P. 1
IBNU MISKAWAIH

IBNU MISKAWAIH

|Views: 917|Likes:
Published by Zlalatan

More info:

Published by: Zlalatan on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

TUGAS KEDUA MATA KULIAH

FILSAFAT ILMU
Dosen Prof. Dr. H. Wahyu Ms

Ibnu Miskawaih

Oleh

R. Abdinie

Edwin A2B110024

Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 2010

Ibnu Miskawaihi meninggal dunia di Isfahan pada 9 Safar 412 Hijrah (16 Februari 1030 Masehi). Miskawaihi. Dia dilahirkan di Ray. Di . Dia hidup pada zaman Daulah Bani Buwaihi (334-447 H) yang berkuasa di Bagdad. • Kelahirannya Ibnu Miskawaih didasari daripada nama datuknya. • Pendidikan dan Perjalanan Hidup Ibnu Miskawaih Sejarah dan filsafat merupakan dua bidang yang sangat disenanginya. tempat dia menuntut ilmu dan memperoleh banyak hal positif berkat pergaulannya dengan kaum elit. Persia. adalah nama rumpun keluarga. Pengetahuannya mengenai kebudayaan Roma. sebuah kota sebelah Selatan Teheran pada tahun 330 H. India. ilmuwan. ia dengan tekun mempelajari sejarah dan filsafat. kemudian memeluk agama Islam. Miskawaih yang asalnya beragama Majusi. ahli pendidikan dan sastrawan. tabib. Sejak masih muda.IBNU MISKAWAIH Ibnu Miskawaih adalah tokoh falsafah Islam yang memusatkan perhatiannya pada etika Islam. Beliau adalah seorang ahli sejarah. Nama lengkapnya Abu Ali Al-Khazin Ahmad ibn Muhammad Ya'kub dikenal dengan gelar Ibnu Miskawaihi. dan Yunani sangat luas. serta pernah menjadi pustakawan Ibnu al-‘Abid. Dia berdarah Persi yang hidup tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat elite Arab.

Ibnu Miskawaih dikenal sebagai bapak etika Islam. Ibnu Miskawaih juga merupakan seorang yang aktif dalam dunia politik di era kekuasaan Dinasti Buwaih. banyak melahirkan karya tulis. Sementara itu .Setelah wazir Al-Mahallabi ibn Abi Shafrah wafat tahun 360 H. Tak hanya di kantor Buwaiah di Baghdad. dia terus bekerja dengan puteranya sampai fitnah menimpanya dan akhirnya masuk penjara pada tahun 366 H. Ia pernah meninggalkan Ray menuju Baghdad dan mengabdi kepada istana pangeran Buwaih sebagai bendaharawan dan beberapa jabatan lainnya. pakar dalam ilmu sejarah. Ibnu Miskawaihi berpindah-pindah mengabdi dari satu pejabat ke pejabat tinggi lainnya. Sesudah itu dia bekerja lagi di perpustakaan Adludullah ibn Buwaihi sebagai kepala perpustakaan.bawah pemerintahan inilah dia bekerja dengan para wazir dan amir. Dia mengkombinasikan karier politik dengan peraturan filsafat yang penting. Ia telah telah merumuskan dasar-dasar etika di dalam kitabnya Tahdzib al-Akhlaq wa Tathir al-A’raq (pendidikan budi dan pembersihan akhlaq). Ia bahkan dijuluki sebagai guru ketiga setelah al farabi. di Baghdad. di dalam pemerintahan Bani Buwaihi. dan penyair. ia juga mengabdi di Isfahan dan Rayy. Disinilah dia mendapatkan ketenteraman dan kenyamanan dalam hidupnya. ilmuwan yang hebat. filsuf. Ia juga aktif dalam bidang politik. Pertama kali dia bekerja pada wazir Al-Mahallabi ibn Abi Shafrah tahun 348 H. sebagai sekretarisnya. Ibnu Miskawaihi merupakan seorang intelektual.

Akhir hidupnya banyak dicurahkannya untuk studi dan menulis. • Pokok-pokok pemikiran Ibnu Miskawaih Ibnu Miskawaihi salah seorang intelektual. Nadim Al-Farid. peradaban Persia.adat (dalam bidang etika). Kitab Al-Siasat.sumber filsafat etika ibnu Miskawaih berasal dari filsafat Yunani. Mukhtar Al-Asy' ar. tampaknya hanya Ibnu Miskawaih inilah satu-satunya tokoh filsafat akhlak. dan banyak melahirkan karya tulis. Karya-karya Ibnu Miskawaihi antara lain: Tajarib Al-Umam. Nu Zhat Namah 'Alaiy. bahasa. Al-Fawz Al-Ashgarfi Ushul Al-Diniyat. ibnu Maskawaih lebih pada tataran filsafat etika seperti al-Ghazali. Bahkan dalam literatur filsafat Islam. ia merupakan anggota kelompok intelektual terkenal seperti al-Tawhidi and alSijistani sampai wafatnya tahun 421 H (16 Februari 1030 M) di Asfahan dalam usia 91 tahun. Ibnu Miskawaih lebih dikenal sebagai filsuf akhlak (etika) walaupun perhatiannya luas meliputi ilmu-ilmu yang lain seperti kedokteran. Ibnu Miskawaih meninggalkan banyak karya penting. sastra. dan sejarah. Tartib Al-Sa. Ibnu Maskawaih berbeda dengan al-Kindi dan al-Farabi yang lebih menekankan pada aspek metafisik. Ta'qub Al-Himam. dan pengalaman pribadi. pakar dalam ilmu sejarah. Adab Al-Arab wa Al-Firs. Al-Fawz Al-Akbar (dalam bidang etika). Thaharat Al-Nafs. ajaran Syariat Islam. Al-Adawiyah Al-Mufridah (tentang obat-obatan). Beberapa Pokok Pikiran Miskawaihi Tentang Etika & Pendidikan . Semasa hidupnya. Jawidan Khird. Al-Asyribah.

Ibnu Miskawaihi memberi penjelasan lagi akan hal tersebut di atas bahwa tiap jisim mempunyai shurah. Katanya "Tujuan kami menyusun kitab ini (Tahzi-bul Akhlak) adalah untuk watak pribadi yang melahirkan perilaku yang baik. Alat yang dipergunakannya dari dalam badan adalah otak. Dia tidak akan menerima shurah lain yang dari jenis shurah pertama kecuali sesudah jisim melepaskan sama sekali shurah yang pertama.1. Jiwa dan Jisim Psikologi Miskawaihi bertumpu pada ajaran spiritualistik tradisional Plato dan Aristoteles dengan kecenderungan Platonis. Dia (jiwa) dapat menanggapi segala sesuatu secara serentak bersamaan dan tidak mengalamy penyusutan. ambisi pada kekuasaan. tapi dia jauhar basith (substansi yang tidak berdiri atas unsurunsur) tak dapat diindra oleh pengindraan". melihat fakta. rusak atau berkurang. Macammacam kekuatan jiwa Tiga macam kekuatan Alquwwah nafsiyah yang dikemukakan Ibnu Miskawaihi. Pada tulisan awalnya Ibnu Miskawaihi menyatakan keterkaitan antara pembentukan watak dengan pendidikan dan ilmu jiwa. . bukan pula bagian dari jisim. kedudukan dan kehormatan. Pertama Quwwatun Natigah (daya pikir) dinamai juga Quwwatun Malakiyah merupakan fungsi tertinggi. bukan pula aradh (sifat peserta pada substansi) wujudnya tidak memerlukan potensi tubuh. Kedua Quwwatun Ghodabiyah (daya marah) yakni keberanian menghadapi resiko. Jiwa menurut Ibnu Miskawaihi adalah zat pada diri kita yang bukan berupa jisim. kekuatan berpikir. Untuk memperoleh kondisi tersebut melalui proses pendidikan dan mempelajari ilmu jiwa.

Kekuatan ini disebut juga Quwwatun Sab'iyah (daya kebuasan). Quwwatun Syahwiyah (nafsu) disebut juga Quwwatun Bahimiyyah (daya hewani). dibawah kontrol daya jiwa natigah/agliyah. al 'Iffah dan as saja'ah) di dalam keseimbangan dan keserasian satu sama lain lahirlah al adlaalah. patuh kepada petunjuk jiwa aqliyah. tidak bergejolak diluar batas. Dengan demikian. yang lain lemah tergantung pada perangainya. tidak hanyut mengikuti hawa nafsu lahirlah fadlilah 'iffah (kebersihan diri) lalu As Sakhaa'u (kedermawanan). syahwiyah) lahir fadlilah-fadlilah sewaktu gerak aktivitasnya normal (mu'tadilah). Bila gerak daya jiwa ghodabiyah serasi seimbang. maka para hukama (failosof) bersepakat menetapkan bahwa jenis fadilah empat yaitu: . Salah satunya kuat. Alat yang dipergunakan dalam badan adalah hati. Bila gerakan jiwa natiqah normal. Ketiga macam kekuatan ini berbeda-beda pada setiap orang. keinginan kepada kelezatan makanan/ minuman/seksualitas dan segala macam kenikmatan indrawi (Allazzatulhissiya) alat yang dipergunakannya dari dalam badan manusia adalah "perut". Bilamana gerak jiwa bahimiyah serasi seimbang. patuh kepadanya. Dan tiga macam fadlilah (al-hikmah. yakni dorongan nafsu makan. serasi dan seimbang. dan kecenderungannya kepada ilmu pengetahuan yang benar lahirlah fadlilah al-'Ilmu lalu al-Hikmah. tidak menyimpang dan hakikatnya. Ketiga. terjadilah fadlilah al-Hilmu (kesantunan) lalu disusul fadlilah as Saja'ah (keberanian). gha-dabiyah. adat kebiasaan atau pendidikannya. Dari masing-masing tiga macam kekuatan jiwa tersebut (natiqah.

suhulatut ta-allum (gampang belajar). memuliakan malaikat dan para Nabi dan alim utama. hayaa (rasa malu). shafaa zihni (kebeningan pikiran). hariyyah (kepantasan). shabr (sabar menahan gejolak nafsu). tarkul hiqdi . azhrnul himmah (tinggi cita-cita).a) Al Hikmah membawahi sifat-sifat zakaa (kecerdasan). sifat yang utama yang dibawahinya adalah kibrun nafs (jiwa besar). mentaatiNya. tawaddud (upaya mendapatkan simpati dari orang-orang mulia dengan jalan tatap muka yang manis dan dengan perbuatan-perbuatan yang menimbulkan cinta kasih dari mereka). shabr (sabar dalam menghadapi bahaya). tsabaat (tabah). ihtimaalul kaddi (punya daya tahan tubuh). mukafa'ah (suka memberi imbalan). d) Al Adaalah. zikr (ingatan). 'adamut thaisyi (tidak lemah mental). silaturahim (silaturrahmi). damaatsah (kelembutan). musalamah (suka kedamaian). wada-ah (tenang pembawaan). Sifat utama yang berada di bawah al Adaalah yaitu: shadaaqah (persaudaraan). saikhaa (cukup pemurah). hilmu (santun). ta'aqqul (reasoning). c) As-Saaja'ah. waqaar (sopan/anggun). najaah (berani nantang bahaya). ulfah (kerukunan). dan beramal sebagaimana digariskan agama dan ketaqwaan achir dari segalanya. husnussyirkah (baik dalam persekutuan husnulqadlaa (baik dalam pemberian jasa tanpa penyesalan dan minta imbalan). sur-'atul fahmi (cepat mengerti). b) Al 'Iffah. syahaamah (energik). qana'ah (bersahaja). intizhaam (kerapian). wara' (teguh mental). sifat utama ini membawahi sifat-sifat yang baik. ibadah (mengagungkan Tuhan.

dalam segala hal selalu beralasan prestise/harga diri. Karena itu kata Miskawaihi para ahli jaman dahulu berbeda pendapat. Ibnu Miskawaihi dalam maqalah kedua membahas tentang al-Khulq (watak) itu ialah suatu kondisi bagi jiwa yang mendorong untuk melahirkan tingkah laku tanpa pikir dan pertimbangan (tingkah laku spontan). berwatak yang lahir daripadanya perilaku-perilaku luhur. lahir pekerti (perilaku) yang mulia. Kedua ialah watak seorang yang diperoleh dari kebiasaan/latihan yang berulang-ulang. mempergunakan keramahan). Dan budi (jiwa/watak). meninggalkan pergunjingan. Kondisi ini terbagi dua. menjauhi persengketaan. pada mulanya perilaku itu disertai kesengajaan atau pikiran kemudian berkelanjutan berulang-ulang hingga menjadi kebiasaan/watak. membalas kejahatan dengan kebaikan). dan lain sebagainya dari sifat-sifat baik dalam hubungan antara manusia. 1.(meninggalkan perasaan sentimen). Untuk mencapai cita-cita ini haruslah melalui pendidikan dan untuk melaksanakan pendidikan perlu mengetahui watak manusia atau budi pekerti manusia. Ada yang alamy dari asal mizaaj (temperament) seperti sifat pada seorang manusia yang mudah terpengaruh/bereaksi oleh suatu hal yang sederhana. atau berbudi pekerti mulia. Pendidikan Cita-cita pendidikan sebagaimana yang dimaksudkan Miskawaihi diisyaratkanya dalam awal kalimat kitab Tahzibul Akhlak ialah terwujudnya pribadi susila. Sebagian mereka mengatakan bahwa watak itu adalah .

kata Miskawaihi .tertentu bagi kekuatan jiwa selain kekuatan jiwa natigah. sebagian lagi mengatakan watak itu dasarnya baik. Kemudian Miskawaihi mengemukakan pendapat golongan Ruwwaqiyyun (Stoicism). Menurut Aristoteles orang jahat/watak buruk dapat berubah dengan pendidikan namun tidak mutlak. Jalinus (Galer. Sebagian lain mengatakan tak ada sesuatu pun pada watak itu yang alamy. menelantarkan para remaja dan anak-anak tanpa pendidikan. Pendapat terakhir inilah pilihan kami karena sesuai dengan kesaksian mata kita. Golongan Rawwaqiyyun berpendapat bahwa watak itu dasaranya baik. Pendapat pertama (yang mengatakan watak itu alamy dan tak dapat dididik) menyampingkan kekuatan tamyiz (penalaran) serta akal dan menolak segala upaya serta membiarkan manusia tidak beradab. Miskawaihi mengutip pendapat Aristoteles yang dijadikannya pegangan. 131-201 SM) dan pendapat Aristoteles tentang watak manusia. namun kita berubah berkat pendidikan dan pengajaran cepat atau lambat. Perbedaan kedua adalah apakah watak itu alamy. Sebagian lain mengatakan ada juga aspek dari kekuatan jiwa natiqah pada watak itu. . Kita diciptakan atas dasar menerima watak. kemudian karena pengaruh pergaulan watak yang baik itu menjadi buruk Sedang Jalinus berpendapat bahwa sebagian watak manusia pada dasarnya (alami) jahat. Kami sendiri.tidaklah berpendapat watak itu tidak alamy. Sebagian mengatakan watak itu alamy tak dapat dirubah. diantara mereka ada yang mengatakan dasar watak itu tengah-tengah antara baik dan buruk.

Tanggung jawab orang tualah pelaksanaan pendidikan agama ini dengan pelbagai upaya. Hal demikian mudah disaksikan pada anak-anak. • Metode alamy (Thariqun Thabi-iy) Dalam Pendidikan . • Perbedaan Individual Ibnu Miskawaihi mengemukakan bermacam-macam tingkatan dalam menerima pendidikan. kalau perlu mempergunakan ancaman hukuman sampai mereka terbiasa hidup beragama. Maka disinilah pentingnya pendidikan agama (pendidikan normatif). karena watak mereka nampak wajar sejak mula perkembangan. Ada diantara mereka yang menerima pendidikan dengan cepat sedang sebagian yang lain menerimanya dengan lambat untuk menuju keutamaan dalam pembentukan karakter sebab Karakter dapat diubah dan dididik. terbuka apa adanya tidak diselubungi dengan pikiran-pikiran dan pertimbangan- pertimbangan sebagaimana halnya orang dewasa yang memahami apa yang buruk bagi dirinya lalu ditutup-tutupinya dengan bermacam-macam tipu muslihat dengan perbuatan-perbuatan yang berlawanan dengan perangainya itu.Jadi Pengajaran dan pendidikan yang berkelanjutan serta bimbingan yang baik yang diupayakan manusia tentulah akan memberi pengaruh yang berbeda-beda terhadap bermacam-macam orang. Agamalah yang dapat meluruskan anak-anak dan mendidik mereka dengan perilaku yang terpuji dan mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima "hikmah".

Miskawaihi mengemukakan penggunaan thariqun thab'iyyun (metode alamiyah) dalam mendidik. yakni pertama kali embrio lalu bayi kemudian orang dewasa. kemudian terusmenerus lahir suatu gejala khusus yang berbeda dengan gejala potensi macam lain sampai menjadi tingkat kehidupan insany. Metode alamiyah itu bertolak dari pengamatan terhadap potensi-potensi insani. lalu muncul kecenderungan ghodlabiyah dan cinta kemuliaan. Urutan kemunculan inilah yang kami (Miskawaihi) maksudkan thabi'iy (alamy). kemudian kepada kebutuhan potensi berikutnya yang lahir sesuai dengan hukum alam. yang muncul pada diri kita dengan jalan memenuhi kebutuhan kecenderungan. Potensi yang muncul pertama kali adalah gejala umum yang ada pada tingkat kehidupan hayawani dan nabati. karena didasarkan proses kejadian manusia. Mana yang muncul lahir lebih dahulu. maka pendidikan diarahkan kepada pemenuhan kebutuhan potensi yang lahir dahulu itu. kemudian terakhir lahir kecenderungan kepada ilmu pengetahuan (dari jiwa natiqah) maka kita didik dengan jalan memenuhi kecenderungan itu.wajib bagi kita mulai dengan hasrat (kecenderungan) akan makan. kita didik dengan jalan memenuhi kecenderungan. Fungsi Pendidikan 1) Memanusiakan manusia Setiap makhluk di dunia ini mempunyai kesempurnaan khusus dan perilaku yang spesifik baginya yang tidak ada makhluk lain yang . Potensi-potensi ini lahir berurutan secara alamiyah. Maka dari itu kata Miskawaihi .

2) Sosialisasi individu manusia Pendidikan haruslah merupakan proses sosialisasi hingga tiap individu merupakan bagian integral dari masyarakatnya dalam melaksanakan kebajikan untuk kebahagiaan bersama. Manusia yang paling utama adalah orang yang paling mampu menunjukkan perilaku yang khas padanya dan yang paling teguh berpegang kepada syarat-syarat substansinya (daya pikir) yang membedakan dia dengan makhluk lainnya. adalah orang yang paling sempurna martabat kemanusiaannya. Kebahagiaan tiap individu sempurna berkat pertolongan lainnya. Kebahagiaan dibagi-bagikan kepada individu hingga masing-masing bertanggung jawab atas bagian dan . Kebajikan menjadi milik bersama. Karena itu siapa yang pertimbangannya paling jernih penalarannya paling benar. Hal itu ditandai dengan perilaku dan perbuatan yang khas bagi manusia yang tak mungkin dilakukan makhluk yang lain. Maka manusia mempunyai perilaku khusus yaitu segala segala perilaku yang lahir dari pertimbangan nalar akal pikirannya. Oleh karena itu tugas pendidikan adalah mendudukkan manusia sesuai dengan substansinya sebagai makhluk yang termulia dan makhluk lainnya. Oleh karena itu kata Miskawaihi untuk mewujudkan seluruh kebajikan itu haruslah jama ah besar.menyertainya pada perilaku itu. keputusannya paling tepat. Miskawaihi menyatakan bahwa kebajikan itu sangat banyak dan tak mungkin mewujudkan seluruh kebajikan dari kemampuan satu orang manusia. Jadi seluruh individu berhimpun pada suatu waktu untuk mencapai kebahagiaan bersama.

kebahagiaan itu. Miskawaihi menegaskan lagi bahwa manusia di antara segala makhluk. hewan tak dapat mandiri dalam menyempumakan essensinya sebagai insan. Kamalul insany/human perfection tercapai berkat gotong royong itu. Di tengah-tengah masyarakat terwujud kebahagiaan insaniyahnya. • Aplikasi pemikiran Ibnu Miskawaih yang diterapkan pada pendidikan masa kini Pendidikan di Indonesia sekarang sudah membaik. Hal itu bisa dilihat dengan diterapkannya prinsip-prinsip pemikiran yang sebenarnya berasal dari pemikiran Ibnu Miskawaih seperti prinsip memanusiakan manusia. Karena itu siapa yang . mencintai mereka setulus-tulusnya. a) Memanusiakan manusia Setiap makhluk di dunia ini mempunyai kesempurnaan khusus dan perilaku yang spesifik baginya yang tidak ada makhluk lain yang menyertainya pada perilaku itu. tetapi pasti dengan pertolongan dari golongan manusia lain. Dia dapat mencapai kehidupan yang baik dan melaksanakan kewajibannya dengan tepat. Manusia pada dasarnya adalah anggota masyarakat. Maka manusia diantara segala makhluk yang ada mempunyai perilaku khusus yaitu segala yaitu segala perilaku yang lahir dari pertimbangan nalar akal pikirannya. Dia sewajarnya bergaul dengan masyarakat sebaik-baiknya. dan menanamkan rasa malu dalam proses mendidik anak didik. Setiap orang memerlukan orang lain.

kewajiban yang tidak diragukan lagi ialah berbuat kebajikan yang merupakan kesempurnaan manusia yang untuk itu mereka diciptakan dan agar mereka berupaya sungguh-sungguh untuk sampai pada kebajikan (al khairaat) itu.pertimbangannya paling jernih penalarannya paling benar. Bila gagal mengatasi . Maka. b) Menanamkan rasa malu Manusia diciptakan dengan kekuatan-kekuatan potensial dan kekuatankekuatan itu tumbuh secara alamiyah. yakni kecenderungan syahwaniyah seperti makan unruk mengembangkan fisik. Tuntutan biologis ini terus berkembang ke berbagai kecenderungan-kecenderungan keinginan. Kemudian menyusul timbul kekuatan imaginasi yang timbul dari pengindraan. keputusannya paling tepat. Kekuatan yang mula-mula muncul ialah tuntutan biologis. Manusia yang paling utama adalah orang yang paling mampu menunjukkan perilaku yang khas padanya dan yang paling teguh berpegang kepada syarat-syarat substansinya (daya pikir) yang membedakan dia dengan makhluk lainnya. adalah orang yang paling sempurna martabat kemanusiaannya. Oleh karena itu tugas pendidikan adalah mendudukkan manusia sesuai dengan substansinya sebagai makhluk yang termulia dan makhluk lainnya. Hal itu ditandai dengan perilaku dan perbuatan yang khas bagi manusia yang tak mungkin dilakukan makhluk yang lain. dan agar manusia menghindari kejahatankejahatan (as-syurur) yang menghambat mereka sampai kepada kebaikan. Sesudah itu muncul kekuatan ghodabiyah/kekuatan kemauan untuk bertindak mengatasi hambatan atau untuk memenuhi kecenderungan.

yaitu "al-Khair al-mutlaq". Kekuatan-kekuatan ini banyak. anak dinamai aqil (L'enfant fait).sendiri. wajib tidak ditelantarkan dan jangan dibiarkan bergaul dengan orang-orang yang dapat merusaknya. wajahnya sayu. yaitu rasa takut lahirnya sesuatu yang jelek dari dirinya. sebagiannya secara fundamental mendorong terwujudnya sebagian kekuatan yang lain sehingga tercapai tujuan perkembangan terakhir tingkat akhir perkembangan akal insani).kata Miskawaihi . pertama-tama yang harus diamati benar-benar pada anak-anak dan dipandang tanda awal perkembangan akalnya adalah timbulnya rasa malu karena hal itu menunjukkan bahwa anak sudah menginsafi tentang keburukan.bila kau amati anak-anak dan kau dapati dia tersipu-sipu. pantas diberi perhatian. atau dia minta bantuan kepada orang tuanya. maka itu tandanya awal dari kebagusan bawaanya dan menjadi bukti bagimu bahwa jiwa sudah mengerti kebaikan dan keburukan. Pada tingkat perkembangan ini. Ibnu Miskawaihi menandai gejala ini dengan perilaku anak seperti . Jiwa yang demikian berbakat untuk dididik. Pertamatama yang muncul dari kekuatan-kekuatan ini pada manusia adalah rasa malu (al-hayaa'u). Dari pikiran Miskawaihi diatas . menangislah anak itu. Kebajikan mutlak yang diinginkan manusia sebab dia manusia. Setelah itu lahir kekuatan tamyiz/pertimbangan nalar (perkembangan intelektualitas) terhadap perilaku-perilaku khas manusiawi sedikit demi sedikit hingga sempurna. Tujuan yang tak ada lagi tujuan lainnya. Disamping keinsafan tentang keburukan anak juga berupaya memelihara dirinya dan menjauhi keburukan itu. Karena itu. matanya menunduk ke bawah.

Sedangkan pendekatan gabungan antara filasafat dan wahyu adalah murni tesis Ibn Miskawaih. Konsep akhlak yang ditawarkannya berdasar pada doktrin jalan tengah. Anak telah dapat mengenal aturan kesusilaan serta tahu bagaimana dia harus bertingkah laku. Pemikiran akhlak Ibn Miskawaih mempengaruhi filsafat akhlak Al-Ghazali dan Tusi. Perbedaan yang mendasar antara Ibn Miskawaih dengan ketiga filosof Yunani itu adalah dalam hal penggunaan landasan teori jalan tengah. • Kesimpulan Pemikiran Ibn Miskawaih dalam bidang akhlak termasuk salah satu yang mendasari konsepnya dalam bidang pendidikan. Dan Aristoteles mempengaruhi Ibn Miskawaih dalam konsep Jalan Tengah dan penjelasan empat pokok keutamaan akhlak. dan Aristoteles. . Plato. Sehingga bisa disimpulkan bahwa secar filosofis pemikiran akhlak Ibn Miskawaih dipengaruhi oleh pemikiran Sokrates. yakni perkembangan anak mulai berpikir kritis dan logis pada waktu mereka duduk di sekolah dasar.jelaslah bahwa penanaman rasa malu adalah fungsi pendidikan yang penting dan penanaman ini dimulai sedini mungkin yakni pada awal munculnya gejala jiwa tamyiz. Plato mempengaruhi Ibn Miskawaih dalam konsep jiwa manusia yang terbagi ke dalam tiga daya. Sokrates mempengaruhi Ibn Miskawaih tentang jiwa sebagai intisari akhlak. pada umur antara 10-12 tahun. Selanjutnya pemikiran akhlak Ibn Miskawaih mempengaruhi pemikiran akhlak al-Ghazali dalam hal konsep jiwa manusia.

dan landasan untuk meraih jalan tengah.konsep jalan tengah. Adapaun pengaruhnya terhadap Tusi terletak pada konsep kebahagiaan utama. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->