Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. H. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. seorang saudagar. menyebar ke seluruh Sumatera Barat. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Sulaiman Labai. Barisan Muda. Batuah ditangkap Belanda. Djamaluddin Tamin. yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang.Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. Selain pendirinya H. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan. Kedua sekolah ini berhubungan erat. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. kesehatan dan pendidikan. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Dt. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. seperti matematika. IPO. Sawahlunto pada 1915. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. menentang taqlid buta. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. ilmu bumi. . Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. H. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. ilmu falak. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Datuk Batuah. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang. mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Natar Zainuddin dan Dt. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925.R. Batuah.

Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. dan menyebar ke Aceh. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Atas prakarsa H. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. . aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Para aktivis komunis ditangkap. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah. disingkat Permi.

ISBN 979-461-519-6. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. lolos. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. . Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. Hatta dan Sjahrir ke Digul. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. Jambi dan Bengkulu. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Sukarno diasingkan ke Flores. Iljas Jacub. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat. AA. Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. dan PNI Baru. Riau. pimpinannya.Navis. Tan Malaka. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. Riau dan Jambi.Tapanuli. Audrey (22 Desember 2010). Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Yayasan Obor Indonesia. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936.

Suliki Gunung Emas. Birma dan Yunan.A. Makasar. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Mentawai dan lain-lain. Sopan Gadang. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera). . Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. Guguk. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Toraja. Jawa. ”tidak tembak langsung”. Semenanjung Melayu. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Bugis dan lain-lain. Kapur IX. Mahat. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Koto Gadan. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. Cina Selatan. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula. Koto Baru. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. Di samping di dalam sejarah Melayu. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. yaitu gunung merapi yang sangat besar.m. Pangkalan. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. Ampang Gadang. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Ranah. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Dayak. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Harau. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. Bernet Bronson. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A. Tiakar. Koto Tinggi. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Nias. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya.1. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini.

yaitu Alam Takambang jadikan guru. Padang Kandih. lorong kapado niniak kito. Simalanggang. Koto Tangah. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. Tiakat. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. Di gelanggang ini dilakukan upacara. dari puncak gunung merapi). sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. maka menurut Soekomo. nan gosong lah basentak naiak. adat tajam malukoi. sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. yang sagadang talua itiak.. gosong yang kecil tadi makin besar. Sesudah kepala suku itu meninggal. akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. Andieng. Talago. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. dari telong nan barapi.Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. adat tajam melukai. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. nampaklah gosong dari lauik. Kubang Tungkek. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. adat air membasahi. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Balubus. Limbanang. Taeh Baruh. dari mano asal niniak kito. adat runcing mencucuk). Padang Japang. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. Talang Anau. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. namun kaba nan bak kian. adat aia mamabasahi. lah mendarek maso itu. dari mana datang nenek kita. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). . Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. kok dareklah sarupo paco. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun.

yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809.3. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam. karena zaman bertukar-tukar. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. karena masa yang telah lewat. ”…dari tahun musim baganti. Sejarah Minangkabau. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. A. dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. Dikatakannya. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu).Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu. bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. dalam bukunya. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. pusat perekonomian. A. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba.2. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. dek lamo maso nan talampau. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. tetapi sudah gelap gulita. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. pusat perdagangan lada. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau. bahwa kerajaan-kerajaan lama. . Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh). bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. tahun dengan musim yang berlangsung). hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. Mansoer dkk. dek zaman tuka – batuka. yaitu kira-kira abad ketujuh. D. Dapat dikatakan. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. tentu sudah pandai tulis baca. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. M. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. bukan lagi kabur.. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti.

sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Islam pertama pun masuk dari sini. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Hindustan. Jadi karena keadaan. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. Madura.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi. yaitu melalui darat dan laut. Bali dan lain-lain. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. India dan lainlain. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Sunda. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. India dan Cina. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Pada zaman purbakala. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. Persia dan lain-lain. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Jawa. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. bukan itu saja. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. Dari kelemahan Sriwijaya itu. Bugis. Cina. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia.

Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri. yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. Pada tahun 1275. nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu. yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. dan Maharajo Dirajo. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. nan pai ka banua Ruhun. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari.4. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). nan sorang Maharajo Alif. Maharajo Dipang. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun. batigo rajo naiek nobat. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. . lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. A. Kalau memang demikian keadaannya. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. tetapi Josselin de Jong mengatakan. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). yaitu Maharajo Alif. Dengan kejadian ini dapat diartikan. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut. menjadi raja di Turki.

Cati bilang Pandai. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Dt. Maharajo Dirajo. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya. Siam. dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. seperti Dt. Namun. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. Maharajo. Logikanya tentu sebelum Adityawarman. Maharajo Basa. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa. PE Josselin . Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. belum ada raja di Minangkabau. Dt. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. dan beberapa rombongan dari Campa. Yang jelas pada waktu sekarang ini. A. tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi. Jadi. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari.5. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. Marajo. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. Indo Jati. karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. Kalau memang demikian. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. P. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. E. Dt. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. walaupun orangnya itu juga. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. Suri Dirajo. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo.

Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya. Segala sesuatu yang dikerjakan. Kalau pendapat ini memang benar. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. Dikatakan dalam Tambo. baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. Di Negeri Sembilan. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan .6. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. Namun demikian. Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya. Demikian kesimpulannya.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. Batusangkar. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan. Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut. mempercayai dengan penuh keyakinan. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan. Suku bangsa Minangkabau. ahli pikir. A. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. Sedangkan menurut Hamka. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. dari dahulu hingga sekarang. Jawabannnya mudah saja. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada.

rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. Setelah ekspedisi itu berhasil. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. Mengenai asal-usul Adityawarman ini. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak. perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. Aji Mantrolot. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. A.7. Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. melainkan untuk menghormatinya. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto. kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. . Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian. karena sebelum Adityawarman datang. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja.

Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. raja kerajaan Melayu. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. yaitu dengan Cina. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. Disamping itu. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. 1375. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. Bersama dengan Patih Gajah Mada. Oleh karena itu. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya. artinya kekuasaannya sangat terbatas. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Tahun 1357. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. .

Banda Bapahek. Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5. Saruaso I dan II. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap. Taufik Thaib SH. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca. Adityawarman (1339-1376) 2. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. A.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. Pagaruyung. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal. Kuburajo. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung. Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau.8. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah.Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9.Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti.Drs. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8. Ananggawarman (1376) 3.M. Kapalo Bukit Gambak I dan II. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja. Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya. Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409. Semasa Adityawarman menjadi raja. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. Dari sebutan raja itu saja. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13.Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12. . Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya.

Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap. Menurut Tambo. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh.Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Rao. Siak Indra Pura. Sungai Pagu. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. Bandar Sepuluh. A. Palembang. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang.9. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. Begitu juga dalam bidang agama. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. Tambusai. . Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. Menurut berita Portugis. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600.

Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. Pariaman. Bayang di Pesisir Selatan. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . karena terlibat perang lagi dengan Belanda. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. Dari daerah pesisir ini. Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat. Setelah mereka merampok kota. Hal ini terjadi pada tahun 1793. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat.10. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. mereka pergi lagi. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. A. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. Mulai saat itu Belanda. Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. Salido. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh.

tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. tetapi hanya disekitar istana saja. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. dengan berpusat di Kamang Mudik. karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. Pada permulaan abad ketujuh belas. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist. sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. yaitu Haji Miskin. seperti Tuanku Pamansiangan. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau.secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. . yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. Habis orang-orang istana itu. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. Haji Sumanik dan Haji Piobang. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ). seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota.

Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. dibuang semula ke Betawi. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. Yusof Ishak. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes. yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. Hatta. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau. tinggal di Kampung Bali. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. selanjutnya dipindahkan ke Menado. Sutan . karena menjadi anak jajahan Belanda. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau.Natsir. Tan Malaka. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. Muszaphar Shukor. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang.

Kelompok etnis terdekat Melayu. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7]. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau.A.861. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum. dan Surabaya. Sumatera Kepulauan Bengkulu. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5.854.343. Riau. bagian selatan Sumatera Utara. Menurut A. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat. seperti Jakarta. Selatan. barat daya Aceh. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8]. . Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'.Marah Roesli. Malaysia: 450. Malaysia dan Singapura. Pekanbaru.734. Yamin. Jabotabek. Selain itu. Riau. separuh daratan Riau. Jambi.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat. Navis. Hamka. Batam. Indonesia: 306. Utara. Indonesia: 64.215. Di luar wilayah Indonesia. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan.000. bagian barat Jambi.000[2]. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Indonesia: 385. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10]. Chairil Anwar. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan. Sumatera Negeri Sembilan. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5]. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Medan. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. sebagai profesional dan intelektual. Indonesia: 111.Sjahrir. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Palembang. Agama Islam.475. dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. Dalam percakapan awam. bagian utara Bengkulu.463. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang. Indonesia: 66.747. Indonesia: 3. Bandung. Indonesia: 636.550. Indonesia: 534. Bahasa bahasa Minang.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan.

3 Faktor perang • 5. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut.3 Penghulu • 4.4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya.2 Nagari • 4.1 Bahasa • 3. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.4. yang terletak di kecamatan Sungayang.4. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. . provinsi Sumatera Barat. Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11].1 Faktor budaya • 5. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit.4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5.3 Rumah adat • 3. Dalam pertempuran.4.4 Sebab merantau • 5. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M. minang dan kabau. kabupaten Tanah Datar.3 Perantauan intelektual • 5. juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya. Untuk mencegah pertempuran.1 Persukuan • 4.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata.2 Kesenian • 3.2 Gelombang rantau • 5.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3.1 Jumlah perantau • 5. yaitu Nagari Minangkabau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo. yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau). Dari tambo tersebut. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan.2 Faktor ekonomi • 5.

Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga.000 tahun yang lalu. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis. yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14]. Luhak Agam. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" ..Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta..minānga) dan ke-5 (tāmvan. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak. dan Luhak Tanah Datar[5].500-2.. sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo. karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15]. masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau.. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu".. yang terdiri dari Luhak Limo Puluah.) sebenarnya tergabung. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16]. Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak.. Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar. kata baris ke-4 (.. Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2.[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau .[13].

Dalam masyarakat Minangkabau. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin. Menurut tambo. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu. Dalam perjalanannya. dan ninik mamak.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal).[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing. cerdik pandai. Mereka adalah alim ulama. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17]. [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara.[20][21] .

Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. kiasan. ibarat. dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23]. adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22]. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut.[26] Umumnya berbahan kayu. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah. yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. biasanya tidur di surau. . indang. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri. selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Di samping itu. lebih mengedepankan kata sindiran.[24]. selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing. alegori. metafora. menetap di rumah istrinya. beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25]. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. dan aphorisme. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. yaitu pasambahan (persembahan). Ada tiga genre seni berkata-kata.[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. dan salawat dulang. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. Selain itu.

Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. Sedangkan bagi keluarga pihak istri. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi. maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid. Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru.[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. Bagi lelaki Minang. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan. sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau. . Dimulai denganmaminang (meminang). mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). yakni pihak keluarga istrinya. sampai basandiang (bersanding di pelaminan). pemberian gelar ini tidak berlaku. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. biasa disebut baralek.

dari Koto manjadi Nagari.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. setiap suku dalam tradisi Minang. Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan. Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. Nagari ba Panghulu. dari Dusun manjadi Koto. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda. Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau. Selain sebagai basis politik. . dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak.Selanjutnya. harta. Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. kaum-keluarga. kemudian berkembang menjadi Dusun. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. maka harta pusaka dapat digadaikan. dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi.

. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya. membimbing kemenakan. sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. untuk menduduki posisi ini. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. dan memahami adat. merupakan suatu prestise dan harga diri. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya. Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja. Atau sebaliknya.[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu . Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. dan Kerajaan Inderapura. Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. Dharmasraya . Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari. dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. bijaksana. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari. Kerajaan Pagaruyung. sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya.

[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. Sebab menurut sensus tahun 1930. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi.9 %). Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia. Batak (14. dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. Pelalawan. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. dan Banjar (14. Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat. ataupun pematang sawah.[1]. perantau Minangkabau hanya sebesar 10. Berdasarkan sensus tahun 2000. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara.2 %). Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan. hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri .[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. Dari pencarian yang diperoleh.7 juta jiwa. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan. Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. seperti mesjid. dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. Melihat data tersebut. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau. memegang kendali pengolahan lahan. Indonesia. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37]. yakni dengan memperluas kepemilikan sawah. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat. namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat. maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. jalan. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia.5 % dibawah orang Bawean (35. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan. [sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama. Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7.3 %).

Barus. dan Nazir Pamuntjak. Mereka antara lain Abdoel Rivai. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung.Sembilan. Mohammad Hatta. Haji Piobang. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. Muhammad Jamil Jambek. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa. Setibanya di tanah air. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah. Roestam Effendi. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi. Selain itu. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini. banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3. membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. Tan Malaka. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya. mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing. Intelektual lain. Sumatera Timur mulai dibuka. Tahir Jalaluddin. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. hingga Bengkulu. diantaranya Haji Miskin.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. Dengan sistem ini. Pada masa kemerdekaan. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. dan Haji Sumanik.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih . dan anak-anak. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh.7 kali[41]. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920. Selain ke Timur Tengah. Para perantau yang pulang ke kampung halaman. pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. Sutan Syahrir. Semua pelajar Minang tersebut. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda.Malaysia. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18.

Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera . Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang. perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. dan berpandangan luas.untuk merantau. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga. sosiolog Belanda. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. merkuri. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. babuah babungo alun. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. Kawasan pedalaman Minangkabau. egaliter.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. Selain itu. dan besi. tapi juga karena ingin berdagang. timah. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka. seng. marantau bujang dahulu. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. Tidak hanya karena alasan ikut suami. Menurut Rudolf Mrazek. dua tipologi budaya Minang.tembaga. kosmopolitan. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda.

[51] Sampai abad ke-19. namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau).[33] .[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini. dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas. legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau. mereka masih menjumpai para pendulang emas. Panchur (Barus). Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa. bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa. setelah perang Padri. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau. serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut. Hal inilah menjadi salah satu penyebab. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman).[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927. sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera. telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo).[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain. [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa.karena hal ini. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka. Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan. mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. Ia merasakan sendiri. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas. Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu.[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda.

Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. Selain dalam bentuk novel. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. ulama.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. semenanjung Malaysia.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. Setelah gagal . Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka. A. dan Dato Ri Tiro. lewat karyanya yang berjudul Kemarau. mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil. Mohammad Hatta. Selain novel karya Hamka. Thailand. antara lain sebagai politisi. Gareth Evans. biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol.7% dari penduduk Indonesia). novel karya Marah Rusli. Brunei.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni. dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat. Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. penulis. dan pedagang. Di kampung. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. Dalam bentuk yang berbeda. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. hingga Philipina. Di tahun 1390.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. terutama sastrawan. ulama Minangkabau Dato Ri Bandang. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris. Hamka. jurnalis. Dato Ri Patimang. pengajar. dalam novelnya Merantau ke Deli.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau. Di akhir abad ke-16. Sulawesi. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar. Sjahrir. Dalam novel-novel tersebut.

PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. dan Emil Salim. Muhammad Natsir). pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. Eni Karim (Sumatera Utara). di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang. Setelah kemerdekaan. dan sosialis. Pada periode 1920 . Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia.Masyumi oleh Mohammad Natsir. Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi.A Navis berkarya melalui penulisan novel. menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia.Abdul Muis. Serta Sutan Takdir Alisjahbana. Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. Idrus. empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda. Selain di pemerintahan. islamis. Mohammad Hatta. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). dan Massa Actie karya Tan Malaka.Abdul Halim. Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI. seorang sebagai presiden (Assaat). novelis sekaligus ahli tata bahasa. dan A. salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa. seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh). PNI Baru oleh Mohammad Hatta. komunis.merebut tahta Kesultanan Johor. Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo. dan Djamaluddin Tamin. yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia. Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian. dan Permi oleh Rasuna Said. Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin.[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. Agus Salim. banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. Fahmi Idris. dan Abdul Muis. melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. antara lain A. Siradjuddin Abbas. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan). pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau. Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku). Daan Jahja (Jakarta). politisi asal Minang-lah yang paling vokal. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta).1960. Minangkabau. Madilog.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau. nasionalis. Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat. Marah Rusli. Naar de Republiek Indonesia. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia.R Sutan Mansur. Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. Di dalam Volksraad. Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti . dan puluhan yang menjadi menteri. Hamka. Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. Selain mendirikan partai politik.

Asrul Sani. Dorce Gamalama. Djamaludin Malik. Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. perhotelan. Abdul Latief(pemilik TV One). disamping orang Tionghoa. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. Naga Bonar. Layar Terkembang. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. Tuanku Abdul Rahman. Si Doel Anak Sekolahan. Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. . dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. Eva Arnaz. dan Arizal. seperti Lewat Djam Malam. Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil. Noer beserta putranyaRano Karno. Film-film karya sineas Minang. Soekarno M. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia.196 episode telah dihasilkannya. Salah Asuhan. produser. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. dan Maju Kena Mundur Kena. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. Selain melalui karya sastra. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. dan Ani Idrus. Di samping mereka. rumah makan. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). Gita Cinta dari SMA. Pekerja seni lainnya. Pada tahun 1993. dan rumah sakit. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton.Nurbaya. Rosihan Anwar. Nirina Zubir. Di antara figur pengusaha sukses adalah. maupun artis. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. baik sebagai sutradara. Gita Remaja. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. dan Titi Sjuman. penyanyi. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). ratu kuis Ani Sumadi. baik sebagai aktor maupun sutradara film. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Siapa Dia. Pintar Pintar Bodoh. pendidikan.

Ananta.^ Brandes. dan Adnan bin Saidi. Riwajat Indonesia. hlm. (1960). LIT Verlag Münster. Tambo Minangkabau. Chee.^ Graves (1981). 5. (1930). ISBN 981230-212-3. Dt. Ed.A. Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura). A. 6. Niaga Swadaya. Hajam Wuruk. hlm. and Mohamad. I. Korff. Dinas Purbakala Republik Indonesia. Di Malaysia dan Singapura. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60. Rüdiger. Dt. Nāgarakrětāgama. ^ Evers. Jakarta: Balai Pustaka. Evi Nurvidya. menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. ^ a b Suryadinata. (1991). Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira. (2009). Heng Leng. pious men: gender and body politics in Southeast Asia. Prasasti Indonesia II.G.A. Di negeri Belanda. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. . George.[62]. Elizabeth E. J. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. Jakarta: Balai Pustaka.Di luar negeri. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia. Di Arab Saudi. University of California Press. Arifin. ^ Graves. (1959).. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia. J. p. ^ a b c d Batuah. Institute of Southeast Asian Studies. (1902).188. ISBN 3-8258-4021-2 7. Michael G. Southeast Asian Urbanism. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara. naar het eenige daarvan bekende handschrift. Chaptep 6: Not Muslim.^ Cœdès.statistics.. Maznah. 2. [sunting]Catatan kaki 1.2nd .M. 13. Hans-Dieter.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3. P. A. Bandung: Masa Baru. Jakarta: Bhartara 4. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). ISBN 978-9791477-09-3. Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). Edwar. Tambo Minangkabau dan Adatnya. Bewitching women. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi.. & Madjoindo. ^ Ong. R.^ Djamaris. (1952). (1984). Gavin W. (1995). Andriati. Indonesia's Population. ^ Jones. Grafiti Pers. 51. Mekkah. ^ Josselin de Jong. (1956). (2000). ISBN 978-981-230-874-0 9. Jakarta: PT. Leo. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya.BEFEO 14. 12. ^ www. Ngabehi.. (23 Desember 1981). (2008). 10. Djakarta: Jajasan Pembangunan. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. 16. Not Minangkabau.^ Ramli. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century.. Masakan Padang: Populer & Lezat. de. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. Aihwa. 15.^ Casparis. van Madjapahit. 1. Itacha. 11. de. hlm. 4. ISBN 0-520-08861-1 8.gov.E. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda.L. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia). ^ a b Navis.^ Purbatjaraka. aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. Aris (2003). A. Institute of Southeast Asian Studies. Peletz.

G. Elizabeth E. hlm. Sekitar Adat Minangkabau. Weltevreden: Visser. H. Religion. ISBN 978-0-89680-205-6.^ Graves. Ohio University Press. (1918). 30 Agustus 1825. 40. 27. 21. Lance (1967). Cambridge University Press. Paul Michel (23 Desember 2010). 38. Carl R. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi.^ www.^ Pauka K. Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages. Minangkabau 1784 – 1847. 41. 202. Tsuyoshi (2005). p. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. (1998).^ Nadra. Padang Ekspres.^ Dobbin. J. 25. Merantau. Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3. University of California Press.^ Idris. Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden. 24.W. 10. (2001). Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau. 31. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. 18. L. hlm.^ a b Stibbe (23 Desember 1869). Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia.^ Garry. Aspects of Athenian democracy Vol 11. 32. A. (1981). 25. Aspek bahasa dan pengajaran.^ Azinar Sayuti. 11. 20.rajaalihaji.A.^ Graves (1981).^ de Jong. 39.. Rifai Abu. Soewardi (2004).. 22. p. Djakarta: Bhartara. Gejolak Ekonomi. 1946-1949. Rekonstruksi bahasa Minangkabau.. 19. De Minangkabausche Nagari. PT Balai Pustaka. 29...^ Simanjuntak..^ Phillips. past and present. Exhibitum. 33. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. No. hlm.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral. hlm. 34. 59. dan Gerakan Paderi. 33. 30.^ Medan.17. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. p. politics. Mengantar.^ Suryadi (2010). Minangkabau Voluntary Migration.^ Naim. ISBN 9793364556. Christine.^ Graves (1981).E de Josselin (23 Desember 1960). 35. ISBN 978-0-521-23737-6.^ a b Kato. 37. C. Sarjana Enterprise. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. . Yale University. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. 28. University of Singapore. 36. 25-86. ISBN 979-759-551-X. Kebangkitan Islam. ISBN 979-690-360-1. Grasindo.^ Westenenk. P. Rubino.^ Munoz. Robert Johnson (1933). (1982). 23. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra. 40. 26. (2006). Mochtar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry. 24 Agustus 1826..^ Graves (1981). Wilson. (1985).com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41. Jakarta: Kulik-Kulik Alang. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.^ Navis. (1985). Tamsin. Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. (2007).^ Bonner. hlm. Nigel. ISBN 978-979-461-661-1. Andalas University Press. ISBN 0824209702.^ Castles.

Frankfurt am Main und New York 1995.^ a b Syamdani. Alltägliches. pemberontakan atau bukan. 46. The History of Sumatra. 60.^ Nain. Menurut AA Navis1) . Sutan Sjahrir. Sumatra. (1811).tempointeraktif.posmetropadang.en Volkenkunde. Ahmad Syafii Ma'arif. 73. Kesalahan: waktu tidak valid. Mission to Pagaruyung.-M. (1961). (1911). Deel 39 51. The Haque. hlm.^ NA. London:Hakluyt Society. Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen..^ Raffles. Audrey R. PRRI.com Prof. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). ISBN 978-979-461-519-5.^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. Ernstes. Djambi-Verslag. Heiteres. Mochtar.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur. Yayasan Obor Indonesia.177-184 47..com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61.^ Marsden W. 8vo wrs. 54. H. transl. dan Tan Malaka 59. Naar midden Sumatra in 1684. Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia. Padang: PPIM.^ Cortesao A..^ www. ISBN 978-979-788032-3. Merantau. (1944).^ www. (1830). 1926-1998. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. 40p. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau.melayuonline. (2004). Parsudi (1995).^ Tim Wartawan Tempo.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62. 43. 48. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori.^ Suparlan. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien. F. Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000. VOC 1277.^ www. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. fols. 44. Hamburg 1998. (1896). Jahn und Ernst. Kovac. 52.^ Bemmelen Van R. The Suma Oriental of Tome Pires. Kuala lumpur. Nijhoff. The Golden Khersonese. XLVII/3. Harry A. Unglaubliches.antara-sumbar. Media Pressindo. Murray. Tijdschrift voor Indische Taal-. 57.^ Tobler A.^ Kahin..W. Hatta. pp. Jakarta (2010) 58. London 49. Albrecht & Co.A. Campus.. Batavia-'s Hage. 53. "4 Serangkai Pendiri Republik".^ Poeze. Kepustakaan Populer Gramedia. 1027r-v 50. Navis.(2005). (2009).. 55.^ .^ Haan. Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45.^ www. Sophia. Dr.42. The Geology of Indonesia. London: J. de. Land.^ Wheatley P. Sjafnir Aboe. 56.. (1970). In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950.^ Naim.

Ia adalah hukum alam itu sendiri. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. Berbedanya penyusun dengan Prof. Adat yang teradat dan Adat istiadat. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. Adat yang diadatkan. Mr. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat. Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. Nasroen yang mengatakan : “…. Mr. sedang bagi penyusun urutan ketiga. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. Sebelum Islam masuk. Seperti juga sifat air membasahi. Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. misalnya mengenai upacara perkawinan. 25). Hukum gerak itu abadi. Berbeda dengan Adat istiadat. ada. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. setelah Adat yang teradat menciptakannya. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. (hal. diasak tidak akan layu. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. Sebagai alasan dari Prof.urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat. Berbeda dengan AA Navis. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. Mr. Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. M. Adat yang teradat. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. Sedang urutan keempat adalah sama. M. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. maka Prof. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. Mr. . Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. M. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). M. 45). Mr. M. Mr. Hukum itu dicabut tidak akan mati. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. M. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua. Jadi. Adat istiadat. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan.

“Ociek”. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. d. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan. daga-dagi. yaitu bersurih bagai sipasin. melainkan nama bapaknya. Ia pernah tidak ada. kecendurangan mata orang banyak. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau. basawah – baladang. tertandaterbukti. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya. Mawardi Yunus Dt. tercengang. upas racun. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam. ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”. terikat-terkebat. Misalnya soal pewarisan. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. Sebagai buah dari musyawarah. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. bahalaman bapamedanan. Rantau Barajo. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar).musyawarah. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. balabuah – batapian. misalnya mengenai upacara perkawinan. bakorong – bakampuang. enggang lewat atal jatuh. terlantar-terkejar. Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak. basuku – banagari. siar-bakar. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. adat yang teradat. etik. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. samun-sakar. berjejak bagai bakiak. Luhak Bapanghulu.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. menjual murah.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. terhambat-terpukul). maling-curi.teregas. kicuh-kicung. sumbang-salah). dan sebagainya. ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. moral dan nilai-nilai. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. bahuma – babendang. Kalau tidak sanggup membedakannya. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri. c. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . “Akak”. b. misalnya mengenai pembagian warisan.

hlm 88 – 89. Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. Mawardi Yunus Dt. . Navis : “Alam terkembang jadi guru”. AA. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984). Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari.keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya. Maharajo Catatan kaki : 1. 2.