P. 1
LAPORAN KPM

LAPORAN KPM

|Views: 401|Likes:
Published by suariyani

More info:

Published by: suariyani on Dec 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman selalu menghasilkan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang, baik ekonomi, hukum, teknik, sosial, maupun bidang seni budaya. Perkembangan dalam suatu bidang akan selalu mempengaruhi bidang lainnya sehingga satu sama lainnya saling berpengaruh dan saling menunjang. Dewasa ini perkembangan bidang teknik dan ekonomi sudah saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perusahaan atau perindustrian tidak dapat melakukan kegiatan produksinya tanpa bantuan alat-alat atau teknologi. Seiring dengan meningkatnya perkembangan usaha dan semakin ketatnya persaingan usaha, para pengusaha dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Situasi tersebut akan mendorong para pelaku bisnis bekerja ekstra keras, hati-hati, efektif, dan efisien agar kualitas produk atau jasa yang dihasilkan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Kurangnya modal menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelaku bisnis di dalam meningkatkan usahanya. Untuk itu, pemerintah memberikan fasilitas kredit modal kerja yang disalurkan melalui bank maupun lembaga perkreditan lainnya. Pengalaman bank-bank karena adanya kredit macet telah memacu kalangan perbankan untuk lebih berhati-hati dalam mengatur alokasi dana kredit. Rencana 1

2

kredit disusun lebih matang, analisis atas permohonan kredit lebih terarah dan pengamanan kredit lebih digalakkan di samping peningkatan sistem pembinaan nasabah. Lemahnya pengalaman, keterampilan, modal usaha, dan agunan yang seringkali dihadapi oleh pengusaha kecil menyebabkan bank dan lembaga perkreditan lainnya menolak memberikan fasilitas kredit karena kurang memenuhi persyaratan teknis perbankan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi segala resiko yang dihadapi oleh pihak bank dan pengusaha kecil, asuransi merupakan metode yang utama dalam pengelolaan resiko. Peranan industri asuransi sebagai lembaga keuangan tidak saja memberikan proteksi kepada masyarakat dan dunia usaha akan tetapi juga sebagai sumber dana atau investasi pada sektor industri lainnya. PT. Asuransi Kredit Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkedudukan di Jalan Raya Puputan No. 9 Niti Mandala Renon Denpasar. PT. Asuransi Kredit Indonesia memberikan beberapa pelayanan dalam asuransi kredit, dimana salah satunya berupa Asuransi Kredit yaitu suatu jasa/layanan yang memberikan perlindungan kepada perbankan ataupun lembaga keuangan non bank lainnya atas resiko kerugian akibat kredit macet, khususnya kredit yang diberikan kepada pengusaha kecil. Apabila pengusaha kecil (debitur) yang dipertanggungkan ke PT. Asuransi Kredit Indonesia tidak dapat/gagal

mengembalikan kreditnya kepada pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya (tertanggung) maka pihak bank atau lembaga keuangan non bank lainnya dapat mengajukan klaim kepada PT. Asuransi Kredit Indonesia (penanggung).

3

Berdasarkan

latar

belakang

di

atas,

maka

yang

menjadi

pokok

permasalahannya adalah “Bagaimana prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar ?” 1.2 Tujuan dan Kegunaan Laporan 1.2.1 Tujuan laporan Sesuai dengan pokok permasalahan yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. 1.2.2 Kegunaan laporan Laporan ini diharapkan mampu bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu: a. Bagi khasanah ilmu pengetahuan Dengan penulisan laporan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan asuransi kredit. b. Bagi perusahaan Hasil laporan ini diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan bagi pihak PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dalam pengambilan keputusan terutama dalam masalah penyelesaian klaim Asuransi Kredit.

4

c. Bagi mahasiswa Melalui Laporan Kerja Profesi Mahasiswa (KPM) ini diharapkan agar mahasiswa dapat memperluas dan menambah pengetahuan serta mengaplikasikan ilmu dan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan membandingkan kenyataan yang terjadi di lapangan. 1.3 Metode Penelitian 1.3.1 Lokasi penelitian Lokasi dari penelitian ini adalah pada PT. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar yang beralamat di Jalan Raya Puputan No. 9 Denpasar. 1.3.2 Jenis data dan sumber data 1. Data Menurut Sifatnya Data kualitatif adalah data yang dikumpulkan tidak berbentuk angka-angka dan tidak dapat dihitung (Sugiono, 1999:14). Data kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah berdirinya perusahaan atau gambaran umumnya, struktur organisasi dan keanggotaannya, serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit. Niti Mandala Renon,

Data Menurut Sumbernya : a.3 Metode pengumpulan data Terdapat tiga metode pengumpulan data. 1999:130) yaitu berupa data-data yang terdapat pada dokumen atau pustaka-pustaka dan dari sumber lainnya. Observasi Observasi adalah cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek laporan. b.5 2. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. yaitu melalui: a. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. 1999:130). .3. 1999:138) antara lain data mengenai proses penyelesaian klaim Asuransi Kredit dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. yaitu dengan karyawan PT. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh dan dicatat secara langsung dari sumbernya melalui wawancara (Sugiono. Dalam hal ini mengenai penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. serta pencatatan secara sistematis mengenai perkembangan data yang dibutuhkan (Sugiono. Data Sekunder Data Sekunder adalah data yang bukan dari pengumpulan dan pengolahan sendiri tapi dilakukan oleh pihak-pihak lain dalam perusahaan dimana penelitian dilakukan (Sugiono. 1.

c. Pustaka Teknik ini ditempuh dengan jalan mempelajari buku-buku yang diperlukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini. . Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar.4 Teknik analisis data Teknik analisis data yang digunakan dalam laporan ini adalah teknik analisis kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu suatu teknik analisis yang menggambarkan atau menjelaskan informasi mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. 1999:130). Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar tentang masalah yang akan dilaporkan. yaitu karyawan PT.6 b.3. Wawancara Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung dengan pihak yang berkaitan (Sugiono. 1. Misalnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit.

metode penelitian. BAB II : TINJAUAN TEORITIS Pada bab ini diuraikan mengenai landasan teori yang relevan dengan judul laporan. struktur organisasi. BAB III : PEMBAHASAN Menguraikan tentang gambaran umum perusahaan. tujuan penelitian dan kegunaan penelitian. deskripsi pekerjaan selama KPM. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. dan sistematika penyajian laporan. maka berikut ini dikemukakan penjabaran masing-masing bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah. BAB IV : PENUTUP Bab ini menguraikan simpulan-simpulan yang didapat dari hasil penelitian dan saran-saran yang didasarkan atas simpulan yang ada.4 Sistematika Penyajian Untuk memberikan gambaran secara garis besar mengenai isi dan susunan laporan ini. . serta prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT.7 1.

Formulir b. Catatan-catatan data d. catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa. catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan. Menurut Yusuf (2000:14) Sistem Akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode.1 Pengertian Sistem Akuntansi Pengertian Sistem Akuntansi menurut Mulyadi (2001:3) adalah organisasi formulir.8 BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. Prosedur c. Laporan Pembahasan tentang Sistem Akuntansi tidak bisa lepas dari sistem pengendalian intern. untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. mengumpulkan. Sesuai dengan pengertian di atas. 8 . sebab sistem akuntansi yang ditetapkan dalam perusahaan harus dapat mencapai tingkat pengendalian intern itu sendiri. dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan. dapat kita ketahui bahwa elemen-elemen dari suatu Sistem Akuntansi adalah: a. menganalisis. mencatat.

yang harus dilalui untuk mengerjakan suatu tugas. . Zaki Baridwan (2000:3) mendefinisikan Prosedur adalah suatu urutan-urutan klerikal yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang sama terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.9 2.2 Pengertian Prosedur Mulyadi (2001:5) memberikan definisi Prosedur sebagai suatu urutan kegiatan klerikal. maka pembahasan yang dimaksud mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit adalah tata cara atau urutan kerja yang teratur yang harus dilakukan oleh PT. biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen/lebih. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar (penanggung) agar benar dan sesuai dengan ketentuan. 2. yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Dalam kaitannya dengan penulisan laporan ini.3 Pengertian Struktur Pengendalian Intern Pengertian Struktur Pengendalian Intern menurut Agoes (1999:16) adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik dapat dicapai. Komaruddin (1994:27) mendefinisikan Prosedur sebagai suatu rangkaian tindakan yang ditetapkan lebih dahulu.

mengumpulkan. Struktur Pengendalian Intern perusahaan terdiri dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan-tujuan perusahaan dapat dicapai. dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan kewajiban yang berkaitan.10 Menurut Yusuf (2000:174). Sistem akuntansi dalam suatu perusahaan dapat berbentuk kompleks maupun sederhana. b. mencatat. Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian suatu organisasi merupakan dampak kolektif dari berbagai faktor dalam menerapkan. Prosedur-prosedur pengendalian Prosedur-prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur-prosedur yang tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan tercapai. Sistem akuntansi Sistem akuntansi suatu organisasi terdiri dari metode dan catatan-catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan. Struktur Pengendalian Intern terdiri dari tiga elemen yaitu: a. . meningkatkan atau memperbaiki efektivitas kebijakan dan prosedur-prosedur tertentu. c. menganalisis.

Mendorong efisiensi. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Menjaga kekayaan organisasi. Jaminan yang Memadai Konsep jaminan yang memadai dikaitkan dengan manfaat dan biaya pengendalian. dan biaya. Tanggung Jawab Manajemen Manajemen sendiri bertanggungjawab untuk menetapkan dan menyelenggarakan Struktur Pengendalian Intern. pendapatan. d. Struktur Pengendalian Intern didukung oleh unsur-unsur pokok. Selain memiliki tujuan yang pasti. . Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas. yaitu: a. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan terhadap kekayaan. b.11 Konsep Struktur Pengendalian Intern didasarkan pada dua premis utama. Meskipun tanggung jawab tertentu dapat didelegasikan kepada bawahan. c. Struktur Pengendalian Intern bertujuan untuk: a. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. utang. tanggung jawab akhir tetaplah pada manajemen. Manajemen yang hati-hati tidak akan menghabiskan biaya untuk manfaat pengendalian yang lebih kecil dari biayanya. b. Premis ini adalah: a. b.

Praktek yang sehat dalam melaksanakan fungsi-fungsi setiap unit organisasi. menyatakan bahwa definisi Asuransi bisa diberikan dari berbagai sudut pandang. Ketidakpastian menyangkut kemungkinan timbulnya kerugian yang belum pasti akan resiko yang terjadi. sedangkan pihak yang melimpahkan resiko disebut tertanggung. masyarakat dapat melimpahkan kepada pihak lain yang bersedia menerima pelimpahan resiko. Pihak yang menerima pelimpahan resiko disebut penanggung. d. untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang tidak diharapkan.12 c. Menurut Salim (2000:1) menyatakan bahwa Asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil sedikitnya sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. Di dalam Pasal 426 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) disebut bahwa ”Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung. yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tak tentu. Karyawan yang bermutu serta bertanggungjawab.4 Pengertian Asuransi Asuransi timbul karena adanya perasaan was-was dan unsur ketidakpastian menyangkut hari-hari yang akan datang. dengan menerima suatu premi. Menurut Darmawi (2004:2). Dalam menanggulangi resiko yang mungkin terjadi . yaitu: . 2.

Dalam pandangan matematika. 2. Asuransi merupakan suatu metode untuk mengurangi resiko dengan jalan memindahkan dan mengkombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian keuangan (financial). 5. Asuransi merupakan aplikasi matematika dalam memperhitungkan biaya dan faedah pertanggungan resiko. Dalam sudut pandang ekonomi. Asuransi didefinisikan sebagai organisasi sosial yang menerima pemindahan resiko dan mengumpulkan dana dari anggotaanggotanya guna membayar kerugian yang mungkin terjadi pada masingmasing anggota tersebut. . Asuransi merupakan suatu kontrak (perjanjian) pertanggungan resiko antara tertanggung dengan penanggung. Jadi. Dari sudut pandang sosial. Hukum probabilitas dan teknik statistik dipergunakan untuk mencapai hasil yang dapat diramalkan. dan memperoleh keuntungan dengan berbagai resiko di antara sejumlah besar nasabahnya. Menurut pandangan bisnis. tertanggung mempertukarkan kerugian besar yang mungkin terjadi dengan pembayaran tertentu yang relatif kecil. 3. pemindahan resiko dari pihak lain. Dalam sudut pandang hukum. 4. Asuransi adalah sebuah perusahaan yang usaha utamanya menerima atau menjual jasa.13 1.

Hari diadakannya penutupan asuransi 2. Asuransi Kredit Indonesia. Waktu mulai berlaku dan berakhirnya pertanggungan .14 Jadi. Polis didefinisikan sebagai akte perjanjian asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi untuk nasabah. Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian apabila pihak tertanggung mengalami kerugian. Objek pertanggungan 4. dimana polis asuransi ini juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Nilai pertanggungan 5. 2. kerusakan atau kehilangan yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungjawabkan. Kontrak asuransi dikenal dengan sebutan Polis Asuransi. Premi asuransi 6. Nama tertanggung 3.5 Pengertian Polis Menurut PT. dari pengertian-pengertian di atas tersebut dapat disimpulkan bahwa.

Pengertian Klaim dan manfaat asuransi menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK (1999:36. klaim dalam proses penyelesaian (Outstanding Claims). yaitu klaim kematian.10 tahun 1998. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dengan pihak lain .15 7. Resiko yang dijamin 8. dan klaim yang ditolak. klaim dan manfaat karena jatuh tempo.6 Pengertian Klaim Menurut Komaruddin (1994:32). klaim yang terjadi namun belum dilaporkan.7 Pengertian Kredit Menurut Undang-Undang Perbankan No. Klaim meliputi klaim yang telah disetujui (Settled Claims). Kredit adalah penyediaan uang tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu.3) adalah suatu beban yang terdiri dari: Klaim dan manfaat asuransi yang pembayarannya didasarkan pada terjadinya peristiwa yang diasuransikan. 2. klaim cacat dan klaim jaminan kesehatan. Klaim adalah tagihan atau hak atas tagihan yang belum lunas. Kondisi-kondisi 2. serta klaim dan manfaat karena pembatalan. Persyaratan-persyaratan 9.

Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar sesuai jangka waktu. Maksud dari percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit bahwa kredit yang disalurkan pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian. Selain itu dapat disimpulkan bahwa ada dua aspek yang timbul. serta akan timbul sanksi jika perjanjian tersebut dilanggar. Aspek yuridis yaitu bahwa kedua belah pihak mengikat diri dalam suatu perjanjian kredit dimana kedua belah pihak mengikat diri dalam suatu perjanjian kredit dimana kedua belah pihak masing-masing mempunyai hak dan kewajiban. Aspek ekonomi yaitu adanya pembayaran bunga oleh yang menerima pinjaman sebagai keuntungan kreditur atas jasa yang diberikan. Begitu pula dalam bahasa latin kredit berarti ”credere” artinya percaya.16 yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. . yaitu aspek yuridis dan ekonomi. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Kredit merupakan kepercayaan dari orang atau suatu badan untuk meminjamkan sesuatu kepada orang atau suatu badan lain yang dipercaya dan berkewajiban untuk melunasi hutangnya dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati dalam suatu perjanjian. Dalam arti luas Kredit diartikan sebagai kepercayaan.

. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dengan perbankan atau lembaga keuangan non bank lainnya terlebih dahulu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) guna mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalin hubungan bisnis tersebut. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar memberikan jaminan kepada pihak kedua (tertanggung). b) Membantu lembaga keuangan bank. yaitu Bank atau lembaga keuangan non Bank lainnya.9 Manfaat Asuransi Kredit Bank Manfaat yang dapat dinikmati pengguna jasa Asuransi Kredit . kerjasama antara PT. 2. Pihak tertanggung akan mempertanggungkan debiturnya kepada pihak penanggung untuk menghindari terjadinya kerugian yang besar akibat kredit macet.8 Pengertian Asuransi Kredit PT. yaitu : a) Membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangka pemenuhan kekurangan persyaratan atas penyerahan barang jaminan yang ditetapkan oleh lembaga pembiayaan keuangan baik bank maupun non bank.17 2. Dalam melaksanakan fungsi dan peranannya. non bank dan badan usaha pemberi kredit untuk mengalihkan sebagian resiko finansial atas kegagalan kewajiban pengembalian kredit oleh UMKM. Asuransi Kredit Indonesia memberikan definisi Asuransi Kredit sebagai suatu perjanjian antara 2 pihak yaitu pihak pertama (penanggung) dimana dalam hal ini PT.

dengan persyaratan baik jumlah debitur maupun manajemen pengelolaan dikategorikan masal (berkelompok) 2. 500.000.11 Syarat – Syarat Permintaan Asuransi Kredit Permintaan Asuransi Kredit dilaksanakan secara kasus per kasus ke PT. 500.000.00.18 2.000. laba atau rugi dan cash flow untuk 2 tahun 2.00 b) Kredit dengan plafond per debitur dibawah Rp. Asuransi Kredit Indonesia dengan melampirkan dokumen sebagai berikut : a) b) Profil perusahaan calon debitur Copy atau tembusan permohonan kredit dari debitur kepada bank atau lembaga pembiayaan keuangan lainnya c) terakhir d) (SPKMGR) Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar Ganti Rugi Copy neraca keuangan.10 Jenis Kredit Yang Dapat Dijamin Oleh PT Asuransi Kredit Indonesia a) Kredit dengan plafond per debitur diatas Rp.000.12 Dokumen – Dokumen Yang Diperlukan Dalam Mengajukan Klaim Asuransi Kredit .

19 a) Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim dari bank atau lembaga keuangan non bank lainnya yang antara lain memuat besarnya kerugian b) Tembusan perjanjian kredit atau copy perjanjian kredit yang dilegalisir. Biasanya disebut Surat Pengakuan Hutang (SPH) c) d) e) Rekening koran (R/C) atau kartu pinjaman Copy berita acara pemeriksaan setempat Data pendukung lainnya sesuai persyaratan dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) dan Confirmation Letter (CL) .

Asuransi Kredit Indonesia. ASKRINDO) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 6 April 1971 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1971 tanggal 11 Januari 1971.1. Dalam situasi dan Kondisi seperti saat ini. Asuransi Kredit Indonesia didirikan berdasarkan Akte Notaris Achmad Kadijono. Kelemahan tersebut sulit ditutupi oleh pinjaman perbankan karena seringkali UMKM tidak dapat memenuhi persyaratan dalam pemberian pinjaman yang ditetapkan oleh pihak bank.20 BAB III PEMBAHASAN 3. PT. Perseroan Terbatas Asuransi Kredit Indonesia (PT. tidak sedikit UMKM yang menghadapi permasalahan dalam mengembangkan usaha.1 Sejarah berdirinya PT. Maka. untuk membantu 20 . khususnya dalam permodalan. Tujuan dari pendirian perusahaan ini adalah membantu kelancaran pengarahan dan pengamanan perkreditan bank-bank terutama di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).1 Gambaran Umum Perusahaan 3. Perusahaan ini memiliki struktur pemodalan antara lain Bank Indonesia dengan komposisi saham 55% dan Departemen Keuangan dengan komposisi saham 45%.

2.1. terutama dalam menciptakan UMKM yang tangguh. Misi Perusahaan adalah: "Mendukung pelaksanaan dan kebijakan serta program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. Pemerintah mendirikan PT.2 Visi dan Misi PT. Asuransi Kredit Indonesia akan memberikan ganti rugi kepada pihak pemberi kredit. . PT. Asuransi Kredit Indonesia.1. Dari struktur organisasi akan terlihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing bagian. apabila UMKM mengalami kegagalan dalam pengembalian kredit. Asuransi Kredit Indonesia yang biasa disingkat PT. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. ASKRINDO. handal dan terpercaya yang berorientasi pada pengembangan UMKM"." 3.21 UMKM. Sedangkan struktur organisasi adalah wadah kerja yang harmonis antara setiap orang untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian akan meningkatkan adanya pembagian kerja dan spesialisasi pekerjaan diantara masing . 1. Jasa ini disebut Asuransi Kredit. baik besar maupun kecil tentulah mempunyai struktur organisasi. Dengan menerima sejumlah premi.3 Struktur organisasi perusahaan Dalam suatu perusahaan.Visi Perusahaan adalah: "Menjadi perusahaan asuransi yang sehat. 3.masing bagian.

ASKRINDO menggunakan struktur organisasi garis.1 STRUKTUR ORGANISASI PT. yaitu suatu bentuk organisasi yang tugasnya datang dari atasan kepada bawahan dan tanggung jawab datangnya dari bawahan kepada atasan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur organisasi dibawah ini : Gambar 3. ASURANSI KREDIT INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG DENPASAR DIREKSI KEPALA KANTOR CABANG KEPALA SEKSI PERTANGGUNGAN KEPALA SEKSI KLAIM & SUBROGASI KEPALA SEKSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI AKUNTANSI STAF/KARYAWAN STAF/KARYAWAN STAF/KARYAWAN Sumber: Surat Keputusan Direksi PT.22 Berdasarkan hubungan pola kerja dan tanggung jawab PT. Asuransi Kredit Indonesia tahun 2005 .

2) engawasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas-tugas pada semua bagian.23 Adapun tugas dan wewenang masing-masing bagian adalah sebagai berikut: a. Kepala Kantor Cabang 1) engusahakan kelancaran pelaksanaan operasional sehari-hari perusahaan. . 6) M engelola proses penyelesaian klaim sesuai dengan sistem prosedur yang ditetapkan. 5) M engelola pcnutupan pertanggungan baik secara individual/massal sesuai dengan sistem dan prosedur. mempertanggungjawabkan keuangan dalam penyelenggaraan administrasi yang berkaitan dengan seluruh kegiatan Kantor Cabang yang dipimpinnya. 3) embangun dan membina citra baik perusahaan di wilayah kerja. 4) M M M M engelola penggunaan dana. b. Kepala Seksi Pertanggungan: 1) Melaksanakan akseptasi penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otomatis sesuai dengan perjanjian yang ada.

3) Melaksanakan kegiatan administrasi piutang subrogasi dan penagihan recoveries. 4) Melaksanakan kearsipan seksi klaim dan subrogasi serta laporan lainnya secara periodik kepada atasan. 2) Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan administrasi perpajakan. Kepala Seksi Klaim dan Subrogasi 1) Memelihara. 4) Melaksanakan kegiatan umum dan personalia di Kantor Cabang. menilai dan memberikan saran penyempurnaan terhadap sistem dan prosedur di lingkungan klaim dan subrogasi.1. d.4 Bidang usaha .24 2) Melaksanakan produksi penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otornatis sesuai dengan perjanjian yang ada. 1) Melakukan kegiatan pembukuan di wilayah Kantor Cabang. kegiatan sekretariat dan hubungan masyarakat di 3. 2) Melaksanakan analisa terhadap segenap surat tuntutan ganti rugi atau klaim. 3) Mengupayakan pencapaian target premi asuransi kredit Surety Bond dan Custom Bond dan jasa lainnya sesuai dengan anggaran premi yang telah ditetapkan dalam kaitan penutupan pertanggungan secara kasus demi kasus dan secara otomatis. Kepala Seksi Keuangan dan akuntansi. c. 3) Melaksanakan Kantor Cabang.

Askred dan Surety . Penjaminan Kredit Bank Merupakan salah satu layanan untuk memberikan penutupan pertanggungan kepada perbankan atau lembaga keuangan non bank lainnya atas resiko kredit yang diberikan kepada UMKM. Asuransi Kredit Indonesia digolongkan dalam 2 jenis bidang usaha yaitu: 1. Manfaat Penjaminan Kredit Bank : 1) Memperbesar akses pengusaha kecil terhadap sumber pembiayaan. 2.25 Produk PT. Penjaminan Kredit Perdagangan Merupakan layanan untuk menutup resiko komersial akibat tidak dibayarnya piutang dagang dari transaksi perdagangan secara kredit antara produsen dengan konsumen. Penjaminan a. b. Manfaat Penjaminan Kredit Perdagangan : 1) Mengurangi manajemen resiko produsen 2) Mengurangi piutang ragu-ragu produsen 3) Meningkatkan volume penjualan 4) Membantu perluasan pasar. 2) Mengurangi resiko yang dihadapi bank atau lembaga keuangan non bank lainnya atas pemberian kredit kepada UMKM.

Penjamin Letter of Credit Impor (L/C) dan KMK ekspor (Kredit Modal Kerja) Merupakan layanan perusahaan berupa jaminan yang diberikan kepada Bank Umum Devisa (Penerima jaminan) terhadap kemungkinan timbulnya kerugian akibat terjamin (Importir/Produsen Eksportir) tidak dapat memenuhi . 2) Principal dapat dengan mudah memperoleh customs bond. b. Manfaat Surety Bond: 1) Memperoleh kepastian bahwa Principal akan melaksanakan kewajibannya kepada Obligee. 2) Membantu Principal untuk menjaga likuiditas keuangannya. Customs Bond Merupakan salah satu layanan untuk memberikan jaminan atas fasilitas kepabeanan. Manfaat Customs Bond: 1) Principal dapat memelihara likuiditas keuangannya. fasilitas penangguhan/pembebasan bea masuk barang impor dan pungutan negara lainnya bagi kepentingan bea dan cukai.26 a. Surety Bond Merupakan salah satu layanan yang memberikan jaminan kepada pemilik proyek (Obligee) terhadap kerugian yang timbul akibat Principal tidak dapat menyelesaikan kewajibannya. Jaminan diberikan kepada Principal/Importir/Produsen eksportir. c.

Manfaat pinjaman L/C impor dan KMK Ekspor: 1) Mengurangi risiko financial yang dihadapi Bank devisa pembuka L/C. . Asuransi Kredit Indonesia adalah sebagai berikut : a. yang timbul akibat ketidakmampuan importir melunasi L/C Importir. Mengentry data recoveries ke dalam komputer menggunakan program Sistem Komputerisasi Terpadu (SKT). cabang. Mengetik amplop surat menggunakan mesin tik elektronik. Memilah data arsip klaim yang disetujui dan di tolak berdasarkan nama bank. kemudian diurutkan berdasarkan No. dan tahun. b. Menginput data arsip klaim yang telah dipilah tersebut ke dalam data arsip klaim disetujui dan data arsip klaim ditolak di komputer. c. Claim Settlement. 3.27 kewajibannya melunasi pembayaran kepada penerima jaminan atas Letter Of Credit Impor dan Kredit modal kecil ekspor. d. 2) Membantu eksportir memperoleh akses pembiayaan dari bank untuk keperluan proses produksi barang untuk diekspor dan atau barang yang diimpor.2 Deskripsi Pekerjaan selama Melaksanakan KPM Pekerjaan – pekerjaan yang ditugaskan selama penulisan melaksanakan KPM di PT.

antara lain: a. h. f. surat klaim yang masuk. g.28 e. Mencari Nota Penutupan Pertanggungan (NPP) beserta Deklarasi Jumlah Pertanggungan (DJP) dan difotocopy. j. Mengurutkan data arsip klaim yang masuk k. Laporan Realisasi Kredit (LRK). Memilah dan menyesuaikan Kartu Penerimaan Recoveries (KPR) dengan bukti Bank. Laporan Realisasi Kredit (LRK). Meregister surat klaim yang masuk. Debitur dinyatakan likuidasi berdasarkan keputusan pengadilan . i. Debitur tertanggung tidak dapat melunasi kreditnya pada saat kredit yang bersangkutan jatuh tempo dengan ketentuan usaha debitur terganggu sudah tidak dapat berjalan lagi b. dan lain sebagainya. Debitur dinyatakan pailit oleh pengadilan Negeri c. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar apabila debitur yang dipertanggungkan tidak dapat melunasi kreditnya. Memfaks surat klaim yang disetujui dan surat ucapan terima kasih. dan bukti bank recoveries. dan klaim yang disetujui. 3.3 Sebab – sebab Terjadinya Klaim Asuransi Kredit Klaim Asuransi Kredit diajukan oleh tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) kepada PT. Memfile Laporan Nasabah Menunggak (LNM). Adapun sebab-sebab terjadinya klaim Asuransi Kredit. Memfotocopy Laporan Nasabah Menunggak (LNM).

kerugian yang lebih besar 3. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar. yaitu : Terdapat penyimpangan yang Untuk mencegah / mengurangi Jangka waktu kredit lebih dari 2 . Terjadi penarikan kembali kredit sebelum jangka waktu kredit berakhir dengan syarat : 1. Debitur ditetapkan dibawah pengampunan sepanjang debitur bukan badan hukum e. Adapun prosedur pengajuan dan penerimaan surat klaim pada PT. tahun 2. Debitur melarikan diri/hilang/tidak diketahui alamatnnya f.4 Prosedur Pengajuan dan Penerimaan Surat Klaim Asuransi Kredit Hak tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) mengajukan klaim mulai timbul pada saat setelah tiga (3) bulan terhitung dari tanggal jatuh tempo kredit atau setelah 3 (tiga) bulan dari tanggal penghentian fasilitas kredit. dilakukan oleh debitur 3. Tertanggung (Bank atau lembaga keuangan non bank lainnya) hanya berhak atas klaim apabila debitur yang bersangkutan telah dilaporkan menunggak pada periode Laporan Realisasi Kredit (LRK) atau Laporan Nasabah Menunggak (LNM) minimal tiga bulan sebelum timbulnya hak klaim.29 d.

Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim tersebut diterima oleh seksi administrasi dan keuangan sesuai dengan prosedur penerimaan surat masuk. Tertanggung mengajukan Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) atau surat klaim yang dilampiri dengan : 1) Tembusan perjanjian kredit/copy perjanjian kredit yang dilegalisir. Biasanya disebut Surat Pengakuan Hutang (SPH) 2) 3) 4) Rekening koran (R/C) / kartu pinjaman Copy Berita Acara Pemeriksaan setempat Data pendukung lainnya sesuai persyaratan dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) dan Confirmation Letter (CL). e. d. Laporan Kunjungan Nasabah (LKN). Surat Tuntutan Ganti Rugi (STGR) beserta lampirannya masing-masing 1 rangkap diajukan oleh Tertanggung. Misalnya Rencana Usaha Bersama (RUB). Petugas Administrasi Klaim kemudian melakukan pencatatan data Tuntutan Ganti Rugi (diregistrasi) ke dalam buku register klaim masuk. dan lain sebagainya. dan disampaikan ke seksi klaim dan subrogasi. Petugas Administrasi Klaim melakukan input data Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan mencetak Form Analisa untuk proses penyelesaian klaim.30 a. surat permohonan kredit. b. c. dan lampirannya diserahkan kepada Analis untuk proses penyelesaian klaim. Form Analisa. berkas TGR. surat peringatan tunggakan. (A) .

2 Pencatatan ke BK Register Klaim Masuk Prosedur Pengajuan Dan Penerimaan Surat Klaim Input Data TGR dan Cetak Form Analisa Form Analisa TGR Lampiran A .31 Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur pengajuan dan penerimaan surat klaim dapat dilihat pada gambar 3.2. Bank Tertanggung Seksi Administrasi dan Keuangan Seksi Klaim & Subrogasi STGR 1 Penerimaan STGR STGR 1 Lampiran 1 Lampiran 1 Gambar 3.

5 Prosedur Penyelesaian Klaim Asuransi Kredit Dalam penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. Apabila data – data atau dokumen tersebut belum lengkap maka seksi klaim berhak meminta pada pihak tertanggung untuk melengkapi data – data yang kurang sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit . Asuransi Kredit Indonesia. Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 : STGR : Surat Tuntutan Ganti Rugi 3.32 Sumber Keterangan : PT. pihak tertanggung harus memenuhi persyaratan dalam menyerahkan dokumen - dokumen yang diperlukan.

berkas TGR.000. Klaim Disetujui 1) Apabila dari hasil penelitian ternyata Tuntutan Ganti Rugi / Klaim memenuhi syarat. dan lampirannya. lakukan perhitungan ganti rugi dari hasil perhitungan ganti rugi sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK). ASKRINDO.00 maka keputusan berada dibawah wewenang Kantor Pusat. 2) Apabila jumlah klaim tersebut Rp 200.000.33 (PAK).00 ke bawah maka keputusan berada dibawah wewenang Kantor Cabang. c) Analis kemudian membuat Usulan/Memorandum Persetujuan Pembayaran Klaim yang akan diajukan kepada Kepala Cabang PT. b) Apabila dari hasil penelitian ternyata Tuntutan Ganti Rugi / Klaim memenuhi syarat. lakukan perhitungan ganti rugi dari hasil perhitungan ganti rugi sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK). 3) Apabila jumlah klaim tersebut diatas Rp 200. Analis akan memulai proses penyelesaian klaim setelah data atau dokumen yang diperlukan lengkap dengan menggunakan Form Analisa.000. yaitu : a.000. Terdapat dua (2) hasil analisa Tuntutan Ganti Rugi (TGR). Wewenang Kantor Cabang : a) Analis seksi klaim Kantor Cabang melakukan analisa penyelesaian klaim berdasarkan Form Analisa. .

34 d) Kepala Cabang memberikan persetujuan dalam hal Usulan Pembayaran Klaim. seksi administrasi dan keuangan melakukan pembayaran melalui transfer bank. lampiran ke-3 diserahkan kepada seksi klaim dan subrogasi sebagai arsip dari dokumen penyelesaian klaim dan lampiran ke-4 digunakan sebagai arsip oleh seksi administrasi dan keuangan. Wewenang Kantor Pusat : . e) Permintaan Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Pemindah Bukuan (SPPB) setelah diterbitkan harus ditandatangani oleh Kepala Cabang. Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) diserahkan kepada seksi administrasi dan keuangan yang akan digunakan untuk proses transfer. Petugas administrasi klaim melakukan entry data persetujuan dan menerbitkan Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) yang akan digunakan untuk proses transfer oleh seksi administrasi dan keuangan. f) Setelah ditandatangani. h) Claim Settlement serta Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB) dibuat rangkap empat (4). dimana lampiran ke-1 dan 2 dikirim kepada Cabang Bank Tertanggung dan Kanwil Bank Tertanggung. g) Berdasarkan Surat Perintah Transfer (SPT)/Surat Permintaan Pemindah Bukuan (SPPB).

3. b) Persetujuan klaim tersebut disampaikan ke Kantor Cabang untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan wewenang Kantor Cabang yang telah dijelaskan di atas.3 Prosedur Persetujuan Klaim Asuransi Kredit Seksi Klaim dan Subrogasi A Form analisa Seksi Administrasi dan Keuangan . Gambar 3. Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit yang disetujui dapat dilihat pada Gambar 3.35 a) Apabila keputusan tersebut menyangkut wewenang Kantor Pusat. maka Kantor Pusat yang akan memberikan persetujuan/keputusan atas analisa penyelesaian klaim yang dilakukan oleh Analis Kantor Cabang.

ASKRINDO. Klaim Ditolak 1) Berdasarkan Form Analisa. 3) Analis seksi klaim membuat usulan penolakan klaim kepada Kepala Cabang PT. . Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 melakukan analisa penyelesaian klaim. berkas TGR. dan lampirannya.36 Claim Settlement Kirim ke Cabang bank 1 TGR lampiran Telaah & Disetuju i Disetujui / tidak Usulan Pembayaran Kirim ke Kanwil bank 2 Claim Settlement 1 2 3 SPT/SPPB 1 2 3 Usulan pembayaran disetujui 4 4 Transfer Pembayara nR Penerbita n Claim Settlement 1 2 3 4 Ditandatanga ni oleh kepala cabang Claim settlement 3 SPT/SPPB 3 Pencatatan ke BK Register Arsip N SPT/SPPB 1 2 3 4 Claim settlement 4 SPT/SPPB 4 SPT/SPPB 1 2 3 4 Pencatatan ke BK register Arsip N SPT/SPPB Kirim ke Cabang bank 1 Kirim ke Kanwil bank 2 b. 2) Apabila dari hasil penelitian ternyata : SPT : Surat Perintah Transfer Keterangan Tuntutan Ganti Rugi : SPPB : Surat Permintaan Pemindah Bukuan (TGR)/klaim tidak memenuhi syarat maka permohonan klaim ditolak. Analis Sumber : PT.

4 Prosedur Penolakan Klaim Asuransi Kredit Seksi Klaim dan Subrogasi A Form analisa TGR lampiran Telaah & Disetuju i .37 4) Apabila Kepala Cabang menyetujui penolakan klaim maka petugas administrasi klaim menerbitkan surat penolakan TGR. Surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) lampiran Ke-1 dan 2 dikirim kepada Cabang Bank tertanggung dan Kanwil bank tertanggung yang bersangkutan dan surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) lampiran Ke-3 digunakan sebagai arsip oleh seksi klaim & subrogasi. Surat penolakan Tuntutan Ganti Rugi dikeluarkan oleh seksi klaim dan dibuat tiga (3) rangkap. Gambar 3.4. Selanjutnya untuk lebih jelasnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit yang ditolak dapat dilihat pada Gambar 3.

maka dapat disimpulkan bahwa : 1.38 Disetujui / tidak Usulan penolakan Usulan penolakan disetujui Surat penolakan TGR 1 2 3 Ditandatanga ni oleh kepala cabang Surat penolakan TGR dikirim ke Cabang bank 1 Kirim ke Kanwil bank 2 3 Pencatatan ke IV BAB BK Register Sumber : PT. Asuransi Kredit Indonesia Tahun 1999 Keterangan : TGR = Tuntutan Ganti Rugi PENUTUP Arsip N 4. Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar didahului dengan mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan penyelesaian klaim Asuransi Kredit. Prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT. . Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab – bab sebelumnya mengenai prosedur penyelesaian klaim Asuransi Kredit pada PT.

Semua urutan kegiatan yang dimulai dari prosedur pengajuan klaim sampai prosedur penyelesaian klaim membentuk suatu sistem yang melibatkan beberapa orang dengan pembagian kewenangan yang jelas. Pihak tertanggung mengajukan langsung ke kantor cabang dan selanjutnya seksi klaim dan subrogasi akan menindaklanjuti dengan menganalisa dokumen tersebut. Prosedur penyelesaian Asuransi Kredit didahului dengan pengajuan dokumen atau berkas-berkas yang berisi tentang pengajuan klaim sesuai dengan yang tercantum dalam Perjanjian Asuransi Kredit (PAK) antara penanggung dan tertanggung. Pembayaran klaim dilakukan melalui bank yang dilaksanakan menggunakan SPT/SPPB. apabila dokumen atau berkas sudah lengkap. 3. maka kantor cabang akan menerbitkan claim settlement dan SPT/SPPB bila klaim disetujui atau surat 38 penolakan klaim bila klaim ditolak. Setelah diketahui masing-masing keputusan kantor cabang atau kantor pusat. Pembatasan pembayaran klaim juga dapat dilihat sebagai suatu usaha untuk mengadakan pengendalian intern dalam perusahaan. agar kegiatan perusahaan yang saling berkaitan tidak mengalami kekacauan. 4. oleh seksi keuangan dan akuntansi dengan . Kantor Cabang dan seksi klaim & subrogasi akan segera memproses penyelesaian klaim dengan mengecek dokumen tersebut apakah tuntutan klaim yang diajukan merupakan wewenang kantor cabang atau kantor pusat.39 2.

Mengupayakan target pencapaian premi yang telah ditetapkan. 2. . Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar melakukan usaha-usaha yang dapat meminimalkan klaim yang terjadi. 3. sehingga dapat mempercepat proses pelayanan klaim kepada mitra kerja PT. bila perlu target dalam pencapaian premi tersebut dapat ditingkatkan.40 4. Sebaiknya kewenangan memutus besarnya penyelesaian klaim kepada PT Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar dapat lebih ditingkatkan. Diharapkan PT. Askrindo.2 Saran – Saran Berdasarkan kesimpulan yang ada maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi PT Asuransi Kredit Indonesia Cabang Denpasar: 1. misalnya dengan melakukan kunjungan kepada debitur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->