Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. IPO. Barisan Muda. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. H. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Datuk Batuah. Selain pendirinya H. kesehatan dan pendidikan. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. Dt. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat. menentang taqlid buta. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. seperti matematika. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Djamaluddin Tamin. Kedua sekolah ini berhubungan erat. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. ilmu falak. Sulaiman Labai. H. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib.Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. ilmu bumi. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang. Sawahlunto pada 1915. Batuah ditangkap Belanda. seorang saudagar. Batuah. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan.R. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. . menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Natar Zainuddin dan Dt. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang.

Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah. disingkat Permi. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Para aktivis komunis ditangkap. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. dan menyebar ke Aceh. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Atas prakarsa H. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said. berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. . Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat.

Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat. Tan Malaka. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Riau dan Jambi. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. . Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. Yayasan Obor Indonesia. Iljas Jacub. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. pimpinannya. Jambi dan Bengkulu. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. Hatta dan Sjahrir ke Digul. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. ISBN 979-461-519-6. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Audrey (22 Desember 2010). lolos. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya.Navis. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai.Tapanuli. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936. dan PNI Baru. AA. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. Sukarno diasingkan ke Flores. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. Riau. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum.

Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. Dayak. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. ”tidak tembak langsung”. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. . Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan. Mentawai dan lain-lain. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. Makasar. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. Sopan Gadang. Kapur IX. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Bernet Bronson. Ampang Gadang. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya.m. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. Guguk. Pangkalan. Bugis dan lain-lain. Koto Baru. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya.1. Toraja. Di samping di dalam sejarah Melayu. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. Cina Selatan. Semenanjung Melayu. Jawa. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. Ranah. Koto Tinggi. Nias. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. Harau. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. Tiakar. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. yaitu gunung merapi yang sangat besar. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera).A. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Koto Gadan. karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan. Suliki Gunung Emas. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Mahat. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Birma dan Yunan. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya.

Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. dari mana datang nenek kita. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). adat runcing mencucuk). mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. gosong yang kecil tadi makin besar. lah mendarek maso itu. adat aia mamabasahi. maka menurut Soekomo. nan gosong lah basentak naiak. Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. adat tajam melukai. nampaklah gosong dari lauik. Di gelanggang ini dilakukan upacara. . dari mano asal niniak kito. Kubang Tungkek. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. dari telong nan barapi. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun. Balubus. Padang Kandih. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). kok dareklah sarupo paco. lorong kapado niniak kito. Sesudah kepala suku itu meninggal. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Tiakat. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo. adat air membasahi. daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. namun kaba nan bak kian. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Simalanggang. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. yaitu Alam Takambang jadikan guru. sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. yang sagadang talua itiak. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito. yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. Koto Tangah. Andieng. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. dari puncak gunung merapi). Limbanang. Talago. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. Talang Anau. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau..Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. adat tajam malukoi. Taeh Baruh. Padang Japang.

dalam bukunya. tentu sudah pandai tulis baca.Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. D. karena zaman bertukar-tukar. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali.. bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Dapat dikatakan. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. Dikatakannya. . bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. pusat perdagangan lada. tetapi sudah gelap gulita. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau. yaitu kira-kira abad ketujuh. pusat perekonomian. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh.2. A. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti. Mansoer dkk. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. tahun dengan musim yang berlangsung). Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh). ”…dari tahun musim baganti. karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. dek zaman tuka – batuka. yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809.3. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali. bukan lagi kabur. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu). bahwa kerajaan-kerajaan lama. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. A. dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. Sejarah Minangkabau. karena masa yang telah lewat. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. M. yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. dek lamo maso nan talampau.

Jadi karena keadaan. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. yaitu melalui darat dan laut. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. Islam pertama pun masuk dari sini. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. Cina. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. Pada zaman purbakala. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. Bali dan lain-lain. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Persia dan lain-lain. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. India dan Cina. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. India dan lainlain. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. Hindustan.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. Jawa. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. Bugis. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. bukan itu saja. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Sunda. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi. Dari kelemahan Sriwijaya itu. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Madura.

nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. menjadi raja di Turki. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan. yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. A. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). Dengan kejadian ini dapat diartikan. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas.4. Maharajo Dipang. . maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). dan Maharajo Dirajo. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. nan pai ka banua Ruhun. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. tetapi Josselin de Jong mengatakan. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Pada tahun 1275. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. batigo rajo naiek nobat. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu. sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. nan sorang Maharajo Alif. yaitu Maharajo Alif. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. Kalau memang demikian keadaannya. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut.

Maharajo Dirajo. Dt. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. Cati bilang Pandai. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab. A. Dt. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Kalau memang demikian. Siam. PE Josselin . Maharajo. belum ada raja di Minangkabau. E. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau.5. Namun. Maharajo Basa. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. Suri Dirajo. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. walaupun orangnya itu juga. tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. Dt. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. Marajo. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. Indo Jati. Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. P. dan beberapa rombongan dari Campa. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. Yang jelas pada waktu sekarang ini. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. seperti Dt. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini. karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Logikanya tentu sebelum Adityawarman. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Jadi.

Jawabannnya mudah saja. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan . sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. Batusangkar. Dikatakan dalam Tambo.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. Kalau pendapat ini memang benar. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada. Sedangkan menurut Hamka. ahli pikir. Namun demikian. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. Suku bangsa Minangkabau. Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. mempercayai dengan penuh keyakinan. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. Segala sesuatu yang dikerjakan. maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau.6. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. A. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. dari dahulu hingga sekarang. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. Di Negeri Sembilan. Demikian kesimpulannya. baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan.

Setelah ekspedisi itu berhasil. bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. A. Aji Mantrolot. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. melainkan untuk menghormatinya. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang.7. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. Mengenai asal-usul Adityawarman ini. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit. perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. karena sebelum Adityawarman datang. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. . Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung.

Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. Tahun 1357. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. Disamping itu. Oleh karena itu. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri. tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. . Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. artinya kekuasaannya sangat terbatas. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. yaitu dengan Cina. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. 1375. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. Bersama dengan Patih Gajah Mada. raja kerajaan Melayu. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit.

Kuburajo.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11. Saruaso I dan II.Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12. Semasa Adityawarman menjadi raja. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau. Kapalo Bukit Gambak I dan II. Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. Pagaruyung. Ananggawarman (1376) 3. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8. Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya. Banda Bapahek. Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau. Dari sebutan raja itu saja. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam.Drs. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. Taufik Thaib SH. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5. .Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. Adityawarman (1339-1376) 2. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca.Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14. Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap.M. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9.8. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman. A.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman.

Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang.Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Palembang. Bandar Sepuluh. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Rao. Tambusai. Sungai Pagu. Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Menurut berita Portugis. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. A. Siak Indra Pura. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. . Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang. Menurut Tambo. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Begitu juga dalam bidang agama. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600.9. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa.

Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam. A. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia. Mulai saat itu Belanda. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera. Setelah mereka merampok kota. Bayang di Pesisir Selatan. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat. Hal ini terjadi pada tahun 1793. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. Pariaman.10. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. karena terlibat perang lagi dengan Belanda. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. mereka pergi lagi. Salido. Dari daerah pesisir ini. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten.

secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ). sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. Pada permulaan abad ketujuh belas. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. Haji Sumanik dan Haji Piobang. seperti Tuanku Pamansiangan. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. dengan berpusat di Kamang Mudik. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. yaitu Haji Miskin. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. . Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. tetapi hanya disekitar istana saja. Habis orang-orang istana itu.

Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. tinggal di Kampung Bali. karena menjadi anak jajahan Belanda. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi.Natsir. selanjutnya dipindahkan ke Menado. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita. maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. Yusof Ishak. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. Hatta. Tan Malaka. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. Sutan . yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Muszaphar Shukor. Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. dibuang semula ke Betawi. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda.

Jambi. separuh daratan Riau. .550. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. barat daya Aceh.A. Di luar wilayah Indonesia. Jabotabek. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Utara. Yamin. Indonesia: 3.000[2]. Indonesia: 534. Malaysia dan Singapura. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat. Hamka. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'. Dalam percakapan awam. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8]. Menurut A. Chairil Anwar. Sumatera Negeri Sembilan. bagian utara Bengkulu.000. dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. Agama Islam. Indonesia: 306. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum. Navis.Marah Roesli. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Riau. Bandung. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. sebagai profesional dan intelektual. Selain itu.463. bagian selatan Sumatera Utara.734.215. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7]. seperti Jakarta. Palembang. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5].861. Indonesia: 66. Malaysia: 450. Indonesia: 385. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas. Indonesia: 636.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. Batam. bagian barat Jambi. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10].854.343. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis.475. Sumatera Kepulauan Bengkulu. Selatan. Bahasa bahasa Minang. Kelompok etnis terdekat Melayu. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat. Pekanbaru. Riau. Indonesia: 64.Sjahrir.747. Medan. Indonesia: 111. dan Surabaya.

juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.4 Sebab merantau • 5.3 Rumah adat • 3.1 Bahasa • 3. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya.3 Perantauan intelektual • 5. yang terletak di kecamatan Sungayang. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11].2 Nagari • 4. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M. Untuk mencegah pertempuran. minang dan kabau. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit.1 Jumlah perantau • 5. yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau).2 Faktor ekonomi • 5.4. provinsi Sumatera Barat.4.4.2 Gelombang rantau • 5.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata.4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4. .2 Kesenian • 3. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. Dalam pertempuran. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif.3 Penghulu • 4. kabupaten Tanah Datar.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3.3 Faktor perang • 5. yaitu Nagari Minangkabau. Dari tambo tersebut.1 Faktor budaya • 5. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari.1 Persukuan • 4.4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo.

Luhak Agam.) sebenarnya tergabung... masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau.. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo.. Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak..500-2.minānga) dan ke-5 (tāmvan. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain. dan Luhak Tanah Datar[5].[13]. kata baris ke-4 (.. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak. Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga. Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu".[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau . yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14].Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta. karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15]..000 tahun yang lalu. Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2. sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. yang terdiri dari Luhak Limo Puluah. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri. Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16]. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" .

ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Menurut tambo. dan ninik mamak. cerdik pandai. Mereka adalah alim ulama. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin. dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17]. ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. Dalam masyarakat Minangkabau. [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal). karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya. Dalam perjalanannya.[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing.[20][21] . sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara.

dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23].[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. kiasan. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. biasanya tidur di surau. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai. ibarat.[26] Umumnya berbahan kayu. selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. metafora. adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing. . lebih mengedepankan kata sindiran. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. alegori. Di samping itu. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22]. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. indang. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. menetap di rumah istrinya. yaitu pasambahan (persembahan). beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. Selain itu. dan salawat dulang. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25].[24]. Ada tiga genre seni berkata-kata. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. dan aphorisme. yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah.

Bagi lelaki Minang. sampai basandiang (bersanding di pelaminan). Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai.[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. Sedangkan bagi keluarga pihak istri. pemberian gelar ini tidak berlaku. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau. yakni pihak keluarga istrinya. Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. biasa disebut baralek. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. Dimulai denganmaminang (meminang). mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. . Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru. maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan.

dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). maka harta pusaka dapat digadaikan. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Selain sebagai basis politik. Nagari ba Panghulu. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. . suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi.Selanjutnya. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. setiap suku dalam tradisi Minang. dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. kaum-keluarga. Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. dari Dusun manjadi Koto. harta. Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. dari Koto manjadi Nagari. kemudian berkembang menjadi Dusun.

[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu . Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum. bijaksana. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. merupakan suatu prestise dan harga diri. Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya. Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. Dharmasraya . untuk menduduki posisi ini. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua. sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja. membimbing kemenakan. dan memahami adat. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum. Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku. Atau sebaliknya. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. dan Kerajaan Inderapura. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. Kerajaan Pagaruyung. dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya. .

Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan. Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37]. seperti mesjid. Pelalawan.5 % dibawah orang Bawean (35. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau.[1].7 juta jiwa. namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. Melihat data tersebut. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama. memegang kendali pengolahan lahan. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan. Sebab menurut sensus tahun 1930. Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. ataupun pematang sawah. perantau Minangkabau hanya sebesar 10. Indonesia. dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang.3 %). dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu. Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi. Berdasarkan sensus tahun 2000. Batak (14. Dari pencarian yang diperoleh. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. yakni dengan memperluas kepemilikan sawah.[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. [sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama.[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat. dan Banjar (14.9 %).2 %). hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri . Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara. jalan.

Malaysia.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini. pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. Haji Piobang. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah. Pada masa kemerdekaan. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. Sumatera Timur mulai dibuka. banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3. Mereka antara lain Abdoel Rivai. Selain itu. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. dan Haji Sumanik. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. Tahir Jalaluddin. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Intelektual lain.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa. Setibanya di tanah air. hingga Bengkulu. dan Nazir Pamuntjak. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18. Mohammad Hatta. Barus. Selain ke Timur Tengah. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi. dan anak-anak. Semua pelajar Minang tersebut. Muhammad Jamil Jambek. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur. Sutan Syahrir. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. Dengan sistem ini. diantaranya Haji Miskin.7 kali[41]. Tan Malaka. Para perantau yang pulang ke kampung halaman. Roestam Effendi. mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing. membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih .Sembilan.

merkuri.untuk merantau. seng. babuah babungo alun.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. dan besi. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu. Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. tapi juga karena ingin berdagang. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. egaliter.tembaga. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. Selain itu. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil. Tidak hanya karena alasan ikut suami. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan. marantau bujang dahulu. Menurut Rudolf Mrazek. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka. dua tipologi budaya Minang. dan berpandangan luas.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. sosiolog Belanda. kosmopolitan. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama. di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. Kawasan pedalaman Minangkabau. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera . timah.

mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau). dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas.[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu. Ia merasakan sendiri. Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung. setelah perang Padri. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik. mereka masih menjumpai para pendulang emas. bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka.[51] Sampai abad ke-19.[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini.[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik.karena hal ini. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan. serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera. Panchur (Barus). [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa.[33] . disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa. sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera. Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka. legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau.[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau. Hal inilah menjadi salah satu penyebab. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman). telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo).

penulis.7% dari penduduk Indonesia). Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. Di kampung. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar. Gareth Evans. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal. Selain novel karya Hamka. pengajar. ulama Minangkabau Dato Ri Bandang. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang. A. dan pedagang. Brunei. Selain dalam bentuk novel. Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat. Mohammad Hatta. Setelah gagal . mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil. Dalam bentuk yang berbeda. ulama. Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. lewat karyanya yang berjudul Kemarau. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. semenanjung Malaysia.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. Sjahrir.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni. terutama sastrawan. dan Dato Ri Tiro. Di tahun 1390. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. Di akhir abad ke-16. Dato Ri Patimang. Dalam novel-novel tersebut. hingga Philipina. Sulawesi. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris. dalam novelnya Merantau ke Deli. Thailand. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. Hamka. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau. novel karya Marah Rusli. Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. jurnalis. antara lain sebagai politisi.

salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. Fahmi Idris. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia. Hamka. Madilog. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. Daan Jahja (Jakarta). nasionalis. dan Permi oleh Rasuna Said. Marah Rusli. Agus Salim. komunis. Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin. dan Abdul Muis. Mohammad Hatta. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). Siradjuddin Abbas. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta). Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI. dan sosialis. melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. Muhammad Natsir). Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian. dan Massa Actie karya Tan Malaka.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif.Masyumi oleh Mohammad Natsir. antara lain A. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. PNI Baru oleh Mohammad Hatta. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. Di dalam Volksraad. dan puluhan yang menjadi menteri. menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia. Minangkabau. Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. islamis. Selain mendirikan partai politik. Selain di pemerintahan. Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia. Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh). seorang sebagai presiden (Assaat). dan A. yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia. Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo. dan Emil Salim. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir. Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti . PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau. Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). Naar de Republiek Indonesia. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan).[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang. Setelah kemerdekaan. Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi. Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku). Pada periode 1920 .Abdul Halim. Idrus. menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda. Serta Sutan Takdir Alisjahbana. novelis sekaligus ahli tata bahasa. dan Djamaluddin Tamin.A Navis berkarya melalui penulisan novel. Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara.R Sutan Mansur. Eni Karim (Sumatera Utara).Abdul Muis.1960.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau. politisi asal Minang-lah yang paling vokal. Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat.merebut tahta Kesultanan Johor.

Djamaludin Malik. perhotelan. Gita Cinta dari SMA. Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. Tuanku Abdul Rahman. dan Maju Kena Mundur Kena. baik sebagai aktor maupun sutradara film. Pekerja seni lainnya. Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil.196 episode telah dihasilkannya. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton. Noer beserta putranyaRano Karno. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). Di samping mereka. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. dan Ani Idrus. dan Titi Sjuman. dan rumah sakit. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. . Asrul Sani. Siapa Dia. pendidikan. maupun artis. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. Soekarno M. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. rumah makan. baik sebagai sutradara. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Salah Asuhan. Eva Arnaz. Selain melalui karya sastra. seperti Lewat Djam Malam.Nurbaya. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. ratu kuis Ani Sumadi. Di antara figur pengusaha sukses adalah. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia. disamping orang Tionghoa. Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. produser. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. Layar Terkembang. dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. Rosihan Anwar. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. Abdul Latief(pemilik TV One). penyanyi. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). Gita Remaja. Nirina Zubir. Pada tahun 1993. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Pintar Pintar Bodoh. Dorce Gamalama. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. Naga Bonar. Si Doel Anak Sekolahan. dan Arizal. Film-film karya sineas Minang. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1.

Di luar negeri. Andriati. Jakarta: Balai Pustaka.188. van Madjapahit. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia). ^ Jones. Ngabehi. (1991).^ Casparis. (1930). ^ a b Navis. Grafiti Pers.2nd . 12. hlm. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia.statistics. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3. Aris (2003). Jakarta: Bhartara 4. & Madjoindo.^ Djamaris. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. Tambo Minangkabau. Bewitching women. 10. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60. A. Korff. Peletz. ^ www.BEFEO 14. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram.. Bandung: Masa Baru.M. A. I. 11. ^ Josselin de Jong. Chee. George. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century. Southeast Asian Urbanism. Rüdiger. Jakarta: Balai Pustaka. ISBN 978-981-230-874-0 9.^ Graves (1981). Hans-Dieter. Tambo Minangkabau dan Adatnya. Nāgarakrětāgama.^ Brandes. Heng Leng. and Mohamad. Prasasti Indonesia II. A.E. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara.G. de. Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura). Not Minangkabau. Maznah. J. ^ a b Suryadinata. ^ a b c d Batuah.^ Ramli. LIT Verlag Münster. hlm. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda.. Mekkah. Gavin W. 2. Dt. Dt. Michael G. Djakarta: Jajasan Pembangunan.L. ISBN 3-8258-4021-2 7. Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). Chaptep 6: Not Muslim. 13. (1995).[62]. Aihwa. Evi Nurvidya. ISBN 978-9791477-09-3.^ Purbatjaraka. Dinas Purbakala Republik Indonesia..A. P. de. Di negeri Belanda. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi. 16. (2000). . Ananta. Edwar. Indonesia's Population. pious men: gender and body politics in Southeast Asia. Di Arab Saudi. ^ Ong. R. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. ISBN 981230-212-3. p. ^ Graves. (1952).^ Cœdès.. hlm. Di Malaysia dan Singapura. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. Jakarta: PT. Riwajat Indonesia. (1956). 1. aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. 5. Masakan Padang: Populer & Lezat. 15. Hajam Wuruk. (2008).A. Ed. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya. 6. dan Adnan bin Saidi. University of California Press.gov. (1984). (1960). 4. (1959). naar het eenige daarvan bekende handschrift. (1902). Leo. Niaga Swadaya. Institute of Southeast Asian Studies. ^ Evers. Itacha. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia. Institute of Southeast Asian Studies. 51. Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira. J. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). (23 Desember 1981). (2009).. [sunting]Catatan kaki 1. ISBN 0-520-08861-1 8. Arifin. Elizabeth E.

. Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages. (1981). J. Djakarta: Bhartara. politics. Mengantar.^ Castles. (2001). PT Balai Pustaka. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9793364556. No. P.. Robert Johnson (1933).^ a b Stibbe (23 Desember 1869). past and present. 31.. Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. Paul Michel (23 Desember 2010). Weltevreden: Visser.^ Westenenk. Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. 37.E de Josselin (23 Desember 1960).^ Graves. Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3. 32. hlm. Rubino. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi. ISBN 979-690-360-1. Rekonstruksi bahasa Minangkabau. ISBN 0824209702. Nigel. 39. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. p..^ Bonner. Tamsin.. Sekitar Adat Minangkabau. 25. Padang Ekspres.^ Graves (1981). hlm.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral. Mochtar. ISBN 978-979-461-661-1. and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry.^ Graves (1981).^ Phillips. Tsuyoshi (2005).^ Nadra.^ Suryadi (2010). 11. 33.^ Garry. (2007). 38. hlm.com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41.^ a b Kato. hlm. Jakarta: Kulik-Kulik Alang. (1982). Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden. Minangkabau Voluntary Migration.^ Idris. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. 34. 10. 21. H. (1918). 40. Gejolak Ekonomi. 41. Carl R.^ Navis. Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. University of Singapore. . ISBN 978-0-89680-205-6. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia. Aspek bahasa dan pengajaran.^ Graves (1981). L. 23. Christine. Rifai Abu. dan Gerakan Paderi. 24. 35. 25-86. 40. (1998). ISBN 979-759-551-X.A. 18.^ Munoz. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. Wilson. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra. 30.rajaalihaji. 25. 59. Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau. Andalas University Press. 30 Agustus 1825. Lance (1967). A. Aspects of Athenian democracy Vol 11. Elizabeth E.^ Naim. 36.^ Dobbin. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. De Minangkabausche Nagari.. G. Cambridge University Press. C.^ Azinar Sayuti. 33. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.W. Sarjana Enterprise. Grasindo. 26. (1985).^ Medan. 19. Kebangkitan Islam. 24 Agustus 1826.^ Pauka K.^ www. 29. (2006).. Soewardi (2004). Minangkabau 1784 – 1847. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. p. 22. Ohio University Press.^ Simanjuntak. 28. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. 202. hlm. University of California Press. p. (1985). ISBN 978-0-521-23737-6. Exhibitum. 27. Merantau.^ de Jong.17. Yale University. Religion. 1946-1949. 20.

48.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur. Kepustakaan Populer Gramedia. VOC 1277. (2009). pemberontakan atau bukan. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau. Nijhoff. Merantau. (2004). The Geology of Indonesia. transl. hlm. Djambi-Verslag.^ Tim Wartawan Tempo. ISBN 978-979-788032-3. Padang: PPIM. Hamburg 1998.melayuonline. Media Pressindo. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori. Sjafnir Aboe. 46.^ Marsden W. Ahmad Syafii Ma'arif. London:Hakluyt Society.^ a b Syamdani. Sutan Sjahrir. 60. Jahn und Ernst. Murray. Kovac. The Golden Khersonese.en Volkenkunde. 73. H. 57. 1027r-v 50.^ www.^ NA. 54. Batavia-'s Hage. (1944). Harry A.^ Wheatley P. Mochtar. London 49..42. dan Tan Malaka 59. Naar midden Sumatra in 1684. Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45. The Haque. 52. (1911).^ www. (1896). Tijdschrift voor Indische Taal-.^ Kahin. Heiteres.^ Raffles. de. Kuala lumpur. 1926-1998.^ . "4 Serangkai Pendiri Republik".^ www. 43. Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia. London: J. (1811). 53. Dr. Unglaubliches. F. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). 56. Sumatra..^ Naim. pp. Audrey R. Sophia. Land. Deel 39 51. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000.posmetropadang.. Menurut AA Navis1) . Navis.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62.^ Tobler A.A. Hatta. Yayasan Obor Indonesia.W. Frankfurt am Main und New York 1995. The History of Sumatra. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien. XLVII/3.(2005).^ Poeze..-M.^ Cortesao A. Parsudi (1995).. fols..177-184 47.^ Bemmelen Van R. 44. The Suma Oriental of Tome Pires. Mission to Pagaruyung. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. Ernstes. (1961)..^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. Jakarta (2010) 58. ISBN 978-979-461-519-5. Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra. Campus. In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950. (1830).^ Nain. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen.antara-sumbar. Alltägliches. 55. Albrecht & Co.com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen.com Prof.^ www. PRRI. (1970).^ Haan.^ Suparlan.tempointeraktif. 40p. 8vo wrs. Kesalahan: waktu tidak valid.

Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. maka Prof. Mr. 25). M. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. diasak tidak akan layu. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). Hukum gerak itu abadi. Adat yang teradat. Adat yang diadatkan. Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. (hal. M. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. Mr. Sebagai alasan dari Prof. M. 45).urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. Nasroen yang mengatakan : “…. Seperti juga sifat air membasahi. Berbeda dengan AA Navis. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. Adat istiadat. Ia adalah hukum alam itu sendiri. sedang bagi penyusun urutan ketiga. . Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. Adat yang teradat dan Adat istiadat. Berbeda dengan Adat istiadat. Sedang urutan keempat adalah sama. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. Sebelum Islam masuk. M. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat. Mr. Mr. ada. M. Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan. Jadi. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. setelah Adat yang teradat menciptakannya. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. misalnya mengenai upacara perkawinan. Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak. Berbedanya penyusun dengan Prof. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. Mr. Hukum itu dicabut tidak akan mati. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. M. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. Mr.

daga-dagi. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia. melainkan nama bapaknya. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”. upas racun. Rantau Barajo. Luhak Bapanghulu. tertandaterbukti. b.teregas. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. tercengang. enggang lewat atal jatuh. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. adat yang teradat. Kalau tidak sanggup membedakannya. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. misalnya mengenai upacara perkawinan. dan sebagainya. ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. “Akak”. yaitu bersurih bagai sipasin. ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. terlantar-terkejar. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. sumbang-salah). pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. Sebagai buah dari musyawarah. samun-sakar. d. “Ociek”. bakorong – bakampuang. c. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya. siar-bakar. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. kicuh-kicung. misalnya mengenai pembagian warisan. Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau. Mawardi Yunus Dt. bahalaman bapamedanan. terhambat-terpukul). berjejak bagai bakiak. etik. kecendurangan mata orang banyak. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia. Misalnya soal pewarisan. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar). basuku – banagari. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. menjual murah. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. terikat-terkebat. basawah – baladang. balabuah – batapian. Ia pernah tidak ada. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan.musyawarah. maling-curi. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. moral dan nilai-nilai. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . bahuma – babendang. Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak.

Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. 2. Mawardi Yunus Dt. Navis : “Alam terkembang jadi guru”. Maharajo Catatan kaki : 1. Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari. . AA. sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya.keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. hlm 88 – 89. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful