P. 1
Kumpulan Kultum Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Kumpulan Kultum Setitik Embun Penyejuk Jiwa

|Views: 6,030|Likes:
Published by Eross Chandra
Buku ini ditujukan Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama yang dipeluknya, Dan Muhammad SAW sebagai Rasul anutannya. Buku ini hadir untuk muslimin dan muslimat Yang ingin menghadirkan atmosfer surga Dalam setiap hirup napasnya Kepada setiap muslimin dan muslimat
Yang menempuh jalan yang haq dan mengemban hasil kebenaran Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang berjuang dengan kalimatnya Memelihara norma-normanya, dan membersihkan dirinya. Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang selalu ingin bertaqwa, menumbuhkan hati sesuai dengan tuntunan sunnah, Dan menanamkan ke dalam diri cinta keutamaaan Tiba waktunya bagi kita, untuk menjadi manusia yang istimewa dengan penuh kekaguman Mari kita daki tangga keistimewaan dan jadikan simbol kehidupan Anda Semoga dengan Setitik Embun Penyejuk Jiwa ini Dapat menjadi renungan dan menyejukkan hati para pembaca Menjadi sumber pahala yang besar dan terhapusnya segala dosa.
Buku ini ditujukan Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama yang dipeluknya, Dan Muhammad SAW sebagai Rasul anutannya. Buku ini hadir untuk muslimin dan muslimat Yang ingin menghadirkan atmosfer surga Dalam setiap hirup napasnya Kepada setiap muslimin dan muslimat
Yang menempuh jalan yang haq dan mengemban hasil kebenaran Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang berjuang dengan kalimatnya Memelihara norma-normanya, dan membersihkan dirinya. Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang selalu ingin bertaqwa, menumbuhkan hati sesuai dengan tuntunan sunnah, Dan menanamkan ke dalam diri cinta keutamaaan Tiba waktunya bagi kita, untuk menjadi manusia yang istimewa dengan penuh kekaguman Mari kita daki tangga keistimewaan dan jadikan simbol kehidupan Anda Semoga dengan Setitik Embun Penyejuk Jiwa ini Dapat menjadi renungan dan menyejukkan hati para pembaca Menjadi sumber pahala yang besar dan terhapusnya segala dosa.

More info:

Published by: Eross Chandra on Dec 20, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Kumpulan kutipan kultum terpilih Kelompok I A Mahasiswa S1 PGSD UNLAM Berasrama Banjarbaru

Created by: Ono,Dede,Syarief,Ana,Amy,Afdah,Fathul,Nurul,Tifeh, &Yuli
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 0

Persembahan
Buku ini ditujukan Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama yang dipeluknya, Dan Muhammad SAW sebagai Rasul anutannya. Buku ini hadir untuk muslimin dan muslimat Yang ingin menghadirkan atmosfer surga Dalam setiap hirup napasnya Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang menempuh jalan yang haq dan mengemban hasil kebenaran Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang berjuang dengan kalimatnya Memelihara norma-normanya, dan membersihkan dirinya. Kepada setiap muslimin dan muslimat Yang selalu ingin bertaqwa, menumbuhkan hati sesuai dengan tuntunan sunnah, Dan menanamkan ke dalam diri cinta keutamaaan Tiba waktunya bagi kita, untuk menjadi manusia yang istimewa dengan penuh kekaguman Mari kita daki tangga keistimewaan dan jadikan simbol kehidupan Anda Semoga dengan Setitik Embun Penyejuk Jiwa ini Dapat menjadi renungan dan menyejukkan hati para pembaca Menjadi sumber pahala yang besar dan terhapusnya segala dosa

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 1

Oase dari Padang Mariyana Letih tak kunjung lelap Raga meringkuk ….menggigil Meratap pikir atas rapuhnya hati Lepas…..dahaga di kelam hari Gelap merangkum adu ku Malam selimuti gamang Ruh dan jiwaku tunduk… Lebur dalam tangis sesal

Qalbu mengukur tiap anugerah Dzikir bergema sejukkan yang kerontang Pikirku tersentak atas cinta – Mu Rengkuh jiwa…hening mendekapku Dari denyut nadiku :aliran hidup berselubung iman Dari detak jantungku :tasbih menggema tanpa henti Dan hatiku bertahmid serta bertakbir Memuji Mu….Agungkan Mu ya Rabb Ku sadari… Engkau pemilik semesta Pujangga pemilik segala musim Pemegang hatiku dan hatinya Penguasa waktu dan milikku… Izinkan aku sejenak merenung… Tafakur bersama cakrawala Hanyut di semedi jiwa Merunduk….sujud dalam kebesaran Mu Merengkuh sejuknya hadir- Mu….

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 2

Kata Pengantar

“Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang”. Segala Puji Syukur kehadiran Allah SWT Tuhan Semesta Alam, Dzat yang Maha Kaya dan Agung, Shalawat Serta salam tak lupa kita haturkan keharibaan kita Nabi Muhammad SAW, Nabi Akhir Zaman Penerang kegelapan Umat manusia. Ilmu Agama adalah ilmu yang sangat tinggi derajadnya diantara ilmu-ilmu yang lainnya, tanpa ilmu agama yang baik manusia tidak akan menjadi manusia yang baik. Dan menuntut ilmu terutama ilmu agama merupakan kewajiban bagi tiap muslim laki-laki dan perempuan, sesuai dengan hadist nabi yaitu :

“ Menuntut ilmu itu wajib bagi tiap-tiap muslim baik laki-laki ataupun perempuan “ Ilmu agama tidak hanya dapat kita peroleh dengan cara belajar dikelas atau pengajian pada majelis-majelis tertentu akan tetapi bisa juga kita dapat melalui pembacaan kultum misalnya setelah salat isya atau salat subuh. Dalam rangka meningkatkan pemahaman kita terhadap ilmu agama maka kami dari S1 PGSD UNLAM Berasrama Banjarbaru membuat kumpulan terpilih dengan judul “Setetes

Embun Penyejuk Jiwa” yang berisi kumpulan kutipan kultum ( kuliah tujuh menit ) yang terpilih dari mahasiswa S1 PGSD UNLAM Berasrama Banjarbaru, dengan tujuan agar pembaca dapat menambah pengetahuannya tentang ilmu agama islam, bukan hanya tentang Fiqih dan tauhid saja kami juga memuat mengenai Akhlak atau perilaku seseorang. Harapan penyusun semoga kumpulan kultum ini bermanfaat bagi pembaca semua, mudah-mudahan kultum ini dapat menjadi sumber pengetahuan, sehingga pembaca dapat menambah ilmu yang sudah didapat.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 3

Pada kesempatan ini tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Drs. H. Achmad Sofyan, MA selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNLAM Banjarmasin. 2. Ibu Drs. Hj. Aslamiah, M.MPd selaku Ketua Pengelola Program PGSD/PGTK FKIP UNLAM 3. Bapak Drs. H. Fansuri,MPd selaku ketua UPP PGSD UNLAM Banjarbaru. 4. Bapak Drs.H.Soemidjan,B.Sc, selaku Kepala asrama S1 PGSD Banjarabaru. 5. Bapak Ustadz Sihabudin,Lc, selaku pembimbing Banjarbaru 6. Orang tua yang telah banyak memberi motivasi baik moral maupun spiritual dan sumber inspirasi bagi kami. 7. Teman-teman mahasiswa dan seluruh pihak yang telah mendukung. Tidak lupa penyusun juga mohon maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan selama penyusun melakukan kegiatan ini. Penyusun juga menyadari dalam penulisan ini terdapat mahasiswa S1 PGSD Berasrama

kekurangan dan jauh sekali dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan segala masukan dari semua pihak. Atas segala kekurangan dalam penyusunan buku ini, maka penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirnya semoga buku ini dapat memberi manfaat.

Banjarbaru,

Agustus 2010

Penyusun

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 4

DAFTAR ISI Judul Persembahan Puisi Kata Pengantar…………...………………………………………...…………............................3 Daftar Isi…………... ……………………………………………..….…………………………..5 Allah Maha Melihat…………………………………………………....…...................................6 Langit-Mu………………………………………………………….…...…................................10 Pesan Malaikat Maut Kepada Nabi Yakub…...……………………...……………………...12 Adab- Adab Membaca Al-Qur’an..………………………………...…….…………………...15 Sepuluh Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba…...……….………..........................20 Hukum Menikah Dengan Pasangan Zina…………..…………..…………………………….24 Ayah, I Love You……………………………………..…………..…………………………….29 Ibu …….………………………...……………………………………...….................................32 Kunci Pengokoh Jiwa.………………………………………………...…..................................35 Kisah Kuda Buta…….………………………………………………...…..................................40 Yaa Sayyidassaadaat(Wahai Penghulu Manusia Termulia)………………………………...43 Indahnya Nasehat………………………………………………………………………………45 Biodata Penyusun…….………………………………………………...…................................48 Daftar Pustaka ..............................................................................................................………..50

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 5

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya

yang telah di ikat-Nya dengan kamu,

ketika kamu mengatakan, “Kami dengar dan kami taati”.

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah

Maha Mengetahui isi hati(mu).

[qs. Al-Maaidah: 7]

=Nurul Azizah=

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 6

Allah Maha Melihat

PenglihatanNya bisa menembus langit dan bumi. “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hadiid 4] Dia bisa melihat semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di langit yang kelam. Tak ada selembar daun pun yang jatuh ke bumi tanpa Allah melihatnya. Tidak pula daun kering atau basah kecuali Allah melihatnya. “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam 59]

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 7

Allah bisa melihat meski itu hanya sebesar dzarrah. (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” [Luqman 16] Ini beda dengan manusia yang penglihatannya terbatas. Bahkan pada umur 70 tahun ke atas, pandangan manusia rabun bahkan ada yang buta karena katarak atau penyakit mata lainnya. Pandangan manusia pun terbatas. Manusia tidak bisa melihat tengkuknya sendiri. Ada yang pernah melihat tengkuknya sendiri? Manusia juga tidak bisa melihat jantungnya sendiri. Saat meleng atau pun tidur, manusia tidak dapat melihat. Sementara Allah selalu Melihat kapan saja dan di mana saja. Benda yang jauh pun manusia tidak bisa melihatnya. Padahal pandangan Allah meliputi bumi hingga langit ke 7. “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat 18]

Subhanallah. Allah Maha Melihat!

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 8

Karena itu jika kita ingin berbuat jahat seperti korupsi, mencuri, mencopet, dan sebagainya, ingatlah: meski tidak ada orang yang tahu, tapi Allah melihat perbuatan kita. Begitu pula malaikat Roqib dan „Atid yang ada di sisi kanan dan kiri kita mencatat perbuatan kita. Kelak perbuatan kita akan dibalas oleh Allah SWT. “…Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” [Al Ikhlas 4] Tidak ada satu pun yang menyerupai Allah karena Allah jauh berbeda dengan makhluknya (Mukhollafatuhu lil hawaadits)

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 9

“ Sesungguhnya dalam penciptaan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda – tanda bagi orang – orang yang berakall “ (Ali Imran- 190)190) Cakrawala bertasbih….. Alam merunduk berdzikir…. Lafadzkan syukur tak henti pada Mu ya Rabb Pemilik keajaiban semesta.... Pembolak balik fenomena Penggenggam siang dan malam Keagungan tak tertandingi… Izinkan aku lebur bersama mega – mega Bersama mayapada bersujud… Memuja Mu Sang Maha Tinggi....

=Mariyana=

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 10

Langit –Mu
“ Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis – lapis. Kamu sekali – kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang – ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepada dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah” (Al – Mulk:3 - 4)

Menurut Steven Weinberg, seorang pengarang buku The First Three Minutes bilang, kalau adanya langit dan tata surya lainnya merupakan gejala alam saja. Padahal langit, bumi, serta isinya itu salah satu bentuk kekuasaan Allah yang nyata. Memang, tidak seorangpun yang dapat menyamai- Nya, Allah telah menciptakan langit, bumi, serta isinya ini hanya dalam waktu enam hari. Langit lebih diciptakan daripada bumi. Allah hanya memerlukan waktu dua hari dalam pembuatan langit dan empat hari untuk pembuatan bumi dan seluruh benda – benda di dalamnya sehingga layak untuk dihuni oleh manusia. Langit awalnya berupa gas dari uap air, tampak seperti asap bila dilihat. Menurut tafsir Qur‟an karya Ahmad Sonhadji M,

sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, Allah lebih dulu menciptakan singgasana – Nya berada di atas air. Dan air itu digoncangkan-Nya sehingga tercipta buih dan asap. Buih itu Allah jadikan menjadi Yabusah (Tanah kering), sedangkan asapnya dijadikan langit. Langit yang Allah ciptakan selama dua hari itu, dipisah – pisah menjadi tujuh lapis. Menurut Ahmad Sonhadji M, para ahli tafsir mengatakan kalau lapisan tujuh langit itu terdiri dari, gelombang yang berlapis – lapis untuk lapisan pertama, jenis batu marmar yang putih pada langit kedua,jenis besi pada langit ke tiga, di langit ke empat dari jenis tembaga yang kuning, jenis perak pada langit kelima, di langit ke enam jenis emas, dan langit ke tujuh dari batu permata yakut yang merah. Tetapi kebenaran dari isi tujuh langit itu hanya Allah lah yang Maha Mengetahui. Wallahua‟lambissawab

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 11

Pesan Malaikat Maut Kepada Nabi Yakub

Our talents are the gift that God gives to us. What we make of our talents is our gift back to God.

Bakat yang kita miliki adalah dari Tuhan untuk kita. Apa yang dapat kita hasilkandari bakat tersebut adalah hadiah dari kita untuk Tuhan.

=M. Eko Wahono=
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 12

Pesan Malaikat Maut Kepada Nabi Yakub

Nabi Yakub adalah putera Nabi Ishak dan cucu nabi Ibrahim. Ia juga dikenal dengan nama Isra‟il, sehingga anak keturunannya disebut Bani Israil. Konon Nabi Yakub berteman dengan Malaikat Maut. Suatu hari Malaikat Maut datang mengunjungi Nabi Yakub. Melihat kedatangan saudaranya itu, Nabi Yakub bertanya,”Wahai Malaikat Maut, engkau datang untuk mencabut nyawaku atau hanya sekedar berkunjung?” “Aku datang hanya untuk berkunjung saja.” Jawab Malikat Maut “Baiklah kalau begitu.” Kata Nabi Yakub. Dalam percakapan selanjutnya Nabi Yakub bertanya kepada Malaikat Maut, “Bolehkah aku memohon satu permintaan kepadamu?” “Apa permintaanmu wahai Nabi Allah?” Jawab Malikat Maut. “Jika sudah tiba waktunya nanti, ketika engkau telah diutus untuk mencabut nyawaku, tolong berilah tanda kepadaku sebelumnya.” Kata Nabi Yakub. “Baiklah.” Jawab Malaikat Maut menyanggupi permintaan Nabi Yakub. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Malaikat Maut tidak pernah datang lagi kepada Nabi Yakub. Namun akhirnya hal yang ditunggu-tunggu oleh Nabi Yakub pun tiba, Malaikat Maut pun datang menemui Nabi Yakub. Seperti biasa Nabi Yakub pun bertanya,”Apakah kedatanganmu kesini akan memberikanku tanda?” “Kali ini aku diutus untuk mencabut nyawamu.” Jawab Malikat Maut. “Bukankah engkau telah berjanji untuk memberikanku tanda sebelum saat ini terjadi?” kata Nabi Yakub. “Benar dan aku telah melakukannya. Hanya saja engkau tidak menyadari tanda yang telah Allah berikan kepadamu.” Jawab Malaikat Maut. “Apakah tanda itu?” Jawab Nabi Yakub. “Aku pun telah mengirim tanda kepadamu. Rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih. Tubuhmu yang dulu kekar dan kuat kini telah melemah. Dulu kamu berjalan dengan
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 13

tubuh tegak dan sekarang menjadi bungkuk. Tidakkah engkau sadar, semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum ajal menjemputnya.” Subhanallah, Maha Suci Allah. Mudah-mudahan kita semua diberi kesadaran dalam menghadapi kesemuanya itu.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 14

Adab- Adab Membaca Al-Qur’an

=Afdah=
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 15

Adab- Adab Membaca Al- Qur’an

Setelah bermiswak dan berwudhu, hendaknya duduk di tempat yang sepi dengan penuh hormat dan kerendahan sambil menghadap kiblat . kemudian menghadirkan hati dan khusyu‟ kita membaca Al-Qur‟an dengan perasaan seperti kita sedang mendengarkan bacaan Al-Qur‟an langsung dari Allah SWT. Jika kita mengerti maknanya, sebaiknya kita membacanya dengan tadabbur dan tafakkur. Apabila menemui ayat-ayat rahmat, hendaknya berdoa untuk mengharapkana ampunan dan rahmat-Nya. Apabila kita menjumpai ayat -ayat adzab dan ancaman Allah SWT., hendaknya kita meminta perlindungan kepada-Nya, karena tidak ada penolong selain Allah SWT. Apabila kita menemukan ayat tentan kebesaran dan kemuliaan Allah SWT, maka ucapkanlah Subhanallah. Apabila kita tidak menangis ketika membaca Al-Qur‟an, hendaknya kita berpura-pura menangis. Seandainya tidak bermaksud untuk menghafal AlQuran, maka jangan membacanya terlalu cepat. Hendaknya kita letakkan Al-Qur‟an di atas yang bangku, bantal, atau di tempat yang agak tinggi. Pada waktu membaca Al-Qur‟an, kita tidak boleh
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 16

berbicara dengan siapapun. Apabila ada keperluan berbicara ketika membaca AlQur‟an, maka kita harus menutupnya terlebih dahulu. Selesai berbicara, kita awali lagi dengan membaca ta‟awuzd. Jika orang-orang di sekililing kita sedang sibuk, sebaiknya kita membaca Al-Qur‟an dengan suara pelan. Apabila tidak, lebih baik membacanya dengan suara keras. Alim ulama telah menulis, ada enam adab lahiriyah dan ada enam adab batiniyah dalam membaca Al-Qur‟an.

Adab Lahiriyah
1. Membacanya dengan penuh rasa hormat, ada wudhu, dan duduk menghadap kiblat. 2. Tidak membacanya terlalu cepat, tetapi dibaca dengan tajwid dan tartil. 3. Berusaha menangis, walaupun terpaksa berpura-pura menangis. 4. Memenuhi hak ayat-ayat adzab dan 5. Jika rahmat sebagaimana yang akan atau telah diterangkan sebelumnya. dikhawatirkan riya‟ menimbulkan

mengganggu orang lain, sebaiknya membacanya dengan suara pelan. Jika tidak, sebaiknya membacanya dengan suara keras. 6. Bacalah karena dengan banyak suara hadist supaya merdu, yang kita

menerangkan yang merdu.

membaca Al-Qur‟an dengan suara

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 17

Adab Batiniyah
1. Mengagungkan Al-Qur‟an di dalam hati sebagai kalam yang tertinggi. 2. Memasukkan keagungan Allah Swt dan kebesaran-Nya 3. Karena Al-Qur‟an adalah kalam-nya. 4. Menjauhkan rasa bimbang dan ragu dari hati kita. 5. Membacanya dengan merenungkan makna setiap ayat dengan penuh kenikmatan. 6. Hati kita mengikuti ayat-ayat yang kita baca. Misalnya, ayat-ayat hati kita apabila rahmat, merasa membaca hendaknya

gembira dan senang. Sebaliknya ketika membaca ayat-ayat adzab, hati kita hendaknya merasa takut.

Masalah Penting
Menghafal beberapa ayat Al-Qur‟an untuk dapat menunaikan shalat hukumnya fardhu „ain, sedangkan menghafal seluruh ayat Al-Qur‟an, hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak ada seorangpun yang hafizh Al-Qur‟an, maka seluruh kaum Muslimin berdosa. Mulla Ali Qari rah. A meriwayatkan dari Az-Zarkasyi rah.a., bahwa ia berkata, “Jika dalam satu kampung atau kota tidak ada seorang pun pendududknya yang membaca Al-Qur‟an, maka semua penduduk kampung itu berdosa”.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 18

Pada

zaman dan

yang

Penuh ini kita dan

kegelapan menyebar sebagai ada

kejahilan diri

telah banyak kesesatan yang dalam kaum muslimin umum

dalam urusan Agama; bahkan pendapat bahwa pada menghafal zaman perbuatan kata-kata tidak dianggap bodoh. Al-Qur‟an sia-sia. yang

sekarang

merupakan Menghafal sekali maksudnya perbuatan Al-Qur‟an waktu. sama

dipahami sebagai Menghafal

dianggap merusak pikiran dan membuang-buang Seandainya inilah satu-satunya kerusakan dalam agama kita tentulah penuh dapat dan ditulis setiap penjelasannya. Namun semuanya penyakit, pendapat hanya menuju pada kebatilan. Apa yang mesti kita tangisi dan apa yang harus kita adukan ? “Maka hanya kepada Allah tempat mengadu dan hanya kepada Allah tempat meminta pertolongan”.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 19

“Pelajarilah niat, sebab ia lebih berpengaruh dan sulit dari amalan itu sendiri”

=Dede Dewantara=

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 20

Sepuluh Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba

Firman Allah “Dan hendaklah kalian hanya beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun” Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan dua syarat, yaitu : Meniadakan segala sesuatu sesembahan bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah Menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah Allah berwasiat kepada Nabi Muhammad Shalallahu „alaih wasalam dan umat Islam di dalam ayat yang berisi 10 hak yang harus ditunaikan seorang hamba baik kepada Allah, Islam, atau sesama manusia.Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang telah diharamkan atas kamu oleh Rabb-mu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” Al Qur‟an Surat Al An‟am : 151

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 21

Sepuluh Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba
1. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun Jangan seperti orang musyrikin yang apabila disebutkan nama Allah maka mereka ketakutan dalam bentuk pengingkaran, akan tetapi jika disebutkan nama dari selain Allah (yang mereka sembah) maka mereka bergembira. 2. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa maksud berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu dengan berbuat taat, memelihara, menjaga dan melaksanakan perintah keduanya (selama dalam ketaatan kepada Allah), memerdekakan mereka (apabila budak), dan tidak menghinakan mereka. 3. Tidak membunuh anak-anak dikarenakan takut miskin Seperti halnya orang musyrikin jahiliyah yang membunuh anak-anak perempuan karena merasa hina apabila memiliki anak perempuan, atau karena takut tidak bisa memelihara anak. Padahal disebutkan dalam hadits bahwa seseorang tidak akan mati sebelum sempurna rizki dan ajalnya. Sehingga setiap orang sudah ditetapkan rizkinya oleh Allah, jadi tidak boleh takut tidak bisa memelihara anak yang banyak. Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah dosa apa yang paling besar di sisi Allah ?, “Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Allah-lah yang telah menciptakanmu”. Kemudian dosa apa lagi selanjutnya ?, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu”. (Shahih Bukhari Muslim) Anak adalah rezeki yang merupakan karunia dari Allah. 4. Dan janganlah kalian mendekati kekejian baik yang dhahir atau yang tersembunyi. Allah menutup pintu menuju perbuatan keji. Dalam ilmu ushul syariat disebutkan bahwa segala sesuatu yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram maka hal tersebut juga dilarang. Oleh karena itu Allah memerintahkan kaum mu‟minin untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis karena hal ini dapat mengantarkan kepada zina. Oleh karena itu merupakan kesalahan orang yang mengaku menjadi ulama atau kyai tetapi memfatwakan bahwa boleh melihat gambar wanita telanjang yang ada di majalah, koran, dll karena yang dilarang adalah melihat wanitanya secara langsung.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 22

Pengertian kekejian yang nyata adalah suatu kekejian yang benar-benar nyata dan diketahui oleh orang lain, sedangkan kekejian yang tersembunyi tidak diketahui orang lain. 5. Dan jangan membunuh jiwa yang telah Allah haramkan tanpa melalui jalan yang benar Jiwa seorang muslim telah diharamkan (dilarang) oleh Allah untuk dibunuh. Dalam hadits disebutkan bahwa sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan seorang muslim telah diharamkan (dilarang untuk dilanggar) sebagaimana kehormatan hari Dzulhijjah, bulan Dzulhijjah, dan negeri Makah. Juga dilarang membunuh jiwa orang kafir dzimmi, muahad, musta‟man (terdapat pembahasannya di kajian yang lain) Dan terdapat jiwa yang diperbolehkan untuk dibunuh, seperti : Orang muslim sudah menikah yang berbuat zina Orang yang membunuh orang lain (di-qishash) Orang yang keluar dari Islam Orang yang keluar dari jama‟ah (silahkan merujuk ke kajian yang lain untuk lebih jelasnya) Homosseks

ntiasa diliputi kehinaan, sekalipun mereka m

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 23

Hukum Menikah Dengan Pasangan Zina

“Yakinlah selalu, bahwa ahli maksiat itu senantiasa diliputi kehinaan, sekalipun mereka menampakkan kekuatannya”

=Syarief Fauzan=

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 24

Hukum Menikah Dengan Pasangan Zina
I. Zina Yang Semakin Sering Terjadi Seringkali kita dapati di masa sekarang ini pasangan muda yang melakukan zina. Barangkali mereka tidak berniat pada awalnya untuk berzina. Namun karena keteldoran dan tidak mengindahkan larangan untuk berkhalwat dan seterunya, maka mereka menjadi sasaran empuk jerat syetan sehingga tanpa disadari terjerumuslah mereka ke zina yang diahramkan. Faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja, pada usia dini sudah terjebak dalam perilaku reproduksi tidak sehat, diantaranya adalah seks pra nikah. Dari data-data yang ada menunjukkan: 1. Antara 10 -31% (N=300 di setiap kota) remaja yang belum menikah di 12 kota besar di Indonesia menyatakan pernah melakukan hubungan seks (YKB,1993). 2. 27% remaja laki-laki dan 9% remaja perempuan di Medan (15-24 tahun) mengatakan sudah pernah melakukan hubungan seksual (Situmorang, 2001) 3. 75 dan 100 remaja yang belum menikah di Lampung dilaporkan sudah pernah melakukan hubungan seks (studi PKBI, tahun 1997) 4. Di Denpasar Bali, dari 633 pelajar SLTA kelas II, sebanyak 23,4% (155 remaja) mempunyai pengalaman hubungan seks, 27% putra dan 18% putri (Pangkahila, Wempie, Kompas, 19/09/1996) Ada pergeseran nilai mengenai hubungan seksual sebelum nikah. Hal ini utamanya terjadi pada kaum perempuan. Bila sebelumnya ada anggapan bahwa hubungan seksual hanya dilakukan jika ada hubungan emosional yang dalam dengan lawan jenis, namun saat kini kondisi tersebut telah berubah. Hasil penelitian Shali dan Zeinik (Dusek, 1996) menunjukkan baliwa 79,1% kaun perempuan (usia antara 15-19 tahun) setuju dilakukannya hubungan seksual walaupun tidak ada rencana untuk menikah; 54,7% setuju hanya bila ada rencana menikah; dan 10,7% tidak setuju adanya hubungan seksual sebelum menikah. Namun demikian, perilaku seksual remaja sebenarnya tidak hanya terbatas pada jenis hubungan seksual sebelum nikah, tetapi perilaku seksual yang lain, misalnya petting (90% remaja terlibat pada “light” petting, 80% remaja terilbat pada “heavy” petting); dan masturbasi, menunjukkan frekuensi yang tinggi pula.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 25

II. Haramnya Aborsi Pilihan yang paling konyol adalah mengaborsi anak yang terlanjur tumbuh dalam janin. Padahal aborsi ini selain dilaknat Allah dan agama, juga sangat beresiko besar kepada keselamatan seorang wanita. Selain itu praktek aborsi adalah pelangaran hukum dimana bila ada seseorang ikut membantu proses aborsi di luar nikah yang syah, bisa dijerat dengan hukum. (silahkan baca mata kuliah Fiqih Kontemporer pada judul Hukum Aborsi).

III. Hukum Menikahi Pasangan Zina Pilihan lainnya adalah menikahi pasangan zina yang terlanjur hamil itu. Namun bagaimana hukumnya dari sudut pandang syariah ? Bolehkah menikahi wanita yang telah dizinai ? Ada sebuah ayat yang kemudian dipahami secara berbeda oleh para ulama. Meski pun jumhur ulama memahami bahwa ayat ini bukan pengharaman untuk menikahi wanita yang pernah berzina. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu`min. (QS. An-Nur : 3)

Lebih lanjut perbedaan pendapat itu adalah sbb : 1. Pendapat Jumhur (mayoritas) ulama Jumhurul Fuqaha mengatakan bahwa yang dipahami dari ayat tersebut bukanlah mengharamkan untuk menikahi wanita yang pernah berzina. Bahkan mereka membolehkan menikahi wanita yang pezina sekalipun. Lalu bagaimana dengan lafaz ayat yang zahirnya mengharamkan itu ? Para fuqaha memiliki tiga alasan dalam hal ini. Dalam hal ini mereka mengatakan bahwa lafaz `hurrima` atau diharamkan di dalam ayat itu bukanlah pengharaman namun tanzih (dibenci). Selain itu mereka beralasan bahwa kalaulah memang diharamkan, maka lebih kepada kasus yang khusus saat ayat itu diturunkan.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 26

Mereka mengatakan bahwa ayat itu telah dibatalkan ketentuan hukumnya (dinasakh) dengan ayat lainnya yaitu : Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS> An-Nur : 32). Pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Bakar As-Shiddiq ra dan Umar bin AlKhattab ra dan fuqaha umumnya. Mereka membolehkan seseorang untuk menikahi wanita pezina. Dan bahwa seseorang pernah berzina tidaklah mengharamkan dirinya dari menikah secara syah. Pendapat mereka ini dikuatkan dengan hadits berikut : Dari Aisyah ra berkata,`Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan berniat untuk menikahinya, lalu beliau

bersabda,`Awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah. Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal`. (HR. Tabarany dan Daruquthuny). Juga dengan hadits berikut ini : Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,`Istriku ini seorang yang suka berzina`. Beliau menjawab,`Ceraikan dia`. `Tapi aku takut memberatkan diriku`. `Kalau begitu mut`ahilah dia`. (HR. Abu Daud dan An-Nasa`i)

2. Pendapat Yang Mengharamkan Meski demkikian, memang ada juga pendapat yang mengharamkan total untuk menikahi wanita yang pernah berzina. Paling tidak tercatat ada Aisyah ra, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra` dan Ibnu Mas`ud. Mereka mengatakan bahwa seorang laki-laki yang menzinai wanita maka dia diharamkan untuk menikahinya. Begitu juga seorang wanita yang pernah berzina dengan lakilaki lain, maka dia diharamkan untuk dinikahi oleh laki-laki yang baik (bukan pezina). Bahkan Ali bin abi Thalib mengatakan bahwa bila seorang istri berzina, maka wajiblah pasangan itu diceraikan. Begitu juga bila yang berzina adalah pihak suami. Tentu saja dalil mereka adalah zahir ayat yang kami sebutkan di atas (aN-Nur : 3). Selain itu mereka juga berdalil dengan hadits dayyuts, yaitu orang yang tidak punya rasa cemburu bila istrinya serong dan tetap menjadikannya sebagai istri.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 27

Dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah SAW bersbda,`Tidak akan masuk surga suami yang dayyuts`. (HR. Abu Daud)

3. Pendapat Pertengahan Sedangkan pendapat yang pertengahan adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau mengharamkan seseorang menikah dengan wanita yang masih suka berzina dan belum bertaubat. Kalaupun mereka menikah, maka nikahnya tidak syah. Namun bila wanita itu sudah berhenti dari dosanya dan bertaubat, maka tidak ada larangan untuk menikahinya. Dan bila mereka menikah, maka nikahnya syah secara syar`i. Nampaknya pendapat ini agak menengah dan sesuai dengan asas prikemanusiaan. Karena seseroang yang sudah bertaubat berhak untuk bisa hidup normal dan mendapatkan pasangan yang baik.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 28

Ayah I

You

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tanbah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Lukman: 14)

=Fathul Jannah=
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 29

Ayah, I Love You

Saat

seorang mobil

laki-laki barunya,

sedang anaknya

memoles

yang berumur 4 tahun membaretbaret mobilnya dengan batu.

Dengan marah, laki-laki tersebut meraih tangan anaknya dan tanpa

memukulnya

berkali-kali,

menyadari dia memukulnya dengan kunci inggris. Di rumah sakit, anaknya harus kehilangan jari-jarinya karena kerusakan tulang yang sangat parah. Saat anak tersebut melihat ayahnya, dengan pandangan kesakitan, bertanya, “Ayah, akankah jari-jariku tumbuh lagi?” Lelaki tersebut, sangat terluka, menyesal dan kehilangan kata-kata; ia kembali ke mobilnya lalu menendangnya berkali-kali. Hatinya hancur atas perbuatannya terhadap anaknya, saat berdiri di hadapan mobilnya, ia melihat baret-baret yang dilakukan anaknya di mobilnya tertulis; “AKU CINTA AYAH!” MARAH dan CINTA tidak ada batasnya, pilihlah CINTA untuk mendapatkan hidup yang indah…

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 30

BENDA adalah sesuatu yang mestinya DIGUNAKAN dan MANUSIA yang mestinya DICINTAI…. Masalahnya dalam dunia ini, MANUSIA yang DIGUNAKAN dan BENDA yang DICINTAI… Mulai saat ini, marilah lebih hati-hati mengingatkan diri kita bahwa: BENDA untuk DIGUNAKAN dan MANUSIA yang mestinya DICINTAI. Hidup hanya sekejap, maka: Hati-hati dengan PIKIRAN-PIKIRANmu, karena akan menjadi KATA-KATAmu. Hati-hati dengan KATA-KATAmu, karena akan menjadi TINDAKAN-TINDAKANmu. Hati-hati dengan TINDAKAN-TINDAKANmu, karena akan menjadi KEBIASAAN-

KEBIASAANmu. Hati-hati dengan KEBIASAAN-KEBIASAANmu, karena akan menjadi KARAKTERmu. Hati-hati dengan KARAKTERmu, karena akan menjadi TAKDIRmu. Jika tidak hati-hati TAKDIRmu berakhir menyedihkan… Jadikan hidupmu lebih berarti. Hidup ini sangat singkat, cintai orang-orang disekelilingmu, cintai orang-orang yang mencintaimu. Jika kamu mencintai anak-anakmu dan istrimu, JANGAN beli benda berharga yang kamu khawatir akan rusak. Jika tetap ingin membeli benda-benda tersebut, jangan marah jika anak-anakmu atau istrimu merusaknya, karena anak-anakmu dan istrimu jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini dan tidak dapat digantikan oleh apapun!

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 31

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya Matahari tak akan meninggalkan bumi sampai malam Merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan Bumi menumbuhkan, menjaga, dan membesarkannya Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud Penuh cinta dan kedamaian (Khalil Gibran)

=Rahmila Sari=
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 32

Menjadi ibu merupakan mimpi-mimpi yang dilatih dengan kerinduan dan cinta. Seruak itu adalah fithrah paling indah yang dikaruniakan Allah. Kecenderungan, rasa, kemuliaan ! Ibu…! Mulia cukup dengan telapak kaki perjuangan. Karena tak seorang pria pun, memiliki kedudukan ini: surga di telapak kaki. Tak satu pria pun. Demi Allah, tak satu pria pun…!

Ibu..!
Panggilan yang begitu menggetarkan, membiruharu, menggemakan rasa terdalam di diri setiap wanita. Selalu dan senantiasa, ada nuansa, cita, imaji, dan gairah setiap kali kata tiga huruf plus dua titik dan tanda seru itu diteriakkan oleh sosok-sosok mungil yang menyambut kehadiran.

Ibu..!
Ini kata tentang penegasan madrasah agung. Tempat anak-anak mempertanyakan semesta dengan bahasa paling akrab, harapan paling memuncak, dan keingintahuan paling dalam. Dermaga pengaduan paling luas saat mereka rasa teraniaya, belai paling menenteramkan saat mereka gelisah, dan dekapan paling aman saat mereka takut. Ibu, perpustakaan paling lengkap, kelas paling nyaman, lapangan paling lapang, tak pernah ia bisa digantikan oleh gedung-gedung tak bernyawaI

Ibu..!
Panggilan yang meneguhkan status kemanusiaan. Dan kehormatan. Ibumu disebut tiga kali di depan, baru ayah menyusul kemudian. Begitulah Rasulullah menegaskan. Ia juga pangilan yang membawa makna perjuangan. Pegalnya membawa kandungan, susahnya posisi berbaring, dan sakitnya melahirkan. Tapi juga senyum manis di saat berdarah-darah mendengar tangis sang putera pecah.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 33

Ibu...!
Banyak wanita yang kini enggan menjadi kata itu, maka kata itupun enggan menjadi mereka. Ketika mereka menolak janji-janji kata itu menganggap sebagai gerbang menuju neraka, menganggapnya sebagai pintu penjara, kata itu justru enggan membantu mereka melepaskan diri dari jeratan kesendirian, membasuh kulit mereka yang melepuh akibat sengatan matahari. Kata itu jadi enggan menyediakan dermaga tempat mereka menambat perahu hati, berlabuh dari galau kehidupan.

Ibu..!
Mungkin memang tak sesederhana itu. Menjadi ibu yang hakiki, yang melahirkan ataupun tidak, setelah ikhtiar paling gigih, doa tulus, dan tawakkal paling terpasrah, adalah kemuliaan tanpa berkurang sepeserpun. Semuanya mulia. Ya, ibu, melodi harmoni yang menggemakan jihad agungnya.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 34

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya." (QS [65] : 2-3)

=Norlatifah=
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 35

KUNCI PENGOKOH JIWA
1. SIAP
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga kita tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugas kita, perkara apapun yang terjadi kita serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Ada baiknya kita harus sadar betul bahwa yang terbaik bagi kita menurut kita belum tentu terbaik bagi kita menurut Allah, bahkan mungkin kita terkecoh oleh keinginan harapan kita sendiri. Pengetahuan kita tentang diri kita atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun kita sangat menginginkan sesuatu, tetapi hati kita harus kita persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan kita. Karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita.

2. RELA
Realitas yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kita jalani. Emosional, sakit hati, dongkol, atau apapun yang membuat hati kita menjadi kecewa dan sengsara harus segera kita tinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik kita menikmati apa adanya. Lubuk hati kita harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiran kita harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 36

Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kulakukan adalah mencari ayam, cakweh, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar bubur ayam yang kita peroleh dapat menjadi spesial sehingga tetap dapat kita nikmati.

3. MUDAH
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya begitupun masalah yang menimpa kita pasti ada akhirnya. Kita harus sangat sabar menghadapinya. Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuan kita, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba-Nya. Dengan pikiran buruk kita hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri. Tidak, kita tidak boleh menzhalimi diri kita sendiri. Pikiran kita harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Kita tak boleh terjebak

mendramatisir masalah. Anda dan saya harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kuhadapi dengan baik, kita tak boleh menyerah, kita tak boleh kalah. Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kita hadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama‟al usri yusran, inna ma‟al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu kita tak boleh mempersulit diri.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 37

4. NILAI
Nasib baik atau buruk dalam pandangan kita mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar. Lebih baik kita renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpa kita. Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosa kita, kelalaian kita, atau mungkin saat kenaikan kedudukan kita di sisi Allah. Alangkah baiknya kita mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kita perbaiki. Itibar dari setiap kejadian adalah cermin pribadi kita. Kita tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini kita bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

5. AHAD
Anda dan saya harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolong kita tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Nya. Hati kita harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan. Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba-Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 38

Dengan demikian maka kita harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekatiNya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 39

SAHABATKU… sahabatku… seberat apapun masalahmu sekelam apapun beban hidupmu jangan pernah berlari darinya ataupun bersembunyi agar kau tak akan bertemu dengannya atau agar kau bisa menghindar darinya karena sahabat….. seberapa jauhpun kau berlari dan sedalam apapun kau bersembunyi dia pasti akan menemuimu dalam sebuah episode kehidupanmu sahabatku…… alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati dan mengkilapnya lantai nuranimu hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran ditambah sedikit penganan keteguhan sahabat……. dengan begitu sepulangnya ia dari rumahmu akan kau dapati dirimu menjadi sosok yang tegar dalam semua keadaan dan kau pun akan mampu dan lebih berani untuk melewati lagi deraan kehidupan dan yakinlah sahabat…….. kaupun akan semakin bisa bertahan kala badai cobaan itu menghantam Yuliyyana
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 40

Kisah Kuda Buta
Alkisah seorang pria kaya yang hidup di suatu masa punya 2 ekor kuda. Jika dilihat dari jauh, kedua ekor kuda ini sama dengan kuda-kuda lainnya. Hanya dari dekat bisa dilihat perbedaannya. Kuda yang lebih besar ternyata buta. Pemiliknya bukan hanya tidak menyingkirkan atau menjual kuda buta itu, tapi bahkan membuatkan kandang yang baik dan memberikan seekor kuda yang lebih kecil untuk menuntun langkah si kuda buta. Sebuah lonceng kecil dikaitkan pada tali di leher kuda yang lebih kecil. Bunyi lonceng memberitahu kuda buta dimana dia berada sehingga bisa mengikutinya. Tak hanya itu. Si kuda yang lebih kecil selalu memperhatikan temannya yang buta, dan si kuda buta akan mendengarkan bunyi bel, dan lalu perlahan berjalan ke tempat temannya karena percaya dengan tuntunannya. Ketika pulang ke kandang di sore hari, kuda dengan lonceng sesekali berhenti sambil menoleh ke belakang, memastikan temannya yang buta tidak tertinggal jauh untuk mendengar bunyi loncengnya. Sama seperti pemilik kuda ini, Tuhan tidak meninggalkan kita karena kita tidak sempurna atau karena kita punya masalah atau punya kesulitan. Dia menjaga kita dan bahkan mendatangkan orang lain ke dalam hidup kita untuk membantu kita di saat susah. Kadang, kita adalah kuda buta yang dituntun bunyi lonceng kecil dari orang yang dikirim Tuhan ke dalam hidup kita. Kali lainnya, kita adalah “kuda yang menuntun”, membantu orang lain untuk menemukan jalannya.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 41

Sahabat baik selalu seperti itu. Kita mungkin tidak selalu melihat mereka, tapi kita tahu, mereka selalu siap membantu kita. Selalu ingat untuk lebih baik dari yang diperlukan. Orang-orang yang kita temui kemungkinan sedang berperang dalam berbagai jenis pertempuran. Apabila kita dalam kesulitan orang terdekat terlebih dahululah yang menolong kita yaitu sahabat, sahabat yang baik tercermin dari perilakunya,bukan hanya senang bersama kita tetapi apabila dalam kesulitan pun ia ada. Oleh sebab itu kepada Akhi wa Ukhti jangan sekali-kali kalian putuskan tali silaturahmi terutama sahabat karena mereka orang yang dekat dengan kita setelah keluarga.

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 42

YAA SAYYIDASSAADAAT (WAHAI PENGHULU MANUSIA TERMULIA)

Wahai Penghulu manusia termulia Aku datang penuh harap keridhoanMu, Untuk bernaung dalam perlindunganMu. Demi Allah, wahai Sebaik-baik Ciptaan, Sungguh hatiku telah terbenam dalam kerinduan yang sangat, dan tiada lagi yang kudamba selain Engkau

Demi kebenaran keagunganMu, Hati dan pikiran ini telah tenggelam dalam kecintaan padaMu Sungguh Allah Maha Mengetahui Bagaimana gejolak, gelora jiwa ini senantiasa tertuju kepadaMu

Engkaulah, yang bila tidak karena Engkau, tidaklah diciptakan manusia, tidak pula diciptakan alam semesta, bila tidak karena Engkau

Engkaulah, yang dari Nuur CahayaMu, bulan purnama menjadi indah matahari bersinar terang benderang Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 43

berkat Nuur CahayaMu

Engkaulah, yang kala mi’raaj kelangit, langit menjadi terhormat dan terhiasi karena perjalanan mi’raaj Mu

Engkaulah, yang Adam bertawassul padaMu Ia memperoleh pengampunan atas dosanya sedang Ia adalah “ayahMu”

Engkaulah, yang ketika Ibrahim Alkhalil berdo’a dengan menyebut namaMu api yang menyala padam dan sejuk karena kekuatan Nuur CahayaMu

Pembina Asrama

Drs. H. Fansuri, M.Pd
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 44

Indahnya Nasehat Kalau ada pertanyaan kenapa seorang suami gagal dalam menasehati istrinya ?, kenapa seorang ibu susah menasehati anaknya ?, kenapa seorang guru susah menasehati muridnya ?, kenapa seorang pimpinan sulit menasehati bawahannya ? , jawabannya sederhana Orang hanya bisa memberikan nasehat dengan mantap ! kalau dia termasuk orang yang cinta dinasehati oleh oranglain Repotnya kita ketika memberikan nasehat semangat, ketika memberikan saran semangat, ketika memberikan koreksi semangat tetapi ketika giliran kita dikoreksi justru kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu kepada siapapun yang akan memberikan nasehat syarat utamanya adalah kita harus menjadi orang yang terlatih untuk menerima nasehat, terlatih untuk menerima kritik dan terlatih untuk menerima koreksi.Sebelum kita sanggup untuk melatih diri kita, sulit sekali kita akan memiliki nasehat yang memiliki kekuatan yang menggugah dan merubah.Harusnya kita melihat saran, kritik dan nasehat dan koreksi itu menjadi sebuah kebutuhan.. Rahasia sukses dalam menerima nasehat atau kritik yaitu : 1.Rindu kritik dan nasehat, Kita harus memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus.Pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu rindu dikoreksi oleh anggota atau bawahannya, seorang guru yang senantiasa mengharapkan saran agar lebih baik dalam cara mengajarnya tidak akan pernah menjadi hina jika ia meminta saran atau kritik dari muridmuridnya, bahkan Khalifah Umar Bin Khatab RA jauh lebih menghargai kritik dan koreksi dibandingkan pujian. 2.Cari dan tanya,Belajarlah bertanya kepada orang lain dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan, milikilah teman yang mau jujur mengoreksi, tanya pula kepada istri, suami, anakanak, karyawan dan lain-lain. 3.Rahasia kita agar sukses ketika menerima kritik adalah nikmati kritik itu sebagai karunia Allah ; karena seseorang tidak akan mati karena dikritik, maka oleh karena itu jika di koreksi maka dengarkanlah, jangan sibuk membela diri karena makin sibuk membela diri maka tidak akan mendapatkan sesuatu. Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orang-orang yang penuh kebencian itu tidak
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 45

pernah tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju. Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita. Lalu bagaimana jika lalu kita dihina terus ? jangan risau , karena semua orang yang sukses dan mulia itu pasti ada yang menghina, tidak akan pernah didengki kecuali orang yang berprestasi, makanya jangan takut ! kalau kita dihina justru kita harus sibuk memperbaiki diri. 4.Biasakanlah kita untuk menjadi orang yang berterima kasih, Kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain. Jadi sahabat-sahabat sekalian , cita-cita kita nanti ciri khas seorang pemimpin negeri ini adalah seorang pemimpin yang rindu di nasehati,jadi ketika masyarakatnya melakukan koreksi justru pemimpin tersebut senang, kelihatannya kita jangan pernah mau memiliki pemimpin dalam level manapun yang tidak bisa dikoreksi,nanti dia akan menipu dirinya sendiri , orang yang tidak bisa dikoreksi itu adalah orang yang sombong, merasa pintar sehingga menganggap rendah setiap nasehat. Ciri pemimpin sejati adalah seorang pemimpin yang mencintai nasehat. Jadi memang seharusnya kita harus sadar ,bahwa keuntungan kita adalah ketika kita menerima nasehat dari orang lain dengan lapang dada dan rasa syukur , Belajarlah berterima kasih kepada orang yang mengoreksi, karena koreksi itu adalah bagian dari yang kita minta kepada Allah seperti yang sering kita ucapkan dalam bacaan shalat \" Ihdinashiraathal mustaqiim\" (tunjukilah kami jalan yang lurus)[Q.S1 ; 6] Dlam berkomentar atau melakukan kritik itu harus hati-hati , karena setiap kita mengkritik dan mengoreksi sesorang sebetulnya yang keluar itu adalah diri kita.Nabi Muhammad SAW itu adalah seorang penasehat, tetapi nasehatnya itu betul-betul bil hikmah, semuanya penuh dengan kearifan dan kematangan. Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 46

beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan. Dengan nasehat kita harus membantu yang lupa agar menjadi ingat, membantu yang lalai agar menjadi semangat , yang tergelincir menjadi bangkit kembali, yang berlumur dosa menjadi bertobat, intinya kalau dilandasi niat yang baik akan melahirkan kebaikan juga. Kalau niat sudah baik caranya juga harus benar, Ali Bin Abi Thalib .RA mengatakan \" kalau kita memberi nasehat tetapi di depan umum itu sama dengan memaki-maki atau mempermalukan seseorang\" , maka resep selanjutnya kalau kita ingin memberikan nasehat, nasehatilah dengan lemah lembut. \"Tiadalah kelembutan itu ada pada seseorang kecuali memperindah \". Rasullulah SAW memperbaiki peradaban yang begitu keras dan berat justru dengan kelembutan ,kita butuh nasehat yang tulus dari hati yang penuh kasih sayang dengan kata-kata yang terpilih yang tidak melukai diiringi dengan sikap yang tidak menggurui, tidak mempermalukan, tidak memojokan sehingga orang berubah bukan karena ditekan oleh kata-kata kita melainkan tersentuh oleh kata-kata kita. Sahabat-sahabat, marilah kita terus berlatih untuk menyayangi orang lain karena itulah sumber yang utama agar nasehat kita menjadi bijak dan penuh kemuliaan.Dan sebaik-baik nasehat adalah dengan suri tauladan, hancurnya orang-orang yang sibuk memberi nasehat adalah ketika apa yangdia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Kepala Asrama (2007-2010)

Drs. H. Soemidjan, B.Sc
Setitik Embun Penyejuk Jiwa Page 47

BIODATA PENYUSUN

1. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Afdah : A1E307903 : Marabahan, 5 September 1987 : Jln. Panglima Wangkang No.31 Marabahan.

2. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Dede Dewantara. : A1E307905 : Marabahan, 20 Oktober 1989 : Jl Katini No 24 Rt 5, Kec. Marabahan, Kab. Barito Kuala

3. Nama NIM Tempat tanggal Lahir Alamat

: Fathul Jannah : A1E307948 : Tanjung, 25 Januari 1988 : Jln Jaksa Agung Soeprapto RT.15 No.43 Tanjung Tabalong

4. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Mariyana : A1E307902 : Marabahan, 25 Mei 1989 : Jln. Pahlawan RT.18, Marabahan

5. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Muhammad Eko Wahono : A1E307922 : Kediri, 28 Agustus 1986 : Desa Ujung Batu Rt 9 Rw 2, Kec. Pelaihari, Kab. Tanah Laut. Kal-Sel

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 48

6. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Norlatifah : A1E 307923 : Banjarmasin, 26 Desember 1988 : Jln. Niaga II, Gg.Baru No.28 Rt.13 Rw.04 Pelaihari, Tanah Laut 70811

7. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Nurul Azizah : A1E307904 : Marabahan, 25 April 1990 : Jln. Panglima Wangkang , RT.9, No. 30 Marabahan

8. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Rahmila Sari : A1E 307934 : Barabai, 7 April 1989 : Pajukungan No.15 Rt.003 RW II, Barabai Hulu Sungai Tengah 71351

9. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Syarief Fauzan : A1E307908 : Anjir Muara, 31 Januari 1990 : Desa Anjir Serapat Baru 1 RT 1 RW 1 km 21 NO. 31

10. Nama NIM Tempat/tanggal Lahir Alamat

: Yulyyana : A1E307901 : Banjarmasin, 19 Maret 1989 : Jln. Trans Kalimantan Km. 20. Handil H. Ali , RT 06, Kec. Anjir Muara

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 49

DAFTAR PUSTAKA

A.Fillah, Salim. 2006. Agar Bidadari Cemburu Padamu. Yogyakarta: Pro-U Media Wibowo, Sakti. 2005. Bidadari Senja. Jakarta: Gema Insani http://media-Islam-or.id/2010/05/04/allah-maha-melihat-bashor/ http://phyta.dagdigdug.com http://deltapapa.wordpress.com http:// kumpulan-kultum.islam.spot.com http://kultum.aagym.co.id http://mutiara-hati.wordpress.com 2004.Muslimah.Jakarta:

Setitik Embun Penyejuk Jiwa

Page 50

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->