Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang. Datuk Batuah. menentang taqlid buta. H. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat.Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. Batuah ditangkap Belanda. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. kesehatan dan pendidikan. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal.R. IPO. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Selain pendirinya H. Batuah. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. ilmu falak. Kedua sekolah ini berhubungan erat. yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Barisan Muda. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Sulaiman Labai. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. ilmu bumi. Djamaluddin Tamin. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. H. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. Sawahlunto pada 1915. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. seorang saudagar. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. . Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Natar Zainuddin dan Dt. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. Dt. seperti matematika. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat.

Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. . pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat. Para aktivis komunis ditangkap. berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia. disingkat Permi. Atas prakarsa H. dan menyebar ke Aceh. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah.

Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. Sukarno diasingkan ke Flores. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. Riau. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat. dan PNI Baru. Audrey (22 Desember 2010). 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Iljas Jacub. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat.Tapanuli. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. AA. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian. Hatta dan Sjahrir ke Digul. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Yayasan Obor Indonesia. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. lolos. Riau dan Jambi. Tan Malaka.Navis. pimpinannya. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. . ISBN 979-461-519-6. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Jambi dan Bengkulu. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang.

Guguk. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. Mahat. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Bugis dan lain-lain. Bernet Bronson. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Semenanjung Melayu. Birma dan Yunan. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. Nias. Jawa. yaitu gunung merapi yang sangat besar. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Sopan Gadang. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Mentawai dan lain-lain. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan.1. Pangkalan. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera). Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. Di samping di dalam sejarah Melayu. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Koto Tinggi. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi.m. Kapur IX. Makasar. Cina Selatan. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. Dayak. . Tiakar. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Koto Baru. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Ampang Gadang. Koto Gadan. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. Suliki Gunung Emas. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. ”tidak tembak langsung”. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Toraja. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. Harau. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau.A. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A. Ranah. karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya.

nan gosong lah basentak naiak. lorong kapado niniak kito. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. Balubus. Taeh Baruh. . yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim.Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo. daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. adat air membasahi. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). yang sagadang talua itiak. gosong yang kecil tadi makin besar. lah mendarek maso itu. mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. Talang Anau. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. Di gelanggang ini dilakukan upacara. dari mano asal niniak kito. Padang Kandih. dari telong nan barapi. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. adat runcing mencucuk). Padang Japang. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. Koto Tangah. Andieng. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. Sesudah kepala suku itu meninggal. maka menurut Soekomo. adat aia mamabasahi. dari puncak gunung merapi). Talago. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. dari mana datang nenek kita. adat tajam malukoi. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Kubang Tungkek. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito. Simalanggang. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. kok dareklah sarupo paco. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. nampaklah gosong dari lauik. adat tajam melukai. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun.. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. Limbanang. namun kaba nan bak kian. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. Tiakat. yaitu Alam Takambang jadikan guru.

karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. tetapi sudah gelap gulita. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. karena masa yang telah lewat.3. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh). Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau.Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). dek lamo maso nan talampau. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. Mansoer dkk. bahwa kerajaan-kerajaan lama. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. M. ”…dari tahun musim baganti. hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh.. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. A. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti. karena zaman bertukar-tukar. . dek zaman tuka – batuka. bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam.2. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu). Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. Sejarah Minangkabau. Dapat dikatakan. dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. pusat perekonomian. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba. tahun dengan musim yang berlangsung). yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. dalam bukunya. bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. Dikatakannya. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. pusat perdagangan lada. tentu sudah pandai tulis baca. A. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. yaitu kira-kira abad ketujuh. bukan lagi kabur. D. Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali.

yaitu melalui darat dan laut. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Hindustan. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. Jadi karena keadaan. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Madura. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. Bugis. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Bali dan lain-lain. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. India dan lainlain. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. Cina. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. Sunda. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Islam pertama pun masuk dari sini. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. Persia dan lain-lain. sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. Pada zaman purbakala. Jawa. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. Dari kelemahan Sriwijaya itu. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. bukan itu saja. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. India dan Cina. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera.

yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. A. batigo rajo naiek nobat. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). dan Maharajo Dirajo. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. Dengan kejadian ini dapat diartikan. nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. nan pai ka banua Ruhun. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. yaitu Maharajo Alif. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya.4. menjadi raja di Turki. seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. Maharajo Dipang. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar. . yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Kalau memang demikian keadaannya. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Pada tahun 1275. sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. nan sorang Maharajo Alif. tetapi Josselin de Jong mengatakan. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara.

Dt. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. dan beberapa rombongan dari Campa. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. P. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo. Dt. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Marajo. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. seperti Dt. Dt. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. Jadi. E. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. Suri Dirajo. Maharajo Basa. Logikanya tentu sebelum Adityawarman. karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. PE Josselin . Kalau memang demikian. Cati bilang Pandai. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. Maharajo. belum ada raja di Minangkabau. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. A. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya. walaupun orangnya itu juga. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja.5. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. Yang jelas pada waktu sekarang ini. Siam. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. Namun. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. Indo Jati. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Maharajo Dirajo. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini.

maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Demikian kesimpulannya. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. Sedangkan menurut Hamka. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. Namun demikian. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. Segala sesuatu yang dikerjakan. ahli pikir. Dikatakan dalam Tambo. dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. Jawabannnya mudah saja. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu. Kalau pendapat ini memang benar. dari dahulu hingga sekarang. Suku bangsa Minangkabau. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya.6. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. Batusangkar. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. Di Negeri Sembilan. mempercayai dengan penuh keyakinan. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan . A. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya. baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung.

Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman.7. Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. Mengenai asal-usul Adityawarman ini. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian. Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. A. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. . Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit. melainkan untuk menghormatinya. Setelah ekspedisi itu berhasil. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. Aji Mantrolot. Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. karena sebelum Adityawarman datang.

Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. 1375. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit. Disamping itu. tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. raja kerajaan Melayu. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. artinya kekuasaannya sangat terbatas. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. yaitu dengan Cina. Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. Tahun 1357. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau. Oleh karena itu.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. Bersama dengan Patih Gajah Mada. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya. Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. . Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya.

Drs. Taufik Thaib SH. Saruaso I dan II.8. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. Ananggawarman (1376) 3. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam. Dari sebutan raja itu saja. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. Kapalo Bukit Gambak I dan II. Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman.Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Semasa Adityawarman menjadi raja. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa. Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. Banda Bapahek. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13. pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah. Kuburajo. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman.Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9. Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya.M. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca. .Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. Adityawarman (1339-1376) 2. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau. Pagaruyung. A. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409.

tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Bandar Sepuluh. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan.Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai.9. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. . Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Rao. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Tambusai. Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Siak Indra Pura. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. Sungai Pagu. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa. A. karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Menurut berita Portugis. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Menurut Tambo. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Palembang. Begitu juga dalam bidang agama.

Hal ini terjadi pada tahun 1793. karena terlibat perang lagi dengan Belanda. Mulai saat itu Belanda. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu. A. Pariaman. Setelah mereka merampok kota. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. mereka pergi lagi. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten. Dari daerah pesisir ini. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga. Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat. Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera. Salido. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. Bayang di Pesisir Selatan. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau. yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera.10. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut.

Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. . yaitu Haji Miskin. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Habis orang-orang istana itu. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau.secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). dengan berpusat di Kamang Mudik. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. tetapi hanya disekitar istana saja. Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Haji Sumanik dan Haji Piobang. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. seperti Tuanku Pamansiangan. Pada permulaan abad ketujuh belas. karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ).

pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. selanjutnya dipindahkan ke Menado. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau. maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. Tan Malaka. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. Hatta. yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Sutan . badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita.Natsir. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. Muszaphar Shukor. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. dibuang semula ke Betawi. Yusof Ishak. tinggal di Kampung Bali. berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang. karena menjadi anak jajahan Belanda.

dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. Hamka. bagian utara Bengkulu. Menurut A. Malaysia: 450. sebagai profesional dan intelektual. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7]. Indonesia: 385. Indonesia: 534. Malaysia dan Singapura.475. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas.463. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Indonesia: 3. . Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. Yamin. barat daya Aceh. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Dalam percakapan awam.Marah Roesli. separuh daratan Riau. bagian selatan Sumatera Utara. Indonesia: 64. Medan. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan.861. Navis.000[2]. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat. Di luar wilayah Indonesia. Jabotabek. Indonesia: 111.343. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum.734.Sjahrir. Pekanbaru. Selain itu. dan Surabaya. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5]. Agama Islam. Kelompok etnis terdekat Melayu. Batam. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. Chairil Anwar.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10]. Jambi. Indonesia: 66. Indonesia: 306. Bahasa bahasa Minang.A.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan.000. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8]. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5. Indonesia: 636. Sumatera Kepulauan Bengkulu. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum.747. Bandung. seperti Jakarta. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Selatan. Riau.854. Utara. bagian barat Jambi. Palembang. Sumatera Negeri Sembilan. Riau.215.550.

kabupaten Tanah Datar.1 Persukuan • 4. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif.3 Rumah adat • 3. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut.2 Faktor ekonomi • 5. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya.2 Gelombang rantau • 5. Dari tambo tersebut. Untuk mencegah pertempuran.1 Jumlah perantau • 5.3 Penghulu • 4.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata. provinsi Sumatera Barat.4.1 Bahasa • 3.3 Perantauan intelektual • 5.4. . yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau). Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3.4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5. yaitu Nagari Minangkabau. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit. minang dan kabau.4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4.4 Sebab merantau • 5. yang terletak di kecamatan Sungayang. Dalam pertempuran.2 Kesenian • 3.4. juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11]. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.2 Nagari • 4. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau.3 Faktor perang • 5. Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari.1 Faktor budaya • 5.

masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" . yang terdiri dari Luhak Limo Puluah. Luhak Agam. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain. Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar. Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga.[13]... sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk.. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak. Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2. yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14].Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta. karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15].. Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. dan Luhak Tanah Datar[5]. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu". Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera..500-2.) sebenarnya tergabung.minānga) dan ke-5 (tāmvan.. kata baris ke-4 (. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo.. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16].[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau .000 tahun yang lalu.

Dalam masyarakat Minangkabau. cerdik pandai. [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin. dan ninik mamak. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. Dalam perjalanannya. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter. Mereka adalah alim ulama. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu.[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17].[20][21] . Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Menurut tambo. karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya. ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu. sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal). ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat.

Selain itu.[24]. selain berfungsi sebagai tempat ibadah.[26] Umumnya berbahan kayu. ibarat. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. dan salawat dulang. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23]. biasanya tidur di surau. yaitu pasambahan (persembahan). adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing. kiasan. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. Di samping itu. beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. . indang. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25]. dan aphorisme. Ada tiga genre seni berkata-kata. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22]. alegori. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. metafora. lebih mengedepankan kata sindiran. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai.[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut. yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. menetap di rumah istrinya.

mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan.[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. biasa disebut baralek. Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. yakni pihak keluarga istrinya. Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi. sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau. Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. Bagi lelaki Minang. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. sampai basandiang (bersanding di pelaminan). maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid. Sedangkan bagi keluarga pihak istri. Dimulai denganmaminang (meminang). . sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. pemberian gelar ini tidak berlaku. bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai.

Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak. maka harta pusaka dapat digadaikan. kemudian berkembang menjadi Dusun. Selain sebagai basis politik.Selanjutnya. Nagari ba Panghulu. diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. dari Koto manjadi Nagari. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. kaum-keluarga. . Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. setiap suku dalam tradisi Minang. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau. Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). harta. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. dari Dusun manjadi Koto.

sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari. untuk menduduki posisi ini. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja. bijaksana. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. Kerajaan Pagaruyung. dan Kerajaan Inderapura. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. Dharmasraya . merupakan suatu prestise dan harga diri. dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku. Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. dan memahami adat. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul. Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya. Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. . membimbing kemenakan. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. Atau sebaliknya. Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua. sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya.[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu .

jalan. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat. Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan.7 juta jiwa. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat.9 %). Dari pencarian yang diperoleh. hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri . namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat.2 %). Batak (14. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara. Indonesia. dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. perantau Minangkabau hanya sebesar 10. Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan. Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau. dan Banjar (14. Melihat data tersebut. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. seperti mesjid. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi. Pelalawan. ataupun pematang sawah.[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. Sebab menurut sensus tahun 1930.[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu.5 % dibawah orang Bawean (35. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37]. [sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama.[1]. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang.3 %). yakni dengan memperluas kepemilikan sawah. Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan. maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. Berdasarkan sensus tahun 2000. memegang kendali pengolahan lahan.

Para perantau yang pulang ke kampung halaman.Malaysia. Mereka antara lain Abdoel Rivai.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Selain ke Timur Tengah. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur. banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam. dan Nazir Pamuntjak. dan anak-anak. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih . Dengan sistem ini.Sembilan. diantaranya Haji Miskin. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa.7 kali[41]. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. Tan Malaka. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. Selain itu. Barus. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda. hingga Bengkulu. Sumatera Timur mulai dibuka. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3. Tahir Jalaluddin. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah. Muhammad Jamil Jambek. membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia. mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. Semua pelajar Minang tersebut. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. Pada masa kemerdekaan. Haji Piobang. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. Sutan Syahrir.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Setibanya di tanah air. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. Mohammad Hatta. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. Intelektual lain. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi. dan Haji Sumanik. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. Roestam Effendi.

di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda. dan berpandangan luas. tapi juga karena ingin berdagang. dan besi. kosmopolitan. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama. dua tipologi budaya Minang. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. merkuri. babuah babungo alun. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. seng. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan. Tidak hanya karena alasan ikut suami. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. Menurut Rudolf Mrazek. sosiolog Belanda. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. Kawasan pedalaman Minangkabau. timah. egaliter. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang.untuk merantau. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas.tembaga. marantau bujang dahulu. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang. Selain itu.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera .

Panchur (Barus).[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini. Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung.[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera. Hal inilah menjadi salah satu penyebab.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik. setelah perang Padri. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu. mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. mereka masih menjumpai para pendulang emas. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927.[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain. [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. Ia merasakan sendiri. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman). namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau).[33] . dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo). bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka. penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik. Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan. telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka.karena hal ini. sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera.[51] Sampai abad ke-19.[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau. dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau.

Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka. Brunei. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. Hamka. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. Di akhir abad ke-16. lewat karyanya yang berjudul Kemarau. A. Thailand. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. Sjahrir. penulis.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau. ulama.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. dan Dato Ri Tiro. antara lain sebagai politisi.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan. novel karya Marah Rusli. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat. Setelah gagal . Mohammad Hatta. Dalam bentuk yang berbeda. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang.7% dari penduduk Indonesia). biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal. Selain novel karya Hamka.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. Selain dalam bentuk novel. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. pengajar. Gareth Evans. semenanjung Malaysia. Dalam novel-novel tersebut. Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. Di tahun 1390. dalam novelnya Merantau ke Deli. Di kampung. jurnalis. ulama Minangkabau Dato Ri Bandang. hingga Philipina. terutama sastrawan. mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil. Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol. Sulawesi. Dato Ri Patimang. dan pedagang. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni.

Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti . Pada periode 1920 . islamis. Daan Jahja (Jakarta). Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku). Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia.Abdul Muis. pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan). Selain di pemerintahan. Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian.R Sutan Mansur. seorang sebagai presiden (Assaat). banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi.Masyumi oleh Mohammad Natsir. menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda. Marah Rusli. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia. yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia.1960. Selain mendirikan partai politik. Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat.A Navis berkarya melalui penulisan novel. tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. Eni Karim (Sumatera Utara). Fahmi Idris. Siradjuddin Abbas. dan Emil Salim. Madilog. dan Permi oleh Rasuna Said. Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI.Abdul Halim. melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). PNI Baru oleh Mohammad Hatta. dan sosialis. Muhammad Natsir). dan puluhan yang menjadi menteri. antara lain A. Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. Hamka. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir. Di dalam Volksraad.merebut tahta Kesultanan Johor. Mohammad Hatta. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta). Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau. Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo. Naar de Republiek Indonesia. novelis sekaligus ahli tata bahasa. salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa. seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh). komunis. pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau. di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang. Idrus. dan Djamaluddin Tamin. politisi asal Minang-lah yang paling vokal. menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia. Serta Sutan Takdir Alisjahbana. dan A. dan Massa Actie karya Tan Malaka.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). Minangkabau.[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang. empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. Setelah kemerdekaan. nasionalis. Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Agus Salim. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. dan Abdul Muis.

Nirina Zubir. . Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. dan Arizal. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. Abdul Latief(pemilik TV One).Nurbaya. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. Soekarno M. dan Maju Kena Mundur Kena. Di samping mereka. produser. Rosihan Anwar. Pada tahun 1993. dan Titi Sjuman. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. Siapa Dia. Dorce Gamalama. Naga Bonar. Tuanku Abdul Rahman. Pintar Pintar Bodoh. pendidikan. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. Di antara figur pengusaha sukses adalah. Asrul Sani. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1. disamping orang Tionghoa.196 episode telah dihasilkannya. baik sebagai aktor maupun sutradara film. Gita Remaja. Film-film karya sineas Minang. Djamaludin Malik. Si Doel Anak Sekolahan. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia. maupun artis. Noer beserta putranyaRano Karno. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. penyanyi. dan Ani Idrus. Salah Asuhan. perhotelan. ratu kuis Ani Sumadi. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. Eva Arnaz. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. dan rumah sakit. Layar Terkembang. Selain melalui karya sastra. seperti Lewat Djam Malam. Pekerja seni lainnya. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). baik sebagai sutradara. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. Gita Cinta dari SMA. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia. rumah makan.

188. Heng Leng. Dinas Purbakala Republik Indonesia. 13. Ed. Dt. Prasasti Indonesia II.Di luar negeri. Ananta. Tambo Minangkabau dan Adatnya.^ Djamaris. hlm. Dt. Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura). (2000). aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. R. Bandung: Masa Baru. (1959). 11. Korff. Nāgarakrětāgama.. A. Ngabehi. de. Hajam Wuruk. (1930). Elizabeth E.A. de. Bewitching women. Jakarta: PT. J. ^ a b c d Batuah. George. Chee. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). P.L. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya. & Madjoindo. 4.. hlm. dan Adnan bin Saidi. van Madjapahit. ^ www. ^ a b Navis. (1952).M.^ Casparis. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia. 16.^ Purbatjaraka.^ Graves (1981).BEFEO 14. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century.E. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia). Hans-Dieter. Itacha.[62]. ^ Jones. (23 Desember 1981). (1956). Jakarta: Balai Pustaka.2nd . Jakarta: Bhartara 4. J.gov. hlm. Peletz. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia.G. ISBN 978-9791477-09-3. (2009).. Arifin. ^ Josselin de Jong. University of California Press. Indonesia's Population. 2. Evi Nurvidya. 10. Aihwa. pious men: gender and body politics in Southeast Asia. Jakarta: Balai Pustaka. Di Malaysia dan Singapura. ^ Graves.^ Cœdès. Chaptep 6: Not Muslim. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Rüdiger. ^ Ong. 5. naar het eenige daarvan bekende handschrift. Institute of Southeast Asian Studies. Grafiti Pers. Leo.^ Brandes.. ISBN 0-520-08861-1 8. Southeast Asian Urbanism. p. 15. and Mohamad.statistics. Niaga Swadaya. 12. Maznah. ISBN 981230-212-3. Riwajat Indonesia. Djakarta: Jajasan Pembangunan. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi. (1960). Andriati. Mekkah.. Gavin W. ^ Evers. ^ a b Suryadinata. Aris (2003). . 6. (2008). 51.^ Ramli. (1995). menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda. (1902). Di Arab Saudi. A. ISBN 3-8258-4021-2 7. (1984). Michael G. LIT Verlag Münster. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60. I. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. (1991). Tambo Minangkabau. ISBN 978-981-230-874-0 9. Not Minangkabau.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. 1. Institute of Southeast Asian Studies.A. Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). Di negeri Belanda. [sunting]Catatan kaki 1. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara. Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira. Edwar. Masakan Padang: Populer & Lezat. A.

(2006). Ohio University Press. Rubino. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. 34.. and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry.W. 33. (1998). ISBN 978-0-89680-205-6.com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41. No.. (2007).. 19. 11. De Minangkabausche Nagari.^ Naim. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi.^ Graves (1981). 26. 29. Soewardi (2004). Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia. 25. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah.. A.^ Idris.^ Phillips. ISBN 979-690-360-1.^ Graves (1981). hlm. G. Mochtar. Gejolak Ekonomi. 32. Sekitar Adat Minangkabau. 28.^ Dobbin. Christine. politics.^ Simanjuntak.^ Graves (1981). 23. Aspek bahasa dan pengajaran. hlm. 31.^ www. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 24 Agustus 1826. (2001).^ Pauka K. 22. 37.A. 39. 36. p. Kebangkitan Islam. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Robert Johnson (1933). Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. (1918).^ Munoz. 20. 41. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.^ Nadra.. University of California Press..^ Castles. 40. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. (1981). ISBN 9793364556. . Yale University. Lance (1967). Tsuyoshi (2005). Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. University of Singapore. (1982). p. hlm. H.^ Suryadi (2010). Padang Ekspres. p. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra.rajaalihaji. PT Balai Pustaka.^ a b Kato. past and present. P. (1985).17. Grasindo. Djakarta: Bhartara.^ Westenenk. Nigel. Jakarta: Kulik-Kulik Alang. 24. 1946-1949. ISBN 979-759-551-X. dan Gerakan Paderi.^ de Jong. 25-86. Paul Michel (23 Desember 2010).^ Medan. 21. Mengantar. ISBN 978-0-521-23737-6. 59.^ Navis. 10. Weltevreden: Visser. 30 Agustus 1825. C. Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages. Merantau. 202. Cambridge University Press. Carl R.E de Josselin (23 Desember 1960)..^ Azinar Sayuti. 38. Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. Sarjana Enterprise. Religion. ISBN 978-979-461-661-1. 35. 33. J. Minangkabau 1784 – 1847. Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3.^ Garry. hlm. hlm. Wilson. Rifai Abu. Aspects of Athenian democracy Vol 11. 25. L. 18. ISBN 0824209702.^ a b Stibbe (23 Desember 1869). Elizabeth E.^ Graves. Minangkabau Voluntary Migration. Exhibitum.^ Bonner. 30. 27. Rekonstruksi bahasa Minangkabau. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. 40. Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau. (1985). Tamsin. Andalas University Press.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral.

F. PRRI. Frankfurt am Main und New York 1995.com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61.^ Naim. 53. Naar midden Sumatra in 1684. 1027r-v 50. The Suma Oriental of Tome Pires. Deel 39 51. Mission to Pagaruyung. Alltägliches. Audrey R. Dr.^ Kahin. Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen. Padang: PPIM.tempointeraktif.^ Suparlan.^ www. 40p.^ www. Yayasan Obor Indonesia.42.^ www. The History of Sumatra.posmetropadang. London 49. VOC 1277. Hatta. dan Tan Malaka 59. Jahn und Ernst.(2005). Unglaubliches. XLVII/3. 43. Sjafnir Aboe.^ Marsden W.. Menurut AA Navis1) .melayuonline. The Golden Khersonese. Harry A. Parsudi (1995). Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra. Media Pressindo. (1911). Albrecht & Co. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles.^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950. (1811). 54. Ahmad Syafii Ma'arif.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62. 46.. Ernstes. Nijhoff. Tijdschrift voor Indische Taal-.-M. London:Hakluyt Society. Kesalahan: waktu tidak valid. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori. 44.W. pp. The Geology of Indonesia.^ Raffles.^ www. H.^ Bemmelen Van R. Hamburg 1998. (1961). Kovac. (1944).^ NA. Kepustakaan Populer Gramedia. 1926-1998. Navis. transl. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau.A.. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien.^ .. ISBN 978-979-461-519-5.. Jakarta (2010) 58. (1896). (1970). London: J.177-184 47.^ Tim Wartawan Tempo.antara-sumbar.^ Nain. Campus. de. hlm. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). Sutan Sjahrir.. Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45. Mochtar. 57. Heiteres.com Prof.^ Haan. "4 Serangkai Pendiri Republik". The Haque. 48. ISBN 978-979-788032-3. 52. pemberontakan atau bukan. Murray. Land. fols.^ a b Syamdani. Batavia-'s Hage.^ Poeze. 8vo wrs. Sumatra. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000. (2009). (2004). Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia. (1830). 55.^ Wheatley P.. Djambi-Verslag. 60. Sophia. 56. 73.^ Cortesao A.en Volkenkunde. Kuala lumpur. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen.^ Tobler A.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur. Merantau.

Adat yang teradat dan Adat istiadat. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. Sebagai alasan dari Prof. sedang bagi penyusun urutan ketiga. M. Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. Ia adalah hukum alam itu sendiri. maka Prof. M. Mr. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Sebelum Islam masuk. Nasroen yang mengatakan : “…. setelah Adat yang teradat menciptakannya. Sedang urutan keempat adalah sama. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. Jadi. Mr. Hukum gerak itu abadi. Berbeda dengan Adat istiadat. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. Mr. 25). karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. M. Mr. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Mr. Adat yang diadatkan. Mr. Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak. misalnya mengenai upacara perkawinan. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. Seperti juga sifat air membasahi. diasak tidak akan layu. Hukum itu dicabut tidak akan mati. Berbeda dengan AA Navis. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. (hal. M. Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. Adat istiadat. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat.urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat. M. Berbedanya penyusun dengan Prof. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. ada. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. Adat yang teradat. 45). Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. M. . Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua.

bahuma – babendang. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . misalnya mengenai upacara perkawinan.teregas. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. Ia pernah tidak ada. enggang lewat atal jatuh. Luhak Bapanghulu. Rantau Barajo. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia. terlantar-terkejar. “Akak”. Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak. Misalnya soal pewarisan. daga-dagi. etik. tertandaterbukti. Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar). berjejak bagai bakiak. Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. kecendurangan mata orang banyak. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam. “Ociek”. basuku – banagari.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. menjual murah. ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. bahalaman bapamedanan. bakorong – bakampuang. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. moral dan nilai-nilai. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. b. Sebagai buah dari musyawarah. dan sebagainya. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. melainkan nama bapaknya. samun-sakar. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri. ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. d. kicuh-kicung. Mawardi Yunus Dt. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia.musyawarah. basawah – baladang. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. tercengang. adat yang teradat. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. terikat-terkebat. Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. Kalau tidak sanggup membedakannya. yaitu bersurih bagai sipasin. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. upas racun. balabuah – batapian. c. pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. siar-bakar. misalnya mengenai pembagian warisan. terhambat-terpukul). maling-curi. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”. sumbang-salah). Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau.

sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya. hlm 88 – 89. 2. Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari. Navis : “Alam terkembang jadi guru”. . Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. AA. Maharajo Catatan kaki : 1.keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. Mawardi Yunus Dt. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful