Akhlak Kepada Rasul

A. SEKILAS TENTANG AKHLAK KEPADA RASUL Ketika seseorang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, ada banyak konsekuensi yang harus ditunjukkannya dalam hidup ini. Di samping harus berakhlak baik kepada Allah swt, manusia juga harus berakhlak baik kepada Rasulullah saw. Walaupun beliau sudah wafat dan kita tidak pernah bisa berjumpa dengannya secara fisik, namun keimanan kita kepadanya membuat kita harus berakhlak baik kepadanya. Meskipun demikian, akhlak baik kepada Rasul saw tidak bisa kita wujudkan dalam bentuk lahiriyah atau jasmaniyah secara langsung sebagaimana para sahabat telah melakukannya. Namun demikian, ada banyak hal yang harus kita lakukan sebagai bentuk berakhlak baik kepada Rasulullah saw. 1. Ridha Dalam Beriman Beriman kepada Rasul merupakan salah satu dari rukun iman. Karena itu, setiap muslim harus ridha dalam beriman kepadanya dan ini akan membuat keimanan terasa menjadi nikmat sehingga apa yang menjadi konsekuensi iman bukan sesuatu yang berat dan tidak menyenangkan untuk membuktikannya, Rasulullah saw bersabda: ً ْ ُ َ َ ً َِ ٍ ّ َ ُ َِ ًْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ‫ذاق طعم اليمان من رضي بال ربا وبالسلم دينا وبمحمد نبيا ورسول‬ Kelezatan iman dirasakan oleh orang yang ridha kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul (HR. Muslim). 2. Mencintai Rasul Setiap muslim yang berakhlak baik kepada Rasul saw niscaya akan mencintai beliau dalam kehidupan di dunia ini. Kecintaan kepada Rasul merupakan urutan kedua setelah kecintaan kepada Allah swt sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Qur’an: Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak- anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiaannya dan rumah- rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari pada Allah, Rasul-Nya dan (dari) berjijhad di jalan- Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (QS 9:24).

Manakala seorang muslim telah mentaati Allah dan Rasul-Nya. Allah swt berfirman: . Allah swt berfirman: ‫منْ يطع الرسول فقد أطاع ال ومن تولى فما أرسلناك عليهم حفيظا‬ ً ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َّ َ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ّ ِ ِ ّ َ Barangsiapa yang mentaati Rasul. karena itu para sahabat ingin menjaga citra kemuliaannya dengan mencontohkan kepada kita ketaatan yang luar biasa kepada apa yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya.Nya. taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu (QS 47:33). maka Rasulullah tidak akan pernah memberikan jaminan pemeliharaan dari azab dan siksa Allah swt. ikutilah aku. Mengikuti dan Mentaati Kesiapan untuk mengikuti Rasulullah saw dalam hidup ini merupakan bentuk akhlak yang mulia kepada beliau. karenanya manusia tidak bisa mencapai kemuliaan tanpa ketaatan. Allah swt berfirman: ٌ ْ ِ ّ ٌ ْ ُ َ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ ُ َْ ِ ْ َ َ ُ ُ ُ ْ ِ ْ ُ ِ ْ ُ ِ ّ َ َ َ ْ ّ ِ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ‫قل إن كنتم تحبون ال فاتبعونى يحببكم ال ويغفرلكم ذنوبكم وال غفور رحيم‬ Katakanlah (Muhammad): “Jika kamu mencintai Allah. sesungguhnya ia mentaati Allah. niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. untuk itu jangan sampai manusia mendahului ketentuan Allah swt dan Rasul-Nya. maka ia akan memperoleh kenikmatan sebagaimana yang telah diberikan kepada para Nabi.3. Ketaatan kepada Rasul sama kedudukannya dengan taat kepada Allah. Allah swt berfirman: Hai orang-orang yang beriman. di dalam Al-Qur’an. orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Mengikuti dan mentaati Rasulullah saw merupakan sesuatu yang bersifat mutlak. Kunci kemuliaan seorang mukmin terletak pada ketaatannya kepada Allah dan rasulNya. sikap ini merupakan salah satu faktor yang membuat manusia bisa memperoleh kecintaan dari Allah swt sehingga Diapun akan memberikan ampunan bila kita melakukan kesalahan. bahkan mereka adalah sebaik-baik teman yang harus kita miliki. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS 4:80). karena itu bila manusia tidak mau taat kepada Allah dan Rasul. Dan barangsiapa yang berpaling. orang yang jujur. Di dalam ayat lain. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 3:31).

ia tidak mengucap shalawat kepadaku (HR. Tirmidzi). hal ini dinyatakan dalam sabda beliau: yang benar-benar bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku di hadapannya. apalagi saat namanya disebut. orang yang mati syahid dan orang yang shaleh.sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Tirmidzi dan Ahmad). maka orang tersebut akan dinyatakan oleh Rasul saw sebagai orang yang paling utama kepadanya para hari kiamat. Bershalawat Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan. Oleh karena itu. orang yang tidak mau bershalawat kepada Nabi. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam perhormatan kepadanya (QS 33:56). beliau bersabda: Sesungguhnya orang yang paling utama kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku (HR. maka Allah swt bershalawat lebih banyak lagi kepada kita hingga sepuluh kali lipat.Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya) mereka itu akan bersama. 4. Adapun orang yang tidak mau mengikuti Rasul dengan apa yang dibawanya. hal ini terdapat dalam firman Allah: ‫إن ال وملئكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما‬ ً ِْ َ ُ َّ َ ِ ْ ََ َّ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ّ ِ ّ ََ َ َّ ُ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ ّ ِ َ Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Oleh karena itu. maka ia dianggap sebagai orang yang bakhil atau kikir. maka dengan shalawatnya itu Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat (HR. Bahkan bila kita bershalawat kepada Nabi. Rasulullah saw bersabda: ‫من صلى علي مرة صلى ال عليه بها عشرا‬ ً ْ َ َ ِ ِ ْ ََ ُ َّ ً ّ َ ّ ََ َّ ْ َ Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS 4:69). ketaatan kepada Rasulullah saw juga menjadi salah satu kunci untuk bisa masuk ke dalam surga. para shiddiqin. Manakala seseorang telah menunjukkan akhlaknya kepada Nabi dengan mengucapkan shalawat. yakni ajaran Islam dianggap sebagai orang yang tidak beriman. Hai orangorang yang beriman. . bahkan diperintah oleh Allah swt karena Allah swt dan para malaikat juga bershalawat. Ahmad). yaitu nabi-nabi.

5. kamu semua agar berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para penggantiku. Abu Daud. Abu daud dan Tirmidzi) . إن ال عزيز غفور‬ Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. yang kalian tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh dengannya. berarti telah mengambil bagian yang besar (HR. Sesungguhnya Nabi tidak mewariskan uang dinar atau dirham. maka barangsiapa yang telah mendapatkannya. Hakim. 6. yakni para ulama yang konsisten dalam berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam. tapi yang beliau wariskan adalah Al-Qur’an dan sunnah. beliau bersabda: Sesungguhnya siapa yang hidup sesudahku. Kedudukan ulama yang takut kepada Allah swt sebagai pewaris Nabi disebutkan dalam sabda Nabi saw: Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi. karena setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu di neraka (HR. Oleh karena itu. Rasulullah saw tidak mewariskan harta yang banyak. Berpegang teguhlah kepada petunjuk-petunjuk tersebut dan waspadalah kamu kepada sesuatu yang baru. Di dalam hadits yang lain. Menghidupkan Sunnah Rasul Kepada umatnya. Allah swt berfirman: ٌ ْ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ َ َُ ْ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ ِ ‫إنما يخشى ال من عباده العلمآء. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS 35:28). beliau juga bersabda: ‫)تركت فيكم أمرين لن تضلوا ماتمسكتم بهما : كتاب ال وسنتى )رواه أبو داود‬ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ Aku tinggalkan kepada kalian dua hal. yakni yang takut kepada Allah swt dengan sebab ilmu yang dimilikinya. Karena itu. Menghormati Pewaris Rasul Berakhlak baik kepada Rasul saw juga berarti harus menghormati para pewarisnya. yaitu: kitab Allah (Al Qur’an) dan Sunnahku (HR. kaum muslimin yang berakhlak baik kepadanya akan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah agar tidak sesat dan waspada terhadap kemungkinan dilakukannya bid’ah atau sesuatu yang diada-adakan dalam perkara ubudiyah padahal pada masa Rasul tidak ada. sesungguhnya Nabi hanya mewariskan ilmu kepada mereka. Baihaki dan Tirmidzi). akan terjadi banyak pertentangan. Ahmad. Hakim). Ibnu Majah.

tapi juga memiliki sikap dan kepribadian sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi dan ulama seperti inilah yang harus kita hormati. Buletin KMII Media Fikir dan Tausiyah. Di samping itu. tapi tidak mencerminkan pribadi Nabi. dan mencegah dari yang munkar. Bukhari dan Tirmidzi). 4/15 Rabbiul Awwal 1428 H/3 April 2007 . Karena itu dakwah menjadi tugas bagi setiap muslim sebagaimana tercermin dalam hadits Nabi saw: ِ ّ َ ِ ُ َ َ ْ َ ْ ّ َ َ َ ْ َ ً ّ ‫َّ ُ ْ َ ّ ََ ْ َ ً َ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ََ ُ َع‬ ‫بلغوا عنى ولو آية وحدثوا عن بنى إسرائيل ول حرج ومن كذب على مت َمدا فليتبوأ مقعده من النار‬ Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat (HR. yakni menyeru dan mengajak manusia untuk beriman dan tunduk kepada Allah swt. Edisi 2 Th. maka kita akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dengan dikelompokkan ke dalam kelompok umat yang terbaik (khairu ummah) sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya: ِ ّ ِ َ ُِ ْ َُ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ُ ْ َ ْ ِ َ ُ ُ ْ َ ِ ّ ِ ْ َ ِ ْ ُ ٍ ّ ُ َ ْ َ ْ ُْ ُ ‫كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بال‬ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. dan beriman kepada Allah (QS 3:110). Orang baik membutuhkan dakwah agar bisa mempertahankan dan meningkatkan kebaikannya.1 1 Drs. 7. maka orang seperti itu bukanlah ulama yang sesungguhnya dan berarti tidak ada kewajiban bagi kita untuk menghormatinya. maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya (HR. Muslim. Abu Daud dan Tirmudzi). Tugas ini merupakan hal yang amat penting dan dibutuhkan oleh manusia.Karena ulama disebut sebagai pewaris Nabi. hal ini karena dalam satu hadits Rasulullah saw menyatakan: Barangsiapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan.orang yang memiliki akhlak yang baik kepada Nabi Muhammad saw. maka orang yang disebut ulama seharusnya tidak hanya memahami tentang beluk beluk agama Islam. Melanjutkan Misi Rasul Misi utama Rasul adalah berdakwah. Manakala dakwah bisa kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Ahmad. Adapun orang yang dianggap ulama karena pengetahuan agamanya yang luas. Ahmad Yani. menyuruh kepada yang ma’ruf. H. Demikian beberapa hal yang harus kita tunjukkan agar kita termasuk orang. Ahmad. sedangkan orang yang belum baik lebih membutuhkannya lagi agar bisa memperbaiki dirinya. orang yang berdakwah juga akan memperoleh pahala yang amat besar.

Ya Rasulullah. Jadikanlah ia sebagai saksiku. KASUS YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKHLAK KEPADA RASUL UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH Pada masa permulaan Islam. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini. Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari. orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri. Maka. aku milik orang beriman ini. Rasulullah. “Wahai orang mukmin. Mereka telah memfitnahku. dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta.” Setelah berdoa demikian. Hewan ini berkata. tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini. Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini. mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu. Lalu. seorang pencuri harus dihukum potong tangan. “Tuhanku. “Karena shalawatmu kepadaku. Engkau Mahakuasa. Seiring dengan itu. Syahdan. izinkanlah unta itu berbicara. Aku tidak mencuri unta itu. dia mendesah keras. terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. Menurut hukum Islam. yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. selamatkanlah aku dari kehinaan ini. “ Ya.” Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya. Nabi Muhammad SAW bertanya. tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat.B.” Nabi yang adil dan suci bersabda. bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?” Orang mukmin tadi menjawab. karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali . saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur. orang mukmin yang malang ini pun berdoa. Engkau Mahatahu. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu. Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

SEORANG SUFI DAN PENJAHAT Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya. dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya. rahmat.yang patuh. Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabukmabukan.2 Shalawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat. penjahat tetaplah penjahat. Bahkan kerap kali shalawat ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. hari ini. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Namun demikian. dan hari esok. dan obat yang orisinil untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. nasehat 2 . ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin. Berikut beberpa buah kisah yang bertutur tentang keajaiban shalawat. dan segera bertobat pada Allah SWT. berkah.

Perbuatan maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. ibunya pun terheran-heran dan bertanya pada sang anak. benarbenar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Namun apa yang terjadi? Pada suatu malam. Maka bersedihlah sang ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat. anaknya tetap membandel. Tetapi. aku mendengarkan orang yang alim yang ada disitu berkata. tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya tersebut. di suatu ketika telah lewat di hadapanku sekelompok orang yang sedang mengusung jenazah yang hendak dikuburkan. ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan. Si ibu yang merupakan sosok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu. dan disana aku sempat menyaksikan makam-makam lainnya.sang sufi tidaklah digubrisnya. dimana ia tidak melihat satu sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan Penguasa Akhirat. ketika wanita itu tertidur. Mayat itu kukenal. ia melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya.” Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Tetapi benarkah sang anak disiksa? Ternyata. padahal dulu semasa engkau hidup engkau penuh dengan lumuran dosa?” Sang anak menjawab. Sehingga. “Apa gerangan yang membuatmu bisa diperlakukan seperti ini. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka. SEORANG IBU DAN ANAKNYA Dikisahkan pula bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa. Secara logis. Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa . Akibatnya. sang sufi mengatakan bahwa si penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka. Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat. Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok. “Apakah gerangan yang menyebabkanmumendapatkan martabat setinggi ini?” Sang penjahat menjawab. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya. “Wahai sang sufi. Ketika itulah aku berpikir bahwa laki-laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru-hara akhirat akibat perbuatan maksiatnya. ia bermimpi tentang anaknya disiksa oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. sang sufi bermimpi. menurut sufi. ia tidak mau berpindah dari kelakuan jahatnya yang telah dilakukannya selama ini. ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir. aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya. “Wahai ibunda. ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran. Di suatu malam. semakin bertambah kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara langsung sekali pun hanya dalam mimpi. Kemudian aku ikut mengiringi pemakamanny. dan ia semasa hidupnya ternyata lebih jahat daripada diriku. Maka. yang berada dalam keadaan suka dan bahagia. “Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga. pada saat itulah. Sang penjahat.

Sang musafir mengisahkan bahwa di suatu ketika di suatu negeri. menghapuskan dosa-dosaku dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang hidup maupun yang sudah meninggal. aku milik . Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat. Aku tidak mencuri unta itu. izinkanlah unta itu berbicara. juga diriwayatkan tentang seorang musafir bersama ayahnya. Engkau Mahatahu. Lalu. Ayah sang musafir tersebut mati dalam kedukaan. Maka. Kemudian. Jadikanlah ia sebagai saksiku. Maka. bahwa shalawat atas Nabi SAW itu menjadi cahaya di dalam kuburku. selamatkanlah aku dari kehinaan ini.” SEORANG MUSAFIR DAN AYAHNYA Dalam kisah lain. dia mendesah keras. yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. Dia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT mengangungkan dan menanamkanNya didalam hatinya serta bershalawat kepada Nabi SAW.” Setelah berdoa demikian. orang mukmin yang malang ini pun berdoa. karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. ketika ia terlelap tertidur. seorang pencuri harus dihukum potong tangan. tatkala ia berhasil melakukannya aku pun datang untuk membersihkannya. Tetapi. yang telah menyampaikan karunia Ilahi atas ayahku?” Lakilaki itu menjawab. “Siapakah Anda. Dia mengampuni dosa-dosaku. Melihat perlakuan baik lelaki ini terhadap ayahnya sng musafir takjub dan kemudian bertanya. “Aku adalah Rasulullah. Pada saat itulah sang musafir merasakan beban teramat berat menimpanya karena mendapatkan ayahnya mati dalam kondisi seperti itu. sehingga disitulah Allah SWT menunjukkan kemahapengampunanNya. Hewan ini berkata. Ayahmu termasuk dianatara orang-orang yang memperbanyak bershalawat atasku. Menurut hukum Islam.” Kemudian sang musafir merasa sangat berbahagia. “ Ya. Ia melihat pancaran dan cahaya keputihan itu ada pada ayahnya. bahkan lebih bagus daripada bentuknya semula dan berseri-seri dengan cahaya. orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri. Rasulullah.yang mengerikan yang sama. ayahnya meninggal dunia sehingga wajah dan sekujur tubuhnya menjadi hitam dan perutnya membusung. Ketahuilah ibunda. Sang musafir lalu mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim (Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung). aku membaca Al-quran dan shalawat Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan membacakan shalawat kesebelas kalinya dan pahalanya kuhadiahkan kepad ahli kubur yang naas tersebut. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu. dan hal ini diumpamakan dengan kelakuan sang ayah ketika ia masih hidup. Jadi apa yang telah engkau lihat wahai ibunda. ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta. “Tuhanku. dan bertobat dengan sebenar-benarnya tobat di hadapan Ilahi. ia bermimpi bahwa seorang laki-laki yang sangat tampan dan tubuhnya dipenuhi bulu halus datang kepada ayahnya dan menyapu wajah dan tubuh ayahnya tersebut dengan tangannya sehingga jasad sang ayah menjadi putih kembali. Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH Pada masa permulaan Islam. itulah nikmat yang telah diberikan Allah SWT atasku. Mereka telah memfitnahku. Engkau Mahakuasa.

SUFYAN ATS-TSAURI DAN KISAH ANAK SI TUKANG RIBA Sufyan ats-Tsauri menuturkan. di Padang Arafah. aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. wahai kekasih kebaikan?” Dia menjawab. aku mendekati orang itu dan bertanya. Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali yang patuh. “ Aku pergi haji. ada doa khusus untuk setiap tempat. dan tampaklah sesosok orang bercadar. pintu tenda kami terbuka. “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata. Seraya membuka penutup wajahnya. Syahdan. yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. “Karena shalawatmu kepadaku. dia berkata. aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. “Wahai orang mukmin. Naik turun gunung. aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih. “Sahabatku. Manakala Tawaf di Ka’bah. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami. “Aku tahu semuanya. Seiring dengan itu. yang menimpaku memang bukan sukacita.” “Aku berasal dari Khurasan. Terhenyak oleh pemandangan ini. dan mengusap wajahnya. aku berkata kepadanya dengan hati-hati. Akan tetapi. Nabi Muhammad SAW bertanaya. saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur.orang beriman ini. Tapi. atau ketika tawaf di Baytullah. aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai. Ya Rasulullah. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya.” Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini. terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini. doanya hanayalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW. dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Dan aku mengkafani jenazahnya. Lalu. “Tuan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain. Sejenak kemudian. perkenankanlah aku mengajarimu.” Saat kesempatan yang tepat datang. mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu. tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini. Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini. Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari. membuka kain kafannya. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini. “Siapakah Anda. Disana ayahku jatuh sakit. Baik ketika di Ka’bah. Jikalau engkau tidak mengetahuinya. “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada . aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW.” Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya. tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat. dan pada tengah malam dia meninggal dunia. aku seperti tertidur.” Nabi yang adil dan suci bersabda. kala aku membuka kafan penutup wajahnya. di mudzdalifah dan Mina. aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku. Agar tidak mengganggu jemaah lain. lembah. dan gurun. bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?” Orang mukmin tadi menjawab. Sewaktu duduk merenung. Melihat keajaiban ini.” Namun. dia berkata.

Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai. maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu. “Masya Allah. akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.” Berkata pula Mikail As. Ia telah menjadikannya rahmat bagi seluruh alam dan pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang dapat memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Semoga shalawat. Dengan kisah yang dikemukakan ini. tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. .Rasul pilihanNya). “Malaikat Jibril. “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu.. dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau.” (Al-Ahzab: 56) Allah telah mengutus nabi Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk menyampaikan risalah. semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita. Setiap malam sebelum tidur.” Kemudian dengan lembut beliau berkata. serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita. siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali. aku pun langsung berlutut di kakinya. Rasul. dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. “ayahmu dulunya tukang riba. dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku. aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku. Rasul kita. aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Setelah diizinkan. ‫إن ال وملئكته يصلون على النب ّ يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما‬ ً ِْ َ ُ َّ َ ِ ْ ََ َّ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫ِ ّ ّ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َّ َ ََ ّ ِي‬ َ “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Maka seorang hamba harus taat kepadanya. cahaya kita.” Dan Israfil As. Mikail. Jibril As.” Dalam sebuah riwayat. ada apa ini? Demi Allah. “Mereka yang bershalawat kepadamu. “Anak muda itu berkata. mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah. Amin.” Sufyan menuturkan. keturunan. “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu. ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu. Israfil. sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat. berkata.” Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW.” Kemudian Malaikat Izrail As. bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Nabi Muhammad SAW. dan imam kita. Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT. cahaya dan pemberi syafaat kita. “Wahai Rasulullah. berkata pula. dan para MalaikatNya. Hai orangorang yang beriman. menangis dan berkata. Rasulullah SAW telah bersabda bahwa. salam. Mendengar perkataan ini. maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik. pun berkata. dan sahabat-sahabat beliau.

Dan ini adalah mengkhususkan dari rahmat-Nya yang bersifat umum.” Dan ada pula yang mengatakan bahwa perintah di dalam ayat di atas dimaknai dengan sunnah saja. Salam: Artinya keselamatan dari segala kekurangan dan bahaya. Hukum BershalawatKepada Nabi saw Kaidah ushul menyebutkan. Saat-Saat Yang Disunnahkan Membaca Sholawat Untuk Nabi saw Di dalam kitab Jila’ul Afham. Di antaranya adalah sebagai berikut.menghormati dan melaksanakan hak-haknya. Ada di antara mereka mengatakan kewajibannya adalah sekali dalam seumur hidup. lalu Allah menyebutkan tindakan yang pantas untuk dilakukan kepada belliau. yakni mengucapkan shalawat. Dengan adanya kaidah ini. tetapi tidak bersholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam.Sebelum berdoa. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa shalawat di dalam tasyahhud adalah wajib. 1.” (Al-Ahzab: 56) Banyak pendapat tentang pengertian Sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menyebutkan 40 tempat yang disunnahkan untuk mengucapkan shalawat. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Qodhi Abu Bakar bin Bakir berkata: “Allah swt telah mewajibkan makhluk-Nya untuk bersholawat dan salam untuk nabi-Nya. dan yang benar adalah seperti apa yang dikatakan oleh Abul Aliyah: “Sesungguhnya Sholawat dari Allah itu adalah berupa pujian bagi orang yang bersholawat untuk beliau di sisi malaikat-malaikat yang dekat” -Imam Bukhari meriwayatkannya dalam Shohihnya dengan komentar yang kuat. sebagaimana disebutkan oleh Fadhalah bin ‘Abid: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya. Namun di sini para ulama’ berbeda pendapat tentang kapan pelaksanaan kewajiban ini. dan tidak menjadikan itu dalam waktu tertentu saja. Hai orangorang yang beriman. Jadi yang wajib adalah hendaklah seseorang memperbanyak sholawat dan salam untuk beliau dan tidak melalaikannya. maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya dan . Jadi dengan salam maka apa yang kita takutkan menjadi hilang dan bersih dari kekurangan dan dengan sholawat maka apa yang kita inginkan menjadi terpenuhi dan lebih sempurna. karena dengan merangkaikan salam itu dengan sholawat maka kitapun mendapatkan apa yang kita inginkan dan terhapuslah apa yang kita takutkan. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. perintah Allah untuk bershalawat di dalam surat al-Ahzab bisa difahami sebagai sebuah kewajiban. Dengan segala jasa beliau kepada umat manusia. asal perintah adalah untuk menunjukkan kewajiban. Pendapat ini diperkuat oleh syekh Muhammad bin ‘Utsaimin. bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

maka perbanyaklah sholawat untukku pada hari itu. kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan. kemudian membaca Fatihatul Kitab (surat al-Fatihah) setelah takbir pertama.” “Dan bila keluar dari mesjid maka ucapkanlah itu. mendengar dan menulis nama beliau. seperti ‘alaihis salam atau allahumma shalli ‘alaih saja.S. diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan yang lainnya) Cara Bershalawat kepada Rasulullah Di dalam firman Allah di atas. Abu Daud. atau shalawat tanpa salam. ampunilah kami dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu.” [H. Bahwa sunnah di dalam shalat bagi mayat adalah imam bertakbir. sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari Fatimah ra. Tirmidzi.” [H.” (Q. Abu Daud.” [H. ya Allah sholawatlah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad. Inilah bentuk shalawat dan salam untuk beliau saw secara umum. tapi (pada penggalan akhir) diganti dengan: “Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu karunia-Mu.Dianjurkan memperbanyak shalawat Nabi pada hari Jum’at. Ketika Shalat jenazah Disyari’atkan bershalawat pada shalat jenazah setelah takbir yang kedua didasarkan atas hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah ra.R. bahwa beliau diberitahu oleh seorang shahabat nabi.Ketika masuk dan keluar masjid. “Bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Al-Ahzab: 56) Berdasarkan ayat tersebut yang utama adalah dengan menggandengkan shalawat dan salam. salam untuk Rasulullah. seperti shallallahu ‘alaihi wasallam.R. Tirmidzi dan Hakim] 3. maka ucapkanlah: ”Dengan nama Allah. Ahmad dan Hakim] 4. Ahmad dan Hakim] 2. Ibnu Majah dan Tirmidzi] 5. kemudian bershalawat kepada Nabi saw (Hadis Shahih.Ketika menyebut.R. berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw: “Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu ia tidak bersholawat untukku. karena sholawat kalian akan sampai kepadaku……” [R. Maka tidak benar kalau mengucapkan salam kepada Rasulullah saw tanpa diikuti dengan shalawat.kepada yang lainnya: “Bila salah seorang di antara kalian sholat (berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat untuk nabi. Allah memerintahkan agar dalam bershalawat diikuti dengan salam. ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Bila anda masuk mesjid. sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari ‘Aus bin ‘Aus: “Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at. .

bahkan syirik. seperti shalawat Badar dan Shalawat Nariyah. sebagaimana yang mereka lakukan. . Tindakan ini termasuk ke dalam bid’ah. banyak keutamaan yang diberikan kepada kita. istri-istri dan keturunannya. dari Abi Hamid As-Sa’id -Radhiyallahu ‘Anhu. meskipun pada dasarnya membaca shalawat itu ada perintah dari Allah dan juga sunnah Rasulullah saw. dari Rasulullah saw bersabda: “Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku. sekaligus sombong. Tirmidzi dan Thabaraniy] Kesalahan yang Berkait dengan Shalawat Dalam melaksanakan perintah Allah untuk bershalawat kepada nabi Muhammad saw ini. di dalam hadis disebutkan. Mengingat benyaknya jasa Rasul kepada kita. Nasa’i. Celaan Bagi Yang Tidak Bersholawat Untuk Nabi. masih ada beberapa riwayat lain yang menyebutkan bacaan shalawat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Dan ada juga yang membuat bacaan shalawat yang bertentangan dengan kaidah umum dalam Agama Islam. 1. ada beberapa kekeliruan yang biasa dilakukan oleh umat Islam. Setidaknya kekurangajaran itu digambarkan di dalam riwayat dari Ali bin Abi Thalib. Sebab ketika kita mengucapshalawat.Selain dalam makna umum. Terlebih lagi karena do’a itu bukan untuk beliau sendiri. sebagaimana Engkau memberi sholawat untuk Ibrahim. 2. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.berkata: “Mereka bertanya: “Ya Rasulullah bagaimana kami bersholawat untukmu? Beliau menjawab: “Katakanlah : َ ْ َ َ َ َ ِ ِ ّ ّ ُ َ ِ ِ َ ْ ََ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ َ ِ َ ْ ِ ِ ََ َ ْ َّ َ َ ِ ِ ّ ّ ُ َ ِ ِ َ ْ ََ ٍ ّ َ ُ ََ ّ َ ّ ُ ّ ‫اللهم صل على محمد وأزواجه وذريته كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وأزواجه وذريته كما باركت‬ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ّ ِ َ ِ َ ْ ِ ِ ََ ‫على آل إبراهيم إنك حميد مجيد‬ “Ya Allah! Berilah sholawat untuk Muhammad.” [H. istri-istri dan keturunannya. tetapi untuk kita sendiri. Mengkhususkan shalawat pada bular Rabi’ul Awwal. Berkatilah Muhammad.R. Rasulullah teleh memberikan contoh bacaan shalawat secara khusus. shalawat harus terdiri dari shalawat dan salam. Di antara kekeliruan itu antara lain.” [Muttafaqun ‘Alaihi] Selain bacaan shalawat tersebut. Membaca shalawat-shalawat bid’ah. Di antara kekeliruannya adalah mengkhususkan waktu yang tidak ditentukan oleh Rasulullah untuk bershalawat. Di antara bentuk peringatan yang dilakukan adalah dengan memperbanyak membaca shalawat dan berzanji. Sebab Alah dan RasulNya tidak pernah menentukan bulan Rabi’ul Awwal sebagai bulan shalawat. Berbeda halnya dengan hari Jum’at. memang kita diperintahkan untuk meperbanyak bacaan shalawat kepada Rasulullah saw. sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim. Di bulan Rabi’ul Awwal ini sebagian kaum muslimin mengadakan peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Maka orang yang tidak mau mengucap shalawat kepada Nabi saw adalah sebuah tindkan kurang ajar. tentu layak kalau kita mendo’akan beliau.

tetapi cukup poluler di hamper semua lapisan kaum muslimin di Indonesia hari ini.wordpress. dan segala kebutuhan akan dipenuhi) Shalawat semacam ini bermasalah. Ya Allah.” Sedangkan shalawat Nariyah. maka tibatiba mereka marah. Ketika ada upaya untuk mengingatkan mereka. Sebab yang ditolak bukan shalawat yang benar. dengan para pahlawan badar. sebagaimana disebutkan di dalam baitnya. Ini adalah sebuah tuduhan yang kelewat batas. “tawassalna bibismillah. bahkan para pahlawan perang Badr. yaitu shalatullah salamullah. Dalam keadaan marah itu lah lalu mereka menuduh orang yang mengingatkan kekeliruan dalam bershalawat sebagai kelompok anti shalawat. wa tuqdlo bihil hawa’ij. tetapi yang ditolak adalah shalawat yang tidak benar. di dalam shalawat ini disebutkan bahwa Nabi Muhamad adalah pelepas segala problem kehidupan. wakulli mujahidilillah biahlil badri yaa Allah” (kami bertawasul dengan Nama Allah. bahkan banyak didendangkan di dalam nasyid. adalah “Allahumma shalli shalatan kamilah….com) . Rasulullah.” (dengannya (Nabi Muhammad saw) segala ikatan akan lepas.. Perhatikanlah bagian dari shalawat itu.” Kekeliruannya. dan juga dengan pembawa hidayah.. (http://abahzacky. ‘ala thaha Rasulillah… Kekeliruan shalwat ini adalah bertawasul dengan nabi. wabil hadi Rasulillah. dan juga bertawassul dengan seluruh mujahid Allah.Shalawat sudah sangat masyhur. “tanhallu bihil uqad.