P. 1
Contoh Isi Buku: Dasar-Dasar Manajemen Sediaan

Contoh Isi Buku: Dasar-Dasar Manajemen Sediaan

|Views: 493|Likes:
Published by bisnis2030
Lebih penting lagi, buku ini menantang Anda untuk meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dan memperoleh keterampilan baru. Berapapun tingkat keterampilan Anda saat ini,
Lebih penting lagi, buku ini menantang Anda untuk meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dan memperoleh keterampilan baru. Berapapun tingkat keterampilan Anda saat ini,

More info:

Published by: bisnis2030 on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2014

Seri Panduan Praktis No.

15

DASAR-DASAR MANAJEMEN SEDIAAN
Dari Gudang Ke Pusat Distribusi
J. David Viale

Penerbit PPM

www.bisnis2030.com 2010

Judul Buku Judul asli Ditulis oleh

: Dasar-dasar Manajemen Sediaan : Basics of Inventory Management : J. David Viale

Copyright©1996 by J. David Viale ---------------------------------------------------Penerjemah : Erlinda M. Nusron Desain Sampul : Widi Suryatama ISBN : 979-442-315-7 Seri Panduan Praktis No. 15 Nomor Kode PBP: OPS-08 Cetakan 1, Juli 2000 Dicetak oleh CV Teruna Grafica Diterbitkan ulang atas kerjasama Penerbit PPM dan Bisnis2030, www.Bisnis2030.com Desember 2010 Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.
UU RI No.19/2002 tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Sanksi Pelanggaran Pasal 72 : 1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

2.

ii

Seri Panduan Praktis No.15

DASAR-DASAR MANAJEMEN SEDIAAN
Dari Gudang Ke Pusat Distribusi

iii

____________________________________________________

Diterbitkan atas kerja sama Lembaga Manajemen PPM dengan Penerbit PPM, Anggota IKAPI, Jalan Menteng Raya 9, Jakarta Pusat. Hak cipta dalam bahasa Indonesia pada Lembaga Manajemen PPM dan Penerbit PPM. Dilarang memproduksi dalam bentuk apa pun, kecuali atas izin tertulis dari penerbit. iv

SASARAN BELAJAR UNTUK:
DASAR-DASAR MANAJEMEN SEDIAAN
Berikut ini adalah sasaran Dasar-dasar Manajemen Sediaan. Sasaran tersebut telah dikembangkan untuk mengarahkan Anda, para pembaca, ke inti bahasan yang dicakup oleh buku ini.

Sasaran
• • • 1) Mendiskusikan berbagai kebijakan dan sasaran manajemen sediaan. 2) Menyediakan berbagai alat dan teknik manajemen sediaan. 3) Mengkaji analisis finansial dalam manajemen sediaan.

Penilaian Kemajuan Anda
Sebagai tambahan atas sasaran belajar di atas, kami telah mengembangkan sistem penilaian yang mencakup berbagai informasi mendasar yang disajikan dalam buku ini. Kuesioner yang terdiri dari dua puluh lima butir pilihan ganda/benar-salah akan memungkinkan pembaca mengevaluasi pemahamannya atas materi yang dibahas. Juga tersedia lembar jawaban yang dilengkapi dengan bagan yang sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan atas sasaran.
Penilaian sebaiknya tidak digunakan untuk proses seleksi apa pun.

v

vi

PENULIS
J. David Viale adalah pendiri dan presiden Center for Manufacturing Education, suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan internasional. Karier David dalam bidang pendidikan dimulai sebagai guru sekolah menengah, kemudian dilanjutkan dengan mengajar di berbagai perguruan tinggi dan universitas. Latar belakang David mencakup posisi manajerial di Arthur Andersen, Hewlett-Packard, dan Fairchild Semiconductor. Ia juga seorang praktisi CPA dan memiliki sertifikasi dalam bidang manajemen produksi dan sediaan (Certified in Production and Inventory
Management/CPIM).

Latar belakang bisnis dan mengajar yang beragam memberi David paduan yang unik akan teori, praktek, dan pengaruh finansial. Dengan berbagai pengalaman ini, ia mampu membawa perspektif lintas-fungsional ke dalam kelas, ceramah, seminar, dan presentasi eksekutif kunci, di seantero Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Timur Jauh.

vii

viii

KEPADA PARA PEMBACA
Pengembangan pemahaman lintas-fungsional akan menjadi isu persaingan global bagi para pekerja di "Era Informasi." Pada saat organisasi menjadi semakin datar dan pengambilan keputusan dilakukan oleh individu dan tim, "kecakapan lintas-fungsional" akan memainkan peran vital dalam persaingan. Kecakapan lintas-fungsional didefinisikan sebagai kemampuan untuk menangkap dengan cepat informasi dan data mengenai bagian fungsional yang berbeda dan memanfaatkannya secara efektif dalam pengambilan keputusan. Tingkat kecakapan lintas-fungsional akan sangat ditentukan oleh seberapa cepat Anda, rekan Anda, para pemasok, dan pelanggan Anda dapat memperoleh pemahaman akan bidang fungsional lainnya. Buku ini dimaksudkan untuk memberi Anda pemahaman mendalam mengenai salah satu isu bisnis utama yang harus dihadapi perusahaan dewasa ini — manajemen sediaan. Dengan menguasai materi ini, Anda akan semakin baik dalam berkontribusi pada konsep-konsep manajemen sediaan global dan selanjutnya pengurangan pemborosan.

ix

APA MANFAATNYA BAGI ANDA PRIBADI?
Tak peduli seberapa pun perusahaan Anda berorientasi pada proses, selalu ada ruang untuk penyempurnaan. Dengan menggunakan informasi dan alat-alat bantu yang disajikan dalam buku ini, Anda akan

1. Mengenali pertentangan potensial antar bidang.
Meskipun Anda mungkin tidak memiliki keahlian dalam menyelesaikan perbedaan atau mengambil keputusan di setiap bidang, Anda akan tahu pilihan penting apa yang harus dibuat dalam mencari penyelesaian.

2. Mengembangkan 3. Memperluas

perspektif bisnis manajemen dan pengendalian sediaan.

dalam

portofolio keterampilan teknis profesional Anda dengan cara menguasai berbagai konsep, istilah, alat, dan teknik utama yang digunakan untuk menyusun sistem sediaan. bagaimana manajemen sediaan diterapkan dalam berbagai situasi manufaktur, distribusi, distributor, dan pengecer. Invetory Control Society (APICS) yang disponsori secara nasional.

4. Memahami

5. Mempersiapkan ujian American Production and

x

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR MODUL I SASARAN DAN KEBIJAKAN SEDIAAN xiii

1

Apa yang Dimaksud Dengan Manajemen Sediaan? Mengatasi Sasaran yang Bertentangan Kategori Sediaan Macam-macam Sediaan
MODUL II SISTEM SEDIAAN DENGAN POLA PERMINTAAN INDEPENDEN

3 7 8 10

17

Sistem Informasi Sediaan Model Permintaan Independen Lingkungan dan Dampaknya Terhadap Manajemen Sediaan Siklus Pesanan dan Waktu Tenggang
MODUL III ALAT DAN TEKNIK MANAJEMEN SEDIAAN

19 20 28 31
37

Peramalan dan Penentuan Tingkat Sediaan Perhitungan-perhitungan Penting (Standar Deviasi) Aturan 80/20 (Analisis ABC) Penentuan Biaya Lain Ukuran Lot dan Sediaan Pengaman
MODUL IV MANAJEMEN SEDIAAN DAN ANALISIS KEUANGAN

39 44 47 49 52
67

Pengendalian Keuangan Atas Sediaan Pengetahuan Dasar Mengenai Neraca Pengetahuan Dasar Mengenai Laporan Rugi-Laba Persamaan Dasar Manufaktur Rasio Finansial Utama Mengidentifikasi Pemasok yang Memiliki Masalah Potensial Dalam Arus Kas Perhitungan Biaya Dalam Bill Of Materials (BOM) xi

69 70 73 76 79 83 85

Alokasi Biaya Tak Langsung dan Perhitungan Harga Pokok Berdasarkan Kegiatan Activity-Based Costing/ ABC)

89

MODUL V PENGENDALIAN FISIK: LINGKUNGAN GUDANG

95

Sasaran Pergudangan Pengambilan, Pengepakan, dan Pengiriman Biaya Pergudangan Menyiapkan Suatu Sistem Gudang
MODUL VI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN SEDIAAN DISTRIBUSI

97 105 106 109

113

Mengirimkan Produk Berbagai Tipe Sistem Distribusi Meramalkan Kebutuhan SKU Mengintegrasikan Sistem Distribusi dan Manufaktur Just-In-Time Dalam Lingkungan Distribusi
JAWABAN ATAS LATIHAN

115 117 118 120 127
135

xii

KATA PENGANTAR
"Sediaan merupakan aset yang sangat mahal yang dapat digantikan oleh aset yang lebih murah yang disebut 'informasi.' Untuk menggantikannya, informasi haruslah tepat waktu, akurat, andal, dan konsisten. Jika ini terjadi, maka Anda menyimpan lebih sedikit sediaan, mengurangi biaya, dan mengirimkan produk lebih cepat ke pelanggan." "Buku ini dimaksudkan untuk mencakup alat dan teknik yang dapat mewujudkan pernyataan di atas."

-J. David Viale Dunia bisnis terus mengalami perubahan secara cepat dan dramatis. Kita tidak akan melihat lagi kestabilan masa lalu; reorganisasi secara cepat menjadi standar. Organisasi bisnis harus secara terus-menerus menciptakan dan mengorganisasikan kembali dirinya agar mampu memenuhi tuntutan pasar global. Setiap orang dihadapkan pada tantangan untuk berkembang menjadi tenaga kerja yang paling terdidik dan memiliki kemampuan yang beragam. Karena persyaratan akan tingkat keterampilan terus meningkat, maka tenaga kerja yang berpendidikan rendah akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik akan menjadi lebih ketat. Lebih penting lagi, buku ini menantang Anda untuk meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dan memperoleh keterampilan baru. Berapapun tingkat keterampilan Anda saat ini, Anda memiliki peluang untuk meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen sediaan. Pada halaman se-lanjutnya Anda akan mendapatkan:

xiii

Pertanyaan terorganisasi pada awal setiap modul untuk mengarahkan pemikiran Anda—semua disertai dengan jawaban atas pertanyaan Sasaran pembelajaran untuk membantu pengukuran dan pemahaman Intisari dari teori manajemen sediaan dan informasi perencanaan Latihan yang terbukti dapat meningkatkan keterampilan untuk menambah profesionalisme Anda

xiv

1

2

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MANAJEMEN SEDIAAN?
Sasaran manajemen sediaan adalah menggantikan aset yang sangat mahal yang disebut "sediaan" menjadi aset yang lebih murah yang disebut "informasi." Agar dapat mencapai sasaran tersebut, informasi haruslah tepat waktu, akurat, andal, dan konsisten.

Manajemen sediaan menjawab pertanyaan berapa banyak sediaan yang perlu dicadangkan untuk mengatasi fluktuasi peramalan, permintaan pelanggan, dan pengiriman pemasok.

Mengapa Diperlukan Manajemen Sediaan?
Alasan utama perlunya memanajemeni sediaan adalah menyelesaikan sasaran yang berpotensi untuk bertentangan:

1. Memaksimalkan Pelayanan pada Pelanggan 2. Memaksimalkan Efisiensi Pembelian dan Produksi 3. Meminimalkan Investasi Sediaan 4. Memaksimalkan Profit

3

sehingga akan meningkatkan tingkat pengembalian sediaan (return on inven-tory/ROl) dan tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA). Ukuran-ukuran keuangan tersebut akan dibahas pada Modul III dan IV.

EMPAT SASARAN MANAJEMEN SEDIAAN

1. Memaksimalkan Pelayanan pada Pelanggan
Peramalan permintaan pelanggan yang tidak akurat, perubahan besar pada pesanan pelanggan, dan kurangnya manajemen yang bertanggung jawab merupakan penyebab utama lemahnya kinerja pelayanan pada pelanggan dalam hal pengiriman tepat waktu—bukan pemasok, bukan pula pembelian. Akibatnya timbul sediaan yang berlebihan, yang selanjutnya mengarah pada penghapusan sediaan, biaya produk yang tinggi, serta marjin keuntungan yang rendah. Untuk menetapkan tingkat pelayanan pelanggan, Anda perlu menentukan seberapa sering Anda ingin mengirimkan tepat waktu. Apakah seratus persen dari pengiriman? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Apakah 99,86% dari frekuensi pengiriman sudah memadai? (Kita akan menjawabnya pada Modul III.) Namun demikian, mari kita pertimbangkan hal-hal berikut: Semakin akurat peramalan penjualan setiap produk, maka akan semakin kecil kesalahan peramalan, dan semakin sedikit sediaan yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat pelayanan tertentu. Dengan menyimpan lebih sedikit sediaan, kapasitas mesin yang diperlukan untuk menghasilkan produk akan terpakai lebih baik. Sediaan tidak diadakan sebelum dibutuhkan, sehingga mencegah kesalahan menentukan kapasitas mesin terlalu cepat. Dengan menyimpan lebih sedikit sediaan, maka secara 4

umum akan semakin sedikit luas ruang yang dibutuhkan, dan ruang tersebut tidak akan terlalu cepat dipakai. Premis (prinsip) dasar dari buku ini menyatakan, "semakin besar kesalahan peramalan, semakin tinggi tingkat pelayanan pelanggan yang diperlukan, dan semakin banyak sediaan perlu disimpan." Dan kita tidak membicarakan tentang sediaan yang ada di pemasok, kecuali jika ada keinginan untuk membayar biaya gudang, asuransi, serta biaya penyimpanan lainnya. Biaya-biaya tersebut merupakan "biaya pabrik tersembunyi" utama yang berperan pada peningkatan biaya dan penurunan profit (serta 1 harga saham) di berbagai perusahaan. Solusi untuk mengelola biaya-biaya tersebut adalah dengan cara menerap-kan model sediaan yang akan dibahas dalam buku ini.

2. Memaksimalkan Efisiensi Pembelian dan Produksi
Ada beberapa contoh di mana sediaan disimpan demi efisiensi biaya pengadaan dan produksi. Berbagai barang dapat saja dibeli dalam jumlah yang lebih besar ketimbang yang dibutuhkan untuk mencapai efisiensi pembelian atau transportasi. Jika barang dibeli dengan alasan ini, maka akan timbul sediaan. Meskipun demikian, bisa ditetapkan kesepakatan yang disebut "order pembelian berdasarkan volume" (blanket PO). Dengan kesepakatan ini, diskon akan meningkat seiring dengan meningkatnya volume dan, pada saat yang sama, ditetapkan kapan pengiriman perlu dilakukan. Pendekatan ini mendukung filosofi Just-in-Time pada Modul IV. Dalam manufaktur, pembuatan produk dalam jumlah besar (ukuran lot yang besar) biasanya lebih efisien ketimbang dalam jumlah kecil. Prestasi manajer sering kali dinilai 5

berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan, sehingga mereka terdorong untuk memproduksi dalam jumlah yang lebih besar. Cara ini menyebabkan sediaan menumpuk dalam jangka waktu yang lama. Secara teoretis, sediaan tersebut menunjukkan kesalahan dalam penentuan kapasitas dan penurunan fleksibilitas mesin. Ingat, jika Anda tidak bisa menjual produk, jangan membuatnya— tidak peduli apa pun keuntungan dari pembuatan produk dalam jumlah besar.

3. Meminimalkan Investasi Sediaan

Sediaan akan mengikat uang yang seharusnya dapat digunakan perusahaan untuk berbagai hal lain dalam bisnis. Sediaan yang berlebihan dapat menciptakan aliran kas negatif, dan ini harus dihindarkan. Itulah sebabnya mengapa orang-orang Keuangan berusaha menjaga sediaan serendah mungkin.

4. Memaksimalkan Profit

Profit dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan pendapatan atau menurunkan biaya. Salah satu cara yang terbaik adalah melakukannya dengan manajemen sediaan yang tepat.

6

MENGATASI SASARAN YANG BERTENTANGAN
Mencapai sasaran seperti yang telah dibahas sebelumnya membutuhkan keseimbangan sasaran jangka pendek dan jangka panjang. Kebutuhan perusahaan untuk menyimpan sediaan, baik untuk memberikan pelayanan pada pelanggan maupun untuk mencapai efisiensi dalam pengadaan atau produksi, bertentangan dengan keinginan manajemen untuk meminimalkan investasi sediaan. Pembuatan produk dalam jumlah besar cenderung menciptakan sediaan; orang-orang pemasaran menginginkan stok barang dalam jumlah besar dan ragam yang banyak untuk melayani permintaan pelanggan. Tingkat sediaan yang tinggi akan menghabiskan ruang di pabrik dan pusat distribusi, sehingga mengakibatkan timbulnya biaya tambahan gudang, asuransi, dsb. Manufaktur, pengecer, distributor, dan bahkan bank serta rumah sakit menghadapi persoalan memperseimbangkan sasaran tersebut. Rekonsiliasi sasaran yang saling bertentangan tersebut merupakan tujuan utama dari manajemen sediaan dan materi yang disajikan dalam buku ini.

7

KATEGORI SEDIAAN
Ada lima tipe dasar sediaan: bahan baku, barang setengah jadi, barang jadi, sediaan distribusi, serta barang pemeliharaan, perbaikan, dan operasi atau biasa disebut MRO supplies. Bahan Baku Bahan baku mencakup semua komponen dan bahan langsung yang dibeli untuk menghasilkan produk akhir. Sediaan jenis ini menambah nilai produk saat diproses menjadi subrakitan, rakitan, dan akhirnya menjadi produk yang siap dikirimkan.
Barang Setengah Jadi

Barang setengah jadi merupakan sediaan dalam proses dirakit menjadi produk akhir. Bahan baku dikeluarkan dari gudang dan berpindah ke tempat kerja. Karyawan (tenaga kerja langsung) dan/atau mesin digunakan untuk menambah nilainya dengan cara memproses seluruh komponen menjadi subrakitan, rakitan, dan kemudian menjadi produk akhir. Komponen-komponen ini dapat disimpan kembali sementara waktu hingga diambil untuk kegunaan lebih lanjut dalam proses produksi. Dalam kondisi ini, komponen tersebut dikatakan sebagai rakitan semi jadi. Barang Jadi Barang jadi merupakan sediaan yang siap dikirim ke pusat distribusi, pengecer, distributor, atau langsung ke pelanggan. Sediaan Distribusi Sediaan distribusi disimpan pada titik atau lokasi sedekat mungkin dengan pelanggan. Titik distribusi, misalnya gudang atau toko, bisa saja dimiliki dan dioperasikan oleh pabrikan atau dimiliki dan 8

dioperasikan secara terpisah. Namun demikian, terlepas dari kepemilikannya, memanajemeni sediaan sangatlah penting, sehingga istilah "pusat distribusi" digunakan sepanjang buku ini untuk menunjukkan lokasi simpan sementara, menunggu pengiriman ke pelanggan akhir. Barang Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi (MRO Supplies) Sebagian besar perusahaan menyimpan barang pemeliharaan, per-baikan, dan operasi. Sediaan ini sering kali berbiaya rendah, dan ter-masuk alat tulis kantor serta barang-barang untuk operasional dan pelayanan.

Jelaslah bahwa semua organisasi—apakah itu pabrikan, distributor, pengecer, bank, rumah sakit atau bahkan Pelayanan Umum—mempunyai masalah sediaan.

9

MACAM-MACAM SEDIAAN
Secara teoretis, ada dua komponen sediaan—sediaan berputar dan sediaan pengaman.

1. Sediaan berputar terdiri dari komponen-komponen
paling "aktif" yang terdapat dalam sediaan (bergerak paling cepat).

2. Sediaan pengaman (barang jadi), atau biasa disebut
sediaan penyangga, digunakan untuk melindungi dari fluktuasi permintaan atau pasokan. Sediaan ini terdiri dari sediaan yang disimpan untuk menyangga fluktuasi peramalan, perubahan dalam pesanan pelanggan, atau pengiriman yang terlambat dari pemasok. Dampak adanya sediaan pengaman dalam lingkungan manufaktur adalah mengirimkan pesanan dan membawa sediaan ke dalam perusahaan sebelum benar-benar dibutuhkan. Dalam jadwal induk produksi, sediaan pengaman dipertahankan untuk melindungi dari kesalahan peramalan. Secara fisik, kedua jenis sediaan ini tidaklah dipisahkan. Sebagai tambahan atas jenis sediaan, fungsi sediaan menunjukkan cara lain dalam melihat sediaan. Semua jenis sediaan berikut berperan sebagai penyangga fluktuasi pasokan dan permintaan. Sediaan tidak menambah nilai proses tetapi justru menimbulkan biaya tambahan untuk membawa, menyimpan, dsb. Namun demikian, sediaan diperlukan untuk menjamin tingkat pelayanan pelanggan yang tinggi. Semua jenis bisnis (pengecer, pabrikan, bank) menghadapi sasaran yang saling bertentangan antara meminimalkan sediaan dan menjamin tingginya tingkat pelayanan pada pelanggan.

10

Sediaan Perangkai (Decoupling Inventory)
Istilah ini terkadang digunakan selain istilah sediaan pengaman sebagai penyangga antara permintaan produk dan pasokan produk. Istilah ini digunakan dalam sediaan barang setengah jadi. Saat perintah kerja pabrik berpindah dari mesin ke mesin, antrean (stok) sediaan sering kali direncanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap pusat kerja (mesin) menyerap variasi beban kerja akibat perubahan campuran produk. Antrean kerja ini memisahkan proses operasi sehingga setiap pusat kerja bisa memproduksi secara terpisah dari pusat kerja lain. Sasarannya adalah untuk mencegah tenaga kerja pabrik yang mahal tersebut menganggur. Decoupling stock lebih sering digunakan dalam bengkel kerja bersifat dibuat-ataspesanan (build-to-order), Bengkel kerja akan dibahas pada Modul II dalam topik lingkungan manufaktur.

Sediaan Transportasi (Saluran)
Sediaan ini bisa secara sederhana digambarkan sebagai sediaan yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Umumnya dari pabrik ke lokasi penyimpanan di pusat distribusi yang sedekat mungkin dengan pelanggan. Sediaan saluran juga menunjukkan barang jadi dari pemasok. Waktu yang dihabiskan sediaan saat berada pada "saluran" akan berdampak pada waktu tenggang dan tingkat sediaan. Komponen dari waktu transportasi mencakup waktu untuk pengisian pesanan, pengiriman, transportasi, dan waktu penerimaan di tempat tujuan.

11

Stok Antisipasi
Stok ini mencakup barang jadi, barang setengah jadi, serta bahan baku, dan biasanya dilakukan untuk menimbun sediaan guna memenuhi permintaan musiman atau permintaan pada saat pabrik libur.

Stok Jaga-jaga
Stok ini mencakup barang jadi, barang setengah jadi, dan bahan baku seperti halnya stok antisipasi. Stok jaga-jaga merupakan suatu bentuk penimbunan sediaan tetapi untuk mengantisipasi beberapa kejadian yang mungkin tidak terjadi. Inilah yang membedakannya dengan stok antisipasi. Stok jaga-jaga bisa diadakan untuk mengantisipasi

1. Masa penyelesaian mogok buruh di tempat
pemasok

2. Perkiraan kenaikan harga bahan 3. Ketidakstabilan politik di negara di mana pemasok
berlokasi

4. Barang dengan tenggang waktu panjang

KESIMPULAN
Modul ini menerangkan lima tipe dasar sediaan: bahan baku, barang se-tengah jadi, rakitan semi jadi, produk jadi, dan barang pemeliharaan, per-baikan, dan operasi. Sasaran sediaan adalah meminimalkan investasi seraya tetap menjaga tingkat pelayanan pelanggan yang tinggi,

12

memaksimalkan profit, serta menjaga efisiensi pada pengadaan dan produksi. Secara keseluruhan hal ini menyangkut ukuran dan sasaran keuangan, seperti tingkat pengembalian investasi (ROI) dan tingkat perputaran sediaan. Perusahaan sering menggunakan sediaan jika permintaan produk bersifat musiman atau untuk mengantisipasi terputusnya pasokan. Pada modul berikutnya kita akan melihat berbagai tipe sistem informasi sediaan dan bagaimana masing-masing tipe dalam berbagai lingkungan manufaktur: dibuat-ataspesanan (build-to-order), dibuat-untuk-stok (build-to-stock), dirancang-atas-pesanan (engineer-to-order), dan dirakitatas-pesanan (assemble-to-order).

13

LATIHAN 1: Memasangkan
Pasangkan deskripsi berikut dengan istilah yang tepat. Jawaban dapat dilihat pada halaman 115 di bagian belakang buku ini. _____ 1. Sediaan ini mencakup barang-barang kebersihan dan pelayanan. _____ 2. Sediaan yang disimpan sebagai penyangga terhadap fluktuasi perkiraan permintaan. _____ 3. Waktu yang ada dihabiskan dalam “saluran” yang berdampak pada tingkat sediaan, termasuk waktu yang dihabiskan untuk pengisian pesanan, pengiriman, transportasi, dan penerimaan. _____ 4. Merupakan bagian dari sediaan yang secara aktif digunkan untuk menghasilkan produk. _____5. Sediaan yang memisah proses operasi sehingga pusatpusat kerja dapat menghasilkan secara terpisah satu sama lain, dengan demikian dapat mencegah waktu yang menganggur. _____6. Sediaan untuk mengantisipasi masa mogok buruh. _____7. Penimbunan sediaan sebelum masa puncak musiman atau masa libur pabrik. a. decoupling inventory b. sediaan antisipasi c. stok pengaman

d. sediaan transportasi e. barang pemeliharaan, perbaikan, dan operasi f. g. stok jaga-jga stok komputer

14

LATIHAN 2: Mengisi
Selesaikan latihan berikut. Jawaban dapat dilihat pada halaman 115 di bagian belakang buku ini.

1. Tuliskan empat sasaran manajemen sediaan. a. _________________________________________

b. _________________________________________ c. _________________________________________ d. _________________________________________
2. Tuliskan tiga tipe utama sediaan.

a. _____________________________________ b. _____________________________________ c. _____________________________________

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->