MANFAAT PENGELOLAAN KOPERASI PESANTREN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN EKONOMI PARA SANTRI

(Studi komparatif di koperasi Pondok Pesantren Assalam Sukabumi)

Skripsi Ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh: Reni Anggraeni 104015000594

JURUSAN PENDIDIKAN IPS FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2008

ABSTRAK
RENI ANGGRAENI, MANFAAT PENGELOLAAN KOPERASI PESANTREN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN EKONOMI PARA SANTRI, Jurusan IPS-Ekonomi UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, September 2008. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja sama memenuhi satu atau lebih kebutuhan ekonomi atau bekerja sama melakukan usaha,koperasi mempunyai tujuan yang utama ialah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota-anggotanya. Dan mengenai koperasi sangat berkaitan dengan ekonomi, mengingat ekonomi sering kali belum mampu memberikan jawaban-jawaban yang memuaskan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam menganalisis dan membangun koperasi. Penelitian dalam bentuk skripsi ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi bagi para santri, yang diteliti pada 60 santri putra dan putri di Pondok Pesantren Assalam. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka dan membuat deskripsi secara faktual. Penelitian ini memiliki dua variabel manfaat pengelolaan koperasi pesantren dan media pendidikan ekonomi yang para santri dapatkan. Teknik analisa datanya menggunakan teknik korelasi dengan rumus rank spearman dengan sampel 60 santri Pondok pesantren Assalam. Hasil penelitian ini diperoleh r = 0,1874 yang menyatakan bahwa hipotesis alternatif diterima yang menyatakan adanya manfaat dalam pengelolaan koperasi pesantren dan adanya media pendidikan ekonomi yang para santri dapatkan.

i

KATA PENGANTAR

ϢϴΣήϟ΍ϦϤΣήϟ΍Ϳ΍ϢδΑ

Penulis lantunkan untaian tasbih, tahmid, dan takbir buat sang pencipta langit dan bumi. Karena dengan taufiq dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini tepat pada waktunya. Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi yang Al-amin dan yang terakhir, Nabi Muhammad SAW beserta sahabat dan keluarganya yang telah membawa manusia dari dunia kegelapan menuju dunia yang benderang menuju keselamatan dunia dan akhirat. Selama penyusunan skripsi ini, dan selama penulis belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi), penulis banyak mendapatkan dorongan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof.Dr.Komarudin Hidayat, M.A, Dekan Fakultas FITK Prof.Dr.Dede Rosyada, M.A. Ketua Jurusan Pendidikan IPS Drs.H.Nurochim, M.M, beserta para Dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis dari awal perkuliahan hingga selesai skripsi ini. 2. Drs.H.A.Banadjid, selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, saran dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini. 3. Bapak Encep Hadiana. S.pdi, selaku Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Assalam Sukabumi, beserta segenap guru dan staff Koperasi yang telah memberikan izin kepada penulis sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan baik. 4. Kak Lulu El Maknun selaku staff Jurusan Pendidikan IPS yang telah memberikan bantuan bagi mahasiswa-mahasiswa terutama kepada penulis. 5. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,

ii

... Rully dan siimut Zalfia ponakanku yang selalu memberikan keceriaan dan semangat yang tidak hentihentinya. Ayahanda (Ajat Sudrajat) dan Ibunda (Iis Sumirah) tercinta.. Tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Aa (M. Teman-teman kampus Jurusan IPS 2004 (nince... serta adik-adiku Resti. 8.10 September 2008 Penulis Reni Anggraeni iii . dede. Teh Rina dan A’Encep. Jakarta. dengan niat tulus.Badaruddin) yang selalu menyayangi. serta doa yang selalu terpanjat untuk penulis dan seluruh keluarga besar yang telah memberikan banyak dukungan moral dan doa kepada penulis...). baik moril maupun materiil sehingga kesulitan yang penulis hadapi dapat teratasi. dan temen-temen kos dan semua pihak yang tidak mungkin penulis cantumkan satu-persatu yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung . penuh tekad dan Bismillah. yang telah mengasuh diri penulis dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan yang tercurahkan. Semoga bantuan yang telah diberikan tercatat sebagai amal shaleh dan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. warnai hari-hari penulis.. coink. Semoga Allah senantiasa menyayangi dan memberi rahmatnya. Amin. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat adanya.) dan tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada my best friend "ucie" yang selalu menemani penulis. siam... inez. sainan.yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk memanfaatkan dan meminjamkan buku-buku yang berhubungan dengan skripsi ini. (U can do it. 6.. 7. dwi. mahfud.. Amin.

iv .

Pada asasnya koperasi bukanlah suatu 1 Ninik Widiyanti. Dengan demikian koperasi sebagai badan usaha mengutamakan faktor manusia dan bekerja atas dasar perikemanusiaan bagi kesejahteraan para anggotanya.BAB I PENDAHULUAN A. Bentu-bentuk ikatan persekutuan hidup telah berkembang dan menjadi lebih beragam.1989) hal 3 1 . juga untuk memperoleh kasih sayang dan persahabatan seperti dalam keluarga dan paguyuban. maka dapat dibedakan dengan jelas dari badan-badan usaha atau pelaku kegiatan ekonomi yang lebih mengutamakan modal. juga telah digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang diinginkan.1 Kerjasama dalam masyarakat modern telah nampak wujudnya dalam suatu jaringan sistem yang lebih kompleks. (Jakarta : Bina Aksara. Meskipun koperasi merupakan kumpulan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. tetapi koperasi bukanlah badan amal. Kini kerja sama di samping memenuhi kebutuhan menjaga kelangsungan hidup dan rasa aman. Koperasi dan Perekonomian Indonesia. Koperasi mempunyai tujuan yang utama ialah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota-anggotanya. Latar belakang masalah Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja sama memenuhi satu atau lebih kebutuhan ekonomi atau bekerja sama melakukan usaha. seperti nampak organisasi-organisasi yang resmi.

kegairahan dan kemampuan masyarakat luas untuk berkoperasi. Yang mana dengan adanya koperasi pesantren kebutuhan santri dapat terpenuhi 2 Ninik Widiyanti. yang mana dalam kegiatan ekonomi ini santri ikut serta dalam mengelola proses ekonomi yang sedang berlangsung.2 usaha yang mencari keuntungan semata-mata seperti halnya usaha-usaha swasta seperti firma dan perseroan. Untuk terlaksananya proses ekonomi dalam sebuah koperasi yang baik maka faktor lain yang sangat menentukan adalah terciptanya suatu koperasi dengan pengelolaan organisasi yang lebih efektif. Untuk itu perlu lebih ditingkatkan kesadaran. Terutama dalam koperasi adanya prinsipprinsip yang diterapkan dalam sebuah koperasi. antara lain melalui pendidikan. penyuluhan dan pembinaan pengelolaan koperasi. Koperasi pesantren ini memberikan arahan bagi santri dalam kegiatan ekonomi dan kegiatan itu dijadikan media pendidikan bagi santri. Koperasi harus dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi rakyat yang mandiri yang pertumbuhannya berakar di dalam masyarakat. pusat dan induk”. perlu disadari bahwa fakta menunjukkan organisasiorganisasi koperasi hanya mencakup suatu bagian dari semua kegiatan ekonomi. mengingat teori ekonomi sering kali belum mampu memberikan jawaban-jawaban yang memuaskan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam menganalisis dan membangun koperasi. Dalam GBHN 1988 dinyatakan “bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat perlu terus didorong pengembangannya dalam rangka mewujudkan demokrasi ekonomi. sehingga setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia yang rasional akan berprinsip pada prinsip ekonomi yaitu menggunakan sumber yang terbatas untuk mencapai hasil yang maksimal. Terutama dalam koperasi pesantren perlu adanya pengelolaan yang baik. Berbicara mengenai koperasi sangat berkaitan dengan ekonomi.2 Asumsi manusia rasional merupakan dasar dari pemikiran ekonomi. Koperasi dan Perekonomian Indonesia… hal 5 . Selanjutnya untuk ditingkatkan partisipasi aktif anggota pada semua tingkat serta keterkaitan kelembagaan antara primer. dan koperasi akan dapat hidup hanyalah dalam kondisi yang sangat khusus. tujuan ini memberikan arahan bagi santri tentang cara memilih berbagai alternatif yang dapat memuaskan kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

3 Ninik Widiyanti berpendapat bahwa koperasi bersifat terbuka untuk umum. Demikian halnya koperasi pesantren.4 Jadi. koperasi pesantren ini memberikan kebebasan kepada masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan kebutuhan mereka. (Jakarta : FE-UI. Koperasi memang merupakan wadah persatuan orang-orang yang miskin dan lemah ekonominya untuk bekerja sama memperbaiki nasib dan meningkatkan taraf hidup mereka. dalam koperasi pesantren ini disamping tujuan yang ekonomis komersial. terutama bagi anggota-anggotanya. anggota masyarakat dapat dianggap sebagai konsumen potensial atau investor potensial yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh unit –unit usaha dalam rangka hubungan bisnis. jika koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan alternatif investasi kepada investor. Ekonomi Koperasi. koperasi harus memperhatikan pula tujuan dan cita-cita sosialnya.1999) Cet. Dengan demikian. Tegasnya koperasi pesantren adalah organisasi ekonomi yang berwatak sosial. maka investor akan menanamkan dananya kedalam koperasi. Setiap orang tanpa memandang golongan. 3 4 Hendar. Koperasi dan Perekonomian Indonesia… hal 4 . Bila koperasi mempunyai keunggulan dalam menawarkan produk kepada anggotanya dibanding dengan nonkoperasi maka dengan sendirinya anggota akan bertransaksi dengan koperasi. aliran.3 dan koperasi pesantren menyediakan apa yang santri butuhkan tetapi bukan hanya pihak pesantren saja. Koperasi harus memperhatikan kesejahteraan serta kesehatan para anggotanya diantaranya para santri dan masyarakat sekitar yang selalu ikut serta dalam kegiatan ekonomi. Jadi seorang pengurus koperasi pesantren yang baik harus berusaha dan mampu menjalankan fungsi ekonomi dan fungsi sosial koperasi yang dipimpin dibawah naungan guru dan dijalankan oleh pengurus yang melibatkan santri kelas 2 aliyah secara baik dan berimbang. Kelima hal 7 Ninik Widiyanti. kepercayaan atau agama orang itu. dapat diterima sebagai anggota koperasi. koperasi pesantren harus memperhatikan pendidikan anggota-anggotanya.

maka timbul pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Adakah media pendidikan yang santri dapatkan dalam pengelolaan koperasi C. manfaat.4 Berdasarkan uraian diatas. Dalam perumusan masalah ini penulis merumuskan diantaranya dari segi minat. kemudian penulis merumuskan manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi para santri di Pondok Pesantren Assalam Sukabumi. “MANFAAT PENGELOLAAN KOPERASI PESANTREN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN EKONOMI PARA SANTRI”. Adakah minat santri dalam pengelolaan koperasi 3. Perumusan Masalah Setelah melihat identifikasi dan pembatasan masalah tersebut. Pembatasan Masalah Pembatasan Masalah Untuk mempermudah penelitian. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah. Identifikasi Masalah Sehubungan dengan hal diatas. penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan dan menuangkannya ke dalam bentuk skripsi dengan judul. D. B. Adakah manfaat yang para santri dapatkan dalam mengelola koperasi 2. maka tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: . serta media pendidikan yang santri dapatkan dalam pengelolaan koperasi di Pondok Pesantren Assalam Sukabumi. Penulis membatasi permasalahan yaitu dalam penelitian ini hanya dibatasi pada manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi bagi santri di pesantren Assalam Sukabumi. E.

. b. Bagi kepala sekolah dan pengawas.5 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas manfaat pengelolaan koperasi pesantren dan koperasi sebagai media pendidikan ekonomi santri serta diharapkan santri benar-benar memahami bagaimana cara pengelolaan koperasi yang telah diterapkan di kopontren Assalam dan penulis berharap santri putra maupun putri mendapatkan pengetahuan yang berharga bagi dirinya. diharapkan dapat memberikan pembinaan kepada pengurus koperasi(santri) untuk senantiasa menjadikan koperasi sebagai media pendidikan bagi ekonomi para santri. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah: a. penelitian ini berguna untuk memberikan masukan berdasarkan hasil penelitian dan memperluas landasan teoritis melakukan survey di lapangan sehingga dapat memberikan pengetahuan tentang koperasi. c. Bagi Penulis. Bagi lembaga yang diteliti. penelitian ini berguna untuk menambah dan memperluas ilmu pengetahuan khususnya tentang bagaimana manfaat pengelolaan koperasi pesantren Assalam Sukabumi sebagai media pendidikan ekonomi para santri. F.

