Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Batuah. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Datuk Batuah. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. menentang taqlid buta. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Selain pendirinya H. kesehatan dan pendidikan. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. menyebar ke seluruh Sumatera Barat. .Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang. Natar Zainuddin dan Dt. Dt. Kedua sekolah ini berhubungan erat. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Sulaiman Labai. seperti matematika. mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. ilmu falak. H. ilmu bumi. IPO. Barisan Muda. Sawahlunto pada 1915. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat. Djamaluddin Tamin. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. H. seorang saudagar. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. Batuah ditangkap Belanda. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme.R. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang.

berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. dan menyebar ke Aceh. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia. Para aktivis komunis ditangkap. disingkat Permi. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said. Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. . Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. Atas prakarsa H. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928.

Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. lolos. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Audrey (22 Desember 2010). • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian.Navis. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Riau. dan PNI Baru. Iljas Jacub. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat. pimpinannya. ISBN 979-461-519-6. Jambi dan Bengkulu. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936. 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. . AA. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Yayasan Obor Indonesia.Tapanuli. Riau dan Jambi. Tan Malaka. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. Hatta dan Sjahrir ke Digul. Sukarno diasingkan ke Flores. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya.

Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula. yaitu gunung merapi yang sangat besar. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang.A. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Harau. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. Ampang Gadang. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Ranah. Bernet Bronson. Birma dan Yunan. Suliki Gunung Emas. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Toraja. Koto Gadan. . Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Makasar. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. Di samping di dalam sejarah Melayu. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. Pangkalan. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. ”tidak tembak langsung”. Mentawai dan lain-lain. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. Koto Baru. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. Bugis dan lain-lain.m. Koto Tinggi. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. Sopan Gadang. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya. Mahat. Jawa. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Dayak. Tiakar. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera). Kapur IX. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. Nias.1. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. Cina Selatan. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. Semenanjung Melayu. Guguk. karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan.

Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. Andieng. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. adat aia mamabasahi. kok dareklah sarupo paco. Di gelanggang ini dilakukan upacara. Padang Japang. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. yaitu Alam Takambang jadikan guru. nan gosong lah basentak naiak. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. Balubus. dari puncak gunung merapi). Kubang Tungkek. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. nampaklah gosong dari lauik. Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. Tiakat. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Limbanang. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. adat runcing mencucuk). daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. lah mendarek maso itu. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo. Simalanggang. dari telong nan barapi. mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito..Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. gosong yang kecil tadi makin besar. adat tajam malukoi. Sesudah kepala suku itu meninggal. . akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. namun kaba nan bak kian. iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Talang Anau. dari mano asal niniak kito. adat tajam melukai. yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. maka menurut Soekomo. Taeh Baruh. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. lorong kapado niniak kito. Talago. Padang Kandih. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. dari mana datang nenek kita. adat air membasahi. Koto Tangah. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). yang sagadang talua itiak.

Sejarah Minangkabau. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. M. dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. bukan lagi kabur. . pusat perdagangan lada. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. A. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali.Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu. Dikatakannya. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. bahwa kerajaan-kerajaan lama. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. tentu sudah pandai tulis baca. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. A. karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. yaitu kira-kira abad ketujuh.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). ”…dari tahun musim baganti. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. pusat perekonomian. karena zaman bertukar-tukar. bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. dek zaman tuka – batuka. bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. D. Dapat dikatakan. dek lamo maso nan talampau. tetapi sudah gelap gulita. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini.2. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu).3. tahun dengan musim yang berlangsung). dalam bukunya. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba. karena masa yang telah lewat.. yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali. bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Mansoer dkk. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh).

maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Madura. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. Jadi karena keadaan. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. bukan itu saja. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. Cina. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. yaitu melalui darat dan laut. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. Hindustan. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Dari kelemahan Sriwijaya itu. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Islam pertama pun masuk dari sini. India dan lainlain. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Pada zaman purbakala. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. Persia dan lain-lain. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. Sunda. India dan Cina. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Jawa. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Bugis. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. Bali dan lain-lain. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali.

Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. tetapi Josselin de Jong mengatakan. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. batigo rajo naiek nobat. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. menjadi raja di Turki. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan.4. lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. A. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. Kalau memang demikian keadaannya. nan sorang Maharajo Alif. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu. Dengan kejadian ini dapat diartikan. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. nan pai ka banua Ruhun. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. Pada tahun 1275. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. dan Maharajo Dirajo. . Maharajo Dipang. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut. maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. yaitu Maharajo Alif. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar. yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri.

tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. Maharajo. Kalau memang demikian. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. walaupun orangnya itu juga. PE Josselin . dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. Dt. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. dan beberapa rombongan dari Campa. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. Maharajo Dirajo. karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Siam. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. Dt. Cati bilang Pandai.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. seperti Dt. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini. belum ada raja di Minangkabau. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. Yang jelas pada waktu sekarang ini. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya. Dt. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. Logikanya tentu sebelum Adityawarman. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. Marajo. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. A. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. E. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. Indo Jati. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. Maharajo Basa. Namun. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. Jadi. Suri Dirajo. P.5. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang.

dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. Segala sesuatu yang dikerjakan. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur. Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada. Namun demikian. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Batusangkar. Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. Kalau pendapat ini memang benar. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. Di Negeri Sembilan. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut. Jawabannnya mudah saja. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya. ahli pikir. mempercayai dengan penuh keyakinan. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan . Sedangkan menurut Hamka. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai.6. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung. dari dahulu hingga sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. Suku bangsa Minangkabau. Demikian kesimpulannya. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. A. Dikatakan dalam Tambo. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan.

Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). Aji Mantrolot. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. Setelah ekspedisi itu berhasil. Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. melainkan untuk menghormatinya. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun. Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman. perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan. rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. karena sebelum Adityawarman datang. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak.7. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. A.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. Mengenai asal-usul Adityawarman ini. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. .

1375. kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit. Oleh karena itu. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut. Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. Disamping itu. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. . Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. artinya kekuasaannya sangat terbatas. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. yaitu dengan Cina. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Tahun 1357. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. Bersama dengan Patih Gajah Mada. Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. raja kerajaan Melayu. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat. Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau.

pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Adityawarman (1339-1376) 2. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam. Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya. Banda Bapahek. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal. Ananggawarman (1376) 3. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S. .Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14. Kuburajo. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. Pagaruyung.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8.Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11.M. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung. A. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Kapalo Bukit Gambak I dan II. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam. Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya. Taufik Thaib SH. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman. Dari sebutan raja itu saja. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman.Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12.8. Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau.Drs. Semasa Adityawarman menjadi raja. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. Saruaso I dan II.

Menurut Tambo. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap.9. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Bandar Sepuluh. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Tambusai. tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. . Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Begitu juga dalam bidang agama. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Sungai Pagu. Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal.Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. A. Rao. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. Palembang. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600. Siak Indra Pura. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang. Menurut berita Portugis. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing.

Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. Hal ini terjadi pada tahun 1793. Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat. Mulai saat itu Belanda. Dari daerah pesisir ini. Pariaman. karena terlibat perang lagi dengan Belanda. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. Bayang di Pesisir Selatan. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. mereka pergi lagi. Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera. Salido. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. Setelah mereka merampok kota. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat.10. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. A. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam. Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia.

Pada permulaan abad ketujuh belas. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. . Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. Habis orang-orang istana itu. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. dengan berpusat di Kamang Mudik. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. tetapi hanya disekitar istana saja. Haji Sumanik dan Haji Piobang. yaitu Haji Miskin. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ). Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. seperti Tuanku Pamansiangan. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif.secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist. Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau. tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi.

Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia.Natsir. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita. karena menjadi anak jajahan Belanda. dibuang semula ke Betawi. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sutan . selanjutnya dipindahkan ke Menado. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau. Hatta. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau. Tan Malaka. Yusof Ishak.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. tinggal di Kampung Bali. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. Muszaphar Shukor.

Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang.475. Sumatera Kepulauan Bengkulu.861. Bandung. Riau. Indonesia: 534. Selatan. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum.000[2]. Sumatera Negeri Sembilan. Malaysia dan Singapura. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis.463. Hamka.Marah Roesli. Indonesia: 3. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. Bahasa bahasa Minang. Indonesia: 636. bagian selatan Sumatera Utara.A. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'. . Di luar wilayah Indonesia. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan. Indonesia: 385.734. bagian utara Bengkulu. Navis. dan Surabaya. Agama Islam. Batam. barat daya Aceh. Indonesia: 111. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10]. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Jambi. Medan. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Selain itu. Palembang. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Chairil Anwar. dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8].747. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7]. Jabotabek.Sjahrir. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang.000.343. bagian barat Jambi.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat. Yamin. Indonesia: 306. Kelompok etnis terdekat Melayu.550. Malaysia: 450. Dalam percakapan awam. Menurut A. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Indonesia: 64. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5]. Riau.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. separuh daratan Riau.854. Indonesia: 66. sebagai profesional dan intelektual. Utara. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5.215. seperti Jakarta. Pekanbaru.

4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4.3 Penghulu • 4. yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau). Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari.2 Faktor ekonomi • 5.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata.2 Kesenian • 3.4. yaitu Nagari Minangkabau. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit. Dalam pertempuran. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M.2 Nagari • 4.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3.3 Faktor perang • 5. provinsi Sumatera Barat. .4. Untuk mencegah pertempuran.2 Gelombang rantau • 5.4 Sebab merantau • 5. minang dan kabau. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut.1 Bahasa • 3.1 Jumlah perantau • 5.1 Persukuan • 4.3 Perantauan intelektual • 5.1 Faktor budaya • 5. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo. yang terletak di kecamatan Sungayang. juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.3 Rumah adat • 3. kabupaten Tanah Datar. Dari tambo tersebut. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya.4. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11].4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif.

Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga. Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar.) sebenarnya tergabung.Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta. Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis.. kata baris ke-4 (. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu".minānga) dan ke-5 (tāmvan. Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2. Luhak Agam.000 tahun yang lalu.. sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau.[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau . karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15]. yang terdiri dari Luhak Limo Puluah. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk.500-2..[13]. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo.. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16]. Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak... dan Luhak Tanah Datar[5]. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" . yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14]..

Dalam masyarakat Minangkabau. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. cerdik pandai. sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara. [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. Dalam perjalanannya. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya.[20][21] . Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17]. Menurut tambo. Mereka adalah alim ulama. dan ninik mamak. karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya. ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter.[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal). dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan.

yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Di samping itu. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22]. yaitu pasambahan (persembahan). ibarat. indang. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. kiasan. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. menetap di rumah istrinya. Selain itu. lebih mengedepankan kata sindiran. adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai.[26] Umumnya berbahan kayu. dan aphorisme. selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai.[24]. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. alegori. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23]. dan salawat dulang. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. metafora. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25]. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri.[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. Ada tiga genre seni berkata-kata. selain berfungsi sebagai tempat ibadah. beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. . biasanya tidur di surau. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama.

sampai basandiang (bersanding di pelaminan). manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai. yakni pihak keluarga istrinya. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau. sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau. mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi. Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). pemberian gelar ini tidak berlaku. Dimulai denganmaminang (meminang). Sedangkan bagi keluarga pihak istri. Bagi lelaki Minang. mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. biasa disebut baralek. maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid.[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. .

kaum-keluarga. dari Dusun manjadi Koto. maka harta pusaka dapat digadaikan. dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Nagari ba Panghulu. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak. kemudian berkembang menjadi Dusun. Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan. dari Koto manjadi Nagari. dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau. suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. . Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. Selain sebagai basis politik. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari.Selanjutnya.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. harta. setiap suku dalam tradisi Minang.

dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. . Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari.[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu . Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. dan Kerajaan Inderapura. Kerajaan Pagaruyung. sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya. Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. merupakan suatu prestise dan harga diri. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja. Dharmasraya . [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. Atau sebaliknya. Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. membimbing kemenakan. dan memahami adat. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. untuk menduduki posisi ini. bijaksana. sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum.

maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan.[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. jalan.5 % dibawah orang Bawean (35.7 juta jiwa. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat.9 %). Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan.2 %). dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat. perantau Minangkabau hanya sebesar 10.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi. seperti mesjid. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia.[1]. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau. Dari pencarian yang diperoleh. Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara. hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri . dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang. Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7.[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat. Batak (14. Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. dan Banjar (14. yakni dengan memperluas kepemilikan sawah. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37]. memegang kendali pengolahan lahan. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau. Indonesia. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. Pelalawan. [sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat. Melihat data tersebut. ataupun pematang sawah.3 %). dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan. Berdasarkan sensus tahun 2000. Sebab menurut sensus tahun 1930. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama.

mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing. Muhammad Jamil Jambek. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. Intelektual lain. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. Tan Malaka.7 kali[41]. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi. membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia. diantaranya Haji Miskin.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. Sumatera Timur mulai dibuka. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920. pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. dan anak-anak.Malaysia. banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam. Haji Piobang. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. Para perantau yang pulang ke kampung halaman. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Dengan sistem ini. Selain itu. Tahir Jalaluddin. Setibanya di tanah air. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. Selain ke Timur Tengah. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. hingga Bengkulu.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih . Pada masa penjajahan Hindia-Belanda. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. Roestam Effendi.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti. Sutan Syahrir. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa. Mereka antara lain Abdoel Rivai. dan Haji Sumanik. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. dan Nazir Pamuntjak. Semua pelajar Minang tersebut. Barus. Pada masa kemerdekaan. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa.Sembilan. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. Mohammad Hatta. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3.

dua tipologi budaya Minang. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. Menurut Rudolf Mrazek. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga. dan berpandangan luas. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. timah.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. babuah babungo alun. Kawasan pedalaman Minangkabau. dan besi. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang. sosiolog Belanda. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan. marantau bujang dahulu.untuk merantau. merkuri. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. egaliter. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil. di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda. Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. kosmopolitan. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. seng. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. tapi juga karena ingin berdagang. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas. perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang.tembaga. Tidak hanya karena alasan ikut suami. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera . Selain itu. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu.

Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera. Hal inilah menjadi salah satu penyebab.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka.[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. mereka masih menjumpai para pendulang emas. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu. Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik. legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau.[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain. mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka. sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa.[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini. setelah perang Padri.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman).karena hal ini. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa.[51] Sampai abad ke-19.[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda. dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas. telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik. dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo). Ia merasakan sendiri. penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan. berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau. disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927. namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau). Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung. Panchur (Barus). serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut.[33] .

Di tahun 1390. antara lain sebagai politisi.7% dari penduduk Indonesia). Selain novel karya Hamka.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. hingga Philipina. mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat. lewat karyanya yang berjudul Kemarau.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol. novel karya Marah Rusli. Thailand. Dato Ri Patimang. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. Selain dalam bentuk novel. Dalam bentuk yang berbeda. Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. dalam novelnya Merantau ke Deli. Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. A. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. ulama. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. Di kampung. biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang. dan Dato Ri Tiro. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris. jurnalis. Mohammad Hatta. Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. Setelah gagal . ulama Minangkabau Dato Ri Bandang. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar. pengajar. Gareth Evans. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. Sulawesi. semenanjung Malaysia. Di akhir abad ke-16. Dalam novel-novel tersebut. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. Brunei. terutama sastrawan. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan. penulis. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni. Hamka. dan pedagang. Sjahrir.

banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir. Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan). empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. dan Djamaluddin Tamin. Siradjuddin Abbas. Selain mendirikan partai politik. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin. Naar de Republiek Indonesia. dan Emil Salim. Madilog. Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia. seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh). Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. Marah Rusli. melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi. islamis.Abdul Muis. pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau. dan sosialis. pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif. dan A.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau. Agus Salim. Selain di pemerintahan. Idrus. Pada periode 1920 . dan Permi oleh Rasuna Said. politisi asal Minang-lah yang paling vokal. Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). novelis sekaligus ahli tata bahasa. dan Abdul Muis.Masyumi oleh Mohammad Natsir. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. Hamka. Mohammad Hatta. komunis. salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa. Setelah kemerdekaan.merebut tahta Kesultanan Johor.A Navis berkarya melalui penulisan novel.R Sutan Mansur. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. Minangkabau. antara lain A. dan Massa Actie karya Tan Malaka. dan puluhan yang menjadi menteri. PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian. nasionalis. Daan Jahja (Jakarta). Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia. Serta Sutan Takdir Alisjahbana. Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. Fahmi Idris. Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku).[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang.Abdul Halim. Eni Karim (Sumatera Utara). menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda.1960. yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia. seorang sebagai presiden (Assaat). Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta). Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. Di dalam Volksraad. Muhammad Natsir). Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. PNI Baru oleh Mohammad Hatta. Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti .

196 episode telah dihasilkannya. dan rumah sakit. dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. Selain melalui karya sastra. Layar Terkembang. disamping orang Tionghoa. dan Ani Idrus. Dorce Gamalama. baik sebagai aktor maupun sutradara film. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Soekarno M. Naga Bonar. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). Rosihan Anwar. pendidikan. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia. dan Maju Kena Mundur Kena. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. Gita Cinta dari SMA. Si Doel Anak Sekolahan. Salah Asuhan. Nirina Zubir. Film-film karya sineas Minang. perhotelan. Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. Di antara figur pengusaha sukses adalah. Asrul Sani. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton. dan Titi Sjuman. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. ratu kuis Ani Sumadi. Djamaludin Malik. Pekerja seni lainnya.Nurbaya. Gita Remaja. Siapa Dia. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. Eva Arnaz. Di samping mereka. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. Tuanku Abdul Rahman. Pada tahun 1993. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). penyanyi. dan Arizal. produser. . Abdul Latief(pemilik TV One). Pintar Pintar Bodoh. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. rumah makan. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. Noer beserta putranyaRano Karno. maupun artis. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. seperti Lewat Djam Malam. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. baik sebagai sutradara. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil.

dan Adnan bin Saidi. 4.188. Hans-Dieter. ^ Jones. ISBN 0-520-08861-1 8. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. LIT Verlag Münster.statistics. (1959). J. de. Institute of Southeast Asian Studies.BEFEO 14. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60. Prasasti Indonesia II. ^ Evers.^ Cœdès. 1. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Bandung: Masa Baru. (23 Desember 1981). (1995). 6. R.M. hlm. Ananta. Riwajat Indonesia. menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. Edwar.2nd . Niaga Swadaya. de. ^ Graves.^ Purbatjaraka. Dt. George. ISBN 978-981-230-874-0 9.^ Brandes. (1991). Di Arab Saudi. University of California Press.[62]. (2008). Indonesia's Population. Ngabehi. Jakarta: PT. ISBN 3-8258-4021-2 7.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3.^ Graves (1981). pious men: gender and body politics in Southeast Asia. Gavin W.. . Itacha. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda. ^ a b Navis. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. Heng Leng. Michael G. Aris (2003).L. Dt. (1984). naar het eenige daarvan bekende handschrift. Chaptep 6: Not Muslim.gov. Rüdiger. ^ Josselin de Jong. Jakarta: Bhartara 4. A. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). Chee. 15. Nāgarakrětāgama. 5. Ed. Djakarta: Jajasan Pembangunan. ^ Ong. ISBN 978-9791477-09-3. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. 10.A. 51. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia). Andriati. 16. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century. Hajam Wuruk. Maznah. aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. p. ISBN 981230-212-3. (1960). Tambo Minangkabau. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya. (1930). I. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia. Bewitching women. ^ www. hlm. A. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia. Masakan Padang: Populer & Lezat. Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira.. (2009). [sunting]Catatan kaki 1. Korff.^ Ramli. 13. (2000). van Madjapahit. 2. A. Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura). Di negeri Belanda. Dinas Purbakala Republik Indonesia. Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). 11.^ Casparis. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: Balai Pustaka. Aihwa. ^ a b c d Batuah. (1956).^ Djamaris. Southeast Asian Urbanism. Evi Nurvidya.. Leo. Grafiti Pers.E.. (1902). Elizabeth E. J.Di luar negeri. ^ a b Suryadinata. Institute of Southeast Asian Studies. Mekkah.G. Di Malaysia dan Singapura. (1952). & Madjoindo. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara. 12. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. and Mohamad.A. Arifin. P.. Peletz. Tambo Minangkabau dan Adatnya. Not Minangkabau. hlm.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.rajaalihaji. J.. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-0-521-23737-6. (2007). 33. 202. Grasindo.^ Munoz.^ Bonner. 27. Christine.. Tamsin. Tsuyoshi (2005). Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. G. University of Singapore. ISBN 0824209702. University of California Press.A. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. 22. Padang Ekspres. Minangkabau Voluntary Migration. Robert Johnson (1933). p.^ Idris. hlm. ISBN 979-690-360-1. Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden. Merantau. 18. Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau. 36. hlm. Religion. Andalas University Press. p.^ Simanjuntak. Gejolak Ekonomi.. Rekonstruksi bahasa Minangkabau. (1998). PT Balai Pustaka. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. 35. Wilson..^ Castles. 39. 24. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. (1982). hlm. 26. Rubino. 21.^ Medan. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra. (1918). 34. H. 25. 25. ISBN 978-0-89680-205-6. Exhibitum. Aspects of Athenian democracy Vol 11.^ Graves (1981). Jakarta: Kulik-Kulik Alang. . 28.^ Navis. past and present. politics. Minangkabau 1784 – 1847. P. Rifai Abu.^ Naim.^ Suryadi (2010). Aspek bahasa dan pengajaran. L.^ Pauka K.E de Josselin (23 Desember 1960). hlm.^ Graves (1981). ISBN 9793364556. p. 31. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi. (2001). (1981). hlm. 29. Djakarta: Bhartara. Kebangkitan Islam. ISBN 979-759-551-X.. 20. Mochtar. 33.^ Phillips. 38. A. 24 Agustus 1826.^ Graves (1981). Yale University..^ www. Mengantar.^ Nadra.W. 30.^ Graves. (1985). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 59. 23. 40.^ a b Kato. 30 Agustus 1825. 41. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia.^ Westenenk. De Minangkabausche Nagari.^ de Jong. (2006). 37. and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral.^ Azinar Sayuti. 11. Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. 10. Sekitar Adat Minangkabau. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. ISBN 978-979-461-661-1. Nigel. dan Gerakan Paderi.^ Dobbin. Paul Michel (23 Desember 2010). Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3.^ Garry. Lance (1967). 1946-1949. C. 32.17. Carl R. Cambridge University Press. (1985).^ a b Stibbe (23 Desember 1869). Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages. Sarjana Enterprise. Ohio University Press. No. 25-86.. Weltevreden: Visser. Soewardi (2004). Elizabeth E. 40. 19.com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41.

Alltägliches. fols.177-184 47. Jakarta (2010) 58.^ Poeze.^ www.^ Bemmelen Van R.com Prof.^ Naim. XLVII/3. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). ISBN 978-979-461-519-5. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. Ahmad Syafii Ma'arif.tempointeraktif.^ Suparlan. In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950. Navis. Hamburg 1998. (1970). Heiteres. London: J.W. Unglaubliches.^ www. Djambi-Verslag..com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61. 48. (1811). dan Tan Malaka 59.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur. transl.42. Mochtar. de. The Geology of Indonesia. Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia. Harry A. 43. pemberontakan atau bukan. hlm. Sumatra. 1027r-v 50.^ Marsden W. Naar midden Sumatra in 1684. VOC 1277. 73. 56. Dr. 8vo wrs. (2009). (1911). (1961). F.^ Tim Wartawan Tempo.^ a b Syamdani. The Haque. 40p. London:Hakluyt Society. PRRI. Kovac.^ Kahin. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. (2004). H.. Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra. Tijdschrift voor Indische Taal-.^ Haan. Padang: PPIM. "4 Serangkai Pendiri Republik". Jahn und Ernst. Kuala lumpur. Media Pressindo. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau. Murray. pp. Menurut AA Navis1) . Merantau. Kesalahan: waktu tidak valid. 1926-1998. Parsudi (1995). Land.^ Wheatley P.. 55. (1944).. (1896).^ Cortesao A. 46.^ .. (1830). Batavia-'s Hage..A.en Volkenkunde. Ernstes. 44. 60.^ Raffles. London 49. Audrey R.^ www.^ NA. Deel 39 51. Sjafnir Aboe. Kepustakaan Populer Gramedia. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien.^ Tobler A. The Suma Oriental of Tome Pires.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-788032-3. 53..antara-sumbar. The Golden Khersonese. Sophia. Frankfurt am Main und New York 1995. Campus. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen. Albrecht & Co. Mission to Pagaruyung. The History of Sumatra.^ Nain. Sutan Sjahrir. 54.melayuonline.^ www.(2005). Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen.^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. Nijhoff. 52. 57. Hatta. Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45.-M.posmetropadang.

Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. Adat yang diadatkan. Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. Berbeda dengan Adat istiadat. M. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Adat istiadat. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. Adat yang teradat. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. Nasroen yang mengatakan : “…. M. 45). Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). Sebelum Islam masuk. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Hukum itu dicabut tidak akan mati. karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. Berbedanya penyusun dengan Prof. Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. Sebagai alasan dari Prof. M. setelah Adat yang teradat menciptakannya. Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua. ada. (hal. Mr. Mr. 25). M. Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. Berbeda dengan AA Navis. misalnya mengenai upacara perkawinan. Sedang urutan keempat adalah sama. Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan. Mr. Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. sedang bagi penyusun urutan ketiga. M. diasak tidak akan layu. Jadi. Adat yang teradat dan Adat istiadat.urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. Mr. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. Mr. Hukum gerak itu abadi. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. M. . Ia adalah hukum alam itu sendiri. Seperti juga sifat air membasahi. Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak. Mr. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. maka Prof. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat.

Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. d. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan. dan sebagainya. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. misalnya mengenai pembagian warisan.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. etik. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. bahuma – babendang. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia. samun-sakar. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. c. basawah – baladang. terhambat-terpukul). ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. siar-bakar. Sebagai buah dari musyawarah. terlantar-terkejar. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”. basuku – banagari. bahalaman bapamedanan. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. Rantau Barajo. pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. b. berjejak bagai bakiak. menjual murah. enggang lewat atal jatuh. kicuh-kicung. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar). Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau. misalnya mengenai upacara perkawinan. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. tertandaterbukti. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. terikat-terkebat. Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak. “Akak”. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. daga-dagi. Ia pernah tidak ada. Mawardi Yunus Dt. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. upas racun. melainkan nama bapaknya. Kalau tidak sanggup membedakannya. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya.teregas. sumbang-salah).musyawarah. Misalnya soal pewarisan. Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. moral dan nilai-nilai. adat yang teradat. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri. tercengang. yaitu bersurih bagai sipasin. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. bakorong – bakampuang. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. kecendurangan mata orang banyak. Luhak Bapanghulu.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. “Ociek”. maling-curi. balabuah – batapian. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya.

Mawardi Yunus Dt. sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya. Navis : “Alam terkembang jadi guru”. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984). AA.keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. . 2. Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. hlm 88 – 89. Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari. Maharajo Catatan kaki : 1. Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful