MAKALAH GONORE (Kencing Nanah

)

Disusun oleh : 1. Agung Purwoto 2. Agus Setiawan 3. Ayu Linda Suryani 4. Heti Purwantiningsih 5. Ratna junita Sari

PRODI D3 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN “INSAN CENDEKIA MEDIKA“ JOMBANG 2009/2010

1

Penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Serta pihak-pihak lain yang membantu penulis untuk menyelesaikan tugas makalah ini. Oktober 2010 Tim Penulis ii 2 . Ibu Maharani selaku dosen pembimbing mata kuliah Sistem Integumen 2. Dalam kerendahan hati penulis mengakui dan menyadari bahwa penyusunan ini masih jauh dari sempurna.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”GONORE” tepat pada waktunya. Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa tentang apa dampak dari penyakit gonore penularannya melalui ciuman dan kontak seks. 3. Jombang. Makalah ini memaparkan tentang penyakit gonore. Orang tua penulis yang memberikan dorongan dan doa. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan tugas kami selanjutnya. Penulis mengakui dan menyadari bahwa makalah ini tidak akan selesai tanpa bantuan orang lain.

............4 Komplikasi......................................................................................................1 1.................. ii DAFTAR ISI.............12 4................................2 1........................................1 Kesimpulan.....................................................................7 Patogenesis....................................................................................2 Etiologi........... 3 Tujuan............13 iii 3 iii ...............................................................................6 2....................................................7 BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 3.........................................................................6 Pengobatan..........1 latarbelakang..............3 2............................................................................................6 2........................................2 1.............................................. 2 Rumusan Masalah...................................................2 Saran................................................4 2....................3 Tanda dan gejala............................................... 4 Manfaat.8 BAB IV PENUTUP 4....... i KATA PENGANTAR...................................2 BAB II PEMBAHASAN 2.............................................................4 2......................................................... 1 Diagnosa dan Intervensi........................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.......................................................................................................................5 Diagnosa............................................5 2..................................................................1 Pengertian........................................12 DAFTAR PUSTAKA........................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN 1.........................................

Namun penyakit gonore ini dapat juga ditularkan melalui ciuman atau kontak badan yang dekat. Salah satu di antara PMS ini adalah penyakit gonore yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput lendir saluran kencing. Pengendalian penyakit menular seksual ini adalah dengan meningkatkan keamanan kontak seks dengan menggunakan upaya pencegahan. Kuman patogen tertentu yang mudah menular dapat ditularkan melalui makanan.1 Latar Belakang Penyakit menular seksual (PMS) dimaksudkan sebagai penyakit yang ditularkan secara langsung dari seseorang ke orang lain melalui kontak seks. gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya. alat suntik yang digunakan untuk obat bius. transfusi darah. Namun. anus. beberapa kuman yang lebih tua telah menjadi kebal terhadap obat-obatan dan telah menyebar ke seluruh dunia dengan adanya banyak perjalanan yang dilakukan orang-orang melalui transportasi udara. terutama kulit dan persendian. anus. mulut 1 4 . dubur dan tenggorokan atau selaput lendir Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan dan paling mudah ditegakkan diagnosisnya. rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). • • • • • Kuman : Neisseria gonorrhoea Perantara : manusia tempat kuman keluar : penis. Penyakit menular seksual juga disebut penyakit venereal merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra. vagina.BAB I PENDAHULUAN 1. Pengobatan penyakit ini efektif dan penyembuhan cepat sekali. mulut cara penularan : kontak seksua langsung tempat kuman masuk : penis. leher rahim. Pada wanita. vagina. leher rahim. Masa inkubasi 3-5 hari.

Apa yang dimaksud dengan gonorea? Bagaimana etiologi dari gonorea? Bagaimana patogenesis dari gonorea? Apa komplikasi dari gonorea? Bagaimana cara pengobatan gonorea? Untuk mengetahui apa penyakit dari gonorea. 4.• yang bisa terkena : orang yang berhubungan seks tak aman 1. Dengan demikian supaya mahasiswa lebih hati-hati dalam bergaul karena penyakit tersebut menular melalui ciuman dan kontak seks. Untuk mengetahui etiologi dari gonorea. 5. 2 5 . Untuk mengetahui cara pengobatan dari gonorea. 5. 1.3 Tujuan 1. 2. 4. Untuk mengetahui patogenesis dari gonorea.4 Manfaat penyakit gonorea atau penyakit menular seks yang disebkan oleh bakteri ghonorreae.2 Rumusan Masalah 1. 3. Manfaat makalah ini adalah untuk membantu mahasiswa agar mengerti apa itu 1. 3. Untuk mengetahui komplikasi dari gonorea. 2.

gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput didalam panggul sehingga menimbulkan nyeri panggul dan gangguan reproduksi.BAB II PEMBAHASAN 2. tenggorokan maupun bagian putih mata (Gonorhoaea Conjugtiva). 6 .1 Pengertian Gonore (GO) adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh kuman yang bernama Neisseria Gonorrhoaea yang menginfeksi lapisan dalam uretra. rektum (usus bagian bawah). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainya terutama kulit dan persendian. leher rahim. Pada wanita.

3 Tanda dan gejala Pada pria. uretra dan eksudat konjungtiva. tidak memiliki spora. ‘strangury’ yang digunakan oleh Hipocrates. 7 4 . 2. Gonokokkus terdiri dari 4 morfologi. gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Lubang penis tampak merah dan membengkak. jenis diplokokkus gram negatif dengan ukuran 0.Selama beberapa abad bermacam nama telah digunakan untuk mendeskripsikan infeksi yang disebabkan oleh N gonorrhoeae ini diantaranya. 2. tumbuh optimal pada suhu 3537° dan pH 7. dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih. yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.6 mikro. Bakteri ini membutuhkan zat besi untuk tumbuh dan mendapatkannya melalui transferin. Neisser dikenalkan oleh Albert Neisser yang menemukan mikroorganisme tersebut pada tahun 1879 dari pewarnaan apusan yang diambil dari vagina.2-7. yang cenderung mempengaruhi transmisi seksual. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra. Organisme ini tidak dapat hidup pada daerah kering dan suhu rendah.6 untuk pertumbuhan yang optimal.2 Etiologi gonorrhoeae adalah bakteri yang tidak dapat bergerak. sedang tipe 3 dan 4 tidak memiliki pili dan bersifat nonvirulen. Pada wanita. Penamaan gonore sendiri diberikan oleh Galen (130 SM) untuk menggambarkan eksudat uretra yang sifatnya seperti aliran air 3 mata (flow of seed) dan M. Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan. type 1 dan 2 bersifat patogenik dan type 3 dan 4 tidak bersifat patogenik. Bakteri ini bersifat tahan terhadap oksigen tetapi biasanya memerlukan 2-10% CO2 dalam pertumbuhannya di atmosfer. laktoferin dan hemoglobin. gejala awal bisa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.8 – 1. Tipe 1 dan 2 memiliki pili yang bersifat virulen dan terdapat pada permukaannya. Bakteri gonokokkus tidak tahan terhadap kelembaban.

sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Nanah yang keluar bisa berasal dari leher rahim. Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore bisa menyebabakn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). uretra dan rektum. biasanya bersifat ringan. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. menyebabkan nyeri pinggul yang dalam atau nyeri ketika melakukan hubungan seksual. tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan. Bayi baru lahir bisa terinfeksi oleh gonore dari ibunya selama proses persalinan. Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Pada wanita. tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah. Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala.Jika timbul gejala. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat. Pada dewasa.Jika infeksi ini tidak diobati bisa terjadi kebutaan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar. rahim. penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali. tetapi seringkali hanya 1 mata yang terkena. uretra atau kelenjar di sekitar lubang vagina. sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. keluarnya cairan dari vagina dan demam. yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Infeksi bisa menyerang leher rahim. sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. seperti desakan untuk berkemih.4 Komplikasi Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis. Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (lubang dubur) bisa menderita gonore pada rektumnya. Komplikasi dapat ke atas 8 5 . Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. 2. bisa terjadi gejala yang sama. Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. indung telur. Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita. saluran telur. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing. nyeri ketika berkemih.

bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Bisa terjadi infeksi jantung (endokarditis).5 Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah dimana ditemukan bakteri penyebab gonore. bila tidak diobati. biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah. Pada ibu hamil. dan tetrasiklin masih tetap merupakan pengobatan pilihan. selaput otak dan lain-lain. jantung. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi. Infeksi pembungkus hati (perihepatitis) bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai kelainan kandung empedu.6 Pengobatan 1. amoksisilin. o Walaupun semua gonokokus sebelumnya sangansensitif terhadap penicilin. Medikamentosa Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin). 2. 9 . 2. banyak ‘strain’ yang sekarang relatif resisten. Terapi penicillin. Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah. dimana sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri. infus). Jika diduga terjadi infeksi tenggorokan atau rektum. saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi. rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis). demam. Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah atau beberapa sendi. diambil contoh dari daerah ini dan dibuat biakan. maka dilakukan pembiakan di laboratorium. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri.menyebabkan kemandulan. Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit. bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. sehingga pergerakannya menjadi terbatas.

Juga diketahui bahwa ekspresi reseptor transferin mempunyai peranan penting dan ekspresi full-length lipo-oligosaccharide (LOS) tampaknya perlu untuk infeksi maksimal. 2.oral sebelum penyuntikan penicillin merupakan pengobatan yang memadai.2. Non-medikamentosa Memberikan pendidikan kepada klien dengan menjelaskan tentang: o Bahaya penyakit menular seksual o Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan o Cara penularan PMS dan perlunya pengobatan untuk pasangan seks tetapnya o Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom jika tidak dapat dihindari. Ada beberapa faktor virulen yang terlibat dalam mekanisme perlekatan. yang mungkin merupakan alasan mengapa gonokokkus yang tidak memiliki pili kurang mampu menginfeksi manusia. Antibodi antipili memblok adhesi epithelial dan meningkatkan kemampuan dari sel fagosit. Pili memainkan peranan penting dalam patogenesis gonore. Daerah yang paling mudah terinfeksi ialah daerah epitel kolumnar dari uretra dan endoserviks.9.3. 2. kelenjar dan duktus parauretra pada pria dan wanita. Infeksi primer yang terjadi pada wanita yang belum pubertas terjadi di daerah epitel skuamosa dari vagina.8. kelenjar Bartolini. 10 7 . penicillin G dalam aqua 4.7 Patogenesis Meskipun telah banyak peningkatan dalam pengetahuan tentang patogenesis dari mikroorganisme. o Spectinomycin berguna untuk penyakit gonokokus yang resisten dan penderita yang peka terhadap penicillin.o Untuk sebagian besar infeksi. mekanisme molekular yang tepat tentang invasi gonokokkus ke dalam sel host tetap belum diketahui. Dosis: 2 gr IM untuk pria dan 4 gr untuk wanita. inflamasi dan invasi mukosa.8 unit ditambah 1 gr probonesid per. o Cara-cara menghindari infeksi PMS di masa yang akan datang. konjungtiva mata dan rectum. 6 o Pengobatan jangka panjang diperlukan untuk endokarditis dan meningitis gonokokus. Pili meningkatkan adhesi ke sel host.

TENS. khususnya ketidakmampuan untuk komunikasi secara efektif. b) Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan. karakteristik.Mengenali faktor penyebab . DX. Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan. dan faktor-faktor presipitasi. 1 Nyeri b. dll) f) Ajarkan penggunaan teknik non farmakologik (ex. frekuensi. penyinaran. 2 Hipertermi b.8 Asuhan Keperawatan 1. hipnotis. terapi musik. distraksi. terapi aktivitas) g) Berikan analgesik sesuai anjuran h) Tingkatkan tidur atau istirahat yang cukup i) Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri yang telah digunakan. aplikasi panas-dingin.: relaksasi.d reaksi infeksi.d reaksi inflamasi Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan. Diagnosa dan Intervensi DX.Nadi dan RR dalam rentang normal .Suhu dalam rentang normal . guided imagery.: temperatur ruangan. dan onset. durasi.2.Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing 8 11 . klien akan: .Menggunakan metode pencegahan non analgetik untuk mengurangi nyeri . Pengkajian 2. massage. intensitas/beratnya nyeri. klien akan: .Menggunakan analgetik sesuai kebutuhan . c) Gunakan komunikasi terapeutik agar klien dapat mengekspresikan nyeri d) Berikan dukungan terhadap klien dan keluarga e) Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon klien terhadap ketidaknyamanan (ex. kualitas.Melaporkan nyeri yang sudah terkontrol Intervensi: a) Kaji secara komprehensif tentang nyeri meliputi lokasi.

Eliminasi urin tidak akan terganggu: bau. klien akan: . jumlah. ekspresi cemas non verbal) b) Temani klien untuk mendukung kecemasan dan rasa takut c) Instruksikan klien untuk menggunakan teknik relaksasi d) Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas dengan cara yang tepat 9 12 . 4 Cemas b.d proses inflamasi Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan.d penyakit Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan.Urin akan menjadi kontinens .Melaporkan pemenuhan kebutuhan tidur adekuat .Tidak ada tanda-tanda kecemasan .Melaporkan penurunan durasi dan episode cemas .Menunjukkan fleksibilitas peran Intervensi: a) Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan (takikardi. klien akan: . volume. takipneu. bau. konsistensi. warna urin dalam rentang yang diharapkan dan pengeluaran urin tanpa disertai nyeri Intervensi: a) Pantau eliminasi urin meliputi: frekuensi.Intervensi: a) Monitor vital sign b) Monitor suhu minimal 2 jam c) Monitor warna kulit d) Tingkatkan intake cairan dan nutrisi e) Selimuti klien untuk mencegah hilangnya panas tubuh f) Kompres klien pada lipat paha dan aksila g) Berikan antipiretik bila perlu DX. dan warna dengan tepat b) Rujuk pada ahli urologi bila penyebab akut ditemukan DX . 3 Perubahan pola eliminasi urin b.

e) Sediakan informasi aktual tentang diagnosa. pekerjaan) d) Bantu klien menerima perasaan positif dan negative e) Bantu dalam mengidentifikasi tanggung jawab sendiri dan kontrol situasi 10 13 .Pentingnya memetuhi pengobatan yang diberikan . dan prognosis DX. DX.Jelaskan cara penularan PMS dan perlunya untuk setia pada pasangan .Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom jika tidak dapat menghindarinya. 5 Risiko penularan b.Mengidentifikasi cara-cara menggunakan kontrol dan mempengaruhi hasil Intervensi: a) Bantu individu dalam mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan b) Dorong klien untuk membayangkan masa depan dan hasil positif dari kehidupan c) Perkuat kemampuan dan karakter positif (misal: hobi. penanganan.Bahaya penyakit menular . klien akan mengekspresikan pandangan positif untuk masa depan dan memulai kembali tingkatan fungsi sebelumnya dengan indikator: . 6 Harga diri rendah b.d kurang pengetahuan tentang sifat menular dari penyakit Tujuan: Dapat meminimalkan terjadinya penularan penyakit pada orang lain Intervensi: Berikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan menjelaskan tentang: .Mengindentifikasi aspek-aspek positif diri . keterampilan.Menganalisis perilaku sendiri dan konsekuensinya . penampilan.d penyakit Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan.

Untuk menghindari infeksi ulang dianjurkan bahwa pasangan seksual yang terlibat juga harus menjalani perawatan. Setelah perawatan selesai. Dalam situasi demikian sangat disarankan untuk pergi dalam tes kencing nanah lagi dan mulai beberapa antibiotik lainnya. infeksi gonore lain mungkin telah mempengaruhi tubuh. Ini adalah penyakit yang sangat menular di alam. sangat umum bagi seseorang untuk memiliki kedua infeksi. mata.Apa Perawatan Untuk Gonore Gonore adalah penyakit menular seksual. infeksi gonore tidak akan kembali kecuali infeksi baru diangkat. oral atau anal seks sampai perawatan selesai dan infeksi sembuh dari akarnya. anus. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa bakteri gonorrhea menjadi resisten terhadap antibiotik. dan sebagai akibat antibiotik yang diresepkan tidak lagi dapat membunuh bakteri. tenggorokan. Ini dapat mempengaruhi laki-laki maupun perempuan. orang dapat pergi untuk perawatan yang diperlukan seperti yang ditentukan oleh dokter. Bahkan. darah. Tebal keluar dari penis atau vagina adalah lazim. Seiring dengan organ reproduksi laki-laki dan perempuan kelamin. Tetapi harus diingat bahwa pengobatan yang tepat jika tidak diikuti. Pada tahap awal atau periode. Setelah melalui tes gonore. Hal ini juga penting untuk tidak menikmati hubungan seks vaginal. atau pengobatan mungkin telah gagal. Hal ini sangat mungkin untuk memiliki klamidia (STI lain) bersama dengan gonore. kulit dan sendi juga dapat dipengaruhi. satu dosis antibiotik dianjurkan. gonore dapat menyebar melalui berbagai cara seperti melalui aliran darah ke bagian lain dari tubuh dan menyebabkan kerusakan serius dan masalah. Jika tidak ada tanda-tanda penyembuhan bahkan setelah pengobatan dimulai. 11 14 .

3. tenggorokan maupun bagian putih mata (Gonorhoaea Conjugtiva).2 Saran Saran dari kelompok kami semoga dari pembuatan makalah ini banyak membantu dalam pencegahan maupun dalam pengobatan . 12 15 . gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput didalam panggul sehingga menimbulkan nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Maka dari itu dimohon saran dan kritiknya demi tercapainya pembuatan makalah yang brikutnya lebih baik.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Gonore (GO) adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh kuman yang bernama Neisseria Gonorrhoaea yang menginfeksi lapisan dalam uretra. rektum (usus bagian bawah). meskipun kami ketahui makalah yang kami susun ini jauh dari kesempurnaan. leher rahim. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainya terutama kulit dan persendian. Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Pada wanita.

2. 1999. Doenges Marilynn E. Moorhouse mary F.html 3. Http://gonore/Gonore%201.DAFTAR PUSTAKA 1. Penerbit Buku Kedokteran. Geissler Alice C. Http://gonore/gonore-kencing-nanah. Rencana Asuhan Keperawatan. Http://gonore/gonore-go. Edisi Ke tiga.webarchive.html 4.html 13 16 .