TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT PERAWAT BERDASARKAN KEWENANGGAN PRODI KEPERAWATAN

MENGENAL TINGKAT PENDIDKAN PERAWAT
‡ ‡ ‡ ‡ SPK/SPR (SUDAH TIDAK ADA) DIPLOMA NERS NERS SPESIALIS-MAGISTER KEPERAWATAN (Sp : Anak, Jiwa, Komunitas, Maternitas, KMB) ‡ DOKTOR

WEWENANG PERAWAT
WEWENANG PERAWAT WEWENANG PERAWAT

KONSELING KES

TIND.MEDIS

PENGKAJIAN

TIND.KEP

DIAGNOSA

WEWENANG PERAWAT

EVAL.KEP

PERENC.KEP

TERAPI KEP

OBSERV.KEP

sedangkan kompetensi dapat diartikan seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mapu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugastugas dibidang pekerjaan tertentu. engertian Standar diartikan sebagai ukuran atau patokan yang disepakati. .STANDAR KOM TENSI ERAWAT INDONESIA ‡ A.

Ranah Utama Kompetensi erawat a) b) raktik rofessional. legal dan peka budaya emberian asuhan dan manajemen asuhan keperawatan. etis. c) engembangan professional ICN Framework :3 Domains/ranah kompetensi Perawat .

Kategori dan Unit Kompetensi Perawat Indonesia a.PERAWAT VOKASIONAL Ranah 1: Praktik Profesional. Legal dan Etis Akuntabilitas 1) Menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan profesional sesuai dengan lingkup praktik. dan hukum/peraturan perundangan .

Praktek tis 2)Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia 3)Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien 4)Menerapkan sikap menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan dan kesehatan yang diberikan 5)Menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis. verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional Praktik Legal Melakukan praktik keperawatan profesional sesuai dengan peraturan perundangan .

profesional lain dan kelompok komunitas/ masyarakat dalam kegiatan yang ditujukan untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan gaya hidup dan lingkungan yang sehat .Ranah 2: Pemberian Asuhan & Manajemen Prinsip Pemberian Asuhan 7)Menggunakan keterampilan penyelesaian masalah untuk memandu praktik Prinsip Asuhan Prinsip Asuhan Promosi Kesehatan 8)Berperan serta dalam promosi kesehatan bersama perawat profesional.

kemudian mengkontribusikan data dan informasi tersebut untuk pengkajian yang dibuat oleh Ners 10)Mengidentifikasi masalah kesehatan yang umum. mencatat temuan tepat waktu sesuai dengan standar profesi dan kebijakan organisasi .Pengkajian 9) Melaksanakan pengumpulan data kesehatan sesuai aspek yang didelegasikan. aktual dan potensial serta mencatat temuan yang meyimpang 11)Melaporkan dan menjaga keakuratan.

atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membuat keputusan. memberikan persetujuan. atau mengalami hambatan bahasa j Berkoordinasi dengan Perawat Teregisterasi. akurat dan catatan terkait dibawah supervisi Ners . mengkaji kembali dan merevisi rencana asuhan secara regular j Menjaga kelangsungan rencana asuhan yang terkiri.Perencanaan j Membantu Ners dalam merencanakan asuhan klien berdasarkan hasil pengkajian j Menetapkan prioritas asuhan yang diberikan bersama perawat supervisor j Memberikan informasi yang akurat kepada klien tentang aspek rencana asuhan yang menjadi tanggung jawabnya j Melaporkan dan meminta seorang penasehat apabila klien dan/atau pemberi asuhan meminta dukungan.

Implementasi 18)Melaksanakan intervensi keperawatan yang direncanakan sesuai dengan standar praktik keperawatan dibawah pengawasan Ners 19)Mendokumentasikan intervensi dan respon klien secara akurat dan tepat waktu 20)Mengidentifikasi dan melaporkan situasi perubahan yang tidak diharapkan 21)Meminta bantuan cepat dan tepat dalam situasi gawat darurat/ bencana 22)Menerapkan ketrampilan bantuan hidup dasar sampai bantuan tiba .

Evaluasi 22)Memonitor dan mendokumentasikan kemajuan hasil asuhan yang diharapkan secara akurat dan lengkap 23)Memberikan kontribusi kepada tim dalam evaluasi kemajuan terhadap hasil/pencapaian yang ditargetkan 24)Memberikan kontribusi data evaluasi dan saran perbaikan terhadap rencana asuhan kepada Ners .

konsisten dan akurat informasi baik verbal. .Hubungan Interpersonal 26)Mengkomunikasikan secara jelas. mencakup pandangan klien. dan/atau pemberi pelayanan dari berbagai latar belakang budaya 28)Mengkomunikasikan dan berbagi informasi yang relevan. sesuai tanggung jawab profesionalnya 27)Berinteraksi dengan cara menghargai dan menghormati budaya klien.Komunikasi Terapetik . keluarga dan/atau pemberi pelayanan dengan anggota tim kesehatan lain yang terlibat dalam pemberian pelayanan kesehatan. keluarga. tertulis maupun elektronik.

Kepemimpinan & Manajemen 29)Memberikan advokasi dan berkontribusi . untuk menciptakan lingkungan keja yang positif 30)Memahami kebutuhan pendekatan dan berbagai gaya kepemimpinan dalam situasi yang berbeda 31)Mengenali konflik dan menggunakan ketrampilan interpersonal serta mekanisme organisasi yang ada untuk mencapai solusi 32)Mendukung pemimpin dengan cara konsisten untuk meningkatkan rasa saling menghargai hormat dan percaya diri diantara anggota tim 33)Memprioritaskan beban kerja dan mengelola waktu secara efektif 34)Memahami bagaimana kebijakan dan prosedur dikembangkan serta memberikan kontribusi untuk umpan balik komite review. 35)Berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran berbasis unit 36)Memberikan umpan balik dan saran untuk perubahan di lingkungan praktiknya sendiri secara efektif .

Pelayanan Kesehatan Interprofesional 37)Memahami dan menghargai peran. 38)Bekerjasama untuk mempertahankan kerja tim multi dispilin secara efektif. . 39)Menggunakan pengetahuan tentang praktik kerja inter dan intra profesional yang efektif 40)Menyampaikan pandangan pasien/klien dan/atau pemberi pelayanan untuk membantu pembuatan keputusan oleh tim inter-profesional 41)Merujuk klien kepada Perawat Teregister untuk menjamin klien mendapatkan intervensi terbaik yang tersedia. pengetahuan dan ketrampilan anggota tim kesehatan yang berkaitan dengan tanggung jawabnya.

Delegasi ± Supervisi 42)Menerima kegiatan yang didelegasikan sesuai dengan tingkat keahlian dan lingkup praktik legal 43)Memberikan umpan balik kepada orang yang mendelegasikan/ menugaskan kegiatan dan mengawasi kerjanya 44)Mempertahankan akontabilitas terhadap hasil kegiatan yang didelegasikan .

mengikuti peraturan nasional dan persyaratan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. kebijakan dan prosedur. 50)Memenuhi prosedur pencegahan infeksi 51)Mengetahui tindakan yang dilakukan pada saat dinyatakan terjadi bencana . 46)Mempertahankan lingkungan asuhan yang aman melalui tindakan tepat waktu . 48)Memberikan dan mencatat obat dibawah pengawasan seorang Perawat 49)Teregistrasi bila secara hukum diijinkan.Keselamatan Lingkungan 45)Mengidentifikasi dan melaporkan situasi yang dapat membahayakan keselamatan klien atau staf. 47)Menyimpan bahan-bahan pengobatan dengan memperhatikan kemananan dan keselamatan.

Ranah 3 : Pengembangan Professional. Personal & Kualitas Pengembangan Profesi 52)Mengetahui dan mengikuti standar profesi dan praktik terbaik yang diterapkan sebagai tanggung jawab profesi 53)Meningkatkan dan mempertahankan citra keperawatan yang positif 54)Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa keperawatan (mahasiswa perawat vokasional) dan staf pendukung 55)Bertindak sebagai nara sumber baagi mahasiswa keperawatan (mahasiswa perawat vokasional) dan staf pendukung 56)Ikut serta dalam kegiatan advokasi melalui organisasi profesi untuk mempengaruhi kebijakan pelayanan kesehatan dan sosial serta masuk ke dalam pelayanan .

pengembangan profesional dan mempertahankan kompetensi yang dimilikinya 61)Menyempatkan diri untuk belajar bersama orang lain untuk memberikan kontribusi terhadap asuhan kesehatan . tolok ukur kualitas dan juga sesuai dengan tingkat pelatihan yang diikutinya. ketentuan.Peningkatan Kualitas 57)Melaksanakan tugas sesuai arahan dan sesuai dengan kebijakan. 58)Berperan serta dalam peningkatan kualitas dan prosedur jaminan mutu Pendidikan Berkelanjutan 59)Melakukan kajian secara teratur tentang praktik yang dilaksanakannya dengan cara refleksi dan peer review 60)Bertanggung jawab untuk belajar seumur hidup.

hasil asuhan dan kompetensi lanjutan sesuai dengan lingkup praktik.b. tindakan profesional. Legal dan Etis  Akuntabilitas 1) Menerima tanggung gugat terhadap keputusan. tanggung jawab yang lebih besar. dan hukum/peraturan perundangan . Ranah 1 : Praktik Professional.

verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional .Praktik Etis 2)Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia 3)Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien 4)Menerapkan sikap menghormati hak klien untuk memperoleh informasi. memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan & kesehatan yang diberikan 5)Menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis.

Praktik Legal 6) Melakukan praktik keperawatan profesional sesuai dengan peraturan perundangan Ranah 2 : Pemberian Asuhan & Manajement  Prinsip Pemberian Asuhan 7) Menerapkan keterampilan berpikir kritis dan pendekatan sistem untuk penyelesaian masalah serta pembuatan keputusan keperawatan dalam konteks pemberian asuhan keperawatan profesional .

menganalisis. profesional lain serta kelompok masyarakat untuk mengurangi rasa sakit. meningkatkan gaya hidup dan lingkungan yang sehat Pengkajian 9)Melakukan pengkajian melalui pengumpulkan data obyektif dan subyektif yang akurat dan relevan melalui pengkajian kesehatan dan keperawatan yang sistematik 10)Mengorganisasikan. mensintesis.Prinsip Asuhan Promosi Kesehatan 8)Mengelola promosi kesehatan melalui kerjasama dengan sesama perawat. menerjemahkan data dari berbagai sumber untuk menegakkan diagnosis keperawatan dan menetapkan rencana asuhan 11)Berbagi temuan dan mendokumentasikan-nya secara akurat dan tepat waktu sesuai dengan standar profesi dan kebijakan organisasi .

dapat dimengerti. keluarga atau pemberi asuhan meminta dukungan atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membuat keputusan. dan standar praktik keperawatan 13) Menetapkan prioritas asuhan melalui kolaborasi dengan pemberi asuhan lain dan klien. masukan dari anggota tim kesehatan lain. dalam rencana asuhan untuk menjamin klien mendapatkan informasi akurat. 14) Melibatkan klien apabila memungkinkan. atau mengalami hambatan bahasa 16) Mengkaji kembali dan merevisi rencana asuhan secara reguler. memberikan persetujuan.Perencanaan 12) Merumuskan rencana asuhan yang komprehensif dengan hasil asuhan yang teridentifikasi berdasarkan diagnosis keperawatan. sebagai dasar persetujuan asuhan yang diberikan 15) Melibatkan seorang penasehat apabila klien. apabila memungkinkan berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dan klien 17) Menjaga kelangsungan rencana asuhan yang terkini. akurat dan catatan terkait . hasil pengkajian keperawatan dan kesehatan.

termasuk melakukan prosedur bantuan hidup jika diperlukan. treatment dan intervensi yang berada dalam lingkup praktik keperawatan bagi Ners dan sesuai standar praktik keperawatan 19)Mendokumentasikan intervensi dan respon klien secara akurat dan tepat waktu 20)Merespon situasi perubahan yang cepat atau yang tidak diharapkan secara cepat dan tepat 21)Merespon situasi gawat darurat/ bencana secara cepat dan tepat.Implementasi 18)Melaksanakan serangkaian prosedur. dan prosedur gawat darurat/ bencana lainnya .

Evaluasi 22)Memonitor dan mendokumentasikan kemajuan hasil asuhan yang diharapkan secara akurat dan lengkap 23)Mengevaluasi kemajuan hasil asuhan terhadap pencapaian yang ditargetkan. keluarga dan/atau pemberi pelayanan. dengan melibatkan klien. serta anggota tim kesehatan lain 24)Menggunakan data evaluasi untuk memodifikasi rencana asuhan .

. keluarga dan/atau pemberi pelayanan dengan anggota tim kesehatan lain yang terlibat dalam pemberian pelayanan kesehatan. tertulis maupun elektronik. mencakup pandangan klien.Hubungan Interpersonal 25)Mengkomunikasikan secara jelas.Komunikasi Terapetik . dan/atau pemberi pelayanan dari berbagai latar belakang budaya 27)Mengkomunikasikan dan berbagi informasi yang relevan. konsisten dan akurat informasi baik verbal. sesuai tanggung jawab profesionalnya 26)Berinteraksi dengan cara menghargai dan menghormati budaya klien. keluarga.

menggunakan ketrampilan komunikasi yang efektif dan mekanisma yang ada untuk mencapai solusi 31)Memberikan kontribusi untuk kepemimpinan tim dengan memperkuat tujuan sehingga dapat meningkatkan sikap saling menghargai dan percaya diri diantara anggota tim 32)Mengekpresikan pemikiran kepemimpinannya secara jelas dan mendukung harapan anggota tim lainnya 33)Memprioritaskan beban kerja dan mengelola waktu secara efektif 34)Memberikan kontribusi pada hasil review dan modifikasi kebijakan dan prosedure organisasi terbaru. secara effektif . saran perubahan di lingkungan praktiknya sendiri atau organisasinya.Kepemimpinan & Manajemen 28)Memberikan advokasi dan berbertindak dalam rentang kendalinya untuk menciptakan lingkungan keja yang positif 29)Menyesuaikan pendekatan dan gaya kepemimpinan dalam situasi yang berbeda 30)Menghadapi konflik dengan cara yang bijaksana. 35)Memberikan kontribusi terhadap pendidikan dan pengembangan profesional mahasiswa dan sejawat di tempat kerja 36)Memberikan umpan balik.

keluarga. pengetahuan dan ketrampilan anggota tim kesehatan yang berkaitan dengan tanggung jawabnya 38)Berkolaborasi dengan professional kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan keperawatan dan kesehatan yang dapat dijangkau oleh klien 39)Menggunakan pengetahuan tentang praktik kerja inter dan intra profesional yang efektif 40)Memaparkan dan mendukung pandangan klien.Pelayanan Kesehatan Interprofesional 37)Memahami dan menghargai peran. . dan/atau pemberi pelayanan selama pembuatan keputusan oleh tim inter profesional 41)Merujuk untuk memastikan klien mendapatkan intervensi terbaik yang tersedia.

.Delegasi ± Supervisi 42)Mendelegasikan kepada orang lain. tingkat persiapan. kegiatan sesuai dengan kemampuan. keahlian dan lingkup praktik legal 43)Menerima kegiatan yang didelegasikan sesuai dengan tingkat keahliannya dan lingkup praktik legal 44)Memonitor dan menggunakan serangkaian strategi pendukung termasuk precepting ketika pengawasan dan/atau monitoring asuhan didelegasikan 45)Mempertahankan akontabilitas dan tanggung jawab saat mendelegasikan aspek asuhan kepada orang lain 46)Memberikan kontribusi terhadap pengembangan panduan dan kebijakan yang berkaitan dengan pendelegasian tanggung jawab klinik.

serta kebijakan dan prosedur. 51)Mengetahui tanggung jawab dan prosedur yang harus diikuti pada saat dinyatakan terjadi bencana. mengkaji efek samping dan mengukur dosis yang sesuai dengan resep yang ditetapkan 50)Memenuhi prosedur pencegahan infeksi dan mencegah terjadinya pelanggaran dalam praktik yang dilakukan para praktisi lain. mencatat. pemberian dan pencatatan bahan-bahan pengobatan 49)Memberikan obat.47)Mengambil tindakan segera dengan menggunakan strategi manajemen risiko peningkatan kualitas untuk menciptakan dan menjaga lingkungan asuhan yang aman dan memenuhi peraturan nasional. 48)Menjamin keamanan dan ketepatan penyimpanan. persyaratan keselamatan dan kesehatan tempat kerja. .

anggota tim kesehatan lain dan masyarakat 56)Menghargai penelitian dalam memberikan kontribusi pada pengembangan keperawatan dan menggunakan hasil penelitian sebagai alat untuk meningkatkan standar asuhan 57)Mencermati lingkungan praktik dan literatur keperawatan untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) dan issu yang muncul 58)Ikut serta dalam kegiatan advokasi melalui organisasi profesi untuk mempengaruhi kebijakan pelayanan kesehatan dan sosial serta masuk ke dalam pelayanan . Personal & Kualitas Pengembangan Profesi 52)Meningkatkan deseminasi. penggunaan. monitoring dan penelaahan standar profesi serta pedoman praktik terbaik 53)Meningkatkan dan mempertahankan citra keperawatan yang positif 54)Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa dan dalam tim pemberi asuhan 55)Bertindak sebagai nara sumber bagi mahasiswa.Ranah 3: Pengembangan Professional.

Pendidikan Berkelanjutan 61)Melakukan kajian secara teratur tentang praktik yang dilaksanakannya dengan cara refleksi. dan evaluasi serta peer review 62)Bertanggung jawab untuk belajar seumur hidup. 60)Bepartisipasi dalam kegiatan peningkatan kualitas dan penjaminan mutu. telaah kritis. pengembangan profesional dan mempertahankan kompetensi yang dimilikinya 63)Menyempatkan diri untuk belajar bersama orang lain untuk memberikan kontribusi terhadap asuhan kesehatan .Peningkatan Kualitas 59)Mengikuti pedoman praktik terbaik dan berdasarkan pembuktian (evidence-based ) dalam melakukan praktik keperawatan.

dan hukum/peraturan perundangan Perawat Profesional Ners Menerima tanggung gugat terhadap keputusan. hukum/peraturan perundangan Ners Konsultan Menerima tanggung gugat dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap keputusan. hasil asuhan dan kompetensi lanjutan sesuai dengan lingkup praktik. tindakan profesional dan kompetensi lanjut sesuai dengan lingkup praktik.CONTOH MATRIK Unit Kompetensi Perawat Indonsesia berdasarkan Rentang Ranah 1 : Praktik Professional. tindakan profesional. tindakan profesional dan kompetensi lanjut sesuai dengan perubahan lingkup praktik. hukum/peraturan perundangan 1 . tanggung jawab yang lebih besar. Legal dan Etis Akuntabilitas No Perawat Vokasional Menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan tindakan professional sesuai dengan lingkup praktik. . dan hukum/peraturan perundangan Ners Spesialis Menerima tanggung gugat dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap keputusan.

memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan & kesehatan yang diberikan Menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis. memilih dan menentukan sendiri asuhan kepartewatan & kesehatannya dan menerapkannya dalam praktek Berperan serta dalam pengembangan kebijakan dan sistem untuk meningkatkan kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis.2. verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional Ners Spesialis Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien Menerapkan sikap menghormati hak klien untuk memperoleh informasi. verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional 6 Melakukan praktik keperawatan profesional sesuai dengan peraturan perundangan Melakukan praktik keperawatan profesional sesuai dengan peraturan perundangan termasuk area khusus praktik spesialis . sesuai dengan peraturan perundangan.1. verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional Melakukan praktik keperawatan professional mandiri. Menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis. memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan & kesehatan yang diberikan Ners Konsultan Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia 3 Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien Berperan serta dalam menetapkan kebijakan yang menegaskan hak klien untuk mendapatkan informasi. termasuk kekhususan dari peran praktik lanjutan 4 5 Menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis. Praktik Etis No 2 Perawat Vokasional Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien Menerapkan sikap menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan sendiri asuhan keperawatan & kesehatan yang diberikan. verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sebagai seorang profesional Melakukan praktik keperawatan profesional sesuai dengan peraturan perundangan Ners Menerapkan prinsip etik dalam keperawatan sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia Menerapkan sikap menghormati hak privasi dan martabat klien Menerapkan sikap menghormati hak klien untuk memperoleh informasi.

profesional lain dan kelompok komunitas/ masyarakat dalam kegiatan yg ditujukan utk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan gaya hidup dan lingkungan yang sehat 2. pembuat kebijakan.1 Prinsip Pemberian Asuhan NO Perawat Vokasional Menggunakan keterampilan penyelesaian masalah untuk memandu praktik 7 Menerapkan keterampilan berpikir kritis dan pendekatan sistem untuk penyelesaian masalah serta pembuatan keputusan keperawatan dalam konteks pemberian asuhan keperawatan profesional Menerapkan keterampilan berpikir kritis dan pendekatan sistem untuk penyelesaian masalah serta pembuatan keputusan keperawatan dalam konteks pemberian asuhan keperawatan spesialis Menerapkan keterampilan berpikir kritis.2.2 Prinsip Asuhan NO 8 Perawat Vokasional Berperan serta dalam promosi kesehatan bersama perawat profesional. profesional lain serta kelompok masyarakat untuk mengurangi rasa sakit. meningkatkan gaya hidup dan lingkungan yang sehat Ners Spesialis Mengelola promosi kesehatan melalui kerjasama dengan sesama perawat.Contoh Ranah 2 : Pemberian Asuhan & Manajemen Ners Ners Spesialis Ners Konsultan 2. profesional lain kelompok masyarakat serta kelompok khusus tertentu untuk mengurangi rasa sakit.1 Promosi Kesehatan Ners Mengelola promosi kesehatan melalui kerjasama dengan sesama perawat. perencana. meningkatkan gaya hidup dan lingkungan yang sehat dalam area praktik spesialis Ners Konsultan Berperan secara aktif dengan profesional kesehatan lain. pertimbangan klinis dan keahlian untuk membuat keputusan pada areaarea-area praktik yang komplek dalam konteks pemberian asuhan keperawatan profesional 2. kelompok masyarakat dan advokasi untuk merumuskan strategi dan menggerakkan sumber ±sumber untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat .

monitoring dan penelaahan standar profesi serta pedoman praktik terbaik Ners Spesialis Meningkatkan deseminasi. politis dan profesional Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa dan dalam tim pemberi asuhan 54 Meningkatkan dan mempertahankan citra keperawatan yang positif Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa keperawatan (enrolled nurse students) dan staf pendukung Bertindak sebagai nara sumber baagi mahasiswa keperawatan (enrolled nurse students) dan staf pendukung Meningkatkan dan mempertahankan citra keperawatan yang positif 55 Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa dan dalam tim pemberi asuhan 56 Bertindak sebagai nara sumber bagi mahasiswa. Personal & Kualitas 3. anggota tim kesehatan lain dan masyarakat Bertindak sebagai nara sumber di area spesialis bagi mahasiswa.Contoh : Ranah 3 : Pengembangan Professional. serta berpartisipasi dalam mengembangkan dan menyesuaikan standar dalam kontek praktik Meningkatkan praktik keperawatan spesialis sebagai bagian esensial dari pemberian pelayanan kesehatan Bertindak sebagai model peran yang efektif bagi mahasiswa dan dalam tim pemberi asuhan Ners Konsultan Memberikan kepemimpinan dalam mengembangkan standar profesi dan praktik terbaik berdasarkan bukti/fakta (evidence base) dan membimbing dalam mengembangkan dan menyesuaikan standar dalam konteks praktik Menyampaikan dan meningkatkan peran keperawaatan praktik lanjutan dalam konteks klinis. tim kesehatan lain. penggunaan. penelaahan standar profesi spesialis dan pedoman praktik terbaik. monitoring . anggota tim kesehatan lain. perencana kesehatan dan masyarakat . penggunaan. perencana kesehatan dan masyarakat Bertindak sebagai nara sumber dalam praktik keperawatan lanjutan bagi mahasiswa.1 Pengembangan Profesi No 53 Perawat Vokasional Mengetahui dan mengikuti standar profesi dan praktik terbaik yang diterapkan sebagai tanggung jawab profesi Ners Meningkatkan deseminasi.

.......... Struktur dan fungsi sistem pernafasan . Pengetahuan tentang alat-alat pemberian oksigen ........ 7... Mengelola Pemenuhan Kebutuhan Oksigen No....... Teknik mengatur pasien ... Berbagai macam teknik pemberian oksigen tingkat lanjut Pendidikan kesehatan ...... 2.. Fisioterapi dada/ chest physiotheraphy... Komunikasi dalam rangka kolaborasi.. Pengetahuan dan Ketrampilan yang diperlukan Pembantu Kep.. Perawat Vokasional Ners 1.........Contoh Levelling (Jenjang) 1..... 4. 3. 5. ...... 6.........

......... 2...... 3.. Menerapkan proses keperawatan pada klien/pasien dengan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit serta gangguan keseimbangan asam-basa......... Pengetahuan dan Ketrampilan yang diperlukan Keseimbangan cairan dan elektrolit . 9. Interpretasi nilai CVP dan data lain.... Memasang infus.................2...... Gangguan dalam keseimbangan cairan dan elektrolit serta keseimbangan asam-basa ... Keseimbangan asam basa ....... Monitoring CVP .... 6..... 8.. 7... ............. Faktor-faktor yg mempengaruhi kesimbangan cairan dan elektrolit serta kesimbangan asambasa ................................. Mengelola pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit No............ 1....... Penerapan proses keperawatan pada klien dengan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dan asam-basa.. Pembantu Kep......... 5..... Perawat Vokasional Ners 4...

Struktur & fisiologi sistem pernafasan..3... pernafasan dan tekanan darah .. nadi..... 3..... Pengukuran suhu............. suhu dan peredaran darah ............... Pengetahuan dan Ketrampilan yang diperlukan Pembantu Kep.. Mengukur tanda-tanda vital No....... Tujuan dan langkah-langkah pengukuran tanda-tanda vital................... 2.... Perawat Vokasional Ners 1...... .. 4... Pencatatan hasil pengukuran .

Bentuk Praktik Keperawatan Mandiri (Kepmenkes 1239/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat) ‡ Perorangan ‡ Berkelompok Bertanggung jawab penuh secara teknis dan administratif .

Praktik Keperawatan Mandiri ‡ Klinik Praktik Perorangan ‡ Klinik Praktik Bersama ‡ Klinik Kesehatan di Masyarakat ‡ Unit Manajemen Home Care Continuity of Care ‡ Individu dalam konteks keluarga ‡ Keluarga Sarana Kesehatan Multidisiplin .

PERAN PERAWAT PROFESIONAL DALAM PRAKTIK PROFESI ELEMEN KORDINATOR KONSELOR PELAKSANA KOLABORATOR PENDIDIK PROSES INTERPERSONAL PEMBAHARU KONSULTAN PENELITI ADVOKAT .

Perawat Praktik Mandiri Kepmenkes 1239/2001 SIPP: ¨ Diterbitkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota . 3 August 2011 44 . ¨ Permohonan disertai dengan SIP dan keterangan pengalaman kerja. ¨ Hanya dibolehkan untuk perawat yang berpendidikan minimal AMK. ¨ Diiperlukan rekomendasi tertulis dari Organisasi Profesi. khusus bagi perawat AMK. minimal 3 (tiga) tahun.

Rekomendasi ‡ Memiliki 30 SKP ‡ Tidak sedang menjalani hukuman pelanggaran Kode etik ‡ Anggota PPNI ‡ Uji kompetensi ««..? .? (kepmenkes 1239/2001dapat dilakukan) MTKP«.? Posisi Organisasi Profesi.

ORGANISASI PROFESI & Uji Kompetensi DASAR HUKUM ‡UU no 8 tahun 1985 ‡UU No 18 tahun 2002 ‡UU No 36 tahun 2009 .

UU No 18 tahun 2002 Pasal 1 (14) Organisasi profesi adalah wadah masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. yang dijamin oleh negara untuk mengembangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat. . atau suatu bidang kegiatan profesi. sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

. organisasi profesi wajib menentukan standar. dan sertifikasi keahlian.Untuk menjamin tanggung jawab dan akuntabilitas profesionalisme. Pasal 12 (2) Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan batasan dan persyaratan bahwa suatu organisasi masyarakat ilmiah dapat dikatakan sebagai organisasi profesi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi apabila organisasi tersebut melaksanakan penegakan profesionalisme dan etika profesi. persyaratan. serta kode etik profesi.

KAJIAN PER UU-AN TERKAIT UJI KOMPETENSI
UU NO.23/1992 TTG KESEHATAN UU NO 18 TAHUN 2002 TTG PENERAPAN IPTEK UU NO 20/2003 TTG SISDIKNAS PP 19/2005 UU NO 13/2003 TTG NAKER PP 23/2005 BNSP -

PP 32/1996 TTG NAKES KEPMENKES 1239/2001 REGISTRASI & PRAKTIK PWT UNTUK SIK DAN SIPP HARUS ADA REKOMENDASI OP (BERUPA PENILAIAN KEMAMPUAN=UJI KOMPETENSI

-

-

Psl 12 (2) OP WAJIB : MENENTUKAN STD, PERSYARATAN,SERTIFIK ASI KEAHLIAN DAN KODE ETIK. MELAKSANAKAN PENEGAKAN PROFESIONALISME

UJI KOMPETENSI OLEH ORGANISASI PROFESI

STD KOMPETNSI UJI KOMPETESI OLEH LSP

BAGAI MANA PERAWAT KE DEPAN«.?
‡ PELAYANAN ‡ PENDIDIKAN ‡ REGULASI

Pengembangan Keperawatan ke depan«
‡ Menata lingkungan kerja yang positif dan sistem rekrutmen dan retensi perawat yang rasional ‡ Merekonstruksi lingkungan praktik dan menata model praktik keperawatan professional yang positif, bebas dari tindak kekerasan dan terlindungi dari risiko kerja. ‡ Mengintegrasikan model praktik keperawatan mandiri sebagai continuity of care

Pengembangan Keperawatan ke depan« ‡ Memberikan kewenangan untuk mengelola secara penuh pelayanan dan asuhan keperawatan termasuk sumber daya ‡ Membangun komunitas perawat professional dalam sistem manajemen keperawatan yang professional ‡ Memfasilitasi praktik berdasarkan evidence dengan menggalakkan riset dan pemanfaatannya. ‡ Meningkatkan hubungan intra dan inter-profesi dalam iklim kerja tim yang sehat dan setara .

Pengembangan Keperawatan ke depan« ‡ Mengimplementasikan sistem jenjang karir professional dan memfasilitasi PBP bagi perawat ‡ Mendukung jejaring dan kerjasama efektif untuk meningkatkan pelayanan ‡ Menetapkan kebijakan RS sebagai lahan praktik mahasiswa keperawatan .

Perawat Pendidik (PP) 4. Perawat Peneliti/Riset (PR) .Penjenjangan Karir Professional Perawat Secara Umum Meliputi: 1. Perawat Manajer (PM) 3. Perawat Klinik (PK) 2.

Pendidik.Bidang Pengembangan Jenjang Karir Professional Perawat (Klinik. Manajer. Researcher/Peneliti PK V PK IV PK III PM V PM IV PP V PP IV PP III PR V PR IV PM III PR III PR II PK II PM II PM I PP II PK I PP I PR I .

D III Proyeksi ke depan S2/ Sp 1 & Sp2 S1/Ners SPK DIII Kapan ??? .Kondisi saat ini S1.

Arah Perkembangan Pendidikan & istem etenagaan eperawatan Sp2 Sp1 S3 S2 S2/ Sp 1 & Sp2 Konsultan Spesialis Professional S1/Ners 2015 D III SMA SPK S1/Ners DIII Vokasional Vokasional .

KUALIFIKASI ‡ Vokasional Lisenced Vocational Nurse (LVN) ‡ Professional Registered Nurse ‡ Professional Spesialis Registered Nurse Sp ‡ Konsultan Registered Nurse Konsultan .

Isi: Isi: ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ RUU Praktik Keperawatan Bab I Bab II Bab III Bab V Bab V : Ketentuan Umum : Asas dan Tujuan : Lingkup Praktik Keperawatan : Konsil Keperawatan Indonesia : Standar Pendidikan Profesi Keperawatan Bab VII : Registrasi Keperawatan Bab VIII: Penyelenggaraan Praktik Keperawatan Bab IX : Pembinaan. Pengembangan dan Pengawasan Bab X : Ketentuan Peralihan .

PANDANGAN PPNI TERHADAP PELIMPAHAN TUGAS (WEWENANG) TINDAKAN MEDIS 1 .

INDEPENDEN DEPENDEN INTERDEPENDEN COLLABORATION .

P as ien/K lien s ebagai F okus Intervens i Kedokteran Anamnesa Diagnostik Medik Perencanaan & Tritmen Medik Ilmu Kedokteran Keperawatan Pengkajian Diagnosis keperawatan Perencanaan & Tritmen Keperawatan Ilmu Keperawatan .

Dasarnya adalah PERIKATAN . Orang yang memberikan kuasa tetap bertanggung jawab. yang menerima kuasa bertanggung jawab terhadap orang yang memberi kuasa. melainkan harus pula diartikan menurut hukum Perdata.PELIMPAHAN WEWENANG Hendaknya jangan hanya diartikan secara administratif.

PELIMPAHAN WEWENANG ATRIBUTIF WEWENANG DELEGASI PELIMPAHAN WEWENANG MANDAT .

WEWENANG ATRIBUIF Melekat pada suatu jabatan Kewenangan atas dasar konstitusi atau peraturan perundangan .

PELIMPAHAN WEWENANG DELEGASI ‡ Antar Organ Pemerintah ‡ Terjadi Pengalih tanganan kewenangan ‡ Pemberi tdk dpat lagi menggunakan wewenangnya ‡ Tidak wajib memberi instrKusi (penjelasan). tapi berhak meminta penjelasan pelaksanaannya ‡ Tanggung jawab atas pelaksanaan wewenang berada pada penerima MANDAT ‡ Dalam hubungan kerja ‡ Tdk terjadi pengalihan kewenangan ‡ Pemberi masih dapat menggunakan wewenang bila mandat berakhir ‡ Pemberi mandat wajib memberi instruksi (penjelasan) kepada yang diserahi tugas. ‡ Tanggung jawab atas pelaksanaan wewenang tidak beralih epada penerima .

PELIMPAHAN WEWENANG (TUGAS) TINDAKAN MEDIK KEPADA PERAWAT ADALAH BERBENTUK : 1. Algoritma Klinik B. ATRIBUTIF : Per UU an 2. MANDAT : . DELEGASI : extended role. skill mix. PELIMPAHAN WEWENANG A.

. Dilakukan secara tertulis. Diagnosa medik dan Penentuan Therapi medik tdk dapat dilimpahkan 2. Harus ada monitoring. rinci dengan Instruksi yang jelas. 4. bimbingan dan pengawasan 5. Pelimpahan Tind. Medik dibolehkan bila dokter sangat yakin bahwa perawat penerima delegasi mampu melakukannya 3. Orang yang didelegasikan itu berhak menolak bila merasa tidak mampu melakukan tindakan medis tersebut.SYARAT PELIMPAHAN WEWENANG 1.

Mengingat ruang lingkup pelimpahan wewenang tindakan medis sedemikian cukup luas. dan bersifat individual maka cukup sulit seorang dokter untuk dapat mengetahui kemampuan perawat satu-persatu Sehingga dapat saja institusi (RS) memberikan ³otorisasi´ atau keterangan mengenai keahlian perawat (dalam hal tindakan medik)baik secara sendiri ataupun kolektif .

PMK No. tidak terdapat dr/drg . 512/2007 ‡ Pelimpahan wewenang kepada Perawat. bidan atau tenaga tertentu lainnya secara tertulis ‡ Tindakan dimaksud harus sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki ‡ Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Per UU an ‡ Dapat juga pada keadan tertentu : kebutuhan pelayanan.

Thank you .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful