P. 1
3 Materi Bintek Manajemen Kepegawaian

3 Materi Bintek Manajemen Kepegawaian

|Views: 1,500|Likes:
Published by insantama

More info:

Published by: insantama on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

MATERI BINTEK MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

PEMERINTAH KOTA SEMARANG TAHUN 2009

1

DAFTAR ISI DAFTAR ISI......................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL....................................................... PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL................................................ KENAIKAN PANGKAT PNS .................................................................21 MUTASI KEPEGAWAIAN .................................................................33 41 57 60 PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL....................... PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL........................ PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PNS.................................................... PENGGAJIAN PNS KESEJAHTERAAN PNS .................................................................60 .................................................................65 66 69 72 1 2 12

- BAPERTARUM........................................................................................ - TABUNGAN HARI TUA......................................................................... - ASURANSI KESEHATAN (ASKES)...................................................... 10. 11. 12. 13. 14. CUTI PNS .................................................................76 PERATURAN DISIPLIN PNS .................................................................81 PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN.......................................... PEMBERHENTIAN PNS .................................................................94 PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL........................................................

86 102

2

FORMASI PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. UMUM Jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang diperlukan suatu satuan organisasi ditetapkan dalam suatu formasi untuk jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan dengan tujuan agas unit oeganisasai itu mampu melaksanakan tugasnya secara berdaya guna, berhasil guna dan berkelangsungan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 undang-undang Nomor 43 tahun 1999 Tentang Pokok-pokok kepegawaian, PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Dengan demikian, pengertian formasi termasuk di dalamnya jumlah dan susunan jabatan PNS yang diperlukan suatu satuan organisasi Negara untuk mempu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu. Agar satuan–satuan organisasi mempunyai jumlah, susunan pangkat dan mutu Pegawai Negeri Sipil yang cukup sesuai dengan jenis, sifat dan besarnya beban tugas, maka ditetapkan formasi Pegawai Negeri Sipil. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, organisasi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. Karena tugas pokok dapat berkembang dari waktu ke waktu, maka jumlah dan mutu PNS yang diperlukan harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok. Perkembangan tugas dapat mengakibatkan makin besarnya jumlah PNS yang diperlukan. 2. DASAR HUKUM a. Undang Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 b. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Juncto Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 c. Keputusan Kepala BKN Nomor 26 Tahun 2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003. 3. PENGERTIAN Formasi adalah jumlah dan susunan pangkat Pegawai Negeri Sipil uang diperlukan oleh suatu susunan organisasi untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu. Formasi PNS Pusat adalah formasi bagi PNS yang bekerja pada suatu satuan Organisasi Pemerintah Pusat. Formasi PNS Daerah adalah formasi PNS yang bekerja pada suatu satuan Organisasi pemerintah Daerah

3

korelasi jabatan. metoda dan teknik untuk memperoleh data jabatan. Jenis Pekerjaan Yaitu macam-macam pekerjaan yang harus dilakukan oleh suatu satuan organisasi dalam melaksanakan tugas pokok. wewenang. 4. kode. B. syarat jabatan dan informasi jabatan lainnya Penyediaan pegawai adalah upaya suatu satuan organisasi Negara untuk mencari. kondisi lingkungan kerja. Peralatan yang tersedia A.Analisis Jabatan adalah proses. perangkat kerja. nama jabatan yang berada dibawahnya. bahan kerja. TUJUAN Tujuan ditetapkannya formasi adalah agar satuan organisasi negara mempunyai jumlah dan mutu/kualitas pegawai yang memadai sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab pada masing-masing satuan organisasi 5. Jenis pekerjaan b. serta mengolahnya menjadi informasi jabatan Informasi Jabatan adalah uraian tentang hasil analisa jabatan yang berupa uraian jabatan dan peta jabatan Uraian Jabatan adalah uraian tentang hasil analisis jabatan yang berisi informasi tentang nama jabatan. mendapatkan dan mengembangkan pegawai sesuai dengan standar. Prinsip pelaksanaan pekerjaan e. Sifat Pekerjaan Adalah pekerjaan yang berpengaruh dalam penetapan formasi yaitu sifat pekerjaan yang ditinjau dari sudut waktu untuk melaksanakan pekerjaan itu. resiko bahaya. Sifat pekerjaan c. unit organisasi ikhtisar jabatan. hasil kerja. tanggung jawab. Sebagaimana diketahui ada pekerjaan yang penyelesaiannya dapat dilakukan pada 4 . uraian tugas. Beban kerja dan perkiraan kapasitas seorang PNS d. kualifikasi dan kompetensi jabatan dalam rangka memenuhi kebutuhan suatu satuan organisasi negara. PENYUSUNAN FORMASI Formasi masing-masing satuan organisasi negara disusun berdasarkan analisa kebutuhan dan penyediaan pegawai sesuai dengan jabatan yang tersedia dengan memperhatikan informasi jabatan yang disusun setiap tahun anggaran Pejabat Pembina Kepegawaian menyusun formasi masing-masing satuan organisasi Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah selambat-lambatnya akhir bulan Januari setiap tahun angaran Analisis kebutuhan dilakukan berdasarkan analisis terhadap: a.

Prinsip pelaksaan Pekerjaan Prinsip pelaksanaan pekerjaan sangat besar pengaruhnya pada penentuan formasi. maka untuk dapat menentukan jumlah pegawai yang diperlukan. Beban Kerja dan Perkiraan Kapasitas Seorang PNS Adalah frekuensi rata-rata masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. PROSEDUR PENGUSULAN FORMASI PNS Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS dibedakan antara PNS Pusat dan Daerah. Peralatan yang tersedia Peralatan yang tersedia atau diperkirakan akan tersedia dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok akan mempengaruhi penentuan jumlah pegawai yang diperlukan. Pengolahan formasi PNS dalam tahun anggaran yang bersangkutan menurut golongan ruang. a. Memperkirakan beban kerja masing-masing satuan organisasi dapat dilakukan berdasar perhitungan dan pengalaman Apabila sudah dapat diperkirakan beban kerja masing-masing satuan organisasi. namun bila suatu pekerjaan diborongkan pada fihak lain maka tidak perlu mengangkat pegawai. Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS Pusat diatur sbb: 1) Pejabat Pembina Kepegawaian mengajukan usul penetapan formasi kepada Menpan dan kepala BKN paling lambat akhir bulan Februari. Perkiraan kapasitas seorang pegawai untuk melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu dalam jangka waktu tertentu diakukan berdasarkan perhitungan atau berdasarkan pengalaman. perlu ditetapkan perkiraan kapasitas seorang PNS dalam jangka waktu tertentu. D. C. kerena mungkin makin tinggi mutu peralatan yang digunakan dan tersedia dalam jumlah yang memadahi mengakibatkan makin sedikit jumlah pegawai yang dibutuhan.jam kerja saja dan ada pula pekerjaan yang harus dilakukan secara terus menerus (selama 24 jam). Kemampuan Keuangan Negara/ Daerah Faktor lain yang sangat penting untuk diperhitungkan adalah kemampuan keuangan negara atau daerah. F. Sebagai contoh apabila suatu jenis pekerjaan akan dilakukan oleh satuan organisasi sendiri maka organisasi tersebut harus diangkat pegawai untuk melaksanakan tugas tersebut. Usul tersebut dilampiri: a). Penyusunan bezetting PNS (Jml kekuatan PNS yang ada) b). E. 5 . 6.

i). Apabila tahum anggaran sebelumnya telah melampirkan maka tahun berikutnya tidak perlu melampirkan kembali. Kepala BKN memberikan pertimbangan kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. h). f). pensiun dan meningal dunia pada tahun anggaran sebelumnya. e). g). Peta Jabatan. Daftar keadaan PNS yang diperbantukan Perwakilan/ badan Internasional. Daftar jumlah PNS yang berhenti. kecuali terjadi perubahan organisasi. Daftar rencana penarikan kembali tenaga perbantuan dari Daerah Otonom/Instansi lain/ luar negeri ke Pusat dalam tahun anggaran yang bersangkutan. j). Daftar keadaan PNS yang dipekerjakan dan diperbantukan pada daerah Otonom. 2) Berdasarkan usul tersebut. d). bagi instansi yang memiliki perwakilan di Luar Negeri dan memiliki/memerlukan pegawai sebagai local staff.c). Daftar kebutuhan PNS menurut jabatan pada tahun anggaran yang bersangkutan. Susunan jabatan struktural dan fungsional yang diduduki oleh PNS yang memiliki golongan ruang IV/a ke atas. b. Daftar usul formasi PNS menurut pangkat/ golongan ruang dalam tahun anggaran yang bersangkutan. k). m). bagi instansi yang memiliki perwakilan di Luar Negeri an memiliki/ memerlukan PNS sebagai home staff. 3) Pertimbangan Kepala BKN tersebut disampaikan setelah melalui pembahasan dalam Tim Kerja Kepegawaian paling lambat akhir Mei. Daftar usul formasi PNS pada Perwakilan RI di luar Negeri (home staff) dalam tahun anggaran yang bersangkutan. serta jumlah PNS yang mencapai BUP dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar keadaan Tenaga Guru dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Daftar usul formasi Pegawai yang bekerja pada Perwakilan RI di Luar Negeri (local staff) dalam tahun anggaran yang bersangkutan. n). Daftar kebutuhan Tenaga Kesehatan dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Badan lain yang ditentukan Pemerintah. Tim Kerja Kepegawaian ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. 6 . Yayasan Badan-badan Swasta. l). Prosedur pengusulan penetapan formasi PNS Daerah diatur sbb: 1) Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota mengajukan usul persetujuan formasi kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala BKN melalui Gubernur paling lambat akhir Bulan Februari.

a) b) c) d) e) f) g) h) Penyusunan bezetting (jumlah kekuatan PNS yang ada) dalam Pengolahan formasi PNS dalam tahun anggaran yang bersangkutan Daftar usul formasi PNS manurut pangkat/ golongan ruang dalam Daftar kebutuhan PNS menurut jabatan pada tahun anggaran yang Susunan jabatan struktural dan fungsional yang diduduki oleh PNS Daftar kebutuhan Tenaga Kesehatan dalam tahun anggaran yang Daftar kebutuhan Tenaga Guru tahun anggaran yang bersangkutan. 6) Pertimbangan Kepala BKN tersebut disampaikan kepada Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendayagunaan aparatur negara setelah melalui 7 . yang memiliki golongan ruang IV/a ke atas. Daftar jumlah PNS yang dipekerjakan dan diperbantukan pada tahun anggaran yang lalu menurut golongan ruang. Dalam penyampaian usul persetujuan formasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. i) Daftar rencana penarikan kembali tenaga perbantuan dari Daerah Otonomi lain/ instansi lain ke Daerah dalam tahun anggaran yang bersangkutan. pensiun dan meninggal dunia pada tahun anggaran sebelumnya. bersangkutan. Yayasan. serta jumlah PNS yang mencapai BUP dalam anggaran ybs. Kepala BKN memberikan pertimbangan kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Gubernur dapat memberikan rekomendasi. bersangkutan. 3) Usul persetujuan formasi PNS di lingkungan PEMDA Kabupaten/ Kota diajukan oleh Gubernur kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan Kepala BKN.2) Gubernur mengajukan persetujuan formasi Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala BKN paling lambat akhir bulan Maret. maka untuk tahun berikutnya tidak perlu melampirkan kembali. Badan-badan swasta dan badan lain yang ditentukan Pemerintah menurut golongan yang bersangkutan. tahun anggaran yang bersangkutan. Apabila dalam tahun anggaran sebelumnya telah melampirkan. k) Peta Jabatan. kecuali terjadi perubahan organisasi. j) Daftar jumlah PNS yang berhenti. 4) Usul pemerintah persetujuan formasi tersebut bersamaan dengan permintaan persetujuan formasi PNS di lingkungan PEMDA Propinsi. satuan organisasi pemerintah lainnya. menurut golongan ruang. 5) Berdasarkan usul dimaksud.

PENETAPAN FORMASI PNS Formasi PNS untuk masing-masing satuan organisasi pemerintah pusat ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara berdasarkan pertimbangan tertulis Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat Bulan juni. Dalam rangka perencanaan dan pengendalian jumlah Pegawai Negeri Sipil maka setiap keputusan Gubernur/Bupati/Walikota tembusannya harus tentang penetapan kepada formasi di lingkungannya. Formasi PNS Daerah untuk masing-masing satuan organisasi Pemerintah Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota setiap tahun anggaran ditetapkan oleh Kepala Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. berdasarkan pertimbangan tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara paling lambat bulan Juli.pembahasan dalam Tim kerja Kepegawaian (TKK) paling lambat akhir Bulan Juni. 8. Selanjutnya Gubernur menyampaikannya kepada masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota paling lambat 7 hari kerja sejak diterimanya persetujuan tersebut. Kabupaten. 8 . maka tidak dapat digunakan untuk pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil. dicantumkan jumlah formasi untuk masingmasing PEMDA (Propinsi. Khusus untuk penetapan formasi PNS Luar Negeri harus memperhatikan pula pertimbangan Menteri Luar Negeri. 8) Dalam persetujuan formasi dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. KETENTUAN LAIN-LAIN Formasi yang telah ditetapkan berlaku dalam tahun anggaran yang bersangkutan. Kota) 9) Persetujuan formasi tersebut disampaikan oleh Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara kepada Gubernur dan tembusannya kepada Kepala BKN dan Kepala Kanreg BKN sesuai dengan wilayah kerjanya. sehingga lowongan formasi yang tidak diisi pada tahun yang bersangkutan tidak dapat digunakan untuk tahun anggaran berikutnya. 7. 7) Menteri yang bertangungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara memberikan persetujuan secara tertulis formasi PNS Daerah berdasar pertimbangan tertulis Kepala BKN paling lambat Bulan Juni. Penetapan formasi Pegawai negeri Sipil yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. disampaikan Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan Kepala BKN.

Kesehatan Masyarakat. Gizi. Keterapian fisik.DASAR PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN JUMLAH TENAGA NO UNIT KERJA DOKTER 2 dr/ PKM 1 drg/ PKM DRG 1 drg/ PKM 1 dr/ 3 PKM PERAWAT 8 perawat/PKM 5 perawat /PKM 1 perawat 1 dr / 10 TT 1 dr / 10 / TT 3 drg / RS 2 perawat / TT 1 bidan/ desa 1 Nakes lain/ 3 TT 1/3 jml tenaga kesehatan BIDAN 3 bidan/ PKM NAKES LAIN 5 Nakes lain/PKM NON NAKES 1 PERAWAT PUSKESMAS 1 PERAWATAN PUSKESMAS 2 NON PERAWATAN PUSKESMAS 3 PEMBANTU 4 DESA RUMAH SAKIT 1 RUMAH SAKIT Keterangan : TT PKM Nakes Lain Non Nakes : Tempat Tidur : Puskesmas : Tenaga Kefarmasian. Keteknisan Medis : Tenaga Administrasi yang menunjang pelayanan kesehatan 9 .

JGBK = JS 150 : : : : : Jumlah Guru Mata Pelajaran yang dibutuhkan Jumlah Jam Pelajaran/tahun Jumlah Kelas tiap tingkat/paralel Jam wajib mengajar/minggu Kelompok Belajar .Untuk Program Normatif dan Adaptif kelompok belajar = 1 . : : : : Jumlah Guru Mata Pelajaran Jumlah Rombongan Belajar Alokasi waktu seluruh mata pelajaran/minggu jumlah jam wajib mengajar /minggu Guru SMK JGMP = JP1 x JK1 + JP2 x jk2 + JPn x JKn ME1 ME2 MEn JW Keterangan JGMP JP JK JW KB ME 4. : : : : Jumlah Guru SD Jumlah Rombongan Belajar Guru Pendidikan Jasmani dan Rohani Guru Agama Guru SLTP dan SMU JGMP = JRB x W 24 Keterangan JGMP JRB W 24 3.Untuk Program Produktif kelompok belajar = 2 : Jumlah Minggun Efektif/tahun Guru Konseling Keterangan JGBK JS 150 : Jumlah Guru Bimbingan Konseling : Jumlah Siswa : Jumlah siswa yang wajib dibimbing 10 .STANDAR PENGHITUNGAN KEBUTUHAN GURU 1. Guru SD JGSD = JRB + GP + GA Keterangan JGSD JRB GP GA 2.

PERHITUNGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT KERJA Rumus = Jumlah Satuan Perangkat Kerja Standar Pegawai persatuan Perangkat Kerja Contoh : Traktor pada Balai Latihan Kerja Departemen Pertanian dibutuhka Jabatan Operator. PERHITUNGAN MENGGUNAKAN PROSES KERJA Rumus = Jumlah Waktu Penyelesaian Tugas Standar Waktu Contoh :Jabatan Perancang Grafik Peta Bumi 1) Jumlah Waktu Penyelesaian Tugas Jumlah Waktu penyelesaian tugas jabatan Perancang Grafik Peta Bumi sebanyak 54.PERHITUNGAN MENGGUNAKAN HASIL KERJA Rumus = Volume Hasil Kerja Standar Hasil Kerja Pegawai Contoh: Agenda Surat adalah hasil kerja jabatan Agendaris 1. Standar Pegawai Per Satuan Perangkat Kerja a. Teknisi = 1 x 1 = 1 orang c.300menit (905 jam) Standar Waktu Penyelesaian Jumlah waktu standar penyelesaian tugas selama 1 (satu) tahun sebanyak 75. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan a.300 / 75. Teknisi = 1 orang c.250 jam) Jumlah Pegawai yang dibutuhkan 54. Tukang Oli = 1 x 2 = 2 orang III. Operator = 1 x 3 = 3 orang b. Teknisi dan Tukang Oli 1. Operator = 3 orang b.75 pegawai Sehingga jumlah pegawai yang dibutuhkan sebanyak 1 (satu) pegawai dengan catatan ditambahkan beban kerja lain II. Tukang Oli = 2 orang 2.000 menit (1.FORMULA PENGHITUNGAN JABATAN TEKNIS LAINNYA I.000 = 0. Hasil Kerja 1000 agenda surat 11 .

PERHITUNGAN MENGGUNAKAN OBJEK / BAHAN KERJA Rumus = Jumlah Beban Kerja Standar Penyelesaian Obyek / Bahan Kerja Contoh : Bahan kerja surat diperlukan jabatan Agendari dan Caraka 1. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan 1000/100 = 10 pegawai IV.2. Caraka = 1000 / 50 = 20 caraka 12 . Volume objek kerja 1000 surat 2. Standar kemampuan prestasi rata-rata Pegawai 100 Agsenda surat/pegawai/hari 3. Agendaris = 1000 / 100 = 10 agendaris b. Agendaris = 100 surat / hari b. Caraka = 50 surat / hari 3. Jumlah Pegawai yang dibutuhkan a. Standar kemampuan Pegawai per jabatan a.

pensiun dan meninggal dunia atau adanya perluasan organisasi Karena pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. antara lain meliputi: 13 . suku. 1) a. DASAR HUKUM a. f. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai negeri Sipil. maka penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah memenuhi syarat yang ditentukan. pengadaan PNS c. PENGUMUMAN. g. diperlukan e. antara lain meliputi: Inventarisasi lowongan jabatan yang telah Pengumuman akan dilaksanakannya ditetapkan dalam formasi serta syarat jabatannya PERENCANAAN. b. ras. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 c. pengangkatan menjadi PNS 2) Penghitungan Biaya Pelamaran Pelaksanaan penyaringan Pengangkatan menjadi CPNS sampai Penyiapan materi ujian Penyiapan sarana dan prasarana yang Perencanaan Penjadwalan kegiatan. golongan atau daerah. UMUM Pengadaan Pegawai Negeri Sipil adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang PokokPokok kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 PERSYARATAN DAN PELAMARAN Perencanaan pengadaan Pegawai Negeri Sipil.PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. Keputusan kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11 Tahun 2002 Tanggal 17 Juni 2002 3. Lowongannya formasi dalam suatu organisasi pada umumnya disebabkan oleh dua hal. d. 2. agama. tahun 1999 b. a. dan tidak boleh didasarkan atas jenis kelamin. Pengadaan PNS harus didasarkan atas syarat-syarat objektif yang telah ditentukan. yaitu adanya Pegawai Negeri Sipil yang berhenti.

yaitu Putusan Pengadila Negeri yang menetapkan ybs sebagai warga negara. Dalam pengumuman tersebut Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar adalah: 1) Warga Negara Indonesia. Persyaratan lamaran. karena melakukan suatu 14 . Pengumuman tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelumnya tanggal penerimaan dicantumkan antara lain: 1) Jumlah dan jenis jabatan yang lowong 2) Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan 3) Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pelamar 4) Alamat dan tempat lamaran diajukan 5) Batas waktu pengajuan lamaran 6) Waktu dan tempat seleksi 7) Dll c. juga sekaligus diperhitungkan biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan pengadaan PNS. Disamping itu untuk memberikan kesempatan yang luas kepada setiap WNI untuk mengajukan lamaran. Pengumuman Setiap kegiatan pengadaan pegawai harus diumumkan seluas-luasnya melalui media masa yang tersedia dan atau bentuk lainnya yang mungkin digunakan sehingga kegiatan tersebut diketahui umum. 2) Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun. maka harus dimintakan bukti kewarganegaraannya.Dalam perencanaan pengadaan PNS selain harus memperhitungkan penyediaan anggaran gajinya. juga memberikan lebih banyak kemungkinan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memilih calon PNS yang cakap dalam melaksanakan tugas yang akan dibebankan kepadanya. Apabila diragukan tentang kewarganegaraan seorang pelamar. Perencanaan pengadaan PNS dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pengadaan PNS hanya diperkenankan dalam batas formasi yang telah ditetapkan dengan memprioritaskan: 1) 2) 3) Pegawai pelimpahan/penarikan dari Departemen/LPND/Pemerintah Daerah yang kelebihan pegawai Siswa / mahasiswa ikatan dinas setelah lulus dari pendidikannya Tenaga medis dan paramedis yang telah selesai melaksanakan masa bakti sebagai pegawai tidak tetap b. Usia seorang pelamar ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum dalam STTB/Ijazah yang digunakan sebagai dasar pengangkatan 3) Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

Pelamaran kecakapan. termasuk syarat khusus yang ditentukan instansi ybs. PENYARINGAN Pemeriksaan Administratif Setiap surat lamaran yang diterima diperiksa dan diteliti sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan dalam pengumuman. Pengangkatan CPNS pada prinsipnya tidak boleh melebihi 35 (tiga puluh lima) tahun. keahlian dan ketrampilan yang Setiap pelamar harus mengajukan surat lamaran yang ditulis dengan tulisan tangan sendiri ditujukan kepada pejabat pembina kepegawaian instansi yang bersangkutan.tindak pidana kejahatan. 5) Tidak berkedudukan sebagai calon/Pegawai Negeri Seorang yang berkedudukan sebagai Calon/Anggota TNI dan Calon/Anggota Kepolisian negara tidak dapat diterima untuk menjadi CPNS 6) Mempunyai pendidikan. Pemeriksaan tersebut 15 . diperlukan 7) Berlakuan baik. Pengangkatan sebagai CPNS dapat dilakukan bagi yang melebihi batas 35 (tiga puluh lima) tahun dengan ketentuan: 1) Telah mengabdi kepada instansi pemerintah baik pusat mauupun daerah sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus menerus sebelum PP 11 Tahun 2002 ditetapkan tanggal 17 April 2002 2) Masih melaksanakan tugas pada instansi tersebut 3) Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan khusus dan dilakukan secara selektif serta tidak boleh melebihi usia 40 (empat puluh) tahun d. Dalam ketentuan ini tidak termasuk bagi mereka yang dijatuhi hukuman percobaan 4) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS / anggota TNI/ anggota Kepolisian Negara atau diberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Swasta. yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari kepolisisan setempat 8) Sehat jasmani dan rohani. yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Dokter 9) Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah NKRI atau Negara lain yang ditentukan oleh pemerintah 10) Syarat lain yang ditentukan dalam persyaratan jabatan. yang dilampiri: 1) Foto copy STTB/Ijazah yang disyahkan oleh pejabat yang berwenang 2) Kartu tanda pencari kerja dari Dinas Tenaga Kerja 3) Pas photo menurut ukuran dan jumlah yang ditentukan 1) 1.

2. yaitu Pengetahuan lainnya Penyusunan materi ujian harus didasarkan pada pengetahuan yang diperlukan untuk jabatan yan bersangkutan atau syarat jabatan persyaratan jabatan yang diperlukan 2) Psikotes. Materi Ujian Materi ujian disusun sedemikian rupa sehingga pelamar yang akan diterima benar-benar mempunyai kecakapan. yang disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan. keahlian dan ketrampilan yang diperlukan. yang disesuaikan dengan kebutuhan persyaratan jabatan dan kemampuan instansi masing-masing. Adapun materi ujian meliputi: 1) Test kompetensi. Psikotes dilakukan untuk mengetahui kepribadian. sedangkan yang memenuhi syarat disusun dalam daftar untuk memudahkan pemanggilan. pejabat pembina kepegawaian dengan surat keputusan membentuk panitia ujian yang sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang dengan susunan : 1) seorang ketua merangkap anggota 2) seorang sekretaris merangkap anggota dan 3) seorang anggota Tugas panitia adalah: 1) menyiapkan dan mengumpulkan bahan ujian 2) menentukan pedoman pemeriksaan dan penilaian ujian 3) menentukan tempat dan jadwal ujian 4) menyelenggarakan ujian 5) memeriksa dan menilai hasil ujian 6) menyampaikan hasil ujian kepada pejabat kepegawaian yang disusun berdasarkan nilai tertinggi sampai yang terendah 7) membuat laporan secara tertulis kepada pejabat kepegawaian 3. Tes Kompetensi meliputi: a) b) c) d) e) f) Pengetahuan Umum Bahasa Indonesia Kebijaksanaan Pemerintah Pengetahuan Teknis. Panitia Ujian Untuk melaksanakan ujian penyaringan.dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian. Surat lamaran yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepada pelamar disertai dengan alasan-alasannya. minat dan bakat bagi pelamar. 16 .

maka dianggap mengundurkan diri. Pemanggilan dilakukan secara fungsional oleh pejabat yang disertai tugas urusan kepegawaian. kepada pejabat mana. Apabila pelamar yang dipanggil sampai batas waktu yang ditentukan tidak melapor. dipanggil secara tertulis untuk mengikuti ujian penyaringan. Pemanggilan Pelamar Pelamar yang memenuhi syarat. Pengumuman Pelamar Yang Diterima Pejabat Pembina Kepegawaian setelah menerima daftar nama dan nomor serta nilai ujian peserta dari Panitia Ujian. diinformasikan kapan. menetapkan pelamar yang dinyatakan diterima berdasarkan urutan nilai tertinggi sesuai dengan jumlah lowongan dan kualifikasi pendidikan yang tersedia. yang merupakan pelengkap dari ujian tertulis. Apabila diperlukan. maka disamping pemanggilan dilakukan secara tertulis. 2) PENGANGKATAN Pelamar yang ditetapkan diterima. wajib melengkapi dan menyerahkan kelengkapan administrasi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian atau yang ditunjuk olehnya.4. dimana. Selain ujian tertulis. Dalam pengumuman dan surat pemberitahuan tersebut. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/Daerah menyampaikan daftar pelamar yang dinyatakan lulus ujian penyaringan dan ditetapkan diterima untuk diangkat sebagai Calon PNS kepada Badan Kepegawaian Negara untuk mendapat Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil 17 a) Pengangkatan Sebagai CPNS . maka ujian penyaringan dilaksanakan secara tertulis. Bagi pelamar yang akan mengisi lowongan tertentu. seperti operator komputer. Apabila salah satu kelengkapan administrasi tidak dipenuhi. diadakan ujian ketrampilan. pengemudi dsb. Untuk menghindari keterlambatan atau tidak diterimanya surat penggilan tersebut. bagi pelamar yang akan mengisi jabatan tertentu dapat diadakan ujian kepribadian (psikotes) 6. Ujian Dalam rangka menjamin objektifitas penyelenggaraan ujian penyaringan penerimaan pegawai. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pejabat lain mengumumkan nomor peserta ujian yang ditetapkan diterima melalui media massa dan bentuk lainnya. maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat sebagai CPNS. dapat diadakan ujian lisan berupa wawancara. dan batas waktu untuk melapor bagi pelamar yang diterima. ujian lisan dan ketrampilan. Selain itu kepada pelamar yang diterima disampaikan pemberitahuan secara tertulis melalui surat tercatat. Batas waktu melapor sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari kerja terhitung mulai tanggal dikirimkannya surat pemberitahuan tersebut. juga dilakukan dengan pengumuman melalui media massa 5.

Yang dimaksud dengan tahun anggaran yang berjalan yaitu berdasarkan formasi yang ditetapkan tahun anggaran yang bersangkutan Penetapan berlakunnya pengangkatan calon PNS pada bulan berjalan yang bersangkutan tersebut. Selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterimanya surat keputusan pengangkatan CPNS. Pejabat Pembina Kepegawaian menetapkan keputusan pengangkatan menjadi Calon PNS. Pengangkatan Calon PNS dilakukan dalam tahun anggaran berjalan dan penetapannya tidak boleh berlaku surut. b) Golongan Ruang Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai CPNS adalah sbb: 1) Golongan ruang I/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah Sekolah Dasar atau yang setingkat 2) Golongan ruang I/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah SLTP atau yang setingkat 3) Golongan ruang II/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunakan STTB/Ijazah SLTA. yang bersangkutan wajib melapor pada satuan organisasi dan melaksanakan tugasnya. Apoteker dan Magister (S 2) atau Ijazah lain yang setara 8) Golongan ruang III/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Doktor (S 3) Ijazah lain yang setara dengan Ijazah Dokter. Apoteker dan Magister sebagaimana dimaksud di atas adalah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi yang bobot untuk memperolehnya setara dengan Ijazah Dokter. Akademi atau Diploma III 6) Golongan III/a bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV 7) Golongan ruang III/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Dokter. yaitu pada tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah pemberian NIP. Dalam hal pemberian NIP dilakukan pada bulan terakhir tahun anggaran berjalan. Apoteker dan atau yang 18 . Diploma I setingkat 4) Golongan II/b bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah SPGLB atau Diploma II 5) Golongan II/c bagi yang pada saat melamar serendah-rendahnya memiliki dan menggunkan STTB/Ijazah Sarjana Muda.Berdasarkan Nomor Identitas (NIP) PNS yang ditetapkan BKN. maka pengangkatan sebagai Calon PNS berlaku mulai tanggal 1 bulan terakhir tahun anggaran yang bersangkutan.

Surat pernyataan telah melaksanakan tugas dibuat oleh Kepala Kantor atau satuan organisasi selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah yang bersangkutan secara nyata telah melaksanakan tugas Selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah durat pernyataan telah melaksanakan tugas dibuat. mulai berlaku pada tanggal yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugasnya yang dinyatakan dengan surat pernyataan oleh Kepala Kantor atau satuan organisasi yang bersangkutan. Bila pada saat pengangkatan pertama CPNS telah mempunyai masa kerja maka dapat diperhitungkan sebagai masa kerja untuk penetapan gaji pokok. Pejabat Pembuat Daftar Gaji sudah mengajukan usul pembayaran gaji kepada Kepala KPKN/Kas Daerah CPNS yang penempatannya jauh dari tempat tinggalnya. sudah dianggap nyata melaksanakan tugas sejak ia berangkat menuju ke tempat tugasnya yang dibuktikan surat perintah perjalanan/penugasan dari pejabat yang berwenang.Magister yang penetapan kesetaraannta dilaksanakan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan Nasional Ijazah sebagaimana dimaksud diatas adalah Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri dan /atau Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi dan /atau telah mendapat ijin penyelenggaraan dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang Pendidikan Nasional atau pejabat lain sesuai Peraturan perundangan yang berlaku Ijazah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan tinggi di luar Negeri hanya dapat dihargai bila telah diakui dan ditetapkan sederajat dengan Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia oleh Menteri yang bertanggungjawab dibidang Pendidikan Nasional atau pejabat lain sesuai Peraturan perundangan yang berlaku c) Penghasilan Hak atas gaji CPNS adalah 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok PNS. yang antara lain masa penugasan sebagai: a) Lokal staf pada perwakilan RI di luar negeri b) Pegawai tidak tetap c) Perangkat desa 19 . Masa kerja yang dapat diperhitungkan penuh untuk penetapan gaji pokok dalam pengangkatan pertama adalah: 1) Masa selama menjadi Calon /Pegawai Negeri kecuali masa menjalankan CLTN 2) Masa selama menjadi pejabat Negara 3) Masa selama menjalankan tugas Pemerintahan.

maka hanya dapat diangkat menjadi PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan. 20 . Pengangkatan tersebut ditetapkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Setiap unsur penilaian prestasi kerja / DP 3 sekurang-kurangnya bernilai baik 2) Telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS 3) Telah lulus Pendidikan dan pelatihan Prajabatan Tanggal mulai berlakunya keputusan pengangkatan menjadi PNS tidak boleh berlaku surut Calon PNS yang telah menjalankan masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun dan telah memenuhi syarat untk diangkat PNS. tetapi karena suatu sebab belum diangkat menjadi PNS.d) Pegawai/tenaga pada Badan Inernasional e) Petugas pada Pemerintahan lainnya yang penghasilannya dibebankan pada APBN 4) Masa selama menjalankan kewajiban untuk membela negara. e) Pengangkatan Menjadi CPNS CPNS yang telah menjalankan masa percobaan diangkat menjadi PNS dalam jabatan dan pangkat tertentu dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian. Sedangkan bagi CPNS Daerah yang akan diangkat menjadi PNS Daerah yang menjalani masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian daerah Propinsi /Kabupaten/Kota setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala Kantor Regional BKN. Pengangkatan menjadi PNS Pusat bagi CPNS Pusat yang menjalani masa percobaan lebih dari 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara. antara lain sebagai Prajurit Wajib dan sukarelawan 5) Masa selama menjadi pegawai/karyawan Perusahaan milik pemerintah seperti BUMN dan BUMD Masa kerja yang diperhitungkan setengah adalah masa kerja sebagai pegawai/karyawan dari Perusahaan yang berbadan hukum di luar lingkungan Badan pemerintah (termasuk Perusahaan swasta asing yang berbadan hukum) yang tiap kali tidak kurang dari 1 (satu) tahun dan tidak terputus. dengan ketentuan bahwa masa kerja tersebut diperhitungkan sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tahun d) Masa Percobaan Masa selama menjadi CPNS merupakan masa percobaan. Lamanya sekurangkurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun yang dihitung sejak tanggal yang bersagkutan diangkat sebagai CPNS.

apabila : 1) Pada waktu melamar dengan sengaja memberikan keterangan atau bukti yang tidak benar. diangkat menjadi PNS terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan ditetapkannya surat keterangan Team Penguji Kesehatan. kecuali bukan karena kesalahan yang bersangkutan. apabila : 1) mengajukan permohonan berhenti 2) tidak memenuhi syarat kesehatan 3) tidak lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan 4) tidak menunjukkan kecakapan dalam melaksanakan tugas 5) menunjukkan sikap dan budi pekerti yang tidak baik yang dapat mengganggu lingkungan pekerjaan 6) dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang 7) menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik dan telah mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada pejabat pembina kepegawaian 8) 1 (satu) bulan setelah diterimanya keputusan pengangkatan Calon PNS tidak melapor dan melaksanakan tugas. 2) Dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan sesuatu tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan/tugasnya. CPNS yang cacat karena dinas. Calon PNS diberhentikan dengan hormat. 3) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat 4) Menjadi anggota dan/atau pengurus patai politik tanpa mengajukan surat permohonan berhenti secara tertulis kepada pejabat pembina kepegawaian 21 . dan diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan diberikanhak-hak kepegawaian sesuai dengan perundangan yang berlaku. Yang dimaksud keterangan-keterangan atau bukti-bukti yang tidak benar dalam ketentuan ini adalah apabila keterangan tersebut mengakibatkan kerugian pada negara atau setelah diketahui kebnarannya seharusnya tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Calon PNS. Pengangkatan menjadi PNS bagi CPNS yang tewas atau cacat karena dinas ditetapkan dengan keputusan Kepala BKN/Kantor Regional BKN baik bagi CPNS Pusat maupun Daerah (PP No 09 tahun 2003) f) Pemberhentian Calon PNS Calon PNS diberhentikan dengan hormat.Calon Pegawai Negeri Sipil yang tewas diangkat menjadi PNS terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan dinyatakan tewas. yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan Negeri.

Pemberhentian Calon PNS ditetapkan dengan surat keputusan pejabat pembina kepegawaian. 22 .

2. C. Sistim.KENAIKAN PANGKAT PNS A. Undang Undang Nomor 43 Tahun 1999 2. Mencapai batas usia pensiun. Kenaikkan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 99 tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 3. Keputusan Kepala BKN No. Kenaikan pangkat merupakan penghargaan yang diberikan atas pengabdian PNS terhadap negara. karena melalui kenaikan pangat yang tepat waktu dan sasaran. dinyatakan bahwa kenaikan pangkat dilaksanakan dengan : 1. Cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri Masa kenaikan pangkat PNS ditetapkan tanggal 1 April dan 1 Oktober setiap tahun kecuali Kenaikan Pangkat Anumerta dan Kenaikan Pangkat Masa kerja untuk 23 . Masa Dan Susunan Pangkat PNS Sesuai dengan Pasal 18 (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomr 43 tahun 1999. Umum Kenaikan pangkat merupakan salah satu elemen penting dalam pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil. Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974 jo. 2. kepada Pegawai Negeri Sipil dapat diberikan : 1. D. 3. 1. diharapkan akan menumbuhkan semangat kerja bagi PNS yang bersangkutan. Sistim Kenaikan Pangkat Reguler Sistim Kenaikan Pangkat Pilihan Disamping itu. Kenaikan Pangkat Anumerta bagi PNS yang tewas Kenaikan Pangkat Pengabdian bagi PNS yang : Meninggal dunia. Pengertian Yang dimaksud dengan : Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian. yang dimaksudkan sebagai dorongan kepada PNS untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya B. 12 Tahun 2002. Dasar Hukum 1. 2.

3. 5. Kenaikan Pangkat Reguler diberikan PNS yang : 1. 2. organisasi profesi. 4. negara sahabat. Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya tidak menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh diluar instansi induk dan tidak menduduki jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. terakhir 7. Nama dan Susunan Pangkat serta Golongan Ruang PNS adalah sebagai berikut : A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 E. atau badan swasta yang ditentukan dapat diberikan kenaikan pangkat reguler sebanyak-banyaknya tiga kali selama penugasan/perbantuan Sekurang-kurangnya telah empat tahun dalam pangkat Bestatus Pegawai Negeri Sipil Tidak melampaui pangkat atasan langsung Masih dalam jenjang kepangkatan Lulus ujian yang dipersyaratkan Penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun Tidak menduduki jabatan struktural atau jabatan fungsional 24 . Golongan Juru Muda I Juru Muda Tingkat1 II Juru Juru Tingkat 1 III Pengatur Muda IV Pengatur Muda Tingkat 1 V Pengatur VI Pengatur Tingkat 1 VII Penata Muda VIII Penata Muda Tingakat 1 IX Penata X Penata Tingkat 1 XI Pembina XII Pembina Tingkat 1 XIII Pembina Tingkat 1 XIV Pembina Utama Muda XV Pembina Utama Madya XVI Pembina Utama XVII Kenaikan Pangkat Reguler C. terakhir 6. 3. tertentu 2. PNS yang dipekerjakan / diperbantukan diluar instansi induk secara penuh pada proyek pemerintah. Syarat-syarat kenaikan pangkat reguler adalah : 1. Pangkat B. Ruang a b c d a b c d a b c d a b c d e Kenaikan Pangkat Reguler adalah penghargaan yang diberikan kepada PNS yang telah memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan.kenaikan pangkat pertama PNS dihitung sejak pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Badan Internasional.

4. 1. S – 2 Apoteker Dokter GOL RUANG PERMULAAN I/a I/c I/c II/a II/b II/b II/c GOL.kecuali yang dipekerjakan/diperbantukan pada lembaga pendidikan. kesehatan dan perusahaan jawatan. sosial. 6. 7.RUANG TERTINGGI II/a II/c II/d III/b III/b III/c III/c 8. 9 10. F. III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b Kenaikan Pangkat Pilihan Kenaikan Pangkat Pilihan adalah kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil atas prestasi kerjanya yang tinggi. 2. Kenaikan Pangkat Pilihan diberikan kepada PNS yang : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Menduduki jabatan struktural/jabatan fungsional tertentu Menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan Manunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya Menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara Diangkat menjadi pejabat negara Memperoleh STTB/Ijazah Melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan struktural Telah selesai mengikuti dan lulus tugas belajar Dipekerjakan atau diperbantukan secara penuh di luar instansi induknya Keppres atau fungsional tertentu yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu. STTB/IJAZAH SD SLTP SLTP Kejuruan SLTA SLTA Kejuruan DI Diploma II SGPLB Sarjana Muda Diploma III Akademi Bakaloreat Sarjana Diploma IV Dokter. 5. Kenaikkan pangkat PNS yang menduduki jabatan struktural 25 . Kanaikan Pangkat Reguler diberikan kepada PNS sampai dengan jenjang NO 1. 3.

Setiap unsur penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun terakhir Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat dibawah jenjang pangkat terendah untuk jabatan yang diduduki tetapi telah empat tahun atau lebih dalam pangkat terakhir yang dimiliki. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi pada periode kenaikan pangkat setelah pelantikan apabila setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir c.a. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menunjukkan prestasi yang luar biasa baiknya PNS yang menunjukkan prestasi luar biasa baiknya selama 1 (satu) tahun terakhir.Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam pangkat terakhir 26 . Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya telah mencapai jenjang pangkat terendah yang ditentukan telah mencapai jenjang pangat terendah yang ditentuka untuk jabatan itu. 3. yang dihitung sejak pelantikan. dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat pilihan setingkat lebih tinggi apabila: 1) 2) Sekurang-kurangnya telah empat tahun dala pangkat terakhir Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir 2. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural dan pangkatnya masih satu tingkat jenjang pangkat terendah yang ditentukan untuk jabatan itu. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan KEPRES Kenaikan pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan tertentu yang pengangkatannya ditetapkan dengan KEPRES diatur dengan peraturan perundangan tersendiri 4. Telah satu tahun dalam pangkat terakhir Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam jabatan struktural yang didudukinya. dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi apabila : 1) 2) 3) b. dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangat. Kenaikan Pangkat bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi apabila : Sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam pangkat terakhir Telah memenuhi angka kredit yang ditentukan Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir. apabila: .

-

Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 bernilai amat baik dalam 1 (satu) tahun terakhir

Yang dimaksud prestasi kerja yang luar biasa baiknya disini adalah prestasi yang sangat menonjol baiknya yang secara nyata diakui dalam lingkungannya, sehingga PNS tersebut menjadi teladan bagi yang lain. Prestasi kerja yang luar biasa baiknya tersebut dinyatakan dengan surat keputusan yang ditandatangani oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. 5. Kenaikan pangkat bagi PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara PNS yang menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara, dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangkat yang diberikan pada saat yang bersangkutan telah 1 (satu) taun dalam pangkat terakhir dan penilaian baik, dan tidak ada unsur yang bernilai kurang. 6. Kenaikan pangkat bagi PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara a. PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara dan diberhentikan dari jabatan organiknya, dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangkat, apabila : 1) 2) b. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik PNS yang diangkat menjai Pejabat Negara tetapi tidak diberhentikan dari jabatan organiknya, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan jabatan organik yang didudukinya, dengan ketentuan: 1) Bagi yang menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk pemberian kenaikan pangkat pilihan sesuai dengan jabatan yang didudukinya. 2) Bagi yang tidak menduduki jabatan struktural/fungsional tertentu, kenaikan pangkatnya dipertimbangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk pemberian kenaikan pangkat reguler 7. Kenaikan pangkat bagi PNS yang memperoleh STTB/Ijazah atau Diploma Bagi PNS yang memperoleh: a) STTB/Ijazah SLTp atau yang setingkat danmasih berpangkat Juru Muda Tingkat I Gol. Ruang I/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Juru Gol. Ruang I/c b) STTB/Ijazah SLTA, Diploma I atau yang setingkat dan masih berpangkat Juru Tingkat I Gol. Ruang I/D ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda, Gol Ruang II/a.

27

c)

STTB/Ijazah

SPGLB

atau

Diploma

II

dan

masih

berpangkat Pengatur Muda, Gol. Ruang II/a ke bawah dapat dinaikan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I, Gol. Ruang II/b d) Ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Muda Gol. Ruang II/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Gol. Ruang II/c e) Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I Gol. Ruang II/d ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Gol. Ruang III/a f) Ijazah Dokter (S3) dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b ke bawah, dapat dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Gol. Ruang III/c Ijazah sebagaimana tersebut di atas adalah ijazah yang diperoleh dari sekolah atau perguruan tinggi negeri dan atau ijazah dari yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi swasta yang terakreditasi dan atau telah mendapat izin penyelenggaraan dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendidikan nasional atau pejabat lain berdasarkan peraturan perundangan Untuk ijazah yang diperoleh dari sekolah/perguruan tinggi di luar negeri dihargai setelah di akui dan ditetapkan sederajat dengan ijazah dari sekolah atau perguruan tinggi negeri yang ditetapkan Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendidikan nasional. Kenaikan pangkat sebagaimana tersebut di atas dapat dipertimbangkan setelah memenuhi syarat sbb: a) Diangkat dalam jabatan/tugas yang memerlukan pengetahuan/keahlian yang sesuai dngan ijazah yang diperoleh b) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir c) Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir d) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan bagi yang menduduki jabatan fungsional tertentu e) Lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah diperoleh sebelum yang bersangkutan diangkat sebagai PNS 8. Kenaikan pangkat bagi PNS yang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan tertentu PNS yang sedang melaksanakan tugas belajar dan sebelumnya menduduki jabatan stuktural atau jabatan fungsional tertentu diberikan kenaikan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi bila: 28 ijazah yang diperoleh sebagaimana tersebut di atas termasuk didalamnya ijazah yang

a) terakhir b)

sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir kenaikan pangkat tersebut diberikan dalam jenjang pangkat yang ditentukan untuk jabatan struktural/fungsional tertentu yang terakhir didudukinya.

9. Kenaikan pangkat bagi PNS yang telah sesuai mengikuti dan lulus tugas belajar PNS yang melaksanakan tugas belajar apabila telah lulus dan memperoleh: a) Ijazah SGPLB atau Diploma II, dan masih berpangkat Pengetur Muda Gol. Ruang II/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Muda Tingkat I Gol. Ruang II/b b) Ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III dan masih berpangkat Pengatur Muda Tingkat I, Gol. Ruang II/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Pengatur Gol. Ruang II/c c) Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV dan masih berpangkat Pengatur Tingkat I Gol. Ruang II/d ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Gol. Ruang III/a d) Ijazah Dokter, Apoteker dan Magister (S2) atau ijazah lain yang setara dan masih berpangkat Penata Muda Gol. Ruang III/a ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b e) Ruang III/c Kenaikan pangkat tersebut baru dapat dipertimbangkan bila: a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir b) Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir 10. Kenaikan pangkat PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan Ijazah Doktor (S3) dan masih berpangkat Penata Muda Tingkat I Gol. Ruang III/b ke bawah, dinaikkan pangkatnya menjadi Penata Gol.

secara penuh di luar instansi induknya yang diangkat dalam jabatan pimpinan yang telah ditetapkan persamaan eselonnya atau jabatan fungsional tertentu PNS yang dipekerjakan atau diperbantukan di luar instansi induknya dan diangkat dalam jabatan pimpinan yang ditetapkan persamaan eselonnya, dapat diberikan kenaikkan pangkat setiap kali setingkat lebih tinggi bila: 29

Berdasarkan laporan tersebut Camat atau Pejabat Pemerintah setempat mempertimbangkan pemberian kenaikan pangkat anumerta. 30 . Apabila kedudukan Pejabat Pembina Kepegawaian tersebut jauh dari instansi tempat bekerja PNS yang tewas sehingga tidak memungkinkan diberikan kenaikan pangkat anumerta sebelum PNS yang tewas itu dimakamkan. disamping syarat-syarat lainnya sebagaimana dipersyaratkan untk kenaikan pangkat PNS yang menduduki jabatan fungsional. maka pejabat tersebut menetapkan keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta. Pejabat yang menetapkan keputusan sementara selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja wajib melaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian instansi PNS yang tewas. G. Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan sementara adalah Pejabat Pembina Kepegawaian instansi masing-masing untuk semua PNS yang dinyatakan tewas dalam pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e ke bawah.a) terakhir b) Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat Setiap unsur penilaian prestasi kerja/DP-3 sekurang- kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir Kenaikan pangkat sebagaimana tersebut diatas hanya dapat diberikan sebanyakbanyaknya 3 (tiga) kali. Pemberian kenaikan pangkat anumerta harus diusahakansebelum PNS yang tewas dimakamkan dan surat keputusan kenaikan pangkat anumerta tersebut hendaknya dibacakan pada waktu upacara pemakaman. Kepala Kantor atau Pimpinan Unit kerjanya membuat laporan tentang tewasnya PNS sebagai sebagai bahan penetapan keputusan sementara oleh Camat atau Pejabat lainnya. maka ditetapkan sementara. kesehatan dan perusahaan jawatan PNS yang diperbantukan/ dipekerjakan diluar instansi induk dan yang menduduki jabatan fungsional tertentu yang untuk kenaikan pangkatnya harus memenuhi angka kredit. yang berlaku mulai tanggal yang bersangkutan tewas. dan apabila menurut pendapatnya memenuhi syarat sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Untuk menjamin agar pemberian kenaikan anumerta dapat diberikan sebelum PNS yang tewas itu dimakamkan. Berdasarkan bahan-bahan kelengkapan administrasi yang disampaikan oleh pejabat yang menetapkan keputusan sementara tersebut. kecuali bagi yang dipekerjakan atau diperbantukan pada lembaga kependidikan. Kenaikan Pangkat Anumerta Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan tewas. diberikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi. Camat atau Pejabat Pemerintah setempat lainnya dapat mengeluarkan keputusan sementara. sosial. maka Pejabat Pembina Kepegawaian mempertimbangkan penetapan pemberian kenaikan pangkat anumerta.

PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun. yaitu: 1) Presiden. bagi PNS Pusat dan daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b ke atas sampai Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 1. Apabila almarhum/almarhumah PNS ternyata tidak memenuhi syarat untuk dinyatakan tewas. 2) Kepala BKN. Dalam hal yang bersangkutan memenuhi syarat untuk mendapatkan kanaikan pangkat pengabdian karena meninggal dunia dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian dengan keputusan pejabat yang berwenang. bagi PNS Pusat dan Daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN. batas usia pensiun. maka keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta ditetapkan menjadi keputusan definitive oleh pejabat yang berwenang. maka keputusan sementara tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta tidak dapat ditetapkan menjadi keputusan definitive oleh pejabat yang berwenang. dapat diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi apabila: a) Memiliki masa bekerja sebagai PNS selama: 1) Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah satu bulan dalam pangkat terakhir 2) Sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam pangkat terakhir 3) Sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun secara terus menerus dan sekurang-kurangnya telah 2 tahun dalam pangkat terakhir 31 Kenaikan Pangkat Pengabdian Kenaikan pangkat pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia atau akan diberhentikan dengan hormat karena mencapai Kepala BKN bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b sampai dengan Pembina Tingkat I golongan .Apabila terdapat alasan yang cukup untuk pemberrian kenaikan pangkat anumerta maka: Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah menyampaikan usul kepada: 1) Presiden bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas dan tembusan disampaikan kepada Kepala BKN sebagai bahan pertimbangan teknis kepada Presiden 2) ruang IV/b Apabila almarhum/almarhumah PNS yang dinyatakan tewas oleh Kepala BKN atau Pejabat lain yang ditunjuk dalam lingkungannya dan diberikan dan diberikan kenaikan pangkat anumerta dan uang duka tewas. H. dan keputusan sementara tersebut tidak berlaku.

Kenaikan pangkat Pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia berlaku terhitung mulai tanggal PNS yang bersangkutan meninggal dunia Kenaikan Pengabdian bagi PNS yang mencapai batas usia pensiun berlaku terhitung mulai tangal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun. karena dinas PNS yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacart karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri. e) Kenaikkan pangkat Pengabdian bagi PNS yang meninggal dunia atau mencapai BUP tersebut ditetapkan dengan: 1) Keputusan Presiden. Presiden bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas dan tembusan disampaikan kepada Kepala BKN sebagai pertimbangan teknis kepada Presiden b. diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi. bagi PNS Pusat an Daerah yang dinaikan pangkatnya menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang I/b sampai dengan Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. yang berlaku mulai tanggal yang bersangkutan oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat kerja lagi dalam jabatan negeri. Apabila oleh Team Penguji Kesehatan PNS tersebut dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan negeri.b) Setiap unsur Penilaian Prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir c) Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dalam satu tahun terakhir. d) Masa bekerja sebagai PNS secara terus menerus dimaksud dalam ketentuan ini adalah masa kerja yang dihitung sejak diangkat menjadi CPNS atau PNS sampai dengan yang bersangkutan meninggal dunia atau mencapai batas usia pensiun dan tidak terputus statusnya sebagai PNS. bagi PNS Pusat dan Daerah yang dinaikkan pangkatnya menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c keatas setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara 2) Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Kepala BKN bagi PNS Pusat dan Daerah yang diusulkan menjadi Juru Muda Tingkat I golongan I/b sampai dengan Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b Kenaikan pangkat pengabdian ditetapkan dengan: 32 Kenaikan Pangkat Pengabdian yang disebabkan cacat . maka: Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Daerah menyampaikan usul kenaikan pangkat pengabdian kepada: a. 2.

Akan diberikan kenaikan pangkat karena relah menunjukkan prestasi erja luar biasa baiknya. Ujian dinas dibagi dalam dua tingkat. dan diberikan kenaikan pangkat pengabdian. bagi PNS Pusat dan Daerah untuk kenaikan pangkat menjadi Juru Muda Tingkat I golongan ruang IV/b Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang oleh Team Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri. Ujian Dinas Pegawai Negeri Sipi yan berpangkat Pengatur Tingakt I golongan ruang II/d dan Penata Tingkat I golongan ruang III/d yang akan naik pangkat wajib lulus ujian dinas. yaitu: 1. Apabila ternyata PNS yang bersangkutan tidak lulus dalam ujian dinas tyersebut. Keputusan Presiden. bagi PNS Pusat dan Daerah untuk kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c ke atas setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN b. 2. Tidak sedang dalam keadaan: a. Keputusan Kepala BKN. Tingkat I golongan ruang III/d menjadi Pembina golongan ruang IV/a. b. diangkat menjadi PNS. Akan diberikan kenaikan pangkat karena menemukan Diberikan kenaikan pangkat pengabdian karena: Meninggal dunia Mencapai batas usia pensiun penemuan baru yang bermanfaat bagi negara. 3. Menerima uang tunggu. atau c. Pengangkatan menjadi PNS sebagaimana tersebut di atas terhitung mulai tanggal 1 (satu) pada bulan yang bersangkutan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri I. Ujian dinas tingkat I untuk kenaikan pangkat dari Pengatur ujian dinas Tingkat II untuk kenaikan pangkat dari Penata Tingkat I golongan ruang II/d menjadi Penata Muda golongan ruang III/a. 33 . b. Kepada PNS yang lulus ujian dinas diberikan Tanda Lulus Ujian Dinas yan gberlaku sepanjang PNS yan bersangkutan belum naik pangkat. Ujian dinas diikuti oleh PNS yang memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Diberhentikan sementara dari jabatan negeri. 2.a. a. maka kepadanya diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam ujian dinas berikutnya pada tingkat yang sama. Memiliki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d bagi ujian dinas Tingkat I dan pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d bagi ujian dinas Tingkat II 2. PNS dikecualikan dari ujian apabila: 1. Cuti diluar tanggungan negara Ujian dinas dilaksanakan sebelum PNS yang bersangkutan dipertimbangkan kenaikan pangkatnya ke dalam golongan yang lebih tinggi.

Tingkat II. b. 5. 6. Oleh karena Tim Penguji Kesehatan dinyatakan cacat karena dinas dan tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri 4. Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan sebagai berikut: a.c. b. ujian dinas tingkat I. Telah memperoleh: a. dinas Tingkat I. Menduduki jabatan tertentu. dinas Tingkat II. Ijazah Dokter. Apoteker. untuk ujian dinas Tingkat I atau ujian dinas Ijazah Sarjana (S1) atau Diploma IV untuk ujian Sepadya/Spama/Diklatpim Tingkat IV untuk ujian Sepada/Adum/Sepala/Diklatpim Tingkat IV untuk 34 . Magister (S2) dan Ijazah lain yang setara atau Doktor (S3).

9. Pejabat Negara 35 Mutasi Keluarga: Karis/Karsu/Anak/Perkawinan/Perceraian Mutasi Penghargaan Mutasi Hukuman Disiplin Mutasi Pindah Wilayah Kerja Mutasi Pindah Instansi Mutasi Peninjauan Masa Kerja Mutasi Kenaikan Pangkat Mutasi Pemberhentian Mutasi Pensiun Mutasi Pengujian Kesehatan Mutasi Status Kepegawaian: . Pengangkatan PNS b. Mutasi Pegawai Baru Mutasi CPNS: Pengangkatan CPNS Mutasi PNS: a. 17. Prajurit Wajib g. BA Pengambilan Sumpah/Janji PNS c. pemindahan. Tugas Belajar 6. 15. Pengangkatan dalam jabatan b. Karpeg 4. a. Pembebasan dari Jabatan Organik 7. 16. 10. Aktif b. Penerima Uang Tunggu e. 11. Mutasi Pendidikan: a. CLTN. Mutasi Jabatan a. Pengaktifan kembali setelah CLTN c. 13. 8. Mutasi Diklat: a. Diklat Fungsional. pemensiunan.MUTASI KEPEGAWAIAN PENGERTIAN Mutasi kepegawaian adalah segala perubahan mengenai seseorang Pegawai Negeri Sipil. Diklat dalam jabatan: Diklatpim. 14. 3. Pembebasan Sementara dari Jabatan Organik f. Pemberhentian Sementara d. Peningkatan Pendidikan b. Diklat Teknis 5. 2. perubahan susunan keluarga dan lain-lain RUANG LINGKUP MUTASI KEPEGAWAIAN Rung Lingkup Mutasi Kepegawaian meliputi: 1. 12. pemberhentian. Diklat Prajabatan b. seperti pengangkatan.

Sedang dalam proses banding ke BAPEK l. Titipan 36 . Tugas Belajar k. Kepala Desa i. Masa Persiapan Pensiun m. Izin Perceraian dan Perkawinan j.h.

a. Peninjauan Masa Kerja Golongan Negeri Sipil yang memiliki pengalaman kerja pada Calon/Pegawai Pemerintah/Swasta yang Berbadan Hukum yang belum diperhitungkan sebagai masa kerja golongan dapat ditinjau kembali/diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil. antara lain masa selama manjadi Prajurit Wajib dan Sukarelawan 37 . Status sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil Memiliki pengalaman kerja yang diperoleh pada Pengalaman kerja pada Pemerintah yang tidak Pemerintah yang belum diperhitungkan sebagai masa kerja golongan. 5) Pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan sebagai masa kerja golongan gaji adalah pengalaman kerja yang dapat dibuuktikan dengan Surat Keputusan dari pejabat yang berwenang (berdasarkan KEP. Kep. 6) Pengalaman kerja yang diperoleh dari Pemerintah dimaksud maliputi (berdasarkan pasal 13 PP. 1) 2) 3) Syarat-syarat Pengalaman masa kerja yang diperoleh dari Pemrintah. menerima penghasilan secara harian/bulanan atau sebagai peneriama upah yang bersifat tidak tetap (pekerja borongan) atau kerja sukarela/magang.PENINJAUAN MASA KERJA A. 1. KA. 98 tahun 2000 jo. BKN Nomor 11 Tahun 2002 cukup keterangan dan bukt lainnya). umpamanya masa bakti Dokter selama menjadi PTT − Perangkat Desa − Pegawai/Tenaga pada Badan-badan Internasional − Petugas pada pemerintah lainnya yang penghasilannya dibebankan pada APBN d) Masa selama menjalankan kewajiban untk membela Negara. masa kerjanya tidak dapat diperhitungkan 4) Masa kerja yang dapat diperhitungkan setinggitingginya ditetapkan berdasarkan masa kerja maximum setelah dikurangi dengan 2 (dua) kali Kenaikan Gaji Berkala yang terakhir dalam golongan ruang tersebut. BKN Nomor 11 Tahun 2002) yaitu: a) Masa selama menjadi Calon/Pegawai Negeri kecuali masa selama menjadi CLTN b) Masa selama menjadi pejabat Negara c) Masa selama menjalankan tugas pemerintahan yang antara lain penugasan sebagai: − Lokal staff pada perwakilan RI di Luar Negeri − Pgawai tidak tetap. KA.

CV dan sebagainya). c. d. Kerja harus sesuai dengan data yang tertuang dalam Surat Keputusan Pengangkatan Pertama sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil. a. (satu) tahun dan didapat secara terus menerus tanpa terputus Dari jumlah pengalaman kerja yang dimiliki hanya dihargai setengahnya dan paling tinggi hanya dapat dihitung 8 (delapan) tahun 3. b.II. Pengalaman Kerja yang diperoleh dalam waktu yang bersamaan hanya diperhitungkan satu kali perhiungan masa kerja.II. Tanggal 1 September 1 sampai dengan 31 mei 2002 bekerja sebagai honorer pada Kantor Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Daftar riwayat Hidup/Daftar Riwayat Pekerjaan Salinan sah STTB/Ijazah/Diploma/Akta yang digunakan pada Salinan sah Surat Kewputusan Pengangkatan sebagai Calon Salinan sah Surat Keputusan Pengangkatan dan Pembentukan Bahan-bahan yang perlu dilampirkan dalam nota usul Formulir DPengalaman kerja pada swasta tersebut baru dapat diperhitungkan apabila sekurang-kurangnya memiliki pengalaman kerja 1 saat bekerja dipemerintah/swasta pegawai Negeri Sipil sebagai Bukti Pengalaman Kerja yang diperoleh 4.e) Msa selama manjadi Pgawai/karyawan Perusahaan Milik Pemerinta meliputi BUMN dan BUMD 2. 3/D. a. PT. Kita membandingkan dengan STTB/Ijazah/Diploma/Akta yang dimiliki berasal dari daerah mana dan bukti pengalaman kerja diperoleh dari daerah mana. Tanggal 1 Juni 2000 sampai dengan 31 Agustus 2004 bekerja sebagai guru tidak tetap SMA Swasta. Cara Pemeriksaan Data yang tercantum dalam Surat Keputusan Pengalaman Data / Lampiran Formulir model D-3 / D. Misalnya. Misalnya. Pengalaman masa kerja yang diperoleh dari swasta Status sebagai Calon/Pegawai Negeri Sipil Pengalaman Kerja pada swasta yang dapat diperhitunkan menjadi masa kerja golongan adalah pengalaman kerja yang diperoleh dari swasta yang berbadan hukum (misalnya. 38 . c. c.C a. b.C yang perlu diperiksa. b.

apabila pengangkatan yang bersangkutan dilaksanakan setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 98 Thun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 Cara pemeriksaan / penelitian adalah seperti pemeriksaan terhadap lampiranlampiran yang diajukan untuk usul mutyasi bidang kepangkatan dan penggajian.STTB SMA IPS tahun 1989 dari sekolah swasta di Pelembang. Masa Bhakti yang dapat diperhitungkan 2 (dua) kali. karena tidak mungkin seseorang dapat kuliah di Sumatra dan bekerja di Jakarta dalam waktu yang bersamaan d. hanya dapat diperhitungkan apabila telah melalui heregrestrasi yang dilakukan oleh Baminvet Puscadnas. Perlu diperhatikan bahwa penetapan besarnya gaji pokok sesuai dengan status pegawai yang bersangkutan. maka perhitungan masa kerja golongannya harus dikenakan pengurangan secara horizontal sesuai dengan golongan ruang gaji pegawai yang bersangkutan f. Peninjauan Masa Kerja dari Masa Bhakti Veteran dan Masa Kerja sebagai penghargaan dalam perjuangan. 5. Bila ditemukan data-data yang demikian maka jelas bahwa salah satu data tersebut atau keseluruhannya adalah palsu. e. bahkan pengangkatan yang bersangkutan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dapat ditinjau kembali/dibatalkan. adalah: 39 . c. Syarat-syarat a. Pengalaman kerja yang diperoleh sewaktu masih berpendidikan lebih rendah dari pada pendidikan yang digunakan sebagai dasar pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. b. Bukti pengalaman kerja yang terlampir adalah dari tanggal 1 Januari 1990 sampai dengan tanggal 31 Agustus 1999 diperoleh dari PT. maka pengalaman kerja yang bersangkautan tidak dapat diperhitungkan. Apabila dalam Surat Keputusan / Surat Keterangan yang menyatakan bahwa Pegawai yang bersangkutan diberhentikan dengan tidak hormat atau diberhentikan bukan atas permintaan sendiri. d. Status sebagai Calon /Pegawai Negeri Sipil Calon/Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dinyatakan Bhakti Veteran yang diajukan untuk diperhitungkan 2 (dua) sebagai pejuang bagi Negara Republik Indonesia kali. Pengalaman kerja dari swasta yang Berbadan Hukum yang dapat diperhitungkan adalah yang didalam Surat Keputusan / Surat Ketrangan dicantumkan besarnya penghasilan dari pegawai yang bersangkutan dan diberhentikan dengan hormat dari pekerjaannya / jabatannya dan atau diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri. Ijazah Akademi tahun 1993 dari Akademi Administrasi Niaga di Padang. Usaha industri Jakarta. Apabila masih berstatus Calon diberikan 80% dan apabila telah berstatus Pegawai Negeri Sipil ditetapkan 100% dari gaji pokok.

1-1-1995 s/d 1-8-2004 dihargai ½ masa kerja segaris masa skerja golongan II masa kerja golongan III PINDAH WILAYAH KERJA (PWK) 40 = 9 tahun. Jawab Pengalaman kerja dengan dasar pendidikan D. 7 bulan = 4 tahun. BUDIMAN melanjutkan pendidikan S. dengan riwayat pendidikan sebagai berikut: Berijazah D. BUDIMAN telah mengajukan berhenti dari PT Keramik tersebut pada akhir Agustus 2004. S.1) bulan) 2) Masa Bhakti Veteran perjuangan kemerdekaan antara tanggal 17 Agustus 1949 (maksimal 4 tahun 4 bulan x 2 = 8 tahun 8 Masa perjuangan integrasi dan selama menjadi pegawai pada Pemerintah sementara Timor-Timor yaitu mulai tanggal 1 Juli 1974 sampai dengan 31 Juli 1976 (maksimal 2 tahun 3 bulan x 2 = 4 tahun 6 bulan) B. BUDIMAN. 1. 5. Diberhentikan dengan tidak hormat Pengalaman kerja yang diperoleh secara pararel hanya diperhitungkan Pengalaman kerja di Swasta yang kurang dari 1 (satu) tahun Pengalaman kerja yang diperoleh sebelum berusia 18 tahun Contoh Soal dan Jawaban Peninjauan Masa Kerja Masa Kerja Golongan pesangon yang bersifat untuk pensiun pengangkatan CPNS setelah berlakunya PP.IP lahir 01 Mei 1972.III tersebut ybs. C. 3.PP. 9 bulan = 3 tahun = 7 tahun. 7. Bekerja pada PT sebuah perusahaan Keramik. 11 Tahun 2002 1 pengalaman Contoh 1 Sdr. berdasarkan ijazah D.III dari. 2. 9 bulan . Oleh Bupati Gunungkidul Peninjauan masa kerjanya diajukan Dalam hal ini bagaimana perhitungan masa kerjanya. dan sambil bekerja Sdr. 6. 1-12-2004. Bupati Gunungkidul. 9 bulan = 2 tahun. selanjutnya Sdr. Pengalaman Kerja yang Tidak Dapat Diperhitungkan Untuk Peninjauan Pengalaman kerja yang sudah dihargai dengan uang pesangon/uang Masa selama menjalani Cuti Diluar Tanggungan Negara Diberhentikan dengan hormat bukan atas permintaan sendiri. seandainya Sdr. 98 Tahun 2000 jo. BUDIMAN melamar sebagai CPNS dan diangkat dalam golongan ruang III/a TMT. 4. dengan SK.1 dan lulus pada tahun 2001.III dari AAN tahun 1994.

b. untuk kepentingan dinas atau sebab lainnya Prosedur perpindahan dengan pindah instansi. Perpindahan harus didasarkan atas persetujuan dari instansi asal dan instansi penerima sesuai dengan kebutuhan. Antar Daerah kabupaten/Kota dalam satu Propinsi. e. d. Antar Daerah Propinsi. Instansi Penerima mengusulkan kepada: 1) Kepaa BKN untuk mendapatkan penetapan pemindahan: − Antar Departemen/Lembaga − Antar Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen/Lembaga − Antar Daerah Propinsi − Antar Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/Kota Propinsi lainnya 2) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi untuk mendapatkan − Antar Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi − Antara Kabupaten/Kota dan daerah Propinsi f. atau Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Propinsi. Berdasar Persetujuan Pimpinan Instansi asal. terlebih dahulu harus mendapat pertimbangan dari Baperjakat d. Antara Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen Kabupaten/kota Propinsi lainnya. /Lembaga. Persyaratan yang harus dipenuhi untk pengajuan SK PWk: 1) Surat pernyataan pindah instansi dari instansi dari instansi asal 2) Surat persetujuan dari instansi penerima penetapan pemindahan: 41 . diatur sebagai berikut: a. c. c. maka Pimpinan Instansi asal membuat Surat Pernyataan Persetujuan e. Berdasarkan Keputusan Kepala BKN atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi tersebut. Sebelum Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal. Pimpinan Instansi penerima menerbitkan surat keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural g. Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang membutuhkan mengeluarkan surat persetujuan untuk menerima kepindahan PNS yang ditujukan kepada Pimpinan instansi asal PNS asal untuk mendapat persetujuan. f.Salah satu jenis mutasi Pegawai Negeri Sipil adalah pindah wilayah kerja Perpindahan tugas dan / atau wilayah kerja tersebut meliputi: a. b. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Antar Departemen/ Lembaga. menyetujui. Apabila Pimpinan Instansi asal ybs. Perpindahan PNS antar instansi dapat terbagi dalam rangka usaha penyebaran tenaga ahli.

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat menjadi Kepala Desa PENGAKTIFAN KEMBALI PNS SETELAH SELESAI MENJALANI CLTN PNS setelah menjalankan CLTN wajib melaporkan diri kepada instansi induknya untuk ditempatkan kembali apabila ada lowongan Pimpinan Instansi yang menerima laporan adanya PNS yang selesai menjalani CLTN wajib: a. atas dasar pemberitahuan dari BKN tersebut Pimpinan Instansi Induk memberhentikan PNS ybs dari jabatan karena kelebihan pegawai d. b. Pegawai Negeri Sipil setelah selesai menjalani CLTN b. c.3) Surat rekomendasi dari Gubernur instansi penerima tentang kesanggupan pembayaran gaji bagi PNS yang pindah 4) DP 3 terakhir PENGAKTIFAN KEMBALI Pengaktifan kembali adalah mutasi mengenai pengaktifan kembali Pegawai Negeri Sipil yang untuk sementara waktu dibebaskan dari organisasinya Pengaktifan kembali Pegawai Negeri Sipil tersebut antara lain: a. Menempatkan dan mempekerjakan kembali b. d. e. Pegawai Negeri Sipil yang menjadi Pejabat negara c. Surat Pengantar dari PYB Blanko pengaktifan kembali dari CLTN (rangkap 5) Nota permohonan CLTN maupun perpanjangan CLTN Salinan SK Kenaikan Pangkat terakhir Surat Nikah PENGANGKATAN CPNS MENJADI PNS YANG TELAH MENJALANI MASA PERCOBAAN LEBIH DARI DUA TAHUN 42 . Penempatan kembali Pegawai Negeri Sipil yang selesai CLTN ditetapkan dengan SK PYB setelah mendapat persetujuan Ka BKN Persyaratan yang harus dipenuhi untuk permintaan Nota Pertimbangan Pengaktifan kembali a. Bila tak ada lowongan melaporkan ke BKN untuk kemungkinan disalurkan ke instansi lain c. Bila tidak memungkinkan ditempatkan di tempat lain.

Persyaratan: a. Salinan sah Surat Keputusan dalam pangkat terakhir 43 . Perbantuan PNS atas permintaan Lembaga Internasional dengan persetujuan atas penunjukan Pemerintah RI c. BUMN/BUMD atau lembaga-lembaga internasional dihentikan/dibatasi kecuali: a. b.CPNS yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 tahun dan elah memenuhi syarat diangkat menjadi PNS. d. Perbantuan PNS khusus untuk mengisi jabatan pimpinan yang telah dipersamakan eselonnya b. penguji Kesehatan e. c. f. maka hanya dapat diangkat menjadi PNS apabila alasannya bukan karena kesalahan yang bersangkutan Pengangkatan dari CPNS baik Pusat maupun CPNS Daerah yang akan diangkat menjadi PNS yang menjalani masa percobaan lebih 2 (dua) tahun ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN Persyaratan : a. tetapu karena suatu sebab belum diangkat menjadi PNS. g. PERBANTUAN PNS DP 3 Ijazah Blanko Nota Persetujuan dari Instansi (rangkap 5) PADA INSTANSI SWASTA BUMN/BUMD ATAU SK CPNS SPMT STTPL Pra Jabatan Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Penguji/Team LEMBAGA-LEMBAGA INTERNASIONAL PNS yang diperbantukan pada instansi swasta. Perbantuan Dosen atau Guru pada Yayasan/Perguruan Swasta d. Perbantuan karena perluasan/penyederhanaan organisasi PENGAKTIFAN KEMBALI PEGAWAI NEGERI SIPIL MENJADI KEPALA DESA Pegawai Negeri yang diangkat menjadi Pejabat Negara diberhentikan dari jabatan organiknya selama menjadi Pejabat Negara tanpa kehilangan statusnya sebagai Pegawai Negeri Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa diperkerjakan kembali di instansi tempatnya bejerja semula.

d. kemungkinan terjadi kesalahan penetapan.b. sehingga untuk memperbaiki nota persetujuan tersebut perlu duajukan perbaikan kepada Kepala BKN 44 . yang bersangkutan c. Surat ijin untuk menjadi Kepala Desa dari Pimpinan Instansi Salinan sah Surat Keputusan pengangkatan sebagai Kepala Desa Salinan sah Surat Keputusan pemberhentian sebagai Kepala Desa dari Pejabat Yang Berwenang PERBAIKAN Dalam proses penetapan nota persetujuan Kepala BKN.

