unsur gas mulia Xe = 1170 kJ/mol. Atas dasar data tersebut, maka untuk pertama kalinya Bartlet mencoba mereaksikan Xe dengan PtF6 dan ternyata menghasilkan senyawa yang stabil sesuai dengan persamaan

keadaan ini disebut “pesona bawah laut”. dan untuk pengisi tabung-tabung televisi. maka gugurlah anggapan bahwa gas mulia tidak dapat bereaksi. Neon digunakan juga sebagai zat pendingin.reaksi: Xe + PtF6 → Xe+(PtF6)Setelah berhasil membentuk senyawa XePtF6. diantaranya langsung dengan gas flourin dan menghasilkan senyawa XeF2. Ne. enon dapat digunakan dalam pembuatan lampu untuk bakterisida (pembunuh bakteri). Jika digunakan campuran nitrogen dan oksigen untuk membuat udara buatan. Kegunaan dan Bahaya Unsur Gas Mulia Helium Helium merupakan gas yang ringan dan tidak mudah terbakar. Para penyelam bekerja pada tekanan tinggi. Neon dapat digunakan untuk pengisi bola lampu neon. Helium cair digunakan sebagai zat pendingin karena memiliki titik uap yang sangat rendah. Argon juga digunakan dalam las stainless steel dan sebagai pengisi bola lampu pijar karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang panas. (tekanan atmosfer) gas nitrogen keluar dari darah dengan cepat. Kripton bersama argon digunakan sebagai pengisi lampu fluoresen bertekanan rendah. malah akan menimbulkan kanker paru-paru. jika radon terhisap dalam jumlah banyak. Krypton juga digunakan dalam lampu kilat untuk fotografi kecepatan tinggi. nitrogen yang terisap mudah terlarut dalam darah dan dapat menimbulkan halusinasi pada penyelam. . dan XeF6. XeF4. penangkal petir. Kemudian para ahli lainnya mencoba melakukan penelitian dengan mereaksikan xenon dengan zat-zat oksidator kuat. Radon Radon yang bersifat radioaktif digunakan dalam terapi kanker. Namun demikian. Hanya saja senyawa KrF2 dan RnF2 bersifat (tidak stabil). Reaksi gas mulia lainnya. Helium yang tidak reaktif digunakan sebagai pengganti nitrogen untuk membuat udara buatan untuk penyelaman dasar laut. Ketika penyelam kembali ke permukaan. Oleh para penyelam. indicator tegangan tinggi. yaitu krypton menghasilkan senyawa KrF2. Helium dapat digunakan sebagai pengisi balon udara. Terbentuknya gelembung gas dalam darah dapat menimbulkan rasa sakit atau kematian. dan Ar sampai saat ini belum dapat dibuat mungkin karena tingkat kestabilannya yang sangat besar. Radon dapat bereaksi langsung dengan F2 dan menghasilkan RnF2. Argon digunakan dalam las titanium pada pembuatan pesawat terbang atau roket. Xenon juga digunakan dalam pembuatan tabung elektron. Senyawa gas mulia He.