INDONESIA PADA MASA REFORMASI

A. BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU Keberhasilan pemerintahan Orde Baru dalam melaksanakan pembangunan ekonomi, harus diakui sebagai suatu prestasi besar bagi bangsa Indonesia.Di tambah dengan meningkatnya sarana dan prasarana fisik infrastruktur yang dapat dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, keberhasilan ekonomi maupun infrastruktur Orde Baru kurang diimbangi dengan pembangunan mental ( character building ) para pelaksana pemerintahan (birokrat), aparat keamanan maupun pelaku ekonomi (pengusaha / konglomerat). Kalimaksnya, pada pertengahan tahun 1997, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sudah menjadi budaya (bagi penguasa, aparat dan penguasa) 1. Faktor Penyebab Munculnya Reformasi Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut.Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru. 2. Krisi Politik Demokrasi yang tidak dilaksanakan dengan semestinya akan menimbulkan permasalahan politik. Ada kesan kedaulatan rakyat berada di tangan sekelompok tertentu, bahkan lebih banyak di pegang oleh para penguasa.Dalam UUD 1945 Pasal 2 telah disebutkan bahwa Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR . Pada dasarnya secara de jore (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil dari rakyat, tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggota MPR sudah diatur dan direkayasa, sehingga sebagian besar anggota MPR itu diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (nepotisme). Keadaan seperti ini mengakibatkan munculnya rasa tidak percaya kepada institusi pemerintah, DPR, dan MPR.Ketidak percayaan itulah yang menimbulkan munculnya gerakan reformasi. Gerakan reformasi menuntut untuk dilakukan reformasi total di segala bidang, termasuk keanggotaan DPR dam MPR yang dipandang sarat dengan nuansa KKN. Gerakan reformasi juga menuntut agar dilakukan pembaharuan terhadaplima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, di antaranya : UU No. 1 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum UU No. 2 Tahun 1985 tentang Susunan, Kedudukan, Tugas dan Wewenang DPR / MPR UU No. 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya. UU No. 5 Tahun 1985 tentang Referendum UU No. 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa. Perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional dianggap telah menimbulkan ketimpangan ekonomi yang lebih besar.Monopoli sumber ekonomi oleh kelompok tertentu, konglomerasi, tidak mempu menghapuskan kemiskinan pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi dan situasi Politik di tanah air semakin memanas setelah terjadinya peristiwa kelabu pada tanggal 27 Juli 1996.Peristiwa ini muncul sebagai akibat terjadinya pertikaian di dalam internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Krisis politik sebagai faktor penyebab terjadinya gerakan reformasi itu, bukan hanya menyangkut masalah sekitar konflik PDI saja, tetapi masyarakat menuntut adanya reformasi baik didalam kehidupan masyarakat, maupun pemerintahan Indonesia. Di dalam kehidupan politik, masyarakat beranggapan bahwa tekanan pemerintah pada pihak oposisi sangat besar, terutama terlihat pada perlakuan keras terhadap setiap orang atau kelompok yang menentang atau memberikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilakukan oleh

Golkar yang meraih kemenangan mutlak memberi dukungan terhadap pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden dalam Sidang Umum MPR tahun 1998 2003. pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (KLBI).Krisi ekonomi Indonesia berawal dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. masalah hukum juga menjadi salah satu tuntutannya. 3.Sedangkan di kalangan masyarakat yang dimotori oleh para mahasiswa berkembang arus yang sangat kuat untuk menolak kembali pencalonan Soeharto sebagai Presiden. Namun. kucuran dana dari IMF yang sangat di harapkan oleh pemerintah belum terelisasi.Masyarakat menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukkan masalah-masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya. Utang Luar Negeri Indonesia Utang luar negeri Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab munculnya krisis ekonomi. Memasuki tahun anggaran 1998 / 1999.462 miliar dollar Amerika Serikat. . Krisi Ekonomi Krisi moneter yang melanda Negara-negara di Asia Tenggara sejak bulan Juli 1996.Hal ini menyebabkan harga-harga barang naik tidak terkendali.Ternyata udaha yang dilakukan pemerintah ini tidak dapat memberikan hasil. walaupun pada 15 januari 1998 Indonesia telah menandatangani 50 butir kesepakatan (letter of intent atau Lol) dengan IMF. Krisi Hukum Pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan Orde Baru terdapat banyak ketidakadilan.Kelaparan dan kekurangan makanan mulai melanda masyarakat. meletus kerusuhan di Banjarmasin yang banyak memakan korban jiwa.Habibie sebagai Wakil Presiden.962 miliar dollar Amerika Serikat. Dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1998 Soeharto terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan BJ. krisis moneter telah mempengaruhi aktivitas ekonomi yang lainnya.Kondisi moneter Indonesia mengalami keterpurukan yaitu dengan dilikuidasainya sejumlah bank pada akhir tahun 1997. karena pinjaman bank-bank bermasalah tersebut semakin bertambah besar dan tidak dapat di kembalikan begitu saja. utang luar negeri Indonesiatidak sepenuhnya merupakan utang Negara. Faktor lain yang menyebabkan krisis ekonomi yang melanda Indonesiatidak terlepas dari masalah utang luar negeri. Pemilihan umum tahun 1997 ditandai dengan kemenangan Golkar secara mutlak. Terjadinya ketegangan politik menjelang pemilihan umum tahun 1997 telah memicu munculnya kerusuhan baru yaitu konflik antar agama dan etnik yang berbeda. Sejak munculnya gerakan reformasi yang dimotori oleh kalangan mahasiswa. maka pertumbuhan ekonomiIndonesia menjadi 0% dan berakibat pada iklim bisnis yang semakin bertambah lesu. pemerintah meminta bantuan IMF. masyarakat juga menuntut agar di tetapkan tentang pembatasan masa jabatan Presiden. 4. utang pihak swasta mencapai 73.Utang yang menjadi tanggungan Negara hingga 6 februari 1998 mencapai 63.pemerintah.Menjelang akhir kampanye pemilihan umum tahun 1997. Namun. tetapi juga telah menghancurkan keuangan nasional.Selain itu. Ketika nilai tukar rupiah semakin melemah. juga mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia.Sementara itu untuk membantu bank-bank yang bermasalah. Timbul tekanan pada kepemimpinan Presiden Soeharto yang dating dari para mahasiswa dan kalangan intelektual. Kondisi perekonomian semakin memburuk. karena pada akhir tahun 1997 persedian sembilan bahan pokok sembako di pasaran mulai menipis. Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan Negara.EkonomiIndonesia ternyata belum mampu untuk menghadapi krisi global tersebut.Untuk mengatasi kesulitan moneter. tetapi sebagian lagi merupakan utang swasta.

Tragedi Trisakti itu telah mendorong munculnya solidaritas dari kalangan kampus dan masyarakat yang menantang kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak demokratis dan tidak merakyat. Tekanan-tekanan para mahasiswa lewat demontrasinya agar presiden Soeharto mengundurkan diri akhirnya mendapat tanggapan dari Harmoko sebagai pimpinan DPR / MPR. B. . melakukan perubahan kabinet.Sebaliknya. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri/berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia dan menyerahkan Jabatan Presiden kepada Wakil Presiden Republik Indonesia.Akibat dari utang-utang tersebut maka kepercayaan luar negeri terhadapIndonesia semakin menipis.Politik sentralisasi ini juga dapat dilihat dari pola pemberitaan pers yang bersifat Jakarta-sentris. sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli. Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama.Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi.Puncak aksi para mahasiswa terjadi tanggal 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti Jakarta. Pola Pemerintahan Sentralistis Sistem pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah Orde Baru bersifat sentralistis. namun tidak mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat. Krisi Kepercayaan Demontrasi di lakukan oleh para mahasiswa bertambah gencar setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM dan ongkos angkutan pada tanggal 4 Mei 1998. Masyarakat Indonesia merupakan sebuah masyarakat agrasis dan tingkat pendidikan yang masih rendah. Maka pada tanggal 18 Mei 1998 pimpinan DPR/MPR mengeluarkan pernyataan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. upaya pembentukan Dewan Reformasi dan perubahan kabinet tidak dapat dilakukan.Keadaan seperti ini juga dipengaruhi oleh keadaan perbankan di Indonesia yang di anggap tidak sehat karena adanya kolusi dan korupsi serta tingginya kredit macet. 5. walaupun yang memberitakan itu pers daerah. Rencana kunjungan mahasiswa ke Gedung DPR / MPR untuk melakukan dialog dengan para pimpinan DPR / MPR akhirnya berubah menjadi mimbar bebas dan mereka memilih untuk tetap tinggal di gedung wakil rakyat tersebut sebelum tuntutan reformasi total di penuhinya. segera melakukan Pemilihan Umum dan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai Presiden.Di dalam pelaksanaan pola pemerintahan sentralistis ini semua bidang kehidupan berbangsa dan bernegara diatur secara sentral dari pusat pemerintah yakni di Jakarta.Ini terlihat dari sebagian besar kekayaan dari daerah-daerah diangkut ke pusat. produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Pelaksanaan politik sentralisasi yang sangat menyolok terlihat pada bidang ekonomi.Namun peristiwa yang terjadi di daerah yang kurang kaitannya dengan kepentingan pusat biasanya kalah bersaing dengan berita-barita yang terjadi di Jakarta dalam merebut ruang. namun tuntutan dari masyarakat agar Presiden Soeharto mengundurkan diri semakin banyak disampaikan. Soeharto kembali ke Indonesia. Hendriawan Lesmana. Dalam perkembangannya.Kemudian Presiden mengumumkan tentang pembentukan Dewan Reformasi. Heri Hartanto. halaman. Penyimpangan Pasal 33 UUD 1945 Pemerintah Orde Baru mempunyai tujuan menjadikan Negara Republik Indonesia sebagai Negara industri.Aksi mahasiswa yang semula damai itu berubah menjadi aksi kekerasan setelah tertembaknya empat orang mahasiswa Trisakti yaitu Elang Mulia Lesmana. dan Hafidhin Royan.Hal ini menimbulkan ketidakpuasan pemerintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat. Sementara itu. Habibie dan langsung diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara. pengaturan perekonomian pada masa pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. tokoh-tokoh masyarakat di Jakarta.J. oligopoly. dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi. karena pemberitaan yang berasala dari Jakarta selalu menjadi berita utama.

Namun pada saat itu semakin tidak kunjung membaik. berbangsa dan bernegara. rakyat menjadi semakin kritis menyatakan pemerintah Orde Baru tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang makmur. PERKEMBANGAN POLITIK DAN EKONOMI PADA MASA REFORMASI 1. Masalah yang sangat mendesak. Munculnya Gerakan Reformasi Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan perikehidupan lama dengan tatanan perikehidupan yang baru dan secara hukum menuju ke arah perbaikan. serta melaksanakan pelantikan Kabinet Pembangunan VII. adil. melihat situasi politik dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin tidak terkendali. terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan tertembaknya empat mahasiswa hingga tewas.J.B. Mamasuki bulan Mei 1998. ekonomi. para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demostrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunya Soeharto dari kursi kepresidenannya. pukul 10. Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa anatara lain sebagai berikut : Adili Soeharto dan kroni-kroninya. sosial. Nepotisme). Habibie sebagai presiden yang ke-3.Presiden menunjuk Wakil Presiden B. dan sejahtera. Pada tanggal 21 Mei 1998. serta pelantikannya dilakukan didepan Ketua Mahkamah Agung dan para anggotanya. adalah upaya untuk mengatasi kesulitan masyarakat banyak tentang masalah kebutuhan pokok (sembako) dengan harga yang terjangkau oleh rakyat.Maka sejak saat itu.00 WIB bertempat di Istana Negara. namun membutuhkan proses dan waktu. Oleh karena itu.Pada tanggal itu pula di Yogyakarta terjadi peristiwa bersejarah. Pada tanggal 20 Mei 1998. Kronologi Reformasi Pada awal bulan Maret 1998 melalui Sidang Umum MPR. Pada tanggal 19 Mei 1998 puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya berhasil menduduki Gedung DPR/MPR. Presiden Republik Indonesia dijabat oleh B. Amandemen UUD 1945 Penghapusan Dwi Fungsi ABRI Otonomi daerah yang seluas-luasnya Supremasi hukum Pemerintahan yang berisi dari KKN (Korupsi. Presiden Soeharto mengundang tokoh-tokoh bangsa Indonesia untuk dimintai pertimbangannya membentuk Dewan Reformasi yang akan diketuai oleh Presiden Soeharto. Pada tanggal 12 Mei 1998 dalam aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti.Inti isi dari maklumat itu adalah menganjurkan kepada seluruh masyarakat untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Buah perjuangan dari reformasi itu tidak dapat dipetik dalam waktu yang singkat. Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia. munculnya gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaharui tatanan kehidupan bermasyarakat. . Presiden Soeharti meletakkan jabatannya sebagai presiden di hadapan ketua dan beberapa anggota dari Mahkamah Agung. Sementara itu.Kondisi dan siutasi seperti ini mengundang keprihatinan rakyat. Kolusi. namun mengalami kegagalan. Habibie untuk menggantikannya menjadi presiden.Perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk.Gerakan reformasi. pada tahun 1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan perubahan. terutama perbaikan dalam bidang politik. dan hukum.J. 2.Kurang lebih sejuta umat manusia berkumpul di alun-alun utara kraton Yogyakarta untuk mndengarkan maklumat dari Sri Sultan Hamengku Bowono X dan Sri Paku Alam VII.

Habibie dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998. Presiden Republik Indonesia yang ketiga B. ABRI melakukan langkah-langkah pembaharuan dalam perannya di bidang sosial-politik. Ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintahan Habibie untuk meperbaiki perekonomian Indonesia anataranya : y Merekapitulasi perbankan y Merekonstruksi perekonomian Indonesia. baik dalam bentuk rapat-rapat umum maupun unjuk rasa atau demontrasi. Presiden Habibie juga mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independent. dan PDI. Habibie membentuk kabinet baru yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan. undang-undang itu belum memasyarakat atau belum disosialisasikan dalam kehidupan masarakat. peran ABRI di Perwakilan Rakyat DPR mulai dikurangi secara bertahap yaitu dari 75 orang menjadi 38 orang. bebas. orang bebas mengemukakan pendapatnya di muka umum. 3. umum.000. PERKEMBANGAN POLITIK SETELAH 21 MEI 1998 1. setiap organisasi atau lembaga yang ingin melakukan demontrasi hendaknya mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan menentukan tempat untuk melakukan demontrasi tersebut. Namun. dan Udara serta Kepolisian RI. Tugas Habibie menjadi Presiden menggantikan Presiden Soeharto sangatlah berat yaitu berusaha untuk mengatasi krisis ekonomi yang melandaIndonesia sejak pertengahan tahun 1997. pemerintahan Habibie berusaha keras untuk melakukan perbaikan. y Melikuidasi beberapa bank bermasalah.Untuk menjalankan pemerintahan. Pengangkatan Habibie Menjadi Presiden Republik Indonesia Setelah B. Habibie yang manjabat sebagai presiden menghadapi keberadaanIndonesia yang serba parah. Golkar. dan koreksi tentang suatu hal. y Manaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga di bawah Rp. Masalah Dwifungsi ABRI Menanggapi munculnya gugatan terhadap peran dwifungsi ABRI menyusul turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Presiden Habibie sebagai pembuka sejarah perjalanan bangsa pada era reformasi mangupayakan pelaksanaan politik Indonesia dalam kondisi yang transparan serta merencanakan pelaksanaan pemilihan umum yang langsung. dan para menteri itu diambil dari unsur-unsur militer (ABRI). Kebebasan Menyampaikan Pendapat Pada masa pemerintahan Habibie. 2. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. pemerintahan bersama (DPR) berhasil merampungkan perundang-undangan yang mengatur tentang unjuk rasa atau demonstrasi. ketika menghadapi para pengunjuk rasa.J.C. baik dari segi ekonomi. Presiden Habibie tidak mungkin dapat melaksanakannya sendiri tanpa dibantu oleh menteri-menteri dari kabinetnya. Penyampaian pendapat di muka umum dapat berupa suatu tuntutan. Dalam bidang ekonomi. PPP. Laut. Pemilihan umum yang akan diselenggarakan di bawah pemerintahan Presiden Habibie merupakan pemilihan umum yang telah bersifat demokratis. dan budaya.28 tahun 1997 tentang Kepolisian Republik Indonesia.Namun sayangnya. sosial.Kemudian.adalah UU No. namun mulai tanggal 5 .Namun khusus demontrasi. Pada tanggal 22 Mei 1998. Habibie juga membebaskan beberapa narapidana politik yang ditahan pada zaman pemerintahan Soeharto.y Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang diisyaratkan oleh IMF. Untuk menjamin kepastian hukum bagi para pengunjuk rasa.Presiden Habibie memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat. Setelah reformasi dilaksanakan. Kabinet itu terdiri atas 16 orang menteri.10. Langkah lain yang di tempuh adalah ABRI semula terdiri dari empat angkatan yaitu Angkatan Darat. Adanya undang undang tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memulai pelaksanaan sistem demokrasi yang sesungguhnya. jujur dan adil.Hal ini dilakukan karena pihak kepolisian mengacu kepada UU No. rahasia.Pelaku unjuk rasa yang di tindak dengan pasal yang berbeda-beda dapat dimaklumi karena untuk menangani penunjuk rasa belum ada aturan hukum jelas. politik.Langkah-langkah yang dilakukan oleh Habibie adalah berusaha untuk dapat mengatasi krisis ekonomi dan politik.J. pihak kepolisian sering menggunakan pasal yang berbeda-beda.

berkembangnya demokrasi serta munculnya kreativitas masyarakat. Hasil pemilihan umum tahun 1999 hingga saat terakhir pengumuman hasil perolehan suara dari partai-partai politik berjalan dengan aman dan dapat di terima oleh suara partai peserta pemilihan umum.Dengan munculnya undang-undang politik itu partai-partai politik bermunculan dan bahkan tidak kurang dari 112 partai politik telah berdiri di Indonesia pada masa itu. Partai Persatuan pembangunan. telah dua kali lembaga tertinggi Negara melaksanakan Sidang Istimewa. susunan serta kedudukan MPR. aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu. Pada hukum yang berkarakter tersebut. 6. Presiden Habibie kemudian menetapkan tanggal 7 Juni 1999 sebagai waktu pelaksanaan pemiliahan umum tersebut. Sebagai gantinya DPR berhasil menetapkan tiga undang-undang politik baru.Tindakan yang dilakukan oleh Presiden Habibie untuk mereformasi hukum mendapatkan sambutan baik dari berbagai kalangan masyarakat. dan Angkatan Udara. Partai Amanat Nasional. karakter hukum cenderung bersifat konservatif. Ketika dilakukan pembongkaran terhadapat berbagai produksi hukum atau undang-undang yang dibuat pada masa Orde Baru. Sedangkan hukum ortodoks lebih tertutup terhadap kelompok-kelompok sosial maupun individu didalam masyarakat. Pelaksanaan pemilihan umum ditangani oleh sebuah lembaga yangbernama Komisi Pemilihan Umum (KPU). 5. Kemudian Sidang Istimewa yang dilaksanakan antara tanggal 10 13 Nopember 1998 diharapkan MPR benar-benar menyurahkan aspirasi masyarakat dengan perdebatan yang lebih segar. Hasil dari Sidang Istimewa MPR itu memutuskan 12 Ketetapan. 4. Istilah ABRI pun berubah menjadi TNI yang terdiri dari Angkatan Darat. yaitu pada tahun 1967 digelar Sidang Istimewa MPRS yang kemudian memberhentikan Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto menjadi Presiden Rebuplik Indonesia. rahasia. Setelah penghitungan suara berhasil diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). jujur. Sidang Istimewa MPR Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. umum. Munculnya undang-undang politik yang baru memberikan semangat untuk berkembangnya kehidupan politik di Indonesia. Selama pemerintahan Orde Baru. ortodoks maupun elitis. hanya 48 partai politik yang berhasil mengikuti pemilihan umum.Anggota KPU terdiri dari wakil-wakil dari pemerintah dan wakil-wakil dari partai-partai politik peserta pemilihan umum. karena reformasi hukum yang dilakukannya mengarah kepada tatanan hukum yang ditambakan oleh masyarakat. maka tampak dengan jelas adanya karakter hukum yang mengebiri hakhak. Pemilihan Umum Tahun 1999 Pemilihan Umum yang dilaksanakan tahun 1999 menjadi sangat penting. namun pada kenyataannya pemilihan umum berjalan dengan lancar dan aman. DPR dan DPRD. produk hukum dari masa pemerintahan Orde Baru sangat tidak mungkin untuk dapat menjamin atau memberikan perlindungan terhadap Hak-hak Asasi Manusia (HAM).Ketiga udang-undang itu disahkan pada tanggal 1 Februari 1999 dan ditandatangani oleh Presiden Habibie. lebih terbuka dan dapat menampung.Maka sifat dari pemilihan umum itu adalah langsung.J. Ketiga udang-udang itu antara lain undang-undang partai politik. pemilihan umum.Pemilihan umum tahun 1999 juga merupakan ajang pesta rakyat Indonesia dalam menunjukkan kehidupan berdemokrasi. bahkan bias dikatakan tidak ada sama sekali. dan adil. Habibie dilakukan reformasi di bidang hukum Reformasi hukum itu disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang dimasyarakat. . Reformasi Bidang Hukum Pada masa Pemerintahan Presiden B. bebas.Namun dari sekian banyak jumlahnya. hasilnya lima besar partai yang berhasil meraih suara-suara terbanyak di anataranya PDI Perjuangan. Partai Pembangkitan Bangsa.Mei 1999 Polri memisahkan diri dari ABRI dan kemudian berganti nama menjadi Kepolisian Negara.Hal ini disebabkan karena aturan seleksi partai-partai politik diberlakukan dengan cukup ketat. Selanjutnya lima paket undang-undang tentang politik dicabut. Partai Golkar. Banyak pengamat menyatakan bahwa pemilihan umum tahun 1999 akan terjadi kerusuhan. Angkatan Laut. maka porsi rakyat sangatlah kecil. karena pemilihan umum tersebut diharapkan dapat memulihkan keadaan Indonesiayang sedang dilanda multikrisis.

Abudurrahman Wahid terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.Sebagai akibatnya.Oleh karena itu.Namun tanggal 20 Oktober 1999. D. Oleh karena itu hendaknya pemerintah dengan serius menangani masalah pengangguran dengan membuka lapangan kerja yang dapat menampung para penganggur tersebut. Para pekerja yang deberhentikan itu menambah jumlah pengangguran.Dari hasil pemilihan presiden yang dilaksanakan secara voting. Keadaan seperti ini menjadi masalah yang cukup berat karena disatu sisi perusahaan mengalami kerugaian yang cukup besar dan disisi lain para pekerja menuntut kenaikan gaji. 2. . petumbuhan ekonomi menjadi sangat terbatas dan pendapatan perkapita cenderung memburuk sejak krisis tahun 1997. Kondisi Sosial Masyarakat Sejak Reformasi Sejak krisis moneter yang melan da pada pertengahan tahgun 1997. tinggal dua calon Presiden yang maju dalam pemilihan itu.Untuk pertama kalinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat Indonesia. Yuhsril Ihza Mahendra mengundurkan diri. Akibatnya memunculkan tiga calon Presiden yang diajukan oleh fraksi-fraksi yang ada di MPR pada tahap pencalonan Presiden diantaranya AbdurrahmanWahid (Gus Dur). Pengangguran dalam jumlah yang sangat besar ini akan menimbulkan terjadinya masalah masalah social dalam kehidupan masyarakat. maka MPR segera melaksanakan sidang. 322 menerima. pidato pertanggung jawaban Presiden Habibie ditolak oleh MPR melalui mekanisme voting dengan 355 suara menolak. Akibat penolakan pertanggungjawaban itu. Sedangkan pada Sidang Paripurna MPR XII. Tuntutan para pekerja untuk menaikkan gaji sangat sulit dipenuhi oleh pihak perusahaan. sehingga jumlah pengangguran diperkirakan mencapai 40 juta orang. Sidang Umum MPR Hasil Pemilihan Umum 1999 Setelah Komisi Pemilihan Umum berhasil menetapkan jumlah anggota DPR dan MPR. Megawati Soekarnoputri. Kondisi Ekonomi Masyarakat Indonesia Sejak berlangsungnya krisis moneter pertengahan tahun 1997.Pengangguran juga semakin luas. sehingga dapat membuka lapangan kerja baru untuk menampung para penganggur tersebut.DPR/MPR kemudian memilih dan mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden Indonesia. Habibie tidak dapat untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia. 9 abstain dan 4 suara tidak sah. KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEJAK REFORMASI 1.Kemudian pada tanggal 25 Oktober 1999 Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri berhasil membentuk Kabinet Persatuan Nasional. ekonomiIndonesia mulai mengalami keterpurukan.Masalah pengangguran merupakan masalah social dalam kehidupan masyarakat dan sangat peka terhadap segala bentuk pengaruh. perusahaan perusahaan swasta mengalami kerugaian yang tidak sedikit.Langkah berikutnya. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menduduki jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia tidak sampai pada akhir masa jabatanya.Keadaan perekonomian makin memburuk dan kesejahteraan rakyat makin menurun. maka kekuasaanAbdurrahman Wahid berakhir pada tahun 2001. bahkan pihak perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya untuk membayar gaji dan upah pekerjanya. AbdurrahamanWahid dan Megawati Soekarnoputri. akhirnya banyak perusahaan yang mengambil tindakan untuk mengurangi tenaga kerja dan terjadilah PHK. Sidang Umum MPR tahun 1999 diselenggarakan sejak tanggal 1 21 Oktober 1999. Dampak susulan dari pengangguran adalah makin maraknya tindakan tindakan criminal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.7. dan Yuhsril Ihza Mahendra.Pada pemilihan umum ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden RepublikIndonesia untuk masa jabatan 2004-2009. Pemilihan Umum tahun 2004 merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah pemerintahan Republik Indonesia.Pada tanggal 21 Oktober 1999 dilaksanakan pemilihan Wakil Presiden dengan calonnya Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz.Masa kekuasaan Megawati berakhir pada tahun 2004.Dalam Sidang Umum itu Amien Rais dikukuhkan menjadi Ketua MPR dan Akbar Tanjung menjadi Ketua DPR.Akibat munculya ketidakpercayaan parlemen pada Presiden Abdurrahman Wahid. PemilihanWakil Presiden ini kemudian dimenangkan oleh Megawati Soekarnoputri. pemerintah hendaknya dapat menarik kembali para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

air minum. listrik. e. Penyediaan failitas umum seperti rumah. yaitu : perluasan lapangan kerja secara terus menrus melalui investasi dalam dan luar negeri se efisien mungkin. maka para petani yang mampu membeli produk industri non pertanian akan memberi semangat bangkitnya para pengusaha untuk mengembangkan kegiatan perusahaannya. Pihak pemerintah telah berusaha untuk membawa Indonesia keluar dari krisis.com . dari : http://www.a. memerlukan penyelesaian secara bertahap berdasarkan skala prioritas. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat. komunikasi. maka permintaan petani terhadap barang barang non pertanian juga meningkat. Dengan ditetapkannya harga produk pertanian yang tidak merugikan petani. pemerintah hendaknya juga memperhatikan harga harga produk pertanian Indonesia.Oleh sebab itu untuk mengatasi krisis. Penyediaan klinik. d. guru dan buku buku untuk pendidikan umum dengan harga terjangkau. Penyediaan ruang sekolah. tidak mungkin dapat diatasi oleh seorang Presiden dalam waktu singkat. c.dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.Oleh karena itu. Penyediaan barang kebutuhan pokok sehari hari untuk memenuhi permintaan pada harga yang terjangkau.Tetapi tidak mungkin dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Apabila pendapatan petani meningkat. Disamping penanganan masalah pengangguran.sejarahreformasiindonesia.blogspot. presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan Republik Indonesia. b. karena selama masa pemerintahan Orde Baru maupun sejak krisis 1997 tidak pernah berpihak kepada petani. angkutan dengan harga terjangkau. Terpilihnya presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri yang naik menggantikan Gus Dur bertugas untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyat dengan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. dokter dan obat onbatan untuk kesehatan umum dengan harga yang terjangkau pula. Namun dengan kondisi perekonomian Negara yang ditinggalkan oleh pemerintahan Soeharto. pemerintah melihat lima sector kebijakan yang harus digarap. pemerintah membuat skala prioritas yang artinya hal mana yang hendaknya dilakukan agar Indonesia keluar dari krisis. bahan baker.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful