TUGAS MATA KULIAH

E-SECURITY SYSTEM

SERANGAN DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE (DDOS) PADA JARINGAN KOMPUTER

Helmi Kurniawan NIM : 295893

PASCA SARJANA ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 I. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi jaringan internet diera sekarang ini semakin pesat. Feature-feature service (layanan) yang disediakan dalam jaringan internet juga begitu banyak ragamnya. Mulai dari web server, File Transfer Protocol (ftp), layanan E-mail, sampai feature-feature yang berhubungan dengan layanan transaksi yang semakin marak di dalam jaringan internet. Layanan tersebut seperti Electronic Commerce (E-Commerce), Electronic Banking (E-Banking), Electronic Goverment (E-Gov) dan sebagainya. Karena internet yang begitu banyak memberikan manfaat dan bersifat publik, maka dibutuhkan suatu sistem keamanan dalam menjaga informasi yang ada di internet supaya tidak dirusak oleh pihak-pihak yang potensial melakukan pengrusakan seperti hacker dan cracker. Salah satu teknik pengrusakan yang dilakukan adalah dengan meniadakan ketersedian informasi ketika dibutuhkan yang sering disebut Denial of Service attack (DoS). Jenis serangan ini dilakukan dengan cara server dikirimi permintaan (biasanya palsu) atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat permintaan lain atau bahkan down, hang, dan crash. Apabila serangan DoS tersebut dilakukan secara terdistribusi maka jenis serangan tersebut disebut Distributed Denial of Service attack (DDoS). Yakni attacker (penyerang) dapat men-crack beberapa mesin menjadi zombie, kemudian mesin yang menjadi zombie mengendalikan beberapa mesin lagi menjadi zombie-zombie, akhirnya attacker akan mengendalikan zombie-zombie tersebut secara terdistribusi menyerang korban (victim) untuk meniadakan ketersedian informasi dari korban. Gambaran tentang jenis serangan ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar I.1 Skema serangan DDoS Beberapa website yang diserang dengan menggunakan prinsip DDoS adalah Ebay, Amazon, Buy.com , CNN.com, dan Yahoo.com. Karena begitu hebatnya efek dari serangan DDoS ini bagi website-website tersebut sampai website-website tersebut mengalami kerugian yang cukup banyak untuk menanggulangi serangan ini. Sehingga dibutuhkan suatu teknik pencegahan untuk mendeteksi dan mencegah serangan DDoS ini. Pada bahasan ini akan dipaparkan suatu tinjauan teknik untuk mencegah dari serangan DDoS yakni ICMP TRACEBACK. Dalam bahasan ini tidak membahas bagaimana Intrusion Detection System (IDS) melakukan deteksi pada Serangan DDoS II. TINJAUAN UMUM DoS dan DDoS II.1 Klasifikasi Umum Serangan (attack) Sebelum membahas secara detail mekanisme menanggulangi DDoS attack, lebih dahulu membahas uraian tentang klasifikasi ancaman keamanan komputer secara umum. Serangan pada IT (Information Technologi) menurut tujuan dari cracker dapat diklasifikasikan ke dalam [Bellavin, S.M., W.R. Cheswick. Firewalls and Internet Security. Addison Wesley Longmen, 1994]: • • Denial of service (DoS) : sasaran utama serangan adalah merusak layanan yang disediakan, sehingga layanan menjadi tidak tersedia. Intrusion : pihak yang tidak berwenang berusaha memperoleh akses sistem, tujuan seperti ini adalah gambaran klasik dari seorang hacker. Mereka biasanya berusaha mencapai tujuannya keluar dari sistem dengan

atau permanen (walaupun mereka dapat melakukannya). informasi yang sensitif. walaupun tidak ada kerusakan yang terjadi. Suatu serangan. J. II. Denial of Service attack diyakini berlangsung ketika mengakses ke komputer atau resource jaringan dengan sengaja di blocked atau hak aksesnya diturunkan dari user lain. • Modification : disini attacker dengan aktif berusaha mengubah informasi yang ada dalam sistem. sehingga mengakibatkan layanan denied (tidak ada). software. sehingga semua resources sistem operasi komputer yang ada tidak dapat memproses lebih lama request dari legitimate user. Pada umumnya serangan DoS menargetkan serangan pada bandwidth jaringan komputer atau koneksi jaringan (connectivity). Jenis serangan macam ini semakin hari jumlahnya bertambah seperti mengubah isi website. Bandwidth attack membanjiri jaringan dengan volume traffic yang tinggi. Denial of Service dapat mencakup kedua keadaan tersebut yang secara disengaja maupun tidak disengaja melakukan serangan kepada ketersediaan sistem (system availability). sehingga semua resources (sumber daya) yang ada. maka produktivitas operasional jadi turun.D. . FAQ dari WWW. kemudian melaporkan ke administrator bahwa ada “bug” ditemukan dalam sistem. Security mendefinisikan DoS sebagai berikut : … suatu serangan yang dilakukan untuk membuat komputer atau jaringan komputer tidak dapat menyediakan layanan secara normal. bagaimanapun.melakukan beberapa pengrusakan pada sistem. adalah suatu tindakan disengaja. tetapi mereka dengan sengaja berkompromi (mengganggu) ketersediaan dari resource. Connectivity attack membanjiri komputer dengan volume request koneksi yang tinggi. tidak dapat melayani request (permintaan) dari legitimate user (user yang sah). Howard mendefinisikan DoS sebagai: Apabila hardware.2 Defenisi DoS dan DDoS Ada beberapa definisi dari DoS. Perpektif yang muncul tanpa melihat sebab yang terjadi adalah apabila layanan diibaratkan tersedia. padahal tidak ada. Serangan ini tidak perlu merusak data secara langsung. dan data komputer tidak dapat terjaga ketersediaannya. • Information Theft [Pencurian informasi] : sasaran utama dari jenis serangan ini adalah berusaha mengakses informasi yang dibatasi pengaksesannya (restricted).

Penggunaan teknologi client/server attacker dapat mengefektifkan Denial of Service dengan memanfaatkan resource dari bagian komputer yang tanpa disadari bertindak sebagai platform serangan.3 Klasifikasi Serangan DoS DoS attacks dapat dibagi menjadi tiga jenis : 1. Security [5] pada Distributed Denial of Service(DdoS) attack mendefinisikan jenis serangan ini sebagai berikut : Distributed Denial of Service(DDoS) attack menggunakan banyak komputer untuk mengkordinir DoS attack ke satu atau lebih target korban. sehingga attacker akan bekerja keras untuk menyerang. . Pemanfaatan implementasi Bugs dari system. Jenis serangan seperti ini disebut Distributed Denial of Service attack (DDoS attack). tetapi menggunakan beberapa ratus bahkan ribuan komputer untuk melakukan serangan yang terkoordinir. FAQ dari WWW. penggunaan teknologi clien/server program master dapat mengendalikan ratusan bahkan ribuan komputer yang memiliki program agent untuk memulai serangan dalam beberapa detik. Attacker tidak menggunakan satu host dalam penyerangan mereka.Macam serangan DoS attack umumnya melalui jaringan. Sehingga program master DDoS diinstall pada salah satu komputer dengan menggunakan account yang telah dicuri. Program master pada saat waktu yang ditentukan akan melakukan komunikasi ke sejumlah program “agent” yang akhirnya menginstall program tersebut dikomputer-komputer yang terhubung dengan internet. II. dimana target utama dari serangan adalah website yang popouler seperti contoh yang disebutkan pada bab pendahuluan. Ketika agent menerima command memulai serangan. Sebagai konsekuensi attacker harus menemukan jalur baru untuk menaklukkan sistem. Aggregat bandwidth dari sejumlah besar program agent mungkin lebih besar dari kapasitas uplink dari website tersebut. Umumnya site-site tersebut mempunyai banyak hardware yang mereka gunakan. Sehingga efek dari serangan ini lebih utama ke IP Router atau tidak dapat akses internet. Website normalnya terdiri dari beberapa web-server dengan sistem load balancing dan memiliki koneksi jaringan multi megabit.

Serangan pada resouce server (memory. Serangan pada bandwidth server. Dalam beberapa kasus. program dapat mengisi header field dari suatu paket IP apapun yang diingini. Contoh serangan ini adalah nama server mail palsu yang membuat mail berulang-ulang secara eksponential atau mencreate sejumlah account samaran dalam waktu singkat. Serangan pada bendwidth server dilakukan dengan membebani jaringan korban dengan traffic yang sia-sia. Jenis serangan DoS ini biasanya ditanggulangi dengan memperbaiki aplikasi yang bermasalah. karena tidak mungkin lapisan bawah jaringan atau lapisan sistem dapat mendeteksi masalah ini. Beberapa serangan dengan mudah dapat diidentifikasi.1 IP Spoofing IP spoofing adalah menggunakan IP address orang lain untuk melakukan penyerangan.DoS attacks dengan pemanfaatan implementasi bugs pada prinsipnya lebih mudah ditanggulangi dengan menginstall patch dari sistem 2. Ketika menulis ke raw socket. Kesulitan mengatasi bandwidth attack disebakan oleh traffic yang kelihatannya normal pada volume besar. Dalam system Linux.4 Uraian Umum Serangan DoS II. dengan memfilter atau membatasi paket karena dalam operasi normal paket-paket tersebut tidak pernah volumenya besar. space disk. 3. Serangan pada resouce server. user yang melakukan proses ini memerlukan ijin dari root. attacker . karena menemukan banyak masalah. maka IP source address (alamat IP sumber) dapat diganti dengan alamat apa saja. Biasanya bandwidth attack membutuhkan sebuah group attacker untuk bekerja sama menghasilkan traffic yang cukup. II. Karena routing hanya berdasarkan IP destination address (tujuan). dan lainnya) lebih sulit ditanggulangi sebab attacker sering memanfaatkan kelemahan bagian-bagian “legitimate protocol” dibanding bug yang sederhana. Bugs pada router jaringan korban dapat menyebabkan router crash. Seperti serangan pada feature-feature aplikasi atau protokol yang berada diatas layer transport.4.

0. Filterisasi Ingress/Egress yang ditempatkan pada router dapat mengeliminasi secara efektif IP spoofing.0. . SYN Flooding.menggunakan satu IP source address yang spesifik pada semua paket IP yang keluar untuk membuat semua pemgembalian paket IP dan ICMP message ke pemilik address tersebut.5 Uraian Spesifik Serangan DoS Uraian spesifik DoS attack dapat dijelaskan pada Smurf : ICMP Flood. Walaupun IP spoofing adalah suatu senjata bagi attacker untuk melakukan penyerangan. dan Stealth Bomb. II. Jika IP source address ditemukan tidak cocok paket di dropped (dihilangkan). Banyak attacker dilibatkan dalam suatu serangan. Filterisasi Ingress dan Egress membuat seorang attacker lebih sulit melakukan serangan. Teknik mereka membutuhkan router untuk menandai paket yang diterima kemudian merekontruksi rute baru untuk diikuti paket tersebut. belum mencegah bandwidth attack. rute paket keluar hanya dari IP source address dari subnet 18. dan uraian attack tools. untuk membuat paket-paket dikirim.0/8. Attacker juga menggunakan IP spoofing untuk menyembunyikan lokasi mereka pada jaringan. Teknik ini sangat menjanjikan. sehingga kebutuhan IP spoofing menjadi berkurang. Stefan Savage dan teman-temannya membuat suatu cara lain untuk mengatasi IP Spoofing yakni disebut IP Traceback yang membantu dalam menemukan attacker. tetapi dengan teknik ini hanya membantu dalam menemukan attacker. IP Traceback pada dasarnya hanya efektif sebagai penghalang. Router mencocokkan IP source address dari masing-masing paket keluar terhadap IP address yang ditetapkan. Pada bahasan Smurf : ICMP Flood memperlihatkan serangan dengan menggunakan IP spoofing untuk membanjiri korban dengan ECHO REQUEST. masing-masing operasi dari jaringan yang berbeda. walaupun cara ini belum menjamin mengatasi IP spoofing. dalam banyak kasus penggunaan IP spoofing ini oleh attacker hanya sebatas dalam pemakain sementara IP address tersebut. Sebagai contoh Router di MIT. Trinoo : UDP Flood.

situasi digambarkan pada gambar II. A mengirim message ECHO REQUEST ke B. Jika A spoof ke IP source address. Situasi ini mejadi berbahaya ketika A mengirim ECHO REQUEST ke broadcast address. Program “ping” sebagai contoh yang menggunakan ICMP untuk mengukur delay round-trip antara dua mesin. ICMP adalah protocol yang digunakan untuk mengontrol message yang dikirim. ini sering disebut smurf. dengan spoof IP source address dengan C. Sehingga C menerima ICMP ECHO REPLY dari B. A mengirim sebuah message ECHO REQUST ke B. B mengetahui kemana mengirim ECHO REPLY dari melihat IP source address Gambar II.2. ECHO REQUEST dan ECHO REPLY adalah dua bagian dari message. Masing-masing mesin pada jaringan yang menerima mendapatkan ECHO REQUEST dan masingmasing mesin meresponnya. Gambar II. nampaknya tidak diduga oleh C.II. suatu mesin yang .1 ICMP tanpa IP Spoofing Gambar II.1 dapat menerangkan proses ini. Smurf attack dilakukan dengan menggunakan ICMP (Internet Control Message Protocol). Notasi “A  B” mengartikan IP source addres dan IP destination address dalam paket IP yang dalam paket IP yang tiba. B menjawab dengan message ECHO REPLY. Ini belum menjadi suatu ancaman ke C. membawa message ICMP. bukan A.1 Smurf : ICMP flood Salah satu mekanisme jenis serangan yang baru-baru ini mulai marak digunakan adalah menggunakan “ping” ke alamat broadcast. sebab C dapat dengan mudah membuang message tersebut.5. ICMP dengan IP Spoofing Jika A spoof IP source address.2.

2 Trinoo: UDP flood Trinoo attack adalah lebih canggih dari “Smurf” attack. Disayangkan banyak implementasi ICMP gagal memeriksa IP destination address dari kedatangan ECHO REQUEST.tidak tahu akan menerima semua ECHO REPLY (seperti pada gambar II. . Suatu saat.5. banjir ECHO REPLY akan balik ke dirinya sendiri dengan kata lain melumpuhkan (menyerang) diri sendiri. Sebuah host seharusnya tidak boleh mengirim ECHO REPLY ke broadcast untuk merespon ECHO REQUEST. Gambar II. link router ke C mungkin dapat tersumbat oleh semua traffic tersebut.3 “Smurf” attack “Smurf” attack bekerja disebabkan bug pada banyak implementasi ICMP.3 dibawah ini). II. master dapat menginstruksikan semua zombie untuk memulai mengirimkam paket UDP (User Datagram Protocol) ke satu tujuan. konsekuensinya. Komunikasi antara master dan zombie-zombie sering di encrypt supaya mempersulit deteksi dari network intrusion detector. IP spoofing adalah suatu kenyataan mutlak berhasilnya suatu serangan. Jika attacker gagal untuk spoof IP source address. Setelah mesin berkompromi –pembahasan tentang ini sebuah daemon kecil diinstall seterusnya menunggu perintah dari master : mesin yang berkompromi diubah menjadi zombie.

4 SYN flood Serangan sederhana (gambar II. Sepanjang ACK ada dari langkah 3 tidak dari server. meningkatkan jumlah TCP control block. alokasi control block menjadi tersedia lagi. Cara ini disebut 3-way handshake. Ketika TCP time out. Kasus ini menyebabakan B kehabisan TCP control block dengan cepat dengan semua koneksi yang tersedia dalam state halfopen. koneksi adalah state half-open. yakni : 1. SYN cookies dapat mengeliminasi kebutuhan penyimpanan informasi pada koneksi half-open.3 SYN Flooding Koneksi normal TCP memerlukan tiga paket yang akan dikirim antara client dan server.II. Beberapa solusi disarankan untuk mengatasi SYN flood dengan cara menurunkan waktu timeout TCP. 2. . Paket SYN/ACK akan pergi ke pihak ketiga yang tidak tahu apa-apa (yang akam mendrop paket tersebut). Server mengalokasikan TCP control block dan mengirim balik paket SYN/ACK.4) adalah A terus mengirimi paket SYN dalam spoof paket IP. Gambar II. koneksi dalam keadaan half-open sampai TCP time out setelah beberapa menit. dan firewall khusus sebagai buffer paket SYN. Server menunggu ACK datang dari client.5. 3. Suatu server tanpa tersedia TCP control block tidak akan mampu untuk menerima koneksi TCP. Ketika tiada ada ACK datang dari client. Client mengirim paket SYN. yang membutuhkan paket ACK yang tidak dikirim oleh siapa pun.

II. Cara DoS attack: a. DDoS adalah terdiri dari 4 elemen seperti gambar dibawah ini .6. Flashcrowd adalah kelompok client yang overload pada web server atau link-nya tertutup ke web server disebabkan terlalu banyak traffic. b. Perbedaannya dengan SYN flood. maka berarti kematian bagi server jika beberapa ribu orang akan me-run script ini di browser mereka secara serempak. Kita dapat membedakan antara Stealth bom dan flashcrowd. Mencoba untuk membanjiri (flood) network. Mencoba untuk mengganggu layanan sistem yang spesifik atau layanan itu sendiri. c. dengan demikian mencegah suatu akses layanan. II. 3-way handshake disini diperlukan untuk kemajuan koneksi secara normal. dengan demikian mencegah lalu lintas yang legitimate pada network. d. JavaScript yang running dalam browser yang memunculkan beberapa lusin window pada saat halaman web diambil dari server. Mencoba untuk mencegah individu tertentu dari mengakses layanan.4 Stealth Bomb Generasi berikutnya bandwidth attack mungkin menghasilkan sejumlah besar traffic TCP normal. Mencoba mengganggu koneksi antara dua mesin. Flashcrowd adalah seperti SYN flood yang dapat menghabiskan semua TCP control block yang tersedia pada server. Script seperti ini dapat dengan mudah tersebar lewat replikasi sendiri melalui virus e-mail.5. Karakteristik Serangan DDoS DoS attack ditandai oleh usaha attacker untuk mencegah legitimate user dari penggunaan resource yang diinginkan. . Format terdistribusi membuat dimensi menjadi “many to one”. dimana jenis serangan ini lebih sulit untuk dicegah.

yakni penyerang riil. Empat elemen tersebut adalah: 1. .5 Empat elemen DDoS attack. 4. 3. penyerang riil dapat berdiri dibelakang layer dari serangan. Yakni Tugasnya adalah untuk mengkoordinir serangan. yakni program agen yang benar-benar melakukan serangan pada target korban. Kendali Program Master. Serangan daemon biasanya menyebar ke computer-komputer host. Kendali master program menerima “execute” pesan kemudian menyebarkan perintah ini kepada attack daemons dibawah kendalinya.Gambar II. Korban (victim) yakni host yang dipilih untuk diserang. Langkah-Langkah yang berikut berlangsung pada saat serangan terdistribusi: 1. Manfaat serangan daemon ini dipergunakan attacker untuk untuk memperoleh akses dan menyusup ke komputer-komputer host. 2. attack daemons mulai menyerang korban (victim). Dengan penggunaan kendali master program. Attack Daemon Agents. 3. dalang di belakang serangan. 2. Attacker (penyerang). Ketika menerima perintah penyerangan. Penyerang riil mengirimkan suatu “execute” pesan kepada kendali master program. Daemon ini mempengaruhi target dan komputerkomputer host.

karena message ini tidak diblocked oleh firewall. 3. dan paket ICMP ECHO REPLY digunakan untuk berkomunikasi antara kendali master program dan attack daemon. Oleh karena penggunaan attack daemon dan kendali master program. II. SYN Flood attack. dia sebenarnya telah merencanakan pelaksanaan DDoS attacks. Tetapi tidak sama dengan TFN. . kemudian secara otomatis dapat mengupdate teknik attack daemon (serangan daemon). penyerang real tidak secara langsung dilibatkan sepanjang searangan. kemudian melakukan pencarian bottlenecks dan kelemahan jaringan untuk dimanfaatkan selama serangan.Walaupun tampaknya penyerang riil hanya melakukan sedikit pekerjaan disini. stacheldraht menggunakan koneksi encrypsi TCP untuk komunikasi antara attacker dan kendali master program. TFN dapat menerapkan smurf attack. UDP flooding attack. Master program berkomunikasi dengan attack daemon menggunakan paket UDP. 2. Attacker harus mempelajari topologi jaringan target. dimana keadaan ini membuat dia sulit dilacak sebagai pembuat serangan. Komunikasi antara kendali master program dan attack daemon dilakukan lewat ICMP echo reply packet. Komunikasi antara kendali master program dan attack daemon dilakukan dengan menggunakan TCP dan ICMP.7 Attack Tools Beberapa attack tools yang digunakan dalam DDoS Attack. Stacheldraht (dalam istilah bahasa jerman “kawat-berduri”):teknik ini didasarkan serangan TFN. Telnet atau SSH digunakan untuk mengirim kendali message ke kendali master program. Trinoo : menggunakan TCP untuk komunikasi antara attacker dan kendali master program. Trinoo attack daemon menerapkan UDP Flood untuk menyerang korban. tetapi dengan mealkukan pengiriman “execute” command. Attacker harus menyusup ke semua komputer host dan network dimana daemon attacker dapat disebar. TCP dan ICMP flood attack. TFN (Tribe Flood Network): menggunakan suatu garis perintah untuk berkomunikasi antara attacker dan kendali master program. 1.

Shaft mampu mengendalikan switch master server dan port dalam real time. SYN. Kendali master program dan attacker berkomunikasi lewat koneksi telnet TCP. UDP packet flooding. dan memiliki fungsi chat untuk berkomunikasi antara attacker. IGMP packet flooding. UDP Flood. yang melakukan pendekatan baru kea rah model DDoS. Mstream: kependekan dari “multiple stream”. TFN2K : menggunakan TCP. UDP. Prinsip kerjanya tidak bersandar pada sistem jaringan umum. Trinity : berhubungan erat dengan mutasi Entitee. tools ini dapat melakukan TCP ACK flooding. Yang membedakan antara Trinoo. Sebagai tambahan TFN2K melakukan latihan rahasia untuk menyembunyikan dirinya sendiri dari deteksi sistem IDS (Intrusion Detection System). Komunikasi antara penyerang riil dan kendali master diencrypsi menggunakan algoritma key-based CAST-256. dan serangan ICMP Flood. 7. Shaft : salah satu model setelah Trinoo. yang menyediakan statistic pembanjiran yang dihasilkan. tetapi mengambil keuntungan dari jaringan IRC (Internet Relay Chat) untuk handler-to-agent communication. TFN2K dapat menerapkan serangan Smurf. atau ketiganya secara acak untuk berkomunikasi antara kendali master program dengan attack daemon. Tools ini memiliki kendali yang terbatas. Omega : pertama kali muncul awal musim summer 2000. sehingga sulit dideteksi oleh sitem IDS tersebut. tools ini dapat membanjiri dengan sangat efisien point to point stream TCP ACK. 4. sehingga membuat pendeteksian sistem IDS sulit. Tools ini mirip dengan Shaft. ICMP. 8. SYN Flood. dan serangan ICMP Flood. ICMP flooding. 5.Attack daemon dalam stacheldraht dapat menerapkan Smurf. Komunikasi antara kendali master program dengan attack daemon dicapai menggunakan paket UDP. UDP. dan melakukan sistem random terhadap semua 32 bit dari sumber alamat IP dalam penyerangannya. kemudian . Tools muncul pertama kali pada musim semi 2000. dan campuran keempatnya. Omega melakukan sistem random semua 32 bit sumber alamat IP dalam penyerangan. 6.

TCP SYN. IP Traceback menggunakan pendekatan aljabar. Plague ini (artinya : wabah) didesain oleh attacker dengan melakukan tinjauan ulang kepada tools yang sudah ada dan melakukan peningkatan kinerja dari beberapa tools yang ada. tools ini juga menyerang dengan cara TCP fragment Flood.8. Disamping UDP. 2. TCP NUL packet flood.membuat channel pada IRC sebagai “handler”. Beberapa Teknik Bertahan dari Serangan DDoS Pendeteksian DDoS attack dapat diklasifikasikan Signature-based detection atau kejadian anomaly. Probabilistic IP Traceback. myServer adalah suatu tools DDoS sederhana. Tunneling – IP Overlay . TCP random flag packet flood. Ketika penyerangan melakuka sistem random pada semua 32 bit sumber alamat IP. 9. TCP RST packet flood. dan TCP established flood. 3. Tools ini hanya bersandar pada program eksternal yang menyediakan prinsip denial of service (DoS). 10. 4. ICMP traceback. pencocokan signature serangan dilakukan lewat database. II. Sebagian besar jurnal membahas teknik bertahan dari serangan DDoS attack sebagai berikut: 1. TCP ACK. dan mengklaim telah memperbaharui atau memperbaiki kinerja tools TCP ACK flood yang ada sebelumnya. Tools ini dapat melakukan TCP ACK dan TCP SYN Flooding. Signature-based detection suatu metode mendeteksi DDoS attack lewat proses pencarian pola (signature) dari jaringan yang diamati. myServer : berbeda jauh dengan Trinity yang sama-sama di buat pada musim summer 2000. Anomaly detection adalah metode mendeteksi DDoS attack lewat membandingkan parameter (matematis) dari traffic jaringan yang diamati dengan traffic normal jaringan. Plague : tools ketiga dari generasi yang sama dari Trinity dan myServer. Phusback 5.

dan 6 tujuan utamanya adalah untuk merekonstruksi alur serangan lewat penelusuran sumber DDoS attack. Ada beberapa tools yang dapat melakukan hal tersebut. yang menggunakan IP Spoofing.6. 3. 2. seperti “traceroute” tapi tools ini hanya menginformasikan forward path. Gambaran dari ICMP Traceback dapat diliha pada gambar III. Permasalahan seperti itu dapat diselesaikan dengan ICMP Traceback message. ICMP TRACEBACK ICMP Trace-Back Message sering disebut juga “ITrace”. III. Metode ini sangat berguna untuk mempelajari path dari paket yang melalui internet. Mengontrol flooding 7. Dalam bab berikutnya akan membahas ICMP Traceback. tidak sebaliknya. Ingress Filtering dan Egress Filtering 8. Ketika menforward paket. Disamping itu dapat digunakan untuk mengetahui karakterisasi path dan deteksi asymmetric route. 4. router-router (dengan probabilitas rendah) dapat membuat Traceback message yang dikirim ke tujuan (destination).1 dibawah ini. . Dengan cukup Traceback message dari router-router sepanjang path. Dengan cara tersebut diharapkan dapat menghentikan serangan DDOS. sebagai suatu teknik mencegah serangan DDoS. Khususnya yang berhubungan dengan denial of servis attack. traffic source dan path dapat ditentukan.5. Honeypots Beberapa ukuran yakni 1.

Gambar III.1 ICMP Traceback III. Field CODE harus selalu diset 0 (tidak ada code) dan harus selalu diabaikan (ignored) oleh receiver. TRACEBACK harus diklasifikasikan lewat informasi tersebut...1 Format Message Format message adalah message yang dibawa paket ICMP. dengan ICMP TYPE dari TRACEBACK.Top-level elemen boleh muncul dalam beberapa order dan receiver harus . Numeric value untuk setiap field diusulkan oleh IANA (Internet Assigned Number Authority). 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3 0 1 Type Code=0 Message body Checksum Body dari ICMP TRACEBACK message terdiri dari rangkaian elemen individu yang terdiri dari identifikasi masing-masing. Struktur ini adalah rekursif dimana setiap tipe elemen field VALUE akan berisi satu atau lebih komponen yang berada pada format TAG-LENGTH-VALUE (TLV). dengan menggunakan TAGLENGTH-VALUE dengan skema berikut: TAG LENGTH VALUE . Untuk IPv6.

4. 2. Field Tag adalah Single octet. Elemen-elemen ditempatkan dengan teratur di dalam message body tanpa melihat lapisan.3 1. dengan value berikut .1.2 1.3 4 4 4 .1 Elemen Forward dan Backward Link. Elemen dalam field VALUE suatu parent element yang boleh muncul dalam beberapa order dalam field dan menyajikan elemen yang sama dibutuhkan oleh receiver. 3. Elemen MAC Address Pair atau Operator-defined Link Identifier tapi keduanya tidak harus disediakan oleh elemen Link. karena kemungkinan akan terjadi suatu kejadian dari Nama Elemen Back Link Forward Link Interface Name Ipv4 Address Pair Ipv6 Address Pair MAC Address Pair Operator-defined Link Identifier Timestamp Traced Packet Contents Probability RouterId HMAC Authentication Key Disclosure List Key Disclosure Public-Key Information Keterangan 1 1. Tag 0x01 0x02 0x03 0x04 0x05 0x06 0x07 0x08 0x09 0x0A 0x0B 0x0C 0x0D 0x0E 0x0F Keterangan : 1. Sekurang-kurangnya elemen ini harus disediakan oleh elemen Link.bisa memprosesnya dalam beberapa order. karena elemen-elemen secara umum tidak dibariskan dalam pembatas kata (word boundaries). Key Disclosure List harus berisi satu atau lebih elemen Key Disclosure dan pasti satu elemen Public-Key Information III. Sebuah ICMP Trace back message harus berisi satu element Forward Link atau Satu elemen Back Link.2 1. Item ini adalah sub elemen dari elemen Back Link atau forward link.

Kemudian didalam elemen Back Link. Kedua elemen tersebut didesain untuk pengujian personil operasi jaringan. (asusmsi ini bahwa Generator tidak mengetahui interface name tetangga). c. yang berisi informasi penting seperti interface name. Jika tidak ada alamat seperti itu (pada pointto-pont link) sebuah string yang pantas harus disediakan oleh kedua router.salah satu elemen tersebut. Dengan begitu semua elemen link mengacu pada link yang sama dan harus menggunakan value sama untuk asosiasi string. alamat generator ditempatkan pada field destination dari sub elemen IP dan MAC Address Pair. dari perpektif Generator. Tujuan dari elemen Forward dan Back Link adalah untuk membuat lebih mudah suatu kontruksi dari rantai Traceback message. Pada LAN.1. VALUE field dari elemen . Sebuah elemen Link dispesifkasikan link sepanjang penelusuran paket (Traced Packet) yang datang ke korban atau dari pembuatnya (Generator). Value field dari elemen link terdiri dari tiga komponen : a. b.1 Back Link (TAG=0x01) Elemen Back Link menyediakan identifikasi informasi. Level link asosiasi string Asosiasi string adalah suatu alat untuk menyatukan Traceback message dari pancaran router didekatnya. Interface name hanya ada di Generator. didalam elemen Forward Link alamat generator ditempatkan dalam field sumber. semua proses ini diencode dalam elemen MAC address Pair. Field dari elemen Address Pair selalu diatur oleh “forward order” dari nilai traced packet. ini diencode pada elemen Operator Defined Link Identifier. di encode dalam elemen IPv4 address Pair atau IPv6 address Pair. Alamat IP sumber dan tujuan dari Generator dan peer. Oleh karena itu field “destination” selalu menunjukkan kedekatan alamat penerima paket traceback. yakni link traced packet yang tiba dari.1. dengan mengabaikan entity yang membuat elemen-elemen link tersebut. III. asosiasi string dibangun oleh jalinan MAC address sumber dantujuan dari dua interface yang melakukan link.

3 IPv4 Address Pair Elemen ini berisi dua 4 octet address IPv4 dari akhir link yang sesuai.1. dari perpektif Generator. address harus selalu dimunculkan dalam permintaan traversal mereka oleh traced packet. yakni link traced packet yang telah diforward dari.2 Forward Link (TAG=0x02) Elemen Forward Link menyediakan identifikasi informasi. masing-masing Interface Identifier.1. IP address Pair.terdiri dari tiga Sub elemen TLV. Panjangnya diukur engan variable. TAG=0x04 LENGTH=0x0008 UPSTREAM ADDRESS ( 4 octets ) DOWNSTREAM ADDRESS ( 4 octets ) III. TAG=0x01 LENGTH (variable) INTERFACE IDENTIFIER (variable length) IPv4 or IPv6 ADDRESS PAIR (11 or 35 octets) MAC ADDRESS (15 octets) or OPERATOR-DEFINED LINK IDENTIFIER (variable length) … III. Panjang elemen yang ditunjukkan termasuk panjang tag dan field.1. dan asosiasistring. Tipikal VALUE field berisi berisi string karaker yang dapat dibaca manusia. karena LENGTH field-nya selalu 0x0008. TAG=0x02 LENGTH (variable) INTERFACE IDENTIFIER (variable length) IPv4 or IPv6 ADDRESS PAIR (11 or 35 octets) MAC ADDRESS (15 octets) or OPERATOR-DEFINED LINK IDENTIFIER (variable length) … III.1.2 Interface Identifier (TAG=0x03) Elemen ini berisi nama dari interface yang link ke router generator.4 IPv6 Address Pair . Strukturnya sama dengan elemen Back Link. TAG=0x03 LENGTH (variable) INTERFACE IDENTIFIER (variable length) … III.1. Sebagai catatan.

TAG=0x07 LENGTH (variable) LINK IDENTIFIER (variable length) … III.6 Operator-defined Link Identifier (TAG=0x07) Value dari elemen ini adalah suatu field yang bermacam-macam lengthnya. address harus selalu dimunculkan dalam permintaan traversal mereka oleh traced packet. Jika peer juga memancarkan ICMP TRACEBACK message dari link yang sama.Elemen ini berisi dua 16 octet address IPv6 dari akhir link yang sesuai. TAG=0x06 LENGTH=0x000C UPSTREAM ADDRESS ( 6 octets ) DOWNSTREAM ADDRESS ( 6 octets ) III.5 Mac Addresss Pair (TAG=0x06) Elemen ini berisi dua 6 octet IEEE MAC address dari akhir link yang sesuai. Elemen ini harus dimunculkan pada level . maka harus menggunakan value yang sama. Sebagai catatan.8 Traced Pcked Packet (TAG=0x09) Elemen ini berisi traced packet. karena LENGTH field-nya selalu 0x0020.1.1. Sebagai catatan. dimana traces packed tiba dari Generator. address harus selalu dimunculkan dalam permintaan traversal mereka oleh traced packet.1. Elemen ini harus dimunculkan pada level tertinggi pada TRACEBACK message.7 Timestamp (TAG=0x08) Elemen ini berisi waktu.1. karena LENGTH field-nya selalu 0x0020. TAG=0x05 LENGTH=0x0020 UPSTREAM ADDRESS ( 16 octets ) … DOWNSTREAM ADDRESS ( 16 octets ) … III. TAG=0x08 LENGTH (variable) INTEGER PART (4 octets) FRACTION PART (4 octets) III. sedapat mungkin menunjuk ke link dan batasan sumber daya pada router. dalam NTP (Network Time Protocol) format timestamp.

1.11 Authentication Data Attacker mungkin mencoba membangun Trceback message palsu. TAG=0x0A LENGTH =0x0001/2/4 VALUE (1. Elemen ini harus dimunculkan pada level tertinggi pada TRACEBACK message. yang mendukung pengungkapan bukti keabsahan yang banyak digunakan akhir-akhir ini (elemen Key Disclosure dan Public Key Information). Elemen ini sebaiknya dimunculkan pada level tertinggi dari TRACEBACK message. harus berisi sekurang-kurangnya IP header dan 64 bit pertama dari body traced packet. . dua. Elemen nampak sebagai unsigned integer. dari satu. Yang dibuat sebagai penggantinya adalah kode hash (HMAC Authentication Data Element). Tapi itu tidak mungkin. Makanya kita membutuhkan suatu teknik authentikasi yang baik (robust) dan dapat memverifikasi. atau empat octet.1.9 Probability (TAG=0x0A) Elemen ini berisi invers probabilitas dari yang digunakan untuk memilih traced packet. Format authentikasi yang ideal adalah digital signature. TAG=0x0B LENGTH (variable) ROUTER IDENTIFIER (variable length) … III. or 4 octets) III.10 RouterId (Tag=0x0B) Elemen ini berisi alat identifikasi informasi.1.tertinggi pada TRACEBACK message. walaupun router dapat melakukan signature pada semua paket Traceback. TAG=0x09 LENGTH (variable) Complete Packet Header (>=24 octets) Packet body (>= 8 octets) … III. tetapi ini juga bisa sebagai suatu cara bentuk serangan lain. terutama untuk menghilangkan sumber trafik serangan sebenarnya. berguna bagi organisasi yang mengoperasikan router pemancar ITRACE message.2. Kunci terbaru tidak termasuk pada disclosure.

format NTP (8 octet).. Ini dsediakan oleh elemen Key Disclosure List. termasuk header information. Keyid : delapan octet key identifier.12 Key Disclosure List (TAG=0x0D) Sebuah paket sebaiknya berisi sebuah list recently-used keys untu algoritma hash. Code point harus diselidiki. HMAC-MD5-96. TAG=0x0C HMAC ALG (1?) LENGTH (variable) TIMESTAMP (8 octets) MAC DATA (algorithm dependent) III. MAC data : Variabel. HMAC-SHA1-96. dimana hash diambil. Menurut aturan yang umum untuk membangun Traceback message.1. b.13 Key Disclosure (TAG=0x0E) . d.1.III.1. c. seperti informasi diset nol (0x00) untuk tujuan menghitung HMAC.1 HMAC Authentication Data (TAG=0x0C) Elemen ini harus ada. satu kandidat adalh terdiri dari kumpulan 16 bit Authenticatication Algorithm codepoints yang ditentukan oleh IANA dengan sekumpulan ISAKMP Codepoint. Field MAC data meliputi seluruh IP datagram. Elemen ini harus berisi sedikitnya satu sub elemen Key Disclosure. receiver harus dapat memprosesnya dengan megabaikan dimana mereka dihadirkan. HMAC-SHA1160. yang berisi empat sub field: a. Field ini baik sesuai dengan pemberian algoritma MAC. Algoritma. dan sebagainya. Dimana header information adalah dapat bermutasi selama pengangkutan.11. juga harus berisi sub elemen Public Key Information untuk menunjuk ke key yang digunakan untuk tanda Key Disclosure. satu octet : HMAC-MD5-128. TAG=0x0D LENGTH (variable) KEY DISCLOSURE (s) and PUBLIC KEY INFORMATION … III. Waktu Timestamp. sub elemen mungkin dimunculkan dibeberapa order.

R. f.(lebih lanjut dapat dilihat pada RFC2459 bagian 7. X9. Elmen harus berisi digital signature mencakup elemen Key Disclosure. g. "Algorithms and Identifiers for the Internet X. TAG=0x0E LENGTH (variable) KEY IDENTIFIER (8 octets) START TIME (8 octets) END TIME (8 octets) KEY MATERIAL (KEY LEN octets) KEY LEN (1) … SIG ALG (1?) SIGNATURE LENGTH (2 octets) SIGNATURE (SIG LEN octets) . Signature length : dua octet. DSS-SHA1. Key material : variabel [key length] octet Key material untuk memilih Fungsi HMAC. dan end).509 Public Key Infrastructure Certificate and CRL Profile". Polk. Housley. work in progress. Key length : satu octet d.62-ECDSA-SHA1 . Struktur elemen Key Disclosure sebagai berikut : a. e. Algoritma diasumsikan sama sperti yang digunakan untuk men-authentikasi message baru ( elmen yang ditunjukkan oleh HMAC Authentication).Isi utama dari elemem Key Disclosure berisi key yang digunakan untuk meng-authentikasi previous TRACEBACK message. Keyid untuk key yang di disclosed : delapan octet b. Validity : dua NTP timestamps memberikan periode validitas (start. dan ending antara kunci yang digunakan. Sejumlah unsigned integer octet dari signature. Signature meliputi seluruh elemen key disclosure. dari starting.. Signature : variable (siglengt) octet. Bassham. untuk informasi algoritma signature). Internet Engineering Task Force. Public key signature algorithm identifier. harus disesuaikan untuk kebutuhan kunci. PKCS1-RSA-SHA1. W. satu octet : PKCS1-RSA-MD5. dikurangi signature fieldnya sendiri. dan [PKALGS] : L.. c.

informasi ini dapat kembali digunakan untuk menempatkan root key.1 Membangun ICMP Traceback Implementasi router yang diangun untuk skema ini yakni probabilitas paket ICMP Traceback yang dipancarkan kira-kira 1/20000. TAG=0x0ZF LENGTH (variable) URL (variable) III.2. Public-key Information (PKI) bisa ada.1. penerapan untuk link local disarankan menggunakan nilai ini dengan mengatur penggunaan metric link local.… III. Jika interface memiliki multiple address. Bentuk ideal dari authentikasi berdasarkan skema root sertifikasi (certificate-based scheme rooted) dalam address registries.. Khususnya source address sebaiknya dihubungkan dengan interface dimana paket tiba. kita anjurkan masing-masing ISP (Internet Service Provider) memiliki root public key sendiri. Database registrybased baru dapat digunakan untuk memverifikasi owner (pemilik) dari address block. dan informasi lain yang berhubungan.14 Public-key Information (TAG=0x0F) Digital signature adalah sia-sia (tidak berguna) tanpa beberapa cara authentikasi public key dari signer.2 Prosedur Kerja III. Beberapa yang dibutuhkan dibebankan kepada IP Header dari Traceback message. menunjuk halam XML yang berisi public key yang digunakan untuk menandai elemen key disclosure. (“primary “ IP addess dibahas dibawah ini). Elemen ini brisi URL. . address harus dipilih. registries adalah sumber informasi yang mempunyai authority (wewenang) dari address yang memilikinya. Jika interface tidak memiliki IP address. Elemen Public-key Information dapat digunakan untuk menemukan public key yang sesuai. karena mereka yang dapat melakukan sertifikasi. sehingga diharapkan satu diantaranya router ini mengetahui previous hop. “primary” IP address dihubungkan dengan router yang digunakan.

Jika semuanya diset 1. paket dapat dipancarkan. memancarkan traceback message yang sesuai mewakili semua router pada LAN.2..Inisial field TTL harus diset 255. 1/16383. dan sebagainya.1 Kebutuhan Implementasi dalam Membangun Message (iTrace) Probabilitas dari Traceback yang dibangun harus dapat diatur (disetel) oleh operator router. Yang lebih penting lagi. Ini . Pemilihan Paket harus berdasarkan pseudo-random number (nomor acak) dibanding counter sederhana. ini menyebabkan trafik akan bertambah ke tujuan kira-kira 0.1%. termasuk semua nilai 1 dalam low order bit. Nilai defaultnya disarankan 1/20000. Serangan seperti ini tidak akan muncul jika secara cryptography menggunakan pseudo-random number. III. Cara ini memungkinkan membantu memblok serangan time burst. ini dapat mengindikasikan dengan baik jarak dari router dengan tujuan.2 Kebutuhan Implementasi dalam Penerimaan Message (iTrace) Host-host harus didesain sehingga operator dapat melakukan “enable” dan “disable” pengumpulan dan penyimpanan ICMP Traceback yang dibutuhkan. Disarankan melakukan pengujian low-order bit dari linear congruential pseudo-random number generator (LCPRNG). Jika rata-rata maksimum diameter dari internet 20 hops.2. sebagai contoh. sehingga probabilitas tidak boleh lebih besar dari 1/1000. semua value. Kebanyakan fungsi ini dapat diimplentasikan lewat outboard device (device luar).1. Jika paket Traceback mengikuti path yang sama dengan paket data. Walaupun pembahasan ini menggambarkan implementasi Traceback message berdasarkan router. dan secara parsial dapat diverifikasi tanpa menguji field authentikasi. III. sehingga suatu chain (rantai) dapat dibentuk. Selama periode generator maksimal. komputer laptop dapat digunakan unutk memonitor LAN. membandingkan jarak tersebut dengan elemen-elemen link. akan memunculkan probabilitas yang sesuai. Hal ini memungkin melakukan pemilihan probabilitas yang digunakan seperti 1/8191.1.

3 Proses Penerimaan Message Serangan yang rumit menggunakan pancaran ICMP Taceback message palsu. Jika tidak ada address seperti itu (yang digunakan untuk point-to-point link). tidak lebih dari 1/1K). yang digunakan nantinya pada Operator-Defined Link Identifier. string yang sesuai harus di tetapkan di kedua router. sehingga jika tidak ada serangan kerja router dapat difungsikan secara normal umumnya. . III. ketika message muncul yang dihubungkan kepada segmen rantai (chain) yang telah diidentifikasi. penerima harus menggunakan field TTL yang berbeda yang dihubungkan dengan elemen-elemen link. kemudian mengirim message ke tujuan selama paket di forwad. Authentikasi dari sekumpulan Traceback message membutuhkan pengumpulan message lebih lanjut. router secara acak menghasilkan message ICMP baru yang berisi message Traceback. Beberapa cara validasi dilakukan sebelum HMAC keying Information di disclosed. Karena HMAC key disclosure selesai hanya ketika akhir dari vaidasi untuk key.. ANALISA ICMP TRACEBACK Dengan rendahnya probabilitas (1/20K.2. kemudian diuji di luar dari periode yang ada sampai key yang dibutuhkan muncul. Khususnya.dimaksudkan jika hanya ada serangan sistem kerja ini dapat dilakukan. Konfigurasi Asosiasi string digunakan pada elemen Forward dan Back link dapat dibangun dari MAC Address dari link endpoint. message seperti ini harus divalidasi dulu sebelum digunakan.2.2. Jika message traceback cukup dikumpulkan korban. traffic asal dapat diidentifikasi oleh kontruksi suatu rantai (chain) message Traceback. III. IV. Proses entity harus dilakukan untuk memverifikasi signature dari key sebelum mengambil key itu sendiri untuk memvalidasi message. untuk memverifikasi rantai (chain).

Karena saat itu mungkin tidak menjadi masalah besar untuk non-victim menerima ICMP Traceback message. dimana trafik yang datang harus relative kecil dari sejumlah sumber. sehingga membutuhkan waktu yang panjang untuk router terdekat untuk membangun paket ICMP Traceback. Ketika R membangun ICMP Traceback message. sebelum korban melihat ICMP Traceback message pertama dari border router dari jaringannya sendiri. Jika rate paket adalah 100 paket per detik. sehingga susah menelusuri penyerang sebenarnya (riil).Tetapi ICMP Traceback ini belum dapat mengatasi semua serangan denial of service (DoS).. Ketika serangan DDoS terjadi setiap daemon (“Zombie”) akan secara relative memproduksi sejumlah kecil trafik. Karena ada pembatasan. Malah kadang sumber berasal dari jaringan sendiri sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan sendiri. tidak lebih dari 1/1K) dari ICMP Traceback. Semua ICMP Traceback message menjadi sampah. dan aktivitas penelusuran ke arah korban jadi tertunda. Sebagai contoh kita memiliki satu korban serangan DDoS. probabilitas ICMP traceback adalah 1/20000 untuk semua paket yang dikirim ke X. Secara statistik.. secara statistic satu paket ICMP Traceback akan dibangun kira-kira 2 detik. yang didapat malah daemon-nya saja. maka router terdekat ke X secara statistik akan membangun ICMP Traceback message yang menuju ke X setelah serangan berlangsung. yakni X. maka waktu membangun ICMP Traceback akan menjadi 200 detik. Jika daemon (menyerang X) adalah dalam jaringan sendiri. . Malah mungkin akan memakan waktu beberapa menit. dan R adalah salah satu router yang mem-forward trafik DDoS kea rah X. resources (seperti siklus CPU). router terdekat dengan korban akan membangun ICMP Traceback message yang menuju korban lebih cepat dibanding router terdekat dengan daemon. Masalah diatas dalam membangun ICMP Traceback jadi mungkin tidak berguna. Prinsip serangan adalah berdasarkan pada mempengaruhi host lain (“daemon” atau “zombie” ) yang tidak dirusak untuk mengirim trafik ke korban. Dengan rendahnya probabilitas (1/20K. tidak sampai pada penyerang riil. Jika rate paket untuk Xadalah 1/10000 paket per detik. sehingga yang sering dapat ditelusuri hanya sampai pada daemon.

Traffic ICMP mungkin subjek yang difilter atau dibatasi rate-nya dari traffic normal. Hal tersebut memungkinkan sulit memperoleh Traceback message yang berguna untuk menanggulangi serangan DDoS. tetapi tidaklah semua router menggunakan certificate-based scheme. 3.Kelemahan lain dari ICMP Traceback adalah pembatasan masalah. V. Dengan kata lain. Lebih lanjut tentang perbaikan prinsip dapat dilihat dalam evaluasi ICMPT Traceback pada [30]. Untuk mengatasi kelemahan dari ICMP Traceback tersebut dalam mengatasi serangan DDoS. Dengan probabiilitas yang dispesifikasikan. . Beberapa pembatasan masalah tersebut adalah: 1. Perubahan tersebut seperti : 1. Walaupun PKI diharapkan dapat mencegah Attacker (penyerang) dari membangun ICMP Traceback palsu. probabilitas lebih kecil dari 1/20000. Extra traffic yang dibangun ketika sinyal out of band 2. 2. seperti paket yang mengarah ke korban DDoS. KESIMPULAN Dari bahasan ini kita dapat mengambil. dilakukan beberapa perubahan pada prinsip ICMP Traceback message. Keuntungan dari menggunkan ICMP Traceback adalah sebagai berikut: ICMP Traceback tidak membutuhkan peta upstream pada router untuk merekontruksi alur serangan ketika IP address dari router dikodekan message ICMP Traceback. Dengan cara tersebut diharapkan dapat mengatasi serangan DDOS. resource untuk membangun ICMP Traceback message dibuat tersendiri. kesimpulam sebagai berikut. Total jumlah dari ICMP Traceback yang dibangun oleh masing-masing router tetap sama. (secara statistic tetap 1/20000).

yakni mengetahui alur path dari serangan. sehingga dapat difilter seranga tersebut. diperlukan perubahan terhadap pemakaian probabilitas. karena adanya pembatasan masalah. Untuk memperbaharui ICMP Traceback untuk bisa mengatasi serangan DDoS. 3. Dengan ICMP Traceback memungkinkan dapat menelusuri serangan yang bersifat denial of service (DoS). . 2. ICMP Traceback mengalami kesulitan dalam mencegah jenis serangan Distributed Denial of Service (DDoS).1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful