PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

...........……...................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya...................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 357 6.....1 Perhitungan Volume Pekerjaan....2 Pekerjaan Finishing Arsitektur........................ 296 5...........……....4 Time Schedule……………............. 296 5.. 356 BAB VI PENUTUP 6..1................................................1 Kesimpulan……………………………………………………………................................ 354 5........... 307 5..................1 Pekerjaan Struktur dan Atap.......BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5..........2 Rencana Anggaran Biaya............1................ 342 5.....……....

Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. dan 5 Gambar 9. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Detail Pondasi . Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Ringbalk Gambar 10. 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Balok Lantai 2. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Denah Tangga Gambar 6. 4.

Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Time Schedule . Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Dimensi Balok Tabel 2. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11.DAFTAR TABEL Tabel 1. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7.

M. NIP. S.T.. Satrijo Utomo. Tugino.T. M. M. NIP.T. 131 471 402 .LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. 132238497 Drs. Lashari.T. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. NIP.

Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Gambar Bestek . Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Input Portal (SAP 2000) 6. Output Portal (SAP 2000) 7.

Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas.4 Semarang.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 2 . Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . 1 . 1.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai.BAB I PENDAHULUAN 1. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.

Ramayana Dept. Bundaran Air Mancur E.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .4 Semarang. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Lapangan Pancasila B. Pahlawan No.2 1. Store Gambar 1. Pahlawan D Keterangan : A. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl.

4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. dan 8. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. Perencanaan tangga. 1. Rencana kerja dan syarat . Perencanaan balok. Perencanaan atap. 4. Rencana anggaran biaya .3 1. Perencanaan plat lantai. 6. Perencanaan pondasi. 7. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. Perencanaan kolom. minimal tiga lantai. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. 2. 3.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini.syarat (RKS). 5.

19 m o Lantai 5 : + 28. Lokasi Proyek b. Topografi c. Grafik – grafik penunjang c.46 m o Lantai 4 : + 14.4 1. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.77 m 2.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Pahlawan No.00 m o Lantai 2 : + 04. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.73 m o Lantai 3 : + 09. Tabel – tabel penunjang : Jl. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00.4 Semaramg : Tanah datar : . Literatur panjang b.

maksud dan tujuan. lokasi proyek. . latar belakang. dan sistematika penulisan.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. pembahasan masalah. 1.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait.

anggaran biaya. dasar – dasar perencanaan. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. tulangan plat. dan syarat teknis. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. terdiri dari syarat umum. tulangan tangga. perencanaan atap. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). dan klasifikasi pembebanan rencana. metode perencanaan. dasar perhitungan. syarat administrasi. .6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. tulangan balok. kriteria. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. tulangan kolom. dan azas – azas perencanaan.

2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 .BAB II PERENCANAAN 2. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. seperti denah. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. 2. Pada jenis gedung tertentu.syarat fungsional maupun strukturnya.

pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. dan tidak terjadi kesimpang. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. 2. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. beban angin dan beban gempa. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .siuran dalam bentuk fisiknya.

. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. 3. 4. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. 5. indah dan menarik. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut.

Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. a. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1.10 6. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS.

11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. 2. b. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. 2. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. antara lain: .

syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b.12 1. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Ukuran balok Dalam pra desain. Syarat . Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. 2. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : .

13 Tabel 1. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.65. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3.

2. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. karena telah ditumpu oleh plat. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. 2. . Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.

Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Tembok batu bata (1/2) batu 4. 2.15 2. 3. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Massa jenis beton bertulang 2. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. per cm tebal : 21 kg/m2 . Adukan dari semen.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5.

yaitu: 1. 2.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Penutup lantai.2 DL + 1.5 LL 2.6 Q 3. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. SK SNI T-15-1991-03. . DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. Comb 2 = 1. Comb 3 = 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Pedoman Beton 1989. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. 2. Comb 1 = 1 DL + 0.16 24 kg/m2 7.

Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987.17 3. 5. Data perhitungan SAP. 4. .

1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.1. 3.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Data teknis Bentang kuda. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .

5 . 0.18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2.5 m : 100 kg/cm² = 12.5)² = 0. Perencanaan Reng a. 12. h . Jr = 50 . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . cos 45° . 12.2762 kg m My = 1/8 . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . 0. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 .5)² = 0.25 m = 0.5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ . qr . (0. b2 .2762 kg m c.25 b. 0. Jarak reng = gt . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting . b . (Ju)² = 1/8 .707.707 . sin 45° (Ju)² = 1/8 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0. (0. qr .5 . ⎜ ⎟ h .

1587 = 1. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 . maka : = 2 h 3 2 .19 ⎛2 ⎞ = 1/6 . ⎜ h ⎟ .87 100 h3 h3 h h b = = 6.62 h3 100 kg/cm2 = 615.1587 = 3 6. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. Ju 200 .87 h3 615.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.62 + 27.

25 cm (f ijin) e.5 cm4 Iy = 1 .0159) 2 Ok! = = 0.sin 45°.2 = 0.Ju 4 384. sin α . 50 200 = 0.107.0159 cm fy = 5.107.qr.E.20 = 1 . b3 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. (3)3 12 = = 4. cos α . cos 45°.12. b .5.Ix 5.qr.022 cm ≤ 0.(50) 4 384.4.12.0159) 2 + (0.(50) 4 384. (h)3 12 1 .0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.5 = = 0.Ju 4 384. Kontrol Tegangan .25 cm Ix = 1 .Iy = 5.5. h 12 1 .E. (2)3 . 2 .

677 kg/m b. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. sin 45 = 17. qu . Ju qu qx = qu . cos α .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 . cos 45 = 17. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.665)2 .5 m Beban genting. Momen yang terjadi = 50 .(3)3 = = 23.665 m = 0. 25 .62 27.62 + 1 / 6. Perencanaan Usuk a.(2) 2 1 / 6.677 kg/m qy = qu .2. sin 45 = 25 . (1.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi. 0.3. reng dan usuk = ggt . (Jgd)2 = 1/8 . cos 45 = 25 . cos 45º .

433 kg m My2 = 1/4 . 100 . Jgd = 1/4 . (Jgd)2 = 1/8 . cos α .22 = 6.7111 kg Py = 100 . P . sin α . P . cos 45 = 100 . qu . cos 45º . (1.sin 45 = 70. sin 45º . Jgd = 1/4 . 25 .665 . 1. sin 45 = 100 .711 kg Mx2 = 1/4 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .125 kgm My1 = 1/8 . 1.665)2 = 6.125 kgm c. cos 45 = 70. sin α . 100 . sin 45º .665 = 29.

23 = 29.125 + 29.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. Ju = 0. 0.433 = 35.4 . (Jgd)2 = 1/8 . α) – 0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .4 kN/m2 Angin Tekan = (0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.4 = (0.5.5 = 0. 0.02 . h2 .4 = 0.02 . Wx .125 + 29.5 . 0. 45) – 0.558 Kg m e. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .665)2 = 0.433 = 35. w .5 kN/m W tekan = angin tekan . b . (1.433 kg m d.1733 kg.

8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555. h3 h3 h h = = 80005. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. maka: b = 2 h 3 2 .8 3555. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555. h .24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .5 = 800.055 = 3 800.2 32002. 10 cm 3 b = . ⎜ h ⎟ .28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.2 + h3 h3 100 = 100 100.055 = 9.28 cm diambil h = 9. h .8 3555.

.711. (h)3 12 1 . cos 45°. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx. cos α .677. 107.Jg 4 px. 166. Kontrol Lendutan Fijin = 1 .07 cm ≤ 0. (b)3 12 1 .Ix E. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.025) 2 + (0.832 cm Ix = 1 . cos 45°. 6 . .5 200 = = 0.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.(166.Ix 384 48 5 17.072) 2 = 0. Jgd 200 1 . 10 .(166. b .5) 4 1 + .Jg 3 5 + . h .5) 3 10 7.25 b = 6. cos α .500 384 48 = 70.832 cm OK! . E. .

50 .873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp .665 = 9. jgd = 5.354 m = 1.558 + 1/ 6 1 / 6.26 g.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .0123 kg/m q = 132.93 . Berat pada gording (qg) = 3. cos 45º . 1.665 = 83. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.665 m = 1.135 . 132. (l)2 = 1/8 .50 m = 5. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. (3. 1.821 kg/cm = 94. jp = 18 . 1.354)2 .123 kg/m Berat Branching 10% = 12.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. cos α . Perencanaan Gording a. q . jgd = 0.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .50 = 27 kg/m = ggt . Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.25 kg/m q = 120. = 94.558 35.

40 .354 = 29. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0.02 . (l)2 = 1/8 .27 = 131. Karena Beban Angin (Whisap.354)2 = 32. w .385 kg.4 = 0.846 kgm c. l = 1/4 . 3. cos 45º . sin 45º . P .02 .3 kg/m2 . cos α .132. sin α .4 = (0. Jgd = 0. P . 100 .354 = 59.665 = 33. sin 45º . 3. l = 1/4 . 1.645 kg m d.m My = 1/8 . sin α . (3. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 . q . 45) – 0.135 .291 kg m My = 1/4 .5 W tekan = angin tekan . α) – 0.5 . 100 .

Jgd .940 kg. 131.354)2 = 46. LL = (1. 40 = . l2 = 1/8 . (-26.4 .2 . (l)2 = 1/8 .2 .DL = 1.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.0.6 .6 .665.2 .825 kg.5285 kgm My2 = 1.8465 = 45.4 .46 kg.3859 = 183.4 .3542 = 37. (3. 3. 32. DL = 1.28 Koefisien angin hisap = . 59. DL + 1.4 . w = -0.64) . Wtekan .26. LL . DL + 1.4 W hisap = -0.m My1 = 1. 33.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .385) + (1.4 . 131.4 .3.6 . 1.2909) = 252.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .981 kgm Mx2 = 1.

DL + 0. DL + 0.8 .5 . 59.6454) = 86.4 wx wx = 0. LL + 0. 131.8 .8484 kgm Mx3 = 1. 32.88 m = 25252. W = (1.645) + (0.9 σ ijin 0.5 .275 kgm My4 = 1.8465) + (1.2 .2 .8 .85 + (4.846) + (0. 59.0) = 54.77 cm3 . diambil moment arah x yang terbesar. 37. 29.8 .291) + (0.8 . DL + 0.238 kgm Mx4 = 1.84) wx 59992.8684. 32.2 .5 .8 .2 . 131.50 kN/m = 1.5 .2 . LL + 0.46) = 217.385) + (0. LL .291) + (0.9 2400 = Mx My + . W = (1. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.46) = 130.385) + (0.2 .6 .2 .0. 29.5 .29 = (1. 37.340 kgm e. W = (1. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.5 .

sin 450 = 129.89 cm1 = 2.51 kg/m = gp . qx .51 kg/m f.536 kg/m qx = q total .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . cos 450 = 91.59 .2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.37 cm1 Ix Iy berat = 7. 91. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.2 cm3 = 332 cm4 = 53.536 .665 o Berat Branching 10 % = 11.8 cm4 ix iy = 5.776 kg/m q total = 129.79 kgm .536 . Jp =18 . 1. 1. cos 450 = 129.50 = 27 kg/m = 83.354)2 = 128.59 kg/m qy = q total .30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3. Jgd = 50 . (3. (I)2 = 1/8 .25 kg/m q = 117.3 cm3 = 12.59 kg/m Mx = 1/8 . sin450 = 91.

8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.2909 = 188.( I )3 5 qx.2 44.3 = 931.EIx .54 18808.59 .31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 . 91.79 + 59. qy .09 + 12.354 ⎞ = 1/8 .409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.( I ) 3 . + 384 EIx 48.0809 kgm My = 32. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.19 kg.19 + 29.645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61.

( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.538 3 = 0.0000852 + 0.(3.538 384.354) 3 48.EIy 3 ⎛ 3.0.354 4 70.000146 m = 0.3.⎜ ⎟ 5.433.10 6.0334 cm < L/250 = 3.3.354) 4 384.10 6.0334 cm < 1.1.(l / 2)3 48.93.2.32 + 70.0301 cm ⎛l⎞ Py.l 3 48.(3.32 = = 0.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.1.0000797 m = 0.354) 3 48.10 6 .711(3.711.0.711.1.000301 m = 0.00797 cm fy = Py.EIy .32 = 0.1.2.0301) 2 + (0.0146) 2 = 0.000061 = 0.000221 + 0.2.3.93.EIx 70.3416 cm = 0.2.10 6 .qy.354 ⎞ 3.0000797 = 0.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.1.EIy 48.2.⎜ ⎟ 4 5.354/250 = 1.32 = 5.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.10 6.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

395 cm2 Abruto = Anet 0. Batang bawah P = 2874.85 = 2.41 3.3 cm2 ix = 2. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.07 1200 = = 2.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.42 cm .3 240 = 0.177 m σ tarik = 75% .18 cm2 imin = lk 240 = 182.5 δ = 12 mm lk = 1.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.

41 1.82 2.593 − 0.749 cm dipakai min = 2.3 2. A ) = 2 ( 72.42 cm λ = lk i min 182.42 cm = 72.3 cm4 = 72.3 .679 cm = 1.12.2 345.86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 .847 = 1.82 cm4 i y = Iyprofil A.42 iy lx I y = 2. δ + e = 0.26 = 2.5 . 12 + 2.3 + 12.862 ) = 345.3 cm4 = 2. 2.3 = = 3.5 .26 = 0.42 = = 8.89 .

Lx1 .21 kN/m2 = 0.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.1.Ly .ω x Aprofil 2874.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .02 m = 0.3 = = 116.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.43 Kontrol tegangan σ = p.07 2.24 kN/m2 = 0.Lx .12.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .11 kN/m2 = 0.

Mtx .Mty .Mly .44 .Mlx .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .

5400.45 Gambar 3. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .1203 12 = 1. Tabel 5.8003 12 = 1 .200. yaitu. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.6 < 2.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .

69 mm.12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.33 = 147.46 = 1.β .37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.⎨α − 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.37 = 7104 48.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.6 − 0.Ly ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.1. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.8 + ⎟.1.8 + ⎟.8 + ⎟.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.37 ⎨1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.538 = 132.

Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.24 kN/m2 = 0. G.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .23 + 1.18 kN/m2 = 4.6 kN/m2 = 0. q DL + 1.21 kN/m2 = 0.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.6 .Berat keramik .65 . 5 = 13. Kusuma.Berat spesi . 0.8 Cx- = 70.( 1991).47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) . 4.2 .6 . q LL = 1.Berat sendiri plat . dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.15 = 3.2 .

85 . Lx2 = 18.6 Cy- = 54.(6)2 = 33. Utama = 20 mm Arah x . Dy = 10 mm .Tinggi Efektif Arah x. 0. qu . 13..001 . 0.001 . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm . qu .65. 0. 13. Lx2 = 70.001 . (6)2 = 19.P (selimut beton) .001 .076 . Lx2 = 40.8 .(6)2 = 8. 0. 0.Asumsi tul. 13. Lx2 = 54. (6)2 = 25.756 kNm Mtx = Cx. 0.85 = Cx+ .001 . 0.076.001 . 13. Dx = 10 mm Arah y. qu .. qu .076 .206 kNm Mly = Cy+ . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y. 0.6 .076 .819 kNm 2.25 kNm Mty = Cy.48 Cy+ Mlx = 18. Penulangan plat lantai .001 .001 .

6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : ρmin = 0.8 MPa.(95) = = 2. nilai ρmin = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .1000.0120 < ρ mak = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.8.5 MPa dan fy = 240 MPa.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .0058 < ρ perlu = 0.106 2 0..49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.206.b.0363 Maka.0120 Dari tabel A.dx 19.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.

102 4 = = 78. dx = 0. 1000 .428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 .5 = = 14. π .14. 3.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71.0120 . d2 4 1 . 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. 15 = 1177. b .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu . n = 78.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 .5.

102 4 0. maka diambil ρ perlu = 0.0224 . 1000 .106 2 0.5 mm2 As tx = ρperlu .0058 < ρ perlu = 0. 95 = 2128 mm2 .257. 3.8.0363 Maka.dx 33.1000.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : ρmin = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa. nilai ρmin = 0.0224 < ρ mak = = = 78.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . π . dx = 0. b .302 MPa.0224 Dari tabel A.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.14.0058 ρmaks = 0. d2 4 1 .(95) = = 4.b.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .

52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.. n = 78.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.0066 Dari tabel A.756. maka di dapat : .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.dy 8.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ . maka diambil ρ perlu = 0.106 2 0. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.5 MPa dan fy = 240 MPa.5.414 MPa.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.8.1000.(85) = = 1.b.

π .5 mm2 As Iy = ρperlu . d2 4 1 .5 = = 7. dy = 0.0066 . 1000 .0066 < ρ mak = 0. b . n = 78. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.14.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.0058 ρmaks = 0. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) . 3.53 ρmin = 0.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10.0363 Maka.5.0058 < ρ perlu = 0. 102 4 = = 78. nilai ρmin = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .

0215 . 3.14.b. maka diambil ρ perlu = 0.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. 85 = 1831 mm2 .0058 < ρ perlu = 0.0363 Maka. 102 4 = 78..819. 1000 .5 MPa dan fy = 240 MPa.5 mm2 As ty = ρperlu .0215 Dari tabel A.17 MPa. nilai ρmin = 0.8.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. dy = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 . π .1000.106 = 2 0.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0215 < ρ mak = 0.dy 25.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.0058 ρmaks = 0.(85) = 4.maka di dapat ρmin = 0. b . d2 4 1 .

n = 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.7 cm 163.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5 = = 23.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.7 cm .5.

Denah Tangga 3.7 cm Gambar 5.7 cm Gambar 4.5 MPa = 240 MPa = 473.9 cm 197.5 cm 236.56 215. Skema Tangga Type K 236.5 cm 215.Mutu baja (fy) .Mutu beton (fc) . antrede) = 30 cm .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.Tinggi pijakan (o.1 Data teknis tangga .Jumlah anak tangga = Tl optrede .0 cm . optrede) = 18 cm .Lebar pijakan (a.9 cm 197.2.

57 = 473.Lebar bordes .24 kN/m3 = 0.7 cm a = 215.9 cm .Tebal keramik maks (hk) .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .Berat sendiri beton .21 kN/m3 .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc. tg = 30.98 buah .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .96 0 .0 18 = 25.2.2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.Berat sendiri keramik .

72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. Pembebanan Tangga a.96 0 9 = 11 cm + ( = 9. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.Berat sendiri plat = ht . berat sendiri spesi = 0. 0.74 (0.9) 2 + (163.Berat spesi (2 cm) = hs .21 kN/m3 . L (0. 24 kN/m3 .88 kN/m2 = hk .12 m .02 m .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30. 0.Berat keramik (1cm) = 0.24 kN/m3 q DL = 0.01 m .74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .4 + ) 27 700 1 240 . 2. berat sendiri beton = 0. berat sendiri keramik = 0.0042 kN/m2 = 2. Beban mati (q DL) .886 kN/m2 .58 Gambar 6.4 + ) 27 700 = = 7.7) 2 = 274 cm = 2.0024 kN/m2 = 2.

2 . dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Dx Arah y. Beban berfaktor (qu) qu = 1.2 . q LL = 1. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. 2.4 .59 b. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. q DL + 1.6 . 3 kN/m2 = 8. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c.886 kN/m2 + 1.264 kN/m2 b. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1.6 .

8.Cy. Lx2 = + 18 .001 .72 = . qu . (1.637)2 = + 0. Lx2 = + 42 . qu . qu .637)2 = .001 .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .001 . 8. Lx2 = . 0. 0.1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .637)2 = . (1.001 .72 . 0.264 .3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .001 .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991).Cx.264 . 0. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ . Lx2 = .001 ..2179 kNm = .1..(1. 0.55 . 8.5944 kNm = . 0.264 . 0.637)2 = + 0.1. 0.001 .55 .001 .264 . (1. qu . 8.1594400 Nmm Mty = .

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 = 0.2255 maka diambil ρ perlu = 0.(94 ) 1594400 2 = = 0. dx = 0. 1000 .dx 2 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 < ρ mak = 0. 94 = 545.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.14 .2 113 = . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. π .8. D2 4 = 1 .61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0363 (ok! As tx = ρperlu .1000.b. b .2255 MPa dari tabel A.0058 . 3.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 = ρ perlu = 0.

1000.dx 2 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.62 = 4.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .(94 ) 930100 2 = = 0. n = 113 mm2 .1315 MPa dari tabel A. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .b. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .8.

maka diambil ρ perlu = 0. π .63 ρmin = 0. 1000 .0058 = ρ perlu = 0. D2 4 = 1 .0363 (ok!) As lx = ρperlu . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.14 . b .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 < ρ mak = 0.1315 .0363 dari tabel A .0058 Maka nilai ρ min = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) . dx = 0.0058 . 3.0058 ρmaks = 0. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.

dy = 0.0058 .b. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b .1000.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. n = 113 mm2 .64 As = ΔD12 .2264 MPa dari tabel A.2264 .0323 (ok!) As ty = ρperlu . maka diambil ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.8.6 mm2 .dy 2 0.0058 ρmaks = 0. 1000 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

65 ΔD12 = 1 . (n) = Asty ΔD12 475. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. D2 4 = 1 .6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm .14 .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . π . n = 113 . 3.6 113 = = 4.

(82 ) 3986100 = 2 = 0.0058 = ρ perlu = 0.8. maka diambil ρ perlu = 0. (n) = Asly ΔD12 475.1000.14 .25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.0058 .074 MPa dari tabel A. 84 = 707.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2. π .074 . dy = 0.0058 < ρ mak = 0. 1000 .0058 Maka nilai ρ min = 0.0203 (ok!) As ly = ρperlu . b .0058 ρmaks = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.dy 2 0.b. 3.6 mm2 ΔD12 = 1 . D2 4 = 1 .6 113 = = 4. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.20 dipakai 5 batang .

7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.6 mm2 (ok!) 3.67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475. n = 113 .2 .3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.2.7 cm = 163.

Berat spesi (2 cm) = hs .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.0042 kN/m2 = 2.12 m . berat sendiri spesi = 0.8 + ⎟.24 kN/m3 = 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44. berat sendiri beton = 0.01 m . Beban mati pada bordes (qDL) .Berat sendiri plat = ht .Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.Berat keramik (1cm) = 0. Beban hidup (qLL) . 0.0024 kN/m2 qDL = 2.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. 24 kN/m3 .89 kN/m2 b. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.1.2 = 55.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.02 m .8 + ⎟. 0.8 + ⎟.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9. berat sendiri keramik = 0.88 kN/m2 = hk . menurut perhitungan diatas.Lx ⎜ 0.68 fy ⎞ ⎛ ⎟. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.21 kN/m3 .

3kN/m2 = 8.54 Momen rancangan . Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x. qLL = 1.6.6. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.263 kN/m b.63 = .89 kN/m2 + 1. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G . qDL + 1.69 qLL = 3 kN/m2 c. Beban berfaktor (qu) qu = 1.(1991). didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= .2. 2.2. Dx Arah y.

263 .8.b. 0.677)2 = . (1.001 .. qu . 0. 8.001 .001 .263 . 8.001 .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .Cy. qu .1000.54 . qu . 8. Lx2 = .677)2 = .001 .001 ..(1.2548 kNm = .263 .dx 2 0. Lx2 = . Lx2 = + 34 .63 . 0.207 MPa .4640 kNm = .001 .(94 ) 1464000 2 = = 0. 0.001 .263 . 0.677)2 = + 00. Lx2 = + 22 .Cx.1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .1. 0. qu . 0.1464000Nmm Mty = . 8.70 Mlx = + Cx+ . (1. (1. 0.677)2 = + 0.1.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .

0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 3.0058 = ρ perlu = .207 .0058 . dx = 0. b . 94 = 545.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.2 133 = = 4.0058 ρmaks = 0. 1000 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0203 (ok!) As tx = ρperlu .71 dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.14 .465’ nilai K = 0. (n) = Astx ΔD12 545. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. D2 4 = 1 . π .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . maka diambil ρ perlu = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .

0058 = ρ perlu = 0.(94 ) 791000 2 K = = = 0. 1000 .1260 .dx 2 0.0058 ρmaks = 0.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. b .0132 (ok!) As lx = ρperlu . dx = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.119 MPa dari tabel A.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.b.0058 < ρ mak = 0.8.1000.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ . 94 .0058 . maka diambil ρ perlu = 0. n = 133 mm2 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .

14 .2 113 = = 4.2 mm2 ΔD12 = 1 . π . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .73 = 545. D2 4 1 . 3. n = 113 mm2 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. (n) = Aslx ΔD12 545.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .

maka diambil ρ perlu = 0.8. dy = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.dy 2 0.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . 1000 .233 Mpa dari tabel A. 82 = 475. 3.0058 ρmaks = 0. π . D2 4 = 1 .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .0058 = ρ perlu = 0.0058 .0058 < ρ mak = 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.14 .b. (n) = Asly ΔD12 . b .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.1000. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.233 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

(82 ) 511200 K = = 2 = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.75 = 475.b.dy 2 0.6 133 = 4.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .095 MPa dari tabel A. 5 = 133 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .8.1000.

14 .095 . dy = 0.0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. n .6 mm2 ΔD12 = 1 . b .6 133 = = 4.0058 < ρ mak = 0.0363 (ok!) As ty = ρperlu . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul.0058 . 1000 . maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 1 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 3. (n) = Asty ΔD12 475. π .76 ρmin = 0.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0058 ρmaks = 0.

24 kN/m3 = 7.Berat tangga = ht . berat sendiri beton = 0.2 .049 kN/m . 0.5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.12 m . berat sendiri beton = 0.609 kN/m q DL = 43.948 kN/m . 24 kN/m3 = 2.5 .Berat bordes = hb . b .4 kN/m .977 m .89 kN/m .77 =133 . lt . Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. 1. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 0.6 mm2 (ok!) c. berat sendiri beton = 0. lb . Estimasi beban 1.21 kN/m3 = 0.Berat dinding = 1.Berat sendiri balok = h . 2.12 m .977 m .74 m . 17 kN/m2 = 33. Beban mati pada bordes (qDL) .

I2 = .1192 = . qu . 3) kN/m = 54.d 2 0.(464 ) 10136000 2 = = 0.b. qDL + 1. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3. 2.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.1192 = 22.6.2.2. qLL = (1.136 kNm Momen lapangan = 1/11 .1/24 .1/24 .177 kN/m .29 MPa .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .948) kN/m + (1. 2.78 2.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p . Beban berfaktor (qu) qu = 1. I2 = 1/11 . 54.8.6. 543.10.177 kN/m . 54.200. qu .

96 = = 2.96 mm2 Jumlah tul. 464 = 410.00442 < ρ mak = 0.0251 (ok!) As tx = ρperlu .00442 = ρ perlu = 0. (n) = Astx ΔD16 410.14 .176 200. maka diambil ρ perlu = 0.00442 ρmaks = 0. 200 .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.176 mm2 ΔD16 = 1 . d = 0.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.79 dari tabel A.29 . b . D2 4 1 . 3. π .00442 Maka nilai ρ min = 0. (16)2 4 = = 200.00442 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

200.(464 ) 22114000 2 = = 0. 200 . d = 0.d 2 0. n = 200.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.96 mm2 .00442 ρmaks = 0. 464 = 410.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.0251 (ok!) As lx = ρperlu .8.8 mm2 > 410.176 mm2 .b.64 MPa dari tabel A.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ . b .00442 = ρ perlu = 0.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .8 mm2 jadi As > Astx = 1004.64 .00442 . 5 = 1004.00442 < ρ mak = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0. maka diambil ρ perlu = 0.

(16)2 4 = 200.14 .81 ΔD16 = 1 .96 mm2 Jumlah tul.96 mm2 .176 mm2 (ok!) 3. 3.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004. D2 4 = 1 . n = 200. (n) = Astx As1 410. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.176 200. 5 = 1004.2) . π .8 mm2 > 410.

7 .8 kg Kolom (60x60) = 24 .6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 2400 = (4 .82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0. 24).6 . (11+7) = 204249. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . 20).12 m = 50 kg/m2 = 28. 2400 = 17740.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 0. (0.6 .20 . 9.85 . 0.12) . 9.0.85 .4 – 0. 0.(0.3. 20 . 0. 3. Beban Mati Berat plat = 24 . 24) + (3 .7 .0.12) . 0.12 .77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 2400 Dinding Plafond = {(2. 0.2.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.(0. 20)} . 24) + (2.2 . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 . Beban Lantai 5 1. 20)} .2 .12) . 250 = 24 .

0.73 .12 . 0.4 kg + 12000 kg = 814530.20 . 0. 21.5 . 4.12) .0. Beban Lantai 4 1. 3 = 98081. 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .(0. 0.83 Spasi Keramik = 24 . 20 . 2400 = (4 . 24). 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 .2.8 . 24 .(0.6 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .73 .(0. 24. 20 .12) .3 . 250 = 24 . 20 .6 .28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .3 . 20 . 2400 = 17740.4 – 0. 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530.0. 20). 4.5 WLL = 0. 24) + (2. 20 .4 kg b. 21. 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 24) + (3 .12) . 20)} . 20)} . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.8 .4 kg 2. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. (11+7) = 24 . Beban Mati Berat plat = 24 . 3 = 24 .

2 = 23040 kg WDL = 517962. 24).Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.08 kg c. 24) + (2.0. 0.32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .73 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.7 .20 .2. 0. 20 .12) .08 kg 2. 20). 2400 =17740. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 2400 = (4 . 24 .4 – 0.2 . 21. 3 =133499. 20)} .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.7 .12) .5 WLL = 0.12) . Beban Mati Berat plat = 24 . 20)} .84 Keramik = 24 .3 .8 kg Kolom (70x70) = 24 .8 . 0.7 .5 . 20 . (11+7) = 24 . 24.85 . 2 .(0. 20 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .12 . (0. Beban Lantai 3 1. 20 . 4.0. 0. 24. 20 . 24) + (3 . 250 = 24 . 0. 9.08 kg + 120000 kg = 637962. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 0.(0.

12) .32 kg + 120000 kg = 673380. 250 = 24 . 20 . 24) + (3 .12) . 20).20 . (0.8 . 20)} .3 . Beban Lantai 2 dan 1 1. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . Beban Mati Berat plat = 24 .8 . 2 . 24. (11+7) = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 21. 9. 2400 = (4 . 20 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.85 . 24). 20)} .(0.4 – 0. 0.0.12 .52 kg 2.5 .8 . 2400 =17740. 9.8 kg Kolom (80x80) = 24 . 20 .32 kg d. 0. 0. 3 =174366. 24 .85 2. 0.2.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 20 .5 WLL = 0. 0.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.85 . 0. 24) + (2.8 .0. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .3 .12) .(0.

52 kg +120000 kg = 714247.3.5 .4 + 637962.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28. .7 detik 3.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0. 500 = 120000 kg W1.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.52 = 3554367.52 + 714247.05 3.20 .32 + 714247.5 WLL = 0.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.84 kg 3.08 + 673380.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0. Untuk Tx = Ty =0.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .3.2 = WDL + WLL = 594247.86 Koefisien reduksi = 0.06 (28. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.77)3/4 = 0.77 m = 0.3. 24.

y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.hi Vy ∑ wi.198 < 3 = 24 A Fix = b.0 .Wt = 0.5 dan K=1. 3. 1. 3554.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.hi wi.K .77 = 1.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx. Arah x (lihat tabel) H 28.3.5 .6.38 ton = 799. I .74 ton 3. 1.77 = 1.hi Vx ∑ wi.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.05 . Arah y H 28.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .

x 65.6 Fix.94 44.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.09 9044.71 12.77 18.4 Perencanaan Balok 3.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.4.03 12065.y (ton) 327.38 714.53 637.88 1/3 Fi.73 Wi (ton) 814.55 32.y 81.77 9.92 14.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.5 Mpa . utama Diameter tul.47 132.81 3378.42 6756.69 673.25 Wi .19 9.07 24.75 176.29 98.25 714.88 Tabel 6.12 33.46 19.83 49. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.29 26.46 4. hi (ton/m) 23434.40 57323.

89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.0040 [ 0.022 As = ρ .658.0134 [ 0.105 MPa ρ min = 0.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. 250 .5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .3 N Vu = 184107.0134 ρ maks = 0. b.8.b.0134 . d = 0.5 = 2205. 658.250.5 2 = = 4.θ 356008900 0.0040 ρ perlu = 0.

5 .Sx2y = 0. 22. d = 1/6 . fc .4 N Sx2y = (250-40)2 .01 Nmm Vc = 1/6 .806 = 2297.5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.90 A= P θ . 1/24 .6 .5 .19) 2 = 76. fc . b .975 + 91.65. 22. fy 19279. fc . 250 .1/24 . 29106000 = 3451547.3 0. (700-40) = 29106000 mm2 υ .5 = 156176. 658.350 = = 91.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.01 Nmm Tu ≤ υ . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.98 N .806 mm2 Ast = As + A = 2205.1/24 .

5 = 520827.2 Balok lantai 2. b .5 = = 98. 250 . fc = 2/3 .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm . 22.5 / 4 = 1634.13 N Vs ≤ 2/3 . d .68 N ≤ 520827.4.5 .05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.3.d 150668. d .91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.4. b . 658.68.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.63 mm .68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . fc 150688.4 − 156176.S fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.6 = 150668.150 350.98 0.658.

0040 ρ perlu = 0.5 2 = 6.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .0191 [ 0.8.θ = 849107800 0.5 MPa ρ min = 0.300.0040 [ 0.b. d . utama Diameter tul.735.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0. b . sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.022 As = ρ .0191 ρ maks = 0.

fc . Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464. 735.415 + 1225. fc . 34848000 = 4132464.45 Nmm Vc = 1/6 .45 = 5439.5 . 300 .0191 . b .45 mm2 = Ast = As + A = 4214.86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 .14 N . (800-80) = 34848000 mm2 υ . 735. fc . Sx2y = 0.45 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . 22.1/24 . 300 .4 0.6 .350 = 1225. 22.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .5 . fy 278790.93 = 0.5 = 4214. d = 1/6 .65. 1/24 .5 = 174439.

S fy. 300735. fc = 2/3 .99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .5 .86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 / 4 = 183.56 N Vs ≤ 2/3 .735. d .86 N ≤ 697756.5 = = 269.d 463355. fc 463355.6 = 4633355.14 0.5 = 697756.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.150 350. 22. d . b .86.875 mm . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439. b .

95 3.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22. utama Diameter tul.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.4.5 mm Penulangan pada momen .3 N Vu = 128928.5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.

022 As = ρ .0171 [ 0.0171 ρ maks = 0.3 0. b.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .638.5 2 = = 5.350 = = 3036.θ 328143700 0. fy 690887.65.86 mm2 Ast = As + A = 2183.8.0040 ρ perlu = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.5 = 2183. 200 .0171 .03 MPa ρ min = 0. d = 0.200.67 + 3036.86 = 5220. 638.0040 [ 0.b.96 K= Mu d 2 .

1/24 .5 22. 1/24 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .9 = 49512.5. 1/24 .638. fc = 2/3 .b.5 .6 . 8928000 = 1058730. d .638.36 0. 638.56 Nmm Tu ≤ υ .014 Vc = 1 / 6.014. 6547700 2 ) 128928. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.0.d fc 1 + (2.d ∑ x2 y 200.5 .Ct. Sx2y = 0. fc .97 Vu = 128928.56 Nmm Ct = b. (700-80) = 8928000 mm2 υ . fc .5 8928000 = = 0.6 = 165369. Tu 2 ) Vu = 1 / 6. b .5 1 + (2.9 N Sx2y = (200-80)2 .9 − 49512.5. 22. 22. 200 .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928.5 .200.

b .14 N ≤ 403822.S fy.62 mm .85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.5 = = 110.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461. d .3 N = 328431. fc 165369.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .638.5.d 165369.98 = 403822.5 Perencanaan Kolom 3. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.85 N Vs ≤ 2/3 .14.150 350.5 / 4 = 159.

800 .3 = = 429.d 600 + fy 600 725.48 . Pnb = 0.5 600 + 350 = = 458. 0. 22. 5959044 = 3893378.5 mm e = Mu P 1125725 2621461.65 .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .85 .5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.6 N .85. 458. fc = 389. 0.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .21 mm ab = β . b .99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.21 = 389.65 .85 . Cb = 0.

003 50 = = 0.100 P ≤ Prb 2621461.05 = 7154.25) 3 .03 N = As’ Tsb fy 271967.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .3 N ≤ 3893378.000167 = cb − d ' 0.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4. 777.21 − 50 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.d ) 2 2 2 2 800 800 389.0244 ≥ vy = 0.30 350 = = 777.003 d 458.d ) + Csb ( .000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .

fc . b . 1/24 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. 22.5 . 1/24 .4 Nmm Vc = 1/6 . 22. 725.02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .4 Nmm Tu ≤ υ . fc . d .3 − 458846.48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431.5 = 458846.5 = 1835385.5 . fc = 2/3 .48 0. 343000000 = 40674796.95 N Vs ≤ 2/3 . 725.101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. d . fc . (800-100) =343000000 mm2 υ .6 = 88539.3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 .b . 1/24 . Sx2y = 0. d .5 . 800 . 22. b .6 . 800 . fc = 1/6 .

5 = 53.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .102 88539.5 / 4 = 181.150 350.02 N ≤ 1835385.02.725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d = 88539.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.s fy.5.375 mm .

Cb = 0.5 mm e = Mu P 629904200 2053252. 800 .12 .25 / 2 = 725.85 . b .d 600 + fy 600 725. 458. 22.0.50 .21 = 389. 0.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .5 600 + 350 = = 458.103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 . fc = 389.5 = 5959044 N .21 mm ab = β .48 .2 = = 306.85 .

6 N control keluluhan baja vy vs = 0.0244 ≥ vy = 0 .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .65 .d ) + Csb ( . 5959044 = 3893378.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .003 50 = = 0.6 N P ≤ Prb 2053252.003 d 458.8 N = As’ Tsb fy .Tsb = 5959044 N Prb = 0.65 .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.21 − 50 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.000167 = cb − d ' 0. Pnb = 0.2 N ≤ 3893378.

b .43 mm2 As = 2 As’ = 2 .4 Nmm Vc = 1/6 . fc . fc 22.5 = 1/6 . 725. d . 343000000 = 40674796. fc . 1/24 .8 350 = 241.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . 1/24 . = 458846.48 N .43 = 4842. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ . Sx2 = 0.4 Nmm Tu ≤ υ .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. 22. Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.5 .5 . 1/24 . 241. 800 .105 = 847498.6 .

6 = 33264. b .81. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. 22.d = 33264.150 .65 mm2 Dipakai D12 .48 0.725. fc = 2/3 .5 = 1835385.375 mm .150 350.95 N Vs ≤ 2/3 .5 = 19.5 / 4 = 181. d . 725. 800 .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. fc 33264.81 N ≤ 1835385.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . d .s fy.5 .

3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.05 mm .d 600 + fy 600 625.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .5 600 + 350 = = 395.2 N = 227849.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.107 3.5.2 = = 382.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.

79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .039 N Prb = 0.05 = 355.85 .Tsb = 4495452.05 − 50 0.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . 0.65 . 0.000167 .000167 = cb − d ' 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.108 ab = β . Cb = 0.85 .2 N ≤ 2922043. 4495452. 395.79 .85 . fc = 355.039 = 2922043. Pnb = 0.021 ≥ vy = 0.003 50 = = 0. 700 . b .83 N P ≤ Prb 1438837.5 = 4495452.003 d 395.65 . 22.

6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.6 .98 350 = = 1192. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .5 .66 mm2 As = 2 As’ = 2 . fc . 22. 216000000 = 25614449.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3.66 = 2385.d ) 2 2 2 2 700 335. 1/24 .d ) + Csb ( . Sx2y = 0.5 mm. 1192. 1/24 .98 N = Tsb fy 417432.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.05 Nmm .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .4 Nmm = ( 700 –100 )2 .039 ( = 818644293.25) 2 = 262.

b .5 . 625.5 / 4 = 156.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . = 346150. b . fc = 2/3 . fc . fc 22. b . 1/24 .5 = 1/6 .6 = 32998. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.18.625.5 = .110 Tu ≤ υ . 700 .05 Nmm Vc = 1/6 . d .d 323988.27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. 700 .5 .18 N ≤ 1184603. d .s fy.5 32998.27 N Vs ≤ 2/3 . = 1184603.375 mm.82 0. d . fc 22.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.4 − 346150. 625.150 350.

7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .50 .5.4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.25 / 2 = 525.111 = 22.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.12 .5 mm e = Mu P .9 N = 333098.

11 . 0.89 = 282.88 N P ≤ Prb 1118951.9 = 658.85 . fc = 282. 600 .28 N Prb = 0.85 .28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .112 = 736391000 1118951. 331.5 600 + 350 = = 331. 0. Pnb = 0.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .65 .88 N control keluluhan baja .65 .85 . 22. b .d 600 + fy 600 525.9 N ≤ 2104191.89 mm ab = β . 3237218.Tsb = 3237218. Cb = 0.5 = 3237218.28 = 2104191.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .

5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.113 vy vs = 0.d ) + Csb ( . 126.003 d 282.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.25) 2 = 212.28 ( = 514539659.0139 ≥ 0.000167 = cb − d ' 0.68 350 = = 126.d ) 2 2 2 2 600 282.5 mm. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.86 = 2537.11 − 50 0.003 50 = = 0.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .68 N = Tsb fy 444102.

1/24 .5. Sx2y = 0. 1/24 .600.5.5 125000000 = = 0.6 = 316403.114 Vu = 333098. 333098. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.5 22.525.0025 249266.05 0. 1256000000 =14823176.0.54 1. fc .044 16062300 2 ) . fc .d fc 1 + (2.Ct Tu 2 ) .b.53 Nmm Tu ≤ υ .6 .d ∑ x2 y 600.45 N ≥ 0 .525.5 . ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ . Vu = 1 / 6.0025 Vc = 1 / 6. 22.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .7 − 238761.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. 1/24 .53 Nmm Ct = b.7 = = 238761.5 1 + (2.

1 N = 242316.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.5 / 4 = 131. fc 316403.6 N = 78669000 Nmm .04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .13 mm. b .5.5 = 997066.5 . 525.14 N Vs ≤ 2/3 .115 Perlu tulangan geser 2/3 . d .d 316403. fc = 2/3 . d .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.45. 3.5 = = 258.45 N ≤ 997066.150 350. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 22.s fy. b .525. 600 .

11 .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85 .d 600 + fy 600 525.5 . b . 600 .1 = = 877.85 . 22.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .89 = 282. fc = 282. Cb = 0.5 600 + 350 = = 331.116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. 331.5 mm e = Mu P 703405000 801470. 0.89 mm ab = β .85 . 0.

000167 = cb − d ' 0.11 − 50 0.28 = 2104191.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.1 N ≤ 2104191.28 N Prb = 0.68 N = Tsb fy .Tsb = 3237218.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .65 .88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.117 = 3237218.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb . Pnb = 0. 3237218.003 50 = = 0.88 N P ≤ Prb 801470.d ) 2 2 2 2 600 282.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.0139 ≥ 0.003 d 282.d ) + Csb ( .65 .28 ( = 514539659.

53 Nmm Tu ≤ υ .6 Nmm = ( 600 –100 )2 . 1079.5 125000000 = = 0. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.5 mm.23 = 2158.68 350 = 1079.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. 1/24 . 1/24 . Sx2y = 0 . 1256000000 =14823176.d ∑ x2 y 600. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .6 .118 = 377730.5 .53 Nmm Ct = b. fc .23mm2 Ast = 2 .0025 . fc .525. 1/24 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316. As’ = 2 .25) 2 = 212. 22.

2 − 110294. fc = 2/3 .5 / 4 = 131. 242316.54 2.d fc 1 + (2.93 0. Vu = 1 / 6.b. 525.13 mm.07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .0.5.6 = = 110294.6 = 293566. b .5 = 997066.07 N ≤ 997066. 600 .5 1 + (2.26 78699000 2 ) . d . dipakai 150 mm Penulangan geser . d .119 Vc = 1 / 6.0025 249265. b .5.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. 22.5 22.14 N Vs ≤ 2/3 .5 .525. fc 293566.Ct Tu 2 ) .93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.600.

525. serta .5 = 239.s fy. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.42 mm2 Dipakai D12-150 3.6.07. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.d = 293566.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.120 Av = Vs.150 350.6 Perhitungan Pondasi 3.

6.6. Untuk itu.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.45 m 3.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang. Selanjutnya. 3.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium.

5 1.99 3728.5 0.25 x 4.94 1.624 KN = 541.6704 kN = 1397.41 2864.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.25 x 3.670 524.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.28 3563.25 m x 4.158 m2 : 1.829 1400.731 1.95 0.169 2202.61 7341.45 0.670 = Mu / P =1397.25 x 24 = 915.14 x 0.36 0.169 kN .82 6652.413 m : 1.875 KN q = 1457.85 4412.670 = 4648.39 0.96 5114.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.5 1 4 5 6 8 1230.48 0.108 1397.25 x 1.92 6917.41 1393.87 17008.25 m x 1.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.595 3190.51 4648.15 11042.25 m :3 :3 : 0.499 + 190.731 / 3190.81 1354.

A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.123 = 0.n = 1- 0.B qc.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .413 140. Q.B qc.5 α = 1- θ 90 .328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf . 8 = 347.45 1.684 .( 3.158 + 10 5 = 32. A + SF 2 SF1 Tf .0. = 0.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. n = 1.3 90 = 1. 32.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .328. tg .n = Arc tg d/s = Arc .1.29 0.

x Mu.1.7308.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.95 kN Beban yang terjadi 4648.6704 1397.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.169 kN < 6917.744 = 6917.124 q1 = p Mu.7308. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.1.5 1397.5 + + 8 9 9 = 864. Detail Pondasi .

I No. 42 tahun 2002. 2.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. Pengganti kepres R.I No.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3. 80 Tahun 2003.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 18 tahun 2000.1. 14571. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. dan Kepres R. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. PenggantiKepres No.17 tahun 2000. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. 4. dan Kepres R. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.

3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. 7. 5. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. . IK. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. Pasal I. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. Restorasi) Bangunan Gedung Negara.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. No. Peraturan Mendagri No. Ik. Peraturan.02.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Pasal I.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. Renovasi. 8. 02. 6. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 9.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. 2 tahun 1999 dan No.

ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 4. 5. . Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. 3.04 Semarang. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan.131 2. 3.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. 6. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Pasal I. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah .18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Jalan Pahlawan No. 2. ARSI GRANADA. CV. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).04 PERENCANA / ARSITEK 1.

2. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 3. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. 6. 7. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 4.132 Pasal I. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 5. .18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II.

4.133 Pasal I. 3. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 2. Pasal I. 3. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. 3. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Hari Tanggal : : . Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. 2. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. 2. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1.

Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.2005.-.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh.000.. 4. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :………………………. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. Jam :…………….6.WIB. pada :……………………. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. Jam :…………………. Pasal I. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.. 4. 08 PELELANGAN 1.WIB.2005. . 2.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan..134 3. 3. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.

Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. 5. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran).135 2. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. 3. 2. ukuran sesuai contoh. Pasal I. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. 4. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Pasal I.

surat Pernyataan.. 4.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. 6000.136 2. daftar RAB. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. 5. RAB b. Harga Upah dan Bahan . Penawaran berisi : 1. Surat penawaran. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a.. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. 6000. b. 2. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. Surat Penawaran Lampiran : a. Harga satuan c. 6. Analisa d. 3. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja.

Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. 3. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. Tatakala / Time Schedule b. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. Pakta Integritas 7. 200. Dokumen Adminnistrasi a.137 e. Dokumen Teknis a. .000.(dua ratus juta rupiah). Pasal I.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Daftar Personil c. 1.000. Data pengalaman perusahaan e. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Data peralatan d.. Metode pelaksanaan 4. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp.

13 CALON PEMENANG 1. 9. 3. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : .tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. 6. 7. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 8.138 2. 10.6000. Surat penawaran. 4. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. 5.. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf.

Pasal I. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. c. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 2. administrasi dan harga. Aspek teknis. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. . 3. b. 4. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali.139 a. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar.

Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang.140 Pasal I. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. 2. 4. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). . Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. 5. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 3. Pengguna Anggaran b. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. 2. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang.

17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. . atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang.141 3. 2. 3. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. 4. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. 6. Pasal I. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan.

19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. Pasal I. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. . Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya.142 Pasal I. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 2. 2. 4. 3. Bilamana akan dimulai di lapangan.

maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. 4. 3. 5. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. Lapangan/lahan yang tersedia.143 3. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). . 2. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Kesemuanya atas biaya perencana. 4. Pasal I. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1.

4. . Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. 5.144 6. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi.. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. gudang dan lain-lain. 3. Di dalam pelaksanaan. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. 2. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. Pasal I. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas.

. 2. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 5. 4. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya.145 Pasal I. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. Pasal I. 2. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. 3. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. Bilamana terjadi kecelakaan. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 3. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik.

perang dan lain-lain. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. Pasal I. 5. pemberontakan. 2. gempa bumi. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. 3.146 4. hujan lebat. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. angin topan. kejadian . Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 6.

ternasuk tenaga dari team Teknis. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. bukan menjadi tanggungan Pemborong.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. 4. Pasal I. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. Jamsostek. . Pasal I. Pasal I. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. Apabila terjadi force majeure. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. 01.

RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Bila terdapat perbedaan : a. 6. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. b. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. 4. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. 5. e. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS.148 2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Antara gambar dan ketentuan RKS. 3. d. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. c.

149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. 10. . Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. 7. mengopy dengan cara apapun. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. 8. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. 9. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan.

tetapi nomor 4a. 6. 3. 9. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. maka perubahannya tidak nomor 5. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir.150 Pasal I. 28 LAIN-LAIN 1. 4b dan seterusnya. BQ tidak mengikat. . Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. 5. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. 8. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 4. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. 7.

2.000.. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. 3. Sebesar Rp. 01 JAMINAN LELANG 1. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. Pasal II. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang.151 4. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah.(dua ratus juta rupiuah). 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. 24 Februari 1988. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. 2. yang mendapatkan pekerjaan. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.000. .200.

Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Pasal II.152 3. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. 2. 3. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Pasal II.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. . Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang.

2. 6000. 2. Pasal II. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album.153 2. Pasal II. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. Suart undangan b. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas.. 05 PEMBAYARAN 1.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. Bestek dan RKS .atas biaya pemborong. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. 3.

Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j.6000. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Berita Acara Evaluasi f.6.- . Time Schedule m.000. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Berita Acara Aanwijzing d. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Surat kesanggupan bermeterai Rp. n. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. q. Daftar RAB i. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k.154 c. SPK (Gunning) g. Surat Penawaran h. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.

Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. u. 2. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. w. v.155 r. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. Foto copy jaminan pelaksanaan. pekerjaan harus sudah dimulai. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. . x.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. y. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. z.

08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Pasal II. 4. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Apabila akan memulai pekerjaan. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik.156 3. 2. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. hari besar dan hari raya. c. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. b. 3. .

Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama.157 4.- Pasal II. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. 6000. 2. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. . 5.

Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. gangguan keamanan. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. b. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. 2. Data yang lengkap. c. pemogokan. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. d. Adanya force majeure (bencana alam.158 Pasal II. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. 3. . b.

. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. 2. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. Pasal II. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. 3. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. f. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya.159 e. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari.

13 DOKUMENTASI 1. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. pada penyerahan . 3. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. maka akan diselesaikan secara musyawarah. 2.160 Pasal II. 2. Sebelum pekerjaan dimulai. 4. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. Pasal II. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. (pembidikan dari titik tetap).

Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. As built drawing 10. 3.161 pertama. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. 4.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Pasal II. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. 2. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. sebanyak 8 exemplar 9. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar.

3. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . CONTOH SURAT PENAWARAN 1. 2.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan.162 Pasal II. 2. Pasal II. CONTOH SURAT PENAWARAN : . Pada pengabutan pekerjaan tersebut. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR.

Jl. …………………. di Berkedudukan : ………………. : ……………….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. pada tanggal ……. 3. : ………………. Dengan ini menyatakan : 1. 2.tahun…. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. . Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. dengan mengambil tempat di……. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing...tanggal…… bulan…. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara.

Hormat Kami.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. 7. CV/ PT. Lokasi c.164 4. Pekerjaan b. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Denagn harga borongan d. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. .01. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. 6000. 2004 Materai Rp. 5. Sanggup dan bersedia melaksanakan.

pengerahan tenaga kerja. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi Telepon d. Sound system Gedung f. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. pengolahan pengangkutan semua bahan. Instalasi non Standart a. 2. Instalasi Komputer e. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Tarikan Feder Genset c. Sarana dan Fasilitas . Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran.165 PENJELASAN UMUM 1. Instalasi dan Panel b. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3.

Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. serta stop kontak daya pada semua ruang. 2. Landscaping h. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Penyambungan air bersih. Pavingisasi f. Pasal III. Perapian Delatsi c. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e.02 TEMPAT KEGIATAN . Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Penataan sekat ruangan b. Pembuatan rumah pompa 3.166 a. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. 3. Saluran g.5 d. Pekerjaan prasarana 1. 4. 5. Pembenahan Space Frame Lt.

00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. 4.04 Semarang. 3.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. 5. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass). Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. Sebagai ukuran dasar + 0.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. 2. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. 4. .167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. Los Kerja dan Gudang. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama.

(untuk penimbunan dengan tanah urug). e. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. . Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan.168 6. Penggalian dan penimbunan. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. sesuai dengan gambar rencana. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a.02 PEKERJAAN TANAH 1. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. Pasal IV. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. d. b. Pengeringan dan pengontrolan drainase. sloof. Pemadatan. c. f.

haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. 5. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 3. dan dibersihkan dari lapangan. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. 2. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. 2.169 g. b. 4. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Penggalian dan Pembersihan 1. . Menyediakan material-material yang baik. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing.

Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. Seluruh pohon-pohon. 7. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. semak-semak. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong.170 6. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. c. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. 3. keluar lapangan. rumput-rumput. 2. . seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

178 d. c. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. b. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. . baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. Kwalitas Beton a.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. dilakukan lapis demi lapis. 3. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. 4. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). e. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22.

Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. seperti ASTM. ACI. Bebas dari kotoran-kotoran. dan peraturan lainnya yang relavan. Besi Beton (steel reinforcement) 1.179 d. b. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. minyak. karat dan tidak cacat (retak-retak. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. dsb). 3. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. 5. lapisan lemak. 2. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03. . luka. Disesuaikan dengan gambar-gambar. mengelupas. Mempunyai penampang yang sama rata.

Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. 7. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi.180 4. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. 6. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. 8. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. 5. c.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . Beton 1. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah.

alatnya. Penggunaan alat. . sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. baik nama perusahaan. 2. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. alamat maupun kemampuan alat. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.15-1991-03.

Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. melalui acuan dan lain-lain harus . Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. 3. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari.182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. pengeringan oleh angin. Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan.

Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. 8. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan.stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. 6. . dengan petunjuk.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. 7. Selesai pekerjaan sloof.

Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. b. 3. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. Bahan – Bahan yang digunakan a. memenuhi S. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Lingkup Pekerjaan a. Semen 1. 2.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. . PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Pasal IV. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur.05.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof.

2. Batas. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. 3.185 2. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. Khusus untuk pekerjaan beton. Pasir beton (aggregate halus). Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan.5 cm . cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. b. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. 5. 4. Dimensi maksimal 2. dipasaran tidak . terdiri atas: 1. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan.

c. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. maka disamping adanya certificate . untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. d.2 untuk beton biasa. Penyimpanan semen : . Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. 4. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.

4. 3. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah.187 1. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. d. 5. terlindung pengaruh cuaca. 2. Bekisting yang Digunakan . Penyimpanan besi beton 1. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. minyak atau zat asing lainya. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. c. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh.

Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. g. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. Pada bagian terendah . juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage).188 a. . d.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. c. h. e. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. f. b. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan.

Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. 7.5 MPa. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. 6. b. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Bila akibat pembongkaran cetakan. .5 MPa. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. c.189 i. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. Kualitas Beton a. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. kwalitas beton dengan fc = 22. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan.

5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. minimum 7. 5. .tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. f.190 d.maximal 12. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). g. 4.5 cm . 2. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan.5 cm. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . 3. e. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Setiap lapis ditusuk. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Setelah atasnya diratakan. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. dan diukur penurunannya (slumpnya). Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya.

maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. i. 9. k. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Penggantian Besi . jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. 8. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. Jika dianggap perlu. l. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan.komponen beton.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. j.191 h. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan.

Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. 3. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana.192 a. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. . 2. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. c. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. b.

4 mm + 0. . Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. d.193 2. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. Perawatan Beton a. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Toleransi Besi Diameter.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. 3.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.5 mm - 10.

Pasal IV. 06. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Tanggung Jawab Pemborong a. . serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. b. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. talang seng. c. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan.gambar kontruksi yang diberikan. talang beton. plat beto kanopi. plat beton atap. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar.194 c.

c. Syarat Pelaksanan a. 3. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. plat beton atap. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut.kotoran.195 2. Water proofing system coating 3x b. e. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lantai janitor. b. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. f. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. d. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing.

Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. . kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. 5. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. b. 6. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. 4. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut.

90 t/cm2. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. c.197 Pasal IV .07.25 t/cm2 tidak berkarat. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang.Bahan a. 3. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. Allowable tensil stress 2. . bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Bahan.

perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. c. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. tidak dicat. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . 6. harus dibuat satu. Pekarjaan Las a.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. b. 5. 4.

7. Setelah didirikan. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. 8. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing).

Bahan kerangka kayu : gording. Menyediakan bahan. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. LISTPLANG DAN TALANG 1. 2. Pasal IV. Bahan-bahan 1. pekerjaan listplang beton. 2. listplang. pekerjan listrik dan penangkal petir. pekerjaan talang. atap. pekerjaan kerangka baja untuk gording. . 08. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. papan nok menggunakan kayu jati masing. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. sedang reng ¾. bubungan nok. Penutup Atap a.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. b. b. Lingkup Pekerjaan 1. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. PEKERJAAN PENUTUP ATAP.

catan. 2. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Bahan penutup Listplang 1.201 2. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. . Pemasangan Listplang 1. b. Penutup Listplang Dengan Kayu a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. 2. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. c. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya.

Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. Lingkup pekerjaan 1. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. 3.202 3. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. 3. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. 4. Bahan–bahan 1. saringansaringan saluran cucuran kebawah. b. Pekerjaan Talang a. 2. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. . Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap.

Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Jenis Adukan Yang Digunakan a. harus betulbetul kedap air. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. 09. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. Pasal IV. Pasangan batu kali untuk pondasi.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. PEKERJAAN PASANGAN 1. c. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. a. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. 2.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. b. . Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik.

Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. Kwalitas Bahan yang Digunakan a.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. 3. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. kuat tidak mudah pecah. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. dan bata merah. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. b. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. 4. c. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. b. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. . permukaan halus tidak berlubang–lubang. serta digunakan dalam pemasangan keramik.

205 b. 2. sudut–sudutnya tidak tumpul. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. 4. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Plesteran dan Acian. Ukuran seragam dengan standard nominal. Bahan campuran (air. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. 3. 6. Mempunyai sifat kondisi rendah. Batu bata harus baru. Bahan Untuk Adukan. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. c. 5. .

Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. 2. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. 6. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Syarat Pemasangan a. Pemasang batu kali untuk pondasi 1.206 5. kerikil. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. bata merah. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. split ).

207 menggunakan potongan. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. f. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. c. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. . Kolom Beton/Tulangan Praktis. b. rata. tidak melengkung/ bergelombang. d. e. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. datar. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan.

tekstur. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. d. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Pekerjaan lantai keramik 2. warna. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. khususnya untuk seleksi kwalitas. b.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan alat perabot . Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. Pasal IV. c.

retak atau pecah.40/40 dengan ketebalan 7 mm. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. . toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. Pekerjaan Lantai Keramik a. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. ruang dapur. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. tidak bagian yang gompal.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. d. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. b. c.

telah dahulu dipasang pasir uruk. g. f. . Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. h. tidak membentuk garis lurus. tanah telah dipadatkan.210 e. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. Apabila hasil pemasang tidak rapi. minimal setebal 10 cm. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. k. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. j. i. hingga betul–betul bersih. retak dan hasil gelombang.

sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. 2. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. Persyaratan Pelaksanaan 1. Lantai Rabat Beton a. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Bahan yang digunakan . c. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. b. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. 3. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving.211 l.

Alam Daya Sakti/setara. 2.212 1. . Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. IV. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. khususnya untuk menentukan warna. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. PEKERJAAN DINDING 1.II. d. b. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Pasir pasangan muntilan. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. Pasal . c.

peraturan keramik Indonesia NI. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. PVBB1970 dan PUBI 1982. 4. b. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan.19. maupun cacat . setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. tektur dan bahan tidak boleh rusak. Persyaratan Bahan 1. 3. Pekerjaan Dinding Keramik a. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. harus baru.213 2. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Syarat–syarat pelaksanaan . warna. 2.

jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. 2. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. Sebelum keramik dipasang. gumpal atau cacat lainya. 4.214 1. keramik langsung dapat diletakkan. adukan baik menggunakan supersemen. sesuai petunjuk pabrik pembuat. 3. 7. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. 6. 5.5 cm atau bahan perekat khusus. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. warna. . air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. garis–garis siar harus benar–benar lurus. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar.

b. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. 10. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan langit-langit meliputi: . yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. Pasal. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. 9. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit.215 8. IV.

d. gridnya harus lurus dan datar. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. e. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. Sebelum pelaksanaan. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. rangka plapon digunakan BMS/setara. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting.216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. b. f. c. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. 2. . Pekerjaan Langit – langit Akustik a.

217 g. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. sesuai gambar. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. b. Plafond khusus dipasang dengn type. Pasl. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. IV. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. b. Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . 3. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Lingkup Pekerjaan a. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. harus sesuai dengan gambar.

Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. 2. 4. 3. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. Pada saat pemasangan. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. .

2. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. . • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama.219 d. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. bentuk ukuran. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian.

ukuran sesuai dengan rencana gambar. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. terbuat dari : . dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm.

15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. .tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman. Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.sop) dengan bentuk sesuai gambar.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.

bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. d.14. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Pemborong utama bertanggung jawab. IV. b. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. . tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a.222 Pasal. c.

dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. berdasarkan alkyd resins. b. kolom. c.223 e. . Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. d. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. 2. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut.

224 2. Persiapan umum : a. 3. . tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. 4. 5. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. 4. pemborong harus secepatnya. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. 3. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Sebelum bagian-bagian yang retak. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. lembab atau berdebu.

b. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Pengecatan Kayu : a. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pelaksanaan. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 6. baik bagian luar maupun dalam. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti.225 b. a. 7. Persiapan : . Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Bersihkan permukaan dari debu. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.

ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . c. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Keahlian a. Bersihkan permukaan dari debu. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. 8. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. b. kotoran dan sebagainya. b. Pelaksanaan. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir .

Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). serta mendapat persetujuan pengawas. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. e. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. . Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. 9. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a.227 d. b. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus.

2. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. 1.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. PINTU. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca.228 Pasal IV. Lingkup Pekerjaan a. Meliputi pekerjaan. 2. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. b. Bahan –bahan .15 PEKERJAAN KOSEN. 1. bahan – bahan yang diperlukan. peralatan termasuk alat. JENDELA DLL. Pintu kayu dan pintu kaca.

3.00 mm . Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. b. 1. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu.

• Neoprene : Jenis extrusion.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. 3. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. tahan terhaap matahari. tidak menyerap air. kepadatan 65-96 kg/m3. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. Contoh .

maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. 4. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. b. tempers. Untuk mendapat ukuran yang tepat. Pekerjaan Persiapan 6. kekuatan. 5.231 Kecuali ditentukan lain. b. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. finish. . besaran–besaran ketebalan. Gambar pelaksanaan a. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. alloy. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. Pekerjaan pelaksanaan a.

sambungan sudut atau silang. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. e. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Semua detail pertemuan harus halus. g. Perlindungan bahan . maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. f. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. h. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. Hubungan dengan Material lain. i. d. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. Untuk mendapat hasil yang baik.232 c. sehingga tidak ada kebocoran suara. 8. 7.

233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. Pengetesan a. tes terhadap kebocoran udara. . beban angina. c. tes korosi. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. jika hasil pengetesan gagal. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. 9. b. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. • Material tes(tes terhadap bahan. anodized. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan.

membuat lidah –lidah . Bahan – bahan 1. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. Garansi (Jaminan) a.234 10. skrup – skrup. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. terhitung sejak selesainya masa perawatan. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. Bahan kayu jati kwalitas politur . Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Menyedian alat –alat logam. b. 2. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. menyetel. memahat.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. 3. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. b. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. Lingkup pekerjaan 1.

00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). 3. Pengikat berupa paku mur.VI. 3. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. Diats kosen pintu dan jendel. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. finish melamine. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. 4. bahan–bahan. c.235 2. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). . Pelaksanaan 1. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. untuk yang lebih besar dari 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 2. baut. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. untuk yang lebih kecil dari 1.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. Lingkup pekerjaan 1.

. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk.236 2. Persyaratan Bahan 1. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. b. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya.

2. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. kekutan ayun dan lain . . untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. 3. d. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas.lain. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. Contoh – contoh 1. nama barang.237 2. 4. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . 5.

tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. 4. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu.238 3. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. Persyaratan pelaksanaan 1. 3. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. warna stansdr. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. 2. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. Pemasangan lockcase. flap enfsel memikul maximal 20 kg. e. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . f. Untuk pintu toilet.

skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. baut. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . Persyaratan bahan 1. • Penutup dauble teakwood. 2. • Pengikat berupa mur. 5. apabila hal tersebut tidak tercapai. b. dengan ketebalan sesuai gambar.239 pengawas. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya.

Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. tempers. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. . Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. 4.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. kekuatan. besaran. hitungan bila diperlukan. alloy. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan.H. Contoh Kecuali ditentukan lain. trush detaidetail. 5. ketebalan. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L .

c. Pekerjaan kaca a. • Setelah terpasang. 6.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. b. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. . kaca harus plat. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya.

Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . 2. d. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. Membesihkan dan memperbaiki: 1. yang retak–retak . 7. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. kaca harus dibersihkan.

IV. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . 16. penanman dan penataan taman hias dan peneduh.243 8. sedang bentuk. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . Railling tangga a. perbaikan tanah. penanaman rumput. rapi. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. Yang harus dikerjakan a. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. . Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. b. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1.

Pembutan relief dinding 2. Pelaksananya peliputi 1.244 b. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. b. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Pekerjaan Tanah a. Rumput gajah dan rumput jepang 2. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. c. . Pekerjaan Pendahuluan a. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. 3. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong).

Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. Pekerjaan penanaman a. Galian untuk penanaman pohon.245 b. e. bersih dan tidak mengandung rayap. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. f. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. d. . penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . g. 4. h. c. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. Pohon 1.

5. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b.246 2. Perumputan 1. baru ditimbun tanah baru. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. b. 2. 6. Penyiraman air . Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. Setelah tertanam. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. Pekerjan pemupukan a. perlindungan terhadap panas dan air. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus.

Macam Pohon (sesai gambar) 8. b. Zammia Goldkas d. Lidah Mertua e. Penyiangan dan pemotongan a. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. b.247 a. Pohon kayu putih c.5 bulan. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. 7. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). Pembersihan dan perlindungan : . apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Penyiraman rumput. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih).

248 a. b. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. lokasi selalu bersih setiap hari. c.Terhadap bahaya tersebut (mulat). 4. bila perlu pengecatan kembali.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. rontokan–rontokan daun kering. Selama berlangsungnya penanaman. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya.

Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .01. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b.249 Pasal V. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. KETENTUAN UMUM 1. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir.

250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. AVE. . VDE. yaitu : NFC. 59/PD/1980. VDE/DIN. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. JIS. WEMA. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. BS. Peraturan dan syarat-syarat umum. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

7 mm dan dicat dengan cat baker. arto light. atau sederajat 5. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. aman dan mudah diperbaiki . LOMM atau sederajat. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. warna putih merk LOMM atau sederajat. imlex atau esderajat d. clipsal.258 c. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Persyaratan Pemasangan a. legrand. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. Ballas elektronik merk Philips. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker.

Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. .5 x diameter kabel. • Pemasangan kabel harus rapi. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. • Sebelum penarikan kabel dimulai. lurus dan kuat.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Kabel dalam bamgunan. terpasang pada bagian bangunan. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya.

khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. • Saklar harus model tanam. Lampu-lampu . bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. dipasang 130 cm diatas lantai. c. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Kapasitas kontak 10 CMP. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara.

7. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. balancing. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Commissioning dan testing.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . commission dan perbaikan. 6. Setelah jaringan dibebani.

262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Pasal V. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). b. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). Rod Electrode. 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Pemasangan : a.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Rod Electrode dipasang pada satu tempat. 2. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Pasal V. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. c. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm.5 m. jarak ke pondasi bangunan 1. bahan-bahan utama. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.263 cm. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah.

Sistem Air Kotor dan Air Bekas. urinoir.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. Skat Urinor dll Kaca cermin b. zink. Selokan air hujan. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. Urinor. . (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. yaitu terdiri dari : a. c. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor.

Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.5 HP . V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5. Persyaratan bahan dan peralatan a.265 2.

5 KW 15 meter 12 m3/h 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.450 rpm D 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .

Sistim air kotor dan air bekas. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . untuk tangki atas. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. flange and ex KITAZAWA. screw end. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. screw type. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level.267 4 buah lower level. Valve.

268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. dengan sambungan lem. c. Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. . Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar.

Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. d. memenuhi persyaratan sbb: . Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. sehingga pipa tiada melentur. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama.

2 ppm. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. e.270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. f. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. Dosis chlorine ialah 50 ppm. Pembersihan . Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.

Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. . g. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas.

INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Co2 atau sejenisnya. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. 05. 3. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel . Persyaratan a. 2. b.272 Pasal V. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF.

0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. b. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. . Apabila timbul persoalan. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. Syarat-syarat umum a.273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum.

ijin-ijin dan standar-standar a. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. 2. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. d. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. c.274 c. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. . Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. pipa-pipa dll. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. dari jawatan keselamatan kerja. Peraturan-peraturan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. b. Pada waktu pelaksanaan. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. saluran-saluran (ducts). e.

erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin.275 f. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. 3. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. pemeriksaan engujian dan lain-lain. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. c. pipa. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. . Petunjuk Khusus a. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. b.

diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. Starting. e. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. servising dan maintenance. lantai 2 b. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. testing. e. c. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Lingkup Pekerjaan a. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. . d.276 d. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini.

6. Bahan. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Pemborong harus berkoordinasi.277 5. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. zekring. Pekerjaan. Pekerjaan Listrik a. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. 7. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. b. . starter. Pekerjaan Pipa. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. switch. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . transformator.

Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. ii. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. c. d. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. switch. Syarat-syarat iii. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. persyaratan PLN. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. . b. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Peralatan v. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. iv. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya.

vii. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. e. ix. switch. .alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. 3. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. 2. f. viii. 4. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. Pemyambungan kabel x. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. Semua panel. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal.279 vi. indikator. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%.

merk yang digunkan nasianal. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Kipas Angin / Exhaust Fan a.5 m. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya.280 g. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. c. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. KDK atau setara. 9. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. b. . rating CFM dengan toleransi 10%. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m.

Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. Mutu alat-alat dan bahan a. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. c. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. f. e. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Penjelasan sistem • Listrik . Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. d. e.281 d. g.

Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. d.2 deg C ( 90 deg F ). difuser. motor dan system pengaturan listrik yang ada. griller. 2. b. c.282 1. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. Syarat a. • Tenperatur 1. . Pengukuran dan pengujian temperatur. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. f. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. 2. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan.

283 Pasal V. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. a. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Pipa 1. 07 . Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pengujian A. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a.

krap dan sejenisnya. . System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. volume control di by pass dan full power loud speker. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. c. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging.80 db) . Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. d. b.

tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. B. terdiri dari • 1 buah system amplifer . Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. 1 buah hand held micropune. 1 ( satu ) set amplification system. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. f.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. c. b. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. e. 1 buah table stand microphone. 1 (satu ) set input source. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. . terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players.

Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Karakteristik frekuensi 7. Cacat harmonis : 0. C. Dalam konstruksi slide-in panel. S/N : 55 dB atau lebih 8. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. Dalam konstruksi slide-in panel 2. Pre-amplifier untuk background music. 50 Hz 6. monitor. rack dan accessories. 1 buah set swiching. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Daya out-put (musik) = 200 watt 4.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Catu Tenaga : 220 volt.

Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. b. c. . untuk memasang peralatan dan perkabelan. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. melakukan pengukuran.287 D.08. testing dan penyetelan. URAIAN TELEPON 1. Pasal V. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL.

Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Instalasi 1. 2. harus ditarik didalam pipa. 4. T Doos harus ditutup.288 2. 6. 5. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. 3. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. . Penyambungan pipa harus dilem. Semua kabel. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. a. b.

11. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. c. Untuk instalasi Inbouw. Kotak Pembagi 8. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. kabel 14. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. d.289 7. 16. 12. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. . Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. 13.5 mm). 10. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 9.

f. . 24. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. 3. Pengukuran 21. 20. e. 18. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet.6 mm atau lebih. 23. Pipa dan konduit: 19. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). sampai diperoleh surat lulus pengujian.290 17. 22. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Sebelum pemasangan dimulai. g. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Pengujian oleh PERUMTEL.

maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Begitu peasawat diangkat. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Music On Hold b. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. . Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. c.291 4. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. 6. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Apabila nomor group yang dipuitar. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. e. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT. Telkom . rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. STLO . Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. pesawat telepon cabang .292 d. 5.

Telkom Indonesia. pengetesan sistem. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. trainning operator. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. 5. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Printer dan serial card 2. 4.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. 3. 6. Telkom Indonesia. . Pengadaan dan pemasangan terminal box . Pengadaan semua dokumen teknis.

Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. k. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. d. 09. Undang-undang No. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. DAN SYARAT-SYARAT YANG . i. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. b. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. h.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. f.V. j.294 Pasal V. c. e. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. g. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. Peraturan Umum yang digunakan : a. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. 14571. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. A.

2. 4. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. . Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. 5. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. 10. Pasal V. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. 3.295 l. m. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan.

296 Semarang. Juli 2006 .

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.25 m .25 m = 0.28 m2 = 0.09 m .27 m3 296 .28 m2 = 0.97 m3 B.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.44 m3 = 425. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.1.28 m2 = 30. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. 123. Urugan Kembali Volume = 209.82 m2 b.28 m = 10. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. Pekerjaan Tanah 1. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.09 m = 0. 123. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.

0.7 = 192 m .7 m = 33.25 m .8 m = 133. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0.45 m Jumlah pancang Volume f.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . 0.60 m3 d.73 m = 0.8 m x 0. Mobilisasi pancang Volume g.25 . 0. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. Tiang pancang Diameter pancang = 0.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . Beton poer Volume h. 100 buah = 3000 m e.297 c.

0.7 m = 0. 0. 0. 0.12 m = 436 m2 .8 m .32 m3 k. 0. 16 buah .48 m3 i. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.7 m = 37. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.25 m x 0.04 m3 j. 0 .2 m . Tangga beton Volume = 13.8 m = 56. 0.25 m .7 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.26 m3 = 4. 0.12 m = 52. Beton lisplank Volume m.4 m =14.4 m = 179 m .64 m3 .32 m3 l.2 m .73 m .7 m = 211.

36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.6 m .45 m2 = 0.80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.2 m = 24 . 0. 0.67 m = 0.12 m .12 m = 15 m2 = 0.45 m2 = 4.7 m = 13.299 n.2 m . 15 m2 = 1. 0.6 m = 15.2 m x 0.7 m = 1.92 m3 = 42. Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.6 m = 42.6 m x 0. 24.89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42. 0.12 m .72 m = 0.72 m .67 m .34 m3 .

125 m = 3.36 m2 = 0.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0. 0.25 m = 3.27 m3 = 0.75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.25 m = 0.125 m = 0.9 m = 3.36 m2 .84 m3 q.25 m = 0.9 m = 35. Pondasi batu belah Volume =12. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.5 m2 . 0. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.36 m2 = 0.36 m2 . 0.5 m2 = 0.45 m = 12 m = 96 m p.42 m3 .

0.12 m = 2 buah = 0.5 m .5 x 0.25 m .8 m .8 m .66 m3 = 49. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.8 = 16 buah = 4.73 m = 0.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. 0. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211. 16 buah = 48.7 = 211.7 m = 0.5 = 2.50 m3 b. 0. 0.34 m3 +1.04 m3 .12 m . 2 buah = 1. 0.73 m .8 x 0.66 m3 Volume total = 48.301 2.25 x 0.7 m = 37.5 m . 2.7 m .

0. Tangga beton Volume 3.26 m3 = 1.4 = 171 m . Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 420 m2 . Beton lisplank lantai 3 Volume f.73 m . 0.7 m .2 m . = 13.302 c.4 m = 13.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. 0. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 16 buah = 37.7 m .73 m = 0. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.08 m3 .40 m3 e. 0.7 x 0. 0.12 m = 50.2 x 0.68 m3 d.7 = 16 buah = 4.

25 m . Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.4 = 171 m . 0.25 x 0.7 m .12 m = 420 m2 . 24 m . 0.08 m3 +12 m3 = 49.5 m .04 m3 3.2 m .7 m = 0.7 = 211. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.5 x 0.26 m3 .40 m3 5.68 m3 4.5 = 24 m = 2 buah = 0.12 m = 50.5 m .50 m3 2. 0. 0.7 m = 37.4 m = 13. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 0. Beton tangga Volume = 13.2 x 0.

0.2 m . Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.04 m3 3. 0. Beton tangga Volume =13.6 x 0.4 = 171 m .25 m .4 m = 13.25 x 0.7 m = 0.73 m = 0.12 m = 50.7 m . Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.6 m .6 m .50 m3 2. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.7 m = 37.26 m3 . 0. 0.304 4. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 16 buah = 49.12 m = 420 m2 . 0.7 = 211. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.68 m3 4. 0.73 m .2 x 0.6 = 16 buah = 4. 0.40 m3 5.

6 x 0.6 m .40 m 3. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.6 m .2 x 0.7 m = 15. 0.6 = 16 buah = 8.2 m .46 m3 = 9. Beton talang Volume 6.305 5.21 m3 = 5. Beton lisplank Volume 4. Beton konsol Volume = 5. 0. 0.50 m3 2. 16 buah = 49. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8. Water profing talang Volume = 115.56 m3 7. Beton balok talang Volume 5.6 m = 0. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.76 m3 = 2.6 m .20 m3 .7 = 110 m . 0.

51 kg/ m = 4519.84 m .306 C. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.8 kg 3. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.84 m = 7.2 kg/m = 1499.16 kg 2.77 m = 12. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.51 kg/m = 601. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .2 kg/m = 18297.5/30 cm = 76 m 5. 12. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. 7.77 m .

Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10. Lisplang kayu jati 2.307 7. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.1. Urugan kembali Volume = 55.2 m3 .5/30 cm = 31. Galian tanah struktur pondasi Volume 2.9 m3 = 143.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57. Pekerjaan pondasi batu belah 1.00 m3 3.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.160 m = 2.2 m2 8.

70 m2 = 620 m2 = 70.56 m3 = 19.5 m2 = 37. Sponengan sudut Volume 7. Pasangan bata 1:3 Volume 2.308 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Plesteran 1:5 Volume 5.2 m3 = 4.36 m3 6. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.21 m3 . Plesteran 1:3 Volume 4.23 m3 8. Urug pasir Volume = 10. sloof dan kolom Volume = 4. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Plesteran beton Volume 6. Aanstamping Volume 5. Beton praktis. Pasangan bata 1:5 Volume 3.

4 m 2. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.40 m = 50.40 m Volume = 2 buah 6. Kunci tanam Jumlah Volume 5.86 m = 91. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah . Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.309 c. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.86 m = 50.4 m = 256. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.

Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .6 x 1.310 8.70 = 2 unit = 2 unit 14.72 m2 9. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.72 m2 = 6. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12.

Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 . Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 49 m3 3.1 m .311 d. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0.07 m . 700 m2 = 70 m3 2. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e.

Pekerjaan Pengecetan 1.7 m2 = 488. Cat tembok luar Luas Volume 2. Lantai keramik granito Luas Volume f. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Cat plafond Luas Volume h.312 5. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Instalasi 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 .

Saklar tunggal Jumlah Volume 4.99 m3 . Pasangan bata 1:5 Volume 3.5 m2 = 64.31 m3 = 12.313 3. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2.071. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Plesteran 1:3 Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5.83 m2 = 216. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Plesteran 1:5 Volume = 1.

90 m1 8.92 m2 . Plesteran beton Volume 6. Plint lantai Volume = 170.6 m 3. Beton praktis. sloof dan kolom Volume b. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.3 m = 274. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.314 5.3 m 2.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.5” = 33. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.6 m = 33.00 m1 = 770.00 m1 = 246. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. = 4.92 m2 = 18. Sponengan sudut Volume 7.

56 m2 = 173. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.315 5. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. Pekerjaan Plafond 1.6 x 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 .56 m2 6. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.70 = 2 unit = 2 unit 7. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.

Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Pekerjaan Sanitasi 1.316 2. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.75 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2.75 m2 = 1. Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.

Urinoir Jumlah Volume 7.49 m2 = 527. Kran air Jumlah Volume 4.49 m2 =3m =3m .317 3. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Pekerjaan Pengecetan 1. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Kaca cermin Jumlah Volume 6.

Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.24 m2 = 791.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis I. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis 1.318 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. = 423 m2 = 423 m2 = 791. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II.

319 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Peralatan sambungan Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. PVC jenis AW V.

83 m2 = 62.71 m3 . Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Stop kontak Jumlah Volume 4. Panel penerangan Jumlah Volume 3. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a.320 3. Pasangan bata 1:5 Volume 3.8 m3 = 6. Plesteran 1:3 Volume = 111. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

60 m = 208. Beton praktis. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. Plesteran 1:5 Volume 5. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.60 m 2.6 m = 33.5” = 33. Sponengan sudut Volume 7.6 m 3. = 2. sloof dan kolom Volume b. Plesteran beton Volume 6.5 m2 = 1.18 m2 . Plint lantai Volume = 164.5 m1 = 640 m1 = 224.321 4.18 m2 = 12.67 m2 8.046.

Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Espangnolet Jumlah Volume 9. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah .322 4. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.

Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .40 m2 13. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.6 x 1. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12.40 m2 = 168.323 11. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e.35 m2 = 1. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Closet duduk Jumlah Volume 2. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Pekerjaan Sanitasi 1.324 2.35 m2 5. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.

Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume = 508.46 m2 =1m =1m . Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7. Kran air Jumlah Volume 4. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.46 m2 = 508. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Wastafel Jumlah Volume 5.325 3.

Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X.326 2.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis VIII. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. = 423 m2 = 423 m2 = 762.71 m2 = 762.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Cat plafond Luas Volume g.

PVC jenis AW I. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 4” Panjang Volume II.327 3. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4.

Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.93 m3 = 6. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. panel penerangan Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.71 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2.328 2.

Pekerjaan Pasangan Kosen 1.16 m2 = 111.0 m1 = 579. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214. Plesteran 1:3 Volume 4.0 m1 = 204.50 m 2.86 m2 = 13. Beton praktis. sloof dan kolom Volume = 2.8 m2 8. Plesteran beton Volume 6.43 m3 b. Sponengan sudut Volume 7.09 m2 = 982. Plesteran 1:5 Volume 5.86 m2 .5” = 35 m = 35 m 3. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.50 m = 214.329 3. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. Plint lantai Volume = 160.

Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Espangnolet Jumlah Volume 9.60 m2 = 49. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10.330 4. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7.

331 12.6 x 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.90 m2 = 153. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.90 m2 13.70 = 2 unit = 2 unit 14. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .

Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 .332 3. Closet duduk Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Saringan air Jumlah Volume 3. Kran air Jumlah Volume 4. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.

Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.333 5. Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Urinoir Jumlah Volume 7. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .25 m2 = 711. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Pekerjaan Pengecetan 1. Kaca cermin Jumlah Volume 6.

PVC jenis AW XII.5” Panjang Volume II. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis I.334 g. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Stop kontak Jumlah Volume 4.335 4. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Peralatan sambungan Volume 5. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

Pasangan bata 1:3 Volume 10.4 m2 = 60. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a.0 m1 = 576 m1 = 167. Plint lantai Volume = 75.336 6. Beton praktis. Plesteran beton Volume 14. Sponengan sudut Volume 15. sloof dan kolom Volume = 2. Pasangan bata 1:5 Volume 11.15 m3 . Plesteran 1:5 Volume 13.6 m3 16.6 m2 = 993.0 m2 = 59. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Panel penerangan Jumlah Volume 5.6 m3 = 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plesteran 1:3 Volume 12.

Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.30 m2 6. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.337 b.42 m2 = 47. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.20 m 2.20 m = 191.30 m2 = 6. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6.

Pekerjaan Sanitasi 1. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Ornamen atap Panjang Volume c. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.338 8. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3.

Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Kaca cermin Jumlah Volume f.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Cat tembok luar Luas Volume 2. Saringan air Jumlah Volume 3. Pipa galvanis I.40 m2 = 464.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Wastafel Jumlah Volume 5. Kran air Jumlah Volume 4.339 2.60 m2 = 464. Pekerjaan Pengecetan 1.60 m2 = 696. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Pipa galvanis 1.

Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. PVC jenis AW I. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Peralatan sambungan Volume 5. Perelatan sambungan Volume 3.340 II. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot .

Lampu pijar Jumlah Volume 3. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.341 h. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

1 Kesimpulan 1. 6. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. dengan upaya tersebut. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. Meskipun demikian. 357 .BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. 2. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). dan keuangan yang diperlukan. 3. material. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. peralatan. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.2 Saran 1. 3. 2.358 6. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. 4. .

1987. DPU. Henry. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. DPU. Bandung: Yayasan LPMB. Suryolelono. 1987. Rudy. Yogyakarta: Nafiri. DPU. 2003. 1994. DPU. Gunawan. Teknik Fondasi Bagian II . 1961. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. 1989. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Yogyakarta: Kanisus. DPU. 1984. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. . K. Materi Kuliah Strukur Beton. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. DPU.B. 1991. Pedoman Beton. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. 1988. Tabel Profil Konstruksi Baja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful