P. 1
Proposal Ptk

Proposal Ptk

|Views: 1,015|Likes:
Published by Rizki Herdiansyah

More info:

Published by: Rizki Herdiansyah on Dec 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

PROPOSAL PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI MOJOAGUNG

JOMBANG

OLEH: TEGUH KURNIAWAN 088554087

PRODI PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI 2008 A FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
1

2010 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan – perubahan tingkah laku baik intelektual , moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru melalui proses pengajaran. Peningkatan mutu pendidikan nasional di Indonesia terus menerus diupayakan agar tujuan pendidikan bisa tercapaiekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang perlu ditingkatkan mutunya guna tercapainya tujuan pendidikan, karena keterampilan dalam mata pelajaran ini akan dibutuhkan oleh siswa dalam kehidupan sehari – hari. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar materi – materi akuntansi dapat dipahami dengan baik dan benar oleh siswa maka pengajaran akuntansi harus dititik beratkan pada siswa secara aktif. Upaya meningkatkan hasil belajar siswa merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab seorang guru atau tenaga pendidik yang profesional. Dalam pembelajaran di kelas telah banyak pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru yang sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan, yang ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah serta keterampilan individu siswa itu sendiri. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran seorang guru adalah memperbaiki pola pembelajaran dengan menerapkan pendekatan atau model belajar yang dinilai efektif dan efisien oleh guru untuk diterapkan di kelas. Pemilihan model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut dan tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula setiap model pembelajaran selalu mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain
2

Tujuan Penelitian 3 . agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran sehingga dapat tuntas seperti yang telah ditetapkan. 2005: 11). Bagaimana aktifitas siswa dan aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan Model Pembelajaran Langsung?. Model ini sebenarnya dapat diterapkan di bidang studi apapun. sedangkan Standar Ketuntasan klasikal tercapai jika terdapat 75 % siswa mencapai daya serap ≥ 75. Dari uraian latar belakang di atas maka peneliti ingin melakukan suatu penelitian tentang “ PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 MOJOAGUNG-JOMBANG” A. namun yang paling sesuai adalah untuk mengajarkan mata pelajaran yang berorientasi pada penampilan atau kinerja yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap. Oleh karena itu guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai model pembelajaran.mempunyai perbedaan. 2. artinya siswa dikatakan tuntas belajar apabila nilainya ≥ 75. model pembelajaran langsung sangat cocok dipergunakan. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Model pengajaran langsung ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik. Bagaimana pencapaian hasil belajar siswa bila menggunakan Model Pembelajaran Langsung?. 2005:11). B. selangkah demi selangkah (Kardi dan nur . Apabila informasi atau ketrampilan yang akan diajarkan terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Tetapi para ahli berpendapat bahwa tidak ada model pengajaran yang lebih baik dari model pengajaran yang lain (Nur. Untuk mengantisipasi kelemahan maka perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa meningkatkan penguasaan dan pemahaman konsep. salah satu model yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran langsung. selangkah demi selangkah. Di SMA Negeri 1 Mojoagung Jombang ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi ditetapkan 75. yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas.

4 . Batasan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Manfaat Penelitian a.1. dan dapat memperlancar proses penelitian yang akan dilaksanakan. Asumsi Asumsi adalah anggapan dasar yang diyakini kebenarannya. Mengetahui pencapaian hasil belajar siswa bila menggunakan Model Pembelajaran Langsung B. karena bersifat pembelajaran yang mengajarkan pengetahuan secara luas yang tidak hanya berkutat dalam materi yang diajarkan tapi juga dikehidupan sehari-hari Batasan Masalah Suatu kegiatan penelitian perlu dibatasi masalah yang akan diteliti supaya penelitian lebih terfokus. 2. Bagi Sekolah Merupakan sumbangan yang berharga bagi lembaga pendidikan SMA dalam rangka memperbaiki dan mengembangkan proses belajar mengajar terutama untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Akuntansi. Bagi Universitas Menambah perbendaharaan perpustakaan dan perbandingan bagi mahasiswa program studi kependidikan yang melakukan penelitian lanjutan. Asumsi. terarah. Dalam penelitian ini penulis mempunyai asumsi bahwa : Guru dalam menyampaikan pelajaran ekonomi mempunyai kemampuan penguasaan konsep dan penguasaan Model Pembelajaran Langsung dengan baik. C. Subyek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Mojoagung kelas XI IPS 2 tahun ajaran 2008 / 2009. Batasan Masalah 1. Bagi siswa Melalui model pembelajaran langsung ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan konsep dan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi b. Mengetahui aktifitas siswa dan aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan Model Pembelajaran Langsung 2. d. Bagi guru Penelitian ini sebagai masukan bagi guru tentang pengembangan modal pembelajaran langsung untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menunjang proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 mojoagung Jombang c. Model pembelajaran langsung adalah salah satu model pembelajaran yang cocok digunakan dalam pembelajaran ekonomi.

