P. 1
Hukum Islam Pada Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah

Hukum Islam Pada Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah

|Views: 501|Likes:
Published by Hasbullah Alqomar

More info:

Published by: Hasbullah Alqomar on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

HUKUM ISLAM PADA MASA KEEMASAN DINASTI ABBASIYAH / 750 - 1258 M

Setelah kekuasaan Umayyah berakhir, kendali pemerintahan Islam selaniutnya dipegang oleh
Dinasti Abbasiyah yang berlangsung sekitar 250 tahun seiak akhir abad ke-7 sampai awal abad
10 M. Periode ini ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang seluruhnya masih
dibuktikan sampai saat ini.[1]

Periode ini merupakan periode keemasan umat Islam, yang ditandai dengan berkembangnya
berbagai bidang ilmu, seperti IilsaIat, pemikiran ilmu kalam, hukum, tasawuI, teknologi,
pemerintahan, arsitektur, dan berbagai kemaiuan lainnya. Seialan dengan berkembangnya
pemerintahan Islam sebagai akibat semakin luasnya wilayah kekuasaan Islam ke belahan dunia
Barat dan Timur, dari daratan Spanyol (Eropa Barat) sampai perbatasan Cina (di Asia Timur),
maka terbentanglah peradaban Islam dari Granada di Spanyol sampai ke New Delhi di India,
yang dirintis seiak masa KhulaIa al-Rasyidin, KhaliIah Umayyah, dan KhaliIah Abbasiyah


Perluasan wilayah ini menyebabkan munculnya masalah-masalah baru yang belum teriadi
sebelumnya, sehingga permasalahan yang dihadapi umat Islam pun makin banyak dan kompleks.
Keadaan demikian memunculkan tantangan bagi para muitahid untuk memecahkan hukum
masalah-masalah tersebut, dan hasil iitihad mereka kemudian dibukukan dalam kitab-kitab Iiqh
(hukum). Karena itu masa ini merupakan masa perkembangan dan pembukuan kitab Iiqh, hasil
iitihad para tokoh muitahidin. Periode ini merupakan puncak lahirnya karya-karya besar dalam
berbagai penulisan dan pemikiran, ditandai antara lain dengan lahirnya kitab kumpulan hadits
dan Iiqh (hukum Islam) dari berbagai madzhab.[2]

A. Kondisi Hukum Islam dan Perkembangannya
Belum pernah tercatat dalam seiarah perkembangan Iiqih sebagaimana teriadi pada periode ini.
Kekayaan tsarwah Iiqhiyah benar-benar memperlihatkan kedalaman dan orisinalitas yang
mengagumkan. Saat itu Iiqih meniadi disiplin ilmu tersendiri, mulai dirintis penulisan ushul Iiqih
(kaidah-kaidah Iiqhiyah) dan perumusan metodologi serta kaidah-kaidah iitihad yang dipakai
oleh para muitahidin dan Iuqaha dalam menyimpulkan hukum-hukum dari sumber Iiqih.

Seiarah iuga mencatat periode ini sebagai suatu Iase dimana Iiqih tidak sekedar berputar di
sekitar masalah-masalah pengambilan hukum atau Iatwa-Iatwa Iuqaha sahabat, seperti yang
meniadi concern Iuqaha sebelumnya, tetapi merambah ke dalam persoalan-persoalan
metodologis dan kemungkinan pencarian 'rumusan alternatiI¨ bagi pengembangan kaiian Iiqh.
Ada beberapa Iaktor yang mempunyai andil dalam menghantarkan Iiqih menuiu era keemasan.
Faktor-Iaktor itu di antaranya :

1. Adanya perhatian para khaliIah Bani Abbas terhadap Iiqh dan para Iuqahanya.
Berbeda dengan KhulaIa` Bani Umayyah yang 'memasung¨ para Iuqaha membatasi gerak
mereka yang berani menantang kebiiaksanaan pemerintah. KhulaIa` Bani Abbas malah
mendekati para Iuqaha dan meletakkan mereka pada posisi yang terhormat. Perhatian yang
begitu besar, misalnya dapat dilihat ketika khaliIah Harun al-Rasyid memanggil Imam Malik
untuk mengaiarkan kitab Muwattha` kepada kedua putranya, al-Amin dan al-Makmun.

2. Kebebasan berpendapat
Perhatian khulaIa` Bani Abbas yang besar terhadap Iiqih dan Iuqaha iuga tergambar dalam
kebebasan berpendapat dan berbagai stimulasi yang diberikan untuk membangkitkan keberanian
beriitihad para Iuqaha. Pemerintahan Daulah Abbasiyah tidak ikut campur dalam urusan Iiqh,
misalnya dengan meletakkan peraturan yang mengikat kebebasan berpikir dan tidak pula
membatasi madzhab tertentu yang mengikat para hakim, muIti atau ahli Iiqh memiliki kebebasan
untuk menentukan hukum sesuai dengan metodologi dan kaidah-kaidah iitihad yang mereka
gunakan.

3. Banyaknya Iatwa pada periode ini
4. KodiIikasi ilmu[3]
5. Tersebarnya perdebatan dan tukar pikiran diantara para Faqihi
Pada permulaan masa ini, mulailah timbul munadzarah (pertukaran Iikiran) dan perselisihan
paham yang meluas yang mengakibatkan timbulnya khittah-khittah baru dalam mentasyri`kan
hukum bagi pemuka-pemuka tasyri` itu. Teriadinya perselisihan paham di masa sahabat itu
adalah karena perbedaan paham diantara mereka dan perbedaan nash yang sampai kepada
mereka, karena pengetahuan mereka dalam soal hadis tidak bersamaan dan pula karena
perbedaan pandangan tentang mashlahah yang meniadi dasar bagi penetapan suatu hukum,
disamping itu iuga adalah karena berlainan tempat.[4]

. Pembukuan fiqh / hukum Islam
Gagasan penulisan hukum-hukum Iiqhiyah sebenarnya sudah muncul pada akhir pemerintahan
Bani Umayyah, yaitu ketika beberapa ulama mulai menulis Iatwa-Iatwa diantara syeikh mereka
karena khawatir lupa atau hilang. Seiak saat itu inisiatiI untuk menulis hukum-hukum syar`iyah
terus berkembang. Beberapa Iuqaha Madinah mulai mengumpulkan Iatwa-Iatwa sahabat dan
tabi`in seperti Siti Aisyah, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas sebagaimana terlihat dalam kitab
Muwattha`, karya monumental Imam Malik.[5]

B. Kodifikasi Ilmu Pengetahuan
Faktor utama yang mendorong perkembangan hukum Islam adalah berkembangnya ilmu
pengetahuan di dunia Islam. Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di dunia Islam disebabkan
oleh hal-hal berikut :

1. Banyaknya mawali yang masuk Islam
Sebagian orang yang daerahnya dikuasai umat Islam meniadi penganut agama Islam. Kemudian
mereka belaiar agama Islam di bawah bimbingan para imam. Di bawah pemerintahan Harun al-
Rasyid, dimulailah peneriemahan buku-buku Yunani ke dalam bahasa Arab. Pada awalnya,
upaya peneriemahan di utamakan pada buku-buku kedokteran, tetapi kemudian dipelaiari pula
buku-buku ilmu pengetahuan dan IilsaIat.

2. Berkembangnya pemikiran karena luasnya ilmu pengetahuan
Dalam bidang ilmu kalam teriadi perdebatan, setiap kelompok memiliki cara berIikir tersendiri
dalam memahami akidah Islam. Selain itu, saat itu teriadi pula pertarungan pemikiran antara
mutakallimin, muhadditsin, dan Iuqaha.

3. Adanya upaya umat Islam untuk melestarikan al-Qur`an dengan dua cara, yaitu dicatat
(dikumpulkan dalam mushaI) dan dihaIal.[6]
Pada periode ini muncul usaha untuk menghimpun hadits Nabi, sebagai acuan dalam penetapan
hukum setelah al-Qur`an. Hadits dari usaha tersebut lahirlah kitab-kitab himpunan hadits,
terutama enam kitab hadits terkemuka (al-kutub al-sittah), karya ulama penghimpun hadits yaitu
:
a. Imam Bukhari (waIat 256 H/870 M)
b. Imam Muslim (waIat 261 H/875 M)
c. Ibn Maiah (waIat 273 H/877 M)
d. Abu Dawud (waIat 275 H/889 M)
e. Al-Tirmidzi (waIat 279 H/892 M)
I. Al-Nasa`i (waIat 303 H/915 M).[7]

. Pembentukan Madzhab-madzhab Fiqh
Dalam masa perkembangan iitihad banyak para muitahid ahli sunnah yang
menielaskan/mengkhususkan perhatiannya kepada masalah Iiqh. Para muitahid mencurahkan
hampir segala hidup dan kehidupannya untuk mendalami ilmu Iiqh. Baik itu untuk mengambil
istimbath ilmu Iiqh, maupun dalam mengeriakannya.

Tiap-tiap muitahid senantiasa dikelilingi oleh para siswa yang ingin mempelaiari ilmu Iiqhnya,
ataupun ingin mengaiukan persoalan yang mereka hadapi. Para ahli Iiqh ini telah banyak
mewariskan kumpulan-kumpulan hasil iitihad mereka. Baik yang tertulis dalam buku-buku Iiqh
ataupun yang berupa amanat yang senantiasa dipegang teguh oleh para siswa mereka. Kumpulan
hasil iitihad tadi kemudian dikenal dengan aliran-aliran Iiqh/al-madzhahibul Iiqhiyyah.[8]

Thaha Jabir Fayadl al-Ulwani (1987: 87-88) menielaskan bahwa madzhab Iiqih Islam yang
muncul setelah sahabat dan khabar al-tabi`in beriumlah 13 aliran. Ketiga belas aliran ini
beraIiliasi dengan aliran ahlussunnah. Namun tidak semua aliran itu dapat diketahui dasar-dasar
dan metode istimbath hukum. Adapun di antara pendiri 13 itu adalah sebagai berikut :

1. Abu Sa`id al-Hasan ibn Yasar al-Bashri (w. 110 H)
2. Abu HaniIah al-Nu`man ibn Tsabit ibn Zuthi (w. 150 H)
3. Al-Auza`i Abu Amr Abd al-Rahman ibn Amr ibn Muhammad (w. 157 H)
4. SuIyan ibn Sa`id ibn Masruq al-Tsauri (w. 160 H)
5. Al-Laits ibn Sa`d (w. 175 H)
6. Malik ibn Anas al-Bahi
7. SuIyan ibn Uyainah (w. 198 H)
8. Muhammad ibn Idris al-SyaIi`i (w. 204 H)
9. Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal (w. 241 H)
10. Daud ibn Ali al-Ashbahani al-Baghdadi (w. 270 H)
11. Ishaq ibn Rahawaih (w. 238 H)
12. Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid al-Kalabi (w. 240 H).[9]


A. PENULISAN HA0ITS
Para penulIs sejarah Fasul, ulama hadIs, dan umat Ìslam semuanya
sependapat menetapkan bahwa AÌ·0uranul KarIm memperoleh perhatIan
yang penuh darI Fasul dan para sahabatnya. Fasul mengharapkan para
sahabatnya untuk menghapalkan AÌ·0uran dan menulIskannya dI tempat·
tempat tertentu, sepertI kepIng·kepIng tulang, pelepah kurma, dI batu·
batu, dan sebagaInya.
KetIka Fasulullah SAW. wafat, Al·0uran telah dIhapalkan dengan sempurna
oleh para sahabat. SelaIn Itu, ayat·ayat sucI AÌ·0uran seluruhnya telah
lengkap dItulIs, hanya saja belum terkumpul dalam bentuk sebuah mushaf.
Adapun hadIs atau sunnah dalam penulIsannya ketIka Itu kurang memperoleh
perhatIan sepertI halnya Al·0uran. PenulIsan hadIs dIlakukan oleh beberapa
sahabat secara tIdak resmI, karena tIdak dIperIntahkan oleh Fasul
sebagaImana Ia memerIntahkan mereka untuk menulIs AÌ·0uran.
0IrIwayatkan bahwa beberapa sahabat memIlIkI catatan hadIs·hadIs
Fasulullah SAW. |ereka mencatat sebagIan hadIs·hadIs yang pernah mereka
dengar darI Fasulullah SA W.
0Iantara sahabat·sahabat Fasulullah yang mempunyaI catatan·catatan hadIs
Fasulullah adalah Abdullah bIn Amr bIn AS yang menulIs, sahIfah·sahIfah
yang dInamaI As·Scdìqch. SebagIan sahabat menyatakan keberatannya
terhadap pekerjaan yang dIlakukan oleh Abdullah Itu |ereka beralasan
bahwa Fasulullah telah bersabda.
ArtInya:
´1cn¤cnlch kcmµ tµlìs cpc·cpc ycn¤ kcmµ den¤cr dcrì ckµ selcìn Al· Dµrcn.
0cn bcrcn¤ sìcpc ycn¤ lelch menµlìs sesµctµ dcrìkµ selcìn Al· Dµrcn,
hendcklch dìhcpµskcn. ´ (HF. |uslIm)
0an mereka berkata kepadanya, ¨Kamu selalu menulIs apa yang kamu dengar
darI NabI, padahal belIau kadang·kadang dalam keadaan marah, lalu belIau
menuturkan sesuatu yang tIdak dIjadIkan syarIat umum.¨ |endengar ucapan
mereka Itu, Abdullah bertanya kepada Fasulullah SAW. mengenaI hal
tersebut. Fasulullah kemudIan bersabda:
ArtInya:
´Tµlìslch cpc ycn¤ kcmµ den¤cr dcrìkµ, demì Tµhcn ycn¤ ]ìwckµ dì
tcn¤cnnyc. tìdck kelµcr dcrì mµlµtkµ. selcìn kebencrcn ´.
|enurut suatu rIwayat, dIterangkan bahwa AlI mempunyaI sebuah sahIfah
dan Anas bIn |alIk mempunyaI sebuah buku catatan. Abu HuraIrah
menyatakan: ¨TIdak ada darI seorang sahabat NabI yang lebIh banyak (lebIh
mengetahuI) hadIs Fasulullah darIpadaku, selaIn Abdullah bIn Amr bIn As.
0Ia menulIskan apa yang dIa dengar, sedangkan aku tIdak menulIsnya¨.
SebagIan besar ulama berpendapat bahwa larangan menulIs hadIs dInasakh
(dImansukh) dengan hadIs yang memberI IzIn yang datang kemudIan.
SebagIan ulama yang laIn berpendapat bahwa Fasulullah tIdak menghalangI
usaha para sahabat menulIs hadIs secara tIdak resmI. |ereka memahamI
hadIs Fasulullah SAW. dI atas bahwa larangan NabI menulIs hadIs adalah
dItujukan kepada mereka yang dIkhawatIrkan akan mencampuradukan hadIs
dengan AÌ·0uran Sedangkan IzIn hanya dIberIkan kepada mereka yang tIdak
dIkhawatIrkan mencampuradukan hadIs dengan Al·0uran. Dleh karena Itu,
setelah Al·0uran dItulIs dengan sempurna dan telah lengkap pula
turunannya, maka tIdak ada Jarangan untuk menulIs hadIs. Tegasnya antara
dua hadIs Fasulullah dI atas tIdak ada pertentangan manakala kIta
memahamI bahwa larangan Itu hanya berlaku untuk orang·orang tertentu
yang dIkhawatIrkan mencampurkan AÌ·0uran dengan hadIs, dan mereka yang
mempunyaI Ingatan/kuat hapalannya. 0an IzIn menulIs hadIs dIberIkan
kepada mereka yang hanya menulIs sunah untuk dIrI sendIrI, dan mereka
yang tIdak kuat Ingatan/hapalannya.
. PENCHAPALAN HA0ITS
Para sahabat dalam menerIma hadIs darI NabI SAW. berpegang pada
kekuatan hapalannya, yaknI menerImanya dengan jalan hapalan, bukan
dengan jalan menulIs hadIs dalam buku. Sebab Itu kebanyakan sahabat
menerIma hadIs melaluI mendengar dengan hatI·hatI apa yang dIsabdakan
NabI. KemudIan terekamlah lafal dan makna Itu dalam sanubarI mereka.
|ereka dapat melIhat langsung apa yang NabI kerjakan. atau mendengar
pula darI orang yang mendengarnya sendIrI darI nabI, karena tIdak semua
darI mereka pada setIap waktu dapat mengIkutI atau menghadIrI majelIs
NabI. KemudIan para sahabat menghapal setIap apa yang dIperoleh darI
sabda·sabdanya dan berupaya mengIngat apa yang pernah NabI lakukan,
untuk selanjutnya dIsampaIkan kepada orang laIn secara hapalan pula.
Hanya beberapa orang sahabat saja yang mencatat hadIs yang dIdengarnya
darI NabI SAW. 0I antara sahabat yang palIng banyak
menghapal/merIwayatkan hadIs Ialah Abu HuraIrah. |enurut keterangan
Ìbnu JauzI bahwa hadIs yang dIrIwayatkan oleh Abu HuraIrah sejumlah 5.J74
buah hadIs. KemudIan para sahabat yang palIng banyak hapalannya sesudah
Abu HuraIrah Ialah:
1. Abdullah bIn Umar r.a. merIwayatkan 2.6J0 buah hadIs.
2. Anas bIn |alIk merIwayatkan 2.276 buah hadIs.
3. AIsyah merIwayatkan 2.210 buah hadIs.
4. Abdullah Ibnu Abbas merIwayatkan 1.660 buah hadIs.
5. JabIr bIn Abdullah merIwayatkan 1.540 buah hadIs.
6. Abu SaId AÌ·KhudrI merIwayatkan 1.170 buah hadIs.
. PENCHIhPUNAN HA0ITS
Pada abad pertama hIjrah, yaknI masa Fasulullah SAW., masa khulafaur
FasyIdIn dan sebagIan besar masa banI umayyah, hIngga akhIr abad pertama
hIjrah, hadIs·hadIs Itu berpIndah·pIndah dan dIsampaIkan darI mulut ke
mulut |asIng·masIng perawI pada waktu Itu merIwayatkan hadIs
berdasarkan kekuatan hapalannya. |emang hapalan mereka terkenal kuat
sehIngga mampu mengeluarkan kembalI hadIs·hadIs yang pernah dIrekam
dalam Ingatannya. Ìde penghImpunan hadIs NabI secara tertulIs untuk
pertama kalInya dIkemukakan oleh khalIfah Umar bIn Khattab (w. 2J/H/644
|). Namun Ide tersebut tIdak dIlaksanakan oleh Umar karena belIau
khawatIr bIla umat Ìslam terganggu perhatIannya dalam mempelajarI Al·
0uran.
Pada masa pemerIntahan KhalIfah Umar bIn Abdul AzIz yang dInobatkan
akhIr abad pertama hIjrah, yaknI tahun 99 hIjrah datanglah angIn segar yang
mendukung kelestarIan hadIs. Umar bIn Abdul AzIs seorang khalIfah darI 8anI
Umayyah terkenal adIl dan wara', sehIngga belIau dIpandang sebagaI
khalIfah FasyIdIn yang kelIma.
8elIau sangat waspada dan sadar, bahwa para perawI yang mengumpulkan
hadIs dalam Ingatannya semakIn sedIkIt jumlahnya, karena menInggal dunIa.
8elIau khawatIr apabIla tIdak segera dIkumpulkan dan dIbukukan dalam
buku·buku hadIs darI para perawInya, mungkIn hadIs·hadIs Itu akan lenyap
bersama lenyapnya para penghapalnya. |aka tergeraklah dalam hatInya
untuk mengumpulkan hadIs·hadIs NabI darI para penghapal yang masIh
hIdup. Pada tahun 100 H. KhalIfah Umar bIn Abdul AzIs memerIntahkah
kepada gubernur |adInah, Abu 8akar bIn |uhammad bIn Amer bIn Hazm
supaya membukukan hadIs·hadIs NabI yang terdapat pada para penghafal.
Umar bIn Abdul AzIs menulIs surat kepada Abu 8akar bIn Hazm:
´Perhctìkcnlch cpc ycn¤ dcpct dìperoleh dcrì hcdìs Rcsµl lclµ tµlìslch.
kcrenc ckµ tckµt ckcn lenycp ìlmµ dìsebcbkcn menìn¤¤clnyc µlcmc dcn
]cn¤cn dìterìmc selcìn hcdìs Rcsµl SAW dcn hendcklch dìsebcrlµcskcn ìlmµ
dcn dìcdckcn mc]elìs·mc]elìs ìlmµ sµpcyc orcn¤ ycn¤ tìdck men¤etchµìnyc
dcpct men¤etchµìnyc, mckc sesµn¤¤µhnyc ìlmµ ìtµ dìrchcsìckcn. ´
SelaIn kepada Cubernur |adInah, khalIfah juga menulIs surat kepada
Cubernur laIn agar mengusahakan pembukuan hadIs. KhalIfah juga secara
khusus menulIs surat kepada Abu 8akar |uhammad bIn |uslIm bIn UbaIdIllah
bIn SyIhab Az·ZuhrI. KemudIan SyIhab Az·ZuhrI mulaI melaksanakan perInea
khalIfah tersebut. 0an Az·ZuhrI Itulah yang merupakan salah satu ulama
yang pertama kalI membukukan hadIs.
0arI SyIhab Az·ZuhrI InI (15·124 H) kemudIan dIkembangkan oleh ulama·
ulama berIkutnya, yang dI sampIng pembukuan hadIs sekalIgus dIlakukan
usaha menyeleksI hadIs·hadIs yang mcqbµl dan mcrdµd dengan
menggunakan metode scncd dan ìsncd.
|etode scncd dan ìsncd Ialah metode yang dIgunakan untuk mengujI
sumber·sumber pembawa berIta hadIs (perawI) dengan mengetahuI keadaan
para perawI, rIwayat hIdupnya, kapan dan dI mana Ia hIdup, kawan semasa,
bagaImana daya tangkap dan Ingatannya dan sebagaInya. Ìlmu tersebut
dIbahas dalam Ilmu yang dInamakan Ilmu hadIs 0ìrcych, yang kemudIan
terkenal dengan Ilmu Mµstclchµl hadIs.
Setelah generasI Az·ZuhrI, kemudIan pembukuan hadIs dIlanjutkan oleh Ìbn
JuraIj (w. 150 H), Ar·FabI' bIn ShabIh (w. 160 H) dan masIh banyak lagI
ulama·ulama laInnya. SebagaImana telah dIsebutkan dI atas, bahwa
pembukuan hadIs dImulaI sejak akhIr masa pemerIntahan 8anI Umayyah,
tetapI belum begItu sempuma. Pada masa pemerIntahan 8anI AbbasIyah,
yaItu pada pertengahan abad ÌÌ H. dIlakukan upaya penyempunaan. |ulaI.
waktu Itu kelIhatan gerakan secara aktIf untuk membukukan Ilmu
pengetahuan, termasuk pembukuan dan penulIsan hadIs·hadIs Fasul SAW.
KItab·kItab yang terkenal pada waktu Itu yang ada hIngga sekarang sampaI
kepada kIta, antara laIn Al·Mµwcthc ´ oleh Imam |alIk, Al Mµsncd oleh
Ìmam Asy·SyafI'l (204) H. Pembukuan hadIs Itu kemudIan dIlanjutkan secara
lebIh telItI oleh Ìmam·lmam ahlI hadIs, sepertI 8ukharI, |uslIm, TurmuzI,
NasaI, Abu 0aud, Ìbnu |ajah, dan laIn·laIn
0arI mereka Itu, kIta kenal µtµbµs Sìttch (kItab·kItab) enam yaItu: SahIh
Al·8µkhcrì Schìh Mµslìm, Sµncn An·Ncscì dan At·Tµrmµzì. TIdak sedIkIt
pada ¨masa berIkutnya darI para ulama yang menaruh perhatIan besar
kepada µtµbµs sìttch tersebut beserta kItab |uwatta dengan cara
mensyarahInya dan memberI catatan kakI, merIngkas atau menelItI sanad
dan matan·matannya.
0. TIhULNYA PEhALSUAN HA0ITS 0AN UPAYA PENYELAhATANNYA
Sejak terbunuhnya khalIfah Usman bIn Affan dan tampIlnya AlI bIn Abu
ThalIb serta |uawIyah yang masIng·masIng IngIn memegang jabatan
khalIfah, maka umat Ìslam terpecah menjadI tIga golongan, yaItu syìch.
khcwcrì], dan ]µmhµr. |asIng·masIng kelompok mengaku berada dalam
pIhak yang benar dan menuduh pIhak laInnya salah. Untuk membela
pendIrIan masIng·masIng, maka mereka membuat hadIs·hadIs palsu. |ulaI
saat Itulah tImbulnya rIwayat·rIwayat hadIs palsu. Drang·orang yang mula·
mula membuat hadIs palsu adalah darI golongan Syìch kemudIan golongan
khcwcrì] dan ]µmhµr, Tempat mula berkembangnya hadIs palsu adalah
daerah Ìrak tempat kamu syìch berpusat pada waktu Itu.
Pada abad kedua, pemalsuan hadIs bertambah luas dengan munculnya
propaganda·propaganda polItIk untuk menumbangkan rezIm 8anI Umayyah.
SebagaI Imbangan, muncul pula darI pIhak |uawIyyah ahlI·ahlI pemalsu
hadIs untuk membendung arus propaganda yang dIlakukan oleh golongan
oposIsI. SelaIn Itu, muncul juga golongan ìndìq, tukang kIsah yang berupaya
untuk menarIk mInat masyarakat agar mendengarkannya dengan membuat
kIsah·kIsah palsu.
|enurut Ìmam |alIk ada empat jenIs orang yang hadIsnya tIdak boleh
dIambIl darInya:
1. Drang yang kurang akal.
2. Drang yang mengIkutI hawa nafsunya yang mengajak masyarakat untuk
mengIkutI hawa nafsunya.
3. Drang yang berdusta dalam pembIcaraannya walaupun dIa tIdak
berdusta kepada Fasul.
4. Drang yang tampaknya saleh dan berIbadah apabIla orang Itu tIdak
mengetahuI nIlaI·nIlaI hadIs yang dIrIwayatkannya.
Untuk Itu, kemudIan sebagIan ulama mempelajarI dan menelItI keadaan
perawI·perawI hadIs yang dalam masa Itu banyak terdapat perawI·perawI
hadIs yang lemah 0Iantara perawI·perawI tersebut. Hal InI dIlakukan untuk
mengetahuI mana yang benar·benar dapat dIterIma perIwayatannya dan
mana yang tIdak dapat dIterIma.
SelaIn Itu juga dIusahakan pemberantasan terhadap hadIs·hadIs palsu oleh
para ulama, yaItu dengan cara menunjukan nama·nama darI oknum·oknum/
golongan·golongan yang memalsukan haIs berIkut hadIs·hadIs yang dIbuatnya
supaya umat Islam tIdak terpengaruh dan tersesat oleh perbuatan mereka.
Untuk Itu, para ulama menyusun kItab·kItab yang secara khusus
menerangkan hadIs·hadIs palsu tersebut, yaItu antara laIn :
1. KItab oleh |uhammad bIn ThahIr Ak·|aqdIzI(w.
tahun 507 H)
2. KItab oleh Al·Hasan bIn ÌbrahIm Al·HamdanI
3. KItab oleh Ìbnul JauzI (w. tahun 597 H)
0I sampIng Itu para ulama hadIs membuat kaIdah·kaIdah atau patokan·
patokan serta menetapkan cIrI·cIrI kongkret yang dapat menunjukkan bahwa
suatu hadIs Itu palsu. CIrI·cIrI yang menunjukkan bahwa hadIs Itu palsu
antara laIn:
1. Susunan hadIs Itu baIk lafaz maupun maknanya janggal, sehIngga tIdak
pantas rasanya dIsabdakan oleh NabI SAW., sepertI hadIs:
ArtInya:


ejarah Singkat Perkembangan AI-Hadits.
Para uIama membagi perkembangan hadits itu kepada 7 periode yaitu :
a. Masa wahyu dan pembentukan hukum ( pada Zaman RasuI : 13 SH - 11 SH ).
b. Masa pembatasan riwayat ( masa khuIafaur-rasyidin : 12-40 H ).
c. Masa pencarian hadits ( pada masa generasi tabi'in dan sahabat-sahabat muda : 41 H - akhir
abad 1 H ).
d. Masa pembukuan hadits ( permuIaan abad II H ).
e. Masa penyaringan dan seIeksi ketat ( awaI abad III H ) sampai seIesai.
f. Masa penyusunan kitab-kitab koIeksi ( awaI abad IV H sampai jatuhnya Baghdad pada tahun
656 H ).
g. Masa pembuatan kitab syarah hadits, kitab-kitab tahrij dan penyusunan kitab-kitab koIeksi
yang Iebih umum ( 656 H dan seterusnya ).
Pada zaman RasuIuIIah aI-Hadits beIum pernah dituIiskan sebab :
a. Nabi sendiri pernah meIarangnya, kecuali bagi sahabat-sahabat tertentu yang diizinkan beliau
sebagai catatan pribadi.
b. RasuIuIIah berada ditengah-tengah ummat IsIam sehingga dirasa tidak sangat perlu untuk
dituliskan pada waktu itu.
c. Kemampuan tuIis baca di kaIangan sahabat sangat terbatas.
d. Ummat IsIam sedang dikonsentrasikan kepada AI-Qur'an.
e. Kesibukan-kesibukan ummat IsIam yang Iuar biasa dalam menghadapi perjuangan da'wah yang
sangat penting.
Pada zaman-zaman berikutnya pun ternyata al-Hadits belum sempat dibukukan karena sebab-sebab
tertentu. Baru pada zaman Umar bin Abdul Azis, khalifah ke-8 dari dinasti Bani Umayyah ( 99-101 H
) timbul inisiatif secara resmi untuk menulis dan membukukan hadits itu. Sebelumnya hadits-hadits itu
hanya disampaikan melalui hafalan-hafalan para sahabat yang kebetulan hidup lama setelah Nabi
wafat dan pada sa'at generasi tabi'in mencari hadits-hadits itu.
iantara sahabat-sahabat itu iaIah :
Abu Hurairah, meriwayatkan hadits sekitar 5374 buah. Abdullah bin Umar bin Khattab,
meriwayatkan sekitar 2630 buah. Anas bin Malik, meriwayatkan sebanyak 2286 buah. Abdullah bin
Abbas, meriwayatkan sebanyak 1160 buah. Aisyah Ummul Mu'minin, meriwayatkan sebanyak
2210 buah. Jabir bin Abdillah meriwayatkan sebanyak 1540 buah. Abu Sa'id al-Hudri meriwayatkan
1170 buah.
Kenapa kemudian Hadits ikodifikasi.
Kodifikasi Hadits itu justru diIatar beIakangi oIeh adanya usaha-usaha untuk membuat dan
menyebarIuaskan hadits-hadits paIsu dikaIangan ummat IsIam, baik yang dibuat oleh ummat
Ìslam sendiri karena maksud-maksud tertentu, maupun oleh orang-orang luar yang sengaja untuk
menghancurkan Ìslam dari dalam. Dan sampai saat ini ternyata masih banyak hadits-hadits palsu itu
bertebaran dalam beberapa literatur kaum Muslimin. Di samping itu tidak sedikit pula kesalahan-
kesalahan yang berkembang dikalangan masyarakat Ìslam, berupa anggapan terhadap pepatah-
pepatah dalam bahasa Arab yang dinilai mereka sebagai hadits.
aIaupun ditinjau dari segi isi materinya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok
ajaran IsIam, tetapi kita tetap tidak boleh mengatakan bahwa sesuatu ucapan itu sebagai ucapan
Rasulullah kalau memang bukan sabda Rasul. Sebab Sabda Rasulullah : " Barangsiapa berdusta atas
namaku maka siap-siap saja tempatnya dineraka ".
AIhamduIiIIah, berkat jasa-jasa dari uIama-uIama yang saIeh, hadits-hadits itu kemudian sempat
dibukukan dalam berbagai macam buku, serta diadakan seleksi-seleksi ketat oleh mereka sampai
melahirkan satu disiplin ilmu tersendiri yang disebut Ìlmu Musthalah Hadits. Walaupun usaha mereka
belum dapat membendung seluruh usaha-usaha penyebaran hadits-hadits palsu dan lemah, namun
mereka telah melahirkan norma-norma dan pedoman-pedoman khusus untuk mengadakan seleksi
sebaik-baiknya yang dituangkan dalam ilmu musthalah hadits tersebut.
Sehingga dengan pedoman itu ummat IsIam sekarang pun dapat mengadakan seIeksi-seIeksi
seperIunya. Nama-nama Ìshak bin Rahawih, Ìmam Bukhari, Ìmam Muslim, ar-Rama at-Turmudzi, al-
Madini, Ìbnu Shalah dan banyak lagi ulama-ulama saleh lainnya adalah rentetan nama-nama yang
besar jasanya dalam usaha penyelamatan hadits-hadits dari kepalsuan-kepalsuan sehingga lahirlah
ilmu tersebut.
Untuk memberikan gambaran perkembangan hadits dapat kita perhatikan perkembangan kelahiran
kitab-kitab hadits dan ilmu-ilmu hadits.
Sejarah Awal Perkembangan Ilmu Fiqih [Pemahaman Keagamaan]




Jika kita telusuri seiarah kehidupan Nabi Muhammad saw, para seiarahwan sering
membaginya dalam dua priode kenabian yakni periode Mekkah dan periode Madinah. Pada
periode pertama risalah kenabian berisi aiaran-aiaran akidah dan akhlaq, sedangkan pada periode
kedua risalah kenabian lebih banyak berisi hukum-hukum. Pada periode kenabian hukum-hukum
itu berupa hukum-hukum yang terdapat dalam al-Quran dan hukum-hukum yang berasal dari
Nabi yang merupakan Iatwa terhadap suatu peristiwa, putusan terhadap perselisihan atau
iawaban terhadap pertanyaan.

Dalam mengambil keputusan masalah amaliyah para sahabat tidak perlu melakukan
iitihad sendiri, karena mereka dapat langsung bertanya kepada Nabi iika mereka mendapati suatu
masalah yang belum mereka ketahui. Demikian pula untuk memahami kedua sumber hukum
syariah ini para sahabat tidak membutuhkan metodologi khusus, karena mereka
mendengarkannya secara langsung dari Nabi.

Sampai dengan masa empat khaliIah pertama hukum-hukum syariah itu belum
dibukukan, dan belum iuga diIormulasikan sebagai sebuah ilmu yang sistematis. Kemudian pada
masa-masa awal periode tabi'in (masa Dinasti Umayah) muncul aliran-aliran dalam memahami
hukum-hukum syariah serta dalam merespons persoalan-persoalan baru yang muncul sebagai
akibat semakin luasnya wilayah Islam, yakni ahl al-hadis dan ahl al-ra'y. Aliran pertama, yang
berpusat di Hiiaz (Mekkah-Madinah), banyak menggunakan hadis dan pendapat-pendapat
sahabat, serta memahaminya secara harIiah. Sedangkan aliran kedua, yang berpusat di Irak,
banyak menggunakan rasio dalam merespons persoalan baru yang muncul.

Salah satu contoh kasus bagaimana kedua aliran menanggapi persoalan adalah, pada
suatu ketika seorang dari kelompok ahl al-hadis ditanya tentang dua orang anak bayi yang
menyusu air susu seekor domba, apakah hal ini meniadikan hubungan susuan (radha´ah) atau
tidak ? Jawabnya, ya, karena berdasarkan hadis "dua anak bayi yang menyusu pada satu air susu
yang sama meniadikan antar keduanya haram menikah)". Meskipun iawaban ini sesuai dengan
teks hadis, tetapi hal ini tidak seialan dengan rasio, karena maksud hadis ini hanyalah pada air
susu ibu, dan bukan pada domba atau hewan lain.

Di antara ahli Iatwa dari kalangan tabi'in adalah Sa'id ibn Musayyab (13-94 H), Ibrahim
al-Nakha'i (46-96 H), Hasan al-Bashri (w. 111 H), dan sebagainya. Namun demikian, pada
periode ini iuga belum dilakukan pembukuan hukum-hukum Syariah, dan belum pula
diIormulasikan dalam bentuk ilmu Iiqih. Demikian pula, metode iitihad ini belum diIormulasikan
dalam bentuk ilmu ushul Iiqih dan qawâid Iiqihiyyah. Ilmu-ilmu agama Islam memang baru
muncul pada masa-masa awal dari Dinasti Abbasiyah (133-766 H atau 750-1258), setelah kaum
Muslimin dapat menciptakan stabilitas keamanan di seluruh wilayah Islam.

Pada waktu itu kaum Muslimin, berada pada tingkat kehidupannya yang semakin baik,
tidak lagi berkonsentrasi untuk memperluas wilayahnya, melainkan berupaya untuk membangun
suatu peradaban melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Maka muncullah berbagai kegiatan
dalam kaitan dengan kebangkitan ilmu pengetahuan ini, yang terdiri dari tiga bentuk, yakni (1)
penyusunan buku-buku, (2) perumusan ilmu-ilmu Islam, dan (3) penteriemahan manuskrip dan
buku berbahasa asing ke dalam bahasa Arab. Ilmu pengetahuan yang berkembang tidak hanya
ilmu-ilmu agama Islam saia, tetapi iuga ilmu-ilmu keduniaan yang memang tak dapat dipisahkan
dengan ilmu-ilmu agama, sehingga pada masa ini muncul ahli-ahli ilmu agama Islam, ahli-ahli
ilmu bahasa Arab, ahli-ahli ilmu alam, para IilosuI dan sebagainya.

Pada periode inilah ilmu Iiqih berkembang. Ilmu Iiqih secara konvensional terdiri dari:
Iiqih ´ibadat (Iiqih tentang persoalan-persoalan ibadah, seperti shalat, zakat, puasa dan haii),
Iiqih munakahat (Iiqih tentang perkawinan dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti waris
dan hibah), Iiqih mu´amalat (Iiqih tentang hubungan perdata) dan Iiqih iinavat (Iiqih tentang
tindak pidana dan hukumannya). Pembahasan ienis-ienis Iiqih terintegrasi meniadi satu kesatuan.

Namun ada satu aspek dari Iiqih yang sering dibahas secara terpisah, yakni Iiqih sivasah
atau disebut iuga ilmu sivasah svar´ivvah. Fiqih ini membahas tentang tata negara atau
managemen negara menurut Islam, yang meliputi aspek politik, ekonomi dan hubungan antar
golongan/negara. Akan tetapi aspek politik merupakan perhatian utama dalm Iiqih siyasah ini,
sehingga para penulis pada saat ini banyak menggunakan istilah, misalnya, pemikiran politik
Islam (al-fikr al-sivasi al-Islami, Islamic political thought), ilmu pemerintahan Islam (al-
hukûmah al-Islâmiyyah, Islamic government), dan lain-lain.

Dengan demikian ilmu Iiqih adalah ilmu yang membahas tentang hukum-hukum syariah
yang bersiIat praktis yang diperoleh dari dalil-dalil yang rinci. Obyek kaiian ilmu Iiqih ini adalah
perbuatan orang mukallaI (dewasa) dalam pandangan hukum syariah, agar dapat diketahui mana
yang diwaiibkan, disunahkan, diharamkan, dimakruhkan dan diperbolehkan, serta mana yang sah
dan mana yang batal (tidak sah). Meskipun dalam penggunaannya sering disamakan antara Iiqih
dengan syariah, namun keduanya sebenarnya memiliki pengertian yang berbeda.

Pengertian syariah ini pun mengalami perkembangan, kalau semula ia diIahami sebagai
segala peruturan yang datang dari Allah, baik berupa hukum-hukum 'akidah (ahkam
i´tiqadivvah), hukum-hukum yang bersiIat praktis (ahkam ´amalivvah) maupun hukum-hukum
akhlaq (ahkam khuluqivvah), tetapi kemudian diartikan hanya sebagai hukum-hukum yang
bersiIat praktis. Bedanya dengan Iiqih adalah, kalau syariah itu merupakan hukum-hukum yang
terdapat dalam al-Quran dan hadis, maka Iiqih merupakan hasil pemahaman dan interpretasi para
muitahid terhadap teks-teks al-Quran dan hadis serta hasil iitihad mereka terhadap persitiwa yang
hukumnya tidak ditemukan di dalam keduanya. Kedua istilah ini dalam bahasa non-Arabnya
disebut iuga sebagai "hukum Islam" atau "Islamic law".

Ilmu Iiqih baru muncul pada periode tabi' al-tabi'in abad kedua Hiiriyah, dengan
munculnya para muitahid di berbagai kota, serta terbukanya pembahasan dan perdebatan tentang
hukum-hukum syariah. Pada masa-masa itulah di Irak muncul seorang muitahid besar bernama
Abu HaniIah al-Nu'man ibn Tsabit (80-150 H atau 700-767 M) yang merupakan orang pertama
yang memIormulasikan ilmu Iiqih, tetapi ilmu ini belum dibukukan. Sementara itu, di Madinah
muncul iuga seorang muitahid besar bernama Malik ibn Anas (93-178 H atau 713-795 M) yang
memIormulasikan ilmu Iiqih dan membukukan kumpulan hadis beriudul al-Muwaththa´, yang
terutama berisi hukum-hukum syariah. Pembukuan kitab ini dilakukan atas permintaan khaliIah
Abu Ja'Iar al-Manshur (137-159 H atau 754-775 M), dengan maksud sebagai pedoman bagi
kaum Muslimin dalam mengarungi kehidupan mereka.

KhaliIah Harun al-Rasyid (170-194 H atau 786-809 M) pernah berusaha untuk
meniadikan kitab ini sebagai kitab hukum yang berlaku untuk umum, tetapi usaha ini tidak
disetuiui oleh Malik ibn Anas. Kitab ini kemudian meniadi dasar bagi Iaham Iiqih di kalangan
umat Islam di Hiiaz (aliran ahl-hadis). Sedangkan yang meniadi pedoman bagi Iaham Iiqih di
kalangan umat Islam di Irak (aliran ahl al-ra'y) adalah buku-buku yang ditulis oleh murid-murid
Abu HaniIah, terutama Muhammad ibn al-Hasan al-Syaibani (102-189 H) dengan bukunya
antara lain al-Jami´ al-Kabir dan al-Jami´ al-Shaghir dan Abu YusuI (112-183 H) dengan
bukunya beriudul Kitab al-Kharai (Kitab tentang Paiak Penghasilan).Abu HaniIah sendiri pernah
diminta meniadi qâdhî (hakim) oleh seorang khaliIah Dinasti Abbasiyyah, tetapi permintaan ini
ditolak, sementara Abu YusuI pernah meniadi qâdhî pada masa khaliIah Harun al-Rasyid. Baik
Abu HaniIah maupun Malik ibn Anas kemudian oleh para pengikutnya masing-masing diiadikan
sebagai pendiri mazhab HanaIi dan Maliki.

Seiak periode tabi'in sering teriadi perdebatan antara kedua aliran tersebut. Sementara
kalangan ahl al-hadis mencela kelompok ahl al-ra'y dengan tuduhan bahwa ahl al-ra'y
meninggalkan sebagian hadis, maka ahl al-ra'y pun meniawab dengan mengemukakan
argumentasi tentang 'illah-'illah hukum (legal reasons) dan maksud-maksud syariah. Pada
umumnya ahl al-ra'y dengan kemampuan debatnya dapat mengalahkan argumentasi ahl al-hadîts,
sebagaimana contoh di atas. Maka munculnya Muhammad ibn Idris al-SyaIi'i atau yang dikenal
dengan Imam SyaIii (150-204 H atau 767-820 M), yang di satu segi menguasai banyak hadis dan
di lain segi memiliki kemampuan dalam menggali dasar-dasar dan tuiuan-tuiuan hukum, dapat
menghilangkan supremasi ahl al-ra'y terhadap ahl al-hadis dalam perdebatan.

Karena iasanya membela hadis, maka ia diiuluki sebagai "nashir al-sunnah" (pembela
Sunnah). Pembelaan ini tidak hanya dituiukan kepada kalangan ahl al-ra'y yang banyak
mendahulukan rasio dari pada hadis, tetapi iuga kepada kalangan ahl al-hadîts yang dalam
beberapa hal menggunakan hadis lemah atau mendahulukan praktik penduduk Madinah dari
pada hadis. Pikiran-pikiran Imam SyaIii ini memang tidak terlepas dari latar belakangnya yang
pernah belaiar di lingkungan kedua aliran ini, yakni dengan Malik ibn Anas dan dengan al-
Syaibani, murid Abu HaniIah. Pemikiran atau hasil iitihad al-SyaIi'i dibukukan dalam kitabnya
beriudul al-Umm, dan oleh pengikutnya ia kemudian diiadikan sebagai pendiri mazhab SyaIii.

Muitahid besar lainnya adalah Ahmad ibn Hanbal (164-241 H atau 780-855 M), yang pernah
belaiar pada Imam SyaIii dan Abu YusuI (murid Abu HaniIah). Di samping seorang ahli Iiqih
(Iaqih), ia iuga dikenal sebagai seorang ahli Hadis (muhaddits), dan ia memang menulis kitab
hadis Musnad Ahmad. Meskipun ia pernah belaiar pada al-SyaIi'i dan Abu YusuI, tetapi ia
memiliki pemikiran Iiqih yang agak berbeda dengan keduanya serta berbeda pula dengan
pemikiran Iiqih Malik, sehingga para pengikutnya meniadikannya sebagai pendiri mazhab
Hanbali.

Keempat mazhab (HanaIi, Maliki, SyaIii, dan Hambali) inilah yang sampai kini dianggap
sebagai mazhab Iiqih yang beraliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah. Selain empat mazhab ini
(dalam ahl-al-Sunnah) masih ada mazhab lain, akan tetapi kini sudah tidak ada pengikut lagi,
yakni mazhab al-Awza'i yang didirikan oleh Abd al-Rahman ibn 'Amr al-Awza'i (88-157 H) dan
mazhab al-Zhahiri yang didirikan oleh Daud ibn Ali al-AshIahani (202-270 H).
Þembukuan I|mu nad|s

Þada perkembanaan selan[uLnvaţ maslnaŴmaslna dlslplln llmu Lelah Lerplsah dan mandlrl darl dlslpllnŴ
dlslplln llmu lalnnvaŦ ÞerlsLlwa lnl Ler[adl pada abad keŴ4 Pl[rlahŦ llmu Padls Lelah men[adl suaLu dlslplln
llmu vana mapanŦ Þerkembanaan lnl Ler[adl aklbaL semakln marak lahlrnva dlslpllnŴdlslplln llmu baru dan
perslnaaunaan budava denaan banasa laln vana klan mendorona upava pembukuan maslnaŴmaslna
dlslplln llmu lLu sendlrlŦ

ualam dlslplln llmu Padlsţ perkembanaan lnl dlLandal denaan lahlrnva karva alŴCadll Abu Muhammad
bln alŴPasan bln Abd alŴ8ahman bln khalan bln alŴ8amahurmuzl (wŦ 360 P)ţ AlŴMuhaddls alŴlashll balna
alŴ8awl wa alŴWa'lţ vana memuaL beberapa cabana penLlna darl llmu PadlsŦ namun upavanva lLu belum
makslmalţ karena maslh banvak cabana penLlna lalnnva dalam llmu Padls vana belum dlapreslasl dalam
karva lLuŦ Meskl demlklanţ alŴ8amahurmuzl dlakul sebaaal orana perLama vana menvusun klLab llmu
Padls denaan keLercakupan pembahasan vana cukup memadalŦ uan karvanva lLu memana sebuah
Lerobosan baru dalam dunl llmu Padls dan pallna menon[ol dl anLara karvaŴkarva vana ada pada
masanvaŦ

uaLana seLelah alŴ8amahurmuzl adalah alŴPaklm Abu Abd Allah alŴnalsaburl (wŦ 403 P)Ŧ la melan[uLkan
babaL alas vana dlrlnLls oleh alŴ8amahurmuzl denaan menullskan karvanva vana dlberlnva [udul Ma'rlfaL
ulumul alŴPadlsţ vana berupava melenakapl ka[lan vana Lerlupakan alŴ8amahurmuzlŦ namunţ seperLl
dlLuLurkan alŴSuvuLl dalam 1adrlb alŴ8awlţ klLab alŴPaklm lLu Lldak LeraLur dan belum slsLemaLlsŦ lbnu
Pa[ar [uaa menvampalkan penllalan vana serupa Lerhadap karva lnlŦ 8ahkan oleh lbnu Pa[ar karva lnl
maslh dlanaaap belum lenakapŦ Þadahal klLab lnl Lelah memuaL 30 cabana dalam llmu PadlsŦ 8elakanaan
klLab lnl dlranakum oleh 1hahlr alŴ!aza'lrl (wŦ 1338 P) denaan [udul 1au[lh alŴnadzarŦ

klLab alŴPaklm lnl [uaa menarlk perhaLlan Ahmad bln Abd Allah alŴAshfahanl (wŦ 430 P)ţ vana kemudlan
menulls klLab vana dlberlnva [udul AlŴMusLakhra[ ala Ma'rlfaL ulum alŴPadlsŦ klLab lnl [uaa maslh
menvlsakan banvak pembahasan baal orana seLelahnva unLuk membuaL karva vana leblh lenakap dan
sempurnaŦ

8eberapa Lahun seLelah lLuţ Abu 8akar Ahmad bln All alŴkhaLlb alŴ8aahdadl (wŦ 463 P) menulls beberapa
klLab vana mempunval andll besar dalam la[u perkembanaan llmu Padlsţ sehlnaaaţ menuruL lbnu
nuqLhaLţ mereka vana hldup seLelah alŴkhaLlb muLlak memerlukan karvaŴkarva alŴkhaLlb sebaaal
ru[ukanŦ karena keLercakupan pembahasanva vana dllakukan secara luas dan mendalamŦ uarl karvaŴ
karva alŴkhaLlb lLu ada beberapa vana memana dlLulls secara Lersendlrl dalam saLu klLab khusus vana
mencapal seklLar 30Ŵan klLabŦ Sebaalan vana laln dlLulls dalam pembahasan vana uLuhţ sebuL sa[a
mlsalnva AlŴklfavah fl llm alŴ8lwavah dan AlŴ!aml' balna Akhlaq alŴ8awl wa Adab alŴSaml'Ŧ

kemudlan alŴCadll lvadh alŴ?ahshubl (wŦ 344 P) [uaa melakukan hal vana samaŦ la menulls klLab denaan
nama AlŴlmla' fl uhabLh alŴ8lwavah wa 1aqvld alŴSama'Ŧ Menvusul berlkuLnva Abu Pafsh umar bln Abd
alŴMa[ld alŴMlvan[l (wŦ 380 P)Ŧ la menulls saLu [uz vana membahas cukup balk pembahasanŴpembahas
an llmu Padls dalam klLab vana dlberlnva [udul Ma La ?asa' alŴMuhaddls !ahluhuŦ


aung 8ernama Muqadd|mah Ibn a|Ŵ5ha|ah

Þola ka[lan Padls vana ada mulal alŴ8amahurzl sampal alŴMlvanzl Lampaknva Lak [auh berbeda denaan
perkembanaan vana Ler[adl pada masaŴmasa awalŦ ualam bahasa vana sederhana dapaL dlaambarkan
bahwa araflknva maslh daLarţ Lldak ada penlnakaLan [uaa Lldak Ler[adl penurunanŦ SoroLan ka[lannva
maslh berkuLaL pada baaalmana memahaml suaLu Padlsţ memllah mana Padls vana shahlh dan mana
vana saqlmţ dan mulal ada sedlklL perblncanaan menaenal munklr alŴsunnahŦ

Þerkembanaan ka[lan llmu Padls mencapal puncaknva keLlka Abu Amr usman bln Abd alŴ8ahman alŴ
SvahrazurlŦ nama vana Lerakhlr dlsebuL lnl leblh populer denaan nama lbnu Shalah (wŦ 643 P) vana
menulls karva llmlah sanaaL monumenLal dan fenomenalţ ber[udul ulum alŴPadlsţ vana kemudlan
kondana denaan sebuLan Muqaddlmah lbn alŴShalahŦ klLab lnl merupakan upava vana sanaaL makslmal
dalam melenakapl kelemahan dl sanaŴslnl karvaŴkarva sebelumnvaţ seperLl karvaŴkarva alŴkhaLlb dan
ulama lalnnvaŦ ualam klLabnva lLuţ la menvebuLkan secara lenakap 63 cabana llmu Padls dan
menuanakan seaala sesuaLunva denaan deLallŦ Munakln lnl pula vana menvebabkan klLab lnl Lldak cukup
slsLemaLls sesual denaan [udul babnvaŦ

Secara meLodoloals [uaa maLerl pembahasanţ karvaŴkarva vana muncul belakanaan Lldak blsa
melepaskan dlrl unLuk selalu menaacu pada klLab lnlŦ ÞopularlLas klLab lnl dlsebabkan karena
keLercakupan bahasannva vana mampu menaapreslasl semua pembahasan llmu PadlsŦ 8ahkan
keunaaulan klLab lnl Lelah menarlk para ulamaţ khususnva vana daLana sesudahnvaţ unLuk memberlkan
komenLar klLab LersebuLŦ 1ldak kurana darl 33 klLab Lelah membahas klLab lbnu alŴShalah lLuţ balk
berupa lkhLlshar (rlnakasan)ţ svarh (ulasan)ţ nazhm (pulslţ svalr)ţ dan mu'radhah (perbandlnaan) Ŧ

ualam benLuk ulasan (svarh)ţ muncul beberapa klLab vana sanaaL deLall memberlkan ulasannvaŦ
Mlsalnva AlŴ1aqvld wa alŴldhah llma ALhlaqa wa Aahlaqa mln klLab lbn alŴShalah karva alŴlraql (wŦ 608
P)ţ AlŴlfshah an nuqaL lbn alŴShalah karva alŴAsqalanl (wŦ 832 P)ţ dan karva alŴ8adar alŴZarkasvl (wŦ 794
P) vana belum dlkeLahul [udulnvaŦ Sedana dalam benLuk rlnakasan (lkhLlsar)ţ anLara laln memunculkan
klLab Mahasln alŴlshLhllah wa 1adlmln klLab lbn alŴShalah karva alŴ8ulqlnlŦ klLab lnl meskl berupa
rlnakasanţ namun banvak memberlkan ulasan penLlnaţ caLaLanţ dan beberapa pen[elasan LambahanŦ

Maslh dalam benLuk rlnakasanţ muncul klLab AlŴlrsvad vana kemudlan dlrlnakas laal oleh penullsnva
sendlrlţ lmam alŴnawawl (wŦ 676 P)ţ denaan [udul AlŴ1aqrlb wa alŴ1alslr ll Ma'rlfaL Sunan alŴ8asvlr wa alŴ
nadzlrŦ Anehnvaţ klLab vana merupakan rlnakasan darl klLabŴklLab sebelumnvaţ kemudlan dlberlkan
svarh oleh alŴSuvuLl (wŦ 911 P) dalam klLab vana dlberlnva [udul 1adrlb alŴ8awl fl Svarh 1aqrlb alŴ
nawawlŦ AlŴSuvuLl [uaa menulls klLab AlŴ1adznlb fl alŴZald ala alŴ1aqrlb vana menambal dl sanaŴslnl
kekuranaan klLab alŴnawawlŦ

8lnakasan Lerhadap karva lbn alŴShalah Lerus sa[a dllakukan para ahll PadlsŦ 8adr alŴuln Muhammad bln
lbrahlm bln !ama'ah alŴkannanl (wŦ 733 P)ţ mlsalnvaţ menulls klLab AlŴMlnhal alŴ8awl fl alŴPadls alŴ
nabawlţ vana kemudlan dlberlkan svarh oleh lzz alŴuln Muhammad bln Abl 8akar bln !ama'ah denaan
[udul AlŴManha[ alŴSawl fl Svarh alŴMlnhal alŴ8awlŦ Abu alŴllda' lmad alŴuln lsmall bln kaLslr (wŦ 774 P)
[uaa Lldak keLlnaaalanŦ la menulls lkhLlsar Lerhadap karva lbn alŴShalah lLu ke dalam saLu klLab vana
dlberlnva [udul AlŴ8a'ls alŴPaslsŦ upava serupa [uaa dllakukan oleh Ala' alŴuln alŴMardlnlţ 8aha' alŴuln alŴ
Andaluslţ dan beberapa ualama lalnnvaŦ

Selaln dalam benLuk svarh dan lkhLlsarţ karva lbn alŴShalah lnl [uaa mendorona para ulama unLuk
menullskan balLŴbalL svalr vana berlsl kaldahŴkaldah pokok llmu Padls sesual vana LercanLum dalam
klLab Muqaddlmah lbn alŴShalahŦ upava lnl dlkenal denaan nama nazham vana unLuk perLama kallnva
dllakukan oleh alŴZaln alŴlraql Abd alŴ8ahlm bln alŴPusaln (806 P)Ŧ 8ahkan la menulls hlnaaa serlbuŴan
(alflvah) balLŴbalL lLu dalam nazhm alŴuurar fl llm alŴALsar vana leblh mashur denaan [ulukan Alflvah alŴ
lraqlŦ

LnLah menaapa alŴlraql kemudlan [uaa memberlkan svarh Lerhadap balLŴbalLnva sendlrlŦ Ada dua svarh
vana dlLulls oleh alŴlraqlŦ Svarh vana rlnakas dan vana pan[ana lebarŦ Svarh vana rlnakas dlberlnva [udul
laLh alŴMuahls bl Svarh Alflvah alŴPadlsţ sedana vana pan[ana belum dlkeLahul [udulnvaŦ ul samplna lLuţ
balLŴbalL vana dlclpLakan alŴlraql lLu [uaa memacu para ulama unLuk memberlkan svarh Lerhadap svalr
aubahan alŴlraql lLuŦ Ada banvak ahll Padls vana menulls sebuah karva khusus menaomenLarl balLŴbalL
lLuţ seakan Lak henLlŴhenLlnva menauras eneral lde para ulamaŦ ul anLara seklan banvak karva lLuţ karva
alŴSakhawl vana dlberl [udul sama denaan svarh vana dlLulls alŴlraqlţ laLh alŴMuahls fl Svarh Alflvah alŴ
Padlsţ merupakan karva vana pallna cukup dlkenalŦ

Munakln mellhaL popularlLas Alflvah alŴlraql vana sedlmlklan hebaLţ alŴSuvuLlŸulama vana dlkenal rlval
llmlah alŴSakhawlŸlalu menulls klLab alflvah LenLana llmu Padls vana berlsl beberapa Lambahan
pen[elasan penLlna Lerhadap maLerl dalam Alflvah alŴlraqlŦ AlŴSuvuLl [uaa memberlkan svarh sendlrl
Lerhadap balLŴbalL vana dlbuaLnva lLuŦ namunţ svarh vana dlberlnva [udul AlŴ8ahr alŴLadzl Zakhar fl Svarh
Alflvah alŴALsarţ Lak selesal la rampunaan secara keseluruhanŦ 8elakanaan harlţ karva lLu dllenakapl oleh
ulama lndonesla asllţ Svekh Mahfuz alŴ1lrmaslŦ ulama kelahlran 1remasţ dekaL naawlţ menulls sebuah
svarh vana ber[udul Manha[ uzawl alŴnadhar fl Svarh MandhumaL llm alŴALsarţ vana hlnaaa klnl maslh
dl[adlkan ru[ukan dl beberapa perauruan Llnaal dl 1lmur 1enaahŦ

Þendeknvaţ karvaŴkarva vana menaapreslasl Muqaddlmah lbn alŴShalah lLu Lak pernah berhenLl menaallr
darl penaŴpena ulamaŴulama ahll PadlsŦ Memana Muqaddlmah lbn alŴShalah mempunval pesona vana
luar blasaţ sehlnaaa Lldak munakln semua karva lLu dapaL dlLullskan dl slnl saLu persaLuŦ Þendeknvaţ
eneral karvaŴkarva vana dlLulls dalam llmu Padls selalu merupakan apreslasl aLas karva lbn alŴShalah lLuŦ
Memana aauna Muqaddlmah lbn alŴShalah bealLu luar blasa dahsaLnvaŦ


r|enta||s dan I|mu nad|s

Se[ak masa vana sanaaL dlnlţ seperLl Lelah dlunakap dl mukaţ para ulama Lelah melakukan apa vana
dlsebuL ºkrlLlk Padls"ţ valLu menveleksl oLenLlslLas berlLa vana bersumber darl nabl Muhammad sawŦ
8ahkan upava lLu Lelah dllakukanţ keLlka nabl maslh hldupŦ Panva sa[aţ krlLlk Padls vana mereka lakukan
pada masa nabl maupun masa sahabaL LerbaLas pada krlLlk maLan PadlsŦ Masalahnva karena pada saaL
lLu fakLor dusLa Lldak dlkenal dalam perllaku hldup keseharlan merekaŦ

8aru sesudah Lerbunuhnva usman bln Affan pada Lahun 36 Pţ menvusul munculnva fakslŴfaksl pollLlk
dalam Lubuh umaL lslamţ para ulama dl samplna LeLap melakukan krlLlk maLan Padlsţ [uaa mulal
memberlakukan krlLlk rawl Padls dl mana seorana rawl sebaaal pembawa aLau perlwavaL Padls perlu
dlkeLahul ldenLlLasnvaţ apakah dla Lermasuk orana vana LaaL beraaama dan [u[ur vana kemudlan dlkenal
denaan lsLllah âdllţ apakah dla kuaL lnaaLannva dan Lldak pelupaţ vana kemudlan dlkenal denaan lslLlah
dhâblLţ dan lalnŴlalnŦ

Maka krlLerlaŴkrlLerla oLenLlslLas Padls kemudlan dlrumuskan oleh para ulama aenerasl sesudah merekaţ
bahwa Padls dlnvaLakan sebaaal shahlh (oLenLlk) apablla la memenuhl empaL svaraLŦ ?alLuţ la
dlrlwavaLkan denaan sanad ([alur Lransmlsl) vana bersambuna sampal pada nablŦ Sanad lnl Lerdlrl darl
oranaŴorana vana berLakwa dan kuaL lnaaLannvaţ semenLara maLerl Padls lLu Lldak berlawanan denaan
alŴCur'an dan Padls laln vana dlrlwavaLkan denaan sanad vaa leblh unaaul kuallLasnvaţ dan Lldak
menaanduna unsurŴunsur kecacaLanŦ

ÞersvaraLan oLenLlslLas Padls seperLl lLu Lelah dlLerapkan oleh para ulamaţ khususnva ahllŴahll Padlsţ
dalam menveleksl dan menakrlLlk Padlsţ se[ak abad perLama hl[rlah sampal klraŴklra abad keŴ13 hl[rlah
Lanpa ada seorana pun vana mempersoalkanŦ uan baru pada Lahun 1890 Mţ dunla penellLlan Padls
dlke[uLkan denaan munculnva meLoda 'baru' dalam krlLlk Padlsţ valLu seLelah LerblLnva buku
Muhammadenlshe SLudlen (SLudl lslam) vana dlLulls oleh lanas Coldzlherţ seorana orlenLalls ?ahudl
kelahlran Punaarla vana hldup anLara Lahun 1830Ŵ1921 Mţ dl mana la menolak krlLerla dan persvaraLan
oLenLlslLas Padls seperLl LersebuL dl aLasŦ uan se[ak saaL lLu sampal klnlţ buku Coldzlher lnl men[adl
ºklLab sucl" dl kalanaan orlenLalls

MenuruL perklraan ÞrofŦ urŦ MŦMŦ Azamlţ lanaz Coldzlher adalah sar[ana baraL vana perLama kall
melakukan ka[lan LenLana PadlsŦ kemudlanţ kurana leblh enam puluh Lahun sesudah LerblLnva buku
Coldzlher LersebuLţ !oseph SchacLŶvana [uaa orlenLalls ?ahudlŸmenerblLkan hasll penellLlannva LenLana
Padlsţ dalam sebuah buku ber[udul 1he Crlalns of Muhammadan !urlsprudenceŦ konon leblh darl
sepuluh Lahun la melakukan penellLlan PadlsŦ uan se[ak saaL lLu 1930 Pţ buku !Ŧ SchacL [uaa men[adl
ºklLab sucl" kedua dl kalanaan orlenLallsŦ

ul bandlna lŦ Colzlherţ !Ŧ SchacL memlllkl ºkeunaaulan"ţ karena SchacL sampal pada keslmpulan vana
mevaklnkan bahwa Lldak ada saLu pun Padls vana oLenLlk berasal darl nabl sawţ khusunva PadlsŴhadls
vana berkalLan denaan hukum lslamŦ SemenLara Coldzlher hanva pada keslmpulan vana meraaukan
adanva oLenLlslLas PadlsŦ karenanvaţ dl kalanaan orlenLallsţ buku SchacL lnl memperoleh repuLasl vana
luar blasaŦ 1ak kurana darl ÞrofŦ Clbb menaaLakan bahwa buku SchacL lnl kelak akan men[adl ru[ukan
pokok baal semua ka[lan LenLana Þeradaban dan Pukum lslamţ pallna Lldak dl dunla 8araLŦ 8ahkan ÞrofŦ
Anderson darl unlverslLas London melarana mahaslswanva menakrlLlk buku SchacL lLuŦ

Meskl demlklan Lldak semua ka[lan vana dllakukan oleh kalanaan orlenLalls blsa dlkaLakan oLenLlkţ
memenuhl sLandar llmlah dan nllal akademlsŦ SeLelah LerblLnva dua buku lLuţ kalanaan orlenLalls [uaa
menaalaml kevakuman selama Llaa perempaL abadŦ Mereka dalam kurun wakLu lLu Lldak pernah
menerblLkan bukuţ kecuall hanva menerblLkan beberapa makalahŦ ka[lan LenLana Padlsţ mlsalnvaţ hanva
blsa dlllhaL dalam sebuah buku vana dlLulls AŦ Culllaume ber[udul 1he 1radlLlons of lslam (PadlsŴhadls
lslam)Ŧ lLupun oleh Azaml dlanaaap sebaaal sebuah karva vana men[lplak Leorl ColdzlherŦ karena la sama
sekall Lldak menvuauhkan sesuaLu vana baru dalam penellLlan PadlsŦ karenanvaţ menuruL Azamlţ buku
Culllame lnl Lldak memlllkl nllal llmlahŦ Pal serupa [uaa dapaL dldapaLl pada karva ÞrofŦ 8obsonţ vana
Lelah mener[emahkan klLab Mlsvkah alŴMashablh dan alŴMadkhal karva alŴPaklmţ dl mana la semula
dlharapkan dapaL merlvlsl pendapaL Coldzlher dan SchacLŦ namun LernvaLa la [uaa Lerkecoh oleh LeorlŴ
Leorl SchacLŦ

8aaalmanapun [uaaţ LernvaLa pemlklranŴpemlklran kalanaan orlenLallsţ LeruLama lanaz Coldzlherţ
berpenaaruh sanaaL luasŦ 8ukan hanva dl kalanaan orlenLalls sa[aţ melalnkan [uaa dl kalanaan pemlklr
MusllmŦ SebuL sa[a mlsalnvaţ Ahmad Amlnţ seorana pemlklr kenamaan darl MeslrŦ laţ dalam bukunva
la[r alŴlslamţ banvak Lerkecoh oleh LeorlŴLeorl Coldzlher dalam menakrlLlk PadlsŦ 8ealLu pula seorana
vana bernama Mahmud Abu 8avahţ [uaa berasal darl Meslrţ dalam bukunva Adhwa 'ala alŴSunnah alŴ
MuhammadlvahŦ la [uaa banvak menalkuLl meLodaŴmeLoda ColdzlherŦ 8ahkan Abu 8avah leblh sadls
dalam membanLal ahllŴahll Padls dlbandlna Ahmad AmlnŦ

uan vana Lldak kalah menarlknva adalah seorana ulama konLemporerţ Svelkh Muhammad alŴChazallŦ
8alk dalam bukunva alŴSunnah alŴnabawlvvah balna Ahl alŴllqh wa Ahl alŴPadlLsţ maupun dalam dlskuslŴ
dlskusl vana dladakan dl Calro dan lalnŴlalnţ bellau banvak melakukan krlLlk Padls denaan prlnslpŴprlnslp
vana [uaa dlpakal oleh kalanaan orlenLallsţ mesklpun Lldak dapaL dlkaLakan bellau Lerkecoh seraLus
persen denaan LeorlŴLeorl orlenLallsŦ

Þadahalţ seklranva blla dlka[l leblh mendalam menaenal apa vana Lelah dllakukan oleh kalanaan
orlenLallsţ akan dldapaL bahwa sebaalan mereka LernvaLa menaabalkan prlnslpŴprlnslp llmlah dan
kenvaLaan se[arahŦ Coldzlher sendlrl mlsalnvaţ menuduh alŴZuhrl memalsu Padls unLuk kepenLlnaan Abd
alŴMallk bln Marwan vana beroposlsl denaan lbn alŴZubalrŦ kenvaLaannvaţ alŴZuhrl Lldak pernah berLemu
denaan Abd alŴMallk kecuall sesudah Lu[uh Lahun seLelah wafaLnva lbn alŴZubalrŦ

Coldzlher [uaa merubah kuLlpan Leks pernvaLaan alŴZuhrl vana LerdapaL dalam klLab lbn alŴSa'ad dan lbn
alŴAsaklrŦ kaLa ºahadlLs" dalam pernvaLaan alŴZuhrl vana menaaLakanţ ºlnna haulal alŴumara akrahuna
'ala klLabah ahadlLs" vana sesunaauhnva berbenLuk deflnlLlf (ma'rlfah)ţ valLu ºalŴahadlLs"Ŧ lnl Lampaknva
bukan keLldaksenaa[aan ColdzlherŦ karena la denaan pasLl menaerLl bahwa [lka Lldak memakal ºal"ţ
maka konsekuensl maknanva akan berbeda denaan [lka memakal ºal"Ŧ ÞenaerLlan ucapan alŴZuhrl vana
asll adalahţ para pe[abaL lLu Lelah memaksanva unLuk menullskan PadlsŴhadls nabawl vana pada saaL lLu
sudah ada LeLapl belum Lerhlmpun dalam suaLu bukuŦ SemenLara penaerLlan ucapannva dalam kuLlpan
Coldzlher adalahţ para pe[abaL lLu Lelah memaksanva unLuk menulls Padls vana belum pernah ada saaL
lLuŦ

ÞllnLlranŴpllnLlran seperLl lnl menaaklbaLkan Coldzlher dapaL denaan mudah melakukan apa sa[a vana la
mau unLuk mendukuna Leorl dan Lu[uan vana hendak dlcapalnvaŦ Sehlnaaa dalam Leorlnva dapaL
dlLemukan ucapan Coldzlher vana menaaLakanţ º8aalan Lerbesar darl Padls Lldak laln adalah hasll
perkembanaan lslam pada abad perLama dan keduaţ balk dalam bldana keaaamaanţ pollLlkţ maupun
soclalŦ 1ldaklah benar pendapaL vana menaaLakan bahwa Padls merupakan dokumen lslam vana sudah
ada se[ak masa dlnlţ melalnkan adalah penaaruh perkembanaan lslam pada masa kemaLanaan"Ŧ lnl pula
vana menaaklbaLkan SchacL menaaLakanţ º8aalan Lerbesar darl sanad pada mulanva muncul dalam
benLuk vana sanaaL sederhanaţ kemudlan mencapal LlnakaL kesempurnaannva pada paruh kedua darl
abad keLlaa hl[rah"Ŧ


Sejarah Singkat Perkembangan Al-Hadits
November 25, 2010 · Posted in Bacaan Sahabat Muslim
Sejarah Singkat Perkembangan Al-Hadits.
Para ulama membagi perkembangan hadits itu kepada 7 periode yaitu :
O Masa wahyu dan pembentukan hukum ( pada Zaman Rasul : 13 SH 11 SH ).
O Masa pembatasan riwayat ( masa khulaIaur-rasyidin : 12-40 H ).
O Masa pencarian hadits ( pada masa generasi tabi`in dan sahabat-sahabat muda : 41 H
akhir abad 1 H ).
O Masa pembukuan hadits ( permulaan abad II H ).
O Masa penyaringan dan seleksi ketat ( awal abad III H ) sampai selesai.
O Masa penyusunan kitab-kitab koleksi ( awal abad IV H sampai iatuhnya Baghdad pada
tahun 656 H ).
O Masa pembuatan kitab syarah hadits, kitab-kitab tahrii dan penyusunan kitab-kitab
koleksi yang lebih umum ( 656 H dan seterusnya ).
Pada zaman Rasulullah al-Hadits belum pernah dituliskan sebab :
O Nabi sendiri pernah melarangnya, kecuali bagi sahabat-sahabat tertentu yang diizinkan
beliau sebagai catatan pribadi.
O Rasulullah berada ditengah-tengah ummat Islam sehingga dirasa tidak sangat perlu untuk
dituliskan pada waktu itu.
O Kemampuan tulis baca di kalangan sahabat sangat terbatas.
O Ummat Islam sedang dikonsentrasikan kepada Al-Qur`an.
O Kesibukan-kesibukan ummat Islam yang luar biasa dalam menghadapi periuangan
da`wah yang sangat penting.
Pada zaman-zaman berikutnya pun ternyata al-Hadits belum sempat dibukukan karena sebab-
sebab tertentu. Baru pada zaman Umar bin Abdul Azis, khaliIah ke-8 dari dinasti Bani
Umayyah ( 99-101 H ) timbul inisiatiI secara resmi untuk menulis dan membukukan hadits itu.
Sebelumnya hadits-hadits itu hanya disampaikan melalui haIalan-haIalan para sahabat yang
kebetulan hidup lama setelah Nabi waIat dan pada sa`at generasi tabi`in mencari hadits-hadits
itu.
Diantara sahabat-sahabat itu ialah :
Abu Hurairah, meriwayatkan hadits sekitar 5374 buah. Abdullah bin Umar bin Khattab,
meriwayatkan sekitar 2630 buah. Anas bin Malik, meriwayatkan sebanyak 2286 buah. Abdullah
bin Abbas, meriwayatkan sebanyak 1160 buah. Aisyah Ummul Mu`minin, meriwayatkan
sebanyak 2210 buah. Jabir bin Abdillah meriwayatkan sebanyak 1540 buah. Abu Sa`id al-
Hudri meriwayatkan 1170 buah.
Kenapa kemudian Hadits DikodiIikasi.
KodiIikasi Hadits itu iustru dilatar belakangi oleh adanya usaha-usaha untuk membuat dan
menyebarluaskan hadits-hadits palsu dikalangan ummat Islam, baik yang dibuat oleh ummat
Islam sendiri karena maksud-maksud tertentu, maupun oleh orang-orang luar yang sengaia untuk
menghancurkan Islam dari dalam. Dan sampai saat ini ternyata masih banyak hadits-hadits palsu
itu bertebaran dalam beberapa literatur kaum Muslimin. Di samping itu tidak sedikit pula
kesalahan-kesalahan yang berkembang dikalangan masyarakat Islam, berupa anggapan terhadap
pepatah-pepatah dalam bahasa Arab yang dinilai mereka sebagai hadits.
Walaupun ditiniau dari segi isi materinya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok aiaran
Islam, tetapi kita tetap tidak boleh mengatakan bahwa sesuatu ucapan itu sebagai ucapan
Rasulullah kalau memang bukan sabda Rasul. Sebab Sabda Rasulullah : ¨ Barangsiapa berdusta
atas namaku maka siap-siap saia tempatnya dineraka '.
Alhamdulillah, berkat iasa-iasa dari ulama-ulama yang saleh, hadits-hadits itu kemudian sempat
dibukukan dalam berbagai macam buku, serta diadakan seleksi-seleksi ketat oleh mereka sampai
melahirkan satu disiplin ilmu tersendiri yang disebut Ilmu Musthalah Hadits. Walaupun usaha
mereka belum dapat membendung seluruh usaha-usaha penyebaran hadits-hadits palsu dan
lemah, namun mereka telah melahirkan norma-norma dan pedoman-pedoman khusus untuk
mengadakan seleksi sebaik-baiknya yang dituangkan dalam ilmu musthalah hadits tersebut.
Sehingga dengan pedoman itu ummat Islam sekarang pun dapat mengadakan seleksi-seleksi
seperlunya. Nama-nama Ishak bin Rahawih, Imam Bukhari, Imam Muslim, ar-Rama at-
Turmudzi, al-Madini, Ibnu Shalah dan banyak lagi ulama-ulama saleh lainnya adalah rentetan
nama-nama yang besar iasanya dalam usaha penyelamatan hadits-hadits dari kepalsuan-
kepalsuan sehingga lahirlah ilmu tersebut.
Untuk memberikan gambaran perkembangan hadits dapat kita perhatikan perkembangan
kelahiran kitab-kitab hadits dan ilmu-ilmu hadits.
Perkembangan Kitab-kitab Hadits
A. Cara penyusunan kitab-kitab hadits.
Dalam penyusunan kitab-kitab hadits para ulama menempuh cara-cara antara lain :
1. Penyusunan berdasarkan bab-bab Iiqhiyah, mengumpulkan hadits-hadits yang berhubungan
dengan shalat umpamanya dalam babush-shalah,hadits-hadits yang berhubungan dengan masalah
wudhu dalam babul-wudhu dan sebagainya. Cara ini terbagi dua macam :
O Dengan mengkhususkan hadits-hadits yang shahih saia, seperti yang ditempuh oleh Imam
Bukhari dan Muslim.
O Dengan tidak mengkhususkan hadits-hadits yang shahih ( asal tidak munkar ), seperti
yang ditempuh oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa`I, dan sebagainya.
2. Penyusunan berdasarkan nama-nama sahabat yang meriwayatkannya. Cara ini terbagi dua
macam :
O Dengan menyusun nama-nama sahabat berdasarkan abiad.
O Dengan menyusun nama-nama sahabat berdasarkan nama qabilah. Mereka dahulukan
Banu Hasyim, kemudian qabilah yang terdekat dengan Rasulullah.
O Dengan menyusun nama-nama sahabat berdasarkan kronologik masuknya Islam. Mereka
didahulukan sahabat-sahabat yang termasuk assabiqunal awwalun kemudian ahlul Badr,
kemudian ahlul Hudaibiyah, kemudian yang turut hiirah dan seterusnya.
O Dengan menyusun sebagaimana ketiga dan dibagi-bagi berdasarkan awamir, nawahi,
ikhbar, ibadat, dan aI`alun nabi. Seperti yang ditempuh oleh Ibnu Hibban dalam
shahehnya.
3. Penyusunan berdasarkan abiad-abiad huruI dari awal matan hadits, seperti yang ditempuh oleh
Abu Mansur Abdailani dalam Musnadul Firdausi dan oleh as-Suyuti dalam Jamiush-Shagir.
B. Kitab-kitab Hadits Pada Abad ke I H.
1. Ash-ShahiIah oleh Imam Ali bin Abi Thalib.
2. Ash-Shadiqah oleh Imam Abdullah bin Amr bin Ash.
3. DaItar oleh Imam Muhammad bin Muslim ( 50 124 H ).
4. Kutub oleh Imam Abu Bakar bin Hazmin.
Keempat-empatnya tidak sampai ke tangan kita, iadi hanya berdasarkan keterangan seiarah saia
yang dapat dipertanggung-iawabkan.
C. Kitab-kitab Hadits Pada Abad ke-2 H.
1. Al-Musnad oleh Imam Abu HaniIah an-Nu`man ( waIat 150 H ).
2. Al-Muwaththa oleh Imam Malik Anas ( 93 179 H ).
3. Al-Musnad oleh Muhammad bin Idris asy-SyaIi`I ( 150 204 H ).
4. MukhtaliIul Hadits oleh Muh, bin Idris asy-SyaIi`I ( 150 204 H ).
5. Al-Musnad oleh Imam Ali Ridha al-Katsin ( 148 203 H ).
6. Al-Jami` oleh Abdulrazaq al-Hamam ash Shan`ani ( waIat 311 H ).
7. MushannaI oleh Imam Syu`bah bin Jaiai ( 80 180 H ).
8. MushannaI oleh Imam Laits bin Sa`ud ( 94 175 H ).
9. MushannaI oleh Imam SuIyan bin Uyaina ( 107 190 H ).
10. as-Sunnah oleh Imam Abdurrahman bin Amr al-Auza`i ( waIat 157 H).
11. as-Sunnah oleh Imam Abd bin Zubair b. Isa al-Asadi.
Seluruh kitab-kitab hadits yang ada pada abad ini tidak sampai kepada kita kecuali 5 buah saia
yaitu nomor 1 sampai dengan 5.
Perkembangan Kitab-kitab Hadits
D. Kitab-kitab Hadits pada abad ke-3 H.
1. Ash-Shahih oleh Imam Muh bin Ismail al-Bukhari ( 194 256 H ).
2. Ash-Shahih oleh Imam Muslim al-Haiiai ( 204 261 H ).
3. As-Sunan oleh Imam Abu Isa at-Tirmidzi ( 209 279 H ).
4. 4. As-Sunan oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy`at ( 202 275 H ).
5. As-Sunan oleh Imam Ahmad b.Sya`ab an-Nasai ( 215 303 H ).
6. As-Sunan oleh Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman ad Damiri ( 181 255
H ).
7. As-Sunan oleh Imam Muhammad bin Yazid bin Maiah Ibnu Maiah ( 209 - 273 H ).
8. Al-Musnad oleh Imam Ahmad bin Hambal ( 164 241 H).
9. Al-Muntaqa al-Ahkam oleh Imam Abd Hamid bin Jarud ( waIat 307 H ).
10. Al-MushannaI oleh Imam Ibn. Abi Syaibah ( waIat 235 H ).
11. Al-Kitab oleh Muhammad Sa`id bin Manshur ( waIat 227 H ).
12. Al-MushannaI oleh Imam Muhammad Sa`id bin Manshur ( waIat 227 H ).
13. Tandzibul AIsar oleh Imam Muhammad bin Jarir at-Thobari ( waIat 310 H ).
14. Al-Musnadul Kabir oleh Imam Baqi bin Makhlad al-Qurthubi ( waIat 276 H ).
15. Al-Musnad oleh Imam Ishak bin Rawahaih ( waIat 237 H ).
16. Al-Musnad oleh Imam Ubaidillah bin Musa ( waIat 213 H ).
17. Al-Musnad oleh Abdibni ibn Humaid ( waIat 249 H ).
18. Al-Musnad oleh Imam Abu Ya`la ( waIat 307 H ).
19. Al-Musnad oleh Imam Ibn. Abi Usamah al-Harits ibn Muhammad at-Tamimi ( 282 H ).
20. Al-Musnad oleh Imam Ibnu Abi Ashim Ahmad bin Amr asy-Syaibani ( waIat 287 H ).
21. Al-Musnad oleh Imam Ibnu Abi`amrin Muhammad bin Yahya Aladani ( waIat 243 H ).
22. Al-Musnad oleh Imam Ibrahim bin al-Askari ( waIat 282 H ).
23. Al-Musnad oleh Imam bin Ahmad bin Syu`aib an-Nasai ( waIat 303 H ).
24. Al-Musnad oleh Imam Ibrahim bin Ismail at-Tusi al-Anbari ( waIat 280 H ).
25. Al-Musnad oleh Imam Musaddad bin Musarhadin ( waIat 228 ).
Dan masih banyak sekali kitab-kitab musnad yang ditulis oleh para ulama abad ini.
E. Kitab-kitab Hadits Pada Abad ke-4 H.
1. Al-Mu`iam Kabir, ash-Shagir dan al-Ausath oleh Imam Sulaiman bin Ahmad ath-
Thabrani ( waIat 360 H ).
2. As-Sunan oleh Imam Darulkutni ( waIat 385 H ).
3. Ash-Shahih oleh Imam Abu Hatim Muhammad bin Habban ( waIat 354 H ).
4. Ash-Shahih oleh Imam Abu Awanah Ya`qub bin Ishaq ( waIat 316 H ).
5. Ash-Shahih oleh Imam Ibnu Huzaimah Muhammad bin Ishaq ( waIat 311 H ).
6. Al-Muntaqa oleh Imam Ibnu Saqni Sa`id bin`Usman al-Baghdadi ( waIat 353 H ).
7. Al-Muntaqa oleh Imam Qasim bin Asbagh ( waIat 340 H ).
8. Al-MushannaI oleh Imam Thahawi ( waIat 321 H ).
9. Al-Musnad oleh Imam Ibnu Jami Muhammad bin Ahmad ( waIat 402 H ).
10. Al-Musnad oleh Imam Muhammad bin Ishaq ( waIat 313 H ).
11. Al-Musnad oleh Imam Hawarizni ( waIat 425 H ).
12. Al-Musnad oleh Imam Ibnu Natsir ar-Razi ( waIat 385 H ).
13. Al-Mustadrak ala-Shahihaini oleh Imam Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-
Hakim an-Naisaburi ( 321 405 H ).
F. Tingkatan Kitab Hadits.
Menurut penyelidikan para ulama ahli hadits secara garis besar tingkatan kitab-kitab hadits
tersebut bisa dibagi sebagai berikut :
1. Kitab Hadits ash-Shahih yaitu kitab-kitab hadits yang telah diusahakan para penulisnya untuk
hanya menghimpun hadits-hadits yang shahih saia.
2. Kitab-kitab Sunan yaitu kitab-kitab hadits yang tidak sampai kepada deraiat munkar.
Walaupun mereka memasukkan iuga hadits-hadits yang dha`iI ( yang tidak sampai kepada
munkar ). Dan sebagian mereka menielaskan kedha`iIannya.
3. Kitab-kitab Musnad yaitu kitab-kitab hadits yang iumlahnya sangat banyak sekali. Para
penghimpunnya memasukkan hadits-hadits tersebut tanpa penyaringan yang seksama dan teliti.
Oleh karena itu didalamnya bercampur-baur diantara hadits-hadits yang shahih, yang dha`iI dan
yang lebih rendah lagi. Adapun kitab-kitab lain adalah diseiaiarkan dengan al-Musnad ini.
Diantara kitab-kitab hadits yang ada, maka Shahih Bukhari-lah kitab hadits yang terbaik dan
meniadi sumber kedua setelah al-Qur`an, dan kemudian menyusul Shahih Muslim. Ada para
ulama hadits yang meneliti kitab Muslim lebih baik daripada Bukhari, tetapi ternyata kurang
dapat dipertanggungiawabkan, walaupun dalam cara penyusunan hadits-hadits, kitab Muslim
lebih baik daripada Bukhari, sedang syarat-syarat hadits yang digunakan Bukhari ternyata tetap
lebih ketat dan lebih teliti daripada apa yang ditempuh Muslim. Seperti tentang syarat yang
diharuskan Bukhari berupa keharusan kenal baik antara seorang penerima dan penyampai hadits,
dimana bagi Muslim hanya cukup dengan muttashil ( bersambung ) saia.
g. Kitab-kitab Shahih Selain Bukhari Muslim.
Ada beberapa ulama yang telah berusaha menghimpun hadits-hadits shahih sebagaimana yang
ditempuh oleh Bukhari dan Muslim, akan tetapi menurut penyelidikan ahli-ahli hadits, ternyata
kitab-kitab mereka tidak sampai kepada tingkat kualitas kitab-kitab Bukhari dan Muslim.
Para ulama yang menyusun Kitab Shahih tersebut ialah :
1. Ibnu Huzaimah dalam kitab ash-Shahih.
2. Abu Awanah dalam kitab ash-Shahih.
3. Ibnu Hibban dalam kitab at-Taqsim Walarba.
4. Al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak.
5. Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa.
6. Ibnu Abdil Wahid al-Maqdisi dalam kitabnya al-Mukhtarah.
Menurut sebagian besar para ulama hadits, diantara kitab-kitab hadits ada 7 ( tuiuh ) kitab hadits
yang dinilai terbaik yaitu :
1. Ash-Shahih Bukhari.
2. Ash-Shahih Muslim.
3. Ash-Sunan Abu-Dawud.
4. As-Sunan Nasai.
5. As-Sunan Tirmidzi.
6. As-Sunan Ibnu Maiah.
7. Al-Musnad Imam Ahmad.
Perkembangan Ilmu Hadits
Ilmu Hadits yang kemudian populer dengan ilmu mushthalah hadits adalah salah satu cabang
disiplin ilmu yang semula disusun oleh Abu Muhammad ar-Rama al-Hurmuzi ( waIat 260 ),
walaupun norma-norma umumnya telah timbul seiak adanya usaha pengumpulan dan
penyeleksian hadits oleh masing-masing penulis hadits.
Secara garis besarnya ilmu hadits ini terbagi kepada dua macam yaitu : ilmu hadits riwayatan
dan ilmu hadits dirayatan. Ilmu hadits dirayatan membahas hadits dari segi diterima atau
tidaknya, sedang ilmu hadits riwayatan membahas materi hadits itu sendiri. Dalam
perkembangan berikutnya telah lahir berbagai cabang ilmu hadits, seperti :
O Ilmu riialul hadits, yaitu ilmu yang membahas tokoh-tokoh yang berperan dalam
periwayatan hadits.
O Ilmu iarh wat-ta`dil, yaitu ilmu yang membahas tentang iuiur dan tidaknya pembawa-
pembawa hadits.
O Ilmu panilmubhamat, yaitu ilmu yang membahas tentang orang-orang yang tidak nampak
peranannya dalam periwayatan suatu hadits.
O Ilmu tashiI wat-tahriI, yaitu ilmu yang membahas tentang hadits-hadits yang berubah titik
atau bentuknya.
O Ilmu ilalil hadits, yaitu ilmu yang membahas tentang penyakit-penyakit yang tidak
nampak dalam suatu hadits, yang dapat meniatuhkan kwalitas hadits tersebut.
O Ilmu gharibil hadits, yaitu ilmu yang membahas tentang kalimat-kalimat yang sukar
dalam hadits.
O Ilmu asbabi wurudil hadits, yaitu ilmu yang membahas tentang sebab timbulnya suatu
hadits.
O Ilmu talIiqil hadits, yaitu ilmu yang membahas tentang cara mengumpulkan hadits yang
nampaknya bertentangan.
O Dan lain-lain.
Seleksi Hadits
Dengan menggunakan berbagai macam ilmu hadits itu, maka timbullah berbagai macam nama
hadits, yang disepakati oleh para ulama, yang sekaligus dapat menuniukkan ienis, siIat, bentuk,
dan kualitas dari suatu hadits. Yang paling penting untuk diketahui adalah pembagian hadits itu
atas dasar kualitasnya yaitu :
O Maqbul ( dapat diterima sebagai pedoman ) yang mencakup hadits shahih dan hadits
hasan.
O Mardud ( tidak dapat diterima sebagai pedoman ) yang mencakup hadits dha`iI / lemah
dan hadits maudhu` / palsu.
Usaha seleksi itu diarahkan kepada tiga unsur hadits, yaitu :
a. Matan ( materi hadits ).
Suatu materi hadits dapat dinilai baik apabila materi hadits itu tidak bertentangan dengan al-
Qur`an atau hadits lain yang lebih kuat, tidak bertentangan dengan realita, tidak bertentangan
dengan Iakta seiarah, tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok aiaran Islam. Untuk
sekedar contoh dapat kita perhatikan hadits-hadits yang dinilai baik,tapi bertentangan isi
materinya dengan al-Qur`an :
1. Hadits yang mengatakan bahwa ¨ Seorang mayat akan disiksa oleh Tuhan karena ratapan ahli
warisnya ', adalah bertentangan dengan Iirman Allah : ¨ Wala taziru waziratun wizra ukhra ¨
yang artinya ¨ Dan seseorang tidak akan memikul dosa orang lain ¨ ( al-An`an : 164 ).
2. Hadits yang mengatakan : ¨ Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan punya hutang
puasa, maka hendaklah dipuasakan oleh walinya ', adalah bertentangan dengan Iirman Allah : ¨
Wa allaisa lil insani illa ma-sa`a ', yang artinya : ¨ Dan seseorang tidak akan mendapatkan
pahala apa-apa kecuali dari apa yang dia keriakan sendiri '. ( an-Naim : 39 ).
Ada satu norma yang disepakati oleh mayoritas ulama, yaitu : ¨ Apabila Qur`an dan hadits
bertentangan, maka ambillah Qur`an '.
b. Sanad ( persambungan antara pembawa dan penerima hadits ).
Suatu persambungan hadits dapat dinilai segala baik, apabila antara pembawa dan penerima
hadits benar-benar bertemu bahkan dalam batas-batas tertentu berguru. Tidak boleh ada orang
lain yang berperanan dalam membawakan hadits tapi tidak nampak dalam susunan pembawa
hadits itu.
Apabila ada satu kaitan yang diragukan antara pembawa dan penerima hadits, maka hadits itu
tidak dapat dimasukkan dalam kriteria hadits yang maqbul.
c. Rawi ( orang-orang yang membawakan hadits ) :
Seseorang yang dapat diterima haditsnya ialah yang memenuhi syarat-syarat :
1. Adil, yaitu orang Islam yang baligh dan iuiur, tidak pernah berdusta dan membiasakan
dosa.
2. HaIizh, yaitu kuat haIalannya atau mempunyai catatan pribadi yang dapat
dipertanggungiawabkan.
Berdasarkan kriteria-kriteria seleksi tersebut, maka iumhur ( mayoritas ) ulama berpendirian
bahwa kitab ash-Shahih Bukhari dan kitab ash-Shahih Imam Muslim dapat diiamin
keshahihannya ditiniau dari segi sanad dan rawi. Sedang dari segi matan kita dapat memberikan
seleksinya dengan pedoman-pedoman diatas. Beberapa langkah praktis dalam usaha seleksi
hadits, apakah sesuatu hadits itu maqbul atau tidak adalah :
1. Perhatikan materinya sesuai dengan norma diatas.
2. Perhatikan kitab pengambilannya ( rowahu ÷ diriwayatkan atau ahraiahu ÷ dikeluarkan ).
Apabila matannya baik diriwayatkan oleh Bukhari atau Muslim, maka dapat dinilai hadits
itu shahih atau paling rendah hasan.
Dengan demikian dapat dikatakan shahih apabila uiung hadits itu oleh para ulama diberi kata-
kata :
O Diriwayatkan / dikeluarkan oleh iama`ah.
O Diriwayatkan / dikeluarkan oleh Imam 7.
O Diriwayatkan / dikeluarkan oleh Imam 6.
O Diriwayatkan / dikeluarkan oleh dua syaikh ( Bukhari dan Muslim ).
O Disepakati oleh Bukhari dan Muslim ( MuttaIaqun alaihi ).
O Diriwayatkan oleh Bukhari saia atau oleh Muslim saia.
O Diriwayatkan oleh ..dan disyahkan oleh Bukhari atau Muslim.
O Diriwayatkan oleh ..dengan syarat Bukhari atau Muslim.
3. Apabila sesuatu hadits sudah baik materinya tetapi tidak termasuk dalam persyaratan pun 2
diatas maka hendaknya diperhatikan komentar-komentar ulama terhadap hadits itu seperti :
Komentar baik : Hadits quwat, hadits shahih,hadits iayyid, hadits baik, hadits pilihan dan
sebagainya.
Komentar ielek : Hadits putus, hadits lemah, hadits ada illatnya, mauquI, maqthu, mudallas,
munkar, munqathi, muallak, dan lain sebagainya.
Dalam hal ini kita akan menemukan sesuatu hadits yang mendapatkan penilaian berbeda /
bertentangan antara seorang ulama dan lainnya. Maka langkah kita adalah : dahulukan yang
mencela sebelum yang memuii ( ¨ Al-iarhu Muqaddamun alat ta`dil ¨ ). Hal ini apabila dinilai
oleh sama-sama ahli hadits. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah bahwa tidak semua komentar
ulama tersebut dapat dipertanggungiawabkan. Artinya sesuatu hadits yang dikatakan oleh para
ulama shahih, kadang-kadang setelah diteliti kembali ternyata tidak demikian. Contohnya dalam
hadits kita akan menemukan kata-kata dan dishahihkan oleh Imam Hakim, oleh Ibnu Huzaimah
dan lain-lain, tetapi ternyata hadits tersebut tidak shahih ( belum tentu shahih ).
4. Apabila langkah-langkah diatas tidak mungkin ditempuh atau belum memberikan kepastian
tentang keshahihan sesuatu hadits, maka hendaknya digunakan norma-norma umum seleksi,
seperti yang diterangkan diatas, yaitu menyelidiki langsung tentang seiarah para rawi dan lain-
lain, dan untuk ini telah disusun oleh para ulama terdahulu seiumlah buku-buku yang membahas
tentang seiarah dan keadaan para pembawa hadits, seperti yang pernah dilakukan oleh al-Bukhari
dalam bukunya ad-Dhu`aIa ( kumpulan orang-orang yang lemah haditsnya ).
9. Masalah Hadits-hadits Palsu ( Maudhu` )
Perpecahan dibidang politik dikalangan ummat Islam yang memuncak dengan peristiwa
terbunuhnya Utsman bin AIIan, KhaliIah ke-3 dari khulaIa`ur rasyidin, dan bentrok seniata
antara kelompok pendukung Ali bin Abi Thalib dan pendukung Mu`awiyah bin Abu SuIyan,
telah mempunyai pengaruh yang cukup besar kearah timbulnya usaha-usaha sebagian ummat
Islam membuat hadits-hadits palsu guna kepentingan politik. Golongan Syi`ah sebagai
pendukung setia kepemimpinan Ali dan keturunannya yang kemudian tersingkirkan dari
kekuasaan politik waktu itu, telah terlibat dalam penyaiian hadits-hadits palsu untuk membela
pendirian politiknya.
Golongan ini termasuk golongan yang paling utama dalam usaha membuat hadits-hadits palsu
yang kemudian disusul oleh banyak kelompok ummat Islam yang tidak sadar akan bahaya usaha-
usaha yang demikian. Golongan RaIidhah ( salah satu sekte Syiah ) dinilai oleh seiarah sebagai
golongan yang paling banyak membuat hadits-hadits palsu itu. Diantara hadits-hadits palsu yang
membahayakan bagi kemurnian aiaran Islam, pertama-tama yalah yang dibuat oleh orang-orang
iahat yang sengaia untuk mengotorkan aiaran Islam dan menyesatkan ummatnya.
Kemudian yang kedua yang dibuat oleh ummat Islam sendiri yang maksudnya baik seperti untuk
mendorong orang Islam beribadah lebih raiin dan lain sebagainya, tetapi lupa akan dasar yang
lebih pokok dan lebih prinsipil dalam agama. Dengan demikian motiI-motiI pembuatan hadits
palsu itu dapat kita simpulkan antara lain sebagai berikut :
O Karena politik dan kepemimpinan;
O Karena Ianatisme golongan dan bahasa;
O Karena keiahatan untuk sengaia mengotori aiaran Islam;
O Karena dorongan untuk berbuat baik tetapi bodoh tentang agama;
O Karena keanehan-keanehan seiarah dan lain-lain;
O Karena soal-soal Iiqh dan pendapat dalam bidang ilmu kalam;
O Dan lain-lain.
Keadaan demikian telah mendorong para ulama saleh untuk tampil ke depan berusaha
mengadakan seleksi dan koreksi serta menyusun norma-norma dalam memilih hadits-hadits yang
baik dan norma-norma dalam memilih hadits-hadits yang palsu. Mereka sempat mengumpulkan
seiumlah nama-nama orang yang baik dan seiumlah nama-nama orang yang biasa membuat
hadits palsu. Mereka menyusun kitab-kitab khusus yang membahas hadits-hadits yang baik.
Untuk mengetahui bahwa sesuatu hadits itu adalah hadits palsu, kita dapat mengenal beberapa
ciri-cirinya antara lain :
a. Pengakuan pembuatnya.
Di dalam catatan seiarah sering teriadi para pembuat hadits palsu berterus terang atas perbuatan
iahatnya. Baik karena terpaksa maupun karena sadar dan taubat. Abu Ismah Nuh bin Maryam (
bergelar Nuh al-Jami ) telah berterus terang mengakui perbuatannya dalam membuat hadits-
hadits palsu yang berhubungan dengan keutamaan-keutamaan surat al-Qur`an. Ia sandarkan
hadits-haditsnya itu kepada Ibnu Abbas. Maisarah bin Abdi Rabbih al-Farisi, iuga telah
berterus-terang mengakui perbuatannya membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan al-
Qur`an dan keutamaan Ali bin Abi Thalib. Dalam hal ini memang perlu kita catat bahwa tidak
semua pengakuan itu lantas harus secara otomatis kita percayai. Sebab mungkin saia
pengakuannya itu iustru adalah dusta dan palsu.
b. Perawinya sudah terkenal sebagai pembuat hadits-hadits maudhu`, dan hadits atau keterangan
lain yang baik / tidak ada sama sekali ( dalam soal yang sama ).
c. Isi atau materinya bertentangan dengan akal pikiran yang sehat. Sebagai contoh hadits-hadits
sebagai berikut : ' Sesungguhnya perahu Nuh bertawaI tuiuh kali mengelilingi Ka`bah dan
shalat di makam Ibrahim dua raka`at '. ¨ Sesungguhnya Allah tatkala menciptakan huruI, maka
bersuiudlah ba dan tegaklah aliI '
d. Isinya bertentangan dengan ketentuan agama, aqidah Islam. ¨ Aku adalah penghabisan
Nabi-nabi. Tidak ada Nabi sesudahku kecuali dikehendaki Allah '. ¨ Alllah menciptakan
malaikat dari rambut tangan dan dada '.
e. Isinya bertentangan dengan ketentuan agama yang sudah qath`i seperti hadits-hadits : ¨ Anak
zina tidak masuk sorga hingga tuiuh turunan '. ¨ Barangsiapa yang memperoleh anak , dan
kemudian diberi nama Muhammad, maka dia dan anaknya akan masuk sorga '.
I. Isinya mengandung obral pahala dengan amal yang sangat sederhana. Seperti hadits-hadits : ¨
Barangsiapa membaca La ilaha illallah maka Allah akan meniadikan baginya seekor burung
yang mempunyai tuiuh puluh lidah. Pada tiap-tiap lidah tuiuh puluh ribu bahasa yang memohon
ampun kepada Allah untuk orang tersebut '. ¨ Barangsiapa menaIakahkan satu tali untuk
mauludku maka aku akan meniadi penolongnya di yaumil qiyamah '.
g. Isinya mengandung kultus-kultus individu. Seperti hadits-hadits : ¨ Di tengah ummatku kelak
akan ada orang yang diberi nama Abu HaniIah an-Nu`man, ia adalah pelita ummatku '. ¨
Abbas itu adalah wasiatku dan ahli warisku '.
h. Isinya bertentangan dengan Iakta seiarah. Seperti hadits-hadits yang menerangkan bahwa nabi
pernah diberi semacam buah dari sorga pada sa`at mi`rai. Setelah kembali dari mi`rai kemudian
bergaul dengan Khadiiah dan lahirlah Fathimah dan seterusnya. Hadits ini bertentangan dengan
Iakta seiarah sebab mi`rai itu teriadi setelah waIatnya Khadiiah dan setelah Fathimah lahir.
10. Contoh-contoh Hadits-hadits Palsu ( Maudhu` ) berdasarkan MotiInya.
a. MotiI Politik dan Kepemimpinan.
¨ Apabila kamu melihat Mu`awiyah diatas mimbarku, maka bunuhlah '. ¨ Orang yang
berkepercayaan hanyalah tiga. Aku, Jibril dan Mu`awwiyah '.
b. MotiI Zindik ( untuk mengotorkan agama Islam ).
¨ Melihat muka yang cantik adalah ibadah '. ¨ Rasulullah ditanya : Dari apakah Tuhan kita
itu ? Jawabnya : Tuhan itu dari air yang mengalir, bukan dari tanah dan bukan dari langit. Tuhan
menciptakan kuda kemudian diialankannya sampai berkeringat. Maka Allah menciptakan dirinya
dari keringat tersebut '.
c. MotiI ta`assub dan Ianatisme.
¨ Sesungguhnya Allah apabila marah , maka menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. Dan
apabila tidak marah menurunkannya dalam bahasa Parsi '. Dikalangan ummatku akan ada
seorang yang bernama Abu HaniIah an-Nu`man. Ia adalah pelita ummatku '. ¨ Di kalangan
ummatku akan ada seorang yang diberi nama Muhammad bin Idris. Ia adalah yang menyesatkan
ummatku lebih daripada iblis '.
d. MotiI Iaham-Iaham Iiqh.
¨ Barangsiapa mengangkat dua tangannya di dalam shalat maka tidak sah shalatnya '. ¨
Berkumur dan mengisap air bagi iunub tiga kali tiga kali adalah waiib '. ¨ Jibril mengimamiku
di depan Ka`bah dan mengeraskan bacaan bismillah '.
e. MotiI senang kepada kebaikan tapi bodoh tentang agama.
¨ Barangsiapa menaIahkan setali untuk mauludku maka aku akan meniadi penolongnya di
yaumil akhir '. Seperti hadits-hadits tentang Iadhilah surat-surat Qur`an, obral pahala dan
sebagainya.
I. MotiI peniilatan kepada pemimpin.
Ghiyas bin Ibrahim an-Nakha`i al-KuIi pernah masuk ke rumah Mahdi ( salah seorang penguasa
)yang senang sekali kepada burung merpati. Salah seorang berkata kepadanya, coba terangkan
kepada amirul mukminin tentang sesuatu hadits, maka berkatalah Ghiyas ; ¨ Tidak ada taruhan
melainkan pada anak panah, atau unta atau kuda, atau burung '.
11. Persoalan-persoalan yang diterapkan oleh Hadits-hadits Maudhu`.
Untuk menielaskan persoalan-persoalan tersebut disini penulis kutipkan uraian ustadz Abdul
Qadir Hassan dalam buku Ilmu Hadits, Juz 2.
1. Hadits yang menyuruh orang sembahyang pada malam Jum`at 12 raka`at dengan bacaan surat
al-Ikhlas 10 kali.
2. Hadits yang memerintahkan orang sembahyang malam Jum`at 2 raka`at dengan bacaan surat
Zalzalah 15 kali ( ada iuga yang menerangkan 50 kali ).
3. Hadits-hadits sembahyang pada hari Jum`at 2 raka`at, 4 raka`at, dan 12 raka`at.
4. Hadits-hadits sebelum sembahyang Jum`at, ada sembahyang yang 4 raka`at dengan bacaan
surat Ikhlas 50 kali.
5. Hadits-hadits sembahyang asyura.
6. Hadits-hadits sembahyang ghaib.
7. Hadits-hadits sembahyang malam dari bulan Raiab.
8. Hadits-hadits sembahyang malam yang ke 27 dari bulan Raiab.
9. Hadits-hadits sembahyang malam nisIu sya`ban 100 raka`at dalam tiap-tiap raka`at 10 kali
bacaan surat Ikhlas.
10.Hadits-hadits yang menerangkan hal nabi Khidir dan tentang hidupnya.
11.Hadits-hadits sembahyang hari Ahad, malam Ahad, hari Senin, malam Senin, hari Selasa,
malam Selasa, hari Rabu, malam Rabu, hari Kamis, malam Kamis, hari Jum`at, malam Jum`at,
hari Sabtu, malam Sabtu.
12.Hadits-hadits yang menerangkan hal-hal yang akan teriadi dengan sebutan : apabila adalah
tahun sekian akan teriadi ini dan itu, atau yang berbunyi : Dalam bulan
.akan
13.Hadits-hadits yang menerangkan Iadhilah-Iadhilah surat al-Qur`an dan ganiaran orang yang
membacanya dari surat al-Fatihah sampai akhir surat al-Qur`an yang bunyinya : Barangsiapa
membaca surat ini . akan mendapat ganiaran ..
14.Hadits-hadits yang berisi bacaan-bacaan bagi anggota wudhu`.
15.Hadits-hadits yang menerangkan naasnya hari-hari.
16.Hadits-hadits yang di dalamnya ada puiian-puiian kepada orang-orang yang bagus mukanya
atau yang ada perintah melihat mereka atau yang ada perintah mencari haiat kita dari mereka
atau yang menyebut bahwa mereka tidak disentuh neraka.
17.Hadits-hadits yang berhubungan dengan keiadian akal manusia.
18.Hadits-hadits yang berisi celaan terhadap bangsa Habsyi Sudan dan Turki.
19. Hadits-hadits yang berkenaan dengan burung merpati seperti riwayat :
Adalah Nabi Muhammad saw, sangat suka melihat burung merpati atau riwayat : Peliharalah
burung-burung merpati yang sudah dipotong bulunya ini dalam rumah kamu, karena
sesungguhnya ia bisa melalaikan iin daripada ( mengganggu ) anak-anak kamu dan sebagainya.
20. Hadits-hadits yang berhubungan dengan ayam seperti hadits yang berbunyi : Ayam itu,
kambing bagi orang-orang miskin dari ummatku. Dan yang seumpamanya.
21. Hadits-hadits yang mengandung celaan terhadap anak-anak salah satu diantaranya berbunyi :
Kalau salah seorang dari kamu mendidik seekor anak aniing sesudah tahun 160, itu adalah lebih
baik daripada ia mengasuh seorang anak laki-laki.
22. Hadits-hadits yang bersiIat puiian terhadap Imam Abu HaniIah dan Imam SyaIi`i dan hadits-
hadits yang mengandung celaan terhadap dua imam itu.
23. Hadits-hadits puiian terhadap orang buiangan ( tidak kawin ).
24. Hadits-hadits yang ada puiian bagi adas, beras, kacang, kuda, terung, delima, kismis,
bawang, semangka, keiu, bubur, daging, dan lain-lain.
25. Hadits-hadits yang menyebut keutamaan bunga-bungaan.
26. Hadits-hadits yang melarang dan membolehkan main catur.
27. Hadits-hadits yang melarang makan di dalam pasar.
28. Hadits-hadits yang mengandung keutamaan bulan Raiab dan puasa padanya.
29. Hadits-hadits yang mencela sahabat-sahabat Nabi : Mu`awiyah, Amr bin Ash, Bani
Umayyah dan Abi Musa.
30. Hadits-hadits yang berisi puiian dan celaan terhadap negeri-negeri Baghdad, Bashrah, KuIah,
Asqalam, Iskandariyah dan lain sebagainya.
31.Hadits-hadits tentang keutamaan Mu`awiyah.
32.Hadits-hadits berisi keutamaan-keutamaan bagi Ali bin Abi Thalib.
33. Himpunan hadits-hadits lemah dan palsu oleh A.Yarid, Qasim Koko.
12. Ceramah-ceramah Agama di tengah-tengah Masyarakat Islam Sampai Sekarang Ini Masih
Sering Menyaiikan Hadits-hadits Palsu.
Pada peringatan mauludan masih sering sekali terdengar : ¨ Barangsiapa menaIkahkan satu tali
untuk mauludku aku akan menolongnya di Yaumil qiyamah '. Pada peringatan Isra dan Mi`rai
masih sering pula disaiikan dongengan-dongengan yang mencerikan tentang gambaran
kendaraan Rasulullah, buraq, digambarkan sebagai berwaiah wanita, berbadan seperti kuda,
sayapnya paha dan lain sebagainya.
Siratal mustaqim yang terdapat dalam surat al-Fatihah dilukiskan sebagai iembatan yang sangat
kecil seperti rambut dibelah tuiuh, lebih taiam dari pedang yang paling taiam dan seterusnya.
Selain itu populer pula dikalangan ummat Islam, pepatah-pepatah dari orang-orang tertentu atau
kata-kata hikmat dalam bahasa Arab, yang dinilai dan populer sebagai sabda Nabi saw.
Mungkin karena isinya cukup baik sehingga masyarakat Islam menilainya sebagai sabda
Rasulullah itu. Contoh antara lain : ¨ Cinta tanah air itu sebagian daripada iman '. ¨ Islam tidak
akan ada tanpa adanya organisasi. Organisasi tidak akan ada tanpa adanya pemimpin. Pemimpin
tidak akan ada tanpa adanya kepatuhan '. ¨ Agama itu akal pikiran. Tidak ada agama bagi orang
yang tidak berakal pikiran '. ¨ Engkau lihat kotoran nyamuk pada muka orang lain, dan engkau
tidak melihat kotoran unta yang ada pada mukamu sendiri '. ¨ Terkadang keIakiran itu
mendorong kepada kekuIuran '.
13. Kitab-kitab Yang Meriwayatkan Hadits-hadits Palsu.
Diantara kitab-kitab yang banyak menggunakan hadits-hadits maudhu` ini ialah kitab-kitab
seperti TaIsir Baidlawi, TaIsir Kilbi dan lain sebagainya. Kitab-kitab tasawwuI dan kitab-kitab
akhlaq iuga banyak terlibat dalam penyebaran hadits-hadits palsu ini. Di Indonesia masih banyak
pesantren-pesantren dan buku-buku yang iuga terlibat dalam penyaiian-penyaiian hadits-hadits
palsu. Dan sampai saat ini ummat Islam belum mempunyai satu lembaga khusus yang bertugas
mengoreksi buku-buku yang menyaiikan hadits-hadits yang maudhu` ( palsu ).
S¢jarab P¢rk¢mbangan Fiqb
llled underť Makalahţ Þeraerakan Mahaslswa lslam lndonesla bv ÞMllƋ1anaan 1erkepal dan Ma[u
kemuka Ÿ 1lnaaalkan komenLar
31 !anuarl 2010
Terdapat perbedaan periodisasi Iiqh di kalangan ulama Iiqh kontemporer. Muhammad Khudari
Bek (ahli Iiqh dari Mesir) membagi periodisasi Iiqh meniadi enam periode. Menurut MustaIa
Ahmad az-Zarqa, periode keenam yang dikemukakan Muhammad Khudari Bek tersebut
sesebenarya bisa dibagi dalam dua periode, karena dalam setiap periodenya terdapat ciri
tersendiri. Periodisasi menurut az-Zarqa adalah sebagai berikut:
1Ŧ letloJe tlsolobŦ Þerlode lnl dlmulal se[ak kerasulan Muhammad SAW sampal wafaLnva nabl
SAW (11 PŦ/632 MŦ)Ŧ Þada perlode lnl kekuasaan penenLuan hukum sepenuhnva berada dl
Lanaan 8asulullah SAWŦ Sumber hukum keLlka lLu adalah AlŴCur'an dan sunnah nabl SAWŦ
ÞenaerLlan flqh pada masa lLu ldenLlk denaan svaraLţ karena penenLuan hukum Lerhadap suaLu
masalah seluruhnva Lerpulana kepada 8asulullah SAWŦ
Þerlode awal lnl [uaa dapaL dlbaal men[adl perlode Makkah dan perlode MadlnahŦ Þada perlode
Makkahţ rlsalah nabl SAW leblh banvak LerLu[u pada masalah aqldahŦ AvaL hukum vana Lurun
pada perlode lnl Lldak banvak [umlahnvaţ dan lLu pun maslh dalam ranakalan mewu[udkan
revolusl aqldah unLuk menaubah slsLem kepercavaan masvarakaL [ahlllvah menu[u
penahambaan kepada Allah SW1 semaLaŦ Þada perlode Madlnahţ avaLŴavaL LenLana hukum
Lurun secara berLahapŦ Þada masa lnl seluruh persoalan hukum dlLurunkan Allah SW1ţ balk vana
menvanakuL masalah lbadah maupun muamalahŦ Cleh karenanvaţ perlode Madlnah lnl dlsebuL
[uaa oleh ulama flqh sebaaal perlode revolusl soslal dan pollLlkŦ
2Ŧ letloJe olŴkbolofoot kosvlJooŦ Þerlode lnl dlmulal se[ak wafaLnva nabl Muhammad SAW sampal
Mu'awlvah bln Abu Sufvan memeaana Lampuk pemerlnLahan lslam pada Lahun 41 PŦ/661 MŦ
Sumber flqh pada perlode lnlţ dlsamplna AlŴCur'an dan sunnah nabl SAWţ [uaa dlLandal denaan
munculnva berbaaal l[Llhad para sahabaLŦ l[Llhad lnl dllakukan keLlka persoalan vana akan
dlLenLukan hukumnva Lldak dl[umpal secara [elas dalam oosbŦ Þada masa lnlţ khususnva seLelah
umar bln alŴkhaLLab men[adl khallfah (13 PŦ/634 MŦ)ţ l[Llhad sudah merupakan upava vana luas
dalam memecahkan berbaaal persoalan hukum vana muncul dl Lenaah masvarakaLŦ Þersoalan
hukum pada perlode lnl sudah semakln kompleks denaan semakln banvaknva pemeluk lslam
darl berbaaal eLnls denaan budava maslnaŴmaslnaŦ
Þada perlode lnlţ unLuk perLama kall para fuqaha berbenLuran denaan budavaţ moralţ eLlka dan
nllalŴnllal kemanuslaan dalam suaLu masvarakaL ma[emukŦ Pal lnl Ler[adl karena daerahŴdaerah
vana dlLaklukkan lslam sudah sanaaL luas dan maslnaŴmaslna memlllkl budavaţ Lradlslţ slLuasl
dan komdlsl vana menanLana para fuqaha darl kalanaan sahabaL unLuk memberlkan hukum
dalam persoalanŴpersoalan baru LersebuLŦ ualam menvelesalkan persoalanŴpersoalan baru lLuţ
para sahabaL perLama kall meru[uk pada AlŴCur'anŦ !lka hukum vana dlcarl Lldak dl[umpal dalam
AlŴCur'anţ mereka mencarl [awabannva dalam sunnah nabl SAWŦ namun [lka dalam sunnah
8asulullah SAW Lldak dl[umpal pula [awabannvaţ mereka melakukan l[LlhadŦ
3Ŧ letloJe owol pettomboobo flobŦ Masa lnl dlmulal pada perLenaahan abad keŴ1 sampal awal
abad keŴ2 PŦ Þerlode keLlaa lnl merupakan LlLlk awal perLumbuhan flqh sebaaal salah saLu
dlslplln llmu dalam lslamŦ uenaan berLebarannva para sahabaL ke berbaaal daerah semen[ak
masa alŴkhulafaur 8asvldun (LeruLama se[ak usman bln Affan mendudukl [abaLan khallfahţ 33
PŦ/644 MŦ)ţ munculnva berbaaal faLwa dan l[Llhad hukum vana berbeda anLara saLu daerah
denaan daerah lalnţ sesual denaan slLuasl dan kondlsl masvarakaL daerah LersebuLŦ
ul lrakţ lbnu Mas'ud muncul sebaaal fuqaha vana men[awab berbaaal persoalan hukum vana
dlhadaplnva dl sanaŦ ualam hal lnl slsLem soslal masvarakaL lrak [auh berbeda denaan
masvarakaL eJzjoz aLau ljoz (Makkah dan Madlnah)Ŧ SaaL lLuţ dl lrak Lelah Ler[adl pembauran
eLnlk Arab denaan eLnlk Þerslaţ semenLara masvarakaL dl Pedz[az leblh berslfaL homoaenŦ ualam
menahadapl berbaaal masalah hukumţ lbnu Mas'ud menalkuLl pola vana Lelah dl Lempuh umar
bln alŴkhaLLabţ valLu leblh berorlenLasl pada kepenLlnaan dan kemaslahaLan umaL Lanpa Lerlalu
LerlkaL denaan makna harflah LeksŴLeks suclŦ Slkap lnl dlambll umar bln alŴkhaLLab dan lbnu
Mas'ud karena slLuasl dan kondlsl masvarakaL keLlka lLu Lldak sama denaan saaL Leks sucl
dlLurunkanŦ ALas dasar lnlţ penaaunaan oolot (anallsls) dalam berl[Llhad leblh domlnanŦ uarl
perkembanaan lnl muncul moJtosob aLau allran to´vo (akal) (AhlulhadlLs dan Ahlurra'vl)Ŧ
SemenLara lLuţ dl Madlnah vana masvarakaLnva leblh homoaenţ Zald bln SablL (11 SPŦ/611 MŦŴ
43 PŦ/ 663 MŦ) dan Abdullah bln umar bln alŴkhaLLab (lbnu umar) berLlndak men[awab berbaaal
persoalan hukum vana muncul dl daerah lLuŦ Sedanakan dl Makkahţ vana berLlndak men[awab
berbaaal persoalan hukum adalah Abdullah bln Abbas (lbnu Abbas) dan sahabaL lalnnvaŦ Þola
dalam men[awab persoalan hukum oleh para fuqaha Madlnah dan Makkah samaţ valLu
berpeaana kuaL pada AlŴCur'an dan hadlLs nabl SAWŦ Pal lnl dlmunaklnkan karena dl kedua koLa
lnllah wahvu dan sunnah 8asulullah SAW dlLurunkanţ sehlnaaa para sahabaL vana berada dl dua
koLa lnl memlllkl banvak hadlLsŦ Cleh karenanvaţ pola fuqaha Makkah dan Madlnah dalam
menanaanl berbaaal persoalan hukum [auh berbeda denaan pola vana dlaunakan fuqaha dl lrakŦ
CaraŴcara vana dlLempuh para sahabaL dl Makkah dan Madlnah men[adl clkal bakal baal
munculnva allrah oblolboJltsŦ
lbnu Mas'ud mempunval murldŴmurld dl lrak sebaaal penaembana pola dan slsLem
penvelesalan masalah hukum vana dlhadapl dl daerah lLuţ anLara laln lbrahlm anŴnakha'l (wŦ 76
PŦ)ţ Alqamah bln Cals anŴnakha'l (wŦ 62 PŦ)ţ dan Svuralh bln Parls alŴklndl (wŦ 78 PŦ) dl kufahŤ alŴ
Pasan alŴ8asrl dan Amr bln Salamah dl 8asraŤ ?azld bln Abl Pablb dan 8aklr bln Abdlllah dl MeslrŤ
dan Makhul dl SurlahŦ MurldŴmurld Zald bln 1sablL dan Abdullah bln umar bln alŴkhaLLab [uaa
bermunculan dl Madlnahţ dlanLaranva Sa'ld bln Musavvab (13Ŵ94 PŦ)Ŧ Sedanakan murldŴmurld
Abdullah bln Abbas dlanLaranva ALha bln Abl 8abah (27Ŵ114 PŦ)ţ lkrlmah bln Abl !ahalţ dan Amr
bln ulnar (wŦ 126 PŦ) dl Makkah serLa 1awusţ Plsvam bln ?usufţ dan Abdul 8azak bln Pammam dl
?amanŦ
MurldŴmurld para sahabaL LersebuLţ vana dlsebuL sebaaal aenerasl Lhabl'lnţ berLlndak sebaaal
ru[ukan dalam menanaanl berbaaal persoalan hukum dl zaman dan daerah maslnaŴmaslnaŦ
AklbaLnva LerbenLuk mazhabŴmazhab flqh menalkuLl nama para Lhabl'ln LersebuLţ dlanLaranva
flqh alŴAuza'lţ flqh anŴnakha'lţ flqh Alqamah bln Calsţ dan flqh Sufvan asŴSaurlŦ
4Ŧ letloJe keemosooŦ Þerlode lnl dlmulal darl awal abad keŴ2 sampal pada perLenaahan abad keŴ4
PŦ ualam perlode se[arah peradaban lslamţ perlode lnl Lermasuk dalam perlode kemojooo lslom
lettomo (700Ŵ1000)Ŧ SeperLl perlode sebelumnvaţ clrl khas vana menon[ol pada perlode lnl
adalah semanaaL l[Llhad vana Llnaal dlkalanaan ulamaţ sehlnaaa berbaaal pemlklran LenLana
llmu penaeLahuan berkembanaŦ Þerkembanaan pemlklran lnl Lldak sa[a dalam bldana llmu
aaamaţ LeLapl [uaa dalam bldanaŴbldana llmu penaeLahuan umum lalnnvaŦ
ulnasLl Abbaslvah (132 PŦ/730 MŦŴ636 PŦ/1238 MŦ) vana nalk ke panaauna pemerlnLahan
menaaanLlkan ulnasLl umavvah memlllkl Lradlsl kellmuan vana kuaLţ sehlnaaa perhaLlan para
penauasa Abbaslvah Lerhadap berbaaal bldana llmu sanaaL besarŦ Þara penauasa awal ulnasLl
Abbaslvah sanaaL mendorona fuqaha unLuk melakukan l[Llhad dalam mencarl formulasl flqh
auna menahadapl persoalan soslal vana semakln kompleksŦ ÞerhaLlan para penauasa Abbaslvah
Lerhadap flqh mlsalnva dapaL dlllhaL keLlka khallfah Parun arŴ8asvld (memerlnLah 786Ŵ809)
memlnLa lmam Mallk unLuk menaa[ar kedua anaknvaţ alŴAmln dan alŴMa'munŦ ulsamplna lLuţ
khallfah Parun arŴ8asvld [uaa memlnLa kepada lmam Abu ?usuf unLuk menvusun buku vana
menaaLur masalah admlnlsLraslţ keuanaanţ keLaLaneaaraan dan perLanahanŦ lmam Abu ?usuf
memenuhl permlnLaan khallfah lnl denaan menvusun buku vana ber[udul olŴkbotojŦ keLlka Abu
!a'far alŴMansur (memerlnLah 734Ŵ773 ) men[adl khallfahţ la [uaa memlnLa lmam Mallk unLuk
menulls sebuah klLab flqh vana akan dl[adlkan peaanaan resml pemerlnLah dan lembaaa
peradllanŦ ALas dasar lnllah lmam Mallk menvusun bukunva vana ber[udul olŴMowotbtbo´ (?ana
ulsepakaLl)Ŧ
Þada awal perlode keemasan lnlţ perLenLanaan anLara oblolboJlts dan oblotto ´vl sanaaL La[amţ
sehlnaaa menlmbulkan semanaaL berl[Llhad baal maslnaŴmaslna allranŦ SemanaaL para fuqaha
melakukan l[Llhad dalam perlode lnl [uaa menaawall munculnva mazhabŴmazhab flqhţ valLu
Mazhab Panaflţ Mallklţ Svafl'lţ dan PanballŦ upava l[Llhad Lldak hanva dllakukan unLuk keperluan
prakLls masa lLuţ LeLapl [uaa membahas persoalanŴpersoalan vana munakln akan Ler[adl vana
dlkenal denaan lsLllah flob tooJltl (flqh hlpoLeLls)Ŧ
ÞerLenLanaan kedua allran lnl baru mereda seLelah murldŴmurld kelompok oblotto´vl berupava
membaLaslţ menslsLemaLlsaslţ dan menvusun kaldah ra'vu vana dapaL dlaunakan unLuk menaŴ
lsLlnbaLŴkan hukumŦ ALas dasar upava lnlţ maka allran oblolboJlts dapaL menerlma penaerLlan
ra'vu vana dlmaksudkan oblotto´vlţ sekallaus menerlma ra'vu sebaaal salah saLu cara dalam
menaŴlsLlnbaLŴkan hukumŦ
upava pendekaLan lalnnva unLuk meredakan keLeaanaan LersebuL [uaa dllakukan oleh ulama
maslnaŴmaslna mazhabŦ lmam Muhammad bln Pasan asvŴSvalbanlţ murld lmam Abu Panlfahţ
mendaLanal lmam Mallk dl Pedz[az unLuk mempela[arl klLab olŴMowotbtbo´ vana merupakan
salah saLu klLab oblolboJltsŦ SemenLara lLuţ lmam asvŴSvafl'l mendaLanal lmam asvŴSvalbanl dl
lrakŦ ulsamplna lLuţ lmam Abu ?usuf [uaa berupava mencarl hadlLs vana dapaL mendukuna flqh
oblotto´vlŦ ALas dasar lnlţ banvak dlLemukan llLeraLur flqh kedua allran vana dldasarkan aLas
hadlLs dan ra'vuŦ
Þerlode keemasan lnl [uaa dlLandal denaan dlmulalnva penvusunan klLab flqh dan usul flqhŦ
ulanLara klLab flqh vana pallna awal dlsusun pada perlode lnl adalah olŴMowotbtbo´ oleh lmam
Mallkţ olŴumm oleh lmam asvŴSvafl'lţ dan 2oblt otŴklwovob dan ooŴNowoJlt oleh lmam asvŴ
SvalbanlŦ klLab usul flqh perLama vana muncul pada perlode lnl adalah otŴklsolob oleh lmam asvŴ
Svafl'lŦ 1eorl usul flqh dalam maslnaŴmaslna mazhab pun bermunculanţ seperLl Leorl klosţ
lstlbsooţ dan olŴmoslobob olŴmotsolobŦ
1Ŧ letloJe tobtltţ tokbtlj Joo totjlb Jolom mozbob flobŦ Þerlode lnl dlmulal darl perLenaahan abad
keŴ4 sampal perLenaahan abad keŴ7 PŦ ?ana dlmaksudkan denaan Lahrlrţ Lakhrl[ţ dan Lar[lh
adalah upava vana dllakukan ulama maslnaŴmaslna mazhab dalam menaomenLarlţ memper[elas
dan menaulas pendapaL para lmam merekaŦ Þerlode lnl dlLandal denaan melemahnva semanaaL
l[Llhad dlkalanaan ulama flqhŦ ulama flqh leblh banvak berpeaana pada hasll l[Llhad vana Lelah
dllakukan oleh lmam mazhab mereka maslnaŴmaslnaţ sehlnaaa mojtoblJ mostoolll (mu[Lahld
mandlrl) Lldak ada laalŦ Sekallpun ada ulama flqh vana berl[Llhadţ maka l[Llhadnva Lldak Lerlepas
darl prlnslp mazhab vana mereka anuLŦ ArLlnva ulama flqh LersebuL hanva bersLaLus sebaaal
mojtoblJ fl olŴmozbob (mu[Lahld vana melakukan l[Llhad berdasarkan prlnslp vana ada dalam
mazhabnva)Ŧ AklbaL darl Lldak adanva ulama flqh vana beranl melakukan l[Llhad secara mandlrlţ
muncullah slkap otŴto´ossob olŴmozbobl (slkap fanaLlk buLa Lerhadap saLu mazhab) sehlnaaa
seLlap ulama berusaha unLuk memperLahankan mazhab lmamnvaŦ
MusLafa Ahmad azŴZarqa menaaLakan bahwa dalam perlode lnl unLuk perLama kall muncul
pernvaLaan bahwa plnLu l[Llhad Lelah LerLuLupŦ MenuruLnvaţ pallna Lldak ada Llaa fakLor vana
mendorona munculnva pernvaLaan LersebuLŦ
4 uoronaan para penauasa kepada para haklm (qadl) unLuk menvelesalkan perkara dl
penaadllan denaan meru[uk pada salah saLu mazhab flqh vana dlseLu[ul khallfah sa[aŦ
4 Munculnva slkap otŴtoossob olŴmozbobl vana beraklbaL pada slkap kejomoJoo
(kebekuan berplklr) dan toollJ (menalkuLl pendapaL lmam Lanpa anallsls) dl kalanaan
murld lmam mazhabŦ
4 Munculnva aerakan pembukuan pendapaL maslnaŴmaslna mazhab vana memudahkan
orana unLuk memlllh pendapaL mazhabnva dan men[adlkan buku lLu sebaaal ru[ukan
baal maslnaŴmaslna mazhabţ sehlnaa akLlvlLas l[Llhad LerhenLlŦ ulama mazhab Lldak
perlu laal melakukan l[Llhadţ sebaaalmana vana dllakukan oleh para lmam merekaţ
LeLapl mencukupkan dlrl dalam men[awab berbaaal persoalan denaan meru[uk pada
klLab mazhab maslnaŴmaslnaŦ uarl slnl muncul slkap Laqlld pada mazhab LerLenLu vana
dlvaklnl sebaaal vana benarţ dan leblh [auh muncul pula pernvaLaan haram melakukan
LalflqŦ
Persaingan antar pengikut mazhab semakin taiam, sehingga subiektivitas mazhab lebih menoniol
dibandingkan sikap ilmiah dalam menyelesaikan suatu persoalan. Sikap ini amat iauh berbeda
dengan sikap yang dituniukkan oleh masing-masing imam mazhab, karena sebagaimana yang
tercatat dalam seiarah para imam mazhab tidak menginginkan seorang pun mentaqlidkan
mereka. Sekalipun ada upaya iitihad yang dilakukan ketika itu, namun lebih banyak berbentuk
tariih (menguatkan) pendapat yang ada dalam mazhab masing-masing. Akibat lain dari
perkembangan ini adalah semakin banyak buku yang bersiIat sebagai komentar, penielasan dan
ulasan terhadap buku yang ditulis sebelumnya dalam masing-masing mazhab.
1Ŧ letloJe kemooJotoo flobŦ Masa lnl dlmulal pada perLenaahan abad keŴ7 PŦ sampal munculnva
Ma[alah olŴAbkom olŴ ´AJllvvob (Pukum ÞerdaLa kera[aan 1urkl usmanl) pada 26 Sva'ban l293Ŧ
Þerkembanaan flqh pada perlode lnl merupakan lan[uLan darl perkembanaan flqh vana semakln
menurun pada perlode sebelumnvaŦ Þerlode lnl dalam se[arah perkembanaan flqh dlkenal [uaa
denaan perlode Laqlld secara membabl buLaŦ
Þada masa lnlţ ulama flqh leblh banvak memberlkan pen[elasan Lerhadap kandunaan klLab flqh
vana Lelah dlsusun dalam mazhab maslnaŴmaslnaŦ Þen[elasan vana dlbuaL blsa berbenLuk
mokbtosot (rlnakasan) darl bukuŴbuku vana moktobot (Lerpandana) dalam mazhab aLau bosvlob
dan toktlt (memperluas dan memperLeaas penaerLlan lafal vana dl kanduna buku mazhab)ţ
Lanpa menauralkan Lu[uan llmlah darl ker[a bosvlob dan toktlt LersebuLŦ
SeLlap ulama berusaha unLuk menvebarluaskan Lullsan vana ada dalam mazhab merekaŦ Pal lnl
beraklbaL pada semakln lemahnva kreaLlvlLas llmlah secara mandlrl unLuk menaanLlslpasl
perkembanaan dan LunLuLan zamanŦ 1u[uan saLuŴsaLunva vana blsa dlLanakap darl aerakan
bosvlob dan toktlt adalah unLuk mempermudah pemahaman Lerhadap berbaaal persoalan vana
dlmuaL klLabŴklLab mazhabŦ MusLafa Ahmad azŴZarqa menvaLakan bahwa ada Llaa clrl
perkembanaan flqh vana menon[ol pada perlode lnlŦ
4 Munculnva upava pembukuan Lerhadap berbaaal faLwaţ sehlnaaa banvak bermunculan
buku vana memuaL faLwa ulama vana bersLaLus sebaaal pemberl faLwa resml (mufLl)
dalam berbaaal mazhabŦ klLabŴklLab faLwa vana dlsusun lnl dlslsLemaLlsaslkan sesual
denaan pembaalan dalam klLabŴklLab flqhŦ klLabŴklLab faLwa lnl mencermlnkan
perkembanaan flqh keLlka lLuţ valLu men[awab persoalan vana dla[ukan kepada ulama
flqh LerLenLu vana serlna kall meru[uk pada klLabŴklLab mazhab ulama flqh LersebuLŦ
4 Muncul beberapa produk flqh sesual denaan kelnalnan penauasa 1urkl usmanlţ seperLl
dlberlakukannva lsLllah otŴ1oooJJom (kedaluwarsa) dl penaadllanŦ ulsamplna lLuţ funasl
olll omtl (penauasa) dalam meneLapkan hukum (flqh) mulal dlakulţ balk dalam
meneLapkan hukum lslam dan penerapannva maupun menenLukan plllhan Lerhadap
pendapaL LerLenLuŦ Sekallpun keLeLapan lnl lemahţ namun karena sesual denaan
LunLuLan kemaslahaLan zamanţ muncul keLenLuan dlkalanaan ulama flqh bahwa
keLeLapan plhak penauasa dalam masalah l[Llhad wa[lb dlhormaLl dan dlLerapkanŦ
ConLohnvaţ plhak penauasa melarana berlakunva suaLu benLuk LransakslŦ Mesklpun
pada dasarnva benLuk Lransaksl lLu dlbolehkan svara'ţ LeLapl aLas dasar perLlmbanaan
kemaslahaLan LerLenLu maka Lransaksl LersebuL dllaranaţ aLau pallna Lldak unLuk
melaksanakan Lransaksl LersebuL dlperlukan pendapaL darl plhak pemerlnLahŦ Mlsalnvaţ
seseorana vana beruLana Lldak dlbolehkan mewakafkan harLanva vana ber[umlah sama
denaan uLananva LersebuLţ karena hal lLu merupakan lndlkaLor aLas slkapnva vana Lldak
mau melunasl uLana LersebuLŦ laLwa lnl dlkemukakan oleh Maula Abl asŴSu 'ud (qadl
lsLanbul pada masa kepemlmplnan SulLan Sulalman alŴCanunl ż1320Ŵ1366Ž dan Sallm
ż1366Ŵ1374Ž dan selan[uLnva men[abaL mufLl kera[aan 1urkl usmanl)Ŧ
4 ul akhlr perlode lnl muncul aerakan kodlflkasl hukum (flqh) lslam sebaaal mazhab resml
pemerlnLahŦ Pal lnl dlLandal denaan prakarsa plhak pemerlnLah 1urkl usmanlţ seperLl
Ma[alah olŴAbkom olŴ´AJllvvob vooo metopokoo koJlflkosl bokom petJoto vooo betloko
Jl selotob ketojooo 1otkl usmool betJosotkoo flob Mozbob oooflŦ
Periode pengkodiIikasian Iiqh. Periode ini di mulai seiak munculnya Maialah al-Ahkam al-
Adliyyah sampai sekarang. Upaya pengkodiIikasian Iiqh pada masa ini semakin berkembang
luas, sehingga berbagai negara Islam memiliki kodiIikasi hukum tertentu dan dalam mazhab
tertentu pula, misalnya dalam bidang pertanahan, perdagangan dan hukum keluarga. Kontak
yang semakin intensiI antara negara muslim dan Barat mengakibatkan pengaruh hukum Barat
sedikit demi sedikit masuk ke dalam hukum yang berlaku di negara muslim. Disamping itu,
bermunculan pula ulama Iiqh yang menghendaki terlepasnya pemikiran ulama Iiqh dari
keterikatan mazhab tertentu dan mencanangkan gerakan iitihad digairahkan kembali. MustaIa
Ahmad az-Zarqa mengemukakan bahwa ada tiga ciri yang mewarnai perkembangan Iiqh pada
periode ini.
O Munculnva upava penakodlflkaslan flqh sesual denaan LunLuLan slLuasl dan zamanŦ Pal lnl
dlLandal denaan dlsusunnva Ma[alah olŴAbkom olŴAJllvvob dl kera[aan 1urkl usmanl vana
memuaL persoalanŴpersoalan muamalah (hukum perdaLa)Ŧ LaLar belakana vana melandasl
pemlklran pemerlnLah 1urkl usmanl unLuk menvusun Ma[alah olŴAbkom olŴAJllvvob vana
dldasarkan Mazhab Panafl (mazhab resml pemerlnLah) lnl adalah LerdapaLnva beberapa
pendapaL dalam Mazhab Panafl sehlnaaa menvullLkan peneaak hukum unLuk memlllh hukum
vana akan dlLerapkan dalam kasus vana mereka hadaplŦ ALas dasar lnlţ pemerlnLah 1urkl usmanl
memlnLa ulama unLuk menakodlflkaslkan flqh dalam Mazhab Panafl LersebuL dan memlllh
pendapaL vana pallna sesual denaan perkembanaan zaman keLlka lLuŦ
O upava penakodlflkaslan flqh semakln luasţ bukan sa[a dl wllavah vurlsdlksl kera[aan 1urkl
usmanlţ LeLapl [uaa dl wllavahŴwllavah vana Lldak Lunduk pada vurlsdlksl 1urkl usmanlţ seperLl
Surlahţ ÞalesLlna dan lrakŦ Þenakodlflkaslan hukum LersebuL Lldak LerbaLas pada hukum perdaLa
sa[aţ LeLapl [uaa hukum pldana dan hukum admlnlsLrasl neaaraŦ Þersoalan vana dlmuaL dalam
hukum perdaLa LersebuL menvanakuL persoalan ekonoml/perdaaanaanţ pemlllkan Lanahţ dan
persoalan vana berkalLan denaan hukum acaraŦ Meluasnva penakodlflkaslan hukum dl bldana
perekonomlan dan perdaaanaan dlsebabkan karena meluasnva hubunaan ekonoml dan
perdaaanaan dl dalam dan luar neaerlŦ unLuk lLuţ penauasaan Lerhadap hak mlllk vana ada dl
dalam neaerl [uaa dlaLurţ seperLl penaadmlnlsLraslan LanahŴLanah rakvaL denaan meneLapkan
berbaaal peraLuran vana menvanakuL pemlllkan Lanahţ serLa penvusunan perundanaŴundanaan
vana berkalLan denaan LaLa cara berperkara dl penaadllanŦ AklbaL vana dlLlmbulkan oleh
penakodlflkaslan hukum perdaLa dl bldana perekonomlan dan perdaaanaan lnl adalah semakln
[umudnva flqh dl Lanaan para fuqaha Panafl vana daLana belakanaan (moto´okbkbltlo) serLa
LerhenLlnva upava pembaruan hukum dan bahkan upava penŴLar[lhŴan hukumŦ
O Munculnva upava penakodlflkaslan berbaaal hukum flqh vana Lldak LerlkaL sama sekall denaan
mazhab flqh LerLenLuŦ Pal lnl dldasarkan aLas kesadaran ulama flqh bahwa sesuaLu vana
LerdapaL dalam suaLu mazhab belum LenLu dapaL menaavoml permasalahan vana dlhadapl
keLlka lLuŦ karenanvaţ dlperlukan pendapaL laln vana leblh sesual dan munakln dl[umpal pada
mazhab lalnŦ ALas dasar pemlklran lnlţ pemerlnLah kera[aan 1urkl usmanl menakodlflkaslkan
hukum keluaraa vana dlsebuL denaan olŴAbwol osvŴ5vokbslvvob pada 1333 PŦ MaLerl hukum
vana dlmuaL dalam olŴAbwol osvŴ5vokbslvvob Lldak sa[a bersumber darl Mazhab Panaflţ LeLapl
[uaa darl mazhab flqh lalnnvaţ seperLl Mazhab Mallklţ Svafl 'lţ Panballţ bahkan [uaa darl
pendapaL mazhab vana sudah punahţ seperLl Mazhab Abl Lalla dan Mazhab Sufvan asŴSaurlŦ
Lanakah vana dlLempuh kera[aan 1urkl usmanl lnl pun dllkuLl oleh neaaraŴneaara lslam vana
Lldak Lunduk dl bawah vurlsdlksl kera[aan 1urkl usmanlŦ1erdapaL perbedaan pereodlsasl flqh dl
kalanaan ulama flqh konLemporerţ dlanLaranva adalah menuruL Muhammad khudarl 8ek dan
MusLafa Ahmad azŴZarqa pada masa Awal hlnaaa perlode keemasaannvaŦ
Dalam perkembangan selaniutnya, khususnya di zaman modern, ulama Iiqh mempunyai
kecenderungan kuat untuk melihat berbagai pendapat dari berbagai mazhab Iiqh sebagai satu
kesatuan yang tidak dipisahkan. Dengan demikian, ketegangan antar pengikut mazhab mulai
mereda, khususnya setelah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziah mencanangkan bahwa
pintu iitihad tidak pernah tertutup. Suara vokal Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziah ini
kemudian dilaniutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H./1703 M.-1201 H./1787 M.;
pendiri aliran Wahabi di Semenaniung Arabia) dan Muhammad bin Ali asy-Syaukani. Menurut
Ibnu Qayyim al-Jauziah, bermazhab merupakan perbuatan bidah yang harus dihindari, dan tidak
satu orang pun dari imam yang empat (Imam Abu HaniIah, Imam Malik, Imam asy-SyaIi i dan
Imam Ahmad bin Hanbali membolehkannya). Seiak saat itu, kaiian Iiqh tidak lagi terikat pada
salah satu mazhab, tetapi telah mengambil bentuk kaiian komparatiI dari berbagai mazhab, yang
dikenal dengan istilah fiqh muqaran.
Sekalipun studi komparatiI telah diiumpai seiak zaman klasik seperti yang diiumpai dalam kitab
Iiqh al-Umm karya Imam asy-SyaIi`i, al-Mabsut karya as-Sarakhsi, al-Furuq karya Imam al-
Qarafi (w. 684 H./1285 M.), dan al-Mugni karya Ibnu Qudamah (tokoh Iiqh Hanbali) -siIat
perbandingan yang mereka kemukakan tidak utuh dan tidak komprehensiI, bahkan tidak
seimbang sama sekali. Di zaman modern, fiqh muqaran dibahas ulama Iiqh secara komprehensiI
dan utuh, dengan mengemukakan inti perbedaan, pendapat, dan argumentasi (baik dari nash
maupun rasio), serta kelebihan dan kelemahan masing-masing mazhab, sehingga pembaca
(khususnya masyarakat awam) dengan mudah dapat memilih pendapat yang akan diambil.


  
 $090,0:,8,,3&2,,-07,7 03/,5020739,,38,280,3:93,/50,340 3,89--,8,,3-07,38:3809,7 9,:380,,7,-,/0 
8,25,,,,-,/   !074/03/9,3/,/03,350702-,3,32:50309,:,3,380:7:3,2,8 /-:9,38,25,8,,93 (  !074/03207:5,,35074/0002,8,3:2,98,2 ,3/9,3/,/03,3-0702-,33, -07-,,-/,32: 80507918,1,9 5027,32:,,2 ::2 9,8,:1 90344  5020739,,3 ,78909:7 /,3-07-,,02,:,3,33, $0,,3/03,3-0702-,33, 5020739,,38,280-,,,-,9802,3:,83,,,0:,8,,38,20-0,,3/:3, ,7,9/,3%2:7 /,7/,7,9,3$5,34 745,,7,9 8,25,507-,9,8,33, /8,%2:7  2,,907-039,3,507,/,-,38,2/,77,3,/,/$5,348,25,000/3/,  ,3/739880,2,8,:,1,,
#,8/3 ,1,&2,, /,3,1,--,8,   !07:,8,3,,32030-,-,32:3.:3,2,8,,
2,8,,-,7:,3-0:2907,/ 80-0:23, 803,5072,8,,,3,3/,/,5:2,98,25:32,3-,3,/,342508  0,/,,3/02,3202:3.:,39,39,3,3-,5,7,2:9,/:39:2020.,,3::2 2,8,,
2,8,,90780-:9 /,3,89,/2070,02:/,3/-::,3/,,29,- 
9,-16 ::2 ,703,9:2,8,3207:5,,32,8,50702-,3,3/,3502-::,39,-16 ,8 9,/5,7,9442:9,/3 !074/03207:5,,35:3.,,73,,7, 
,7,-08,7/,,2 -07-,,503:8,3/,35027,3 /9,3/,,39,7,,3/03,3,73,9,-:25:,3,/98 /,316 ::28,2 /,7-07-,,2,/,- (   43/8::28,2/,3!0702-,3,33, 0:25073,907.,9,9/,,280,7,50702-,3,31680-,,2,3,907,/5,/,5074/03  0,,,398,7,16,-03,7
-03,7202507,9,30/,,2,3/,34783,9,8,3 203,:2,3 $,,99:16203,//8532:907803/7 2:,/7398503:8,3:8:16 ,/, 
,/,16, /,3507:2:8,32094/448079,,/, 
,/,9,/,3/5,, 405,7,2:9,/3/,31:6,,/,,220325:,3::2 
::2/,78:2-0716   $0,7,:,203.,9,95074/0380-,,8:,9:1,80/2,3,169/,800/,7-075:9,7/ 809,72,8,,
2,8,,503,2-,3::2,9,:1,9,
1,9,1:6,,8,,-,9 805079,3 203,/.43.0731:6,,80-0:23, 909,5207,2-,0/,,250784,,3
50784,,3 2094/448/,302:33,3503.,7,3 7:2:8,3,9073,91 -,50302-,3,3,,316  /,-0-07,5,1,947,32025:3,,3//,,2203,39,7,316203::07,002,8,3  ,947
1,9479:/,39,7,3,   /,3,507,9,35,7,,1,,3--,8907,/,516/,35,7,1:6,,3,  07-0/,/03,3:,1, ,3&2,,,3 202,8:3 5,7,1:6,,202-,9,807,

2070,,3-07,3203,39,30-,8,3,,35020739, :,1, ,3--,82,, 203/0,95,7,1:6,,/,32009,,32070,5,/,5488,3907472,9 !07,9,3,3 -09:-08,7 28,3,/,5,9/,909,,1,,7:3,
#,8/202,32,2, :39:203,,7,39,-:,99, 05,/,0/:,5:97,3, , 
23/,3, 
,2:3    0-0-,8,3-07503/,5,9 !07,9,3:,1, ,3--,8,3-08,7907,/,516/,31:6,,:,907,2-,7/,,2 0-0-,8,3-07503/,5,9/,3-07-,,892:,8,3/-07,3:39:202-,39,30-07,3,3 -079,/5,7,1:6,, !020739,,3,:,--,8,9/,:9.,25:7/,,2:7:8,316  28,3,/03,32009,,3507,9:7,3,3203,90-0-,8,3-0757/,39/,5:, 202-,9,82,/,-9079039:,3203,95,7,,2 2:19,9,:,162020-0-,8,3 :39:203039:,3::2808:,/03,32094/44/,3,/, 
,/,9,/,32070, :3,,3    ,3,3,1,9,5,/,5074/03  4/1,82:(  %0780-,73,507/0-,9,3/,39:,757,3/,39,7,5,7,,6 !,/,5072:,,32,8,3 2:,,92-:2:3,/,7, 5079:,7,317,3 /,3507808,3 5,,2,320:,8,3203,-,9,392-:3,99, 
99,-,7:/,,22039,87 ,3 ::2-,502:,
502:,9,87 9: %07,/3,507808,35,,2/2,8,8,,-,99: ,/,,,703,507-0/,,35,,2/,39,7,2070,/,3507-0/,,33,8,38,25,05,/, 2070, ,703,50309,:,32070,/,,284,,/89/,-078,2,,3/,35:,,703, 507-0/,,35,3/,3,39039,32,8,,,3203,//,8,7-,50309,5,38:,9:::2  /8,2539::,,/,,,703,-07,3,39025,9 (   !02-::,316

/.:.3.3 0-07. .2:3.9:09..3 $0.-0-07.39.8:8.2: 50309..9..2 0702-.2 $0-.-07:9   ..203:25:. (   4/1.2.2:.- 3805079$98./503.2.2.9/.2:50309.7 .8.:.9.3-3:--.3&2.:. .3.:.9. .3 40..802070..8:/.93.-.75020739../3.29.07.. .3 9./.8.703.9.3 ..7/.2.203:81.3//:3.3.880-..:2.2203..91:39:203:8::2 ::28.9/.::28.3::2 ::216.2/80-. -3:&2.2.2.3.2..3 .9.5. 907:8-0702-.8.32.:5../:...7.1:6..8./.3::28..2:..3508.3 .82:!0309. 1.33.98.3/.243:2039.3.907.8. 1.7.8.2 02:/.73.97:5.3//:3.-.- :.2.2 .80-03.5.99.99:38.3203/474350702-.:.947:9.3503:8..3.-0702-.31.3:9.8.347.

7.703.3 ::28090.3/03..3/.1.35027./..7..3/...7...-25:3.75:.318.1..5.- !.9    0702-. .1 /.3.. :9:-../.3/50.29.35./.3.3.9:/.9 /:25:./507/0-..2 $0.99:907.9.3.:39:20325:3.2.3-:: -:::3...:.3/:.31:6.504254202. #.3/.83.. 2:9.5020739.90780-:9.3.9.5030702.5079.3 809.:2.7..7:3. -:: -::2:50309.2.- 9.::8.7.32:.2:50309.3. .2202. 2.- 80-.3.502:/.3 909.33.2.7..2./98..5074/032:3.....9./9890702:.8./98.2.. . ":7 .. ( !..:.3 .2:.7.2..2 -.9:  ...  :5.3 ./5:..2-.23 2:.:.39: 8.22:8..//983 /.03.-2-3. 899. ":7 ..5027.7.2:39:20089.:..7:3.8.39.250309.35.98..2907.1.2/-.3/./98  907:9./.2070..30/.3/:9.7 .:.-.2-/.9.8/ /2:./98/..50325:3.-0.:5.    /.-:: -::0/4907.-0717907803/7 /.7.8..7:8.5030702.

2:82 .9.1.   - 2.

 .  ..9.1. -3.

  / -:.1.9.:/ .

1.  0  %72/ .9.

  1  .1.8.9 .  .

22./.3..5.7./.8:33.8.- 2.39. (   !02-039:.3./-.-6 .3.3 2030.8.50702-./..2:9.3.

52:9.7.:5:3/./803.350784.3/03./.3803.88.25780.30/:5.   %.9.7.8.3. 20.7./203.33320250.33.:7.8./9.2-:: -::16 .39079:8/.3.16390.92:16 2./03..3 :25:.2070.8.3..2..3 .3 .:5:3.220307./02:/.39.16 !.88.-./.33..39.7.3..7. .3-07:5.3:25:.3./2070..203:8:8.9::39:203.316../50.7../03405.2.:..:39:203/.5 !.05.89.  .72:163..3507.3 .78.9..9.5 9./:5/..33.390:405.89.32070. :25:.:5:333203.2- 892-.2:9...22:16 .9.

-168.:8090. 9. &.33 -07.503/79:.9/./. .2./.80-.3-.-.-7.8.7..5:3/.3 09.8.7.7.2.9/09.-.32094/0892-.7. (  %..39.7.8.5..3 2:3.-0.1.-07:9  .9::2 /..7 /.8.3.2:39/...39:/.3.802:./.3   2030.7.. 2.8/03.- 3-07:2.7 /..8./..:/..:88:33.-:16.3.

-.2.8: /. 80503/. :39: 203:8  ":7.87      -:.35073.-.72 20250740 507.7.3 .320250740 507.3 .8. #. /03.:7-7..1  /.5:3.9. 40 5.3 203:8. -0-07.3: .7#.-..2070.3-3$.3 203:8  8.1       2.9 9079039:  805079 053 053 9:. 9: 070.3 /3.8: 80-..8::.-9-3:9       :. :72..22.#.3 40 -/:.. 503:8 80.3 .2 -039: 80-:. /50739.3 8..5 5007. .90./8 #.././      8.3 8025:73.9.-./-3. 8. -3 27 -3 $ ./. 8.380-. 8 $. ..8::..3.3 :2.31.3 /.9. /.9.9 20309. .3.5. $..3 -.3-3%8. 2:8.  $0-. $  .8: 203.     .8::. -:$.7.9: /.9: -. :39: 203./8 . ..-33.33..3 40 #. %8./8/. 8.$  .3  5005.5..7. 8. -: 27-/.  / -.9::7. 9/..3 !03:8.7/... #.8. / 9025./8  /./..39.1. 8-.-    (    !&$%$ !. ":7.9  $0..9#.7.09.3 9:  .9 202 .2.2-3.340-0-07.703.3805079.5.9.  #.8. #.2503:8. 7082  .7.9 8..:..-.22..8::../8.3 80:7:3.3-. 8.3 /03.9.9..2 802:. -0:2 907:25: /..9.8.9 9025.  09.22..-/.:. : 2./-3/78.-.3..3 2070.3 -.9...3.3 0-07.-./.     :.2.5.93.5 /9:8  ....9.  ":7.9 8.3-3. 8.9 ..9.3  ":7.3 5.7 #.203..33.7.  ":7.9.9 203.3  7. .8::.:8:33. 03.:7       .3 5.3 90..1. /     .980-.     -:%8. 8. 2020739.  . 90.3. ./8 #./.3.$ 070../-3:. 907..  $:1.. -07.-078.7.7.98-3$.3. .8:  :.3. /..33. . 9/.8.5.:/-3.3-327-3:.5.3 /. .87:6. /-3.3.9./     $:1..9 8:./8 .9   ":7.3 ..-.7.8::.6-3#./8.3 503: /.93./6.3-3&.9 80.32025:3..3.1. -/:.5.2.3 -.

7.3./8 #.3 8. 9:7:3./.. /2.3  $0-.3/.-/.-0.5. 5.39/./8 80. . -079.3.3 203. /9::. .3 3.7..7/.3.3.7: 80. 202.3 -08.:  80. .3/./.3  03:7:9 8:.8 9/.3  0 .. 9/..9 -.3  .. 80-:.9.- 203:8 .83.8::.3203... -3 27 -3 8  . 5079039../8 /03.3 ./8 %0.3  ":7. .02:/.5:8. 2070.7. . .39.3 90.3 -.3%/. 203.. 8.3203. .7 /.3.3./8 #..33. .0:.8.3.5.3 ":7.5. -:: . 203.-. .#..7:.3 2.3./. 7082  070.3 ..3.3  # :82  .33. /.30--. ./8..: / 9../8 #.9:2:2 03/03.  ":7././:.38.8::..2 -./..3. 202. /.9: /.3/03. 05.././8 /.97.32070.7  80/.3-07503/.8 -.97...305. .9.: 203:9:7./.97.3 ":7.3.3..7.5.  $0-. /:.3808:.3  03/.793.8 -3 .9/.9 -.5 5:.3 2070./. $  20303..8::..3:.3 9: .38...3./.8::.3 . ..302:/.3..2070. 3. / ..3  -: :7.9: 7.7:  /02 %:.7. /...30-03.7.3 /. 9/. $  / .25:7./. 203:83.9./8 /03. 03.3/. /. 8.9.72::9: 80.9.3 -.3 203:8 .2.3202-073.25:7.:80.3 2025:3.7..3.25:7. ./8 /3.9.3/. #.3 .3.7/./:./.3 8025:73.2:/03...-07. 203:8.8::.2:/03.05.78047.9:.2 .2:9:8...32. 793.9.20. 9.703. -07. /03.2: /03.: 9/.3. .. 9:  8090. 203:8 808:./.7. 80-:./. %:8.. 90780-:9 #...5.3 47.7.  2025:3.3 /9:8 /03.5.3.: :39: 47.:  .3 ":7.8::.3.38: /03. 2.9..9.3 9079039: .3 0.9 203:8 .3 .75.3$0/..3 ./.5.7.2. -07503/.5.7 :. 9:  -/:.7.3.3-078. 0- 20309.-.:-0.- 5.7.7.3 .39/.:203:8.. 2025:3.3.3..3   ":7./8 .:.7.3.3 -/:./.9/.-.32070.3 :8./-07..3:39:203:8./.7 /.2:80.1.33.3 .3./.5.3.305..9  /907.

3 2070.9.  . 2070.3 05.3 . .:.:.. 203:8 8:3. :39: /7 803/7  /.93.33.3./.39/. .9 .5.3./8 /-07.3 3 203:8 .

5..33..   !!%$ .

/.3..9 /.3 203072.5.. /. /.9 203:9 .9 . /03..3  :39:80. .3. ./8 .7..3 /50740 /.-/.3 //03.9. 47. .25..: 203/03.9 .73.- 9: 0-./8 20.9 .3 9070.7.3 .5.9.- ..  .3.: 203/03.3 .: 203. /. .-.5.-.1..3:93..-.7 3.7 47.- $  -0750.5.33.5.5... 8.3 203:8 . 9/.3.3 5.305. . /.3 2.2 -::  $0-..7 2070.-  .7 .9 20.9 203..3.- $   .3 .5./8 /..5.-/.9: /.3:-.3 -07:5.2 8.9 203072.!.3 .3 .5./8 /.2 203072./. 802:.. 8.3 -..3 8.39.:.35:.  070.3. 203.3  .7 .3 .3 .5. 803/7 /. 8.9 .3 5.5 .380.3  -:.9 .-.7 2070.5 ..7 8.3 8.703.3 5073.  .9 ..3./7 2.9. 9: /. . . 809.3 203/03../8.3 /03. -0-07.5.7 /03.2.3 .-.47.38:3 ..3 /8. 0:.- 07..9./.. .-  02:/.5. 2033.. /.. 8.73. 809.7. .3 5.-  02:/.3 203.9 8. 5.7.08 . /.-/.7 5:.

8./././8   .  /0 50325:3.2.9. -: :7.7.../ :/7207.7. #.80:2.. 5.3 2070.9. 2...3 ./8.3 0:.8.9.9..2.207./8  8.8::.9.8./8  3..:-.1.-..72..3-08..7 2::9 0 2::9 .  -:.9.33. /.-7-3-/:.3.9.7./8 9: -0753/.3 ../8 -07/.3 -:.3  -:.3 /.3 2.3...9.3 /8.3  -:. :.380-.5...- 80.7./8 ./8   !!&%$ !. $  2... :.207.3 5073.8-3.9: 9: 207.3-. .2.8/3/.-./8 .83 2.7..-3&2.3. 90703.:7 #..3  -:.2 3.9.3 02-.  .5./8 02:/. ..&2../02:. 9079:8 :39: 5079.8.1.3  -:.  ./ 5079.33.  02. .-.207./5079.77 . -::7.3 -3:..9 803.340-::7.808:/.33.-  .2 /.. 207.8207.  03:7:9 0907.35.../8 . 53/.9.             -/:.9.9.3  -:.-.35.7.25...3 .99..3 .-3:--. 3.340.25: 2030:. 7.7..83 507./8  -:$./8 ./8 ..8..7-3..5.3/7..207. /70.3:2.3 .7. 7../8  -/:.

.

.2 20250.: . /.97 -. /.3 40 &2. :2.3.8.9 8..33.3: 507.703.3  .7  ":7.7 .   . -0..2 907.9.2:3 /0 90780-:9 9/..

8.3380.7 5.2.7.3 /-::..3/9072.  &2.3 80-.3 83.7-3-/:8203:88:7.703..3 2033. 9.703./8 #.9.3 8.082:8:5.-.3  :7 9:.53... 503../8  .3. .7 -3 -/:  .  . 203008 .2033.//.3/.. .  ..3 5.7.!./...: ../ /.905.3 ./8 &2.3 203:3.3 /.303/./ /.5. -3$./.  0.3 .  -: .2.3.7.. 2./8 .:3.3 8. :..3 2. &2.3. 5.302. /03.1.3 207:5. 2.5.7.1.3..80.9 ..3. 5020739.5.9 /50740 /./8 9: .:8 /.47.  -. /..08 2..3 2.3 .-  :7 3     02:/. 80. 203:8 8:7.: 9:8.3.3 /:3./.7./8 ../8 /.39.5. .. 5.-:.8/3.3.#.503. ./8/.7 203:8..  2:33 .3 /34-.7/:/ /03.1.1.2.3 .3. .202-::.7 5.3  $0. ..-079.1./8  ..-:. /.2 !07...  .320309. .3./.  .7. .  803.9. .8 /:5  !.7 -3 :.2 8:5.3.7 $.- /.3 2.350730.5 -078.3/.808:3:3.. 507.7.3 :39: 203: 8:2-07 8:2-07502-. 507./8 .3802.380/9:2.3 .32: /./.-. :..:3. :-073:7 .3 . 2094/0 .:..3. :-073:7 .33../ -3 207 -3 .6-: /.- :7 02:/./. 503.2 .7.2. :-073:7 .22. :.3 .3 :8.23.95./3.7.253 502-::.3$. 8007.3./.9/:53.2.8.5..5.3 502-::. 9/.3 .-. 8.85../:3.7./.3 / 8.2 -:: -:: ./8 507.20..1.3.7:.8: ./3. 90707.905.1.39/./8#./8 ..3 203:25:.20309.5 2: /80-.3/.3 03./5079.5./ .1..93.8.507.2./:5 .22.././.9 05.7 -3 -/: 8 2020739.3 /..5 /./.3 /02-.3 05. -0.: 9.3 2.:9 .  2: 90780-:9 .9.3./8 ./-3:82-3&-.  0.7./8 80.3..8.: 8.9.3 &2.5.. /.3 3.3 /. . 03.920309. 05./  094/0 8. /.3.3.3.. :.9: :.2:9:/7. ..5.:3     .3907/./.3./80-.-./8. .7..3 203/::30089.3 .3.- :72:.. /:25:.33.7-3.8. 90703.. &2.:37.2. :39: 203:25:..3.8:$/.3 03.7  -.7. 7.7:. -07:93. :8:8203:88:7..383. 9.802../.3 40 :.9.97 .2.202-::.: /5.32094/08. .3/2. /.35079.7-3-/:88047../8 . 90780-:9  ./.:0./.3 80-.7 . /.3.

 .2. ./.3 203. 2.7 2070.9.3 .3  2:3. .3.3  9072./ /.9 . 549 :39: 203:2-./8 /2:.././. 05. /80-:9.8 /03. /.  .9: 8. 503025:3. 907-:3:3..8: .07.9. 2038.9. -:. 502-::.9: 9: 0./ 9..8 /./ 40 2.:3. . 5.- 9.3 .3 2: ./.3 -03. 80.9 8.3 /. 507903.1.9 .3 .3/.3 9..  2. :9:-:8 $99...9.2.  -3 -: %.8..28 $. :.3 .83 2./8 ./8 /. -07:93.. 03.3 8.83 04254 203.3 .7: 507. 0307./-.  &39: 202-0. :.3 2:.3.- 8079. 5745... .. 9.3/.7:8 5745.  40 2./.3 /.3 .3 :2:7  . :9:-:8 899.8.7.  2073.1     !02-::.3 503:8.3. /.  502.- 9.9: $.3 -08.3 02:/.       7 #..83 2.8.  $0-.3 2.3 2.3  :.5 -0:2 -09: 8025:2.3 47.  .-075:8./8 7.2. /03. 502.8: .83  2.3 .7. :.8.2.9: 9: .3 2./8 -079.33. :.9. 2.3 702 .  :.8: 502-::.8  :7  02:/.3 2: 50309.3 . 443.253.:./.2 90750.39.8 .3 9 %:72:  %/.2 2: ./8 5. .7.3  :..7. 80. . 9. 9.  909.7  /.   %&!$&%$&!!% $0. /. /.3 . 2070.83 33 2020.83 2.99.3/.3.2 . 80/9 5.9 7.3 203:/: 5.3 3 ..3 / .2-.33. ..3 2:3.8 -.7.32::89.9 2:.. 8.7 5.3 $.: 5:.3 07.3 . ./    /.   :83./8  $090.2 .95. .-./8  805079 :.380.3 90703. /.8  -.33./8 .9025../ 0/:.3 :5.3 /3.9: 5.  . . 202-:. :. 3. .2:8./8 #.7 05..9. 5020739.2.3:9.3.3:9. :2./..9 9:.  !.3 :2:7  %025..3 202-07 . :. 9:  9.../.9. . 92-:3../8 5.8. 7. 90780-:9 -08079. . 02:/.7 $. ./. 5020739../03.-.  $0-.  ./8 :39: 202-03/:3 .3 90703./8 5.91 :39: 202-::. .- .33.2 2. 2:. /.-       /.3 40 -3 :7.- :. 0- 909 40 2.3 .3 .3 2.3 443.8:.7 /.. 202-:. 8..9.3 502-::. -0702-.3 ./8 5.3 .9 .8.3 .9.7  :82  %:72:  ... 03.7 443..3 40 443.  .3 .3 /.3 &2.25./.8:  7. 5745.3  .3 .. /. 90.8:  :.3/..3..2 5.7 /. /.3.3 &2.1.:.3 --.2 .:..9.8: $  9.: -07.32./89:02:/. 203.7.9:9:  !.:/ -3:.9./.3.-  -3 $.8: . :82  $:3.-.7. 503/7..7. 2-. &82.7 5...3 -3 11..3 80.: 20309 8.7 2.:... ../.

3 -07/:89.:3.3. .2./.9 /9072.2-/.3 20309 0.3 9: :. /.2.743:2 43:2. 3. .8: 40 5. 9/. /.05.9 .7./. /03./. .3 907.33.5.39.. 507.5.  $0.2.5 .3 -07-.2 . 507. .3.0 /... .7 /.2...8.3 9.. 507..3.2 502-..8:  03:7:9 2.9.3 . 3.#.3 80-.7.8..9 038 47.::.5.3 507.33/6 9:.45488 $0. 507./83../8 .. 20309.9 8. 8..18:3.: 2.. .. .7 -03.3 .3.3 2./8 5. 025./.:.3.3 /. 7.7...9.8.5.3-07:5.9/9072.3/7. 907/..3203:9. 9: -.18:3./8 . 3 /.  7. /:8.3 202-:.3.33.203:3:.3 02.39.5./8 ./8..9:/03.7./. -07/:89.7./.9:39: 203:9.9 507. .       &39: 9:  02:/. 20250.3 502-07. 507. :39: 203.3 :39: 20309..2 2.7 23.7 203/03.. 90780-:9  .3.-..39/.    7.38.3 -03.3. 8.3.:5:3 /.3 ..:.39: 2:3. -40 /.25.3.3203.3 :. 47.7 /.33.7.3:7.33..443. 9/./.33.3 9: 9/.8.73.3 .2.7.8:    7.9 2...

/..7.6/   9.3.93./8 9: 5.3202.2 9/./8 202-:.7.7 .  &39: 9:  5.- 9.94./.7: /./8.7  .38079.3   9. 8:5.- 40-3:. .2.9: .- .-40 .743709.39.3.3-3-7.3/-:./8 .253 9: 5.- 40 :.:  9.3. :8:8 20307. 8:.5..9 40 507-:.3 907808.9..8:.22. :2. .9. 443. 203:8:3 9.7.3 203:3:.3 80..20309.3 5.9 8./ -3 %.9203:3:.2.8-07:9.3 443.8.7.2/.5.7 .8:  7 .3 .: 5.3 2070.39.3. . .3 -./8 9: 5.8: .. :..8:90780-:9 .3/./85.3    9.3. :.2 .:3     9.9 .94.:3   8. 907503.3-.7./8 .9:.

3::2 5.3.-9.39.3.39./98809.2803. ././.-. /.-.    92-:38.340.9.:. 207..-.5:39073.9 8....98.- 9.3-0. .- 3/.3.. -:.-.-8./9:8./..9/.87.380-.35.8090.  .  !.39:8-.7../98 . .8.:.-. .37.3.2.8./98-0:28025..  -:.2203.89.0 /./  0 ..380-. 0.8..3  -:.-/.3:./98 5072:./.3/:5./.3..- 3203.89..7 .9507::39: /9:8.3. .503./.-408 . 3.-07..:.- 80-./7.8::./98-0:25073.8.- .9:3.502-::.-.2.3/3.-.3.1.- 9.9:9:  .9/.9180.8  / &22.8.7/. .9.380-./8.3.8.98.3.-3 --..99.-..30-09:.7..98. .-.3.  8./98 . -/:.99:.9907-.  $:8:3./989:05.2..8.305..-.-.8.-7-3 -/.: 80-.3502-039:. 5.2.25:.503:8:3.9 2././  - #.  1 .207./5.20.3809.- .8./.3/./989: $0-0:23. 02..35.25.3.3..2.7..380-.8-3.:/.:7 7.0307..-$ 805079.3.7:5.3&2..3 08-:./ 8.-408 ..89. :/7207.80-.7.3..502-:.8...38.25.380907:83.:.3 . ":7 .73. 903..9./89:-..9.8008.3.$3.9. 207.9/-::..8:$ $  - ../98 5.7-:..9 8.9.7082:39:203:8/.- 9079039: .. 803.502-.503.202-.3 .25.7 -:.:22.8.7./903.2.3.3#.2./98 9.33.7/3.9 .8.1.9.3  0 08-:.-:../. -:. -/:..3.9.3800809...92:/.3-07:93.7.2.3/4380397.9.950393  !./'8.8.1.9.9 8.8..8.:5:32.7.35.7. 207. . -:$.3503:8:3.8.. .   0.8.././989: .3.5074/0. -::7.3.3#.5507:..38.9: ../989:  .3/..98.&22:: 233 207.1./.9.3./.380-.3 .7./98  !.3./.320..7-3.3.357-.9..2.9.8 207.9/./8 793.7-3-/:8 ..-..-3 &2./  / .8/3    .3..8.280/.-803/75073..3:22./.2.7..3 &2.1.39..3202-::.50702-.1.99079039:.:3    .9.8./..9.7-.3.8::.3 8.-.9!0702-..703.90307.- 9.39.39./8..30-:2:2 /.

2/:./..3907..3.  5.7.705..9.5030.703909./989:02:/.3:8:8:39:203./98 .:5:3/93.7 2./98/.22.350702-.38.357385 57385544 ..8./..9/. 3. /.32./.3./3.3-0702-.-078::2 ::2 !. /.7.2-.:..39::22..9./98  $0..3 .9/.7...5.7.280..3.5.2.2-:: 8079.9./.2:.3. 3472.8::.3.5 507808.-. :.2-0-07.32:6!02.#.3 2.3-.3/03..8:.:8.90.302.3.9.38.2539:9/././03.7.25.../ 8.0 .5.05.3.939073. 80.: .:7./98 .3   .9./.8.2-07-../.22:2:89.7.2.3 2030-.3 207:5.3 47..33.93.8..55079..2.5.-079039.3 ::2 ::2 .08.. :./.-07/:89.35:3/.:2:823 8.7 #.78.3/.7..9.7.30..9.02:/.  5:9:8.2:3 2070.8.3 -07.:/.  .7. 907.7.7. 8./.9 /./98 .7-0.3..8:/.8.6 80/.7..8 3.-$.7.5..03.-.2.8:/.5.8  4/1./.7/.20.3.33472..3 #..8.2..!0702-.9.3-:.9 %:72:/ .7./.-.3/.5 8:.3.5.38. 505. 2. :8./. ..9.-3#.9.99..3.38008 80-.3.2:82 .7.3.8.3:.2.2 ...8: $0-.-./.38.3 5074/0 .-.2.7.78.2:8.38./98 ./9890780-:9  $03.3 9.3/-:.9.-./.2-..2/.58.2- 05:9:8.:5:3:8. :8.2803/7.2.9073.2 .5 8.9 8.8.32: 2:.-/./98 ..2 /:. 0/:5..3.38:3-079.8.3.8.98.7 .78082.3. 9.-.3 1..03..3.:5:34047.....9202-03/:380:7::8.2 -.3.3 .3803.703.9402070./307.5.8-.3 08. ":7...0.:.8:/ 2..8.- 9.2 909./98  .3/.3-078.9203.-. 2:90780-:9  &39:202-07. 90:8:7 80.98:.. 574/0 03.80-...5074/003.-/.3/9:.. 5. 5074/05079./.9 9/...7.203/. 3.30--..3.39:80-../985....3 /.9: .3803.9025.80/95:.8:/9079039: 2.340.940:22.98.3.7.3.3 50/42.33...8.9./803/7 .- .- :./3 -3:$.3 -08.3. -07.350702-.8. .3./989::897:/..808:..3 907/./.2.5./984/1.38./98 .3/80-:92::89.350/42.2070.25.:39: 203.3.3 .3 .5030-./.35..  !..5074/0 0/:..9: 50789.-40203. /.507.8:./.3.3 907.7:..9:/8532:907803/7.9 /-::.3907./.8.350/42./.2..3 05.38025.. 507: 20.8:9: -0790-.2070.:2.9:7. ./985.703./985.2...-.5..3 8073 202-.03.2070.7:.3.:202.:39:202-:.3::2 ::2 9: -07:5.98.3 9. ::2 ::2 ./98/.5.2 203.38.38008 8008 80507:3.#.3/.2./..3.2....59/.3/3../98/..2.7.5.59. -0:2/.:.2 -07:5. 20..2.3-..7.2. .38008 800809.7..3(     .909.3 5074/0 0.5505./.2..30...3. -..8::..3:22.2070.. 3.2.907.9::..

:.3.3 3 808:..5 .7: 2:3.389.33.5.9802.3/80:7:..3  5.5.3 /.35:./8 /.203:3.8.9  8079... -07-..2.-07/.1.2 .:  8090...3 5:..8.2.2:. . 3 203.3.. 2.:..7.8..3.3.-3.:   $.3 . 5079.3 2: 2:8.3 :-:3.4394 .-  2: 50309. 0. .:0.3.8.32:3. 2094/09. 025. .3 2:3.59.5. 9039..3/03.3 2: 2:.3 502-::. /.3 908.2 /.3 -0:2 5:. .3 9/..  5.3.3 /. 2.5:..3 2:50309.79.2.:2:823  -07.39.:  02. 8:2-07 ::2 8.3  50390702.7.90/:5.7:.2.3 /03.9 .3 -075:8.3 80-. .  -. 2..87      /.:39:202-.3/.:...- 3 2. 0/:.7.3 -.3 :.3. ..83 0 /..8.3  .703.3-0:2:.7. .9.8...3-:.-.9 / 7.3   503:8:3.   085:3 . .93..8./8 /9.3.7 0/:. :39: 202.8.7.25.2..2 202.33.3/.3 203:8: .2   !.7. 2070.9./.  2: 2: .3 -0702-.3 6.3 2094/44 :8:8  ./. /1472:..5.3.3 503/. 803. 2:.39.80.3..28. 8079../3-0:2/1472:.9./.3 50784.3202.3 /:.-   -7.3..3...80-:.2 207085438 50784.3 0/:.23. 8047. .-074380397.89&2.  $0/.37.. 8:.8.  .. 3 2:3. 202-:9:.7. 2.. .5 50784..3802.2 0/:.8.-9..2..  -.8. 9: -0:2 /-::.2: 2:0/:3.:5.:.84/.8. 8.3.7. .9..8.-..7. -039: .7.80.5.7 04254 ..2:.: 9/.7.2 -. .7.  /./ 16.3 ::2 ::2 $.380-. ..7 8:8:-: /.3.35079.2. 7.2.. -.9 503/.3.3 . 7.8:39:202507:..3 2: 50309..9:9:.8.703.3.7: .35.3   .8./.39.3.  ./.220708543850784..3 203.$.:.-.2...1.2 203.2-039:2:16 02.2 .7. -0:2 /.2 5. 203.5.9.3 /.3 /.3 7..3 -0:2 2070...5074/09./.3. 203/03.2 202.2 -039: 2: :8: 16 /.8.3.3 -:: -::   507:2:8.  9/.. ./.3 .7.3 . . 202./42-./.:. . 8./.8. 39/.8. 2: 2:.3203:8:5.7. /-3:8. 20.3-.9 8. .39.2. 09.78:8: .8.89--.: 80-..9:.388902..3... 909.7 8:8: 80047 /42-./.2 ::2 ::2 8./.37.3 8:8:. ../.84 . 47.  .7.:./.2 .3 2. 0.../3./.80.2.8.3 .9/58.  2:3./.3 .../8/./.. ::2 ::2 8. 2:-../8 3 .8.148:1/. .9: 09.  .380-.-.:2 :823/.3./1472:.-. 5074/0 3 :.8..2. 3 5.3 3  ./.3-07:5./..3 8.  .9 9/../ .7.2:3 /02.3907/7/.. 2.-   $./8 909. 203:3.98 02:/..83.8:8 -.3 -.3. .3 20.5..3 2.3 -.3:875/..3:3 8:.      .5... 8. /03..30-.9 / .: 50302-.8:/ .9: 507.35.3 .38:3/.3. .-.9: .- 3.  7.3.7.39. ..8.73.7.  .703.. /03.3 ..3/03.9. ./8/:./.3 -:: -07-.3 -075:8.71.. 80.9203.. 2:3.

0203 30. 8.9 169039.7 443.  /.3.78 /.  6 3 202-. 43. .3::2./.3 .33.3 :-:3.3 93/. /.7. !02-.7.3.5/.850 549  04342 /.3 .  805079 8.  162:3./.. 2: 88..3 -.2  .3 16 39 16 9039. 907/7 /./8.3   .9.9:.8.7.3  2: 16 80.39.716.7 16 -/9 16 9039.3.3 -..03843.9  .3 507/.31688.3 50784.7. .. 2: 16 -0702-.7 .90758.9  5:...38073/-.3 50784.9.850/.3/. . . 30.3 :-:3. !..: /80-:9 :.3038 038169073907.3507.8 9039.3.3 205:9 .9:.33.3 ..9./.: 2.9.8203.9 16 9039. 203:7:9 8.2:3.  16 2: 2. .3 9.880.3/03. 5074/0 3./.3 -07.8.. 805079.9.8.9:08.

 9/. .2:9.7-073. -07:5..  ::2 ::2 .3 /8:3..907-:. 507-:.52:3-0:2/-::.8./.2:30/:.3 89.39039.3 $02039.2..7.9./.7.907.-. 203:3. :P2.32:163. ":7.89.32:.957. /.8.3 :9.32:16 909.85.3207:5.339075709. 94:9  2: 5020739.. 8./3.3-0781. -:.3::28. 5074/0 9. 3  803.3::2 ::2.5 .-  .2 ::6.3 2:3.3. .5.16 /03..9: /..8.2..9 3 -.316.89039. ./2070. 82L  8.33..3 .3 .3. !.3/.3.2 -.  0/:.3.38.202503079.. 3 /..2.3202-.2 .3 8.3 /.2:. 343 7.8073/8.3/.7/.:  ..2:3.  5027. 9/.850 549 207:5.7.-. /.::28. /80-:9:.32.  -0.373. ::2 ::2 .49.2..6 .//-07-.8.79.:8047..38.3 /..2 .3-.3 -0781./.2.2.3 2:9..  /03..3 ::2 ::2 8.  28.3 .9. 8.9.9./03. 88L ..3::2 ::28./ 0/:.3.7.347.3.7:.7. .38.8.8...3.3.3-3%8.3/./1.3 /.  -.2 0/:.2 16 8.- 3 ..2. 2.-9   .280-.31.9/.9/09.25.. : 2. 2.80-.:8. 085:3/../..3.7.5 02:/.7.98 0/.:8./ -08.2.2503:3..3/02.2..7..5.16207:5. ":7.32:16.1 /0. .:2.7/. 8079./.9.. /.9. ./.8.4. 17 ./..8502.5../7.7.3/..: 5. ::2 ::2 ... /. 3.3.3 507. 35:3 203.3 907/.3 -0781.3..3-07-0/.  909.2. 5..7.347.-3.  .././88079.32021472:.80-03.3 8079. 503:8 5. 80-.35079.3.9.3 /2.98 .7..7. 89..0732039 /.3   03.2.550789... 2:9.:5:3 ::2 ::2 .9:207:5..250702-. 507:9:7.73. 9:.3507/0-. 82. .7: 2:3.502-.2 .2..2  96/..3 /. ..3 909.3/50740/.9 57.3. 9.2. 80.: 802:.3/507-40.3 / /.   2: 16 -.3.957.  2.3 ::23..3/.3 549 8.3/.3.7.39.   !03079.3.3 .30.3.5908 908.98.:3..3.7 . /902:.8. 7./8 2.3/./907. 549../.

/8  2.:  ..:      5073.2 / ./6/L .3.2.1   . $.7 -.::.-07:/:9.  !. $:33./-08..:.90705..3. 04254 .7 5.3 80-.9..7.-9039.8/    . #..5 :8.3 9::.3 .32.3/0-.8./8 !7.7:3 .-3.3 .:     /03.8.3 /03.3.  2033.- ::2 ..1   .2$.3.32070.3. 8:33.3 907:9.. 907./L98  80-. 802039.././.33 /94.7.1./8/.98.8 .503/72..3 2021472:.::...//. . 2  .8./8 203. .8.1 .3.- 3 8073 907.4394/..8438  /.7.9.3 80 202 02.22. 9.. . /9::..7:3.39.3.02:/.3:2.340503:93. .  !02-0.8.. -07:/:./-3/78.7.3 .503/72.380-.2 16 / .3 9:/:.-33.25:.302.31. -3 3.3.3 .  5:3 203.3!..  . !027.3 -. 7. .3 -.7-073.3 90780-:9  $02039. :. . 7.31.9:80203:.3. .3 3  .3.3 -.7 .7:2039.89--.3.:2:823/.25:. .9. . .. .7 . .3 -07..../.:.3 ..203. $.5. $. !02-::.22.  .9.38:7    .8./.3/.32..2./8  909.1.2 203. .7. .3 202-::.3/9:8402:7/ 2:7/ -: .9 503/:/: ./.39.3405.7.5507239. . 202-0. .. /./.5.:.3. /.3/03.3 .3 .7 /.99.1 3 202./8/.503:93.8:/ 2./3.3 9.3 3 9/.3 57.3 . /:: 80-.3 .8:/ 8.. ../ 50/42.3 :2.2 16/. -07:8.1..7.3 20302:. /03.3 ..9.9203.2.3 :25:./.3   .7 / 3:3.9 8./.3/. 05.3 -::3. /239. .3 -. /03. $. .. 0/:.8/.3.8  9.3      /03. ::2 0.: 203/./.3  2:7/ -:.-.3 5073.. .9.703.3.7:2039.3 . :2:23. 5074/0 9. 502-0./ -3 .3 80-.- /03. . 2  ./L98 .-.39. .8 9039.9 203.8. . .9./. 70.2 -0-07.3/8.3 57.93..8.-.. -0./. .3 2.3 7./6/L5.2507/0-.7 9.3 2: 16 /../8  2.1 /-::. &22 /.1.3 ::2  /. .-33.3.5.3 2.-078::2 ::28.:5:3.9..7-0.0. . -3 3.84 /.!03.9./ 507/0-. 1.2203.   .31. 7.:.. -: .2. 7. 7. .9.- 3 80-.9.3 -:.:3.803/75073.3 9::.-. :39: 203.8.:   .8 9.3 /.-.-:: -::.-$..3 .5 :..7.7 /. .2.8  . /809::40./8 02. 909.83 2.2:3..3 ..L7 /.7.2$.3...   $0. 50/42. $.3.9.5. . 1.32:9.29. #.39/./..3 /.3 0/:. ..7:30/:5.38:5702.3. 203/.802:/...3 / . 7.  /03.-L7 /. -:..31. . 3 9/.2.3 203.3 .7 5.: :39: :2:2  909.2:3.8:/ 80-.8047.. . 1. 387 .3 05.3 /03..3 203. .83/. ../.. .203.3 .2/7.7.  907:9.1/.8 /.  .2.::.8.- 302:/.3 -::3..7.3.8.8507239.. 203:3.3.8/ .3 -: :8:1     /03. .2 408047./8  $0/.3 . :..3.-3/.8. 7./8 -07:/: .-::8:15073.33..

:/-3.3      9 ¯ f°¯f ¾  9f f½  ¯ f°–f°¾ f°©°f ¯f¾°– ¯f¾°– ¾½°¯ f ½¾f f°¯f°  f ¾½° ¾½°¯f°°f 9 ¾f° ©f ½f ff f  ©f ¯f ¾ f¯ °©f ¾f ¾½° ¯f°–¯f½f° 9  ¯ f°–f°° ©f f f¾ ¯f°¯fff°f ¾½° ¾½°¯ f f° ½ ¾°––°–f°  ff °–f° f°–¾ff°f°–f°¯ ° °–½ff½ ¯ f°¯f¾°– ¯f¾°– ¾½°¯¾ °    ff¯ ¾½°¯f ¾ ½  ¯ f°–f°° f° f °–f°f°ffff ..33.3203:89.3..3.75..32.7..-16..:./8:83.3/.202.75.3..80-.5 80-.3. $0.3//7./.3-::8:1 2:7/-:.- .8079.25.30/:./-08.-.  .5073.3-..8.5.5.92.5:./..3. 81.538:/.3025.//98 /.2-.f¯¯f  °f f¾f° ° f f¯f° °ff° °f f¯f¯% %  .80-. $:33...2.8047..-..340. #..-07-0/.2.3909.3-3 27.33.2. ¾ ¯f° f f¯f¯ f¾ f–ff°–½ f¯ff°–¯ °¾°f ¯ f ¾ °–f°  nf½f°½ ¯ ff¾f°f°–n½¯ ¯f f f°ff°f¯ ¯f°–¾ f   ¾f° f ff¯ °¯f ¾ f°½f°–¯ °°© f°ffff fff°–f f½f f ¯f¾f°f   ff°–¾  ff f¯f¯f fff f¯  ff -f¾f % % f¯ f°©f° f fff¾f°– °¾ f f¯f¯ °–f°¯ °¾f°ff°ff°–  °f© .- .3 2.2.:  . 3. .3..f ¾f f¾ f°f f fff Jf# f°–¯ ¯f f½fnf f°–½ °°– f¯f ¾ -f¯°½ff°f ¯ ¯f¾¯f f °f¯f¾ f°fnf f°–½ °°–f°°f ff¯¯f ¾f°– ¯ f½ ¾f¾ ff¯ ff ..../. .  . -0. .3-.340-/.3-::8:1 909.1 /./03.:9.3.-07-0/.203./../2./.38./03.7.3.16 1. $:33.f  .   0025. 8. 2.1/.. .6 .9/.. 803.1 /.7.- .2$. .3 .¾ff©ff.1 .. .f#€f D¯f f ¾ f°– ½ff¯  °–f½f©f°f°– ½ff°f f¯f¯ -f¯° ¾ ½  f°f  ff¯@f  f f f f f¯ f f f° ¯¾¾ ¯f¾  ° f©f©–f¯ °f¯½ff°½ °ff°f°–¾ ½f f f½ff°  ff°  °f©fff° ¯f¾ f°––f½ ¯ °–f½ 9f fff ° f¯ ¯fnf f°– ff¯¯f ¾  ff°–f° f ° f°–¯ @ff ff#% % °–f°© @f©f -f f   f f f¯°©–f¯ °f½ ff°¯f  ° ff ¾€ff°% % f°– ¯ f° ¯ °¾f f°–  °f©  .3-07. $./03..f#€fD¯f f ¾ f °©–f¯f¾ ./ 085:3.3./-3.    /.35073./.316.-0.503:9.316.92.503:93..7.3//7.2.-3 /.3 5027.2.2538047./8 2:.503/72.2.-.9. . $..31. 2025027.

f ¾f    f°– °f¯f.fff¾f#f .f ¯f °f ff f °¯ ½ff°½fff°–¾f°–f¯f¾¯f ff¯¯  °–f½  ¯ff° ¾f°f ¾°ff ff¾ ¯°f ¾ ½ ff fff f  f° f¯ff°°f ff¯f °f f¯ ° f°¾ nff °–f½nf f°–¯f ¾ f° ¯ °f°–f°¾ –ff¾ ¾f°f °–f° f .f f f f¾ % %©–f¯ ff°ff°–¾f¯f f¯ °¾f  °–f° °f¯f ¯f#€f f fff@f f f¯f# . °¾ °f f€¾D¯f °  f .f© f .°–°°½ff°–¯ ° f f°f ° fn½ ¾¾ ¯f¾¾ ¾f °–f°©  f °f    nff¯  –¾©–f¯f ½ ¯ ff¾f° ff fff°–¯°n ff°–f° f ¾f ¯  ½f¾f° °¾ f¯ °–fn½f ff ° 9½ff¾f ° ¾ f f°f °f   nf½f° ff¾f°°ff°–¯f¯½¯ °–f½ ¾f¾¾ ¯f½ ¯ ff¾f°¯f ¾  ff°  °––f°f ° f¯ °f½fff¯f ¾¾°ff°– ff°–¾ ¾ f°f °¯ ¯ f° ¯ °ff  ¾  @ ff°– ff  f¯ ¯ ff¾f  °f ff  f ½f¾f%°–f¾f°% ¾f%f¾f°% °f¯%½¾ ¾f%  f°¯#f f%½  f° °–f°%   ff¯ °f¾f°%¾f% ¯°n f½ff f°–¾f°–f f¯ ¯ f°f¾f°°f  .¯ °¾ff° f°f½ ¯ ff¾f° f–f°–¾  f°f°¯ ¯ ffff°–  °–f½ f° ¾ ¯½°f   f½ff°¾  f   ff¯f  °f f f f– f % %¯ °¾ f½f f f°–¯ ¯½°ff°  ¾f ff¯f©½  ¯ f°–f°¯f ¾ ¾ °––f ¯ ° ° -f ¯  ff°– ½¾  ff f ¯f¯ ¯ f°ff fff f ¾ f–f ©f° f °f  nf½f°½ ¯ ff¾f°ff°– ff°¾ nfff¾ f°¯ ° ff¯ fff fff f f f f½ff°–¯ ¯f°– ¾¾ nff ¾ °  ff¯¾ff ¾¾f°– ¯ °nf½f¾ f f°f  f–f°f°–f° ¾ ff¯½ ¯ ff¾f°f°– ¾ ¾f©f ¯¾f°f €ff€¯f ff f° f¯# f°fff ff f f f¯#    ¯ f°f .f ¯f °f ff  9ff©f°f ¾f°–f f¯ff f¯f¾f¯½ff .f°f¯½f°ff©f  f °–f° ½  ¯ f°–f°f°– ©f ½f f¯f¾f ¯f¾fff ff¯ ff¾ff°–¾ f°f f½f –f¯ ff° ff–f€°f¯f¾ ff  ff f½ °°–ff°©–f f ©f ½ °°f° f°f©f°°f ¯f¾ f½f f f–f¯f°f¯ ¯ff¯¾ff ¾ ¯ ¯f¯f°ff ¾f°–¾f f°¯f°f f°–¾f¯  f°¯ff f¾ ½  °nf°–f°¯ °– °f¯°f ¾°°f   9  ¯ f°–f°f©f°¯f ¾¯ °nf½f½°nf°f f ¯D¾¯f° ° f f¯f°f ff -f¯ff°– f ¾ ° ½½  °–f°°f¯f °ff% %f°– ¯ °¾ff¯f¾f°–f¯°¯ °f f°€ °¯ °f  © D¯f f ¾ f°– ¯ f° ° f°– °–f°¾ f°.f°©% % f¯ °¾¾f©f°–¯ ¯ ff¾n½ f½ ¯ ff¾f° ½ ¯ ff¾ f°¯f ¾ ff¯f f°–  °f© .

.f#€f°f°f f¾ff -f  ° °f f f°–¯ ½ff°°–f¾f° ff f ¾ ¯°f  ¯ f°  f° ¾f f % % ff¯f f°–  °f© @f  f f€f@f f -ff  ©–f¯ °¾f  @f ° €f f fff @f f°–¯ °f¯ f ¾f°f ¾°  f°–f°f f -ff   °–f¾f° f f½ff °f ff ¾¾f©f ff°½ffff ¾  f f °.–¾ f€ff f ¾ ¾ f°–f°–½f°©f°– ¯  f© °f ¾f¯½°–  f ff°– n½ff°f f©–f¯ ¯fn½fff¯f°¯ ¯ f°¾f f f½¾f – ff°f f  f f°fff ¾f°–¯ °¾¾ fff¾¾¯ °–¯ °f f f  ¾ ff°f °  °°f¯ °–f¾ ° – ½fff¯f f°ff¾ f° f°fff ff f fff°–  © ¾f¯f °–f°¾ff°– ¾f f ff .f°f©f f€ff .°ff f€f f ¾f -f f f°– ¯ f°  f°¾f f °.f¾ ff¯ °°–f¾f° ¯°nf  ¾f f°– ¯ f° °–f¾f– ½ °¾°f ¾ °  ¯f¯f -ff% %  °–f°©  @f ff @f¾.¾f°f @f ff  f¯ffff–ff¯°f  °f fffff f%  %  €¾ff°-f °f fffff ¾ff°% %  f°fff f ff ff¾%  %f°– ¯  f© °f  f°– ff¯ °°–f¾f°%¾f% f°fff°¯ ¯°nf° f .f ¯f °f ff D½ff°  °f °–f°°f¯f°ff¯f°–°½ f¯ff°f ff° f f°f f f f¯ °f ¾f°%%  ff°f¯ °¾°––f¾   f° %f€f% f f ff¯-f¯f f€¯f ¾ff°– ¯f¾ °–f°©f°€ff f   °f¯ °–f½ff f ¯ f°©–f¯ ¯ f°¾f f f½ f f°f¾ °   f f¾f f°– ¾ f f ff°–°–f¾ f°f°–½f°©f°– f ff°–°–f¾  °f©  ff .°–°¯ f½½ff¾€ff ff°–¾ ¯f° f f  f¯ff°–  °ff ¯ff ff f¯ °¾f f€f °f°–¯f ¾f°– ¾ f½ff¯ ff° ½ °© f¾f°½ °°– f f½¯f  ff¯€ff f  ©–f¯ ¯ f°¾f¾ °   f f½ f ff°–  f°f -f¯° ¾ff°–  °f©  ff f ff€f €ff ¾f f¾  ¾fff¯½°–f°¾ nff ¾ f°  ff°–f°f ff  °–f½  .°ff f  f  f#¯f f °¾¯f °f¾% % ©–f f °––ff° f¯ °¾¾f f f½ff °f ff  ff¯¾ff f°–  °f©  f#¾f f¾¾ D½ff¾ ½f©–f ff° f#f °f .f °  ff#f °f ° f¾  f° f½fff¯ff°°f    f° ff¯ °¾f f°¾f ff °f ff°©–f¯ ° °–½fff¯f° ¯ °¾f° f f¾ff°– ¾f f f f½¯f ¾¾ ¾ff°– nf°¯ ff¯ f .–¾€f€ff f ¾ ¯ ½ff°fff°–½f°–n½  °f   .f¯¯f  °  f¯ °f¯f#ff f°°f°% % ¯¾f°f ¯ °¾f  .f¯¯f  °  ff °f¯f#f °–f° ©  .ff¾°f ¾ff@f ¯°f  °f fffff ° f °¯ ¾ ½f °–f¾f° °f¯° f°f¯ ¯ f°f¾f°½ °°– nfff°  f° f½f½ °© f¾f°f¯ ff°   .

¯f°–.  °f½ ° f°f ¾  ©f° °–f°¯°n°f¯  f# f# ff¯f ¾ f¾  f  °f  .#f° f°f ¾f°f°– fff° °–f°¾f°f f– °––ff¾°f  f° f ¯ °–f° °–°¾ °¾ nfnff°   9 ¾fff° °¾f¾f ¾¾ ½  f  f½f° ½fff¯f ¾¾°ff ff ¾  ff¯¯ °  ¾ f°¯ °–f ¾ ¾ ©ff f ½ f¯f©f¾f¯½ff ff f  ©f f°½ff f¾ f°–½°f°–¯ ¯½ ¾ff° f° f½f ff°.f ¯f °f ff¯ ¯½°f½ ¾°ff°– f f¾f ¾ °––f f¯°–°¾ ¯fff f½f ¾f° ¾°¾f½ ¾f 9 ° °f  ° –ff fff°– ¾ ff¯¯f ¾¾ f¯ ½ff°f½ ¾f¾ff¾ff °f ff  .f¾ff°ff °f½f f¾ff €f ¾f f  °f ff¯½ f ½ ¾ ff°¯  f   f¾ ¾ f  °°fD¾¯f° °€€f°½f ff° ¯ °¾¯°n°f€f¾ €f¾½ ff¯ ¯f¾f¯ ½fff¯f ¾f¯½°– f½¯ ff°¯ff°f ¾ ©–f¯f ¯ ¯ ff°ff ¾ ¯f°f¾ f°–f¾ f–f½ ¯ ffff½ fff ¾½   f °f¾°f f½ff f ¯f¾f°–f°–ff f–f¯f f°©©f°– ¯ f°  °f °–f°¾fi  f½ff ff°–ff°°f f° f½ ½f f°– ¯ f°  °f °–f°¾f i   f°f° f°   .  ¯f°ff¯ °f f f°½ ¾fff°  °¾f¾f ¾¾ ½  ¾  ff¾ f°¾ ©f¾ff¾f¯½f°    °¯ °©f  #f ¾n# ff°–f° °f¾  . ¯f°––f°–.f¯¯f ¾f  ff°½ff f ff°  f-f ¯f¾ ½ f°f¾f©f f ¾f°–¯  fff° ½f f¯f¾f-f ¯f½°¯f¾f¾ff f  ff¾½f f¯ff°f ¾ .f ¯f °f fff½ °f  °¯ °–f f½ °f ½ °ff¯f f¯fff ¾ .f°f©ff -f f€f.ff f  f °¾f¾f ¾ ¯ f° ¯¾f° ½fff¯f– ° f¾¾ ¾ f¯  f  fff ¾ °fff°¾ f–f¾f% °%f½f ff¯ ¯ ° ¯½f¾ff f f fff° °–f°¾f°f %©ff°¾¯¾%f°– ¾f¯ °–¾f¯½f½f f-f  f°f °   f f°– f°–f°– ff f°f°–ff°°f ¾ ¯ °ff¯f f ¾ f ff°f° °–f° f .f¯¯f °¾   °% ¾f¯%f°– ¾ –°f¾   ¾ f°– °f¾f   ff°°–fff°– ½f°fff° .f¯f° ° ¾ff¾  .f° ¯f¯f ¾f f°–°––f°¯f¾ ©f f°©f°  f½f½ –f°°–– @¯@ °–f   9 ° °f ff fff°–¯ °–f½ ¾f¾.f ¯f °f ff –f f¾f f¾f°f     °f¾ f°¯f ¾   ©f¯f¾ff°–¾f°–f ° ¾ ½  f °–f½ ¯f ½fff¯f f¯ ff°f½ff°– ¾ #f ¾# f¯ °  ¾ °¾f¾ ff°– ¾¯  f-f .f€f @¯f¾ Df¯f ff°@ ¯f¾  f-–f ¯ °¾¾ f ¾ff°– © .

f¯  ff ©–f f¾f f. f¯ –°f  f ff¾f©f°f fff°–½ f¯ff ¯ ff°f©f° °f°–f ¾  ¯ f° f°–  °f¯½f°¾ ¾ f  °f     ¾  ¾ ½nfn f°–©–f °f¾f  ¯ °  f°f¾½ ° f°°f °f°– f ¾  ff¯¾ f  © @ –°¾€. ¾  ff¯ °f f#fff °°ff . ¾ ¯f° f¾ ¯ff©f°f°– ff° ff°–f° °f¾ ¾f fff° °  ¯ ¯ °¾f° f¯f f°°fff ¯¾   f  °f f  ff°–f° °f¾©–f ¯ °–ff¯ f¯f°¾ f¯f–f½  ¯½ff f . °½ ff°9€  ..  f ff¯°f f½ °f ¯ °  f°   nff°f¯ °  f° f½f¯fff f©f° °f°–f ¾ ¯¾f°f f°f ¾f f ff¯¾ f f°– ¾ f¯  © @ @f °¾€¾f¯%f ¾ f ¾ ¾f¯% ½° f¯ f°––f½¾ f–f¾ ffff°–¯ °©½f    f °ff¾f¯f ¾ f f¯ °–f°¾ ¾ff°– f ff¯½ ° f°f ¾ f °f°f ¯ °f¯   f¯ ° f¯ ¯°f¯f f¾ ½f©–f f½f  f½f½f fff9€  ¾° f°–  f¯ ° © ¯ff°f . .f¯¯f f f©–f f°f¯ °–¯  f ¯  f    ff° ff ¾f ¾ ff¯¯ ¯ f°ff ff ¾  f° °–¯f ¯°   f°f°– fff¯ °f°ff ff¾ f°–f¯f° ¯½   .f¯¯f f°¾½ °n °°  f ¾ ½f°f¯ ff°½ ° f°f ¾ f°¾ ©f¾ff   nfn©–f¯ °©f  #f ¾n# f ff°–f° °f¾    f° °–    nfn¯ ¯# °––f°# f °fnfn¾f¯½f½f f ¾¯½f°f°– ¯ f°f° ff ff f¾f½°f ¾f°– ° f¾f f-f ¾f ¾°ff ¾ f ¾ f°– ff° °–f°¯¾f¯  ¯ °ff  f°f½f f ¾¯½f°f°–¯ f–f° f f°f °¾f¾f ¾ f °f°f  ff°–f° °f¾  nfn°¯ ¯½   ½f¾f°– f f¾f @ff°– f9€  ¯ °–fff° ff nfn° fff°¯ °©f ©f° ½ f–¾ ¯ff©f° °f°–9 f f f° f°¯¾f¯ ½f°– f  °f ff  ff°9€  ° ¾° fD° ¾f¾° °¯ ff°–¯ff¾¾f°f¯ °– nfn   .¾ff .¾¯  ¾f©f¯¾f°f ¯f ¯° ¾ f°–½ ¯ °f¯ff° f.f¯¯f f ff  f ff¯ °ff °°ff -f ff f°ff ff f ¾ ¯f½° ff¯ ¾¾ ¾¾f°– f ff° .f¾f  f°f . ¾ f  ff¯ °f f©f ¾f¯  f°f  n       ff¯¯ °–f ¾  –½f¾ f°– f°– °f¯f.f ffff f¯  ¯f°ff¾ ¯f ff½f° f½f¯ ¾½ ° f½f   f°nfn -f¯° °fff©–f  n    nfn   f–f¯f°f½°©–f  °ff½ ¯f° ½ ¯f°ff°–f° °f¾  f¯f–°f    ½ °–f¾f°–ff¾  f°f°f ff°–f° °f¾¾f©f ¯ f°f°©–f ff°–f°½ ¯ .

f f°f° f°  f f°f¯ ff°f ¾ °–f°½°¾½ ½°¾½ f°–©–f ½ff ff°–f° °f¾ ¯ ¾½° f f½f fff° f  n¾ f¾ ½ ¾ ° °–f°    °f¾   9f ff ¾ f°f f f© ¯ ° ff¯¯ °– °ff½ff°– f ff° ff°–f° .

-..503.3 .3$.7.503.ff°f°– ½¾¾ °–f° °f  f  °fff°°f f  f½ °f  ¯ °–f° f .3502-039:.25..7.89./..8008./  O ..3.:7 7.7./98  !.:.7.8. 2.- 3/.9 2:/.3.3 .3::2 5.-.50702-.1.3/.502-.$3.5074/0.3#.:/.2.9:82 $0..73./  O .  .8.0307.3.f nf¾ ¾ f©f°¾  ff€f°f °f  f     ©–f¯  f½f° ¾½ °fff°f f°–  f½f ff¯f  °f f#f  f° ° f ¾f ff#ff ¾# ff¯½ °fff°f f°–¯ °–fff° #°°ffff ¯ffff°f #fff fff ¾#f°–¾ ¾°––°f  ° €°€%¯f#€f% f#f ff ¾# °f¯½f°f f°  f¾ °–f©ff°   f °ff °–f°½f¾¯ °–  ff©f f¯ ¯ff#f#  ¯ff°¾  °¾¯f°f°fff°  f °–f°©f¯ ¯ff#f# 9 °– f°nf½f°f f°– f¾f ff ½ff½ ©f f f¯ ¯f¾f°f°¯ °¾f°f ¾ f ¾-f ff°–½f f¾ff ¾ ff f f½ ¯ ¯½° ff¯¾f   ¯ °ff½ °– f°nf½f°°f ff¯½f°   f ff ½ff½ ©f f f¯ ¯f¾f°f°¯ °¾f ¾f°– ¯½ °ff f¾ff    9°f° ½°f°¾ ½ °¯ °–f ff°   f½f °–f°¯ f¯ ff°f½f¾f©ff°–f ¯f°¯ ° °–  f°©f°f°– ° f nf½f°f  °––f ff¯ °f f½f  ¯f°nf½f°  f°–¯ °–fff° # f–f°  ¾f ff ¾ ff°f fff¾ ½  ¯ f°–f°¾f¯½f ff f ½ f¯f f° f  f ff¯  f°– f–f¯ff° ½ ¯f½° ¾nf @ ff °f½ ° f½ff°–¯ °–fff° fff ¾¯ ½ff° ¯ °¾f¯f°–¾ f f f¾ ©f¯f¾f ° ¯ f°f°f ff½ °–f½  ¯ f°–f°¾f¯½f f¯f¾f ¯ff°–f°# °½f f°–¯ °–f ff°nfn¯ °–fff° # f–f°  ¾f f¾f°f ½f f¯f°f¯°n ff¯ °f°–¾f°–f¾ f°f  ¯ f°¯ °nf½f°–f ¾ ¯½°ff°°f½f f½f f f f f  –f©f#    $0..8..3.8.f °./98 4.3.9 ./.9: .8:$ $  .8. °f¾ ff°  f½f ff¾ f–f°¯  f °ff¯ °–f ff°½°¾½ ½°¾½¯f f°  °fff°¾ ©ff   ¾ ° ¯¾f°f ¯ ° f ¯ ¯f¾f ¾° ½ °°–f°  f ./989:05././ 8.-.:.02-07    !4890/3.9 2.../98 5.7.502-::.-.3800809.8..9!0702-.2.37.3..-.8.3 .-.8...8/3    .9.202-./98 5072:.9!0702-.  O O O .9 8.38.$3.

8: /..380907:83.33.98.3 /-:. 903..-07/:89.   -:.:7./7. 207. :8.9:3.9 8.8 9.38.2 .9 . ..8 ./'8..:3  O .7.3 .8  &22.    92-:38.2 -07:5.3.280/.2 203. 909.9.3 20.1.3/..3.9. 0  /.. 505.-7 -3 -/..9 40 :22.2..-.3 -0.3 -:. .8::..80-.   -:.-.9.9.7:.3 -07:93.5.02:/..39:8-.3.../.3#.7.3 :.3.3 5.- 9079039:  . .-.5..  .9.3803.3.9 /.3 #.3 2030-.3 40 .:80-.9507::39: /9:8. 80-.3 80-./. / .3 9.9 /.78082.253 9: 9/.7 -3 -/: 8  .3 80-.9.-:.38./.9..8.8  4/1.7 /3.380-.3 /3.3  08-:.3 8.503:8:3.8.3 . :39: 202-:./.3.3.- 3 203.3.9:7 .:5:34047.- 408.3 &2.3-0702-.:5:3/93...89 .-$.9..9 9079039: .9.8.-. -.3 &2.9 8.7.38.3 -.9: :. .5 9..2  -..2 ./98 .3.38.7..5.9/..2.357385 57385544.25..9./98 9: ..#./.3 5.. .. -3  &2. /8.- 9.8::.9180.8-3..3.8.3 . ../.98..3-:..3 9: 80-.98../98  .703.5.703.3 . . .- O O O O O .3 08. -: :7.:2.3/3.8::./. 8090.1..3. 907.. 9.25..-07.. -40 203. 207.3 503:8:3.2./9:8..3.3 :22.9907-..9.2  909. 8..3 47.2 -0-07.5 8. -/:.25:.5 507:.:39: 203.3.3 /.7082:39:203:8/. -3 --.: .- .950393  !..9./98 ./.39..3. 207.-/.99.9025.58.7.8:/ 2.3.7 .3.3 0-09:../98 -0:2 8025.7 -.3 9. 80/9 5:....93. 3.- 9.5.. .2803.#.38.3 /:5 .-.7././98 ..3/03.-./98 9: :897: /.8.3 :22.7../98  9.7: 5./98 ../5. 8./98 5. 808:. .3 . ..3907./989:  $0-0:23...- 803/7 5073.  03.2803/7.7.  207. 20.9.:22.2....8: 9: -0790-.380-.7 -0.1.9.8.8:/9079039: 2./.9 /-::.  -: $.9.39.-079039.32.9/.3..  0.7.8.2/../903.7.- 9.3 /. :/7207..2.7 -:.2.38.25.9:9:  02..3202-::.:.  . &22: : 233  207.305.9.- 9. 08.7 -3 . :. :8.2070./. 502-:.  -/:.7.3.7/.-.8: $0-.8..9073./984/1.35.939073.30-:2:2 /.3:.83.8::./98 9:  .9 8. 5:3 9073.:2 :823   8.3 80-.:/.   -:. 8.:202./98 809.8.8...7  -:. /.5 9/.8-.-. .1.- 80-.-/.8  207.5 505.9../98-0:25073.3/4380397./307./985.3 08-:..8. .98.9...357-.3.- 8.8..-408 .3. ":7 .5.9 8. ../../.9 0307.2.2-.7 /./.7.9 8.99:.  8.  O !..3809./  #.2.

2..7.3/03...36.8.7 05./98 .7.38025..8.3 05. .2.::.7./98 .3 3.7.2:3 2070.2-.  /.7:.  .2503:8:3.:8/..38.3/9025:402.39.2 80.3/.-.3. 5030-.3-07:-:3.9 8. .39:7:97./  03.0 .3 50702-./985.8:..39. -3 #.:/ %72/ .3 50/42.../7  02:/.3/9:.7.-..9 .3743442. -07. 805079.8.3 .33.. 8.9/03.8.2.3#.3 /03..9 8.3. ./98 .7 #.7.3:./9890780-:9  $03./98 805079.9.-. 20.8:.5.7.-.2./98 /. . 8.8: /.2:8 $.7. ..3/./.9 9.2.1 .3 203:8:3 3. /./.2. :...- 9.::/. 3.-.7  -.-.8.9./98 .8.:3 3. 09.9:25.9 /-::.3 .2..3.9.9. 3.3/9025:40-:.3/9025:40 -:.2:83.-...-6:3. 3. 203:8:8. 8.3803..3 50702-.-..7.- -.39.3 -. :/:/.8.7.2 03.8.-.7.-.38.8. :8./.2 070.3 ./98 .3 .2./98 5.  O   !03:8:3.3 .2-.  070./989:02:/.2.2.3 -08.3 .3 0.. /.3 /80-:9 2: :89.2.3203:8:33.03.3 50/42.-.3-07/.  -.3.2 8.2:90780-:9  &39: 202-07..9.3 02.. //..7. 2070.2.0 .3 3./98 .. 3472.:.3203:8:8.3/.9..82 02:/..- 9. /.- 9./98 /..38. 3 907-.-  $05079 . .380-. 20. 90.9-07/.3 8.2.8.380-.  O 03.2...2-07-./.3.3...9 %:72:/  . 6.2.3 -07/.3.3 5:3 /./98  .39. 3.3907-.8.8.3 .9402070.-./:7:1/.2 :.:302:/./.2 :.-: :/:/. 5030.7./../98.  203:25:. /.7.9 -07/./98 .5.38:7-/.2.2.2.8.9 203./ ..3.8:..  2.9: /853 2: 907803/7 . .3 203:8:3 80-.3.7 .32: 2:.2.8 $::9/.39.2.7  . -.3:82  O 03..3.39072.9 202-03/:3 80:7: :8...2/:./98/.3 /9025: 40 -3: --.3203:8:33.503:8:3.3 .2.3.3 9/. 02:/..2./98 . 703909. -.3 :8:8 :39: 203./98  ..3 8008 8008 80507:3....3 9: :22.25./:.7./.3 /-.::...3./:7/. /.3 50/42.3 8.2./.-.33./98 .7. . 2:3.3 207.380907:83. .3 .3.7/. 2.7.  O O  !03:8:3./98  !0702-.  .  O 03.3907/0.2 03. 3.38. /03. 8. :.2.2-:: 8079.3 -07:-:3.3   !03:8:3.7  2.7  805079 ...8..2-.2 :8.9  /.8.-:8 8.7.27  3.3 -07/.  3..3 -.8.5.. 507.  .. -07/..3 /.203025:.-.38008 800809.- 16..3.8.3.2.3..:. -0:2 /.9-07/..340.- 9.-./98. 3. :..8.88..7..3 3.8:3.7.7.. 9/.:5:3 :8.2 :82  .7./3  -3: $./. /:.-..3 3472.32.3.8::.3800880-. .2.22:2:89./98  .3.

/-3:82     :9:-402.8.2./98!.2-3 -$.3 ..25.05.22. ./. :../.8$. :/      :8.8.3-3 &.-.8.2:.1.       :39./ 39/.3402./.-  8 $..9:342478.9    :8.6-3./9840: -3/78.- 9.27       8 $:3.1402.2.2 40-/:7.2..9     :8.0.6. :.33. .402./6. .25.3 : 2.8       :83.2-/:.402..7-3./  $0:7:9.22.9   %.2-::.380.1. .5.3:3 . .7402.2-/:77..39. .9 %72/      8 $:3./03. 9.9              . ":79:- .9 025././.93.7- 8.2-:.3402. /-3.1.2:82.3 .2-./-3.2-/-3:-.3.402.38:7 .3  !0702-.2-/.9 %4-.2402. 8.2:.2-3-%.     8 $:3.3-3 27./40:.1.-3-/:77.2.1         :9./402.983        .3402.9   .8.5.7:/ .402.33.- 9..39.8 $.38:7 ./0      :83.1402.-.9/.9    :8.402./:.- 9.-.31.77.22.-.-.2./98!.2:. ./-3./- $.-..-.-.1.22.3.22.22..7 .2.3-3.        :8.8 $:33.8.1402.. .9.7402.25.2-:.:/$:./$.3 .09.2.33.2-:./.3../0          8 $./402../98 .7./. 8 .9     8 $:3.402.- 9.3402.3/.3 .../-3.30907.33.22.3   9.       .19.2$: -.3.     8 $:3.33.-7402..8 $:33.402./985.-:.3./.3.23  0025./0   8 $.1402..2$:1./402./98  9.98-3$./.22.1.9      :. /-3.22.99.-3:.-3.1402.3402.2#/.6.8 $.  ./$./-3/78.        :83. ./-3.-07/..1:.1          :83.-40:.- 9.2:..-.3.-.2-:8.9     :83.:.2/-3.-.3/-:18.1.1.8./-/:.9    9.7.-.9/5079.3.1.1.2:-382.-327-3 8  .2.7    8 $.

8-./-32.273:.22. 05. 3-. 50325:33.3.38.3 -3 2.--.3. 8.3 :.1.2./402.3 /.2.3..9     :83.1.9 40 2.2-32.35. ..3 :2.402.22./98 80.9    :83./402. .2-3:$././-3$: ./.2-3.1.8.39.9      :8./402.82-38-.28.    9./402.7.9 %.32070.9    :83.8:.-3#.9:9./.9     :83.2-:.2-7.2.402.7./ .7./98!.1./402.2-3 -&8./:8.22..9    8 $./.2-382. 8. 6:--38.3 40 2.78 -08./402.-:7      %3. 8.9    :83.2-: .3 .//.3 .9.9 -.3 .7::93 .30/.    9.2-:./402.- 9.1./..3 .2030.1.9.3..9    :89./3 .- 9.1.25.9 2:3.1.2./-327. .7 93./402.2 ..9    :83. .3808.3 . 1.1.9     :39..20325:3./98. .9    :83..8 $.2-3::.73.- 9.3.:39: .8:..503.-.-3:8.3 .73 .390. 2:3.1.3 9/./-38.3 9/./98 ./402.6 ./7.2./402./-./98 90780-:9-8.6 .-7  .1.987.80-.2-3:.402.-.- :83.- 9.2 -: -/:.9    :83./ .3 .1./98 .7 ././.- 9.:5:3 2070.-./-3.. /-3 &82.2..25.2 &-./98.3.22     :83.- . . :. ./40-/-3-3:2.9  .  :83.9     :83.-.8..2-7./402.-./98 .1.22.7 .9    8 $.3402.35.- 9.9    :83.22.3..503:83. 1  ../402./98 ./ . $.7 . 8.9 %.3/9:8405.2.798-3:.9 %:8.22./3   9.7./ .-.- .2%.1..9.3 . .7.1.3 ./ . ./ -3 -/:.9: 9.3 5. /07.1.2-3:- 822.9     :83.1.8.6 .-.80./98  03:7:9 5030/.-2:83.2:8. 05.-7. .1402.7 /.6.22.1. .8 $..33./-3:8.-07:9  9.2./.- . .9     :39.2:.7./-38.1..2 $:.9    :83./0      : .380-. .33./402.2-3:- ..-.9: 9.3909  ..63$. .- 9.7 #.  !.3 9. . 202.:.9    8 $.7  ./9890780-:99.2-3:.402./98 .1.1.92:.2"./98 .32.9     :83./-3./98.8./..:. . ./402.402.2.8 $. 202.9     8 $:3.6. :.3 . :8.- 9.1.- $:3.2:. 80..

9 %.-3..23.3 :82  !.7. :.7.0.7.- 9. 8090..3.:5:3 /.   ..2.75.8.3 /./.75.90780-:9..-. :.-07../98 .3.1.25:7 -. 9:: 9. :89.7 80 /9072..3..- ... ..7://. .3-: . 503:8:3..7. 9/./.39.3/3. :82  /.3 /.3503.3 0- 909 /.5 9073.3 /.79073. /80./98 . ./98 .2. 8.  -3:-/.:82.$0..9.2. 90. :7..  /.2-:3 8.3:.703./2. /.38.9.9./98 7.3 203. /8:8:3 40 -: :.7  8 $. :9.909.3.:7/.9./98402..3 ..7:8.29.             -3::.3-3:..29..3.- 2070.7-07:5.9.9..3.9 /5079.3 90.3 0- 703/.3 . .-.- 9..- .. .29.7.3 203:8: $.3:3.. :72:  ./98 . :39.: .:5:3 3472.3  /.-.. .-.303. 8. 9.3 02:/.83503:8. :.22..3-08..83 2./98.- 9.:82  8 $:3./  !0702-. ..7..3%72/  8 $:3. 5.3/..2.:.-.5.  -: .   9././98 2: .3 .3 2: 2:89.3:.29.9: . /.3  .7 /.5:3 9.9.7 . 80-.- . 1/.-.0.9://.2 .-$.8047./ .8 9.3:82 .   :83../ 8:2-07 0/:. 503:25:./. 20325:3 .-./98 .7:82  /..75.  -3:.9 8.3 /03./7./98 /.39././98 .3 802:.  2. 2: ./98 .29.:./.7.7  909./.. ":7 ./98  9..3  2: . ./98./.7.. 93.3:.3.9:  2: .3 907-.7 80/.29.3909.7 #.5.3 /9025: :82  $05079 9039..5./.2 . . /:.907-./98 ...- :. 8.38./98 9073.25./.22...5 203:7:95030/./98  /2. . . .75. :83.8 $.3 8. -0-07.8 .2/.8 -078.7.8 $.32:.9:               8 $.::5/03.. 92-: 80.  -3:--.3 02:/./98 /7.73..9../98  $0.3 /853 2: .-.39.  8 $:3.7-.  03:7:980-.3 545:07 /03.3 /9025:40:. .:.7.7/. :8./98 8.-..9 /.39. ././.7.- 9.:/  8 $:3..2.3203:8:39.2.9. 9.3 20309 9..- 9.3 /.- 9.6/8/.3/:3.9 :.3503072./98 /7.7:8.9    .682. .:.32:99.25.3 503008./98 /./.- :82 0--.9.- :82 0- -.78 -08.3. .7. :2:23.-.3 202-./98.2.-./ 3  . :..6./. 05../98 . -07:8.7.3 ./98 3 907-.3/. 2.3 .9 . 05.7.-$. 3472./. 9.3 2: . $.3.5 0- 09.

7 .3 202-.9 .25.3 /..35.9: 2: .- :7:/ ..7.2 3.28:. 80-.3 .16.2..907 .5. -07-. 80-..:5 . .9: 2: .99 .9:.8.  2: ..8 9039..3./98  2: ../98 .9 503..3  .2 507..3.3.3 3.3-07:93.39/.7:. 502-.9.9:2:..8 9039./9890780-:9  2: ./98  .3.3.3 202-. 507.3202-. 2.81.3  O .33.3.3  . 92-:.2.38:.:.9 ..7/:/ 9/.9:.9:..3 47.25.9 ...350393:39:/09.3.7-07-.2.3..9:2:..8-.9/.9203./98 9:  2..9: 2: .3 202-./.3  ./98 805079 O O O O O O O O O 2: 7.:5 ../98/.-./98 7.9.- 92-:3./98 .9 -039:  /.5./98 8.203:25:.3 -07-.3 9/../98  ./98 .6-:  /. 1. 50/42.8 9039.7 /.:.3 202-.3 9/.3 .3 202-../989: ../98 9: 803/7  .9.3 ::7 /..2.8 944 944 ./98 ..9..-079039./98  ..3/.9: 2: . 8:././98  2:9./98  .3 8:.3  $008. .89039..3. 3..8..3/805.3.8..2507.3:./98..3 203.9..9 9.5.3-07:-.90.347.9/9072.9: 2: .3 2: ../98 .7.9:2:./98.89039. /. 2..83.32:.  80/.7- ..2 50702-.3038 81./98  2: .3202-../98  2:9.: ./98 .50/42.8/.:-039:3.3 80-.5.71 .3 -07507.3 .3.380.89039.2.502-.3 203:3.9./.8 2.9: .9 /9072.:8/. 502-.9..25.3202-.3 202-../.3 503.2 2: ./98 03.2.9: .78:.9.3 203.9 9.32:-. /  ./98  2:5..9405.9 .3.3. ...3.8 9039..9:.8/.9203:3:.3.

:/: .3./982. 02. /.

3 .3 /03../03.783.40%:.3.9 9../98  $:. ":7 .5.5.. -.3 0- :. 2.3 1.3.3 .  .5./98 /.. .-.3 8.9.3 8 2./.7: .80089:/.5.3 ..3.9.7.3 /03..2  &39: 800/.9:3 7.7. :7.9./98 .3 57385 57385 544 ./98 .907 .3 /03. .3. 80.3 /3.305.3-.3 . ":7 . 3 ..7. -079039. .3203.8:  O &8..3808047.3 .7 .907 .   ..3.3/88.9.9.9.3.3 /03.9.  .39/.7./98 ./98 9: 9/.: .7./98.3  .3. -079039.9 /3.703.9: .3 70. -./. .3 172. -079039. -079039.5 -079039..:38:7.  9/.3 /03.9.3  .  9/.907. 9.3  .9073. 507.4394 /.3.9: 2.9  9/. -079039.47.3.32..3.793.3202:/48.3. $047.3 2. 9.9./98 .5.

2-:3.3.3503072...//.7. .3/.5.. ..5.7808. /. -07503/7.-./98.   !07..5.32033.3 57-./ 5078.8.9 8.3/.9 /.: 2025:3.479. . ./98 9.8 -..   .3:3.3 .03/.3/.3 .3703/.9: :.3/03.3. -07/:89.8.3 /.:..5.20.3..:/7.5.-.502-.... 7907. $0/. ":7 .3 9/./.7.5.9.7. 9.  38.9/9072.3 50/42.3 80083..5.32.9 40 2. ..3.9: 3472.3 /7.3 /...3 .:/0:.9. /03.3 503072.7.9.808:.8 $.2.1. 2.27907.8 :./98  $:./98.808:.3./98 9: 9/.7.3 202-.9.3 /.3.479.3 8.3 .9 /.3 7907.3 502-.07.2 8:8:3./989:  5.-..5.3 8.39. 47.3/..33..- .9: 5078. ::3 .340:.9..-.3 /48.37.38.9073.23 08.9.32.3 /805.3 .25. 8008 90780-:9  2.9.5.2..3 50/42. 502-. ... 502-.3 5..5.8.793.98 /.33472.9/2.7 -07902: -./5:.3 5:.9./989:2. :.3  07/.9. /.5.3 /.9.::82 2.3172.2 .3803/7  .9 /3.-503.3.1  .3203. 3.. ./98  2.-079039.2-...9.33.3 2..9:.3.35:3.3 /02.2. -.3 -07507.9202-07.7 /.7./ .5. .3 503072./98 9: 40 5.8    !07.3  - $.7.9   /  ..9.:././.3 808047.:5..9.9: 47.6-:  . #.8..5. .. :. /..3 .9 /5079. 8. -40 ..8 $.3 ..5. .7. /. 2.9.33./.2 :82 /./.2-:3.8  :..39.../.3.9.9..    .8. ./98 -03.. .5.7.3  03..3202-.0.39.  ..:.":7 .3  5.. 5073../98 /./98  $08047.39.2  /..9.- .5../:3.9:   5. 47.8:. 8.3.9/3./93.340./7../983../.3 -.9.3././.8.320203:8.8 9079039: -07:7:  %/.-.  .3./03. /.:9. O O O O O 7.3 9.  .9./.39.3 /.7..:/. /-07 . :2:7  2.2 -..33.9 ./98 . 57. 8008 ...3 .5./.9.9.-./98 -079039. .7802...3 /.-.6-:./..7 -03.3 . 80.8  0-07. 8.. .7.9. 2./98 9:8. .7.3 .. .2. .:9/.3 -..2 :8. 74.3 203/.9.  .3 47..3 .5 9/.2-...3.9.3.9: .2 202-.3 ::7  9/. .

/0:.3.  7.2.7.9.. .340.

3402./0:.7.2  7.9.3..

/0:.2  7.3..7.3402.9.

  .3:82  805.3:82 :99.7/.6:3 ..7./0:. :.7/..1.8.940:.340/:.

7:.9.-.5...69:  2:/.907.::82    5.340:.O O O 7.03/..5 9/./98 5:9:8  .2.9.3.340 /..  42039.  7.  . 9072./.3 /.38..82.340:.7 42039. 909...7 -.:40:828.380-.5.7. 3 9.9./98 02.7.9.:6:1  2. .78.  .3.9.3. .8: /.  2./98 .3 20302:.9..9.342039.9.7 00  ..9 2:./  .9./98 8. -. .9: .::82  7.. 808:..7..3/8./98 -.2 .9  .9:.7 2:36.8  2:3.9: .3 503.93.  .3 203/././507.  ./98 ..9./98 8:/./989:805079 42039./98 6:./98 5...7.3./98 ..3 5:3  /.2 5078.3 80-.9073.3 -07-0/. .340 /03. 2. /.3 808:.

 443.3 .502-.-:: -::..9/.38.38090.9.8:9: .9 8. 907-./98 .8:. 503/::3 809./8:8:3405. 80-.3 .93.7./98 .7.9: 9:  90.3 :22.3 :9. .9.7::6. 503.2.3. /3./98 805079. 9.7. .2.5.2./98 .2..3-.7 0:..1..99.3 :..3 907837.7.2 :8..39.3 .3.380.8./..3 202:3.:./98 .3 08.3/907.3.//.3-./9890780-:99/.3.  /...9./98 5./.5. 92-:3.3 02.3 9039.3..3..8: :39: 202-0. 0502253.3 47../985. ./90902-.7 0.9. 03/.3/8.38.3  90.3 . -3 -: $:1.3 3 9072.8: . 9.1.202-:.9./985./98 5. :.   .8./98 .3 /./02.8 9039.1.30..3 ..3:3.. 808:..8: 443.3 443. /... 80-.3/02.2 503.7:.- /. :8. ..2 .3 09:7:3./.3 549  443. :77.2.9 .3 50789.3 :22../.2.9 8.    5.7 :.35.7. 90780-:9 /.98.907/. /./98 5..3 /...9:8090$../98!.2:3 ..7.3 549 .3 5.  :25:.3402. 202-:. .33.02:73.3.::80:2.9: 2030/ .2 40-3::.39.380...9 /5079.89.59073.7: .8: ..2./..2 202-:.3 47.5.3#... /. .802:.3.-./983.::5 -08./.8/3 /.2.3.7.3.2 .340.. -079039.2 -::3. 443. &982..3.3 /-/.:/:   !0750. 408. 907-:3:3.9.8.9.3 .3 05.8: :3.3 02:/.3 203.3.3..7./.3 549 /.3 .3.3  793.::.3 808:.9..3 ..3803.04254:22.0. 8047.0 /./98  2.3 3472.8.39/./3./98 . :8. 8.9 ./98 ./98 .8 9/.. 3472.7.3:39:390.3-.:39:2034947../. -0:29039:8.3 503/::3 : . 503/7.3:22./.7.7..39.3   /..2.1/.9: .3 /.302:/.3202-.3../.3202:   .94047..3/-:.: -0:2 202-07.9/. 8..3 ..2.3 43943.7.2.35073.7..9 /.8..80-. . /:3.3 47.3 .-.8  .4080.80-0:2.9.3 .9073. 050393. 2025:3.3/8:8:40-.3 202-. :.3-03974803.9.320308..  .../ : .35493. /. . :2:2 8008  805079 .7.320302:. 04254 503/::3  -3 - %.9: . ..3 .-.35.3507:/507..:..  .7.3.8..3 40 5. /03.38:39039.3 ./989.:8. .-..33. :8.3. /  . 2:33 /9025: .3 $ .2/.3 909.9..42039...2 5079.7 /.3/.9.9.2..3-3 11.

 8.347088079./4743..8.9 -:82../98 .3/.32:.9 .3.  /.9: .8025./98 .3 8.2-/..2.3 0:9./98 ./98 5.30/:.38008/.3503/.8: ./98 .3 /03.35.5./:89. 90.  $0-..3:39:803. /.7 ./.3.909./98.3 -07:-:3./983.3 9: ./.703..: 507-:.502-:.3  . 8.9::897:.3 .9.5.7/.8.33.703.3/..:5:3. /.8507-:.-- .8: 070.2.9.7.2./98 5. 802:.2 ./.9 .: -.73.2.9203:25:.380./..9/./98..9..8. .8...99.3502-:. 4942.2803/7.9..8 .2 202-:.7.35.2  -070.3 .9..9.33.39.98.:.9 . -07907:8 907.2202.5..-07:9 O O O O O O O . ":7 .3 .3 203.805079:39: 203/4743 47...3 0- 544 /.3.0./98 .8: 9039.9.3..380-.3 0:9.3507:9.9 ..3 -.93.- 2:33 8... 47.98 9..9.3..9./.825:.. .3.7.:0907.  909.8073907.7:8 80. 808:././985.5-4/49039./.2../98 .7. :.: 507-:.3 /.- ..3 . 203.5 :5.7.2./98.3 /02.7.3 8:7./. 3./98 5.3./98 5.9/.940:22.:.3 90.9.3:39:-07-:.7.3.703.3-.7..:/: /.02:/.3 -./982.0. ":7 .3 -.0 :39: 9.32.9-.380.:-3. .2034947...38.30:9./.39.7 . 84.25 0 /05. ...3 80:2.3 .30.8:/3...8.3. 3.703.703.3.- :8:8 .8:/.3/. ..3  0.2.3 80-. 203:8:3 9.8  .7.8:9:/./5.2 .2202.3 . -07907:8 907..7. 202-:.2.-.8..- 9.80-.33.30502253..9820443./98 9: .2  90.30. 3.3 .703.703.9075.84.3/-:. 3472... 47.16/. 9: 05.93. 507.3 202-./98 .3 80:2.203:8:33472.502-:.3. 503.9 20303.  03./98 5..2.3 2491 2491 502-:. -0-07..:-. -3  -/ #.5.3202. 0- 7.3 203.3 ..33472.3 -3-%. 503. 3472.549/.8 .9. 203/4743 5. .9-.3 0.3 ./.1.3./. /.:.8:  070.2. -3: --.  &39: 20309. .3 0:9. ...703.2.3 -07:8.3 /02.3 0- 57385 /.2.3 /.8:  9.3 .3 .90703.. !03.3-.3 -.2.8:-07907:8907./.39.2 -07-.39.7 : ./98 .2.7.2 .78  :.8:  - !07. 202-:.3 .9. 3.3 .

4394.380.57. /. -079039.2-7. /003/.1 9:: .   .6/..: 0.3/. -078::/.9/..9.. 507.3/./.77.390..-.2   : .284./98 . -.9  $08:3:3.. /. 8.3.:. ..38.:2.3 8...- 808:/.. .3 09039:.. 20303 .3.3..2/:.9.9073.3. 203.3/03.2..-  %/... 8.   .7.59..2.3:7:1 2./..8.9.3 ./.9 $0-. .59.80./.3 /03./98 80-..2-:99.-079039.203.3.1  /  83.2.. -07:9   $08:3:3.3 2.  ..- 3...9/.3 . 503..: : -079.-8.  ./.9/2. .

.2. 2../.:. !../98  .-8  / 4911.2.3:/.. 9:: 9:7:3.5 9.3.9 .203. 3..3 90780-:9   .5..3.9./98..3 -..39. .:22.  /.32025:3.  ./. 509.25. :22.9 : . 9/..3/03.%:.7. ... :39: 2.92:.2.9:    . .7. -..3/03.320307.8: 847. / /.3 8. 203.31.9::5::/. 509.8.   07:2:7/.7 -:.3 .-  -72032. .3-.3/-073. .80. $090.3 .../.32.92.3 203.9820   $08:3:3./..3./98 .. 2./-3/78 .5.9./.9 /:...3..5.7.5.-. /.3.75../.-079039./98 . : -7/././. .5.3 /-07 3.3 .2-:.92 7./.3/03.8.9.8: .3.7. 2.7.-.3...7...8::.7.31.3 : 2..3/../. 8047../.. 9/./.:.3 -073.. 8.5/./. .9 2..89:.5.2.3-.59.31.3. 2.... ./.8.3.9:0.:3:-9.9 805079.33.9./..3 02:/.: /.3/.3 :22..3.39:/./5034433.79.3/73.9:   --..:26.3-:.::/:2. 80047 -:7:3 .92.990780-:9  .3.. .3.320307. .6./.%:.. :22. -:3:.3. .02:/.3 .34913.3-82.3  .7.3. 9/..8:847.3 .39.../98!. 203.7.31.8 22-.38.2 -.3  .38.33./98 3.8.7.3././../..02:/../.78  .38.   -070507.8.8.380907:83. .72 7./983-079039.-07073. /..7   4394 .  - 4913/ :39:2034947.3.2 -.8.320308./98 .2 1.3. .32038.2: //05.93.3.7847./..5.39 %:.9:0-/.3 :22..3 203.../.1.3203.3.3 . $05079. 9.. 491!49/.7.3 20250740 .3/:34-7..93.-2 7.0 83..5..:/:  -07/. -.3. .22. 47.216   .2 8.2  0.- 5073.3   5.78:   83.3.5. .3..38./.8. .203.9: ..3.02-.-3. -: ../..   83./ 2./98 ..3: .3 :22.-.3.9./9.3./8090...:/03.22.2..7073.2. .38090.3   .2.5. 8.38.7-..3 .3202443 ..3/:3:9:8 :9:83/.309039:.80-.3/.-  .3.3. !.2.  #..38:/..9:/..8047../03.980/07..3 -07.3203./98 903.9:907. 7. . $05079..9.7.9::5::7-:-.. 3.30502253..7:  2.80.3.  2././-07802.1.3.../98 .3.3 : 2.9: 9.203.7.2: 20.33. /.88:-/... 9:. :39: 47./: $05079.  7././.59.8.3.. 4919.3/-073...25:3 05. 202-. 203:7:3.3 1.. -: .4394.7.  1 83.:.3 .9:.9.3.-079039. 203:7:3..

 :15073./..9...8047././...  ./98 80-0:2 802-.7-:.3802-.3/.-   .9 ":7 ./98 .305./.3.7:.3 80-.3 .8 ...3 2.2.3-..2$0.3 203. .3  7.5-4/49039.2 $033  ./98 802-.3802-..-9:  ..:/:  &39: 2030.3 809./98802-.0-.5..::39.7 .8.28 2.3...2 9. . .2...3 .3-../  2.38:7.3  4-7.-07./  ./98802-.38:7..2. 05.   .3.5 9.320307. .. 8047.3 50784......: .3 :7.320307.8..37.3/907.9 7.3 1./98802-./..7$.35..   .9 /03.97.::/. .3 50784.::/: 2./.:.9./98.3.347.-    . 05.....27:2:2339039. -. .32..3.3 :2 .2:2 . .3 50784.9:.9 8:7.3 90780-:9 /83 503:8 :95./98 . 5..39.3 -07.9/03.2 ..35..9 /..9 .3 80....9..7 $033  2.9... .502253  ..88.32020739. -.-/7/./98 .3203:7:47./98 ..9/03.5.9. .2/.7..3 -..3.8:07:2./98 2../ 5034433./.7 $0.2#.8./98 ...8-3-7...  1 491503./98...3.3 05.2:2 .2$. ./ -/: "..3 20.7..3.38.4-.2-::2:../ 8.3.32./.2:2 . :39: 2.-: . /./7.2...7:2 ...9   . / ...0 491803.8.3/:53.5 7../..7-:. ../98 . 203.7:2 .39039.8 %/.32.9    .8 . . 907.97./98 802-..2 381: 8..7#.3#.9.97.3808:. -:7:3 2075./98802-.9  .2./98 9039..9  $.8:7.   . . .3.   .:2 .9.35./98.-9: 2./.30/.   .3.-   .:-:7:3   !0784.7  $05079 .3.  2...9 2.3 8:7.. ./98 :   ./98. .-: 2. 802-. 8:7./98 .340./98 ./98 .38:7..9./98 .3503:.3 :89..9..3 .3#.28 ..3.305.3   7.../.3./98802-.9  .2.3 803.5.1./.9 /.8   ../98 .3 .   .9 .

3.3   . /.83..32030-:9-..703.3 .3/03.:3 80.  8.98050797.3  .3283/.3.3 .1 /.3-078..3 ..3 ./.3 907./98.32030-:90:9.3 8:/.3.3-:./98 .3 1./..3 -07-:3  ../98 .:3 9:.  907:3  /02./98 .: ..5../.2./ 8. .3 9/.3   ./98./98 .3203...3-..0. 9..3/03. 20.33808:/.3..3/:3.47.3 20307.3 /03.3.32.9 9./98 .3:8./98 .3 .7.3   .-07-:3 .. .0- -.3.-8.0.   .3 /./98 ..3 -../98 . 8:7.2:203//80047..93 .9.32./... 3 /.9.320./98 .3./98./. . 1.3 -07-:3  .75.3%:7   .- :.380-./.23./98 .3907.3 907.3 47.32.3   ././98.8047./98 .7 .20...22.3.9 .. .203./98 ..31.3. /./.:.3 9:  .3 -. -:7:3 -:7:3 2075. ":7 . ./98 ./.3./.3.3 .3 /.././98.3-07:-:3.3203.7 ..3-0703.5./98.38..9/..7.: . 8../98.8:8047.3 5:.5:. 50739.320307.9 .3 . ":7 .52.   .../98 ..2070./.8..-8$:/..2.3./ 3 /. ..5.3 -.2 805079 .3 -:33.9 -:7:3 2075.3202-40.8  . 5:.3 .5. 808:3:3.3.3 .7   .8:7.3907.30././98 ./.3.39.3 20307...3907./98 .2 9:  ./98.8  -07..9 ./8039:307./.3 47.2 -:.3    .3907.  .9.547./98 .5/:.9./98 ./98 .2$.8.3.9  !0. .5-.3 802..9:7   .0.33/.3//.7 8:7../.7 8:7.9.3.305.3  :/.-.7  .3/:3.7.3 . 203.7.  828  -.9 /.9:/.3-:3. 20.320.3-:7:32075.... ./98 . /54943 -::3.3/.2./98 ./98.7.3.2:  ./.3-078-.9 ../.3 -07:-:3.2-3-.2:/.3.    ..3/./.7 2070.7.7.2 7:2.9./ /03.3. 50739.3/.380:25./98 .8.9./98 .. 203.3: .3.3 .349. 202-../..3 .3907. ./98.2.3 202-.. 0: -:-:7 /.95:.   .:/:   .75.3 ./98..9 2070.3./985:..38. .: ..7:22.29:   .3 80-:9.3203/..3 47.   .. -:3.9.3.9: . .33.25.:8. . ..3//.3-0781..3.9 .9 8:.47. . .7...3.2-:.3.25..: 7.:8 2:.

7.3..3 503./98 ./.3.39079039:..3   9./.07./.8: .3.3 -.9.2-.   .9/.2 503. 505.3 03/..25030-. 5.2 505.2-.2.8244    07.5.  8  ./...2 8.9/.3 #.8.3 /4303.3 2.39.8 8073 5:.7 50/.30:9.3.38.3.3.98.3 ./98!./98 ./98 2.29/./.39.3.3.:.3. .3.3 %/. 805079 7. 203:3. 907-.8. :1.5073.  86.703.8::./.3 . .3..3-:.9 .  9. -07.:1/.-/.2 $.907-.502253 !02253 9/.7.3 203.-  : .3.3 39./ .9.:8:8.7./98 ./..907/03.5073.9. 80-.75.07.2././9802.::5 -./. %.79:80-..2-:9 /-0.3 47.9 8.2: 803/7   %07.47. /8.3  .307.3 /..380-.47.3.3 203.187.39..57.8:3 3/4308.9/./989039.9.../98 .::/.9.9.98.-/./98-0780:9./.3/:30:9./.3 8.38.2.-.: 9/.- 9./98 5./98 .2..8 2034708-:: -::../98 .3 9: 203/474305./.93:22.7 .35.. . 20.25.:./98 ..32.3 0:9.5.3  .3..3-079:.3-0785:...9:. 9.9:9.8:  !.9: 4394.8.2-0:22025:3.8.8././.87.3 80907:83.7.9.9.2:.35... . 903.2.2-.9.1.5.94947.39703 508...7/ ".3.33.7./.  -07-.2.7.3./98.39:545:075:.7./985.39703 /.3203.7.8.0..- 805079%.38../98 .8:40 .7.35.3 .8-.0.3 3 .8807380. .3 . . :39: 2.. 9.2.9:02-./.3 7..   ..  :33 .2.7.380-.-.3:22.3.2 /.9.3 .3.3.-9./98 .3.747./.  27 -3 &2.3#..-07.53007 3007..8:  .3 9./.2..0:1:7. #. / 903.9 8.5..-./.7.- 9..387.9... -3-%./.3 80-.3 .39.303./:8.3.2.3  3..7.3 80-...2.- ./.3.2 203..2.3 2. 2. 83. $0.380-.- 9.3..::/:.3.02-./.3 2034433..3/.3907/.3: .3-:8.62.3 805079 :/.3 :39.8..3 .3.8  7.3  8..3203...- 9.28:7.7..2./..3.:/:  5..8:  .3 9039.: ..-.3 5..-./. 2:.39/. 2././98 .3 /4303..38.3 -:: -:: ./.2 /. .3/3.8::.38. .2:89../.35:. .9:. !.3/..3-.  -:7.-/.9 8. 803..6:./.6  /. .9.3.8 $07303.9 /.3 :. 508.47..3545:0780-..-   25:3.3 01.. 8.3 .:/:  3 .35.9 0.- ../98 .-8./98 . 8.  8.2:5./98.:26./98..187 -/.3907..9... 203. 9::  0- 9.05.25.8..3/./98 .    .9 4947..  $0.57..53.9./98!.89/./.9.9.- 9.  $7.

 ./. 2.22.7 907803/7 !074/8./.3.7 0 .#f° ¯  f¯ °nf©ff f°°f ff¯¾°°f-f J -f¯°©f ff¯¾°°f f¾fJ f ©¯½f½f©ff f°°f ¯  f¯ ff°©f    9  ff½ ¯ f°€ .80-.55074/03.3:.f©  ¯f @°––ff°¯ °f f°f %07/./-.7087 202-.WS^S W^WTSZYSZ ]  °  .7./:/.. @f°–f°@  ½f f°.fff 9 – ff°.25074/0 03:7:9:89.703.2/:..#f° f°¾°°f-f J ©–f f° f °–f° ¯°n°f  f–f©f ½ff¾ff f ©f ° ff° f½ ¾ff°f°–ff°  °f°¯°f f ©¯½f¾ nff© f¾ ff¯°f¾ 9f f¯f¾f° ¾¾°f¾  f D¯f °f ff ¯ °©f f€f% $..164390254707 :.-07:9   9  ¾ff 9  ° ¯f¾ ©f f¾f°.816/.. % ©f ¾ f¯ ½ff°½fff°–f¾ ff¯¯ ¯ nff°  f–f½ ¾ff°¯f°–¯°n  °–f¯f¾fff 9 ¾ff° ¯½f f½  °¾ f¾ ¯f°¯½ ¾ °–f°¾ ¯f° f°f°f½ ¯ ¾f¯ f  f–f °¾ °–f°  ff¯f¾°– ¯f¾°–  9f f½  ° °½ f¯ff½ff€ff  °f° °–f°  ff ¯f  f f° °f °f ¯f°¾ff° ff¯¾f¯f¾fff¯f© ¯ f° ©f f °f f f f f f°– ff°¾f¯¾ f¾f°–ff¾ f°¯f¾°– ¯f¾°–¯ ¯  ff f ¾ ¾f¾ f°¯ ¾f°–¯ °f°f°–½ff€ff fff°–f°¾ff f°¯ ¯ f°¯ ff¯½ ¾ff° ½ ¾ff° f ¾  ff¯¯ °  ¾ff°½ ¾ff° ½ ¾ff° f  ½ff¾ff f½ f¯ff¯ ©½f f .f¾f° ¯f½f f½  °–ff°f f  ¾f¯½fff f f   9   –f°¯ ½ff°ff½ ¯ f°€¾ f–f¾ff¾f ¾½°¯ ff¯¾f¯  °–f°  ff°°f½ff¾ff f   f–f f f¾ ¯ °©f ¯f¾ff f€ff¾ °% f¯f¾ ©fD¾¯f° °€€f°¯ °  ©f ff°f€f   $.5074/0 .f °f° ¾  ©–f f¯f€¾ f–f½   ¾¾¾f f°½    9  f f€ff¾ ° 9  ° ¯f¾ ©ff€f°f-f .5.9..5074/8.#f° f¯f°– nf f ©¯½f ff¯  .ff f°½  .ff ¾ff-f J  f°f ©½f f¯f¾fff f f¯f°–° ½f f½  ° f f°f©¯f°f  f°½°¯f¾ ff¯f°–ff°¯ © f°  ¾f f°¯ °– f¾¾ ¯ ½ nfff°¯f¾fff©ff¯ °© ½ °–f¯ ff° ½f ffJ@¾ ¯ff 9f f½  . 5074/0003.35074/8..907/.ff¾¾f¾f¯° ° ¾f 9..f¯¯f J¾f¯½ff€f°f-f  J% $.76.816203.22..2.76.  ¯ €½f f½  °  ¾f¯½°– .f °f ff ff °f°–¯ °¾ nff ff½ 9f f¯f¾f°¾ ½ ¾ff°¯ °f°fJ@  ff°– ¯ °f°–¯f¾ff f f¯f½°¯f¯ff  f °f°f ½  .-8. % 9f f½  ° f¾ff°½ ° °f°¯¾ ½ °°f f f  f°–f°f¾fJ ¯ ¯ ff ff .3/02:./.1.#f° f°¾°°f-f J  9 °– f°€½f f¯f¾f ° °–f°¾ff f °f½ ° °f°¯ f f½¾f ¯f¾ff¾ °f ½f°– ½f ff¾fJ  9  ff°©–f f½f  f–¯ °©f ½  .2809./.#ff ° €f°¯ ¯ –f°–f¯½½ ¯ °ff°¾f¯½f ff° $.2. % ¯°n°f  f–f€ff f°©f ¯f°–  ff°ff¾f f f .9507-0/.8203:7:9.5.f¯¯f J¾f¯½f .7090780-:9 8080-03./:/.3:./03. .16/.f °f 9f f½   .

 $.#f° f°f ¾-f J f° ¯°–°f°f °f  ff °ff f°¾°°ff¾fJ °f° ¾ °––f½ff¾ff ff°– f f  f f°¯ ¯ f°ff ¾  f °f°f ½f€ff.ff¾f¯f f ½ –f°–f½f f . °–f° f ff° ¾ ¾f °–f°¾f¾ f°° ¾¯f¾fff f f ¾   f  °.f °f ff¯ ¯ °f°–f°  f–f½ ¾ff°¯©f  f °–f°½ff°– –°ff°€ff f  . % f° f °D¯f °f ff % °D¯f% ° f¯ °©ff   f–f ½ ¾ff°¯f°–¯°n  f f  f°–f° .ff f°.f¾# ¯ °–½ff°– f  ¯½¯f °f ff f   °f¾½f f ½ °°–f° f° ¯f¾fff°¯ff°½f f  f °–f°¯f°ff€f ¾  ¾¾n f½° f¯ ¯f °f ff  f° ° .ff f°.ff f°– ° f¯ °©ff   f–f½ ¾ff°¯f ff f ° f¾% ° f¾% f°¾ff ff°°f 9f ff¯¯ °©ff ½ ¾ff°¯ ½ff€ff.f °f% ff  f f ©f ½ ¯ ff° °f  °–f° °9 ¾f ¾ ¯ °ff¯f¾fff  ©f  ¾€f¯– ° ff¯ ¯ °–f f½  f–f¯f¾ff¯  °.f °f f°.f¾# f °f¾f¾ f°° ¾¯f¾fff f f¾f¯f °–f°¾ff ¾¾n °f° f¾ f¾f° ½ °––°ff°°ff%f°f¾¾% ff¯ ©f   ¯°f° f ½  ¯ f°–f°°¯°n¯f f¾fffff°f#%ff%%f ¾ f°f#%   ¯ °ff  .f¾# ¯°n¾ f–f€fff°–¯ °©ff   f–f½ ¾ff°¯f°– f f½°f ¾f°f ff¯f°¾¾ ¯¾¾f¯f¾ffff©f  f °–f° ¯f¾fff ©fff©f%.f °ff°–¯f¾fff°f ¯– ° f  °f % $.

f¾  f°€€f°f¾ f    9   ¯f¾f° 9  ° ¯f ffff f  ¾f¯½f½f f½  °–ff°f f    ff¯½  ¾ ©ff½ f f f°¾f¯ ½  ° ¯f¾ ff¯½   ¯f©f°¾f¯ 9 f¯f% %  ½ ½  ¾ ¯°f nf¾f°–¯ °°©½f f½  ° f ff¾ ¯f°–f©f f°–°–– ff°–f°f¯f ¾ °––f  f–f½ ¯f° °f°– ¯½ °– ff°  ¯ f°– 9  ¯ f°–f°½ ¯f°° f¾f©f ff¯  f°–¯ f–f¯f  f½©–f ff¯  f°–  f°–¯½ °– ff°¯¯f°°f  °f¾ f¾f% $.f f . ¯ f  °@¾f  f° f °D¯f °f ff ©–f ¯°nf° .¾ff %  %  f°–f°¯ ¯   f ° f¾ f°ff°ff ° f f%  % ¯f ° ff  f°¯ °°f%  % .ff nfff°–  ¯½½ff¾ff f .f°¯ °–f©f ff°f°f f ¯° f°f .f °f¯ °©f nf ff f– ¯°n°fffff ¾   °.f¾# ¯ ¯½°f¯ ¯  f¾ f–f½ °– ¯ f°–½f f°¾¾ ¯ ½ °  ¾ff°¯f¾ff¯f°– f f½  f f f°fff° f¯f° -ff#%   % f¯f °.f#¯° ¾f¯½°–  .ff¾ f@f¾ ¾f¯ °¾€  f° ff °f¯¯f¯  f¯f°  .  $.ff f°. ¯ ½ff¾ff f ¾  f°– ¾ ¾ f–f– ° f¾f #°  ° f¾ f–f ©f° ff¯¯ °f°–f°  f–f½ ¾ff°¯ f¯f° f° f f¯f¾°– ¯f¾°–   f°f  °¯ff ¯ff €¯ °–°f¯f½fff #° ¾   f°ff°f €f f# €f° -ff# €f¯f °.f¾f° -ff#%  %  f°f °f¾f ° %  % €f f f¾f°f f¾ f°¯ °ff¯f  f¾f f  ° f   f° f ° f . %f°–°f ½f°––°–½ ¯ °ff° ¯ °––f°f°°f¾D¯ff¯ ¯f ¾ ¯f°f°–f ¾ °––f½ ff°½ff ½ °–f¾f f¾f f f½  f–f  f°–¯¾f°–f ¾f 9ff½ °–f¾fff°f¾  f¾f¾f°–f¯ ° °–€ff°¯ ff°©f  ff¯¯ °nf€¯f¾€ –°f¯ °–f f½½ ¾ff°¾¾ff°–¾ ¯f°¯½ ¾ 9 ff°½ff½ °–f¾f f¾f  f f½€¯¾f°f f½f f ff€ff°f f¾ %¯ ¯ °f % ¯ ¯°f¯f¯.f °f  f°ff°ff#  °. ¾  f°.

¾f€f¯f f ff¯ °–fff° ff ff¯½  °°½ f¯ff¯°n ½ °fff° ff½°©f  f ½ .ff# ¯f¯ .f° ¯ °¾¾ ff €f°–ff° ©f f°½ –f°–f° ¾¯½ ¯ °f f° ¯ f–f ½ f f° f¾ f¾f°f¯f¯.f  ©f°¯ ¯½ f©ff f .ff#f°–¯ ½ff° ¾ff¾ff ff ¾  ¯ °ff ¯f¯f¾ f€#¯ ° ff°–¯f¯f¾ f f°  f ¾f¯½°– ¯f¯ ¾€©–f ½ff¯ °nff ¾f°– f½f¯ ° °–€ ff# f¾ f¾f°  f°f  ¯f° f€ fff°f°–  f¾ff°ff¾ f ¾ f°f#  9   ¯f¾f°°©–f f° f °–f° ¯f°f½ °¾°f°f € f°¾€  f°fff €f°–½f°–ff ¾¾°½f f½  °f fff .f°¾%¯ ¯ °f %¯ °©f f€f f©–f¯ ¯°f¯f¯.f f€#  f°f° f D½ff©f  ff°f ff°° ½ f° ½f¾¯f¾f  f½©–f¯ ¯ ff¾½ ¾ff° ½ ¾ff°f°–¯°–°ff° ©f f°–  °f °–f°¾f€f %€½ ¾%  9  °f°–f° fff°° f¯  f¾  f¯ ¯  ¯½ff# ½ff ¯ ¯ ff¾ ¯ °¾¾ ¯f¾f¾  f°¯ °¾°f ff#f°– f½f –°ff°°¯ °– ¾° f f°¯ f¾ f¾f½ff° ¯ffff°ff ¾ f½f¯ ° ¯f½ °– f° f#f°– ¯f¾ f°ff# ¾ f–¾¯ ° ¯ff#¾ f–f¾ff¾fnff ff¯ ¯ °– ¾° f f°¯  D½ff½ ° ff°f°°f°¯  ff°  –f°–f° ¾ ©–f ff° f¯f ¯f¾°– ¯f¾°–¯ff ¯f¯.f¯¯f  °f¾f°f¾ f f° ¯ ¯f¯ f°€f  ¯ ° ff°–¯f¯. °°f ½f°– ff f–f€ff°– ¯ ° °–¯°n°f½ °fff° ¾   .ff f°f€ .ff#%f°– ¾ ½ff%  9f fff½   ¯f¾f°° ½  °f°–f°f°ffff ¾ f°ff#¾f°–ff©f¯  ¾ °––f¯ °¯ f°¾ ¯f°–f ©f  f–¯f¾°– ¯f¾°–ff°  ¯f°–f½ff€ff ¯ ff°©f  ff¯½  °©–f¯ °–ff¯°n°f¯ff ¯ff € f .f¯ °¾° °ff°– © f .f f D¯¯ ¯f¯f¾ f€#  f°ff ff f°f° -ff  ¯f¯f¾ f f° f ¾€½ f¯ff°–¯°n½f f½  °f fff ¾ff ¯f¯f¾ f€# @ ¾€ ff¯¯f¾°– ¯f¾°–¯ff ½° ¯°nf° ¾ ½  f¾  ¾¾f°  f°f ¯f¾fff ¯¾ff    9  f f© f°f© ff¯¯ff € 9  ° ¯f f½  °–ff°f f   ¾f¯½f½  °–ff°f f   f°– ¯f¾ f° °–f°f f©  f°f© f ff½fff°– ff°f¯f¯f¾°– ¯f¾°–¯ff  ff¯¯ °–¯ °f ¯ ¯½ © f¾ f°¯ °–f¾½ ° f½f½ff¯f¯¯  f 9  ° f° f °–f°¯  ¯f°f¾ ¯f°–f ©f  ff°–f°f¯f€ Df¯f€  f°f ½ –f°–½f ff¾©f f°– f ff° ¯f¯¯ff ¯  f¯f¾°– ¯f¾°– ¾ °––f¯©f ¯¾f%¯©f  ¯f° % ff ff–  f½°f ff¯f€f°– ©f ¯ff©f °f f  ½f¾ f½°¾½¯ff f°–¯  ff° °ff¯f€ ¾ f°f ¾f¾¾ f–f ¯©f €f ¯ff %¯©f f°–¯ ff°©f   f¾ff°½°¾½f°–f f ff¯ ¯ff °f%  f f ff f°ff¯f€f°– f°¯ ff°©f ¾ nff¯f°   ¯°nf¾f½f f#f¾¾ f ¯ff %¾f½€f°f f f f½¾f¯ff %¾ °––f ¾ f½f¯f ¾ff°¯ ¯½ ff°f°¯ff ¯f¯°f  .f€ff°f f¾ ©–f¯ ¯°f ½f f¯f¯ ¾€°¯ °¾° f°– ¯ °–f¯f¾fff ¯°¾f¾  f°–f°  ff° –fff° f°½ f°ff° ¯f¯ ¾€ ¯ ¯ °½ ¯°ff°f€f° °–f°¯ °¾° f°– © f ff©  f  f#€ff .

/.:.39../.3..22..9: 3.7503:92.2.f©fff f¯f # f%¯9  ff f©ff°@D¾¯f°%½f ff# f°  9  ¯ f°–f°€½f f½  °¯ ½ff°f°©f° f½  ¯ f°–f°€f°–¾ ¯f° ¯ °°½f f½  ¾ ¯°f 9  ° ff¯¾ ©ff½  ¯ f°–f°€  °f©–f °–f°½  f ¾ nff¯ ¯ f  f  9f f¯f¾f° f¯f€  f°f¯ ¯ f°½ °© f¾f° f f½f° °–f°f € f°– f ¾¾° ff¯¯ff ¯f¾°– ¯f¾°– 9 °© f¾f°f°–  f ¾f  ° ¯f¾f%°–f¾f°% f  f°–¯f f% ½f° f°–% ff¯¯ff fff¾f f°f%¯ ¯½ f¾ f°¯ ¯½  –f¾½ °– f°f€ff°– f° °– ¯ff %  f°½f¯ °–ff°©f°¯f f ©ff¾f f°f ¾    f½f¯f ¾ff°¯ ° ff¾f°¾f°f°–f f ff¯¯ff ¯  f f° f f½f f¾ ¯f° ¯f°f ff¾¯f¾ nff¯f° °¯ °–f°¾½f¾ ½  ¯ f°–f° f°°f°f¯f° @©f°¾f ¾f°ff°– ¾f f°–f½ f– ff° f¾f f°ff ff°¯ ¯½ ¯ f½ ¯ff¯f° f f½  f–f½ ¾ff°f°– ¯ff f ¯ff .980-.5.38.8.7 5030.6/.:-07-0/.3/.8:-09.3-.80-.3 907.5.52.82.3/9:3:.3 503/.309.83 2.33.2:30--.9./..39.-::.5-::.2203008..42039.832..°n°f¾f½f ff¾¾ f ¯ff f°– f f½f f¾f½ ©¯ f° % f° ½% f°f %¯ °–½ ° f½f¯f¯f°½ff°f¾¾% ff°–f° ¯ ¯f¯¯ff  4 ..3..3 $.20333.f¾f° ¯f½f f½  °–ff°f f   ¾f¯½f¯°n°f .-    9   ¯° f°€ .9/.5:3.9.832.5..83 -.7.3907.3402../.38..703. $0.9..¾f€f¯f f ff¯ °fff° fff f–fn ½  ¯ f°–f°€f°–¯ °°©½f f½  °  4 .3/.°n°f½ff½ ¯ f° f f½  f–f€ff ¾ °––f f°f ¯°nf° f°–¯ ¯f€fff¯ff°– ¾f¾¾ f–f½ ¯ €ff ¾¯%¯€% ff¯  f–f¯ff f f €fff°– ¾¾°° ¾¾ ¯f¾f¾f°¾ ¾f °–f°½ ¯ f–f° ff¯f f € f f €ff°¯ °n ¯°f° ½  ¯ f°–f°€ f f¯ °©ff ½ ¾ff°f°– f©f° ½f ff¯f €  °f°–¾ °–f¯ ©½f ff f ¯ff f¯f€ ¾   4 ..°n f½f½ €¾ ¾f °–f° °–°f°½ °–f¾f@D¾¯f° ¾ ½   ff°°f¾ff @ff ¯% ff¾f% ½ °–f f° ¾f¯½°– €°–¾ .-802.4 °–f°½ff½ °–f¾f ½f f½fff¯%f %°¯ °  ¾ff°½ ff  ½ °–f f° °–f°¯ ©½f f¾ff¾f¯ff €f°– ¾ ©f€f¾f©f  4 .7 50702-.3 :..3.280.7 203:.9.3/9:880-0:23.9./.3.38:.802.-07-039: 9.8.°n°f– ff°½ ¯ f°½ ° f½f¯f¾°– ¯f¾°–¯ff f°–¯ ¯ ff° f°–°¯ ¯½ ° f½f¯ff °f f°¯ °©f f° ¾ f–f©f° f–¯f¾°– ¯f¾°–¯ff ¾ °–fff¾©f   ° Df¯f¯ff  f ½ f–¯ ff°©f ¾ f–f¯f°ff°– ff° ½ff¯f¯¯  f   f½¯ °n½f°  ff¯¯ °©ff   f–f½ ¾ff° °–f°¯ ©½f f f ¯ff ¯f¾°– ¯f¾°– f¾°¯°n¾f½f ½f f¯ff   °f°– f°¾ f–ff°– °f  f° ©f¯°n½f½ °fff°ff¯¯ ff° f€  !078.-0-203434 /-.2 803.22. /03.3/3../.-2.83 2.35:32039..:5./.9..3..3.22..9.2..-9/.2.38047..7.3.83 2.3-0781.3 2070./.53.9:50784.22.3/.

f¯%½ °–f¾f% ff¯¯ ° f½f°¯%€%¯f f  f ff¯ ¯ ° f½f°¯¾f¯ f°½ ° f½f°°f¯f½°¯ ° °f°½f° f f½ ½ ° f½f  °  f½°  f½f°° ¯f °f¯°f °f¾ ¾f °–f° °f° ¯f¾fff°f¯f° ¯°n  °f° ff°–f°f¯f€ ff   f½f°½f½ °–f¾f ff¯¯f¾ff©f f©  ¯f f°  f½f°  .

.2.f©fff f¯f  ff°–  f¾ff°.5034/1.ff f°f€  !074/05034/1.3:.39./.3.°°f ½f½ °–f¾f¯ ff°– f°f¾f °f°¾f¾ . .7.2.320303/.3 507/..39. 5074/03  O .1.22..3802.3-0702-.8..7..5027../.7.3/.8 803.3-.8::29079039:/. f¾°f½ °– €f¾f°¯   f°– ½  °¯f° f°½  f–f°–f° ¾ f f°f °f¯ f¾°f °–f° °¯ f° ½  f–f°–f°  ff¯ f°f° –  D° ½ °–f¾ff° f f½f¯f°–f f  .°n°f½ff½ °– €f¾f°€¾ ¾f °–f°°f°¾f¾ f°f¯f° f° f° f °–f° ¾¾°°f.9 80/9/0280/92.32.8.2:3.3390381.3165.2.2::2. .3203.3802.ff f°f€ ¾  f°¯ ¯ ½ ° f½ff°–½f°–¾ ¾f °–f°½  ¯ f°–f°f¯f° f  O D½ff½ °– €f¾f°€¾ ¯f°f¾  f°¾f©f ff¾ ¾ f©ff°@ D¾¯f°  f½©–f ff fff°– f° ½f f¾ ¾@D¾¯f° ¾ ½  f 9f ¾°f f°f 9 °– €f¾f°¯ ¾  f  ff¾½f f¯½  ff ¾f©f  f½©–f¯½ f°f f°¯f ¯°¾f¾° –ff 9 ¾ff°f°– ¯f ff¯ ¯½  ff ¾ ¯ °f°–½ ¾ff° °¯$½  f–f°–f° ½ ¯f°f°f  f° ½ ¾ff°f°– ff° °–f°¯fnff .f©fff f¯f # ff°–¯ ½ff° €f¾¯½  fff°– f ¾  f©ff°@D¾¯f°  f¾ff°€.7.:.-9079039:/.20302:. 439.90705.35079.ff f°f€%¯ff  ¾¯½ ¯ °f%°f ff  f½f°f f½f ½ ° f½f ff¯./.3/..7:::2.2:82/.9203..3-07..3.- 9079039:5:.3. .8.-07-.302-.3 :.ff f¾ # %f  ¾f° ½f f¯f¾f ½ ¯¯½°f°f°f¯f°f .3::20:..:.16/.76.25.:/30.7...16.f°°    f°f¯    f°¾ f°©°f¯ °©f f¯€ f©ff°@D¾¯f°%  4 f½  °¯°n– ff° €f¾¯%€%¾f¯¾ f–f¯ff  ¾¯ ½ ¯ °f f° f° f °–f°½ff¾f½f½ ¯ °f@D¾¯f° ¾ ½  .83..7..3./.3.3165.7.316 !074/03/2:.8:0/.7. 28.3503.8.30..22024/1.9../.7.30. ¾½° ½f f f¾f°f °f°¾f¾   f°¾ff#  f½ff¾ f¾f½ ¯ f°–f°  ¯f¾fff°  °¯fff°¾f¾ ¾  ff°– ff½f°– f° ¯ f¾f°ff°f°¾f¾ ¾  ½ f°½ ° f½f f½f½ ¯ °f .8.:3.ff f°f€¾ °––f¯ °f°½ ° –f¯°¯ ¯¯ f°–ff°  f½f° ff¯f¾¾f°–¯  ff f½ f¾ f¾f° ½ ¯ °f@D¾¯f° ¯ ¯°ff¯f°¯ °– €f¾f°€ ff¯.. :89.7 0907.9.7.2.50702-. 2.3. /.73.¾f°f  ¾ ¾ f°–f°– f°– f   f°¯ ff€f°ff°ff°– ©¯f¾f¯f °–f°f°–°f ¾  f °ff¯ ½ff°° fff¾¾f½°ff°– f ¯f¯ °f¾f°– ¾  ff°  ¯ff° .//.2-/.2:82 8.2539:  -072:3.80.35:.320.307.3...9..3 &5.-.f©fff f¯f  f  f©ff°@D¾¯f°f°– ¯ ¯f½ ¾ff° ½ ¾ff°¯f¯ff%¯½  ff% ff ff°–f°–¯ f° f¾ ½ ¯f°½ ¯ °f@D¾¯f°°¯ °¾°.80.

3.3-3:".f ¯ f°– ¯f ff¯f ff¾ f¾f f¾f©f ¾¯  f.3 090..f f€# f° f  ff°©–f f ½ ° f½f¯ff f°–¾ f½°f ¾ ½ .2.9:.8.03/07:3.ff  ff f°.162025:3.3.503/./..3 03.. 0..2.3/02. .2.. :8:83.2.4..f¯¯f  f  f° .-2:.9/.9:39:20..-3:%.2.3.-  ..9-07-. ff¯° – ©–f f ¾ ½ ½ °–f ¯°¾f¾f°f°f f°fff °–f°¯ ° f½f°  f–f½ ff°f°–¯ °f°–½ ¯f°f°f ¾ f½ °¾°f°½ ° f°– ° f°–f° f°– ff° °–f°ffnff ½ ff ½ °–f f°  ff°– ¯ f°  ½ °– €f¾f°¯½  ff   f°–½  °¯f° f°½  f–f°–f°°f ff¾ ¯f° ©¯ °f€ f°–f°½ff€fff°f€f°– ff°– ff°–f°%¯f#f°%¾ f   °°f½ff½ ¯ ff°¯ f° ff°½ff½ ° f© f°¯  O .2.¾f€f¯f f ff½f f¯f¾ff°––f½   ¯f¾ff°°f  .324/073 :.3:9.3-3:".ff . :8:83.ff f°f€  f½ ©–f f¯ff €f°°f ¾ ½ . 2070/.3:.:.5073.3:93.340:.9: 08.3.ff €f°f¾ f  f°–ff°–  ¯½ f©ff°@D¾¯f°°½°  ° –ff ° –ff¾f¯f°–  f°   ff¾ ¾ f©ff°@D¾¯f° @  f½f½  ff°½   ¾f¾€  ff°–f°f¯f€° ¯½   f°ff°ff ff¯ °.7503:92./9/.-1680-.5.3.3./58.:. 539:9.250702-.3 02:/.39/.2.°n°f½ff½ °– €f¾f°  f–f¯€f°– f f¾f¯f¾ f °–f° ¯ff €  ° f°  f¾ff°ff¾ ¾f ff°f¯f€ ff¾ ¾ff°–   f½f ff¯¾f¯ff  ¯ ° f½f¯ °–f¯½ ¯f¾fff°f°– f f½  f f °f°f  ½ f°½ ° f½ff°f°– ¾ ¾f f°¯°–° ©¯½f½f f ¯ff f° f¾ f¾f½ ¯f°° ½ ¯ °f f©ff°@D¾¯f°¯ °– €f¾f° ¯ f–ff°– ¾  °–f°f ff¾ f¾f½f f ./.3-./-3-/:.39. ..7-07-.9079:9:5 $:./..22.8090.3/.203.7..380.-3:%.

    .

9:47...7.95.9 2./-3.7..7.2..909.7:8/3/..3425.162:6.99: .8 .3025././.. :7:6. /. .:.202-40.8 $.8. &22..2.8 $.80..2-:.2.31.91/.8805079.5:389:/425.3.389.3-...-/$0203.1   ..3169/.203..7. 2. 2.3  $0. $0.2.907.29.3 03:7:9 -3:".3507-:.2./03.7.2--039:.-.2.7-07-...7.3.3:37.7.33. 8.22.39/.  503/7.1 /.- 16.22..9.8 $.2... . -072./:25.:.35:3/./-3.590.1  .9190.9:2.3 2.7..7.3-/ .7 /.2.3/:25.72.3:. ".2.-8:9.8 $.3 /03.8.2.-207:5. 8.3.

324/073 162:6.2-     ..5.5.83 2.3002.1680.3/3.7:2039. /..39/.3:9: /03.2.832.:9:/.8.9202503/. :8:83./.39/.3 503/..320302:...2.339507-0/..  81.84 8079.7.32070.8:. 802-.7.39/..80.8 2..3-.2.:5:37.5..9 /.3.425700381 -.32.2.9.9 507-.-3:":/.00-.3.7..73. :3.32:/.3.2./.803. .7...02:.3.3/.9. 94416.2 /03..3/.502-.38.425700381 /.8 -.3/-..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->