P. 1
Minang

Minang

|Views: 281|Likes:

More info:

Published by: Maizal Alfian Yakusa on Dec 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Sejarah Sumatera Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dari zaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Suma tera Barat dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walau pun masyarakat Mentawai diduga te lah ada pada masa itu, tetapi buktibukti tentang keberadaan mereka masih sa ngat sedikit. Daftar isi 1 Masa Prasejarah 2 Kerajaan-kerajaan Minangkabau • 2.1 Kerajaan Malayu • 2.2 Kerajaan Pagaruyung • 2.3 Kerajaan Inderapura 3 Masuknya bangsa Eropa 4 Perang Padri 5 Dari Perang Padri sampai Perang Belasting 6 Gerakan Islam Modernis di Minangkabau 7 Gerakan Partai Komunis Indonesia 8 Sumatera Barat: 1930-an • 8.1 Merebaknya partai-partai politik • 8.2 Penumpasan 9 Pendudukan Jepang 10 Rujukan 11 Lihat pula [sunting]Masa Prasejarah Di pelosok desa Mahat, Suliki Gunung Mas,Kabupaten Lima Puluh Kota banyak ditemukan peninggalan kebudayaan megalitikum. Bukti arkeologis yang dite mukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah Lima Puluh Kota dan sekitarnya merupakan daerah pertama yang dihuni oleh nenek moyang orang Minangkabau. Penafsiran ini ber alasan, karena dariluhak Lima Puluh Kota ini mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di pantai timur pu lau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana transportasi yang penting dari zaman dahulu hingga akhir abad yang lalu. Nenek moyang orang Minang kabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari daratan Asia (In dochina) mengarungi Laut Cina Sela tan, menyeberangi Selat Malaka dan kemudian melayari sungai Kampar, sungai Siak, dan sungai Inderagiri. Setelah melakukan perjalanan panjang, mereka tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta per adaban di wilayah Luhak nan Tigo (Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar) sekarang. Percampuran dengan para penda tang pada masa-masa berikutnya me nyebabkan tingkat kebudayaan mere ka jadi berubah dan jumlah mereka ja di bertambah. Lokasi pemukiman mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka merantau ke berba gai bagian Sumatera Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke utara,

• •

• • • • • •

• • •

menuju Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Sebagian lain pergi ke arah selatan menuju Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Banyak pula di antara me reka yang menyebar ke bagian barat, teruta ma ke daerah pesisir, seperti Tiku, Pariaman, dan Painan. [sunting]Kerajaan-kerajaan Minangkabau Menurut tambo Minangkabau, pada periode abad ke-1 hingga abad ke-16, banyak berdiri kerajaan-kerajaan kecil di selingkaran Sumatera Barat. Kerajaan-kerajaan itu antara lainKesultanan Kuntu, Kerajaan Kandis, Kerajaan Bungo Siguntur, Kerajaan Pasumayan Koto Batu, Bukit Batu Parit Patah, Kerajaan Batu, Kerajaan Sungai Pulau Pagu, Kerajaan Inderapura, Kerajaan Jambu Lipo, Kerajaan Taraguang, Kerajaan Dusun Tuo, Kerajaan Setangkai, Kerajaan Talu, Kerajaan Kinali, Kerajaan Punjung dan Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan-kerajaan ini tidak pernah berumur panjang, dan biasanya berada dibawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar, Malayu dan Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Malayu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Dharmasraya Kerajaan Malayu diperkirakan pernah muncul pada tahun 645 yang diperkirakan terletak di hulu sungai Batang Hari. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, kerajaan ini ditaklukan olehSriwijaya pada tahun 682. Dan kemudian tahun 1183 muncul lagi berdasarkan Prasasti Kerajaan Grahi di Kamboja, yang dan kemudian Negarakertagama dan Pararaton mencatat adanya Malayu beribukota

di Dharmasraya. Sehingga muncullah Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275-1293 di bawah pimpinan Kebo Anabrang dari Kerajaan Singasari. Dan setelah penyerahan Arca Amonghapasa yang dipahatkan di Prasasti Padang Roco, tim Ekpedisi Pamalayu kembali ke Jawa dengan membawa serta dua putri Raja Dharmasraya yaitu Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak dinikahkan oleh Raden Wijaya raja Majapahit pewaris kerajaan Singasari, sedangkan Dara Jingga dengan Adwaya Brahman. Dari kedua putri ini lahirlah Jayanagara, yang menjadi raja kedua Majapahit dan Adityawarman kemudian hari menjadi raja Pagaruyung. [sunting]Kerajaan Pagaruyung Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Pagaruyung Sejarah propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Adityawarman. Ra ja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Aditya warman memang pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang di percayai warga Minangkabau sebagai pusat kerajaannya. Adityawarman adalah tokoh pen ting dalam sejarah Minangkabau. Di samping memperkenalkan sistem pe merintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kon tribusinya yang cukup penting itu adalah penyebaran agama Buddha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di Minangkabau. Ter bukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pa riangan, Padang Barhalo, Candi, Bia ro, Sumpur, dan Selo. Sejarah Sumatera Barat sepe ninggal Adityawarman hingga perte ngahan abad ke-17 terlihat semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Su matera Barat dengan dunia luar, ter utama Aceh semakin intensif.

Sumate ra Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang juga memo nopoli kegiatan perekonomian di dae rah ini. Seiring dengan semakin inten sifnya hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam. Syekh Burhanuddin dianggap sebagai pe nyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum mengembangkan aga ma Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh. [sunting]Kerajaan Inderapura Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Inderapura Jauh sebelum Kerajaan Pagaruyung berdiri, di bagian selatan Sumatera Barat sudah berdiri kerajaan Inderapura yang berpusat di Inderapura (kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatansekarang ini) sekitar awal abad 12. Setelah munculnya Kerajaan Pagaruyung, Inderapura pun bersama Kerajaan Sungai Pagu akhirnya menjadi vazal kerajan Pagaruyung. Setelah Indonesia merdeka sebagian besar wilayah Inderapura dimasukkan kedalam bagian wilayah provinsi Sumatera Barat dan sebagian ke wilayah Provinsi Bengkulu yaitu kabupaten Pesisir Selatan sekarang ini. [sunting]Masuknya bangsa Eropa Pengaruh politik dan ekonomi A ceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidak puasan ini akhirnya diungkapkan de ngan menerima kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya. Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelan cong

berkebangsaan Perancis yang ber nama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1529. Namun bangsa Ba rat yang pertama datang dengan tu juan ekonomis dan politis adalah bang sa Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pan tai barat Sumatera Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belan da, bangsa Eropa lainnya yang datang ke Sumatera Barat pada waktu itu ju ga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris. [sunting]Perang Padri Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri Perang Paderi meletus di Minangkabau antara sejak tahun 1821 hingga 1837. Kaum Paderi dipimpin Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah Hindia Belanda. Gerakan Paderi menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di masyarakat Minang, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam. Perang ini dipicu oleh perpecahan antara kaum Paderi pimpinan Datuk Bandaro dan Kaum Adat pimpinan Datuk Sati. Pihak Belanda kemudian membantu kaum adat menindas kaum Padri. Datuk Bandaro kemudian diganti Tuanku Imam Bonjol.

Perang melawan Belanda baru berhenti tahun 1838 setelah seluruh bumi Minang ditawan oleh Belanda dan setahun sebelumnya, 1837, Imam Bonjol ditangkap. Meskipun secara resmi Perang Paderi berakhir pada tahun kejatuhan benteng Bonjol, tetapi benteng terakhir Paderi, Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai, barulah jatuh pada tahun 1838. [sunting]Dari Perang Padri sampai Perang Belasting Berakhirnya perang Padri menandai perubahan besar di Minangkabau. Kerajaan Pagaruyung runtuh dan di tempatnya berdiri pemerintahan Hindia Belanda. Belanda memerintah diatur oleh perjanjian Plakat Panjang (1833). Di dalamnya Belanda berjanji untuk tidak mencampuri masalah adat dan agama nagari-nagari di Minangkabau. Belanda juga menyatakan tidak akan memungut pajak langsung. Hal ini menyebabkan para pemimpin Minangkabau membayangkan dirinya sebagai mitra bukannya bawahan Belanda. Sebagaimana Belanda. Penjajahan Belanda berpengaruh besar pada tatanan tradisional masyarakat Minangkabau. Di Sumatera Barat Belanda membuat jabatan baru, seperti penghulu rodi. Kerapatan Nagari dijadikan sebagai lembaga pemerintahan terendah, dan kepemimpinan kolektif para penghulu ditekan dengan keharusan memilih salah seorang penghulu menjadi Kepala Nagari. Serikat nagari-nagari (laras, Bahasa Minang: lareh) yang sebenarnya merupakan persekutuan longgar atas asas saling menguntungkan, dijadikan sebagai lembaga pemerintahan yang setara dengan kecamatan. Belanda juga berusaha mematikan jalur perdagangan tradisional Minangkabau ke pantai timur Sumatera yang menyusuri sungai-sungai besar yang bermuara di Selat Malaka, dan mengalihkannya ke pelabuhan di pantai Barat seperti Pariaman dan Padang. Pada tahun 1908 Belanda menghapus sistem Tanam Paksa dan memberlakukan pajak langsung. Perang Belasting pun meletus. [sunting]Gerakan Islam Modernis di Minangkabau Perlawanan terhadap Belanda di Sumatera Barat pada awal abad ke-20 memiliki warna Islam yang pekat. Dalam hal ini gerakan Islam modernis atau yang lebih dikenal sebagai Kaum Muda sangat besar peranannya. Ulama-ulama Kaum Muda mendapat pengaruh besar dari modernis Islam di Kairo, yaitu Muhammad Abduh dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan juga senior mereka Jamaluddin Al-Afghani. Para pemikir ini punya kecenderungan berpolitik, namun karena pengaruh Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi guru ulama Kaum Muda generasi pertama mereka umumnya hanya memusatkan perhatian pada dakwah dan pendidikan. Abdullah Ahmad mendirikan majalah Al-Munir (1911-1916), dan beberapa ulama kaum Muda lain sepertiH. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) dan Muhammad Thaib ikut menulis di dalamnya. di daerah lain di Hindia Belanda pemerintah kolonial memberlakukan Tanam

Paksa (cultuurstelsel) di Sumatera Barat. Sistem ini menjadikan para pemimpin adat sebagai agen kolonial

yang sebelumnya menjadi pengurus Sarikat Usaha Padang. Pada dasawarsa 1920-an sebuah gagasan baru mulai menarik hati para murid sekolah Padang Panjang: komunisme. menentang taqlid buta. [sunting]Gerakan Partai Komunis Indonesia Djamaluddin Tamin sudah bergabung dengan PKI pada 1922. . Salah satu pendiri PKI cabang Padang adalah Sutan Said Ali. Tahun 1930 ulama tradisional mendirikan Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) untuk mewadahi sekolah Islam Tradisional. Dt. Berbeda dengan Sumatera Thawalib yang terutama adalah perguruan agama sekolah Diniyah menekankan pada pengetahuan umum. Di bawah kepemimpinannya mulai tahun 1923 PKI seksi padang meningkat anggotanya dari hanya 20 orang menjadi 200 orang pada akhir 1925. Agaknya ia terkesan dengan pendapat Haji Misbach yang menyatakan komunisme sesuai dengan Islam. ilmu falak. mendirikan cabang Sarekat Islam di Silungkang. Dua pusat gerakan komunis lain adalah Silungkang dan Padang. Pada tahun 1924 cabang ini diubah menjadi Sarekat Rakyat. Bersama Djamaluddin Tamin ia menyebarkan pandangan ini dalam koran Pemandangan Islam. meniru model sekolah Tan Malaka di Semarang. Selain itu berdiri juga cabang organisasi pemuda komunis. Tahun 1924 Sekolah Rakyat didirikan di Padang Panjang. Bila di Padang Panjang gerakan berakar dari sekolah-sekolah di Silungkang pendukung komunis berasal dari kalangan saudagar dan buruh tambang. Djamaluddin Tamin.Dari majalah ini pemikiran kaum muda semakin disebarkan. H. Sulaiman Labai. seperti matematika. Tahun 1918 sebagai kelanjutan perguruan agama tradisional Surau Jembatan Besi berdirilah sekolah Sumatera Thawalib. Sawahlunto pada 1915. seorang saudagar. ilmu bumi. Banyak tokoh pergerakan atau ulama seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur. Dalam perjalanan singkat ke Aceh dan Jawa pada tahun 1923 Datuk Batuah bertemu dengan Natar Zainuddin dan Haji Misbach. Datuk Batuah. Selain pendirinya H. IPO. Abdul Karim Amrullah guru lain yang berpengaruh di sekolah ini adalah Zainuddin Labai el-Yunusiah yang juga mendirikan sekolah Diniyah. Natar Zainuddin dan Dt. Ulama Kaum Muda menantang konsep agama tradisional yang sudah mapan. Di Padang Panjang pentolan komunis ini terutama Djamaluddin Tamin dan H. Gagasan baru ini ditentang habis-habisan Haji Rasul yang saat itu menjadi guru besar Sumatera Thawalib. Akhir tahun itu juga Djamaluddin Tamin. menyebar ke seluruh Sumatera Barat. Di kedua perguruan ini berkembang berbagai gagasan radikal. Organisasi pemuda Sarikat Rakyat.R. kesehatan dan pendidikan. Batuah ditangkap Belanda. H. Gerakan Islam Modernis ini tidak didiamkan saja oleh ulama tradisional. dan merangsang sikap kebebasan berpikir. Natar Zainuddin kemudian kembali dari Aceh dan menerbitkan koran sendiri bernama Djago-djago. Rasuna Said dan Hamka merupakan murid atau pernah mengajar di perguruan di Padang Panjang ini. Barisan Muda. Batuah. Kedua sekolah ini berhubungan erat. Setelah penangkapan tersebut pergerakan komunis malah menjadi-jadi. Tulisan dan pidato mereka memicu pertentangan dan perdebatan sengit di ranah Minang. Di Padang basis PKI berasal dari saudagar besar pribumi.

Para aktivis komunis ditangkap. Pertama di Sungai Batang dan kemudian di Padang Panjang. Dengan asas Islam dan kebangsaan (nasionalisme) Permi dengan cepat menjadi partai politik terkuat di Sumatera Barat. Meskipun terlibat dalam penolakan Ordonansi Guru. . Pada tanggal 18 Agustus 1928 diadakanlah rapat umum yang kemudian memutuskan menolak pemberlakuan ordonansi guru. baik yang terlibat pemberontakan ataupun tidak. lebih tinggi daripada Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah rendah. [sunting]Sumatera Barat: 1930-an [sunting]Merebaknya partai-partai politik HR Rasuna Said. Para anggota yang lebih radikal ini tidak puas dan kemudian banyak yang keluar untuk aktif dalam Persatuan Sumatra Thawalib. dan menyebar ke Aceh. Sekolah ini dimaksudkan sebagai sekolah lanjutan. berbeda dengan organisasi komunis seperti Sarikat Rakyat. Organisasi ini pada tahun 1930 menjelma menjadi partai politik bernama Persatuan Muslim Indonesia. Dengan ordonansi ini guru agama diwajibkan melapor kepada pemerintah sebelum mengajar. Atas prakarsa H. Sebelumnya Muhammadiyah di Jawa sudah memutuskan meminta ordonansi ini dicabut. Penumpasan gerakan komunis tahun 1927 menyebabkan banyak anggota Sarekat Rakyat atau simpatisannya berpaling ke Muhammadiyah mencari perlindungan. Peraturan ini dipandang mengancam kemerdekaan menyiarkan agama.Pertumbuhan gerakan komunisme terhenti setelah pemberontakan di Silungkang 1927. Muhammadiyah berperan penting dalam menentang pemberlakuan Ordonansi Guru di Sumatera Barat tahun 1928. pada umumnya Muhammadiyah menghindari kegiatan politik. Banyak di antaranya yang dibuang ke Digul. Organisasi ini dengan cepat menjalar ke seluruh Sumatera Barat. disingkat Permi. aktivis Permi Meskipun komunisme menjadi sangat populer pada dasawarsa 1920-an kaum agama yang tak setuju dengan ideologi baru itu pun tetap berkembang. Abdullah Ahmad tahun 1924 berdirilah sekolah Normal Islam di Padang. Awal tahun 1920 berdiri PGAI (Persatuan Guru Agama Islam) dengan tujuan mengumpulkan ulama-ulama di Sumatera Barat. Setelah melawat ke Jawa tahun 1925 dan bertemu pemimpin-pemimpin Muhammadiyah di sana Haji Rasul turut mendirikan cabang Muhammadiyah.

Pengaruh PARI terutama lewat tulisan Tan Malaka yang disebarkan sampai tahun 1936. kemudian kedua partai dikenai larangan terbatas dalam mengadakan rapat umum. lolos. Tahun 1943 Jepang memerintahkan pendirian Gyu Gun untuk membantu pertahanan.Navis. Tentara Sukarela ini kemudian menjadi inti Divisi Banteng. Yang menjadi sasaran utama di Sumatera Barat adalah Permi dan PSII. dan PNI Baru. AA. Gyu Gun merupakan satu-satunya satuan ketentaraan yang dibentuk Jepang di Sumatera Barat. Jambi dan Bengkulu. Namun tidak seperti Permi yang berakar dari perguruan agama tokoh-tokoh PSII umumnya berasal dari pemimpin adat.Tapanuli. Pimpinan PNI Baru cabang Sumatera Barat sendiri dibiarkan bebas karena mereka membatasi kegiatan politik partai. Riau dan Jambi. Yayasan Obor Indonesia. Riau. [sunting]Pendudukan Jepang Jepang memasuki Padang pada 17 Maret 1942. PARI pimpinan Tan Malaka (didirikan di Bangkok 1929) punya pengaruh cukup besar. Pada saat yang sama di Batavia tokoh-tokoh Partindo dan PNI Baru juga ditangkap. [sunting]Penumpasan Pada pertengahan 1933 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan larangan berkumpul. pimpinannya. • (id) Buku Alam Takambang jadi Guru. Pada akhirnya tokoh-tokoh Permi dan PSII ditangkap dan dibuang ke Digul. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Sebelumnya cabang Padang Panjang sudah didirikan oleh Khatib Sulaiman. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia 1926-1998. Tokoh-tokoh Permi yang terkenal antara lain Rasuna Said. Tokoh-tokoh Permi dan PSII awalnya dilarang bepergian. Permi akhirnya bubar pada 18 Oktober 1937. 1984 • (id) Historiografi Minangkabau A. [sunting]Rujukan • (id)Kahin. Sukarno yang pada saat itu berada di Padang berhasil meyakinkan sebagian besar tokoh-tokoh nasionalis di Sumatera Barat agar mau bekerja sama dengan Jepang. . Sementara itu tokoh-tokoh PARI berhasil ditahan Belanda yang bekerja sama dengan dinas IntelijenInggris. Hatta dan Sjahrir ke Digul. Gyu Gun di Sumatera Barat dipimpin oleh Chatib Sulaiman yang memilih dan merekrut calon perwira dari Sumatera Barat. Muchtar Lutfi dan Djalaluddin Thaib. Tan Malaka. ISBN 979-461-519-6. Partai ini menjadi wadah utama paham Islam modernis. Iljas Jacub. Lintasan Sejarah Minangkabau Pengantar Sejarah Alam Minangkabau Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau. Audrey (22 Desember 2010). meskipun anggotanya sendiri tidak banyak. PSII Sumatera Barat seperti Permi sangat kuat sikap anti-penjajahannya. Cabang PNI Baru di Bukittinggi diresmikan Hatta tak lama setelah kepulangannya dari Belanda tahun 1932. Sukarno diasingkan ke Flores. Partai lain yang juga penting adalah PSII cabang Sumatera Barat yang berdiri tahun 1928. Sementara itu Rasuna Said sudah ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Jawa.

Ranah. Megalit seperti yang terdapat disana juga tersebar ke arah timur. Guguk. Hikayat Aceh dan Bustanul Salatin Tokoh Iskandar Zulkarnain ini juga disebut-sebut. Tambo juga mengatakan bahwa nenek moyang orang Minangkabau dari puncak gunung merapi. Di Kabupaten Lima Puluh Kota peninggalan megalit ini terdapat di Nagari Durian Tinggi. Pangkalan. Setelah sampai ke daratan tersebut ternyata sebuah gunung. Bernet Bronson. Mentawai dan lain-lain. rasanya perlu dibicarakan mengenai peninggalan lama seperti megalit yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dan tempat-tempat lain di Minangkabau yang telah berusia ribuan tahun. Pengantar Untuk menelusuri kapan gerangan nenek moyang orang Minangkabau itu datang ke Minangkabau.1. Sopan Gadang. karena orang Minangkabau selalu mengatakan sesuatu melalui kata-kata kiasan. . yaitu gunung merapi yang sangat besar. Menurut para ahli bahwa pendukung kebudayaan Dongsong adalah bangsa Austronesia yang dahulu bermukim di daerah Yunan. pada suatu saat dia melihat daratan yang sangat kecil karena masih sangat jauh. Mereka yang datang pada gelombang kedua disebut Deutero Melayu (Melayu Muda) yang berkembang menjadi suku bangsa Minangkabau. Cina Selatan. Sebaliknya tokoh Maharajo Dirajo yang dikatakan oleh Tambo sebagai salah seorang anak Iskandar Zulkarnain. karena dia memang tidak pernah sampai ke Minangkabau. Dia seorang raja yang sangat besar dalam sejarah dunia. Bangsa Austronesia yang datang pada gelombang pertama ke nusantara ini disebut oleh para ahli dengan bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Kapur IX. Hal ini tidak dapat diartikan seperti yang dikatakan itu. Koto Gadan. Toraja. juga masih ada sampai sekarang pada zaman kita ini. termasuk di dalamnya daerah Minangkabau. Makasar. Gelombang kedua datang kira-kira pada tahun 500 SM. jika kita tafsirkan apa yang dikatakan Tambo berikutnya. Suliki Gunung Emas. Ampang Gadang. Di samping di dalam sejarah Melayu. Menurut sejarah Iskandar Zulkarnain Yang Agung menjadi raja Macedonia antara tahun 336-323 s. Koto Tinggi. Semenanjung Melayu. Tetapi oleh pewaris Tambo kemudian gunung Merapi sangat kecil yang mula-mula kelihatan itulah yang dikatakan sebagai tanah asal orang Minangkabau. Harau. kemungkinan merupakan salah seorang Panglima Iskandar Zulkarnain yang ditugaskan menguasai pulau emas (Sumatera). Seperti umumnya kebudayaan megalit lainnya berawal dari zaman batu tua dan berkembang sampai ke zaman perunggu. Selanjutnya cerita Tambo yang demikian. Jika pendapat ini kita hubungkan dengan apa yang diceritakan oleh Tambo mengenai asal-usul orang Minangkabau kemungkinan cerita Tambo itu ada juga kebenarannya. Koto Baru. Tiakar. Mereka datang ke Nusantara dalam dua gelombang. Dayak. Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nenek moyang orang Minangkabau adalah bangsa melayu muda dengan kebudayaan megalit yang mulai tersebar di Minangkabau kira-kira tahun 500 SM sampai abad pertama sebelum masehi yang dikatakan oleh Dr. Sayangnya Tambo tidak pernah menyebutkan tentang kapan peristiwa itu terjadi selain ”pada masa dahulunya” yang mempunyai banyak sekali penafsirannya. Birma dan Yunan. ”tidak tembak langsung”. tetapi secara historis tetap saja merupakan seorang tokoh legendaris. Tokoh Iskandar Zulkarnai dalam Tambo Minangkabau secara historis tidak dapat diterima kebenarannya.A. Dia berkeinginan untuk menggabungkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur. Nias. dan mereka inilah yang diperkirakan menjadi nenek moyang bangsa Indonesia sekarang. Bugis dan lain-lain. LINTASAN SEJARAH MINANGKABAU A. Tafsirannya kira-kira sebagai berikut: Sewaktu Maharajo Dirajo sedang berlayar menuju pulau emas dalam mengemban tugas yang diberikan oleh Iskandar Zulkarnain. Sejarahnya merupakan sejarah yang penuh dengan penaklukan daerah timur dan barat yang tiada taranya. Jalan kebudayaan yang ditempuh oleh kebudayaan Dongsong. juga terdapat di Nagari Aur Duri di Riau. Gelombang pertama pada Zaman Batu Baru (Neolitikum) yang diperkirakan pada tahun 2000 sebelum masehi. Mahat. Kebudayaan megalit merupakan cabang kebudayaan Dongsong. tetapi seperti kebiasaan orang Minangkabau sendiri harus dicari tafsirannya. Dialah yang kemudian menurunkan para penguasa di Minangkabau. Jawa. yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Barak. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa kebudayaan megalit di Kabupaten Lima Puluh Kota sezaman dengan kebudayaan Dongsong dan didukung oleh suku bangsa yang sama pula.m.

iyo dipuncak gunuang marapi…” (karena sudah lama berlayar dan pasang sudah mulai surut. Bagi kita yang menarik dari cerita Tambo ini bukanlah mengenai arti kata-katanya melainkan adalah cerita itu memberikan indikasi kepada kita tentang nenek moyang orang Minangkabau asalnya datang dari laut. nan gosong lah basentak naiak. daratan yang kelihatan itu tak obahnya seperti perca. Andieng. Dengan demikian masuknya nenek moyang orang Minangkabau dapat diperkirakan waktu kedatangannya: yaitu antara abad kelima sebelum masehi dengan abad pertama sebelum masehi. adat tajam melukai. adat runcing mencucuk). adat aia mamabasahi. sesuai dengan umur kebudayaan megalit itu sendiri. Kembali kepada permasalahan pokok pada bagian ini. khususnya di zaman berkembangnya tradisi menhir di Minangkabau dan keadaan ini sudah berlangsung semenjak sebelum abad masehi. Padang Kandih. Talago. Simalanggang. barangkali akan ditemui peninggalanpeninggalan yang mendukung kehidupan berburu dan bertani tersebut. maka menurut Soekomo. Tiakat. . lah mendarek maso itu. Koto Tangah. seperti Menhir lainnya di Indonesia. Taeh Baruh. Tetapi jika kita hubungkan Menhir itu dengan kehidupan orang Minangkabau yang berkaitan dengan Medan Nan Bapaneh. Kedatangan nenek moyang inilah yang dapat disamakan dengan masuknya nenek moyang orang Minangkabau. yang sagadang talua itiak. namun kaba nan bak kian. Talang Anau. yaitu semacam upacara selamatan untuk menghormati kepala suku atau pemimpin rombongan yang telah membawa mereka ke suatu tempat bermukim. (dengan berlayar) yang waktunya sangat lama. Sebagai tanda upacara didirikanlah Batu Tagak yang kemudian kita kenal sebagai menhir.Ada baiknya kita kutip apa yang dikatakan Tambo itu sebagai yang dikatakan oleh Sang Guno Dirajo: ”… Dek lamo bakalamoan. nampaklah gosong dari lauik. yaitu Alam Takambang jadikan guru. Di gelanggang ini dilakukan upacara. akhirnya peringatan itu berubah menjadi penghormatan yang lambat laun menjadi tanda pemujaan kepada arwah nenek moyang. Balubus. sadang dilamun-lamun ombak…” (sesudah lama berlayar akhirnya kelihatanlah pulau yang sangat kecil kira-kira sebesar telur itik yang kelihatan hanya timbul tenggelam sesuai denga turun naiknya ombak). dari telong nan barapi. yang pertama-tama ditetapkan atau dicari adalah suatu lokasi yang dinamakan gelanggang.. dari puncah gunuang marapi” (dari mana titik pelita dari telong yang berapi. Ampang Gadang seperti yang dikatakan oleh Yuwono Sudibyo. tradisi Megalit pada mulanya merupakan batu yang dipergunakan sebagai lambang untuk memperingati seorang kepala suku. Karena sudah ada kehidupan bermusyawarah. mengingat akan ajaran adat Minangkabau itu sendiri. yaitu tempat duduk bermusyawarah dalam masyarakat Minangkabau sudah mulai berkembang pada zaman pra sejarah. lorong kapado niniak kito. adat air membasahi. Kubang Tungkek. Padang Japang. Diwaktu itu sudah dapat diperkirakan bahwa antara Adat Nan Sabana Adat sudah hidup di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Bagaimana dengan megalit yang terdapat di Minangkabau? Barangkali fungsi pemujaan terhadap arwah nenek moyang masih tetap berlanjut. dari puncak gunung merapi). sebagai berikut: ”Bahwa ketika sekelompok nenek moyang telah menemukan tempat bermukim. Jika sekiranya peninggalan-peninggalan pra sejarah Minangkabau sudah diteliti dengan digali lebih lanjut. Mamangan adat ini sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Minangkabau. Limbanang. Selanjutnya dikatakan:”…Dek lamo – bakalamoan aia lauik basentak turun. sebahagian menjadi tanda penghormatan kepada arwah nenek moyang dan sebahagian tempat bermusyawarah yang kemudian kita kenal dengan nama Medan nan Bapaneh”. Batu Tagak ini kemudian berubah fungsi. kok dareklah sarupo paco. dari mano asal niniak kito. Hal ini sesuai pula dengan kehidupan para pendukung kebudayaan Dongsong yang sudah menetap. gosong yang kecil tadi makin besar. maka dinamakanlah daratan itu dengan pulau perca yang akhirnya didarati oleh nenek moyang kita yang mendarat kira-kira di gunung merapi). Dari peninggalan menhir dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemuka masyarakat sekarang di tempat-tempat menhir itu terdapat seperti di Sungai Belantik. dari mana datang nenek kita. adat runciang mancucuak dan sebagainya (Adat api membakar. Peristiwa inilah yang digambarkan oleh mamangan adat Minangkabau berbunyi “dari mano titiak palito. sudah barang tentu pula masyarakat sudah hidup menetap dengan berburu dan pertanian sebagai mata pencaharian yang utama. Sedangkan Adat Nan Sabana Adat berisi tentang hukum-hukum alam yang tidak berubah dari dahulu sampai sekarang seperti dikatakan: Adat api mambaka. adat tajam malukoi. Sesudah kepala suku itu meninggal.

bahwa cerita sejarah untuk zaman mula sejarah Minangkabau ini sangat sedikit sekali. Namun dari berita-berita itu belum banyak yang dapat kita ambil sebagai bahan untuk menyusun sebuah ceritera sejarah. Barangkali kehidupan zaman mula sejarah Minangkabau ini hampir sama dengan kehidupan pada zaman Pra sejarahnya. Disamping itu juga terdapat hukum yang dinamakan “Si lamo-lamo” yaitu siapa kuat siapa di atas persis seperti hukum rimba. Barangkali hukum yang dinamakan “Hukum Tariak Baleh” juga berlaku di zaman ini. tentu sudah pandai tulis baca. pusat perekonomian. yaitu sebagai hukum yang berlaku dalam masyarakat. karena ajaran Islam harus diperoleh dari Qur’an dan Hadist Nabi yang semuanya sudah dituliskan dalam bahasa Arab. yaitu suatu aturan yang tidak dipikirkan masak-masak. Keempat macam hukum adat itu memang sesuai dengan zamannya dimana belum terlalu banyak pertimbangan terhadap suatu yang dihadapi dalam kehidupan. Dengan demikian diakhir bahagian ketiga abad ketujuh itu zaman purba Minangkabau sudah berakhir. yaitu periode Minangkabau Timur yang berlangsung antara abad ketujuh sampai kira-kira tahun 1350 dan periode Minangkabau Pagaruyung antara tahun 1347-1809.Demikian juga dengan Adat Nan Diadatkan sudah ada waktu itu. dek zaman tuka – batuka. bukan lagi kabur.2. Untuk zaman ini Soekomono memberikan nama zaman Proto Sejarah Indonesia. Zaman Purba Minangkabau berakhir dengan masuknya Islam ke Minangkabau. karena masa yang telah lewat. dari ungkapan waktu yang demikian memang sulit sekali menentukan kapan terjadinya. D. yaitu peralihan dari zaman Prasejarah ke zaman sejarah. dikatakannya Minangkabau mengalami dua periode. Sejarah Minangkabau. Sampai kapan berlakunya hukum ini mungkin berlangsung sampai masuknya agama Islam pertama ke Minangkabau kira-kira abad ketujuh. karena zaman bertukar-tukar.”… Antah barapo kalamonyo…”(entah berapa lamanya). A. Pengertian zaman dahulu itu saja sudah mengandung banyak kemungkinan tafsiran dan sangat relatif. pusat perdagangan lada. Barangkali di zaman inilah berlakunya apa yang dikenal dengan hukum adat yang bersifat zalim dan tidak boleh dibantah yaitu hukum adat yang bernama “Simumbang Jatuah” (simumbang jatuh). Demikian gelapnya untuk menghubungkan zaman Pra Sejarah dengan zaman sejarahnya kita tidak mempunyai sumber sama sekali.3. Daerah itu berkembang pada abad ke tujuh sampai pertengahan abad keempat belas. karena memang masih sangat sedikit sekali dan masing-masingnya seakan-akan berdiri sendiri tanpa ada hubungan sama sekali. A. ”…dari tahun musim baganti. tahun dengan musim yang berlangsung). . Kelompok masyarakat Arab ini sudah menganut agama Islam. misalnya orang yang membunuh harus di hukum bunuh pula. Dalam masa tersebut masa pra Sejarah masih berlanjut. Hukum Tariak Baleh hampir sama dengan hukum Kisas dalam agama Islam. tetapi masa itu dilengkapi dengan adanya berita-berita tertulis tertua mengenai Minangkabau seperti istilah San-Fo Tsi dari berita Cina yang dapat dibaca sebagai Tambesi yang terdapat di Jambi. bagaimanapun rendahnya pendidikan waktu itu. Mansoer dkk. politik dan budaya yang pertama timbul dan berkembang di Minangkabau adalah di lembah aliran Batang Hari dan Sungai Dareh. Zaman Mula Sejarah Minangkabau Yang dimaksud dengan zaman mula sejarah Minangkabau ialah zaman yang meliputi kurun waktu antara abad pertama Masehi dengan abad ketujuh. dek lamo maso nan talampau. M. Dapat dikatakan. Dalam hal ini Tambo mengemukakan sebagai berikut: ”…tak kalo maso dahulu…”…(Diwaktu zaman dahulu).. bahwa kerajaan-kerajaan lama. hanya saja di akhir zaman mula sejarah ini agama Islam sudah masuk ke Minangkabau dan sudah ada berita-berita dari Cina. tahun jo musim nan balansuang…” (Karena tahun musim berganti. Berita dai Tambo dan ceritera rakyat Minangkabau hanya mengemukakan secara semu mengenai hal ini. bahkan dapat dikatakan merupakan zaman yang paling gelap dalam sejarah Minangkabau. Selanjutnya juga ada hukum yang bernama “si gamak-gamak”. tetapi sudah gelap gulita. mumbang kalau jatuh tidak dapat dikembalikan ke tempatnya lagi. yaitu hanya menyebutkan tentang kehidupan orang Minangkabau zaman dahulu. yaitu kira-kira abad ketujuh. dalam bukunya. Dikatakannya. Di daerah Indonesia lainnya juga sudah terdapat berita atau tulisan seperti kerajaan Mulawarman di Kutai Kalimantan dan Tarumanegara di Jawa Barat. Zaman Minangkabau Timur Istilah ini dipinjam dari istilah yang dikemukakan oleh Drs. dimana buat pertama kali di Sumatra Barat sudah didapati kelompok masyarakat Arab tahun 674.

Hindustan. Persia dan lain-lain. Nama Melayu pertama kalinya muncul dalam cerita Cina. rupanya kerajaan Melayu dapat melepaskan diri . maupun yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Persia. Pedagang-pedagang Islam yang mula-mula ke Minangkabau juga melalui daerah ini. Dalam satu buku yang disusun oleh It-Tsing dapat kita ketahui bahwa dalam tahun 690 Masehi. Sriwijaya meluaskan daerah kekuasaannya dan kerajaan Melayu dapat ditaklukannya sebelum tahun 692 Masehi. Sunda. Selama lebih kurang enam abad kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan utama di daerah nusantara waktu itu. Islam pertama pun masuk dari sini.Secara geografis memang pantai timur pulau Sumatera lebih memungkinkan untuk dilayari oleh kapal-kapal dagang yang dapat berlayar sampai masuk jauh kepedalaman. Cina. Bugis. Bali dan lain-lain. Pada zaman purbakala. Perhubungan laut ialah dari Cina dan Indonesia melalui selat Malaka terus ke Teluk Persia dan Laut Tengah. Jawa. akhirnya karena lingkungan alam kehidupan bahasa yang mereka pergunakan pun mengalami perubahan seperti yang kita kenal sekarang dengan suku-suku bangsa Minangkabau. Dengan aktifnya pedagang-pedagang Minangkabau dalam perdagangan dengan India. Pada permulaan abad Masehi perpindahan bangsa-bangsa dari utara ke selatan telah berakhir. Dalam hal ini lawan kerajaan Sriwijaya yang utama adalah kerajaan Kediri di Jawa Timur dan Kerajaan Colamandala di India selatan. Minangkabau Timur menjadi bahagian dari kerajan Sriwijaya. maka terbuka pulalah perhubungan antara kebudayaannya. Rupanya Minangkabau Timur tidak lama memegang peranan dalam perdagangan di Selat Malaka. Karena selat Malaka sangat ramai dilalui oleh kapal-kapal dagang dari Cina dan India maka salah satu bandar diselat itu bertumbuh dengan pesatnya sehingga akhirnya umbuh menjadi kerajaan Melayu. Dalam abad kedua setelah Indonesia mempunyai perhubungan dengan India dan selama enam abad berturut-turut pengaruh Hindu di Indonesia besar sekali. di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang ramai antara Barat dan Timur. termasuk di dalamnya pedagang-pedagang Minangkabau ikut aktif berdagang. baik yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Arab sendiri. Waktu dimulainya perpindahan bangsa Melayu Muda ke arah selatan. Dengan berdirinya kerajaan Melayu dan kerajaan Sriwijaya kelihatan peranan Minangkabau Timur tidak ada lagi. yaitu melalui darat dan laut. Jadi karena keadaan. bukan itu saja. Daerah pantai Sumatera Timur ini pulalah yangdahulu didatangi oleh nenek moyang orang Minangkabau yang berlayar sampai ke daerah Mahat di Kabupaten Lima Puluh Kota sebelah Utara. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan pantai. Perhubungan darat ini terutama menghubungkan antara Cina dengan Benua Eropah (Romawi) diwaktu itu dibawah raja Iskandar Zulkarnain dan selanjutnya dengan menyinggahi daerah sepanjang perjalanan seperti India. Perhubungan darat ini sudah mulai semenjak abad kelima sebelum Masehi. negara perniagaan dan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat. Mereka telah menetap di sepanjang pantai kepulauan Nusantara. karena berita-berita dari Cina hanya ada menyebut tentang Melayu dan Sriwijaya saja. karena jalan darat mulai tidak aman lagi. Keadaan itu pulalah yang menyebabkan Minangkabau di daerah aslinya sendiri yang jauh terletak di pedalaman. mulai dari daratan Cina melalui Asia Tengah sampai ke Laut Tengah. jalan yang melalui darat disebut jalan Sutera. Keadaan ini memungkinkan pedagangpedagang Indonesia. Sejak waktu itulah daerah-daerah di Pantai Timur Sumatera dan Pantai Utara Jawa menjadi daerah perhubungan antara perdagangan Arab. Perhubungan laut ini menjadi sangat ramai pada awal abad pertama Masehi. Madura. kareana sesudah muncul kerajaan Melayu dan kemudian sesudah kerajaan Melayu jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Namun sementara itu di Jawa mulai timbul kerajaan-kerajaan baru yang lama-kelamaan menjadi saingan utama dari kerajaan Sriwijawa dalam merebut hegemoni perdagangan di wilayah nusantara yang menyebabkan lemahnya Sriwijaya. Kerajaan Melayu ini menurut para ahli berpusat di daerah Jambi yang sekarang dan diperkirakan berdirinya pada awal abad ketujuh Masehi. Dari sini dapat kita lihat masuknya pengaruh Hindu ke Minangkabau melalui daerah pantai timur pulau Sumatera. Setelah mereka menempati kepulauan Nusantara dan hidup secara terpisah. pedagang-pedagang Minangkabau ikut terlibat dalam kancah lalu lintas perdagangan yang ramai di Asia. India dan lainlain. sehingga perdagangan diwaktu periode Minangkabau ini menjadi sangat ramai sekali. Pada waktu itu daerah Minangkabau merupakan daerah penghasil merica yang utama di dunia. India dan Cina. Dalam buku Tseh Fu-ji Kwei diterangkan bahwa pada tahun 664 dan 665 kerajaan Melayu mengirimkan utusan kenegeri Cina untuk mempersembahkan hasilnya pada raja Cina. Dari kelemahan Sriwijaya itu.

Dengan mensejajarkan kedudukan raja-raja Minangkabau dengan raja yang sangat terkenal itu maka pandangan rakyat Minangkabau terhadap rajanya sendiri akan semakin tinggi pula. Kalau kita melihat kalimat-kalimat Tambo sendiri. ada tiga orang yang naik tahta kerajaan. Ekspedisi ini dikenal dalam sejarah Indonesia dengan nama ekspedisi Pamalayu. Maharajo Dirajo yang sekarang dibicarakan adalah Maharajo Dirajo seperti yang dikatakan Tambo. batigo rajo naiek nobat. Percantuman raja Romawi dalam Tambo menurut hemat kita hanya usaha dari pembuat Tambo untuk menyetarakan kemasyhuran raja Minangkabau dengan nama raja di luar negeri yang memang sudah sangat terkenal di seantero penjuru dunia. yang seorang Maharajo Dipang yang pergi ke negeri Cina. Disini kita bertemu dengan satu kebiasaan dunia Timur untuk mendongengkan tuah kebesaran rajanya kepada anak cucunya. Sebagai hasil dari ekspedisi itu. Dengan kejadian ini dapat diartikan.4. bahwa semenjak peristiwa itu kerajaan Melayu sudah mengikuti kerajaan Singosari dan menjadi daerah tumpuan untuk menghadapi kemungkinan serangan dari negeri Cina akibat peristiwa penghinaan terhadap utusan Cina sebelumnya. tetapi raja mana yang dimaksudkan oleh Tambo tidak kita ketahui. Maharajo Dipang. yaitu Maharajo Alif. Di kerajaan Romawi atau Cina memang ada sejarah raja-raja yang besar. Gelar Maharajo Dirajo sendiri terlepas ada tidaknya raja tersebut. Dari keterangan Tambo itu tidak ada dikatakan angka tahunnya hanya dengan istilah “Masa dahulu kala” itulah yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa kejadian itu sudah berlangsung sangat lama sekali. maka Kertanegara pada tahun 1286 mengirimkan acara Amogapasa ke Sumatera sebagai hadiah untuk raja dan rakyat kerajaan Melayu. Dalam hal ini kita ingin mengangkat data dari Tambo menjadi Fakta sejarah Minangkabau. menunjukan kebesaran kekuasaan rajanya. dan seorang lagi bernama Maharajo Dirajo yang menepat ke pulau Sumatera). Sedangkan Maharajo Dirajo yang sedang dibicarakan sekarang ini adalah seperti yang dikatakan Tambo Alam Minangkabau yang mana yang benar perlu penelitian lebih lanjut. yaitu nama Maharajo Dirajo sudah disebutkan sebelumnya sebagai salah seorang panglima Iskandar Zulkarnain yang tugaskan menguasai Pulau Emas. Kerajaannya dinamakan dengan Darmasraya. Josselin de Jong mengatakan Lord of the Word atau Raja Dunia. Hal ini dapat diketahui dari prasasti Padang Candi tahun 1286 yang terdapat di Sungai Langsat Si Guntur dekat Sungai Dareh dalam Propinsi Sumatera Barat sekarang. Dalam hal ini rupanya Tambo Alam Minangkabau tidak mementingkan angka tahun selain dari mementingkan kebesaran kemasyuran nama-nama rajanya. nan pai ka banua Ruhun. Maharajo Alif menjadi raja di Benua Ruhun (Romawi). tetapi Josselin de Jong mengatakan. . Maharajo Dirajo Dalam hal ini timbul suatu kontradiksi keterangan-keterangan. lalu bagaimana dengan Maharajo Dirajo yang sedang kita bicarakan ini yang waktunya sudah sangat jauh berbeda. nan sorang Maharajo Dipang nan pai ka Nagari Cino. Maharajo Dipang menjadi raja di negeri Cina. Maharajo Dirajo yang sudah kita bicarakan hanya merupakan perkiraan saja dan belum tentu benar. karena istilah itu berarti penguasa sekalian raja-raja yang tunduk di bawah kekuasaannya. Dalam hal ini kita tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Dalam kesempatan ini kita hanya ingin memperlihatkan betapa rawannya penafsiran dari data yang diberikan Tambo Alam Minangkabau. nan sorang Maharajo Dirajo manapek ka pulau ameh nan ko…” (pada masa dahulu kala. maka dikatakan sebagai berikut: “…Tatkala maso dahulu.dari Sriwijaya dan dapat memperkuat diri kembali dengan memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah hulu Sungai Batang Hari. A. sedangkan Maharajo Dirajo menjadi raja di Pulau Emas (Sumatera). sedangkan waktu yang mencakup zaman dahulu kala itu sangat banyak sekali dan tidak ada kepastiannya. Raja Kertanegara dari kerajaan Singosari (kerajaan yang menggantikan kekuasaan Kediri di Jawa Timur) mengirimkan suatu ekspedisi militer ke Sumatera dalam rangka melemahkan kekuasaan Sriwijaya dan memperluas pengaruhnya di Nusantara. Dalam Tambo disebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain mempunyai tiga anak. Pada tahun 1275. dan Maharajo Dirajo. menjadi raja di Turki. nan sorang Maharajo Alif. seorang bernama Maharaja Alif yang pergi ke negeri Ruhun. Kita hanya akan bertanya-tanya atau menduga-duga dengan tidak akan mendapat jawaban yang pasti. Tetapi berdasarkan logika berfikir kira-kira diwaktu itulah hidupnya Maharajo Dirajo jika dihubungkan dengan nama Iskandar Zulkarnain. Kalau memang demikian keadaannya.

karena Adityawarman sendiri telah menulis demikian dalam prasasti Pagaruyung. tidak berada di bawah kekuasaan Majapahit atau sudah melepaskan diri dari Majapahit. maka untuk melepaskan diri dari Singasari – Majapahit itu Adiyawarman memindahkan pusat kekuasaannya kepedalaman Minangkabau dan menyatakan tidak ada lagi yang berkuasa di atasnya dengan memakai gelar Maharaja Diraja. Yang jelas pada waktu sekarang ini. Sedangkan Singasari pernah menundukkan melayu Darmasraya. kalau ada baru merupakan daerah-daerahyang dikuasai oleh seorang kepala suku saja. Jadi. Kalau kita mengikuti pendapat yang mengatakan bahwa Maharaja Diraja itu sama dengan Adityawarman. maka tokoh Maharajo Dirajo yang disebut di dalam Tambo itu masih tetap merupakan seorang tokoh legendaris dalam sejarah Minangkabau dan hal ini akan tetap mengundang bermacam-macam pertanyaan yang pro dan kontra. (India Selatan) memimpin satu rombongan yang terdiri dari: Suri Dirajo. sedangkan sumber-sumber sejarah lainnya seperti prasasti dan tulisan lainnya tidak ada menyebut ketiga nama tersebut. Suri Dirajo. Namun. Dari gelar Maharaja Diraja yang dipakai Adityawarman menunjukan kepada kita bahwa sewaktu Adityawarman berkuasa di Minangkabau tidak ada lagi kekuasaan lain yang ada di atasnya.Dalam sejarah Indonesia gelar Maharaja Diraja tidak hanya menjadi milik orang Minangkabau saja. Dari situlah bersumbernya ketiga nama tersebut. tentu berada di bawah kekuasaan Singasari – Majapahit itu. yaitu pada waktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau yang berpusat di Pagaruyuang. Dt. belum ada raja di Minangkabau. atau dengan perkataan lain dapat dikatakan pada waktu itu Minangkabau sudah berdiri sendiri. yaitu apakah tidak ada lagi kemungkinan bahwa gelar Maharajo Dirajo itu merupakan gelar keturunan bagi raja-raja Minangkabau. Josselin de Jong juga menyebutkan nama Cati Bilang Pandai sebagai penasehat dari Maharajo. melainkan juga ada raja lain yang bergelar demikian seperti Karta Negara dari Singasari dengan gelar Maharaja Diraja seperti yang tertulis pada arca Amogapasa tahun 1286 sebagai atasan dari Darmasraya yang bernama raja Tribuana. Maharajo Dirajo. A. Kerajaan Majapahit adalah ahli waris dari Singasari. maka satu kepastian dapat dikatakan bahwa kerajaan Minangkabau baru bermula pad tahun 1347. E. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Srimaharaja Diraja yang disebut dalam tambo sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain dari Adityawarman sendiri yang menyebut dirinya dengan Maraja Diraja. maka kita akan dapat menghubungkannya dengan Maharajo Dirajo yang kita bicarakan kehidupannya sebelum abad Masehi. Tetapi apakah gelar itu merupakan gelar keturunan dari raja-raja Minangkabau masih belum lagi dapat diketahui dengan pasti. Siam. PE Josselin . Dt. dapat disimpulkan bahwa gelar Maharajo Dirajo tersebut merupakan gelar pusaka Minangkabau dan sudah ada sebelum Adityawarman menjadi raja di Pagaruyung. Menurut Tambo Zuriat Sultan Iskandar Zulkarnaen. Kalau pendapat itu tidak dapat diterima kebenarannya. Indo Jati. Tambo mengatakan bahwa Maharajo Dirajo adalah raja Minangkabau pertama. walaupun orangnya itu juga. Perlu dijelaskan bahwa nama Indo Jati sering disebutkan dengan sebutan yang berbeda. P. Logikanya tentu sebelum Adityawarman. Marajo. seperti Dt. dan beberapa rombongan dari Campa. Kelihatan gelar tersebut dipergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai gelar pusaka yang turunmenurun. Cati bilang Pandai. Dt. Barangkali memang gelar itu diturunkan dari Maharajo dirajo seperti disebutkan dalam Tambo itu. Kambai dan lain-lain berlayar mengarungi lautan Indonesia lalu menetap ke gunung Merapi.5. Maharajo. Tetapi hal ini kembali hanya berupa dugaan saja yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Kemungkinan gelar Maharajo sudah dipergunakan sebelum kedatangan Adityawarman memang ada. Hamka menyebutkan dengan nama Indo Jelita atau dengan nama lain Ceti Reno Sudah. Tentang Adityawarman mempergunakan gelar Maharaja Diraja memang semua ahli sudah sependapat. sama halnya dengan nama Iskandar Zulkarnaen rakyat Sumatera Barat mempercayai ketiga nama tersebut sebagai cikal bakal orang Minangkabau. Kalau memang demikian. Maharajo Basa. Cati Bilang Pandai Dan Indo Jati Ketiga nama ini hanya terdapat dalam Tambo atau kaba yang banyak terdapat dalam masyarakat Sumatera Barat sekarang ini. banyak gelar para penghulu di Sumatera Barat yang memakai gelar Maharajo sebagai gelar kepenghulunya disamping nama lainnya. sehingga diwaktu Adityawarman menjadi raja di Minangkabau dia merasa perlu mempergunakan gelar tersebut agar dihormati oleh rakyat Minangkabau. sewaktu Maharajo bertolak dari Tanah Basa. Sebaliknya raja-raja Pagaruyung sendiri tidak mempergunakan gelar tersebut sebagai pusaka kerajaannya. Ada sesuatu pertanyaan kecil yang perlu dijawab.

Dalam kepercayaan Hindu nama Indra adalah nama seorang dewa yang merupakan salah seorang dewa utama Trimurti. hampir semua Tambo Minangkabau sependapat mengatakan bahwa Suri Dirajo dan Cati Bilang Pandai adalah tokoh yang melambangkan orang pandai. Jawabannnya mudah saja. maka dapat pula dibenarkan bahwa tokoh Datuk Perpatih Nan Sabatang itu adalah merupakan salah seorang tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Dikatakan dalam Tambo. Jadi tokoh Indo Jati adalah salah seorang tokoh wanita kesatria dari rombongan Maharajo Dirajo.de Jong menyebut dengan nama Indo Calita. demikian besar pengaruhnya di samping Maharajo Dirajo sendiri. mempercayai dengan penuh keyakinan. Atau apakah keduanya merupakan tokoh historis sejarah Minangkabau yang benar-benar ada dan hidup dalam sejarah Minangkabau pada masa dahulu. Keberadaannya sebagai tokoh sejarah tidak dapat dibuktikan. Kalau pendapat ini memang benar. Suku bangsa Minangkabau. karena namanya juga tertulis pada salah satu prasasti sebagai peninggalan sejarah yang nyata-nyata ada. hal ini sebagai peringatan bagi anak cucunya dikemudian hari. Apakah mereka juga merupakan dua orang legendaris sejarah Minangkabau?. Segala sesuatu yang dikerjakan. sampai sekarang juga dikenal Adat Perpatih. bahwa sebagai tanda persetujuan antara Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan Datuk Ketumanggungan. Bukti lain dalam hikayat raja-raja Pasai. Namun demikian. Indra adalah salah satu penjelmaan Wisnu sebagai Dewa Matahari. Sedangkan menurut Hamka. Hal ini telah dibuktikan oleh perputaran masa terhadap kedua adat itu. terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari salah seorang kedua tokoh itu. Dikatakan bahwa dalam salah satu perundingan dengan Gajah Mada yang berhadapan dari Minangkabau adalah Datuk Perpatih Nan Sabantang tersebut.6. Sekarang timbul pertanyaan: Apakah ketiga nama itu betul-betul merupakan nenek moyang orang Minangkabau di zaman dahulu dengan pengertian benar-benar ada dalam sejarah Minangkabau. dari dahulu hingga sekarang. ahli pikir. Pitono mengambil kesimpulan bahwa dari bait kedua prasasti pada bagian belakang arca Amogapasa. dengan pengertian akan segera mengadakan reaksi membalik apabila terjadi perbenturan terhadap unsur-unsur pokok adat itu. Adanya Batu Batikam itu yang sampai sekarang masih terawat dengan baik. baik yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun yang ada diperantauan. Sebelum peristiwa ini terjadi antara kedua tokoh adat itu terjadi sedikit kesalah pahaman. Gelar dewa jelas menunjukkan seorang kesatria yang berdarah luhur. Jadi tokoh Dewa Tuhan yang ada pada prasasti yang terdapat di Padang Candi itu adalah sama dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang. Datuk Perpatih Nan Sabatang menikamkan kerisnya kepada sebuah batu. Malahan peraturan adat yang berlaku di rantau sama dengan peraturan adat yang berlaku di daerah asalnya. maka secara historis ketiga tokoh ini hanya merupakan tokoh legendaris belaka dalam sejarah Minangkabau. antara tokoh adat Datuk Perpatih Nan Sabatang dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih yang tertulis pada arca itu adalah satu tokoh yang sama. Hal ini juga merupakan petunjuk tentang kehadiran Datuk Parpatih Nan . Dijelaskan selanjutnya bahwa pada prasasti itu tokoh Dewa Tuhan Perpatih sebagai salah seorang terkemuka dari raja Adityawarman yaitu salah seorang menterinya. bahwa kedua orang tokoh itu merupakan pendiri Adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago yang sampai sekarang masih hidup subur di dalam masyarakat Minangkabau. Demikian kesimpulannya. Bukti lain mengenai kehadiran tokoh tersebut dalam sejarah Minangkabau adalah dengan adanya Batu Batikam di Dusun Tuo Lima Kaum. Datuk Ketumanggungan Dan Datuk Perpatih Nan Sabatang Siapa tokoh ini?. Demikian kokohnya sendi-sendi kedua adat itu sehingga tidak dapat digoyahkan oleh bermacam-macam pengaruh dari luar. Penjelasan berikut ini dapat menjawab beberapa pertanyaan itu. baik di bidang pemerintahan maupun di bidang kemasyarakatan. Hal ini membuktikan pula akan kehadiran tokoh itu dalam sejarah Minangkabau. Sedangkan untuk kedua nama yang lain tidak ada perbedaan sebutan. dan ini membuktikan kepada kita bahwa kedua tokoh itu memang ada dalam sejarah Minangkabau. tokoh Indo Jati yang disebutnya sebagai Indra Jati melambangkan sesuatu yang luhur asal-usulnya. A. sebagai bekas daerah rantau Minangkabau seperti dikatakan Tambo. Di Negeri Sembilan. Ada petunjuk bagi kita bahwa kedua tokoh itu memang merupakan tokoh sejarah Minangkabau. Batusangkar. karena tidak ada bukti-bukti lain yang akan mendukung. bukan sekedar sebagai tokoh dongeng saja sebagaimana banyak ahli-ahli barat mengatakannya.

Aji Mantrolot. akan tetapi keduanya bukanlah merupakan raja Minangkabau. Berasal dari yang berdarah luhur atau dari keturunan raja-raja. Ayah bundanya mempunyai hubungan darah dengan permaisuri raja Majapahit yang pertama. jauh lebih tinggi martabatnya dari kedudukan seorang raja yang manapun. perlu kita tinjau kembali hasil dari ekspedisi Pamalayu oleh Kartanegara pada tahun 1275. Puteranya tersebut bernama Jayanegara. tempat dia dididik disekeliling pusat pemerintahan dalam suasan keraton Majapahit. mereka membawa Dara Jingga dan Dara Petak. melainkan adalah raja di kerajaan Pagaruyung yang merupakan salah satu periode dari sejarah Minangkabau yang sangat panjang. kedua tokoh itu sudah ada di Minangkabau yang sangat dihormati oleh rakyatnya. bukan tokoh legendaris sebagaimana yang dianggap oleh kebanyakan penulis-penulis barat. maka kerajaan yang diperintahkan oleh Adityawarman kita namai kerajaan Pagaruyung saja. Aji Mantrolot ini yang kemudian dikenal sebagai Adityawarman. Muhammad Yamin mengatakan bahwa Adityawarman berasal dari tanah Minangkabau di Pulau Sumatera. Kesimpulannya adalah bahwa kedua orang itu yaitu Datuk Ketumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah dua tokoh historis dalam sejarah Minangkabau. Dia mengatakan bahwa kedua tokoh itu merupakan pembesar dengan kedudukan menteri dalam kerajaan Adiyawarman. Diwaktu muda dia berangkat ke Majapahit. Untuk mengetahui siapa sebenarnya Adityawarman. yaitu adat Koto Piliang dan Adat Bodi Caniago. Kesempatan yang diperdapatnya itu berasal dari turunannya. satu darah bangsawan Sumatera dan satu darah bangsawan Majapahit. Dengan demikian Adityawarman merupakan keturunan dari dua darah kaum bangsawan. rasanya pada kesempatan ini tidak perlu dibicarakan perbedaan itu. Tetapi dari apa yang dikatakan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ayah Datuk Ketumanggungan adalah suami pertama ibunya (Indo Jati). Dara Jingga kawin dengan salah seorang pembesar kerajaan Majapahit dan melahirkan seorang putera yang nama kecilnya. Perbedaan darah leluhur dari keduanya itu menyebabkan nantinya ada sedikit perbedaan dalam ajaran yang disusun mereka. bahwa Adityawarman adalah seorang putera Sumatera yang lahir di daerah aliran Sungai Kampar dan besar kemungkinan dalam tubuhnya mengalir darah Majapahit. Agar tidak mendatangkan keraguan kepada kita. Tempat lahirnya terletak di Siguntur dekat nagari Sijunjung. Sedangkan ayah dari Datuk Parpatih Nan Sabatang adalah Cati Bilang Pandai suami kedua ibunya yang berasal dari India Selatan juga. Karena ada sedikit perbedaan dari apa yang dikatakan Tambo mengenai siapa ayah dan ibu dari kedua orang itu. karena sebelum Adityawarman datang. melainkan untuk menghormatinya. Menurut pendiri adat Koto Piliang oleh Datuk Ketumanggungan dan Adat Budi Caniago oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang. Dari perkawinan ini nanti akan melahirkan seorang putra yang pada waktunya akan menjadi raja di Majapahit. maka sewaktu rombongan ekspedisi kembali ke Jawa. Maka Dara Petak diambil sebagai selir oleh Raden Wijaya yang menjadi raja pertama kerajaan Majapahit. Walaupun Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan sudah merupakan tokoh historis dalam sejarah Minangkabau sesuai dengan bukti-bukti yang dikemukakan. Tidak sembarang orang yang dapat dicantumkan di dalam prasasti itu. kecuali tokoh yang betul-betul sangat terhormat. Maka oleh Adityawarman untuk menghormati kedudukan kedua tokoh itu dicantumkan nama mereka pada prasastinya. melainkan sebagai pemimpin masyarakat dan penyusun kedua adat yang hidup dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini. A. Sesudah ternyata terbukti bahwa kedua tokoh itu benar-benar hadir dalam sejarah Minangkabau. Masa Pemerintahan Adityawarman Adityawarman bukan raja di Minangkabau. Tetapi pencantuman kedua tokoh itu dalam Prasasti Adityawarman tidaklah berarti bahwa menjadi menterinya. Mengenai asal-usul Adityawarman ini. Hubungan dengan kerajaan Majapahit bersifat geneologis dan politis. Sesampai di Jawa kerajaan Singasari telah diganti oleh kerajaan Majapahit. . Pendapat Muhammad Yamin mengenai tempat kelahiran Adityawarman dan hubungan kekeluargaannya dengan Kerajaan Majapahit diperkuat oleh Pinoto yang mengatakan. bukan hasil secara keseluruhan melainkan hasil yang berhubungan dengan asal-usul Adityawarman saja. bagi masyarakat Minangkabau sendiri kedudukan yang sedemikian.Sabantang dalam sejarah Minangkabau. Setelah ekspedisi itu berhasil.7. Antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan adalah dua orang bersaudara satu Ibu berlainan Ayah. Raja Majapahit yang kedua yaitu Jayanegara adalah saudara sepupu dari Adityawarman. maka ada hal sedikit yang kurang benar yang dikemukakan oleh Pinoto.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Adityawarman dilahirkan di Kerajaan Melayu atau Minangkabau dan dibesarkan di Kerajaan Majapahit. Hal ini ternyata pada prasasti yang ditinggalkan Adityawarman terdapat nama Dewa Tuhan Perpatih dan Tumanggung yang oleh Pinoto dibaca Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Ketumanggungan. Pada tahun 1347 Adityawarman menjadi raja kerajaan Melayu yang dipusatkan di Darmasraya. Adityawarman boleh menjadi raja yang sangat besar. sedangkan kekuasaan sebenarnya tetap berada di tangan kedua tokoh pemimpin adat tersebut. Dalam usaha memajukan kerajaan itu Adityawarman mengadakan hubungan dengan luar negeri. karena prinsipnya rakyat Minangkabau sendiri secara langsung tidak berkenalan dengan pengaruh-pengaruh tersebut. Tahun 1325 raja Jayanegara mengirim Adityawarman segbagai utusan ke negeri Cina yang berkedudukan sebagai duta. 1376 Adityawarman mengirim utusan ke negeri Cina. Barangkali hal ini memang disengaja oleh Datuk yang berdua itu. Tahun 1332 dia dikirim kembali menjadi utusan ke negeri Cina dengan kedudukan sebagai duta. yaitu dengan Cina. Kelihatannya dengan pengaturan yang dilakukan oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang berdua dengan Datuk Ketumanggungan tidak memberi kesempatan kepada pengganti Adityawarman yang menganut agama budha untuk berkuasa seterusnya. disebabkan karena kegagalan usaha patih Gajah Mada menguasai selat malaka. Dalam hal ini Tambo mengatakan bahwa Adityawarman walaupun sudah menjadi raja yang besar. sedangkan kekuasaan langsung terhadap masyarakat tetap dipegang oleh mereka. sehingga hal ini menyebabkan kemudian pengaruh budha yang dibawa ke Pagaruyung tidak dapat tempat di hati rakyat Minangkabau. Pada tahun 1334 Adityawarman pulang kembali ke negeri asalnya. Di keraton Majapahit kedudukan Adityawarman sangat tinggi. Sebagai realisasi dari pernyataan tersebut. Bersama dengan Patih Gajah Mada. Oleh karena itu. Dalam Prasasti itu Adityawarman memakai nama : “Udayadityawarman Pratakramarajendra Mauliwarmadewa” dan bergelar “Maharaja Diraja” dengan memakai gelar tersebut rupanya Adityawarman hendak menyatakan bahwa dia merupakan raja yang berdiri sendiri dan tidak ada lagi raja yang berada di atasnya. artinya kekuasaannya sangat terbatas. Selama pemerintahannya Adityawarman berusaha membawa kerajaan Pagaruyung ke puncak kejayaannya. selama menjadi raja Pagaruyung yang mengatur kehidupan masyarakat Minangkabau tetap hukum Adat Koto Piliang dan Bodi Caniago. raja kerajaan Melayu. Hal ini dapat dibuktikan dengan prasasti yang dipahatkan pada bagian belakan arca Amogapasa dari Padang Candi. tetapi kekuasaannya hanya terbatas di sekitar istana saja. . kerajaan Pagaruyung berada di puncak kejayaannya. Dengan demikian di Pagaruyung Adityawarman dapat dianggap sebagai lambang kekuasaan saja. Selama masa pemerintahannya di Pagaruyung yang berlangsung dari tahun 1349 sampai 1376. Di keraton Majapahit Adityawarman di didik bersama saudara sepupunya Jayanegara yang kemudian menjadi raja Majapahit yang kedua. Dengan demikian corak pemerintahan kerajaan Majapahit sedikit banyaknya berpengaruh pada corak pemerintahan Adityawarman di Pagaruyung. Tahun 1357. Karena dengan lahir dan menjadi besarnya Hayam Wuruk tidak ada lagi kesempatan bagi Adityawarman utnuk menjujung mahkota kerajaan Majapahit sebagai ahli waris yang terdekat. Menurut Tambo kekuasaan Adityawarman hanya terbatas di daerah Pagaruyung. Adityawarman berhak atas takhta kerajaan Melayu tersebut. Disamping itu. mengingat pada mulanya kekuasaan Adityawarman yang sangat besar sekali. Sesudah meninggalnya Adityawarman yang memang merupakan seorang raja yang besar dan kuat. Adityawarman ikut memperluas wilayah kekuasaan Majapahit di Nusantara. Adityawarman adalah cucu dari raja Melayu karena ibunya Dara Jingga adalah anak Tribuana raja Mauliwarmadewa. tetap saja merupakan seorang sumando di Minangkabau. kekuasaan kerajaan Pagaruyung mulai luntur. Tahun 1331 Adityawarman memadamkan pemberontakan Sadeng dengan suatu perhitungan yang jitu. Adityawarman sebagai orang yang dididik dan dibesarkan di Majapahit serta telah pula pernah menjabat beberapa jabatan penting di kerajaan Majapahit. Agar kehidupan masyarakat Minangkabau jangan terpengaruh oleh kebiasaan yang dibawa oleh Adityawarman maka kedua Datuk itu memagarinya dengan pengaturan kekuasaan. Bahkan dapat dikatakan pada waktu itu Indonesia bagian barat dikuasai kerajaan Pagaruyung dan Indonesia bagian Timur berada di bawah pengaruh kekuasaan Majapahit. 1375. yaitu berkedudukan sebagai salah seorang menteri atau perdana menteri yang diperolehnya bukan saja karena hubungan darahnya dengan raja Majapahit tetapi juga berkat kecakapannya sendiri. tentulah paham betul dengan seluk beluk pemerintahan di Majapahit. maka Adityawarman pada tahun 1349 memindahkan pusat kerajaan dari Darmasraya ke Pagaruyung di Batusangkar. Timbulnya keinginan Adityawarman untuk mendirikan kerajaan Melayu yang mandiri. sedangkan daerah lain di Minangkabau masih tetap berada dibawah pengawasan Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk ketumanggungan dengan pemerintahan adatnya. Dengan demikian dia sudah bebas dari Majapahit.

Sultan Usman 1943 (Kepala Kaum Keluarga Raja Pagaruyung) Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sesudah Adityawarman raja-raja di Pagaruyung sudah menganut agama Islam sesuai dengan sebutan Sultan (pengaruh Islam). Saruaso I dan II. Sedangkan Ananggawarman yang dikatakan dalam salah satu prasasti Adityawarman sebagai anaknya tidak pernah memerintah. dan masih banyak lagi yang belum dapat dibaca.Yang Dipertuan Sultan Bagagar Syah 11. barangkali diantara raja-raja yang pernah ada di Indonesia tidak ada seorang pun yang pernah meninggalkan prasasti sebanyak yang telah ditinggalkan oleh Adityawarman. Dengan sudah dianutnya agama Islam oleh pengganti Adityawarman. Sesudah Adityawarman meninggal kerajaan Pagaruyung yang tidak lagi mempunyai raja yang merupakan keturunan darah langsung dari Adityawarman. Rupanya sesudah Adityawarman meninggal.Drs. karena kekuasaan Adityawarman langsung digantikan oleh Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam. Yang Dipertuan Sultan Alif gelar Khalifafullah 6. Bila Sultan Bakilap Alam memerintah tidak disebutkan oleh tambo tersebut. Hampir dua puluh buah prasasti yang ditinggalkannya. Kapalo Bukit Gambak I dan II. Diantara yang telah dapat dibaca itu menyatakan kebesaran dan kemegahan kerajaan Pagaruyung. Yang Dipertuan Sultan Bakilap Alam 4. Dikatakan mengenai silisilah raja-raja Pagaruyung adalah sebagai berikut: 1. Dari sebutan raja itu saja. kerajaan Majapahit kembali berusaha untuk menguasai Pagaruyung serata Selat Malaka. . A. Yang Dipertuan Sultan Pasambahan 5. Adanya Sultan Bakilap Alam sebagai raja Minangkabau Pagaruyung dijelaskan oleh Tambo Minangkabau. Sampai dengan pertengahan abad ke-16 sesudah Adityawarman kita tidak memperoleh keterangan yang lengkap mengenai kerajaan Pagaruyung. kelihatannya sesudah Adityawarman raja yang menggantikannya sudah menganut agama Islam. Pagaruyung. Kuburajo. Banda Bapahek.M. Diantaranya yang telah dibaca seperti Prasasti Arca Amogapasa.Adityawarman sebagai raja Pagaruyung merupakan seorang raja yang paling banyak meninggalkan prasasti. Tetapi sesudah pertempuran Padang Sibusuk itu. Sesudah tahun tersebut pemerintahan Pagaruyung sudah desentralisasi dengan pengertian bahwa nagari-nagari sudah mempunyai otonom penuh dan pemerintahan di Pagaruyung sudah mulai melemah. Kerajaan Pagaruyung Sesudah Adityawarman Dari berita Tambo Pagaruyung dapat diketahui bagaiman keadaan Pagaruyung sesudah Adiyawarman demikian pula wawancara dengan S. Tetapi usaha tersebut gagal kaena angkatan perang kerajaan Majapahit yang datang dari arah pantai timur dikalahkan oleh tentara Pagaruyung dalam pertempuran di Padang Sibusuk tahun 1409. Yang Dipertuan Sultan Patah (Sultan Muning II) 8. Ananggawarman (1376) 3. Akibat pertempuran Padang Sibusuk itu membawa akibat yang sangat besar dalam struktur pemerintahan kerajaan Pagaruyung selanjutnya.Yang Dipertuan Gadih Reni Sumpur 1912 12. Semasa Adityawarman menjadi raja.Yang Dipertuan Gadih Mudo (1912-1915) 13. Sayangnya di Minangkabau kebiasaan seperti itu hanya dilakukan oleh Adityawarman seorang raja. Taufik Thaib SH. tetapi dapat diperkirakan sesudah tahun 1409. Yang Dipertuan Sultan Barandangan 7. Yang Dipertuan Sultan Sembahwang 10. Sebelum dan sesudahnya Adityawarman tidak ada yang membiasakan sehingga sampai sekarang kebanyakan data sejarah Minangkabau agak gelap.8. pemerintahan bersifat sentralisasi menurut sistem di Majapahit. Yang Dipertuan Sultan Muning III 9.Sultan Ibrahim 1915-1943 gelar Tuanku Ketek 14. nagari-nagai di Minangkabau membebaskan diri dari kekuasaan yang berpusat di Pagaruyung. karena sampai 1409 pemerintahan Pagaruyung masih bersifat sentralisasi seperti sewaktu pemerintahan Adityawarman. Adityawarman (1339-1376) 2. maka hilang pulalah pengaruh agama Budha yang dianut Adityawarman di Minangkabau.

Selanjutnya dikatakan bahwa di atas pemerintahan nagari-nagari terlihat adanya dua tingkat pemerintahan yaitu Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai. Datuk Makhudum di Sumanik yang menjadi Pasak Kungkung Koto Piliang. maka hubungan dagang dengan Portugis itu terputus. Kedatangan utusan tersebut adalah untuk membicarakan masalah perdagangan dengan bangsa Portugis yang waktu itu menguasai Malaka. Walaupun dalam cerita ini mengenai raja-raja yang diceritakan sudah ada unsur legendanya. Rembau Sri Menanti dan lain-lain. Makhudum di Sumanik yang mengurus masalah pertahanan dan rantau Masyarakat nagari dalam mengusut persoalannya berjenjang naik sampai ketingkat kerajaan. terus kepada raja Ibadat di Sumpur Kudus. Tuan Gadang di Batipuah yang menjadi Harimau Campo Koto Piliang. Cindua Mato (Candra Mata) adalah sebuah cerita rakyat Minangkabau yang menggambarkan tentang keadaan pemerintahan Minangkabau Pagaruyung di zaman kebesarannya. Kedatangan Bangsa Barat Ke Minangkabau Hubungan Minangkabau dengan bangsa Barat yang pertama kali dilakukan dengan bangsa Portugis. Raja Adat berkedudukan di Buo yang melaksanakan tugas-tugas kerajaan dibidang adat. Selanjutnya dikatakan yang menjadi kebesaran Luhak Agam adalah Parik Paga dan Kebesaran Lima Puluh Kota adalah Penghulu. Basa Ampek Balai pernah memegang kedudukan Raja Alam yaitu sesudah Sultan Alif meninggal. Siak Indra Pura. Mengenai susunan pemerintahan Pagaruyung sesudah Adityawarman ini diuraikan dengan lengkap dalam cerita Cindua Mato. Pengangkatan dan pelantikan itu dilakukan oleh Sultan Bakilap Alam. Rao. Waktu itu beberapa pelabuhan yang ada disana menolak permintaan Belanda dibawah kekuasaan Kerajaan Aceh. Menurut Tambo. Sedangkan ditingkat Menteri dan Dewan Menteri yang dimaksud dengan Basa Ampek Balai terdiri dari: 1. yang menjadi Payung Panji Koto Piliang. Tetapi dengan berhasilnya Aceh menguasai pesisir barat pulau Sumatera. Kemudian setelah Islam masuk ke Minangkabau dimasukkan Tuan Kadhi sebagai anggota Basa Ampek Balai dan “Tuan Gadang” di Batipuh ke luar dari keanggotaan itu dengan berdiri sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab dalam masalah pertahanan Koto Piliang. permulaan abad ke 16 ada utusan kerajaan Melayu yang datang ke Malaka. Buat sementara dipegang oleh Basa Ampek Balai. Selanjutnya susunan Basa Ampek Balai dengan Tuan Gadang sudah seperti yang kita kenal sekarang ini. Menurut berita Portugis. yaitu Menteri Pertahanan Koto Piliang. Tambusai. diwaktu Pieter Both memerintahkan Laksamana Muda Van Gaedenn membeli lada ke pantai barat pulau Sumatera. Selanjutnya dikatakan bahwa Lembaga Rajo Tigo Selo dibentuk bersama dengan pembentukan Lembaga Basa Ampek Balai. dan bula tidak selesai juga akhirnya sampai kepada raja Alam yang akan memberikan kata putusnya. Palembang. Bandaro (Titah) di Sungai Tarab sebagai Perdana Menteri 2. Dibidang adat dari nagari terus ke Bandaro dan kalau tidak putus juga diteruskan lagi kepada Raja Buo dan kalau tidak putus juga masalahnya diteruskan lagi kepada Raja Alam di Pagaruyung yang akan memberikan kata putus. A. Raja Alam berkedudukan di Pagaruyung sebagai pucuk pimpinan. Dari nagari naik kepada tuan Kadi di Padang Ganting. Bandar Sepuluh. Sungai Pagu. . karena orang yang akan menggantikan Sultan Alih masih belum dewasa. Dari keterangan itu yang dapat diambil kesimpulan bahwa Lembaga Basa Ampek Balai sudah ada sebelum Islam masuk ke Minangkabau dengan bukti seperti yang dikatakan oleh Datuk Nagari Basa dengan susunan yang sedikit berbeda dari apa yang kita kenal kemudian. Baru sesudah Islam masuk ke Minangkabau kedudukan Tuan Kadhi diserahkan untuk mengurus masalah agama Islam. Indomo di Saruaso mengurus masalah keuangan 4. Dalam hal ini Bahar Dt Nagari Basa. Gambaran ini adalah lembaga pemerintahan di tingkat raja. Rajo Tigo Selo dimaksudkan adalah tiga orang raja yang sekaligus berkuasa di bidang masing-masing. Dengan bangsa Belanda hubungan Minangkabau terjadi pertama kali kira-kira tahun 1600. Semuanya itu terdapat di Tanah Datar yang merupakan pucuk pimpinan di Minangkabau.9. tetapi yang mengenai masalah lainnya sama dengan apa yang dikatakan Tambo. Begitu juga dalam bidang agama. Indomo di Saruaso yang menjadi Amban Puruak (bendahara) Koto Piliang. Penobatan dan pelatikan Rajo Tigo Selo dan Basa Ampek Balai bersamaan pula dengan pengangkatan dan pengiriman “Sultan Nan Salapan” ke daerah rantau Minangkabau yaitu daerah-daerah: Aceh. Raja Ibadat berkedudukan di Sumpur Kudus dan melaksanakan urusan keagamaan kerajaan. mengatakan bahwa Basa Ampek Balai pada mulanya terdiri dari Bandaro di Sungai Tarap. Tuan Kadi di Padang Ganting yang mengurus masalah Agama 3.

Setelah terjadi perjanjian antara kerajaan Belanda dengan kerajaan Inggris maka Inggris terpaksa mengembalikan seluruh daerah yang sudah direbutnya. Hal ini terjadi pada tahun 1793. Bangsa Prancis yang pernah datang ke Sumatera Barat. yaitu ketika bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Le Me dengan anak buahnya mendarat di Pantai Air Manis Padang. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya. Pada tahun 1781 Inggris menyerang kedudukan Belanda di Padang dari pusat kedudukannya di Bengkulu. Untuk melepaskan pesisir barat pulau Sumatera dari pengaruh Aceh. bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. seperti yang dilakukan oleh raja-raja Batang Kapas. mereka pergi lagi. sehingga mulai tahun 1636 sewaktu Iskandar Muda meninggal dunia. Tahun 1780-1784 pecah perang antara Inggris dan Belanda di Eropa. Pada tahun 1795 Inggris merebut Padang lagi. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai . Dari daerah pesisir ini. Pada tahun 1684 Belanda dapat mengusir Inggris berdagang di Banten. karena terlibat perang lagi dengan Belanda. mereka dapat merebut Kota Padang dan mendudukinya selama lima hari. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam. Mula-mula Belanda mendirikan kantor dagangnya di Inderapura terus ke Salido. Pembaharuan oleh Agama Islam Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu. melangkah selangkah demi selangkah menanamkan pengaruhnya di Sumatera Barat dengan jalan politik pecah belahnya yang terkenal itu. karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau.10. maka Belanda melakukan perjanjian dengan raja Pagaruyung yang merupakan pemilik sesungguhnya dari daerah tersebut. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Pada tahun 1786 berhasil menguasai pulau Penang di Selat Malaka sehingga mereka dapat mengontrol jalan dagang diseluruh pulau Sumatera. Setelah mereka merampok kota. agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman. maka kekuasaan kerajaan Aceh menjadi lemah. Sumatera mulai dibanjri oleh barang-barang dagang Inggris. Bayang di Pesisir Selatan.Pada waktu Sultan Iskandar Muda dari kerajaan Aceh meninggal dunia. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. Perjanjian itu dilakukan pihak Belanda dengan Sultan Ahmad Syah pada tahun 1668. artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. Kemudian di Pulau Cingkuak juga didirikan lojinya pada tahun 1664 untuk mengatasi perlawanan rakyat pesisir yang dikoordinir oleh Aceh. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Disatu pihak mereka menimbulkan perlawanan rakyatnya terhadap raja atau pemimpinnya sesudah itu mereka datang sebagai juru selamat dengan mendapat imbalan yang sangat merugikan pihak Minangkabau. yaitu daerah-daerah seperti Tiku. sehingga akhirnya seluruh Minangkabau dapat dikuasai Belanda. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja. Semenjak abad ke 17 terjadi persaingan dagang yang sangat memuncak antara bangsa Belanda dengan bangsa Inggris di Indonesia. A. Pada waktu itu daerahdaerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. Dengan demikian pusat perdagangan berpindah ke Bengkulu. Oleh raja Pagaruyung Belanda diberikan kebebasan untuk mengatur perdagangannya pada daerah tersebut. Tentu saja hal ini sangat merugikan pihak Belanda. karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. Sebaliknya Inggris masih dapat bertahan di daerah Maluku dan menguasai perdagangan di daerah pesisir Sumatera Bagian Barat. daerah-daerah Pesisir Barat kerajaan Pagaruyung mulai membebaskan diri dari kekuasaan Aceh dan melakukan hubungan dagang langsung dengan Belanda. Mulai saat itu Belanda. dan Padang serta benteng Belanda di Pulau Cingkuak di hancurkan. Peperangan ini merambat pula sampai ke daerah-daerah koloni yang mereka kuasai di seberang lautan. Salido. yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Pariaman. Pada tahun 1641 Belanda merebut Malaka dari Portugis dan semenjak itu Belanda mulai memperbesar pengaruhnya di pesisir barat Sumatera untuk menggantikan kerajaan Aceh. Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau.

Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman. Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau. yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. Habis orang-orang istana itu. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah. yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. yaitu Haji Miskin. seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. tetapi hanya disekitar istana saja. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat. . Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. Pada permulaan abad ketujuh belas.secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. dengan berpusat di Kamang Mudik. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut. tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. seperti Tuanku Pamansiangan. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. Tuanku Nan Tuo di Cangkiang. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Haji Sumanik dan Haji Piobang. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ). Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist.

berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang. badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman. tinggal di Kampung Bali. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat. Muszaphar Shukor. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam. Suku Minangkabau Dari Wikipedia bahasa Indonesia. maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837.Natsir. Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820. jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang. karena menjadi anak jajahan Belanda. lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda. jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja. Yusof Ishak. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. dibuang semula ke Betawi. Sutan . maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. ensiklopedia bebas Minangkabau Adnan Saidi. selanjutnya dipindahkan ke Menado.Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi. ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini. maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau. Hatta. Tan Malaka. dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. harapannya kepada kita semua anak Minangkabau.

dan Surabaya. barat daya Aceh. Jambi. orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang. Hamka. Menurut A.Sjahrir. Pekanbaru.215. bagian utara Bengkulu.[9] Hampir separuh jumlah keseluruhan anggota masyarakat ini berada dalam perantauan. bahasa Indonesia dan bahasa Melayu. Selain itu. bagian barat Jambi. . Indonesia: 3. Navis. Indonesia: 534. separuh daratan Riau. Orang Minangkabau sangat menonjol dibidang perniagaan. Kelompok etnis terdekat Melayu. walaupun budayanya juga sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Agus Salim Jumlah populasi kurang lebih 5. dan sangat digemari di Indonesiabahkan sampai mancanegara[10]. Bandung. Prinsip adat Minangkabau tertuang singkat dalam pernyataan Adat basandi syara'. Minang perantauan pada umumnya bermukim di kota-kota besar. Indonesia: 385. Indonesia: 111. etnik ini juga telah menerapkan sistem proto-demokrasi sejak masa praHindu dengan adanya kerapatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan permasalahan hukum. syara' basandi Kitabullah (Adat bersendikan hukum. Dalam percakapan awam. Utara. Wilayah penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat.747. Chairil Anwar. Minangkabau lebih kepada kultur etnis dari suatu rumpun Melayu yang tumbuh dan besar karena sistem monarki[4] serta menganut sistem adat yang khas.000[2]. bagian selatan Sumatera Utara. sebagai profesional dan intelektual.550. seperti Jakarta. Jabotabek. dan juga Negeri Sembilan di Malaysia[3]. hukum bersendikan Al-Qur'an) yang berarti adat berlandaskan ajaran Islam[8]. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal terbesar di dunia[6][7].861. Malaysia dan Singapura. Di luar wilayah Indonesia.475.734. Indonesia: 306. Indonesia: 636.000. merujuk kepada nama ibukota propinsi Sumatera Barat yaitu kota Padang. Yamin. Riau. Batam. Medan.000(2000) di Indonesia [1] Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Sumatra Barat.A. Indonesia: 66. Malaysia: 450. Sumatera Negeri Sembilan.854. Palembang. Bahasa bahasa Minang. Minangkabau atau Minang adalah kelompok etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Indonesia: 64. Agama Islam. Mereka merupakan pewaris terhormat dari tradisi tua Kerajaan Melayu dan Sriwijaya yang gemar berdagang dan dinamis. Riau. yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan ataumatrilineal[5]. Masyarakat Minang memiliki masakan khas yang populer dengan sebutan masakan Padang. Sumatera Kepulauan Bengkulu. etnis Minang banyak terdapat di Negeri Sembilan.463.Marah Roesli.343. Selatan.

4. minang dan kabau. yang berasal dari ucapan 'Manang kabau' (artinya menang kerbau). Nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari. kabupaten Tanah Datar. Nagarakretagama[12] bertarikh 1365 M. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai namaMinangkabau[11]. provinsi Sumatera Barat.3 Faktor perang • 5.3 Perantauan intelektual • 5.2 Gelombang rantau • 5.4. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut. juga telah ada menyebutkan nama Minangkabwa sebagai salah satu dari negeri Melayu yang ditaklukannya.3 Rumah adat • 3.4 Sebab merantau • 5. Untuk mencegah pertempuran. sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar dengan diberikan pisau pada tanduknya.• • • • • • • • • • Daftar isi [sembunyikan] 1 Etimologi 2 Asal-usul 3 Adat dan budaya • 3.1 Bahasa • 3. Dalam pertempuran.1 Persukuan • 4. Dari tambo tersebut. .4 Perkawinan 4 Sosial kemasyarakatan • 4. konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal didalam tambo.2 Kesenian • 3. Dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif. yang terletak di kecamatan Sungayang.2 Nagari • 4.4 Kerajaan 5 Minangkabau perantauan • 5.2 Faktor ekonomi • 5.4.5 Merantau dalam sastra 6 Orang Minangkabau dan kiprahnya 7 Catatan kaki 8 Literatur 9 Lihat pula 10 Pranala luar [sunting]Etimologi Nama Minangkabau berasal dari dua kata. anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya.1 Jumlah perantau • 5.1 Faktor budaya • 5.3 Penghulu • 4. yaitu Nagari Minangkabau.

Walau tambo tersebut tidak tersusun secara sistematis dan lebih kepada legenda berbanding fakta serta cendrung kepada sebuah karya sastra yang sudah menjadi milik masyarakat banyak. Luhak Agam. yaitu Sungai Kampar Kiri dan Sungai Kampar Kanan[14]. yang terdiri dari Luhak Limo Puluah. Dari tambo yang diterima secara turun temurun. masyarakat Minangkabau terus menyebar ke kawasan darek yang lain serta membentuk beberapa kawasan tertentu menjadi kawasan rantau.[4] [sunting]Adat dan budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adat Minangkabau dan Budaya Minangkabau . Sungai kembar yang dimaksud diduga menunjuk kepada pertemuan (temu) dua sumber aliran Sungai Kampar. yang membuktikan bahwa "tāmvan" tidak ada hubungannya dengan "temu". Namun pendapat ini dibantah oleh Casparis. menyusuri aliran sungai Kampar sampai ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang Minangkabau[16].minānga) dan ke-5 (tāmvan.Sedangkan nama "Minang" (kerajaan Minanga) itu sendiri juga telah disebutkan dalam Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi dan berbahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu dinyatakan bahwa pendiri kerajaan Sriwijaya yang bernama Dapunta Hyang bertolak dari "Minānga" . Diperkirakan kelompok masyarakat ini masuk dari arah timur pulau Sumatera.000 tahun yang lalu. dan Luhak Tanah Datar[5]. Oleh karena itu kata Minanga berdiri sendiri dan identik dengan penyebutan Minang itu sendiri....500-2.[13]. karena kata temu dan muara juga dijumpai pada prasasti-prasasti peninggalan zaman Sriwijaya yang lainnya[15]. Kemudian seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan penduduk... kata baris ke-4 (... Beberapa ahli yang merujuk dari sumber prasasti itu menduga. Bendera atau merawa yang digunakan suku Minangkabau [sunting]Asal-usul Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tambo Minangkabau dan Tombo Lubuk Jambi Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu (Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke pulau Sumatera sekitar 2. Beberapa kawasandarek ini kemudian membentuk semacam konfederasi yang dikenal dengan nama luhak.) sebenarnya tergabung. sehingga menjadi mināngatāmvan dan diterjemahkan dengan makna sungai kembar. yang selanjutnya disebut juga dengan nama Luhak nan Tigo. menceritakan bahwa nenek moyang mereka berasal dari keturunan Iskandar Zulkarnain.

dan ninik mamak. Dalam perjalanannya. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter. karena banyaknya kesamaan kosakata dan bentuk tuturan di dalamnya.[20][21] . [sunting]Bahasa Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau merupakan salah satu anak cabang bahasa Austronesia. ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. Menurut tambo. ada yang menganggap bahasa yang dituturkan masyarakat ini sebagai bagian dari dialek Melayu.Sebuah pertunjukan randai Adat dan budaya Minangkabau bercorakkan keibuan (matrilineal). sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara. Mereka adalah alim ulama. sementara yang lain justru beranggapan bahasa ini merupakan bahasa mandiri yang berbeda dengan Melayu serta ada juga yang menyebut bahasa Minangkabau merupakan bahasa protoMelayu. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang demokratis. dimana pihak perempuan bertindak sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan.[18][19] Selain itu dalam masyarakat penutur bahasa Minang itu sendiri juga sudah terdapat berbagai macam dialek bergantung kepada daerahnya masing-masing. dua sistem adat yang dikenal dengan kelarasan ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau. Walaupun ada perbedaan pendapat mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu. Datuk Perpatih Nan Sebatangdan Datuk Ketumanggungan. Dalam masyarakat Minangkabau. semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat[17]. cerdik pandai. sedangkan Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis. yang dikenal dengan istilah Tali nan Tigo Sapilin.

[26] Umumnya berbahan kayu. Di samping itu. juga berfungsi sebagai tempat tinggal lelaki dewasa namun belum menikah. Selain itu. biasanya tidur di surau. Minangkabau juga menonjol dalam seni berkata-kata. Ada tiga genre seni berkata-kata. menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong[27] dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. metafora. selanjutnya tari piring merupakan bentuk tarian dengan gerak cepat dari para penarinya sambil memegang piring pada telapak tangan masing-masing. dalam randai ini juga terdapat seni peran (acting) berdasarkan skenario[23]. yaitu pasambahan (persembahan).[24]. Diantara tari-tarian tersebut misalnya tari pasambahan merupakan tarian yang dimainkan bermaksud sebagai ucapan selamat datang ataupun ungkapan rasa hormat kepada tamu istimewa yang baru saja sampai. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian muka dan belakang. Jika laki-laki anggota kaum belum menikah. yang diiringi dengan lagu yang dimainkan oleh talempong dan saluang. Namun hanya kaum perempuan dan suaminya. dan salawat dulang. menetap di rumah istrinya.[sunting]Kesenian Masyarakat Minangkabau memiliki berbagai macam atraksi dan kesenian. Surau biasanya dibangun tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut. dan aphorisme. alegori. adapula tarian yang bercampur dengan silek yang disebut dengan randai. Rumah Gadang [sunting]Rumah adat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumah Gadang Rumah adat Minangkabau disebut dengan Rumah Gadang. Sedangkan laki-laki kaum tersebut yang sudah beristri. Dalam seni berkata-kata seseorang diajarkan untuk mempertahankan kehormatan dan harga diri. Silek atau Silat Minangkabau merupakan suatu seni bela diri tradisional khas suku ini yang sudah berkembang sejak lama. . indang. Randai biasa diiringi dengan nyanyian atau disebut juga dengan sijobang[22]. selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Seni berkata-kata atau bersilat lidah. tanpa menggunakan senjata dan kontak fisik. kiasan. dan sepintas kelihatan seperti bentuk rumah panggung dengan atap yang khas. yang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku tersebut secara turun temurun[25]. seperti tari-tarian yang biasa ditampilkan dalam pesta adat maupun perkawinan. lebih mengedepankan kata sindiran. ibarat. beserta anak-anak yang jadi penghuni rumah gadang.

mempunyai beberapa tahapan yang umum dilakukan. mempelai pria akan diberikan gelar baru sebagai panggilan penganti nama kecilnya. dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru pelanjut keturunan.[28] Kemudian masyarakat sekitar akan memanggilnya dengan gelar baru tersebut. Gelar panggilan tersebut biasanya bermulai dari sutan. bagindo atau sidi di kawasan pesisir pantai. Pada nagari tertentu setelah ijab kabul di depan penghulu atautuan kadi. Dalam prosesi perkawinan adat Minangkabau. [sunting]Sosial kemasyarakatan [sunting]Persukuan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar Suku-suku Minang Suku dalam tatanan Masyarakat Minangkabau merupakan basis dari organisasi sosial. Bagi lelaki Minang. perkawinan juga menjadi proses untuk masuk lingkungan baru. sekaligus tempat pertarungan kekuasaan yang fundamental. Dimulai denganmaminang (meminang). sehingga jika dikaitkan dengan pendirian suatu nagari di Minangkabau. Sedangkan di kawasan luhak limo puluah. pemberian gelar ini tidak berlaku. perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan. yakni pihak keluarga istrinya. dapat dikatakan sempurna apabila telah terdiri dari komposisi empat suku yang mendiami kawasan tersebut. Pengertian awal kata suku dalamBahasa Minang dapat bermaksud satu per-empat. biasa disebut baralek.Pakaian perempuan Minang dalam pesta adat atau perkawinan [sunting]Perkawinan Dalam adat budaya Minangkabau. menjadi salah satu proses dalam penambahan anggota di komunitas rumah gadang mereka. sampai basandiang (bersanding di pelaminan). sebelum kedua pengantin bersanding di pelaminan. Setelah maminangdan muncul kesepakatan manantuan hari (menentukan hari pernikahan). . manjapuik marapulai (menjemput pengantin pria). Sedangkan bagi keluarga pihak istri. maka kemudian dilanjutkan dengan pernikahan secara Islam yang biasa dilakukan di Mesjid.

setiap suku dalam tradisi Minang. Sebuah paruik(perut) biasanya tinggal pada sebuah rumah gadang secara bersama-sama[29] Pakaian khas suku Minangkabau di tahun 1900-an [sunting]Nagari Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nagari Daerah Minangkabau terdiri atas banyak nagari. Kekayaan ditentukan oleh kepemilikan tanah keluarga. Harta pusaka merupakan harta milik bersama dari seluruh anggota kaum-keluarga. kemudian berkembang menjadi Dusun. suku juga merupakan basis dari unit-unit ekonomi. harta.[30] Oleh karenanya setiap kepala kaum akan berlomba-lomba meningkatkan prestise kaum-keluarganya dengan mencari kekayaan (berdagang) serta menyekolahkan anggota kaum ke tingkat yang paling tinggi. Tidak ada kekuasaan sosial dan politik lainnya yang dapat mencampuri adat di sebuah nagari. dan sumber-sumber pemasukan lainnya yang semuanya itu dikenal sebagai harta pusaka. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak. kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari. Dari hasil musyawarah dan mufakat dalam dewan inilah sebuah keputusan dan peraturan yang mengikat untuk nagari itu dihasilkan. Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah yang ada pada masyarakat adat Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun. Dewan ini disebut dengan Kerapatan Adat Nagari (KAN).Selanjutnya. dari Dusun manjadi Koto. kaum-keluarga. Suku terbagi-bagi ke dalam beberapa cabang keluarga yang lebih kecil atau disebut payuang (payung). dan diyakini berasal dari satu keturunan nenek moyang yang sama[5]. Nagari ba Panghulu. diurut dari garis keturunan yang sama dari pihak ibu. . maka harta pusaka dapat digadaikan. dan individu untuk mendapatkan status dan prestise. Faktor utama yang menentukan dinamika masyarakat Minangkabau adalah terdapatnya kompetisi yang konstan antar nagari. dari Koto manjadi Nagari. Adapun unit yang paling kecil setelah sapayuang disebut saparuik. Tiap nagari dipimpin oleh sebuah dewan yang terdiri dari pemimpin suku dari semua suku yang ada di nagari tersebut. Jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan atau tertimpa musibah. Nagari ini merupakan daerah otonom dengan kekuasaan tertinggi di Minangkabau. Biasanya setiap nagari yang dibentuk minimal telah terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut[5]. Harta pusaka tidak dapat diperjualbelikan dan tidak dapat menjadi milik pribadi. Selain sebagai basis politik. Harta pusaka semacam dana jaminan bersama untuk melindungi anggota kaum-keluarga dari kemiskinan. Nagari yang berbeda akan mungkin sekali mempunyai tipikal adat yang berbeda.

serta daritambo yang ada pada masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan ia bertanggung jawab mengurusi semua harta pusaka kaum. Penghulu biasanya seorang laki-laki yang terpilih diantara anggota kaum laki-laki lainnya.[sunting]Penghulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penghulu dan Datuk Penghulu atau biasa yang digelari dengan datuk. merupakan kepala kaum-keluarga yang diangkat oleh anggota keluarga untuk mengatur semua permasalahan kaum. Setiap kaum-keluarga akan memilih seorang laki-laki yang pandai berbicara. cenderung akan menggabungkan gelar kepenghuluannya kepada keluarga lainnya yang sesuku. sehingga dalam rapat-rapat nagari semua suara penghulu yang mewakili setiap kaum bernilai sama. Setiap penghulu berdiri sejajar dengan penghulu lainnya. serta permasalahan dan konflik intern yang timbul. Bertegak penghulu memakan biaya cukup besar. Atau sebaliknya. sehingga tekanan untuk menegakkan penghulu selalu muncul dari keluarga kaya. akan berusaha membangkitkan kembali posisinya dengan mencari kekayaan untuk "membeli" gelar penghulunya yang telah lama terbenam. bijaksana. dan memahami adat. Sehingga setiap kaum akan berusaha sekuatnya memiliki penghulu sendiri. merupakan suatu prestise dan harga diri. etnis Minangkabau pernah berada dalam suatu sistem kerajaan yang kuat dengan daerah kekuasaan meliputi pulau Sumatra dan bahkan sampai semenanjung Malaya. untuk menduduki posisi ini. Seiring dengan bertambahnya anggota kaum. membimbing kemenakan. dinyatakan bahwa di daerah pedalaman Minangkabau. dan Kerajaan Inderapura. anggota kaum yang semakin sedikit jumlahnya. Dharmasraya . dan Kerajaan Pagaruyung Dalam laporan de Stuers[33] kepada pemerintah Hindia-Belanda. Tetapi yang ada adalah nagari-nagari kecil dari yang mirip dengan pemerintahan pada polis-polis kawasan pada masa Yunani kuno. maka kadang-kadang dalam sebuah keluarga posisi kepenghuluan ini dipecah menjadi dua. Kaum-keluarga yang gelar kepenghuluannya sudah lama terlipat. Kerajaan Pagaruyung. . [34] Namun beberapa prasasti yang ditemukan pedalaman Minangkabau. tidak pernah ada suatu kekuasaan pemerintahan terpusat dibawah seorang raja.[31] Hal ini mengakibatkan berubah-ubahnya jumlah penghulu dalam suatu nagari. Memiliki penghulu yang mewakili suara kaum dalam rapat nagari. serta sebagai wakil kaum dalam masyarakat nagari. Beberapa kerajaaan yang ada di wilayah Minangkabau antara lain Kerajaan Dharmasraya.[32] Istano Pagaruyung sebuah legitimasi institusi kerajaan pada suku Minangkabau [sunting]Kerajaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kerajaan Melayu .

memegang kendali pengolahan lahan. yakni dengan memperluas kepemilikan sawah. Kemudian pada tahun 1971 jumlah itu meningkat menjadi 44 %[36]. ataupun pematang sawah.9 %). Mobilitas migrasi orang Minangkabau dengan proporsi besar terjadi dalam rentang antara tahun 1958 sampai tahun 1978. dengan perkiraan hampir sepertiga orang Minang berada di perantauan. dengan meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di negeri orang.5 % dibawah orang Bawean (35. Berdasarkan sensus tahun 2000. Sejarah mencatat migrasi pertama terjadi pada abad ke-7. Keluarga yang telah lama memiliki tradisi merantau.[35] Para perantau biasanya telah pergi merantau sejak usia belasan tahun. baik sebagai pedagang ataupun penuntut ilmu. dimana banyak keluarga Minang yang berpindah ke pesisir timur Sumatera. Melihat data tersebut. atau menjemput sawah-sawah yang tergadai. Bagi sebagian besar masyarakat Minangkabau. pada tahun 1961 terdapat sekitar 32 % orang Minang yang berdomisili di luar Sumatera Barat. Indonesia.[1]. para perantau biasanya mengirimkan sebagian hasilnya ke kampung halaman untuk kemudian diinvestasikan dalam usaha keluarga. [sunting]Jumlah perantau Etos merantau orang Minangkabau sangatlah tinggi. Uang dari para perantau biasanya juga dipergunakan untuk memperbaiki sarana-sarana nagari. Batak (14. Dari hasil studi yang pernah dilakukan oleh Mochtar Naim. dimana banyak pedagang-pedagang emas yang berasal dari pedalaman Minangkabau melakukan perdagangan di muara Jambi. Dengan merantau tidak hanya harta kekayaan dan ilmu pengetahuan yang didapat. dan Banjar (14. Sebab menurut sensus tahun 1930. seperti mesjid. hingga melintasi selat ke Penang dan Negeri .[38] Migrasi besar-besaran terjadi pada abad ke-14. bahkan diperkirakan tertinggi di Indonesia. Namun belum mencakup keturunan-keturunan Minang yang telah beberapa generasi menetap di perantauan. biasanya hanya memasukkan para perantau kelahiran Sumatera Barat.[sunting]Minangkabau perantauan Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minang yang hidup di luar provinsi Sumatera Barat. etnis Minang yang tinggal di Sumatera Barat berjumlah 3. Namun tidak terdapat angka pasti mengenai jumlah orang Minang di perantauan. Pelalawan. jalan. Angka-angka yang ditampilkan dalam perhitungan.3 %). Merantau merupakan proses interaksi masyarakat Minangkabau dengan dunia luar. namun juga prestise dan kehormatan individu di tengah-tengah lingkungan adat. [sunting]Gelombang rantau Merantau pada etnis Minang telah berlangsung cukup lama. merantau merupakan sebuah cara yang ideal untuk mencapai kematangan dan kesuksesan.2 %). perantau Minangkabau hanya sebesar 10. biasanya mempunyai saudara di hampir semua kota utama di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini merupakan sebuah petualangan pengalaman dan geografis. maka terdapat perubahan cukup besar pada etos merantau orang Minangkabau dibanding suku lainnya di Indonesia. dan terlibat dalam pembentukan Kerajaan Malayu. Keluarga yang paling kuat dalam mengembangkan tradisi merantau biasanya datang dari keluarga pedagang-pengrajin dan penuntut ilmu agama. Dari pencarian yang diperoleh. Mereka mendirikan koloni-koloni dagang di Batubara. dimana lebih 80 % perantau yang tinggal di kawasan rantau telah meninggalkan kampung halamannya setelah masa kolonial Belanda[37].7 juta jiwa.

membangun jaringan pergerakan kemerdekaan Asia. Tan Malaka.7 kali[41]. sebagai cikal bakal keluarga Minangkabau di Sulawesi. salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal.Sembilan. Pada masa kemerdekaan. sebagai pedagang dan administratur kerajaan. yang dimotori oleh Abdul Karim Amrullah.Malaysia. Barus. Di sepanjang pesisir ini perantau Minang banyak bermukim di Meulaboh. dan Nazir Pamuntjak. Sutan Syahrir. Datuk Makotta bersama istrinya Tuan Sitti. Selain itu. Mohammad Hatta. Daya tarik kehidupan para perantau inilah yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Minangkabau sedari kecil.[39] Setelah Kesultanan Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Tahir Jalaluddin.[43] [sunting]Sebab merantau [sunting]Faktor budaya Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini. Para perantau yang pulang ke kampung halaman. dan Haji Sumanik. hidup mengembara di delapan negara Eropa dan Asia. Gelombang kedua perantauan ke Timur Tengah terjadi pada awal abad ke-20. juga terjadi perpindahan masyarakat Minang ke pesisir barat Sumatera. dan Ahmad Khatib AlMinangkabawi.7 kali dibandingkan dengan tingkat pertambahan penduduk kota itu yang hanya 3. Haji Piobang. [sunting]Perantauan intelektual Pada akhir abad ke-18. migrasi besar-besaran kembali terjadi pada tahun 1920.[31] Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih . Mereka antara lain Abdoel Rivai. setelah masa akil baligh para pemuda tidak lagi dapat tidur di rumah orang tuanya. yaitu ketika Minangkabau mendapatkan hak istimewa untuk mendiami kawasan Kerajaan Siak. dan pada tahun 1971 etnis ini diperkirakan telah berjumlah sekitar 10 % dari jumlah penduduk Jakarta waktu itu[42]. banyak keluarga Minangkabau yang berpindah ke Sulawesi Selatan. mereka menjadi penyokong kuat gerakan Paderi dan menyebarluaskan pemikiran Islam yang murni di seluruh Minangkabau dan Mandailing. Intelektual lain. Mereka menjadi pendukung kerajaan Gowa. Muhammad Jamil Jambek. Aceh tempat keturunan Minang dikenal dengan sebutan Aneuk Jamee. Siapa pun yang tidak pernah mencoba pergi merantau. penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. diantaranya Haji Miskin. Dengan sistem ini. dan anak-anak. Selain ke Timur Tengah. banyak pelajar Minang yang merantau ke Mekkah untuk mendalami agama Islam. Kini Minang perantauan hampir tersebar di seluruh dunia. ketika perkebunan tembakau di Deli Serdang. hingga Bengkulu.[40] Gelombang migrasi berikutnya terjadi pada abad ke-18. Minang perantauan banyak mendiami kota-kota besar di Jawa. karena rumah hanya diperuntukkan untuk kaum perempuan beserta suaminya. Sumatera Timur mulai dibuka. Bersamaan dengan gelombang migrasi ke arah timur. Pada masa penjajahan Hindia-Belanda. Semua pelajar Minang tersebut. pelajar Minangkabau juga banyak yang merantau ke Eropa. maka ia akan selalu diperolok-olok oleh teman-temannya. menjadi pejuang kemerdekaan dan pendiri Republik Indonesia. Roestam Effendi. yang merantau ke Eropa sejak akhir abad ke-19. pada tahun 1961 jumlah perantau Minang terutama di kota Jakarta meningkat 18. Setibanya di tanah air. biasanya akan menceritakan pengalaman merantau kepada anak-anak kampung.

perekonomian masyarakat Minangkabau sejak dahulunya telah ditopang oleh kemampuan berdagang. sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga.[45] Sehingga julukan suvarnadvipa (pulau emas) yang muncul pada cerita legenda di India sebelum Masehi. hal ini menyebabkan tertanamnya budaya merantau pada masyarakat Minangkabau. di rumah paguno balun (lebih baik pergi merantau karena dikampung belum berguna) mengakibatkan pemuda Minang untuk pergi merantau sedari muda. Para perantau baru ini biasanya berprofesi sebagai pedagang kecil.[44] Semangat untuk merubah nasib dengan mengejar ilmu dan kekayaan. Faktor-faktor inilah yang kemudian mendorong orang Minang pergi merantau mengadu nasib di negeri orang. Selain itu adalah tumbuhnya kesempatan baru dengan dibukanya daerah perkebunan dan pertambangan.untuk merantau. babuah babungo alun. yakni dinamisme dan antiparokialisme melahirkan jiwa merdeka. dan berpandangan luas. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. sosiolog Belanda. seng. terutama untuk mendistribusikan hasil bumi mereka. karena harus dibagi dengan beberapa keluarga. Tidak hanya karena alasan ikut suami. Salah satu motif tenun songket Minangkabau khas nagari Pandai Sikek [sunting]Faktor ekonomi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Pedagang Minangkabau Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. serta pepatah Minang yang mengatakan Karatau madang dahulu. merkuri.tembaga. Kawasan pedalaman Minangkabau. semua bahan tersebut telah mampu diolah oleh mereka. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan. Menurut Rudolf Mrazek. Selain itu. maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama. Untuk kedatangan pertamanya ke tanah rantau. secara geologis memiliki cadangan bahan baku terutama emas. biasanya para perantau menetap terlebih dahulu di rumah dunsanak yang dianggap sebagai induk semang. meniti karier dan melanjutkan pendidikan. kemungkinan dirujuk untuk pulau Sumatera . kosmopolitan. timah. marantau bujang dahulu. tapi juga karena ingin berdagang. dua tipologi budaya Minang. dan besi. egaliter.

Ia merasakan sendiri. Hal inilah menjadi salah satu penyebab. merupakan pusat pelabuhan dari raja Minangkabau. Tomé Pires sekitar abad ke-16 menyebutkan. sehingga dia tercatat sebagai orang Eropa pertama yang berhasil mencapai Pagaruyung melalui pesisir barat Sumatera. malah ada penduduk lokal meminta rokoknya. [49] Kemudian meminta Thomas Diaz untuk menyelidiki hal tersebut. mendorong Belanda membangun pelabuhan di Padang[48] dan sampai pada abad ke-17 Belanda masih menyebut yang menguasai emas kepada raja Pagaruyung. Mereka akan melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik.[51] Sampai abad ke-19. masih mendorong Raffles untuk membuktikannya. disusul pemberontakan Siti Manggopoh menentang Belasting dan pemberontakan komunis tahun 1926-1927. Orang Sakai berdasarkan cerita turun temurun dari para tetuanya menyebutkan bahwa mereka berasal dari Pagaruyung. De Stuers sebelumnya juga melaporkan bahwa masyarakat Padangsche Bovenlanden sangat berbeda dengan masyarakat di Jawa. di Pagaruyung ia menyaksikan masyarakat setempat begitu percaya diri dan tidak minder dengan orang Eropa. [52] [sunting]Faktor perang Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perang Padri dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia Beberapa peperangan juga menimbulkan gelombang perpindahan masyarakat Minangkabau terutama dari daerah konflik. pada sehiliran Batanghari dijumpai 42 tempat bekas penambangan emas dengan kedalaman mencapai 60 m serta di Kerinci waktu itu. Tico (Tiku) dan Priaman (Pariaman).[33] . berasal dari kawasan pedalaman Minangkabau.[42] Dari beberapa perlawanan dan peperangan ini.karena hal ini.[55] Orang Kubu menyebut bahwa orang dari Pagaruyung adalah saudara mereka. legenda akan kandungan emas pedalaman Minangkabau.[50] Sementara itu dari catatan para geologi Belanda. dari laporannya dia memasuki pedalaman Minangkabau dari pesisir timur Sumatera dan dia berhasil menjumpai salah seorang raja Minangkabau waktu itu (Rajo Buo). penduduk lokal lalu lalang begitu saja dihadapannya tanpa ia mendapatkan perlakuan istimewa. serta meminta ia menyulutkan api untuk rokok tersebut. Kemungkinan masyarakat terasing ini termasuk masyarakat Minang yang melakukan resistansi dengan meninggalkan kampung halaman mereka karena tidak mau menerima perubahan yang terjadi di negeri mereka. setelah perang Padri. Panchur (Barus). dan raja itu menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan masyarakatnya adalah pendulang emas. Kemudian dilanjutkan pada abad ke-13 diketahui ada raja di Sumatera yang menggunakan mahkota dari emas. memperlihatkan karakter masyarakat Minang yang tidak menyukai penindasan.[46] Pedagang dariArab pada abad ke-9. [47] Dalam prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman disebut bahwa dia adalah penguasa bumi emas.[54] Setelah kemerdekaan muncul PRRIyang juga menyebabkan timbulnya eksodus besarbesaran masyarakat Minangkabau ke daerah lain.[53] muncul pemberontakan di Batipuh menentang tanam paksa Belanda. telah melaporkan bahwa masyarakat di pulau Sumatera telah menggunakan sejumlah emas dalam perdagangannya. bahwa emas yang diperdagangangkan di Malaka. mereka masih menjumpai para pendulang emas. Disebutkan juga kawasan Indragiri pada sehiliran Batang Kuantan di pesisir timur Sumatera. namun jika tidak mampu mereka lebih memilih pergi meninggalkan kampung halaman (merantau).

Dalam novel-novel tersebut.[sunting]Merantau dalam sastra Fenomena merantau dalam masyarakat Minangkabau.[59] Pada abad ke-14 orang Minang melakukan migrasi ke Negeri Sembilan. Gareth Evans. oleh sebab itu pula mereka menyebar di seluruh Indonesia bahkan manca-negara dalam berbagai macam profesi dan keahlian. Thailand. pengajar. [sunting]Orang Minangkabau dan kiprahnya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar tokoh Minangkabau Imam Bonjol. ulama Minangkabau Dato Ri Bandang.[56] 3 dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. Mohammad Hatta. Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Raja Melewar merupakan raja pertama Negeri Sembilan yang diangkat pada tahun 1773. Di akhir abad ke-16. Selain novel karya Hamka. jurnalis. Raja Bagindo mendirikan Kesultanan Sulu di Filipina selatan.[57][58] Keberhasilan dan kesuksesan orang Minang banyak diraih ketika berada di perantauan. Malaysia dan mengangkat raja untuk negeri baru tersebut dari kalangan mereka. novel karya Marah Rusli. Novel yang bercerita tentang perantau Minang tersebut. mengisahkan perantau Minang yang belajar di pesantren Jawa dan akhirnya menjadi orang yang berhasil. biasanya berisi kritik sosial dari penulis kepada adat budaya Minang yang kolot dan tertinggal. Sejak dulu mereka telah pergi merantau ke berbagai daerah di Jawa. Sulawesi. semenanjung Malaysia. [37] Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia di abad ke-20 merupakan orang Minang. Minangkabau merupakan salah satu suku tersukses dengan banyak pencapaian. Berdasarkan jumlah populasi yang relatif kecil (2. Di kampung. dan Dato Ri Tiro. A. ulama. menyebarkan Islam di Indonesia timur dan mengislamkan kerajaan Gowa. dan pedagang. Setelah gagal . dikisahkan mengenai persinggungan pemuda perantau Minang dengan adat budaya Barat.A Navis mengajak masyarakat Minang untuk membangun kampung halamannya yang banyak di tinggal pergi merantau. Sjahrir. Siti Nurbaya dan Salah Asuhannya Abdul Muis juga menceritakan kisah perantau Minang. Selain dalam bentuk novel. terutama sastrawan. penulis. lewat karyanya yang berjudul Kemarau. antara lain sebagai politisi. hingga Philipina. Novelnya yang lain Tenggelamnya Kapal Van der Wijck juga bercerita tentang kisah anak perantau Minang yang pulang kampung. ia menghadapi kendala oleh masyarakat adat Minang yang merupakan induk bakonya sendiri. Dato Ri Patimang. Brunei. kisah perantau Minang juga dikisahkan dalam film Merantau karya sutradara Inggris. Fahmi Idris Orang Minang terkenal sebagai kelompok yang terpelajar.7% dari penduduk Indonesia). Dalam bentuk yang berbeda. Hamka. ternyata sering menjadi sumber inspirasi bagi para pekerja seni. Di tahun 1390. bercerita tentang pengalaman hidup perantau Minang yang pergi ke Deli dan menikah dengan perempuan Jawa. dalam novelnya Merantau ke Deli.

Hamka. dan Abdul Muis. Serta Sutan Takdir Alisjahbana.Abdul Muis. Sekolah Islam modern Sumatera Thawalib dan Diniyah Putribanyak melahirkan aktivis yang banyak berperan dalam proses kemerdekaan. Mereka tergabung kedalam aneka macam partai dan ideologi. Muhammad Natsir). menjadi ko-proklamator kemerdekaan Indonesia. yang selalu memiliki wakil dalam setiap kabinet pemerintahan Indonesia. menjadi pelopor Sumpah Pemuda yang mempersatukan seluruh rakyat Hindia-Belanda. seorang sebagai presiden (Assaat). Mereka adalah Datuk Djamin(Jawa Barat). Fahmi Idris. Marah Rusli. Politisi Minang lainnya Muhammad Yamin. dan puluhan yang menjadi menteri. nasionalis. komunis. serta Djamin Datuk Bagindo (Jambi). dan Massa Actie karya Tan Malaka.Masyumi oleh Mohammad Natsir. politisi Minang juga banyak menghasilkan buku-buku yang menjadi bacaan wajib para aktifis pergerakan. PNI Baru oleh Mohammad Hatta.1960. pada tahun 1923 Tan Malakaterpilih menjadi wakil Komunis Internasional untuk wilayah Asia Tenggara. Di dalam Volksraad. politisi asal Minang-lah yang paling vokal. Siradjuddin Abbas. dan Permi oleh Rasuna Said. Adenan Kapau Gani(Sumatra Selatan).R Sutan Mansur. Setelah kemerdekaan.[61] Beberapa partai politik Indonesia didirikan oleh politisi Minang. antara lain A. Minangkabau. Nur Sutan Iskandar novelis Minang lainnya. empat orang Minangkabau duduk sebagai perdana menteri (Sutan Syahrir. Daan Jahja (Jakarta). Menjadi salah satu motor perjuangan kemerdekaan Asia. tercatat sebagai penulis novel Indonesia yang paling produktif. Mohammad Hatta.A Navis berkarya melalui penulisan novel. Naar de Republiek Indonesia. dan sosialis. novelis sekaligus ahli tata bahasa. Selain mendirikan partai politik. dan A. Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuniang dan Moenafri (Sulawesi Tengah). Agus Salim.[60] Kedatangan reformis Muslim yang menuntut ilmu di Kairo dan Mekkah mempengaruhi sistem pendidikan di Minangkabau. Emil bahkan menjadi orang Indonesia terlama yang duduk di kementerian RI. banyak politisi Indonesia berpengaruh lahir dari ranah Minangkabau. Alam Pikiran Yunanidan Demokrasi Kita karya Hatta. Perti oleh Sulaiman ar-Rasuli. pada tahun 1723 putra Pagaruyung yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I mendirikan Kerajaan Siak di daratan Riau.Chairil Anwar dan Taufik Ismail berkarya lewat penulisan puisi. Selain di pemerintahan. Novel-novel karya sastrawan Minang seperti Siti . seorang menjadi pimpinan parlemen (Chaerul Saleh). Fiqhud Dakwah dan Capita Selecta karya Natsir. Pada periode 1920 .Abdul Halim. orang-orang Minangkabau juga duduk sebagai gubernur provinsi lain di Indonesia. Penulis Minang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga bisa menjadi bahasa persatuan nasional. islamis. Buku-buku bacaan utama itu antara lain. dan Djamaluddin Tamin. Idrus. seorang sebagai wakil presiden (Mohammad Hatta). PARI dan Murba didirikan oleh Tan Malaka. Di samping menjabat gubernur provinsi Sumatera Tengah/Sumatera Barat. Partai Sosialis Indonesia oleh Sutan Sjahrir. Mereka mengembangkan bahasa melalui berbagai macam karya tulis dan keahlian.merebut tahta Kesultanan Johor. di antara yang cukup terkenal ialah Azwar Anas. Eni Karim (Sumatera Utara). salah satu dari dua etnis selain etnis Jawa. Tokoh Minang lainnyaMohammad Hatta. Muhammad Djosan dan Muhammad Padang (Maluku). di masa Demokrasi liberal parlemen Indonesia didominasi oleh politisi Minang. serta Perjuangan Kita karya Sutan Sjahrir. Madilog. dan Emil Salim. Mereka antara lain Jahja Datoek Kajo.

Arizal bahkan menjadi sutradara dan produser film yang paling banyak menghasilkan karya. dan Tak Tik Boom menjadi salah satu acara favorit keluarga Indonesia. perhotelan. Pekerja seni lainnya. Gita Remaja. Selain melalui karya sastra. disamping orang Tionghoa. Rosihan Anwar. Tuanku Abdul Rahman. Basrizal Koto (pemilik peternakan sapi terbesar di Asia Tenggara). penyanyi. Di samping Abdul Rivai yang dijuluki sebagai Perintis Pers Indonesia. Film-film karya sineas Minang. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. produser. mungkin menjadi pekerja hiburan paling sukses di Indonesia. dan Arizal. baik sebagai aktor maupun sutradara film. orang Minang juga terkenal sebagai pengusaha ulung. Soekarno M. Karno's Filmperusahaan film milik keluarga Soekarno. dan Maju Kena Mundur Kena. pendidikan. seperti Lewat Djam Malam. Sebagai sutradara dan produser adaUsmar Ismail. Sekurangkurangnya 52 film dan 8 sinetron dalam 1.Nurbaya. Di samping mereka. Rohana Kudus yang menerbitakan Sunting Melayu. Pada tahun 1993. menjadi film terbaik yang banyak digemari penonton. danRobohnya Surau Kami telah menjadi bahan bacaan wajib bagi siswa sekolah di Indonesia dan Malaysia. Djamaludin Malik. Gita Cinta dari SMA. Siapa Dia. Si Doel Anak Sekolahan. danTunku Tan Sri Abdullah (pemilik Melewar Corporation Malaysia) Banyak pula orang Minang yang sukses di dunia hiburan. Banyak pengusaha Minang sukses berbisnis di bidang perdagangan tekstil. Salah Asuhan. Hasyim Ning (pengusaha perakitan mobil pertama di Indonesia). baik sebagai sutradara. menjadi wartawan sekaligus pemilik koran wanita pertama di Indonesia. Karya-karya beliau seperti kuis Berpacu Dalam Melodi. maupun artis. salah seorang tokoh Minang yang berpengaruh di kawasan rantau Di Indonesia dan Malaysia. Naga Bonar. Asrul Sani. Eva Arnaz. Noer beserta putranyaRano Karno. Abdul Latief(pemilik TV One). . Pintar Pintar Bodoh.196 episode telah dihasilkannya. Layar Terkembang. Nirina Zubir. pengembangan bahasa Indonesia banyak pula dilakukan oleh jurnalis Minang. dan Ani Idrus. ratu kuis Ani Sumadi. Mereka antara lain Djamaluddin Adinegoro. Di antara figur pengusaha sukses adalah. rumah makan. Dorce Gamalama. memproduksi film seri dengan peringkat tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia. menjadi pelopor dunia perkuisan di Indonesia. dan Titi Sjuman. Pemeran dan penyanyi Minang yang terkenal beberapa di antaranya adalah Ade Irawan. dan rumah sakit.

Masakan Padang: Populer & Lezat. Dinas Purbakala Republik Indonesia. orang Minangkabau juga dikenal kontribusinya. ISBN 981230-212-3.. Leo. Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara. de. Tambo Minangkabau dan Adatnya. Gavin W. Les inscriptions malaises de Çrivijaya. 12. Evi Nurvidya. p. Dt. ISBN 3-8258-4021-2 7. Yusof bin Ishak (presiden pertama Singapura). (1902). (1960). J. Sheikh Muszaphar Shukor (astronot pertama Malaysia). Institute of Southeast Asian Studies. Ed. Arifin. LIT Verlag Münster.188. (2009). Hajam Wuruk. Ngabehi. 51. Prasasti Indonesia II. Chee. Grafiti Pers. 16. Elizabeth E. Aihwa. ^ a b c d Batuah. Zubir Said (komposer lagu kebangsaan Singapura Majulah Singapura).^ Brandes. Djakarta: Jajasan Pembangunan. 11. 4. Southeast Asian Urbanism. aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok. Heng Leng. ^ Jones. 5. ^ Evers. & Madjoindo. Michael G. hlm.^ Cœdès.BEFEO 14. hlm. (2000).. Interreligious Marriage and its Culture Impact in Minangkabau Society by Mina Elvira. Peletz. (1959).[62].G. Bandung: Masa Baru.statistics. Indonesia's Population.E. . ISBN 0-520-08861-1 8. Rüdiger. Bewitching women. (1930). 13. orang non-Arab yang pernah menjadi imam besar Masjidil Haram. (1952). ^ Graves. (1991). Aris (2003). Mekkah. Institute of Southeast Asian Studies. Nāgarakrětāgama. Chaptep 6: Not Muslim. Jakarta: Bhartara 4. Niaga Swadaya. ^ a b Navis. The Minangkabau Response to Dutch Colonial Rule Nineteenth Century. Tahir Jalaluddin Al-Azhari. Riwajat Indonesia. Dt. (1956).gov. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political Structure in Indonesia.A. Korff. George. Ananta. and Mohamad.my Sumber statistik rasmi Malaysia 3. Not Minangkabau.. (1984). Di Malaysia dan Singapura.A. naar het eenige daarvan bekende handschrift. R. (23 Desember 1981). P. Jakarta: PT. 1. pious men: gender and body politics in Southeast Asia. hanya Ahmad Khatib AlMinangkabawi. ISBN 978-9791477-09-3. Andriati. Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau.^ Graves (1981). J.Di luar negeri. Roestam Effendi yang mewakili Partai Komunis Belanda. A. Di Arab Saudi. ^ Josselin de Jong. Di negeri Belanda. A. Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. 6. I. ISBN 978-981-230-874-0 9. A. ^ Ong. 2. University of California Press. Jakarta: Balai Pustaka. Itacha. Tambo Minangkabau. de.^ Purbatjaraka. ^ a b Suryadinata. hlm..^ Casparis.2nd . Jakarta: Balai Pustaka. NY: Cornell Modern Indonesia Project #60. dan Adnan bin Saidi. Maznah. (2008). 10.M.^ Ramli. 15. Muslim-Non-Muslim Marriage: Political and Cultural Contestations in Southeast Asia. (1995).^ Djamaris.. Edwar. [sunting]Catatan kaki 1.L. ^ www. Hans-Dieter. antara lain Tuanku Abdul Rahman (Yang Dipertuan Agungpertama Malaysia). van Madjapahit. menjadi satu-satunya orang Indonesia yang pernah duduk sebagai anggota parlemen.

^ Medan. Cambridge University Press. Tsuyoshi (2005). 25-86. 59. 24. 10. politics. hlm. Padang Ekspres. 32. Theater and martial arts in West Sumatra: Randai and silek of the Minangkabau.^ de Jong.^ a b Laporan kepada Gubernur Jendral. 33. Rekonstruksi bahasa Minangkabau.^ Graves (1981). University of California Press. A.. ISBN 979-690-360-1. Gejolak Ekonomi. (1985).17. 37. Masa Depan Seni Bersilat Lidah Minangkabau. Cerita Rakyat dari Sumatera Barat 3. 33. hlm. C.^ www. 20. Carl R. Minangkabau 1784 – 1847. (1918). Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. 18. 38. Robert Johnson (1933).^ Graves. Elizabeth E. 30. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia. 26. J.^ Nadra. (1998).^ a b Kato. hlm. P. 35. Minangkabau Voluntary Migration. Rubino. Tamsin. University of Singapore. ISBN 0824209702. 40. 40. Facts about the world's languages: an encyclopedia of the world's major languages.^ Graves (1981).^ a b Stibbe (23 Desember 1869). ISBN 978-979-461-661-1. PT Balai Pustaka.^ Garry. (1985). 11.^ Westenenk.A. ISBN 979-759-551-X. Nigel.. (1982). ISBN 978-0-521-23737-6.^ Idris. Sijobang: sung narrative poetry of West Sumatra. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.^ Simanjuntak. Kebangkitan Islam. 30 Agustus 1825.. Rifai Abu. dan Gerakan Paderi. No.^ Navis.^ Naim. 202.^ Castles. (1981). 39. Mochtar. Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif sejarah. 25. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta: Kulik-Kulik Alang.. 21.E de Josselin (23 Desember 1960). (2001). Grasindo.^ Graves (1981).^ Phillips. Sekitar Adat Minangkabau.^ Suryadi (2010). 36. Andalas University Press. Wilson. Ohio University Press. Aspects of Athenian democracy Vol 11. Religion. 31. 25. Minangkabau and Negeri Sembilan: Socio-Political structure in Indonesia.com Melayu-Bugis-Melayu dalam Arus Balik Sejarah 41. 34. Mengantar. p. Bahasa Minangkabau dialek Kubuang Tigo Baleh. ISBN 978-0-89680-205-6. 28. Merantau.. Himpunan EksSiswa SMP Negeri Solok Masa Revolusi. Aspek bahasa dan pengajaran. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 27. Yale University. ISBN 9793364556. H. Weltevreden: Visser. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. 22. Paul Michel (23 Desember 2010). p. G. (2006). 1946-1949. Christine. Soewardi (2004). and economic behaviour in Java: the Kudus cigarette industry. (2007). Sistem ekonomi tradisional sebagai perwujudan tanggapan aktif manusia terhadap lingkungan daerah Sumatera Barat. 19. p. Het Soekoebestuur in de Padangsche Bovenlanden. Djakarta: Bhartara. past and present.^ Pauka K. L.. hlm. 41. 24 Agustus 1826. Exhibitum. Sarjana Enterprise.^ Dobbin. hlm.^ Bonner.. De Minangkabausche Nagari. .^ Munoz. Lance (1967).W. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 23.rajaalihaji. 29.^ Azinar Sayuti.

^ . Sumatra. Hamburg 1996 ISBN 3-86064-419-X • (de) Ute Marie Metje: Die starken Frauen. The Golden Khersonese. 43. Media Pressindo. Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. ISBN 3-593-35409-8 • (de) Dieter Weigel: Reisemosaik bei den Minangkabau. 55. London:Hakluyt Society. 57. hlm. (1970). 1926-1998. ISBN 978-979-788032-3.^ Marsden W. Jahn und Ernst.W. Parsudi (1995). Yayasan Obor Indonesia. 1027r-v 50. ISBN 3-89407-208-3(Erlebnisbericht) • A. 73. VOC 1277. Deel 39 51. ISBN 978-979-461-519-5. Harry A. Djambi-Verslag. Kovac. Mission to Pagaruyung. 40p. Murray. Campus. (1830). Menurut AA Navis1) . 44. Naar midden Sumatra in 1684. London: J. Frankfurt am Main und New York 1995.^ www.. 48. PRRI. Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB). transl. Unglaubliches.42. Sutan Sjahrir. 52.com Budaya Merantau Orang Minang (1) Kalaulah di Bulan Ada Kehidupan[pranala nonaktif] 62. Curaian Adat Minangkabau Adat Minangkabau terbagi dalam 4 kategori.177-184 47. Jakarta (2010) 58. Majalah Tempo Edisi Khusus Tahun 2000. XLVII/3. Merantau. (2004). Dr. Kuala lumpur. Sjafnir Aboe.. F.^ a b Syamdani. Nijhoff. Heiteres.^ www.^ Cortesao A.^ Naim. Ahmad Syafii Ma'arif.^ Tobler A.A.^ Empat Pendiri Republik Indonesia adalah Soekarno. (2009). The Suma Oriental of Tome Pires. London 49. 60. Land. 54. (1961). Batavia-'s Hage.^ Wheatley P. H. Sophia. Navis. 56. Padang: PPIM.^ Kahin... (1811). 8vo wrs. Ernstes. In het Land van de Overheerser: Indonesiër in Nederland 1600-1950. dan Tan Malaka 59. Hatta. Alltägliches. Tijdschrift voor Indische Taal-.^ Raffles. Interaktionen und Wertvorstellungen bei Grundschulkindern im Hochland der Minangkabau auf Sumatra.tempointeraktif. Satu Nomor Contoh Produk Tradisi Merantau 45. (1911). fols.^ Nain.en Volkenkunde. Mochtar. Jaarboek van het Minjwezen in Nedelandsch Oost-Indie: Verhandelingen. 46.com Prof. Hamburg 1998. Audrey R.(2005).antara-sumbar.^ Bemmelen Van R.melayuonline. The Haque. Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia.^ Suparlan.^ www. pp. 53.^ Haan. (1944).posmetropadang. de.^ www. pemberontakan atau bukan.com Mengenang Sastrawan Rustam Effendi [sunting]Literatur • (de) Astrid Kaiser: Mädchen und Jungen in einer matrilinearen Kultur.^ Tim Wartawan Tempo.. Kepustakaan Populer Gramedia.-M. (1896). "4 Serangkai Pendiri Republik".. The History of Sumatra. The Geology of Indonesia. Kesalahan: waktu tidak valid. Gespräche über Geschlechterbeziehungen bei den Minangkabau in Indonesien.^ Poeze. Albrecht & Co.^ NA..com Kerajaan Siak Sejarah Kerajaan Siak 61.

Mr. Setiap gerak membawa perubahan : perubahan kwantitatif ke perubahan kwalitatif. . Seperti juga sifat air membasahi. persamaannya dengan AA Navis dan Prof. Dari musyawarah dan mufakat itu juga lahir Undang-undang atau hukum yang bila dilanggar ada sanksinya. Adat yang diadatkan. Hukum gerak itu abadi. Nasroen yang mengatakan : “…. diasak tidak akan layu. sedang bagi penyusun termasuk yang keempat. Adat yang diadatkan dan Adat Istiadat. maka Adat yang teradat melahirkan peraturan-peraturan itu menjadi konsensus masyarakat memakainya. Nasroen membikin urutannya : Adat yang sebenarnya adat. Mr. Sebelum Islam masuk. sedang bagi penyusun urutan ketiga. maka nenek-moyang orang Minangkabau menyusun Adat Minangkabau”. bukanlah tidak mungkin ada dari Adat yang sebenar adat itu sesuatunya yang akan merupakan Adat istiadat pula dan dengan demikian akan terbukalah pula permulaan dari perputaran baru begitu seterusnya” (hlm. Yang terakhir ini tentu tidak bertentangan dengan pendapat Prof. karena menurut mamangan yang dimaksud dengan Adat istiadat itu “Besarnya karena diambak dan tingginya karena dianjung”. ada. Adat yang teradat dan Adat istiadat. M. M. 45). Jelasnya urutan tersebut sebagai berikut : a. sebelum mereka beragama Islam membaca ayat-ayat Tuhan yang terdapat pada alam dan berdasarkan ayat-ayat pada alam itu. Adat Minangkabau “bersendi alur dan patut”. “Dan menurut perputaran zaman dan keadaan. Dengan kata lain ia bukanlah subjek yang melahirkan ketentuan-ketentuan hukum. Sesudah Islam masuk terjadi perubahan : “Adat bersendi syarak dan syarak bersendi Kitabullah”. M. Ia adalah hukum alam itu sendiri. maka Prof. Yang berbedanya dengan AA Navis ialah letak Adat istiadat menurut AA Navis pada urutan kedua. Dengan kata lain Adat yang diadatkan. Berbeda dengan AA Navis. Jadi. Nasroen maka penyusun membagi urutan sebagai berikut : Adat yang sebenar adat. Tuhan memberikan rakhmadnya kepada nenek-moyang orang Minangkabau. Berbedanya penyusun dengan Prof. Berbeda dengan Adat istiadat. Sedang yang ketiganya sama : Adat yang diadatkan. Gerak terjadi karena terdapatnya kontradiksi dalam setiap materi. Mr. Mr. ADAT YANG SEBENARNYA ADAT Adat yang sebenar adat tidak lapuk oleh hujan tidak lekang oleh panas. Dalam alam semesta ini tiap sesuatu tentu ada sebabnya (bakarano bakajadian). Adat istiadat. Nasroen ialah yang pertamanya : Adat yang sebenar Adat. M. Nasroen membagi urutannya semacam itu ialah : “Adat istiadat kalau telah dibiasakan akan meningkat menjadi Adat nan teradat dan Adat nan teradat ini secara nyata dapat dijadikan Adat yang diadatkan dan Adat yang diadatkan ini menurut keyakinan dan penerimaan masyarakat pada suatu massa dapat menempati tingkat Adat yang sebenar adat. Berhubung dengan bergantinya sendi daripada Adat (yaitu dari alur dan patut menjadi Kitabullah) maka ada yang mengatakan bahwa Adat yang sebenar adat itu ialah Al Quran dan Hadis. Mr. sifat api menghanguskan ia tetap akan berlaku demikian. (hal. Sebagai alasan dari penyusun untuk menyusunnya seperti itu. Adat yang diadatkan dan Adat yang teradat. Nasroen dalam urutannya ialah letak Adat yang diadatkan baginya pada urutan kedua. Barulah kemudian diatur cara-cara seremoni. Berbeda dengan urutan AA Navis serta Prof. Mr. misalnya mengenai upacara perkawinan. setelah Adat yang teradat menciptakannya. M. 25). Hukum alam menunjukkan bahwa setiap materi yang terdapat dalam alam semesta ini senantiasa dalam keadaan gerak.urutan kategorinya ialah : Adat yang sebenar adat. M. Hukum itu dicabut tidak akan mati. Sebagai alasan dari Prof. Sedang urutan keempat adalah sama. Dengan perubahan terjadilah negasi dari negasi. Adat yang teradat.

Sedang Nan 12 terbagi dua : yang 6 berisi alasan untuk dapat menangkap dan menghukum seseorang (tertumbang-terciak. Misalnya di Silungkang tempo dulu sebagai hasil musyawarah tercapai konsensus bahwa wanitanya tak boleh bersuamikan pria luar. maling-curi. ADAT YANG TERADAT Untuk mengamalkan Adat yang sebenar adat dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat tentu diperlukan musyawarah. seperti kedudukan Penghulu dari Ninik turun ke Mamak dan dari Mamak turun ke Kemenakan. Mengenai sistem matrilinial ini ada orang yang mengatakan ia termasuk dalam Adat yang sebenar adat. Juga di dalam Adat yang diadatkan diatur hubungan manusia dengan manusia. Juga ada Undang-undang Nan 20 : Nan 8 mengenai jenis kejahatan (tikam-bunuh. pertama-tama harus jelas perbedaan mana yang dikatakan “Adat yang sabana adat. yaitu bersurih bagai sipasin. Keharusan setiap orang Minangkabau bersuku – bernagari dan sukunya menurut suku ibu menunjukkan berlakunya sistem matrilinial. moral dan nilai-nilai. Kenyataan lain sistem matrilinial itu terus digerogoti misalnya dengan di belakang nama seseorang tidak dicantumkan nama ibunya. Jika ketentuan itu dilanggar tentu ada sanksinya. Ia besar karena diambak dan ia tinggi karena dianjung. bahalaman bapamedanan. Luhak Bapanghulu. b.teregas. d. terikat-terkebat. Di samping itu perlu ditambah dengan sejarah pertumbuhan . ADAT ISTIADAT Adat istiadat ialah kebiasaan yang berlaku ditengah masyarakat umum. misalnya mengenai pembagian warisan. Juga di dalam Adat yang diadatkan terdapat Undang-undang Luhak dan Rantau. Sebagai buah dari musyawarah. terlantar-terkejar. ADAT YANG DIADATKAN Yang dimaksud dengan Adat yang diadatkan ialah Adat yang telah dijadikan Undang-undang atau hukum yang berlaku. Panggilan Datuk bagi pria Silungkang yang lebih tua merupakan etika dan nilai sendiri. Dalam Undang-undang atau hukum yang berlaku ada yang mengatur hubungan manusia dengan Nagari. Rajo Mangkuto2) mengatakan untuk dapat dilestarikan Adat Minang itu. Kalau tidak sanggup membedakannya. sumbang-salah). “Ociek”. berjejak bagai bakiak. tertandaterbukti. kicuh-kicung. enggang lewat atal jatuh.Bukankah di dalam kitab suci Al Quran terdapat ayat yang mengatakan bahwa banyak ayat-ayat Tuhan terdapat pada alam bagi siapa yang pandai membacanya !. Padahal sistem matrilinial ini adalah sistem bikinan manusia. terhambat-terpukul). balabuah – batapian. “Akak”. upas racun. misalnya keharusan bahwa nagari itu babalai – bamusajik. samun-sakar. misalnya mengenai upacara perkawinan. c. bakorong – bakampuang. adat yang teradat. Sehingga ada alasan untuk memeriksa atau menangkapnya. Jika termasuk dalam Adat yang teradat ungkapan “Patah tumbuh hilang berganti”. Yang termasuk dalam Adat istiadat ini ialah hal-hal yang bersifat seremoni. melainkan nama bapaknya.musyawarah itu lahirlah peraturanperaturan atau konsensus masyarakat memakainya. dan sebagainya. Juga termasuk dalam Adat istiadat tingkah laku dalam pergaulan yang bila dilakukan akan dianggap baik. berjalan tergesa-gesa dibawa pikat dibawa lalat. Ia pernah tidak ada. Rantau Barajo.musyawarah. Adat istiadat dan Adat yang diadatkan. Dengan kata lain yang dimaksud dengan Adat yang teradat ialah peraturan-peraturan yang lahir oleh musyawarah dan mufakat atau telah menjadi konsensus masyarakat memakainya. Misalnya soal pewarisan. menjual murah. akan mendatangkan kesalahan pandang terhadap nilai-nilai Adat Minangkabau itu sendiri. tercengang. etik. basuku – banagari. daga-dagi. Mawardi Yunus Dt. Di nagari lain menurut Adat yang diadatkan mereka mengenai panggilan pria yang lebih tua ada dengan “Uda”. siar-bakar. bahuma – babendang. kecendurangan mata orang banyak. kemudian ada dan telah menerima pula sistem patrilinial dari agama Islam. 6 yang lain dinamakan Cemo (cemar). basawah – baladang.

keluarga kaum serta proses terjadinya nagari masing-masing. Bahkan sukar bagi Ninik – Mamak untuk berperan dalam melestarikan nilai-nilai adat tersebut”. hlm 88 – 89. AA. Rajo Mangkuto : “Peranan Ninik – Mamak dan era pembangunan” (Makalah dalam Seminar Adat Minangkabau di Jakarta November 1984). Sumber : Buku Silungkang dan Adat Istiadat oleh Hasan St. Navis : “Alam terkembang jadi guru”. Mawardi Yunus Dt. sulit bagi seorang Ninik – Mamak untuk berperan di dalam kaum dan sukunya serta di nagari pada umumnya. Maharajo Catatan kaki : 1. 2. Tanpa pengetahuan adat dan mengetahui sejarah kaum dan nagari. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->