PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

.... 296 5...............1 Perhitungan Volume Pekerjaan............................................................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya.......... 354 5.................BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.... 357 6............1........ 342 5.........…….....2 Rencana Anggaran Biaya.........1...................1 Pekerjaan Struktur dan Atap..................……........4 Time Schedule……………....1 Kesimpulan…………………………………………………………….................... 307 5.............. 356 BAB VI PENUTUP 6....... 296 5.....2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA .................................................................2 Pekerjaan Finishing Arsitektur...........……................

Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Skema Tangga Type K Gambar 5.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. dan 5 Gambar 9. Potongan Tangga Gambar 7. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. 3. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Detail Pondasi . Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Penulangan Balok Lantai 2. 4. Denah Tangga Gambar 6. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Penulangan Balok Sloof Gambar 8.

Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13.DAFTAR TABEL Tabel 1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Time Schedule . Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8.

131 471 402 . Lashari.T.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K..T. Tugino. M.T. M. S. 132238497 Drs. Satrijo Utomo. NIP. M.T. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. NIP. NIP.

Gambar Bestek . Input Portal (SAP 2000) 6. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Output Portal (SAP 2000) 7.

2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas.4 Semarang. 2 .1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No.BAB I PENDAHULUAN 1. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 1 . Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. 1.

Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah . DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Pahlawan No. Pahlawan D Keterangan : A. Bundaran Air Mancur E. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Ramayana Dept. Lapangan Pancasila B.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl.2 1.4 Semarang. Store Gambar 1. Biro Pusat Statistik (BPS) C.

syarat (RKS). Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Rencana kerja dan syarat . Perencanaan atap. 2. 1. dan 8. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. Perencanaan tangga. minimal tiga lantai. Perencanaan kolom. Perencanaan plat lantai. 7. Perencanaan balok. 6. Perencanaan pondasi. 3. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. 4. 5.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. Rencana anggaran biaya .3 1.

Pahlawan No. Lokasi Proyek b.4 Semaramg : Tanah datar : . Topografi c. Tabel – tabel penunjang : Jl.00 m o Lantai 2 : + 04.77 m 2.46 m o Lantai 4 : + 14. Grafik – grafik penunjang c.4 1.19 m o Lantai 5 : + 28. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Literatur panjang b. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.73 m o Lantai 3 : + 09.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1.

7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. dan sistematika penulisan. lokasi proyek. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. 1. maksud dan tujuan. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. pembahasan masalah.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. . latar belakang.

. metode perencanaan. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. dan syarat teknis. anggaran biaya. kriteria. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. dan klasifikasi pembebanan rencana. dasar perhitungan. tulangan balok. tulangan kolom. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. tulangan tangga. syarat administrasi. tulangan plat. dan azas – azas perencanaan. dasar – dasar perencanaan. perencanaan atap. terdiri dari syarat umum. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan.

2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . seperti denah. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan.BAB II PERENCANAAN 2. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat.syarat fungsional maupun strukturnya. Pada jenis gedung tertentu. 2. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok.

beban angin dan beban gempa.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional.siuran dalam bentuk fisiknya. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. 2.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat . persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. dan tidak terjadi kesimpang. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1.

Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). 4. . indah dan menarik. 5. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. 3.

Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. a. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS.10 6. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat.

b. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. 2. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. antara lain: . 2. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala.

2. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan.12 1. Syarat . Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. Ukuran balok Dalam pra desain.

kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.65. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0.13 Tabel 1.

Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. . Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. karena telah ditumpu oleh plat. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. 2. 2. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan.

Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Tembok batu bata (1/2) batu 4. 2. 4. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. per cm tebal : 21 kg/m2 . Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3.15 2. Massa jenis beton bertulang 2. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. 3. Adukan dari semen. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya.

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Penutup lantai.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Comb 3 = 1. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa.5 LL 2. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. 2. Comb 2 = 1. Comb 1 = 1 DL + 0.6 Q 3.16 24 kg/m2 7. yaitu: 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang.2 DL + 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. 2. Pedoman Beton 1989. . SK SNI T-15-1991-03.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1.

Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Data perhitungan SAP.17 3. 5. . Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. 4.

1. 3.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Data teknis Bentang kuda. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² . Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal).

707 .5 . 0.25 m = 0. (Ju)² = 1/8 .5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .5 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .25 b. 0.2762 kg m My = 1/8 .18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2.5 m : 100 kg/cm² = 12. 12. cos 45° .707. Jarak reng = gt . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . (0. Jr = 50 . qr . 12. 0. qr . b .5)² = 0. h . Perencanaan Reng a. sin 45° (Ju)² = 1/8 . h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . (0. b2 .5)² = 0. Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0. h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 .2762 kg m c. ⎜ ⎟ h . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .

maka : = 2 h 3 2 .1587 = 3 6.62 + 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .62 h3 100 kg/cm2 = 615.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.87 100 h3 h3 h h b = = 6.1587 = 1. Ju 200 . ⎜ h ⎟ .19 ⎛2 ⎞ = 1/6 . h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.87 h3 615.

12.Ju 4 384.Ix 5.0159 cm fy = 5. b .022 cm ≤ 0.0159) 2 + (0.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.Ju 4 384. b3 .qr. cos α . sin α . (h)3 12 1 . h 12 1 .20 = 1 .12.4.qr.107. cos 45°.25 cm Ix = 1 .(50) 4 384.5 cm4 Iy = 1 .107. Kontrol Tegangan . (3)3 12 = = 4. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.0159) 2 Ok! = = 0.5. 2 .E.(50) 4 384.25 cm (f ijin) e. (2)3 .5. 50 200 = 0.2 = 0.E.5 = = 0.sin 45°.Iy = 5.

cos α . Perencanaan Usuk a.5 m Beban genting. (Jgd)2 = 1/8 . 25 . 0.677 kg/m qy = qu . sin 45 = 17.677 kg/m b. cos 45º .(2) 2 1 / 6. (1. cos 45 = 25 .62 27. sin 45 = 25 .2. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3. Momen yang terjadi = 50 .665 m = 0.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.(3)3 = = 23. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. qu . cos 45 = 17.62 + 1 / 6.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. Ju qu qx = qu .665)2 .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .3. reng dan usuk = ggt .

cos 45 = 100 .sin 45 = 70. 1. P . sin 45º .665 = 29.125 kgm c.665)2 = 6. Jgd = 1/4 .7111 kg Py = 100 . P . sin α . 100 . cos 45º .433 kg m My2 = 1/4 .711 kg Mx2 = 1/4 . sin 45º .125 kgm My1 = 1/8 . 25 . (Jgd)2 = 1/8 .665 . 1. Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . (1. qu . 100 . sin 45 = 100 . cos 45 = 70. cos α . sin α .22 = 6. Jgd = 1/4 .

4 .4 kN/m2 Angin Tekan = (0. 45) – 0.433 = 35.125 + 29.4 = 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.5 = 0.665)2 = 0.125 + 29. 0.433 = 35. 0. 0. (Jgd)2 = 1/8 .433 kg m d. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.5.558 Kg m e.4 = (0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 . Ju = 0. (1.02 . Wx . h2 .5 . α) – 0. w .1733 kg.23 = 29. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .5 kN/m W tekan = angin tekan . b .02 .

8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002.2 + h3 h3 100 = 100 100.8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555. 10 cm 3 b = . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.055 = 9.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.8 3555. h3 h3 h h = = 80005. h . h .2 32002.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .055 = 3 800.28 cm diambil h = 9.5 = 800. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .8 3555. ⎜ h ⎟ . h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . maka: b = 2 h 3 2 .

(166.Jg 3 5 + .677.025) 2 + (0.500 384 48 = 70. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . 6 . cos α . (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx. .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.5) 4 1 + . cos α .07 cm ≤ 0.Ix E. b .832 cm Ix = 1 .Jg 4 px.Ix 384 48 5 17. 10 .072) 2 = 0. Jgd 200 1 . E.5 200 = = 0..832 cm OK! . cos 45°.5) 3 10 7. h . (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 . 166. cos 45°. 107.711. (b)3 12 1 .25 b = 6.(166. . (h)3 12 1 .

354 m = 1.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .50 = 27 kg/m = ggt . Perencanaan Gording a.135 . 1.665 m = 1. cos 45º .665 = 9.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp .123 kg/m Berat Branching 10% = 12. jp = 18 . 1.558 + 1/ 6 1 / 6.50 m = 5. 1. (l)2 = 1/8 .26 g.821 kg/cm = 94.558 35.93 . usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. q . jgd = 5.25 kg/m q = 120.0123 kg/m q = 132. jgd = 0. = 94. (3. cos α . Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.354)2 . 132. Berat pada gording (qg) = 3.665 = 83.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .50 .

02 . 3. (l)2 = 1/8 . l = 1/4 . P .3 kg/m2 .846 kgm c. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. w . (3. Karena Beban Angin (Whisap. 100 .645 kg m d.5 .354 = 29. 100 .m My = 1/8 . cos α .135 . 40 . Jgd = 0. q .27 = 131.4 = (0. P . sin 45º .354)2 = 32. 45) – 0.02 . sin α . sin α . sin 45º .291 kg m My = 1/4 .385 kg. 3.354 = 59. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .132.665 = 33. l = 1/4 .5 W tekan = angin tekan . cos 45º . 1.4 = 0. α) – 0.

385) + (1.825 kg. 33. 40 = .64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 . DL = 1.5285 kgm My2 = 1.m My1 = 1. w = -0.2 .6 .2 .8465 = 45.4 . LL .2909) = 252.4 . l2 = 1/8 . (3. 131.6 . 131.46 kg. (-26.64) . Jgd . 32. 1.0.3.981 kgm Mx2 = 1.6 .m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.2 .4 W hisap = -0.4 .26.665.4 .3542 = 37.940 kg.DL = 1.3859 = 183. LL = (1.354)2 = 46.4 . DL + 1. (l)2 = 1/8 .28 Koefisien angin hisap = . 3. 59.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .4 . DL + 1. Wtekan .

LL + 0.4 wx wx = 0.85 + (4.0.9 2400 = Mx My + .2 .2 .84) wx 59992.88 m = 25252. 59.291) + (0.238 kgm Mx4 = 1. W = (1.46) = 130. 131. 29.50 kN/m = 1.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.2 .29 = (1.6454) = 86. DL + 0.8 .385) + (0.291) + (0. DL + 0. 32.2 . LL . Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.846) + (0. LL + 0.385) + (0.0) = 54.340 kgm e. 59.275 kgm My4 = 1. 37.8 .645) + (0.5 .77 cm3 . W = (1.5 .8684.6 . 37.46) = 217. W = (1.8 .2 . 131. 32. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.5 .8 .8465) + (1. diambil moment arah x yang terbesar.5 .8 .5 .2 .2 . DL + 0.8484 kgm Mx3 = 1.5 .8 .9 σ ijin 0. 29.

665 o Berat Branching 10 % = 11.2 cm3 = 332 cm4 = 53.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.51 kg/m = gp .536 . (I)2 = 1/8 . cos 450 = 91.776 kg/m q total = 129.3 cm3 = 12. qx .536 .354)2 = 128. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7. (3.79 kgm .8 cm4 ix iy = 5.37 cm1 Ix Iy berat = 7.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.51 kg/m f.59 kg/m qy = q total . 91.89 cm1 = 2. sin 450 = 129. Jgd = 50 .25 kg/m q = 117. cos 450 = 129. 1.59 . 1.536 kg/m qx = q total .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .50 = 27 kg/m = 83. Jp =18 .59 kg/m Mx = 1/8 . sin450 = 91.

59 .3 = 931.2 44.2909 = 188.19 kg.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.( I ) 3 .645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61.EIx . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.09 + 12.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 . + 384 EIx 48.54 18808. 91.19 + 29.79 + 59.( I )3 5 qx. qy .0809 kgm My = 32.8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.354 ⎞ = 1/8 . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.

qy.538 384.000221 + 0.(l / 2)3 48.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.10 6.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.711.0334 cm < L/250 = 3.3.10 6 .(3.2.1.2.354 ⎞ 3.2.538 3 = 0.354) 3 48.354) 4 384.1.3416 cm = 0.000061 = 0.3.354) 3 48.0301) 2 + (0.711.⎜ ⎟ 4 5.2.3.000146 m = 0.⎜ ⎟ 5.0301 cm ⎛l⎞ Py.0.0000797 = 0.711(3.354 4 70.93.l 3 48.EIy 48.000301 m = 0.433.1.32 = 5.1.10 6.0146) 2 = 0.EIx 70.32 = = 0.354/250 = 1.1.2.10 6 .93.0000852 + 0.0334 cm < 1.0.EIy 3 ⎛ 3.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.32 + 70.EIy .0000797 m = 0.10 6.00797 cm fy = Py.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.32 = 0.(3.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

41 3.3 240 = 0.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.42 cm .18 cm2 imin = lk 240 = 182.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.3 cm2 ix = 2. Batang bawah P = 2874.177 m σ tarik = 75% . 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.07 1200 = = 2.85 = 2.5 δ = 12 mm lk = 1.395 cm2 Abruto = Anet 0.

42 cm = 72.679 cm = 1.3 cm4 = 72. A ) = 2 ( 72. δ + e = 0.5 .3 2.26 = 0. 2.41 1.3 .12.847 = 1.82 2.862 ) = 345.42 = = 8.42 iy lx I y = 2.593 − 0.5 . 12 + 2.26 = 2.3 cm4 = 2.2 345.89 .42 cm λ = lk i min 182.3 = = 3.749 cm dipakai min = 2.3 + 12.86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 .82 cm4 i y = Iyprofil A.

12.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.Lx1 .Ly .21 kN/m2 = 0.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .1.3 = = 116.07 2.2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.11 kN/m2 = 0.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.Lx .24 kN/m2 = 0.02 m = 0.ω x Aprofil 2874.43 Kontrol tegangan σ = p.

Mly .Mtx .44 .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mty .Mlx .

5400.45 Gambar 3. yaitu. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 . Tabel 5.6 < 2.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .200.1203 12 = 1. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.8003 12 = 1 . Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.

Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.37 ⎨1. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.37 = 7104 48.8 + ⎟.538 = 132.33 = 147.46 = 1.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.β .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Ly ⎜ 0.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.1.69 mm.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.8 + ⎟.⎨α − 0.6 − 0.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.

Berat keramik .21 kN/m2 = 0. q DL + 1.18 kN/m2 = 4. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.15 = 3. 4.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .Berat sendiri plat . Kusuma.6 .23 + 1. 5 = 13.6 .2 .8 Cx- = 70.2 .65 .Berat spesi .( 1991). 0. G. q LL = 1.24 kN/m2 = 0.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.6 kN/m2 = 0.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .

65. (6)2 = 25. dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .819 kNm 2. 13. qu .P (selimut beton) .85 . Penulangan plat lantai . 0. Dx = 10 mm Arah y.001 . qu . (6)2 = 19.076 .076 .8 . Dy = 10 mm .001 .Tinggi Efektif Arah x..(6)2 = 8. 13. Lx2 = 54.001 .(6)2 = 33.6 Cy- = 54.076 .076.001 . Utama = 20 mm Arah x .001 .001 .Asumsi tul. 0.25 kNm Mty = Cy. qu . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y.206 kNm Mly = Cy+ . 0. qu .756 kNm Mtx = Cx. 0. 13. Lx2 = 40. Lx2 = 70. Lx2 = 18.48 Cy+ Mlx = 18. 0.. 0.001 .001 .85 = Cx+ .6 . 13. 0. 0.

nilai ρmin = 0.8 MPa. maka di dapat : ρmin = 0.b.8.206.1000.0120 Dari tabel A.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.0363 Maka.0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.(95) = = 2.0120 < ρ mak = 0.106 2 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) . maka diambil ρ perlu = 0..2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .dx 19.

5. b .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 15 = 1177. 3. π .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .5 = = 14.428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . d2 4 1 .14.0120 . 102 4 = = 78. dx = 0. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. 1000 . n = 78.

106 2 0. d2 4 1 .0058 ρmaks = 0. π . maka di dapat : ρmin = 0.0058 < ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.(95) = = 4.0224 Dari tabel A.1000.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . 102 4 0. 95 = 2128 mm2 . b .302 MPa.5 mm2 As tx = ρperlu .601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.8.dx 33. 1000 .257. dx = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa. nilai ρmin = 0. 3.0224 < ρ mak = = = 78.0363 Maka.0224 .14.b.

maka di dapat : . 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.1000.5 MPa dan fy = 240 MPa..037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.756.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .(85) = = 1.8.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.106 2 0. n = 78.0066 Dari tabel A.b. maka diambil ρ perlu = 0.dy 8.414 MPa.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.5.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.

nilai ρmin = 0.0066 . 102 4 = = 78. 3.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .14.0066 < ρ mak = 0. n = 78.0058 ρmaks = 0.5 = = 7.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. dy = 0. d2 4 1 . 1000 .53 ρmin = 0.0363 Maka. π . 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.5 mm2 As Iy = ρperlu .5.0058 < ρ perlu = 0.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. b .

106 = 2 0.1000. π . 85 = 1831 mm2 .54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.5 MPa dan fy = 240 MPa. nilai ρmin = 0. 1000 .5 mm2 As ty = ρperlu .(85) = 4. d2 4 1 . b . maka diambil ρ perlu = 0.0215 .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .0215 < ρ mak = 0.dy 25. dy = 0.0058 < ρ perlu = 0.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. 102 4 = 78.b.0215 Dari tabel A.819.0058 ρmaks = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.14.8.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0363 Maka.17 MPa..maka di dapat ρmin = 0. 3.

32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.7 cm .7 cm 163.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.5. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.5 = = 23. n = 78.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.

0 cm .7 cm Gambar 5.Mutu baja (fy) . optrede) = 18 cm .Mutu beton (fc) . Skema Tangga Type K 236.5 cm 215.Lebar pijakan (a.56 215.2. antrede) = 30 cm .1 Data teknis tangga .Tinggi pijakan (o. Denah Tangga 3.5 MPa = 240 MPa = 473.9 cm 197.9 cm 197.Jumlah anak tangga = Tl optrede .7 cm Gambar 4.5 cm 236.Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.

7 cm a = 215.Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.96 0 .Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .57 = 473.0 18 = 25.Lebar bordes .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .98 buah .2.2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.21 kN/m3 .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.Tebal keramik maks (hk) .24 kN/m3 = 0.Berat sendiri keramik .9 cm .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Berat sendiri beton . tg = 30.

0.24 kN/m3 q DL = 0.4 + ) 27 700 = = 7.58 Gambar 6. 2.Berat keramik (1cm) = 0. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.96 0 9 = 11 cm + ( = 9.74 (0.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a.0042 kN/m2 = 2. 24 kN/m3 .12 m .02 m .4 + ) 27 700 1 240 .9) 2 + (163. Beban mati (q DL) . 0.0024 kN/m2 = 2. berat sendiri keramik = 0.886 kN/m2 . berat sendiri beton = 0. Pembebanan Tangga a.Berat sendiri plat = ht .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.01 m . L (0.21 kN/m3 . berat sendiri spesi = 0.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .88 kN/m2 = hk .Berat spesi (2 cm) = hs .7) 2 = 274 cm = 2.

dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1.264 kN/m2 b.2 . Beban berfaktor (qu) qu = 1. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. q DL + 1. 2. 3 kN/m2 = 8. Dx Arah y. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.6 . Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x.886 kN/m2 + 1. q LL = 1.4 .6 .59 b.2 . Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c.

Lx2 = .264 . qu .001 .264 .2179 kNm = . Lx2 = + 18 . Lx2 = .55 .72 .637)2 = . 0. 8.72 = . 0.001 .Cx.637)2 = + 0.001 . 0.001 ..55 .264 .1.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . Lx2 = + 42 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .Cy.001 .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). 8.637)2 = + 0. (1. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ . qu . 8.001 .1594400 Nmm Mty = . qu . qu .637)2 = . 0. 0.1.001 .(1. 8. 0.001 .5944 kNm = . (1.264 . 0.. (1.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = . 0.

2255 maka diambil ρ perlu = 0.0058 . dx = 0.b.2 mm2 ΔD12 = 1 . 94 = 545.dx 2 0.14 .0363 (ok! As tx = ρperlu . 3.0058 = ρ perlu = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. π .61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .1000.0058 = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.8.2255 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 . b .2 113 = . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. D2 4 = 1 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.(94 ) 1594400 2 = = 0.

5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .b.1315 MPa dari tabel A.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(94 ) 930100 2 = = 0.1000. n = 113 mm2 . 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .dx 2 0.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .62 = 4.8.

b . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4. 1000 . 3.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) . π .0058 .0058 < ρ mak = 0. D2 4 = 1 .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 = ρ perlu = 0.14 .0363 dari tabel A . 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . maka diambil ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.1315 .0363 (ok!) As lx = ρperlu . dx = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0058 Maka nilai ρ min = 0.63 ρmin = 0.

maka diambil ρ perlu = 0. n = 113 mm2 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ . 82 = 475.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 ρmaks = 0.2264 .0323 (ok!) As ty = ρperlu .(82 ) 1217900 = 2 = 0.1000.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 .6 mm2 . b .dy 2 0.8.0058 = ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. dy = 0.b.0058 .2264 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.64 As = ΔD12 .

n = 113 . 3. π . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 113 = = 4.65 ΔD12 = 1 .14 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. (n) = Asty ΔD12 475.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . D2 4 = 1 .

dy = 0. π .14 .8. 3.(82 ) 3986100 = 2 = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.dy 2 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 ρmaks = 0.0203 (ok!) As ly = ρperlu . 84 = 707.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.074 MPa dari tabel A. 1000 .25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.0058 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.b.074 . D2 4 = 1 .6 mm2 ΔD12 = 1 . b . maka diambil ρ perlu = 0.20 dipakai 5 batang .66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .0058 = ρ perlu = 0.6 113 = = 4. (n) = Asly ΔD12 475.1000.0058 < ρ mak = 0.

3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.6 mm2 (ok!) 3.2.67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . n = 113 .7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.7 cm = 163.2 .

Beban hidup (qLL) .25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.02 m .Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.0024 kN/m2 qDL = 2. berat sendiri beton = 0.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.89 kN/m2 b. menurut perhitungan diatas.88 kN/m2 = hk . 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. berat sendiri keramik = 0.01 m .68 fy ⎞ ⎛ ⎟.12 m .0042 kN/m2 = 2.24 kN/m3 = 0. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.Berat sendiri plat = ht . Beban mati pada bordes (qDL) . berat sendiri spesi = 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.Berat spesi (2 cm) = hs .8 + ⎟.Berat keramik (1cm) = 0. 24 kN/m3 .8 + ⎟.2 = 55. 0.1.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.21 kN/m3 .Lx ⎜ 0.8 + ⎟.

69 qLL = 3 kN/m2 c. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.(1991). Dx Arah y. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .263 kN/m b. 3kN/m2 = 8.2. Beban berfaktor (qu) qu = 1.6. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . 2. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y.6.54 Momen rancangan .2. qDL + 1.89 kN/m2 + 1.63 = . qLL = 1.

1. 8.(1.Cy..7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ . Lx2 = . (1. Lx2 = + 22 . (1. (1.263 .677)2 = . 0.2548 kNm = . qu . 0. 0.263 .001 .4640 kNm = . 8.1464000Nmm Mty = .001 .dx 2 0.263 . Lx2 = .001 . qu .001 .Cx.8.b.677)2 = .677)2 = + 0. 0.263 .001 .1.5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .001 .001 .677)2 = + 00. 0. qu .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .(94 ) 1464000 2 = = 0. 0.54 .207 MPa . 8. 0. qu . 8. 0..63 .70 Mlx = + Cx+ . Lx2 = + 34 .001 .1000.

207 . 94 = 545.0058 Maka nilai ρ min = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. dx = 0.465’ nilai K = 0. (n) = Astx ΔD12 545. 3.14 . D2 4 = 1 . b .0058 = ρ perlu = .2 133 = = 4.0058 ρmaks = 0.0058 .0203 (ok!) As tx = ρperlu .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 .71 dari tabel A.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. π . maka diambil ρ perlu = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 < ρ mak = 0.

0058 = ρ perlu = 0.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ . b .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 Maka nilai ρ min = 0. n = 133 mm2 .0058 < ρ mak = 0.(94 ) 791000 2 K = = = 0.119 MPa dari tabel A.0058 .b. maka diambil ρ perlu = 0.0132 (ok!) As lx = ρperlu .0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. dx = 0.1260 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. 1000 .dx 2 0.8. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.0058 ρmaks = 0.1000. 94 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .

14 . 3.2 113 = = 4. D2 4 1 .73 = 545. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y . n = 113 mm2 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.2 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Aslx ΔD12 545.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . π .

0058 . (n) = Asly ΔD12 .(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.233 . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.b. D2 4 = 1 .0058 = ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.233 Mpa dari tabel A.dy 2 0.8.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .14 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 3. 1000 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. π . b .6 mm2 ΔD12 = 1 . 82 = 475. dy = 0.1000.

20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 133 = 4.dy 2 0.75 = 475.8.095 MPa dari tabel A.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 133 .1000.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.(82 ) 511200 K = = 2 = 0.b.

π .6 mm2 ΔD12 = 1 . dy = 0.0058 < ρ mak = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. n . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. b .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0058 .0363 (ok!) As ty = ρperlu .095 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. 82 = 475.0058 ρmaks = 0.6 133 = = 4. 3. (n) = Asty ΔD12 475. D2 4 1 . 1000 .0058 = ρ perlu = 0.76 ρmin = 0.14 .

77 =133 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. Estimasi beban 1. 0. 24 kN/m3 = 7. lt .89 kN/m .5 . 24 kN/m3 = 2.Berat bordes = hb .6 mm2 (ok!) c.Berat tangga = ht .977 m .21 kN/m3 = 0. 17 kN/m2 = 33.5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.12 m .049 kN/m . Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.Berat dinding = 1.609 kN/m q DL = 43.948 kN/m .74 m . 0. berat sendiri beton = 0. 2.2 .977 m .4 kN/m .Berat sendiri balok = h . berat sendiri beton = 0. 1. berat sendiri beton = 0. lb . Beban mati pada bordes (qDL) . b .12 m .

qu .136 kNm Momen lapangan = 1/11 .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = . qu .2.d 2 0. qDL + 1. 2. 543.1192 = .948) kN/m + (1.8.6.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .b.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .78 2. I2 = .10.6.(464 ) 10136000 2 = = 0.2.1192 = 22. 54. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.177 kN/m .1/24 . Beban berfaktor (qu) qu = 1.200.1/24 .Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10. 54.177 kN/m . I2 = 1/11 . 2. qLL = (1. 3) kN/m = 54.29 MPa .

0251 (ok!) As tx = ρperlu .176 mm2 ΔD16 = 1 . b .176 200.14 .96 = = 2. maka diambil ρ perlu = 0.00442 = ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.00442 < ρ mak = 0.96 mm2 Jumlah tul.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.29 . 200 . D2 4 1 .79 dari tabel A. (16)2 4 = = 200. d = 0. (n) = Astx ΔD16 410. 3.00442 . π . 464 = 410.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.00442 ρmaks = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.

maka diambil ρ perlu = 0.64 .00442 ρmaks = 0.200.(464 ) 22114000 2 = = 0.d 2 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0. n = 200. 200 .8 mm2 jadi As > Astx = 1004.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.64 MPa dari tabel A.00442 = ρ perlu = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.0251 (ok!) As lx = ρperlu .5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.00442 .114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ . 5 = 1004. b .00442 < ρ mak = 0. 464 = 410.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .176 mm2 .b.8 mm2 > 410. d = 0.8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.96 mm2 .

176 200. (16)2 4 = 200.81 ΔD16 = 1 .8 mm2 > 410.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.176 mm2 (ok!) 3.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.14 .96 mm2 Jumlah tul.2) . 5 = 1004. n = 200. 3. (n) = Astx As1 410. π .96 mm2 . D2 4 = 1 . 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.

6 .7 .82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 0.2.77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 250 = 24 . 9. 0.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . Beban Mati Berat plat = 24 .2 . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .2 . 3.6 .(0. 20). 2400 = (4 .3. (11+7) = 204249. 2400 Dinding Plafond = {(2. 24) + (2.12) . 20 .0. 9.7 . 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . Beban Lantai 5 1. 20)} .8 kg Kolom (60x60) = 24 .12 . 0.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.12) . 24).(0.20 . 0.4 – 0. 24) + (3 .85 . 20)} .12 m = 50 kg/m2 = 28.85 .0.12) . 2400 = 17740. 0. 0. (0.

0.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 20 . 0.4 kg b.83 Spasi Keramik = 24 .3 .5 WLL = 0. 20)} . 24).73 . 24) + (2. 20 .4 kg 2.3 . 20 . 0. 20 .12) . 4.(0.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg . 24) + (3 .12) .4 kg + 12000 kg = 814530.20 .12 . 0. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.6 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 20)} .(0.5 .4 – 0. 250 = 24 .(0.8 .0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 24. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .12) . 21.8 . 2400 = 17740.0.2.6 . (11+7) = 24 . 20 . 0. 3 = 98081. Beban Lantai 4 1. 0.73 . 21. Beban Mati Berat plat = 24 . 3 = 24 . 2400 = (4 . 4. 20). 24 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530.

20 . 0. (0.0. 24). 2400 = (4 .12) .7 .08 kg c.2.5 . 0. Beban Mati Berat plat = 24 . 4. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962.20 .08 kg + 120000 kg = 637962. 20 . 2 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.0. 0.84 Keramik = 24 . 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 24) + (2. 24. 21.73 . 20). 2400 =17740.4 – 0. 2 = 23040 kg WDL = 517962. 20)} .7 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .12) .85 . 20 . 20)} . 0. 3 =133499.12 . 24.(0. 24) + (3 .8 .5 WLL = 0.(0.7 . 20 .08 kg 2.12) . 250 = 24 .2 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. Beban Lantai 3 1.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 0.3 .8 kg Kolom (70x70) = 24 . 20 . (11+7) = 24 . 9. 24 .

20 .3 .(0.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 0. 2 . 24) + (3 .32 kg + 120000 kg = 673380.85 2. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .2. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0. 250 = 24 .8 .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 20 . Beban Mati Berat plat = 24 . 9. 9.8 kg Kolom (80x80) = 24 . 0.8 . 24). 3 =174366.32 kg d. (0.85 .0. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 2400 = (4 .20 . 20). 2400 =17740.(0. 21.5 WLL = 0. 20)} . 24. 24) + (2.12) .0. 24 . 20)} .85 . 20 . Beban Lantai 2 dan 1 1.12) .8 . (11+7) = 24 .52 kg 2. 20 .12) . 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .12 .5 . 0. 0.3 .8 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.4 – 0.

24.4 + 637962.84 kg 3.20 . Untuk Tx = Ty =0.3.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .3.06 (28.32 + 714247.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.77)3/4 = 0.2 = WDL + WLL = 594247.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.3.52 kg +120000 kg = 714247.05 3.86 Koefisien reduksi = 0.5 WLL = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0. . 500 = 120000 kg W1.7 detik 3.5 .77 m = 0.08 + 673380.52 = 3554367.52 + 714247.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.

5 . I . 3554.hi Vx ∑ wi.05 . 3.K .Wt = 0. 1.198 < 3 = 24 A Fix = b.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .3.77 = 1.77 = 1.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .74 ton 3.5 dan K=1.hi wi.38 ton = 799.hi Vy ∑ wi. Arah y H 28.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.6.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.0 . 1. Arah x (lihat tabel) H 28.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.

sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.73 Wi (ton) 814.47 132.4 Perencanaan Balok 3.29 98.88 Tabel 6.29 26.46 19.71 12.92 14. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.40 57323.83 49.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.88 1/3 Fi.6 Fix. utama Diameter tul.55 32.5 Mpa .25 Wi .y (ton) 327.4.81 3378.94 44.19 9. hi (ton/m) 23434.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.75 176.77 9.42 6756.53 637.69 673.25 714.y 81.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.46 4.03 12065.38 714.12 33.09 9044.77 18.07 24.x 65.

658.0134 [ 0.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .5 2 = = 4.0134 ρ maks = 0.0040 [ 0.θ 356008900 0.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.022 As = ρ . 250 .105 MPa ρ min = 0.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.b.0040 ρ perlu = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. d = 0.250.8.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .0134 .658. b.5 = 2205.3 N Vu = 184107.

fy 19279.6 . fc . fc . 29106000 = 3451547. d = 1/6 .Sx2y = 0.1/24 .98 N .01 Nmm Vc = 1/6 .806 mm2 Ast = As + A = 2205. Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.5 = 156176. 22. fc . 250 .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107. 658.350 = = 91.3 0.19) 2 = 76. b . 22.65.5 .975 + 91.01 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . (700-40) = 29106000 mm2 υ .5 .4 N Sx2y = (250-40)2 .1/24 .90 A= P θ .806 = 2297.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.

91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.13 N Vs ≤ 2/3 .5 = 520827. fc = 2/3 .5 .3.4.5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .5 = = 98. d .5 / 4 = 1634.S fy.4 − 156176.d 150668.2 Balok lantai 2. fc 150688. d . 250 . 22.4.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.63 mm .98 0.6 = 150668.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3. b . 658.68. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. b .150 350.68 N ≤ 520827.658.

92 - Selimut beton (p) Diameter tul.0040 ρ perlu = 0. utama Diameter tul. d .300.5 MPa ρ min = 0.022 As = ρ .b.0191 ρ maks = 0.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .0040 [ 0.8.θ = 849107800 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735. b .0191 [ 0.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.5 2 = 6. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.735.

5 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc . 1/24 .5 .415 + 1225.5 = 174439. 34848000 = 4132464. fc . 22.45 mm2 = Ast = As + A = 4214. fy 278790.14 N .6 . (800-80) = 34848000 mm2 υ . 1/24 . 735.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . b .45 = 5439.93 = 0.45 Nmm Vc = 1/6 .45 Nmm Tu ≤ υ .4 0. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.350 = 1225.0191 . 735.5 = 4214. d = 1/6 . Sx2y = 0.1/24 . fc . 300 . 300 . 22.65.

fc 463355.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .735.S fy.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 . b . d .94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.86 N ≤ 697756. d .d 463355.56 N Vs ≤ 2/3 . 22.86. b .5 = = 269.6 = 4633355.5 / 4 = 183. 300735.5 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.875 mm .56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.14 0. fc = 2/3 .5 = 697756.150 350.

5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638. utama Diameter tul.95 3.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.3 N Vu = 128928.5 mm Penulangan pada momen .4.

0171 [ 0.03 MPa ρ min = 0.0171 .638.5 2 = = 5.67 + 3036. 200 . 638.0040 [ 0.0171 ρ maks = 0.86 mm2 Ast = As + A = 2183.5 = 2183.96 K= Mu d 2 .8.350 = = 3036. b.65. d = 0.3 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.200.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .022 As = ρ .67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . fy 690887.86 = 5220.b.0040 ρ perlu = 0.θ 328143700 0.

(700-80) = 8928000 mm2 υ . d .b.200.5 22. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.5 1 + (2. 22.9 − 49512. 6547700 2 ) 128928. 1/24 .9 N Sx2y = (200-80)2 .6 = 165369.6 .97 Vu = 128928.014 Vc = 1 / 6.d fc 1 + (2. 1/24 .Ct. fc . fc = 2/3 .638.14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .56 Nmm Tu ≤ υ .36 0. Sx2y = 0.d ∑ x2 y 200.36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. 1/24 . Tu 2 ) Vu = 1 / 6. 638.0.5 . 22.5 . b .56 Nmm Ct = b.5 . 8928000 = 1058730.5. fc .5.5 8928000 = = 0.638. 200 .014.9 = 49512.

99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.d 165369.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.638.3 N = 328431. fc 165369. b .5 / 4 = 159.S fy.5 = = 110.5 Perencanaan Kolom 3.98 = 403822.5.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.85 N Vs ≤ 2/3 . d .3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .62 mm .14. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.150 350.14 N ≤ 403822.

5 mm e = Mu P 1125725 2621461. 22.48 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .5 600 + 350 = = 458.85 . 800 . 5959044 = 3893378. 0.3 = = 429. Cb = 0.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.6 N .21 = 389. b .85.65 .99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.65 .85 .21 mm ab = β . 458. fc = 389. Pnb = 0.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .d 600 + fy 600 725. 0.

03 N = As’ Tsb fy 271967.30 350 = = 777.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .21 − 50 0.0244 ≥ vy = 0. 777.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.d ) + Csb ( .d ) 2 2 2 2 800 800 389.05 = 7154.100 P ≤ Prb 2621461.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .25) 3 .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.3 N ≤ 3893378.003 d 458.

02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 22.6 = 88539. 22.101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. Sx2y = 0. 1/24 . fc . 1/24 . fc . 1/24 . d .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. 343000000 = 40674796. 725. d . (800-100) =343000000 mm2 υ . b . 800 .5 = 1835385. 725. b . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. fc = 1/6 .4 Nmm Tu ≤ υ . d .5 = 458846.95 N Vs ≤ 2/3 .b . fc = 2/3 . 22.3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . fc .5 .5 .4 Nmm Vc = 1/6 .5 . 800 .3 − 458846.48 0.6 .

d = 88539.102 88539.02 N ≤ 1835385.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .s fy.725.5 = 53.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.375 mm .5.02.5 / 4 = 181. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.150 350.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.

fc = 389.103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 . 0.85 .5 600 + 350 = = 458.21 = 389. 22.d 600 + fy 600 725.85 . 458. Cb = 0.25 / 2 = 725.48 . 800 .5 mm e = Mu P 629904200 2053252.0.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .21 mm ab = β .2 = = 306.85 . b .12 .50 .5 = 5959044 N .

21 − 50 0.2 N ≤ 3893378.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.6 N P ≤ Prb 2053252.0244 ≥ vy = 0 .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.d ) + Csb ( . Pnb = 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .65 .003 d 458.8 N = As’ Tsb fy .Tsb = 5959044 N Prb = 0. 5959044 = 3893378.d ) 2 2 2 2 800 800 389.65 .

343000000 = 40674796.5 = 1/6 .4 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 .43 = 4842. d . fc . fc . b .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. 800 . Sx2 = 0. fc 22. 1/24 . 1/24 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.5 .5 .105 = 847498.4 Nmm Vc = 1/6 . = 458846.6 .43 mm2 As = 2 As’ = 2 . 241.8 350 = 241.48 N . 22. 725.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .

5 = 1835385. fc = 2/3 . 725. d .48 0. 800 . fc 33264.150 350.725. b .150 . b .5 / 4 = 181.81.81 N ≤ 1835385.s fy.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .375 mm .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.65 mm2 Dipakai D12 .95 N Vs ≤ 2/3 .5 = 19. 22.d = 33264. d .6 = 33264.5 .

5 mm e = Mu P 568184500 1483837.107 3.5 600 + 350 = = 395.d 600 + fy 600 625.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.2 N = 227849.5.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.2 = = 382.05 mm .92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .

85 .83 control keluluhan baja vy vs = 0.05 − 50 0. 395.85 . 700 .83 N P ≤ Prb 1438837.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . 22.021 ≥ vy = 0. fc = 355. b .65 .003 d 395.5 = 4495452.000167 = cb − d ' 0.039 N Prb = 0.85 .039 = 2922043.Tsb = 4495452.05 = 355.65 . 0.2 N ≤ 2922043.79 . Pnb = 0. 4495452.000167 .108 ab = β .003 50 = = 0.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Cb = 0. 0.

5 mm.25) 2 = 262. 22.05 Nmm . fc .66 = 2385. 1192.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432. 1/24 .039 ( = 818644293.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.d ) 2 2 2 2 700 335.98 350 = = 1192. 216000000 = 25614449.d ) + Csb ( .98 N = Tsb fy 417432.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .66 mm2 As = 2 As’ = 2 . ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ . 1/24 .6 .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452. Sx2y = 0.

5 . fc = 2/3 . fc .18. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.5 = . d . d .s fy.05 Nmm Vc = 1/6 .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .82 0.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. 625. b .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625.6 = 32998.625.5 / 4 = 156. = 1184603.5 32998. fc 22. 700 .27 N Vs ≤ 2/3 . b . 625.18 N ≤ 1184603.5 .150 350.110 Tu ≤ υ .4 − 346150. 700 . = 346150.375 mm. d . b . fc 22.d 323988.5 = 1/6 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 1/24 .

25 / 2 = 525.111 = 22.50 .9 N = 333098.5 mm e = Mu P .5.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.12 .

Cb = 0.5 600 + 350 = = 331. fc = 282. 331.88 N P ≤ Prb 1118951.9 = 658.d 600 + fy 600 525.Tsb = 3237218.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .88 N control keluluhan baja . 22.65 .112 = 736391000 1118951.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .5 = 3237218.28 = 2104191. 0. b .28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .89 mm ab = β .85 .28 N Prb = 0.65 .85 . Pnb = 0. 0. 600 .11 .89 = 282.85 .9 N ≤ 2104191. 3237218.

72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.003 50 = = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 mm.003 d 282.68 N = Tsb fy 444102.5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659. 126.25) 2 = 212. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .000167 = cb − d ' 0.28 ( = 514539659.d ) + Csb ( .113 vy vs = 0.86 = 2537.11 − 50 0.0139 ≥ 0.68 350 = = 126.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.d ) 2 2 2 2 600 282.

1256000000 =14823176.d ∑ x2 y 600.54 1.5 .0025 Vc = 1 / 6.53 Nmm Ct = b.7 = = 238761.05 0. 22.7 − 238761. 1/24 .53 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . 1/24 .525.b.5 1 + (2.Ct Tu 2 ) .600. 333098.525. fc . ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098.0025 249266.0.d fc 1 + (2.45 N ≥ 0 .5.114 Vu = 333098.5 125000000 = = 0. Vu = 1 / 6. Sx2y = 0. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.044 16062300 2 ) .5 22.6 = 316403.6 .7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 . fc .5.

1 N = 242316.5 / 4 = 131.13 mm.5 . 3. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.45.14 N Vs ≤ 2/3 .5 = = 258.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.5 = 997066. 525.5. fc = 2/3 . d . d .6 N = 78669000 Nmm . 22. 600 .115 Perlu tulangan geser 2/3 .525.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .s fy. b .150 350.45 N ≤ 997066. b . fc 316403.d 316403.

89 = 282. 600 .89 mm ab = β . 331.1 = = 877.85 . b .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. fc = 282.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 . 22.5 mm e = Mu P 703405000 801470.85 . 0. 0.5 600 + 350 = = 331.5 .d 600 + fy 600 525.11 . Cb = 0.85 .

Pnb = 0.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .68 N = Tsb fy .000167 = cb − d ' 0.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.117 = 3237218.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.28 N Prb = 0. 3237218.65 .0139 ≥ 0.11 − 50 0.003 d 282.88 N P ≤ Prb 801470.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.Tsb = 3237218.d ) + Csb ( .28 ( = 514539659.003 50 = = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.65 .d ) 2 2 2 2 600 282.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .28 = 2104191.1 N ≤ 2104191.

1256000000 =14823176. As’ = 2 .68 350 = 1079.5 .25) 2 = 212.23mm2 Ast = 2 .0025 .23 = 2158. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.d ∑ x2 y 600. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .5 125000000 = = 0. fc . fc .6 .5 mm.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. Sx2y = 0 .6 Nmm = ( 600 –100 )2 .53 Nmm Tu ≤ υ .525. 1/24 . 1079. 22.118 = 377730. 1/24 . 1/24 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.53 Nmm Ct = b.

dipakai 150 mm Penulangan geser .93 0. fc 293566.5 1 + (2. fc = 2/3 .5 .5 = 997066.525.5.07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . b .600. 242316.2 − 110294.13 mm. 525. 600 . 22. d .Ct Tu 2 ) .14 N Vs ≤ 2/3 .5.6 = = 110294.5 / 4 = 131.d fc 1 + (2.0025 249265.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.07 N ≤ 997066.5 22.b. d .119 Vc = 1 / 6.0.6 = 293566. Vu = 1 / 6.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316. b .54 2.26 78699000 2 ) .

1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.6 Perhitungan Pondasi 3.5 = 239.07.150 350. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.d = 293566.525.6.120 Av = Vs. serta .s fy.42 mm2 Dipakai D12-150 3. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.

121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Selanjutnya.45 m 3. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.6.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.6. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah. 3.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7. Untuk itu. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.

25 x 24 = 915.731 / 3190.51 4648.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.6704 kN = 1397.158 m2 : 1.731 1.25 x 1.81 1354.94 1.45 0.95 0.5 1.5 0.61 7341.15 11042.28 3563.595 3190.670 = 4648.41 2864.108 1397.85 4412.82 6652.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.5 1 4 5 6 8 1230.36 0.169 2202.670 = Mu / P =1397.25 m x 4.413 m : 1.96 5114.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.48 0.670 524.25 m :3 :3 : 0.829 1400.39 0.25 x 4.87 17008.25 x 3.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.624 KN = 541.169 kN .14 x 0.25 m x 1.99 3728.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.92 6917.499 + 190.875 KN q = 1457.41 1393.

684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .n = Arc tg d/s = Arc .B qc.( 3.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .45 1. A + SF 2 SF1 Tf .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. 32.29 0.n = 1- 0.328. 8 = 347. tg .426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang . n = 1. Q.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .684 .0.B qc.123 = 0.158 + 10 5 = 32.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. = 0.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .413 140.5 α = 1- θ 90 . A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.1.3 90 = 1.

x Mu. Detail Pondasi .1.744 = 6917.124 q1 = p Mu.7308.5 + + 8 9 9 = 864.95 kN Beban yang terjadi 4648.1. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.169 kN < 6917.7308.5 1397.6704 1397.

4.1. 3. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. 2. 14571. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. dan Kepres R. dan Kepres R.17 tahun 2000.I No. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.I No.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 80 Tahun 2003. 42 tahun 2002. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . Pengganti kepres R.I No. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 18 tahun 2000.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. PenggantiKepres No.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.

05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Renovasi. Ik.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. 8.02. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. 6.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. IK.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. Peraturan. Pasal I. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Pasal I.130 S − 42 / A / S − 2262 / D.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. 5. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 2 tahun 1999 dan No. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. 02. No. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. . 9. Peraturan Mendagri No. 7.

4.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. . ARSI GRANADA. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 5. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah.04 PERENCANA / ARSITEK 1. 3. 6. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Jalan Pahlawan No.04 Semarang. Pasal I. CV. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).131 2. 3. 2.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.

perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. 5. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. 4.132 Pasal I.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 2. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. . 6. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 3.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. 7. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.

06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 3.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. 2. 2. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Hari Tanggal : : . Pasal I.133 Pasal I. 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. 3. 4. 3. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

2. 4. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.2005. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.000.134 3. 4.. 08 PELELANGAN 1. .6.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.. Pasal I.WIB.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. Jam :………………….2005. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :………………………. Jam :…………….09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. pada :…………………….-.WIB.. 3.

3. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. 5. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1.135 2. 2. Pasal I. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . 4. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. ukuran sesuai contoh. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. Pasal I.

. Harga satuan c.. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan.136 2. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. b. 4. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. 2. Surat penawaran. Harga Upah dan Bahan . 6000. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. 6000.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. surat Pernyataan. 6. Penawaran berisi : 1. Analisa d. daftar RAB. 5. Surat Penawaran Lampiran : a. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. RAB b.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. 3. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp.

137 e.000. Data peralatan d. Daftar Personil c. Pakta Integritas 7. Dokumen Adminnistrasi a.(dua ratus juta rupiah). 3. . Dokumen Teknis a. Pasal I.. Tatakala / Time Schedule b. 200. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp.000. Data pengalaman perusahaan e. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Metode pelaksanaan 4. 1. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana .

10. 13 CALON PEMENANG 1.6000. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf.138 2. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : .tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan.. 7. 5. Surat penawaran. 9. 8. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. 3. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. 4. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. 6.

Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 2. 4. Pasal I. administrasi dan harga. b. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. . Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. 3. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.139 a. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. Aspek teknis. c. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia.

Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. 4. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. . jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Pengguna Anggaran b. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. 5. 3. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 2. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. 2. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1.140 Pasal I.

wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. 6. 4. 3. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan.141 3. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. . Pasal I. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. 2.

19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 2. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar.142 Pasal I. . Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. Pasal I. 2. Bilamana akan dimulai di lapangan. 4. 3. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). 18 PELAKSANA PEMBORONG 1.

4. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. 4.143 3. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. 3. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. . Pasal I. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. 5. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. Lapangan/lahan yang tersedia. 2. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Kesemuanya atas biaya perencana. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha.

5. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. Di dalam pelaksanaan. gudang dan lain-lain. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. 4. . Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. Pasal I. apabila terjadi kebakaran dan pencurian.. 2. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu.144 6. 3. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar.

2. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 4. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 3. Bilamana terjadi kecelakaan. 2. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. 5. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. . Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik.145 Pasal I. 3. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Pasal I. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas.

3. Pasal I. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. kejadian . 2. 5. hujan lebat.146 4. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. gempa bumi. pemberontakan. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. perang dan lain-lain. angin topan. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. 6. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan.

Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. Jamsostek. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. bukan menjadi tanggungan Pemborong. . Pasal I. ternasuk tenaga dari team Teknis. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. 4. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. 01. Apabila terjadi force majeure.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Pasal I. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. Pasal I.

4. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. d. b. Antara gambar dan ketentuan RKS. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. 3. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS.148 2. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Bila terdapat perbedaan : a. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. c. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. 5. 6. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. e.

maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. 7. mengopy dengan cara apapun. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. 8. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. 9. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. . 10. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas.

Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir.150 Pasal I. . Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 4b dan seterusnya. 8. tetapi nomor 4a. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 9. 6. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. 28 LAIN-LAIN 1. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. 5. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. 7. 4. maka perubahannya tidak nomor 5. BQ tidak mengikat. 3.

. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. 24 Februari 1988.(dua ratus juta rupiuah).000. yang mendapatkan pekerjaan. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. 3. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. 01 JAMINAN LELANG 1.151 4. Sebesar Rp.. 2.000. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan.200. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 2. Pasal II.

Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya.152 3. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Pasal II. 3. Pasal II.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. 2. . Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1.

sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a.153 2. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Bestek dan RKS . Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. 05 PEMBAYARAN 1. 2. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. 2. Suart undangan b. 3.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1.atas biaya pemborong. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong.. Pasal II. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. 6000. Pasal II.

Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Berita Acara Aanwijzing d. q. Daftar RAB i. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering.000. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku.6000. SPK (Gunning) g. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. Surat kesanggupan bermeterai Rp. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Time Schedule m.154 c. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Berita Acara Evaluasi f.- . Surat Penawaran h. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o.6. n.

2. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. u.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. x. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. pekerjaan harus sudah dimulai. y. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. Foto copy jaminan pelaksanaan. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit.155 r. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. . z. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. v. w.

2. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Apabila akan memulai pekerjaan. b. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini.156 3. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. 3. hari besar dan hari raya. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Pasal II. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. 4. c. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. .

maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan.157 4.- Pasal II. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. 6000. 2. . 5.

3. . 2. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. gangguan keamanan. Adanya force majeure (bencana alam. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. d. c. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. pemogokan.158 Pasal II. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. b. Data yang lengkap. b.

f. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi.159 e. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. 3. 2. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. Pasal II. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. .

2. 2. Sebelum pekerjaan dimulai. pada penyerahan . Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. (pembidikan dari titik tetap). keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. 3.13 DOKUMENTASI 1. Pasal II.160 Pasal II. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. 4. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.

pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur.161 pertama. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. 3. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. As built drawing 10. 4. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. sebanyak 8 exemplar 9. 2. Pasal II.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1.

3. Pada pengabutan pekerjaan tersebut. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. 2. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. 2. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. CONTOH SURAT PENAWARAN : . pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. Pasal II.162 Pasal II.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. CONTOH SURAT PENAWARAN 1.

SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara... Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. : ………………. di Berkedudukan : ………………. 2.yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. …………………. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. Jl. . : ………………. dengan mengambil tempat di…….tahun…. pada tanggal ……. Dengan ini menyatakan : 1.tanggal…… bulan…. 3.

. 5. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Denagn harga borongan d. 7.01. Pekerjaan b.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4.164 4. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Hormat Kami. Lokasi c. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. CV/ PT. 2004 Materai Rp. 6000. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang.

165 PENJELASAN UMUM 1. Instalasi Telepon d. Instalasi Komputer e. Sarana dan Fasilitas . Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. pengerahan tenaga kerja. Instalasi dan Panel b. Tarikan Feder Genset c. Sound system Gedung f. pengolahan pengangkutan semua bahan. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi non Standart a. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. 2. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2.

Landscaping h. 5. Pekerjaan prasarana 1. Saluran g. serta stop kontak daya pada semua ruang. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. Pembuatan rumah pompa 3. Pavingisasi f. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Pembenahan Space Frame Lt.5 d. Perapian Delatsi c. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Penataan sekat ruangan b. Penyambungan air bersih.02 TEMPAT KEGIATAN . 4. 3.166 a. Pasal III. 2.

serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. 5. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. .04 Semarang. 4. Los Kerja dan Gudang.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. 2. 3. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. 4. Sebagai ukuran dasar + 0.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan.

e. f. b.02 PEKERJAAN TANAH 1. (untuk penimbunan dengan tanah urug).168 6. . dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. sloof. Pengeringan dan pengontrolan drainase. c. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Pemadatan. Pasal IV. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. sesuai dengan gambar rencana. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. d. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Penggalian dan penimbunan.

kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. . Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Penggalian dan Pembersihan 1. 4. 2. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum.169 g. 2. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. 3. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. b. Menyediakan material-material yang baik. dan dibersihkan dari lapangan. 5. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan.

7. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. 2. semak-semak. rumput-rumput. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. 3. . dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Seluruh pohon-pohon. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan.170 6. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. keluar lapangan. c. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

178 d. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. . b. 4. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. c. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. Kwalitas Beton a. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. dilakukan lapis demi lapis. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. e. 3. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian.

Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03. Disesuaikan dengan gambar-gambar.179 d. 2. lapisan lemak. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. seperti ASTM. Mempunyai penampang yang sama rata. . karat dan tidak cacat (retak-retak. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. dan peraturan lainnya yang relavan. minyak. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. mengelupas. ACI. b. luka. Besi Beton (steel reinforcement) 1. Bebas dari kotoran-kotoran. dsb). 3. 5.

Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. 5. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. c. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. 6.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . 8. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. 7. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Beton 1. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22.180 4.

Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. Penggunaan alat. baik nama perusahaan. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.15-1991-03. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. . sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. 2.alatnya. Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. alamat maupun kemampuan alat. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin.

182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. 3. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. melalui acuan dan lain-lain harus . Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. pengeringan oleh angin. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan.

Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. 8. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. 6. Selesai pekerjaan sloof. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. 7. . curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. dengan petunjuk. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas .183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini.stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi.

. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Lingkup Pekerjaan a. 3. memenuhi S. Semen 1. b. Bahan – Bahan yang digunakan a. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. 2. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan.05. Pasal IV.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia.

diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. Dimensi maksimal 2. b.185 2.5 cm . Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. terdiri atas: 1. 5. Khusus untuk pekerjaan beton. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. 2. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. 4. Batas. Pasir beton (aggregate halus). cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. 3.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. dipasaran tidak . Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik.

Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. 4. d. c. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. maka disamping adanya certificate . Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a.2 untuk beton biasa. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Penyimpanan semen : . Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara.

3. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. terlindung pengaruh cuaca. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. d. Bekisting yang Digunakan . Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. 5. Penyimpanan besi beton 1. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . minyak atau zat asing lainya.187 1. 4. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. c. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. 2. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur.

Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage).188 a. b. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. h. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. c. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. f.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. balok atau kolom beton yang bersangkutan. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. g. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. d. . Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. Pada bagian terendah . e. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting.

Kualitas Beton a.5 MPa. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri.5 MPa. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. 6. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Bila akibat pembongkaran cetakan. c. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya.189 i. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. b. . dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. kwalitas beton dengan fc = 22. 7.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi.

Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. dan diukur penurunannya (slumpnya). Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). e.190 d. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. 5. f. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. . Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. 3. 4.5 cm .5 cm. g.maximal 12. minimum 7. Setiap lapis ditusuk. Setelah atasnya diratakan. 2.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan.

Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. Penggantian Besi .cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. l. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator.191 h. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. 8. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. k. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. 9.komponen beton. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Jika dianggap perlu. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. i. j. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen.

Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan.192 a. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. . 2. b. 3. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. c.

d. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Perawatan Beton a.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. 3.193 2. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan.5 mm - 10. . Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. Toleransi Besi Diameter.4 mm + 0.

Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. talang seng. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Tanggung Jawab Pemborong a. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. plat beto kanopi. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. . Pasal IV.194 c. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. c. 06. b. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. talang beton. plat beton atap.gambar kontruksi yang diberikan. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah.

sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. f. plat beton atap. e. c.kotoran. b. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan.195 2. lantai janitor. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. d. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. Water proofing system coating 3x b. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. 3. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Syarat Pelaksanan a. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – .

.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. 6. b. 4. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. 5.

PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Allowable tensil stress 2. c. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur.90 t/cm2. 3. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. . Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya.07. Bahan. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui.Bahan a.197 Pasal IV . Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.25 t/cm2 tidak berkarat. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b.

Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . 5. Pekarjaan Las a. tidak dicat. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. c. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. 4. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. 6. harus dibuat satu. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. b.

Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Setelah didirikan. 8. 7. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya.

b. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. sedang reng ¾. 2. pekerjan listrik dan penangkal petir.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. Lingkup Pekerjaan 1. . listplang. 08. b. Pasal IV. pekerjaan kerangka baja untuk gording. pekerjaan listplang beton. Bahan-bahan 1. Penutup Atap a. atap. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. LISTPLANG DAN TALANG 1. 2. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. Menyediakan bahan. Bahan kerangka kayu : gording.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. papan nok menggunakan kayu jati masing. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. pekerjaan talang. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. bubungan nok. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini.

201 2. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. c. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Pemasangan Listplang 1. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Bahan penutup Listplang 1. b. Penutup Listplang Dengan Kayu a. 2. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. 2. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos.catan. . Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol.

Bahan–bahan 1. Lingkup pekerjaan 1. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. . Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. 3. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. 3. saringansaringan saluran cucuran kebawah. b. 4. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Pekerjaan Talang a. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit.202 3. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. 2.

tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. . c. Jenis Adukan Yang Digunakan a. a. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. 09. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. harus betulbetul kedap air. Pasal IV. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. b. PEKERJAAN PASANGAN 1. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. Pasangan batu kali untuk pondasi. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. 2. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana.

b.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. serta digunakan dalam pemasangan keramik. kuat tidak mudah pecah. c. . Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. 4. 3. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. permukaan halus tidak berlubang–lubang. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. dan bata merah. b. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah.

sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. 2. c. Mempunyai sifat kondisi rendah. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Plesteran dan Acian. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Bahan Untuk Adukan. Bahan campuran (air. 3. Ukuran seragam dengan standard nominal. . Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. 4. sudut–sudutnya tidak tumpul.205 b. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. 5. Batu bata harus baru. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. 6.

Syarat Pemasangan a. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. 2.206 5. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. split ). Pemasang batu kali untuk pondasi 1. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. kerikil. 6. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. bata merah. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm.

harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. f. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. rata.207 menggunakan potongan. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. . b. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. datar. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. d. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. c. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. e. tidak melengkung/ bergelombang. Kolom Beton/Tulangan Praktis. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical.

Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. c.10 PEKERJAAN LANTAI 1.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. Pasal IV. d. tekstur. Pekerjaan lantai keramik 2. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. warna. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Lingkup Pekerjaan a. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. b. Pekerjaan alat perabot . khususnya untuk seleksi kwalitas.

40/40 dengan ketebalan 7 mm. .209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. Pekerjaan Lantai Keramik a. tidak bagian yang gompal. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. retak atau pecah. c. d. b. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. ruang dapur. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet.

g.210 e. Apabila hasil pemasang tidak rapi. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. tanah telah dipadatkan. f. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. k. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. i. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. retak dan hasil gelombang. hingga betul–betul bersih. h. minimal setebal 10 cm. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. tidak membentuk garis lurus. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. j. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). . selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. telah dahulu dipasang pasir uruk.

3. 3. b. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Bahan yang digunakan . Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Lantai Rabat Beton a. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas.211 l. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. c. Persyaratan Pelaksanaan 1. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. 2.

Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. IV. c. b. Pasal . Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. d. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. 2.212 1. Alam Daya Sakti/setara. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. PEKERJAAN DINDING 1. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun.II. khususnya untuk menentukan warna. Pasir pasangan muntilan. . Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang.

Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 4.19. harus baru. tektur dan bahan tidak boleh rusak. warna. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. Syarat–syarat pelaksanaan . Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. 2. Pekerjaan Dinding Keramik a. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. maupun cacat . Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. b.213 2. 3. PVBB1970 dan PUBI 1982. peraturan keramik Indonesia NI. Persyaratan Bahan 1.

7. adukan baik menggunakan supersemen. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. 3. sesuai petunjuk pabrik pembuat. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 2. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik.214 1. 4. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. garis–garis siar harus benar–benar lurus. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. 5. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. gumpal atau cacat lainya. . Sebelum keramik dipasang. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak.5 cm atau bahan perekat khusus. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. keramik langsung dapat diletakkan. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. warna. 6. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh.

10. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. b. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. IV. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Lingkup Pekerjaan a. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. 9. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. Pasal.215 8.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1.

2. c. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. e. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. Sebelum pelaksanaan. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. . f. d. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser.216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. b. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. gridnya harus lurus dan datar. rangka plapon digunakan BMS/setara.

b. harus sesuai dengan gambar. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. b. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus.217 g. 3. Lingkup Pekerjaan a. sesuai gambar. Plapon akustik dengan ornament khusus a.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . IV. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. Plafond khusus dipasang dengn type. Pasl. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong.

3. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. Pada saat pemasangan. . Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. 2.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. 4.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511.

Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. bentuk ukuran.219 d. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. 2. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. .

dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. ukuran sesuai dengan rencana gambar. terbuat dari : .

Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.sop) dengan bentuk sesuai gambar.15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman. .

b. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. c. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. PEKERJAAN PENGECATAN 1. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. . Pemborong utama bertanggung jawab. d. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. IV.222 Pasal.14. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan.

berdasarkan alkyd resins. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. kolom. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. . Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. c. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. d.223 e. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. b. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. 2. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah.

3. 5. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. 4. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. 3. pemborong harus secepatnya. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. lembab atau berdebu. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. . Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan.224 2. Persiapan umum : a. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. 4. Sebelum bagian-bagian yang retak.

jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. b. Persiapan : . Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 7. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. a. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. baik bagian luar maupun dalam. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Bersihkan permukaan dari debu. Pelaksanaan. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi.225 b. Pengecatan Kayu : a. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. 6.

Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . b. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. c. Pelaksanaan.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 8. kotoran dan sebagainya. Bersihkan permukaan dari debu. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . b. Keahlian a. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering.

Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. e.227 d. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. 9. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. b. . serta mendapat persetujuan pengawas.

PINTU. b. peralatan termasuk alat. bahan – bahan yang diperlukan. Pintu kayu dan pintu kaca. 2.15 PEKERJAAN KOSEN.228 Pasal IV. 1. 2. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. Bahan –bahan . JENDELA DLL. Lingkup Pekerjaan a. 1. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Meliputi pekerjaan.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal.

Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2.00 mm . Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). 1. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. b. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. 3.

Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. 3. • Neoprene : Jenis extrusion. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. tahan terhaap matahari. Contoh . penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. tidak menyerap air. kepadatan 65-96 kg/m3.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2.

Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. besaran–besaran ketebalan. kekuatan. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. finish. Pekerjaan Persiapan 6. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Gambar pelaksanaan a. alloy. Pekerjaan pelaksanaan a. . 4. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. Untuk mendapat ukuran yang tepat. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. 5. tempers. b. b. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan.231 Kecuali ditentukan lain.

d. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. e. Semua detail pertemuan harus halus. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. i. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. f. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. h. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Untuk mendapat hasil yang baik. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Hubungan dengan Material lain. 8. sehingga tidak ada kebocoran suara. sambungan sudut atau silang. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. g. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. Perlindungan bahan . 7. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang.232 c.

Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. 9. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. . b. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. tes terhadap kebocoran udara. • Material tes(tes terhadap bahan. jika hasil pengetesan gagal. beban angina. anodized.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . c. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. Pengetesan a. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. tes korosi. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan.

Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. Lingkup pekerjaan 1. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. memahat. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. b. skrup – skrup. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Bahan kayu jati kwalitas politur . b. 3.234 10. 2. Bahan – bahan 1. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. terhitung sejak selesainya masa perawatan. Garansi (Jaminan) a. membuat lidah –lidah . menyetel. Menyedian alat –alat logam. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna.

perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. 3. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. Diats kosen pintu dan jendel. 4. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). Lingkup pekerjaan 1. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. bahan–bahan. .00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. 3. untuk yang lebih kecil dari 1. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei).VI. Pelaksanaan 1. c. finish melamine. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. Pengikat berupa paku mur.235 2. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. untuk yang lebih besar dari 1. baut. 2.

daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya.236 2. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. b. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. Persyaratan Bahan 1. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. .

5. . Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. Contoh – contoh 1. 2. 4. 3. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik.lain. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. kekutan ayun dan lain . untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus.237 2. nama barang. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. d. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik.

lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . Pemasangan lockcase. f. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. flap enfsel memikul maximal 20 kg. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. e. warna stansdr. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. Untuk pintu toilet. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. 4. 2.238 3. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. 3. Persyaratan pelaksanaan 1.

2. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. • Penutup dauble teakwood. 5. Persyaratan bahan 1. apabila hal tersebut tidak tercapai. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . b. dengan ketebalan sesuai gambar. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. baut.239 pengawas. • Pengikat berupa mur. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a.

alloy. . maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. hitungan bila diperlukan. 4. tempers. ketebalan. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan.H. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. besaran. 5.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. Contoh Kecuali ditentukan lain. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. trush detaidetail. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. kekuatan. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan.

Pekerjaan kaca a. kaca harus plat. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. • Setelah terpasang. c.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. . b. 6. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm .

d. 2. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. kaca harus dibersihkan. Membesihkan dan memperbaiki: 1. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . 7. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. yang retak–retak .

243 8. rapi. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . Railling tangga a. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. b. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . penanaman rumput. penanman dan penataan taman hias dan peneduh.IV. Yang harus dikerjakan a. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. 16. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. sedang bentuk. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. . perbaikan tanah.

Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. 3. b. Pembutan relief dinding 2. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. Rumput gajah dan rumput jepang 2. Pekerjaan Pendahuluan a. . c. agar tanaman maupun lahan selalu lembab.244 b. Pelaksananya peliputi 1. Pekerjaan Tanah a. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi.

Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. Galian untuk penanaman pohon. e. 4. h. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. d. c. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. g.245 b. Pohon 1. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. f. bersih dan tidak mengandung rayap. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. . Pekerjaan penanaman a.

pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Perumputan 1. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). b. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. 2. Setelah tertanam. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. 5.246 2. baru ditimbun tanah baru. perlindungan terhadap panas dan air. Penyiraman air . prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. Pekerjan pemupukan a. 6.

Macam Pohon (sesai gambar) 8. Pohon kayu putih c. Penyiraman rumput. Lidah Mertua e. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Penyiangan dan pemotongan a. Pembersihan dan perlindungan : . tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. 7. Zammia Goldkas d. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor).5 bulan. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). b.247 a. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). b. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang.

bila perlu pengecatan kembali.248 a. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. c. b. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. 4. rontokan–rontokan daun kering.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . Selama berlangsungnya penanaman.Terhadap bahaya tersebut (mulat). tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. lokasi selalu bersih setiap hari.

Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . KETENTUAN UMUM 1. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.01.249 Pasal V.

59/PD/1980. Peraturan dan syarat-syarat umum. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. . BS. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. yaitu : NFC. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. WEMA. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. AVE. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. VDE/DIN. VDE. JIS.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

Ballas elektronik merk Philips. imlex atau esderajat d. LOMM atau sederajat. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker.258 c.7 mm dan dicat dengan cat baker. arto light. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. atau sederajat 5. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. warna putih merk LOMM atau sederajat. legrand. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. clipsal. aman dan mudah diperbaiki . Persyaratan Pemasangan a.

Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. Kabel dalam bamgunan. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. terpasang pada bagian bangunan. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2.5 x diameter kabel. Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. . • Pemasangan kabel harus rapi. lurus dan kuat. • Sebelum penarikan kabel dimulai.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm.

dipasang 130 cm diatas lantai.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Kapasitas kontak 10 CMP. c. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). Lampu-lampu . • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. • Saklar harus model tanam.

Setelah jaringan dibebani. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. balancing. commission dan perbaikan. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . 7. 6. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. Commissioning dan testing. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong.

Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). Pasal V.262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . b. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Pemasangan : a. Rod Electrode.

bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). jarak ke pondasi bangunan 1. bahan-bahan utama. Pasal V.263 cm. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. c. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.5 m. 2. Rod Electrode dipasang pada satu tempat. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum.

Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. . System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. urinoir. Skat Urinor dll Kaca cermin b. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. Selokan air hujan. c. Urinor. yaitu terdiri dari : a. zink.

Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.265 2.5 HP . Persyaratan bahan dan peralatan a.

450 rpm D 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.5 KW 15 meter 12 m3/h 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .

Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. flange and ex KITAZAWA. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. untuk tangki atas. screw type. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. Valve.267 4 buah lower level. Sistim air kotor dan air bekas. screw end. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi.

. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. c. Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. dengan sambungan lem. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend.

d. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. sehingga pipa tiada melentur. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik. memenuhi persyaratan sbb: . Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya.

maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan.2 ppm. e. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. Dosis chlorine ialah 50 ppm. f.270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Pembersihan . Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.

2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. g. . pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap.

Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. Persyaratan a. b. 3. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. 2. Co2 atau sejenisnya. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel . Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. 05.272 Pasal V. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs).

berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini.273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. Apabila timbul persoalan. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. b. Syarat-syarat umum a.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. .

dari jawatan keselamatan kerja. . ijin-ijin dan standar-standar a. b. pipa-pipa dll. d. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. saluran-saluran (ducts). c.274 c. 2. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. Peraturan-peraturan. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. Pada waktu pelaksanaan. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. e.

3. b.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Petunjuk Khusus a.275 f. c. pemeriksaan engujian dan lain-lain. . Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. pipa.

e. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. . Lingkup Pekerjaan a. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. lantai 2 b. e. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. servising dan maintenance. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. c. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4.276 d. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. d. testing. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. Starting. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini.

starter. .277 5. Bahan. switch. Pekerjaan Listrik a. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. 7. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. b. Pekerjaan Pipa. Pemborong harus berkoordinasi. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Pekerjaan. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. zekring. transformator. 6. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring.

Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. d. switch. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Peralatan v. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. ii.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. b. Syarat-syarat iii. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. iv. persyaratan PLN. c. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. . hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter.

ix. viii. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. . Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. vii. 4. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. e.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Semua panel. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Pemyambungan kabel x.279 vi. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. 2. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. switch. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. 3. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. f. indikator.

c. . b. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans.5 m. merk yang digunkan nasianal. 9. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. rating CFM dengan toleransi 10%. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. KDK atau setara. Kipas Angin / Exhaust Fan a. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya.280 g.

c. Mutu alat-alat dan bahan a.281 d. Penjelasan sistem • Listrik . Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. e. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. d. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . g. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. e. f. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi.

Syarat a.2 deg C ( 90 deg F ). 2. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. c. . motor dan system pengaturan listrik yang ada. 2. b. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan.282 1. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Pengukuran dan pengujian temperatur. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. • Tenperatur 1. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. difuser. f. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. d. griller. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam.

Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. 07 . Pengujian A. a. Pipa 1. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1.283 Pasal V. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas .

Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. .284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. volume control di by pass dan full power loud speker.80 db) . c. krap dan sejenisnya. b. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. d. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung.

terdiri dari • 1 buah system amplifer . Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. B. b. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. c. 1 (satu ) set input source. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. . f. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. 1 buah hand held micropune. 1 ( satu ) set amplification system. 1 buah table stand microphone. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. e.

Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. monitor. Pre-amplifier untuk background music. Dalam konstruksi slide-in panel 2. 1 buah set swiching. rack dan accessories.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Dalam konstruksi slide-in panel. 50 Hz 6. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Catu Tenaga : 220 volt. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz .286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Karakteristik frekuensi 7. Cacat harmonis : 0. C. S/N : 55 dB atau lebih 8.

b. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. c. Pasal V. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. testing dan penyetelan. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. . untuk memasang peralatan dan perkabelan. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. URAIAN TELEPON 1. melakukan pengukuran. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo.287 D.08.

a. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. 5. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. harus ditarik didalam pipa. 6. Instalasi 1. 2. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. 3. T Doos harus ditutup. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok.288 2. b. 4. Semua kabel. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. . Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Penyambungan pipa harus dilem.

Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. c. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Untuk instalasi Inbouw. Kotak Pembagi 8. 13. 16. d. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. kabel 14. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci.5 mm).289 7. 10. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. 11. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. . 9. 12. Screen dari lembar aluminium atau timah putih.

Kawat tembaga dengan ukuran 0. e. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.290 17. 18. 3. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Sebelum pemasangan dimulai. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Pengujian oleh PERUMTEL. Pengukuran 21.6 mm atau lebih. g. 23. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Pipa dan konduit: 19. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). 20. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. 24. 22. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. f. . Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik.

c. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. 6. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan.291 4. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Begitu peasawat diangkat. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Music On Hold b. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. .

umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. pesawat telepon cabang . Telkom . Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Apabila nomor group yang dipuitar. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. e. 5. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT.292 d. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. STLO . Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat.

Telkom Indonesia. 3. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. Printer dan serial card 2. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Pengadaan semua dokumen teknis. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. Pengadaan dan pemasangan terminal box . Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. pengetesan sistem. . Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Telkom Indonesia. 6. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. trainning operator.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. 4. 5.

j. 14571. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. h. e. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Peraturan Umum yang digunakan : a. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Undang-undang No.V. DAN SYARAT-SYARAT YANG . Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. b. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. k. f. A. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. 09. i.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. c. g. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. d. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970.294 Pasal V.

Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. . 10. m.295 l. 2. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Pasal V. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. 4. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. 3. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. 5. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia.

Juli 2006 .296 Semarang.

27 m3 296 .1. 123.09 m .97 m3 B.25 m . Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. Urugan Kembali Volume = 209.28 m2 = 0.44 m3 = 425.28 m2 = 30.28 m = 10.25 m = 0. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.28 m2 = 0. Pekerjaan Tanah 1. 123.09 m = 0.82 m2 b.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.

297 c.45 m Jumlah pancang Volume f. 0. 100 buah = 3000 m e.25 . Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. 0.8 m = 133.25 m .8 m x 0. Beton poer Volume h. Mobilisasi pancang Volume g.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . 0. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. Tiang pancang Diameter pancang = 0.7 = 192 m .60 m3 d.7 m = 33.73 m = 0. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m .

4 m = 179 m .04 m3 j.25 m .64 m3 .73 m .7 m = 37.8 m . 16 buah .25 m x 0. 0.32 m3 k. Tangga beton Volume = 13.2 m . 0.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.7 m . 0. Beton lisplank Volume m. 0.7 m = 0. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.32 m3 l.48 m3 i. 0.8 m = 56.26 m3 = 4.7 m = 211. 0 .12 m = 436 m2 . 0.12 m = 52.4 m =14. 0.2 m . Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.

15 m2 = 1.67 m = 0.299 n.89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.6 m . 0.92 m3 = 42. 0.7 m = 13.45 m2 = 0.45 m2 = 4.36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0. 0.72 m = 0.6 m = 42. 0.6 m x 0.67 m .80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.34 m3 .2 m .12 m . 24.2 m = 24 . Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.7 m = 1.2 m x 0.6 m = 15.12 m .72 m .12 m = 15 m2 = 0.

5 m2 . Pondasi batu belah Volume =12.20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.5 m2 = 0.36 m2 = 0.125 m = 0.25 m = 3.36 m2 = 0.36 m2 .25 m = 0.75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0. 0. 0.84 m3 q.25 m = 0.9 m = 35.42 m3 .9 m = 3.27 m3 = 0.45 m = 12 m = 96 m p. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.125 m = 3.36 m2 . Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3. 0.

0.04 m3 .50 m3 b.7 m = 0.7 m = 37.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.34 m3 +1.12 m . 16 buah = 48.12 m = 2 buah = 0.5 m . 2. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.66 m3 = 49. 0.8 = 16 buah = 4. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.25 m .66 m3 Volume total = 48. 0.7 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.8 m .8 x 0.5 x 0. 0.5 m .5 = 2.301 2.73 m = 0.25 x 0. 0.7 = 211.8 m .73 m . 2 buah = 1.

73 m . 0.26 m3 = 1.7 = 16 buah = 4. Tangga beton Volume 3. 0.12 m = 420 m2 .4 = 171 m .7 x 0. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 16 buah = 37. Beton lisplank lantai 3 Volume f.12 m = 50.7 m . 0.73 m = 0.2 x 0.68 m3 d.40 m3 e.302 c. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.08 m3 .4 m = 13. = 13.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. 0.2 m .7 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.

12 m = 420 m2 . 2 buah = 12 m3 Volume total = 37.50 m3 2.40 m3 5. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.5 m . 0.2 m . Beton tangga Volume = 13.25 m . 0.7 m = 0.04 m3 3.5 x 0. 24 m .12 m = 50.5 = 24 m = 2 buah = 0. 0.4 m = 13. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m .08 m3 +12 m3 = 49.68 m3 4. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.7 m = 37.2 x 0.5 m . 0.4 = 171 m . 0.25 x 0.26 m3 .7 = 211.

16 buah = 49.2 m . 0.7 = 211.6 = 16 buah = 4. 0. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.7 m = 0. 0.7 m = 37.73 m = 0. 0.25 m .4 m = 13.25 x 0.6 m . 0. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.304 4.50 m3 2. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.73 m .6 x 0.12 m = 420 m2 .40 m3 5.7 m .2 x 0. 0.68 m3 4. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.04 m3 3.12 m = 50. Beton tangga Volume =13.26 m3 . 0.4 = 171 m .6 m .

6 m .305 5. Beton balok talang Volume 5.6 = 16 buah = 8. Beton talang Volume 6.2 m . Water profing talang Volume = 115.76 m3 = 2.40 m 3.21 m3 = 5.50 m3 2. 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8. 16 buah = 49.6 m . 0.7 = 110 m .20 m3 . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.56 m3 7.6 m = 0. Beton lisplank Volume 4. 0.6 m .46 m3 = 9. 0.7 m = 15. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.2 x 0. Beton konsol Volume = 5.6 x 0.

77 m = 12. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . 7.84 m = 7.16 kg 2. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.77 m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.5/30 cm = 76 m 5.306 C.51 kg/ m = 4519.51 kg/m = 601. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.84 m .8 kg 3. 12.2 kg/m = 1499. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.2 kg/m = 18297.

2 m3 . Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9.307 7.00 m3 3. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.2 m2 8. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Urugan kembali Volume = 55.160 m = 2.1. Galian tanah struktur pondasi Volume 2.9 m3 = 143. Lisplang kayu jati 2.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.5/30 cm = 31.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.

Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plesteran 1:3 Volume 4. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.56 m3 = 19. Plesteran 1:5 Volume 5. sloof dan kolom Volume = 4.36 m3 6.70 m2 = 620 m2 = 70.5 m2 = 37.21 m3 .2 m3 = 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Beton praktis.23 m3 8.308 4. Sponengan sudut Volume 7. Aanstamping Volume 5. Plesteran beton Volume 6. Urug pasir Volume = 10.

Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.4 m = 256. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah . Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam Jumlah Volume 5.40 m Volume = 2 buah 6. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.86 m = 91.86 m = 50.4 m 2.309 c.40 m = 50.

72 m2 9.72 m2 = 6. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.70 = 2 unit = 2 unit 14. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13.6 x 1.310 8. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m . Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.

Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0.311 d. 700 m2 = 49 m3 3.07 m . 700 m2 = 70 m3 2. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .1 m .

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488.312 5. Cat tembok dalam Luas Volume 3.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Pekerjaan Instalasi 1. Cat tembok luar Luas Volume 2.7 m2 = 488. Pekerjaan Pengecetan 1. Lantai keramik granito Luas Volume f. Cat plafond Luas Volume h.

Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Plesteran 1:5 Volume = 1.5 m2 = 64.83 m2 = 216.31 m3 = 12. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Saklar tunggal Jumlah Volume 4.313 3. Pasangan bata 1:3 Volume 2.071. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6.99 m3 . Plesteran 1:3 Volume 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a.

Daun pintu double texwood Luas Volume 4. Sponengan sudut Volume 7.00 m1 = 246. = 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.5” = 33.6 m 3.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.92 m2 = 18. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.92 m2 .314 5. Beton praktis. Plint lantai Volume = 170.3 m 2.00 m1 = 770.3 m = 274. Plesteran beton Volume 6. sloof dan kolom Volume b.6 m = 33.90 m1 8.

Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 .70 = 2 unit = 2 unit 7. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pekerjaan Plafond 1.56 m2 = 173. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.315 5. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.56 m2 6. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.6 x 1.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e.75 m2 = 1. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Closet duduk Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi 1.75 m2 5. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3.316 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Bordes dinding keram Luas Volume = 1.

Wastafel Jumlah Volume 5. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Urinoir Jumlah Volume 7.317 3. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Kran air Jumlah Volume 4.49 m2 = 527.49 m2 =3m =3m . Pekerjaan Pengecetan 1. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8.

Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis I. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.24 m2 = 791. = 423 m2 = 423 m2 = 791. Perelatan sambungan Volume = 1 unit .24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.318 2. Cat plafond Luas Volume g.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III.

Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Peralatan sambungan Volume 5. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. PVC jenis AW V. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII.319 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.

Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3.320 3. Plesteran 1:3 Volume = 111. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume 3.8 m3 = 6. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a.83 m2 = 62. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.71 m3 .

5” = 33.5 m1 = 640 m1 = 224.60 m 2.5 m2 = 1.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.18 m2 = 12. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6.6 m 3. Plint lantai Volume = 164.18 m2 .60 m = 208. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Plesteran 1:5 Volume 5. Beton praktis.321 4.67 m2 8. = 2.6 m = 33. sloof dan kolom Volume b.046.

Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Espangnolet Jumlah Volume 9.322 4.

70 = 2 unit = 2 unit 14. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12.6 x 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.40 m2 = 168. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .40 m2 13. Pekerjaan Plafond 1.323 11. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.

Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Pekerjaan Sanitasi 1. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.35 m2 = 1.35 m2 5.324 2. Closet duduk Jumlah Volume 2.

46 m2 =1m =1m . Kran air Jumlah Volume 4. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.46 m2 = 508.325 3. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Wastafel Jumlah Volume 5. Pekerjaan Pengecetan 1.

71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Perelatan sambungan Volume = 1ls .326 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Pipa galvanis VIII.71 m2 = 762. Pipa galvanis 1. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Cat plafond Luas Volume g. Cat tembok dalam Luas Volume 3.

PVC jenis AW I. Peralatan bantu Volume h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Peralatan sambungan Volume 5. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 4” Panjang Volume II.327 3.

= 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2.93 m3 = 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. panel penerangan Jumlah Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Pasangan bata 1:5 Volume = 58.71 m3 . Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Lampu pijar Jumlah Volume 3.328 2. Stop kontak Jumlah Volume 4.

0 m1 = 579.86 m2 . Plesteran 1:5 Volume 5. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214. Beton praktis.329 3.50 m 2. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. Plesteran beton Volume 6.0 m1 = 204.16 m2 = 111. Plesteran 1:3 Volume 4. sloof dan kolom Volume = 2.43 m3 b.86 m2 = 13.5” = 35 m = 35 m 3.09 m2 = 982. Sponengan sudut Volume 7. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.50 m = 214. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Plint lantai Volume = 160.8 m2 8.

Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Espangnolet Jumlah Volume 9.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7.60 m2 = 49. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.330 4. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.

70 = 2 unit = 2 unit 14. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.331 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.6 x 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.90 m2 13.90 m2 = 153. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 . Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.332 3. Pekerjaan Sanitasi 1. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Kran air Jumlah Volume 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Saringan air Jumlah Volume 3.

Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8. Cat tembok luar Luas Volume 2.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m . Cat tembok dalam Luas Volume 3.25 m2 = 711. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7.333 5. Pekerjaan Pengecetan 1.

Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV.5” Panjang Volume II.334 g. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis I. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. PVC jenis AW XII. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.

Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Peralatan sambungan Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.335 4. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h.

Panel penerangan Jumlah Volume 5.0 m1 = 576 m1 = 167.0 m2 = 59. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.6 m3 = 3. Sponengan sudut Volume 15. Plint lantai Volume = 75.336 6.6 m2 = 993. Plesteran 1:3 Volume 12. Pasangan bata 1:5 Volume 11.15 m3 . sloof dan kolom Volume = 2.6 m3 16. Plesteran beton Volume 14. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. Beton praktis.4 m2 = 60. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Plesteran 1:5 Volume 13.

Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.30 m2 = 6.42 m2 = 47. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.30 m2 6. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.337 b. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6.20 m 2. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.20 m = 191.

Ornamen atap Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3.338 8. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pekerjaan Sanitasi 1. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 .

60 m2 = 464. Kran air Jumlah Volume 4.60 m2 = 696.339 2. Pipa galvanis 1.40 m2 = 464. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Saringan air Jumlah Volume 3.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Pekerjaan Pengecetan 1. Pipa galvanis I. Kaca cermin Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5. Cat tembok luar Luas Volume 2.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.

Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Peralatan sambungan Volume 5. PVC jenis AW I. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Perelatan sambungan Volume 3.340 II. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa galvanis 1” Panjang Volume III.

Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.341 h. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.

2. peralatan. Meskipun demikian. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. 6. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. material. 3.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. dengan upaya tersebut. dan keuangan yang diperlukan. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.1 Kesimpulan 1. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). 357 . penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek.

3. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.358 6.2 Saran 1. 2. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. . 4.

Yogyakarta: Nafiri. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Yogyakarta: Kanisus. Henry. Rudy. DPU. 1991. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961.B. 1994. Teknik Fondasi Bagian II . Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Gunawan. Tabel Profil Konstruksi Baja. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. K. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1987. . 1987. DPU. DPU. 1984. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Bandung: Yayasan LPMB. Pedoman Beton.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. 1961. 1989. DPU. 2003. DPU. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. 1988. DPU. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Materi Kuliah Strukur Beton. Suryolelono.