PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku Adikku yang ngasih semangat buat aku Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

..BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.............2 Pekerjaan Finishing Arsitektur.................1.3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya......... 296 5..................................... 342 5.....................................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ..1 Pekerjaan Struktur dan Atap................................................ 357 6.. 296 5..........................2 Rencana Anggaran Biaya................................……..............1 Perhitungan Volume Pekerjaan.. 307 5...........……................1...............4 Time Schedule……………....... 356 BAB VI PENUTUP 6.........…….1 Kesimpulan……………………………………………………………........ 354 5...............................

Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Ringbalk Gambar 10. dan 5 Gambar 9. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Detail Pondasi . 4. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Penulangan Balok Lantai 2. Denah Tangga Gambar 6.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. 3. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Denah Balok Lantai Gambar 4.

Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Dimensi Kolom Tabel 3. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17.DAFTAR TABEL Tabel 1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Time Schedule . Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13.

. M. 132238497 Drs. S. NIP. NIP.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K.T. Lashari. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs.T.T. 131 471 402 . M.T. NIP. Satrijo Utomo. Tugino. M.

Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Output Portal (SAP 2000) 7. Input Portal (SAP 2000) 6. Gambar Bestek . Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8.

Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. 1.4 Semarang. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 2 . 1 .BAB I PENDAHULUAN 1.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai.

Biro Pusat Statistik (BPS) C. Store Gambar 1. Pahlawan D Keterangan : A.2 1.4 Semarang. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Lapangan Pancasila B.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Pahlawan No. Ramayana Dept. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah . Bundaran Air Mancur E. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl.

Rencana anggaran biaya .3 1. 1. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan plat lantai. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. 7. Perencanaan tangga. 6. Perencanaan balok. minimal tiga lantai. Perencanaan kolom.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. 2. 4. Perencanaan atap. dan 8. Perencanaan pondasi. 3.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. Rencana kerja dan syarat . Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. 5.syarat (RKS).

Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Lokasi Proyek b. Literatur panjang b. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.4 1. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.46 m o Lantai 4 : + 14. Tabel – tabel penunjang : Jl.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1.00 m o Lantai 2 : + 04.77 m 2.19 m o Lantai 5 : + 28.4 Semaramg : Tanah datar : . Grafik – grafik penunjang c.73 m o Lantai 3 : + 09. Topografi c. Pahlawan No.

5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. lokasi proyek. dan sistematika penulisan.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. maksud dan tujuan. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. 1. latar belakang. . yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. pembahasan masalah.

BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. metode perencanaan. . tulangan balok. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. anggaran biaya. tulangan kolom. dan klasifikasi pembebanan rencana. tulangan tangga. dasar – dasar perencanaan. tulangan plat. terdiri dari syarat umum. syarat administrasi. dan azas – azas perencanaan. dasar perhitungan. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. dan syarat teknis.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. kriteria. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). perencanaan atap.

Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.BAB II PERENCANAAN 2. Pada jenis gedung tertentu.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. 2. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya.syarat fungsional maupun strukturnya. seperti denah. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat.

dan tidak terjadi kesimpang.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. beban angin dan beban gempa. 2. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat . Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional.siuran dalam bentuk fisiknya. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan.

5. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. indah dan menarik. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. 3. 4.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. . Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri.

Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. a. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1.10 6. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis.

Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. 2.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. 2. antara lain: . b. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek.

Ukuran balok Dalam pra desain. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Syarat . 2. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.12 1. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : .syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a.

65. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 .13 Tabel 1. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. 2. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. 2. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. karena telah ditumpu oleh plat.

Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6.15 2. 4. Adukan dari semen. Tembok batu bata (1/2) batu 4. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. 3. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Massa jenis beton bertulang 2. 2. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. per cm tebal : 21 kg/m2 .5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987.

. Pedoman Beton 1989. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. 2. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif.5 LL 2.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1.6 Q 3. yaitu: 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. SK SNI T-15-1991-03. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. Comb 3 = 1.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Comb 1 = 1 DL + 0.2 DL + 1. Comb 2 = 1.16 24 kg/m2 7. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. Penutup lantai. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. 2.

Data perhitungan SAP. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987.17 3. 5. . Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4.

3. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal).kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3.1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Data teknis Bentang kuda.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² . Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.

⎜ ⎟ h . Perencanaan Reng a. sin 45° (Ju)² = 1/8 .5)² = 0.25 m = 0. 0. cos 45° .18 Tegangan lentur kayu ( σlt ) 2. 12. (Ju)² = 1/8 . Jr = 50 .707. h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . b2 .25 b. qr .2762 kg m c. 12. Dimensi Reng = 50 kg/m² = 0.5 kg/m² ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .2762 kg m My = 1/8 . qr .707 . h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .5 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . (0. b .5)² = 0. (0. 0.5 m : 100 kg/cm² = 12. 0. Jarak reng = gt .5 . h .

87 100 h3 h3 h h b = = 6.62 + 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .62 h3 100 kg/cm2 = 615. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. Ju 200 .19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .1587 = 3 6.87 h3 615.1587 = 1.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm. ⎜ h ⎟ . h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. maka : = 2 h 3 2 .

sin α .4. cos α .25 cm Ix = 1 .022 cm ≤ 0.5.25 cm (f ijin) e.qr.(50) 4 384.(50) 4 384. (2)3 .E.sin 45°. 2 .Ju 4 384. b3 .Iy = 5.5 cm4 Iy = 1 .5. 50 200 = 0.107. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. h 12 1 .Ix 5.0159) 2 + (0. Kontrol Tegangan .0159) 2 Ok! = = 0.qr.12. (3)3 12 = = 4. b . cos 45°.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.0159 cm fy = 5.12.5 = = 0.2 = 0.20 = 1 .107. (h)3 12 1 .Ju 4 384.E.

sin 45 = 17. Momen yang terjadi = 50 . reng dan usuk = ggt . (Jgd)2 = 1/8 .(3)3 = = 23. sin 45 = 25 . cos 45 = 17. cos α .665)2 . cos 45 = 25 .5 m Beban genting. Perencanaan Usuk a. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.677 kg/m b. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.2.62 27. cos 45º .677 kg/m qy = qu .3. Ju qu qx = qu . qu .(2) 2 1 / 6. 25 .016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.665 m = 0. (1.62 + 1 / 6. 0.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27.5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .

Jgd = 1/4 . sin α . P . cos 45 = 70. 100 . P . 25 .7111 kg Py = 100 . (Jgd)2 = 1/8 .125 kgm c. cos 45º . Jgd = 1/4 . sin 45º . cos α . sin α . (1. 100 .665)2 = 6. cos 45 = 100 .433 kg m My2 = 1/4 .711 kg Mx2 = 1/4 . 1. sin 45 = 100 .22 = 6. sin 45º .sin 45 = 70.665 = 29.665 . 1. qu .125 kgm My1 = 1/8 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .

45) – 0.23 = 29. 0. Ju = 0.1733 kg. 0.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. 0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .4 kN/m2 Angin Tekan = (0.4 = 0.558 Kg m e. (1.433 kg m d. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .5 kN/m W tekan = angin tekan .4 . w .5. α) – 0.4 = (0. Wx . Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.02 .433 = 35.02 . b . h2 .5 = 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6. (Jgd)2 = 1/8 .5 .125 + 29.665)2 = 0.433 = 35.125 + 29.

h3 h3 h h = = 80005.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002.8 3555. maka: b = 2 h 3 2 .055 = 9.2 32002. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 .5 = 800.8 3555.8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm. 10 cm 3 b = . b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .28 cm diambil h = 9. h . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 . ⎜ h ⎟ . h .055 = 3 800.2 + h3 h3 100 = 100 100.

5 200 = = 0.Jg 3 5 + . 107.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.5) 3 10 7.. b . .500 384 48 = 70. (b)3 12 1 .(166. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.832 cm Ix = 1 .Ix 384 48 5 17. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . Jgd 200 1 .Ix E. E.072) 2 = 0. 6 . . cos α .711. cos α .5) 4 1 + . 166.07 cm ≤ 0. (h)3 12 1 . cos 45°.25 b = 6. h .025) 2 + (0.(166. cos 45°. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .677. 10 .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.832 cm OK! .Jg 4 px.

135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.354 m = 1. q . cos 45º . 1.558 + 1/ 6 1 / 6.50 m = 5. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. (l)2 = 1/8 . 1.821 kg/cm = 94.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp .665 = 83.135 .93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd . Berat pada gording (qg) = 3. cos α . jgd = 5. jp = 18 .26 g.665 m = 1. (3. 132.558 35. Perencanaan Gording a. jgd = 0.50 . Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. = 94.354)2 .25 kg/m q = 120.665 = 9. 1.123 kg/m Berat Branching 10% = 12.93 .0123 kg/m q = 132.50 = 27 kg/m = ggt .

5 . sin 45º .3 kg/m2 .846 kgm c. P . 45) – 0. sin α . P .5 W tekan = angin tekan . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .135 .02 . sin 45º . 3. q .132.354 = 59.27 = 131. l = 1/4 . α) – 0.354)2 = 32. (l)2 = 1/8 . 1.4 = (0.02 . l = 1/4 . Karena Beban Angin (Whisap. w . 40 . cos α .385 kg. cos 45º . Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. 100 .m My = 1/8 .645 kg m d.4 = 0.291 kg m My = 1/4 .665 = 33. 100 . (3.354 = 29. Jgd = 0. 3. sin α .

665. LL = (1.0.28 Koefisien angin hisap = .4 W hisap = -0. 32. LL . 40 = .8465 = 45. 33. (-26. 131.354)2 = 46.4 .2909) = 252.6 .64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 . 59. Wtekan . Jgd . w = -0.2 .6 .4 .4 .4 . l2 = 1/8 .4 .3859 = 183.DL = 1.981 kgm Mx2 = 1. 131. DL = 1.m My1 = 1.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.3.3542 = 37.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .940 kg.4 . DL + 1. DL + 1.385) + (1.64) . (3. (l)2 = 1/8 .46 kg.2 .2 .6 .26. 1. 3.825 kg.5285 kgm My2 = 1.

291) + (0.645) + (0.5 .2 .8484 kgm Mx3 = 1. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.5 .6 . DL + 0.0.29 = (1. 59.340 kgm e.8 .77 cm3 .2 . 32.46) = 217.84) wx 59992.5 .5 .275 kgm My4 = 1.8684.8 .2 .8 . W = (1. 37.8465) + (1. LL . 32.846) + (0.9 2400 = Mx My + .8 . 37.2 .2 . 29.46) = 130. W = (1. LL + 0.9 σ ijin 0.291) + (0.385) + (0.8 . DL + 0.5 .238 kgm Mx4 = 1.85 + (4. LL + 0. 29. diambil moment arah x yang terbesar. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.2 .21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.88 m = 25252.50 kN/m = 1.4 wx wx = 0.8 .5 . W = (1.385) + (0.6454) = 86.0) = 54.2 . DL + 0. 131. 131. 59.

536 . cos 450 = 129.89 cm1 = 2.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3. Jp =18 . cos 450 = 91.776 kg/m q total = 129.8 cm4 ix iy = 5.50 = 27 kg/m = 83. 91.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.59 kg/m Mx = 1/8 . Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.536 kg/m qx = q total .51 kg/m = gp .51 kg/m f.3 cm3 = 12.59 .25 kg/m q = 117. (3. Jgd = 50 .37 cm1 Ix Iy berat = 7. sin 450 = 129. sin450 = 91.59 kg/m qy = q total .665 o Berat Branching 10 % = 11.354)2 = 128. (I)2 = 1/8 .536 .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . qx . 1. 1.79 kgm .2 cm3 = 332 cm4 = 53.

19 kg. + 384 EIx 48. 91.59 .EIx .2909 = 188.645 Kontrol Tegangan σ ytb = 61.( I ) 3 .m Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.09 + 12.( I )3 5 qx. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.54 18808.3 = 931.79 + 59.8354 kgm = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .354 ⎞ = 1/8 .2 44.0809 kgm My = 32.19 + 29. qy .409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.

10 6.0.(3.0.354 4 70.32 + 70.0334 cm < L/250 = 3.1.32 = 0.711.1.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.000221 + 0.354 ⎞ 3.711.2.l 3 48.3.EIy 3 ⎛ 3.2.EIy 48.000061 = 0.433.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.354) 3 48.1.32 = = 0.(l / 2)3 48.354) 3 48.2.538 3 = 0.32 = 5.711(3.0000852 + 0.3.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.0000797 m = 0.93.0301) 2 + (0.1.0334 cm < 1.2.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.10 6 .⎜ ⎟ 5.10 6 .000301 m = 0.3416 cm = 0.1.00797 cm fy = Py.000146 m = 0.2.0301 cm ⎛l⎞ Py.0146) 2 = 0.qy.3.10 6.93.EIy .538 384.(3.354) 4 384.0000797 = 0.10 6.⎜ ⎟ 4 5.354/250 = 1.EIx 70.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = Berat sendiri gording 279,2205 kg

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450)

Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

Koefisien angin hisap Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

Angin pada tumpuan (1/2 Wt) Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

Kontrol terhadap kekakuan batang 1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

Pemeriksaan tekuk arah (x – x ) Ix profil = 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4 A profil = 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4
i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42 Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08 Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

e d

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

3 240 = 0.42 cm .759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.41 3.18 cm2 imin = lk 240 = 182.85 = 2.395 cm2 Abruto = Anet 0.3 cm2 ix = 2.5 δ = 12 mm lk = 1.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.07 1200 = = 2.177 m σ tarik = 75% . 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287. Batang bawah P = 2874.

A ) = 2 ( 72.593 − 0. 12 + 2.679 cm = 1.42 iy lx I y = 2.82 2.41 1.3 cm4 = 72.89 .3 + 12.12.42 = = 8.2 345.26 = 0.3 2.26 = 2.42 cm λ = lk i min 182.847 = 1. δ + e = 0.5 .3 = = 3.3 .3 cm4 = 2.86 Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) e d Iyr = 2 ( I y + a2 .862 ) = 345. 2.82 cm4 i y = Iyprofil A.42 cm = 72.749 cm dipakai min = 2.5 .

07 kN/m2 = 24 kN/m3 .1.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.3 = = 116.Lx .24 kN/m2 = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y = 22.Lx1 .Ly .83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.02 m = 0.12.43 Kontrol tegangan σ = p.11 kN/m2 = 0.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.2 diperoleh: Mutu beton (fc) Mutu baja (fy) Beban lantai tribun (qLL) Beban tangga (qt) Selimut beton (p) Berat satuan spesi/ adukan Berat keramik Berat satuan eternit Berat satuan penggantung Berat satuan beton bertulang .07 2.ω x Aprofil 2874.21 kN/m2 = 0.

β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mly .Mty .44 .Mlx .Mtx .

Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.200. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.1203 12 = 1. yaitu. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .5400. Tabel 5.8003 12 = 1 .45 Gambar 3.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .6 < 2.

538 = 132.46 = 1.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .Ly ⎜ 0.1.37 ⎨1.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.8 + ⎟.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.12⎜1 + ⎟⎬ ⎜ β⎟ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.37 = 7104 48.8 + ⎟.β .37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.69 mm.⎨α − 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.33 = 147.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.8 + ⎟.6 − 0.1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.8 + ⎟.

q DL + 1.18 kN/m2 = 4.6 kN/m2 = 0. 4.Berat spesi .23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.21 kN/m2 = 0. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) . 5 = 13.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .6 .15 = 3.24 kN/m2 = 0.65 .8 Cx- = 70.6 .23 + 1. 0.Berat keramik . Kusuma. G.2 .2 .( 1991).Berat sendiri plat . q LL = 1.

Lx2 = 54.819 kNm 2.001 . 0. Penulangan plat lantai . 0. (6)2 = 19. qu .85 . 13.001 .6 Cy- = 54.076 .. Lx2 = 40. 0.001 .25 kNm Mty = Cy.001 . 0. 13.001 .85 = Cx+ .206 kNm Mly = Cy+ . 0. dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm . 13.001 . 13.Asumsi tul.8 .Tinggi Efektif Arah x.001 . qu .076 .6 .65. qu .P (selimut beton) .756 kNm Mtx = Cx. 0.076. Lx2 = 18. Dy = 10 mm .(6)2 = 33.48 Cy+ Mlx = 18. Lx2 = 70.076 .. qu .(6)2 = 8. Dx = 10 mm Arah y. Utama = 20 mm Arah x . (6)2 = 25. 0. 0. dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm Arah y.001 .

0058 < ρ perlu = 0.1000.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8..106 2 0.8 MPa.0058 ρmaks = 0. maka di dapat : ρmin = 0. nilai ρmin = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.0120 < ρ mak = 0.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.206.0120 Dari tabel A.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .(95) = = 2. maka diambil ρ perlu = 0.dx 19.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.b.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .0363 Maka.

d2 4 1 . 1000 .5 = = 14. n = 78.14.5. b .428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . dx = 0. 15 = 1177. 3. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. 102 4 = = 78.5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . π .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 .0120 .

51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.0058 ρmaks = 0. 3.dx 33.0224 Dari tabel A.5 mm2 As tx = ρperlu . dx = 0.0058 < ρ perlu = 0. 1000 .0363 Maka.14.(95) = = 4. π .106 2 0. 102 4 0. nilai ρmin = 0.1000.302 MPa.8. 95 = 2128 mm2 . maka diambil ρ perlu = 0.0224 .5 MPa dan fy = 240 MPa.257.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : ρmin = 0.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ . b .0224 < ρ mak = = = 78. d2 4 1 .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.b.

52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.dy 8.b.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.5 MPa dan fy = 240 MPa.1000.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : .037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.8.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .5.0066 Dari tabel A. maka diambil ρ perlu = 0.414 MPa.756.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.. n = 78.(85) = = 1.106 2 0.

0058 ρmaks = 0. 3.0066 . 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.0066 < ρ mak = 0. 102 4 = = 78.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. b . dy = 0.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10.5.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .0363 Maka.53 ρmin = 0.14. 1000 . nilai ρmin = 0. π . n = 78.5 mm2 As Iy = ρperlu .5 = = 7. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) . d2 4 1 .0058 < ρ perlu = 0.

b..0215 < ρ mak = 0.819. 1000 .5 MPa dan fy = 240 MPa. nilai ρmin = 0. 85 = 1831 mm2 .maka di dapat ρmin = 0.17 MPa.0058 < ρ perlu = 0. 3.0363 Maka. dy = 0. maka diambil ρ perlu = 0.5 mm2 As ty = ρperlu .14.1000. 102 4 = 78.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .8.0058 ρmaks = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.0215 Dari tabel A. π .(85) = 4. b . d2 4 1 .46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.0215 .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .106 = 2 0.dy 25.

7 cm 163. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.5.5 = = 23. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.7 cm .2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10. n = 78.

5 cm 215. optrede) = 18 cm .5 cm 236.5 MPa = 240 MPa = 473.9 cm 197.Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.56 215.Tinggi pijakan (o.7 cm Gambar 5.2. antrede) = 30 cm .9 cm 197.Mutu baja (fy) .7 cm Gambar 4. Skema Tangga Type K 236.Lebar pijakan (a.1 Data teknis tangga .Jumlah anak tangga = Tl optrede . Denah Tangga 3.Mutu beton (fc) .0 cm .

Lebar bordes .2.Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .9 cm .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.7 cm a = 215.2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Berat sendiri keramik .0 18 = 25.Tebal keramik maks (hk) .57 = 473.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .96 0 .24 kN/m3 = 0.Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0. tg = 30.98 buah .21 kN/m3 .Berat sendiri beton .

4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30. berat sendiri keramik = 0. berat sendiri spesi = 0.7) 2 = 274 cm = 2.74 (0. L (0.58 Gambar 6.4 + ) 27 700 1 240 .24 kN/m3 q DL = 0.12 m .88 kN/m2 = hk . Pembebanan Tangga a. berat sendiri beton = 0.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. 0.Berat sendiri plat = ht . Beban mati (q DL) .886 kN/m2 .Berat keramik (1cm) = 0.01 m .Berat spesi (2 cm) = hs . 2.9) 2 + (163.96 0 9 = 11 cm + ( = 9. 24 kN/m3 . 0.21 kN/m3 .4 + ) 27 700 = = 7.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .02 m .0024 kN/m2 = 2. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.0042 kN/m2 = 2.

3 kN/m2 = 8.4 . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.264 kN/m2 b.886 kN/m2 + 1. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c.59 b. q LL = 1.6 .6 . Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Dx Arah y.2 .2 . Beban berfaktor (qu) qu = 1. q DL + 1. 2.

637)2 = . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .637)2 = + 0.001 .55 .001 .1.1.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = . 0.264 . qu ..264 .001 .637)2 = + 0.2179 kNm = .72 . 8.637)2 = ..1594400 Nmm Mty = . 0. (1.Cy. 0.001 . 0. qu . Lx2 = + 18 . 0.5944 kNm = .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . Lx2 = + 42 . 8. 0.Cx. (1.(1.001 .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). Lx2 = . 0.264 . qu .001 . qu . 8.001 .55 . 0.264 . (1.001 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= . 8. Lx2 = .72 = .

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.0363 (ok! As tx = ρperlu .1000. 1000 .14 . π .0058 = 0.0058 .2255 maka diambil ρ perlu = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(94 ) 1594400 2 = = 0.2255 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .2 113 = .0058 = ρ perlu = 0.8.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. 3.dx 2 0. D2 4 = 1 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. 94 = 545. b . dx = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.

dx 2 0.8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .1000.(94 ) 930100 2 = = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .1315 MPa dari tabel A.b. n = 113 mm2 .82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .62 = 4.

0058 < ρ mak = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .0363 (ok!) As lx = ρperlu . 3.10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. dx = 0. b .63 ρmin = 0.0058 .1315 . 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .0058 = ρ perlu = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.14 .0058 ρmaks = 0.0363 dari tabel A . 1000 . π . maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 = 1 .

64 As = ΔD12 .0058 . 82 = 475.(82 ) 1217900 = 2 = 0.1000.0058 < ρ mak = 0. dy = 0.0058 ρmaks = 0. n = 113 mm2 .2264 MPa dari tabel A. 1000 .2264 .0323 (ok!) As ty = ρperlu .0058 = ρ perlu = 0.dy 2 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. maka diambil ρ perlu = 0. b .8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.b.6 mm2 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0058 Maka nilai ρ min = 0.

6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . D2 4 = 1 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.65 ΔD12 = 1 . 3. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. (n) = Asty ΔD12 475. π .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .14 . n = 113 .6 113 = = 4.

π .14 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0058 < ρ mak = 0. 84 = 707. maka diambil ρ perlu = 0.20 dipakai 5 batang . b . (n) = Asly ΔD12 475.dy 2 0.074 MPa dari tabel A.0058 = ρ perlu = 0. dy = 0.8.b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.0058 .0058 Maka nilai ρ min = 0.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.0058 ρmaks = 0. 1000 . D2 4 = 1 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0203 (ok!) As ly = ρperlu . 3.074 .66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .6 mm2 ΔD12 = 1 .(82 ) 3986100 = 2 = 0.1000.6 113 = = 4.

7 cm = 163.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.2.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199. n = 113 .2 .67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) 3. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.

12 m .89 kN/m2 b.21 kN/m3 .02 m .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.1. menurut perhitungan diatas.8 + ⎟.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.0042 kN/m2 = 2.68 fy ⎞ ⎛ ⎟. 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.2 = 55. berat sendiri spesi = 0. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a. berat sendiri beton = 0.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Berat spesi (2 cm) = hs .8 + ⎟. Beban hidup (qLL) .24 kN/m3 = 0.0024 kN/m2 qDL = 2.Berat sendiri plat = ht . Beban mati pada bordes (qDL) . 0.Berat keramik (1cm) = 0. berat sendiri keramik = 0.01 m .β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44. 24 kN/m3 .72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.8 + ⎟.88 kN/m2 = hk .Lx ⎜ 0.

2.2. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. Dx Arah y.263 kN/m b. 3kN/m2 = 8. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .89 kN/m2 + 1.(1991). Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x. qLL = 1. qDL + 1.63 = .6. 2.6. Beban berfaktor (qu) qu = 1.54 Momen rancangan . didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.69 qLL = 3 kN/m2 c.

263 . 0.Cx.2548 kNm = .. 0. 8.001 .263 .263 . 0.Cy.001 .001 . 8.001 .207 MPa .. (1. 0. 0. 0.001 . Lx2 = + 22 . Lx2 = + 34 .1000. 0.1464000Nmm Mty = .b.677)2 = + 0.677)2 = + 00.001 .001 . 0.1.677)2 = . 8. qu . Lx2 = .7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ . qu . Lx2 = .263 .dx 2 0.5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = . (1.4640 kNm = .8. 8.63 .1.677)2 = .(94 ) 1464000 2 = = 0.54 .001 .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .70 Mlx = + Cx+ .(1. qu . (1. qu .

82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . dx = 0.207 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .465’ nilai K = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.71 dari tabel A.2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 ρmaks = 0. b . 94 = 545. 1000 .0203 (ok!) As tx = ρperlu .0058 < ρ mak = 0. π . maka diambil ρ perlu = 0. D2 4 = 1 . 3. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.2 133 = = 4.14 .0058 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 = ρ perlu = . (n) = Astx ΔD12 545.

0058 .8.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.0058 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.dx 2 0. 94 .(94 ) 791000 2 K = = = 0. dx = 0.b.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. b .0132 (ok!) As lx = ρperlu .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. n = 133 mm2 . 1000 .119 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.1000.1260 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .

π .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . n = 113 mm2 . (n) = Aslx ΔD12 545.14 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .2 113 = = 4.2 mm2 ΔD12 = 1 .73 = 545. 3. D2 4 1 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.

0058 .233 Mpa dari tabel A.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .0058 ρmaks = 0. b . dy = 0. 82 = 475.233 . (n) = Asly ΔD12 .0058 Maka nilai ρ min = 0.14 .b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.1000. maka diambil ρ perlu = 0.0058 = ρ perlu = 0. 3. 1000 .dy 2 0. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul. π .0363 (ok!) As ly = ρperlu .0058 < ρ mak = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. D2 4 = 1 .

6 133 = 4.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .75 = 475.8.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.095 MPa dari tabel A.b.(82 ) 511200 K = = 2 = 0. 5 = 133 .dy 2 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .1000.

D2 4 1 .6 133 = = 4.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 ρmaks = 0.14 . 3. 1000 . b .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 .76 ρmin = 0. π .095 . n . dy = 0.0058 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 < ρ mak = 0.0363 (ok!) As ty = ρperlu . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . (n) = Asty ΔD12 475. 82 = 475.

Beban mati pada bordes (qDL) . 2. berat sendiri beton = 0.Berat tangga = ht .2 . 0.4 kN/m .609 kN/m q DL = 43. lt .Berat bordes = hb .12 m .977 m . 17 kN/m2 = 33.12 m .77 =133 . berat sendiri beton = 0. lb .21 kN/m3 = 0. b . berat sendiri beton = 0.89 kN/m .049 kN/m . 1.Berat dinding = 1.5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.977 m . 24 kN/m3 = 2. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 24 kN/m3 = 7. Estimasi beban 1.5 .Berat sendiri balok = h .948 kN/m .6 mm2 (ok!) c.74 m . 0. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.

b.(464 ) 10136000 2 = = 0.29 MPa .2. 2. 54. I2 = .2.8.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ . 54.177 kN/m . qu .6. qu . Beban berfaktor (qu) qu = 1.1/24 . qDL + 1. 2.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.78 2.d 2 0.6. I2 = 1/11 .200.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .1192 = 22. 543.177 kN/m .136 kNm Momen lapangan = 1/11 . qLL = (1.10. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.1192 = . 3) kN/m = 54.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .948) kN/m + (1.1/24 .

0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. (16)2 4 = = 200. π .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.00442 Maka nilai ρ min = 0.79 dari tabel A.00442 < ρ mak = 0. (n) = Astx ΔD16 410.0251 (ok!) As tx = ρperlu . maka diambil ρ perlu = 0.14 . d = 0.00442 = ρ perlu = 0.00442 .176 mm2 ΔD16 = 1 . 200 . D2 4 1 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.96 mm2 Jumlah tul.29 . 3.176 200.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 . 464 = 410.96 = = 2.00442 ρmaks = 0. b .

5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0. d = 0.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .200.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.0251 (ok!) As lx = ρperlu .176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.64 MPa dari tabel A.00442 .8. 200 .00442 < ρ mak = 0.b. 464 = 410.176 mm2 . b .64 .96 mm2 .00442 ρmaks = 0. maka diambil ρ perlu = 0.d 2 0.00442 = ρ perlu = 0. 5 = 1004. n = 200.00442 Maka nilai ρ min = 0.(464 ) 22114000 2 = = 0.8 mm2 > 410.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .

176 mm2 (ok!) 3. n = 200.176 200.2) .96 mm2 Jumlah tul. (n) = Astx As1 410. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2. π . D2 4 = 1 .81 ΔD16 = 1 .14 . (16)2 4 = 200.96 mm2 . 3.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.8 mm2 > 410. 5 = 1004.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.

6 . 24) + (3 .20 .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 2400 = 17740.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . (0.6 .0. 0.82 Data teknis Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.12 . 20)} . 0.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) Perhitungan struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.4 – 0.0. 3. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . Beban Lantai 5 1. 24) + (2. 0. 9. 9.(0.3.85 .7 .2. 20 .12) .(0.2 . 0.2 .7 . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 . Beban Mati Berat plat = 24 .12) . (11+7) = 204249. 250 = 24 . 20). 20)} .12) .77 m gempa menggunakan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 2400 Dinding Plafond = {(2. 0. 2400 = (4 .12 m = 50 kg/m2 = 28.85 . 0.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 24).

3 = 98081.73 . 4. 2400 = (4 .(0.73 .6 .3 . 20 . 20)} .4 kg b. 24 .4 kg + 12000 kg = 814530. 0.2. 0.12 .8 .4 – 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20 .3 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. Beban Mati Berat plat = 24 . 250 = 24 . 3 = 24 . 24) + (3 .12) . 20 .5 WLL = 0.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .0.(0. 24. 0.(0. 0.8 . (11+7) = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530.83 Spasi Keramik = 24 . 4.0. 21. 24). 2400 = 17740. 20 .4 kg 2.12) . 20 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. 20). 21. 24) + (2.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 0.20 . Beban Lantai 4 1.12) . 0.5 . 20)} .6 .

3 . 20 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 21. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.12) . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 0.08 kg + 120000 kg = 637962. 24) + (3 . 20)} .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.20 .8 kg Kolom (70x70) = 24 .12) . 24).12 .(0.5 WLL = 0. 0. 2 = 23040 kg WDL = 517962. 2400 =17740. 0. 250 = 24 .73 .2. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 20)} . 3 =133499. 2 . 24. Beban Mati Berat plat = 24 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. (0.08 kg c.84 Keramik = 24 . Beban Lantai 3 1. 9. (11+7) = 24 . 20). 20 .2 .7 . 20 .5 .0.8 .7 . 0.7 .08 kg 2.12) .85 . 24. 24 . 4. 24) + (2.4 – 0. 0. 0. 20 .(0.0. 2400 = (4 . 20 .

20)} .3 .8 .12) .85 .3 . Beban Lantai 2 dan 1 1.12) . 250 = 24 .(0. (0. 20)} . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0.32 kg d.32 kg + 120000 kg = 673380.0.5 WLL = 0. 24 . 24). 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.(0. 20 . 0. 0. 9. 24) + (3 . 3 =174366. Beban Mati Berat plat = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 2400 = (4 .12 .12) . 20 .85 2. 0.8 .8 .20 . 21.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 20). 24. 20 .4 – 0. 0. 9.85 . 24) + (2. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.2. 20 .52 kg 2. 2400 =17740.5 .8 kg Kolom (80x80) = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 0. 2 . (11+7) = 24 .8 .

7 detik 3.52 kg +120000 kg = 714247.5 .32 + 714247. 24.05 3.06 (28.20 .84 kg 3.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.08 + 673380.86 Koefisien reduksi = 0.77 m = 0.4 + 637962.52 + 714247.52 = 3554367. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28. Untuk Tx = Ty =0.5 WLL = 0.2 = WDL + WLL = 594247. .3.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530. 500 = 120000 kg W1.3.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.77)3/4 = 0.3.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.

6.K .hi Vx ∑ wi. Arah y H 28.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh. 1. 1.hi Vy ∑ wi.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.5 .hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.77 = 1. Arah x (lihat tabel) H 28.3. 3554. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1. I .38 ton = 799.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .77 = 1.hi wi. 3.0 .198 < 3 = 24 A Fix = b.5 dan K=1.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.Wt = 0.74 ton 3.05 .

77 9.55 32.71 12.25 714.46 19.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.42 6756.y 81.29 26.5 Mpa .69 673. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.19 9.38 714.x 65.6 Fix.81 3378.73 Wi (ton) 814.92 14.88 1/3 Fi.47 132.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.53 637.09 9044.46 4.83 49. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.25 Wi .35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3. hi (ton/m) 23434.03 12065.4 Perencanaan Balok 3.y (ton) 327.88 Tabel 6.75 176.4. utama Diameter tul.40 57323.77 18.29 98.07 24.94 44.12 33.

0040 [ 0.b. 250 .105 MPa ρ min = 0.0134 [ 0. b.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial . d = 0.θ 356008900 0.5 = 2205.250.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.022 As = ρ .658.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.0040 ρ perlu = 0.3 N Vu = 184107.8.0134 .5 2 = = 4.0134 ρ maks = 0.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 . 658.

658. 29106000 = 3451547.806 mm2 Ast = As + A = 2205. (700-40) = 29106000 mm2 υ .98 N . fy 19279.350 = = 91.90 A= P θ . fc .01 Nmm Vc = 1/6 . 22.01 Nmm Tu ≤ υ .19) 2 = 76. b .65.Sx2y = 0. 22.3 0.1/24 .806 = 2297.5 . fc . 250 .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.975 + 91.1/24 .6 .4 N Sx2y = (250-40)2 .78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.5 . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547. fc . 1/24 . d = 1/6 .5 = 156176.

5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .5 . 250 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 / 4 = 1634. d .S fy. 22. fc = 2/3 .63 mm .150 350.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .4. b .98 0.68 N ≤ 520827.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.658.5 = 520827. 658.13 N Vs ≤ 2/3 .2 Balok lantai 2.6 = 150668.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.5 = = 98.4.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.4 − 156176.d 150668.68. d . fc 150688. b .3.

utama Diameter tul.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.b.0040 [ 0.0191 ρ maks = 0.8.0040 ρ perlu = 0.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.022 As = ρ .4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735. b .735. d .5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .0191 [ 0.θ = 849107800 0. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.300.5 MPa ρ min = 0.5 2 = 6.

415 + 1225. 22.14 N . (800-80) = 34848000 mm2 υ . 34848000 = 4132464.86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . 1/24 . 735.45 = 5439.5 = 4214.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .6 . 22.5 = 174439.4 0. 300 .45 mm2 = Ast = As + A = 4214.350 = 1225. b . fy 278790.5 . d = 1/6 .1/24 .5 . Sx2y = 0. 1/24 . fc . 300 . 735.0191 .45 Nmm Vc = 1/6 .45 Nmm Tu ≤ υ .65. fc . fc .93 = 0. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.

86.150 350.5 .5 = = 269. fc = 2/3 .875 mm . 300735.86 N ≤ 697756.6 = 4633355.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735. d . b .94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.56 N Vs ≤ 2/3 .S fy.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .5 = 697756. b . 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .d 463355.5 / 4 = 183.735. fc 463355. d .14 0.

3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.95 3.5 mm Penulangan pada momen .5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.4.3 N Vu = 128928. utama Diameter tul.

b.0171 ρ maks = 0. b.θ 328143700 0.0171 . fy 690887. d = 0.5 2 = = 5.65.0171 [ 0.022 As = ρ .638.3 0.0040 [ 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .67 + 3036.8.86 = 5220.200. 200 .0040 ρ perlu = 0.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . 638.86 mm2 Ast = As + A = 2183.350 = = 3036.5 = 2183.03 MPa ρ min = 0.96 K= Mu d 2 .022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.

5 .56 Nmm Ct = b.5. 22. 1/24 .56 Nmm Tu ≤ υ . d .d ∑ x2 y 200.5 22.14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .638.9 = 49512. Sx2y = 0. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.Ct.5. 6547700 2 ) 128928.36 0.5 .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. fc = 2/3 .9 − 49512. fc . (700-80) = 8928000 mm2 υ .0.5 1 + (2. 1/24 .6 = 165369.014.5 8928000 = = 0. 638. 8928000 = 1058730. 200 . fc .6 . 22.200. 1/24 .97 Vu = 128928.5 .9 N Sx2y = (200-80)2 . Tu 2 ) Vu = 1 / 6. b .014 Vc = 1 / 6.d fc 1 + (2.638.b.

62 mm .3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .14 N ≤ 403822.98 = 403822.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638. b . fc 165369.5 / 4 = 159.638.150 350.5 = = 110.14.5.3 N = 328431. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.85 N Vs ≤ 2/3 .1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.5 Perencanaan Kolom 3.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.S fy.d 165369. d .

5 600 + 350 = = 458.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.21 = 389.85. b .48 . 0.5 mm e = Mu P 1125725 2621461. 5959044 = 3893378. fc = 389.65 . Cb = 0.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 . 458.6 N .85 .3 = = 429.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 22. Pnb = 0. 0.21 mm ab = β .d 600 + fy 600 725.65 .85 .99 • d = 800-50-12-25/2 = 725. 800 .

21 − 50 0. 777.003 d 458.003 50 = = 0.03 N = As’ Tsb fy 271967.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.d ) + Csb ( .d ) 2 2 2 2 800 800 389.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .25) 3 .0244 ≥ vy = 0.100 P ≤ Prb 2621461.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.30 350 = = 777.000167 = cb − d ' 0.05 = 7154.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.3 N ≤ 3893378.

b .4 Nmm Vc = 1/6 .5 . 1/24 .b . 1/24 . fc = 1/6 . 725. 800 .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . fc .4 Nmm Tu ≤ υ .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431.48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. (800-100) =343000000 mm2 υ .3 − 458846. d . 343000000 = 40674796.02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . b . 22.6 .5 . Sx2y = 0. 22.5 = 458846.95 N Vs ≤ 2/3 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. fc .6 = 88539.5 = 1835385.5 . d .48 0. 725. fc . 800 . 1/24 . 22. fc = 2/3 . d .

02 N ≤ 1835385.5 = 53. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.725.5.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.150 350.s fy.375 mm .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.02.5 / 4 = 181.d = 88539.102 88539.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.

103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .25 / 2 = 725.85 . Cb = 0.78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 . 458.12 .5 600 + 350 = = 458. 22. b . 0.0.21 mm ab = β .5 mm e = Mu P 629904200 2053252.48 .d 600 + fy 600 725.5 = 5959044 N .85 .21 = 389. fc = 389.50 . 800 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85 .2 = = 306.

21 − 50 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.Tsb = 5959044 N Prb = 0.8 N = As’ Tsb fy .d ) + Csb ( .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498. 5959044 = 3893378.2 N ≤ 3893378.65 .000167 = cb − d ' 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .003 d 458. Pnb = 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.0244 ≥ vy = 0 .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .003 50 = = 0.65 .6 N P ≤ Prb 2053252.

22.8 350 = 241.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . 241. 800 .5 .5 = 1/6 .6 .105 = 847498. 343000000 = 40674796. 725. 1/24 . b . Sx2 = 0. fc . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.48 N .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. = 458846. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .43 = 4842.43 mm2 As = 2 As’ = 2 .4 Nmm Vc = 1/6 . fc . 1/24 .5 .4 Nmm Tu ≤ υ . d . fc 22. 1/24 .

5 = 1835385. b .65 mm2 Dipakai D12 .s fy.48 0. 800 . 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.150 .5 / 4 = 181. b .d = 33264. fc = 2/3 .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.5 = 19.6 = 33264.5 .150 350.81.725. d . fc 33264.95 N Vs ≤ 2/3 . d .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.375 mm .81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .81 N ≤ 1835385. 725.

4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.5 600 + 350 = = 395.107 3.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.05 mm .d 600 + fy 600 625.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.5.2 N = 227849.2 = = 382.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .

05 − 50 0.65 .2 N ≤ 2922043.65 .85 . Cb = 0.003 50 = = 0.108 ab = β . 700 .83 control keluluhan baja vy vs = 0.Tsb = 4495452.79 . Pnb = 0. 395. 4495452. b .5 = 4495452.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .000167 .83 N P ≤ Prb 1438837.039 N Prb = 0. 0.003 d 395.05 = 355. 22. fc = 355.039 = 2922043.021 ≥ vy = 0.85 . 0.000167 = cb − d ' 0.85 .

fc .4 Nmm = ( 700 –100 )2 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 1192.5 mm.5 .039 ( = 818644293. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .66 mm2 As = 2 As’ = 2 .25) 2 = 262. 1/24 .05 Nmm . 216000000 = 25614449.98 N = Tsb fy 417432.6 .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.98 350 = = 1192. Sx2y = 0.d ) + Csb ( .d ) 2 2 2 2 700 335. 1/24 . 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.66 = 2385.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .

fc = 2/3 .s fy. 625.4 − 346150. = 346150. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.5 32998.6 = 32998. b .5 / 4 = 156.375 mm. fc 22. 700 .18. b . 1/24 . d .82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. = 1184603. b .110 Tu ≤ υ .625.5 .5 = 1/6 .5 . fc .82 0. d .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . d .27 N Vs ≤ 2/3 .5 = .150 350. fc 22.18 N ≤ 1184603. 625.d 323988. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 700 .05 Nmm Vc = 1/6 .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625.

609 mm2 Dipakai D 12-150 3.12 .9 N = 333098.5 mm e = Mu P .111 = 22.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .25 / 2 = 525.4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.50 .5.

Tsb = 3237218.28 = 2104191.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Cb = 0. 0. 22.d 600 + fy 600 525.85 .88 N P ≤ Prb 1118951. 600 .11 . b .5 = 3237218. 331. 0.28 N Prb = 0.65 . fc = 282.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .88 N control keluluhan baja .89 = 282.5 600 + 350 = = 331.89 mm ab = β . Pnb = 0.9 = 658.65 .85 . 3237218.9 N ≤ 2104191.112 = 736391000 1118951.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .85 .

00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.003 d 282.11 − 50 0.86 = 2537.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.5 mm.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.25) 2 = 212.28 ( = 514539659.0139 ≥ 0.68 350 = = 126. 126.003 50 = = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.d ) + Csb ( .113 vy vs = 0. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .68 N = Tsb fy 444102.d ) 2 2 2 2 600 282.000167 = cb − d ' 0.

22.45 N ≥ 0 .d ∑ x2 y 600.05 0. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .044 16062300 2 ) .5 1 + (2.525.5. 333098. 1256000000 =14823176.7 − 238761.600.5.5 . fc .114 Vu = 333098. fc .0025 Vc = 1 / 6.53 Nmm Ct = b.0.5 125000000 = = 0. 1/24 . Sx2y = 0. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .525.5 22.d fc 1 + (2.53 Nmm Tu ≤ υ .6 = 316403.54 1.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. 1/24 .b. 1/24 . Vu = 1 / 6.Ct Tu 2 ) .6 .7 = = 238761.0025 249266.

5 / 4 = 131.525. 525.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm . d .14 N Vs ≤ 2/3 .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. fc 316403.6 N = 78669000 Nmm .13 mm. fc = 2/3 .115 Perlu tulangan geser 2/3 . d . b . b .45 N ≤ 997066. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d 316403. 3. 22.45.s fy. 600 .5.5 = 997066.5 = = 258.5 .5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.150 350.1 N = 242316.

b . 600 .5 mm e = Mu P 703405000 801470.85 . 331.11 .89 = 282.85 .64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 . 0.89 mm ab = β . Cb = 0. fc = 282.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 22.5 600 + 350 = = 331.85 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.5 .1 = = 877. 0.d 600 + fy 600 525.

000167 = cb − d ' 0.d ) 2 2 2 2 600 282.88 N P ≤ Prb 801470.1 N ≤ 2104191.0139 ≥ 0.11 − 50 0.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659. Pnb = 0.65 .Tsb = 3237218.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.117 = 3237218.003 50 = = 0.28 ( = 514539659. 3237218.28 N Prb = 0.65 .003 d 282.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.d ) + Csb ( .68 N = Tsb fy .28 = 2104191.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .

fc .5 mm.68 350 = 1079.0025 . Sx2y = 0 . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . 1/24 . 1256000000 =14823176.5 125000000 = = 0. 1079.25) 2 = 212.d ∑ x2 y 600.53 Nmm Ct = b.23 = 2158.118 = 377730. 22.6 Nmm = ( 600 –100 )2 .53 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . fc . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316. As’ = 2 .23mm2 Ast = 2 .6 . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.525. 1/24 .5 .46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.

600 . d .b.26 78699000 2 ) .600.0025 249265.93 0.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316. b . b . d .5 22.6 = 293566. 242316. dipakai 150 mm Penulangan geser .14 N Vs ≤ 2/3 .Ct Tu 2 ) . 22.13 mm.2 − 110294. fc 293566.d fc 1 + (2. Vu = 1 / 6.07 N ≤ 997066. fc = 2/3 .5 / 4 = 131.0.5.5.54 2.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. 525.119 Vc = 1 / 6.5 1 + (2.5 = 997066.5 .07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .525.6 = = 110294.

150 350. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.s fy.42 mm2 Dipakai D12-150 3.d = 293566.525.6 Perhitungan Pondasi 3.5 = 239. serta .07.120 Av = Vs. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.6.

Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.6.6.45 m 3. Untuk itu. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom .1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir. Selanjutnya. 3. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.

452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.6704 kN = 1397.61 7341.413 m : 1.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.5 1.25 m :3 :3 : 0.158 m2 : 1.5 1 4 5 6 8 1230.41 1393.92 6917.670 524.595 3190.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.45 0.36 0.5 0.169 2202.25 m x 4.14 x 0.731 / 3190.15 11042.39 0.87 17008.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.25 m x 1.108 1397.499 + 190.829 1400.85 4412.25 x 4.82 6652.41 2864.95 0.25 x 3.731 1.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.99 3728.51 4648.28 3563.25 x 1.624 KN = 541.169 kN .48 0.25 x 24 = 915.875 KN q = 1457.94 1.670 = 4648.96 5114.81 1354.670 = Mu / P =1397.

123 = 0.45 1.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.413 140. = 0.n = Arc tg d/s = Arc .29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.1.n = 1- 0.684 .328. 8 = 347. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200. 32.B qc.29 0.5 α = 1- θ 90 .43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .3 90 = 1. tg .158 + 10 5 = 32.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α . A + SF 2 SF1 Tf .B qc. Q.( 3.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf . n = 1.0.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .

Detail Pondasi .1. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.124 q1 = p Mu.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.5 1397.744 = 6917.95 kN Beban yang terjadi 4648.x Mu.7308.169 kN < 6917.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.1.5 + + 8 9 9 = 864.6704 1397.7308.

Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 42 tahun 2002. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. Pengganti kepres R.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 80 Tahun 2003. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. 4. PenggantiKepres No. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.I No.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. 2. 14571.1. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . 3.I No. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000.17 tahun 2000. dan Kepres R. 18 tahun 2000.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. dan Kepres R.

Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah.02.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. 8. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. IK. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. Peraturan. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. No. 2 tahun 1999 dan No. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. 7.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. 9. 02.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Pasal I. Ik. Renovasi. Peraturan Mendagri No.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. . 5. 6. Pasal I.

4. 2.131 2. CV. Pasal I. ARSI GRANADA.04 Semarang. Jalan Pahlawan No. 6. 3.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. 3. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. . Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 5. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.04 PERENCANA / ARSITEK 1. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan.

05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 3. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. 5. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 7.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. 6. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. 4. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. 2.132 Pasal I. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. .

133 Pasal I. 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. Hari Tanggal : : . Pasal I. 3. 2. 4. 2.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. 3. 3. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2.

16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan. 4. Jam :…………………. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh..2005. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :………………………. pada :……………………. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.WIB.-. .134 3.WIB.. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No.2005.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. 3. 2.. 4.6. 08 PELELANGAN 1. Jam :…………….000. Pasal I.

ukuran sesuai contoh.135 2. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . 3. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). 2. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Pasal I. 5. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. 4. Pasal I.

Foto copy akte pendirian berbadan hukum. Harga Upah dan Bahan . surat Pernyataan. Harga satuan c. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. Surat Penawaran Lampiran : a. 6000.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut.. b. 6000.136 2. 2. 3. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan.. Penawaran berisi : 1. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. 4. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Analisa d. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. 5. daftar RAB. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. RAB b. Surat penawaran. 6.

Dokumen Teknis a. Daftar Personil c.(dua ratus juta rupiah). Metode pelaksanaan 4. Pakta Integritas 7. Dokumen Adminnistrasi a. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. 200.000. Data pengalaman perusahaan e. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. 1. .000. 3. Pasal I. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Tatakala / Time Schedule b. Data peralatan d.137 e..12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 9.6000. 13 CALON PEMENANG 1. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 6. 7. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. 10. Surat penawaran.. 4.138 2. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. 3. 8. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. 5. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar.

b. c. 2. 3. administrasi dan harga. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. . Pasal I. Aspek teknis. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan.139 a. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. 4. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 2. 2. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. 4. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. 3. 5. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang.140 Pasal I. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). . jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. Pengguna Anggaran b. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang.

Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan.141 3. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. . Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. 6. Pasal I. 4. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. 2. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. 3.

18 PELAKSANA PEMBORONG 1. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). 2. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 3. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 2. . RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini.142 Pasal I. 4. Bilamana akan dimulai di lapangan. Pasal I.

Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. . Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Pasal I. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Kesemuanya atas biaya perencana. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 3. 2. 5. 4. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. Lapangan/lahan yang tersedia. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian.143 3. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. 4. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan.

Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. 2. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. gudang dan lain-lain. 3. Pasal I. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. .. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. Di dalam pelaksanaan.144 6. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. 5. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. 4.

4.145 Pasal I. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 3. 5. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 2. 2. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Pasal I. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 3. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Bilamana terjadi kecelakaan. .

perang dan lain-lain. 6. pemberontakan. kejadian .146 4. hujan lebat. gempa bumi. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. 3. Pasal I. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 2. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. 5. angin topan. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan.

sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Pasal I. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. 01. ternasuk tenaga dari team Teknis. Pasal I. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. Apabila terjadi force majeure.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Pasal I. Jamsostek. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. . 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. 4. bukan menjadi tanggungan Pemborong. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1.

Bila terdapat perbedaan : a. 3. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. c. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. e. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini.148 2. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. 4. 6. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. b. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Antara gambar dan ketentuan RKS. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . d. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. 5. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor.

9. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. mengopy dengan cara apapun.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. 10. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. 7. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. 8. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. . Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan.

maka perubahannya tidak nomor 5. 7. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 6. 9. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 4b dan seterusnya. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. tetapi nomor 4a. 4. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. 3. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. . 28 LAIN-LAIN 1.150 Pasal I. 5. 8. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. BQ tidak mengikat. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi.

sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. 01 JAMINAN LELANG 1. 2. 2. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Pasal II.. 24 Februari 1988. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan.000.(dua ratus juta rupiuah). Sebesar Rp. . Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.000. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan.200.151 4. yang mendapatkan pekerjaan. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. 3. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan.

. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. Pasal II. 2. Pasal II. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut.152 3.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. 3.

Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong.153 2. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Suart undangan b. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. Pasal II.atas biaya pemborong. Pasal II. 2. 2. 6000. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. 3. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Bestek dan RKS . Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1.. 05 PEMBAYARAN 1.

6000. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Berita Acara Evaluasi f. SPK (Gunning) g.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT.000. q. n. Surat Penawaran h. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Time Schedule m.154 c. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Berita Acara Aanwijzing d. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. Daftar RAB i. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering.- .6. Surat kesanggupan bermeterai Rp. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku.

w. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. y. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. 2. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini.155 r. . dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. pekerjaan harus sudah dimulai. Foto copy jaminan pelaksanaan. x. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. u.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. v. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. z. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu.156 3. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Pasal II. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. b. hari besar dan hari raya. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. 2. 3. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. 4. Apabila akan memulai pekerjaan. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. c. . Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%.

.157 4. 5.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. 2. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama.- Pasal II. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 6000.

c. b. gangguan keamanan. 2. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. 3. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Adanya force majeure (bencana alam. . b. pemogokan. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. d. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. Data yang lengkap. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan.158 Pasal II.

Pasal II. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I).159 e. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. . Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. 2. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. f. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. 3.

160 Pasal II. pada penyerahan . pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. 2. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. 2. 3. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Sebelum pekerjaan dimulai. Pasal II. (pembidikan dari titik tetap).13 DOKUMENTASI 1. 4. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan.

Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. As built drawing 10.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam.161 pertama. Pasal II. 2. 4. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. sebanyak 8 exemplar 9. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. 3. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar.

CONTOH SURAT PENAWARAN 1.162 Pasal II.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. 3. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . 2. Pasal II. 2. CONTOH SURAT PENAWARAN : . Pada pengabutan pekerjaan tersebut. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata.

Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. 3. pada tanggal …….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. ..tahun…. Jl. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing.. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….tanggal…… bulan…. 2. : ……………….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. Dengan ini menyatakan : 1. : ………………. …………………. dengan mengambil tempat di……. di Berkedudukan : ……………….

Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. 7. 2004 Materai Rp. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. 5.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Sanggup dan bersedia melaksanakan. . 6000.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. CV/ PT. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Hormat Kami. Denagn harga borongan d. Lokasi c.01. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak.164 4. Pekerjaan b.

165 PENJELASAN UMUM 1. pengerahan tenaga kerja. Instalasi dan Panel b. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Tarikan Feder Genset c. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Instalasi Telepon d. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. pengolahan pengangkutan semua bahan. Sarana dan Fasilitas . Instalasi non Standart a. Sound system Gedung f. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. 2. Instalasi Komputer e. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan.

166 a. 4. Saluran g. Pavingisasi f. 2. Penyambungan air bersih. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Pembenahan Space Frame Lt. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. 5.5 d. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. serta stop kontak daya pada semua ruang. Landscaping h. Pembuatan rumah pompa 3. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. Pekerjaan prasarana 1. Penataan sekat ruangan b. Pasal III. Perapian Delatsi c.02 TEMPAT KEGIATAN . Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. 3.

sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. 5. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain.04 Semarang. 4.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). Sebagai ukuran dasar + 0. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Los Kerja dan Gudang. 3. .01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. 2. 4. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).

c. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Penggalian dan penimbunan. d. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. (untuk penimbunan dengan tanah urug). Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Pengeringan dan pengontrolan drainase.168 6. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya.02 PEKERJAAN TANAH 1. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. e. sesuai dengan gambar rencana. sloof. Pemadatan. . f. Pasal IV. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. b.

3. 5. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. dan dibersihkan dari lapangan. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. . Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Menyediakan material-material yang baik. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. 4. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 2. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Penggalian dan Pembersihan 1.169 g. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. b. 2. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu.

Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. c. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. 2. . Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. rumput-rumput. 3. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. 7. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Seluruh pohon-pohon. keluar lapangan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. semak-semak.170 6. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

178 d. . Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Kwalitas Beton a. e. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. 4. b. c. dilakukan lapis demi lapis. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. 3. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm.

Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. seperti ASTM. ACI. Mempunyai penampang yang sama rata. mengelupas. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. . 2. luka. karat dan tidak cacat (retak-retak. b. 3. 5. dsb). Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. lapisan lemak. dan peraturan lainnya yang relavan.179 d. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : Pada SKSNI T-15-1991-03. Besi Beton (steel reinforcement) 1. minyak. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. Bebas dari kotoran-kotoran. Disesuaikan dengan gambar-gambar.

c. 6.180 4. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. 7. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. 8. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. 5.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Beton 1. Umum Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22.

alamat maupun kemampuan alat. Pengecoran Beton Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. Penggunaan alat. baik nama perusahaan. Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks.alatnya. . sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d).15-1991-03. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. 2. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan.

Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. Curing Dan Pendirian Atas Beton Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. pengeringan oleh angin.182 Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. melalui acuan dan lain-lain harus . hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. 3. Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan.

Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. Selesai pekerjaan sloof. Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas .stek dinding dan stek kolom praktis Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. dengan petunjuk.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. 6. . 8. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. 7. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.183 Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.

memenuhi S. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. . Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. 3. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan.184 Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. Pasal IV. Semen 1. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Bahan – Bahan yang digunakan a. Lingkup Pekerjaan a.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. 2. b. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM.05.

Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. b.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan.185 2. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. dipasaran tidak .kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). 2. terdiri atas: 1. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. 5.5 cm . diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. 3. Dimensi maksimal 2. 4. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. Pasir beton (aggregate halus). Batas. Khusus untuk pekerjaan beton.

maka disamping adanya certificate . Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. d. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no.2 untuk beton biasa. c. 4. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Penyimpanan semen : . pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Besi Beton berat (cukup ruwet) Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara.186 Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b.

3. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. 2. minyak atau zat asing lainya. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. 4. c. Penyimpanan besi beton 1. Bekisting yang Digunakan . berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. terlindung pengaruh cuaca. 5. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras.187 1. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. d.

g.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). e. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. f. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. b. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. c. d. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. h.188 a. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. Pada bagian terendah . Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. balok atau kolom beton yang bersangkutan. .

Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. Bila akibat pembongkaran cetakan. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. kwalitas beton dengan fc = 22. 7. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan.5 MPa. Kualitas Beton a. c.5 MPa. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. . Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. b. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. 6.189 i. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.

g.5 cm . . Setelah atasnya diratakan. 3.5 cm.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. 2. 4. e. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. dan diukur penurunannya (slumpnya).maximal 12. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru).190 d. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton).5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. minimum 7. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. 5. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. f. Setiap lapis ditusuk. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan.

sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. k.191 h. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Penggantian Besi . 9. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. 8.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. Jika dianggap perlu. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. i.komponen beton. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. l. j. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28.

Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. c. 2. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. . b. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. 3. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar.192 a. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan.

5 mm - 10. Perawatan Beton a.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0.193 2. 3. d. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. .4 mm + 0. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. Toleransi Besi Diameter. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan.

talang seng. plat beton atap. 06. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. plat beto kanopi. talang beton. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor.194 c. Tanggung Jawab Pemborong a. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. c. . leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. Pasal IV. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. b. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis.gambar kontruksi yang diberikan.

Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan.kotoran. e. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. f. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. 3. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . Water proofing system coating 3x b. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. plat beton atap.195 2. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. d. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. c. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lantai janitor. b. Syarat Pelaksanan a.

Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. 4. 6. 5. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. b. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. .196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.

3. c. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. . Allowable tensil stress 2. Bahan. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik.Bahan a. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.90 t/cm2.197 Pasal IV . Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya.07. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969.25 t/cm2 tidak berkarat. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur.

Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. 4. b.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. tidak dicat. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. 6. Pekarjaan Las a. 5. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. harus dibuat satu. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. c. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan.

7. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. 8. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti .199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Setelah didirikan.

pekerjaan kerangka baja untuk gording. bubungan nok. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. 08. . Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. listplang. atap. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. b. Lingkup Pekerjaan 1. papan nok menggunakan kayu jati masing. LISTPLANG DAN TALANG 1. sedang reng ¾. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. pekerjan listrik dan penangkal petir. pekerjaan listplang beton. Penutup Atap a. Bahan kerangka kayu : gording. pekerjaan talang. b.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. 2. 2. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Menyediakan bahan. Bahan-bahan 1. Pasal IV.

Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. . Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Bahan penutup Listplang 1. b. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat.201 2.catan. Pemasangan Listplang 1. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . c. 2. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. 2. Penutup Listplang Dengan Kayu a.

alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Pekerjaan Talang a. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. 3. 4. b. . Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. saringansaringan saluran cucuran kebawah. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Bahan–bahan 1. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. Lingkup pekerjaan 1. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. 2. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar.202 3. 3.

b.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. a. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. Pasal IV. PEKERJAAN PASANGAN 1. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. 2. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. Jenis Adukan Yang Digunakan a. c. Pasangan batu kali untuk pondasi. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. Jenis Pasangan dan Penggunaanya.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. . 09. harus betulbetul kedap air.

b. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. serta digunakan dalam pemasangan keramik. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. b. permukaan halus tidak berlubang–lubang. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. c.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. . Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. kuat tidak mudah pecah. 3. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. dan bata merah. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. 4.

6. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. sudut–sudutnya tidak tumpul. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Mempunyai sifat kondisi rendah. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Bahan campuran (air. 3. 4. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Bahan Untuk Adukan. Ukuran seragam dengan standard nominal. 2. Batu bata harus baru. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. c. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran.205 b. Plesteran dan Acian. . 5.

kerikil. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. bata merah. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . split ). Pemasang batu kali untuk pondasi 1. 6. Syarat Pemasangan a. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan.206 5. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. 2. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk.

Kolom Beton/Tulangan Praktis. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. e. d. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. f. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. . Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. tidak melengkung/ bergelombang. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan.207 menggunakan potongan. c. datar. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. b. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. rata. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah.

Pekerjaan alat perabot . Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. tekstur. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. warna. khususnya untuk seleksi kwalitas. b. d.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Lingkup Pekerjaan a.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. c. Pasal IV. Pekerjaan lantai keramik 2.

c. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. tidak bagian yang gompal.40/40 dengan ketebalan 7 mm. d. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. b. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. ruang dapur. . Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. Pekerjaan Lantai Keramik a. retak atau pecah. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2.

tanah telah dipadatkan. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. retak dan hasil gelombang. i. f. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). tidak membentuk garis lurus. minimal setebal 10 cm. . hingga betul–betul bersih. g.210 e. j. h. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. k. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. telah dahulu dipasang pasir uruk. Apabila hasil pemasang tidak rapi. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5.

b. 3. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Persyaratan Pelaksanaan 1. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. Bahan yang digunakan . 2. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas.211 l. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. Lantai Rabat Beton a. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. c. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving.

IV. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. b. . Pasal . khususnya untuk menentukan warna. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Alam Daya Sakti/setara. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. PEKERJAAN DINDING 1.212 1. Lingkup Pekerjaan a. Pasir pasangan muntilan. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. 2. c. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. d.II. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan.

4. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Pekerjaan Dinding Keramik a. warna.19.213 2. b. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. peraturan keramik Indonesia NI. tektur dan bahan tidak boleh rusak. harus baru. 2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. maupun cacat . PVBB1970 dan PUBI 1982. Syarat–syarat pelaksanaan . 3. Persyaratan Bahan 1.

Sebelum keramik dipasang. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 3. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. warna.5 cm atau bahan perekat khusus. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. keramik langsung dapat diletakkan. 2. garis–garis siar harus benar–benar lurus. adukan baik menggunakan supersemen. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. 5. 7. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. gumpal atau cacat lainya. . Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. sesuai petunjuk pabrik pembuat. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada.214 1. 6. 4.

9. 10. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan langit-langit meliputi: .215 8. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. IV.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. b. Pasal. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus.

Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. d. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Sebelum pelaksanaan. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. rangka plapon digunakan BMS/setara. f. gridnya harus lurus dan datar. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. c.216 Pekerjaan langit – langit askutik Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. e. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. b. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. 2. . Pekerjaan Langit – langit Akustik a. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik.

Bahan-bahan Janitor : TOTO type SK 22a . Plafond khusus dipasang dengn type. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. Plapon akustik dengan ornament khusus a. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. sesuai gambar. b.217 g. 3. Lingkup Pekerjaan a. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. harus sesuai dengan gambar.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. IV. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. Pasl. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. b.

3. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai.218 Floor ddrain Wastapel Kran Cermin Kloset jongkok Urinior Doset duduk c. . 4. Pada saat pemasangan. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. 2.

penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. 2. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. . bentuk ukuran.219 d. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian.

terbuat dari : . ukuran sesuai dengan rencana gambar. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. dikancing dengan pasir uruk Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar.

dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.15 -199103 Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.sop) dengan bentuk sesuai gambar.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.221 Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. .

c. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. IV. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. . PEKERJAAN PENGECATAN 1.222 Pasal. b. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a.14. d. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Pemborong utama bertanggung jawab. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan.

d. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a.223 e. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. berdasarkan alkyd resins. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. . Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. 2. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. kolom. c. b.

owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. 3. 5. pemborong harus secepatnya. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana.224 2. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 4. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. Persiapan umum : a. Sebelum bagian-bagian yang retak. lembab atau berdebu. 4. 3. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. .

Pelaksanaan. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Persiapan : . Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. a. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 7.225 b. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Pengecatan Kayu : a. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. 6. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Bersihkan permukaan dari debu. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. b. baik bagian luar maupun dalam.

jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Keahlian a. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . Bersihkan permukaan dari debu. kotoran dan sebagainya. b. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. c. b. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir .226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pelaksanaan. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 8.

serta mendapat persetujuan pengawas. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. e. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. .227 d. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. 9. b.

Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. Bahan –bahan .228 Pasal IV.15 PEKERJAAN KOSEN. 1. Pintu kayu dan pintu kaca. 2. bahan – bahan yang diperlukan. JENDELA DLL. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Meliputi pekerjaan. peralatan termasuk alat. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. 2. b.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. 1. PINTU.

Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. 3. b. 1. Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu.00 mm . Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.

Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Contoh . tahan terhaap matahari. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. tidak menyerap air. • Neoprene : Jenis extrusion. 3.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. kepadatan 65-96 kg/m3.

finish.231 Kecuali ditentukan lain. besaran–besaran ketebalan. b. alloy. Pekerjaan Persiapan 6. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. 5. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. kekuatan. tempers. . Gambar pelaksanaan a. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Untuk mendapat ukuran yang tepat. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. Pekerjaan pelaksanaan a. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. b. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. 4.

f. g. Untuk mendapat hasil yang baik. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. Perlindungan bahan . Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. sambungan sudut atau silang. e. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Semua detail pertemuan harus halus.232 c. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. sehingga tidak ada kebocoran suara. 8. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Hubungan dengan Material lain. 7. d. h. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. i. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang.

kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. c. jika hasil pengetesan gagal. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. • Material tes(tes terhadap bahan. beban angina. 9. Pengetesan a. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. anodized. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . b. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. tes korosi. . pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. tes terhadap kebocoran udara.

Bahan – bahan 1. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. membuat lidah –lidah . skrup – skrup. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. menyetel. 3. Menyedian alat –alat logam. Bahan kayu jati kwalitas politur . b. 2. Lingkup pekerjaan 1. b. memahat. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. Garansi (Jaminan) a. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun.234 10.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. terhitung sejak selesainya masa perawatan.

Lingkup pekerjaan 1. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). . 3. 4. Pelaksanaan 1. bahan–bahan. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati.235 2. untuk yang lebih kecil dari 1. c. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. baut. 2. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. untuk yang lebih besar dari 1. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. 3. Diats kosen pintu dan jendel.VI. Pengikat berupa paku mur.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. finish melamine.

untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar.236 2. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. . Persyaratan Bahan 1. b.

. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . Contoh – contoh 1. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik.237 2. 3. nama barang. d. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. 4. 5. 2. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas.lain. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. kekutan ayun dan lain . Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya.

dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. 3. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. f. Untuk pintu toilet. Persyaratan pelaksanaan 1. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. Pemasangan lockcase. e. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi.238 3. 4. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. 2. flap enfsel memikul maximal 20 kg. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. warna stansdr.

Persyaratan bahan 1. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. 2. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. dengan ketebalan sesuai gambar. b. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . • Pengikat berupa mur. baut. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. 5. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. apabila hal tersebut tidak tercapai.239 pengawas. • Penutup dauble teakwood. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya.

pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. trush detaidetail. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. . hitungan bila diperlukan. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . tempers. besaran. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. Contoh Kecuali ditentukan lain. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. 4.H.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. ketebalan. alloy. 5. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. kekuatan.

dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. 6. • Setelah terpasang. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. Pekerjaan kaca a. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . .sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. kaca harus plat. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. c.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. b.

goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. kaca harus dibersihkan. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. d. Membesihkan dan memperbaiki: 1. yang retak–retak . Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 .242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. 2. 7. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm.

Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding.IV. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . penanaman rumput. Yang harus dikerjakan a. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . perbaikan tanah. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. sedang bentuk. . ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. 16. rapi. Railling tangga a. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. b.243 8.

agar tanaman maupun lahan selalu lembab. . b. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi.244 b. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. Rumput gajah dan rumput jepang 2. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Pekerjaan Pendahuluan a. Pekerjaan Tanah a. c. 3. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Pembutan relief dinding 2. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pelaksananya peliputi 1.

Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. Galian untuk penanaman pohon. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . Pohon 1. bersih dan tidak mengandung rayap. Pekerjaan penanaman a. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. e. d. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. . f. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. c. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman.245 b. 4. h. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. g.

terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para).246 2. 5. Pekerjan pemupukan a. perlindungan terhadap panas dan air. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Penyiraman air . pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Setelah tertanam. 2. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. 6. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. b. Perumputan 1. baru ditimbun tanah baru. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal.

apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor).5 bulan. Pembersihan dan perlindungan : . Penyiraman rumput. 7. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). Zammia Goldkas d. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore).247 a. Lidah Mertua e. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Penyiangan dan pemotongan a. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. b. Pohon kayu putih c. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Macam Pohon (sesai gambar) 8. b. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon).

tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. Selama berlangsungnya penanaman. 4.Terhadap bahaya tersebut (mulat). Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak.248 a. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). bila perlu pengecatan kembali.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . lokasi selalu bersih setiap hari. b. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. c. rontokan–rontokan daun kering. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan.

249 Pasal V. TDR dari jateng SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well TDR dari Jateng Ijin kerja dari PAM Jateng Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir.01. KETENTUAN UMUM 1. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.

. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. BS. 59/PD/1980. AVE. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. WEMA. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. yaitu : NFC. JIS. VDE. Peraturan dan syarat-syarat umum. VDE/DIN. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.

251

Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

legrand. Panel Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. imlex atau esderajat d. arto light. LOMM atau sederajat. aman dan mudah diperbaiki . atau sederajat 5. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. clipsal. Lampu pijar Philips atau sederajat Lampu langit-langit buat armature.258 c. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. warna putih merk LOMM atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a. Ballas elektronik merk Philips.7 mm dan dicat dengan cat baker.

lurus dan kuat.5 x diameter kabel. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran.259 Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. . • Sebelum penarikan kabel dimulai. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. terpasang pada bagian bangunan. • Pemasangan kabel harus rapi. Kabel dalam bamgunan. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. Kabel Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku.

c. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Saklar harus model tanam. dipasang 130 cm diatas lantai. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. • Kapasitas kontak 10 CMP. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. Lampu-lampu .260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku.

Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas.261 Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. 7. 6. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Commissioning dan testing. commission dan perbaikan. balancing. Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. Setelah jaringan dibebani. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar.

b. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Pemasangan : a. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 .262 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Pasal V. 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Rod Electrode.

bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. bahan-bahan utama. Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm.5 m. 2. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Pasal V. jarak ke pondasi bangunan 1. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. c.263 cm. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Rod Electrode dipasang pada satu tempat. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah.

Urinor. Pipa air hujan : Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Alat-alat Sanitair : Closet jongkok Meja cuci tangan (washtafel) Floor Drain Floor Clean out (tipe lantai) Janitor. Skat Urinor dll Kaca cermin b. . c. urinoir. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. Selokan air hujan. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. zink. yaitu terdiri dari : a.

Persyaratan bahan dan peralatan a. Sistem Air Bersih Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.265 2. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b.5 HP .

5 KW 15 meter 12 m3/h 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.450 rpm D 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .

sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. untuk tangki atas. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air Pempompaan air bersih pipa Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. flange and ex KITAZAWA. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level.267 4 buah lower level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. screw end. Sistim air kotor dan air bekas. Valve. screw type. Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi.

Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. dengan sambungan lem.268 Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. c. . Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. Persyaratan Pemasangan Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar.

Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. d. sehingga pipa tiada melentur. Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. memenuhi persyaratan sbb: . Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. Pengujian Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put.269 Semua pemasangan harus rapi dan baik.

f. Dosis chlorine ialah 50 ppm. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Pembersihan . Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. e. Disinpeksi Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik.2 ppm. Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.270 Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai.

g. 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas.271 Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. .

Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. 3. 05. Co2 atau sejenisnya. Persyaratan a.272 Pasal V. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. b. 2. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. General Area Type General Purpose Dry Chemical Agent Multi Purpose Dry Chemical Shell Material Iron Steel .

kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. Syarat-syarat umum a.0 kg Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V.273 Capacity 4 kg Cargerd Weight Approx 8. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. b. . Apabila timbul persoalan.

dari jawatan keselamatan kerja. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. b. saluran-saluran (ducts). Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. pipa-pipa dll. Peraturan-peraturan.274 c. ijin-ijin dan standar-standar a. e. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. . Pada waktu pelaksanaan. d. c. 2. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri.

pemeriksaan engujian dan lain-lain. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. Petunjuk Khusus a. c.275 f. 3. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. b. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. pipa. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. .

d.276 d. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. . Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. e. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. c. servising dan maintenance. Starting. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. e. lantai 2 b. Lingkup Pekerjaan a. testing. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara.

Pekerjaan. 7. Pemborong harus berkoordinasi. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. zekring. starter. transformator. switch. Pekerjaan Pipa. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu .277 5. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. 6. b. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. . Pekerjaan Listrik a. Bahan. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC.

c. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. Peralatan v.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. persyaratan PLN. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. iv. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. d. . Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. switch. ii. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. b. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Syarat-syarat iii. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya.

Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. ix. 3.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. 2. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama.279 vi. indikator. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. switch. f. Semua panel. e. viii. vii. . Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Pemyambungan kabel x. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. 4.

. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Kipas Angin / Exhaust Fan a. KDK atau setara. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. merk yang digunkan nasianal.5 m.280 g. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. rating CFM dengan toleransi 10%.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. 9. c. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. b. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”.

Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. e. g. e. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. f. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. c. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia .281 d. Penjelasan sistem • Listrik . Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Mutu alat-alat dan bahan a. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. d.

2. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. difuser. d. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. f. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. b. Syarat a.282 1. Pengukuran dan pengujian temperatur. c. 2. griller. • Tenperatur 1. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. . Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. motor dan system pengaturan listrik yang ada.2 deg C ( 90 deg F ). fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin.

Pengujian A. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . a. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Pipa 1. 07 .283 Pasal V.

volume control di by pass dan full power loud speker. . System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. b. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. c. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan.80 db) . Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. d.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. krap dan sejenisnya.

e. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. 1 buah table stand microphone. f. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. 1 buah hand held micropune. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. 1 ( satu ) set amplification system. 1 (satu ) set input source. c. terdiri dari • 1 buah system amplifer . B. b. .285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai.

286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Dalam konstruksi slide-in panel. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. Pre-amplifier untuk background music. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . 50 Hz 6. C. monitor. rack dan accessories. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Karakteristik frekuensi 7. S/N : 55 dB atau lebih 8. Cacat harmonis : 0. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Catu Tenaga : 220 volt.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Dalam konstruksi slide-in panel 2. 1 buah set swiching.

melakukan pengukuran. Pasal V.08. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. c. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. URAIAN TELEPON 1. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. testing dan penyetelan. . Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama.287 D. b. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a.

3. T Doos harus ditutup. 5. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. Penyambungan pipa harus dilem.288 2. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 2. Instalasi 1. b. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. a. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. . 4. harus ditarik didalam pipa. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. 6. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Semua kabel.

Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. 16. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. 9.5 mm). Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. c. Kotak Pembagi 8. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 10. d.289 7. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. kabel 14. Untuk instalasi Inbouw. . Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. 12. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. 11. 13. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring.

. Pipa dan konduit: 19. g. Kawat tembaga dengan ukuran 0. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.290 17. 18. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Pengujian oleh PERUMTEL. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. e. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. 20.6 mm atau lebih. 23. 22. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. 24. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Pengukuran 21. Sebelum pemasangan dimulai. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). 3. f.

Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. 6. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Begitu peasawat diangkat. . pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. c. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor.291 4. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Music On Hold b.

Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : 8 saluran PT. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris.292 d. e. STLO . Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Telkom . Apabila nomor group yang dipuitar. Telkom (PIT) 64 saluran extension 1 operator’s console Lightning arrestor pada 8 saluran PT. 5. pesawat telepon cabang . umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik.

4. trainning operator. Pengadaan dan pemasangan terminal box . kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. . Pengadaan semua dokumen teknis. Printer dan serial card 2. Telkom Indonesia. pengetesan sistem.293 Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. 6. Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. 5. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. 3. Telkom Indonesia. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna.

Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. c. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. 09. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. b. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. h. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. k. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. DAN SYARAT-SYARAT YANG . g. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. e. Peraturan Umum yang digunakan : a. d. A. j. i.V. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. 14571. f. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Undang-undang No.294 Pasal V.

maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. 4. m. 2. 3. Pasal V. 10. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan.295 l. 5. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. . Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia.

Juli 2006 .296 Semarang.

28 m = 10.44 m3 = 425. 123.28 m2 = 0.97 m3 B.25 m = 0. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.09 m .09 m = 0.27 m3 296 . Urugan Kembali Volume = 209.28 m2 = 0. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.25 m . Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.28 m2 = 30. Pekerjaan Tanah 1. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. 123.82 m2 b. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.1.

60 m3 d.8 m = 133.7 m = 33. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. Mobilisasi pancang Volume g.7 = 192 m .45 m Jumlah pancang Volume f.73 m = 0. 0.25 .8 m x 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m .297 c. 0. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. 0.25 m .1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. Beton poer Volume h. 100 buah = 3000 m e. Tiang pancang Diameter pancang = 0.

0.32 m3 k.64 m3 .8 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.2 m . 0.4 m =14.12 m = 436 m2 .7 m .7 m = 37. 0. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.2 m .48 m3 i.12 m = 52.25 m .73 m . beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.32 m3 l.04 m3 j.8 m = 56. 0 .7 m = 211.7 m = 0.4 m = 179 m . 0. 0. Beton lisplank Volume m. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211. 16 buah .26 m3 = 4. Tangga beton Volume = 13.25 m x 0. 0. 0.

12 m .6 m = 42.92 m3 = 42. 15 m2 = 1.7 m = 13.34 m3 .6 m .2 m = 24 .2 m .6 m = 15.12 m . 24.72 m = 0. 0.67 m .299 n.7 m = 1. 0.80 m3 Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.12 m = 15 m2 = 0.72 m .36 m3 Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.2 m x 0. Beton pit lift Beton pondasi dan beton plat Volume Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.45 m2 = 4.67 m = 0.45 m2 = 0. 0.89 m3 Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42. 0.6 m x 0.

0. 0.25 m = 3.42 m3 .20 m3 Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume o.27 m3 = 0.125 m = 3.9 m = 35.36 m2 .45 m = 12 m = 96 m p. Pondasi batu belah Volume =12.25 m = 0.125 m = 0.84 m3 q. 0.9 m = 3. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.5 m2 . Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.36 m2 = 0.36 m2 .25 m = 0.36 m2 = 0.5 m2 = 0.300 Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.75 m3 Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.

04 m3 . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.7 m = 37.8 m .73 m . 0.25 m . 2 buah = 1.301 2.25 x 0. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211. 2.66 m3 = 49. 0.7 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.12 m .34 m3 +1. 0.8 m . 0.66 m3 Volume total = 48. 0.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.7 m = 0.7 = 211.12 m = 2 buah = 0. 16 buah = 48.5 m .5 m .8 x 0.8 = 16 buah = 4.50 m3 b.5 x 0.5 = 2.73 m = 0.

0.08 m3 .7 m .2 x 0. Tangga beton Volume 3.40 m3 e. 16 buah = 37. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. Beton lisplank lantai 3 Volume f.68 m3 d.73 m = 0. 0. 0.26 m3 = 1.2 m . 0.7 x 0.12 m = 50.7 m . Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.7 = 16 buah = 4. = 13.4 = 171 m .302 c.12 m = 420 m2 .73 m . 0. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1.4 m = 13.

Beton tangga Volume = 13.7 m = 0. 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. 0.68 m3 4. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.40 m3 5.5 m .12 m = 420 m2 .7 = 211.25 x 0.5 m . 2 buah = 12 m3 Volume total = 37.4 m = 13. 0.2 x 0.4 = 171 m . 0.04 m3 3.50 m3 2. 0.2 m .7 m .7 m = 37.5 = 24 m = 2 buah = 0.5 x 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.25 m . 0.26 m3 . 24 m .08 m3 +12 m3 = 49.12 m = 50.

6 x 0. 0. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 420 m2 . 16 buah = 49.6 = 16 buah = 4. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.7 m = 0.7 = 211. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.304 4.2 x 0. 0.7 m . Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.12 m = 50. 0.73 m = 0.6 m . 0.6 m . 0.50 m3 2.2 m .7 m = 37.40 m3 5.4 = 171 m . Beton tangga Volume =13.68 m3 4. 0.4 m = 13.04 m3 3.25 m .73 m . 0.26 m3 .25 x 0.

2 m . Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8. Beton lisplank Volume 4. 16 buah = 49.6 m . Beton konsol Volume = 5.2 x 0. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.7 = 110 m .56 m3 7.7 m = 15.76 m3 = 2.46 m3 = 9.6 x 0.6 m = 0.6 m . 0.21 m3 = 5. Beton talang Volume 6. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.6 m . Water profing talang Volume = 115. Beton balok talang Volume 5.6 = 16 buah = 8.40 m 3.50 m3 2. 0.20 m3 .305 5. 0. 0.

51 kg/m = 601. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. 7.77 m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.84 m = 7.8 kg 3.84 m . Gording double canal Panjang Berat Volume = 601. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.51 kg/ m = 4519.306 C.77 m = 12. 12.2 kg/m = 18297.16 kg 2.2 kg/m = 1499. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.5/30 cm = 76 m 5.

2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.307 7.160 m = 2. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.2 m2 8. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9.2 m3 . Urugan kembali Volume = 55.1. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.9 m3 = 143.5/30 cm = 31. Lisplang kayu jati 2. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.00 m3 3.

Pasangan bata 1:5 Volume 3.21 m3 .2 m3 = 4. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194.36 m3 6. Pasangan bata 1:3 Volume 2.70 m2 = 620 m2 = 70. Plesteran 1:3 Volume 4.56 m3 = 19.5 m2 = 37. sloof dan kolom Volume = 4.308 4. Plesteran 1:5 Volume 5. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b. Plesteran beton Volume 6. Urug pasir Volume = 10. Beton praktis.23 m3 8. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Sponengan sudut Volume 7. Aanstamping Volume 5.

4 m = 256.86 m = 91. Kunci tanam Jumlah Volume 5.4 m 2. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.309 c. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.86 m = 50.40 m = 50. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .40 m Volume = 2 buah 6. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.

Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13.70 = 2 unit = 2 unit 14.72 m2 9.72 m2 = 6. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .6 x 1. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.310 8. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10.

Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4.311 d.07 m . 700 m2 = 49 m3 3. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 . Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.1 m . Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 70 m3 2.

7 m2 = 488. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Cat plafond Luas Volume h. Pekerjaan Instalasi 1. Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Pekerjaan Pengecetan 1.312 5.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Lantai keramik granito Luas Volume f.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.5 m2 = 64. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a.071. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.99 m3 . Plesteran 1:3 Volume 4. Plesteran 1:5 Volume = 1.313 3.31 m3 = 12.83 m2 = 216.

Plesteran beton Volume 6.00 m1 = 770. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.3 m 2.92 m2 .3 m = 274.90 m1 8.92 m2 = 18. Plint lantai Volume = 170.314 5. Sponengan sudut Volume 7. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.6 m = 33. Beton praktis.6 m 3. = 4. sloof dan kolom Volume b.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.00 m1 = 246.5” = 33.

= gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.56 m2 = 173. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.56 m2 6.315 5. Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 7. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.6 x 1.

Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Pekerjaan Sanitasi 1. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 .75 m2 5.316 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.75 m2 = 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3.

Kaca cermin Jumlah Volume 6.317 3. Pekerjaan Pengecetan 1. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8.49 m2 =3m =3m . Urinoir Jumlah Volume 7.49 m2 = 527. Wastafel Jumlah Volume 5. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Kran air Jumlah Volume 4.

Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Pipa galvanis 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III.318 2. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Cat tembok dalam Luas Volume 3.24 m2 = 791. Pipa galvanis I. Cat plafond Luas Volume g. Perelatan sambungan Volume = 1 unit .24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. = 423 m2 = 423 m2 = 791.

Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. PVC jenis AW V. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII.319 3.

Panel penerangan Jumlah Volume 3.8 m3 = 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.320 3. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Plesteran 1:3 Volume = 111. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Pasangan bata 1:5 Volume 3.71 m3 . Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.83 m2 = 62. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

6 m 3.046.60 m 2.5 m1 = 640 m1 = 224.321 4. Beton praktis.5” = 33. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.18 m2 .60 m = 208. Plint lantai Volume = 164. Plesteran 1:5 Volume 5. = 2.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.18 m2 = 12.6 m = 33.67 m2 8. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6. sloof dan kolom Volume b.5 m2 = 1.

Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7.322 4. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.

Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 14. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 . Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.40 m2 13.6 x 1.40 m2 = 168.323 11. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Pekerjaan Sanitasi 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.324 2.35 m2 5. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 .35 m2 = 1.

Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Pekerjaan Pengecetan 1. Kaca cermin Jumlah Volume 6.46 m2 = 508. Wastafel Jumlah Volume 5. Urinoir Jumlah Volume 7. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8.46 m2 =1m =1m . Kran air Jumlah Volume 4.325 3. Cat tembok luar Luas Volume = 508.

Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Perelatan sambungan Volume = 1ls . = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis VIII. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX.326 2.71 m2 = 762. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Cat plafond Luas Volume g.

327 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Peralatan bantu Volume h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Peralatan sambungan Volume 5. PVC jenis AW I. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

93 m3 = 6. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.328 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.71 m3 . panel penerangan Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume = 58.

50 m 2. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran 1:3 Volume 4. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Plesteran 1:5 Volume 5.86 m2 = 13.09 m2 = 982. sloof dan kolom Volume = 2.50 m = 214.8 m2 8. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.329 3.0 m1 = 204.86 m2 . Plesteran beton Volume 6. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.5” = 35 m = 35 m 3. Beton praktis.0 m1 = 579.43 m3 b.16 m2 = 111. Plint lantai Volume = 160.

Espangnolet Jumlah Volume 9. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.330 4. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah .60 m2 = 49. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.

Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.70 = 2 unit = 2 unit 14.90 m2 13. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .6 x 1. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.331 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.90 m2 = 153.

Kran air Jumlah Volume 4. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2. Saringan air Jumlah Volume 3. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.332 3.

Cat tembok dalam Luas Volume 3. Urinoir Jumlah Volume 7. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pekerjaan Pengecetan 1. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .25 m2 = 711.333 5.

Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls .334 g. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa galvanis I. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa galvanis 1.5” Panjang Volume II. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Perelatan sambungan Volume 3. PVC jenis AW XII. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV.

335 4. Peralatan sambungan Volume 5. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah .

Plesteran beton Volume 14. Beton praktis.6 m2 = 993. Plesteran 1:5 Volume 13. Plesteran 1:3 Volume 12. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a.0 m2 = 59. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Panel penerangan Jumlah Volume 5.6 m3 = 3.6 m3 16. sloof dan kolom Volume = 2. Sponengan sudut Volume 15.0 m1 = 576 m1 = 167. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9.15 m3 .4 m2 = 60. Pasangan bata 1:5 Volume 11. Plint lantai Volume = 75.336 6.

Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.42 m2 = 47.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Daun pintu double texwood Luas Volume 3.20 m = 191. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .20 m 2.30 m2 6.30 m2 = 6.337 b. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Ornamen atap Panjang Volume c.338 8. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Pekerjaan Sanitasi 1. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 .

40 m2 = 464.60 m2 = 464.339 2. Pipa galvanis I. Saringan air Jumlah Volume 3. Kaca cermin Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Pekerjaan Pengecetan 1. Kran air Jumlah Volume 4. Pipa galvanis 1. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m .60 m2 = 696.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g.

Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Peralatan sambungan Volume 5. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. PVC jenis AW I. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III.340 II.

Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik .341 h.

dan keuangan yang diperlukan. 2. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. peralatan. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. material.1 Kesimpulan 1. 357 . 3. Meskipun demikian. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. dengan upaya tersebut. 6.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS).

. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. 2. 4. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan.2 Saran 1. 3.358 6. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Gunawan. . 1961. 2003. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Pedoman Beton. DPU. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Bandung: Yayasan LPMB. 1987.B.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. 1989. Henry. DPU. Rudy. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. DPU. 1994. Materi Kuliah Strukur Beton. 1987. Tabel Profil Konstruksi Baja. DPU. Yogyakarta: Kanisus. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Teknik Fondasi Bagian II . Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Yogyakarta: Nafiri. DPU. K. DPU. Suryolelono. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1988. 1984. 1991.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful