Perkembangan Sosial, Budaya, dan Politik Pendidikan Islam di Indonesia

Oleh : Khairul Umam A. Pendahuluan Menurut Azyumardi Azra proses globalisasi yang terus menemukan momentumnya di Indonesia akhir-akhir ini telah memunculkan wacana baru dalam berbagai lapangan kehidupan, literatur akademik, media massa, forum-forum seminar, diskusi, dan pembahasan dalam berbagai lembaga. Penggunaan istilah ”globalisasi ” semakin meluas termasuk di Indonesia, penggunaan istilah lain seperti ”kesejagatan” tidak cukup reperesentatif untuk menampung semua makna dan nuansa yang tercakup dalam istilah ”globalisasi.” ”Globalisasi” adalah kata yang digunakan untuk mengacu kepada ”bersatunya” berbagai negara dalam globe menjadi satu entitas. Secara denotatif ”globalisasi ” berarti perubahan-perubahan struktural dalam seluruh kehidupan negara bangsa yang mempengaruhi fundamen-fundamen dasar pengaturan hubungan antar manusia, organisasi-organisasi sosial, dan pandangan – pandangan dunia. Fenemona tersebut tidak dapat dipungkiri juga berpengruh besar terhadap system atau tata sosial masyarakat Islam Indonesia di berbagai bidangnya. Lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu unsur sosial Muslim Indonesia ikut serta mengalami evolusi berarti dengan itu. Tidak salah jika Peter Berger dalam teori hukum sosialnya menyatakan bahwa dalam menjalani proses kehidupan ini masyarakat terus berada dalam proses putaran (cyrcle) eksternalisasi (pembaharuan), objektivikasi (penerimaan) dan sosialisasi/internlisasi (produksi). Teori itu ingin menyampaikan bahwa masyarakat yang dikatakan sama seperti organisme yang hidup dan berkembang sekaligus mati akan selalu mencari hal-hal baru yang memuaskan dirinya untuk hidup dengan layak. Ketika hal baru itu ditemukan (eksternalisasi) dan

Kitab Kuning.diterima (objektifikasi) sebagai salah satu instrumen kehidupan bermasyarat maka. Steenbrink. pengusaha.htm 3 Lihat Karel A Steenbrink.Ibid. seperti madrasah atau sekolah. PesantrenMadrasah Sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern (Jakarta: LP3ES.3 Apalagi bila dikaitkan dengan teorinya H. hlm. Bouman mengenai 1 Lihat Martin Van Bruinessen. 42-164 Lihat juga Martin van Bruinessen. "NU: Jamaah konservatif yang melahirkan gerakan progresif". turut menyumbangkan gagasan pembaruan yang dilakukan kyai. yang tidak pernah berhenti memikirkan bagaimana kader-kader Islam itu tumbuh sesuai dengan perkembangan zamannya (sholeh likulli zaman wa makan). Pesantren dan Tarekat : Tradisi-tradisi Islam di Indonesia (Bandung: Mizan. 41-53 2 Lihat Karel A.1 Para Kyai yang sudah ”modern” itu beranggapan bahwa santri tidak cukup dibekali dengan pengetahuan agama semata. 58 . yang dalam pesantren tradisional adalah pemilik sekaligus pemimpin absolut dari pesantren tersebut. pedagang dan lainnya. tetapi juga oleh murid-muridnya maupun kalangan agniya’.2 Jika menyimak apa yang disampaikan Karel A. melainkan harus memiliki tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupannya ketika terjuan dan kembali kemasyarakat.vanbruinessen/personal/publications/NU_jamaah_konservatif. ada teori yang menarik untuk dikaji lebih mendalam tentang proses perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah dan Sekolah-nya.. 1986). terjadilah proses sosialisasi melalui system globalisasi yang sedang berjalan. yaitu bahwa pada awalnya perkembangan pendidikan Islam di Indonesia itu dipengaruhi oleh sejarah organisasi.let. Hlm. Persinggungan kiyai-kiyai tradisional dengan budaya luar. Steenbrink dalam buku Pesantren. baik melalui ibadah haji maupun kegiatan lainnya. Hlm.nl/~martin. Hal demikian memang nyata terjadi di dalam system sosial masyarakat Slam Indonesia saat ini. 1995). http://www.uu. adalah bukti pesantren mengalami perubahan orientasi. Konsekuensi logis dari itu munculllah baragam pembaharuanpembaharuan yang tidak hana dilakukan para kyai. Perubahan ini terutama sekali dipengaruhi oleh faktor kiyai. Lembaga pendidikan Islam terutama beberapa pesantren yang awalnya hanya mengajarkan kitab-kitab kuning dan bertujuan mencetak kader ulama’ kemudian berubah dengan menawarkan sekolah formal.

Pesantren sebagai pendidikan asli Indonesia yang mengakar kuat dari masa pra-Islam. 152 .hubungan kausal antara timbulnya organisasi dan majunya masyarakat tradisional. karena pesantren adalah sarana penting bagi kegiatan islamisasi di Indonesia. Pada awalnya pesantren menunjukkan suatu komunitas yang dinamis dan berwawasan luas. Pesantren Dunia pendidikan Islam di Indonesia telah berkembang melalui tahap yang sangat panjang. Sejak awal penyebaran Islam. ekonomi. karena berkembang di tengah-tengah masyarakat urban. maupun politik bangsa Indonesia. Gresik. baik sejarah sosial budaya. Pesantren memiliki arti yang sangat besar sehingga pesantren dianggap sebagai bagian sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Pesantren yang merupakan pendidikan asli Indonesia telah mendokumentasi berbagai peristiwa sejarah bangsa Indonesia. Oleh karena itu sistem pendidikan pesantren dibanggakan sebagai alternatif yang otentik terhadap sistem kolonial di saat pergerakan nasional telah mencapai usia lanjut. tetapi organisasi Islamlah yang menyebabkan perkembangan pendidikan Islam Indonesia itu berjalan begitu massive. Tuban dan sebagainya. Tulisan ini tidak akan menyampaikan panjang lebar mengenai teori-teori seperti yang diungkap kedua tokoh tersebut. tetapi hanya ingin mengungkap sedikit catatan mengenai proses perkembangan lembaga pendidikan Islam Indonesia. Gagasan tersebut muncul setelah melihat kondisi 4 Ibid. Hlm. Pembahasan 1. masyarakat Islam. B. Harun Asrohah dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam menyatakan bahwa Sultan takdir Ali Syabana berkeiginan agar pesantren bisa ditranformasikan menuju gerbang rasionalitas dan kemajuan. pesantren merupakan saksi utama dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. seperti Surabaya.4 Artinya peranan pribadi seperti kiyai dan lain sebagainya bukanlah inti dari perkembangan tersebut.

( Jakarta :PT. diberi bimbingan dan bantuan.pesantren yang menutup diri terhadap modernisme.6 Selanjutnya dalam perhatiannya Mukti Ali merasakan perlunya pembaharuan sistem pendidikan pondok pesantren dalam rangka merealisasikan tujuan pendidikan nasional. pendidikan di pesantren semakin menemukan momentumnya. menyatakan bahwa pondok pesantren merupakan dasar sumber pendidikan nasional karena selaras dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Pemerintah juga mengakui pesantren dan madrasah merupakan dasar dan sumber pendidikan nasional oleh karena itu harus dikembangkan. Dengan menjabatnya K. Dengan mendirikan madrasah di dalam pesantren. Beliau melakukan pembaharuan pendidikan agama Islam melalui peraturan menteri Agama no. Wewenang pembinaan dan pengembangan tersebut berada di bawah wewenang kementrian agama.1999) Cet ke- 1. Panitia ini berhasil menetapkan keputusan yang dalam laporannya dinyatakan bahwa "Pengajaran yang bersifat pondok pesantren perlu dibuat lebih moderen serta diberi bantuan biaya operasional yang dapat memperlancar proses belajar mengajar.5 Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibentuklah panitia penyelidik pengajaran Republik Indonesia yang diketuai oleh Ki Hajar Dewantoro. Akhir-akhir ini pesantren mulai mengadopsi sistem pendidikan Islam modern seperti madrasah. 185 6 Ibid. Hal ini sesuai dengan yang diputuskan oleh BPKNIP pada akhir tahun 1945. Oleh karena itu pesantren mempunyai kedudukan yang strategis sekali dalam kerangka pembangunan nasional. h. Sejarah Pendidikan Islam. Pada saat Ki Hajar Dewantoro menjabat sebagai menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan RI yang pertama. yang 5 Hanun Asrohah. Hal tersebut perlu dilakukan karena pondok pesantren umumnya berada di luar kota dan sebagian besar dari santri adalah anak-anak petani. kurikulum dan sistem pendidikannya yang kurang relefan dengan tuntutan zaman.H Wahid Hasyim sebagai Meteri Agama. pesantren tetap dapat dipertahankan sebagai tempat belajar agama Islam bagi para santri yang tinggal di pesantren atau di sekitar pesantren. h. Logos Wacana Ilmu. 186 .3 tahun 1950.

Begitu pula persepsi terhadap pesantren juga menjadi berubah. 27 7 . Tetapi kini. mendorong pesantren mengadopsi madrasah ke dalam pesantren. Dengan jalan seperti ini maka pesantren telah memberikan tanggapan positif terhadap pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. membuat pesantren kaya akan lembaga pendidikan dan peningkatan institusional pondok pesantren dalam kerangka pendidikan nasional. Dengan didirikannya sekolah umum maupun madrasah di lingkungan pesantren. h. Pesantren Tebuireng Jombang dianggap pesantren pertama yang mendirikan SMP dan SMA. Dengan demikian pesantren semakin membuka kelembagaan dan fasilitas-fasilitas pendidikan bagi kepentingan pendidikan umum. ke-4. pesantren diklaim sebagai lembaga pendidikan yang tipikal dalam masyarakat Jawa. Adanya persaingan dengan madrasah modern dan sekolah-sekolah umum.menginstruksikan pemberian pelajaran umum di madrasah dan memberi pelajaran agama di sekolah umum negeri dan swasta. Kalau pada tahap awal pesantren diberi makna dan pengertian sebagai lembaga pendidikan tradisional. Beberapa daerah di Indonesia telah memakai istilah "Pesantren" seperti di Sulawesi dan Kalimantan. Dengan demikian tuntutan masyarakat dapat terpenuhi yakni santri bisa belajar pengetahuan agama dan pengetahuan umum seperti murid-murid di sekolah umum sehingga akses santri dalam melanjutkan pendidikan semakin luas seperti sekolah umum di luar pesantren. semisal pondok pesantren modern Gontor. Pesantren tidak hanya mengadopsi madrasah tetapi juga mendirikan sekolah-sekolah umum. Haidar Putra Daulay. 2004) Cet. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional. (Jakarta: Prenada Media. Dahulu. pesantren telah menjadi lembaga pendidikan Islam milik nasional. Bahkan sekarang ini pesantren telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dengan mendirikan perguruan tinggi di pesantren. tetapi saat sekarang pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional tidak selamanya benar.7 Banyak pesantren saat ini yang memiliki materi dan metode belajar mengajar yang canggih dan berwawasan internasional.

yang terdiri dari 10 pasal. Dalam rangka merealisasikan amanat tersebut. ke-3. Selain itu madrasah negeri juga diharapkan dapat menjadi koordinator dalam pelaksanaan evaluasi serta pembinaan terhadap madrasah-madrasah swasta di sekitarnya. hendaklah pula mendapat perhatian dan bantuan yang nyata . Setelah Indonesia merdeka madrasah dan pesantren mulai mendapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah Republik Indonesia. merumuskan pokok-pokok usaha Pendidikan dan Pengajaran.” Dalam hal ini untuk pembinaan dan tuntunan. karena masih adanya sikap sebagian masyarakat yang masih tidak mau bekerja sama dengan pemerintah.Madrasah Lembaga pendidikan Islam Madrasah sejak tumbuhnya merupakan lembaga pendidikan yang mandiri. tanpa bantuan dan bimbingan dari pemerintah Belanda. 1999). Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia. h. ( Jakarta: PT. Maksud dilaksanakannya pembinaan adalah agar madrasah sebagai lembaga pendidikan berkembang secara terintegrasi dalam suatu sistem pendidikan nasional. meskipun pelaksanaannya tidak berjalan mulus. Raja Grafindo Persada. UUD 1945 mengamanatkan agar mengusahakan terbentuknya suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang bersifat nasional. sebagaimana yang dikehendaki oleh UUD 1945. Menurut peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1952. Pada pasal 5 menetapkan bahwa: “Madrasah dan pesantren yang pada hakikatnya adalah salah satu alat dan sumber pendidikan dan pencerdasan rakyat jelata yang sudah berurat berakar dalam berupa tuntunan dan bantuan materiil dari pemerintah.175 8 masyarakat Indonesia umumnya.8 Tujuan pendidikan madrasah negeri adalah untuk menjadi model dan standar dalam rangka memberikan ketentuan lebih kongkrit bagi penyelenggara madrasah. (UUD 1945 pasal 31:2). wewenang diserahkan kepada Departemen Agama. Cet. menurut ketentuan ini yang dinamakan madrasah adalah "tempat pendidikan yang telah diatur Ahsbullah. maka Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) sebagai badan pekerja MPR pada masa itu.

Tujuannya adalah untuk mendidik para ulama-ulama. Kemudian pada tahun 1945 tepatnya tanggal 8 Juli 1945 dengan bantuan pemerintahan Jepang. maka UUSPN ini pendidikan nasional mencakup jalur sekolah dan luar sekolah. Menurut Mahmud Yunus. Sedangkan Madrasah Aliyah sebenarnya dikategorikan sebagai "Sekolah Menengah Umum berciri khas Islam. keduanya termasuk dalam kategori pendidikan dasar.sebagai sekolah dan memuat pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok pengajarannya. 176 Maksum.10 Perguruan Tinggi Umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia selalu mencari berbagai cara untuk membangun sistem pendidikan Islam yang lengkap. di saat peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW didirikan sekolah tinggi di Jakarta. Implikasi dari UUSPN terhadap pendidikan madrasah dapat diamati pada kurikulum dari semua jenjang madrasah mulai Ibtidaiyah. Madrasah Ibtidaiyah pada dasarnya adalah "Sekolah Dasar Bercirikan Islam". Jika pada undang-undang sebelumnya pendidikan Nasional bertumpu pada sekolah."9 Akhir dekade 1980-an dunia pendidikan Islam memasuki era integrasi karena lahirnya UU No. yaitu mereka yang Ibid. h. 1999) Cet. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan alim ulama yang intelek. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. sampai dengan Aliyah. pendidikan profesional. pendidikan kejuruan dan pendididkan keagamaan. 154 10 9 . mulai dari pesantren yang sederhana sampai pada tingkat perguruan tinggi. serta meliputi jenis pendidikan akademik. Syariah dan Bahasa Arab. Islamic Colege pertama telah didirikan dan dibuka di bawah pimpinannya sendiri pada tanggal 9 Desember 1940 di Padang Sumatra Barat yang terdiri dari beberapa fakultas yaitu fakultas Tarbiyah. Madrasah Tsanawiyah adalah "Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berciri khas Islam".2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mencakup ketentuan tentang jalur dan jenis pendidikan. ke-1. Tsanawiyah. h.

Lulusan Madrasah Aliyah ini akan sulit untuk masuk IAIN jika di IAIN yang ada sekarang hanya menyediakan jurusan dan program studi agama saja. Pertama. dan Fakultas Pendidikan. UIN Yogyakarta dan UIN Malang. h.mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam secara luas dan mendalam. adanya perubahan jenis pendidikan pada Madrasah Aliyah yang merupakan sekolah agama. Pada tahun 1950 fakultas Agama yang semula ada di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta diserahkan ke pemerintah. Cit. Oleh sebab itu agar lulusan Madrasah Aliyah dapat diterima maka IAIN harus dirubah menjadi Universitas. Muatan mata pelajaran umum di Aliyah sekarang lebih dominan dibanding dengan Madrasah Aliyah pada masa sebelumnya. Dan pada tanggal 10 April 1946 perguruan tinggi ini dibuka kembali dengan mengambil tempat di Yogyakarta. sekarang sekolah Aliyah sudah menjadi sekolah umum yang bernuansa agama. Op. dan Fisika. Fakultas Hukum. Bahasa. serta mempunyai pengetahuan umum yang perlu dalam masyarakat modern sekarang. Fakultas Ekonomi. Antara lain UIN Jakarta. 197 . Dengan demikian perubahan IAIN menjadi UIN akan memberikan peluang dan kesempatan yang tepat bagi para lulusan tidak hanya dari Madrasah Aliyah tapi juga lulusan Pondok Pesantren. Setelah berkembang Sekolah Tinggi Islam tersebut dirubah namanya menjadi Universitas Islam Indonesia dengan beberapa fakultas antara lain: Fakultas Agama. Setidaknya ada lima alasan yang melatarbelakangi perlunya adanya perubahan IAIN menjadi UIN.11 Setelah itu IAIN terus berkembang dan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. maka untuk sementara perguruan tinggi ini terpaksa ditutup. Pada masa sekarang di Madrasah aliyah terdapat jurusan Sosial. SMU. 11 Hasbullah. Pada bulan Desember 1945 ketika Jakarta diduduki oleh pasukan sekutu. dan sejenisnya dengan syarat yang bersangkutan harus lulus dalam seleksi ujian masuk. sehingga sekarang sudah ada beberapa IAIN yang diubah menjadi UIN mengingat semakin besarnya tuntutan zaman. yakni kementrian Agama yang kemudian dijadikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Eksakta..

direksi pertamina.Alasan kedua. Jabatan tersebut untuk sementara hanya dapat diisi oleh lulusan lembaga-lembaga pendidikan tinggi non-IAIN. seperti ITB. kolusi. korupsi. perubahan IAIN menjadi UIN akan memberikan peluang yang lebih luas terhadap para lulusan untuk dapat memasuki lapangan kerja yang lebih luas. Dengan demikian terciptalah intelek yang ulama dan ulama yang intelek. UGM. IAIN yang sekarang ini hanya menyelenggarakan program studi agama saja dinilai hanya akan melestarikan dikotomi tersebut. Melaui perubahan IAIN menjadi UIN maka dapat dilakukan apa yang disebut sebagai islamisasi. adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. perubahan IAIN menjadi UIN diperlukan dalam rangka memberikan peluang pada lulusan IAIN untuk melakukan mobilitas vertikal. Yaitu upaya saling mendekatkan diri antara satu dan yang lainnya. dan sarjana ilmu pengetahuan umum diberi wawasan ilmu pengetahuan agama. Masih jarang atau mungkin belum ada sarjana IAIN yang menjadi direktur sebuah bank. Dengan adanya perubahan IAIN menjadi UIN maka dikotomi akan dapat terkurangi. atau integrasi antar ilmu pengetahuan. Ketiga. yakni kesempatan dan peran untuk memasuki medan gerak yang lebih luas. spiritualisasi. dan nepotisme. direktur industri dan jabatan-jabatan strategis nonkeagamaan lainnya. Keempat. Sarjana ilmu agama diberi wawasan ilmu pengetahuan umum. melainkan juga mengambil peran sebagai penentu dalam perjalanan sejarah bangsa baik dalam . Yaitu karena tamatan UIN selain menguasai bidang keahlian dan kilmuan juga memiliki dasar keagamaan yang kuat sehingga dapat memperkuat ahhlak dan moral pekerjaan. UI dan lain sebagainya. Sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kebocoran. Mereka tidak hanya menjadi tukang membaca do'a. Masalah tersebut dapat diatasi antara lain dengan program integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dengan cara merubah IAIN menjadi UIN. Dalam hubungan ini asumsi kita mengatakan bahwa jika jabatan non-keagamaan tersebut dapat diisi oleh tamatan UIN maka diharapkan dapat memilki nilai plus. Jabatan tersebut nantinya dapat pula diisi oleh sarjana IAIN jika IAIN sudah berubah menjadi UIN. imam shalat dan sebagainya.

Melalui perubahan IAIN menjadi UIN ini kita menginginkan lahirnya umat Islam sebagai adidaya dan pelopor dalam gerakan peradaban umat manusia sebagaimana yang demikian itu pernah dilakukan oleh umat Islam di abad klasik. Masyarakat yang religius meletakkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama adalah mendudukkan betapa urgennya kedudukan agama di Indonesia. ANALISA Dari pemaparan di atas dapat kita lihat bahwa perkembangan pendidikan Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Saat ini tidak ada lagi yang memandang bahwa orang yang lulus dari pesantren hanya bisa mengaji dan menjadi imam dalam sholat. tidak hanya pada pesantren dan madrasah akan tetapi juga pada perguruan tinggi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan Islam. 12 C.bidang ekonomi. social. ilmu pengetahuan. Adanya campur tangan pemerintah dalam mengembangkan sistem pendidikan pesantren dan madrasah membawa dampak yang sangat besar. Op. teknologi dan sebagainya. Kehadiran lembaga pendidikan tinggi tersebut adalah merupakan sahutan terhadap kebutuhan masyarakat untuk merealisasikan kehidupan beragama di tanah air ini. yaitu bekal untuk dunia dan di akhirat. Sehingga saat ini kebutuhan lembaga pendidikan bisa terpenuhi melalui anggaran yang telah diberikan 12 Haidar Putra Dauly. 133-134 . Karena di pesantren para santri tidak hanya diberi materi tentang akhirat saja tapi ilmu pengetahuan umum juga diberikan agar para lulusannya nanti mempunyai bekal ganda. politik. Produkproduknya telah tersebar luas di tengah-tengah masyarakat yang tentunya merupakan aset bangsa yang sangat berharga. akan tetapi lulusan pesantren juga mampu bersaing dengan para lulusan dari lembaga pendidikan umum. Cit. Perjalanan lembaga ini yang sudah lebih dari setengah abad telah memberikan sumbangan yang sangat bermakna bagi pembangunan bangsa dan negara. h. Begitu juga dengan adanya pengintegrasian pesantren ke dalan sistem pendidikan nasional sangat membantu perkembangan pendidikan yang dikelola pesantren maupun madrasah.

Seperti untuk membeli perangkat sekolah dan perbaikan fsik sekolah yang sudah tidak layak pakai. tunjangan fungsional. dan kurang memadai untuk pelaksaan kegiatan belajar-mengajar secara efektif. dan maslahah tambahan seperti tunjangan pendidikan. Dana ini bisa juga untuk membantu meringankan biasa sekolah murid yang kurang mampu sehingga jumlah angka anak putus sekolah karena tidak memiliki biaya dapat terkurangi.000 ruang yang dinyatakan rusak. tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. . asuransi pendidikan. pelayanan kesehatan dan kmeudahan bagi putera-puteri guru. Selain itu pemerintah juga memberikan dana insentif bagi guru swasta. Kebijakan ini bisa membangkitkan semangat guru dalam melaksanakan kewajiban sebagai pengajar yang biasa diasumsikan profesi berpenghasilan pas-pasan. Langkah-langkah perbaikan dunia pendidikan juga sedang digarap secara serius oleh departemen pendidikan dan kebudayaan berupa pembangunan rehabilitasi bangunan-bangunan yang sudah rusak.oleh pemerintah kepada lembaga pendidikan. Adapun untuk mendapatkan beberapa kesejahteraan tadi seorang guru dituntut untuk memenuhi standar kualifikasi akademis dan kompetensi serta sertifikat pendidikan. Dengan guru dan dosen yang berkualitas diharapkan pendidikan Nasional Inonesia berkualitas pula. Akan tetapi Undang-Undang ini tidak serta merta dapat dilaksanakan dalam waktu dekat karena harus ada persiapan yang matang baik secara teknis operasional lapangan maupun anggaran. beasiswa. penghargaan. Untuk saat ini di Jawa imur tidak kurang dari 20. Seperti adanya BOS dapat memperlancar pelaksaan proses belajar mengajar karena fasilitas pendidikan tercukupi. Dengan demikian profesi guru menjadi salah satu profesi faforit di mata masyarakat. Dalam Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa kesejahteraan guru disamping gaji pokok mereka akan mendapatkan tunjangan yang melekat pada gaji. Untuk saat ini kesejahteraan PNS khususnya guru sekaligus dosen telah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dengan disahkannya rancangan Undang-Undang guru dan dosen.

. ke-4 Hasbullah. ke-3 Maksum. PesantrenMadrasah Sekolah: Pendidikan Islam dalam kurun modern (Jakarta: LP3ES. ( Jakarta: PT. 1986) .let. ke-1 Steenbrink. Haidar Putra. Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia.vanbruinessen/personal/publications/NU_jamaah _konservatif. Hanun.nl/~martin. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional. (Jakarta: Prenada Media. Raja Grafindo Persada... Martin Van.1999) Cet ke-1 Bruinessen..http://www.. 1999). 1995) . 2004) Cet. 1999) Cet... ( Jakarta :PT.. Logos Wacana Ilmu. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya.uu.DAFTAR PUSTAKA Asrohah. Karel A.. Cet. Sejarah Pendidikan Islam. Kitab Kuning...htm Daulay. Pesantren dan Tarekat : Tradisi-tradisi Islam di Indonesia (Bandung: Mizan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful