Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

Barisan Muda. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. menentang taqlid buta. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan. ilmu bumi. Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. seorang saudagar. Kedua sekolah ini berhubungan erat. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. Sulaiman Labai. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. IPO. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi. Dt. Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. Sawahlunto pada 1915. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. H. Djamaluddin Tamin. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang.Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. . Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. kesehatan dan pendidikan. menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Selain pendirinya H. ilmu falak. Datuk Batuah. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Batuah. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach.R. Batuah ditangkap Belanda. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. H. Natar Zainuddin dan Dt. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. seperti matematika. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah.

dan menyebar ke Aceh. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat. Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. Atas prakarsa H. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. disingkat Permi. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Para aktivis komunis ditangkap. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. . Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah. berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia.

Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Riau. meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. Yayasan Obor Indonesia. Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Iljas Jacub.Tapanuli. Tan Malaka. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa. ISBN 979-461-519-6.Navis. dan PNI Baru. Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang. . pimpinannya. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. AA. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Jambi dan Bengkulu. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. Sukarno diasingkan ke Flores. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. lolos. Riau dan Jambi. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. Hatta dan Sjahrir ke Digul. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat. Audrey (22 Desember 2010). Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998.

Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya. Koto Baru. Harau. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A.A. Cina Selatan. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan. Koto Gadan. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. Nias. Guguk. . karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan. Di samping di dalam sejarah Melayu. Kapur IX. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Mentawai dan lain-lain. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Suliki Gunung Emas. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. yaitu gunung merapi yang sangat besar. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera). Jawa. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. Ampang Gadang. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Bernet Bronson. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. Mahat. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Dayak. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. ”tidak tembak langsung”. Bugis dan lain-lain.1.m. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Tiakar. Ranah. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. Birma dan Yunan. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. Pangkalan. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Makasar. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. Toraja. Sopan Gadang. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. Semenanjung Melayu. Koto Tinggi. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula.

Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. maka menurut Soekomo. yaitu Alam Takambang jadikan guru. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). lorong kapado niniak kito. daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. lah mendarek maso itu. Talang Anau. Limbanang. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. Talago. Andieng.. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo.Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. Padang Kandih. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. yang sagadang talua itiak. adat tajam melukai. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. Koto Tangah. nan gosong lah basentak naiak. dari mano asal niniak kito. dari mana datang nenek kita. Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. gosong yang kecil tadi makin besar. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. namun kaba nan bak kian. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. Simalanggang. Sesudah kepala suku itu meninggal. sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. Taeh Baruh. . Tiakat. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. dari telong nan barapi. kok dareklah sarupo paco. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. Kubang Tungkek. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. nampaklah gosong dari lauik. adat aia mamabasahi. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. Padang Japang. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. Di gelanggang ini dilakukan upacara. adat runcing mencucuk). dari puncak gunung merapi). Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang. adat air membasahi. Balubus. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. adat tajam malukoi.

Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali.3.2. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. Dapat dikatakan. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. dek zaman tuka – batuka. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu). bukan lagi kabur. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. M. bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. Dikatakannya. Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam. dalam bukunya. A. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809. ”…dari tahun musim baganti. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. Sejarah Minangkabau. yaitu kira-kira abad ketujuh.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya.Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu. A. karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali. bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba. karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. Mansoer dkk. bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. bahwa kerajaan-kerajaan lama. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. dek lamo maso nan talampau.. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau. tahun dengan musim yang berlangsung). Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. pusat perdagangan lada. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. D. . pusat perekonomian. tetapi sudah gelap gulita. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh). tentu sudah pandai tulis baca. karena zaman bertukar-tukar. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. karena masa yang telah lewat. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674. yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah.

Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. Persia dan lain-lain. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. Jawa. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Dari kelemahan Sriwijaya itu. karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . India dan Cina. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. Bugis. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. Jadi karena keadaan. Hindustan. baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. yaitu melalui darat dan laut. Islam pertama pun masuk dari sini. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Sunda. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Bali dan lain-lain. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Pada zaman purbakala. India dan lainlain. Cina. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. Madura. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera. bukan itu saja.

. dan Maharajo Dirajo. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. tetapi Josselin de Jong mengatakan. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya.4. Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. nan sorang Maharajo Alif. Kalau memang demikian keadaannya. nan pai ka banua Ruhun. menjadi raja di Turki. yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). Dengan kejadian ini dapat diartikan. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. yaitu Maharajo Alif. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut. Maharajo Dipang. batigo rajo naiek nobat. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar. lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. A. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. Pada tahun 1275. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun.

Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo. E. Marajo. Cati bilang Pandai. walaupun orangnya itu juga. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. P. dan beberapa rombongan dari Campa. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. Dt. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. Dt. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. Maharajo Dirajo. Dt. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. Maharajo Basa. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. A. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. Maharajo. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. seperti Dt. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Jadi. Siam. karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. Namun. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya. Yang jelas pada waktu sekarang ini. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. Suri Dirajo. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. Kalau memang demikian. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. Indo Jati. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. belum ada raja di Minangkabau.5. tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi. PE Josselin . Logikanya tentu sebelum Adityawarman. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada.

Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. A. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. Demikian kesimpulannya. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum. Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. Suku bangsa Minangkabau. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai.6. dari dahulu hingga sekarang. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan. Segala sesuatu yang dikerjakan. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. Sedangkan menurut Hamka. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan . baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Namun demikian. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. Dikatakan dalam Tambo. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. Jawabannnya mudah saja. sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Di Negeri Sembilan. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo. ahli pikir. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. mempercayai dengan penuh keyakinan. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. Batusangkar. Kalau pendapat ini memang benar. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu.

perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. Mengenai asal-usul Adityawarman ini.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman. Setelah ekspedisi itu berhasil. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. A. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian. Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. karena sebelum Adityawarman datang. melainkan untuk menghormatinya. Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang. Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. Aji Mantrolot. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun.7. Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. . Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan.

tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. . Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. 1375. Bersama dengan Patih Gajah Mada. Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit. yaitu dengan Cina. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. Tahun 1357. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. artinya kekuasaannya sangat terbatas. raja kerajaan Melayu. Oleh karena itu. Disamping itu. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar.

Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman. Semasa Adityawarman menjadi raja. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca. Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Kuburajo.8. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam. Taufik Thaib SH. Adityawarman (1339-1376) 2. Saruaso I dan II. Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam.M. Kapalo Bukit Gambak I dan II. Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409. Dari sebutan raja itu saja. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S. Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman. Pagaruyung. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa. .Drs.Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. Banda Bapahek. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. Ananggawarman (1376) 3. A. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah. pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman.Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung.Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14.

Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Tambusai. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. Sungai Pagu. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang. Bandar Sepuluh. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. A. Rao. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. Menurut Tambo.Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat.9. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Begitu juga dalam bidang agama. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Siak Indra Pura. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. . Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. Palembang. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Menurut berita Portugis. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1.

Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. mereka pergi lagi. Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. A. Setelah mereka merampok kota. Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera.10. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten. Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. Dari daerah pesisir ini. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. Salido. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. Bayang di Pesisir Selatan. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Pariaman. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia. Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. Hal ini terjadi pada tahun 1793. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat. Mulai saat itu Belanda. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. karena terlibat perang lagi dengan Belanda. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam.

Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. Pada permulaan abad ketujuh belas. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ). karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. yaitu Haji Miskin. tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. Habis orang-orang istana itu. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. dengan berpusat di Kamang Mudik.secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. seperti Tuanku Pamansiangan. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. tetapi hanya disekitar istana saja. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. . Haji Sumanik dan Haji Piobang. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau.

Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes. Muszaphar Shukor.Natsir. maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. Hatta.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. Yusof Ishak. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. karena menjadi anak jajahan Belanda. yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. tinggal di Kampung Bali. Tan Malaka. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. dibuang semula ke Betawi. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang. Sutan . selanjutnya dipindahkan ke Menado.

