Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 61

Standar Kompetensi
- Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat madya

Kompetensi Dasar
- Membaca untuk memahami makna kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat dalam konteks bekerja

Indikator
- Mengelompokkan kata, bentuk kata, ungkapan, dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata - Mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan - Mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru), frasa, kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan paradigma atau analogi - Mengidentifikasi kata, frasa, kalimat, atau bentuk kata baru yang perlu dipersoalkan kebenarannya/ ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkankan kaidah atau kelaziman Pada kelas X, kita sudah belajar tentang kelas kata. Pada bab ini, kita akan mempelajari kembali kelas kata dalam kaitannya dengan keterampilan membaca. Selain itu, kita juga akan mempelajari kata berdasarkan bentukan kata, makna kata, serta mengindentifikasi kata/frasa baru. Setelah mempelajari bab ini, kita harus mampu mendaftarkan dan mengelompokkan kata berdasarkan kelas kata dan makna kata. Kita juga harus mampu mengindentifikasi penggunaan kata, frasa, ungkapan, dan kalimat yang baru yang tidak benar atau tidak lazim sesuai kaidah bahasa Indonesia.

BAB 4 MEMBACA UNTUK MEMAHAMI MAKNA KATA, BENTUK KATA UNGKAPAN, DAN KALIMAT DALAM KONTEKS BEKERJA
62 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI

Wacana Kebiasaan Lama Kurangi Sampah Plastik
Kebiasaan lama tak selalu jelek. Bahkan ada yang ramah lingkungan. Sewaktu kecil, sampai awal tahun 1980-an, kita masih terbiasa melihat nenek atau ibu-ibu tetangga ke pasar tradisional membawa tas sendiri yang terbuat dari anyaman pandan atau tas kain. Sejalan merebaknya pasar swalayan yang menyediakan tas belanja plastik sebagai layanan bagi pelanggan sekaligus promosi, kebiasaan itu menghilang. Ritual belanja memang jadi lebih praktis, namun menimbulkan masalah lain: gunungan sampah! Padahal, tahukah Anda, plastik itu terbuat dari minyak bumi yang jumlahnya makin hari makin terbatas? Jadi ³Bring your own bag.´ Ini kampanye dari toko pernik interior IKEA di Singapura. Sejak Hari Bumi 22 April 2007, mereka tak lagi menyediakan tas belanja plastik. Para

pelanggan diberi pilihan membawa tas belanja sendiri, beli tas belanja dari belacu dengan rancangan cantik seharga Sin $ 1,2 (setara Rp 12.000), atau membeli tas plastik seharga 5 atau 10 sen dolar Singapura, bergantung pada ukurannya. Jadi, kampanye pengurangan penggunaan plastik bukan hanya untuk mengurangi gunungan sampah, tapi juga menghemat BBM. Di pertigaan Rawa Belong, Jakarta Barat, tiap sore hingga malam bisa kita temui warung tenda ³Bubur Ayam Lumayan Bang Tatang.´ Bubur nasi kental dengan tumpukan suwiran ayam ini laris manis. Tak kalah laris, cara Bang Tatang menyiapkan bubur bagi pelanggannya yang antre sampai ke luar tenda. One man show, ia menjejerkan 20 mangkuk kosong sekaligus, dengan gerakan cepat, dalam tempo 5 menit, semuanya sudah terhidang di hadapan pelanggan. ³Bawa tempat sendiri, saya tak menyediakan plastik, repot dan lama melayaninya!´ katanya dengan nada ketus tiap kali pelanggannya pesan untuk dibawa pulang. Sombong! Begitulah komentar pembeli yang baru pertama kali berkunjung. Tapi bila dipikir-pikir, ³kesombongan´ Bang Tatang adalah perilaku baik yang ramah lingkungan. Dulu, bila ingin membeli bakso, soto, atau es kelapa muda di pojok jalan, banyak di antara kita yang membawa mangkuk sendiri. Sekarang, pemandangan semacam itu nyaris tak pernah ada. Yang umum justru banyak yang memanfaatkan kantong plastik. Idealnya, kita harus membawa rantang susun sendiri bila membeli makanan untuk dibawa pulang dari Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 63 restoran. Tindakan ini untuk mengurangi sampah styrofoam dan plastik. Bukankah sekarang, wadah makanan banyak yang dirancang cantik? Dijamin tak bakal bikin malu. Kampanye penggunaan tas bukan plastik sendiri sebenarnya sudah cukup lama ada di Indonesia. Pusat perkulakan Makro, misalnya, saat mulai beroperasi di Indonesia tak menyediakan tas belanja. Pelanggan dipersilakan mengangkut belanjaan dalam kemasan karton aslinya, sedangkan perusahaan tata rias The Body Shop sempat mengadakan kampanye Reuse Reduce Recycle dengan memberikan potongan harga bagi pelanggannya, yang mengisi ulang produk dengan membawa wadah lama. Namun, kurangnya peminat membuat The Body Shop mengubah strategi. Tak lagi menerima wadah lama, tapi mengganti bahan wadah dengan materi yang lebih cepat terurai di alam. Untuk mengurangi gunung sampah plastik dan menghemat BBM, kembalilah pada kebiasaan lama, membawa wadah sendiri untuk jajanan dan belanjaan kita.
(Sumber: Intisari, Juli 2007)

A. Klasifikasi Kata Berdasarkan Kelas Kata
Untuk mendayagunakan bahasa secara maksimal, diperlukan kesadaran akan pentingnya pengayaan kosakat. Kesadaran itulah yang memotivasi kita untuk lebih rajin membaca. Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang secara aktif menyerap informasi atau pesan yang disampaikan melalui media tulis, seperti buku, majalah, dan surat kabar. Aktivitas membaca tidak saja dilakukan untuk menyerap informasi atau pesan yang diuraikan di dalam bacaan, tetapi membaca dapat juga dilakukan dengan tujuan menelaah unsur-unsur kebahasaan yang terkandung di dalamnya. Dalam sebuah bacaan, terkandung banyak unsur bahasa yang berkaitan

kita sudah mempelajari kelas kata dan pada bab ini akan dibahas kembali tentang kelas kata dan hubungannya dengan kalimat. Di kelas X. dan telah. Suatu kata dapat digolongkan ke dalam kelas kata sifat apabila .dengan makna kata dan ruang lingkupnya. benda. kita akan membahas dan menelaah unsur-unsur kebahasaan di dalam bacaan berkaitan dengan kata. Kata Kerja (Verba) Kata kerja ialah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan. Contoh: (akan) mandi (sedang) tidur (telah) pergi (3) Dapat diingkari dengan kata tidak. Secara umum kelas kata terdiri atas 5 macam. Setiap kata mempunyai fungsi dan peranan yang berbeda sesuai dengan kelas kata atau jenis 64 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI katanya.) tidur (Tidur dengan nyenyak.dan berContoh: melatih melihat merakit berdiskusi Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 65 berpikir berusaha 2. Contoh: pergi (Pergi dengan gembira.) jalan (Jalan dengan santai. binatang. kata bilangan (numeralia) (5) kata tugas 1. kata ganti (pronomina). ungkapan. seperti akan. Kata Sifat (Adjektiva) Kata sifat ialah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan sesuatu. Pada bab ini. (1) Dapat diikuti oleh gabungan kata (frasa) dengan + kata sifat. Kata sifat berfungsi sebagai predikat. sedang. bentuk kata. Kata merupakan unsur yang sangat penting dalam membangun suatu kalimat. Contoh: (tidak) makan (tidak) lihat (tidak) pulang (4) Berawalan me.) (2) Dapat diberi aspek waktu. Juga penggunaan gaya bahasa yang berhubungan dengan ungkapan dan bentuk-bentuk pemakaiannya. serta kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata. Kata kerja biasanya berfungsi sebagai predikat. yaitu: (1) kata kerja (verba) (2) kata sifat (adjektif ) (3) kata keterangan (adverbia) (4) kata benda (nomina). Tanpa kata. misalnya keadaan orang. tidak mungkin ada kalimat. Suatu kata dapat digolongkan ke dalam kelas kata kerja apabila memenuhi persyaratan berikut.

amat. misalnya: terlampau.dan ter-. niscaya. sebaiknya. paling-paling. akan. harusnya. pe-/-an. (1) Dapat diikuti oleh frasa yang + sangat. misalnya : belum boleh. ke-/-an. 66 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI (a) Adverbia reduplikasi. Contoh: murah (tidak murah) sulit (tidak sulit) pahit (tidak pahit) 3. (c) Adverbia yang berasal dari berbagai kelas. pernah. (2) Adverbia turunan terbagi atas 3 bentuk berikut. misalnya: alangkah. Suatu kata dapat digolongkan ke dalam kelas kata benda apabila memenuhi persyaratan berikut. ataupun pengertian yang berfungsi sebagai objek dan subjek.1. pula. konsep. Kata Keterangan (Adverbia) Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba. saja.memenuhi persyaratan berikut. Contoh: indah (sangat indah/indah sekali) baik (sangat baik/baik sekali) tinggi (sangat tinggi/tinggi sekali) (2) Dapat diberi awalan se. Berikut adalah macam-macam adverbia. agak. orang. paling dan diakhiri dengan kata sekali. Kata Bilangan (Numeralia) 4. 4. lagi-lagi. nian. nomina predikatif. Contoh: mobil (mobil yang bagus/mobil yang sangat bagus) pemandangan (pemandangan yang indah/pemandangan yang sangat indah) pemuda (pemuda yang gagah/pemuda yang sangat gagah) (2) Berimbuhan pe-. atau tidak mungkin. Contoh: luas (seluas/terluas) bodoh (sebodoh/terbodoh) mudah (semudah/termudah) buruk (seburuk/terburuk) baik (sebaik/terbaik) (3) Dapat diingkari dengan kata tidak. saling. lebih-lebih. belum pernah. agak-agak. paling. tidak. per-/-an. atau kalimat. sebenarnya. (b) Adverbia gabungan. agaknya. (1) Dapat diawali dengan kata sangat. secepat-cepatnya. misalnya . Kata benda Kata benda ialah kata yang mengacu pada benda. adjektiva. Kata Ganti (Pronomina). (1) Adverbia dasar bebas. -an. Kata Benda (Nomina). Contoh: permainan pertunjukan kesehatan .

Contoh: Ibu membeli gelas selusin. Kata Bilangan (Numeralia) Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang. 4. klausa dengan klausa. lalu ia membuka seragamnya. (3) kata sandang. Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda atau nomina. Kata Ganti (Pronomina) Kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. Itu memang miliknya. Contoh : saya (bukan saya) roti (bukan roti) gubuk (bukan gubuk) 4.3. 68 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI (3) Kata Sandang (Artikula) Kata sandang adalah kata tugas yang membatasi makna nomina. (4) kata seru. dan benda. dan (5) partikel. tetapi minum ia tidak naik kelas karena bodoh Adi meletakkan tasnya. frasa dengan frasa. Bapak Bardi memiliki dua puluh ekor kambing. Contoh: sang guru (sang bermakna tunggal) para pemimpin (para bermakna jamak) . Ia mendapat peringkat pertama di kelasnya. (1) Kata Depan (Preposisi) Kata depan adalah kata yang menghubungkan dua kata atau dua kalimat. Kami sangat berharap kepada kalian. yaitu (1) kata depan. (2) kata sambung. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 67 Dia telah meninggalkan kita. Contoh: di (sebelah) utara = menunjuk arah ke timur = menunjuk arah dari pasar = menunjuk tempat pada hari senin = menunjuk waktu (2) Kata Sambung (Konjungsi) Kata sambung adalah kata yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata. Contoh: Aku sudah mencoba membujuknya. Sepertiga dari harta warisan itu disumbangkan ke panti asuhan.(3) Dapat diingkari dengan kata bukan. Contoh : adik dan kakak makan atau minum tidak makan. binatang. Kata Tugas Kata tugas dapat dirinci menjadi empat jenis kata. 5.2.

Kata Turunan Sebuah kata dapat menyampaikan beberapa pengertian melalui bentukan-bentukannya. -tah. 2. tetapi termasuk kelas kata kerja. dan pegunungan. Contoh partikel: -lah. -dong. kesakitan. tentu terdapat berbagai kata. mengapa kamu berani mencuri ? Ayo. Dalam suatu wacana. Dari satu kata pula. Kata satu diberi awalan ber. Contoh lain kata seru adalah hai. pekerja.si cantik (si bermakna netral) (4) Kata Seru (Interjeksi) Kata seru adalah tugas yang digunakan untuk mengungkapkan seruan hati. frasa. Contoh: Aduh. gila. getaran. Astaga. dan penggabungan awalan akhiran. hasilnya antara lain terbaik. sakit. Kita dapat merinci setiap kata berdasarkan kelas katanya. akhiran. mahal sekali!´ kata adik. kita dapat membuat atau mengembangkannya menjadi beberapa kata turunan. meskipun masih memiliki arti dasar yang tetap. Jika katakata itu diberi imbuhan. dan Alhamdulillah. Coba Anda amati kata satu termasuk kata bilangan/numeralia yang berarti ³bilangan asli pertama´. -deh. gunung disebut sebagai kata dasar karena kata-kata itu tidak berimbuhan atau belum diberi imbuhan. perintah. dan pernyataan (berita). kata dapat dibedakan atas empat macam. getar. yaitu ³satu´. Jika sudah mengalami penambahan atau pengimbuhan. Kata tersebut mengalami perubahan arti. Bagaimana pengimbuhannya? Anda telah melihat bahwa dari satu kata (misalnya satu) dapat kita . kakiku sakit sekali. sisipan. Kata-kata seperti baik. mempertahankan. yaitu : 1. Kata Ulang 4. (5) Partikel Partikel adalah kategori atau unsur yang bertugas memulai. kita dapat mengungkapkan satu bahkan beberapa ide/perasaan. B. Kata Dasar Kata dasar adalah kata yang tidak berimbuhan atau yang belum diberikan awalan. Klasifikasi Kata Berdasarkan Bentuk Kata Dari segi bentuknya. Kata Turunan 3. dan -pun Kita baru saja mempelajari kelas kata beserta ciri-cirinya. Pemekaran kata dengan memberi imbuhan itu pun akan membuat katakata tersebut mengalami perubahan jenis atau kelas katanya. nah. -kah. celaka. Kata Majemuk Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 69 1. atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Kata Dasar 2. dan kalimat. kata tersebut sudah dikategorikan ke dalam kata turunan. Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya. Dari kata turunan tersebut. bersatu artinya berkumpul atau bergabung menjadi satu. oh.menjadi bersatu. Masya Allah. jangan putus asa. -kek. kerja. Kata bersatu bukan merupakan kelas kata bilangan lagi. Kata yang dicetak miring adalah kata seru. ³Wah.

Kata Ulang Kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan bentuk baik seluruh kata maupun sebagian. Ulangan kata dengan memberi imbuhan Contoh: berjalan-jalan bermanja-manja dibesar-besarkan dipukul-pukulkan berlari-larian menarik-narik 3.). Ulangan seluruh kata dasar Contoh: anak-anak meja-meja buku-buku ibu-ibu main-main makan-makan 2. Semua kata ulang wajib di tulis dengan memakai tanda pengh ubung ( . Contoh: lauk-pauk mondar-mandir anak-anak porak-poranda berjalan-jalan biri-biri gerak-gerik kupu-kupu dibesar-besarkan laba-laba huru-hara Macam-macam kata ulang 1. Hal ini dapat berlaku pula pada kata-kata yang lainnya. Perhatikan tabel berikut dengan cermat.bentuk belasan kata turunannya. Kata Ulang Kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan bentuk baik seluruh kata maupun sebagian. Ulangan seluruh kata. Contoh : lauk-pauk mondar-mandir asuh pengasuh pengasuhan mengasuh asuhan baca pembaca pembacaan membaca bacaan bangun pembangun pembangunan membangun bangunan buat pembuat pembuatan perbuatan membuat buatan cetak pencetak pencetakan percetakan mencetak cetakan edar pengedar pengedaran pengedaran mengedar edaran potong pemotong pemotongan perpotongan memotong potongan sapu penyapu penyapuan persapuan menyapu sapuan tulis penulis penulisan menulis tulisan ukir pengukir pengukiran mengukir ukiran impor pengimpor pengimporan mengimpor imporan Kata Asal Verba Pelaku Proses Hal/Tempat Perbuatan Hasil 70 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 3. Semua kata ulang wajib ditulis dengan memakai tanda penghubung (-). 3. Bentuk berimbuhan tersebut menunjukkan pertalian yang teratur antara bentuk dan maknanya. namun terjadi perubahan suara pada kata yang kedua Contoh: gerak-gerik caci-maki mondar-mandir compang-camping huru-hara terang-benderang .

bolak-balik carut-marut lauk-pauk 4. Cara penulisan kata majemuk ada yang terpisah atas dua kata atau lebih. Makna Kata Berdasarkan Hubungan Referensial Makna kata ini dibedakan menjadi: a. Makna denotatif Makna denotatif ialah makna yang paling dekat dengan bendanya (makna konseptual). Penjual menawarkan barang kepada pembeli. Untuk menafkahi kedua anaknya. Bajunya basah kuyup terkena keringat. lima kata bahkan dapat lebih. Bunga mawar itu dipetik Sita dan disuntingkan di rambutnya. Selain proses bentukan kata. Klasifikasi Kata Berdasarkan Makna Kata Kita sudah mempelajari proses pembentukan kata yang semua itu berpengaruh pada perubahan makna kata dari makna awalnya. . Contoh: duta besar kereta api senja utama meja tulis guru rumah makan terjun payung buku sejarah baru kereta api cepat luar biasa lapangan udara rumah sakit jiwa siap tempur Contoh di atas menunjukkan bahwa kata dasar majemuk dapat sendiri dari gabungan dua kata. Kata Majemuk Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu pengertian. empat kata. Ulangan seluruh kata yang dinamakan kata asal Misalnya : anai-anai ubur-ubur kunang-kunang lobi-lobi kupu-kupu mata-mata agar-agar Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 71 4. yaitu hubungan referensial dan hubungan antarmakna. 72 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 1. 3. makna kata juga dapat ditimbulkan oleh dua hal. rumah makan) dan ada yang ditulis serangkai (jika hubungan kedua kata sudah sangat padu). tiga kata. atau kata yang mengandung arti sebenarnya. Contoh: 1. 2. ia menjual sayuran di pasar. Hal yang terpenting adalah gabungan kata-kata itu harus menunjuk kepada satu arti dan tidak melebihi batas fungsi sebagai kata. Contoh: matahari kacamata sapu tangan beasiswa olahraga antarkota C. seperti contoh tadi (duta besar. 4.

Menurut jumlah kata a. 3. Istri Pak Dadang seorang perawat di rumah sakit pusat. 1. 3. 2. Kakakku sedang bunting. Makna konotatif Makna konotatif ialah makna kiasan atau diartikan makna yang cenderung lain dengan benda nyata (makna kontekstual) disebut juga makna tambahan. pinjam sana í banting stir = mengubah haluan í jantung hati = kekasih Ungkapan berfungsi menghidupkan. Neneknya sudah meninggal dua hari yang lalu. Mari kita doakan para pahlawan yang telah gugur agar arwahnya diterima oleh Allah. Contoh cakupan makna kasar: 1. Tata bahasa ibarat kebun. Contoh: í ringan tangan = rajin bekerja. ungkapan dapat diperinci ke dalam beberapa jenis berikut. dia harus berhati-hati. Sekarang ia bekerja di tempat yang basah. Contoh cakupan makna halus: 1. Dilihat dari bentuk dan prosesnya. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 73 c. Bininya seorang dokter. 4. kursi artinya jabatan/kekuasaan 2. Ayahnya mendapat kursi sebagai anggota dewan. berbunga-bunga artinya gembira 3. Hatiku berbunga-bunga setelah anakku mendapat juara pertama. 4. yang tidak dapat dijelaskan lagi lewat makna kata-kata pembentuknya. Ungkapan dapat juga diartikan makna leksikal yang dibangun dari beberapa kata. melancarkan serta mendorong perkembangan bahasa Indonesia supaya dapat mengimbangi perkembangan kebutuhan bahasa terhadap ilmu pengetahuan dan keindahan sehingga tidak membosankan. suka memukul í gerak langkah = perbuatan í dipeti-eskan = dibekukan atau tidak digunakan í tertangkap basah = terlihat saat melakukan í gali lubang tutup lubang = pinjam sini. Makna idiomatik (ungkapan) Secara umum ungkapan berarti gabungan kata yang memberi arti khusus atau kata-kata yang dipakai dengan arti lain dari arti yang sebenarnya. ungkapan ibarat kembang-kembangnya. Pamannya sudah mampus seminggu yang lalu. Ibunya Rosita sedang hamil lima bulan. Dua kata í mencari ilham : berusaha mencari ide baru í bercermin bangkai : menanggung malu . Pahlawan telah mati di medan laga. Contoh : 1. basah artinya selalu menghasilkan uang Dalam pengertian lain makna konotasi berkaitan dengan cakupan makna halus dan cakupan makna kasar.b. 2.

í Persis di bangunan kantor pos Jakarta kota tertancaplah sebuah kawasan bangunan kolot yang kuat. Sinonim Sinonim ialah pasangan kata atau kelompok kata yang mempunyai arti mirip atau hampir sama. Ungkapan lama í matanya bagai bintang timur : bersinar. a. Ungkapan berasal dari bahasa asing í black sheep : kambing hitam í over nemen : mengambil oper í side effect : akibat samping b. Ia harus meminum obat itu sesuai yang dianjurkan oleh dokter. tajam í rambutnya bagai mayang mengurai : ikal. (karena = sebab) í Bung Hatta sangat berjasa. keriting í berminyak air : berpura-pura b. Ungkapan baru í ranjau pers : undang-undang pers í berebut senja : siang berganti malam í ranum dunia : penyebab kesulitan 74 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 3. dan hiponim. b. . Antonim Antonim adalah kata-kata yang berlawanan maknanya/berlawanan artinya. Walaupun sinonim menunjukkan kesamaan arti kata. Makna kalimat 1 dan 2 sama. (sangat = amat) Contoh beberapa kata yang memiliki kemiripan makna : í Tepat di muka gedung kantor pos Jakarta berdirilah sebuah kompleks bangunan kuno yang kukuh. Namun kalimat 1 lebih jelas isinya. antonim. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 75 Contoh: a) Sejak sakit batuk. (telah = sudah) í Kita merdeka karena jasa Bung Hatta. Menurut asalnya a. Dalam kalimat tertentu. kalimat 2 pilihan katanya kurang tepat sehingga pembaca / pendengar menjadi ragu menafsirkan maknanya. Ungkapan berasal dari bahasa daerah í soko guru : suri tauladan í anak bawang : yang tidak diutamakan 2. ia pantang minum es. Makna Kata Berdasarkan Hubungan Antarmakna Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna terdiri atas sinonim. Tiga kata atau lebih í diam seribu bahasa : membisu í hutangnya setiap helai bulu : tak terhitung banyaknya 2.b. suatu kata mungkin dapat digunakan tetapi dalam kalimat lain tidak dapat digunakan atau penggunaannya selalu dipertimbangkan oleh unsur nilai rasa atau lingkungan penuturnya (kontekstual). Menurut zaman a. sesungguhnya arti kata-kata itu tidaklah sama betul. Contoh sinonim dengan kata yang sama maknanya : í Bung Hatta telah wafat.

Oposisi relasional (kebalikan) Contoh: í orangtua-anak í guru-murid í memberi-menerima e. ia menendang bola ke mulut gawang. Oposisi hierarki Contoh: . Pemerintah menghimbau agar warga melestarikan hutan. Oposisi antarkata dapat berbentuk seperti berikut.camat lurah. Oposisi inversi Contoh: í Jual-beli í Pulang-pergi 76 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI f. Nasihat orang tuanya seringkali tidak didengarnya. Hubungan hierarki ini terdiri atas satu kata yang merupakan induk (hipernim). Oposisi komplementer Contoh: í mur-baut í kompor-minyak g. d) Perkembangan anak itu sangat lambat. sedangkan kata khusus digunakan untuk perinciannya.tangan í rumah-makan c. Kata umum dipakai untuk mengungkapkan gagasan umum. yang memiliki semua komponen makna kata lainnya yang menjadi unsur bawahannya (hiponim). Terdapat beberapa perbedaan antara kata-kata yang berantonim. Hiponim Hiponim ialah kata yang memiliki hubungan hierarkis dengan beberapa kata yang lain. c. Oposisi kembar Contoh: í laki-laki-perempuan í jantan±betina í hidup-mati b. c) Kadang-kadang ia berlatih seminggu sekali. Jadi. Dengan tangkasnya. Oposisi inkompabilitas Contoh: í merah-hijau h. Oposisi majemuk Contoh: í baju-merah í sapu. a. Proses hiponim dan hipernim menimbulkan istilah kata umum dan kata khusus.b) Aksi penebangan pohon merupakan perusakan hutan. Oposisi gradual Contoh: í kaya.miskin í panjang. kata umum .pendek d.

sedangkan kata khusus diterapkan untuk hal tertentu saja. menggendong memotong memenggal. contoh berlari: berjalan kencang. kelas kata. dan Makna Kata Kamus dapat membantu seseorang untuk mencari variasi bentukan kata. Dari satu kata. Bentuk berimbuhan tersebut menunjukkan pertalian yang teratur antara bentuk dan maknanya. keroncong.00 WIB bel berdering cukup keras. (1) Label bidang ilmu. Kata Umum Kata Khusus melihat memandang. dan contoh-contoh pemakaiannya. 1. BT untuk Batak. Kategori. kucing Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 77 pola hidup berfoya-foya. Pukul 07.dapat diterapkan untuk semua hal. Kata melati dan mawar merupakan kata khusus. terdapat keterangan tentang hal-hal berikut. Untuk menyambut tahun baru. termasuk pelafalan. kata banyak . Kata bunyi bisa digunakan untuk semua suara benda/sesuatu. memanggul. dapat kita bentuk belasan kata turunannya. Ibu merangkai melati dan mawar. kambing. contoh Jw untuk Jawa. Di dalam kamus. cermatilah kata umum dan kata khusus pada tabel berikut ini. motor. hor untuk ragam hormat. dan bentuk ungkapannya. memancung. (5) Label kelas kata. Contoh penggunaan kata umum dan khusus dalam kalimat seperti berikut. adv (adverbia). bus membawa menjinjing. (3) Ragam bahasa. menggergaji D. Ar untuk Arab. Berdasarkan contoh penggunaan kata umum dan kata khusus di atas. Berdering (kata khusus). contoh cak untuk cakapan. irit. Kata umumnya ialah bunga. biasanya digunakan untuk bunyi bel. sederhana musik jazz. Kamus disusun berdasarkan abjad yang disertai penjelasan tentang makna dan pemakaiannya. 2. pedoman kata. menenteng. meratap. Penggunaan Kamus dalam Mencari Bentuk. Makna kata merupakan perwujudan kesatuan perasaan dari pikiran yang disampaikan lewat bahasa. (2) Dialek. (4) Penjelasan makna. Kata umumnya ialah bunyi. kendaraan mobil. Bentukan Kata/Frasa Baru Kata adalah satuan terkecil dari tata bahasa yang bermakna. rock. n (nomina). menonton. memikul. kas untuk ragam kasar. contoh a (adjektiva). contoh: Adm (administrasi dan kepegawaian). menengok. mewah. mengintip mamalia sapi. Anat (anatomi) Ark (arkeologi). v (verba) 78 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI Contoh Lembaran Kamus E. Dalam perkembangan bahasa Indonesia. menyaksikan. Bld untuk Belanda. menebang. mengiris. boros.

Contoh bentukan kata berdasarkan paradigma: Cuci Mencuci (perbuatan) pencuci (pelaku) pencucian (proses) cucian (hasil) Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 79 Berlaku pula pada kata-kata di bawah ini. muncul frasa yang sejenis. Dari frasa alih bahasa. Dari bentukan kata pramugari dan pramuniaga. Hal ini terjadi karena adanya proses asimilasi dan adaptasi dari kosakata asing dan juga akibat paradigma atau proses analogi. Dari kata tamu agung muncul í jaksa agung í upacara agung í hakim agung . timbul frasa: í alih ragam í alih ilmu í alih kuasa í alih haluan í alih teknologi 5. Paradigma artinya pembentukan kata mengikuti pola atau contoh yang sudah ada. Dari frasa hari raya muncul frasa baru : í jalan raya í pasar raya 80 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI í panen raya 6. yaitu: í rumah singgah í rumah potong í rumah duka í rumah industri 2.mengalami penambahan. Pada dasarnya keduanya sama. sedangkan analogi membandingkan pola yang sudah ada. Pelaku Proses Hasil Perbuatan potong pemotong pemotongan potongan memotong cetak pencetak pencetakan cetakan mencetak lukis pelukis pelukisan lukisan melukis tanam penanam penanaman tanaman menanam ajar pelajar pembelajaran ajaran mengajar Bentuk Dasar Makna Contoh pembentukan frasa berdasarkan paradigma atau analogi. muncullah bentukan kata: í pramuwisma í pramusiwi í pramusaji í pramuria í pramuwisata í pramujasa 4. Dari frasa bawah sadar. Dari frasa rumah produksi. 1. muncul frasa baru: í bawah umur í bawah standar í bawah tanah í bawah harga 3.

Dari gabungan kata angkat topi timbul gabungan kata: í angkat diri í angkat bicara í angkat sumpah í angkat sembah í angkat bahu í angkat kaki 8. normal í -is : teknis. (salah) Pintu masuk SMK 3 akan dilebarkan atau Pintu masuk SMK 3 akan diperlebar. praktis í -isasi : modernisasi. prakarsa. Contoh : a. siswa tidak bisa praktik karena ruangan sedang direnovasi.: pascapanen. pemakaian kelompok kata (frasa). timbul istilah: í adibusana í adikuasa í adidaya í adikarya Contoh pembentukan kata yang dipengaruhi oleh imbuhan asing. Kesalahan penggunaan imbuhan (bentuk kata). Dari istilah adipati. atau keefektifan kalimat. í -if : aktif. 1. parlementer í -al : struktur. Pemakaian Kata .: prasejarah. Rudi sedang mencat pagar rumahnya. Untuk sementara waktu. normalisasi.í jumat agung í dewan pertimbangan agung í mahkamah agung í karya agung 7. F. legalisasi í pasca. pemilihan ungkapan. Ketidaktepatan pemakaian frasa (kelompok kata). (salah) Jangan dibiasakan mengesampingkan masalah itu. Akibatnya. pascasarjana í pra. (benar) 2. Dalam bentuk lisan. (benar) b. kesalahan itu terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut. agresif í -er : komplementer. Jangan dibiasakan mengenyampingkan masalah itu. (salah) Rudi sedang mengecat pagar rumahnya. Kesalahan itu dapat terjadi pada penggunaan bentuk kata (proses morfologi). (salah) Untuk sementara siswa tidak bisa praktik karena ruangan sedang . Frasa. adakalanya pemakai bahasa tidak cermat memilih kata yang dituangkannya di dalam kalimat. dan Kalimat yang Kurang Tepat Dalam kegiatan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Contoh : a. (benar) c. Pintu masuk SMK 3 akan diperlebarkan. kalimat yang diungkapkan tidak tepat atau Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 81 tidak sesuai dengan kaidah yang benar.

Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik darat. Kata penglepasan. b. (salah) í Tidak terdapat S ganda. Bentuk kata pemelajaran. goreng pisang dalam kalimat ³Ia membeli goreng pisang untuk adiknya. (benar) Kesalahan juga banyak terjadi akibat penggunaan bentukan kata atau frasa yang baru yang tidak lazim atau tidak benar secara kaidah bahasa.´ (tidak tepat secara kaidah/tidak lazim ) seharusnya pisang goreng. 82 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI Perhatikanlah contoh di bawah ini. e. (benar) í Kata penghubung intra kalimat tidak dipakai dalam kalimat . (salah) Darah orang itu mengandung virus HIV. sebab kata tersebut berasal dari kata belajar yang diberi imbuhan pe-an.´ (salah secara analogi) seharusnya penganggur dari kata menganggur (verba)-penganggur (nomina)-pengangguran (nomina proses) d. (salah) (2) Dia pulang setelah membeli berbagai kebutuhan. c. (benar) (2) Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. (di depan S tidak boleh ada kata depan dan di depan P tidak boleh ada kata penghubung yang) Contoh: (1) Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. jika diberi imbuhan pe-an.´ (tidak tepat secara kaidah/tidak lazim) seharusnya pertanggungjawaban. (salah) Untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah swasta diperlukan ketekunan dan keuletan para pamongnya. (benar) b. sebab kata dasarnya lepas. pertanggungan jawab dalam kalimat ³Laporan pertanggungan jawab gubernur telah diterima sebagian besar anggota dewan. f. Untuk membuat kalimat yang cermat. Ketidaktepatan bentukan kata atau frasa juga dapat disebabkan kesalahan secara analogi atau paradigma. Kalimat yang baik atau efektif mempunyai ciri-ciri seperti berikut. Kepadanan í Memiliki S dan P dengan jelas. pengangguran dalam kalimat ³Ia menjadi pengangguran setelah perusahaannya bangkrut. (salah) Bus Parahiyangan sudah dinyatakan laik jalan.´ Tidak tepat secara analogi. kita harus memahami ciri kalimat efektif. (benar) 3. Contoh: (1) Dia pulang setelah dia membeli berbagai kebutuhan. (benar) b. a. a. Untuk peningkatan mutu pendidikan dari sekolah swasta dimana memerlukan ketekunan dan keuletan para pamong. Kesalahan kalimat a. menjadi pelepasan. tidak tepat secara analogi. seperti kata berhenti menjadi pemberhentian. pada kalimat ³ Penglepasan siswa kelas XII dimeriahkan dengan kegiatan pentas seni dari siswa-siswi.direnovasi. Di dalam darah orang itu mengandung virus HIV. ruang rokok untuk ruang khusus merokok (tidak lazim) meskipun dianalogikan kepada ruang tunggu untuk ruang khusus menunggu.

orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak ke luar dari kepribadian manusia Indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab. Contoh: (1) Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita. yaitu . Kehematan Kehematan menggunakan kata atau frasa í Menghindarkan penjamakan bentuk jamak Contoh: (1) Para tamu-tamu mencicipi hidangan yang disediakan. kata ganti (pronomina). Contoh: (1) Ia memakai baju warna merah. (benar) b.tunggal. c. Kecermatan Kecermatan pemakaian kata. (benar) d. Keparalelan Persamaan bentuk kata digunakan dalam kalimat yang mengandung rincian. (salah) Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 83 (2) Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. penggunaan tanda baca. Contoh: (1) Harga minyak dibekukan dan dinaikkan secara bertahap (benar) (2) Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara bertahap. 84 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI RANGKUMAN A. lima ribuan. (salah) (2) Para tamu mencicipi hidangan yang disediakan.-) Atau Dua puluh lembar uang. Klasifikasi Kata berdasarkan Kelas Kata Secara umum kelas kata terdiri atas 5 macam.000. kata bilangan (numeralia) (5) Kata tugas yang dapat dirinci menjadi empat jenis kata. Kepaduan (tegas dan lugas) í Hindarkan kalimat bertele-tele. e. Bisa diartikan dua puluh lima lemar uang ribuan (Rp 25. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Contoh: (1) Kami datang agak terlambat. penulisan kata. (salah) (2) Ia memakai baju merah. (benar) í Penggunaan kata-kata yang berlebihan. Contoh : Dua puluh lima ribuan. (salah) (2) Kita harus dapat mengembalikan kepribadian kita yang sudah ke luar dari rasa kemanusiaan dan dari kepribadian manusia Indonesia yang adil dan beradab. yaitu: (1) Kata kerja (verba) (2) Kata sifat (adjektif) (3) Kata keterangan (adverbia) (4) Kata benda (nomina).

Daftarkanlah kata yang terdapat dalam bacaan berdasarkan kelas katanya. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 85 E. dan Kalimat yang Kurang Tepat Dalam kegiatan berkomunikasi secara lisan atau tulisan masih terdapat pemakaian bahasa yang kurang cermat dalam memilih kata yang digunakan pada kalimat sehingga kalimat tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang benar. (2) Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna yang terdiri atas Makna kata berdasarkan hubungan antarmakna terdiri atas: sinonim. TUGAS MANDIRI Agar Anda lebih memahami materi pelajaran ini. Penggunaan Kamus dalam Mencari Bentuk. Ia berbulan madu ke Bali. (2) kata sambung. kelas kata dan contoh-contoh pemakaiannya. . makna kata juga dapat ditimbulkan oleh dua hal. D. Tulislah antonim dari kata bersinonim pada no. makna konotatif. Kesalahan juga bisa terjadi karena bentukan kata yang baru atau tidak lazim. atau keefektivitasan kalimat. c. pedoman kata. Lalu. pemakaian kelompok kata (frasa). Frasa. yaitu: (1) Makna kata berdasarkan hubungan referensial yang dibedakan menjadi makna denotatif. dan makna idiomatik (ungkapan). (3) kata sandang. pemilihan ungkapan. perbaikilah kalimat tersebut. kata dapat dibedakan atas empat macam. Kata bulan yang dipakai dalam arti denotatif terdapat pada kalimat a Ia kejatuhan bulan. dan hiponim. 6. Daftarkanlah kata yang bersinonim. B. 5. d. Klasifikasi Kata Berdasarkan Makna Kata Selain proses bentukan kata. Kategori. Jangan mau menjadi bulan-bulanan. Carilah kata yang bermakna denotatif. kerjakanlah tugas berikut. konotatif. Ketidakcermatan dapat terjadi pada pemi ihan l bentuk kata (proses morfologi. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini! 1. 4. 4. dan Makna Kata Kamus dapat membantu seseorang bukan saja untuk mencari seperti variasi bentukan kata. Klasifikasi Kata Berdasarkan Bentuk Kata Dari segi bentuknya. (4) kata seru. antonim. b. dan bentuk ungkapannya. Pemakaian Kata . 1. 2. termasuk pelafalan. UJI KOMPETENSI I. Bacalah bacaan atau artikel di awal bab ini. 3.(1) kata depan. dan (5) partikel. Tulislah kalimat yang menurut Anda kurang tepat pemakaian kata atau frasanya. yaitu : (1) Kata Dasar (2) Kata Turunan (3) Kata Ulang (4) Kata Majemuk C. Telah dua bulan ia pergi. dan berbentuk ungkapan.

ubur-ubur e. Bulan muda dua hari lagi. Kalimat berikut yang berkonotasi halus (positif) ialah a. luas e. kambing hitam pada kalimat di atas bermakna a. e. d. Bini Pak Ahmad bernama Ani. c. Gerombolan perampok itu telah diringkus polisi. e. timbulah bentukan kata di bawah ini. Sebaiknya badan dan jiwa kita harus sehat. pemuda. anak-anak. dibesar-besarkan b.e. Sepasang merpati itu bertengger di atas genting rumah tetangga. tumpuan harapan 8. Daerah itu sudah bebas buta huruf. b. alih-alih d. gerak-gerik. melatih. Dokter Sadikin memeriksa jiwa pasien yang bernama Sinyo. Zainab menjadi bunga desa tempat ia dilahirkan. baik-buruk c. alih ilmu b. alih haluan 4. huru-hara c. berjalan-jalan. alih teknologi c. c. mudah b. tumpuan kesalahpahaman b. Tampaknya ia tidak ambil pusing terhadap masalah yang dihadapinya. 5. mainan d. Kalimat di bawah ini bermakna konotatif. kecuali a. Sudah sepuluh tahun ia menjadi karyawan disebuah perusahaan swasta. banyak jiwa yang diselamatkan. Karena setetes darah. c. Ketika berjumpa denganku. Pamanku menjadi kambing hitam dalam masalah itu. Oh Tuhan. Kata-kata di bawah ini yang termasuk kata ulang kata dasar a. buku-buku d. d. kecuali a. 3. Dokter penyakit jiwa sedang memeriksa pasiennya. pertunjukan Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 87 7. tumpuan kesalahan d. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik. d. jiwa ini milikMu juga. Arti kata jiwa dalam kalimat di atas sama artinya dengan kata jiwa dalam kalimat a. 86 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 2. pemandangan. tumpuan ketidakadilan e. Bu Aziz hanya dapat mengurut dada melihat tingkah laku anaknya yang tidak senonoh. berusaha. gerak-gerik . mobil. alih kuasa e. Deretan kata berikut yang termasuk kata sifat a. Dari frasa alih bahasa. makan. porak-poranda. e. ia membuang muka. tumpuan kemarahan c. kunang-kunang. 6. murah. Jiwa anak itu terganggu. b. sulit. b. lari.

H. Habibie ilmuwan kebanggaan bangsa. sabtu-minggu 13. Hasan Basri rohaniawan yang rendah hati. tua-muda berbondong-bondong ke lapangan menyaksikan pertandingan itu.J. 16. siap tempur b. Bentuk dasar kata menganjur-anjurkan pada kalimat di atas adalah a. Kalimat berikut yang mengandung kata berantonim. Prof. e. K. c. Masalah-masalah sosial perlu didiskusikan sedini mungkin. c. Nugroho Susanto sejarahwan terkenal. marah-hijau b. Ayahnya seorang geologiawan. Sekretaris adalah merupakan tangan kanan bosnya. Penderitaan dan kebahagiaan adalah irama hidup. d. Pertandingan antara PSIS dan Persija berakhir seri. B. menganjurkan e. gadis-jejaka d. anjur b. ia selalu menganjur-anjurkan kedisiplinan kepada bawahannya. menganjur-anjur 88 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 12. Penulisan kata majemuk di bawah ini yang benar a. Pasangan antonim komplementer a. kami ucapkan selamat datang. d. Kepada hadirin. ibu-bapak e. kecuali a. d. hilang ingatan b. 14. Besar-kecil. . Para hadirin sekalian dimohon berdiri. e. Orang itu miskin harta namun kaya hati. ranjau pers e. c. Prof. Biaya transpor pulang-pergi ditanggung panitia. Daftar nama-nama karyawan perlu dibagikan hari ini. kaca mata d. e. Penggunaan akhiran yang tepat terdapat pada kalimat a. Para pejabat-pejabat perusahaan sedang mengadakan rapat. Sebagai pemimpin. sampah masyarakat 10. b. Ungkapan lama yang jarang digunakan lagi adalah a. b. Kalimat berikut yang termasuk kalimat rancu adalah a. Prof. menganjur c. b. matahari c. Sumintro ekonomiwan terkemuka di Indonesia. Contoh kalimat yang hemat kata (tanpa kata-kata mubazir) adalah a. 11. ibu-bapa 15. anjurkan d. matanya bagai bintang timur d. b. Dr. sapu tangan e. mur-baut c.9. Menjenguk atau mengunjungi orang sakit itu menumbuhkan rasa kesetiakawanan. tunawisma c.

membawa pengaruh buruk pada ahlaknya. biner II. Amir sedang menengok bibinya yang sakit. Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI 89 d. berlaku d. e. Setiap hari Sabtu dan Minggu kami sekeluarga selalu berkumpul di rumah Nenek. Jelaskan penyebab terjadinya kesalahan penggunaan kalimat dalam bentuk lisan dan tulisan! . e. Jika ada perbaikilah sehingga menjadi tepat! 4. 8. Novel ini mengisahkan pelarian seorang gadis. b. Kadang-kadang menggambar pohon-pohon. c. 19. Di bawah ini terdapat kalimat yang menggunakan kata khusus kecuali a. d.c. Kalimat yang menggunakan kata dalam makna umum adalah a. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 1. hierarki d. Dalam pembangunan gedung itu menggunakan baja tahan karat. polarasi b. seluruh b. Buatlah masing-masing dua kalimat yang menggunakan kata umum dan kata khusus! 7. 17. Karena pergaulannya kurang baik. Carilah kata-kata berantonim dalam wacana tersebut! 3. b. Mereka melihat pemandangan yang indah. c. kelompok kata. 18. Kejanggalan kalimat itu terjadi akibat penggunaan kata a. Kalimat tersebut menggunakan antonim a. Sebutkan jenis-jenis ungkapan! 6. Ia menoleh kepada adiknya. atau idiom yang kurang tepat. Adakah penggunaan kata berkonotasi dan berdenotasi dalam wacana tersebut? Kelompokkanlah mana kalimat yang bermakna denotasi dan 90 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Madya Kelas XI mana yang bermakna konotasi! 5. Peraturan itu berlaku bagi seluruh mahasiswa tanpa kecuali. Adik sedang belajar menggambar. Sekolah kami akan mengadakan bazar dalam rangka ulangan tahun yang ke-35. Ia menggambar mobil-mobilan. Adakah pemakaian kata. Digambarnya pula gunung-gunung. d. Carilah 5 contoh pembentukan kata yang dipengaruhi oleh imbuhan asing. tanpa kecuali e. Sarjana itu sedang mengamati hasil temuannya. Bunga mawar adalah bunga kesukaannya. suksesif e. e. seluruh tanpa kecuali c. bagi 20. resasional c. Carilah kata-kata yang bersinonim dalam wacana di atas! 2.

Perbaikilah kalimat berikut agar menjadi kalimat yang benar! í Banyak murid-murid pergi berdarma wisata ke Bali.9. í Yang naik sepeda jalannya pelan-pelan dikarenakan banyak anak-anak. í Peristiwa itu terjadi disebabkan karena kekurangwaspadaan kita. . í Pacar saya paling tercantik sendiri di kota ini. Jelaskan klasifikasi kata berdasarkan kelas kata! 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful