MAKALAH

PANCASILA SEBAGAI FILTER

Oleh: - Maria Yulita (0933010006) - Aprilianti Dwi Fitria (0933010007) - Agustina Leonita (0933010008) - Khalimatul Janah (0933010012) - Halimatur Rosidah (0933010022)

Dengan kata lain. Tetapi apa yang terjadi pada tahun sekarang ini? Dengan melemahnya kekuatan serta martabat Pancasila sebagai filter atau penyaring pengaruh budaya asing yang negatif bagi generasi muda. Dan harapan yang paling terpenting adalah . bukan hanya kita yang harus sadar akan kebudayaan bangsa. justru semakin melemah dan banyak sekali kebudayaan luar negeri yang dapat masuk dengan mudah mempengaruhi pikiran-pikiran generasi bangsa sekarang. Harapan yang lain adalah agar pemerintah lebih gencar menyuarakan dan mengeluarkan dana yang besar untuk mengangkat budaya-budaya yang ada di Indonesia sehingga bagi masyarakat pedesaan yang belum mengerti tentang asal-usul budaya Indonesia akhirnya menjadi mengerti dikarenakan penyebaran yang merata. semua tingkah laku masyarakat Indonesia merupakan cerminan dari setiap sila yang ada. pemerintah harus lebih menyeleksi apa saja yang diijinkan masuk ke Indonesia dan yang tidak boleh masuk ke Indonesia. melainkan juga pemerintah harus sadar dan harus tanggap dengan apa yang ada di sekitar ataupun di daerahdaerah yang membuat pola pikir masyarakat berubah menjadi lebih mencintai budaya dari luar. ikut serta dalam melakukan pembentukan pikiran-pikiran yang lebih mencintai bangsa Indonesia dengan menerima kebudayaan-kebudayaan serta peninggalan-peninggalan sejarahnya. Pancasila sangatlah berperan dilihat dari aspek kehidupan. Oleh sebab itu. juga berfungsi untuk meningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai filter dari pengaruh budaya asing yang negatif bagi generasi muda dan Pancasila adalah identitas diri bangsa Indonesia sehingga bangsa kita terlihat senasib sepenanggungan. seharusnya kita sebagai generasi bangsa yang sadar akan pentingnya kebudayaan Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh sebab itu. Di sini.1 Latar Belakang Sekitar awal tahun 1949. Selain itu. fungsi dari Pancasila tersebut selain sebagai salah satu alat pemersatu bangsa.

seperti permainan glangsing. Mereka lebih tertarik pada alat musik yang modern seperti gitar. ibu dan saudarasaudara kita untuk sadar akan mencintai budaya yang ada di Indonesia sehingga budaya tersebut tidak punah dan hilang akibat perkembangan jaman. congklak. misalnya angklung. contoh lainnya adalah dapat kita lihat di lingkungan sekitar kita sehari-hari seperti remaja perempuan mengenakan pakaian yang “minim” di muka umum. dakon. Mereka berpakaian kurang sopan dan tidak patut untuk dipertontonkan di muka umum karena bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang mempunyai rakyat yang sopan. Tetapi apa yang terjadi jika kita lihat dari segi kenyataannya. remaja laki-laki yang bergaya ala orang barat seperti berdandan gaya emo. gamelan. drum. Batik. Hal tersebut adalah PR terbesar bagi kita para generasi penerus bangsa untuk mengemas sebagus mungkin dan sekreatif mungkin. anak-anak lebih tertarik pada Play Station atau juga lebih tertarik pada game online. Diharapkan bagi generasi muda penerus bangsa Indonesia terlebih dahulu harus berintrospeksi terhadap diri sendiri. ayah. seperti “loe”. dan sebagainya juga sudah jarang dimainkan apalagi dilestarikan. kita mengajak teman. dan sebagainya. “men-download”. Contoh lainnya adalah kurangnya rasa peduli generasi muda penerus bangsa untuk ikut serta dalam melestarikan budayanya sendiri sehingga banyak budaya-budaya kita yang diakui oleh negara lain. dan masih banyak lagi. Itulah akibatnya jika kita sebagai generasi penerus bangsa tidak peduli terhadap budaya-budaya bangsa kita. Hal tersebut dapat merusak jati diri bangsa Indonesia. “gue”. Setelah itu. Banyak para remaja yang bahasa sehari-harinya menggunakan kata-kata. Bahkan. Contoh lainnya adalah permainan-permainan daerah. Contohnya saja kesenian Reog Ponorogo. alat musik daerah. dan Wayang kulit. . Lalu. keyboard. punk. Selain itu. Lalu. dan masih banyak lagi.membuat kebudayaan Indonesia menjadi tuan rumah sendiri di mata masyarakat Indonesia dan juga di anggap penting oleh masyarakat mancanegara. Jadi itu semua adalah harapan-harapan kami sebagai seorang generasi penerus bangsa Indonesia yang mempunyai jiwa Pancasila. engrang. Begitu juga cara pengemasan budaya adalah salah satu hal yang membuat masyarakat akan mudah menerima budaya itu sendiri. dan masih banyak lagi daripada menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Contoh yang paling sederhana terjadi pada saat ini. Lalu. kolintang.

Dan masih banyak lagi lagu yang pernah melejit. ku seperti ada di dalam penjara cintamu.. Berbeda dengan anak-anak jaman sekarang. “Kuno. Memang tidak bisa di pungkiri.teman baikku Tapi tak mengapa aku tak heran Karena dirimu cinta sesaatku Atau bahkan lirik lagu “Makhluk Tuhan yang Paling Sexy” dari Mulan Jameela yang sedang melejit: Otakmu sexy. Anak-anak jaman dulu belum mengenal lagu semacam ini. Yang lebih menarik lagi barangkali kalau lagu tersebut dinyanyikan oleh seorang anak yang baru mengenyam pendidikan kelas 1 SD atau bahkan yang masih berumur di bawah 5 tahun sudah terbiasa menyanyikan lagulagu tersebut. beredar di masyarakat begitu cepatnya. Mereka cenderung tertarik pada musik-musik dari luar negeri. mereka kurang hafal dengan lagu-lagu yang diajarkan oleh gurunya di sekolah. seperti musik Rock. Mungkin kita pernah mendengar lirik salah satu lagu hits yang dibawakan oleh Matta band di bawah ini: Ooo. Dengan begitu ringannya mereka menyuarakan lagu tersebut dengan suara lantang. Kita tidak membicarakan tentang siapa yang menciptakan lagu tersebut atau siapa yang menyanyikan lagu tersebut karena mungkin tidak terlalu menarik.. Nggak jaman. bahwa anak-anak jaman dulu sangat jauh berbeda dengan anak-anak jaman sekarang. R&B. itu terbukti Dari caramu memikirkan aku Matamu sexy. Lagu-lagu yang dinyanyikan anak-anak jaman dulu hanya sebatas lagu-lagu yang diajarkan oleh para guru di sekolah. mereka selalu berkata.musik-musik daerah juga jarang diminati generasi muda penerus bangsa. Pop. Bahkan. “ ketika mendengar music-musik daerah. dan masih banyak lagi. tetapi mereka justru lebih hafal dengan lagu-lagu . dari awal hingga akhir lagu. kamu ketahuan pacaran lagi Dengan dirinya. itu terbukti Dari caramu menatap aku Ah.

kalangan remaja.2 Perumusan Masalah 1. Di luar negeri. . Generasi muda sekarang kalau beribadah kurang menghayati bahkan banyak yang meninggalkan ibadah mereka. Lalu. fenomena seperti ini sudah terjadi sejak lama dan lebih parah dari negara kita.3 Ruang Lingkup Masalah Di samping sebagai dasar negara bangsa Indonesia. Semua ini terjadi karena kurang kuatnya iman yang mereka miliki. contoh lainnya adalah agama dan norma-norma yang mulai diabaikan oleh para generasi muda. ibadah yang mereka lakukan kebanyakan hanyalah sekedar rutinitas. Bagaimana cara mengatasi agar budaya asing yang negatif tidak lagi mempengaruhi bangsa Indonesia terutama terhadap budaya asli bangsa Indonesia? 1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan budaya asing yang negatif mudah masuk dan ditiru oleh bangsa Indonesia? 2. Maksudnya adalah Pancasila juga sebagai alat pembatas untuk mencegah masuknya pengaruh negatif dari luar. Dari sini. banyak orang yang rela mengorbankan harga dirinya demi mendapatkan materi. 1. Pancasila juga sebagai filter terhadap pengaruh budaya asing yang negatif terutama bagi generasi muda penerus bangsa. barulah terlihat adanya ketidakselarasan antara harapan yang diinginkan dengan berbagai contoh akibat melemahnya kekuatan Pancasila sebagai filter atau penyaring kebudayaan-kebudayaan negatif yang masuk dan berkembang di Indonesia. Akibatnya. Sengaja atapun tidak disengaja. yaitu dengan cara mempertahankan budaya-budaya asli Indonesia. Apakah contoh-contoh yang dapat menggambarkan adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia? 3.

Mungkin. Merefleksikan dan mempraktikkan dalam perkembangan bangsa ini. Ia seperti ditinggalkan di panti. ia bisa menjadi bintang pemandu (leittern) bagi tegaknya hukum di tanah air. bangsa Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki etika yang baik. salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika”. kalau Pancasila? Muram. kita harus kembali mengingat sila-sila Pancasila. hari-hari ini berada dalam kondisi kesepian. Pancasila juga menjadi cita hukum di mana kalau mengikuti pendapat A Hamid S Attamimi. setback ke jati diri merupakan keniscayaan. jarang ditengok dan megap-megap. Pancasila yang dirumuskan 1 Juni 1945 oleh Soekarno dan disepakati menjadi ideologi dan cita hukum bangsa Indonesia. rakyatnya yang ramah tamah. Sebab. Pancasila banyak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan common platform atau istilah Cak Nurcholis. sosialisme atau sedikit agak komunis dan sebagainya. lebih tertarik menggunakan kemeja dan jas orang lain.BAB II PEMBAHASAN Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. titik temu berbagai kepentingan dari bangsa ini yang plural. Padahal. Mungkin. bisa itu neo liberal-kapitalistik. bangsa yang abai pada ideologinya sendiri hanya akan menjadi "santapan” . Sebab. sopan santun yang dijunjung tinggi dan masih banyak lagi. Kecenderungan menganggap acuh dan sepele akan kehadiran Pancasila diharapkan dapat ditinggalkan karena bangsa yang besar adalah bangsa yang beradab. Pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa ini sehingga dapat dihargai sebagai salah satu bangsa yang beradab di dunia. Untuk itu. Pancasila merupakan guiding principle dan kaidah evaluasi dan kritik baik bagi pembentukan hukum maupun penegakan hukum. kalimatun sawa. Pembentukan etika bukan hal yang susah dan bukan juga hal yang mudah karena semua itu berasal dari tingkah laku dan hati nurani. kita sebagai bangsa. Tapi. Di dunia internasional.

Kemuliaan dan ketajamannya dapat digunakan untuk apa saja oleh siapa saja. merenungi semua prilaku dan praktik bernegara apakah bersenyawa dengan Pancasilan. tidak ada jalan lain untuk menuju perubahan yang lebih baik.bangsa lain di dunia. membangun iptek dan perekonomian dengan dasar Pancasila sehingga tercipta semangat kesejahteraan bersama dan keutuhan bangsa. digadaikan. berbagai pernyataan di atas terasa klise. Tapi. Manusia seperti ini pasti akan memilih pisau emas yang bermata intan itu karena sadar akan nilai yang terkandung di dalamnya. pisau itu terbuat dari logam mulia serta batu yang sangat mulia. Ditinjau dari bahannya. Kelompok orang yang sudah mulai alergi terhadap Pancasila. Permasalahannya sangat bergantung pada manusia pemakainya. Mungkin. paling digunakan untuk mencuri pisang dengan segala keserakahannya. Bisa sesat di belantara globalisasi. Pancasila itu ibarat pisau emas yang bermata berlian. Dan pisau emas bermata berlian itu sangat tajam. sering mengira bahwa penghambat kemajuan bangsa ini adalah Pancasila. untuk mencari air dan mata pencaharian demi kesejahteraan dan ketenteraman. Ketiga. untuk berkarya membuat ukiran patung yang indah. Pisau itu pun dapat dibuang. karena tidak disertai pemahaman yang menyeluruh tentang makna serta hakikat Pancasila. atau dijual bagi orang yang tidak mengerti nilai. berfikir global dan bertindak lokal. Ia kehilangan identitas. Manusia yang tak tahu . seperti kehilangan KTP. Seekor monyet jika disuruh memilih antara pisang atau pisau emas yang bermata berlian tadi. setelah itu dibuang. berlian dan permata mulia. tetapi dipakai oleh babi-babi yang tidak berbudaya atau monyet yang tak mengerti nilai. Kalau toh pisau emas bermata berlian tadi berada di tangan monyet. kita harus berwawasan terbuka. bahkan membunuh. pasti akan memilih pisang. Pancasila yang luhur yang selama ini berada di bumi pertiwi sering sekali mengalami nasib bagaikan mahkota emas bertatahkan intan. Bagaimana mempraktikan lagi falsafah Pancasila? Pertama. Pendapat itu merupakan pendapat yang sangat keliru. Kedua. Pisau itu dapat digunakan untuk memasak. Lain halnya dengan manusia yang memang menyadari akan harkat dan martabat kemanusiaannya. tetapi dapat pula untuk menodong.

Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone. serta diamalkan sebagai landasan hidup oleh bangsa-bangsa maju yang berperadaban tinggi di dunia. ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. . ibarat makhluk yang sudah kehilangan sifat insani kemanusiaannya (lir jalma kang wus koncatan sipat kamanungsane). banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya.nilai. nilai-nilai luhur itu nampaknya belum pernah terlihat dalam kehidupan sehari hari. Di dalam Pancasila terkandung pula nilai-nilai sosialis religius. bahkan lebih sempurna. Dengan demikian Pancasila ini merupakan ideologi yang bersifat universal. Yang lama kelamaan semakin memperburuk keadaan pola kehidupan dan tatanan nilai pada masyarakat Indonesia sehingga kemudian modernisasi ini berelevasi menjadi keadaan yang bernama westernisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi sayang. Tetapi jika tidak. Dan sekarang ini. walaupun tidak tertulis dalam bentuk rumusan. Misal untuk membuka situs-situs porno. Modernisasi dalam segi peralatan. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari. bahkan sering ditafsir miring atau diselewengkan oleh oknum-oknum pemimpin sehingga banyak orang yang meributkan atau mempermasalahkan atau mempertentangkan antara Pancasila dengan Islam.Sebagian pihak mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi yang harus dihadapi sebagai imbas modernisasi. Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Bukan hanya internet saja. kita akan mendapat kerugian. Nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila.hari. Pancasila dianggap kurang baik jika dibandingkan dengan paham Sosialis Religius dan sebagainya. pemikiran bahkan budaya begitu mudahnya menghampiri masyarakat Indonesia. sangat sesuai dengan nilai-nilai keluhuran budi pekerti yang dimiliki. dijunjung tinggi. Arus modernisasi yang dengan kencang menghembus Indonesia dewasa ini sedemikian rupa membawa pengaruh yang tidak sedikit bagi Indonesia. Kandungan Pancasila yang merupakan ikhtisar dari Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya memiliki kesesuaian dengan fitrah Ilahiyah yang termuat di dalam ajaran kitab suci AlQur’an. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna.

Bertolak belakang dari budaya modern yang terus berkembang pesat. menurut Hassan Hanafi bahwa budaya sebenarnya dapat menjadi sebuah otoritas yang kuat untuk . Sungguh merupakan sebuah kemunduran yang sangat jauh bagi kebudayaan kita yang diakui sebagai negeri yang berbudaya tinggi. maka akan dilakukan detik itu juga. penari dengan membaya kuda dari kayu menari diatas punggung warok yang sujud tertelungkup. Dalam suatu kejadian penari jathilan. Oleh mereka yang menghambakan diri pada budaya-budaya barat yang mereka sebut sebagai "budaya modern".Seharusnya Indonesia yang beradat ketimuran yang mempunyai sikap cenderung santun terseret dan kemudian menghilang tergantikan oleh corak budaya kebarat-baratan (westernisasi) yang sangat bebas dalam berkehidupan dan bermasyarakat.tengah masyarakat kita sebagai manifestasi dari yang lebih pantas disebut sebagai westernisasi daripada"budaya modern". Salah satu contoh yang dapat diambil adalah dalam seni Reog Ponorogo. yaitu mempelajari saja dianggap sebagai suatu aib yang harus ditutupi dan kalau bisa dilupakan dengan memejamkan mata. yaitu rasa memiliki yang tinggi dalam kebudayaan lokal kita . Sungguh sangat picik sebuah budaya yang sakral tergadaikan oleh hal – hal yang sepele. Sikap hedonis pun muncul di tengah. Penyimpangan. Nilai.penyimpangan budaya pun muncul.nilai kedaerahan atau norma agama yang ada pada setiap masyarakat dilupakan padahal. Tidak ada lagi rasa handarbeni. generasi muda bangsa kita seakan-akan malu untuk mempertunjukkan kebudayaan asli daerah atau bahkan dalam tataran paling permukaan.tradisi yang melekat dalam masyarakat Indonesia secara simultan dikatakan kuno atau katro’. padahal warok adalah perlambang sebagi orang yang dihormati karena mempunyai kesaktian yang sangat tinggi dan jelas bahwa hal ini melanggar pakem yang sudah ada.lebih bangga mempertunjukkan budaya-budaya asing (kalau memang pantas disebut dengan budaya) yang sebenarnya dari karakteristik unsur-unsur didalamnmya sangat jauh berbeda dengan budaya ketimuran kita. Sebegitu murahkah harga budaya kita? Ketiadaan filter atau penyaring adalah salah satu alasan mengapa begitu mudah hal – hal seperti yang sudah disebutkan diatas mempengaruhi masyarakat Indonesia. Dengan mudahnya mereka mengatakan hal ini sebagai kreasi untuk menarik para wisatawan. Tradisi. Mereka -generasi muda kita.

menggali kembali local wisdom atau nilai-nilai kearifan lokal dan membingkainya didalam keragaman budaya negeri kita menjadi bunga rampai kebudayaan nasional sebagai jati diri nasionalisme kita dan harga diri nasionalisme kita untuk mempertahankan Indonesia dari serangan ganas arus globalisasi. Saat ini kita harus sadar bahwa kewajiban kita untuk menemukan kembali. memang kita menyadari terjadinya penurunan pemahaman dan aplikasi terhadap rasa kebangsaan Indonesia. Berangkat dari uraian di atas. paling tidak hal ini menjadi suatu peringatan bagi kita pencinta bangsa dan negara ini. Sekali lagi. dengan memanfaatkan dan menggali potensi yang ada. siapa pencipta lagu Bagimu Negeri? Tapi coba tanyakan. rasa kebangsaan Indonesia dianggap sudah mulai luntur. Berbagai peristiwa dan momen dalam kehidupan Bangsa Indonesia telah menunjukkan. meskipun kadar kebangsaan seseorang tidak semata-mata diukur dengan bisa tidaknya menyanyikan lagu kebangsaan. kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Namun kita tidak perlu berkecil hati. antara lain: . bahwa bangsa kita masih punya rasa cinta tanah air dan bangsa. hal ini dikaitkan dengan kenyataan derasnya arus globalisasi dan westernisasi yaitu semakin lunturnya budaya ketimuran Indonesia. harga diri di antara bangsa-bangsa di dunia. Saya tidak yakin (bukan berarti pesimis) jika kita ambil sampel di tempat-tempat umum (misalnya mallmall) apakah pemuda-pemudi kita hafal 100% Lagu Indonesia Raya? Tanyakan pula. rasa bersatu. Selama ini. kita dapat mempertahankan rasa kecintaan terhadap bangsa ini. dengan berbagai upaya. atau mengetahui lagulagu wajib perjuangan. paling tidak hal tersebut menunjukkan adanya penurunan upaya pemantapan pemahaman kewarganegaraan pada generasi muda. Di antara momen tersebut adalah momen yang diuraikan pada awal tulisan ini. Momen lain yang bisa kita manfaatkan sebagai momen pemersatu bangsa namun diarahkan pada hal-hal yang positif. Semakin sulit pula kita menemukan generasi muda sekarang yang hafal butir-butir dari sila Pancasila. siapa yang menyanyikan lagu “PUSPA”? Dengan cepat pasti segera dijawab. Semakin sulit kita temukan pada anak muda jaman sekarang sopan santun khas budaya Timur yang dulu dipraktekkan orang-orang tua kita pada jamannya. Meskipun penguasaan materi butir-butir Pancasila tidak dapat dijadikan indikator pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. dan rasa senasib sepenanggungan.mempertahankan sesuatu dalam konteks ini bangsa tentunya yang harus dipertahankan.

Ketika terjadi konflik perbatasan dengan negara tetangga (Malaysia). Memanfaatkan momen-momen kompetisi antar bangsa. karena seluruh stasiun televisi nasional menyiarkan secara langsung acara tersebut. termasuk bidang olahraga dan pendidikan (kompetisi sains dan teknologi) yaitu dengan terus mendukung prestasi bangsa Indonesia di dunia Internasional. (Sayangnya. Upaya-upaya tersebut dapat kita lakukan (pemerintah dan segenap bangsa Indonesia) dengan: 1. 3. kesenian daerah. terutama mulai tingkat dasar. pelajar juara-juara kompetisi sains dan teknologi . baik sebagai pengisi acara maupun sebagai penonton.1. masyarakat Indonesia melakukan protes keras dan menuntut keadilan terhadap perlakuan tersebut. termasuk pemirsa televisi di seluruh Indonesia. 2. Pada acara puncak perayaan Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2008 di Stadion Gelora Bung Karno. sehingga sejak kecil anak-anak telah ditanamkan rasa kebangsaan yang dalam dan cinta tanah air dan bangsa (Perlu perhatian yang serius karena kita dihadapkan pada tumbuh dan berkembangnya sekolah-sekolah yang “global oriented” yang sangat fokus pada sains. Menggalakkan kembali materi pelajaran wawasan kebangsaan dan kewarganegaraan di dalam sistem pendidikan di Indonesia. duta olah raga. Ketika budaya bangsa (lagu daerah. 2. teknologi dan masa depan pribadi (profesi) tetapi kurang perhatian terhadap kesadaran berbangsa dan bertanah air). masyarakat sangat antusias berpartisipasi. Momen-momen dan peristiwa tersebut sangat penting bagi bangsa Indonesia dan merupakan suatu potensi yang dapat kita kembangkan dalam upaya pemantapan rasa kebangsaan Indonesia. sebagian masyarakat Indonesia berbondong-bondong menyatakan kesediaan dirinya untuk menjadi sukarelawan ikut berperang melawan Malaysia bahkan sebagian sudah melaksanakan latihan kemiliteran secara mandiri. dan masih banyak lagi) diklaim oleh bangsa lain (Malaysia) sebagai budaya mereka. dan kepentingan-kepentingan lainnya) mendapat perlakuan buruk atau tidak sebagaimana mestinya. 4. sehingga semakin banyak hal yang dapat dijadikan kebanggaan nasional. Ketika warga negara Indonesia yang berada di negara asing (TKI. masyarakat Indonesia melakukan protes keras terhadap tindakan negara tersebut.

misalnya dengan membatasi akses internet yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia seperti yang telah dilakukan pemerintah dengan aturan pelarangan akses situs porno di seluruh Indonesia. Dalam hal ini jelas bahwa tugas pendidikan sekolah adalah untuk mengembangkan segisegi kognitif. tetapi dibarengi usaha peningkatan kualitas dan kuantitas produksi dalam negeri sehingga tidak terlalu bergantung pada negara lain. jangan malah lebih memilih lagu-lagu barat atau budaya asing lainnya. khususnya pemerintah sehingga potensinya sering dimanfaatkan oleh institusi di luar Indonesia). Kita semua harus punya kesadaran untuk memproteksi (bukan berarti menutup pintu) arus globalisasi informasi dan teknologi. Pancasila adalah Pancasila. 3. Namun diharapkan tidak hanya sebagai slogan belaka. Menggalakkan kembali slogan cinta produksi Indonesia. Pandangan-pandangan negatif terhadap Pancasila itu muncul barangkali karena prasangka bahwa Pancasila itu identik dengan Sukarnoisme (sosialisasi Pancasila) atau Soehartoisme (liberalisasi Pancasila) seperti yang tercantum dalam materi Pedoman. Salah satu SDM yang dimaksud bisa berupa generasi muda yang merupakan kader pembangunan yang sifatnya masih potensial. Integrasi sosial 4.terkadang tidak mendapat perhatian khusus dari kita. Kenyataannya. 4. antara lain: . dan Pengamalan Pancasila. Mendukung pemasyarakatan budaya Indonesia untuk membendung masuknya budaya asing. 2. 5. Beberapa fungsi pentingnya pendidikan sekolah antara lain untuk: 1. Transmisi cultural 3. Penghayatan. perlu dibina dan dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan melalui lembaga pendidikan sekolah. Pra seleksi dan pra alokasi tenaga kerja. maka setidaknya terdapat tiga alasan penting yang melandasi pelaksanaan pendidikan moral di sekolah. afektif dan psikomotorik yang dapat dikembangkan melalui pendidikan moral. para pejabat kita agar lebih mendahulukan musik dan lagu-lagu Indonesia seperti lagu-lagu dangdut dalam kegiatan dengan masyarakat. Inovasi. Misalnya. dan 5. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan sekolah di atas. Perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian.

Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh. sosial budaya bangsa. Menanamkan dan mengamalkan nilai.baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik. disiplin diri.1. 2. Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia yang meliputi pikiran yang kuat. menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenarbenarnya dan seadil-adilnya. 3. 4. . Sekolah merupakan tempat yang lebih baik dan lebih kondusif untuk melaksanakan proses belajar mengajar. ekonomi. 3. empati. misal semangat mencintai produk dalam negeri. Langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai. hati. ideologi. ketekunan.nilai nasionalisme. antara lain: 1. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik.nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. perhatian. Pendidikan moral sangat esensial untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan membangun masyarakat yang bermoral. Mewujudkan supremasi hukum. dan dorongan moral yang kuat untuk bisa bekerja dengan rasa cinta sebagai ciri kematangan hidup manusia 2. 5. dan kemauan yang berkualitas seperti memiliki kejujuran.

Semua itu perlu dilakukan dengan memberikan pengertian tentang sila-sila Pancasila dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.BAB III KESIMPULAN Salah satu cara untuk menghindari budaya asing yang negatif yang masuk sekaligus mempertahankan budaya asli Indonesia adalah dengan cara menerapkan dan mengamalkan silasila yang dimiliki Pancasila karena Pancasila merupakan ciri khas atau jati diri bangsa Indonesia. .

one777.com .2008.apakabar.BAB IV DAFTAR PUSTAKA Anonim.blog. http://www.edipsw.blogspot.com Fernando.ws Anonim.2008.Rasa Kebangsaan Indonesia Saat Ini: Haruskah Kita Pesimis. dan Paham Kebangsaan Kita.net Anonim.Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-Nilai Globalisasi. Rasa.http://www.Menyegarkan Kembali Semangat.http://www.Pancasila dan Pembentukan Moral Generasi Muda.wordpress.matauwak. Hiras.com Turnip. A.2008. http://www. http://www.2006.juliuskurnia. http://www.Prihatin Calon Generasi Muda Sekarang.2007.friendster.Membingkai Indonesia dalam Budaya.com Edi.tandef.