6 .

7 .

arti pengertian definisi fungsi dan peranan koperasi Indonesia dan dunia ilmu ekonomi koperasi. untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Sukarela untuk menjadi anggota. Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko/co dan operasi/operation.com. Tujuannya dengan kerja sama secara kekeluargaan. yang mengandung arti kerja sama untuk mencapai tujuan. mempertinggi kesejahteraan jasmaniah anggota-anggota 3. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967. 03 september 2008 1 6 . Definisi tersebut mengandung unsur-unsur bahwa 1. netral terhadap aliran dan agama. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Perkumpulan koperasi bukan merupakan perkumpulan modal.1 http:/www. dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha. 2. yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota. Hakikat Koperasi Koperasi berasal dari perkataan ko/co dan operasi/operation. akan tetapi persekutuan sosial.BAB II LANDASAN TEORI A Koperasi 1. badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang. Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan.

(Bogor : Ghalia Indonesia. mengatakan bahwa. Sebagaimana dimuat dalam Bab III Bagian I.Soeriaatmadja. Schaars seorang guru besar dari Universitas of Wisconsin. b. 2006). Perkenalan Dengan Beberapa Konsep Ekonomi Koperasi. dengan tidak memandang haluan agama dan politik secara sukarela masuk.7 3 Harsoyo. hal. koperasi ialah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.S. beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sabagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bahwa dengan bekerja sama itu. (Jakarta : Fakultas Ekonomi UI. R. Bahwa pendirian dari suatu koperasi mempunyai pertimbanganpertimbangan ekonomis.2 Kata-kata yang tersurat dalam definisi tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: a. untuk sekedar memenuhi kebutuhan bersama yang bersifat kebendaan atas tanggungan bersama. hal. 1993). Perkoperasian. Madison USA mengatakan: “koperasi adalah suatu badan usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau atas dasar biaya”. Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial.4 Bahri Nurdin. Firdaus. c. Prof. Pasal 3 UU No. Marvin A.7 Bapak Margono Djojohadikoesoemo dalam bukunya yang berjudul “10 Tahun Koperasi” 1941. dalam kuliahnya pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia memberikan definisi koperasi sebagai berikut: “Koperasi ialah suatu perkumpulan dari orang-orang yang atas dasar persamaan derajat sebagai manusia. pengertian koperasi. 4 M. 2004) hal 39 2 . manusia akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkan.3 Prof. 36. Cet 1. Adanya unsur kesukarelaan dalam berkoperasi. Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan. (Yogyakarta : Pustaka Widyatama.12 tahun 1967.

8 Dari pernyataan Identiti Koperasi ICA(Perserikatan Koperasi Internasional) Koperasi ialah sebuah persatuan manusia yang berautonomi yang secara sukarela bersatu untuk memenuhi keperluan bersama di bidang ekonomi. maka beberapa prinsip di antaranya nampak kaitan yang erat dengan kegiatan usaha konsumsi tersebut. yaitu unsur ekonomi dan unsur sosial. ekonomi yang mengandung unsur sosial). Definisi Casselmen diatas nampak sederhana. (Koperasi adalah suatu sistem. Oleh karena koperasi yang berdiri di Rochdale itu adalah koperasi konsumsi. karena itu sering disebut prinsip-prinsip Rochdale.koopguru. (Jakarta : Bina Aksara. Sendi dasar koperasi yang pertama.com. sosial dan budaya dan aspirasi menerusi pertubuhan yang dipunyai bersama dan dikawal secara demokrasi. Pada kurun waktu yang hampir bersamaan. Di Indonesia pengertian Koperasi menurut Undang-Undang koperasi tahun 1967 No. bersumber dari pengalaman koperasi yang pertama di Rochdale. di Jerman. prinsip-prinsip yang serupa juga ditemukan dan dikembangkan oleh Raffeise dan Herman Schalde D. tetapi di dalamnya terkandung makna yang luas. Inggris tahun 1984.6 Dalam konteks koperasi pesantren. Koperasi mengandung dua unsur. Dalam perkembangannya kemudian. Namun beberapa yang bersifat mutlak dan menjadi ciri utama organisasi koperasi tetap dipertahankan sampai saat ini di seluruh dunia. kemudian dipergunakan sebagai pedoman bagi para penggerak dan pelopor koperasi di seluruh dunia.asp. Koperasi merupakan suatu sistem dan sebagaimana diketahui sistem itu merupakan himpunan komponen-komponen atau bagian yang saling berkaitan yang secara bersama-sama berfungsi mencapai tujuan. 1989) hal 12 . 12 tentang Pokok-pokok perkoperasian adalah sebagai berikut: 5 6 http:/www.5 Definisi Casselman dalam bukunya berjudul: “The cooperative movement and some of its problems”.my/definisi. Prinsip yang ditemukan atas dasar pengalaman itu. tiap Negara selalu menyesuaikan diri dengan kondisi masingmasing dalam menerapkan prinsip-prinsip itu. pengurus dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam pengelolaan koperasi yang dapat mendidik santri serta memberi arahan kepada santri sehingga santri dapat memahami kegiatan ekonomi dan tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Koperasi Dan Perekonomian Indonesia. 03 september 2008 Ninik Widiyanti.

Indonesia dalam sejarahnya menggunakan berbagai dasar atau kriteria seperti: lapangan usaha. Koperasi. ataupun afiliasi keanggotaannya dan sebagainya. 2002).60 Tahun 1959 tentang perkembangan gerakan koperasi (pasal 2). ekonominya.9 '"Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Cara-cara atau kriteria-kriteria yang digunakan untuk pengelompokkan itu tentunya dari suatu negara ke negara lain berbeda-beda. Pemisahan-pemisahan yang menggunakan berbagai kriteria seperti tersebut di atas itu selanjutnya disebut penjenisan.Asas-asas. Koperasi Desa b. 4."7 2. hal. tempat tinggal para anggota. sifat. 4 8 Hendrojogi. Pada dasarnya yang dimaksud dengan penjenisan koperasi ialah pembedaan koperasi yang didasarkan golongan dan fungsi ekonomi. (Jakarta : Raja grafindo Persada. hal 61 . 2003) cet. Berdasarkan ketentuan seperti tersebut dalam pasal 2 PP 60/ 1959. baik yang menyangkut ciri. Pengelompokan atau klasifikasi koperasi atau istilah apa pun yang digunakan. beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. maka terdapatlah 7 jenis koperasi (pasal3). Dalam peraturan ini dasar penjenisan koperasi ditekankan pada lapangan usaha dan atau tempat tinggal para anggota sesuatu koperasi. Dalam perkembangannya kriteria yang dipergunakan berubah-ubah dari waktu ke waktu. mengatakan sebagai berikut: (1).8 Peraturan pemerintah No. Untuk memisahkan koperasi yang serba heterogen itu satu sama lainnya. (2). Teori dan Praktek. (Jakarta : Rineka Cipta. Koperasi Peternakan 7 Pandji Anoraga dan Ninik Widayanti. memang diperlukan mengingat adanya banyak perbedaan yang ditemukan di antara sesama koperasi. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk pengelompokan koperasi. Jenis-jenis Koperasi. Dinamika Koperasi. yaitu: a. lapangan usaha. cet 5. Koperasi Pertanian c. golongan dan fungsi ekonominya.

. Jenis-jenis itu ialah koperasi konsumsi. Koperasi yang dibutuhkan anggota-anggotanya dan membagi barangbarang itu kepada mereka. koperasi peternakan. yaitu: i. koperasi kredit. koperasi perikanan dan lainnya. Dasar penjenisan koperasi Indonesia adalah dari dan maksud untuk efesiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas dan kepentingan ekonominya. iii. maka jenis Koperasi didasarkan pada kebutuhan dan efisiensi dalam ekonomi. koperasi listrik desa. misalnya koperasi yang bersifat khusus seperti koperasi batik. Guna kepentingan dan perkembangan daerah kerja serta menjamin efisiensi ekonomi koperasi yang bersangkutan juga demi ketertiban. Koperasi simpan pinjam tujuan dari perkumpulan ini adalah memberi kesempatan kepada anggota-anggotanya untuk menyimpan dan meminjamkan uang. Koperasi Simpan Pinjam g. koperasi asuransi dan koperasi lainnya. Pengelompokan menurut klasik tersebut hanya mengenal adanya 3 jenis koperasi. Koperasi Konsumsi Ir. dalam bukunya yang berjudul “Pelajaran Koperasi” (1964) menyebutkan adanya pengelompokan dari bermacam-macam koperasi menurut Klasik.Kaslan A. diusahakan hanya satu koperasi yang setingkat dan sejenis untuk satu daerah kerja.10 d. Koperasi penghasil tujuan dari koperasi jenis ini ialah mengerjakan sesuatu pekerjaan bersama-sama. dan koperasi produksi. seperi koperasi pertanian. Koperasi Kerajinan / Industri f. Perkembangan koperasi yang mula-mula hanya terbatas pada tiga bidang usaha tersebut di atas.Tohir. Koperasi Perikanan e. Sesuai dengan sejarah timbulnya gerakan koperasi. lama-kelamaan bertambah luas sesuai dengan keperluan masyarakat. koperasi perumahan. ii.

Koperasi Produksi 4. Undang-Undang Dasar 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara sebagai hukum tertinggi ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai penjelma asas kedaulatan rakyat. agar terjalin dalam keserasian serta ketertiban. yaitu: 1. koperasi telah mendapatkan tempat yang pasti. Koperasi Serba Usaha9 3. Dalam seluruh sistem hukum di Indonesia. Koperasi Kredit 3.Landasan Koperasi Indonesia adalah Negara hukum. Dasar Negara Pancasila. Sementara bangun usaha bukan koperasi masih mengikuti warisan sistem hukum lama peninggalan belanda yaitu hukum dagang dan hukum perdata. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 9 Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti. Hukum melindungi kepentingan segenap warga Negara dan mengatur hubungan satu terhadap yang lain. Koperasi Jasa 5. Koperasi Konsumsi 2. yaitu landasan idiil. Undangundang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan rakyat bersama Presiden. Dinamika Koperasi…hal 18 . landasan strukturil dan landasan mental. perlu dipahami bahwa perubahan sistem hukum dapat berjalan lebih cepat dari perubahan alam pikiran dan kebudayaan masyarakat sehingga koperasi dalam kenyataan belum berkembang secepat yang kita inginkan meskipun memiliki landasan hukum yang kuat. Dalam hal ini dapat dikemukakan 3 macam landasan. Secara garis besar jenis koperasi yang ada dapat kita bagi menjadi 5 golongan. koperasi telah memiliki undang-undang sendiri. Karena itu landasan hukum koperasi di Indonesia sangat kuat. Namun demikian.11 Berbagai jenis koperasi lahir seirama dengan aneka jenis usaha untuk memperbaiki kehidupan.

Yang dimaksud landasan strukturil koperasi adalah tempat berpijak koperasi dalam susunan hidup bermasyarakat. kesejahteraan dan sebagainya. Landasan Strukturil Strukturil dalam bahasa Inggris berarti susunan. c. Di Indonesia berlaku Undang-undang Dasar tahun 1945 atau disebut UUD 45. Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988 tentang GBHN. Koperasi Dan Perekonomian Indonesia… hal 36 .12 1. Di dalam UUD 45 hal ini diatur dalam pasal 33 ayat (1) yang berbunyi sebagai berikut: “ Perekonomian diatur sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”. Dalam rangka usaha mencapai cita-cita tersebut koperasi berlandaskan Pancasila. 3. Anggaran Dasar dan Anggrara Rumah Tangga Koperasi. karena koperasi merupakan salah satu bentuk susunan ekonomi di masyarakat. Tata kehidupan di dalam suatu Negara dalam Undang-undang Dasar. pertahanan. Yang dimaksud landasan idiil koperasi adalah dasar atau landasan yang digunakan dalam usaha mencapai cita-cita koperasi. susunan pemerintah. maka landasan strukturil koperasi di Indonesia tidak lain adalah UUD 45. Koperasi sebagai kumpulan sekelompok orang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota.10 10 Ninik Widiyanti. Landasan Operasional Koperasi Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 serta penjesaannya. 2. a. b. Dengan perkataan lain landasan idiil koperasi adalah Pancasila. Di dalamnya tercantum ketentuan-ketentuan secara garis besar tentang bentuk negara. d. Jadi tujuan sama dengan apa yang dicita-citakan oleh seluruh bangsa Indonesia. pendidikan. Koperasi merupakan masyarakat. Landasan idiil Ideal dalam bahasa Inggris berarti gagasan atau cita-cita. Gerakan koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang hak hidupnya dijamin oleh UUD 45 bertujuan mencapai masyarakat adil dan makmur. Undang-Undang Nomor 2 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian. Undang-undang Dasar berisi aturan pokok yang menyangkut tata hidup bernegara.

mengandung makna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang percaya akan adanya Tuhan yang maha esa.manajer. Baik pegurus. Koperasi tidak membedakan kedudukan sosial. ras. politik atau status sosial anggota koperasi untuk bersatu dalam wadah koperasi.maka mereka harus saling menghargai. 1.13 Di dalam UURI No.serta setiap anggota koperasi wajib menghormati agama atau kepercaya yang dianut oleh anggota yang lain. 3. . agama. antar golongan.agama dan golongan masing-masing anggota. Dari bunyi pasal 2 itu jelas bahwa koperasi berlandaskan pancasila dan UUD 1945.gemar melaksanakan kegiatan kemanusiaan dan berani membela keadilan dan kebenaran. pengawas dan anggota koperasi harus berlaku jujur sebagai perwujudan pengamalan sila pertama dari pancasila. b. Masing-masing sila dari pancasila dalam kaitannya dengan koperasi dapat dijabarkan sebagai berikut. Penerapan sila ketiga ini adalah bahwa koperasi tidak mengenal perbedaan suku. Koperasi harus mampu menempatkan rasa solidaritas tanpa memandang asal-usul dan status sosial. Kemanusiaan yang adil dan beradab Sebagai manusia yang beradab. a. Semua anggota koperasi berhak mendapat perlaku yang sama dan adil.suatu kriteria menghargai manusia lain berarti menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Penerapan dari sila kedua itu adalah sebagai berikut. Persatuan Indonesia Jalinan persatuan dan kesatuan dikembangkan atas dasar bhineka tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) dengan memajukan pergaulan antarsesama manusia Indonesia. 25/1992 tentang Perkoperasian pasal 2 dikatakan bahwa “koperasi berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan”. 2. Koperasi juga sangat meningkat kejujuran.sebagai wujud penerapan sila ini maka keanggotaan koperasi Indonesia terbuka untuk semua penganut agama atau kepercayaan dan golongan. Ketuhanan Yang Maha Esa Sila pertama.

Sehingga. Adil harus dilihat dari sudut pandang masyarakat. Musyawarah berarti perundingan.14 4. Masyarakat perlu dibangun oleh manusia sebagai bagian dari masyarakat. Jika terdapat perbedaan pendapat. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan Penerapan sila keempat ini adalah bahwa dalam perkumpulan koperasi sistem musyawarah untuk mufakat harus benar-benar dilaksanakan dalam koperasi Indonesia. dalam segala hasil kegiatan kebudayaan dalam masyarakat. Selain Pancasila UURI No. perhubungan.11 11 M. Firdaus. yang berarti tolok ukurnya adalah masyarakat.sedangkan mufakat berarti setuju atau sepakat. ditegaskan dalam batang tubuh pasal 33 ayati 1 beserta penjelasannya. maka hasil akhir itu merupakan kesempatan atau kesepakatan atau keputusan bersama dan menjadi tanggung jawab bersama pula untuk saling menghormati dan melaksanakan keputusan tersebut. Pembangunan dan hasil pembangunan perlu didistribusikan secara adil. jika dalam koperasi terdapat perbedaan pendapat dan pada akhirnya dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah atau melalui voting. Hal ini. sosial. 25 / 1992 juga menyebutkan UUD 1945 sebagai landasan koperasi. Jadi. Keadilan menuntut supaya masing-masing manusia harus diberi kesempatan menurut kepatutan dan harkat martabat sebagai manusia. Disitu dicantumkan secara ekplisit bahwa bangun perusahaan yang sesuai dengan pasal 1 adalah koperasi. dalam bidang: ekonomi. Keadilan yang memberikan masing-masing bagiannya.maka hal tersebut harus dipecahkan melalui musyawarah atau mufakat dalam rapat anggota. 5. Perkoperasiaan… hal 42 . Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Yang dimaksud keadilan sosial adalah keadilan yang berlaku dalam masyarakat. mufakat merupakan hasil dari suatu perundingan atau pembicaraan. politik dan kebudayaan pada umumnya.

pengaabungan dan perindukannya. Di tiap-tiap desa ditumbuhkan koperasi desa. 3. Pusat 3. seperti tersebut dalam pasal 18 dari PP 60/59. Primer. 2. 12/1967 tentang pokok-pokok perkoperasian masih mengaitkan bentuk-bentuk koperasi itu dengan wilayah administrasi pemerintahan (pasal 16) tetapi tidak secara ekpresif mengatakan bahwa koperasi pusat harus berada di ibukota kabupaten dan koperasi gabungan harus berada di tingkat propinsi seperti yang tertera dalam PP 60/59. Berdasarkan ketentuan tersebut. Di tiap-tiap daerah tingkat I ditumbuhkan gabungan induk koperasi. didasarkan pada kesatuan wilayah administrasi pemerintahan dengan memperhatikan kepentingan ekonomi. Di tiap-tiap daerah tingkat II ditumbuhkan pusat koperasi. seperti antara jajaran koperasi unit desa dan jajaran koperasi pegawai negeri. rupanya tidak hanya terdapat antara suatu jenis koperasi dengan jenis koperasi lain. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka tidak mengherankan. pusatnya berkedudukan di ibukota propinsi. seperti koperasi pegawai Negeri. maka terdapatlah 4 bentuk koperasi yaitu: 1. 12/67 hanya mengatakan daerah kerja koperasi Indonesia pada dasarnya. 60 Tahun 1959 (pasal 13 Bab IV) dikatakan bahwa yang dimaksud dengan bentuk koperasi ialah tingkat-tingkat koperasi yang didasarkan pada cara-cara pemusatan. Bentuk Koperasi Dalam PP No. yang mengatakan bahwa: 1. Undang-undang No. disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan. Keberadaan dari masing-masing bentuk koperasi tersebut. sedangkan jenis koperasi yang lain seperti KUD. 4. 2. Induk.15 4. jika suatu koperasi. tetapi ternyata perbedaan seperti tersebut di atas . Gabungan. pusatnya umumnya berkedudukan di ibukota kebupaten. pasal 16 butir (1) Undang-undang No. Perbedaan dalam pembentukan atau pemusatan koperasi yang dikaitkan dengan administrasi pemerintahan.

Anggota dari koperasi tersebut adalah Koperasi-Koperasi Primer. KUD mempunyai induk (INKUD). Jambi. Demikian pula dengan KOPKAR. banyak jenis koperasi yang hanya mempunyai 3 jenjang. c. b. Pusat Koperasi Pegawai Negeri (PKPN). seperti koperasi unit desa (KUD) dan koperasi karyawan (KOPKAR). Anggota-anggotanya dari GKPN ini adalah pusat koperasi pegawai negeri yang berada di ibukota kabupaten. anggota-anggotanya adalah Koperasi Pegawai Negeri. Disinilah kita melihat pengaruh daripada PP 60/59 terhadap bentuk atau penjenjangan dari koperasi yang masih mengaitkan dengan pembagian wilayah administrasi pemerintah. d. Sebagai contoh dapat kita lihat pada jajaran koperasi pegawai negeri. Anggota-anggotanya adalah gabungan koperasi pegawai negeri. dan Timor-Timur. Lampung. a. sedangkan pada tingkatan propinsi PUSKUD. Tetapi ada beberapa jajaran koperasi pegawai negeri pada tingkat propinsi yang tidak menggunakan nama gabungan koperasi pegawai negeri. DKI Jakarta. . NTT. Irian Jaya.16 juga ditemukan dalam jajaran satu jenis koperasi sendiri. Sulawesi Tenggara. yang berkedudukan di ibukota kabupaten. Pada tingkat nasional. pada tingkat propinsi. Gabungan Koperasi Pegawai Negeri (GKPN) berkedudukan di ibukota Propinsi. tetapi memakai nama pusat koperasi pegawai negeri tingkat I. Induk Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (IKPN-RI) berkependudukan di Ibukota Negara. pusatnya berada di ibukota propinsi. Kalimantan Tengah. seperti yang terdapat di propinsi Sumatera Barat. Koperasi Pegawai Negeri (KPN) yang anggotanya adalah orang-orang dan mempunyai wilayah kerja kecamatan atau berada dalam lembaga pemerintah atau di sekolah atau di kecamatan yang selanjutnya disebut sebagai PKN Primer. Maluku. Induknya berkedudukan di ibukota tingkat nasional. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis koperasi itu mempunyai 4 jenjang.

Dari pernyataan pasal 16 undang-undang No. Oleh karena itu 12 Hendrojogi. dapatlah dikatakan bahwa sesungguhnya tidak ada keharusan bagi koperasi-koperasi dalam hal penjenjangan ini harus menyesuaikan diri dengan wilayah administrasi pemerintahan. Partisipasi Anggota Pada Koperasi Bila dipandang dari segi dimensinya. partisipasi terdiri atas: 1. 12/67 dan pasal 15 Undangundang No. 25/1992. koperasi sekunder dapat didirikan oleh koperasi sejenis maupun berbagai jenis atau tingkatan. jika tidak dipaksakan oleh situasi dan kondisi maka partisipasi yang dipaksakan tentu tidak akan cocok dengan prinsip koperasi keanggotaaan terbuka dan sukarela serta manajemen yang demokratis. Dalam hal koperasi mendirikan koperasi sekunder dalam berbagai tingkatan. Gabungan koperasi dan pusat-pusat joperasi itu merupakan Koperasi Sekunder. . maka jumlah tingkatan maupunpenamaanya diatur sendiri oleh koperasi yang bersangkutan. Koperasi. Teori dan Praktek…hal 86 . Bentuk koperasi yang demikian ini di Amerika Serikat disebut Koperasi Lokal. Jadi koperasi karyawan yang berada diperusahaan-perusahaan. koperasi pegawai negeri yang berada di unit lembaga pemerintahan dan koperasi unit desa yang berada di desadesa yang anggota-anggotanya adalah orang-orang disebut Koperasi Primer. Gabungan dan Induk.17 Selanjutnya koperasi yang anggota-anggotanya adalah orang-orang disebut Koperasi Primer. Induk-induk koperasi. Undang-undang No.25/1992 tidak menyebut-nyebut daerah kerja bagi masing-masing bentuk koperasi yang disesuaikan dengan wilayah administrasi pemerintahan. seperti selama ini dikenal sebagai pusat.12 5. Tentang bentuk-bentuk koperasi ini. Pasal 15 dalam penjelasannya. memberikan uraian sebagai berikut: Berdasarkan kesamaan kepentingan dan tujuan efisiensi.Asas-asas. sedangkan koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi disebut Koperasi Sekunder. Partisipasi dapat dipaksakan dan dapat pula sukarela. Hal ini semata-mata karena pertimbangan praktis dan pertimbangan historis.

hal. cet 2. 2. tetapi dalam partisipasi yang bersifat informal biasanya hanya terdapat persetujuan lisan antara atasan dan bawahan mengenai bidang partisipasi. Sesuai dengan peran ganda yang ditandai oleh prinsip identitas. 2. Partisipasi bisa bersifat lansung dan bisa bersifat tidak langsung. Partisipasi langsung terjadi apabila setiap orang dapat mengajukan pandangan. Partisipasi pada koperasi dapat berupa partisipasi kontributif dan dapat pula berupa partisipasi insentif. mengajukan keberatan terhadap keinginan orang lain atau terhadap ucapannya. biasanya telah tercipta suatu mekanisme formal dalam pengambilan keutusan. Ekonomi Dan Koperasi.13 Peran serta / partisipasi dengan kata lain. Kedua partisipasi tersebut timbul sebagai akibat peran ganda anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan. adalah orientasi penilaian keefektifan dari pada anggota sebagai suatu unsur mutlak suatu organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya. Partisipasi dapat formal dan dapat pula informal. 4. b) Mengambil bagian dalam penetapan tujuan pembuatan keputusan dan dalam proses pengawasan terhadap tata kehidupan koperasinya. Dalam kedudukan sebagai pelanggan/pemakai memanfaatkan berbagai kesempatan yang bersifat menunjang kepentingankepentingan yang disediakan perusahaan koperasinya. 2004).18 partisipasi yang tepat pada koperasi adalah partisipasi yang bersifat sukarela. 1. (Bogor : Ghalia Indonesia. 13 Titik Sartika Partomo. Sedangkan dalam partisipasi tidak langsung akan ada wakil yang membawa aspirasi orang lain. membahas pokok persoalan. Dalam kedudukannya sebagai pemilik: a) Memberikan kontribusinya dalam bentuk keuangan terhadap pembentukan dan pertumbuhan perusahaan koperasinya dan melalui usaha-usaha pribadinya. maka partisipasi anggota dapat dibagi sebagai berikut. 3. Pada partisipasi yang bersifat formal. 59 .

yang inti adalah: Edi swasono. Terry adalah sebagai berikut. Peran serta Alinatif seperti halnya hubungan antara orang asing yang bermusuhan. 14 . hal. namun intinya sama. yaitu pertama. Dalam buku ini digunakan istilah manajemen menurut pengertian yang pertama. Peran serta Moral berorientasi pada komitmen berdasarkan internalisasi norma-norma dan identifikasi kewibawaan atau karena tekanan-tekanan kelompok social. Maka ada dua unsur utama yang terdapat dalam pengertian manajemen. dimana satu pihak ingin memaksakan dan memanipulasikan kepentingannya dari pihak yang lain. Mencari bentuk. dan pengawasan perusahaan untuk mencapai sasaran tertentu. Fungsi manajemen menurut George R. Manajemen Koperasi Menurut The Contemporary Business Dictionary. yaitu unsur pengendalian dan unsur pemafaatan sumber daya. ( Jakarta : UI Press.66.15 Dari literatur dapat dibaca pengertian tentang manajemen yang satu berbeda dengan yang lain.14 8. 2) Pengorganisasian (organizing) Fungsi ini memfokuskan pada cara agar target yang dicanangkan dapat dilaksanakan.moral dan alinatif.19 Amitai Etzioni. 1987). Ekonomi Dan Koperasi…hal. posisi dan realitas koperasi didalam orde ekonomi Indonesia. yaitu dengan menggunakan wadah/perangkat organisasi. baik untuk jangka panjang maupun pendek yaitu pembuatan program-program kegiatan serta sarana yang diperlukan masuk keterkaitannya dengan pihak ketiga. cet 3. manajemen mempunyai dua makna. kedua. 310 15 Titik Srtika Partomo. pelaksanaan. ketiga jenis peran serta tersebut diatas yang kadarnya adalah berjenjang dari kalkulatif. Peran serta Kalkulatif berorientasi pada hubungan keuntungan seperti halnya dalam kontak-kontak bisnis. 1) Perencanaan (planning) Fungsi ini mengidentifikasi bahwa dalam pengelolaan perlu ada perencanaan yang cermat untuk dapat mencapai target yang ditentukan. pengorganisasian. Pada hakikatnya manajemen dapat disimpulkan sebagai suatu rangkaian tindakan sistematik untuk mengendalikan dan memanfaatkan segala faktor sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. para pemimpin perusahaan. membedakan tiga jenis peran serta diantaranya. proses perencanaan.

3) Pelaksanaan (actuating) Suatu gagasan atau konsep.16 Istlah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. 4) Pengawasan (controlling) Untuk meyakinkan para pemilik perusahaan. dalam hal ini para anggota koperasi. B. Media Pendidikan 1. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dan pengirim ke penerima pesan. c) Terjaminnya sinkronisasi dari tiap bagian atau kelompok lapisan kerja guna mencapai sasaran yang ditetapkan. Proses belajar mengajar pada dasarnya 16 Arief S. Selain controlling tersebut dilakukan oleh pengawas. meskipun telah tersedia wadah yang berupa organisasi dengan uraian tugas dan hirarkinya belum akan berjalan aktif tanpa dicetuskan mengenai pelaksanaan dari tugas dalam organisasi tersebut. sistem kerja yang mengandung build in control ini perlu dijabarkan dalam organisasi. Badan tersebut adalah pengawas. Istilah media ini sangat popular dalam bidang komunikasi.20 a) Membentuk suatu sistem kerja terpadu yang terdiri atas berbagai lapisan atau kelompok dan jenis tugas yang diperlukan. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.pengurus wajib menciptakan suatu sistem pengendali atau bisa disebut build in control. 2007) hal 6 . maka rapat anggota perlu membentuk suatu badan di luar pengurus yang bertugas memantau atau meneliti tentang pelaksanaan kebijakan yang ditugaskan kepada pengurus. Hakikat Media Pendidikan Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media Pendidikan. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. Sadiman. Prinsip controlling ini harus dijabarkan dalam organisasi koperasi. Terry menyebutkan actuating means move to action. b) Memperhatikan rentang kendali.

Gerlach dan Ey (1971) mengatakan bahwa media bila dipahami secara garis besar adalah manusia. 16 agustus 2008 20 Azar Arsyad.com. 16 agustus 2008 19 www. termasuk teknologi perangkat keras. National Education Assosiation (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang –dengar.21 5. (Jakarta : Raja Grafindo.media pembelajaran.com. materi. Banyak para ahli memaparkan tentang pengertian dari media ini. 1997). (Jakarta : Depaetemen Pendidikan Nasional. 4 17 .3 21 www. Media Instruksional Edukatif. sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran. Media Pembelajaran. media berarti (Ϟ΋Ύγϭ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. 16 agustus 2008 22 Akhmad Rohani. www. 2003). media pembelajaran.hal. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan.google. keterampilan.google.Pd.google. atau pengantar. Djamarah.19 3. Media instruksional edukatif adalah segala jenis sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan instruksional.21 juga merupakan proses komunikasi. M. diantaranya: 1.media pembelajaran. (2002: 136-137). dkk. 9 18 Akhmad sudrajad. atau sikap. teaching aids. 2003). (Jakarta : Rineka Cipta.20 4. Dalam bahasa Arab.18 2. media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. perantara. cet 4. hal. Sedangkan Usman (2001 : 32) mendefinisikan bahwa alat peraga pengajaran (media).com. hal.17 Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah. atau audiovisual aids (AVA) adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Media Pembelajaran. 22 efektifitas dan efesiensi pencapaian tujuan Aristo Rahadi. cet 1.

didengar dan dibaca. sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri. Banyak batasan yang diberikan orang tentang media. Sementara itu Brigg (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.22 6. perasaan. ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. hal. Media hendaknya dapat dimanipulasi.201 23 . Kaset. (Jakarta : Bumi Aksara. Asosiasi Pendidikan Nasional memiliki pengertiian yang berbeda. karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran. perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. dapat dilihat. Media dapat diartikan sebagai alat bantu dalam proses pengajaran yang dilakukan guru kepada siswa dalam penyampaian materi pelajaran. 2004). Media pendidikan tentu saja yang digunakan dalam proses dan untuk mencapai tujuan pendidikan. membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. cet 3. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan system. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi. maksudnya media pendidikan Oemar Hamalik. Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus. Buku. Film. Film bingkai adalah contoh-contohnya. maka dapat diambil sedikit benang merah mengenai pemahaman dari media ini. Apapun batasan yang diberikan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. maka media pendidikan sifatnya lebih umum.23 Dari definisi yang dipaparkan oleh para ahli di atas. Marshall McLuhan berpendapat bahwa media adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengan dia. Assosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan di Amerika.

2003). Tetapi kemudian. Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan Dalam suatu proses belajar mengajar. media 24 Ibrahim. perhatian dan kemampuan siswa. dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai. namanya lebih populer sebagai media pengajaran atau media belajar. Berbagai bentuk media dapat digunakan untuk meingkatkan pengalaman belajar kearah yang lebih konkret. antara lain tujuan pembelajaran. dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Dalam hal ini Gagne dan Briggs menekankan pentingnya media sebagai alat untuk merangsang proses belajar mengajar. 112 . sehingga dapat mendorong proses belajar-mengajar. tetapi setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan. merangsang. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Pada tahun 50-an. pikiran. (Jakarta : Rineka Cipta. Perencanaan Pengajaran. dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. hal. Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam pross belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. peranan media memang sematamata untuk membantu guru dalam mengajar. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pengajaran dengan menggunakan media tidak hanya sekadar menggunakan kata-kata.23 yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Media pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran. meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. cet 2. Tidak semua media pendidikan adalah media pembelajaran. perasaan. media disebut sebagai alat bantu audio-visual karena pada masa itu. jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung.24 2. sehingga dapat kita harapkan diperolehnya hasil pengalaman belajar yang lebih berarti bagi siswa. Meskipun demikian. kondisi. dapat diakatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim. dan bahkan membawa pengaru-pengaruh psikologis terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa.

Ada beberapa alasan. Alasan pertama. memudahkan penafsiran data. Sejalan dengan uraian ini. 2006). Media Pengajaran. fungsi kognitif. Ibrahim menjelaskan betapa pentingnya media pembelajaran karena: αέΪϟ΍ϲϴΤΗΎϬϧ΍άϴϣϼΘϟ΍ϥΎϫΫ΍ϲϓϖ΋ΎϘΤϟ΍ΖϴΒΜΗϰϠϋΪϋΎδΗΎϬϧ΍ϢϬσΎθϧΩΪΠΗϭάϴϣϼΘϠϟέϭήδϟ΍ΐϠΠΗ Maksudnya: media pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbarui semangat mereka. menyajikan data dengan menarik dan terpercaya. hal 16. Raja Grafindo Persada. Media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. 1997). 1-7. berkenaan dengan manfaat pengajaran dalam proses belajar siswa anatara lain. dan fingsi kompensatoris. Azhar. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. Selanjutnya. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang Nana. cet 3. dan memadatkan informasi. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa. atau melihat dan mendengarnya.24 pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman. fungsi atensi.. cet. fungsi afektif.25 Levied an Lentz mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menhidupkan pelajaran. (Bandung : Sinar Baru.Sudjana. hal 2 Aryad. (Jakarta : PT. 26 25 . khususnya media visual. tahap berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks. mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. yunus(1942:78) dalam bukunya Attarbiyatu watta'liim mengungkapkan sebagai berikut:  ϊϤγϦϤϛ˯΍έΎϤϓϢϬϔϠϟϦϤο΍ϭα΍ϮΤϟ΍ϰϓ΍ήϴΛΎΗϢψϋ΍ΎϬϧ΍ Maksudnya : bahwasanya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat. Alasan kedua. Media Pembelajaran. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. yaitu.26 Fungsi atensi media visual merupakan inti.

Media Pembelajaran…hal 25 . Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar teks yang bergambar. 5) Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu. 2) Memperbesar perhatian siswa. oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap. 4) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa. terutama melalui gambar hidup. 6) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain. Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. 3) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar. misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras. Encyclovedia of Educational Research dalam Hamalik merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut: 1) Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir.27 27 Aryad. Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Dengan kata lain. Azhar.25 berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar. oleh karena itu mengurangi verbalisme. media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Pengertian media ini masih sering dikacaukan denan peralatan. pendengaran. pengecapan.” Jadi klasifikasi media. media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari system instruksional di samping pesan. Karakteristik media juga data dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan. Dia mengatakan “The question of what media attributes are necessary for a given learning situation becomes the basis for media selectin. teknik latar dan peralatan. Taksonomi Dalam pengertian teknologi pendidikan. tingkah laku. Karakteristik Usaha pengklasifikasian di atas mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri khas suatu media berbeda menurut tujuan atau maksud pengelompokkannya. media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format masing-masing dengan ciri-ciri dan kemampuannya sendiri. orang.26 3. perabaan. komunikasi. dan kemudahan kontrol pemakai. maupun penciuman. Peralatan atau perangkat keras merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut. 2. karakteristik media dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan srategi pembelajaran. dan laju perkembangan teknologi elektronik. Dari sini usaha-usaha penataan timbul. Dengan asuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pe didikan seperti ilmu cetak-mencetak. Dari contoh pengelompokkan yang diadakan oleh Scharmm. kita dapat melihat media menurut karakteristik ekonomisnya. lingkup sasarannya yang dapat diliput. Media atau bahan adalah perangkat lunak berisi pesan atau informasi penddikan yang biasanya disajkan dengan mempergunakan peralatan. Karakteristik media ini sebagaimana dikemukakan oleh Kemp merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi dengan situasi belajar tertentu. Jenis dan Karakteristik Media 1. yaitu pengelompokkan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri atau karakteristiknya. . Beberapa contoh usaha kearah taksonomi media tersebut antara lain adalah uraian berikut ini. atau kesesuaiannya dengan tingkatan hierarki belajar seperti yang digarap oleh gagne. dan sebagainya.

27 Untuk tujuan-tujuan praktis. Kedua adalah apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana. Artinya. bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada. setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media. Namun bila dilihat kestabilan materi dan penggunaan yang berulang-ulang untuk jangka waktu yang 28 Arief S. Sadiman. strategi belajarmengajar. meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui. harus dibeli atau dibuat sndiri. kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya media yang bersangkutan. Kriteria Pemilihan Media Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. organisasi kelompok belajar. tenaga dan fasilitasnya. 4. kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang sama.28 Dalam hubungan ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya. berapa lama diperlukan untuk mendapatkannya. faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa. alokasi waktu dan sumber. ada sejenis media yang biaya produksinya mahal. serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. Sebagai pendekatan praktis. di bawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia. Artinya media bisa digunakan di manapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapan pun serta mudah dijinjing dan dipindahkan. Faktor yang terakhir adalah efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang. Ketiga adalah faktor yang menyangkut keluwesan. beliau menyarankannya untuk mempertimbangkan media apa saja yang ada. Karena itu. berapa harganya. Pertama adalah ketersediaaan sumber setempat. dan format apa yang memenuhi selera pemakai (misalnya siswa dengan guru). Profesor Ely dalam kuliahnya di fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwa media merupakan komponen dari system instruksinal secara keseluruhan. Media Pendidikan…hal 85 .

atau mengadaptasi media yang bersangkutan.28 panjang program film bingkai mungkin lebih murah dari media yang biaya produksinya murah tetapi setiap waktu materinya berganti. Apabila 29 Harjanto. Menilai keefektifan media pendidikan penting bagi guru agar ia bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak diperlukan atau tidak selalu dipergunakan dalam pengajaran sehubungan dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Grafis. terutama media dan dimensi atau media. Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif Berdasarkan ketiga faktor tersebut. 29 Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pendidikan untuk mempertinggi kualitas pengajaran: a. Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif b. Perencanaan Pengajaran. dan media proyeksi. menggunakan media sebagai alat bantu mengajar dan tidak lanjut penggunaan media dalam proses belajar. guru terampil membuat media pendidikan sederhana untuk keperluan pengajaran. 2005) Cet. hal 238 . (Jakarta : Rineka Cipta. Sehingga guru dapat memperkecil kelemahan atas media yang dipilih atau guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki. kriteria memilih dan menggunakan media pendidikan. maka dalam memberikan prioritas pengadaan media pendidikan perlu diadakan pengukuran untuk ketiga faktor tersebut sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan di sekolah. Siswa. tidak memakai. Pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengjaran. Guru perlu memiliki pemahaman media pendidikan antara lain jenis dan manfaat media pendidikan. Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif c. c. Pengetahuan tentang keunggulan dan keterbatasan setiap jenis media menjadi penting. Disadari bahwa setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan atau keterbatasan. dan beberapa media tiga dimensi. b. Hakikat dari pemilihan media pada akhirnya adalah keputusan untuk memakai. Keempat. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap pemilihan prioritas pengadaan media pendidikan adalah sebagai berikut: a.

sejauh mana yang dapat dicapai oleh pendidikan. 2. Student characteristic(watak peserta didik) Guru harus mampu memahani tingkat kematangan dan latar belakang peserta didik. Emotional impact. e. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan-pilihan media yang sesuai dengan karakter peserta didik secara komprehensif. sebaliknya guru tidak memaksakan penggunaanya. Pertimbangan Produksi a. Media akan efektif dalam mencapai tujuan. peserta didik. tersedianya bahan. 30 Harjanto.30 1. Misalnya dengan warna yang buram. demikian sebaliknya tanpa biasanya juga tidak akan berhasil. peserta didik juga akan semakin mudah mencerna pelajaran. Availability. Menurut Prof. Physical condition. maka pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan media harus mampu bernilai estetika sebab akan lebih menarik untuk menumbuhkan motivasi. Drs. yaitu: produksi. Pertimbangan peserta didik: a.Sc. Accessibility to student maksudnya: pembelian bahan hendaknya yang dwi fungsi yaitu: guru dapat menggunakannya. artinya tujuan belum tentu dapat dicapai. d. Hartono Kasmadi M. bila tersedia bahan dan berada pada sistem yang tepat. Cost yang tinggi tidak menjamin penyusunan menjadi tepat. bahwa di dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal. isi dan guru. Perencanaan Pengajaran…hal 241 . akan mengganggu kelancaran belajar mengajar. c. b. dan perlu mencari usaha lain di luar media pendidikan.29 penggunaan media pendidikan tidak mempengaruhi proses dan kualitas pengajaran.

Curiculair relevance. Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan sebagi berikut: . c. Yang lebih penting berorienasi terhadap tujuan pendidikan 2. perlu juga cara menyajikan yang harus benar. Jika isi sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Student involvement. Presentation. maka perlu observasi dan review bahan-bahan tersebut belum disajikan.30 b. Content soundness. Pertimbangan guru 1. video cassette dan sebagainnya. Apakah yang digunakan media tunggal atau multimedia c. pengembangan pola pikir. akan memberikan kemampuan peserta didik dan keterlibatan peserta didik secara pisik dan mental untuk meningkatkan potensi belajar. 3. Teacher peace of mind Media yang digunakan mampu memecahkan problem jangan malah menimbulkan masalah. 2. Pertimbangan isi 1. hingga dapat menceritakan kembali dengan baik. sebagai bahan pertimbangan: a. 4. pengaruhnya akan meningkatkan pengalaman peserta didik. 3. penggunaan media harus sesuai dengan isi kurikulum. tujuannya harus jelas. Bahan yang disajikan. Student relevance Bahan yang relevan akan memberi nilai positif dalam mencapai tujuan belajar. perlu dengan baik. Apakah digunakan untuk kepentingan individu atau kelompok b. Teacher utilization Guru harus mempertimbangkan dari segi pemanfaatan media yang akan digunakan. sound slide. bahan media yang sudah diprogram siap pakai seperti: film slide. analisis pelajaran.

antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan 31 Harjanto. dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photography d. film.31 1. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. diagram. Objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realitas. film bingkai. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa.video. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri di mana guru atau dosen dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model. atau gambar c. Apabila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis. Menimbulkan persepsi yang sama31 Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. atau model b. yaitu dengan kemampuan dalam: a. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat. Perencanaan Pengajaran…hal 241 . Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efesien. Konsep yang terlalu luas dapat divisulkan dalam bentuk film. 4.film bingkai. Menimbulkan kegairahan belajar 2. Mengatasi keterbatasan ruang. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan. dan lain-lain 3. film. Mempersamakan pengalaman c. film bingkai. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro. waktu dan daya indra. seperti misalnya: a. Kejadian atau peristiwa yang terjadidi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film. 2. gambar. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan 3.film bingkai. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk: 1. maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. dan lin-lain f. foto maupun secara verbal e. Memberikan perangsang yang sama b. gambar.

beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain: a. Kondisi audien dari segi belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. c. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional. Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. ketidakpastian siswa. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan. ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak. 32 M. antara lain. kurangnya minat dan kegairahan. sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru. Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. d. . Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. factor umur. tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. latar belakang pendidikan. hal. spesifik. Media Pembelajaran. Basyirudin. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa. intelegensi. b. dan sebagainya. Oleh karena itu. ketepatgunaan.32 verbalisme. dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku. budaya. Basyiruddin Usman. 13.32 Menurut M. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. (Jakarta : Ciputat Press). kondisi siswa. mutu teknis dan biaya. dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.

ada koperasi putri yang pengelolaan koperasinya dikelola oleh santri putri kelas 2 aliyah maupun koperasi yang ada disantri putra pengelolaan koperasinya dikelola oleh santri putra kelas 2 aliyah tetapi dibawah bimbingan guru yang bersangkutan. Pada dasarnya belajar masalah koperasi merupakan suatu usaha untuk melahirkan perubahan individu berdasarkan aktivitas serta pengalaman yang diperolehnya. Adapun media pendidikan yang santri dapatkan merupakan informasi atau pesan dari pengirim (guru) kepada penerima (santri) Berdasarkan uraian diatas. koperasi ini merupakan pusat dari koperasi yang diatas dan pada koperasi pusat ini selain menyediakan kebutuhan para santri dan guru juga menyediakan kebutuhan masyarakat dan bersifat terbuka. maka dapat diduga bahwa adanya manfaat bagi para santri dalam proses pengelolaan koperasi dan fakta yang ada dapat dilihat pada prestasi santri pada mata pelajaran IPS ekonomi. Koperasi yang ada di Pesantren Assalam ada beberapa macam.33 5. tidak hanya itu di Koperasi Assalam juga adanya koperasi pusat yang pengelolaannya melibatkan alumni yang sedang menjalankan pengabdian selama di Pesantren. Dan untuk lebih jelas bisa dilihat pada tabel berikut: . Dalam proses pengelolaan terkadang santri merasa kesulitan disebabkan faktor internal dan faktor eksternal yang ada pada diri santri sendiri. Dalam hal ini guru mempunyai tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan hasil belajar siswanya. Kerangka Berpikir Pengelolaan Koperasi yang melibatkan santri ini pada hakikatnya merupakan sesuatu upaya bantuan untuk menambah pengetahuan santri baik putri maupun putra yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. baik berupa teori maupun prakteknya dalam pengelolaan koperasi.

34

Tabel 1

Koperasi Pusat (bersifat terbuka)

Koperasi Putri

Media Pendidikan

Koperasi Putra

Santri Putri

Santri Putra

6. Pengajuan Hipotesis Berdasarkan landasan teori dan kerangka fikir yang telah dikemukakan, maka dirumuskan hipotesis terhadap masalah yang dikaji. Adapun yang menjadi hipotesis penelitian ini, yakni terdapat Manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren Assalam terhadap media pendidikan ekonomi para santri. Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir yang telah diuraikan diatas, maka diajukan penelitian sebagai berikut: Ha : terdapat manfaat dalam pengelolaan koperasi pesantren terhadap media pendidikan ekonomi yang santri dapatkan Ho : tidak terdapat manfaat dalam pengelolaan koperasi pesantren terhadap media pendidikan ekonomi yang santri dapatkan.

35

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian merupakan strategi umum yang dipakai dalam pengumpulan data dan menganalisis data yang diperlukan guna menjawab permasalahan yang dihadapi, penggunaan metode ini dimaksudkan untuk menemukan dan mengumpulkan data yang valid, akurat, serta signifikan dengan masalah yang diangkat, sehingga diperlukan sebagai pengungkapan masalah yang dipakai. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan deskriptif kuantitatif, Kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui.1 Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.2

A. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang penulis inginkan yaitu: penelitian akan diarahkan pada terwujudnya suatu deskripsi yang mengungkapkan secara faktual tentang manfaat pengelolaan koperasi yang melibatkan santri dengan pengelolaan koperasi yang menjadi media bagi pendidikan ekonomi para santri.
1 2

Margono, Metode Penelitian Pendidikan,…hal 105 Moh.Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta Timur : Ghalia Indonesia, 1988) Cet. 3, hal 63

35

(Jakarta : Rineka Cipta. dan keterangan-keterangan mengenai kondisi Koperasi seperti keadaan pembeli. Tempat Penelitian Tempat yang menjadi objek penelitian adalah Koperasi Pondok Modern Assalam. Situ Assalam Desa Cibodas Kec. santri yang terlibat dalam pengelolaan Koperasi. Waktu dan Tempat 1. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara quota sample yaitu cara mengumpulkan data dan peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi. 125 . tata tertib. pada tanggal 24 Juli sampai 31 Juli 2008. 2004) Cet. Kab. dan yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui. latar belakang. karyawan. tugas dan fungsi. struktur organisasi. diantaranya 30 santri putri dan 30 santri putra. dari tanggal 3 Agustus sampai dengan tanggal 16 Agustus. Sukabumi Provinsi Jawa Barat. penulis menyebarkan angket (instrument) kepada santri putri dan putra mengenai manfaat Pengeloaan Koperasi dan media yang para santri dapatkan dalam pengelolaan tersebut. penulis melakukan wawancara dengan Ketua Koperasi untuk melihat situasi Koperasi Pesantren Assalam dan memperoleh data mengenai sejarah. Sedangkan populasi terjangkau adalah santri kelas 2 Madrasah aliyah Assalam Sukabumi tahun ajaran 2007-2008. C. Metode Penelitian Pendidikan. Waktu Penelitian Penelitian ini penulis lakukan. hal.36 B. 4. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah santri Pondok Pesantren Assalam Sukabumi. Tahap selanjutnya. program kerja. 2. 3 Margono. Bojonggenteng.3 Penulis memilih sampel dari santri putra maupun putri kelas 2 Madrasah Aliyah Assalam yang berjumlah 60 orang. Kp. keadaan wilayah.

1998). Cet. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Dengan jumlah pertanyaan 20 soal. yang berkenaan dengan manfaat pengelolaan koperasi pesantren. hal 99 4 . dan lain-lain. penulis akan menggunakan teknik Dokumentasi.4 Penulis mengumpulkan data-data dengan meneliiti data-data yang telah di dokumentasikan oleh pihak koperasi seperti data statistik grafik.angka yang diperoleh dari perhitungan jumlah skor yang telah dihitung tersebut kemudian penulis susun dalam daftar nilai. Angka. Metodologi Penelitian Pendidikan. I. V. Teknik Pengolahan dan Analisa Data 1. Dari hasilhasil yang ada. 2. dan media pendidikan yang santri dapatkan dalam pengelolaan koperasi pesantren. Angket. Assalam kelas 2.37 D. penulis membagi dua menjadi nilai variabel (X) manfaat pengelolaan koperasi pesantren dan nilai variabel (Y) adalah media Suharsimi Arikunto. Cet. dari asal kata dokumen. 2002). (Bandung : Pustaka Setia. Teknik Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data untuk kepentingan ini. ( Jakarta : Rineka Cipta. dokumen-dokumen penting.5 Angket ini berisi pertanyaan dengan jawaban alternatif yang berkenaan dengan manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren. minat santri dalam pengelolaan koperasi pesantren. dalam hal ini santri putra dan putri MA. yang artinya barang-barang tertulis. Angket Angket. tentang judul skripsi ini yang penulis buat yang terdiri dari beberapa pertanyaan yaitu. peraturan-peraturan. 1. hal 135 5 Amirul Hadi. adalah daftar pertanyaan atau pernyatan yang dikirimkan kepada responden baik secara langsung atau tidak langsung. E. Dokumentasi Dokumentasi. Teknik Pengolahan Data Dari jawaban yang telah diberikan oleh responden kemudian dikompilasi secara sistematik sesuai dengan metode statistik.

Editing (pengecekan) Dalam menganalisis data yang pertama kali harus dilakukan ialah editing pada tahap ini dilakukan pengecekan terhadap pengisian angket. maka penulis melakukan perhitungan skor rata-rata dengan ketentuan sebagai berikut. Teknik analisis Data Untuk menganalisis data dalam penelitian ini. dan d yang harus dipilih oleh responden yaitu terdiri dari jawaban selalu. jawaban option d skor nilai 1 . Jawaban positif a. jawaban option a skor nilai 4 b. kejelasan dan kebenaran pengisian angket tersebut agar terhindar dari kekeliruan. dan tidak pernah. sering.b. kesalahan dalam menetapkan informasi sehingga dapat diperoleh data yang akurat. Setelah ditemukan hasil perhitungan data yang disusun dalam bentuk angka-angka statistik tersebut. b. setiap angket diteliti satu persatu mengenai kelengkapan. Dalam setiap pertanyaan terdapat empat butir jawaban a. 1.38 pendidikan yang santri dapatkan dalam pengelolaan tersebut. jawaban option b skor nilai 3 c. jawaban option c skor nilai 2 d. jarang. yang merupakan suatu cara yang digunakan untuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami oleh orang yang meneliti. tapi juga oleh orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian. Skoring (pemberian skor) Skoring merupakan tahap pemberian skor terhadap butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam angket. penulis melakukan langkahlangkah sebagai berikut: a. selanjutnya menganalisis data.c. nilai variabel X dan Y kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk susunan angkaangka statistik.

dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha. yaitu: P = 1 – 6 ∑ D2 n (n2 – 1) Keterangan : P = angka indeks korelasi tata jenjang 6 dan 1 = bilangan konstan D = Difference. Sudiyono. adanya unsur ekonomi dan adanya unsur sosial. yaitu perbedaan antara skor pada variabel pertama (R1) dan urutan skor pada variabel yang kedua (R2). Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan. (Jakarta : 1999. untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Dengan media pendidikan ini pesan akan tersampaikan dengan optimal. Pengantar Statistik Pendidikan. hal 219 6 .6 F. Dalam koperasi adanya sistem pengelolaan yang bersifat kekeluargaan dan terbuka. Anas.39 Analisis data pada penelitian ini menggunakan Rank Spearman. Pengelolaan Koperasi Pesantren Definisi konseptual Dari pembahasan pada kajian teori sebelumnya dapat dipahami bahwa. seperti. cet 9. dalam hal ini adalah banyaknya pasangan yang sedang dicari korelasinya. sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan maksimal. Media Pendidikan adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Instrumen Penelitian 1. sehingga adanya timbal balik dari penerima pesan. jadi D = R1 – R2 N = Number of cases. pertama. seorang guru dalam proses belajar mengajar menyampaikan pelajarannya menggunakan media yang disesuaikan dengan materi yang waktu itu akan disampaikan. Raja Grafindo Persada). yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota. Sehingga dapat ditarik kesmpulan yang jelas dalam koperasi mengandung 2 unsur yaitu.

Dalam arti sempit. Tabel 2 Kisi-Kisi Manfaat Pengelolaan Keperasi Pesantren Varibel Dimensi Indikator Item Jumlah item Manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren Sebagai Media Pendidikan Ekonomi Para Santri Tahap Perencanaan (planning) a) Merumuskan tujuan koperasi b) Merumuskan tugas pengurus koperasi c) Merumuskan garisgaris komando d) Merumuskan halhal yang menarik minat konsumen 4. Dalam hal ini siswa kelas 2 Pesantren Assalam Sukabumi. pengelolaan koperasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam kegiatan jual beli secara efektif. Media pendidikan merupakan wujud dari hasil yang telah diperoleh melalui pengelolaan koperasi yang dikelola oleh santri bersama guru. memberikan pelayanan yang maksimal. pelaksanaan (actuating). pengelolaan koperasi tidak hanya meliputi kemampuan dalam melaksanakan kegiatan jual beli akan tetapi juga mencakup pemahaman terhadap pembeli. Definisi operasional Koperasi dapat juga didefinisikan dalam arti sempit dan arti luas.40 2. 9 2 7 1 . terarah dan terencana dengan baik. jika santri mendapatkan giliran untuk mengelola koperasi. Sedangkan dalam arti luas. Jadi. maka dari situ santri dapat meraskan manfaat dari pengelolaan tersebut atau dalam proses jual beli. Dalam hal ini demi kelancaran pengelolaan koperasi pesantren maka koperasi pesantren sangat memperhatikan pada manajemen koperasi yaitu: perencanaan (planning). pengorganisasian (organizing). pengawasan (controlling). sesuai dengan definisi konseptual di atas. 5 2 10 1 8.

Melayani konsumen dengan sebaik-baiknya b).41 Tahap Pengorganisasian (organizing) a). Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menyampaikan aspirasinya c). 18. Menciptakan hubungan yang harmonis sesama pengurus 15 1 11 1 12 3 Tahap Pelaksanaan (actuating) a) Menjalankan hakhak dan kewajiban b) Mengetahui tugas masing-masing c) Memberi kesempatan kepada konsumen 6 1 8.9 2 11 1 Tahap Pengawasan (controlling) Mengadakan rapat terhadap pengelolaan koperasi melalui: a) Musyawarah pengurus koperasi pesantren Assalam b) Ada atau tidak hambatan selama jual beli berlangsung 15. 19 3 7 1 .

17.42 c) Ada atau tidak manfaat yang santri dapatkan dalam pengelolaan(di lihat dari hasil rapot mata pelajaran IPS Ekonomi) d) Adanya kepuasan dari konsumen 16. 20 3 20 1 .

Berdirinya Kopontren tidak terlepas dari peraturan perkoperasian No. hak dan kewajiban” hal tersebut sesuai dengan arah dan tujuan Pondok Pesantren Assalam. Situ Assalam Desa Cibodas Kec.H Abdurrahman. Gambaran Umum Koperasi Pesantren Assalam 1. 2007) hal 77 43 .usaha-usaha yang dikelola oleh Kopontren ini masih terbatas pada penyediaan alat-alat tulis kantor dan penyediaan kebutuhan para anggota Pondok Pesantren itu sendiri. di Cibodas yang dipimpin oleh K. dan pada tahun 1991 Koperasi Pesantren Assalam ini memiliki badan hukum dengan nomor 9613/BH/KWK/10-6 TGL 4-5 1991 yang beralamat Kp. 1 Buletin Assalam (Sukabumi : Assalam Pers.1 Kopontren didirikan pertama kali dengan modal yang diperoleh hanya dari simpanan pokok dan simpanan wajib saja. bergotong royong berdasarkan persamaan derajat. Seiring perkembangan zaman para pengurus anggota Kopontren terus mencoba memajukan Kopontren tersebut dengan membuat usaha-usaha baru tanpa harus meninggalkan usaha yang lama. Sejarah Koperasi Pesantren Assalam Berdirinya Koperasi Pondok Pesantren Assalam bertepatan dengan berdirinya Pondok Pesantren. Pimpinan Pondok Pesantren Assalam yang beranggotakan guru-guru. Sukabumi Provinsi Jawa Barat. santri dan warga Pondok Pesantren Assalam lainnya. yakni tahun 1984.12 tahun 1967 sebagai berikut: “ Bahwa koperasi Indonesia bekerja sama. Bojonggenteng Kab.BAB IV HASIL PENELITIAN A.

2. Dalam menjalankan dan nembagi tugas maka Koperasi Pesantren Assalam membentuk struktur organisasi. Ketua. Kegiatan yang pernah dilaksanakan. Pengurus Koperasi Putri. Sekretaris. 3. Pengurus Koperasi Putra. Salah satu sarana pendidikan perkoperasian bagi para santri baik teoritis maupun praktis. 1. Sebagai sumber dana dari pesantren. yang merupakan lembaga swasta yang bergerak dibidang pendidikan. 3. 2 Buletin Assalam…hal 78 . Contohnya: Kopontren pernah memberikan kesempatan kepada guru dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Assalam untuk menjadi anggota Kopontren dengan dengan memberi izin berdagang atau memasok dagangan ke kantin-kantin. 2. Struktur Organisasi Koperasi Pesantren Assalam Koperasi Pesantren Assalam berdiri pada tahun 1984 bertepatan dengan berdirinya Pondok Pesantren Assalam. Bendahara. Latar Belakang Koperasi Pesantren Assalam Latar belakang didirikannya Kopontren ialah sebagai berikut: 1. atau ke toko yang ada di Pondok Pesantren Assalam dengan sistem bagi hasil. Untuk memenuhi semua kebutuhan santri di dalam Pesantren. 6. Secara lengkap dapat dilihat pada struktur dibawah ini. Kopontren adalah salah satu usaha Pesantren yang mempunyai andil besar dalam membantu usaha perkembangan dan pembangunan Pondok Pesantren Assalam.2 3. Kopontren bukan hanya menyediakan kebutuhan para anggota Pondok Pesantren Assalam saja. dimana dalam struktur tersebut terlihat jabatan atau kedudukan tertinggi sampai terendah. baik kantin putra maupun putri. para santri tidak akan berbelanja di luar Pesantren yang akan mengganggu jalannya disipilin Pesantren.karena dengan tersedianya semua kebutuhan. melainkan pula dapat menyediakan kebutuhan-kebutuhan warga masyarakat sekitarnya. 5.44 Dengan menambah usaha baru ini. Pimpinan Pondok. 4. Dan mempunyai tuntutan untuk menerapkan manajemen secara professional dan tunduk pada ketentuan peraturan yang berlaku. 2.

45 Tabel 3 Pimpinan Pondok Ust.Pdi Ketua Ujang Sakrodin Sekretaris Abdullah Aziz S. Pimpinan Pondok Assalam Pimpinan Pondok Assalam berfungsi sebagai berikut: . Fungsi dan tugas Tugas pimpinan sebagai pejabat tertinggi di Pondok Pesantren Assalam adalah sebagai berikut: a. Hal ini terjadi dalam rangka pencapaian tujuan yang optimal dan terarah dengan didasari berdaya guna dan bertepat guna. 4. Encep Hadiyana S.Pdi Bendahara Hajarudin Koperasi Putri Hikmatillah Koperasi Putra Taufiq Struktur Organisasi Koperasi Pesantren Assalam (Sumber : Dokumentasi Koperasi Pesantren Assalam) Model struktur organisasi Koperasi Pesantren Assalam berbentuk vertikal. hal ini mendefinisikan bahwa hubungan yang terjadi diantara penggerak elemen organisasi bersifat formal.

Mencatat keluar masuknya uang 2. Bertanggung jawab atas segala urusan yang berhubungan dengan Koperasi Putri atau kebutuhan putri 2. Ketua sebagai fasilitator c. Pimpinan Pondok sebagai educator 2. Ketua sebagai Administrator Koppontren 3. Mengatur administrasi koppontren e. Sekretaris Sekretaris berfungsi sebagai berikut: 1. Mencatat atau membukukan keluar masuknya uang 2. Koperasi Putri Koperasi Putri berfungsi sebagai berikut: 1. Mengatur administrasi Koperasi Putri musyawarah dengan bagian Koperasi Pusat . Mengecek harga pokok barang dan harga jual 3. Mencatat barang yang sudah rusak untuk ditukar kembali 4. Mengadakan (Kopontren) 4. Ketua sebagai edukator 2. Mencatat barang yang sudah habis d. Mencatat kejadian-kejadian penting yang berkaitan dengan koppontren 3. Mengecek barang yang sudah habis 6. Mengatur kerja bagian Koperasi Putri 3. Bendahara Bendahara berfungsi sebagai berikut: 1. Pimpinan Pondok sebagai administrator lembaga 3. Pimpinan Pondok sebagai supervisor b. Mencatat keluar masuknya uang 5. Ketua Ketua berfungsi sebagai berikut: 1.46 1.

keterampilan dan bagian yang lain serta kebutuhan masyarakat B. tidak diperkenankan masuk kecuali mendapat izin dari pengurus Koppontren 2. Mengusahakan menukar uang recehan untuk kembalian 3. Administrasi 1. Menyediakan keperluan santri dan masyarakat bekerja sama dengan bagian olah raga. Bersikap ramah kepada pembeli 7.47 f.Administrasi 1. Bertanggung jawab atas segala urusan yang berhubungan dengan Koperasi Putri atau kebutuhan putra 2. Mengadakan (Kopontren) 4. Berusaha dengan bagian lain untuk kelancaran usaha 6. kesenian. Non. Tata Tertib Koperasi Pesantren Assalam A. Mengatur buku penjualan sehari-hari 3. Mencatat keluar masuknya uang 5. Koperasi Putra Koperasi Putra berfungsi sebagai berikut: 1. Membuat daftar pembelian dan penjualan di Koppontren 4. Selain pengurus Koppontren. Mencari usaha lain yang menguntungkan 4. Mengatur kerja bagian Koperasi Putra 3. Mengumumkan apabila ada perubahan jadwal 5. Mengatur administrasi Koperasi Putra 5. Mengecek barang yang sudah habis 6. Membuka Koppontren pada waktu yang telah ditentukan 5. Mengatur mengarsipkan keluar masuknya uang 2. Menjaga kebersihan sekitar Koppontren musyawarah dengan bagian Koperasi Pusat . Tidak meminjamkan uang kepada siapa saja tanpa seizin ketua dan pimpinan pondok 6.

Membuka Koppontren pada waktu yang telah ditentukan a.30 2. Mewajibkan kepada santri untuk memakai bahasa resmi ketika berbelanja 5. Mencatat haga-harga barang yang ada dan mendata barang yang habis 8. Membentuk kaderisasi B. Mengadakan bazaar pada hari-hari besar 7. Sore d. Program Kerja Umum 1.00 .00 c. Membantu Pimpinan pondok Modern Assalam dalam menerapkan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Assalam 4. Memutarkan lagu yang sesuai dengan alam Pendidikan Pondok Modern Assalam : 16.00 – 12.00 : 06. Membantu Pimpinan Pondok Modern Assalam dalam menerapkan panca jiwa Pondok Moern Assalam 2. Memberi label harga pada setiap barang 4. belajar.00 – 17. Pagi b. Siang : 13.48 6. Program Kerja Khusus 1.00 – 20. Menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun 6. Meninkatkan laba pertahun 9. Membimbing dan membina serta meningkatkan adanya bahasa resmi di Pondok Modern Assalam 5. Mnempelkan kosakata yang berkenaan dengan Koppontren bekerja sama dengan bagian bahasa 6. Program Kerja Koperasi Pesantren Assalam A. dan berorganisasi 3. Membimbing anggota dalam kesadaran beribadah. Mengusahakan pembelian barang yang bisa ditukar supaya mengurangi kerugian 3.00 – 15. Malam : 19.

Mewajibkan bagi santri khususnya untuk mengucapkan salam ketika memasuki Koppontren 11. puskesmas. Kabupaten Sukabumi.ruang koperasi putrid dan putra berbentuk semi permanent. 1 ruang kantin( makanan ringan) 2. Kondisi strategi Koperasi Pesantren Assalam berada di kaki gunung parakan salak dengan danau terdampar dan dengan kondisi masyarakat yang humanis. disekitarnya terdapat rumah-rumah warga. Menerima pesanan barang yang belum tersedia di Koppontren bilamana memungkinkan 7. Kecamatan Bojonggenteng. 8. Keadaan Wilayah Pesantren Assalam berada ditengah-tengah perkampungan desa Cibodas. alat peraga media pengajaran dan alat pelengkap sekolah maupun bagian-bagian yang lainnya. lapangan sepak bola.warung. Menindak pembeli yang curang ketika traansaksi jual beli berlangsung 13. Bangunan Ruang Koperasi Ruang koperasi yang ada 4 ruang koperasi pusat. Propinsi Jawa Barat. Sarana penunjang Sarana yang ada di Koperasi Pesantren Assalam diantaranya ialah: 1. Menata ruangan Koppontren agar menarik minat pembeli untuk berbelanja 12. ruang koperasi pusat berbentuk permanen. 1 ruang koperasi putri dan 1 ruang koperasi putra. 1 ruangan khusus penjualan buku . b. Untuk lebih jelas penulis uraikan sarana prasarana di atas sebagai berikut: a. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 700 M dengan bangunan milik sendiri dan ditambah dengan adanya swadaya pemerintah setempat dan partisipan. sarana prasarana pendidikan ini dapat berupa alat pengajaran. Sarana Prasarana Koperasi Pesantren Assalam Pesantren Assalam lembaga pendidikan yang tidak mengesampingkan saran prasarana karena hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.49 10.

yaitu Manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren Sebagai Media Pendidikan Ekonomi Para Santri Pada penelitian ini instrument yang digunakan adalah angket. untuk mendapatkan data variabel X dengan jelas dapat dirubah menjadi skor standar. Deskripsi Data Seperti yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. salah satu pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket untuk memperoleh data tentang Manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren Assalam Sebagai Media Pendidikan Ekonomi Para Santri. data tersebut dapat dilihat pada lampiran……. dengan rumus: Ss = ∑ SMP X 100 ∑ SMI n (n2 – 1) . 1 unit telpon 6. Data Variabel X Data variabel X dalam penelitian ini adalah hasil dari data angket yang diisi oleh santri putra dan putri Pondok Pesantren Assalam meliputi manfaat pengelolaan koperasi pesantren dan minat santri dalam pengelolaan koperasi pesantren. Selanjutnya. setelah angket disebarkan kepada objek penelitian kemudian data-data yang masuk kemudian diolah melalui editing dan pemberian skor. 1 ruang khusus sembako 4.50 3. Kamar mandi B. P = 1 – 6 ∑ D2 1. 1 unit komputer hitung 5. Mushola 7. maka langkah selanjutnya menyajikan data tersebut ke dalam bentuk tabel dengan menggunakan. Angket ini disusun berdasarkan pada pokok penelitian dan indikator dari setiap variabel yang diteliti.

51 Ss = skor maksimal perolehan x 100 Skor maksimal ideal Dan data tersebut dapat dilihat pada table berikut: Tabel 4 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Skor mentah 68 68 68 68 68 68 76 80 80 64 56 56 56 56 56 68 52 52 68 68 72 76 64 60 Skor standar 85 85 85 85 85 85 95 100 100 80 70 70 70 70 70 85 65 65 85 85 90 95 80 75 .

52 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 64 60 72 68 56 52 64 60 72 76 72 68 72 68 80 76 80 60 64 60 64 76 80 76 80 76 80 68 72 68 80 75 90 85 70 65 80 75 90 95 90 85 90 85 100 95 100 75 80 75 80 95 100 95 100 95 100 85 90 85 .

adapun data santri putra dan putri berjumlah 60 orang dan data nilai rapot dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5 Data nilai rapot kelas 2 putri Madrasah Aliyah Assalam No No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nilai rapot IPS Ekonomi 70 65 50 75 70 65 70 70 70 80 70 60 .53 55 56 57 58 59 60 72 68 72 68 64 72 90 85 90 85 80 90 2. Data Variabel Y Variabel ini dilihat dari nilai rapot santri putri dan putra Pondok Pesantren Assalam dilihat pada hasil mata pelajaran ekonomi dan pada semester kedua ajaran 2007-2008.

54 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 55 60 70 70 80 80 90 90 65 70 70 80 80 90 90 70 65 55 Tabel 6 Data nilai rapot kelas 2 putra Madrasah Aliyah Assalam No No Responden 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 Nilai rapot IPS Ekonomi 70 70 70 70 80 90 .

55 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 80 80 80 80 80 90 90 75 75 65 55 70 70 75 80 80 80 80 90 90 75 70 70 65 Adapun data untuk keseluruhan nilai rapot IPS Ekonomi dari 60 santri yang menjadi data variabel Y dapat dilihat dari table berikut ini: .

56 Tabel 7 Data variabel Y No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 No Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Nilai IPS Ekonomi 70 65 50 75 70 65 70 70 70 80 70 60 55 60 70 70 80 80 90 90 65 70 70 80 80 90 90 .

57 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 70 65 55 70 70 70 70 80 90 80 80 80 80 80 90 90 75 75 65 55 70 70 75 80 80 80 80 90 90 75 .

7 77.8 77.7 77.5 83.6 77.6 61.7 72.2 77.2 55.1 66.58 58 59 60 58 59 60 70 70 65 Selanjutnya.7 66. dengan rumus: Ss = ∑ SMP x 100 ∑ SMI Ss = skor maksimal perolehan x 100 Skor maksimal ideal Dan data tersebut dapat dilihat pada table berikut: Tabel 8 Skor standar variabel Y No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Skor mentah 70 65 50 75 70 65 70 70 70 80 70 60 55 60 70 Skor standar 77.7 72. untuk mendapatkan data variabel Y dengan jelas dapat dirubah dengan skor standar.3 77.7 88.7 .

8 88.8 88.7 77.3 .8 100 88.8 100 100 77.2 61.7 77.8 100 100 72.8 100 100 83.7 72.2 77.7 77.8 88.1 77.3 83.7 88.8 88.8 88.7 88.7 88.59 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 70 80 80 90 90 65 70 70 80 80 90 90 70 65 55 70 70 70 70 80 90 80 80 80 80 80 90 90 75 75 77.8 88.7 77.

25 20.7 72.2 55.8 88.8 100 100 83.5 22 22 22 d1 -7.2 77.5 4.2 61.5 -7.7 77.3 77.7 77.5 -20 -28.3 77.5 50 57 57 Rank Y 22 9. Pengolahan Data Variabel X dan Y Pengolahan data variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini dapat dilihat pada table berikut ini : Tabel 9 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 X 85 85 85 85 85 85 95 100 100 Y 77.7 77.7 72.7 83.60 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 65 55 70 70 75 80 80 80 80 90 90 75 70 70 65 72.25 400 812.5 29.5 29.1 77.25 400 784 1225 1225 .5 29.5 29.5 29.7 77.5 83.2 3.8 88.3 88.5 1 34 22 9.8 88.7 Rank X 29.5 -20 -28 -35 -35 d12 56.25 56.7 72.

8 88.7 77.5 6.25 56.5 42 29.5 26.5 6.1 77.25 1 16 100 400 784 4 702.8 88.5 -32.5 -28 4 32 26 44 14 -7.25 7.25 1 240.2 77.7 77.8 88.8 100 88.5 29.7 88.5 88.25 1.7 88.8 88.5 6.25 4 210.5 -7.7 72.7 77.5 3 5.5 -13 676 240.1 66.2 61.25 702.5 57 44 22 5.25 169 .5 1 4 10 -20 -28 2 26.5 -1 15.5 42 50 18 12 18 12 42 29.61 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 80 70 70 70 70 70 85 65 65 85 85 90 95 80 75 80 75 90 85 70 65 80 75 90 95 90 85 90 85 100 88.5 22 22 44 44 56 56 9.25 784 16 1024 676 1936 196 56.5 2 18 12 42 50 42 29.5 42 42 26.8 77.8 100 100 72.5 6.5 2 2 29.7 77.7 66.7 77.5 6.5 22 22 44 44 56 56 22 95 3 22 22 22 22 44 56 44 44 44 26 15.8 18 6.5 2 14.6 61.5 -1 -3.8 100 100 77.832.5 29.25 1 12.6 77.25 1764 1764 702.056.7 88.

8 88.8 100 100 83.1 77.25 196 702.5 - -6 -13 44 38 22 16 -40.5 -8 -7.75 60 (602 – 1) .3 77.5 4 -32.2 61.3 83.5 2 14.640.5 42 29.8 100 100 83.5 0 36 169 1936 1444 484 256 1.25 64 56.8 88.5 42 29.8 88.7 77.5 3 22 22 34 44 44 44 44 56 56 34 22 22 9.246.2 50 57 12 18 12 18 50 57 50 57 50 57 29.7 72.75 selanjutnya harga ini dimasukkan dalam rumus rank spearman : P = 1 – 6 ∑ D2 n (n2 – 1) = 1 – 6 x 29.25 4 210.5 14 26.25 29.246.75 Pada tabel diatas ditemukan harga d12 = 29.62 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Jumlah 95 100 75 80 75 80 95 100 95 100 95 100 85 90 85 90 85 90 85 80 90 - 88.7 77.3 88.5 42 29.5 -54 -28 -35 -16 -13 14.3 72.8 88.25 16 1.25 2916 784 1225 256 169 210.056.7 83.246.5 18 42 - 44 44 56 56 34 34 9.

maka mengartikan bahwa hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan tidak ada manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi para santri ditolak. maka 0.364. berarti diantara kedua variable tersebut terdapat korelasi positif. harga tersebut adalah 0.1874. C. sedangkan p(rho) yang diperoleh 0.1874 Untuk menguji signifikan koefisien korelasi tersebut.1874 > 0. jadi kesimpulannya terdapat Manfaat Pengelolaan Koperasi Pesantren dan adanya Media yang santri dapatkan dalam pengelolaan tersebut. jadi Nr=2. dengan demikian dapat diketahui 60-2 = 58. dan Hipotesa Alternatif diterima.63 = 1 – 175.5 215940 = 1. Interpretasi Data a) Interpretasi secara sederhana / kasar Dari perhitungan r diatas. . maka perlu dikonsultasikan antara p (rho) dengan t tabel berdasarkan hasil perhitungan.480. maka dengan derajat bebas n – 2. untuk taraf signifikansi 5% sebesar 0. Setelah diketahui df = 58 kemudian berkonsultasi pada table r pada taraf signifikansi 5% = 0.478. Jadi Hipotesis Alternatif diterima dan menyatakan terdapat manfaat dan media yang santri dapatkan dalam pengelolaan.8126 = 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.364. b) Interpretasi dengan menggunakan table nilai r Untuk mengetahui signifasi r melalui table r langkah pertama yang harus ditempuh adalah mencari sampel dalam penelitian ini.0. sampel yang diteliti 60 orang. sedangkan untuk taraf 1% sebesar 0. ternyata angka korelasi antara variable X (Manfaat Pengelolaan Koperasi ) dengan variable Y (Media Pendidikan Ekonomi) bertanda positif.364.1874. berarti N = 60 Variabel yang diteliti korelasinya adalah sebanyak 2 variabel yaitu variable X dan Y.

64 Berdasarkan penelitian tersebut menyatakan bahwa terdapat manfaat dalam pengelolaan koperasi bagi santri dan adanya media yang santri dapatkan dari pengelolaan tersebut. yang mana angket berisi tentang manfaat pengelolaan koperasi pesantren bagi santri dan media pendidikan yang santri dapatkan dari pengelolaan tersebut. Untuk itu penulis berharap bagi siapa saja yang akan mengadakan penelitian mengenai judul atau yang relevan dengan objek ini. Penelitian ini adalah hal baru bagi penulis. Agar dapat melaksanakan dengan lebih sempurna. Keterbatasan Penelitian Penulis menyadari bahwa penelitian ini memang tidak sepenuhnya pada tingkat kebenaran mutlak. sampel penelitian. Untuk itu penulis menyadari sepenuhnya penelitian ini masih sangat jauh dari sempurna. D. atau pada hal-hal lainnya. Selain itu butir-butir soal yang dibuat dalam instrument penelitian kemungkinan belum dapat mengukur apa yang seharusnya diukur sehingga hasil penelitian benar-benar akurat. Dengan demikian peneliti berharap akan adanya penelitian yang lebih lanjut. adapun kekurangan dan kelemahan dari penelitian ini yaitu. sebagian santri tidak serius dalam mengisi angket yang peneliti sebarkan. . karena masih banyak kekurangan dan kelemahan. Baik dalam teknik. Adapun kelemahan lain adalah bahasa dan penyusunan kalimat dalam pembuatan instrument mungkin belum sempurna.

65 .

2. Kesimpulan Penelitian ini mengkaji masalah manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi para santri. 3.(pernyataan ini dapat dilihat pada hasil instrument pada poin 4 yang menyatakan 68% dari santri yang memiliki minat dalam mengelola koperasi). Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterangkan pada bab-bab sebelumnya tentang manfaat pengelolaan koperasi pesantren sebagai media pendidikan ekonomi para santri di Pondok Pesantren Assalam. penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu: 1. media pendidikan ekonomi para santri.(pernyataan ini dapat dilihat pada hasil instrument dan nilai raport para santri dengan hasil secara 65 . 2. maka peneliti dapat membuat beberapa kesimpulan. Pengelolaan Koperasi Pesantren yang berkualitas dapat menambah media pendidikan bagi para santri.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.(pernyataan ini dapat dilihat pada hasil instrument pada poin 8 yang menyatakan 80% dari santri dapat bekerja/mengelola koperasi dengan baik). Pengelolaan Koperasi Pesantren sangat bermanfaat dan melatih tanggung jawab santri terhadap suatu pekerjaan.yaitu: 1. dan berdasarkan poin-poin dari hasil instrument yang diberikan. Minat santri dalam mengelola koperasi pesantren sangat baik. manfaat pengelolaan koperasi pesantren.

Bagi sekolah atau yayasan. selain santri dapat berinteraksi dalam proses jual-beli. Hal ini perlu ditingkatkan. Bagi guru IPS Ekonomi. Karena mengingat akan manfaat pengelolaan koperasi bagi santri/siswa.1874 > 0. maka suatu kewajiban juga untuk selalu mengarahkan siswanya. guru merupakan orang yang langsung berhadapan dengan santri. Prestasi santri atau siswa kelas II terhadap pelajaran IPS Ekonomi sangat cukup. B. 3. Dan bagi pengelola koperasi selanjutnya supaya lebih baik dari yang sekarang. merupakan kewajiban bagi sekolah atau yayasan untuk terus memberikan pengetahuan seputar ekonomi atau arahan bagi santri supaya lebih meningkatkan kreatifitas berekonomi. Berdasarkan hasil perhitungan pada bab sebelumnya dengan menggunakan rumus rank spearman menyatakan r = 0.66 keseluruhan maka penulis menyatakan 90% santri mendapatkan media pendidikan dari pengelolaan itu).364 maka pada pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa (Ha) diterima yang menyatakan terdapat manfaat dan media pendidikan dalam pengelolaan koperasi pesantren bagi para santri di Pondok Pesantren Assalam.1874 dan menunjukkan ttabel 0.364 yang menyatakan 0. Saran 1. Hal ini bisa dilakukan dengan mengajak santri melihat bagaimana proses jual beli yang lebih luas. Bagi siswa. 2. santri juga dapat megetahui persaingan harga dan juga mengetahui antara penawaran dan permintaan. .

Masad. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. Bina Adiaksara. Pandji. 1993.uk. Metode Penelitian. Perencanaan Pengajaran. 2004. 2004. Jakarta.co. Jakarta. Basyiruddin. www. Jakarta. teori. Prosedur penelitian. Ghalia Indonesia. Bumi Aksara. Bahri. Perkenalan Dengan Beberapa Konsep Ekonomi Koperasi. 2005. Jakarta. Arsyad. Jakarta.com. Jakarta. Perencanaan Pengajaran. Ghalia Indonesia. 2002. Raja Grafindo Persada. Jakarta.google. 2004. FE-UI. Departemen Pendidikan Nasional. 1999. MediaPembelajaran. Ciputat Press. Ekonomi Koperasi. Rahardi. Arikunto. Masrur. Jakarta. Pustaka Setia. Raja Grafindo Persada. 1993. Hendar. Media Instruksional Edukatif. Media Pembelajaran. Rineka Cipta. Sudijono. Margono. Koperasi di Indonesia. Nazir. Harjanto. Anoraga. Jakarta. Muhammad. Teori dan Praktek. 67 . Hamalik. Koperasi dan Azaz-Azaz. Dinamika Koperasi. Jakarta. Royani. masad masrur. Aristo. dan praktek). Nurdin. Rineka Cipta. Jakarta. 1998. Ahkmad. Azhar. Raja Grafindo Persada. Harsoyo. Ibrahim.DAFTAR PUSTAKA Akhmad. Fakultas Ekonomi UI. Ahmad. 2007. Rineka Cipta. Firdaus. Jakarta. Metodologi Penelitian Pendidika Bandung. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan sistem. Diakses Tanggal 16 Agustus 2008. Perekonomian (sejarah. Hadi. Suharsimi. Sudrajad. Pustaka Widyatama. Media Pembelajaran. Amirul. Pengantar Statistik Pendidikan. Diakses tanggal 16 Agustus 2008. 1999. Bogor. Mohammad.blog. Hendrojogi. 1988. Media Pembelajaran. Yogyakarta. Ideologi Koperasi Menatap Masa Depan. Oemar. Rineka Cipta. Jakarta. 2006.

Edi. Sudjana. 2007. Diakses Tanggal 03 Agustus 2008. Sukabumi. Mencari Bentuk. http:// www. http:// Media Pembelajaran. Nana.google.com. Ninik. Rineka Cipta. Koperasi dan Perekonomian Indonesia. Media Pengajaran. -----------. Sinar Baru Bandung. Jakarta. 1997. 1989. Swasono. 1987.wikipedia. http:// Media Pembelajaran.koperasi.com.organisasi/pengertian-definisi-fungsi-dan peranan-koperasi Indonesia-dan dunia-ilmu-ekonomi-koperasi-ekop. Jakarta. http:// www. www. Widiyanti. Jakarta. UI-Press. Posisi dan Realitas Koperasi di Dalam Orde Ekonomi Indonesia. Diakses Tanggal 03 Agustus 2008. Bina Aksara. www. Diakses Tanggal 16 Agustus 2008. Buletin Assalam. . Diakses Tanggal 16 Agustus 2008.asp. Assalam Press.my/definisi. Diakses Tanggal 03 Agustus 2008.com. http:// www. Manajemen Koperasi Indonesia.google.68 Sudarsono.com.koopguru. Bandung. com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful