P. 1
Fisika Hasil Laporan Panas Lebur Es

Fisika Hasil Laporan Panas Lebur Es

|Views: 2,129|Likes:
Published by Abita Mma
LAPORAN PRAKTIKUM
PANAS LEBUR ES







Disusun oleh:
DEDIK HARIANTO
201010350311010


JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN
UNIVESITAS MUHAMMADIYAH MAANG
2010








BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimilikioleh suatu zat.
Secara umum untuk mendeteks iadanya kalor yang dimilikioleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. .Kuantitas panas per satuan massa yang harus diberikan kepada suatu bahan pada titik didihnya supaya menjadigas seluruhnya pada suhu titik didih tersebut disebut panas penguapan bahan yang bersangkutan.
Blackapabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukanatau dicampur maka akan terjadia liran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhurendah. Aliran iniakan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama).






1.2 Tujuan
• Menentukan panas lebur es melalui eksperimen.

































BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhurendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh ,(Sunardi. 2007:45-50)

Perkataan kapasitas dapat memberikan pengertian yang menyesatkan karena perkataan tersebut menyarankan pernyataan banyaknya kalor yang dapat dipegang oleh sebuah benda´ yang merupakan pernyataan yang pada pokoknya tidak berarti, sedangkan yang artinya sebenarnya dengan perkataan tersebut hanyalah tenaga yang harus ditambahkan sebagai kalor untuk menaikkan temperatur benda sebanyak satu derajat,
( David Halliday dan Robert Resnick. 1989. 725 -728) .

Kalor jenis (c)ialah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1 kg zat sebesar 1ºC (satuan kalori/gram.ºC atau kkal/kg ºC).
(http://.free.vlsm.org/v12/sponsor/ ponsor endamping/ raweda/ fisika )


Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 00C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadiair barulah terjadi kenaikan suhuair (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 1000C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap(Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali(Q5) ,(Sears. Zemansky.1982. 382-385).

Energi yangdip erlukan disebut kalor transformasi.K a lor yang diperlukan untuk merubah fasa dari bahan bermassa madalah Q = m L dimana Ladalah kalor laten,
(http://muji-rachman.blogspot.com201001kalor-dua-buah-bendayangberbeda.html)

Apabila benda-benda yang bersentuhan berada dalam sistem yang tertutup, maka energiakan berpindah seluruhnya dari benda yang memiliki suhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Sebaliknya apabilabe ndayangbersentuhan tidak beradadalam sistem
tertutup, maka tidak semua energi dari benda bersuhu tinggi berpindah menuju
benda yang bersuhurendah,(www.gurumuda.com )














BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Alat
• Calorimeter
• Timbangan analitis
• Thermometer
• Tisu
• Stopwatch




3.2 Bahan
• Es





3.3 Cara kerja
• Ukurlah massa calorimeter ,massa air, massa calorimeter yang berisi air.
• Ukurlah suhu air dalam calorimeter dan suhu es.
• Timbang massa es.
• Masukkan potongan es yang sudah dikeringkan dan ukur massanya kedalam calorimeter dan di aduk sampai semua massa es mencair.
• Lakukan pengamatan pada perubahan suhu yang terjadi dan catat waktu saat perubahan suhu terjadi.
• Gunakan data hasil percoban untuk menghitung kalor peleburan es melalui persamaan.



















BAB IV
PEMBAHASAN


TABEL PENGAMATAN PERUBAHAN SUHU DAN WAKTU PADA AIR DAN ES
NO WAKTU/SECOND SUHU AWAL SUHU PERUBAHAN
1 10 27O 20O
2 20 27O 16O
3 30 27O 15O
4 40 27O 14O
5 50 27O 14O
6 60 27O 15O




Pada percobaan iniadalah kalor lebur ES dengan tujuan yaitu menetukan
kalor lebur
LAPORAN PRAKTIKUM
PANAS LEBUR ES







Disusun oleh:
DEDIK HARIANTO
201010350311010


JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN
UNIVESITAS MUHAMMADIYAH MAANG
2010








BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimilikioleh suatu zat.
Secara umum untuk mendeteks iadanya kalor yang dimilikioleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. .Kuantitas panas per satuan massa yang harus diberikan kepada suatu bahan pada titik didihnya supaya menjadigas seluruhnya pada suhu titik didih tersebut disebut panas penguapan bahan yang bersangkutan.
Blackapabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukanatau dicampur maka akan terjadia liran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhurendah. Aliran iniakan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama).






1.2 Tujuan
• Menentukan panas lebur es melalui eksperimen.

































BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhurendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh ,(Sunardi. 2007:45-50)

Perkataan kapasitas dapat memberikan pengertian yang menyesatkan karena perkataan tersebut menyarankan pernyataan banyaknya kalor yang dapat dipegang oleh sebuah benda´ yang merupakan pernyataan yang pada pokoknya tidak berarti, sedangkan yang artinya sebenarnya dengan perkataan tersebut hanyalah tenaga yang harus ditambahkan sebagai kalor untuk menaikkan temperatur benda sebanyak satu derajat,
( David Halliday dan Robert Resnick. 1989. 725 -728) .

Kalor jenis (c)ialah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1 kg zat sebesar 1ºC (satuan kalori/gram.ºC atau kkal/kg ºC).
(http://.free.vlsm.org/v12/sponsor/ ponsor endamping/ raweda/ fisika )


Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 00C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadiair barulah terjadi kenaikan suhuair (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 1000C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap(Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali(Q5) ,(Sears. Zemansky.1982. 382-385).

Energi yangdip erlukan disebut kalor transformasi.K a lor yang diperlukan untuk merubah fasa dari bahan bermassa madalah Q = m L dimana Ladalah kalor laten,
(http://muji-rachman.blogspot.com201001kalor-dua-buah-bendayangberbeda.html)

Apabila benda-benda yang bersentuhan berada dalam sistem yang tertutup, maka energiakan berpindah seluruhnya dari benda yang memiliki suhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Sebaliknya apabilabe ndayangbersentuhan tidak beradadalam sistem
tertutup, maka tidak semua energi dari benda bersuhu tinggi berpindah menuju
benda yang bersuhurendah,(www.gurumuda.com )














BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Alat
• Calorimeter
• Timbangan analitis
• Thermometer
• Tisu
• Stopwatch




3.2 Bahan
• Es





3.3 Cara kerja
• Ukurlah massa calorimeter ,massa air, massa calorimeter yang berisi air.
• Ukurlah suhu air dalam calorimeter dan suhu es.
• Timbang massa es.
• Masukkan potongan es yang sudah dikeringkan dan ukur massanya kedalam calorimeter dan di aduk sampai semua massa es mencair.
• Lakukan pengamatan pada perubahan suhu yang terjadi dan catat waktu saat perubahan suhu terjadi.
• Gunakan data hasil percoban untuk menghitung kalor peleburan es melalui persamaan.



















BAB IV
PEMBAHASAN


TABEL PENGAMATAN PERUBAHAN SUHU DAN WAKTU PADA AIR DAN ES
NO WAKTU/SECOND SUHU AWAL SUHU PERUBAHAN
1 10 27O 20O
2 20 27O 16O
3 30 27O 15O
4 40 27O 14O
5 50 27O 14O
6 60 27O 15O




Pada percobaan iniadalah kalor lebur ES dengan tujuan yaitu menetukan
kalor lebur

More info:

Published by: Abita Mma on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR KERANGKA HEWAN

oleh:
DEDIK HARIANTO 201010350311010

JURUSAN PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN PETERNAKAN UNIVESITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Adapun Fungsi kerangka antara lain: y menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh y melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru y tempat melekatnya otot-otot y untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot y tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah y memberikan bentuk pada bangunan tubuh praktikum pengamatan system kerangka juga bermanfaat atau berguna apabila kita ingin mengataui struktur penyusun tubuh hewan .Dan juga merupakan sebuah wawasan bagi mahasiswa calon sarjana peternakan.Juga merupakan perbekalan bagi mahasiswa peternakan .Secara tidak langsung kita juga akan bisa mengetahui perbedaan antara struktur tubuh kerangka hewan satu dengan hewan yang lain.Baik secara struktur dalam ataupun struktur luar.

1.2Tujuan Tujuan dari pada praktikum pengamatan susunan sisten kerangka ini adalah guna untuk: 1. Untuk mengetahui susunan kerangka pada ternak. 2. Untuk mengetahui jenis-jenis tulang rangka.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Skeleton termasuk tulang, rawan, gigi dan sendi. Rangka struktur yang keras biasanya terdiri dari tulang dan rawan. Struktur ini menyokong dan melindungi tisu-tisu yang lembut. Tulang dibentuk terutamanya melalui ³intramembranous ossification´ yang mana tulang leper terbentuk, atau melalui ³endochondra formation´ seperti pembentukan tulang panjang. Tulang terdiri daripada sel-sel dalam matrik interselular dipanggil osteoid. Tulang terdiri daripada 1/3 bahan organik dan 2/3 bahan tak organik (http://vet.upm.edu.my/vpm2010/Kuliah5&6.pdf). Skeleton sebagian besar terdiei atas tulang keras dan tulang rawan pada pernukaan aembungan-sambungan dan pada bagian tertentu. Disamping tulang rawan terdapat tulang membran dan kadang-kadang terdapat tendon yang berisi sel-sel tulang yang terkena; sebagai assmoidus. Sebagai contoh yang terkenal adalah patelia (tulang tempurung lutut) dan tulang mata kaki (kemin) (Jasin, 1984). Tulang tempurung kepala cukup keras dan merupakan suatu kotak yang tersusun atas bagian tulang yang bersenyawa pada bagian sutura. Bagian fasial terdapat nostril di sebelah dorsul dan sepasang orbita, sebagai tempat biji mata dan di sebelah ventral terdapat plat dengan tepi tulang rahang atas yang mengandung gigi. Di sebelah luae orbita terdapat archus zygomaticus (Jasin, 1984). Osteoclast Merupakan sel-sel raksasa dengan inti banyak. Dalam keadaan normal melapisi ± 3% permukaan dalam dari pada ruangan-ruangan dalam tulang. Sel ini bertanggung jawab dalam membuang tulan-tulang tua dan melakukan absorpsi bila diperlukan ion Ca ekstra dalam cairan ekstraseluler. Sel ini juga distimulir oleh salah satu hormon endokrin yaitu hormon parathiroid (Kristiani, 2007). Sel-sel Osteosit Merupakan sel-sela yang berasal dari osteoblast. Ketika osteoblast membentuk matriks tulang, beberapa dari sel-sel ini terkepung di dalam ruangan-ruangan kecil dalam matriks tersebut yang disebut sebagai lacuna dan sel-sel ini menjadi osteosit, yang tidak lagi membentuk tulang baru, tetapi masih mempunyai peranan penting dalam mempertahankan metabolisme tulang secara normal (Kristiani, 2007).

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Alat y Alat tulis

3.2 Bahan y Contoh miniature tulang rangka hewan ruminansia. 3.3 Wakttu dan Tempat y Praktikum system kerangka ini di laksanakan di laboratorium biologi FPP pada hari jumat jam 13.00 tanggal 10 desember 2010. 3.4 Cara Kerja y Mendengarkam instruktur menjelaskan materi mengenai system tulang rangka. y Mencatat hasil mendengarkan meteri dari instruktur. y Membuat laporan mengenai praktikum system tulang rangka.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Tulang rangka hewan ruminansia di bagi menjadi beberapa bagian: 1. Bidang tranfersal:bidang pembagi anterior dan caudal. 2. Bidang frontal:bidang pembagi dorsal dan pentral. 3. Bidang sagital:sejajar dengan bidang medial. 4. Bidang medial:bidang khayal tulang punggung atas.

Fungsi kerangka antara lain: y menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh y melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru y tempat melekatnya otot-otot y untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot y tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah y memberikan bentuk pada bangunan tubuh anggota gerak extremitas yaitu : y anterior (ada pada kaki bagian depan) y caudal (ada pada kaki bagian belakang) adapun istilah-istilah pada ternak sebagai berikut: y Supinasi : garakan memutar-mutar kaki y Flexio :gerakan menekuk-tekuk kaki y Abductio : gerakan menekuk menutup pada kaki y Adcuctio : gerakan menekuk membuka pada kaki

Adapun pembagian tulang-tulang pada kerangka serta bagian yang meliputi sekitarnya sebagai berikut:

y Palmar/dorsal: bagian depan kaki depan y Plontar/dorsal: bagian depan kaki belakang y Proxima: wilayah yang mendekati wilayah punggung sampai ekor y Profundal: wilayah yang lebih mendekati liver kearah dalam y Abdumen: wilayah bagian perut bawah Bagian kepala: y Tulang wilayah otak krangium y Medula oblongota: pusat batuk dan nafas y Hypotalamus: pusat tidur y Pons y Cerrebelums Wilayah percialis: y Orbytalis: wilayah mata y Nasalis: wilayah hidung y Ostympanicum: wilayah talinga y Labia mayor: bibir atas y Labia minor: bibir bawah y Palatum: langit-langit mulut y Paltum molle: langit-Langit bagian depan y Hiddeus: lidah y Kartilago: tulang rawan y Margo alvolaris: tempat menempel gigi(gusi) y Impresio digitata:Wilayah lekungan dalam otak y Mandi bula: rahang bawah y Facialis: rahang atas y Incicivus: gigi seri y Caninus: gigi taring y Premolar: geraham depan y Molore: geraham belakang Adapun rumus yang di gunakan untuk mengetahui usia suatu hewan khususnya ruminansia sebagai berikut: ICPM 2 = HASIL USIA YANG DI PEROLEH ICPM KETERANGAN: I :GIGI SERI (incicivus) C :GIGI TARING(caninus) P :GERAHAM DEPAN(premolar) M :GERAHAM BELAKANG(molore)

y y y y y y y

Foramen: keluar masuknya pembuluh darah Naxomasilaris: wilayah bawah hidung di atas mulut Costae: tulang rusuk Pulmonum: paru-paru Pneumoni: timbunan nanah pada paru-paru Sternum: penyangga torax Apertuna: lubang di tengah antara iga kanan dan kiri

Praktikum pada system penyusun tubuh kerangka hewan ini menjelasakan atau menggambarkan struktur penyusun tubuh hewan .dan dari system kerangka ini kita bisa memanfaatkanya sebagai acuan atau landasan dalam menghitung usia suatu hewan tertentu.dengan menggunakan gigi dan gerahamnya. Pebelajaran mengenai system kerangka dalam dunia peternakan berfungsi untuk bagaimana kita bisa membedakan jenis hewan satu rumpun yang satu dengan yang lain.sehingga tidak salah memperkiran mengenai system kerangka sebagai ahli ternak .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pembagian rangka yang kedua adalah rangka yang terdiri dari anggota tubuh bagian depan, anggota tubuh bagian belakang, anggota tubuh bagian atas, anggota tubuh bagian bawah. Kemudian. Secara histolginya tulang dibedakan menjadi tulang rawan kedua yaitu tulang keras. Dan ada juga pembagian mengenai pembagian bidang pada kerangka yaitu sebagai berikut: 1. Bidang transfersal:bidang pembagi antara anterior(tulang arah bagian depan) dan kaudal(tulang arah bagian belakang). 2. Bidang frontal:bidang pembagi dorsal dan pentral. 3. Bidang sagital:bidang yangbsejajar dengan bidang medial(tulang leher,punggung, sampai ekor bagian bawah). 4. Bidang medial :bidang sejajar dengan bidang sagital(tulang leher,punggung, sampai ekor bagian atas). Praktikum system kerangka bermanfaat bagi mahasisiwa yang merupakan bekal dasar dalam pengamatan struktur tubuh hewan agar bisa membedakan antara perbedaan kerangka hewan yang satu dengan yang lain.

5.2 Saran Sebaiknya dalam praktikum pengamatan system tulang rangka kita bisa menulis/mencatat bagian-bagian dari pada nama tulang-tulang yang ada pada kerangka dan dapat disertakan gambar bagian-bagiannya dan di lengkapi nama masing-maing.karena itu bisa membantu atau mempermudah kita dalam pengamatan dan mempelajari kembali.

DAFTAR PUSTAKA

http://marinebiologi.blogspot.com/2010/05/laporan-praktikum-struktur-hewan-sistem_01.html http://www.scribd.com/doc/34485219/Laporan-rangka Anonima, 2010. Rangka Tulang. http//wekipedia/biologi/jaringan tulang/org. diakses pada tanggal 05 Mei 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Osifikasi hhtp://id.wikipedi.org/wiki/tulang_rusuk

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->