Instrumen derivatif Instrumen derivatif merupakan sekuritas yang nilainya merupakan turunan dari suatu sekuritas lain, sehingga

nilai instrumen derivatif sangat tergantung dari harga sekuritas lain yang ditetapkan sebagai patokan. Ada beberapa jenis instrumen derivatif, di antaranya waran, bukti right (right issue), opsi dan futures. 1) Waran Waran adalah opsi yang diterbitkan oleh perusahaan untuk membeli saham dalam jumlah dan harga yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam beberapa tahun. 2) Right issue Right issue adalah instrumen derivatif yang berasal dari saham. Right issue memberikan hak bagi pemiliknya untuk membeli sejumlah saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan harga tertentu. 3) Opsi Opsi merupakan hak untuk membeli dan menjual sejumlah saham tertentu pada harga yang telah ditentukan. Opsi dapat berupa call option atau put option. Call option memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli saham yang telah ditentukan dalam jumlah dan harga tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Sebaliknya put option memberikan hak-hak untuk menjual saham yang ditunjuk pada harga dan jumlah tertentu pada jangka waktu yang telah ditetapkan, sehingga penerbit dan pembeli opsi mempunyai harapan yang berbeda. 4) Futures Futures pada dasarnya hampir mempunyai karakteristik sang sama dengan opsi. Perbedaannya adalah bahwa pada instrumen opsi, pembeli diperbolehkan untuk tidak melaksanakan haknya, sedangkan pada futures pembeli harus melaksanakan kontrak perjanjian yang telah disepakati .

Right Right adalah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada harga yang telah ditetapkan selama periode tertentu. Right diterbitkan pada penawaran umum terbatas (Right Issue), dimana saham baru ditawarkan pertama kali kepada pemegang saham lama. Right juga dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder selama periode tertentu, biasanya antara 1-2 minggu. Dengan memiliki Right ada beberapa keuntungan yg bisa didapat: a. Investor memiliki hak istimewa untuk membeli saham baru pada harga yang telah ditetapkan dengan menukarkan Right yang dimilikinya. Hal ini memungkinkan investor untuk memperoleh keuntungan dengan membeli saham baru dengan harga yang lebih murah.

Right dapat diperdagangkan pada Pasar Sekunder. Investor tersebut tentunya tidak akan menukarkan Right yang dimilikinya. karena jika ia melakukannya. Right dapat diperdagangkan pada pasar sekunder.000 per lembar. Ia dapat membeli saham PT.500. Periode perdagangan waran sekitar 3 .200 per saham. Waran merupakan suatu pilihan (option). sementara itu investor akan mengalami kerugian atas harga beli Right. Keuntungan yg bisa diperoleh dgn membeli Waran: a. sehingga investor dapat mengalami kerugian (Capital Loss). Setelah saham ataupun obligasi tersebut tercatat di bursa. 4.500 harga pelaksanaan + Rp 200 harga right). Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dimilikinya 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Jika harga saham pada periode pelaksanaan jatuh dan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaan.700. Apabila pemegang saham tidak menukar Right tersebut maka akan terjadi dilusi pada kepemilikan atau jumlah saham yang dimiliki akan berkurang secara proporsional terhadap jumlah total saham yang diterbitkan perusahaan dan juga akan mengalami kerugian Rp200 atas harga Right tersebut. maka ia harus membayar Rp 1. Contoh: Seorang investor membeli Right di Pasar Sekunder pada harga Rp 200 dengan harga pelaksanaan Rp 1. b. Sebaliknya Right juga memiliki resiko sbb: a. X hanya dengan membayar Rp 1.000 ± Rp 1. yaitu Rp 1. c. Contoh: Jika .500 (harga pelaksanaan) + Rp 200 (harga Right). harga saham turun menjadi Rp. ketika harga jual dari Right tersebut lebih besar dari harga belinya. sehingga investor dapat menikmati Capital Gain. Kemudian investor tersebut akan memperoleh keuntungan Rp 300 yang berasal dari Rp 2. Waran Waran adalah hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. 1.500. maka investor tidak akan mengkonversikan Right tersebut. dimana pemilik waran mepunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Harga waran itu sendiri berfluktuasi selama periode perdagangan di pasar sekunder. dengan harga pelaksanaan (exercise price) Rp 1.700 (Rp 1. ketika harga jual dari Right tersebut lebih rendah dari harga belinya. waran dapat diperdagangkan secara terpisah. Biasanya harga pelaksanaan lebih rendah dari pada harga pasar saham. Waran biasanya melekat sebagai daya tarik (sweetener) pada penawaran umum saham perdana (IPO) ataupun obligasi. Pada tanggal pelaksanaan harga saham perusahaan X diasumsikan melonjak hingga Rp 2.700. Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut di Pasar Sekunder dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham perusahaan tersebut melebihi harga pelaksanaan.5 tahun. Kemudian pada periode pelaksanaan.Contoh: Jika seorang investor membeli Right di Pasar Sekunder pada harga Rp 200.

maka ia harus membayar Rp 1.500 + Rp 200). Kemudian pada periode pelaksanaan.700 (Rp 1. Risiko dari pembelian Waran: a. pabila waran diperdagangkan di pasar sekunder.500. sehingga investor dapat mengalami kerugian (Capital Loss). maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain) yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar dari harga beli. Jika ia langsung membeli saham perusahaan tersebut di pasar sekunder. ketika harga jual Waran tersebut lebih rendah dari harga belinya. . Jika harga saham pada periode pelaksanaan jatuh dan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaan. ia harus mengeluarkan Rp 1. dan pada tanggal pelaksanaan. Contoh: Seorang investor membeli Waran seharga Rp 200 dengan harga pelaksanaan Rp 1.500 harga pelaksanaan + Rp 200 harga waran).seorang investor membeli waran pada harga Rp 200 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp 1.500. b.800 per saham. Oleh karena itu investor akan mengalami kerugian sebesar harga pembelian waran Rp. Waran dapat diperdagangkan pada pasar sekunder. Investor tersebut tentunya tidak akan menukarkan Waran yang dimilikinya.700 (Rp 1. maka investor akan mengalami kerugian atas harga beli Waran. harga saham turun menjadi Rp. karena jika ia melakukannya.200. maka ia akan membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp 1. b.200 per saham.800 per saham. 1. harga saham perusahaan meningkat menjadi Rp 1.

Di Pasar Modal Indonesia second issue ini biasa disebut dengan right issue yang secara sederhana bisa kita terjemahkan mengeluarkan saham dengan hak membeli kepada pemegang saham lama. right juga memiliki risiko. namun karakteristik kedua produk derivatif itu berbeda satu sama lainnya. Biasanya antara 5 hingga 10 hari Bursa saja. Jadi pemegang saham lama boleh melakukan pembelian tapi boleh juga melepas haknya itu. Salah satu contoh risiko yang sering terjadi adalah apabila harga saham pada periode pelaksanaan atau yang biasa disebut dengan exercise date lebih rendah. Sifatnya berupa hak.500. Di Bursa Efek Indonesia. Kalau pada saat pelaksanaan harga saham di pasar naik menjadi Rp2. Contoh: emiten ABC melakukan right issue dengan harga Rp1. Karakteristik Di samping memiliki keuntungan. Investor yang menjadi pemegang saham lama memiliki hak istimewa untuk membeli saham baru pada harga yang telah ditetapkan dengan menukarkan Right yang dimilikinya. Itu artinya bagi pemegang saham lama untuk dapat membeli saham baru emiten senilai Rp1. berarti pemegang saham sudah menikmati keuntungan sebesar Rp300 per saham. Karena sifatnya yang demikian itu maka right yang merupakan hak untuk membeli saham yang dikeluarkan itu bisa diperjualbelikan di lantai bursa. melainkan hanya sementara saja. Biasanya munculnya instrumen derivatif (right) ini dilakukan ketika emiten melakukan penawaran saham kedua (second issue). dia harus menebus right (yang menjadi hak untuk membeli saham) senilai Rp200 per saham. Dengan sifatnya yang berupa hak ada beberapa keistimewaan dan keuntungan yang bisa diperoleh investor dengan right ini.000 per saham. Artinya dalam right issue tersebut pemegang saham lama diberi prioritas terlebih dulu untuk memiliki saham yang akan dikeluarkan itu. Right Right adalah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).Produk Derivatif merupakan sebuah efek yang diturunkan dari instrumen efek utamanya. sementara . efek utama (underlying) yang paling populer diderivatifkan adalah saham. Dengan demikian modal yang dikeluarkan investor untuk membeli saham baru emiten itu adalah Rp1.700 per saham. Meski kedua produk itu bersifat hak. Dengan hak istimewa itu memungkinkan investor tersebut untuk memperoleh keuntungan dengan membeli saham baru dengan harga yang lebih murah. Dalam kondisi ini dengan sendirinya investor tidak akan mengkonversikan right tersebut. dengan produk turunannya adalah right dan waran. Right dari saham itu dijual pada harga Rp200. Periode perdagangan right tersebut tidak selamanya.500 per lembar.

Kemudian pada periode pelaksanaan. Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dimilikinya 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Kalau kemudian right tidak ditebus oleh pemegang saham lama (yang mendapatkan hak untuk membeli terlebih dulu).500 + Rp200). Jelas hal itu sangat . Waran Waran adalah hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Waran biasanya melekat sebagai daya tarik (swetener) pada penawaran umum saham perdana (IPO) ataupun obligasi. maka setelah right issue jumlah sahamnya tinggal 500 ribu lembar saja. Kalau pada saat tanggal pelaksanaan (penukaran waran menjadi saham). Misalnya seorang investor membeli waran pada harga Rp200 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp1. Periode perdagangan waran sekitar 3 . Sebagai konsekuensi tidak dilakukannya penukaran saham tersebut akan terjadi dilusi pada kepemilikan saham investor. waran dapat diperdagangkan secara terpisah. Biasanya harga pelaksanaan lebih rendah dari pada harga pasar saham.500. maka dia harus membayar Rp1. Dengan kata lain tiap satu pemegang saham lama akan diberi hak untuk membeli 1 saham baru. dengan sendirinya jumlah kepemilikan sahamnya akan terpangkas (dilusi) sebesar 50 persen. Misalnya emiten yang melakukan right issue itu sebelumnya memiliki saham sebanyak 200 juta. karena jika dia melakukannya. Setelah saham ataupun obligasi tersebut tercatat di bursa. maka investor dapat dikatakan hanya membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp1.700 (Rp1. Artinya jika sebelum right issue seorang investor memiliki 1 juta saham.5 tahun.500. Waran merupakan suatu pilihan (option). bahwa pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut di Pasar Sekunder dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham perusahaan tersebut melebihi harga pelaksanaan.itu investor akan mengalami kerugian atas harga beli Right. Contoh: Seorang investor membeli Right di Pasar Sekunder pada harga Rp200 dengan harga pelaksanaan Rp1.200 per saham.500 harga pelaksanaan + Rp200 harga right). Ketika emiten itu mengeluarkan right issue dengan perbandingan (rasio) 1:1 artinya setelah right issue saham emiten itu akan bertambah jumlahnya menjadi 400 juta lembar saham. Harga waran itu sendiri berfluktuasi selama periode perdagangan di pasar sekunder. harga saham turun menjadi Rp1.800 per saham. Karakteristik Yang menjadi keistimewaan waran ini antara lain. di mana pemilik waran mepunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Investor tersebut tentunya tidak akan menukarkan right yang dimilikinya. harga saham perusahaan meningkat menjadi Rp1.700 (Rp1. Dilusi atau berkurangnya kepemilikan saham investor itu akan terjadi secara proporsional.

Oleh karena itu investor akan mengalami kerugian sebesar harga pembelian waran Rp200.menguntungkan membeli saham secara langsung di pasar sekunder yang harganya Rp1. Kemudian pada periode pelaksanaan. karena jika ia melakukannya. Karena sifatnya yang bisa diperdagangkan itu waran ini juga memberikan keuntungan berupa capital gain. (tim bei) (//mbs) . Investor tersebut tentunya tidak akan menukarkan Waran yang dimilikinya. Misalnya investor membeli waran seharga Rp200 dengan harga pelaksanaan Rp1.500. harga saham turun menjadi Rp1. maka investor akan mengalami kerugian atas harga beli Waran. Karakteristik yang demikian itu sekaligus juga menjadi faktor yang merugikan bagi investor apabila harga waran jatuh dari harga belinya. Begitu pula apabila harga saham pada periode pelaksanaan jatuh dan menjadi lebih rendah dari harga pelaksanaan.700 (Rp1.200 per saham.800 per saham.500 harga pelaksanaan + Rp200 harga waran). maka ia harus membayar Rp1.