Dasar Hukum a. PEMINDAHAN DAN PEMBERHENTIAN Jabatan struktural hanya dapat diduduki oleh ereka yang bestatus sebagai PNS. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil. PENGANGKATAN. UMUM Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan struktural antara lain dimaksudkan untuk membina kareier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam satu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi. Peraturan Pemerintah No. Calon Pegawai Negeri Sipil tidak dapat diangkat dalam jabatan struktural. ras atau golongan 1. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Anggota Kepolisian Negara hanya dapat diangkat dalam jabatan struktural apabila telah beralih status menjadi PNS. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 13 Tahun 2002 c. tanggungjawab. Jabatan struktural adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. Jabatan Karier adalah jabatan struktural dan jabatan fungsional yang hanya dapat diduduki oleh PNS. Peraturan Pemerintah No. dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin. suku. Pengertian Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri B. agama. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukan tugas. tanggungjawab.PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL A. 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. tanggungjawab. Peraturan Pemerintah No 100 Tahun 2000 Jo. prestasi kerja. Undang-undang No 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 43 Tahun 1999 b. kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundangan Eselon dan jenjang pangkat jabatan struktural sesuai PP Nomor 13 Tahun 2002 45 . 13 Tahun 2002 Tanggal 17 Juni 2002 2. Pemindahan dan Pemberhentian PNS d.

Sehat jasmani dan rohani Selain persyaratan tersebut. kebutuhan organisasi. Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Jabatan d. Berstatus Pegawai Negeri Sipil. Pengalaman Pelaksanaan Pengangkatan Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I dilingkungan instansi pusat ditetapkan dengan keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Komisi Kepegawaian Negara. Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan d. kondisi geografis karakteristik tugas pokok dan fungsi jabatan yang berhubungan langsung dengan pelayanagn kepada masyarakat 1. Pejabat Pembina Kepegawaian perlu memperhatikan faktor: a. d. rentang kendali. Semua unsur penilaian prestasi kerja bernilai baik dalam dua tahun terakhir e. Senioritas dalam kepangatan b. Pengangkatan Persyaratan Persyaratan PNS yang akan diangkat dalam jabatan struktural. Usia c. Sedangkan pengangkatan dalam jabatan 46 . c. Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan f. antara lain: a. dengan memperhatikan: a.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ESELON I I II II III III IV IV V JENJANG PANGKAT GOLONGAN RUANG TERENDAH TERTINGGI PANGKAT GOL/RU PANGKAT GOL/RU Pembina Utama IVd Pembina Utama IVe Madya Pembina Utama IVc Pembina Utama IVe Muda Pembina Utama IVc Pembina Utama IVd Muda Madya Pembina Tingkat I IVb Pembina Utama IVc Muda Pembina IVa Pembina Tingkat I IVb Penata Tingkat I IIId Pembina IV a Penata IIIc Penata Tingkat I IIId Penata Muda Tingkat IIIb Penata IIIc I Penata Muda IIIa Penata Muda Tingkat IIIb I Penetapan organisasi Eselon Va secara selektif. b. Serendah-rendahnya memiliki pangkat satu tingkat dibawah jenjang pangkat yang ditentukan c. b.

Demikian juga yang mengalami perubahan nama jabatan aau perubahan fungsi dan tugas jabatan maka PNS yang bersangkutan dilantik dan diambil sumpahnya kembali Pendidikan dan Pelatihan PNS yang akan atau telah mendudki jabatan struktural harus mengikuti dan lulus Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan untuk jabatan tersebut. PNS dapat diangkat daam jabatan struktural meskipun yang bersangkutan belum mengikuti dan lulus Diklatpim. PNS yang menduduki jabatan struktural dapat diangkat dalam jabatan struktural setingkat lebih tinggi apabila sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam 47 . ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten / Kota setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota. Namu n demikian untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan menambah wawasan. setelah terlebih dahulu dikonsultasikan secara tertulis kepada Gubernur Dalam setiap keputusan tentang pengangkatan dalam jabatan struktural. harus dicantumkan nomor dan tanggal pertimbangan Baperjakat. selambatnya 30 hari sejak penetapan pengangkatan wajib dilantik dan diambil sumpahnya oleh pejabat yang berwenang. Khusus untuk pengangkatan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapat persetujuan dari pimpinan DPRD Kabupaten/Kota.struktural eselon II kebawah pada Instansi pusat ditetapkan Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Pusat. setelah sebelumnya dikonsultasikan secara tertulis kepada Menteri Dalam Negeri sedangkan pengangkatan dalam jabatan Struktral eselon II kebawah ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi Daerah Propinsi Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon II ke bawah di Kabupaten/Kota. Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon I di propinsi (Sekda) ditetapkan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi setelah mendapat persetujuan Pimpinan DPRD Propinsi. Artinya. termasuk PNS yang menduduki jabatan struktural yang diangkatkan eselonnya. maka kepada PNS yang bersangkutan tetap diharuskan untuk mengikuti dan lulus Diklatpim yang dipersyaratkan kompetensi jabatan struktural tertentu dapat diberiakan sertifikat sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh instansi Pembina dan Instansi Pengendali serta dianggap telah mengikuti dan lulus Diklatpim yang ditentukan untuk jabatan tersebut. eselon dan besarnya tunjangan jabatan struktural Pelantikan PNS yang diangkat dalam jabatan struktural.

Perpindahan Untuk kepentingan dinas dan dalam rangka memperluas pengalaman. diselenggarakan perpindahan tugas dan/atau perpindahan wilayah kerja. yaitu perpindahan dari jabatan struktural ke dalam jabatan fungsional atau sebaliknya Perpindahan jabatan struktural antar instansi dalam rangka usaha penyebaran tenaga ahli atau untuk kepentingan dinas dilakukan dengan cara pindah instansi. khususnya bagi pejabat struktural eselon III ke atas. Antar Daerah Propinsi. Perpindahan dalam jabatan dilakukan berdasarkan pesetujuan antara Pimpinan Instansi asal dan Pimpinan Instansi Penerima f. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah propinsi. b. yaitu perpindahan dari eselon yang lebih rendah ke eselon yang lebih tinggi c. Antar Daerah Kabupaten/Kota dalam sat propinsi. Antar Departemen/Lembaga. Perpindahan jabatan dapat dilakukan secara: a. Kepala Kantor/Badan/Dinas Propinsi serta Sekretasi Daerah Kabupaten/Kota/Propinsi dsb. Perpindahan bagi pejabat eselon III keatas tersebut dimaksudkan bahwa Pejabat eselon III ke atas tersebut adalah jabatan yang memimpin suuatu satuan organisasi tertentu. atau diperbantukan. kecuali pengangkatan dalam jabatan struktural yang menjadi wewenang Presiden. e. kemampuan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. c. Diagonal. b. Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal PNS asal untuk mendapat persetujuan. Perpindahan tugas dan/atau wilayah kerja tersebut meliputi: a. Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/kota Propinsi lainnya. Horizontal. Berdasar persetujuan Pimpinan instansi asal. seperti Kepala Kantor/Badan/Dinas Kabupaten/Kota. dipekerjakan. Antara Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen/lembaga. c. atau f.jabatannya. Vertikal. Sebelum Pimpinan Instansi penerima menghubungi Pimpinan Instansi asal terlebih dahulu harus mendapat pertimbangan dari Baperjakat d. Perpindahan jabatan harus didasarkan atas persetujuan dari instansi awal dan instansi penerima sesuai dengan kebutuhan jabatan. Apabila Pimpinan Instansi asal ybs menyetujui. yaitu perpindahan jabatan struktural dalam eselon yang sama b. maka pimpinan Instansi asal membuat Surat Pernyataan Persetujuan e. Prosedur perpindahan jabatan struktural dengan pindah instansi diatur sbb: a. d. 2. Instansi Penerima mengusulkan kepada: 48 .

Pimpinan Instansi penerima menerbitkan surat keputusan pengangkatan dalam sruktural Dalam hal perpindahan jabatan struktural bukan merupakan pindah instansi tetapi hanya dipekerjakan. − − − − Antar Dpartemen/Lembaga Anara Propinsi/Kabupaten/Kota dan Departemen /Lembaga Antar Daerah Propinsi Antara Daerah Kabupaten/Kota dan Daerah Kabupaten/Kota Propinsi lainnya 2) Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi untuk mendapat penetapan pemindahan: − − Antar Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi Antara Kabupaten/kota dan Daerah Propinsi g. Mengundurkan diri dari jabatan b. Dalam hal perpindahan jabatan struktural sifatnya diperbantukan. 49 . Diberhentikan sebagai PNS d. maka keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural dilakukan oleh instansi yang membutuhkan setelah menerima persetujuan pindah dari instansi asal. Mencapai batas usia pensiun c. 3. Tugas belaja rlebih dari 6 bulan g. kecuali cuti diluar tanggungan negara karena persalinan f. Cuti di luar tanggungan negara. Diangkat dalam jabatan struktural lainnya atau jabatan fungsional e. Berdasarkan Keputusan Kepala BKN atau Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi tersebut.1) Kepala BKN untk mendapat penetapan perpindahan. Adanya perampingan organisasi pemerintah h. Tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani i. pada prinsipnya tidak diperbolehkan perpindahan jabatan struktural dari eselon yang lebih tinggi kedalam eselon yang lebih rendah. Hal lain yang ditetapkan perundangan yang berlaku Pemberhentian PNS dari jabatan struktural ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang setelah melalui pertimbangan Komisi Kepegawaian Negara/Baperjaka disertai alasan yang jelas atas pemberhentiannya PNS yang meninggal dunia dianggap telah diberhentikan dari jabatan strukturalnya. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dari jabatan struktural karena: a. maka keputusan dalam jabatan struktural dilakukan oleh instansi yang membutuhkan setelah menerima persetujuan pindah dari instansi asal untuk menjamin pembinaan karier yang sehat.

seorang ketua merangkap anggota b. Baperjakat terdiri dari: a. dibentuk Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan struktural eselon I dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pembentukan KKN dimaksudkan untuk menjamin kualitas dan objektifitas pengangkatan. pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari pejabat struktural eselon I di lingkungan Instanmsi Pusat dan jabatan lain yang pengangkatan. yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Puat b. disiplin dan akuntabilitas pejabat struktural serta menyadari akan keterbatasan kemampuan manusia. serta 3 (tiga) Anggota Tidak tetap yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Ketua dan Sekretaris Kmisi Kepegawaian secara ex officio dijabat oleh Kepala dan Wakil Kepala BKN. pemindahan dan pemberhentiannya menjdi wewenang Presiden. seorang sekretaris Ketua dan Sekretaris Baperjakat Instansi Pusat adalah pejabat eselon I dan pejabat eselon II yang secara fungsional bertanggungjawab di bidang kepegawaian 50 1. Baperjakat Instansi Daerah Propinsi. Beperjakat Instansi Pusat. PNS yang menduduki jabatan struktural tidak dapat menduduki jabatan rangkap. yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota 2. Kenggotaan Susunan keanggotaan KKN adalah tersiri dari 2 (dua) Anggota Tetap yang berkedudukan sebagai Ketua dan Sekretaris Komisi.4. paling banyak 6 orang anggota c. Untuk menjamin kwalitas dan objektifitas pengangkatan. dibentuk Komisi Kepegawaian Negara (KKN). yang dibentuk Pejabat Pembina Kepegawaian Propinsi c. Perangkapan Jabatan Untuk optimalisasi kinerja. Baperjakat Instansi daerah Kabupaten/Kota. KOMISI KEPEGAWAIAN NEGARA DAN BAPERJAKAT Untuk membantu Presiden dalam merumuskan kebijaksanaan manajemen PNS dan memberikan pertimbangan tertentu. Susunan Kenggotaan Baperjakat terdiri dari: a. Rangkap jabatan hanya diperbolehkan apabila ketentuan perangkapan jabatan tersebut diatur dengan Undang-undang atau peraturan pemerintah C. pemindahan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan srtuktural eselon II ke bawah. Pembentukan . baik dengan jabatan struktural lain maupun jabatan fungsional. Sebelum KKN terbentuk pertimbangan pengangkatan.

3. TUNJANGAN Pembayaran 51 . pemberian kenaikan pangkat bagi yang menduduki jabatan truktural.Kota bertugas memberikan pertimbangan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian dalam: a. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural eselon II kebawah b. anggota Baperjakat ditetapkan dalam jumlah ganjil Masa keanggotaan Baperjakat paling lama 3 tahun dan dalat diangkat kembali untuk masa kenggotaan berikutnya. c. Ketua dan Sekretaris Baperjakat adalah pejabat eselon II dan pejabat eselon III yang secara fungsional bertanggungjawab di bidang kepegawaian dengan anggota pejabat eselon II. Ketua Baperjakat Instansi Daerah Propinsi adalah Sekretaris Daerah Propinsi dengan anggota para pejabat eselon II dan Sekretarisdijabat oleh pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian. Ketua Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota adalah Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota dengan anggota para pejabat eselon II dan Sekretaris dijabat oleh pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian. pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktural tertentu yang menjadi wewenang Presiden. Baperjakat Insansi Pusat dan Baperjakat Instansi Daerah Propinsi Kabupaten. 1. pengangkatan. Merumuskan kebijaksanaan umum kepegawaian.dengan anggota pejabat eselin I lainnya. Merumuskan kebijaksanaan penggajian dan kesejahteraan PNS. atau menemukan penemuan baru yang bermanfaat bagi negara c. pengangkatan Sekretaris Propinsi/Kabupaten/Kota D. Dalam hal Ketua Baperjakat Insansi Pusat dan Daerah kosong. Tugas Komisi Kepegawaian Negara bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam: a. b. perpanjangan batas usia pensiun bagi PNS yang menduduki jabatan struktural eselon I dan eselon II d. Untuk menjamin objektifitas dan kepastian dalam pengambilan keputusan. menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya. Bagi Instansi Pusat yang hanya terdapat satu pejabat eselon I. maka Pejabat Pembina Kepegawaian menunjuk salah seorang anggota yang senior untuk menjadi ketua. Memberikan pertimbangan dalam pengangkatan.

KETENTUAN LAI LAIN PNS yang diangkat dalam jabatan struktural setelah berlakunya PP 100 tahun 2000 dan pangkatnya masih 2 (dua) tingat atau lebih dibawah jenjang pangkat dalam jabatan yang ditentukan. b. 3. 2. c. maka pejabat yang berwenang harus menetapkan surat keputusan pengangkatan dalam jabatan strukturan PNS yang bersangkutan sesuai dengan jenjang eselon yang baru sebagai dasar pembayaran tunjangan jabatan. dibayarkan kembali terhitung mulai tanggal 1(satu) bulan berikutnya PNS yang bersangkutan telah aktif melaksanakan tuigas yang dinyatakan dengan surat pernyataan dari pejabat yang berwenang Pembayaran kembali tunjangan jabatan struktural bagi PNS yang diberhentikan sementara. Tunjangan Jabatan Struktural bagi PNS yang jabatannya mengalami perubahan eselon Apabila terjadi perubahan tingkat eselon suatu jabatan. dihentikan pembayaran tunjangan jabatan strukturnya terhitung mulai bulan berikutnya setelah yang bersangkutan dihentikan dari jabatannya. yang diberikan trhitung mulai tanggal satu bulan berikutnya setelah pelantikan. Penghentian diberhentikan dari jabatan struktural diberhentikan sementara menjalani cuti diluar tanggungan negara dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdsarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena dengan sengaja melakukan suatu tindak e. d. PNS yang diangkat dalam jabatan struktural yang tingkat eselon jabatannya tidak sesuai dengan eselon jabatan yang telah ditetapkan. 4. 52 . Pembayaran kembali Pembayaran tunjangan struktural dihentikan muai bulan berikutnya sejak PNS” Tunjangan jabatan struktur bagi PNS yang telah selesai menjalankan cuti bersama diluar tanggungan negara karena persalinan dan cuti besar. keputusan dalam jabatan struktural tersebut dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan.PNS yang diangat dalam jabatan struktural berhak mendapat tunjangan jabatan struktural setiap bulan. menjalani cuti Besar PNS yang diberhentikan dari jabatan strukturalnya karena belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dilakuakan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku. E. a. keputusan pengangkatan dalam jabatan struktural tersebut dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan.

(H. yaitu dengan cara membuka jabatan fungsional yang sesuai dengan yugas pokok dan fungsi dari organisasi yang bersangkutan. Nainggolan 1985) Dalam rangka pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil tidak dapat dipisahkan dari pengangkatan mereka dalam satu jabatan. Salah satu bentuk dari pembinaan Pegawai Negeri Sipil adalah pembinaan kariernya. Bahkan suatu keunggulan konpetitif akan mungkin sekali dapat dicapai mealui pengelolaan SDM yang baik. PNS merupakan unsur Aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepaa masyarakat secara profesional. Kesempatan organisasi untuk mengembangkan kareier PNSnya melalui jalur promosi dalam jabatan sangat terbatas. Dalam organisasi negara. dan rasa tanggungjawab dari seluruh pegawai. 53 . atau sering diebut “miskin struktur kaya fungsi”. disamping masalah kenaikan pangkat dan Pendidikan dan Pelatihan. Namun demikian masalah promosi dalam jabatan yang sering mendapat sorotan. Oleh karena itu maka jalur yang menungkinkan untuk suatu fungsional. Pembinaan karier yang baik adalah salah satu sendi organisasi yang baik. maka PNS perlu dikelola/dimanage. Disamping sebagai aset utama dari rganisasi. dan dibina sehingga mampu bekerja secara optimal. karena dengan system pembinaan karier yang baik dan dilaksanakan dengan baik pula akan dapat menimbulkan kegairahan bekerja. Oleh karena itu sangat mudah bagi suatu organisasi untuk mengelola SDM-nya secara baik dan benar. pemerintah. Hal ini disebabkan adanya kecnderunagn organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan kinrja melalui upaya penyemitan struktur organisasi. adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara.PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL Latar Belakang Kedudukan manusia dalam organisasi sangat penting dan menentukan. dan pembangunan. Pada masa sekarang ini. peranan dan kedudukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat strategis. Kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara tergantung dari kesempurnaan PNS Dengan kedudukan yang penting dan strategis tersebut. jujur. sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu penentu dari keberhasilan pencapaian tujuan organisasi.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 3. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil 5. Meliputi kegiatan teknis operasional yang berkaitan dengan penerapan konsep atau metoda operasional dari suatu bidang profesi 3. Jabatan fungsional ketrampilan terdiri empat jenjang. Peraturan Pemerintah Tahun 16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil 4. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 2. Jabatan Fungsional Ketrampilan adalah jabatan fungsional yang pelaksanaan tugasnya (PP 16 Tahun 1994) 1. Jenjang Pelaksana Muda 54 . Didalam pelaksanaan tugas pejabat fungsional tidak mutlak harus bekerja sendiri. wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri.Dasar Hukum 1. Pejabat fungsional pada hakekatnya adalah seorang yang mempunyai tanggungjawab hasil pelaksaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas secara mandiri. namun bisa dibantu pejabat fungsional yang lain. Jabatan fungsional profesinya Berdasarkan penilaian bobot jabatan fungsional. keputusan Presiden RI Nomor 87 Tahun 1999 Tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil Jabatan Fungsional Jabatan adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Jenjang Pelaksana d. tanggungjawab. Jenjang Penyelia b. yaitu: a. hanya tanggungjawab hasil pelaksanaan tugas dan kewenangan pelaksanaan tugas tetap melekat pada pejabat fungsional terebut. Terikat pada etika perofesi tertentu yang ditetapkan. Jabatan fungsional dapat dikategorikan menjadi dua yaitu Jabatan Fungsional Ketrampilan dan Jabatan Fungsional Keahlian. Mensyaratkan kualifikasi teknis professional dan/atau penunjang professional dengan pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Umum atau Sekolah Menengah Kejuruan dan setinggi-tingginya setingkat Diploma III 2. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Jenjang Pelaksana Lanjutan c.

Jenjang Madya c. sehingga dapat terjadi pemerkayaan jabatan di dalam suatu rumpun jabatan. baik jabatan dungsional keahlian maupun jabatan fungsional ketrampilan dilakukan melalui evaluasi jabatan sesuai dngan factor-faktor penilaian yang ditetapkan dengan memperhatikan karakterisik jabatan yan bersangkutan. 3.yang masing-masing diantara terdiri dari jabatan-jabatan dungsional yang jumlahnya lebih dari 53 jabatan fungsional Jabatan-jabatan di dalam suatu rumpun jabatan tidak berdifat statis. Menurut Keppres Nomor 87 Tahun 1999 ada 25 rumpun jabatan fungsional. Berdasarkan penilaian terhadap bobot penilaian jabatan fungsional. terikat pada etika profesi tertentu yang ditetaokan oleh ikatan profesinya. 2. peningkatan dan penerapan konsep dan teori sertametoda operasional dan penerapan disiplin ilmu pengetahuan yang mendasari pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan fungsional jabatan fungsional yang bersangkutan. meliputi kegiatan yan berkaitan dengan penelitian dan pengembanagn. 55 . Jenjang jabatan keahlian dan ketrampilan mempunyai jalur jenjang jabatan yan berbeda dan mempunyai jenjang pangkat yang berbeda pula satu sama lain. jabatan fungsional keahlian dibagi dalam empat jenjang yaitu: a. Sebagai contoh pada awalnya rumpun jabatan pendidikan hanya terdiri dari dosen dan guru.Jabatan Fungsional keahlian adalah jabatan fungsional yang pelaksanaan tugasnya: 1. Rumpun Jabatan Funsional Rumpun jabatan fungsional adalah himpunan jabatan fungsional keahlian dan/atau jabatan fungsional ketrampilan yang mempunyai fungsi dan tugas yang berkaitan erat satu sama lain dalam melaksanakan salah satu tugas umum pemerintahan. tetapi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Jenjang Pertama Untuk menetapkan jenjang jabatan pada setiap jenis jabatan fungsional. Jenjang Muda d. Dapat pula terjadi pengembangan jabatan dari spesialisasi kearah sub spesialisasi Penetapan jabatan fungsional dalamsuatu unit organisasi dimungkinkan sepanjang jabatanfungsional tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi dari organisasi yang bersangkutan.namun karena tingkat kompleksitas kegiatan di bidang pendidikan timbul kebutuhan fungsional baru seperti ahli kurikulum ahli pengujian dan sebagainya (penjelasan PP 16 Tahun 1996). Jenjang Utama b. Mensyaratkan kualifikasi professional dnan pendidikn serendah-rendahnya berijazah sarjana (Strata 1).

Pendidikan Formal Untuk diangkat dalam jabatanfungsional. baik dalam tingkatan ahli maupun terampil. termasuk didalamnya penetapan petunjuk teknisnya 56 . Berstatus PNS. Jenjang kepangkatan Pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional harus memperhatikan jenjang kepangkatan minimal untuk jabata tersebut. Hal-hal yang berkaitan dengan pengangkatan dalam Jabatan Fungsional 1. Usia Pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional harus mempertimbangkan usi. prosedur pelaksanaan tugas dan metodologinya. maka perlu diikutsertakan dalam Diklat Fungsional sesuai kompetensi yang dibutuhkan. 5. sehingga bagi mereka yang masih berstatus sebagai Calon PNS belum bias diangkat dalam jabatan fungsional 2. ada beberapa jabatan fungsional yang mempersyaratkan pendidikan formal untuk untuk pengangkatannya. Pembentukan Jabatan Fungsional Pembentukan suati jabatan fungsional dibuat dan diusulkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian kepada Menteri yang bertanggungjawab di bidang Aparatur Negara. Hal ini berkaitan dengan kategori dan jenjang jabatan fungsional yang akan didudukinya. Pembinaan Jabatan Fungsional Instansi Pembina Jabatan Fungsional adalah instansi yang menggunakan jabatan fungsional yang mempunyai bidang kegiatan sesuai dengan tugas pokok instansi tersebut atau instansi yang apabila dikaitkan dengan bidang tugasnya dianggap mampu untuk ditetapkan sebagai pembina jabatan fungsional. 2. Pembinaan jabatan fungsional meliputi penetapan dan pengendalian terhadap standar profesi yang meliputi kewenangan penanganan. 3.Pengangkatan Jabatan Fungsional Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional antara lain: 1. 4. sehingga potensi PNS tersebut masih bias dikembangkan. Jabatan fungsional hanya dapat diduduki mereka yang berstatus sebagai PNS. Diklat fungsional Untuk meningkatkan kompetensi PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional.

Penetapan Angka Kredit (Pembuat PAK) Pembentukan jabatan fungsional harus mempertimbangkan sistim kenaikan pangkat sesuai jabatan fungsional dimaksud. maka Tim Penilai Angka Kredit harus dibentuk oleh Pejabat yang Berwenang Pembentukan Tim Penilai Angka Kredit. Tim Penilai Pusat ditetapkan oleh pemimpin instansi Pembina jabatan fungsional. Pembayaran tunjangan jabatan fungsional diberhentikan apabila: Diberhentikan dari jabatan fungsional Berhenti sebagai PNS Diberhentikan sementara dari jabatan fungsional Dijatuhi hukuman penjara atau hukuman kurungan berdasar keputusan Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 5.3. Berkaitan dengan hal tersebut. yaitu apakah harus dengan angka kredit. Pengangkatan Pengangkatan pembebasan sementara dan pemberhentian PNS dalam jabatan fungsional ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengangkat. Tunjangan pejabat Pejabat yang berwenang membuat usulan besarnya pemberian tunjangan jabatan fungsional dalam lingkungan setelah dikonsultasikan dengan Menteri Keuangan. 4. Tunjangan jabatan fungsional mulai dibayarkan mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah PNS yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugas yang dikeluarkan pejabat yang berwenang. sesuai pangkat dan jenjang jabatan yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres) Setiap PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional mendapatkan tunjangan jabatan fungsional yang besarnya sesuai dengan yang ditetapkan dalam keppres tentang jabatan fungsional tersebut. yang dimaksud instansi jabatan Pembina jabatan fungsional adalah instansi yang menggunakan jabatan fungsional yang mempunyai bidang kegiatan sesuai dengan tugas pokok instansi tersebut atau instansi yang apabila dikaitkan 57 . memindahkan dan memberhentikan PNS dengan memperhatikan kebutuhan organisasi. siapa yang berwenang menetapkan angka kredit dsb. harus pula mempertimbangkan beban kerja yang ada yang memberi kemungkinan untuk pencapaian angka kredit bagi pejabat fungsional yang bersangkutan. diatur sebagai berikut : a. Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan fungsional disamping perlu mempertimbangkan lingkup tugas organisasi dengan rincian tugas jabatan fungsional.

Kenaikan Pangkat PNS yang naik pangkat harus memenuhi angka kredit yang dipersyaratkan sesuai jumlah yang dipersyaratkan untuk jenjang jabatan fungsional tersebut. b. e. d. 58 . Angka kredit yang dipakai sebagai penilaian prestasi kerja merupakan salah satu unsur dari daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil. oleh karenanya maka unsure-unsur lain yang dipersyartkan dalam DP3 bagi kenaikan pangkat atau kenaikan jabatan perlu dipenuhi oleh pejabat fungsional. Uraian kegiatan Uraian mengenai kegiatan apa saja yang dapat dimaksudkan penilaian dalam pembuatan angka kredit harus jelas dan terukur. 8.dengan bidang tugasnya dianggap mampu untuk ditetapkan sebagai Pembina jabatan fungsional. 7. c. Tim Penilai Instansi ditetapkan oleh pemimpin instansi pengguna jabatan Mekanisme pendelegasian wewenang ditetapkan oleh instansi Pembina Tim Penilai Pusat mempunyai kewenangan untuk menilai pejabat Tim Penilai Instansi mempunyai kewenangan untuk menilai pejabat fungsional fungsional golongan IV fungsional golongan II dan golongan III 6. sehingga PNS yangmengaku jabatan fungsional tersebut tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas dan memperoleh angka kredit yang dibutuhkan untuk keperluan kenaikan pangkat.

Sedangkan tujuan Diklat adalah: a. semangat kesatuan dan persatuan dan pengembangan wawasan PNS melalui Pendidikan dan Pelatihan jabatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha pembinaan PNS Menurut Peraturan Pemeritah No. DASAR Undang No. yaitu fungsi pendidikan dan fungsi pelatihan.101 tahun 2000 Pendidikan dan Pelatihan PNS (DIKLAT) adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS. sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan Negara. PENGERTIAN a. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. Undang-undang No. 4. ketrampilan dan sikap untuk alat melaksanakan tugas jabatan secara professional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi. diperlukan peningkatan mutu profesionalisme. c. d. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. b. 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS. 2.101 tahun 2000 3.43 tahun 1999 b. diperlukan sosok PNS yang mempunyai kompetensi jabatan dalam melaksanakan tugas. UMUM Untuk mewujudkan kepemerintahan dan pembangunan yang baik dan menjawab tuntutan masyarakat. Menciptakan kesamaan Visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. Diklat mengandung dua fungsi sekaligus. SASARAN DAN TUJUAN Sasaran Diklat PNS adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan masing-masing jabatan. Peraturan Pemerintah No. keahlian. Meningkatkan pengetahuan. 59 . pengayoman dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menciptakan aparatur yang memiliki kompetensi seperti dimaksud.

b. Kepribadian dan etika PNS. Kompetensi dalam Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi PNS yang diangkat dalam jabatan struktural dalam rangka memenuhi kompetensi jabatannya disamping syarat-syarat lain yang ditentukan. - JENIS DAN JENJANG Diklat prajabatan Diklat dalam jabatan a. Diklat prajabatan terdiri dari: a. Bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai pelayan masyarakat. Setiap CPNS untuk dapat diangkat menjadi PNS wajib mengikuti dan lulus diklat prajabatan CPNS wajib diikut sertakan dalam diklat prajabatan selambat-lambatnya 2 tahun setelah pengangkatannya sebagai CPNS. Oleh karena diklat ini ditujukan bagi mereka yang akan/sudah menduduki jabatan structural. Diklat Prajabatan golongan I untuk menjadi PNS golongan I Diklat Prajabatan golongan II untuk menjadi PNS golongan II Diklat Prajabatan golongan III untuk menjadi PNS golongan III Diklat PNS terdiri dari 2 jenis: b. disamping pengetahuan dasar tentang system penyelenggaraan pemerintah Negara.5. Diklat prajabatan dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan. maka keikutsertaan PNS dalam diklat kepemimpinan 60 . Diklat dalam jabatan Pendidikandan Pelatihan dalam jabatan terdiri dari: Diklat kepemimpinan Diklat fungsional Diklat Teknis 1) Diklat Kepemimpinan Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan atau disingkat Diklatpim dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural yang diemban. Diklat prajabatan Diklat prajabatan merupakan diklat yang dipersyaratkan dalam pengangkatan CPNS menjadi PNS. c.

Kompetensi teknis yang dimaksud adalah kemampuan PNS dalam bidangbidang teknis tertentu untuk pelaksanaan tugas masing-masing. dan bukan merupakan fasilitas yang bersifat terbuka dan dapat diminta sebagai hak. 3) Diklat teknis Diklat Teknis merupakan diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas PNS.sifatnya selektif dan siikuti atas dasar penugasan. Hal ini disebabkan jabatan pada dasarnya merupakan penugasan dan bukan sesuatu yang dapat diminta. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat III. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat I. yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon II d. namun keikutsertaan PNS dalam Diklat kepemimpinan tingkat tertentu tidak dipersyaratkan mengikuti Diklatpim tingkat dibawahnya. yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon I Meskipun Diklatpim berjenjang. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan terdiri dari empat jenjang yaitu: a. Bagi PNS yang belum memenuhi persyaratan kompetensi jabatan perlu mengikuti Diklat teknis yang bekaitan dengan persyaratan kompetensi jabatan masing-masing. b. 61 . yaitu Diklat kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon III c. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat IV. Pendidikan dan Pelatihan kepemimpinan tingkat II. 2) Diklat fungsional Diklat Fungsional merupakan diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masing-masing Jenis dari jenjang diklat fungsional untuk masing-masing jabatan fungsional tersebut ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fungsional yang bersangkutan. yaitu Diklat Kepemimpinan yang dipersyaratkan untuk jabatan eselon V.

GAJI POKOK Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat diberikan gaji pokok berdasarkan ruang yang ditetapkan untuk pangkat tersebut. 8 Tahun 1974. 2. Pada dasarnya setiap Pegawai Negeri beserta kekeluargaan harus dapat hidup layak dari gajinya. karena apabila Pegawai Negeri tetap tertekn oleh gaji yang tidak cukup dibandingkan dengan kebutuhan sehari-hari.PENGGAJIAN PNS 1. setiap Pegawai Negeri berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggungjawabnya. UMUM Gaji adalah sebagai balas jasa atau penghargaan atas hasil kerja seseorang. diberikan gaji pokok segaris dengan pengalaman kerja yang ditetapkan sebagi masa kerja golongan. menurut pasal 7 Undang-undang No. Kepada seorang yang diangkat langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil apabila telah mmpunyi pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan untuk menetapakn gaji. diberikan gaji pokok segaris sesuai masa kerja yang diakui sebagai masa kerja golongan. tidak dapat dilaksanakan juga. Dalam menentukan besarnya gaji. sehingga dengan demikian ia dapat memusatkan perhatian dan kegiatanna untuk melaksanakantugas yang dipercayakan kepadanya. akan dapat menimbulkan akibat-akibat negative. GAJI PEGAWI NEGERI SIPIL 62 . Gaji pokok untuk CPNS adalah sebesar 80% (delapan puluh persen) dari gaji pokok yang diperuntukan untuk Pegawai Negeri Sipil terebut. diberikan gaji pokok baru berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama. Karena walaupun telah dihitung secara rasional kebutuhan minimum dan diatur system gaji yang baik. Tetapi walaupun demikian. faktor kemampuan keuangan Negara adalah merupakan faktor penentu. Apabila CPNS telah mempunyai masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk menetapkan gaji pokok. tetapi kalau kemampuan Negara tidak memungkinkan. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu pangkat lebih tinggi dari pangkat lama. dalam batas-batas kemampuan Negara haruslah selalu diusahakan memenuhi kebutuhan minimum.

3. KENAIKAN GAJI ISTIMEWA Kepada Pegawai Negeri Sipil yang menurut Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan menunjukkan nilai amat baik sehingga ia patut dijadikan teladan. pemberian kenaikan gaji istimewa sebagaimana dimaksud di atas. Surat pemberitahuan kenaikan gaji berkala tersebut disampaikan dua bulan sebelum kenaikan gaji berkala tersebut berlaku. KENAIKAN GAJI BERKALA Kenaikan gaji berkala diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Pegawai Negeri Sipil yang tidak memenuhi syarat kenaikan gaji berkala dapat ditunda untuk paling lama satu tahun. dapat diberikan kenaikan gaji istimewa sebagai penghargaan dengan memajukan saat kenaikan gaji berkala yang akan datang dan saat-saat kenaikan gaji berkala selanjutnya pada pangkat yang dijabatnya pada saat pemberian kenaikan gaji istimewa. maka kenaikan gaji berkalanya ditunda lagi tiap-tiap kali paling lama untuk satu tahun. Penundaan kenaikan gaji berkala dilakukan dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang.Sedangkan Pegawai Negeri Sipil yang diturunkan pangkatnya lebih rendah dari pangkat lama. SISTEM PENGGAJIAN SISTEM BERKALA TUNGGAL Yang dimaksud dengan sistem skala tunggal adalah system penggajian yang memberikan gaji yang sama kepada pegawai yang berpangkat sama dengan tidak atau kurang memperhatikan sifat pekerjaan yang dilakukan dan beratnya tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. 63 . penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dengan nilai rata-rata sekurang-kurangnya “cukup” Pemberian kenaikan gaji berkala dilakukan dengan surat pemberitahuan dari Kepala Kantor/Satuan Organisasi yang bersangkutan atas nama pejabat yang berwenang kepada Kepala KPKN setempat sesuai dengan pasal 51 ayat (1) Keputusan Presiden No. dilakukan oleh Menteri/Pimpinan lembaga yang bersangkutan. dan apabila setelah penundaan tersebut Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan belum juga memenuhi syarat Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan. telah mencapai masa kerja golongan yang ditentukan untuk kenaikan gaji berkala b. Masa penundaan kenaikan gaji berkala dihitung penuh untuk kenaikan gaji berkala berikutnya. 16 Tahun 1994. diberikan gaji pokok berdasarkan pangkat baru yang segaris dengan gaji pokok dan masa kerja golongan dalam golongan ruang menurut pangkat lama.

prestasi kerja yang dicapai. maka pensiun pokok A akan berbeda dengan pensiun pokok B. di samping diberikan tunjangan bagi Pegawi Negeri Sipil yang berdasarkan penilaian melaksanakan beban tugas yang lebih besar dan mamikul tanggungjawab yang lebih berat dibandingkan dengan yang lain. karena hanya memerlukan satu peraturan yang mengatur skala gaji untuk segenap Pegawai Negeri Sipil. Pegawai Negeri yang beristri/bersuami diberikan tunjangan isteri/suami sebesar 10% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil dengan ketentuan apabila kedua64 . 4. Kerugian system skala ganda Adalah menimbulkan ketidakadilan pada waktu mereka pension. Karena gaji pokok adalah dasar penetapan pokok pensiun. padahal pada waktu mereka sama-sama pensiun tidak ada lagi perbedaan besarnya beban tugas dan perbedaan berat tanggungjawab. dengan ketentuan sebagai berikut: a. maka sisem penggajian Pegawai Negeri Sipil yang akan digunakan adalah Sistem Skala Gabungan yaitu gaji pokok bagi Pegawa Negeri Sipil yang berpangkat sama ditetapkan sama.Keuntungan system skala tunggal Adalah kesederhanaannya. SISTEM SKALA GANDA Yang dimaksud dengan system skala ganda adalah system penggajian yang menentukan besarnya gaji bukan saja didasarkan pada pangkat tetapi juga didasarkan pada sifat pekerjaan yang dilakukan. SISTEM SKALA GABUNGAN Untuk menghilangkan kerugian yang terdapat pada system skala tunggal dan system skala ganda. TUNJANGAN Untuk mendukung kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil beserta keluargannya disamping gaji pokok diberikan pula berbagai macam tunjangan yaitu: TUNJANGAN KELUARGA Tunjangan keluarga diatur dalam Pasal 16 Peraturan Pemeritah Nomor 7 Tahun 1997. Keuntungan sistem skala ganda Adalah memberikan rangsangan yang dapat menimbulkan kegairahan bekerja bagi Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan beban tugas yang besar dan memikul tanggungjawab yang berat. Kerugian system skala tunggal Adalah dirasakan tidak adil bagi Pegawai Negeri Sipil yang memikul tanggungjawab lebih berat. dan beratnya tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu.

Peneliti dan sebagainya) Macam-macam jabatan serta tunjangan diatur denga Keputusan Presiden Tunjangan jabatan structural diberikan menurut tingkatan eselon yang dijabat dari pejabat yang bersangkutan. TUNJANGAN JABATAN Berdasarkan pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 kepada Pegawai Negeri Sipil yang menjabat jabatan tertentu diberikan tunjangan jabatan. tidak mempunyai penghasilan sendiri. Kepala Bagian dan sebagainya) dan jabatan fungsional (seperti Widyaiswara. tunjanagn beras untuk anak diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil dibatasi hingga sebanyak-banyaknya dua orang. Kepala Biro. dan nyata menjadi tanggungan diberikan tunjangan sebesar 2% dari gaji pokok tiaptiap anak. tunjanagn penyesuaian indek harga. Besarnya tunjangan jabatan fungsional adalah berbedabeda untuk setiap jenis jabatan fungsional tersebut dan diatur dengan Keputusan Presiden. Yang dimaksud dengan jabatan tertentu adalah jabatan-jabatan structural (seperti Direktur Jenderal. Tunjangan yang diberikan sebanyak-banyaknya untuk dua orang anak termasuk anak angkat. tunjangan karena resiko pekerjaan 65 . apabila ada alasan yang kuat. Dosen.duanya berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Guru. kepada Pegawai Negeri Sipil diberikan tunjangan-tunjangan lain seperti tunjangan kemahalan daerah. d. b. belum pernah kawin. TUNJANGAN LAIN-LAIN Selain tunjangan yang ditentukan seperti tersebut di atas. yaitu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan APBN Pasal 53 menyebutkan bahwa terhitung mulai tanggal 1 April 1995 tunjangan anak. Penyuluh Pertanian. Ketentuan kurang dari 21 tahun dapat diperpanjang sampai umur 25 tahun apabila anak tersebut masih besekolah. TUNJANGAN PANGAN Tunjangan pangan diberikan kepada istri/suami dananak berupa beras sebanyak 10 kg perjiwa/bulan Tunjangan pangan dapat diberikan berupa beras atau dibayar dengan uang yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Pegawai Negeri yang mempunyai anak atau anak angkat yang berumur kurang dari 21 tahun. c. Direktur. maka tunjangan ini hanya diberikan kepada yang mempuyai gaji pokok yang tertinggi.

Iuran Wajib PEMOTONGAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1974 dan dirubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977 sebagai usaha kesejahteraan pegawai. Anggota ABRI dan Pensiunan termasuk janda/duda dan atau anak-anaknya atas penghasilam berupa gaji kehormatan. dan imbalan lain denan nama apapun yang dibebankan pada keuangan negara dipotong PPh pasal 21 sebesar 15% jumlah bruto penghasilan. tunjangan yang terkait dengan gaji kehormatan yang tercantum dalam daftar gaji/daftar pembayaran pensiunan atau daftar pembayaran lain. Besarnya tabungan tiap bulan adalah sebagai berikut: a. Tabungan Perumahan Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 1993 dan Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994 setiap Pegawai Negeri Sipil aktif sejak 1 Januari 1993 menjadi anggota Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil. uang sidang.000.5000.7000.b. Golongan I Rp. Golongan II Rp. maka setiap Pegawi Negeri Sipil dipotong 10 % dari penghasilan sebulan. Demikian juga terhadap honorarium.10. uang prestasi kerja.d.000. Golongan IV Rp.c. dengan cara membantu membayar uang muka Pembelian rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan membantu sebagai biaya membangun rumah untuk sebagian Pegawai Negeri Sipil yang sudah memiliki tanah ditempatnya bekerja. gaji atau uang pension. 66 . Golongan III Rp. Pajak Penghasilan Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1994 jo Keputusan Menteri Keuangan Nomor 636/KMK/04/1994 menyatakan bahwa pengenaan PPh Pasal 21 bagi pejabat Negara.5. Pegawai Negeri Sipil.Pembentukan Dana Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil. 3.

agar mereka dapat berkonsenjtrasi secara penuh kepada tugasnya. 67 . asuransi kesehatan. 43 tahun 1999 (1) (2) Untuk meningkatkan kegairahan bekerja. tabungan perumahan dan asuransi pendidikan bagi putra-putri PNS (3) Untuk…. Hal ini dapat dilihat dari Undang-undang 43 tahun 1999 yang merupakan perubahan dari Undang-undang Nomor 8 tahun 1974.KESEJAHTERAAN PNS Dalam organisasi Negara. serta sebagai pelaksana pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pemnangunan dalam rangka mewujudkan tujuan Negara. PNS merupakan unsure Aparatur Negara. Untuk itulah Pemerintan telah berupaya meningkatkan kesejahteraan PNS tersebut. Abdi Negara danAbdi Masyarakat. tabungan perumahan dan program pensiun serta tabungan hari tua. Pasal 32 UU. Kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara dan kesempurnaan Aparatur Negara tergantung dari kesempurnaan PNS. Dengan kedudukan yang penting dan strategis tersebut. peranan dan kedudukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sangat strategis.. sidelenggarakan usaha Usaha kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) melputi kesejahteraan PNS program pension dan tabungan hari tua. maka PNS perlu diberikan kesejahteraan yang memadahi.dst sampai ayat (6) Tujuan pemberian kesejahteraan yang memadahi bagi PNS adalah untuk memotivasi dan mendorong PNS dan anggota keluarganya.

KEWAJIBAN Pembayaran tabungan perumahan dilakukan dengan cara pemotongan gaji PNS tiap bulan dimulai Bulan Februari 1993 yang disetor ke rekening Menkeu atas nama Bapertarum PNS Besarnya iuran adalah: a. 2.Golongan III sebesar Rp. d.000. LANDASAN HUKUM Keppres 14 Tahun 1993 Tentang Tabungan Perumahan PNS jo Keppres 46 Tahun 1994 tentang perubahan Keppres 14 Tahun 1993.10. c. Golongan I sebesar Rp. kekeluargaan dan kesetiakawanan PNS melalui tabungan perumahan.Golongan II sebesar Rp.- 6.000.5000.7000. untuk itulah perlu usah gotongroyong berdasar kebersamaan. termasuk didalamnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). c. 4. . b. sehingga setiap manusia perlu memenuhinya. UMUM Perumahan merupakan kebutuhan pokok manusia. d. PENGERTIAN Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan PNS adalah salah satu program yang dicanangkan Pemerintah dalam upaya membantu PNS untuk mendapatkan perumahan 3. MAKSUD DAN TUJUAN Taperum PNS dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan PNS dengan cara: membantu uang muka pembelian rumah membantu sebagian biaya pembangunan rumah bagi PNS yang sudah memiliki tanah sendiri didaerah tempat kerja Pengelolaan dana tabungan perumahan PNS ditangan BAPERTARUM 5.Golongan IV sebesar Rp. b. namun demikian kemampuan keuangan PNS terbatas sehingga perlu diupayakan cara agar kebutuhan tersebut bias terpenuhi sesuai kemampuan PNS. KETENTUAN UMUM a. 3.BAPERTARUM PNS 1. Yang berhak atas bantuan Taperum PNS aktif Gol Ruang I. II Belum memiliki rumah sendiri Mempunyai masa kerja minimal 5 tahun Diberikan sekali semasa menjadi PNS (aktif) 68 dan III dan Golongan IV/a dan IV/b dengan prioritas Gol I dan II.

KTP yang disyahkan  Fc. 1.Golongan IV/a dan IV/b sebesar Rp. 1-200.Golongan I sebesar Rp.100. PERSYARATAN a. SK PNS pangkat terakhir yang disyahkan  Surket belum mamiliki rumah sendiri  Fc..KTP disyahkan Lurah dan Camat  Fc. 2.Golongan III sebesar Rp. 1. dilengkapi surat nikah  Tanah benar-benar tidak ada bangunan  Sugguh-sungguh belum memiliki rumah  Bukan untuk biaya renovasi 69 .500.e. Bentuk bantuan berupa: 1) Bantuan uang muka KPR kepada PNS 2) Bantuan sebagai biaya membangun rumah diatas tanah yang dimiliki secara syah dan berada dilokasi pemohon bekerja.000.g.. RW.000. Tabungan dikembalikan tanpa bunga kepada PNS yang berhenti kaena pemrintaan sendiri/diberhentikan dan belum pernah menerima Taperum h. Camat dan Instansi kerja  Surat penegasan persetujuan penyediaan kredit dari Bank  Fc.KARPEG disyahkan institusi  Surat keterangan telah bekerja minimal 5 tahun  Surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari RT. yang berhak Taperum hanya salah Satu f. 7. BANTUAN UANG MUKA KPR Mengisi formulir bantuan dilampiri:  Fc. BANTUAN SEBAGIAN BIAYA MEMBANGUN RUMAH DIAAS TANAH MILIK SENDIRI Mengajukan permohonan dilampiri:  Fc.000. Apabila suami PNS. Sk terakhir b. SK CAPEG  Fc. KARPEG  Fc. IMB atau surat ijin mendirikan rumah tinggal  Fc.00. Besarnya bantuan : . Lurah. Biaya renovasi rumah tidak termasuk dalam program Bapertarum i..Golongan II sebesar Rp.800. Bukti kepemilikan tanah  SPPT (pajak)  Bila tanah atas nama istri.

SK Pensiun atau SK pemberhentian. TASPEN (persero) bersamaan dengan pembayaran pensiun pertama dan THT 70 . PENGAMBILAN TAPERUM BAGI PNS YANG BERHENTI PENSIUN. SK KP terakhir. Bagi PNS yang pensiun TMT 01-10-1994 tidak perlu mengajukan permohonan karena secara otomatis akan diterimakan oleh PT. Pembayaran pengembalian tabungan perumahan Yang berhak menerima pengembalian adalah PNS yang pensiun. TATA CARA PENGAJUAN (untuk uang muka KPR dan bantuan SBMR)       Mengambil formulir permohonan (Biro Kepg) Mengisi formulir dan melengkapi persyaratan Diajukan ke Biro Kepeg Biro Kepeg mengusulkan PNS yang lulus seleksi ke Gubernur Gubernur mengirim permohonan ke BAPERTARUM Laporan PNS yang lolo seleksi ke Biro Kepeg untuk diketahui 9. SK KP terakhir . Pembayaran bantuan sebagian mambangun rumah Bank penyalur menerima dana untuk bantuan SBMR dari BTN berdasar Bank penyalur menyampaikan dana pada PNS dengan data pendukung: surat perintah membayar dari BAPERTARUM PNS KTP. meninggal dunia atau berhenti karena sebab lain dan belum pernah menerima fasilitas uang muka KPR ataupun bantuan SBMR Keterangan pendukung: KTP. pernyataan belum memiliki rumah c.c. fc IMB. TATA CARA PENYALURAN a. Pendukung adalah KTP. BTN Pusat melaporkan realisasinya kpada BAPERTARUM PNS Keter. Pembayaran bantuan uang muka KPR BTN cabang setempat diberi wewenang mengeluarkan persetujuan bantuan uang muka KPR. SK KGB/KP terakhir. TASPEN (Persero)  SK Pensiun/Pemberhentian  Surat pengantar dari instansi tentang riwayat kepangkatan  Mengisi pernyataan belum penah menerima bantuan perumahan dari BAPERTARUM 8. MENINGGAL DUNIS ATA U BERHENTI KARENA BEKERJA. DAPAT MELALUI PT. fc surat penegasan persetujuan penyediaan kresit/surat perjanjian akat kredit dari BTN dan surat pernyataan belum memiliki rumah dari PNS b. atau SK dari PYB bagi PNS yang meninggal dunis dan surat ahli waris d.

BAGI PNS YANG BERHENTI DENGAN HAK PENSIUN Mengisi formulir permohonan Blanko SP4-A sebanyak 3 lembar 71 .Hak nilai tunai THT diberikan kepada peserta yang berhenti/diberhentikan dengan hormat/tidak dengan hormat . atau pada ahli warisnya pada saat peserta meninggal dunis sebelum sesudah pensiun. PERSYARATAN PENGURUSAN HAK THT A. Tunjangan Hari Tua (THT) .Hak THT diberikan kepada peserta yang berhenti karena pensiun . diberikan kepada ahli waris b. PENGERTIAN THT merupakan suatu program asuransi yang terdiri dari asuransi dwiguna dan asuransi kematian Asuransi Dwi Guna adalah suatu jenis asuransi yang memberikan jaminan keuanan bagi peserta meninggal dunia Asuransi kematian adalah suatu jenis asuransi yang memberikan jaminan keuntungan pada peserta bila istri/suami. HAK PESERTA a. Asuransi Kematian(ASKEM) Kepada peserta suami/istri/anak yang terdaftar/tertunjang yang meninggal dunia diberikan asuransi kematian. PESERTA  PNS (Pusat san Daerah)  PNS DPB/DPK BUMN/BUMD  Pejabat Negara  Pegawai beberapa BUMN/BUMD 4. TUJUAN Memberikan jaminan keuangan bagi pserta pada saat berhenti bekerja baik dengan hak pensiun ataupun tanpa hak pensiun. Khusus untk ASKEM anak dibayarkan maksimum tiga kali kematian anak 6.TABUNGAN HARI TUA 1. KEWAJIBAN PESERTA Membayar premi sebesar 3. anak meninggal dunis atau kepada ahli waris bila peserta meninggal dunia 2. 3.25% kali penghasilan (gaji pokok + tunjangan keluarga) setiap bulan yang secara langsung dipotong dari gaji 5.Peserta yang meninggal sebelum BUP.

SK Pensiun 2 lembar Fc. KARIP istri/suami bila pensiunan Diajukan ke PT. Peserta Taspen Fc. CPNS Fc. PERHITUNGAN ANAK Hak THT Rumus hak peserta berhenti karena pensiun HAK = (0. SK terakhir (KP/KGB) C.- Fc.TASPEN (Persero) Pembayaran bersamaan dengan pembayaran pensiun pertama B. SKPP dari KPKN/Biro Keuangan 2 lembar Fc. KTP pemohon Surat keterangan masih sekolah bagi anak usia 21 – 25 tahun Fc. SKPP dari KPKN/Biro Keuangan 2 lembar Fc.60 x MI1 x P1) + {0. ASURANSI KEMATIAN (ASKEM) a. Sk CPNS 1 lembar Asli surat keterangan masih sekolah dari anak usia 21 tahun – 25 tahun Fc. BAGI PNS YANG BERHENTI TANPA HAK PENSIUN Mengisi formulir permohonan Blanko SP4-A sebanyak 3 lembar Fc. SK. anak PNS meninggal dunia b.60 x MI2 x (P2 – P1)} Rumus hak peserta yang berhenti karena meninggal dunia sebelum pensiun 72 . PESERTA BERHENTI KARENA MENINGGAL DUNIA (Peserta yang meninggal dunia sebelum pensiun memiliki masa iuran minimal 6 bulan) Blanko Akt-2 dan Akt-3 Kutipan perincian gaji Fc.SK terakhir (KP/KGB) Fc. anak peneima pensiun meninggal dunia 8. Bila istri/suami. Surat Kematian Fc. Usul SK pensiun janda 7. Bila istri/suami. SK Pemberhentian 2 lemar Fc. Surat Nikah Fc. SK CPNS 1 lembar Asli surat keterangan masih sekolah dari anak usia 21 – 25 tahun Perincian gaji suami/istri bila PNS Fc.

10 C/12)}P2 Keterangan: MI MI1 MI2 P P1 P2 Y masa iur adalah masa iur sejak diankat menjadi peserta sampai berhenti Masa iur dari CPNS sampai dengan BUP Masa iur sejak 1 Januari 2001 sampai dengan berhenti Penghasilan adalah penghasilan terakhir. Apabila peserta aktif meninggal dunia.10 B/12)}P2 Suami/Istri Peserta HAK = {1.5 x (1 + 0.10 C /12)}P2 Anak HAK = {0.60 x Y2 x (P2 – P1)} Rumus hak pension berhenti karena sebab lain HAK = (Faktor1 x P1) + { Faktor2 x (P2 – P1)} Hak ASKEM Peserta HAK = {2 x (1 + 0. maka B=0 C Adalah jumlah bulan yang dihitung dari tanggal peserta diberhentikan dengan hak pensun atau meninggal dunia sampai dengan tanggal suami/istri/anak meninggal dunia. maka Y adalah selisih antara saat meninggal dunia dengan usia menjadi peserta.HAK = (0.60 x Y1 x P1) + {0. tunjangan istri/suami dan anak Penghasilan (Gaji dan Tunjangan istri/suami dan anak) PNS menurut Peraturan Gaji PP 6 Tahun 1997 Penghasilan (Gaji dan Tunjangan istri/suami dan anak) PNS menurut Peraturan Gaji PP 26 Tahun 2001 Adalah selisih BUP (56 th) dan usia saat menjadi peserta CPNS. Bila meninggal dunia saat masih aktih maka C=0 Faktor Adalah besaran yang nilainya tergantung masa iuran dan tahun berhenti sebagai peserta Faktor 1 Faktor yang dihitung berdasarkan MI1 Faktor 2 Faktor yang dihitung berdasarkan MI2 73 . Y2 B Adalah selisih antara BUP (56 tahun) sampau usia pada Januari 2001 Adalah jumlah bulan yang dihitung dari tanggal peserta diberhentikan dengan hak pensiun sampai dengan peserta meninggal dunia. Jika usia saat meninggal dunia lebih dari 56 tahun.75 x (1 + 0. terdiri dari gaji pokok.

c. Penyakit atau sakit yang disebabkan oleh kecelakaan Penyakit yang terjadi kadena disengaja. 2. obat-obatan. gigi buatan. i. Metode Sejumlah Uang Dengan metode ini ganti rugi finansial diberikan kepada tertangging sesuai dengan jumlah dana yang ditentukan sebelumnya ketika asuransi ditutup 1) Penanggung memberikan sejumlah uang santunan kesehatan setiap biaya kali tertanggung sakit. seperti minum obat melebihi dosis Penyakit karena mencoba bunuh diri Penyakit karena penyalahgunaan obat. e.ASURANSI KESEHATAN (ASKES) 1. sehingga mereka terjamin kesejahteraannya. g. yang meliputi pengobatan dan perawatan. rontgen dsb) 4. termasuk di dalamnya PNS. gas beracun dsb Penyakit yang disebabkan karena bencana alam 74 RESIKO YANG DIKECUALIKAN Ada beberapa penyakit yang dikecualikan dari jaminan asuransi kesehatan. h. seperti narkotika dsb Obat yang tidak berkaitan dengan penyakit. alat bantu dengar Penyakit yang disebabkan peperangan Penyakit yang disebabkan inti atom atau nuklir/radio aktif Penyakit yang disebabkan gas bumi. b. 5. j. f. Oleh karena itu perlu perlindungan kesehatan bagi PNS. DESKRPSI Asuransi Kesehatan (ASKES) adalah jaminan pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan kepada PNS 3. POLIS ASURANSI KESEHATAN Kepada peserta diwajibkan membayar premi kepada penanggung sesuai jumlah dan periode waktu yang ditentukan. SANTUNAN ASURANSI A. antara . LATAR BELAKANG Setiap orang mempunai resiko yang sama untk terserang penyakit. Metode Dana Sakit Menurut metode ini santuna yang diberikan penanggung kepada tertanggung disesuaikan dengan besar kecilnya biaya pengobatan(biaya dokter. seperti minyak gosok dsb Kaca mata. tanpa mengindahkan besar/kecilnya pengobatan 2) Penanggung memberikan sejumlah uang santunan setiap kali tertanggung sakit. sebesar dana yang tersedia B. d. lain: a.

VETERAN/PERINTIS KEMERDEKAAN Pemeliharaan kesehatan adalah upaya kesehatan yang meliputi peningkatan.Prajurit ABRI dan PNS dilingkungan HANKAM yang berhenti dengan hak pensiun .PNS yang berhenti dengan hak pensiun . serta Pejabat Negara yang berhak pensiun .Pejabat negara berhenti dengan hak pensiun . Pejabat Negara) Penerima Pensiun .6. ASKES PNS/PENERIMA PENSIUN. PESERTA Peserta Wajib 1) 2) PNS (CPNS. a. b.Janda/duda/anak yatim piatu dari PNS.Perintis kemerdekaan yang membayar iuran untuk jaminan pemeliharaan kesehatan b. PNS HANKAM. (Persero) Asuransi kesehatan ndinesia yang ditetapkan dengan PP. 6 7.Veteran . Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya 8. TUJUAN Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDKP) yang Perum husada Bhakti PT.  Penghentian dari kepesertaan Sudah tidak lagi sebagai PNS atau Peneima Pensiun 75 . Dalam rangka tersebut pemerintah membentuk: a. No diselenggarakan Badan Khusus dibawah Dep. Prajurit BRI. PNS. penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Pegawai BUMN/BUMD dan swasta Pegawai badan lainnya Masa kepesertaan sejak yang besangkutan membayar iuran Bagi veteran dan Perintis Kemerdekaan sejak iurannya dibayar Masa kepesertaan   pemerintah d. Peserata Sukarela c. c. Kesehatan Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berasuransi kesehatan dengan mengembangkan sistem pemeliharaan dan oembiayaan kesehatan yang efisien dan efektif Meningkatkan status kesehatan PNS. pencegahan.

Hak Peserta     ditetapkan. ASKES Mendapatkan pelayanan non medis Mendapatkan pelayanan pemeliharaan sesuai kebutuhan medis Memperoleh pemeliharaan dan atau sesuai standar yang dari penghasilan      f. Rawat jalan tingkat lanjutan 76 . Rawat jalan tingkat pertama Tempat pelayanan di Puskesmas Persyaratan : menunjukkan kartu ASKES Pelayanan yang didapatkan: Pemeriksaan Laboratorium Tindakan sederhana Pemberian obat Surat rujukan Tempat pelayanan di Rumah Sakit Pemerinta Persyaratan: menunjukkan kartu Askes dan fotokepynya Pelayanan yang diperoleh: Pemeriksaan doktor spesialis Laboratorium/pemeriksaan penunjang KESEHATAN b. RUANG LINGKUP PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN a. setelah iuran wajibnya tidak lagi ditanggung Pemerintah Bagi Pegawai BUMN dan Badan lain yang sudah tidak membayar iurannya  e. Kewajiban Peserta  PNS Penerima Pensiun dan Pejabat Negara wajib membayar 2% Iuran Veteran dan Perintis Kemerdekaan ditanggung Pemerintah Memberikan data diri dan keluarga Wajibmemiliki tanda pengenal Wajib mengetahui dan mentaati peraturan Membayar biaya yang melebihi standar yang berlaku Mendapatkan informasi dari PT. Bagai Veteran dan Perintis Kemerdekaan. Standar pelayanan mencakup: o Pelayanan kesehatan dasar o Pelayanan kesehatan rujukan o Pelayanan kesehatan penunjang 9.

- Tindakan di RS Obat DPHO atau Resep Askes Rujukan sesuai indikasi medis Tempat pelayanan: rumah sakit Pemerintah Persyaratan: manunjukkan kartu Askes dan fotocopynya Pelayanan yang diperoleh: o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang diagnosa o Tindakan di RS o Obat DPHO atau Resep Askes o Rujukan sesuai indikasi medis c. mengurus surat jaminan dalam waktu 3 x 24 jam Pelayanan yang diperoleh: o Perawatan di ruangan o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang diagnosa o Tindakan di RS o Obat DPHO atau Resep Askes o Rujukan sesuai indikasi medis e. Rawat Inap Tempat pelayanan di Rumah Sakit Pemerintah (RS Swasta hanya Persyaratan: menunjukkan kartu Askes dan menyerahkan santunan) fotocopynya.Mendapat pelayanan kesehatan yang tidak sesuai prosedur 77 . Persalinan Tempat pelayanan: disemua fasilitas Pemerintah Persyaratan Kartu Askes dan fotocopynya. Pelayanan yang diperoleh: o Perawatan di ruangan o Pemeriksaan dokter spesialis o Laboratorium/penunjang pemeriksaan o Tindakan persalinan o Obat DPHO atau Resep Askes o Surat Rujukan 10. Pelayanan Gawat Darurat d. mengurus surat jaminan m aksimum 3 x 24 jam. BUKAN HAK PERTAMA . surat rujukan atau keterangan gawat darurat. Hanya untuk persalinan anak pertama dan kedua hidup.

78 . Besarnya premium wajib PNS adalah 2% dari penghasilan o Cost sharing merupakan keadaan yang tidak mungkin dihindarkan dalam pembiayaan secara asuransi..Pelayanan kesehatan di luar Negeri . dimana tidak mungkin semua jenis dari besarnya biaya pelayanan ditanggung secara tak terbatas. PREMIUM DAN COST SHARING o Premium merupakan kewajiban bulanan bagi pesert Askes wajib atau sukarela yang besarnya ditentukan berdasarkan benefit pelayanan yang akan diterimakan.Pelayanan kesehatan yang dikelola dalam program/instansi lain seperti general check up 11.Pelayanan kesehatan/fasilitas yang tidak ditunjuk .

TUJUAN a.CUTI PNS 1. 5. Pimpinan Lembaga Pemerintah Tertinggi Non Departemen. 3. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi Negara/Lembaga Tinggi Negara dan Pejabat lain yang ditentukan Presiden bagi PNS dalam lingkungan kekuasaannya. JENIS CUTI 1. Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri Pejabat sebagaimana tersebut diatas dapat mendelegasikan kewenanannya kapada Pejabat lain dalam lingkungannya untuk memberikan cuti. Untuk memberikan kesempatan istirahat bagi PNS dalam rangka Untuk kepentingan PNS yang bersangkutan menjamin kesegaran jasmani dan rokhaninya 2. Peraturan Pemerintah No. 2. PENGERTIAN Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waltu tertentu C. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 2. UMUM Dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rihani. Pemimpin lembaga tertinggi /Tinggi Negara bagi pemimpin Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. 6. Cuti Tahunan Cuti Besar Cuti Sakit Cuti Bersalin CKAP Cuti diluar tanggungan Negara Cuti Tahunan Setiap pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun secara terus menerus berhak atas cuti tahunan. 24 tahun 1976 Tentang Cuti PNS 3. PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI a. Menteri. 01/SE/1977 B. Surat Edaran Kepala BAKN No. b. DASAR HUKUM 1. 1. Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja 79 . b. Jaksa Agung. kecuali ditentukan lain 3. maka kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah bekerja dalam waktu tertentu perlu diberikan cuti A. 4. c.

baik dokter pemerintah maupun dokter swasta. tetapi keterlambatan pengambulan cuti besar itu tidak dapat diperhitungkan untuk pengambilan cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan. maka waktu cuti tahunan dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari. maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak mala pelaksanaan cuti besar dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. Cuti Basar Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan. termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan Apabila cuti tahunan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya. Ketentuan ini tidak berlaku bagi cuti tahunan yang diambil kurang dari 12 (dua belas) hari kerja Untuk kepentingan dinas cuti tahunan dapat ditangguhkan pelaksanaannya oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti tahunan. 3. Cuti Sakit Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit berhak atas Cuti Sakit PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang lain. dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja. dapat diambil pada ahun-tahun berikutnya. harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter. Penangguhan ini tidak boleh lebih llama dari satu tahun.Cuti tahunan dapat diambil secara terpecah=pecah dengan ketentuan setiap bagian tidak boleh kurang dari 3 (tiga) hari kerja Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan Cuti tahunan yang tidak diambil dalam kuruk waktu 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih. 2. Cuti besar yang tidak diambil oleh PNS yang bersangkutan tepat pada waktunya. Apabila terjadi penangguhan maka cuti tahunan yang ditangguhkan itu dapat diambil oleh PNS yang bersangkutan dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) heri kerja termasuk cuti tahunan yang sdang berjalan. 80 . termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan Yang dimaksud bekerja secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak terputus karena menjlankan cuti di luar tanggungan negara atau karena diberhentikan dai jabatan negara dengan menerima uang tunggu. Dalam hal yang demikian maka waktu penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak atas cuti besar berikutnya. PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari.

baik dokter pemerintah maupun dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. PNS wanita yang mengalami gugur kandunan berhak atas cuti sakit paling lama 1 ½ (satu setengah) bulan. PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan PNS tersebut perlu mendapat perawatan. dan ketiga. berhak atas cuti sakit sampai sembuh. Cuti sakit tersebut diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan PNS yang telah menderita sakit selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan belum sembuh dari penyakitnya. harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut PNS yang bersangkutan: 1. dapat menggunakan cuti besar tersebut sebagai cuti persalinan. dengan mndapat uang tunggu menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 2. Cuti Bersalin PNS wanita berhak atas cuti bersalin untu persalinan anaknya yang pertama. Pegawai Negeri Sipil wanita yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara untu persalinan. yeyapi ada harapan sembuh dan dapat bekerja kembali sebagai PNS. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Sedangkan untuk persalinan anak yang keempat dan seterusnya. Lamanya cuti besar adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan setelah persalinan. harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter. Belum sembuh dari penyakitnya. Pegawai Negeri Sipil wanita yang akan bersalin untuk yang keempat dan seterusnya. kepada PNS wanita tersebut tidak diberikan cuti bersalin. apabila menjelang saat persalinan tersebut mempunyai hak atas cuti besar. 4. 81 . dengankeputusan pejabat yang berwenang diaktifkan kembali dalam jabatan semula. maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan karena sakit. tetapi dapat diberikan Cuti di luar tanggungan negara.PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari. Belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk dapat bekerja kembali sebagai PNS. kedua.

c. PNS setelah habis menjalankan cuti diluar tanggungan negara wajib melaporkan diri kepada instansinya induknya untuk ditempatkan kembali apabila ada lowongan. Melangsungkan perkawina pertama Alasan penting lainnya yang ditetakan oleh Presiden Untuk mendapatkan cuti karena alasan penting. kecuali dalam hal PNS wanita menjalankan cuti diluar tanggungan negara untuk persalinan yang keempat dan seterusnya. PNS harus mengajukan secara tertulis dengan menyebutkan alasannya kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. Dalam hal mendesak. 6. Cuti di Luar Tanggungan Negara Cuti diluar negara dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurangkurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus dan adanya alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak Yang dimaksud dengan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak misalnya seorang PNS wanita yang suaminya bertugas di luar negeri. sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang. bapak. Yang dimaksud cuti karena alasan penting adalah cuti karena: a. PNS 82 . sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja. PNS yang bersangkutan dibebaskan dari jabatannya. Jabatn yang lowong karena pemberian cuti diluar tanggungan negara dapat diisi. atau menantu sakit keras Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam huruf a diatas atau meninggal dunia. Lamanya cuti karena alasan penting hendaknya ditetapkan sedemikian rupa. Cuti diluar tanggungan negara hanya dapat diberikan ddengan surat keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti setellah mendapat persetujuan dati kepala BKN. Istri/suami. demi kepentingan dinas. anak. adik. sehingga mengharuskan PNS wanita tersebut mendampingi suaminya di tempat tugas itu. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara. kkak. b. maka PNS tersebut dapat mengajukan permintaan izin smentara kepada Kepala Pemerintahan setempat.5. mertua. d. Ibu. Cuti Karena Alasan Penting Pegawai Negeri Sipil dapat cuti karena alasan penting untuk paling lama 2 (dua) bulan. mninggal dunia dan menurut ketentuan hukun yang berlaku PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang mninggal itu. Cuti diluar tanggungan negara bukanlah hak. Cuti diluar tanggunagn negara diambil untuk waktu paling lama 3 (tiga) tahun dan apabila ada alasan penting dapat diperpanjang untuk paling lama satu tahun. karena alasan penting diberikan dengan surat keputusan pejabat yang berwenang. karena itu permintaan cuti diluar tanggungan negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang berwenang.

Selama menjalankan cuti besar. Penghasilan PNS selama menjalankan Cuti Selama menjalankan cuti diluar tanggunan negara PNS yang bersangkutan tidak menerima penghasilan apapun dari negara. kecuali tunjangan jabatan (bila ada). diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. 83 .yang tidak melaporkan diri kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan negara. PNS yang bersangkutan tetap menerima gaji dan tunjangan keluarga.

Untuk itulah kepada PNS. c. UMUM Terselenggaranya Good Governance merupakan salah satu issue dan tuntutan masyarakat saat ini. coretan dll yangserupa dengan itu. d. 84 . mengatur tentang kewajiban yang harus ditaati dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap PNS 2. Masyarakat berharap adar dalam penyelenggaraa negara dan pembangunan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan salah satu unsur aparatur negara mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai apa yang menjadi beban tugasnya. Kewajiban yang harus ditaati oleh setiap PNS adalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 2 PP No. 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan Pemindahan dan SE Ka BAKN No. Pengertian Peraturan disiplim PNS adalah suatu peraturan yang memuat kewajiban larangan. efektif. bebas KKN dan selalu memenuhi kaidah peraturan perundang-undangan yang berlaku. efisien. 23/SE/1980 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok=pokok kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 tahun Pemberhentian PNS 3. 30 Tahun 1980 ada sebanyak 18 butir. 1999 b. Salah satu elemen dalam pembinaan PNS adalah dengan ditetapkannya Peraturan Disiplin PNS. perlu diberikan pembinaan yang baik. dan sanksi apanila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar. Perbuatan adalah setiap tingkah laku. serta mampu memberkanpelayanan yang baik kepada masyarakat. penuh tanggung jawab. PP No 30 Tahun 1980 2003 Tentang Peraturan Disiplin PNS PP No.PERATURAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. memperontokkan. 30 Tahun1980 sebanyak 26 butir dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap PNS adalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 3 ayat (1) PP. mengedarkan. Dasar Hukum a. Peraturan Disiplin PNS diundangkan dengan tujuan adag dapat menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelasanaan tugas. Aparatur Negara mampu manjalankan tugas dan fungsinya secara sungguh=sungguh. Tulisan dalam pernyataan pikiran atau perasaan secara tertulis baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk gambar. sikap atau tindakan termasuk pelanggaran disiplin adala setiap pernuatan memperbanyak. Tata tertib dimaksud dapat terwujud antara lain bilamana setiap PNS mengetahui dengan pasri kewajiban-kewajiban yang harus dilakuakn dan larangan-larangan yang harus dijauhi Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. karikatur.

4. kecuali hal itu dilakukan untk kepentingan dinas. 6. sehingga hukuman disiplin yang dijatuhkan benar-benar sesuai dan memenuhi asas keadilan. Hukuman disiplin sedang c. Tujuan Tujuan hukuman disiplin PNS adalah untuk mempernaiki. PNS yang berpangkat Penata TK I golongan ruang III/d ke bawah yang akan melakukan usaha dagang baik secara resmi maupun sambilan menjadi direksi. sehingga dapat diketahui latar belakang dan motif terjadinya pelanggaran disiplin. agas kembali memiliki sikap ketaatan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tegoran tertulis c. Berdasarkan hasil pemeriksaan atas pelanggaran disiplin yang dilakukan kemudian diputuskan jenis hukuman disipilin yang setimpal dengan kesalahan yang dilakukan. membina dan mandidik PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. baik yang dilakuakn didalam maupun diluar jam kedinasan. Pernyataan tidak puas secara tertulis Jenis hukuman sedang erdiri dari: a. Penundaan KGB untuk paling lam satu tahun b. Tingkat dan Jenis Hukuman Tingkat hukuman disiplin terdiri dari: a. Tegoran lisan b. menawarkan. Penundaan keniakan pangkat untuk paling lama satu tahun Jenis hukuman berat terdiri dari: 85 . pimpinan atau komisaris perusahaan swasta wajib mendapat izin tertulis dari pejabat yang berwenang. Hukuman disiplin ringan b. Oleh karena itu setiap Pejabat yang berwenang menghukum wajib memeriksa lebih dahulu dengan seksama PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. memiliki tulisan atau rekaman yangbeisi anjuran atau berisikan hasutan untuk melanggar ketentuan dalam pasal 2 dan pasal 3. Hukuman Disiplin Hukuman disiplin adalah hukuaman yang dijatuhkan kepada PNS karena melanggar peraturan disiplin PNS Penjatuhan hukuman disiplin berdasarkan pada asas keadilan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. tulisan atau perbuatan PNS yang melanggar ketentuan peraturan disiplin PNS. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. Penurunan gaji sebesar satu kali KGB untuk paling lama satu tahun c. menyimpan. Hukuman disiplin berat Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari: a.menempelkan. Dalam Pasal 3 ayat (2) PP Nomor 30 Tahun 1980. 5.

sepanjang mengenai hukuman disiplin ringan dan pembebasan dari jabatan. Pemberhentian dengan hormat tidak aas permintaan sendiri d. F. 9 Tahun 2003. kecuali jenis hukuman disiplin: 1) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 2) Pemberhentian yang menjadi wewenang Presiden D.a. Penurunan pangkat pada pangkat yang setinggat lebih rendah untuk paling lama satu tahun b. Kecuali untuk hukuman disiplin: a. Wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin sebagaimana tersebut diatas. Pembebasan dari jabatan struktural eselon I dan jabatan lain yang wewenang pengangkatan dan pemberhentian ditangan presiden. Pimpinan Kesekretariantan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) berwenang menjatuhkan hukuman disiplin bagi PNS Daerah dalam lingkungannya dengan memperhatikan jenis dan tingkat hukuman disiplin serta pangkat dan jabatan PNS yang akan dijatuhi hukuman disiplin. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 8. Pembebasan dari jabatan c. Pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disipil A. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen bagi PNS dalam lingkungannya masingmasing. Bagi Kepala Perwakilan RI di luar Negeri PNS yang dipekerjakan pada perwakilan RI di luar negeri dipekerjakan/diperbantukan pada negara sahanat atau sedang menjalankan tgas belajar di luar negeri. Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS 7. kecuali jenis hukuman didiplin yang menjadi kewenangan Presiden E. Pemanggilan 86 . dapat didelegasikan kepada pejabat di bawahnya dalam lingkungan masingmasing. sesuai PP No. B. Bagi PNS yang berpangkat Pembina Utama Muda Golongan Ruang IV/c ke atas (PP9/2003) untuk hukuman disiplin 1) 2) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat sebagi PNS b. Presiden a. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS b. Menteri/Jaksa Agung Bagi PNS dalam lingkungan masing-masing untuk semua jenis hukuman disiplik kecuali yang menjadi wewenang Presiden C. Kepala LPND dan Kepala Sekretariat Lembaga Negara Semua jenis hukuman disiplin PNS dalam lingkungan masing-masing.

dipanggil oleh Pejabat yang berwenang untuk diperiksa. 3) Penjatuhan hukuman disiplin tersebut wajib diberitahukan secara tertulis oleh Pejabat yang berwenang kepada Pejabat yang mengurusi masalah kepegawaian. 9. Dan apabila pada panggilan kedua PNS tersebut tidak hadir. 11. Pada tahap pertama. Tegoran Tertlis Ditetapkan dengan surat keputsan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan. Tegoran lisan 87 . Proses pemeriksaan dapat didelegasikan kepada Pejabat lain yang pangkatnya serendah-rendahnya sama dengan PNS yang diperiksa.PNS yang disangka melakukan pelanggaran disiplin. Tatacara Penjatuhan Kukuman 1) Pejabat berwenang memberitahukan kepada PNS tentang pelanggaran diiplin yang telah dilakuakn 2) Pernyataan tersebut dinyatakan secara tegas sebagai hukuman disiplin. apabila dari pemeriksaan awal menunjukkan bahwa PNS tersebut akan dapat dijatuhi hukuman tingkat sedang dan berat. d. dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat. maka hal tersebut tidak menghalangi pejabat yang berwenang untuk menjatuhkan hukuman dsidiplin. Pemeriksaan dapat dilakuakn secara lisan maupun tertulis. Panggilan tersebut dilakuakn dengan lisan. Namun. mka panggilan dilakuakn scara tertulis Apabila PNS yang disangka melakuakan pelanggaran tidak memenuhi panggilan pertama. Pada dasarnya pemeriksaan harus dilakukan oleh Pejabat yang berwenang menghukum. Pemeriksaan a. b. Pernyataan tidak puas secara tertulis Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelangaran disiplin yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan. c. kemudian melakuakn pelanggaran yang sama. 10. maka dibuat panggilan kedua. Penjatuhan Hukuman Bagi PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin. Penundaan kenaikan gaji Berkala (KGB) Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan a. Pemeriksaan terhadap PNS yang wewenang penjatuhan hukuman disiplinnya ditangan Presiden dilakuakn oleh Pemimpin Instansi yang bersangkutan. maka pemeriksaan dilakuakn secara tertulis. Namun bila dengan cara tersebut tidak hadir. pemeriksaan dilakukkan secara lisan apabila menurut Pejabat yang Berwenang akan dijatuhi hukuman tingkat ringan.

Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS Ditetapkan dengan surat keputusan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan. maka KGB tersebut diberikan terhitung mulai bulan berikutnya setelah berakhirnya menjalani hukuman. Penundaan kenaikan pangkat Ditetapkan dengan surat keputusan dan di dalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan. Penurunan pangkat Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran yang dilakukan PNS yang bersangkutan Ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 bulan dan paling lama 1 tahun Setelah selesai menjalani hukuman. dihitung sebagai masa kerja untuk kenaikan pangat berikutnya. Penurunan Gaji Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan Penurunan gaji sebesar 1 (satu) kali gaji KGB Masa penurunan sekurang-kurangnya 3 bulan dan paling lama 1 Tahun Setelah masa hukuman selesai.Ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 3 bulan dan untuk masa paling lama 1 tahun Masa penundaan gaji berkala dihitung penuh untuk masa kenaikan gaji berkala (KGB) berikutnya. f. e. pangkat PNS yang bersangkutan otomatis kembali ke pangkat semula Masa dalam pangat terakhir sebelum dijatuhi hukuman. Penundaan kenaikan pangat ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 bulan dan paling lama 1 tahun terhitung mulai tanggal kenaikan pangakt yang bersangkutan dapat dipertimbangkan. PNS tersebut mempunyai hak untuk KGB. g. Kenaikan pangkat berikutnya baru dapat dipertimbangkan setelah PNS yang bersangkutan sekurang-kurangnya telah 1 tahun dikembalikan pada pangkat semula h. Pembebasan jabatan Ditetapkan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakuakn PNS yang bersangkutan Setelah dijatuhi hukuman disiplin. maka gaji pokok PNS akan kembali seperti semula Masa penurunan gaji tersebut dihitung penuh untuk masa KGB berikutnya Apabila dalan menjalani hukuman disipllin. 88 . PNS yang bersangkutan masih tetap menerima penghasilan penuh kecuali tunjangan jabatan PNS yang besngkutan baru dapat diangkat lagi dalam suatu jabatans ekurnagkurangnya 1 tahun menjalani hukuman i.

maka dikirimkan panggilan yang kedua. a. Khusus untuk hukuman disiplin yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. 12. terhadap jenis hukuman disiplin:     b. Lembaga Tertinggi/Lembaga Tinggi Negara. Apabila panggilan kedua tersebut tidak dipenuhi maka yang bersangkutan dianggap telah menerima keputusan hukuman disiplin tersebut. Penyampaian keputusan hukuman disiplin dilakuakn sendiri oleh pejabat yang berwenang. Pemberhentian Tidak dengan Hormat segabai PNS k. disampaikan kepada PNS yang bersangkutan oleh pimpinan instansi induknya. Jaksa Agung. Keberatan Yang tidak dapat diajukan keberatan 1) Hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Presiden 2) Hukuman disiplin ringan yang dijatuhkan pejabat yang berwenang 3) Hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Menteri. melalui saluran hirarki. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ditetapan dengan surat keputusan dan didalamnya disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS yang bersangkutan. maka pejabat yang berwenang dapat menunjuk pejabat lain dalam lingkungannya untuk menyampaikan hukuman tersebut. Keberatan yang diajukan melebihi waktu 14 (empat belas) hari dianggap kadaluwarsa dan tidak bisa dipertimbangkan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. dianggap telah menerima keputusan hukuman disiplin. 13. dapat Penundaan kenaikan gaji berkala Penurunan gaji Penundaan Kenaikan pangkat Penurunan Pangkat Yang diajukan keberatan mengajukan jeberatan kepada atasan pejabat yang berwenang PNS yang dujatuhi salah satu hukuman disiplin selain yang tersebut di atas (a). Apabila yang bersangkutan tidak hadir. Pimpinan Kesekretariatan. 89 . menghukum. Namun bila tempat antara PNS yang dijatuhi hukuman dengan pejabat yang berwenang berjauhan. Keberatan tersebut duajukan selambatlambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal yang bersangkutan menerima keputusan hukuman disiplin. j.PNS yang diberhentikan sebagai PNS tidak atas permintaan sendiri diberikan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. PNS yang dijatuhi hukuman disiplin yang tidak hadir pada waktu penyampaian keputusan hukuman disiplin. Penyampaian Hukuman Disiplin PNS yang dijatuhi hukuman disiplin dipanggil untuk menerima keputusan hukuman disiplin. PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS tidak diberikan hak-hak kepegawaiannya kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan.

Yang dapat diajukan keberatan kepada BAPEK PNS yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/b ke bawah yang dijatuhi hukuman dusiplin Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS dan Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS dapat mengajukan keberatan ke APEK Keberatan tersebut dilakuakn secara hirarki dan tidak melebihi waktu 14 hari terhitung mulai tanggal ia menerima keputusan hukuman Keberatan yang diajukan setelah 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal ia menerima keputusan hukuman dianggap kadaluwarsa dan tidak dapat dipertimbangkan 14. b.c. Apabila PNS tidak hadir pada waktu penyampian eputusan hukuman disiplin. Hukuman disiplin pembebasan dari jabatan berlaku sejak tanggal ditetapkan d. Lembaga Tertinggi Negara/Lembaga Tinggi Negara. Keputusan hukuman disiplin yang dijatuhkan oleh Menteri. mulai berlaku sejak keputusan atas keberatan itu ditetapkan oleh atasan pejabat yang berwenang menghukum atau oleh BAPEK (sesuai jenis hukuman disiplin). untuk jenis hukuman disiplin: 1) Penundaan KGB. e. 6) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. 3) Penundaan kenaikan pangkat. Jaksa Agung. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah mulai berlaku sejak tanggal disampaikan kepada PNS yang dijatuhi hukuman kecuali untuk jenis hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat sebagai PNS dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS c. Berlakunya keputusan Hukuman Sisiplin a. Jenis hukuman disiplin ringan mulai berlaku tanggal disampaikan. f. 4) Penurunan pangat. maka \berlaku pada hari ke 15 (lima belas) terhitung mulai tanggal disampaikan. 90 . maka hukuman disiplin tersebut mulai berlaku pada hari ke 30 (tiga puluh) terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman tersebut. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. 2) Penurunan gaji. Apabila tidak ada keberatan. Pimpinan Kesekretariatan. Apabila ada keberatan. 5) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS. Penundaan kenaikan pangkat. sebagai PNS. Penurunan pangkat. untuk jenis hukuman disiplin: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penundaan KGB Penurunan gaji.

91 . Calon PNS yang dijatuhi hukuman tingkat sedang atau berat tidak dapat diangkat menjadi PNS dan diberhentikan dengan hormat atau tidak hormat sebagi Calon PNS. Penurunan gaji atau Penurunan pangkat.15. Lain-lain PNS yang meninggal dunia atau mencapai Batas Usia Pensiun yang dijatuhi hukuman disiplin Penundaan KGB. dianggap telah selesa menjalani hukuman disiplin tersebut.

pengalaman dan kesungguhan PNS yang bersangkutan. Penilaian individu mengenai pelaksanaan pekerjaan di tempat kerja dan Merupakan penilaian hasil kerja yang dicapai oleh pegawai. Pejabat penilai adalah atasan langusng dari PNS yang bersangkutan Dasar Hukum Undang undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok Pokok Kepegawaian jo. Prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh: kecakapan. UMUM Dalam rangka untuk lebih menjamin objektifitas dalam pembinaan PNS berdasarkan sisem karier dan sistem prestasi kerja. UUD-45. ketrampilan. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang PNS dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang PNS dalam menyelesaikakn pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada 92 . c. 10 Tahun 1979. Kesetiaan: adalah kesetiaan. 1991:99) meliputi jumlah dan mutu yang dihasilkan sesuai standar yang ditetapkan (Mokhamad Syuhadak. Undang undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil Pengertian Penilaian Pelaksana Pekerjaan adalah: a. melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati denan penuh kesadaran dan tanggungjawab. b. 2. artinya kesanggupan untuk memperolah kemajuan secara sistematis (Moekijat. UNSUR YANG DINILAI: a. mka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. ketaatan dan pengabdian kepada Pancasila. tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (P-3) PNS (conduite staat) Hasil penilaian dituangkan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) yang memuat hasil P-3 seorang PNS selama 1 (satu) tahun yang dibuat oleh pejabat penilai. 1996:72) Tujuan Untuk memperoleh bahan-bahan pertimbanan yang objektif dalam pembinaan PNS berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja.PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. b. Negara dan Pemerintah Kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan mantaati. Pengabdian adalah penyumbangan pikiran dan tenaga secara ikhlas dengan mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan atau pribadi.

f. penempatan dalam jabatan. SIFAT DP-3 Sifat DP-3 adalah rahasia: Harus disimpan dan dipelihara dengan baik Hanya dapat diketahui oleh PNS yang dinilai. Mentaati perintah kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berwenang. dengan ketentuan: a.waktunya serta berani memikul atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukannya. Prakarsa adalah kemampuan seorang PNS untu mengambil keputusn. 3. Kerjasama adalah kemampuan seorang PNS untuk bekerja bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya g. Dp-3 digunakan sebagai bahan dalam melaksanakan pembinaan atau pengembangan karis PNS antara lain: dalam mempertimbangkan kenaikan pangkat. d. PENGGUNAAN DP-3 a. atasan dari atasan pejabat penilai (sampai yang tertinggi) dan atau pejabat lain yang karena tugas atau jabatannya mengharuskan ia mengetahui DP-3. (khusus untuk PNS yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a ke atas yang memangku suatu jabatan) i. Pimpinan 93 . langah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan h. 4. itu. Ketaatan adalah kesanggupan ketulusan hati seorang PNS untuk mentaati segala peraturan perundangan dan peraturan kedinasan yan berlaku. Serendah-rendahnya Kepala Urusan atau pejabat lain yangsetingkat denga kecuali ditentukan lain oleh Menteri. Kepemiminan adalah kemampuan seorang PNS untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. Kejujuran adalah ketulusan hati seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan kemapuan utnuk tidak menyalagunakan wewenang yang diberikan kepadanya. PEJABAT PENILAI Pejabat penilai adalah atasan langsung dari PNS yng dinilai. e. pemindahan dan lain-lain. b. Jaksa Agung. serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan yang ditentukan. 5. pejabat penilai atasan. Nilai dalam DP-3 digunakan sebagai bahan pertimbanan untuk menetapkan suatu mutasi kepegawaian dalam tahun berikutnya kecuali ada perbuatan tercela yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan yang dapat mengurangi atau meniadakan nilai tersebut. pejabat penilai.

TATA CARA PENILAIAN Nilai dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut: Amat baik Baik Sedang Kurang : 91 – 100 : 76 – 90 : 51 – 60 : 51 ke bawah Pedoman Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan: 94 . badan swasta yang ditentukan. Pejabat penilai dapat memberikan penilaian apabila ia telah membawahi PNS yang bersangkutan sekurang-kurangnya 6 bulan. 7. b. DP-3 hanya dibuat dalam tahun yang bersangkutan apabila sampai dengan Apabila belum 6 bulan menjadi CPNS. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen.Kesekretariatan. KEWAJIBAN PEJABAT PENILAI a. P-3 dilakukan sekurangDesember telah 6 bulam CPNS. c. 6. jangka waktu secara langsung berada di bawahnya. P-3 dilakukan dalam tahun CPNS yang akan diangkat menjadi PNS. sehingga tidak usah lagi dibuat DP-3 nya pada Desember tahun yang bersangkutan. Melakukan P-3 terhadap PNS yang berada di bawahnya Mengisi dan memelihara buku catatan penilaian yang memuat catatan tingkah laku/perbuatan/tindakan PNS yang menonjol baik yang positif atau negatif selama 5 tahun. organisasi profesi. Buku catatan -3 PNS yang diangkat menjadi Pejabat Negara. kurangnya 1 tahun menjadi CPNS terhitung mulai secara nyata melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1976 Pasal 12 jo Peraturan pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Pasal 14. KETENTUAN BAGI CPNS: a. Pejabat peniaia berkewajiban melakuakn penilaian terhadap PNS yang Penilai dilakukan pada bulan Desember tiap-tiap tahun. dan Gubernus dalam lingkungan masing-masing. sedang menjalankan tugas belajar diperbantukan/dipekerjakan pada perusahaan milik negara. negara sahabat atau badan internasional tetap dipelihara oleh Pejabat Penilai dari instansi induk dengan menggunakan bahan-bahan dari pimpinan yang besangkutan di mana PNS tersebut bekerja atau tugas belajar 8. penilaian mulai bulan Januari sampai dengan Desember dalam tahun yang bersangkutan. d. c. kecuali untuk suatu mutasi kepegawaian maka pejabat penilai dapat melakuakn penilaian pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan bahan-bahan yang ditinggalkan oleh pejabat yang lama. b. b. berikutnya. Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara.

DP-3 yang telah ditandatangani oelh pejabat penilai dan PNS yang dinilai dikirimkan oleh pejabat penilai kepada atasan pejabat penilai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima kembli DP-3 itu dari PNS yang dinilai. dapat mengajukah keberatan secara tertulis disertai alasan-alasan kepada atasan pejabat penilai melalui hirarki. maka DP-3 dikirimkan kepada PNS yang dinilai. ia dapat mengedakan perubahan terhadap nilai yang diberikan oleh pejabat penilai. atasan pejebat penilai berkewajiban memeriksa dan memperhatikan denan seksama keberatan yang diajukan dan tanggapan terhadap keberatan tersebut. 10. ia menendatangani DP-3 tersebut pada tempat yang disediakan. baik dalam arti menaikkan nilai atau menurunkan nilai. Keberatan yang diajukan melebihi batas waktu 14 (empat belas) hari menjadi kadaluwarsa dan tidak dapat dipertimbangkan lagi. PNS yang dinilai wajib mencantumkan tanggal penerimaan DP-3 yang dikirimkan kepadanya pada ruangan yangdisediakan.Lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Setiap unsur penilaian harus ditentukan dulu nilainya dalam angka kmudian ditentukan dalam sebutan Hasil penilaian dituangkan dalam DP-3 9. Walaupun PNS yang bersangkutan keberatan terhadap nilai dalam DP-3 nya ia tetap harus menandatangani D-3 tersebut. Apabila atasan pejabat peniai mempunyai alasan-alasan yang cukup kuat. 11. Keberatan tersebut harus sudah diajukan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima DP-3 itu. KEBERATAN TERHADAP NILAI DALAM DP-3 PNS yang merasa keberatan atas nilai yang tercantum dalam DP-3 yang bersangkutan baik sebagian maupun keseluruhan nilai. DP3 yang telah ditandatangani oleh PNS yang dinilai diteruskan oleh pejabat penilai kepada atasan pejabat penilai dalam waktu sesingkat mungkin untuk mendapatkan pengesahan. Perubahan nilai yang dibuat oleh atasan pejabat penilai tidak dapat diganggu gugat (tidak dapat 95 . Apabila tempat bekerja antara pejabat penilai dengan PNS yang dinilai berjauhan. Apabila PNS yang dinilai menyetujui penilaian terhadap dirinya. kemudian mengembalikan DP-3 tersebut kepada pejabat penilai selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari terhitung mulai ia menerima DP-3 itu. PENYAMPAIAN DP-3 DP-3 yang dibuat dan telah ditandatangani oleh pejabat penilai diberikan secara langsung kepada PNS yang dinilai oleh pejabat penilai. ATASAN PEJABAT PENILAI Atasan pejabat penilai berkewajiban memeriksa DP-3 yang disampaikan kepadanya baik ada keberatan meupun tidak ada keberatan dari PNS yang dinilai. Dalam hal ada keberatan dari PNS yang dinilai. Pejabat penilai setelah menerima keberatan dari PNS yang dinilai membuat tanggapan secara tertulis atas keberatan yang diajukan oleh PNS yang dinilai. Tanggapan tersebut dituliskan dalam DP-3 pada ruang yangtelah disediakan. Keberatan dituliskan dalam DP-3 pada tempat yang telah disediakan.

PENILAIAN BAGI PNS YANG DIANGKAT MENJADI PEJABAT NEGARA Pejabat penilai bagi PNSyang diangkat menjadi pejabat negara adalah pejabat penilai dari instansi semula di mana PNS yang bersangkutan bekerja sebelum diangkat menjadi pejabat negara. Perubahan nilai tersebut dicantumkan nilai yang baru. Jaksa Agung. Pmpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Gubernur adalah pejabat penilai dan atasan pejabat penilai tertinggi dalam lingkungan masing-masing. Nilai lama yang dicoret harus tetap terbaca dan setiap coretan harus diparaf oleh atasan pejabat penilai. 13. Apabila PNS yang bersangkutan menjabat ketua Fraksi maka bahan-bahan penilaian dibuat/diberikan oleh salah seorang anggota Pimpinan Fraksi yang bersangkutan. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. Bahan-bahan penilaian diminta dari pimpinan Badan atau Dewan dimana PNS yang bersangkutan menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara. 15. 16. sekolah atau kursus yang bersangkutan. yang dibebastugaskan dari jabatan organiknya. pejabat penilai dari instansi semula dimana PNS yang bersangkutan bekerja sebelum ia menjalankan tugas belajar. PEJABAT PENILAI YANG MERANGKAP MENJADI ATASAN PEJABAT PENILAI Menteri. Bahan-bahan penilaian dimintakan dari Pimpinan Perguruan Tinggi. 12. PENILAIAN BAGI YANG MENJALANKAN TUGAS BELAJAR Bagi PNS yang sedang menjalankan tugas belajar. Khusus bagi PNS yang menjalankan tugas belajar diluar negeri bahan-bahan penilaian diberikan oleh Kepala Perwakilan RI di negara yang bersangkutan. PENILAIAN BAGI PNS YANG DIPERBANTUKAN/DIPEKERJAKAN PADA DAERAH OTONOM ATAU INSTANSI PEMERINTAH LAINNYA Pejabat penilai bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada Daerah Otonom atau Instansi Pemerintah adalah pejabat penilai dari daerah Otonom atau dari Instansi Pemerintah yang bersangkutan. PENILAIAN BAGI PNS YANG DIPERBANTUKAN/DIPEKERJAKAN PADA BADAN-BADAN LAIN 96 .lagi diajukan keberatan). Khusus bagi PNS yang diangat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. DP-3 baru berlaku sah setelah ada pengesahan dari atasan pejabat penilai. DP-3 yang dibuat oleh pejabat penilai yang merangkap menjadi atasan penilai sebagaimana disebutkan di atas tidak dapat diganggu gugat. 14. bahan-bahan penilaian diberikan oelh Ketua Fraksi yang bersangkutan.

Bahan-bahan penilaian diminta dari Pimpinan Perusahaan. misalnya dari Departemen Dalam Negeri ke Departemen Luar Negeri Apabila seorang PNS pindah unit organisasi tetapi masih tetap dalam satu instansi. Organisasi profesi. maka catatan penilaian dan DP-3 dikirimkan oleh pimpinan instansi lama kepada pimpinan instasni baru. Pimpinan Instasni Vertikal Tingkat Propinsi. 97 . DP-3 disimpan selama 5 (lima) tahun. 18. ATASAN PEJABAT PENILAI YANG TERTINGGI Apabila atasan pejabat penilai yang tertinggi mempunyai bukti-bukti yang cukup kuat tentang adanya hal-hal yang tidak wajar mengenai nilai dalam DP-3. organisasi atau Badan Internasional. 19. 1(satu) rangkap dikirim kepada Kepala BKN DP-3 PNS yang berpangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d kebawah dibuat 1(satu) rangkap. Khusus bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada negara sahabat atau Badan Internasional bahan-bahan penilaian diminta dari Kepala Perwakilan Negara Ri di negara yang bersangkutan. DP-3 PNS yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a keatas dibuat dalam rangkap 2 (dua) yaitu: 1(satu) rangkap untuk arsip instasni yang bersangkutan . Badan swasta yang ditentukan.Pejabat penilai bagi PNS yang diperbantukan/dipekerjakan pada Perusahan Milik Negara. mak hanya buku catatan penilaian saja yang dikirimkab oleh pimpinan unti organisasi yang lama kepada piminan unit organisasi yang baru. Bupati/Walokota termasuk kota administratif di bawah Propinsi danPimpinan Instansi Vertikal Tingkat Kabupaten/Kota. DP-3 dapat dibuat melebihi jumlah rangkap sebahai tersebut diatas sesuai dengan ketentuan dari Menteri Jaksa Agung. PENYIMPANAN DP-3 DP-3 disimpan dan dipelihara dengan baik oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian. Pmpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Gubernur yang bersangkutan. negara sahabat atau Badan Internasional adalah pejabat peniai dari Instansi semula PNS yang bersangkutan bejerja sebelum diperbantukan/dipekerjakan pada perusahaan. MUTASI Apabila seorang PNS pindah dari instansi yang satu ke instansi yang lain. Ketentuan tersebut diatas berlaku juga bagi atasan pejabat penilai yang menjabat eselon I. ia dapat mengambil tindakan seperlunya untuk menyelesaikan hal-hal yang tidak wajar itu. 17. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara. DP-3 yang lebih dari 5 (lima) tahun tidak dapat digunakan lagi. organisasi atau Badan yang bersangkutan. sedang Dp-3 tetap disimpan dan dipelihara oleh pejabat yang diserahi urusan kepegawaian.

diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Namun demikian. Pemberhentian karena tidak cakap jasmani/rohani (uzur) f. 98 . permintaan tersebut dapat ditunda untuk paling lama 1 (satu) tahun apabila ada kepentingan dinas yang mendesak. Pemberhentian karena adanya penyeserhanaan organisasi d. Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan sebagai PNS karena alasan sebagai berikut: a. Pemberhentian atas permintaan sendiri b. Pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidak lagi berkedudukan sebagai PNS.PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang h. sedang menjalani wajib militer dll yang serupa dengan itu sesuai peraturan perundangan yang berlaku. masa kerja dll 2. sebagai contoh bila saat berhenti usia telah mencapai 50 tahun dan masa kerja telah 20 tahun makakepadanya dibrikan hak pensiun. Demikian pula Pegawai Negeri Sipil yang sebelum mencapai batas usia pensiun mengajkan permohonan berhenti sebagai PNS atas permintaan/kemauan sendiri. Pemberhetian karena mencapai batas usia pensiun c. Pemberhentian karena melakukan pelanggaran/tindak pidana/penyelewengan e. tetapi ia masih mempunyai kedudukan sebagao PNS Setiap pemberhentian dengan hormat sebagai PNS tidak harus diikuti pemberian pensiun sepanang persyaratan lain tidak terpenuhi seperti usi. Pemberhentian atas permintaan sendiri Pegawai Negeri Sipil yangmeminta berhenti. Pemberhentian karena hal-hal lain Pemberhentian dari jabatan negeri adalah pemberhentian yang menyebabkan yang bersangkutan tidaklagi pada satu satuan organisasi negara. Permintaan berhenti seorang PNS dapat ditolak apabila yang bersangkutan terikat pada ikatan dinas. UMUM Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yng berlaku. Pemberhentian karena meninggalkan tugas g. Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan dengan hormat atas permintaan sendiri diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Berdasarkan pemeritahuan tersebut. bahwa ia akan diberhentikan sebagai PNS. maka PNS yang kelebihan itu disalurkan kepada satuan organisasi negara lainnya. maka ia doberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun. Namun demikian bagi PNS yang menjabat jabatan tertentu dapat diperpanjanag sampai usia tertentu. apabila tidak menjabat lagi jabatan tersebut. Apabila terjadi hal yang demikian. Selambat-lambatnya 15 (lima belas) bulan sebelum PNS mencapai batas usia pensiun. Instansi yang karena disederhanakan organisasinya kemudian menyusun daftar PNS tersebut dan menyampaikan kepada kepala BKN. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai pereturan perundangan yang berlaku berdasarkan data yang berlaku brdasarkan data yang ada pada instansi yang bersangkutan. Apabila telah mencapai usia 50 (lima puluh) tahun. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS denan mendapat hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pegawai Negeri Sipil yang menjabat jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979. Pegawai Negeri Sipil yang manjabat jabatan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979. maka menunggu pengangkatannya dalam jabatan baru. Pegawai Negeri Sipil yang telah mencaoai batas usia pensiun tetapi tidak mengajukan permohonan berhenti. 4. Kemudian BKN mengatur penyaluran kelebihan PNS tersebut setelah berkonsultasi dengan pimpinan instansi yang membutuhkan Apabila kelebihan PNS karena adanya penyederhanaan organisasi tidak mungkin disalurkan kepada instansi lain maka PNS tersebut diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. PNS yang bersangkutan tidak dibrhentikan sebagai PNS dan dalam waktu 6 (enam) bulan sudah harus ada keputusan pengangkatan dalam jabatan baru tersebut.3. Pemberhentian karena Adanya Penyederhanaan Organisasi Perubahan satuan-satuan organisasi asakalanya mengakibatkan kelebihan PNS. pimpinan instansi wajib memebritahukan kepada PNS yang bersangkutan. Pegawai Negeri Sipil yang telah mencapai batas usia pensiun diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dan kepadanya diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. a. PNS mengajukan permohonan berhenti denan hak pensiun. apabila ia diberhentikan dari jabatannyadan ada rencana dalam waktu singkat mengangkatnya dalam hjabatan yang setingkat atau lebih tinggi. Pemberitahuan karena mencapai Batas Usia Pensiun Bata usia seorang PNS adalah 56 (lima puluh enam) tahun. 99 .

e. Pemberhentian karena Tidak Cakap Jasmani atau Rohani (Uzur) Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat dengan mendapat hak-hak kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila berdasarkan Team Penguji Kesehatan dinyatakan: a.b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413 sampai dengann 436 Kitab Undangundang Hukum Pidana b. Melakukan tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya denan jabata. d. dan dapat diperpanjang tiap-tiap kali untuk paling lama 1 (satu) tahun. maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan negeri dengan mendapat uang tunggu. Melanggar sumpah/janji PNS. karena: a. Apabila PNS tersebut diatas pada sat berakhirnya uang tunggi telah mencapai usia 50 tahun tetapi masa kerja kurang dari 10 tahun maka ia duberhentikan denan hormat sebagai PNS tanpa hak pensiun. sumpah/janji jabatan atau pelanggaran disiplin berat. Uang tunggu tersebut diberikan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun. Apabila pada saar berakhirnya pemberian uang tunggu usia PNS telah mencapai 50 (lima puluh) tahun dan memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. tergantunf pertimbangan pejabat yang berwenang atas berat atau ringannya perbuatan yang dilakukan dan besar atau kecilnya akibat yangditimbulkan oleh perbuatan itu. Apabila PNS tersebut diatas pada saat berakhirnya uang tunggu belum mencapai usia 50 (lima puluh) tahun tetapi telah memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun yang diberikan pada saat ia mencapai usia 50 tahun. 6. sengan ketentuan tidak boleh lebih dari 5 (lima) tahun. maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun. Melakukan tindak pidana kejahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 sampai dengna 161 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Apabila usia belum mencapai 50 (lima puluh) tahun dan atau belum memiliki masa kerja 10 (sepuluh) tahun. 5. Pemberhentian sebagaimana tersebut diatas dapat dilakukan dengan hormat atau tidak dengna hormat. Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS apabila dipidana penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. c. karena dengan sengaja melakukan tindakan pidana kejahatan yang diancam pidana penjarasetinggi-tingginya 4 tahun atau ancaman pidana lebih berat. Tidak dapat bekerja lagi dalam semua jabatan negeri karena kesehatannya 100 . Pemberhentian karena Melakuakan Pelanggaran/Tindak Pidana Pegawai Negri Sipil dapat diberhentikan tidak denan hormat sebagai PNS karena: a. b. Dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

ia diberhentikan sebagai PNS sengan hak pensiun tanpa memandang masa kerja Pegawai Negeri Sipil yang elah dinyatakan hilang kemudian diketemukan kembali setelah melewati waktu 12 buland diperlukan sbb: a. Diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. 7. 8. dipekerjakan kembali sebagai PNS. Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan hilang yang sebelum melewati 12 bulan ditemukan kembali masih hidup dan sehat.b. dipekrjakan kembali b. Setelah berakhirnya cuti sakit belum mampu bekerja kembali. Apabila hilamng dan cacatnya dalam dan karena menjalankan kewajiban jabatannya. dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga PNS meninggalkan tugas secara tidak sah lebih dari 2 (dua) bulan tetapu kurang dari 6 )enam) bulan melaporkan diri kepada pimpinan instansinya dapat: a. Apabila ia masih dapat bekerja kembali dalam semua jabatan negeri berdasarkam suarat keteranan Team Penguji Kesehatan. 101 . Diberhentilan denagn hormat sebagai PNS denan hak ensium bila ia memiliki masa kerja sekurangnya 4 tahun b. Ditugaskan kembali apabila alasannya dapat diterima oleh pejabat yang berwenang b. PNS yang selama 6 (enam) bulan atau lebih terus menerus meninggalkan tugasnya secara tidak sah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS. apabila penyebabnya karena kelalaian PNS yang bersangkutan dan menurut pejabat yang berwenang akan mengganggu seasana kerja jika ia ditugaskan kembali. Pegawai Negeri Sipil yang dinyatakan hilang yang sebelum melewati 12 bulan diketemukan klembali tetapi cacat. Apabila ia masih sehat. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS dengan mendapatkan hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pemberhentian karena Meninggal Dunia atau Hilang Egawai Negeri Sipil yang meninggal dunia. dengan sendirinya dianggap diberhentikan dengan hormat sebagai PNS Pegawai Negeri Sipil yang hilang dianggap meninggal dunia pada akhir bulan ke 12 sejak ia dinyatakan hilang. diperlakukan sebagai berilut: a. Pemberhentian karena Meninggalkan Tugas PNS yang meninggalkan tugas secara tidak sah dalam waktu 2 bulan secara terusmenerus. Menderita penyakit/kelainan yang berbahaya bagi dirinya sendiri dan atau lingkungan kerjanya c.

Diberhentikan dengan hormat 102 . Apabila keterlambatan melaporkan diri itu kurang dari 6 bulan. Pemberhentian karena Sebab Lain Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan diri kembali pada instansi induknya setelah habis menjalankan Cuti Diluar Tanggungan Negara. Uang Tunggu Yang berhak menerima Uang Tunggu adalah PNS yang diberhentikan dari jabatan negeri karena: 1. Apabila keterlambatan melaporkan diri lebih dari 6 bulan. bila belum memenuhi usia dan masa kerja dimaksud 2) Pegawai Negeri Sipil yang menurut surat Keterangan Team Penguji Kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja lagidalam semua jabatan negeri karena kesehatannya diberhentikan sebagai PNS dengan mendapat hak pensiun apabila: Tanpa terikat masa kerja pensiun. bila penyebabnya oelh dan karena manjalankan kewajiban jabatan Telah memiliki masa kerja 4 tahun bila bukan disebabkan oleh dan karena menjalankan kewajiban jabatan.9. Menderita penyakit uang membahayakan bagi diri dan oarng ain dan belum memenuhi syarat pensiun A. Diberhentikan dari jabatan negeri dengan diberikan uang tunggu. maka PNS yang bersangkutan harus diberhentikan sebagai PNS 10. Apabila keterlambatan melaporkan diri itu kurang dari 6 bulan tetapi alasan tentang keterlambatan itu tidak dapat diterima oleh pejabat yang berwenang. diberhentikan denan hormat dengan diberikan hak-hak kepegawaian sbb: Diberikan hak pensiun bila usia sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun dan mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepiluh) tahun. Sebaai tenaga kelebihan akibat penyederhanaan organisasi dan tidak dapat disalurkan ke instansi lain serta belum memenuhi syarat pensiun 2. maka: a. diberhentikan dengan hormat sebagai PNS Pegawai Negeri Sipil yang terlambat melaporkan diri kembali kepada instans induknya setelah habi Cuti Diluar Tanggungan Negara. B. maka PNS yang besangkutan dapat dipekerjakan kembali apabila alasan keterlambatan tersebut dapat diterima oejabat yang berwenang dan ada lowongan setelah terlebih dahulu mendapat persetujan dari kepala BKN b. Hak-hak Kepegawaian 1) Pegawai Negeri Sipil yang diberhentikan sebagai akubat penyedrhanan organisasi. maka PNS yang besangkutan diberhentikan denga hormat sebagai PNS c.

3. Berakhirnya cuti sakit, belum mampu bekerja kembali dan belum memenuhi syarat pensiun 4. Tidak dapt dipekerjakan kembai setelah berakhirnya cuti di luar yanggungan negara dan belum memenuhi syarat-syarat pensiun Lamanya pemberian uang tunggu 1 tahun dan dapat diperpanjaang setiap kali paling lama 1 tahun, dengan ketentuan tidak boleh lebih dari 5 tahun. Besarnya uang tunggu: 80% dari gaji pokok tahun pertama 75% dari gaji pokok untuk selanjutnya

Selama menjalani uang tunggu, masih berstatus sebagai PNS, sehingga berhak diberikan kenaikan gaji berkala, tunjanagn kelaurga, tunjangan pangan. PNS yang selesai menjalani uang tunggu: a. Telah berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan masa kerja sekuranglurangnya 10 tahun diehentikan dengan hormat sebagai PNS dengan hak pensiun; b. Telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun tetapi belum mencapai usia 50, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS tetapi pensiunnya baru diberikan terhitung mulai tanggal satu bulan berikutnya ia mencapai usia 50 tahun. c. Belum mencapai usia 50 tahun dan masa kerja kurang dari 10 tahun maka ia diberhentikan denan hormat sebagai PNS tanpa hak pensiun

103

PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. UMUM Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1969b antara lain menyatakan bahwa pensiun adalah jaminan dari tua dan sebagai balas jasa terhadap PNS yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada negara Selain dari pada itu Undang-undang No 8 Tahun 1974 jo. Undang-undang Nomor 43 tahun 1999 juga menegaskan bahawa setiap PNS yang diberhentikan denan hormat sebagai PNS dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan berhak atas pensiun Pada pokoknya pensiun adalahmenjadi kewajiban dari setiap oramhuntk berusahan menjamin hari tuanya, dan untuk itu setiap PNS wajib menjadikan peserta dari suatu badan asuransi sosial yang dibentuk oleh pemeintah Karena pensiun bukan hanya sebagai jaminan hari tua tetapi juga adalah sebagai balas jasa, maka pemerintah memberikan sumbangannya kepada PNS. Iuran pensiun PNS dan sumbangan pemerintah ersebut dipupuk dan dikelola oleh badan asuransi sosial. 2. SYARAT-SYARAT PENSIUN PNS berhak atas pensiun apabila: a. Telah mencapai sekurang-kurangnya 50 tahun dan mempunyai masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun b. Oelh tim penguji kesehatan pegawai negeri sipil dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun karena keadaan jasmani/rohani yang disebabkan oleh dan karena menjalankan tugas kewajiban jabatan c. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 tahun dan oleh Tim Penguji Kesehatan Pegawai Negeri Sipil dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun karena keadaan jasmani/rohaninya yangtidak disebabkan oleh dan kerena menjalankan tugas kewajiban jabatanntannya d. Diberhentikan denan hormat sebagai PNS atau dari jabatan negeri karena sebagai tenaga kelebihan, apabila telah berusaha sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun e. Mencapai BUP menurut ketentuan Peraturan Pemerintahan No: 32 Tahun 1979 3. DASAR PENSIUN Dasar pensiun yang dipakau untuk menentukan besarnya pensiun/pensiun pokok ialah gaji pokok terakhir sebulan yang berhak diterima oleh PNS berdasarkan peraturan gaji yang berlaku Besarnya pensiun pegawai negeri sipil sebulan adalah 2,5% dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja, dengan ketentuan sbb: a. Pensiun pegawai negeri sipil sebulan sebanyak-banayaknya 75% dan sekurangkurangnya 40% dari dasar pensiun;

104

b. Apabila PNS mengalami keuzuran jasmani/rohani oleh dan karena manjalankan tugas kewajiban jabatannya, mnala besarnya pensiun yang diterima adalah 5% dari dasar pensiun c. Pensiun pegawa sebulan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut peraturan perundangundangan yang berlaku 4. MASA KERJA PENSIUN Masa kerja yang dihitung untuk menetapkan hak dan besarnya pensiun adalah: a. Waktu bekerja sebagai PNS b. Waktu bekerja sebagai anggota ABRi c. Waktu bekerja sebagai tenaga bulanan/harian dengan menerima penghasilan dari Sngaran Negara, APBN atau Bank Negara d. Masa selama menjalankan kewajiban sebagai pelajar dalam Pemerintahan RI pada masa perjuangan phisik e. Masa sebagai Veteran Pembela Kemedekaan f. Masa sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan g. Masa sebagai Veteran pegawai pada sekolah 5. PENSIUN JANDA/DUDA Yang berhak menerima pensiun janda/duda adalah istri(istri-istri) PNS pria, atau suami PNS wanita yang meninggal sunia/tewas, atu penerima pensiun pegawai negeri yang meningal dunia dan mereka sebelumnya sudah terdaftar sebagai istri/suami sah PNS yang bersangkutan. Besarnya Pensiun Janda/Duda adalah 56% dari dasar pensiun dengan ketentuan: a. Apabila terdapat lebih dari seorang yang berhak menerima pensiun janda besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing istri adalah 36% dari dasar pensiun dibagi rata antara istri-istri itu. b. Besarnya pensiun janda/duda dimaksud diatas, tidak boleh kurang dari 75% dari gaji pokok terendah menurut peratuan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/istrinya Besarnya pensiun janda/duda PNS yang tewas adalah 72% dari dasar pensiun, dengan ketentuan: a. Apabila terdapat lebih dari seorang istri yang berhak menerima pensiun maka besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing istri 72%dari dasar pensiun dibagi rata istri-istri b. Jumlah 72% dari dasar pensiun termaksud diatas, tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut peraturan gaji yang berlaku bagi almarhum suami/istri. 6. Pensiun Anak Apabila PNS atau penerima pensiun meninggal dunia sedangkan ia tidak mempunyai istri/suami yang berhak menerima pensiun janda atau duda maka:

105

sah istri/suami itu dihapus dari daftar isteri/suami yang berhak menerima pensiun.a. Anaka yang dapat didaftarkan sebagai anak yang berhak menerima pensiun anda/duda atau bagian pensiun janda adalah: a. bagian pensiun janda atau duda atas dasar yang lebih menguntungkan. mka bagian pensiun janda diberikan kepada masing-masing istri dan golonga anak seayah seibu Kepada anak (anak-anak) yang bu dan ayahnya berkedudukan sebagai PNS dan kedua-duanya meninggal dunia. diberikan satu pensiun janda. Tidak mempunyai penghasilan sendiri atau c. apabila tidak meninggalkan suami/isteri/anak yang berhak menerima pensiun janda/duda. Pendaftaran Isteri/suami/anak Pendaftaran istri (istri-istri)/suami/anak sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda harus dilakuakn PNS yang bersangkutan sesuai petunjuk kepala BKN. Anak-anak sebagaimana sebagaimana dimaksud diatas ialah anak yang pada waktu PNS atau penerima pensiun pegawai meningal dunia: a. Pensiun janda diberikan kepada anak/anak-anaknya. Pensiunan duda diberikan kepada anak Apabila PNS pria atau oenerima pensiun pria meninggal dunia. Pendaftaran lebih dari seorang isteri sebagai yang berhak menerima pensiun harus dilakuakn dengan sepengethuan tiap-tiap isteri yang didaftarkan. Pemberian Pensiun Pemberian pensiun PNS. maka kepada mereka masing-masing diberikan separoh dari jumlah dimaksud 8. Jika hubungan perkawinan dengan isteri/suami yang telah terdaftar terputus. dibawah pengawasan dan koordinasi Kepal Badan Kepegawaian Negara 9. Pensiun janda/duda dan bagian pensiun janda ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang memberhentikan PNS yang besangktutan. sedangkan ia mempunyai istri (istri-istri) yang berhak menerima pensiun janda/bag pensiun janda disamping anak dari istri yang telah meninggal dunia atau telah secari. Berusi kurang dari 25 tahun atau b. maka kepada orang tua almarhun diberikan pensiun orang tua yang besarnya 20%dari pensiun janda/duda Jika kedu orang tua telah bercerai. Belum menikah/belum pernah manikah 7. Pensiun Orang Tua Apabila seorang PNS/CPNS tewas. Satu bagian pensiun janda diberikan kepada masing-masing golongan anak seayah-seibu c. maka terhitung mulai tanggal perceraian berlaku. Anak-anak PNS atau penerima pensiun pegawai dari perkawinannya denga isteri/suami yangdidaftar sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda 106 . apabila terdapat satu golongan anak yang seayah-seibu b.

Permintaan dimaksud diatas harus dilengapi dengan: a. Salinan kelahiran anak (anak-anak) atau daftar susunan keluarga pegawai yang bersangkutan yang disahkan oleh yang berwajib. pensiun janda/bagian pensiun janda diberikan mulai bulan berikutnya tanggal kelahiran anak itu Berakhirnya pensiun janda/duda Pemberian pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda berakhir pada akhir bulan: 107 . Bagi anak yang dilahirkan dalam batas waktu 300 hari setelah PNS atau penerima pensiun meninggal dunia. Permintaan Pensiun Janda/Duda Untuk memperoleh pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda. juga anak yang dilahirkan selambat-lambatnya 300 hari sesudah perkawinan itu terputus Pendaftaran isteri (istri/istri)/anak (anak-anak) sebagai yang berhak menerima pensiun janda harus dilakuakan dalam waktu 1 (satu) tahun sesudah perkawinan/kelahiran 10. Salinan surat nikah yang disahkan oleh yang berwajib c. Daftar susunan keluarga uang disahkan oleh yang berwajib yang memuat nama. Surat keteranagn dari yang berwajin yang menerangan bahwa anak (anak-anak) itutidak pernah kawin dan tidak mempunyai penghasilan sendiri d. Surat keteranan kematian atau salinannya yang disahkan oleh yang berwajib b. tanggal kelahiran dan alamat mereka yang berkepentingan d. Surat keputusan yangmenetapkan pangkat dan gaji pokok terakhir pegawai atau penerima pensiun pegawai yang meninggal dunia Kepala kantor dimana PNS yang meninggal dunia terakhir bekerja berkewajiban untuk membantu agar mengirim surat-surat permintaan besarnya lmpiranlampirannya termaksud diatas terlaksana selekas mungkin Pensiun janda/duda atau bagian pensiun janda diberikan mulai berlaku pada bulan berkutnya PNS atau penerima pensiun oegawai yang bersangkutan meninggal dunia atau mulai bulan berikutnya hak atas pensiun janda/bagian pensiun janda itu diperoleh oelh yang besangkutan. Anak-anak PNS wanita atau penerima pensiun wanita Yang dianggap dilahirkan dari perkawinan yangsah ialah kecuali anak-anak yang dilahirkan selama perkawinan itu.b. janda-janda/duda yang bersangkutan mengajukan surat permintaan kepada pejabat yang berwenang denga disertai: a. Surat keputusan yang menetapkan pangat dan gaji terakhir pegawai yang meninggal dunia Pemberian pensiun janda/duda atau bagian pesiun-janda/duda atau bagian pensiunjanda kepada anak (anak-anak) termaksud. Surat keterangan kematian atau salinannya uang disahkan oleh yang berwajib b. alamat dan tanggal lahir dari mereka yang berkepentingan c. yang memuat nama. dilakukan atas permintaan dari atau atas nama anak (anak-anak) yang berhak menerimanya.

kepadanya diberikan pensiun janda yang dapat diperolehnya karena perkawinan terakhir. dibatalkan jika janda/duda yang bersangkutab menikah lagi. 108 . Hapusnya Pensiun Pegawai/Pensiun Janda/Duda Hak untuk menerima pensiun pegawai atau pensiun janda/duda hapus: 1) Jika penerima pesiun tidak seizin pemerintah menjadi anggota tentara atau Pegawai Ngeri suatu Negara asing. maka terhitung dari bulan berikutnya kepada janda yang bersangkutan diberikan lagi pensiun janda tau bagian pensiun janda yang telah dibatalkan. 2) Jika penerima pensiun pegawai/pensiun janda atau duda atau begian pensiun janda menurut keputusan pejabat/badan Negara yang berwenang dinyatakan salah melakukan tindakan atau terlibat dalam suatu gerakan yang bertentangan dengan kesetiaan terhadap Negara dan haluan Negara yang berdasarkan pencasila. sedang dalam hal-hal tersebut angka (3) surat keputusan termaksud dicabut.a. 11. Apabila kemudian khusus dalam hal janda (janda-janda) perkawinan termaksud diatas terputus. Janda/duda yang bersangkutab meninggal dunia b. 3) Jika ternyata bahwa keterangan-keterangan yang diajukan sebagai bahan untuk penetapan pemberian pensiun pegawai atau pensiun janda/duda atau begian ppensiun tidak benar dan bekas PNS atau janda/duda/anak yang bersangkutan sebaenarnya tidak berhak diberikan pensiun Dalam hal-hal tersebut pada angka (1) dan (2). atau jika lebih menguntungkan. maka surat keputusan pemberian pensiun dibatalkan. terhitung mulai bulan berikutnya perkawainan out dilangsungkan. Tidak lagi terdapat anak yang memenuhi syarat-syarat untuk menerimanya Pembatalan Pensiun janda/duda Pensiun janda/duda atau begian pensiun janda yang diberikan kepada janda pensiun/duda yang tidak mempunyai anak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->