Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Medan, 3 Desember 2009

USAHA ITIK PETELUR DAN TELUR TETAS

Dosen Penanggungjawab: Dr.Budi Utomo SP. MP

Oleh: Srianna Sipora Ira Wadani Harahap Zulka Hidayati 071201006 071201009 071201014

PROGRAM STUDI MANAJEMEN HUTAN DEPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Universitas Sumatera Utara. Akhirnya penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.MP selaku dosen pembimbing mata kuliah Kewirausahaan yang telah memberikan pelajaran dan bimbingannya dalam pembuatan tugas ini. Medan. untuk itu penulis mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca. Budi Utomo SP. Desember 2009 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Fakultas Pertanian. Semoga tugas ini dapat menjadi informasi dan bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini masih banyak kekurangan. Adapun tujuan dari pembuatan tugas Mata kuliah Kewirausahaan ini yang berjudul ”Usaha Itik Petelur Dan Telur Tetas” ini adalah sebagai tugas akhir Mata Kuliah Kewirausahaan yang diberikan oleh dosen pembimbing di Departemen Kehutanan. Pada kesempatan ini penulis ingin menggucapkan terimakasih kepada pihakpihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini yaitu kepada dosen pembimbing Bapak Dr. serta kepada teman-teman program Studi Manajemen Hutan stambuk 2007 yang telah ikut bekerja sama dalam menyelesaikan tugas inisehingga dapat di selesaikan tepat pada waktunya.

.hari. Usaha dibidang produksi di antaranya usaha ternak itik petelur. itik merupakan sumber mata pencaharian sehari. Bila dibandingkan dengan daging sapi. Dibidang jasa pemasaran seperti usaha perdagangan produk telur dan bibit itik. Keempat segmen bisnis ini dapat menjadi usaha interagsi maupun spesialisasi. Pemeliharaan itik di kandang Telur dan daging masih menjadi produk utama dari usaha ternak itik. dari telur dan daging yang dihasilkan oleh itik peliharaannya. Itik telah menjadi salah satu pilihan usaha penyedia telur dan daging sehingga dapat dijadikan ternak andalan. Sistem pemeliharaannya memang masih sangat sederhana. Bagi masyarakat menengah ke bawah. Dilihat dari segmentasinya. telur dan daging itik merupakan alternatif terbaik untuk memenuhi kebutuhan pangan. jasa pemasaran atau perdagangan. pascaproduksi.yaitu produksi. Setiap pagi hingga sore peternak mengembalakan itik di sawah. Sampai saat ini telur dan daging itik banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein karena harganya murah. para peternak di pedesaan mampu memenuhi kebutuhan hidup keluargannya. Bagi mereka. mereka memelihara itik dengan sistem gembala. daging itik jauh lebih murah. ragam bisnis itik di Indonesia dapat dibagi menjadi empat golongan besar. pedaging. Gambar 1. Namun. Biasanya.sawah untuk mendapatkan gabah.USAHA ITIK PETELUR DAN TELUR TETAS A. dan DOD. Sementara di bidang sarana prasarana di antaranya usaha pakan. penghasil telur tetas.gabah yang tercecer sebagai sumber pakan. Latar Belakang Pada dasarnya pemeliharaan itik telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat pedesaan. dan prasarana.

Kelebihan sisitem pemeliharaan dengan kandang baterai antara lain perewatan itik dapat dikontrol sehingga jika terjadi serangan penyakit pada itik dapat segera dilakukan pencegahan. yaitu sistem tradisional (gembala) pemeliharaan itik petelur dengan sistem tradisional adalah pemeliharaan itik dengan cara mengembalakan itik ke sumber. pada sore hari sekitar pukul 17. Jika ingin memelihara itik dengan menggunakan kandang baterai. Telur itk yang siap di distribusikan ke pasar Ternak itik petelur merupakan salah satu peluang yang cukup potensial dikembangkan dalam bisnis itik. Telur biasanya dijual ke pedagang pengumpulan atau langsung ke konsumen. Setelah satu hari itik. Namun. sebaiknya dalam skala usaha menengah dan besar serta menggunakan bibit unggul.sumber pakan seperti sawah. dan berenang di dalam kolam yang telah . beristirahat. peternak biasanya memanen telur terlebih dahulu sebelum digembalakan. Pada dasarnya sistem pemeliharaan di kandang baterai masih sedikit diterapkan oleh peternak. Serta sistem semiintensif adalah pemeliharaan itik dalam kandang dengan tetap memperhatikan naluri itik yang menyukai air. sering kali pemanenan telur dilakukan di sawah. Secara umum usaha ternak itik petelur dapat dilakukan dengan tiga sistem pemeliharaan.itik digembalakan.00.18.sawah. Sistem intensif tanpa air (kandang baterai) pemeliharaan itik dengan sistem kandang merupakan pemeliharaan itik secara intensif atau pemeliharaan tanpa air. Peternak cukup mengembalakan itik mulai pagi sekitar pukul 05. Namun.06.itik digiring kembali ke kandangnya. telur itik banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat aneka kue.00 itik.Gambar 2. Selain sebagai sumber protein keluarga. Hal ini dikarenakan setiap tahun permintaan telur itik cenderung terus meningkat.00. bukan berarti sistem ini tidak menguntungkan. Dalam sistem ini itik diberikan kesempatan bermain. Itik dipelihara di dalam kandang seperti layaknya ayam ras yang dipelihara di kandang baterai.00.

Model kandang itik Menyiapan bibit bagi calon peternak. Pada dasarnya sarana utama pemeliharaan itik semiintensif adalah kandang.benar diperhatikan.6 bilan. resiko kematian DOD lebih besar.disediakan di dalam dan sekitar kandang sehingga itik merasa tetap hidup di alam bebas. Kandang berfungsi sebagai ruang bertelur dan sebagai tempat bermain. yaitu membeli DOD adalah usaha ternak itik petelur dapat dimulai dengan membeli anak itik umur sehari (DOD). ada tiga cara yang dapat dipilih dalam bibit. Itik remaja siap bertelur adalah berumur sekitar 5. Mengenai besar kecilnya kandang dapat disesuaikan dengan skala usaha. Memelihara DOD hingga bertelur membutuhkan waktu yang cukup lama. langsung bisa menghasilkan telur. kandang dibuat dengan bentuk kandang ren. Selain itu. Gambar 3. Untuk itu. Untuk itu. jika ingin memilih cara ini maka pertimbangkan waktu harus benar. Itik remaja siap bertelur tidak berarti ketika dibeli peternak. Membeli itik remaja siap bertelur adalah itik dara yang masih membutuhkan beberapa waktu lagi sebelum memulai bertelur. .

150.00 (lokasi usaha tidak terlalu jauh dengan pasar sehingga dalam pemasaranya tidak terlalu banyak memakan biaya trasportasi). Sarana Dan Prasaran Yang Dibutuhkan Dalam Membuka Usaha Modal yang akan kami gunakan nantinya untuk membuka usaha adalah sebesar Rp.000.000.250. Dan pada usaha yang kedua yaitu penjualan bibit itik petelur atau DOD yang penetasannya dilakukan dengan mesin penetas telur dengan modal Rp.00. tempat makan dan minum itik ) Rp. 42.000.750.000.000.00/bulan) Usaha penetasan telur 50 unit mesin tetas Kandang DOD 30 unit Listrik/penerangan Tenaga kerja 2 orang (Rp.  Tenaga kerja 1orang (Rp.-.00/orang per bulan) . 2.000.00. Penetasan telur bebek dengan mesin tetas (DOD) B. 125. Adapun saran dan prasaran yang diperlukan dalam pengembangan usaha yaitu:  Usaha itik petelur Kandang (atap.Gambar.7750.000 (itik digembala jadi untuk makanannya tidak terlalu banyak mengabiskan makanan tambahan) Trasportasi Rp.000. bambu.00 Pakan selama 3 bulan Rp. Modal tersebut akan dibagi menjadi dua usaha untuk mengembangankan usaha peternak itik ini yaitu pada usaha yang pertama itik petelur dengan modal yang akan digunakan adalah sebanyak Rp.000. 750. 15. 100.

.. Dalam sistem ini itik diberi kesempatan bermain.00 . terutama biaya pembuatan kandang yang dapat ditekan.. 2.  Jumlah itik yang mati selama pemeliharaan 1%. dan berenang di dalam kolam yang telah disediakan di dalam dan sekitar kandang sehingga itik merasa tetap hidup di alam bebas.D..Biya pakan selama 3 bulan……………………………………... Ini bertujuan untuk calon investor atau calon peternak untuk memilih salah satu sistem pemeliharaan itik petelur sesuai keinginannya.000. 15.000..000. 1. Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan usaha adalah sebagai berikut :  Jumlah itik yang digembalakan 500 ekor.000.00 .. Rp.000.000. 20... Analisis Usaha Itik Petelur Analisis usaha ternak itk petelur merupakan perhitungan biaya dan pendapatan selama usaha dijalankan.Biaya tenaga kerja 1orang …………………………………… R p. biaya pemeliharaannya pun relatif murah dibandingkan dengan pemeliharaan secara intensif.00/butir. Total biaya 750.. yaitu pemeliharaan itik dalam kandang dengan tetap memperhatikan naluri itik yang munyukai air..00 Rp.000.Sewa lahan selama 3 bulan…………………………………… Rp.000.00……………………… Rp.Pembuatan kandang……………………….000..00 ... Biaya Usaha .. Analisis usaha ternak itik petelur yang akan dirilis iyalah dengan sistem semiintensif...000.  Harga itik afkir Rp 12. .. Rp.000.00/ekor..00 .  Harga itik yang sudah siap bertelur Rp 22.500..500. Analisis usaha menjadi gambaran bagi peternak untuk melakukan perencanaan usaha.Bibit siap bertelur 500 x Rp..beristirahat. a. .. Perhitungan biaya dan pendapatan usaha ternak itik petelur dilakukan berdasarkan sistem pemeliharaan.00 100.00 150.  Produktivitas itik sekitar 50%  Waktu pemeliharaan 3 bulan.. 10.00/ekor.... Selain itu..  Harga telur Rp 600..Biaya transportasi ……………………………………………… Rp.000. Sistem pemeliharaan ini banyak diterapkan oleh peternak itik karena diangap cocok dengan karakteristik itik lokal.

000.500. 12.…… Rp. 13.  Daya telur tetas rata-rata 85%.365. dan kelayakan usaha selama satu tahun. 600.305.b.00/ekor Berikut ini hasil perhitungan biaya usaha.500 x Rp. 5.00…………………… Rp. 125. 19.000.00 akan diperolah tambahan penerimaan sebesar Rp. 17.00.000.28 Denga nilai R/C maka usaha ini layak karena setiap penambahan biaya sebesar Rp.Penjualan itik afkir 495 x Rp.500.  Kandang DOD berkapasitas 500 ekor sebanyak 30 unit.00/ .00………. Return coct ratio (R/C) R/C = Total penerimaan/ total biaya = Rp. Pendapatan Total penerimaan.940.00 = 1.305. penerimaan penjualan DOD (anak itik umur 1 hari).305.000. 1000.total biaya ………………………………………… Rp.000.00/unit. 15. E.000.00 Total biaya c.00/butir  Harga DOD jantan dan betina R.000. 1.  Harga mesin tetas sederhana sebesar Rp.. 17.00 d.000. 4. 2.000.  Harga kandang DOD Rp. 150.00 pendapatan Rp.000.  Produksi DOD dilakukan satu kali dalam sebulan sehingga dalam setahun dilakukan penetasan sebanyak 12 kali.  Harga telur tetas Rp.00…………………….00/ Rp.000. Biaya usaha Telur tetas Rp. 19. 1000. pendapatan.p.00/unit dengan masa pemakaian ekonomi 5 tahun.00 . Analisa Usaha Penetasan Telur Beberapa asumsi yang digunakan dalam meningkatkan biaya dan usaha penetasan telur untuk menghasilkan DOD adalah sebagai berikut. 1. a. Penerimaan .280.  Disiapkan 50 unit mesin tetas dengan kapasitas produksi 350 butir/ unit.Penjualan telur 495 ekor x 50% x 90 hari x Rp. Rp.000.

Return Cost Ratio (R/C) R/C = Penerima Total biaya = Rp.500. Rp.437. 4.00/bulan Rp.00 750.000.910.500.00 3. 15.000.00 Rp..00 x 30 unit Rp.000.500.000.750. 13.000.00……………………… RP 37.000. 37.500.000. 164. 27. Pendapatan Pendapatan total biaya ………………………………… Rp.437.000.187. Rp Biya lain……………………………………………………. Jadi keuntungan yang didapatkan selama 1 bulan adalah Rp. Penerimaan Rp. 9.000.00 Rp. Kesimpulan Dari kedua usaha yang dilakukan di dapatkan keuntungan sebagai berikut: Modal awal………………………………………………….00/ bulan = Rp.000. 9. Usaha 2 : Telur Tetas Modal Usaha………………………………………… Keuntungan Usaha ………………………………… Rp.00 Total Biaya b.000.750. Biaya listrik……………………………………………… …..187. 25.500.00 c.00.750.500. F.- Biaya tenaga kerja………………………………………… Rp.305.00 d.500.000. Usaha 1: USaha Itik Petelur Modal Usaha………………………………………. 4.437. 1000. 2.. 42.000. 1.. 9. 3.00..500.00 Rp.00/bulan Rp.000..500 x 85 % x Rp. 27.000. Biaya penyusutan mesin tetas Rp.34 Dengan nilai R/C 1.000. Keuntungan Usaha………………………………….00 DOD 17.742.00 Rp.00/bulan = Rp.750.000.1.00/tahun ..305.000.00 1.00 x 50 unit Biya penyusutan kandang DOD Rp.00 akan diperoleh tambahan sebesar Rp.00/bulan + Rp.34 maka usaha ini layak karena setiap penambahan biaya sebesar Rp.300.500.00 = 1. 27.340.

1996. Makalah Penelitian Usaha Ternak Itik. Kerjasama Depnaker dan LPM IPB. 2000. Penebar Swadaya. Trubus. 1988. Peluang dan Kendala Bisnis Itik.Agus. . Bogor. B dan Khairul Amir. Beternak Itik Secara Intensif. Mujitro. Suharno. Yogyakarta. Penerbit Kanisius. Karjono. 1998.DAFTAR PUSTAKA Hardjosworo. Jakarta. Peni S. Mengelola Itik. Manajemen Produksi Itik.B.