PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

....... 356 BAB VI PENUTUP 6...................1............2 Pekerjaan Finishing Arsitektur.1 Perhitungan Volume Pekerjaan.................1 Kesimpulan…………………………………………………………….....……... 296 5........... 342 5......2 Rencana Anggaran Biaya..................……....................4 Time Schedule……………......... 307 5..... 354 5............. 296 5................................................... 357 6......................BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5........1............……...........................................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ...................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya.1 Pekerjaan Struktur dan Atap......................................

Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Balok Lantai 2. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Denah Tangga Gambar 6. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Detail Pondasi .DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Ringbalk Gambar 10. 4. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. dan 5 Gambar 9. 3. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11.

Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Dimensi Kolom Tabel 3. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15.DAFTAR TABEL Tabel 1. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Time Schedule . Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7.

NIP.T. Tugino.T. Lashari. 132238497 Drs.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. S. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs.T. NIP. M. NIP. 131 471 402 . M.T.. M. Satrijo Utomo.

Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Input Portal (SAP 2000) 6. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Bestek . Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9.

2 . Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 1 .4 Semarang. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.BAB I PENDAHULUAN 1. 1.

Pahlawan D Keterangan : A. Ramayana Dept. Store Gambar 1.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl.4 Semarang. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah . Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Lapangan Pancasila B. Bundaran Air Mancur E. Pahlawan No.2 1. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D.

6. 3. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak.syarat (RKS). Rencana kerja dan syarat . Rencana anggaran biaya . 4. 5. minimal tiga lantai. 2.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan balok. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. dan 8. Perencanaan kolom. Perencanaan plat lantai. Perencanaan pondasi. 7. 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh.3 1. Perencanaan atap. Perencanaan tangga.

Tabel – tabel penunjang : Jl.73 m o Lantai 3 : + 09.4 Semaramg : Tanah datar : .4 1.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.00 m o Lantai 2 : + 04.77 m 2. Topografi c. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00.19 m o Lantai 5 : + 28. Grafik – grafik penunjang c.46 m o Lantai 4 : + 14. Literatur panjang b. Pahlawan No. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Lokasi Proyek b.

5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. . pembahasan masalah. 1. latar belakang. dan sistematika penulisan.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. maksud dan tujuan. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. lokasi proyek.

terdiri dari syarat umum. dan azas – azas perencanaan. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. dasar perhitungan. perencanaan atap. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). syarat administrasi. tulangan plat. kriteria.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. tulangan tangga. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. tulangan balok. metode perencanaan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. . anggaran biaya. tulangan kolom. dan klasifikasi pembebanan rencana. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. dasar – dasar perencanaan. dan syarat teknis.

2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 .BAB II PERENCANAAN 2. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. seperti denah. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. Pada jenis gedung tertentu. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan.syarat fungsional maupun strukturnya. 2.

sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat.siuran dalam bentuk fisiknya. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. beban angin dan beban gempa. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. 2. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. dan tidak terjadi kesimpang. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.

Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. . 5. indah dan menarik. 3. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). 4. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan.

Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. a. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran.10 6. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1.

Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. b. 2. 2. antara lain: . Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

12 1. Syarat . Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Ukuran balok Dalam pra desain. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : .syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. 2. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan.

kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 .13 Tabel 1. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3.65. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0.

Sebelum melakukan perhitungan mekanika. karena telah ditumpu oleh plat. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. . Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. 2. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. 2.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4.

3. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5.15 2. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Tembok batu bata (1/2) batu 4. Adukan dari semen.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. per cm tebal : 21 kg/m2 . Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. 4. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. 2. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Massa jenis beton bertulang 2.

Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Pedoman Beton 1989. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup.5 LL 2.2 DL + 1. 2.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Comb 2 = 1. .6 Q 3. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Comb 3 = 1.16 24 kg/m2 7. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. yaitu: 1. SK SNI T-15-1991-03. Penutup lantai. 2. Comb 1 = 1 DL + 0.

17 3. Data perhitungan SAP. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. 5. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. . 4.

3. Data teknis Bentang kuda.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal).kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² . Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1.

h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . Jarak reng = gt .707 . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . (0.5)² = 0.5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ . 0. qr . 12. cos 45° . Momen yang terjadi Mx = 1/8 .5)² = 0. sin 45° (Ju)² = 1/8 . 0. (Ju)² = 1/8 . Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0.18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2. (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .5 .5 m : 100 kg/cm² = 12. b . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .25 m = 0. b2 . ⎜ ⎟ h .2762 kg m c. 0. 12.2762 kg m My = 1/8 .25 b.5 . (0. Jr = 50 . qr . h . Perencanaan Reng a.707.

Ju 200 .83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .87 h3 615. ⎜ h ⎟ .87 100 h3 h3 h h b = = 6.1587 = 3 6.62 + 27. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27.62 h3 100 kg/cm2 = 615.1587 = 1. Kontrol Lendutan fijin = 1 . maka : = 2 h 3 2 .

107.(50) 4 384.Iy = 5.107.(50) 4 384. h 12 1 .5.5 = = 0.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.20 = 1 .25 cm (f ijin) e. b3 . cos 45°. b .E. sin α .5 cm4 Iy = 1 .0159 cm fy = 5. 2 .0159) 2 + (0.qr.12.qr.2 = 0.Ix 5. (2)3 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.25 cm Ix = 1 .022 cm ≤ 0.12.5. 50 200 = 0.Ju 4 384.4.Ju 4 384.sin 45°. (3)3 12 = = 4.0159) 2 Ok! = = 0. Kontrol Tegangan .E. (h)3 12 1 . cos α .

Perencanaan Usuk a.2.5 m Beban genting. cos 45 = 17. cos α .62 27. cos 45º . Momen yang terjadi = 50 .665 m = 0. sin 45 = 25 .677 kg/m qy = qu .016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi. reng dan usuk = ggt .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 . 0.665)2 . reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.3.62 + 1 / 6.677 kg/m b. (1. Ju qu qx = qu .(2) 2 1 / 6. 25 . Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. (Jgd)2 = 1/8 . qu .(3)3 = = 23. sin 45 = 17. cos 45 = 25 .

711 kg Mx2 = 1/4 . Jgd = 1/4 .665 . (Jgd)2 = 1/8 . P . cos 45 = 70.433 kg m My2 = 1/4 . Jgd = 1/4 . sin 45º . cos 45 = 100 . sin α . 1. 1. sin 45 = 100 . (1.22 = 6. sin 45º .665)2 = 6. 100 .125 kgm c.7111 kg Py = 100 .125 kgm My1 = 1/8 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . P .sin 45 = 70. cos α .665 = 29. 100 . 25 . cos 45º . sin α . qu .

433 kg m d.5 = 0. h2 . Wx . 0.5 kN/m W tekan = angin tekan .433 = 35. 0.125 + 29.5 . 0. b .4 = 0.125 + 29. (1. (Jgd)2 = 1/8 .1733 kg. 45) – 0.23 = 29.558 Kg m e. α) – 0.5.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. Ju = 0. w .4 = (0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .02 .4 kN/m2 Angin Tekan = (0.4 .02 . Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.433 = 35.665)2 = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .

8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.055 = 9.28 cm diambil h = 9.5 = 800.8 3555. maka: b = 2 h 3 2 . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . h3 h3 h h = = 80005.2 + h3 h3 100 = 100 100.8 3555.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002.2 32002.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm. h .055 = 3 800. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 . ⎜ h ⎟ . 10 cm 3 b = .24 ⎛2 ⎞ = 1/6 . h .

(b)3 12 1 .025) 2 + (0.832 cm OK! .072) 2 = 0. cos α .711.667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.25 b = 6.Ix E.(166..Ix 384 48 5 17.Jg 3 5 + . h .500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. cos 45°. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . .500 384 48 = 70. 107. b . cos α . E. . 166.5 200 = = 0.07 cm ≤ 0.5) 4 1 + . (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.832 cm Ix = 1 . (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .5) 3 10 7. cos 45°.677. 10 . Jgd 200 1 . (h)3 12 1 .Jg 4 px. 6 .(166.

jgd = 0.26 g.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .558 + 1/ 6 1 / 6. Berat pada gording (qg) = 3. (l)2 = 1/8 .873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . 132.665 = 9.558 35. (3. Perencanaan Gording a. 1.354 m = 1. 1. cos 45º . q .821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .123 kg/m Berat Branching 10% = 12.50 .665 m = 1. jgd = 5. = 94. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.0123 kg/m q = 132.354)2 . 1. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.135 .821 kg/cm = 94.50 = 27 kg/m = ggt .93 . cos α . jp = 18 .25 kg/m q = 120.665 = 83.50 m = 5.

sin 45º . Jgd = 0. 3.354 = 59. w .132. sin α .135 .665 = 33.354 = 29. l = 1/4 .02 . sin 45º . 40 . P . 45) – 0.385 kg.846 kgm c. Karena Beban Angin (Whisap. (l)2 = 1/8 . α) – 0.354)2 = 32. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 . cos α .4 = (0. 100 . sin α . (3. cos 45º . 1. l = 1/4 .4 = 0.291 kg m My = 1/4 .5 . 100 .3 kg/m2 .645 kg m d. 3. P . Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0.02 .27 = 131.m My = 1/8 .5 W tekan = angin tekan . q .

28 Koefisien angin hisap = .m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.8465 = 45.3542 = 37.DL = 1.26.m My1 = 1.354)2 = 46. 131. Wtekan .4 . DL + 1.4 W hisap = -0.5285 kgm My2 = 1. 131. l2 = 1/8 .m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .6 . DL = 1. LL = (1.2909) = 252. Jgd .3. 32. 33. 1.46 kg. w = -0.385) + (1.6 .3859 = 183.64) .940 kg. DL + 1.2 . 59.2 .4 . (l)2 = 1/8 .4 .2 .4 . 40 = .4 . (-26.825 kg.6 .665.0. LL .4 . 3. (3.981 kgm Mx2 = 1.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .

8484 kgm Mx3 = 1.2 .5 .9 2400 = Mx My + .5 . LL + 0.8465) + (1.6 .2 . 32.46) = 217.29 = (1.46) = 130.8 .385) + (0.275 kgm My4 = 1.385) + (0. DL + 0.8 . W = (1. 59. 37.8 .8 .84) wx 59992.4 wx wx = 0.85 + (4.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.0.8 . 29.5 . DL + 0. diambil moment arah x yang terbesar. W = (1.8684. LL + 0.0) = 54.77 cm3 .50 kN/m = 1.2 .2 .291) + (0. W = (1.645) + (0. 32.5 .6454) = 86. 29.2 .88 m = 25252.5 .2 . Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0. DL + 0. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.5 . 59. LL . 37.238 kgm Mx4 = 1.846) + (0.340 kgm e.9 σ ijin 0. 131.2 . 131.291) + (0.8 .

354)2 = 128.776 kg/m q total = 129.76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .536 .50 = 27 kg/m = 83. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7. qx . (I)2 = 1/8 . 1. 91.51 kg/m f. 1.59 kg/m Mx = 1/8 .8 cm4 ix iy = 5.51 kg/m = gp .37 cm1 Ix Iy berat = 7.59 kg/m qy = q total . cos 450 = 91.25 kg/m q = 117. cos 450 = 129.89 cm1 = 2.536 . (3.536 kg/m qx = q total . Jp =18 .3 cm3 = 12.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.79 kgm . Jgd = 50 .59 . sin 450 = 129. sin450 = 91.2 cm3 = 332 cm4 = 53.665 o Berat Branching 10 % = 11.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.

91. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.3 = 931.09 + 12.645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61.54 18808.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.( I )3 5 qx.0809 kgm My = 32.354 ⎞ = 1/8 .79 + 59.m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .2 44.8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.19 + 29.59 . + 384 EIx 48.EIx .19 kg.2909 = 188. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.( I ) 3 . qy .

354) 3 48.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.2.2.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.538 3 = 0.32 = 0.1.000221 + 0.433.(3.2.1.10 6 .⎜ ⎟ 4 5.354/250 = 1.93.00797 cm fy = Py.354 4 70.0301 cm ⎛l⎞ Py.0301) 2 + (0.32 = 5.⎜ ⎟ 5.qy.3.000146 m = 0.EIy .0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.10 6 .EIx 70.3.354) 3 48.3.0000852 + 0.EIy 48.0146) 2 = 0.0334 cm < 1.711(3.EIy 3 ⎛ 3.711.l 3 48.0000797 m = 0.10 6.711.3416 cm = 0.10 6.(3.(l / 2)3 48.538 384.0.354 ⎞ 3.2.32 + 70.000061 = 0.0.1.32 = = 0.10 6.2.000301 m = 0.93.1.0000797 = 0.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.354) 4 384.1.0334 cm < L/250 = 3.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

395 cm2 Abruto = Anet 0.3 240 = 0.42 cm .5 δ = 12 mm lk = 1.177 m σ tarik = 75% .3 cm2 ix = 2.07 1200 = = 2.18 cm2 imin = lk 240 = 182.41 3.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.85 = 2. Batang bawah P = 2874.

749 cm dipakai min = 2.3 2.847 = 1.679 cm = 1.26 = 0.42 cm λ = lk i min 182.3 = = 3.86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 .82 cm4 i y = Iyprofil A.41 1.42 cm = 72.42 iy lx I y = 2.3 cm4 = 2.89 . 2.26 = 2. A ) = 2 ( 72.5 .12. δ + e = 0.2 345.862 ) = 345.5 .82 2.3 + 12.3 cm4 = 72.42 = = 8.593 − 0. 12 + 2.3 .

43 Kontrol tegangan σ = p.02 m = 0.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.1.24 kN/m2 = 0.Ly .Lx1 .07 kN/m2 = 24 kN/m3 .ω x Aprofil 2874.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.12.2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .11 kN/m2 = 0.3 = = 116.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.21 kN/m2 = 0.Lx .07 2.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.

44 .Mly .Mtx .Mty .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mlx .

yaitu.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .5400.45 Gambar 3.8003 12 = 1 . Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 . Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.1203 12 = 1. Tabel 5.6 < 2.200.

7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.β .33 = 147.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .1.69 mm.37 = 7104 48.8 + ⎟.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.8 + ⎟.6 − 0.37 ⎨1.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.8 + ⎟.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.8 + ⎟.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.⎨α − 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.Ly ⎜ 0.538 = 132.8 + ⎟.1.46 = 1.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.

6 . Kusuma.2 . q LL = 1. G.2 .23 + 1. 0. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.( 1991).8 Cx- = 70.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.24 kN/m2 = 0.6 kN/m2 = 0.Berat keramik . 5 = 13.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .Berat spesi . dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang. q DL + 1.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.15 = 3. 4.Berat sendiri plat .65 .21 kN/m2 = 0.18 kN/m2 = 4.6 .

0.001 .48 Cy+ Mlx = 18.076 .001 .Tinggi Efektif Arah x. 13. Dy = 10 mm .001 . 0.Asumsi tul. 0. 13. Penulangan plat lantai .001 . qu .P (selimut beton) .001 .076. Lx2 = 18.(6)2 = 8.8 . Lx2 = 54.(6)2 = 33.25 kNm Mty = Cy. qu .076 . Lx2 = 70. 0. 0. Lx2 = 40. 13. (6)2 = 25. 0..65. 13. (6)2 = 19.001 . 0..85 . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y.001 .001 . Utama = 20 mm Arah x . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .6 .819 kNm 2.6 Cy- = 54. qu .85 = Cx+ . 0.756 kNm Mtx = Cx. qu .206 kNm Mly = Cy+ . Dx = 10 mm Arah y.076 .

106 2 0. maka di dapat : ρmin = 0.0120 < ρ mak = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8. nilai ρmin = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.1000.8 MPa.dx 19.0363 Maka.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .b. maka diambil ρ perlu = 0.(95) = = 2.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) ..0058 < ρ perlu = 0.0120 Dari tabel A.0058 ρmaks = 0.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.206.

b . 15 = 1177. 102 4 = = 78.5 = = 14. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. dx = 0. π . 1000 .5.428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .14. d2 4 1 . n = 78.52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. 3.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .0120 .

1000 . maka di dapat : ρmin = 0.302 MPa. 95 = 2128 mm2 .601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.0363 Maka.(95) = = 4. 102 4 0. π .14.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .257. 3.5 MPa dan fy = 240 MPa.5 mm2 As tx = ρperlu .dx 33. dx = 0.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.0224 < ρ mak = = = 78.0224 Dari tabel A.0058 ρmaks = 0. maka diambil ρ perlu = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. d2 4 1 .b.0058 < ρ perlu = 0. b .106 2 0.8. nilai ρmin = 0.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0224 .1000.

maka diambil ρ perlu = 0.756.dy 8.414 MPa.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa.1000.(85) = = 1.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8. n = 78.5.0066 Dari tabel A. maka di dapat : .5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37..52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.b.8.106 2 0.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.

102 4 = = 78. d2 4 1 .0058 ρmaks = 0.0066 .53 ρmin = 0.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . b .14.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.0066 < ρ mak = 0.5 = = 7. 3. 1000 . dy = 0.5 mm2 As Iy = ρperlu . n = 78. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.5.0058 < ρ perlu = 0. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .0363 Maka. π . nilai ρmin = 0.

1000 . maka diambil ρ perlu = 0.b.0058 ρmaks = 0.17 MPa.(85) = 4.0058 < ρ perlu = 0. nilai ρmin = 0. d2 4 1 ..106 = 2 0.819.maka di dapat ρmin = 0. 85 = 1831 mm2 .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4.0215 .1000.0215 Dari tabel A.0363 Maka. π . b .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .5 MPa dan fy = 240 MPa. 3. 102 4 = 78.0215 < ρ mak = 0. dy = 0.5 mm2 As ty = ρperlu .dy 25.8.14.

7 cm 163. n = 78.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5 = = 23.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.7 cm .32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.5.

5 cm 215. Skema Tangga Type K 236.2.7 cm Gambar 4.56 215.0 cm .5 MPa = 240 MPa = 473.Tinggi pijakan (o.Mutu baja (fy) .7 cm Gambar 5.9 cm 197.5 cm 236.1 Data teknis tangga .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.Lebar pijakan (a.Mutu beton (fc) . antrede) = 30 cm . optrede) = 18 cm .9 cm 197. Denah Tangga 3.Jumlah anak tangga = Tl optrede .

2.Lebar bordes .Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .24 kN/m3 = 0.7 cm a = 215.Berat sendiri beton .21 kN/m3 .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.0 18 = 25.Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.98 buah .96 0 .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Berat sendiri keramik .2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163. tg = 30.57 = 473.9 cm .Tebal keramik maks (hk) .

Beban mati (q DL) .886 kN/m2 . berat sendiri spesi = 0. 24 kN/m3 .Berat keramik (1cm) = 0.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a.21 kN/m3 . 2.Berat sendiri plat = ht .96 0 9 = 11 cm + ( = 9.9) 2 + (163.0042 kN/m2 = 2. 0.01 m . Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.4 + ) 27 700 = = 7.4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.0024 kN/m2 = 2. berat sendiri beton = 0.02 m .24 kN/m3 q DL = 0.7) 2 = 274 cm = 2. 0.12 m .4 + ) 27 700 1 240 . Pembebanan Tangga a.74 (0.58 Gambar 6.Berat spesi (2 cm) = hs .74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy . berat sendiri keramik = 0. L (0.88 kN/m2 = hk .

Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.2 .4 .886 kN/m2 + 1. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. q LL = 1. q DL + 1. 3 kN/m2 = 8.2 .6 . Beban berfaktor (qu) qu = 1. 2. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. Dx Arah y.59 b.264 kN/m2 b.6 .

(1. qu . 8. Lx2 = .5944 kNm = . (1. Lx2 = + 42 .637)2 = .3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .1.001 .72 ..1594400 Nmm Mty = .001 .264 .001 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .Cx. 0.. qu . 0.55 .001 . 0.264 . 0. (1.72 = .637)2 = + 0. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .264 . 8.001 .637)2 = + 0.637)2 = . Lx2 = + 18 .1.60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). 8. 0. 8.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .001 . qu . qu . 0.55 .001 .001 . (1. Lx2 = .2179 kNm = .Cy.264 . 0. 0.

π .1000.0058 .61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.dx 2 0. 3.8. dx = 0.2 113 = .0058 = 0. 94 = 545.0058 = ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. 1000 .(94 ) 1594400 2 = = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.14 .2 mm2 ΔD12 = 1 .2255 maka diambil ρ perlu = 0.0363 (ok! As tx = ρperlu .b.2255 MPa dari tabel A. b .0058 Maka nilai ρ min = 0. D2 4 = 1 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.

b.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .(94 ) 930100 2 = = 0.dx 2 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8.1000.1315 MPa dari tabel A. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .62 = 4. n = 113 mm2 .

0058 Maka nilai ρ min = 0.10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . maka diambil ρ perlu = 0. 3.1315 .0058 ρmaks = 0.0363 dari tabel A .0058 < ρ mak = 0.63 ρmin = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .14 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. 1000 .0058 = ρ perlu = 0.0363 (ok!) As lx = ρperlu . b . π . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4. dx = 0. D2 4 = 1 .0058 .

b .6 mm2 .1000.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 < ρ mak = 0.0058 = ρ perlu = 0. dy = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.2264 MPa dari tabel A.2264 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 . 1000 .64 As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .dy 2 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .0058 ρmaks = 0.8. n = 113 mm2 . maka diambil ρ perlu = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.b. 82 = 475.

(12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. n = 113 . 3.6 113 = = 4.14 . (n) = Asty ΔD12 475. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. D2 4 = 1 .6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .65 ΔD12 = 1 . π .

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0. dy = 0.14 . 1000 .8. π . (n) = Asly ΔD12 475.074 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 < ρ mak = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0203 (ok!) As ly = ρperlu .dy 2 0.20 dipakai 5 batang . 3.0058 = ρ perlu = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.(82 ) 3986100 = 2 = 0. maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 = 1 .66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .b.0058 .1000. b .074 MPa dari tabel A.0058 ρmaks = 0. 84 = 707.6 113 = = 4.0058 Maka nilai ρ min = 0.

5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2 .7 cm = 163.2.67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.6 mm2 (ok!) 3. n = 113 .

maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.88 kN/m2 = hk .Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.24 kN/m3 = 0.01 m . berat sendiri beton = 0. 24 kN/m3 .89 kN/m2 b.0024 kN/m2 qDL = 2.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.21 kN/m3 .1.12 m . berat sendiri keramik = 0.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.2 = 55. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a. Beban mati pada bordes (qDL) .0042 kN/m2 = 2.68 fy ⎞ ⎛ ⎟.02 m . Beban hidup (qLL) .Berat spesi (2 cm) = hs .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. menurut perhitungan diatas.8 + ⎟.Berat keramik (1cm) = 0.Berat sendiri plat = ht . berat sendiri spesi = 0. 0. 0.8 + ⎟.8 + ⎟.Lx ⎜ 0.

2.63 = . Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.89 kN/m2 + 1. qLL = 1. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G . qDL + 1. 3kN/m2 = 8. Dx Arah y. 2.(1991). dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y.69 qLL = 3 kN/m2 c.6.6. Beban berfaktor (qu) qu = 1.54 Momen rancangan .263 kN/m b.2.

263 . 8.677)2 = + 00.001 . 0. 8. 0. qu .1464000Nmm Mty = .(1.2548 kNm = . 8.001 . qu .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = . 0.. Lx2 = .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .b.(94 ) 1464000 2 = = 0.1000.263 .4640 kNm = .001 .Cx.Cy..001 .677)2 = + 0.63 .001 .8.001 .7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .1. Lx2 = . Lx2 = + 22 .263 . 0. (1. 0.677)2 = .001 . (1. 8.70 Mlx = + Cx+ .1.dx 2 0. 0.54 . (1. 0.207 MPa .677)2 = . Lx2 = + 34 . qu . 0.001 .263 . qu .

0058 . (n) = Astx ΔD12 545. 3.0058 ρmaks = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 . 94 = 545. D2 4 = 1 . π .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . b .0058 Maka nilai ρ min = 0.207 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.465’ nilai K = 0.71 dari tabel A.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 < ρ mak = 0.14 .0058 = ρ perlu = .0203 (ok!) As tx = ρperlu . dx = 0. maka diambil ρ perlu = 0.2 133 = = 4.2 mm2 ΔD12 = 1 .

2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.1000. dx = 0.dx 2 0.8.1260 . b . 1000 .(94 ) 791000 2 K = = = 0. 94 .0058 < ρ mak = 0.0058 . n = 133 mm2 .0132 (ok!) As lx = ρperlu .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.119 MPa dari tabel A.0058 Maka nilai ρ min = 0. maka diambil ρ perlu = 0.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0058 = ρ perlu = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.

π .2 113 = = 4. n = 113 mm2 . (n) = Aslx ΔD12 545. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .14 .73 = 545. D2 4 1 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 3. (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.2 mm2 ΔD12 = 1 .

1000 . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.233 Mpa dari tabel A. (n) = Asly ΔD12 .0058 ρmaks = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . D2 4 = 1 . π .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .dy 2 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. 82 = 475. 3.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. dy = 0.b.1000.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 = ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.8. b .14 .0058 . maka diambil ρ perlu = 0.233 .0058 Maka nilai ρ min = 0.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.

095 MPa dari tabel A. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.75 = 475.1000.dy 2 0.b.6 133 = 4.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .(82 ) 511200 K = = 2 = 0. 5 = 133 .8.

π . 82 = 475.0058 ρmaks = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.14 . maka diambil ρ perlu = 0.76 ρmin = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . 1000 .0058 < ρ mak = 0.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .095 . 3.0058 = ρ perlu = 0.6 133 = = 4.0058 Maka nilai ρ min = 0. (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. dy = 0. D2 4 1 . (n) = Asty ΔD12 475. b .0058 .0363 (ok!) As ty = ρperlu . n .

berat sendiri beton = 0.609 kN/m q DL = 43.2 .21 kN/m3 = 0. lt .6 mm2 (ok!) c.5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.5 .Berat dinding = 1. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. 24 kN/m3 = 7. 17 kN/m2 = 33.Berat tangga = ht . b .89 kN/m . Estimasi beban 1.12 m .977 m . 2.049 kN/m . Beban mati pada bordes (qDL) . 1.74 m .77 =133 .948 kN/m .12 m .Berat sendiri balok = h . berat sendiri beton = 0. lb .977 m .Berat bordes = hb . 0. 0.4 kN/m . 24 kN/m3 = 2. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. berat sendiri beton = 0.

I2 = 1/11 . Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.948) kN/m + (1. Beban berfaktor (qu) qu = 1.177 kN/m . qDL + 1.2.136 kNm Momen lapangan = 1/11 .1/24 .1192 = 22.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .177 kN/m .d 2 0. 3) kN/m = 54.200.2.1/24 . 2.(464 ) 10136000 2 = = 0. qLL = (1. qu . I2 = .78 2.b.10.6.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10. 543.29 MPa .114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p . 54. qu .1192 = .6. 2.8. 54.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .

3. (16)2 4 = = 200.00442 < ρ mak = 0.14 .00442 ρmaks = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.00442 Maka nilai ρ min = 0. 200 .00442 .176 200.00442 = ρ perlu = 0. π .04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 . 464 = 410. maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 1 . d = 0. b .176 mm2 ΔD16 = 1 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.29 . (n) = Astx ΔD16 410.96 mm2 Jumlah tul.0251 (ok!) As tx = ρperlu .96 = = 2.79 dari tabel A.

b.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ . n = 200.8 mm2 jadi As > Astx = 1004. 200 .(464 ) 22114000 2 = = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.64 MPa dari tabel A.00442 = ρ perlu = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.96 mm2 .80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .00442 ρmaks = 0.00442 < ρ mak = 0.176 mm2 . b .0251 (ok!) As lx = ρperlu . d = 0.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0. 5 = 1004.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.200.d 2 0. 464 = 410.8.8 mm2 > 410.64 . maka diambil ρ perlu = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.00442 .

8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.2) .96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.176 200. 3.176 mm2 (ok!) 3.14 . π .8 mm2 > 410.81 ΔD16 = 1 .96 mm2 . (n) = Astx As1 410. 5 = 1004.96 mm2 Jumlah tul. D2 4 = 1 . (16)2 4 = 200. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2. n = 200.

3. 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .12) . 9.6 .5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.4 – 0.85 . 20). 0. (0.1 Berat Bangunan Total (Wt) a.12 .77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung.2 . 20)} .85 .7 . Beban Lantai 5 1. 20)} .0. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 .2. 24) + (2.20 . 0. 0. 0.7 . 20 .0.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 2400 = 17740. 2400 Dinding Plafond = {(2. 0.12) . 3.(0.2 . 2400 = (4 . Beban Mati Berat plat = 24 . 250 = 24 .82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.12) .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 24) + (3 . 9. 0. (11+7) = 204249.6 . 24).(0.12 m = 50 kg/m2 = 28.

20)} .12 . 24) + (3 . 20 . 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0. 24. 20).6 . (11+7) = 24 .73 .28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 24) + (2.12) . 24 . 20 .4 – 0.(0. 20 .8 .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 20 .(0. Beban Mati Berat plat = 24 .83 Spasi Keramik = 24 . 21. 0. 0.0. 3 = 98081.6 .4 kg + 12000 kg = 814530. 250 = 24 .73 .4 kg b. 4.2.4 kg 2.12) . 2400 = (4 . 20 . 21. 3 = 24 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 24). 4. 20)} .12) .5 WLL = 0.3 .(0. 2400 = 17740. 0. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.0. 0.8 .20 .5 . Beban Lantai 4 1.3 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530.

20 .8 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.73 . 24) + (2. 0.84 Keramik = 24 .12) . 3 =133499. 2400 = (4 .4 – 0.12) . 2 = 23040 kg WDL = 517962.2 . 0.5 . 0.7 . 4. 24). 24) + (3 . 21. 24. Beban Mati Berat plat = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 20 .2. 250 = 24 .7 . 24 .(0. 24.(0. 0.12 . 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 20 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .08 kg 2. 20 .12) .0.3 .7 . 20)} . 20)} .5 WLL = 0. 0.8 kg Kolom (70x70) = 24 . 2400 =17740.20 . 9. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 2 . (0. Beban Lantai 3 1. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0. (11+7) = 24 .08 kg + 120000 kg = 637962. 20 .08 kg c.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.0.85 . 20).

24) + (2.52 kg 2. 24. Beban Mati Berat plat = 24 . 3 =174366. 20).85 .85 . 20 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 2400 =17740.3 .85 2.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .12 . 20)} . 21.8 . 24) + (3 .12) .2. 0. (0.(0.5 .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 0.0. 9. 24). 20 .4 – 0.12) . Beban Lantai 2 dan 1 1. 2 . 250 = 24 . 20 . 9.8 kg Kolom (80x80) = 24 .(0.0. 20 . 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.8 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.32 kg + 120000 kg = 673380.32 kg d.8 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . (11+7) = 24 . 24 . 0.5 WLL = 0. 2400 = (4 .3 . 0.8 . 0.12) .20 . 20)} . 0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.

5 .52 = 3554367.3.4 + 637962.32 + 714247.3.3.77)3/4 = 0.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .52 kg +120000 kg = 714247.20 .86 Koefisien reduksi = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.08 + 673380. 500 = 120000 kg W1.06 (28.84 kg 3.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.77 m = 0.2 = WDL + WLL = 594247.52 + 714247.5 WLL = 0.7 detik 3.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia. . 24. Untuk Tx = Ty =0.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.05 3.

798 < 3 = 24 A Fiy= wi.Wt = 0. Arah x (lihat tabel) H 28. Arah y H 28. 1.hi wi.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.77 = 1. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .198 < 3 = 24 A Fix = b.3.hi Vx ∑ wi. 3. 1.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.5 dan K=1.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.K .74 ton 3. I .38 ton = 799.6.05 .0 .77 = 1.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a. 3554.hi Vy ∑ wi.5 .

46 19.y (ton) 327.12 33.25 Wi .88 1/3 Fi.94 44.47 132.29 98.77 9.71 12.73 Wi (ton) 814.25 714.92 14.03 12065. utama Diameter tul.38 714.09 9044.83 49.88 Tabel 6.69 673.29 26.42 6756. hi (ton/m) 23434. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.x 65.4.19 9.55 32.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.6 Fix.07 24.4 Perencanaan Balok 3.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.77 18.81 3378.y 81.40 57323.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.53 637.5 Mpa .75 176.46 4.

975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .658.022 As = ρ .0134 ρ maks = 0.8. 658.0134 .105 MPa ρ min = 0.0134 [ 0.0040 [ 0.250.3 N Vu = 184107.5 2 = = 4.b.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.0040 ρ perlu = 0. 250 .5 = 2205.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 . d = 0.θ 356008900 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. b.

78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.5 .350 = = 91.98 N .01 Nmm Tu ≤ υ . 29106000 = 3451547. 1/24 .5 = 156176. 22. fc . fy 19279. 250 .5 .01 Nmm Vc = 1/6 .3 0. fc .1/24 .806 = 2297.90 A= P θ . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.65.1/24 . 22.4 N Sx2y = (250-40)2 .Sx2y = 0. (700-40) = 29106000 mm2 υ . 658. d = 1/6 .975 + 91.19) 2 = 76. fc .806 mm2 Ast = As + A = 2205.6 . b .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.

22.68 N ≤ 520827.98 0. fc 150688.5 = 520827. d .150 350.13 N Vs ≤ 2/3 .68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .2 Balok lantai 2.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658. b .S fy. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 . 658. d .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm . fc = 2/3 .4.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.658.68.4 − 156176.3.5 = = 98. 250 .d 150668.63 mm .5 / 4 = 1634.6 = 150668.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.4.

0191 [ 0.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .92 - Selimut beton (p) Diameter tul. utama Diameter tul.8.0191 ρ maks = 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22. b .5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.0040 ρ perlu = 0.b.0040 [ 0.022 As = ρ .735. d .θ = 849107800 0.5 MPa ρ min = 0.300.5 2 = 6.

34848000 = 4132464. Sx2y = 0. 735.5 = 4214.6 .93 = 0. 1/24 .45 mm2 = Ast = As + A = 4214.14 N . fc .45 Nmm Vc = 1/6 .45 = 5439.415 + 1225. d = 1/6 . 22. fc . 300 .5 . 735. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.4 0.5 = 174439. b . (800-80) = 34848000 mm2 υ .415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .1/24 . 22.350 = 1225. 1/24 .0191 .45 Nmm Tu ≤ υ .65.5 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc . 300 . fy 278790.

99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 / 4 = 183. fc = 2/3 .6 = 4633355.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.S fy.735.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . fc 463355.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.56 N Vs ≤ 2/3 .d 463355.5 . b . b . 300735.86 N ≤ 697756. 22.5 = = 269.86. d .150 350.5 = 697756.875 mm .14 0. d .

9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638. utama Diameter tul.4. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.3 N Vu = 128928.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.5 mm Penulangan pada momen .95 3.

5 2 = = 5.638.0040 [ 0.5 = 2183.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .350 = = 3036.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.022 As = ρ .65.0171 ρ maks = 0.67 + 3036.0171 [ 0.b.8.86 = 5220.96 K= Mu d 2 . b. 638.86 mm2 Ast = As + A = 2183.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .0171 .θ 328143700 0.3 0.03 MPa ρ min = 0. d = 0. fy 690887. 200 .200.0040 ρ perlu = 0.

(700-80) = 8928000 mm2 υ .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.5. Tu 2 ) Vu = 1 / 6.200. 1/24 .56 Nmm Ct = b.56 Nmm Tu ≤ υ .9 − 49512. 6547700 2 ) 128928.9 = 49512.5 1 + (2.638. 1/24 . fc = 2/3 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 200 .6 . fc . fc .b. 638.5 .Ct.5.5 .d ∑ x2 y 200.d fc 1 + (2. b .014 Vc = 1 / 6. 1/24 . Sx2y = 0.5 . d . 22. 8928000 = 1058730. 22.6 = 165369.638.0.9 N Sx2y = (200-80)2 .97 Vu = 128928.36 0.014.5 8928000 = = 0.5 22.

b .85 N Vs ≤ 2/3 . fc 165369. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.14 N ≤ 403822.3 N = 328431.62 mm .1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461. d .14.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .5 / 4 = 159.98 = 403822.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.150 350.638.d 165369.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.5 Perencanaan Kolom 3.S fy.5.5 = = 110.

99 • d = 800-50-12-25/2 = 725. 458.5 600 + 350 = = 458.65 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 0. 800 . Cb = 0. 22.85 .5 mm e = Mu P 1125725 2621461.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.21 mm ab = β . b . fc = 389.85 .48 .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .6 N .85. Pnb = 0.21 = 389. 0.65 .3 = = 429. 5959044 = 3893378.d 600 + fy 600 725.

003 50 = = 0.3 N ≤ 3893378.0244 ≥ vy = 0.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.d ) 2 2 2 2 800 800 389.d ) + Csb ( .000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .05 = 7154.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .30 350 = = 777.03 N = As’ Tsb fy 271967.003 d 458.000167 = cb − d ' 0.25) 3 .21 − 50 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0. 777.100 P ≤ Prb 2621461.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.

3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . 1/24 .5 = 1835385. (800-100) =343000000 mm2 υ . 343000000 = 40674796. fc .5 . 22.5 = 458846. 22.4 Nmm Tu ≤ υ . fc = 2/3 . 1/24 .95 N Vs ≤ 2/3 . fc . Sx2y = 0. Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. d .6 = 88539. d .4 Nmm Vc = 1/6 .48 0. 800 . 800 . 725. 1/24 . b . 725. fc = 1/6 .6 .02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .3 − 458846. d .5 .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. fc . 22.101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431.5 .b . b .

375 mm .5 / 4 = 181.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.102 88539.725.5 = 53.150 350.d = 88539.s fy.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .02 N ≤ 1835385.5. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.02.

0.21 = 389. Cb = 0.85 .48 .21 mm ab = β .5 600 + 350 = = 458.85 .25 / 2 = 725. b .103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .5 mm e = Mu P 629904200 2053252.12 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .5 = 5959044 N .d 600 + fy 600 725.50 . fc = 389.2 = = 306. 800 .85 . 22.78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 . 458. 0.

d ) 2 2 2 2 800 800 389.21 − 50 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.65 . 5959044 = 3893378.003 d 458. Pnb = 0.48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.65 .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .6 N P ≤ Prb 2053252.Tsb = 5959044 N Prb = 0.2 N ≤ 3893378.0244 ≥ vy = 0 .d ) + Csb ( .8 N = As’ Tsb fy .000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .

b . 1/24 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4.105 = 847498. Sx2 = 0.4 Nmm Vc = 1/6 .8 350 = 241. fc . 1/24 . 800 . fc .5 = 1/6 .6 . 343000000 = 40674796. d . 22.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .5 . = 458846.43 mm2 As = 2 As’ = 2 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769. 725.48 N .5 .43 = 4842. 1/24 . 241.4 Nmm Tu ≤ υ . fc 22.

s fy. 725.95 N Vs ≤ 2/3 .150 . b . fc = 2/3 .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.6 = 33264. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 = 1835385. d .5 . 800 .375 mm . fc 33264.5 / 4 = 181. d .81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .65 mm2 Dipakai D12 .81.150 350. b . 22.5 = 19.725.48 0.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.81 N ≤ 1835385.d = 33264.

5 600 + 350 = = 395.2 N = 227849.05 mm .2 = = 382.5.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.107 3.d 600 + fy 600 625.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.

108 ab = β . 22. Cb = 0.05 − 50 0.000167 .85 .039 = 2922043. Pnb = 0.Tsb = 4495452.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . fc = 355.83 N P ≤ Prb 1438837. 0. 700 .5 = 4495452.2 N ≤ 2922043.65 . b .65 . 395.021 ≥ vy = 0. 4495452.000167 = cb − d ' 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.003 d 395.039 N Prb = 0.003 50 = = 0.85 .79 .85 . 0.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .05 = 355.

1/24 .98 350 = = 1192.25) 2 = 262.5 mm.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .66 mm2 As = 2 As’ = 2 .6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293. fc .66 = 2385.d ) + Csb ( .79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489. 1192. Sx2y = 0.98 N = Tsb fy 417432. 1/24 .05 Nmm .6 .5 . ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ . 22.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .039 ( = 818644293.d ) 2 2 2 2 700 335. 216000000 = 25614449.

05 Nmm Vc = 1/6 . b . 625.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. fc . = 1184603. fc = 2/3 .150 350.s fy. fc 22. d .5 = 1/6 . 625.d 323988.5 32998. 1/24 .82 0.5 = . 700 .375 mm.6 = 32998. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.625. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. b .5 .110 Tu ≤ υ . fc 22.4 − 346150.27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625.5 . d .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . b . = 346150.18.27 N Vs ≤ 2/3 . d . 700 .18 N ≤ 1184603.5 / 4 = 156.

25 / 2 = 525.12 .609 mm2 Dipakai D 12-150 3.5.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.5 mm e = Mu P .50 .111 = 22.9 N = 333098.

88 N control keluluhan baja .88 N P ≤ Prb 1118951.85 . 600 . fc = 282.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .89 mm ab = β . Pnb = 0.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 0.Tsb = 3237218. Cb = 0.65 .9 N ≤ 2104191.5 = 3237218.28 = 2104191.89 = 282.11 . b .112 = 736391000 1118951. 3237218. 331. 22.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .9 = 658.d 600 + fy 600 525.85 .28 N Prb = 0.5 600 + 350 = = 331.65 .85 . 0.

5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.d ) + Csb ( .0139 ≥ 0.113 vy vs = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.003 50 = = 0.003 d 282. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .86 = 2537.25) 2 = 212.000167 = cb − d ' 0.5 mm.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3. 126.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .68 N = Tsb fy 444102.28 ( = 514539659.d ) 2 2 2 2 600 282.11 − 50 0.68 350 = = 126.

d ∑ x2 y 600.044 16062300 2 ) .5 125000000 = = 0.6 = 316403.5 .53 Nmm Tu ≤ υ .7 = = 238761.114 Vu = 333098.53 Nmm Ct = b.54 1. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .0025 Vc = 1 / 6. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.525.6 . 1/24 . 1/24 .5. 333098. Sx2y = 0.d fc 1 + (2.0. 1256000000 =14823176.Ct Tu 2 ) .0025 249266.525.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. fc .05 0.b. fc . 1/24 .5. Vu = 1 / 6.600.45 N ≥ 0 .5 22.7 − 238761. 22.5 1 + (2.

150 350. 3.14 N Vs ≤ 2/3 .04 mm2 Dipkai D 12-150 mm . fc 316403. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.s fy.5 . 22. d .13 mm.1 N = 242316.45 N ≤ 997066.6 N = 78669000 Nmm . fc = 2/3 . d . b .5 = = 258.525.d 316403.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.115 Perlu tulangan geser 2/3 .45. 525.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5 / 4 = 131.5 = 997066. 600 . b .5.

85 .89 mm ab = β .85 .1 = = 877.5 600 + 350 = = 331. 600 . b . 331. 22.5 mm e = Mu P 703405000 801470.85 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.5 .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .89 = 282.d 600 + fy 600 525. Cb = 0. 0. 0.11 .64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 . fc = 282.

Pnb = 0.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.65 .88 N P ≤ Prb 801470.1 N ≤ 2104191.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.d ) 2 2 2 2 600 282.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .65 .Tsb = 3237218.11 − 50 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.0139 ≥ 0.003 d 282.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .d ) + Csb ( .68 N = Tsb fy .000167 = cb − d ' 0.28 = 2104191.28 N Prb = 0. 3237218.003 50 = = 0.117 = 3237218.28 ( = 514539659.

d ∑ x2 y 600.23 = 2158. Sx2y = 0 . fc .118 = 377730. As’ = 2 .5 mm.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. 1256000000 =14823176. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176. fc .23mm2 Ast = 2 .53 Nmm Tu ≤ υ .6 .525.5 . 1/24 . 1/24 . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . 1079.0025 .6 Nmm = ( 600 –100 )2 . 1/24 .53 Nmm Ct = b. 22.68 350 = 1079.5 125000000 = = 0. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.25) 2 = 212.

5 1 + (2.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. 600 .6 = = 110294.14 N Vs ≤ 2/3 .600. 242316. 22.54 2.07 N ≤ 997066.93 0.5 .5 22. Vu = 1 / 6.0.b.5.5. 525.26 78699000 2 ) .2 − 110294.07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .525. fc = 2/3 .d fc 1 + (2. b .5 / 4 = 131. dipakai 150 mm Penulangan geser .119 Vc = 1 / 6.13 mm.5 = 997066. d . fc 293566. b .93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.Ct Tu 2 ) .0025 249265. d .6 = 293566.

42 mm2 Dipakai D12-150 3.120 Av = Vs.6 Perhitungan Pondasi 3.s fy.5 = 239.6. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.d = 293566.150 350.07. serta . Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.525.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.

Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.45 m 3.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir. Selanjutnya.6.6. Untuk itu. 3.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium.

6704 kN = 1397.15 11042.85 4412.96 5114.499 + 190.25 m :3 :3 : 0.829 1400.28 3563.95 0.48 0.158 m2 : 1.45 0.169 2202.25 x 4.25 m x 4.108 1397.624 KN = 541.670 524.5 1 4 5 6 8 1230.25 x 24 = 915.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.61 7341.81 1354.25 x 1.94 1.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.82 6652.5 1.87 17008.25 m x 1.92 6917.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.413 m : 1.5 0.51 4648.14 x 0.595 3190.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.41 2864.169 kN .39 0.670 = Mu / P =1397.25 x 3.731 / 3190.41 1393.731 1.875 KN q = 1457.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.99 3728.36 0.670 = 4648.

( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. Q.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .158 + 10 5 = 32.413 140.123 = 0.0.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) . 32.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .1. tg . 8 = 347. A + SF 2 SF1 Tf .29 0.( 3.B qc.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .45 1.n = Arc tg d/s = Arc .684 .5 α = 1- θ 90 . = 0. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.B qc. n = 1.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.328.n = 1- 0.3 90 = 1.

169 kN < 6917.1.95 kN Beban yang terjadi 4648.124 q1 = p Mu.1.5 + + 8 9 9 = 864. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.7308. Detail Pondasi .744 = 6917.5 1397.6704 1397.x Mu.7308.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.

Pengganti kepres R.I No. 18 tahun 2000. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. 80 Tahun 2003. 3. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1.1. dan Kepres R. 4. PenggantiKepres No. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.I No. dan Kepres R.I No. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan .BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 14571. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. 42 tahun 2002.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. 2.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No.17 tahun 2000. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.

peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Ik. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. 7. Renovasi. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. No. IK. 2 tahun 1999 dan No. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan.02. 5. 6. Pasal I. 02.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Peraturan Mendagri No. .02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Peraturan. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. 9. 8. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. Pasal I.

Pasal I.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 5. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. ARSI GRANADA. 3.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. 3.04 Semarang. . 4. 6. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah.04 PERENCANA / ARSITEK 1. Jalan Pahlawan No. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. CV.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 2. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan.131 2. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).

3. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II.132 Pasal I. 7. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. 5.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. 2. . 4. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 6. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.

Hari Tanggal : : . Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. Pasal I. 4. 3. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. 2.133 Pasal I. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 3. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. 3. 2. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini.

000. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.. Jam :…………………. pada :……………………. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No.134 3. 2.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. 4.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1..-.2005. . Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :………………………. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan..2005. Jam :…………….WIB.6. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.WIB.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan. 3. Pasal I. 4. 08 PELELANGAN 1.

ukuran sesuai contoh. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. 4. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). Pasal I. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan.135 2. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. Pasal I. 5. 3. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. 2.

5.. Surat Penawaran Lampiran : a. Penawaran berisi : 1. RAB b. surat Pernyataan. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. 6.136 2. daftar RAB. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. 3. 6000. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. Surat penawaran. 4.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Harga satuan c. b. 2. 6000.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Harga Upah dan Bahan . Analisa d. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup..

Pakta Integritas 7. Metode pelaksanaan 4.137 e. Tatakala / Time Schedule b. 3. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran.. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dokumen Adminnistrasi a. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. Pasal I. Dokumen Teknis a.(dua ratus juta rupiah). 1.000. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Daftar Personil c. Data peralatan d. Data pengalaman perusahaan e. .000. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . 200.

8. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. 4.. 3. Surat penawaran. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan.6000. 7. 10. 13 CALON PEMENANG 1.138 2. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. 6. 5.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 9. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar.

Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. b. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Aspek teknis. administrasi dan harga. 2. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. 3. c. 4. Pasal I. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar.139 a. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. hal mana harus dicatat dalam berita acara. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. .

Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Pengguna Anggaran b. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. . jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 5. 2. 2. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. 3. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga).140 Pasal I. 4. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia.

3. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. . Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. 4. 6.141 3. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. 2. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Pasal I.

Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 2. 4. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 3. Pasal I. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. 2.142 Pasal I. . Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. Bilamana akan dimulai di lapangan. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1.

Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. Kesemuanya atas biaya perencana. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Pasal I. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. 5. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. 2. 4. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan.143 3. Lapangan/lahan yang tersedia. 4. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). 3. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. . Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan.

Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. Di dalam pelaksanaan. 2. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. gudang dan lain-lain.. 3. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. 5. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. 4.144 6. Pasal I. .

Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 5. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Pasal I. Bilamana terjadi kecelakaan. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 3. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. 3. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 2. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. . Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. 2.145 Pasal I. 4.

24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. gempa bumi. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim.146 4. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. perang dan lain-lain. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. 6. kejadian . hujan lebat. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. angin topan. 2. 5. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. Pasal I. 3. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. pemberontakan. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan.

ternasuk tenaga dari team Teknis. 4. Pasal I. Pasal I. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. bukan menjadi tanggungan Pemborong. Jamsostek. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. . Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Pasal I. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. Apabila terjadi force majeure. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. 01.

Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. d. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. c. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. 5. 3. 4. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS.148 2. 6. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Antara gambar dan ketentuan RKS. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . e. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. Bila terdapat perbedaan : a. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. b.

8. 10. 7. mengopy dengan cara apapun. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. 9. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. .

Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 5. 28 LAIN-LAIN 1. 6. tetapi nomor 4a. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. 7. . misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. 3.150 Pasal I. 8. 4b dan seterusnya. BQ tidak mengikat. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 9. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 4. maka perubahannya tidak nomor 5. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan.

000. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Pasal II. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. 24 Februari 1988.000.(dua ratus juta rupiuah). Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. yang mendapatkan pekerjaan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. 3. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.151 4. . sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. 2.. Sebesar Rp. 2. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. 01 JAMINAN LELANG 1.200.

04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Pasal II. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. . 3. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Pasal II. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan.152 3. 2. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut.

Bestek dan RKS . Pasal II. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. 2. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Pasal II. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. 2. Suart undangan b. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong.atas biaya pemborong..153 2. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. 3. 6000. 05 PEMBAYARAN 1.

Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan.6000. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Surat kesanggupan bermeterai Rp. Berita Acara Evaluasi f.154 c. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o.6. q. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. n. Surat Penawaran h.- . Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. SPK (Gunning) g. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Berita Acara Aanwijzing d.000. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. Daftar RAB i. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Time Schedule m.

dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini.155 r. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. u. z. x. y. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. v. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. w. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. 2. . dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. pekerjaan harus sudah dimulai. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. Foto copy jaminan pelaksanaan. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi.

keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. 2. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. hari besar dan hari raya. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. 3. . Apabila akan memulai pekerjaan. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. 4. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Pasal II. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. b.156 3. c. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%.

maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 6000.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. 5. . Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 2.157 4. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.- Pasal II. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.

Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. b. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. d. 3. b. . pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. Adanya force majeure (bencana alam. c. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. Data yang lengkap. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. 2.158 Pasal II.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. gangguan keamanan. pemogokan.

Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). Pasal II. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya.159 e. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. f. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. 2. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. 3. .

keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna.160 Pasal II. 2.13 DOKUMENTASI 1. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. Sebelum pekerjaan dimulai. 4.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. pada penyerahan . Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. 3. (pembidikan dari titik tetap). 2. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. Pasal II. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. maka akan diselesaikan secara musyawarah.

pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Pasal II.161 pertama. sebanyak 8 exemplar 9. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . 3. 4. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. As built drawing 10. 2.

2. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pasal II. CONTOH SURAT PENAWARAN : . Pada pengabutan pekerjaan tersebut. 2. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan.162 Pasal II. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor .16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. 3.

Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. . Jl. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. di Berkedudukan : ……………….tahun…. : ………………. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. Dengan ini menyatakan : 1... Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. …………………. pada tanggal ……. dengan mengambil tempat di……. 3.163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada …………………….tanggal…… bulan…. 2. : ……………….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ……………….

164 4. 2004 Materai Rp. Pekerjaan b. 5. . Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. 7. Sanggup dan bersedia melaksanakan.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. 6000. CV/ PT. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a.01. Lokasi c. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Denagn harga borongan d. Hormat Kami.

Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. pengolahan pengangkutan semua bahan. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Tarikan Feder Genset c. Sarana dan Fasilitas . pengerahan tenaga kerja. Instalasi Komputer e. Instalasi dan Panel b. Sound system Gedung f. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Instalasi Telepon d. Instalasi non Standart a. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. 2. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap.165 PENJELASAN UMUM 1. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya.

Pembuatan rumah pompa 3. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. Pekerjaan prasarana 1. Saluran g. 4. 5. 3. Perapian Delatsi c. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel.166 a. Landscaping h. serta stop kontak daya pada semua ruang. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. 2. Penyambungan air bersih. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll.02 TEMPAT KEGIATAN . Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e.5 d. Pasal III. Penataan sekat ruangan b. Pavingisasi f. Pembenahan Space Frame Lt.

4. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing.04 Semarang. Los Kerja dan Gudang. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. 3. 2. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. 5. Sebagai ukuran dasar + 0.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. .167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. 4.

Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Penggalian dan penimbunan. e. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. b. sesuai dengan gambar rencana. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. sloof. f. Pengeringan dan pengontrolan drainase. Pasal IV. c.168 6. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang.02 PEKERJAAN TANAH 1. . Pemadatan. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. d. (untuk penimbunan dengan tanah urug).

Menyediakan material-material yang baik. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. 4. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Penggalian dan Pembersihan 1. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. b. dan dibersihkan dari lapangan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 2. 3. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor.169 g. 2. . haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. 5. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan.

dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun.170 6. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. Seluruh pohon-pohon. c. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. semak-semak. keluar lapangan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. rumput-rumput. 2. 3. . 7. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

Kwalitas Beton a.178 d. b. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. e. c. dilakukan lapis demi lapis. 4. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. . 3.

Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03. karat dan tidak cacat (retak-retak. 3. Bebas dari kotoran-kotoran. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. Disesuaikan dengan gambar-gambar. luka.179 d. 5. b. seperti ASTM. dsb). Besi Beton (steel reinforcement) 1. ACI. Mempunyai penampang yang sama rata. 2. mengelupas. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. . lapisan lemak. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. minyak. dan peraturan lainnya yang relavan.

Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. 7. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah.180 4. Beton 1. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. 8. c. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. 5. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. 6.

Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin.15-1991-03. baik nama perusahaan. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. alamat maupun kemampuan alat. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. . 2. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. Penggunaan alat. Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar.alatnya.

pengeringan oleh angin. Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. 3. melalui acuan dan lain-lain harus .182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas.

8. . 6.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya.stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. 7. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Selesai pekerjaan sloof. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas.183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. dengan petunjuk. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini.

Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. b. Semen 1.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. . 2. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. 3. Pasal IV.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. Lingkup Pekerjaan a. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur.05. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. memenuhi S. Bahan – Bahan yang digunakan a. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini.

dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. 3. b.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. terdiri atas: 1. Batas.185 2. Pasir beton (aggregate halus). Khusus untuk pekerjaan beton.5 cm .batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. 2. 5. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. dipasaran tidak . Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. 4. Dimensi maksimal 2. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous).

pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. Penyimpanan semen : . juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. d. maka disamping adanya certificate . Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. c. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm.2 untuk beton biasa. Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). 4.

bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. 2. c. terlindung pengaruh cuaca. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. 3. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. 5. Bekisting yang Digunakan . 4. d.187 1. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. minyak atau zat asing lainya. Penyimpanan besi beton 1.

g. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. Pada bagian terendah . f. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. c. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. h. . e. b. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan.188 a. d.

pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi.5 MPa. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. Bila akibat pembongkaran cetakan.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. 6. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. kwalitas beton dengan fc = 22. 7.5 MPa. Kualitas Beton a. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. . maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. c.189 i. b. Sedang beton praktis dengan fc = 17.

Setiap lapis ditusuk. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). 4. 3.5 cm. g. dan diukur penurunannya (slumpnya).tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. . Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. Setelah atasnya diratakan. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. minimum 7.maximal 12. 2. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. e.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. 5.190 d. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1.5 cm . f.

Jika dianggap perlu.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. j. 8. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. k. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. i. Penggantian Besi . selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator.191 h.komponen beton. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. 9. l. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen.

Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong.192 a. . Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. c. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. 2. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. 3. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. b. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana.

Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b. d. .5 mm - 10.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. 3. Toleransi Besi Diameter.193 2.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0.4 mm + 0. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. Perawatan Beton a.

serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. c. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. plat beton atap. Tanggung Jawab Pemborong a. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. talang seng. plat beto kanopi. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar.194 c.gambar kontruksi yang diberikan. b. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. 06. . maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. talang beton. Pasal IV.

Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. d. lantai janitor.kotoran. b. plat beton atap. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. e. Water proofing system coating 3x b. 3. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Syarat Pelaksanan a. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. c. f.195 2.

Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. b. 6. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. 5. 4. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. .

Bahan a. Allowable tensil stress 2. c. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui.25 t/cm2 tidak berkarat. 3. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik.07. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. . bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur.90 t/cm2. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.197 Pasal IV . Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. Bahan. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.

5. Pekarjaan Las a. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. 4. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . harus dibuat satu. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. 6. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. c. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. tidak dicat. b.

Setelah didirikan. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . 7. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). 8. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat.

LISTPLANG DAN TALANG 1.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. papan nok menggunakan kayu jati masing. pekerjaan listplang beton. Bahan-bahan 1. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. 08. Pasal IV. 2. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. pekerjan listrik dan penangkal petir.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. sedang reng ¾. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. bubungan nok. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. . b. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Lingkup Pekerjaan 1. pekerjaan kerangka baja untuk gording. Penutup Atap a. pekerjaan talang. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. b. Bahan kerangka kayu : gording. Menyediakan bahan. atap. 2. listplang.

konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. 2. Pemasangan Listplang 1. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. . b. Penutup Listplang Dengan Kayu a. c.201 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat .catan. Bahan penutup Listplang 1. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. 2. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3.

2. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. 3. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. . saringansaringan saluran cucuran kebawah. b. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Lingkup pekerjaan 1. 4.202 3. Pekerjaan Talang a. 3. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Bahan–bahan 1.

Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. PEKERJAAN PASANGAN 1.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. 09. . 2. Jenis Adukan Yang Digunakan a. Pasal IV. b. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. harus betulbetul kedap air.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. Pasangan batu kali untuk pondasi. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. c. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. a.

Kwalitas Bahan yang Digunakan a. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. 3. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. . Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. permukaan halus tidak berlubang–lubang.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. c. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. serta digunakan dalam pemasangan keramik. b. dan bata merah. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. kuat tidak mudah pecah. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. b. 4.

yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Batu bata harus baru. sudut–sudutnya tidak tumpul. Bahan Untuk Adukan. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. 4. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Mempunyai sifat kondisi rendah. 2. Plesteran dan Acian. Ukuran seragam dengan standard nominal. Bahan campuran (air. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. 6. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi.205 b. c. 5. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. 3. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. .

Pemasang batu kali untuk pondasi 1. 6. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. bata merah. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. Syarat Pemasangan a. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. kerikil.206 5. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. split ). 2.

207 menggunakan potongan. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. d. b. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. datar. rata. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. e. . c. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. Kolom Beton/Tulangan Praktis. tidak melengkung/ bergelombang. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. f.

208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. b. c. warna. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Lingkup Pekerjaan a. tekstur. d. Pekerjaan lantai keramik 2. Pekerjaan alat perabot . Pasal IV. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. khususnya untuk seleksi kwalitas. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun.10 PEKERJAAN LANTAI 1.

Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. b.40/40 dengan ketebalan 7 mm. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. . c. retak atau pecah. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. tidak bagian yang gompal. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. d. ruang dapur. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. Pekerjaan Lantai Keramik a.

h. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard.210 e. tanah telah dipadatkan. Apabila hasil pemasang tidak rapi. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. . tidak membentuk garis lurus. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. minimal setebal 10 cm. i. g. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. f. telah dahulu dipasang pasir uruk. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). k. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. retak dan hasil gelombang. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. hingga betul–betul bersih. j.

Persyaratan Pelaksanaan 1. b. Lantai Rabat Beton a. Bahan yang digunakan . 3. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. c.211 l. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. 2. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. 3. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh.

PEKERJAAN DINDING 1. Pasir pasangan muntilan. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. d. IV. Pasal . 2. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. Alam Daya Sakti/setara. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. . c. b.212 1. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. khususnya untuk menentukan warna.II. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun.

213 2. 3. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. PVBB1970 dan PUBI 1982. Pekerjaan Dinding Keramik a. 2. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Syarat–syarat pelaksanaan . b. warna. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. harus baru. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan.19. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. peraturan keramik Indonesia NI. tektur dan bahan tidak boleh rusak. maupun cacat . 4. Persyaratan Bahan 1. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM.

214 1. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. gumpal atau cacat lainya. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. 4. garis–garis siar harus benar–benar lurus. adukan baik menggunakan supersemen. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. sesuai petunjuk pabrik pembuat. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata.5 cm atau bahan perekat khusus. . dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. 2. 7. keramik langsung dapat diletakkan. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. Sebelum keramik dipasang. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. warna. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 5. 3. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. 6. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai.

b. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian.215 8. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. IV. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Pasal. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Lingkup Pekerjaan a. 9. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. 10.

Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. Sebelum pelaksanaan. d. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. e. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. 2.216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. rangka plapon digunakan BMS/setara. . Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. b. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. c. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. f. gridnya harus lurus dan datar.

Plapon akustik dengan ornament khusus a. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Plafond khusus dipasang dengn type. b. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. Pasl. sesuai gambar.217 g. harus sesuai dengan gambar. IV. 3. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . b. Lingkup Pekerjaan a.

4. . Pada saat pemasangan.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. 2. 3.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1.

Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. . • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian.219 d. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. 2. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. bentuk ukuran. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama.

• Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. terbuat dari : . syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. ukuran sesuai dengan rencana gambar.

sop) dengan bentuk sesuai gambar. . Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.

Pemborong utama bertanggung jawab. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel.14. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. b.222 Pasal. . Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. IV. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. d. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. c. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas.

kolom. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. d. . b.223 e. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. c. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. 2. berdasarkan alkyd resins. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas.

tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 4. 4. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. pemborong harus secepatnya. 3. . Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. 5. Persiapan umum : a. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. lembab atau berdebu. Sebelum bagian-bagian yang retak. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. 3.224 2. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat.

Bersihkan permukaan dari debu. Pengecatan Kayu : a.225 b. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 7. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. Persiapan : . b. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pelaksanaan. a. baik bagian luar maupun dalam. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. 6. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering.

Bersihkan permukaan dari debu. 8. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . Keahlian a. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Pelaksanaan. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. b. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. c. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. b. kotoran dan sebagainya.

Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. b. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. e. serta mendapat persetujuan pengawas. 9.227 d. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. . Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). Setelah pengerjaan pengecatan selesai. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a.

Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. 1. 2. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Pintu kayu dan pintu kaca. b.228 Pasal IV. PINTU. bahan – bahan yang diperlukan. peralatan termasuk alat. 1. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. Lingkup Pekerjaan a. Meliputi pekerjaan. JENDELA DLL. 2.15 PEKERJAAN KOSEN. Bahan –bahan .alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal.

Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. b.00 mm . Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. 1. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. 3.

• • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. tahan terhaap matahari. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. • Neoprene : Jenis extrusion. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. tidak menyerap air. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Contoh . 3. kepadatan 65-96 kg/m3.

detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Gambar pelaksanaan a. tempers. alloy. 4. besaran–besaran ketebalan. 5. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. finish. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. b.231 Kecuali ditentukan lain. . Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. Pekerjaan Persiapan 6. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. Pekerjaan pelaksanaan a. b. Untuk mendapat ukuran yang tepat. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. kekuatan.

Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Untuk mendapat hasil yang baik. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. g. Semua detail pertemuan harus halus. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. f.232 c. h. i. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. sehingga tidak ada kebocoran suara. Hubungan dengan Material lain. 8. d. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. 7. Perlindungan bahan . e. sambungan sudut atau silang.

pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. Pengetesan a. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. . jika hasil pengetesan gagal. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . tes korosi.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. • Material tes(tes terhadap bahan. c. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. b. 9. beban angina. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. tes terhadap kebocoran udara. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. anodized.

Garansi (Jaminan) a.234 10. menyetel. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. membuat lidah –lidah . sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. memahat. terhitung sejak selesainya masa perawatan. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Menyedian alat –alat logam. b. Lingkup pekerjaan 1. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. Bahan – bahan 1.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. skrup – skrup. b. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. 2. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. Bahan kayu jati kwalitas politur . 3.

2. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. 3.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). untuk yang lebih kecil dari 1. Lingkup pekerjaan 1. 3. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. baut. finish melamine. bahan–bahan.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. untuk yang lebih besar dari 1.235 2. 4. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci.VI. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. . Pelaksanaan 1. Pengikat berupa paku mur. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Diats kosen pintu dan jendel. c.

236 2. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. . b. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. Persyaratan Bahan 1. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu.

Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. d.237 2. 2. 3. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . kekutan ayun dan lain . Contoh – contoh 1. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. 4. nama barang. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. .lain. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. 5. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk.

Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu.238 3. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. 2. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Untuk pintu toilet. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Persyaratan pelaksanaan 1. warna stansdr. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. flap enfsel memikul maximal 20 kg. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Pemasangan lockcase. 3. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. f. e. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. 4. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu.

• Penutup dauble teakwood. b. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. baut. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. 2. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. 5. Persyaratan bahan 1. dengan ketebalan sesuai gambar.239 pengawas. apabila hal tersebut tidak tercapai. • Pengikat berupa mur. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm .

Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. . Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. ketebalan. alloy. tempers. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar.H. kekuatan. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. Contoh Kecuali ditentukan lain. trush detaidetail. besaran. hitungan bila diperlukan. 4.

rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. 6. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. Pekerjaan kaca a. kaca harus plat. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . • Setelah terpasang. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. b. c. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. .

Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. d. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. kaca harus dibersihkan. 2. Membesihkan dan memperbaiki: 1. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. yang retak–retak . 7.

dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design .243 8. sedang bentuk. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. penanaman rumput. Yang harus dikerjakan a. b. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. . Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. perbaikan tanah. Railling tangga a. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. rapi. 16.IV. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . penanman dan penataan taman hias dan peneduh.

. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Pekerjaan Pendahuluan a. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Pembutan relief dinding 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Pelaksananya peliputi 1. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Pekerjaan Tanah a. c. Rumput gajah dan rumput jepang 2. b. 3.244 b. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan.

c. Galian untuk penanaman pohon. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. 4. Pekerjaan penanaman a. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . h. d. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. bersih dan tidak mengandung rayap. f. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. g. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput.245 b. . Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Pohon 1. e.

246 2. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. Penyiraman air . b. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. baru ditimbun tanah baru. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Setelah tertanam. perlindungan terhadap panas dan air. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Pekerjan pemupukan a. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). 6. 5. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Perumputan 1. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. 2.

Pembersihan dan perlindungan : . Macam Pohon (sesai gambar) 8. Penyiangan dan pemotongan a. b. Pohon kayu putih c. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Zammia Goldkas d. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). b.5 bulan. Penyiraman rumput. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). 7. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). Lidah Mertua e.247 a. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3.

Selama berlangsungnya penanaman. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. 4. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak.Terhadap bahaya tersebut (mulat).5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). c. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. bila perlu pengecatan kembali. rontokan–rontokan daun kering. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya).248 a. lokasi selalu bersih setiap hari. b. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan.

01.249 Pasal V. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. KETENTUAN UMUM 1. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .

VDE/DIN. BS. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. JIS. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. Peraturan dan syarat-syarat umum.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. WEMA. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. . 59/PD/1980. VDE. AVE. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. yaitu : NFC.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

aman dan mudah diperbaiki . atau sederajat 5. clipsal. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature. warna putih merk LOMM atau sederajat. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a. arto light.7 mm dan dicat dengan cat baker. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. LOMM atau sederajat.258 c. imlex atau esderajat d. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. Ballas elektronik merk Philips. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. legrand.

Kabel dalam bamgunan. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. . Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku.5 x diameter kabel. lurus dan kuat. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Pemasangan kabel harus rapi. terpasang pada bagian bangunan. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. • Sebelum penarikan kabel dimulai.

260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. • Kapasitas kontak 10 CMP. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. c. Lampu-lampu . Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. dipasang 130 cm diatas lantai. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. • Saklar harus model tanam. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai.

beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. Commissioning dan testing. 7. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. Setelah jaringan dibebani. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. 6.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. balancing. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. commission dan perbaikan. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan.

262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Rod Electrode. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing. b. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Pemasangan : a. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Pasal V. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 .

bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. jarak ke pondasi bangunan 1. 2. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm.263 cm. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). c. Rod Electrode dipasang pada satu tempat. Pasal V.5 m. bahan-bahan utama. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah.

(bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. urinoir. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. c. Urinor.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. Skat Urinor dll Kaca cermin b. . Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. Selokan air hujan. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. zink. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. yaitu terdiri dari : a.

Persyaratan bahan dan peralatan a.5 HP . Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.265 2.

450 rpm D 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 KW 15 meter 12 m3/h 1.

Valve. screw end. untuk tangki atas. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . flange and ex KITAZAWA. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. screw type. Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. Sistim air kotor dan air bekas. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi.267 4 buah lower level.

dengan sambungan lem. Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. c. Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. . Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend.

Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik. sehingga pipa tiada melentur. memenuhi persyaratan sbb: . d. Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata.

270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. e. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. Dosis chlorine ialah 50 ppm. f. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing.2 ppm. Pembersihan .

Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. . 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. g.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas.

Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). 3. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda.272 Pasal V. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. b. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Persyaratan a. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. 05. 2. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel . Co2 atau sejenisnya.

kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. b. Syarat-syarat umum a. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini.273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. .0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. Apabila timbul persoalan.

b. c. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. 2. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. ijin-ijin dan standar-standar a. pipa-pipa dll. . e. Peraturan-peraturan. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan.274 c. saluran-saluran (ducts). Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. d. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. dari jawatan keselamatan kerja. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. Pada waktu pelaksanaan.

dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. c. Petunjuk Khusus a. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. . pipa. 3.275 f. b. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan.

d. Starting. servising dan maintenance. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. testing. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini.276 d. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. e. lantai 2 b. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. e. . c. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. Lingkup Pekerjaan a.

alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. 7. Bahan. transformator. Pekerjaan Pipa.277 5. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. b. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. zekring. Pekerjaan. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. switch. starter. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pekerjaan Listrik a. 6. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. . Pemborong harus berkoordinasi.

buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. iv. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. ii. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Syarat-syarat iii. b. d. persyaratan PLN. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. . trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. Peralatan v. c. switch. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya.

Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Semua panel. vii. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. viii. 4. 2. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. indikator. ix. 3.279 vi. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. . f. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. switch. e. Pemyambungan kabel x.

Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. 9. merk yang digunkan nasianal.5 m. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. . b. c. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. KDK atau setara. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. Kipas Angin / Exhaust Fan a.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi.280 g. rating CFM dengan toleransi 10%.

Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. c. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . e. g. Penjelasan sistem • Listrik . e. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Mutu alat-alat dan bahan a. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi.281 d. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. d. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. f.

Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. c. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat.2 deg C ( 90 deg F ). b. Pengukuran dan pengujian temperatur. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam.282 1. f. d. • Tenperatur 1. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. 2. griller. 2. . udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. motor dan system pengaturan listrik yang ada. difuser. Syarat a.

Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Pipa 1. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. 07 . Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . a. Pengujian A. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas .283 Pasal V. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa.

Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. .80 db) . Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. krap dan sejenisnya. b. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. c. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. volume control di by pass dan full power loud speker. d.

Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. 1 buah hand held micropune. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. 1 ( satu ) set amplification system. terdiri dari • 1 buah system amplifer . . 1 (satu ) set input source. f. b. c. B. 1 buah table stand microphone. e.

C. Dalam konstruksi slide-in panel. 50 Hz 6.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. S/N : 55 dB atau lebih 8. Dalam konstruksi slide-in panel 2. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. monitor. Pre-amplifier untuk background music. rack dan accessories. Cacat harmonis : 0. 1 buah set swiching. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Catu Tenaga : 220 volt. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Karakteristik frekuensi 7.

maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. . sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. testing dan penyetelan. melakukan pengukuran. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya.08. b. untuk memasang peralatan dan perkabelan. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Pasal V. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. c.287 D. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. URAIAN TELEPON 1.

5. a. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. harus ditarik didalam pipa.288 2. Penyambungan pipa harus dilem. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 6. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. Semua kabel. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. 2. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. . yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. b. 4. T Doos harus ditutup. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. 3. Instalasi 1.

9. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Untuk instalasi Inbouw. 12.5 mm).289 7. 10. Kotak Pembagi 8. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. . 16. c. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 13. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. d. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. 11. kabel 14. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15.

g. 22. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Pengukuran 21. 23. 3. 24. . maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). Sebelum pemasangan dimulai. Pipa dan konduit: 19. 18.290 17. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. 20. Pengujian oleh PERUMTEL. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara.6 mm atau lebih. e. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. f. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.

Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. Begitu peasawat diangkat.291 4. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). . Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Music On Hold b. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. 6. c.

rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Apabila nomor group yang dipuitar. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. STLO . 5. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. Telkom . pesawat telepon cabang . e.292 d. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris.

Printer dan serial card 2. Telkom Indonesia. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. 6. 4. . trainning operator. 5. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. 3. pengetesan sistem. Telkom Indonesia. Pengadaan semua dokumen teknis. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Pengadaan dan pemasangan terminal box .

j. Peraturan Umum yang digunakan : a. b. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Undang-undang No. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. h. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. f. A. g. i. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. c. e. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. DAN SYARAT-SYARAT YANG .1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. k. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961.V. d. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. 09. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970.294 Pasal V. 14571. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979.

Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. 4. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. Pasal V. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. m. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. 10. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. 2. 5. . 3. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri.295 l.

296 Semarang. Juli 2006 .

Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.28 m2 = 0.82 m2 b.09 m = 0.28 m = 10.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.28 m2 = 30.25 m . 123.28 m2 = 0. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1. 123.09 m . Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. Urugan Kembali Volume = 209. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a.25 m = 0.44 m3 = 425. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A. Pekerjaan Tanah 1.97 m3 B.27 m3 296 .1.

25 . Beton poer Volume h. Tiang pancang Diameter pancang = 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m .1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . 0. 0.7 = 192 m .60 m3 d.297 c. Mobilisasi pancang Volume g.45 m Jumlah pancang Volume f. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0.7 m = 33.73 m = 0.25 m . Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. 0. 100 buah = 3000 m e. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.8 m = 133.8 m x 0.

2 m .73 m .64 m3 . 16 buah .12 m = 436 m2 . 0.25 m .12 m = 52. Beton lisplank Volume m. 0 .4 m =14.4 m = 179 m . 0.7 m = 0.7 m . Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.32 m3 k. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.26 m3 = 4.48 m3 i. 0.7 m = 211.32 m3 l. 0. 0. 0. 0.25 m x 0.8 m = 56.8 m .04 m3 j.7 m = 37. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0. Tangga beton Volume = 13.2 m .

0.299 n.67 m = 0.72 m = 0.67 m .2 m .6 m = 15.12 m . 0.92 m3 = 42.2 m = 24 .6 m . Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.12 m = 15 m2 = 0. 15 m2 = 1.80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.2 m x 0.72 m . 0.89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.7 m = 13.6 m = 42.6 m x 0.7 m = 1.45 m2 = 0.45 m2 = 4. 24.12 m .34 m3 . 0.36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.

84 m3 q.5 m2 = 0.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.125 m = 0. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.45 m = 12 m = 96 m p. 0.75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.9 m = 35.36 m2 . 0.9 m = 3.42 m3 .25 m = 0.36 m2 = 0.25 m = 3.36 m2 .27 m3 = 0.36 m2 = 0.125 m = 3.25 m = 0. Pondasi batu belah Volume =12. 0.20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.5 m2 .

2.7 m .34 m3 +1.66 m3 Volume total = 48.50 m3 b. 16 buah = 48.5 = 2.7 m = 0.8 x 0.25 x 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.301 2. 2 buah = 1. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211. 0. 0.7 = 211.12 m .5 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.73 m .8 m .34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. 0.66 m3 = 49. 0.04 m3 .25 m .73 m = 0.5 x 0.7 m = 37.8 m . 0.8 = 16 buah = 4.12 m = 2 buah = 0.5 m .

0. 0.68 m3 d.4 = 171 m .2 x 0.12 m = 50.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.7 x 0.302 c.73 m = 0. Beton lisplank lantai 3 Volume f. Tangga beton Volume 3. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.7 m .73 m . 0.40 m3 e.26 m3 = 1. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 420 m2 .08 m3 .4 m = 13.7 m . 16 buah = 37.7 = 16 buah = 4. 0.2 m . = 13.

12 m = 420 m2 . Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.2 m .5 = 24 m = 2 buah = 0.7 = 211.5 m . 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. 0.7 m .5 m . 0.04 m3 3.2 x 0.40 m3 5.4 = 171 m .68 m3 4. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37.25 x 0.08 m3 +12 m3 = 49. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.26 m3 .7 m = 0. 24 m .25 m .50 m3 2.4 m = 13. 0.7 m = 37. 0.12 m = 50. Beton tangga Volume = 13. 0.5 x 0.

25 x 0. 0.6 = 16 buah = 4. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.304 4.7 m = 37.7 = 211.6 m .12 m = 420 m2 . Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 50.73 m . 0. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.6 x 0.7 m = 0.04 m3 3.2 x 0.6 m . 0. 0.68 m3 4.7 m .50 m3 2. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.25 m .26 m3 .40 m3 5.2 m .4 = 171 m . 0. 16 buah = 49. 0.4 m = 13. 0.73 m = 0. Beton tangga Volume =13.

50 m3 2. 0.2 m . Beton balok talang Volume 5. 0.21 m3 = 5.46 m3 = 9.6 = 16 buah = 8. Water profing talang Volume = 115.56 m3 7.7 m = 15.76 m3 = 2.6 m . 0. Beton lisplank Volume 4.20 m3 . 0.6 m = 0. 16 buah = 49. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.6 m .6 m . Beton talang Volume 6. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.305 5. Beton konsol Volume = 5. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.2 x 0.40 m 3.6 x 0.7 = 110 m .

Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.2 kg/m = 1499. 7.77 m = 12.51 kg/m = 601.77 m .51 kg/ m = 4519.16 kg 2.306 C.84 m . Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.8 kg 3.5/30 cm = 76 m 5.84 m = 7. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . 12.2 kg/m = 18297. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.

Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.2 m2 8.2 m3 .9 m3 = 143. Urugan kembali Volume = 55.1.5/30 cm = 31.307 7. Lisplang kayu jati 2. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Pekerjaan pondasi batu belah 1.160 m = 2.00 m3 3. Galian tanah struktur pondasi Volume 2.

Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194.2 m3 = 4.56 m3 = 19.70 m2 = 620 m2 = 70.308 4. Aanstamping Volume 5. Plesteran 1:5 Volume 5. Sponengan sudut Volume 7. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plesteran beton Volume 6.5 m2 = 37. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Plesteran 1:3 Volume 4. sloof dan kolom Volume = 4. Beton praktis. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.23 m3 8. Urug pasir Volume = 10.21 m3 . Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.36 m3 6.

4 m 2. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.40 m Volume = 2 buah 6.309 c.4 m = 256.40 m = 50. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah . Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.86 m = 91.86 m = 50. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.6 x 1.72 m2 9.310 8. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12.70 = 2 unit = 2 unit 14. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .72 m2 = 6.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. 700 m2 = 70 m3 2.07 m . Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.1 m . Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .311 d. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 49 m3 3. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4.

Pekerjaan Instalasi 1. Pekerjaan Pengecetan 1. Lantai keramik granito Luas Volume f. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488.312 5.7 m2 = 488. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Cat plafond Luas Volume h. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Cat tembok luar Luas Volume 2.

Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.83 m2 = 216. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Plesteran 1:5 Volume = 1. Plesteran 1:3 Volume 4. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3.071. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a.31 m3 = 12. Pasangan bata 1:3 Volume 2.99 m3 .313 3.5 m2 = 64.

Beton praktis.6 m 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18. = 4.314 5.92 m2 = 18.00 m1 = 246. Daun pintu double texwood Luas Volume 4. Plesteran beton Volume 6. Plint lantai Volume = 170. Sponengan sudut Volume 7.3 m 2.92 m2 .21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.6 m = 33.00 m1 = 770. sloof dan kolom Volume b.5” = 33.90 m1 8.3 m = 274.

Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 .6 x 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 7.56 m2 = 173.315 5. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.56 m2 6.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Pekerjaan Sanitasi 1.316 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.75 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.75 m2 = 1.

Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Wastafel Jumlah Volume 5. Urinoir Jumlah Volume 7. Kran air Jumlah Volume 4. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1.317 3.49 m2 =3m =3m .49 m2 = 527. Cat tembok luar Luas Volume = 527.

Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. = 423 m2 = 423 m2 = 791.24 m2 = 791. Pipa galvanis 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Cat plafond Luas Volume g.318 2. Pipa galvanis I. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2.

= 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI.319 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Peralatan bantu Volume h. PVC jenis AW V. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Pipa PVC 6” Panjang Volume VII.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Plesteran 1:3 Volume = 111. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume 3.71 m3 . Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a.8 m3 = 6.83 m2 = 62.320 3. Panel penerangan Jumlah Volume 3.

5 m1 = 640 m1 = 224. = 2. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6.321 4.60 m = 208.18 m2 = 12.60 m 2. Plesteran 1:5 Volume 5. Beton praktis.5 m2 = 1.6 m = 33. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12.046. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Plint lantai Volume = 164.5” = 33.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.6 m 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.18 m2 .67 m2 8. sloof dan kolom Volume b.

Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10.322 4. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7.

323 11. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.6 x 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .70 = 2 unit = 2 unit 14. Pekerjaan Plafond 1. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.40 m2 = 168.40 m2 13. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.35 m2 5.324 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.35 m2 = 1.

Kran air Jumlah Volume 4. Urinoir Jumlah Volume 7.325 3. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8.46 m2 =1m =1m . Kaca cermin Jumlah Volume 6.46 m2 = 508. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5.

Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis VIII.326 2. Cat tembok dalam Luas Volume 3.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat plafond Luas Volume g.71 m2 = 762. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2.

Peralatan bantu Volume h. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 6” Panjang Volume III. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. PVC jenis AW I. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Peralatan sambungan Volume 5.327 3.

328 2. Pasangan bata 1:3 Volume 2.71 m3 . Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.93 m3 = 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. panel penerangan Jumlah Volume 4.

50 m = 214. Plesteran 1:5 Volume 5.5” = 35 m = 35 m 3.43 m3 b. Sponengan sudut Volume 7.86 m2 . Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.50 m 2. sloof dan kolom Volume = 2.8 m2 8. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.0 m1 = 204. Plint lantai Volume = 160. Plesteran 1:3 Volume 4.16 m2 = 111.86 m2 = 13. Beton praktis.329 3.0 m1 = 579. Plesteran beton Volume 6.09 m2 = 982. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Espangnolet Jumlah Volume 9. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49.330 4. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10.60 m2 = 49.

90 m2 13.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.90 m2 = 153.6 x 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.331 12. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.

Closet duduk Jumlah Volume 2.332 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Kran air Jumlah Volume 4. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Saringan air Jumlah Volume 3. Pekerjaan Sanitasi 1.

Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Pengecetan 1.333 5. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.25 m2 = 711. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m . Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Urinoir Jumlah Volume 7.

Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis I. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV.334 g.5” Panjang Volume II. PVC jenis AW XII. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Perelatan sambungan Volume 3.

Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5.335 4. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah .

6 m3 16. Beton praktis. Pasangan bata 1:5 Volume 11. Plesteran beton Volume 14. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Plesteran 1:3 Volume 12. Plint lantai Volume = 75.336 6.15 m3 .6 m3 = 3. sloof dan kolom Volume = 2. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Sponengan sudut Volume 15.0 m2 = 59. Panel penerangan Jumlah Volume 5.0 m1 = 576 m1 = 167.4 m2 = 60. Plesteran 1:5 Volume 13.6 m2 = 993. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.

Daun pintu double texwood Luas Volume 3.30 m2 6.42 m2 = 47. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.337 b.20 m 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.30 m2 = 6. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.20 m = 191. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d.338 8. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Ornamen atap Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pekerjaan Sanitasi 1.

40 m2 = 464.339 2. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Wastafel Jumlah Volume 5. Saringan air Jumlah Volume 3. Pipa galvanis I. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume 2.60 m2 = 696. Kran air Jumlah Volume 4. Kaca cermin Jumlah Volume f. Pipa galvanis 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m .60 m2 = 464.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g.

Peralatan sambungan Volume 5.340 II. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. PVC jenis AW I. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot .

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6.341 h. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik .

1 Kesimpulan 1. 3. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. 2. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. peralatan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. 6. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. dan keuangan yang diperlukan. material. dengan upaya tersebut. 357 . Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). Meskipun demikian.

2 Saran 1. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. 3. 4. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. .358 6. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. 2.

359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. 2003. Gunawan. K. Henry. DPU. Yogyakarta: Kanisus.B. 1988. 1961. 1991. DPU. DPU. Tabel Profil Konstruksi Baja. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1984. Rudy. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1987. Yogyakarta: Nafiri. Materi Kuliah Strukur Beton. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Bandung: Yayasan LPMB. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. 1994. DPU. 1989. 1987. . Teknik Fondasi Bagian II . Suryolelono. DPU. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Pedoman Beton. Bandung: Yayasan Penerbit PU. DPU.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful