P. 1
Bab1-Teknik Penarikan Sampel

Bab1-Teknik Penarikan Sampel

|Views: 461|Likes:
Published by WidyaPawestri

More info:

Published by: WidyaPawestri on Dec 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

1.1. PENDAHULUAN

Tujuan kita mengetahui teknik penarikan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai populasi dengan mengamati hanya sebagian saja dati populasi.

Setiap penelitian statistik, yang selalu dituju adalah sekelompok populasi yang ingin diketahui ciri-cirinya, seperti rata-rata hitung (11), standard deviasi (0), proporsi (P), dan sebagainya. Namun karena keterbatasan dana, waktu, teknologi, dsb, maka hanya sampel yang diperiksa, seperti rata-rata hitung penduga (x), standard deviasi penduga (s), proporsi penduga (p), dsb.

Penarikan sampel adalah suatu cara pengumpulan data kalau hanya sebagian dari elemen populasi (esampel) yang diselidiki.

Tujuan utama dari setiap rancangan sampling adalah memberikan pedoman untuk memilih sampel yang mewakili populasi dengan biaya minimum. Jika populasi yang mendasarinya memiliki ciri-ciri yang seragam, hampir setiap sampel akan memberikan hasil yang dapat diterima. Satu-satunya cara untuk menjamin bahwa himpunan data eksperimen kita sungguhsungguh mewakili populasi adalah dengan melakukan sensus, yaitu mencatat setiap unsur

1

yang terdapat dalam populasi. Namun, dari segi ekonomis dan kepraktisannya, hampir setiap penelitian melakukan penarikan sampel untuk menduga keadaan populasi yang sebenarnya. Nah, bagaimana dan pada kondisi yang bagaimanakah sampel dapat dipakai guna menarik kesimpulan mengenai ciri-clri populasinya secara cukup meyakinkan? Penarikan kesimpulan dari sampel secara cukup meyakinkan, membutuhkan prosedur pemilihan (penarikan) sampel secara random serta metode inferens yang baik dan tepat.

Prosedur pemilihan (penarikan) sampel secara random, merupakan metode guna memilih sampel dari populasi dimana setiap unsur di dalam populasi selalu memiliki kesempatan (peluang) yang sarna untuk terpilih.

Dengan menggunakan penarikan sampel sacara random (acak), kita dapat mengetahui peluang dari berbagai pengamatan yang termasuk di dalam sampel. Karena itu kita dapat membuat pemyataan probabilitas tentang populasi yang mendasarinya. Jika sampel dipilih dengan cara deterministik (tidak acak), probabilitas bahwa kita akan mengamati berbagai pengukuran sampel tidak diketahui dan kita hanya dapat membuat pemyataan deskriptip tentang sampel itu

1.2. KONSEP DASAR TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

Dua konsep dasar teori penarikan sampel untuk mempelajari populasi (semesta) adalah kerangka (frame) dan unit sampling.

Populasi didefinisikan sebagai kumpulan unit dasar. Bila berhadapan dengan masalah penarikan sampel, pertama-tama hams ditetapkan unit dasar, populasi, karakteristik yang diukur, dan peubah. Pada statistika, n unit dasar dipilih dari populasi N unit dasar dan unit dasar adalah unit yang terpilih sebagai sampel. Pada teknik penarikan sampel, suatu unit khusus dinamakan unit sampling.

Misalkan ingin diketahui sewa rataan suatu kamar pada kota K. Misalnya X = Rp 200.006 merupakan total sewa yang dibayarkan dan Y = 20 jurnlah kamar sewa yang ada. Biasanya X dan Y tidak diketahui, karena X dan Y merupakan karakteristik populasi. Di sini sebagai unit dasar adalah kamar dan populasi adalah kumpulan kamar sewa di kota K. Sebagai unit sampling adalah kamar sewa, jadi bisa terdiri dari satu atau beberapa unit dasar.

Kerangka terdiri atas unit sampling dan mewakili populasi dan merupakan alat untuk

mempelajari populasi. Dalam pembahasan selanjutnya, yang dimaksud dengan :

parameter populasi adalah nilai-nilai yang diperoleh terhadap kerangka bukan semesta. Selanjutnya, yang dimaksud dengan sampel adalah sampel dari kerangka.

Parameter populasi e adalah nilai parameter yang diperoleh dari kerangka. Parameter sebenamya eo adalah nilai parameter yang diperoleh dari semesta. Nilai e dapat berbeda dengan eo.

2

II

Galat sampling (GS) e didefinisikan sebagai :

II

GS = e - e

II

dengan e sebagai penaksir/penduga e.

II

Presisi taksiran sampel e didefinisikan sebagai :

II

e - e

dengan ~ adalah penaksir/penduga e dan memenuhi :

P ( I ~ - e I < k ((Jj2) ~) = 1 - a Konsep presisi berkaitan dengan selang kepereayaan Koefisien reliabilitas didefinisikan sebagai :

Koefisien reliabilitas = presisi / galat standar

atau Z = d/~

Pada penaksiran mean populasi m (terhadap kerangka) diperoleh : d = Z ~ dengan i = 11

Dari hubungan ini diperoleh ukuran sampel n yang diperlukan untuk suatu presisi dan reliabilitas tertentu :

n = (Z a / d)2 --> untuk populasi tak hingga.

1.3. SAMPEL ACAK SEDERHANA

Penarikan sampel yang paling mendasar, adalah sampel acak sederhana.

Sampel Acak Sederhana

adalah pengambilan sejumlah n sampel dari populasi hingga N, dim ana setiap kemungkinan sampel yang berukuran n mempunyai probabilitas yang sama untuk diseleksi.

Jika populasi tidak terlalu besar, masing-masing dari N pengukuran dapat ditulis pada selembar kertas atau pada kepingan poker dan kemudian ditempatkan dalam sebuah eawan. Sarnpel aeak dengan II ukuran kemudian dapat ditarik dari eawan tersebut.

Cara terbaik untuk memastikan bahwa kita menerapkan penarikan sampel aeak adalah dengan menggunakan tabel bilangan aeak. Tabel bilangan aeak dibuat sedemikian rupa sehingga integer dari 0 sampai 9 muneul seeara aeak dan dengan frekuensi yang sama.

Contoh 1.1.:

Dari suatu analisis tentang posisi kas dari sebuah toserba, sebuah kantor akuntan publik memutuskan untuk memilih sampel aeak sedernana berukuran n = 15 piutang pembeli eeeran bulanan dari antara N = 1000 pembeli eeeran bulanan yang ada di toserba untuk menghitung

3

816 496 174

277 763 482

7CfJ 188 061

3CfJ 889 530

988 078 772

total semua piutang. Gunakan tabel bilangan aeak untuk menentukan mana yang akan dimasukkan ke dalam sampel yang berukuran n = 15.

Penyelesaian :

Bayangkan bahwa N = 1000 kita beri nomor 001,002 .... , 999, 000. Di sini didapat 1000 bilangan yang terdiri dari tiga digit, dengan 001 mewakili piutang pertama, 999 piutang yang ke 999, dan 000 yang ke 1000.

Langkah pertama kita tentukan sebuah titik awal pada tabel bilangan aeak. Misalkan titik awal adalah angka pertama dalam kolom kelima. Jika dibuang dua digit terakhir dari setiap angka yang terdiri dari lima digit. maka angka pertama berdigit tiga yang terbentuk adalah 816, yang kedua 3CfJ, dan ketiga adalah 763. dan seterusnya. Jika suatu bilangan aeak muneul dua kali, kemuneulannya yang kedua dihapus dan dipilih bilangan lain sebagai pengganti. Dengan mengambil sampel aeak yang terdiri dari 15 bilangan pertama yang terdiri dari tiga digit yang tidak beru1ang mulai dari kolom 5, diperoleh bilangan-bilangan :

Jika piutang sudah diberi nomor, tingga1 dipilih piutang dengan nomor yang bersesuaian.

Jika tidak diberi nomor, dapat mengacu pada daftar perkiraan piutang dan memilih yang ke- 61, 78, 174, dan seterusnya sehingga diperoleh jumlah sampel n = 15.

Setelah mengumpulkan hasil-hasil pengamatan terhadap sampel, tujuan selanjutnya adalah rnenghitung beberapa parameter populasi tertentu. Paling sering kita tertarik untuk mengetahui rerata populasi (J..l), total populasi (t), ataupun proporsi populasi (P). Rumus perhitungan untuk mengestimasi rerata populasi J..l, total popu1asi 'to dan proporsi populasi P, untuk sampling aeak sedernana ditunjukkan dalam kotak. Namun, perlu diingat bahwa penduga seperti ~, ~, dan p tidak memberikan kebaikan pendugaan (estimasi). Oleh karena itu, rumusan varians diberikan agar kita dapat menempatkan batas-batas kcsalahan atas pendugaan u, r, dan P.

Pendugaan Rerata Populasi untuk Sampel Acak Sederhana

Rerata

n

L x i=1 I

~=x=---

n

Varians

02 N - n 02 N - n

Sampling tanpa pengembalian : ~2 = _- -- - - __

x n N-l n N

4

02 S2

Sampling dengan pengembalian : CJxl = -- = -----

n n

Batas kesalahan penduga x ± 2 o~

N-n N-n

Suku dan dinamakan koreksi populasi hingga (fpc) untuk variansi.

N N-l

Faktor koreksi digunakan jika sampel ditarik dari sebuah populasi yang ked! (n/N> 5 %). Ietapi bila N jauh lebih besar, atau n/N mendekati nol, maka fpc mendekati satu. Bila n/N ::; 5%, maka fpc dapat diabaikan.

Karena o~ tergantung dari Sl atau 02 yang mana tidak kita ketahui, maka masalah rnenentukan taksiran o~ menjadi menentukan taksiran S2 atau 02• Untuk itu digunakan variansi sampel (S2) untuk penaksir tak bias untuk S2. Maka penaksir variansi mean populasi ~ dapat diambil dari :

[ s" N-n
N tanpa pengembalian
&-2 = s~ = n
x x S2
dengan pengembalian
n
n n
(x - X)2 n &; x"_(I,X)l
n I 1 )=1 1
dimana Sl = I, =
i=1 n - 1 n (n - 1) Contoh 1.2. :

Lihat audit piutang pada Tabel 2.1. Misalkan sampel acak sederhana n = 15 akan memberikan 15 saldo piutang yang tercantum dalam Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Saldo piutang 15 sampel dalam Rp 10.000.

14,50 13,30 6,90

23,40 17,80 18,40

42,00 27,50 8,50

30,20 23,70 19,50

15,50 10,00 12,10

Dugalah rerata tl untuk semua N = 1000 piutang dari sebuah toserba, dan tentukan batasbatas kesalahan penduga.

5

Penyelesaian :

Penduga rerata saldo piutang ~ adalah : n

t: 1 XI 283,30

~=--=---= 18,89

n 15

TabeJ 1.2. Perhitungan untuk data TabeI 1.1.

XI X2
I
14,50 210.25
30.20 912.04
17.80 316.84
10.00 100.00
8,50 72.25
23.40 547.56
15.50 240.25
27.50 756.25
6,90 47.61
19.50 380.25
42,00 l.764.00
13.30 176.89
23.70 561.69
18.40 338.56
12,10 146.41
Lx=283,30 IX2 =6.570,85 Untuk mencari batas kesalahan penduga u, pertama-tama hams menghitung vanrians dan galat baku.

n I X2 - ( I X)2

S2 = I I

n (n-I)

15 (6.570.85) - (283.30)2

=

15 (15 - 1)

= 87.16

Untuk menghitung varians, umumnya digunakan rumus dengan tanpa pengembaIian. jadi menggunakan faktor koreksi.

6

Ukuran sampel dengan presisi (d'') : s n = (Z __ )l all d

dengan pengembalian

N-n

87;16 1000 - 15

S_2 = _

x

n

N

15

1000

= 5,72

=

maka nilai batas kesalahan dari rerata saldo piutang adalah :

X ± 2 s- atau 18,89 ± 2 --.15,72 atau 18,89 + 4,78

x

Selang Kepercayaan dan Ukuran Sampel

O-a) 100% selang kepercayaan untuk mean populasi adalah :

I X-Zf,S-<~<X+Zf'S-

(J _ '" (J _ x

n=

tanpa pengembalian

N d2 + (Z S)2

ajl

Contoh 1.3.:

Untuk menaksir rerata tingkat kecerdasan siswa diambil sampel acak berukuran n = 100.

Dari sampel yang terpilih diperoleh x = 110 dan s = 12. Tentukan selang kepercayaan untuk mean populasi (~) dengan Za.fl = 3 dan dengan pengembalian.

Penyelesaian :

s

s- = -- =

, rn

12

-1100

= 1,2

maka selang kepercayaan adalah : x ± 3 (1,2) atau 110 ± 3,6.

Contoh 1.4. :

Dari suatu populasi diperoleh nilai taksiran variansi populasi Sl = 600. Ingin ditaksir mean populasi dengan presisi ± 5 untuk Za/2 = 3.

Bila ukuran populasi sangat besar sehingga pengambilan sampel dapat dianggap sampling tanpa pengembalian, tentukan ukuran sampel yang diperlukan.

7

..----------- ---- ---

S2 N - n

N2 -_ tanpa pengembalian

n N

Penyelesaian :

Dengan rumus n = ( Za/2 sid )2, diperoleh n = 32 (600/5) = 216.

Misalkan N = 2000, untuk sampling tanpa pengembalian diperoleh ukuran sampel :

N (Z s)2
n=
N d2 + (Z s)'
(2000)(9)( 6(0) = 195
n=
2000(25) + 9 (600) Pendugaan Total Populasi

Penduga

Varians penduga

~ = N x

dengan pengembalian

n

Batas kesalahan :

N x ± 2 s~

Contoh 1.5. :

Dari populasi dengan N = 1000 dipilih n = 50 sampel acak. Tentukan taksiran total t andaikan x = 12.

Penyelesaian :

It = N x = 1000 (12) = 12.000.

Contoh 1.6. :

Diketahui populasi berukuran N = 1000. Dengan sampling acak berukuran n = 50 diperoleh S2 = 10. Tentukan galat standar dari ~ dengan sampling tanpa pengembalian.

Penyelesaian :

S2 N - n &t2 = N2 -_ --n N

102 1000 - 50

= 10002 - = 190.000.

50 1000

8

Varians :

(pq (N-n -)

n-l N

tanpa pengembalian

maka galat standar dari ~ :

Batas kesalahan pendugaan :

N 'x ± 2 ~ atau 12.000 ± 2 (436) atau 12.000 + 872

st = 'V 190.000 = 436.

Pendugaan Proporsi Populasi

Penduga:

1\ X

P=p=-' n

1\ , ,

of = ~- =

pq n-l

dengan pengembalian

dim ana :

q=l-p

Batas kesalahan penduga

p ± 2 62 atau

p

p±2s

p

Contoh 1.7. :

Pabrik-pabrik sering mengusahakan potongan harga jengka pendek untuk mendorong para pelanggan menaikkan jumlah pesanan mereka dan membeli di muka, sehingga dengan demikian mempertinggi posisi kas pabrik. Konsisten dengan maksud dasar ini, sebuah pabrik dan grosir produk-produk makanan beku mempertimbangkan memberikan potongan harga 20 % kepada pembeli yang menggandakan pesanan mereka per bulannya. Karena makanan beku memerlukan tempat penyimpanan yang mahal, belum tentu para pembeli akan menggunakan tawaran potongan harga tersebut, Suatu sampel acak n = 50 dari N = 430 pembeli dihubungi, dengan 15 dari 50 memberikan indikasi bahwa akan menerima tawaran potongan harga dan menggandakan pesanan bulanan mereka, Hitung proporsi dari semua N = 430 pembeli yang akan menggunakan tawaran tersebut, dan tentukan batas kesalahan penduganya.

Penyelesaian :

Suatu pendugaan atas proporsi p dari semua pembeli yang akan menggunakan potongan harga terse but :

x 15

P = -n- = 50 = 0,30

Untuk menentukan batas kesalahan pendugaan (error of estimation), kita pertama-tama menghitung varians (digunakan tanpa pengembalian), sebagai berikut :

9

Maka batas kesalahan penduga :

p ± 2 s atau 0,30 ± 2 IJ 0,003771 atau 0,30 ± 0,12

p

S 2 = ( P q ) ( N - n )
p 0-1 N
= [ (0,30)(0,70) ] ( 430 - 50 )
49 430
0,21
= (0,88) = 0,003771
49 Artinya, kita menduga bahwa proporsi semua pembeli yang akan mengambil keuntungan dari potongan harga adalah 0,30 dengan batas kesalahan penduga 0,12.

10

LATIHAN SOAL

1. Dari populasi N = 600, pilihlah sampel aeak berukuran nomor = 20 dengan menggunakan tabel bilangan aeak.

2. Diketahui populasi X, = X,.I + 3, XI = 2 ; i = 2,3,4,5, Tentukan X bila dilakukan sampling aeak dengan n = 2 tanpa pengembalian

3. Diketahui populasi dengan X, = X'_I - 2, XI = 9 ; i=I , ... , 5 a) Tentukan ae dan S2 dengan menggunakan rumus

1

a2 = -- L (x - X)2

N I

1

S2 = -- L (x - X)2

N-l I

b) Andaikan dipilih sampel berukuran n=Z, Tentukan a~ bila sampling tanpa pengembalian !

c) Sarna dengan b. tetapi sampling dengan pengembalian !

4. Suatu sampel aeak n=400 dipilih dari populasi N=4000 untuk menaksir mean populasi X. Dari sampel diperoleh )(=140 dan S2 = 225. Tentukan 95% (Z=2) selang kepereayaan untuk X !

5. Misalkan suatu sampel aeak dipilih dari kumpulan keluarga untuk menaksir pengeluaran rataan per minggu. Diinginkan presisi d=4 dengan koefisien reliabilitas Z=3. Dari survei pendahuluan diperoleh S=12 dan total unit sampling N=2000.

Tentukan ukuran sampel yang diperlukan,

PETUNJUK.

Ukuran sampel n dapat dihitung dengan rumus : (i) n = N (ZS)2/(Nd2 +(ZS)2 ) atau

(ii) n = n /0 +n IN) dengan n =(ZS/d)2

000

6. Pada soal no 5, jika diketahui N=lO.OOO, apakah n dapat dianggap sama dengari n = (ZS/d)2 ?

o

11

PETUNJUK.

(i) Hitung no =(ZS/d)" (ii) Periksa nisbah njN

(iii) Bila njN ::; 5%, maka n=no bila tidak n=nj( I +njN)

7. Andaikan N=500. Suatu sampel acak pendahuluan n=30 diperoleh nilai berikut : 23 ; 14 ; 38 ; II ; 7 ; 31 ; 9 ; 16 ; 12 ; 25 ;

11 ; 15 ; 36 ; 24 ; 10 ; 16 ; 26 ; 12 ; 25 ; 28 ;

34 ; 25 ; 11 ; 7 ; 9 ; 33 ; 25 ; 9 ; 4 ; 19 ;

(i) Tentukan taksiran mean X = X

1\

(ii) Tentukan S = s S~ = s-

'x x

(iii) Dari hasil (ii) tentukan ukuran sampel yang diperlukan bila d=4 dan Zr=2

8. Suatu sampel acak n=1O dari populasi N=50 (tanpa pengembalian) diperoleh nilai : 12 ;10 ; 4 ; 8 ; 7 ; 11 ; 5 ; 9 ; 10 ; 7

Tentukan: (i) x

(ii) Taksiran total x, ~

1\

(iii) Taksiran S", yaitu S" = s"

(iv) Varians ~

9. Dari populasi N= 1500 ingin ditaksir total X.Diinginkan presisi d=500 dan koefisien reliabilitas Zr=2. Dari sampel pendahuluan diperoleh S=3.Tentukan ukuran sampel yang diperlukan. Andaikan sampling tanpa pengembalian.

10. Misalkan dari N=4000 mahasiswa,50 mahasiswa memperoleh beasiswa. Diketahui proporsi populasi P=0,5 (tanpa pengembalian). Tentukan:

(i) Varians proporsi populasi

(ii) Selang kepercayaan untuk P bila koefisien reliabilitas Z = Za/" = 2

11. Seorang auditor perusahaan tertarik untuk menduga total bukti pembayaran perjalanan yang disimpan dalam arsip secara tidak benar. Dalam sampel acak sederhana berukuran n = 50 bukti pembayaran yang diambil dari sekelompok N = 250, dua puluh ditemukan tersimpan dalam arsip secara tidak benar. Dugalah total bukti pembayaran N = 250 yang disimpan dalam arsip secara tidak benar, dan tentukan batas kesalahan pendugaannya!

12

1.4. SAMPLING ACAK BERLAPIS (Stratified Random Sampling)

Tipe kedua penarikan sampel yang sering memberikan sejumlah tertentu infonnasi dengan biaya yang lebih murah daripada penarikan sampel acak sederhana, dinamakan sampel acak berlapis.

Rancangan ini direkomendasikan jika populasi terdiri sehimpunan kelompok heterogen (yang tidak serupa). Misalnya, pendapatan karyawan suatu perusahaan, bisa distrata sebagai pekerja dan Iaboratorium, mandor dan manajer menengah, dan eksekutif yang tingkatannya lebih tinggi.

Sampel acak berstrata (berlapis)

adalah sampel acak yang diperoleh dengan mamisahkan unsur-unsur populasi ke dalam kelompok yang tidak tumpang tindih, yang disebut strata (lapisan), dan kemudian memilih sampel acak di dalam setiap strata.

Beberapa alasan penggunaan sampling acak stratifikasi adalah :

1. Meningkatkan presisi,

2. Diperoleh informasi selain tentang populasi, juga mengenai masing-masing strata.

3. Dengan alas an administrasi atau pisik, informasi lebih mudah dikumpulkan.

Langkah pertama dalam memilih sampel acak berlapis adalah menetapkan secara jelas strata-stratanya, yaitu mengasosiasikan setiap unsur populasi dengan satu dan hanya satu strata (lapisan). Dalam beberapa kasus, tugas ini mungkin mudah. Dalam contoh penelitian pendapat umum, apakah kita akan mengklasifikasikan mereka yang tinggal di kota berpenduduk 1000. sebagai bagian dari kota atau desa? Dalam contoh penggunaan tenaga listrik. apakah temp at kediaman seorang akuntan yang kantomya beracla di rumahnya clitempatkan dalam lapisan pemukiman at au komersil? Pemecahan terhaclap pertentangan terse but tidak mempengaruhi hasil kita sejauh ia selalu dikerjakan secara konsisten. Sebagai contoh, kita dapat mengatakan bahwa kota-kota yang populasinya di bawah 2500 akan selalu dianggap desa, yang lebih besar adalah kota; kombinasi satuan bisnis pemukiman akan diklasifikasikan menurut pemakaian terbanyak ruang lantai tempat tersebut.

Setelah strata-strata ditetapkan, gunakan sampel acak sederhana dalam memilih sampel dalam setiap strata. Ukuran keseluruhan sampel n bergantung pada anggaran yang tersedia untuk sampling dan pada tingkat ketelitian dan ketepatan nilai duga yang diinginkan.

13

maka untuk menentukan jumlah sampel dalam masing-masing strata :

N n=n(-'-')

I N

; i = 1, 2, ... , L

Rumus Alokasi Sampel Antar Strata-strata :

L

n = L n i=1 I

dim ana :

- n = jumlah sampel yang diinginkan

- nl = jumlah sampel dalam strata ke-i

- L = jumlah strata

N, = jumlah unsur dalam strata i.

L Ukuran populasi : N = L N i=l I

Secara diagram dapat dinyatakan dengan :

1

2

L

<- sampling acak ->

n,

Dari informasi yang diperoleh dari unsur sam pel, dapat dihitung rerata dugaan XI dan varians S21 dari peng..matan di dalam setiap strata seperti di bawah ini :

Rumus Pendugaan I Mean) dan Varians dari Setiap Strata :

n

x = f, X --> rata-rata sampel dim strata i I J=1 IJ

n

f, ( x - X )2

1=1 IJ I

. --> varians sampel dalam strata ke-i

n - 1

I

Varians S2J adalah suatu nilai duga dari varians strata yang benar 0\ .

14

tf - S2 =

x-t \.,t

1 L s

'" N2 ( , )

N2 t:l' n

,

dengan pengembaiian

Penduga Rerata Populasi untuk Sampel Acak Berlapis 1 L

x=--LNx

sr N i=l' t

Rerata

Varians

1 L N - n

-L N2 ( , ,

N2 i=1 1 N

,

) ( _5_) tanpa pengembalian n

,

Batas kesa1ahan pedugaan : X,t ± 2 (j~"

Contoh 1.8. :

Pimpinan suatu perusahaan memutuskan »nruk me1akukan suatu survai tentang kebiasaan menabung karyawan-karyawannya untuk menilai kec,~::tifan kampanye menabung, Diinginkan untuk menghitung rata-rata jumlah yang diinvestasikan dalam tabungan oleh karyawankaryawan dari pendapatan mereka bulan lalu. Usulkan rancangan survai untuk masalah ini.

Penyelesaian

Karyawan perusahaan dapat dikategorikan sebagai pekerja kerikal dan laboratorium, mandor dan manajer menengah, dan eksekutif yang tingkatannya lebih tinggi. Sampel acak berstrata dengan L = 3 strata nampaknya dapat menjadi rancangan sampel survei yang tepat. Di dalam setiap strata (lapisan) kebiasaan berbelanja dan menginvestasi cukup homogen. Sampling acak sederhana harus digunakan untuk memilih sampel karyawan-karyawan dari setiap strata untuk menanyakan tentang investasi tabungan mereka dari pendapatan rnereka bulan lalu.

Misalkan perusahaan tersebut mempekerjakan 5000 orang. diantaranya 3500 pekerja kerikal atau laboratorium, 1000 adalah mandor atau manajer menengah, dan 500 adalah eksekutif. Kemudian diambil sampe1 sebanyak 50 karyawan. Dengan menggunakan alokasi yang proporsional, dapat disekat ukuran n = 50 sebagai berikut :

N 3500

n = n -' = 50 ( ) = 35

1 n 5000

1000

n, = 50 ( ) = 10 dan nl = 5

- 5000 -

Kemudian kita pilih sampel secara acak dengan menggunakan Tabel bilangan acak, sesuai dengan proporsi masing-masing strata. Berdasarkan observasi di dalam setiap strata, diperoleh x, dan S21 •

15

Tabel 1.3. Perhituogan Cootoh 1.8.

Strata 1 Strata 2 Strata 3
01 = 35 03= 10 03 = 5
XI = $ 10.16 x2 = $ 25.50 X3 = $ 21.80
S21 = 16.81 S2 = ')') 09 S23 = 125,44
1 ---,
NI = 3500 N2 = 1000 N = 500
3 Maka rata-rata investasi adalah :

1 L

x =--I,N X

51 N i=1 ' ,

1

= [(3500)(10.16) + (1000)(25.50) + (500)(21.80)]

5000

= (71.960) = $ 14,39

5000

Varians yang diduga (dilakukan tanpa pengembalian) adalah :

1 3 N - 0 S2

S_2 = _ I, Nl ( , , ) (--' -)

x 51 N' i=1' N

,

n

,

1 (3500)2 (0,99) (16,81)

= (5000) 2 [ 35

(500)2 (0.99) (125.44) ] 5

(1000)2 (0.99)(22,09)

+-------+

= 0,5688

Maka batas kesalahan penduga adalah :

x ± 2 g; atau $ 14,39 ± 2 "/0,5688

~t x st V

atau $ 14,39 ± $ 1,50

16

dimana

nilai s,2,t tergantung dengan cara pengembalian atau tanpa pengembalian.

Pendugaan Total Populasi

Penduga

~ = N X

st 5t

Varians

Batas kesalahan penduga : f,t ± 2 &tr2 atau f,t ± 2 &t2

Contoh 1.9. :

Lihat contoh 1.8. Dugalah total pendapatan bulan lalu yang diinvestasikan ke dalam tabungan oleh para karyawan. Tentukan batas kesalahan pendugaan (dilakukan tanpa pengembalian).

Penyelesaian :

Dari perhitungan kita sebelumnya xs(= $ 14,39 dan s/st = 0,5688, maka :

A Total tabungan : 't =

Nx

st

= (5.000) ($ 14,39) = $ 71.950,.

Untuk mencari batas kesalahan penduga r, pertama-tama kita hitung varians yang diduga :

S,f = N2 S_2

'f x st

= (50(X))l (0,5688) = 14.220.000

Nilai duga dari total tabungan, dengan batas kesalahan penduga :

~ ± 2 s~ atau $ 71.950 ± 2 YI4.220.0oo atau $ 71.950 ± 2 (3.771)

atau $ 71.950 ± $ 7.542

Oleh karena itu, dalarn selang + 95 % kita merasa pasti bahwa total investasi ke dalam tabungan oleh para karyawan berada dalam selang dari $ 64.410 hingga $ 79.490.

17

tanpa pengembalian

L N-n

s2 __ ~N2 ( , ,

r,1 N2 1=1' N

,

) (

Pendugaan Proporsi Populasi Sampel Acak Berstrata 1 L

P=-'Npi

sr N t=1 '

Penduga

Varians

Iengan pengembalian : s 2 = _1_ ~ N2 ( p,g, )

r " N2 i= lin - 1

,

'jatas kesalahan penduga : p ± 2 s 2

........ <,1 r '>l

Contoh 1.10. :

Dari contoh 1.8, dari n = 50 karyawan yang diwawancarai dalam studi investasi tabungan, jumlah yang menunjukkan bahwa mereka sebenamya berpartisipasi dicantumkan dalam Tabel 4.4. Dugalah proporsi semua karyawan yang berpartisipasi dalam program tabungan, dan tentukan batas kesalahan penduganya.

Tabel 1.4. Data untuk contoh 1.10

Strata Ukuran sampel Jumlah yang berpartisipasi PI
1 n1 = 35 21 0,60
2 n,= 10 7 0,70
-
3 n = 5 4 0,80
, Penyelesaian : Nilai dugaan yang diinginkan diperoleh dari P'I' dengan 1

p = ; (3.500)(0,60)+( 1.0(0)(0.70)+(500)(0,80) = 0.64

" 5.000

Batas kesalahan penduga dapat dicari dengan pertama-tama mencari varians terlebih dahulu. Varians dapat dicari dengan :

18

Pst ± 2 sp" atau 0.64 ± 2 V 0.004744

[ ( 3.500 - 35 ) (0.60)(0,4) )

S.2" = --- 3.5002 + 1.()()()2

(5.000)2 3.500 34

( 1.000 - 10 ) ( (0.70)(0.30) ) + 5002 ( 500 - 5 ) ( (0,8)(0,2) )]

l.000 9 500 4

1

= 0,004744

Maka nilai dugaan proporsi karyawan yang berpartisipasi dalam program tabungan, dengan batas kesalahan penduga sebesar :

atau

0,64 ± 2 (0,069) atau 0,64 ± 0,14

19

LATIHAN SOAL

1. Dalam kondisi bagaimana kita dapat melakukan suatu penarikan sampel dengan sampel aeak berstrata?

2. Bagaimana prosedur pemilihan sampel dengan sampel aeak berstrata?

3. Apakah yang dimaksud dengan prosedur pemilihan sampel aeak berstrata dengan alokasi yang proporsional ?

4. Jika dari 2500 siswa SLTA diantaranya terdapat 750 siswa kelas L 1250 siswa kelas II, dan 500 siswa kelas III, berapkah sampel yang dapat diambil dari masing-masing kelas bila diinginkan jumlah seluruh sampel adalah 50? Tentukan batas kesalahan pendugaan !

5. Diketahui populasi (L ~ 2) dengan XI] diberikan oleh :

Strata I : 2; 4; 6; 8; 10

Strata II: 9; 12; 13; 21; 25; 31

~ia~bil seeara aeak sejumlah 5 sampel dari kedua strata. Maka, tentukan : NI: N1; XI; x.; 1 !

6. Jngin ditaksir luas lantai pusat perbelanjaan di kota A. dan dengan sampel aeak berstrata, diperoleh data berikut :

Stratum N, n. x1j
I
Kedl 110 20 4.000
Sedang 60 15 10.500
Besar 30 10 60.000 Tentukan taksiran :

(1) XI; x2; X3 ; \, dengan batas kesalahan penduganya !

" " " "

(2) 11: 12 ; 1) : 1st dengan batas kesalahan penduganya !

7. Seorang auditoruntuk Kantor Akuntansi Pemerintah dibebani tanggungjawab menghitung kelebihan biaya dalam pelaksanaan kontrak pertahanan pemerintah. Untuk mudahnya, auditor tersebut membuat tahapan-tahapan dalam studinya menurut eabang pelayanan militer yang spesifik yang masing-masing tereantum dalam sebuah kontrak. Dalam suatu analisis terhadap 270 kontrak pertahanan yang dibuat dalam tahun 1980, auditor memilih 45 seeara aeak dan menemukan hasilnya seperti yang diperlihatkan dalam tabel berikut :

20

Angkatan Darat Angkatan Darat Angkatan Laut
N 120 90 60
n 20 15 10
x $71.468 $68.709 $89.918
s $16.095 $18.452 2l.065
I a. Dugalah rata-rata kelebiLan biaya pelaksanaan semua 60 kontrak pertahanan yang diatur oleh Angkatan Laut dalam tahun 1980 !

b. Dugalah rata-rata kelebihanbiaya pelaksanaan untuk semua 270 kontrak pertahanan dalam tahun 1980. dan tentukan batas kesalahan pendugaan !

c. Dugalah total kelebihan biaya pelaksanaan untuk semua 270 kontrak pertahanan dalam tahun 1980. dan tentukan batas kesalahan pendugaan !

8. Biaya penyusutan memberikan kepada perusahaan kesempatan untuk menciptakan cadangan uang untuk mengganti peralatan yang lama dan barang-barang modallainnya. Pengauditan dilakukan terhadap tiga cabang dari sebuah pabrik untuk menghitung proporsi barang-barang peralatan modal yang sudah digunakan selama sepuluh tahun atau lebih. Dari catatan yang tersedia auditor menggunakan alokasi yang proporsional untuk memilih sampel acak berstrata n = 60 barang-barang peralatan modal dari antara N = 7.200 barang-barang yang terdaftar pada daftar persediaan. Diperoleh hasil sebagai berikut :

Cabang pabrik
1 2 3
Jumlah Barang-barang Peralatan Modal. N, 3.600 2.400 1.200
Ukuran Sampel, n, 30 20 10
Jumlah yang digunakan selama 10 tahun atau lebih, XI 7 4 3 Dugalah proporsi p dari barang-barang perlatan modal pada tiga cabang yang sudah digunakan selama sepuluh tahun atau lebih, dan tentukan batas kesalahan pendugaan !

9. Toko-toko berangkai dan sebagian besar usaha perbankan memproses semua pelanggan kredit melalui kantor pusat atau wilayah, bukan terpisah-pisah melalui setiap cabang. Teknik ini memungkinkan pengendalian terpusat yang lebih efisien terhadap kegiatan manajemen cabang. Manager kredit dari grosir kembang gula dengan 4 cabang merasa khawatir dengan meningkatnya pelanggan yang macet yang jumlahnya cukup besar sekarang ini. Untuk mengurangi biaya sampling, manager itu menggunakan sampel acak

21

berstrata dengan setiap toko sebagai satu strata yang terpisah. Dari catatan yang tersedia di kantornya, manager kredit memutuskan untuk menggunakan alokasi yang proporsional untuk memilih sampel acak berstrata n = 50 pelanggan dari semua N = 200 piutang. Pada waktu mengerjakannya, ia mencatat hasilnya dalam tabel berikut .

Toko
1 2 3 4
Jumlah Piutang N, = 56 Nz = 68 N = 40 N, = 36
3
Ukuran Sampel nj = 14 n, = 17 n = 10 n = 9
3 .j
Jumlah Pelanggan yang Macet x = 5 x,= 7 x = 5 x = 1
j , .j a. Dugalah proporsi p dari pelanggan yang macet untuk toko (grosir) tersebut, dan tentukan batas kesalahan pendugaan !

b. Ada alasan untuk mempercayai bahwa manager toko yang ke-3 terlalu lunak dalam mengabulkan permohonan kredit pelanggannya. Hitunglah proporsi P3 dari pelanggan yang macet untuk toko yang ke- 3, dan tentukan batas kesalahan pendugaannya !

22

1.5. SAMPEL ACAK BERKELOMPOK (Cluster Random Sampling)

Tipc ketiga penarikan sampel adalah penarikan sampel aeak berkelompok. Sering lebih mudah menarik sampel berkelompok daripada individu sampel itu sendiri-sendiri.

SampeJ Acak 8erkeJompok

adalah pengambilan sam pel dan populasi yang terdiri M kelompok dan dilakukan pemilihan seearak aeak m kelompok dan tiap kelompok yang terpilih, diambil seeara acak sebesar n sampel.

Sampel Aeak Berkelompok biasanya akan memberikan sejumlah informasi tertentu dengan biaya minimum, jika :

a. Sebuah kerangka yang meneantumkan daftar unsur-unsur populasi tidak ada atau akan sangat mahal untuk mendapatkannya.

b. Populasinya besar dan tersebar pada suatu daerah yang luas.

Sebagai ilustrasi, perhatikan seorang ekonom yang ingin menghitung rata-rata pengeluaran mingguan untuk keperluan makanan per rumah tangga di sebuah kota. Baik dengan menggunakan sampel sederhana maupun sampel berstrata, ekonom terse but hams mempunyai daftar anggota-anggota sampel (rumah tangga) yang dapat dipilih. Namun, semua dafiar tentang semua rumah tangga di kota dapat menjadi sangat mahal atau bahkan tidak mungkin untuk mendapatkannya. Bahkan jika daftar tersebut tersedia, biaya survai tetap akan menjadi mahal karena dengan sam pel sederhana atau sampel berstrata, rumah tangga yang dipilih dalam sampel mungkin akan terpencar-pencar di suatu daerah yang luas. Akibatnya, biaya penyelenggaraan survai antar rumah tangga yang terpencar-pencar akan mahal karena waktu perjalanan pewawaneara dan pengeluaran-pengeluaran lain yang berkaitan dengannya.

Ketimbang memilih sampel rumah tangga yang terpencar-pencar di seluruh kota, ekonom itu dapat menggunakan sam pel berkelompok dan membagai kota menjadi kelompok masyarakat. dapat berupa daerah pemungutan suara. lni mudah dieapai karena daftar daerah sudah tersedia. Setiap rumah tangga di dalam setiap daerah yang terpilih lalu disurvai. Dengan begitu total biaya survai dapat dihemat.

Langkah pertama dalam memilih sampel aeak berkelompok adalah membagi populasi dalam beberapa gerombol/kelompok. Kita dapat mengurangi kesalahan sampling dengan memilih berbagai maeam kelompok kecil dan bukan dengan sedikit kelompok besar. Semakin keeil ukuran kelompok, semakin keeil kemungkinannya bahwa kita akan menyatakan kelaskelas dan anggota-anggota tertentu dan sampel. Oleh karena itu, lebih banyak lagi infonnasi tentang populasi dapat diperoleh dengan memilih jumlah yang lebih besar dari kelompokkelompok yang berukuran lebih kecil.

Setelah kelompok-kelompok ditetapkan. sebuah daftar yang berisi semua gerombol harus disiapkan. Sampling aeak sederhana dapat digunakan untuk memilih sampel aeak berukuran m kelompok dan M kelompok dalam populasi.

23

r--------- --- ------

1+ N2+ ... + NIl = N

Secara diagram. sampel acak berkelompok dapat digambarkan sebagai berikut :

2 M

o

Tiap kelompok dari M kelompok dinamakan unit sampling primer (USP). Dan tiap unit dasar dinamakan unit sampling sekunder (USS).

Kelompok yang terdiri atas nl• "z ..... nm unit dinamakan kelompok terakhir (ultimate clusters). Jadi dapat disimpulkan bahwa tahapan sampling berkelompok terdiri atas dua tahap. Pertama, pemilihan secara acak m unit sampling primer dari M unit sampling primer. Kedua, pemilihan secara acak n, (i= 1. 2 ..... m) unit sampling sekunder dari unit sampling primer yang ke-i terpilih.

Misalkan ingin ditaksir total populasi X dari sampel yang diambil dengan sampling gerombol. Dari prosedur pengambilan sampel, penaksir total X terdiri atas dua tahap. Pertama, menaksir total dari m kelompok/gerombol. Kedua, menaksir total untuk M kelompok.

Contoh 1.11. :

Misalkan populasi dikelompokkan atas M = 10 kelompok penghasilan orang tua, login ditaksir total buku yang dimiliki siswa SMT A. Andaikan dipilih m = 2 kelompok penghasilan orang tua dengan N, = NJ = 40 siswa dan diadak~ sampling acak berukuran nl = "z = 10 siswa. Misalkan dioeroleh XI = 5. )(2 = 7. Berapa taksiran total untuk M = 10 kelompok,?

Penyelesaian :

- Taksiran total untuk N = 40 adalah : 40 x 5 = 200

,

- Taksiran total untuk N = 40 adalah : 40 x 7 = 280

]

200 + 280

- Rerata dari dua kelas = = 240

2

- Maka taksiran total untuk M= 1 0 kelompok adalah : = 240 x 10 = 2400.

24

m

n,

n

m

Misalkan populasi terdiri atas M kelompok masing-masing berisi NI• Nz •..•• Nm unit sampling. Dipilih m kelompok dan diambil sub sampel nl' n2 ••••• nm. Banyaknya sampel kelompok yang mungkin diberikan adalah :

( M ) ( NI) ( N2) ••••••• ( Nm )

dengan anggapan NI = N2 = ... Nm dan nl = llz = ... = nm

Contoh 1.12. :

Misalkan populasi terdiri atas anak -anak dan dikelompokkan menurut kelompok umur atas M = 3 (namakan A. B. dan C). Andaikan XIJ menyatakan banyaknya buku yang dipunyai anak ke-j pada kelompok ke-i, Pilih secara acak m = 2 kelompok, kemudian pilih secara acak nl = n2 = 2 anak ( n = nl + n2 = 4). Tentukan taksiran total buku dari N = 9 anak.

Penyelesaian :

Tabel l.5. Daftar nilai \. total kelompok \. dan rataan kelompok XI pada populasi

Kelompok -
XI) XI XI
A 1:3:5 9 3
B 3:5:7 15 5
C 5;7;9 21 7
X = 45 (i) Banyaknya sampel yang mungkin (tanpa pengembalian) :

Banyaknya kombinasi usp :

( M) = ( 3 ) = 3!(2! (3-2)! = 3

m 2

Banyaknya sampel nl = n2 = 2 yang mungkin dari m = 2 usp

(3)=(3)=3.3=9

3 2

Total banyaknya sampel yang mungkin :

( 3 ) ( 3 ) ( 3 ) = 27

2 2 2

25

Tabel 1.6. Daftar semua sampel yang mungkin

1\ 1\
A B X A C X B C X
1;3 3;5 27 1;3 5;7 36 3;5 5;7 45
3;7 31,5 5;9 40,5 5;9 49,5
5;7 36 7;9 45 7;9 54
1;5 3;5 31,5 1;5 5;7 40,5 3;7 5;7 .49.5
3;7 36 5;9 45 5;9 54
5;7 40,5 7;9 49,5 7;9 58,5
3;5 3;5 36 1;3 5;7 45 3;5 5;7 54
3;7 40,5 5;9 49,5 5;9 58,5
5;7 45 7;9 54 7;9 63
324 405 486 Pendugaan Total Populasi untuk sampel Acak Berkelompok

1\ M m N n
Populasi I I II X
't = -- --
cl i=1 j=I II
m n
I
M-m S2b M m , N-n S~
Varians 1 M2 -+-IN- I I I
M m nl I N n 1\ 2 ,

ali = SK =

't 't cl

2

a

S2 M m S2

b + I N1 __ I_

I

b

a

b

dim ana (1) adalah varians total dengan tanpa pengembalian dan (2) varians dengan pengembalian. Terdapat dua sumber variasi, (a) variasi ternadap sampling usp dan dinamakan variasi antar usp, dan (b) variasi intra usp

Batas kesalahan : ~d ± 2 ~ cl atau ~d ± 2 ~ cl

26

1 ( - 2) ]

X,) - n, X,

dim ana :

_ 1 n,

x,=--~ x, n, .1=1

(ii) Dengan cara lain bisa dihitung taksiran total populasi X berdasarkan sampel (1;3;3;5) dari Tabel 1.6, yaitu :

i\. _ M m N, ni

'C - -- ~ -- ~ X,] m 1=1 n, J=1

" 3 NI n. Nl nl

t = -- [ -- I XI + -- I X2 ]

2 n, j= 1) n, j= 1 J

" 3 [ 3 3

't = -- -- (Xll + Xl2) + -- (XlI + X22) ]

2 2 2

" 3 [ 3 3 ]

't = -- -- (1 + 3) + -- (3 + 5)

2 2 2

3

1 = - (6 + 12) = 27 2

Adapun taksiran varians populasi dari contoh Tabel 1.6 di atas (tanpa pengembalian) adalah :

M - m S2b M m N, - n, S2,

Varians : s-,2 = M -- + -- I N', --

T M m m N, n,

Namun, terlebih dahulu harns dapat kita ketahui nilai s\ dan S2,"

2 - N/nl " ~
Kelompok XIJ x IJ XI XI 'tl I
A 1;3 10 4 2 3/2 6 36
B 3;5 34 8 4 3/2 12 144
TOTAL 18 180 27

...---------------- ._---

"
S2 = [mIl (~>t )2 ]
l't2-m I
b m-l 1=1 I m
1 18
= [ 180 - 2 (- )2 ] = 18
2 - 1 2
1 [ £i X _ (n x2) ]
S2 =
I n - 1 J=1 lj I I
1
1 n '
S2 = [ II Xl - (n, XI2) ]
I nI - 1 J=1 J
1 [ 10 - 2 (4) ] = [ 10 - 8 ] = 2
S2 =
I 2 - 1
1 [~2 =2]
S2 = X2 - (n, X, )
2 llz-1 J=1 J --
1 [ 34 - 2 (16) ] = [ 34 - 32 ] = 2
S2 =
2 2 - 1
18 3
Maka ~2= 3 (3-2)-+-(6) (1)
2 2 = 27 + 9 = 34 standart error: ~ = ...J34 = 5,8309

Batas kesalahan : ~cl ± 2 & cl atau ~d ± 2 s{' cl 27 ± 2 (5,8309) = 27 ± 11,6618

Penduga Rerata Populasi untuk sampel Acak Berkelompok

Varians

Rerata

dimana (1) adalah varians rerata dengan tanpa pengembalian dan (2) varians dengan pengembalian.

Batas kesalahan

- +2" - +')

Xci - Ox cl atau Xci - ~ Sx cl

28

1\

m 1\ IT,

S2b = _- [I TIl - m ( __ )2 ]

m - 1 i=1 m

1

dim ana :

- 1 n,

xl=--I XII n, j=1 .

Contoh 1.12. :

Sesuai dengan contoh 1.11. Carilah nilai penduga rata-rata untuk sampel acak berkelompok dan tentukan batas kesalahan pendugaannya.

Penyelesaian :

Ingat bahwa diketahui :

- N = 9 dan M = 3

- N. = N, = 2

- nl = 11z = 2

- 11\ = m, = 2

Kita masukkan rumus mencari nilai rerata penduga :

Rerata :

1 N n N, !1,

x, =---- I -- I XII

N m i=1 1\ j= l .

Xci = _1 __ 3_ [__l2_ r XII + ~ ~J ]

9 2 n I j= 1· n, j= 1

1 3 3 3

Xci = - - [ - ( 1 + 3 ) + - (3 + 5) ]

9 2 2 2

1 3

Xc. = -- -- (6 + 12) = 3 9 2

29

N

,

Untuk menentukan batas kesalahan pendugaan, terlebih dahulu kita cari nilai varians (tanpa pengembalian) dengan rumus :

1 M - m S2b M m

Varians : S_2 = -- [ M2 -- + -- I N2

x N2 M m m i=1 '

1 m I~

S2b = -- [I il;2,_ m (-' y ]

m - 1 i=l m

N - n

, ,

1 18

= - [ 180 - 2 ( - )2 ] = 18

2-1 2

1 n
S2 = [I' xl/ - (n, XI 2) ]
I
n;-1 j=I
1 nt _
S2 = [I xt/ - (n, xt2) ]
I
n. - 1 j=l
1
S21 = [ 10 - 2 (4) ] = [ 10 - 8 ] = 2
2 - 1 1 n,

S22 = -- [I" x21" - (n2x/)]

n, - 1 j=l-

S22 = -- [ 34 - 2 (16) ] = [ 34 - 32 ] = 2

2 - 1

Maka,

1 3 - 2 18 3

Varians : s/c! = -- [ 32 - + - (6) (1) ]

92 3 2 2

1 34

Varians : Sid = -- 34 = -- = 0,42

81 81

Batas kesalahan

Xc! ± 2 <\ cl atau Xci ± 2 Sx cl

3 ± 2 (0,42) atau 3 ± 0,84

Seringkali seorang pelaksana eksperimen ingin menggunakan sampel acak bergerombol untuk menduga proporsi populasi p. MisaInya dalam survai sebelum pra pemilihan, barangkali diinginkan untuk menduga proporsi penduduk suatu masyarakat yang menyukai ukuran kotak

30

Penduga:

~ a

1=1 '

~1 n,

pemungutan suara tertentu: atau barar jka" dimaksudkan untuk menduga mobil-mobil di kota yang tidak 1010s dari standar pengotoran yang terakhir; proporsi anggota serikat buruh di se1uruh propinsi yang menyukai penyesuaian gaji melalui negosiasi. Untuk menghitung p pada waktu menggunakan sampe1 acak bergerombol, pertama-tama kita cari '\, yaitu banyaknya anggota dalam gerombol ke-i yang memiliki ciri-ciri yang diminati, untuk setiap gerombol i = 1, 2 ..... m. Kemudian ni1ai dugaan proporsi anggota dalam populasi yang memiliki ciriciri dapat dioeroleh melalui rumus yang ada dalam kotak.

Pendugaan Proporsi Populasi untuk Sampel Acak Bergerombol

Varians penduga :

m

M _ m i~l (a, - Pcl\)2 ]

(y = S2 = ( __ ) [ ]

pel pel M m 02 m - 1

dim ana :

1 m n=-- I n m i=l'

Batas kesalahan pendugaan : p ± 2 &2p el atau

P ± 2 s" pel

31

LATIHAN SOAL

1. Dalam keadaan apa kita dapat menggunakan sampel aeak berkelompok ? Apakah kelebihan dan kekurangannya ?

2. Diketahui populasi :

kelompok AI]
A 1; 3; 5
B 3; 6; 6
C 7; 9; 14 Dipilih m = 2 kelompok Hitunglah varians ~ !

3. Diketahui populasi :

kelompok xlj
A I; 3; 5
B 3; 6: 6 dipilih m = 1 kelompok seeara aeak dan subsampel n1 = 2 sccara aeak. (1) Tuliskan semua sampel kelompok yang mungkin !

(2) Ambillah sampel yang pertama dan hitunglah varians total populasi !

4. Seorang pemeriksa mutu pada rantai produksi perangkat keras ingin menghitung proporsi bola lampu yang eaeat yang dikirimkan ke gudang oleh pabrik. Bola lampu dikirimkan dalam karton yang berisi 12 kotak, dengan setiap kotak berisi 6 bola Iampu. Buat rancangan percobaan sampel aeak bergerombol untuk pemeriksa terse but. Manakah yang hams digunakan, karton-karton bola lampu atau kotak-kotak bola lampu sebagai gerombol ? Jelaskan !

5. Lihat latihan soal no.4. Misalkan pemeriksa tersebut memutuskan untuk menggunakan kotak bola lampu sebagai gerombol dan seeara aeak memilih m = 20 kotak dari antara 100 karton yang diterima dalam pengiriman. Banyaknya bola lampu yang eaeat yang ditemukan dalam setiap kotak bola lampu adalah sebagai berikut : 0, 2, 0, 3, 1, 1, 0, 1. 2, L 0, 2, 0, 1. 1. 0, 3, 0, 2, 1.

Dugalah proporsi p bola lampu yang eaeat dalam pengiriman, dan tentukan batas kesalahan pendugaan !

32

Sampel Acak Sistematik

adalah suatu cara pemilihan sampel secara acak satu anggota (un sur) dari k anggota pertama dalam kerangka dan kemudian memilih setiap anggota yang ke-k selanjutnya.

1.6. SAMPEL ACAK SISTEMATIK

Rancangan yang menghindari persyaratan pengumpulan data yang tidak prakus dari sampel acak sederhana adalah sampel acak sistematik.

Karcna lebih mudah dan lebih sedikit memakan waktu untuk melaksanakannya ketimbang sampcl acak sedcrhana, sampel acak sistematik dapat menghasilkan lebih banyak informasi per rupiah sampel. Terutama bermanfaat dalam audit, bila informasi yang relevan dicatat dalam bentuk yang berurutan, misalnya, menyimpan dalam komputer atau pada kartu arsip. Dcngan mcmilih pelanggan kredit, catatan pemeliharaan peralatan, atau data tenaga penjualan dari catatan perusahaan yang disimpan dalam komputer dapat dilaksanakan dengan mudah, murah, dan cfisien dengan menggunakan sampel acak sistematik,

Ada beberapa keadaan tertentu dimana sampel acak sistematik tidak seharusnya digunakan, yaitu jika terdapat periodisitas tersembunyi yang muncul pada jangka waktu tertentu dalam populasi, dan juga bila ukuran sampel tidak diketahui.

Adapun cara pemilihan sampel dengan sampling sistematik, terdapat dua metode. metode A dan metodc B.

(1) Metode A

Misalkan populasi bcrukuran N = 12

x. X2, X3, X4, XS' X6, X7, X~, X,!, Xlll, XII' Xl2

Dengan metode A. dilakukan pemilihan satu unit sampling dari tiga unit sampling pertama (misalkan terpilih X2) selanjutnya dipilih tiap unit kedua kelompok sampling berikutnya.

Jadi :

Populasi : XI' X2, X, I X4, X" X61 X7, x, x.: XIO' XII' X12

Sampel : X2 X, Xs Xl!

Dengan metode A populasi dikelompokkan dalam

N 12

n = _- = -- = 4 kelompok

k 3

N = nk, jadi jumlah populasi merupakan kelipatan dari k. Bilangan k menyatakan banyaknya sampel yang mungkin, dan n menyatakan ukuran sampel.

Bila N ± nk, misalkan untuk N = 12 akan dipilih sampel sistematik dengan k = 5, maka :

33

N 12

n = -- = -- = 2.4

k 5

Dalam hal ini, ukuran sampel adalah 2 atau 3. Prosedur pemilihan sampel adalah memilih seeara aeak 1 unit dari 5 unit pertama, selanjutnya dipilih satu unit dari setiap 5 unit berikutnya mulai dari sampel awal yang terpilih.

(2) Metode B

Untuk menjelaskan metode B, akan diberikan suatu ilustrasi. Andaikan N = nk = 12. Ingin diadakan sampling sistematik dengan k = 3. Dipilih suatu unit sampling seeara aeak (namakan unit ke-j). Andaikan j=S, diperoleh :

. 8

_J _ = __ = 2 dengan sisa r = 2

k 3

Karena k = 3, makanilai r yang mungkin adalah 0,1,2. Pada metode B,pemilihan titik awal (sampel awal) didasarkan atas nilai r. Bila r = 1, pilih X, bila r = 2; pilih Xl' bila r = 0, pilih X3 sebagai titik awal selanjutnya pilih setiap unit sampling ke-k = 3 dari titik awal. Begitu juga berlaku untuk sampling dim ana N ± k. Andaikan N = 11 dan k = 3, diperoleh :

. 8

J d . ~

-- = -- engan Slsa r = L

k 3

Untuk r = 2 dipilih X2 sebagai titik awal. Selanjutnya pilih setiap unit sampling ke-k = 3. Dalam hal N + nk, ukuran sampel sistematik tidak sama. Sampel sistematik ketiga hanya mempunyai tiga unit sampling, sedangkan yang lainnya 4.

Karakteristik prosedur pemilihan B adalah peluang terpilihnya sampel sistematik sama dengan nIN. Sedangkan pada metode A, peluang terpilihnya sampel sistematik sama dengan 11k.

Penduga Rerata Populasi untuk Sampel Acak Sistematik

Rerata

i = 1, 2, ... , k

dim ana

1 n

x =--L x

I n j=I lJ

Varians

N-l 1 k n
a-l = S2--L L (x - x.)2
x sy N N i=1 j=1 'J I
1 k n
S2 = -- L L (x- x)
N-l i=1 j=1 lJ dimana

Batas kesalahan : x ± 2 (J-

sy x sy

34

Contoh 1.13 :

Diketahui data tentang banyaknya buku ajar yang dimiliki oleh N=9 mahasiswa : 1; 2; 3; 4; 5; 6; 7; 8; 9.

Dari populasi tersebut pilihlah sampling sistematik 1 - 3 dan dari sampel yang terpilih dihitung taksiran mean populasi !

Penyelesaian :

N=9=3x3=nk-->n=3

Jadi ada 3 sampling sistematik 1 - 3 yang mungkin, yaitu :

2 3
2 3
4 5 6
7 8 9
12 15 18
x = 4 X, = 5 x = 6
1 3 Bila sampcl yang terpilih adalah sampling sistematik nomor 1, maka :

Bila yang terpilih sampling sistematik nomor 2, maka XSy = 5 dan bila yang terpilih adalah sampling sistematik nomor tiga, maka XSy = 6.

Dari daftar semua sampel yang mungkin. diperoleh nilai ekspetasi Xsy 1

E(x ) = -- (4 + 5 + 6) = 5 = X (metode A)

'Y 3

3

E(x ) = -- (4 + 5 + 6) = 5 = X (metode B)

') 9

Contoh 1.14 :

Dikctahui populasi sebagai berikut :

1; 2; 3 I 4; 5; 6; I 7: 8; 9

Dari populasi tersebut diadakan sampling stratifikasi dengan k = 3. Carilah varians dari rata-rata sistematik !

35

Penyelesaian :

berarti terdapat k = 3 sampel sistematik yang mungkin seperti pada Tabel 1.9.

Tabel 1.9. Jumlah sampel sistematik yang mungkin

1 2 3
Xl] 2 X2] 2 X_lj 2
X lj X 2j X .I]
1 I 2 4 3 9
4 16 5 25 6 36
7 49 8 64 9 81
12 66 15 93 18 126 Langkah pertama, tentukan nilai S2 :

I k n

Sl = -- L L (x - x)

N-I i=1 j= l IJ I

1 n n n

= -- [ L (xJ - xY + L (x, - x)C + I (x , - xf ]

9-1 r= 1 J j= 1 -I j= 1 I

I 60

::: -- ( 21 + 18 + 21 ) = --

8 8

Varians S2 merupakan varians populasi secara kese1uruhan. Selanjutnya dihitung suku kedua, yaitu :

1 k n

L L (x - xr

N i=l j=l II I

1 n n n

= -- [L (x - X)2 + I (x, - X )2 + L (x, - X)2 ]

9 j= 1 11 I j= 1 -I I J= I - I 1-

1 54

= -- ( 18 + 18 + 18 ) = --

9 9

36

Maka, varians rerata populasi dari sampel sistematik adalah :

Varians :
N- 1 1 k n
S_2 = S2--L L (x - X)2
x ') N N i=l j=I IJ I
9 - 1 60 54 2
= -----=--
9 8 9 3 Varians sistematik bisa juga dicari dengan rumus :

1 k

Varians : s.c = -- L (x - X)2

X,) k i=l I

Namun perlu diketahui untuk dapat menentukan varians seperti rumus tersebut, perlu diketahui semua sampel sistematik yang mungkin. Hal ini menyebabkan varians tidak dapat digunakan untuk keperluan praktis, karena biasanya hanya tersedia sampel. Jadi perlu ditentukan penaksir nilai varians didasarkan atas satu sampel. Karena sifat dari nilai vanans. penaksir tak bias untuk nilai varians tidak dapat ditentukan berdasarkan satu sampel sistematik, Tetapi dengan kondisi tertentu, sampling sisternatik dapat dianggap sama dengan sampling acak. Dengan demikian taksiran varians random dapat digunakan untuk menaksir varians sistematik. Suatu ukuran yang menyatakan derajat keseragaman suatu sampel sistematik adalah koefisien korelasi p antar pasangan unit di dalam sampel sistematik yang sama, Koefisien korelasi p didefinisikan sebagai :

E (x - x) (x _. x)

11 11

p=--------

E ( x - X)2

II

dengan mcnggunakan p, varians rerata dapat ditulis sebagai :

Varians :

S2 N - 1

P-' = s-' = -- --- I 1 + (n - l)p I

\ "! . '\ -, ~ n N

dengan

2 k n

p= L L

n - 1 i=l j<j

(x - x) (x - x) ---

I] IJ

N - 1

p dinamakan koefisien korelasi intra kelas. Koefisien korelasi intra kelas p mengukur keseragaman suatu sampel sistematik, Koefisien korelasi intra kelas bertambah besar bila sampel sistematik bertambah seragam.

37

3. Diberikan populasi 2; 9; 5; 4; 8

3; 6; 9; 9; 2

6; 6;4; 7; 2 2; 4; 9; 1; 5

4; 9; 4; 8; 3 1; 3; 5

LATIHAN SOAL

1. Mengapa orang melakukan pemilihan sampel dengan sampel acak sistematik ?

2. Dalam keadaan apa penarikan sampel dengan sampel acak sistematik tidak dapat dilakukan ?

(1) Dengan metode A. pilih semua sampel sistematik yang mungkin

(2) Dengan metode B, pilihlah semua sampel sistematik 1-6 yang mungkin. (3) Tentukan peluang untuk sampel yang dipilih pada (1).

4. Misalkan suatu buku terdiri 555 halaman. Ingin ditaksir banyaknya perkataan "adalah" muncul di dalam buku terse but.

Akan dipilih sampel sistematik 1 - 20.

(1) Berapa ukuran sampel, menurut metode A? Menurut metode B ?

(2) Tentukan peluang terpilihnya suatu sampel yang dipilih dengan metode A ? Juga metode B ?

Petunjuk :

(1) ingat N = n.k --> n = N/k

(2) Peluang terpilihnya suatu sampel : metode A . 1/k

metode B : n/N

5. Diketahui populasi :

1; 2; 3; 4; 5; 6; 7; 8; 9; 10; 11; 12

Misalkan dipilih sampel sistematik 1 - 4. Tentukan : (1) koefisien korelasi intra kelas p

(2) variansi rerata dengan faktor koreksi dari koefisien korelasi intra kelas p.

38

SOAL-SOAL MULTIPLE CHOICE

1. Di bawah ini termasuk teknik pengambilan sampling dengan jumlah sampel terbatas, kecuali :

a. Stratified Random Sampling

b. Systematic Random Sampling

c. Cluster Sampling

d. Tidak ada jawaban yang benar

2. Suatu sampel random sederhana bersifat :

a. Secara relatif situasi dalam sampel sama dengan situasi populasi, karena penarikan

dilakukan menurut suatu proses probabilitas

b. Untuk setiap penelitian. sampel ini yang paling baik

c. Sampel ini selalu yang paling mudah diambil

d. Karena penarikan sampel ini dilakukan menurut suatu proses probabilitas, situasi dalam sampel mungkin berbeda dan situasi dalam populasi

3. Sampel dikatakan sampel random bila :

a. Setiap unsur dalam populasi memiliki kesempatan yang sama 1

b. Setiap unsur memiliki peluang ---

NCIl

c. Sampel yang dipilih dengan prosedur random

d. Semua jawaban di atas benar semua

4. Manfaat penarikan sampel : a. efisiensi biaya

c. hemat waktu

c. agar random

d. a dan c benar

5. Sejumlah n sampel ditarik dari sebuah populasi yang besar ( n/N < 5% ) dimana pemilihan sampel dilakukan dengan pemulihan. maka standar error dari harga rata-rata hitung sampel adalah :

Wi cr

a. (}- = -- c. (}- = ~

x cr x 'In

b.

<J_ = --x

d.

<J_= x

N -n N-l

n

39

6. Jika sebuah sampel random sebesar n = 250 dipilih tanpa pemulihan dari populasi normal sebesar N = 3500 dengan I-t = 27.5 dan o = 10. maka standar deviasi distribusi sampelnya :

a. 0,632 c. 0,945

b. 0,609 d. 0,921

7. Sejurnlah n sampel mempunyai rata-rata 9.82 dengan standar deviasi a. = 2,3. Dcngan uji kepercayaan 95 % dari distribusi normalnya, diperoleh nilai interval rata-rata populasi (m ) :

a. 5.312 S 11 S 14.328 = 0,95

b. -5,312 S 11 S 5.312 = 0,95

c. -5.312 S 11 s 14.328 = 0.95

d. -14.328 s 11 s 5.312 = 0,95

8. Sejumlah N populasi yang mcmiliki distribusi normal mempunyai nilai rata-rata (11) = 1200 dengan o = 300. Dengan interval kcyakinan scbcsar 95 %, maka jumlah sarnpcl yang dapat diambil secara random dan dengan pemulihan dan populasi tcrscbut hila diharapkan rata-rata sampel x = 1258.8 adalah :

a. 100 c. 30

b. 10 d. 9(X)

9. Presisi penaksir ((F) dipengaruhi olch ukuran sampel, bila prcsisi scmakin OC:-',Il. Ill,li--:! ukuran sampel :

a. berbanding lurus c. tctap

b. bcrbanding terbalik d. tidak ada yang bcnar

10. Andaikan 2,5 Cfc pelanggan telepon d: Jakarta mcmiliki tunggakan, maka rata-rata propoi-, pelanggan telepon yang memiliki tunggakan pad a sampcl aeak yang tcrdm d.in I (~, orang adalah :

a. 0,0025 0/( C. (Ul2,'\ (I(

b. 0.25 % d. .~.S (/(

11. Pemyataan yang tidak tcpat mcngcnai dixtnbux: rata'-rata "<Impel

a. Distribusi rata-rata sampcl yang sangat bexar dapat didckau dcngan drsrribu-a norma:

b. Distribusi rata-rata sampcl kccil akau normal iika sampcl duarik dan populus. sembarang

e. Pcndckatan distribusi rata-rata sampcl kccil dcngan dtstribust t sangat mcndckau distribusi normal

d. Distribusi rata-rata sampcl akan mcnycrupai distribusi normal jika bexar sampcl (11) bertambah tanpa batas

40

12. Diantara 250 karyawan kantor cabang sebuah perusahaan asuransi intemasional. 182 orang berkebangsaan Inggris. 5 I orang berkebangsaan AS. dan 17 orang Asia. Bila kita gunakan alokasi sebanding untuk mengambil sebuah contoh acak berlapis 15 karyawan. maka jumlah karyawan yang harus diambil dari setiap golongan tersebut secara berturutrurut adalah :

a. 11.3.1

b. I J .11

c. d.

1 .11 .1 11.1 .3

13. Dan suatu populasi mahasiswa tak terbata dan terdistribusi normal diambil sampel random yang tcrdiri dari 64 orang. Penarikan sampel dilakukan tanpa pemulihan dengan rata-rata IQ sam pel 115.5 dengan standard deviasi sampel sebesar 16. Batas atas IQ populasi mahasiswa tcrscbut pada interval keyakinan 95 % adalah :

a. 191.4 c. 119.4

h. 114.9 d. 141.9

14 Jika dringinkan sclisih rata-rata sampel dengan rata-rata populasi (x - f..l, ) = ..J5 dengan standard dcviasi populasi (0) = 10. maka ukuran sampel yang ditarik pada selang kcpcrcayaan 95 o/r adalah :

a. 16 c. 236

h 9 d. 77

15. Gunakan soal no. 14. Jika diinginkan selisih rata-rata sampel dengan rata-rata populasi = 2. maka ukuran sampcl pada selang kepercayaan 99 % menjadi :

a. 49 c. 97

h. 107 d. 9224

1 h Suatu xampcl acak scderhana bersifat :

a sccara rclatif situasi dalam sampel sama dengan situasi dalam populasi, karena

penarikan dilakukanmcnurut suatu proses probabilitas

b. untuk sctiap pcnelitian, sampel ini yang paling baik

c. <ampcl ini sclalu yang paling mudah diambil

d. karcna pcnarikan sampcl ini dilakukan menurut suatu proses probabilitas. situasi dalam xampcl mungkrn bcrbcda dari situasi dalam populasi

17. Dan suatu populasi satu sampel acak sederhana ditarik tanpa pemulihan. Populasi terdiri dan -lSOO unsur dan sampel tcrsebut terdiri dari 15 unsur. Untuk penarikan itu tabel angka random c1igunakan. Lihat pada tabel bilangan random. Pada tabel 0 angka dalam bari- OS dan kolom OS "ditusuk" sebagai angka pertama. yaitu angka "7". Kemudian diambil clan krri kc kanan sctiap angka dalam baris 05. baris 06. baris 07. dan seterusnya. Dalam xampel ini, antara lain ditarik unsur bemomor :

a. OJ c. 107

b. g-lo 7 cI. 739

41

18. Dari suatu populasi satu sampel acak sederhana ditarik tanpa pemulihan. Populasi terdiri dari 6700 unsur dan sampel tersebut terdiri dari 20 unsur. Untuk penarikan itu tabel angka random digunakan. Lihat pada tabel bilangan random. Pada tabel ini angka dalam baris 10 dan kolom 00 "ditusuk" sebagai angka pertama, yaitu angka "8". Kemudian diambil dari kiri ke kanan setiap angka dalam baris 10, baris 1 L baris 12, dan seterusnya. Dalam sampel ini, antara lain ditarik unsur bemomor :

a. 2211 c. 84

b. 20 d. 8484

19. Suatu populasi terdiri dari dua lapisan :

1. lapisan pertama terdiri dari 4000 keluarga tani

2. lapisan kedua terdiri dari 800 keluarga buruh

4000 keluarga tani ini terdiri dari 24.000 orang dan 800 keluarga buruh ini terdiri dari 4000 orang. Dari populasi ditarik suatu sampel berlapis terdiri dari 42 keluarga. Pembagian unsur sampel menurut lapisan, sebanding dengan besamya lapisan (proportional allocation). Kalau ditarik secara demikian, sampel berlapis ini terdiri dari :

a. 36 keluarga tani dan 6 keluarga buruh

b. 210 orang dari keluarga tani dan 35 orang dari keluarga buruh

c. 7 keluarga tani dan 35 keluarga buruh

d. 35 keluarga tani dan 7 keluarga buruh

20. Sejenis benang diproduksi dengan kekuatan tarik rata-rata = 78,3 kg dengan standar deviasi = 56. Jika ukuran sampel dinaikkan dari 64 menjadi 196, maka galat baku/ standard error menjadi :

a. 0,20 c. 0,40

c. 0,70 d. 0,03

21. Gunakan soal no. 20 untuk memperoleh standard error = 0,2, maka ukuran sampel yang harus diambil adalah :

a. 180 c. 196

c. 184 d. 28

22. Sampling sistematik dapat digunakan, jika :

a. persyaratan pengumpulan data tidak praktis dari sampling acak sederhana

b. terdapat periodisitas tersembunyi yang muncul pada jangka waktu tertentu dalam populasi

c. ukuran sampel tidak diketahui

d. semua jawaban di atas benar

23. Misalkan dari suatu populasi berukuran N = 5 diambil sampel acak sederl1ana berukuran n = 2. Maka untuk sampel tanpa pengembalian berlaku cr2~ :

a. 3/8 cr2 c. 3/10 Sl

b. 8/20 S2 d. 3/20 S2

42

24. Diketahui populasi X, = -6 ; X2 = -4 ; X3 = -2. Dengan sarnpel acak sedernana diperoleh Xl = -6 dan Xl = -2, maka :

a. x:= -4 c. X = -3

b. §:= 8 d. X = 2,33

2S. Diketahui suatu populasi : XI = i, i = 1, 2, ... , 12

Dari populasi ini diadakan sampling sistematik 1 - 6, maka :

a. ada 6 sampel sistematik yang mungkin

b. tiap sampel ssitematik berukuran 6

c. salah satu sampel sistematik adalah : 1 ; 7

d. a dan c benar

26. Diketahui populasi :

XI Xc X) x, Xi X(, X7 X8

Dan populasi ini diadakan sampling sistematik 1 - 3, maka :

a. ada 3 sampel sistematik yang mungkin

b. taksiran mean populasi adalah XSY = 1/2 (X3+ XJ

c. peluang terpilihnya sampel X3, X6 adalah 2/8 bila pemilihan sampel dilakukan dengan metode B

d. a dan c benar

27. Diketahui populasi :

I: 3: S; 8; 10: 12; 16;18

Diadakan sampling sistematik 1 - 3, maka :

a. salah satu sanpel sistematik adalah 16; 18

b. peluang terpilihnya suatu sampel sistematik adalah 1/3 bila pemilihan sarnpel c1ilakukan c1engan metode A

c. peluang terpilihnya suatu sampel sistematik aclalah 1/3 bila pemilihan sarnpel c1ilakukan dengan metode B

d. peluang terpilihnya sampel S: 12 adalah 2/3 bila pemilihan sampel dilakukan dengan metocle B

28. Dari 10.000 karyawan pabrik terdapat SO lulusan sarjana, ISO lulu san D-3, 500 lulusan SMA, dan selebihnya adalah yang tidak tamat sampi SMA maupun yang tidak bersekolah. Pimpinan perusahaan ingin melihat tingkat kerajinan karyawannya dengan mengarnbil secara acak 200 karyawannya untuk diteliti. Pimpinan akan melakukan penarikan sarnpel acak berstrata. Pimpinan mengambil sampel secara alokasi dengan jurnlah sampel sarna. Berapa sampel yang diambil dari karyawan lulu san SMA ?

a. 10 c. SO

b. 2S d. S

43

29. Apabila pada soal 28. pimpinan mengambil sampel dengan cara alokasi secara proporsional, maka jumlah sampel yang diambil dari karyawan yang tidak lulus SMA atau tidak bersekolah adalah :

a. 50 c. 93

b. 186 d. 145

30. Diketahui populasi dengan X,) - 1 + j - 1. i = 1. 2. 3. Maka

a. Varians antar total sampel berkelompok S = 9

b. Varians taksiran total 1 adalah 30

c. Rata-rata penduga sarnpel berkelompok Xci = 5

d. a dan b benar

31. Diketahui populasi yang telah dikelompokkan :

Kelompok x

r---__;,'------ I]

---,

1; 2; 3

4; 5; 6

7; 8; 9

A B C

Dipilih m = 2 kelompok dan n] = ~ = 2 subsampel. Maka :

a. terdapat 27 sampel yang mungkin

b. salah satu sampel kelompok adalah A : 1; 2 B:4; 5.

c. total populasi X = 45

d. b dan c benar

44

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->