PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

....... 296 5...............................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya........................BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5................. 357 6............................1....……........……..4 Time Schedule……………...........1 Kesimpulan…………………………………………………………….............................................1 Pekerjaan Struktur dan Atap.............1............................. 356 BAB VI PENUTUP 6.................. 354 5... 296 5...2 Pekerjaan Finishing Arsitektur..............2 Rencana Anggaran Biaya.................. 342 5.....…….1 Perhitungan Volume Pekerjaan.................................... 307 5...2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ....................

Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Detail Pondasi . Denah Tangga Gambar 6. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. dan 5 Gambar 9. Penulangan Balok Lantai 2. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Penulangan Ringbalk Gambar 10. 4. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Denah Balok Lantai Gambar 4. 3.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Tangga Type K Gambar 5. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3.

Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5.DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Dimensi Balok Tabel 2. Time Schedule .

T. NIP.T.T. M.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K.T. NIP. S. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. 132238497 Drs. Satrijo Utomo. M. NIP. M. Lashari.. 131 471 402 . Tugino.

Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Input Portal (SAP 2000) 6. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Bestek . Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3.

Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. 2 .BAB I PENDAHULUAN 1. 1 .4 Semarang. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . 1.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No.

Pahlawan No.4 Semarang. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .2 1. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Store Gambar 1. Lapangan Pancasila B. Ramayana Dept.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Pahlawan D Keterangan : A. Bundaran Air Mancur E.

Perencanaan atap. 6. 1. minimal tiga lantai. 4.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini.syarat (RKS). dan 8. Rencana anggaran biaya . Perencanaan tangga. 2. 5. 7.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. Perencanaan plat lantai.3 1. Perencanaan pondasi. Rencana kerja dan syarat . Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. 3. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan kolom. Perencanaan balok. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak.

Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.77 m 2. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.46 m o Lantai 4 : + 14.73 m o Lantai 3 : + 09.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Tabel – tabel penunjang : Jl.19 m o Lantai 5 : + 28. Topografi c. Lokasi Proyek b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.4 Semaramg : Tanah datar : . Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00.4 1. Literatur panjang b. Grafik – grafik penunjang c.00 m o Lantai 2 : + 04. Pahlawan No.

latar belakang. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. maksud dan tujuan. 1.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. .7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. dan sistematika penulisan. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. pembahasan masalah. lokasi proyek.

anggaran biaya. metode perencanaan. . dasar – dasar perencanaan. dan syarat teknis.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. dasar perhitungan. dan klasifikasi pembebanan rencana. terdiri dari syarat umum. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). perencanaan atap. syarat administrasi. dan azas – azas perencanaan. tulangan kolom. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. tulangan balok. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. tulangan plat. tulangan tangga. kriteria. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S.

Pada jenis gedung tertentu. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan.syarat fungsional maupun strukturnya. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan.BAB II PERENCANAAN 2. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. seperti denah. 2. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.

Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. beban angin dan beban gempa. 2. dan tidak terjadi kesimpang. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.siuran dalam bentuk fisiknya. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat.

Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. 5. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. . indah dan menarik.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. 4. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. 3. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan).

a. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya.10 6. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. b. 2. antara lain: .3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. 2. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan.

2.12 1. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Syarat . Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Ukuran balok Dalam pra desain.

Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.65.13 Tabel 1. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 .

14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. karena telah ditumpu oleh plat. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. 2. .4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. 2.

Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. per cm tebal : 21 kg/m2 . Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Adukan dari semen. Tembok batu bata (1/2) batu 4.15 2. 2. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. 3. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. 4. Massa jenis beton bertulang 2. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5.

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. 2.2 DL + 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. 2. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Penutup lantai. Comb 1 = 1 DL + 0.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. yaitu: 1.5 LL 2. Comb 2 = 1. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. Comb 3 = 1. Pedoman Beton 1989. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. SK SNI T-15-1991-03.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. . LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup.16 24 kg/m2 7.6 Q 3.

17 3. . Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. Data perhitungan SAP. 5. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4.

3.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Data teknis Bentang kuda. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.

Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0. qr .5 m : 100 kg/cm² = 12. cos 45° . b . (0. Momen yang terjadi Mx = 1/8 . h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . h .707 . Jr = 50 . Jarak reng = gt .25 m = 0.18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2. (0. sin 45° (Ju)² = 1/8 . 12. 0.5)² = 0.5)² = 0.707. (Ju)² = 1/8 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . b2 . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 .5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .25 b. 12.2762 kg m c. 0.5 . 0.5 . qr . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting . Perencanaan Reng a. ⎜ ⎟ h .2762 kg m My = 1/8 .

h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27.87 h3 615. ⎜ h ⎟ .1587 = 1.87 100 h3 h3 h h b = = 6.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm. maka : = 2 h 3 2 . Ju 200 . 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .62 + 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .1587 = 3 6.62 h3 100 kg/cm2 = 615.

5 cm4 Iy = 1 . cos α .(50) 4 384.25 cm Ix = 1 . (2)3 .25 cm (f ijin) e.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.E. b . b3 . h 12 1 .Ju 4 384. sin α .qr.sin 45°.qr.20 = 1 . 2 . (h)3 12 1 .107.5 = = 0.5.Ix 5. 50 200 = 0.12.(50) 4 384.022 cm ≤ 0. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.0159 cm fy = 5.5.E. cos 45°.12. (3)3 12 = = 4.Ju 4 384.0159) 2 + (0.4. Kontrol Tegangan .2 = 0.Iy = 5.0159) 2 Ok! = = 0.107.

cos α .5 m Beban genting.677 kg/m qy = qu .677 kg/m b. cos 45º . Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.(3)3 = = 23. (Jgd)2 = 1/8 .21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. 25 .62 + 1 / 6. qu . reng dan usuk = ggt . (1. cos 45 = 25 . sin 45 = 25 .3. Perencanaan Usuk a.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 . 0. sin 45 = 17. cos 45 = 17. Ju qu qx = qu .665 m = 0. Momen yang terjadi = 50 .2.62 27.(2) 2 1 / 6. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.665)2 .

qu . P . cos 45 = 70. sin 45º . 100 . sin α . Jgd = 1/4 . cos α .22 = 6. (1. sin 45º . cos 45 = 100 . cos 45º . (Jgd)2 = 1/8 .7111 kg Py = 100 .711 kg Mx2 = 1/4 . 1.665 = 29.433 kg m My2 = 1/4 . sin α .665)2 = 6. Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .125 kgm c.125 kgm My1 = 1/8 . 25 . 1.sin 45 = 70. Jgd = 1/4 . 100 .665 . P . sin 45 = 100 .

433 = 35.4 kN/m2 Angin Tekan = (0.5 = 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6. 45) – 0. b . 0. α) – 0.02 .1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .433 = 35.125 + 29.4 = (0. 0.433 kg m d.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .5.4 .02 . (1.665)2 = 0. 0. (Jgd)2 = 1/8 . w .23 = 29.4 = 0.1733 kg.5 kN/m W tekan = angin tekan .558 Kg m e.5 . h2 . Wx .125 + 29. Ju = 0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.

28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.055 = 9.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .2 32002.5 = 800.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. h3 h3 h h = = 80005.055 = 3 800.2 + h3 h3 100 = 100 100. h .8 3555. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 .8 3555.28 cm diambil h = 9. maka: b = 2 h 3 2 .8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555. ⎜ h ⎟ . h . 10 cm 3 b = .

832 cm OK! .Ix 384 48 5 17. cos 45°. 10 .072) 2 = 0.(166. (h)3 12 1 . 166.500 384 48 = 70. b . h .25 b = 6. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . cos 45°.(166.677.Jg 3 5 + .025) 2 + (0.5) 4 1 + .832 cm Ix = 1 .07 cm ≤ 0.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 . cos α .Jg 4 px..667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f. (b)3 12 1 .Ix E. .5 200 = = 0. Jgd 200 1 . cos α .711. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx. . E.5) 3 10 7. 107. 6 .

665 = 9. 132.26 g. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.0123 kg/m q = 132.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . (3.665 = 83. 1.50 m = 5.135 .50 = 27 kg/m = ggt .354 m = 1.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 . Berat pada gording (qg) = 3.93 . usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. Perencanaan Gording a.123 kg/m Berat Branching 10% = 12.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .25 kg/m q = 120.354)2 . jgd = 0. (l)2 = 1/8 . = 94.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. cos α .821 kg/cm = 94. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. jgd = 5.558 + 1/ 6 1 / 6. jp = 18 . cos 45º .50 . 1. 1.665 m = 1.558 35. q .

cos α .665 = 33. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0.291 kg m My = 1/4 .3 kg/m2 .354 = 29.4 = (0. sin α . (3. P .02 .645 kg m d. (l)2 = 1/8 .385 kg.354 = 59. 1. l = 1/4 . 45) – 0.135 . 3. 40 . 100 .5 W tekan = angin tekan .02 .27 = 131. P . l = 1/4 .5 . α) – 0. sin 45º .354)2 = 32.m My = 1/8 . q .132. Jgd = 0. cos 45º . 100 . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 . 3. sin 45º . Karena Beban Angin (Whisap.4 = 0.846 kgm c. sin α . w .

4 .28 Koefisien angin hisap = .3.825 kg.46 kg. l2 = 1/8 .m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.2 .2 .940 kg.26. 40 = . 59.5285 kgm My2 = 1.354)2 = 46. DL + 1.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap . 3.DL = 1.2909) = 252.6 . 131.4 .3859 = 183.385) + (1.0.64) .2 .4 .4 W hisap = -0. LL = (1.8465 = 45. LL . DL + 1. DL = 1.6 .4 . 1. (3.4 . w = -0. 33. 32. Jgd . Wtekan .4 .m My1 = 1.6 .665. (l)2 = 1/8 . 131.3542 = 37.981 kgm Mx2 = 1.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 . (-26.

LL + 0.5 .2 . W = (1.291) + (0. W = (1. LL . DL + 0. 32.8484 kgm Mx3 = 1.88 m = 25252. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.385) + (0. 37. 59. W = (1.291) + (0.5 .6454) = 86. 29.340 kgm e. LL + 0.46) = 130.6 .238 kgm Mx4 = 1.8 . 32.9 σ ijin 0. 59.2 .46) = 217. DL + 0.275 kgm My4 = 1.8 .50 kN/m = 1. diambil moment arah x yang terbesar.8684. DL + 0.2 . 29.5 .9 2400 = Mx My + . 131.8 .29 = (1.2 .21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.5 .0) = 54.5 .5 .8 .2 .0.2 .645) + (0.8465) + (1. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0. 37.85 + (4.846) + (0.8 .385) + (0.77 cm3 . 131.84) wx 59992.4 wx wx = 0.8 .2 .

sin450 = 91. cos 450 = 129. cos 450 = 91. sin 450 = 129.51 kg/m = gp .25 kg/m q = 117.59 . 1.776 kg/m q total = 129.79 kgm .37 cm1 Ix Iy berat = 7.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.59 kg/m Mx = 1/8 .8 cm4 ix iy = 5.59 kg/m qy = q total .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . 1. (I)2 = 1/8 .536 .536 kg/m qx = q total . Jp =18 .30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.665 o Berat Branching 10 % = 11.536 . qx .50 = 27 kg/m = 83.2 cm3 = 332 cm4 = 53. 91.3 cm3 = 12.354)2 = 128. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.51 kg/m f. Jgd = 50 .89 cm1 = 2. (3.

qy .645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61. + 384 EIx 48.19 + 29. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.0809 kgm My = 32. 91.59 .354 ⎞ = 1/8 .( I ) 3 . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.EIx .31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .19 kg.2 44.3 = 931.2909 = 188.8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.09 + 12.( I )3 5 qx.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.79 + 59.54 18808.m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.

1.2.2.711(3.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.0000797 m = 0.000146 m = 0.32 = = 0.EIx 70.538 384.10 6.10 6 .354 4 70.3.354 ⎞ 3.10 6 .2.l 3 48.3416 cm = 0.354/250 = 1.10 6.000301 m = 0.354) 3 48.qy.10 6.0334 cm < L/250 = 3.000061 = 0.433.(3.3.1.0.32 + 70.93.93.000221 + 0.0.3.(l / 2)3 48.2.EIy 3 ⎛ 3.⎜ ⎟ 4 5.⎜ ⎟ 5.32 = 5.1.0000797 = 0.(3.0301) 2 + (0.711.32 = 0.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.538 3 = 0.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.1.EIy 48.0146) 2 = 0.354) 4 384.711.0301 cm ⎛l⎞ Py.0334 cm < 1.00797 cm fy = Py.0000852 + 0.1.EIy .354) 3 48.2.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

3 cm2 ix = 2. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.41 3.18 cm2 imin = lk 240 = 182.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.85 = 2.42 cm .759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.177 m σ tarik = 75% . Batang bawah P = 2874.395 cm2 Abruto = Anet 0.07 1200 = = 2.3 240 = 0.5 δ = 12 mm lk = 1.

86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 .847 = 1. δ + e = 0.862 ) = 345.679 cm = 1.5 .42 iy lx I y = 2.26 = 2. 12 + 2.82 2.3 + 12.3 cm4 = 2.42 = = 8. A ) = 2 ( 72.3 .2 345.12.5 .42 cm = 72.26 = 0.42 cm λ = lk i min 182.82 cm4 i y = Iyprofil A. 2.41 1.3 = = 3.749 cm dipakai min = 2.593 − 0.89 .3 cm4 = 72.3 2.

2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .24 kN/m2 = 0.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.Ly .2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.3 = = 116.Lx1 .02 m = 0.43 Kontrol tegangan σ = p.Lx .1.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.07 2.ω x Aprofil 2874.11 kN/m2 = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.21 kN/m2 = 0.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .12.

β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mlx .Mly .Mtx .Mty .44 .

0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .1203 12 = 1. Tabel 5.6 < 2.200. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.45 Gambar 3.5400.8003 12 = 1 . yaitu.

7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.33 = 147.8 + ⎟.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.69 mm.⎨α − 0.6 − 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .46 = 1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.37 ⎨1.8 + ⎟.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.8 + ⎟.Ly ⎜ 0.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.1.β .12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.538 = 132.37 = 7104 48.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.8 + ⎟.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.

G.8 Cx- = 70. 0.Berat sendiri plat . 4. q DL + 1.23 + 1.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.65 .6 kN/m2 = 0. 5 = 13. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.Berat spesi . Kusuma.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .2 .24 kN/m2 = 0.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .6 .21 kN/m2 = 0.2 .6 . dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.( 1991).Berat keramik .18 kN/m2 = 4.15 = 3. q LL = 1.

qu . qu . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y.076 .001 .(6)2 = 8.001 . 13. 13.001 .(6)2 = 33. 0.001 .65.48 Cy+ Mlx = 18. 13. Dy = 10 mm .6 .756 kNm Mtx = Cx.6 Cy- = 54.076.Asumsi tul. Penulangan plat lantai .076 .001 . Lx2 = 70.001 . (6)2 = 25. 0.819 kNm 2.85 .25 kNm Mty = Cy.P (selimut beton) . 0. (6)2 = 19. 0. Utama = 20 mm Arah x . 0. 13.206 kNm Mly = Cy+ . 0.076 .85 = Cx+ . Lx2 = 54. Dx = 10 mm Arah y.001 . qu .001 .8 . qu . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm ... Lx2 = 40.Tinggi Efektif Arah x. Lx2 = 18. 0. 0.

dx 19.206. nilai ρmin = 0.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .b.8.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) ..106 2 0.0363 Maka.(95) = = 2.1000.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.0120 Dari tabel A.0058 ρmaks = 0.0120 < ρ mak = 0.8 MPa. maka di dapat : ρmin = 0.0058 < ρ perlu = 0.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.

5 = = 14. π .5.14. 15 = 1177. d2 4 1 .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 3. 1000 . dx = 0. b .0120 . 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . n = 78. 102 4 = = 78.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71.

51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.5 MPa dan fy = 240 MPa. nilai ρmin = 0. 102 4 0. π .257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .8.5 mm2 As tx = ρperlu . dx = 0.302 MPa.106 2 0. 1000 . d2 4 1 . maka diambil ρ perlu = 0.(95) = = 4.0058 < ρ perlu = 0.0224 < ρ mak = = = 78.0224 .0224 Dari tabel A.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.1000. maka di dapat : ρmin = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.dx 33.0058 ρmaks = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .14. 3. b .b.257.0363 Maka. 95 = 2128 mm2 .

037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.0066 Dari tabel A.dy 8.414 MPa.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ . maka di dapat : .8.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.b.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa. maka diambil ρ perlu = 0. n = 78.1000.756.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.5.. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.106 2 0.(85) = = 1.

102 4 = = 78.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .5 = = 7.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . b . π .5 mm2 As Iy = ρperlu .0058 ρmaks = 0. 3.0058 < ρ perlu = 0. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78. dy = 0.5.0363 Maka. 1000 .0066 < ρ mak = 0.0066 . d2 4 1 .14.53 ρmin = 0. n = 78.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. nilai ρmin = 0.

(85) = 4.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. dy = 0. 3.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .0215 Dari tabel A.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. 102 4 = 78.5 MPa dan fy = 240 MPa.14.819. b . nilai ρmin = 0.1000.0058 < ρ perlu = 0. d2 4 1 .819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0363 Maka.. maka diambil ρ perlu = 0.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25. 1000 .0215 .0215 < ρ mak = 0. 85 = 1831 mm2 .8.106 = 2 0.5 mm2 As ty = ρperlu . π .0058 ρmaks = 0.b.17 MPa.maka di dapat ρmin = 0.dy 25.

n = 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.7 cm .5 = = 23.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.7 cm 163.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.

7 cm Gambar 5.Mutu beton (fc) .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.9 cm 197.9 cm 197.5 cm 215.Lebar pijakan (a.56 215.5 MPa = 240 MPa = 473. Denah Tangga 3.2. optrede) = 18 cm .5 cm 236.0 cm .Jumlah anak tangga = Tl optrede .Mutu baja (fy) . Skema Tangga Type K 236.7 cm Gambar 4.Tinggi pijakan (o. antrede) = 30 cm .1 Data teknis tangga .

7 cm a = 215.2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163. tg = 30.Berat sendiri keramik .98 buah .24 kN/m3 = 0.Lebar bordes .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.57 = 473.Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Tebal keramik maks (hk) .21 kN/m3 .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .9 cm .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.2.Berat sendiri beton .Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .96 0 .0 18 = 25.

7) 2 = 274 cm = 2. 24 kN/m3 .4 + ) 27 700 1 240 . L (0.58 Gambar 6.74 (0.4 + ) 27 700 = = 7.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .Berat keramik (1cm) = 0.Berat spesi (2 cm) = hs .12 m .21 kN/m3 .96 0 9 = 11 cm + ( = 9.0042 kN/m2 = 2.01 m .72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. berat sendiri beton = 0.88 kN/m2 = hk .02 m . berat sendiri spesi = 0.Berat sendiri plat = ht .24 kN/m3 q DL = 0. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215. 0.9) 2 + (163. 2.0024 kN/m2 = 2. Beban mati (q DL) . 0.886 kN/m2 . Pembebanan Tangga a. berat sendiri keramik = 0.4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.

Dx Arah y.2 .886 kN/m2 + 1.59 b.4 . dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.2 . dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. 3 kN/m2 = 8. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. 2. Beban berfaktor (qu) qu = 1.6 . Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. q DL + 1. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.264 kN/m2 b. q LL = 1.6 .

1.001 . 8. Lx2 = + 18 ..001 .637)2 = + 0. Lx2 = .3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .264 . 0. Lx2 = .1594400 Nmm Mty = . 8. qu .001 .001 .55 . Lx2 = + 42 . (1. 0.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . (1.72 . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .(1. 8.1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .Cx.264 .5944 kNm = .001 . 0. qu . 0. qu .Cy. qu .637)2 = + 0. 0. 0.637)2 = .264 .264 .637)2 = .001 .2179 kNm = .. 0. 0.55 . (1.72 = .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991).001 .1. 8.001 .

8. π .1000.0058 = 0.0058 .0363 (ok! As tx = ρperlu .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 .2 113 = .2255 MPa dari tabel A.14 .b. b .0058 = ρ perlu = 0. 3. dx = 0.dx 2 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. D2 4 = 1 .(94 ) 1594400 2 = = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.2255 maka diambil ρ perlu = 0.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 . 94 = 545.0058 < ρ mak = 0.

5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .(94 ) 930100 2 = = 0. n = 113 mm2 .b.dx 2 0.1315 MPa dari tabel A.62 = 4.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .1000.8. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .

dx = 0.63 ρmin = 0. maka diambil ρ perlu = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) . 3. π .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0363 dari tabel A .0058 < ρ mak = 0. b .0363 (ok!) As lx = ρperlu .1315 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 = ρ perlu = 0. 1000 .0058 ρmaks = 0.0058 . 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . D2 4 = 1 .14 . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. 82 = 475.2264 . dy = 0.6 mm2 .2264 MPa dari tabel A.0058 .0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 . b .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.dy 2 0. n = 113 mm2 .1000.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 ρmaks = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .(82 ) 1217900 = 2 = 0.0058 = ρ perlu = 0.64 As = ΔD12 .b.8. maka diambil ρ perlu = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .

14 . D2 4 = 1 . π . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .65 ΔD12 = 1 . (n) = Asty ΔD12 475. n = 113 . 3.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.6 113 = = 4.

6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 Maka nilai ρ min = 0.0203 (ok!) As ly = ρperlu . maka diambil ρ perlu = 0. dy = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.20 dipakai 5 batang .0058 = ρ perlu = 0. 3.dy 2 0. π .074 MPa dari tabel A. (n) = Asly ΔD12 475.0058 ρmaks = 0.1000. 1000 .6 113 = = 4. 84 = 707.0058 < ρ mak = 0.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.074 .(82 ) 3986100 = 2 = 0.8. D2 4 = 1 . b .66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .0058 .14 .b.

n = 113 .67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) 3.7 cm = 163.2 .2.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.

0024 kN/m2 qDL = 2.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a. menurut perhitungan diatas.24 kN/m3 = 0. 0.Lx ⎜ 0.Berat spesi (2 cm) = hs .2 = 55.Berat keramik (1cm) = 0.8 + ⎟. Beban mati pada bordes (qDL) .12 m . 24 kN/m3 . berat sendiri beton = 0.02 m .25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.0042 kN/m2 = 2. berat sendiri spesi = 0.8 + ⎟.89 kN/m2 b.68 fy ⎞ ⎛ ⎟. berat sendiri keramik = 0. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. 0.Berat sendiri plat = ht .21 kN/m3 . Beban hidup (qLL) .Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.88 kN/m2 = hk .01 m .1.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.8 + ⎟.

263 kN/m b.69 qLL = 3 kN/m2 c.6. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y.2. qDL + 1.(1991).63 = . Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.89 kN/m2 + 1. 2. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G . 3kN/m2 = 8. Dx Arah y.6. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= .2.54 Momen rancangan . qLL = 1. Beban berfaktor (qu) qu = 1.

0.001 .54 . 0. qu .207 MPa .Cy.263 .263 .001 .001 . 0. (1.(1.1000.63 .677)2 = .1.263 .677)2 = . Lx2 = . 0.001 . 8.b.8. Lx2 = + 22 ..677)2 = + 00.263 .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .677)2 = + 0. qu .001 . 8. Lx2 = .4640 kNm = .001 .2548 kNm = .dx 2 0. 8.1464000Nmm Mty = ..001 . (1. 8. 0.Cx. qu .7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .70 Mlx = + Cx+ . Lx2 = + 34 . qu .(94 ) 1464000 2 = = 0. 0. 0. 0.001 .1. (1.5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .

0058 < ρ mak = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 . 1000 . π .0058 Maka nilai ρ min = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.207 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. maka diambil ρ perlu = 0. 3. D2 4 = 1 .2 mm2 ΔD12 = 1 . b . (n) = Astx ΔD12 545. 94 = 545. dx = 0.0058 ρmaks = 0.2 133 = = 4.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 .14 .465’ nilai K = 0.0203 (ok!) As tx = ρperlu .0058 = ρ perlu = .71 dari tabel A.

b.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 .0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 < ρ mak = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 ρmaks = 0. n = 133 mm2 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.(94 ) 791000 2 K = = = 0.0058 = ρ perlu = 0. dx = 0.119 MPa dari tabel A. 1000 . 94 .2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ . maka diambil ρ perlu = 0.dx 2 0.1260 .1000.0132 (ok!) As lx = ρperlu .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8. b .

73 = 545. D2 4 1 . π .14 . 3.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. n = 113 mm2 .2 113 = = 4. (n) = Aslx ΔD12 545. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .2 mm2 ΔD12 = 1 .

0058 = ρ perlu = 0.b.0058 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 . b .0363 (ok!) As ly = ρperlu . 82 = 475.14 .(82 ) 1254800 K = = 2 = 0. (n) = Asly ΔD12 . 3. π .0058 < ρ mak = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 ρmaks = 0. D2 4 = 1 . maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. dy = 0.8.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .233 Mpa dari tabel A.1000.dy 2 0. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.233 .

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .6 133 = 4.b.(82 ) 511200 K = = 2 = 0. 5 = 133 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.1000.dy 2 0.8.75 = 475.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .095 MPa dari tabel A.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

76 ρmin = 0.14 . 1000 . (n) = Asty ΔD12 475. maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 1 .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul.0058 .6 mm2 ΔD12 = 1 . b . dy = 0.0058 ρmaks = 0. n .095 . π .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 = ρ perlu = 0. 3. 82 = 475.0058 < ρ mak = 0.6 133 = = 4.0363 (ok!) As ty = ρperlu .0058 Maka nilai ρ min = 0.

0.74 m . 24 kN/m3 = 2.5 .Berat sendiri balok = h .21 kN/m3 = 0. berat sendiri beton = 0.2 .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. b . 2. lt . Estimasi beban 1. berat sendiri beton = 0.977 m .049 kN/m . berat sendiri beton = 0.89 kN/m . 17 kN/m2 = 33. 24 kN/m3 = 7. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.977 m .77 =133 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.Berat bordes = hb .Berat tangga = ht . 0.948 kN/m . lb .12 m .609 kN/m q DL = 43.12 m .Berat dinding = 1.4 kN/m . Beban mati pada bordes (qDL) . 1.6 mm2 (ok!) c.

Beban berfaktor (qu) qu = 1. qu . qLL = (1. 54.78 2.136 kNm Momen lapangan = 1/11 .1192 = .6. I2 = .1/24 .b. 3) kN/m = 54. 54.200.177 kN/m .1192 = 22.29 MPa .6.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .2.8.10.948) kN/m + (1. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3. I2 = 1/11 . 2. 2.2. qu .177 kN/m .(464 ) 10136000 2 = = 0.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10. 543. qDL + 1.d 2 0.1/24 .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .

00442 .176 mm2 ΔD16 = 1 . b . maka diambil ρ perlu = 0. 464 = 410.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .96 = = 2.0251 (ok!) As tx = ρperlu .00442 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Astx ΔD16 410.00442 = ρ perlu = 0. d = 0. 200 . π .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.79 dari tabel A.5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.29 .14 .176 200.00442 < ρ mak = 0. D2 4 1 . 3.96 mm2 Jumlah tul. (16)2 4 = = 200.00442 ρmaks = 0.

200 .176 mm2 . n = 200.(464 ) 22114000 2 = = 0.8 mm2 > 410.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.0251 (ok!) As lx = ρperlu .114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.00442 = ρ perlu = 0.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0. b .00442 Maka nilai ρ min = 0. maka diambil ρ perlu = 0.8.200. 464 = 410.b.00442 .00442 ρmaks = 0.d 2 0. 5 = 1004.00442 < ρ mak = 0.64 .64 MPa dari tabel A.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .96 mm2 . d = 0.

96 mm2 . 3.2) . (n) = Astx As1 410. D2 4 = 1 .176 mm2 (ok!) 3. π .96 mm2 Jumlah tul.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.8 mm2 > 410. (16)2 4 = 200.81 ΔD16 = 1 . 5 = 1004.14 .176 200. n = 200. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.

2400 = 17740.0.6 .77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 250 = 24 . 0.(0. 0. 9.8 kg Kolom (60x60) = 24 .12) .20 . (0. 20 . Beban Lantai 5 1. 24) + (2. Beban Mati Berat plat = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . 20).7 .85 . 0.85 .3.12) .12 m = 50 kg/m2 = 28. 0.82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0. 0. 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .2.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg .2 . 24) + (3 .5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.7 .6 . 3.12 . 2400 = (4 . 0.2 . 24). 20)} .4 – 0. 20)} .(0. 2400 Dinding Plafond = {(2. (11+7) = 204249.0.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 9.12) .

3 = 24 . 24.0. 24). 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. 0.12 . 20)} . 2400 = 17740. 21. 20 .20 . 20 .73 . Beban Lantai 4 1.73 .28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .(0.83 Spasi Keramik = 24 .8 .4 kg 2. 2400 = (4 .6 .4 – 0. (11+7) = 24 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0. 20 . 20 .3 .(0.3 . 24) + (3 .2. 24 . 21.4 kg + 12000 kg = 814530.5 . 24) + (2. 0. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .12) .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 20)} . 250 = 24 . 0. 20).0. 3 = 98081.12) . 4. 20 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0.5 WLL = 0.4 kg b.12) . Beban Mati Berat plat = 24 .(0.8 . 4.6 . 0. 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530.

2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .7 . 2 = 23040 kg WDL = 517962. 0. 20 . 20). 24. Beban Lantai 3 1. (0.3 . 20 . 0. 2400 = (4 .7 .0. 2 . (11+7) = 24 . 20 .2 .84 Keramik = 24 . 24) + (2. 0.12) . Beban Mati Berat plat = 24 .2. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.08 kg + 120000 kg = 637962.4 – 0. 0. 20 . 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962.12) .20 .0.5 WLL = 0.(0.12) .(0. 20)} . 20)} .8 kg Kolom (70x70) = 24 . 3 =133499.32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.08 kg c. 2400 =17740.8 . 24). 4. 21.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.5 . 24 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 24.12 .73 . 250 = 24 . 9.08 kg 2.7 . 0. 20 . 24) + (3 . 0.85 .

2400 = (4 . 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 2400 =17740.8 .0. 9. 0.3 . 20)} .(0. 20 .8 kg Kolom (80x80) = 24 .12 .8 . 24).12) .4 – 0.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .2.32 kg + 120000 kg = 673380.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.85 2. (11+7) = 24 . 20 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .(0.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 0. 0. 24.85 . 20).12) .5 WLL = 0. 0. 2 . (0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.12) . 3 =174366. 24) + (2. 0. 21.8 .0. 20 .5 . 9. 20 .8 .20 .32 kg d. Beban Mati Berat plat = 24 . 24) + (3 . 250 = 24 .3 .85 . Beban Lantai 2 dan 1 1. 0.52 kg 2. 24 . 20)} .

3.2 = WDL + WLL = 594247. 500 = 120000 kg W1.05 3.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.20 . 24.52 = 3554367.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.5 WLL = 0.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.4 + 637962.08 + 673380.52 kg +120000 kg = 714247.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.06 (28.77 m = 0.52 + 714247.3.5 .77)3/4 = 0.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.32 + 714247. Untuk Tx = Ty =0.3.86 Koefisien reduksi = 0.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .7 detik 3.84 kg 3. . di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.

3.5 . y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .77 = 1.hi wi.Wt = 0.38 ton = 799.0 . Arah x (lihat tabel) H 28.05 .5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C . Arah y H 28.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.hi Vx ∑ wi. 3554.74 ton 3. 1.6.5 dan K=1. 3. 1.798 < 3 = 24 A Fiy= wi. I .77 = 1.198 < 3 = 24 A Fix = b.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.K .87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.hi Vy ∑ wi.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.

42 6756.07 24.71 12.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi. hi (ton/m) 23434.38 714.81 3378.88 1/3 Fi.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.46 4.75 176.29 26.88 Tabel 6.53 637.03 12065.94 44.46 19.19 9.4 Perencanaan Balok 3.x 65.47 132.y (ton) 327.92 14.y 81. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.09 9044.12 33.29 98. utama Diameter tul.77 9.5 Mpa .25 Wi .6 Fix.25 714.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.77 18.55 32.4.73 Wi (ton) 814.69 673.83 49.40 57323. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.

0040 ρ perlu = 0. d = 0.0134 ρ maks = 0.0040 [ 0.θ 356008900 0. b.250. 250 .5 2 = = 4.8.0134 [ 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.3 N Vu = 184107.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .022 As = ρ .105 MPa ρ min = 0.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .0134 .89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.b.5 = 2205. 658.658.

d = 1/6 .975 + 91.5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107. (700-40) = 29106000 mm2 υ .1/24 .Sx2y = 0.5 .1/24 . 29106000 = 3451547.350 = = 91.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.5 . fc . fc .806 mm2 Ast = As + A = 2205.5 = 156176.98 N . 658. 1/24 . 22.806 = 2297.3 0. 22. fc .65.01 Nmm Vc = 1/6 . 250 . fy 19279.4 N Sx2y = (250-40)2 . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.01 Nmm Tu ≤ υ .6 . b .90 A= P θ .19) 2 = 76.

4. b .5 .S fy. 22.13 N Vs ≤ 2/3 .5 / 4 = 1634.6 = 150668.68.4 − 156176.2 Balok lantai 2.150 350.3.5 = = 98. b . d .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .d 150668.5 = 520827.98 0.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.68 N ≤ 520827.658. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc 150688. 658. fc = 2/3 .4.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3. d .91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.63 mm . 250 .

5 2 = 6.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .0040 ρ perlu = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.0191 ρ maks = 0.735.022 As = ρ . b .0040 [ 0. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.θ = 849107800 0.b.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.300.0191 [ 0. utama Diameter tul. d .5 MPa ρ min = 0.8.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.

1/24 .5 . fy 278790.4 0.350 = 1225. 34848000 = 4132464. 22. 1/24 .0191 .65.45 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . fc . Sx2y = 0. (800-80) = 34848000 mm2 υ . d = 1/6 . b . fc . fc .6 .45 Nmm Vc = 1/6 .5 = 174439. 735. 735.5 .14 N .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . 22.415 + 1225.45 mm2 = Ast = As + A = 4214. 300 .93 = 0. 300 .5 = 4214.45 = 5439.

150 350.5 = = 269. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 300735.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 .d 463355. fc 463355. b .735.14 0. 22.5 = 697756.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.86 N ≤ 697756.6 = 4633355. d .5 / 4 = 183. b . d .86.S fy.875 mm . fc = 2/3 .99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .56 N Vs ≤ 2/3 .

5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.95 3. utama Diameter tul.5 mm Penulangan pada momen .3 N Vu = 128928.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.4.

67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . fy 690887.8. d = 0. 638.b.350 = = 3036. b. 200 .022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0171 ρ maks = 0.03 MPa ρ min = 0.0040 ρ perlu = 0.0171 .96 K= Mu d 2 .θ 328143700 0.3 0.5 = 2183.0040 [ 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .86 mm2 Ast = As + A = 2183.638.0171 [ 0.022 As = ρ .200.67 + 3036.65.86 = 5220.5 2 = = 5.

d fc 1 + (2.6 .6 = 165369.56 Nmm Ct = b. fc = 2/3 . d .5 22.638. b .5 8928000 = = 0. (700-80) = 8928000 mm2 υ .9 = 49512.014.56 Nmm Tu ≤ υ . 6547700 2 ) 128928. 1/24 .200.5 1 + (2.5. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730. Sx2y = 0. 1/24 .Ct.b. 200 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 22. Tu 2 ) Vu = 1 / 6.5.36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928.0.9 N Sx2y = (200-80)2 .5 . fc . 1/24 .014 Vc = 1 / 6. fc .5 .97 Vu = 128928.5 .638.9 − 49512. 22.36 0.d ∑ x2 y 200. 8928000 = 1058730. 638.

150 350.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.5 Perencanaan Kolom 3.5 / 4 = 159. b .S fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. d .14.5 = = 110.3 N = 328431.d 165369.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.85 N Vs ≤ 2/3 .3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .98 = 403822.14 N ≤ 403822.5.638.62 mm . fc 165369.

65 . 800 .6 N . 458.3 = = 429. b . Pnb = 0.48 .5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.85 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .5 mm e = Mu P 1125725 2621461.21 = 389.99 • d = 800-50-12-25/2 = 725. 0. 0.85.85 . Cb = 0.21 mm ab = β . 22.65 .5 600 + 350 = = 458. 5959044 = 3893378. fc = 389.d 600 + fy 600 725.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .

48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.0244 ≥ vy = 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .25) 3 .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.30 350 = = 777.3 N ≤ 3893378.000167 = cb − d ' 0.003 d 458.21 − 50 0.d ) + Csb ( .100 P ≤ Prb 2621461.03 N = As’ Tsb fy 271967. 777.05 = 7154.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .003 50 = = 0.

95 N Vs ≤ 2/3 . b . fc .6 .6 = 88539. 725. fc . fc . b . 343000000 = 40674796. 800 . d . fc = 1/6 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. 1/24 .5 . d .5 . d . fc = 2/3 . 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . (800-100) =343000000 mm2 υ . 22. 1/24 .5 = 1835385. 22.5 = 458846. 22.02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .48 0. 725. Sx2y = 0.48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431.5 .4 Nmm Vc = 1/6 .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431.b .3 − 458846. 800 .

5 / 4 = 181.5 = 53.150 350.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.102 88539.725.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.02.s fy.d = 88539.375 mm .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.02 N ≤ 1835385.

85 .85 .0.25 / 2 = 725. 22.78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .50 .12 . 0.85 . fc = 389.d 600 + fy 600 725.103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 . Cb = 0. 458. b .5 = 5959044 N .21 mm ab = β .2 = = 306.48 .5 600 + 350 = = 458.5 mm e = Mu P 629904200 2053252.21 = 389.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 800 .

65 .d ) + Csb ( . Pnb = 0.65 . 5959044 = 3893378.21 − 50 0.003 d 458.003 50 = = 0.2 N ≤ 3893378.Tsb = 5959044 N Prb = 0.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .6 N P ≤ Prb 2053252.d ) 2 2 2 2 800 800 389.0244 ≥ vy = 0 .8 N = As’ Tsb fy .000167 = cb − d ' 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.

241. Sx2 = 0.6 .4 Nmm Tu ≤ υ . fc 22. fc .25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .8 350 = 241.5 = 1/6 . 343000000 = 40674796.48 N . d .43 mm2 As = 2 As’ = 2 . 1/24 . b .105 = 847498. = 458846. 1/24 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. 800 . 22.5 .4 Nmm Vc = 1/6 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ . fc . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769. 725.43 = 4842. 1/24 .5 .

375 mm . 22.81.65 mm2 Dipakai D12 .150 .95 N Vs ≤ 2/3 .725.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.150 350.6 = 33264.d = 33264.5 . fc = 2/3 . d .5 = 19.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 725. b .48 0.81 N ≤ 1835385. fc 33264. 800 . b . d .5 = 1835385.s fy.5 / 4 = 181.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .

2 N = 227849.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.107 3.d 600 + fy 600 625.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .05 mm .5.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.5 600 + 350 = = 395.2 = = 382.

108 ab = β .000167 .85 .83 N P ≤ Prb 1438837. Pnb = 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .79 .85 .003 d 395. 0. 700 .Tsb = 4495452.003 50 = = 0.021 ≥ vy = 0. Cb = 0.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 0. b . 4495452. fc = 355.039 N Prb = 0.65 . 395.5 = 4495452.000167 = cb − d ' 0.05 = 355.85 .2 N ≤ 2922043. 22.039 = 2922043.65 .05 − 50 0.

66 mm2 As = 2 As’ = 2 .98 N = Tsb fy 417432. 1192. 22. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .d ) + Csb ( . fc .25) 2 = 262.6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.5 mm.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.d ) 2 2 2 2 700 335.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 216000000 = 25614449. 1/24 .5 . 1/24 .6 .05 Nmm .109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . Sx2y = 0.66 = 2385.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .039 ( = 818644293. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.98 350 = = 1192.

dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.110 Tu ≤ υ . = 1184603.18 N ≤ 1184603. 700 . d . b .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. fc = 2/3 . 1/24 .4 − 346150.5 / 4 = 156.5 = .82 0.5 32998.s fy. 625. fc 22.05 Nmm Vc = 1/6 .6 = 32998.625. fc .82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489.375 mm.5 = 1/6 .d 323988. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449. 625. 700 . b .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .18. d .150 350.27 N Vs ≤ 2/3 . fc 22.5 .5 . d . = 346150. b .

50 .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.111 = 22.5 mm e = Mu P .9 N = 333098.5.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .609 mm2 Dipakai D 12-150 3.25 / 2 = 525.12 .

85 .28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .88 N P ≤ Prb 1118951.28 = 2104191.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .11 . 331.85 . Pnb = 0. Cb = 0.65 .5 600 + 350 = = 331. 3237218. fc = 282.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .d 600 + fy 600 525. b . 600 .89 mm ab = β .Tsb = 3237218.65 .112 = 736391000 1118951.5 = 3237218.89 = 282. 0.9 N ≤ 2104191.9 = 658.85 .88 N control keluluhan baja . 0.28 N Prb = 0. 22.

5 mm.11 − 50 0.d ) 2 2 2 2 600 282. 126.000167 = cb − d ' 0.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .68 N = Tsb fy 444102.003 d 282.003 50 = = 0.86 = 2537.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.25) 2 = 212.68 350 = = 126.d ) + Csb ( .5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.0139 ≥ 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .28 ( = 514539659.113 vy vs = 0.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.

05 0.0025 249266. fc .d ∑ x2 y 600.525.5 1 + (2. Sx2y = 0. 1/24 .5.6 = 316403.6 .7 = = 238761.525.5. Vu = 1 / 6.600.5 . 1256000000 =14823176. 333098. 1/24 . ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .b.5 22. 22.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .5 125000000 = = 0.0. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.0025 Vc = 1 / 6.7 − 238761.d fc 1 + (2.114 Vu = 333098.Ct Tu 2 ) .54 1.53 Nmm Tu ≤ υ .53 Nmm Ct = b.044 16062300 2 ) .05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. fc . 1/24 .45 N ≥ 0 .

6 N = 78669000 Nmm .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.115 Perlu tulangan geser 2/3 .5 / 4 = 131. 22.45 N ≤ 997066.525.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470. 600 .5 .150 350. b .s fy.45.13 mm. b .5.5 = 997066.1 N = 242316. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc = 2/3 . d . 525. fc 316403.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .14 N Vs ≤ 2/3 . d .5 = = 258. 3.d 316403.

b .85 . 0.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. fc = 282.85 . 0. Cb = 0.89 mm ab = β . 600 .1 = = 877.11 .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 22.85 .d 600 + fy 600 525.5 .5 600 + 350 = = 331. 331.89 = 282.5 mm e = Mu P 703405000 801470.

11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.Tsb = 3237218.1 N ≤ 2104191.003 50 = = 0.68 N = Tsb fy .65 .28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .65 .000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .0139 ≥ 0.117 = 3237218.d ) + Csb ( .5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.11 − 50 0.28 = 2104191.d ) 2 2 2 2 600 282.28 ( = 514539659.003 d 282.28 N Prb = 0.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.88 N P ≤ Prb 801470.000167 = cb − d ' 0. 3237218. Pnb = 0.

53 Nmm Tu ≤ υ .118 = 377730.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. 1079. fc . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .53 Nmm Ct = b. 1/24 .6 Nmm = ( 600 –100 )2 . 1256000000 =14823176. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.23 = 2158. As’ = 2 . 1/24 .25) 2 = 212.525. 1/24 . fc .5 125000000 = = 0.d ∑ x2 y 600. Sx2y = 0 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316. 22.5 .23mm2 Ast = 2 .68 350 = 1079.0025 .5 mm.6 .

600. fc 293566. d . d .525. 22. b .0.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.14 N Vs ≤ 2/3 .26 78699000 2 ) .54 2.07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .6 = 293566.07 N ≤ 997066.2 − 110294. b .13 mm.5. Vu = 1 / 6. fc = 2/3 .5 .5 / 4 = 131.119 Vc = 1 / 6. dipakai 150 mm Penulangan geser .0025 249265.Ct Tu 2 ) . 600 .5 = 997066.5 1 + (2. 525.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.6 = = 110294.d fc 1 + (2. 242316.b.5.5 22.93 0.

6 Perhitungan Pondasi 3.07. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.42 mm2 Dipakai D12-150 3.120 Av = Vs.5 = 239. serta .150 350.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.s fy.525.6.d = 293566.

Untuk itu.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.6.6. Selanjutnya. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . 3.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.45 m 3. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.

25 x 3.87 17008.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.96 5114.108 1397.61 7341.5 1 4 5 6 8 1230.99 3728.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.81 1354.14 x 0.6704 kN = 1397.413 m : 1.51 4648.25 x 4.28 3563.15 11042.82 6652.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.731 / 3190.731 1.670 = 4648.41 1393.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.95 0.85 4412.25 x 1.94 1.48 0.25 m x 1.169 kN .45 0.595 3190.499 + 190.169 2202.39 0.25 x 24 = 915.36 0.624 KN = 541.670 524.158 m2 : 1.92 6917.670 = Mu / P =1397.5 1.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.829 1400.5 0.25 m x 4.875 KN q = 1457.41 2864.25 m :3 :3 : 0.

32.684 .1. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.123 = 0.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. Q.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.413 140.n = 1- 0.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .45 1. = 0.B qc.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 . A + SF 2 SF1 Tf .B qc. n = 1.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .( 3.158 + 10 5 = 32.0. tg .328. 8 = 347.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .5 α = 1- θ 90 .n = Arc tg d/s = Arc .3 90 = 1.29 0.

7308.x Mu.744 = 6917.5 + + 8 9 9 = 864.124 q1 = p Mu.169 kN < 6917.7308.1.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.1. Detail Pondasi . y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.5 1397.95 kN Beban yang terjadi 4648.6704 1397.

80 Tahun 2003. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.1. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I. 42 tahun 2002.I No. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. 14571. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. Pengganti kepres R. dan Kepres R. 3. PenggantiKepres No.17 tahun 2000.I No. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. 2. 18 tahun 2000.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 4. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . dan Kepres R.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No.

05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. Renovasi. 8. 6. 9. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. 2 tahun 1999 dan No. Peraturan Mendagri No.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. . No. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Pasal I.02. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. IK. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. 5. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. Pasal I. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Ik. Peraturan.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. 7.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. 02.

04 Semarang. 4. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. 2.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. 3. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. 5. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . Pasal I. . 6. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.131 2.04 PERENCANA / ARSITEK 1. 3. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Jalan Pahlawan No. ARSI GRANADA. CV.

Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. 6. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. 4. 2. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. . Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 5. 7.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. 3.132 Pasal I.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1.

Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. 4. 2. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 3.133 Pasal I. Pasal I. 2. 3. Hari Tanggal : : . 2. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 3. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2.

2. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan. 4. Pasal I.-. pada :……………………. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.6. Jam :………………….000. . Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.2005..134 3.WIB. 4.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh.2005. 3.WIB. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :………………………. 08 PELELANGAN 1.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. Jam :……………... Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.

2. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. 4. ukuran sesuai contoh.135 2. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. Pasal I. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Pasal I. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). 3. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 5. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup.

Surat Penawaran Lampiran : a. 6000.. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. 6. RAB b. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja.136 2. daftar RAB. 4. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Harga satuan c. 2. Penawaran berisi : 1. 6000. Surat penawaran. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. b. Harga Upah dan Bahan . 5. Analisa d.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. surat Pernyataan. 3. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a..dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan.

Data peralatan d.(dua ratus juta rupiah).. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. Metode pelaksanaan 4. Dokumen Adminnistrasi a. 1.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . Pasal I. Pakta Integritas 7. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Dokumen Teknis a. Daftar Personil c. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup.000. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. 200.000. Tatakala / Time Schedule b. . Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Data pengalaman perusahaan e. 3.137 e.

3. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. 10. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Surat penawaran. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 5. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 7. 6.6000. 13 CALON PEMENANG 1. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. 9.138 2. 4. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. 8..

hal mana harus dicatat dalam berita acara. administrasi dan harga. . Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. c. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. Aspek teknis. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. Pasal I. b.139 a. 3. 2. 4.

2. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. 2.140 Pasal I. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. . 4. Pengguna Anggaran b. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. 5. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. 3. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan.

Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan.141 3. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. . Pasal I. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. 4. 3. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. 6. 2. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar.

142 Pasal I. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 2. Bilamana akan dimulai di lapangan. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. 2. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. Pasal I. 4. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 3. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. .

. Kesemuanya atas biaya perencana. 4. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek.143 3. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. Lapangan/lahan yang tersedia. Pasal I. 4. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. 3. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. 2. 5. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS.

apabila terjadi kebakaran dan pencurian. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1.144 6. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. Pasal I. 4. .. gudang dan lain-lain. 3. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. 5. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. Di dalam pelaksanaan. 2. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya.

145 Pasal I. 2. 5. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. 4. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Pasal I. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. 2. Bilamana terjadi kecelakaan. 3. . Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 3. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan.

Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 2. angin topan. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. perang dan lain-lain. 5.146 4. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. hujan lebat. kejadian . Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 6. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. gempa bumi. Pasal I. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. pemberontakan. 3. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong.

147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Jamsostek. 01. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. . Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. Pasal I. ternasuk tenaga dari team Teknis. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. Pasal I. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. bukan menjadi tanggungan Pemborong. Apabila terjadi force majeure. Pasal I. 4.

Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. b. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Bila terdapat perbedaan : a. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. 5. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran.148 2. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. 4. Antara gambar dan ketentuan RKS. 3. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. e. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. c. d. 6. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar.

maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. 9. mengopy dengan cara apapun. 8. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. 7. 10. .

misalnya pos persiapan nomor terakhir 4.150 Pasal I. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. 5. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. BQ tidak mengikat. 3. 4. tetapi nomor 4a. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 6. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. maka perubahannya tidak nomor 5. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. 28 LAIN-LAIN 1. 4b dan seterusnya. 9. . 7. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. 8.

.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II.000. 2. 2.(dua ratus juta rupiuah). Sebesar Rp. 24 Februari 1988. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan.151 4. . Pasal II. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. 01 JAMINAN LELANG 1.200.000. yang mendapatkan pekerjaan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. 3.

Pasal II. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan.152 3. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. 3.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. Pasal II. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. 2. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. . Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya.

Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak.153 2.atas biaya pemborong. 2. Pasal II. 05 PEMBAYARAN 1.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Pasal II. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. Suart undangan b. 2.. Bestek dan RKS . Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. 3. 6000. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan.

Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. Surat Penawaran h.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Berita Acara Evaluasi f. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Berita Acara Aanwijzing d. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.- . q. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. SPK (Gunning) g.6000. n.6. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Surat kesanggupan bermeterai Rp. Daftar RAB i. Time Schedule m.000.154 c. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o.

Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. Foto copy jaminan pelaksanaan. x.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. u. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi.155 r. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. v. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. . Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. z. y. w. pekerjaan harus sudah dimulai. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. 2. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini.

Apabila akan memulai pekerjaan. c.156 3. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. 2. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. b. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. . Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Pasal II. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. 4. 3. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. hari besar dan hari raya.

Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 6000.- Pasal II. 2. 5. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.157 4. . Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1.

158 Pasal II. Adanya force majeure (bencana alam. gangguan keamanan. 2. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. d. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. . perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. Data yang lengkap. b. 3. b. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. pemogokan. c.

pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. . maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. Pasal II. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. 3. f. 2. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak.159 e. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya.

4. pada penyerahan . Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. maka akan diselesaikan secara musyawarah. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. Sebelum pekerjaan dimulai.13 DOKUMENTASI 1. 2. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan.160 Pasal II.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. (pembidikan dari titik tetap). Pasal II. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. 3. 2.

3. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar.161 pertama. Pasal II. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 .14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. 2. sebanyak 8 exemplar 9. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. As built drawing 10. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. 4.

Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. Pada pengabutan pekerjaan tersebut. 2. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pasal II.162 Pasal II.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. 2. CONTOH SURAT PENAWARAN : . 3.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR.

163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. : ………………. 3. …………………. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing.tanggal…… bulan…. : ………………. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. pada tanggal …….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. 2. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. di Berkedudukan : ………………. .tahun…. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. Jl.. dengan mengambil tempat di……. Dengan ini menyatakan : 1..

3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. CV/ PT. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. Pekerjaan b. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. 5. 7. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang.01.164 4. 6000. . Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Hormat Kami. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Denagn harga borongan d. 2004 Materai Rp. Lokasi c.

Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya.165 PENJELASAN UMUM 1. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. pengerahan tenaga kerja. Tarikan Feder Genset c. Instalasi Komputer e. pengolahan pengangkutan semua bahan. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. 2. Instalasi non Standart a. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Sound system Gedung f. Sarana dan Fasilitas . Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi dan Panel b. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Instalasi Telepon d.

Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e.166 a. Penataan sekat ruangan b. 3. Landscaping h.5 d. Pavingisasi f. 5. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel.02 TEMPAT KEGIATAN . Pembenahan Space Frame Lt. Pembuatan rumah pompa 3. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pekerjaan prasarana 1. serta stop kontak daya pada semua ruang. 4. Saluran g. Pasal III. 2. Penyambungan air bersih. Perapian Delatsi c.

4. 5. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. Sebagai ukuran dasar + 0.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). 3. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama.04 Semarang. 4. .167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. Los Kerja dan Gudang. 2. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan.

b. e. Pasal IV. Penggalian dan penimbunan. c. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim.02 PEKERJAAN TANAH 1. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. sloof.168 6. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Pengeringan dan pengontrolan drainase. (untuk penimbunan dengan tanah urug). f. d. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan. . Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi.

4. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. 2. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. 2. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan.169 g. . Menyediakan material-material yang baik. Penggalian dan Pembersihan 1. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. b. 5. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. dan dibersihkan dari lapangan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 3. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan.

dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. c. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Seluruh pohon-pohon. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1.170 6. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. 7. keluar lapangan. 3. rumput-rumput. . seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. semak-semak. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. 2. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. e. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. . Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03.178 d. 4. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa).5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Kwalitas Beton a. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. dilakukan lapis demi lapis. 3. c. b. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat.

. mengelupas. Bebas dari kotoran-kotoran. dsb). luka. Disesuaikan dengan gambar-gambar. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. karat dan tidak cacat (retak-retak. Mempunyai penampang yang sama rata. lapisan lemak. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. 5. b. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. seperti ASTM. 2. Besi Beton (steel reinforcement) 1. ACI. 3.179 d. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03. minyak. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. dan peraturan lainnya yang relavan.

Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . 8. 5. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. c. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. 6. 7. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Beton 1. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama.180 4. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam.

2.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. baik nama perusahaan. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. .alatnya. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). Penggunaan alat.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. alamat maupun kemampuan alat. Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.15-1991-03.

Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. pengeringan oleh angin. Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan.182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. melalui acuan dan lain-lain harus . Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. 3.

dengan petunjuk. Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas.183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. 7. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. Selesai pekerjaan sloof. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. . 6. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini.stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. 8. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom.

Lingkup Pekerjaan a. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. 3.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Bahan – Bahan yang digunakan a.05. memenuhi S. b. Semen 1. . 2. Pasal IV. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM.

3. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. 5. Khusus untuk pekerjaan beton. 2. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. Pasir beton (aggregate halus).kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. b. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. Dimensi maksimal 2. dipasaran tidak .185 2. Batas. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). 4. terdiri atas: 1. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan.5 cm .

Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. d. Penyimpanan semen : . c. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a.2 untuk beton biasa. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. maka disamping adanya certificate . 4. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm.

5. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. c. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. terlindung pengaruh cuaca. Penyimpanan besi beton 1. d. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. 3. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana.187 1. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. 4. 2. minyak atau zat asing lainya. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. Bekisting yang Digunakan . Semen harus disimpan dalam gudang yang kering .

Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. c. f. e.188 a. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. b. d. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. h. Pada bagian terendah . g. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). .pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding.

pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. 7. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Kualitas Beton a. Bila akibat pembongkaran cetakan. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung.189 i. Sedang beton praktis dengan fc = 17.5 MPa.5 MPa. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. 6. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. . Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. kwalitas beton dengan fc = 22. c.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. b. Selama pelaksanaan harus dibuat benda.

tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. 3. g. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton.190 d. minimum 7. e. 4. Setelah atasnya diratakan. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. dan diukur penurunannya (slumpnya).maximal 12.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Selama pelaksanan harus ada pengujian slump.5 cm. 2. f. . segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton).5 cm . Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. 5. Setiap lapis ditusuk.

selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka.komponen beton. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. Penggantian Besi . Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. k. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. j. 9. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. Jika dianggap perlu. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. l. 8. i. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan.191 h.

2. 3. c. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. b. . secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar.192 a. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong.

Toleransi Besi Diameter. Perawatan Beton a. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar.5 mm - 10. 3. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas.193 2.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. . d. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan.4 mm + 0.

LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. c. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. b. plat beton atap.gambar kontruksi yang diberikan. Tanggung Jawab Pemborong a. plat beto kanopi. . talang beton.194 c. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. 06. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. talang seng. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. Pasal IV.

maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. 3. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. d. plat beton atap. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. lantai janitor. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. b. f. c. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Water proofing system coating 3x b. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. e. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing.195 2.kotoran. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. Syarat Pelaksanan a.

Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. b. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. 5. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. . 6. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. 4. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik.

. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Bahan. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang.25 t/cm2 tidak berkarat.07. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. c.90 t/cm2. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui.Bahan a. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya.197 Pasal IV . 3. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Allowable tensil stress 2. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja.

b. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. 6. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. tidak dicat. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. c. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. harus dibuat satu.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . 5. Pekarjaan Las a. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. 4. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan.

dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Setelah didirikan. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. 8. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. 7.

bubungan nok. Penutup Atap a. 2. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. . Menyediakan bahan. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. sedang reng ¾. b. pekerjaan kerangka baja untuk gording.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Bahan-bahan 1. pekerjan listrik dan penangkal petir. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. 08. LISTPLANG DAN TALANG 1.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. Pasal IV. b. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. atap. listplang. pekerjaan listplang beton. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. pekerjaan talang. 2. Bahan kerangka kayu : gording. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. Lingkup Pekerjaan 1. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. papan nok menggunakan kayu jati masing. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain.

harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Penutup Listplang Dengan Kayu a. 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3.catan. c. . Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. b. 2. Pemasangan Listplang 1.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Bahan penutup Listplang 1.201 2.

Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. 3. 4. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. saringansaringan saluran cucuran kebawah. Lingkup pekerjaan 1. . b. 2. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. 3. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Pekerjaan Talang a. Bahan–bahan 1.202 3.

203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. harus betulbetul kedap air. 09. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. Jenis Adukan Yang Digunakan a. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. Pasal IV. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. 2. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. . c. a. Pasangan batu kali untuk pondasi. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. PEKERJAAN PASANGAN 1. b. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana.

permukaan halus tidak berlubang–lubang. b. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. 4. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. kuat tidak mudah pecah. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. b. c. dan bata merah. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. . Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. 3. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana.

6.205 b. . Bahan Untuk Adukan. 5. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Ukuran seragam dengan standard nominal. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. Batu bata harus baru. 2. c. Mempunyai sifat kondisi rendah. Plesteran dan Acian. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. sudut–sudutnya tidak tumpul. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. 4. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Bahan campuran (air. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. 3.

6. Syarat Pemasangan a.206 5. 2. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. kerikil. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. split ). Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. bata merah. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan.

datar. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. d. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. Kolom Beton/Tulangan Praktis. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. f. b. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai.207 menggunakan potongan. rata. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. c. e. tidak melengkung/ bergelombang. .

Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. c. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang.10 PEKERJAAN LANTAI 1. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Pasal IV. d. Pekerjaan alat perabot .208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. warna. tekstur. Pekerjaan lantai keramik 2. khususnya untuk seleksi kwalitas. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Lingkup Pekerjaan a. b. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS.

Pekerjaan Lantai Keramik a. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. tidak bagian yang gompal.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. d. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%.40/40 dengan ketebalan 7 mm. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. c. retak atau pecah. ruang dapur. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. b. . Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui.

210 e. i. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. tanah telah dipadatkan. retak dan hasil gelombang. f. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Apabila hasil pemasang tidak rapi. g. tidak membentuk garis lurus. minimal setebal 10 cm. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. h. telah dahulu dipasang pasir uruk. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. j. hingga betul–betul bersih. k. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. .

3.211 l. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. 2. b. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. Persyaratan Pelaksanaan 1. c. Bahan yang digunakan . Lantai Rabat Beton a. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. 3. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas.

II. Lingkup Pekerjaan a. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. d. c. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. 2. Pasir pasangan muntilan. Pasal . . Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan.212 1. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Alam Daya Sakti/setara. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. b. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. khususnya untuk menentukan warna. PEKERJAAN DINDING 1. IV.

Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. warna. harus baru. 3. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. b. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan.213 2. maupun cacat . PVBB1970 dan PUBI 1982. Pekerjaan Dinding Keramik a.19. 4. 2. Persyaratan Bahan 1. peraturan keramik Indonesia NI. tektur dan bahan tidak boleh rusak. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Syarat–syarat pelaksanaan .

motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. 3. . adukan baik menggunakan supersemen. 7. garis–garis siar harus benar–benar lurus. Sebelum keramik dipasang. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 2. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. 4. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. warna. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh.214 1. keramik langsung dapat diletakkan. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. 6. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. 5. gumpal atau cacat lainya.5 cm atau bahan perekat khusus. sesuai petunjuk pabrik pembuat.

12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. IV. Pasal. 10. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Pekerjaan langit-langit meliputi: .215 8. b. 9. Lingkup Pekerjaan a. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus.

216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. rangka plapon digunakan BMS/setara. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. d. Sebelum pelaksanaan. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. f. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. gridnya harus lurus dan datar. b. . Untuk menjaga mutu/kwaliatas. e. 2. c.

Pasl. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. b. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. harus sesuai dengan gambar.217 g. Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . 3. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. b. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Plafond khusus dipasang dengn type. Lingkup Pekerjaan a. sesuai gambar. IV.

Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. 4. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. 2. . Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. Pada saat pemasangan.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. 3.

2.219 d. . Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. bentuk ukuran. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali.

• Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. ukuran sesuai dengan rencana gambar. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. terbuat dari : . dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup.

Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman. .sop) dengan bentuk sesuai gambar.15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.

b. . c. d. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Pemborong utama bertanggung jawab. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut.14.222 Pasal. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. IV. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas.

Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. 2.223 e. kolom. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. berdasarkan alkyd resins. c. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. d. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. b. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. .

pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. lembab atau berdebu.224 2. Persiapan umum : a. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 3. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. Sebelum bagian-bagian yang retak. 3. 4. . Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. 4. pemborong harus secepatnya. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 5.

kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya.225 b. Pelaksanaan. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Persiapan : . Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. baik bagian luar maupun dalam. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Bersihkan permukaan dari debu. b. Pengecatan Kayu : a. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 6. 7. a.

Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. b. kotoran dan sebagainya. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Keahlian a. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. c. Pelaksanaan. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 8. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir .226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Bersihkan permukaan dari debu. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . b.

Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. b. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. serta mendapat persetujuan pengawas.227 d. 9. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. e. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. . Setelah pengerjaan pengecatan selesai.

Lingkup Pekerjaan a. 1. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca.15 PEKERJAAN KOSEN.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. 2. JENDELA DLL. Bahan –bahan . Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. PINTU. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. Pintu kayu dan pintu kaca. peralatan termasuk alat. bahan – bahan yang diperlukan. Meliputi pekerjaan. 2.228 Pasal IV. 1. b.

00 mm . Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. 1. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). b.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. 3.

• Neoprene : Jenis extrusion. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. 3.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. Contoh . multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. kepadatan 65-96 kg/m3. tidak menyerap air. tahan terhaap matahari. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada.

Untuk mendapat ukuran yang tepat. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. kekuatan. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. b. alloy. . detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Gambar pelaksanaan a. Pekerjaan pelaksanaan a. 5. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. 4. finish. b. Pekerjaan Persiapan 6.231 Kecuali ditentukan lain. besaran–besaran ketebalan. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. tempers. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran.

Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. d. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang.232 c. i. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. sehingga tidak ada kebocoran suara. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. 7. sambungan sudut atau silang. e. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Semua detail pertemuan harus halus. 8. Perlindungan bahan . f. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. Hubungan dengan Material lain. h. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. g. Untuk mendapat hasil yang baik.

kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. c. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. • Material tes(tes terhadap bahan. Pengetesan a. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . tes korosi. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. . jika hasil pengetesan gagal. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. beban angina. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. anodized. tes terhadap kebocoran udara. b. 9.

perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. terhitung sejak selesainya masa perawatan. skrup – skrup. 3. Bahan kayu jati kwalitas politur . Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. 2.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Garansi (Jaminan) a. Menyedian alat –alat logam. Bahan – bahan 1. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. Lingkup pekerjaan 1. b. memahat. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. menyetel. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. membuat lidah –lidah .234 10. b. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna.

00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). baut.VI. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Diats kosen pintu dan jendel. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. c. 3. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna).235 2. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. untuk yang lebih besar dari 1. Lingkup pekerjaan 1. Pengikat berupa paku mur. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. Pelaksanaan 1. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. 2. . Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. 4. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. untuk yang lebih kecil dari 1.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. 3. bahan–bahan. finish melamine.

daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. b. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. Persyaratan Bahan 1.236 2. .

2. 5. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel.237 2. 3.lain. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. . kekutan ayun dan lain . nama barang. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. d. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Contoh – contoh 1. 4. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas.

3. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Untuk pintu toilet. 4. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. e. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. flap enfsel memikul maximal 20 kg. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. warna stansdr. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. Pemasangan lockcase. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . f. Persyaratan pelaksanaan 1. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. 2. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu.238 3.

Persyaratan bahan 1. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. 2. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. • Pengikat berupa mur. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . baut. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. • Penutup dauble teakwood. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. b. 5. apabila hal tersebut tidak tercapai. dengan ketebalan sesuai gambar.239 pengawas.

Contoh Kecuali ditentukan lain. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. trush detaidetail. kekuatan. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. ketebalan. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. besaran. 4. . tempers. hitungan bila diperlukan. alloy.H.

sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. • Setelah terpasang. Pekerjaan kaca a.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. 6. kaca harus plat. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. . c. b.

Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . 2. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. yang retak–retak . kaca harus dibersihkan. d. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. Membesihkan dan memperbaiki: 1.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. 7. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru.

rapi. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. . Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . 16. penanman dan penataan taman hias dan peneduh.243 8. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. Yang harus dikerjakan a. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . penanaman rumput. sedang bentuk. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. b. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. perbaikan tanah. Railling tangga a.IV. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar.

tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. . diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Pelaksananya peliputi 1. Pekerjaan Tanah a. c. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3.244 b. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). b. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. Rumput gajah dan rumput jepang 2. 3. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pekerjaan Pendahuluan a. Pembutan relief dinding 2. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. agar tanaman maupun lahan selalu lembab.

Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . Pohon 1. c. Pekerjaan penanaman a. .245 b. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. e. h. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. bersih dan tidak mengandung rayap. Galian untuk penanaman pohon. g. f. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. 4. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. d. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi.

Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. Perumputan 1. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. Pekerjan pemupukan a. 5. baru ditimbun tanah baru. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Setelah tertanam. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). 2. 6.246 2. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. perlindungan terhadap panas dan air. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. b. Penyiraman air . rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus.

Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). 7. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Penyiangan dan pemotongan a. Pohon kayu putih c. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Zammia Goldkas d. Lidah Mertua e. b. Macam Pohon (sesai gambar) 8. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). b.247 a. Pembersihan dan perlindungan : . Penyiraman rumput.5 bulan.

lokasi selalu bersih setiap hari.248 a. rontokan–rontokan daun kering. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. 4. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan.Terhadap bahaya tersebut (mulat).5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . c. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. bila perlu pengecatan kembali. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). Selama berlangsungnya penanaman. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. b.

Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . KETENTUAN UMUM 1. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b.01.249 Pasal V. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.

VDE. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. Peraturan dan syarat-syarat umum. 59/PD/1980. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. VDE/DIN. WEMA. JIS.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. BS. . yaitu : NFC. AVE. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

atau sederajat 5. Ballas elektronik merk Philips.258 c. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. arto light.7 mm dan dicat dengan cat baker. imlex atau esderajat d. legrand. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. aman dan mudah diperbaiki . Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. warna putih merk LOMM atau sederajat. clipsal. LOMM atau sederajat. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Persyaratan Pemasangan a. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang.

Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. terpasang pada bagian bangunan. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. . • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Pemasangan kabel harus rapi. • Sebelum penarikan kabel dimulai. Kabel dalam bamgunan. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b.5 x diameter kabel. lurus dan kuat.

Lampu-lampu . • Kapasitas kontak 10 CMP. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Saklar harus model tanam. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. c. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. dipasang 130 cm diatas lantai. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP.

maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. commission dan perbaikan. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. balancing. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. Commissioning dan testing. Setelah jaringan dibebani. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. 6. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. 7. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : .

Pemasangan : a. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Rod Electrode. b. Pasal V. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 .262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan.

Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. 2. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . bahan-bahan utama. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm.263 cm. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Rod Electrode dipasang pada satu tempat.5 m. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. c. Pasal V. jarak ke pondasi bangunan 1.

zink. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. urinoir. yaitu terdiri dari : a. Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. Skat Urinor dll Kaca cermin b. Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. Selokan air hujan. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. . Urinor. c. Sistem Air Kotor dan Air Bekas.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan.

5 HP . Persyaratan bahan dan peralatan a. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.265 2. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.

266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 KW 15 meter 12 m3/h 1.450 rpm D 1.

Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . screw end. Valve.267 4 buah lower level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. untuk tangki atas. Sistim air kotor dan air bekas. screw type. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. flange and ex KITAZAWA. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level.

Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. . Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. dengan sambungan lem.268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. c. Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.

Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. memenuhi persyaratan sbb: . Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik. d. sehingga pipa tiada melentur. Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan.

Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan.2 ppm. e. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Dosis chlorine ialah 50 ppm. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. f. Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Pembersihan . Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing.

. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. g. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya.

272 Pasal V. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). 05. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. 2. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. Persyaratan a. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Co2 atau sejenisnya. 3. b. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel .

Syarat-syarat umum a. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. b. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. . 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. Apabila timbul persoalan.273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V.

e. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. d. dari jawatan keselamatan kerja. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Peraturan-peraturan. pipa-pipa dll. b. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. . Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. ijin-ijin dan standar-standar a. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik.274 c. c. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. saluran-saluran (ducts). Pada waktu pelaksanaan. 2. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan.

dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan.275 f. pipa. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. b. Petunjuk Khusus a. 3. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. . c.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct.

diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. e. lantai 2 b. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. servising dan maintenance. testing. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Starting. Lingkup Pekerjaan a.276 d. d. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. . e. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. c.

Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring.277 5. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Pekerjaan Listrik a. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. switch. Bahan. Pekerjaan. Pemborong harus berkoordinasi. 7. zekring. starter. . Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . Pekerjaan Pipa. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. transformator. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. b. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. 6.

Syarat-syarat iii. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. iv. switch. c. b. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. persyaratan PLN. Peralatan v.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. d. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. ii. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. . peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini.

viii. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. switch. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. Semua panel. e. Pemyambungan kabel x.279 vi. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. . Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. 3. indikator. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. vii. 2. f. ix. 4. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet.

5 m. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. c.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. rating CFM dengan toleransi 10%. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. b. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. merk yang digunkan nasianal. KDK atau setara. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC.280 g. 9. . Kipas Angin / Exhaust Fan a. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans.

Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. f. Mutu alat-alat dan bahan a. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. d. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya.281 d. e. Penjelasan sistem • Listrik . Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. e. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. c. g.

2. d. f.2 deg C ( 90 deg F ). Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. motor dan system pengaturan listrik yang ada. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Pengukuran dan pengujian temperatur.282 1. difuser. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. . Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. • Tenperatur 1. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. griller. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. c. b. Syarat a. 2.

Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pengujian A. 07 . Pipa 1. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2.283 Pasal V. a.

Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. .284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. b. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. krap dan sejenisnya. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. c.80 db) . d. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. volume control di by pass dan full power loud speker. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b.

b. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. . f. 1 buah table stand microphone. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. c. 1 ( satu ) set amplification system. B. 1 (satu ) set input source. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. terdiri dari • 1 buah system amplifer . terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. e. 1 buah hand held micropune.

S/N : 55 dB atau lebih 8. Pre-amplifier untuk background music. Catu Tenaga : 220 volt. monitor.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. 1 buah set swiching.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Dalam konstruksi slide-in panel 2. rack dan accessories. Karakteristik frekuensi 7. 50 Hz 6. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. C. Dalam konstruksi slide-in panel. Cacat harmonis : 0. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Amplifer Power amplifier untuk background music : 1.

Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. Pasal V. melakukan pengukuran. b. . Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL.287 D. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. untuk memasang peralatan dan perkabelan. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. c. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. testing dan penyetelan. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono.08. URAIAN TELEPON 1. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan.

Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 4.288 2. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. a. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Instalasi 1. b. 5. Semua kabel. 6. T Doos harus ditutup. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. . 3. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. harus ditarik didalam pipa. 2. Penyambungan pipa harus dilem.

Untuk instalasi Inbouw. d. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. 16. 13. 10. . 12. Kotak Pembagi 8.5 mm). Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. kabel 14. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci.289 7. c. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. 11. 9. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan.

Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Pengujian oleh PERUMTEL. Pengukuran 21. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik.290 17. f. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. 23. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. 22. 18. . 20. e. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. 24. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). 3. Kawat tembaga dengan ukuran 0. g. Sebelum pemasangan dimulai. Pipa dan konduit: 19.6 mm atau lebih.

pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. c. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. 6. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). . maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Music On Hold b. Begitu peasawat diangkat.291 4. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5.

Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. STLO . Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT. Apabila nomor group yang dipuitar. 5.292 d. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. pesawat telepon cabang . umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Telkom . e.

6. 4.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. Printer dan serial card 2. trainning operator. Pengadaan dan pemasangan terminal box . . Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Telkom Indonesia. pengetesan sistem. 3. 5. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. Telkom Indonesia. Pengadaan semua dokumen teknis. Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs.

Peraturan Umum yang digunakan : a. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. A. h. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. e. DAN SYARAT-SYARAT YANG . 9 dan tambahan Lembaran Negara No. f.294 Pasal V. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. c. d. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. j. 09. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. k. g. b. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. i. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. 14571.V. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Undang-undang No.

PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. 5. 4. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri.295 l. m. 10. 3. . 2. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Pasal V. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing.

296 Semarang. Juli 2006 .

Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.28 m2 = 0.28 m2 = 0. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a.09 m .BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5. 123.82 m2 b.28 m = 10.28 m2 = 30.44 m3 = 425.1.25 m = 0.97 m3 B. Urugan Kembali Volume = 209.25 m . Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.09 m = 0. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A. Pekerjaan Tanah 1. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. 123.27 m3 296 .

Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m .8 m = 133. Mobilisasi pancang Volume g. Tiang pancang Diameter pancang = 0.7 m = 33.73 m = 0. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. Beton poer Volume h.45 m Jumlah pancang Volume f.8 m x 0.60 m3 d. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. 0.7 = 192 m .25 m .25 . 0. 100 buah = 3000 m e.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . 0.297 c.

32 m3 k. 0.04 m3 j.7 m . 0.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.7 m = 0.4 m =14. 0. 0 .7 m = 211.4 m = 179 m .25 m . 0.2 m . beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.26 m3 = 4. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0. Beton lisplank Volume m.48 m3 i.25 m x 0.8 m .12 m = 436 m2 . 0.7 m = 37.2 m .64 m3 . 0.8 m = 56.32 m3 l. Tangga beton Volume = 13. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.12 m = 52. 0.73 m . 16 buah .

12 m .6 m = 42. 24.2 m .12 m .80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.7 m = 13. 0.6 m . 0.67 m = 0.89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.7 m = 1.67 m .34 m3 . 15 m2 = 1.72 m = 0.2 m = 24 .12 m = 15 m2 = 0.45 m2 = 0.6 m = 15.45 m2 = 4.72 m .36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.2 m x 0. Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.92 m3 = 42. 0. 0.6 m x 0.299 n.

84 m3 q. 0. Pondasi batu belah Volume =12.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.9 m = 35. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.36 m2 .9 m = 3.36 m2 = 0.20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.36 m2 = 0.5 m2 .36 m2 .25 m = 0. 0.25 m = 0.42 m3 .25 m = 3.125 m = 0.45 m = 12 m = 96 m p. 0.27 m3 = 0.5 m2 = 0.125 m = 3. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.

2 buah = 1.7 = 211. 0.73 m = 0.8 = 16 buah = 4.12 m = 2 buah = 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.301 2. 16 buah = 48.25 x 0.34 m3 +1. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.25 m . 0. 0. 0.50 m3 b.5 = 2.66 m3 = 49.04 m3 .8 x 0. 2.66 m3 Volume total = 48.5 x 0.5 m .7 m = 0.5 m . 0.8 m .12 m .34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.8 m .73 m .7 m = 37.7 m .

16 buah = 37.2 m .4 = 171 m .7 m .40 m3 e.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1.73 m . 0.302 c.12 m = 420 m2 .7 x 0.68 m3 d. = 13.73 m = 0. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.26 m3 = 1.12 m = 50.7 = 16 buah = 4. Beton lisplank lantai 3 Volume f. 0. 0. 0.2 x 0. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.08 m3 . Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.4 m = 13.7 m . Tangga beton Volume 3.

2 x 0.2 m .5 = 24 m = 2 buah = 0.7 m = 37. 0.68 m3 4.7 m .26 m3 .7 = 211.40 m3 5.5 m . 0.12 m = 420 m2 .7 m = 0. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.4 m = 13.5 x 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. 0.25 x 0.04 m3 3. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton tangga Volume = 13. 0. 0.5 m . 0.50 m3 2. 24 m .25 m .4 = 171 m .12 m = 50.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.08 m3 +12 m3 = 49.

7 m .12 m = 50. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 m = 0. 16 buah = 49. 0.04 m3 3.6 = 16 buah = 4.50 m3 2.7 = 211.6 m .4 m = 13.40 m3 5. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.25 m .68 m3 4. 0.6 m .7 m = 37.4 = 171 m .73 m = 0.304 4. 0. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.2 m .25 x 0. Beton tangga Volume =13. 0. 0.2 x 0. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.26 m3 .12 m = 420 m2 . 0.6 x 0.73 m .

Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0. Beton balok talang Volume 5. 0. 0.20 m3 . Water profing talang Volume = 115. 16 buah = 49.305 5.6 x 0.56 m3 7.2 x 0. Beton lisplank Volume 4.21 m3 = 5.2 m .6 m = 0.50 m3 2.7 m = 15. 0.76 m3 = 2. Beton konsol Volume = 5.46 m3 = 9.6 m . 0.6 = 16 buah = 8. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.7 = 110 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.40 m 3.6 m .6 m . Beton talang Volume 6.

Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.51 kg/ m = 4519. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . 12.77 m = 12.306 C. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.5/30 cm = 76 m 5.16 kg 2. 7.2 kg/m = 1499. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.51 kg/m = 601.84 m = 7.2 kg/m = 18297.77 m .84 m .8 kg 3. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.

2 m3 .160 m = 2.5/30 cm = 31. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57. Galian tanah struktur pondasi Volume 2.1. Lisplang kayu jati 2. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.9 m3 = 143. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.00 m3 3.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.307 7. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.2 m2 8. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Urugan kembali Volume = 55.

Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Urug pasir Volume = 10. sloof dan kolom Volume = 4.21 m3 .56 m3 = 19. Pasangan bata 1:5 Volume 3.308 4.2 m3 = 4. Aanstamping Volume 5. Plesteran 1:5 Volume 5. Pasangan bata 1:3 Volume 2.5 m2 = 37.70 m2 = 620 m2 = 70.36 m3 6. Beton praktis.23 m3 8. Plesteran 1:3 Volume 4. Plesteran beton Volume 6. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b. Sponengan sudut Volume 7.

Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.4 m = 256.4 m 2. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.86 m = 91.86 m = 50.309 c. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.40 m = 50. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.40 m Volume = 2 buah 6. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .

Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.72 m2 = 6.6 x 1.72 m2 9. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11.310 8.70 = 2 unit = 2 unit 14. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .

700 m2 = 49 m3 3. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4.07 m . Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 70 m3 2.311 d. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.1 m . Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .

Lantai keramik granito Luas Volume f. Pekerjaan Pengecetan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.7 m2 = 488.312 5. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Instalasi 1. Cat plafond Luas Volume h. Cat tembok luar Luas Volume 2.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 .

5 m2 = 64. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Pasangan bata 1:5 Volume 3.99 m3 .071. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Plesteran 1:5 Volume = 1.313 3.31 m3 = 12. Plesteran 1:3 Volume 4.83 m2 = 216. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a.

Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.6 m = 33. = 4. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6.00 m1 = 246. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.314 5.3 m = 274.5” = 33.92 m2 = 18. sloof dan kolom Volume b.92 m2 . Plint lantai Volume = 170.90 m1 8.3 m 2.6 m 3.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Beton praktis. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274.00 m1 = 770. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.

Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8. Pekerjaan Plafond 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 .56 m2 6. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.6 x 1. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.315 5.56 m2 = 173.70 = 2 unit = 2 unit 7. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.

75 m2 = 1. Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.316 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.75 m2 5. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 .

Pekerjaan Pengecetan 1. Wastafel Jumlah Volume 5. Kran air Jumlah Volume 4. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Urinoir Jumlah Volume 7. Kaca cermin Jumlah Volume 6.317 3.49 m2 =3m =3m . Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 527.49 m2 = 527.

318 2.24 m2 = 791. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis I. Cat plafond Luas Volume g.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. = 423 m2 = 423 m2 = 791.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II.

PVC jenis AW V. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Peralatan sambungan Volume 5. Peralatan bantu Volume h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.319 3.

Stop kontak Jumlah Volume 4. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.320 3.71 m3 .8 m3 = 6. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.83 m2 = 62. Plesteran 1:3 Volume = 111.

Plesteran 1:5 Volume 5.67 m2 8.046.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. sloof dan kolom Volume b. Plesteran beton Volume 6. = 2.6 m = 33. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Beton praktis.60 m = 208.18 m2 = 12. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. Plint lantai Volume = 164.18 m2 .5 m2 = 1.321 4.6 m 3.5 m1 = 640 m1 = 224.5” = 33. Sponengan sudut Volume 7.60 m 2. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12.

Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Espangnolet Jumlah Volume 9. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10.322 4. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah .

6 x 1.323 11. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Pekerjaan Plafond 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .40 m2 = 168. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.40 m2 13. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.

35 m2 = 1. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.324 2. Closet duduk Jumlah Volume 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.35 m2 5. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 .

Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Urinoir Jumlah Volume 7.325 3.46 m2 =1m =1m .46 m2 = 508. Kran air Jumlah Volume 4. Wastafel Jumlah Volume 5.

Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis VIII. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Pipa galvanis 1.326 2. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2.71 m2 = 762. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Cat plafond Luas Volume g.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. = 423 m2 = 423 m2 = 762.

327 3. PVC jenis AW I. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Peralatan sambungan Volume 5. Peralatan bantu Volume h.

93 m3 = 6. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.328 2. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. panel penerangan Jumlah Volume 4.71 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2. Stop kontak Jumlah Volume 4.

0 m1 = 579.50 m = 214.86 m2 . Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.43 m3 b. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.50 m 2.86 m2 = 13. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.16 m2 = 111. Beton praktis. Plesteran 1:3 Volume 4.09 m2 = 982. Plint lantai Volume = 160. Plesteran 1:5 Volume 5.329 3.8 m2 8. sloof dan kolom Volume = 2. Sponengan sudut Volume 7.5” = 35 m = 35 m 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214. Plesteran beton Volume 6.0 m1 = 204.

Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Espangnolet Jumlah Volume 9.330 4.60 m2 = 49.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11.

Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .331 12. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.70 = 2 unit = 2 unit 14. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.90 m2 13.90 m2 = 153.6 x 1. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.

Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Kran air Jumlah Volume 4. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5.332 3. Saringan air Jumlah Volume 3. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.

Urinoir Jumlah Volume 7. Cat tembok dalam Luas Volume 3.333 5. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711.25 m2 = 711. Cat tembok luar Luas Volume 2. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .

5” Panjang Volume II. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . PVC jenis AW XII. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa galvanis I. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV.334 g. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.

Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h.335 4. Peralatan sambungan Volume 5. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

4 m2 = 60. Plesteran 1:3 Volume 12.336 6. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. Plesteran beton Volume 14.6 m2 = 993.15 m3 .0 m2 = 59. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Plint lantai Volume = 75. Panel penerangan Jumlah Volume 5.6 m3 = 3. Sponengan sudut Volume 15. Plesteran 1:5 Volume 13. Beton praktis. sloof dan kolom Volume = 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.6 m3 16. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Pasangan bata 1:5 Volume 11.0 m1 = 576 m1 = 167.

20 m = 191.30 m2 = 6.20 m 2. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.30 m2 6.337 b.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.42 m2 = 47. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Pintu km/wc Jumlah Volume 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

338 8. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Ornamen atap Panjang Volume c. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 .

60 m2 = 464. Kaca cermin Jumlah Volume f. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Cat tembok luar Luas Volume 2.60 m2 = 696.40 m2 = 464. Saringan air Jumlah Volume 3. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Pipa galvanis I. Pipa galvanis 1. Pekerjaan Pengecetan 1.339 2. Wastafel Jumlah Volume 5. Kran air Jumlah Volume 4.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g.

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. PVC jenis AW I.340 II. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.341 h. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Lampu pijar Jumlah Volume 3. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

357 . Meskipun demikian. 2. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. dengan upaya tersebut.1 Kesimpulan 1. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. material. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. peralatan. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). dan keuangan yang diperlukan. 3. 6.

4. 2. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. 3. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. .358 6. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut.2 Saran 1. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan.

DPU. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. K. Materi Kuliah Strukur Beton. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. 1987. Bandung: Yayasan LPMB.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. 1987. Suryolelono. Rudy. 1991. 1989. . SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. DPU. DPU. DPU. Henry. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Yogyakarta: Kanisus. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Tabel Profil Konstruksi Baja. Pedoman Beton. Teknik Fondasi Bagian II . Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Yogyakarta: Nafiri. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. DPU. 1961. 1988. 1994. Gunawan. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang.B. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. 2003. 1984. DPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful