P. 1
MEMAHAMI PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

MEMAHAMI PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

|Views: 859|Likes:
Published by Stephani Sentosa

More info:

Published by: Stephani Sentosa on Dec 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2015

pdf

text

original

MEMAHAMI PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

Tulisan Ini Dibuat Sebagai Tugas Bidang Pengantar Manajemen Semester Ganjil Tahun Akademik 2010-2011

Disusun oleh: Stephani Sentosa ( 125100718 ) Kelas : PY Dosen Pembimbing: Drs. Agoes Inarto, MM

Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jalan Tanjung Duren Utara No. 1, Jakarta Barat

presepsi. kepuasan kerja. pergantian. Karena tidak serupa. Bahkan dua orang yang memiliki perilaku sama dapat berubah dalam situasi yang berbeda dan dua orang yang berbeda dapat bertindak dalam situasi yang sama. Seorang manajer hendaknya memiliki pengetahuan untuk mengenali perilaku karyawannya untuk dapat bekerja sama dengan secara baik. Dalam mengenali karyawannya. Dalam karya ini penulis akan lebih fokus pada cara untuk memahami perilaku individu dalam organisasi. perilaku anggota organisasi. dan kemampuan mental apa yang dimiliki karyawannya dan aspek-aspek lainnya yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. dan perilaku kerja. Dalam menilai karakter seseorang hendaknya dapat diterapkan dalam segala situasi baik kehidupan sehari-hari ataupun dunia kerja. absensi. manajer yang sudah berpengalaman dalam sebuah organisasi akan lebih mudah mengambil keputusan dalam mengenali sikap. . Apa yang bersangkutan dengan manajer dalam menjelaskan.LATAR BELAKANG Manusia adalah makhluk yang rumit. Biasanya dalam perusahaan seorang manager ataupun pemimpin harus bisa mengerti sifat dan perilaku karyawan. memprediksi. Dan bagaimana perilaku organisasi mempengaruhi produktivitas karyawan. dan mempengaruhi karyawan. membaca karakter manusia tidak bisa disamakan layaknya membaca buku. Tentu saja tidak sembarangan kita menilai seseorang karena setiap orang bisa saja berubah dan ada pula variabel lain yang menentukan.

menjelaskan dan terkadang mengubah perilaku manusia dan makhluk lain. merupakan studi kemasyarakatan untuk mempelajari manusia dan aktivitas-aktivitas mereka. B. Sosiologi. kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi yang bertujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan keefektifan suatu organisasi. merupakan studi yang memandukan konsep psikologi dan sosiologi serta berfokus pada pengaruh seseorang terhadap orang lain. 2. Pengertian Perilaku Organisasi Perilaku organisasi merupakan bidang studi yang menyelidiki pengaruh yang dimiliki oleh individu. merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan kultur (budaya) mereka. Antropologi. Psikologi. 5. merupakan studi tentang perilaku individu dan kelompok dalam lingkungan politik. 4. yaitu: 1.PEMBAHASAN A. merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur. Disiplin Ilmu yang Mendukung Organisasi Dalam menganalisa perilaku suatu organisasi juga diperlukan keahlian khusus yang mempunyai pokok ilmu pengetahuan umum. 3. Psikologi sosial. . Ilmu politik.

Selain kemampuatn diperluakan juga pengetahuan tentang karakteristik pribadi seseorang atau dapat disebut karakteristik biografis. masalahnya bukanlah pada kemampuan yang berbeda tetapi bagaimana setiap individu bisa memiliki kemampuan yang berbeda dan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan pekerjaannya dengan baik.C. dan memecahkan masalah) dan kemampuan fisik (stamina. dan masa jabatan) dapat menjadi salah satu objek penilaian individu secara nyata melalui arsip pribadi. Kemampuan fisik atau intelektual tertentu sangat dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan dengan bergantung pada persyaratan kemampuan dari pekerjaan tersebut. status perkawinan. . ketangkasan fisik. Dasar-dasar Perilaku Individual Setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan dalam kemampuan yang membuatnya relatif lebih unggul atau kurang unggul dibandingkan individu laindalam melakukan tugas atau aktivitas tertentu. Dari sudut pandang manajemen. menalar. dan karakteristik serupa). Kemampuan adalah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang yang terdiri atas kemampuan intelektual (aktivitas mental±berpikir. gender. kekuatan. Karakteristik biografis merupakan karakteristik perseorangan (seperti: usia. ras.

Kepribadian seseorang juga diperngaruhi oleh faktor-faktor penentu kepribadian: keturunan dan lingkungan. individu. bagaimana kecenderungan orang itu dalam mengevaluasi dan mengambil keputusan (thinking or feeling / menggunakan pikiran atau perasaan) . atau peristiwa. Sikap dapat dibagi menjadi 3 unsur. Kepribadian Kepribadian merupakan keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. yaitu: kognitif (opini). dan perilaku (tata kelakuan) E. Sikap Sikap merupakan pernyataan evaluasi (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek. Sifat-sifat kepribadian menurut MBTI (Myers-Briggs Type Indicator): 1.D. Preferensi untuk mengumpulkan data. Preferensi untuk pengambilan keputusan. apakah individu itu lebih terikat dunia eksternal atau internal (extrovert or introvert / ekstrover atau introver) 2. Interaksi sosial. afektif (emosional). Ada 2 model yang terkenal dalam mempelajari sifat kepribadian yaitu MBTI dan Big-Five Model. bagaimana kecenderungan orang itu dalam menyerap atau menangkap infomasi (sensing or intuition / mengindera atau mengikuti kata hati) 3.

Pengalaman. 3. dan berorientasi pada prestasi. banyak bicara (ceramah dan tanya jawab).4. artistik sensitif. Selain MBTI dan Big-Five Model ada juga sifat lainnya yang menjadi indikator kuat perilaku seseorang di tempat kerja. Ekstraversi. Stabilitas emotional. 2. sejauh mana seseorang itu bergaul. seorang individu ditentukan 2 elemen utama: harga diri (anggapan mengenai dirinya berharga atau tidak) dan lokus kendali (keyakinan untuk menjadi penentu nasib). dan intelektual. sejauh mana seseorang itu memiliki hati bertanggung jawab. bagaimana orang itu menjalani hidup: apakah terencana dan menutup diri atau spontan dan terbuka (judging or preceiving / penilai atau pemersepsi) Sifat-sifat kepribadian menurut Big-Five Model: 1. gugup. dan aman (positif) atau tegang. . yaitu: 1. Evaluasi inti diri. koperasi. sejauh mana seseorang dapat berimajinatif. 5. Keramahan. dan tegas. dapat diandalkan. gigih. merupakan tingkat di mana individu menyukai atau tidak menyukai dirinya sendiri. Kesadaran. sejauh mana seseorang dapat tenang. 4. dan percaya. Gaya pengambilan keputusan. dan tidak aman (negatif). Dalam evaluasi inti diri. depresi. antusias. sejauh mana seseorang itu baik secara natural.

berjalan dan makan dengan cepat. Machiavellianisme. yaitu: sikap yang cenderung oportunis. tidak dapat menikmati waktu luang. dan bila perlu. yaitu kecenderungan menjadi arogan. menjaga jarak emosional. membutuhkan pengakuan berlebih. melawan upaya-upaya menentang dari orang atau hal lain. Pemantauan diri. 6. dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. . berani bertindak.2. 4. seseorang dengan kepribadian ini terlibat secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak waktu yang lebih sedikit. dan berusaha untuk mendapatkan dan memanipulasi daya-tujuan dapat membenarkan berarti. Narsisme. mengukur keberhasilam dalam bentuk jumlah yang diperoleh. kecenderungan untuk mengambil atau menghindari resiko dapat dilihat dari berapa lama waktu yang dibutuhkan manajer dalam mengambil keputusan dan berapa banyak informasi yang mereka butuhkan sebelum membuat pilihan. Karakteristik tipe A: selalu bergerak. 5. Sejauh mana seorang individu pragmatis. mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan. 3. 7. Kepribadian proaktif. merujuk pada kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal. dan mengutamakan diri sendiri. Pengambil resiko. Kepribadian tipe A. berinisiatif. terobsesi pada angka-angka.

motivasi. kedekatan. sebagian besar penentuan tersebut bergantung pada 3 faktor: kekhususan. dan harapan). serta faktor dalam diri sendiri sebagai target (sesuatu yang baru. pengalaman. faktor dalam diri sendiri sebagai pengarti (sikap. suara. sementara manusia memiliki semua hal tersebut. Mengapa presepsi dianggap penting dalam studi perilaku organisasi? Hanya karena perilaku individu didasarkan pada presepsi mereka tentang kenyataan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi presepsi.F. Namun. atau niat. Hasilnya kita akan berusaha untuk mengembangkan berbagai penjelasan mengapa meraka berperilaku dalam cara-cara tertentu. ukuran. latar belakang. Presepsi Presepsi adalah proses di mana individu mengatur dan menginterprestasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi mereka. minat. Kekhususan merujuk pada apakah seorang individu memperlihatkan perilakuperilaku berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda. bukan pada kenyataan itu sendiri. motif. tetapi tidak memiliki keyaiknan. yaitu: faktor dalam situasi (waktu. Presepsi kita tentang individu berbeda dengan presepsi kita tentang benda-benda mati. dan konsistensi. dan kemiripan). Benda mati bergantung pada hukum alam. gerakan. konsensus. keadaan kerja dan keadaan sosial). Apabila semua individu . Apakah perilaku individu tersebut dipengaruhi secara internal atau eksternal. Dunia yang dipersepsikan individu merupakan dunia yang memetingkan perilaku.

proyeksi.menghadapi situasi yang serupa merespon dalam cara yang sama. efek-efek kontras. Pemahaman mengenai hal ini bermanfaat dalam mengenali kapan teknik-teknik tersebut dapat mengakibatkan penyimpangan yang signifikan. Akhirnya manajer akan mencari konsistensi dalam tindakan-tindakan karyawannya. Dari prespektif hubungan. efek halo. penilain ketika seseorang akan bergabung dalam sebuah tim kerja sangatlah penting dan diukur sesegera oleh anggota tim lainnya. Dalam banyak kasus. Teknik-teknik ini sering kali dianggap berharga namun teknik tersebut bukan merupakan teknik yang sangat mudah sehingga dapat dilakukan oleh siapapun atau sebaliknya dapat mempersulit kita. Anda diharapkan untuk memberikan hubungan eksternal untuk keterlambatan karyawan tersebut. Kita sering menggunakan jalan pintas ketika menilai individu lain. pembentukan profil etnis. dan pembentukan streotip. Akibatnya. Penilaian ini memiliki konsekuensi penting bagi organisasi tersebut. harapan kinerja. apabila konsensus tinggi. para individu mengembangkan berbagai teknik untuk membuat tugas tersebut menjadi lebih dapat diatur. kita dapat berkata bahwa perilaku tersebut mengarah pada konsensus. Mengartikan dan menginterprestasikan apa yang dilakukan individu lain sangatlah berat. Ada beberapa aplikasi yang nyata yaitu: wawancara kerja. . Contoh teknik yang sering digunakan sebagai jalan pintas: presepsi selektif. dan evaluasi kinerja.

peningkatan komitmen. kesalahan yang tidak disengaja. teori ini menyatakan bahwa pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas kelompok tertemtu. 2. menilai setiap alternatif dan akhirnya memperhitungkan keputusan yang optimal. membuat berbagai alternattif.Pembuatan keputusan yang paling baik adalah keputusan yang rasional (pilihanpilihan yang konsisten. penghargaan. G. Model rasional dimulai dengan langkah mendefinisikan masalah. rasa aman. Motivasi Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas. Keputusan ini tidak diambil secara tidak sadar dan biasanya berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Para pembuat keputusan terlibat dalam rasionalitas yang dibatasi dan dapat menimbulkan penyimpangan yang besar dari rasionalitas: bias kepercayaan diri yang berlebihan. bias jangkar. kutukan pemenang. bias konfirmasi. sosial. bias representatif. arah. Untuk itu para manajer juga dapat melakukan pengambilan keputusan menurut intuisi. Teori X diasumsikan . menimbang kriteria yang telah di identifikasikan. Ada beberapa teori kebutuhan: 1. Teori X dan Y. Pilihan-pilihan ini dibuat mengikuti enam langkah dari model pembuatan keputusan yang rasional. aktualisasi diri. dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan. mengidentifikasikan kriteria keputusan. Hierarki kebutuhan: fisiologis. bias ketersediaan.

Teori penentu tujuan. 4. teori ini menyatakan bahwa pemberian penghargaanpenghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan. 7. ketidakhadiran. 3. teori ini berhubungan dengan variabel produktivitas. Penghargaan juga harus dianggap adil . dan perputaran karyawan. Teori keadilan. Teori ini kurang memberikan wawasan tentang kepuasan karyawan atau keputusan untuk berhenti. Teori harapan. rencana pembagian laba. teori ini berfokus mengenai produktivitas karyawan.sebagai anggapan negatif karyawan sedangkan teori Y diasumsikan sebagai anggapan positif karyawan. Teori dua faktor. bayaran berdasarkan prestasi. 5. teori ini menghubungkan faktor-faktor intrinsik dengan kepuasan kerja sementara mengkaitkan faktor-faktor ekstrinsik dengan ketidakpuasan kerja. Perusahaan sering kali memberikan penghargaan bagi karyawannya agar dapat termotivasi dalam bekerja. Teori evaluasi kognitif. ketidakhadiran. dan rencana kepemilikan saham karyawan. 6. teori ini menyatakan bahwa tujuan-tujuan yang spesifik dan sulit dengan umpan balik akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi. Penghargaan itu dapat berupa bayaran berdasarkan tarif per bagian. dan perputaran karyawan tetapi karyawan memiliki sedikit batasan dalam keleluasaan keputusan mereka. bonus.

kreativitas. Suasana hati dan emosi memilik sumber yang sama. takut. dan bangga. H. stres. jijik. malu. sikap kerja. Dan keduanya juga sama-sama mempengaruhi kinerja seseorang secara negatif maupun positif. pengambilan keputusan. gembira. tidur. konflik antar personal. usaha dan masukan lainnya juga dapat menjadi pertimbangan dalam memberikan penghargaan. bahagia. sedih. Emosi mencakup rasa marah. frustasi. kepemimpinan. pelayanan pelanggan. terkejut. negosiasi. dan perilaku penyimpang di tempat kerja. Aplikasi perilaku organisasi terhadap emosi dan suasana hati terlihat pada seleksi. . berharap. cemburu. Emosi dan Suasana Hati Emosi adalah perasaan intens yang ditunjukan kepada seseorang maupun benda sedangkan suasana hati adalah persaan yang cenderung berubah-ubah dibandingkan emosi dan sering kali (meskipun tidak selalu) tanpa ransangan kontestual. olahraga. usia dan gender.oleh karyawan dengan masukan yang mereka ajukan dalam pekerjaan tersebut. antusias. kecewa. iri. kemampuan. cinta. keterampilan. hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari. motivasi. Hal ini berarti bahwa pengalaman. yaitu: kepribadian. cuaca.

Terlebih pada perilaku individu dalam organisasi. Karena kemampuan ini bisa dipraktekan secara sederhana dengan dapat menggunakan pengetahuan ini untuk dapat mengendalikan diri sendiri di masyarakat. Kita dapat mempelajari kemampuan unuk memahami individu tersebut dengan melihat beberapa aspek dan pengetahuan umum yang kita miliki. Penulis berharap tulisan ini dapat berguna bagi pembaca terutama mereka yang ingin lebih memahami individu lain maupun dirinya sendiri. Jika pembaca ingin dapat menambah pengetahuan lebih tentang perilaku yang terdapat dalam diri sendiri. perilaku organisasi sangatlah penting diketahui oleh manajer maupun karyawan. Tetapi kemampuan ini juga harus diassah dengan di praktekan dalam kehidupan sehari-hari.REKOMENDASI Dari berbagai sumber yang ada. . Karena manusia diciptakan tak serupa maka banyak cara yang dapat digunakan untuk menilai seperti apa individu yang berada di dekat kita. pembaca dapat membaca buku yang berjudul Enneagram. Ada pula buku lainnya yang berkenaan tentang perilaku organisasi dan manajemen organisasi dalam buku Perilaku dan Manajemen Organisasi.

Inc Robbins.Jakarta:Erlangga Robbins.Jakarta:Serambi Baron.Perilaku Organisasi (buku 1 edisi 12). Robert-Matteson. Elizabeth.2007.Organizational Behavior (twelefth edition).Management (tenth edition). Stephen P-Judge. John M-Konopaske. Renee & Wagele.2009. Michael T.Jakarta:Serambi Muclas.Yogyakarta:Gajah Mada University Press (IKAPI) Invancevich.2008. New Jersey:Pearson Education.Perilaku Organisasi.2007.DAFTAR PUSTAKA Baron. Timothy A. Renee & Wagele. Mary. Makmuri.Perilaku dan Manajemen Organisasi(edisi ketujuh).Enneagram of Love and Relationships. Stephen P-Coulter. Timothy A.2006.Inc Robbins. Stephen P-Judge.2005.Enneagram.New Jersey:Pearson Education. Elizabeth.2008.Jakarta:Salemba Empat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->