Medan.343.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. Pekanbaru. bagian selatan Sumatera Utara. dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. seperti Jakarta. sebagai profesional dan intelektual.Marah Roesli. Yamin. Malaysia: 450.550. Sumatera Kepulauan Bengkulu. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat.854. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat. Malaysia dan Singapura. Selatan. Indonesia: 64. Batam. Indonesia: 306. Riau. Indonesia: 3. Indonesia: 636. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7].747. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5]. Navis.861. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5.215. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10]. .475. Palembang. Di luar wilayah Indonesia. Bahasa bahasa Minang. Kelompok etnis terdekat Melayu. Hamka. Sumatera Negeri Sembilan. barat daya Aceh. Menurut A. Indonesia: 534. Indonesia: 66. dan Surabaya. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis.463. separuh daratan Riau.A. Utara. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. Jabotabek. Agama Islam. Dalam percakapan awam. Riau.000. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Bandung. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8].734. Chairil Anwar. Selain itu. bagian barat Jambi. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas. Indonesia: 385. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum. bagian utara Bengkulu.Sjahrir. Jambi. Indonesia: 111.000[2].

Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari.1 Persukuan • 4. yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau).3 Faktor perang • 5.3 Penghulu • 4.3 Perantauan intelektual • 5. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo.3 Rumah adat • 3. minang dan kabau.2 Kesenian • 3. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3. yaitu Nagari Minangkabau.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata.2 Gelombang rantau • 5.2 Faktor ekonomi • 5.4. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif.2 Nagari • 4. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M. . kabupaten Tanah Datar. Dalam pertempuran.1 Jumlah perantau • 5. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11]. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Untuk mencegah pertempuran. provinsi Sumatera Barat.4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5.4 Sebab merantau • 5. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.4. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya. yang terletak di kecamatan Sungayang.4. Dari tambo tersebut.1 Faktor budaya • 5.1 Bahasa • 3. juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4.

Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2.. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain.[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau . sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar.. Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis..[13]. dan Luhak Tanah Datar[5]. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu". Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16].Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta.000 tahun yang lalu. karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15]. kata baris ke-4 (. masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau. Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga.minānga) dan ke-5 (tāmvan... Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak.. yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14]. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" . Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri.. yang terdiri dari Luhak Limo Puluah. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera.) sebenarnya tergabung.500-2. Luhak Agam.

cerdik pandai. dan ninik mamak. sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara. Mereka adalah alim ulama.[20][21] . dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau.[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. Dalam perjalanannya. Dalam masyarakat Minangkabau. [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal). Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. Menurut tambo. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin. ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17]. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter. ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu.

metafora. lebih mengedepankan kata sindiran. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang. alegori. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri. dan aphorisme. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai. indang. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. yaitu pasambahan (persembahan). kiasan. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Di samping itu. . selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing.[26] Umumnya berbahan kayu. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. Ada tiga genre seni berkata-kata. ibarat. adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23].[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut. biasanya tidur di surau. selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22].[24]. menetap di rumah istrinya. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. Selain itu. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25]. dan salawat dulang.

Bagi lelaki Minang. sampai basandiang (bersanding di pelaminan). Dimulai denganmaminang (meminang).[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. . mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. pemberian gelar ini tidak berlaku. mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. yakni pihak keluarga istrinya. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan. Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi. Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid. biasa disebut baralek. bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai. Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. Sedangkan bagi keluarga pihak istri. sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau.

Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan. dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. harta. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan.Selanjutnya. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. setiap suku dalam tradisi Minang. . suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN). Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. kemudian berkembang menjadi Dusun. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. Nagari ba Panghulu. dari Koto manjadi Nagari. Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda. kaum-keluarga. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. dari Dusun manjadi Koto. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. maka harta pusaka dapat digadaikan. Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. Selain sebagai basis politik. diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau.

sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari. Atau sebaliknya. membimbing kemenakan. dan memahami adat.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. untuk menduduki posisi ini. Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. Kerajaan Pagaruyung. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku. Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. bijaksana. . sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya. merupakan suatu prestise dan harga diri. [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum. serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul.[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu . Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. dan Kerajaan Inderapura. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari. dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya. Dharmasraya .

[sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama.[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama. namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat. Berdasarkan sensus tahun 2000. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. yakni dengan memperluas kepemilikan sawah.7 juta jiwa. Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. Melihat data tersebut.[1]. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan. Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi. dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. perantau Minangkabau hanya sebesar 10. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37].[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7.2 %). Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan.5 % dibawah orang Bawean (35. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan. hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri . Indonesia. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat.9 %). Batak (14. maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. jalan. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi.3 %). dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang. memegang kendali pengolahan lahan. Dari pencarian yang diperoleh. Pelalawan.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. seperti mesjid. dan Banjar (14. ataupun pematang sawah. Sebab menurut sensus tahun 1930. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia.

pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. Para perantau yang pulang ke kampung halaman. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. Mohammad Hatta. Selain ke Timur Tengah. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. dan anak-anak. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia.7 kali[41]. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. Muhammad Jamil Jambek. Sumatera Timur mulai dibuka. Semua pelajar Minang tersebut. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Sutan Syahrir.Sembilan. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. diantaranya Haji Miskin. Pada masa kemerdekaan. Dengan sistem ini. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih . banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti. Tahir Jalaluddin. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa. Mereka antara lain Abdoel Rivai. mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing.Malaysia. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. Haji Piobang. Setibanya di tanah air. Tan Malaka. Barus. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. Intelektual lain. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Selain itu. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia. dan Nazir Pamuntjak. dan Haji Sumanik.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa. membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil. hingga Bengkulu. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Roestam Effendi. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur.

babuah babungo alun. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka. di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda.tembaga. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. merkuri. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. dan besi. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga.untuk merantau. marantau bujang dahulu. tapi juga karena ingin berdagang. seng.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. Menurut Rudolf Mrazek. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera . Kawasan pedalaman Minangkabau. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. egaliter. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. timah. Selain itu. dan berpandangan luas. Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. kosmopolitan. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan. Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. Tidak hanya karena alasan ikut suami. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. sosiolog Belanda. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. dua tipologi budaya Minang.

Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka. Panchur (Barus). sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa.[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo).[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman). disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927.[33] . legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau. mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka. setelah perang Padri.[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda.karena hal ini. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas. berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik. telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa. Ia merasakan sendiri. Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung.[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas. Hal inilah menjadi salah satu penyebab. namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau). penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa. Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka. mereka masih menjumpai para pendulang emas.[51] Sampai abad ke-19. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera.

pengajar. Mohammad Hatta.7% dari penduduk Indonesia). A. biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. jurnalis. Dato Ri Patimang. mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil. Selain dalam bentuk novel. Di akhir abad ke-16. Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka. Hamka. Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. ulama. terutama sastrawan. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. penulis. Gareth Evans. lewat karyanya yang berjudul Kemarau. Sjahrir.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. semenanjung Malaysia. dan pedagang. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni. Di tahun 1390. Dalam bentuk yang berbeda. Brunei. Dalam novel-novel tersebut. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. dalam novelnya Merantau ke Deli. Di kampung.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. Sulawesi. novel karya Marah Rusli. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. ulama Minangkabau Dato Ri Bandang. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol. dan Dato Ri Tiro. Thailand. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Selain novel karya Hamka. hingga Philipina. Setelah gagal . Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat. antara lain sebagai politisi.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang.

dan Abdul Muis. Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat. dan Permi oleh Rasuna Said. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir. Serta Sutan Takdir Alisjahbana. Fahmi Idris. Hamka. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku). dan Emil Salim. PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. Idrus.Abdul Muis. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan). melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. dan sosialis. Di dalam Volksraad. Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia. tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif. Selain di pemerintahan. menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. dan Djamaluddin Tamin. Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. dan Massa Actie karya Tan Malaka. komunis. menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda. seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh).Abdul Halim. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia. Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti . Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta). Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia. Marah Rusli. Madilog. empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. Eni Karim (Sumatera Utara). Minangkabau. antara lain A. PNI Baru oleh Mohammad Hatta. dan puluhan yang menjadi menteri.[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang. Siradjuddin Abbas. pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara. salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa.1960. Muhammad Natsir). Agus Salim. politisi asal Minang-lah yang paling vokal. Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian. Selain mendirikan partai politik.merebut tahta Kesultanan Johor. seorang sebagai presiden (Assaat). Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Mohammad Hatta. Naar de Republiek Indonesia.R Sutan Mansur. islamis. nasionalis. banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. Setelah kemerdekaan. di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang.A Navis berkarya melalui penulisan novel. Daan Jahja (Jakarta). Pada periode 1920 .Masyumi oleh Mohammad Natsir. novelis sekaligus ahli tata bahasa. dan A. Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau.

Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. rumah makan. Gita Cinta dari SMA. baik sebagai sutradara. Pada tahun 1993. Pintar Pintar Bodoh. Film-film karya sineas Minang. Si Doel Anak Sekolahan. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. Naga Bonar. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). Asrul Sani. Siapa Dia. Selain melalui karya sastra. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. Di antara figur pengusaha sukses adalah. Soekarno M. ratu kuis Ani Sumadi. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. . Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.196 episode telah dihasilkannya. Noer beserta putranyaRano Karno. dan Titi Sjuman. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia.Nurbaya. Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. perhotelan. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. Pekerja seni lainnya. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. Dorce Gamalama. penyanyi. Salah Asuhan. Layar Terkembang. baik sebagai aktor maupun sutradara film. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton. Gita Remaja. seperti Lewat Djam Malam. maupun artis. dan rumah sakit. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. dan Ani Idrus. Eva Arnaz. Di samping mereka. pendidikan. Abdul Latief(pemilik TV One). disamping orang Tionghoa. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. produser. dan Arizal. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia. Djamaludin Malik. Nirina Zubir. Tuanku Abdul Rahman. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. Rosihan Anwar. dan Maju Kena Mundur Kena.

Institute of Southeast Asian Studies.^ Djamaris. (2008). Hans-Dieter.2nd .G.M. (1902). Djakarta: Jajasan Pembangunan. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda. Arifin. de.A. (1995). Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). Itacha. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. J. Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira. 16.188.gov. 13. aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. Institute of Southeast Asian Studies. Mekkah. Maznah.Di luar negeri. and Mohamad. Indonesia's Population. 6. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. 5. Dinas Purbakala Republik Indonesia. Di negeri Belanda.. (1991). George. & Madjoindo. Chaptep 6: Not Muslim. Aihwa. 51.. Tambo Minangkabau dan Adatnya. ^ a b c d Batuah.^ Purbatjaraka. (2000). Bewitching women. ^ a b Navis. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). ^ Ong. Di Arab Saudi. (1930).E. [sunting]Catatan kaki 1. A. Tambo Minangkabau.L. Gavin W. ISBN 981230-212-3.^ Ramli. hlm. Ngabehi. (1959). Niaga Swadaya. I. Jakarta: Balai Pustaka. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia. Masakan Padang: Populer & Lezat. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau.statistics. Peletz. Chee. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century. Jakarta: PT. Rüdiger.. (1956). Dt. 4.^ Cœdès. ISBN 978-981-230-874-0 9. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60.^ Graves (1981). Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura). Not Minangkabau. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara. van Madjapahit. Evi Nurvidya. Dt. Riwajat Indonesia. LIT Verlag Münster.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3. hlm. Jakarta: Bhartara 4. Prasasti Indonesia II. Michael G. Grafiti Pers. Bandung: Masa Baru. pious men: gender and body politics in Southeast Asia. (2009). Ed. ISBN 978-9791477-09-3. 1. Ananta. J. Southeast Asian Urbanism. Korff. 2. p. 11.. ISBN 3-8258-4021-2 7.. (1952).BEFEO 14. 10. 15. P. ^ a b Suryadinata. A. naar het eenige daarvan bekende handschrift. (1960). A.^ Brandes. University of California Press. hlm. ^ www. 12. .A. R. Nāgarakrětāgama. ^ Jones. dan Adnan bin Saidi. Hajam Wuruk. (1984). Di Malaysia dan Singapura. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia).^ Casparis. Elizabeth E.[62]. de. Heng Leng. menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. Jakarta: Balai Pustaka. (23 Desember 1981). Leo. ^ Graves. Aris (2003). ISBN 0-520-08861-1 8. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia. Edwar. ^ Evers. Andriati. ^ Josselin de Jong.

^ Westenenk.. 22. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Religion.W. Sekitar Adat Minangkabau. Padang Ekspres. Gejolak Ekonomi.^ a b Kato. 34. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.^ a b Stibbe (23 Desember 1869). 30 Agustus 1825.^ Phillips. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1985).^ Dobbin.^ Suryadi (2010). 19. P. ISBN 979-690-360-1. p. (2006). 25-86. 40. hlm. 59.^ Medan. Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau. 29. (1982). past and present. 36.17.. Aspects of Athenian democracy Vol 11. hlm. 28. G. ISBN 0824209702. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. (1998).^ Graves (1981). p. 39. 1946-1949. Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX.. Exhibitum. hlm. Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3.^ Nadra. Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. University of Singapore. Rifai Abu. Djakarta: Bhartara.^ Graves. Christine. Wilson. 31. No. 33. 26. 32. ISBN 9793364556. (2007). 18. 41. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. Mengantar. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.^ Azinar Sayuti. Carl R. H. 11. 24 Agustus 1826.^ Pauka K. Weltevreden: Visser.^ Simanjuntak. Rekonstruksi bahasa Minangkabau.E de Josselin (23 Desember 1960). 24.^ Naim. Tamsin. 37. (2001). Robert Johnson (1933).^ Munoz.^ Graves (1981). Cambridge University Press.^ Idris. 40. C.. J. L. Yale University. 202. A. Grasindo. 25. Minangkabau Voluntary Migration. 30. hlm. PT Balai Pustaka. University of California Press. ISBN 979-759-551-X. Soewardi (2004).^ Castles. Sarjana Enterprise.. ISBN 978-0-521-23737-6. hlm. 27. Ohio University Press. 33.. Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages. p. 25. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia. De Minangkabausche Nagari. Aspek bahasa dan pengajaran. 20. politics.^ Bonner.. ISBN 978-0-89680-205-6.^ de Jong. Elizabeth E. Tsuyoshi (2005). ISBN 978-979-461-661-1. (1981). Paul Michel (23 Desember 2010). Kebangkitan Islam. Minangkabau 1784 – 1847. and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi.^ Garry. Merantau. Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. 35. (1918).^ Navis.com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41. Lance (1967). 23. (1985). 38. Mochtar. 21.rajaalihaji. dan Gerakan Paderi.^ Graves (1981).A. Jakarta: Kulik-Kulik Alang. Rubino. Andalas University Press.^ www. 10. Nigel.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral. . Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden.

^ www. Batavia-'s Hage. Hamburg 1998... Hatta.^ www. pemberontakan atau bukan. (1830). Murray. 60. 1926-1998. 8vo wrs. hlm. (2004).. Albrecht & Co. 48.com Prof.A. Parsudi (1995). (1961).^ Cortesao A.. Menurut AA Navis1) . ISBN 978-979-788032-3. Deel 39 51. 1027r-v 50. 56. 46.^ www. 55. Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia. 53. Tijdschrift voor Indische Taal-. de. Ernstes. Campus. "4 Serangkai Pendiri Republik". In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950. 54. Ahmad Syafii Ma'arif. (1911). 73. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau. London:Hakluyt Society. London: J.^ Tim Wartawan Tempo.tempointeraktif.^ Wheatley P. Harry A. Sumatra.^ Poeze. 52. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000. Alltägliches. Dr.^ Suparlan. Sjafnir Aboe. XLVII/3. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien. Djambi-Verslag. F. 43. Nijhoff.^ www. Jahn und Ernst. dan Tan Malaka 59.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62.^ Tobler A. (1896). Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen.^ Kahin.^ a b Syamdani. Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur. Yayasan Obor Indonesia..posmetropadang. pp.^ Haan. Kuala lumpur. Navis.W. Kepustakaan Populer Gramedia.(2005).^ Naim.^ . (1944). H. (1970).^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. Padang: PPIM. Merantau. 40p.com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61.en Volkenkunde. Jakarta (2010) 58.^ Raffles. Sophia.^ Marsden W. Sutan Sjahrir. 44.42. The Suma Oriental of Tome Pires.-M. The Geology of Indonesia. (1811). (2009). Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen.^ Nain. The History of Sumatra. Mission to Pagaruyung. Heiteres. transl.177-184 47. Frankfurt am Main und New York 1995.melayuonline. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles.antara-sumbar. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. 57. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori. Kesalahan: waktu tidak valid. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). PRRI.^ Bemmelen Van R. London 49. Land. Audrey R. Unglaubliches.. Naar midden Sumatra in 1684. Media Pressindo. The Haque.. Kovac. VOC 1277. fols. Mochtar. ISBN 978-979-461-519-5.^ NA. The Golden Khersonese.

M. M. Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. Mr. M. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. misalnya mengenai upacara perkawinan. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. Seperti juga sifat air membasahi. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. Mr. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. M. (hal. Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Hukum gerak itu abadi. Berbedanya penyusun dengan Prof. Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. Adat yang teradat dan Adat istiadat. . karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. Ia adalah hukum alam itu sendiri. Adat yang diadatkan. Sedang urutan keempat adalah sama. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. 45). Mr. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. Berbeda dengan AA Navis. M. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. diasak tidak akan layu. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Nasroen yang mengatakan : “…. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. 25). Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. Sebelum Islam masuk.urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. Sebagai alasan dari Prof. Adat yang teradat. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat. Mr. Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. Berbeda dengan Adat istiadat. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan. Adat istiadat. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat. ada. Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. Mr. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. Hukum itu dicabut tidak akan mati. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. setelah Adat yang teradat menciptakannya. Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). sedang bagi penyusun urutan ketiga. Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak. M. Mr. maka Prof. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. Jadi.

Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. menjual murah. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. Rantau Barajo. basuku – banagari. misalnya mengenai pembagian warisan. tercengang.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. enggang lewat atal jatuh. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. melainkan nama bapaknya. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. c. berjejak bagai bakiak. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya. d.teregas. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. Sebagai buah dari musyawarah. terlantar-terkejar. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya. “Akak”. Mawardi Yunus Dt. terikat-terkebat.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. Luhak Bapanghulu. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia.musyawarah. Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau. kecendurangan mata orang banyak. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . maling-curi. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri. Kalau tidak sanggup membedakannya. misalnya mengenai upacara perkawinan. balabuah – batapian. tertandaterbukti. etik. samun-sakar. ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. terhambat-terpukul). daga-dagi. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia. Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan. Ia pernah tidak ada. ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. kicuh-kicung. yaitu bersurih bagai sipasin. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. upas racun. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. dan sebagainya. Misalnya soal pewarisan. pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. “Ociek”. bakorong – bakampuang. sumbang-salah). adat yang teradat. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar). bahalaman bapamedanan. basawah – baladang. b. siar-bakar. Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak. bahuma – babendang. moral dan nilai-nilai. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”.

Maharajo Catatan kaki : 1. hlm 88 – 89.keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari. . 2. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984). Mawardi Yunus Dt. Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya. Navis : “Alam terkembang jadi guru”. AA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful