P. 1
Tekstil Dan Produk Tekstil

Tekstil Dan Produk Tekstil

|Views: 1,716|Likes:
Published by HagniAryaGunadi

More info:

Published by: HagniAryaGunadi on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Tekstil dan Produk Tekstil

TEKSTIL berasal dari bahasa latin, yaitu textiles yang berarti menenun atau tenunan. Namun secara umum tekstil diartikan sebagai sebuah barang/benda yang bahan bakunya berasal dari serat (umumnya adalah kapas, poliester, rayon) yang dipintal (spinning) menjadi benang dan kemudian dianyam/ditenun (weaving) atau dirajut (knitting) menjadi kain yang setelah dilakukan penyempurnaan (finishing) digunakan untuk bahan baku produk tekstil. Produk tekstil disini adalah pakaian jadi (garment), tekstil rumah tangga, dan kebutuhan industri. SERAT merupakan bahan baku yang paling utama untuk tekstil. Serat adalah benda padat yang mempunyai ciri atau bentuk khusus yaitu ukuran panjangnya relatif lebih besar dari ukuran lebarnya. Serat diperoleh/berasal dari alam dan buatan, yang secara rinci sebagai berikut: • Serat alam (natural fibers), adalah serat nabati (seperti kapas, linen, ramie, kapok, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun/sisal, sabut) dan serat hewani (seperti wool, sutera, cashmere, llama, unta, alpaca, vicuna). • Serat buatan (man made fibers), adalah artificial fiber (seperti rayon, acetate), synthetics fiber (seperti polyester/tetoron, acrylic, nylon/poliamida), dan mineral (seperti asbes, gelas, logam). Untuk tekstil, serat yang banyak dipergunakan adalah: • Kapas, adalah serat yang diperoleh dari biji tanaman kapas, yaitu sejenis tanaman perdu dan banyak digunakan untuk pakaian karena sifatnya yang menyerap keringat, sehingga nyaman dipakai dan stabilitas dimensi yang baik. • Rayon, berasal dari kayu yang dimurnikan dan dengan zat-zat kimia. Banyak dipergunakan untuk tekstil rumah tangga seperti kain tirai/gorden, penutup kursi dan meja, kain renda, kain halus untuk pakaian dan pakaian dalam. Campuran rayon dan polyester banyak digunakan untuk bahan pakaian. • Poliester, dibuat dari minyak bumi, yaitu asam tereftalat yang telah dimurnikan (pirified terephtalate acid/PTA) dan ethylene glycol. Poliester banyak digunakan untuk bahan pakaian (dicampur dengan kapas/rayon), dasi, kain tirai/gorden, tekstil industri (conveyor, isolator), pipa pemadam kebakaran, tali temali, jala, kain layar dan terpal.

Combed Yarn (benang sisir) yang bahan bakunya adalah cotton. Poliuretan (spandex). karung pembungkus. digunakan untuk selimut. Stapel. Poliakrilik. . Polietilena. adalah serat yang sangat panjang yang panjangnya sejauh sampai habisnya bahan terulur. pembungkus kawat tembaga. jala ikan. yaitu: • • Filament. permadani/carpet. Jenis-jenis benang dapat diketahui dari: • Berdasarkan Urutan Prosesnya. digunakan untuk pakaian wanita. kaos lampu. kain untuk pakaian pelindung di industri yang menggunakan zat-zat kimia yang korosif. Serat Metal/Logam. ikat pinggang. karpet. Blended Yarn (benang campur) yang bahan bakunya campuran antara dua jenis serat. kaos tangan bedah. kain-lain berbulu. kain ban. digunakan untuk keperluan industri. tali pancing. pembungkus kabel listrik. digunakan untuk bodi pesawat terbang dan pesawat luar angkasa. tali temali. digunakan untuk stocking/kaos kaki. kain parasut. o o o Carded Yarn (benang garuk) yang bahan bakunya berasal dari cotton. BENANG berasal dari serat yang dipintal. scarft. kain penyaring untuk penyaringan dengan suhu rendah. baju hangat. adalah serat pendek dan umumnya serat alam berbentuk stapel. kain penyaring zat kimia. terpal. yaitu polyester dengan rayon atau polyester dengan cotton atau rayon dengan cotton. tirai jendela. Semua serat buatan pada awalnya dibuat dalam bentuk filamen. o o o Serat Gelas. o o Polipropilena. kaos kaki. rayon dan plyester. Serat Carbon. digunakan untuk kain pelapis di furniture/tempat duduk mobil. belt untuk industri. water softener filter. jala. pakaian pelindung zat kimia.• Sedangkan serat lainnya untuk tekstil adalah: o o o Poliamida/Nilon. kain penyaring. kain efek empuk. kain rajut untuk sweater. Serat dari segi sifat bahannya dibedakan menjadi dua jenis/bentuk. digunakan untuk isolasi listrik. tali temali. digunakan untuk benang hias baik di tekstil rumah tangga maupun tekstil pakaian.

• Berdasarkan Penggunaannya. dan lainlain. • Berdasarkan Panjang Seratnya. benang polipropilen. o o Staple Yarn (benang staple) adalah benang yang tersusun dari serat staple atau serat buatan dalam bentuk staple. benang nylon. Proses tersebut secara berurutan: • Benang-benang yang dari mesin pintal (ring spinning) berbentuk gulungan palet cones lalu digulung kembali melalui mesin penggulung (winding machine) menjadi bentuk . Oleh sebab itu ada proses pekerjaan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum benang-benang tersebut ditenun atau dirajut. benang R/C (benang rayon/cotton). Berdasarkan Konstruksinya. karena akan mudah putus ketika terjadi pergesekan antara benang lusi dan benang pakan pada waktu proses. benang T/C (benang polyester/cotton). o o o o o Warp Yarn (benang lusi) adalah benang yang digunakan untuk arah panjang kain pada proses weaving. yaitu: benang cotton. Multifold Yarn (benang gintir) adalah benang yang terdiri dari dua helai atau lebih yang dijadikan satu dengan diberi twist. antara lain seperti slub yarn. Knitting Yarn (benang rajut) adalah benang yang digunakan untuk pembuatan kain rajut (knitting fabric). Fancy Yarn (benang hias) adalah benang yang dibuat dengan efek hias pada twistnya. benang T/R (benang polyester/rayon). o o o Single Yarn (benang tunggal) adalah benang yang terdiri dari satu helai. benang rayon. Sewing Thread (benang jahit) adalah benang yang digunakan untuk menjahit. KAIN merupakan hasil proses dari benang-benang yang dianyam/ditenun atau dirajut.o • Open End Yarn (OE) yang bahan bakunya adalah cotton dan polyester. Weft Yarn (benang pakan) adalah benang yang digunakan untuk arah lebar kain pada proses weaving. Namun benang hasil pemintalan tidak bisa langsung ditenun atau dirajut. • Berdasarkan Bahan Bakunya. Double Yarn (benang rangkap) adalah benang yang terdiri dari dua benang atau lebih tanpa di twist. benang akrilik. Filament Yarn (benang filament) adalah benang yang tersusun dari serat buatan yang berupa filament. benang polyester.

. kainnya lebih halus dan lebih lemas dengan sifat kainnyapun lebih elastis dan daya tembus udara lebih besar daripada kain tenun dan banyak digunakan untuk pakaian dalam (underwear). Kain Markis (untuk kelambu dan sejenisnya). penutup. • Kain Finished adalah kain grey yang telah melalui proses-proses pemasakan. Kain Gabardine (biasanya untuk pakaian musim dingin). shirt. Secara umum. o Apabila dikehendaki kain yang dihasilkan memiliki efek warna antara lusi dan pakan seperti Kain Sarung atau Kain Motif. Kain Satin/Sateen (untuk dirangkap. maka diproses ke sizing machine untuk dikanji. penghias jendela). maka benangnya terlebih dahulu mengalami proses pencelupan benang (yarn dyed). • Kain Rajut. sprei. sweaters atau overcoats. • Kain Non Woven.gulungan cones. serbet. adalah semua kain yang bukan kain tenun dan kain rajut. Jenis-jenis kain dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar. dan pencapan (printing). yaitu kain yang paling sederhana atau kain yang setelah ditenun kemudian dikanji dan diseterika namun tidak mengalami proses pemasakan dan pemutihan. Kain Shirting (biasanya untuk pakaian dalam. nama kainnya. pemutihan.). Kain Damas (biasanya untuk taplak meja. antara lain seperti: Kain Putih (untuk pakaian jadi yang biasanya diberi warna dan/atau dicap). Setelah kering dari pengkanjian. dengan maksud untuk proses selanjutnya agar lebih mudah dipasangkan pada mesin penggulungan (reeling) dalam proses pensejajaran benang arah lusi (warping). baik ditenun (dengan benang lusi dan pakan di mesin tenun) atau dirajut (rajut lusi dan pakan di mesin rajut) dengan cara gerakan silang-menyilang antara dua benang yang dilakukan secara teratur dan terus-menerus serta berulang kali dengan gerakan yang sama sehingga menjadi sebuah bentuk anyaman tertentu. dan lainnya. karena kain ini mudah menyerap air). Kain Diaper (untuk popok bayi atau yang sejenisnya. pewarnaan (colouring). Proses tersebut. pencelupan (dyeing). • • • Setelah itu agar benang lebih licin agar tidak mudah putus ketika bergesekan. yaitu: • Kain Grey atau Kain Blacu. kaos kaki. sarung bantal). benang-benang baru bisa diproses untuk ditenun atau dirajut. Kain Mori (khusus untuk keperluan batik). Kain Percal (biasanya untuk pakaian jadi yang berkualitas). dekorasi mebel.

pakaian seragam. Yang termasuk dalam produk tekstil adalah: • Pakaian jadi/clothing/garment adalah berbagai jenis pakaian yang siap pakai (ready to wear) dalam berbagai ukuran standar. antara lain: canvas. seperti: bed linen. karena apparal ini selain mencakup pakaian jadi juga mencakup berbagai accessories seperti: sepatu. tutup kepala atau kerudung. dan lain-lain. . saringan. baik yang setengah jadi maupun yang telah jadi. Kebutuhan industri/industrial use. dasi. sweater). toilet linen. pakaian olah raga. table linen. dan accessories lainnya. tas. dan lain-lain. jacket. Pakaian jadi ini harus dibedakan dengan apparel. curtain. keperluan angkatan perang termasuk ruang angkasa.PRODUK TEKSTIL adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tekstil. • • Tekstil rumah tangga/house hold. dan lain-lain. tekstil rumah sakit. kitchen linen. antara lain: pakaian pria dan wanita (dewasa dan anak-anak). kaos kaki. pakaian pelindung (mantel. perhiasan.

embroidery. yaitu woven (silk. 2. terry towelling fabric. jumlah tenaga kerja realtif kecil dan out put pertenagakerjanya besar. meliputi proses penganyaman (interlacing) benang enjadi kain mentah lembaran (grey fabric) melalui proses pertenunan (weaving) dan rajut (knitting) yang kemudian diolah lebih lanjut melalui proses pengolahan pencelupan (dyeing). yaitu: 1. sewing. woven file fabric. narrow woven fabric.  Pakaian jadi (garment) dari knitted and non-knitted. teknologi madya dan modern – berkembang terus. cotton. woven fabric of metal thread. wool. Sektor Industri Hulu (upstream). felt. braids in the piece. washing dan finishing yang menghasilkan ready-made garment. penyempurnaan (finishing) dan pencapan (printing) menjadi kain-jadi. 3. Sifat dari industrinya semi padat modal. wool. tulle and others net fabric. KOMODITI INDUSTRI TPT INDONESIA berdasarkan ekspor dengan harmonize system (HS) 6 digit adalah sebagai berikut:  Serat (fibres). Pada sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja sehingga sifat industrinya adalah padat karya. filament. adalah industri yang memproduksi serat/fiber (natural fiber dan man-made fiber atau synthetic) dan proses pemintalan (spinning) menjadi produk benang (unblended dan blended yarn). impregnated. cotton) dan serat buatan (man-made fiber). coated covered or laminated textile fabric. yaitu serat alami (silk. knitted fabric. . lace. gauze. yaitu silk. berskala besar. vertikal dan terintegrasi dari hulu sampai hilir. dan jumlah tenaga kerjanya lebih besar dari sektor industri hulu. filament. Industrinya bersifat padat modal. full automatic. dan staple fiber. non-woven. staple).Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia INDUSTRI TESKTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) INDONESIA secara teknis dan struktur terbagi dalam tiga sektor industri yang lengkap. Sektor Industri Menengah (midstream). quilted textile product.  Benang (yarn). adalah industri manufaktur pakaian jadi (garment) termasuk proses cutting. woven badges and similar. cotton. Sektor Industri Hilir (downstream). wool.  Kain (fabric).

