Makalah Tentang Kepemimpinan

BAB I PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG MASALAH Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. I.2 RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain : Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin? Adakah teori ± teori untuk menjadi pemimpin yang baik? Apa & bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?

efisien.Apa & bagaimana menjadi pemimpin sejati? Bagaimana hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan? I. efektif. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet).3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah yMelatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin. serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data ± data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis ini.5 RUANG LINGKUP Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai kepemimpinan dan kearifan lokal . kepemimpinan serta kekuasaan. penulis menggunakan metode kepustakaan. I.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN Dalam kehidupan sehari ± hari. baik di lingkungan keluarga. beberapa diantaranya : . Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis. BAB II PEMBAHASAN II. I. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya. y Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan dan kearifan lokal.4 METODE PENULISAN Dari banyak metode yang penulis ketahui. perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin. organisasi.

Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. yMenurut Davis and Filley. dan membimbing asuhannya. Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong. mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab. sikap. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri. Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. yMenurut Prof. ySedangakn menurut Pancasila. sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat. Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah : Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang ± orang yang dipimpinnya. tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. H. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius. Dengan kata lain.P. dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. menuntun. kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. mengarahkan. Malayu S. yMenurut Robert Tanembaum. . Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang ± orang yang dibimbingnya. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang ± orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Hasibuan. supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin. dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif. Maccoby.yMenurut Drs. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan. yMenurut Lao Tzu.

directing. atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. controling. and loyal cooperation in order to accomplish the mission´. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.Fungsi administrasi.2 TEORI KEPEMIMPINAN Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. apakah itu kepribadiannya. Ketiga kata yaitu pemimpin. commanding. bakat.´The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience. kepercayaan. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan. kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan. keterampilan. confidence. staffing. mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain : Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ) . respect. Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas ± Field Manual 22-100. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya. .Fungsi sebagai Top Mnajemen. respek. yakni mengadakan planning. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya. organizing. tetapi banyak faktor. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi. II. dsb. sifat ± sifatnya. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang ± orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu : . Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya.

Dalam perkembanganya. dan kepribadian. pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata ± rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Sifat ± sifat itu antara lain : sifat fisik. o Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi . o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi. bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ´The Greatma Theory´. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. antara lain : o Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian. mental.Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. efektif dan efisien. teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat ± sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal. seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil.

Teori Kewibawaan Pemimpin Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan. seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula. kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau . Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan.Berdasarkan penelitian. bagaimana pekerjaan dilakukan. sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. Jadi.Gaya tersebut bisa berbeda ± beda atas dasar motivasi . bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas. dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style). perilaku seorang pemimpin mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal. keterampilan dan sikapnya. sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel. harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya. berkomunikasi. dan hasil yang akan dicapai. memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat. Contoh yang dapat dilihat . dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu. berdasarkan teori ini. o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. o yang Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas. Teori Kelompok Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai. kapan.

terdapat pemimpin yang positif dan negatif. terdapat dua gaya kepemimpinan yang diterapkan. Apabila pendekatan dalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomis maupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif. Partisipasif Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak. tetapi menimbulkan kerugian manusiawi. yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri. Meskipun demikian. Demokrasi Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan. dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung ± jawab. mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama. Dilihat dari orientasi si pemimpin. yaitu gaya konsideral dan struktur. Pendekatan kedua ini dapat menghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi. dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya. struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. atau dikenal juga sebagai orientasi . Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment. berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Kekuasaan sangat dominan digunakan.orang tertentu. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif. Diantara beberapa gaya kepemimpinan. kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.

Pemimpin yang positif.pegawai dan orientasi tugas. percaya bahwa mereka memperoleh hasil dengan tetap membuat orang ± orang sibuk dan mendesak mereka untuk berproduksi. masing ± masing gaya kepemimpinan ini hanya memadai dalm situasi yang tepat meskipun disadari bahwa setiap orang memiliki gaya yang disukainya sendiri dan sering merasa sulit untuk mengubahnya meskipun perlu. variabel ketiga menggambarkan kuasa organisasi yang melekat pada posisi pemimpin. karena bukan saja pengikut sebagai individu bisa menerima atau menolak pemimpinnya. Ketiga variabel itu adalah hubungan antara pemimpin dengan anngota ( Leader ± member rolations). Sebaliknya. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah.perilaku pengikut atau bawahan ini amat penting untuk mengetahui kepemimpinan situasional. para pemimpin yang berorientasi tugas yang terstruktur. Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Ludlow dan Panton. Model kontingensi Fieldler ini serupa dengan gaya kepemimpinan situasional dari Hersey dan Blanchard. variabel kedua mencerminkan kadar diperlukannya cara spesifik untuk melakukan pekerjaan.fiedler telah mengembakan suatumodel pengecualian dari ketiga gaya kepemimpinan diatas.1996 : 18 dst). Keempat gaya tersebut adalah b Directing . partisipatif dan berorientasi konsiderasi.yakni model kepemimpinankontigennis. Konsepsi kepemimpinan situasional ini melengkapi pemimpin dengan pemahaman dari hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektif dengan tingkat kematangan (muturity) pengikutnya.tidak selamanya merupakan pemimpinyan terbaik. dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya.model ini nyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bergantung pada situasi dimana pemimpin bekerja. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard. akan tetapi sebagai kelompok . Variabel pertama ditentukan oleh pengakuan atau penerimaan (akseptabilitas) pemimpin oleh pengikut. pengikut dapat menemukan kekuatan pribadi apapun yang dimiliki pemimpin.dengan teorinya ini fiedler ingin menunjukkan bahwa keefektifan ditunjukkan oleh interaksi antara orientasi pegawai dengan 3 variabel yang berkaitan dengan pengikut. Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. tugas dan organisasi. Beberapa hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa prestasi dan kepuasan kerja pegawai dapat ditingkatkan apabila konsiderasi merupakan gaya kepemimpinan yang dominan. dan kuasa posisi pemimpin (Leader position power). struktur tugas (task strukture). yang mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan.

mendukung proses perkembangannya. dan juga kesiapan dari bawahannya. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya.Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ´situational leadership´. b Coaching Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Dalam proses pengambilan keputusan. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. . Dalam hal ini. Dalam situasi demikian. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. serta mendengarkan saran ± saran mereka mengenai peningkatan kinerja. b Delegating Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. untuk lebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik ± teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan. serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada. b Supporting Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. pemimpin memberikan aturan ±aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa yang harus dikerjakan. Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harus menyesuaikan keadaan dari orang ± orang yang dipimpinnya. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang ± bincang. biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu).

Disseminator p Menyampaikan informasi. Peran pertama meliputi : Peran Figurehead p Sebagai simbol dari organisasi Leaderp Berinteraksi mengembangkannya dengan bawahan. Inilah yang dimaksud dengan situasional lesdership. Spokeman p Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang ± orang di luar organisasinya. nilai ± nilai baru dan fakta kepada bawahan. peran pengolah informasi (information processing). 5 Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi. Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin. penerapan keempat gaya kepemimpinan diatas perlu disesuaikan dengan tuntutan keadaan. atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.Ditengah ± tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda ± beda). 1996 : 314-315). 5 Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan. maka untuk mencapai efektivitas organisasi. . Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini.sebagaimana telah disinggung di atas. memotivasi dan Liaison p Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi. sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal. seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni : 5 Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas. mengawasi publikasi perusahaan. serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon. Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni : Monitior p Memimpin rapat dengan bawahan.

merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Morgan ( 1996 : 156 ) mengemukakan 3 macam peran pemimpin yang disebut dengan 3A.Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu : Enterpreneur p Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi. Dalam perspektif yang lebih sederhana. pikirkanlah diri sendiri dulu. bukan kecerdasannya. megah. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya. cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. materi. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain. II. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri. Pemimpin memimpin. Disturbance Handler p Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin. kokoh. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik. Bangunan akan bagus. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. yakni : Alighting p Menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya. Aligning p Menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiap orang menuju ke arah yang sama. Allowing p Memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubah cara kerja mereka. Negotiator p Melakukan perundingan dan tawar ± menawar. sering diartikan kepemimpinan adalah jabatan formal. uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan. Resources Allocator p Mengawasi alokasi sumber daya manusia. dan mengesahkan setiap keputusan. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. membangun masyarakat. karena ada pondasinya. yang menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari . memprogram tugas ± tugas bawahan. Maka sibuk memikirkan membangun umat. pengikut mengikuti.3 KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI Merenungkan kembali arti makna kepemimpinan. tapi dari kekuatan pribadinya.

impian da harapan dari mereka yang dipimpinnya. yaitu kepemimpinan yang melayani. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan. ada sejumlah ciri ±ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani. Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas ( accountable ).yaitu tujuan utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya.konstituen yang seharusnya dilayani. Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. kepentingan. Karakter Kepemimpinan Hati Yang Melayani Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang ± orang di sekitarnya. Artinya seluruh perkataan. Meskipun banyak di antara pemimpin yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah. namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh ± sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati. karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongan tapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya. Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan ± kawan. Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya.pikiran dan tindakannya dapat . justru tidak memiliki integritas sama sekali. A. Kembali kita saksikan betapa banyak pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik. Seorang pemimpin memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelomponya. organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya.

kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. tapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang ± orang atau organisasi yang dipimpin menuju suatu tujuan yang jelas. kepada public atau kepada setiap anggota Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. tetapi ketika menjadi pimpinan formal. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. impian. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya. Tanpa visi. yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang ± orang yang ada dalam organisasi tersebut. justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan. Keterampilan seperti ini disebut dengan Softskill atau Personalskill. B.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Tidak banyak pemimpin yang memiliki metode kepemimpinan ini. dan tidak mudah emosi. Metode Kepemimpinan Kepala Yang Melayani Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata. Dalam salah satu artikel di economist. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metode kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah ± sekolah formal. Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Mau mendengar setiap kebutuhan. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. Contoh adalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. yaitu : Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar . dan harapan dari mereka yang dipimpin.dipertanggungjawabkan organisasinya. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan. penuh pengendalian diri.selalu dalam keadaan tenang.

dsb. relasi. serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan. dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan. yaitu : Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. dan impian dari mereka yang dipimpin. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang responsive. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan firman Tuhan. Setiap . harapan. Ada 2 aspek mengenai visi. Perilaku Kepemimpinan Tangan Yang Melayani Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan. baik pengetahuan. serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya. dsb). Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek . mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan. kesehatan. kebutuhan. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tsb ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu. keuangan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan. Pemimpin focus pada hal ± hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. dikatakan. Dalam buku Ken Blanchard disebutka perilaku seorang pemimpin. tapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. melakukan kegiatan sehari ± hari seperti monitoring dan pengendalian. dan diperbuatnya.serta berkembang dalam mempertahankan survivalnya sehingga bias bertahan sampai beberapa generasi. Artinya dia memiliki kemempuan untuk menginspirasi. C. tapi melayani sesamanya. rencana kebutuhan sumber daya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang ± orang yang dipimpinnya (performance coach). target atau sasaran. yaitu visionary role dan implementation role. tapi sungguh ± sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan.

Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out ).dikatakan dengan lugas oleh General Ronal Fogleman. bagi lingkungan pekerjaan. maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya . menunjukkan pemimpin ± pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin di lain waktu. Mereka biasanya adalah orang ±orang yang memiliki integritas. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. baik bagi dirinya sendiri. ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya. Bahkan menurut Danah Zohar. bagi keluarga. Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya.Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang artinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman. mampu memahami spiritualitas yang tinggi. prayer (doa). II. pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. terbuka. mampu menerima kritik. ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh. salah satu tolak ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. rendah hati. penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence. maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan. dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya. dan scripture (membaca Firman Tuhan ).4 KEPEMIMPINAN SEJATI Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin. ´ I don¶t think you have to be waering stars on your shoulders or a title to be leadar. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time´. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Melalui solitude (keheningan).harinya senantiasa menyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesame. dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

EQ. bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Kenneth Blanchard.SQ yang cukup tinggi. Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q . Semakin dipuji bahkan dikultuskan.EQ berarti kecerdasan emosional. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan. baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial. Q leader berarti kepemimpinan yang memiliki kualitas(quality). Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal. Perubahan karakter adalah segala ± galanya bagi seorang pemimpin sejati. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble). Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ. Sebuah jenis kepemimpinan yaitu Q Leader memiliki 4 makna terkait dengan kepemimpinan sejati. dam maximizer.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid. motivator. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor & praise) dari mereka yang dipimpinnya. inspirator. dan visi serta misi yang jelas.sendiri. tanpa kerendahan hati. dan SQ berarti kecerdasan spiritual. justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Q keempat adalah qolbu atau inner self. tanpa kedamaian diri. Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi ( dibaca µchi¶ dalam bahasa Mandarin yang berarti kehidupan). semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Tanpa perubahan dari dalam. yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis dan merdeka. daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager). seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh ± sungguh mengenali dirinya (qolbunya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management). yaitu : Q berarti kecerdasan atau intelligence. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun ± tahun. tanpa adanya integritas yang kokoh. Seperti dalam IQ berarti kecerdasan intelektual.

Manusia di besarkan masalah.5 KEPEMIMPINAN DAN KEARIFAN LOKAL Kearifan local yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya dengan pengetahuan. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan. Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell. orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tsb. That is way it always it.kepandaian. dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relative pelik dan rumit. ´ The only way that I can keep leading is to keep growing. Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Sebagai tempat . y Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence). seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul. Rangkuman kepemimpinan Q dalam 3 aspek penting yang disingkat menajadi 3C. Contohnya adalah masalah banjir yang di alami masyarakat di berbagai tempat. kecerdikan.dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metode kepemimpinan). Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh. Kehidupan yang teratur dan terarah yang dipimpin oleh pimpinan yang mampu menciptakan suasana kondusif. Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Kehidupan yang dipimpin oleh pimpinan yang dihormati bawahannya. somebody else takes the leadership baton. The the day I stop growing. belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal. kemampuan teknis.(intelligence-quality-qi-qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin. Dalam kehidupan local masyarakat. yaitu : yPerubahan karakter dari dalam diri (character chage). y Visi yang jelas (clear vision). pengatahuan. keberilmuan. Serangkaian masalah tidaklah boleh didiamkan. II. Khususnya di Bali. setiap masalah yang muncul dapat ditanggulangi dengan kearifan local masyarakat setempat. seringkali terjadi banjir di wilayah Kuta.´ Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. serasi dan seimbang (harmonis). Dalam suatu local (daerah ) tentunya selalu diharapkan kehidupan yang selaras. Ketika saya berhenti bertumbuh. Kehidupan yang penuh kedamaian dan suka cita.

tujuan wisata dunia tentu hal ini sangat tidak menguntungkan. Terbukti. penanggulangan yang cepat dengan membuat gorong ± gorong bisa menurunkan debit air yang meluber ke jalan. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan. tertanggal 27 desember 2007 BAB III PENUTUP III. bakat. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out). Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. tapi dari kekuatan pribadinya. bukan kecerdasannya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik. Masalah ini haruslah segera ditangani. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Dalam hal pembuatan drainase dan infrastruktur lainnya. diperlukan kematangan rencana agar pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak buruk. Sebagai pemimpin lokal. 620/676/ke/07 . sifat ± sifatnya. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. keterampilan. Camat Kuta secara langsung dan tertulis telah menyampaikan hal tersebut kepada pengusaha serta pemilik bangunan dalam surat No.1 KESIMPULAN Kata pemimpin. I Gede Wijaya sebelumnya telah melakukan sosialisasi terkait pembangunan gorong ± gorong. cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. III. tetapi banyak faktor. atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.2 SARAN Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Pemimpin memimpin. apakah itu kepribadiannya. pengikut mengikuti. pihak Camat Kuta. Oleh .

. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita.