P. 1
Wisata Budaya Rumah Betang Tumbang Anoi

Wisata Budaya Rumah Betang Tumbang Anoi

|Views: 126|Likes:

More info:

Published by: Amy Bukan Gadis Bodoh on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Wisata Budaya Rumah Betang Tumbang Anoi

Jumat, 01 Mei 2009 by manusia biasa Bosan mengikuti Wisata Seo Sadau, mending ikutan manusia biasa aja deh. manusia biasa perkenalkan satu tempat yang dijamin gak rugi kalo seandainya teman-teman jalan-jalan ke Kalimantan Tengah. Desa ini merupakan desa Tumbang Anoi yang berada di Kabupaten Gunung Mas Kecamatan Damang Batu. Nah, Kali ini manusia biasa akan ajak rekan-rekan untuk mengetahui bentuk dan rupa rumah betang. Karena di desa Tumbang Anoi terkenal akan wisata budaya rumah betangnya. Rumah Betang Tumbang Anoi merupakan rumah betang yang paling banyak memiliki nilai sejarah bagi masyarakat dayak kalimantan. Karena dirumah inilah menjadi tempat dilaksanakannya rapat besar suku Dayak untuk menghentikan perang suku dayak yaitu Asang, Kayau, dan Bunu.

Perjanjian Tumbang Anoi merupakan sebuah perjanjian penting yang ada di Pulau Kalimantan ini, Karena Perjanjian Inilah Persatuan Suku Dayak semakin dalam dengan filsafat Rumah Betang, berikut isi perjanjian tumbang anoi itu. Pertemuan Kuala Kapuas, 14 Juni 1893 membahas: 1. Memilih siapa yang berani dan sanggup menjadi ketua dan sekaligus sebagai tuan rumah untuk menghentikan 3 H (Hakayau=Saling mengayau, Hopunu¶=saling membunuh, dan Hatetek=Saling memotong kepala musuhnya). 2. Merencanakan di mana tempat perdamaian itu. 3. Kapan pelaksanaan perdamaian itu. 4. Berapa lama sidang damai itu bisa dilaksanakan. 5. Residen Banjar menawarkan siapa yang bersedia menjadi tuan rumah dan menanggung beaya pertemuan. Damang Batu¶ menyanggupi. Karena semua yang hadir juga tahu bahwa Damang Batu¶ memiliki wawasan yang luas tentang adat-istiadat yang ada di Kalimantan pada waktu itu, maka akhirnya semua yang hadir setuju dan ini disyahkan oleh Residen Banjar.

Hopunu¶=saling membunuh. 2. berikut isi perjanjian tumbang anoi itu. Pertemuan damai akan dilaksanakan di Lewu¶ (kampung) Tumbang Anoi. 2. Residen Banjar menawarkan siapa yang bersedia menjadi tuan rumah dan menanggung beaya pertemuan. Memilih siapa yang berani dan sanggup menjadi ketua dan sekaligus sebagai tuan rumah untuk menghentikan 3 H (Hakayau=Saling mengayau. maka akhirnya semua yang hadir setuju dan ini disyahkan oleh Residen Banjar. Pertemuan Kuala Kapuas. Karena Perjanjian Inilah Persatuan Suku Dayak semakin dalam dengan filsafat Rumah Betang. Karena semua yang hadir juga tahu bahwa Damang Batu¶ memiliki wawasan yang luas tentang adat-istiadat yang ada di Kalimantan pada waktu itu. 14 Juni 1893 membahas: 1. . 2. 5. DibePerjanjian Tumbang Anoi merupakan sebuah perjanjian penting yang ada di Pulau Kalimantan ini. 3. Kesepakatan: 1. 4. Diberikan waktu 6 bulan bagi Damang Batu¶ untuk mempersiapkan acara. dan Hatetek=Saling memotong kepala musuhnya). Pertemuan damai akan dilaksanakan di Lewu¶ (kampung) Tumbang Anoi. Damang Batu¶ menyanggupi. Merencanakan di mana tempat perdamaian itu. 3. Pertemuan itu akan berlangsung selama tiga bulan lamanya. Berapa lama sidang damai itu bisa dilaksanakan. Kapan pelaksanaan perdamaian itu. yaitu di Betang tempat tinggalnya Damang Batu¶.Kesepakatan: 1. yaitu di Betang tempat tinggalnya Damang Batu¶.

Undangan disampaikan melalui tokoh/kepala suku masing-masing daerah secara lisan sejak bubarnya rapat di Tumbang Kapuas. 6. Memutuskan agar setiap orang yang membunuh suku lain. dengan keputusan: 1. halamaung. Pertemuan Damai itu akan di mulai tepat pada tanggal 1 Januari 1894 dan akan berakhir pada tanggal 30 Maret 1894. 5. di Rumah Betang Damang Batu¶ di Tumbang Anoi. Semuanya itu harus di bayar langsung pada waktu itu juga. Utusan yang akan menghadiri pertemuan damai itu haruslah tokoh atau kepala suku yang betul-betul menguasai adat-istiadat di daerahnya masingmasing. Menata dan memberlakukan adat istiadat secara khusus di masing- . seperti : bagi yang membunuh orang lain maka ia harus membayar Sahiring (sanksi adat) sesuai ketentuan yang berlaku. Hapunu¶ = saling membunuh. Menggantikan wujud Jipen yang dari manusia dengan barang yang bisa di nilai seperti baanga¶ (tempayan mahal atau tajau). Dalam pertemuan Damai itu. 6. Menghentikan sistem Jipen¶ (hamba atau budak belian) dan membebaskan para Jipen dari segala keterikatannya dari Tempu (majikannya) sebagai layaknya kehidupan anggota masyarakat lainnya yang bebas. Pertemuan Damai dari 1 Januari 1894 hingga 30 Maret 1894. 4. 2. 5. Menyeragamkan dan memberlakukan Hukum Adat yang bersifat umum. dan Hatetek = saling memotong kepala) di Borneo pada waktu itu. oleh pihak yang bersalah.4. ia harus membayar Sahiring sesuai dengan putusan sidang adat yang diketuai oleh Damang Batu¶. tanah / kebun atau lainnya. 3. pada yang digunakan lawannya. Menghentikan permusuhan antar sub-suku Dayak yang lazim di sebut 3H (Hakayou =saling mengayau. lalang.

4. oleh pihak yang bersalah. 5. Pertemuan itu akan berlangsung selama tiga bulan lamanya. 6. 6. Menghentikan sistem Jipen¶ (hamba atau budak belian) dan membebaskan para Jipen dari segala keterikatannya dari Tempu (majikannya) sebagai layaknya kehidupan anggota masyarakat lainnya yang bebas. sesuai dengan kebiasaan dan tatanan kehidupan yang di anggap baik. dan Hatetek = saling memotong kepala) di Borneo pada waktu itu. Memutuskan agar setiap orang yang membunuh suku lain. Dalam pertemuan Damai itu. Menata dan memberlakukan adat istiadat secara khusus di masing- . Pertemuan Damai dari 1 Januari 1894 hingga 30 Maret 1894. Hapunu¶ = saling membunuh. ia harus membayar Sahiring sesuai dengan putusan sidang adat yang diketuai oleh Damang Batu¶. Undangan disampaikan melalui tokoh/kepala suku masing-masing daerah secara lisan sejak bubarnya rapat di Tumbang Kapuas. di Rumah Betang Damang Batu¶ di Tumbang Anoi. Pertemuan Damai itu akan di mulai tepat pada tanggal 1 Januari 1894 dan akan berakhir pada tanggal 30 Maret 1894. lalang. halamaung. Menyeragamkan dan memberlakukan Hukum Adat yang bersifat umum. 5. dengan keputusan: 1. Utusan yang akan menghadiri pertemuan damai itu haruslah tokoh atau kepala suku yang betul-betul menguasai adat-istiadat di daerahnya masingmasing. 3. tanah / kebun atau lainnya. 4. Menggantikan wujud Jipen yang dari manusia dengan barang yang bisa di nilai seperti baanga¶ (tempayan mahal atau tajau). 2. pada yang digunakan lawannya. Semuanya itu harus di bayar langsung pada waktu itu juga. seperti : bagi yang membunuh orang lain maka ia harus membayar Sahiring (sanksi adat) sesuai ketentuan yang berlaku. rikan waktu 6 bulan bagi Damang Batu¶ untuk mempersiapkan acara. Menghentikan permusuhan antar sub-suku Dayak yang lazim di sebut 3H (Hakayou =saling mengayau.masing daerah. 3.

. sesuai dengan kebiasaan dan tatanan kehidupan yang di anggap baik. ... Nah. manthaf buat arung jeram uey.....Menghentikan kebiasaan adat perbudakan 5. Karena udah tua Rumah Betang ini pun sudah menjadi kerangkanya saja dan sudah menjadi situs budaya yang menjadi aset pemerintah sekarang ini.5 Meter...masing daerah. Rapat itu sendiri berlangsung dari tanggal 22 mei S/D 24 Juli 1894. (lama buangetttttt Ueyyy) Nah......Menghentikan kebiasaan perang antar suku 2. 1....... seterusnya dari Tumbang miri dilanjutkan ke desa Tumbang Anoi memakan waktu 4 jam karena kita akan menggunakan kelotok kecil untuk menyusuri hulu dari sungai kahayan..Menghentikan kebiasaan balas dendam antara keluarga 3. nah serunya jika air sedang surut maka bebatuan di hulu sungai kahayan akan muncul.Menghentikan kebiasaan adat mengayau/ kebiasaan upacara potong kepala 4. Lebar 10. Sedikit mengingat tentang sejarahnya rumah betang ini sendiri digunakan pada saat rapat damai suku dayak dihadiri oleh semua suku dayak yang ada dipelosok Kalimantan. untuk dapat mengunjungi daerah wisata Budaya Rumah Betang Tumbang Anoi ini.Belanda mengakui berlakunya hukum adat suku Dayak Nah. dan Tingginya 4 Meter cuyyyyy.. Selanjutnya dari kuala kurun ke tumbang miri pake jalan darat juga bisa dan memakan waktu sekitar 2Jam. kita harus melewati perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan untuk sampai ke ibukota kabupaten Gunung Mas yaitu Kuala Kurun yang menggunakan jalan darat memakan waktu 4 jam itu dari palangka raya ke kuala kurun. untuk hasil dari rapat damai suku Dayak ini sendiri menghasilkan.. Tetapi disampingnya udah dibangun pemerintah lagi Kok duplikatnya panjangnya sih 24 Meter. dan kamarnya ada 7 ueyyyyyyy. yang pada saat itu tuan rumahnya adalah Damang Ribu atau yang terkenal dengan nama Damang Batu. bisa dibayangkan donk lamanya Rumah Betang ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->