P. 1
Unsur

Unsur

|Views: 733|Likes:

More info:

Published by: Requiem Dubez Smansa on Dec 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Unsur-unsur transisi memiliki sifat fisika, sifat kimia, dan sifat khusus lainnya. 1.

Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Empat Sifat-sifat unsur peralihan deret pertama dari Sc sampai Cu adalah mempunyai titik cair yang tinggi, daya hantar listrik yang baik, dan kekerasan yang sedang sampai tinggi. Skandium dan zink berwarna putih, tidak seperti senyawa unsur lain yang pada umumnya berwarna. Hal ini karena skandium dan zink masing-masing mempunyai satu macam bilangan oksidasi yaitu +3 dan +2.

2. Sifat Kimia Unsur transisi mempunyai sifat khas yang berbeda dengan unsur lain. Adapun sifat khasnya antara lain, sebagai berikut. a. Mempunyai Berbagai Macam Bilangan Oksidasi Perhatikan konfigurasi elektron dan bilangan oksidasi unsur transisi deret pertama pada Tabel 5.3 dan Tabel 5.4. Unsur transisi memiliki elektron pada orbital d. Energi elektron dalam orbital d hampir sama besar. Untuk mencapai kestabilan, unsur-unsur ini membentuk ion dengan cara melepaskan elektron dalam jumlah yang berbeda. Oleh karena itu unsur-unsur ini mempunyai dua macam bilangan oksidasi atau lebih dalam senyawanya.

b. Banyak Senyawaannya Bersifat Paramagnetik Sifat magnetik suatu zat apakah terdiri atas atom, ion atau molekul ditentukan oleh struktur elektronnya. Interaksi antara zat dan medan magnet dibedakan menjadi dua, yaitu diamagnetik dan paramagnetik. Zat paramagnetik tertarik oleh medan magnet, sedangkan zat diamagnetik tidak. Banyak unsur transisi dan senyawaannya bersifat paramagnetik. Hal ini disebabkan adanya elektron yang tidak berpasangan. Perkiraan momen magnetik yang disebabkan oleh spin elektron tak berpasangan ditentukan dengan persamaan berikut.

Makin banyak jumlah elektron yang tidak berpasangan, makin besar momen magnetiknya sehingga makin besar sifat paramagnetik. Hubungan ini dapat kita buat grafik seperti pada Gambar 5.1 berikut.

Berdasarkan grafik ini, dapat kita lihat bahwa dalam satu periode dari kiri ke kanan hingga pada ion Mn2+ momen magnetiknya makin besar, selanjutnya makin berkurang secara teratur. Begitu juga dengan sifat paramagnetiknya. c. Ion Unsur Transisi Berwarna Berbeda dengan unsur-unsur alkali dan alkali tanah, pada umumnya ion unsur transisi membentuk senyawa berwarna. Beberapa di antaranya dapat dilihat pada Tabel 5.6.

namun dikenal pula beberapa senyawa koordinasi unsur representatif seperti Mg(III). Perbandingan besarnya ligan dan atom pusat menentukan jumlah ligan maksimum yang dapat diikat. Perubahan tingkat energi ini setara dengan energi cahaya tampak. Sn(II). dan dalam [Ag(CN)2]¯. Elektron-elektron itu tereksitasi dari tingkat energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi dengan menyerap energi. Ion Fe3+ mempunyai bilangan koordinasi 6 dalam [Fe(H2O)6]3+. karena orbital d sudah penuh elektron sehingga tidak terjadi perpindahan energi pada orbital d.Ion-ion dengan tingkat oksidasi yang berbeda mempunyai warna yang berbeda. [FeF6]3. Bagaimana aturan penamaan senyawa koordinasi? . Contohnya ion Cu2+ mempunyai bilangan koordinasi 4 dalam [Cu(H2O)4]2+. perhatikan warna ion unsur mangan pada Tabel 5. Ca(II).6 di atas.Adapun pada ion zink tidak berwarna. Pada umumnya kation yang dapat membentuk senyawa kompleks adalah ion-ion unsur transisi. dan dalam [Fe(CN)6]3¯. Al(III). Misalnya. Terjadinya warna pada ion unsur transisi karena ion unsur transisi mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada subkulit 3d dan elektron-elektron itu terpecah dengan tingkat energi yang berbeda. Ligan yang merupakan basa Lewis sekurang-kurangnya harus mempunyai sepasang elektron bebas dalam orbital ikatan. Adapun Ag+ mempunyai bilangan koordinasi 2 dalam [Ag(NH3)2]+. d. Pb(II). [Cu(NH3)4]2+. Jumlah ikatan kovalen koordinasi yang dapat terbentuk pada pembentukan kompleks disebut bilangan koordinasi dari ion pusat. Ion positif bertindak sebagai asam Lewis dan ligan merupakan basa Lewis. Unsur-Unsur Transisi dapat Membentuk Senyawa Kompleks (Senyawa Koordinasi) Senyawa koordinasi terdiri atas ion logam positif yang disebut juga atom pusat dan sejumlah gugus koordinasi yang disebut ligan. dan dalam [CuCl4]2¯. dan Sb(III). Sn(IV).

Contoh NH3 = amin NO = nitrosil H2O = aqua CO = karbonil b) Logam anion diberi nama yang umum dan diberi akhiran -o.Berikut merupakan tata nama senyawa atau ion kompleks menurut IUPAC. tetra-. penta-. 1) Penamaan Ligan a) Beberapa ligan diberi nama khusus. . heksa-). 3) Nama atom pusat diikuti bilangan oksidasinya yang ditulis dengan angka romawi. tri-. Contoh CH3 = metil C6H5 = fenil d) Ligan yang menggunakan nama biasa tanpa diberi spasi Contoh (CH3)2SO4 = dimetilsulfatsida C5N2N = piridin (C6H5)3P = trifenilfosfin e) Ligan N2 dan O2 disebut dinitrogen dan dioksigen 2) Untuk menyebut banyaknya ligan yang sejenis digunakan awalan Yunani (misalnya di-. Contoh F¯ = fluoro CN¯ = siano Cl¯ = kloro OH¯ = hidrokso Br¯ = bromo CO32¯ = karbonato CH3COO¯ = asetato C2O42¯ = oksalato c) Alkil diberi nama seperti tata nama alkana.

dan Zn2+ tidak berwarna? 2. Cu+. . [Cr(H2O)4Cl2]Cl Sumber : Sukmanawati. Sc3+. 101 – 106. Contoh Kompleks kation: [Cu(NH3)4]2+ = ion tetraamin tembaga (II) [Ag(NH3)2]+ = ion diamin perak (I) [Co(NH3)4Cl2]+ = ion tertraamin diklorokobalt (III) Kompleks netral: [Co(NH3)4(H2O)CN]Cl2 = tetraamin aquasianokobalt (II) klorida [Co(NH3)5CO3]Cl = pentaamin karbonatokobalt (II) Klorida Latihan 1. Apakah yang menyebabkan Ti4+. (NH4)2[CuBr4] b. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. h. 2009. Jelaskan sifat-sifat khas unsur transisi! 3. Adapun senyawa berupa anion kompleks negatif maka nama atom pusat diakhiri dengan -at). Kimia untuk SMA dan MA kelas XII. Berilah nama senyawa koordinasi berikut! a. Wening.4) Untuk kompleks berupa kation atau molekul netral maka nama atom pusat tidak berubah.

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.Aseton Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Aseton[1] Nama IUPAC[sembunyikan] Propanon .

data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C. Templat:R36.2 K) 56. S9. cair −94.91 D Bahaya Mudah terbakar (F) Iritan (Xi) NFPA 704 3 1 0 R11.53 °C (329.79 g/cm³. Templat:R66. dimetilformaldehida. R67 S2. DMK Identifikasi Nomor CAS Nomor RTECS SMILES InChI Rumus molekul Massa molar Penampilan Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan dalam air Viskositas Bentuk molekul Momen dipol Klasifikasi EU [67-64-1] AL31500000 CC(=O)C 1/C3H6O/c1-3(2)4/h1-2H3 Sifat CH3COCH3 58. S26 -17 °C 465 °C Senyawa terkait Air Etanol Isopropanol Toluena Frasa-R Frasa-S Titik nyala Suhu swanyala Pelarut terkait Kecuali dinyatakan sebaliknya.08 g/mol Cairan tidak berwarna 0. S16.Nama lain[sembunyikan] β-ketopropana Dimetil keton.32 cP pada 20 °C Struktur trigonal planar pada C=O 2.9 °C (178. 100 kPa) Sangkalan dan referensi .4 K) larut dalam berbagai perbandingan 0.

adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • 1 Produksi 2 Biosintesis 3 Penggunaan o 3. C6H5C(OOH)(CH3)2. Aseton juga diproduksi melalui propena yang dioksidasi langsung dengan menggunakan katalis Pd(II)/Cu(II). dietil eter. benzena dialkilasi dengan propena dan produk proses kumena(isopropilbenzena) dioksidasi untuk menghasilkan fenol dan Aseton: C6H5CH(CH3)2 + O2 → C6H5OH + OC(CH3)2 Konversi di atas terjadi melalui zat antara kumena hidroperoksida. Selama perang dunia I. Selain dimanufaktur secara industri. dimetilformaldehida. Dahulu. misalnya kalsium asetat.dll. Ia merupakan keton yang paling sederhana. mirip seperti 'proses wacker'. dimetil keton. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air. Secara umum. Aseton digunakan untuk membuat plastik. serat. sebuah proses produksi aseton dari fermentasi bakteri dikembangkan oleh Chaim Weizmann dalam rangka membantu Britania dalam usaha perang. aseton juga dapat ditemukan secara alami.1 Cairan pembersih o 3. melalui proses kumena. 2-propanon. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. etanol. termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.2 Pelarut o 3. dan senyawa-senyawa kimia lainnya. aseton diproduksi dari distilasi kering senyawa asetat. [sunting] Biosintesis Lihat pula: ketosis . propan-2-on. obat-obatan.Aseton.3 Stok umpan 4 Referensi 5 Pranala luar [sunting] Produksi Aseton dibuat secara langsung maupun tidak langsung dari propena. dan β-ketopropana. Proses ini kemudian ditinggalkan karena rendahnya aseton butanol yang dihasilkan. juga dikenal sebagai propanon.

Ia dapat melarutkan berbagai macam plastik dan serat sintetis. membersihkan peralatan kaca gelas. kemudian asetilena. poliuretana. Aseton juga digunakan sebagai pelepas lem super. Ia sangat baik digunakan untuk mengencerkan resin kaca serat. kadang-kadang juga digunakan. dan melarutkan resin epoksi dan lem super sebelum mengeras. yang akan larut dalam aseton. Bejana yang mengandung bahan berpori pertama-tama diisi dengan aseton. Etil asetat. Bisfenol A adalah komponen penting dalam berbagai polimer.Technical Data . aseton sangatlah efektif ketika digunakan sebagai cairan pembersih dalam mengatasi tinta permanen. [sunting] Pelarut Aseton dapat melarutkan berbagai macam plastik. seperti reaksi SN2. ^ Merck Index. Walaupun mudah terbakar. aseton direaksi dengan fenol untuk memproduksi bisfenol A. Aseton juga digunakan dalam manufaktur kordit. [sunting] Penggunaan [sunting] Cairan pembersih Aseton sering kali merupakan komponen utama (atau tunggal) dari cairan pelepas cat kuku. dan resin epoksi. Selain itu. 11th Edition. pelarut organik lainnya.Sejumlah kecil aseton diproduksi dalam tubuh melalui dekarboksilasi jasad keton. dan beberapa jenis poliprolilena. 58. Sehingga ia umumnya ditampung dalam botol cuci dan digunakan sebagai untuk membilas peralatan gelas laboratorium. aseton digunakan secara ekstensif pada proses penyimpanan dan transpor asetilena dalam industri pertambangan. [sunting] Referensi 1. Penggunaan pelarut aseton juga berperan penting pada oksidasi Jones.[2] dalam laboratorium. aseton digunakan sebagai pelarut aportik polar dalam kebanyakan reaksi organik. ia melarutkan berbagai macam senyawa. polikarbonat. Satu liter aseton dapat melarutkan sekitas 250 liter asetilena. melipuri botol Nalgene yang dibuat dari polistirena. Ia juga dapat digunakan untuk mengencerkan dan membersihkan resin kaca serat dan epoksi. 2. misalnya polikarbonat. Oleh karena polaritas aseton yang menengah.[3][4] [sunting] Stok umpan Dalam bidang industri. ^ NALGENE Labware .

Safety Hazard Information Special Hazards of Acetylene 4. cari Templat:Chembox Nama Sistematis Benzaldehida Nama IUPAC[sembunyikan] Benzaldehida Nama lain[sembunyikan] Fenilmetanal Benzenakarboksaldehida Benzoat aldehida Identifikasi Nomor CAS SMILES Penampilan [100-52-7] c1ccccc1C=O Sifat cairan tidak berwarna . ^ Mine Safety and Health Administration (MSHA) . ^ History .wikipedia. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.org/wiki/Aseton" Kategori: Kimia | Keton | Pelarut keton Benzaldehida Dari Wikipedia bahasa Indonesia.3.Acetylene dissolved in acetone [sunting] Pranala luar • • • • • International Chemical Safety Card 0087 National Pollutant Inventory – Acetone MSDS sheet for Acetone NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards Vapor pressure and liquid density calculation Diperoleh dari "http://id.

ia berupa cairan tidak berwarna dengan aroma seperti badam (almond). 100 kPa) Sangkalan dan referensi Benzaldehida (C6H5CHO) adalah sebuah senyawa kimia yang terdiri dari cincin benzena dengan sebuah substituen aldehida. S24 63 C Senyawa terkait anisaldehida vanilin Benzil alkohol Asam benzoat Frasa-R Frasa-S Titik nyala Aldehida terkait Senyawa terkait Kecuali dinyatakan sebaliknya. benzaldehida pada umumnya dibuat dari toluena menggunakan berbagai macam proses yang berbeda. cair −26 °C 178. dan biji persik. Pada saat ini. Ia merupakan aldehida aromatik yang paling sederhana. data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C. Pada suhu kamar.6 wt pada 20 °C) 1.1 °C sedikit larut (0.4 cP pada 25 °C Termokimia −86. Ia merupakan komponen utama pada ekstrak kacang almond. Baker Berbahaya (Xn) NFPA 704 2 2 0 R22 S2. dan dapat diekstraksi dari beberapa sumber alami seperti aprikot. ceri. T. [sunting] Pranala luar .1 kJ/mol Bahaya J.Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan dalam air Viskositas Entalpi pembentukan standar (ΔfHo298) Entalpi pembakaran standar ΔcHo298 MSDS Klasifikasi EU 1.8 kJ/mol −3525.0415 g/ml.

Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.[4][5][6] .wikipedia.org/wiki/Benzaldehida" Kategori: Aldehida | Senyawa aromatik | Pelarut Kondensasi aldol Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. atau sebuah "aldol" (aldehida + alkohol). Diperoleh dari "http://id. menghasilkan sebuah enon terkonjugasi. membentuk β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon dan diikuti dengan dehidrasi. cari Kondensasi aldol adalah sebuah reaksi organik antara ion enolat dengan senyawa karbonil . Kondensasi aldol sangatlah penting dalam sintesis organik karena menghasilkan ikatan karbon-karbon dengan baik.com Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. ia melibatkan adisi nukleofilik sebuah enolat keton ke sebuah aldehida.• • • International Chemical Safety Card 0102 European Chemicals Bureau Benzaldehyde description at ChemicalLand21. Kondensasi aldol umumnya didiskusikan pada pelajaran kimia organik tingkat universitas.[1][2][3] Dalam bentuk yang biasa. sebuah unit struktural yang dijumpai pada molekul alami dan obat-obatan. membentuk β-hidroksi keton.

sedangkan bagian kedua reaksi ini adalah reaksi dehidrasi. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • 1 Mekanisme 2 Jenis-jenis kondensasi 3 Proses aldoks 4 Ruang lingkup 5 Lihat pula 6 Referensi [sunting] Mekanisme Bagian pertama reaksi ini adalah sebuah reaksi aldol.[10]. Namun reaksi aldol sebenarnya bukanlah sebuah reaksi kondensasi karena ia tidak melibatkan pelepasan molekul yang kecil. G. Reaksi antara keton dengan aldehida (kondensasi aldol silang) atau antara dua aldehida juga dinamakan Kondensasi Claisen-Schmidt. Produk adisi aldol dapat didehidrasi via dua mekanisme. Schmidt yang secara terpisah mempublikasi topik ini pada tahun 1880 dan 1881[7][8][9]. Nama reaksi ini berasal dari Rainer Ludwig Claisen dan J. yakni mekanisme enolat yang menggunakan basa kuat dan mekanisme enol yang menggunakan katalis asam.Nama kondensasi aldol juga umumnya digunakan untuk merujuk reaksi aldol itu sendiri yang dikatalisasi oleh aldolase (terutama dalam biokimia). Mekanisme enolat: . Dehidrasi dapat diikuti oleh dekarboksilasi ketika terdapat sebuah gugus karboksil yang aktif.

β-takjenuh dan sebuah gugus karbonil Pada reaksi Guerbet.Mekanisme enol: [sunting] Jenis-jenis kondensasi Adalah penting untuk membedakan kondensasi aldol dari reaksi adisi senyawa karbonil lainnya. berswakondensasi membentuk alkohol dimer. sebuah aldehida. aldehida bersifat aromatik dan enolat dihasilkan dari sebuah anhidrida. Dalam reaksi Perkin. reaksi ini dinamakan kondensasi Knoevenagel. proses Aldok yang dikembangkan oleh Royal Dutch Shell dan Exxon mengubah propilena dan syngas secara langsung menjadi 2-etilheksanol via . Kondensasi Dieckmann melibatkan dua gugus ester pada molekul yang sama dan menghasilkan senyawa siklik Reaksi Henry melibatkan sebuah aldehida dan senyawa nitro alifatik. [sunting] Proses aldoks Dalam bidang industri.. • • • • • • • Ketika basa yang digunakan adalah amina dan senyawa hidrogen aktifnya mampu mengaktivasi reaksi. yang dihasilkan secara in situ dari alkohol. Anulasi Robinson melibatkan keton α. Kondensasi Claisen melibatkan dua senyawa ester.

Dalam satu kajian. etanol dan karbondioksida juga dilepaskan pada dekarboksilasi. Pada proses ini. selain pelepasan air. krotonaldehida secara langsung diubah menjadi 2-etulheksanal dalam sebuah sistem paladium / amberlis / karbon dioksida superkritis [12]: [sunting] Ruang lingkup etil 2-metilasetoasetat dan kamfolenat aldehida bereaksi dengan kondensasi aldol.hidroformilasi menjadi butiraldehida.[13] Prosedur sintetik ini[14] umumnya dijumpai pada tipe reaksi ini. Produk reaksi ini sangat tidak stabil dan akan melepaskan karbon dioksida. Etil glioksilat 2 dan dietil 2-metilglutakonat 1 bereaksi menghasilkan asam isoprenetrikarboksilat 3 dengan natrium etoksida.[15] Kadang kala kondesasi aldol terdapat pada reaksi multitahap atau pada siklus katalitik seperti pada gambar di bawah:[16] . diikuti dengan reaksi sekunder lainnya. kondensasi aldol menjadi 2-etilheksenal dan akhirnya hidrogenasi [11]. Ketidakstabilan ini diduga diakibatkan oleh terikan sterik yang dihasilkan oleh gugus metil dan gugus karboksilat pada struktur cis-dienoid.

Larutan menggunakan basa kuat seperti kalium hidroksida dan pelarut yang sangat polar seperti DMSO pada reaksi di bawah:[18]: .Dalam reaksi ini. Bukti pendukung mekanisme reaksi ini didasarkan pada penandaan isotopik. sebuah alkunal 1 diubah menjadi sikloalkena 7 dengan sebuah katalis rutenium dan kondensasi terjadi pada zat antara 3 sampai 5.[17] Reaksi antara menton (senyawa kimia) dan anisaldehida sangat rumit karena pemerisaian sterik gugus keton.

^ Heathcock. 12: 390–394. New York: Wiley Interscience. 1056-1066. (Kesalahan: waktu tidak valid). Berichte der Deutschen chemischen Gesellschaft 14 (1): 2460–2468. React. 3.03. http://gallica. "Condensationen von Ketonen mit Aldehyden". (Kesalahan: waktu tidak valid). C. (19 Desember 2010).1039/b710129e 13.3-Trimethyl-cyclopent-3-enyl)-hex-4-en-3-one Concepcion Bada. hlm. "New Asymmetric Aldol Methodology Using Boron Enolates". Commun. ^ Mahrwald. March. M388 Online Publication . doi:10. 1218-1223. Oleh karena hanya isomer cis yang mengendap dari larutan.2. 28: 203– 331. mechanisms and structure 3ed. 4. ^ Continuous catalytic ‘‘one-pot’’ multi-step synthesis of 2-ethylhexanal from crotonaldehyde Tsunetake Seki. G. ISBN 3-527-30714-1. Syn. ^ Nielsen. ^ Advanced organic Chemistry. 7.bnf.. Houlihan. 2.. ^ Paterson. (Review) 11. 133-179. Chem. Org. ^ Wade. Jerry March ISBN 0-471-85472-7 10. M. ISBN 0-08-040593-2.188101401306. Upper Saddle River. ^ Smith. [sunting] Lihat pula • • Reaksi organik dan reaksi kimia Sintesis Auwers [sunting] Referensi 1.1039/b710129e DOI: 10. ^ Mukaiyama T. 3562–3564 doi:10. hlm. W.chemindefer. J. Organic Chemistry. 16. "The Directed Aldol Reaction". "Ueber die Einwirkung von Aceton auf Furfurol und auf Bittermandelöl in Gegenwart von Alkalilauge". Castro. ^ J. Org. Schmidt (1881). Juan M.Oleh karena epimerisasi melalui sebuah ion umum enolat (zat antara A). Comp.. produk reaksi mempunyai konfigurasi cis (R.1002/cber. Joaquan Altarejos Manuel Nogueras. (1988). R. http://gallica. doi:10. KGaA. Reactions. A.. hlm. 1218-1223. J. Pablo J. ^ For example BG patent 881979 12. Germany: Wiley-VCH Verlag GmbH & Co.or028. Adolfo Sanchez.fr/ark:/12148/bpt6k906939/f871. B. React. H.fr/ark:/12148/bpt6k90692z/f1461.chemindefer. 5. Volumes 1 and 2. New Jersey: Prentice Hall. Oxford: Pergamon.bnf. I. (19 Desember 1991).R) dan bukannya trans (R. Jan-Dierk Grunwaldt and Alfons Baiker Chem. Linares-Palomino. Org. 6. 1-438.s) seperti yang ada molekul awal reaksi. 9. Advanced Organic Chemistry. 2007. doi:10. G.1002/cber. Ind. hlm. Weinheim. ISBN 0-471-585890. Molbank 2004. ^ (E)-6-(2. T. ^ L. Sofia Salido. Berichte der Deutschen chemischen Gesellschaft 14 (1): 1459–1461. Claisen and A. Modern Aldol Reactions. 8. 1968. produk ini dihasilkan secara eksklusif. (1982).1002/0471264180..188101402192. L. ISBN 0-13-236731-9. Claparede (1881).

24 jam. ^ Etil 2-metilasetoasetat (2) ditambahkan ke dalam larutan natrium hidrida dalam dioksana yang diaduk. cari Reaksi kondensasi Knoevenagel adalah sebuah reaksi organik yang dinamakan dari Emil Knoevenagel. Sokoloski and H. . Langkah terakhirnya adalah eliminasi reduktif membentuk sikloalkena. menghasilkan residu yang kemudian dimurnikan dengan distilasi vakum. Kondensasi Knoevenagel adalah adisi nukleofilik senyawa hidrogen aktif ke sebuah gugus karbonil yang diikuti oleh reaksi dehidrasi. doi:10. ^ M. 17. L. 80% rendemen kimia. beta. ^ J. ^ Simple and Effective Protocol for Claisen-Schmidt Condensation of Hindered Cyclic Ketones with Aromatic Aldehydes Valeriy Vashchenko. B.1055/s-2007-983746 Diperoleh dari "http://id. J. M. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. proton asam dalam pelarut (asam asetat) digantikan dengan deuterium sebagai penanda isotopik. Am. "Ru-Catalyzed Cyclization of Terminal Alkynals to Cycloalkenes". Fales (2005). ^ Katalis rutenium.3E)butadiene-1. 2N asam klordia kemudian ditambahkan dan campuran diekstraksi dengan dietil eter. Chem. diikuti dengan kondensasi aldol menjadi 5. Lapisan organik dibersihkan dengan 2N asam klorida. [CpRu(CH3CN)3]PF6.3. Produk reaksi sering merupakan enon berkonjugasi alfa. dan sebuah ion lawan fosforus heksafluorida. tiga ligan asetonitril.1021/ja0610434. 128 (30): 9576–9577. Varela. Castedo and C. A. Langkah pertama reaksi adalah pembentukan kompleks karbena logam transisi 2. memiliki sebuah ligan siklopentadienil. Chem. menghasilkan 3 (58%). Lidiya Kutulya. Kamfolenat aldehida (1) kemudian ditambahkan dan campuran direfluks selama 15 jam. natrium bikarbonat jenuh. Rubin.4-tricarboxylic Acid. Kondisi reaksi: 90 °C.1021/jo0507892. 16. doi:10. "Isoprenetricarboxylic Acid"". kemudian karbon monoksida dilepaskan menjadi 6. G. J. 15. Gonzalez-Rodriguez. Reaksi ini merupakan modifikasi dari reaksi kondensasi aldol [1]. Goren. A. Saa (2006).wikipedia.14. Asam asetat beradisi dengan zat antara ini membentuk enolat 3. "2-Methyl-(1Z. dan air garam. Alexander Krivoshey Synthesis 2007: 2125-2134 doi:10. C. 70 (18): 7429–7431. Soc. E.org/wiki/Kondensasi_aldol" Kategori: Reaksi kondensasi Kondensasi Knoevenagel Dari Wikipedia bahasa Indonesia. 18. Fase organik tersebut kemudian dikeringkan dengan natrium sulfat anhidrat dan pelarut diuapkan dalam tekanan rendah. S. Org.

reaksi Gewald.Pada reaksi ini. Komponen hidrogen aktifnya mempunyai bentuk[2] • • Z-CH2-Z atau Z-CHR-Z. gugus karbonilnya adalah aldehida atau keton. asam Meldrum. Sintesis piridina Hantzsch. bahkan dengan basa yang moderat. . contohnya nitrometana. Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Modifikasi Doebner 2 Ruang lingkup 3 Lihat pula 4 Referensi [sunting] Modifikasi Doebner Modifikasi Doebner terhadap kondensasi Knoevenagel.4-pentadienoat dan melepaskan karbon dioksida. Z-CHR1R2. menghasilkan asam trans-2. Penggunakan basa kuat pada reaksi ini akan menyebabkan swakondensasi aldehida atau keton. Akrolein dan asam malonat beraksi dalam piridina. Katalis yang digunakan biasanya merupakan amina basa lemah. Z haruslah cukup kuat untuk memfasilitasi abstraksi hidrogen ke ion enolat. Reaksi ini juga berperan dalam penemuan gas 2klorobenzalmalononitril. etil asetoasetat atau asam malonat. sebagai contohnya dietil malonat. dan sintesis furan Feist-Benary semuanya mengandung tahap reaksi Knoevenagel. Dengan Z adalah gugus fungsi penarik elektron.

malononitril. Z-isomer yang lebih stabil pada akhirnya bisa didapatkan secara penuh.4-triazola [7]: .4-pentadienoat dengan satu gugus asam karboksilat dan bukannya dua[4]. Dalam modifikasi Doebner[3] ini. produk reaksi dapat melepaskan karbon dioksida. Sebagai contoh.Dengan senyawa malonat. produk reaksi akrolein dan asam malonat dalam piridina adalah asam trans-2. namun karena kedua isomer memiliki kesetimbangan yang cepat di sekitar prekursor hidroksilnya. basa yang diperlukan adalah piridina. dan 3-amino-1. Reaksi multikomponen yang melibatkan kondensasi Knoevenagel dapat dilihat pada sintesis MORE dengan sikloheksanon. Enon 3 yang dihasilkan merupakan molekul kompleks pemindahan muatan. [sunting] Ruang lingkup Kondensasi Knoevenagel dapat terlihat pada reaksi 2-metoksibenzaldehida 1 dengan asam barbiturat 2 dalam etanol menggunakan piperidina sebagai basa [5]. Kondensasi Knoevenagel merupakan langkah kunci dalam produksi komersial obat antimalaria lumefantrina (komponen Coartem) [6]: Produk reaksi awalnya merupakan campuran 50:50 isomer E dan Z.2.

18980310308. Peter C. Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft 35: 1136–1136. ^ O. and Andreas Steinkemper Org. Process Res. 6. Kapil Arya.1002/cber.1021/op060244p 7.190203501187.5H)dione Abdullah Mohamed Asiria..3-butadiene-1-carbamate". ^ An Improved Manufacturing Process for the Antimalaria Drug Coartem. Doebner (1902).org/wiki/Kondensasi_Knoevenagel" Kategori: Reaksi kondensasi | Reaksi nama Catalist . Jan Roos. Jalboutb. Coll. Fuenfschilling. (Article) doi:10. Reactions. DOI:10.wikipedia.. Advanced Organic Chemistry.3-Diethyl-5-(2-methoxybenzylidene)-2-thioxodihydropyrimidine-4. and Larry E.2. DOI:10. Suhong Zhang Molbank 2004. John Wiley & Sons. ^ March. Vol. 3. 2007. Pritima Sarawgi. "Ueber die der Sorbinsäure homologen. Jerry (1985). "Condensation von Malonsäure mit Aromatiachen Aldehyden durch Ammoniak und Amine". Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft 31: 2596–2619. ^ Emil Knoevenagel (1898). Khaled Ahmed Alamrya Abraham F. "1-NAcylamino-1.3-dienes from 2.4-pentadienoic acids by the curtius rearrangement: benzyl trans-1. ^ Peter J. M359 [1] publication. Mechanisms and Structure (edisi ke-third Edition).[sunting] Lihat pula • Sintesis malonat ester [sunting] Referensi 1. Part II Ulrich Beutler. ISBN 0-471-85472-7. Synth. 4. 2.3-a]pyrimidines in aqueous medium Arkivoc 2007 (06-2251BP) Anshu Dandia. C. Bruce Petty.345. 5. ungesättigten Säuren mit zwei Doppelbindungen". ^ Mild and ecofriendly tandem synthesis of 1.1002/cber. Overman (1988). 11(3) pp 341 .4-triazolo[4.6(1H. 6: 95. Org. ^ 1. and Sarita Khaturia Link Diperoleh dari "http://id. Dev. Jessup.

Dalam ikatan kovalen biasa. Suatu ligan dapat memiliki elektron yang tidak berpasangan disamping elektron π. Ligan yang bergabung dengan ion lain (logam) dapat dikelompokkan sebagai berikut : Ligan yang hanya mampu memberikan satu pasang elektron kepada satu ion logam pusat dalam senyawa koordinasi disebut monodentat. Ikatan Kovalen antara ion logam pusat dan ligan membedakan senyawa kompleks koordinasi sebagai golongan tersendiri senyawa kimia yang mempunyai susunan dan bangun tertentu. suatu ligan melakukan ikatan kovalen koordinasi dengan atom pusat yang ada (Anonim. Pada beberapa senyawa kompleks koordinasi kompleks lainnya. H2O adan Cl. perlu dicatat bahwa beberapa zat yang berbeda-beda dapat hadir secara bersama dalam sistem di atas (Rivai. Bila dilarutkan dalam air. 21 Oktober 2010 Penentuan Bilangan Koordinasi Kompleks Tembaga (II) Judul Percobaan Penentuan Bilangan Koordinasi Kompleks Tembaga (II) Tujuan Percobaan Menentukan bilangan koordinasi kompleks dengan bahan CuCl2. senyawa-senyawa kompleks dapat terurai namun kesetimbangan senyawa-senyawa kompleks yang memiliki bilangan koordinasi lebih dari satu berlangsung secara bertahap dengan penambahan ligan satu persatu.atau memiliki pasangan elektron π misalnya C2H2 (etilena). Ligan yang mempunyai dua atom donor sehingga mampu memberikan dua pasang elektron kepada satu ion logam pusat dalam senyawa koordinasi disebut bidentat. Menurut Ramlawati (2005). Ditinjau dari asam basa. Misalnya senyawa kompleks antara ion tembaga dan ligan NH3 seperti berikut : Cu2+ + NH3 [Cu(NH3)]2+ [Cu(NH3)]2+ + NH¬3 [Cu(NH3)2]2+ [Cu(NH3)2]2+ + NH3 [Cu(NH3)3]2+ [Cu(NH3)3]2+ + NH3 [Cu(NH3)4]2+ Namun demikian. Misalnya ligan C5H5 (siklopentadiena) C3H5¬ (alil) dan NO (nitrosil). Mula-mula sekali terbentuk senyawa kompleks 1 : 1 antara ion logam dan ligan. Ligan yang meliputi ligan-ligan yang memiliki lebih dari dua atom donor disebut polidentat.2H2O Landasan Teori Ligan merupakan basa Lewis yang memiliki pasangan elektron bebas misalnya ligan NH3. 2010). Ikatan antara inti dan ligan bersifat kovalen. C6H6 (benzena). kemudian 1 : 2 dan seterusnya. Melalui atom donor tersebut. 1994 : 30). Dalam membentuk kompleks. karena . yaitu terjadi karena sepasang elektron dipakai bersama antara kedua atom yang berikatan.Kamis. ion logam tidak memberikan elektron. ligan dalam senyawa koordinasi merupakan basa lewis sedangkan ion logam pusat merupakan asam lewis. Di dalam ligan terdapat atom donor yaitu atom yang memiliki pasangan elktron bebas atom atom yang terikat melalui ikatan π. kedua pihak masing-masing memberikan satu elektron sehingga terbentuklah pasangan elektron tersebut.

2010 : 25).sebagai ion positif ia tidak mempunyai elektron bebas untuk keperluan tersebut maka kedua elaktron disediakan oleh ligan. Bilangan koordinasi ditentukan oleh ukuran atom ligan pusat. 2009). Senyawa molekuler yang mengandung logam transisi blok d dan ligan disebut senyawa koordinasi. Bilangan koordinasi untuk ion tembaga dalam [Cu(NH3)4]2+ adalah 4 (Tim Dosen Kimia Anorganik I. jumlah elektron d. Ikatan kovalen yang terjadi karena kedua elektron dari pasangan diberikan oleh satu pihak saja. 1990 : 160). Bilangan koordinasi menyatakan jumlah mangan yang tersedia di sekitar atom pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi yang masing-masingnya dapat dihunisatu ligan (monodentat). Alat dan Bahan Alat Buret 50 mL 2 buah Gelas kimia 100 mL 2 buah Batang pengaduk 1 buah Gelas ukur 10 mL 1 buah Gelas kur 100 mL 1 buah Pipet ukur 10 mL 1 buah Pipet ukur 25 mL 1 buah Ball pipet 1 buah Kaca arloji 2 buah Termometer 110 oC 1 buah Erlenmeyer 100 mL 6 buah Labu ukur 100 mL 2 buah Statif dan klem 1 buah Pipet skala 1 buah Corong biasa 1 buah Botol semprot 1 buah Neraca analitik Pipet tetes Bahan Etanol (C2H5OH) 96% Ammmonium hidroksida (NH4OH) 17 M Tembaga (II) klorida dihidrat (CuCl2.2H2O) Natrium tetraborat dekahidrat Na2B4O7. disebut ikatan kovalen koordinasi (Svehla. Dikenal kompleks dengan bilangan koordinasi antara 2 dan 9 khususnya kompleks bilangan koordinasi 4 sampai 6 adalah paling stabil secara elektronik dan secara geometri dan kompleks dengan bilangan koordinasi 4-6 yang paling banyak dijumpai (Anonim.10H2O Asam klorida (HCl) Indikator pp Indikator metil jingga Aluminium foil Aquadest (H3O+) . efek sterik ligan.

7 mL Titrasi II : 0.25 gram kristal CuCl2.5 M Membuat 50 mL larutan CuCl2 0.5 M sebanyak 50 mL dengan mengencerkan 25 mL larutan NH4OH 17 M dengan 25 mL etanol 96% Standarisasi laruan NH3 Membuat 100 mL larutan Na2B4O7 0. Mengisi buret dengan larutan cuplikan HCl dan memipet 10 mL larutan Na2B4O7 dan memasukkannya ke dalam erlenmeyer. menambahkan 2 tetes indikator metil jingga.5 M dalam gelas kimia 100 mL dan melarutkan 4.9 mL.05 M secara kuantitatif dengan melarutkan 1.2H2O (biru) + 50 mL etanol 96% (bening)  larutan biru (50 mL) 25 mL NH4OH 17 M + 25 mL etanol 96%  larutan bening (50 mL) Standarisasi larutan NH3 1. Melakukan penambahan larutan NH3 dari dalam buret ke dalam erlenmeyer yang berisi 10 mL lrutan CuCl2.9 mL Hasil Pengamatan Penentuan bilangan koordinasi kompleks dengan bahan CuCl2.5 M dan larutan NH3 8.7 mL 10 mL NH3 5. Mencatat suhu larutan CuCl2 dan menambahkan setetes demi setetes larutan NH3 hingga volume 0.7 mL Titrasi II : 38.2H2O Pembuatan larutan CuCl2 0. Melakukan sampai 3 kali. kemudian diencerkan secara kuantitatif sampai tanda batas pada labu ukur 100 mL. Menitrasi dengan HCl sampai larutan menjadi tidak berwarna.1 M (bening) + 2 tetes pp  larutan merah muda ditirrasi dengan HCl larutan bening Titrasi I : 38. Mengambil larutan NH3 10 mL dengan ball pipet.91 gram Na2B4O7.10H2O dengan aquadest.5 M 4.91 gram kristan Na2B4O7.2H2O Pembuatan larutan CuCl2 0.5 M dan larutan NH3 8.9 mL .2H2O dalam 50 mL etanol 96% Membuat larutan NH3 8. Menitrasi larutan Na2B4O7 sampai warnanya merubah. Kemudian menambahkan 2 tetes indikator pp. Mengulangi titrasi sebanyak 3 kali.25 g CuCl2. Memipet 10 mL larutan CuCl2 dan memasukkan ke dalam labu erlenmeyer 100 mL. dan memasukkan ke dalam labu erlenmeyer. Mengulangi sebanyak 3 kali dengan menambahkan NH3 dengan volume yang sama yaitu 0. Mengamati suhu dan warna larutan yang terbentuk. Penentuan Bilangan Koordinasi Kompleks [Cu(NH3)]2+ dengan metode titrimometri Mengisi buret dengan larutan NH3 yang telah distandarisasi.Tissue Cara Kerja Penentuan Bilangan Koordinasi Kompleks dengan Bahan CuCl2.7 mL Titrasi III : 0.10H2O (putih) + aquadest 100 mL  larutan bening Na2B4O7 100 mL 10 mL Na2B4O7 + 2 tetes metil jingga (jingga)  larutan benting dititrasi dengan HCl larutan orange Titrasi I : 0.

? ..10H2O = 380 gram/mol Dit : N Na2B4O7.5 gram/mol)=0.91 gram Mm Na2B4O7.7 mL V2 HCl = 38..2H2O = m/Mm=(4.25 gram Mm CuCl2..9 mL V3 HCl = 38.10H2O = n/V=(0.10H2O)/(V HCl) = (10 mL x 0..7 mL V2 HCl = 0.8 mL V NH3 = 10 mL N HCl = 1..05 L)=0.43 N Penentuan konsentrasi NH3 Dik : V1 HCl = 38.1 N Penentuan Konsentrasi HCl Dik : V1 HCl = 0.05 L Dit : M CuCl2 .10H2O = 100 mL = 0.10H2O..0249 mol)/(0..7 mL + 0...05 M x 2 = 0.10H2O = M x 2 = 0.10H2O = 0..2H2O = 170.? Peny : n Na2B4O7.5 oC) dititrasi dengan NH3 larutan biru prusi (32 oC) Analisis Data Penentuan Konsentrasi CuCl2 Dik : m CuCl2.8 mL Penentuan bilangan koordinasi kompleks [Cu(NH3)]2+ dengan metode titrimometri 10 mL CuCl2 (biu 30 oC) dititrasi dengan NH3 larutan hijau susu (32 oC) dititrasi dengan NH3 larutan biru muda (33 oC) dititrasi dengan NH3 larutan biru prusi (34 oC) dititrasi dengan NH3 larutan biru prusi (33...10H2O = 10 mL N Na2B4O7..005 mol M Na2B4O7..10H2O x N Na2B4O7.1 L m Na2B4O7.7 mL)/3=0.0249 mol M CuCl2 = n/V= (0.7 mL + 0.2H2O = 50 mL = 0.7 mL N HCl = (V Na2B4O7.7 mL V Na2B4O7.7 mL)= 1.5 g/mol V CuCl2..2H2O = 4.25 gram)/(170.7 mL V3 HCl = 0.? Peny : Vrata-rata HCl = (V1 + V2 + V3)/3= (0.10H2O Dik : V Na2B4O7.498 M Penenentuan konsentrasi Na2B4O7.05 M N Na2B4O7.1 L)=0....005 mol)/(0.1 N)/(0.10H2O = m/Mm=(1.? Peny : n CuCl2.Titrasi III : 38..5 oC) dititrasi dengan NH3 larutan biru prusi (32.91 gram)/(380 gram/mol)=0..10H2O = 1.1 N Dit : N HCl.43 N Dit : N NH3.

maka 4.4 T ( oC) 32.6 4.? Peny : n CuCl2 = M x V = 0.8 mL N NH3 = (V HCl x N HCl)/(V NH3) = (38.98 mmol ∼ n NH3 M NH3 = (n NH3)/(v NH3) ∼ V NH3 = (n NH3)/(M NH3)= (4.5 32..43 N)/(10 mL)= 5.9 mL + 38.98 mmol)/(5.7 mL+ 38..8 2.0 33.55 mmol/ml)=0...98 mmol Penentuan Volume NH3 Dik : V CuCl2 = 10 mL n CuCl2 = 4.7 3.5 32 Grafik hubungan antara volume dan suhu Pembahasan Bilangan koordinasi merupakan jumlah ruangan yang tersedia disekitar atom atau ion .55 N Penentuan n (mol) CuCl2 Dik : V CuCl2 = 10 mL M CuCl2 = 0.498 mmol/mL x 10 mL = 4.9 mL Dari data perhitungan yang diperoleh dapat dibuat dan tabel dan grafik hubungan antara volume dan suhu : V NH3 (mL) 0..8 mL x 1.498 M Dit : n CuCl2..55 M Dit : V NH3.? Peny : Jika n CuCl2 n NH3∼ .0 33...Peny : Vrata-rata HCl = (V1 + V2 + V3)/3= (38.98 mmol N NH3 ∼ M NH3 = 5...5 5.0 34.9 1.897 mL 0.8 mL)/3=38.

Penggantian molekul air dengan NH3 dapat terjadi akibat NH3 merupakan basa Lewis yang lebih kuat dari H2O (basa Lewis lemah dari suatu asam Lewis) sehingga molekul H2O dapat digantikan dengan molekul NH3 menurut persamaan reaksi : [Cu(H2O)4]2+ + 4 NH3 [Cu(NH3)4]2+ + 4H2O Dari hasil pengamatan.5 oC dengan warna larutan biru prusi. dari hasil perhitungan volume NH yang ditambahkan ke dalam larutan adalah kelipatan 0. Penambahan NH3 secara bertahap dimana penambahan NH3 disesuaikan dengan perbandingan mol NH3 dan mol Cu2+. merupakan ligan netral yang dapat membentuk kompleks dengan ion Cu2+. 2. Etanol 96 % digunakan sebagai zat yang dapat mengencerkan NH4OH karena etanol dapat mengikat air atau molekul air. maka molekul air yang terdapat pada larutan sebagai ligan akan digantikan dengan molekul NH3 sehingga akan terbentuk kompleks [Cu(NH3)]2+. Sehingga untuk menghindari hal tersebut CuCl2. Dari hasil analisis data diperoleh normalitas HCl sebesar 1. Hal tersebut akan berakibat terbentuknya senyawa kompleks Cu (II) yang akan berlangsung lambat dan sedikit sulit. suhu menjadi 32 oC dan warna larutan biru prusi. penambahan 3 suhu larutan naik menjadi 34 oC dengan warna larutan biru prussy. NH3. yang sebelumnya distandarisasi dengan Na2B4O7. Pembuatan larutan NH3 dilakukan dengan mengencerkan NH4OH 17 M dengan etanol 96 %. dimana saat NH3 ditambahkan dalam larutan CuCl2 yang pada larutan ini mengandung ion [Cu(H2O)4]2+. maka akan menyebabkan Kristal Cu2+ lebih banyak dilingkupi oleh air akibat terjadinya proses solvasi yaiu trjadinya pengurangan partikel zat terlarut oleh molekul pelarut. Dalam hal ini. penambahan 2 suhu larutan menjadi 33 oC dengan warna larutan biru muda. penentuan bilangan koordinasi dilakukan dengan menambahkan NH3 pada larutan CuCl2. dan 3 terjadi .Adapun reaksi yang terjadi : Na2B4O7.498 M. Penambahan NH3 dilakukan sebanyak 6 kali dengan setiap penambahan dilakukan pengamatan terhadap suhu dan warna larutan yang terbentuk. dimana konsentrasinya selalu berubah saat penyimpanan.5 oC dengan warna larutan biru prusi. Penambahan 5 menyebabkan suhu turun menjadi 32.10H2O + 2 HCl  2 NaCl + 4 H3BO3 + 5 H2O Pada penentuan bilangan koordinasi kompleks [Cu(NH3)]2+ dilakukan dengan metode titrimometri. Standarisasi larutan HCl perlu dilakukan karena HCl merupakan larutan standar sekunder. diperoleh molaritas CuCl2 0. Penentuan bilangan koordinasi kompleks tembaga (II) dilakukan dengan menggunakan bahan CuCl2.55 N.2H2O dilarutkan dengan etanol 96 % dengan tujuan untuk mempercepat dan mempermudah pembentukan senyawa kompleks Cu (II). penambahan 4 menyebabkan suhu larutan turun menjadi 33.pusat dalam senyawa atau ion kompleks yang masing-masing dapat dihuni oleh satu ligan. Pada percobaan ini. Pada penambahan 6. yang akan ditentukan bilangan koordinasinya adalah [Cu(NH3)]2+. sehingga jika dilarutkan dengan air sebagai pelarut.43 N dengan konsentrasi NH3 sebesar 5. Dalam hal ini. Dari hasil percobaan tersebut.2H2O yang merupakan Kristal terhidrat yang dapat mengikat air. Pada penambahan 1 suhu larutan 32 oC dengan warna larutan larutan hijau susu. Dari hasil analisis data.9 mL. Menurut persamaan reaksi : NH4OH(aq) + C2H5OH  NH3 + H2O Standarisasi larutan NH3 dilakukan dengan larutan cuplikan HCl. yaitu suatu metode titrasi dimana digunakan perubahan suhu untuk menentukan titik akhir titrasi dari suatu reaksi volumetri. terlihat bahwa pada penambahan NH3 1. saat penambahan NH3 sebanyak 6 kali diperoleh suhu yang berubah-ubah.

kenaikan suhu dikarenakan rendahnya kelarutan CuCl2. tetapi dalam percobaan ini suhu larutan pada penambahan ke 5 dan 6 menurun. UNM. FMIPA. 1990. Makassar : Jurusan Kimia. 2005. Asas Pemeriksaan Kimia. Rivai.com diakses pada tanggal 24 Mei 2010. Anonim. Http://tinangkung. Suhu konstan terjadi sebagai akibat dari efek John Teller yang . Harizul. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka. Buku Ajar Kimia Anorganik Fisik. . DAFTAR PUSTAKA Anonim. Adapun persamaan reaksinya : Cu2+ + NH3 [Cu(NH3)]2+ [Cu(NH3)]2+ + NH3 [Cu(NH3)2]2+ [Cu(NH3)]2+ + NH3 [Cu(NH3)3]2+ [Cu(NH3)3]2+ + NH3 [Cu(NH3)4]2+ Adapun struktur dari [Cu(NH3)4]2+ yaitu : NH3 NH3 2+ Cu2+ H3N NH3 Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bilangan koordinasi kompleks tembaga (II) yaitu 4. 1994.menyatakan bahwa Cu2+ hanya akan stabil mengikat molekul NH3 sebanyak 4 sedangkan untuk mengikat molekul NH3 sebanyak 5 dan 6 akan membuat molekul Cu2+ menjadi kurang stabil.blogspot. Http://www. Jakarta : UI-Press. 2010. dengan rumus ion kompleks [Cu(NH3)4]2+ Saran Agar penambahan NH3 dan pembacaan suhu pada temperatur dilakukan secara akurat dan teliti sehingga tidak mempengaruhi hasil percobaan. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian 1. Bilangan Koordinasi dan Struktur.org/ diakses pada tanggal 24 Mei 2010. Pada percobaan ini terjadi kesalahan dalam pembacaan suhu larutan yaitu pada penambahan ke 5 dan 6 dimana suhunya harus konstan. Ligan. dimana peningkatan kelarutan CuCl2 ditandai dengan turunnya suhu. dimana kelarutan CuCl2 meningkat dengan menambahkan NH3 selanjutnya. Hal ini tidak sesuai dengan teori. Svehla.chem-is-try. Ramlawati. 2010. Dari hasil tersebut dapat dikatakan molekul NH3 yang dapat diikat oleh ion Cu2+ sebanyak 4.

FMIPA.Tim Dosen Kimia Anorganik.. Makassar : Laboratorium Kimia.... Diposkan oleh Nu2nK NaruTi di 09.  Penentuan Bilangan Koordinasi Kompleks Tembaga (II. UNM.  Penentuan Kalor Reaksi  Penentuan Tetapan Kesetimbangan dalam Fasa Cair  Pembuatan Natrium Tiosulfat  Pembuatan Kalium Nitrat dan Natrium Klorida  Ion Kompleks Tetraaminkarbonatonikel (III)  Pembuatan Garam Kompleks dan Garam Rangkap  Fotokimia Reduksi Ion Besi (III)  Pembuatan Cis dan Trans Kalium dioksalatodiakuokro. 2010... Penuntun Praktikum Kimia Anorganik.  Aluminium dan Senyawanya  Tetapan Distribusi Iod dalam Sistem Kloroform-Air  Kromatografi Lapis Tipis  Kromatografi Kertas Pemisahan dan Identifikasi Ion.  Kromatografi Penukar Ion  Pemisahan Metodik Interferensi Fe (III) pada Penen.30 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) SocialVibe Pengikut Arsip Blog • ▼ 2010 (30) o ▼ Oktober (30)  Penentuan Tetapan Kesetimbangan Ion Triiodida  Penentuan Berat Molekul (Mr) Berdasarkan Penuruna..  Ekstraksi Kontinu Minyak Nabati  Belajar Bermakna  HAKEKAT MANUSIA DENGAN DIMENSI-DIMENSINYA ....

RODIUM. Didukung oleh Blogger. cari Reaksi Mannich adalah sebuah reaksi organik yang mengandung alkilasi amino proton asam terletak di sebelah gugus fungsi karbonil dengan formaldehida dan amonia atau amina primer atau sekunder apapun.          Pendidikan dan Pembangunan Vitamin (KIMIA PANGAN) LOGAM ALKALI GOLONGAN 8 KOBALT. Basa Schiff merupakan elektrofil yang bereaksi dalam dua langkah pada adisi nukleofilik kedua dengan karbanion yang dihasilkan dari senyawa yang mengandung proton asam. Reaksi ini dinamakan atas kimiawan Carl Mannich[2]. Oleh . DAN IRIDIUM ARGENTOMETRI CARA FAJANS Teknik Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Obat Alami Vs Buatan HALOGEN LAPORAN LENGKAP HASIL PRAKTEK LAPANG Mengenai Saya Nu2nK NaruTi Lihat profil lengkapku Template Ethereal. Reaksi antara aldimina dan karbonil α-metilena juga dianggap sebagai reaksi Mannich karena imina ini merupakan bentuk antara amina dan aldehida. Reaksi Mannich merupakan salah satu contoh adisi nukleofilik amina ke sebuah gugus karbonil yang diikuti oleh eliminasi anion hidroksil menjadi basa Schiff. Reaksi Mannich Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Produk akhirnya adalah senyawa β-amino-karbonil [1] . ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.

Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Mekanisme reaksi 2 Reaksi Mannich asimetrik 3 Referensi 4 Lihat pula [sunting] Mekanisme reaksi Mekanisme reaksi Mannich dimulai dengan pembentukkan ion iminium dari amina dan formaldehida. Pada reaksi Mannich. reaksi Mannich mengandung sifat elektrofilik dan nukleofilik. amonia atau amina primer atau sekunder digunakan untuk aktivasi formaldehida. atau senyawa imina. waktu reaksi yang lama. Reaksi ini menghasilkan senyawa β-amino karbonil dan basa Mannich. senyawa nitril. Penggunaan heterolingkar seperti furan. Reaksi Mannich memerlukan temperatur reaksi yang tinggi. senyawa asetilena. Pembentukkan produk sampingan yang tidak diinginkan merupakan fenomena yang umumnya terpantau. Amina tersier dan amina aril akan berhenti pada tahap basa Schiff karena ia kekurangan proton untuk membentuk zat antara imina. pirola. dan tiofena juga dimungkinkan.karena itu. Senyawa α-CH-asam (Nukleofil) dapat berupa senyawa karbonil. karena struktur mereka menyerupai bentuk enol dari senyawa karbonil. Sebagai contoh lihat tropinon. . senyawa nitro alifatik.alkil-piridina. Reaksi Mannich juga dianggap sebagai reaksi kondensasi. senyawa α. dan pelarut protik.

Reaksi Mannich asimetrik yang pertama dilakukan adalah dengan menggunakan katalis (S)-prolina.S) dengan ekses enantiomerik yang lebih besar dari 99%. Skema 5 menjelaskan stereoselektivitas ini. . Setalah itu.Karena reaksi berjalan dalam lingkungan asam. reaksi ini juga enantioselektif dengan preferensi terhadap aduk (S.R). senyawa dengan gugus fungsi karbonil akan bertautomer menjadi bentuk enol.S) atau (R. Produk reaksi bersifat diastereoselektif dengan preferensi terhadap reaksi sin-Mannich 3:1 ketika substituen alkil pada aldehidanya adalah gugus metil atau 19:1 ketika gugus alkilnya adalah gugus yang lebih besar dari pentil. ia akan menyerang ion iminium. Ketika difungsionalisasikan dengan tepat. Dari dua kemungkinan aduk sin (S. jembatan etilena yang baru terbentuk pada aduk Mannich akan mempunyai dua pusat prokiral yang akan menghasilkan dua pasangan diastereomerik enantiomer.[3] Reaksi yang berlangsung adalah antara aldehida sederhana seperti propionaldehida dengan imina yang diturunkan dari etil glioksilat dan para-metoksi-anilina yang dikatalisasi oleh (S)-prolina dalam dioksana pada suhu kamar. [sunting] Reaksi Mannich asimetrik Usaha memajukan reaksi Mannich asimetik juga telah dilakukan.

Prolina memasuki siklus katalitik dengan bereaksi dengan aldehida. membentuk enamina. Enantioselektivitas juga dikontrol lebih jauh oleh ikatan hidrogen antara gugus asam karboksilat prolina dengan imina. Keadaan transisi untuk adisi ini adalah cincin beranggota sembila dengan konformasi kursi dengan ikatan tunggal dan ganda parsial. Dengan modifikasi katalis prolina. adalah mungkin untuk mendapatkan aduk antiMannich [4] .S tunggal terbentuk. Gugus prolina kemudian diubah kembali menjadi aldehida dan isomer S. Kedua reaktan (imina dan enamina) berposisi dalam reaksi Mannich dengan penyerangan muka Si imina oleh muka Si enamina-aldehida. Pelepasan terikan sterik menyebabkan residu alkil R dari enamina dan gugus imina antiperiplanar.

F. 4. Journal of the American Chemical Society 128 (4): 1040–1041.Gugus metil tambahan yang melekat pada prolina memaksa pendekatan enamina spesifik dan keadaan transisinya adalah cincin beranggota sepuluh dengan adisi dalam mode anti.19122500151. Tanaka. Houk K. Watanabe.. Ammoniak und Antipyrin". 3. Diastereoselektivitasnya paling tidak anti:sin 95:5 tanpa mempedulikan ukuran gugus alkil.1021/ja017833p.Tanaka F. C. Journal of the American Chemical Society 124 (9): 1866– 1867. N.. DOI:10. Ha-Yeon Cheong P.and β-Amino Acid Derivatives". ^ Original translated from German Wiki 2. (2006).. DOI:10. "Direct Asymmetric anti-Mannich-Type Reactions Catalyzed by a Designed Amino Acid".. ^ Mannich. S. Zhang H. F. "Ueber ein Kondensationsprodukt aus Formaldehyd.. W... A.R difavoritkan dengan ekses enantiomerik paling tidak 97%. Krosche. [sunting] Lihat pula • • Reaksi Betti Reaksi Pictet-Spengler . F. Archiv der Pharmazie 250: 647–667. DOI:10. "A Highly Enantioselective Route to Either Enantiomer of Both α. Barbas III C. [sunting] Referensi 1. (1912).. W. III (2002). C...1021/ja056984f. Barbas. ^ Mitsumori S. Notz.1002/ardp. dan enantiomer S. ^ Cordova..

com/peptide-bond.[3] [sunting] Referensi 1. Pada umumnya.gov/bookshelf/br.ncbi. 2010. David T Suzuki. cari Pembentukan Ikatan Peptida Ikatan peptida merupakan ikatan yang terbentuk ketika atom karbon pada gugus karboksil suatu molekul berbagi elektron dengan atom nitrogen pada gugus amina molekul lainnya. H.fcgi? book=iga&part=A1622&rendertype=figure&id=A1625. ISBN 0-71673520-2. New York and London: Garland Science.[2] dan menghasilkan molekul yang disebut amida. dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol.nlm. organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi. Dari hasil pemutusan tersebut.. Ikatan peptida ini dapat menyerap panjang gelombang 190-230 nm. and William M Gelbart (2000). ^ (en)Anthony JF Griffiths.peptideguide. hal ini ditandai dengan lepasnya molekul air ketika reaksi berlangsung.[3] [sunting] Cara Memutus Ikatan Peptida Ikatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. [terhubung berkala]. W. http://www. 3.org/wiki/Reaksi_Mannich" Kategori: Reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon | Reaksi komponen ganda | Reaksi nama Ikatan peptida Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Freeman.html [16 Mei 2010]. Diperoleh dari "http://id. ^ Bruce A et al.Diperoleh dari "http://id. Diakses pada 2010-0824. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Namun. http://www. The Peptide Bond.nih. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kondensasi.wikipedia. Richard C Lewontin.org/wiki/Ikatan_peptida" . Figure 9-3. ^ a b Oleg L. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.wikipedia. Jeffrey H Miller. An Introduction to Genetic Analysis (edisi ke-7). proses pemutusan terjadi sangat lambat. 2. 2002. Molecular Biology of the Cell. hlm.[1] Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH. The peptide bond.

Kategori: Ikatan kimia .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->