P. 1
Azas-Azas Manajemen

Azas-Azas Manajemen

|Views: 426|Likes:
Published by Yogi Yovishima

More info:

Published by: Yogi Yovishima on Dec 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2011

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Arti Manajemen
  • 1.3. Teori Manajemen
  • 1.4. Perkembangan Generasi Manajemen
  • 1.5. Fungsi Manajemen
  • 1.6. Prinsif-Prinsif Manajemen
  • 1.7. Unsur-Unsur Manajemen
  • 1.8. Kelompok Manajemen
  • 2.1. Arti Perencanaan
  • 2.2. Unsur-Unsur Perencanaan
  • 2.4. Fungsi Perencanaan
  • 2.5. Prinsif/Asas Perencanaan
  • 2.6. Macam Perencanaan
  • 2.7. Sumber Perencanaan
  • 2.8. Pembuat Perencanaan
  • 2.9. Tindakan/langkah-langkah Pokok Perencanaan
  • 2.10. Perencanaan Yang Baik
  • 3.3. Prinsif Organisasi
  • 3.4. Bentuk Organisasi
  • 4. Sebagai Alat
  • 5. Mempermudah tercapainya tujuan
  • 6. Efisien
  • 8. Bersifat membimbing

ASAS-ASAS MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI “ADI UNGGUL BHIRAWA” STIE-AUB SURAKARTA 2006 Website : www.stie-aub.ac.id email : stieaubsolo@stie-aub.ac.id

1

BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Arti Manajemen A. Istilah manajemen – to manage – control – mengendalikan, menangani, atau mengelola (Indonesia), mengurus (Malaysia). Manajemen (management) – kata benda, arti: 1. 2. Pengelolaan, pengendalian, penanganan (managing), Perlakuan secara terampil (skillfull treatment), 3. Gabungan A dan B adalah berhubungan dengan pengelolaan suatu perusahaan, rumah tangga, atau sesuatu bentuk kerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dus manajemen sebagai ilmu dan seni. Management (Inggris) dari akar kata “manus” (tangan), berkaitan dengan managerie=berternak=sekumpulan binatang liar yang dikendalikan di dalam pagar=manage (Latin)=mansionaticum=pengelolaan rumah besar. B. Konsef 1. Mendapatkan sesuatu melalui kerja orang lain (Management is getting things done through other people) - harus punya rasa tanggung jawab, 2. Pembuatan keputusan (Management is decision making). 3. Mempelajari bagaimana menciptakan effectiveness (doing the right thing/yang benar=strategi) secara efficient (doing the things right/dengan benar=taktik).

1.2. Kedudukan Manajemen Dalam Ilmu 2

5) Komunikasi 4) Pemimpin (Kepemimpinan) 3) Organisasi 1) Administrasi 2) Manajemen

Cara baca: manajemen inti dari administrasi, organisasi inti dari manajemen, pemimpin/kepemimpinan inti dari organisasi, komunikasi inti dari pemimpin/kepemimpinan (Prof. Dr. Sondang P. Siagian, dan Dr. Kartini Kartono). Dalam Filosofis budaya melayu (Perahu Sampan Kolek=PSK?), Perahu (P), Lancang Kuning (LK), Bulang Linggi (BL), Perahu Naga (PN) (dikembangkan atas dasar pemikiran teori x dan y Amerika, teori z Jepang, teori w Korea, temuan Dr. Kelly). 1) Administrasi (keseluruhan proses kerjasama dua orang manusia atau lebih atas dasar rasionalitas untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya) perumpamaan lautan nan luas; diperlukan 2) Manajemen (ilmu dan seni untuk memperoleh sesuatu hasil melalui kerja orang) ketika hendak berlayar menggunakan PSK; PSK= 3) Organisasi (sistem kegiatan kerjasama) bentuk dalam arti wadah adalah perahu, dalam arti proses interaksi yang serasi antara peran pemukul beduk dan peran tekong dalam diri seorang 4) Pemimpin yang disebut Kepemimpinan (kontribusi 20%) dengan pendayung=SDM/pegawai/masyarakat (kontribusi 80%); Pemimpin (di depan sebagai pemukul beduk memberi motivasi, semangat/contoh/keteladanan melalui bunyi indah yang dihasilkan pemukul peduk= 5) komunikasi (verbal dan non verbal); dibelakang sebagai tekong/pengemudi/pelurus jalan menuju dermaga tujuan. Bila pemukul beduk tidak pandai meningkah, bunyi beduk tidak indah, pendayung akhirnya bertingkah (4 sikap pengikut: 1. Ritualitas, 2. Inovator (kreatif), 3. Rebel/pemberontak, dan 4. apatis), atau (ajaran Taoisme: bila pemimpin kreatif pengikut cerdas/pintar, bila pemimpin banyak keinginan, pengikut bertingkah, bila pemimpin kaku, pengikut tidak betah, bila pemimpin banyak nuntut, timbul permusuhan/perselisihan di kalangan pengikut); perahu tidak terarah, walaupun berpindah/bergerak, karena tekong lemah, akhirnya haluan (objective) boleh berubah. Kapal akan sampai ke

3

dermaga tujuan membawa pemukul beduk dan tekong (leader) bersamasama pendayung (follower). 1.3. Teori Manajemen A. Scientific Management (teori insentif, 1903) Tokoh: Taylor, Fayol, Gulick, Urwick; focus pada produktivitas dan memudahkan pekerjaan; perlu dikembangkan metode kerja dan standard kerja; muncul time and motion studi (studi gerak dan waktu dalam melaksanakan pekerjaan) prinsif-prinsif kerja; setiap orang dalam organisasi (tinggi atau rendah), harus diberi perlengkapan kerja (yang standard) dan insentif yang tinggi agar hasil kerja berkualitas. B. Teori hubungan manusia (human relation, tahun 1930) Tokoh: Follet, Mayo, Reothlisberger; sanggahan teori finansial – untuk meningkatkan produktivitas kerja, hubungan yang dinamis dan harmonis. C. Behavior science (teori perilaku, 1950) Tokoh: Chester I Barnard dan Herbert Simon; gabungan dari teori insentif dan teori hubungan manusia (psikologi, sosiologi, ilmu politik dan ekonomi); focus pada prilaku kerja yang kooperatif dalam organisasi formal (works behavior in formal organizational); “produktivitas kerja individu akan membawa produktivitas kerja organisasi dan akan tergantung pada prilaku orang-orang dalam organisasi” – “prilaku orang akan tergantung pada kebutuhannya; untuk meningkatkan produktivitas organisasi, tingkatkan produktivitas individu, berikan insentif sesuai dengan tingkat kebutuhannya. 1.4. Perkembangan Generasi Manajemen 1. Generasi I (Jungle Management) Pekerjaan lebih banyak dikerjakan sendiri; tidak ada catatan tertulis tentang apa yang telah, sedang, dan akan dikerjakan – dicatat dalam ingatan orang-orang yang menjalankan manajemen; pekerjaan dijalankan secara naluriah - mengalir bersama-sama orang yang saling bekerjasama; prinsif doing thing by ourself. 2. Generasi II (Management by direction) Manajemen sudah mulai kokoh sebagai sebuah ilmu; pelopornya adalah Frederick Winslow Taylor (1856-1915) – bapak manajemen ilmiah; cirinya penggunaan wewenang untuk mengarahkan anggota organisasi mencapai tujuan – sering disertai penggunaan paksaan; anggota organisasi kurang memiliki kebebasan untuk berkreasi; belum memperhitungkan kepuasaan pelanggan maupun kepuasan anggota

4

pelopor Peter F. Generasi IV (Value Creative Management) Tokoh: Brian L. mengutamakan kualitas melalui kepuasan individu (pelanggan maupun anggota organisasi). Generasi III (Management by Targetting/Management by Objective) Anggota organisasi diberi kebebasan agar memiliki daya inovasi dan kreativitas – kebebasan diimbangi dengan pemenuhan target-target pekerjaan yang ditetapkan secara kuantitatif untuk mencapai tujuan organisasi – dalam kenyataan target pekerjaan terlampau berat akhirnya membelenggu anggota organisasi kemudian menimbulkan stress. pendekatan ilmiah serta kerja tim dalam suatu segitiga yang dimanakan “joiner triangle”. pendekatan ilmiah merupakan suatu proses pelajar mengajar mengelola organisasi sebagai suatu sistem. 1990. Ciri utama memadukan antara kualitas. kepercayaan dan rasa hormat serta bekerja atas dasar pendekatan menang-menang (win-win approach). Generasi V (Knowledge and Human Networking Management) Tokoh Charles M. individu anggota organisasi bukan hanya sekedar alat produksi. pengembangan proses berpikir serta mengambil keputusan berdasarkan data. 5. termasuk manajemen kualitas total (total quality management atau TQM). . mulai berkembang teori-teori kepemimpinan. 01. unsur manusia di dalam organisasi dihargai sangat tinggi sebagai individu yang memiliki keahlian-keahlian tertentu. 4. berangkat dari rasa percaya pada setiap orang dengan meperlakukan manusia berdasarkan harga dirinya. ciri utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan perusahaan melalui jaringan manusia. Unsur No. dinamakan management by direction. pencapai kualitas dilakukan melalui berbagai pendekatan ilmiah yang berbasis pada penelitian. Sebutan Generasi I Jungle Management Doing things Generasi II Management by direction Doing thing Generasi III Management by targeting (management by objectives) Mengutamakan Generasi IV Value Creative Management Mengutamakan Generasi V Knowledge and Human Networking Management Mengutamakan 5 02. Drucker. focus pada kualitas produk yang dihasilkan dalam rangka memberikan kepuasan pada pelanggan (customer satisfaction) disertai kepuasan dari para anggota organisasi – kualitas yang dimaksudkan adalah sebagaimana yang didefenisikan oleh para pelanggan.organisasi. Savage bukunya Fith Generation Management – integrating enterprises through human networking. Joiner. Ciri Utama . mengutamakan nilai produktivitas. prinsip doing thing through by the other people. 3.

by ourself through by the other people pemimpin target kuantitatif 03. 06. Reporting (pelaporan) 7. Planning (perencanaan) 2. Millet 6 1. sebaiknya dilaksanakan. G. 1990-sekarang 1990-sekarang 1. memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien. Coordinating (pengkoordinasian) 6. Staffing (pengadaan pegawai) 4. Fungsi-fungsi organik Mutlak dijalankan oleh manajemen. Commanding (pemberian komando) 4. Directing (pemberian bimbingan) 5. FUNGSI-FUNGSI ORGANIK Henri Fayol 1.5. Controlling (pengawasan) Luther M. karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu dengan baik. bila tidak/tidak mampu. 05. B. Budgeting (penganggaran) John D. lambat/cepat organisasi mati. Fungsi-fungsi Pelengkap Tidak mutlak. Taylor. Tidak ada organisasi Semua orang yang bekerja bersama - Feodal hierarkis Frederick W. Jaringan antara profesional Jaringan Charles Savage M. Directing (pemberian bimbingan) . Organizing (pengorganisasian) 3. kepuasan pelanggan dan pekerja Nilai-nilai yang disepakati bersama Struktural dan fungsional Brian L. Terry 1800-1980 target kualitatif. Planning (perencanaan) 2. Fungsi Manajemen A. ekonomis dan efektif (contoh: fungsi komunikasi. Organizing (pengorganisasian) 3. tata ruang kantor dll). Joiner keunggulan perorangan dalam bekerjasama jaringan. akan meningkatkan efisiensi. R. Sumber kekuatan Tipe organisasi Tokoh pelopor (antara lain) Tahun Perkembangan Diri sendiri Pemimpin dan tim kerja Struktural dan fungsional Peter F. Gullick 1. Drucker 1970-1990 04.

Perencanaan (planning) 2. Controlling (pengawasan) Prajudi Atmosudirdjo 1. Pengawasan (controlling) 5. Mee 1. Planning (perencanaan) 2. Facillitating (mempasilitasi) Harold Koonts & Cyrill O’donnel 1. Planning (perencanaan) 3. Controlling (pengawasan) Sondang P. Penilaian (evaluating) Louis A. Leading (kepemimpinan) 2.2. Directing/Actuating (penggerakan) 4. Controlling (pengawasan) George R. Actuating (penggerakan) 4. Siagian 1. Organizing (pengorganisasian) 3. Organizing (pengorganisasian) 3. Directing (pemberian bimbingan) 5. Terry 1. Controlling (pengawasan) 7 John Robert Beishline . Pemberian motivasi (motivating) 4. Organizing (pengorganisasian) 4. Planning (perencanaan) 2. Planning (perencanaan) 2. Allen 1. Staffing (pengadaan pegawai) 4. Controlling (pengawasan) John F. Organizing (pengorganisasian) 3. Organizing (pengorganisasian) 3. Planning (perencanaan) 2. Pengorganisasian (organizing) 3. Motivating (pemberian motivasi) 4.

Komando 4. Improving 8 Seluruh ahli sependapat . Perencanaan 2. Organizing 3. Planning 3. Controlling 6. Communication 7. Resources 5. Commanding 5. Organizing 3. Planning 2. Organisasi 3. Newman 1. Coordinating 4.1. Planning 2. Assembling 4. Forecasting 2. Controlling Lyndak F. Organizing 3. Planning 2. Decision making 3. Leading 6. Urwick 1. Kontrol William H. Coordinating 6. Coordinating 5. Controlling William Spriegel 1. Actuating 5. Planning 2. Controlling Winardi 1. Controlling The Liang Gie 1. Directing 6. Organizing 4. Directing 4.

kesetiaan dan ketaatan bawahan. . Pengorganisasian 3. Equity (keadilan) Sikap pemimpin yang baik. Dicipline (disiplin) Suasana tertib dan teratur. Authority and responsibility (kewenangan dan tanggung jawab) Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab 3. laporan dan pertanggungjawaban pimpinan.1. Stability of turn over of personnel (stabilitas jabatan pegawai) kepada seorang 9 12. dan ketentuan dengan ikhlas dan sedang hati tanpa paksaan 4. Centralization (sentralisasi) Disentralisasikan atau didesentralisasikan kepada unit-unit tergantung situasi dan kondisi – yang memberikan hasil yang lebih baik. 7. 2. Order (ketertiban) Material dan sosial (tempat tepat bagi sesuatu dan seseorang) 11. patuh dan taat pada norma. Pengawasan 1. ramah dan adil. Devision of work (pembagian pekerjaan) Spesialisasi di segala bidang untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penggunaan pegawai. 5. peraturan.6. tunduk. simpati. Perencanaan 2. 9. Unity of command (kesatuann perintah) Perintah. Unity of direction (kesatuan arah) Seorang kepala dan satu rencana 6. Remuneration of personnel (gaji/upah/penghasilan) Sistem dan metode harus adil dan memberikan kepuasan maksimal. 8. Scalar chain (jenjang hirarki) Tingkatan wewenang dan tanggung jawab (tertinggi – terendah) tidak boleh menyimpang (dapat dipersingkat) 10. Prinsif-Prinsif Manajemen 1. Subordination of individual interst to general interst (kepentingan umum di atas kepentingan individu) Kepentingan umum ditempatkan di atas segala kepentingan.

dengan cara kerja yang baik akan memperlancar dan mempermudah jalannya pekerjaan. Mechines (alat-alat) Peranan mesin sebagai alat bantu kerja. 6. c. 1. cara-cara kerja) Tercapai atau tidaknya tujuan sangat tergantung kepada cara melaksanakannya. 2. b. Methods (metode. Initiative (prakarsa) Kesempatan berprakarsa – indikasi adanya kepuasan Spirit de corps (Kesetiakawanan) Team work dan komunikasi yang baik. Materials (bahan-bahan. a. a. demi kelangsungan proses kegiatan badan usaha atau industri. kestabilan dalam bekerja 13. 4.Kepastian. tanpa manusia tidak akan ada proses kerja. Kelompok Manajemen 1. memudahkan melaksanakan pekerjaan. Money (uang) Uang (penting) sebagai alat tukar dan alat ukur nilai sesuatu usaha (besar kecilnya perusahaan diukur dari jumlah perputaran uang). 1. perlengkapan) Manajemen ada karena adanya kegiatan manusia secara bersama-sama untuk mengurus material. Middle management Lower management Ruang lingkup General/macro management . 5. Market (pasar) Fungsi pasar (penting) untuk memasarkan barang-barang hasil produksi sesuatu kegiatan usaha. 10 2.7. titik pusat (central point) manajemen. Tingkatan (hierarchie) Top management. pasar penting dikuasai. Unsur-Unsur Manajemen 1. memberikan keuntungan terhadap tenaga kerja.8. manusia membuat tujuan. penggunaannya sangat tergantung kepada manusia. 3. mempermudah tercapainya tujuan hidup manusia. melakukan proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 14. Man (manusia) Sangat menentukan.

2. 5. 4. c. 3. 4. 7. Tradisional/konfensional/untung-untungan. 9. 1. Manajemen tertutup. Newman Planning is desiding in advance what is to be done (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan) 11 Louis A. 5. Manajemen bapak. Arti Perencanaan Bermacam-macam pengertian yang diberikan oleh penulis mengenai perencanaan. 6. Allen . 8. 5. Manajemen terbuka. 2.b. Manajemen sistematis. 9. 6. 1. Spesial/micro management Filosofi Patrimonial management (hubungan keluarga) Political management (hubungan politik) Professional management (keahlian) Macam Materi Personnal management Production management Industrial management Financial management Office management Transportation management Marketing management Accounting management Education management Sales management Sistem/penerapan Scientific management. Manajemen demokratis. 4. 8. a. antara lain: W.1. 10. 3. Manajemen liberal BAB II PERENCANAAN (PLANNING) 2. b. 3. H. 7. Manajemen dictator/otokrasi.

Siagian Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. prosedur. policies. Sifat Perencanaan 12 tindakan- .Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan). H. Kesimpulan: Perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian. 2. untuk keperluan tindakan kemudian dan seterusnya. dan program). untuk pelaksanaan yang akan segera dikerjakan). Sondan P.2. Terry Planning is the selecting and relating of fack and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulation of proposed activities believed necessary to achieve desired results (perencanaan adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubunghubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain. Unsur-Unsur Perencanaan 1. and programs (perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tujuan.3. Estimasi (dibuat berdasarkan analisa fakta dan perkiraan yang mendekati/estimate. harus dapat dilaksanakan). bukan yang telah lalu). Operasional (dibuat untuk dilaksanakan. Managerial planning (departemental dan operasional) George R. pedoman/patokan tindakan yang akan dilakukan/bukan untuk yang telah lalu). 4. Koontz dan O’Donnel Planning is the function of a manager which involves the selection from among alternatives of objective. Administrative planning (seluruh unit) 2. procedures. 2. kebijakan. Preparasi (dibuat sebagai persiapan/pre-parasi. Rasional (dibuat dengan pemikiran yang rasional. kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk mencapai hasil yang dikehendaki). Dikenal: 1. tidak secara khayalan/angan-angan. 3. 2.

3. Koordinasi (sebagai alat koordinasi seluruh kegiatan manajemen). Kepastian (menetapkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian secara pasti – tidak coba-caba). 7. ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Fleksibel (dapat mengikuti perkembangan kemajuan masyarakat. 5. 2. 2. prinsif ekonomis/hemat. Preventive control (alat pengontrol dan penilaian agar terhindar dari penyelewengan dan pemborosan. Dialektis (memperkirakan peningkatan kesempurnaan masa yang akan datang). Pervasivitas (mencakupi seluruh kegiatan manajemen. Pedoman (jadi pedoman. Ekonomis (mengandung manajemen efisien).5. tidak untuk sekali tetapi untuk selamanya). 5. 3. dapat diubah /disempurnakan sesuai keadaan/tidak merubah tujuan). memperkirakan kejadian yang akan datang dalam tindakan pelaksanaan kelak).4. 2. bukan angan-angan). Kontiniu/berkesinambungan (dipersiapkan untuk tindakan yang terus menerus dan berkelanjutan. menyeluruh dalam setiap level). perubahan situasi dan kondisi. 3. 2. menguraikan dan menjabarkan kebijakan umum (general policy)dari bentuk kerjasama (manajemen). Forcasting (dapat memperhitungkan keadaan dan situasi dimasa yang akan datang). atau agar kegiatan dan perbaikan untuk patokan pegangan pelaksanaan 6. 13 . 4. Prinsif/Asas Perencanaan 1. biaya maupun fasilitas manajemen). tenaga. perencanaan dimaksud). Contributeir (membantu tercapainya tujuan manajemen). Rasional (masuk akal. Primary activity (kegiatan pertama dari seluruh kegiatan manajemen). 2. Faktual (dibuat berdasarkan fakta/data. Interpretasi (dapat menjelasan. 4. Fungsi Perencanaan 1. baik waktu.1.

2. long range planning (5 . Macam Perencanaan 1. Hasil pengawasan. jelas. Efficiency (nilai efisiensi – penghematan dan kerapian). Pleksibilitas (mudah disempurnakan. special plans (rencana khusus) 3. 4. Kebijakan pucuk pimpinan. 2. 2. over all planning (perencanaan pola kerja umum) 4. repeats plan/standing plan (berulang/tetap). Proses 1. city planning 3. single use plans (sekali pakai) b. 3. 6. financial planning. policy planning 2. biaya. short range planning (≼ 1 th) 4. 2.6. 7. general plans (rencana umum) 2. educational planning. masyarakat maupun anggota untuk dilaksanakan). 6.4. intermediate planning (1 – 5 th).7.25 th). sosio economic planning. program planning 3. Segi umum dan khusus 1. network planning (perencanaan jaringan kerja) 2. operasional planning 3. Penggunaan a. 3. industrial planning. Alternative (adanya alternatif/pilihan – bahan. 8. national planning 5. 5. Rural planning 2. waktu. Materi/objek 1. 5. 3. terang. Strategis (punya siasat/strategi agar diterima atasan. tenaga. dsb). Limiting factor (factor yang urgen. 14 . Wilayah/tempat Pelaksanaan 1. diperbaiki – disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah). Jangka Waktu 1. tegas dan tidak berteletele). personnel planning. regional planning 4. 2. Kebutuhan masa depan. 4. Sumber Perencanaan 1. Penemuan-penemuan baru.

Prakarsa dari dalam.9. Unit staff (bagian perencanaan). Tindakan/langkah-langkah Pokok Perencanaan 1. 4. Disertai perincian yang teliti. Memilih dan memeriksa rencana yang diajukan. 9. 2. 5. Bersifat praktis/pragmatis. 2. Dalam perencanaan terdapat tempat pengambilan resiko. 4. Dibuat oleh orang yang memahami tujuan organisasi. menganalisis dan mengklasifikasi informasi yang sudah terkumpul. 3. Mengatur urutan dan waktu rencana secara terperinci.5. Panitia (badan perencanaan). Dibuat oleh orang yang mendalami teknik perencanaan. 2. Kontraktkor (konsultan). 10. 2. Menetapkan planning alternatif. 6.10. tujuan dan kebutuhan secara jelas. tugas. Mencari informasi secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan. 7. Perorangan (tenaga staf). Mengorbservasi. Melaksanakan metode perencanaan yang telah dibuat dengan menetapkan pelaksanaan rencana (memilih rencana yang diajukan/memantapkan perencanaan dan mempertimbangkan hambatan-hambatan dengan berbagai kegiatan. 7. Mengadakan evaluasi (penilaian). 9. meneliti. Merupakan forcasting. Perencanaan Yang Baik A. Bersifat sederhana. 3. Luwes. 6. 3. Prakarsa dari luar. Mengetahui sifat/ciri/prinsip rencana yang baik. 15 . Menentukan masalah. Pembuat Perencanaan 1. 4. Tidak boleh lepas dari pemikiran pelaksanaan. 2. 2. Mempermudah tercapainya tujuan. 6. 8. 5.8. 8. sbb: 1. Membuat sintesis (metode/alternatif penyelesaian).

Menentukan beberapa alternatif (determination of several alternatives). 4. When (kapan) = waktu (kapan hal tersebut perlu dilakukan) 3. Menganalisa data-data (analisis of the data). sbb: 1. Where (dimana) = tempat (dimana pekerjaan itu harus dilakukan) 6. melalui langkah: 1. How (bagaimana) = cara mengerjakannya (bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut) 4. Mooney . Penilaian hasil (evaluation of results) BAB III PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Arti Organisasi Etimologi To organize – to organ – organon (Anglo sexon Greak/Yunani). Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian pertanyaan yang harus dijawab. Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah (scientific techniques of problem solving). 6. mengorganisasi = menghimpun beberapa orang untuk bersama-sama melakukan pekerjaan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Mengetahui sifat hakikat masalah yang dihadapi (know the nature of the problem). organum (latin) = alat. 3. What (apa) = tujuan (tindakan apa yang perlu dilakukan) 2. to organize = menyusun bagian-bagian yang terpisah-pisah menjadi suatu kesatuan sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mencapai tujuan. Memilih cara yang terbaik (selection of the seeminingly best way from among alternatives). pengorganisasian = penyusunan tugas kerja dan tanggung jawab. Pelaksanaan (execution) 7. 2. Who (siapa) = tenaga kerja (siapa yang melakukan pekerjaan tersebut) 5.B. Organizing dari kata organism artinya menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sehingga mampunyuai hubungan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya (organisasi = hasil dari pengorganisasian. 5. Why (mengapa) = keperluannya (mengapa pekerjaan itu harus dilakukan). anggota/badan. Mengumpulkan data (collect data). bagian. 16 James D. C.

yaitu: 1. Organisasi sebagai wadah (relatif statis). Organisasi sebagai proses (dinamis). . Newman Mengorganisasi adalah menggolong-golongkan kegiatan-kegiatan yang perlu untuk melaksanakan rencana-rencana dalam kesatuan-kesatuan administrasi dan menentukan hubungan-hubungan antara pemimpin-pemimpin dan pegawai-pegawai dalam kesatuan-kesatuan kerja. Interaction antara orang-orang di dalam organisasi (formal dan informal). 17 2. William H. Dr. Sondang Siagian Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan mana selalu terdapat hubungan antara: seorang/sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang/sekelompok orang lain yang disebut bawahan. Barnard Organisasi adalah suatu sistem dari aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Prof. Terry Organisasi adalah mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing-masing individu yang bertanggung jawab untuk setiap komponen kerja dan menyediakan lingkungan kerja yang tepat dan sesuai. R. tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Staf dosen balai pembinaan administrasi UGM Organisasi adalah suatu sistem usaha kerja sama dari pada sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. tugas-tugas. Suatu sistem kegiatan kerjasama yang dikoordinasikan dengan sadar. Hakekat Organisasi Sebagai alat manajemen. Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang. alat-alat. Chester I. Tempat dimana kegiatan-kegiatan manajemen dilaksanakan.Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. George.

3. Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang atau pelimpahan wewenang (delegation of authority). Sinkronisasi. dibawa. Pembagian tugas (distribution of work).3. Ada tiga jenis: a. sebagai berikut: 1. menentukan program. dimengerti. c. kecamatan. 2. d.pelimpahan wewenang ke bawah (dari pejabat yang lebih tinggi ke pejabat yang lebih rendah).wilayah/territorial (propinsi. 3. diterima. Integrasi. dijiwai setiap orang dalam melaksanakan tugas (agar terjadi penghematan tenaga. Mengatur kerja dan kerjasama yang sebaik-baiknya.pelimpahan wewenang ke atas (penyerahan dari pejabat bawahan kepada pejabat atasannya). Mencegah keterlambatan dan kesulitan kerja. prosedur. dan Mekanisasi). b. departementasi (devisionisasi). dilakukan. Prinsif Organisasi Ada dua belas prinsif organisasi. biaya dan waktu). Dasar pembagian kerja: 18 a. 2. Kesatuan perintah (Unity of commend) 4. pembagian kerja (homogenetise assignment). Mencegah kesimpangsiruran kerja. Kesatuan arah (unity of direction). kabupaten. Menentukan pedoman-pedoman kerja. 3. Kerjasama. Tujuan bersama Fungsi Organisasi 1. Simplikasi.Unsur Organisasi 1. pelimpahan wewenang horizontal (penyerahan kekuasaan antara pejabat yang sederajat). 2. dipahami. KISS ME (Koordinasi. Kelompok orang. Peran tujuan: a. 3. 5. bersangkutan. 4. b. kodim dsb). Menetapkan tujuan (the objective) dengan jelas. c. menentukan macam aktivitas yang akan Landasan bagi organisasi yang pedoman ke arah mana organisasi itu akan . material. kodam.

4. unit penetapan kebijakan (melakukan aktivitas penetapan kebijaksanaan umum bagi seluruh organisasi).langganan yang dilayani (penyakit dalam. unit pengawas (melakukan aktivitas pemeriksaan dan pengawasan kegiatan unit-nit operasi). g. Tergantung beberapa faktor: 19 . f. b. dsb). Penampatan orang yang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place on the right time). pembentukan unit baru hanya dilakukan bila unit yang ada tidak tepat lagi menampung kegiatan yang sangat berbeda. dll). 3. tenun pemintalan. paru-paru. jenis produksi (mobil sedan. jumlah unit organisasi (semaksimal mungkin sesuai kebutuhan). Jasa yang diberikan (asuransi jiwa. Ada 6 (enam) macam sifat organisasi: a. d. organisasi mempunyai fungsi bulat dan berkaitan satu sama lain. d. e. Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin. unit operasi (melakukan aktivitas pokok organisasi). dsb). Pola dasar organisasi harus relatif permanan. unit konsultasi (melakukan aktivitas memberikan bantuan keahlian kepada pimpinan). Alat perlengkapan yang digunakan (STM mesin. kulit. sipil. Adanya jaminan jabatan (security of tenure). truk. perundangan. atau jenjang bertangga (hierarchie). jip. 10. dll). Pedoman pembagian kerja. listrik. c. perkapalan).b. unit penunjang/service unit (melakukan aktivitas yang membantu memperlancar unit operasi dalam melakukan kegiatannya). Batas kemampuan pengawasan (spand of control). tata usaha. 7. swasta. 2. perorangan. f. e. personalia. siang. Balas jasa yang diberikan kepada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan. secara garis besar dalam suatu organisasi dibedakan sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya. 9. unit pimpinan (melakukan aktivitas penerapan kebijakan umum bagi berbagai kegiatan organisasi). pencelupan. perajutan. 6. pemasaran. perusahaan pemerintah.Waktu (kelompok pagi. 11. fungsi/rangkaian kerja (bagian pembelian. dan malam). mata. 8. THT. sbb: 1. kebakaran. c.

pengalaman. orang ataupun unit kerja tertentu hanya mementingkan diri atau unit kerjanya saja kurang memperhatikan keberhasilan keseluruhan. kepribadian. menyerasikan). kepemimpinan seseorang. b. Unsur-unsur Koordinasi a. 12. Subjektif (kecakapan dan keahlian. maka ada kemungkinan pejabat. b. agar dengan demikian dapat dicapai tindakan-tindakan harmonis serta yang disatukan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.kualitas dan kuantitas. 2. umur. pekerja. Defenisi (batasan) Koordinasi Koordinasi adalah sinkronisasi usaha-usaha secara teratur yang ditujukan untuk memberi petunjuk waktu (timing). Koordinasi Arti Koordinasi Coordinate = menyusun.a. banyak sedikitnya pekerjaan pada bawahan atau atasan). kedudukan sosial. fungsi dalam sesuatu organisasi kegiatan kerja). dan arah pelaksanaan suatu kegiatan kerja. serasi (coordinatie = menyelaraskan. bakat. dan lain-lain).penentuan (determinasi) arah dalam tindakan-tindakan kerja Pentingnya Koordinasi Dengan adanya pembagian kerja dalam organisasi (homogenous assigment). Pengertian Koordinasi Koordinasi bersangkut paut dengan usaha mempersatukan tindakantindakan orang-orang secara harmonis. 20 . Vertikal (antara bawahan. selaras. jarak antara pengawas dan bawahan. Objektif (factor di luar diri seseorang. Horizontal (koordinasi fungsional. Macam Koordinasi 1. kesehatan. mensejalankan. c. mengatur. sejalan. waktu. kestabilan organisasi. unit kerja dengan pihak atasan secara hierarchies atau sebaliknya). faktor lingkungan: jenis pekerjaan.

Mencegah kesimpangsiuran dalam kegiatan kerja. 3. 2. 4. Prinsif Koordinasi 1. 2. Menyadarkan bahwa masing-masing adalah bagian dari keseluruhan. 21 . 5.Ciri-Ciri Koordinasi 1. Orang berusaha agar pekerjaannya terlaksana dengan baik dalam kesatuannya sendiri-sendiri. 3. Efisiensi. 4. 3. 3. usul dan pendapat. Mencegah timbulnya tumpukan tugas pada seseorang. Perlunya Koordinasi 1. Dinamis (selalu terdapat perubahan). Adanya hak suara kepada anggota sebelum proses berlangsung. Mencapai kompromi-kompromi. Antara kelompok di dalam suatu organisasi. Di dalam perseorangan. Menghindari pertentangan-pertentangan. Anggota dapat menerima tujuan yang telah ditetapkan. Menghilangkan issue (desas-desus). 4. 3. Adanya komunikasi antara pemimpin dan anggota/bawahan. saran. Kesatuan arah dan tujuan. 2. 5. Hambatan Koordinasi 1. Menghindari kekosongan jabatan. Usaha Koordinasi 1. Antara perseorangan dengan kelompok. 2. 4. 2. Memperkuat tindakan-tindakan tertentu. Kesatuan segenap tindakan manajemen dan pelaksana. Ruang Lingkup Koordinasi 1. Koordinasi antara organisasi dengan kejadian dunia luar. 4. Adanya kekuatan yang cenderung memisahkan tindakan mempersatukan. Strategi kerja. Memperkecil perbedaan pandangan. 6. Adanya kesempatan anggota/bawahan untuk mengemukakan ide. Adanya vested interest di dalam kesatuan atau perseorangan. 3. 2. Menciptakan kekuatan-kekuatan baru.

3. Pertemuan tidak resmi/informal (memenuhi undangan. 3. 7. sedangkan koordinasi (coordination) adalah kerjasama di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. 2. 11. Jumlah pegawai sedikit. Pertemuan resmi/formal (rapat dinas. telegram dll). Mengangkat seseorang. edaran berantai.Alat Koordinasi 1. Garis komando ke bawah kuat. kunjungan rumah. panitia (sebagai koordinator). 3. . Memelihara Koordinasi 1. Membuat buku pedoman (berisikan penjelasan tugas masing-masing unit). Pimpinan organisasi seorang tunggal. Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam. Anggota organisasi saling kenal mengenal. Hubungan kerja bersifat langsung (face to face relationship). melalui alat penghubung: seperti telepon. Koordinasi dan Koperasi Kooperasi (cooperation) adalah tindakan kerjasama seorang dengan orang lain. segala keputusan/kebijakan dan tanggung jawab ada pada satu tangan. Spesialisasi yang dibutuhkan rendah. Alat-alat sederhana. 2. konsultasi. Mengadakan pertemuan resmi (unsur atau unit yang harus dikoordinasikan). radio. Pimpinan/atasan mengadakan pertemuan-pertemuan informal dengan bawahannya (pemberian bimbingan. Struktur organisasi sederhana. Pemilik biasanya menjadi pemimpin tertinggi dalam organisasi. 4. 8. dan pengarahan). tim. Organisasi kecil. 5. Lini/garis (line organization) Suatu bentuk organisasi dimana kepala eksekutif (chief executive) dipandang sebagai sumber wewenang tunggal. Tujuan sederhana.4. Sifat/ciri-ciri 1. Bentuk Organisasi A. mengucapkan selamat. 2. 6. 22 10. dsb). melawat. membentuk panitia koordinasi. mengangkat pejabat penghubung. 9. 4. 12.

4.Contoh gambar: DIREKTUR PRODUKSI KEUANGAN PEMASARAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebaikan/kelebihan 1. Koordinasi relatif mudah dilaksanakan. Keburukan/kelemahan 1. 6. Tujuan organisasi didasarkan atas tujuan pribadi. 5. Asas kesatuan komando (unity of commad). Anggota organisasi terutama bawahan tidak punya kesempatan berkembang. Organisasi staf (staff organisazition) Adalah suatu organisasi yang mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan. Organisasi tergantung pada seseorang. 3. 4. 2. Pengawasan secara ketat terhadap kegiatan para pegawai/bawahan dapat dilaksanakan dengan mudah. baik berupa pemikiran maupun bantuan yang lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan (tidak mempunyai garis komando ke bawah/ke daerah-daerah) Contoh gambar: 23 PIMPINAN . Kecenderungan pimpinan organisasi bertindak dictator. 6. B. Rasa solidaritas anggota organisasi. 5. tampak menonjol. Perluasan organisasi berarti penambahan beban dan tanggung jawab kepala dengan mudah melampau spand of control. Kesempatan pengembangan spesialisasi terbatas. Dapat menjamin disiplin yang kuat/tinggi. 2. 3. Proses pengambilan keputusan cepat.

Staf mempunyai wewenang fungsional. 2. sarana dan prasarana yang sanggup serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok organisasi (kepala/pimpinan mempunyai wewenang komando). memberikan bantuan/advis/petunjuk. keuangan. Lebih banyak didasarkan kepada sifat dan macam fungsi yang perlu dijalankan. baik berupa pemikiran. tenaga kerja. Organisasi lini/garis dan staf (line and staff organization) Suatu bentuk organisasi dimana pimpinan dibantu oleh staf dan ada kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Pada bentuk ini pimpinan mempercayakan sepenuhnya kepada para ahli dalam bidang masing-masing. material maupun fasilitas-fasilitas. Sifat/ciri-ciri 1. Organisasi fungsional (fuctional organization) Suatu bentuk organisasi dimana bawahan mendapat perintah dari beberapa pejabat yang masing-masing menguasai suatu bidang keahlian tertentu dan bertanggung jawab sepenuhnya atas bidangnya. Tidak terlalu menekankan pada hirarki structural.STAF STAF C. Contoh gambar: DIREKTUR PRODUKSI KEUANGAN PEMASARA N PROYEK A 24 PROYEK B .

Semua anggota pimpinan mempunyai hak. Adanya informasi. 2. 5. Moral serta disiplin orang yang menjalankan fungsi yang sama tinggi (tanggung jawab atas fungsinya terjamin). 5. D. 3. segala keputusan diambil dalam suatu kourum dan menjadi tanggung jawab bersama. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang. Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas yang harus dilakukan dalam bentuk task force.Kebaikan/kelebihan 1. 4. koordinasi menyeluruh sulit dijalankan (koordinasi sulit dilaksanakan). Bidang pekerjaan khusus diduduki oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan kecintaan akan tugasnya. Asas kesatuan komando (unity of command) sulit dilaksanakan. 3. 6. Usaha kooperatif mudah dibina. 4. Keburukan/kelemahan 1. 4. Orang yang bergerak dalam satu fungsi tertentu terlalu mementingkan fungsinya. 3. Adanya pertimbangan kelompok dengan jalan perundingan/musyawarah. Kebaikan/kelebihan 1. sukar mengadakan tour of duty dan tour of area (dapat menimbulkan dispersonalisasi). Orang terlalu menspesialisasikan diri. 2. Tindakan diktatoris sangat kecil. sifat/ciri-ciri 1. Keahlian memimpin kurang dapat dijamin. Spesialisasi dipergunakan maksimal. 25 Keputusan tepat (kolektif). 2. Pemimpin dan pelaksana dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. 4. Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dijalankan. . wewenang dan tanggung jawab yang sama. Adanya konsolidasi wewenang. Organisasi tipe panitia (committee type of organization) Adalah suatu bentuk organisasi dimana pimpinan berbentuk kolektif terdiri atas beberapa orang. 3. Solidaritas orang yang menjalankan fungsi yang sama tinggi. 2.

2. sebagai berikut. 2. 7. serta hubungan kerja pada kesatuan dalam organisasi. 4. Lingkaran. Piramide. Proses pengambilan keputusan berjalan lambat. 2. Struktural. Adanya tendensi ingkar mengingkari tanggung jawab. 4. Perintah datang dari beberapa orang. Horizontal. Headges) 1. Bentuk tunggal (dipimpin oleh satu orang). 3. 3. Lukisan. Daya kreasi tidak menonjol. Lalu lintas wewenang dan tanggung jawab. 2. 2. 1. 6. Bentuk Lain Organisasi (menurut The Liang Gie) 1. Bentuk lurus dan fungsional. Nama 26 . 5. 1. 5. 1. Bentuk komisi (dipimpin oleh lebih dari satu orang). Tidak ada yang dapat diminta pertanggung jawaban lebih. Bagan Organisasi (Hendry G. Jumlah orang yang memegang pimpinan. Masing-masing bagan (kecuali bentuk lukisan) dapat dibedakan menurut isi. 2. Fungsional. Menimbulkan tirani minoritas. 3. Bentuk lurus. Banyak makan waktu dan biaya. Vertical. pelaksanaan kolektifitas.Keburukan/kelemahan 1. 3. 4. Jabatan. Bentuk fungsional.

MPA Kegiatan manajemen untuk membuat orang-orang lain suka dan dapat bekerja. H. Dr. Prajudi Atmosudirdjo Pengaktifan orang-orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan.BAB IV PENGGERAKAN (ACTUATING) Arti Penggerakan George R. Sondang S. Dr. Arifin Abdurrachman. Mr. Dr. Terry Menempatkan semua anggota kelompok agar bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi. MPA Penggerakan (motivating) adalah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa. Prof. sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Prof. S. Prof. Istilah Penggerakan Terdapat beberapa terminology penggerakan dalam bahasa asing. antara lain: 27 . Siagian.

4. ada 5 (lima) tingkatan. 3. berinteraksi. nasehat. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan instruksi. Kebutuhan untuk merasa memiliki (50%) kebutuhan untuk diterima oleh kelompok. perlindungan fisik. motivating. seksual. minum. bernafas. dan dihargai oleh orang lain. actuating.1. pertentangan. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan contoh dan teladan yang baik. bimbingan. bahaya. Kebutuhan akan harga diri (40%) 28 kebutuhan untuk dihormati. 2. dan kadang-kadang paksaan (pemimpin terkesan berada di atas). yaitu penggerakan orang lain secara umum (dari belakang). alasan. leading. directing. Kebutuhan untuk makan. Kebutuhan rasa aman (70%) Kebutuhan akan perlindungan dari ancaman. yaitu menggerakkan orang lain dengan menempatkannya pada fungsi yang sesuai ataupun dengan memberikan jabatan tertentu. Teori Kebutuhan Kebutuhan adalah suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. berafiliasi. Teori tingkat kebutuhan (hierarchi of needs) oleh Abraham Maslow. 5. yaitu: 1. commanding. dan lingkungan hidup. Kebutuhan fisiologis (85%) . . staffing. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan perintah atau komando. dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai. 2. 4. dan koreksi (pemimpin terkesan berada di tengah-tengah). yaitu penggerakan orang lain dengan memberikan petunjukpetunjuk dan pengarahan. Teori Penggerakan 3. (pimpinan terkesan jauh dari pelaksana dan berada di samping). 6.

Existence needs Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk memecahkan masalah. dan Mc Dougall menjadi insting sebagai konsef yang penting dalam psikologi. Relatedness. rasa ingin tahu. tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Sedangkan Mc Dougall menyusun daftar insting yang berhubungan dengan semua 29 tingkah laku. skill. Gigmund Freud. Hal ini 2. Teori kebutuhan manusia oleh David Mc Clelland. Yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. 3. 1. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (10%) Kebutuhan untuk menggunakan kemampuan. fringe bernefits. untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain. seperti rasa jijik. keamanan kondisi kerja. minum. 3. kesukaan berkelahi. yaitu: 1. pakaian. Need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi). rasa rendah diri. Growth) oleh Alderfer. 2. Teori Insting oleh Charles Darwin Teori ini muncul berdasarkan teori evolusi Charles Darwin. yaitu kebutuhan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. selanjutnya dikembangkan oleh William James. berada bersama orang lain. gaji. memberi penilaian dan kriteri terhadap sesuatu. Relatedness needs kebutuhan interpersonal. Need for affiliation (kebutuhan untuk berafiliasi). ada (tiga). bernafas. Teori ERG (Existence. dan potensi kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide. Growth needs Kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi.5. berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. seperti makan. . Sigmund Freud menempatkan motivasi pada insting agresif dan seksual. Need for power (kebutuhan untuk berkuasa) Yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas.

30 Teknik Penggerakan . Hull Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan factor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya. lapar. bahwa manusia itu akan mengawasi dan mengarahkan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan organisasi karena sudah ada keterikatan terhadap organisasi. Teori (x) dan (y) oleh Douglas Mc Gregor ada dua pendekatan mengenai tingkah laku dengan menggunakan asumsi-asumsi mengenai sifat manusia. Perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu dan yang merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya. pada umumnya manusia ini harus diawasi dengan ketat. pada umumnya manusia ini tidak mempunyai ambisi. Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya. bahkan lebih sukar untuk diarahkan. dan diberi hukuman untuk tujuan-tujuan organisasi. dan membangun. Teori lapangan lebih memfokuskan pada fikiran nyata seseorang ketimbang pada insting atau habit. dengan asumsi: 1. 4. 2. berkelompok. Teori (x). 3. tidak menginginkan tanggung jawab. bahwa bekerja adalah kodrat manusia. ketamakan. motivasi untuk seseorang menurut teori (x) hanya berlaku lower needs (kebutuhan tingkat dasar/rendah). 3. tetapi juga pada higher needs. kelahiran. Teori (y). dipaksa. 2. berasumsi: Umumnya manusia tidak senang bekerja dan berusaha untuk menghidar jika mungkin.menyatakan diri. 1. Teori Drive oleh Clark L. 4. Teori lapangan oleh Kurt Lewin teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. reproduksi. yaitu: a. motivasi pada teori (y) tidak hanya pada lower need. manusia akan mengawasi dirinya sendiri dan akan berprestasi jika diberikan motivasi yang baik. b.

wejangan dan sebagainya. 6. jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi. memperkuat disiplin. 9. bahwa mereka mempunyai seorang sumber pimpinan dan penerangan dalam menghadapi kesulitan dan masalah pekerjaan maupun pribadi keluarga (inti penggerakan). Human Relation Memperhatikan nasib bawahan sebagai manusia dan selalu ada keseimbangan antara kepentingan pribadi pegawai. berikan penghargaan serta pujian kepada pegawai yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurang mempu bekerja. Fungsi Penggerakan Komunikasi. 2. 4. 3. Leadership Menunjukkan dan membuat bawahan merasa bahwa mereka dilindungi dan dibimbing. jelaskan kebijaksanaan-kebij\aksanaan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan. 31 memberi teguran dan pujian. 10. agar setiap bawahan terbuka dan atas prakarsa sendiri selalu berusaha untuk menekan biaya. 5. Berbicara dengan bawahan. Pengembangan eksekutif Berusaha agar setiap bawahan dapat mengambil keputusan sendiri yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan/tugas masing-masing. memahami serta menerima baik tujuan tersebut. Pemberian komando Memberi perintah. perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian. jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang. 8. memberi penjelasan dan penerangan. meminta keterangan. . instruksi. meminta laporan dan pertanggungjawaban. usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi. meningkatkan mutu kerja dan sebagainya. jelaskan tujuan kepada setiap orang yang ada dalam organisasi. memberikan nota. Mengembangkan rasa tanggung jawab Mengembangkan sikap pada bawahan untuk tidak menerima apabila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 7. direktif. memberikan isyarat. rapat briefing. yakinkan setiap orang bahwa dengan bekerja baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin. mengembangkan kegembiraan dan semangat kerja yang sebaik-baiknya dan kepentingan umum organisasi. pelajaran.1. usahakan agar setiap orang menyadari. mengadakan pertemuan. tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan.

32 . menjaga ketertiban. kesopanan dan kerukunan. Pemeliharaan moral dan disiplin Mendidik serta memberi contoh kepada bawahan tentang apa yang baik dan patut dilaksanakan.Mengadakan pengamatan Atas pekerjaan dan aktivitas bawahan langsung.

menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana. Terry Proses penentuan apa yang akan dicapai. apa yang sedang dihasilkan. yaitu pelaksanaan. yaitu standard. 33 . yaitu sesuai dengan standard.BAB V PENGAWASAN (CONTROLLING) Arti Pengawasan George R.

. kontinu dan sistematis. bahwa penggunaan alat-alat diusahakan agar sehemat mungkin. Siagian Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Sasaran Pengawasan 1. dan tidak atas dasar personal likes 34 and dislikeks.Prof. Sondang P. Arifin Abdurrachman proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. bahwa struktur serta hirarki organisasi sesuai dengan pola yang telah ditentukan dalam rencana. Manulang Suatu proses untuk menentapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan. bahwa seseorang sungguh-sungguh ditempatkan sesuai dengan bakat. keahlian dan pendidikan serta pengalamannya dan bahwa usaha pengembangan keterampilan bawahan dilaksanakan secara berencana. Mr. Drs. 2. wewenang dan tanggung jawab didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif dan resional. 3. menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan sesuai dengan rencana semua. Dr. Prof. diputuskan dan diperintahkan. bahwa melalui pengawasan pelaksanaan tugas-tugas yang telah ditentukan sungguh-sungguh sesuai dengan pola yang telah digariskan dalam rencana. 6. 4. M. bahwa pembagian tugas. Prof. 5. Dr. Prajudi Atmosudirdjo keseluruhan aktivitas dan tindakan untuk menjamin atau membuat agar semua pelaksanaan dan penyelenggaraan berlangsung serta berhasil sesuai dengan yang telah direncanakan. Dr. bahwa system dan prosedur kerja tidak menyimpang dari garis-garis kebijakan yang telah tercermin dalam rencana.

7. Efisien Jangan sampai pengawasan malahan menghambat usaha peningkatan efisiensi. 5. pimpinan harus mengetahui cirri-ciri suatu proses pengawasan dan berusaha untuk memenuhi sebanyak mungkin ciri-ciri tersebut dalam pelaksanaannya.7. struktur organisasi dan factor psikologis seperti rasa dihormati. dihargai. tidak boleh dipandang sebagai tujuan. Sifat Pengawasan Agar fungsi pengawasan mendatangkan hasil yang diharapkan. Sebagai Alat pengawasan hanyalah sekedar alat untuk meningkatkan efisiensi. 6. kemajuan dalam karier dan lain-lain). bahwa tidak terdapat penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan kekuasaan. Menemukan apa yang tidak betul. Mempermudah tercapainya tujuan pelaksanaan pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan. system dan prosedur kerja. 3. maupun dan terutama keuangan. Masa sekarang pengawasan hanya dapat ditujukan terhadap kegiatankegiatan yang kini sedang dilaksanakan. 4. Fact finding (menemukan fakta). tenaga kerja. 2. Preventif (mencegah) Proses pengawasan dijalankan untuk mencegah timbulnya penyimpangan dan penyelewengan dari rencana yang telah ditentukan. kedudukan. bukan siapa yang 35 salah. yaitu: 1. Pelaksanaan fungsi pengawasan harus menemukan fakta-fakta tentang bagaimana tugas-tugas dijalankan dalam organisasi (factor biaya. .

Prajudi Atmosudirdjo. ada beberapa teknik pengawasan yang penting. control through main material pengawasan dilakukan dengan mengendalikan segala sesuatu mengenai bahan pokok. Teknik Pengawasan Pada prinsifnya terdapat dua macam teknik pengawasan. Pengawasan langsung (direct control) Apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. 2. dapat berbentuk: inspeksi langsung. dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. Menurut Prof. S. control thought time pengawasan dilakukan hanya dengan menjaga waktu 4.Pengawasan tidak untuk menentukan siapa yang salah. Pengawasan tidak langsung (indirect control) Pengawasan dari jarak jauh. akan tetapi untuk menemukan apa yang tidak betul. Mr. on the spot report. dapat berbentuk: tertulis dan lisan. 36 6. on the spot observation. 5. jika ada ketidakberesan. 3. control through costs pengawasan dilakukan hanya dengan mengawasi pengeluaran biaya. control through key personel pengawasan dilakukan dengan mengawasi orang-orang yang memegang jabatan. Bersifat membimbing Pengawasan harus bersifat membimbing agar para pelaksana meningkatkan kemampuannya untuk melakukan yang ditentukan. 2. 8. control by exeption pengawasan hanya difokuskan pada penyimpangan yang menonjol. antara lain: 1. yaitu: 1. control through output . Dr.

Laporan lisan Laporan melalui orang yang ditugaskan untuk mengawasi atau laporan dari pelaksana yang melakukan pekerjaan. Metode laporan Pengawasan dilakukan setelah diketahui kesalahan. 37 mencegah penyimpangan. . control through automatic devices pengawasan dengan mempergunakan alat elektronik. Fungsi Pengawasan Ada beberapa macam fungsi pengawasan yang baik. 1. Metode Pengawasan 1. kekeliruan dan penyalahgunaan dari laporan yang diterima. 2. antara lain: 1. 2. control through process or prosedures pengawasan yang dilakukan melalui pengendalian prosedur dan proses 8. 3. baik oleh pengawas maupun oleh pelaksana secara tertulis. Metode observasi langsung Metode pengamatan langsung oleh atasan/pimpinan terhadap pelaksanaan kerja yang sedang dilakukan oleh pegawai/petugas. Laporan tertulis Laporan yang disampaikan kepada yang berwenang dan bertanggung jawab. audit secara sistematis dan teratur. alarm. verifikasi. sinyal dan sebagainya.pengawasan melalui hasil (tidak mau tau cara untuk memperoleh hasil) 7. control through audits pengawasan yang dilakujkan melalui pemeriksaan. 9. Metode statistik Pengamatan dilakukan melalui data yang disusun secara statistik dan grafis (statistik disusun dari data yang sudah diolah sehingga mudah difahami).

5. kesalahan. dikerjakan). 2. represif (setelah terjadi kesalahan). eksternal. 2. penjualan. Macam Pengawasan Ada beberapa pengawasan. C.2. 2. staf. Membandingkan hasil pelaksanaan dengan dasar (standard) yang telah ditetapkan (membandingkan hasil dengan apa yang diharapkan. 3. Memperbaiki penyimpangan. Bidang kerja (objek) 1. dituju atau dicita-citakan). memperbaiki kesalahan/kelemahan. keuangan dan pembiayaan. 6. dan kelemahan dengan tindakan koreksi (menerima hasil atau menolak hasil yang dicapai melalui tindakan-tindakan yang telah dilakukan). 3. 7. mendinamisasi organisasi dan kegiatan manajemen. dicita-citakan sebelumnya). 3. 6. B. Subjek (petugas pengawasan) 1. produksi. 4. 4. 4. 4. menindak penyalahgunaan/penyelewengan. 6. material dan perbekalan. Menetapkan dasar (standard) pengawasan (menentukan apa yang harus dikerjakan. Meneliti. kualitas dan mutu. dapat dilihat dari antara lain: A. manajerial. mendidik pegawai/pelaksana. yang hendak dicapai. internal. preventif (sebelum terjadi kesalahan). 3. 38 2. diharapkan. memeriksa dan menilai hasil yang dapat dicapai (meneliti apa yang sedang dilakukan. Proses Pengawasan Proses pengawasan terdiri atas beberapa tindakan. antara lain: 1. 3. personalia. . inproses (sedang terjadi kesalahan). mempertebal rasa tanggung jawab. formal. 5. anggaran belanja dan pendapatan. informal. 5. Waktu 1.

teratur. mendadak. khusus. Inspektif Pemeriksaan setempat guna mengetahui keadaan yang sebenarnya. Verifikatif Pengawasan secara pemeriksaan oleh staf. 5. 39 . umum. 2. 6. tidak langsung. 3. langsung. Arifin Abdurrachman. Investigatif Pengawasan yang dilakukan secara penyelidikan untuk mengetahui apa yang tersirat. Komparatif Membandingkan hasil yang diperoleh dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. sukar diketahui melalui pengawasan biasa. H. komisi yang dibentuk. biasanya oleh top manager. 4. 4. panitia. 7. Sistem Pengawasan Menurut Prof. Dr.D. terus menerus. 2. ada beberapa system pengawasan yang terpenting. menyangkut bidang keuangan dan material. untuk membongkar penyelewenangan. Lain-lain pengawasan 1. yaitu: 1. 3.

“Brainware Management. Hasibuan. PT Elex Media Komputindo. PPM. Jakarta. “Manajemen. Jakarta. Bumi Aksara. generasi kelima manajemen manusia”. 40 . Terjemahan Bob Wiidyahartono. Jakarta. 2001. 1988. “Dasar-Dasar Manajemen”. Yayat M. persiapan pembangunan budaya pelayanan prima untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan”. PT Elex Media Komputindo. Terjemahan Fiyanti Osman. “Manajemen Resiko”. Malayu S. Schubert. 2003. Atep Adya. 2003. dan masalah”. Jakarta. Darmawi.P. Taufik. 2003. pengertian. Bumi Aksara. PT Grasindo. Hathaway. PT Gramedia. Jakarta. Jakarta. 2002. Davis. Jakarta. dasar. “Memanajemeni Atasan. Barata. “Sistem Informasi Manajemen”. “Dasar-Dasar Pelayanan Prima. Gordon B.MANAJEMEN (37 buah) Bahaudin. Herujito. strategi menundukkan atasan”. 2001. Herman. Patti & Susan D.

Messing.Terjemahan Chang Nam Son. 1998. Riyanto. 1993. Kotler. Dahana. H. PT Pembangunan.A. suatu tinjauan teoritis”.”Manajemen Pelayanan. Lee. .”Matsuri. 2001. Miswar. “Management.”Manajemen Melawan Arus.2004. Ratminto & Atik Septi Winarsih. suatu pengantar”. “Dasar-Dasar Manajemen”. Sondang P. M. 2003. 1999. Jakarta. Ghalia Indonesia. “Manajemen Pemasaran. Payaman J.2003. penerapan citizen’s charter dan standar pelayanan minimal”. Bob.Jakarta:Lembaga Penerbit Fakultas Indonesia.Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. 1996. Lawanda. Gaya Korea”. Bumi Aksara. Terjemahan Ramelan. PPM. Marbun.Terjemahan: A.”Mari Menciptakan Teori W.S. “Manajemen Pelayanan Umum”. Djakarta. Pustaka Sinar Harapan. upacara sosial dalam masyarakat jepang”. analisis. Jakarta.”Made in Japan: Simbol Keberhasilan Menguasai Dunia”. Bumi Aksara. 1962.Jawwad. “Dasar-Dasar Manajemen”.1989. Siagian. “Koordinasi. 1994. Jakarta. STIA LAN Press. perencanaan dan pengendalian”. Jakarta:Wedatama Widya Sastra.N.”Sistem Informasi Manajemen”. Jakarta. Jakarta. Simanjuntak. Panglaykim & Hazil.2005. Yogyakarta. Sampara. “Manajemen Kualitas Pelayanan”. Moekijat. Morita. Akio. Bumi Aksara.”Manajemen Kinerja”. pengembangan model konseptual. dan Ekonomi Evaluasi Universitas 41 Soekarno K. Erlangga.1996. Philip.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.2004. Ike Iswary. Jakarta. 1992. Jakarta. Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada. 1986. Moenir. “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”. “Kamus Manajemen”.Yogyakarta:Andi. 2002. Jakarta. Jakarta.2005. -------.Jakarta:Bening. “Manajemen Tao”. panduan praktis menuju keberhasilan manajemen”. Jilid 1. “Manajemen Abad 21”. Myun W. Manulang. Bandung. B. Manajemen Lukman. Ahmad Abdul. Mandar Maju.

2004. Andi. “Asas-Asas Manajemen”.”Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. William J. 1986. 1990.Jakarta:Reneka Cipta.F. Hendardi & Khristina. Bob.Stanton. Jilid 1. 1996. Stoner.”Bangkitnya Naga Besar Asia”. Jakarta. Jakarta. Terjemahan Alexander Sindoro. Gilbert Jr. “Manajemen”. “Evaluasi Program”. Jakarta. Terjemahan Winardi. R. Terjemahan Alexander Sindoro. “Manajemen”.2001. 2000. Erlangga. Tjiptono. Erlangga. Jilid 2. Fandy. 1993. 1996. Terjemahan Agus Maulana. George R. Yogyakarta. 2000. Terjemahan Yohanes Lamarto. 42 . Stoner.Yogyakarta:Andi.Jakarta:Media Inc. Edeard Freeman. -------. Jilid I. Jakarta. “Manajemen”. “Prinsip Pemasaran”. “Manajemen Jasa”. Tanpa pengarang. Tayibnapis.1978.”Time Management”. James A. Tanpa pengarang. Supranto. Swastha DH. Jakarta.F. PT Prenhallindo. Yogyakarta. untuk menaikkan pangsa pasar”. Basu & Irawan. 1986. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Widyahartono. Terry. Reneka Cipta. Farida Yusuf. Bandung:Alumni. “Manajemen Pemasaran Modern”. Jakarta. & Daniel R. James A.tanpa tahun. PT Prenhallindo. “Manajemen”. Jilid II. Liberty.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->