P. 1
Kumpulan Kultum Oase Islam

Kumpulan Kultum Oase Islam

|Views: 3,423|Likes:
Published by Eross Chandra
S
egenap pujian hanya milik Allah. Pujian yang sampai keridho-Nya. Shalawat dan salam dari Allah semoga senantiasa terlimpahruahkan kepada manusia pilihan yang paling mulia, hambaNya dan utusanNya.
Semoga Shalawat dan salamNya juga melimpah ruah kepada Nabi Muhammad sang pembawa nur, serta kepada para sahabat beliau dan pengikut-pengikut beliau, hingga akhir zaman.
Oase...
Diibaratkan seorang pengembara yang kehausan, melalui bermil-mil hamparan padang pasir yang gersang dan tandus, mengharapkan setetes air penghilang dahaga penyejuk kerongkongan. Menghadapi puluhan bahkan ratusan fatamorgana yang malah menjadi pemicu langkahnya meraih bentangan bayangan air di depan sana. Namun, walau bayangan semu itu terus membayang menggodanya, langkah kakinya tetap terayun demi mendapatkan apa yang ingin ditemuinya...danau air di tandusnya pasir...sumber kehidupan...OASE!!
Pembaca sekalian,
Pengembara di sana diibaratkan manusia, makhluk Allah yang sedang haus ilmu, melalui berbagai godaan dan cobaan berupa fatamorgana yang memberikan harapan hampa. Namun ia tetap berusaha meraih tujuan pengembaraannya yaitu ilmu untuk mencapai kebahagiaan yang kekal dan abadi.
Mengapa Oase?
Oase merupakan anugerah Illahi, sumber kehidupan di tengah dataran pasir yang teramat luas dan gersang, pelepas dahaga penyejuk panas padang pasir yang membara. Karenanya, “Oase Islam” ini diharapkan menjadi sumber ilmu yang dinanti nanti kehadirannya sebagai pelepas dahaga para pengembara yang sedang haus ilmu.
Ditulis dengan bahasa dan tema yang beragam tidak membuat “Oase Islam” ini kehilangan makna hakikinya sebagai sumber ilmu yang berpondasi Islam. Sebaliknya, Oase Islam berusaha memfasilitasi beragam keinginan pembaca yang ingin mendapatkah sentuhan rohani yang lembut mengharukan, hingga pecutan semangat motivasi yang menggelora.
Walaupun seluruh isi “Oase Islam” ini bersumber dari berbagai media cetak dan elektronik yang disusun ulang oleh tim penulis, namun disinilah letak keunikannya, tim penulis yang tak seorangpun berlatar belakang sebagai penulis mencoba menampilkan karya terbaiknya melalui kreativitasnya membingkai kultum-kultum yang telah ada sebelumnya menjadi lebih menarik, variatif, dan menggugah semangat beriman.
Tim penulis berharap agar ilmu yang terungkap baik secara tersurat maupun tersirat dalam “Oase Islam” ini dapat mudah teraplikasi dalam kehidupan sehari hari oleh pembaca dan disampaikan terus kepada umat muslim di seluruh penjuru bumi, sehingga akhirnya manfaat dan pahalanya dapat dirasakan sebagai amal zariyah yang Insya Allah pahalanya tak kan terputus hingga hari akhir kelak. Amiin...
S
egenap pujian hanya milik Allah. Pujian yang sampai keridho-Nya. Shalawat dan salam dari Allah semoga senantiasa terlimpahruahkan kepada manusia pilihan yang paling mulia, hambaNya dan utusanNya.
Semoga Shalawat dan salamNya juga melimpah ruah kepada Nabi Muhammad sang pembawa nur, serta kepada para sahabat beliau dan pengikut-pengikut beliau, hingga akhir zaman.
Oase...
Diibaratkan seorang pengembara yang kehausan, melalui bermil-mil hamparan padang pasir yang gersang dan tandus, mengharapkan setetes air penghilang dahaga penyejuk kerongkongan. Menghadapi puluhan bahkan ratusan fatamorgana yang malah menjadi pemicu langkahnya meraih bentangan bayangan air di depan sana. Namun, walau bayangan semu itu terus membayang menggodanya, langkah kakinya tetap terayun demi mendapatkan apa yang ingin ditemuinya...danau air di tandusnya pasir...sumber kehidupan...OASE!!
Pembaca sekalian,
Pengembara di sana diibaratkan manusia, makhluk Allah yang sedang haus ilmu, melalui berbagai godaan dan cobaan berupa fatamorgana yang memberikan harapan hampa. Namun ia tetap berusaha meraih tujuan pengembaraannya yaitu ilmu untuk mencapai kebahagiaan yang kekal dan abadi.
Mengapa Oase?
Oase merupakan anugerah Illahi, sumber kehidupan di tengah dataran pasir yang teramat luas dan gersang, pelepas dahaga penyejuk panas padang pasir yang membara. Karenanya, “Oase Islam” ini diharapkan menjadi sumber ilmu yang dinanti nanti kehadirannya sebagai pelepas dahaga para pengembara yang sedang haus ilmu.
Ditulis dengan bahasa dan tema yang beragam tidak membuat “Oase Islam” ini kehilangan makna hakikinya sebagai sumber ilmu yang berpondasi Islam. Sebaliknya, Oase Islam berusaha memfasilitasi beragam keinginan pembaca yang ingin mendapatkah sentuhan rohani yang lembut mengharukan, hingga pecutan semangat motivasi yang menggelora.
Walaupun seluruh isi “Oase Islam” ini bersumber dari berbagai media cetak dan elektronik yang disusun ulang oleh tim penulis, namun disinilah letak keunikannya, tim penulis yang tak seorangpun berlatar belakang sebagai penulis mencoba menampilkan karya terbaiknya melalui kreativitasnya membingkai kultum-kultum yang telah ada sebelumnya menjadi lebih menarik, variatif, dan menggugah semangat beriman.
Tim penulis berharap agar ilmu yang terungkap baik secara tersurat maupun tersirat dalam “Oase Islam” ini dapat mudah teraplikasi dalam kehidupan sehari hari oleh pembaca dan disampaikan terus kepada umat muslim di seluruh penjuru bumi, sehingga akhirnya manfaat dan pahalanya dapat dirasakan sebagai amal zariyah yang Insya Allah pahalanya tak kan terputus hingga hari akhir kelak. Amiin...

More info:

Published by: Eross Chandra on Dec 20, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Oase Islam

1

Muqaddimah

S
manusia

egenap pujian hanya milik Allah. Pujian yang sampai keridho-Nya. semoga pilihan Shalawat paling dan salam dari Allah kepada dan senantiasa yang terlimpahruahkan mulia,

hambaNya

utusanNya. Semoga Shalawat dan salamNya juga melimpah ruah kepada Nabi Muhammad sang pembawa nur, serta kepada para sahabat beliau dan pengikut-pengikut beliau, hingga akhir zaman. Oase... Diibaratkan seorang pengembara yang kehausan, melalui bermil-mil hamparan padang pasir yang gersang dan tandus, mengharapkan setetes air penghilang dahaga penyejuk ratusan kerongkongan. fatamorgana Menghadapi yang malah puluhan menjadi bahkan pemicu

langkahnya meraih bentangan bayangan air di depan sana. Namun, walau bayangan semu itu terus membayang

Oase Islam

2

menggodanya,

langkah

kakinya

tetap

terayun

demi

mendapatkan apa yang ingin ditemuinya...danau air di tandusnya pasir...sumber kehidupan...OASE!! Pembaca sekalian, Pengembara di sana diibaratkan manusia, makhluk Allah yang sedang haus ilmu, melalui berbagai godaan dan cobaan berupa fatamorgana yang memberikan harapan hampa. Namun ia tetap berusaha meraih tujuan pengembaraannya yaitu ilmu untuk mencapai kebahagiaan yang kekal dan abadi. Mengapa Oase? Oase merupakan anugerah Illahi, sumber kehidupan di tengah dataran pasir yang teramat luas dan gersang, pelepas dahaga penyejuk panas padang pasir yang membara. Karenanya, “Oase Islam” ini diharapkan menjadi sumber ilmu yang dinanti nanti kehadirannya sebagai pelepas dahaga para pengembara yang sedang haus ilmu. Ditulis dengan bahasa dan tema yang beragam tidak membuat “Oase Islam” ini kehilangan makna hakikinya sebagai sumber ilmu yang berpondasi Islam. Sebaliknya, Oase Islam berusaha memfasilitasi beragam keinginan pembaca yang ingin mendapatkah sentuhan rohani yang lembut mengharukan, hingga pecutan semangat motivasi yang menggelora.

Oase Islam

3

Walaupun seluruh isi “Oase Islam” ini bersumber dari berbagai media cetak dan elektronik yang disusun ulang oleh tim penulis, namun disinilah letak keunikannya, tim penulis yang tak seorangpun berlatar belakang sebagai penulis mencoba menampilkan karya terbaiknya melalui kreativitasnya membingkai kultum-kultum yang telah ada sebelumnya menjadi lebih menarik, variatif, dan menggugah semangat beriman. Tim penulis berharap agar ilmu yang terungkap baik secara tersurat maupun tersirat dalam “Oase Islam” ini dapat mudah teraplikasi dalam kehidupan sehari hari oleh pembaca dan disampaikan terus kepada umat muslim di seluruh penjuru bumi, sehingga akhirnya manfaat dan pahalanya dapat dirasakan sebagai amal zariyah yang Insya Allah pahalanya tak kan terputus hingga hari akhir kelak. Amiin...

Oase Islam

4

OASE ISLAM

Jazakallahu Khairan Katsira…….
Kami mengucapakan terimakasih kepada Dra. Hj. Aslamiah, M. M Pd, atas dukungan yang diberikan selama ini. Kepada Bapak Drs. H. Fansuri, M. Pd atas inspirasi sikap dan keteladanan untuk menjadi pemenang sesungguhnya serta motivasinya. Kepada orang tua yang melahirkan kami atas semua kasih sayang dan semua yang telah diberikan selama ini. Kepada teman-teman……. Semangat!

Oase Islam

5

Daftar Isi
Muqaddimah Daftar Isi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tadabbur Akan Kekuasaan Allah ........................ 1

Menutup Rambut Bagi Wanita ............................. 8 Penjara Pikiran .................................................. 13 40 Tahun Berbuat Dosa...................................... 16 Kasih Sayang Ibu ................................................ 21 Menikmati Kritik dan Celaan ............................... 27 Lebah Sang Guru Kehidupan .............................. 32 13 Cara Mencapai Shalat yang Khusuk................. 38 Pendidikan Anak dalam Agama Islam ...................44

10. Motivasi Kunci Kebahagiaan ............................... 52 11. 12. Al-I’tiroof ......................................................... 57 Indahnya Nasehat .............................................. 60
6

Oase Islam

TADABBUR AKAN KEKUASAAN ALLAH

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula (penciptaan) bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (QS- Ath Thalaq :12)

Miyandi Eko Anugrah Alam Semesta, suatu istilah yang sering kita dengar dalam bidang ilmu pengetahuan alam maupun dalam kehidupan sehari-hari. Alam semesta adalah fana. Ada penciptaan, yaitu suatu proses dari ketiadaan menjadi ada, dan dari ada menjadi tiada, yaitu suatu proses kehancuran. Di antaranya ada proses penciptaan manusia dan makhluk-makhluk hidup lainnya. Di sana berlangsung pula ribuan,

Oase Islam

7

bahkan jutaan proses fisika, kimia, biologi dan proses-proses lain yang kita tidak mampu mencapainya. Pernahkah kita merenungkan seberapa besar dan luaskah alam semesta kita ini. Ingatlah ayat AlQur‟an di bawah ini. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : „Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan (alam) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka‟ ”. (QS-Ali „Imran : 190-191). Marilah kita berfikir sejenak untuk mencermati angka-angka berikut ini : 1 = satu. 1.000 = seribu. 1.000.000 = satu juta. 1.000.000.000 = satu milyar. 1.000.000.000.000 = satu triliyun. 1 tahun cahaya = ± 10^15 (sepuluh pangkat 15) meter. [Cepat rambat cahaya ± 300.000.000 m/dt (tiga ratus juta meter per detik). Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam perjalanan selama satu tahun, yaitu : 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik x 300.000.000 m = 9.460.800.000.000.000 m (± 10^15 m)]. Kemudian dimanakah posisi kita (manusia) diantara angka-angka di atas ? Inilah jawabannya : -Tinggi manusia ± 1,7 m (satu koma tujuh meter). -Diameter Bumi ± 12.500.000 m (dua belas juta lima ratus ribu meter). -Ukuran Matahari ± 1.250.000 kali Bumi.

Oase Islam

8

-Jarak Bumi ke Matahari ± 150.000.000.000 m (seratus lima puluh milyar meter). -Diameter tata surya (matahari beserta 9 planet anggotanya) ± 10.000.000.000.000 m (10 triliyun meter). -Matahari merupakan bintang menengah, masih ada milyaran bintang lain yang ukurannya jauh lebih besar. Matahari bersama beberapa bintang lainnya membentuk suatu rasi bintang dalam jarak ± 1.000.000.000.000.000 (1000 triliyun meter). -Matahari bersama ratusan milyar bintang lainnya membentuk suatu gugusan bintang yang disebut Galaksi Bima Sakti. Diameter Galaksi Bima Sakti ± 100.000 tahun cahaya (± 10^20 m). -Galaksi Bima Sakti merupakan galaksi menengah, masih ada milyaran galaksi lain yang ukurannya lebih besar. Galaksi Bima Sakti bersama milyaran galaksi lainnya membentuk suatu gugusan galaksi yang disebut dengan Nebula. Ada 3 Nebula yang berhasil ditangkap teleskop ruang angkasa Hubble, yaitu : 1. The Eagle Nebula. 2. The Trifid Nebula. 3. The Swan Nebula.

Bumi

Perbandingan ukuran bumi dengan benda langit lain

Galaksi Bimasakti

Oase Islam

9

Sudahkah dibayangkan dimana posisi kita di dalam alam semesta ini ? Sistem tata surya kita yang selebar 10 triliyun meter bagaikan debu jika dibandingkan dengan Galaksi. Dan galaksi kita pun yang selebar 100 ribu tahun cahaya laksana debu jika dibandingkan dengan Nebula. Subhanallah! Jadi kita, manusia, adalah makhluk yang amat sangat kecil di alam semesta ini. Tingkat pencapaian manusia di alam semesta ini sedikit banyak sudah mengetahui benda-benda angkasa seperti bumi, planet, matahari, bintang, komet, asteroid, debu kosmik, dll. Tetapi sebenarnya masih banyak benda-benda angkasa lain yang belum teridentifikasi, dan hal ini pun diakui oleh para ilmuwan peneliti ruang angkasa. Allah SWT memberitakan dalam AlQur‟an bahwa alam semesta yang berisi bumi, matahari, bintang, dan benda angkasa lainnya berada di bawah langit yang paling rendah. Kemajuan dan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus dikembangkan oleh manusia ternyata belum mampu mencapai batasbatas alam semesta, apalagi untuk menembus langit yang paling bawah sekalipun. Padahal sangat jelas digambarkan dalam AlQur‟an oleh Dzat Yang Maha Pencipta, bahwa langit ada tujuh. Kecanggihan teleskop ruang angkasa Hubble, yang telah mengorbit di luar angkasa selama belasan tahun, hanya mampu menangkap objek terbesar yaitu Nebula. Simaklah ayat-ayat AlQur‟an berikut ini. “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat (terendah) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang”. (QS-Ash Shaaffaat : 6). “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula (penciptaan) bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”.(QS- Ath Thalaq :12). Diatas langit dan bumi ada Al Kursi.

Oase Islam

10

Diatas Al-Kursii ada „Arasy, dan Allah SWT Dzat Yang Maha Tinggi lagi Maha Luhur diatas semua makhluk-makhluknya. “Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(QS-AlBaqarah : 255). “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya),supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu”. (QS-Ar Ra‟du:: 2). Triliyunan benda-benda angkasa yang mengisi alam semesta ini beredar dan bergerak dalam jalurnya masing-masing. Siapakah yang menjaganya sehingga benda-benda tersebut tidak saling bertubrukan antara satu dengan yang lainnya kalau bukan Dzat Yang Maha Perkasa Allah SWT. “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Hidup kekal lagi Maha Pengatur (terus-menerus mengurus makhluk-Nya), (Dzat yang) tidak (pernah) mengantuk dan tidak (pernah) tidur”.(QS-AlBaqarah : 255). “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan (lautan) sebanyak itu (pula)”.(QS-ALKahfi : 109). Allahu Akbar !! Setelah menyimak keterangan diatas, bahwa kita adalah makhluk yang sangat kecil di alam ini, mari kita luruhkan kesombongan yang ada pada hati kita, mari kita leburkan keangkuhan dalam jiwa kita kedalam ketundukan, ketaatan, dan ketaqwaan kepada Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, Allah SWT, dengan meluruskan niat, menguatkan tauhid, untuk beribadah hanya kepada Allah SWT semata dan mengikuti petunjuk Rasulullah SA

Oase Islam

11

MENUTUP RAMBUT BAGI WANITA

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, „Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya” (Q.s. An-Nuur: 31).

Nina Maulidya Telah menjadi suatu ijma‟ bagi kaum Muslimin di semua negara dan di setiap masa pada semua golongan fuqaha, ulama, ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa rambut wanita itu termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di hadapan orang yang bukan muhrimnya. Adapun sanad dan dalil dari ijma‟ tersebut ialah ayat Al-Qur‟an: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, „Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah

Oase Islam

12

menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …” (Q.s. An-Nuur: 31). Maka, berdasarkan ayat di atas, Allah swt. telah melarang bagi wanita Mukminat untuk memperlihatkan perhiasannya. Kecuali yang lahir (biasa tampak). Di antara para ulama, baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa rambut wanita itu termasuk hal-hal yang lahir; bahkan ulama-ulama yang berpandangan luas, hal itu digolongkan perhiasan yang tidak tampak. Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengatakan, “Allah swt. Telah melarang kepada kaum wanita, agar dia tidak menampakkan perhiasannya (keindahannya), kecuali kepada orang-orang tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak.” Ibnu Mas‟ud berkata, “Perhiasan yang lahir (biasa tampak) ialah pakaian.” Ditambahkan oleh Ibnu Jubair, “Wajah” Ditambah pula oleh Sa‟id Ibnu Jubair dan Al-Auzai, “Wajah, kedua tangan dan pakaian.” Ibnu Abbas, Qatadah dan Al-Masuri Ibnu Makhramah berkata, “Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan dan cincin termasuk dibolehkan (mubah).” Ibnu Atiyah berkata, “Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai dengan arti ayat tersebut, bahwa wanita diperintahkan untuk tidak menampakkan dirinya dalam keadaan berhias yang indah dan supaya berusaha menutupi hal itu. Perkecualian pada bagian-bagian yang kiranya berat untuk menutupinya, karena darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan.” Berkata Al-Qurthubi, “Pandangan Ibnu Atiyah tersebut baik sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di waktu biasa dan ketika melakukan amal ibadat, misalnya salat, ibadat haji dan sebagainya.” Hal yang demikian ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. bahwa ketika Asma‟ binti Abu Bakar r.a.

Oase Islam

13

bertemu dengan Rasulullah saw, ketika itu Asma‟ sedang mengenakan pakaian tipis, lalu Rasulullah saw. memalingkan muka seraya bersabda: “Wahai Asma‟! Sesungguhnya, jika seorang wanita sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini …” (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya). Dengan demikian, sabda Rasulullah saw. itu menunjukkan bahwa rambut wanita tidak termasuk perhiasan yang boleh ditampakkan, kecuali wajah dan tangan. Allah swt. telah memerintahkan bagi kaum wanita Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah “kain untuk menutup kepala,” sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadis yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadis manapun. Al-Qurthubi berkata, “Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup kepala dengan akhmirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah swt. memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya.” Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a. telah berkata, “Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah.” Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka. Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah r.a. lalu berkata, “Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya.” Oleh karena itu seorang muslimah harus menutup seluruh auratnya dengan sebaik-baiknya, menjaga kehormatannya agar senantiasa selamat di dunia dan di akhirat.

Oase Islam

14

Penjara Pikiran

Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau kita mau menyingkirkan "penjara" itu? Tidakkah kita ingin membebaskan diri agar kita bisa mencapai sesuatu yang selama ini kita anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran kita?

Oase Islam

15

Megawati

PENJARA PIKIRAN
Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, "Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, "Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan." Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas. Kadang-kadang kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri. Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kakinya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali kecil. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau kita mau menyingkirkan

Oase Islam

16

"penjara" itu? Tidakkah kita ingin membebaskan diri agar kita bisa mencapai sesuatu yang selama ini kita anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran kita? Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk kita.

Oase Islam

17

40 TAHUN BERBUAT DOSA

Ya..ALLAH yang memegang langit dan bumi. Rajamlah hati kotor ku dengan hidayah-Mu. Pasunglah kaki tanganku dengan ridlo-Mu. Bakar tubuh ku dengan maghfirah-Mu. Hujani jiwa ku dengan kesucian-Mu. Aku kembali ke jalan-Mu. Sambutlah dengan ampunan Mu. Ya Alloh tobat ku hanya karena-Mu. Tuntun sujudku ke jalan suci-Mu.

Arif Rahman Prasetyo Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai

Oase Islam

18

Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!" Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman. Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terangterangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orangorang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya." Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hambaMu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."

Oase Islam

19

Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!" Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT." Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini." Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit. Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"

Oase Islam

20

Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu." Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?" Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepadaKu, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?" (Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)

Oase Islam

21

KASIH SAYANG SEORANG IBU

Cinta Ibu sebagai Unditional love itu bisa kita lihat dan rasakan lewat bagaimana para ibu merawat dan membesarkan anak. Sejak bayi dalam kandungan, kemudian menyusui, merawat dan membesarkannya adalah kegiatan yang refleks tanpa syarat yang dilakukannya dengan cinta. Dengan sepenuh kasih dan ketulusan. Lalu Kita.????

Mahfuzatul Husa

Oase Islam

22

Terimakasih untuk Orang Tuaku Drs. H. Amran dan Hj Hafsah Terimaksih untuk Orang Tuaku di Asrama Drs. H. Fansuri, M.Pd dan Drs. H. Soemidjan, B.Sc

KASIH SAYANG SEORANG IBU Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam. Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu. Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai. Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan. Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah. Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!" Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga. Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Oase Islam

23

Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih. Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam. Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan temantemanmu ke bioskop. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain. Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah. Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode. Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya. Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu. Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya. Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman. Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi. Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya,

Oase Islam

24

kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depanteman-temanmu. Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?" Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!" Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu." Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali. Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu. Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?" Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km. Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!" Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu." Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Oase Islam

25

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tibatiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan kepadanya, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam. Ya Allah buatlah orang tua kami ridho dan mau memaafkan kami. Ya Allah selamatkan ibu bapak kami. Jadikan setiap tetes keringatnya, air matanya, darahnya, menjadi jalan kemuliaan dunia dan akhirat. Sayangi ibu bapak kami ya Allah. Golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi.

Menikmati Kritik dan Celaan
Oase Islam
26

Allah SWT berfirman, "Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yunus [10] : 65) Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji mereka sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak.

Asri Fatimah Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan

Oase Islam

27

waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan. Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut. Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan, serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar, tak goyah sedikit pun. Malah ia justru dapat menikmati karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla. Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, musuh, atau siapa saja. Terserah Allah. Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji mereka sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak.

Oase Islam

28

Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama yang shaleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan. Sebaliknya, mereka malahan bersikap penuh dengan kemuliaan, memaafkan dan bahkan mengirimkan hadiah sebagai tanda terima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justru tidak sempat terlihat oleh dirinya sendiri, tetapi dengan penuh kesungguhan telah disampaikan oleh orang-orang yang tidak menyukainya. Sahabat, bagi kita yang berlumur dosa ini, haruslah senantiasa waspada terhadap pemberitahuan dari Allah yang setiap saat bisa datang dengan berbagai bentuk. Ketahuilah, ada tiga bentuk sikap orang yang menyampaikan kritik. Pertama, kritiknya benar dan caranya pun benar. Kedua, kritiknya benar, tetapi caranya menyakitkan. Dan ketiga, kritiknya tidak benar dan caranya pun menyakitkan. Bentuk kritik yang manapun datang kepada kita, semuanya menguntungkan. Sama sekali tidak menjatuhkan kemuliaan kita dihadapan siapapun, sekiranya sikap kita dalam menghadapinya penuh dengan kemuliaan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Karena, sesungguhnya kemuliaan dan keridhaan-Nyalah yang menjadi penentu itu. Allah SWT berfirman, "Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yunus [10] : 65) Ingatlah, walaupun bergabung jin dan manusia menghina kita, kalau Allah menghendaki kemuliaan kepada diri kita, maka tidak akan membuat diri kita menjadi jatuh ke lembah kehinaan. Apalah artinya kekuatan sang mahluk dibandingkan Khalik-nya? Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah Allah itu berada di atas segalanya. Sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan

Oase Islam

29

dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Naudzubillaah!!! Padahal, Allah Azza wa Jalla telah berfirman, "Katakanlah, Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang Kau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Kau kehendaki. Engkau muliakan yang Kau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Kau Kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali „Imran [3] : 26)*** Sumber : Manajemen Qolbu. Aa Gym

Oase Islam

30

LEBAH SANG GURU KEHIDUPAN

Belajar ilmu lebah Bukan karena fisik dan pesonanya Tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat Dia sangat bermanfaat Tidak hanya manfaat seperti rasa enak yang dinikmati lidah Rasa indah yang dinikmati mata Rasa merdu yang dinikmati telinga Dan rasa sejuk yang dinikmati kulit Akan tetapi i’tibar yang sangat penting bagi manusia Yaitu sebuah pelajarn hidup bagi setiap manusia

Fenny Norjannah Untuk mengingatkan manusia Allah SWT tidak segan untuk membuat perumpumaan melalui hewan. Bagi orang-orang yang mau berpikir dan beriman, perumpamaan tersebut adalah benar datangnya dari Allah SWT, seperti firman-Nya berikut ini :

Oase Islam

31

“sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.”dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS.Al-baqarah : 26) Hal itu disebabkan karena tidak ada satupun ciptaan Allah SWT yang mengandung kesia-siaan. Apapun yang diciptakan Allah SWT pasti memiliki manfaat yang besar, dan tentu manfaat itu untuk kepentingan manusia. Manfaat yang dimaksud Allah SWT , tentu saja bukan hanya manfaat berupa sesuatu yang bisa dinikmati secara indrawi saja, seperti rasa enak yang dinikmati lidah, rasa indah yang dinikmati mata, rasa merdu yang dinikmati telinga atau rasa sejuk yang dinikmati kulit. Akan tetapi, manfaat yang berbentuk i‟tibar (pelajaran) tentu saja lebih besar dan tak kalah pentingnya bagi manusia. Salah satu hewan yang dijadikan perumpamaan adalah lebah, bahkan Allah SWT mengabadikan namanya pada salah satu surat di Al-Qur‟an, yaitu surat ke 16 yaitu surat An- Nahl (Lebah). Allah SWT menjelaskannya di dalam ayat ke- 68 dan 69. “dan tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “ buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, kemudian makanlah dari tiaptiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang

Oase Islam

32

menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran tuhan bagi orang-orang yang memikirkan (An-Nahl : 68-69). Lebah diciptakan Allah SWT dengan banyak memberi manfaat bagi manusia. Diantara manfaatnya adalah madu. Tak hanya itu, perilaku hewan kecil ini harusnya menjadi cerminan akhlak bagi muslim sejati. Perhatikan kehidupannya, ada banyak manfaat yang bias diambil hikmahnya dari lebah, yaitu : Pertama : lebah adalah hewan yang bersih dan cinta akan kebersihan. Diantara kebersihan yang ditunjukkan lebah adalah tempat dia memilih sarang. Allah menyebutkan dalam ayat di atas, bahwa sarang lebah dibuat di bukit-bukit, di pohon atau tempat-tempat yang tinggi. Semua tempat diatas adalah tempat yang bersih, dan jauh dari polusi. Lebah tidak pernah bersarang di tanah, atau tempat yang kotor lainnya. Kebersihan makanan juga ditunjukkan lebah dengan memakan sari bunya yang sangat bersih. Selanjutnya bentuk sarannya yang berupa lilin berwarna putih, juga sebagai symbol kebersihan. Bahkan menurut hasil penelitian, permukaan sarang lebah tersebut di tutupi dengan selaput halus sehingga udara kotor tidak masuk kedalam sarannya. Begitulah pola hidup yang dicontohkan lebah untuk manusia, oleh karena itu kita harus mencintai cara hidup yang bersih baik bersih secara fisik maupun rohani. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah “kebersihan itu sebagian dari iman”. Kedua: lebah hanya menghisap saripati bunga. Ia hanya mengambil yang inti dan membiarkan yang lain. Lebah tahu, yang menjadi kebutuhannya hanyalah saripati, bukan yang lainnya. Ini mengajarkan bahwa setiap muslim harus mengambil sesuatu yang baik dan halal. Sebab mengambil hak yang lain hukumnya adalah haram. Ketiga: lebah menghasilkan madu. Ia memberi manfaat bagi manusia. Ini pelajaran bagi umat Islam. Madu berasal dari saripati

Oase Islam

33

bunga dan baik, maka keluarnya pun baik. Sesuatu yang halal keluarnya halal pula. Dan ia (lebah) banyak member manfaat bagi orang lain. Keempat: lebah tidak merusak. Dimana pun dia hinggap, tak ada tangkai daun ataupun ranting pohon yang patah. Betapa santunnya hewan kecil ini hingga dalam bergaul dia tidak menyakiti siapa pun dan senantiasa menjaga kedamaian dalam setiap suasana. Lebah senantiasa memegang prinsip iffah (ketentraman) dalam pergaulan. Kelima: lebah punya harga diri, ia tidak akan pernah menggagu orang lain selama kehormatan dan harga dirinya dihormati. Namun, bila harga dirinya dizalimi, ia akan siap menyengat pengganggunya. Karena itu, setiap muslim harus mampu menjaga kehormatan dirinya. Sudah sepatutunya kita manusia harus belajar ilmu dari lebah. Bukan karena fisik dan pesonanya yang kurang menarik, tapi karena komitmennya dalam bersikap dan berbuat. Manusia memiliki kemuliaan dari makhluk lain. Namun, tingkah laku dan kehormatan manusia bisa lebih hina dari binatang. Allah memberikan pelajaran bagi manusia untuk mengambil hikmah dari binatang lebah. Ia makhluk kecil yang memberikan manfaat sangat besar bagi manusia. Tentunya tak hanya dari lebah setiap hamparan yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk kebutuhan manusia. Maka bisakah kita mengambil pelajaran ? wallahu A‟lam. Sumber : Republika dengan sedikit penambahan

Oase Islam

34

13 ALASAN AGAR SHALAT LEBIH KHUSUK

“ Whoever loveth to meet God, God loveth to meet him” Siapapun yang menyukai untuk bertemu Allah, Allah menyukai untuk bertemu dengannya.

Choirun Nisa

Oase Islam

35

Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat.

“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.” Pada kenyataannya bagaimana amalan ibadah shalat kita ? Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw : “Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.” Banyak dari kita menganggap bahwa sholat adalah suatu perintah bukan suatu kebutuhan. Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan. Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat. Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa kita perlu khusuk dalam sholat:

Oase Islam

36

1.

Mendapatkan keberuntungan yang besar, yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:

2.

Solusi terhadap permasalahan kita.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu‟” (QS. Al Baqarah 45) Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila ada keiinginan sholatlah, bila akan marah sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua kekuatan utama pada perang Badar, Rosululloh SAW sholat dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan dalam perang.

3.

Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut 45)

4.

5.

Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah SWT. Melembutkan hati. Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak karena kita seringnya kita berserah diri dan merendah dihadapan Allah SWT. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang dilaksanakan dengan tumakninah, maka diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat; tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan memupuk rasa kesabaran kita.

Oase Islam

37

6.

Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk diantara dua sujud rabbighfirli dan wa‟fu‟anni. 7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya telah meneliti bahwa sholat malam bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa mencegah naik turunnya hormon kortisol yang berperan sebagai indikator stres. Sedangkan stres merupakan salah satu faktor utama pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang sederhana saja, bila kita sedang pening atau sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa sholat juga merupakan sarana terbaik untuk bermeditasi. 8. Menunggu-nunggu waktu sholat. Karena sholat adalah kesempatan untuk bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau aktifitas lain akan diberhentikan 1015 menit sebelum waktu sholat sehingga memberi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid. Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah seperti seorang perjaka yang menunggu waktu untuk bertemu yang dicinta. 9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya. Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan seperti baju koko, kopyah dan sarung digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta. 10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam sholat akan membawa hati untuk bersyukur dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak terasa air mata akan mengalir bahkan ketika sholat Dhuhur di masjid kantor.

Oase Islam

38

11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai. Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat. 12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid. Akan terasa suasana sholat di masjid lebih indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga, keinginan untuk sholat berjamaah di masjid akan selalu ada. Maka tidak heran ketika sahabat Umar ra menjual kebunnya dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid karena sibuk mengurus kebunnnya. 13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang dzikir yang kita lantunkan setelah sholat fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah sholat dengan khusuk, maka kekhusukan tersebut akan berlanjut hingga kita berdzikir. Allahumma a‟inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu dan dan bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku. Wallahu a‟lam bish showab.

Oase Islam

39

Pentingnya Pendidikan Agama Bagi Anak Umat Islam

Hati seorang anak bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik maka dia berkembang dengan kebaikan sehingga orang tua dan pendidiknya ikut mempeoleh pahala dan sebaliknya bila dibiasakan dengan hal-hal yang buruk, maka dia akan tumbuh dengan keburukan dan orang tua serta pengajarnya akan memikul dosa karenanya.

Oase Islam

40

Dewi Nur Utami Fitria

AMANAH TERBESAR
Allah telah memberikan amanah yang sangat besar di dalam kehidupan kita. Dimana amanah tersebut seharusnya kita tunaikan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Nya. Amanat tersebut berupa anak yang telah diberikan kepada kita, kita telah diperintahkan untuk melepaskan diri, keluarga, dan termasuk anak kita dari api neraka jahannam. “Wahai orang orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, padanya ada malaikat yang kasar, mereka tidaklah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” Allah telah menjadikan kita sebagai pemimpin bagi keluarga kita, yang tentunya kita juga akan dimintai pertanggung jawaban. Maka seharusnya suami dan istri saling bekerjasama dalam membina keluarga, karena masing-masing akan dimintai pertanggung-jawaban. “Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban, maka seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung-jawaban, dan seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan akan dimintai pertanggung-jawaban, dan seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban, dan seorang budak adalah pemimpin pada harta majikannya dan akan dimintai pertanggung-jawaban, maka ketahuilah bahwa setiap diri kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.” “Allah telah mewasiatkan di dalam perkara anak-anak kalian” Maka orang tua hendaknya bertanggung jawab terhadap keluarga dan keturunannya, jangan sampai dia dan keturunannnya mendapatkan kemurkaan dari Allah. Maka hendaknya pemimpin keluarga memberikan pelajaran agama yang baik kepada anak keturunannya

Oase Islam

41

agar mereka dapat menjadi anak yang shalih. Rasulullah bersabda dalam hadits Ibnu Abbas dalam riwayat Tarmidzi “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku mengajari engkau beberapa kalimat, jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu, apabila engkau meminta maka mintalah kepada Allah, apabila engkau memohon pertolongan maka mintalah kepada Allah” Dalam hadits ini menunjukkan perhatian beliau yang besar dalam mendidik anak kaum muslimin. Terlebih bagi mereka yang telah menjadi kepala keluarga, wajib bagi mereka mengajarkan agama Allah baik berupa tauhid, akhlaq, adab, dsb karena semuanya adalah tanggung jawab dari orang tua. Saat rasulullah melihat seorang anak kecil yang makan dengan adab yang jelek, maka beliau bersabda “Wahai anak kecil, apabila engkau makan maka bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, makanlah mulai dari yang dekat denganmu.” Demikianlah Rasulullah memberikan pelajaran kepada anak-anak kaum muslimin dengan pelajaran yang diperintahkan oleh Allah. Sebelum datang suatu hari yang menghancurkan dunia ini, hari dimana seseorang akan lari dari saudaranya sendiri, dari bapak dan ibunya, dan dari istri dan anak-anaknya. Pada hari inilah kita mempertanggung jawabkan kehidupan kita di dunia, kita tidak bisa lagi mendidik anak-anak kita karena kesempatan tersebut hanya di dunia saja. Pendidikan anak-anak perlu kita perhatikan karena merekalah kebahagiaan atau kesedihan bagi kita. “Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian adalah fitnah” Karena itu disamping kita mendidik dan mengarahkan anak-anak kita kepada Islam, tentunya kita tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah. Karena yang dapat memberikan hidayah hanyalah Allah. Allah yang akan menentukan mereka mendapat petunjuk atau menjadi tersesat.

Oase Islam

42

Ketika Nabi Isa baru lahir dan ditanya oleh Bani Israil, maka Nabi Isa menjawab, “sesungguhnya aku adalah hamba Allah, Allah yang telah memberikan kepadaku Al Kitab dan menjadikan aku sebagai Nabi. Dan menjadikan aku diberkahi dimanapun aku berada, dan Allah yang mewasiatkan kepadaku untuk menegakkan shalat dan zakat selama aku masih hidup.” Kemudian dari pernyataan Nabi Isa tersebut dapat kita ketahui bahwa Allah-lah yang telah menjadikan beliau sebagai orang yang shalih, sebagai seorang Nabi, dan sebagai orang yang menerima kitab suci. Kemudian perkataan Nabi Isa yang lainnya: “Dan Allah yang telah menjadikan aku sebagai anak yang berbakti kepada orang tuaku dan tidak menjadikan aku sebagai orang yang keras dan kasar.” Maka apabila kita mengetahui hal ini seharusnya kita berusaha sebaik-baiknya, memohon pertolongan kepada Allah, agar anak keturunan kita dapat menjadi generasi yang shalih. Pertolongan dari Allah kita perlukan karena hidayah itu hanya datang dari Allah, bahkan Nabi Nuh tidak dapat memberikan hidayah kepada anaknya. Berkata Nabi Nuh terhadap anaknya, “Wahai Anakku, marilah berlayar bersamaku, dan janganlah kamu bersama orang yang kafir”, jawab anaknya, “Aku akan berlindung ke puncak gunung yang dapat menjauhkan aku dari air”. Nabi Nuh berkata, “Pada hari ini tidak ada yang dapat terjaga dari perintah Allah kecuali yang disayangi oleh Allah. Wahai Rabbku sesungguhnya anakku adalah termasuk dari keluargaku, dan sesungguhnya janjimu adalah benar dan engkau adalah Dzat yang maha bijaksana”, jawab Allah, “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk dari keluargamu, karena dia beramal yang tidak baik. Maka jangan engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu di dalamnya, sesungguhnya Aku mengingatkanmu agar engkau tidak termasuk orang-orang yang bodoh”, jawab Nabi Nuh, “Wahai Rabbku, kalau seandainya engkau

Oase Islam

43

tidak mengampuni dan dan menyanyangi aku maka benar benar aku akan menjadi orang orang yang merugi.” Akan tetapi seorang anak yang shalih dapat menjadi sebuah permata yang sangat indah. Seperti Nabi Ismail terhadap Nabi Ibrahim, ketika Nabi Ibrahim berkata, “Wahai Anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, bagaimana pendapatmu? Wahai Bapakku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, dan niscaya engkau akan mendapatiku termasuk orang orang yang bersabar.” Lihatlah bagaimana jawaban dari anak yang shalih kepada bapak yang shalih, padahal mereka berdua diperintahkan untuk mengerjakan suatu hal yang sangat berat. Demikianlah kisah dari keluarga yang shalih, apabila seorang anak telah dijadikan sebagai seorang yang shalih oleh Allah, maka hal tersebut mungkin akan menjadi sebab baiknya kedua orang tuanya, tetapi apabila anak tersebut jelek, mungkin hal tersebut akan menjadi sebab kekafiran kedua orang tuanya. Sebagaimana Allah telah mengingatkan kita dalam kisah Nabi Khidr dan Nabi Musa. Ketika Allah memerintahkan Nabi Khidr untuk membunuh seorang anak kecil, kemudian nabi Musa berkata, “Kenapa engkau membunuh seorang jiwa padahal dia tidak membunuh jiwa yang lain ?, sungguh Engkau telah melakukan sesuatu yang mungkar”, jawab Nabi Khidr, “Bukankah sudah aku katakan bahwa Engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku ?”. Kemudian di akhir kisah Nabi Khidr menjelaskan alasannya. Beliau melakukan hal tersebut karena anak kecil yang beliau bunuh sesungguhnya memiliki dua orang tua yang shalih. Dan beliau takut anak tersebut akan memaksa kedua orang tuanya menuju kekafiran, maka beliau ingin agar Allah memberikan ganti anak yang lebih shalih dan lebih penyayang kepada kedua orang tuanya. Pada ayat ini disebutkan bahwa seorang anak dapat menjadi sebab kekafiran kedua orang tuanya. Maka anak adalah jaminan terhadap

Oase Islam

44

kelurusan agama kita, oleh karena itu barang siapa yang ingin istiqomah di dalam agama ini, maka hendaknya dia mendidik anaknya dengan keshalihan, karena hal tersebut diharapkan menjadi penyebab Allah memberikan kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan termasuk kebiasaan orang yang shalih adalah berdoa agar keturunannya diperbaiki agamanya. “Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami dari istri dan anak sebagai pelembut dan penenang jiwa kami. Dan jadikanlah kami semua (suami, istri dan anak) sebagai pemuka orang yang bertakwa.” Rasulullah mendoakan Hasan dan Usamah bin Zaid dalam hadits riwayat imam Bukhari, “Ya Allah, sesunggguhnya aku mencintai keduanya, maka cintailah kedua anak ini.” Demikian pula doa beliau terhadap Abdullah bin Jafar, “Ya Allah, jadikanlah pada keluarga Jafar kebaikan, dan berkahilah Abdullah pada tangan kanannya.” “Ya Allah, berilah kepada Anas bin Malik harta dan anak yang banyak, dan berkahilah kepada yang engkau berikan kepada mereka.” Dan doa beliau terhadap Abdullah bin Abbas, “Ya allah pahamkanlah dia dengan agama, dan pahamkanlah dia dengan tafsir.” Dan termasuk hal yang harus kita perhatikan dalam pendidikan anak kita adalah jangan sampai kita mengeluarkan suatu ucapan yang jelek, bagaimanapun keadaan kita. Ketika Rasulullah mendengar seseorang melaknat untanya, maka Rasulullah bertanya kepada sahabatnya, “Siapa yang tadi melaknat ?, saya, turunlah engkau dari untamu, jangan engkau menyertai kami dengan sesuatu yang telah dilaknat, janganlah kalian mendoakan keburukan bagi diri diri kalian, anak-anak, dan harta kalian, jangan sampai ketika kalian berdoa kejelekan tersebut bertepatan dengan waktu yang Allah mengabulkan doa tersebut.”

Oase Islam

45

“Akhirnya untuk para orangtua dan calon orang tua serta para guru yang mendidik marilah kita persiapkan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita yang akan menjadi penerus kehidupan ini”. Sumber: Jazakallah khair kepada Ashthy.wordpress.com Posted on 08/01/2009 by Al Ustadz Abdul Muthi Al Maidany

Oase Islam

46

MOTIVASI KUNCI KEBAHAGIAAN

"Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Allah menhendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yunus (10) : 107)

Oase Islam

47

Wahyu Setyo Agustina Bismillahirahmanirrahim Kepribadian manusia sangat tergantung kepada suasana hati yang dipengaruhi pikiran. Seumpama teko, ia hanya mengeluarkan isinya. Bila isinya teh, maka yang keluar pun teh. Kalau isinya air bening, maka teko itu pun hanya mengeluarkan air bening. Demikian halnya dengan kepribadian seseorang. Bila hatinya sedang diliputi kegembiraan, maka terpancarlah rasa sukacita itu dari raut wajah, tutur kata gerak-gerik, dan perilaku fisik lainnya. Sebaliknya, hati yang sedih sebagai buah dari pikiran yang kusut. Tercermin pulalah dalam penampilan, tatapan mata, desahan nafas, raut wajah, atau kelesuan tubuhnya. Memang, tubuh hanyalah alat ekspresi dari kondisi hati. Sehingga, Rosulullah saw. pernah bersabda, "Di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau daging itu baik, maka baik pula tubuhnya, tetapi kalau daging itu buruk, maka buruklah seluruh sikapnya. Ia adalah hati. Oleh karena itu, sekiranya dalam mengarungi hidup ini kita merasa kurang berprestasi, kurang berkualitas, atau jemu dan tidak bergairah dalam menghadapi hari demi hari, sehingga kehadiran kita kurang memiliki arti, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan, maka ketahuilah bahwa semua itu sama sekali bukan disebabkan oleh adanya kesulitan-kesulitan yang menghimpit, melainkan lantaran kurang terampilnya kita dalam mengelola suasana hati, sehingga menjadi tidak sanggup memompa dan membakar semangat. Padahal, bukankah semua bahan bakunya telah disiapkan oleh Allah yang Maha Rahman secara adil dan sempurna, di dalam diri kita sendiri? "Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dengan sebaikbaik bentuk," demikian firman-Nya. Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri kita sudah disiapkan dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri yang memiliki potensi sama untuk meraih kualitas

Oase Islam

48

pribadi terbaik yang berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi, tidak ada kekurangan menurut ilmu Allah. Diri kita sudah disiapkan dengan sempurna untuk menjadi diri sendiri, yang memiliki potensi sama untuk meraih kualitas pribadi terbaik yang berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguhpun kita dapati beberapa kekurangan menempel pada tubuh ini, sesungguhnya kekurangan lahir itu amatlah semu. Dan itupun semata-mata didasarkan atas penilaian kita saja yang sudah pasti senantiasa diselimuti hawa nafsu. Sesungguhnya kekurangankekurangan yang Dia berikan pada jasad (lahir) ini merupakan alat yang amat potensial untuk mengembangkan kualitas hati. Justru dengan kekurangan yang ada, hati menjadi terlindung dari riya, sum'ah, dan takabur, sehingga menjadi terlatih untuk selalu ridha dan sabar. Bukankah bersikap sabar itu lebih sulit dan berat ketika mendapatkan nikmat ketimbang saat didera musibah? Disamping itu, hati pun niscaya akan terlatih menjadi ahli syukur karena ternyata musibah kekurangan yang ada itu pasti teramat kecil dibandingkan dengan nikmat kesempurnaan lainnya yang melimpah ruah. Hasilnya, bila kekurangan itu membuat kita menjadi minder (rendah diri), pemalu, kecewa, atau bahkan putus asa, maka jelaslah semua ini karena diciptakan oleh perasaan sendiri sebagai akibat salah mengatur suasana hati. Sehingga, tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi bukan tidak mungkin orang lain pun ikut terkena getahnya. Maka, mengantisipasi kondisi semacam ini, kuncinya hanya satu: kesadaran penuh bahwa hidup didunia ini hanya mampir sebentar saja karena memang bukan disinilah tempat kita yang sebenarnya. Asal usul kita adalah dari surga dan tempat itu yang memang layak bagi kita. Jika berminat dan bersungguh-sungguh berjuang untuk mendapatkannya, maka Allah pun sebenarnya sangat ingin membantu kita untuk kembali ke surga. Bukalah kitabullah Al-Qur'an dan lihatlah janji-janji yang difirmankanNya. Betapa banyak amalan yang amat kecil dan

Oase Islam

49

sederhana bisa membuat dosa kita diampuni dan diberi pahala berlipat ganda. Sahabat, kita memang harus bertindak cermat agar "sang umur", sebagai modal hidup kita, benar-benar efektif dan termanfaatkan dengan baik. Sebab, bisa jadi kita tak lama lagi hidup di dunia ini. Akankah sisa umur ini kita habiskan dengan kesengsaraan dan kecemasan padahal semua itu sama sekali tidak mengubah apapun, kecuali hanya menambah tersiksanya hidup kita? Tidak!, sudah terlalu lama kita menyengsarakan diri. Harus kita manfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat kebahagiaan kekal di dunia dan di akhirat nanti. Kebanyakan kita suka tenggelam dalam kesengsaraan, persis seperti kapal selam yang bocor, semakin banyak bocornya, semakin lagi berfikir banyak untuk hari ini. Padahal, hari kita dengan justru hari ini. cepat pula cemas tenggelamnya. Sepertinya kita ini adalah orang-orang yang tidak dapat mengatur pikiran baik. Kerap terhantui oleh masa lalu, berangan-angan dan akan hari esok, semua itu membanjiri dan menenggelamkan pikiran, sehingga takMsempat lagi berfikir banyak untuk hari ini. Padahal, hari kita justru hari ini. Sekiranya masa lalu kita buruk dan kurang sukses, justru akan menjadi baik dengan baiknya hari ini. Begitupun jika kita merindukan hari esok yang baik, maka kita peroleh dengan berlaku semaksimal mugkin pada hari ini. Sekali lagi, hari milik kita adalah hari ini. Maka, kita buat sukses dengan gemilang. Apa yang terjadi di masa lalu adalah bahan pendorong untuk hari ini. Bergelimang dosa pada hari yang lalu menjadi pemicu untuk bertaubat pada hari ini. Janganlah pikiran kita

Oase Islam

50

dipenuhi dengan ingatan akan banyaknya dosa, namun penuhilah dengan pikiran tentang bagaimana caranya agar memperoleh ampunan dari Allah pada hari ini. Karenanya, gelorakan semangat untuk bertaubat sesempurna mungkin. Kelemahan dan kegagalan masa lalu tidak usah menjadi buah fikiran berlama-lama. Kuasailah pikiran dengan baik dan kerahkan seoptimal mungkin agar memperoleh kesuksessan dan kebahagiaan pada hari ini. Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Dan yang terlebih penting lagi, kita akan dilimpahi aneka nikmat baru yang lebih besar karena kita telah menjadi ahli syukur nikmat. Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berjanji, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim (140):7) Jadi, jangan pikiran kita terjerat oleh rasa malu. Kemarin jelek, maka hari ini harus bagus, sehingga hari esok pun menjadi cerlang cemerlang!. Aturlah pikiran kita dengan baik dan cegahlah dari hal-hal yang dapat merusak suasana hari ini. Kondisikan agar kita selalu mampu berpikir positif. Mengapa kita harus gelisah memikirkan nikmat yang belum tampak? Padahal, semua yang kita inginkan mutlak kuncinya adalah qudrah dan iradah Allah. Dan Dia sangat memperhatikan perilaku kita setiap saat. Sekiranya Allah, tidak menghendaki, maka tidak akan pernah terjadi apapun jua. Namun sekiranya Dia menhendaki sesuatu, maka tiada sesuatu pun yang dapat menolaknya. Allah berfirman, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali

Oase Islam

51

Dia. Dan jika Allah menhendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yunus (10) : 107) Tegasnya, siapapun yang memiliki cita-cita luhur, yakinlah bahwa hari ini adalah kunci untuk hari esok. Sekiranya Allah menyaksikan hari ini penuh dengan perjuangan dan pengabdian yang gigih, sarat semangat dan gairah hidup, shalat tepat waktu dan khusyuk, bibir dilimpahi dengan bacaan Qur'an dan dzikir, kerap berbuat kebaikan pada sesama, maka niscaya Dia akan membukakan jalan bagi kesuksessan hidup kita.

Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba-hambanya yang penuh semangat dan gairah hidup untuk menyempurnakan ikhtiar di jalan yang diridhai-Nya, sehingga singkat di dunia benarbenar penuh kesan dan arti.

Oase Islam

52

Sebuah Pengakuan Al- I’tiroof
lirik : Abu Nawas, Baghdad (Abu Nawas yang di Indonesia lebih dikenal cerita lucunya sebenarnya ia juga seorang filusuf)

Ya Allaah, hambaMu ini tidaklah layak memasuki sorga firdausMu tidak juga mampu menahan siksa api nerakaMU, berilah hambaMu ini ampunan hapuskanlah dosa-dosaku sungguh hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun

Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai anugrahilah ampunanMu wahai yang Maha Agung umurku berkurang setiap hari sedang dosa-dosaku terus bertambah adakah jalan selamat bagiku ?

Oase Islam

53

Ya Allah, hambaMu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu mengakui dosa-dosanya, memohon magfirahMu hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan bila Engkau campakkan aku, kepada siapa, dan kemana aku mesti berharap selain dariMu

Drs. H. Fansuri, M.Pd

Oase Islam

54

Indahnya Nasehat
Kalau ada pertanyaan kenapa seorang suami gagal dalam menasehati istrinya?, kenapa seorang ibu susah menasehati anaknya?, kenapa seorang guru susah menasehati muridnya?, kenapa seorang pimpinan sulit menasehati bawahannya?, jawabannya sederhana Orang hanya bisa memberikan nasehat dengan mantap! kalau dia termasuk orang yang cinta dinasehati oleh orang lain. Repotnya kita ketika memberikan nasehat semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika memberikan koreksi semangat tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasehat syarat utamanya adalah kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasehat, terlatih untuk menerima kritik dan terlatih untuk menerima koreksi. Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali kita akan memiliki nasehat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan merubah. Harusnya kita melihat saran, kritik dan nasehat dan koreksi itu menjadi sebuah kebutuhan. Rahasia sukses dalam menerima nasehat atau kritik yaitu : 1.Rindu kritik dan nasehat, Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu rindu dikoreksi oleh anggota atau bawahannya, seorang guru yang senantiasa mengharapkan saran agar lebih baik dalam cara mengajarnya tidak akan pernah menjadi hina jika ia meminta saran atau kritik dari murid-muridnya, bahkan Khalifah Umar Bin Khatab RA jauh lebih menghargai kritik dan koreksi dibandingkan pujian. 2.Cari dan tanya Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan, milikilah teman yang mau jujur mengoreksi,

Oase Islam

55

tanya pula kepada istri, suami, anak-anak, karyawan dan lain-lain. 3. Menikmati kritik itu sebagai karunia Allah karena seseorang tidak akan mati karena dikritik, maka oleh karena itu jika di koreksi maka dengarkanlah, jangan sibuk membela diri karena makin sibuk membela diri maka tidak akan mendapatkan sesuatu. Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orang-orang yang penuh kebencian itu tidak pernah tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju. Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita. Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus ? jangan risau , karena semua orang yang sukses dan mulia itu pasti ada yang menghina, tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi, makanya jangan takut ! kalau kita dihina justru kita harus sibuk memperbaiki diri. 4.Biasakanlah kita untuk menjadi orang yang berterima kasih Kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain. Jadi sahabat-sahabat sekalian, cita-cita kita nanti ciri khas seorang pemimpin negeri ini adalah seorang pemimpin yang rindu di nasehati,jadi ketika masyarakatnya melakukan koreksi justru pemimpin tersebut senang, kelihatannya kita jangan pernah mau memiliki pemimpin dalam level manapun yang tidak bisa dikoreksi, nanti dia akan menipu dirinya sendiri, orang yang tidak bisa dikoreksi itu adalah orang yang

Oase Islam

56

sombong, merasa pintar sehingga menganggap rendah setiap nasehat. Ciri pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang mencintai nasehat. Jadi memang seharusnya kita harus sadar ,bahwa keuntungan kita adalah ketika kita menerima nasehat dari orang lain dengan lapang dada dan rasa syukur, Belajarlah berterima kasih kepada orang yang mengoreksi, karena koreksi itu adalah bagian dari yang kita minta kepada Allah seperti yang sering kita ucapkan dalam bacaan shalat \" Ihdinashiraathal mustaqiim\" (tunjukilah kami jalan yang lurus)[Q.S1 ; 6] Dalam berkomentar atau melakukan kritik itu harus hati-hati , karena setiap kita mengkritik dan mengoreksi sesorang sebetulnya yang keluar itu adalah diri kita.Nabi Muhammad SAW itu adalah seorang penasehat, tetapi nasehatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan dan kematangan. Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan. Dengan nasehat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar menjadi semangat , yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga. Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar, Ali Bin Abi Thalib .RA mengatakan "kalau kita memberi nasehat tetapi di depan umum itu sama dengan memaki-maki atau mempermalukan seseorang" , maka resep selanjutnya kalau kita ingin memberikan nasehat, nasehatilah dengan lemah lembut. "Tiadalah kelembutan itu ada pada seseorang kecuali memperindah". Rasullulah SAW memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan ,kita butuh nasehat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak menggurui, tidak

Oase Islam

57

mempermalukan, tidak memojokan sehingga orang berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh oleh kata-kata kita. Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber yang utama agar nasehat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan.Dan sebaik-baik nasehat adalah dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasehat adalah ketika apa yangdia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Drs. H. Soemidjan, B.Sc

Oase Islam

58

BIODATA TIM PENYUSUN 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. Nama NIM TTL Alamat Nama NIM TTL Alamat : Choirun Nisa : A1E307925 : Pelaihari, 5 Februari 1989 : Jalan simpang desa pemuda KNPI RT 3 RW 1, Pelaihari : Dewi Nur Utami Fithria : A1E307924 : Garut, 6 Mei 1989 : Jalan G. Kencana No. 283 Alur, Jorong, Tanah Laut : Megawati : A1E307938 : Barabai, 28 Agustus 1989 : Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Veteran RT 08. : Mahfuzatul Husna : A1E307936 : Barabai, 13 Agustus 1989 : Jalan Keramat Manjang Gg Swadaya RT 7 / RW 3 Barabai Barat : Asri Fatimah : A1E307950 : Sleman, 11 Mei 1989 : Pianang, Desa Namun, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong

1. 2. 3. 4.

Nama NIM TTL Alamat

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4.

Nama NIM TTL Alamat Nama NIM TTL Alamat

1. 2. 3. 4.

Nama : Wahyu Setyo Agustina NIM : A1E307920 TTL : Bojonegoro, 08 Juli 1988 Alamat : Desa Sungai Jelai, RT 6 RW 3, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.
59

Oase Islam

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4.

Nama NIM TTL Alamat Nama NIM TTL Alamat RW

: Feny Noorjanah : A1E307949 : Tanjung, 10 Maret 1987 : Tanjung Kabupaten Tabalong : Nina Maulidya : A1E307933 : Barabai, 1 Oktober 1989 : Jl. Perintis Kemerdekaan No 17 RT 6 3, Kecamatan Barabai, Kabupaten HST.

1. 2. 3. 4.

Nama NIM TTL Alamat

: Miyandi Eko Anugrah : A1E307919 : Banjarbaru, 17 September 1989 : Pondok Guru No 3, Gagas Permai, Pelaihari, Kabupaten tanah Laut.

1. 2. 3. 4.

: Arif Rahman Prasetyo : A1E307909 : Binuang, 19 Juni 1990 : Komp. Subur Bestari B No. 4 RT.08 Handil Bakti, Kab. Barito Kuala 1. Nama : Drs. H. Fansuri, M.Pd 2. NIP : 19491225 197503 1 001 3. Jabatan : Pembina Asrama

Nama NIM TTL Alamat

1. Nama : Drs. H. Soemidjan, B.Sc 2. Jabatan : Ketua Asrama (Periode 2007-2010)

Oase Islam

60

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->