Pokok bahasan yang dipilih adalah materi tentang Ekonomi terbuka Perlakuan yang diberikan adalah 3 kali siklus. 3. Pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menggunakan model pembelajaran langsung. 5 .2.

Ciri – ciri tersebut adalah : a. d. B. Istilah model pengajaran memiliki empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi atau prosedur tertentu. 2005: 7) Model pengajaran menunjukkan suatu pendekatan pembelajaran tertentu yang meliputi tujuannya.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Istilah model diambil karena dua alasan : 1. Sedangkan Nur ( 2005 : 16 ) mendefinisikan bahwa model pengajaran langsung adalah sebuah pendekatan yang mengajarkan ketrampilan – ketrampilan dasar dimana pelajaran sangat berorientasi pada tujuan dan lingkungan pembelajaran yang terstruktur secara ketat. 2005 : 8 ) 2. Model Pengajaran Menurut Joyce (Nur. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi yang penting. (Nur. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. 6 . c. lingkungannya. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Pengertian Pembelajaran Langsung Pembelajaran langsung merupakan salah satu model pengajaran yang khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah ( Kardi dan Nur. dan sistem pengelolaannya. Mempunyai makna yang lebih luas daripada suatu strategi. metode atau prosedur. sintaksnya. 2005 : 5 ). Rasional teoritik yang logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. sedangkan pengetahuan prosedural ( prosedural knowledge) adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu atau memecahkan sebuah kasus. b. Pembelajaran Langsung 1. Adapun yang dimaksud dengan pengetahuan deklaratif (dapat diungkapkan dengan kata-kata) adalah pengetahuan tentang sesuatu.

Karakteristik Model Pembelajaran Langsung Ciri – ciri pengajaran langsung ( kardi dan Nur. selangkah demi selangkah. Melalui proses pembelajaran dengan model pengajaran langsung ini diharapkan pemahaman pengetahuan deklaratif dan prosedural dapat meningkatkan keterampilan dasar dan keterampilan akademik siswa. yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap. 2. Agar siswanya dapat melakukan suatu kegiatan dengan baik maka dalam pengajaran siswanya memerlukan dua pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Suatu sintaks menunjukkan dengan jelas kegiatan – kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh guru atau siswa. Dalam model pembelajaran langsung terdapat 5 fase atau langkah penting dalam pelaksanaan pengajaran seperti yang tertera dalam Sintaks model pengajaran langsung Tabel 2.Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa model pengajaran langsung adalah suatu model pengajaran yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran Suatu sintaks dari suatu model pembelajaran menggambarkan keseluruhan urutan alur langkah yang pada umumnya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran.2005 : 3 ) Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada hasil belajar siswa termasuk prosedur penilaian hasil belajar Setiap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru harus mempunyai tujuan tertentu.1 7 . urutan kegiatan – kegiatan tersebut dan tugas khusus yang perlu dilakukan oleh siswa. Menurut M Nur (2005:26) model pengajaran langsung ini telah dirancang secara khusus untuk membelajarkan siswanya tentang pengetahuan prosedural yang dibutuhkan untuk melaksanakan ketrampilan kompleks dan sederhana serta pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan dengan langkah demi selangkah. agar arah output yang dapat dihasilkan siswanya jelas.

me Guru mendemonstrasikan ketrampilan dengan benar. me Peran guru Guru menjelaskan TPK. me 5. pentingnya pelajaran.hari Sumber : ( Kardi dan Nur. disamping itu guru mengatakan kepada siswa apa tujuan pembelajaran hari ini berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdahulu. me 3. me 4. mempersiapkan siswa untuk melakukan pelatihan lanjutan. Dengan memperhatikan perilaku tertentu itulah siswa dapat belajar melakukan 8 pengetahuan atau . memotivasi mereka untuk berusaha lebih keras. informasi latar belakang belajar 2. 2005 : 8 ) 1) Menyampaikan tujuan dan motivasi Guru yang baik mengawali pelajaran mereka dengan menjelaskan pembelajaran mereka.Sintaks Model Pengajaran Langsung Fase 1. Membuat siswa sadar tentang apa yang akan mereka pelajari membantu mereka membuat hubungan antara suatu pelajaran tertentu dan relevansinya terhadap kehidupan mereka sendiri. dengan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari . 2) Mendemonstrasikan ketrampilan Model pembelajaran langsung berpegang teguh pada asumsi bahwa sebagian besar dari perilaku siswa berasal dari perilaku mengamati orang lain.atau menyajikan memberi informasi tahap demi tahap Guru merencanakan dan bimbingan pelatihan awal Mencek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. memberi umpan balik Guru mempersiapkan perhatian khusus pada kesempatan penerapan pelajaran.

