P. 1
Basket

Basket

|Views: 1,446|Likes:
Published by Vinson

More info:

Published by: Vinson on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Alasan Pemilihan Judul
  • 1.2 Permasalahan
  • 1.3 Penegasan Istilah
  • 1.4 Tujuan Penelitian
  • 1.5 Manfaat Penelitian
  • 2.1 Landasan Teori
  • 2.1.1 Sejarah Bolabasket
  • 2.1.2 Lapangan Bolabasket
  • 2.1.3 Papan Pantul
  • 2.1.4 Keranjang
  • 2.1.5 Bola
  • 2.1.6 Teknik Dasar Bolabasket
  • 2.1.6.1 Tembakan Lay Up
  • 2.1.6.2 Teknik Dribble
  • 2.2.2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up
  • 2.3 Hipotesis
  • 3.1 Populasi
  • 3.2 Sampel
  • 3.3 Variabel Penelitian
  • 3.4 Metode Pengumpulan Data
  • 3.4.1 Tahap Persiapan Penelitian
  • 3.4.1.1 Cara Mendapatkan Sampel Tabel
  • 3.4.1.2 Tempat Penelitian
  • 3.4.1.3 Waktu Penelitian
  • 3.4.1.4 Sarana dan Prasarana Penelitian
  • 3.4.1.5 Instrumen Penelitian
  • 3.4.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian
  • 3.4.2.1 Tes Kecepatan Dribble
  • 3.4.2.2 Tes Hasil Underbasket
  • 3.4.2.3 Tes Hasil Lay Up
  • 3.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelitian
  • 3.6 Analisis Data
  • 4.1 Hasil Penelitian
  • 4.1.1 Deskriptif Variabel Penelitian
  • Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Hasil Lay up
  • 4.1.2 Uji Prasyarat
  • 4.1.2.1 Uji Normalitas Data
  • 4.1.2.2 Uji Linieritas
  • 4.1.2.3 Uji Homogenitas
  • 4.1.3 Uji Hipotesis
  • Tabel 4.7 Model Regresi dan Uji Parsial
  • 4.1.3.1 Uji Parsial
  • 4.1.3.2 Uji Simultan
  • 4.2 Pembahasan
  • 4.2.1 Hubungan antara Kecepatan Dribble dan Hasil Lay up
  • Hasil Lay up
  • 5.1 Simpulan
  • DAFTAR PUSTAKA

HUBUNGAN KECEPATAN DRIBBLE DAN HASIL UNDERBASKET TERHADAP HASIL LAY UP PADA UKM BOLABASKET PUTRA UNNES TAHUN

2007

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan Fakultas : : : : : Annas Nuzula Rahman 6101403509 PJKR S1 PJKR Ilmu Keolahragaan

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Annas Nuzula Rahman (2007) : Hubungan Kecepatan Dribble, dan Hasil Underbasket, terhadap Hasil Lay Up pada UKM Bolabasket Putra UNNES Tahun 2007. Permasalahan dalam skripsi ini adalah : 1. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?, 2. Apakah ada hubungan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?, 3. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Dan hubungan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Serta hubungan kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey tes. Populasi yang diambil adalah anggota UKM Bolabasket putra UNNES tahun 2007. Sampel berjumlah 30 orang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diukur meliputi kecepatan dribble, hasil underbasket sebagai variabel bebas dan hasil lay up sebagai variabel terikat. Data diukur menggunakan test kecepatan dribble, test underbasket serta test lay up. Data dianalisis menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (83,3%) responden mampu memperoleh skor dribble antara 86-100 karena mampu melakukan dribble dengan waktu kurang dari 9,9 detik. Kemampuan underbasket responden bervariasi, sebagian (43,3%) mampu memperoleh skor 76-85 karena mampu melakukan underbasket sebanyak 16-17 kali, namun 30% responden mampu melakukan underbasket < 13 kali atau memperoleh skor < 55. Kemampuan lay up sebagian responden (40%) mampu melakukan 8 kali atau skor 100 dan 33,3% responden mampu melakukan 7 kali dengan skor 88. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil lay up, terbukti dari uji simultan diperoleh p value = 0,00 < 0,05. Besarnya hubungan secara simultan antara kecepatan dribble dan underbasket dengan kemampuan lay up sebesar 0,685 (berinterpretasi cukup). Secara parsial kecepatan dribble berhubungan secara signifikan dengan hasil lay up, terbukti dari p value = 0,026 < 0,05 dengan korelasi sebesar 0,414. Secara parsial hasil underbasket berhubungan secara signifikan dengan hasil lay up, terbukti dari p value = 0,016 < 0,05 dengan korelasi sebesar 0,444. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil lay up baik secara simultan maupun parsial. Disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan dribble sebagai dasar untuk melakukan tembakan lay up, memberikan latihan underbasket untuk melatih keterampilan menembak ketika melakukan tembakan lay up.

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

Telah disetujui untuk diajukan kepada Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Uen Hartiwan, M.Pd. NIP. 131281216

Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. NIP. 131876221

Mengetahui, Ketua Jurusan PJKR

Drs. Harry Pramono, M.Si. NIP. 131469638

iii

Drs. NIP. Kes. M. 131813670 1. NIP. M.131281216 (Anggota) 3. Drs. Taufik Hidayah. 132050000 (Ketua) 2.00 WIB : Fakultas Ilmu Keolahragaan Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. Uen Hartiwan. 131876221 (Anggota) iv . M. NIP. Sutardji. NIP. Pd. M. Drs.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Pukul Tempat : Kamis : 23 Agustus 2007 : 10. Kes. 130523506 Dewan Penguji Drs. Sulaiman. Tri Rustiadi. MS. Pd NIP.

Teman. Almamater FIK UNNES v .). Allah SWT 2. maka Allah SWT akan menambah atas nikmat kamu. Ibu tercinta (Niswati). seluruh keluargaku.teman seperjuangan PJKR ‘03. Teman-teman UKM Bolabasket UNNES 6. J.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : “ Siapa saja yang banyak bersyukur atas nikmat Allah SWT. ( Q. Ibrahim : 7 ) PERSEMBAHAN : Skripsi ini kupersembahkan kepada : 1. dan barang siapa ingkar atas nikmat Allah SWT sesungguhnya adzab Allah SWT sangat pedih”. Bapak tersayang (Bambang W. Teman-teman “Kurawa Kost” 4. S. 3. 5.

Bapak Drs.. vi . Bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini. selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. hidayah.Pd. dan inayah-Nya. 5.Kes. dorongan. M. 4. Keberhasilan penulis dalam menyusun skripsi atas bantuan. atas limpahan rahmat. M.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Tri Rustiadi. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi. dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.. dan saran dari semua pihak. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin penelitian dan memberi kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Bapak Drs. 3. Uen Hartiwan.

6. Semua anggota UKM Bolabasket Putra UNNES. yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Teman-teman PJKR ‘03. 7. 8. maka penulis ucapkan banyak-banyak terima kasih semoga amal dan bantuannya mendapat balasan dari Allah SWT. 10. dan Sdri. selaku pendamping UKM Bolabasket UNNES..Pd. Juni 2007 Penulis. yang telah mengijinkan penulis untuk mengadakan penelitian di UKM Bolabasket Putra UNNES. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per-satu. Semarang. Atas segala bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan. yang telah membantu dan memberi semangat dalam penulisan skripsi ini. S. Bapak Priyanto. Dina Aminuranti selaku Ketua UKM Bolabasket UNNES. Akhirnya penulis berharap semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pecinta olahraga khususnya bolabasket. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh kuliah di Universitas Negeri Semarang. 9. yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian ini. vii .

..................... xii DAFTAR GAMBAR ..........................................................1 Alasan Pemilihan Judul ....................................................................................... 1........................................ iii HALAMAN PENGESAHAN................2 Lapangan Bolabasket ................................................................................ 1.......................... PENDAHULIAN .........................1.............................1 Landasan Teori .......................................................................... 1...... 1..3 Papan Pantul.........................................2 Permasalahan ................................................................1.............................................. viii DAFTAR TABEL............... 10 2.....................4 Tujuan Penelitian ...........1............................................................................... LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ....................................................................................................................................................... 12 2............................................................................................................................................................................................ 13 viii ...................................... xi DAFTAR GRAFIK.................................................... 1............................................................................................. ii HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................ 10 2..... 1.............................................6 Sumber-sumber Pemecahan Masalah ........................................................................... vi DAFTAR ISI.................. i ABSTRAK ........................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.................3 Penegasan Istilah.................................................................... iv MOTO DAN PERSEMBAHAN .....1 Sejarah Bolabasket . xiii DAFTAR LAMPIRAN...................... 1 1 5 6 8 8 9 BAB II... 10 2........................................................................................... v KATA PENGANTAR .......................................... xiv BAB I..................5 Manfaat Penelitian .............................

............4 Metode Pengumpulan Data ...................................2 Sampel .........................................................1.........2 Analisis Kecepatan Dribble.................................. 39 3................................1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up.................. METODE PENELITIAN................ 39 3..........6 Teknik Dasar Bolabasket ......................4...........1..4.3 Hipotesis.........................1......1.1................2........2 Tempat Penelitian............... 31 2.............1..........................2.................6...........1...... 31 2.. 32 2...............................1 Tes Kecepatan Dribble.............................................3 Hubungan Kecepatan Dribble..... 41 ix ......2 Teknik Dribble .......... 33 2................... Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up................................. 37 3.......................................2 Tahap Pelaksanaan Penelitian ...........6..... 39 3............................................4..........................5 Instrumen Penelitian .................2....................................... 15 2....................................5 Bola .............................1 Tembakan Lay Up ........4 Keranjang ...................3 Teknik Underbasket ........................4...4.....4. 38 3..2..... 37 3............ 36 3...................................... 34 BAB III........................................4 Sarana dan Prasarana Penelitian.2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up ................................... 20 2................ 41 3.......................................1 Populasi ........ 39 3.......2........................1................ 35 3.6................................................................3 Variabel Penelitian ..........................1 Cara Mendapatkan Sampel Tabel .......1 Tahap Persiapan Penelitian.......... Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up............................ 13 2............... 38 3..........................4..................................4............................1....................1.... 35 3.. 15 2....................3 Waktu Penelitian ............................1.................. 33 2.. 14 2..............

......................1 Uji Normalitas Data ... 55 4....................2..1....... 60 DAFTAR PUSTAKA .........1.....................2............................................1..................................................................................2 Saran.3 Uji Homogenitas .....3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penelitian ........ 43 3.. 46 4.2..2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up ............2.......2..................................................................... 51 4.........................................1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up......................3.2 Uji Prasyarat..................... Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up ............................................................................... 53 4.......2.................2 Hubungan Kecepatan Dribble........................................... 42 3.....................1 Hasil Penelitian .................................... 59 5............ 56 4.... 46 4..................... 54 4......................................................................................................................................2 Pembahasan ................1...................................................2......... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. 52 4.. SIMPULAN DAN SARAN ..............................2 Uji Linieritas ...............1......................................2 Tes hasil Underbasket .................................... 59 5.............2 Uji Simultan .................2............ 48 4.1.3...............3 Uji Hipotesis ........................................... 45 BAB IV.4.......................1...................1 Uji Parsial.......... 61 LAMPIRAN-LAMPIRAN. 48 4.........................4...3 Tes Hasil Lay Up.............................1 Simpulan .. 57 BAB V.....................1............... 49 4................. 55 4.... 46 4...3....................4 Analisis Data ................................................. 44 3............................ 63 x .........................1 Deskriptif Variabel Penelitian.

..................................................... 46 4............................................ 49 4.........................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 4..............................6 Hasil Uji Linieritas Hubungan Antara Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up...........................1 Distribusi Frekuensi Tes Kecepatan Dribble ...................................... 50 4.............5 Hasil Uji Linieritas Hubungan Antara Kecepatan Dribble dan Hasil Lay Up.......................................... 48 4..........8 Uji Simultan .... 47 4............. 54 xi ..........................................................2 Ditribusi Frekuensi Hasil Underbasket..... 50 4..............................................................................................................................................4 Hasil Uji Normalitas Data......................................3 Distribusi Frekuensi Hasil Lay Up...... 52 4............................7 Model Regresi dan Uji Parsial .......................................

..DAFTAR GRAFIK Grafik Halaman 1.................................. Pengujian Homogenitas Model Regresi... 51 xii ....................

...... Gerakan One Two Stop Pada Akhir Speed Dribble .................................. Tes Hasil Underbasket ......... Tembakan Lay Up ... 27 11.......... Gerakan Reverse Dribble ........................................................................... Gerakan Inside Out Dribble .................................................................................................................. Gerakan Kecepatan Dribble............. Gerakan Crossover Dribble ............... 40 15. Keranjang ................................................ Gerakan Retreat Dribble ............................................... 24 8...................... 28 12......................................................................... 16 6........ Lapangan Bolabasket ...................... 41 xiii ............. Papan Pantul......................................................... Tes Kecepatan Dribble....................... Tes Tembakan Lay Up .. 23 7.................................................................................................. 30 14.......................................... 12 2......................... 13 3... Gerakan Foot Fire Dribble .......................................... Langkah Lay Up...................................................................................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. 40 16........ 25 9......................... Gerakan Change Of Pace Dribble ................. 14 4.................................................. 26 10............................................... 16 5................................................................................................................................ 29 13...................................................................................

.................................................................. Daftar Nama Sampel ............. Regression .... Uji Normalitas Data .......... 69 7................................. 81 xiv ................................................ 73 11............ 74 12... Surat Usul Penetapan Pembimbing.................................................. 71 9.............................................. Surat Keputusan Pembimbing................. 68 6.................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1......................................................... 67 5.............. 65 3................. 70 8.................................................. Skor Test Underbasket dan Dribble......................... Uji Linieritas Y dan X2...... 72 10........................ Uji Linieritas Y dan X1............................... 76 13..... 80 15.... 66 4........ Penentuan Skor Hasil Tes ........................................................ Dokumentasi Penelitian .......... 64 2..................................................................................................... Data Hasil Penelitian........................................................... Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian .................... Analisis Regresi Ganda ............................. Tabel Interpretasi Nilai r (Hubungan)......................................................................................... Surat Permohonan Ijin Penelitian .......... 79 14.............

Melalui kegiatan olahraga bolabasket ini para remaja banyak memperoleh manfaat khususnya dalam pertumbuhan fisik. Ditunjang lagi dengan sering diadakannya turnamenturnamen antar klub. Sekarang banyak sekali terlihat lapangan bola basket di berbagai kota maupun di pelosok-pelosok tanah air. Permainan bolabasket di Indonesia sekarang ini mulai menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.BAB I PENDAHULUAN 1. Namun baru pada tanggal 23 Oktober 1951 didirikanlah Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI). Permainan bolabasket ini sudah mulai dipertandingkan dalam Olympiade di Jerman pada tahun 1936. Bolabasket masuk ke Indonesia sekitar tahun 1948 yang lalu dan berkembang setelah proklamasi kemedekaan. dan sosial. menjadikan olahraga bola basket menjadi olahraga yang bergengsi dan trend mode di kalangan anak muda. Selain itu dengan bervariasinya permainan bola basket dengan unsur hiburan seperti streetball. . crushbone. event-event pelajar dari tingkat daerah hingga nasional. Itu tertanda bahwa masyarakat di tanah air ini mulai menyukai permainan bolabasket. Permainan bola basket saat ini mengalami perkembangan yang pesat terbukti dengan munculnya klubklub tangguh di tanah air dan atlet-atlet bolabasket pelajar baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.1 Alasan Pemilihan Judul Permainan bolabasket merupakan cabang olahraga yang makin banyak digemari oleh para masyarakat terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. three on three. mental.

Dengan adanya pembibitan inilah lahir atlet-atlet yang berpotensial untuk meningkatkan prestasi bolabasket di daerahnya dan khususnya di Jawa Tengah. sering terjadi turnamen-turnamen bola basket antar klub. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan bola basket sekaligus sebagai ajang untuk mencari atlet-atlet yang berbakat. Perkembangan bolabasket di Jawa Tengah juga tidak mau kalah dengan daerah-daerah lain yang sudah maju. daerah tingkat I oleh pengurus daerah (Pengda Perbasi). crushbone. Perkembangan bolabasket di Jawa Tengah dapat berkembang pesat dikarenakan adanya pembibitan-pembibitan atlet yang baik dari berbagi klub di daerah. Di Jawa Tengah sudah berdiri klub-klub bolabasket yang cukup besar. maupun perguruan tinggi. sekolahan. maupun antar mahasiswa. . Di Semarang misalnya. Bahkan ada suatu pertandingan bolabasket untuk kalangan umum seperti streetball. three on three. pelajar. 1992:202). Pertandingan seperti ini biasanya dilaksanakan untuk entertaiment dan juga bisa untuk pencarian bibitbibit atlet yang berbakat.2 Dengan adanya PERBASI ini perkembangan bolabasket di Indonesia jauh lebih maju karena ada suatu organisasi yang bertujuan mengembangkan olahraga bola basket mulai dari pusat (PB Perbasi). sampai ke pelosok tanah air di daerah tingkat II oleh pengurus cabang (Pengcab Perbasi) (A. Sarumpaet. Baik yang sifatnya resmi maupun tidak resmi atau hiburan. Karena dari situlah para bibit-bibit atlet mulai tumbuh dan berkembang. Di Semarang setiap tahunnya pasti ada banyak sekali pertandinganpertandingan bola basket yang diadakan di berbagai daerah oleh klub bolabasket.

UKM bolabasket UNNES merupakan salah satu tim bolabasket yang sering mengikuti pertandingan tersebut. Penguasaan teknik dasar bolabasket dan sebuah kondisi fisik yang baik tidaklah mudah. Jika teknik dasar telah dimiliki dengan baik maka akan dapat bermain bolabasket dengan baik pula. . Adapun syarat untuk dapat melakukan teknik dasar permainan bolabasket adalah keseimbangan dan kecepatan. Mahasiswa yang tergabung dalam UKM bolabasket UNNES ini rata-rata mempunyai teknik dasar bolabasket yang baik karena mereka berasal dari klub-klub di daerahnya masing-masing. Dalam menghadapi persaingan kompetisi atau pertandingan. Tim bolabasket UNNES yang tergabung dalam UKM bolabasket UNNES ini merupakan peringkat 5 besar di Jawa Tengah. penguasaan teknik permainan sangat penting terutama dalam pengusaan teknik dasar permainan bolabasket. Perlu latihan keras yang dimulai dari sejak dini. Dari pertandingan tersebut akan diambil satu pemenang yang akan berlaga di LIBAMA Nasional. Hal ini sudah wajar untuk dimiliki oleh setiap atlet dari berbagai macam cabang olahraga. Penguasaan teknik dasar yang baik harus benar-benar dikuasai oleh seorang pemain bolabasket karena pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik saja akan tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan teknik bermain.3 Setiap satu tahun sekali di Jawa Tengah diadakan pertandingan bolabasket antar mahasiswa yang bernama LIBAMA (Liga Basket Mahasiswa) yang diikuti oleh beberapa Universitas yang berada di Jawa Tengah.

sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket (Imam Sodikun. untuk mendapatkan gerakan efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. teknik lay up adalah jenis tembakan yang efektif. Teknik menembak 4. maka harus ditunjang kecepatan dribble dan ketrampilan underbasket yang sangat bagus juga. . tembakan lay up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak sekali dengan basket. Menurut Sukintaka (1979:23). 2) menggiring bola. Teknik gerakan berporos 5. Dari kedua awalan tersebut yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tembakan lay up dengan mendribble bola atau menggiring bola. Teknik dasar dalam permainan bolabasket dapat dibagi sebagai berikut : 1. Teknik melempar dan menangkap 2. 1992:48).4 Pada permainan bolabasket. 1992:64). maka harus benar-benar dimiliki oleh seorang pemain bolabasket. Merayah (Imam Sodikun. Teknik awalan melakukan tembakan lay up ada dua cara yaitu : 1) melalui operan atau passing dari kawan. hingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah. Sebagai salah satu bagian dari teknik dasar permainan bolabasket. Karena kedua teknik dasar tersebut sangat penting. Jika seseorang ingin memiliki tembakan lay up yang bagus. Teknik tembakan Lay up 6. Teknik menggiring bola 3.

Ketrampilan underbasket juga mempunyai peranan penting dalam kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket 1. Dalam permainan bolabasket. Setelah memperhatikan uraian di atas penulis merumuskan masalah penelitian ini penulis membatasi permasalahan pada hasil kemampuan melakukan tembakan lay up dengan hubungannya kecepatan dribble dan hasil underbasket.2 Permasalahan Dalam suatu penelitian terdapat suatu permasalahan yang perlu untuk diteliti.5 Dari pernyataan di atas. 2. lay up merupakan teknik yang harus dikuasai dengan baik karena teknik ini sangat penting dalam permainan bolabasket. Kecepatan dribble mempunyai peranan penting dalam kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket. dianalisis dan diusahakan pemecahannya. 4. Penguasaan teknik dasar dalam permainan bolabasket adalah sangat penting. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? . maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil UnderBasket Terhadap Hasil Lay Up Pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007. Adapun yang menjadi alasan pemilihan judul dalam penelitian ini adalah : 1. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. 3.

Yang dimaksud kecepatan dribble dalam penelitian ini adalah menghitung kecepatan mendribble (waktu) seseorang melakukan dribble zig zag dengan jarak yang telah ditentukan.3. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil kemampuan melakukan tembakan lay up dalam permainan bolabasket pada UKM Bolabasket putra UNNES. Apakah ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? 1.3. atau pertalian (Depdiknas. Apakah ada hubungan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket ? 3. 2005:409).2 Kecepatan Dribble Kecepatan adalah waktu yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu (Depdiknas. ikatan.1 Hubungan Hubungan adalah keadaan berhubungan.3 Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahan penafsiran mengenai istilah-istilah yang terdapat pada tema skripsi dan permasalahan yang dibicarakan tidak meluas atau menyimpang dari tujuan penelitian maka penulis memberikan penegasan istilah yang meliputi : 1. 2005:208). .6 2. 1.

3. shooting. Tembakan lay up dapat dilakukan dengan didahului berlari. Yang dimaksud hasil underbasket dalam penelitian ini adalah usaha melakukan underbasket ke dalam ring basket selama waktu yang telah ditentukan.3. jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane.3. 2002:35). Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu. . menggiring. 2005:391). maupun underbasket. 2000:67). Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat).3 Hasil Hasil berarti sesuatu yang diadakan (dibuat. 1. 1.7 1. dan sebagainya) oleh usaha (Depdiknas. Pada underbasket tunjukkan bola pada puncak sudut boks sudut kotak dari papan (Hal Wissel. dijadikan. Yang dimaksud hasil lay up dalam penelitian ini adalah usaha melakukan tembakan lay up ke dalam ring basket sebanyak 8 kali. Pada kali ini yaitu melakukan lay up kanan.4 Hasil Underbasket Underbasket adalah menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang.5 Hasil Lay up Lay up adalah jenis tembakan yang dilakukan dengan sedekat mungkin dengan basket yang didahului dengan lompat – langkah – lompat. Hasil di sini adalah keberhasilan dalam memasukkan bola ke dalam keranjang basket baik dengan lay up. atau memotong kemudian berlari dan menuju ke arah basket (Dedy Sumiyarsono.

3.3. Hubungan kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket. Hubungan kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket.6 UKM Bola Basket Putra Unnes UKM bolabasket putra Unnes adalah mahasiswa Unnes yang tergabung dalam suatu unit kegiatan mahasiswa yang membidangi salah satu cabang olahraga yaitu bolabasket khususnya mahasiswa putra yang berjumlah 30 orang.5 Manfaat Penelitian Manfaat hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan informasi dan kajian mengenai teknik-teknik dalam permainan bolabasket terutama masukan bagi para pelatih dalam menyusun program latihan khususnya dalam hal tekhnik tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. 1. Dalam kajian penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam menentukan teknik yang baik yang dapat digunakan dalam permainan bolabasket karena dalam dunia olahraga pengembangan teknik-teknik baru akan selalu berkembang sesuai dengan perkembangan dan pengembangan .4 Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : 1.8 1. 2. Hubungan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bolabasket. 1.

6. . Hasil perkuliahan dan pengalaman-pengalaman selama peneliti berada di FIK UNNES. 4. Buku literatur yang berhubungan dengan penulisan skripsi.6.6 Sumber-sumber Pemecahan Masalah Untuk memecahkan persoalan yang ada dalam penelitian ini. 2. maka penulis mengambil beberapa sumber data sebagai berikut : 1.9 permainan dalam rangka peningkatan prestasi olahraga sekaligus sebagai bahan pertimbangan bagi para peneliti untuk mengadakan penelitian lanjutan. 1. Hasil wawancara dengan para pakar bolabasket 3.1 Sumber Data Pokok Sumber data pokok dari hasil survey tes pada anggota UKM bolabasket putra UNNES 1.2 Sumber Data Pelengkap Sunber data pelengkap dalam penyusunan skripsi ini adalah : 1. Petunjuk dan bimbingan dari para dosen pembimbing.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2. Dengan demikian ketrampilan gerak dasar menembak (shooting) dalam . dipantulkan atau di dribble ke segala arah. 2004:11). sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan (PB PERBASI. serta menahan lawan agar jangan memasukkan bola ke keranjang sendiri dengan lempar tangkap. Menurut Machfud Irsyada (2000:14). Sedangkan menurut Dedy Sumiyarso (2002:1). yang merupakan syarat regu tersebut dinyatakan pemenang. Permainan bolabasket mempunyai tujuan memasukkan bola sebanyak mungkin ke keranjang lawan. digelinding. menggiring. Regu yang dapat mencatat atau mencetak angka (score) paling tinggi adalah sebagai pemenang.1 Sejarah Bolabasket Bolabasket dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu berusaha memasukkan bola ke dalam keranjang lawan dan berusaha mencegah lawan untuk memasukkan bola atau mencetak angka dengan cara bola dioper. dimainkan dengan dua tangan. dan menembak.1. Tujuan dalam permainan bolabasket adalah untuk menciptakan tembakan yang tepat dan mendapat angka pada setiap kesempatan. permainan bolabasket merupakan olahraga permainan menggunakan bola besar. bahwa sesuai dengan tujuan utama permainan bolabasket itu sendiri yaitu memasukan bola sebanyak mungkin ke keranjang lawan dengan cara yang sportif sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

Untuk mengkoordinir perkembangan bolabasket di Indonesia. Sampai sekarang PERBASI yang bertanggung jawab atas perkembangan bolabasket di Indonesia. Menembak merupakan suatu keterampilan yang paling penting dan untuk memiliki keterampilan ini dibutuhkan latihan-latihan yang banyak sekali (Vic Ambler. Pada tahun 1955 kepanjangan PERBASI diubah menjadi Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia dengan singkatan tetap PERBASI. seseorang anggota Sekolah Pelatihan YMCA di Springfield Massachusetts yang dikenal dengan Sringfield College.11 permainan bolabasket sangat penting untuk dikuasai secara baik. . Pada PON 1 tahun 1948 di Solo permainan bolabasket dipertandingkan. James Naismith. dibentuklah organisasi yang disebut PERBASI (Persatuan Basketball Seluruh Indonesia) pada tanggal 23 Oktober 1951 dengan Tonny Wen sebagai ketua dan Win Latumeten sebagai sekretarisnya. Menembak merupakan sasaran akhir setiap bermain. Mulai dari Jogja. Keberhasilan suatu regu dalam permainan selalu ditentukan dalam keberhasilannya dalam menembak. Untuk dapat berhasil dalam menembak perlu dilakukan teknikteknik yang betul. Solo. Permainan bolabasket diciptakan pada bulan Desember 1891 oleh Dr. dan sekitarnya. 1982:35). tetapi tidak boleh mengesampingkan ketrampilan gerak dasar yang lain. Permainan bolabasket di Indonesia berasal dari pedagang dari Cina dan mulai berkembang atau mendapat tempat di masyarakat.

Ukurannya adalah panjang 28 meter dan lebar 15 meter yang diukur dari sisi dalam garis batas (gambar 1). Gambar 1 Lapangan Bola Basket (Imam Sodikun. dan bebas dari halangan.2 Lapangan Bolabasket Menurut PB PERBASI dalam peraturan resmi bolabasket (2004:5). keras.1. lapangan permainan harus memiliki permukaan yang rata.12 2. 1992:82) . Federasi Nasional menyetujui ukuran lapangan yang akan dipakai untuk kompetisi dengan ukuran minimum adalah panjang 26 meter dan lebar 14 meter.

80 meter dan tinggi 1.05 meter di belakang ring dibuat petak persegi panjang dengan ukuran 59 cm dan tinggi 45 cm dengan lebar garis tepi 5 cm (Imam Sodikun. Garis tengah besi 20 mm dengan sedikit tambahan lengkungan besi kecil di bawah simpai tempat . 1992:83) 2.4 Keranjang Keranjang terdiri dari keranjang atau simpai dan jala. Simpai terbuat dari besi yang keras.13 2.3 Papan Pantul Kedua papan pantul terbuat dari kayu keras atau bahan tembus pandang (transparan) dengan tebal 3 cm sesuai dengan kekerasan kayu. dengan lebar 1. 1992:83).1. berdiameter 45 cm dan berwarna jingga. Lihat gambar 2 Gambar 2 Papan Pantul (Sumber Imam Sodikun.1.

kemudian terus masuk ke bawah. Jarak terdekat dengan bagian dalam tepi simpai 15 cm dari permukaan papan pantul (Imam Sodikun. Gambar 3 Keranjang (Sumber Imam Sodikun.40 meter (Imam Sodikun.05 meter. Jala terbuat dari tambang putih teranyam dan tergantung sedemikian rupa sehingga menahan bola masuk ke keranjang. 1992:83). Jarak tepi bawah sampai dengan lantai 3. Kelilingnya antara 75-78 cm dengan berat antara 600650 gram. Bola dipompa secukupnya sehingga kalau dijatuhkan dari ketinggian 1. pantulannya antara 1. 1992:84) 2. 1992:84).5 Bola Bola yang digunakan adalah bola yang betul-betul bundar terbuat dari kulit. Panjang jala 40 cm (lihat gambar 3). .80 meter. karet atau sintesis.1.14 memasang jala.20-1.

Hal ini menguntungkan yaitu menembak dari jarak yang jauh dapat diperdekat dengan basket dengan melakukan lompat – langkah – lompat. Menurut Sukintaka (1979:23).6 Teknik Dasar Bolabasket Teknik-teknik dasar dalam permainan bolabasket menurut Imam Sodikun (1992:48) adalah sebagai berikut : 1) teknik passing (melempar dan menangkap).6. Tembakan lay up dapat dilakukan dengan didahului berlari. 2) teknik dribble (menggiring bola). 5) teknik lay up shoot. hingga seolah-olah bola itu diletakkan kedalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah. 6) teknik rebound (merayah). menggiring.15 2. 2002:35). 3) teknik shooting (menembak). maka ia dapat bermain dengan baik pula.1 Tembakan Lay Up Tembakan lay up adalah jenis tembakan yang efektif. diteruskan dengan memasukkan bola (Imam Sodikun 1992:64). sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket.1. 2. 4) teknik pivot (gerakan berporos). atau memotong kemudian berlari dan menuju ke arah basket (Dedy Sumiyarsono. Dari kelima teknik dasar tersebut jika telah dimiliki dengan baik oleh seorang pemain.1. Tembakan ini dimulai dari menangkap bola sambil melayang → menumpu satu kaki → melangkah yang lain ke depan → menumpu satu kaki → . Pada lompatan terakhir ini pada posisi setinggi-tingginya mendekati basket. tembakan lay up adalah tembakan yang dilakukan dengan jarak sekali dengan basket.

1992:64). 1992:64) Tembakan lay up dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui operan kawan dan menggiring bola sendiri (Imam Sodikun. Lihat gambar 4 Gambar 4 Langkah Lay up (Imam Sodikun.16 melompat setinggi-tingginya atau sedekat-dekatnya dengan basket. 1992:65) . Cara ini adalah yang paling mudah dilakukan. 1992:65). Berikut ini adalah gambar untuk melakukan gerakan lay up. tinggal memperhitungkan sudut pantulan bola dan kekuatan tangan melepas bola (Imam Sodikun. Lihat gambar 5 A B C D E F Gambar 5 Tembakan Lay up (Imam Sodikun. Biasanya tembakan ini dilakukan dari samping (kiri atau kanan) basket dan bola dipantulkan lebih dulu ke papan.

khususnya tembakan lay up merupakan keahlian yang sangat penting dalam bola basket di samping teknik dasar yang lain. Sarumpaet. Begitu juga sebaliknya bila saat menerima bola dalam keadaan melayang dengan kaki kiri di depan. sedang hitungan ketiga adalah saat melepaskan bola untuk tembakan.17 Keterangan: A : Sikap melompat B : Sikap melayang sambil menerima bola C : Sikap melayang untuk melangkah lagi D : Melangkah E : Sikap menumpu lagi untuk naik (melompat) F : Sikap menembak Sesuai dengan peraturan permainan bahwa seorang pemain yang menerima bola saat melayang. sesaat dalam keadaan berhenti di udara (A. maka hitungan satu dikenakan pada saat kaki kanan mendarat di lantai. hitungan dua pada saat kaki kanan melangkah ke depan dan mendarat. dan hitungan ketiga adalah saat melepaskan bola sebagai suatu tembakan. sedang hitungan tiga adalah saat melepaskan bola untuk tembakan. Menembak. maka pemain tersebut diperbolehkan untuk menambah langkah 2 (dua) hitungan. Penembak yang baik sering disebut dengan pure shooter. Yaitu pada saat tercapainya titik tertinggi dan sedekat mungkin dengan simpai. dkk. Penembak yang handal itu merupakan hasil dari . disebut demikian karena kehalusan tembakannya. 1992:235).. hitungan dua pada saat kaki kiri melangkah ke depan dan mendarat. maka hitungan satu dikenakan pada saat kaki kiri mendarat di lantai. Langkah lay up dapat dilakukan sebagai berikut : Bila saat menerima bola dalam keadaan melayang dengan kaki kanan di depan.

Saat menerima bola Saat menerima bola harus dalam keadaan melayang. Salah satu faktor yang menetukan untuk menghasilkan suatu tembakan yang akurat adalah sudut tembakan.18 latihan. Menurut Wissel (2000:43) keahlian dasar yang harus dilatih dalam tembakan lay up adalah keakuratan dalam menembak. kalau arah bola dari kanan. Adapun 2 langkah itu dapat dilakukan sebagai berikut : . bukan bawaan dari lahir. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam tembakan lay up menurut Sukintaka (1979:23) adalah sebagai berikut : a. perhatikan pantulan pada papan di sekitar garis tegak sebelah kanan pada pada petak kecil di atas basket. b. Menembak (lay up) adalah suatu teknik yang dapat dilatih sendiri setelah mengerti mekanisme tembakan yang benar Dalam melakukan tembakan lay up sangat diperlukan adanya ketepatan dalam mengarahkan bola ke ring basket. Sesuai dengan peraturan permainan bahwa seorang pemain yang menerima bola pada saat melayang. c. Saat melepaskan bola Bola harus dilepas dengan kekuatan kecil. maka pemain itu diperbolehkan untuk menambah langkah 2 hitungan. langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan agar dapat melompat setinggi-tingginya. Saat melangkah Langkah pertama harus lebar atau jauh untuk memelihara keseimbangan.

2. b) tangan ke atas. c) bahu rileks. bola diputar ke arah dalam sehingga mudah dihalang atau dicuri oleh lawan. b) tangan yang menembak diangkat lurus ke atas. Pada saat mengambil ancang-ancang menggunakan lompatan jauh (imbang ke depan atau ke samping) daripada melompat tinggi.19 “Bila tolakkan pertama dengan kaki kanan langkah pertama kaki kiri dan langkah kedua kaki kanan lagi atau sebaliknya (kiri. . d) tangan yang tidak menembak diletakkan di bawah bola. c) bola dilepas dengan kekuatan ujung jari pada titik tertinggi dan memantul di sekitar garis tegak sebelah kanan pada petak kecil di atas keranjang. e) tangan yang menembak diletakkan di belakang bola. Menurut Hal Wissel (1996:61) bahwa terdapat beberapa kunci sukses melakukan tembakan lay up yaitu: 1. Fase pelaksanaan: a) angkat lutut untuk melompat ke arah vertikal. kanan. f) siku masuk dan rapat 2. Fase follow through: a) mendarat dengan seimbang dan lutut ditekuk. 3. b) langkah kedua pendek untuk memperoleh awalan tolakan yang kuat agar dapat melompat yang tinggi. jika dilakukan dari sisi kanan. Anda kehilangan perlindungan dan kontrol bola karena terlalu cepat menarik tangan penyeimbang pada bola. kiri)”. Adapun kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan tembakan lay up menurut Hal Wissel (2000:62-63) adalah: 1. Sebelum melakukan tembakan. Fase persiapan: a) langkah pertama harus lebar atau jauh untuk memelihara keseimbangan. 3.

Khususnya jika kita melakukan dribble dengan cepat. maka kita harus merendahkan tubuh dan mencondongkan ke depan agar dapat bergerak dengan cepat dan dinamis sehingga dapat melakukan lay up secara optimal. Teknik tembakan lay up ini ada 2 cara.6. 5. yaitu dengan ayunan satu tangan atau dua tangan dari arah bawah kepala (underhand lay up shoot) dan dengan ayunan satu tangan atau dua tangan ditembakan dari arah atas kepala (overhand lay up shoot). tembakan jatuh rendah. 6. yaitu dengan melalui operan kawan dan menggiring bola.1.20 4. Adapun teknik lay up yang digunakan dalam penelitian ini adalah tembakan lay up dari sisi kanan dengan menggiring bola. Setelah melakukan lay up anda tidak siap merebutnya kembali atau gagal melakukan rebound. Tembakan anda berputar dari samping. dribble adalah suatu .2 Teknik Dribble Dribble merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bolabasket dan penting bagi permainan individual dan tim. Dalam melakukan tembakan lay up diperlukan keseimbangan dan konsentrasi yang tinggi karena pada saat kita melakukan tembakan ini posisi tubuh dalam keadaan melayang. menghasilkan gerakan bola yang berputar menjauhi ring. Kita harus mengkondisikan titik pusat gaya berat tubuh sesuai dengan posisi tubuh. Bola memantul terlalu rendah pada papan dan keluar. Dengan sedikit persentuhan dengan tangan anda. Sedangkan cara melepaskan bola disaat tembakan lay up pada dasarnya ada dua cara. Seperti operan. 2.

Pantulkan bola dilakukan dengan jari-jari tangan dibantu dengan pergelangan tangan (bukan memukul dengan telapak tangan). tangan kanan secara relax.21 cara membawa bola. Kemampuan mendribble dengan tangan lemah dan tangan kuat adalah kunci untuk meningkatkan permainan anda. g. Agar tetap menguasai bola sambil bergerak. kemudian baru dipantulkan kembali. . d. Pada awalnya. c. b. maka lindungi dengan tubuh anda (Hal Wissel 2000:95). e. jagalah agar tubuh anda agar berada di antara bola dan lawan. Peganglah dengan kedua tangan secara relax. tangan kanan di atas bola. kiri di bawah menjadi tempat terletaknya bola. Pantulkan bola dengan tangan kanan (pada permulaaan bola dilihat). Dengan kata lain. Untuk melindungi bola. cara melakukan dribble adalah sebagai berikut : a. Sementara mendribble anda tidak boleh menyentuh bola secara bersamaan dengan dua tangan atau bola diam dalam genggaman tangan anda. Berdiri seenaknya dengan kaki kiri agak sedikit ke depan dan kaki kanan. Gerakan lengan hampir seluruhnya. f. jika anda mendribble dengan sisi tangan yang lemah. Menjinakkan bola dengan sedikit mengikuti bergeraknya bola ke atas sebentar dengan jari-jari dan pergelangan tangan. bola harus lepas dari tangan sebelum kaki anda diangkat dari lantai. anda harus memantulkannya pada lantai. Menurut Imam Sodikun (1992:58). Condongkan badan ke depan mulai dari pinggang.

Menembus penjagaan ke arah ring. Menarik perhatian penjaga untuk membebaskan rekan tim. f. Memperbaiki posisi atau sudut (angle) sebelum mengoper ke rekan. Memindahkan bola ketika penerima tidak bebas penjagaan. kiri kanan. c. berkelok-kelok dengan rintangan dan dengan lawan. Ada beberapa manfaat khusus dribble menurut Hal Wissel (2000:95) antara lain : a. d. b. Memindahkan bola pada saat fast break karena rekan tim tidak bebas penjagaan untuk mencetak angka. dan h. dan menembak sehingga dapat dilakukan dengan cepat. menggiring. Kombinasikan antara mengoper. Menggiring bola dilakukan dengan agak rendah. i. Memindahkan bola keluar dari daerah padat penjagaan ketika operan tidak memungkinkan (contoh ketika setelah rebound atau dijaga dua orang). dan percepatkanlah gerakannya. Setelah diratakan. . Menyiapkan permainan menyerang.22 h. j. e. maju mundur. g. k. watak. Mulailah dengan tidak melihat bola. rahasia dan irama pantulan (get the feeling) dengan sikap bediri di tempat maka mulailah sambil bergerak maju atau mundur. Membuat peluang untuk menembak dan melakukan lay up.

23

Berikut adalah macam-macam ketrampilan melakukan dribble untuk melatih kemampuan dan kecepatan dalam melakukan dribble antara lain : 1. Kontrol Dan Kecepatan Mendribble

Gambar 6 Gerakan Kecepatan Dribble (Hal Wissel 2000:97)

Kecepatan mendribble amat berguna ketika anda tidak dijaga ketat, ketika anda harus cepat membawa bola dalam dalam lapangan yang kosong, dan ketika anda harus cepat mencapai keranjang (Hal Wissel, 2000:96). Untuk kecepatan mendribble lakukan dribble setinggi pinggang angkat kepala anda dan lihat sisi keranjang sehingga anda dapat melihat keseluruhan lapangan-rekan setim dan para lawan.

24

2. Peningkatan Kontrol Setelah Speed Dribble Kecepatan dalam mendribble penting, begitu pula berhenti tiba-tiba dengan seimbang. Setelah mendribble pada kecepatan penuh, pemain yang tidak berpengalaman sering kehilangan keseimbangan dan kontrol pada saat mencoba berhenti cepat. The one two stop dapat mencegah ayunan kaki dan berpindah ketika anda berhenti setelah mendribble dan hal ini amat penting dalam melakukan terobosan. Lihat gambar 7

Gambar 7 Gerakan One Two Stop Pada Akhir Speed Dribble (Hal Wissel 2000:99)

3. Footfire Drible The Footfire Dribble adalah metode berhenti sementara sambil menjaga dribble tidak mati ketika anda mendekati pemain lawan dalam lapangan terbuka. Terutama pada akhir serangan balik yang memungkinkan anda mendapat keseimbangan dan membaca posisi pemain lawan sementara anda punya tiga ancaman melalui tembakan, operan atau bergerak ketika mendribble.

25

Untuk mengeksekusi footfire anda harus dengan cepat mengubah kecepatan dribble menjadi control dribble, untuk kemudian berhenti dengan tetap mendribble. Dribble di tempat, menghadap ring basket dengan kaki telentang selebar bahu. Gerak cepat footfire ini membantu anda meningkatkan keseimbangan pada saat yang bersamaan memaku lawan di tempat. Efektifitas footfire dribble anda didapat dari keseimbangan dan kontrol yang prima, prediksi lawan anda, dan pembuatan gerak tipuan. Sebelum gerakan selanjutnya untuk menembak, mengoper atau membawa bola. Lihat gambar 8

Gambar 8 Gerakan Foot Fire Dribble (Hal Wissel 2000:100)

4. Change Of Pace Dribble The change of pace dribble (dribble dengan perubahan kecepatan langkah) berguna untuk menipu dan menghindari lawan anda. Untuk melakukan perpindahan langkah, ubah metode dribble dari cepat ke terkontrol dan kembali lagi ke cepat. Kemampuan anda dalam dribble ini tergantung pada gerak

26 mengecoh dan kecepatan. Dalam mengubah langkah anda mendapat keuntungan karena anda sendiri yang memutuskan untuk mengubah kecepatan. Dengan gerak tipuan yang baik dan dengan kekuatan yang penuh pada dribble untuk meningkatkan kecepatan anda. Dengan mundur dulu ke belakang sambil tetap mendribble. seharusnya paling sedikit berada satu langkah di depan lawan anda setelah mengontrol langkah dan kecepatan dribble. anda dapat memperpendek jarak untuk melakukan perubahan di depan dan . Lihat gambar 9. Gambar 9 Gerakan Change Of Pace Dribble (Hal Wissel 2000:102) 5. Retreat Dribble Retreat dribble (dribble mundur) ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketika ditekan lawan. Ubahlah dribble anda dari lambat ke cepat.

27 kecepatan mendribble untuk menghindari jebakan. untuk mulai menjangkau keranjang dan untuk menciptakan peluang bagi tembakan. Lihat gambar 10. Untuk melakukan dribble mundur gunakan langkah mundur yang pendek dan cepat diikuti mendribble ke belakang. Crossover Dribble Crossover dribble (perubahan arah dribble dari depan) ini penting dalam menyusuri lapangan dengan gerak cepat. dengan begitu anda bisa mengontrol perubahan arah dribble. Gambar 10 Gerakan Retreat Dribble (Hal Wissel 2000:103) 6. Ketika anda mundur lindungi bola dan jaga keseimbangan. dan dapat melewati lawan dengan mendribble cepat. Keefektifan dalam dribble ini .

Gambar 11 Gerakan Crossover Dribble (Hal Wissel 2000:04) 7. silangkan bola di depan anda pada sudut belakang. Anda melakukan penipuan dengan mengubah arah kepala ke isi lain. Inside Out Driblle Inside out dribble (menipu dengan merubah arah) ini merupakan dribble tipuan untuk dapat membuka jalan menuju keranjang atau untuk menembak.28 didasarkan pada seberapa tajam perubahan dribble anda dari satu arah ke arah yang lain. Untuk melakukan dribble cepat bola dipantulkan sebatas lutut atau lebih rendah dengan control dribble yang telah ditentukan. putar dribble dari satu tangan ke tangan yang lain. Dalam melakukan . Untuk melakukan dribble menyilang. Lihat gambar 11.

Daripada melepaskan bola dan mengubah tangan yang mendribble.29 inside out dribble dapat dilakukan dengan menyilangkan bola di depan badan. Lihat gambar 12. Gambar 12 Gerakan Inside Out Dribble (Hal Wissel 2000:105) 8. Gerakan ini paling tepat jika dilakukan sebagai gerakan untuk menyerang dan mematahkan . Reverse Dribble Pada reverse dribble (spin dribble) anda harus mempertahankan posisi badan antara bola dan lawan untuk melindungi bola ketika merubah arah. putar tangan anda dan dribble bola keluar ke arah yang akan anda tuju. Lindungi bola dengan badan anda sedangkan tangan yang lainnya diangkat. Dribble harus dilakukan dekat dengan badan dan sebatas lutut.

Behind The Back Dribble Pada Behind the back dribble (dribble belakang) untuk ini anda harus tetap menjaga tubuh agar selalu berada diantara bola dan sebagai perlindungan ketika . Bawa kaki ke belakang kemudian ke depan ketika anda melakukan dribble ke dua ke depan dan dekat pada badan dengan menggunakan tangan yang sama. Lihat gambar 13. Cara melakukannya yaitu lakukan dribble mundur dan kemudian putar ke belakang dengan kaki yang lain sambil memutar balik anda ke belakang ke arah tangan yang mendribble.30 permainan lawan yang kuat. Gambar 13 Gerakan Reverse Dribble (Hal Wissel 2000:107) 9.

Hasil underbasket. jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane. 2. Pada underbasket tunjukkan bola pada puncak sudut boks sudut kotak dari papan. bahwa banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh untuk hasil tembakan lay up. Dribble ini sangat tepat digunakan untuk mengatasi lawan yang menjaga di depan anda.3 Underbasket Underbasket merupakan salah satu teknik dasar dalam bola basket yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola basket. . Karena dilakukan pada jarak yang sangat dekat dengan ring. dan Tembakan lay up Telah dikemukakan di atas.2 Analisis Kecepatan Dribble.1. Agar pemain dapat melakukan gerakan lay up dengan baik maka harus menguasai teknik underbasket dengan baik pula. Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat).6. Menurut Hal Wissel (2000:67). Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu. Dalam teknik bolabasket. underbasket adalah menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang. Dribble ini adalah dribble dengan dua gerakan yang dilakukan di belakang badan. Karena teknik ini sangat mendukung terhadap teknik yang lain seperti lay up.31 berganti arah. Teknik adalah salah satu teknik yang paling mudah dilakukan daripada teknik-teknik tembakan yang lain. 2. Jika anda dapat menguasai teknik ini dengan baik maka persentase memasukkan bola ke dalam ring lebih besar dari pada teknik menembak yang lainnya.

Yang dimaksud kecepatan dribble dalam penelitian ini adalah menghitung kecepatan mendribble seseorang melakukan dribble zig zag dengan jarak yang telah ditentukan. karena dalam bola basket gerakannya dinamis sehingga banyak sekali mendribble bola dengan melewati lawan dan diakhiri dengan tembakan lay up. maka harus mengajarkan teknik dribble dan underbasket terlebih dahulu. Dari keterangan di atas dapat suatu pengertian bahwa awalan melakukan tembakan lay up yaitu dengan mendribble bola melewati lawan yang berusaha menghadang. 2. Menurut para pelatih dan pakar bola basket jika ingin mengajarkan teknik tembakan lay up. maka harus benar-benar menguasai teknik dribble dan underbasket dengan baik.32 salah satu faktor yang sangat mendukung dalam melakukan tembakan lay up salah satunya adalah teknik mendribble dan teknik underbasket.1 Hubungan Kecepatan Dribble dan Hasil Melakukan Tembakan lay up. Selain itu juga didukung oleh teknik-teknik yang lain terutama dari segi anatomi tubuh. Karena jika ingin menguasai tembakan lay up. . Semakin terampil pemain mendribble bola maka semakin sulit lawan untuk menghalangi seorang pemain untuk mendekatkan diri ke arah basket dan melakukan tembakan lay up ke basket.2. Selain itu juga perlu diajarkan teknik-teknik yang lain. Kecepatan dribble membantu dalam memperkuat daya tolak pada waktu melompat sehingga makin mudah untuk memasukkan bola ke dalam basket saat melakukan tembakan lay up.

2.3 Hubungan Antara Kecepatan Dribble. Menurut Rubianto Hadi (2006:29). Telah dikemukakan di atas bahwa banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh untuk hasil tembakan lay up. Hasil Underbasket. Teknik underbasket merupakan modal utama untuk bisa melakukan tembakan lay up. belajar gerak dimulai dari yang mudah ke yang sukar. kecepatan dribble dan hasil tembakan underbasket merupakan faktor yang memberikan pengaruh terhadap hasil tembakan lay up dalam permainan bolabasket. Agar pemain dapat melakukan gerakan lay up dengan baik maka harus menguasai teknik underbasket dengan baik pula. Kemudian setelah kedua teknik tersebut dikuasai dengan baik. Karena teknik ini sangat mendukung terhadap teknik yang lain seperti lay up. Jika seseorang tidak bisa melakukan teknik underbasket maka secara otomatis dapat dikatakan orang tersebut tidak bisa melakukan tembakan lay up. bahwa belajar lay up harus diimbangi dahulu dengan latihan dribble dan underbasket. dari gerakan yang kurang tenaga ke yang lebih banyak memerlukan tenaga. baru menginjak ke teknik yang lebih kompleks yaitu belajar lay up . dari yang sederhana ke yang kompleks.2 Hubungan Hasil Underbasket dan Hasil Lay Up Underbasket merupakan salah satu teknik dasar dalam bolabasket yang harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bolabasket. dan Hasil Tembakan Lay Up.33 2.2. Begitu pula belajar lay up. 2.

3 Hipotesis Berdasarkan permasalahan dan dari landasan teori yang telah dijelaskan tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : 1. Ada hubungan antara kecepatan dribble terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. 2.34 2. Ada hubungan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. Ada hubungan antara hasil underbasket terhadap hasil tembakan lay up pada UKM Bolabasket UNNES tahun 2007. . 3.

2002:108). maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama. dan mengikuti konsep ilmiah (Suharsimi Arikunto. berbobot atau tidaknya penelitian tergantung dari pertanggungjawaban metode penelitian sebagaimana kita kenal sekarang memberikan garis-garis yang cermat dan mengajukan syarat-syarat yang keras. maksudnya adalah untuk menjaga pengetahuan yang dicapai dari suatu penulisan dapat mempunyai harga ilmiah yang setinggi-setingginya. Syarat mutlak dalam penelitian adalah metode penelitian. . 3. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus (Suharsimi Arikunto. populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksudkan untuk diselidiki. 2002:18). Menurut Sutrisno Hadi (2000:220).1 Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.BAB III METODE PENELITIAN Dalam melakukan suatu penelitian harus sesuai dengan metode yang telah dibakukan karena berbobot atau tidaknya suatu penelitian ditentukan oleh bagaimana cara yang digunakan dalam penelitian itu. berencana. Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : sistematis.

Populasi sama-sama mempunyai jenis kelamin laki-laki. 2002:109). Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari : a) kemampuan peneliti dilihat dari waktu. tenaga.36 Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa putra yang ikut dalam UKM bolabasket UNNES yang jumlahnya kurang lebih ada 30 mahasiswa (ada di lampiran). 2. Populasi mendapat pembelajaran secara bersama-sama di UKM Bolabasket UNNES. Sesuai dengan pendapat tersebut maka dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah semua mahasiswa UKM bolabasket putra sebanyak 30 . 4. c) besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti.2 Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto. Populasi adalah para atlet bolabasket yang tergabung dalam UKM Bolabasket UNNES. lebih baik diambil semua sehingga penilitiannya merupakan penelitian populasi. Mengenai besar kecilnya sampel dari jumlah populasi oleh Suharsimi Arikunto (2002:112). dan dana. Adapun alasan pengambilan populasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. bahwa "Apabila subyeknya kurang dari 100. b) sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek. Populasi mempunyai latar belakang yang sama di klub bolabasket masingmasing 3. 3.

37 mahasiswa. Variabel bebas atau X yang terdiri dari dua sub variabel yaitu : Variabel bebas 1 atau X 1 adalah Kecepatan Dribble Variabel bebas 2 atau X 2 adalah Hasil Underbasket b.4 Metode Pengumpulan Data Penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti pada dasarnya harus mengetahui jenis dasar apa yang harus dipakai. Variabel terikat atau Y yaitu : Hasil lay up 3. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah total sampling. Data adalah suatu keterangan pendukung penelitian. Data yang diperoleh nantinya dianalisis untuk disimpulkan. 3. Dengan demikian peneliti akan memperoleh hasil yang relevan terhadap obyek yang akan diteliti sehingga dapat dipercaya. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey tes. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu : a. Faktor penting dalam penelitian yang berhubungan dengan data adalah metode pengukuran data.3 Variabel Penelitian Variabel adalah gejala yang bervariasi dan menjadi obyek penelitian (Suharsini Arikunto. Menurut Sudjana (2005:7-8) bahwa data harus betul-betul “jujur”. Survey adalah untuk menentukan keadaan . 2002: 104). yakni kebenarannya harus dapat dipercaya. Jenis data yang dibutuhkan tergantung dari tujuan penelitian itu sendiri. jenis data dalam penelitian ini dibagi dua bagian yaitu data yang dapat diukur secara langsung dan data yang diukur secara tidak langsung.

1. untuk hasil underbasket menggunakan tes menembak 30 detik. Langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut : semua peserta tes melakukan tes yang meliputi kecepatan dribble menggunakan tes menggiring cepat (dribble zig-zag). Metode yang digunakan adalah metode survey tes dan pengukuran dengan alat pengukuran dan dilakukan pengukuran akan data yang merupakan hasil pengukuran data hasil dan tes. 3.4. untuk hasil lay up menggunakan tes tembakan lay up yaitu melakukan lay up dengan benar sebanyak 8 kali (Imam Sodikun. Langkah berikutnya adalah observasi pada UKM Bolabasket UNNES mengenai jumlah mahasiswa yang tergabung di UKM tersebut. Adapun jumlah mahasiswa yang tergabung adalah 30 mahasiswa dan diambil semuanya untuk dijadikan sampel dengan teknik pengambilan total sampling. . Untuk mendapatkan sampel tersebut. Dalam kegiatan pengumpulan data ini. 1992:124-128). peneliti harus mengajukan permohonan ijin ke pihak Fakultas yang kemudian diserahkan ke pihak UKM Bolabasket UNNES.1 Tahap Persiapan Penelitian 3.38 dan untuk menentukan itu semua dipergunakan data atau informasi untuk memperoleh melalui proses pengukuran.4. dibagi dua tahap yaitu : tahap persiapan penelitian dan tahap pelaksanaan penelitian.1 Cara Mendapatkan Sampel Tabel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa putra Universitas Negeri Semarang yang tergabung dalam UKM Bolabasket UNNES.

Testee menggiring bola berkelok-kelok melewati kursi atau kerucut sesuai dengan arah anak panah. Lapangan bolabasket 2.4 Sarana dan Prasarana Penelitian Sarana dan prasarana yang digunakan dalam penelitian antara lain : 1.1. Bola basket 2 buah 4.39 3.4. Peluit 8.30 sampai 17. Stop watch 7. Kerucut besar 6 buah 6.5 Instrumen Penelitian Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini ada 3 macam yaitu : 1) Tes kecepatan dribble yaitu melakukan dribble zig-zag yang diukur dengan stopwatch. Ring basket 2 set 3. Rool meter 5. 3.4.2 Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah lapangan bolabasket Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES. pada jam 15.4.3 Waktu Penelitian Waktu pada saat penelitian adalah pada hari selasa tanggal 3 April 2007. Buku dan alat tulis 3.4.1.30 WIB. Sesudah melewati kursi terakhir (keenam) untuk memutarinya dan kembali ke garis finish dengan arah yang .1. 3.1.

menembak lagi beberapa kali selama 30 detik. Jarak antara garis start dengan kursi pertama adalah 2 meter. Gambar 15 Tes hasil underbasket (Sumber Imam Sodikun. boleh dengan satu tangan atau dua tangan. Menangkap lagi. Lihat gambar 14 Gambar 14 Tes kecepatan dribble (Sumber Imam Sodikun. Ketika mendengar aba-aba ''ya" melakukan tembakan ke basket pada sebelah kanan basket. Lihat gambar 15. 1992:128) 2) Tes hasil underbasket yaitu melakukan tes menembak 30 detik.5 meter. Testee berdiri di bawah basket dengan memegang bola. 1992:124) . sedang jarak antar kursi 1.40 berlawanan.

1992:125) 3.1 Tes Kecepatan Dribble Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur kecepatan menggiring bola melalui rintangan. Lihat gambar 16. Testee berada di tengah lapangan sebelah kanan sambil memegang bola. Aba-aba "ya" testee menggiring bola kelok-kelok melewati kerucut-kerucut sesuai dengan arah anak panah.4. Gambar 16 Tes tembakan lay up (Sumber Imam Sodikun.2. Sesudah melewati kursi yang terakhir memutarinya dan kembali ke . sampel diberi pengarahan terlebih dahulu tentang apa yang akan dilakukannya nanti.4.41 3) Tes hasil lay up yaitu dengan tes tembakan lay up sebanyak 8 kali. Menggiring bola sendiri menuju ke basket dan melakukan tembakan lay up sebanyak 8 kali. 1) Pelaksanaaan tes adalah sebagai berikut : Teste berdiri di belakang garis start dengan memegang bola.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian. Kemudian melakukan pemanasan agar tubuh benar-benar siap untuk melakukan tes secara maksimal dan dapat mengurangi terjadinya cedera. 3.

42 garis finish dengan arah yang berlawanan. Peraturan : − Bola digiring dengan tangan 1. Aba-aba "ya" testee melakukan tembakan ke basket. menembak lagi beberapa kali selama 30 detik. yaitu kiri atau kanan − Menggiring dilakukan dengan benar/syah − Urutan kursi harus dilalui berkelok dengan teratur − Percobaan dilakukan 2 kali putaran.5 meter. Semakin sedikit waktu yang ditempuh berarti kecepatan menggiringnya makin baik. boleh dengan satu tangan atau dua tangan. 1) Pelaksanaan tes adalah sebagai berikut : Testee berdiri di bawah basket dengan memegang bola. Setelah melewati garis finish petugas mencatat waktu yang telah ditempuh.4. . dan hanya mengambil 1 data yang paling baik diantara keduanya.2.2 Tes Hasil Underbasket Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur hasil ketrampilan menenbak dari bawah ring basket. Menangkap lagi. Kemudian petugas mencatat kedua hasil tes. Jarak antara garis start dengan kursi pertama adalah 2 meter. 2) Penilaian Skor tes adalah waktu yang ditempuh untuk menggiring mulai dari abaaba "ya" sampai ke garis finis setelah melalui rintangan kursi-kursi dua kali putaran. Sedang jarak antara kursi yang lain adalah 1. 3.

3 Tes Hasil Lay Up Adapun tujuan melakukan tes ini adalah untuk mengukur hasil ketrampilan tembakan lay up. − Setelah menembak baik masuk atau tidak terus mengambil bola dan menembak lagi. 3. 1) Pelaksanaaan tes adalah sebagai berikut : Testee berada di tengah lapangan. Percobaan dilakukan dua kali. − Percobaan dilakukan 2 kali 30 detik. − Pada saat menggiring bola harus benar. ia boleh mengambil dan meneruskan tembakan. Skor tes adalah jumlah bola yang masuk selama percobaaan 30 detik. − Bila bola dilepas. sedang skor yang dipakai adalah skor yang terbanyak. Makin banyak skor yang diperoleh makin baik.4. Peraturan : − Bola digiring sendiri dari tengah lapangan. . samping kanan dengan memegang bola. Kemudian menggiring bola sendiri menuju ke basket dan melakukan tembakan lay up sebanyak 8 kali dan sebelumnya diberi kesempatan untuk melakukan percobaan terlebih dahulu.43 Peraturan : − Bola boleh ditembak dengan berbagai cara. 2) Penilaian Skor Setiap bola masuk diberi skor 1.2.

2) Faktor kemampuan sampel Setiap sampel pasti memiliki kemampuan dan kondisi fisik serta teknik yang berbeda-beda. peneliti berusaha memberi motivasi kepada sampel agar melaksanakan tes dengan sungguh-sungguh.44 − Langkah untuk melakukan lay up harus benar. 3. . Percobaan dilakukan sebanyak 8 kali. sehingga dapat mempengaruhi hasil penelitian. Untuk menghindari hal seperti ini. Skor tes adalah dihitung semua bola yang sah masuk. hal ini terjadi karena adanya faktor-faktor di luar yang tidak dapat dikendalikan dan mempengaruhi hasil penelitian. − Posisi tangan pada saat melakukan lay up adalah seperti orang melakukan tembakan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam hasil penelitian ini adalah : 1) Faktor kesungguhan hati Kesungguhan hati dari setiap sampel tidak sama.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penelitian Dalam setiap penelitian hasil yang dicapai berbeda. 2) Penilaian Tembakan yang sah masuk adalah langkah lay upnya betul dan bola masuk ke basket. maka kemampuan sampel juga dapat mempengaruhi hasil penelitian. Makin banyak skor tes yang diperoleh makin baik.

05. Untuk uji linearitas menggunakan uji F. . dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. sedangkan uji keberartian model dengan uji t dan uji F. Hasil lay up dengan satuan jumlah. dapat diismpulkan bahwa hubungan kedua variable bersifat liner. Uji homogenitas secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot.05. Pengolahan data ini menggunakan komputerisasi dengan sistem SPSS versi 12. Secara teknik meliputi 4 cara karena satuannya berbeda. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen. Apabila nilai p value > 0. Hasil underbasket dengan satuan jumlah.6 Analisis Data Bentuk data dalam penelitian ini adalah bentuk angka meliputi : data dari kecepatan dribble dengan satuan detik. dapat disimpulkan hipotesis diterima.45 3) Faktor psikologi sampel Faktor psikologi atau mental membawa pengaruh yang cukup besar dalam hasil penelitian. Sampel harus dapat berkonsentrasi penuh melakukan tes-tes yang akan dilaksanakan. apabila p value > 0.05. maka sebelum dilakukan perhitungan statistik deskriptif terlebih dahulu dilakukan transformasi data diubah distandarisasi ke skor T baru kemudian dilakukan perhitungan statistik deskriptif dan juga dilakukan uji persyaratan yakni uji normalitas menggunakan statistik non parametrik dengan kolmogorov-Smirnov tes. 3. Apabila nilai p value < 0.

9 < t < 10.9 detik.9 86-100 25 83.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.5 < t < 55 1 3.3 Jumlah 30 100 Terlihat dari tabel 4.5 55-65 0 0. dan 3 teste (10%) memperoleh skor 76-85 karena mampu melakukan .1 Deskriptif Variabel Penelitian Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kecepatan dribble. hasil underbasket dan hasil lay up.1.1.3%) mampu memperoleh skor dribble antara 86-100 karena dapat menempuh waktu dribble kurang dari 9.0 3 10. Ketiga variabel tersebut diukur melalui test. Dari 30 teste waktu paling cepat 7.1 Tabel 4. 4.38 detik dan waktu paling lambat untuk melakukan dribble 11.0 < t < 11.3 4 9. Test dilakukan pada 30 mahasiswa yang mengikuti UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007.5 76-85 3 10.1 Distribusi Frekuensi Waktu yang Dibutuhkan dalam Melakukan Test Kecepatan Dribble No Interval waktu (detik) Skor Frekuensi Persentase 1 11. sebanyak 25 teste (83.1.3 2 10.1 Kecepatan Dribble Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan dribble zigzag mencapai 8.0 66-75 1 3.1.1 Hasil Penelitian 4.97 detik.5 < t < 11.0 5 t < 9.59 detik. Lebih jelasnya gambaran tentang waktu tempuh untuk melakukan dribble dapat dilihat pada tabel 4.

2.1. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4.3%) memperoleh skor < 55 karena melakukan dribble dengan waktu > 11. sebanyak 13 teste (43.9 < t < 10.7 30 100 Terlihat dari table 4. selebihnya 1 teste (3.47 dribble dengan waktu 9. sebanyak 3 teste (10%) memperoleh skor 55-65 karena mampu melakukan melakukan underbasket sampai 14 kali dan sebanyak 9 teste (30%) hanya mampu . namun masih ada 3 teste (10%) memperoleh skor 66-75 karena mampu melakukan underbasket sampai 15 kali.2.2 Hasil Underbasket Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan teste dalam melakukan underbasket mencapai 15 kali masuk selama 30 detik.7%) memperoleh skor antara 86-100 karena mampu melakukan underbasket antara 18-34 kali.1. Dari 30 teste kemampuan tertinggi mencapai 19 kali dan terendah 9 kali.0 13 43.0 3 10.3%) memperoleh skor 66-75 karena mampu melakukan dribble dengan waktu 10.0 detik dan sebanyak 1 teste (3. 4.5 detik.3%) memperoleh skor antara 76-85 karena mampu melakukan underbasket antara 16-17 kali selama 30 detik bahkan sebanyak 2 teste (6.5 detik.0 3 10.2 Distribusi Frekuensi Hasil Underbasket No 1 2 3 4 5 Hasil Underbasket < 13 14 15 16-17 18-34 Jumlah Skor < 55 55-65 66-75 76-85 86-100 Frekuensi Persentase 9 30.3 2 6.5 < t < 11.

1.3 33.2 Uji Prasyarat Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan analisis regresi dengan syarat bahwa data berdistribusi normal dan linier. 4.3 Distribusi Frekuensi Hasil Lay up Hasil lay up 5 kali 6 kali 7 kali 8 kali Jumlah Skor 63 75 88 100 Frekuensi 4 4 10 12 30 Persentase 13.3 Hasil Lay up Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan lay up mencapai 7 kali masuk dari 8 kali test lay up. sebanyak 4 teste (13. Kenormalan data dapat dilihat dari uji .2.1.3 13. 4.3.3%) mampu melakukan lay up hingga 7 kali masuk atau memperoleh skor 88. sebanyak 12 teste (40%) telah mampu melakukan lay up sampai 8 kali masuk atau memperoleh skor 100.1 Uji Normalitas Data Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi adalah data dan model regresi berdistribusi normal.48 melakukan underbasket kurang dari atau sama dengan 13 dan memperoleh skor kurang dari 55.1. sebanyak 10 teste (33. 4.3 40.3%) telah melakukan lay up sampai 5 kali atau memperoleh skor 63.3%) telah melakukan lay up sampai 6 kali atau memperoleh skor 75 dan 4 teste (13. Tabel 4. Dari 30 teste kemampuan terendah 5 kali masuk dan paling tinggi 8 kali masuk.1.0 100 Terlihat dari tabel 4.

109 -.177 Y 30 50.546 X2 30 50. Jika probabilitas > 0.2 Uji Linieritas Uji linieritas dapat dilihat dari nilai signifikansi dari deviation of linierity untuk X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y.05 yang berarti bahwa Ho diterima atau data dari masing-masing variabel berdistribusi normal.146 .05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas. (2-tailed) a. Mean Std. Test distribution is Normal.2.233 .00000 .233 1. Apabila nilai signifikansi > 0.49 normalitas Kolmogorov-Smirnof dari masing-masing variabel. Sig untuk dua sisi diperoleh nilai signifikansi variabel kecepatan dribble (X1) sebesar 0.799 .171 -.00000 .101 .05 maka data penelitian berdistribusi normal.b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.146 .1. 4.177 dan untuk variabel hasil lay up (Y) sebesar 0.4.4 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a.0000 10. Tabel 4. b. untuk variabel hasil underbasket (X2) sebesar 0. Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat dari output SPSS versi 12 seperti pada tabel 4.0000 10. Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS versi 12 Windows 2000. Deviation Absolute Positive Negative 30 50.0000 10.076 Terlihat dari tabel 4. Nilai signifikansi dari masing-masing variabel > 0.00000 .546.201 . .278 .201 1.095 -.076. Sig. Calculated from data.4 pada baris asymp.

559 62.729 981.022 .928 76.50 1.267.001 . 2.180 dengan nilai signifikansi 0. Tabel 4.400 1873.330 F 2.400 72.180 Sig.5. . yang berarti bahwa hubungan kedua variabel bersifat linier.667 43. Uji Linieritas Hubungan antara Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up Hasil uji linieritas hubungan antara hasil underbasket dengan hasil lay up dapat dilihat pada tabel 4.928 612.403 1040.05.5 Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Kecepatan Dribble dengan Hasil Lay up ANOVA Table Sum of Squares 2854.947 16.688 981.700 1.711 1040.5.228 Sig. Nilai signifikansi tersebut melebihi 0.313 2900. Uji Linieritas Hubungan antara Kecepatan Dribble dengan Hasil Lay up Hasil uji linieritas hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up dapat dilihat pada tabel 4.000 df 9 1 8 20 29 Mean Square 183.597 2900.021 . nilai F hitung untuk deviation from linerity sebesar 3.656 F 4.288 45.192 .333 Y * X2 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total .000 df 27 1 26 2 29 Mean Square 105. .317 3.475 1246. Tabel 4.6.267 Y * X1 Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Terlihat pada tabel 4.6 Hasil Uji Linieritas Hubungan antara Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up ANOVA Table Sum of Squares 1653.050 22.

51 Terlihat pada tabel 4. yang berarti bahwa hubungan kedua variabel bersifat linier.05.6. nilai F hitung untuk deviation from linerity sebesar 1.228 dengan nilai signifikansi 0. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heteroskedastisitas. Scatterplot Dependent Variable: Y 2 Regression Studentized Residual 1 0 -1 -2 -3 -4 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Grafik 1 Scatterplot Pengujian Homogenitas Model Regresi .1.2.333.3 Uji Homogenitas Uji homogenitas secara grafis dapat dilihat dari multivariate standardized Scatterplot. Nilai signifikansi tersebut melebihi 0. Hasil uji homogenitas menggunakan program SPSS dapat dilihat pada grafik berikut. 4.

246 . diperoleh konstanta sebesar 10.1.414 t 1.414.329. dengan koefisien regresi untuk variabel kecepatan dribble sebesar 0.380X1 + 0.7 Model Regresi dan Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std.329 + 0. Dependent Variable: Y Berdasarkan hasil analsis regresi pada tabel 4.026 .380 .414 X2 Keterangan: ^ Y X1 X2 : nilai prediksi hasil lay up : kecepatan dribble : hasil underbasket . . Dengan konstanta dan koefisien regresi tersebut diperoleh model regresi: ^ Y = 10.380 dan untuk variabel hasil underbasket sebesar 0.221 .7 Tabel 4. yang berarti bahwa model regresi bersifat homogen.380 .161 Standardized Coefficients Beta .7.362 2.3 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji parsial dan uji simultan.414 .414 .253 2. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada lampiran dan tercantum pada tabel 4.52 Terlihat dari grafik 1 di atas.444 Model 1 (Constant) X1 X2 a.161 . titik-titik tersebar tidak teratur (acak) dan berada di atas maupun di bawah nol sumbu vertikal.329 8.016 Correlations Partial . B Error 10.574 Sig. 4.

Korelasi tersebut diuji kebermaknaannya dengan uji parsial diperoleh thitung = 2. yang menunjukkan besarnya koefisien .362 dengan p value 0.3.414 apabila variabel kecepatan dribble dikontrol. diperoleh koefisien korelasi parsial untuk variabel kecepatan dribble sebesar 0. Karena nilai thitung > ttabel dan p value < 0. Pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 30-2-1 = 27.05.026. yang menunjukkan besarnya hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up apabila hasil underbasket dikontrol.414.7. diperoleh ttabel = 2.1. begitu juga sebaliknya. menunjukkan bahwa Ha diterima. Terlihat dari tabel 4.444.380 apabila variabel hasil underbasket dikontrol.1 Uji Parsial Model regresi tersebut diuji kebermaknaannya menggunakan uji parsial.05. artinya jika terjadi perubahan kecepatan dribble dan hasil underbasket ke arah positif pada pemain bola basket akan diikuti dengan kenaikan kemampuan lay up. Berdasarkan tabel 4. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007. sebaliknya setiap terjadi kenaikan satu satuan kemampuan underbasket akan diikuti dengan peningkatan kemampuan lay up sebesar 0.53 Model regresi tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi kenaikan satu satuan kecepatan dribble akan diikuti dengan kenaikan hasil lay up sebesar 0. 4. Secara umum menunjukkan bahwa kecepatan dribble dan hasil underbasket berbanding lurus dengan kemampuan lay up.7 juga diperoleh koefisien korelasi parsial untuk variabel hasil underbasket sebesar 0.

1. Besarnya korelasi secara simultan sebesar 0.469 F Change 11. hasil pengujian secara simultan diperoleh F hitung sebesar 11.05. menunjukkan bahwa Ha diterima. Karena nilai F hitung > Ftabel dan p value < 0. Tabel 4. Pada taraf signifikansi 5% dengan dk 1 = 2 dan dk 2 = 27.05. 0. Dependent Variable: Y Terlihat dari tabel 4.54 korelasi antara hasil uderbasket dengan hasil lay up apabila kecepatan dribble dikontrol.685. Pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 30-21 = 27.016.2 Uji Simultan Di samping uji parsial. dapat disimpulkan bahwa Ha diterima.912 Sig. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007. Predictors: (Constant).8 Uji Simultan Model Summaryb Change Statistics df1 df2 2 27 Model 1 R R Square .574 dengan p value 0. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. X2. X1 b.05.8.3.000. Korelasi tersebut diuji kebermaknaannya dengan uji parsial diperoleh thitung = 2. Karena nilai thitung > ttabel dan p value < 0. F Change .354. 4.000 a. diperoleh Ftabel = 3. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 245). diperoleh ttabel = 2.8.912 dengan p value = 0. dengan kata lain ada hubungan yang signifikan antara hasil underbasket dengan hasil lay up pada UKM Bolabasket UNNES Tahun 2007.685a . .685 termasuk dalam interpretasi cukup berhubungan. model regresi juga diuji kebermaknaannya secara simultan menggunakan uji F.

Lay up merupakan jenis tembakan yang efektif. Selain itu terbukti dengan hasil uji parsial diperoleh thitung = 2. . Besarnya hubungan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up sebesar 0. begitu juga sebaliknya semakin berkurang kecepatan dribble akan diikuti dengan penurunan hasil lay up. Dengan lay up jarak tembakan diperdekat dengan basket dengan melakukan lompat–langkah–lompat. Pada lompatan terakhir ini pada posisi setinggi-tingginya mendekati basket. Apabila lay up ini dilakukan secara baik dapat menguntungkan.2 Pembahasan 4. sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan basket.2.026 < 0.414. 1992:64). Korelasi parsial yang bertanda positif tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan dribble akan diikuti dengan perubahan hasil lay up ke arah yang lebih baik. hingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket yang didahului dengan gerakan dua langkah diteruskan dengan tembakan.55 4. diteruskan dengan memasukkan bola (Imam Sodikun.05) dan p value = 0.362 > ttabel (2. Seperti yang diungkap pula oleh Sukintaka (1979:23) yang menyatakan bahwa tembakan lay up merupakan tembakan yang dilakukan dengan jarak yang dekat sekali dengan basket.05.1 Hubungan antara Kecepatan Dribble dan Hasil Lay up Hasil pengujian hipotesis I yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up diterima. Hal ini terjadi karena sampel melakukan dribble dengan cepat untuk memperoleh langkah dan tolakan yang maksimal sehingga dapat melakukan lay up secara maksimal pula.

2.2 Hubungan antara Hasil Underbasket dan Hasil Lay up Hasil pengujian hipotesis II menyatakan bahwa ada hubungan antara hasil underbasket dan hasil lay up diterima. salah satu manfaat dribble adalah membuat peluang untuk menembak dan melakukan lay up. diperlukan pula tolakan yang kuat untuk melompat mendekatkan bola ke basket. terbukti dari hasil uji parsial diperoleh thitung = 2. Dengan demikian semakin tinggi kecepatan dribble dari pemain akan diikuti dengan perubahan hasil lay up yang lebih baik. Dribble merupakan suatu cara membawa bola sambil bergerak dengan cara memantulkannya ke lantai menggunakan salah satu tangan. Pada dasarnya lay up ini dapat diawali dengan dribble. Dribble merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bolabasket dan penting bagi permainan individual dan tim.05) dan p value = 0.05. Besarnya hubungan antara . sebab akan menghasilkan lompatan yang sedekat mungkin dengan basket sehingga berpeluang besar dapat memasukkan bola. sehingga berpeluang besar dapat melakukan lay up.56 Hubungan kecepatan drible dan lay up adalah bahwa semakin cepat melakukan dribble maka dapat mengambil awalan pada tolakan petama dan kedua secara maksimal dan dapat melakukan lay up secara maksimal pula.574 > ttabel (2. 4. Menurut Imam Sodikun (1992:58). Tolakan ini dapat dilakukan secara maskimal apabila pemain memiliki kecepatan awalan (dribble) yang tinggi.016 < 0. Ketika melakukan lay up selain melakukan langkah yang benar (dua kali langkah). Di samping itu dengan semakin cepat pemain melakukan dribble maka semakin sulit lawan untuk menghalangi seorang pemain.

begitu sebaliknya. . Menurut Hal Wissel (2000:67). Hasil underbasket yang tinggi menunjukkan kemampuan pemain untuk memasukkan bola ke basket.2. merupakan faktor yang penting dalam melakukan lay up. Dari analisis ini menunjukkan bahwa semakin tinggi hasil underbasket akan diikuti dengan perubahan hasil lay up semakin baik.57 antara hasil underbasket dan hasil lay up sebesar 0. Hasil underbasket.444.3 Hubungan antara Kecepatan Dribble dan Hasil Underbasket dengan Hasil Lay up Kecepatan dribble yang tinggi dan diikuti dengan kemampuan melakukan underbasket secara baik merupakan kunci keberhasilan pemain melakukan lay up. underbasket merupakan menembak dari sudut 45 derajat dari setiap arah ke keranjang. 4. Pemain yang mampu melakukan lompatan setinggi mungkin akan menjadi sia-sia apabila tidak diimbangi dengan kemampuan melakukan underbasket yang baik. Mulai dengan sikap seimbang pada sudut 45 derajat dengan papan yaitu. Pada underbasket pemain dapat menembakkan bola ke puncak sudut boks sudut kotak dari papan sehingga berpeluang besar dapat masuk ke basket. diperlukan pula keterampilan pemain untuk mendekatkan bola ke basket. Lay up selain dibutuhkan tolakan yang kuat untuk mendekatkan diri ke basket. Kemampuan pemain dalam melakukan underbasket memberikan kontribusi yang lebih tinggi dalam memasukkan bola ke basket. Jarak tepi sudut melebar ketika anda bergerak keluar disebut (45 degree funnel / cerobong 45 derajat). Dengan demikian kemampuan underbasket merupakan puncak keberhasilan untuk melakukan tembakan lay up setelah melakukan dribble dan langkah yang benar. jarak antara kotak dan tengah-tengah pada lane.

912 > Ftabel (3. underbasket. Sedangkan selebihnya hubungan sebesar 0.685. . Lay up tidak akan berhasil secara optimal apabila hanya memiliki kecepatan dribble atau hasil underbasket saja.354) dan p value = 0. Besarnya hubungan antara kecepatan dribble.000 < 0. Besarnya hubungan tersebut menunjukkan bahwa hasil lay up akan dapat optimal apabila adanya kecepatan dribble dan hasil underbasket yang tinggi secara bersama-sama. Keduanya harus saling melengkapi untuk dapat memperoleh suatu rangkaian gerakan lay up yang optimal.315 dipengaruhi oleh faktor lain. hasil underbasket dan hasil lay up sebesar 0.58 Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji simultan (uji F) diperoleh Fhitung sebesar 11. dan lay up akan lebih maksimal dan akan mnyebabkan hubungan yang lebih erat.05. Faktor-faktor tersebut adalah faktor fisik dan teknik yang dimiliki oleh masing-masing sampel. Faktor inilah yang harus dikuasai dengan baik supaya pada saat melakukan dribble.

Ada hubungan yang positif dan signifikan antara hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up pada permainan bola basket. 2. Melihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara hasil underbasket dengan hasil lay up. Melihat bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dribble dengan hasil lay up. maka disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan underbasket untuk melatih keterampilan menembak ketika melakukan tembakan lay up.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa simpulan. pada 5.2 Saran 1.BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecepatan dribble dan hasil underbasket dengan hasil kemampuan melakukan tembakan lay up permainan bola basket. antara lain : 1. . 3. maka disarankan kepada pelatih atau guru penjas untuk memberikan latihan dribble sebagai dasar untuk melakukan tembakan lay up. 2.

Disarankan kepada peneliti lain untuk mengkaji lebih mendalam tentang kontribusi kedua komponen (kecepatan dribble dan underbasket) melalui latihan yang bervariasi. Hasil penelitian ini sebagai dasar bagi peneliti lain agar dapat membuat bentuk variasi latihan guna menunjang kemampuan lay up pada permainan bola basket. .60 3.

Charles C.S. Bandung : CV. PERBASI. Suharsimi. Sodikun. Rubianto. 2000. Thomas Publesher. PB. 2002. Peraturan Resmi Permainan Bolabasket. U. 2005. 1992. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.A. Bola Basket. Semarang : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Irsyada. Jakarta : PT Rineka Cipta. Pionner. Bandung : TARATE. Permainan dan Metodik. 2006. 2004. Sarumpaet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. PB. Olahraga Pilihan Bola Basket. Jakarta : Balai Pustaka. Bandung : TARSITO.DAFTAR PUSTAKA Ambler. PERBASI. 1978. 1982. Petunjuk Untuk Para Pemain dan Pelatih Bola basket. D. Sukintaka. Jakarta : Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. A. Jakarta : PB PERBASI. Bolabasket Untuk Semua Buku Pegangan Bagi Pecinta Bolabasket. . Sumiyarso. Yogyakarta : Andi Offset. Collins. Machfud. Belajar Motorik. 1992. Sutrisno. Sudjana. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan. Permainan Besar. Arikunto. dkk. Dedy. 2005. 2002. Jakarta : PB PERBASI. Hadi. 2006. Statistik Jilid 2. Vic. 1979. Imam. 2000. Depdiknas. A Comprehensive Guide to Sport Skills Tests and Measurement. Metoda Statistika. Ketrampilan Bolabasket. Hadi.Ray.

... Bola Basket Dilengkapi Dengan Program Pemahiran Teknik Dan taktik.. Raja Grafindo Persada.. .. Jakarta : PT... Raja Grafindo Persada.... Bola Basket Dilengkapi Dengan Program Pemahiran Teknik Dan taktik. 2000...... Hal.. Jakarta : PT..1996.62 Wissel. ...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->