P. 1
an Struktur Gedung 5 Lantai

an Struktur Gedung 5 Lantai

|Views: 4,021|Likes:
Published by selikap

More info:

Published by: selikap on Dec 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

.................... 296 5.....................................................1 Kesimpulan……………………………………………………………................1...1 Pekerjaan Struktur dan Atap...........................2 Rencana Anggaran Biaya...... 354 5......……........2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ......................................……................................. 356 BAB VI PENUTUP 6. 342 5......3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya..2 Pekerjaan Finishing Arsitektur....... 296 5..........……..1.......... 307 5................... 357 6..............................................1 Perhitungan Volume Pekerjaan......4 Time Schedule……………..........BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5...........

Penulangan Balok Lantai 2. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Denah Tangga Gambar 6.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Tangga Type K Gambar 5. Denah Balok Lantai Gambar 4. Detail Pondasi . Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. 4. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. dan 5 Gambar 9. 3. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14.

Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Dimensi Kolom Tabel 3. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15.DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Time Schedule .

LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. NIP. 132238497 Drs. Lashari. NIP. M. Satrijo Utomo.T. Tugino.T. NIP. M. M.T. 131 471 402 ..T. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. S.

Input Portal (SAP 2000) 6. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3.DAFTAR LAMPIRAN 1. Gambar Bestek . Output Portal (SAP 2000) 7. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8.

2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai.4 Semarang. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.BAB I PENDAHULUAN 1. 1 . 1. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 2 .1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .

Bundaran Air Mancur E. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Pahlawan No. Pahlawan D Keterangan : A. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D.2 1.4 Semarang. Lapangan Pancasila B. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah . Store Gambar 1.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Ramayana Dept.

1. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. 3. Rencana anggaran biaya . 5. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks.3 1. 6. Perencanaan kolom. Perencanaan plat lantai. Perencanaan tangga. Perencanaan pondasi. 2. Perencanaan balok. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. 7.syarat (RKS).4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. 4. minimal tiga lantai. Perencanaan atap. dan 8. Rencana kerja dan syarat .

19 m o Lantai 5 : + 28.4 Semaramg : Tanah datar : . Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Pahlawan No.73 m o Lantai 3 : + 09. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Tabel – tabel penunjang : Jl. Grafik – grafik penunjang c.4 1.00 m o Lantai 2 : + 04.77 m 2. Lokasi Proyek b.46 m o Lantai 4 : + 14. Literatur panjang b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Topografi c.

1. lokasi proyek. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. . yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. dan sistematika penulisan. latar belakang. pembahasan masalah.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. maksud dan tujuan.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek.

tulangan tangga. terdiri dari syarat umum. metode perencanaan. syarat administrasi. dan azas – azas perencanaan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. tulangan balok. tulangan kolom. tulangan plat. . dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). perencanaan atap. dan syarat teknis. kriteria.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. dan klasifikasi pembebanan rencana. dasar – dasar perencanaan. dasar perhitungan. anggaran biaya. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan.

seperti denah.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 .1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya.BAB II PERENCANAAN 2. 2. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.syarat fungsional maupun strukturnya. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. Pada jenis gedung tertentu. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan.

dan tidak terjadi kesimpang. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .siuran dalam bentuk fisiknya.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. beban angin dan beban gempa. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. 2. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.

9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. 3. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. 5. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. indah dan menarik. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. 4. .

pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis.10 6. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. a.

Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. b. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. antara lain: . Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. 2. 2. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan.12 1. 2. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. Syarat . Ukuran balok Dalam pra desain. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : .

65. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.13 Tabel 1. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.

terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. karena telah ditumpu oleh plat. . 2. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.

per cm tebal : 21 kg/m2 . Massa jenis beton bertulang 2. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. 4. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. 3. 2. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Adukan dari semen. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Tembok batu bata (1/2) batu 4. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5.15 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6.

16 24 kg/m2 7. 2. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang.5 LL 2.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Pedoman Beton 1989. Comb 3 = 1. . SK SNI T-15-1991-03. yaitu: 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. Comb 2 = 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.2 DL + 1.6 Q 3. 2. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. Comb 1 = 1 DL + 0. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. Penutup lantai.

.17 3. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. Data perhitungan SAP. 4. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 5.

1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² . Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal).1.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku. Data teknis Bentang kuda. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim. 3.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.

Momen yang terjadi Mx = 1/8 . (Ju)² = 1/8 . h ⎝3⎠ Wx = 1/6 .5 .25 m = 0. Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0. cos 45° .2762 kg m My = 1/8 . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 .5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ . b .5 . 0.5)² = 0.5)² = 0.18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2. h . qr .2762 kg m c.707 . ⎜ ⎟ h . Perencanaan Reng a. Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .707.5 m : 100 kg/cm² = 12.25 b. Jr = 50 . 0. qr . Jarak reng = gt . 0. 12. 12. sin 45° (Ju)² = 1/8 . (0. (0. b2 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .

87 100 h3 h3 h h b = = 6.1587 = 1. ⎜ h ⎟ .62 h3 100 kg/cm2 = 615.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .1587 = 3 6. maka : = 2 h 3 2 . Ju 200 . 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.62 + 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .87 h3 615. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27.

Ju 4 384.(50) 4 384. (3)3 12 = = 4.qr.0159) 2 + (0.20 = 1 .Ju 4 384. 50 200 = 0. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. sin α . (2)3 . cos 45°. cos α .4.12.Ix 5. (h)3 12 1 . 2 .0159) 2 Ok! = = 0.5.022 cm ≤ 0. b .12.107.E.5.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.E.25 cm Ix = 1 .Iy = 5.sin 45°.qr. b3 .(50) 4 384.5 cm4 Iy = 1 .25 cm (f ijin) e.0159 cm fy = 5. Kontrol Tegangan .5 = = 0. h 12 1 .107.2 = 0.

21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. cos 45 = 17. (1. cos α .2.3. cos 45 = 25 . 0. Momen yang terjadi = 50 . reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.665 m = 0. qu .5 m Beban genting. reng dan usuk = ggt .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 . sin 45 = 17.62 27. Perencanaan Usuk a. cos 45º .(3)3 = = 23.62 + 1 / 6. 25 . Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. Ju qu qx = qu . sin 45 = 25 .677 kg/m qy = qu .016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi. (Jgd)2 = 1/8 .665)2 .(2) 2 1 / 6.677 kg/m b.

(Jgd)2 = 1/8 . qu .665)2 = 6. cos α . sin 45º . 1.125 kgm My1 = 1/8 . sin α . Jgd = 1/4 . sin 45º . 100 . cos 45 = 100 . 1.sin 45 = 70. (1. sin α . cos 45º . Jgd = 1/4 .7111 kg Py = 100 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . P . sin 45 = 100 .433 kg m My2 = 1/4 . cos 45 = 70.711 kg Mx2 = 1/4 . P . 100 .665 .22 = 6. 25 .125 kgm c.665 = 29.

0.02 . Ju = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .1733 kg.558 Kg m e.02 . h2 .433 kg m d. 0.433 = 35. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.5.125 + 29. (Jgd)2 = 1/8 .665)2 = 0.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.4 = (0.5 . α) – 0.23 = 29.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .5 = 0. b . Wx .4 = 0.4 .433 = 35.4 kN/m2 Angin Tekan = (0. (1. w .125 + 29. 0.5 kN/m W tekan = angin tekan . 45) – 0.

8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.28 cm diambil h = 9.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.2 + h3 h3 100 = 100 100.055 = 3 800. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .5 = 800.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 . 10 cm 3 b = .8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555. h . maka: b = 2 h 3 2 . h3 h3 h h = = 80005. h . h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . ⎜ h ⎟ .055 = 9.8 3555.8 3555.2 32002.

5) 4 1 + .711. .(166.(166. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx. (h)3 12 1 .Jg 3 5 + . cos α .. E.25 b = 6. (b)3 12 1 .500 384 48 = 70. cos 45°.5) 3 10 7. .07 cm ≤ 0. 10 .832 cm OK! .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.5 200 = = 0.677.Ix 384 48 5 17.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. 107. cos 45°. 166.072) 2 = 0. Jgd 200 1 . Kontrol Lendutan Fijin = 1 . (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 . 6 .Jg 4 px. b . h . cos α .025) 2 + (0.832 cm Ix = 1 .Ix E.

Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.665 = 83. q .135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 . Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.0123 kg/m q = 132. (3.665 m = 1. 1.93 .50 . jgd = 0.50 = 27 kg/m = ggt .26 g.354)2 .25 kg/m q = 120. (l)2 = 1/8 . 1.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . Berat pada gording (qg) = 3.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. jgd = 5.665 = 9.135 . jp = 18 .123 kg/m Berat Branching 10% = 12. cos 45º . 1. = 94. cos α . 132. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4.50 m = 5. Perencanaan Gording a.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .821 kg/cm = 94.354 m = 1.558 + 1/ 6 1 / 6.558 35.

Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0.4 = 0.354)2 = 32. α) – 0.135 .846 kgm c. P .4 = (0.132. 100 .02 . P . sin α . 100 . Karena Beban Angin (Whisap. sin 45º . 1. l = 1/4 . Jgd = 0.645 kg m d. sin α . cos α .02 . 3.291 kg m My = 1/4 .5 .5 W tekan = angin tekan . 40 . cos 45º .354 = 59. (3.665 = 33. sin 45º . (l)2 = 1/8 . 45) – 0.27 = 131.385 kg. l = 1/4 . q .354 = 29.m My = 1/8 . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 . 3.3 kg/m2 . w .

64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1. w = -0.4 . 33. l2 = 1/8 . 3.6 .64) .4 . Jgd .m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap . LL = (1.4 . 131.2 .5285 kgm My2 = 1. (3.m My1 = 1.6 .26.981 kgm Mx2 = 1.DL = 1.4 W hisap = -0.0. DL + 1. 40 = .825 kg. 131.665.354)2 = 46.2909) = 252.2 .8465 = 45. LL .46 kg.4 . 59. Wtekan . DL + 1. 1.3859 = 183.940 kg.6 . DL = 1. (-26.3. 32.3542 = 37.4 .28 Koefisien angin hisap = .385) + (1. (l)2 = 1/8 .2 .4 .

5 . 59.5 . LL + 0. 37.2 .77 cm3 .9 2400 = Mx My + .291) + (0.2 .8 .2 .2 .2 . 59.0. 29. W = (1.8484 kgm Mx3 = 1.6454) = 86. W = (1.645) + (0.5 .291) + (0.846) + (0.8465) + (1.0) = 54.8 .8 .50 kN/m = 1. 32.275 kgm My4 = 1. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.46) = 130. DL + 0. W = (1.4 wx wx = 0. DL + 0.5 .2 . diambil moment arah x yang terbesar. LL .5 .385) + (0. 37.8 .88 m = 25252.8 . 29.9 σ ijin 0.29 = (1. 32.238 kgm Mx4 = 1.2 . LL + 0.46) = 217.84) wx 59992.385) + (0.6 .340 kgm e.8684.85 + (4. 131.8 . Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis. 131.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27. DL + 0.5 .

79 kgm .536 .50 = 27 kg/m = 83.59 .354)2 = 128. 91. Jgd = 50 . sin450 = 91. (I)2 = 1/8 .3 cm3 = 12. 1.51 kg/m = gp .89 cm1 = 2.2 cm3 = 332 cm4 = 53.59 kg/m Mx = 1/8 .30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3. Jp =18 .536 . cos 450 = 129. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.665 o Berat Branching 10 % = 11. qx .2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.776 kg/m q total = 129.25 kg/m q = 117. (3.536 kg/m qx = q total . 1.37 cm1 Ix Iy berat = 7.51 kg/m f.59 kg/m qy = q total .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . cos 450 = 91. sin 450 = 129.8 cm4 ix iy = 5.

09 + 12.( I ) 3 .( I )3 5 qx.3 = 931.19 kg. 91. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.79 + 59.2909 = 188. qy .409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61.EIx .354 ⎞ = 1/8 . Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.2 44.8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .19 + 29.0809 kgm My = 32.m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.54 18808. + 384 EIx 48.59 .

10 6.433.32 = = 0.538 384.2.0.0301 cm ⎛l⎞ Py.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.00797 cm fy = Py.qy.0000797 m = 0.3.354) 4 384.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.32 + 70.711.32 = 0.000221 + 0.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.2.⎜ ⎟ 5.0000797 = 0.10 6 .0146) 2 = 0.1.10 6.1.EIy 3 ⎛ 3.1.⎜ ⎟ 4 5.3416 cm = 0.10 6 .10 6.354 ⎞ 3.0334 cm < L/250 = 3.2.32 = 5.354) 3 48.0334 cm < 1.711.1.000061 = 0.(3.0.0301) 2 + (0.711(3.(3.2.000301 m = 0.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.0000852 + 0.000146 m = 0.3.354 4 70.354) 3 48.EIy 48.EIy .354/250 = 1.93.538 3 = 0.(l / 2)3 48.2.3.EIx 70.l 3 48.93.1.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

5 δ = 12 mm lk = 1.18 cm2 imin = lk 240 = 182.42 cm . Batang bawah P = 2874.3 240 = 0.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.395 cm2 Abruto = Anet 0.3 cm2 ix = 2.85 = 2. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.177 m σ tarik = 75% .759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.41 3.07 1200 = = 2.

42 cm λ = lk i min 182.82 cm4 i y = Iyprofil A.847 = 1.41 1.593 − 0.862 ) = 345.3 cm4 = 2.42 iy lx I y = 2.2 345.749 cm dipakai min = 2.89 . 2.82 2.26 = 0.86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 . δ + e = 0.3 cm4 = 72.26 = 2. 12 + 2. A ) = 2 ( 72.5 .3 2.3 + 12.42 = = 8.12.679 cm = 1.3 .5 .3 = = 3.42 cm = 72.

24 kN/m2 = 0.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.ω x Aprofil 2874.21 kN/m2 = 0.12.Lx1 .2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.Lx .2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .02 m = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.Ly .1.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.07 2.11 kN/m2 = 0.43 Kontrol tegangan σ = p.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .3 = = 116.

Mty .Mlx .Mly .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mtx .44 .

45 Gambar 3.200.5400. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 . Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Tabel 5.6 < 2.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.1203 12 = 1. yaitu.8003 12 = 1 .

Ly ⎜ 0.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.46 = 1.538 = 132.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.⎨α − 0.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.6 − 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.8 + ⎟.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.8 + ⎟.1.33 = 147.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .37 ⎨1.12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.β .37 = 7104 48.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.69 mm.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.

Berat sendiri plat .6 . q LL = 1.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.8 Cx- = 70.21 kN/m2 = 0.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .15 = 3.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .( 1991).24 kN/m2 = 0. 0.6 kN/m2 = 0.Berat spesi .18 kN/m2 = 4.23 + 1.65 .2 . Kusuma.2 . G.6 . 5 = 13. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40. 4. q DL + 1. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.Berat keramik .

0. qu . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .Asumsi tul.P (selimut beton) . Dy = 10 mm .756 kNm Mtx = Cx.001 .076. 0. Lx2 = 70. 0. dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y.001 . 0. Lx2 = 18.Tinggi Efektif Arah x.076 .6 . (6)2 = 19. (6)2 = 25. 13.25 kNm Mty = Cy.8 .001 .001 .65. Utama = 20 mm Arah x . 13. Lx2 = 40.001 . qu .001 . qu .48 Cy+ Mlx = 18. Lx2 = 54.6 Cy- = 54. 13. 13.076 .206 kNm Mly = Cy+ .001 .(6)2 = 8. Penulangan plat lantai .819 kNm 2. qu . Dx = 10 mm Arah y.076 ..(6)2 = 33. 0. 0.001 . 0.. 0.85 = Cx+ .85 .

(95) = = 2.dx 19.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.0120 < ρ mak = 0.b.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .0058 < ρ perlu = 0.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .0120 Dari tabel A.8 MPa.1000.106 2 0. nilai ρmin = 0.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.0058 ρmaks = 0. maka diambil ρ perlu = 0..5 MPa dan fy = 240 MPa.206.8.0363 Maka. maka di dapat : ρmin = 0.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.

1000 .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71.5.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . n = 78.0120 .5 = = 14. π .14. d2 4 1 .428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . 102 4 = = 78. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . 15 = 1177. 3. dx = 0.5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu . b .

0224 Dari tabel A.b. 1000 . 102 4 0.0224 < ρ mak = = = 78.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4. nilai ρmin = 0.1000.0058 < ρ perlu = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .5 mm2 As tx = ρperlu .8.(95) = = 4.106 2 0. maka di dapat : ρmin = 0. b . maka diambil ρ perlu = 0.257. 3. d2 4 1 .0363 Maka.5 MPa dan fy = 240 MPa.dx 33. dx = 0.0224 .0058 ρmaks = 0. π .51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. 95 = 2128 mm2 .14.302 MPa.

28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.8. maka diambil ρ perlu = 0.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.b.dy 8.0066 Dari tabel A.756.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ . maka di dapat : .106 2 0.414 MPa.5 MPa dan fy = 240 MPa.(85) = = 1. n = 78.1000.5..52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.

nilai ρmin = 0. 102 4 = = 78.5 mm2 As Iy = ρperlu . 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78. d2 4 1 .14.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. 3.0058 < ρ perlu = 0. dy = 0. n = 78. 1000 .0363 Maka.5.0066 . 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . b .5 = = 7.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.0058 ρmaks = 0.0066 < ρ mak = 0. π .53 ρmin = 0.

b. maka diambil ρ perlu = 0.0363 Maka.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.5 MPa dan fy = 240 MPa. 1000 .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .8.0058 < ρ perlu = 0.17 MPa. π .46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. dy = 0. d2 4 1 .106 = 2 0.dy 25.0215 Dari tabel A.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .14.1000. 3.5 mm2 As ty = ρperlu . nilai ρmin = 0.(85) = 4.0215 .0215 < ρ mak = 0.819.. 85 = 1831 mm2 . b .maka di dapat ρmin = 0. 102 4 = 78.0058 ρmaks = 0.

2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.7 cm .32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.5.7 cm 163.5 = = 23. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3. n = 78.

Jumlah anak tangga = Tl optrede .5 cm 236.Mutu beton (fc) .9 cm 197.2.Tinggi pijakan (o. Denah Tangga 3.56 215.7 cm Gambar 5. antrede) = 30 cm .5 MPa = 240 MPa = 473.Mutu baja (fy) . optrede) = 18 cm .1 Data teknis tangga .0 cm .9 cm 197.Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.5 cm 215.Lebar pijakan (a. Skema Tangga Type K 236.7 cm Gambar 4.

Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.24 kN/m3 = 0.Berat sendiri beton .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.98 buah .21 kN/m3 .Lebar bordes .Berat sendiri keramik .7 cm a = 215.Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .9 cm .Tebal keramik maks (hk) . tg = 30.2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.0 18 = 25.96 0 .57 = 473.2.

12 m .0042 kN/m2 = 2.01 m .24 kN/m3 q DL = 0. berat sendiri spesi = 0.9) 2 + (163. 0. 2.Berat keramik (1cm) = 0.4 + ) 27 700 = = 7. 0. L (0.0024 kN/m2 = 2.Berat sendiri plat = ht . Beban mati (q DL) .Berat spesi (2 cm) = hs .21 kN/m3 .96 0 9 = 11 cm + ( = 9.4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30. berat sendiri keramik = 0. 24 kN/m3 .74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .58 Gambar 6. berat sendiri beton = 0.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a.4 + ) 27 700 1 240 .88 kN/m2 = hk .74 (0.886 kN/m2 . Pembebanan Tangga a.7) 2 = 274 cm = 2. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.02 m .

q DL + 1.2 . Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c.2 . Dx Arah y. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.6 .59 b.6 . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. Beban berfaktor (qu) qu = 1. 2.4 . 3 kN/m2 = 8.886 kN/m2 + 1.264 kN/m2 b. q LL = 1. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x.

0. 8.001 . 0.1.264 .637)2 = + 0.5944 kNm = . qu .001 .637)2 = + 0.001 .72 . 0. 0.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .264 . Lx2 = + 18 .1.55 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .001 . Lx2 = .(1.001 . qu . 8. (1. qu . (1.001 .Cy.60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). qu . 0. 0. 8. (1.264 .1594400 Nmm Mty = .3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .637)2 = .55 .637)2 = .001 .264 . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .Cx. 0. 8..72 = .001 ..2179 kNm = . 0. Lx2 = + 42 . Lx2 = .

(94 ) 1594400 2 = = 0. 94 = 545.0058 Maka nilai ρ min = 0. b .b. π .2 mm2 ΔD12 = 1 .2255 maka diambil ρ perlu = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 .0058 = 0.2255 MPa dari tabel A.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .2 113 = . D2 4 = 1 . 3.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.dx 2 0.0058 = ρ perlu = 0. 1000 . dx = 0.0058 < ρ mak = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545.0363 (ok! As tx = ρperlu .1000.14 .8.

1000.dx 2 0. n = 113 mm2 . 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .(94 ) 930100 2 = = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .8.b.62 = 4.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.1315 MPa dari tabel A.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .

94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .0058 < ρ mak = 0. D2 4 = 1 . 3.0058 .1315 .0363 (ok!) As lx = ρperlu . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. π . b . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0363 dari tabel A .14 . 1000 .0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. maka diambil ρ perlu = 0. dx = 0.0058 = ρ perlu = 0.63 ρmin = 0.

0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .8. 82 = 475. dy = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ . b .64 As = ΔD12 .0058 Maka nilai ρ min = 0. maka diambil ρ perlu = 0.b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.6 mm2 . 1000 .0058 < ρ mak = 0.1000.dy 2 0.2264 MPa dari tabel A.0058 = ρ perlu = 0.2264 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 . n = 113 mm2 .(82 ) 1217900 = 2 = 0.0058 ρmaks = 0.

3. π . D2 4 = 1 . n = 113 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm .6 113 = = 4. (n) = Asty ΔD12 475.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .65 ΔD12 = 1 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.14 .

25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.1000.6 mm2 ΔD12 = 1 . b .8. 3.0058 Maka nilai ρ min = 0. dy = 0.0058 ρmaks = 0.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .0058 < ρ mak = 0.074 MPa dari tabel A. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.14 .(82 ) 3986100 = 2 = 0. 1000 .dy 2 0. D2 4 = 1 .b.0058 = ρ perlu = 0.6 113 = = 4. π .20 dipakai 5 batang . (n) = Asly ΔD12 475. 84 = 707.074 . maka diambil ρ perlu = 0.0203 (ok!) As ly = ρperlu .0058 .

2 .7 cm = 163.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475. n = 113 .67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) 3.2.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.

2 = 55. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a. berat sendiri spesi = 0.8 + ⎟.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Lx ⎜ 0.68 fy ⎞ ⎛ ⎟.0024 kN/m2 qDL = 2.89 kN/m2 b.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44. 0.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.Berat sendiri plat = ht .24 kN/m3 = 0.88 kN/m2 = hk . 0.1. Beban mati pada bordes (qDL) . berat sendiri beton = 0.21 kN/m3 . menurut perhitungan diatas.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.02 m .8 + ⎟.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.0042 kN/m2 = 2. berat sendiri keramik = 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.12 m . Beban hidup (qLL) .Berat spesi (2 cm) = hs .Berat keramik (1cm) = 0.8 + ⎟. 24 kN/m3 .01 m . maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.

(1991). didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.2.263 kN/m b. qDL + 1.2.54 Momen rancangan . dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G . qLL = 1.6. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.6. Beban berfaktor (qu) qu = 1. Dx Arah y.63 = . 2.69 qLL = 3 kN/m2 c. 3kN/m2 = 8.89 kN/m2 + 1. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y.

001 .1. Lx2 = .8.b. 0.2548 kNm = .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .dx 2 0.677)2 = + 00.Cy.54 .263 . 0.263 . (1.677)2 = ...Cx. (1. 8. Lx2 = .4640 kNm = .001 .001 . Lx2 = + 22 .001 .001 .677)2 = + 0. 0.207 MPa . qu .63 . 8.70 Mlx = + Cx+ .(94 ) 1464000 2 = = 0.1.(1. 8.263 .001 . qu .7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .1000.1464000Nmm Mty = . 0.5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .001 . (1. 0. 0. 0. Lx2 = + 34 . 8. qu .001 .263 .677)2 = . 0. qu .

maka diambil ρ perlu = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 . D2 4 = 1 .14 . 1000 . b .71 dari tabel A.2 mm2 ΔD12 = 1 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0203 (ok!) As tx = ρperlu .0058 < ρ mak = 0.207 . π .0058 = ρ perlu = .0058 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Astx ΔD12 545.0058 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.465’ nilai K = 0. 3. 94 = 545.2 133 = = 4. dx = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 .

0058 .0058 < ρ mak = 0. n = 133 mm2 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .0058 Maka nilai ρ min = 0.8. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.dx 2 0. maka diambil ρ perlu = 0. b .(94 ) 791000 2 K = = = 0.119 MPa dari tabel A.1260 .b.1000.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0132 (ok!) As lx = ρperlu .0058 ρmaks = 0. dx = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 94 .0058 = ρ perlu = 0. 1000 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .

π . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.14 .2 113 = = 4. 3.2 mm2 ΔD12 = 1 . D2 4 1 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .73 = 545. n = 113 mm2 . (n) = Aslx ΔD12 545.

(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.233 Mpa dari tabel A.0058 = ρ perlu = 0. dy = 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 = 1 . π . (n) = Asly ΔD12 . 82 = 475. 3.0058 .0058 < ρ mak = 0. 1000 . b .b.0058 ρmaks = 0.8.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.14 .233 .1000. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.dy 2 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 Maka nilai ρ min = 0.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.dy 2 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .b.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .8.(82 ) 511200 K = = 2 = 0.75 = 475.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.1000.095 MPa dari tabel A.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .6 133 = 4. 5 = 133 .

6 133 = = 4. 82 = 475.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 .0058 < ρ mak = 0. D2 4 1 .0058 ρmaks = 0. 1000 .095 .0363 (ok!) As ty = ρperlu . 3.14 . π .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . maka diambil ρ perlu = 0.0058 = ρ perlu = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. (n) = Asty ΔD12 475. (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. n .0058 Maka nilai ρ min = 0.76 ρmin = 0. b . dy = 0.

21 kN/m3 = 0. berat sendiri beton = 0.948 kN/m .049 kN/m .Berat bordes = hb .5 .Berat dinding = 1.6 mm2 (ok!) c.Berat sendiri balok = h . Beban mati pada bordes (qDL) . 17 kN/m2 = 33. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. berat sendiri beton = 0. 24 kN/m3 = 2.Berat tangga = ht .12 m . lb .2 .12 m . berat sendiri beton = 0. 0. 24 kN/m3 = 7. b .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. 0.609 kN/m q DL = 43. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 1.89 kN/m .977 m . 2. Estimasi beban 1. lt .4 kN/m .74 m .77 =133 .977 m .

(464 ) 10136000 2 = = 0.10. 543.1/24 .136 kNm Momen lapangan = 1/11 . 3) kN/m = 54.2.29 MPa . Beban berfaktor (qu) qu = 1.200. qu .Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.177 kN/m .136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .8. I2 = 1/11 .2.1/24 . 54. qu . 2.6.1192 = 22.6.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .d 2 0. qDL + 1. qLL = (1. 2.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .b. 54. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.177 kN/m .948) kN/m + (1.78 2.1192 = . I2 = .

200 .00442 Maka nilai ρ min = 0.176 mm2 ΔD16 = 1 . 464 = 410.96 mm2 Jumlah tul.29 .96 = = 2.14 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. D2 4 1 . 3.79 dari tabel A.00442 . maka diambil ρ perlu = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.00442 ρmaks = 0.176 200.00442 < ρ mak = 0. π . d = 0. (n) = Astx ΔD16 410. (16)2 4 = = 200.0251 (ok!) As tx = ρperlu . b .04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.00442 = ρ perlu = 0.

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.64 MPa dari tabel A.200.d 2 0.b. d = 0. b .8.8 mm2 > 410.96 mm2 .0251 (ok!) As lx = ρperlu .00442 Maka nilai ρ min = 0.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 . n = 200.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.00442 ρmaks = 0.64 .00442 = ρ perlu = 0. 5 = 1004. maka diambil ρ perlu = 0.00442 < ρ mak = 0.(464 ) 22114000 2 = = 0.00442 .176 mm2 . 200 .5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0. 464 = 410.

96 mm2 . 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.176 200. π .2) .8 mm2 jadi As > Aslx = 1004. 3. D2 4 = 1 .176 mm2 (ok!) 3. (n) = Astx As1 410. (16)2 4 = 200. 5 = 1004.96 mm2 Jumlah tul.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.81 ΔD16 = 1 . n = 200.8 mm2 > 410.14 .

7 . (0. 0.12) . Beban Lantai 5 1.77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 24) + (3 . 24). 0. Beban Mati Berat plat = 24 .12) .6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .3. 9. 2400 = (4 .85 . 250 = 24 . 3.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 0.7 .5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.6 . 20). 20)} . 20 . 2400 = 17740.20 .2 .(0.2. 2400 Dinding Plafond = {(2.4 – 0. 0.0. (11+7) = 204249. 24) + (2. 20)} .12) . 9.2 .85 .12 .12 m = 50 kg/m2 = 28.82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0. 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 .0. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . 0.(0.6 .

(0.3 . 24) + (3 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 20)} . 24). 20 .3 .2. 4.(0.(0. 2400 = 17740. 20). 20 . 20)} .8 . 24.12) . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. Beban Lantai 4 1.6 .4 kg b. 2400 = (4 . 0.8 .4 kg 2.73 .73 .20 .28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .12) .5 WLL = 0. 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 0. 24) + (2. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 20 . 21. Beban Mati Berat plat = 24 .6 .0. 0. 3 = 24 .12) . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 20 . 20 .0. (11+7) = 24 . 24 .5 . 4. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 21.83 Spasi Keramik = 24 . 250 = 24 . 0.4 – 0. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 3 = 98081.4 kg + 12000 kg = 814530. 0.12 .

0.84 Keramik = 24 . 2400 = (4 .4 – 0. 0. 0.20 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. 24 . 0.08 kg 2. 20 . 2400 =17740.8 kg Kolom (70x70) = 24 .08 kg + 120000 kg = 637962. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 24). Beban Mati Berat plat = 24 .08 kg c.3 . 24. 250 = 24 .(0. 4. 24) + (3 . 24. 21.5 . 0.2.85 .12) .73 . 3 =133499.2 . 9. 20 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . (0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.0.12 .(0. 24) + (2. 2 = 23040 kg WDL = 517962.12) . Beban Lantai 3 1. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20 . 20).7 .7 .0. 20 .5 WLL = 0. 20)} . 0.12) . 20)} . 20 .8 .7 . 2 . (11+7) = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.

20 . 9. 2 . 9. 3 =174366. 20 . 0.85 .12) .2. 0.52 kg 2. 24 . 24) + (2.0.5 WLL = 0.3 . 0.(0. 0.8 .3 .85 2.12) . 24).85 . 20)} .8 . 0. 2400 = (4 .5 .20 .8 .4 – 0. Beban Mati Berat plat = 24 .0. 2400 =17740. 21.(0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0. Beban Lantai 2 dan 1 1. (11+7) = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .8 kg Kolom (80x80) = 24 .8 . 24.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 20)} . 250 = 24 . 20 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. (0. 20 . 20).32 kg d. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 24) + (3 .12) .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247.12 .32 kg + 120000 kg = 673380. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.

Untuk Tx = Ty =0.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.3.05 3.3. .52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530. 24.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.77)3/4 = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.32 + 714247.52 + 714247.08 + 673380.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.2 = WDL + WLL = 594247.52 kg +120000 kg = 714247. 500 = 120000 kg W1.7 detik 3.5 WLL = 0.5 .77 m = 0.86 Koefisien reduksi = 0.3.06 (28.84 kg 3.20 .4 + 637962.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .52 = 3554367.

hi wi. 3.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.198 < 3 = 24 A Fix = b.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .38 ton = 799.05 . y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.5 .77 = 1.77 = 1.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.hi Vx ∑ wi. 1.3. 1. Arah x (lihat tabel) H 28.798 < 3 = 24 A Fiy= wi. I . 3554.K .5 dan K=1.6.hi Vy ∑ wi.0 .74 ton 3.Wt = 0. Arah y H 28.

46 4.6 Fix. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.4.73 Wi (ton) 814.19 9.5 Mpa .83 49.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.4 Perencanaan Balok 3.y 81.71 12.75 176.88 1/3 Fi.92 14.69 673.55 32.46 19.81 3378.09 9044.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi. utama Diameter tul.12 33.77 9.x 65.40 57323.53 637.42 6756. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.29 98. hi (ton/m) 23434.94 44.88 Tabel 6.y (ton) 327.29 26.25 Wi .25 714.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.07 24.38 714.03 12065.77 18.47 132.

0134 [ 0. 250 .θ 356008900 0.0134 ρ maks = 0.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.0040 ρ perlu = 0.105 MPa ρ min = 0.3 N Vu = 184107.250.658.8.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. 658.b.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .5 = 2205. b.0134 .5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .022 As = ρ . d = 0.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.0040 [ 0.5 2 = = 4.

29106000 = 3451547.65.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3. 1/24 .1/24 . fc . d = 1/6 .01 Nmm Tu ≤ υ . (700-40) = 29106000 mm2 υ .975 + 91.5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.6 . 22.01 Nmm Vc = 1/6 .Sx2y = 0. Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.98 N . 658. fc .3 0. 22.4 N Sx2y = (250-40)2 . fy 19279.806 mm2 Ast = As + A = 2205.350 = = 91.5 = 156176.5 .1/24 .806 = 2297.19) 2 = 76. b .5 . 250 . fc .90 A= P θ .

d . b .5 = = 98.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.4. 22. fc 150688.5 / 4 = 1634.4 − 156176.d 150668.68 N ≤ 520827. d .5 = 520827.5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.6 = 150668.63 mm .2 Balok lantai 2.658. 250 .98 0.68. 658.S fy. fc = 2/3 .68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . b .5 .13 N Vs ≤ 2/3 .3.150 350.4.

300.735.0040 [ 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.92 - Selimut beton (p) Diameter tul. d .0191 ρ maks = 0. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.5 2 = 6.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.022 As = ρ . utama Diameter tul.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.0040 ρ perlu = 0.8.5 MPa ρ min = 0.0191 [ 0.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 . b .θ = 849107800 0.b.

300 . b .415 + 1225. d = 1/6 . Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464. fy 278790.350 = 1225.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . 34848000 = 4132464. (800-80) = 34848000 mm2 υ . 1/24 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc . 735.14 N . Sx2y = 0.0191 . 22.1/24 .5 . fc .4 0. 22.6 .45 mm2 = Ast = As + A = 4214.45 Nmm Tu ≤ υ .45 = 5439.93 = 0. fc . 1/24 .5 = 174439.5 .45 Nmm Vc = 1/6 . 300 . 735.65.5 = 4214.

86 N ≤ 697756. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 300735.6 = 4633355.5 / 4 = 183.150 350. d .5 . fc 463355.d 463355.875 mm .56 N Vs ≤ 2/3 . 22.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439. d .86.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .14 0.5 = 697756.S fy.5 = = 269. fc = 2/3 . b .735.

3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.3 N Vu = 128928.4.5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.5 mm Penulangan pada momen .9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638. utama Diameter tul.95 3.

96 K= Mu d 2 . d = 0.0040 [ 0.86 mm2 Ast = As + A = 2183.0040 ρ perlu = 0.0171 .67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .θ 328143700 0.65.86 = 5220. 638.0171 [ 0.0171 ρ maks = 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm . fy 690887. b.200. 200 .5 2 = = 5.8.638.3 0.b.350 = = 3036.5 = 2183.022 As = ρ .67 + 3036.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.03 MPa ρ min = 0.

014 Vc = 1 / 6.6 = 165369. Sx2y = 0.6 . Tu 2 ) Vu = 1 / 6.5 . 6547700 2 ) 128928. 1/24 .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. fc = 2/3 .d fc 1 + (2.5.Ct.36 0.56 Nmm Ct = b.56 Nmm Tu ≤ υ . 22.9 = 49512. 8928000 = 1058730. fc .5 .638.b. 22. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.5 1 + (2.9 − 49512.014.14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . d . 1/24 .d ∑ x2 y 200.5 . 638. 200 .97 Vu = 128928.638. 1/24 .200. fc .0.9 N Sx2y = (200-80)2 .5.5 8928000 = = 0. b .5 22. (700-80) = 8928000 mm2 υ .

85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.98 = 403822.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.62 mm .85 N Vs ≤ 2/3 .d 165369.3 N = 328431. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.638.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.14 N ≤ 403822.5 = = 110.14.150 350.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .5. d . fc 165369.S fy.5 / 4 = 159. b .5 Perencanaan Kolom 3.

Pnb = 0.85.65 . b .48 .85 . Cb = 0.21 mm ab = β .99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.d 600 + fy 600 725.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 . 22. fc = 389. 458. 0.5 600 + 350 = = 458.65 . 5959044 = 3893378.5 mm e = Mu P 1125725 2621461.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0. 0.21 = 389.6 N . 800 .3 = = 429.85 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .

03 N = As’ Tsb fy 271967.05 = 7154.25) 3 .003 50 = = 0.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.003 d 458.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .100 P ≤ Prb 2621461.30 350 = = 777.0244 ≥ vy = 0.000167 = cb − d ' 0.d ) + Csb ( .3 N ≤ 3893378.21 − 50 0.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4. 777.

Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769.4 Nmm Tu ≤ υ . Sx2y = 0.b . 22. b .5 = 458846.3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . fc . 343000000 = 40674796. 1/24 . fc = 2/3 . 725.95 N Vs ≤ 2/3 .48 0. 22. 725. b . 22.5 = 1835385.02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . fc = 1/6 .3 − 458846. 1/24 .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. d . fc . d . (800-100) =343000000 mm2 υ .5 . fc .5 .4 Nmm Vc = 1/6 .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. 800 .6 . 1/24 .5 .6 = 88539. 800 . d .

5 = 53.d = 88539.02 N ≤ 1835385.5.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.102 88539.5 / 4 = 181.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .02.375 mm .s fy.725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.150 350.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.

103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .21 mm ab = β .85 .50 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85 .5 = 5959044 N .5 mm e = Mu P 629904200 2053252.0.d 600 + fy 600 725.2 = = 306. fc = 389. 800 . Cb = 0. 458.5 600 + 350 = = 458.21 = 389.85 .48 .25 / 2 = 725. 22. 0. b .12 .

6 N P ≤ Prb 2053252.65 . 5959044 = 3893378.000167 = cb − d ' 0.d ) + Csb ( .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .8 N = As’ Tsb fy .2 N ≤ 3893378.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.0244 ≥ vy = 0 .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.d ) 2 2 2 2 800 800 389. Pnb = 0.003 d 458.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .65 .21 − 50 0.003 50 = = 0.Tsb = 5959044 N Prb = 0.

5 .105 = 847498. b . 800 . 343000000 = 40674796.4 Nmm Tu ≤ υ .6 .43 = 4842. 1/24 . 1/24 .43 mm2 As = 2 As’ = 2 .5 = 1/6 . fc . = 458846.5 . fc 22. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ . d . 241.85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. fc .25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .48 N . 1/24 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769. 725. Sx2 = 0.4 Nmm Vc = 1/6 . 22.8 350 = 241.

s fy. b .5 = 19.5 .6 = 33264. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 / 4 = 181.d = 33264.81 N ≤ 1835385. 22.81.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 725.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.725.375 mm .95 N Vs ≤ 2/3 . d . 800 . d .150 .48 0.65 mm2 Dipakai D12 .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. fc = 2/3 .5 = 1835385. fc 33264.150 350.

5 mm e = Mu P 568184500 1483837.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .2 N = 227849.05 mm .107 3.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.d 600 + fy 600 625.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.2 = = 382.5.5 600 + 350 = = 395.

85 . 395.003 50 = = 0.039 N Prb = 0.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .2 N ≤ 2922043.05 − 50 0. 0.85 . 4495452.83 N P ≤ Prb 1438837.65 .65 .108 ab = β . 22. Cb = 0. 700 .039 = 2922043.05 = 355. b .83 control keluluhan baja vy vs = 0. Pnb = 0.5 = 4495452.85 . 0.003 d 395. fc = 355.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .000167 .000167 = cb − d ' 0.Tsb = 4495452.79 .021 ≥ vy = 0.

05 Nmm . 1/24 . fc . ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .039 ( = 818644293.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . Sx2y = 0.4 Nmm = ( 700 –100 )2 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.66 mm2 As = 2 As’ = 2 . 1192.d ) + Csb ( .98 350 = = 1192.98 N = Tsb fy 417432.5 .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293. 1/24 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 22.6 .66 = 2385.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.25) 2 = 262.5 mm.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.d ) 2 2 2 2 700 335. 216000000 = 25614449.

dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 .150 350. b . fc 22.27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. fc . d . = 346150.82 0.s fy. = 1184603. 625.18. 700 . 1/24 .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .4 − 346150.5 = 1/6 .6 = 32998. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449. d . fc 22.375 mm.110 Tu ≤ υ .d 323988. 700 .82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489.5 . b . 625.18 N ≤ 1184603. fc = 2/3 .5 32998.625.5 / 4 = 156.27 N Vs ≤ 2/3 . b . d .05 Nmm Vc = 1/6 .5 = .

4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.12 .5 mm e = Mu P .7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .9 N = 333098.5.111 = 22.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.25 / 2 = 525.50 .

22. b .28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .65 .11 .d 600 + fy 600 525.112 = 736391000 1118951.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 3237218.28 N Prb = 0.88 N control keluluhan baja .89 mm ab = β .5 600 + 350 = = 331.9 = 658.85 . 600 . 0.85 . Pnb = 0.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .9 N ≤ 2104191.Tsb = 3237218.65 . fc = 282.89 = 282. Cb = 0.85 .88 N P ≤ Prb 1118951.28 = 2104191.5 = 3237218. 0. 331.

003 50 = = 0.11 − 50 0. 126.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.003 d 282.113 vy vs = 0.0139 ≥ 0.68 N = Tsb fy 444102.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.d ) + Csb ( .68 350 = = 126. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.25) 2 = 212.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 mm.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .d ) 2 2 2 2 600 282.28 ( = 514539659.86 = 2537.000167 = cb − d ' 0.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.

044 16062300 2 ) .525. fc .5 22. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .53 Nmm Ct = b.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 . fc . 1/24 .0025 Vc = 1 / 6.0025 249266. 22.53 Nmm Tu ≤ υ .b.7 − 238761.Ct Tu 2 ) . 333098.600.5 125000000 = = 0.0.7 = = 238761.5.05 0.d ∑ x2 y 600.54 1. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098.6 . 1/24 . Sx2y = 0.5 .525.5 1 + (2. Vu = 1 / 6.d fc 1 + (2.114 Vu = 333098.45 N ≥ 0 .5. 1256000000 =14823176. 1/24 .6 = 316403.

45 N ≤ 997066. 600 .d 316403. d .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.1 N = 242316.13 mm.45.s fy.14 N Vs ≤ 2/3 .04 mm2 Dipkai D 12-150 mm . b .6 N = 78669000 Nmm . 3.5 = 997066.5.525.150 350. fc 316403.115 Perlu tulangan geser 2/3 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc = 2/3 . b .5 . 22.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.5 / 4 = 131.5 = = 258. d . 525.

85 . 0. b .85 . 600 .89 mm ab = β .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Cb = 0.1 = = 877.11 .5 . 0.d 600 + fy 600 525. fc = 282.85 . 331. 22.5 600 + 350 = = 331.89 = 282.5 mm e = Mu P 703405000 801470.116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .

28 ( = 514539659.28 = 2104191.1 N ≤ 2104191.0139 ≥ 0. Pnb = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.117 = 3237218.28 N Prb = 0.65 .d ) + Csb ( .d ) 2 2 2 2 600 282.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .003 d 282.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.88 N P ≤ Prb 801470.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.Tsb = 3237218.65 .68 N = Tsb fy . 3237218.11 − 50 0.

1/24 . 1079.53 Nmm Ct = b. 1/24 . 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.25) 2 = 212. 1/24 .d ∑ x2 y 600.525. 1256000000 =14823176.118 = 377730.6 Nmm = ( 600 –100 )2 . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . fc .0025 .5 mm. As’ = 2 .46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.23 = 2158. Sx2y = 0 .5 .68 350 = 1079.53 Nmm Tu ≤ υ .23mm2 Ast = 2 .6 . fc .5 125000000 = = 0.

6 = 293566.2 − 110294.5 / 4 = 131.54 2.d fc 1 + (2.5.93 0.b.07 N ≤ 997066. 600 .119 Vc = 1 / 6. d .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5 22. dipakai 150 mm Penulangan geser . 242316.5 1 + (2.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.600.5 = 997066. Vu = 1 / 6. 525. b .07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .13 mm. 22. d . fc 293566.14 N Vs ≤ 2/3 .5.0025 249265.0.26 78699000 2 ) . fc = 2/3 . b .Ct Tu 2 ) .6 = = 110294.525.5 .

525.6 Perhitungan Pondasi 3.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.5 = 239.120 Av = Vs.42 mm2 Dipakai D12-150 3. serta .150 350.s fy.07.6. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.d = 293566.

45 m 3. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.6. 3. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . Selanjutnya.6. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Untuk itu.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.

158 m2 : 1.85 4412.499 + 190.25 m x 1.25 x 1.95 0.25 m :3 :3 : 0.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.94 1.5 0.25 x 4.5 1 4 5 6 8 1230.82 6652.670 = Mu / P =1397.169 kN .829 1400.92 6917.41 2864.45 0.731 1.41 1393.875 KN q = 1457.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.670 524.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.14 x 0.25 m x 4.670 = 4648.36 0.731 / 3190.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.25 x 3.108 1397.96 5114.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.51 4648.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.87 17008.624 KN = 541.5 1.6704 kN = 1397.99 3728.25 x 24 = 915.28 3563.413 m : 1.595 3190.169 2202.48 0.81 1354.39 0.61 7341.15 11042.

3 90 = 1.45 1. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.B qc.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. n = 1.29 0.328.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .1. tg .684 . Q.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α . 32. 8 = 347.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang . = 0.0.5 α = 1- θ 90 .B qc.158 + 10 5 = 32.( 3.123 = 0.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 . A + SF 2 SF1 Tf .413 140.n = 1- 0.n = Arc tg d/s = Arc .

y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.169 kN < 6917.124 q1 = p Mu.6704 1397.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.x Mu.1.1.7308.5 1397.7308.5 + + 8 9 9 = 864. Detail Pondasi .744 = 6917.95 kN Beban yang terjadi 4648.

I No.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . 3. dan Kepres R. 4. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No.17 tahun 2000.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. 80 Tahun 2003. dan Kepres R. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. 2. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No.I No.1. Pengganti kepres R. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. 42 tahun 2002. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. PenggantiKepres No. 18 tahun 2000. 14571.

Peraturan. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Ik. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. 8. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. 6. Renovasi. Pasal I. IK.02.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. 9.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Peraturan Mendagri No. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. 7. Pasal I.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. Restorasi) Bangunan Gedung Negara.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. No.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. 2 tahun 1999 dan No. 5. 02. . Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No.

. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur.04 PERENCANA / ARSITEK 1. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 6. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. 2.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Jalan Pahlawan No. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. Pasal I. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. 3. 5.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. CV. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. 3.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.04 Semarang. ARSI GRANADA. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. 4.131 2.

18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. 5.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 6. 4. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas.132 Pasal I. 7. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. 3. . Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 2. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek.

Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 4. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1.133 Pasal I. 3. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. 2. 2. 3. 3. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 2. Hari Tanggal : : . Pasal I.

Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan.. 3. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….2005.134 3.WIB. 08 PELELANGAN 1. Jam :……………. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan. Jam :………………….dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. 4.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1.. 2. 4.6.2005. . Pasal I.000.. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I. pada :…………………….-. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.WIB.

Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. ukuran sesuai contoh. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. 3. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. Pasal I. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. 4. 5. 2. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). Pasal I.135 2.

Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. b. Harga Upah dan Bahan . 6000.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. daftar RAB. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. 2. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Surat Penawaran Lampiran : a.. Analisa d. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. surat Pernyataan. 6. Penawaran berisi : 1. 6000.136 2. 5. Surat penawaran. RAB b. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. 4. Harga satuan c. 3.. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan.

Pakta Integritas 7. Pasal I. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana .137 e.. Data peralatan d.000. 3. Dokumen Teknis a. 1. 200. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Metode pelaksanaan 4. Data pengalaman perusahaan e. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran.(dua ratus juta rupiah). Tatakala / Time Schedule b.000. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. . Dokumen Adminnistrasi a. Daftar Personil c.

Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. Surat penawaran. 10. 4.. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. 8. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. 6. 13 CALON PEMENANG 1. 5. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. 3. 9.138 2. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 7.6000.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan.

Pasal I. 2. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. b. administrasi dan harga. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. Aspek teknis. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.139 a. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 4. 3. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. c. .

Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan.140 Pasal I. 4. 5. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). 2. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. . Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. 2. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. Pengguna Anggaran b. 3. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang.

Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. 6. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. 3. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. 2. 4. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja.141 3. Pasal I. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. .

142 Pasal I. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 4. 2. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 3. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. . Bilamana akan dimulai di lapangan. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. Pasal I. 2. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya.

Lapangan/lahan yang tersedia. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. 4. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. 2. 4. Kesemuanya atas biaya perencana. . 5. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 3. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Pasal I.143 3.

Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. 3. Pasal I. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Di dalam pelaksanaan. gudang dan lain-lain. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1.144 6. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan.. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. . Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. 4. 2. 5. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan.

3. Bilamana terjadi kecelakaan. 4. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik.145 Pasal I. . Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. Pasal I. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. 2. 2. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 3. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 5.

2. gempa bumi. perang dan lain-lain. 6. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. 3. kejadian . Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. pemberontakan. angin topan. 5. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. Pasal I. hujan lebat.146 4.

bukan menjadi tanggungan Pemborong. 4. . 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Pasal I. Pasal I. 01. ternasuk tenaga dari team Teknis.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. Jamsostek. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. Pasal I. Apabila terjadi force majeure.

Antara gambar dan ketentuan RKS. 5. 3. Bila terdapat perbedaan : a.148 2. 4. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. 6. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. c. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. d. e. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. b.

149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. 10. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. mengopy dengan cara apapun. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. 8. . Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. 9. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. 7. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas.

BQ tidak mengikat. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 4. 28 LAIN-LAIN 1. 7. maka perubahannya tidak nomor 5. 4b dan seterusnya. 6. . Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. 8. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 9. 5.150 Pasal I. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 3. tetapi nomor 4a. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi.

Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. Sebesar Rp. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas.200. 01 JAMINAN LELANG 1.151 4. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. . 3. Pasal II..(dua ratus juta rupiuah). yang mendapatkan pekerjaan. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. 2. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang.000. 24 Februari 1988. 2.000.

Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. 2. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. 3. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. .152 3.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pasal II. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Pasal II. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang.

sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. 05 PEMBAYARAN 1. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. 2.153 2. 3. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Pasal II. Suart undangan b. Pasal II.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1.. 6000. Bestek dan RKS . tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan.atas biaya pemborong. 2.

1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp.6000. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan.6. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.154 c. q. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. SPK (Gunning) g. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p.000. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. Surat Penawaran h. Berita Acara Aanwijzing d.- . Daftar RAB i. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. Berita Acara Evaluasi f. n. Time Schedule m. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Surat kesanggupan bermeterai Rp.

. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. w. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. x. pekerjaan harus sudah dimulai. 2. u. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Foto copy jaminan pelaksanaan.155 r. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. v. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. z. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. y. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s.

Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Apabila akan memulai pekerjaan. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. 2. 3. . Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. b. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Pasal II. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini.156 3. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. 4. hari besar dan hari raya. c. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas.

5.157 4. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. 6000.- Pasal II. 2. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. .

gangguan keamanan. . perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. 2. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. Data yang lengkap. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. pemogokan. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. b. c. d. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. 3.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. b. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.158 Pasal II. Adanya force majeure (bencana alam.

159 e. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. Pasal II. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. f. 2. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. . dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. 3. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1.

keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. pada penyerahan . 4. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan.160 Pasal II. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. Sebelum pekerjaan dimulai. Pasal II.13 DOKUMENTASI 1. 2. maka akan diselesaikan secara musyawarah. (pembidikan dari titik tetap). pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. 2. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. 3. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna.

Pasal II.161 pertama. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. 3. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. sebanyak 8 exemplar 9. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. 4. 2. As built drawing 10.

Pada pengabutan pekerjaan tersebut. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. CONTOH SURAT PENAWARAN : . 3. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. 2. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata.162 Pasal II. 2.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. Pasal II.

tahun…. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing..163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. 2.yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. pada tanggal ……. 3.tanggal…… bulan…. Dengan ini menyatakan : 1. dengan mengambil tempat di……. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. . : ………………. di Berkedudukan : ……………….. Jl. …………………. : ……………….

Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. CV/ PT.01. Lokasi c. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Denagn harga borongan d. 2004 Materai Rp. 7. 6000. . Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Hormat Kami. 5. Sanggup dan bersedia melaksanakan. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Pekerjaan b.164 4.

Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi Komputer e. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Sound system Gedung f. pengerahan tenaga kerja. Instalasi Telepon d. Tarikan Feder Genset c. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Sarana dan Fasilitas . Instalasi non Standart a. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. 2. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan.165 PENJELASAN UMUM 1. pengolahan pengangkutan semua bahan. Instalasi dan Panel b.

titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. serta stop kontak daya pada semua ruang. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang.5 d. 5. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e.166 a. Saluran g. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. Landscaping h. 2. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pembenahan Space Frame Lt. Perapian Delatsi c. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Penyambungan air bersih. Pekerjaan prasarana 1. Penataan sekat ruangan b. Pasal III. 4. Pavingisasi f. Pembuatan rumah pompa 3.02 TEMPAT KEGIATAN . 3.

.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. 4. 2.04 Semarang. 5. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Sebagai ukuran dasar + 0.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. 4.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass). Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Los Kerja dan Gudang. 3.

d. e.168 6. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Pengeringan dan pengontrolan drainase.02 PEKERJAAN TANAH 1. Pasal IV. Penggalian dan penimbunan. b. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Pemadatan. sloof. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. f. sesuai dengan gambar rencana. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. . (untuk penimbunan dengan tanah urug). Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. c.

b. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. dan dibersihkan dari lapangan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 3. Penggalian dan Pembersihan 1.169 g. 2. . Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. 2. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. 5. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 4. Menyediakan material-material yang baik. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.

170 6. 2. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. Seluruh pohon-pohon. 3. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. rumput-rumput. c. 7. . atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. semak-semak. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. keluar lapangan.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. dilakukan lapis demi lapis. 3. 4. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. c. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. b.178 d. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. . baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. e. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Kwalitas Beton a.

Disesuaikan dengan gambar-gambar. karat dan tidak cacat (retak-retak. dsb). Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. ACI. mengelupas. Mempunyai penampang yang sama rata. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. b. dan peraturan lainnya yang relavan. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. Besi Beton (steel reinforcement) 1. Bebas dari kotoran-kotoran. luka. lapisan lemak. 5. seperti ASTM. . minyak. 2. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. 3. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03.179 d.

7. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. c. 5. Beton 1. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. 6. 8. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama.180 4. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm.

sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.15-1991-03. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. alamat maupun kemampuan alat. Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras.alatnya. Penggunaan alat.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. . Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. baik nama perusahaan. 2. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d).

hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan.182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. pengeringan oleh angin. 3. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. melalui acuan dan lain-lain harus .

7. Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . . Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail.stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. dengan petunjuk. Selesai pekerjaan sloof. 8. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini.183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. 6. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom.

Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. memenuhi S. Pasal IV. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Semen 1. Bahan – Bahan yang digunakan a. b.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. 3. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan.05. 2. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. . PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Lingkup Pekerjaan a. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia.

cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. 2. dipasaran tidak . Khusus untuk pekerjaan beton. Batas. 5. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03.185 2. Pasir beton (aggregate halus). 4.5 cm . terdiri atas: 1. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. b. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. Dimensi maksimal 2.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. 3.

Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. d. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia.2 untuk beton biasa. c. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. maka disamping adanya certificate . Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. 4. Penyimpanan semen : . Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi.

Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. d. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. 5. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. 2. 3.187 1. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Penyimpanan besi beton 1. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. terlindung pengaruh cuaca. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. c. 4. minyak atau zat asing lainya. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . Bekisting yang Digunakan . bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh.

. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. f. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Pada bagian terendah . b. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. e. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan.188 a. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. h. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. c. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. d.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. g. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan.

Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. b. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. . pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya.5 MPa. c. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. Bila akibat pembongkaran cetakan. kwalitas beton dengan fc = 22. Kualitas Beton a. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan.189 i. 7. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. 6.5 MPa.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03.

. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan.5 cm. Setelah atasnya diratakan. f. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). minimum 7. 3. 4. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. g. 2. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan .5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya.190 d.maximal 12. e.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Setiap lapis ditusuk.5 cm . Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). dan diukur penurunannya (slumpnya). Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. 5.

maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. i. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. Penggantian Besi . Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. k. 9.komponen beton. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. j.191 h. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. l. Jika dianggap perlu. 8. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen.

Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. b. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. c. 2. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas.192 a. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. . 3. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1.

. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. Perawatan Beton a. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. 3. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b. d.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Toleransi Besi Diameter.4 mm + 0. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar.5 mm - 10.193 2.

LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. b. talang seng. c. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. .194 c. plat beto kanopi. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. plat beton atap. 06. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. Pasal IV. Tanggung Jawab Pemborong a. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan.gambar kontruksi yang diberikan. talang beton.

Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. plat beton atap. Syarat Pelaksanan a. f. e. b. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.kotoran. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Water proofing system coating 3x b. c. lantai janitor. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. 3. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing.195 2. d. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu.

5. . 4. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. 6. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. b.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.

Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. c. 3. Bahan. Allowable tensil stress 2. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik.07.25 t/cm2 tidak berkarat. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. . Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.Bahan a. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang.90 t/cm2. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969.197 Pasal IV .

Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. harus dibuat satu. 5. c. 4. 6. b. tidak dicat. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Pekarjaan Las a. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan.

Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti .199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. 8. 7. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Setelah didirikan. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm.

Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. b. bubungan nok. listplang. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. Penutup Atap a. pekerjaan kerangka baja untuk gording. Bahan kerangka kayu : gording. papan nok menggunakan kayu jati masing. atap. pekerjaan talang. Bahan-bahan 1.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. 2. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. Lingkup Pekerjaan 1. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. Menyediakan bahan. b. LISTPLANG DAN TALANG 1. 08. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. sedang reng ¾. pekerjan listrik dan penangkal petir. Pasal IV. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. pekerjaan listplang beton.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. 2. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. .

2. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. 2. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya.201 2. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Penutup Listplang Dengan Kayu a. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Pemasangan Listplang 1.catan. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. Bahan penutup Listplang 1. c. b. .konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol.

saringansaringan saluran cucuran kebawah. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. Lingkup pekerjaan 1. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. 3. 3. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. 4.202 3. 2. b. Pekerjaan Talang a. Bahan–bahan 1. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. .

PEKERJAAN PASANGAN 1. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. Jenis Adukan Yang Digunakan a.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. harus betulbetul kedap air. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. . b. 2. Pasal IV. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. 09.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. a. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. Pasangan batu kali untuk pondasi. c. Jenis Pasangan dan Penggunaanya.

. 3. dan bata merah. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. b. 4.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. b. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. c. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. permukaan halus tidak berlubang–lubang. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. kuat tidak mudah pecah. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps.

4.205 b. 6. Ukuran seragam dengan standard nominal. 5. . Bahan campuran (air. sudut–sudutnya tidak tumpul. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Bahan Untuk Adukan. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. Mempunyai sifat kondisi rendah. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. Batu bata harus baru. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. 3. Plesteran dan Acian. c. 2.

Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. Syarat Pemasangan a. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana.206 5. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. bata merah. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. kerikil. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. 2. 6. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. split ). o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus .

harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. d. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. . potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. tidak melengkung/ bergelombang. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. f. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. datar. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. Kolom Beton/Tulangan Praktis.207 menggunakan potongan. rata. b. e. c.

Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. c. Lingkup Pekerjaan a.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. d. Pekerjaan lantai keramik 2. khususnya untuk seleksi kwalitas.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. b. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. warna. tekstur. Pekerjaan alat perabot . Pasal IV.

retak atau pecah. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. . Pekerjaan Lantai Keramik a. d. b.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. ruang dapur.40/40 dengan ketebalan 7 mm. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. tidak bagian yang gompal. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. c. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet.

Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. tanah telah dipadatkan. . pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus.210 e. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). telah dahulu dipasang pasir uruk. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. j. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. tidak membentuk garis lurus. hingga betul–betul bersih. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. f. minimal setebal 10 cm. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. h. Apabila hasil pemasang tidak rapi. k. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. g. retak dan hasil gelombang. i.

Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk.211 l. Lantai Rabat Beton a. c. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. 3. b. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. 2. Bahan yang digunakan . ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Persyaratan Pelaksanaan 1. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas.

tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Pasir pasangan muntilan. PEKERJAAN DINDING 1. khususnya untuk menentukan warna. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat.212 1. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. 2.II. Lingkup Pekerjaan a. Alam Daya Sakti/setara. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. IV. d. Pasal . Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. . b. c.

b. Syarat–syarat pelaksanaan . warna. Persyaratan Bahan 1. 2. tektur dan bahan tidak boleh rusak. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. harus baru. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. Pekerjaan Dinding Keramik a. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. maupun cacat . Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 4. 3.19. peraturan keramik Indonesia NI. PVBB1970 dan PUBI 1982. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan.213 2.

garis–garis siar harus benar–benar lurus. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. adukan baik menggunakan supersemen. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. Sebelum keramik dipasang. 7. 2. 4. warna. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. 3.5 cm atau bahan perekat khusus. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. sesuai petunjuk pabrik pembuat. . 5. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar.214 1. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. gumpal atau cacat lainya. keramik langsung dapat diletakkan. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. 6. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan.

215 8. IV. Pasal. b. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. Pekerjaan langit-langit meliputi: . tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Lingkup Pekerjaan a. 9. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. 10.

harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. . Sebelum pelaksanaan. c. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. d. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. rangka plapon digunakan BMS/setara. 2. gridnya harus lurus dan datar.216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. b. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. e. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. f.

Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . Plafond khusus dipasang dengn type. Pasl. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Lingkup Pekerjaan a. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. b. b. IV. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. 3. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. sesuai gambar. harus sesuai dengan gambar. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain.217 g.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Plapon akustik dengan ornament khusus a.

Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. 2.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. 4.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. Pada saat pemasangan. 3. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. . dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran.

Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama.219 d. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. . 2. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. bentuk ukuran.

• Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. ukuran sesuai dengan rencana gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. terbuat dari : .

tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman. Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.sop) dengan bentuk sesuai gambar. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1.15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water. .

tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. d. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. Pemborong utama bertanggung jawab. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. c. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. IV.14. PEKERJAAN PENGECATAN 1.222 Pasal. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. b. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. . Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan.

c. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. kolom. d. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. .223 e. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. 2. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. berdasarkan alkyd resins. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. b. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah.

Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 4. lembab atau berdebu. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. . Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. Sebelum bagian-bagian yang retak.224 2. 5. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 3. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. Persiapan umum : a. pemborong harus secepatnya. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. 4. 3.

Persiapan : . Pengecatan Kayu : a. b.225 b. Pelaksanaan. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. 7. a. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. 6. baik bagian luar maupun dalam. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Bersihkan permukaan dari debu. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi.

Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. c. Keahlian a. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . b. kotoran dan sebagainya. Pelaksanaan. Bersihkan permukaan dari debu. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. 8. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. b.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi.

b. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. serta mendapat persetujuan pengawas. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing.227 d. 9. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. . Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. e.

1. Lingkup Pekerjaan a. JENDELA DLL. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja.228 Pasal IV.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. 2. 2. Bahan –bahan . peralatan termasuk alat. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. PINTU. b. Pintu kayu dan pintu kaca. Meliputi pekerjaan. bahan – bahan yang diperlukan.15 PEKERJAAN KOSEN. 1.

229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. b. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.00 mm . 1. 3. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1.

• • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. kepadatan 65-96 kg/m3.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. 3. • Neoprene : Jenis extrusion. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. tahan terhaap matahari. Contoh . oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. tidak menyerap air. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada.

231 Kecuali ditentukan lain. . Gambar pelaksanaan a. tempers. b. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Pekerjaan pelaksanaan a. kekuatan. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. b. 5. 4. Untuk mendapat ukuran yang tepat. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. Pekerjaan Persiapan 6. alloy. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. finish. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. besaran–besaran ketebalan.

Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. h. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Semua detail pertemuan harus halus. Hubungan dengan Material lain. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. f. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Untuk mendapat hasil yang baik.232 c. i. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. g. 7. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. e. 8. sambungan sudut atau silang. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. Perlindungan bahan . d. sehingga tidak ada kebocoran suara. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium.

• Material tes(tes terhadap bahan. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. 9. Pengetesan a. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. c. . berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . anodized. tes terhadap kebocoran udara. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. b. jika hasil pengetesan gagal. tes korosi. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. beban angina.

memahat. b. terhitung sejak selesainya masa perawatan. b. membuat lidah –lidah . skrup – skrup. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak.234 10. Bahan – bahan 1. menyetel. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Garansi (Jaminan) a.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. 2. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Bahan kayu jati kwalitas politur . air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. Menyedian alat –alat logam. Lingkup pekerjaan 1. 3. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun.

. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). untuk yang lebih besar dari 1. 3. untuk yang lebih kecil dari 1. Diats kosen pintu dan jendel. Pengikat berupa paku mur.VI.235 2. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. 3.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). 4. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. c. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Lingkup pekerjaan 1. bahan–bahan. finish melamine. 2. baut. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Pelaksanaan 1.

untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. . pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. b. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Persyaratan Bahan 1. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu.236 2. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya.

Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. 2. Contoh – contoh 1. . untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. d. 5. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. kekutan ayun dan lain . 3. nama barang. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik.237 2. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk.lain. 4.

Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Pemasangan lockcase. 4. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. 3. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. f. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. flap enfsel memikul maximal 20 kg. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh .238 3. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Persyaratan pelaksanaan 1. warna stansdr. Untuk pintu toilet. 2. e. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut.

239 pengawas. baut. • Pengikat berupa mur. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . Persyaratan bahan 1. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. dengan ketebalan sesuai gambar. b. • Penutup dauble teakwood. 2. 5. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. apabila hal tersebut tidak tercapai. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya.

maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. Contoh Kecuali ditentukan lain.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. hitungan bila diperlukan. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . kekuatan. alloy. trush detaidetail. . ketebalan. besaran. 5. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. tempers. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. 4.H. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan.

241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. . dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. c. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. b. • Setelah terpasang. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. Pekerjaan kaca a. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . 6.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. kaca harus plat. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya.

kaca harus dibersihkan. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. 2. 7. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. yang retak–retak . Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. d. Membesihkan dan memperbaiki: 1.

IV. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. b. Railling tangga a. perbaikan tanah. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. rapi. 16. Yang harus dikerjakan a. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. . sedang bentuk. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. penanaman rumput.243 8. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar.

diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. 3. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. c. .244 b. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Pembutan relief dinding 2. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Pekerjaan Pendahuluan a. Pelaksananya peliputi 1. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. Rumput gajah dan rumput jepang 2. b. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pekerjaan Tanah a.

g. Pekerjaan penanaman a. h. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. . f. c. Galian untuk penanaman pohon. Pohon 1. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya.245 b. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. e. 4. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . bersih dan tidak mengandung rayap. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. d. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi.

terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). b. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. Setelah tertanam. 5. perlindungan terhadap panas dan air. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. Pekerjan pemupukan a. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. 6.246 2. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Penyiraman air . Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. baru ditimbun tanah baru. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. Perumputan 1. 2.

tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Penyiraman rumput. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. Penyiangan dan pemotongan a. b. 7. Pohon kayu putih c. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Zammia Goldkas d.5 bulan. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). b. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). Lidah Mertua e. Pembersihan dan perlindungan : . Macam Pohon (sesai gambar) 8. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak.247 a.

manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. c. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya.248 a. lokasi selalu bersih setiap hari.Terhadap bahaya tersebut (mulat). b.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). Selama berlangsungnya penanaman. bila perlu pengecatan kembali. rontokan–rontokan daun kering. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. 4.

Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .01.249 Pasal V. KETENTUAN UMUM 1.

023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. AVE. VDE/DIN. BS. WEMA. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. yaitu : NFC. 59/PD/1980. . VDE. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. JIS.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Peraturan dan syarat-syarat umum. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

atau sederajat 5. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Ballas elektronik merk Philips. legrand. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang.7 mm dan dicat dengan cat baker. LOMM atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a.258 c. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. arto light. aman dan mudah diperbaiki . warna putih merk LOMM atau sederajat. imlex atau esderajat d. clipsal. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat.

• Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. terpasang pada bagian bangunan. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. • Sebelum penarikan kabel dimulai. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Pemasangan kabel harus rapi. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. Kabel dalam bamgunan. .5 x diameter kabel. Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. lurus dan kuat.

khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. • Kapasitas kontak 10 CMP. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. dipasang 130 cm diatas lantai. c.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). Lampu-lampu . • Saklar harus model tanam.

6.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. Commissioning dan testing. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. 7. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. balancing. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . Setelah jaringan dibebani. commission dan perbaikan.

Pasal V. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . Pemasangan : a. 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing.262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Rod Electrode. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). b. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. Pasal V. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. 2. jarak ke pondasi bangunan 1. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Rod Electrode dipasang pada satu tempat. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ).263 cm. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. bahan-bahan utama. c. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter.5 m. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.

c. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. yaitu terdiri dari : a. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. urinoir. Urinor.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Selokan air hujan. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. . Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. Skat Urinor dll Kaca cermin b. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. zink.

265 2. Persyaratan bahan dan peralatan a.5 HP . Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.

5 KW 15 meter 12 m3/h 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .450 rpm D 1.

screw type. untuk tangki atas. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. screw end. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. Valve. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : .267 4 buah lower level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. flange and ex KITAZAWA. Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. Sistim air kotor dan air bekas.

Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. . dengan sambungan lem. c. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW.

Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. d. memenuhi persyaratan sbb: . Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. sehingga pipa tiada melentur. Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya.

Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik.270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. Pembersihan . Dosis chlorine ialah 50 ppm. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing.2 ppm. e. f. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.

. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. g. 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan.

2. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel . Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. b. Persyaratan a. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. 3. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. 05.272 Pasal V. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Co2 atau sejenisnya.

Apabila timbul persoalan. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. b. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. .273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. Syarat-syarat umum a. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.

bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. e.274 c. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. pipa-pipa dll. d. 2. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. . Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. saluran-saluran (ducts). c. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. b. Peraturan-peraturan. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. Pada waktu pelaksanaan. ijin-ijin dan standar-standar a. dari jawatan keselamatan kerja. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan.

Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. 3. b. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. c. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. . dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. pipa. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Petunjuk Khusus a. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan.275 f. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini.

Starting. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. . Lingkup Pekerjaan a. d.276 d. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. servising dan maintenance. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. e. lantai 2 b. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. testing. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. e. c. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan.

7. Pekerjaan Listrik a. 6. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. . Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. zekring. starter. switch. Pekerjaan. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. transformator. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. Pemborong harus berkoordinasi. b. Pekerjaan Pipa.277 5. Bahan.

buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. iv. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. persyaratan PLN. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. d. switch. b. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. Peralatan v. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. c.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Syarat-syarat iii. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. . Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. ii.

viii. 2. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. 4. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. vii. indikator. Semua panel. 3. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. switch. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet.279 vi. Pemyambungan kabel x. ix. . f. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. e.

Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. 9. c. . KDK atau setara. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. rating CFM dengan toleransi 10%. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m.280 g. b. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. merk yang digunkan nasianal. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Kipas Angin / Exhaust Fan a. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”.5 m.

281 d. d. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. f. c. Penjelasan sistem • Listrik . e. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. g. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. e. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. Mutu alat-alat dan bahan a. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf.

c. 2. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. f.282 1. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. b. d. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. 2. udara luar dan sistem pengukuran yang ada.2 deg C ( 90 deg F ). Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. . Pengukuran dan pengujian temperatur. • Tenperatur 1. Syarat a. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. griller. motor dan system pengaturan listrik yang ada. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. difuser.

URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Pipa 1. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Pengujian A.283 Pasal V. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. a. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. 07 .

Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. b. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. . d. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. krap dan sejenisnya. volume control di by pass dan full power loud speker.80 db) . System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. c.

c. terdiri dari • 1 buah system amplifer . 1 buah table stand microphone. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. . f. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. e. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. b. 1 buah hand held micropune. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. B. 1 ( satu ) set amplification system.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. 1 (satu ) set input source.

monitor. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Karakteristik frekuensi 7. Cacat harmonis : 0.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. C. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Dalam konstruksi slide-in panel 2. rack dan accessories. Catu Tenaga : 220 volt. S/N : 55 dB atau lebih 8. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . 1 buah set swiching. Pre-amplifier untuk background music. 50 Hz 6. Dalam konstruksi slide-in panel.

melakukan pengukuran. URAIAN TELEPON 1. Pasal V. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. . b. testing dan penyetelan. untuk memasang peralatan dan perkabelan. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama.08.287 D. c. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan.

harus ditarik didalam pipa. 5.288 2. Semua kabel. . Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. T Doos harus ditutup. 6. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. b. a. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. 2. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Instalasi 1. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 3. Penyambungan pipa harus dilem. 4.

Untuk instalasi Inbouw. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. 11. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. 16.5 mm). 13. kabel 14. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. . 10. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 9. c. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Kotak Pembagi 8. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. 12. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. d. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. Screen dari lembar aluminium atau timah putih.289 7.

24. sampai diperoleh surat lulus pengujian. 18. Pengukuran 21. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. 23. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik.290 17. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. 22. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). Pengujian oleh PERUMTEL. g. . Kawat tembaga dengan ukuran 0. Sebelum pemasangan dimulai. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. f. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. e. 20. Pipa dan konduit: 19. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL.6 mm atau lebih. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. 3.

pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. c. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. . Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Music On Hold b. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. 6. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Begitu peasawat diangkat. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu.291 4.

Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Apabila nomor group yang dipuitar. STLO . Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. 5. e. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1.292 d. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT. pesawat telepon cabang . Telkom . Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa.

Pengadaan semua dokumen teknis. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. 3. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. . Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Printer dan serial card 2. 6. trainning operator. Pengadaan dan pemasangan terminal box . 4. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. 5. Telkom Indonesia. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. Telkom Indonesia. pengetesan sistem.

Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. c. j. 14571. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Umum yang digunakan : a. Undang-undang No. k. A. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. d.294 Pasal V. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No.V. b. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. i. DAN SYARAT-SYARAT YANG . Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. 09. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. f. g. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. e. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. h.

Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. . 5. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. m. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. 2. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. 10.295 l. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 3. Pasal V. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. 4.

296 Semarang. Juli 2006 .

82 m2 b.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.28 m2 = 0. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.27 m3 296 . Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.09 m = 0.28 m2 = 0.28 m2 = 30.09 m .44 m3 = 425. Urugan Kembali Volume = 209. 123.28 m = 10. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. 123.97 m3 B. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.25 m = 0.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5. Pekerjaan Tanah 1.1.25 m .

0.73 m = 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. Beton poer Volume h.45 m Jumlah pancang Volume f. 100 buah = 3000 m e.8 m = 133.25 .25 m . 0. Mobilisasi pancang Volume g. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.7 m = 33. Tiang pancang Diameter pancang = 0.297 c. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.7 = 192 m .60 m3 d. 0.8 m x 0.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m .

26 m3 = 4. 0. 0.48 m3 i.7 m = 0. 0.32 m3 k.73 m .8 m . 0 . 16 buah .2 m . 0.04 m3 j. 0.12 m = 436 m2 . 0. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.12 m = 52. Tangga beton Volume = 13.7 m .2 m .8 m = 56. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.7 m = 211.4 m =14.32 m3 l.7 m = 37. 0.25 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.25 m x 0. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.4 m = 179 m . Beton lisplank Volume m.64 m3 .

6 m x 0.2 m x 0.299 n.12 m .2 m .67 m = 0.67 m .12 m = 15 m2 = 0.34 m3 .45 m2 = 0.6 m = 15.80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13. 15 m2 = 1. Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.6 m . 0. 24. 0.7 m = 1.7 m = 13.45 m2 = 4.72 m .12 m .89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.2 m = 24 . 0.72 m = 0.92 m3 = 42.36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.6 m = 42. 0.

125 m = 3.36 m2 = 0.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.36 m2 . 0.5 m2 .5 m2 = 0. Pondasi batu belah Volume =12.125 m = 0.25 m = 3.9 m = 35.42 m3 .75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.27 m3 = 0. 0.20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.36 m2 .25 m = 0.45 m = 12 m = 96 m p. 0.36 m2 = 0.9 m = 3. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.25 m = 0.84 m3 q.

8 x 0.8 m .5 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 = 211.34 m3 +1.5 x 0.25 m .73 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.25 x 0.8 m .04 m3 . 16 buah = 48. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.66 m3 Volume total = 48.50 m3 b.7 m = 37.8 = 16 buah = 4.7 m = 0.5 m . 0. 2 buah = 1.12 m . 0.66 m3 = 49. 0.12 m = 2 buah = 0.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.301 2. 0. 0. 2.5 = 2.73 m = 0.7 m .

0.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. = 13.12 m = 50.12 m = 420 m2 . 16 buah = 37.68 m3 d.7 m . 0. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 = 16 buah = 4. 0.2 x 0.302 c. 0.73 m = 0.4 = 171 m .40 m3 e.7 m .73 m . Beton lisplank lantai 3 Volume f.26 m3 = 1.08 m3 . Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.4 m = 13. 0.2 m . Tangga beton Volume 3.7 x 0.

25 m .25 x 0. Beton tangga Volume = 13.5 = 24 m = 2 buah = 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.7 m = 37.12 m = 50. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. 24 m .4 = 171 m .04 m3 3.40 m3 5.7 = 211. 0.5 m . 0.2 x 0.7 m . 0. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.12 m = 420 m2 . 0. 0.4 m = 13.68 m3 4.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.7 m = 0.08 m3 +12 m3 = 49. 0.2 m .50 m3 2.5 m .26 m3 . Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.5 x 0.

16 buah = 49.7 m . Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.6 m .73 m = 0.2 m .6 = 16 buah = 4.12 m = 50. Beton tangga Volume =13.40 m3 5.7 m = 0. 0. 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.04 m3 3. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.4 m = 13.25 m .304 4. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.26 m3 .25 x 0.68 m3 4. 0.6 m .73 m .6 x 0.4 = 171 m .7 m = 37.12 m = 420 m2 . 0. 0.50 m3 2. 0.7 = 211.2 x 0.

20 m3 . Water profing talang Volume = 115.50 m3 2.76 m3 = 2.6 = 16 buah = 8.46 m3 = 9.6 m = 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.2 m .6 m .56 m3 7. Beton talang Volume 6. 0. 0. Beton lisplank Volume 4. 0.7 = 110 m . Beton konsol Volume = 5.305 5.7 m = 15.6 x 0. 0.6 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.2 x 0.21 m3 = 5.6 m .40 m 3. Beton balok talang Volume 5. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0. 16 buah = 49.

51 kg/ m = 4519.5/30 cm = 76 m 5.51 kg/m = 601. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.306 C. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.8 kg 3.77 m = 12.16 kg 2. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.2 kg/m = 18297.84 m = 7. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.77 m . Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499. 12. 7.2 kg/m = 1499.84 m .

Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.2 m3 .9 m3 = 143. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.1.5/30 cm = 31.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.00 m3 3. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Pekerjaan pondasi batu belah 1.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.2 m2 8. Lisplang kayu jati 2. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.307 7.160 m = 2. Urugan kembali Volume = 55.

Beton praktis. Plesteran 1:3 Volume 4.36 m3 6. Urug pasir Volume = 10.5 m2 = 37. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6.308 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Plesteran 1:5 Volume 5. Pasangan bata 1:5 Volume 3.56 m3 = 19. sloof dan kolom Volume = 4.2 m3 = 4.70 m2 = 620 m2 = 70.23 m3 8. Aanstamping Volume 5.21 m3 . Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.

309 c. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.86 m = 50. Kunci tanam Jumlah Volume 5.86 m = 91.40 m Volume = 2 buah 6.40 m = 50. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3.4 m 2. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.4 m = 256. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .

Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11.310 8. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .72 m2 = 6. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12.72 m2 9.6 x 1.

700 m2 = 49 m3 3. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0.311 d. 700 m2 = 70 m3 2. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0.1 m . Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .07 m .

7 m2 = 488. Pekerjaan Pengecetan 1.312 5. Cat plafond Luas Volume h. Cat tembok luar Luas Volume 2. Lantai keramik granito Luas Volume f. Pekerjaan Instalasi 1.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.

313 3. Plesteran 1:5 Volume = 1.5 m2 = 64. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6.99 m3 . Plesteran 1:3 Volume 4.071.83 m2 = 216.31 m3 = 12. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.

Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Plint lantai Volume = 170.6 m = 33. Beton praktis.5” = 33. sloof dan kolom Volume b. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.3 m = 274. = 4. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.90 m1 8.314 5. Sponengan sudut Volume 7.00 m1 = 770.92 m2 .00 m1 = 246.3 m 2. Plesteran beton Volume 6.6 m 3.92 m2 = 18.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173.56 m2 = 173. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.6 x 1.315 5. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 7. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.56 m2 6.

316 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.75 m2 5. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 .75 m2 = 1. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.

Kaca cermin Jumlah Volume 6.317 3. Kran air Jumlah Volume 4. Wastafel Jumlah Volume 5.49 m2 =3m =3m . Cat tembok luar Luas Volume = 527. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Pekerjaan Pengecetan 1. Urinoir Jumlah Volume 7. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.49 m2 = 527.

5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2.318 2. Pipa galvanis I. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.24 m2 = 791. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Cat tembok dalam Luas Volume 3. Cat plafond Luas Volume g.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. = 423 m2 = 423 m2 = 791.

Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.319 3. Peralatan bantu Volume h. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. PVC jenis AW V.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plesteran 1:3 Volume = 111. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume 3.8 m3 = 6.71 m3 . Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.83 m2 = 62. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.320 3. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume 3.

Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. sloof dan kolom Volume b. = 2. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. Beton praktis. Plesteran beton Volume 6.046. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.18 m2 .6 m = 33. Sponengan sudut Volume 7.18 m2 = 12. Plesteran 1:5 Volume 5.5 m2 = 1.60 m 2.321 4.67 m2 8.5” = 33. Plint lantai Volume = 164.6 m 3.5 m1 = 640 m1 = 224.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.60 m = 208.

Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7.322 4. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.

Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.323 11.6 x 1. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Plafond 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .70 = 2 unit = 2 unit 14.40 m2 13.40 m2 = 168.

Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Pekerjaan Sanitasi 1. Closet duduk Jumlah Volume 2.35 m2 = 1.35 m2 5. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.324 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.

46 m2 = 508.46 m2 =1m =1m . Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Urinoir Jumlah Volume 7. Pekerjaan Pengecetan 1. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Kaca cermin Jumlah Volume 6.325 3. Kran air Jumlah Volume 4. Wastafel Jumlah Volume 5.

Pipa galvanis 1. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis VIII.326 2. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2.71 m2 = 762.

PVC jenis AW I. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Peralatan bantu Volume h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5.327 3. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 4” Panjang Volume II. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

328 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.71 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2. Lampu pijar Jumlah Volume 3. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. panel penerangan Jumlah Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Stop kontak Jumlah Volume 4.93 m3 = 6.

Plesteran 1:5 Volume 5.43 m3 b. Beton praktis.86 m2 . Sponengan sudut Volume 7.0 m1 = 204.16 m2 = 111. Plesteran 1:3 Volume 4.5” = 35 m = 35 m 3.0 m1 = 579. sloof dan kolom Volume = 2.86 m2 = 13.09 m2 = 982. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Plesteran beton Volume 6. Plint lantai Volume = 160.8 m2 8.329 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.50 m = 214.50 m 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.

60 m2 = 49. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7.330 4. Espangnolet Jumlah Volume 9. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11.

Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 . Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.90 m2 13.70 = 2 unit = 2 unit 14.331 12.90 m2 = 153. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.6 x 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Saringan air Jumlah Volume 3. Pekerjaan Sanitasi 1. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Kran air Jumlah Volume 4.332 3.

25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m . Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.333 5.25 m2 = 711. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711.

5” Panjang Volume II. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis I. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Pipa galvanis 1. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV.334 g. PVC jenis AW XII.

Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h.335 4. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Peralatan sambungan Volume 5. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.

Beton praktis. Panel penerangan Jumlah Volume 5.6 m3 = 3. Plesteran 1:5 Volume 13.0 m1 = 576 m1 = 167. Plesteran 1:3 Volume 12.336 6. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9.6 m2 = 993.0 m2 = 59. Plint lantai Volume = 75. Sponengan sudut Volume 15.15 m3 . sloof dan kolom Volume = 2. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Plesteran beton Volume 14. Pasangan bata 1:5 Volume 11.6 m3 16. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.4 m2 = 60.

Daun pintu double texwood Luas Volume 3.42 m2 = 47. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .20 m = 191. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6.337 b. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5. Pintu km/wc Jumlah Volume 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191.30 m2 6.30 m2 = 6.20 m 2. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

338 8. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Ornamen atap Panjang Volume c.

Wastafel Jumlah Volume 5. Pekerjaan Pengecetan 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Cat tembok luar Luas Volume 2.339 2. Kaca cermin Jumlah Volume f. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Saringan air Jumlah Volume 3. Pipa galvanis I.60 m2 = 464.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Kran air Jumlah Volume 4. Pipa galvanis 1. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.60 m2 = 696.40 m2 = 464.

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . PVC jenis AW I. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Pipa PVC 4” Panjang Volume II.340 II.

Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu pijar Jumlah Volume 3.341 h. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Stop kontak Jumlah Volume 4.

6. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). material. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. 2. 357 . Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.1 Kesimpulan 1.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. dan keuangan yang diperlukan. dengan upaya tersebut. Meskipun demikian. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. 3. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. peralatan.

358 6. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan.2 Saran 1. . 2. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. 3. 4.

1987. DPU. K. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Pedoman Beton. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. 2003. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Suryolelono. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Bandung: Yayasan Penerbit PU. DPU. DPU. Gunawan. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia.B. Yogyakarta: Nafiri. DPU. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. DPU. Yogyakarta: Kanisus. 1984. 1987. DPU. 1988. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Henry. Bandung: Yayasan LPMB. 1989. Rudy. 1961. 1994. Materi Kuliah Strukur Beton. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. 1991. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Teknik Fondasi Bagian II . Tabel Profil Konstruksi Baja. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->