Upayakan agar umpan balik jelas dan spesifik. 4. Menjaga perkembangan siswa. 7.perilaku tersebut. siswa. Berikan pelatihan sampai benar – benar menguasai konsep / ketrampilan yang dipelajari. maka harus ditunjukkan bagaimana cara melaksanakan yang benar. 2. sebab mungkin terjadi siswa melakukan ketrampilan kurang tepat. c. guru kemudian merespon jawaban siswa tersebut. dan berlatih melakukan demonstrasi untuk mengusai komponen – komponen. Membantu siswa untuk memfokuskan perhatian pada proses bukan pada hasil. 4) Mengecek pemahaman dan memberi umpan balik Fase ini ditandai dengan pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan oleh guru kepada siswa dan siswa memberikan jawaban. Apabila memberi umpan balik yang negatif. guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau ketrampilan yang akan didemonstrasikan. Hati – hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan dan latihan terdistribusi. Konsentrasi pada tingkah laku sesuai tingkat perkembangan umpan balik yang cocok dengan tingkat . b. Memberi penghargaan dan umpan balik pada kerja yang benar. Untuk memberikan umpan balik yang efektif pada kelas dalam jumlah siswa yang besar dapat mengikuti panduan sebagai berikut : 1. Tugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna. Agar dapat mendemonstrasikan suatu konsep atau ketrampilan dengan berhasil. d. 3) Membimbing pelatihan Prinsip – prinsip untuk memberi latihan kepada siswa a. 6. 5. Kegiatan ini merupakan aspek penting dalam pembelajaran langsung karena tanpa mengetahui hasilnya. Perhatian terhadap tahap awal latihan. 3. 9 Memberi umpan balik segera dan secepat mungkin. latihan tidak banyak manfaatnya bagi siswa.

Meskipun tujuan pembelajaran dapat direncanakan bersama oleh guru dan siswa. dimana teori menyatakan bahwa banyak dari apa yang dipelajari manusia berasal dari pengamatannya terhadap orang lain. Teori perilaku Teori ini merupakan sumbangan yang sangat besar bagi model pengajaran langsung. model ini berpusat pada guru. Dukungan Teoritik Dan Empirik Analisis sistem Dalam bidang pengajaran dan pembelajaran.8. mendengarkan dan resitasi ( tanya jawab ) yang terencana. (Kardi dan Nur. analisis sistem menekankan bagaimana pengorganisasian pengetahuan dan ketrampilan. sistem pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. Megajari siswa bagaimana memberi balik pada diri sendiri dan bagaimana menilai kinerja diri sendiri. dan bagaimana menguraikan secara sistematik ketrampilan kompleks dan ide – ide menjadi komponen – komponen sehingga dapat diajarkan secara berurutan. 3. Bandura (Nur. terutama melalui memeperhatikan. Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan Pengajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang sangat hati – hati di pihak guru. pengajaran langsung mensyaratkan tiap detil ketrampilan atau isi didefinisikan secara langsung dan dilaksanakan secara seksama juga. Penelitian efektivitas guru 10 . 2005: 38) 5) Latihan lanjutan Guru memberikan latihan lanjutan dengan memusatkan perhatian pada transfer ketrampilan tersebut kepada situasi – situasi yang lebih kompleks. Agar efektif. 2005:21) menyatakan bahwa sebagian besar pembelajaran manusia dilakukan dengan cara selektif mengamati dan menempatkan apa yang diamati itu dia dalam memorinya tentang perilaku orang lain. Hendaknya latihan lanjutan diberikan sebagai lanjutan dari latihan bukan sebagai kelanjutan pembelajaran guru.

Untuk mata pelajaran tertentu. 2. memperhatikan gambar demonstrasi. mengecek pemahaman dan memberi umpan balik. yang termasuk di dalamnya misalnya.Dukungan ini datang dari penelitian yang dilakukan oleh dan para koleganya pada tahun 1970 yang menunjukkan guru yang menggunakan strategi yang berpusat pada guru (Model pengajaran langsung) lebih berhasil dalam mendapatkan tingkat keterlibatan tinggi siswa daripada guru yang menggunakan metode – metode pengajaran yang lebih informal dan berpusat pada siswa. mengeluarkan pendapat. Kekurangan: 1. Aktivitas siswa merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. interupsi. diskusi. serta memberi latihan lanjutan dan transfer. mengadakan wawancara. Aktivitas guru merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru selama proses belajar mengajar. Oral activities seperti : menyatakan. Kelebihan dan Kekurangan Pengajaran Langsung : Kelebihan: 1. membaca. percobaan. 2. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. Aktivitas guru dan aktivitas siswa merupakan factor utama keberhasilan proses belajar mengajar. 11 . bertanya. Dalam penelitian ini yang termasuk dalam aktivitas guru adalah semua aktivitas yang ada pada tiap fase di dalam sintaks pengajaran langsung diantaranya adalah menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. 4. Aktivitas siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim terdapat di sekolah – sekolah tradisional. pekerjaan orang lain. 99 ) kegiatan siswa dapat digolongkan sebagai berikut : Visual activities. merumuskan. Diedrich dalam Sardiman ( 2001. Aktivitas Siswa dan Guru Selama proses belajar mengajar berlangsung dituntut adanya aktivitas guru dan aktivitas siswa.2010:8 ) C. Menurut Paul B. Kiranawati (dalam Ervia.Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. mendemonstrasikan ketrampilan. memberi saran. memberikan latihan terbimbing.

Listening activities sebagai contoh mendengarkan. menganalisa. bergairah. Hasil keputusan tersebut dapat menjadi bahan untuk mengukur usaha yang dilakukan seperti yang dikemukakan oleh American Accounting Association ( AAA ) bahwa “Akuntansi adalah proses pengidentifikasian. bermain. musik. membuat konstruksi. diagram. berkebun. pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi agar dapat memberikan bahan pertimbangan yang relevan bagi para pengambil keputusan”. merasa bosan. gugup. diskusi. melihat hubungan. 12 . Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan pelayanan atau menjual jasa dengan tujuan mencari laba. menaruh minat. Penerapan Model Pembelajaran langsung dalam Pokok Bahasan ekonomi terbuka 1. berternak Mental activities sebagai contoh misalnya : menanggap. karangan. peta. mengingat. penggolongan dan pengikhtisaran dengan suatu cara tertentu dan dalam bentuk uang. memecahkan soal. berani. pengukuran dan pelaporan informasi akuntansi yang dihasilkan oleh akuntan dan diharapkan mampu dalam mengambil keputusan pada kesatuan usaha yang bersangkutan. model mereparasi. percakapan. menyalin. laporan. Definisi Akuntansi Akuntansi menurut Committee on Terminologi dari American Institute of Certified Public Accountings ( AICPA ) adalah seni pencatatan. uraian. motor activities yang termasuk di dalamnya antara lain : melakukan percobaan. mengambil keputusan. Atas kejadian – kejadian dan transaksi – transaksi yang paling sedikit atau sebagian bersifat keuangan dan menjelaskan hasil – hasilnya. Emosional activities seperti misalnya. Drawing activities misalnya menggambar. 2. Siklus akuntansi perusahaan jasa adalah sistematis atau urutan proses pencatatan yang dimulai dari transaksi usaha sampai dengan laporan keuangan dalam suatu perusahaan jasa. gembira. bersemangat. D. angket. pidato. Berdasarkan definisi akuntansi diatas dapat diartikan sebagai suatu proses yang terdiri dari pengklasifikasian. Writing activities seperti misalnya menulis cerita. tenang. membuat grafik.

Hasil belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. dari segi siswa hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar ( Dimyati. diciptakan baik secara individu atau kelompok untuk mengetahui sejauh mana proses belajar telah tuntas dan ditunjukkan dalam bentuk nilai yang diperoleh anak didik setelah diadakan evaluai ( Djamarah. hal ini dikarenakan karakteristik siklus akuntansi perusahaan jasa yang bersifat pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural.( Hartojo dan Wikono. Proses belajar mengajar itu dikatakan berhasil jika siswa memahami materi secara menyeluruh dan mengerti apa yang disampaikan oleh seorang guru. tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. E. Hasil belajar siswa dapat diketahui setelah guru mengadakan evaluasi terhadap siswa yang dapat diadakan setiap akhir tatap muka atau yang disebut dengan post tes yang dapat dipakai guru untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hasil suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. 2004 : 49) Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa siklus akuntansi perusahaan jasa terdiri atas beberapa tahap dimana tahap .tahap tersebut tidak dapat berdiri sendiri melainkan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Dari sisi guru. 1994 : 19 ). 2005 : 5 ) Dengan menerapkan model pembelajaran langsung diharapkan ketrampilan – ketrampilan dalam siklus akuntansi yang terdiri dari beberapa tahap itu dapat diajarkan dengan baik dan benar sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Hasil Belajar 1. 13 . Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah ( Kardi dan Nur. Selain itu evaluasi juga dapat dilakukan setiap selesainya seluruh pokok bahasan yang disebut ulangan harian. Untuk Penerapan dalam mata pelajaran akuntansi terutama pada siklus akuntansi perusahaan jasa sangat cocok apabila diterapkan model pembelajaran langsung. 2006 : 3 ).

4. b. tes prestasi belajar dapat digolongkan kedalam jenis penilaian sebagai berikut : 1. Berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya. telah dicapai oleh siswa baik individual maupun kelompok. satu atau dua tahun pelajaran. Tingkat keberhasilan Sebuah pembelajaran dikatakan berhasil adalah karena adanya ukuran atau standarisasi untuk tingkat keberhasilan Keberhasilan Proses Belajar Mengajar di bagi atas beberapa tingkatan a. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran daya serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar siswa 3. Tes formatif Penilaian ini digunakan untuk mengukur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap pokok bahasan tersebut 2. Istimewa / maksimal Baik sekali / optimal : Apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu :Apabila sebagian besar ( 76% . Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus tinggi baik individual maupun kelompok.pengertian. Tes sumatif Untuk mengukur daya serap siwa terhadap pokok – pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester. Tujuannya adalah untuk menetapkan tingkat atau taraf keberhasilan belajar siswa dalam satu periode belajar tertentu. Indikator keberhasilan Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil adalah hal – hal sebagai berikut : a. namun demikian indicator yang banyak dipakai sebagai tolak ukur keberhasilan adalah daya serap.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil penelitian tentang kemajuan dan keberhasilan siswa setelah melakukan suatu usaha dan aktivitas dalam memperoleh suatu pengetahuan.99% ) bahan 14 dapat dikuasai oleh siswa pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa . Penilaian keberhasilan Untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat keberhasilan belajar tersebut dapat dilakukan melalui tes prestasi belajar. Tes sub sumatif Tes ini meliputi sejmlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu. 2. b. 3.

Penelitian Yang Relevan 1.62 %.75% Kurang : Apabila bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 60% dikuasai ( Djamarah dan Zain 2006:107) saja dikuasai oleh siswa oleh siswa F. pada putaran I sebesar 74.49 %.2 Kerangka Berpikir Penelitian 15 .c. d. dan Putaran III 92. Anita Yushofah (2006) “ Penerapan model pembelajaran langsung untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok siklus akuntansi perusahaan dagang dikelas XI IS SMA Negeri Paciran “ Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pencapaian hasil belajar siswa dalam model pembelajaran langsung mengalami kenaikan dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua sebesar 50% dan dari pertemuan ketiga ke pertemuan keempat sebesar 23.31% G.08% 2. Baik / minimal : Apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 60% . Putaran II 84. Ana Safitri (2008) “ Penerapan model pembelajaran langsung pada mata diklat mengelola proses kredit kelas II Akuntansi I di SMKN 2 Tuban ” Hasil penelitian yang diperoleh adalah Setiap putaran terjadi peningkatan ketuntasan kelas. Kerangka Berpikir Gambar 2.

16 . hal ini berdasarkan keterangan yang didapat penulis dari guru akuntansi SMA Negeri 1 Wringinanom. dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa agar dapat mencapai standar ketuntasan klasikal 75%. Berdasarkan kajian teori maupun kajian empiris yang ada maka solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu perlu diterapkannya model pembelajaran langsung. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model pengajaran yang dapat melibatkan secara aktif baik aktivitas siswa maupun aktivitas guru.Fakta Hasil belajar siswa belum mencapai Standar Ketuntasan klasikal 75% Siswa merasa sulit dan bosan ketika menerima pelajaran yang dikarenakan guru terlalu cepat dalam menyampaikan materi Masalah Model pembelajaran apa yang dapat diterapkan sehingga hasil belajar siswa mencapai Standar ketuntasan klasikal ≥ 75% Kajian Empiris Anita Yushofah (2006) Ana Safitri (2008) Kajian Teori Teori Perilaku Teori Pembelajaran sosial Solusi Penerapan Model Pembelajaran Langsung Harapan Hasil belajar siswa mencapai Standar Ketuntasan klasikal ≥ 75% Dari bagan diatas dapat diuraikan bahwa penelitian ini dilakukan karena adanya fakta bahwa hasil belajar siswa kurang optimal yaitu belum mencapai standar ketuntasan klasikal ≥ 75%.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 17 .

Suharsimi. B. Tahap 4 : Refleksi ( Reflecting ) 18 .1 : Siklus PTK ( Arikunto. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan ini adalah merupakan jenis penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ). 2008 : 3). Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Arikunto. yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. peningkatan atau perubahan yang diinginkan serta mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan tersebut.A. melihat dan mempertimbangkan atas hasil atau dampak dari tindakan. kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung Tahap 2 : Pelaksanaan tindakan ( Acting ) Tindakan apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya perbaikan. Tahap 3 : Pengamatan ( Observasi ) Langkah peneliti dalam mengkaji. Rancangan penelitian Perencanaa n Refleksi SIKLUS I Pengamata n Perencanaa n Pelaksanaan Refleksi SIKLUS II Pengamata Pelaksana an ? n Gambar 3. 2008: 16 ) Tahap 1 : Rancangan tindakan ( Planning ) Dalam tahap menyusun rancangan ini peneliti menentukan titik atau fokus peristiwa yang perlu mendapat perhatian khusus untuk diamati. Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan.

Tahap Perencanaan penelitian a. Prosedur Penelitian Pelaksanaan pengajaran pada penelitian ini dilakukan dalam 3 kali putaran. RPP ( Rencana Pelaksanaan Pengajaran ) c. Mengadakan observasi terhadap kegiatan belajar mengajar akuntansi di kelas untuk aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar c. pengamatan. d. Perangkat pembelajaran a. E. Jl.Gresik . Menentukan kelas sebagai kelas penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 2 dengan jumlah siswa sebanyak 37 anak. dan refleksi. 2. Pada bulan Februari sampai bulan maret 2009. karena selama ini materi diberikan secara langsung dan waktu tersita hanya untuk menerangkan materi. Raya Sembung Wringianom Gresik. Subyek dan Obyek Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 dengan jumlah siswa 37 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki – laki dan 16 siswa perempuan. Sedangkan yang menjadi obyek penelitian adalah SMA Negeri 1 Wringinanom. kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan.Kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui metode pembelajaran yang dipakai dalam SMA Negeri 1 Wringinanom b. D. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wringinanom . C. Berdiskusi dengan guru akuntansi untuk menentukan materi yang akan disampaikan e. Kegiatan refleksi ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan. tujuan dari pembuatan buku siswa ini adalah mempermudah siswa dalam memahami materi ayat jurnal penyesuain. Siklus 1 ( Putaran 1 ) 1. Buku siswa Buku ini berisi materi pelajaran yang akan diajarkan pada saat kegiatan belajar mengajar. Silabus b. Lembar pengamatan aktivitas siswa dan guru 19 . Dalam tiap putaran terdiri dari empat tahap penelitian yaitu rencana penelitian.Gresik yang terletak di Jalan Sembung Wringinanom. pelaksanaan tindakan. Menyusun instrumen penelitian 1.

Tiap pertemuan memerlukan alokasi waktu 2 x 45 menit Kegiatan Awal ( 10 menit ) Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Memberikan salam. Tes hasil belajar 2. Tahap Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan Proses Belajar Mengajar ( PBM ) sesuai dengan rencana pembelajaran dimana proses belajar mengajar dilaksanakan selama 3 kali pertemuan menggunakan model pembelajaran langsung. mempersiapkan siswa dan menertibkan kelas Menyampaikan tujuan pengajaran dan memotivasi siswa Kegiatan Inti - (50 menit) Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau ketrampilan Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan tentang membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa dengan indikator menyusun jurnal penyesuaian Fase 3 Membimbing pelatihan Guru memberikan pelatihan dengan cara mengerjakan soal – soal dan memberikan bimbingan serta membahas soal – soal tersebut Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru mengecek pemahaman siswa dengan cara memberi pertanyaan secara lisan kepada siswa Kegiatan Akhir ( 15 menit ) Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Guru menyimpulkan materi yang disampaikan Guru memberikan post tes Memberikan tugas pada kelompok untuk menganalisa suatu kasus dalam sebuah surat kabar kemudian dikumpulkan minggu depan. Tahap Refleksi 20 .Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran langsung 3. Tahap Observasi Pada saat proses belajar mengajar berlangsung dilakukan pengamatan oleh observer yang bertugas untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta mengisi lembar observasi yang telah disediakan untuk penelitian 4. 3.

Tahap Perencanaan penelitian Hasil dari refleksi pada siklus pertama yang telah direfleksi kemudian dianalisis untuk kemudian diperbaiki sebagai tahap perencanaan pada siklus ke 2. mempersiapkan siswa dan menertibkan kelas Menyampaikan tujuan pengajaran dan memotivasi siswa Apersepsi Kegiatan Inti - (50 menit) Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau ketrampilan Guru membahas tugas minggu lalu kemudian mengumpulkan hasil pekerjaan Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan tentang membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa dengan indikator menyusun jurnal penyesuaian Fase 3 Membimbing pelatihan Guru memberikan pelatihan dengan cara mengerjakan soal – soal dan memberikan bimbingan serta membahas soal – soal tersebut Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru mengecek pemahaman siswa dengan cara memberi pertanyaan secara lisan kepada siswa Kegiatan Akhir ( 30 menit ) Fase 5 Guru menyimpulkan materi yang disampaikan Guru memberikan post tes Memberikan tugas pada kelompok untuk mencari soal – soal ayat jurnal penyesuaian di buku referensi yang lain. mengevaluasi tentang hal – hal yang dirasakan sudah cukup baik dan bagian mana yang belum. Siklus 2 ( Putaran 2 ) 1. 2. 3. Tahap Refleksi 21 . Tahap Pelaksanaan Tindakan Kegiatan Awal ( 10 menit ) Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Memberikan salam. Tahap Observasi Pada saat proses belajar mengajar berlangsung dilakukan pengamatan oleh observer yang bertugas untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta mengisi lembar observasi yang telah disediakan untuk penelitian 4.Kegiatan ini untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan.

mengevaluasi tentang hal – hal yang dirasakan sudah cukup baik dan bagian mana yang belum Siklus 3 ( Putaran 3 ) 1. Tahap Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan Proses Belajar Mengajar ( PBM ) sesuai dengan rencana Kegiatan Awal ( 10 menit ) Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Memberikan salam. Tahap Perencanaan penelitian Hasil dari refleksi pada siklus pertama yang telah direfleksi kemudian dianalisis untuk kemudian diperbaiki sebagai tahap perencanaan pada siklus ke 3 2. mempersiapkan siswa dan menertibkan kelas Menyampaikan tujuan pengajaran dan memotivasi siswa Apersepsi Kegiatan Inti - (50 menit) Guru membahas tugas minggu lalu kemudian mengumpulkan hasil pekerjaan Guru mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan tentang membuat Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau ketrampilan ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa dengan indikator menyusun jurnal penyesuaian Fase 3 Membimbing pelatihan Guru memberikan pelatihan dengan cara mengerjakan soal – soal dan memberikan bimbingan serta membahas soal – soal tersebut Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru mengecek pemahaman siswa dengan cara memberi pertanyaan secara lisan kepada siswa Kegiatan Akhir ( 30 menit ) Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Guru menyimpulkan materi yang disampaikan Guru memberikan post tes Pada saat proses belajar mengajar berlangsung dilakukan pengamatan oleh observer yang bertugas untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta mengisi lembar observasi yang telah disediakan untuk penelitian 4. mengevaluasi tentang hal – hal yang dirasakan sudah cukup baik dan bagian mana yang belum.Kegiatan ini untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Tahap Refleksi 3. Tahap Observasi Kegiatan ini untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. 22 .

tes yang digunakan adalah latihan soal yaitu tes yang digunakan untuk pengambilan data model pembelajaran langsung pada lembar kerja siswa dan pos test yang dilakukan setelah pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa 4. Instrumen Pengumpulan Data Pengamatan dilakukan dalam kelas pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. majalah. 2006 : 155). G. 3. Lembar pengamatan ini terdiri atas : a) Lembar pengamatan aktivitas guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar dengan penerapan model pembelajaran langsung. 23 . transkrip. peneliti mengumpulkan data berupa nama siswa dan nilai siswa kelas XI IPS 2 dan perangkat pembelajarannya b) Library Research Dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur – literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data Data yang penulis gunakan dalam menyusun skripsi ini menggunakan teknik atau metode pengumpulan data yang sesuai serta ada hubungannya dengan pokok bahasan a) Field Research 1. agenda.F. buku. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan berdialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Arikunto. b) Lembar aktivitas siswa selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung c) Lembar post tes. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan guru bidang studi dan siswa siswi SMA Negeri 1 Wringinanom. Dokumentasi Berasal dari kata dokumen yang artinya barang – barang tertulis. Observasi digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama penelitian yang dilakukan oleh seorang guru mata pelajaran akuntansi dan juga memperoleh data tentang kondisi fisik SMA Negeri 1 Wringinanom 2. notulen rapat. 2006 : 156). Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan hasil belajar tiap siklus. prasasti. Tes Tes digunakan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa. dengan mengumpulkan data mengenai hal – hal atau variabel yaitu berupa catatan. dan lain sebagainya Dengan dokumentasi. Observasi ( Pengamatan ) Observasi merupakan kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunaakn seluruh alat indra (Arikunto.

100 % = baik sekali 2. Definisi Operasional a) Pembelajaran langsung merupakan salah satu model pengajaran yang khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. b) Hasil belajar adalah Penilaian pendidikan dan kemajuan siswa yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran yang diberikan kepada siswa serta nilai – nilai yang terdapat pada kurikulum. Teknik analisis data 1. 1993 : 97) 24 . suatu model yang ditujukan untuk membantu siswa belajar pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dapat diajarkan dengan cara langkah demi selangkah. Ridwan (Suwarno. Analisis data hasil pengamatan aktivitas siswa dan guru dalam Proses Belajar Mengajar Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dihitung dengan skala likert yang disajikan dalam bentuk angka. Analisis Hasil Belajar Ketuntasan siswa % ketuntasan siswa = ∑Siswa ∑Siswa yang tuntas seluruhnya x 100 % (Uzer usman.80 % = baik Nilai 81 % .40 % = kurang baik Nilai 41 % .20 % = tidak baik Nilai 21 % .60 % = cukup Nilai 61 % . 2005 : 17 ) angka tersebut ditafsirkan dengan kalimat sebagai berikut: 1 2 3 4 5 = Kurang sekali = Kurang = Cukup = Baik = Baik Sekali Persentase ( % )= ∑ Nilai perolehan aktivitas max imal aktivitas ∑ Nilai x 100 % Untuk menganalisa hasil penilaian yang diberikan oleh pengamat terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa dapat diklasifikasikan dengan criteria sebagai berikut : Nilai 0% .H. I.

800 = valid item tinggi 0.3. Analisis Butir Soal a. Suharsimi 2003:72) Keterangan rxy = koeisien korelasi X = nilai suatu butir soal tiap sisw a Y = nilai seluruh butir soal tiap sisw a N = jum lah sisw a untuk mengintepretasikan koefisien korelasi validitas dapat digunakan kriteria sebagai berikut : • rxy = 0.400 = valid item rendah 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya. Untuk mengetahui kevalidan soal yang digunakan.600 = valid item cukup 0.400 sam pai • rxy = 0.∑Y 2 −(∑Y ) 2 } (Arikunto.000 = valid item sangat 0.000 sam pai 1. teknik analisis data yang digunakan adalah dengan rumus : rxy = N ∑XY − (∑X ) ( ∑Y ) 2 {N .800 sam pai •rxy = 0. Untuk mengetahui reliabilitas hasil tes digunakan rumus sebagai berikut : r 11 =1 − Vs Vr (Arikunto.200 sam pai •rxy = 0. yang reliable akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.200 = valid item sangat rendah tinggi b. Suharsimi 2003 : 104 ) Keterangan : r 1 1 = reliabilit as instrumen Vr Vs Jk r db r Jk s db s = var ians respon dim ana Vr = = var ians sisa dim ana Vs = = jumlah kuadrat respon = derajat kebebasan = derajat kebebasan respon sisa = jumlah kuadrat sisa Jks dbs Jkr dbr 25 . Validitas Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur menjadi suatu ukuran tingkat – tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument.600 sam pai •rxy = 0.∑X − (∑X ) 2 }{N . Reliabilitas Reliabilitas berarti instrumen tersebut dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data kerena instrumen tersebut sudah baik.

70 = butir soal baik 4) Nilai D = 0.00 .41 – 0. Suharsimi 2003 : 213 ) Keterangan : D = daya serap peserta kelompok peserta kelompok peserta kelompok atas bawah atas yang menjawab atas yang menjawab benar salah J A = banyak J B = banyak B B = banyak B A = banyak peserta kelompok Dengan koefisien daya pebeda sebagai berikut : 1) Nilai D = 0.21 – 0.c. indeks diskriminasi akan berharga negatif bila kelompok atas yang menjawab benar lebih sedikit disbanding denan siswa kelompok bawah yang menjawab benar.7 −1.7 = b tir 0 0 u P = 0.20 = butir soal jelek 2) Nilai D = 0. D = BA B − B = PA − PB JA JB (Arikunto.3 − 0.00 = butir soal baik sekali Soal dengan berharga negatif termasuk soal yang tidak baik dan sebaiknya tidak dipakai 26 .0. Suharsimi 2003 : 210 ) d. Taraf kesukaran Untuk mengetahui taraf kesukaran dari setiap soal menggunakan rumus : P = B Js (Arikunto.71 – 1.0 =b tir 0 0 u so l a so l a so l a term su a k term su a k term su a k su lit sed n ag md h ua (Arikunto. Angka yang menunjukkan daya beda disebut indeks diskriminasi (D). Daya beda Daya beda suatu item adalah kemampuan item tersebut untuk membedakan antar siswa berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah. Suharsimi 2003 : 104 ) Keterangan : P = indeks J S = jum lah kesukaran siswa yang m enjawab peserta tes soal benar seluruh B = banyaknya keterangan tingkat kesukaran ditunjukkan oleh criteria sebagai berikut: P = 0.0 − 0.40 = butir soal sedang 3) Nilai D = 0.3 = b tir 0 0 u P = 0.

(Arikunto. Soeparman & Mohammad nur. Suharsimi 2003 : 218 ) DAFTAR PUSTAKA Kardi. Surabaya: University Press. 2008. Surabaya: UNESA UPT-P4 27 . Pengajaran Langsung. 2000. Tim Penyusun. Program Pengalaman Lapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->