tapestry). others made up textile articles. house/tube textile. dan selendang. dan lain sebagainya yang dikoordinir oleh Gabungan Perusahaan Sejenis (GPS) Tekstil dimana pengurus GPS Tekstil tersebut ditetapkan dan diangkat oleh Menteri Perindustrian Rakyat dengan perkembangannya sebagai berikut:  Pertengahan tahun 1965-an. conveyor belt. berdirilah berbagai organisasi seperti Perteksi. dimana di daerah tersebut mendapat pasokan listrik pada tahun 1935. stagen (sabuk).  Menjelang tahun 1970. yaitu tenun-menenun dan membatik yang hanya berkembang disekitar lingkungan istana dan juga ditujukan hanya untuk kepentingan seni dan budaya serta dikonsumsi/digunakan sendiri. wedding. label. yaitu pemintalan (spinning). Inkopteksi). sesuai dengan iklim ekonomi terpimpin. pertenunan (weaving). Dan sejak itu industri TPT Indonesia mulai memasuki era teknologi dengan menggunakan ATM. OPS dan GPS dilebur menjadi satu dengan nama OPS Tekstil dengan beberapa bagian menurut jenisnya atau sub-sektornya. Printer’s Club (kemudian menjadi Textile Club). OPS Tenun Tangan. dan penyempurnaan (finishing). Penggunaan ATBM mulai tergeser oleh Alat Tenun Mesin (ATM) yang pertama kali digunakan pada tahun 1939 di Majalaya-Jawa Barat. OPS Perajutan. Pinda Sandang Jateng. dan Koperasi (GKBI. namun kemampuan masyarakat Indonesia dalam hal menenun dan merajut pakaiannya sendiri sudah dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia dalam bentuk kerajinan. pemerintah Indonesia membentuk Organisasi Perusahaan Sejenis (OPS) yang antara lain seperti OPS Tenun Mesin. Lainnya (others). badges. braid & similar. textile product of technical uses. SEJARAH PERTEKSTILAN INDONESIA secara pasti sejak kapan awal keberadaan industri TPT di indonesia tidak dapat dipastikan. thread cord. Pinda Sandang Jabar. Pinda Sandang Jatim). OPS Batik. perusahaan milik pemerintah (Industri Sandang. Tahun 1960-an. kain panjang. lurik. . Sejarah pertekstilan Indonesia dapat dikatakan dimulai dari industri rumahan tahun 1929 dimulai dari sub-sektor pertenunan (weaving) dan perajutan (knitting) dengan menggunakan alat Textile Inrichting Bandung (TIB) Gethouw atau yang dikenal dengan nama Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang diciptakan oleh Daalennoord pada tahun 1926 dengan produknya berupa tekstil tradisional seperti sarung. perajutan (knitting). yaitu carpet (floor covering.

industri tekstil Indonesia tumbuh lamban serta terbatas dan hanya mampu memenuhi pasar domestik (substitusi impor) dengan segment pasar menengahrendah. yang antara lain dan merupakan yang utama: (1) sulitnya sumber pembiayaan. dan (2) iklim usaha yang tidak kondusif. Kinerja ekspor tekstil nasional fluktuatif. dan survival. FASE PERKEMBANGAN INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA diawali pada tahun 1970-an industri TPT Indonesia mulai berkembang dengan masuknya investasi dari Jepang di sub-sektor industri hulu (spinning dan man-made fiber making). organisasi-organisasi tersebut melaksanakan Kongres yang hasilnya menyepakati mendirikan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan sekaligus menjadi anggota API.  Periode 2007 pertengahan – onward dimulainya restrukturisasi permesinan industri TPT Indonesia. normalization.  Tahun 1986.  Periode 2003 – 2006 merupakan outstanding rehabilitation. Pada periode ini pakaian jadi sebagai komoditi primadona. Upaya revitalisasi stagnant yang disebabkan multi-kendala. seperti regulasi pemerintah yang efektif yang difokuskan pada ekspor non-migas. . dan expansion (quo vadis?).  Periode 1998 – 2002 merupakan masa paling sulit. Pada periode ini dapat dikatakan periode cheos.  Periode 1986 – 1997 kinerja ekspor industri TPT Indonesia terus meningkat dan membuktikan sebagai industri yang strategis dan sekaligus sebagai andalan penghasil devisa negara sektor non-migas. industri TPT Indonesia mulai tumbuh pesat dengan faktor utamannya adalah: (1) iklim usaha kondusif. dan (2) industrinya mampu memenuhi standard kualitas tinggi untuk memasuki pasar ekspor di segment pasar atas-fashion. Tanggal 17 Juni 1974. rescue. Adapun fase perkembangannya sebagai berikut:  Periode 1970 – 1985.

maka dampak kerugiannya adalah mematikan industri tersebut dan berlanjut ke PHK. UE.24 trilyun YEN) dan volume -1. krisis tersebut juga telah memberikan dampak kepada pasar dalam negeri (domestik) TPT Indonesia. Selain berdampak pada menurunnya permintaan ekspor. Departemen Perdagangan telah menerbitkan dua kebijakan sekaligus.Pasar Domestik Sebagai Guaranteed Market Industri Garment Kecil dan Menengah Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat telah memberikan dampaknya ke hampir seluruh dunia di hampir seluruh sektor.14% (dari 1. Padahal pasar domestik sesungguhnya merupakan pasar potensial bagi industri garmen kecil dan menengah. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia pun turut merasakan akibatnya. Begitu pula yang terjadi dengan Jepang. untuk impor TPT nya turun yang secara nilai -7. kredit macet. Untuk mengatasi kondisi pasar domestik yang dijadikan target pemasaran produkproduk TPT yang tidak bisa diserap oleh pasar dunia. dan Jepang. 44 Tahun 2008 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu (Permendag No. Dan ini diperkirakan sudah terjadi sejak 6 (enam) tahun terakhir. Sehingga apabila pasar domestik yang 100% nya milik industri garmen kecil dan menengah ini terganggu.50 milyar).24% dari SME 35. Sementara impor juga meningkat. Sedangkan share penjualan produk dalam negeri di pasar domestik malah turun. UE. khususnya dari pasar AS. yaitu pasar domestik dijadikan target pemasaran produk-produk TPT yang tidak bisa diserap oleh pasar dunia. dari 43 ribu ton (2001) menjadi 88 ribu ton (2007).68% dari USD 64. baik itu nilainya (-3. Melemahnya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS). impor TPT AS dari dunia minus.56 milyar Kg). Penurunan permintaan TPT dunia. yaitu Peraturan Menteri Perdagangan No. dimana konsumsi TPT di pasar domestik selalu naik.220 ribu ton tahun 2007. Seperti tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007 pada periode januariagustus 2008. Uni Eropa (UE).80% (dari 2. Padahal AS. telah menurunkan daya beli masyarakatnya dan sebagai akibatnya permintaan untuk TPT pun mengalami penurunan. tidak hanya dirasakan oleh eksportir dari Indonesia melainkan juga dirasakan eksportir-eksportir TPT dari seluruh dunia. dari 888 ribu ton pada tahun 2001 hingga menjadi 1. dan Jepang. 44/2008) dan Pembentukan Tim .05 milyar) maupun volumenya (-5. dan Jepang adalah pasar ekspor utama produk TPT dunia termasuk dari Indonesia. dari 844 ribu ton (2001) menjadi 271 ribu ton (2007). dan pendapatan pajak menurun.

07 milyar dengan volumenya menjadi 2. produk-produk China relatif menjadi lebih mahal (karena upah pekerja dan energi mulai mahal. fiscal. Estimasi 2008 dan forecast 2009 tersebut berdasarkan asumsi adanya tambahan kapasitas produksi dan peningkatan utilisasi produksi dari program peningkatan teknologi industri selama tahun 2007 dan 2008. Phillipina. Namun disisi lain. Sedangkan forecast tahun 2009.064 juta ton atau naik sebesar 2.33% dengan volumenya menjadi 2. dan koordinasi antar birokrasi) yang membutuhkan political will yang kuat untuk membenahi masalah dan hambatan di sektor TPT. konsumsi domestik mulai meningkat. Misalnya seperti dalam hal penanganan produk-produk TPT yang membajiri pasar domestik yang selama ini tidak ada koordinasi dan terkesan masingmasing birokrasi melaksanakan hanya sebatas tugas.60%. Taiwan.45% dari tahun 2007. wewenang dan tanggungjawabnya masingmasing. ada usaha lain yang harus dilakukan yang berkaitan dengan kondisi iklim usaha di dalam negeri dimana kondisi tersebut yang nyatanya menjadi masalah dan menghambat kinerja industri TPT nasional pada tahun-tahun sebelumnya. yang intinya adalah produk garmen sebagai salah satu produk yang diatur serta diawasi peredarannya.18% atau senilai USD 11. Malaysia. yaitu untuk nilainya adalah USD 10. ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari inflasi di negara-negara utama tujuan ekspor produk TPT dunia.012 juta ton atau naik sebesar 7.Terpadu Pengawasan Barang Beredar. Kinerja Industri TPT Indonesia. Myanmar. Masalah dan hambatan dimaksud hampir semuanya adalah masalah klasik (seputar moneter. nilai tukar RMB mulai kuat dan tidak ada kepastian). Korea Selatan) yang diprediksikan ratarata sebesar 7. Estimasi 2008 & Forecast 2009 Ditengah-tengah krisis keuangan global yang mempengaruhi kinerja lembaga keuangan di semua negara sehingga membutuhkan supporting likuiditas dari pemerintahnya masing-masing. Thailand. Laos. pertumbuhan ekonomi Asia Timur (Kamboja. . diperkirakan akan terjadi kenaikan dari tahun 2008 hanya sebesar 2. diestimasikan kinerja industri TPT nasional sampai dengan akhir tahun 2008 terjadi kenaikan.6% dan lebih yang penting lagi adalah pengusaan pasar domestik yang akan meningkat sekitar 60%.84 milyar atau naik sebesar 8. Hong Kong.

Dengan koordinasi dan saling mengawasi adalah salah satu faktor pendukung berjalannya program kerja pengamanan pasar dalam negeri. diharapkan dengan adanya Permendag No.Oleh sebab itu. Dan untuk pelanggarannya sebaiknya diarahkan ke tindak pidana penyelundupan dalam perspektif tindak pidana korupsi . 44/2008 tersebut dapat memberikan iklim usaha dagang yang fair di pasar dalam negeri serta dengan terbentuknya Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar nantinya merupakan implementasi untuk pengkoordinasian antar birokrasi dalam pelaksaannya.

harga yang kompetitif dengan high quality. Persaingan yang terjadi bukan saja antarsesama negara berkembang. dan lainnya. kebijakan moneter. sebagai dampak perkembangan tata perdagangan dunia yang selalu berubah ini menemukan equilibriumnya. akan tetapi daya dukung yang kompetitif untuk mendukung seluruh proses kegiatan secara bersamaan. pengurusan perizinan/legalisasi. kebijakan ketenagakerjaan. tidak hanya dalam proses produksi yang terintegrasi mulai dari hulu sampai dengan hilir. dimana kesemuanya itu ditandai dengan persaingan yang semakin ketat dan makin tajam dengan konsekuensinya pada biaya produksi dan distribusi yang kompetitif. security. Peningkatan daya saing produk ini harus dilakukan secara serentak dan kolektif. tetapi juga antara negara berkembang dengan negara-negara maju dan negara-negara industri baru. sampai dengan on time delivery dengan leadtime yang makin pendek. berbagai macam compliance social. yaitu hanya dengan meningkatkan daya saing produk yang lebih solid dengan melihat potensi kekuatan dalam negeri. Dan keadaan ini dapat dipastikan akan terus berlangsung. dan lain sebagainya yang kesemuanya itu dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya daya saing . Misalnya rintangan non-tariff seperti ecollabeling. yang pada dasarnya merupakan rintangan dan hambatan yang harus dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya. termasuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT). pelabuhan dan transportasi. koordinasi antar departemen. yaitu mulai dari proses produksi sampai dengan proses pendistribusian. Bagi industri manufaktur Indonesia.Fenomena akses pasar kini semakin tidak menentu. merupakan suatu kenyataan dan harus dihadapi. situasi dan kondisi dalam negeri yang tidak mendukung industri seperti: kebijakan fiskal. sehingga makin sulit diprediksi. energi. seperti pengadaan komponen dan material.Kawasan Industri Terpadu: Upaya Peningkatan Daya Saing Produk Nasional (dialog pada Musyawarah Propinsi BPP API Jawa Barat)…. standarisasi produk.. mulai dari trend permintaan yang selalu berubah begitu pula dengan prilaku konsumen yang cepat berubah. termasuk evolusi dari proses kegiatan tersebut dalam satu mata rantai yang melibatkan sarana dan prasarana pendukung untuk kelancaran proses kegiatan tersebut. perubahan drastis tata perdagangan dunia yang diwarnai dengan ketidakpastian dan ditambah lagi dengan iklim usaha dalam negeri yang tidak kondusif. perburuhan yang dikaitkan dengan hak asasi manusia.

sehingga hal ini memberikan akselerasi yang tinggi terhadap produktivitas dan kinerja masing-masing perusahaan. dalam proses kegiatanya dikerjakan/dilakukan oleh beberapa spesialis yang ahli dalam bidang/bagian/subsub proses produksi. saling memiliki affinity (persamaan/pertalian). karena dilakukan secara dinamis antara beberapa pelaku usaha yang saling menunjang dan saling berkoordinasi satu sama lainnya. Peningkatan daya saing produk yang dilakukan melalui proses integrasi tersebut dapat terlaksana dengan menggunakan konsep kawasan industri terpadu. Disamping itu pula. dan saling reliance (yang menguntungkan). Kawasan industri terpadu ini diartikan sebagai pengelompokan perusahaan-perusahaan yang meliputi berbagai jenis industri yang membentuk kerjasama dalam bentuk perdagangan intra industri di dalam satu daerah/wilayah tertentu yang dikhususkan untuk suatu tujuan bersama. Perdagangan intra industri dalam kawasan industri terpadu ini lebih efektif dan efisien serta secara financial tidak akan menambah cost.produk yang kompetitif dengan prinsip saling berhubungan. .

Hal ini tidak lain karena hampir semua negara produsen TPT menjadikan pasar domestiknya (dalam negeri) sebagai pasar penjamin (guaranteed market). secara sederhana diartikan sebagai kesepakatan dua negara atau lebih melakukan hubungan perdagangan untuk menghapuskan berbagai hambatan dalam lalu-lintas barang. dan Multilateral FTA (free trade agreement dan free trade area). Tidak dapat disangkal. baik yang berkaitan dengan tarif bea masuk maupun hambatan lainnya dalam bentuk free trade agreement (dua negara) dan free trade area (lebih dari dua negara atau dalam satu kawasan).Hal Mendasar Untuk Pembentukan Perjanjian Perdagangan TPT Secara Bilateral. Market Access. Regional. dimana masing-masing pihak diberikan kebebasan dalam menetapkan ketentuan yang bersifat khusus terhadap negara non-anggota. yaitu spesifik dan konkrit serta lebih mudah dicapai kesepakatan (jika dilakukan secara multilateral yang terlalu lambat sebagai akibat banyaknya negara yang terlibat dengan berbagai kepentingan dan kebutuhan yang tidak dapat terukur dan tidak optimal). Apalagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 230 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar dan potensial. bahwa dengan penurunan tarif (bea masuk) maupun penghapusan HS akan berkolerasi dengan eksistensi  . maksudnya seberapa banyak tambahan akses pasar yang di dapat di negara partner FTA untuk produk TPT Indonesia. khususnya untuk industri TPT nasional. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi pemerintah Indonesia untuk memperhatikan dasar utama yang menjadi pertimbangan dalam menyusun dan membentuk FTA. maka jangan sampai nantinya dalam penyusunan dan pembentukan FTA tersebut mengakibatkan market share industri TPT nasional. yaitu:  Perlindungan Pasar Domestik. namun tidaklah mustahil juga kalau FTA juga dapat menimbulkan hasil negatif yang umunya terjadi karena lemahnya posisi tawarmenawar pihak yang satu jika berhadapan dengan pihak yang ekonominya lebih kuat/besar. Walaupun FTA ini dapat meningkatkan kerjasama yang lebih mendalam. maksudnya seberapa siap produk TPT dalam negeri bisa bersaing dengan produk TPT yang sama/sejenis asal negara partner FTA di pasar domestik. khususnya IKM TPT yang 100%nya dalam negeri hilang karena dikuasai oleh produk TPT negara partner FTA.

Oleh sebab itu untuk penyusunan dan pembentukan FTA diperlukan sinergisasi kebijakan industri dan perdagangan yang meliputi rencana pengembangan dan peningkatan akses pasar ekspor (market access) dan posisi produk TPT dalam negeri dipasar domestik (domestic market). maksudnya adalah 1) koordinasi antar departemen di pemerintahan. Hal tersebut untuk meningkatkan nilai tambah (value added) di dalam negeri disamping untuk menghidarkan praktek-praktek illegal transhipment. hasil yang diharapkan dari penyusunan dan pembentukan FTA tersebut adalah seberapa banyak tambahan akses pasar yang didapat untuk produk TPT Indonesia di negara yang bersangkutan.  Kesiapan pemerintah. atau dapat saja yang terjadi sebaliknya yaitu menjadi bumerang bagi industri TPT nasional dalam mengakses pasar di negara partner FTA tersebut. nantinya pembentukan FTA tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal Walaupun FTA dapat meningkatkan kerjasama yang lebih mendalam. benang. . dan lain sebaginya yang dilaksanakan/dilakukan secara bersama. namun tidaklah mustahil juga kalau FTA ini juga dapat menimbulkan hasil negatif yang biasanya terjadi antara lain dikarenakan lemahnya posisi tawar-menawar pihak Indonesia jika berhadapan dengan negara yang ekonominya lebih kuat/besar. baik di pasar domestik. sangatlah penting bagi Indonesia dalam hal penyusunan dan pembentukan FTA dengan negara manapun menggunakan/menetapkan:  ROO (Rule of Origin) yang 2 step process atau fabrics forward. regional maupun internasional.produk TPT nasional. Bagaimanapun juga. Oleh sebab itu. yaitu spesifik dan konkrit serta lebih mudah dicapai kesepakatan. Maksudnya barang yang diperdagangkan harus sudah melalui 2 tahap pemprosesan untuk bisa memperoleh fasilitas FTA.  Sedangkan kata kunci dalam rangka FTA adalah daya saing. Dengan adanya kebijakan perdagangan (Trade Policy) yang mendukung/sinergis dengan kebijakan industri (industry policy). RVC (Regional Value Content) yang minimal 40% local content. Oleh sebab itu. maksudnya dalam rangka mempertahankan usahanya agar industri TPT nasional melakukan konsorsium untuk pembelian batubara. penyusunan dan pembentukan FTA adalah bagian dari kebijakan industri (industrial policy) dan kebijakan perdagangan (trade policy). dan 2) kerjasama pemerintah dengan pihak industri TPT nasional. fiber. Untuk meningkatkan daya saing produk TPT nasional diperlukan domestic full service alliance.

Yogyakarta. Tekstil”. “Dasar-Dasar Perancangan Produk Tekstil”. 2005. Ardana Media dan Rumah Produksi Informatika. Semarang. Produk Tekstil”. “Materi Pendidikan dan Pelatihan Tekstil dan Produk Dalyono. Graha Ilmu. 5. 1996. 1.Sumber dan Bahan Bacaan. 4. Dalyono. Yogyakarta. 2007. . “Gagasan Seputar Pengembangan Industri Dan Perdagangan TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)”. Jakarta. 3. “Pengetahuan Dasar Tentang Kain-kain Tekstil dan Pakaian Jadi”. 6. 2003. Jakarta. “Kamus Umum Bahasa Indonesia”. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Cidesindo. Gunadi. “Penerapan Model Struktur Dan Model Matematis Dalam Perancangan Badudu-Zain. 2007. Yayasan Pembinaan Keluarga UPN Veteran. Chamroel Djafri. 1984. Griya Pelatihan Apac. Jakarta. 2. GRIPAC. Pustaka Sinar Harapan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->